Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK, GNA dan GNK

Kamis, 21 Februari 2008
dr. H. Erwin S, SpA, M.Kes

Penyakit Saluran Kemih pada Anak:
A
Pendahuluan 14

ISK,

Assalamu’alaikum wr wb. Seperti yang sudah sudah, manifestasi penyakit pada orang dewasa dan anak anak itu berbeda, sehingga perlu adanya kuliah khusus untuk membahas topik anak. dr. Erwin, Pak Dekan kita yang akan menjelaskan topik tersebut. Silahkan menikmati... By. Gagah BP

Seperti biasa, dr. Erwin menyampaikan kuliah dengan gaya khas beliau. Selalu rajin mengingatkan kita untuk membaca dan membaca lagi. Dan selalu bertanya apakah kuliah yang disampaikan beliau benar atau salah. Nah pada kuliah kali ini, Beliau memberikan Nefrologi anak secara umum dan dilanjutkan membahas penyakit secara lebih spesifik lagi.

Nefrologi anak
Topik yang akan dibahas dalam kesempatan kali ini adalah:  Infeksi Saluran Kemih: urethritis, cystitis, ureteritis, pyelitis, pyelonefritis (akut/kronis)  Glomerulonefritis akut/chronis  Hipertensi renal  Nefrotik sindrome  Gagal ginjal akut/chronis

Anatomi saluran kemih pada wanita dan pria
Sebelum kita masuk kebagian patologis, hendaknya kita menguasai dulu anatomi, fisiologi dan biokimia yang berhubungan dengan saluran kemih. Teman-teman hendaknya membaca ulang atau sekedar mereview hal-hal tersebut yang pernah diajarkan di Blok 3. Sekarang kita akan mereview secara singkat anatomi saluran kemih pada wanita dan pria.

Saluran Kemih pada manusia

Wanita

Laki-Laki

Secara anatomis, saluran kemih pada manusia disusun oleh saluran kemih atas (ginjal) dan saluran kemih bawah (pelvis renalis sampai urethera). Ginjal kanan lebih rendah letaknya dari ginjal kiri. Ureter kanan lebih pendek dari ureter kiri. Terdapat 3 penyempitan pada ureter yang normal dijumpai, yaitu Uretero Pelvic Junction (UPJ), Ureter yang bersilangan dengan arteri dan vena iliaca dan Uretero Vesica Junction (UVJ). Urethera wanita lebih pendek dari pada laki-laki yang menyebabkan wanita lebih mudah terkena infeksi saluran kemih bawah. Sedangkan laki-laki memiliki kelenjar prostat yang mengapit urethera yang memiliki kemungkinan untuk mengalami kelainan berupa BPH (Benign Prostat Hyperplation), Prostatitis maupun Neoplasma. Perlu di perhatikan juga organ-organ di sekitar saluran kemih yang memiliki kemungkinan mengakibatkan gangguan pada saluran tersebut atau sebaliknya, seperti uterus, ovarium, usus, testis, penis, vulva, peritoneum, kelenjar adrenal, arteri renalis dan lain-lain.

Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP

Buletin 1, Halaman

16

Infeksi secara haematogen (dari darah misalnya pada sepsis) pada neonatus. Halaman 17 . sekresi. ureter. bisa kronis/relaps Faktor predisposisinya antara lain: Obstruktif dan Refluks Misal: kelainan anatomi bawaan. urethra Fisiologi: filtrasi. Klinik: elektrolit dan kimia dengan pemeriksaan spektrofotometri Patologi Anatomi: Biopsi ginjal Bedah: tranplantasi ginjal Mikrobiologi: kultur dan sensivitas test Dialisis peritoneum. Hal ini akan memberikan dampak dalam penatalalaksanaan suatu penyakit dan akan membantu dalam penegakan diagnosis maupun terapi. sering kencing. Hemodialyse Transplantasi ginjal Integrasi Klinik dengan Biomedik Berikut adalah dasar dasar yang hendaknya dikuasai sebelum membahas suatu penyakit:    Anatomi – Histologi (makrokopis dan mikrokopis): ginjal. Gejala • • Simptomatis (Makin muda usia anak. peran hormon ADH. GNA dan GNK Kamis. Gejala pada neonatus berbeda dengan anak. reabsorbsi. sakit pinggang (gejala makin spesifik) Asimptomatis Biasanya adanya urin yang keruh atau berdarah tanpa gejala khas kebetulan ditemukan pada pemeriksaan UKS (Unit Kesehatan Siswa) di sekolah. Sample Urine (terdapat bakteriuria) Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. Uretrografi USG. Hipertensi Renal Terampil mengerjakan pemeriksan dan interpretasi laboratorium urin rutine. mampu interpretasi hasil laboratorium klinik (kimia. Kuman penyebab: E. IVP (IntraVena Pyelograph). kasus Chronis. batu. SpA. vesica urinaria. Angiografi Pyelografi.coli (80%) Infeksi secara ascenden (dari saluran bawah ke saluran atas) pada anak besar. ada kelainan bawaan. adanya zat eritropoetin dan prostaglandin Biokimia: komposisi urine dan kimia darah baik keadaan nomal atau abnormal Kemampuan Dokter Umum Berikut adalah standard kemampuan dokter umum dalam menangani penyakit penyakit saluran kencing:     Memiliki pengetahuan dan Ketrampilan Klinis mendiagnose dan terapi untuk ISK. elektrolit dll) Mampu melakukan tindakan emergency (Hipertensi Encefalopathi) Tahu kapan konsultasi ke dokter spesialis misal NS.        Radiologi: BNO. H. M. dimana semakin muda usia maka gejala makin tidak spesifik.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. Cystografi. Wanita pada usia sekolah lebih banyak. Infeksi Saluran Kemih Overview • • • • Akut. Aldosteron.Kes Perkembangan IPTEK Perkembangan IPTEK yang pesat membawa dampak pada ilmu saluran kemih baik berupa terapi maupun alat penegak diagnosis. Lab. CTScanning Renography (radioisotop). ACE didalam sistem regulasi. GNA. sakit waktu kencing. Erwin S. gejala klinis makin tidak khas) Pada neonatus seperti gejala sepsis. tumor. batu vesica urinaria. gagal ginjal dll. 21 Februari 2008 dr. Pada anak besar: ngompol. stasis urine karena obstipasi dll.

Cystitis.Kes • • Pengumpulan: pancar tengah/mid-stream. amikasin. Infeksi akut Ampisilin. cefaleksin dll) Pengobatan diberikan selama 7 hari Pengobatan dan pencegahan infeksi berulang (lakukan biakan urine untuk follow-up) Koreksi bedah untuk refluk vesica urinaria. sulfisoksazol. H. Halaman 18 . usia penderita. simptomatik (fenazopiridin).000-100. M. urine bag. obstruksi) Antibiotika profilaksis Glomerulonephritis Akuta (GNA ) Overview • • • Definisi: Inflamasi akut dan proliferasi sel di dalam glomerolus karena imun kompleks Etiologi: Infeksi B streptokokus haemolytikus gol A (ASTO) di faring 1 mg atau kulit 2 mg yang lalu memediasi reaksi immunologis (antigen-antibodi) di glomerulus. intake cairan.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. kelainan yang menyertai infeksi Pemberian antibiotika: parenteral-oral. daya konsentrasi ginjal turun. radiologik terdapat tanda parut. polakisuria/urgensi. kuratif–profilaksis Simptomatik (gejala makin khas jika usia anak makin besar) Pemeriksaan pencitraan (USG. obstruksi dll) o o Tindakan bedah (RVU berat. jenis–dosis–lama pemberian. c reaktiv protein meningkat). asam nalidiksat. laju endap darah meningkat. urehritis (ISK bawah): Disuria.PIV) hendaknya perhatikan cost effectiveness Dirujuk jika: o ISK komplek  pielonefritis akut yang cenderung berulang  dialisis  gagal ginjal ISK komplek yang cenderung berkembang menjadi gagal ginjal segera dirujuk. nyeri punggung. kotrimoksazol.DMSA.MSU. 3. SpA. urine (silinder lekosit. o Pencitraan  untuk mencari predisposising faktor (RVU.000/ml  Ragu ragu ISK Jumlah koloni kuman 1. Bisa juga infeksi lain (misal: impetigo) Gejala kelainan ginjal tampak 2-6 minggu setelah infeksi Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. tanpa demam Diagnose • Pemeriksaan Klinis Laboratorium: urine sedimen. kebersihan perineum Prognose baik (jika tak ada kelainan anatomi .000/ml  Positif ISK Jumlah koloni kuman 10. Perhatian • • • • • Aspek klinis yang penting: beratnya serangan.000-10. mikrobiologi (angka kuman dan kultur) Radiologis (kontras dan non kontras) tentukan ada obstruksi atau tidak • • Terapi • • Istirahat. Erwin S. nitrofurantoin Aminoglikosid (gentamisin.000/ml  Kontaminasi Jumlah koloni kuman kurang 1000/ml  Negatif • Pemeriksaan urine mikroskopik (centrifuge dan tanpa centrifuge): terdapat kuman/tiap LPB Menentukan ISK atas atau ISK bawah Pielonefritis (ISK atas): Demam. aspirasi surapubik Biakan dalam media: (untuk keperluan diagnosis) Jumlah koloni kuman lebih 100. batu dll ) Terapi Anti Biotik + Bedah 1. GNA dan GNK Kamis. • • • 2. 21 Februari 2008 dr.

gagal ginjal akut (jarang). ronchi. anemia. GNA dan GNK Kamis. Erwin S. hialin. 21 Februari 2008 dr. uruem dan kreatinin dapat meningkat. suara gallop) Edema diseluruh tubuh Panas (ada/tidak). silinder lekosit. hematuria (gross atau mikroskopik).Kes • • Patologi Anatomi: hiperselularitas glomeruli. albumin sedikit menurun. SpA. eritrosit. “smoky“ atau “tea-colored“ urine Edema oleh karena retensi air dan Natrium o Periorbital edema: Edema ringan di palpebrae (90%) terutama pagi hari Vasospasme G o o • • • Edema pulmonal (dyspneu. komplemen (C3 ) sempat turun tetapi tidak lama kembali normal. maka diagnose kemungkinan adalah: membranoproliferative. albumin (+). glomerulonefritis chronis (GNK). hipertensi (60-70%). Halaman 19 . sakit kepala Hipertensi.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. BD naik. terutama anak laki-laki Odema. Self limiting tetapi jika berkelanjutan bisa mengakibatkan hipertensi enselopati. lekosit. anoreksia. M. ASTO (+). orthopnea. Hb turun. glomerulonephritis atau lupus nephritis yang dapat dievaluasi dengan biopsi renal C4 mungkin juga menurun • Urinalysis: BD meningkat. Diagnosis • • • Serologi untuk konfirmasi infeksi streptokokus (titer ASO dan anti-DNAase B) Kadar serum C3 menurun C3 akan kembali normal 10 hari – 8 minggu Aldoste Riwayat penyakit (termasuk sebelumnya mengalami infeksi) serta pemeriksaan fisik • • • Jika kadar C3 terus menerus rendah. thorak eritrocyt. lemah. • • • Epidemilogy o o o o Kebanyakan glomerulonefritis terjadi pada anak – anak Frekuensi tinggi terutama pada anak-anak prasekolah dan sekolah dasar ( ± 7h ) Laki-laki > Wanita Pengobatan pada waktu infeksi prodormal tidak dapat mencegah terjadinya nephritis Reaksi Aktivitas vasopresor Keterangan: Bagan di atas menjelaskan proses patofisiologis dari GNA Tanda dan Gejala • • • Dari asymptomatik sampai berat dengan manifestasi gagal ginjal akut Hematuria: kencing warna merah daging (30 – 50 %) dengan gross hematuria. hyalin dan granular. proteinuria Rete Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. deposit materi “elektron-dense” Ada peran faktor genetik (HLA) Usia 3 – 7 th. H. PH turun. batuk. KED naik. Oliguria. oliguria. eritrosit (++). hematuria. lekosit (+).

Hereditary Nephritis.4 minggu (terutama ketika fase akut) Terapi suportive: o Diuretik. M. H. hemodialisis Prognose: baik. vasodilator. diet rendah Natrium untuk mencegah odem • • • • • • • • o Diuretik.Kes Diffferential Dx • Infeksi oleh karena streptokokus. Pediatric Hypertension • • Pada anak kebanyakan adalah hipertensi sekunder. virus. atau eritromisin (10 hari) Diet rendah protein dan natrium Jika ditemukan Hipertensi berikan anti hipertensi. setelah 6 – 8 minggu mulai nephritis Hipertensi renal • • • • Hipertensi (60 – 70 %) ringan-sedang Gejala cerebrum karena hipertensi berat (1-5%. SpA. cairan dikurangi Jika ditemukan anuria lama lakukan dialisis peritoneum ambulatorius (CPAD)  dapat peritonitis. parasit • Penyakit glomerular lain: Ig A nephropathy. staphylokokus. sembuh sempurna (95%) Menjadi kronis (5-10%) Gagal ginjal (0. 21 Februari 2008 • Biopsi ginjal jarang digunakan untuk diagnosis dr. jamur. GNA dan GNK Kamis.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. kejang-kejang Disebabkan spasme pembuluh darah lokal dengan anoksia dan edema otak Obat anti hipertensi (misal: Reserpin) • Pemberian obat –obat anti hipertensi • • Hipertensi ringan: cukup observasi Hipertensi sedang – berat: o Furosemid (diuretik) o o o Hidralazin (vasodilator) Nifedipin (kalsium antagonis) ACE inhibitor Prognosis • • • • • Baik. Alpor’t nephritis.5-2%) Kematian (0-7%) Kontrol setiap 4-6mg selama 6 bulan pertama untuk hipertensi dan hematuria. jika sampai 1 tahun disebut glomerulonefritis khronis Follow up dengan pemerikasaan kadar serum C3 . Lupus Nephritis. Erwin S. membranoproliferative glomerulonephritis. Halaman 20 . hematuria mikroskopis dan makroskopis dapat menetap 4 – 6 minggu. atau anti hipertensi lainnya untuk mencegah hipertensi Terapi antibiotika dianjurkan jika terbukti ada infeksi yang terus menerus Antibiotika penisilin (benzatin penisilin). HSP nephritis. restriksi cairan. Wegener’s granulomatosis • Infeksi systemik lain Terapi • Biasanya self limiting Istirahat total 3. = ensefalopathi hipertensi) Gangguan penglihatan. pusing. esensial/hipertensi primer jarang pada bayi tetapi insiden akan meningkat pada masa kanak – kanak Kausa: penyakit ginjal (80 %) Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. muntah.

lokasi) Angiography renal . 21 Februari 2008 • Oleh Karena: aktivitas abnormal sistem: renin–angiotensin–aldosteron. Halaman 21 . TB atau BB adalah “signifikan“ HTN Tekanan darah > 99% dari umur . PKD. nephritis. hindarii alkohol. arteritis Endocrine: penyakit thyroid Lain-lain: obesitas. TB. bentuk. gangguan sirkulasi pada satu atau kedua ginjal yg menyebabkan sekresi renin meningkat. aldosteron. kreatinin. pusing. H. sakit dada. mungkin disertai kegagalan pertumbuhan. elektrolit. kejang yang tidak bisa dijelaskan. kenaikan ICP Diagnosis • • • • • • Kemaikan tekanan darah (umur.Kes Epidemiolgy • • • Terjadi pada 1 – 3 % populasi kanak-kanak Tekanan darah > 95% dari umur . kimia dan asam basa darah Sebab: prerenal. berkeringat. Pembuluh darah ginjal kasar. dr. infeksi. HTN didapatkan pada pemeriksaan rutin Tergantung etiologi. kemerahan pada muka. revascularisai. pembuluh darah renal (renal artery stenosis. stroke. EKG: hipertropi ventrikel kiri Lab: lekosit naik. post renal Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. immobilasi • fractur. thyroid. Congestif Heart Failure yang tidak bisa dijelaskan. obat narkotika Obat: ACE inhibitor (kausa mediator renin) dengan menyingkirkan adanya bilateral arteri stenosis dapat menyebabkan iskemia berat Bedah pada kasus seleksi (partial/total nephrotomy. progresive pada HTN berat. perkutaneus transluminal renal angioplasty (PTRA) • • Prognosis/Clinical course • Baik jika tekanan darah terkontrol Efek jangka panjang setelah dewasa: risiko kardiovaskuler meningkat. SpA. exercise.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. cathecholamin urine USG ginjal (ukuran. reflux nephropathy Cardiovascular: AV malformation. renal. stroke. BB) pada 3 kali pemeriksaan Renovascular HTN mungkin refrakter thdp vasodilatasi tetapi responsive terhadap ACE inhibitor Bukti adanya kerusakan organ: retinopathy. angka kekambuhannya rendah Monitor fungsi ginjal selama pemberian ACE inhibitor. GNA dan GNK Kamis. abdominal coartation aorta. renin. MRA (jika ada stenosis renal) Treatment • • Kontrol tekanan darah Kontrol BB. palpitasi. BUN. TB. Erwin S. glomerulonephritis. BB menurun. obstructive renal disease. fibromuscular dysplasia. obat. kadar kortisol. Marfan syndrome).rokok. coartation aorta. retinopathi Differenstial Dx • • • Renal: renovascular. atau BB adalah “severe“ HTN Sign / symptoms • • • Biasanya asimptomatik. insufisiensi ginjal Tindakan bedah pada kasus terseleksi. M. luka bakar. jika terjadi fungsi ginjal memburuk dipertimbangkan pembedahan • • • Gagal Ginjal Akut (Acute renal failure) Overview • • • • Fungsi ginjal tiba-tiba memburuk (jam – hari) terjadi timbunan sampah Nitrogen Volume urine kurang dari 400ml Gangguan cairan elektrolit. retinopathy. ginjal mengecil unilateral. kurangi garam.

penurunan urin out put. urine seperti nefritis. jika > 3 minggu maka prognosenya buruk • Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. P Peritoneal dialysis. asidemia Curiga pada pasien oleh karena efek obat-obat. CHF Renal: ATN (antibiotik. M. P). azotemia (BUN >150 atau meningkat cepat). metabolik asidosis ph < 7. malnutrisi Kematian meningkat adanya sepsis atau kegagalan multi organ Periode oliguria kurang 10 hari . odem. trombosis vena renalis Diagnosis • • • • Elektrolit darah. timbang BB tiap hari. SpA. sulfate. asfiksia perinatal. diare. penurunan kreatinin clearance). calcium. 21 Februari 2008 dr. intermittent dialysis dan Continous AV atau venovenous hemofiltration (CAVH. anak (500ml/m2/hari) • • • Differential Dx • • • Prerenal: dehidrasi oleh karena muntah. syok septik.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. hiperventilasi. metabolik asidosis ringan ok timbunan hidogen. Pyelonefritis kronis) Terapi: cari penyebabnya dan koreksi kelainannya (jika sulit segera rujuk ke RS) Bisa bahaya / meninggal atau perlu hemodialisis / tranplantasi ginjal (mahal) Penanganan adekuat prognosisnya baik Epidemiology • • • Sering karena obat-obatan. Glomerulonefritis. cystic desease.2. ATN (akut tubular nekrosis) Mungkin berhubungan dengan abnormal struktur (kelainan bawaan) Morbiditas dan mortalitas tinggi Sign / symptoms • Mungkin asymptomatic Symptomatic: hipertensi. manejemen (ketepatan input/outputs. volume overload oleh karena edema pulmonum dan hipertensi. restriksi cairan) Monitor elektrolit (koreksi jika perlu) Hindari obat nefrotoksik Dosis obat diatur sesuai penurunan GFR Dialysis: Indikasi: hiperkalemia. hipoperfusi Oliguria: bayi (0. radiokontrast. H. uric acid U/A: osmolaritas urine dan ekresi Na (menilai prerenal atau renal) USG renal: (bentuk ginjal dan dapat mengkenyampingkan adanya obstruksi) Renal biopsi (melihat kausa renal) Treatment • • • • • Hilangkan kausa sebagai underlying faktor Hati-hati terhadap jumlah cairan yang diberikan. BUN/kreatinin (kenaikan kreatinin. Halaman 22 . Vasculitis (SLE) Postrenal: obstruksi. Erwin S. elektrolit abnormal. perdarahan.5ml/kg/jam). hipoksia. tumor calculi. hipertensi. ketidak seimbangan Ca. GNA dan GNK Kamis. kristal). intravenous kontrast. simptomatik uremia.CV VH) • • Prognosis /clinical course • • • Tergantung underlying proses Komplikasi (hiperkalemia.Kes • • • • • • • Prerenal: sekunder oleh karena perfusi yang tidak adekuat Renal: sekunder oleh karena toksin atau kerusakan intra renal blood flow Post renal: obstruksi Renal (GN akut/kronis.

Erwin S. M. H. GNA dan GNK Kamis. gangguan cairan dan elektrolit :hiperkalemia. hiperkolesterolemia Biopsi ginjal / PA: MCNS (75%) = lesi minimal Insiden puncak antara 2 – 5 tahun Prognose baik • • • • • Epidemiology • • • • • Proteinuria ringan (3% pada anak). Sindroma Nefrotik (NS: Nephrotic Syndrome) Overview • Syndrome: proteinuria. hipoalbuminemia. resisten terhadap kortikosteroid. kenaikan retensi Na dan air akan menyebabkan edem akan lebih berat • Sering disertai gejala seperti flu Auto immun desease / antigen antibody Edema.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. gejala timbul pada masa neonatus. perfusi ginjal turun. ISK Gejala: sindrome uremia. berakibat tekanan onkotik menurun. hyperlipidemia. persistent (< 0. tetapi dapat juga terjadi pada semua umur Wanita > laki MCD adalah kausa yang paling umum dari nephrotic syndrome (80%) Etiologi • • • NS bawaan: resesif autosomal. hiperfoasfatemia.000 anak Biasanya terjadi pada umur 2-6th . NS sekunder: malaria kuartana. proteinuria. Halaman 23 . SpA. o Penebalan batang lobular o Bulan sabit o Glomerulonefritis membrano proliferatif (kadar komplemen rendah)– prognose kurang baik Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. Kadar kreatinin serum naik (2-3x normal) Penyebab: sindrome nefrotik. prognosa buruk. purpura anafilatoid). GNA/GNC dll.Kes Gagal ginjal kronis • • • • Penurunan fungsi ginjal bersifat menahun. 21 Februari 2008 dr. NS idiopatik: (histo patologis / biopsi ginjal) o Kelainan minimal – prognose baik o Nefrofatia membranosa – prognose kurang baik o Glomerulonefritis proliferatif eksudatif difus: pasca infeksi streptococcus progressif. permanen dan progresif yang akhirnya menyebabkan gagal ginjal terminal yang terapinya harus cangkok ginjal. calsium. dan edema • Kenaikan permiabilitas dinding glonerolus mengakibatkan ekskresi abnormal protein dan kehilangan albumin • Edema disebabkan berpindahnya cairan dari intravaskuler ke ruang interstitial. penyakit kolagen– kadar komplemen tinggi (lupus eritematosus diseminata . prognose jarang baik.5%) Insiden: 2-7 per 100. asidosis metabolik.

GNA dan GNK Kamis.Kes Trasferin Tiroksin. anasarka. H.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. kolesterol Anemia defissiensi besi Komplikasi infeksi kulit (streptococcus. Anasarca. Halaman .on dipstick = > 1. pembekuan Keterangan: Patofisiologis NS Klinis (Sign / symptoms) • • • • • • • • Proteinuria ringan. pleural efusi. pitting odema Sedimen: torak hyalin. SpA.5 mg/dl) viskositas 24 Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. Erwin S.0 40 mg/m2/ jam (urine tampung 24 jam) • Lipiduria dan mikroskopik hematuria (25%) • Hematuria dengan proteinuria mengindikasikan adanya nefritis o o o Retensi Na vol pa o • Kenaikan kolesterol dan trigliserida. staphylococcus). M. asites. penurunan albumin (< 2.000 mg / hari Urine creatinin ratio > 1. Pleural efusi BB meningkat Malaise Hipertensi (25% ) Edema: mata pagi hari. tubercolosis bronkopneumonia (pneumococcus) • • • Differensial Dx • • • • • • • • MCD Focal segmental glomerulosclerosis Membraneous nephropathy Congenital NS Infantile NS Orthostatic proteinuria Ischemic renal injury Renal transplant injection Aldosteron Diagnosis o o • Proteinuria: 1 – on dipstick = > 150 mg / hari Urine creatinin ratio > 0. mungkin asymptomatik sering diketemukan pada pemeriksaan rutin U/A Proteinuria albumin: 10-15 gr/hr (esbach) Ascites . 21 Februari 2008 dr.granular. kipoid Albumin: globulin terbalik .f. 2 4 mg/m2/jam (urine tampung 24 jam) • Dapat: 3 – 4.vit D.

HTN. oleh karena itu pada perlu anamnesa riwayat infeksi. bahwa ISK pada anak itu gejala semakin jelas jika anak semakin tua. Pak Dekan memberikan kuiah berupa konsep-konsep dan mendorong kita untuk membaca. 21 Februari 2008 • C3 dan kreatinin normal Biopsi renal dianjurkan pada kasus yang sering relaps. Maaf.Kes • Terapi • Istirahat . steroid • Kortikosteroid (first line therapy) 4 – 8 minggu kemudian tappering Sebelumnya periksa PPD (-) Protein uria membaik 1 – 2 bulan Tiap pagi hari periksa proteinuria untuk menilai perkembangan penyakit Imunisasi virus selagi pengobatan steroid (-) o o o o o • • • • • • • Diuretik: furosemide (kombinasi dengan albumin) Imuno suppresive (alkylating agent. Dah beres … itu yang di kuliahkan. Maaf kalau tambahannya minimal.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. tergantung hasil biopsi Terapi dengan prednison/corticosteroid dosis tinggi menurut Internasional Study cooperative study of Kidney Desease Children (ISKDC) selama 3 bulan (respon yang baik untuk MCNS. tidak respon untuk bawaan) Hati-hati efek steroid. osteoporosis. cyclosporine) sebagai second line therapy. disamping itu bisa terjadi resistensi. retardasi pertumbuhan perubahan kejiwaan Thromboembolisme (arteri dan vena) oleh karena penurunan antithrombin III protein • Relaps (80%) biasanya selama steroid tappering o • MCD: prognosis baik.Harap maklum… Berikutnya … kita sambutnya latihan kasus … siapa bisa jawab? KASUS Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. tergantung dan relaps Diet rendah natrium dan tinggi protein Preparat diuretika (hati-2). SpA. mengurangi diet garam dan air . H. diuretik .. Erwin S. steroid dependen. Sebagai rangkuman. banyak yang saya tidak mengerti. steroid resistent dr. gram negatif) maka pemberian vaksin pneumococcal dianjurkan Steroid induced: cataract. M. Halaman 25 . 90% respon prednison. obesitas. kalau saya tidak salah.. terutama di bagian sindrom nefrotik. infeksi. Penyebab GNA berupa reaksi imunologis pada glomerulus ginjal oleh infeksi yang lalu. albumin (3-4gr) Hindari infeksi terutama tbc. GNA dan GNK Kamis. 40% akan relaps Alhamdulillah. peritonitis oleh karena asistes (pneumokokus) Prognose / Clinical course o o • Komplikasi: Infeksi (pneumococcal.

Ia kembali sehat hingga 2 hari sebelum opname. GNA dan GNK Kamis. ketika timbul panas dan nyeri tenggorokan yang hilang tanpa pengobatan. Pemeriksaan: anak terlihat deorientasi. bingung. fundus: normal. maka berlatihlah !!! Seorang anak laki-laki berumur 8 tahun diopnamae karena kejang umum. dan NS (?) Ketrampilan pemeriksaan laboratorium urine amat penting utk diagnose. tidak ada tanda-2 neurolgik fokal. Halaman 26 . 4dan 5 th pada pemeriksaan urine masing 2 terlihat hasil sbb: • Lekosit +++( lebih 10). Terdapat edema pitting sedang pada tangan dan kaki.Penyakit Saluran Kemih pada Anak: ISK. sikap berkelahi dan letargi. SpA. GNA. dan pembengkakan pada wajah. Tanda-tanda vital: T: 38*C. Pada waktu diopname. Erwin S. 21 Februari 2008 dr.Kes Anak 3. Murumur sistolik der II?VI terdengar pd bts sternum kiri. M. Pertanyaan :  Diagnose yang paling memungkinkan pada pasien ini ?  Penyebab yang paling memungkinkan dari kenaikan tekanan darah ?  Secara diagnostik pada saat ini anda harus meminta pemeriksaan ?  Secara terapuetik sekarang ini anda harus berikan apa ?  Anda lakukan antisipasi bahwa pasien mungkin juga memerlukan apa ? Editor: Gagah BP – Layout: Gagah BP Buletin 1. frek nadi: 96x/mnt. sakit kepala. TD 155/125. protein -. frek nafas: 22 x/mnt.eritrosit – • Protein +++ eritrosit + lekosit – • Protein + eritrosit +++ lekosit + • Mana gambaran ISK. H. anak mengalami kejang tonik – klonik yang berlangsung kira-kira 5 menit. Hati 2 cm dibwh tepi iga kanan. Anak dalam keadaan sehat hingga 10 hari sebelum opname . ketika timbul mual dan muntah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful