P. 1
Menyusun Laporan Laba Rugi Warnet

Menyusun Laporan Laba Rugi Warnet

|Views: 276|Likes:
Dipublikasikan oleh Dhiksi Diontor

More info:

Published by: Dhiksi Diontor on Feb 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/05/2015

pdf

text

original

Menyusun Laporan Laba Rugi Warnet, sebagai bagian dari laporan keuangan Warnet.

Sudah beberapa orang bertanya mengenai cara menyusun laporan keuangan warnet. Apakah anda juga punya pertanyaan sama? Kalo memang begitu, mari kita lanjutkan dengan pertanyaan lain, apakah anda juga sudah tahu artinya Laporan Keuangan? Baiknya sebelum saya memulai, perlu di pastikan bahwa kita punya pengertian yang sama tentang laporan keuangan. Maklum jaman sekarang banyak muncul pakar keuangan yang bahkan banyak menulis buku tapi tidak mengerti tentang Laporan Keuangan, karena definisi Laporan Keuangan bisa cari di google, atau kalo males ngetiknya, ya tinggal KLIK AJA DISINI. Jadi jelas kalo laporan keuangan dasar adalah Neraca dan Laba Rugi , tapi kalo akuntan akan bilang bahwa ada satu lagi yang namanya Cash Flow Statement, atau laporan arus kas. Jadi setelah jelas apa itu laporan keuangan, disini saya akan coba jelaskan tentang cara penyusunan sebagian dari laporan keuangan, yakni Laporan Laba Rugi. Langkah-langkah penyusunan laporan laba rugi ini saya coba sajikan secara sederhana dengan bahasa non akuntan, jadi mohon maaf kalo ada istilah yang kurang berkenan, mudah-mudahan bisa diluruskan jika perlu. Langkah penyusunan laporan laba rugi ; 1. Buat kelompok akun laba rugi (akun riil) yang terdiri dari ;

a. Pendapatan Ini merupakan akun untuk menampung semua jenis pendapatan yang diterima dari pelanggan, mulai dari hasil penjualan warnet, makanan dan minuman , sampai ATK, burning CD, Cetakan, dan sebagainya. Untuk detilnya sendiri terserah masing-masing orang, yang penting pengelompokkan tersebut dapat di perbandingkan dengan biaya langsung yang terkait. Dengan cara ini, maka setiap aktivitas produksi dapat di lihat secara individual kontribusinya terhadap keuntungan yang di hasilkan. b. Biaya Operasional Langsung Rincian biaya di sini harus memperhatikan kelompok rincian pendapatan, artinya jika di kelompok pendapatan ada 3 jenis, maka disini juga dibuat 3 jenis, sehingga bisa di cari keterkaitan antara pendapatan dan biayanya. Tujuan dari pengelompokan ini adalah untuk mengukur besarnya kontribusi masing-masing jenis pendapatan terhadap keuntungan yang diperoleh. c. Biaya Umum dan Administrasi Masuk dalam kelompok biaya umum dan adminstrasi adalah semua jenis biaya tidak langsung, yang menjadi pengeluaran rutin baik secara harian, mingguan atau bulanan sepanjang biaya tersebut memang bersifat umum, karena memberikan kontribusi tidak lansung kepada aktivitas produksi. Untuk biaya pemasaran dan promosi, sebenarnya ada dua pendapat, ada yang mengelompokkan dalam jenis biaya terpisah, ada yang mengelompokkan kedalam biaya Umum dan Administrasi. Namun untuk contoh ini, saya kelompokan dalam biaya Umum dan Administrasi, biar mudah, karena memang jenis biaya ini masuk kategori tidak langsung.

Contohnya adalah saat kita merenovasi warnet saat akan di dirikan. Sedangkan contoh amortisasi adalah Biaya sewa tempat yang dibayar untuk 4 tahun kedepan. mulai dari biaya renovasi. saat kita beli computer. Nah biaya-biaya ini masuk dalam kategori. dimaksudkan agar pembebanan biaya bisa didistribusikan ke periode lain dimana manfaat atas pengeluaran atau pembelian aktiva tersebut masih dinikmati. atau lebih dari satu periode operasi normal (paling sedikit satu tahun/12 bulan) maka bisa di kapitalisasikan dengan mendistribusikan bebanya kedalam periode dimana manfaatnya diharapkan masih bisa dinikmati. Misalnya 4 tahun. Contohnya . yakni selama masa sewa. maka setiap bulan dapat dihitung dengan formula sebagai berikut: P = (Bi . Contoh perhitungannya sebagai berikut. atau bahkan 6 bulan ke depan.d. instalasi AC dsb. kita akan sesuaikan besaranya dengan rumus sbb. atau 2 tahun kedepan. instalasi listrik. tentu saja dipake selama periode dimana umur aktiva tersebut secara ekonomis masih wajar. biaya yang boleh di amortisasi karena di tujukan untuk kepentingan jangka panjang. atau sampai masa dimana diperlukan lagi biaya renovasi yang relative besar. Biaya Penyusutan dan Amortisasi Untuk biaya jenis ini. Nah bagaimanapun lamanya masa sewa. Ab = R/Um Ab = Amortisasi Biaya Renovasi/bln R = Biaya Renovasi yang dikeluarkan Um = Umur manfaat yg diharapkan . misalnya 2 tahun maka M = 24 Sedangkan untuk biaya yang sifatnya memberikan manfaat jangka panjang. As = Wa / M As = Biaya Amortisasi Sewa/bln Wa = Biaya Sewa yang dibayarkan sekaligus dimuka M = Masa sewa dalam satuan bulan.S)/U P = Biaya Penyusutan per bulan Bi = Harga Beli Komputer S = Nilai Sisa U = umur manfaat (4 tahun x 12 bulan = 48bulan) Dimana nilai sisa merupakah perkiraan hasil penjualan perangkat computer tersebut saat umur ekonomisnya berakhir.

dll Biaya Operasional Langsung i. Ini adalah catatan sederhana yang nanti akan saya modifikasi supaya bisa jadi laporan laba rugi. dan buat kolom-kolom sesuai kebutuhan. Pendapatan i. Biaya Gaji Pegawai ii. b. Untuk memulainya. Langkah berikutnya adalah membuat buku kas . Pendapatan Makanan dan Minuman iii. Pendapatan ATK. e. jadi bila perlu boleh saja rincian akunnya di rubah dan disesuaikan dengan kebutuhan. Biaya Amortisasi ongkos renovasi b. Biaya Amortisasi Sewa Tempat iii. Biaya Penyusutan Komputer ii. c. silahkan beli ukuran folio. toner. a. kerta. d. Selanjutnya masing-masing akun tadi di pecah lagi sesuai dengan rincian jenis masing masing sumber atau asalnya transaksi. Biaya belanja ATK. Cetak. Pengelompokan tersebut tentu saja punya maksud dan agar setiap aktivitas produksi dapat di ukur kontribusinya terhadap keuntungan yang dihasilkan. sepanjang pengelompokannya masih sesuai. f. yakni buku yang digunakan untuk mencatat semua penerimaan dan pengeluaran harian. sehingga masing-masing rinciannya perlu di sepakati di sini. Biaya Kebersihan dan Keamanan lingkungan iii. Nomor Urut transaksi Tanggal transaksi Keterangan jenis transaksi Nomor Akun (untuk kepentingan pencatatan akuntansi) Jumlah Rupiah transaksi Saldo . d. Namun demikian mengingat masing-masing warnet punya keterbatasan serta kondisi alamiah yang berbeda-beda.2. Mudah bukan? 4. misalnya sebagai berikut. Biaya belanja makanan dan minuman iii. Biaya Pemeliharaan dan perbaikan iv. c. dll Biaya Umum dan Administrasi i. 3. Biaya Bandwith warnet ii. a. Biaya lain-lain Biaya Penyusutan i. Pendapatan Warnet ii. nah disini saya sarankan untuk membuat kolom-kolom utama sebagai berikut.

stok makanan dan minuman serta keperluan lain yang terkait dengan penjualan barang . Saat pengelompokan. di kelompokkan sesuai dengan kelompok yang tepat. dimana masingmasing aktivitas produksi bisa di tampilkan kinerjanya. dan keuntungan bersih yang diterima oleh pengusaha warnet. Kuantitas ii. a. karena saya akan terus berusaha menjelaskan kepada anda…. Barang Masuk i. atau KLIK DISINI 5. No Urut b. Saldo Stok i. Tanggal c. untuk mencatat jumlah persediaan barang dagangan. Kuantitas ii. serta berapa besar uang kas yang masuk. Barang keluar i. Caranya adalah dengan melihat mutasi keluar. Detil format buku persediaan agar disusun dengan rincian berikut. Jumlah (Rp) Tujuan pembuatan buku persediaan adalah untuk mengetahui.Kolom-kolom tersebut nanti saya berikan contohnya dalam bentuk excel dan bisa di download pada link dibagian bawah artikel ini. Langkah terakhir adalah menyusun laporan laba rugi berdasarkan buku kas yang sudah dibuat. Sampai disini masih bingung? Jangan kuatir. Kuantitas ii. perhatikan bahwa susunan laba rugi di buat secara rinci dengan detil sbb. Jumlah (Rp) g. Nama barang d. 6. Jumlah (Rp) f. dimana setiap transaksi yang sudah diberi nomor akun. dan membukukan total transaksi keluar pada periode yang sedang berjalan. jangan lupa untuk membuat juga buku persediaan. seperti kertas. Satuan e. dan selanjutnya … whoala… jadilah laporan laba rugi. Setelah membuat buku kas. besarnya harga pokok barang dagangan. ATK. .

Pendapatan ATK. Biaya lain-lain Pendapatan kas d.(G)= (E) – (F) Laba / (rugi) hasil usaha Dengan format di atas. maka bisa dipastikan anda sebagai pemilik akan nombok biaya operasional. Biaya belanja ATK. XXXXXXX b. XXXXXXX Rp. Biaya Penyusutan Komputer Rp. (F) i.(E) = (C)–(D) Margin Kontribusi c. Biaya Pemeliharaan dan perbaikan iv. (B) i. XXXXXXX ii. (A) Rp. dll Rp. Jika Pendapatan Kas punya nilai POSITIF lebih besar dari Biaya Penyusutan. Biaya Kebersihan dan Keamanan iii. Biaya Bandwith warnet Rp. (D) Rp. maka bisa dipastikan anda mendapatkan keuntungan. Artinya jika Pendapatan Kas hasilnya NEGATIF. namun anda masih punya kemampuan daya hidup (survival) untuk bisa melanjutkan usaha sampai mendapat keuntungan layak. Biaya Gaji Pegawai ii. XXXXXXX Rp. jelas bahwa posisi Pendapatan Kas harus benar-benar dijaga. Cetak. XXXXXXX dll Rp. kerta. namun jika nilai POSITIFnya lebih kecil dari Biaya Penyusutan. XXXXXXX Rp. Pendapatan Warnet ii. Biaya Penyusutan Rp. Biaya belanja makanan dan Rp. dan sebaliknya jika POSITIF anda belum tentu memperoleh laba. XXXXXXX Rp. toner. Biaya Operasional Langsung Rp. XXXXXXX Rp.a. Nah… sekarang jelaas kan… bahwa ternyata menyusun Laporan Laba Rugi Warnet itu mudah . maka bisa dipastikan kemampuan anda mengembalikan modal. Pendapatan i. XXXXXXX minuman iii. XXXXXXX iii. Biaya Umum dan Administrasi i. Biaya Amortisasi ongkos Rp. XXXXXXX Rp. XXXXXXX renovasi Rp. Biaya Amortisasi Sewa Tempat Rp. sangat lemah tapi tetap survive untuk jangka waktu yang lebih panjang. Pendapatan Makanan dan Minuman iii. (C)=(A)-(B) Rp. XXXXXXX ii. Rp.

dan saya akan menyediakan tempat lengkap dengan fasilitasnya untuk membantu anda memahami proses penyusunan laba/rugi dan neraca. Jika kebingungan masih berlanjut. dan untuk itu. bahwa untuk bisa menyusun laba/rugi dan neraca. anda perlu belajar secara khusus.com Saat ini. . lebih baik kita istirahatkan dulu otak kita supaya bisa lebih tenang dan menyerap materi penjelasan di atas. jika memang diperlukan saya bersedia memberikan kursus gratis buat anda jika anda mengajak paling sedikit 10 orang rekan-rekan anda untuk hadir. dan jika perlu …. hubungi akuntan terdekat…. Bagian yang paling sulit adalah membayar pajak dan menyusun neraca… untuk belajar lebih lanjut? masih minat Sebagai gambaran. Segera ulangi membaca artikel ini. Jelasnya silahkan hubungi saya via email herusidik@yahoo.ya. Untuk konsultasi dan mendapat bimbingan yang lebih baik. paling sedikit 1 kali sehari… tergantung kondisi pengetahuan yang di miliki.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->