Anda di halaman 1dari 4

I.

Dasar-dasar dari Getaran-getaran


1) Propagasi Getaran (Getaran Bumi)
Suara menjalar lewat udara sebagai suatu gelombang (kompresi) yang membujur, tetapi getarangetaran bumi yang berasal dari empat jenis gelombang yang terpampang pada Gb. 1. Adapun alasan mengapa getaran bumi mempunyai lebih banyak gerakan-gerakan gelombang yang terlibat dalam propagasi dari pada suara adalah perbedaan dalam medium. Sedangkan gas adalah medium untuk propagasi suara, dengan getaran-getaran, dia adalah zat padat. Dengan gas, kekuatan resistif hanya bekerja terhadap perubahan-perubahan dalam volume (tekanan) dan tidak bekerja melawan perubahan-perubahan dalam bentuk, oleh sebab itu gas hanya menyebarkan gelombang-gelombang primer (P). Tetapi, dengan zat padat, kekuatan resistif juga bekerja terhadap perubahan-perubahan dalam bentuk. Untuk alasan ini, baik gelombang-gelombang primer maupun sekunder (S) dihasilkan. Di samping itu, karena bumi berada di dalam setengah ruang dari permukaan ke bawah dan permukaan tersebut berlaku sebagai pemisah bersama antara zat padat dan gas, maka gelombang-gelombang akan permukaan terjadi. Sedangkan suatu gelombang Rayleigh (R) mempunyai komponen gerakan yang bergerak ke arah gelombang tersebut, gelombang Love hanya mempunyai satu komponen yang bergerak vertikal ke arah gelombang. Gb. 1 Tipe-tipe dari gerakan bumi

Gelomba ng badan Gelombang primer (P) Partikel-partikel bergerak ke arah propagasi dari gelombang, sebagai respons daerah kecil berkontraksi dan mengembang. Gelombang sekunder (S) Partikel-partikel bergerak ke arah propagasi dari gelombang dan tegak lurus terhadap arah propagasi dari gelombang tersebut, menyebabkan deformasi putaran di daerah-daerah kecil.

Gelomba ng permuka an

Gelombang love Partikel-partikel bergerak tegak lurus ke arah propagasi (horisontal) dari gelombang tersebut.

Gelombang Rayleigh (R) Partikel-partikel bergerak ke arah propagasi (horisontal) dari gelombang dan dengan gerakan berputar dalam permukaan vertikal yang tegak lurus terhadap arah propagasi (horisontal) dari gelombang tersebut.

Yang menimbulkan masalah sebagai pencemaran getaran adalah gelombang-gelombang S dan R. Efek dari gelombang R sangat besar. Bila kekuatan yang pemicu (exciting force) diterapkan vertikal terhadap arah propagasi, gelombang-gelombang R mencapai 67% dari energi total, gelombang-gelombang S sebesar 26% dan gelombang-gelombang P sebesar 7%. Oleh karena baik getaran-getaran maupun suara merupakan "gelombang-gelombang", hal-hal itu dapat dinyatakan secara matematis dengan cara yang serupa. Singkatnya, suatu getaran dari bentuk gelombang apapun dapat dijelaskan sebagai gelombang-gelombang sinusoidal yang tumpang tindih, yang menggunakan tiga elemen dari frekwensi f , kecepatan propagasi v, dan panjang gelombang untuk menentukan fungsi v/f = . Namun demikian, dengan suara, yang dibawa oleh udara, kecepatan propagasi akan selalu sama sepanjang suhu udara konstan. Dengan getaran-getaran, kecepatan propagasi berbeda menurut tipe gerakan gelombang dan sifat-sifat bumi.

Nilai N
Misalkan suatu palu seberat 63.5 kg dibiarkan jatuh bebas dari ketinggian 75 cm dan menimbulkan dampak suatu sampler untuk uji penetrasi standard, sebanyak yang diperlukan untuk menimbulkan lekukan sedalam 30 cm pada sampler. Ini adalah langkah untuk mengukur

kepadatan tanah; semakin besar nilai N, semakin padat tanahnya. Suatu tes penetrasi standar dilakukan untuk pengerukan tanah murni. Data yang didapat menghasilkan bagian stratigrafik dari tanah tersebut. Tabel 1 : Densitas relatif dari pasir seperti didapat dari uji penetrasi standard Nilai N 0-4 4 - 10 10 - 30 30 - 50 50 Sangat longgar Longgar Tidak longgar maupun padat Cukup padat Sangat padat Densitas relatif / kepadatan relatif

Tabel 2 : Nilai N, kecepatan propagasi gelombang primer dan kecepatan propagasi gelombang sekunder berdasarkan tipe tanah Tipe tanah Lumpur lunak Bukan lumpur lunak atau liat Lumpur liat Lumpur keras Pasir longgar dan kerikil Pasir padat dan kerikil Pasir sangat padat dan kerikil Batu keropos dan batu lumpur Batuan dasar Nilai N N<4 4<N<8 Kecepatan propagasi gelombang primer (m/detik) 300 - 1000 300 - 1200 Kecepatan propagasi gelombang sekunder (m/detik) 100 - 150 150 - 180 180 -220 220 - 300 150 - 180 220 - 250 250 - 350 300 - 500 400 - 800

8<N<15 300 - 1500 N>15 N<10 400 - 2000 300 - 1500

0<N<50 300 - 1800 N>50 N>>50 N>>50 450 - 2000 800 - 2000 1000 - 2000

Kecepatan propagasi dari suatu getaran sedikit berbeda antara gelombang R dan gelombang S. Namun demikian, adalah wajar untuk memikirkan bahwa, ketika sumber getaran dan titik penerima terpisah antara beberapa m sampai dengan beberapa ratus m, seperti dalam kasus pencemaran getaran, dan gelombang kejut diterapkan ke satu titik dari permukaan tanah sejenis

yang luas, maka gelombang P yang terlebih dahulu mencapai titik penerimaan, diikuti oleh campuran gelombang R dan S. Gb. 2 Getaran yang dipropagasikan oleh permukaan tanah dan bumi