Anda di halaman 1dari 42

http://psikometrika.com

CellPhone:08156987161

08121561712

email:almubdi@yahoo.com

CellPhone:08156987161 08121561712 email:almubdi@yahoo.com Psychotest Database V3 Software Koreksi Tes Psikologi dengan

Psychotest Database V3

Software Koreksi Tes Psikologi dengan Scanner

email:almubdi@yahoo.com Psychotest Database V3 Software Koreksi Tes Psikologi dengan Scanner Update Version: 3.0.126

Update Version: 3.0.126

0 D D D a a a f f f t t t a a

0

0 D D D a a a f f f t t t a a a

DDDaaaffftttaaarrr IIIsssiii

APA ITU APLIKASI PSYSHOTEST DATABASE

1

TENTANG TWAIN

1

TWAIN menyediakan solusi penyedia image

1

TAHAPAN PROSES

1

KONSEP DATABASE

3

INSTALASI PROGRAM

1

MENJALANKAN PROGRAM

1

MENU UTAMA

2

MENU DATABASE

3

MEMBUAT DAN MEMBUKA DATABASE

3

MENGHAPUS DATABASE

4

MEMBUAT DATA MASTER

4

KOREKSI MANUAL

5

TES IST

5

Subtes SE, WA, AN, ME, FA dan WU

5

Subtes GE

6

Subtes RA dan ZR

6

TES TIKI-MENENGAH (TIKI-M)

6

TES TIKI-TINGGI (TIKI-T)

6

TES 16PF

7

TES EPPS

7

TES BELBIN

7

TES KLERIKAL

7

Tes Pauli

7

Tes Kraepelin

8

TES ABILITY DAN TES INTELEGENSI LAINNYA

9

SETTING KOREKSI OTOMATIS

9

MENJALANKAN APLIKASI SETTING AREA/ REGION

9

MEMBUAT AREA REGION LEMBAR JAWAB TES

11

MENGHAPUS REGION / AREA

14

KESIMPULAN

14

KOREKSI OTOMATIS

15

MENJALANKAN PROSES KOREKSI DENGAN SCANNER

15

Simpan dan Membuka Tabulasi Data

16

Restore Data

16

Tools

16

KOREKSI TES TIPE A (A1, SPM, A3, A5 DAN CPM)

16

KOREKSI TES TIPE C (C1, C2, C3 DAN C4)

17

KOREKSI TES CFIT (CFIT BENTUK 2 DAN CFIT BENTUK 3)

17

KOREKSI GATB

17

KOREKSI TES ABILITY LAINNYA

18

Tes FRT

18

Tes TIU-5

18

Tes TMC-60

18

KOREKSI TES INVENTORY (16PF, EPPS)

18

Tes 16PF

18

Tes EPPS

18

Tes MSDT

18

JENIS LAPORAN

1

MENYAJIKAN LAPORAN

1

Laporan Tes Ability, Battery dan Intelegensi

2

Laporan Tes IST, TIKI-T dan TIKI-M

2

Laporan Tes Inventory

3

Laporan Tes Cutom

3

SETTING KUNCI JAWABAN

1

MENU SETTING KUNCI JAWABAN

1

MENU SETTING WEIGHTED SCORE & TARAF NORMATIF (KATEGORI)

1

2

1 P P P e e e n n n d d d a a

1

1 P P P e e e n n n d d d a a a

PPPeeennndddaaahhhuuullluuuaaannn

AAp ppa aa iit ttu uu AAp ppl lli iik kka aas ssi ii PPs ssy yys ssh hho oot tte ees sst tt DDa aat tta aab bba aas sse ee

A

i

A

P

D

SoftwareSkoringTes

Software skoring tes psikologi menggunakan scanner dengan teknologi TWAIN (Technology Without an Interesting Name). Dengan software ini berarti hampir seluruh sistem koreksi tes psikologi dilakukan secara otomatis menggunakan device scanner yang ditransformasikan ke dalam angka- angka dan selanjutnya dihitung secara otomatis sebelum disajikan dalam laporan.

Tentang Twain

TWAIN didefinisikan sebagai protokol software standar dan application programming interface (API) sebagai alat komunikasi antara aplikasi software dan penangkap image atau image acquisition devices.

TWAIN menyediakan solusi penyedia image

Sebuah aplikasi membutuhkan keselarasan antara data image yang ingin diambil ke dalam aplikasi, dan pengembang software membutuhkan kompatibilitas dengan devices tanpa perlu menulis dan mengembangkan berbagai driver dari devices yang tersedia di pasaran.

Solusinya dengan menggunakan open industry interface (TWAIN) yang langsung mengarah pada source eksternal dalam mendapatkan data image yang terstandarisir. Dengan ini, maka pengembang software dengan mudah memanfaatkan devices scanner tersebut dan tiap-tiap pengembang hardware menulis dalam satu driver standar. Pengembang hardware akan mendapatkan keuntungan karena mereka hanya perlu menulis satu driver standar dimana devices tersebut dapat dikembangkan oleh software-software komersial/ non komersial lainnya yang mendukung TWAIN data acquisition interface.

Terdapat 3 aspek dalam TWAIN, yaitu:

Software aplikasi – yang ditulis untuk mendukung TWAIN.

Software sumber data – yang mengatur interaksi antara aplikasi dan sumber data (TWAIN32.DLL).

Software sumber data – yang mengontrol devices image secara spesifik, biasanya disediakan oleh vendor hardware.

TTa aah hha aap ppa aan nn PPr rro oos sse ees ss

T

P

Tahapan proses koreksi seperti digambarkan dalam diagram dibawah ini:

Lembar Image Jawab Tes Proses Aplikasi Scanning Psychotest Database Nilai Setting Setting Setting Kunci Norma
Lembar
Image
Jawab Tes
Proses
Aplikasi
Scanning
Psychotest
Database
Nilai
Setting
Setting
Setting
Kunci
Norma
Peringkat/
Jawaban
Tes
Kategori
Laporan
Hasil Tes
Database

Gambar 1.1

Proses skoring secara keseluruhan dilakukan secara otomatis dalam dengan perangkat software dan data disimpan dalam database sehingga dapat digunakan dan diatur secara lebih mudah. Metode database ini menghasilkan data-data dari tiap-tiap tes yang tersimpan dalam tabel.

Konsep aplikasi software Psychotest Database V.3 adalah aplikasi single user sehingga database tersebut bersifat lokal dalam satu PC. Meskipun demikian secara mudah dapat dibuat database baru sehingga apabila data-data secara identik ingin dipisahkan (tanpa ada relasi) maka dapat memisahkan data tersebut dalam database baru.

Konsep data dalam aplikasi Psychotest Database V.3 adalah sebagai berikut: Aplikasi Psychotest Database V.3 Database
Konsep data dalam aplikasi Psychotest Database V.3 adalah sebagai berikut:
Aplikasi
Psychotest
Database V.3
Database
Data
Report
Database
Data
Report
Database
Data
Report

2

Gambar 1.2

Setiap data-data dalam tabel menggunakan relasi nomor sehingga setiap data memiliki nomor yang unik (selalu berbeda antara data satu dengan data lainnya) dalam satu database.

KKo oon nns sse eep pp DDa aat tta aab bba aas sse ee

K

D

Konsep dari database adalah terdiri dari tabel-tabel data. Setiap tabel data umumnya berisi data input hasil dari satu (1) tes. Untuk beberapa kasus misalkan ist dengan 9 subtes maka terdiri dari sembilan (9) tabel dengan setiap tabelnya berisi satu (1) subtes. Begitu pula pada data-data tes Tiki- M dengan 12 subtes dan Tiki-T dengan 11 subtes.

Setiap tabel-tabel tersebut dihubungkan dengan master tabel yaitu tabel utama berisi isian data dari testee. Relasi yang digunakan menggunakan indeks nomor. Sehingga pada setiap data master tabel berisi nomor unik (nomor yang selalu berbeda) dengan data lainnya. Sementara pada tabel-tabel lain data-data nomor yang sama dapat lebih dari satu (1).

lain data-data nomor yang sama dapat lebih dari satu (1). Gambar 1.3 Relasi tabel master dengan
lain data-data nomor yang sama dapat lebih dari satu (1). Gambar 1.3 Relasi tabel master dengan

Gambar 1.3

Relasi tabel master dengan tabel data Tes APM

3

2 A A A p p p l l l i i i k k

2

2 A A A p p p l l l i i i k k k

AAApppllliiikkkaaasssiii UUUtttaaammmaaa

SpesifikasiMinimal

o

OS Win 98/Win 2000/Win Xp

o

Space Hardisk 20Mb

o

Processor dengan Kecepatan 700MHz atau yang lebih baik

o

RAM 64 Mb

o

Scanner TWAIN dengan input Device

IIn nns sst tta aal lla aas ssi ii PPr rro oog ggr rra aam mm

I

P

Jalankan setup.exe, atau apabila menggunakan CD dan disetting autorun, maka instalasi akan secara otomatis dijalankan. Ikuti petunjuk yang ditampilkan dan secara umum instalasi dapat dilakukan dengan mudah.

Pengguna Windows 2000 / Windows XP harus menjalankan instalasi dengan mode administrator atau mode dimana pada saat login dapat diberi wewenang untuk menjalankan instalasi program.

Lebih lanjut dapat ditanyakan oleh administrator MIS apabila Anda sebagai user tidak diberikan otorisasi instalasi dalam sebuah komputer.

MMe een nnj jja aal lla aan nnk kka aan nn PPr rro oog ggr rra aam mm

M

P

Dari menu Start, program pilih menu Psychotest Database V.3 dan pilih Psychotest Database.

menu Psychotest Database V.3 dan pilih Psychotest Database. Gambar 2.1 Menjalankan Aplikasi Psychotest Database V.3

Gambar 2.1

Menjalankan Aplikasi Psychotest Database V.3

Pertama kali aplikasi dijalankan maka akan muncul dialog login. Apabila di-setting dengan password, maka harus diisi nama login dan password dengan benar, tetapi apabila tidak ada password maka untuk beberapa waktu dialog login tersebut akan menutup dengan sendirinya.

Gambar 2.2 Login dengan nama Login :admin M M e e e n n n

Gambar 2.2

Login dengan nama Login :admin

MMe een nnu uu UUt tta aam mma aa

M

U

Tampilan aplikasi menggunakan MDI (Multiple Document Interface) dimana setiap berkas kerja dapat ditampilkan secara bersama-sama.

Menu-menu terdiri dari:

o

File

Terdiri dari menu-menu Database default untuk menuju database default program, Open Database untuk membuat atau membuka database customized, dan menu exit untuk keluar dari aplikasi.

o

Entry Master

Terdiri dari menu-menu entry Master Candidate/Testee untuk mengisi data master testee dan entry master kota untuk entry peng-kodean kota.

o

Entry Tes Manual

Menu ini digunakan untuk melakukan koreksi secara manual. Yaitu mengisikan lembar jawab dari testee dengan mengisikannya secara manual ke dalam kolom- kolom di tabel yang kemudian disimpan dalam database.

o

Koreksi dengan Scanner

Menu-menu ini digunakan untuk melakukan koreksi berbagai tes secara otomatis dengan scanner.

o

Report

Pada menu ini terdapat perintah untuk menampilkan berbagai report hasil tes-tes psikologi yang sudah tersimpan dalam database.

o

Window

Berupa menu kontrol tampilan jendela/ windows.

o

Tools

Pada menu ini terdapat berbagai setting aplikasi, yaitu setting kunci jawaban, setting normatif, setting weighted score dan lainnya.

2

o Help

Menu ini menampilkan bantual online help.

o Help Menu ini menampilkan bantual online help. Gambar 2.3 Tampilan utama Aplikasi M M e

Gambar 2.3

Tampilan utama Aplikasi

MMe een nnu uu DDa aat tta aab bba aas sse ee

M

D

Sebelum mengisikan data atau membuat suatu proyek skoring tes, perlu dipertimbangkan beberapa hal, yaitu:

o

Jumlah Data

Jumlah data yang akan dikoreksi

o

Pengkodean Data

Data-data yang akan dikoreksi akan digabungkan atau tidak dengan data-data koreksi terdahulu, tergantung dengan pengkodean indeks yang tidak boleh sama sehingga nomor-nomor tes baru harus selalu berbeda dengan data-data sebelumnya.

 

Pengkodean data dapat dilakukan dengan membuat nomor tes melalui aturan-aturan tertentu yang disepakati bersama.

Dalam aplikasi ini terdapat 10 space digit yang dapat digunakan untuk pengkodean nomor tes, misalkan dua digit awal digunakan untuk tahun, 2 digit selanjutnya untuk bulan dan 2 digit ke-5 dan ke-6 untuk tanggal koreksi dan sisa 4 digit adalah nomor tes.

o

Relasi antar Data

Relasi data dapat digunakan misalkan data-data terdahulu akan digunakan juga pada proyek koreksi data saat ini yang akan dilakukan.

Membuat dan membuka Database

Apabila relasi data tidak dibutuhkan, pengkodean tidak terlalu diperhatikan, dimana nomor urut tes data terdahulu identik dengan data proyek saat ini misalkan urutan 1 sampai

3

dengan 100 dan agar supaya data terdahulu tidak digabung dengan data saat ini, maka lebih baik membuat database baru dari menu File | Go to Database.

baik membuat database baru dari menu File | Go to Database. Gambar 2.4 Membuka atau membuat

Gambar 2.4

Membuka atau membuat database baru

Isikan nama database dalam edit text, atau pilih dalam list database apabila ingin membuka database yang telah dibuat.

Menghapus Database

Database dapat dihapus dari menu Go to Database dan klik kanan dari list database pilih menu Hapus.

Berhati-hati dengan menu ini, apabila database dihapus maka data benar-benar hilang dan tidak bisa di-recovery lagi.

MMe eem mmb bbu uua aat tt DDa aat tta aa MMa aas sst tte eer rr

M

D

M

Data master berarti mengisikan identitas testee berisi informasi:

o

Nomor

o

Nama Testee

o

Jenis Kelamin

o

Pendidikan, dll

Seperti diterangkan diatas, informasi nomor pada setiap data adalah unik dalam satu database, sehingga setiap data testee memiliki informasi yang selalu berbeda pada kolom nomor ini. Lebih jelasnya diterangkan pada sub bab Menu Database pada chapter ini.

4

Gambar 2.5 Entry Data Master Terdapat tombol-tombol navigasi untuk menambah, mengubah, menyimpan dan menghapus data-data

Gambar 2.5

Entry Data Master

Terdapat tombol-tombol navigasi untuk menambah, mengubah, menyimpan dan menghapus data-data master. Selain itu dari klik kanan terdapat menu untuk mencari data dengan metode pencarian nomor atau nama dan menu Entry dengan Sheet.

Metode Entry dengan Sheet digunakan apabila terdapat data tabulasi dari MS Excel yang akan di-eksport ke dalam database.

KKo oor rre eek kks ssi ii MMa aan nnu uua aal ll

K

M

Koreksi manual dilakukan dari menu Entry Tes Manual | Tes …

Sebelum meng-entry data secara manual, alangkah baiknya apabila data-data master sudah terekam dalam database dengan meng-entry master data terlebih dahulu.

Dibawah ini diterangkan cara meng-entry beberapa data-data tes secara manual.

Tes IST

Dari menu Entry Tes Manual | IST

Terdapat sembilan (9) berkas lembar isian per sub-tes dari tes ist, yaitu aspek SE, WA, AN, GE, ME, RA, ZR dan WU.

Untuk menambah data, pada sisi sebelah kanan tekan tombol Tambah yang berarti menambah data dalam database.

Pada menu nomor, isikan nomor testee yang sesuai, apabila nomor tersebut belum terekam dalam master data, maka akan muncul dialog list dari data-data master yang sudah terekam. Apabila data master belum ada, sebaiknya mengisikan data master terlebih dahulu dari menu Entry Data Master.

Subtes SE, WA, AN, ME, FA dan WU

Subtes-subtes tersebut terdiri dari 20 soal dengan alternatif jawaban adalah a, b, c, d atau e. Isian jawaban bisa meng-entry jawaban-jawaban yang sesuai dengan karakter tersebut di keyboard atau bantuan pada tombol Pad keyboard angka 1 sampai 5 yang mewakili karakter a sampai e.

5

Subtes GE

Subtes GE terdiri dari 16 soal dimana jawaban testee dinilai 0,1 atau 2 sesuai dengan bobot jawaban yang diberikan. Penskoran GE ini dibutuhkan pemahaman yang baik mengenai kualitas jawaban yang diberikan oleh testee, dan apabila belum terbiasa, terdapat bantuan di bagian bawah berkas isian berupa jawaban standar dan bobot nilai yang dapat diberikan.

berupa jawaban standar dan bobot nilai yang dapat diberikan. Subtes RA dan ZR Gambar 2.6 Hint

Subtes RA dan ZR

Gambar 2.6

Hint Kunci isian Subtes GE

Entry data pada aspek ini adalah isian dengan maksimal 3 digit dengan alternatif digit dari angka 0 sampai 9.

Tes TIKI-Menengah (TIKI-M)

Tes Tiki-M terdiri dari 12 subtes dengan masing-masing subtes memiliki karakteristik isian data tersendiri.

Dari menu Entry Manual | TIKI | TIKI-M akan muncul berkas isian yang terbagi menjadi 12 sub berkas yang mewakili masing-masing subtes. Subtes tersebut terdiri dari :

Subtes

Keterangan

Jumlah Soal

Alternatif Jawaban

Isian Jawaban

1 Berhitung Angka

40

a-e a-f a-d a-e a-e b / s a-d a-e a-f b / s a-d 4 karakter

a, b,c,d,e ab, ac, ce, bf ab, ad, bd a, b,c,d,e a, b,c,d,e b, s a, b,c,d a, b,c,d,e ab, ac, ce, bf b, s a, b, c, d

2 Gabungan Bagian

30

3 Hubungan Kata

40

4 Eksklusi Gambar

26

5 Berhitung Soal

22

6 Meneliti

100

7 Membentuk Benda

30

8 Eksklusi Gambar

30

9 Bayangan Cermin

30

10 Berhitung Huruf

60

11 Perbandingan Benda

48

12 Pembentukan Kata

60

 

Tabel 2.1

Tes TIKI-Tinggi (TIKI-T)

Deskripsi Tes Tiki-M

Tes Tiki-T terdiri dari 11 subtes dengan berbagai cara pengisian seperti halnya pada tes TIKI-M.

Subtes

Keterangan

Jumlah Soal

Alternatif Jawaban

Isian Jawaban

1 Berhitung Angka

40

a-d a-f a-d a-f a-e b / s

a, b,c,d ab, ac, ce, bf ab, ad, bd ab, ac, ce, bf a, b,c,d,e b, s

2 Gabungan Bagian

26

3 Hubungan Kata

40

4 Abstraksi Non Verbal

30

5 Deret Angka

20

6 Meneliti

100

6

7 Membentuk Benda

30

a-d

a, b,c,d

8 Bayangan Cermin

40

a-f

ab, ac, ce, bf

9 Analogi Kata

18

a-e

a, b,c,d,e

10 Bentuk Sembunyi

60

b / s

b, s

11 Pembentukan Kata

60

4 karakter

Tabel 2.2

Deskripsi Tes Tiki-T

Tes 16PF

 

Untuk melakukan skoring manual tes 16PF, dari menu Entry Manual | Inventory | 16PF.

Tes 16PF adalah tes personality dengan 16 dimensi kepribadian yang dikeluarkan oleh Cattell. Tes ini adalah satu dari beberapa bentuk tes 16PF yang ada. Jumlah item jawaban adalah 105 dengan alternatif jawaban a, b atau c.

Tampilan skoring manual tes ini hampir mirip dengan tes-tes lain dengan berbagai tombol navigasi, yaitu tombol menambah, mengedit, menghapus atau mempostingkan data dalam database.

Tes EPPS

Untuk melakukan skoring manual tes EPPS, dari menu Entry Manual | Inventory | EPPS.

Tes EPPS adalah tes personality dengan mengukur berbagai dimensi kepribadian, diantaranya adalah achievement (ach), nurturance (nur), exhibitionist (exh) dan lain sebagainya. Isian tes ini terdiri dari 225 kolom dengan alternatif jawaban adalah a atau b. Isian a apabila testee memilih pernyataan atas dan b apabila testee memilih pernyataan bawah.

Tes Belbin

Dari menu Entry Manual | Inventory | Belbin.

Tes ini terdiri dari 7 kolom utama dengan masing-masing kolom terdapat 10 sub kolom yang harus diisi. Setiap kolom apabila dijumlahkan harus bernilai 10. Isian masing-masing sub-kolom tidak harus diisi seperti halnya dalam memberi instruksi dalam melakukan tes.

Ingat, isian setiap kolom harus bernilai 10, apabila tidak maka aplikasi menolak untuk menyimpannya ke dalam database.

Tes Klerikal

Tes Pauli

Cara mengakses menu ini adalah dari Entry Manual | Klerikal | Pauli.

Tes ini merupakan tes klerikal dengan jumlah lembar jawab yang variatif tergantung dari prestasi testee dalam mengerjakan. Secara umum setiap testee melakukan pencoretan dalam kurun waktu tertentu dan pencoretan tersebut dilakukan sebanyak 20 (dua puluh)

7

kali. Jadi setiap testee mengerjakan sebanyak 20 kali garis kerja dengan tiap-tiap garis kerja nilainya adalah variatif sesuai prestasi penjumlahan yang dilakukannya.

variatif sesuai prestasi penjumlahan yang dilakukannya. Gambar 2.7 Isian manual Tes Pauli Cara penskoran manual

Gambar 2.7

Isian manual Tes Pauli

Cara penskoran manual terdapat 2 cara, yaitu:

Cara 1:

Baris 1

Baris 2

Mengisikan total prestasi kerja dari awal (no.1) sampai akhir (no.20) pada Baris 1. Isian dengan menggunakan metode ini adalah harus menghitung terlebih dahulu prestasi tiap- tiap testee dalam melakukan perhitungan sebanyak 20 kali.

Isian dengan menggunakan metode ini berarti Baris 2 tetap dikosongkan.

Cara 2:

Cara ini menghitung prestasi tiap-tiap baris lembar jawaban yang penuh dari garis kerja awal sampai akhir. Misalkan pada isian pada Gambar 2.7 diatas adalah prestasi pada kerja awal adalah berhasil mengerjakan perhitungan sebanyak 3 baris penuh dan pada baris ke-4 testee hanya berhasil sebanyak 11. Pada kolom 1 baris 1 sebagai garis kerja pertama diisikan 150 yang berasal dari 3 kali perhitungan secara penuh dengan tiap baris penuh teridir dari 50 perhitungan (3 x 50). Masih pada kolom 1 dan pada baris 2 diisikan sisa dari perhitungan yang tidak penuh pada kerja pertama tersebut, dan pada contoh jumlahnya 11. Pada garis (coretan) kerja kedua, testee melakukan perhitungan penuh sebanyak 2 kali (2 x 50) diisikan pada kolom 2 baris 1. Sementara sisa awal tidak perlu dipedulikan karena sudah dihitung secara otomatis, dan yang perlu diisi adalah baris kerja sisa (baris perhitungan yang tidak penuh pada akhir kerja ke-2). Pada contoh diatas berjumlah 33. Demikian selanjutnya sampai garis/coretan kerja ke-20.

Tes Kraepelin

Cara mengakses menu ini adalah dari Entry Manual | Klerikal | Kraepelin.

8

Tes Kraepelin secara konsep hampir mirip dengan tes Pauli, namun pada tiap garis kerja testee harus mengulang pada baris selanjutnya. Pengisian data pada tes Kraepelin lebih simpel dimana hanya mengisi baris pertama sampai baris ke-50 prestasi tiap-tiap perhitungan yang dilakukan dengan benar.

Tes Ability dan Tes Intelegensi Lainnya

Tes-tes lain seperti tes battery A1, A3, A5 dan lain sebagainya dapat dikerjakan secara manual pula. Proses pengisian hampir mirip sesuai dengan standar isian masing-masing tes.

Hal yang perlu diperhatikan adalah pada tiap-tiap tes tersebut memiliki berbagai alternatif isian yang berbeda-beda sesuai dengan pakem dari masing-masing tes. Seperti halnya pada tes APM, tes FRT dan tes SPM, alternatif jawaban adalah angka dari 1 sampai dengan 8, sementara tes RET berupa alternatif isian dari angka 1 sampai dengan 9.

SSe eet ttt tti iin nng gg KKo oor rre eek kks ssi ii OOt tto oom mma aat tti iis ss

S

K

O

Sebelum melakukan koreksi otomatis dengan scanner, apabila pertama kali menginstal program Psychotest Database v.3 atau pertama kali menggunakan scanner dengan tipe tertentu maka harus dilakukan setting file scanner yang bertujuan untuk membuat area daerah scanning pada tiap-tiap lembar jawab tes.

Menjalankan Aplikasi Setting Area/ Region

Jalankan aplikasi ini dari menu Start | Program | Psychotest Database | Setting Area Scan.

Aplikasi bantu tersebut digunakan untuk menentukan area/ region lembar jawab hasil scan agar dibaca sesuai dengan area-area tersebut dan menghitung secara otomatis area yang dipilih oleh testee dalam lembar jawabannya.

Area ini ditentukan oleh beberapa parameter yaitu:

- Letak kemungkinan kehitaman jawaban.

- Jumlah area tiap-tiap tes.

- Setting DPI scanning.

Menu utama aplikasi ini seperti tampilan seperti pada gambar dibawah ini.

9

Gambar 2.8 Setting Area Scan Buka File Project tes tertentu dari menu File | Open.

Gambar 2.8

Setting Area Scan

Buka File Project tes tertentu dari menu File | Open. Menu ini digunakan untuk menentukan setting area scanning tes tertentu yang akan di-setting.

setting area scanning tes tertentu yang akan di-setting. Gambar 2.9 Membuka File Project Apabila secara default

Gambar 2.9

Membuka File Project

Apabila secara default tidak ada file setting, maka program akan membuat file setting scanning dengan area yang masih kosong, sehingga harus dibuat region yang sesuai dengan kondisi tes itu.

Terdapat dua pilihan setting DPI, yaitu menggunakan 200 atau 300 dpi. Hal ini berpengaruh kepada kecepatan scanning dan area kehitaman yang dihasilkan scanner.

DPI semakin tinggi maka kecepatan scanning melambat tetapi area keakurasian akan semakin baik karena area tersebut semakin luas, demikian sebaliknya dengan dpi rendah kecepatan scanning semakin baik namun area keakurasiansemakin kecil. Namun untuk beberapa tes yang memiliki lembar jawab yang tidak terlalu padat antar area jawaban tidak bermasalah pada DPI yang rendah.

Penentuan area/ region harus sesuai urutan dengan ketentuan-ketentuan tertentu.

Contoh :

Tes CPM memiliki data-data sebagai berikut:

- Jumlah Soal 36

- Alternatif Jawaban 1-6

10

Dari data-data tersebut, maka dapat dihitung regionnya sebagai berikut:

Jumlah soal x 6 alternatif jawaban = 326 region.

Ketentuan pada aplikasi ini adalah:

- Tiga (3) region pertama adalah untuk indikator lembar jawab, yaitu tiga kotak hitam di sebelah kiri lembar jawab.

- Dua (2) region untuk alternatif jenis kelamin (L atau P).

- Lima (5) region selanjutnya untuk tingkat pendidikan.

- 100 region selanjutnya untuk nomor, dengan perhitungannya adalah:

10 digit dengan alternatif digit 0 s.d. 9.

10 digit untuk nomor.

Berarti 10 x 10 = 100 area.

- Region selanjutnya sampai terakhir secara berurutan adalah region keseluruhan alternatif jawaban (pada contoh tes CPM 326 region).

- Total region untuk tes CPM adalah 426 area/ region.

Membuat Area Region (Setting Area) Lembar Jawab Tes

Setelah file project dibuka, apabila data masih kosong berarti area tersebut belum ada data area scanning. Untuk itu, tempatkan lembar jawab pada device scanner, dan jalankan menu Image | Acquire Scan.

Perhatian, setting dpi berpengaruh pada pembacaan lembar jawaban di aplikasi Psychotest Database, oleh karena itu perhatikan dengan benar setting yang dipakai menggunakan 200 dpi atau 300 dpi dan setting di aplikasi Psychotest Database V.3 juga menggunakan DPI yang sama.

Pada aplikasi Psychotest Database V.3 setting dpi diakses dari menu Tools | Output resolusi 100, 200 dpi atau 300 dpi. Pilih dengan benar setting 100, 200 atau 300 dpi yang akan dipakai.

Seperti telah diterangkan di atas, urutan area tidak boleh terbalik sehingga 3 area pertama adalah untuk indikator lembar jawab, maka klik and drag dengan mouse area hitam tersebut.

Akan muncul dialog seperti dibawah ini:

11

Gambar 2.10 Dialog Pembuatan Area Scanning Karena jumlah area yang akan dibuat adalah satu, maka

Gambar 2.10

Dialog Pembuatan Area Scanning

Karena jumlah area yang akan dibuat adalah satu, maka jumlah baris 1 dan jumlah kolom 1, untuk arah diabaikan karena area yang akan dibuat adalah satu (1) dalam setting mouse yang baru saja dibuat. Untuk ketebalan diabaikan saja.

Setelah tiga (3) area pertama untuk setting lembar jawab dibuat, selanjutnya adalah area untuk jenis kelamin yaitu area 4 dan area 5, area 4 untuk L dan area 5 untuk P.

Agar setting area dapat dilakukan secara optimal, maka tentukan area kiri-atas dengan meng-klik kiri mouse dan men-drag (menggeser dengan mouse masih ditekan) untuk jenis kelamin (L maupun P).

mouse masih ditekan) untuk jenis kelamin (L maupun P). Apabila lembar jawab untuk penentuan L atau

Apabila lembar jawab untuk penentuan L atau P seperti gambar diatas, maka dari dialog pembuatan area yang diisikan adalah jumlah baris 1 dan jumlah kolom 2, dengan arah adalah dari kanan terlebih dahulu. Maka akan terdapat dua area langsung untuk L dan untuk P.

Maka akan terdapat dua area langsung untuk L dan untuk P. Selanjutnya membuat area untuk pendidikan.

Selanjutnya membuat area untuk pendidikan. Apabila setting jawab pendidikan seperti gambar dibawah, maka:

setting jawab pendidikan seperti gambar dibawah, maka: Titik 1 Titik 2 klik-kiri di titik 1 (kiri

Titik 1

Titik 2

pendidikan seperti gambar dibawah, maka: Titik 1 Titik 2 klik-kiri di titik 1 (kiri atas) dan

klik-kiri di titik 1 (kiri atas) dan drag (sambil mouse masih ditekan) ke titik 2 (kanan bawah) dengan mouse. Pada dialog pembuatan area tentukan jumlah baris 5 dan jumlah kolom 1. Untuk arah adalah ke kanan, bawah.

12

Apabila area sudah sesuai dengan 5 area yang dibuat mewakili pilihan di lembar jawab, pada pertanyaan apakah sesuai, pilih Yes dan akan terbentuk area seperti dibawah ini.

pilih Yes dan akan terbentuk area seperti dibawah ini. Selanjutnya adalah membuat area untuk Nomor Tes.

Selanjutnya adalah membuat area untuk Nomor Tes. Area ini memiliki 10 digit nomor dengan 10 pilihan (dari 0 s.d. 9) sehingga total area adalah 100.

Apabila area nomor seperti gambar dibawah ini, maka tentukan titik 1 dengan meng-klik kiri di bagian kiri atas dan drag (dengan mouse masih ditekan) di bagian kanan-bawah.

Titik 1 Titik 2
Titik 1
Titik 2

Dengan penentuan titik tersebut, berarti secara otomatis akan membuat area 10 x 10, yaitu 100 area untuk nomor. Aturan dari tampilan nomor di atas, adalah urutan pembacaan dari digit ke-1 sampai digit ke-10, sehingga digit ke-1 harus dibaca berurutan terlebih dahulu, kemudian digit ke-2 sampai digit terakhir.

Maka pada dialog pembuatan area, baris diisi 10 (terdapat alternatif pilihan tiap-tiap digit adalah 0 s.d. 9) dan kolom 10 (terdapat 10 digit nomor).

Urutan pembacaan dari gambar diatas harus mengarah ke bawah setelah itu ke-kanan, sehingga pilihan urutan pembacaan bawah, kanan.

Apabila area yang ditentukan sesuai, maka pilih Yes untuk menyimpan informasi area tersebut.

Gambar yang benar untuk penentuan area adalah seperti dibawah ini.

13

Selanjutnya adalah setting isian jawaban. Apabila dalam contoh diatas adalah tes CPM, maka area selanjutnya

Selanjutnya adalah setting isian jawaban. Apabila dalam contoh diatas adalah tes CPM, maka area selanjutnya adalah secara berurutan soal nomor 1 sampai dengan soal terakhir (no.36). Area pada tiap soal berjumlah 6, sehingga total area untuk soal sebanyak 6 x 36 = 216 area.

Ingat!!! Urutan area tidak boleh terbalik, sehingga setelah area soal no.1 yaitu 6 area alternatif jawaban selesai, maka selanjutnya adalah area soal no.2. Demikian selanjutnya sampai area ke-36.

Jumlah area tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Sehingga untuk contoh, pada tes CPM ini total area adalah 326. Indikator urutan area terdapat di sebelah kanan.

Menghapus Region / Area

Area dapat dihapus untuk keperluan tertentu, misalkan area yang dibuat tidak sesuai dengan image lembar jawab. Caranya adalah dari indikator urutan di sebelah kanan, klik kanan pada area yang akan dihapus.

Perhatian!!! Urutan area haruslah fix secara berurutan, oleh karena itu apabila satu area dihapus, maka area selanjutnya akan terhapus. Oleh karena itu kerjakan dengan hati-hati dan teliti dalam penyusunan area.

Kesimpulan

Penyusunan area / region dilakukan ketika:

- Instalasi pertama aplikasi Psychotest Database.

- Penggantian device scanner yang kemungkinan besar menghasilkan image yang berbeda.

- Penyusunan lembar jawab yang berbeda.

14

KKo oor rre eek kks ssi ii OOt tto oom mma aat tti iis ss

K

O

Koreksi Otomatis dilakukan dari menu Koreksi Tes | Tes …(sesuai tes yang diinginkan).

Prinsip kerja koreksi tes otomatis dengan scanner adalah melakukan otomatisasi pengkoreksian lembar jawab tes dan sekaligus mengisi data master secara otomatis apabila data tersebut belum ada dalam tabel master.

Sebelum dapat melakukan koreksi otomatis dengan scanner, sebaiknya terlebih dahulu memahami sistem kerja skoring tes otomatis dan cara melakukan setting lembar jawaban yang diterangkan pada chapter lain dalam manual ini.

Tahapan penting cara kerja koreksi otomatis adalah:

- Setting lembar jawab sesuai dengan area yang akan di-scan.

- Setting pencitraan sesuai dengan taraf toleransi scanner.

- Melakukan proses scanning pada tiap-tiap lembar jawab.

- Mengoreksi hasil tabulasi dari scanning terutama pada nomor testee yang harus sesuai dengan master data.

- Memasukkan data (Upload data) ke dalam database.

Menjalankan Proses Koreksi dengan Scanner

Pilih menu Koreksi Tes | Tes …

Tempatkan lembar jawab tes sesuai dengan yang akan dikoreksi pada alat scanner. Jalankan perintah scanner melalui menu Ambil Data dari Scan | Proses….

Secara otomatis scanner akan menjalankan proses scanning sampai keseluruhan pencitraan lembar jawab selesai dan pada saat proses scanning selesai, secara otomatis aplikasi menghitung beberapa kolom penting diantaranya nomor tes, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jawaban dari tes.

Proses hasil scan tidak langsung dimasukkan dalam database untuk mencegah beberapa hal, diantaranya adalah penulisan nomor yang tidak sesuai dengan master data, isian kolom-kolom lain yang tidak sesuai dengan identitas testee atau hasil jawaban yang tidak sesuai karena batas toleransi pencitraan scanning tidak sesuai.

Pada saat proses penscan-an selesai dan tabulasi hasil ditampilkan pada kolom-kolom hasil perhitungan, tahapan selanjutnya adalah memasukkan data tersebut dalam database. Perintah tersebut dijalankan dari menu Upload Data | Proses Upload Sheet Aktif atau Upload Data | Proses Upload Selection Data.

Proses Upload Sheet Aktif berarti memasukkan keseluruhan data-data hasil scan ke dalam database, sedangkan proses Upload Selection Data berarti hanya memasukkan satu data pada kursor aktif dalam kolom tersebut.

15

Namun sebaiknya sebelum proses memasukkan data ke dalam database, periksa terlebih dahulu data hasil pen-scan-an sekali lagi.

Simpan dan Membuka Tabulasi Data

Tabulasi data dapat disimpan dalam format xls dengan menyimpannya ke dalam disk dari menu File | Save. Selain itu data yang tersimpan dapat dibuka kembali dari menu File | Open.

Restore Data

Apabila aplikasi ditutup dan dibuka kembali, data-data tersebut dapat diambil (restore) sampai pada saat hasil terakhir sebelum aplikasi tersebut ditutup. Data yang ditampilkan bersifat keseluruhan baik yang sudah di-upload ke dalam database maupun yang belum.

Tools

Menu tools berguna untuk men-setting proses pencitraan dari proses scaning maupun pengolahan datanya.

Menu Cek Nomor digunakan untuk mencek apakah ada data yang memiliki kolom kosong. Seperti diketahui setiap data dari testee harus memiliki nomor yang unik sehingga kolom nomor kosong tidak akan dimasukkan ke dalam database.

Menu New Row digunakan untuk menambah baris.

Menu Batas Toleransi, digunakan sebagai setting pencitraan scanning terhadap ambang batas nilai kehitaman yang dihasilkan dari proses scanning. Semakin tinggi nilai batas toleransi berarti syarat nilai batas kehitaman harus semakin tinggi, apabila area ketihaman dibawah batas toleransi maka akan dianggap jawaban dari area tersebut tidak dipilih.

Dengan mengaktifkan check box Menggunakan batas toleransi berarti prasyarat pencitraan kehitaman dari suatu area ditentukan oleh batas toleransi tersebut, sedangkan apabila check box menggunakan batas toleransi tidak dipilih, maka nilai yang dihasilkan merupakan perbandingan kehitaman dari area-area yang berhubungan. Misalkan ada dua pilihan pada jenis kelamin dan dipilih semua dengan cara dua-duanya dicoret, maka penilaian dipilih sesuai dengan area yang memiliki taraf toleransi kehitaman yang lebih tinggi dibandingkan area lainnya.

kehitaman yang lebih tinggi dibandingkan area lainnya. Gambar 2.8 Contoh setting pencitraan scanner sebelum

Gambar 2.8

Contoh setting pencitraan scanner sebelum dilakukan proses scanning.

Koreksi Tes Tipe A (A1, SPM, A3, A5 dan CPM)

Koreksi tes battery tipe A memiliki beberapa kesamaan kolom dari data-data yang dihasilkan. Untuk perbandingan perhatikan pada tabel dibawah ini.

16

Tes

Jumlah Kolom

Keterangan

Alternatif Jawaban

A1-Pemahaman

30

4

kolom identitas*

a-d

26

kolom isian jawaban

A2-SPM

64

4

kolom identitas*

1-8

60

kolom isian jawaban

A3-Penalaran

54

4

kolom identitas*

a-e

50

kolom isian jawaban

APM

40

4

kolom identitas*

1-8

60

kolom isian jawaban

A5-Berhitung

44

4

kolom identitas*

a-e

60

kolom isian jawaban

CPM

40

4

kolom identitas*

1-6

60

kolom isian jawaban

*(NO, NAMA, JK DAN PENDIDIKAN)

Koreksi Tes Tipe C (C1, C2, C3 dan C4)

Koreksi tes battery tipe C memiliki beberapa karakteristik seperti diterangkan pada tabel dibawah.

Tes

Jumlah Kolom

Keterangan

Alternatif Jawaban

C1-

24

4

kolom identitas*

1-5

Merakit Objek

20

kolom isian jawaban

C2-Komponen

44

4

kolom identitas*

a-e

40

kolom isian jawaban

C3-Dasar

64

4

kolom identitas*

a-d

Mekanik

60

kolom isian jawaban

C4-Mekanik

72

4

kolom identitas*

a-e

68

kolom isian jawaban

*(NO, NAMA, JK DAN PENDIDIKAN)

Koreksi Tes CFIT (CFIT Bentuk 2 dan CFIT Bentuk 3)

CFIT (Culture Fair Intelligence) tes memiliki 2 bentuk dengan masing-masing memiliki lembar tes tersendiri yaitu Form A dan Form B.

Tes

Jumlah Kolom

Keterangan

Jumlah

Alternatif

Subtes

Jawaban

CFIT Bentuk 2 Form A

50

4

kolom identitas*

4

1-5

48

kolom isian jawaban

CFIT Bentuk 2 Form B

50

4

kolom identitas*

4

1-5

48

kolom isian jawaban

CFIT Bentuk 3 Form A

54

4

kolom identitas*

4

a-e

50

kolom isian jawaban

CFIT Bentuk 3 Form B

54

4

kolom identitas*

4

a-e

50

kolom isian jawaban

Koreksi GATB

GATB (General Aptitude Test Battery) memiliki 2 jenis tes yaitu tes Mempersamakan Perkakas dan tes Ruang Bidang.

Koreksi tes Mempersamakan Perkakas memiliki 53 kolom dengan 4 kolom pertama untuk identititas dan 49 kolom selanjutnya untuk kolom isian jawaban.dengan alternatif a-e.

Koreksi tes Ruang Bidang memiliki 44 kolom dengan 4 kolom pertama untuk identititas dan 40 kolom selanjutnya untuk kolom isian jawaban.dengan alternatif a-d.

17

Koreksi Tes Ability lainnya

Tes FRT

Tes FRT (Figure Reasoning Test) berupa seperangkat tes gambar dengan alternatif jawaban 1 s.d. 6 terdiri dari 2 subtes masing-masing berjumlah 30 untuk subtes pertama dan 45 untuk subtes kedua.

Setting jawaban scan untuk tes FRT dilakukan hanya pada subtes kedua yang berjumlah 45 soal. Sehingga total kolom pada koreksi tes FRT 48 kolom dengan 4 kolom pertama sebagai kolom identitas (no, nama, JK dan pendidikan).

Tes TIU-5

Tes Intelegensi Umum no. 5 berisi isian alternatif jawaban a, b atau c dengan jumlah soal 30. Total kolom pada berkas koreksi tes TIU-5 adalah 34 dengan 4 kolom pertama adalah kolom identitas (no, nama, JK dan pendidikan).

Tes TMC-60

Tes TMC (Test of Mechanical Comprehension) berjumlah 60 soal dengan alternatif jawaban a, b atau c. Total kolom pada berkas koreksi tes TMC sebanyak 64 dengan 4 kolom pertama adalah kolom identitas (no, nama, JK dan pendidikan).

Koreksi Tes Inventory (16PF, EPPS)

Tes 16PF

Tes 16 Personality Factor form B dengan jumlah soal sebanyak 105 dengan alternatif jawaban a, b atau c. Total kolom pada berkas koreksi tes 16PF berjumlah 108 dengan 4 kolom pertama adalah kolom identitas (no, nama, JK dan pendidikan).

Tes EPPS

Tes Edward Personality Preference Scale memiliki 2 alternatif jawaban a (untuk jawaban dari pernyataan atas) dan b (untuk jawaban pernyataan bawah). Jumlah soal adalah 225 dengan total kolom pada berkas koreksi tes EPPS berjumlah 229 kolom dengan 4 kolom pertama adalah kolom identitas (no, nama, JK dan pendidikan).

Tes MSDT

Tes ini memiliki 2 alternatif jawaban a (untuk jawaban dari pernyataan atas) dan b (untuk jawaban pernyataan bawah). Jumlah soal adalah 64 dengan total kolom pada berkas koreksi tes MSDT berjumlah 68 kolom dengan 4 kolom pertama adalah kolom identitas (no, nama, JK dan pendidikan).

18

3 L L L a a a p p p o o o r r

3

3 L L L a a a p p p o o o r r r

LLLaaapppooorrraaannn

MenampilkanberbagaiLaporanHasilTes

Seperti diketahui tujuan dari aplikasi Psychotest Database V.3 adalah membantu korektor tes mempercepat pekerjaannya dari mengoreksi sampai dengan menyajikan laporan secara cepat dan akurat.

Konsep laporan pada aplikasi ini adalah simpel, mudah dibaca dan efisien (dari segi kertas maupun non-kertas / paper and paperless).

JJe een nni iis ss LLa aap ppo oor rra aan nn

J

L

Jenis laporan yang ditampilkan pada aplikasi Psychotest Database V.3 sesuai dengan karakteristik / jenis dari masing-masing tes. Dilihat tampilan laporan, terdapat dua (2) jenis laporan, yaitu (1) laporan standar tabulasi dan (2) laporan teks.

Laporan standar tabulasi berupa laporan per kolom dari tiap-tiap tes terhadap hasil tes yang mereka capai dan laporan tabulasi ini dapat dengan mudah di-export ke format lain seperti misalkan file MS excel (xls).

Laporan Teks menyajikan laporan berbentuk tulisan standar dari nilai-nilai yang dicapai oleh suatu tes tertentu, umumnya adalah tes-tes inventory yang memiliki standar intepretasi tertentu, seperti halnya tes 16PF. Laporan teks ditampilkan dalam format HTML dimana format ini sangat mendukung aplikasi-aplikasi lain khususnya aplikasi MS Office (MS Word, MS Excel dan Frontpage).

Dilihat dari karakteristik tes, terdapat dua (2) dua jenis laporan, yaitu laporan standar Weighted Score dan laporan intepretasi standar. Laporan standar Weighted Score dihasilkan dari tes-tes intelegensi atau ability yang tujuannya adalah mendapatkan nilai WS (weighted score) dan kelompok tingkat kategori (mis. tinggi, sedang dan rendah). Laporan intepretasi standar dihasilkan dari formula standar perhitungan tes-tes yang menghasilkan format interpretasi standar pula, misalkan tes Pauli, tes Belbin dant tes

16PF.

MMe een nny yya aaj jji iik kka aan nn LLa aap ppo oor rra aan nn

M

L

Menu laporan diakses dari Report |…

Umumnya pada tes-tes intelegensi, tes battery dan tes ability, laporan disajikan dalam bentuk tabulasi dengan menyajikan beberapa informasi yaitu :

Identitas Testee.bentuk tabulasi dengan menyajikan beberapa informasi yaitu : Nilai kasar (Raw Score). Nilai standar (Weighted Score).

Nilai kasar (Raw Score).dalam bentuk tabulasi dengan menyajikan beberapa informasi yaitu : Identitas Testee. Nilai standar (Weighted Score).

Nilai standar (Weighted Score).disajikan dalam bentuk tabulasi dengan menyajikan beberapa informasi yaitu : Identitas Testee. Nilai kasar (Raw Score).

Nilai kelompok tertentu). taraf kategori (simbolisasi dari pengelompokkan nilai dalam kelompok- Sementara pada tes-tes

Nilai

kelompok tertentu).

taraf

kategori

(simbolisasi

dari

pengelompokkan

nilai

dalam

kelompok-

Sementara pada tes-tes inventory dan klerikal, informasi yang didapat beragam tergantung dari standar interpretasi tes. Pada tes 16PF menampilkan nilai-nilai kasar dan weighted score pada tiap-tiap aspek termasuk derajat kevalidan tes. Selain itu ditampilkan pula kelompok-nilai-nilai berdasarkan tema aspek utama dari 16 faktor kepribadian yang ada.

Sebelum laporan ditampilkan, dari menu Report | Tes… akan muncul dialog kelompok nomor yang akan ditampilkan. Pilih range nomor tes yang akan disajikan dan tekan tombol OK.

range nomor tes yang akan disajikan dan tekan tombol OK. Gambar 3.1 Dialog range Nomor yang

Gambar 3.1

Dialog range Nomor yang akan ditampilkan laporannya

Laporan Tes Ability, Battery dan Intelegensi

Jenis tes yang ada pada tes battery menyajikan nilai Raw Score, Weighted Score dan nilai taraf kategori.

Hasil dari tampilan laporan ini umumnya berbentuk tabular kolom-kolom berisi informasi identitas testee dan hasil tes yang dicapai. Format laporan tabular ini dapat dengan mudah di-eksport ke format file lain yaiu MS Word, MS Excel dan HTML Browser.

ke format file lain yaiu MS Word, MS Excel dan HTML Browser. Gambar 3.2 Laporan Resume

Gambar 3.2

Laporan Resume berisi informasi hasil tes

Laporan Tes IST, TIKI-T dan TIKI-M

Ketiga tes tersebut memiliki ciri-ciri yang sama yaitu setiap tes memiliki beberapa subtes. Laporan dari ketiga tes ini memiliki kemiripan, yaitu dapat menyajikan per-subtes dan menyajikannya dalam sekumpulan subtes dalam satu bundel tes.

Apabila laporan akan disajikan per-subtes, maka pilih aspek-aspek dari subtes tertentu yang akan disajikannya, sedangkan apabila laporan yang diharapkan dalam sekumpulan subtes dalam satu tes pilih pada menu nama tesnya. Pada laporan tes IST maka dari menu Report | IST | All.

2

Gambar 3.3 Laporan keseluruhan tes IST Laporan Tes Inventory Kebanyakan laporan dari tes-tes inventory berupa

Gambar 3.3

Laporan keseluruhan tes IST

Laporan Tes Inventory

Kebanyakan laporan dari tes-tes inventory berupa laporan teks dalam format HTML. Standar penilaian dan intepretasi tes-tes inventory berupa gabungan intepretasi kualitatif dan intepretasi kuantitatif. Seperti halnya pada tes 16PF, penilaian stenscore digabungkan dengan kelompok aspek tertentu yang mencerminkan beberapa tema kategori dari 16 faktor kepribadian tersebut.

beberapa tema kategori dari 16 faktor kepribadian tersebut. Gambar 3.4 Contoh laporan 16PF menyajikan interpretasi nilai

Gambar 3.4

Contoh laporan 16PF menyajikan interpretasi nilai stenscore dan area optimum di tiap-tiap aspek

Laporan Tes Cutom

Laporan custom menyajikan nilai-nilai secara custom hasil dari tes-tes apa saja yang ingin ditampilkan.

Dari menu Report | Custom akan muncul dialog seperti gambar dibawah.

3

Gambar 3.5 Dialog menampilkan laporan custom Pilihlah hasil tes-tes apa saja yang akan ditampilkan dengan

Gambar 3.5

Dialog menampilkan laporan custom

Pilihlah hasil tes-tes apa saja yang akan ditampilkan dengan mouse pointer, dan apabila pilihannya lebih dari satu, tekan tombol control untuk memilih ditambah pilihan dengan mouse. Setelah selesai tekan OK.

4

4 S S S e e e t t t t t t i i

4

4 S S S e e e t t t t t t i i i

SSSeeettttttiiinnnggg TTTeeesss

SettingKunciJawaban,WeightedScoredanTarafNormatifHasilTes

Setting tes digunakan oleh setiap pengguna aplikasi dapat meng-customize kebutuhan dari setting tes itu sendiri, baik berupa kunci jawaban, nilai Weighted Score sesuai internal organisasi atau penentuan peringkat berdasarkan norma kelompok tertentu.

SSe eet ttt tti iin nng gg KKu uun nnc cci ii JJa aaw wwa aab bba aan nn

S

K

J

Setting Kunci Jawaban diatur sesuai dengan aturan tes itu sendiri. Misalkan pada tes battery A1 jawaban yang dihasilkan adalah a sampai dengan e, sementara tes TIU-5 adalah dengan alternatif jawaban a, b atau c.

Cara mengakses adalah dari menu Tools | Kunci Jawaban | Tes….

PERHATIAN!!! Kunci jawaban apabila diubah akan mempengaruhi penilaian tes dan untuk amannya, sebelum kunci jawaban diubah sebaiknya di-back-up terlebih dahulu dari menu Save.

Menu Setting Kunci Jawaban

Menu setting kunci jawaban ini terdiri dari:

- Save : untuk menyimpan hasil kunci jawaban ke format xls.

- Open: untuk membuka kunci jawaban dalam disk dengan format xls.

- Update (Dengan cara klik kanan, pilih menu Update): untuk meng- update kunci jawaban baru untuk dibaca aplikasi untuk perhitungan selanjutnya.

Data-data terdahulu tidak akan secara otomatis mengacu pada kunci jawaban baru, untuk menghitung ulang jalankan menu Tools | Hitung Ulang Data | Tes…

Menu Setting Weighted Score & Taraf Normatif (Kategori)

Secara prinsip, setting weighted score ditentukan oleh Anda sendiri dengan menggunakan skala tertentu sesuai dengan yang dipakai. Terdapat dua kolom utama, yaitu kolom Raw-Score (soal) dan Kolom WS yang dapat di-edit.

Gambar 4.1 Contoh Setting WS Tes B3 Cara mengakses adalah dari menu Tools | Weighted

Gambar 4.1

Contoh Setting WS Tes B3

Cara mengakses adalah dari menu Tools | Weighted Score | Tes…

Beberapa jenis weighted-score dapat dihasilkan dari teknik statistik, diantaranya:

- Skala persentil.

- Skala sten.

- Skala Deviasi Standar, dll.

Pada berkas setting WS terdapat menu-menu yang dapat digunakan, yaitu:

- Save : untuk menyimpan data WS ke format xls.

- Open: untuk membuka WS dalam disk dengan format xls.

- Update (Dengan cara klik kanan, pilih menu Update): untuk meng- update WS baru untuk dibaca aplikasi untuk perhitungan selanjutnya.

Data-data terdahulu tidak akan secara otomatis mengacu pada WS baru, untuk menghitung ulang jalankan menu Tools | Hitung Ulang Data | Tes…

Pada setting kategori/ taraf normatif, lebih didasarkan pada pen-skalaan yang lebih simpel, dimana setiap hasil Raw Score secara langsung dikategorikan dalam kelompok tertentu.

Perhatikan tabel dibawah, ini dengan contoh Tes X dengan jumlah soal 20 disertai Nilai RS, WS dan taraf normatifnya.

Soal

Nilai WS

Nilai Kategori

1

10

1

2

15

1

3

20

2

4

30

2

5

45

3

 

2

6

55

3

7

60

4

8

85

4

9

90

5

10

95

5

Dari contoh tabel diatas, nilai WS menggunakan skala persentil (1-100) dan nilai Taraf Normatif dibuat dengan kategori skala 5. Nilai skala normatif tersebut diakses langsung dari nilai RS/nilai soal.

Secara ringkas, nilai Taraf normatif tersebut mengacu pada tingkat nilai RS-nya seperti pada tabel yang lebih ringkas, seperti dibawah ini.

Soal

Nilai Kategori

1

1

2

1

3

2

4

2

5

3

6

3

7

4

8

4

9

5

10

5

3

5 T T T e e e s s s - - - T T

5

5 T T T e e e s s s - - - T T T

TTTeeesss---TTTeeesss PPPsssiiikkkooolllooogggiii

SST

TTe ees ss IIS

T

I

TT

Tes IST merupakan tes Intelegensi untuk mengukur 9 aspek kemampuan pikir, yaitu:

Common Sense Verbal Understanding Thinking Flexibility Abstract Memory Numerical Logical Synthetic Analitical

SE

WA

AN

GE

ME

RA

ZR

FA

WU

Tes terdiri dari 9 kelompok tugas yang diberikan sesuai dengan aspek tes tersebut. Setiap subtes berdiri sendiri dengan masing-masing memiliki nilai standar sehingga penyampaian tes IST dapat diberikan pada aspek-aspek tertentu sesuai yang akan diukur.

Tes ini memiliki banyak norma yang dikeluarkan oleh biro rekrutmen maupun fakultas- fakultas psikologi di Indonesia, dengan mempertimbangkan kriteria dari jenis kelamin, tingkat pendidikan dan usia. Norma yang digunakan dalam aplikasi Psychotest Database V.3 menggunakan norma berdasarkan tingkat pendidikan.

Aspek Common Sense (SE)

Terdiri dari 20 persoalaan kemampuan umum dengan waktu tes 6 menit, dimana instruksi dan contoh tes diberikan terlebih dahulu. Tes ini meminta testee untuk mengetahui pengetahuan-pengetahuan umum terkait dengan pemahaman dari testee.

Contoh Soal :

Seekor kuda mempunyai kesamaan terbanyak dengan seekor ………

a) kucing

b) bajing

c) keledai

d) lembu

Aspek Pemahaman Verbal (WA)

e) anjing

Terdiri dari 20 persoalaan verbal dengan waktu tes 6 menit, dimana instruksi dan contoh tes diberikan terlebih dahulu. Tes ini menyajikan perbandingan kata yang menunjukkan suatu pola kesamaan dan ketidaksamaan, dimana testee diminta mencari kata yang menunjukkan arti paling berbeda.

Contoh Soal :

a) meja

b) kursi

c) burung

d) lemari

e) tempat tidur

Aspek Fleksibilitas Berpikir (AN)

Terdiri dari 20 persoalaan dengan waktu tes 7 menit, dimana instruksi dan contoh tes diberikan terlebih dahulu. Tes ini didasarkan pada hubungan kata-kata yang ada di dalam soal dengan menunjukkan relasi tertentu dari 2 kata dan mengidentifikasi relasi yang sama dalam 2 kata yang lain.

Contoh Soal :

Hutan : pohon = tembok : ?

a) batu

bata

b) rumah

Aspek Berpikir Abstrak (GE)

c) semen

d) putih

e) dinding

Terdiri dari 16 soal dengan waktu tes 8 menit dengan instruksi dan contoh tes diberikan terlebih dahulu. Isi tes berupa penyajian dua kata dimana testee harus mengetahui makna dari dua kata tersebut. Subtes ini cenderung mengukur kemampuan abstraksi verbal.

Contoh Soal :

Ayam – Itik

Aspek Memory (ME)

Tes terdiri dari 20 soal dengan waktu 6 menit. Persoalan yang disajikan adalah dimana testee diminta mengingat kata-kata yang baru saja dihafalkan. Aspek yang diukur adalah tingkat kemampuan memory / ingatan, dimana konstruk ist mengukur memory sebagai indikator intelegensi.

Aspek Numerical Thinking (RA)

Pada subtes ini terdiri dari 20 soal dengan waktu 10 menit, dimana testee diminta menghitung persoalaan-persoalaan matematika praktis.

Contoh Soal :

Dengan sepeda Husin dapat mencapai 15 km dalam waktu 1jam. Berapa km-kah yang dapat ia capai dalam waktu 4 jam ?

Aspek Numerical Berpikir Logis (ZR)

Pada subtes ini terdiri dari 20 soal dengan waktu tes selama 10 menit. Persoalan yang disajikan adalah berupa deret aritmetika. Seperti diketahui deret aritmetika merupakan metode yang signifikan dalam mengukur kemampuan logis seseorang.

Contoh Soal :

2

4

6

8

10

12

2

14

?

Aspek Kemampuan Sintesa (FA)

Kemampuan sintesa berarti kemampuan mengambil kesimpulan dalam menghadapi suatu kasus/ masalah. Pada tes ini tersaji 20 soal dengan waktu tes selama 7 menit. Representasi masalah disajikan dalam persoalan figur 2 dimensi, dimana testee diminta menyusun figur 2 dimensi tersebut dengan benar.

Contoh Soal :

figur 2 dimensi tersebut dengan benar. Contoh Soal : Aspek Kemampuan Analisa (WU) Pada subtes ini

Aspek Kemampuan Analisa (WU)

Pada subtes ini yang terdiri dari 20 soal dengan waktu tes 9 menit, testee diberikan berbagai persoalan figur 3 dimensi berupa balok. Konsep analitis yang ingin disampaikan dalam persoalan subtes ini adalah kemampuan analisa teknis, sehingga pada subtes ini terbukti individu yang tertarik dengan eksakta teknis memiliki skor yang lebih tinggi.

dengan eksakta teknis memiliki skor yang lebih tinggi. Hasil dari tes IST menyajikan nilai Weighted Score

Hasil dari tes IST menyajikan nilai Weighted Score dan Taraf Intelegensi pada tiap-tiap subtes dan total nilai, dengan mengacu pada tabel IQ. Sehingga secara keseluruhan individu yang diukur dengan tes IST dapat diketahui nilai IQ termasuk kelebihan dan kekurangan pada faktor-faktor IQ yang mendasarinya, dilihat pada tiap-tiap subtes.

TTe ees ss TTI IIK KKI II

T

T

Tes Tiki adalah tes intelegensi dengan mengukur berbagai aspek kemampuan pikir yang terdiri dari dua (2) jenis yaitu TIKI menengah dan TIKI tinggi. Tes Tiki dikeluarkan oleh Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan tim ahli dari Belanda. Skoring yang dilakukan oleh aplikasi ini mengacu pada aspek-aspek untuk Tiki Menengah yaitu:

o

Computation

o

Component

o

Word Relation

o

Figure Classification

o

Arithmetic Reasoning

o

Accuracy – Speed

o

Visualization

o

Word Exclusion

o

Spatial Orientation

3

o

Letter Multiplication

o

Object Comparison

o

Word Composition

Sedangkan aspek pada Tes Tiki Tinggi adalah:

o

Computation

o

Component

o

Word Relation

o

Figure Classification

o

Number Series

o

Accuracy – Speed

o

Visualization

o

Spatial Orientation

o

Verbal Analogy

o

Hidden Figure

o

Word Composition

Pemberian nilai standar pada tes Tiki diberikan dengan 2 cara yaitu menggunakan Long Form atau Short Form.

Long Form berarti penilaian dilakukan berdasarkan perhitungan keseluruhan nilai dari subtes, sedangkan Short Form dilakukan berdasarkan perhitungan 4 aspek pertama dari tes Tiki.

Secara prinsip, aspek yang diukur oleh tes TIKI adalah:

Berhitung Angka (Computation)

Pada subtes ini diberikan persoalan-persoalaan matematika berhitung. Konsep yang diukur adalah kemampuan individu melakukan perhitungan dasar, yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.

Contoh Soal :

1. 18+7 =

Gabungan Bagian (Component)

Berisi persoalan-persoalan gambar bentuk abstraks dimana testee diminta menggabungkan gambar bentuk 2 dimensi tersebut secara tepat, sesuai pilihan yang tersedia. Tujuan dari subtes ini adalah kemampuan mentransformasi dan dan memanipulasi bentuk abstrak. Kemampuan ini adalah dasar dari konsep berpikir abstrak sebagai bagian dari intelegensi.

Contoh Soal :

bentuk abstrak. Kemampuan ini adalah dasar dari konsep berpikir abstrak sebagai bagian dari intelegensi. Contoh Soal

4

Hubungan Kata (Word Relations)

Setiap persoalan terdiri dari 4 kata dimana testee diminta mencari 2 kata yang memiliki kesamaan arti atau berlawanan arti, sehingga jawaban tiap persoalaan terdiri dari 2 jawaban. Tujuan dari tes ini adalah mengetahui pemahaman dasar dari suatu arti kata.

Contoh Soal :

1

a. Menikah

b. Menebang

c. Kawin

d. Meneduh

Abstraksi Non Verbal (Figure Classification)

Pada subtes ini terdiri dari 10 figur 2 dimensi dengan 4 figur pertama sebagai persoalan dan 6 figur lain adalah alternatif jawaban. Testee diminta untuk mengidentifikasi 2 jawaban yang memiliki kesamaan dengan 4 figur pertama. Konsep tes ini adalah bagian dari Abstraksi Non Verbal.

Contoh Soal :

ini adalah bagian dari Abstraksi Non Verbal. Contoh Soal : Deret Angka (Number Series) Deret angka

Deret Angka (Number Series)

Deret angka terdiri dari sederetan angka-angka aritmatika denan prinsip-prinsip bilangan tertentu. Tujuan dari tes ini adalah testee dapat mengetahui angka selanjutnya yang dihasilkan dari suatu deretan tersebut. Pada konstruk suatu tes, deret angka dapat dianggap sebagai pengukuran logika berpikir numerik.

Contoh Soal :

3

6

12

24

48

Kecepatan dan Ketelitian (Accuracy – Speed)

Tes terdiri dari sepasang deretan angka atau huruf, dimana testee harus menentukan kedua deret angka atau huruf tersebut sama atau tidak. Tujuan dari tes ini adalah secara mendasar mampu mengukur individu dalam hal ketelitian dan kemampuan pembedaan.

Contoh Soal :

AZDFRF : AZDFRF

QWRGFL : QWRGLF

Membentuk Benda (Visualization)

Tes terdiri dari stimulus figur 2 dimensi dengan pilihan respon jawaban berbentuk 3 dimensi. Dasar dari tes ini adalah dari tes General Aptitude Test Battery dimana kemampuan ruang dan bidang sebagai bagian dari intelegensi.

5

Contoh Soal :

Contoh Soal : Bayangan Cermin (Spatial Orientation) Subtes ini mengukur kemampuan spasial individu, dengan

Bayangan Cermin (Spatial Orientation)

Subtes ini mengukur kemampuan spasial individu, dengan merepresentasikan persoalaan berupa bayangan cermin. Testee diminta memilih figur yang tepat dari suatu benda apabila dilihat dalam pantulan cermin. Tujuan dari tes ini adalah mengetahui kemampuan spasial sebagai bagian dari intelegensi.

Contoh Soal :

spasial sebagai bagian dari intelegensi. Contoh Soal : Analogi Kata (Verbal Analogies) Tes terdiri dari 2

Analogi Kata (Verbal Analogies)

Tes terdiri dari 2 kata yang memiliki hubungan arti tertentu dan testee diminta menentukan pilihan kata yang memiliki kesamaan hubungan arti tersebut. Tujuan dari tes ini adalah menentukan fleksibilitas berpikir verbal individu.

Contoh Soal :

Hutan : Pohon

= Lapangan rumput : ?

 

a.rumput

b. jerami

c. makanan

d. hijau e. padang rumput

Bentuk Sembunyi (Hidden Figure)

Tes ini meminta testee menentukan persoalan-persoalan geometris yang sesuai dengan menentukan pilihan-pilihan figur geometris yang tersedia. Konsep yang mendasari dari tes ini adalah mengetahui kemampuan sintesa individu dalam menghadapi suatu persoalan non verbal.

Contoh Soal :

dari tes ini adalah mengetahui kemampuan sintesa individu dalam menghadapi suatu persoalan non verbal. Contoh Soal

6

Pembentukan Kata (Word Composition)

Dasar dari tes ini adalah pemilihan kata-kata yang seringkali dipakai atau sudah umum digunakan dalam lingkungan sosial. Tes ini terdiri dari kata-kata yang dihilangkan salah satu hurufnya, dan testee diminta menentukan huruf yang hilang tersebut yang paling sesuai sehingga memunculkan pemaknaan kata yang benar.

Tes ini merupakan bagian dari kemampuan intelegensi verbal.

Contoh Soal :

1

m

a

k

n

2

e

d

i

h

TTe ees ss KKl lla aas ssi iif ffi iik kka aas ssi ii KKe eem mma aam mmp ppu uua aan nn DDa aas ssa aar rr TTi iip ppe ee AA

T

K

K

D

T

A

Tes Pemahaman (A1)

Tes ini mengukur kemampuan pemahaman umum. Pengukuran pemahaman verbal ini dilakukan dengan memberikan 26 soal dengan empat alternatif jawaban.

Tes pemahaman dimaksudkan sebagai alat ukur mengetahui kemampuan seseorang dalam memahami suatu kondisi yang direpresentasikan dalam bentuk informasi verbal. Beberapa tes yang identik dengan tes TKKD-A1 ini menyebut sebagai tes verbal (mengukur kemampuan verbal).

Tes SPM (A2)

Tes Standard Progressive Matrices adalah tes untuk mengukur kriteria khusus kemampuan pikir yang dicerminkan dari pola tes matriks dari Raven. Tes terdiri dari 5 bagian dengan masing-masing bagian terdiri dari 12 soal. Dengan total 60 soal, nilai didapat dari total keseluruhan soal yang dianggap benar.

Konsep abstraksi dengan figur dari Raven ini diyakini dapat mengukur kriteria khusus intelegensi seseorang.

Contoh Soal :

kriteria khusus intelegensi seseorang. Contoh Soal : Tes Penalaran (A3) Tes ini mengukur penalaran khusus

Tes Penalaran (A3)

Tes ini mengukur penalaran khusus terhadap pola-pola abstrak. Pada tes ini terdapat pola-pola yang memiliki karakteristik identik dengan tugas adalah menentukan urutan pola

7

yang paling sesuai pada 5 alternatif jawaban. Tes ini mirip dengan tes TIU-5 yang diterangkan dalam bab ini. Nilai didapat dari benarnya jawaban testee dalam mengerjakan soal-soal.

Contoh Soal :

jawaban testee dalam mengerjakan soal-soal. Contoh Soal : Tes CPM Tes ini hampir mirip dengn tes

Tes CPM

Tes ini hampir mirip dengn tes SPM namun dipengaruhi pula oleh warna. Tes CPM (Color Progressive Matrices) ini memiliki 3 subtes dengan masing-masing subtes terdiri dari 12 soal. Nilai didapat dari benarnya jawaban testee dalam mengerjakan soal-soal.

Tes APM

Tes ini juga mirip dengn tes SPM. Seperti namanya (Advanced Progressive Matrices) adalah pengembangan dari tes SPM dengan kriteria matriks yang lebih tinggi taraf kesulitannya. Tes ini terdiri dari 36 soal dengan nilai total didapat dari jawaban benar subjek dalam mengerjakan soal.

Tes Berhitung (A5)

Tes ini terdiri dari persoalan matematika dimana terdapat alternatif jawaban. Terdapat 40 persoalan dengan nilai didapat dari jawaban benar subjek dalam mengerjakan tes.

Dasar dari penyusunan tes ini adalah dari Differential Aptitude Test dengan tujuan mengetahui kemampuan khusus individu terutama dalam hal performa numerik.

TTe ees ss KKl lla aas ssi iif ffi iik kka aas ssi ii KKe eem mma aam mmp ppu uua aan nn DDa aas ssa aar rr TTi iip ppe ee CC

T

K

K

D

T

C

Tes Objek (C1)

Tes ini menyajikan gambar-gambar objek dengan tujuan mengukur kemampuan individu terhadap objek-objek yang ditampilkan dalam pola gambar 3 dimensi. Tes terdiri dari 20 soal dengan nilai didapat dari jumlah benar jawaban yang diberikan oleh subjek.

Tes ini adalah adaptasi dari Flanagan Aptitude Classification Test dengan tujuan mengukur faktor teknis mekanis.

Contoh Soal :

Tes Komponen (C2)

Tes ini memiliki konstruk yang hampir sama dengan tes Objek namun mengukur kriteria yang lebih spesifik. Tujuan dari tes ini adalah mengetahui kemampuan individu dalam

8

memahami pola-pola non-verbal yang disajikan dalam bentuk pola teknis. Tes terdiri dari 40 soal dengan alternatif jawaban tersaji didalamnya.

Tes Dasar Mekanik (C3)

Tes ini digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam konsep mekanis. Konstruk tes mengacu pada persoalan dasar-dasar mekanis yang terdiri dari 60 soal dengan disertai alternatif jawaban.

Tes Mekanik (C4)

Tes ini mengukur kemampuan seseorang dalam memahami pola dan permasalahan mekanis alamiah. Konstruk tes ini hampir mirip dengan tes TMC-60. Tes terdiri dari 68 persoalan dengan 3 alternatif jawaban.

CCF FFI IIT TT ((C

C

CCu uul llt ttu uur rre ee FFr rre eee ee IIn nnt tte eel lll lli iig gge een nnc cce ee TTe ees sst tt) ))

(

F

I

T

Tes ini terdapat 2 bentuk dengan tiap-tiap bentuk terdiri dari 2 jenis yaitu CFIT Form 2 dan CFIT Form 3. Baik CFIT Form 2 maupun CFIT Form 3 memiliki 4 subtes dengan jumlah soal berbeda antara satu subtes dengan subtes lainnya. Tes CFIT menyajikan pola-pola grafis yang dianggap bebas budaya (culture free) sehingga konstruk tes yang disusun menghilangkan pola numeris maupun verbal.

GGe een nne eer rra aal ll AAp ppt tti iit ttu uud dde ee TTe ees sst tt BBa aat ttt tte eer rry yy

G

A

T

B

Pada tipe tes GATB terdapat dua tes yaitu tes Ruang Bidang dan tes Mempesamakan Perkakas.

Tes Ruang Bidang

Tes ini menyajikan pola 3 dimensi pada setiap persoalannya dengan tujuannya adalah mengetahui kemampuan seseorang terhadap pola-pola bentuk dan kemampuan abstraksinya. Tes teridiri dari 40 soal dengan disertai alternatif jawaban.

Tes Mempersamakan Perkakas

Tujuan dari tes ini adalah mengetahui kemampuan pengamatan subjek terhadap pola- pola perkakas (tools). Jumlah soal terdiri dari 49 dengan disertai alterntif jawaban.

TTe ees ss FFR

T

F

TT ((F FFi iig ggu uur rre ee RRe eea aas sso oon nni iin nng gg TTe ees sst tt) ))

RRT

(

R

T

Tes ini memiliki konstruk dan cara pengerjaan yang sama dengan tes APM. Terdapat 45 soal yang harus dikerjakan dan mengukur kemampuan intelegensi umum seseorang dilihat dari faktor general (G).

9

TTe ees ss IIn nnv vve een nnt tto oor rry yy // KKe eep ppr rri iib bba aad ddi iia aan nn

T

I

/ K

Tes 16PF

Tes kecenderungan kepribadian dari Cattell dengan mendasarkan pada 16 ciri kepribadian. Tes 16PF yang ada pada aplikasi ini adalah tes 16PF form B untuk kriteria orang dewasa normal. Tes terdiri dari 105 pernyataan dengan masing-masing memiliki 3 alternatif jawaban.

Aspek yang diukur dalam tes 16pf yaitu 16 faktor kepribadian dari Cattel yaitu:

Warmth (A)

Reasoning (B)

Emotions (C)

Dominance (E)

Liveliness (F)

Consciousness (G)

Social Boldness (H) Sensitivity (I)

Vigilance (L)

Abstractness (M)

Privateness (N)

Apprehension (O)

Openness (Q1)

Self Reliance (Q2)

Perfectionism (Q3)

Tension (Q4)

Dari 16 faktor kepribadian tersebut, dapat diklasifikasikan ke dalam 5 komponen kepribadian utama, yaitu :

Extraversion (A, F, H, N, Q2)

Anxiety (C,L,O, Q4)

Independence (E, H, L, Q1)

Self-Control (F,G,M,Q3)

Tough-Mindedness (A, I, M, Q4)

Tes Belbin

Tes kecenderungan peran seseorang dalam kelompok. Tes ini diciptakan oleh Meredith Belbin, dengan tujuan mengetahui peran-peran seseorang dalam kelompok yang cenderung dipilih dan dihindari. Tes terdiri dari 7 bagian masing-masing bagian terdiri dari 10 pernyataan.

Tes belbin mengukur aspek-aspek kecenderungan dalam kelompok, yang mencirikan individu memeliki 9 karakteristik peran (role) dalam kelompok yaitu :

Coordinator

Monitor Evaluator Planner

Shaper

Implementer

Resource Investigator

Team worker

Completer

dan Specialist Setiap ciri/ karakteristik tersebut memiliki profil dan evaluasi peran dalam kelompok yang menunjukkan interaksi/ dinamika dalam kelompok tersebut.

10

Tes EPPS

Tes dari Edwards yang bertujuan mengetahui kecenderungan kepribadian dilihat dari 15 aspek kepribadian. Terdiri dari 225 pasang pernyataan dimana subjek harus memilih salah satu dari tiap-tiap pasang pernyataan yang ada.

Tes MSDT

Tes untuk mengetahui kecenderungan Gaya Kepemimpinan. Didasarkan pada teori Raddins dengan mengelompokkan gaya kepemimpinan menjadi 3 karakteristik utama, yaitu efektifitas, tugas dan hasil. Tes terdiri dari 64 pasang pernyataan dimana subjek diharuskan memilih satu dari tiap pasang pernyataan tersebut.

Tes MSDT mengukur 3 komponen utama gaya kepemimpinan, yaitu: Kepemimpinan berorientasi tugas, berorientasi hubungan atau berorientasi pada efektivitas.

TTe ees ss KKl lle eer rri iik kka aal ll

T

K

Tes Kraepelin

Tes ini mensimulasikan tugas-tugas klerikal dimana subjek harus mengerjakan suatu tugas menjumlahkan angka-angka berdasarkan waktu tertentu. Terdapat beberapa jenis tes Kraepelin dengan penyajian waktu yang berbeda-beda dan dengan jumlah tugas yang berbeda pula. Inti dari tes ini adalah menghasilkan nilai guna mengukur kecepatan, ketelitian, ketahanan dan stabilitas kerja.

Tes Pauli

Seperti halnya tes Kraepelin, tes ini juga mensimulasikan tugas dengan cara menjumlahkan angka-angka. Namun lamanya tes Pauli ini dapat menjadikan nilai lebih dibandingkan tes Kraepelin dalam mengukur aspek ketahanan kerja dan juga faktor emosi dan kepribadiannya.

-End of File-

Support : almubdi@yahoo.com

0812 156 1712 / 0815 8320 548

11