P. 1
Bandung Lautan API

Bandung Lautan API

|Views: 254|Likes:
Dipublikasikan oleh Chuz Cepper'Emoscreamo

More info:

Published by: Chuz Cepper'Emoscreamo on Feb 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2015

pdf

text

original

Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 24 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung[1] membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Latar belakang
Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai menganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 24 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata. Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, TNI kala itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 24 Maret 1946[2]. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung.[rujukan?] Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api. Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan perdebatan.

Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut. menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya. tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa.H Nasution adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika). menjadi kenangan akan emosi yang para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu. maka judul berita diperpendek menjadi "Bandoeng Laoetan Api". .Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia Tanggal 1 Maret 1942. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg. yaitu Atje Bastaman. Garut. Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". setelah bicara dengan Sjahrir itu. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya. pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. Asal istilah Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut.Beberapa tahun kemudian.H Nasution. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris tersebut. ³Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api. [2] Kronologi penyebab peristiwa 1. tetapi sebenarnya lautan air. Jenderal A. Jawa Timur.A. Seorang wartawan muda saat itu. lagu "Halo." . Komandan Polisi Militer di Bandung. Setelah tiba di Tasikmalaya. Peristiwa 10 November Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. di pertemuan itu. Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang. dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942. menunggu untuk kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api. Nah.´ Yang dia sebut lautan api. berbicaralah semua orang. "Jadi saya kembali dari Jakarta. 1 Mei 1997 Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Dia berpendapat. Halo Bandung" secara resmi ditulis. setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta. disitu timbul pendapat dari Rukana.

tentara Inggris mendarat di Jakarta. Residen Soedirman. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut. sisi sebelah utara.Insiden di Hotel Yamato. dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945. yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman. membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang.Kedatangan Tentara Inggris & Belanda Setelah kekalahan pihak Jepang. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu. 3. tanggal 15 September 1945. dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. . Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI. tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya.00. Surabaya Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia. 65 Surabaya. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia. dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. tepatnya pukul 21. dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih. datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Ploegman mengeluarkan pistol. Perundingan berlangsung memanas. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar. Tunjungan. Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA. kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial. W.2. sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato. sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato.Ch. 4. rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. merobek bagian birunya. serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia.Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tiga tahun kemudian. pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya.V. mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru). Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda. Tunjungan no. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda.

Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. pada titik tertentu dalam diskusi. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. " [4] Ultimatum 10 November 1945 Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan .30. berjalan lurus ke arah kerumunan. Brigadir Mallaby. setidaknya secara lokal..Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby. yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu. Pada 20 Februari 1946.. (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur).. perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah. keadaan berangsur-angsur mereda. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi. Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris). Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata). Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris.Kematian Brigadir Jenderal Mallaby Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945. Mungkin setengah jam kemudian. Mereka patuh kepadanya. pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20.Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak Tom Driberg. dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya. Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik. ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya. memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung. yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby).. 5. dengan keberanian besar.C. telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. Berikut kutipan dari Tom Driberg: ". Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu.. penggantinya. seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan . pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. sebelum akhirnya Jenderal D. 6. dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. massa di alun-alun menjadi bergolak lagi.. dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia).

Hasyim Asy'ari.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200. Batas ultimatum adalah jam 6. baik meninggal maupun terluka. dan kapal perang. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut. Pada 10 November pagi.meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu.000 . para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris. dari hari ke hari. sejumlah pesawat terbang. dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota. [2]. banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat. 30 Oktober 1945 pada umur 46 tahun) adalah brigadir jenderal Britania yang tewas dalam peristiwa baku tembak 30 Oktober di Surabaya dan memicu keluarnya ultimatum Inggris dan meledaknya Pertempuran 10 November.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya.16.) Mallaby atau juga dikenal dengan Brigadir Jenderal Mallaby (lahir di Britania Raya pada 1899 meninggal di Surabaya. Aubertin Mallaby Aubertin Walter Sothern (A. tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar. Setidaknya 6. Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Brigadir Jenderal Mallby adalah komandan Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan ± 6.2000 tentara. pasukan Sekutu yang dikirim ke Indonesia setelah selesainya Perang Dunia II untuk melucuti persenjataan tentara Jepang.W. hingga dari minggu ke minggu lainnya. KH. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi. .000 pasukan yang merupakan bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.000 infanteri. tank. membebaskan tawanan perang Jepang dan mengembalikan Indonesia kembali menjadi Hindia Belanda kekuasaan Belanda di bawah administrasi NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Selain itu.00 pagi tanggal 10 November 1945.S. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 . dengan bantuan yang aktif dari penduduk. sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris. Indonesia. makin hari makin teratur. yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama. termasuk di kalangan pemuda. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang. Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari. dan kemudian mengerahkan sekitar 30.

Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak dengan pasukan pihak Indonesia. yang salah satunya terjadi pada 30 Oktober 1945 di dekat Jembatan Merah. bahwa kekuatan Inggris hanyalah satu brigade.´Angriff ist die beste Verteidigung´ (menyerang adalah pertahanan yang terbaik). dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan tuduhan dan dugaan Inggris bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia dan Mallaby dibunuh secara licik. Mayor Jenderal Yonosewoyo.00. Pada tanggal 10 November 1945 pecahlah Pertempuran 10 November karena pihak Indonesia tidak menghiraukan ultimatum ini. pakar teori militer sekutu. Bagi para pejuang. Apabila mereka menyerahkan senjata kepada Sekutu. Setelah pertemuan rupanya strategi Carl von Clausewitz.Kematian dan pecahnya Pertempuran 10 November Mallaby memimpin pasukannya memasuki Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945 untuk melucuti tentara Jepang sesuai dengan isi Perjanjian Yalta. Pada 20 Februari 1946. Mereka membahas berbagai pertimbangan dan memperhitungkan beberapa kemungkinan. Kubu Indonesia memperhitungkan. Hal ini berarti gencatan senjata telah pecah karena perintah Mallaby dan Mallaby tewas dalam aksi pertempuran. atau sekitar 5. isi pamflet tersebut jelas menunjukkan niat Inggris untuk mendudukkan Belanda kembali sebagai penguasa di Indonesia. . Surabaya. 27 Oktober 1945. yang menjadi keputusan. setelah memerintahkan penghentian baku tembak oleh pasukan India tersebut. Selain itu mereka baru dua hari mendarat pada 25 Oktober 1945 dan dipastikan tak mengerti liku-liku Kota Surabaya. Mobil Buick yang ditumpangi Mallaby dicegat oleh pasukan dari pihak Indonesia sewaktu hendak melintasi jembatan dan mengakibatkan terjadi baku tembak yang berakhir dengan tewasnya Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tidak diketahui identitasnya. Kematian Mallaby menyebabkan Mayor Jenderal E. pihak Inggris tidak mengetahui kekuatan pasukan serta persenjataan lawannya. menebarkan ribuan lembar pamflet di udara Kota Surabaya. bukan dibunuh secara licik. ³Persons beeing arms and refusing to deliver them to the Allied Forces are liable to be shot.´ demikian bunyi pamflet itu. maka dengan suara bulat diputuskan tidak menyerah.000 orang. karena tidak mempunyai kekuatan lagi. pengganti Mallaby mengeluarkan ultimatum kepada pasukan Indonesia di Surabaya pada tanggal 9 November 1945 untuk menyerahkan senjata tanpa syarat. Seketika itu juga. ancamannya akan ditembak di tempat oleh pasukan Inggris/ Sekutu. Sekitar pukul 11. [1] Tepatnya. Sedangkan telah diketahui dengan jelas. Mallaby kembali memerintahkan untuk memulai tembakan kembali. dimana mereka tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi dari Mallaby. Mansergh. dalam satu titik dalam diskusi gencatan senjata. Apabila tidak menyerahkan senjata. Timbullah beberapa konflik bersenjata antara kedua pasukan. Perintah diberikan langsung Komandan Divisi Surabaya. berarti pihak Indonesia akan lumpuh. dan terbakarnya mobil Mallaby akibat ledakan sebuah granat yang [1] menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali.C. Tujuan ini mendapat perlawanan dari pasukan Indonesia karena AFNEI menuntut mereka menyerahkan senjata-senjata yang telah dirampas pihak Indonesia terlebih dahulu dari Jepang. Pamflet itu berisi seruan kepada semua pihak termasuk kepada para warga Kota Surabaya agar melucuti senjata mereka atau mereka menghadapi dilumpuhkan dengan senjata. Menurut Tom Driberg dalam debatnya di Parlemen Inggris. sejumlah tokoh Surabaya pun mengadakan pertemuan. sebuah pesawat terbang Dakota yang datang dari Jakarta. seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Tom Driberg.

´ lanjut Driberg. Sejarawan Surabaya. dalam debatnya di Parlemen Inggris. pengganti Mallaby. Tom Driberg. ³Siapa yang menewaskan hingga sekarang tidak ada yang tahu. Mansergh. ³Hal ini berarti gencatan senjata telah pecah karena perintah Mallaby dan Mallaby tewas dalam aksi pertempuran.´ ujar almarhum Roeslan dalam sebuah kesempatan. . Ia mengatakan.S. yang salah satunya terjadi pada 30 Oktober 1945 di dekat Jembatan Merah. bukan dibunuh secara licik. kalau pertempuran di depan gedung Internatio dipicu oleh tentara Inggris yang terkurung di dalam gedung melakukan tembakan membabi buta ke arah para pejuang. ³Mereka tidak tahu gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi dari Mallaby. ³Tidak ada yang tahu atau saksi mata yang melihat siapa yang membunuh Mallaby. hingga detik ini siapa yang menewaskan Mallaby tetap menjadi misteri.C.W.30 WIB. Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945 pukul 20.´ ujar Driberg.30 WIB. Usai subuh. Dalam ceritanya yang dituangkan dalam sebuah buku. Mengenaskannya kondisi Mallaby pun juga sempat menimbulkan perdebatan di internal pemerintahan Inggris kala itu. ³Namun siapa yang membunuh. mengeluarkan ultimatum kepada pasukan Indonesia di Surabaya pada tanggal 9 November 1945 untuk menyerahkan senjata tanpa syarat. dalam satu titik dalam diskusi gencatan senjata. dan terbakarnya mobil Mallaby akibat ledakan sebuah granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Kematian Mallaby inilah yang dianggap kemudian memicu terjadi peperangan lebih besar lagi. tentara Inggris yang membantu Belanda harus dihalau dari Surabaya. Timbullah beberapa konflik bersenjata tak seimbang antara kedua pasukan. Dalam sejumlah literatur. Bagi pihak Indonesia. setelah memerintahkan penghentian baku tembak oleh pasukan India tersebut. Mobil Buick yang ditumpangi Mallaby dicegat oleh pasukan dari pihak Indonesia sewaktu hendak melintasi jembatan dan mengakibatkan terjadi baku tembak yang berakhir dengan tewasnya Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tidak diketahui identitasnya. Jenderal A. saat itu menyangkal terbunuhnya Mallaby dengan cara licik. Namun terbunuhnya Mallaby justru memantik rasa ingin tahu siapa orang yang berhasil menewaskan Mallaby dan lantas meledakkan mobilnya. Pada tanggal 10 November 1945 pecahlah Pertempuran 10 November karena pihak Indonesia tidak menghiraukan ultimatum ini.´ ujar almarhum Roeslan. Termasuk salah satunya almarhum Roeslan Abdulgani dan beberapa pelaku sejarah lainnya. Beberapa pelaku sejarah pun tidak pernah tahu siapa yang berhasil menewaskan Mallaby. almarhum Roeslan Abdulgani juga menceritakan.´ ujar Suparto Brata. Serangan itu di luar dugaan pihak Inggris pimpinan Mallaby yang salah satunya melucuti tentara Jepang sesuai dengan isi Perjanjian Yalta. Suparto Brata juga mengatakan. serangan besar-besaran pun mulai dilancarkan dengan satu tekad. Menurut Tom Driberg. Mallaby kembali memerintahkan untuk memulai tembakan kembali. belum pernah ada saksi mata. Kematian Mallaby tetap dalam misteri. Surabaya. seorang anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). keberhasilan menewaskan seorang jenderal yang memiliki jam terbang tinggi pengalaman memimpin pasukan berperang adalah sesuatu hal membanggakan. Mayor Jenderal E. sekitar pukul 04. baku tembak yang terjadi di dekat gedung Internatio dipicu kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak dengan pasukan pihak Indonesia. Pihak Inggris pun akhirnya meladeni serangan dan terjadi pertempuran kota.Minggu 28 Oktober 1945.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->