Bandung Lautan Api

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 24 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung[1] membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Latar belakang
Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai menganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 24 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata. Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, TNI kala itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 24 Maret 1946[2]. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung.[rujukan?] Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api. Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan perdebatan.

menunggu untuk kembali ke kota tercinta mereka yang telah menjadi lautan api. Seorang wartawan muda saat itu. maka judul berita diperpendek menjadi "Bandoeng Laoetan Api". setelah bicara dengan Sjahrir itu. [2] Kronologi penyebab peristiwa 1. menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.H Nasution. Jawa Timur. Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". memutuskan strategi yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris tersebut. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg. lagu "Halo. Halo Bandung" secara resmi ditulis.A. Jenderal A." . . Pertempuran ini adalah perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme. 1 Mei 1997 Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946.´ Yang dia sebut lautan api.Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia Tanggal 1 Maret 1942. tetapi sebenarnya lautan air. Nah. di pertemuan itu. Garut. Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya. tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa. Asal istilah Istilah Bandung Lautan Api menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembumihangusan tersebut. menjadi kenangan akan emosi yang para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia alami saat itu. pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. "Jadi saya kembali dari Jakarta. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut. Peristiwa 10 November Pertempuran Surabaya merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Belanda. disitu timbul pendapat dari Rukana. berbicaralah semua orang. dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942. Setelah tiba di Tasikmalaya. yaitu Atje Bastaman. Dia berpendapat.H Nasution adalah Jenderal TRI yang dalam pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika). setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta. ³Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api.Beberapa tahun kemudian. Komandan Polisi Militer di Bandung.

Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato. pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu. merobek bagian birunya.Ch. tanggal 15 September 1945.Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tiga tahun kemudian. yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman. Surabaya Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Ploegman mengeluarkan pistol. dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. Tunjungan. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. tepatnya pukul 21. dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang. sisi sebelah utara. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut. sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. 65 Surabaya.Kedatangan Tentara Inggris & Belanda Setelah kekalahan pihak Jepang. Tunjungan no. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki.Insiden di Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik. Residen Soedirman. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar. rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. . Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia. hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia. Perundingan berlangsung memanas.2. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial. dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih. W. 3. 4. datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya. di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda. tentara Inggris mendarat di Jakarta. gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya.V. mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru). Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu. serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945. dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang.00. kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr.

di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun..Kematian Brigadir Jenderal Mallaby Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945. dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya. " [4] Ultimatum 10 November 1945 Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah.C. penggantinya. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu. yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu. dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. keadaan berangsur-angsur mereda. Brigadir Mallaby.. dengan keberanian besar. Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. Pada 20 Februari 1946..Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak Tom Driberg. Berikut kutipan dari Tom Driberg: ". kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata.. seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya. Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA.30. 6. Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata).. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi. massa di alun-alun menjadi bergolak lagi.Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut. Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby. pada titik tertentu dalam diskusi. Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris. Mungkin setengah jam kemudian. Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris). Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik. Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan . berjalan lurus ke arah kerumunan. yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan . karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. sebelum akhirnya Jenderal D. setidaknya secara lokal. pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby). pada 30 Oktober 1945 sekitar pukul 20. 5. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung. Mereka patuh kepadanya. (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur). Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi.. memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi.

Batas ultimatum adalah jam 6. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 . pasukan Sekutu yang dikirim ke Indonesia setelah selesainya Perang Dunia II untuk melucuti persenjataan tentara Jepang. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota. makin hari makin teratur. Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari. banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat. membebaskan tawanan perang Jepang dan mengembalikan Indonesia kembali menjadi Hindia Belanda kekuasaan Belanda di bawah administrasi NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. 30 Oktober 1945 pada umur 46 tahun) adalah brigadir jenderal Britania yang tewas dalam peristiwa baku tembak 30 Oktober di Surabaya dan memicu keluarnya ultimatum Inggris dan meledaknya Pertempuran 10 November.16. baik meninggal maupun terluka. [2].S. . para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris. dari hari ke hari. Indonesia. dengan bantuan yang aktif dari penduduk.2000 tentara. Aubertin Mallaby Aubertin Walter Sothern (A. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu. sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris. Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi.meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas.00 pagi tanggal 10 November 1945. termasuk di kalangan pemuda. Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut.000 infanteri. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat. mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia. dan kapal perang. Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang. hingga dari minggu ke minggu lainnya.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200. dan kemudian mengerahkan sekitar 30.000 .000 pasukan yang merupakan bagian dari Allied Forces Netherlands East Indies (AFNEI). Brigadir Jenderal Mallby adalah komandan Brigade 49 Divisi India dengan kekuatan ± 6. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi. Hasyim Asy'ari. Setidaknya 6. Selain itu. sejumlah pesawat terbang.W.) Mallaby atau juga dikenal dengan Brigadir Jenderal Mallaby (lahir di Britania Raya pada 1899 meninggal di Surabaya. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. Pada 10 November pagi. yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya. tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar. tank. KH. dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara.

Apabila mereka menyerahkan senjata kepada Sekutu. Mereka membahas berbagai pertimbangan dan memperhitungkan beberapa kemungkinan. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak dengan pasukan pihak Indonesia. isi pamflet tersebut jelas menunjukkan niat Inggris untuk mendudukkan Belanda kembali sebagai penguasa di Indonesia. ³Persons beeing arms and refusing to deliver them to the Allied Forces are liable to be shot.000 orang. maka dengan suara bulat diputuskan tidak menyerah. Timbullah beberapa konflik bersenjata antara kedua pasukan. dalam satu titik dalam diskusi gencatan senjata. Bagi para pejuang. [1] Tepatnya. Sekitar pukul 11. Kubu Indonesia memperhitungkan. atau sekitar 5. Mayor Jenderal Yonosewoyo. yang menjadi keputusan. Setelah pertemuan rupanya strategi Carl von Clausewitz. 27 Oktober 1945. pihak Inggris tidak mengetahui kekuatan pasukan serta persenjataan lawannya. berarti pihak Indonesia akan lumpuh. Pamflet itu berisi seruan kepada semua pihak termasuk kepada para warga Kota Surabaya agar melucuti senjata mereka atau mereka menghadapi dilumpuhkan dengan senjata. ancamannya akan ditembak di tempat oleh pasukan Inggris/ Sekutu. Surabaya. Sedangkan telah diketahui dengan jelas. sebuah pesawat terbang Dakota yang datang dari Jakarta. dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan tuduhan dan dugaan Inggris bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia dan Mallaby dibunuh secara licik. Apabila tidak menyerahkan senjata. menebarkan ribuan lembar pamflet di udara Kota Surabaya. Mobil Buick yang ditumpangi Mallaby dicegat oleh pasukan dari pihak Indonesia sewaktu hendak melintasi jembatan dan mengakibatkan terjadi baku tembak yang berakhir dengan tewasnya Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tidak diketahui identitasnya. Mansergh.C.Kematian dan pecahnya Pertempuran 10 November Mallaby memimpin pasukannya memasuki Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945 untuk melucuti tentara Jepang sesuai dengan isi Perjanjian Yalta. sejumlah tokoh Surabaya pun mengadakan pertemuan. Mallaby kembali memerintahkan untuk memulai tembakan kembali. dimana mereka tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi dari Mallaby.´ demikian bunyi pamflet itu. Pada 20 Februari 1946. Perintah diberikan langsung Komandan Divisi Surabaya. bahwa kekuatan Inggris hanyalah satu brigade. dan terbakarnya mobil Mallaby akibat ledakan sebuah granat yang [1] menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Seketika itu juga. setelah memerintahkan penghentian baku tembak oleh pasukan India tersebut. Selain itu mereka baru dua hari mendarat pada 25 Oktober 1945 dan dipastikan tak mengerti liku-liku Kota Surabaya. Tujuan ini mendapat perlawanan dari pasukan Indonesia karena AFNEI menuntut mereka menyerahkan senjata-senjata yang telah dirampas pihak Indonesia terlebih dahulu dari Jepang. karena tidak mempunyai kekuatan lagi. Kematian Mallaby menyebabkan Mayor Jenderal E. pengganti Mallaby mengeluarkan ultimatum kepada pasukan Indonesia di Surabaya pada tanggal 9 November 1945 untuk menyerahkan senjata tanpa syarat. pakar teori militer sekutu. yang salah satunya terjadi pada 30 Oktober 1945 di dekat Jembatan Merah.´Angriff ist die beste Verteidigung´ (menyerang adalah pertahanan yang terbaik). Tom Driberg. bukan dibunuh secara licik. Hal ini berarti gencatan senjata telah pecah karena perintah Mallaby dan Mallaby tewas dalam aksi pertempuran. Menurut Tom Driberg dalam debatnya di Parlemen Inggris. Pada tanggal 10 November 1945 pecahlah Pertempuran 10 November karena pihak Indonesia tidak menghiraukan ultimatum ini. .00.

´ ujar almarhum Roeslan dalam sebuah kesempatan. dalam satu titik dalam diskusi gencatan senjata. Serangan itu di luar dugaan pihak Inggris pimpinan Mallaby yang salah satunya melucuti tentara Jepang sesuai dengan isi Perjanjian Yalta. belum pernah ada saksi mata. Beberapa pelaku sejarah pun tidak pernah tahu siapa yang berhasil menewaskan Mallaby.´ ujar Driberg. seorang anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party).´ ujar almarhum Roeslan. Kematian Mallaby tetap dalam misteri. mengeluarkan ultimatum kepada pasukan Indonesia di Surabaya pada tanggal 9 November 1945 untuk menyerahkan senjata tanpa syarat. kalau pertempuran di depan gedung Internatio dipicu oleh tentara Inggris yang terkurung di dalam gedung melakukan tembakan membabi buta ke arah para pejuang. Dalam sejumlah literatur. Kematian Mallaby inilah yang dianggap kemudian memicu terjadi peperangan lebih besar lagi. dalam debatnya di Parlemen Inggris. Namun terbunuhnya Mallaby justru memantik rasa ingin tahu siapa orang yang berhasil menewaskan Mallaby dan lantas meledakkan mobilnya. Timbullah beberapa konflik bersenjata tak seimbang antara kedua pasukan. ³Hal ini berarti gencatan senjata telah pecah karena perintah Mallaby dan Mallaby tewas dalam aksi pertempuran. Termasuk salah satunya almarhum Roeslan Abdulgani dan beberapa pelaku sejarah lainnya. baku tembak yang terjadi di dekat gedung Internatio dipicu kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak dengan pasukan pihak Indonesia. Mallaby tewas pada 30 Oktober 1945 pukul 20. Pada tanggal 10 November 1945 pecahlah Pertempuran 10 November karena pihak Indonesia tidak menghiraukan ultimatum ini. almarhum Roeslan Abdulgani juga menceritakan. tentara Inggris yang membantu Belanda harus dihalau dari Surabaya. bukan dibunuh secara licik. ³Siapa yang menewaskan hingga sekarang tidak ada yang tahu.´ lanjut Driberg. keberhasilan menewaskan seorang jenderal yang memiliki jam terbang tinggi pengalaman memimpin pasukan berperang adalah sesuatu hal membanggakan. Menurut Tom Driberg. ³Tidak ada yang tahu atau saksi mata yang melihat siapa yang membunuh Mallaby. Mallaby kembali memerintahkan untuk memulai tembakan kembali.Minggu 28 Oktober 1945. Usai subuh.´ ujar Suparto Brata. Tom Driberg.W. Jenderal A. hingga detik ini siapa yang menewaskan Mallaby tetap menjadi misteri. pengganti Mallaby. Ia mengatakan. sekitar pukul 04. Bagi pihak Indonesia. Pihak Inggris pun akhirnya meladeni serangan dan terjadi pertempuran kota. ³Mereka tidak tahu gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi dari Mallaby. dan terbakarnya mobil Mallaby akibat ledakan sebuah granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Dalam ceritanya yang dituangkan dalam sebuah buku.30 WIB. ³Namun siapa yang membunuh. Mobil Buick yang ditumpangi Mallaby dicegat oleh pasukan dari pihak Indonesia sewaktu hendak melintasi jembatan dan mengakibatkan terjadi baku tembak yang berakhir dengan tewasnya Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tidak diketahui identitasnya. . Mayor Jenderal E. serangan besar-besaran pun mulai dilancarkan dengan satu tekad. setelah memerintahkan penghentian baku tembak oleh pasukan India tersebut. Sejarawan Surabaya. Suparto Brata juga mengatakan.C. Mansergh.S. Surabaya. Mengenaskannya kondisi Mallaby pun juga sempat menimbulkan perdebatan di internal pemerintahan Inggris kala itu.30 WIB. yang salah satunya terjadi pada 30 Oktober 1945 di dekat Jembatan Merah. saat itu menyangkal terbunuhnya Mallaby dengan cara licik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful