Anda di halaman 1dari 3

TUGAS DIPLOMASI ASIA TENGGARA Nama : Sagita Athina Putri NIM : 208000289

Pemetaan Negara-negara di Asia Tenggara

Era globalisasi pada saat ini mengubah pemetaan kekuatan di dunia. Kekuatan dunia yang bersifat unipolar kini telah berubah menjadi bipolar. Tidak hanya negaranegara barat saja yang kini memiliki pengaruh di dunia internasional, negara-negara timur juga sudah mulai menunjukkan kekuatannya. Begitu pula di Asia Tenggara, negara-negara di kawasan ini mulai membangun kekuatannya untuk bersaing dalam kancah internasional. Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang memiliki perkembangan yang stabil. Terdapat 11 negara yang berada di kawasan ini yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Indonesia, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Timor Leste, Thailand, dan Vietnam. Kawasan ini pun memiliki organisasi regional yaitu ASEAN (Association of South East Asia Nations). Namun tidak semua negara di kawasan ini tergabung ke dalam organisasi regional tersebut, hanya 10 negara yang merupakan anggota sedangkan Timor Leste hingga saat ini hanya sebagai observer dalam ASEAN. Karakteristik ASEAN sendiri didominasi oleh kepentingan-kepentingan negara anggota, dimana mayoritas negara anggota merupakan negara bekas jajahan dan masih berada dalam rezim paksa kolonialisme. Salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan kawasan ini adalah demokrasi. Demokrasi mengembangkan antusiasme masyarakat terhadap isu-isu yang sedang berkembang, baik isu regional maupun isu-isu yang menyangkut institusi ASEAN itu sendiri. Secara tidak langsung, demokrasi dapat mempengaruhi bahkan merubah kondisi perpolitikan negara. Tidak hanya struktur, namun juga perkembangan isu-isu global seperti Hak Asasi Manusia (HAM). Pada dasarnya, kesamaan atau

kemiripan keadaan sosial budaya diantara negara-negara di kawasan inilah yang memperkuat prinsip institusi regional ini. Dalam memetakan kekuatan di dalam suatu kawasan, perekonomian negaranegara anggota kawasan tersebut merupakan salah satu variabel yang dapat dijadikan tolak ukur. Perekonomian suatu negara merupakan tolak ukur yang mudah untuk dipahami. Apabila kita tinjau dari aspek ekonomi, Singapura merupakan negara yang paling kuat diantara negara lainnya. Pendapatan per kapita Singapura sebesar 36.631 dollar AS (2010) merupakan perekonomian yang paling maju di kawasan Asia Tenggara. Perkembangan ekonomi Singapura yang terus meningkat didukung pula dengan tingkat korupsi yang rendah. Sebagai negara dengan perekonomian yang paling berkembang di kawasan Asia Tenggara, Singapura dapat diposisikan sebagai negara yang memiliki kekuatan penyeimbang bagi kawasan. Perkembangan ekonomi yang cukup pesat mendukung kemajuan militer negara Singapura. Kekuatan militer Singapura merupakan salah satu pasukan militer yang paling maju di Asia Tenggara. Peringkat kedua dalam perkembangan ekonomi di kawasan Asia Tenggara adalah Brunei Darussalam dengan pendapatan per kapita sebesar 26.486 dollar AS (2010). Negara kecil dengan total populasi 406.000 jiwa ini merupakan negara yang cukup stabil. Pendapatan negara ini lebih banyak dihasilkan di luar negeri, bukan di dalam negeri. Perekonomian Brunei disokong dari sektor minyak bumi dan gas alam. Sedangkan keadaan politik Brunei itu sendiri dapat dikatakan stabil. Brunei sebagai sebuah negara kerajaan yang menganut paham monarki absolut menjadikan stabilitas nasional negara mereka tidak banyak bergejolak karena kontrol sepenuhnya dipegang oleh kerajaan. Sektor keamanan Brunei tidak seperti negara-negara tetangganya, Brunei hanya mengandalkan perjanjian pertahanan dan keamanan dengan Inggris. Malaysia menempati peringkat ketiga dalam perkembangan ekonomi diantara negara-negara anggota ASEAN dengan pendapatan per kapita sebesar 6.822 dollar AS (2010). Seperti kita ketahui, militer Malaysia sudah lebih maju, kini hampir setara dengan militer Singapura. Perekonomian Malaysia mulai meningkat pesat sejak tahun 1997, pada saat itu Malaysia menjadi negara industri baru. Selain merajai industri

manufaktur, Malaysia juga berperan penting dalam perdagangan internasional di Selat Malaka. Selain dialokasikan untuk militer, anggaran negara ini juga digunakan untuk pembangunan negara. Thailand menjadi negara dengan perkembangan ekonomi terbesar keempat di Asia Tenggara dengan pendapatan per kapita sebesar 3.952 dollar AS (2010). Indonesia, peringkat kelima dalam perekonomian di kawasan Asia Tenggara, mendulang pendapatan per kapita sebesar 2.364 dollar AS (2010).