Anda di halaman 1dari 13

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 KONSEP DASAR OTOMASI SISTEM PRODUKSI

Sistem Pendukung Manufaktur Sistem Produksi Fasilitas: pabrik dan peralatannya

Gambar 1.1. Sistem Produksi terdiri dari fasilitas dan sistem pendukung manufaktur Sistem Produksi terbagi menjadi 2 kategori yaitu:
1. Fasilitas Produksi terdiri dari diantaranya adalah pabrik, mesin-mesin produksi dan

perkakas, peralatan material handling, peralatan inspeksi, dan komputer yang mengendalikan operasi manufaktur di dalamnya.fasilitas juga termasuk tata letak pabrik yang merupakan tata cara penempatan mesin-mesin dan fasilitas pabrik.
2. Sistem pendukung manufaktur yang merupakan rangkaian aturan atau prosedur yang

digunakan oleh perusahaan untuk menyelesaikan masalah teknis dan logistik yang terkait dengan pemesanan dan pemindahan bahan di dalam pabrik serta untuk menjamin agar produk memenuhi berbagai standar kualitas.Perancangan produk dan fungsi-fungsi usaha tertentu juga dimasukkan kedalam pendukung manufaktur ini.

1.2 Definisi Otomasi Ide Dasar Otomasi adalah sebagai berikut : 1. Penggunaan elektrik dan mekanik untuk menjalankan mesin atau alat tertentu. 2. Disertai "otak" yang mengendalikan mesin tersebut. 3. Agar produktivitas meningkat dan ongkos menurun Berdasarkan ide dasar tersebut maka beberapa ahli menyatakan bahwa otomasi adalah proses yang secara otomatis mengontrol operasi dan perlengkapan sistem dengan perlengkapan mekanik/elektronika yang dapat mengganti manusia dalam mengamati dan mengambil keputusan. 1.3 Jenis otomasi ditinjau dari sistem manufaktur (atas dasar

macam,variasi,dan jumlah produk) Terdapat 3 jenis otomasi yaitu : 1. Fixed Automation (Otomasi Detroit) Merupakan sistem otomasi yang mempunyai konfigurasi peralatan tetap. sesuai dengan tahapan proses operasinya maupun perakitannya.Jenis ini ditandai atas: Modal awal yang besar Laju Produksi yang tinggi Relatif tidak fleksibel dalam mengakomodasikan perubahan produk.

2. Programmable Automation

Pada otomasi jenis ini,alat-alat produksi dirancang dengan kemampuan dapat dirubah urutan operasinya,sehingga dapat mengakomodasikan perubahan konfigurasi sesuai dengan perubahan macamm-macam produk.Jenis ini ditandai dengan : Modal besar untuk peralatan "General Purpose" Laju Produktivitas relatif rendah. Fleksibel untuk perubahan konfigurasi. Sangat cocok untuk "batch production"

3. Flexible Automation Ini merupakan pengembangan dari programmabel otomasi.Jadi merupakan sistem yang mampu memproduksi macam-macam produk,tanpa kehilangan waktu secara virtual akibat perubahan bentuk produk yang satu ke bentuk produk yang berikutnya.Jenis ini ditandai atas: Modal besar untuk peralatan. Produksi Kontinyu dar macam-macam campuran produk. Laju produksi sedang. Fleksibel untuk perubahan variasi rancangan produk.

1.4 Tipe-Tipe Kegiatan yang Dilakukan Otomasi

Berikut adalah tipe-tipe atau tindakan yang dilakukan di dalam otomasi: 1. Handling. 2. Assembling.

3. Shape Changing. 4. Packaging dan Palletizing. 5. Quality Control dan Numbering,Marking,Coding process.

1.5 Alasan Penggunaan Otomasi Beberapan alasan penggunaan otomasi : 1. Meningkatkan Produktivitas perusahaan ; ini ditandai dengan lebih besarnya output perjam-orang apabila diterapkan otomasi pada sistem manufaktur. 2. Tingginya biaya tenaga kerja ; Kecenderungan meningkatnya biaya tenaga kerja di dunia industri,mendorong untuk menginvestasikan fasilitas otomasi yangg relatif mahal.dengan otomasi manufaktur yang dapat meningkatkan laju produksi,menyebabkan harga per produk lebih rendah. 3. Kurangnya tenaga kerja untuk kemampuan tertentu ; ini juga kecenderungan akibat industri pelayanan (lebih relevan dinegara maju),sehingga semakin sulit mencari tenaga kerja dengan skill tertentu.dengan otomasi manufaktur jumlah dan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk berkualitas lebih rendah. 4. Keamanan ; dengan otomasi manufaktur pekerjaan lebih aman.artinya keamanan atas kecelakaan kerja akibat proses produksi maupun kepindahan operator pada lantai produksi lebih terjamin.
5. Meningkatkan kualitas produk ; otomasi tidak hanya dapat menghasilkan produk

pada laju yang lebih cepat, tetapi kualitas produk juga dapat ditingkatkan, dibandingkan dengan metode manual. 6. Menurunkan "in-process inventory" ; ini karena otomasi manufaktur dapat menyelesaikan produk pada lantai produksi lebih cepat.

BAB 2 PEMBAHASAN

2.1 Definisi Material Handling 1. Merupakan seni atau ilmu tentang pemindahan, penyimpanan, pengamanan, dan pengontrolan material.
2. Menyediakan material yang tepat (right material) pada jumlah yang tepat (right

mount), dengan kondisi yang tepat (right condition), ditempat yang tepat (right place), pada posisi yang tepat (right position, pada susunan yang tepat (right sequence), Ongkos yang tepat (right cost),menggunakan metode yang tepat (right methods).

2.2 Penerapan Robot industri dalam Material Handling Aplikasi robot industri dalam material handling adalah robot memindahkan material atau komponen dari satu tempat ke tempat lain. Material handling terbagi dalam dua pekerjaan: A. Pemindahan Material

Robot mengambil komponen pada suatu lokasi dan menempatkannya pada satu lokasi baru. Aplikasi pada material handling cukup sederhana, operasi ini sering disebut operasi pick and place, dimana robot cuma mengambil suatu komponen dan memindahkannya pada suatu lokasi baru. Contoh nya memindahkan komponen dari satu konveyor ke

konveyor lain. Biasanya pada material handling, robot digunakan adalah robot berteknologi rendah, dimana dibutuhkan hanya 2 atau 4 joints (sendi). Perpindahan barang yang lebih rumit adalah palletizing, dimana robot harus mengambil komponen, kotak kardus, atau obyek lain dari suatu lokasi dan meletakkannya di atas palet atau kontainer lain dengan formasi yang bermacam-macam. Meskipun setiap pengambilan barang sama dalam setiap siklus, tetapi posisi peletakan di atas palet berbeda setiap peletakan. Robot harus di ajarkan setiap posisi pada palet menggunakan metode tertentu, atau robot harus menghitung lokasi berdasarkan dimensi palet dan jarak pusat dari setiap kotak karton (dalam sumbu x dan y). Aplikasi lain yang mirip dengan palletizing adalah : Depalletizing (memindahkan komponen dari palet dan meletakkannya pada satu lokasi, misal ny konveyor) Operasi penyusunan/stacking (menaruh benda datar di atas benda lainnya, dimana lokasi vertikal untuk posisi peletakkan selalu berubah pada setiap peletakan) Operasi penyelipan/insertion (menyelipkan benda pada ruang kosong di karton-karton yang terpisah)

B.

Pemuatan atau Pelepasan Komponen Pada Mesin

Aplikasi robot pada proses pemuatan dan pelepasan komponen pada mesin (loading dan unloading): Die casting : robot mengeluarkan komponen dari mesin die casting.

Operasi lain seputar itu terkadang dilakukan oleh robot juga , termasuk merndam komponen kedalam air untuk pendinginan.

Plastic Molding : robot digunakan untuk melepaskan benda yang telah

dicetak dari mesin cetakan injeksi.

Operasi permesinan logam : robot digunakan untuk memasang bahan

mentah ke dalam mesin dan mengeluarkan barang jadi dari mesin tersebut. Forging : Robot digunakan untuk memasukkan bahan baku panas ke

dalam cetakan, menahannya selama cetakan diproses, dan mengeluarkannya dari palu tempa. Tindakan pemukulan dan resiko kerusakan dari cetakan atau end effector merupakan masalah teknis yang signifikan. Heat Treating : robot memasukkan dan mengeluarkan benda kerja pada

tungku pemanas.

2.3

Prinsip Material Handling

1. Right Material : Material yang disediakan sesuai dengan yang dipesan oleh bagian produksi, akan lebih akurat jika menggunakan peralatan otomatis. 2. Right Mount : Jumlah yang disediakan oleh bagian material handling sesuai jumlah kebutuhan. 3. Right Condition : Sesuai dengan keinginan konsumen (misal tidak rusak, kondisi barang dipak atau tidak dipak, diurut penyusunannya, dlan lain-lain). 4. Right Place : Menempatkan material langsung dilokasi akhir siap untuk digunakan, tidak di tengah-tengah perjalanan (misal di gang). 5. Right Sequence : Urutan penanganan material yang efisien misalnya dengan penyederhanaan kerja, efisiensi manufakturing. 6. Right Cost : Mendesain bentuk yang efisien sehingga biaya menjadi efisien Not the lowest cost.

7. Right time : On time delivery, jika proses material handling di dalam pabrik dilakukan dengan peralatan otomatis syarat ini akan lebih mudah dicapai.

2.4 Prinsip Desain Material Handling


1. Planning principle, perencanaan dibuat dengan menjawab pertanyaan what

(materialnya), where dan when (pergerakanya), how dan who (metodanya).


2. Standardization principle, adanya standard metoda kerja

dan alat yang

digunakan.
3. Work principle, yaitu meminimalkan kerja. Ukuran kerja (work) adalah aliran

material (volume, jarak, jumlah) dikali jarak perpindahan.


4. Ergonomic principle, Pekerjaan dan kondisi kerja sesuai dengan operator. 5. Unit Load principle, unit load adalah satuan atau kemasan pemindahan barang

untuk sekali pemindahan misalnya pallet, tote pans, kontainer, dan lain-lain.
6. Space Utilisation, pemanfaatan ruang semaksimal mungkin. 7. System principle, yaitu interaksi antara entity yang membentuk pekerjaan secara

keseluruhan.
8. Automation principle, yaitu penggunaan sistem otomatisasi yang dikontrol

melalui komputer.
9. Environmental principle, memperhatikan kondisi lingkungan dan tidak merusak

lingkungan.
10. Life cycle cost principle, yaitu berfikir bagaimana cash flow akan terjadi

terhadap suatu sistem material handling yang akan diterapkan mulai dari investasi peralatan maupun lokasi yang dipakai sampai dilakukan penggantian dengan metode yang baru.

2.5 Desain Unit Load 1. Sejumlah barang atau barang besar yang disusun pada suatu tempat sehingga semuanya dapat dibawa sebagai single objek.
2. Suatu unit load bisa terdiri atas satu barang yang siap dipindahkan, atau satu unit

kardus diatas conveyor, atau satu unit barang diatas pallet atau satu kontainer barang yang dibawa oleh trailler
3. Bertambah kecil ukuran unit load akan mengurangi terjadinya barang work in

process dan mendukung penerapan metoda just in time 4. Dua prinsip penting dalam menentukan ukuran unit load adalah kapasitas volume dan kapasitas berat unit load.
5. Penggunaan kontainer yang bisa dipakai ulang akan lebih hemat. Kontainer yang

bisa disusun secara stacking dan nesting lebih baik

2.6 Jenis Kontainer 1. Stacking adalah kemampuan setiap kontainer disusun diatas kontainer lain pada saat terisi penuh.
2. Nesting adalah model kontainer yang memungkinkannya disusun didalam

kontainer lain saat dalam kondisi kosong

2.7 Peralatan Material Handling

1. Containers dan Unitizing Equipment. Container : Pallet, Skids dan skids boxes, Tote pans Unitizer : Stretchwrap Palletizers a. Tote pans adalah kontainer plastik yang biasanya memiliki kemampuan Stackable dan Nestable
b. Skids box adalah kontainer yang cukup kokoh karena dibuat dari baja,

mempunyai kemampuan bisa menjaga kondisi suhu didalamnya.

2.8 Material transport Equipment 1. Conveyors : Chute conveyors, Belt conveyor, Roller conveyor, Wheel conveyor, Slat conveyor, Chain conveyor, dan lain-lain.

2. Industrial vehicle : -

Walking : Hand truck, hand cart, pallet jack, Walkie stacker Riding : Pallet truck, platform truck, fork lift, tractor trailer Automated : Automated gueded vehicle (AGV)

3. AGV adalah kendaraan pabrik yang berjalan tanpa dikendarai tetapi dikendalikan lewat computer atau gelombang radio.

2.9 Storage and Retrieval Equipment

1. Unit load storage equipment : Block stacking, pallet stacking frame, drive in rack 2. Unit load retrieval equipment : Walkie stacker : Automatic Storage and Retrieval System (ASRS) 3. ASRS merupakan sistem pengambilan material secara otomatis dari gudang dan dikirim ke stasiun-stasiun kerja. Pengendalian peralatan otomatis ini dilakukan melalui program computer.

BAB 3 KESIMPULAN

Berikut ini adalah kesimpulan dari makalah ini : 1. Penggunaan sistem otomasi dapat meningkatkan efisiensi kerja,

menurunkan tenaga kerja yang diperlukan, tetapi membutuhkan modal dan biaya yang besar. 2. Elemen dasar dalam otomasi antara lain, sumber energi, program of

instruction, sistem kontrol.


3.

Dalam proses otomasi,handling merupakan hal paling dasar dan yang

paling sering digunakan dalam sebuah proses otomasi.

4. 5.

Ukuran unit load mempengaruhi waktu dalam memproduksi suatu barang. Kontainer yang dapat digunakan untuk stacking dan nesting secara

bersamaan,akan menghemat biaya produksi.