Anda di halaman 1dari 2

ANESTESI LOKAL Syarat Obat Anestesi Lokal : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Cukup potensi untuk member daya anestesi Tidak toxic Tidak timbul alergi Tidak timbulkan iritasi jaringan Tidak menimbulkan adiksi Susunan kimia stabil Larut dalam air Tidak timbulkan efek samping Dapat dicampur dengan vasokontriktor

Golongan obat anestesi local 1. Gugus Amida, contoh : - Lidocaine (biasanya dicampur dengan vasokontriktor) - Prilocaine - Bupivacain 2. Gugus Ester, contoh : - Procain - Metabutethamin 3. Gugus Ester dan Amida - Butanilicaine Obat vasokontriktor : suatu bahan/ obat yang dimasukkan ke dalam obat anastesi dengan maksud memperpanjang daya / masa kerja dari obat anastesi Fungsi : 1. Menstimulir saraf simpatik 2. Vasokonstriktor terutama pada kapiler 3. Memperkecil efek toxic obat anestesi 4. Memperlama daya kerja obat anestesi 5. Mengurangi jumlah obat anestesi Teknik Anestesi Lokal 1. Bila mencabut anterior atas C-C yaitu : a. Pasien didudukkan dengan posisi RA membentuk <45 dengan lantai RB sejajar lantai b. Lakukan asepsis pada daerah yang akan dicabut dengan betadin, dengan berkumur/ dioles dengan kapas c. Tusuk jarum ke bagian labial gigi, pada batas mukosa bergerak dan tidak bergerak kea rah apex d. Lalu aspiraso e. Masukan obat anestesi 1,5 cc untuk N. Alvolaris Superior Anterior f. Lalu tarik jarumnya dan letakkan pada palatum daerah yang akan dicabut g. Aspirasi h. Masukkan obat anestesi 0,5 cc ke nasso palatines di mukosa palatal / diblok pada foramen incisivum 2. Untuk P1 atau P2 rahang atas a. Caranya sama namun disini N Alvolaris Superior Medial yang disuntik pada bukal

b. Palatum sama di mukosa palatum 3. Untuk M1 rahang atas a. Pada mesial M1 disuntikkan obat anestesi 0,75 cc untuk N. Alvolaris Superior Medial b. Pada distal M1 depositkan 0,75 cc untuk N. Alvolaris Superior Posterior c. Lalu palatum mukosa untuk N. Palatinus 0,5 cc 4. Untuk M2 atau M3 rahang atas a. Cara sama, tapi suntik N.IX pada bucal, dibatas mukosa bergerak dan tidak bergerak kea rah apex b. Aspirasi c. Masukkan 1,5 cc obat anestesi untuk N. Alvolaris Superior Posterior 5. Untuk gigi anterior rahang bawah a. RB sejajar lantai b. Kumur dengan betadin c. Tusuk jarum pada muccobucal fold d. Aspirasi e. Masukkan 1,5 cc untuk N. Alveolaris Inferior f. Suntik mucolingual g. Aspirasi h. Masukkan 0,5 cc obat anestesi untuk N. Lingualis 6. Untuk P1 atau P2 rahang bawah a. Blok pada foramen mentalis 1,5 cc obat anestesi, lanjutan dari alveolaris b. Lalu pada mucosa lingual c. Aspirasi d. Masukkan 0,5 cc untuk N.Lingualis 7. Untuk M1, M2, P1, dan P2 Mandibular blok : a. Jari dimasukkan dari region P pada muccobucal fold, digerakkan ke posterior sampai terasa terangkat pada linea oblique eksterna b. Jari digerakkan terus ke posterior dan mengarah sedikit ke media ada cekungan yang disebut Hamular Notch c. Digerakkan ke medial lagi sampai terasa linea oblique, jari difixir disini d. Jarum dari P kontralateral persis pada daerah yang difixir tadi, sampai terasa tulang mandibula, lalu arah jarum diputar sejajar oklusal menyusuri sampai terasa tidak ada tulang (foramen mandibula). Lalu pindah kontra alat tusuk jarum terus ada di tulang untuk N. Alveolaris Inferior Lingua (foramen mandibula) e. Aspirasi, depositkan 1,5 cc obat anestesi, tarik jarum 0,5 cc di tempat N. Lingualis. Aspirasi, deposit 0,25 cc, jarum ditarik semua f. Lalu tusuk bucal gigi yang akan dicabut pada batas mukosa bergerak dan tidak bergerak 0,25 untuk N. Buccalis.