Anda di halaman 1dari 20

IDENTIFIKASI MASALAH Paling tidak ada sejumlah sumber masalah yang dapat diidentifikasi, sebagaimana dikemukakan Abdul Muin

Sibuea, yang berkenaan dengan penelitian ini. Pertama, pengalaman pribadi dan pengalaman para ahli atau pakar. Kedua, pengamatan terhadap berbagai kegiatan manusia. Dan ketiga, gejala-gejala, isu-isu dan kasus-kasus dalam masyarakat.1

PERUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah materi dan penyampaian kurikulum Pendidikan Agama Islam, lebih

khusus lagi pendidikan ibadah shalat dan yang berkaitan dengannya, yang disampaikan selama ini kepada peserta didik mulai dari sekolah dasar sampai sekolah menengah atas? 2. 3. Bagaimana pula materi dan penyampaian hal yang sama di lingkungan pesantren? Apakah kekurangan dalam materi dan penyampaian pada kedua institusi tersebut yang menyebabkan lulusannya sulit menjalankan shalat secara khusyu ? 4. Bagaimana seharusnya revisi yang harus dilakukan hingga materi dan penyampaiannya benar-benar dapat dijiwai dan diamalkan para peserta didik, sehingga para peserta didik benar-benar dapat tercegah dari berbuat keji dan mungkar? SAMPEL Sampel A (Mahasiswa semester I STAITA yang berasal dari SMA) Sampel B (Mahasiswa semester I STAITA yang berasal dari MA di lingkungan Pesantren) Sampel C (Siswa SMP dan SMA) Sampel D (Santri Tingkat Tsanawiyah dan Tingkat Aliyah)

ALAT UKUR DAN METODE PENGUKURAN Metode pengukuran yang digunakan ialah metode single trial reliability, dengan prosedur menggunakan satu alat ukur yang dikenakan kepada kelompok sampel tertentu yang dilakukan satu kali.2 Alat ukur yang dimaksudkan di sini ialah metode pelatihan peningkatan potensi khusyu dalam shalat.
3

sebagaimana yang penulis dapatkan dan kembangkan dari pelatihan

yang dilakukan Abu Sangkan, yang dalam pengalaman penulis dan sejumlah besar peserta lainnya, efektif mencegah peserta pelatihan dari berbuat keji dan mungkar. Berikut adalah rincian alat ukur yang digunakan : NO 1
1

ALAT UKUR Mengangkat kedua tangan

DALIL

Prof Dr H Abdul Muin Sibuea, Metodologi Penelitian , (Bahan Kuliah),h. 11. Prof. Dr. H. Abdul Muin Sibuea, Alat Ukur, Validitas dan Reliabilitas (Bahan Kuliah Metodologi Penelitian) h. 26. 3 Untuk memudahkan, metode ini selanjutnya disingkat menjadi metode pelatihan saja.
2

sejajar daun telinga atau pundak pada saat takbiratul ihram.

Hadis riwayat Abdullah bin Umar r.a., ia berkata:Aku melihat Rasulullah saw. mengangkat kedua tangan hingga sejajar pundak ketika memulai salat, sebelum rukuk dan ketika bangun dari rukuk. Beliau tidak mengangkatnya di antara dua sujud.(Shahih Muslim, Kitab Shalat, hadis no 391).

"Sesungguhnya Rasulullah saw biasa mengangkat kedua tangannya sejajar kedua telinganya setiap kali bertakbir".
2

Adapun cara pengukuran yang dilakukan pertama kali ialah dengan menerapkan alat ukur kepada sampel percobaan dari mahasiswa STAITA semester satu yang dikelompokkan menjadi dua kelompok sampel. Kelompok sampel A ialah 20 mahasiswa semester satu yang berasal dari sekolah umum (SMA dan SMK), dan kelompok sampel B ialah 20 mahasiswa semester satu yang berasal dari MA yang berada di lingkungan pesantren. Penggunaan kedua kelompok sampel untuk penelitian pendahuluan didasari

pertimbangan sebagai berikut : 1. Pertimbangan kemudahan dihimpun dalam satu lokasi. 2. Meski sudah berstatus mahasiswa, tetapi kedua kelompok baru beberapa bulan meninggalkan bangku sekolah menengah dan pesantren, sehingga masih dapat digunakan atau dipandang sebagai representasi siswa sekolah menengah umum dan pesantren. pengamatan, karena dua kelompok sampel dapat

3.

Siswa MA metode

dari lingkungan pesantren dinilai atau diasumsikan memperoleh pembelajaran praktik ibadah shalat yang lebih baik dan lebih intens

dibanding dengan siswa MA dari luar pesantren, karena suasana pendidikan dan alam lingkungan pesantren yang lebih memungkinkan untuk itu. Adapun siswa MA dari luar pesantren, metode dan suasana pembelajarannya dinilai tidak berbeda jauh dengan siswa SMA.

Adapun langkah-langkah penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1. Mengamati lingkungan praktik ibadah shalat Zuhur dan Ashar mahasiswa di mushala di kampus STAITA dengan pengamatan langsung dan melalui kamera

webcam tersembunyi. Pada tahap ini para mahasiswa belum mengetahui praktik ibadah shalat mereka diamati, dan pengamat baru pada tahap mengidentifikasi mana mahasiswa yang masuk kelompok sampel A dan mana yang masuk kelompok sampel B. 2. Setelah jumlah sampel A dan B masing-masing telah mencapai 20 orang yang

diamati, maka hasilnya ditemukan sejumlah bagian dari praktik shalat yang tidak sesuai dengan alat ukur metode pelatihan . Dengan kata lain, terdapat gerakangerakan shalat yang dilakukan sampel yang berpotensi mengurangi peluang

pencapaian khusyu . Rinciannya adalah sebagai berikut : NO KEKURANG SEMPURNAAN 1 Tidak mengangkat kedua tangan sejajar kedua bahu/daun telinga saat takbiratul ihram. SAMPEL A (%) 80 SAMPEL B (%) 60 MANFAAT JIKA DISEMPURNAKAN Menumbuhkan semangat (menyemangati diri), memotivasi diri. Lebih sesuai hadis Abdullah bin Umar r.a., ia berkata: Aku melihat Rasulullah saw. mengangkat kedua tangan hingga sejajar pundak ketika memulai salat,.... (Shahih Muslim, Kitab Shalat, hadis no 391). Merendahkan diri di hadapan-Nya. Lebih sesuai hadis Anas r.a. (HR Bukhari) : Mengapa orang-orang itu mengangkat pandangan mereka ke

Sesekali mendongak ke atas

15

Tubuh terlalu banyak bergoyang ke depan /belakang (oleng seperti hendak jatuh) saat berdiri. Arah kedua telapak kaki menyamping ke kiri dan ke kanan; tidak posisi lurus Mulut tidak komat-kamit melafazkan bacaan

25

10

langit....hendaklah mereka menghentikan hal itu atau pandangan mereka akan disambar. Thuma ninah.

35

35

15

20

Mulut komat-kamit mengeluarkan bunyi (berdecak) terlalu keras sehingga bunyi air ludah terdengar, juga bunyi bacaan yang mengandung huruf s atau sh. Sesekali melirik

20

20

Lebih tertib, merefleksikan kelurusan posisi tubuh. Menyibukkan diri sehingga memperkecil peluang beranganangan. Tidak mengganggu kekhusyu an yang lain dalam shalat berjamaah.

40

10

8 9 10 11

Ruku terkesan tergesa-gesa Ruku terlalu membungkuk Ruku kurang membungkuk Berdiri dari rukuk dengan mata memandang sejenak ke sekeliling Sujud terkesan tergesa-gesa Meletakkan/merebahkan tangan di lantai saat sujud

85 20 15 20

75 25 10 5

12

85 10

70 10

13 14

Duduk di antara dua sujud terkesan tergesa-gesa Langsung berdiri dari sujud setelah raka at pertama dan ketiga. Tidak melihat ke jari telunjuk kanan saat diisyaratkan pada duduk tahiyat awal dan akhir.

75 40

75 15

Lebih berpeluang khusyu . Sama dengan nomor 2. Thuma ninah Thuma ninah Thuma ninah Mendisiplinkan diri dan thuma ninah. Sama dengan nomor 2. Thuma ninah Sesuai hadis Abdullah bin Malik bin Buhainah :Merenggangkan lengan atas dari lambung. Thuma ninah Sesuai hadis Malik bin Huwairits (HR Bukhari) :Duduk istirahat sebelum berdiri. Sesuai hadis Abdullah bin Zubair (HR Nasa i): Pandangan mata beralih dari tempat sujud ke jari telunjuk.

15

80

60

16

Telapak tangan membuat gerakan membuka ke kanan (seperti mempersilakan) pada saat membaca salam

90

70

Sesuai hadis Jabir bin Samurah (HR Muslim) : Cukup meletakkan tangan di atas paha.

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

SAMPEL A Adanan Ahmad Afandi Musmuliadi Siregar Sarifuddin Yusnil Bahri Zulkarnain Iskandar Muhammad Agus Ibrohim Alamsyah Marahamad Nst Mara Enda Nurhapni Batubara Nur Hasanah Naimah Lubis Ratna Nurmiati Risnan Roslan Saiman Safarini Oktafia Srg Siti Hartina Hsb Tiarni Siregar Supatmiati SAMPEL B Parlagutan Nst Darwin Syawal Hasibuan Ahmad Husein Dly Saddam Husein Srg Miswaruddin Wildan Saleh Hsb Nasrulloh Lubis Mas Sri Rohani Fitri Mikrat Srg Tollom Martilin Anna Robiah Fatimah Halimatus Sakdiyah Jerni Indah Srg Julita Latipah Hanum Hidayanti Leli Rohani Hasibuan Nursaidah Tanjung

mengamati praktik ibadah shalat yang dilakukan peserta didik yang ditetapkan menjadi sampel di sekolah umum dan pesantren, kemudian mengevaluasi praktik tersebut berdasar alat ukur yang ada. Kepada semua sampel ditanyakan, apakah efek yang dirasakannya setelah melaksanakan shalat. Setelah ditemukan sejumlah kesalahan yang dilakukan, alat ukur yang ada diterapkan kepada seluruh sampel. Artinya sampel mengikuti pelatihan shalat khusyu , dan diminta mempraktikkannya untuk jangka waktu antara 15 sampai 30 hari. Periode waktu ini dipilih karena dipandang efektif untuk proses pembiasaan diri terhadap suatu metode yang baru diperkenalkan. Setelah periode tersebut terlampaui, praktik ibadah shalat yang dilakukan sampel diamati kembali, untuk melihat apakah metode pelatihan yang diberikan telah diterapkan dan telah menjadi bentuk kebiasaan baru yang dilaksanakan sampel dalam ibadah shalatnya. Jika jawabannya ya, maka kepada sampel ditanyakan apa efek yang diperolehnya. Jika hasil pengamatan belum menunjukkan hasil yang diharapkan, kepada sampel ditanyakan apa kendala yang dialaminya sehingga model pelatihan yang diberikan belum teraplikasi dalam praktik ibadah shalatnya. Kepada semua sampel, baik yang menjawab ya ataupun tidak, tetap ditanyakan efek apa yang diperolehnya setelah menerapkan alat ukur yang diberikan, yaitu pelatihan shalat khusyu . Efek ini akan dibandingkan dengan jawaban sampel terhadap efek yang sama yang telah ditanyakan sebelum pengaplikasian alat ukur. Langkah di atas secara sistematis adalah sebagai berikut. 1. 2. Pengamatan terhadap praktik ibadah shalat sampel. Pertanyaan : kemungkinan Efek apa yang dirasakan setelah shalat. Jawaban yang diberikan

besar berkisar pada dua bentuk jawaban, a) efek positif dengan

variasi jawaban ; menenangkan, nyaman, kewajiban telah ditunaikan, dan sejenis, dan b) efek negatif dengan variasi jawaban ; biasa saja; tidak merasakan efek apaapa. 3. Praktik ibadah shalat sampel dievaluasi, dicari kesalahannya, dan dikoreksi dengan berpedoman kepada alat ukur metode pelatihan . 4. Alat ukur diaplikasikan kepada seluruh sampel.

5.

Sampel diminta membiasakan diri dengan cara shalat yang diperkenalkan melalui alat ukur metode pelatihan antara 15 sampai 30 hari.

6. 7.

Praktik ibadah shalat sampel kembali diamati. Hasil pengamatan diklasifikasikan kepada dua bagian : a. b. Penerapan alat ukur berhasil dan telah menjadi kebiasaan baru. Penerapan alat ukur belum berhasil dan pola ibadah shalat yang lama masih dijalankan.

8.

Apabila lebih

dari

50 % hasil pengamatan termasuk ke dalam poin 7 a maka

penelitian diteruskan, dan apabila lebih dari 50 % hasil pengamatan termasuk ke dalam poin 7 b maka penelitian dihentikan. 9. Pertanyaan yang sama kembali diajukan : Efek apa yang dirasakan setelah shalat dengan menggunakan alat ukur baru ini. 10. Jawaban sampel terhadap poin 9 kembali diklasifikasi dan kemudian dibandingkan dengan jawaban sebelum penggunaan alat ukur (poin 2). klasifikasi jawaban yang diperoleh adalah sebagai berikut : Sebelum penerapan Setelah penerapan (Alternatif I) Efek positif Efek positif (semakin positif) dipandang tepat dan efektif apabila Setelah penerapan (Alternatif II) Efek negatif Efek positif (sama) lebih dari 50 persen sampel Maka kemungkinan

Efek negatif Efek positif 10. Alat ukur

memperoleh perubahan efek ke arah yang positif atau semakin positif , (Alternatif I) dan sebaliknya jika penerapan alat ukur tidak membuahkan hasil yang lebih baik (Alternatif II) maka penggunaan alat ukur tidak tepat dan tidak efektif. 11. Apabila sampel dari pesantren memperoleh hasil yang lebih baik dibanding sampel dari sekolah umum, maka asumsi pertama bahwa praktik ibadah shalat santri lebih khusyu dan intens dibanding praktik ibadah shalat siswa sekolah umum

terbukti benar. Apabila sekolah umum lebih baik asumsi pertama salah.

kebalikannya, yaitu praktik ibadah shalat siswa atau sama dengan praktik ibadah shalat santri maka

12. Apabila asumsi pertama benar, maka asumsi kedua yaitu metode pembelajaran dan materi praktik ibadah shalat di pesantren lebih baik dan lebih berhasil dalam pencapaian tujuan pembelajaran dibanding di sekolah umum. Demikian sebaliknya.

13. Apabila asumsi pertama dan asumsi kedua benar, maka kesimpulannya metode pembelajaran dan materi praktik ibadah shalat di sekolah umum harus diubah

mengikuti hal yang sama yang dilakukan di pesantren.

Lampiran 1

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR

TINGKAT SD, MI, DAN SDLB

1. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI)

A. Latar Belakang Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujudkan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama bagi kehidupan umat manusia maka internalisasi nilai-nilai agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan, yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Pendidikan Agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan Agama. Peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Pendidikan Agama Islam diberikan dengan mengikuti tuntunan bahwa agama

diajarkan kepada manusia dengan visi untuk mewujudkan manusia yang bertakwa kepada Allah SWT dan berakhlak mulia, serta bertujuan untuk menghasilkan manusia yang jujur, adil, berbudi pekerti, etis, saling menghargai, disiplin, harmonis dan produktif, baik personal maupun sosial. Tuntutan visi ini mendorong dikembangkannya standar kompetesi sesuai dengan jenjang persekolahan yang secara nasional ditandai dengan ciri-ciri:

1. lebih menitik beratkan pencapaian kompetensi secata utuh selain penguasaaan materi; 2. mengakomodasikan keragaman kebutuhan dan sumber daya pendidikan yang tersedia; 3. memberiklan kebebasan yang lebih luas kepada pendidik di lapangan untuk mengembangkan strategi dan program pembelajaran seauai dengan kebutuhan dan ketersedian sumber daya pendidikan. Pendidikan Agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu berupaya menyempurnakan iman, takwa, dan akhlak, serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan, khususnya dalam memajukan peradaban bangsa yang bermartabat. Manusia seperti itu diharapkan tangguh dalam menghadapi tantangan,

hambatan, dan perubahan yang muncul dalam pergaulan masyarakat baik dalam lingkup lokal, nasional, regional maupun global.

Pendidik diharapkan dapat mengembangkan metode pembelajaran sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar. Pencapaian seluruh kompetensi dasar perilaku terpuji dapat dilakukan tidak beraturan. Peran semua unsur sekolah, orang tua siswa dan masyarakat sangat penting dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam.

B. Tujuan Pendidikan Agama Islam di SD/MI bertujuan untuk:

1. menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT; 2. mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah. C. Ruang Lingkup Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut. 1. Al-Qur an dan Hadits 2. Aqidah 3. Akhlak 4. Fiqih 5. Tarikh dan Kebudayaan Islam Pendidikan Agama Islam menekankan keseimbangan, keselarasan, dan keserasian antara hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan manusia dengan sesama manusia, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.

KLS/ SMT I/1

RUANG LINGKUP Al-Qur an

STANDAR KOMPETENSI 1. Menghafal Al-Qur an surat pendek pilihan

KOMPETENSI DASAR 1.1 Melafalkan QS Al-Fatihah dengan lancar 1.2 Menghafal QS Al-Fatihah dengan lancar 2.1 Menunjukkan ciptaan Allah SWT melalui ciptaan-Nya (sic?). 2.2 Menyebutkan enam Rukun Iman. 2.3 Menghafal enam Rukun Iman. 3.1 Membiasakan perilaku jujur 3.2 Membiasakan perilaku bertanggung jawab 3.3 Membiasakan perilaku hidup bersih 3.4 Membiasakan perilaku disiplin. 4.1 Menyebutkan pengertian bersuci 4.2 Mencontoh tatacara bersuci . 5.1 Menirukan ucapan Rukun Islam 5.2 Menghafal Rukun Islam 6.1 Menghafal QS Al-Kautsar dengan lancar 6.2 Menghafal QS An-Nashr dengan lancar 6.3 Menghafal QS Al- Ashr dengan lancar 7.1 Melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul 7.2 Menghafal dua kalimat syahadat 7.3 Mengartikan dua kalimat syahadat 8.1 Menampilkan perilaku rajin 8.2 Menampilkan perilaku tolong-menolong 8.3 Menampilkan perilaku hormat terhadap orang tua 8.4 Menampilkan adab makan dan minum 8.5 Menampilkan adab belajar 9.1 Menyebutkan tata cara berwudlu 9.2 Mempraktekkan tata cara berwudlu 1.1 Mengenal huruf Hijaiyah 1.2 Mengenal tanda baca (harakat) 2.1 Menyebutkan lima dari Asmaul Husna 2.2 Mengartikan lima dari Asmaul Husna 3.1 Menampilkan perilaku rendah hati 3.2 Menampilkan perilaku hidup sederhana 3.3 Menampilkan adab buang air besar dan kecil. 4.1 Membiasakan wudhu dengan tertib 4.2 Membaca do a setelah berwudlu .

Aqidah

2. Mengenal Rukun Iman

Ahlak

3. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

4. Mengenal tatacara bersuci (thaharah) 5. Mengenal Rukun Islam

Aqidah

I/2

Al Qur an

6. Menghafal Al Qur an surat-surat pendek pilihan 7. Mengenal dua kalimat syahadat

Aqidah

Akhlak

8. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

9. Membiasakan bersuci (thaharah) 1. Menghafal Al Qur an 2. Mengenal Asmaul Husna 3. Mencontoh perilaku terpuji

II/1

Al Qur an Aqidah Akhlak

Fiqih

4. Mengenal tatacara wudhu

5. Menghafal bacaan shalat II/2 Al Qur an 6. Membaca Al Qur an surat pendek pilihan 7. Mengenal Asmaul Husna 8. Membiasakan perilaku terpuji

5.1 Melafalkan bacaan shalat 5.2 Menghafal bacaan shalat 6.1 Membaca huruf hijaiyah bersambung 6.2 Menulis huruf hijaiyah bersambung 7.1 Menyebutkan lima dari Asmaul Husna 7.2 Mengartikan lima dari Asmaul Husna 8.1 Mencontohkan perilaku hormat dan santun kepada guru 8.2 Menampilkan perilaku sopan dan santun kepada tetangga 9.1 Mencontoh gerakan shalat 9.2 Mempraktekkan shalat secara tertib 1.1 Membaca kalimat dalam Al Qur an 1.2 Menulis kalimat dalam Al Qur an 2.1 Menyebutkan lima sifat wajib Allah 2.2 Mengartikan lima sifat wajib Allah 3.1 Menampilkan perilaku percaya diri 3.2 Menampilkan perilaku tekun 3.3 Menampilkan perilaku hemat 1.1 Menghafal bacaan shalat 1.2 Menampilkan keserasian gerakan dan bacaan shalat 5.1 Membaca huruf Al Qur an 5.2 Menulis huruf Al Qur an 6.1 Menyebutkan sifat mustahil Allah SWT 6.2 Mengartikan sifat mustahil Allah SWT 7.1 Menampilkan perilaku setia kawan 7.2 Menampilkan perilaku kerja keras 7.3 Menampilkan perilaku penyayang terhadap hewan 7.4 Menampilkan perilaku penyayang terhadap lingkungan 8.1 Menyebutkan shalat fardhu 8.2 Mempraktikkan shalat fardhu 1.1 Membaca QS Al-Fatihah dengan lancar 1.2 Membaca QS Al-Ikhlas dengan lancar 2.1 Menyebutkan sifat jaiz Allah SWT 2.2 Mengartikan sifat jaiz Allah SWT 3.1 Menceritakan kisah Nabi Adam AS 3.2 Menceritakan kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW 3.3 Menceritakan perilaku masa kanakkanak Nabi Muhammad SAW. 4.1 Meneladani perilaku taubatnya Nabi Adam AS

Aqidah Akhlak

Fiqih III/1 Al Qur an Aqidah

9. Membiasakan shalat secara tertib 1. Mengenal kalimat dalam Al Qur an 2. Mengenal sifat wajib Allah 3. Membiasakan perilaku terpuji 4. Melaksanakan shalat dengan tertib 5. Mengenal ayat-ayat Al Qur an 6. Mengenal sifat mustahil Allah 7. Membiasakan perilaku terpuji

Akhlak

Fiqih

III/2

Al Qur an

Aqidah

Akhlak

Fiqih IV/1 Al Qur an

8. Melakukan shalat fardhu 1. Membaca surat-surat Al Qur an 2. Mengenal sifat jaiz Allah SWT 3. Menceritakan kisah Nabi

Aqidah

Tarikh

Akhlak

4. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

5. Mengenal ketentuanketentuan shalat

IV/2

Al Qur an

6. Membaca surat-surat Al Qur an 7. Mengenal Malaikat dan tugasnya 8. Menceritakan kisah Nabi 9. Membiasakan perilaku terpuji 10. Melaksanakan dzikir dan do a. 1. Mengartikan Al Qur an surat pendek pilihan 2. Mengenal kitab-kitab Allah SWT

Aqidah

Tarikh Akhlak Fiqih V/1 Al Qur an

4.2 Meneladani perilaku masa kanak-kanak Nabi Muhammad SAW . 5.1 Menyebutkan rukun shalat 5.2 Menyebutkan sunnat shalat 5.3 Menyebutkan syarat sah dan syarat wajib shalat 5.4 Menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat 6.1 Membaca QS Al-Kautsar dengan lancar 6.2 Membaca QS An-Nashr dengan lancar 6.3 Membaca QS Al- Ashr dengan lancar 7.1 Menjelaskan pengertian Malaikat 7.2 Menyebutkan nama-nama Malaikat 7.3 Menyebutkan tugas-tugas Malaikat 8.1 Menceritakan kisah Nabi Ibrahim AS 8.2 Menceritakan kisah Nabi Ismail AS 9.1 Meneladani perilaku Nabi Ibrahim AS 9.2 Meneladani Nabi Ismail AS 10.1 Melakukan dzikir setelah shalat 10.2 Membaca do a setelah shalat 1.1 Membaca QS Al-Lahab dan Al-Kafirun 1.2 Mengartikan QS Al-Lahab dan Al-Kafirun 2.1 Menyebutkan nama-nama kitab Allah SWT 2.2 Menyebutkan nama-nama Rasul yang menerima kitab-kitab Allah SWT 2.3 Menjelaskan Al-Qur an sebagai kitab suci terakhir 3.1 Menceritakan kisah Nabi Ayyub AS 3.2 Menceritakan kisah Nabi Musa AS 3.3 Menceritakan kisah Nabi Isa AS 4.1 Meneladani perilaku Nabi Ayyub AS 4.2 Meneladani perilaku Nabi Musa AS 4.3 Meneladani perilaku Nabi Isa AS 5.1 Melafalkan lafal adzan dan iqamah 5.2 Mengumandangkan adzan dan iqamah 6.1 Membaca QS Al-Maun dan Al-Fiil 6.2 Mengartikan QS Al-Maun dan Al-Fiil 7.1 Menyebutkan nama-nama Rasul Allah SWT 7.2 Menyebutkan nama-nama Rasul Ulul Azmi dari para Rasul 7.3 Membedakan Nabi dan Rasul 8.1 Menceritakan kisah Khalifah Abubakar RA 8.2 Menceritakan kisah Umar bin Khattab RA

Aqidah

Tarikh

3. Menceritakan kisah Nabi

Akhlak

4. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

5. Mengumandangkan adzan dan iqamah 6. Mengartikan Al Quran Surat pendek pilihan 7. Mengenal Rasul-Rasul Allah SWT

V/2

Al Qur an

Aqidah

Tarikh

8. Menceritakan kisah Sahabat Nabi

Akhlak

9. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

10. Mengenal puasa wajib

Al Qur an

1. Mengartikan Al Qur an Surat pendek pilihan

Aqidah

2. Meyakini adanya Hari Akhir 3. Menceritakan kisah Abu Lahab, Abu Jahal, dan Musailamah Al Kadzab 4. Menghindari perilaku tercela

9.1 Meneladani perilaku Khalifah Abubakar RA 9.2 Meneladani perilaku Umar bin Khattab RA 10.1 Menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa Ramadhan 10.2 Menyebutkan hikmah puasa. 1.1 Membaca QS Al-Qadr dan QS Al- Alaq ayat 1-5 1.2 Mengartikan QS Al-Qadr dan QS Al- Alaq ayat 1-5 2.1 Menyebutkan nama-nama Hari Akhir 2.2 Menjelaskan tanda-tanda Hari Akhir 3.1 Menceritakan perilaku Abu Lahab dan Abu Jahal 3.2 Menceritakan perilaku Musailamah Al Kadzab 4.1 Menghindari perilaku dengki seperti Abu Lahab dan Abu Jahal 4.2 Menghindari perilaku bohong seperti Musailamah Al Kadzab 5.1 Melaksanakan tarawih di bulan Ramadhan 5.2 Melaksanakan tadarrus Al-Qur an 6.1 Membaca QS Al-Maidah ayat 3 dan AlHujurat ayat 13 6.2 Mengartikan QS Al-Maidah ayat 3 dan Al-Hujurat ayat 13. 7.1 Menunjukkan contoh-contoh Qadha dan Qadar 7.2 Menunjukkan keyakinan terhadap Qadha dan Qadar 8.1 Menceritakan perjuangan kaum Muhajirin 8.2 Menceritakan perjuangan kaum Anshar 9.1 Meneladani perilaku kegigihan perjuangan kaum Muhajirin dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan peserta didik 9.2 Meneladani perilaku tolong-menolong kaum Anshar dalam kehidupan seharihari di lingkungan peserta didik 10.1 Menyebutkan macam-macam zakat 10.2 Menyebutkan ketentuan zakat fitrah 1.1 Menjelaskan hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qomariyah 1.2 Membedakan hukum bacaan bacaan Al Syamsiyah dan Al Qomariyah 1.3 Menerapkan bacaan Al Syamsiyah

Tarikh

Akhlak

Fiqih

5. Mengenal ibadah pada bulan Ramadhan 6. Mengartikan Al Quran Ayat-ayat pilihan

VI/2

Al Qur an

Aqidah

7. Meyakini adanya Qadha dan Qadar

Tarikh

Akhlak

8. Menceritakan kisah kaum Muhajirin dan kaum Anshar 9. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

10. Mengetahui kewajiban zakat 1. Menerapkan Hukum

VII/1

Al-Qur an

Aqidah

Akhlak

Fiqih

VII/2

Tarikh dan kebudaya an Islam Al-Qur an

Aqidah

Akhlak

dan Al Qomariyah dalam bacaan suratsurat Al-Qur an dengan benar 2. Meningkatkan keimanan 2.1 Membaca ayat-ayat Al-Qur an yang berkaitan kepada Allah SWT dengan sifat-sifat Allah melalui pemahaman sifat-sifatNya. 2.2 Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur an yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah SWT 2.3 Menunjukkan tanda-tanda adanya Allah SWT 2.4 Menampilkan perilaku sebagai cermin keyakinan akan sifat-sifat Allah SWT. 3. Memahami Asmaul Husna 3.1 Menyebutkan arti ayat-ayat Al-Qur an yang berkaitan dengan 10 Asmaul Husna 3.2 Mengamalkan isi kandungan 10 Asmaul Husna. 4. Membiasakan perilaku 4.1 Menjelaskan pengertian tawadhu, ta at, terpuji qana ah dan sabar 4.2 Menampilkan contoh-contoh perilaku tawadhu, ta at, qana ah dan sabar 4.3 Membiasakan perilaku tawadhu, ta at, qana ah dan sabar. 5. Memahami ketentuan 5.1 Menjelaskan ketentuan ketentuan ketentuan thaharah mandi wajib (bersuci) 5.2 Menjelaskan perbedaan hadas dan najis 6. Memahami tatacara shalat 6.1 Menjelaskan ketentuan ketentuan shalat wajib 6.2 Memperaktikkan shalat wajib 7. Memahami tatacara shalat 7.1 Menjelaskan pengertian shalat jama ah jamaah dan munfarid dan munfarid (sendiri) 7.2 Memperaktikkan shalat jama ah dan shalat munfarid 8. Memahami sejarah Nabi 8.1 Menjelaskan sejarah Nabi Muhammad Muhammad SAW SAW 8.2 Menjelaskan misi nabi Muhammad untuk semua manusia dan bangsa. 9. Menerapkan hukum 9.1 Menjelaskan hukum bacaan nun bacaan nun mati/tanwin mati/tanwin dan mim mati dan mim mati 9.2 Membedakan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati 9.3 Menerapkan hukum bacaan nun mati/tanwin dan mim mati dalam bacaan surat-surat Al-Qur an dengan benar. 10. Meningkatkan keimanan 10.1 Menjelaskan arti beriman kepada kepada Malaikat Malaikat 10.2 Menjelaskan tugas-tugas Malaikat 11. Membiasakan perilaku 11.1 Menjelaskan arti kerja keras, tekun, terpuji ulet dan teliti 11.2 Menampilkan contoh perilaku kerja

Fiqih

12. Memahami tatacara shalat Jum at 13. Memahami tatacara shalat jama dan qashar

Tarikh dan Kebudaya an Islam

14. Memahami sejarah Nabi Muhammad SAW

VIII/ 1

Al-Qur an

1. Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra

Aqidah

2. Meningkatkan keimanan kepada Kitab-kitab Allah

Akhlak

3. Membiasakan perilaku terpuji

4. Menghindari perilaku tercela

Fiqih

5. Mengenal tatacara shalat sunnat 6. Memahami macam-

keras, tekun, ulet, dan teliti 11.3 Membiasakan perilaku kerja keras, ulet, tekun dan teliti 12.1 Menjelaskan ketentuan ketentuan shalat jum at 12.2 Mempraktekkan shalat jum at 13.1 Menjelaskan shalat jama dan qashar 13.2 Mempraktekkan shalat jama dan qashar 14.1 Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW untuk menyempurnakan akhlak, membangun manusia mulia dan bermanfaat. 14.2 Menjelaskan misi Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi alam semesta, pembawa kedamaian, kesejahteraan, dan kemajuan masyarakat 14.3 Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat dalam menghadapi masyarakat Makkah 1.1 Menjelaskan hukum bacaan Qalqalah dan Ra 1.2 Menerapkan hukum bacaan Qalqalah dan Ra dalam bacaan surat-surat AlQur an dengan benar. 2.1 Menjelaskan pengertian beriman kepada Kitab-kitab Allah 2.2 Menyebutkan nama Kitab-kitab Allah SWT yang di turunkan kepada para Rasul 2.3 Menampilkan sikap mencintai Al-Qur an sebagai Kitab Allah 3.1 Menjelaskan pengertian zuhud dan tawakkal 3.2 Menampilkan contoh perilaku zuhud dan tawakkal 3.3 Membiasakan perilaku zuhud dan tawakkal dalam kehidupan sehari-hari. 4.1 Menjelaskan pengertian ananiah, ghadab, hasad, ghibah dan namimah 4.2 Menyebutkan contoh - contoh perilaku ananiah, ghadab, hasad, ghibah dan namimah 4.3 Menghindari perilaku ananiah, ghadab, hasad, ghibah dan namimah dalam kehidupan sehari-hari. 5.1 Menjelaskan ketentuan shalat sunnat rawatib 5.2 Memperaktikkan shalat sunnat rawatib 6.1 Menjelaskan pengertian sujud syukur,

macam sujud

7. Memahami tatacara puasa

8. Memahami zakat

Tarikh dan Kebudaya an Islam

9. Memahami Sejarah Nabi

VIII/ 2

Al-Qur an

10. Menerapkan hukum bacaan mad dan waqaf

Aqidah

11. Meningkatkan keimanan kepada Rasul Allah

Akhlak

12. Membiasakan perilaku terpuji

13. Menghindari Perilaku tercela

Fiqih

14. Memahami hukum Islam tentang hewan sebagai

sujud sahwi, dan sujud tilawah 6.2 Menjelaskan tatacara sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah 6.3 Memperaktikkan sujud syukur, sujud sahwi, dan sujud tilawah 7.1 Menjelaskan ketentuan puasa wajib 7.2 Memperaktekkan puasa wajib 7.3 Menjelaskan ketentuan puasa sunnah Senin Kamis, Syawal, dan Arafah 7.4 Memperaktikkan puasa sunnah Senin Kamis, Syawal, dan Arafah 8.1 Menjelaskan pengertian zakat fitrah dan zakat mal 8.2 Membedakan antara zakat fitrah dan zakat mal 8.3 Menjelaskan orang yang berhak menerima zakat fitrah dan zakat mal 8.4 Memperaktikkan pelaksanaan zakat fitrah dan zakat mal. 9.1 Menceritakan sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan 9.2 Meneladani perjuangan Nabi dan para Sahabat di Madinah 10.1 Menjelaskan hukum bacaan mad dan waqaf 10.2 Menunjukkan contoh hukum bacaan mad dan waqaf dalam bacaan suratsurat Al-Qur an 10.3 Mempraktikkan bacaan mad dan waqaf dalam bacaan surat-surat AlQur an 11.1 Menjelaskan pengertian beriman kepada Rasul Allah 11.2 Menyebutkan nama dan sifat-sifat Rasul Allah 11.3 Meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW 12.1 Menjelaskan adab makan dan minum 12.2 Menampilkan contoh adab makan dan minum 12.3 Memperaktekkan adab makan dan minum dalam kehidupan sehari-hari 13.1 Menjelaskan pengertian perilaku dendam dan munafik 13.2 Menjelaskan ciri-ciri pendendam dan munafik 13.3 Menghindari perilaku pendendam dan munafik dalam kehidupan sehari-hari 14.1 Menjelaskan jenis-jenis hewan yang halal dan haram dimakan

sumber bahan makanan

Tarikh dan Kebudaya an Islam

15. Memahami sejarah dakwah Islam

IX/1

Al-Qur an dan AlHadits

1. Memahami Ajaran Al Qur an

14.2 Menghindari makanan yang bersumber dari binatang yang diharamkan. 15.1 Menceritakan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan Islam sampai masa Abbasiyah 15.2 Menyebutkan tokoh ilmuwan muslim dan perannya sampai masa daulah Abbasiyah. 1.1 Membaca QS At-Tin dengan tartil 1.2 Menyebutkan arti QS At-Tin 1.3 Menjelaskan makna QS At-Tin 2.1 Membaca hadits tentang menuntut ilmu 2.2 Menyebutkan arti Hadits tentang menuntut ilmu 2.3 Menjelaskan makna menuntut ilmu seperti dalam Al-Hadits 3.1 Menjelaskan pengertian beriman kepada Hari Akhir 3.2 Menyebutkan ayat Al-Qur an yang berkaitan dengan hari Akhir 3.3 Menceritakan proses kejadian kiamat sughro dan kubro seperti terkandung dalam Al-Qur an dan Al-Hadits 4.1 Menjelaskan pengertian qana ah dan tasamuh 4.2 Menampilkan contoh perilaku qana ah dan tasamuh 4.3 Membiasakan perilaku qana ah dan tasamuh dalam kehidupan sehari-hari. 5.1 Menjelaskan tatacara penyembelihan hewan 5.2 Menjelaskan ketentuan aqiqah dan qurban 5.3 Memperagakan cara penyembelihan hewan aqiqah dan hewan qurban 6.1 Menyebutkan pengertian dan ketentuan haji dan umrah 6.2 Memperagakan pelaksanaan ibadah haji dan umrah 7.1 Menceritakan sejarah masuknya Islam di Nusantara melalui perdagangan, sosial, dan pengajaran 7.2 Menceritakan sejarah beberapa kerajaan Islam di Jawa, Sumatera dan Sulawesi

2. Memahami Ajaran Al Hadits tentang menuntut ilmu

Aqidah

3. Meningkatkan keimanan kepada Hari Akhir

Akhlak

4. Membiasakan perilaku terpuji

Fiqih

5. Memahami hukum Islam tentang penyembelihan hewan

6. Memahami hukum Islam tentang Haji dan Umrah

Tarikh dan Kebudaya an Islam

7. Memahami sejarah perkembangan Islam di Nusantara

IX/2

Al-Qur an dan Al Hadits

8. Memahami Al-Qur an

8.1 Menampilkan bacaan QS Al-Insyirah dengan surat Al-Insyirah tartil dan benar 8.2 Menyebutkan arti QS Al-Insyirah 8.3 Mempraktikkan perilaku dalam bekerja selalu berserah diri kepada Allah seperti dalam QS Al-Insyirah 9.1 Membaca hadits tentang kebersihan 9.2 Menyebutkan arti hadits tentang kebersihan 9.3 Menampilkan perilaku bersih seperti dalam hadits 10.1 Menyebutkan ciri-ciri beriman kepada qadha dan qadhar 10.2 Menjelaskan hubungan antara qadha dan qadhar 10.3 Menyebutkan contoh-contoh qadha dan qadhar dalam kehidupan sehari-hari 10.4 Menyebutkan ayat-ayat Al-Qur an yang berkaitan dengan qadha dan qadhar. 11.1 Menyebutkan pengertian takabbur 11.2 Menyebutkan contoh-contoh perilaku takabbur 11.3 Menghindari perilaku takabbur dalam kehidupan sehari-hari 12.1 Menyebutkan pengertian dan ketentuan sholat sunnat berjamaah dan munfarid 12.2 Menyebutkan contoh shalat sunnat berjamaah dan munfarid 12.3 Mempraktikkan shalat sunnat berjamaah dan munfarid dalam kehidupan sehari-hari.

9. Memahami Ajaran Al Hadits tentang kebersihan

Aqidah

10. Meningkatkan keimanan kepada Qadha dan Qadhar

Akhlak

11. Menghindari perilaku tercela

Fiqih

12. Memahami tatacara berbagai shalat sunnah

Tarikh dan Kebudaya an Islam

13. Memahami sejarah tradisi Islam Nusantara

13.1 Menceritakan seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam 13.2 Memberikan apresiasi terhadap tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara.

E. Arah Pengembangan Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

Dalam merancang kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan Standar Proses dan Standar Penilaian. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk madrasah dikembangkan lebih lanjut oleh Departemen Agama.