HEALTH

MESSENGER

KESEHATAN

PEMBAWA PESAN

Air, Higiene dan Sanitasi
WATER, HYGIENE AND SANITATION

Dermatitis Kontak/Contact Dermatitis — Diare/Diarrhea — Kolera/Cholera Promosi kebersihan/Hygiene promotion — Demam tipus/Typhoid fever Manajemen limbah medis/Medical waste management Kebersihan kewanitaan/Feminine hygiene

MAJALAH KESEHATAN UNTUK PEKERJA KESEHATAN INDONESIA DIPUBLIKASIKAN OLEH AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE THE HEALTH MAGAZINE FOR INDONESIAN HEALTH WORKERS PUBLISHED BY AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE

EDISI JUNE 11 ISSUE 2009 JUNI

HM TEAMTIM P2K
Manager Publikasi/ Publication Manager Chloé Forette Editor Kepala/ Editor in chief Anne Broggi Penyunting Medis/ Medical Editor dr. Nurjannah Penerjemah/ Translators Denni Rajagukguk Endrani Sulistyowati Mahdani A. Hamid Dewan Penyunting/ Editing Committee Tim P2K/HM Team Ikonografi/ Iconography Tim P2K/HM Team Tata Letak/ Layout Chloé Forette
5 7

CONTENTSDAFTAR ISI

1 2

EDITORIAL EDITORIAL BERITA NEWS Hari Kesehatan Dunia World Health Day Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Flu Babi Swine Influenza Hari Perawat Internasional International Nurse Day PERISTIWA EVENTS Acara Pembukaan PIDA The Opening Ceremony of PIDA LEBIH DEKAT ZOOM Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Community-Based Water Supply and Environmental Sanitation Eumpang Breuh LAPORAN KHUSUS SPECIAL REPORT Air, Higiene Dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation PENGANTAR INTRODUCTION Pengembangan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Development of Water and Sanitation Facilities DI TANAH AIR KITA IN OUR COUNTRY Indonesia Sehat 2010 Healthy Indonesia 2010 DARI LAPANGAN FROM THE FIELD Wawancara Yopie Pangkey Interview Yopie Pangkey KESEHATAN MASYARAKAT PUBLIC HEALTH Membangun Air, Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Aceh Building Water, Sanitation, Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air Dan Sanitasi: Suatu Joint Venture Water and Sanitation: A Joint Venture KESEHATAN UMUM GENERAL HEALTH Dermatitis Kontak Contact Dermatitis Penyakit Yang Berkaitan Dengan Air Water Related Diseases Program Manajemen Limbah Medis Medical Waste Management Program IBU & ANAK MOTHER & CHILD Kebersihan Kewanitaan pada Kehamilan Feminine Hygiene During Pregnancy PSIKOSOSIAL PSYCHOSOCIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfilment Instruksi Tentang Kebersihan, Sanitasi dan Air di Rumah Sakit Instructions on Hospital Hygiene, Water and Sanitation. Wawancara Perawat Bambang Interview Nurse Bambang LEBIH DALAM IN DEPTH Panduan Praktis untuk Diare Practical Guideline for Diarrhea Pengetahuan, Sikap dan Perilaku terhadap Air, Sanitasi dan Higiene di Aceh Knowledge, Attitudes and Practices on Water, Sanitation and Hygiene in Aceh TAKARIR GLOSSARY

13 14

15 16 21

CONTRIBUTORS KONTRIBUTOR
Hasrati (Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer Handicap International) ■ Erlina Marlinda (Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator, Handicap International) ■ Marthunis Muhammad (Focal Point Pokja AMPL/ AMPL Working Group Focal Point - Bappeda Aceh) ■ Joni Kapluk (Aktor Aceh/ Acehnese actor) ■ Sijawati & Tharuddin (Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/ Enviromental Health Department, Provincial Health Office of Aceh) ■ dr. T.H. Makmur Mohd. Zein (Fakultas Kedokteran Syiah Kuala/ Medical Faculty of Syiah Kuala University) ■ Yopie Pangkey (Petugas Sanitasi Air - Pendidikan Hygiene/ Watsan Officer - Hygiene Education, Irish Red Cross) ■ Moris Monson (Delegasi Watsan – Kontruksi/ Watsan Construction Delegate, Irish Red Cross) ■ Basilius Kris Cahyanto (Spesialis WASH/ WASH specialist, UNICEF Banda Aceh) ■ Manuela Peters (Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss cabang Sigli/ Sigli Health Project Swiss Red Cross) ■ dr. Dina Lidadari (Bagian Kulit Kelamin/ Dermatology Department, Unsyiah RSUZA) ■ dr. Kurnia F. Jamil (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi/ Internist Consultant Tropical Infection Diseases, Unsyiah - RSUZA) ■ Yayat Kurniawan (Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan/ Environmental Health Technical Program Manager, Canadian Red Cross) ■ Katherine Mueller (Delegasi Masyarakat dan Informasi/ Information & Community Outreach Delegate, Canadian Red Cross) ■ Rahmi Wardhani (Bidan/ Midwife, RSU Cut Mutia Lhokseumawe) ■ dr. Nur Fardian (Program Studi Pendidikan Dokter/ Medical Studies Program, Malikussaleh University) ■ Ibu Hasniah (Politeknik Kesehatan – Keperawatan Depkes Banda Aceh/ Nursing School Banda Aceh) Bambang Isnur Imanto (Perawat, Puskesmas Kopelma Darussalam/ Nurse Puskesmas Kopelma Darussalam) ■ Sasimar Sangchantr, Riza Adirza, Damaris Monteiro & Soegeng Afriyanto (Tim Kesehatan Masyarakat/ Public Health Team, IOM) ■

27

42

44

51

62

EDITORIAL EDITORIAL

Air, higiene dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation

S

etiap 8 detik sekali seorang anak meninggal dunia karena air yang terkontaminasi; ada lebih dari 25 bakteri yang terdapat dalam air yang terkontaminasi dan lain-lain. Data ini sangat menakutkan namun inilah realita yang menyedihkan.Air merupakan kebutuhan dasar dan vital, tetapi akses terhadap air yang layak minum masih menjadi isu global sampai saat ini. Setidaknya terdapat 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap air leding. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak mempunyai jamban dan harus buang air besar di ruang terbuka sehingga dapat mengkontaminasi sungai dan sistem saluran air. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang disebarkan melalui air. Terlepas dari pembangunan ekonominya, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara berkembang dimana sistem Air, Higiene dan Sanitasinya harus ditingkatkan. Rekonstruksi provinsi Aceh setelah terjadinya Tsunami telah mengarah ke perbaikan yang cukup baik. Namun masih banyak yang harus dilakukan. Penyakit yang disebarkan melalui air umumnya terdeteksi di Puskesmas, banyak anak-anak menderita diare yaitu suatu penyakit yang dapat mengancam jiwa terutama anak-anak yang rentan. Dan bagaimana mengenai Malaria, tipus dan lainlain? Masyarakat harus belajar mengenai langkah-langkah dasar pencegahan penyakit.Anak-anak harus mengetahui bahwa tangan serta gigi harus dibersihkan dengan sabun dan pasta gigi. Banyak penyakit dapat dicegah dengan menerapkan cara ini. Ini adalah masalah edukasi. Karena itu Pembawa Pesan Kesehatan edisi ke-11 ditujukan untuk membahas masalah Air, Higiene dan Sanitasi, disini kami menggaris bawahi peranan penting para petugas kesehatan dalam mentransfer dan membagi informasi mengenai higiene dan kami menyoroti beberapa alat survei yang ada seperti survei pengetahuan, sikap dan perilaku. Lebih dari sekedar sebuah majalah kesehatan, informasi yang disampaikan dalam edisi ini sebaiknya dibagikan juga kepada semua anggota masyarakat. Namun kami sangat yakin, bahwa anda para pembaca, para petugas kesehatan adalah penghubung bagi masyarakat. Jadi, mari kita baca, belajar dan berbagi pengetahuan!

very 8 seconds a child dies because of contaminated water; there are more than 25 pathologies related to contaminated water, etc. These data are frightening but this is a sad reality. Water is a basic and vital need but access to drinkable water is still a global issue. At least 2,6 billion people do not have access to running water. Most of them do not even have toilets and have to defecate in open air, thus, contaminating rivers, air and sewer systems. This is probably the cause of high morbidity and mortality rates. In spite of its economic development, Indonesia is still one of these developing countries where Water, Hygiene and Sanitation need to be improved. The reconstruction of the Aceh province after the Tsunami led to a sharp improvement. But many things remain to be done. Waterborne diseases are commonly detected in the puskesmas, too many children are suffering diarrhea which is a life threatening disease for a child vulnerable organism. And what about Malaria, typhoid, etc? People have to learn about the basic preventive measures. Children must know that hands as well as teeth should be cleaned with soap and toothpaste. Many diseases could be prevented this way. This is a matter of education. For this HM 11 dedicated to Water, Hygiene and Sanitation, we underline the key role of health workers in transmitting and sharing information about hygiene and we highlight some of the numerous tools that exist like the Knowledge, Attitudes and Practices. More than a medical magazine, the information published in this issue should be shared between all citizens. But we truly believe that you, readers, health workers, are the link with the community. So lets read, learn and share the knowledge!

E

Anne Broggi

pembawa pesan kesehatan 1

tetapi juga merusak fasilitas-fasilitas kesehatan. which is important for preparedness and mitigation. kemungkinan di masa depan ketika bencana menghadang. Fokus tahun ini adalah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan menjadi lebih baik dan aman pada saat bencana dan tanggap darurat. bencana Tsunami di Aceh dan Gempa bumi di Nias dan Yogyakarta secara keseluruhan telah merusak sedikitnya 713 fasilitas kesehatan. fasilitas-fasilitas kesehatan Indonesia akan bertahan kuat dan tetap berfungsi untuk dapat menyelamatkan jiwa. With the help of WHO. Hal tersebut membutuhkan keterlibatan dari pihak masyarakat. but also damage health facilities. when disaster strikes. local decision makers. These damaged facilities lost their capacity to provide health services during these emergency periods. Masa darurat tidak hanya merenggut banyak jiwa dan kesehatan manusia. It needs the involvement of communities. Indonesia saat ini melaksanakan penilaian keamanan fasilitasfasilitas kesehatan yang penting pada saat persiapan dan mitigasi bencana. For instance. Make Hospitals Safe in Emergencies". pekerja-pekerja kesehatan serta para professional lainnya. Indonesia is currently undertaking a safety assessment of health facilities. Indonesia's health facilities will stand strong and stay functional to save lives. Fasilitas-fasilitas yang rusak tersebut kehilangan kapasitas dalam menyediakan layananlayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. pengambil keputusan di tingkat lokal. Developing safe hospitals is not merely the responsibility of the government or the health sector alone. Dengan bekerja bersama-sama.NEWS BERITA Hari Kesehatan Dunia World Health Day Tim P2K/ HM team Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tahun tanggal 7 April. Ciptakan Rumah Sakit Aman saat Darurat”. it is possible that in the future. Good to remember: Developing safe hospitals can save lives when disaster strikes. and its motto "Save Lives. By working together. Dengan bantuan WHO. Emergencies not only can take a heavy toll on human life and health. the Tsunami in Aceh and the earthquakes in Nias and Yogyakarta have together damaged at least 713 health facilities. ■ Penting untuk diingat: Membangun rumah sakit yang aman dapat menyelamatkan banyak jiwa saat bencana datang. This year's focus is to strengthen health facilities to be better prepared and safe in case of emergencies and disasters. Sebagai contoh. Tugas mengembangkan rumah sakit yang aman bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah atau sektor kesehatan saja. dengan motto “Selamatkan Jiwa. The theme of World Health Day 2009 is "Health Facilities in Emergencies". health workers and other professionals. 2 health messenger .Tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2009 adalah ”Fasilitas Kesehatan saat Darurat”. ■ The World Health Day is celebrated annually on 7 April.

There were 7.NEWSBERITA ACEH BEBAS DARI MALARIA PADA TAHUN 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Tim P2K/ HM team ari Malaria Dunia 2009 diperingati pada tanggal 25 April. PHO with support from UNICEF held a planning meeting in Banda Aceh to prepare a strategic plan to eliminate malaria from Aceh Province by 2015. swine breeding and trading are under sanitary surveillance.060 kasus positif malaria pada tahun 2007. In Indonesia.Terdapat 7. ■ pembawa pesan kesehatan 3 . No case has been detected so far. Sejauh ini belum ada kasus yang terdeteksi. 2009. Hal ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Aceh. This is still a major challenge for Aceh. para peneliti tersebut mencemaskan bahwa H5N1 dapat merubah dirinya sendiri menjadi bentuk baru berupa virus babi yang dapat ditularkan kepada manusia yang disebut H1N1. Jepang. 2009. found that Indonesian porks are likely to transmit a new type of influenza to human beings. kelompok sasaran. target groups. menemukan bahwa babi-babi di Indonesia tampaknya dapat menularkan sebuah jenis flu baru bagi manusia. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa Pemerintah akan menyembelih babi-babi yang terinfeksi oleh virus H1N1.060 cases of positive malaria in 2007. Japan. The theme of this meeting was “Aceh Free from Malaria by 2015. they fear that H5N1 transform itself into a new form of swine virus that could be transmitted to human beings called H1N1. ■ FLU BABI. budget and implementation of evaluation tools based on the national and WHO standards. Di Indonesia. much more dangerous than the one which is raging in Mexico. SEBUAH ANCAMAN BARU DI INDONESIA Tim P2K/ HM team S ebuah penelitian baru-baru ini oleh Universitas Kobe. The meeting was attended by representatives from districts/cities and multi-sectoral program implementers and stakeholders who work together to develop the strategic plan. Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan dari UNICEF mengadakan rapat perencanaan di Banda Aceh untuk mempersiapkan sebuah rencana strategis untuk memberantas malaria di Provinsi Aceh pada tahun 2015. Fokus utama dari rencana strategis termasuk kegiatan operasional. pengembangbiakan dan penjualan babi dilaksanakan dengan pengawasan steril. ■ Swine Influenza.” The main focus of the strategic plan includes operational activities. The Ministry of Health declared the Government will slaughter pigs infected with the virus H1N1. Para peneliti melakukan penelitian pada lebih dari 400 babi di 4 kota di Indonesia dan menemukan bahwa 50 babi mengandung virus. a new threat in Indonesia A recent research by University of Kobe. anggaran dan pelaksanaan alat-alat evaluasi berdasarkan standar nasional dan WHO. Tema dari pertemuan tersebut adalah “Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015”. ■ H W orld Malaria Day 2009 was celebrated on April 25. Sebagaimana babi dapat mengandung virus burung serta virus manusia. As pork can carry avian virus as well as human virus. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota dan pelaksana program multi-sektor serta pemangku kepentingan lainnya yang bekerja bersama-sama mengembangkan rencana strategis. jauh lebih berbahaya dibanding jenis yang saat ini sedang merajalela di Meksiko. They performed a research on more than 400 pigs in 4 States in Indonesia and found out that more than 50 pigs carried the virus.

NEWS BERITA Hari Perawat Internasional International Nurse Day Tim P2K/ HM team Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei dalam rangka mengingat semua kerja dan kontribusi penting perawat terhadap masyarakat. most of the students gathered on Tuesday 12 May. Setiap tahun. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran petugas kesehatan. Banda Aceh dan seluruh propinsi Aceh bergantung pada banyak fasilitas kesehatan dan perawat. limited access to medicine. Banda Aceh and the whole Aceh province count on many health facilities and nurses. Setelah pidato dari direktur. limited equipment. After the speeches. ICN prepares and distributes the International Nurses' Day Kit. serta dapat digunakan oleh perawat dimana saja. yang kita ketahui sebagai pencetus keperawatan modern. umumnya pelajar dari sekolah perawat ini berkumpul pada tanggal 12 Mei. In January 1974. who is widely considered as the founder of modern nursing. History of this event Sejarah peringatan hari perawat internasional Konsil Perawat Internasional (KPI) sudah memperingati hari perawat ini sejak tahun 1965. para pelajar turun ke jalan-jalan di Banda Aceh untuk menyebarkan alat-alat komunikasi (selebaran. for use by nurses everywhere. obat-obatan yang terbatas. International Nurse Day is celebrated every 12 May in order to remind all the valuable work and contribution nurses make to society. It is also an appropriate day to consider the challenges faced by health workers in developing countries such as Indonesia where health workers can face a lot of working constraints: exposure to infectious diseases. Each year. di Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan upacara yang dihadiri juga oleh direktur Rumah Sakit Jiwa. keputusan dibuat untuk memperingati hari perawat ini pada 12 Mei karena pada tanggal tersebut merupakan hari lahirnya Florence Nightingale. Pada januari 1974. Terdapat 5 sekolah perawat di Banda Aceh. 2009 in Rumah Sakit Jiwa for an official ceremony held by the hospital’s director. KPI mempersiapkan dan mendistribusikan peralatan hari perawat internasional. they raised people’s awareness on the importance the health workers play here. There are five nursing schools in Banda Aceh. This way. To celebrate this day. The kit contains educational and public information materials. ■ . posters) and flowers to people. poster) dan bunga kepada masyarakat. the students went in the streets of Banda Aceh to distribute communication tools (flyers. peralatan yang terbatas. The students were really glad to join this event to promote this medical career. Peralatan ini terdiri dari bahanbahan yang bersifat edukatif dan memberikan informasi kepada masyarakat. Untuk memperingati hari ini. Ini juga hari yang tepat untuk mengingat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tenaga-tenaga kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia yang tenaga kesehatannya dapat menghadapi banyak keterbatasan-keterbatasan kerja: paparan penyakit menular. the decision was made to celebrate the day on 12 May as it is the anniversary of the birth of Florence Nightingale. ■ 4 health messenger The International Council of Nurses (ICN) has celebrated this day since 1965.

EVENT PERISTIWA ACARA PEMBUKAAN PIDA The Opening Ceremony of PIDA Hasrati. It also facilitates the link between actors regarding the inclusion of people with disability. Informasi & Orientasi dan Penyebaran Informasi. Information & Orientation. Panitia Kegiatan dibentuk pada bulan Juli 2007 untuk meningkatkan partisipasi Organisasi Orang Cacat. The three main services provided by PIDA are: Resources & Facilities. Orang Cacat dan masya- Brief PIDA’s history The PIDA has been inaugurated on 21st September 2006. Apa itu PIDA? PIDA (Pusat Informasi Disable Aceh) merupakan pusat dan sumber informasi untuk orang-orang cacat. Sejarah Singkat PIDA PIDA dibentuk pada tanggal 21 September 2006. their family and any other persons or organization interested in the thematic of disability. An Activity Committee has been created in July 2007 in order to develop DPOs. Handicap International menyelenggarakan pembukaan PIDA. On 30 April 2009. Handicap International celebrated the opening of the PIDA.Erlinda Marlinda. What is the PIDA? The PIDA (Information Center for disabled acehnese people) is a center of resources and information on disability. PWDs and pembawa pesan kesehatan 5 . Kesempatan yang sangat baik sekali buat kita untuk mengingat kembali sejarah dan tujuan pusat informasi ini untuk orang-orang cacat. and a Dissemination of Information. It aims at providing access to different facilities and tools for Disabled People Organizations (DPOs) and disseminating information on disability amongst all actors in the community. PIDA bertujuan untuk memberikan akses terhadap berbagai fasilitas bagi Organisasi Orang-orang Cacat (OOC) dan penyebaran informasi tentang masalah orang-orang cacat kepada semua pihak dalam masyarakat. Fokus utama PIDA adalah untuk membantu Organisasi Orang Cacat (OOC) tetapi juga terbuka untuk semua orangorang cacat dan keluarganya dan bagi orang-orang yang tertarik dengan masalah kecacatan. The main focus of PIDA is to support DPOs but is open for all Persons With Disability (PWDs). Ada 3 layanan yan disediakan oleh PIDA yaitu Sumber Daya & Fasilitas. Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer . Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator .Organisasi ini juga memfasilitasi hubungan antar pihak yang berkaitan dengan inklusi orang cacat. It is a great opportunity to remind you the history and the goal of this information center for disabled people.Handicap International Pada tanggal 30 April 2009.

The Activity Committee selected the final name in September 2007. Pada awalnya. Residen Danubroto. Banda Aceh Telp: 0651 741 46 77 6 health messenger .EVENT PERISTIWA rakat dalam proses dan pemilihan kegiatan. Layanan yang tersedia Fasilitas yang disediakan oleh PIDA termasuk akses internet. PIDA diambil sebagai nama terakhir pada bulan Septemer 2007 setelah dipilih oleh panitia kegiatan. kursus komputer (pengenalan dan menggunakan komputer dengan JAWS. Good to remember: People With Disability have the right to accessible information. library. Lamlagang. ■ PIDA HASRATI: Staf penanggung jawab untuk peningkatan kepedulian dan penyadaran / Sensitization and Awareness Raising Officer Jl. computer courses (introduction and using computer with JAWS. ruang pertemuan. Tetapi nama ini tidak mencerminkan bahwa itu merupakan tempat pusat informasi orang-orang cacat. meeting room. kemudian Rakan (artinya persahabatan dalam bahasa Aceh). English and Sign Language courses will be organized later in the course of the year as it has been requested by the PIDA users. Samping Sonic Net. But this name was not reflecting that the place was an information center focusing on disability. Main activities The main activities developed by the PIDA are: For DPOs: ◗ Ease the coordination and collaboration between the different DPOs ◗ Facilitate seminars and trainings ◗ Ease the access to PIDA’s facilities to DPOs ◗ Support DPOs in advocating and lobbing local authorities at any level ◗ Raise DPOs awareness about their Human Rights and the Convention on the Rights of PWD For PWDs and their families not members of DPOs: ◗ Provide PWDs with a general information ◗ Promote PWDs right to accessible IT ◗ Raise PWDs and their family’s awareness on their Human Rights and the Convention on the rights of PWDs ◗ Inform PWDs about disability referral directory Kegiatan Utama Kegiatan utama yang dikembangkan oleh PIDA adalah: Untuk Organisasi Orang Cacat: ◗ Memudahkan koordinasi dan kerjasama antar Organisasi Orang Cacat ◗ Memfasilitai seminar dan pelatihan ◗ Memudahkan akses terhadap fasilitas PIDA oleh Organiasi Orang Cacat ◗ Membantu orang cacat dalam advokasi dan lobi pada pihak yang berwenang pada berbagai tingkatan ◗ Meningkatkan kesadaran orang cacat akan Hak Asasi dan Konvensi Hak Asasi orang cacat Untuk orang cacat dan keluarganya yang bukan anggota Organiasi Orang Cacat: ◗ Menyediakan informasi umum kepada orang cacat ◗ Mempromosikan hak orang cacat untuk mengakses IT ◗ Meningkatkan kesadaran orang-orang cacat beserta keluarganya tentang Hak Asasi mereka dan Konvensi Hak Asasi orang cacat ◗ Memberikan informasi kepada orang cacat tentang petunjuk rujukan Available services Penting untuk diingat: Orang-orang cacat mempunyai hak terhadap informasi yang mudah diakses. a software for blind people). nama yang digunakan adalah DIRC (Pusat Sumber Informasi Orang Cacat). followed by Rakan (friendship in Bahasa Aceh). kursus bahasa Inggris dan bahasa isyarat yang akan diatur pada tahun ini karena adanya permintaan dari para pengguna PIDA. ■ Facilities provided by the PIDA include internet access. At first. the name was Disability Information Resource Center. community participation in the process and the selection of activities. software untuk orang buta) perpustakaan.

it has been found that many facilities for clean water and sanitation such as public bathing. Ada 11 prinsip kebijakan dalam AMPL-BM seperti yang terdapat pada tabel berikut: 1. Focal Point Pokja AMPL. Mengapa harus berbasis masyarakat? Hal ini berdasarkan pengalaman. Why should the community be involved? According to the past experiences and surveys. AMPL-BM: Community Based Water Supply and Environmental Sanitation. washing facilities and latrines have been neglected (not optimally used then at last broken or being left). contohnya saja kita lihat betapa banyaknya fasilitas air bersih dan sanitasi seperti MCK yang menjadi monumen (tidak digunakan hingga rusak atau rusak kemudian ditinggalkan). It is because the constructions were not based on community needs and the community was not involved which led to a low sense of ownership of the facilities.Bappeda Provinsi Aceh/AMPL Working Group Focal Point. The water supply and environmental sanitation (AMPL in bahasa) working group of Aceh Province is a coordinating institution for the construction of integrated community-based water supply and environmental sanitation in order to achieve the Millenium Development Goals (MDGs).ZOOM LEBIH DEKAT Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat COMMUNITY-BASED WATER SUPPLY AND ENVIRONMENTAL SANITATION Marthunis Muhammad. AMPL-BM1 set up 11 policy principles as illustrated in the following table : pembawa pesan kesehatan 7 . Kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi Aceh merupakan sebuah wadah koordinasi pembangunan di sektor air minum dan penyehatan lingkungan secara terpadu dan menyeluruh yang berbasis masyarakat guna meraih tujuan pembangunan millennium. Hal ini disebabkan pembangunan yang tidak berdasarkan kebutuhan dan juga karena tidak melibatkan masyarakat sehingga rasa kepemilikan masyaraka akan fasilitas yang dibangun rendah. Bappeda Aceh Province.

What should the government do? For the local government of Aceh. AMPL-BM policy is more likely to be applied in the areas where there are still no service providers for water supply and enviromental sanitation. etc. Daerah tersebut terutama daerah perdesaan dimana mewakili sebagian besar wilayah Aceh. the government must create opportunities for the community to actively participate in the development of AMPL facilities where the community education and empowerment is the main priority. Relevansi penerapan kebijakan AMPL-BM? Kebijakan AMPL BM ini menjadi tidak realistis apabila diterapkan di dalam sebuah masyarakat yang telah mendapatkan akses fasilitas air minum dan sanitasi dari berbagai institusi yang sudah mapan seperti PDAM dan perusahaan pengolah sampah/limbah cair dan lain sebagainya. These areas are mainly villages (most of the Aceh province 8 health messenger . Therefore the role of the government is to fulfill the needs of the population with providing water supply and environmental sanitation facilities as well as to promote health and hygiene behaviours and education through communication. etc. Dilihat dari karakter geografis. campaigns.ZOOM LEBIH DEKAT Prinsip dalam Kebijakan AMPL-BM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Air Merupakan Benda Sosial dan Benda Ekonomi Policy principles of AMPL-BM Water is an economic and social good Pilihan yang Diinformasikan sebagai Dasar dalam Informed choice is the basis for demand-responsive approach Pendekatan Tanggap Kebutuhan Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Keberpihakan pada Masyarakat Miskin Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Akuntabilitas Proses Pembangunan Peran Pemerintah Sebagai Fasilitator Peran Aktif Masyarakat Pelayanan Optimal dan Tepat Sasaran Penerapan Prinsip Pemulihan Biaya Enviromentally-based development Health and hygiene behaviour education Poverty focus Active role of women in decision-making Accountability in the development process Government is a facilitator Active community participation Optimal and target-oriented service Application of the cost-recovery principle Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah? Dari sisi pemerintah daerah. Atas kenyataan ini pula. Karena itu tugas pemerintah adalah menciptakan kebutuhan atas fasilitas air minum dan penyehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi. kampanye. Pemerintah Aceh seharusnya mengambil perhatian lebih terhadap pelaksanaan kebijakan AMPL-BM ini. Active community involvement in this area is showed by the fee people pay for the related companies. pemerintah juga harus menciptakan sebuah peluang agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan fasilitas AMPL dimana penyiapan dan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama. Moreover. Is AMPL-BM policy relevant? The AMPL-BM policy is not efficient if it is applied in a community that already has access to sanitation and water supply facilities from well-structured institutions such as PDAM (state-owned water supply company) and solid/water waste treatment company. the national policy of AMPL-BM aims at socializing the change of the paradigm that the government is not a provider but more a facilitator regarding the development of water supply and environmental sanitation. kebijakan nasional AMPL-BM ini mensyaratkan perubahan paradigma bahwa pemerintah bukan penyedia tetapi lebih pada fasilitator pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan. Selain itu. Keterlibatan aktif masyarakat disini ditunjukkan dengan membayar jasa atau fee kepada institusi tersebut. pendidikan dan lain sebagainya. kebijakan AMPL-BM lebih cocok diterapkan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL.

Badan Pemberdayaan Masyarakat. ■ Penting untuk diingat: Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan berbasis masyarakat dilakukan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. Dinas Kesehatan. Good to remember: Water supply and environmental sanitation program is conducted in the areas where there are still not service providers for clean water and sanitation. Melalui pokja ini diharapkan lahir kesamaan visi dan keseragaman langkah dari semua pihak dalam rangka pemenuhan target MDGs di sektor AMPL. serta mengembangkan perekonomian masyarakat. menjaga lingkungan. To achieve the goal. Education on hygiene and health need to be improved. Dinas Koperasi dan UKM dan dinas/badan lainnya. the community needs to know how to take care of the environment and how to develop its economy. tidak cukup dengan hanya membangun fasilitas air bersih dan sanitasi oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya. Provincial Health Office. around 80% of the urban population and 60% of the rural population of aceh should have access to these vital needs. ■ Peran Pokja AMPL provinsi Aceh? Pokja ini adalah koordinator dari seluruh stakeholder pembangunan AMPL di Aceh. the Agency of Environmental Impacts Control. The contribution of public institutions is also needed: Provincial Ministry of Education. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. the Aceh government should pay more attention on the implementation of this AMPL-BM policy. community empowerment body. tetapi juga dibutuhkan membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Based on this reality. Artinya pada tahun 2015. yaitu mengurangi separuh penduduk Aceh yang belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang bersih dan sehat.ZOOM LEBIH DEKAT is composed of villages). constructing facilities through the Department of Bina Marga Cipta Karya (public construction) is not enough. Co-operative and Small Medium Enterprises Department. a common vision and action from all parties is expected in order to achieve the MDGs which is to halve the number of acehnese population who do not yet have access to clean sanitation and water supply. Through this working group. It means that in 2015. pembawa pesan kesehatan 9 . What is the role of AMPL working group in the Aceh province? This working group is the coordinator of all AMPL development stakeholders in Aceh. mempersiapkan masyarakat. Untuk mencapai target tersebut. sekitar 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk perdesaan mendapat akses tersebut. and other governmental bodies. Hal ini membutuhkan kontribusi peran dari Dinas Pendidikan.

as it is an original way to learn about water. 15 Nopember 2008. Korem 11 Lilawangsa. Joni Kapluk. hygiene dan sanitasi. karena ini merupakan cara yang inovatif untuk belajar tentang tentang air. Yusniar. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah Dunia yang bekerja untuk perbaikan fasilitas air minum & penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih & sehat di propinsi Aceh. Yusniar. a group of NGOs active in Aceh decided to raise people awareness on Water and Sanitation by handling a movie: EUMPANG BREUH. In the scope of the HM 11 on WatSan and in order to reach further more people. memutuskan untuk mendistribusikan DVD EUMPANG BREUH bersama dengan majalah ini pada fasilitas-fasilitas kesehatan.ZOOM LEBIH DEKAT EUMPANG BREUH Tim P2K/ HM team 2008 adalah tahun sanitasi internasional. This film is a collaboration of 14 international organizations in Aceh Province. AMI in collaboration with IOM. as well as hygiene behaviors in Aceh Province. on Saturday 15 November 2008. hygiene and sanitation. The most famous commedian group in Aceh has launched the Film at Sudirman Stadiom. sanitation and hygiene. You can find below the press release explaining the goals of this movie and a testimony of the famous local actor. AMI bekerjasama dengan IOM. Film ini merupakan salah satu upaya mendukung kampanye Pemerintah Daerah Propinsi Aceh untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Aceh akan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) 2015. 2008 was the International Year of Sanitation. Karena ruang lingkup P2K 11 adalah Watsan dan untuk mencapai lebih banyak masyarakat. sanitasi dan higienitas. Joni Kapluk. Joni Kapluk. sekelompok LSM yang aktif di Aceh memutuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap air dan sanitasi dengan membuat sebuah film: EUMPANG BREUH. ask the Aceh community to improve hygiene behaviors. On this occasion. mengajak masyarakat Aceh untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam film Empang Breuh edisi spesial bertema air. Pada kesempatan ini. Lhokseumawe. Korem 11 Liliwangsa. and to achieve the MDG 2015. This movie is a part of the efforts to support the government of Aceh Province’s campaign to improve the community’s awareness in good hygiene behaviors. and Red Cross which worked together to improve access to water. Film ini merupakan kolaborasi dari 14 organisasi internasional.The movie has been officially launched in November 2008. Haji Umar dan kawan-kawan dari kelompok lawak Eumpang Breuh. In the Eumpang Breuh special edition movie. themed on water. Film ini diluncurkan secara resmi pada November 2008. Anda dapat menemukan keterangan pres dibawah ini yang menjelaskan tujuan film ini dan pernyataan dari aktor lokal yang terkenal.Kelompok lawak paling terkenal di Aceh ini meluncurkan film di Lapangan Sudirman. UN agencies. decided to distribute the DVD of EUMPANG BREUH along with the magazine in the health facilities. pada hari Sabtu. environmental sanitation. 10 health messenger . Haji Umar and friends from the Eumpang Breuh commedian team. Joni Kapluk. Lhokseumawe.

and making community work to implement good hygiene behaviors. pembawa pesan kesehatan 11 . who are vulnerable to infectious diseases. and to create medicine for diarrhea from local ingredients within the house and its environment. In another scene. the actor also shows the right procedure to do wash hands with soap and gives several tips to make and to maintain the sanitation facilities at home. Di bagian lain. membangun fasilitas sanitasi seperti jamban. Joni Kapluk and friends show that poor sanitation facilities and defecation in open air could trigger the presence of diarrhea especially for children. It is expected that the movie will share some information and increase people’s knowledge on health and hygiene constructing sanitation facilities such as toilets. para aktor tersebut memperagakan cara mencuci tangan dengan sabun dan memberi berbagai tips untuk membuat dan merawat fasilitas sanitasi di rumah serta tips untuk membuat obat diare dari bahan-bahan yang mudah didapat di dalam rumah. Dalam film ini. Joni Kapluk dan kawan-kawan menunjukkan bahwa minimnya fasilitas sanitasi seperti toilet dan kebiasaan buang air sembarangan dapat memicu penyebaran penyakit diare yang terutama menjangkiti anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi. In this movie.ZOOM LEBIH DEKAT Diharapkan film ini dapat memberi informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan. dan melaksanakan gotong royong untuk menerapkan perilaku hidup bersih yang benar.

Save the Children dan Kelompok Kerja AMPL Provinsi Aceh. Palang Merah Spanyol. the Mentor Initiative. untuk mempercepat kemajuan pencapaian target MDGs 2015. Save the Children and Water & Environmental Sanitation Working Groups in Aceh Province. was done to support the Global Hand Washing Day on 15 October 2008. participated by children and their parents. competition. Care International. ■ The launching of WASH movie in Lhokseumawe and other cities in Aceh. Spanish Red Cross. quiz. yang didukung penuh oleh pemerintah provinsi Aceh dan 14 organizasi internasional tersebut.. Palang Merah Canada. He said that this film is different from their usual and commercial movies because the idea of this film is to target the whole community. to accelarate the progress toward MDGs 2015. He also admitted that by making this film. to reduce the number of people without water supply and improved sanitation facilities. It is a common project between NGOs which work together to produce it in order to entertain people but also to promote hygiene practises and health messages. Joni Kapluk juga mengakui bahwa dengan membuat film ini telah meningkatkan pengetahuannya akan air. kuis dan lomba mewarnai. Canadian Red Cross. HM team had the opportunity to interview Abdul Hadi (as Joni Kapluk in Eumpang Breuh). Mereka memutuskan untuk membuat film ini karena mereka percaya bahwa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang WatSan adalah sangat penting karena berhubungan erat dengan kesehatan. Palang Merah Irlandia. such as demonstration of handwashing with soap. Irish Red Cross. Palang Merah Amerika. Australian Red Cross. terdapat beberapa acara lain yang dilakukan. Indonesian Red Cross. and coloring competition. hygiene and sanitation. Di dalam event ini. Beliau mengatakan bahwa film ini berbeda dengan fillm-film komersial mereka lainnya karena idenya itu berasal dari LSM dan mereka bekerja sama untuk membuat film yang tidak hanya menarik untuk ditonton tetapi juga menyebarkan pesan-pesan kesehatan. Norwegian Red Cross. The year 2008 has been declared the International Year of Sanitation. 12 health messenger . Palang Merah Indonesia. supported by the Government and 14 international organizations in Aceh Province. UNICEF. Care International. ■ Tim HM mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abdul Hadi (sebagai Joni Kapluk dalam Eumpang Breuh) via telepon mengenai film ini. antara lain demonstrasi cuci tangan pakai sabun. Ke-14 organisasi yang telah bekerjasama dalam produksi film ini adalah IOM. IFRC. Palang Merah Norwegias. yaitu untuk mengurangi setengah dari populasi penduduk dunia yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik. The 14 organizations who worked together in the movie production are: IOM. American Red Cross. kompetisi. All the actors agreed to make this film because they believe that it is important to improve community’s knowledge towards WatSan which is closely related to health. During this event. Tahun 2008 telah ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi Internasional. several activities have been done. he has improved his knowledge on water. the Mentor Initiative. IFRC. hygiene dan sanitasi.Kegiatan Peluncuran Film WASH di Lhokseumawe dan kotakota lain di Aceh dilakukan sekaligus untuk mendukung pelaksanaan Hari Cuci Tangan Sedunia pada tanggal 15 Oktober 2008. UNICEF. yang diikuti oleh anak-anak dan orang tua mereka. Palang Merah Australia.

.

Bireuen. penyakit kulit dan mata. Ini menggambarkan bahwa kondisi masyarakat untuk mendapatkan air bersih masih rendah. Hasil survey dari National Demographic and Health Surveys (NDHS). Prevalensi diare digunakan sebagai indikator yang mewakili penyakit yang berkaitan langsung dengan air dan sanitasi.Kes/Seksi Penyehatan Lingkungan/Enviromental Health . Kelompok yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut adalah anak-anak dan penduduk lanjut usia. Main detected diseases are water and sanitationrelated diseases such as diarrhea. Cakupan air minum untuk provinsi Aceh tahun 2007 sebanyak 52% sedangkan cakupan air bersih dan sanitasi sebesar 51%.1% in 2003. Diarrhea prevalence is an indicator representing diseases that are directly related with water and sanitation. serta malaria.1% pada tahun 2003. SKM. Kondisi di atas terutama disebabkan oleh rendahnya akses terhadap air minum dan sanitasi dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. skin and eye diseases as well as malaria. SKM. Nagan Raya dan Aceh Jaya dengan target 325 desa. The most vulnerable groups prone to these diseases are children and the elderly. Bireuen. In 2007 in the Aceh province. Nagan Raya and Aceh Jaya districts and targeting 325 villages. only 52% of the population could access to drinking water and 51% could access to clean water and sanitation.Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/Provincial Health Office Aceh Province Penduduk pedesaan dan pinggiran perkotaan di Indonesia pada umumnya memiliki derajat kesehatan yang rendah. This shows that the condition of people in getting clean water is still low. Health Service of Aceh province has launched a program of healthy water and environment through community empowerment (funded by the Asian Development Bank). rural and suburban people in Indonesia have a low level of health. The result of National Demographic and Health Surveys (NDHS) indicates that the increase of diarrhea prevalence in children under five was quite significant: from 11% in 1993 to 12. Given this reality. sanitation and poor clean and healthy lifestyle. This program is conducted in 5 districts: Pidie.Kes dan Tharuddin.INTRODUCTION PENGANTAR PENGEMBANGAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI DEVELOPMENT OF WATER AND SANITATION FACILITIES Sijawati. cacingan. M. worms.Penyakit utama yang menyerang adalah penyakit yang berkaitan dengan air dan sanitasi. misalnya diare. menggambarkan terjadinya peningkatan prevalensi diare cukup signifikan pada balita dari tahun 1993 sebanyak 11% meningkat menjadi 12. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut. This program aims at improving the level of health and quality of life of people with low income in rural areas and suburbs with a community-based approach through: ◗ the provision of quality drinking water and sufficient sanitation facilities 14 health messenger . Aceh Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggiran perkotaan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui: ◗ penyediaan air minum yang berkualitas dan sarana sanitasi yang lebih memadai Generally. Dinkes provinsi Aceh melalui dana bantuan ADB melaksanakan program penyehatan air dan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan di 5 Kabupaten yaitu: Kabupaten Pidie. This condition is mainly due to the lack of access to drinking water. M. Aceh Utara.

Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Melalui Pemberdayaan Masyarakat di 5 Kabupaten tahun 2009 Table 1.INTRODUCTION PENGANTAR ◗ perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dan pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan Pelaksanaan program harus bertindak dengan berpedoman pada prinsip-prinsip partisipasi masyarakat. ■ Penting untuk diingat: Pengembangan sarana air bersih dan sanitasi harus berbasis masyarakat. transparansi. Tabel 1. desentralisasi dan berkelanjutan. Perkembangan pembangunan fisik Sarana Air Bersih dan Sanitasi hingga Februari 2009 di 5 kabupaten diatas dapat dilihat pada tabel 1. sensitif terhadap gender dan kemiskinan. decentralization and sustainability. ■ Good to remember: Development of clean water and sanitation should be through a community based approach. Peningkatan sarana air bersih dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat sangat efektif untuk di laksanakan di Provinsi Aceh. transparency. sensitiveness to gender and poverty.139 936 353 262 810 3.500 Well Sumur Bor 5 — 24 — 19 48 Artesian well PAH Jamban di sekolah Latrines at schools Jamban di Masyarakat Latrines in the community 93 73 60 — 6 56 — 12 38 — 5 12 — 29 3 93 125 169 ◗ the improvement of clean and healthy lifestyle and environment-related diseases prevention The implementation of this program should be done in accordance with community participation principles. pembawa pesan kesehatan 15 . Development of Clean Water and Sanitation Facilities through Community Empowerment in 5 districts in 2009 Kabupaten/SAB + Sanitasi Aceh Aceh Nagan Bireuen Pidie Total District / Clean Water+ Sanitation Utara Jaya Raya Facilities Perpipaan (Km) 38 21 54 42 5 160 Piping (Km) Hidran Umum 66 1 27 53 92 239 Public Hydrant Kran Umum 79 78 192 11 69 429 Public Tap Sumur Gali 1. karena kontribusi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program membuat masyarakat merasa memiliki sehingga timbul rasa ingin menjaga dan memelihara sarana tersebut untuk selanjutnya. The progress of physical development of clean WatSan facilities in February 2009 in the 5 targeted districts can be seen in Table 1. It is very effective in Aceh province to improve access to clean water and sanitation through community empowerment because the community contribution in planning and implementing the program can raise the community sense of ownership as they have to keep and maintain the facilities for a better future.

Faktor lingkungan memberikan pengaruh terbesar terhadap status kesehatan dimana ekosistem ikut berperan. Dalam upaya tetap sehat. Menurut UU No. 1974): environmental factors. and on the other hand. The environmental factors have the biggest influence on the health status as the ecosystem plays an important role. In general. 23 of the year 1992. Community’s health is influenced by 4 factors (H.OUR COUNTRY TANAH AIR INDONESIA SEHAT 2010 Healthy Indonesia 2010 dr. 1974).H. The community’s conditions of life do not all fulfill healthy conditions. air minum dan jamban keluarga yang belum memenuhi syarat kesehatan. health services factor. faktor sarana pelayanan kesehatan. maka banyak faktor yang harus diperhatikan. yaitu : faktor lingkungan. sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. many factors have to be considered. MPH. Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor (H. faktor perilaku dan genetik. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. mencegah resiko terjadinya penyakit. thus the optimal level of health could be obtained. “health is a prosperous state of physical. PKK/ Bagian IKK/IKM FK Unsyiah/ Public Health Dept Medical Faculty Unsyiah Pembangunan kesehatan bertujuan antara lain untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap warganegara. 16 health messenger . the non-infectious diseases are increasingly growing. mental and social well being that enables a person to live productively in social and economic terms”. drinking water and latrines which do not match the health standard. Now. the infectious diseases are related to the low-level of hygiene and sanitation of the community. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. 23 Tahun 1992. Keadaan masyarakat saat ini belum semuanya memenuhi persyaratan.L Blum. Sedangkan lingkungan yang diharapkan adalah Good to remember: Healthy Indonesia 2010 aims at up-bringing the healthy and environmental behaviors of the community that have health impacts. the development of health is focusing on the paradigm of Healthy Indonesia 2010. to prevent the risk and protecting themselves from the threats of illnesses as Penting untuk diingat: Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang sehat dan lingkungan yang berwawasan kesehatan. According to the law No. jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”.“kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Pembangunan kesehatan sekarang berorientasi pada paradigma sehat tahun 2010. One of the goals of the health development aims at achieving healthy living capacity for all citizens. Penyakit menular umumnya berkaitan dengan rendahnya hygiene dan sanitasi masyarakat. The causes of infectious diseases cannot be entirely overcome. Penyebab penyakit menular belum semuanya dapat diatasi. In the effort to remain healthy. T. behavior and genetic factors.dipihak lain penyakit tidak menular juga semakin meningkat.L Blum. Zein. people are expected to be proactive to keep and increase the level of health. To reach this goal. Makmur Mohd.

tersedianya air bersih.1 Healthy Indonesia 2010 is determined by the achievement of health development in each province and each district.5 >85 <1 yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi.1 Indonesia sehat 2010 ini ditentukan oleh pencapaian pembangunan kesehatan setiap propinsi dan kabupaten. In order to reach this. Untuk itu. In addition. Setiap propinsi harus mengadopsi indikator yang digunakan untuk menilai Indonesia Sehat 2010 sesuai dengan keadaan lingkungan daerah masing-masing. it is related with the environment and healthy behaviour which need the community awareness to be better in the future. This program does not belongs to the department of health only but also belong to the whole population of Indonesia. Ditambah lagi. perumahan dan pemukiman yang sehat. In fact. the commitment and cooperation from various sectors especially from the community is required. let us together implement these purposes in the everyday’s life to achieve Healthy Indonesia 2010. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa. ■ 1. Indonesia Sehat 2010. The achievement of these targets will be monitored every year and will be evaluated later in the year 2010. regional plans that have healthy concept as well as the realization of the “help each other” community by keeping the values of the culture. sanitasi lingkungan yang memadai. Jakarta.000 penduduk/Dengue disease rate per 100. marilah sama-sama kita wujudkan tujuan ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. housing and healthy infrastructures. Program ini bukan milik departemen kesehatan semata.OUR COUNTRY TANAH AIR Parameter kesehatan yag harus dicapai pada “Indonesia Sehat 2010” Health parameters to be achieved for “Healthy Indonesia 2010” No Parameter/Parameters Indikator Indicators 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Umur harapan hidup (tahun)/Life expectancy rate at birth (years) Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup/Infant mortality rate per 1000 births Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup (kematian anak dibawah 5 tahun) Child mortality rate per 1000 births (probability of dying under 5 year old) Angka kematian akibat penumonia per 1000 anak/Pneumonia mortality rate per 1000 children Angka kematian balita akibat diare per 1000 anak/Diarrhea mortality rate per 1000 children under 5 years old Angka kematian ibu per 1000 kelahiran hidup/Maternal mortality rate per 100. Whereas the expected environment is the conducive environment in order to attain the healthy situation of pollution-free.000 penduduk/Leprosy (malaria) disease rate per 1000 inhabitants Angka kesembuhan tuberkulosis per 1000 penduduk/Tuberculosis recovery rate per 1000 inhabitants Angka HIV/AIDS (%) per kelompok resiko tinggi/HIV/AIDS rate (%) per high risk groups 70 40 58 2 1 150 <1 0. karena tahun 2010 sudah didepan mata. adequate environmental sanitation. Depkes RI. the availability of clean water. pembawa pesan kesehatan 17 . akan tetapi milik semua bangsa Indonesia. ini menyangkut lingkungan dan perilaku sehat yang memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk berubah kearah yang lebih baik. April 1999.000 life births Angka penyakit dengue per 100. ■ well as actively participating in community health movements. Untuk mencapai target ini diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak terutama masyarakat luas. the deadline of 2010 is already very close. Every province has to adopt the indicators used in order to match the principles of Healthy Indonesia 2010 according to the state of the regional environment.000 inhabitants Angka penyakit kusta (malaria) per 100. Pencapaian target-target ini dipantau setiap tahun dan dievaluasi pada tahun 2010 nanti.

Sekolah sasarannya adalah: SMP 4 & 9. hal tersebut perlu sekali untuk dipromosikan dan diajarkan.HYGIENE EDUCATION .FROM THE FIELD DARI LAPANGAN WAWANCARA INTERVIEW YOPIE PANGKEY PETUGAS SANITASI AIR-PENDIDIKAN HYGIENE . Tim P2K/ HM team Air dan Sanitasi sangat berhubungan erat dengan kebersihan dan kesehatan. Palang Merah Irlandia memulai Program Promosi Kebersihannya setelah tsunami di barak-barak sementara. the community 18 health messenger . they attend my training during more or less one week (depending on their needs). it needs to be promoted and taught. salah seorang petugas Watsan Palang Merah Irlandia yang bertanggung jawab untuk pendidikan kebersihan dalam masyarakat dan sekolah. Yopie has been working with IRC since 2006. pihak yang berwenang dari sekolah dan pelajar. SMA 7 and SMP 13. he currently works with community members. saat ini dia bekerja dengan anggota masyarakat. melalui pencegahan dan pendidikan masyarakat dan anak-anak sekolah. sebuah permasalahan pendidikan. Hygiene promotion. Once selected. Sikap dan Perilaku) yang menjadi dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka: apa yang mereka yang ketahui dan apa yang mereka tidak ketahui tentang kesehatan. Water and Sanitation is deeply linked to hygiene and health. mengevaluasi kebutuhan mereka melalui survey KAP (Pengetahuan. Lampineung dan Lheut) yang mewakili lebih dari 5500 penerima manfaat proyek. HM Team met Yopie Pangkey. through the prevention and the education of the communities and schooled children. a matter of education. SMA 7 dan SMP 13. Sebagai pendidik kebersihan. There are also four operational villages (Deah Mamplam. evaluate their needs through a knowledge. Ketika terpilih. I use a lot of communication tools HM: Bagaimana cara kerjanya? YP: Pertama-tama. mereka mengikuti pelatihan saya selama lebih atau kurang satu minggu (tergan- HM: How does it work? YP: First of all. Kami mempelajari proposal mereka. The three targeted schools are: SMP 4 & 9. I identify the community key members: the persons who are motivated to attend training and complete activities on a voluntary basis (can be a difficulty or a constraint). Ada juga 4 desa operasional (Deah Mamplam. Yopie telah bekerja dengan IRC sejak tahun 2006. As a hygiene educator. masyarakat atau sekolah mengirimkan permintaan mereka. Labuy. school authorities and students. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebersihan.IRISH RED CROSS Promosi kebersihan. The Irish Red Cross started the Hygiene Promotion Program after the tsunami in temporary shelters. Lampineung and Lheut) which represent more than 5500 project beneficiaries. We assess their proposal. attitude and practices (KAP) survey which is a baseline to establish their level of knowledge: what do they know. they do not know about health. In order to increase people knowledge on hygiene. one of the Irish Red Cross WatSan Officer who is responsible for Hygiene Education in communities and schools. HM: What is your main responsibility? YP: My task is to provide the community with training to increase the level of knowledge but also to reduce the incidence of diarrhea. Tim P2K bertemu dengan Yopie Pangkey. HM: Apa tanggung jawab utama anda? YP: Tugas saya adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tetapi juga untuk mengurangi angka diare. or the school send their request.PALANG MERAH IRLANDIA WATSAN OFFICER . Labuy. kebersihan dan sanitasi? Kemudian saya mencari anggota masyarakat yang penting yaitu orang-orang yang tertarik untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan secara penuh secara sukarela (bisa saja menjadi kesulitan atau keterbatasan). hygiene and sanitation? Then.

Community Hygiene Promoters. (posters. use of footwear. tangki penyimpanan air dan perlengkapan kebersihan dalam rumah tangga sebagai suatu paket / Organization of a campaign in the village through the school for adoption of water points. teachers. saya meyakinkan bahwa mereka memunyai tingkat pendidikan yang mencukupi untuk menyebarkan pesan kebersihan dan melakukan kegiatan promosi kesehatan untuk seluruh masyarakat. memakai alas kaki. but I must admit that women are more receptive. In a school for example. orang tua dan anggota masyarakat / Baseline survey of the school: participatory needs assessment involving students. Motivasi dari anggota komite sekolah. For the monitoring we do another periodic KAP survey. It is our main measuring tool. Pengaruh dan efesiensi kelompok tersebut akan dipantau. Setelah pelatihan ini. 4 5 6 7 tung kebutuhan mereka). Sanitation and Hygiene and seeking participation. saya akan menggunakan metoda CHAST yang lebih diadaptasikan untuk anak-anak. lubang air area. planting trees and maintaining the sanitary block properly with their own contribution. ini berhasil karena di dalam masyarakat saya bekerja. mencuci tangan. kebersihan kakus. parents and community members. The impacts and the efficiency of the group will be monitored. Diantara anggota masyarakat kami mencari petugas kesehatan karena mereka telah mengetahui dasar-dasar ilmu kesehatan dan kebersihan. safe disposal of waste. Saya menggunakan banyak sekali alat komunikasi (poster. After this training. bebas rokok. Pembentukan klub kesehatan sekolah untuk membahas. tetapi sesuai dengan pengalaman saya. HM: Apakah program ini berhasil? YP: ya. HM: What is the profile of the groups you work with? YP: I work with all gender. but according to my experience. satu kali pelatihan PHAST tidak mencukupi. The training method also depends on the community itself. I will use a CHAST method more adapted to children. tempat sampah. Merubah kebisaan masyarakat merupakan proses yang panjang. one PHAST training is not enough. Itu merupakan alat ukur utama kami. selebaran. bertanggung jawab dan ikut serta dalam penyediaan air dan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah dan juga menjaganya / Formation of school health clubs to discuss. Changing the attitude of a community is a long process. water storage tank and other sanitary provisions in the household as a package. Untuk pemantauan kita melakukan survey KAP berkala lainnya.. non smoking area. cara membuang sampah yang benar. Metoda pelatihan juga tergantung pada masyarakat itu sendiri.) dan mengajarkan mereka pesan-pesan penting dan metode-metode pengajaran. sanitary latrines. Mereka bisa menjadi komunikator yang baik karena mereka barangkali telah mempunyai kebiasaan pelatihan semacam ini. Pelatihan dan orientasi masyarakat dan kelompok orang tua seperti Komite Manajemen dan Promotor Kebersihan Masyarakat / Training and orientation of community and parent groups such as Management Committees. Di sekolah sebagai contoh. They can be good communicators as they may have the habit of this kind of training.. guru. leaflets…) and deliver them important messages and pedagogical tools. take responsibility and participate in making provision of water and sanitation facilities in the schools as well as to maintain these facilities. pembawa pesan kesehatan 19 . HM: Apa gambaran kelompok yang bekerja sama dengan anda? YP: Saya bekerja dengan semua gender. penanaman pohon dan menjaga fasilitas sanitasi dengan tepat dengan konstribusi mereka sendiri / Motivation of the school committee members. Sanitasi dan Kebersihan dan mencari partisipasi / School awareness / IEC: about School Water Supply. pengawasan air dan makanan / Health and Hygiene Education Activities among school children on use of water and toilets hand washing. students and the public to improve the school environment with fencing. garbage pit. tetap saya harus mengakui bahwa perempuan lebih mudah menerima. pelajar dan masyarakat umum untuk memperbaiki lingkungan sekolah dengan pembangunan pagar. soakage pit. I make sure they have a sufficient level of knowledge to spread hygiene messages and conduct health promotion activities in the whole community. Kesehatan dan Kegiatan Pendidikan Kebersihan untuk anak-anak sekolah tentang penggunaan air dan jamban. Among the community members we are looking for health workers as they already know the basics of health and hygiene. Organisasi kampanye di desa melalui sekolah untuk pemakaian air.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Langkah-langkah Proyek Watsan di sekolah/The Step s of Watsan project in school : 1 2 3 Survey dasar sekolah: melalui partcipatory needs assessment yang melibatkan pelajar. Kesadaran sekolah/ IEC: tentang Suplai Air ke Sekolah. water and food handling.

shallow wells. HM: Your goals and expectations? YP: Many things remain to be done but my personal and professional expectations are: . it is successful as in the community I work with. now they use it the right way. Thanks to the training and patience. They are key community members. HM: What are the main changes since 2006? YP: We work closely with INGOs and local NGOs. jamban. mereka mengetahui arti dari pencegahan diare dan kadang-kadang mereka akan menceritakan kepada anda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak dukungan. tidak ada wabah diare. water distribution system.Terima kasih untuk pelatihan dan kesabarannya. chatting with people about health. no diarrhea outbreaks have been noticed. 20 health messenger . Lebih lanjut. HM: Tujuan dan pengharapan anda? YP: Banyak hal yang masih harus dilakukan tetapi harapan pribadi dan profesional saya adalah: -Peningkatan akses terhadap air minum yang aman dan peningkatan sanitasi dalam dua puluh tahun mendatang -Penurunan angka kejadian penyakit yang disebarkan melalui air -Memperdayakan masyarakat melalui peningkatan kemampuan seperti pelatihan dan bantuan alat-alat -Komunikasi efektif akan dilakukan untuk mencari jalan keluar dan solusinya bila ditemukan adanya masalah. Good to remember: Health workers should communicate hygiene promotion messages. latrines.Community empowerment through capacity building such as trainings and support with tools . .FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus menyampaikan pesan-pesan promosi kebersihan.sistem distribusi air. ■ Terimakasih kepada Moris Monson (Delegasi Watsan/Kontruksi) atas bantuannya dalam wawancara/ Thanks to Moris Monson (Watsan / Construction delegate) for his help in handling the interview. Mereka adalah anggota masyarakat yang penting. Mereka ingin sekali untuk belajar lebih lanjut dan menjadi penyebar tentang perilaku kebersihan yang baik. berbicara dengan masyarakat tentang kesehatan. sekarang mereka menggunakan fasilitas ini dengan cara yang benar. HM: Is it successful? YP: Yes.sumur dangkal. they know the means of preventing diarrhea and sometimes they will tell you they need more support. They are eager to learn more and to be the vectors of hygiene good practises.Improved access to safe drinking water and improved sanitation in the next twenty years.Mitigation of water borne diseases . Moreover.Handing over and exit with effective communication systems in place of problem identification and solutions. ■ HM: Apa perubahan utama sejak tahun 2006? YP: Kita bekerja erat sekali dengan LSM internasional dan LSM lokal. Many of them have built facilities. Kebanyakan dari mereka telah membangun fasilitas.

286 kasus baru). pembawa pesan kesehatan 21 . 18% are due to diarrhea. out of 161. data from Bureau of Satistics (BPS) showed that only 60 % of households in Indonesia had facilities for waste management. in 2006 alone 62. and it is the second most common disease affecting people of Aceh after influenza (178. 41% do not have septic tank. which is to halve the population who cannot access to good sanitation by 2015. hanya 55% orang Indonesia yang terjangkau oleh fasilitas sanitasi yang baik. Di Indonesia. and this data is far from reaching the target of MDGs (Millenium Development Goals) in 2015. dari 161.091 diarrhea cases were found in all Puskesmas all over Aceh Province. WHO mentioned that 17% of children under five’s mortality all over the world is commonly caused by diarrhea. sampai dengan tahun 2004. In Indonesia. Menurut data Dinkes Aceh. Di Indonesia. In 2006. it was estimated that 2. including 980 million of children aged under 18 still needed access to good sanitation. even though more than 1. yaitu mengurangi setengah dari populasi penduduk yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik pada tahun 2015. termasuk 980 juta anak-anak dibawah usia 18 tahun masih membutuhkan akses ke sanitasi yang baik.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN Membangun Air. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak-anak. Sanitasi & Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aceh HAND WASHING WITH SOAP Kris Cahyanto.6 billion people. pada tahun 2006 saja ditemukan sekitar 62. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle are important keys for life sustainability and children’s growth. Dalam kurun waktu 1990 .091 kasus diare di Puskesmas di seluruh propinsi Aceh. In Indonesia.2004. whose quality as drinking water could not be guaranteed.38% dari kepala keluarga di Indonesia yang memiliki sarana pengelolaan sampah skala rumah tangga.000 children under five died in 2005.2 milyar telah memiliki akses ke sanitasi yang baik. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya 60. Sanitation. Between 1990 and 2004. dan angka ini tidak memadai untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs/Tujuan Pembangunan Millennium) pada tahun 2015.286 new cases).2 billion people already have access to good sanitation.40.67% dari rumah tangga tidak memiliki sarana tangki septik dan 77. and 77% get water from another source than PDAM. yang kurang terjamin kelayakannya sebagai air minum.2% keluarga mendapatkan sumber air selain PDAM. diperkirakan sekitar 2. Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air yang layak. Clean water. UNICEF Banda Aceh Building Water. According to the data from Provincial Health Office (PHO) of Aceh. meskipun lebih dari 1.000 kematian anak balita pada tahun 2005. until 2004 there were only 55% of the population who were able to access good sanitation. Spesialis WASH/WASH Specialist. 18% diantaranya disebabkan oleh diare. WHO menyebutkan bahwa 17% kematian anak balita di seluruh dunia pada umumnya disebabkan oleh diare. dan merupakan penyakit umum kedua yang menyerang masyarakat Aceh setelah influenza (178.6 milyar orang.

especially those that particularly affect children such as diarrhea ◗ Improvement of water facilities and good sanitation will bring positive impact on economic growth and poverty reduction: a reduction of the risk of diseases leads to a reduction of the medication expenses and improves productivity and helps the economic growth 22 health messenger . and only 19% get water from the urban running water service. but only 38% of population have good home sewerage system. Berikut adalah pentingnya kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun: ◗ Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup ◗ Mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak-anak setiap tahunnya ◗ Waktu-waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun adalah sebelum makan. The importance of hand washing with soap: ◗ Hand washing with water only is not enough ◗ Hand washing with soap could prevent diseases that can cause millions of children deaths every year ◗ Critical time for hand washing with soap is: before eating. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah selalu mencuci tangan dengan sabun. after defecating. Research conducted by UNICEF showed that hygiene and healthy lifestyle are important keys for children’s growth and health. before feeding babies/toddlers.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT In Aceh Province.36% penduduk yang memiliki tempat pengolahan air limbah dalam skala rumah tangga.24% dari penduduk mendapatkan air minum dari Sumur Gali. membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah/limbah dengan baik. Salah satu kunci utama untuk mencapai target pembangunan MDG adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. It starts with always washing hands with soap. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti mampu mengurangi resiko penyakit diare pada anak-anak sebesar 44%. One of the main key to achieve the MDGs is to improve hygiene and healthy lifestyle. after touching animals and after outdoor activities ◗ Hand washing with soap is the most cost-effective healthy intervention ◗ Promoting hand washing with soap needs a social marketing approach focus on the target/actor and the motivation of each individual to do hand washing with soap Cuci Tangan Pakai Sabun Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci utama untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak balita. dan hanya 19. setelah memegang binatang peliharaan dan setelah melakukan aktivitas lapangan Prepare the Future Water. as well as hygiene and healthy lifestyle could reduce our vulnerability towards various diseases and prepare our children to have a better future. sebelum menyuapi balita. Hand Washing with Soap Penyebab kematian Balita/Causes of mortality of Children under five (Sumber/Source WHO).41% yang mendapatkan air dari pelayanan perpipaan kota. kurang lebih 67. by hand washing with soap. ◗ Safe water. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle will prevent the transmission of infectious diseases. Hand washing with soap is proven to reduce by 44% the risk of diarrhea in children. Di Provinsi Aceh. not littering stop defecating in inappropriate places and have good waste management. antara lain mencuci tangan pakai sabun. Laporan lain menunjukkan bahwa 68.54% penduduk telah mempunyai fasilitas jamban di rumahnya. approximately 67% of the population get water from digging well. setelah Buang Air Besar (BAB). dan hanya 38. menghentikan praktek BAB sembarangan. sanitation. Other research mentioned that 68.5% of the population have toilet facilities at home.

karena mengurangi resiko terkena penyakit sehingga mengurangi biaya pengobatan. water and sanitation in the place where they live by promoting the hygiene and healthy lifestyle. we can support the government and community to ensure they provide good services and build sanitation facilities for community. Sanitation & Hygiene (WASH). serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita di kemudian hari. Sanitasi & Hygiene Semua orang dapat menjadi pahlawan air. hygiene and healthy lifestyle will support the social development. dapat menghubungi For further information on Water. WASH Specialist. Banda Aceh 23243 Telp/Phone: (0651) 40004 pesawat/ext 322. please contact Kris Cahyanto.org Pahlawan di bidang Air. Water and Sanitation Everybody can be a hero on hygiene. ◗ Air yang aman. Masdjid Sadaqah No. Email: bkriscahyanto@unicef. sanitasi & hygiene di lingkungan tempat tinggal mereka dengan mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. UNICEF Banda Aceh Jl. Bersama-sama kita bisa membantu pihak Pemerintah dan masyarakat untuk memastikan mereka memberikan pelayanan yang baik dan membangun fasilitas sanitasi bagi masyarakat. sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi kerentanan kita terhadap berbagai penyakit dan mempersiapkan anak-anak kita untuk masa depan yang lebih baik Penurunan angka kesakitan akibat diare dengan melakukan tindakan hygiene dan sanitasi yang baik/Reduction of diarrhea morbidity by conducting good hygiene and sanitation. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat akan mencegah penularan penyakit infeksi. Schools equipped with clean water and good sanitation will be a motivation for children to go to school ◗ Water supply and good sanitation will support the quality of the environment and keep the natural resources in long term period Heroes on Good Hygiene. ■ Untuk informasi lebih lanjut mengenai Water. and also to prepare better future for our children. Together. meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi ◗ Air & sanitasi yang baik.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT ◗ Cuci Tangan Pakai Sabun adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective” ◗ Untuk meningkatkan Cuci Tangan Pakai Sabun memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang terfokus pada si pencuci tangan dan motivasi masingmasing yang mendorongnya untuk Cuci Tangan Pakai Sabun Menyiapkan Masa Depan Air. didukung dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan mendorong perkembangan sosial. terutama yang mudah menyerang anak-anak seperti diare ◗ Perbaikan terhadap kondisi fasilitas air dan sanitasi yang baik akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan. Sanitation & Hygiene (WASH). ■ pembawa pesan kesehatan 23 . 2. Sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas air bersih dan sanitasi yang baik akan mendorong anak-anak untuk lebih rajin ke sekolah ◗ Ketersedian air dan fasilitas sanitasi yang layak membantu menjaga kualitas lingkungan dan menjamin ketersediaan sumber daya alam dalam waktu yang panjang ◗ Safe water and sanitation. Lamlagang.

The SRC health project. Moreover. Kegiatan peningkatan Air dan Sanitasi ini merupakan bagian dari kegiatan program kesehatan ibu dan anak. the Ministry of Health (MOH) and the private sector. Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss Cabang Sigli/Swiss Red Cross Sigli Health Project Palang Merah Swiss (SRC). masyarakat juga digerakkan untuk membentuk panitia Desa Siaga yang digalakkan oleh Departemen Kesehatan untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak.yang didanai oleh Swiss Solidarity. funded by Swiss Solidarity. Ensuring enhanced WatSan access (consumption of drinkable water) is essential for community health and in particular for maternal and child health. infants and children 24 health messenger . Jaminan akses terhadap Air dan Sanitasi (konsumsi air yang layak diminum) merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan terutama bagi kesehatan ibu dan anak. berusaha meningkatkan fasilitas Air dan Sanitasi di 15 desa di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan cara bekerja sama secara erat dengan kelompok masyarakat dan juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT Air dan Sanitasi: Suatu joint venture Water and Sanitation: a joint venture Manuela Peters.Wanita hamil perlu banyak minum air yang layak untuk menjamin cairan ibu dan janin dapat berganti secara terus menerus. private sector and community in Desa Siaga. PMI. bekerja sama dengan Depkes. While village maternal health clinics with delivery rooms are constructed in the largely conflict affected communities and village midwives are trained in improved delivery methods and integrated management of childhood illnesses. Departemen Kesehatan serta sektor swasta. sama halnya dengan ibu-ibu yang menyusui juga The Swiss Red Cross (SRC). The WatSan activities are integrated to the Maternal and Child Health’project activities. in collaboration with MoH. Program Kesehatan SRC. Sementara klinik kesehatan ibu di desa dengan fasilitas ruang melahirkan dibangun di masyarakat yang sebagian besar terkena dampak konflik dan bidan desa dilatih mengenai metode asuhan persalinan normal dan manajemen terpadu balita sakit. Pregnant women need to drink plenty of drinkable water to ensure that fetal-maternal fluids are continuously exchanged. communities are mobilized to establish Desa Siaga (Alert Villages) committees promoted by the MOH to respond to maternal and child health needs. sektor swasta dan masyarakat di Desa Siaga untuk meningkatkan fasilitas air dan sanitasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap air dan sanitasi untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. is enhancing WatSan in 15 communities in Pidie and Pidie Jaya Districts by working closely with the communities and in coordination with the Indonesian Red Cross (PMI). PMI. works to improve watsan facilities and enhance community’s knowledge towards watsan in order to respond maternal and children’s health need. as do breast-feeding women to ensure milk production.

masalah kebersihan dipromosikan di sekolahsekolah oleh para relawan PMI dan promosi kebersihan kepada penduduk dilaksanakan oleh anggota Desa Siaga. health programs are broadcasted on radio. bayi dan anak-anak yang menderita diare harus dianjurkan untuk minum oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT perlu banyak minum untuk menjamin produksi air susu ibu. maka program-program kesehatan disiarkan melalui radio. Pelatihan anggota Desa Siaga terdiri dari: ◗ Bagaimana mempersiapkan air yang layak minum dan oralit ◗ Bagaimana mencegah penularan penyakit-penyakit yang disebarkan melalui air dengan cara berperilaku hidup bersih baik individual maupun keluarga ◗ Bagaimana membangun jamban keluarga Good to remember: Alert village committee aims at responding maternal and children’s health needs. hygiene is promoted at schools by PMI volunteers and household hygiene promotions are conducted by trained Desa Siaga members. that have diarrhea must be encouraged to replace lost fluids ideally by drinking ORS. how to maintain wells. easyto-read sheets and distributed to each household containing the information of how to build latrines. Demikian pula. Untuk mendorong respon masyarakat terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi. Pesan-pesan kunci yang berisi informasi: pembawa pesan kesehatan 25 . Trainings of the Desa Siaga members consist of: ◗ How to prepare drinkable water and ORS ◗ How to avoid waterborne diseases through personal and household hygiene practices ◗ How to construct household latrines Personal hygiene and the correct use of latrines are essential to break the faecal-oral route of infections causing diarrhea and other diseases that affect infants and children particularly. Kebersihan pribadi dan penggunaan jamban yang benar adalah hal yang sangat penting untuk memutuskan rantai penularan faecal-oral yang dapat menyebabkan diare dan penyakit-penyakit lainnya terutama yang menyerang bayi dan anak-anak. To enhance the communities’ response to WatSan needs. The key messages are laminated on colorful. Penting untuk diingat: Komite Desa Siaga bertujuan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan kesehatan ibu dan anak. etc.

PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT bagaimana cara membangun jamban. Pekerjaan para tukang bangunan dimonitor oleh proyek ini setiap hari dan demikian pula Depkes secara aktif mengajak anggota masyarakat. actively integrating the household members. Together with the PMI and the MOH. proyek ini mengadakan pertemuanpertemuan dengan masyarakat untuk merencanakan dan mempersiapkan kegiatan Air dan Sanitasi. Desa Siaga committees assist in identifying of the vulnerable households for well rehabilitation and the sites for public latrines constructions. The works of the constructors are monitored on a daily basis by the project and the MOH vis-à-vis. the SRC Health Project is constructing public latrines and rehabilitating wells to MOH standards for the most vulnerable households in the communities. Bersama dengan PMI dan Depkes. Respon Proyek Kesehatan SRC terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi merupakan joint venture yang merangkul masyarakat dan bekerjasama secara erat dengan PMI. The SRC Health Project’s response to the WatSan needs of communities is therefore a joint venture that embraces the communities and works in close cooperation with the PMI. particularly in case of diarrhea. and a formal village agreement including all the partakers is made. ■ 26 health messenger . bagaimana merawat sumur dan informasi lainnya dilaminating pada kertas berwarna yang mudah dibaca dan disebarluaskan pada setiap keluarga. air seni dan pembuangan kotoran. Pemahaman bahwa tubuh terdiri dari 60 70% cairan membantu anggota Desa Siaga untuk menghargai kebutuhan tubuh akan cairan yang telah hilang lewat keringat. Apa tujuan dari pelatihan ini? Dengan adanya pelatihan tersebut para peserta Desa Siaga dapat lebih mendalami masalah-masalah Air dan Sanitasi dan sekaligus memberikan pandangan bagi para fasilitator mengenai kebiasaankebiasaan terhadap Air dan Sanitasi yang ditemukan didalam masyarakat. Public latrines should ensure gender equality of use. Jamban umum yang dibangun harus menjamin kesetaraan gender dalam penggunaannya dan untuk itu telah dibuat suatu kesepakatan desa secara formal termasuk pihak-pihak yang ikut ambil bagian. Sehubungan dengan hal tersebut Proyek Kesehatan SRC saat ini membangun jamban-jamban umum dan merehabilitasi sumur-sumur sesuai dengan standar Depkes bagi keluargakeluarga yang paling rentan dalam masyarakat. the MOH and the public sector. It has proven to be successful in mitigating problems with the contractors and the communities and towards enhancing the household members’ sense of ownership. Correspondingly. Hal ini terbukti berhasil dalam mengurangi masalah dengan para pekerja bangunan dan masyarakat dan menumbuhkan rasa kepemilikan anggota masyarakat. Komite Desa Siaga membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang rentan untuk mendapatkan rehabilitasi sumur dan lokasi-lokasi untuk pembangunan jamban umum.terutama pada kasus diare. the project holds meetings with the communities to plan and prepare the WatSan activities. Understanding that the body is made of 60 to 70 % of fluids helps the Desa Siaga members to appreciate the need to replenish the body of fluids lost through perspiration. Depkes dan sektor publik. ■ What is the goal of the training? The trainings allow the Desa Siaga participants to explore WatSan issues and give the facilitators insight on common WatSan practices found in the communities. urination and defecation.

Dermatitis kontak merupakan kasus kedua tersering diantara kasus-kasus dermatitis dan sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak. disertai skuama.KK . Definisi Ada 2 tipe dermatitis kontak: ◗ Dermatitis kontak iritan: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan iritan ◗ Dermatitis kontak alergika: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan alergen DERMATITIS Contact dermatitis is a non-infectious inflammation of the skin caused by a skin exposure to an external substance (not by inhalation or oral). bird feces etc. For acute cases. dapat dijumpai vesikel dan pustule bila disertai Symptoms and clinical signs Symptoms of allergic contact dermatitis are not different from other dermatitis: itchiness followed by red spots (macular erythema with unclear boundary) or red stains (papular erythema). dr. we may find vesicles and pustules along with secondary infection. Demikian juga bahan-bahan yang dapat menyebabkan timbulnya dermatitis kontak iritan seperti bahan-bahan kimia terutama yang di pakai di lingkungan rumah tangga dan industri dapat mencemari sumber air. Gejala dan tanda-tanda klinis Gejala dari dermatitis kontak alergika tidak berbeda dengan dermatitis lainnya yaitu didominasi oleh rasa gatal yang selanjutnya diikuti dengan timbul bercak merah (macula eritematus dengan batas tidak jelas) ataupun bintik-bintik merah (papulae eritematus). the substances causing irritant contact dermatitis such as chemical substances used by industry and household may contaminate water sources. Dina Lidadari.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Dermatitis Kontak CONTACT Dermatitis kontak adalah suatu peradangan noninfeksius pada kulit dimana faktor pencetusnya merupakan bahan yang berasal dari luar (masuk melalui kulit) bukan melalui inhalasi ataupun oral. Among various dermatitis.serbuk bunga. General symptoms pembawa pesan kesehatan 27 . along with squama. contact dermatitis is the second most common skin disease and is mostly experienced by people using unclean water. Definition There are 2 types of contact dermatitis: ◗ Irritant contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the irritant substance ◗ Allergic contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the allergen substance Various allergen substances such as pollen.Bagian Kulit & Kelamin RSUZA/Unsyah/Dermatology Department of RSUZA/Unsyiah Berbagai macam bahan allergen.kotoran unggas dan lain-lain bisa terdapat di sumber air. Pada kasus yang akut. Irritant contact dermatitis is generally chronic. can be found in the water resources. Sp. Similarly.

Tampak makula eritematus dengan skuama-skuama. At the beginning there would not be immunological reaction. Kontak langsung bahan iritan ini juga dapat merusak barier kulit. Kontak awal dengan bahan alergen tidak menimbulkan reaksi apapun. yaitu reaksi tipe lambat. Langerhans cells can migrate from the epidermis to the regional draining lymph nodes which form the T cell sensitization. Selanjutnya bila tetap terpapar dengan penyebab. Bahan alergen (antigen) yang masuk akan ditangkap oleh sel-sel Langerhan yang berada di epidermis. 28 health messenger . the hypersensitivity reaction can occur where various cytokines can be released. First contact with the allergen substance (antigen) will not affect the skin.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Diagram hipersensivitas tipe IV/ Hypersensitive type IV chart infeksi sekunder. are dried off skin which causing pain. namun karena prosesnya berulang terus menerus. which is called slow reaction type. We may find macular erythema with squama. umumnya bersifat kronis. terjadi erosi bahkan bisa terjadi vesikel dan pustule. Gejala umumnya kulit yang mengering yang menimbulkan rasa perih. Sedangkan dermatitis kontak alergika digolongkan sebagai reaksi kulit yang terjadi akibat dari reaksi hypersensitifitas tipe IV. Disini pada awalnya tidak terjadi reaksi imunologis. The antigen will be bind with Langerhans cells which are situated at epidermis level. It also may damage the skin barrier. Kalau sampai pada tahap ini akan susah membedakan antara dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. reaksi hypersensitifitaspun akan terjadi. Until this stage it is difficult to differentiate the irritant contact dermatitis from the allergic contact dermatitis. Etiopathogenesis Etiopatogenesis Dermatitis kontak iritan terjadi akibat kulit terpapar dengan bahan iritan kuat yang menyebabkan sel-sel epidermis akan langsung mengalami nekrosis yang dapat kita lihat reaksinya dalam beberapa jam. Pada dermatitis kontak iritan. Allergic contact dermatitis is characterized as hypersensitivity type IV. It may cause a necrosis of the epidermis cells which develops within few hours. a hypersensitive reaction of the skin can occur. If the skin is exposed to similar allergens (antigen) again. or for more acute cases we may find fissures. Sel-sel langerhans ini dapat meneruskannya ke kelenjar limfe yang selanjutnya mengalami proses sehingga terbentuklah sel-sel T yang sensitif yang kemudian di kembaIrritant contact dermatitis is the clinical result of direct contact between the skin and a strong irritant substance. however as it is repetitive. atau bila lebih berat akan terlihat fisurefisure. If there is a continuous contact with the causal factor. erosion of the skin will occur even with vesicles and pustules.

dan pada lesi yang luas dapat dipertimbangkan pemberian kortikosteroid oral. topical corticosteroid can be given.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM likan ke kulit.Antihistamin dapat diberikan pada dermatitis kontak alergika. Treatments The main action is to avoid the causal factor. Apabila lesi kering. Diagnosis Diagnosis suatu dermatitis sudah dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala dan gambaran klinis. dapat diberikan topical kortikosteroid. Oral antibiotics (not penicillin type) can be given only if there is a secondary infection. Diagnosis banding Dermatitis kontak sukar di bedakan dengan psoriasis dan dermatofitosis. If the wound is dried up. Good to remember: Contact dermatitis affects people who use unclean water or water contaminated with chemical substances.9% selama 1-2 hari atau sampai lesi mengering. However it is not easy to make a diagnosis of a contact dermatitis. Penting untuk diingat: Dermatitis kontak sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak atau sudah tercemar dengan bahan-bahan kimia tertentu. Antihistamine can be given to allergic contact dermatitis. Terapi topical pada lesi yang basah dan disertai infeksi sekunder berupa pustule sebaiknya di kompres secara terbuka dengan sodium chloride 0. Clinical signs between allergic contact dermatitis and irritant one are very similar. Oral antibiotika (sebaiknya bukan dari golongan penicillin) dapat di berikan hanya bila ada infeksi sekunder. Tes tempel dilakukan untuk membantu mengetahui alergen-alergen yang diduga menjadi penyebab dari dermatitis kontak alergika. Namun untuk membuat diagnosis suatu dermatitis kontak tidaklah mudah. Diagnosis Dermatitis can be diagnosed according to symptoms and clinical signs. health workers can consider giving oral corticosteroid. Anamnesis yang cermat dapat sangat membantu. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang paling utama adalah menghindari penyebabnya. Then topical steroid can be given. maka dimulailah reaksi hipersensitifitas dimana berbagai macam cytokin akan dikeluarkan. Dermatitis kontak akut di wajah. ■ Differential Diagnosis It is very difficult to differentiate contact dermatitis from psoriasis and dermatophytosis. ■ pembawa pesan kesehatan 29 . Patch test is conducted to help to find out the allergens which are supposed to be the cause of the allergic contact dermatitis. Gambaran klinis antara dermatitis kontak alergika dan dermatitis kontak iritan sangatlah mirip. Topical therapy on wet lesion with secondary infection and pustule should be given by applying moist compresses soaked with sodium chloride 0. selanjutnya dapat di berikan topical steroid. and for the extensive lesions. Acute contact dermatitis on the face can look like erysipelas or angioedema. A precise anamnesis will be very helpful. Apabila alergen yang sama terpapar kembali dan dapat dikenali. kadangkadang mirip dengan erisipelas atau angioedema.9% for 1-2 days or until the lesion dries up.

Spesialis Penyakit Dalam / Internist . or hygiene-related. especially in the developing countries such as Indonesia (Aceh Province in particular) where the water and sanitation systems have faced many changes in the last few years. waterrelated diseases are still a current issue. M. The tsunami destroyed the whole existing WatSan system. tangan dan lalat yang terkontaminasi. akan tetapi ratusan LSM dan institusi baik lokal dan internasional telah melaksanakan proyek-proyek untuk membangun kembali dengan sistem yang bahkan lebih baik lagi. Causes and contamination routes Drinking water or eating food contaminated with the cholera bacterium (usually found in raw shellfish). diarrheal illness caused by infection of the intestine with the bacterium Vibrio cholerae. but hundreds of local and international NGOs and institutions led projects to re-build something even better. sanitation. Banyak penyakit. penyakit yang berkaitan dengan air masih menjadi permasalahan saat ini. kontaminan dan kerusakan yang berkaitan dengan air. Penyakit yang berkaitan dengan air disebabkan oleh organisme yang secara langsung disebarkan melalui air dan diklasifikasikan ke dalam kategori: bakteri. hygiene dan sanitasi.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Penyakit yang berkaitan dengan air WATER RELATED DISEASES dr Kurnia F. Jamil. Nevertheless. sumber kontaminasi biasanya adalah kotoran dari orang yang terinfeksi. The disease can spread rapidly in areas with inadequate treatment of sewage and drinking water. hands and flies can also occur.RSUZA Banyak penyakit berkaitan dengan air terutama di negara berkembang seperti Indonesia (khususnya di Provinsi Aceh) dimana sistem air dan sanitasi mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Penyakit dapat menyebar dengan cepat di wilayah yang tidak memiliki sistem pembuangan kotoran dan air minum yang memadai. parasitic and viral. JENIS-JENIS PENYAKIT DARI BAKTERI BACTERIAL TYPE OF DISEASES KOLERA Kolera merupakan suatu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri Vibrio cholerae.Tsunami telah menghancurkan keseluruhan sistem Air dan Sanitasi. Contamination of food by contaminated water. 30 health messenger . and injuries can be water. Dalam suatu wabah. Penyebab dan cara penularan Minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera (biasanya ditemukan pada kerang-kerangan mentah). In an epidemic. Waterborne diseases are caused by organisms that are directly spread through water and classified in categories: bacterial. Many illnesses. Kontaminasi makanan dapat juga terjadi karena air. Many diseases are related to water. SpPD-KPTI. parasit dan virus. the source of the contamination is usually the feces of an infected person. Namun demikian. CHOLERA Cholera is an acute.Kes. contaminants.

avoid undercooked or raw fish or shellfish. muntah dan kram kaki. Basic prevention measures Good sanitation. death can occur within hours. vomiting. or fruits that you have peeled yourself. Severe cases also require intravenous fluid replacement. Minum air yang direbus dan dipurifikasi (diberi klorin dan yodium) Makanlah makanan yang telah dimasak dengan benar dan masih panas atau makan buah yang sudah dikupas. kerang-kerang/Seefood. Langkah-langkah pencegahan dasar Sanitasi yang baik. hilangnya cairan tubuh dengan sangat cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. shellfish Ekskresi kuman Pathogen excretion Air Minum/Drinking water Irigasi tanaman/Irrigated crops plants Air laut/Costal water Air permukaan dan air sumur/Surface and ground water Saluran pembuangan/Sewage discharge Gejala Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami penyakit yang parah yang ditandai dengan adanya diare yang sangat banyak. hindari ikan atau kerang-kerangan yang kurang matang atau mentah. With prompt rehydration. CHOLERA CASES MUST BE REPORTED TO THE DHO or/and PHO pembawa pesan kesehatan 31 . Symptoms Approximately one out of 20 infected persons suffers severe disease characterized by profuse watery diarrhea. rapid loss of body fluids leads to dehydration and shock. Pada orang yang terinfeksi. Antibiotics shorten the course and diminish the severity of the illness.Tanpa penanganan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. In these persons. Antibiotik memperpendek proses penyakit dan mengurangi keparahan penyakit. Dengan rehidrasi yang cepat. Treatments Pengobatan Kolera dapat ditangani dengan mudah dan berhasil dengan segera mengganti cairan dan garam yang hilang karena diare dengan menggunakan Oralit (suatu campuran gula dan garam dicampur dengan air). cuci sayuran mentah dengan air bersih. Without treatment. kurang dari 1% pasien kolera meninggal. and leg cramps. KASUS KOLERA HARUS DILAPORKAN KEPADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN atau/dan PROPINSI Cholera can be simply and successfully treated by immediate replacement of the fluids and salts lost through diarrhea using oral rehydration solution (a prepackaged mixture of sugar and salts to be mixed with water). persediaan air yang aman dan higiene secara umum akan membantu mencegah kolera. Drink boiled water or purified water (treated with chlorine or iodine). eat only foods that have been thoroughly cooked and are still hot.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Titik konsumsi/Point of consumption Titik konsumsi/Point of consumption Ikan. wash the raw vegetables with clean water. Kasus yang parah juga memerlukan penggantian cairan ke dalam pembuluh darah. less than 1% of cholera patients die. safe water supply and general hygiene will help to prevent cholera.

32 health messenger . Typhi bacteria are in the organism. headache. dysentery.Tubuh bereaksi dengan munculnya demam dan tanda serta gejala lainnya.5 juta orang setiap tahunnya. and hepatitis A. Perforation of intestines may be seen and hemorrhage may occur in small intestine. Persons with typhoid fever carry the bacteria in their bloodstream and intestinal tract. Setelah mendapat vaksinasi tipus. dan demam) MINGGU 2: keadaan semakin memburuk (diare. Langkah-langkah pencegahan dasar Tiga tindakan dasar dapat melindungi anda dari demam tipus: 1. where it affects about 21. 3. rash of red spots) WEEK 3: symptoms and signs become more severe. a small number of persons. Typhi lives only in humans. muncul sejumlah titik-titik merah) MINGGU 3: gejala dan tanda menjadi lebih parah. they multiply and spread into the bloodstream. including diarrhea.5 million persons each year.Typhi hanya hidup di tubuh manusia. check with your doctor to see if it is time for a booster vaccination. The faeces or urine of an infected person may contaminate food or drinking water. sejumlah kecil orang yang disebut carrier sembuh dari tipus namun tetap membawa bakteri tersebut. Baik orang yang terserang maupun carrier tetap mengandung bakteri tersebut di dalam kotoran mereka.Lalat juga dapat membawa bakteri dari kotoran ke makanan. It may also occur if the water supply is not safe or contaminated with excreta or remains untreated. Safe community water supply. Getting vaccinated: Typhoid vaccines lose effectiveness after several years. Selanjutnya. 1. Typhi in their feces (stool). TYPHOID FEVER Typhoid fever is a life-threatening illness caused by the bacterium Salmonella Typhi. bakteri tersebut langsung berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. The body reacts with fever and other signs and symptoms. Taking antibiotics will not prevent typhoid fever. Pasien dan carrier tidak boleh mengolah makanan untuk orang lain 2. konstipasi. if you were vaccinated in the past. MINGGU 1: gejala umum (rasa tidak enak badan. Causes and contamination routes Penyebab dan cara penularan Bakteri S. kolera. sakit kepala. In addition. they only help to treat it. called carriers.Typhi masuk kedalam tubuh manusia. Suplai air masyarakat yang aman.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM DEMAM TIPUS Demam tipus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Gejala Begitu bakteri S. pembuangan kotoran dan urin dengan benar merupakan hal yang sangat penting. sakit perut. This may occur if they handle food or if they do not use a proper toilet. cholera. Demam tipus masih merupakan penyakit yang umum ditemukan di negara-negara berkembang dimana penyakit ini menyerang sekitar 21. Imunisasi menggunakan vaksin tipus dapat direkomendasikan oleh para petugas kesehatan Menghindari makanan beresiko juga akan membantu melindungi Anda dari penyakit lain termasuk diare. proper disposal of faeces and urine is essential 3. Flies can also carry the bacteria from faeces to food. abdominal pain. Basic prevention measures Three basic actions can protect you from typhoid fever: Patients and carriers should not be allowed to handle food for others 2. WEEK 1: general symptoms of infection (malaise. Pasien bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri dan dapat meninggal. Symptoms Once S. Kotoran atau urin orang yang terserang dapat mengkontaminasi makanan atau air minum. maka dalam beberapa tahun efektifitasnya akan berkurang. Bisa juga terjadi jika suplai air tidak aman atau terkontaminasi dengan kotoran atau minum air yang belum diolah. Patient can faint remains unconscious and die. Both ill persons and carriers shed S. S. disentri dan hepatitis A. Typhoid fever is still common in developing countries. constipation and fever) WEEK 2: condition gets worse (diarrhea. Immunization using typhoid vaccine may be recommended for health staff Avoiding risky foods will also help protect you from other illnesses. recover from typhoid fever but continue to carry the bacteria.Dapat dilihat terjadinya perforasi dan pendarahan di usus kecil. Hal ini dapat terjadi jika mereka mengolah makanan atau jika mereka tidak menggunakan jamban yang benar. Orang yang terserang tipus membawa bakteri di dalam aliran darah dan saluran usus mereka.

patient may still be carrying S. So. Typhi dalam tubuh anda. do not prepare or serve food for other people in order to reduce the possibility of transmission to other people. Berikan saran-saran berikut kepada pasien: Cuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan jangan mengolah atau menyajikan makanan untuk orang lain untuk mengurangi peluang terjadinya penularan ke orang lain. Bahaya demam tipus tidak berakhir walaupun gejalanya sudah hilang Walaupun gejala telah hilang. Typhoid fever's danger doesn't end when symptoms disappear Even if the symptoms fade away. A series of stool cultures to ensure that no S. Typhi. Typhi. itu hanya dapat membantu mengobatinya. Jadi. pembawa pesan kesehatan 33 . Good to remember: Waterborne diseases can be classified in 3 categories: viral. Minum antibiotik tidak dapat mencegah demam tipus. penyakit dapat muncul lagi atau ditularkan ke orang lain. parasit dan bakteri. Penting untuk melakukan pemeriksaan kotoran secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bakteri S. Typhi bacteria remain in your body can be necessary. periksalah ke dokter anda apakah sudah saatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster. parasitic and bacterial. Advice patients to do the following things: Wash your hands carefully with soap and water after using the bathroom. pasien masih mungkin membawa bakteri S. Penting untuk diingat: Penyakit yang berasal dari air dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori: virus. the illness could reappear or be transmitted to other people.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM : jika anda dulunya sudah pernah divaksin.

menjadi bersifat menular Eggs become infecsetelah dua minggu masa tive after two weeks inkubasi di tanah yang lemof incubation in bab. Larva dibawa melalui paruTinja immature worms Feces paru dan kemudian ke tenghatch from the gorokan dimana mereka eggs. This cycle can take between 2-3 air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi. Dalam sejumlah Children are infected more often and more severely kecil kasus. they reach the dibuahi unfertilized egg will not undergo Fertilized egg biological development siklus ini makan waktu 2-3 intestines and bulan. Anak-anak lebih sering terinfeksi dan lebih parah dibanding orang dewasa. Infection occurs worldwide and is found in tropical and subtropical areas where sanitation and hygiene are poor.Anak-anak lebih sering terserang dibanding orang dewasa. Begitu tertelan.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jenis penyakit yang berasal dari parasit/Parasitic Type of Diseases ASCARIASIS Ascaris adalah cacing yang hidup di usus kecil. penyakit ini dapat menyebabkan obstruksi usus than adults. Children are more prone to this infection. 34 health messenger . air atau makanan. the small intestines. Once in kecil. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mengolah makanan. The larvae are ditelan. Cara penularan = Fase Infektif/Infective Stage Transmission Cacing betina dewasa meng The adult female = Fase Diagnosis/Diagnostic Stage worm lays thouhasilkan ribuan telur di sands of eggs in the dalam usus yang dikeluarintestine which kan melalui kotoran. wash.Anak-anak yang bermain di tanah atau passed in faeces. abdominal atau pneumonia dan asma jika larva-larva tersebut masuk ke discomfort and distension may appear.Tidak ada tanda dan gejala yang jelas tetapi bila Signs and symptoms cacingnya banyak. There are no obvious signs and symptoms but if there are many worms. telur yang tidak akan berkembang luarkan melalui kotoran. Infeksi akibat Ascaris disebut ascariasis. water or food. wash your hands with soap and water before handling food. Adult female worms lay eggs that are then ran. Transmission happens when an infective egg is swallowed from dirt. Telur pass in the faeces. Many children playing in contaminated soil or water are infectTanda dan gejala ed this way. carried through the mereka akan tiba di usus lungs and then to dan tumbuh menjadi cacing the throat where dewasa. mild diarrhea. do not defecate outdoors.worms. Infeksi terjadi di seluruh dunia dan paling biasa terjadi di daerah tropis dan sub tropis dimana sanitasi dan higienenya buruk. dapat diiringi dengan diare ringan. cuci. Ini merupakan penyakit cacing yang biasa dialami manusia. telur yang dewasa bertelur dan diketidak dibuahi Once swallowed. it can cause intestinal obstruction or pneumonia and asthma if larvae travel to the lung. perut tidak nyaman dan distensi dapat muncul. peel or cook all raw vegetables and fruits before eating or clean raw vegetables with clean water before eating. Penularan terjadi develop into adult ketika tertelan telur cacing yang terkontaminasi dari koto. Infection with ascaris is called ascariasis which is the most common human worm infection. jangan buang kotoran sembarangan. kupas atau masak semua sayuran dan buah mentah sebelum dimakan atau cuci syauran mentah dengan air bersih sebelum dimakan. In few cases. cacing akan menetas. dalam paru-paru. Langkah-langkah pencegahan dasar Hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran manusia. ASCARIASIS Ascaris is a worm that lives in the small intestine. Cacing betina they are swallowed. Basic prevention measures Avoid contacting soil that may be contaminated with human faeces. Begitu berada di usus damp soil. months.

Transmission Mosquitoes are infected by sucking the blood of an infected person. 350-500 million cases of malaria occur worldwide. Cara penularan Nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. Signs and symptoms Usually begins with a few days of vague ill health. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM MALARIA Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. Setelah berkembang di usus nyamuk. Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. This sometimes fatal disease can be prevented and cured. muntah dan delirium. Then peaks of fever occur with chills and heavy sweating followed by headache. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala. sporozoites can be transmitted to another person through the bite of a female mosquito (Anopheles). Then the disease leads to a chronic stage that may last years before the patient develops immunity. The anopheles mosquito likes forest and mountain areas including coastal mangroves. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika sub sahara. Fully developed immunity is rare in areas of low transmission like most of South-East Asia but common in higher transmission areas of Sub-Saharan Africa. delirium. Nyamuk anopheles hidup dihutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. The mosquitoes usually bite at dawn and dusk. Every year. pembawa pesan kesehatan 35 . MEMUTUSKAN RANTAI PENULARAN DENGAN VAKSIN BREAK THE CYCLE WITH VACCINES Sporozoit/Sporozites Kelenjar liur yang terinfeksi dengan sporozoit/Salivary gland infected with sporozites Perut/Gut Ookista/Oocyst Merozoit/Merozoites Ookinet/Ookinete Gamet/Gametes Sel-sel hati/Liver cells Vesikel/Vesicles Betina/Female Gametosit/Gametocytes Jantan/Male Gejala mulai terjadi disini/Symptoms start here Sel darah merah/Red blood cells Tanda dan gejala Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. vomiting. After development in the midgut of the mosquito. and over one million people die. sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). MALARIA Malaria is a mosquito-borne disease caused by a parasite.

vivax forms of Malaria: Penyakit malaria terdiri 4 tipe. FALCIPARUM Malaria tanpa komplikasi Uncomplicated form of malaria Tanpa konfirmasi pemerik. In addition. Diagnosa Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Tabel berikut menjelaskan pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. using of mosquito nets and covering the skin with long sleeves and trousers. Diagnosis Malaria can be suspected according to the patient's symptoms and the physical findings during examination. maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya. menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang. falciparum and P. Namun demikian. Explanation of the treatments for P. Pengobatan pasien malaria bergantung pada: ◗ Jenis (spesies) parasit yang menginfeksi ◗ Daerah tempat terinfeksi dan status resistensi obatnya ◗ Status klinis pasien ◗ Penyakit atau kondisi yang muncul bersamaan ◗ Kehamilan ◗ Alergi obat atau pengobatan lain yang telah dilakukan oleh pasien Treatments Most drugs used in treatment are active against the parasite forms in the blood (the form that causes the disease). Pengobatan Sebagian besar obat yang digunakan adalah aktif melawan bentuk-bentuk parasit di dalam darah (bentuk yang menyebabkan penyakit). eliminating mosquito breeding grounds. AM = Artemeter/Arthemehter. Basic prevention measures Protecting from mosquito bites. or other medications taken by the patient There are 4 types of Malaria.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Langkah-langkah pencegahan dasar Perlindungan dari gigitan nyamuk. 2 tipe diantaranya paling sering ditemukan di Indonesia. CQ=Klorokuin/Chloroquine D= Doksisiklin/Doxycycline. 2 of them are commonly found in Indonesia. serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk. laboratory tests must done to detect the malaria parasites or their components. Among the 4 types. Pasien tidak boleh minum primaquine sebelum uji penyaringan menunjukkan bahwa pasien tidak mengalami defisiensi G6PD.vivax: P. 36 health messenger . Primaquine tidak boleh diminum oleh wanita hamil atau orang yang kekurangan G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenise).Dengan konfirmasi saan lab pemeriksaan lab Unconfirmed by lab test CQ+PQ lab-confirmed malaria AS+AQ+PQ P. falciparum and P. AS=Artesunat/Artesunate. (AS+AQ -2nd +3rd trimester) CQ+PQ(14d) AQ= Amodiakuin/Amodiaquine. QN= kina/Quinine Selanjutnya. PQ=Primakuin/Primaquine. However.VIVAX Pada kasus dengan pengobatan yang gagal In case of treatment failure Malaria berat severe malaria Malaria pada kehamilan Malaria during pregnancy pengobatan treatment QN+D+PQ QN/AM QN. primaquine should not be taken by pregnant women or by people who are deficient in glucose-6-phosphate dehydrogenize (G6PD). Patients should not take primaquine until a screening test has excluded G6PD deficiency. untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti. Treating a patient with malaria depends on: ◗ The type (species) of the infecting parasite ◗ The area where the infection was acquired and its drug-resistance status ◗ The clinical status of the patient ◗ Any accompanying illness or condition ◗ Pregnancy ◗ Drug allergies. for a definitive diagnosis.

leading to death. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan). thrombocytopenia (joint and back pains). ZOOM on dengue fever). Tanda dan gejala Serangan demam secara mendadak. Dengue is an epidemic disease causing an increased number of cases at certain period of the year (rainy season). ■ pembawa pesan kesehatan 37 . Viral Types of Diseases DENGUE FEVER The causative organism is a virus. Spektrum Demam Berdarah Dengue/The Spectrum of Dengue Haemorrhagic Fever Infeksi dengue/Dengue Infection Deman Fever Tes torniket positif Positive tourniquet test Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah Increase vascular permeability Pembesaran hati Hepatomegaly Trombositpenia Thrombocytopenia Stadium I Grade I Manifestasi perdarahan yang lain Other haemorrhagic manifestations Peningkatan hematokrit/Rising haemotacrit Hipoproteinemia/Hypoproteinemia Efusi serosa/Serous effusion } Kebocoran plasma Leakage of Plasma Stadium II Grade II Hipovolemia/Hypovolaemia* Koagulopati/Coagulopathy Stadium III Grade III Syok/Shock Koagulasi intravaskular menyeluruh/Disseminated intravascular coagulation* Perdarahan hebat/Severe bleeding Stadium IV Grade IV * see the glossary p. Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian. This is a killer disease of children and adults. leucopenia. (For more information refer to HM 9. Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). (Untuk mendapatkan informasi lebih banyak silakan lihat P2K 9. Aedes mosquito is a day biter and lives around the house and breeds in water containers such as old discarded tires and coconut shells. ■ Basic prevention measures Preventive measures are more or less similar to malaria preventive measures. Signs and symptoms Sudden onset of fever. Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes Aegypti). Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadahwadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. Usually there are rashes on the skin (bleeding spots).62 . leukopenia. sakit kepala yang parah.63 Sumber/Source: WHO Kematian/Death Langka-langkah pencegahan dasar Langkah-langkah pencegahan kurang lebih sama dengan langkah-langkah pencegahan malaria. myalgia dan arthralgias. Transmission Dengue fever comes from a mosquito bite (Aedes Aegypti Mosquito).GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jensi Penyakit dari Virus DEMAM BERDARAH Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. ZOOM mengenai demam berdarah). severe headache. myalgias and arthralgias. Occasionally the disease produces shock and hemorrhage.

research and training and education. Berdasarkan potensi bahayanya maka limbah medis dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ◗ Limbah tajam ◗ Limbah yang infeksius ◗ Limbah patologi dan anatomi 38 health messenger . terapi. bottles. cans. Canadian Red Cross Kegiatan medis di sejumlah fasilitas seperti rumah sakit. Based on potential hazards. therapy. pharmaceutical. kaleng. botol. Palang Merah Kanada / Environmental Health Technical Program Manager. puskesmas and pustu can produce medical waste. bungkus makanan dan sampah dari kamar pasien. and medical waste. and garbage from a patient’s room. sisa makanan. penelitian serta pelatihan dan pendidikan. but also the general public from harm caused by the improper handling of medical waste. medical waste can be classified as follows: ◗ ◗ ◗ ◗ Sharp waste Infectious waste Pathological and anatomical waste Cytotoxic waste Karakteristik limbah medis Secara umum. Limbah non medis termasuk kertas. non-medical waste. Sangat penting bagi para petugas kesehatan untuk belajar bagaimana melindungi tidak hanya diri mereka sendiri tetapi juga masyarakat umum dari bahaya yang disebabkan oleh penanganan limbah medis yang tidak benar. puskesmas dan pustu dapat menghasilkan limbah. obat-obatan. Medical waste results from medical treatment from various sources ranging from dental.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM PROGRAM MANAJEMEN LIMBAH MEDIS MEDICAL WASTE MANAGEMENT PROGRAM Yayat Kurniawan. Below are some of the known side effects medical waste can have on the environment and quality of health: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Damage Damage Damage Damage Damage to to to to to the esthetics of the environment property plants and animals the health of humans genetics and reproduction Kerusakan estetika lingkungan hidup Kerusakan properti Kerusakan tumbuhan dan hewan Kerusakan terhadap kesehatan manusia Kerusakan genetik dan reproduksi Medical waste characteristics In general. food remnants. Dibawah ini adalah beberapa efek samping limbah medis terhadap lingkungan hidup dan kualitas kesehatan: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Medical activities in facilities such as hospitals. Sampah medis berasal dari penanganan medis dari berbagai sumber mulai dari bagian gigi sampai veteriner. Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan. It is critical that health care providers learn to protect not only themselves. Non-medical waste includes paper. to veterinary. food wrapping. ada dua jenis limbah: limbah non medis dan limbah medis. there are two different types of waste.

dll. Pemulung Pasien rawat inap Pengunjung pembawa pesan kesehatan 39 . fasilitas kesehatan harus memisahkan limbah medis mereka yang dilakukan sebagai kegiatan harian Orang yang bekerja di pusat-pusat layanan kesehatan serta para pengunjung dapat beresiko terhadap bahaya-bahaya tersebut diatas. Hal ini dapat disebabkan oleh salah satu atau lebih dari hal-hal berikut: ◗ Limbah yang mengandung penyebab-penyebab penyakit infeksi ◗ Limbah yang mengandung racun atau obat-obatan dan bahan kimia berbahaya ◗ Limbah yang mengandung bahan radioaktif ◗ Limbah yang mengandung bahan-bahan yang tajam Penting untuk diingat: Dari limbah tajam hingga limbah radioaktif. skin infection) ◗ Air borne (ex. who work in health care centers. bronchitis) ◗ Melalui mulut (misal. Infectious waste can contain various microorganism pathogens which can enter the human body in various ways: ◗ Stabbing. gastroenteritis) ◗ Pharmaceutical waste ◗ Chemical waste ◗ Radioactive waste Impact of medical waste on health Direct contact with dangerous waste from health centers can cause disease to spread. HCV. are at risk from these potential dangers. anthrax. as well as visitors. HBV. HCV. lepuh atau goresan di kulit (misal: HIV. anthrax. This could be caused by one or more of the following: ◗ The waste contains infectious agents ◗ The waste contains poisons. bronchitis) ◗ Orally (ex. HBV. supir. Hemorrhagic fever) ◗ Membrane mucosal (ex. HIV. gastroenteritis) Orang yang beresiko tinggi Petugas sanitasi dan perawatan termasuk petugas yang bekerja di daerah lembab atau di insinerator dan pengambil sampah. ◗ ◗ ◗ ◗ Petugas layanan pendukung: pekerja binatu.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ ◗ ◗ ◗ Limbah sitotoksik Limbah obat-obatan Limbah kimia Limbah radioaktif Dampak limbah medis bagi kesehatan Kontak langsung dengan sampah berbahaya dari pusat-pusat kesehatan dapat menyebarkan penyakit. demam berdarah) ◗ Selaput lendir (misal. or dangerous pharmaceuticals and chemicals ◗ The waste contains radioactive material ◗ The waste contains sharp materials People. infeksi kulit) ◗ Melalui udara (misal. blistering or skin scratches (ex. Limbah infeksius dapat mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai cara: ◗ Kulit yang luka.

bahan-bahan perlu dipisahkan. to increase their skills and build awareness 40 health messenger . Pendekatan program Program ini dimulai pada bulan Januari 2009 dan akan berakhir pada bulan Desember 2009. kondisi fasilitas yang ada saat ini didokumentasikan demikian juga kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung. Tahap pertama. transported and treated. facilitated by the Environmental Health team. and pickers ◗ Support services personnel: laundry workers. The facilities and infrastructure consists of personal protective gear. Program ini meliputi: ◗ Penilaian: data dikumpulkan dalam dua tahapan. Cara-cara penanganan limbah medis yang umum dilakukan saat ini di Indonesia antara lain: ◗ ◗ ◗ ◗ Autoclav uap Dekontaminasi bahan kimia Penimbunan tanah Insinerasi MANAJEMEN LIMBAH MEDIS OLEH CRC Program Manajemen Limbah Medis yang sedang dilaksanakan oleh CRC merupakan salah satu cabang program Manajemen Limbah Solid padat difasilitasi oleh tim Kesehatan Lingkungan. dll. In clinical waste treatment.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ Petugas medis: dokter. Dalam penanganan limbah klinis. waste collecting facilities. ◗ Tahap 1 pelatihan: tahap pertama dilaksanakan di Calang dan Lamno pada bulan Maret 2009 dengan 33 peserta yang berasal dari Dinkes Aceh Jaya. fasilitas pengumpulan limbah. including those working in the dump area or in the incinerator. Scope of medical waste management activity There are two components to this activity: providing facilities and infrastructure to handle medical waste. General medical waste treatment practices in Indonesia currently include: ◗ ◗ ◗ ◗ Steam autoclaving Chemical decontamination Land filling Incineration Cakupan kegiatan manajemen limbah medis Ada dua komponen pada kegiatan ini: penyediaan fasilitas dan infrastruktur untuk menangani limbah medis serta peningkatan kapasitas para petugas layanan kesehatan. drivers etc ◗ ◗ ◗ ◗ Scavengers In-patients Visitors Medical staff: doctors. Staff capacity building occurs through training. PMI cabang Aceh Jaya. Good to remember: From sharp waste to radioactive waste. Those who are at high risk ◗ Sanitary and maintenance staff. as well as capacity building for health care staff. Untuk kesinambungan program. Insufficient waste treatments can double the contamination risk. contained. Fasilitas dan infrastruktur terdiri dari alat pelindung diri. medical facilities must segregate their medical waste generated by daily activities. incinerator and needle pit. dipindahkan dan diolah. dimasukkan ke dalam wadah.Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan keahlian dan membangun kesadaran mengenai manajemen limbah medis. Target program CRC adalah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Jaya. insinerator dan needle pit. Medical waste management More than 20% of waste from health care facilities is infectious. Tahap yang kedua dilakukan pemeriksaan terhadap volume dan karakteristik limbah yang dihasilkan. staf Puskesmas dan Pustu di Aceh Jaya. Peningkatan kapasitas petugas diperoleh melalui pelatihan untuk meningkatkan keahlian mereka dan membangun kesadaran mengenai topik penanganan limbah medis secara aman. nurses. Manajemen limbah medis Lebih dari 20% limbah fasilitas layanan kesehatan dapat menyebabkan infeksi. perawat. material needs to be segregated. Kurangnya penanganan limbah dapat melipatgandakan resiko kontaminasi. peserta membuat suatu “Tindak Lanjut Rencana MEDICAL WASTE MANAGEMENT BY CRC The Medical Waste Management program being implemented by CRC constitutes one branch of the solid waste management program. etc.

This number does not include those visiting the various health care facilities. Diperkirakan jumlah penerima manfaat secara tidak langsung ada sebanyak 6. CRC. as well as current practices. will monitor and evaluate the effects of this training Kegiatan Limbah Medis”. and again at the end. Program approach This program began in January 2009 and will finish in December 2009. The CRC program targets health care facilities in Aceh Jaya District. seperti ditunjukkan pada diagram di atas. In the first stage. CRC bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten akan memonitor dan mengevaluasi efek dari pelatihan tersebut. ◗ Infrastructure design and selection of tools: This includes the provision of an incinerator and needle pit.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM on the topic of safe handling of medical waste. kotak keselamatan dll) ◗ Konstruksi infrastruktur dan suplai alat-alat: dimulai bulan Mei dan akan selesai bulan Juli ◗ Pelatihan mengenai operasional dan perawatan fasilitas dan peralatan: akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli. participants were tested at the beginning of the training.alat pelindung diri (sarung tangan. From July until December.400. needle cutters. Penerima manfaat Jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 73 petugas kesehatan dan 81 pasien setiap harinya. masker. masks. pemotong jarum. The goal of the training was to improve skills and build awareness regarding medical waste management.400 orang. staff of puskesmas and pustu in Aceh Jaya. ◗ Desain infrastruktur dan pemilihan alat: Hal ini mencakup penyediaan sebuah insinerator dan needle pit. personal protective gear (gloves. etc. The results.) ◗ The infrastructure construction and supply of tools: started in May and will be completed in July ◗ Training on the operation and maintenance of facilities and tools: will be conducted at the end of July. sepatu. the conditions of existing facilities were documented. etc. The estimated number of indirect beneficiaries is 6. sepatu bot. For the sustainability of the program. shoes. maka para peserta diuji pada awal pelatihan dan akhir pelatihan. Jumlah ini tidak termasuk orang yang mengunjungi berbagai fasilitas layanan kesehatan. dll) dan fasilitas pengumpulan limbah (tempat sampah yang diberi label. The second stage involves auditing the volume and characteristics of waste generated. as indicated in the chart above. in association with the DoH. ■ Beneficiaries The number of direct beneficiaries from this activity is 73 health care staff and 81 patients per day. participants created a ‘Follow-Up Medical Waste Action Plan’. ◗ Training stage 1: the first stage was implemented in Calang and Lamno on March 2009 with 33 participants who came from the DHO of Aceh Jaya. ■ pembawa pesan kesehatan 41 . Dari Juli sampai dengan Desember. To determine the amount of knowledge gained during the two day training session.) and collection facilities (labeled bins. safety boxes. It includes: ◗ Assessment: data is collected in two stages. PMI branch of Aceh Jaya. Untuk menentukan tingkat pengetahuan selama dua hari pelatihan.Hasilnya cukup dramatis. boots. are dramatic.

2)1. Research conducted on 771 women showed that the risk of abortion during the first trimester of pregnancy is twice higher for pregnant women who are infected with bacterial vaginosis.MOTHER & CHILD IBU & ANAK Kebersihan kewanitaan pada kehamilan FEMININE HYGIENE DURING PREGNANCY Rahmi Wardhani AmKeb. Perubahan juga terjadi pada organ kewanitaan.8 – 4. Physical and hormonal changes during pregnancy also result in changes of vagina PH balance. Lhokseumawe Saat hamil. Bakteri ini menyebabkan radang vagina yang dapat mengakibatkan wanita hamil mengalami keguguran kandungan. This can cause fungus infection for pregnant women which may have irritation and fluor albus effect. The bacterial vaginosis will appear when vagina commensal bacteria is replaced by a bacteria that may inflame the vagina due to environmental changes and vagina PH (acide level) balance (normal vagina PH: 3. Antiseptic soap can only be used to treat infection on the genital labia 42 health messenger . Akibatnya infeksi jamur juga mudah terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan iritasi dan keputihan. Karena itu. untuk para ibu hamil disarankan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan diantaranya dengan cara berikut: ◗ Menjaga supaya daerah di sekitar vagina dalam kondisi selalu kering ◗ Gunakan sabun tanpa parfum ◗ Gantilah pakaian dalam setiap hari ◗ Gunakan celana dalam katun dan pakaian longgar agar daerah vagina tidak lembab During pregnancy. Perubahan tubuh dan hormon selama hamil juga membuat keseimbangan PH vagina berubah. Researchers revealed that bacterial vaginosis is not merely carried by every women. Changes also occur on feminine organ. Cut Mutia hospital.8–4. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa bakterial vaginosis berbahaya bagi kesehatan kandungan. Therefore. sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap kebersihan organ kewanitaan pada saat hamil. dibandingkan dengan wanita yang sehat. Riset yang dilakukan terhadap 771 wanita ini menunjukkan bahwa risiko keguguran pada tiga bulan pertama masa kehamilan terjadi dua kali lebih besar pada wanita hamil yang terinfeksi bakteri ini. Bakterial vaginosis ini terjadi apabila bakteri komensal vagina digantikan oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan radang pada vagina karena perubahan lingkungan dan keseimbangan PH vagina berubah (PH vagina normal: 3. therefore it needs special attention and cares during pregnancy. woman’s body experiences many physical and hormonal changes. SPd/Bidan RSU Cut Mutia Lhokseumawe/Midwife. Peneliti mengungkapkan bahwa bakterial vaginosis sejatinya tidak selalu diidap setiap wanita. Researchers in England found that bacterial vaginosis is dangerous for the reproductive health. tubuh wanita mengalami banyak perubahan baik fisik dan hormon.2)1. it is suggested that pregnant women pay attention to their feminine organ by following these advices: ◗ Keep the vagina always dry ◗ Use non-perfume soap ◗ Change underwear every day ◗ Wear cotton underwear and loose clothes so that vagina is not humid ◗ Using antiseptic soap is not recommended. This bacteria can lead to a vagina inflammation that may cause abortion.

This risk can be increased to 4. Journal of Obstetric..Fiscella..12 September 1999) 2.6 kali menderita penyakit radang panggul dibandingkan dengan mereka yang melakukannya kurang dari 1 kali sebulan.3. Pada wanita hamil yang melakukan bilas vagina 2 sampai 3 kali seminggu 40% lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak melakukan bilas vagina2.. P. & Neonatal Nursing. ◗ Antiseptik hanya boleh dipakai seandainya terjadi infeksi di bibir vagina ◗ Cucilah organ kewanitaan dari depan kebelakang bukan sebaliknya saat setelah buang air besar ◗ Hindari pemakaian bedak atau parfum pada vagina karena akan merusak keseimbangan keasaman vagina ◗ Tidak dianjurkan untuk melakukan bilas vagina (tindakan yang dilakukan untuk membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan lain ke dalam liang vagina untuk membersihkan cairan vagina dan lender-lendir lainnya) karena bilas vagina dapat membuat PH (tingkat keasaman) dalam vagina menjadi tidak seimbang apalagi kalau bilas vagina itu sering dilakukan. Franks. It was reported that women who do vaginal douching at least once a are running twice the risk of getting an ectopic pregnancy. Research in America found out that women who do regular vaginal douching run a higher risk of having health problems compared to women who don’t. ■ ◗ After defecation. It has been stated that women practising vaginal douching 3 times or more in a month are 3. and not the contrary and with clear water ◗ Avoid the use of powder or perfume on vagina because it may ruin the acid balance on vagina ◗ Not recommended to do vaginal douching (process of rinsing or cleaning the vagina by forcing water or another solution into the vaginal cavity to flush away vaginal discharge or other contents) as it may result to an imbalance of PH in the vagina. Ketidakseimbangan pH ini akan menyebabkan bakteri-bakteri komensal menjadi mati sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar. pembawa pesan kesehatan 43 . J.4 times if women use commercial vaginal douching. Penelitian di Amerika membuktikan bahwa perempuan yang secara rutin melakukan bilas vagina lebih besar kemungkinan terkena masalah kesehatan dari pada perempuan yang tidak rutin melakukannya.12-8. F. 92(6).4 kali jika menggunakan bahan bilas vagina komersial. Dilaporkan bahwa perempuan yang melakukan bilas vagina 3 kali atau lebih dalam sebulan akan mempunyai risiko 3. 913-917. 27/XXVIII/6 . Risiko tersebut akan meningkat menjadi 4. Cottrell BH. K.S.6 times more likely of getting pelvic infection compared to women who do vaginal douching once a month.(1998). (2003). Dilaporkan pada perempuan yang melakukan bilas vagina paling sedikit 1 kali seminggu mempunyai risiko 2 kali menderita kehamilan di luar kandungan. Good to remember: Vaginal douching is not recommended as it may cause infection on vagina. 32(1). 1.MOTHER & CHILD IBU & ANAK ◗ Tidak disarankan pemakaian antiseptik secara berlebihan. It can lead to the destruction of the commensal bacteria so then the vagina can get infected by the outside bacteria.3. TEMPO (NO. ■ Penting untuk diingat: Bilas vagina tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan infeksi pada vagina. wash the genital organ from the front side to the back side. & Bruce. 3. Kendrick.Obstetrics & Gynecology. Gynecologic.C. Vaginal douching.The risk of low birth weight associated with vaginal douching. Pregnant women who do vaginal douching twice up to three times a week have 40% possibility to deliver a low birth weight baby compared to pregnant women who do not proceed to vaginal douching2.

pelayanan kesehatan dan genetik.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfillment dr. which is not as crowded as the provincial bus terminal. Nur Fardian. While waiting in the airport. either cities or villages in Aceh? Environment is one of the indicators determining the condition of public health. and the toilets are also dirty and stinky. environment determines the degree of the community health whether it is good or bad. Research by Water and Sanitation Program supported by the World Bank showed that Indonesia has suffered an important economical loss 44 health messenger . Menurut WHO. Namun keinginan untuk dapat memenuhi hajat urung karena tidak ada air. Bagaimana dengan akses terhadap air dan sanitasi di sarana publik lainnya baik di kota maupun desa di Aceh? Lingkungan menjadi salah satu indikator penentu dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Air dan sanitasi merupakan salah satu persoalan di Indonesia. lebih dari 1. Malikussaleh Anda sedang berada dalam perjalanan ke luar kota dengan menggunakan pesawat. Selama menunggu di bandara.Akses terhadap air minum dan sanitasi merupakan dua hal dari faktor lingkungan dimaksud. Qualitative and quantitative facilities and infrastructures are lacking as well as access to clean water and it leads to negative impacts on health. Malikussaleh / Medical Studies Program Univ. you need to go to the toilets.Tidak hanya di tingkat masyarakat. this sector also has minimum attention from the policy makers either at central or provincial level. Program Studi Pendidikan Dokter Univ.1 billion people either in cities or villages do not have access to water and 2. sektor ini juga minim perhatian dari para pengambil kebijakan baik di pusat dan daerah. But that need could not be fulfilled since there is no water. WatSan is a big issue in Indonesia. According to WHO. Along with the behavioral factor. That is only in one airport. yang berarti tidak seramai orang yang menggunakan kamar kecil di terminal bus antar kota antar propinsi. Ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana sanitasi serta pemenuhan kebutuhan akan air bersih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan. serta WC yang kotor dan berbau. more than 1. Bersama dengan faktor perilaku. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat. genetic factor and public services. Itu baru di satu bandara saja.1 milyar orang baik di desa mapun kota mengalami kekurangan akses terhadap air minum dan 2. Riset oleh Water and Sanitation Program yang You are travelling by plane. Access to water and sanitation are two main components of the environmental factor.6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. Not only at the community level.6 billion people do not have access to basic sanitation. what about access to water and sanitation in other public facilities. But. anda harus ke belakang.

diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antara 6 -19%. government investment allocation was only Rp 200/person/year. Sebuah harga yang mahal untuk hal yang selama ini dianggap kotor dan menjijikkan.000 kematian prematur/tahun. Diare menjadi penyebab kematian yang cukup besar akibat buruknya kondisi air dan sanitasi.3 miliar atau Rp 56 triliun di tahun 2006. Bad sanitation may also cause water pollution: increasing the expense of water supply for households. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51.3 billion (Rp 29 trillion) per year. Mengacu pada Riskesdas 2007 propinsi Aceh terkait air dan sanitasi.000 premature deaths per year. Sanitasi yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta kejadian jangkitan penyakit dan 50.5 billion (Rp 13 trillion) every year. karena hanya terkait dengan air. The economical loss from polluted water that is due to bad sanitation can be over than US$ 1. Such an expensive cost for something told to be dirty and disgusting as related to water. wells. Sanitasi yang buruk juga mengakibatkan pencemaran air: menambah beban biaya pengadaan air bersih untuk rumah tangga. or waste. World Bank menyebutkan. investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200/orang/tahun. berdasarkan pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY). Whereas if the investment for sanitation infrastructures would be Rp 51.254/orang/tahun. konsumsi air/orang/hari di Provinsi Aceh pada due to bad hygiene and sanitation (up to US$ 6. and reducing fish production both in the river and sea. Besarnya kerugian ekonomi dari tercemarnya air yang diakibatkan oleh buruknya sanitasi melebihi US$ 1. Diarrhea is one of the most important water related diseases making quite a lot of deaths. sampah atau comberan. Bad sanitation causes at least 120 million contagious diseases cases and 50. hingga 2006.254/person/year.5 miliar (Rp 13 triliun) setiap tahunnya.7% dari total beban penyakit. toilets.3 miliar (Rp 29 triliun)/tahun. sumur.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL didukung oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi dan hygiene hingga US$ 6. The economical impact may reach US$ 3. World Bank mentioned that until 2006. Few pembawa pesan kesehatan 45 Copyright UNICEF . According to the measurement of Disability Adjusted Life Years (DALY). dan mengurangi produksi ikan di sungai dan danau. bad sanitation and water condition cause 5. menyumbang 5.3 billion or Rp 56 trillion in 2006).7% of the total disease burden.Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5%. jamban. Kondisi air dan sanitasi yang buruk.Dampak ekonomi dari hal tersebut mencapai US$ 3. it is estimated the health expenses would be reduced by 6-19%. the consumption of water/person/day in Aceh province is generally >100 liters (optimum access). Refer to Riskesdas 2007 Aceh Province. including medication expenses reduced by 2-5%.

5% akses baik terhadap sanitasi. Kesadaran akan makin minimnya air sehat dan layanan sanitasi yang baik sepatutnya menjadi perhatian semua pihak. atau buang air besar di tempat terbuka. or to defecate in open air. pada umumnya rumah tangga dapat menjangkau sumber air dalam waktu kurang dari 30 menit dan jarak kurang dari 1 km. Only 45. ketika air dan akses terhadap sanitasi yang tidak baik menjadi sebuah hal yang dianggap benar karena wajar terjadi dan menjadi kebiasaan. Dalam hal jarak dan waktu.5% have good access to sanitation. 45. Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang pemenuhan kebutuhan airnya di bawah rata-rata Nasional. should positively act to realize good sanitation and water condition. as citizens. Masalah kualitas fisik air bersih yang cukup banyak adalah kekeruhan dan warna. whatever the social level. Perlu kontribusi positif dari berbagai elemen untuk dapat mewujudkan kondisi air dan sanitasi yang baik. and encouraging the community to be careful about hygiene.8% rumah tangga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau. Terlebih bagi mereka yang harus berjalan jauh berjam-jam demi mendapatkan air bersih. secara umum di provinsi Aceh sebanyak 21. while according to the water availability in Aceh province. People have to realize that clean water and access to sanitation is a basic human right everyone should fulfill. sedangkan berdasarkan dan ketersediaan air bersih. semua orang tidak terkecuali seharusnya menikmati layanan tersebut. Health officers should actively take part in giving information. normal and part of the habits. everyone without exception should be able to enjoy this basic service. and in the mean time.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL umumnya >100 liter (akses optimal).8% of households face difficulties to access clean water during dry season: talking about time and distance. dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi air dan sanitasi yang baik. generally they can reach well/water sources in a 1 km area (less than 30 minutes). Kita juga sebagai warga negara dapat berperan dalam advokasi kebijakan terkait air dan sanitasi. Basic sanitation and water services are vital for human life and dignity. Everyone. can also participate in the advocacy for policy related to clean water and sanitation. Masyarakat harus menyadari bahwa air bersih dan akses terhadap sanitasi adalah hak semua orang yang harus dipenuhi. All parties should pay attention to this issue of clean water access and sanitation. The common problem is that most of the time. cities/municipalities still have an access to water under the national average.5% of Acehnese households have good access to clean water and only 32. ■ Good to remember: Access to clean water and safe sanitation is a basic human right. Layanan air dan sanitasi dasar merupakan hal yang vital untuk kehidupan manusia dan martabatnya. Penting untuk diingat: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman adalah hak dasar manusia Angka di atas menunjukkan bahwa belum semua orang memiliki akses yang sama atas air dan sanitasi yang baik. Kiranya kita para petugas kesehatan pun dapat berperan aktif dalam memberi informasi. We. Especially for people who have to walk hours just to get clean water. The figures show that not everybody has equal access to good water and sanitation. sanitation and water condition. This is a real problem whereas the need of good water and sanitation is a basic right for everybody. dan pada saat ini. 21. karena sehat menjadi harga yang mahal.5% rumah tangga di Aceh mempunyai akses baik terhadap air bersih dan 32.Tentu ini menjadi beban karena kebutuhan akan air dan sanitasi yang baik menjadi hak bagi semua orang. ■ 46 health messenger . the water is turbid and unclean. since health is expensive when water and sanitation are not safe and assumed as something common. every member of the society.

Setiap fasilitas kesehatan harus dilengkapi dengan sistem air dan sanitasi yang baik. The gloves are disposable and procedure-specific. Hasniah.Poltekkes Aceh Province. Anda harus merawat tangan anda. You should wash your hands for at least 30 seconds. Sarung tangan digunakan. S. Hand hygiene You have to wash your hands. sebelum makan dan jika ada cairan atau kotoran yang terlihat di telapak tangan anda. Anda harus mencuci tangan paling tidak selama 30 detik. Health workers should be the first persons to follow the rules of hygiene in puskesmas and hospitals. aman dan bersih.Lepaskan sarung tangan segera setelah prosedur tersebut selesai dan buang ke dalam tong sampah. Keringkan tangan anda secara seksama untuk menghindari iritasi dan infeksi kulit yang disebabkan oleh tangan yang lembab. Petugas kesehatan harus menjadi orang pertama yang mematuhi peraturan kebersihan di puskesmas dan rumah sakit. Kebersihan tangan dan kebersihan diri adalah hal yang paling pokok. 1. Kecuali pada spora Clostridium (antibiotik diare) yang bisa dihilangkan hanya dengan mencuci tangan. Hand disinfectant is rubbed in the hands for 30 seconds and left to dry. Cairan desinfektan tangan digosokgosokkan pada tangan selama 30 detik dan dibiarkan kering. Closiridium spores (antibiotic diarrhea) make an exception. Kebersihan tangan Anda harus mencuci tangan. when you go on and off duty. when exposed to the patient’s excretions. The hands are dried carefully and disinfected with a hand sanitizer. Disamping itu. ketika membersihkan kotoran pasien. You have to take care of your hands. pus from a wound or other pus or when you are nursing a patient with diarrhea or in isolation. Rawatlah jika ada luka pada kulit Every health facility should be equipped with good. before meals and if you get secretions or visible dirt on your hands. Tangan dikeringkan dengan seksama dan di disinfeksi dengan menggunakan desinfektan tangan. nanah pada luka atau nanah lainnya atau saat anda merawat pasien diare atau ketika berada dalam ruang isolasi. Lalu disinfeksi tangan anda.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Instruksi tentang kebersihan. WATER AND SANITATION Ns. But try to keep your hands from getting too dry and chapped. Cairan disinfektan tangan yang mengandung alkohol dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. since they can be removed only through washing. sanitasi dan air di rumah sakit INSTRUCTIONS ON HOSPITAL HYGIENE. The disinfection of hands must be carried out after each patient and when entering and leaving the isolation room. clean water and sanitation system. Remove the gloves immediately after the procedure and throw them into the bin.Air hangat dan sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan. Disinfeksi tangan harus dilakukan setelah merawat tiap pasien dan ketika akan memasuki dan meninggalkan ruangan isolasi. must be treated appropriately before working with pembawa pesan kesehatan 47 . Hand disinfectants which include alcohol decrease the bacterial strain. ketika hendak dan setelah selesai melakukan pekerjaan. Dry them carefully to avoid rashes and infections caused by moisture. Sarung tangan dapat digunakan untuk sekali pakai dan merupakan prosedur khusus. such as infection around the nails. cobalah untuk menjaga tangan anda supaya tidak terlalu kering dan pecah-pecah. 1. Hand hygiene and personal hygiene are the basics. Disinfect your hands. Warm water and soap is used in washing.Kep/Staf pengajar pada Sekolah Keperawatan Poltekkes Provinsi Aceh / Teaching staff at Nursing School . Take care of ulcers and have chronic skin manifestations examined and treated. Infections. safe. Gloves are used.

During most of the medical procedures. The staff uses their own. A surgical oralnasal mask and sterile clothing must be worn in procedures requiring aseptic technique. 2. seperti infeksi di sekitar kuku. ■ 2. topi harus digunakan dalam ruang bedah. . hair should be covered with a sterile cap. The clothing must be kept clean and it must be changed when it gets dirty or at least once a week. Infeksi. Pada kebanyakan selama prosedur medis. Lebih lanjut. Tights should be used with skirt or dress model protective clothing. Personal hygiene Protective clothing provided by the employer is used in every health facility. In addition. Hair should be clean and tidy and long hair must be tied up. Anda harus memakai pakaian pelindung ketika bertugas atau jika berada dikamar bedah. Jika kebersihan tangan dan kebersihan diri ini dipatuhi saat bekerja difasilitas kesehatan tidak diragukan lagi ini merupakan strategi yang paling penting dalam memberantas meningkatnya insiden organisme multi-drug resisten pada pelayanan kesehatan. Hand and personal hygiene measures. Rings. 48 health messenger Good to remember: Health staff should know the hygiene and sanitation rules in puskesmas and hospital to prevent from nosocomial infection. hand jewellery. Rambut harus bersih dan rapi dan rambut yang panjang harus diikat. Protective clothing must cover the clothing underneath. harus dirawat dengan cara yang tepat sebelum bekerja dengan pasien. Pakaian tersebut harus dijaga supaya tetap bersih dan harus diganti ketika kotor atau paling tidak seminggu sekali. if they are respected in the health facilities are undoubtedly the most important strategies in combating the increasing incidence of multidrug-resistant organisms in healthcare.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL serta periksa dan obati jika terdapat penyakit kulit yang kronis. a cap must be used in the operating theatre. Pakaian pelindung harus menutupi pakaian yang ada dilapisan dalam. Cincin. Kebersihan diri Pakaian pelindung yang disediakan oleh rumah sakit dipakai didalam ruang rawat inap dan klinik rawat jalan. Protective coats or other work clothes must not be used outside hospital grounds. You must use protective clothing when on call or in an operating theatre. bracelets and artificial nails prevent hands from getting sufficiently clean and should be removed during your daily practises. which should comply with the requirements of hygiene and occupational safety. Mantel pelindung atau pakaian kerja lain tidak boleh dipakai di luar rumah sakit. Celana ketat sebaiknya dipakai didalam pakaian pelindung bila pakaian pelindung dalam bentuk rok atau baju panjang. patients. rambut harus ditutup dengan penutup kepala yang steril. tidy footwear. Setiap petugas harus memakai sepatu sendiri yang rapi yang sesuai dengan peraturan kebersihan dan keamanan kerja. perhiasan tangan. Masker penutup mulut-hidung dan pakaian steril harus dipakai pada prosedur yang membutuhkan teknik yang aseptik. gelang dan kuku palsu harus dipindahkan karena akan mengganggu pembersihan tangan yang tepat selama kegiatan sehari-hari. ■ Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus mengetahui peraturan kebersihan dan sanitasi di puskesmas dan rumah sakit untuk mencegah dari infeksi nosokomial.

HM: Bagaimana tanggapan anda terhadap air dan sanitasi di Puskesmas dan di desa-desa wilayah kerja puskesmas anda? HM: Do you enjoy working in the surveillance unit of infectious diseases? NB: Yes. seorang perawat pria yang bekerja di puskesmas Kopelma Darussalam sejak tahun 2005 di Unit Surveillance Penyakit Menular. But according to me. saat bekerja ada sedikit perbedaan antara perawat pria dan wanita. Most of the time. Nowadays increasingly more men work as nurses. Sekarang pun. lebih teratur. What do male nurses think about working in puskesmas (community health center). Tapi menurut saya. dan lebih sabar. although this is not my basic education but I have received many trainings on infectious diseases surveillance that allowed me to gain a lot of knowledge. a male nurse who has been working in the Infectious Diseases Surveillance Unit of the puskesmas Kopelma Darussalam since 2005. HM: Apakah anda menikmati bekerja di unit surveillance penyakit menular? HM: What do you think about working in an environment which is dominated by women? NB: I do not face any difficulty because since school time I have seen this situation. a field dominated by women? HM team met HM Bambang Isnur Imanto. There were only 4 boys out of 40 students. when it comes to work there is a difference between male and female nurses. di puskesmas ini hanya ada 3 perawat pria. He graduated from nursing school in 1997. NB: Ya. Perawat wanita umumnya lebih teliti. I can use in my working unit. Female nurses are usually more detailed. tetapi saya banyak mengikuti pelatihan-pelatihan tentang surveillance penyakit menular sehingga saya jadi banyak mendapat ilmu yang dapat saya gunakan dalam unit kerja saya ini. Beliau lulus sekolah perawat pada tahun 1997. walaupun dasar pendidikan saya bukan disini.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Wawancara Interview PERAWAT BAMBANG Tim P2K/ HM team NURSE BAMBANG Makin lama semakin banyak pria yang bekerja sebagai perawat. more organized and more patient. saya tidak canggung. Male nurses are usually more energetic. Dari 40 murid hanya ada 4 laki-laki. HM: Bagaimana tanggapan anda bekerja dilingkungan yang didominasi oleh wanita? NB: Biasa saja. pembawa pesan kesehatan 49 . karena sejak dari sekolah dulu sudah melihat hal seperti ini. male nurses are appointed to field activities. Sedangkan perawat pria lebih gesit dan lebih cepat sehingga lebih cocok ditempatkan untuk kegiatan-kegiatan dilapangan. Bagaimana tanggapan perawat pria yang bekerja di puskesmas yang lingkungannya didominasi oleh wanita? Team HM bertemu saudara Bambang Isnur Imanto.

within the working areas of my puskesmas. tentu. ■ 50 health messenger . I want to attend an Adolescent Problems Counseling Program because currently I am pursuing psychology studies. Ie Masen Kayee Adang and Deah Raya). kita bukan hanya memberikan pengobatan. Misalnya. defecation in latrines and so forth. HM: Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti? NB: Pelatihan yang terkait dengan surveilans penyakit menular seperti surveilans TB. apakah setiap perawat harus tahu masalah air dan sanitasi serta kaitannya dengan kesehatan? NB: Ya. they also educate them on the basics of hygiene and sanitation. HM: What do you think about water and sanitation NB: in puskesmas and villages in your working area? Today it is getting better. should every nurse know about WatSan and its relation with health? NB: Yes. Khususnya di wilayah kerja puskesmas saya ada unit yang bertugas untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang ini secara berkala. absolutely. Specifically. There are so many diseases caused by poor sanitation and lack of access to clean water. we give not only medication but also education to the patient on measures to prevent diarrhea such as washing hands with soap. HM: Bagaimana pendapat anda tentang program Air & Sanitasi di puskesmas? Apakah berhasil? NB: Menurut saya program watsan di puskesmas dapat dibilang cukup berhasil. Kusta. Actually. Ie Masen Kayee Adang dan Deah Raya). karena umumnya sekarang kita minum air isi ulang. The development of drainage. Good to remember: Health workers not only give medication to people. I participated in this training once but I would like to deepen my knowledge. if a diarrhea patient comes for medication. Walaupun kami masih mendapat beberapa kasus diare tetapi belum pernah ada wabah diare. because generally we drink refill water. bila ada pasien diare datang berobat. Karena banyak sekali penyakit-penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi dan tidak adanya akses terhadap air bersih.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL NB: sekarang sudah lebih baik. What are the trainings you have attended already? NB: Trainings related to surveillance of communicable diseases such as surveillance of TB. HM: Is the WatSan progam in the puskesmas succesful? NB: Yes. HM: According to you. BAB pada tempatnya dan sebagainya. jamban dan air semakin baik terutama setelah tsunami baik itu di puskesmas maupun di desa-desa wilayah kerja puskesmas (Desa Rukoh. Kopelma Darussakam. Leprosy. there is one unit which regularly examine the quality of the refill drinking water. For instance. latrines and access to water are improving especially after tsunami both in puskesmas and in villages within this puskesmas working areas (Desa Rukoh. cleaning up garbage bin. Pembangunan saluran pembuangan. We are still facing some diarrhea cases but no diarrhea outbreak has been noticed. we can say it is successful in the puskesmas. HM: HM: Apa anda ingin ikut pelatihan lagi? Tentang apa? NB: Ya. HM: Menurut anda. Lamgugob. Lamgugob. tetapi juga harus memberikan edukasi kepada pasien cara-cara mencegah diare misalnya mencuci tangan pakai sabun. Saya pernah mengikuti pelatihan ini tapi saya ingin lebih mendalaminya. Avian flu etc. ■ HM: Do you feel like needing additional training? About what? NB: Yes. Kopelma Darussakam. HM: Are you sure that drinking water in the households and puskesmas are matching healthy requirements? NB: Yes. Flu Burung dan sebagainya. HM: Apakah anda yakin air yang anda minum di rumah dan di puskesmas sudah memenuhi syarat kesehatan? NB: Ya. Penting untuk diingat: Petugas kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan kepada masyarakat tetapi juga mengajari mereka tentang dasar-dasar higiene dan sanitasi. membersihkan tempat sampah. saya ingin ikut pelatihan tentang Program Konseling Permasalahan Remaja karena saya sedang melanjutkan pendidikan di psikologi.

Jamil. Less water and salts pass into the blood. What is diarrhea? Diarrhea is the passage of 3 or more loose or liquid stools per day. Diarrhea may be caused by an infection of the gastrointestinal by a variety of bacterial. more than the normal amount of pembawa pesan kesehatan 51 . Ini dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa khususnya anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun yang mudah sekali terserang. viral and parasitic organisms. Diarrhea is a danger The loss of watery stools can lead to under nutrition and death. Ketika terjadi diare. water and salts pass from the bowel into the blood. Oleh karena itu. Panduan ini akan membantu anda untuk menangani kasus-kasus diare baik yang disebabkan atau berhubungan dengan air. Ketika usus sehat.Kes. It may represent a life threatening illness especially for children under 5 years old who are vulnerable. dan lebih banyak dari dalam darah yang masuk ke usus besar. SpPD-KPTI/ Spesialis Penyakit Dalam. usus besar tidak bekerja seperi biasanya. RSUZA Diare akut bisa terjadi di negara-negara yang sistem sanitasi dan airnya berkualitas rendah. Apa itu diare? Diare adalah BAB encer atau tinja berair 3 kali atau lebih per hari. urin. Kematian disebabkan oleh diare akut atau disentri (mencret berdarah) lebih banyak disebabkan oleh kehilangan air dan garam yang berjumlah besar. the bowel does not work normally. When there is diarrhea. dan keringat. Kehilangan cairan ini disebut dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Diare bisa disebabkan oleh infeksi usus oleh berbagai bakteri. air dan garam keluar melalui tinja lebih banyak dari jumlah biasanya. Thus. RSUZA / Internist. Dehydration The body normally takes in (input) water and salts through drinks and food and loses water and salts (output) through stool. This loss is called dehydration and electrolytes imbalance. There are two types of diarrhea: acute diarrhea which starts suddenly and may continue for several days and chronic diarrhea that lasts for more than two weeks. M. Diare itu berbahaya Kehilangan cairan karena mencret bisa menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. virus dan organisme parasit. Dehidrasi Tubuh biasanya mendapatkan masukan (input) air dan garam melalui minuman dan makanan dan tubuh mengeluarkan air dan garam (output) melalui tinja. This guideline will help you to manage with diarrhea cases either transmitted by or linked to water. urine and sweat. atau lebih sering dibandingkan dari biasanya.Air dan garam masuk ke dalam darah berjumlah lebih sedikit. Death caused by acute diarrhea or dysentery (bloody diarrhea) is most often due to the loss of a large amount of water and salts. When the bowel is healthy. air dan garam melewati usus besar ke dalam darah.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Panduan praktis untuk Diare Practical guideline for Diarrhea dr Kurnia F. Acute diarrhea can happen in countries where Water and Sanitation system are still poor. and more pass from the blood into the bowel. Ada dua jenis diare: diare akut yang terjadi tiba-tiba dan bisa berlanjut untuk beberapa hari dan diare kronis yang terjadi lebih dari dua minggu. or more frequently than normal for the individual.

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Kehilangan air dan garam lebih dari jumlah normal menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Ini terjadi ketika jumlah air dan garam lebih banyak keluar dibandingkan dengan jumlah yang masuk. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena banyak sekali muntah, yang sering terjadi ketika diare. Dehidrasi terjadi lebih cepat pada bayi dan anak-anak, pada cuaca panas dan ketika ada demam.

water and salts are passed in the stool. A important loss of water and salts results in dehydration. Dehydration can also be caused by vomiting, which often accompanies diarrhea. Dehydration occurs faster in infants and young children, in hot climates, and when patients have fever.

Assessment of patient with diarrhea Menilai pasien yang diare
Bagian terpenting dalam pemeriksaan adalah untuk mengetahui derajat dehidrasi. Petugas kesehatan harus MENANYAKAN (membuat riwayat medis), MEMPERHATIKAN, MERASAKAN tanda-tanda dehidrasi dan MEMERIKSA jika ada permasalahan medis yang lainnya.
The most important is to assess the level of dehydration. The health worker should ASK (to establish the medical history), LOOK, FEEL for the signs of dehydration and CHECK if there is any other medical trouble.

Ask
◗ How long has the patient been suffering from diarrhea? Is it acute (<14d) or chronic (>14d)? ◗ Is there any visible blood or pus in the faeces (microscopy if necessary)? It suggests a Shigella dysentery, or is it a watery diarrhea like rice water? It could be cholera. ◗ Is there fever? Additional questions: ◗ Is there tenesmus? Suggests that the rectum has been affected by inflammation or ulceration ◗ Is there abdominal pain? Not with cholera ◗ Is the patient vomiting? Makes dehydration worse and makes therapy more difficult ◗ Are there a many people in the same area with the same symptoms? An epidemic?

Menanyakan
◗ Berapa lama pasien telah menderita diare? Apa itu akut (<14 hari) atau kronis (>14 hari)? ◗ Apakah tampak adanya darah atau nanah di dalam tinja (pemeriksaan mikroskopis kalau perlu)? Ini menunjukkan shigella disentri, atau apakah mencret berair seperti air cucian beras? Mungkin saja kolera ◗ Apakah ada demam?

Pertanyaan tambahan:
◗ Apakah ada tenesmus? Terkesan bahwa dubur telah terinfeksi atau ulserasi? ◗ Apakah ada sakit perut? Tidak pada kolera ◗ Apakah pasien muntah-muntah? Menjadikan dehidrasi lebih buruk dan membuat lebih sulit diobati ◗ Apakah ada banyak orang pada daerah yang sama yang mempunyai gejala yang sama? Apakah itu wabah?

Treating diarrhea
The most important parts of treatment of diarrhea are: ◗ Prevent dehydration if possible ◗ Treat dehydration quickly if it does occur ◗ Give zinc supplements for 10/14 days (depending on the availability of supplies and national policy to reduce the severity of the episode and to reduce the incidence of diarrhea episodes in the following 2 to 3 months) ◗ Breastfeeding for children Dehydration preventive measures Usually it can be prevented by drinking more fluids as soon as the diarrhea starts. To do this, give the recommended home fluids or give available foodbased fluids (gruel, soup or rice-water). Tell the mother to increase the frequency of breastfeeding, or

Pengobatan diare
Bagian yang paling penting dalam penanganan diare adalah:
◗ Mencegah terjadinya dehidrasi jika memungkinkan ◗ Jika terjadi dehidrasi, segera diobati ◗ Berikan suplemen zinc selama 10/14 hari (tergantung ketersediaan cadangan dan kebijakan nasional untuk mengurangi keparahan diare dan untuk mengurangi angka insiden diare susulan 2 hingga 3 bulan berikutnya) ◗ Berikan ASI untuk anak-anak

Tindakan pencegahan dehidrasi Dehidrasi biasanya bisa dicegah dengan minum lebih banyak air sesegara mungkin ketika mulai diare.Untuk melakukannya, berikan cairan di rumah yang disarankan atau berikan makanan yang tersedia yang berbahan dasar air ( bubur, sup

52 health messenger

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Diare Diarrhea

< 4 kali mencret/hari <4 liquid stools/day Tidak atau dalam jumlah kecil Non or small amount Normal Normal Normal Normal Sadar Well alert Nampak Present Normal Normal Lembab Humid Normal Normal Cubitan kembali dengan cepat

4 - 10 kali mencret/hari 4 to 10 liquid stools/day Kadang-kadang Some Lebih banyak dari biasa Greater than normal Sedikit dan berwarna gelap Small amount and dark Mengantuk, mudah terangsang, tampak tidak sehat Sleepy, irritable, not well Tidak nampak Absent Cekung Sunken Kering Dry Lebih cepat dari normal Faster than normal Cubitan kembali dengan lambat

10 kali mencret/hari 10 liquid stools/day Sangat sering Very frequent Tidak sanggup minum Unable to drink Tidak kencing selama 6 jam No urine for 6 hours Sangat mengantuk, tidak sadar, terkulai lemah Very sleepy, unconscious, floppy Tidak Nampak Absent Sangat kering, cekung Very dry, sunken Sangat kering Very dry Cepat dan dalam Fast and deep Cubitan kembali dengan sangat lambat Pinch goes back very slowly Sangat cepat, atau lemah (sukar di raba) Very fast, or weak (not able to feel it) Sangat cekung Very sunken

TANYAKAN ASK PERHATIKAN LOOK

Muntah-muntah Vomiting Rasa haus/minum Thirst Kencing Urine Kondisi umum General conditions Air mata Tears Mata Eyes Mulut dan lidah Mouth & tongue Nafas Breathing Kulit (turgor) Skin (turgor)

Pinch goes back quickly Pinch goes back slowly Normal Normal Normal Normal Lebih cepat dari biasanya Faster than normal Cekung Sunken

RASAKAN FEEL PERIKSA CHECK

Nadi Pulse Ubun-ubun kepala (anak-anak) Fontanelle (children) Ukur suhu Take temperature Berat Weight

Kehilangan < 25 gram/ Kehilangan 25 -100 gram/ kg berat badan kg berat badan Loss of < 25 grams/ kg of weight Loss of 25 -100 grams/ kg of weight

Kehilangan > 100 gram/ kg berat badan Loss > 100 grams/kg of weight

PUTUSKAN DECIDE

Jika pasien memperlihatkan Jika pasien memperlihatkan Tidak ada tanda-tanda 2 atau lebih tanda-tanda ini, 2 atau lebih tanda ini, dehidrasi pasien tersebut dehidrasi ringan dehidrasinya berat If the patient presents 2 or No sign of dehydration more of these signs, he has a slight dehydration If the patient presents 2 or more of these threats, the dehydration is severe

pembawa pesan kesehatan 53

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

atau air tajin). Beritahukan kepada ibu untuk lebih sering memberikan ASI, atau berikan susu bubuk yang dipersiapkan dengan jumlah air dua kali lebih banyak dari biasanya. Perawatan Dehidrasi Pengobatan terbaik untuk dehidrasi adalah minum air larutan gula garam. Namun demikian, petugas kesehatan dapat memberikan terapi cairan infus (Ringer Lactat) pada pasien dengan dehidrasi berat di puskesmas atau rumah sakit. Suplemen Zinc Suplemen Zinc diberikan selama terjadinya diare untuk mengurangi lamanya diare dan tingkat keparahannya pada 2-3 bulan berikutnya. Seluruh pasien yang terkena diare harus diberikan suplemen zinc sesegera mungkin. Memberi makan anak yang kena diare Berilah makan anak dalam jumlah yang sedikit tetapi sering dengan makanan yang bergizi dan mudah dicerna. Coba tingkatkan frekuensi dan lamanya waktu pemberian ASI. Hal tersebut akan memberikan nutrisi yang anak butuhkan dan akan mencegah hilangnya berat badan selama diare. Cairan yang diberikan kepada pasien tidaklah menggantikan kebutuhan akan makanan. Untuk itu setelah diare berhenti, dapat diberikan makanan harian tambahan selama seminggu untuk membantu mengembalikan berat badan. Anak-anak yang menderita diare Anak-anak adalah korban pertama diare karena tubuhnya mudah diserang dan lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Anda bisa melihat tabel dibawah ini yang dapat digunakan untuk menyarankan ibu yang anaknya menderita diare dan cara membuat larutan gula garam. ORALIT/ORS Usia Anak Age of the child Hingga 4 bulan Up to 4 months 4- 12 bulan 4-12 months 12 bulan hingga 1 tahun 12 months to 1 year 2 hingga 5 tahun 2 to 5 years Dalam ml In ml 200-400

give powder prepared milk with twice the usual amount of water. Dehydration treatments The best treatment for dehydration is oral therapy with an ORS solution. However, health workers should give an intravenous therapy (Ringer Lactat) to patients with severe dehydration in puskesmas or hospital. Zinc supplementation Zinc supplements given during an episode of diarrhea reduce its duration and severity in the following 2–3 months. All patients with diarrhea should be given zinc supplements as soon as possible. Feeding a child with diarrhea Frequently feed the child with small amount of nutritious, easily digestible food. Try to increase the frequency and duration of breastfeeding. It will provide nutrients the child needs and will prevent from loosing weight during diarrhea. Fluids given to the patient do not replace the need for food. After the diarrhea has stopped, an extra daily meal for a week will help to regain weight. Children with diarrhea Children are the first victims of diarrhea as their body is vulnerable and weaker than adults. You can find below a table you can use to advise a mother whose baby is suffering diarrhea and the recipe of ORS.

Perawatan Rumah: Larutan Gula Garam (LGG) Home Cares: Oral Rehydration Salts (ORS)

400-700

700-900
8 sendok teh gula = 8 teaspoons of sugar 1 liter air = 1 litre of water 1 sendoh teh garam = 1 teaspoon salt

900-1040

54 health messenger

There are no drugs able to safely and efficiently stop diarrhea. the illness could last longer. boiled rice ◗ Breast feed frequently ◗ After each stools give additional fluids in addition to the usual fluid intake ◗ Refer to the health center if your child can not drink. Obat-obatan tersebut mengurangi kram dan rasa sakit sementara tetapi memperlambat dari pembersihan organisme oleh sebab itu sakit bisa sembuh lebih lama. ■ Rujukan pasien dengan diare/Referal of patients with diarrhea .Disentri / Dysentry . Medicines The common cause of diarrhea is a virus (Rotavirus).Rujuklah segera ke rumah sakit terdekat Refer urgently to the closest hospital . sakitnya bertambah parah. Anti motility drugs (such as loperamide) may be harmful.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Jika anak anda menderita diare: ◗ Berikan cairan tambahan sebanyak mungkin sesanggup anak minum seperti susu.Cubitan kulit kembali lambat / Slow skin pinch . air. oralit.Tidak ada obat yang mampu dengan aman dan efisien menghentikan diare.Rawat rumah / Home cares pembawa pesan kesehatan 55 .Diare terus-menerus (>2 minggu) / Persistant diarrhea (>2 weeks) . if there is blood in the stool. air tajin ◗ Berikan ASI sesering mungkin ◗ Setiap setelah BAB berikan cairan ekstra sebagai tambahan cairan yang biasa diminum ◗ Rujuklah anak anda ke pusat kesehatan jika anak anda tidak bisa minum.Minum lebih banyak / Drink eagerly . Obat-obatan anti motilitas (seperti loperamide) bisa membahayakan.Obati dehidrasi dengan oralit / Treat the dehydration with ORS . ORS. water. Antibiotics are not recommended except for diarrhea caused by bacteria. vegetable soup. Antibiotik tidak disarankan kecuali untuk diare yang disebabkan oleh bakteri.Cubitan kulit kembali normal / Normal skin pinch . khususnya untuk anak yang berusia dibawah 5 tahun. jika ada darah dalam tinja If your children has diarrhea: ◗ Give extra fluids as much as the child can take such as milk.Pasien tidak sanggup minum / Patient unable to drink . Obat Pada umunya penyebab diare adalah virus (Rotavirus).Minum normal / Drink normally . is getting sicker. They temporarily reduce cramps and pain but delay elimination of organisms thus. especially for children under 5 years old. sup sayuran. PENTING UNTUK DIINGAT: Ada 2 jenis diare: Akut (<14 hari) dan kronis (>14 hari).Rawat rumah / Home cares . ■ GOOD TO REMEMBER: There are 2 kinds of diarrhea: Acute (<14 days) and Chronic (>14 days).Cubitan kulit kembali sangat lambat / Very slow skin pinch .

International Organization for Migration Proyek Air dan Sanitasi Masyarakat International Organization for Migration (IOM) adalah proyek perbaikan kembali pasca tsunami dengan target 2. operate and maintain safe water supply and sanitation systems. Hasil studi tersebut ditujukan untuk menilai kondisi dasar dari populasi target. IOM melaksanakan sebuah studi untuk menilai Pengetahuan. tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan air dan sanitasi yang aman bagi masyarakat yang ditargetkan.IN DEPTH LEBIH MENDALAM PENGETAHUAN. In December 2007 and January 2008. sanitation and hygiene. Pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008. Attitudes and Practices (KAP) of targeted communities on issues related to water. PhD MPH.854 households in 83 communities across 11 coastal districts of Aceh. Results of the study serve to document baseline conditions of the target population. Sikap dan Perilaku masyarakat yang ditargetkan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan air. and to build capacity of targeted communities to administer. Attitudes and Practices on Water. Sanitation and Hygiene in Aceh Sasimar Sangchantr. untuk memberikan panduan dalam pengembangan dan implementasi strategi kesehatan masyarakat dan selanjutnya untuk memungkinkan mengukur perkembangan yang diperoleh setelah implementasi intervensi kesehatan yang bertujuan untuk mempengaruhi perubahan perilaku. 56 health messenger . to improve good hygiene practices at the household level. SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP AIR. Damaris Monteiro and Soegeng Afriyanto . to guide the development and implementation of public health strategy. It is funded by the American Red Cross with objectives to increase availability of safe water and sanitation for targeted communities. and later to enable measurement of progress achieved after implementation of health interventions aiming to affect behavior change. Riza Adirza. melaksanakan dan memelihara suplai air dan sistem sanitasi. The International Organization for Migration (IOM) Community Water and Sanitation Project is a post-tsunami recovery project that targets 2.854 keluarga di 83 komunitas di 11 kabupaten wilayah pesisir pantai di Aceh. untuk meningkatkan perilaku higiene yang baik di tingkat keluarga dan untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengelola.Tim Kesehatan Masyarakat/Public Health Team. SANITASI DAN HIGIENE DI ACEH Knowledge. sanitasi dan higiene. Proyek ini didanai oleh American Red Cross. IOM conducted a study to assess the Knowledge.

menyoroti permasalahan yang ada terkait pengetahuan.7%).102 households in 75 of 83 sites in 11 districts (Table 1). A small percentage prepares safe drinking water by chlorination or UV disinfection (1.2%). caring for children. etc. Fewer than 5% of households consume unsafe water directly from its source. 29. and suggests ways to direct hygiene promotion efforts. sikap dan perilaku diantara masyarakat Aceh dan memberi saran cara-cara untuk mengarahkan usaha promosi higiene. The present article summaries key results from the study. Almost all boil their water before drinking it (94. Assuming that people living in IOM houses comprise a representative subset of the larger Acehnese communities in which they live. for all household members. Sample size per district No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 TOTAL Kabupaten/Kota District Banda Aceh Aceh Besar Pidie Bireuen Lhokseumawe Aceh Utara Aceh Timur Aceh Jaya Aceh Barat Nagan Raya Aceh Singkil # Lokasi # Sites 16 16 6 9 6 12 1 2 5 1 1 75 # Sampel Keluarga # Households Sampled 147 251 65 108 132 159 20 101 84 15 20 1102 pembawa pesan kesehatan 57 .0%). the most common source of drinking water is refill water purchased from local vendors (35. Survey questions were directed to the mother or adult female of the household. Ukuran sampel per kabupaten/kota Table 1. and they make clear distinctions between what they perceive as water quality suitable for drinking versus water quality suitable for washing or bathing. as she is typically the primary person in her household responsible for preparing and storing drinking water. Artikel ini merangkum hasil-hasil utama dari studi tersebut. dll. Drinking water Mothers in Aceh have variable standards for what constitutes usable household water.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Sebuah survei keluarga dilakukan secara acak dan observasi langsung yang mencakup 1. untuk seluruh anggota keluarga.2% from the regional water utility or PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi). Some use washing and bathing water for drinking if they perceive the water quality to be clean.102 keluarga di 75 dari 83 tempat di 11 kabupaten/kota (Tabel 1).6% of mothers understand that safe drinking water should be stored in closed containers to prevent Tabel 1. attitudes and practices among Acehnese communities.2% of households consume water obtained from shallow wells or boreholes and 12. 88. merawat anak. Pertanyaan-pertanyaan survei diarahkan kepada para ibu atau wanita dewasa dalam setiap keluarga karena biasanya mereka adalah orang utama yang bertanggung jawab untuk mengolah dan menyimpan air minum. while others never use washing and bathing water for drinking. A randomized household survey and direct observations covered 1. We share this information with fellow health workers in Aceh with the hope that it helps us all utilize limited time and resources to promote healthy practices related to water. memasak makanan. results from this KAP study may be used generally by health workers active in areas of Aceh covered by the study. highlights evident gaps in knowledge. Among households surveyed. Dengan anggapan bahwa penduduk yang tinggal di rumahrumah IOM dapat mewakili sebagian besar masyarakat Aceh. no matter how clean the water seems. sanitation and hygiene more effectively. Kami berbagi informasi ini dengan rekan-rekan petugas kesehatan di Aceh dengan harapan bahwa hal ini dapat membantu kita semua dalam menggunakan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berkaitan dengan air. cooking meals. Good KAP on how to prepare and store safe drinking water are high among mothers surveyed. maka hasil dari studi PSP ini secara umum dapat digunakan oleh petugas kesehatan di sejumlah wilayah Aceh yang tercakup dalam studi ini. sanitasi dan higiene secara lebih efektif.

Sikap dan Perilaku (PSP) yang baik tentang bagaimana cara menyiapkan dan menyimpan air minum terlihat cukup tinggi diantara para ibu yang disurvei. Diantara keluarga yang disurvei.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Air Minum Para ibu di Aceh memiliki standar yang bervariasi terhadap definisi air yang dapat digunakan oleh keluarga dan mereka membuat perbedaan yang nyata antara apa yang mereka pahami tentang kualitas air yang cocok untuk diminum dengan kualitas air yang cocok untuk mencuci dan mandi.0%). Hanya 65. Data observasi menegaskan bahwa keluarga menyimpan air minum mereka di dalam berbagai jenis wadah yang baik dengan tutup. they use nearby public toilets or defecate outdoors (e. open fields. sementara yang lainnya tidak pernah menggunakan air mencuci dan mandi untuk air minum walaupun air tersebut kelihatan bersih. Hand washing with soap Most mothers have decent knowledge on the health benefits of hand washing with soap. Observational data confirm that these households store their drinking water in various kinds of good containers with removable caps.8%). Defecation Among mothers surveyed.7%). in which case safe alternatives to open defecation in this context should be considered and promoted. However.0% of households were observed to keep all of their water storage containers closed properly. The vital practice of treating water to make it safe for drinking should be reinforced as well. 29. Hygiene promotion should reinforce negative attitudes towards open defecation and encourage mothers to teach their children good defecation habits. beaches).8%).2% dari penggunaan air daerah atau PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi). farmers may defecate in their fields during the day simply because there are no toilets available nearby and it is convenient. with aims to reach those households that still consume unsafe water directly from its source. good knowledge and attitudes on healthy defecation behavior are high. Perilaku penting dalam menangani air yaitu membuat air aman untuk diminum harus ditekankan bagi para keluarga yang masih mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya.0% dari keluarga yang diobservasi menutup wadah penyimpanan air dengan benar. Hygiene promotion should concentrate on the importance of keeping safe drinking water stored in closed containers and remind mothers to keep container caps properly closed. Evidence of open defecation was observed in 17. Buang air besar Diantara para ibu yang disurvei. Kurang dari 5% keluarga mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. In general.2% of households do not use the toilets in their own homes regularly. forests. Although all houses surveyed have private bathrooms and 93. Hampir semua merebus air sebelum diminum (94.g. Only 65. They generally 58 health messenger . however. is lacking.2% keluarga mengkonsumsi air yang diperoleh dari sumur dangkal atau sumur bor dan 12. sumber air minum paling banyak berasal dari depot air minum isi ulang setempat (35. Further qualitative study should look into reasons why people defecate outdoors despite having good knowledge and attitudes on healthy defecation and private indoor facilities available. Promosi higiene harus ditujukan pada pentingnya menyimpan air minum di dalam wadah yang tertutup dan mengingatkan para ibu untuk tetap menjaga supaya wadah ditutup dengan benar.2%). Children in particular are more inclined to defecate outdoors. Sebagian kecil menyiapkan air minum yang aman dengan klorinisasi atau disinfeksi UV (1. seperti teko teh atau dispenser air isi ulang (84. para ibu paham bahwa mereka tidak boleh BAB di ruang terbuka dan bahwa ada resiko kesehatan yang dikaitkan dengan membiarkan tinja di ruang terbuka (>90%). pengetahuan dan sikap yang baik terhadap perilaku BAB yang sehat hasilnya cukup tinggi.7% of toilets were confirmed to be functional at the time of the survey. drainage ditches. Instead. For example.1% of sites surveyed. such as teakettles or refill water dispensers (84. as many as 12.Namun demikian. rivers.6% dari para ibu paham bahwa air minum yang aman harus disimpan di dalam wadah yang tertutup untuk mencegah rekontaminasi. Pengetahuan. Secara umum. 88.perilaku dalam menutup wadah dengan cara yang benar harus ditingkatkan lagi. recontamination. mothers understand that they should not defecate outdoors and that there are health risks associated with leaving feces exposed to open air (>90%). Good practice. practice on closing caps properly can be improved. Beberapa dari mereka menggunakan air untuk mencuci dan mandi untuk air minum jika mereka menganggap bahwa air itu cukup bersih.

1% area yang disurvei. before preparing food. ada sebanyak 12. though almost all mothers use soap on a daily basis. Knowledge on critical times to use pembawa pesan kesehatan 59 .9% of mothers surveyed.3%) are the most popular brands of soap purchased for bathing. Bukti bahwa masyarakat masih BAB disembarang tempat di temukan di17.4%) and “Lux” (19. including before eating.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Akan tetapi perilaku yang baik masih kurang. sungai. mereka lebih cenderung BAB di ruang terbuka.1%).2% keluarga tidak memakai toilet di rumah mereka sendiri secara teratur. dalam hal ini maka alternatif yang aman untuk BAB di ruang terbuka dalam konteks ini harus dipertimbangkan dan dipromosikan. Hygiene promotion should emphasize the importance of using soap to wash hands properly in order to prevent sickness. “Lifebuoy” (40. either for washing or bathing (98. including hand washing. selokan pembuangan air.Terutama anak-anak. Sebagai contoh.5%). lapangan terbuka. and that they can become sick if they do not wash their hands (79. understand the germ theory of disease.05). Almost all are knowledgeable on the most critical times to wash their hands to prevent sickness. petani mungkin BAB di sawah mereka hanya karena tidak tersedia jamban yang dekat dan nyaman. pantai). hutan. Sebaliknya mereka menggunakan toilet umum atau BAB di sembarang tempat (contoh. there is no statistically significant difference among the economic classes in hand washing practice (p>0. The importance of using soap (rather than water alone) to wash hands properly is understood by 43.7% toilet dipastikan berfungsi dengan baik pada saat survei. Actual practice is comparably low or lower still. Promosi higiene harus menekankan sikap negatif terhadap BAB di tempat terbuka dan mendorong para ibu untuk mengajarkan pada anak mereka kebiasaan BAB yang baik. Walaupun semua rumah yang disurvei memiliki kamar mandi pribadi dan 93. that dirty hands may contain germs. Studi kualitatif lebih lanjut harus menginvestigasi alasan mengapa masyarakat BAB di ruangan terbuka walaupun mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai cara BAB yang sehat dan tersedia fasilitas di dalam ruangan. and after defecating (>96%). Interestingly.

Promosi higiene harus menekankan pentingnya menggunakan sabun saat mencuci tangan dengan benar guna mencegah penyakit. Most also know that they can become sick from drinking unsafe water (78.Akses terhadap sabun di luar rumah mungkin menjadi masalah dan kesulitan lingkungan yang mungkin ada di luar rumah seharusnya dipertimbangkan.2%).5%). sebagian besar ibu yang disurvei memahami bahwa mereka bisa jatuh sakit jika tidak mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting (79.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Cuci tangan dengan sabun Sebagian besar para ibu memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai keuntungan kesehatan dari mencuci tangan dengan sabun. and typhoid (2.1%). sanitation and hygiene suffered over the previous 12 months by households surveyed were diarrhea (24.6%) and that diarrhea can be caused by drinking unsafe water (68.2%). Dan yang menarik.3%) merupakan 2 merek sabun paling terkenal yang dibeli untuk mandi termasuk cuci tangan. Good to remember: Results of KAP study may be used by health workers to promote healthy practices related to water.5%). mereka juga paham bahwa mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting dapat mencegah penyakit khususnya diare (59. and potential environmental barriers outside the home should be considered. soap when washing hands should be reinforced. Sekali lagi. most mothers surveyed understand that they can become sick if they do not wash their hands with soap at critical times (79. malaria and dengue (6. dan tipus (2. they understand that hand washing with soap at critical times can prevent diarrhea specifically (59. sanitasi dan higiene Penyakit yang paling umum berkaitan dengan air. Selanjutnya. hygiene and sanitation.5%). baik untuk mencuci maupun mandi (98.9%). Serious cases among a small number of households document worms coming out of their children’s mouths and bottoms and present in their children’s vomit (n=12). Again. Prevalence of helminthes (parasitic worms) is not high. Penyakit yang berkaitan dengan air. 60 health messenger . walaupun hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya.6%). Moreover. Kasus-kasus serius diantara beberapa keluarga mencatat bahwa cacing keluar dari mulut dan anus anakanak dan terdapat di muntahan mereka (n=12).6%). malaria dan demam berdarah (6.6%). but the potential severity of helminthes in infected children warrants it particular attention. Akses terhadap sabun tidak menjadi masalah karena hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya (98.“Lifebuoy”(40. sanitation and hygiene The most common diseases related to water. Pentingnya mencuci tangan yang benar dengan sabun (daripada dengan air saja) dipahami oleh sebanyak 43. Hampir semua dari mereka memiliki pengetahuan mengenai saat-saat kritis untuk mencuci tangan guna mencegah penyakit seperti saat sebelum makan.6%).1%).2%). Sebagian besar dari mereka juga tahu bahwa Penting untuk diingat: Hasil penelitian KAP mungkin dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berhubungan dengan air. tidak ada perbedaan signifikan diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat dalam hal perilaku mencuci tangan. Umumnya mereka memahami teori kuman penyakit yaitu tangan yang kotor mengandung kuman dan mereka dapat sakit jika tidak mencuci tangan mereka (79. Access to soap inside the home is not an issue as almost all mothers use soap on a daily basis (98. Access to soap outside the home may be an issue. higiene dan sanitasi. Pengetahuan mengenai saat-saat penting untuk menggunakan sabun di dalam rumah harus diperkuat lagi. namun potensi keparahan cacingan pada anak yang terinfeksi harus diberi perhatian khusus.1%). sanitasi dan higiene yang diderita oleh keluarga yang disurvei selama 12 bulan terakhir adalah diare (24. Prevalensi cacingan (cacing parasit) tidak tinggi. sebelum mengolah makanan dan setelah buang air besar (>96%). Diseases related to water.9% ibu yang disurvei. Namun pada kenyataannya perilaku mereka masih agak rendah.4%) dan “Lux”(19.9%).

2%).05). Like hand washing practice.5%).6%) dan diare dapat disebabkan karena minum air yang tidak aman (68. cheap and effective means to prevent dehydration should be better promoted. About half of mothers surveyed treat diarrhea with “Oralit” or ORT (Oral Rehydration Therapy. Peningkatan kesadaran terhadap prevalensi kasus cacingan yang parah di Aceh mungkin dapat digunakan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat sehingga mereka meningkatkan perilaku higiene yang baik secara umum. ■ pembawa pesan kesehatan 61 . there is no statistically significant difference in prevalence of diarrhea among the economic classes (p>0. Pada saat survei.9%). that it can cause death in children from dehydration if left untreated. readily available.0% of households had at least one member in the house suffer from diarrhea in the previous two weeks. tidak ada perbedaan signifikan akan prevalensi diare diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat (p>0. Increasing awareness on prevalence of severe helminthes cases in Aceh may be used to shock communities in improving good hygiene practices generally. Appropriately. they bring their sick children to a local health facility within the first 24 hours diarrhea is observed (83. Promosi higiene harus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penyebab. 14. dengan penekanan bahwa pada kenyataannya diare dapat menjadi fatal terutama pada anak-anak dibawah lima tahun.2% dari para ibu menyadari akan potensi bahaya diare bahwa diare dapat menyebabkan kematian pada anak disebabkan oleh dehidrasi jika tidak ditangani.IN DEPTH LEBIH MENDALAM mereka dapat sakit karena minum air yang tidak aman (78. prevention and treatment of diarrhea specifically. Resep LGG dan penggunaannya sebagai suatu cara yang sederhana. Mothers should be encouraged to seek medical care for infants and toddlers with diarrhea immediately upon onset of symptoms. Hal ini sesuai. 14% keluarga memiliki paling sedikit satu anggota keluarga yang pernah menderita diare dalam dua minggu terakhir. karena mereka membawa anak mereka yang sakit ke fasilitas kesehatan setempat dalam waktu 24 jam pertama sejak diare diketahui (83.05). Sama seperti perilaku mencuci tangan. Beberapa dari mereka memakai larutan rehidrasi yang dibuat sendiri terdiri dari gula dan garam disebut Larutan Gula Garam (LGG) (21.5%). 84. murah dan efektif untuk mencegah dehidrasi harus dipromosikan dengan lebih baik lagi. Hygiene promotion should aim to improve knowledge on causes. stressing the reality that diarrhea can be fatal particularly in children under five.2%). At the time of the survey.9%). Some use a homemade rehydration solution comprised of sugar and salt called Larutan Gula Garam (LGG) (21. 49. The recipe for LGG and its use as a simple.2%). Ibu harus didorong untuk segera mencari perawatan medis bagi bayi dan balita yang terkena diare begitu melihat gejala diare. 49. ■ 84. tersedia.2% of mothers are aware of the potential severity of diarrhea. Sekitar separuh dari para ibu yang disurvei menangani diare dengan “Oralit” atau ORT (Oral Rehydration Therapy. pencegahan dan penanganan khususnya diare.

HCV: Hepatitis C Virus. PHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat. Kadang kala disertai dengan timbulnya gejala pada vagina berupa: lendir. syok atau sebab lain yang ditandai dengan cemas. Skuama: Serpih lapisan tanduk kulit ari yang terlepas. bisa diseluruh badan. umumnya terjadi 72 jam setelah masuk rumah sakit yang bisa terjadi pada pasien atau petugas rumah sakit. intoksikasi. gangguan ingatan. Pustule: Gelembung dikulit yang berisi nanah dilapisan epidermis atau dibawahnya yaitu di dermis dengan diameter < 1 cm. insiden adalah jumlah kasus baru dalam periode waktu tertentu. tremor dan bicara ngawur. Kronik: Menahun dan berlangsung dalam waktu yang lama. Mialgia: Nyeri pada satu otot. Antraks: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang terutama menyerang hewan ternak tetapi dapat juga menyerang manusia yang mengakibatkan kelainan di kulit. HBV: Hepatitis B Virus. bau. biasanya berisi cairan dengan diameter < 1 cm. Fissura: Kulit yang pecah-pecah. Delirium: Keadaan status mental. Pada epidemiologi. Tenesmus: Sasme dan rasa nyeri pada lubang anus yang diikuti rasa ingin BAB tetapi tidak disertai dengan keluarnya tinja. Trombositopenia: Berkurangnya jumlah sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan darah (trombosit) dalam darah tepi. Disability Adjusted Life Years (DALY): Jumlah tahun yang hilang dari kehidupan potensial yang disebabkan oleh kematian dini atau jumlah tahun yang hilang dari kehidupan produktif karena kecacatan. Papula: Tonjolan kulit yang kecil. Dermatofitosis: infeksi pada kulit. Patch test (tes tempel): Tes sensitivitas alergi pada kulit yang dilakukan dengan memasukkan bahan allergen yang diduga kedalam kulit dengan alat bedah kecil dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui ada tidaknya reaksi alergi yang timbul. nyeri. tetapi terbanyak di lengan dan tungkai. Arthralgia: Nyeri sendi. Sel-sel ini disebut juga platelet (trombosit). atau nyeri pada beberapa otot. 62 health messenger . Disinfeksi: Membersihkan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan mikro organisme penyebab penyakit. Ulserasi: Terjadinya tukak. vesikel dan skuama. Insiden: Frekuensi kejadian misalnya penyakit tertentu pada daerah atau populasi tertentu. halusinasi. Angioedema: Penyakit alergi pada kulit yang ditandai dengan urtika yang mengenai lapisan kulit lebih dalam daripada kulit jangat. dapat terjadi di lapisan mukosa dan bisa juga saluran cerna. CHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi untuk anak-anak. Sebagai contoh. Booster vaksinasi: Dosis tambahan vaksin yang diberikan secara periodik untuk mempertahankan sistem imun. papula. Anti motility drugs: Obat untuk menghambat peristaltik usus. berbatas jelas dan padat yang berdiameter kurang dari 1 cm. Ada banyak sebab pada nyeri sendi. yang menyebabkan terjadinya inflamasi dikulit yang menyebar ke lapisan lemak dibawah kulit. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Kelainan perdarahan yang terjadi akibat aktivitas yang tidak terkontrol dari faktor pembeku darah dan enzim fibrinolitik diseluruh pembuluh darah kecil. disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak yang tertumpuk berlapis-lapis. Eritema: Perubahan warna kulit menjadi kemerah-merahan karena kongesti kapiler. Penyakit ini tidak menular dan belum jelas sebabnya. Sporozoit: Bentuk plasmodium yang dilepaskan dari ookista dalam nyamuk untuk berkumpul dalam kelenjar ludah nyamuk dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.TAKARIR Akut: Penyakit yang terjadi mendadak dan berkelanjutan singkat serta gawat. sehingga mengakibatkan nekrosis dan perdarahan. Hipovolemia: Volume sirkulasi darah yang rendah. Papula dapat terinfeksi karena garukan. HIV: Virus imunodefisiensi pada manusia (Human Immunodeficiency Virus). umumnya Gardnerella vaginalis. Bacterial Vaginosis: Kondisi pada wanita dimana keseimbangan normal bakteri vagina terganggu dan diganti oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Nosokomial: Yang berasal dan terjadi di rumah sakit. Erisipelas: Infeksi akut pada kulit oleh bakteri streptokokus. Pengobatan topical: Pengobatan setempat pada kulit. kuku dan rambut yang disebabkan oleh dermatofita (jamur) dan ditandai oleh kulit yang merah. Vesikel: Gelembung kecil dikulit (seperti bisul kecil). tambahan dosis vaksin tetanus dan difteri direkomendasikan untuk diberikan setiap 10 tahun sekali untuk orang dewasa. Psoriasis: Penyakit kulit menahun dengan kelainan berupa kulit kemerahan. Leukopenia: Jumlah sel darah putih (leukosit) yang rendah dari jumlah normal Makula: Bercak berupa perubahan kulit semata-mata yang biasanya tidak meninggi diatas permukaan kulit. gatal dan rasa terbakar. kebingungan yang diakibatkan oleh demam tinggi. biasanya terjadi pada membran mukosa yang membentuk luka seperti kulit yang retak. Disentri: Radang pada selaput lendir usus yang ditandai dengan diare dan tinja bercampur lendir dan darah. saluran cerna dan paru. disorientasi. Infeksi nosokomial: Infeksi yang terjadi atau berasal dari rumah sakit. khususnya ditujukan kepada infeksi.

HCV: Hepatitis C Virus. Tenesmus: Painful spasm of the anal sphincter along with an urgent desire to defecate without the significant production of faeces. generally Gardnerella vaginalis. and in need of urgent care. CHAST: Children’s Hygiene and Sanitation Training. or pain in multiple muscles. fissures. For example. the layers beneath the skin. acquired in a hospital. Hypovolaemia: A blood disorder consisting of a decrease in the volume of circulating blood. Squama: Scaly or platelike structure on the epidermis layer of the skin. intestines or lungs. shock. intoxication. Myalgia: Pain in a muscle. hair. Vesicle: A small circumscribed epidermal elevation (like a blister). Anti motility drugs: Medicines that prevent the intestinal peristaltic. the mucous membranes and sometimes the viscera. disorientation. or nails caused by a dermatophyte (fungus) and characterized by redness of the skin. These cells are called platelets (thrombocytes). itching or burning. Patch test: Allergic sensitivity test in which a suspected allergen is applied on a small surgical pad on the skin for a certain period of time in order to determine if an allergic response is present. It is sometimes accompanied by discharge. PHAST: Participatory Hygiene and Sanitation Transformation. Booster vaccination: An additional dose of a vaccine needed periodically to "boost" the immune system. Topical therapy: Local treatment on certain areas of skin. usually containing a clear fluid with diameter < 1 cm. Ulceration: An ulcer or an ulcerous condition. Fissure: a break in the skin. Pustule: A visible collection of pus in the epidermis layer of the skin or beneath it. HBV: Hepatitis B Virus. Incidence: The frequency with which something. Nosocomial: Originating or taking place in a hospital. Dysentery: Inflammation of the intestine characterized by the frequent passage of feces. Disinfection: To cleanse so as to destroy or prevent the growth of diseasecarrying micro organisms. affecting either the skin. In disease epidemiology. hallucinations. appears in a particular population or area.GLOSSARY Acute: An illness that is of short duration. Sporozoite: form of plasmodium which is produced by oocysts in the mosquito. producing a crack like a sore or an ulcer. and characterized by anxiety. Dermatophytosis: Infection of the skin. resulting in tissue necrosis and bleeding. resulting in inflammation and characteristically extending into underlying fat tissue. rapidly progressive. Papulae may open when scratched and become infected. the incidence is the number of newly diagnosed cases during a specific time period. pain. Thrombocytopenia: Abnormal drop in the number of blood cells involved in forming blood clots. usually with blood and mucus. Arthralgias: Pain in the joints. or other causes. such as a disease. generally occurring 72 hours after admittance which can affect patients as well as hospital personnel. and scaling. pembawa pesan kesehatan 63 . Papulae: A small solid rounded bump rising from the skin that is usually less than 1 centimeter in diameter. Angioedema: An allergic skin disease characterized by patches of confined swelling involving the skin. in the dermis with a diameter < 1 cm. There are many possible causes of pain in a joint. Macula: Small flat and discoloured spot on the skin. Psoriasis: Chronic dermatitis with erythematous scaling patches covered by silvery white scales. Disability Adjusted Life Years (DALY): The sum of years of potential life lost due to premature mortality and the years of productive life lost due to disability. Erysipelas: An acute streptococcus bacterial infection of the dermis. Bacterial Vaginosis: A vaginal condition where the normal balance of bacteria in the vagina is disrupted and replaced by an overgrowth of certain bacteria. HIV: Human Immunodeficiency Virus. Nosocomial infection: Infection present or originating in the hospital. usually where it joins a mucous membrane. Leukopenia: Lower than the normal amount of white blood cells (leukocytes). trembling. Erythema: Redness of skin resulting from congestion of capillaries. accumulate in the vector’s saliva glands and are transferred to the definitive host by the bite of the infected mosquito. odor. Delirium: A temporary state of mental confusion resulting from high fever.that can be found on all the body but mostly on arms and legs. It is non-infectious and causes are unknown. a booster shot of the tetanus and diphtheria (Td) vaccine is recommended for adults every 10 years. vesicles. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Hemorrhagic disorder that occurs following the uncontrolled activation of clotting factors and fibrinolytic enzymes throughout small blood vessels. Anthrax: Infection caused by the bacterium Bacillus anthracis that primarily affects livestock but that can occasionally spread to humans. Chronic: Persisting over a long period of time. small papulae. especially in reference to an infection. memory impairment. and incoherent speech.

Zat hijau daun 18. Sakit kepala sebelah 9. Infeksi yang terjadi di rumah sakit 16. Dengue Syok Syndrome 31. Kesulitan kencing/sakit sewaktu kencing 47.Gerakan yang tidak disadari 3. Ayan/sawan 27. Tajam penglihatan 20. Demam 10. Borok/luka terinfeksi 23. Rahang bawah 15. Sel darah putih 30. Pembuluh darah balik 34. Keguguran 35. Radang saluran cerna yang disebabkan oleh Vibrio cholerae 45. Cacing gelang 41. Vektor malaria 39. Pemakan segala 37. Sunat/khitan 12. Epidemi 46. Radang telinga 28. Magnetic Resonance Imaging 40. Vaksin untuk mencegah TBC 6. Tulang hasta 31. Tidak bisa / susah tidur 5. Intensive Care Unit 14. Cairan yang diberikan kepada penderita diare 7. Laju Endap Darah 17. Hilangnya daya untuk bergerak/lumpuh 32. Inflamasi 48. Jerawat 19. Radang pada gusi 13. Selaput lendir 44. luka karena tekanan terus-menerus 21. Patah tulang 43. Salah satu contoh water-borne disease 24. Luka baring. Pengambilan jaringan tubuh secara bedah untuk pemeriksaan mikroskopik 11. Gerakan anggota badan menjauhi sumbu tengah tubuh 8.GAME PERMAINAN 1 3 4 5 8 10 11 12 9 6 2 7 13 14 16 17 21 22 18 15 19 20 23 24 25 27 28 30 31 32 33 26 29 34 36 39 37 40 38 41 35 42 43 45 46 47 44 48 49 MENDATAR 4. Rahim/kandungan ibu 29. Tungkai atas/paha 49. Alat yang diletakkan dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan 25. Campak 26. Penyebab malaria 33. Lemak 38. Lapisan keras yang meliputi permukaan mahkota dan leher gigi 2. Masa setelah melahirkan 22. Rabun dekat 42. Kulit ari 36. Perubahan warna pada kulit tanpa adanya penonjolan MENURUN: 1. Intra Muscular 64 health messenger .

7. EPILEPSI . ABDUKSI . For more information.Rp 20. FRAKTUR .32.39. BIOPSI . VISUS .10. ABORTUS . MUKOSA .Rp 20.34. ULNA .000 ADVERTISING PARIWARA Organisasi anda dapat menerbitkan pariwara di majalah Pembawa Pesan Kesehatan.18.20.25. please contact us.Rp 44.000 Local NGO <300 copies . Meunara VII.5. ULKUS .40. MORBILI . REFLEKS .41. silakan menghubungi kami. FEMUR .17. MIGREN .49. GINGIVITIS .000 >300 eksemplar .22.48. IM SUBSCRIPTIONBERLANGGANAN Your organisation can take out subscription to the Health Messenger Magazine as: International NGO <300 copies . VENA .6 Desa. BCG .15.3.35. CONTACTKONTAK Aide Médicale Internationale Lr.43. OMNIVORA 37. MANDIBULA .Rp 30.12.000 >300 copies .INFORMATION INFORMASI Organisasi anda dapat berlangganan majalah Pembawa Pesan Kesehatan: LSM Internasional <300 eksemplar .31.000 >300 copies .Rp 44.000 LSM Lokal <300 eksemplar .9.000 1.500 Local Institution <300 copies . ANOPELES . UTERUS . ASKARIS . DIARE . ICU .Rp 38.45.46.31.6. Garot Geuceu Kec. IUD . WABAH .38.500 Institusi Lokal <300 eksemplar . LIPID . LED .11.14. Darul Imarah Aceh Besar.47.Rp 38. PLASMODIUM .19. DSS .33. MAKULA MENDATAR .Rp 15.36. FEBRIS . no. Untuk informasi.13.hm@gmail. EPIDERMIS . DEKUBITUS .000 >300 eksemplar .29. NIFAS . KLOROFIL .000 >300 eksemplar . LEUKOSIT 30. MRI .Rp 50.26.Rp 30. DISURIA . MIOPIA . PARALISIS . EMAIL .Rp 50. Tgk.23.28. RADANG . NAD indonesia.2.8. INSOMNIA .000 >300 copies .21.Rp 15. ORALIT .com MENURUN: 4.42. NOSOKOMIAL 16. OTITIS . KOLERA . ACNE .27. SIRKUMSISI .24.44. Your organisation can publish an advertising in the Health Messenger Magazine.

in the province of Aceh. AMI was founded in 1979 by a group of twenty volunteer doctors and nurses. prevent infections. Saat ini AMI bekerja di sembilan negara.Aide Médicale Internationale (AMI) is a nongovernmental. Now present in 9 countries. Aide Médicale Internationale telah mengembangkan program di lebih dari tiga puluh negara.amifrance.AMI tidak berpolitik dan bersifat sekuler. merehabilitasi dan mensuplai pusat layanan kesehatan serta melatih petugas kesehatan. AMI juga melengkapi. Since its creation. The goal of Aide Médicale Internationale is to implement or re-establish access to health care for deprived and isolated populations. Sejak pendiriannya. Aide Médicale Internationale bertujuan untuk mewujudkan atau membangun kembali akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tersisihkan dan terisolasi. pencegahan infeksi. Aide Médicale Internationale has developed programs in more than thirty countries. AMI telah bekerja di Indonesia sejak Maret 2005 untuk membantu para pekerja kesehatan Indonesia di Provinsi Aceh dengan sejumlah perangkat pelatihan yang tepat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. AMI has been working in Indonesia since March 2005 to provide Indonesian health workers. It is apolitical and secular. Tim AMI memberikan layanan kesehatan primer. dan melakukan program pendidikan kesehatan. They also equip.org . with a continuous training tool appropriate to improve their knowledge and skills. rehabilitate and supply health care structures and train health care personnel. AMI teams provide primary health care. AMI didirikan pada tahun 1979 oleh dua puluh orang dokter dan perawat relawan. Aide Médicale Internationale (AMI) adalah suatu organisasi nirlaba non-pemerintah. Funded by /Didanai oleh: Contributors / Kontributor: www. non-profit organization (NGO). and implement health education programs.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful