HEALTH

MESSENGER

KESEHATAN

PEMBAWA PESAN

Air, Higiene dan Sanitasi
WATER, HYGIENE AND SANITATION

Dermatitis Kontak/Contact Dermatitis — Diare/Diarrhea — Kolera/Cholera Promosi kebersihan/Hygiene promotion — Demam tipus/Typhoid fever Manajemen limbah medis/Medical waste management Kebersihan kewanitaan/Feminine hygiene

MAJALAH KESEHATAN UNTUK PEKERJA KESEHATAN INDONESIA DIPUBLIKASIKAN OLEH AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE THE HEALTH MAGAZINE FOR INDONESIAN HEALTH WORKERS PUBLISHED BY AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE

EDISI JUNE 11 ISSUE 2009 JUNI

HM TEAMTIM P2K
Manager Publikasi/ Publication Manager Chloé Forette Editor Kepala/ Editor in chief Anne Broggi Penyunting Medis/ Medical Editor dr. Nurjannah Penerjemah/ Translators Denni Rajagukguk Endrani Sulistyowati Mahdani A. Hamid Dewan Penyunting/ Editing Committee Tim P2K/HM Team Ikonografi/ Iconography Tim P2K/HM Team Tata Letak/ Layout Chloé Forette
5 7

CONTENTSDAFTAR ISI

1 2

EDITORIAL EDITORIAL BERITA NEWS Hari Kesehatan Dunia World Health Day Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Flu Babi Swine Influenza Hari Perawat Internasional International Nurse Day PERISTIWA EVENTS Acara Pembukaan PIDA The Opening Ceremony of PIDA LEBIH DEKAT ZOOM Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Community-Based Water Supply and Environmental Sanitation Eumpang Breuh LAPORAN KHUSUS SPECIAL REPORT Air, Higiene Dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation PENGANTAR INTRODUCTION Pengembangan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Development of Water and Sanitation Facilities DI TANAH AIR KITA IN OUR COUNTRY Indonesia Sehat 2010 Healthy Indonesia 2010 DARI LAPANGAN FROM THE FIELD Wawancara Yopie Pangkey Interview Yopie Pangkey KESEHATAN MASYARAKAT PUBLIC HEALTH Membangun Air, Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Aceh Building Water, Sanitation, Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air Dan Sanitasi: Suatu Joint Venture Water and Sanitation: A Joint Venture KESEHATAN UMUM GENERAL HEALTH Dermatitis Kontak Contact Dermatitis Penyakit Yang Berkaitan Dengan Air Water Related Diseases Program Manajemen Limbah Medis Medical Waste Management Program IBU & ANAK MOTHER & CHILD Kebersihan Kewanitaan pada Kehamilan Feminine Hygiene During Pregnancy PSIKOSOSIAL PSYCHOSOCIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfilment Instruksi Tentang Kebersihan, Sanitasi dan Air di Rumah Sakit Instructions on Hospital Hygiene, Water and Sanitation. Wawancara Perawat Bambang Interview Nurse Bambang LEBIH DALAM IN DEPTH Panduan Praktis untuk Diare Practical Guideline for Diarrhea Pengetahuan, Sikap dan Perilaku terhadap Air, Sanitasi dan Higiene di Aceh Knowledge, Attitudes and Practices on Water, Sanitation and Hygiene in Aceh TAKARIR GLOSSARY

13 14

15 16 21

CONTRIBUTORS KONTRIBUTOR
Hasrati (Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer Handicap International) ■ Erlina Marlinda (Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator, Handicap International) ■ Marthunis Muhammad (Focal Point Pokja AMPL/ AMPL Working Group Focal Point - Bappeda Aceh) ■ Joni Kapluk (Aktor Aceh/ Acehnese actor) ■ Sijawati & Tharuddin (Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/ Enviromental Health Department, Provincial Health Office of Aceh) ■ dr. T.H. Makmur Mohd. Zein (Fakultas Kedokteran Syiah Kuala/ Medical Faculty of Syiah Kuala University) ■ Yopie Pangkey (Petugas Sanitasi Air - Pendidikan Hygiene/ Watsan Officer - Hygiene Education, Irish Red Cross) ■ Moris Monson (Delegasi Watsan – Kontruksi/ Watsan Construction Delegate, Irish Red Cross) ■ Basilius Kris Cahyanto (Spesialis WASH/ WASH specialist, UNICEF Banda Aceh) ■ Manuela Peters (Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss cabang Sigli/ Sigli Health Project Swiss Red Cross) ■ dr. Dina Lidadari (Bagian Kulit Kelamin/ Dermatology Department, Unsyiah RSUZA) ■ dr. Kurnia F. Jamil (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi/ Internist Consultant Tropical Infection Diseases, Unsyiah - RSUZA) ■ Yayat Kurniawan (Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan/ Environmental Health Technical Program Manager, Canadian Red Cross) ■ Katherine Mueller (Delegasi Masyarakat dan Informasi/ Information & Community Outreach Delegate, Canadian Red Cross) ■ Rahmi Wardhani (Bidan/ Midwife, RSU Cut Mutia Lhokseumawe) ■ dr. Nur Fardian (Program Studi Pendidikan Dokter/ Medical Studies Program, Malikussaleh University) ■ Ibu Hasniah (Politeknik Kesehatan – Keperawatan Depkes Banda Aceh/ Nursing School Banda Aceh) Bambang Isnur Imanto (Perawat, Puskesmas Kopelma Darussalam/ Nurse Puskesmas Kopelma Darussalam) ■ Sasimar Sangchantr, Riza Adirza, Damaris Monteiro & Soegeng Afriyanto (Tim Kesehatan Masyarakat/ Public Health Team, IOM) ■

27

42

44

51

62

EDITORIAL EDITORIAL

Air, higiene dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation

S

etiap 8 detik sekali seorang anak meninggal dunia karena air yang terkontaminasi; ada lebih dari 25 bakteri yang terdapat dalam air yang terkontaminasi dan lain-lain. Data ini sangat menakutkan namun inilah realita yang menyedihkan.Air merupakan kebutuhan dasar dan vital, tetapi akses terhadap air yang layak minum masih menjadi isu global sampai saat ini. Setidaknya terdapat 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap air leding. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak mempunyai jamban dan harus buang air besar di ruang terbuka sehingga dapat mengkontaminasi sungai dan sistem saluran air. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang disebarkan melalui air. Terlepas dari pembangunan ekonominya, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara berkembang dimana sistem Air, Higiene dan Sanitasinya harus ditingkatkan. Rekonstruksi provinsi Aceh setelah terjadinya Tsunami telah mengarah ke perbaikan yang cukup baik. Namun masih banyak yang harus dilakukan. Penyakit yang disebarkan melalui air umumnya terdeteksi di Puskesmas, banyak anak-anak menderita diare yaitu suatu penyakit yang dapat mengancam jiwa terutama anak-anak yang rentan. Dan bagaimana mengenai Malaria, tipus dan lainlain? Masyarakat harus belajar mengenai langkah-langkah dasar pencegahan penyakit.Anak-anak harus mengetahui bahwa tangan serta gigi harus dibersihkan dengan sabun dan pasta gigi. Banyak penyakit dapat dicegah dengan menerapkan cara ini. Ini adalah masalah edukasi. Karena itu Pembawa Pesan Kesehatan edisi ke-11 ditujukan untuk membahas masalah Air, Higiene dan Sanitasi, disini kami menggaris bawahi peranan penting para petugas kesehatan dalam mentransfer dan membagi informasi mengenai higiene dan kami menyoroti beberapa alat survei yang ada seperti survei pengetahuan, sikap dan perilaku. Lebih dari sekedar sebuah majalah kesehatan, informasi yang disampaikan dalam edisi ini sebaiknya dibagikan juga kepada semua anggota masyarakat. Namun kami sangat yakin, bahwa anda para pembaca, para petugas kesehatan adalah penghubung bagi masyarakat. Jadi, mari kita baca, belajar dan berbagi pengetahuan!

very 8 seconds a child dies because of contaminated water; there are more than 25 pathologies related to contaminated water, etc. These data are frightening but this is a sad reality. Water is a basic and vital need but access to drinkable water is still a global issue. At least 2,6 billion people do not have access to running water. Most of them do not even have toilets and have to defecate in open air, thus, contaminating rivers, air and sewer systems. This is probably the cause of high morbidity and mortality rates. In spite of its economic development, Indonesia is still one of these developing countries where Water, Hygiene and Sanitation need to be improved. The reconstruction of the Aceh province after the Tsunami led to a sharp improvement. But many things remain to be done. Waterborne diseases are commonly detected in the puskesmas, too many children are suffering diarrhea which is a life threatening disease for a child vulnerable organism. And what about Malaria, typhoid, etc? People have to learn about the basic preventive measures. Children must know that hands as well as teeth should be cleaned with soap and toothpaste. Many diseases could be prevented this way. This is a matter of education. For this HM 11 dedicated to Water, Hygiene and Sanitation, we underline the key role of health workers in transmitting and sharing information about hygiene and we highlight some of the numerous tools that exist like the Knowledge, Attitudes and Practices. More than a medical magazine, the information published in this issue should be shared between all citizens. But we truly believe that you, readers, health workers, are the link with the community. So lets read, learn and share the knowledge!

E

Anne Broggi

pembawa pesan kesehatan 1

Good to remember: Developing safe hospitals can save lives when disaster strikes. local decision makers. ■ Penting untuk diingat: Membangun rumah sakit yang aman dapat menyelamatkan banyak jiwa saat bencana datang. Dengan bantuan WHO. ■ The World Health Day is celebrated annually on 7 April. With the help of WHO. Make Hospitals Safe in Emergencies". By working together. kemungkinan di masa depan ketika bencana menghadang. but also damage health facilities. and its motto "Save Lives.NEWS BERITA Hari Kesehatan Dunia World Health Day Tim P2K/ HM team Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tahun tanggal 7 April.Tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2009 adalah ”Fasilitas Kesehatan saat Darurat”. For instance. bencana Tsunami di Aceh dan Gempa bumi di Nias dan Yogyakarta secara keseluruhan telah merusak sedikitnya 713 fasilitas kesehatan. Hal tersebut membutuhkan keterlibatan dari pihak masyarakat. Dengan bekerja bersama-sama. fasilitas-fasilitas kesehatan Indonesia akan bertahan kuat dan tetap berfungsi untuk dapat menyelamatkan jiwa. These damaged facilities lost their capacity to provide health services during these emergency periods. Tugas mengembangkan rumah sakit yang aman bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah atau sektor kesehatan saja. Indonesia is currently undertaking a safety assessment of health facilities. health workers and other professionals. when disaster strikes. pekerja-pekerja kesehatan serta para professional lainnya. Developing safe hospitals is not merely the responsibility of the government or the health sector alone. It needs the involvement of communities. tetapi juga merusak fasilitas-fasilitas kesehatan. the Tsunami in Aceh and the earthquakes in Nias and Yogyakarta have together damaged at least 713 health facilities. 2 health messenger . which is important for preparedness and mitigation. Ciptakan Rumah Sakit Aman saat Darurat”. pengambil keputusan di tingkat lokal. Indonesia saat ini melaksanakan penilaian keamanan fasilitasfasilitas kesehatan yang penting pada saat persiapan dan mitigasi bencana. Fokus tahun ini adalah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan menjadi lebih baik dan aman pada saat bencana dan tanggap darurat. it is possible that in the future. Emergencies not only can take a heavy toll on human life and health. Sebagai contoh. Fasilitas-fasilitas yang rusak tersebut kehilangan kapasitas dalam menyediakan layananlayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. The theme of World Health Day 2009 is "Health Facilities in Emergencies". Masa darurat tidak hanya merenggut banyak jiwa dan kesehatan manusia. dengan motto “Selamatkan Jiwa. This year's focus is to strengthen health facilities to be better prepared and safe in case of emergencies and disasters. Indonesia's health facilities will stand strong and stay functional to save lives.

budget and implementation of evaluation tools based on the national and WHO standards. They performed a research on more than 400 pigs in 4 States in Indonesia and found out that more than 50 pigs carried the virus. jauh lebih berbahaya dibanding jenis yang saat ini sedang merajalela di Meksiko. Hal ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Aceh. they fear that H5N1 transform itself into a new form of swine virus that could be transmitted to human beings called H1N1. anggaran dan pelaksanaan alat-alat evaluasi berdasarkan standar nasional dan WHO.” The main focus of the strategic plan includes operational activities.NEWSBERITA ACEH BEBAS DARI MALARIA PADA TAHUN 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Tim P2K/ HM team ari Malaria Dunia 2009 diperingati pada tanggal 25 April. Di Indonesia. 2009. As pork can carry avian virus as well as human virus. target groups. ■ FLU BABI. Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan dari UNICEF mengadakan rapat perencanaan di Banda Aceh untuk mempersiapkan sebuah rencana strategis untuk memberantas malaria di Provinsi Aceh pada tahun 2015. menemukan bahwa babi-babi di Indonesia tampaknya dapat menularkan sebuah jenis flu baru bagi manusia. SEBUAH ANCAMAN BARU DI INDONESIA Tim P2K/ HM team S ebuah penelitian baru-baru ini oleh Universitas Kobe.060 kasus positif malaria pada tahun 2007. The meeting was attended by representatives from districts/cities and multi-sectoral program implementers and stakeholders who work together to develop the strategic plan. Jepang. much more dangerous than the one which is raging in Mexico. swine breeding and trading are under sanitary surveillance. The theme of this meeting was “Aceh Free from Malaria by 2015. ■ pembawa pesan kesehatan 3 . Fokus utama dari rencana strategis termasuk kegiatan operasional. PHO with support from UNICEF held a planning meeting in Banda Aceh to prepare a strategic plan to eliminate malaria from Aceh Province by 2015. para peneliti tersebut mencemaskan bahwa H5N1 dapat merubah dirinya sendiri menjadi bentuk baru berupa virus babi yang dapat ditularkan kepada manusia yang disebut H1N1. 2009. a new threat in Indonesia A recent research by University of Kobe. This is still a major challenge for Aceh. Sebagaimana babi dapat mengandung virus burung serta virus manusia.060 cases of positive malaria in 2007. ■ Swine Influenza. The Ministry of Health declared the Government will slaughter pigs infected with the virus H1N1. Sejauh ini belum ada kasus yang terdeteksi. In Indonesia. pengembangbiakan dan penjualan babi dilaksanakan dengan pengawasan steril. kelompok sasaran. Para peneliti melakukan penelitian pada lebih dari 400 babi di 4 kota di Indonesia dan menemukan bahwa 50 babi mengandung virus. No case has been detected so far. Tema dari pertemuan tersebut adalah “Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015”. found that Indonesian porks are likely to transmit a new type of influenza to human beings. ■ H W orld Malaria Day 2009 was celebrated on April 25. There were 7.Terdapat 7. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa Pemerintah akan menyembelih babi-babi yang terinfeksi oleh virus H1N1. Japan. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota dan pelaksana program multi-sektor serta pemangku kepentingan lainnya yang bekerja bersama-sama mengembangkan rencana strategis.

To celebrate this day. limited equipment. It is also an appropriate day to consider the challenges faced by health workers in developing countries such as Indonesia where health workers can face a lot of working constraints: exposure to infectious diseases. yang kita ketahui sebagai pencetus keperawatan modern. serta dapat digunakan oleh perawat dimana saja. ICN prepares and distributes the International Nurses' Day Kit. keputusan dibuat untuk memperingati hari perawat ini pada 12 Mei karena pada tanggal tersebut merupakan hari lahirnya Florence Nightingale. para pelajar turun ke jalan-jalan di Banda Aceh untuk menyebarkan alat-alat komunikasi (selebaran. The kit contains educational and public information materials. 2009 in Rumah Sakit Jiwa for an official ceremony held by the hospital’s director. they raised people’s awareness on the importance the health workers play here. Banda Aceh dan seluruh propinsi Aceh bergantung pada banyak fasilitas kesehatan dan perawat. di Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan upacara yang dihadiri juga oleh direktur Rumah Sakit Jiwa. Banda Aceh and the whole Aceh province count on many health facilities and nurses. KPI mempersiapkan dan mendistribusikan peralatan hari perawat internasional. Ini juga hari yang tepat untuk mengingat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tenaga-tenaga kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia yang tenaga kesehatannya dapat menghadapi banyak keterbatasan-keterbatasan kerja: paparan penyakit menular. most of the students gathered on Tuesday 12 May. There are five nursing schools in Banda Aceh. poster) dan bunga kepada masyarakat. the students went in the streets of Banda Aceh to distribute communication tools (flyers. This way. International Nurse Day is celebrated every 12 May in order to remind all the valuable work and contribution nurses make to society. peralatan yang terbatas. umumnya pelajar dari sekolah perawat ini berkumpul pada tanggal 12 Mei. who is widely considered as the founder of modern nursing. Terdapat 5 sekolah perawat di Banda Aceh. After the speeches.NEWS BERITA Hari Perawat Internasional International Nurse Day Tim P2K/ HM team Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei dalam rangka mengingat semua kerja dan kontribusi penting perawat terhadap masyarakat. for use by nurses everywhere. Peralatan ini terdiri dari bahanbahan yang bersifat edukatif dan memberikan informasi kepada masyarakat. Setelah pidato dari direktur. limited access to medicine. ■ . ■ 4 health messenger The International Council of Nurses (ICN) has celebrated this day since 1965. Pada januari 1974. posters) and flowers to people. Each year. In January 1974. obat-obatan yang terbatas. The students were really glad to join this event to promote this medical career. the decision was made to celebrate the day on 12 May as it is the anniversary of the birth of Florence Nightingale. Untuk memperingati hari ini. Setiap tahun. History of this event Sejarah peringatan hari perawat internasional Konsil Perawat Internasional (KPI) sudah memperingati hari perawat ini sejak tahun 1965. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran petugas kesehatan.

An Activity Committee has been created in July 2007 in order to develop DPOs. Ada 3 layanan yan disediakan oleh PIDA yaitu Sumber Daya & Fasilitas. It aims at providing access to different facilities and tools for Disabled People Organizations (DPOs) and disseminating information on disability amongst all actors in the community. The main focus of PIDA is to support DPOs but is open for all Persons With Disability (PWDs). On 30 April 2009. Orang Cacat dan masya- Brief PIDA’s history The PIDA has been inaugurated on 21st September 2006.Handicap International Pada tanggal 30 April 2009.EVENT PERISTIWA ACARA PEMBUKAAN PIDA The Opening Ceremony of PIDA Hasrati. PWDs and pembawa pesan kesehatan 5 . Handicap International celebrated the opening of the PIDA. Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator . PIDA bertujuan untuk memberikan akses terhadap berbagai fasilitas bagi Organisasi Orang-orang Cacat (OOC) dan penyebaran informasi tentang masalah orang-orang cacat kepada semua pihak dalam masyarakat. The three main services provided by PIDA are: Resources & Facilities. Information & Orientation. their family and any other persons or organization interested in the thematic of disability. Panitia Kegiatan dibentuk pada bulan Juli 2007 untuk meningkatkan partisipasi Organisasi Orang Cacat. Handicap International menyelenggarakan pembukaan PIDA.Organisasi ini juga memfasilitasi hubungan antar pihak yang berkaitan dengan inklusi orang cacat. Apa itu PIDA? PIDA (Pusat Informasi Disable Aceh) merupakan pusat dan sumber informasi untuk orang-orang cacat. Informasi & Orientasi dan Penyebaran Informasi. Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer . Sejarah Singkat PIDA PIDA dibentuk pada tanggal 21 September 2006. Kesempatan yang sangat baik sekali buat kita untuk mengingat kembali sejarah dan tujuan pusat informasi ini untuk orang-orang cacat. What is the PIDA? The PIDA (Information Center for disabled acehnese people) is a center of resources and information on disability. It is a great opportunity to remind you the history and the goal of this information center for disabled people. It also facilitates the link between actors regarding the inclusion of people with disability. and a Dissemination of Information. Fokus utama PIDA adalah untuk membantu Organisasi Orang Cacat (OOC) tetapi juga terbuka untuk semua orangorang cacat dan keluarganya dan bagi orang-orang yang tertarik dengan masalah kecacatan.Erlinda Marlinda.

Pada awalnya. library. Good to remember: People With Disability have the right to accessible information. Layanan yang tersedia Fasilitas yang disediakan oleh PIDA termasuk akses internet. kursus bahasa Inggris dan bahasa isyarat yang akan diatur pada tahun ini karena adanya permintaan dari para pengguna PIDA. The Activity Committee selected the final name in September 2007. community participation in the process and the selection of activities. kursus komputer (pengenalan dan menggunakan komputer dengan JAWS. computer courses (introduction and using computer with JAWS. Banda Aceh Telp: 0651 741 46 77 6 health messenger . ■ Facilities provided by the PIDA include internet access. Samping Sonic Net. At first. Lamlagang. ■ PIDA HASRATI: Staf penanggung jawab untuk peningkatan kepedulian dan penyadaran / Sensitization and Awareness Raising Officer Jl. But this name was not reflecting that the place was an information center focusing on disability. Residen Danubroto. PIDA diambil sebagai nama terakhir pada bulan Septemer 2007 setelah dipilih oleh panitia kegiatan. software untuk orang buta) perpustakaan. Main activities The main activities developed by the PIDA are: For DPOs: ◗ Ease the coordination and collaboration between the different DPOs ◗ Facilitate seminars and trainings ◗ Ease the access to PIDA’s facilities to DPOs ◗ Support DPOs in advocating and lobbing local authorities at any level ◗ Raise DPOs awareness about their Human Rights and the Convention on the Rights of PWD For PWDs and their families not members of DPOs: ◗ Provide PWDs with a general information ◗ Promote PWDs right to accessible IT ◗ Raise PWDs and their family’s awareness on their Human Rights and the Convention on the rights of PWDs ◗ Inform PWDs about disability referral directory Kegiatan Utama Kegiatan utama yang dikembangkan oleh PIDA adalah: Untuk Organisasi Orang Cacat: ◗ Memudahkan koordinasi dan kerjasama antar Organisasi Orang Cacat ◗ Memfasilitai seminar dan pelatihan ◗ Memudahkan akses terhadap fasilitas PIDA oleh Organiasi Orang Cacat ◗ Membantu orang cacat dalam advokasi dan lobi pada pihak yang berwenang pada berbagai tingkatan ◗ Meningkatkan kesadaran orang cacat akan Hak Asasi dan Konvensi Hak Asasi orang cacat Untuk orang cacat dan keluarganya yang bukan anggota Organiasi Orang Cacat: ◗ Menyediakan informasi umum kepada orang cacat ◗ Mempromosikan hak orang cacat untuk mengakses IT ◗ Meningkatkan kesadaran orang-orang cacat beserta keluarganya tentang Hak Asasi mereka dan Konvensi Hak Asasi orang cacat ◗ Memberikan informasi kepada orang cacat tentang petunjuk rujukan Available services Penting untuk diingat: Orang-orang cacat mempunyai hak terhadap informasi yang mudah diakses. nama yang digunakan adalah DIRC (Pusat Sumber Informasi Orang Cacat). ruang pertemuan. followed by Rakan (friendship in Bahasa Aceh). kemudian Rakan (artinya persahabatan dalam bahasa Aceh).EVENT PERISTIWA rakat dalam proses dan pemilihan kegiatan. English and Sign Language courses will be organized later in the course of the year as it has been requested by the PIDA users. Tetapi nama ini tidak mencerminkan bahwa itu merupakan tempat pusat informasi orang-orang cacat. a software for blind people). meeting room. the name was Disability Information Resource Center.

contohnya saja kita lihat betapa banyaknya fasilitas air bersih dan sanitasi seperti MCK yang menjadi monumen (tidak digunakan hingga rusak atau rusak kemudian ditinggalkan). Why should the community be involved? According to the past experiences and surveys. Bappeda Aceh Province. it has been found that many facilities for clean water and sanitation such as public bathing. Ada 11 prinsip kebijakan dalam AMPL-BM seperti yang terdapat pada tabel berikut: 1.ZOOM LEBIH DEKAT Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat COMMUNITY-BASED WATER SUPPLY AND ENVIRONMENTAL SANITATION Marthunis Muhammad. Kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi Aceh merupakan sebuah wadah koordinasi pembangunan di sektor air minum dan penyehatan lingkungan secara terpadu dan menyeluruh yang berbasis masyarakat guna meraih tujuan pembangunan millennium. It is because the constructions were not based on community needs and the community was not involved which led to a low sense of ownership of the facilities. Hal ini disebabkan pembangunan yang tidak berdasarkan kebutuhan dan juga karena tidak melibatkan masyarakat sehingga rasa kepemilikan masyaraka akan fasilitas yang dibangun rendah. washing facilities and latrines have been neglected (not optimally used then at last broken or being left). Mengapa harus berbasis masyarakat? Hal ini berdasarkan pengalaman. Focal Point Pokja AMPL.Bappeda Provinsi Aceh/AMPL Working Group Focal Point. AMPL-BM1 set up 11 policy principles as illustrated in the following table : pembawa pesan kesehatan 7 . The water supply and environmental sanitation (AMPL in bahasa) working group of Aceh Province is a coordinating institution for the construction of integrated community-based water supply and environmental sanitation in order to achieve the Millenium Development Goals (MDGs). AMPL-BM: Community Based Water Supply and Environmental Sanitation.

Daerah tersebut terutama daerah perdesaan dimana mewakili sebagian besar wilayah Aceh. Relevansi penerapan kebijakan AMPL-BM? Kebijakan AMPL BM ini menjadi tidak realistis apabila diterapkan di dalam sebuah masyarakat yang telah mendapatkan akses fasilitas air minum dan sanitasi dari berbagai institusi yang sudah mapan seperti PDAM dan perusahaan pengolah sampah/limbah cair dan lain sebagainya. kampanye. etc. Therefore the role of the government is to fulfill the needs of the population with providing water supply and environmental sanitation facilities as well as to promote health and hygiene behaviours and education through communication. pendidikan dan lain sebagainya. campaigns. What should the government do? For the local government of Aceh.ZOOM LEBIH DEKAT Prinsip dalam Kebijakan AMPL-BM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Air Merupakan Benda Sosial dan Benda Ekonomi Policy principles of AMPL-BM Water is an economic and social good Pilihan yang Diinformasikan sebagai Dasar dalam Informed choice is the basis for demand-responsive approach Pendekatan Tanggap Kebutuhan Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Keberpihakan pada Masyarakat Miskin Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Akuntabilitas Proses Pembangunan Peran Pemerintah Sebagai Fasilitator Peran Aktif Masyarakat Pelayanan Optimal dan Tepat Sasaran Penerapan Prinsip Pemulihan Biaya Enviromentally-based development Health and hygiene behaviour education Poverty focus Active role of women in decision-making Accountability in the development process Government is a facilitator Active community participation Optimal and target-oriented service Application of the cost-recovery principle Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah? Dari sisi pemerintah daerah. AMPL-BM policy is more likely to be applied in the areas where there are still no service providers for water supply and enviromental sanitation. These areas are mainly villages (most of the Aceh province 8 health messenger . Dilihat dari karakter geografis. Keterlibatan aktif masyarakat disini ditunjukkan dengan membayar jasa atau fee kepada institusi tersebut. pemerintah juga harus menciptakan sebuah peluang agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan fasilitas AMPL dimana penyiapan dan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama. kebijakan nasional AMPL-BM ini mensyaratkan perubahan paradigma bahwa pemerintah bukan penyedia tetapi lebih pada fasilitator pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan. the national policy of AMPL-BM aims at socializing the change of the paradigm that the government is not a provider but more a facilitator regarding the development of water supply and environmental sanitation. Moreover. Active community involvement in this area is showed by the fee people pay for the related companies. Is AMPL-BM policy relevant? The AMPL-BM policy is not efficient if it is applied in a community that already has access to sanitation and water supply facilities from well-structured institutions such as PDAM (state-owned water supply company) and solid/water waste treatment company. etc. kebijakan AMPL-BM lebih cocok diterapkan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. Karena itu tugas pemerintah adalah menciptakan kebutuhan atas fasilitas air minum dan penyehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi. Pemerintah Aceh seharusnya mengambil perhatian lebih terhadap pelaksanaan kebijakan AMPL-BM ini. Selain itu. the government must create opportunities for the community to actively participate in the development of AMPL facilities where the community education and empowerment is the main priority. Atas kenyataan ini pula.

■ Penting untuk diingat: Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan berbasis masyarakat dilakukan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. Melalui pokja ini diharapkan lahir kesamaan visi dan keseragaman langkah dari semua pihak dalam rangka pemenuhan target MDGs di sektor AMPL. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Co-operative and Small Medium Enterprises Department.ZOOM LEBIH DEKAT is composed of villages). and other governmental bodies. Through this working group. yaitu mengurangi separuh penduduk Aceh yang belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang bersih dan sehat. pembawa pesan kesehatan 9 . menjaga lingkungan. constructing facilities through the Department of Bina Marga Cipta Karya (public construction) is not enough. community empowerment body. Dinas Koperasi dan UKM dan dinas/badan lainnya. tetapi juga dibutuhkan membangun perilaku hidup bersih dan sehat. Education on hygiene and health need to be improved. around 80% of the urban population and 60% of the rural population of aceh should have access to these vital needs. Untuk mencapai target tersebut. Provincial Health Office. Dinas Kesehatan. the community needs to know how to take care of the environment and how to develop its economy. the Aceh government should pay more attention on the implementation of this AMPL-BM policy. Hal ini membutuhkan kontribusi peran dari Dinas Pendidikan. Based on this reality. Good to remember: Water supply and environmental sanitation program is conducted in the areas where there are still not service providers for clean water and sanitation. What is the role of AMPL working group in the Aceh province? This working group is the coordinator of all AMPL development stakeholders in Aceh. the Agency of Environmental Impacts Control. Artinya pada tahun 2015. tidak cukup dengan hanya membangun fasilitas air bersih dan sanitasi oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya. a common vision and action from all parties is expected in order to achieve the MDGs which is to halve the number of acehnese population who do not yet have access to clean sanitation and water supply. To achieve the goal. It means that in 2015. Badan Pemberdayaan Masyarakat. The contribution of public institutions is also needed: Provincial Ministry of Education. serta mengembangkan perekonomian masyarakat. sekitar 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk perdesaan mendapat akses tersebut. mempersiapkan masyarakat. ■ Peran Pokja AMPL provinsi Aceh? Pokja ini adalah koordinator dari seluruh stakeholder pembangunan AMPL di Aceh.

Lhokseumawe. On this occasion. sanitasi dan higienitas. You can find below the press release explaining the goals of this movie and a testimony of the famous local actor. Film ini diluncurkan secara resmi pada November 2008. Haji Umar dan kawan-kawan dari kelompok lawak Eumpang Breuh. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah Dunia yang bekerja untuk perbaikan fasilitas air minum & penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih & sehat di propinsi Aceh. on Saturday 15 November 2008. memutuskan untuk mendistribusikan DVD EUMPANG BREUH bersama dengan majalah ini pada fasilitas-fasilitas kesehatan. Korem 11 Lilawangsa. as well as hygiene behaviors in Aceh Province. 10 health messenger .ZOOM LEBIH DEKAT EUMPANG BREUH Tim P2K/ HM team 2008 adalah tahun sanitasi internasional. Film ini merupakan salah satu upaya mendukung kampanye Pemerintah Daerah Propinsi Aceh untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Aceh akan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) 2015. Joni Kapluk. Karena ruang lingkup P2K 11 adalah Watsan dan untuk mencapai lebih banyak masyarakat. decided to distribute the DVD of EUMPANG BREUH along with the magazine in the health facilities. environmental sanitation. This film is a collaboration of 14 international organizations in Aceh Province. 2008 was the International Year of Sanitation. and to achieve the MDG 2015. and Red Cross which worked together to improve access to water. In the scope of the HM 11 on WatSan and in order to reach further more people. hygiene dan sanitasi. Lhokseumawe.Kelompok lawak paling terkenal di Aceh ini meluncurkan film di Lapangan Sudirman. themed on water. In the Eumpang Breuh special edition movie. as it is an original way to learn about water. Haji Umar and friends from the Eumpang Breuh commedian team. Yusniar. 15 Nopember 2008. UN agencies. Korem 11 Liliwangsa. Anda dapat menemukan keterangan pres dibawah ini yang menjelaskan tujuan film ini dan pernyataan dari aktor lokal yang terkenal. sanitation and hygiene. AMI in collaboration with IOM. mengajak masyarakat Aceh untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam film Empang Breuh edisi spesial bertema air. Joni Kapluk. Yusniar. karena ini merupakan cara yang inovatif untuk belajar tentang tentang air.The movie has been officially launched in November 2008. ask the Aceh community to improve hygiene behaviors. Joni Kapluk. AMI bekerjasama dengan IOM. Joni Kapluk. pada hari Sabtu. This movie is a part of the efforts to support the government of Aceh Province’s campaign to improve the community’s awareness in good hygiene behaviors. hygiene and sanitation. sekelompok LSM yang aktif di Aceh memutuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap air dan sanitasi dengan membuat sebuah film: EUMPANG BREUH. Pada kesempatan ini. The most famous commedian group in Aceh has launched the Film at Sudirman Stadiom. a group of NGOs active in Aceh decided to raise people awareness on Water and Sanitation by handling a movie: EUMPANG BREUH. Film ini merupakan kolaborasi dari 14 organisasi internasional.

In this movie. para aktor tersebut memperagakan cara mencuci tangan dengan sabun dan memberi berbagai tips untuk membuat dan merawat fasilitas sanitasi di rumah serta tips untuk membuat obat diare dari bahan-bahan yang mudah didapat di dalam rumah. who are vulnerable to infectious diseases. Joni Kapluk dan kawan-kawan menunjukkan bahwa minimnya fasilitas sanitasi seperti toilet dan kebiasaan buang air sembarangan dapat memicu penyebaran penyakit diare yang terutama menjangkiti anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi.ZOOM LEBIH DEKAT Diharapkan film ini dapat memberi informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan. pembawa pesan kesehatan 11 . membangun fasilitas sanitasi seperti jamban. In another scene. Joni Kapluk and friends show that poor sanitation facilities and defecation in open air could trigger the presence of diarrhea especially for children. the actor also shows the right procedure to do wash hands with soap and gives several tips to make and to maintain the sanitation facilities at home. Di bagian lain. dan melaksanakan gotong royong untuk menerapkan perilaku hidup bersih yang benar. It is expected that the movie will share some information and increase people’s knowledge on health and hygiene constructing sanitation facilities such as toilets. and to create medicine for diarrhea from local ingredients within the house and its environment. and making community work to implement good hygiene behaviors. Dalam film ini.

antara lain demonstrasi cuci tangan pakai sabun. 12 health messenger . It is a common project between NGOs which work together to produce it in order to entertain people but also to promote hygiene practises and health messages. to reduce the number of people without water supply and improved sanitation facilities. quiz. Beliau mengatakan bahwa film ini berbeda dengan fillm-film komersial mereka lainnya karena idenya itu berasal dari LSM dan mereka bekerja sama untuk membuat film yang tidak hanya menarik untuk ditonton tetapi juga menyebarkan pesan-pesan kesehatan. hygiene dan sanitasi. the Mentor Initiative. HM team had the opportunity to interview Abdul Hadi (as Joni Kapluk in Eumpang Breuh).. UNICEF. hygiene and sanitation. ■ Tim HM mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abdul Hadi (sebagai Joni Kapluk dalam Eumpang Breuh) via telepon mengenai film ini. IFRC. and coloring competition. The year 2008 has been declared the International Year of Sanitation. Palang Merah Norwegias. supported by the Government and 14 international organizations in Aceh Province. Palang Merah Amerika. IFRC. participated by children and their parents. Palang Merah Indonesia. Canadian Red Cross. he has improved his knowledge on water. Irish Red Cross. such as demonstration of handwashing with soap. yaitu untuk mengurangi setengah dari populasi penduduk dunia yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik. During this event. Save the Children and Water & Environmental Sanitation Working Groups in Aceh Province. He said that this film is different from their usual and commercial movies because the idea of this film is to target the whole community. Palang Merah Australia. was done to support the Global Hand Washing Day on 15 October 2008. kompetisi.Kegiatan Peluncuran Film WASH di Lhokseumawe dan kotakota lain di Aceh dilakukan sekaligus untuk mendukung pelaksanaan Hari Cuci Tangan Sedunia pada tanggal 15 Oktober 2008. Tahun 2008 telah ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Palang Merah Canada. All the actors agreed to make this film because they believe that it is important to improve community’s knowledge towards WatSan which is closely related to health. UNICEF. Care International. Australian Red Cross. terdapat beberapa acara lain yang dilakukan. untuk mempercepat kemajuan pencapaian target MDGs 2015. to accelarate the progress toward MDGs 2015. He also admitted that by making this film. The 14 organizations who worked together in the movie production are: IOM. competition. Palang Merah Spanyol. Di dalam event ini. Mereka memutuskan untuk membuat film ini karena mereka percaya bahwa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang WatSan adalah sangat penting karena berhubungan erat dengan kesehatan. Save the Children dan Kelompok Kerja AMPL Provinsi Aceh. the Mentor Initiative. American Red Cross. yang didukung penuh oleh pemerintah provinsi Aceh dan 14 organizasi internasional tersebut. Ke-14 organisasi yang telah bekerjasama dalam produksi film ini adalah IOM. ■ The launching of WASH movie in Lhokseumawe and other cities in Aceh. yang diikuti oleh anak-anak dan orang tua mereka. several activities have been done. Joni Kapluk juga mengakui bahwa dengan membuat film ini telah meningkatkan pengetahuannya akan air. Palang Merah Irlandia. kuis dan lomba mewarnai. Care International. Indonesian Red Cross. Norwegian Red Cross. Spanish Red Cross.

.

Penyakit utama yang menyerang adalah penyakit yang berkaitan dengan air dan sanitasi. misalnya diare. Prevalensi diare digunakan sebagai indikator yang mewakili penyakit yang berkaitan langsung dengan air dan sanitasi. M. SKM. In 2007 in the Aceh province. Ini menggambarkan bahwa kondisi masyarakat untuk mendapatkan air bersih masih rendah. Bireuen. Cakupan air minum untuk provinsi Aceh tahun 2007 sebanyak 52% sedangkan cakupan air bersih dan sanitasi sebesar 51%. The result of National Demographic and Health Surveys (NDHS) indicates that the increase of diarrhea prevalence in children under five was quite significant: from 11% in 1993 to 12. This shows that the condition of people in getting clean water is still low.1% in 2003. serta malaria. Dinkes provinsi Aceh melalui dana bantuan ADB melaksanakan program penyehatan air dan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan di 5 Kabupaten yaitu: Kabupaten Pidie. Nagan Raya and Aceh Jaya districts and targeting 325 villages.Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/Provincial Health Office Aceh Province Penduduk pedesaan dan pinggiran perkotaan di Indonesia pada umumnya memiliki derajat kesehatan yang rendah. Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggiran perkotaan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui: ◗ penyediaan air minum yang berkualitas dan sarana sanitasi yang lebih memadai Generally. Main detected diseases are water and sanitationrelated diseases such as diarrhea. Aceh Utara. only 52% of the population could access to drinking water and 51% could access to clean water and sanitation. sanitation and poor clean and healthy lifestyle. cacingan. SKM.Kes dan Tharuddin.INTRODUCTION PENGANTAR PENGEMBANGAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI DEVELOPMENT OF WATER AND SANITATION FACILITIES Sijawati. Nagan Raya dan Aceh Jaya dengan target 325 desa. Health Service of Aceh province has launched a program of healthy water and environment through community empowerment (funded by the Asian Development Bank). This program aims at improving the level of health and quality of life of people with low income in rural areas and suburbs with a community-based approach through: ◗ the provision of quality drinking water and sufficient sanitation facilities 14 health messenger . Bireuen. menggambarkan terjadinya peningkatan prevalensi diare cukup signifikan pada balita dari tahun 1993 sebanyak 11% meningkat menjadi 12. rural and suburban people in Indonesia have a low level of health. This condition is mainly due to the lack of access to drinking water. penyakit kulit dan mata. Aceh Utara. worms. M. skin and eye diseases as well as malaria. Kelompok yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut adalah anak-anak dan penduduk lanjut usia. Given this reality.1% pada tahun 2003. Kondisi di atas terutama disebabkan oleh rendahnya akses terhadap air minum dan sanitasi dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. This program is conducted in 5 districts: Pidie.Kes/Seksi Penyehatan Lingkungan/Enviromental Health . Diarrhea prevalence is an indicator representing diseases that are directly related with water and sanitation. The most vulnerable groups prone to these diseases are children and the elderly. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut. Hasil survey dari National Demographic and Health Surveys (NDHS).

desentralisasi dan berkelanjutan. transparency. Development of Clean Water and Sanitation Facilities through Community Empowerment in 5 districts in 2009 Kabupaten/SAB + Sanitasi Aceh Aceh Nagan Bireuen Pidie Total District / Clean Water+ Sanitation Utara Jaya Raya Facilities Perpipaan (Km) 38 21 54 42 5 160 Piping (Km) Hidran Umum 66 1 27 53 92 239 Public Hydrant Kran Umum 79 78 192 11 69 429 Public Tap Sumur Gali 1.500 Well Sumur Bor 5 — 24 — 19 48 Artesian well PAH Jamban di sekolah Latrines at schools Jamban di Masyarakat Latrines in the community 93 73 60 — 6 56 — 12 38 — 5 12 — 29 3 93 125 169 ◗ the improvement of clean and healthy lifestyle and environment-related diseases prevention The implementation of this program should be done in accordance with community participation principles. It is very effective in Aceh province to improve access to clean water and sanitation through community empowerment because the community contribution in planning and implementing the program can raise the community sense of ownership as they have to keep and maintain the facilities for a better future.INTRODUCTION PENGANTAR ◗ perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dan pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan Pelaksanaan program harus bertindak dengan berpedoman pada prinsip-prinsip partisipasi masyarakat. Tabel 1. pembawa pesan kesehatan 15 . sensitiveness to gender and poverty. ■ Penting untuk diingat: Pengembangan sarana air bersih dan sanitasi harus berbasis masyarakat. sensitif terhadap gender dan kemiskinan.139 936 353 262 810 3. decentralization and sustainability. Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Melalui Pemberdayaan Masyarakat di 5 Kabupaten tahun 2009 Table 1. The progress of physical development of clean WatSan facilities in February 2009 in the 5 targeted districts can be seen in Table 1. Peningkatan sarana air bersih dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat sangat efektif untuk di laksanakan di Provinsi Aceh. karena kontribusi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program membuat masyarakat merasa memiliki sehingga timbul rasa ingin menjaga dan memelihara sarana tersebut untuk selanjutnya. ■ Good to remember: Development of clean water and sanitation should be through a community based approach. Perkembangan pembangunan fisik Sarana Air Bersih dan Sanitasi hingga Februari 2009 di 5 kabupaten diatas dapat dilihat pada tabel 1. transparansi.

Keadaan masyarakat saat ini belum semuanya memenuhi persyaratan. many factors have to be considered. 23 Tahun 1992. Sedangkan lingkungan yang diharapkan adalah Good to remember: Healthy Indonesia 2010 aims at up-bringing the healthy and environmental behaviors of the community that have health impacts.“kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Zein. The community’s conditions of life do not all fulfill healthy conditions. Now. faktor perilaku dan genetik. 23 of the year 1992. In the effort to remain healthy.dipihak lain penyakit tidak menular juga semakin meningkat. Dalam upaya tetap sehat. “health is a prosperous state of physical. the non-infectious diseases are increasingly growing.L Blum. The causes of infectious diseases cannot be entirely overcome. Menurut UU No. mencegah resiko terjadinya penyakit. health services factor.H.OUR COUNTRY TANAH AIR INDONESIA SEHAT 2010 Healthy Indonesia 2010 dr. mental and social well being that enables a person to live productively in social and economic terms”. sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. people are expected to be proactive to keep and increase the level of health. to prevent the risk and protecting themselves from the threats of illnesses as Penting untuk diingat: Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang sehat dan lingkungan yang berwawasan kesehatan. jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”. To reach this goal. Faktor lingkungan memberikan pengaruh terbesar terhadap status kesehatan dimana ekosistem ikut berperan. the infectious diseases are related to the low-level of hygiene and sanitation of the community. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Makmur Mohd. 1974): environmental factors.L Blum. maka banyak faktor yang harus diperhatikan. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. In general. behavior and genetic factors. MPH. thus the optimal level of health could be obtained. drinking water and latrines which do not match the health standard. 1974). Penyakit menular umumnya berkaitan dengan rendahnya hygiene dan sanitasi masyarakat. T. PKK/ Bagian IKK/IKM FK Unsyiah/ Public Health Dept Medical Faculty Unsyiah Pembangunan kesehatan bertujuan antara lain untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap warganegara. The environmental factors have the biggest influence on the health status as the ecosystem plays an important role. air minum dan jamban keluarga yang belum memenuhi syarat kesehatan. and on the other hand. 16 health messenger . According to the law No. faktor sarana pelayanan kesehatan. Community’s health is influenced by 4 factors (H. Penyebab penyakit menular belum semuanya dapat diatasi. yaitu : faktor lingkungan. the development of health is focusing on the paradigm of Healthy Indonesia 2010. Pembangunan kesehatan sekarang berorientasi pada paradigma sehat tahun 2010. Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor (H. One of the goals of the health development aims at achieving healthy living capacity for all citizens.

This program does not belongs to the department of health only but also belong to the whole population of Indonesia. Indonesia Sehat 2010.1 Healthy Indonesia 2010 is determined by the achievement of health development in each province and each district. In addition. pembawa pesan kesehatan 17 . Jakarta. perumahan dan pemukiman yang sehat.000 inhabitants Angka penyakit kusta (malaria) per 100. Setiap propinsi harus mengadopsi indikator yang digunakan untuk menilai Indonesia Sehat 2010 sesuai dengan keadaan lingkungan daerah masing-masing. sanitasi lingkungan yang memadai. marilah sama-sama kita wujudkan tujuan ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. let us together implement these purposes in the everyday’s life to achieve Healthy Indonesia 2010. Untuk mencapai target ini diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak terutama masyarakat luas. akan tetapi milik semua bangsa Indonesia. it is related with the environment and healthy behaviour which need the community awareness to be better in the future. In order to reach this. Whereas the expected environment is the conducive environment in order to attain the healthy situation of pollution-free. ini menyangkut lingkungan dan perilaku sehat yang memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk berubah kearah yang lebih baik. housing and healthy infrastructures. Ditambah lagi. Program ini bukan milik departemen kesehatan semata. Depkes RI. Every province has to adopt the indicators used in order to match the principles of Healthy Indonesia 2010 according to the state of the regional environment. the commitment and cooperation from various sectors especially from the community is required. Untuk itu. tersedianya air bersih. The achievement of these targets will be monitored every year and will be evaluated later in the year 2010. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa. adequate environmental sanitation.000 life births Angka penyakit dengue per 100. ■ well as actively participating in community health movements. April 1999.OUR COUNTRY TANAH AIR Parameter kesehatan yag harus dicapai pada “Indonesia Sehat 2010” Health parameters to be achieved for “Healthy Indonesia 2010” No Parameter/Parameters Indikator Indicators 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Umur harapan hidup (tahun)/Life expectancy rate at birth (years) Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup/Infant mortality rate per 1000 births Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup (kematian anak dibawah 5 tahun) Child mortality rate per 1000 births (probability of dying under 5 year old) Angka kematian akibat penumonia per 1000 anak/Pneumonia mortality rate per 1000 children Angka kematian balita akibat diare per 1000 anak/Diarrhea mortality rate per 1000 children under 5 years old Angka kematian ibu per 1000 kelahiran hidup/Maternal mortality rate per 100. In fact. the deadline of 2010 is already very close.1 Indonesia sehat 2010 ini ditentukan oleh pencapaian pembangunan kesehatan setiap propinsi dan kabupaten.5 >85 <1 yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi. Pencapaian target-target ini dipantau setiap tahun dan dievaluasi pada tahun 2010 nanti.000 penduduk/Dengue disease rate per 100. karena tahun 2010 sudah didepan mata. regional plans that have healthy concept as well as the realization of the “help each other” community by keeping the values of the culture.000 penduduk/Leprosy (malaria) disease rate per 1000 inhabitants Angka kesembuhan tuberkulosis per 1000 penduduk/Tuberculosis recovery rate per 1000 inhabitants Angka HIV/AIDS (%) per kelompok resiko tinggi/HIV/AIDS rate (%) per high risk groups 70 40 58 2 1 150 <1 0. the availability of clean water. ■ 1.

Once selected. through the prevention and the education of the communities and schooled children. salah seorang petugas Watsan Palang Merah Irlandia yang bertanggung jawab untuk pendidikan kebersihan dalam masyarakat dan sekolah. HM: What is your main responsibility? YP: My task is to provide the community with training to increase the level of knowledge but also to reduce the incidence of diarrhea. hal tersebut perlu sekali untuk dipromosikan dan diajarkan. kebersihan dan sanitasi? Kemudian saya mencari anggota masyarakat yang penting yaitu orang-orang yang tertarik untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan secara penuh secara sukarela (bisa saja menjadi kesulitan atau keterbatasan). SMA 7 and SMP 13. hygiene and sanitation? Then. they attend my training during more or less one week (depending on their needs). it needs to be promoted and taught. school authorities and students. There are also four operational villages (Deah Mamplam. mereka mengikuti pelatihan saya selama lebih atau kurang satu minggu (tergan- HM: How does it work? YP: First of all. one of the Irish Red Cross WatSan Officer who is responsible for Hygiene Education in communities and schools. I identify the community key members: the persons who are motivated to attend training and complete activities on a voluntary basis (can be a difficulty or a constraint). melalui pencegahan dan pendidikan masyarakat dan anak-anak sekolah. Palang Merah Irlandia memulai Program Promosi Kebersihannya setelah tsunami di barak-barak sementara. Lampineung dan Lheut) yang mewakili lebih dari 5500 penerima manfaat proyek. attitude and practices (KAP) survey which is a baseline to establish their level of knowledge: what do they know. The three targeted schools are: SMP 4 & 9. evaluate their needs through a knowledge. sebuah permasalahan pendidikan. they do not know about health. Sekolah sasarannya adalah: SMP 4 & 9. masyarakat atau sekolah mengirimkan permintaan mereka. Yopie has been working with IRC since 2006. or the school send their request. Labuy.HYGIENE EDUCATION . Ada juga 4 desa operasional (Deah Mamplam. pihak yang berwenang dari sekolah dan pelajar. Tim P2K/ HM team Air dan Sanitasi sangat berhubungan erat dengan kebersihan dan kesehatan.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN WAWANCARA INTERVIEW YOPIE PANGKEY PETUGAS SANITASI AIR-PENDIDIKAN HYGIENE . As a hygiene educator. Sikap dan Perilaku) yang menjadi dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka: apa yang mereka yang ketahui dan apa yang mereka tidak ketahui tentang kesehatan. Sebagai pendidik kebersihan. In order to increase people knowledge on hygiene. Tim P2K bertemu dengan Yopie Pangkey. Hygiene promotion. mengevaluasi kebutuhan mereka melalui survey KAP (Pengetahuan. HM: Apa tanggung jawab utama anda? YP: Tugas saya adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tetapi juga untuk mengurangi angka diare. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebersihan. a matter of education. Lampineung and Lheut) which represent more than 5500 project beneficiaries. The Irish Red Cross started the Hygiene Promotion Program after the tsunami in temporary shelters. Labuy. Kami mempelajari proposal mereka. he currently works with community members. We assess their proposal. the community 18 health messenger . saat ini dia bekerja dengan anggota masyarakat. I use a lot of communication tools HM: Bagaimana cara kerjanya? YP: Pertama-tama. Water and Sanitation is deeply linked to hygiene and health. Yopie telah bekerja dengan IRC sejak tahun 2006. HM Team met Yopie Pangkey. Ketika terpilih.PALANG MERAH IRLANDIA WATSAN OFFICER . SMA 7 dan SMP 13.IRISH RED CROSS Promosi kebersihan.

use of footwear. Pengaruh dan efesiensi kelompok tersebut akan dipantau. Saya menggunakan banyak sekali alat komunikasi (poster. satu kali pelatihan PHAST tidak mencukupi. students and the public to improve the school environment with fencing. bertanggung jawab dan ikut serta dalam penyediaan air dan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah dan juga menjaganya / Formation of school health clubs to discuss. Itu merupakan alat ukur utama kami. saya meyakinkan bahwa mereka memunyai tingkat pendidikan yang mencukupi untuk menyebarkan pesan kebersihan dan melakukan kegiatan promosi kesehatan untuk seluruh masyarakat. but according to my experience. tempat sampah. Untuk pemantauan kita melakukan survey KAP berkala lainnya. Mereka bisa menjadi komunikator yang baik karena mereka barangkali telah mempunyai kebiasaan pelatihan semacam ini. I make sure they have a sufficient level of knowledge to spread hygiene messages and conduct health promotion activities in the whole community. planting trees and maintaining the sanitary block properly with their own contribution. Kesadaran sekolah/ IEC: tentang Suplai Air ke Sekolah. HM: Apakah program ini berhasil? YP: ya. Di sekolah sebagai contoh. HM: What is the profile of the groups you work with? YP: I work with all gender. Setelah pelatihan ini. saya akan menggunakan metoda CHAST yang lebih diadaptasikan untuk anak-anak. Pembentukan klub kesehatan sekolah untuk membahas. leaflets…) and deliver them important messages and pedagogical tools. one PHAST training is not enough. The impacts and the efficiency of the group will be monitored. They can be good communicators as they may have the habit of this kind of training... tetapi sesuai dengan pengalaman saya. Among the community members we are looking for health workers as they already know the basics of health and hygiene. (posters. pembawa pesan kesehatan 19 . garbage pit. but I must admit that women are more receptive. After this training. parents and community members.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Langkah-langkah Proyek Watsan di sekolah/The Step s of Watsan project in school : 1 2 3 Survey dasar sekolah: melalui partcipatory needs assessment yang melibatkan pelajar. take responsibility and participate in making provision of water and sanitation facilities in the schools as well as to maintain these facilities. bebas rokok. Changing the attitude of a community is a long process. Metoda pelatihan juga tergantung pada masyarakat itu sendiri. soakage pit. tetap saya harus mengakui bahwa perempuan lebih mudah menerima. Diantara anggota masyarakat kami mencari petugas kesehatan karena mereka telah mengetahui dasar-dasar ilmu kesehatan dan kebersihan. cara membuang sampah yang benar. mencuci tangan. kebersihan kakus. 4 5 6 7 tung kebutuhan mereka). It is our main measuring tool. selebaran. The training method also depends on the community itself. In a school for example. Organisasi kampanye di desa melalui sekolah untuk pemakaian air. water storage tank and other sanitary provisions in the household as a package. safe disposal of waste. penanaman pohon dan menjaga fasilitas sanitasi dengan tepat dengan konstribusi mereka sendiri / Motivation of the school committee members. Sanitasi dan Kebersihan dan mencari partisipasi / School awareness / IEC: about School Water Supply. teachers. water and food handling. pelajar dan masyarakat umum untuk memperbaiki lingkungan sekolah dengan pembangunan pagar. orang tua dan anggota masyarakat / Baseline survey of the school: participatory needs assessment involving students. For the monitoring we do another periodic KAP survey.) dan mengajarkan mereka pesan-pesan penting dan metode-metode pengajaran. non smoking area. I will use a CHAST method more adapted to children. Kesehatan dan Kegiatan Pendidikan Kebersihan untuk anak-anak sekolah tentang penggunaan air dan jamban. pengawasan air dan makanan / Health and Hygiene Education Activities among school children on use of water and toilets hand washing. guru. Community Hygiene Promoters. sanitary latrines. lubang air area. memakai alas kaki. tangki penyimpanan air dan perlengkapan kebersihan dalam rumah tangga sebagai suatu paket / Organization of a campaign in the village through the school for adoption of water points. HM: Apa gambaran kelompok yang bekerja sama dengan anda? YP: Saya bekerja dengan semua gender. Merubah kebisaan masyarakat merupakan proses yang panjang. Pelatihan dan orientasi masyarakat dan kelompok orang tua seperti Komite Manajemen dan Promotor Kebersihan Masyarakat / Training and orientation of community and parent groups such as Management Committees. ini berhasil karena di dalam masyarakat saya bekerja. Sanitation and Hygiene and seeking participation. Motivasi dari anggota komite sekolah.

chatting with people about health. now they use it the right way. latrines. no diarrhea outbreaks have been noticed.Terima kasih untuk pelatihan dan kesabarannya.sumur dangkal.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus menyampaikan pesan-pesan promosi kebersihan. water distribution system. HM: Tujuan dan pengharapan anda? YP: Banyak hal yang masih harus dilakukan tetapi harapan pribadi dan profesional saya adalah: -Peningkatan akses terhadap air minum yang aman dan peningkatan sanitasi dalam dua puluh tahun mendatang -Penurunan angka kejadian penyakit yang disebarkan melalui air -Memperdayakan masyarakat melalui peningkatan kemampuan seperti pelatihan dan bantuan alat-alat -Komunikasi efektif akan dilakukan untuk mencari jalan keluar dan solusinya bila ditemukan adanya masalah. ■ HM: Apa perubahan utama sejak tahun 2006? YP: Kita bekerja erat sekali dengan LSM internasional dan LSM lokal. sekarang mereka menggunakan fasilitas ini dengan cara yang benar. HM: Is it successful? YP: Yes.Community empowerment through capacity building such as trainings and support with tools . HM: What are the main changes since 2006? YP: We work closely with INGOs and local NGOs. 20 health messenger . Kebanyakan dari mereka telah membangun fasilitas.Improved access to safe drinking water and improved sanitation in the next twenty years. Mereka adalah anggota masyarakat yang penting. mereka mengetahui arti dari pencegahan diare dan kadang-kadang mereka akan menceritakan kepada anda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak dukungan.Handing over and exit with effective communication systems in place of problem identification and solutions. HM: Your goals and expectations? YP: Many things remain to be done but my personal and professional expectations are: . shallow wells. Lebih lanjut. they know the means of preventing diarrhea and sometimes they will tell you they need more support. Thanks to the training and patience. jamban. . it is successful as in the community I work with. Many of them have built facilities. Moreover. They are eager to learn more and to be the vectors of hygiene good practises.sistem distribusi air. tidak ada wabah diare.Mitigation of water borne diseases . Mereka ingin sekali untuk belajar lebih lanjut dan menjadi penyebar tentang perilaku kebersihan yang baik. ■ Terimakasih kepada Moris Monson (Delegasi Watsan/Kontruksi) atas bantuannya dalam wawancara/ Thanks to Moris Monson (Watsan / Construction delegate) for his help in handling the interview. berbicara dengan masyarakat tentang kesehatan. They are key community members. Good to remember: Health workers should communicate hygiene promotion messages.

000 kematian anak balita pada tahun 2005. WHO mentioned that 17% of children under five’s mortality all over the world is commonly caused by diarrhea. even though more than 1. Spesialis WASH/WASH Specialist. UNICEF Banda Aceh Building Water.091 diarrhea cases were found in all Puskesmas all over Aceh Province. Dalam kurun waktu 1990 . According to the data from Provincial Health Office (PHO) of Aceh. Sanitasi & Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aceh HAND WASHING WITH SOAP Kris Cahyanto. Di Indonesia. out of 161. meskipun lebih dari 1.286 new cases). in 2006 alone 62. Di Indonesia. Sanitation.000 children under five died in 2005. whose quality as drinking water could not be guaranteed. 18% are due to diarrhea.286 kasus baru). sampai dengan tahun 2004. dan merupakan penyakit umum kedua yang menyerang masyarakat Aceh setelah influenza (178.2004. diperkirakan sekitar 2. Between 1990 and 2004. 18% diantaranya disebabkan oleh diare. WHO menyebutkan bahwa 17% kematian anak balita di seluruh dunia pada umumnya disebabkan oleh diare. which is to halve the population who cannot access to good sanitation by 2015. In Indonesia.6 billion people.2% keluarga mendapatkan sumber air selain PDAM. In Indonesia. termasuk 980 juta anak-anak dibawah usia 18 tahun masih membutuhkan akses ke sanitasi yang baik.2 milyar telah memiliki akses ke sanitasi yang baik. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle are important keys for life sustainability and children’s growth.40. pembawa pesan kesehatan 21 . Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya 60. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak-anak. until 2004 there were only 55% of the population who were able to access good sanitation. data from Bureau of Satistics (BPS) showed that only 60 % of households in Indonesia had facilities for waste management. it was estimated that 2.38% dari kepala keluarga di Indonesia yang memiliki sarana pengelolaan sampah skala rumah tangga.67% dari rumah tangga tidak memiliki sarana tangki septik dan 77. including 980 million of children aged under 18 still needed access to good sanitation. and it is the second most common disease affecting people of Aceh after influenza (178. yang kurang terjamin kelayakannya sebagai air minum. yaitu mengurangi setengah dari populasi penduduk yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik pada tahun 2015. dari 161.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN Membangun Air. Clean water. Menurut data Dinkes Aceh. and this data is far from reaching the target of MDGs (Millenium Development Goals) in 2015. dan angka ini tidak memadai untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs/Tujuan Pembangunan Millennium) pada tahun 2015. 41% do not have septic tank.2 billion people already have access to good sanitation. pada tahun 2006 saja ditemukan sekitar 62. Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air yang layak. In 2006. hanya 55% orang Indonesia yang terjangkau oleh fasilitas sanitasi yang baik. and 77% get water from another source than PDAM.091 kasus diare di Puskesmas di seluruh propinsi Aceh.6 milyar orang.

good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle will prevent the transmission of infectious diseases. ◗ Safe water.54% penduduk telah mempunyai fasilitas jamban di rumahnya. sanitation. Hand Washing with Soap Penyebab kematian Balita/Causes of mortality of Children under five (Sumber/Source WHO).36% penduduk yang memiliki tempat pengolahan air limbah dalam skala rumah tangga. membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah/limbah dengan baik. antara lain mencuci tangan pakai sabun.5% of the population have toilet facilities at home. not littering stop defecating in inappropriate places and have good waste management. setelah memegang binatang peliharaan dan setelah melakukan aktivitas lapangan Prepare the Future Water. Berikut adalah pentingnya kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun: ◗ Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup ◗ Mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak-anak setiap tahunnya ◗ Waktu-waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun adalah sebelum makan. Salah satu kunci utama untuk mencapai target pembangunan MDG adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. dan hanya 19.41% yang mendapatkan air dari pelayanan perpipaan kota. Other research mentioned that 68. kurang lebih 67. Hand washing with soap is proven to reduce by 44% the risk of diarrhea in children. as well as hygiene and healthy lifestyle could reduce our vulnerability towards various diseases and prepare our children to have a better future. before feeding babies/toddlers. menghentikan praktek BAB sembarangan. and only 19% get water from the urban running water service. The importance of hand washing with soap: ◗ Hand washing with water only is not enough ◗ Hand washing with soap could prevent diseases that can cause millions of children deaths every year ◗ Critical time for hand washing with soap is: before eating. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti mampu mengurangi resiko penyakit diare pada anak-anak sebesar 44%. but only 38% of population have good home sewerage system. Di Provinsi Aceh. after defecating. dan hanya 38.24% dari penduduk mendapatkan air minum dari Sumur Gali. by hand washing with soap. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah selalu mencuci tangan dengan sabun. One of the main key to achieve the MDGs is to improve hygiene and healthy lifestyle. sebelum menyuapi balita. Research conducted by UNICEF showed that hygiene and healthy lifestyle are important keys for children’s growth and health. Laporan lain menunjukkan bahwa 68. especially those that particularly affect children such as diarrhea ◗ Improvement of water facilities and good sanitation will bring positive impact on economic growth and poverty reduction: a reduction of the risk of diseases leads to a reduction of the medication expenses and improves productivity and helps the economic growth 22 health messenger . setelah Buang Air Besar (BAB). approximately 67% of the population get water from digging well. It starts with always washing hands with soap. after touching animals and after outdoor activities ◗ Hand washing with soap is the most cost-effective healthy intervention ◗ Promoting hand washing with soap needs a social marketing approach focus on the target/actor and the motivation of each individual to do hand washing with soap Cuci Tangan Pakai Sabun Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci utama untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak balita.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT In Aceh Province.

meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi ◗ Air & sanitasi yang baik. Water and Sanitation Everybody can be a hero on hygiene. please contact Kris Cahyanto. Bersama-sama kita bisa membantu pihak Pemerintah dan masyarakat untuk memastikan mereka memberikan pelayanan yang baik dan membangun fasilitas sanitasi bagi masyarakat. Masdjid Sadaqah No. karena mengurangi resiko terkena penyakit sehingga mengurangi biaya pengobatan. Lamlagang. ■ pembawa pesan kesehatan 23 . we can support the government and community to ensure they provide good services and build sanitation facilities for community. ■ Untuk informasi lebih lanjut mengenai Water. Sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas air bersih dan sanitasi yang baik akan mendorong anak-anak untuk lebih rajin ke sekolah ◗ Ketersedian air dan fasilitas sanitasi yang layak membantu menjaga kualitas lingkungan dan menjamin ketersediaan sumber daya alam dalam waktu yang panjang ◗ Safe water and sanitation. Banda Aceh 23243 Telp/Phone: (0651) 40004 pesawat/ext 322. dapat menghubungi For further information on Water.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT ◗ Cuci Tangan Pakai Sabun adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective” ◗ Untuk meningkatkan Cuci Tangan Pakai Sabun memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang terfokus pada si pencuci tangan dan motivasi masingmasing yang mendorongnya untuk Cuci Tangan Pakai Sabun Menyiapkan Masa Depan Air. sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi kerentanan kita terhadap berbagai penyakit dan mempersiapkan anak-anak kita untuk masa depan yang lebih baik Penurunan angka kesakitan akibat diare dengan melakukan tindakan hygiene dan sanitasi yang baik/Reduction of diarrhea morbidity by conducting good hygiene and sanitation. Sanitasi & Hygiene Semua orang dapat menjadi pahlawan air. didukung dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan mendorong perkembangan sosial. ◗ Air yang aman. Sanitation & Hygiene (WASH). Schools equipped with clean water and good sanitation will be a motivation for children to go to school ◗ Water supply and good sanitation will support the quality of the environment and keep the natural resources in long term period Heroes on Good Hygiene. Together.org Pahlawan di bidang Air. serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita di kemudian hari. and also to prepare better future for our children. hygiene and healthy lifestyle will support the social development. terutama yang mudah menyerang anak-anak seperti diare ◗ Perbaikan terhadap kondisi fasilitas air dan sanitasi yang baik akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan. 2. WASH Specialist. Sanitation & Hygiene (WASH). water and sanitation in the place where they live by promoting the hygiene and healthy lifestyle. Email: bkriscahyanto@unicef. sanitasi & hygiene di lingkungan tempat tinggal mereka dengan mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat akan mencegah penularan penyakit infeksi. UNICEF Banda Aceh Jl.

yang didanai oleh Swiss Solidarity. Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss Cabang Sigli/Swiss Red Cross Sigli Health Project Palang Merah Swiss (SRC). Departemen Kesehatan serta sektor swasta. as do breast-feeding women to ensure milk production.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT Air dan Sanitasi: Suatu joint venture Water and Sanitation: a joint venture Manuela Peters. sektor swasta dan masyarakat di Desa Siaga untuk meningkatkan fasilitas air dan sanitasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap air dan sanitasi untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Ensuring enhanced WatSan access (consumption of drinkable water) is essential for community health and in particular for maternal and child health. berusaha meningkatkan fasilitas Air dan Sanitasi di 15 desa di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan cara bekerja sama secara erat dengan kelompok masyarakat dan juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Program Kesehatan SRC. The WatSan activities are integrated to the Maternal and Child Health’project activities. communities are mobilized to establish Desa Siaga (Alert Villages) committees promoted by the MOH to respond to maternal and child health needs. Sementara klinik kesehatan ibu di desa dengan fasilitas ruang melahirkan dibangun di masyarakat yang sebagian besar terkena dampak konflik dan bidan desa dilatih mengenai metode asuhan persalinan normal dan manajemen terpadu balita sakit. sama halnya dengan ibu-ibu yang menyusui juga The Swiss Red Cross (SRC). bekerja sama dengan Depkes. is enhancing WatSan in 15 communities in Pidie and Pidie Jaya Districts by working closely with the communities and in coordination with the Indonesian Red Cross (PMI). Moreover. While village maternal health clinics with delivery rooms are constructed in the largely conflict affected communities and village midwives are trained in improved delivery methods and integrated management of childhood illnesses. PMI. infants and children 24 health messenger . masyarakat juga digerakkan untuk membentuk panitia Desa Siaga yang digalakkan oleh Departemen Kesehatan untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Pregnant women need to drink plenty of drinkable water to ensure that fetal-maternal fluids are continuously exchanged. PMI. in collaboration with MoH. works to improve watsan facilities and enhance community’s knowledge towards watsan in order to respond maternal and children’s health need. Jaminan akses terhadap Air dan Sanitasi (konsumsi air yang layak diminum) merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan terutama bagi kesehatan ibu dan anak. the Ministry of Health (MOH) and the private sector. funded by Swiss Solidarity. Kegiatan peningkatan Air dan Sanitasi ini merupakan bagian dari kegiatan program kesehatan ibu dan anak.Wanita hamil perlu banyak minum air yang layak untuk menjamin cairan ibu dan janin dapat berganti secara terus menerus. The SRC health project. private sector and community in Desa Siaga.

bayi dan anak-anak yang menderita diare harus dianjurkan untuk minum oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. how to maintain wells. that have diarrhea must be encouraged to replace lost fluids ideally by drinking ORS. Kebersihan pribadi dan penggunaan jamban yang benar adalah hal yang sangat penting untuk memutuskan rantai penularan faecal-oral yang dapat menyebabkan diare dan penyakit-penyakit lainnya terutama yang menyerang bayi dan anak-anak. Pesan-pesan kunci yang berisi informasi: pembawa pesan kesehatan 25 . Untuk mendorong respon masyarakat terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi. hygiene is promoted at schools by PMI volunteers and household hygiene promotions are conducted by trained Desa Siaga members. maka program-program kesehatan disiarkan melalui radio. The key messages are laminated on colorful. To enhance the communities’ response to WatSan needs.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT perlu banyak minum untuk menjamin produksi air susu ibu. Penting untuk diingat: Komite Desa Siaga bertujuan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Demikian pula. Pelatihan anggota Desa Siaga terdiri dari: ◗ Bagaimana mempersiapkan air yang layak minum dan oralit ◗ Bagaimana mencegah penularan penyakit-penyakit yang disebarkan melalui air dengan cara berperilaku hidup bersih baik individual maupun keluarga ◗ Bagaimana membangun jamban keluarga Good to remember: Alert village committee aims at responding maternal and children’s health needs. masalah kebersihan dipromosikan di sekolahsekolah oleh para relawan PMI dan promosi kebersihan kepada penduduk dilaksanakan oleh anggota Desa Siaga. etc. easyto-read sheets and distributed to each household containing the information of how to build latrines. health programs are broadcasted on radio. Trainings of the Desa Siaga members consist of: ◗ How to prepare drinkable water and ORS ◗ How to avoid waterborne diseases through personal and household hygiene practices ◗ How to construct household latrines Personal hygiene and the correct use of latrines are essential to break the faecal-oral route of infections causing diarrhea and other diseases that affect infants and children particularly.

Desa Siaga committees assist in identifying of the vulnerable households for well rehabilitation and the sites for public latrines constructions. Understanding that the body is made of 60 to 70 % of fluids helps the Desa Siaga members to appreciate the need to replenish the body of fluids lost through perspiration. It has proven to be successful in mitigating problems with the contractors and the communities and towards enhancing the household members’ sense of ownership. Jamban umum yang dibangun harus menjamin kesetaraan gender dalam penggunaannya dan untuk itu telah dibuat suatu kesepakatan desa secara formal termasuk pihak-pihak yang ikut ambil bagian. Hal ini terbukti berhasil dalam mengurangi masalah dengan para pekerja bangunan dan masyarakat dan menumbuhkan rasa kepemilikan anggota masyarakat. the project holds meetings with the communities to plan and prepare the WatSan activities. and a formal village agreement including all the partakers is made. ■ What is the goal of the training? The trainings allow the Desa Siaga participants to explore WatSan issues and give the facilitators insight on common WatSan practices found in the communities. bagaimana merawat sumur dan informasi lainnya dilaminating pada kertas berwarna yang mudah dibaca dan disebarluaskan pada setiap keluarga. urination and defecation. Pekerjaan para tukang bangunan dimonitor oleh proyek ini setiap hari dan demikian pula Depkes secara aktif mengajak anggota masyarakat.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT bagaimana cara membangun jamban. Correspondingly. Depkes dan sektor publik. Apa tujuan dari pelatihan ini? Dengan adanya pelatihan tersebut para peserta Desa Siaga dapat lebih mendalami masalah-masalah Air dan Sanitasi dan sekaligus memberikan pandangan bagi para fasilitator mengenai kebiasaankebiasaan terhadap Air dan Sanitasi yang ditemukan didalam masyarakat. Sehubungan dengan hal tersebut Proyek Kesehatan SRC saat ini membangun jamban-jamban umum dan merehabilitasi sumur-sumur sesuai dengan standar Depkes bagi keluargakeluarga yang paling rentan dalam masyarakat. air seni dan pembuangan kotoran. Public latrines should ensure gender equality of use. actively integrating the household members. the SRC Health Project is constructing public latrines and rehabilitating wells to MOH standards for the most vulnerable households in the communities. Komite Desa Siaga membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang rentan untuk mendapatkan rehabilitasi sumur dan lokasi-lokasi untuk pembangunan jamban umum. ■ 26 health messenger . Bersama dengan PMI dan Depkes. proyek ini mengadakan pertemuanpertemuan dengan masyarakat untuk merencanakan dan mempersiapkan kegiatan Air dan Sanitasi.terutama pada kasus diare. Together with the PMI and the MOH. Pemahaman bahwa tubuh terdiri dari 60 70% cairan membantu anggota Desa Siaga untuk menghargai kebutuhan tubuh akan cairan yang telah hilang lewat keringat. The SRC Health Project’s response to the WatSan needs of communities is therefore a joint venture that embraces the communities and works in close cooperation with the PMI. particularly in case of diarrhea. Respon Proyek Kesehatan SRC terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi merupakan joint venture yang merangkul masyarakat dan bekerjasama secara erat dengan PMI. the MOH and the public sector. The works of the constructors are monitored on a daily basis by the project and the MOH vis-à-vis.

bird feces etc. Sp.Bagian Kulit & Kelamin RSUZA/Unsyah/Dermatology Department of RSUZA/Unsyiah Berbagai macam bahan allergen. Definisi Ada 2 tipe dermatitis kontak: ◗ Dermatitis kontak iritan: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan iritan ◗ Dermatitis kontak alergika: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan alergen DERMATITIS Contact dermatitis is a non-infectious inflammation of the skin caused by a skin exposure to an external substance (not by inhalation or oral). we may find vesicles and pustules along with secondary infection. Gejala dan tanda-tanda klinis Gejala dari dermatitis kontak alergika tidak berbeda dengan dermatitis lainnya yaitu didominasi oleh rasa gatal yang selanjutnya diikuti dengan timbul bercak merah (macula eritematus dengan batas tidak jelas) ataupun bintik-bintik merah (papulae eritematus). contact dermatitis is the second most common skin disease and is mostly experienced by people using unclean water. Among various dermatitis. Pada kasus yang akut. dapat dijumpai vesikel dan pustule bila disertai Symptoms and clinical signs Symptoms of allergic contact dermatitis are not different from other dermatitis: itchiness followed by red spots (macular erythema with unclear boundary) or red stains (papular erythema). For acute cases. along with squama.serbuk bunga. disertai skuama.KK . Dina Lidadari.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Dermatitis Kontak CONTACT Dermatitis kontak adalah suatu peradangan noninfeksius pada kulit dimana faktor pencetusnya merupakan bahan yang berasal dari luar (masuk melalui kulit) bukan melalui inhalasi ataupun oral. dr. Demikian juga bahan-bahan yang dapat menyebabkan timbulnya dermatitis kontak iritan seperti bahan-bahan kimia terutama yang di pakai di lingkungan rumah tangga dan industri dapat mencemari sumber air. Dermatitis kontak merupakan kasus kedua tersering diantara kasus-kasus dermatitis dan sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak. Definition There are 2 types of contact dermatitis: ◗ Irritant contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the irritant substance ◗ Allergic contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the allergen substance Various allergen substances such as pollen. Irritant contact dermatitis is generally chronic. the substances causing irritant contact dermatitis such as chemical substances used by industry and household may contaminate water sources.kotoran unggas dan lain-lain bisa terdapat di sumber air. can be found in the water resources. General symptoms pembawa pesan kesehatan 27 . Similarly.

Kalau sampai pada tahap ini akan susah membedakan antara dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. Etiopathogenesis Etiopatogenesis Dermatitis kontak iritan terjadi akibat kulit terpapar dengan bahan iritan kuat yang menyebabkan sel-sel epidermis akan langsung mengalami nekrosis yang dapat kita lihat reaksinya dalam beberapa jam.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Diagram hipersensivitas tipe IV/ Hypersensitive type IV chart infeksi sekunder. Allergic contact dermatitis is characterized as hypersensitivity type IV. 28 health messenger . terjadi erosi bahkan bisa terjadi vesikel dan pustule. umumnya bersifat kronis. Selanjutnya bila tetap terpapar dengan penyebab. however as it is repetitive. Disini pada awalnya tidak terjadi reaksi imunologis. Bahan alergen (antigen) yang masuk akan ditangkap oleh sel-sel Langerhan yang berada di epidermis. If the skin is exposed to similar allergens (antigen) again. Sedangkan dermatitis kontak alergika digolongkan sebagai reaksi kulit yang terjadi akibat dari reaksi hypersensitifitas tipe IV. Sel-sel langerhans ini dapat meneruskannya ke kelenjar limfe yang selanjutnya mengalami proses sehingga terbentuklah sel-sel T yang sensitif yang kemudian di kembaIrritant contact dermatitis is the clinical result of direct contact between the skin and a strong irritant substance. namun karena prosesnya berulang terus menerus. erosion of the skin will occur even with vesicles and pustules. Gejala umumnya kulit yang mengering yang menimbulkan rasa perih. Pada dermatitis kontak iritan. are dried off skin which causing pain. atau bila lebih berat akan terlihat fisurefisure. the hypersensitivity reaction can occur where various cytokines can be released. Until this stage it is difficult to differentiate the irritant contact dermatitis from the allergic contact dermatitis. Kontak awal dengan bahan alergen tidak menimbulkan reaksi apapun. which is called slow reaction type. The antigen will be bind with Langerhans cells which are situated at epidermis level. At the beginning there would not be immunological reaction. It also may damage the skin barrier. It may cause a necrosis of the epidermis cells which develops within few hours. yaitu reaksi tipe lambat. or for more acute cases we may find fissures. Langerhans cells can migrate from the epidermis to the regional draining lymph nodes which form the T cell sensitization. reaksi hypersensitifitaspun akan terjadi. Kontak langsung bahan iritan ini juga dapat merusak barier kulit. We may find macular erythema with squama.Tampak makula eritematus dengan skuama-skuama. First contact with the allergen substance (antigen) will not affect the skin. If there is a continuous contact with the causal factor. a hypersensitive reaction of the skin can occur.

Clinical signs between allergic contact dermatitis and irritant one are very similar. Oral antibiotics (not penicillin type) can be given only if there is a secondary infection. Topical therapy on wet lesion with secondary infection and pustule should be given by applying moist compresses soaked with sodium chloride 0. ■ pembawa pesan kesehatan 29 . dapat diberikan topical kortikosteroid. Treatments The main action is to avoid the causal factor. Then topical steroid can be given. Antihistamine can be given to allergic contact dermatitis. kadangkadang mirip dengan erisipelas atau angioedema.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM likan ke kulit. A precise anamnesis will be very helpful.9% selama 1-2 hari atau sampai lesi mengering. ■ Differential Diagnosis It is very difficult to differentiate contact dermatitis from psoriasis and dermatophytosis. Tes tempel dilakukan untuk membantu mengetahui alergen-alergen yang diduga menjadi penyebab dari dermatitis kontak alergika. selanjutnya dapat di berikan topical steroid. Good to remember: Contact dermatitis affects people who use unclean water or water contaminated with chemical substances. and for the extensive lesions. Penting untuk diingat: Dermatitis kontak sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak atau sudah tercemar dengan bahan-bahan kimia tertentu. Gambaran klinis antara dermatitis kontak alergika dan dermatitis kontak iritan sangatlah mirip.Antihistamin dapat diberikan pada dermatitis kontak alergika. maka dimulailah reaksi hipersensitifitas dimana berbagai macam cytokin akan dikeluarkan. Oral antibiotika (sebaiknya bukan dari golongan penicillin) dapat di berikan hanya bila ada infeksi sekunder. However it is not easy to make a diagnosis of a contact dermatitis. topical corticosteroid can be given. Diagnosis banding Dermatitis kontak sukar di bedakan dengan psoriasis dan dermatofitosis. Namun untuk membuat diagnosis suatu dermatitis kontak tidaklah mudah. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang paling utama adalah menghindari penyebabnya. health workers can consider giving oral corticosteroid. If the wound is dried up. Dermatitis kontak akut di wajah.9% for 1-2 days or until the lesion dries up. dan pada lesi yang luas dapat dipertimbangkan pemberian kortikosteroid oral. Diagnosis Dermatitis can be diagnosed according to symptoms and clinical signs. Anamnesis yang cermat dapat sangat membantu. Patch test is conducted to help to find out the allergens which are supposed to be the cause of the allergic contact dermatitis. Apabila alergen yang sama terpapar kembali dan dapat dikenali. Diagnosis Diagnosis suatu dermatitis sudah dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala dan gambaran klinis. Apabila lesi kering. Terapi topical pada lesi yang basah dan disertai infeksi sekunder berupa pustule sebaiknya di kompres secara terbuka dengan sodium chloride 0. Acute contact dermatitis on the face can look like erysipelas or angioedema.

GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Penyakit yang berkaitan dengan air WATER RELATED DISEASES dr Kurnia F. Causes and contamination routes Drinking water or eating food contaminated with the cholera bacterium (usually found in raw shellfish). kontaminan dan kerusakan yang berkaitan dengan air. sumber kontaminasi biasanya adalah kotoran dari orang yang terinfeksi. Namun demikian.Tsunami telah menghancurkan keseluruhan sistem Air dan Sanitasi. Dalam suatu wabah.RSUZA Banyak penyakit berkaitan dengan air terutama di negara berkembang seperti Indonesia (khususnya di Provinsi Aceh) dimana sistem air dan sanitasi mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Many illnesses. Banyak penyakit. Spesialis Penyakit Dalam / Internist . hands and flies can also occur. SpPD-KPTI. parasit dan virus. Jamil. but hundreds of local and international NGOs and institutions led projects to re-build something even better. Penyebab dan cara penularan Minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera (biasanya ditemukan pada kerang-kerangan mentah). Kontaminasi makanan dapat juga terjadi karena air. In an epidemic. diarrheal illness caused by infection of the intestine with the bacterium Vibrio cholerae. Waterborne diseases are caused by organisms that are directly spread through water and classified in categories: bacterial. Many diseases are related to water. 30 health messenger . the source of the contamination is usually the feces of an infected person. hygiene dan sanitasi. The disease can spread rapidly in areas with inadequate treatment of sewage and drinking water. especially in the developing countries such as Indonesia (Aceh Province in particular) where the water and sanitation systems have faced many changes in the last few years. parasitic and viral. M. waterrelated diseases are still a current issue. Contamination of food by contaminated water. Nevertheless. sanitation. JENIS-JENIS PENYAKIT DARI BAKTERI BACTERIAL TYPE OF DISEASES KOLERA Kolera merupakan suatu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri Vibrio cholerae. CHOLERA Cholera is an acute. or hygiene-related. The tsunami destroyed the whole existing WatSan system. akan tetapi ratusan LSM dan institusi baik lokal dan internasional telah melaksanakan proyek-proyek untuk membangun kembali dengan sistem yang bahkan lebih baik lagi. contaminants. penyakit yang berkaitan dengan air masih menjadi permasalahan saat ini. and injuries can be water.Kes. tangan dan lalat yang terkontaminasi. Penyakit dapat menyebar dengan cepat di wilayah yang tidak memiliki sistem pembuangan kotoran dan air minum yang memadai. Penyakit yang berkaitan dengan air disebabkan oleh organisme yang secara langsung disebarkan melalui air dan diklasifikasikan ke dalam kategori: bakteri.

shellfish Ekskresi kuman Pathogen excretion Air Minum/Drinking water Irigasi tanaman/Irrigated crops plants Air laut/Costal water Air permukaan dan air sumur/Surface and ground water Saluran pembuangan/Sewage discharge Gejala Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami penyakit yang parah yang ditandai dengan adanya diare yang sangat banyak. muntah dan kram kaki. Treatments Pengobatan Kolera dapat ditangani dengan mudah dan berhasil dengan segera mengganti cairan dan garam yang hilang karena diare dengan menggunakan Oralit (suatu campuran gula dan garam dicampur dengan air). cuci sayuran mentah dengan air bersih. less than 1% of cholera patients die. Severe cases also require intravenous fluid replacement. CHOLERA CASES MUST BE REPORTED TO THE DHO or/and PHO pembawa pesan kesehatan 31 . Kasus yang parah juga memerlukan penggantian cairan ke dalam pembuluh darah. KASUS KOLERA HARUS DILAPORKAN KEPADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN atau/dan PROPINSI Cholera can be simply and successfully treated by immediate replacement of the fluids and salts lost through diarrhea using oral rehydration solution (a prepackaged mixture of sugar and salts to be mixed with water). Antibiotik memperpendek proses penyakit dan mengurangi keparahan penyakit. safe water supply and general hygiene will help to prevent cholera. kurang dari 1% pasien kolera meninggal.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Titik konsumsi/Point of consumption Titik konsumsi/Point of consumption Ikan. Dengan rehidrasi yang cepat. and leg cramps. eat only foods that have been thoroughly cooked and are still hot. In these persons. Pada orang yang terinfeksi. Without treatment. Minum air yang direbus dan dipurifikasi (diberi klorin dan yodium) Makanlah makanan yang telah dimasak dengan benar dan masih panas atau makan buah yang sudah dikupas. avoid undercooked or raw fish or shellfish. hilangnya cairan tubuh dengan sangat cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. kerang-kerang/Seefood. With prompt rehydration. Basic prevention measures Good sanitation. wash the raw vegetables with clean water. vomiting. Antibiotics shorten the course and diminish the severity of the illness. hindari ikan atau kerang-kerangan yang kurang matang atau mentah. Langkah-langkah pencegahan dasar Sanitasi yang baik.Tanpa penanganan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. Symptoms Approximately one out of 20 infected persons suffers severe disease characterized by profuse watery diarrhea. or fruits that you have peeled yourself. death can occur within hours. rapid loss of body fluids leads to dehydration and shock. persediaan air yang aman dan higiene secara umum akan membantu mencegah kolera. Drink boiled water or purified water (treated with chlorine or iodine).

The faeces or urine of an infected person may contaminate food or drinking water. constipation and fever) WEEK 2: condition gets worse (diarrhea.Tubuh bereaksi dengan munculnya demam dan tanda serta gejala lainnya. called carriers. sakit kepala. Typhi lives only in humans.Dapat dilihat terjadinya perforasi dan pendarahan di usus kecil. The body reacts with fever and other signs and symptoms. Immunization using typhoid vaccine may be recommended for health staff Avoiding risky foods will also help protect you from other illnesses. Setelah mendapat vaksinasi tipus. Both ill persons and carriers shed S. TYPHOID FEVER Typhoid fever is a life-threatening illness caused by the bacterium Salmonella Typhi. 3. Demam tipus masih merupakan penyakit yang umum ditemukan di negara-negara berkembang dimana penyakit ini menyerang sekitar 21. recover from typhoid fever but continue to carry the bacteria.Typhi masuk kedalam tubuh manusia. Kotoran atau urin orang yang terserang dapat mengkontaminasi makanan atau air minum. Pasien bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri dan dapat meninggal. 1. Imunisasi menggunakan vaksin tipus dapat direkomendasikan oleh para petugas kesehatan Menghindari makanan beresiko juga akan membantu melindungi Anda dari penyakit lain termasuk diare. cholera. Typhoid fever is still common in developing countries. Symptoms Once S. Taking antibiotics will not prevent typhoid fever. if you were vaccinated in the past. 32 health messenger . Orang yang terserang tipus membawa bakteri di dalam aliran darah dan saluran usus mereka. headache. Basic prevention measures Three basic actions can protect you from typhoid fever: Patients and carriers should not be allowed to handle food for others 2. where it affects about 21. In addition. Hal ini dapat terjadi jika mereka mengolah makanan atau jika mereka tidak menggunakan jamban yang benar. Typhi bacteria are in the organism. abdominal pain. sejumlah kecil orang yang disebut carrier sembuh dari tipus namun tetap membawa bakteri tersebut. kolera. a small number of persons. they multiply and spread into the bloodstream. rash of red spots) WEEK 3: symptoms and signs become more severe. Gejala Begitu bakteri S. proper disposal of faeces and urine is essential 3. Typhi in their feces (stool).5 juta orang setiap tahunnya. MINGGU 1: gejala umum (rasa tidak enak badan. Baik orang yang terserang maupun carrier tetap mengandung bakteri tersebut di dalam kotoran mereka. Persons with typhoid fever carry the bacteria in their bloodstream and intestinal tract. konstipasi. Perforation of intestines may be seen and hemorrhage may occur in small intestine. Flies can also carry the bacteria from faeces to food.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM DEMAM TIPUS Demam tipus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. muncul sejumlah titik-titik merah) MINGGU 3: gejala dan tanda menjadi lebih parah. Selanjutnya. Pasien dan carrier tidak boleh mengolah makanan untuk orang lain 2. and hepatitis A. check with your doctor to see if it is time for a booster vaccination. disentri dan hepatitis A. Getting vaccinated: Typhoid vaccines lose effectiveness after several years. including diarrhea. Safe community water supply. S. This may occur if they handle food or if they do not use a proper toilet. dysentery. pembuangan kotoran dan urin dengan benar merupakan hal yang sangat penting. bakteri tersebut langsung berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. WEEK 1: general symptoms of infection (malaise. dan demam) MINGGU 2: keadaan semakin memburuk (diare. Patient can faint remains unconscious and die. It may also occur if the water supply is not safe or contaminated with excreta or remains untreated. maka dalam beberapa tahun efektifitasnya akan berkurang.Lalat juga dapat membawa bakteri dari kotoran ke makanan. Bisa juga terjadi jika suplai air tidak aman atau terkontaminasi dengan kotoran atau minum air yang belum diolah. Suplai air masyarakat yang aman. they only help to treat it. Causes and contamination routes Penyebab dan cara penularan Bakteri S. Langkah-langkah pencegahan dasar Tiga tindakan dasar dapat melindungi anda dari demam tipus: 1.5 million persons each year.Typhi hanya hidup di tubuh manusia. sakit perut.

Minum antibiotik tidak dapat mencegah demam tipus. pasien masih mungkin membawa bakteri S. So. Typhi. Penting untuk melakukan pemeriksaan kotoran secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bakteri S. parasit dan bakteri. pembawa pesan kesehatan 33 . penyakit dapat muncul lagi atau ditularkan ke orang lain. Berikan saran-saran berikut kepada pasien: Cuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan jangan mengolah atau menyajikan makanan untuk orang lain untuk mengurangi peluang terjadinya penularan ke orang lain. Jadi.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM : jika anda dulunya sudah pernah divaksin. Typhi bacteria remain in your body can be necessary. periksalah ke dokter anda apakah sudah saatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster. Bahaya demam tipus tidak berakhir walaupun gejalanya sudah hilang Walaupun gejala telah hilang. itu hanya dapat membantu mengobatinya. Good to remember: Waterborne diseases can be classified in 3 categories: viral. Advice patients to do the following things: Wash your hands carefully with soap and water after using the bathroom. the illness could reappear or be transmitted to other people. Typhi. parasitic and bacterial. A series of stool cultures to ensure that no S. Typhi dalam tubuh anda. patient may still be carrying S. do not prepare or serve food for other people in order to reduce the possibility of transmission to other people. Typhoid fever's danger doesn't end when symptoms disappear Even if the symptoms fade away. Penting untuk diingat: Penyakit yang berasal dari air dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori: virus.

Infection occurs worldwide and is found in tropical and subtropical areas where sanitation and hygiene are poor.Anak-anak yang bermain di tanah atau passed in faeces. the small intestines. Langkah-langkah pencegahan dasar Hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran manusia. This cycle can take between 2-3 air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi. The larvae are ditelan. Cacing betina they are swallowed. 34 health messenger . carried through the mereka akan tiba di usus lungs and then to dan tumbuh menjadi cacing the throat where dewasa. air atau makanan. months. ASCARIASIS Ascaris is a worm that lives in the small intestine. In few cases. mild diarrhea.worms. Begitu tertelan. do not defecate outdoors. Penularan terjadi develop into adult ketika tertelan telur cacing yang terkontaminasi dari koto. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mengolah makanan. Once in kecil. cacing akan menetas. dapat diiringi dengan diare ringan. Many children playing in contaminated soil or water are infectTanda dan gejala ed this way. jangan buang kotoran sembarangan. penyakit ini dapat menyebabkan obstruksi usus than adults. it can cause intestinal obstruction or pneumonia and asthma if larvae travel to the lung. they reach the dibuahi unfertilized egg will not undergo Fertilized egg biological development siklus ini makan waktu 2-3 intestines and bulan. There are no obvious signs and symptoms but if there are many worms. Ini merupakan penyakit cacing yang biasa dialami manusia. Adult female worms lay eggs that are then ran. wash. dalam paru-paru.Tidak ada tanda dan gejala yang jelas tetapi bila Signs and symptoms cacingnya banyak. Children are more prone to this infection. peel or cook all raw vegetables and fruits before eating or clean raw vegetables with clean water before eating. Infeksi akibat Ascaris disebut ascariasis. cuci.Anak-anak lebih sering terserang dibanding orang dewasa. Larva dibawa melalui paruTinja immature worms Feces paru dan kemudian ke tenghatch from the gorokan dimana mereka eggs. Transmission happens when an infective egg is swallowed from dirt. Infeksi terjadi di seluruh dunia dan paling biasa terjadi di daerah tropis dan sub tropis dimana sanitasi dan higienenya buruk. Dalam sejumlah Children are infected more often and more severely kecil kasus. kupas atau masak semua sayuran dan buah mentah sebelum dimakan atau cuci syauran mentah dengan air bersih sebelum dimakan. Anak-anak lebih sering terinfeksi dan lebih parah dibanding orang dewasa. telur yang dewasa bertelur dan diketidak dibuahi Once swallowed. menjadi bersifat menular Eggs become infecsetelah dua minggu masa tive after two weeks inkubasi di tanah yang lemof incubation in bab. abdominal atau pneumonia dan asma jika larva-larva tersebut masuk ke discomfort and distension may appear. Basic prevention measures Avoid contacting soil that may be contaminated with human faeces. wash your hands with soap and water before handling food. water or food. Telur pass in the faeces. perut tidak nyaman dan distensi dapat muncul. Cara penularan = Fase Infektif/Infective Stage Transmission Cacing betina dewasa meng The adult female = Fase Diagnosis/Diagnostic Stage worm lays thouhasilkan ribuan telur di sands of eggs in the dalam usus yang dikeluarintestine which kan melalui kotoran.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jenis penyakit yang berasal dari parasit/Parasitic Type of Diseases ASCARIASIS Ascaris adalah cacing yang hidup di usus kecil. Infection with ascaris is called ascariasis which is the most common human worm infection. Begitu berada di usus damp soil. telur yang tidak akan berkembang luarkan melalui kotoran.

Transmission Mosquitoes are infected by sucking the blood of an infected person. delirium. The anopheles mosquito likes forest and mountain areas including coastal mangroves. Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan. Cara penularan Nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. sporozoites can be transmitted to another person through the bite of a female mosquito (Anopheles). muntah dan delirium. Signs and symptoms Usually begins with a few days of vague ill health. MALARIA Malaria is a mosquito-borne disease caused by a parasite. Setelah berkembang di usus nyamuk. Then peaks of fever occur with chills and heavy sweating followed by headache. The mosquitoes usually bite at dawn and dusk. 350-500 million cases of malaria occur worldwide. Every year. pembawa pesan kesehatan 35 . After development in the midgut of the mosquito. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala. and over one million people die. Nyamuk anopheles hidup dihutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau. vomiting. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika sub sahara. MEMUTUSKAN RANTAI PENULARAN DENGAN VAKSIN BREAK THE CYCLE WITH VACCINES Sporozoit/Sporozites Kelenjar liur yang terinfeksi dengan sporozoit/Salivary gland infected with sporozites Perut/Gut Ookista/Oocyst Merozoit/Merozoites Ookinet/Ookinete Gamet/Gametes Sel-sel hati/Liver cells Vesikel/Vesicles Betina/Female Gametosit/Gametocytes Jantan/Male Gejala mulai terjadi disini/Symptoms start here Sel darah merah/Red blood cells Tanda dan gejala Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. Then the disease leads to a chronic stage that may last years before the patient develops immunity. Fully developed immunity is rare in areas of low transmission like most of South-East Asia but common in higher transmission areas of Sub-Saharan Africa. sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles).GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM MALARIA Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. This sometimes fatal disease can be prevented and cured.

Treating a patient with malaria depends on: ◗ The type (species) of the infecting parasite ◗ The area where the infection was acquired and its drug-resistance status ◗ The clinical status of the patient ◗ Any accompanying illness or condition ◗ Pregnancy ◗ Drug allergies. Tabel berikut menjelaskan pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. falciparum and P. AS=Artesunat/Artesunate. laboratory tests must done to detect the malaria parasites or their components.vivax: P. Pengobatan Sebagian besar obat yang digunakan adalah aktif melawan bentuk-bentuk parasit di dalam darah (bentuk yang menyebabkan penyakit). Primaquine tidak boleh diminum oleh wanita hamil atau orang yang kekurangan G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenise). Patients should not take primaquine until a screening test has excluded G6PD deficiency. menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang. (AS+AQ -2nd +3rd trimester) CQ+PQ(14d) AQ= Amodiakuin/Amodiaquine. maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya. serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk. 36 health messenger . Diagnosa Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Basic prevention measures Protecting from mosquito bites. Among the 4 types. using of mosquito nets and covering the skin with long sleeves and trousers. eliminating mosquito breeding grounds. Explanation of the treatments for P.VIVAX Pada kasus dengan pengobatan yang gagal In case of treatment failure Malaria berat severe malaria Malaria pada kehamilan Malaria during pregnancy pengobatan treatment QN+D+PQ QN/AM QN. AM = Artemeter/Arthemehter. In addition. falciparum and P. untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Langkah-langkah pencegahan dasar Perlindungan dari gigitan nyamuk. However.Dengan konfirmasi saan lab pemeriksaan lab Unconfirmed by lab test CQ+PQ lab-confirmed malaria AS+AQ+PQ P. FALCIPARUM Malaria tanpa komplikasi Uncomplicated form of malaria Tanpa konfirmasi pemerik. PQ=Primakuin/Primaquine. 2 tipe diantaranya paling sering ditemukan di Indonesia. Namun demikian. Diagnosis Malaria can be suspected according to the patient's symptoms and the physical findings during examination. primaquine should not be taken by pregnant women or by people who are deficient in glucose-6-phosphate dehydrogenize (G6PD).vivax forms of Malaria: Penyakit malaria terdiri 4 tipe. for a definitive diagnosis. or other medications taken by the patient There are 4 types of Malaria. CQ=Klorokuin/Chloroquine D= Doksisiklin/Doxycycline. 2 of them are commonly found in Indonesia. Pengobatan pasien malaria bergantung pada: ◗ Jenis (spesies) parasit yang menginfeksi ◗ Daerah tempat terinfeksi dan status resistensi obatnya ◗ Status klinis pasien ◗ Penyakit atau kondisi yang muncul bersamaan ◗ Kehamilan ◗ Alergi obat atau pengobatan lain yang telah dilakukan oleh pasien Treatments Most drugs used in treatment are active against the parasite forms in the blood (the form that causes the disease). QN= kina/Quinine Selanjutnya. Pasien tidak boleh minum primaquine sebelum uji penyaringan menunjukkan bahwa pasien tidak mengalami defisiensi G6PD.

Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). ■ Basic prevention measures Preventive measures are more or less similar to malaria preventive measures. Spektrum Demam Berdarah Dengue/The Spectrum of Dengue Haemorrhagic Fever Infeksi dengue/Dengue Infection Deman Fever Tes torniket positif Positive tourniquet test Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah Increase vascular permeability Pembesaran hati Hepatomegaly Trombositpenia Thrombocytopenia Stadium I Grade I Manifestasi perdarahan yang lain Other haemorrhagic manifestations Peningkatan hematokrit/Rising haemotacrit Hipoproteinemia/Hypoproteinemia Efusi serosa/Serous effusion } Kebocoran plasma Leakage of Plasma Stadium II Grade II Hipovolemia/Hypovolaemia* Koagulopati/Coagulopathy Stadium III Grade III Syok/Shock Koagulasi intravaskular menyeluruh/Disseminated intravascular coagulation* Perdarahan hebat/Severe bleeding Stadium IV Grade IV * see the glossary p.63 Sumber/Source: WHO Kematian/Death Langka-langkah pencegahan dasar Langkah-langkah pencegahan kurang lebih sama dengan langkah-langkah pencegahan malaria. severe headache. myalgias and arthralgias. sakit kepala yang parah. Transmission Dengue fever comes from a mosquito bite (Aedes Aegypti Mosquito). Dengue is an epidemic disease causing an increased number of cases at certain period of the year (rainy season). leading to death. Tanda dan gejala Serangan demam secara mendadak.62 . Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan). Usually there are rashes on the skin (bleeding spots). Viral Types of Diseases DENGUE FEVER The causative organism is a virus. thrombocytopenia (joint and back pains). (For more information refer to HM 9. ■ pembawa pesan kesehatan 37 . leucopenia. Signs and symptoms Sudden onset of fever. Occasionally the disease produces shock and hemorrhage. myalgia dan arthralgias. ZOOM on dengue fever). Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. leukopenia. Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes Aegypti). Aedes mosquito is a day biter and lives around the house and breeds in water containers such as old discarded tires and coconut shells. This is a killer disease of children and adults.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jensi Penyakit dari Virus DEMAM BERDARAH Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. (Untuk mendapatkan informasi lebih banyak silakan lihat P2K 9. Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian. thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). ZOOM mengenai demam berdarah). Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadahwadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa.

there are two different types of waste. puskesmas and pustu can produce medical waste. bungkus makanan dan sampah dari kamar pasien. but also the general public from harm caused by the improper handling of medical waste. Canadian Red Cross Kegiatan medis di sejumlah fasilitas seperti rumah sakit. pharmaceutical. Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan. Medical waste results from medical treatment from various sources ranging from dental. ada dua jenis limbah: limbah non medis dan limbah medis. Based on potential hazards. and garbage from a patient’s room. sisa makanan. terapi. Below are some of the known side effects medical waste can have on the environment and quality of health: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Damage Damage Damage Damage Damage to to to to to the esthetics of the environment property plants and animals the health of humans genetics and reproduction Kerusakan estetika lingkungan hidup Kerusakan properti Kerusakan tumbuhan dan hewan Kerusakan terhadap kesehatan manusia Kerusakan genetik dan reproduksi Medical waste characteristics In general. bottles. It is critical that health care providers learn to protect not only themselves. Sampah medis berasal dari penanganan medis dari berbagai sumber mulai dari bagian gigi sampai veteriner. food wrapping. cans. and medical waste. non-medical waste. food remnants. Berdasarkan potensi bahayanya maka limbah medis dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ◗ Limbah tajam ◗ Limbah yang infeksius ◗ Limbah patologi dan anatomi 38 health messenger . kaleng. medical waste can be classified as follows: ◗ ◗ ◗ ◗ Sharp waste Infectious waste Pathological and anatomical waste Cytotoxic waste Karakteristik limbah medis Secara umum. to veterinary. puskesmas dan pustu dapat menghasilkan limbah. research and training and education. Non-medical waste includes paper. Sangat penting bagi para petugas kesehatan untuk belajar bagaimana melindungi tidak hanya diri mereka sendiri tetapi juga masyarakat umum dari bahaya yang disebabkan oleh penanganan limbah medis yang tidak benar. Limbah non medis termasuk kertas.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM PROGRAM MANAJEMEN LIMBAH MEDIS MEDICAL WASTE MANAGEMENT PROGRAM Yayat Kurniawan. penelitian serta pelatihan dan pendidikan. Palang Merah Kanada / Environmental Health Technical Program Manager. Dibawah ini adalah beberapa efek samping limbah medis terhadap lingkungan hidup dan kualitas kesehatan: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Medical activities in facilities such as hospitals. therapy. obat-obatan. botol.

or dangerous pharmaceuticals and chemicals ◗ The waste contains radioactive material ◗ The waste contains sharp materials People. anthrax. bronchitis) ◗ Melalui mulut (misal. who work in health care centers. fasilitas kesehatan harus memisahkan limbah medis mereka yang dilakukan sebagai kegiatan harian Orang yang bekerja di pusat-pusat layanan kesehatan serta para pengunjung dapat beresiko terhadap bahaya-bahaya tersebut diatas. This could be caused by one or more of the following: ◗ The waste contains infectious agents ◗ The waste contains poisons. HCV. anthrax. supir. gastroenteritis) ◗ Pharmaceutical waste ◗ Chemical waste ◗ Radioactive waste Impact of medical waste on health Direct contact with dangerous waste from health centers can cause disease to spread. HBV. lepuh atau goresan di kulit (misal: HIV. Hal ini dapat disebabkan oleh salah satu atau lebih dari hal-hal berikut: ◗ Limbah yang mengandung penyebab-penyebab penyakit infeksi ◗ Limbah yang mengandung racun atau obat-obatan dan bahan kimia berbahaya ◗ Limbah yang mengandung bahan radioaktif ◗ Limbah yang mengandung bahan-bahan yang tajam Penting untuk diingat: Dari limbah tajam hingga limbah radioaktif. HIV. dll. as well as visitors. ◗ ◗ ◗ ◗ Petugas layanan pendukung: pekerja binatu. HBV. are at risk from these potential dangers. Limbah infeksius dapat mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai cara: ◗ Kulit yang luka. Infectious waste can contain various microorganism pathogens which can enter the human body in various ways: ◗ Stabbing. skin infection) ◗ Air borne (ex. Hemorrhagic fever) ◗ Membrane mucosal (ex. bronchitis) ◗ Orally (ex. gastroenteritis) Orang yang beresiko tinggi Petugas sanitasi dan perawatan termasuk petugas yang bekerja di daerah lembab atau di insinerator dan pengambil sampah. HCV. infeksi kulit) ◗ Melalui udara (misal. Pemulung Pasien rawat inap Pengunjung pembawa pesan kesehatan 39 .GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ ◗ ◗ ◗ Limbah sitotoksik Limbah obat-obatan Limbah kimia Limbah radioaktif Dampak limbah medis bagi kesehatan Kontak langsung dengan sampah berbahaya dari pusat-pusat kesehatan dapat menyebarkan penyakit. demam berdarah) ◗ Selaput lendir (misal. blistering or skin scratches (ex.

◗ Tahap 1 pelatihan: tahap pertama dilaksanakan di Calang dan Lamno pada bulan Maret 2009 dengan 33 peserta yang berasal dari Dinkes Aceh Jaya. Fasilitas dan infrastruktur terdiri dari alat pelindung diri. as well as capacity building for health care staff. Medical waste management More than 20% of waste from health care facilities is infectious. Good to remember: From sharp waste to radioactive waste. Dalam penanganan limbah klinis. medical facilities must segregate their medical waste generated by daily activities. including those working in the dump area or in the incinerator. perawat. Target program CRC adalah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Jaya. transported and treated. staf Puskesmas dan Pustu di Aceh Jaya. drivers etc ◗ ◗ ◗ ◗ Scavengers In-patients Visitors Medical staff: doctors. Cara-cara penanganan limbah medis yang umum dilakukan saat ini di Indonesia antara lain: ◗ ◗ ◗ ◗ Autoclav uap Dekontaminasi bahan kimia Penimbunan tanah Insinerasi MANAJEMEN LIMBAH MEDIS OLEH CRC Program Manajemen Limbah Medis yang sedang dilaksanakan oleh CRC merupakan salah satu cabang program Manajemen Limbah Solid padat difasilitasi oleh tim Kesehatan Lingkungan. Scope of medical waste management activity There are two components to this activity: providing facilities and infrastructure to handle medical waste.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ Petugas medis: dokter. fasilitas pengumpulan limbah. PMI cabang Aceh Jaya. Tahap yang kedua dilakukan pemeriksaan terhadap volume dan karakteristik limbah yang dihasilkan. nurses. to increase their skills and build awareness 40 health messenger . Manajemen limbah medis Lebih dari 20% limbah fasilitas layanan kesehatan dapat menyebabkan infeksi. kondisi fasilitas yang ada saat ini didokumentasikan demikian juga kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung. Insufficient waste treatments can double the contamination risk. In clinical waste treatment. Untuk kesinambungan program. etc. Peningkatan kapasitas petugas diperoleh melalui pelatihan untuk meningkatkan keahlian mereka dan membangun kesadaran mengenai topik penanganan limbah medis secara aman. contained. material needs to be segregated.Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan keahlian dan membangun kesadaran mengenai manajemen limbah medis. dimasukkan ke dalam wadah. insinerator dan needle pit. General medical waste treatment practices in Indonesia currently include: ◗ ◗ ◗ ◗ Steam autoclaving Chemical decontamination Land filling Incineration Cakupan kegiatan manajemen limbah medis Ada dua komponen pada kegiatan ini: penyediaan fasilitas dan infrastruktur untuk menangani limbah medis serta peningkatan kapasitas para petugas layanan kesehatan. Tahap pertama. bahan-bahan perlu dipisahkan. dll. incinerator and needle pit. waste collecting facilities. The facilities and infrastructure consists of personal protective gear. and pickers ◗ Support services personnel: laundry workers. peserta membuat suatu “Tindak Lanjut Rencana MEDICAL WASTE MANAGEMENT BY CRC The Medical Waste Management program being implemented by CRC constitutes one branch of the solid waste management program. Staff capacity building occurs through training. Program ini meliputi: ◗ Penilaian: data dikumpulkan dalam dua tahapan. facilitated by the Environmental Health team. dipindahkan dan diolah. Pendekatan program Program ini dimulai pada bulan Januari 2009 dan akan berakhir pada bulan Desember 2009. Those who are at high risk ◗ Sanitary and maintenance staff. Kurangnya penanganan limbah dapat melipatgandakan resiko kontaminasi.

masker.400 orang. From July until December. ■ pembawa pesan kesehatan 41 . It includes: ◗ Assessment: data is collected in two stages. The second stage involves auditing the volume and characteristics of waste generated. To determine the amount of knowledge gained during the two day training session.) and collection facilities (labeled bins. boots. The goal of the training was to improve skills and build awareness regarding medical waste management. For the sustainability of the program. ◗ Infrastructure design and selection of tools: This includes the provision of an incinerator and needle pit. The estimated number of indirect beneficiaries is 6. participants were tested at the beginning of the training. etc. sepatu. dll) dan fasilitas pengumpulan limbah (tempat sampah yang diberi label. staff of puskesmas and pustu in Aceh Jaya. PMI branch of Aceh Jaya.alat pelindung diri (sarung tangan. the conditions of existing facilities were documented. ◗ Training stage 1: the first stage was implemented in Calang and Lamno on March 2009 with 33 participants who came from the DHO of Aceh Jaya. participants created a ‘Follow-Up Medical Waste Action Plan’. kotak keselamatan dll) ◗ Konstruksi infrastruktur dan suplai alat-alat: dimulai bulan Mei dan akan selesai bulan Juli ◗ Pelatihan mengenai operasional dan perawatan fasilitas dan peralatan: akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli. are dramatic. The results. Dari Juli sampai dengan Desember. Diperkirakan jumlah penerima manfaat secara tidak langsung ada sebanyak 6. In the first stage. masks. seperti ditunjukkan pada diagram di atas. maka para peserta diuji pada awal pelatihan dan akhir pelatihan.Hasilnya cukup dramatis. personal protective gear (gloves. Untuk menentukan tingkat pengetahuan selama dua hari pelatihan. Penerima manfaat Jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 73 petugas kesehatan dan 81 pasien setiap harinya. Program approach This program began in January 2009 and will finish in December 2009.400. ◗ Desain infrastruktur dan pemilihan alat: Hal ini mencakup penyediaan sebuah insinerator dan needle pit. CRC. will monitor and evaluate the effects of this training Kegiatan Limbah Medis”. This number does not include those visiting the various health care facilities.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM on the topic of safe handling of medical waste. as indicated in the chart above. as well as current practices. CRC bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten akan memonitor dan mengevaluasi efek dari pelatihan tersebut. Jumlah ini tidak termasuk orang yang mengunjungi berbagai fasilitas layanan kesehatan. pemotong jarum. etc. The CRC program targets health care facilities in Aceh Jaya District. sepatu bot. safety boxes.) ◗ The infrastructure construction and supply of tools: started in May and will be completed in July ◗ Training on the operation and maintenance of facilities and tools: will be conducted at the end of July. ■ Beneficiaries The number of direct beneficiaries from this activity is 73 health care staff and 81 patients per day. in association with the DoH. shoes. and again at the end. needle cutters.

2)1.8 – 4. This can cause fungus infection for pregnant women which may have irritation and fluor albus effect. Therefore. Perubahan tubuh dan hormon selama hamil juga membuat keseimbangan PH vagina berubah. Physical and hormonal changes during pregnancy also result in changes of vagina PH balance. Karena itu. Bakterial vaginosis ini terjadi apabila bakteri komensal vagina digantikan oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan radang pada vagina karena perubahan lingkungan dan keseimbangan PH vagina berubah (PH vagina normal: 3. Peneliti mengungkapkan bahwa bakterial vaginosis sejatinya tidak selalu diidap setiap wanita.8–4. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa bakterial vaginosis berbahaya bagi kesehatan kandungan. woman’s body experiences many physical and hormonal changes. Bakteri ini menyebabkan radang vagina yang dapat mengakibatkan wanita hamil mengalami keguguran kandungan. Perubahan juga terjadi pada organ kewanitaan. Cut Mutia hospital. Akibatnya infeksi jamur juga mudah terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan iritasi dan keputihan. The bacterial vaginosis will appear when vagina commensal bacteria is replaced by a bacteria that may inflame the vagina due to environmental changes and vagina PH (acide level) balance (normal vagina PH: 3.MOTHER & CHILD IBU & ANAK Kebersihan kewanitaan pada kehamilan FEMININE HYGIENE DURING PREGNANCY Rahmi Wardhani AmKeb. tubuh wanita mengalami banyak perubahan baik fisik dan hormon. Lhokseumawe Saat hamil. dibandingkan dengan wanita yang sehat. SPd/Bidan RSU Cut Mutia Lhokseumawe/Midwife. Antiseptic soap can only be used to treat infection on the genital labia 42 health messenger . untuk para ibu hamil disarankan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan diantaranya dengan cara berikut: ◗ Menjaga supaya daerah di sekitar vagina dalam kondisi selalu kering ◗ Gunakan sabun tanpa parfum ◗ Gantilah pakaian dalam setiap hari ◗ Gunakan celana dalam katun dan pakaian longgar agar daerah vagina tidak lembab During pregnancy. Changes also occur on feminine organ. This bacteria can lead to a vagina inflammation that may cause abortion. Riset yang dilakukan terhadap 771 wanita ini menunjukkan bahwa risiko keguguran pada tiga bulan pertama masa kehamilan terjadi dua kali lebih besar pada wanita hamil yang terinfeksi bakteri ini. Researchers revealed that bacterial vaginosis is not merely carried by every women. therefore it needs special attention and cares during pregnancy.2)1. Research conducted on 771 women showed that the risk of abortion during the first trimester of pregnancy is twice higher for pregnant women who are infected with bacterial vaginosis. Researchers in England found that bacterial vaginosis is dangerous for the reproductive health. it is suggested that pregnant women pay attention to their feminine organ by following these advices: ◗ Keep the vagina always dry ◗ Use non-perfume soap ◗ Change underwear every day ◗ Wear cotton underwear and loose clothes so that vagina is not humid ◗ Using antiseptic soap is not recommended. sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap kebersihan organ kewanitaan pada saat hamil.

Gynecologic. wash the genital organ from the front side to the back side. Research in America found out that women who do regular vaginal douching run a higher risk of having health problems compared to women who don’t.12 September 1999) 2. F. It can lead to the destruction of the commensal bacteria so then the vagina can get infected by the outside bacteria. Pada wanita hamil yang melakukan bilas vagina 2 sampai 3 kali seminggu 40% lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak melakukan bilas vagina2.MOTHER & CHILD IBU & ANAK ◗ Tidak disarankan pemakaian antiseptik secara berlebihan. 32(1). Penelitian di Amerika membuktikan bahwa perempuan yang secara rutin melakukan bilas vagina lebih besar kemungkinan terkena masalah kesehatan dari pada perempuan yang tidak rutin melakukannya. & Neonatal Nursing. 913-917. Journal of Obstetric.4 kali jika menggunakan bahan bilas vagina komersial. K. ◗ Antiseptik hanya boleh dipakai seandainya terjadi infeksi di bibir vagina ◗ Cucilah organ kewanitaan dari depan kebelakang bukan sebaliknya saat setelah buang air besar ◗ Hindari pemakaian bedak atau parfum pada vagina karena akan merusak keseimbangan keasaman vagina ◗ Tidak dianjurkan untuk melakukan bilas vagina (tindakan yang dilakukan untuk membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan lain ke dalam liang vagina untuk membersihkan cairan vagina dan lender-lendir lainnya) karena bilas vagina dapat membuat PH (tingkat keasaman) dalam vagina menjadi tidak seimbang apalagi kalau bilas vagina itu sering dilakukan.6 kali menderita penyakit radang panggul dibandingkan dengan mereka yang melakukannya kurang dari 1 kali sebulan. Risiko tersebut akan meningkat menjadi 4.The risk of low birth weight associated with vaginal douching. Cottrell BH. J.12-8.. P.C.6 times more likely of getting pelvic infection compared to women who do vaginal douching once a month. 27/XXVIII/6 . TEMPO (NO. Kendrick. 3.Fiscella. & Bruce.4 times if women use commercial vaginal douching. ■ ◗ After defecation. (2003). Pregnant women who do vaginal douching twice up to three times a week have 40% possibility to deliver a low birth weight baby compared to pregnant women who do not proceed to vaginal douching2. Dilaporkan pada perempuan yang melakukan bilas vagina paling sedikit 1 kali seminggu mempunyai risiko 2 kali menderita kehamilan di luar kandungan. and not the contrary and with clear water ◗ Avoid the use of powder or perfume on vagina because it may ruin the acid balance on vagina ◗ Not recommended to do vaginal douching (process of rinsing or cleaning the vagina by forcing water or another solution into the vaginal cavity to flush away vaginal discharge or other contents) as it may result to an imbalance of PH in the vagina. Ketidakseimbangan pH ini akan menyebabkan bakteri-bakteri komensal menjadi mati sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar.(1998).3. pembawa pesan kesehatan 43 . Dilaporkan bahwa perempuan yang melakukan bilas vagina 3 kali atau lebih dalam sebulan akan mempunyai risiko 3.S. Franks. ■ Penting untuk diingat: Bilas vagina tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan infeksi pada vagina.. 1. It was reported that women who do vaginal douching at least once a are running twice the risk of getting an ectopic pregnancy.Obstetrics & Gynecology. It has been stated that women practising vaginal douching 3 times or more in a month are 3.3. This risk can be increased to 4. Vaginal douching. Good to remember: Vaginal douching is not recommended as it may cause infection on vagina. 92(6)..

According to WHO. Research by Water and Sanitation Program supported by the World Bank showed that Indonesia has suffered an important economical loss 44 health messenger . Itu baru di satu bandara saja. pelayanan kesehatan dan genetik. and the toilets are also dirty and stinky. which is not as crowded as the provincial bus terminal. anda harus ke belakang. what about access to water and sanitation in other public facilities. Ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana sanitasi serta pemenuhan kebutuhan akan air bersih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat. more than 1. environment determines the degree of the community health whether it is good or bad.6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. you need to go to the toilets. Access to water and sanitation are two main components of the environmental factor. Program Studi Pendidikan Dokter Univ. Along with the behavioral factor.1 milyar orang baik di desa mapun kota mengalami kekurangan akses terhadap air minum dan 2. Air dan sanitasi merupakan salah satu persoalan di Indonesia. this sector also has minimum attention from the policy makers either at central or provincial level. Namun keinginan untuk dapat memenuhi hajat urung karena tidak ada air. Malikussaleh / Medical Studies Program Univ. either cities or villages in Aceh? Environment is one of the indicators determining the condition of public health. Malikussaleh Anda sedang berada dalam perjalanan ke luar kota dengan menggunakan pesawat. Nur Fardian. sektor ini juga minim perhatian dari para pengambil kebijakan baik di pusat dan daerah. Bagaimana dengan akses terhadap air dan sanitasi di sarana publik lainnya baik di kota maupun desa di Aceh? Lingkungan menjadi salah satu indikator penentu dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat.Tidak hanya di tingkat masyarakat. Bersama dengan faktor perilaku. lebih dari 1. serta WC yang kotor dan berbau. Riset oleh Water and Sanitation Program yang You are travelling by plane.6 billion people do not have access to basic sanitation. Selama menunggu di bandara. genetic factor and public services. Qualitative and quantitative facilities and infrastructures are lacking as well as access to clean water and it leads to negative impacts on health. Menurut WHO. Not only at the community level.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfillment dr.1 billion people either in cities or villages do not have access to water and 2. That is only in one airport. While waiting in the airport. But. WatSan is a big issue in Indonesia.Akses terhadap air minum dan sanitasi merupakan dua hal dari faktor lingkungan dimaksud. But that need could not be fulfilled since there is no water. yang berarti tidak seramai orang yang menggunakan kamar kecil di terminal bus antar kota antar propinsi.

Bad sanitation causes at least 120 million contagious diseases cases and 50. Sebuah harga yang mahal untuk hal yang selama ini dianggap kotor dan menjijikkan.3 billion or Rp 56 trillion in 2006). jamban.3 miliar atau Rp 56 triliun di tahun 2006.254/person/year. or waste.Dampak ekonomi dari hal tersebut mencapai US$ 3.000 premature deaths per year. Kondisi air dan sanitasi yang buruk.254/orang/tahun. Sanitasi yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta kejadian jangkitan penyakit dan 50. Sanitasi yang buruk juga mengakibatkan pencemaran air: menambah beban biaya pengadaan air bersih untuk rumah tangga. Diarrhea is one of the most important water related diseases making quite a lot of deaths. World Bank mentioned that until 2006. Besarnya kerugian ekonomi dari tercemarnya air yang diakibatkan oleh buruknya sanitasi melebihi US$ 1.7% of the total disease burden.5 billion (Rp 13 trillion) every year.7% dari total beban penyakit. investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200/orang/tahun. The economical loss from polluted water that is due to bad sanitation can be over than US$ 1. sumur.Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5%. Few pembawa pesan kesehatan 45 Copyright UNICEF . karena hanya terkait dengan air. diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antara 6 -19%. the consumption of water/person/day in Aceh province is generally >100 liters (optimum access). wells. Bad sanitation may also cause water pollution: increasing the expense of water supply for households. berdasarkan pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY). Mengacu pada Riskesdas 2007 propinsi Aceh terkait air dan sanitasi. hingga 2006. toilets.5 miliar (Rp 13 triliun) setiap tahunnya. dan mengurangi produksi ikan di sungai dan danau. it is estimated the health expenses would be reduced by 6-19%. including medication expenses reduced by 2-5%. The economical impact may reach US$ 3. Refer to Riskesdas 2007 Aceh Province. and reducing fish production both in the river and sea. sampah atau comberan. Diare menjadi penyebab kematian yang cukup besar akibat buruknya kondisi air dan sanitasi. World Bank menyebutkan. Such an expensive cost for something told to be dirty and disgusting as related to water. Whereas if the investment for sanitation infrastructures would be Rp 51.3 miliar (Rp 29 triliun)/tahun.3 billion (Rp 29 trillion) per year.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL didukung oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi dan hygiene hingga US$ 6. bad sanitation and water condition cause 5. menyumbang 5. government investment allocation was only Rp 200/person/year. konsumsi air/orang/hari di Provinsi Aceh pada due to bad hygiene and sanitation (up to US$ 6.000 kematian prematur/tahun. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51. According to the measurement of Disability Adjusted Life Years (DALY).

should positively act to realize good sanitation and water condition. People have to realize that clean water and access to sanitation is a basic human right everyone should fulfill. Dalam hal jarak dan waktu. Everyone. Perlu kontribusi positif dari berbagai elemen untuk dapat mewujudkan kondisi air dan sanitasi yang baik. Masalah kualitas fisik air bersih yang cukup banyak adalah kekeruhan dan warna.5% rumah tangga di Aceh mempunyai akses baik terhadap air bersih dan 32. Kita juga sebagai warga negara dapat berperan dalam advokasi kebijakan terkait air dan sanitasi. 21. This is a real problem whereas the need of good water and sanitation is a basic right for everybody. We. secara umum di provinsi Aceh sebanyak 21. whatever the social level.5% akses baik terhadap sanitasi. Masyarakat harus menyadari bahwa air bersih dan akses terhadap sanitasi adalah hak semua orang yang harus dipenuhi. Especially for people who have to walk hours just to get clean water.5% of Acehnese households have good access to clean water and only 32.5% have good access to sanitation. All parties should pay attention to this issue of clean water access and sanitation.Tentu ini menjadi beban karena kebutuhan akan air dan sanitasi yang baik menjadi hak bagi semua orang. ■ Good to remember: Access to clean water and safe sanitation is a basic human right. semua orang tidak terkecuali seharusnya menikmati layanan tersebut. ketika air dan akses terhadap sanitasi yang tidak baik menjadi sebuah hal yang dianggap benar karena wajar terjadi dan menjadi kebiasaan. pada umumnya rumah tangga dapat menjangkau sumber air dalam waktu kurang dari 30 menit dan jarak kurang dari 1 km. Penting untuk diingat: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman adalah hak dasar manusia Angka di atas menunjukkan bahwa belum semua orang memiliki akses yang sama atas air dan sanitasi yang baik. Kesadaran akan makin minimnya air sehat dan layanan sanitasi yang baik sepatutnya menjadi perhatian semua pihak. The figures show that not everybody has equal access to good water and sanitation. since health is expensive when water and sanitation are not safe and assumed as something common. while according to the water availability in Aceh province. atau buang air besar di tempat terbuka. normal and part of the habits. the water is turbid and unclean. Basic sanitation and water services are vital for human life and dignity. Kiranya kita para petugas kesehatan pun dapat berperan aktif dalam memberi informasi. The common problem is that most of the time. ■ 46 health messenger . cities/municipalities still have an access to water under the national average. Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang pemenuhan kebutuhan airnya di bawah rata-rata Nasional. sanitation and water condition.8% of households face difficulties to access clean water during dry season: talking about time and distance. Terlebih bagi mereka yang harus berjalan jauh berjam-jam demi mendapatkan air bersih. 45. or to defecate in open air. generally they can reach well/water sources in a 1 km area (less than 30 minutes). Health officers should actively take part in giving information. every member of the society.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL umumnya >100 liter (akses optimal). Only 45. karena sehat menjadi harga yang mahal. and in the mean time. dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi air dan sanitasi yang baik.8% rumah tangga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau. as citizens. can also participate in the advocacy for policy related to clean water and sanitation. dan pada saat ini. and encouraging the community to be careful about hygiene. everyone without exception should be able to enjoy this basic service. sedangkan berdasarkan dan ketersediaan air bersih. Layanan air dan sanitasi dasar merupakan hal yang vital untuk kehidupan manusia dan martabatnya.

clean water and sanitation system. Sarung tangan digunakan. Anda harus mencuci tangan paling tidak selama 30 detik. Kebersihan tangan dan kebersihan diri adalah hal yang paling pokok. The hands are dried carefully and disinfected with a hand sanitizer. Anda harus merawat tangan anda. Disamping itu. since they can be removed only through washing. Hand disinfectant is rubbed in the hands for 30 seconds and left to dry. WATER AND SANITATION Ns. Tangan dikeringkan dengan seksama dan di disinfeksi dengan menggunakan desinfektan tangan. Kecuali pada spora Clostridium (antibiotik diare) yang bisa dihilangkan hanya dengan mencuci tangan. You have to take care of your hands. safe. such as infection around the nails. Disinfeksi tangan harus dilakukan setelah merawat tiap pasien dan ketika akan memasuki dan meninggalkan ruangan isolasi. Remove the gloves immediately after the procedure and throw them into the bin. Keringkan tangan anda secara seksama untuk menghindari iritasi dan infeksi kulit yang disebabkan oleh tangan yang lembab. Hand disinfectants which include alcohol decrease the bacterial strain. Cairan disinfektan tangan yang mengandung alkohol dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Setiap fasilitas kesehatan harus dilengkapi dengan sistem air dan sanitasi yang baik. Hasniah. Hand hygiene You have to wash your hands. Hand hygiene and personal hygiene are the basics. Rawatlah jika ada luka pada kulit Every health facility should be equipped with good. sebelum makan dan jika ada cairan atau kotoran yang terlihat di telapak tangan anda.Kep/Staf pengajar pada Sekolah Keperawatan Poltekkes Provinsi Aceh / Teaching staff at Nursing School . Take care of ulcers and have chronic skin manifestations examined and treated.Poltekkes Aceh Province. Cairan desinfektan tangan digosokgosokkan pada tangan selama 30 detik dan dibiarkan kering. 1. Lalu disinfeksi tangan anda.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Instruksi tentang kebersihan. But try to keep your hands from getting too dry and chapped. sanitasi dan air di rumah sakit INSTRUCTIONS ON HOSPITAL HYGIENE. when exposed to the patient’s excretions. Dry them carefully to avoid rashes and infections caused by moisture. Infections. Disinfect your hands. Warm water and soap is used in washing. Petugas kesehatan harus menjadi orang pertama yang mematuhi peraturan kebersihan di puskesmas dan rumah sakit. Health workers should be the first persons to follow the rules of hygiene in puskesmas and hospitals. The disinfection of hands must be carried out after each patient and when entering and leaving the isolation room. when you go on and off duty. S. cobalah untuk menjaga tangan anda supaya tidak terlalu kering dan pecah-pecah. aman dan bersih.Lepaskan sarung tangan segera setelah prosedur tersebut selesai dan buang ke dalam tong sampah. ketika hendak dan setelah selesai melakukan pekerjaan. Sarung tangan dapat digunakan untuk sekali pakai dan merupakan prosedur khusus. Gloves are used. Kebersihan tangan Anda harus mencuci tangan. pus from a wound or other pus or when you are nursing a patient with diarrhea or in isolation. must be treated appropriately before working with pembawa pesan kesehatan 47 . The gloves are disposable and procedure-specific. Closiridium spores (antibiotic diarrhea) make an exception. 1. nanah pada luka atau nanah lainnya atau saat anda merawat pasien diare atau ketika berada dalam ruang isolasi. ketika membersihkan kotoran pasien. You should wash your hands for at least 30 seconds. before meals and if you get secretions or visible dirt on your hands.Air hangat dan sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan.

Kebersihan diri Pakaian pelindung yang disediakan oleh rumah sakit dipakai didalam ruang rawat inap dan klinik rawat jalan. Tights should be used with skirt or dress model protective clothing. Pakaian tersebut harus dijaga supaya tetap bersih dan harus diganti ketika kotor atau paling tidak seminggu sekali. ■ Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus mengetahui peraturan kebersihan dan sanitasi di puskesmas dan rumah sakit untuk mencegah dari infeksi nosokomial. tidy footwear. Setiap petugas harus memakai sepatu sendiri yang rapi yang sesuai dengan peraturan kebersihan dan keamanan kerja. rambut harus ditutup dengan penutup kepala yang steril. 48 health messenger Good to remember: Health staff should know the hygiene and sanitation rules in puskesmas and hospital to prevent from nosocomial infection. Personal hygiene Protective clothing provided by the employer is used in every health facility. perhiasan tangan. seperti infeksi di sekitar kuku. if they are respected in the health facilities are undoubtedly the most important strategies in combating the increasing incidence of multidrug-resistant organisms in healthcare. The staff uses their own. A surgical oralnasal mask and sterile clothing must be worn in procedures requiring aseptic technique. Rambut harus bersih dan rapi dan rambut yang panjang harus diikat. bracelets and artificial nails prevent hands from getting sufficiently clean and should be removed during your daily practises. harus dirawat dengan cara yang tepat sebelum bekerja dengan pasien. which should comply with the requirements of hygiene and occupational safety. hand jewellery. topi harus digunakan dalam ruang bedah. Mantel pelindung atau pakaian kerja lain tidak boleh dipakai di luar rumah sakit. Jika kebersihan tangan dan kebersihan diri ini dipatuhi saat bekerja difasilitas kesehatan tidak diragukan lagi ini merupakan strategi yang paling penting dalam memberantas meningkatnya insiden organisme multi-drug resisten pada pelayanan kesehatan. . Protective coats or other work clothes must not be used outside hospital grounds. The clothing must be kept clean and it must be changed when it gets dirty or at least once a week. During most of the medical procedures. Pada kebanyakan selama prosedur medis. Hair should be clean and tidy and long hair must be tied up. Masker penutup mulut-hidung dan pakaian steril harus dipakai pada prosedur yang membutuhkan teknik yang aseptik. ■ 2. Anda harus memakai pakaian pelindung ketika bertugas atau jika berada dikamar bedah. Cincin. Pakaian pelindung harus menutupi pakaian yang ada dilapisan dalam. gelang dan kuku palsu harus dipindahkan karena akan mengganggu pembersihan tangan yang tepat selama kegiatan sehari-hari. patients. Infeksi. Lebih lanjut. Rings. In addition. Hand and personal hygiene measures. Celana ketat sebaiknya dipakai didalam pakaian pelindung bila pakaian pelindung dalam bentuk rok atau baju panjang. Protective clothing must cover the clothing underneath. hair should be covered with a sterile cap. 2. a cap must be used in the operating theatre.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL serta periksa dan obati jika terdapat penyakit kulit yang kronis. You must use protective clothing when on call or in an operating theatre.

more organized and more patient. dan lebih sabar. What do male nurses think about working in puskesmas (community health center). seorang perawat pria yang bekerja di puskesmas Kopelma Darussalam sejak tahun 2005 di Unit Surveillance Penyakit Menular. di puskesmas ini hanya ada 3 perawat pria. karena sejak dari sekolah dulu sudah melihat hal seperti ini. Perawat wanita umumnya lebih teliti. Beliau lulus sekolah perawat pada tahun 1997. Nowadays increasingly more men work as nurses. saat bekerja ada sedikit perbedaan antara perawat pria dan wanita. Female nurses are usually more detailed. saya tidak canggung. walaupun dasar pendidikan saya bukan disini. a field dominated by women? HM team met HM Bambang Isnur Imanto. I can use in my working unit. when it comes to work there is a difference between male and female nurses. a male nurse who has been working in the Infectious Diseases Surveillance Unit of the puskesmas Kopelma Darussalam since 2005. Sekarang pun. HM: Apakah anda menikmati bekerja di unit surveillance penyakit menular? HM: What do you think about working in an environment which is dominated by women? NB: I do not face any difficulty because since school time I have seen this situation. although this is not my basic education but I have received many trainings on infectious diseases surveillance that allowed me to gain a lot of knowledge.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Wawancara Interview PERAWAT BAMBANG Tim P2K/ HM team NURSE BAMBANG Makin lama semakin banyak pria yang bekerja sebagai perawat. Male nurses are usually more energetic. Sedangkan perawat pria lebih gesit dan lebih cepat sehingga lebih cocok ditempatkan untuk kegiatan-kegiatan dilapangan. Tapi menurut saya. pembawa pesan kesehatan 49 . There were only 4 boys out of 40 students. Dari 40 murid hanya ada 4 laki-laki. male nurses are appointed to field activities. He graduated from nursing school in 1997. HM: Bagaimana tanggapan anda terhadap air dan sanitasi di Puskesmas dan di desa-desa wilayah kerja puskesmas anda? HM: Do you enjoy working in the surveillance unit of infectious diseases? NB: Yes. Most of the time. Bagaimana tanggapan perawat pria yang bekerja di puskesmas yang lingkungannya didominasi oleh wanita? Team HM bertemu saudara Bambang Isnur Imanto. NB: Ya. lebih teratur. But according to me. HM: Bagaimana tanggapan anda bekerja dilingkungan yang didominasi oleh wanita? NB: Biasa saja. tetapi saya banyak mengikuti pelatihan-pelatihan tentang surveillance penyakit menular sehingga saya jadi banyak mendapat ilmu yang dapat saya gunakan dalam unit kerja saya ini.

There are so many diseases caused by poor sanitation and lack of access to clean water. jamban dan air semakin baik terutama setelah tsunami baik itu di puskesmas maupun di desa-desa wilayah kerja puskesmas (Desa Rukoh. ■ HM: Do you feel like needing additional training? About what? NB: Yes. if a diarrhea patient comes for medication. Kopelma Darussakam. there is one unit which regularly examine the quality of the refill drinking water. Khususnya di wilayah kerja puskesmas saya ada unit yang bertugas untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang ini secara berkala. absolutely. Good to remember: Health workers not only give medication to people. ■ 50 health messenger . Actually. HM: What do you think about water and sanitation NB: in puskesmas and villages in your working area? Today it is getting better. within the working areas of my puskesmas. bila ada pasien diare datang berobat. HM: HM: Apa anda ingin ikut pelatihan lagi? Tentang apa? NB: Ya. HM: Is the WatSan progam in the puskesmas succesful? NB: Yes. kita bukan hanya memberikan pengobatan. I want to attend an Adolescent Problems Counseling Program because currently I am pursuing psychology studies. Saya pernah mengikuti pelatihan ini tapi saya ingin lebih mendalaminya. Karena banyak sekali penyakit-penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi dan tidak adanya akses terhadap air bersih. HM: Are you sure that drinking water in the households and puskesmas are matching healthy requirements? NB: Yes. Misalnya. Kopelma Darussakam. apakah setiap perawat harus tahu masalah air dan sanitasi serta kaitannya dengan kesehatan? NB: Ya. Lamgugob. Penting untuk diingat: Petugas kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan kepada masyarakat tetapi juga mengajari mereka tentang dasar-dasar higiene dan sanitasi. tentu. What are the trainings you have attended already? NB: Trainings related to surveillance of communicable diseases such as surveillance of TB. For instance. defecation in latrines and so forth. should every nurse know about WatSan and its relation with health? NB: Yes. Lamgugob. Kusta.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL NB: sekarang sudah lebih baik. karena umumnya sekarang kita minum air isi ulang. I participated in this training once but I would like to deepen my knowledge. Specifically. HM: Apakah anda yakin air yang anda minum di rumah dan di puskesmas sudah memenuhi syarat kesehatan? NB: Ya. BAB pada tempatnya dan sebagainya. cleaning up garbage bin. Ie Masen Kayee Adang dan Deah Raya). HM: Bagaimana pendapat anda tentang program Air & Sanitasi di puskesmas? Apakah berhasil? NB: Menurut saya program watsan di puskesmas dapat dibilang cukup berhasil. The development of drainage. tetapi juga harus memberikan edukasi kepada pasien cara-cara mencegah diare misalnya mencuci tangan pakai sabun. saya ingin ikut pelatihan tentang Program Konseling Permasalahan Remaja karena saya sedang melanjutkan pendidikan di psikologi. we give not only medication but also education to the patient on measures to prevent diarrhea such as washing hands with soap. Walaupun kami masih mendapat beberapa kasus diare tetapi belum pernah ada wabah diare. HM: Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti? NB: Pelatihan yang terkait dengan surveilans penyakit menular seperti surveilans TB. HM: According to you. Ie Masen Kayee Adang and Deah Raya). latrines and access to water are improving especially after tsunami both in puskesmas and in villages within this puskesmas working areas (Desa Rukoh. Pembangunan saluran pembuangan. we can say it is successful in the puskesmas. We are still facing some diarrhea cases but no diarrhea outbreak has been noticed. they also educate them on the basics of hygiene and sanitation. Avian flu etc. Flu Burung dan sebagainya. HM: Menurut anda. because generally we drink refill water. Leprosy. membersihkan tempat sampah.

Panduan ini akan membantu anda untuk menangani kasus-kasus diare baik yang disebabkan atau berhubungan dengan air. Death caused by acute diarrhea or dysentery (bloody diarrhea) is most often due to the loss of a large amount of water and salts. air dan garam melewati usus besar ke dalam darah. There are two types of diarrhea: acute diarrhea which starts suddenly and may continue for several days and chronic diarrhea that lasts for more than two weeks.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Panduan praktis untuk Diare Practical guideline for Diarrhea dr Kurnia F. This guideline will help you to manage with diarrhea cases either transmitted by or linked to water. Diare itu berbahaya Kehilangan cairan karena mencret bisa menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. Jamil. Diarrhea is a danger The loss of watery stools can lead to under nutrition and death. more than the normal amount of pembawa pesan kesehatan 51 . and more pass from the blood into the bowel. When the bowel is healthy. Kematian disebabkan oleh diare akut atau disentri (mencret berdarah) lebih banyak disebabkan oleh kehilangan air dan garam yang berjumlah besar. Apa itu diare? Diare adalah BAB encer atau tinja berair 3 kali atau lebih per hari. Ketika terjadi diare. Ada dua jenis diare: diare akut yang terjadi tiba-tiba dan bisa berlanjut untuk beberapa hari dan diare kronis yang terjadi lebih dari dua minggu. SpPD-KPTI/ Spesialis Penyakit Dalam. dan keringat. urin. Diarrhea may be caused by an infection of the gastrointestinal by a variety of bacterial. usus besar tidak bekerja seperi biasanya. Diare bisa disebabkan oleh infeksi usus oleh berbagai bakteri. viral and parasitic organisms. Thus. atau lebih sering dibandingkan dari biasanya. When there is diarrhea. Oleh karena itu. air dan garam keluar melalui tinja lebih banyak dari jumlah biasanya. Ketika usus sehat. Ini dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa khususnya anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun yang mudah sekali terserang. RSUZA Diare akut bisa terjadi di negara-negara yang sistem sanitasi dan airnya berkualitas rendah. virus dan organisme parasit. Dehydration The body normally takes in (input) water and salts through drinks and food and loses water and salts (output) through stool. Kehilangan cairan ini disebut dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. the bowel does not work normally. RSUZA / Internist.Kes. urine and sweat. dan lebih banyak dari dalam darah yang masuk ke usus besar. Dehidrasi Tubuh biasanya mendapatkan masukan (input) air dan garam melalui minuman dan makanan dan tubuh mengeluarkan air dan garam (output) melalui tinja. This loss is called dehydration and electrolytes imbalance. water and salts pass from the bowel into the blood. Acute diarrhea can happen in countries where Water and Sanitation system are still poor.Air dan garam masuk ke dalam darah berjumlah lebih sedikit. It may represent a life threatening illness especially for children under 5 years old who are vulnerable. Less water and salts pass into the blood. or more frequently than normal for the individual. M. What is diarrhea? Diarrhea is the passage of 3 or more loose or liquid stools per day.

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Kehilangan air dan garam lebih dari jumlah normal menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Ini terjadi ketika jumlah air dan garam lebih banyak keluar dibandingkan dengan jumlah yang masuk. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena banyak sekali muntah, yang sering terjadi ketika diare. Dehidrasi terjadi lebih cepat pada bayi dan anak-anak, pada cuaca panas dan ketika ada demam.

water and salts are passed in the stool. A important loss of water and salts results in dehydration. Dehydration can also be caused by vomiting, which often accompanies diarrhea. Dehydration occurs faster in infants and young children, in hot climates, and when patients have fever.

Assessment of patient with diarrhea Menilai pasien yang diare
Bagian terpenting dalam pemeriksaan adalah untuk mengetahui derajat dehidrasi. Petugas kesehatan harus MENANYAKAN (membuat riwayat medis), MEMPERHATIKAN, MERASAKAN tanda-tanda dehidrasi dan MEMERIKSA jika ada permasalahan medis yang lainnya.
The most important is to assess the level of dehydration. The health worker should ASK (to establish the medical history), LOOK, FEEL for the signs of dehydration and CHECK if there is any other medical trouble.

Ask
◗ How long has the patient been suffering from diarrhea? Is it acute (<14d) or chronic (>14d)? ◗ Is there any visible blood or pus in the faeces (microscopy if necessary)? It suggests a Shigella dysentery, or is it a watery diarrhea like rice water? It could be cholera. ◗ Is there fever? Additional questions: ◗ Is there tenesmus? Suggests that the rectum has been affected by inflammation or ulceration ◗ Is there abdominal pain? Not with cholera ◗ Is the patient vomiting? Makes dehydration worse and makes therapy more difficult ◗ Are there a many people in the same area with the same symptoms? An epidemic?

Menanyakan
◗ Berapa lama pasien telah menderita diare? Apa itu akut (<14 hari) atau kronis (>14 hari)? ◗ Apakah tampak adanya darah atau nanah di dalam tinja (pemeriksaan mikroskopis kalau perlu)? Ini menunjukkan shigella disentri, atau apakah mencret berair seperti air cucian beras? Mungkin saja kolera ◗ Apakah ada demam?

Pertanyaan tambahan:
◗ Apakah ada tenesmus? Terkesan bahwa dubur telah terinfeksi atau ulserasi? ◗ Apakah ada sakit perut? Tidak pada kolera ◗ Apakah pasien muntah-muntah? Menjadikan dehidrasi lebih buruk dan membuat lebih sulit diobati ◗ Apakah ada banyak orang pada daerah yang sama yang mempunyai gejala yang sama? Apakah itu wabah?

Treating diarrhea
The most important parts of treatment of diarrhea are: ◗ Prevent dehydration if possible ◗ Treat dehydration quickly if it does occur ◗ Give zinc supplements for 10/14 days (depending on the availability of supplies and national policy to reduce the severity of the episode and to reduce the incidence of diarrhea episodes in the following 2 to 3 months) ◗ Breastfeeding for children Dehydration preventive measures Usually it can be prevented by drinking more fluids as soon as the diarrhea starts. To do this, give the recommended home fluids or give available foodbased fluids (gruel, soup or rice-water). Tell the mother to increase the frequency of breastfeeding, or

Pengobatan diare
Bagian yang paling penting dalam penanganan diare adalah:
◗ Mencegah terjadinya dehidrasi jika memungkinkan ◗ Jika terjadi dehidrasi, segera diobati ◗ Berikan suplemen zinc selama 10/14 hari (tergantung ketersediaan cadangan dan kebijakan nasional untuk mengurangi keparahan diare dan untuk mengurangi angka insiden diare susulan 2 hingga 3 bulan berikutnya) ◗ Berikan ASI untuk anak-anak

Tindakan pencegahan dehidrasi Dehidrasi biasanya bisa dicegah dengan minum lebih banyak air sesegara mungkin ketika mulai diare.Untuk melakukannya, berikan cairan di rumah yang disarankan atau berikan makanan yang tersedia yang berbahan dasar air ( bubur, sup

52 health messenger

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Diare Diarrhea

< 4 kali mencret/hari <4 liquid stools/day Tidak atau dalam jumlah kecil Non or small amount Normal Normal Normal Normal Sadar Well alert Nampak Present Normal Normal Lembab Humid Normal Normal Cubitan kembali dengan cepat

4 - 10 kali mencret/hari 4 to 10 liquid stools/day Kadang-kadang Some Lebih banyak dari biasa Greater than normal Sedikit dan berwarna gelap Small amount and dark Mengantuk, mudah terangsang, tampak tidak sehat Sleepy, irritable, not well Tidak nampak Absent Cekung Sunken Kering Dry Lebih cepat dari normal Faster than normal Cubitan kembali dengan lambat

10 kali mencret/hari 10 liquid stools/day Sangat sering Very frequent Tidak sanggup minum Unable to drink Tidak kencing selama 6 jam No urine for 6 hours Sangat mengantuk, tidak sadar, terkulai lemah Very sleepy, unconscious, floppy Tidak Nampak Absent Sangat kering, cekung Very dry, sunken Sangat kering Very dry Cepat dan dalam Fast and deep Cubitan kembali dengan sangat lambat Pinch goes back very slowly Sangat cepat, atau lemah (sukar di raba) Very fast, or weak (not able to feel it) Sangat cekung Very sunken

TANYAKAN ASK PERHATIKAN LOOK

Muntah-muntah Vomiting Rasa haus/minum Thirst Kencing Urine Kondisi umum General conditions Air mata Tears Mata Eyes Mulut dan lidah Mouth & tongue Nafas Breathing Kulit (turgor) Skin (turgor)

Pinch goes back quickly Pinch goes back slowly Normal Normal Normal Normal Lebih cepat dari biasanya Faster than normal Cekung Sunken

RASAKAN FEEL PERIKSA CHECK

Nadi Pulse Ubun-ubun kepala (anak-anak) Fontanelle (children) Ukur suhu Take temperature Berat Weight

Kehilangan < 25 gram/ Kehilangan 25 -100 gram/ kg berat badan kg berat badan Loss of < 25 grams/ kg of weight Loss of 25 -100 grams/ kg of weight

Kehilangan > 100 gram/ kg berat badan Loss > 100 grams/kg of weight

PUTUSKAN DECIDE

Jika pasien memperlihatkan Jika pasien memperlihatkan Tidak ada tanda-tanda 2 atau lebih tanda-tanda ini, 2 atau lebih tanda ini, dehidrasi pasien tersebut dehidrasi ringan dehidrasinya berat If the patient presents 2 or No sign of dehydration more of these signs, he has a slight dehydration If the patient presents 2 or more of these threats, the dehydration is severe

pembawa pesan kesehatan 53

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

atau air tajin). Beritahukan kepada ibu untuk lebih sering memberikan ASI, atau berikan susu bubuk yang dipersiapkan dengan jumlah air dua kali lebih banyak dari biasanya. Perawatan Dehidrasi Pengobatan terbaik untuk dehidrasi adalah minum air larutan gula garam. Namun demikian, petugas kesehatan dapat memberikan terapi cairan infus (Ringer Lactat) pada pasien dengan dehidrasi berat di puskesmas atau rumah sakit. Suplemen Zinc Suplemen Zinc diberikan selama terjadinya diare untuk mengurangi lamanya diare dan tingkat keparahannya pada 2-3 bulan berikutnya. Seluruh pasien yang terkena diare harus diberikan suplemen zinc sesegera mungkin. Memberi makan anak yang kena diare Berilah makan anak dalam jumlah yang sedikit tetapi sering dengan makanan yang bergizi dan mudah dicerna. Coba tingkatkan frekuensi dan lamanya waktu pemberian ASI. Hal tersebut akan memberikan nutrisi yang anak butuhkan dan akan mencegah hilangnya berat badan selama diare. Cairan yang diberikan kepada pasien tidaklah menggantikan kebutuhan akan makanan. Untuk itu setelah diare berhenti, dapat diberikan makanan harian tambahan selama seminggu untuk membantu mengembalikan berat badan. Anak-anak yang menderita diare Anak-anak adalah korban pertama diare karena tubuhnya mudah diserang dan lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Anda bisa melihat tabel dibawah ini yang dapat digunakan untuk menyarankan ibu yang anaknya menderita diare dan cara membuat larutan gula garam. ORALIT/ORS Usia Anak Age of the child Hingga 4 bulan Up to 4 months 4- 12 bulan 4-12 months 12 bulan hingga 1 tahun 12 months to 1 year 2 hingga 5 tahun 2 to 5 years Dalam ml In ml 200-400

give powder prepared milk with twice the usual amount of water. Dehydration treatments The best treatment for dehydration is oral therapy with an ORS solution. However, health workers should give an intravenous therapy (Ringer Lactat) to patients with severe dehydration in puskesmas or hospital. Zinc supplementation Zinc supplements given during an episode of diarrhea reduce its duration and severity in the following 2–3 months. All patients with diarrhea should be given zinc supplements as soon as possible. Feeding a child with diarrhea Frequently feed the child with small amount of nutritious, easily digestible food. Try to increase the frequency and duration of breastfeeding. It will provide nutrients the child needs and will prevent from loosing weight during diarrhea. Fluids given to the patient do not replace the need for food. After the diarrhea has stopped, an extra daily meal for a week will help to regain weight. Children with diarrhea Children are the first victims of diarrhea as their body is vulnerable and weaker than adults. You can find below a table you can use to advise a mother whose baby is suffering diarrhea and the recipe of ORS.

Perawatan Rumah: Larutan Gula Garam (LGG) Home Cares: Oral Rehydration Salts (ORS)

400-700

700-900
8 sendok teh gula = 8 teaspoons of sugar 1 liter air = 1 litre of water 1 sendoh teh garam = 1 teaspoon salt

900-1040

54 health messenger

air tajin ◗ Berikan ASI sesering mungkin ◗ Setiap setelah BAB berikan cairan ekstra sebagai tambahan cairan yang biasa diminum ◗ Rujuklah anak anda ke pusat kesehatan jika anak anda tidak bisa minum. ORS. oralit. ■ GOOD TO REMEMBER: There are 2 kinds of diarrhea: Acute (<14 days) and Chronic (>14 days). is getting sicker. ■ Rujukan pasien dengan diare/Referal of patients with diarrhea .IN DEPTH LEBIH MENDALAM Jika anak anda menderita diare: ◗ Berikan cairan tambahan sebanyak mungkin sesanggup anak minum seperti susu. khususnya untuk anak yang berusia dibawah 5 tahun.Cubitan kulit kembali normal / Normal skin pinch . if there is blood in the stool. Obat Pada umunya penyebab diare adalah virus (Rotavirus). sup sayuran.Minum lebih banyak / Drink eagerly . air. jika ada darah dalam tinja If your children has diarrhea: ◗ Give extra fluids as much as the child can take such as milk. Antibiotics are not recommended except for diarrhea caused by bacteria. Anti motility drugs (such as loperamide) may be harmful.Cubitan kulit kembali lambat / Slow skin pinch .Rujuklah segera ke rumah sakit terdekat Refer urgently to the closest hospital .Cubitan kulit kembali sangat lambat / Very slow skin pinch .Diare terus-menerus (>2 minggu) / Persistant diarrhea (>2 weeks) . PENTING UNTUK DIINGAT: Ada 2 jenis diare: Akut (<14 hari) dan kronis (>14 hari). Obat-obatan anti motilitas (seperti loperamide) bisa membahayakan. boiled rice ◗ Breast feed frequently ◗ After each stools give additional fluids in addition to the usual fluid intake ◗ Refer to the health center if your child can not drink. vegetable soup. water. the illness could last longer.Rawat rumah / Home cares .Pasien tidak sanggup minum / Patient unable to drink . Medicines The common cause of diarrhea is a virus (Rotavirus).Obati dehidrasi dengan oralit / Treat the dehydration with ORS . especially for children under 5 years old. Antibiotik tidak disarankan kecuali untuk diare yang disebabkan oleh bakteri. There are no drugs able to safely and efficiently stop diarrhea.Rawat rumah / Home cares pembawa pesan kesehatan 55 .Minum normal / Drink normally .Disentri / Dysentry . Obat-obatan tersebut mengurangi kram dan rasa sakit sementara tetapi memperlambat dari pembersihan organisme oleh sebab itu sakit bisa sembuh lebih lama.Tidak ada obat yang mampu dengan aman dan efisien menghentikan diare. They temporarily reduce cramps and pain but delay elimination of organisms thus. sakitnya bertambah parah.

tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan air dan sanitasi yang aman bagi masyarakat yang ditargetkan. Proyek ini didanai oleh American Red Cross. IOM melaksanakan sebuah studi untuk menilai Pengetahuan. Sikap dan Perilaku masyarakat yang ditargetkan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan air. International Organization for Migration Proyek Air dan Sanitasi Masyarakat International Organization for Migration (IOM) adalah proyek perbaikan kembali pasca tsunami dengan target 2. melaksanakan dan memelihara suplai air dan sistem sanitasi. and later to enable measurement of progress achieved after implementation of health interventions aiming to affect behavior change. Riza Adirza. IOM conducted a study to assess the Knowledge. to guide the development and implementation of public health strategy. Hasil studi tersebut ditujukan untuk menilai kondisi dasar dari populasi target. Results of the study serve to document baseline conditions of the target population. The International Organization for Migration (IOM) Community Water and Sanitation Project is a post-tsunami recovery project that targets 2. SANITASI DAN HIGIENE DI ACEH Knowledge. untuk memberikan panduan dalam pengembangan dan implementasi strategi kesehatan masyarakat dan selanjutnya untuk memungkinkan mengukur perkembangan yang diperoleh setelah implementasi intervensi kesehatan yang bertujuan untuk mempengaruhi perubahan perilaku.854 keluarga di 83 komunitas di 11 kabupaten wilayah pesisir pantai di Aceh.Tim Kesehatan Masyarakat/Public Health Team. sanitation and hygiene. operate and maintain safe water supply and sanitation systems. to improve good hygiene practices at the household level. sanitasi dan higiene. SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP AIR. Attitudes and Practices on Water. Sanitation and Hygiene in Aceh Sasimar Sangchantr. In December 2007 and January 2008. and to build capacity of targeted communities to administer. Damaris Monteiro and Soegeng Afriyanto . 56 health messenger . PhD MPH. untuk meningkatkan perilaku higiene yang baik di tingkat keluarga dan untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengelola. Attitudes and Practices (KAP) of targeted communities on issues related to water. Pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008.854 households in 83 communities across 11 coastal districts of Aceh.IN DEPTH LEBIH MENDALAM PENGETAHUAN. It is funded by the American Red Cross with objectives to increase availability of safe water and sanitation for targeted communities.

Artikel ini merangkum hasil-hasil utama dari studi tersebut. Among households surveyed. Almost all boil their water before drinking it (94. memasak makanan. dll. The present article summaries key results from the study.2%). maka hasil dari studi PSP ini secara umum dapat digunakan oleh petugas kesehatan di sejumlah wilayah Aceh yang tercakup dalam studi ini. Fewer than 5% of households consume unsafe water directly from its source. untuk seluruh anggota keluarga. Assuming that people living in IOM houses comprise a representative subset of the larger Acehnese communities in which they live. as she is typically the primary person in her household responsible for preparing and storing drinking water. Dengan anggapan bahwa penduduk yang tinggal di rumahrumah IOM dapat mewakili sebagian besar masyarakat Aceh.7%).2% of households consume water obtained from shallow wells or boreholes and 12. and suggests ways to direct hygiene promotion efforts. sikap dan perilaku diantara masyarakat Aceh dan memberi saran cara-cara untuk mengarahkan usaha promosi higiene. menyoroti permasalahan yang ada terkait pengetahuan. caring for children. the most common source of drinking water is refill water purchased from local vendors (35. 88. 29. Survey questions were directed to the mother or adult female of the household. while others never use washing and bathing water for drinking. A small percentage prepares safe drinking water by chlorination or UV disinfection (1. and they make clear distinctions between what they perceive as water quality suitable for drinking versus water quality suitable for washing or bathing.102 keluarga di 75 dari 83 tempat di 11 kabupaten/kota (Tabel 1). merawat anak. Some use washing and bathing water for drinking if they perceive the water quality to be clean. attitudes and practices among Acehnese communities. sanitasi dan higiene secara lebih efektif. sanitation and hygiene more effectively. etc.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Sebuah survei keluarga dilakukan secara acak dan observasi langsung yang mencakup 1.102 households in 75 of 83 sites in 11 districts (Table 1). Kami berbagi informasi ini dengan rekan-rekan petugas kesehatan di Aceh dengan harapan bahwa hal ini dapat membantu kita semua dalam menggunakan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berkaitan dengan air. Pertanyaan-pertanyaan survei diarahkan kepada para ibu atau wanita dewasa dalam setiap keluarga karena biasanya mereka adalah orang utama yang bertanggung jawab untuk mengolah dan menyimpan air minum.0%).2% from the regional water utility or PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi). Good KAP on how to prepare and store safe drinking water are high among mothers surveyed. Ukuran sampel per kabupaten/kota Table 1.6% of mothers understand that safe drinking water should be stored in closed containers to prevent Tabel 1. highlights evident gaps in knowledge. A randomized household survey and direct observations covered 1. Drinking water Mothers in Aceh have variable standards for what constitutes usable household water. Sample size per district No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 TOTAL Kabupaten/Kota District Banda Aceh Aceh Besar Pidie Bireuen Lhokseumawe Aceh Utara Aceh Timur Aceh Jaya Aceh Barat Nagan Raya Aceh Singkil # Lokasi # Sites 16 16 6 9 6 12 1 2 5 1 1 75 # Sampel Keluarga # Households Sampled 147 251 65 108 132 159 20 101 84 15 20 1102 pembawa pesan kesehatan 57 . for all household members. cooking meals. We share this information with fellow health workers in Aceh with the hope that it helps us all utilize limited time and resources to promote healthy practices related to water. no matter how clean the water seems. results from this KAP study may be used generally by health workers active in areas of Aceh covered by the study.

29. such as teakettles or refill water dispensers (84. Promosi higiene harus ditujukan pada pentingnya menyimpan air minum di dalam wadah yang tertutup dan mengingatkan para ibu untuk tetap menjaga supaya wadah ditutup dengan benar. farmers may defecate in their fields during the day simply because there are no toilets available nearby and it is convenient. practice on closing caps properly can be improved. Observational data confirm that these households store their drinking water in various kinds of good containers with removable caps.0%). Although all houses surveyed have private bathrooms and 93. Children in particular are more inclined to defecate outdoors. is lacking.Namun demikian. Hand washing with soap Most mothers have decent knowledge on the health benefits of hand washing with soap.2% of households do not use the toilets in their own homes regularly. However. beaches).2%).7%). with aims to reach those households that still consume unsafe water directly from its source. mothers understand that they should not defecate outdoors and that there are health risks associated with leaving feces exposed to open air (>90%).7% of toilets were confirmed to be functional at the time of the survey. they use nearby public toilets or defecate outdoors (e.g. sementara yang lainnya tidak pernah menggunakan air mencuci dan mandi untuk air minum walaupun air tersebut kelihatan bersih. sumber air minum paling banyak berasal dari depot air minum isi ulang setempat (35.6% dari para ibu paham bahwa air minum yang aman harus disimpan di dalam wadah yang tertutup untuk mencegah rekontaminasi. The vital practice of treating water to make it safe for drinking should be reinforced as well. Buang air besar Diantara para ibu yang disurvei. forests. Diantara keluarga yang disurvei. Hygiene promotion should concentrate on the importance of keeping safe drinking water stored in closed containers and remind mothers to keep container caps properly closed. rivers.2% keluarga mengkonsumsi air yang diperoleh dari sumur dangkal atau sumur bor dan 12. For example. Further qualitative study should look into reasons why people defecate outdoors despite having good knowledge and attitudes on healthy defecation and private indoor facilities available.1% of sites surveyed. drainage ditches. 88. Secara umum. Good practice. Sikap dan Perilaku (PSP) yang baik tentang bagaimana cara menyiapkan dan menyimpan air minum terlihat cukup tinggi diantara para ibu yang disurvei. Hampir semua merebus air sebelum diminum (94.2% dari penggunaan air daerah atau PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi). Evidence of open defecation was observed in 17.8%). in which case safe alternatives to open defecation in this context should be considered and promoted.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Air Minum Para ibu di Aceh memiliki standar yang bervariasi terhadap definisi air yang dapat digunakan oleh keluarga dan mereka membuat perbedaan yang nyata antara apa yang mereka pahami tentang kualitas air yang cocok untuk diminum dengan kualitas air yang cocok untuk mencuci dan mandi. Defecation Among mothers surveyed. as many as 12. pengetahuan dan sikap yang baik terhadap perilaku BAB yang sehat hasilnya cukup tinggi.8%).0% dari keluarga yang diobservasi menutup wadah penyimpanan air dengan benar. good knowledge and attitudes on healthy defecation behavior are high. Only 65. Hygiene promotion should reinforce negative attitudes towards open defecation and encourage mothers to teach their children good defecation habits. They generally 58 health messenger . however. Instead. Perilaku penting dalam menangani air yaitu membuat air aman untuk diminum harus ditekankan bagi para keluarga yang masih mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. Beberapa dari mereka menggunakan air untuk mencuci dan mandi untuk air minum jika mereka menganggap bahwa air itu cukup bersih.0% of households were observed to keep all of their water storage containers closed properly. seperti teko teh atau dispenser air isi ulang (84. Hanya 65. recontamination. Pengetahuan.perilaku dalam menutup wadah dengan cara yang benar harus ditingkatkan lagi. open fields. para ibu paham bahwa mereka tidak boleh BAB di ruang terbuka dan bahwa ada resiko kesehatan yang dikaitkan dengan membiarkan tinja di ruang terbuka (>90%). In general. Kurang dari 5% keluarga mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. Data observasi menegaskan bahwa keluarga menyimpan air minum mereka di dalam berbagai jenis wadah yang baik dengan tutup. Sebagian kecil menyiapkan air minum yang aman dengan klorinisasi atau disinfeksi UV (1.

3%) are the most popular brands of soap purchased for bathing. and after defecating (>96%). Knowledge on critical times to use pembawa pesan kesehatan 59 . sungai.5%). Sebagai contoh. that dirty hands may contain germs. Studi kualitatif lebih lanjut harus menginvestigasi alasan mengapa masyarakat BAB di ruangan terbuka walaupun mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai cara BAB yang sehat dan tersedia fasilitas di dalam ruangan.7% toilet dipastikan berfungsi dengan baik pada saat survei.Terutama anak-anak. including before eating.05). pantai).4%) and “Lux” (19. Hygiene promotion should emphasize the importance of using soap to wash hands properly in order to prevent sickness. Almost all are knowledgeable on the most critical times to wash their hands to prevent sickness. petani mungkin BAB di sawah mereka hanya karena tidak tersedia jamban yang dekat dan nyaman. mereka lebih cenderung BAB di ruang terbuka. The importance of using soap (rather than water alone) to wash hands properly is understood by 43.2% keluarga tidak memakai toilet di rumah mereka sendiri secara teratur. either for washing or bathing (98. Walaupun semua rumah yang disurvei memiliki kamar mandi pribadi dan 93.1% area yang disurvei. before preparing food. including hand washing. selokan pembuangan air. hutan. though almost all mothers use soap on a daily basis. there is no statistically significant difference among the economic classes in hand washing practice (p>0.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Akan tetapi perilaku yang baik masih kurang. lapangan terbuka.9% of mothers surveyed. Promosi higiene harus menekankan sikap negatif terhadap BAB di tempat terbuka dan mendorong para ibu untuk mengajarkan pada anak mereka kebiasaan BAB yang baik. ada sebanyak 12. and that they can become sick if they do not wash their hands (79. Bukti bahwa masyarakat masih BAB disembarang tempat di temukan di17. Sebaliknya mereka menggunakan toilet umum atau BAB di sembarang tempat (contoh. Actual practice is comparably low or lower still. “Lifebuoy” (40. dalam hal ini maka alternatif yang aman untuk BAB di ruang terbuka dalam konteks ini harus dipertimbangkan dan dipromosikan. understand the germ theory of disease.1%). Interestingly.

Diseases related to water.5%). Pentingnya mencuci tangan yang benar dengan sabun (daripada dengan air saja) dipahami oleh sebanyak 43. Promosi higiene harus menekankan pentingnya menggunakan sabun saat mencuci tangan dengan benar guna mencegah penyakit.9%). Akses terhadap sabun tidak menjadi masalah karena hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya (98.6%).IN DEPTH LEBIH MENDALAM Cuci tangan dengan sabun Sebagian besar para ibu memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai keuntungan kesehatan dari mencuci tangan dengan sabun. Selanjutnya. Namun pada kenyataannya perilaku mereka masih agak rendah.Akses terhadap sabun di luar rumah mungkin menjadi masalah dan kesulitan lingkungan yang mungkin ada di luar rumah seharusnya dipertimbangkan. Moreover. and potential environmental barriers outside the home should be considered.6%). namun potensi keparahan cacingan pada anak yang terinfeksi harus diberi perhatian khusus. most mothers surveyed understand that they can become sick if they do not wash their hands with soap at critical times (79.6%).9% ibu yang disurvei.2%). but the potential severity of helminthes in infected children warrants it particular attention. Access to soap outside the home may be an issue.3%) merupakan 2 merek sabun paling terkenal yang dibeli untuk mandi termasuk cuci tangan. Pengetahuan mengenai saat-saat penting untuk menggunakan sabun di dalam rumah harus diperkuat lagi. Most also know that they can become sick from drinking unsafe water (78.2%).5%). malaria dan demam berdarah (6.1%). sebelum mengolah makanan dan setelah buang air besar (>96%). Umumnya mereka memahami teori kuman penyakit yaitu tangan yang kotor mengandung kuman dan mereka dapat sakit jika tidak mencuci tangan mereka (79.“Lifebuoy”(40. Hampir semua dari mereka memiliki pengetahuan mengenai saat-saat kritis untuk mencuci tangan guna mencegah penyakit seperti saat sebelum makan. Penyakit yang berkaitan dengan air. dan tipus (2. Serious cases among a small number of households document worms coming out of their children’s mouths and bottoms and present in their children’s vomit (n=12). baik untuk mencuci maupun mandi (98.9%). sanitasi dan higiene yang diderita oleh keluarga yang disurvei selama 12 bulan terakhir adalah diare (24.6%) and that diarrhea can be caused by drinking unsafe water (68. Sekali lagi. sanitation and hygiene The most common diseases related to water. Prevalence of helminthes (parasitic worms) is not high. hygiene and sanitation. sanitasi dan higiene Penyakit yang paling umum berkaitan dengan air. they understand that hand washing with soap at critical times can prevent diarrhea specifically (59. higiene dan sanitasi. and typhoid (2. Dan yang menarik. mereka juga paham bahwa mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting dapat mencegah penyakit khususnya diare (59.1%). sebagian besar ibu yang disurvei memahami bahwa mereka bisa jatuh sakit jika tidak mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting (79.6%). soap when washing hands should be reinforced. Good to remember: Results of KAP study may be used by health workers to promote healthy practices related to water. walaupun hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya. sanitation and hygiene suffered over the previous 12 months by households surveyed were diarrhea (24. Prevalensi cacingan (cacing parasit) tidak tinggi.4%) dan “Lux”(19.5%). Again. malaria and dengue (6. Kasus-kasus serius diantara beberapa keluarga mencatat bahwa cacing keluar dari mulut dan anus anakanak dan terdapat di muntahan mereka (n=12).2%). tidak ada perbedaan signifikan diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat dalam hal perilaku mencuci tangan. Access to soap inside the home is not an issue as almost all mothers use soap on a daily basis (98.1%). Sebagian besar dari mereka juga tahu bahwa Penting untuk diingat: Hasil penelitian KAP mungkin dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berhubungan dengan air. 60 health messenger .

karena mereka membawa anak mereka yang sakit ke fasilitas kesehatan setempat dalam waktu 24 jam pertama sejak diare diketahui (83.2% dari para ibu menyadari akan potensi bahaya diare bahwa diare dapat menyebabkan kematian pada anak disebabkan oleh dehidrasi jika tidak ditangani.0% of households had at least one member in the house suffer from diarrhea in the previous two weeks. murah dan efektif untuk mencegah dehidrasi harus dipromosikan dengan lebih baik lagi. cheap and effective means to prevent dehydration should be better promoted.IN DEPTH LEBIH MENDALAM mereka dapat sakit karena minum air yang tidak aman (78. there is no statistically significant difference in prevalence of diarrhea among the economic classes (p>0. dengan penekanan bahwa pada kenyataannya diare dapat menjadi fatal terutama pada anak-anak dibawah lima tahun. tidak ada perbedaan signifikan akan prevalensi diare diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat (p>0. Sama seperti perilaku mencuci tangan. Sekitar separuh dari para ibu yang disurvei menangani diare dengan “Oralit” atau ORT (Oral Rehydration Therapy. Increasing awareness on prevalence of severe helminthes cases in Aceh may be used to shock communities in improving good hygiene practices generally. Hal ini sesuai. Some use a homemade rehydration solution comprised of sugar and salt called Larutan Gula Garam (LGG) (21. prevention and treatment of diarrhea specifically. Hygiene promotion should aim to improve knowledge on causes. Pada saat survei. 84. Appropriately. 49. Like hand washing practice. ■ pembawa pesan kesehatan 61 .9%). Promosi higiene harus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penyebab.2%). readily available. About half of mothers surveyed treat diarrhea with “Oralit” or ORT (Oral Rehydration Therapy.2%). The recipe for LGG and its use as a simple. they bring their sick children to a local health facility within the first 24 hours diarrhea is observed (83.5%). 14. 14% keluarga memiliki paling sedikit satu anggota keluarga yang pernah menderita diare dalam dua minggu terakhir.5%). Ibu harus didorong untuk segera mencari perawatan medis bagi bayi dan balita yang terkena diare begitu melihat gejala diare.2%). stressing the reality that diarrhea can be fatal particularly in children under five. that it can cause death in children from dehydration if left untreated.05). 49. Resep LGG dan penggunaannya sebagai suatu cara yang sederhana. At the time of the survey. Mothers should be encouraged to seek medical care for infants and toddlers with diarrhea immediately upon onset of symptoms.05). tersedia. Beberapa dari mereka memakai larutan rehidrasi yang dibuat sendiri terdiri dari gula dan garam disebut Larutan Gula Garam (LGG) (21.6%) dan diare dapat disebabkan karena minum air yang tidak aman (68. pencegahan dan penanganan khususnya diare.2% of mothers are aware of the potential severity of diarrhea. Peningkatan kesadaran terhadap prevalensi kasus cacingan yang parah di Aceh mungkin dapat digunakan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat sehingga mereka meningkatkan perilaku higiene yang baik secara umum.9%). ■ 84.

Papula: Tonjolan kulit yang kecil. CHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi untuk anak-anak. Penyakit ini tidak menular dan belum jelas sebabnya. Sebagai contoh. dapat terjadi di lapisan mukosa dan bisa juga saluran cerna. Disinfeksi: Membersihkan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan mikro organisme penyebab penyakit. tremor dan bicara ngawur. Papula dapat terinfeksi karena garukan. biasanya berisi cairan dengan diameter < 1 cm. khususnya ditujukan kepada infeksi. halusinasi. yang menyebabkan terjadinya inflamasi dikulit yang menyebar ke lapisan lemak dibawah kulit. Booster vaksinasi: Dosis tambahan vaksin yang diberikan secara periodik untuk mempertahankan sistem imun. Kronik: Menahun dan berlangsung dalam waktu yang lama. syok atau sebab lain yang ditandai dengan cemas. Delirium: Keadaan status mental. HBV: Hepatitis B Virus. Sporozoit: Bentuk plasmodium yang dilepaskan dari ookista dalam nyamuk untuk berkumpul dalam kelenjar ludah nyamuk dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Patch test (tes tempel): Tes sensitivitas alergi pada kulit yang dilakukan dengan memasukkan bahan allergen yang diduga kedalam kulit dengan alat bedah kecil dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui ada tidaknya reaksi alergi yang timbul. Dermatofitosis: infeksi pada kulit. Antraks: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang terutama menyerang hewan ternak tetapi dapat juga menyerang manusia yang mengakibatkan kelainan di kulit. intoksikasi. bau. Insiden: Frekuensi kejadian misalnya penyakit tertentu pada daerah atau populasi tertentu. Tenesmus: Sasme dan rasa nyeri pada lubang anus yang diikuti rasa ingin BAB tetapi tidak disertai dengan keluarnya tinja. Infeksi nosokomial: Infeksi yang terjadi atau berasal dari rumah sakit. Nosokomial: Yang berasal dan terjadi di rumah sakit. papula. Ada banyak sebab pada nyeri sendi. kebingungan yang diakibatkan oleh demam tinggi. saluran cerna dan paru. gangguan ingatan. Ulserasi: Terjadinya tukak. Mialgia: Nyeri pada satu otot. bisa diseluruh badan. Pustule: Gelembung dikulit yang berisi nanah dilapisan epidermis atau dibawahnya yaitu di dermis dengan diameter < 1 cm. Eritema: Perubahan warna kulit menjadi kemerah-merahan karena kongesti kapiler. Erisipelas: Infeksi akut pada kulit oleh bakteri streptokokus. kuku dan rambut yang disebabkan oleh dermatofita (jamur) dan ditandai oleh kulit yang merah. tambahan dosis vaksin tetanus dan difteri direkomendasikan untuk diberikan setiap 10 tahun sekali untuk orang dewasa. tetapi terbanyak di lengan dan tungkai. HCV: Hepatitis C Virus. vesikel dan skuama. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Kelainan perdarahan yang terjadi akibat aktivitas yang tidak terkontrol dari faktor pembeku darah dan enzim fibrinolitik diseluruh pembuluh darah kecil. Anti motility drugs: Obat untuk menghambat peristaltik usus. 62 health messenger . sehingga mengakibatkan nekrosis dan perdarahan. Kadang kala disertai dengan timbulnya gejala pada vagina berupa: lendir. gatal dan rasa terbakar. Pada epidemiologi. disorientasi.TAKARIR Akut: Penyakit yang terjadi mendadak dan berkelanjutan singkat serta gawat. biasanya terjadi pada membran mukosa yang membentuk luka seperti kulit yang retak. Skuama: Serpih lapisan tanduk kulit ari yang terlepas. disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak yang tertumpuk berlapis-lapis. Vesikel: Gelembung kecil dikulit (seperti bisul kecil). Disentri: Radang pada selaput lendir usus yang ditandai dengan diare dan tinja bercampur lendir dan darah. berbatas jelas dan padat yang berdiameter kurang dari 1 cm. Bacterial Vaginosis: Kondisi pada wanita dimana keseimbangan normal bakteri vagina terganggu dan diganti oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Angioedema: Penyakit alergi pada kulit yang ditandai dengan urtika yang mengenai lapisan kulit lebih dalam daripada kulit jangat. umumnya Gardnerella vaginalis. Sel-sel ini disebut juga platelet (trombosit). Disability Adjusted Life Years (DALY): Jumlah tahun yang hilang dari kehidupan potensial yang disebabkan oleh kematian dini atau jumlah tahun yang hilang dari kehidupan produktif karena kecacatan. Trombositopenia: Berkurangnya jumlah sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan darah (trombosit) dalam darah tepi. Psoriasis: Penyakit kulit menahun dengan kelainan berupa kulit kemerahan. PHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat. Leukopenia: Jumlah sel darah putih (leukosit) yang rendah dari jumlah normal Makula: Bercak berupa perubahan kulit semata-mata yang biasanya tidak meninggi diatas permukaan kulit. umumnya terjadi 72 jam setelah masuk rumah sakit yang bisa terjadi pada pasien atau petugas rumah sakit. atau nyeri pada beberapa otot. nyeri. insiden adalah jumlah kasus baru dalam periode waktu tertentu. Hipovolemia: Volume sirkulasi darah yang rendah. Fissura: Kulit yang pecah-pecah. HIV: Virus imunodefisiensi pada manusia (Human Immunodeficiency Virus). Pengobatan topical: Pengobatan setempat pada kulit. Arthralgia: Nyeri sendi.

Disinfection: To cleanse so as to destroy or prevent the growth of diseasecarrying micro organisms. Topical therapy: Local treatment on certain areas of skin. fissures. These cells are called platelets (thrombocytes). pembawa pesan kesehatan 63 . vesicles. hallucinations. memory impairment. acquired in a hospital. or pain in multiple muscles. Bacterial Vaginosis: A vaginal condition where the normal balance of bacteria in the vagina is disrupted and replaced by an overgrowth of certain bacteria. Psoriasis: Chronic dermatitis with erythematous scaling patches covered by silvery white scales. intoxication. the layers beneath the skin. affecting either the skin. Hypovolaemia: A blood disorder consisting of a decrease in the volume of circulating blood. generally Gardnerella vaginalis. resulting in tissue necrosis and bleeding. CHAST: Children’s Hygiene and Sanitation Training. and in need of urgent care. appears in a particular population or area. Ulceration: An ulcer or an ulcerous condition.that can be found on all the body but mostly on arms and legs. Dysentery: Inflammation of the intestine characterized by the frequent passage of feces. For example. the incidence is the number of newly diagnosed cases during a specific time period. hair. Anthrax: Infection caused by the bacterium Bacillus anthracis that primarily affects livestock but that can occasionally spread to humans. especially in reference to an infection. Booster vaccination: An additional dose of a vaccine needed periodically to "boost" the immune system. or nails caused by a dermatophyte (fungus) and characterized by redness of the skin. Thrombocytopenia: Abnormal drop in the number of blood cells involved in forming blood clots. HBV: Hepatitis B Virus. and scaling. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Hemorrhagic disorder that occurs following the uncontrolled activation of clotting factors and fibrinolytic enzymes throughout small blood vessels. Fissure: a break in the skin. Papulae may open when scratched and become infected. rapidly progressive. usually containing a clear fluid with diameter < 1 cm. such as a disease. a booster shot of the tetanus and diphtheria (Td) vaccine is recommended for adults every 10 years. odor. Erysipelas: An acute streptococcus bacterial infection of the dermis. and incoherent speech. pain. It is non-infectious and causes are unknown. intestines or lungs. Tenesmus: Painful spasm of the anal sphincter along with an urgent desire to defecate without the significant production of faeces.GLOSSARY Acute: An illness that is of short duration. Macula: Small flat and discoloured spot on the skin. Papulae: A small solid rounded bump rising from the skin that is usually less than 1 centimeter in diameter. Disability Adjusted Life Years (DALY): The sum of years of potential life lost due to premature mortality and the years of productive life lost due to disability. Incidence: The frequency with which something. HCV: Hepatitis C Virus. accumulate in the vector’s saliva glands and are transferred to the definitive host by the bite of the infected mosquito. shock. generally occurring 72 hours after admittance which can affect patients as well as hospital personnel. HIV: Human Immunodeficiency Virus. and characterized by anxiety. Squama: Scaly or platelike structure on the epidermis layer of the skin. Vesicle: A small circumscribed epidermal elevation (like a blister). producing a crack like a sore or an ulcer. Nosocomial infection: Infection present or originating in the hospital. trembling. usually where it joins a mucous membrane. There are many possible causes of pain in a joint. Pustule: A visible collection of pus in the epidermis layer of the skin or beneath it. the mucous membranes and sometimes the viscera. Anti motility drugs: Medicines that prevent the intestinal peristaltic. Angioedema: An allergic skin disease characterized by patches of confined swelling involving the skin. Patch test: Allergic sensitivity test in which a suspected allergen is applied on a small surgical pad on the skin for a certain period of time in order to determine if an allergic response is present. Chronic: Persisting over a long period of time. or other causes. in the dermis with a diameter < 1 cm. Sporozoite: form of plasmodium which is produced by oocysts in the mosquito. It is sometimes accompanied by discharge. Delirium: A temporary state of mental confusion resulting from high fever. disorientation. Myalgia: Pain in a muscle. Dermatophytosis: Infection of the skin. Arthralgias: Pain in the joints. resulting in inflammation and characteristically extending into underlying fat tissue. itching or burning. Leukopenia: Lower than the normal amount of white blood cells (leukocytes). PHAST: Participatory Hygiene and Sanitation Transformation. usually with blood and mucus. small papulae. In disease epidemiology. Erythema: Redness of skin resulting from congestion of capillaries. Nosocomial: Originating or taking place in a hospital.

Masa setelah melahirkan 22. Pengambilan jaringan tubuh secara bedah untuk pemeriksaan mikroskopik 11. Vaksin untuk mencegah TBC 6. Jerawat 19. Inflamasi 48. Rahim/kandungan ibu 29. Penyebab malaria 33. Luka baring.GAME PERMAINAN 1 3 4 5 8 10 11 12 9 6 2 7 13 14 16 17 21 22 18 15 19 20 23 24 25 27 28 30 31 32 33 26 29 34 36 39 37 40 38 41 35 42 43 45 46 47 44 48 49 MENDATAR 4. Rahang bawah 15. Kulit ari 36. Pembuluh darah balik 34. Patah tulang 43. Laju Endap Darah 17. Tidak bisa / susah tidur 5. Magnetic Resonance Imaging 40.Gerakan yang tidak disadari 3. Radang saluran cerna yang disebabkan oleh Vibrio cholerae 45. Epidemi 46. luka karena tekanan terus-menerus 21. Tungkai atas/paha 49. Rabun dekat 42. Cacing gelang 41. Demam 10. Perubahan warna pada kulit tanpa adanya penonjolan MENURUN: 1. Keguguran 35. Pemakan segala 37. Intensive Care Unit 14. Zat hijau daun 18. Tajam penglihatan 20. Tulang hasta 31. Campak 26. Vektor malaria 39. Gerakan anggota badan menjauhi sumbu tengah tubuh 8. Borok/luka terinfeksi 23. Alat yang diletakkan dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan 25. Intra Muscular 64 health messenger . Ayan/sawan 27. Kesulitan kencing/sakit sewaktu kencing 47. Cairan yang diberikan kepada penderita diare 7. Selaput lendir 44. Infeksi yang terjadi di rumah sakit 16. Sunat/khitan 12. Radang telinga 28. Sel darah putih 30. Dengue Syok Syndrome 31. Radang pada gusi 13. Salah satu contoh water-borne disease 24. Lemak 38. Sakit kepala sebelah 9. Lapisan keras yang meliputi permukaan mahkota dan leher gigi 2. Hilangnya daya untuk bergerak/lumpuh 32.

000 ADVERTISING PARIWARA Organisasi anda dapat menerbitkan pariwara di majalah Pembawa Pesan Kesehatan. CONTACTKONTAK Aide Médicale Internationale Lr. Garot Geuceu Kec.45.40. ASKARIS .31. PARALISIS . EPIDERMIS .Rp 38.000 >300 copies . VENA . PLASMODIUM . BIOPSI .43. DISURIA .2.47.14.7.13.000 >300 copies . NAD indonesia.36. FRAKTUR .Rp 20.6.Rp 30.500 Institusi Lokal <300 eksemplar .25.Rp 15. NIFAS . ABDUKSI .000 1. ANOPELES .Rp 38.Rp 44. DEKUBITUS . DIARE .38. BCG .27. OTITIS .000 >300 copies .Rp 20. For more information.20. ABORTUS . MAKULA MENDATAR .28.000 LSM Lokal <300 eksemplar .34.32. EPILEPSI .17.3. LED . Meunara VII. IM SUBSCRIPTIONBERLANGGANAN Your organisation can take out subscription to the Health Messenger Magazine as: International NGO <300 copies .INFORMATION INFORMASI Organisasi anda dapat berlangganan majalah Pembawa Pesan Kesehatan: LSM Internasional <300 eksemplar .44. KLOROFIL . KOLERA .26.Rp 50.31. WABAH .9. Darul Imarah Aceh Besar. LEUKOSIT 30.22. REFLEKS .8.5. FEMUR . GINGIVITIS . OMNIVORA 37.000 >300 eksemplar . please contact us. FEBRIS . MORBILI .Rp 15. INSOMNIA . IUD .33.41.49.39. ULKUS . Tgk. DSS . ACNE .11.46. ULNA . NOSOKOMIAL 16.000 Local NGO <300 copies .6 Desa. VISUS . MIGREN . SIRKUMSISI . Your organisation can publish an advertising in the Health Messenger Magazine. no.35.15. MRI . ORALIT .29. MUKOSA .12. Untuk informasi. MANDIBULA .48.42.21.23.Rp 44.18.Rp 50.19. silakan menghubungi kami. MIOPIA .000 >300 eksemplar .500 Local Institution <300 copies . EMAIL .Rp 30.hm@gmail. UTERUS .com MENURUN: 4.24. RADANG .10. LIPID .000 >300 eksemplar . ICU .

Tim AMI memberikan layanan kesehatan primer. They also equip. pencegahan infeksi. rehabilitate and supply health care structures and train health care personnel. AMI was founded in 1979 by a group of twenty volunteer doctors and nurses. Saat ini AMI bekerja di sembilan negara. non-profit organization (NGO). Aide Médicale Internationale (AMI) adalah suatu organisasi nirlaba non-pemerintah. AMI didirikan pada tahun 1979 oleh dua puluh orang dokter dan perawat relawan. Funded by /Didanai oleh: Contributors / Kontributor: www. dan melakukan program pendidikan kesehatan.org . Now present in 9 countries.Aide Médicale Internationale (AMI) is a nongovernmental.amifrance. with a continuous training tool appropriate to improve their knowledge and skills. AMI teams provide primary health care.AMI tidak berpolitik dan bersifat sekuler. in the province of Aceh. Since its creation. prevent infections. Sejak pendiriannya. Aide Médicale Internationale bertujuan untuk mewujudkan atau membangun kembali akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tersisihkan dan terisolasi. and implement health education programs. merehabilitasi dan mensuplai pusat layanan kesehatan serta melatih petugas kesehatan. AMI has been working in Indonesia since March 2005 to provide Indonesian health workers. Aide Médicale Internationale telah mengembangkan program di lebih dari tiga puluh negara. It is apolitical and secular. AMI telah bekerja di Indonesia sejak Maret 2005 untuk membantu para pekerja kesehatan Indonesia di Provinsi Aceh dengan sejumlah perangkat pelatihan yang tepat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. AMI juga melengkapi. Aide Médicale Internationale has developed programs in more than thirty countries. The goal of Aide Médicale Internationale is to implement or re-establish access to health care for deprived and isolated populations.