HEALTH

MESSENGER

KESEHATAN

PEMBAWA PESAN

Air, Higiene dan Sanitasi
WATER, HYGIENE AND SANITATION

Dermatitis Kontak/Contact Dermatitis — Diare/Diarrhea — Kolera/Cholera Promosi kebersihan/Hygiene promotion — Demam tipus/Typhoid fever Manajemen limbah medis/Medical waste management Kebersihan kewanitaan/Feminine hygiene

MAJALAH KESEHATAN UNTUK PEKERJA KESEHATAN INDONESIA DIPUBLIKASIKAN OLEH AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE THE HEALTH MAGAZINE FOR INDONESIAN HEALTH WORKERS PUBLISHED BY AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE

EDISI JUNE 11 ISSUE 2009 JUNI

HM TEAMTIM P2K
Manager Publikasi/ Publication Manager Chloé Forette Editor Kepala/ Editor in chief Anne Broggi Penyunting Medis/ Medical Editor dr. Nurjannah Penerjemah/ Translators Denni Rajagukguk Endrani Sulistyowati Mahdani A. Hamid Dewan Penyunting/ Editing Committee Tim P2K/HM Team Ikonografi/ Iconography Tim P2K/HM Team Tata Letak/ Layout Chloé Forette
5 7

CONTENTSDAFTAR ISI

1 2

EDITORIAL EDITORIAL BERITA NEWS Hari Kesehatan Dunia World Health Day Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Flu Babi Swine Influenza Hari Perawat Internasional International Nurse Day PERISTIWA EVENTS Acara Pembukaan PIDA The Opening Ceremony of PIDA LEBIH DEKAT ZOOM Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Community-Based Water Supply and Environmental Sanitation Eumpang Breuh LAPORAN KHUSUS SPECIAL REPORT Air, Higiene Dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation PENGANTAR INTRODUCTION Pengembangan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Development of Water and Sanitation Facilities DI TANAH AIR KITA IN OUR COUNTRY Indonesia Sehat 2010 Healthy Indonesia 2010 DARI LAPANGAN FROM THE FIELD Wawancara Yopie Pangkey Interview Yopie Pangkey KESEHATAN MASYARAKAT PUBLIC HEALTH Membangun Air, Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Aceh Building Water, Sanitation, Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air Dan Sanitasi: Suatu Joint Venture Water and Sanitation: A Joint Venture KESEHATAN UMUM GENERAL HEALTH Dermatitis Kontak Contact Dermatitis Penyakit Yang Berkaitan Dengan Air Water Related Diseases Program Manajemen Limbah Medis Medical Waste Management Program IBU & ANAK MOTHER & CHILD Kebersihan Kewanitaan pada Kehamilan Feminine Hygiene During Pregnancy PSIKOSOSIAL PSYCHOSOCIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfilment Instruksi Tentang Kebersihan, Sanitasi dan Air di Rumah Sakit Instructions on Hospital Hygiene, Water and Sanitation. Wawancara Perawat Bambang Interview Nurse Bambang LEBIH DALAM IN DEPTH Panduan Praktis untuk Diare Practical Guideline for Diarrhea Pengetahuan, Sikap dan Perilaku terhadap Air, Sanitasi dan Higiene di Aceh Knowledge, Attitudes and Practices on Water, Sanitation and Hygiene in Aceh TAKARIR GLOSSARY

13 14

15 16 21

CONTRIBUTORS KONTRIBUTOR
Hasrati (Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer Handicap International) ■ Erlina Marlinda (Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator, Handicap International) ■ Marthunis Muhammad (Focal Point Pokja AMPL/ AMPL Working Group Focal Point - Bappeda Aceh) ■ Joni Kapluk (Aktor Aceh/ Acehnese actor) ■ Sijawati & Tharuddin (Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/ Enviromental Health Department, Provincial Health Office of Aceh) ■ dr. T.H. Makmur Mohd. Zein (Fakultas Kedokteran Syiah Kuala/ Medical Faculty of Syiah Kuala University) ■ Yopie Pangkey (Petugas Sanitasi Air - Pendidikan Hygiene/ Watsan Officer - Hygiene Education, Irish Red Cross) ■ Moris Monson (Delegasi Watsan – Kontruksi/ Watsan Construction Delegate, Irish Red Cross) ■ Basilius Kris Cahyanto (Spesialis WASH/ WASH specialist, UNICEF Banda Aceh) ■ Manuela Peters (Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss cabang Sigli/ Sigli Health Project Swiss Red Cross) ■ dr. Dina Lidadari (Bagian Kulit Kelamin/ Dermatology Department, Unsyiah RSUZA) ■ dr. Kurnia F. Jamil (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi/ Internist Consultant Tropical Infection Diseases, Unsyiah - RSUZA) ■ Yayat Kurniawan (Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan/ Environmental Health Technical Program Manager, Canadian Red Cross) ■ Katherine Mueller (Delegasi Masyarakat dan Informasi/ Information & Community Outreach Delegate, Canadian Red Cross) ■ Rahmi Wardhani (Bidan/ Midwife, RSU Cut Mutia Lhokseumawe) ■ dr. Nur Fardian (Program Studi Pendidikan Dokter/ Medical Studies Program, Malikussaleh University) ■ Ibu Hasniah (Politeknik Kesehatan – Keperawatan Depkes Banda Aceh/ Nursing School Banda Aceh) Bambang Isnur Imanto (Perawat, Puskesmas Kopelma Darussalam/ Nurse Puskesmas Kopelma Darussalam) ■ Sasimar Sangchantr, Riza Adirza, Damaris Monteiro & Soegeng Afriyanto (Tim Kesehatan Masyarakat/ Public Health Team, IOM) ■

27

42

44

51

62

EDITORIAL EDITORIAL

Air, higiene dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation

S

etiap 8 detik sekali seorang anak meninggal dunia karena air yang terkontaminasi; ada lebih dari 25 bakteri yang terdapat dalam air yang terkontaminasi dan lain-lain. Data ini sangat menakutkan namun inilah realita yang menyedihkan.Air merupakan kebutuhan dasar dan vital, tetapi akses terhadap air yang layak minum masih menjadi isu global sampai saat ini. Setidaknya terdapat 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap air leding. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak mempunyai jamban dan harus buang air besar di ruang terbuka sehingga dapat mengkontaminasi sungai dan sistem saluran air. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang disebarkan melalui air. Terlepas dari pembangunan ekonominya, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara berkembang dimana sistem Air, Higiene dan Sanitasinya harus ditingkatkan. Rekonstruksi provinsi Aceh setelah terjadinya Tsunami telah mengarah ke perbaikan yang cukup baik. Namun masih banyak yang harus dilakukan. Penyakit yang disebarkan melalui air umumnya terdeteksi di Puskesmas, banyak anak-anak menderita diare yaitu suatu penyakit yang dapat mengancam jiwa terutama anak-anak yang rentan. Dan bagaimana mengenai Malaria, tipus dan lainlain? Masyarakat harus belajar mengenai langkah-langkah dasar pencegahan penyakit.Anak-anak harus mengetahui bahwa tangan serta gigi harus dibersihkan dengan sabun dan pasta gigi. Banyak penyakit dapat dicegah dengan menerapkan cara ini. Ini adalah masalah edukasi. Karena itu Pembawa Pesan Kesehatan edisi ke-11 ditujukan untuk membahas masalah Air, Higiene dan Sanitasi, disini kami menggaris bawahi peranan penting para petugas kesehatan dalam mentransfer dan membagi informasi mengenai higiene dan kami menyoroti beberapa alat survei yang ada seperti survei pengetahuan, sikap dan perilaku. Lebih dari sekedar sebuah majalah kesehatan, informasi yang disampaikan dalam edisi ini sebaiknya dibagikan juga kepada semua anggota masyarakat. Namun kami sangat yakin, bahwa anda para pembaca, para petugas kesehatan adalah penghubung bagi masyarakat. Jadi, mari kita baca, belajar dan berbagi pengetahuan!

very 8 seconds a child dies because of contaminated water; there are more than 25 pathologies related to contaminated water, etc. These data are frightening but this is a sad reality. Water is a basic and vital need but access to drinkable water is still a global issue. At least 2,6 billion people do not have access to running water. Most of them do not even have toilets and have to defecate in open air, thus, contaminating rivers, air and sewer systems. This is probably the cause of high morbidity and mortality rates. In spite of its economic development, Indonesia is still one of these developing countries where Water, Hygiene and Sanitation need to be improved. The reconstruction of the Aceh province after the Tsunami led to a sharp improvement. But many things remain to be done. Waterborne diseases are commonly detected in the puskesmas, too many children are suffering diarrhea which is a life threatening disease for a child vulnerable organism. And what about Malaria, typhoid, etc? People have to learn about the basic preventive measures. Children must know that hands as well as teeth should be cleaned with soap and toothpaste. Many diseases could be prevented this way. This is a matter of education. For this HM 11 dedicated to Water, Hygiene and Sanitation, we underline the key role of health workers in transmitting and sharing information about hygiene and we highlight some of the numerous tools that exist like the Knowledge, Attitudes and Practices. More than a medical magazine, the information published in this issue should be shared between all citizens. But we truly believe that you, readers, health workers, are the link with the community. So lets read, learn and share the knowledge!

E

Anne Broggi

pembawa pesan kesehatan 1

Indonesia's health facilities will stand strong and stay functional to save lives. ■ Penting untuk diingat: Membangun rumah sakit yang aman dapat menyelamatkan banyak jiwa saat bencana datang. Tugas mengembangkan rumah sakit yang aman bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah atau sektor kesehatan saja. 2 health messenger . which is important for preparedness and mitigation. Ciptakan Rumah Sakit Aman saat Darurat”. pengambil keputusan di tingkat lokal. The theme of World Health Day 2009 is "Health Facilities in Emergencies". local decision makers. dengan motto “Selamatkan Jiwa. and its motto "Save Lives. For instance.NEWS BERITA Hari Kesehatan Dunia World Health Day Tim P2K/ HM team Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tahun tanggal 7 April. Dengan bantuan WHO. when disaster strikes. Dengan bekerja bersama-sama. pekerja-pekerja kesehatan serta para professional lainnya. Masa darurat tidak hanya merenggut banyak jiwa dan kesehatan manusia. Hal tersebut membutuhkan keterlibatan dari pihak masyarakat. ■ The World Health Day is celebrated annually on 7 April. Indonesia saat ini melaksanakan penilaian keamanan fasilitasfasilitas kesehatan yang penting pada saat persiapan dan mitigasi bencana. Good to remember: Developing safe hospitals can save lives when disaster strikes. kemungkinan di masa depan ketika bencana menghadang. bencana Tsunami di Aceh dan Gempa bumi di Nias dan Yogyakarta secara keseluruhan telah merusak sedikitnya 713 fasilitas kesehatan. Indonesia is currently undertaking a safety assessment of health facilities.Tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2009 adalah ”Fasilitas Kesehatan saat Darurat”. it is possible that in the future. Developing safe hospitals is not merely the responsibility of the government or the health sector alone. health workers and other professionals. Sebagai contoh. With the help of WHO. tetapi juga merusak fasilitas-fasilitas kesehatan. the Tsunami in Aceh and the earthquakes in Nias and Yogyakarta have together damaged at least 713 health facilities. Fokus tahun ini adalah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan menjadi lebih baik dan aman pada saat bencana dan tanggap darurat. By working together. Make Hospitals Safe in Emergencies". These damaged facilities lost their capacity to provide health services during these emergency periods. Fasilitas-fasilitas yang rusak tersebut kehilangan kapasitas dalam menyediakan layananlayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. fasilitas-fasilitas kesehatan Indonesia akan bertahan kuat dan tetap berfungsi untuk dapat menyelamatkan jiwa. This year's focus is to strengthen health facilities to be better prepared and safe in case of emergencies and disasters. but also damage health facilities. Emergencies not only can take a heavy toll on human life and health. It needs the involvement of communities.

Fokus utama dari rencana strategis termasuk kegiatan operasional. ■ H W orld Malaria Day 2009 was celebrated on April 25. Japan.060 cases of positive malaria in 2007. much more dangerous than the one which is raging in Mexico. budget and implementation of evaluation tools based on the national and WHO standards. 2009. Di Indonesia. target groups. They performed a research on more than 400 pigs in 4 States in Indonesia and found out that more than 50 pigs carried the virus. The Ministry of Health declared the Government will slaughter pigs infected with the virus H1N1. jauh lebih berbahaya dibanding jenis yang saat ini sedang merajalela di Meksiko. found that Indonesian porks are likely to transmit a new type of influenza to human beings.060 kasus positif malaria pada tahun 2007. Sejauh ini belum ada kasus yang terdeteksi. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota dan pelaksana program multi-sektor serta pemangku kepentingan lainnya yang bekerja bersama-sama mengembangkan rencana strategis. Sebagaimana babi dapat mengandung virus burung serta virus manusia. anggaran dan pelaksanaan alat-alat evaluasi berdasarkan standar nasional dan WHO. Jepang. Para peneliti melakukan penelitian pada lebih dari 400 babi di 4 kota di Indonesia dan menemukan bahwa 50 babi mengandung virus. The theme of this meeting was “Aceh Free from Malaria by 2015. pengembangbiakan dan penjualan babi dilaksanakan dengan pengawasan steril. The meeting was attended by representatives from districts/cities and multi-sectoral program implementers and stakeholders who work together to develop the strategic plan. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa Pemerintah akan menyembelih babi-babi yang terinfeksi oleh virus H1N1. This is still a major challenge for Aceh. PHO with support from UNICEF held a planning meeting in Banda Aceh to prepare a strategic plan to eliminate malaria from Aceh Province by 2015. ■ pembawa pesan kesehatan 3 . In Indonesia. para peneliti tersebut mencemaskan bahwa H5N1 dapat merubah dirinya sendiri menjadi bentuk baru berupa virus babi yang dapat ditularkan kepada manusia yang disebut H1N1. ■ FLU BABI. 2009. they fear that H5N1 transform itself into a new form of swine virus that could be transmitted to human beings called H1N1.Terdapat 7. SEBUAH ANCAMAN BARU DI INDONESIA Tim P2K/ HM team S ebuah penelitian baru-baru ini oleh Universitas Kobe. kelompok sasaran. ■ Swine Influenza. There were 7.” The main focus of the strategic plan includes operational activities.NEWSBERITA ACEH BEBAS DARI MALARIA PADA TAHUN 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Tim P2K/ HM team ari Malaria Dunia 2009 diperingati pada tanggal 25 April. menemukan bahwa babi-babi di Indonesia tampaknya dapat menularkan sebuah jenis flu baru bagi manusia. a new threat in Indonesia A recent research by University of Kobe. No case has been detected so far. Hal ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Aceh. Tema dari pertemuan tersebut adalah “Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015”. As pork can carry avian virus as well as human virus. Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan dari UNICEF mengadakan rapat perencanaan di Banda Aceh untuk mempersiapkan sebuah rencana strategis untuk memberantas malaria di Provinsi Aceh pada tahun 2015. swine breeding and trading are under sanitary surveillance.

International Nurse Day is celebrated every 12 May in order to remind all the valuable work and contribution nurses make to society. Each year. It is also an appropriate day to consider the challenges faced by health workers in developing countries such as Indonesia where health workers can face a lot of working constraints: exposure to infectious diseases. This way. they raised people’s awareness on the importance the health workers play here. keputusan dibuat untuk memperingati hari perawat ini pada 12 Mei karena pada tanggal tersebut merupakan hari lahirnya Florence Nightingale. In January 1974. To celebrate this day. ■ 4 health messenger The International Council of Nurses (ICN) has celebrated this day since 1965. umumnya pelajar dari sekolah perawat ini berkumpul pada tanggal 12 Mei. Untuk memperingati hari ini. 2009 in Rumah Sakit Jiwa for an official ceremony held by the hospital’s director.NEWS BERITA Hari Perawat Internasional International Nurse Day Tim P2K/ HM team Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei dalam rangka mengingat semua kerja dan kontribusi penting perawat terhadap masyarakat. poster) dan bunga kepada masyarakat. who is widely considered as the founder of modern nursing. peralatan yang terbatas. Setiap tahun. limited equipment. There are five nursing schools in Banda Aceh. the students went in the streets of Banda Aceh to distribute communication tools (flyers. ■ . Banda Aceh dan seluruh propinsi Aceh bergantung pada banyak fasilitas kesehatan dan perawat. posters) and flowers to people. The students were really glad to join this event to promote this medical career. Peralatan ini terdiri dari bahanbahan yang bersifat edukatif dan memberikan informasi kepada masyarakat. Setelah pidato dari direktur. KPI mempersiapkan dan mendistribusikan peralatan hari perawat internasional. Terdapat 5 sekolah perawat di Banda Aceh. di Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan upacara yang dihadiri juga oleh direktur Rumah Sakit Jiwa. most of the students gathered on Tuesday 12 May. Pada januari 1974. Banda Aceh and the whole Aceh province count on many health facilities and nurses. the decision was made to celebrate the day on 12 May as it is the anniversary of the birth of Florence Nightingale. for use by nurses everywhere. ICN prepares and distributes the International Nurses' Day Kit. History of this event Sejarah peringatan hari perawat internasional Konsil Perawat Internasional (KPI) sudah memperingati hari perawat ini sejak tahun 1965. obat-obatan yang terbatas. para pelajar turun ke jalan-jalan di Banda Aceh untuk menyebarkan alat-alat komunikasi (selebaran. The kit contains educational and public information materials. limited access to medicine. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran petugas kesehatan. yang kita ketahui sebagai pencetus keperawatan modern. After the speeches. serta dapat digunakan oleh perawat dimana saja. Ini juga hari yang tepat untuk mengingat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tenaga-tenaga kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia yang tenaga kesehatannya dapat menghadapi banyak keterbatasan-keterbatasan kerja: paparan penyakit menular.

Handicap International Pada tanggal 30 April 2009. Apa itu PIDA? PIDA (Pusat Informasi Disable Aceh) merupakan pusat dan sumber informasi untuk orang-orang cacat. It aims at providing access to different facilities and tools for Disabled People Organizations (DPOs) and disseminating information on disability amongst all actors in the community.Organisasi ini juga memfasilitasi hubungan antar pihak yang berkaitan dengan inklusi orang cacat. Sejarah Singkat PIDA PIDA dibentuk pada tanggal 21 September 2006. Panitia Kegiatan dibentuk pada bulan Juli 2007 untuk meningkatkan partisipasi Organisasi Orang Cacat.Erlinda Marlinda. On 30 April 2009. Ada 3 layanan yan disediakan oleh PIDA yaitu Sumber Daya & Fasilitas. Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer . Informasi & Orientasi dan Penyebaran Informasi. The main focus of PIDA is to support DPOs but is open for all Persons With Disability (PWDs). What is the PIDA? The PIDA (Information Center for disabled acehnese people) is a center of resources and information on disability.EVENT PERISTIWA ACARA PEMBUKAAN PIDA The Opening Ceremony of PIDA Hasrati. The three main services provided by PIDA are: Resources & Facilities. and a Dissemination of Information. Handicap International celebrated the opening of the PIDA. PIDA bertujuan untuk memberikan akses terhadap berbagai fasilitas bagi Organisasi Orang-orang Cacat (OOC) dan penyebaran informasi tentang masalah orang-orang cacat kepada semua pihak dalam masyarakat. It is a great opportunity to remind you the history and the goal of this information center for disabled people. PWDs and pembawa pesan kesehatan 5 . Fokus utama PIDA adalah untuk membantu Organisasi Orang Cacat (OOC) tetapi juga terbuka untuk semua orangorang cacat dan keluarganya dan bagi orang-orang yang tertarik dengan masalah kecacatan. Handicap International menyelenggarakan pembukaan PIDA. It also facilitates the link between actors regarding the inclusion of people with disability. Kesempatan yang sangat baik sekali buat kita untuk mengingat kembali sejarah dan tujuan pusat informasi ini untuk orang-orang cacat. An Activity Committee has been created in July 2007 in order to develop DPOs. Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator . Information & Orientation. Orang Cacat dan masya- Brief PIDA’s history The PIDA has been inaugurated on 21st September 2006. their family and any other persons or organization interested in the thematic of disability.

the name was Disability Information Resource Center. Residen Danubroto. Tetapi nama ini tidak mencerminkan bahwa itu merupakan tempat pusat informasi orang-orang cacat. nama yang digunakan adalah DIRC (Pusat Sumber Informasi Orang Cacat). ■ Facilities provided by the PIDA include internet access. Lamlagang. But this name was not reflecting that the place was an information center focusing on disability. kursus bahasa Inggris dan bahasa isyarat yang akan diatur pada tahun ini karena adanya permintaan dari para pengguna PIDA. The Activity Committee selected the final name in September 2007. a software for blind people). Samping Sonic Net. computer courses (introduction and using computer with JAWS. ruang pertemuan. Banda Aceh Telp: 0651 741 46 77 6 health messenger . Good to remember: People With Disability have the right to accessible information. Pada awalnya. English and Sign Language courses will be organized later in the course of the year as it has been requested by the PIDA users. library. At first. Main activities The main activities developed by the PIDA are: For DPOs: ◗ Ease the coordination and collaboration between the different DPOs ◗ Facilitate seminars and trainings ◗ Ease the access to PIDA’s facilities to DPOs ◗ Support DPOs in advocating and lobbing local authorities at any level ◗ Raise DPOs awareness about their Human Rights and the Convention on the Rights of PWD For PWDs and their families not members of DPOs: ◗ Provide PWDs with a general information ◗ Promote PWDs right to accessible IT ◗ Raise PWDs and their family’s awareness on their Human Rights and the Convention on the rights of PWDs ◗ Inform PWDs about disability referral directory Kegiatan Utama Kegiatan utama yang dikembangkan oleh PIDA adalah: Untuk Organisasi Orang Cacat: ◗ Memudahkan koordinasi dan kerjasama antar Organisasi Orang Cacat ◗ Memfasilitai seminar dan pelatihan ◗ Memudahkan akses terhadap fasilitas PIDA oleh Organiasi Orang Cacat ◗ Membantu orang cacat dalam advokasi dan lobi pada pihak yang berwenang pada berbagai tingkatan ◗ Meningkatkan kesadaran orang cacat akan Hak Asasi dan Konvensi Hak Asasi orang cacat Untuk orang cacat dan keluarganya yang bukan anggota Organiasi Orang Cacat: ◗ Menyediakan informasi umum kepada orang cacat ◗ Mempromosikan hak orang cacat untuk mengakses IT ◗ Meningkatkan kesadaran orang-orang cacat beserta keluarganya tentang Hak Asasi mereka dan Konvensi Hak Asasi orang cacat ◗ Memberikan informasi kepada orang cacat tentang petunjuk rujukan Available services Penting untuk diingat: Orang-orang cacat mempunyai hak terhadap informasi yang mudah diakses. kursus komputer (pengenalan dan menggunakan komputer dengan JAWS. Layanan yang tersedia Fasilitas yang disediakan oleh PIDA termasuk akses internet. meeting room.EVENT PERISTIWA rakat dalam proses dan pemilihan kegiatan. ■ PIDA HASRATI: Staf penanggung jawab untuk peningkatan kepedulian dan penyadaran / Sensitization and Awareness Raising Officer Jl. community participation in the process and the selection of activities. software untuk orang buta) perpustakaan. followed by Rakan (friendship in Bahasa Aceh). PIDA diambil sebagai nama terakhir pada bulan Septemer 2007 setelah dipilih oleh panitia kegiatan. kemudian Rakan (artinya persahabatan dalam bahasa Aceh).

washing facilities and latrines have been neglected (not optimally used then at last broken or being left). AMPL-BM: Community Based Water Supply and Environmental Sanitation. It is because the constructions were not based on community needs and the community was not involved which led to a low sense of ownership of the facilities.ZOOM LEBIH DEKAT Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat COMMUNITY-BASED WATER SUPPLY AND ENVIRONMENTAL SANITATION Marthunis Muhammad. Ada 11 prinsip kebijakan dalam AMPL-BM seperti yang terdapat pada tabel berikut: 1. Hal ini disebabkan pembangunan yang tidak berdasarkan kebutuhan dan juga karena tidak melibatkan masyarakat sehingga rasa kepemilikan masyaraka akan fasilitas yang dibangun rendah. contohnya saja kita lihat betapa banyaknya fasilitas air bersih dan sanitasi seperti MCK yang menjadi monumen (tidak digunakan hingga rusak atau rusak kemudian ditinggalkan). Why should the community be involved? According to the past experiences and surveys. AMPL-BM1 set up 11 policy principles as illustrated in the following table : pembawa pesan kesehatan 7 .Bappeda Provinsi Aceh/AMPL Working Group Focal Point. Mengapa harus berbasis masyarakat? Hal ini berdasarkan pengalaman. Kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi Aceh merupakan sebuah wadah koordinasi pembangunan di sektor air minum dan penyehatan lingkungan secara terpadu dan menyeluruh yang berbasis masyarakat guna meraih tujuan pembangunan millennium. Bappeda Aceh Province. it has been found that many facilities for clean water and sanitation such as public bathing. Focal Point Pokja AMPL. The water supply and environmental sanitation (AMPL in bahasa) working group of Aceh Province is a coordinating institution for the construction of integrated community-based water supply and environmental sanitation in order to achieve the Millenium Development Goals (MDGs).

Moreover. Pemerintah Aceh seharusnya mengambil perhatian lebih terhadap pelaksanaan kebijakan AMPL-BM ini. etc. kebijakan AMPL-BM lebih cocok diterapkan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL.ZOOM LEBIH DEKAT Prinsip dalam Kebijakan AMPL-BM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Air Merupakan Benda Sosial dan Benda Ekonomi Policy principles of AMPL-BM Water is an economic and social good Pilihan yang Diinformasikan sebagai Dasar dalam Informed choice is the basis for demand-responsive approach Pendekatan Tanggap Kebutuhan Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Keberpihakan pada Masyarakat Miskin Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Akuntabilitas Proses Pembangunan Peran Pemerintah Sebagai Fasilitator Peran Aktif Masyarakat Pelayanan Optimal dan Tepat Sasaran Penerapan Prinsip Pemulihan Biaya Enviromentally-based development Health and hygiene behaviour education Poverty focus Active role of women in decision-making Accountability in the development process Government is a facilitator Active community participation Optimal and target-oriented service Application of the cost-recovery principle Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah? Dari sisi pemerintah daerah. kampanye. Selain itu. Karena itu tugas pemerintah adalah menciptakan kebutuhan atas fasilitas air minum dan penyehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi. kebijakan nasional AMPL-BM ini mensyaratkan perubahan paradigma bahwa pemerintah bukan penyedia tetapi lebih pada fasilitator pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan. AMPL-BM policy is more likely to be applied in the areas where there are still no service providers for water supply and enviromental sanitation. Relevansi penerapan kebijakan AMPL-BM? Kebijakan AMPL BM ini menjadi tidak realistis apabila diterapkan di dalam sebuah masyarakat yang telah mendapatkan akses fasilitas air minum dan sanitasi dari berbagai institusi yang sudah mapan seperti PDAM dan perusahaan pengolah sampah/limbah cair dan lain sebagainya. Atas kenyataan ini pula. Keterlibatan aktif masyarakat disini ditunjukkan dengan membayar jasa atau fee kepada institusi tersebut. Is AMPL-BM policy relevant? The AMPL-BM policy is not efficient if it is applied in a community that already has access to sanitation and water supply facilities from well-structured institutions such as PDAM (state-owned water supply company) and solid/water waste treatment company. Daerah tersebut terutama daerah perdesaan dimana mewakili sebagian besar wilayah Aceh. pendidikan dan lain sebagainya. Dilihat dari karakter geografis. the national policy of AMPL-BM aims at socializing the change of the paradigm that the government is not a provider but more a facilitator regarding the development of water supply and environmental sanitation. Active community involvement in this area is showed by the fee people pay for the related companies. What should the government do? For the local government of Aceh. etc. the government must create opportunities for the community to actively participate in the development of AMPL facilities where the community education and empowerment is the main priority. Therefore the role of the government is to fulfill the needs of the population with providing water supply and environmental sanitation facilities as well as to promote health and hygiene behaviours and education through communication. These areas are mainly villages (most of the Aceh province 8 health messenger . pemerintah juga harus menciptakan sebuah peluang agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan fasilitas AMPL dimana penyiapan dan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama. campaigns.

ZOOM LEBIH DEKAT is composed of villages). the Aceh government should pay more attention on the implementation of this AMPL-BM policy. tidak cukup dengan hanya membangun fasilitas air bersih dan sanitasi oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya. Based on this reality. The contribution of public institutions is also needed: Provincial Ministry of Education. ■ Peran Pokja AMPL provinsi Aceh? Pokja ini adalah koordinator dari seluruh stakeholder pembangunan AMPL di Aceh. Dinas Kesehatan. What is the role of AMPL working group in the Aceh province? This working group is the coordinator of all AMPL development stakeholders in Aceh. menjaga lingkungan. Provincial Health Office. Education on hygiene and health need to be improved. It means that in 2015. around 80% of the urban population and 60% of the rural population of aceh should have access to these vital needs. To achieve the goal. Untuk mencapai target tersebut. yaitu mengurangi separuh penduduk Aceh yang belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang bersih dan sehat. ■ Penting untuk diingat: Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan berbasis masyarakat dilakukan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. Badan Pemberdayaan Masyarakat. pembawa pesan kesehatan 9 . sekitar 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk perdesaan mendapat akses tersebut. Through this working group. and other governmental bodies. serta mengembangkan perekonomian masyarakat. constructing facilities through the Department of Bina Marga Cipta Karya (public construction) is not enough. Good to remember: Water supply and environmental sanitation program is conducted in the areas where there are still not service providers for clean water and sanitation. Artinya pada tahun 2015. Dinas Koperasi dan UKM dan dinas/badan lainnya. Hal ini membutuhkan kontribusi peran dari Dinas Pendidikan. Melalui pokja ini diharapkan lahir kesamaan visi dan keseragaman langkah dari semua pihak dalam rangka pemenuhan target MDGs di sektor AMPL. mempersiapkan masyarakat. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. Co-operative and Small Medium Enterprises Department. community empowerment body. the community needs to know how to take care of the environment and how to develop its economy. the Agency of Environmental Impacts Control. a common vision and action from all parties is expected in order to achieve the MDGs which is to halve the number of acehnese population who do not yet have access to clean sanitation and water supply. tetapi juga dibutuhkan membangun perilaku hidup bersih dan sehat.

Yusniar. memutuskan untuk mendistribusikan DVD EUMPANG BREUH bersama dengan majalah ini pada fasilitas-fasilitas kesehatan. as it is an original way to learn about water. Korem 11 Liliwangsa. and to achieve the MDG 2015. on Saturday 15 November 2008. Joni Kapluk. In the Eumpang Breuh special edition movie.Kelompok lawak paling terkenal di Aceh ini meluncurkan film di Lapangan Sudirman. AMI bekerjasama dengan IOM. sekelompok LSM yang aktif di Aceh memutuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap air dan sanitasi dengan membuat sebuah film: EUMPANG BREUH. Haji Umar dan kawan-kawan dari kelompok lawak Eumpang Breuh. 10 health messenger . sanitasi dan higienitas. hygiene and sanitation. The most famous commedian group in Aceh has launched the Film at Sudirman Stadiom. Haji Umar and friends from the Eumpang Breuh commedian team. Joni Kapluk.The movie has been officially launched in November 2008. Joni Kapluk. a group of NGOs active in Aceh decided to raise people awareness on Water and Sanitation by handling a movie: EUMPANG BREUH. mengajak masyarakat Aceh untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam film Empang Breuh edisi spesial bertema air. ask the Aceh community to improve hygiene behaviors. pada hari Sabtu. Joni Kapluk. In the scope of the HM 11 on WatSan and in order to reach further more people. environmental sanitation. Film ini merupakan kolaborasi dari 14 organisasi internasional. as well as hygiene behaviors in Aceh Province. Lhokseumawe. Yusniar.ZOOM LEBIH DEKAT EUMPANG BREUH Tim P2K/ HM team 2008 adalah tahun sanitasi internasional. You can find below the press release explaining the goals of this movie and a testimony of the famous local actor. Lhokseumawe. Film ini merupakan salah satu upaya mendukung kampanye Pemerintah Daerah Propinsi Aceh untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Aceh akan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) 2015. This movie is a part of the efforts to support the government of Aceh Province’s campaign to improve the community’s awareness in good hygiene behaviors. decided to distribute the DVD of EUMPANG BREUH along with the magazine in the health facilities. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah Dunia yang bekerja untuk perbaikan fasilitas air minum & penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih & sehat di propinsi Aceh. and Red Cross which worked together to improve access to water. Pada kesempatan ini. sanitation and hygiene. Anda dapat menemukan keterangan pres dibawah ini yang menjelaskan tujuan film ini dan pernyataan dari aktor lokal yang terkenal. On this occasion. UN agencies. themed on water. This film is a collaboration of 14 international organizations in Aceh Province. 2008 was the International Year of Sanitation. Korem 11 Lilawangsa. AMI in collaboration with IOM. hygiene dan sanitasi. Film ini diluncurkan secara resmi pada November 2008. Karena ruang lingkup P2K 11 adalah Watsan dan untuk mencapai lebih banyak masyarakat. 15 Nopember 2008. karena ini merupakan cara yang inovatif untuk belajar tentang tentang air.

Dalam film ini. and to create medicine for diarrhea from local ingredients within the house and its environment. In this movie. para aktor tersebut memperagakan cara mencuci tangan dengan sabun dan memberi berbagai tips untuk membuat dan merawat fasilitas sanitasi di rumah serta tips untuk membuat obat diare dari bahan-bahan yang mudah didapat di dalam rumah.ZOOM LEBIH DEKAT Diharapkan film ini dapat memberi informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan. and making community work to implement good hygiene behaviors. It is expected that the movie will share some information and increase people’s knowledge on health and hygiene constructing sanitation facilities such as toilets. pembawa pesan kesehatan 11 . dan melaksanakan gotong royong untuk menerapkan perilaku hidup bersih yang benar. In another scene. Joni Kapluk dan kawan-kawan menunjukkan bahwa minimnya fasilitas sanitasi seperti toilet dan kebiasaan buang air sembarangan dapat memicu penyebaran penyakit diare yang terutama menjangkiti anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi. Joni Kapluk and friends show that poor sanitation facilities and defecation in open air could trigger the presence of diarrhea especially for children. membangun fasilitas sanitasi seperti jamban. who are vulnerable to infectious diseases. the actor also shows the right procedure to do wash hands with soap and gives several tips to make and to maintain the sanitation facilities at home. Di bagian lain.

Spanish Red Cross. ■ Tim HM mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abdul Hadi (sebagai Joni Kapluk dalam Eumpang Breuh) via telepon mengenai film ini. antara lain demonstrasi cuci tangan pakai sabun. All the actors agreed to make this film because they believe that it is important to improve community’s knowledge towards WatSan which is closely related to health. kuis dan lomba mewarnai. supported by the Government and 14 international organizations in Aceh Province. Palang Merah Norwegias. Tahun 2008 telah ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Australian Red Cross. untuk mempercepat kemajuan pencapaian target MDGs 2015. to accelarate the progress toward MDGs 2015. During this event. It is a common project between NGOs which work together to produce it in order to entertain people but also to promote hygiene practises and health messages. Di dalam event ini. competition.. such as demonstration of handwashing with soap. Care International. American Red Cross. yang didukung penuh oleh pemerintah provinsi Aceh dan 14 organizasi internasional tersebut. the Mentor Initiative. Palang Merah Amerika. IFRC. he has improved his knowledge on water. was done to support the Global Hand Washing Day on 15 October 2008. ■ The launching of WASH movie in Lhokseumawe and other cities in Aceh. Palang Merah Australia. hygiene and sanitation.Kegiatan Peluncuran Film WASH di Lhokseumawe dan kotakota lain di Aceh dilakukan sekaligus untuk mendukung pelaksanaan Hari Cuci Tangan Sedunia pada tanggal 15 Oktober 2008. Palang Merah Indonesia. Indonesian Red Cross. UNICEF. He said that this film is different from their usual and commercial movies because the idea of this film is to target the whole community. The 14 organizations who worked together in the movie production are: IOM. He also admitted that by making this film. 12 health messenger . Care International. Mereka memutuskan untuk membuat film ini karena mereka percaya bahwa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang WatSan adalah sangat penting karena berhubungan erat dengan kesehatan. the Mentor Initiative. Save the Children dan Kelompok Kerja AMPL Provinsi Aceh. Norwegian Red Cross. terdapat beberapa acara lain yang dilakukan. Canadian Red Cross. participated by children and their parents. Palang Merah Canada. Joni Kapluk juga mengakui bahwa dengan membuat film ini telah meningkatkan pengetahuannya akan air. Beliau mengatakan bahwa film ini berbeda dengan fillm-film komersial mereka lainnya karena idenya itu berasal dari LSM dan mereka bekerja sama untuk membuat film yang tidak hanya menarik untuk ditonton tetapi juga menyebarkan pesan-pesan kesehatan. quiz. Palang Merah Spanyol. Irish Red Cross. Save the Children and Water & Environmental Sanitation Working Groups in Aceh Province. yang diikuti oleh anak-anak dan orang tua mereka. IFRC. The year 2008 has been declared the International Year of Sanitation. Palang Merah Irlandia. hygiene dan sanitasi. Ke-14 organisasi yang telah bekerjasama dalam produksi film ini adalah IOM. UNICEF. to reduce the number of people without water supply and improved sanitation facilities. several activities have been done. kompetisi. yaitu untuk mengurangi setengah dari populasi penduduk dunia yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik. and coloring competition. HM team had the opportunity to interview Abdul Hadi (as Joni Kapluk in Eumpang Breuh).

.

misalnya diare. M.Kes/Seksi Penyehatan Lingkungan/Enviromental Health . Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggiran perkotaan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui: ◗ penyediaan air minum yang berkualitas dan sarana sanitasi yang lebih memadai Generally. Kelompok yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut adalah anak-anak dan penduduk lanjut usia. menggambarkan terjadinya peningkatan prevalensi diare cukup signifikan pada balita dari tahun 1993 sebanyak 11% meningkat menjadi 12. Nagan Raya and Aceh Jaya districts and targeting 325 villages.1% in 2003. only 52% of the population could access to drinking water and 51% could access to clean water and sanitation. Aceh Utara. serta malaria.INTRODUCTION PENGANTAR PENGEMBANGAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI DEVELOPMENT OF WATER AND SANITATION FACILITIES Sijawati. This shows that the condition of people in getting clean water is still low. In 2007 in the Aceh province.Penyakit utama yang menyerang adalah penyakit yang berkaitan dengan air dan sanitasi. SKM. rural and suburban people in Indonesia have a low level of health. Aceh Utara. SKM. This condition is mainly due to the lack of access to drinking water. Nagan Raya dan Aceh Jaya dengan target 325 desa. The most vulnerable groups prone to these diseases are children and the elderly. Hasil survey dari National Demographic and Health Surveys (NDHS). Main detected diseases are water and sanitationrelated diseases such as diarrhea. Bireuen. Health Service of Aceh province has launched a program of healthy water and environment through community empowerment (funded by the Asian Development Bank). cacingan. penyakit kulit dan mata.Kes dan Tharuddin. sanitation and poor clean and healthy lifestyle. This program aims at improving the level of health and quality of life of people with low income in rural areas and suburbs with a community-based approach through: ◗ the provision of quality drinking water and sufficient sanitation facilities 14 health messenger . Bertitik tolak dari kenyataan tersebut. skin and eye diseases as well as malaria. The result of National Demographic and Health Surveys (NDHS) indicates that the increase of diarrhea prevalence in children under five was quite significant: from 11% in 1993 to 12. Dinkes provinsi Aceh melalui dana bantuan ADB melaksanakan program penyehatan air dan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan di 5 Kabupaten yaitu: Kabupaten Pidie. Kondisi di atas terutama disebabkan oleh rendahnya akses terhadap air minum dan sanitasi dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Bireuen. worms. Given this reality. Cakupan air minum untuk provinsi Aceh tahun 2007 sebanyak 52% sedangkan cakupan air bersih dan sanitasi sebesar 51%.1% pada tahun 2003. Prevalensi diare digunakan sebagai indikator yang mewakili penyakit yang berkaitan langsung dengan air dan sanitasi. Ini menggambarkan bahwa kondisi masyarakat untuk mendapatkan air bersih masih rendah. Diarrhea prevalence is an indicator representing diseases that are directly related with water and sanitation. M.Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/Provincial Health Office Aceh Province Penduduk pedesaan dan pinggiran perkotaan di Indonesia pada umumnya memiliki derajat kesehatan yang rendah. This program is conducted in 5 districts: Pidie.

Peningkatan sarana air bersih dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat sangat efektif untuk di laksanakan di Provinsi Aceh. The progress of physical development of clean WatSan facilities in February 2009 in the 5 targeted districts can be seen in Table 1.INTRODUCTION PENGANTAR ◗ perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dan pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan Pelaksanaan program harus bertindak dengan berpedoman pada prinsip-prinsip partisipasi masyarakat. transparansi. It is very effective in Aceh province to improve access to clean water and sanitation through community empowerment because the community contribution in planning and implementing the program can raise the community sense of ownership as they have to keep and maintain the facilities for a better future. ■ Penting untuk diingat: Pengembangan sarana air bersih dan sanitasi harus berbasis masyarakat. Development of Clean Water and Sanitation Facilities through Community Empowerment in 5 districts in 2009 Kabupaten/SAB + Sanitasi Aceh Aceh Nagan Bireuen Pidie Total District / Clean Water+ Sanitation Utara Jaya Raya Facilities Perpipaan (Km) 38 21 54 42 5 160 Piping (Km) Hidran Umum 66 1 27 53 92 239 Public Hydrant Kran Umum 79 78 192 11 69 429 Public Tap Sumur Gali 1. decentralization and sustainability. ■ Good to remember: Development of clean water and sanitation should be through a community based approach. pembawa pesan kesehatan 15 . Perkembangan pembangunan fisik Sarana Air Bersih dan Sanitasi hingga Februari 2009 di 5 kabupaten diatas dapat dilihat pada tabel 1. desentralisasi dan berkelanjutan. transparency. Tabel 1.139 936 353 262 810 3. Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Melalui Pemberdayaan Masyarakat di 5 Kabupaten tahun 2009 Table 1. sensitif terhadap gender dan kemiskinan. karena kontribusi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program membuat masyarakat merasa memiliki sehingga timbul rasa ingin menjaga dan memelihara sarana tersebut untuk selanjutnya.500 Well Sumur Bor 5 — 24 — 19 48 Artesian well PAH Jamban di sekolah Latrines at schools Jamban di Masyarakat Latrines in the community 93 73 60 — 6 56 — 12 38 — 5 12 — 29 3 93 125 169 ◗ the improvement of clean and healthy lifestyle and environment-related diseases prevention The implementation of this program should be done in accordance with community participation principles. sensitiveness to gender and poverty.

Community’s health is influenced by 4 factors (H. and on the other hand.L Blum. maka banyak faktor yang harus diperhatikan. yaitu : faktor lingkungan. Sedangkan lingkungan yang diharapkan adalah Good to remember: Healthy Indonesia 2010 aims at up-bringing the healthy and environmental behaviors of the community that have health impacts. MPH. Zein. Menurut UU No. jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.H. Pembangunan kesehatan sekarang berorientasi pada paradigma sehat tahun 2010. Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor (H. Faktor lingkungan memberikan pengaruh terbesar terhadap status kesehatan dimana ekosistem ikut berperan. In general. many factors have to be considered. 1974). Penyakit menular umumnya berkaitan dengan rendahnya hygiene dan sanitasi masyarakat. T. faktor sarana pelayanan kesehatan. “health is a prosperous state of physical. the infectious diseases are related to the low-level of hygiene and sanitation of the community. The causes of infectious diseases cannot be entirely overcome. the non-infectious diseases are increasingly growing.OUR COUNTRY TANAH AIR INDONESIA SEHAT 2010 Healthy Indonesia 2010 dr. air minum dan jamban keluarga yang belum memenuhi syarat kesehatan. the development of health is focusing on the paradigm of Healthy Indonesia 2010. Keadaan masyarakat saat ini belum semuanya memenuhi persyaratan. To reach this goal. 23 Tahun 1992.“kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. drinking water and latrines which do not match the health standard.L Blum. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. thus the optimal level of health could be obtained. Dalam upaya tetap sehat. mental and social well being that enables a person to live productively in social and economic terms”. people are expected to be proactive to keep and increase the level of health. Penyebab penyakit menular belum semuanya dapat diatasi. The environmental factors have the biggest influence on the health status as the ecosystem plays an important role. mencegah resiko terjadinya penyakit. to prevent the risk and protecting themselves from the threats of illnesses as Penting untuk diingat: Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang sehat dan lingkungan yang berwawasan kesehatan. 23 of the year 1992.dipihak lain penyakit tidak menular juga semakin meningkat. sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. According to the law No. 16 health messenger . faktor perilaku dan genetik. Now. In the effort to remain healthy. behavior and genetic factors. health services factor. 1974): environmental factors. One of the goals of the health development aims at achieving healthy living capacity for all citizens. The community’s conditions of life do not all fulfill healthy conditions. PKK/ Bagian IKK/IKM FK Unsyiah/ Public Health Dept Medical Faculty Unsyiah Pembangunan kesehatan bertujuan antara lain untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap warganegara. Makmur Mohd.

marilah sama-sama kita wujudkan tujuan ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai Indonesia Sehat 2010.OUR COUNTRY TANAH AIR Parameter kesehatan yag harus dicapai pada “Indonesia Sehat 2010” Health parameters to be achieved for “Healthy Indonesia 2010” No Parameter/Parameters Indikator Indicators 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Umur harapan hidup (tahun)/Life expectancy rate at birth (years) Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup/Infant mortality rate per 1000 births Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup (kematian anak dibawah 5 tahun) Child mortality rate per 1000 births (probability of dying under 5 year old) Angka kematian akibat penumonia per 1000 anak/Pneumonia mortality rate per 1000 children Angka kematian balita akibat diare per 1000 anak/Diarrhea mortality rate per 1000 children under 5 years old Angka kematian ibu per 1000 kelahiran hidup/Maternal mortality rate per 100. Untuk itu. it is related with the environment and healthy behaviour which need the community awareness to be better in the future. ini menyangkut lingkungan dan perilaku sehat yang memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk berubah kearah yang lebih baik. let us together implement these purposes in the everyday’s life to achieve Healthy Indonesia 2010. regional plans that have healthy concept as well as the realization of the “help each other” community by keeping the values of the culture. Ditambah lagi. Pencapaian target-target ini dipantau setiap tahun dan dievaluasi pada tahun 2010 nanti. adequate environmental sanitation. In order to reach this.1 Healthy Indonesia 2010 is determined by the achievement of health development in each province and each district. akan tetapi milik semua bangsa Indonesia. Setiap propinsi harus mengadopsi indikator yang digunakan untuk menilai Indonesia Sehat 2010 sesuai dengan keadaan lingkungan daerah masing-masing. This program does not belongs to the department of health only but also belong to the whole population of Indonesia. the deadline of 2010 is already very close. Depkes RI.5 >85 <1 yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi.000 penduduk/Leprosy (malaria) disease rate per 1000 inhabitants Angka kesembuhan tuberkulosis per 1000 penduduk/Tuberculosis recovery rate per 1000 inhabitants Angka HIV/AIDS (%) per kelompok resiko tinggi/HIV/AIDS rate (%) per high risk groups 70 40 58 2 1 150 <1 0. The achievement of these targets will be monitored every year and will be evaluated later in the year 2010.1 Indonesia sehat 2010 ini ditentukan oleh pencapaian pembangunan kesehatan setiap propinsi dan kabupaten. Whereas the expected environment is the conducive environment in order to attain the healthy situation of pollution-free. the availability of clean water. In fact. tersedianya air bersih.000 inhabitants Angka penyakit kusta (malaria) per 100. Every province has to adopt the indicators used in order to match the principles of Healthy Indonesia 2010 according to the state of the regional environment. Indonesia Sehat 2010. sanitasi lingkungan yang memadai. ■ well as actively participating in community health movements. Jakarta. housing and healthy infrastructures.000 penduduk/Dengue disease rate per 100. April 1999. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa. karena tahun 2010 sudah didepan mata.000 life births Angka penyakit dengue per 100. ■ 1. Program ini bukan milik departemen kesehatan semata. the commitment and cooperation from various sectors especially from the community is required. perumahan dan pemukiman yang sehat. In addition. pembawa pesan kesehatan 17 . Untuk mencapai target ini diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak terutama masyarakat luas.

salah seorang petugas Watsan Palang Merah Irlandia yang bertanggung jawab untuk pendidikan kebersihan dalam masyarakat dan sekolah. he currently works with community members. In order to increase people knowledge on hygiene. HM: Apa tanggung jawab utama anda? YP: Tugas saya adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tetapi juga untuk mengurangi angka diare. through the prevention and the education of the communities and schooled children. The three targeted schools are: SMP 4 & 9. Yopie telah bekerja dengan IRC sejak tahun 2006. melalui pencegahan dan pendidikan masyarakat dan anak-anak sekolah. school authorities and students. it needs to be promoted and taught. masyarakat atau sekolah mengirimkan permintaan mereka. HM Team met Yopie Pangkey. Ketika terpilih.HYGIENE EDUCATION . Once selected. The Irish Red Cross started the Hygiene Promotion Program after the tsunami in temporary shelters. I identify the community key members: the persons who are motivated to attend training and complete activities on a voluntary basis (can be a difficulty or a constraint). a matter of education. Tim P2K/ HM team Air dan Sanitasi sangat berhubungan erat dengan kebersihan dan kesehatan. Lampineung dan Lheut) yang mewakili lebih dari 5500 penerima manfaat proyek.IRISH RED CROSS Promosi kebersihan. mengevaluasi kebutuhan mereka melalui survey KAP (Pengetahuan. Lampineung and Lheut) which represent more than 5500 project beneficiaries. Labuy. Tim P2K bertemu dengan Yopie Pangkey. hygiene and sanitation? Then. Hygiene promotion. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebersihan. HM: What is your main responsibility? YP: My task is to provide the community with training to increase the level of knowledge but also to reduce the incidence of diarrhea. Water and Sanitation is deeply linked to hygiene and health. Sebagai pendidik kebersihan. saat ini dia bekerja dengan anggota masyarakat. SMA 7 and SMP 13. kebersihan dan sanitasi? Kemudian saya mencari anggota masyarakat yang penting yaitu orang-orang yang tertarik untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan secara penuh secara sukarela (bisa saja menjadi kesulitan atau keterbatasan). they do not know about health.PALANG MERAH IRLANDIA WATSAN OFFICER . hal tersebut perlu sekali untuk dipromosikan dan diajarkan. they attend my training during more or less one week (depending on their needs). evaluate their needs through a knowledge. or the school send their request.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN WAWANCARA INTERVIEW YOPIE PANGKEY PETUGAS SANITASI AIR-PENDIDIKAN HYGIENE . Sekolah sasarannya adalah: SMP 4 & 9. Yopie has been working with IRC since 2006. Kami mempelajari proposal mereka. I use a lot of communication tools HM: Bagaimana cara kerjanya? YP: Pertama-tama. mereka mengikuti pelatihan saya selama lebih atau kurang satu minggu (tergan- HM: How does it work? YP: First of all. one of the Irish Red Cross WatSan Officer who is responsible for Hygiene Education in communities and schools. There are also four operational villages (Deah Mamplam. Labuy. attitude and practices (KAP) survey which is a baseline to establish their level of knowledge: what do they know. the community 18 health messenger . Palang Merah Irlandia memulai Program Promosi Kebersihannya setelah tsunami di barak-barak sementara. As a hygiene educator. Sikap dan Perilaku) yang menjadi dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka: apa yang mereka yang ketahui dan apa yang mereka tidak ketahui tentang kesehatan. sebuah permasalahan pendidikan. SMA 7 dan SMP 13. pihak yang berwenang dari sekolah dan pelajar. We assess their proposal. Ada juga 4 desa operasional (Deah Mamplam.

garbage pit. pelajar dan masyarakat umum untuk memperbaiki lingkungan sekolah dengan pembangunan pagar. I will use a CHAST method more adapted to children. HM: What is the profile of the groups you work with? YP: I work with all gender. tetapi sesuai dengan pengalaman saya. guru. use of footwear. non smoking area. Saya menggunakan banyak sekali alat komunikasi (poster. I make sure they have a sufficient level of knowledge to spread hygiene messages and conduct health promotion activities in the whole community. Among the community members we are looking for health workers as they already know the basics of health and hygiene. leaflets…) and deliver them important messages and pedagogical tools. Mereka bisa menjadi komunikator yang baik karena mereka barangkali telah mempunyai kebiasaan pelatihan semacam ini.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Langkah-langkah Proyek Watsan di sekolah/The Step s of Watsan project in school : 1 2 3 Survey dasar sekolah: melalui partcipatory needs assessment yang melibatkan pelajar. tetap saya harus mengakui bahwa perempuan lebih mudah menerima. water and food handling.. soakage pit. planting trees and maintaining the sanitary block properly with their own contribution. Itu merupakan alat ukur utama kami.) dan mengajarkan mereka pesan-pesan penting dan metode-metode pengajaran. bertanggung jawab dan ikut serta dalam penyediaan air dan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah dan juga menjaganya / Formation of school health clubs to discuss. Diantara anggota masyarakat kami mencari petugas kesehatan karena mereka telah mengetahui dasar-dasar ilmu kesehatan dan kebersihan. cara membuang sampah yang benar. water storage tank and other sanitary provisions in the household as a package. HM: Apakah program ini berhasil? YP: ya. mencuci tangan. They can be good communicators as they may have the habit of this kind of training. memakai alas kaki. (posters. but I must admit that women are more receptive. satu kali pelatihan PHAST tidak mencukupi. In a school for example. Kesadaran sekolah/ IEC: tentang Suplai Air ke Sekolah. one PHAST training is not enough. safe disposal of waste. tangki penyimpanan air dan perlengkapan kebersihan dalam rumah tangga sebagai suatu paket / Organization of a campaign in the village through the school for adoption of water points. Sanitation and Hygiene and seeking participation. students and the public to improve the school environment with fencing. kebersihan kakus. Di sekolah sebagai contoh. selebaran. Changing the attitude of a community is a long process. saya meyakinkan bahwa mereka memunyai tingkat pendidikan yang mencukupi untuk menyebarkan pesan kebersihan dan melakukan kegiatan promosi kesehatan untuk seluruh masyarakat. pembawa pesan kesehatan 19 . Metoda pelatihan juga tergantung pada masyarakat itu sendiri. Sanitasi dan Kebersihan dan mencari partisipasi / School awareness / IEC: about School Water Supply. take responsibility and participate in making provision of water and sanitation facilities in the schools as well as to maintain these facilities. lubang air area. The training method also depends on the community itself. 4 5 6 7 tung kebutuhan mereka). saya akan menggunakan metoda CHAST yang lebih diadaptasikan untuk anak-anak. Organisasi kampanye di desa melalui sekolah untuk pemakaian air. penanaman pohon dan menjaga fasilitas sanitasi dengan tepat dengan konstribusi mereka sendiri / Motivation of the school committee members. bebas rokok.. but according to my experience. pengawasan air dan makanan / Health and Hygiene Education Activities among school children on use of water and toilets hand washing. teachers. orang tua dan anggota masyarakat / Baseline survey of the school: participatory needs assessment involving students. tempat sampah. Pengaruh dan efesiensi kelompok tersebut akan dipantau. It is our main measuring tool. For the monitoring we do another periodic KAP survey. Pembentukan klub kesehatan sekolah untuk membahas. The impacts and the efficiency of the group will be monitored. Motivasi dari anggota komite sekolah. Setelah pelatihan ini. HM: Apa gambaran kelompok yang bekerja sama dengan anda? YP: Saya bekerja dengan semua gender. Kesehatan dan Kegiatan Pendidikan Kebersihan untuk anak-anak sekolah tentang penggunaan air dan jamban. ini berhasil karena di dalam masyarakat saya bekerja. Merubah kebisaan masyarakat merupakan proses yang panjang. Untuk pemantauan kita melakukan survey KAP berkala lainnya. sanitary latrines. parents and community members. After this training. Pelatihan dan orientasi masyarakat dan kelompok orang tua seperti Komite Manajemen dan Promotor Kebersihan Masyarakat / Training and orientation of community and parent groups such as Management Committees. Community Hygiene Promoters.

chatting with people about health. mereka mengetahui arti dari pencegahan diare dan kadang-kadang mereka akan menceritakan kepada anda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak dukungan. Mereka ingin sekali untuk belajar lebih lanjut dan menjadi penyebar tentang perilaku kebersihan yang baik. latrines.Improved access to safe drinking water and improved sanitation in the next twenty years. 20 health messenger .Mitigation of water borne diseases . Kebanyakan dari mereka telah membangun fasilitas. HM: What are the main changes since 2006? YP: We work closely with INGOs and local NGOs. They are key community members. now they use it the right way. HM: Tujuan dan pengharapan anda? YP: Banyak hal yang masih harus dilakukan tetapi harapan pribadi dan profesional saya adalah: -Peningkatan akses terhadap air minum yang aman dan peningkatan sanitasi dalam dua puluh tahun mendatang -Penurunan angka kejadian penyakit yang disebarkan melalui air -Memperdayakan masyarakat melalui peningkatan kemampuan seperti pelatihan dan bantuan alat-alat -Komunikasi efektif akan dilakukan untuk mencari jalan keluar dan solusinya bila ditemukan adanya masalah.Handing over and exit with effective communication systems in place of problem identification and solutions. They are eager to learn more and to be the vectors of hygiene good practises. Good to remember: Health workers should communicate hygiene promotion messages. HM: Is it successful? YP: Yes. berbicara dengan masyarakat tentang kesehatan. they know the means of preventing diarrhea and sometimes they will tell you they need more support.sistem distribusi air. tidak ada wabah diare. water distribution system. Many of them have built facilities. Moreover.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus menyampaikan pesan-pesan promosi kebersihan. jamban. it is successful as in the community I work with.Terima kasih untuk pelatihan dan kesabarannya. ■ Terimakasih kepada Moris Monson (Delegasi Watsan/Kontruksi) atas bantuannya dalam wawancara/ Thanks to Moris Monson (Watsan / Construction delegate) for his help in handling the interview. Lebih lanjut. shallow wells. Thanks to the training and patience. ■ HM: Apa perubahan utama sejak tahun 2006? YP: Kita bekerja erat sekali dengan LSM internasional dan LSM lokal. HM: Your goals and expectations? YP: Many things remain to be done but my personal and professional expectations are: .Community empowerment through capacity building such as trainings and support with tools .sumur dangkal. . sekarang mereka menggunakan fasilitas ini dengan cara yang benar. no diarrhea outbreaks have been noticed. Mereka adalah anggota masyarakat yang penting.

Sanitation.091 kasus diare di Puskesmas di seluruh propinsi Aceh. pembawa pesan kesehatan 21 . termasuk 980 juta anak-anak dibawah usia 18 tahun masih membutuhkan akses ke sanitasi yang baik. Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air yang layak. yang kurang terjamin kelayakannya sebagai air minum. 18% diantaranya disebabkan oleh diare. dan merupakan penyakit umum kedua yang menyerang masyarakat Aceh setelah influenza (178. including 980 million of children aged under 18 still needed access to good sanitation.286 new cases).6 milyar orang. In Indonesia. even though more than 1. In 2006. sampai dengan tahun 2004. 18% are due to diarrhea. UNICEF Banda Aceh Building Water. Dalam kurun waktu 1990 .40. out of 161. data from Bureau of Satistics (BPS) showed that only 60 % of households in Indonesia had facilities for waste management. Clean water. Di Indonesia. pada tahun 2006 saja ditemukan sekitar 62.6 billion people.000 kematian anak balita pada tahun 2005. which is to halve the population who cannot access to good sanitation by 2015. hanya 55% orang Indonesia yang terjangkau oleh fasilitas sanitasi yang baik.091 diarrhea cases were found in all Puskesmas all over Aceh Province. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak-anak. and this data is far from reaching the target of MDGs (Millenium Development Goals) in 2015. meskipun lebih dari 1.2 milyar telah memiliki akses ke sanitasi yang baik. in 2006 alone 62.67% dari rumah tangga tidak memiliki sarana tangki septik dan 77.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN Membangun Air.2 billion people already have access to good sanitation.38% dari kepala keluarga di Indonesia yang memiliki sarana pengelolaan sampah skala rumah tangga. According to the data from Provincial Health Office (PHO) of Aceh.2% keluarga mendapatkan sumber air selain PDAM. and 77% get water from another source than PDAM.2004. Between 1990 and 2004. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya 60. it was estimated that 2. Spesialis WASH/WASH Specialist. Menurut data Dinkes Aceh. diperkirakan sekitar 2. In Indonesia. WHO menyebutkan bahwa 17% kematian anak balita di seluruh dunia pada umumnya disebabkan oleh diare. and it is the second most common disease affecting people of Aceh after influenza (178. dan angka ini tidak memadai untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs/Tujuan Pembangunan Millennium) pada tahun 2015.286 kasus baru).000 children under five died in 2005. dari 161. whose quality as drinking water could not be guaranteed. 41% do not have septic tank. Sanitasi & Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aceh HAND WASHING WITH SOAP Kris Cahyanto. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle are important keys for life sustainability and children’s growth. yaitu mengurangi setengah dari populasi penduduk yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik pada tahun 2015. Di Indonesia. until 2004 there were only 55% of the population who were able to access good sanitation. WHO mentioned that 17% of children under five’s mortality all over the world is commonly caused by diarrhea.

as well as hygiene and healthy lifestyle could reduce our vulnerability towards various diseases and prepare our children to have a better future. dan hanya 19. after touching animals and after outdoor activities ◗ Hand washing with soap is the most cost-effective healthy intervention ◗ Promoting hand washing with soap needs a social marketing approach focus on the target/actor and the motivation of each individual to do hand washing with soap Cuci Tangan Pakai Sabun Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci utama untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak balita. Hand Washing with Soap Penyebab kematian Balita/Causes of mortality of Children under five (Sumber/Source WHO). Other research mentioned that 68. not littering stop defecating in inappropriate places and have good waste management. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti mampu mengurangi resiko penyakit diare pada anak-anak sebesar 44%. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah selalu mencuci tangan dengan sabun.5% of the population have toilet facilities at home. The importance of hand washing with soap: ◗ Hand washing with water only is not enough ◗ Hand washing with soap could prevent diseases that can cause millions of children deaths every year ◗ Critical time for hand washing with soap is: before eating. menghentikan praktek BAB sembarangan. sebelum menyuapi balita. Salah satu kunci utama untuk mencapai target pembangunan MDG adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah/limbah dengan baik. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle will prevent the transmission of infectious diseases. especially those that particularly affect children such as diarrhea ◗ Improvement of water facilities and good sanitation will bring positive impact on economic growth and poverty reduction: a reduction of the risk of diseases leads to a reduction of the medication expenses and improves productivity and helps the economic growth 22 health messenger .24% dari penduduk mendapatkan air minum dari Sumur Gali.41% yang mendapatkan air dari pelayanan perpipaan kota. Di Provinsi Aceh. It starts with always washing hands with soap. setelah memegang binatang peliharaan dan setelah melakukan aktivitas lapangan Prepare the Future Water. after defecating. setelah Buang Air Besar (BAB). antara lain mencuci tangan pakai sabun. and only 19% get water from the urban running water service. ◗ Safe water. Research conducted by UNICEF showed that hygiene and healthy lifestyle are important keys for children’s growth and health. One of the main key to achieve the MDGs is to improve hygiene and healthy lifestyle. approximately 67% of the population get water from digging well. dan hanya 38. Berikut adalah pentingnya kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun: ◗ Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup ◗ Mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak-anak setiap tahunnya ◗ Waktu-waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun adalah sebelum makan. Laporan lain menunjukkan bahwa 68.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT In Aceh Province. by hand washing with soap. Hand washing with soap is proven to reduce by 44% the risk of diarrhea in children. before feeding babies/toddlers. but only 38% of population have good home sewerage system. sanitation.36% penduduk yang memiliki tempat pengolahan air limbah dalam skala rumah tangga. kurang lebih 67.54% penduduk telah mempunyai fasilitas jamban di rumahnya.

Email: bkriscahyanto@unicef. Masdjid Sadaqah No. Sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas air bersih dan sanitasi yang baik akan mendorong anak-anak untuk lebih rajin ke sekolah ◗ Ketersedian air dan fasilitas sanitasi yang layak membantu menjaga kualitas lingkungan dan menjamin ketersediaan sumber daya alam dalam waktu yang panjang ◗ Safe water and sanitation. serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita di kemudian hari. 2. Sanitasi & Hygiene Semua orang dapat menjadi pahlawan air. Schools equipped with clean water and good sanitation will be a motivation for children to go to school ◗ Water supply and good sanitation will support the quality of the environment and keep the natural resources in long term period Heroes on Good Hygiene. sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi kerentanan kita terhadap berbagai penyakit dan mempersiapkan anak-anak kita untuk masa depan yang lebih baik Penurunan angka kesakitan akibat diare dengan melakukan tindakan hygiene dan sanitasi yang baik/Reduction of diarrhea morbidity by conducting good hygiene and sanitation. UNICEF Banda Aceh Jl. ◗ Air yang aman. water and sanitation in the place where they live by promoting the hygiene and healthy lifestyle. ■ pembawa pesan kesehatan 23 . didukung dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan mendorong perkembangan sosial. we can support the government and community to ensure they provide good services and build sanitation facilities for community.org Pahlawan di bidang Air. Water and Sanitation Everybody can be a hero on hygiene. karena mengurangi resiko terkena penyakit sehingga mengurangi biaya pengobatan. terutama yang mudah menyerang anak-anak seperti diare ◗ Perbaikan terhadap kondisi fasilitas air dan sanitasi yang baik akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan. WASH Specialist. Sanitation & Hygiene (WASH). Lamlagang. Sanitation & Hygiene (WASH). Banda Aceh 23243 Telp/Phone: (0651) 40004 pesawat/ext 322. meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi ◗ Air & sanitasi yang baik. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat akan mencegah penularan penyakit infeksi. dapat menghubungi For further information on Water. hygiene and healthy lifestyle will support the social development. Bersama-sama kita bisa membantu pihak Pemerintah dan masyarakat untuk memastikan mereka memberikan pelayanan yang baik dan membangun fasilitas sanitasi bagi masyarakat. sanitasi & hygiene di lingkungan tempat tinggal mereka dengan mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. and also to prepare better future for our children. ■ Untuk informasi lebih lanjut mengenai Water. please contact Kris Cahyanto. Together.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT ◗ Cuci Tangan Pakai Sabun adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective” ◗ Untuk meningkatkan Cuci Tangan Pakai Sabun memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang terfokus pada si pencuci tangan dan motivasi masingmasing yang mendorongnya untuk Cuci Tangan Pakai Sabun Menyiapkan Masa Depan Air.

Moreover. While village maternal health clinics with delivery rooms are constructed in the largely conflict affected communities and village midwives are trained in improved delivery methods and integrated management of childhood illnesses. works to improve watsan facilities and enhance community’s knowledge towards watsan in order to respond maternal and children’s health need. Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss Cabang Sigli/Swiss Red Cross Sigli Health Project Palang Merah Swiss (SRC).Wanita hamil perlu banyak minum air yang layak untuk menjamin cairan ibu dan janin dapat berganti secara terus menerus. the Ministry of Health (MOH) and the private sector.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT Air dan Sanitasi: Suatu joint venture Water and Sanitation: a joint venture Manuela Peters. PMI. as do breast-feeding women to ensure milk production. private sector and community in Desa Siaga. in collaboration with MoH. The SRC health project. masyarakat juga digerakkan untuk membentuk panitia Desa Siaga yang digalakkan oleh Departemen Kesehatan untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Sementara klinik kesehatan ibu di desa dengan fasilitas ruang melahirkan dibangun di masyarakat yang sebagian besar terkena dampak konflik dan bidan desa dilatih mengenai metode asuhan persalinan normal dan manajemen terpadu balita sakit. Departemen Kesehatan serta sektor swasta. Ensuring enhanced WatSan access (consumption of drinkable water) is essential for community health and in particular for maternal and child health. infants and children 24 health messenger . Program Kesehatan SRC.yang didanai oleh Swiss Solidarity. sama halnya dengan ibu-ibu yang menyusui juga The Swiss Red Cross (SRC). Jaminan akses terhadap Air dan Sanitasi (konsumsi air yang layak diminum) merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan terutama bagi kesehatan ibu dan anak. communities are mobilized to establish Desa Siaga (Alert Villages) committees promoted by the MOH to respond to maternal and child health needs. PMI. Kegiatan peningkatan Air dan Sanitasi ini merupakan bagian dari kegiatan program kesehatan ibu dan anak. The WatSan activities are integrated to the Maternal and Child Health’project activities. bekerja sama dengan Depkes. funded by Swiss Solidarity. sektor swasta dan masyarakat di Desa Siaga untuk meningkatkan fasilitas air dan sanitasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap air dan sanitasi untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. berusaha meningkatkan fasilitas Air dan Sanitasi di 15 desa di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan cara bekerja sama secara erat dengan kelompok masyarakat dan juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). is enhancing WatSan in 15 communities in Pidie and Pidie Jaya Districts by working closely with the communities and in coordination with the Indonesian Red Cross (PMI). Pregnant women need to drink plenty of drinkable water to ensure that fetal-maternal fluids are continuously exchanged.

Kebersihan pribadi dan penggunaan jamban yang benar adalah hal yang sangat penting untuk memutuskan rantai penularan faecal-oral yang dapat menyebabkan diare dan penyakit-penyakit lainnya terutama yang menyerang bayi dan anak-anak. hygiene is promoted at schools by PMI volunteers and household hygiene promotions are conducted by trained Desa Siaga members. Pesan-pesan kunci yang berisi informasi: pembawa pesan kesehatan 25 . maka program-program kesehatan disiarkan melalui radio. To enhance the communities’ response to WatSan needs. that have diarrhea must be encouraged to replace lost fluids ideally by drinking ORS. Untuk mendorong respon masyarakat terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi. etc. The key messages are laminated on colorful. Demikian pula. bayi dan anak-anak yang menderita diare harus dianjurkan untuk minum oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Trainings of the Desa Siaga members consist of: ◗ How to prepare drinkable water and ORS ◗ How to avoid waterborne diseases through personal and household hygiene practices ◗ How to construct household latrines Personal hygiene and the correct use of latrines are essential to break the faecal-oral route of infections causing diarrhea and other diseases that affect infants and children particularly. Penting untuk diingat: Komite Desa Siaga bertujuan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan kesehatan ibu dan anak. masalah kebersihan dipromosikan di sekolahsekolah oleh para relawan PMI dan promosi kebersihan kepada penduduk dilaksanakan oleh anggota Desa Siaga. health programs are broadcasted on radio. Pelatihan anggota Desa Siaga terdiri dari: ◗ Bagaimana mempersiapkan air yang layak minum dan oralit ◗ Bagaimana mencegah penularan penyakit-penyakit yang disebarkan melalui air dengan cara berperilaku hidup bersih baik individual maupun keluarga ◗ Bagaimana membangun jamban keluarga Good to remember: Alert village committee aims at responding maternal and children’s health needs. easyto-read sheets and distributed to each household containing the information of how to build latrines.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT perlu banyak minum untuk menjamin produksi air susu ibu. how to maintain wells.

Together with the PMI and the MOH. Komite Desa Siaga membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang rentan untuk mendapatkan rehabilitasi sumur dan lokasi-lokasi untuk pembangunan jamban umum. ■ What is the goal of the training? The trainings allow the Desa Siaga participants to explore WatSan issues and give the facilitators insight on common WatSan practices found in the communities. the MOH and the public sector. air seni dan pembuangan kotoran. Understanding that the body is made of 60 to 70 % of fluids helps the Desa Siaga members to appreciate the need to replenish the body of fluids lost through perspiration. actively integrating the household members.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT bagaimana cara membangun jamban. Pemahaman bahwa tubuh terdiri dari 60 70% cairan membantu anggota Desa Siaga untuk menghargai kebutuhan tubuh akan cairan yang telah hilang lewat keringat. Bersama dengan PMI dan Depkes. Pekerjaan para tukang bangunan dimonitor oleh proyek ini setiap hari dan demikian pula Depkes secara aktif mengajak anggota masyarakat. particularly in case of diarrhea. Depkes dan sektor publik. the SRC Health Project is constructing public latrines and rehabilitating wells to MOH standards for the most vulnerable households in the communities. bagaimana merawat sumur dan informasi lainnya dilaminating pada kertas berwarna yang mudah dibaca dan disebarluaskan pada setiap keluarga. Desa Siaga committees assist in identifying of the vulnerable households for well rehabilitation and the sites for public latrines constructions. proyek ini mengadakan pertemuanpertemuan dengan masyarakat untuk merencanakan dan mempersiapkan kegiatan Air dan Sanitasi. Hal ini terbukti berhasil dalam mengurangi masalah dengan para pekerja bangunan dan masyarakat dan menumbuhkan rasa kepemilikan anggota masyarakat. ■ 26 health messenger . The works of the constructors are monitored on a daily basis by the project and the MOH vis-à-vis. Apa tujuan dari pelatihan ini? Dengan adanya pelatihan tersebut para peserta Desa Siaga dapat lebih mendalami masalah-masalah Air dan Sanitasi dan sekaligus memberikan pandangan bagi para fasilitator mengenai kebiasaankebiasaan terhadap Air dan Sanitasi yang ditemukan didalam masyarakat.terutama pada kasus diare. and a formal village agreement including all the partakers is made. It has proven to be successful in mitigating problems with the contractors and the communities and towards enhancing the household members’ sense of ownership. Public latrines should ensure gender equality of use. urination and defecation. the project holds meetings with the communities to plan and prepare the WatSan activities. Jamban umum yang dibangun harus menjamin kesetaraan gender dalam penggunaannya dan untuk itu telah dibuat suatu kesepakatan desa secara formal termasuk pihak-pihak yang ikut ambil bagian. Correspondingly. The SRC Health Project’s response to the WatSan needs of communities is therefore a joint venture that embraces the communities and works in close cooperation with the PMI. Respon Proyek Kesehatan SRC terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi merupakan joint venture yang merangkul masyarakat dan bekerjasama secara erat dengan PMI. Sehubungan dengan hal tersebut Proyek Kesehatan SRC saat ini membangun jamban-jamban umum dan merehabilitasi sumur-sumur sesuai dengan standar Depkes bagi keluargakeluarga yang paling rentan dalam masyarakat.

For acute cases. General symptoms pembawa pesan kesehatan 27 . along with squama. Gejala dan tanda-tanda klinis Gejala dari dermatitis kontak alergika tidak berbeda dengan dermatitis lainnya yaitu didominasi oleh rasa gatal yang selanjutnya diikuti dengan timbul bercak merah (macula eritematus dengan batas tidak jelas) ataupun bintik-bintik merah (papulae eritematus). Dermatitis kontak merupakan kasus kedua tersering diantara kasus-kasus dermatitis dan sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak.kotoran unggas dan lain-lain bisa terdapat di sumber air. Demikian juga bahan-bahan yang dapat menyebabkan timbulnya dermatitis kontak iritan seperti bahan-bahan kimia terutama yang di pakai di lingkungan rumah tangga dan industri dapat mencemari sumber air. Pada kasus yang akut. Dina Lidadari. dapat dijumpai vesikel dan pustule bila disertai Symptoms and clinical signs Symptoms of allergic contact dermatitis are not different from other dermatitis: itchiness followed by red spots (macular erythema with unclear boundary) or red stains (papular erythema). Definisi Ada 2 tipe dermatitis kontak: ◗ Dermatitis kontak iritan: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan iritan ◗ Dermatitis kontak alergika: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan alergen DERMATITIS Contact dermatitis is a non-infectious inflammation of the skin caused by a skin exposure to an external substance (not by inhalation or oral). Definition There are 2 types of contact dermatitis: ◗ Irritant contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the irritant substance ◗ Allergic contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the allergen substance Various allergen substances such as pollen. can be found in the water resources. bird feces etc. dr. Among various dermatitis. we may find vesicles and pustules along with secondary infection. the substances causing irritant contact dermatitis such as chemical substances used by industry and household may contaminate water sources. Similarly. Sp. contact dermatitis is the second most common skin disease and is mostly experienced by people using unclean water.KK .GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Dermatitis Kontak CONTACT Dermatitis kontak adalah suatu peradangan noninfeksius pada kulit dimana faktor pencetusnya merupakan bahan yang berasal dari luar (masuk melalui kulit) bukan melalui inhalasi ataupun oral.Bagian Kulit & Kelamin RSUZA/Unsyah/Dermatology Department of RSUZA/Unsyiah Berbagai macam bahan allergen. Irritant contact dermatitis is generally chronic.serbuk bunga. disertai skuama.

Gejala umumnya kulit yang mengering yang menimbulkan rasa perih. the hypersensitivity reaction can occur where various cytokines can be released. a hypersensitive reaction of the skin can occur. are dried off skin which causing pain. terjadi erosi bahkan bisa terjadi vesikel dan pustule. We may find macular erythema with squama. yaitu reaksi tipe lambat. which is called slow reaction type. If the skin is exposed to similar allergens (antigen) again. Pada dermatitis kontak iritan. umumnya bersifat kronis. Disini pada awalnya tidak terjadi reaksi imunologis. It also may damage the skin barrier. Langerhans cells can migrate from the epidermis to the regional draining lymph nodes which form the T cell sensitization. Bahan alergen (antigen) yang masuk akan ditangkap oleh sel-sel Langerhan yang berada di epidermis. Kontak langsung bahan iritan ini juga dapat merusak barier kulit. Allergic contact dermatitis is characterized as hypersensitivity type IV. Kalau sampai pada tahap ini akan susah membedakan antara dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. Etiopathogenesis Etiopatogenesis Dermatitis kontak iritan terjadi akibat kulit terpapar dengan bahan iritan kuat yang menyebabkan sel-sel epidermis akan langsung mengalami nekrosis yang dapat kita lihat reaksinya dalam beberapa jam.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Diagram hipersensivitas tipe IV/ Hypersensitive type IV chart infeksi sekunder. First contact with the allergen substance (antigen) will not affect the skin. If there is a continuous contact with the causal factor. Sel-sel langerhans ini dapat meneruskannya ke kelenjar limfe yang selanjutnya mengalami proses sehingga terbentuklah sel-sel T yang sensitif yang kemudian di kembaIrritant contact dermatitis is the clinical result of direct contact between the skin and a strong irritant substance. Kontak awal dengan bahan alergen tidak menimbulkan reaksi apapun. erosion of the skin will occur even with vesicles and pustules. namun karena prosesnya berulang terus menerus. 28 health messenger . Until this stage it is difficult to differentiate the irritant contact dermatitis from the allergic contact dermatitis. The antigen will be bind with Langerhans cells which are situated at epidermis level. reaksi hypersensitifitaspun akan terjadi. Sedangkan dermatitis kontak alergika digolongkan sebagai reaksi kulit yang terjadi akibat dari reaksi hypersensitifitas tipe IV. At the beginning there would not be immunological reaction. atau bila lebih berat akan terlihat fisurefisure. Selanjutnya bila tetap terpapar dengan penyebab. It may cause a necrosis of the epidermis cells which develops within few hours.Tampak makula eritematus dengan skuama-skuama. or for more acute cases we may find fissures. however as it is repetitive.

health workers can consider giving oral corticosteroid. Diagnosis banding Dermatitis kontak sukar di bedakan dengan psoriasis dan dermatofitosis. Oral antibiotika (sebaiknya bukan dari golongan penicillin) dapat di berikan hanya bila ada infeksi sekunder.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM likan ke kulit. Clinical signs between allergic contact dermatitis and irritant one are very similar. Apabila alergen yang sama terpapar kembali dan dapat dikenali. Namun untuk membuat diagnosis suatu dermatitis kontak tidaklah mudah. ■ pembawa pesan kesehatan 29 . However it is not easy to make a diagnosis of a contact dermatitis. selanjutnya dapat di berikan topical steroid. kadangkadang mirip dengan erisipelas atau angioedema. Treatments The main action is to avoid the causal factor. Patch test is conducted to help to find out the allergens which are supposed to be the cause of the allergic contact dermatitis. Diagnosis Diagnosis suatu dermatitis sudah dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala dan gambaran klinis. Acute contact dermatitis on the face can look like erysipelas or angioedema.Antihistamin dapat diberikan pada dermatitis kontak alergika. If the wound is dried up. and for the extensive lesions. dapat diberikan topical kortikosteroid. topical corticosteroid can be given. maka dimulailah reaksi hipersensitifitas dimana berbagai macam cytokin akan dikeluarkan. A precise anamnesis will be very helpful. Apabila lesi kering. Gambaran klinis antara dermatitis kontak alergika dan dermatitis kontak iritan sangatlah mirip. Dermatitis kontak akut di wajah. Good to remember: Contact dermatitis affects people who use unclean water or water contaminated with chemical substances. Topical therapy on wet lesion with secondary infection and pustule should be given by applying moist compresses soaked with sodium chloride 0. dan pada lesi yang luas dapat dipertimbangkan pemberian kortikosteroid oral. ■ Differential Diagnosis It is very difficult to differentiate contact dermatitis from psoriasis and dermatophytosis.9% for 1-2 days or until the lesion dries up. Terapi topical pada lesi yang basah dan disertai infeksi sekunder berupa pustule sebaiknya di kompres secara terbuka dengan sodium chloride 0.9% selama 1-2 hari atau sampai lesi mengering. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang paling utama adalah menghindari penyebabnya. Diagnosis Dermatitis can be diagnosed according to symptoms and clinical signs. Penting untuk diingat: Dermatitis kontak sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak atau sudah tercemar dengan bahan-bahan kimia tertentu. Anamnesis yang cermat dapat sangat membantu. Tes tempel dilakukan untuk membantu mengetahui alergen-alergen yang diduga menjadi penyebab dari dermatitis kontak alergika. Antihistamine can be given to allergic contact dermatitis. Then topical steroid can be given. Oral antibiotics (not penicillin type) can be given only if there is a secondary infection.

Banyak penyakit. Spesialis Penyakit Dalam / Internist . Dalam suatu wabah. parasitic and viral. sumber kontaminasi biasanya adalah kotoran dari orang yang terinfeksi. Contamination of food by contaminated water. especially in the developing countries such as Indonesia (Aceh Province in particular) where the water and sanitation systems have faced many changes in the last few years. Penyakit dapat menyebar dengan cepat di wilayah yang tidak memiliki sistem pembuangan kotoran dan air minum yang memadai. Nevertheless. The tsunami destroyed the whole existing WatSan system. Many illnesses. sanitation.RSUZA Banyak penyakit berkaitan dengan air terutama di negara berkembang seperti Indonesia (khususnya di Provinsi Aceh) dimana sistem air dan sanitasi mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Kontaminasi makanan dapat juga terjadi karena air. In an epidemic. penyakit yang berkaitan dengan air masih menjadi permasalahan saat ini. waterrelated diseases are still a current issue.Tsunami telah menghancurkan keseluruhan sistem Air dan Sanitasi. M. diarrheal illness caused by infection of the intestine with the bacterium Vibrio cholerae. and injuries can be water. hygiene dan sanitasi. Waterborne diseases are caused by organisms that are directly spread through water and classified in categories: bacterial. SpPD-KPTI. or hygiene-related. Many diseases are related to water. 30 health messenger . hands and flies can also occur. JENIS-JENIS PENYAKIT DARI BAKTERI BACTERIAL TYPE OF DISEASES KOLERA Kolera merupakan suatu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri Vibrio cholerae. but hundreds of local and international NGOs and institutions led projects to re-build something even better. contaminants.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Penyakit yang berkaitan dengan air WATER RELATED DISEASES dr Kurnia F. parasit dan virus. kontaminan dan kerusakan yang berkaitan dengan air. CHOLERA Cholera is an acute. Namun demikian. tangan dan lalat yang terkontaminasi.Kes. The disease can spread rapidly in areas with inadequate treatment of sewage and drinking water. Penyakit yang berkaitan dengan air disebabkan oleh organisme yang secara langsung disebarkan melalui air dan diklasifikasikan ke dalam kategori: bakteri. Jamil. akan tetapi ratusan LSM dan institusi baik lokal dan internasional telah melaksanakan proyek-proyek untuk membangun kembali dengan sistem yang bahkan lebih baik lagi. Penyebab dan cara penularan Minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera (biasanya ditemukan pada kerang-kerangan mentah). the source of the contamination is usually the feces of an infected person. Causes and contamination routes Drinking water or eating food contaminated with the cholera bacterium (usually found in raw shellfish).

hindari ikan atau kerang-kerangan yang kurang matang atau mentah. or fruits that you have peeled yourself. Antibiotik memperpendek proses penyakit dan mengurangi keparahan penyakit. With prompt rehydration. safe water supply and general hygiene will help to prevent cholera.Tanpa penanganan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Titik konsumsi/Point of consumption Titik konsumsi/Point of consumption Ikan. persediaan air yang aman dan higiene secara umum akan membantu mencegah kolera. KASUS KOLERA HARUS DILAPORKAN KEPADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN atau/dan PROPINSI Cholera can be simply and successfully treated by immediate replacement of the fluids and salts lost through diarrhea using oral rehydration solution (a prepackaged mixture of sugar and salts to be mixed with water). avoid undercooked or raw fish or shellfish. kurang dari 1% pasien kolera meninggal. CHOLERA CASES MUST BE REPORTED TO THE DHO or/and PHO pembawa pesan kesehatan 31 . cuci sayuran mentah dengan air bersih. shellfish Ekskresi kuman Pathogen excretion Air Minum/Drinking water Irigasi tanaman/Irrigated crops plants Air laut/Costal water Air permukaan dan air sumur/Surface and ground water Saluran pembuangan/Sewage discharge Gejala Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami penyakit yang parah yang ditandai dengan adanya diare yang sangat banyak. Basic prevention measures Good sanitation. muntah dan kram kaki. wash the raw vegetables with clean water. Symptoms Approximately one out of 20 infected persons suffers severe disease characterized by profuse watery diarrhea. In these persons. and leg cramps. eat only foods that have been thoroughly cooked and are still hot. kerang-kerang/Seefood. Treatments Pengobatan Kolera dapat ditangani dengan mudah dan berhasil dengan segera mengganti cairan dan garam yang hilang karena diare dengan menggunakan Oralit (suatu campuran gula dan garam dicampur dengan air). rapid loss of body fluids leads to dehydration and shock. hilangnya cairan tubuh dengan sangat cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. Antibiotics shorten the course and diminish the severity of the illness. Langkah-langkah pencegahan dasar Sanitasi yang baik. Dengan rehidrasi yang cepat. Severe cases also require intravenous fluid replacement. Minum air yang direbus dan dipurifikasi (diberi klorin dan yodium) Makanlah makanan yang telah dimasak dengan benar dan masih panas atau makan buah yang sudah dikupas. death can occur within hours. Without treatment. Drink boiled water or purified water (treated with chlorine or iodine). vomiting. Pada orang yang terinfeksi. Kasus yang parah juga memerlukan penggantian cairan ke dalam pembuluh darah. less than 1% of cholera patients die.

Pasien bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri dan dapat meninggal.Dapat dilihat terjadinya perforasi dan pendarahan di usus kecil. This may occur if they handle food or if they do not use a proper toilet. 3. Gejala Begitu bakteri S. Immunization using typhoid vaccine may be recommended for health staff Avoiding risky foods will also help protect you from other illnesses. sakit perut. kolera. Bisa juga terjadi jika suplai air tidak aman atau terkontaminasi dengan kotoran atau minum air yang belum diolah. Both ill persons and carriers shed S. Orang yang terserang tipus membawa bakteri di dalam aliran darah dan saluran usus mereka. proper disposal of faeces and urine is essential 3.5 juta orang setiap tahunnya. cholera. WEEK 1: general symptoms of infection (malaise. and hepatitis A. Flies can also carry the bacteria from faeces to food. It may also occur if the water supply is not safe or contaminated with excreta or remains untreated. Typhi bacteria are in the organism. Imunisasi menggunakan vaksin tipus dapat direkomendasikan oleh para petugas kesehatan Menghindari makanan beresiko juga akan membantu melindungi Anda dari penyakit lain termasuk diare. Typhoid fever is still common in developing countries. Perforation of intestines may be seen and hemorrhage may occur in small intestine. Pasien dan carrier tidak boleh mengolah makanan untuk orang lain 2. Persons with typhoid fever carry the bacteria in their bloodstream and intestinal tract. Basic prevention measures Three basic actions can protect you from typhoid fever: Patients and carriers should not be allowed to handle food for others 2. Patient can faint remains unconscious and die. maka dalam beberapa tahun efektifitasnya akan berkurang. Symptoms Once S.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM DEMAM TIPUS Demam tipus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Safe community water supply. called carriers. Demam tipus masih merupakan penyakit yang umum ditemukan di negara-negara berkembang dimana penyakit ini menyerang sekitar 21. constipation and fever) WEEK 2: condition gets worse (diarrhea. Typhi lives only in humans. rash of red spots) WEEK 3: symptoms and signs become more severe. Hal ini dapat terjadi jika mereka mengolah makanan atau jika mereka tidak menggunakan jamban yang benar. In addition. a small number of persons. Getting vaccinated: Typhoid vaccines lose effectiveness after several years. sakit kepala. including diarrhea. Baik orang yang terserang maupun carrier tetap mengandung bakteri tersebut di dalam kotoran mereka. they only help to treat it. dysentery. MINGGU 1: gejala umum (rasa tidak enak badan. abdominal pain.Lalat juga dapat membawa bakteri dari kotoran ke makanan.5 million persons each year. check with your doctor to see if it is time for a booster vaccination. pembuangan kotoran dan urin dengan benar merupakan hal yang sangat penting. The faeces or urine of an infected person may contaminate food or drinking water. Kotoran atau urin orang yang terserang dapat mengkontaminasi makanan atau air minum. Typhi in their feces (stool). The body reacts with fever and other signs and symptoms.Tubuh bereaksi dengan munculnya demam dan tanda serta gejala lainnya. disentri dan hepatitis A. Setelah mendapat vaksinasi tipus. dan demam) MINGGU 2: keadaan semakin memburuk (diare. headache. Taking antibiotics will not prevent typhoid fever.Typhi hanya hidup di tubuh manusia. sejumlah kecil orang yang disebut carrier sembuh dari tipus namun tetap membawa bakteri tersebut. S. Langkah-langkah pencegahan dasar Tiga tindakan dasar dapat melindungi anda dari demam tipus: 1. Suplai air masyarakat yang aman. Causes and contamination routes Penyebab dan cara penularan Bakteri S. Selanjutnya. they multiply and spread into the bloodstream.Typhi masuk kedalam tubuh manusia. where it affects about 21. 1. 32 health messenger . recover from typhoid fever but continue to carry the bacteria. bakteri tersebut langsung berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. muncul sejumlah titik-titik merah) MINGGU 3: gejala dan tanda menjadi lebih parah. TYPHOID FEVER Typhoid fever is a life-threatening illness caused by the bacterium Salmonella Typhi. konstipasi. if you were vaccinated in the past.

Minum antibiotik tidak dapat mencegah demam tipus. periksalah ke dokter anda apakah sudah saatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster. Typhi bacteria remain in your body can be necessary. Berikan saran-saran berikut kepada pasien: Cuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan jangan mengolah atau menyajikan makanan untuk orang lain untuk mengurangi peluang terjadinya penularan ke orang lain. Penting untuk melakukan pemeriksaan kotoran secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bakteri S. pasien masih mungkin membawa bakteri S. parasit dan bakteri. pembawa pesan kesehatan 33 . patient may still be carrying S. the illness could reappear or be transmitted to other people. Typhi dalam tubuh anda. Bahaya demam tipus tidak berakhir walaupun gejalanya sudah hilang Walaupun gejala telah hilang. Typhoid fever's danger doesn't end when symptoms disappear Even if the symptoms fade away. Good to remember: Waterborne diseases can be classified in 3 categories: viral. Penting untuk diingat: Penyakit yang berasal dari air dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori: virus. So. Advice patients to do the following things: Wash your hands carefully with soap and water after using the bathroom. do not prepare or serve food for other people in order to reduce the possibility of transmission to other people. itu hanya dapat membantu mengobatinya.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM : jika anda dulunya sudah pernah divaksin. penyakit dapat muncul lagi atau ditularkan ke orang lain. parasitic and bacterial. A series of stool cultures to ensure that no S. Typhi. Jadi. Typhi.

Larva dibawa melalui paruTinja immature worms Feces paru dan kemudian ke tenghatch from the gorokan dimana mereka eggs. The larvae are ditelan. Begitu berada di usus damp soil. Anak-anak lebih sering terinfeksi dan lebih parah dibanding orang dewasa. carried through the mereka akan tiba di usus lungs and then to dan tumbuh menjadi cacing the throat where dewasa.Anak-anak yang bermain di tanah atau passed in faeces. Transmission happens when an infective egg is swallowed from dirt. Ini merupakan penyakit cacing yang biasa dialami manusia. cuci. Cacing betina they are swallowed. dapat diiringi dengan diare ringan. penyakit ini dapat menyebabkan obstruksi usus than adults. Infection with ascaris is called ascariasis which is the most common human worm infection. Basic prevention measures Avoid contacting soil that may be contaminated with human faeces. kupas atau masak semua sayuran dan buah mentah sebelum dimakan atau cuci syauran mentah dengan air bersih sebelum dimakan. This cycle can take between 2-3 air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi. Many children playing in contaminated soil or water are infectTanda dan gejala ed this way. water or food. Children are more prone to this infection. Langkah-langkah pencegahan dasar Hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran manusia. mild diarrhea. perut tidak nyaman dan distensi dapat muncul. Begitu tertelan. Cara penularan = Fase Infektif/Infective Stage Transmission Cacing betina dewasa meng The adult female = Fase Diagnosis/Diagnostic Stage worm lays thouhasilkan ribuan telur di sands of eggs in the dalam usus yang dikeluarintestine which kan melalui kotoran. wash. abdominal atau pneumonia dan asma jika larva-larva tersebut masuk ke discomfort and distension may appear. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mengolah makanan. Telur pass in the faeces. Penularan terjadi develop into adult ketika tertelan telur cacing yang terkontaminasi dari koto. the small intestines. peel or cook all raw vegetables and fruits before eating or clean raw vegetables with clean water before eating. cacing akan menetas.Tidak ada tanda dan gejala yang jelas tetapi bila Signs and symptoms cacingnya banyak. they reach the dibuahi unfertilized egg will not undergo Fertilized egg biological development siklus ini makan waktu 2-3 intestines and bulan. Infection occurs worldwide and is found in tropical and subtropical areas where sanitation and hygiene are poor.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jenis penyakit yang berasal dari parasit/Parasitic Type of Diseases ASCARIASIS Ascaris adalah cacing yang hidup di usus kecil. Dalam sejumlah Children are infected more often and more severely kecil kasus. air atau makanan. it can cause intestinal obstruction or pneumonia and asthma if larvae travel to the lung.worms.Anak-anak lebih sering terserang dibanding orang dewasa. Infeksi terjadi di seluruh dunia dan paling biasa terjadi di daerah tropis dan sub tropis dimana sanitasi dan higienenya buruk. Once in kecil. 34 health messenger . telur yang tidak akan berkembang luarkan melalui kotoran. jangan buang kotoran sembarangan. telur yang dewasa bertelur dan diketidak dibuahi Once swallowed. Infeksi akibat Ascaris disebut ascariasis. do not defecate outdoors. Adult female worms lay eggs that are then ran. months. wash your hands with soap and water before handling food. dalam paru-paru. In few cases. There are no obvious signs and symptoms but if there are many worms. menjadi bersifat menular Eggs become infecsetelah dua minggu masa tive after two weeks inkubasi di tanah yang lemof incubation in bab. ASCARIASIS Ascaris is a worm that lives in the small intestine.

Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Cara penularan Nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala. muntah dan delirium. The anopheles mosquito likes forest and mountain areas including coastal mangroves. Then the disease leads to a chronic stage that may last years before the patient develops immunity. Fully developed immunity is rare in areas of low transmission like most of South-East Asia but common in higher transmission areas of Sub-Saharan Africa. and over one million people die. pembawa pesan kesehatan 35 . Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika sub sahara. MALARIA Malaria is a mosquito-borne disease caused by a parasite. Transmission Mosquitoes are infected by sucking the blood of an infected person. Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. After development in the midgut of the mosquito. Signs and symptoms Usually begins with a few days of vague ill health. MEMUTUSKAN RANTAI PENULARAN DENGAN VAKSIN BREAK THE CYCLE WITH VACCINES Sporozoit/Sporozites Kelenjar liur yang terinfeksi dengan sporozoit/Salivary gland infected with sporozites Perut/Gut Ookista/Oocyst Merozoit/Merozoites Ookinet/Ookinete Gamet/Gametes Sel-sel hati/Liver cells Vesikel/Vesicles Betina/Female Gametosit/Gametocytes Jantan/Male Gejala mulai terjadi disini/Symptoms start here Sel darah merah/Red blood cells Tanda dan gejala Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. Setelah berkembang di usus nyamuk. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan. vomiting. delirium.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM MALARIA Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. This sometimes fatal disease can be prevented and cured. The mosquitoes usually bite at dawn and dusk. 350-500 million cases of malaria occur worldwide. Then peaks of fever occur with chills and heavy sweating followed by headache. Every year. sporozoites can be transmitted to another person through the bite of a female mosquito (Anopheles). Nyamuk anopheles hidup dihutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau.

vivax: P. laboratory tests must done to detect the malaria parasites or their components. AS=Artesunat/Artesunate. Diagnosis Malaria can be suspected according to the patient's symptoms and the physical findings during examination. 2 tipe diantaranya paling sering ditemukan di Indonesia. AM = Artemeter/Arthemehter. Patients should not take primaquine until a screening test has excluded G6PD deficiency. Basic prevention measures Protecting from mosquito bites.vivax forms of Malaria: Penyakit malaria terdiri 4 tipe. Pengobatan pasien malaria bergantung pada: ◗ Jenis (spesies) parasit yang menginfeksi ◗ Daerah tempat terinfeksi dan status resistensi obatnya ◗ Status klinis pasien ◗ Penyakit atau kondisi yang muncul bersamaan ◗ Kehamilan ◗ Alergi obat atau pengobatan lain yang telah dilakukan oleh pasien Treatments Most drugs used in treatment are active against the parasite forms in the blood (the form that causes the disease). In addition. or other medications taken by the patient There are 4 types of Malaria. Among the 4 types. Treating a patient with malaria depends on: ◗ The type (species) of the infecting parasite ◗ The area where the infection was acquired and its drug-resistance status ◗ The clinical status of the patient ◗ Any accompanying illness or condition ◗ Pregnancy ◗ Drug allergies. Primaquine tidak boleh diminum oleh wanita hamil atau orang yang kekurangan G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenise). Diagnosa Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. PQ=Primakuin/Primaquine.VIVAX Pada kasus dengan pengobatan yang gagal In case of treatment failure Malaria berat severe malaria Malaria pada kehamilan Malaria during pregnancy pengobatan treatment QN+D+PQ QN/AM QN. for a definitive diagnosis. falciparum and P. using of mosquito nets and covering the skin with long sleeves and trousers. primaquine should not be taken by pregnant women or by people who are deficient in glucose-6-phosphate dehydrogenize (G6PD). 2 of them are commonly found in Indonesia. Pengobatan Sebagian besar obat yang digunakan adalah aktif melawan bentuk-bentuk parasit di dalam darah (bentuk yang menyebabkan penyakit). However. Namun demikian. Tabel berikut menjelaskan pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. 36 health messenger . falciparum and P. untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti. Pasien tidak boleh minum primaquine sebelum uji penyaringan menunjukkan bahwa pasien tidak mengalami defisiensi G6PD. QN= kina/Quinine Selanjutnya. FALCIPARUM Malaria tanpa komplikasi Uncomplicated form of malaria Tanpa konfirmasi pemerik. menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang. eliminating mosquito breeding grounds.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Langkah-langkah pencegahan dasar Perlindungan dari gigitan nyamuk. (AS+AQ -2nd +3rd trimester) CQ+PQ(14d) AQ= Amodiakuin/Amodiaquine. maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya. CQ=Klorokuin/Chloroquine D= Doksisiklin/Doxycycline. serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk.Dengan konfirmasi saan lab pemeriksaan lab Unconfirmed by lab test CQ+PQ lab-confirmed malaria AS+AQ+PQ P. Explanation of the treatments for P.

Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes Aegypti). Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian. thrombocytopenia (joint and back pains).GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jensi Penyakit dari Virus DEMAM BERDARAH Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan). Dengue is an epidemic disease causing an increased number of cases at certain period of the year (rainy season).63 Sumber/Source: WHO Kematian/Death Langka-langkah pencegahan dasar Langkah-langkah pencegahan kurang lebih sama dengan langkah-langkah pencegahan malaria. Usually there are rashes on the skin (bleeding spots). leading to death. (Untuk mendapatkan informasi lebih banyak silakan lihat P2K 9. Aedes mosquito is a day biter and lives around the house and breeds in water containers such as old discarded tires and coconut shells. Tanda dan gejala Serangan demam secara mendadak. thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). ■ pembawa pesan kesehatan 37 . Spektrum Demam Berdarah Dengue/The Spectrum of Dengue Haemorrhagic Fever Infeksi dengue/Dengue Infection Deman Fever Tes torniket positif Positive tourniquet test Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah Increase vascular permeability Pembesaran hati Hepatomegaly Trombositpenia Thrombocytopenia Stadium I Grade I Manifestasi perdarahan yang lain Other haemorrhagic manifestations Peningkatan hematokrit/Rising haemotacrit Hipoproteinemia/Hypoproteinemia Efusi serosa/Serous effusion } Kebocoran plasma Leakage of Plasma Stadium II Grade II Hipovolemia/Hypovolaemia* Koagulopati/Coagulopathy Stadium III Grade III Syok/Shock Koagulasi intravaskular menyeluruh/Disseminated intravascular coagulation* Perdarahan hebat/Severe bleeding Stadium IV Grade IV * see the glossary p. leukopenia. sakit kepala yang parah. Viral Types of Diseases DENGUE FEVER The causative organism is a virus. (For more information refer to HM 9. severe headache. Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadahwadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. ZOOM on dengue fever). ZOOM mengenai demam berdarah). myalgia dan arthralgias. Occasionally the disease produces shock and hemorrhage. ■ Basic prevention measures Preventive measures are more or less similar to malaria preventive measures. leucopenia. This is a killer disease of children and adults.62 . Transmission Dengue fever comes from a mosquito bite (Aedes Aegypti Mosquito). myalgias and arthralgias. Signs and symptoms Sudden onset of fever.

and medical waste. therapy. Sangat penting bagi para petugas kesehatan untuk belajar bagaimana melindungi tidak hanya diri mereka sendiri tetapi juga masyarakat umum dari bahaya yang disebabkan oleh penanganan limbah medis yang tidak benar. Canadian Red Cross Kegiatan medis di sejumlah fasilitas seperti rumah sakit. cans. puskesmas and pustu can produce medical waste. puskesmas dan pustu dapat menghasilkan limbah. ada dua jenis limbah: limbah non medis dan limbah medis. food remnants. penelitian serta pelatihan dan pendidikan. kaleng. food wrapping. Non-medical waste includes paper.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM PROGRAM MANAJEMEN LIMBAH MEDIS MEDICAL WASTE MANAGEMENT PROGRAM Yayat Kurniawan. pharmaceutical. Medical waste results from medical treatment from various sources ranging from dental. bungkus makanan dan sampah dari kamar pasien. to veterinary. It is critical that health care providers learn to protect not only themselves. but also the general public from harm caused by the improper handling of medical waste. Below are some of the known side effects medical waste can have on the environment and quality of health: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Damage Damage Damage Damage Damage to to to to to the esthetics of the environment property plants and animals the health of humans genetics and reproduction Kerusakan estetika lingkungan hidup Kerusakan properti Kerusakan tumbuhan dan hewan Kerusakan terhadap kesehatan manusia Kerusakan genetik dan reproduksi Medical waste characteristics In general. botol. Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan. Dibawah ini adalah beberapa efek samping limbah medis terhadap lingkungan hidup dan kualitas kesehatan: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Medical activities in facilities such as hospitals. Based on potential hazards. Sampah medis berasal dari penanganan medis dari berbagai sumber mulai dari bagian gigi sampai veteriner. obat-obatan. non-medical waste. terapi. research and training and education. Limbah non medis termasuk kertas. bottles. Palang Merah Kanada / Environmental Health Technical Program Manager. sisa makanan. medical waste can be classified as follows: ◗ ◗ ◗ ◗ Sharp waste Infectious waste Pathological and anatomical waste Cytotoxic waste Karakteristik limbah medis Secara umum. and garbage from a patient’s room. there are two different types of waste. Berdasarkan potensi bahayanya maka limbah medis dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ◗ Limbah tajam ◗ Limbah yang infeksius ◗ Limbah patologi dan anatomi 38 health messenger .

demam berdarah) ◗ Selaput lendir (misal. HBV. Hal ini dapat disebabkan oleh salah satu atau lebih dari hal-hal berikut: ◗ Limbah yang mengandung penyebab-penyebab penyakit infeksi ◗ Limbah yang mengandung racun atau obat-obatan dan bahan kimia berbahaya ◗ Limbah yang mengandung bahan radioaktif ◗ Limbah yang mengandung bahan-bahan yang tajam Penting untuk diingat: Dari limbah tajam hingga limbah radioaktif. are at risk from these potential dangers. Limbah infeksius dapat mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai cara: ◗ Kulit yang luka. as well as visitors. bronchitis) ◗ Melalui mulut (misal. HCV. or dangerous pharmaceuticals and chemicals ◗ The waste contains radioactive material ◗ The waste contains sharp materials People. blistering or skin scratches (ex. dll. ◗ ◗ ◗ ◗ Petugas layanan pendukung: pekerja binatu. who work in health care centers. infeksi kulit) ◗ Melalui udara (misal. HCV. HIV.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ ◗ ◗ ◗ Limbah sitotoksik Limbah obat-obatan Limbah kimia Limbah radioaktif Dampak limbah medis bagi kesehatan Kontak langsung dengan sampah berbahaya dari pusat-pusat kesehatan dapat menyebarkan penyakit. bronchitis) ◗ Orally (ex. anthrax. Pemulung Pasien rawat inap Pengunjung pembawa pesan kesehatan 39 . HBV. gastroenteritis) Orang yang beresiko tinggi Petugas sanitasi dan perawatan termasuk petugas yang bekerja di daerah lembab atau di insinerator dan pengambil sampah. Hemorrhagic fever) ◗ Membrane mucosal (ex. gastroenteritis) ◗ Pharmaceutical waste ◗ Chemical waste ◗ Radioactive waste Impact of medical waste on health Direct contact with dangerous waste from health centers can cause disease to spread. Infectious waste can contain various microorganism pathogens which can enter the human body in various ways: ◗ Stabbing. supir. This could be caused by one or more of the following: ◗ The waste contains infectious agents ◗ The waste contains poisons. skin infection) ◗ Air borne (ex. fasilitas kesehatan harus memisahkan limbah medis mereka yang dilakukan sebagai kegiatan harian Orang yang bekerja di pusat-pusat layanan kesehatan serta para pengunjung dapat beresiko terhadap bahaya-bahaya tersebut diatas. lepuh atau goresan di kulit (misal: HIV. anthrax.

dimasukkan ke dalam wadah. Cara-cara penanganan limbah medis yang umum dilakukan saat ini di Indonesia antara lain: ◗ ◗ ◗ ◗ Autoclav uap Dekontaminasi bahan kimia Penimbunan tanah Insinerasi MANAJEMEN LIMBAH MEDIS OLEH CRC Program Manajemen Limbah Medis yang sedang dilaksanakan oleh CRC merupakan salah satu cabang program Manajemen Limbah Solid padat difasilitasi oleh tim Kesehatan Lingkungan. ◗ Tahap 1 pelatihan: tahap pertama dilaksanakan di Calang dan Lamno pada bulan Maret 2009 dengan 33 peserta yang berasal dari Dinkes Aceh Jaya. Peningkatan kapasitas petugas diperoleh melalui pelatihan untuk meningkatkan keahlian mereka dan membangun kesadaran mengenai topik penanganan limbah medis secara aman. including those working in the dump area or in the incinerator. to increase their skills and build awareness 40 health messenger . incinerator and needle pit. The facilities and infrastructure consists of personal protective gear. Tahap yang kedua dilakukan pemeriksaan terhadap volume dan karakteristik limbah yang dihasilkan. kondisi fasilitas yang ada saat ini didokumentasikan demikian juga kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung. Medical waste management More than 20% of waste from health care facilities is infectious. bahan-bahan perlu dipisahkan. Dalam penanganan limbah klinis.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ Petugas medis: dokter. nurses. drivers etc ◗ ◗ ◗ ◗ Scavengers In-patients Visitors Medical staff: doctors. Good to remember: From sharp waste to radioactive waste. Program ini meliputi: ◗ Penilaian: data dikumpulkan dalam dua tahapan. Manajemen limbah medis Lebih dari 20% limbah fasilitas layanan kesehatan dapat menyebabkan infeksi. Target program CRC adalah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Jaya. Kurangnya penanganan limbah dapat melipatgandakan resiko kontaminasi. as well as capacity building for health care staff. Scope of medical waste management activity There are two components to this activity: providing facilities and infrastructure to handle medical waste. insinerator dan needle pit. Fasilitas dan infrastruktur terdiri dari alat pelindung diri. dll. dipindahkan dan diolah. material needs to be segregated. fasilitas pengumpulan limbah. etc. Tahap pertama.Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan keahlian dan membangun kesadaran mengenai manajemen limbah medis. medical facilities must segregate their medical waste generated by daily activities. staf Puskesmas dan Pustu di Aceh Jaya. contained. Staff capacity building occurs through training. peserta membuat suatu “Tindak Lanjut Rencana MEDICAL WASTE MANAGEMENT BY CRC The Medical Waste Management program being implemented by CRC constitutes one branch of the solid waste management program. Untuk kesinambungan program. PMI cabang Aceh Jaya. General medical waste treatment practices in Indonesia currently include: ◗ ◗ ◗ ◗ Steam autoclaving Chemical decontamination Land filling Incineration Cakupan kegiatan manajemen limbah medis Ada dua komponen pada kegiatan ini: penyediaan fasilitas dan infrastruktur untuk menangani limbah medis serta peningkatan kapasitas para petugas layanan kesehatan. transported and treated. facilitated by the Environmental Health team. Pendekatan program Program ini dimulai pada bulan Januari 2009 dan akan berakhir pada bulan Desember 2009. perawat. Those who are at high risk ◗ Sanitary and maintenance staff. In clinical waste treatment. Insufficient waste treatments can double the contamination risk. waste collecting facilities. and pickers ◗ Support services personnel: laundry workers.

◗ Training stage 1: the first stage was implemented in Calang and Lamno on March 2009 with 33 participants who came from the DHO of Aceh Jaya.400. The goal of the training was to improve skills and build awareness regarding medical waste management. CRC. shoes. dll) dan fasilitas pengumpulan limbah (tempat sampah yang diberi label.400 orang. ■ pembawa pesan kesehatan 41 . To determine the amount of knowledge gained during the two day training session. The second stage involves auditing the volume and characteristics of waste generated.Hasilnya cukup dramatis. seperti ditunjukkan pada diagram di atas. ◗ Infrastructure design and selection of tools: This includes the provision of an incinerator and needle pit.) ◗ The infrastructure construction and supply of tools: started in May and will be completed in July ◗ Training on the operation and maintenance of facilities and tools: will be conducted at the end of July. etc. The results. and again at the end. Program approach This program began in January 2009 and will finish in December 2009. sepatu bot. CRC bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten akan memonitor dan mengevaluasi efek dari pelatihan tersebut. It includes: ◗ Assessment: data is collected in two stages. will monitor and evaluate the effects of this training Kegiatan Limbah Medis”. Untuk menentukan tingkat pengetahuan selama dua hari pelatihan. masker. in association with the DoH. etc. are dramatic.) and collection facilities (labeled bins. ■ Beneficiaries The number of direct beneficiaries from this activity is 73 health care staff and 81 patients per day. In the first stage. needle cutters. kotak keselamatan dll) ◗ Konstruksi infrastruktur dan suplai alat-alat: dimulai bulan Mei dan akan selesai bulan Juli ◗ Pelatihan mengenai operasional dan perawatan fasilitas dan peralatan: akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli. Jumlah ini tidak termasuk orang yang mengunjungi berbagai fasilitas layanan kesehatan. From July until December. participants created a ‘Follow-Up Medical Waste Action Plan’. participants were tested at the beginning of the training.alat pelindung diri (sarung tangan. ◗ Desain infrastruktur dan pemilihan alat: Hal ini mencakup penyediaan sebuah insinerator dan needle pit. safety boxes. boots. masks. PMI branch of Aceh Jaya. pemotong jarum. The estimated number of indirect beneficiaries is 6. maka para peserta diuji pada awal pelatihan dan akhir pelatihan. The CRC program targets health care facilities in Aceh Jaya District. personal protective gear (gloves. staff of puskesmas and pustu in Aceh Jaya. sepatu. This number does not include those visiting the various health care facilities. Diperkirakan jumlah penerima manfaat secara tidak langsung ada sebanyak 6. as well as current practices. Dari Juli sampai dengan Desember. For the sustainability of the program. Penerima manfaat Jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 73 petugas kesehatan dan 81 pasien setiap harinya. the conditions of existing facilities were documented. as indicated in the chart above.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM on the topic of safe handling of medical waste.

Lhokseumawe Saat hamil. Riset yang dilakukan terhadap 771 wanita ini menunjukkan bahwa risiko keguguran pada tiga bulan pertama masa kehamilan terjadi dua kali lebih besar pada wanita hamil yang terinfeksi bakteri ini. it is suggested that pregnant women pay attention to their feminine organ by following these advices: ◗ Keep the vagina always dry ◗ Use non-perfume soap ◗ Change underwear every day ◗ Wear cotton underwear and loose clothes so that vagina is not humid ◗ Using antiseptic soap is not recommended. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa bakterial vaginosis berbahaya bagi kesehatan kandungan. Karena itu. Physical and hormonal changes during pregnancy also result in changes of vagina PH balance. Perubahan juga terjadi pada organ kewanitaan. untuk para ibu hamil disarankan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan diantaranya dengan cara berikut: ◗ Menjaga supaya daerah di sekitar vagina dalam kondisi selalu kering ◗ Gunakan sabun tanpa parfum ◗ Gantilah pakaian dalam setiap hari ◗ Gunakan celana dalam katun dan pakaian longgar agar daerah vagina tidak lembab During pregnancy. This bacteria can lead to a vagina inflammation that may cause abortion.8–4. Researchers revealed that bacterial vaginosis is not merely carried by every women. Akibatnya infeksi jamur juga mudah terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan iritasi dan keputihan.2)1. Researchers in England found that bacterial vaginosis is dangerous for the reproductive health. Peneliti mengungkapkan bahwa bakterial vaginosis sejatinya tidak selalu diidap setiap wanita. woman’s body experiences many physical and hormonal changes.MOTHER & CHILD IBU & ANAK Kebersihan kewanitaan pada kehamilan FEMININE HYGIENE DURING PREGNANCY Rahmi Wardhani AmKeb. Bakteri ini menyebabkan radang vagina yang dapat mengakibatkan wanita hamil mengalami keguguran kandungan.8 – 4. dibandingkan dengan wanita yang sehat. tubuh wanita mengalami banyak perubahan baik fisik dan hormon. The bacterial vaginosis will appear when vagina commensal bacteria is replaced by a bacteria that may inflame the vagina due to environmental changes and vagina PH (acide level) balance (normal vagina PH: 3. Perubahan tubuh dan hormon selama hamil juga membuat keseimbangan PH vagina berubah. Cut Mutia hospital. Therefore. Changes also occur on feminine organ. Antiseptic soap can only be used to treat infection on the genital labia 42 health messenger . Bakterial vaginosis ini terjadi apabila bakteri komensal vagina digantikan oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan radang pada vagina karena perubahan lingkungan dan keseimbangan PH vagina berubah (PH vagina normal: 3. This can cause fungus infection for pregnant women which may have irritation and fluor albus effect.2)1. SPd/Bidan RSU Cut Mutia Lhokseumawe/Midwife. Research conducted on 771 women showed that the risk of abortion during the first trimester of pregnancy is twice higher for pregnant women who are infected with bacterial vaginosis. sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap kebersihan organ kewanitaan pada saat hamil. therefore it needs special attention and cares during pregnancy.

4 times if women use commercial vaginal douching. It was reported that women who do vaginal douching at least once a are running twice the risk of getting an ectopic pregnancy. & Bruce.6 times more likely of getting pelvic infection compared to women who do vaginal douching once a month. Good to remember: Vaginal douching is not recommended as it may cause infection on vagina. 27/XXVIII/6 .12 September 1999) 2. Research in America found out that women who do regular vaginal douching run a higher risk of having health problems compared to women who don’t. (2003).. ■ ◗ After defecation. 92(6). Risiko tersebut akan meningkat menjadi 4. ◗ Antiseptik hanya boleh dipakai seandainya terjadi infeksi di bibir vagina ◗ Cucilah organ kewanitaan dari depan kebelakang bukan sebaliknya saat setelah buang air besar ◗ Hindari pemakaian bedak atau parfum pada vagina karena akan merusak keseimbangan keasaman vagina ◗ Tidak dianjurkan untuk melakukan bilas vagina (tindakan yang dilakukan untuk membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan lain ke dalam liang vagina untuk membersihkan cairan vagina dan lender-lendir lainnya) karena bilas vagina dapat membuat PH (tingkat keasaman) dalam vagina menjadi tidak seimbang apalagi kalau bilas vagina itu sering dilakukan.12-8.MOTHER & CHILD IBU & ANAK ◗ Tidak disarankan pemakaian antiseptik secara berlebihan. This risk can be increased to 4. 32(1). Dilaporkan pada perempuan yang melakukan bilas vagina paling sedikit 1 kali seminggu mempunyai risiko 2 kali menderita kehamilan di luar kandungan..(1998). Kendrick. TEMPO (NO. P. Cottrell BH. It can lead to the destruction of the commensal bacteria so then the vagina can get infected by the outside bacteria.C. Vaginal douching. Dilaporkan bahwa perempuan yang melakukan bilas vagina 3 kali atau lebih dalam sebulan akan mempunyai risiko 3.. 3. wash the genital organ from the front side to the back side.S. Pregnant women who do vaginal douching twice up to three times a week have 40% possibility to deliver a low birth weight baby compared to pregnant women who do not proceed to vaginal douching2.Obstetrics & Gynecology. Gynecologic. 913-917. and not the contrary and with clear water ◗ Avoid the use of powder or perfume on vagina because it may ruin the acid balance on vagina ◗ Not recommended to do vaginal douching (process of rinsing or cleaning the vagina by forcing water or another solution into the vaginal cavity to flush away vaginal discharge or other contents) as it may result to an imbalance of PH in the vagina. Pada wanita hamil yang melakukan bilas vagina 2 sampai 3 kali seminggu 40% lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak melakukan bilas vagina2. & Neonatal Nursing.The risk of low birth weight associated with vaginal douching.6 kali menderita penyakit radang panggul dibandingkan dengan mereka yang melakukannya kurang dari 1 kali sebulan. Penelitian di Amerika membuktikan bahwa perempuan yang secara rutin melakukan bilas vagina lebih besar kemungkinan terkena masalah kesehatan dari pada perempuan yang tidak rutin melakukannya. It has been stated that women practising vaginal douching 3 times or more in a month are 3. 1. Ketidakseimbangan pH ini akan menyebabkan bakteri-bakteri komensal menjadi mati sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar.3. Franks.Fiscella. ■ Penting untuk diingat: Bilas vagina tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan infeksi pada vagina. Journal of Obstetric.4 kali jika menggunakan bahan bilas vagina komersial. F. J.3. pembawa pesan kesehatan 43 . K.

Program Studi Pendidikan Dokter Univ. either cities or villages in Aceh? Environment is one of the indicators determining the condition of public health. yang berarti tidak seramai orang yang menggunakan kamar kecil di terminal bus antar kota antar propinsi.6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. sektor ini juga minim perhatian dari para pengambil kebijakan baik di pusat dan daerah. Selama menunggu di bandara. which is not as crowded as the provincial bus terminal. WatSan is a big issue in Indonesia. what about access to water and sanitation in other public facilities. pelayanan kesehatan dan genetik. more than 1. Bagaimana dengan akses terhadap air dan sanitasi di sarana publik lainnya baik di kota maupun desa di Aceh? Lingkungan menjadi salah satu indikator penentu dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Menurut WHO.1 billion people either in cities or villages do not have access to water and 2. environment determines the degree of the community health whether it is good or bad. Not only at the community level. While waiting in the airport.Akses terhadap air minum dan sanitasi merupakan dua hal dari faktor lingkungan dimaksud. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat.6 billion people do not have access to basic sanitation. and the toilets are also dirty and stinky. you need to go to the toilets. this sector also has minimum attention from the policy makers either at central or provincial level. That is only in one airport. Qualitative and quantitative facilities and infrastructures are lacking as well as access to clean water and it leads to negative impacts on health. Research by Water and Sanitation Program supported by the World Bank showed that Indonesia has suffered an important economical loss 44 health messenger .1 milyar orang baik di desa mapun kota mengalami kekurangan akses terhadap air minum dan 2. lebih dari 1. Riset oleh Water and Sanitation Program yang You are travelling by plane. Access to water and sanitation are two main components of the environmental factor. Bersama dengan faktor perilaku. Nur Fardian. Ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana sanitasi serta pemenuhan kebutuhan akan air bersih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan. serta WC yang kotor dan berbau. Along with the behavioral factor. Itu baru di satu bandara saja. Malikussaleh Anda sedang berada dalam perjalanan ke luar kota dengan menggunakan pesawat. Malikussaleh / Medical Studies Program Univ. genetic factor and public services. anda harus ke belakang. But that need could not be fulfilled since there is no water. Air dan sanitasi merupakan salah satu persoalan di Indonesia. Namun keinginan untuk dapat memenuhi hajat urung karena tidak ada air. According to WHO.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfillment dr.Tidak hanya di tingkat masyarakat. But.

Sebuah harga yang mahal untuk hal yang selama ini dianggap kotor dan menjijikkan. and reducing fish production both in the river and sea.000 premature deaths per year.254/orang/tahun. According to the measurement of Disability Adjusted Life Years (DALY). Such an expensive cost for something told to be dirty and disgusting as related to water. it is estimated the health expenses would be reduced by 6-19%.3 miliar atau Rp 56 triliun di tahun 2006. hingga 2006. toilets. investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200/orang/tahun.3 miliar (Rp 29 triliun)/tahun. including medication expenses reduced by 2-5%. the consumption of water/person/day in Aceh province is generally >100 liters (optimum access).Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5%. Bad sanitation causes at least 120 million contagious diseases cases and 50. Diarrhea is one of the most important water related diseases making quite a lot of deaths.5 billion (Rp 13 trillion) every year.3 billion (Rp 29 trillion) per year.000 kematian prematur/tahun. sumur. World Bank mentioned that until 2006.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL didukung oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi dan hygiene hingga US$ 6.254/person/year. menyumbang 5. Mengacu pada Riskesdas 2007 propinsi Aceh terkait air dan sanitasi. Sanitasi yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta kejadian jangkitan penyakit dan 50. Besarnya kerugian ekonomi dari tercemarnya air yang diakibatkan oleh buruknya sanitasi melebihi US$ 1. Sanitasi yang buruk juga mengakibatkan pencemaran air: menambah beban biaya pengadaan air bersih untuk rumah tangga. Diare menjadi penyebab kematian yang cukup besar akibat buruknya kondisi air dan sanitasi. sampah atau comberan. karena hanya terkait dengan air. Bad sanitation may also cause water pollution: increasing the expense of water supply for households. konsumsi air/orang/hari di Provinsi Aceh pada due to bad hygiene and sanitation (up to US$ 6. diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antara 6 -19%.5 miliar (Rp 13 triliun) setiap tahunnya. Few pembawa pesan kesehatan 45 Copyright UNICEF . dan mengurangi produksi ikan di sungai dan danau.Dampak ekonomi dari hal tersebut mencapai US$ 3.3 billion or Rp 56 trillion in 2006). or waste. The economical impact may reach US$ 3.7% of the total disease burden. Kondisi air dan sanitasi yang buruk. wells. Whereas if the investment for sanitation infrastructures would be Rp 51.7% dari total beban penyakit. The economical loss from polluted water that is due to bad sanitation can be over than US$ 1. berdasarkan pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY). World Bank menyebutkan. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51. government investment allocation was only Rp 200/person/year. bad sanitation and water condition cause 5. Refer to Riskesdas 2007 Aceh Province. jamban.

The common problem is that most of the time.5% of Acehnese households have good access to clean water and only 32. cities/municipalities still have an access to water under the national average. Layanan air dan sanitasi dasar merupakan hal yang vital untuk kehidupan manusia dan martabatnya. sanitation and water condition. Everyone.5% have good access to sanitation. ketika air dan akses terhadap sanitasi yang tidak baik menjadi sebuah hal yang dianggap benar karena wajar terjadi dan menjadi kebiasaan. since health is expensive when water and sanitation are not safe and assumed as something common. Only 45.5% akses baik terhadap sanitasi. atau buang air besar di tempat terbuka. Dalam hal jarak dan waktu. Kita juga sebagai warga negara dapat berperan dalam advokasi kebijakan terkait air dan sanitasi. Perlu kontribusi positif dari berbagai elemen untuk dapat mewujudkan kondisi air dan sanitasi yang baik. 45. while according to the water availability in Aceh province. sedangkan berdasarkan dan ketersediaan air bersih.5% rumah tangga di Aceh mempunyai akses baik terhadap air bersih dan 32. karena sehat menjadi harga yang mahal. The figures show that not everybody has equal access to good water and sanitation.8% of households face difficulties to access clean water during dry season: talking about time and distance. This is a real problem whereas the need of good water and sanitation is a basic right for everybody. All parties should pay attention to this issue of clean water access and sanitation. and encouraging the community to be careful about hygiene. Basic sanitation and water services are vital for human life and dignity. or to defecate in open air. Health officers should actively take part in giving information. dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi air dan sanitasi yang baik. ■ 46 health messenger . normal and part of the habits. We. Terlebih bagi mereka yang harus berjalan jauh berjam-jam demi mendapatkan air bersih. Kiranya kita para petugas kesehatan pun dapat berperan aktif dalam memberi informasi.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL umumnya >100 liter (akses optimal). pada umumnya rumah tangga dapat menjangkau sumber air dalam waktu kurang dari 30 menit dan jarak kurang dari 1 km. Especially for people who have to walk hours just to get clean water. should positively act to realize good sanitation and water condition. Kesadaran akan makin minimnya air sehat dan layanan sanitasi yang baik sepatutnya menjadi perhatian semua pihak. as citizens. semua orang tidak terkecuali seharusnya menikmati layanan tersebut. Penting untuk diingat: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman adalah hak dasar manusia Angka di atas menunjukkan bahwa belum semua orang memiliki akses yang sama atas air dan sanitasi yang baik. dan pada saat ini. can also participate in the advocacy for policy related to clean water and sanitation. Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang pemenuhan kebutuhan airnya di bawah rata-rata Nasional. secara umum di provinsi Aceh sebanyak 21. 21. ■ Good to remember: Access to clean water and safe sanitation is a basic human right. Masalah kualitas fisik air bersih yang cukup banyak adalah kekeruhan dan warna. and in the mean time. Masyarakat harus menyadari bahwa air bersih dan akses terhadap sanitasi adalah hak semua orang yang harus dipenuhi. everyone without exception should be able to enjoy this basic service.8% rumah tangga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau. every member of the society. the water is turbid and unclean. People have to realize that clean water and access to sanitation is a basic human right everyone should fulfill.Tentu ini menjadi beban karena kebutuhan akan air dan sanitasi yang baik menjadi hak bagi semua orang. whatever the social level. generally they can reach well/water sources in a 1 km area (less than 30 minutes).

1. sanitasi dan air di rumah sakit INSTRUCTIONS ON HOSPITAL HYGIENE. safe. Keringkan tangan anda secara seksama untuk menghindari iritasi dan infeksi kulit yang disebabkan oleh tangan yang lembab. clean water and sanitation system. Dry them carefully to avoid rashes and infections caused by moisture.Lepaskan sarung tangan segera setelah prosedur tersebut selesai dan buang ke dalam tong sampah. nanah pada luka atau nanah lainnya atau saat anda merawat pasien diare atau ketika berada dalam ruang isolasi. Disinfeksi tangan harus dilakukan setelah merawat tiap pasien dan ketika akan memasuki dan meninggalkan ruangan isolasi. Setiap fasilitas kesehatan harus dilengkapi dengan sistem air dan sanitasi yang baik. Warm water and soap is used in washing.Kep/Staf pengajar pada Sekolah Keperawatan Poltekkes Provinsi Aceh / Teaching staff at Nursing School . Sarung tangan digunakan. Hand hygiene and personal hygiene are the basics. Hand disinfectants which include alcohol decrease the bacterial strain. Lalu disinfeksi tangan anda. You should wash your hands for at least 30 seconds. Disamping itu. WATER AND SANITATION Ns. cobalah untuk menjaga tangan anda supaya tidak terlalu kering dan pecah-pecah. Gloves are used. Kebersihan tangan Anda harus mencuci tangan. when exposed to the patient’s excretions. ketika hendak dan setelah selesai melakukan pekerjaan. Sarung tangan dapat digunakan untuk sekali pakai dan merupakan prosedur khusus. since they can be removed only through washing.Air hangat dan sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan. S. 1. sebelum makan dan jika ada cairan atau kotoran yang terlihat di telapak tangan anda. Anda harus merawat tangan anda. such as infection around the nails. Hand disinfectant is rubbed in the hands for 30 seconds and left to dry. Kebersihan tangan dan kebersihan diri adalah hal yang paling pokok. Hand hygiene You have to wash your hands. ketika membersihkan kotoran pasien.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Instruksi tentang kebersihan. Health workers should be the first persons to follow the rules of hygiene in puskesmas and hospitals. Remove the gloves immediately after the procedure and throw them into the bin. when you go on and off duty. must be treated appropriately before working with pembawa pesan kesehatan 47 . Anda harus mencuci tangan paling tidak selama 30 detik. Kecuali pada spora Clostridium (antibiotik diare) yang bisa dihilangkan hanya dengan mencuci tangan. aman dan bersih. The hands are dried carefully and disinfected with a hand sanitizer. Petugas kesehatan harus menjadi orang pertama yang mematuhi peraturan kebersihan di puskesmas dan rumah sakit. Closiridium spores (antibiotic diarrhea) make an exception. The gloves are disposable and procedure-specific. before meals and if you get secretions or visible dirt on your hands. You have to take care of your hands. Tangan dikeringkan dengan seksama dan di disinfeksi dengan menggunakan desinfektan tangan.Poltekkes Aceh Province. Hasniah. pus from a wound or other pus or when you are nursing a patient with diarrhea or in isolation. Cairan disinfektan tangan yang mengandung alkohol dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. The disinfection of hands must be carried out after each patient and when entering and leaving the isolation room. Infections. Cairan desinfektan tangan digosokgosokkan pada tangan selama 30 detik dan dibiarkan kering. Disinfect your hands. Rawatlah jika ada luka pada kulit Every health facility should be equipped with good. But try to keep your hands from getting too dry and chapped. Take care of ulcers and have chronic skin manifestations examined and treated.

perhiasan tangan. A surgical oralnasal mask and sterile clothing must be worn in procedures requiring aseptic technique. ■ Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus mengetahui peraturan kebersihan dan sanitasi di puskesmas dan rumah sakit untuk mencegah dari infeksi nosokomial. topi harus digunakan dalam ruang bedah. a cap must be used in the operating theatre. Hand and personal hygiene measures. In addition. Personal hygiene Protective clothing provided by the employer is used in every health facility. which should comply with the requirements of hygiene and occupational safety. bracelets and artificial nails prevent hands from getting sufficiently clean and should be removed during your daily practises. tidy footwear. hand jewellery. hair should be covered with a sterile cap. harus dirawat dengan cara yang tepat sebelum bekerja dengan pasien. if they are respected in the health facilities are undoubtedly the most important strategies in combating the increasing incidence of multidrug-resistant organisms in healthcare. Anda harus memakai pakaian pelindung ketika bertugas atau jika berada dikamar bedah. gelang dan kuku palsu harus dipindahkan karena akan mengganggu pembersihan tangan yang tepat selama kegiatan sehari-hari. patients. 2. Celana ketat sebaiknya dipakai didalam pakaian pelindung bila pakaian pelindung dalam bentuk rok atau baju panjang. The clothing must be kept clean and it must be changed when it gets dirty or at least once a week. Rambut harus bersih dan rapi dan rambut yang panjang harus diikat. seperti infeksi di sekitar kuku. Rings. ■ 2. Kebersihan diri Pakaian pelindung yang disediakan oleh rumah sakit dipakai didalam ruang rawat inap dan klinik rawat jalan. . Protective clothing must cover the clothing underneath. Tights should be used with skirt or dress model protective clothing. Pakaian pelindung harus menutupi pakaian yang ada dilapisan dalam. Setiap petugas harus memakai sepatu sendiri yang rapi yang sesuai dengan peraturan kebersihan dan keamanan kerja. Protective coats or other work clothes must not be used outside hospital grounds. Mantel pelindung atau pakaian kerja lain tidak boleh dipakai di luar rumah sakit. Pakaian tersebut harus dijaga supaya tetap bersih dan harus diganti ketika kotor atau paling tidak seminggu sekali. Infeksi. Masker penutup mulut-hidung dan pakaian steril harus dipakai pada prosedur yang membutuhkan teknik yang aseptik. You must use protective clothing when on call or in an operating theatre. Lebih lanjut. Pada kebanyakan selama prosedur medis. Cincin. Hair should be clean and tidy and long hair must be tied up.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL serta periksa dan obati jika terdapat penyakit kulit yang kronis. 48 health messenger Good to remember: Health staff should know the hygiene and sanitation rules in puskesmas and hospital to prevent from nosocomial infection. rambut harus ditutup dengan penutup kepala yang steril. The staff uses their own. During most of the medical procedures. Jika kebersihan tangan dan kebersihan diri ini dipatuhi saat bekerja difasilitas kesehatan tidak diragukan lagi ini merupakan strategi yang paling penting dalam memberantas meningkatnya insiden organisme multi-drug resisten pada pelayanan kesehatan.

Sekarang pun. Dari 40 murid hanya ada 4 laki-laki. Male nurses are usually more energetic. di puskesmas ini hanya ada 3 perawat pria. saya tidak canggung. Perawat wanita umumnya lebih teliti. tetapi saya banyak mengikuti pelatihan-pelatihan tentang surveillance penyakit menular sehingga saya jadi banyak mendapat ilmu yang dapat saya gunakan dalam unit kerja saya ini. NB: Ya. There were only 4 boys out of 40 students. Beliau lulus sekolah perawat pada tahun 1997. a male nurse who has been working in the Infectious Diseases Surveillance Unit of the puskesmas Kopelma Darussalam since 2005. saat bekerja ada sedikit perbedaan antara perawat pria dan wanita. What do male nurses think about working in puskesmas (community health center). lebih teratur. Bagaimana tanggapan perawat pria yang bekerja di puskesmas yang lingkungannya didominasi oleh wanita? Team HM bertemu saudara Bambang Isnur Imanto. He graduated from nursing school in 1997. Most of the time. more organized and more patient. walaupun dasar pendidikan saya bukan disini. I can use in my working unit. seorang perawat pria yang bekerja di puskesmas Kopelma Darussalam sejak tahun 2005 di Unit Surveillance Penyakit Menular. Tapi menurut saya. HM: Apakah anda menikmati bekerja di unit surveillance penyakit menular? HM: What do you think about working in an environment which is dominated by women? NB: I do not face any difficulty because since school time I have seen this situation. Female nurses are usually more detailed. pembawa pesan kesehatan 49 . But according to me. karena sejak dari sekolah dulu sudah melihat hal seperti ini. dan lebih sabar. a field dominated by women? HM team met HM Bambang Isnur Imanto. HM: Bagaimana tanggapan anda terhadap air dan sanitasi di Puskesmas dan di desa-desa wilayah kerja puskesmas anda? HM: Do you enjoy working in the surveillance unit of infectious diseases? NB: Yes. HM: Bagaimana tanggapan anda bekerja dilingkungan yang didominasi oleh wanita? NB: Biasa saja. when it comes to work there is a difference between male and female nurses. although this is not my basic education but I have received many trainings on infectious diseases surveillance that allowed me to gain a lot of knowledge. Sedangkan perawat pria lebih gesit dan lebih cepat sehingga lebih cocok ditempatkan untuk kegiatan-kegiatan dilapangan. Nowadays increasingly more men work as nurses.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Wawancara Interview PERAWAT BAMBANG Tim P2K/ HM team NURSE BAMBANG Makin lama semakin banyak pria yang bekerja sebagai perawat. male nurses are appointed to field activities.

Leprosy. Specifically. defecation in latrines and so forth. Walaupun kami masih mendapat beberapa kasus diare tetapi belum pernah ada wabah diare. Karena banyak sekali penyakit-penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi dan tidak adanya akses terhadap air bersih. Kusta. Actually. because generally we drink refill water. Saya pernah mengikuti pelatihan ini tapi saya ingin lebih mendalaminya. within the working areas of my puskesmas. Flu Burung dan sebagainya. HM: HM: Apa anda ingin ikut pelatihan lagi? Tentang apa? NB: Ya. should every nurse know about WatSan and its relation with health? NB: Yes. cleaning up garbage bin. We are still facing some diarrhea cases but no diarrhea outbreak has been noticed. Kopelma Darussakam. saya ingin ikut pelatihan tentang Program Konseling Permasalahan Remaja karena saya sedang melanjutkan pendidikan di psikologi. membersihkan tempat sampah. Khususnya di wilayah kerja puskesmas saya ada unit yang bertugas untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang ini secara berkala. Kopelma Darussakam. There are so many diseases caused by poor sanitation and lack of access to clean water. apakah setiap perawat harus tahu masalah air dan sanitasi serta kaitannya dengan kesehatan? NB: Ya. HM: Bagaimana pendapat anda tentang program Air & Sanitasi di puskesmas? Apakah berhasil? NB: Menurut saya program watsan di puskesmas dapat dibilang cukup berhasil. Good to remember: Health workers not only give medication to people. if a diarrhea patient comes for medication. kita bukan hanya memberikan pengobatan. jamban dan air semakin baik terutama setelah tsunami baik itu di puskesmas maupun di desa-desa wilayah kerja puskesmas (Desa Rukoh. bila ada pasien diare datang berobat. ■ HM: Do you feel like needing additional training? About what? NB: Yes. they also educate them on the basics of hygiene and sanitation. tetapi juga harus memberikan edukasi kepada pasien cara-cara mencegah diare misalnya mencuci tangan pakai sabun. Avian flu etc. latrines and access to water are improving especially after tsunami both in puskesmas and in villages within this puskesmas working areas (Desa Rukoh. HM: Are you sure that drinking water in the households and puskesmas are matching healthy requirements? NB: Yes. I want to attend an Adolescent Problems Counseling Program because currently I am pursuing psychology studies. tentu. there is one unit which regularly examine the quality of the refill drinking water. Lamgugob. we can say it is successful in the puskesmas. I participated in this training once but I would like to deepen my knowledge. Lamgugob. HM: What do you think about water and sanitation NB: in puskesmas and villages in your working area? Today it is getting better. we give not only medication but also education to the patient on measures to prevent diarrhea such as washing hands with soap. Ie Masen Kayee Adang and Deah Raya). HM: Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti? NB: Pelatihan yang terkait dengan surveilans penyakit menular seperti surveilans TB. ■ 50 health messenger . Ie Masen Kayee Adang dan Deah Raya). The development of drainage. Misalnya. absolutely. HM: Menurut anda. HM: Is the WatSan progam in the puskesmas succesful? NB: Yes. For instance. Penting untuk diingat: Petugas kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan kepada masyarakat tetapi juga mengajari mereka tentang dasar-dasar higiene dan sanitasi. HM: According to you. Pembangunan saluran pembuangan. HM: Apakah anda yakin air yang anda minum di rumah dan di puskesmas sudah memenuhi syarat kesehatan? NB: Ya. BAB pada tempatnya dan sebagainya. karena umumnya sekarang kita minum air isi ulang. What are the trainings you have attended already? NB: Trainings related to surveillance of communicable diseases such as surveillance of TB.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL NB: sekarang sudah lebih baik.

Diarrhea may be caused by an infection of the gastrointestinal by a variety of bacterial. urin. usus besar tidak bekerja seperi biasanya. Acute diarrhea can happen in countries where Water and Sanitation system are still poor. the bowel does not work normally. air dan garam melewati usus besar ke dalam darah. virus dan organisme parasit. Diare bisa disebabkan oleh infeksi usus oleh berbagai bakteri. It may represent a life threatening illness especially for children under 5 years old who are vulnerable. M. Ketika terjadi diare. and more pass from the blood into the bowel. RSUZA Diare akut bisa terjadi di negara-negara yang sistem sanitasi dan airnya berkualitas rendah. Dehydration The body normally takes in (input) water and salts through drinks and food and loses water and salts (output) through stool. dan lebih banyak dari dalam darah yang masuk ke usus besar. water and salts pass from the bowel into the blood. Diare itu berbahaya Kehilangan cairan karena mencret bisa menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. This guideline will help you to manage with diarrhea cases either transmitted by or linked to water. more than the normal amount of pembawa pesan kesehatan 51 . viral and parasitic organisms. dan keringat. When there is diarrhea. Dehidrasi Tubuh biasanya mendapatkan masukan (input) air dan garam melalui minuman dan makanan dan tubuh mengeluarkan air dan garam (output) melalui tinja. Apa itu diare? Diare adalah BAB encer atau tinja berair 3 kali atau lebih per hari. urine and sweat. SpPD-KPTI/ Spesialis Penyakit Dalam. There are two types of diarrhea: acute diarrhea which starts suddenly and may continue for several days and chronic diarrhea that lasts for more than two weeks. This loss is called dehydration and electrolytes imbalance. Ada dua jenis diare: diare akut yang terjadi tiba-tiba dan bisa berlanjut untuk beberapa hari dan diare kronis yang terjadi lebih dari dua minggu. Jamil. When the bowel is healthy.Kes.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Panduan praktis untuk Diare Practical guideline for Diarrhea dr Kurnia F. atau lebih sering dibandingkan dari biasanya. Kehilangan cairan ini disebut dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Ketika usus sehat. Death caused by acute diarrhea or dysentery (bloody diarrhea) is most often due to the loss of a large amount of water and salts. or more frequently than normal for the individual. Panduan ini akan membantu anda untuk menangani kasus-kasus diare baik yang disebabkan atau berhubungan dengan air. Thus. Oleh karena itu. Less water and salts pass into the blood.Air dan garam masuk ke dalam darah berjumlah lebih sedikit. Ini dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa khususnya anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun yang mudah sekali terserang. Kematian disebabkan oleh diare akut atau disentri (mencret berdarah) lebih banyak disebabkan oleh kehilangan air dan garam yang berjumlah besar. What is diarrhea? Diarrhea is the passage of 3 or more loose or liquid stools per day. air dan garam keluar melalui tinja lebih banyak dari jumlah biasanya. Diarrhea is a danger The loss of watery stools can lead to under nutrition and death. RSUZA / Internist.

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Kehilangan air dan garam lebih dari jumlah normal menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Ini terjadi ketika jumlah air dan garam lebih banyak keluar dibandingkan dengan jumlah yang masuk. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena banyak sekali muntah, yang sering terjadi ketika diare. Dehidrasi terjadi lebih cepat pada bayi dan anak-anak, pada cuaca panas dan ketika ada demam.

water and salts are passed in the stool. A important loss of water and salts results in dehydration. Dehydration can also be caused by vomiting, which often accompanies diarrhea. Dehydration occurs faster in infants and young children, in hot climates, and when patients have fever.

Assessment of patient with diarrhea Menilai pasien yang diare
Bagian terpenting dalam pemeriksaan adalah untuk mengetahui derajat dehidrasi. Petugas kesehatan harus MENANYAKAN (membuat riwayat medis), MEMPERHATIKAN, MERASAKAN tanda-tanda dehidrasi dan MEMERIKSA jika ada permasalahan medis yang lainnya.
The most important is to assess the level of dehydration. The health worker should ASK (to establish the medical history), LOOK, FEEL for the signs of dehydration and CHECK if there is any other medical trouble.

Ask
◗ How long has the patient been suffering from diarrhea? Is it acute (<14d) or chronic (>14d)? ◗ Is there any visible blood or pus in the faeces (microscopy if necessary)? It suggests a Shigella dysentery, or is it a watery diarrhea like rice water? It could be cholera. ◗ Is there fever? Additional questions: ◗ Is there tenesmus? Suggests that the rectum has been affected by inflammation or ulceration ◗ Is there abdominal pain? Not with cholera ◗ Is the patient vomiting? Makes dehydration worse and makes therapy more difficult ◗ Are there a many people in the same area with the same symptoms? An epidemic?

Menanyakan
◗ Berapa lama pasien telah menderita diare? Apa itu akut (<14 hari) atau kronis (>14 hari)? ◗ Apakah tampak adanya darah atau nanah di dalam tinja (pemeriksaan mikroskopis kalau perlu)? Ini menunjukkan shigella disentri, atau apakah mencret berair seperti air cucian beras? Mungkin saja kolera ◗ Apakah ada demam?

Pertanyaan tambahan:
◗ Apakah ada tenesmus? Terkesan bahwa dubur telah terinfeksi atau ulserasi? ◗ Apakah ada sakit perut? Tidak pada kolera ◗ Apakah pasien muntah-muntah? Menjadikan dehidrasi lebih buruk dan membuat lebih sulit diobati ◗ Apakah ada banyak orang pada daerah yang sama yang mempunyai gejala yang sama? Apakah itu wabah?

Treating diarrhea
The most important parts of treatment of diarrhea are: ◗ Prevent dehydration if possible ◗ Treat dehydration quickly if it does occur ◗ Give zinc supplements for 10/14 days (depending on the availability of supplies and national policy to reduce the severity of the episode and to reduce the incidence of diarrhea episodes in the following 2 to 3 months) ◗ Breastfeeding for children Dehydration preventive measures Usually it can be prevented by drinking more fluids as soon as the diarrhea starts. To do this, give the recommended home fluids or give available foodbased fluids (gruel, soup or rice-water). Tell the mother to increase the frequency of breastfeeding, or

Pengobatan diare
Bagian yang paling penting dalam penanganan diare adalah:
◗ Mencegah terjadinya dehidrasi jika memungkinkan ◗ Jika terjadi dehidrasi, segera diobati ◗ Berikan suplemen zinc selama 10/14 hari (tergantung ketersediaan cadangan dan kebijakan nasional untuk mengurangi keparahan diare dan untuk mengurangi angka insiden diare susulan 2 hingga 3 bulan berikutnya) ◗ Berikan ASI untuk anak-anak

Tindakan pencegahan dehidrasi Dehidrasi biasanya bisa dicegah dengan minum lebih banyak air sesegara mungkin ketika mulai diare.Untuk melakukannya, berikan cairan di rumah yang disarankan atau berikan makanan yang tersedia yang berbahan dasar air ( bubur, sup

52 health messenger

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Diare Diarrhea

< 4 kali mencret/hari <4 liquid stools/day Tidak atau dalam jumlah kecil Non or small amount Normal Normal Normal Normal Sadar Well alert Nampak Present Normal Normal Lembab Humid Normal Normal Cubitan kembali dengan cepat

4 - 10 kali mencret/hari 4 to 10 liquid stools/day Kadang-kadang Some Lebih banyak dari biasa Greater than normal Sedikit dan berwarna gelap Small amount and dark Mengantuk, mudah terangsang, tampak tidak sehat Sleepy, irritable, not well Tidak nampak Absent Cekung Sunken Kering Dry Lebih cepat dari normal Faster than normal Cubitan kembali dengan lambat

10 kali mencret/hari 10 liquid stools/day Sangat sering Very frequent Tidak sanggup minum Unable to drink Tidak kencing selama 6 jam No urine for 6 hours Sangat mengantuk, tidak sadar, terkulai lemah Very sleepy, unconscious, floppy Tidak Nampak Absent Sangat kering, cekung Very dry, sunken Sangat kering Very dry Cepat dan dalam Fast and deep Cubitan kembali dengan sangat lambat Pinch goes back very slowly Sangat cepat, atau lemah (sukar di raba) Very fast, or weak (not able to feel it) Sangat cekung Very sunken

TANYAKAN ASK PERHATIKAN LOOK

Muntah-muntah Vomiting Rasa haus/minum Thirst Kencing Urine Kondisi umum General conditions Air mata Tears Mata Eyes Mulut dan lidah Mouth & tongue Nafas Breathing Kulit (turgor) Skin (turgor)

Pinch goes back quickly Pinch goes back slowly Normal Normal Normal Normal Lebih cepat dari biasanya Faster than normal Cekung Sunken

RASAKAN FEEL PERIKSA CHECK

Nadi Pulse Ubun-ubun kepala (anak-anak) Fontanelle (children) Ukur suhu Take temperature Berat Weight

Kehilangan < 25 gram/ Kehilangan 25 -100 gram/ kg berat badan kg berat badan Loss of < 25 grams/ kg of weight Loss of 25 -100 grams/ kg of weight

Kehilangan > 100 gram/ kg berat badan Loss > 100 grams/kg of weight

PUTUSKAN DECIDE

Jika pasien memperlihatkan Jika pasien memperlihatkan Tidak ada tanda-tanda 2 atau lebih tanda-tanda ini, 2 atau lebih tanda ini, dehidrasi pasien tersebut dehidrasi ringan dehidrasinya berat If the patient presents 2 or No sign of dehydration more of these signs, he has a slight dehydration If the patient presents 2 or more of these threats, the dehydration is severe

pembawa pesan kesehatan 53

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

atau air tajin). Beritahukan kepada ibu untuk lebih sering memberikan ASI, atau berikan susu bubuk yang dipersiapkan dengan jumlah air dua kali lebih banyak dari biasanya. Perawatan Dehidrasi Pengobatan terbaik untuk dehidrasi adalah minum air larutan gula garam. Namun demikian, petugas kesehatan dapat memberikan terapi cairan infus (Ringer Lactat) pada pasien dengan dehidrasi berat di puskesmas atau rumah sakit. Suplemen Zinc Suplemen Zinc diberikan selama terjadinya diare untuk mengurangi lamanya diare dan tingkat keparahannya pada 2-3 bulan berikutnya. Seluruh pasien yang terkena diare harus diberikan suplemen zinc sesegera mungkin. Memberi makan anak yang kena diare Berilah makan anak dalam jumlah yang sedikit tetapi sering dengan makanan yang bergizi dan mudah dicerna. Coba tingkatkan frekuensi dan lamanya waktu pemberian ASI. Hal tersebut akan memberikan nutrisi yang anak butuhkan dan akan mencegah hilangnya berat badan selama diare. Cairan yang diberikan kepada pasien tidaklah menggantikan kebutuhan akan makanan. Untuk itu setelah diare berhenti, dapat diberikan makanan harian tambahan selama seminggu untuk membantu mengembalikan berat badan. Anak-anak yang menderita diare Anak-anak adalah korban pertama diare karena tubuhnya mudah diserang dan lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Anda bisa melihat tabel dibawah ini yang dapat digunakan untuk menyarankan ibu yang anaknya menderita diare dan cara membuat larutan gula garam. ORALIT/ORS Usia Anak Age of the child Hingga 4 bulan Up to 4 months 4- 12 bulan 4-12 months 12 bulan hingga 1 tahun 12 months to 1 year 2 hingga 5 tahun 2 to 5 years Dalam ml In ml 200-400

give powder prepared milk with twice the usual amount of water. Dehydration treatments The best treatment for dehydration is oral therapy with an ORS solution. However, health workers should give an intravenous therapy (Ringer Lactat) to patients with severe dehydration in puskesmas or hospital. Zinc supplementation Zinc supplements given during an episode of diarrhea reduce its duration and severity in the following 2–3 months. All patients with diarrhea should be given zinc supplements as soon as possible. Feeding a child with diarrhea Frequently feed the child with small amount of nutritious, easily digestible food. Try to increase the frequency and duration of breastfeeding. It will provide nutrients the child needs and will prevent from loosing weight during diarrhea. Fluids given to the patient do not replace the need for food. After the diarrhea has stopped, an extra daily meal for a week will help to regain weight. Children with diarrhea Children are the first victims of diarrhea as their body is vulnerable and weaker than adults. You can find below a table you can use to advise a mother whose baby is suffering diarrhea and the recipe of ORS.

Perawatan Rumah: Larutan Gula Garam (LGG) Home Cares: Oral Rehydration Salts (ORS)

400-700

700-900
8 sendok teh gula = 8 teaspoons of sugar 1 liter air = 1 litre of water 1 sendoh teh garam = 1 teaspoon salt

900-1040

54 health messenger

sup sayuran. Medicines The common cause of diarrhea is a virus (Rotavirus).Rujuklah segera ke rumah sakit terdekat Refer urgently to the closest hospital .IN DEPTH LEBIH MENDALAM Jika anak anda menderita diare: ◗ Berikan cairan tambahan sebanyak mungkin sesanggup anak minum seperti susu. Antibiotics are not recommended except for diarrhea caused by bacteria. Obat-obatan tersebut mengurangi kram dan rasa sakit sementara tetapi memperlambat dari pembersihan organisme oleh sebab itu sakit bisa sembuh lebih lama.Pasien tidak sanggup minum / Patient unable to drink .Rawat rumah / Home cares pembawa pesan kesehatan 55 .Minum normal / Drink normally .Cubitan kulit kembali lambat / Slow skin pinch .Cubitan kulit kembali normal / Normal skin pinch .Minum lebih banyak / Drink eagerly . Obat-obatan anti motilitas (seperti loperamide) bisa membahayakan. ORS.Obati dehidrasi dengan oralit / Treat the dehydration with ORS . is getting sicker. khususnya untuk anak yang berusia dibawah 5 tahun. boiled rice ◗ Breast feed frequently ◗ After each stools give additional fluids in addition to the usual fluid intake ◗ Refer to the health center if your child can not drink. Obat Pada umunya penyebab diare adalah virus (Rotavirus). if there is blood in the stool. ■ GOOD TO REMEMBER: There are 2 kinds of diarrhea: Acute (<14 days) and Chronic (>14 days).Rawat rumah / Home cares . vegetable soup. There are no drugs able to safely and efficiently stop diarrhea. PENTING UNTUK DIINGAT: Ada 2 jenis diare: Akut (<14 hari) dan kronis (>14 hari). the illness could last longer. Antibiotik tidak disarankan kecuali untuk diare yang disebabkan oleh bakteri. air.Disentri / Dysentry . oralit. sakitnya bertambah parah. water. ■ Rujukan pasien dengan diare/Referal of patients with diarrhea . They temporarily reduce cramps and pain but delay elimination of organisms thus. Anti motility drugs (such as loperamide) may be harmful.Cubitan kulit kembali sangat lambat / Very slow skin pinch .Diare terus-menerus (>2 minggu) / Persistant diarrhea (>2 weeks) . especially for children under 5 years old. jika ada darah dalam tinja If your children has diarrhea: ◗ Give extra fluids as much as the child can take such as milk.Tidak ada obat yang mampu dengan aman dan efisien menghentikan diare. air tajin ◗ Berikan ASI sesering mungkin ◗ Setiap setelah BAB berikan cairan ekstra sebagai tambahan cairan yang biasa diminum ◗ Rujuklah anak anda ke pusat kesehatan jika anak anda tidak bisa minum.

Attitudes and Practices (KAP) of targeted communities on issues related to water. Pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008. IOM conducted a study to assess the Knowledge. Hasil studi tersebut ditujukan untuk menilai kondisi dasar dari populasi target. operate and maintain safe water supply and sanitation systems. PhD MPH. In December 2007 and January 2008. Damaris Monteiro and Soegeng Afriyanto . IOM melaksanakan sebuah studi untuk menilai Pengetahuan.854 keluarga di 83 komunitas di 11 kabupaten wilayah pesisir pantai di Aceh.854 households in 83 communities across 11 coastal districts of Aceh. sanitasi dan higiene. Attitudes and Practices on Water. 56 health messenger . sanitation and hygiene. Sanitation and Hygiene in Aceh Sasimar Sangchantr. The International Organization for Migration (IOM) Community Water and Sanitation Project is a post-tsunami recovery project that targets 2. untuk memberikan panduan dalam pengembangan dan implementasi strategi kesehatan masyarakat dan selanjutnya untuk memungkinkan mengukur perkembangan yang diperoleh setelah implementasi intervensi kesehatan yang bertujuan untuk mempengaruhi perubahan perilaku.IN DEPTH LEBIH MENDALAM PENGETAHUAN. untuk meningkatkan perilaku higiene yang baik di tingkat keluarga dan untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengelola. Sikap dan Perilaku masyarakat yang ditargetkan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan air. Proyek ini didanai oleh American Red Cross. to guide the development and implementation of public health strategy. Riza Adirza. tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan air dan sanitasi yang aman bagi masyarakat yang ditargetkan. SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP AIR. and later to enable measurement of progress achieved after implementation of health interventions aiming to affect behavior change. to improve good hygiene practices at the household level. and to build capacity of targeted communities to administer. SANITASI DAN HIGIENE DI ACEH Knowledge.Tim Kesehatan Masyarakat/Public Health Team. melaksanakan dan memelihara suplai air dan sistem sanitasi. International Organization for Migration Proyek Air dan Sanitasi Masyarakat International Organization for Migration (IOM) adalah proyek perbaikan kembali pasca tsunami dengan target 2. It is funded by the American Red Cross with objectives to increase availability of safe water and sanitation for targeted communities. Results of the study serve to document baseline conditions of the target population.

untuk seluruh anggota keluarga. Pertanyaan-pertanyaan survei diarahkan kepada para ibu atau wanita dewasa dalam setiap keluarga karena biasanya mereka adalah orang utama yang bertanggung jawab untuk mengolah dan menyimpan air minum. A randomized household survey and direct observations covered 1. for all household members.102 keluarga di 75 dari 83 tempat di 11 kabupaten/kota (Tabel 1). as she is typically the primary person in her household responsible for preparing and storing drinking water. results from this KAP study may be used generally by health workers active in areas of Aceh covered by the study. We share this information with fellow health workers in Aceh with the hope that it helps us all utilize limited time and resources to promote healthy practices related to water.102 households in 75 of 83 sites in 11 districts (Table 1). Fewer than 5% of households consume unsafe water directly from its source. and they make clear distinctions between what they perceive as water quality suitable for drinking versus water quality suitable for washing or bathing. A small percentage prepares safe drinking water by chlorination or UV disinfection (1. maka hasil dari studi PSP ini secara umum dapat digunakan oleh petugas kesehatan di sejumlah wilayah Aceh yang tercakup dalam studi ini. sanitation and hygiene more effectively.2% of households consume water obtained from shallow wells or boreholes and 12. etc.2% from the regional water utility or PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi).7%). attitudes and practices among Acehnese communities. Kami berbagi informasi ini dengan rekan-rekan petugas kesehatan di Aceh dengan harapan bahwa hal ini dapat membantu kita semua dalam menggunakan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berkaitan dengan air. Survey questions were directed to the mother or adult female of the household.6% of mothers understand that safe drinking water should be stored in closed containers to prevent Tabel 1. the most common source of drinking water is refill water purchased from local vendors (35. Assuming that people living in IOM houses comprise a representative subset of the larger Acehnese communities in which they live. menyoroti permasalahan yang ada terkait pengetahuan.2%). Sample size per district No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 TOTAL Kabupaten/Kota District Banda Aceh Aceh Besar Pidie Bireuen Lhokseumawe Aceh Utara Aceh Timur Aceh Jaya Aceh Barat Nagan Raya Aceh Singkil # Lokasi # Sites 16 16 6 9 6 12 1 2 5 1 1 75 # Sampel Keluarga # Households Sampled 147 251 65 108 132 159 20 101 84 15 20 1102 pembawa pesan kesehatan 57 .0%). sikap dan perilaku diantara masyarakat Aceh dan memberi saran cara-cara untuk mengarahkan usaha promosi higiene. Some use washing and bathing water for drinking if they perceive the water quality to be clean. Almost all boil their water before drinking it (94. dll. Drinking water Mothers in Aceh have variable standards for what constitutes usable household water. highlights evident gaps in knowledge. Dengan anggapan bahwa penduduk yang tinggal di rumahrumah IOM dapat mewakili sebagian besar masyarakat Aceh. Artikel ini merangkum hasil-hasil utama dari studi tersebut. The present article summaries key results from the study. 88. sanitasi dan higiene secara lebih efektif. Among households surveyed. 29. cooking meals. merawat anak. memasak makanan.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Sebuah survei keluarga dilakukan secara acak dan observasi langsung yang mencakup 1. caring for children. while others never use washing and bathing water for drinking. and suggests ways to direct hygiene promotion efforts. no matter how clean the water seems. Ukuran sampel per kabupaten/kota Table 1. Good KAP on how to prepare and store safe drinking water are high among mothers surveyed.

Namun demikian. seperti teko teh atau dispenser air isi ulang (84.g.8%). mothers understand that they should not defecate outdoors and that there are health risks associated with leaving feces exposed to open air (>90%). Hand washing with soap Most mothers have decent knowledge on the health benefits of hand washing with soap. For example. forests. Hanya 65. Children in particular are more inclined to defecate outdoors. with aims to reach those households that still consume unsafe water directly from its source. Beberapa dari mereka menggunakan air untuk mencuci dan mandi untuk air minum jika mereka menganggap bahwa air itu cukup bersih.0%). drainage ditches. Instead. recontamination. Buang air besar Diantara para ibu yang disurvei.0% of households were observed to keep all of their water storage containers closed properly. however. They generally 58 health messenger . Diantara keluarga yang disurvei. para ibu paham bahwa mereka tidak boleh BAB di ruang terbuka dan bahwa ada resiko kesehatan yang dikaitkan dengan membiarkan tinja di ruang terbuka (>90%). is lacking. sumber air minum paling banyak berasal dari depot air minum isi ulang setempat (35. pengetahuan dan sikap yang baik terhadap perilaku BAB yang sehat hasilnya cukup tinggi. Observational data confirm that these households store their drinking water in various kinds of good containers with removable caps.7% of toilets were confirmed to be functional at the time of the survey. Only 65. However. farmers may defecate in their fields during the day simply because there are no toilets available nearby and it is convenient. The vital practice of treating water to make it safe for drinking should be reinforced as well. rivers. Although all houses surveyed have private bathrooms and 93. Secara umum. Further qualitative study should look into reasons why people defecate outdoors despite having good knowledge and attitudes on healthy defecation and private indoor facilities available.7%). practice on closing caps properly can be improved. open fields.0% dari keluarga yang diobservasi menutup wadah penyimpanan air dengan benar. Defecation Among mothers surveyed.2% dari penggunaan air daerah atau PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi).2% keluarga mengkonsumsi air yang diperoleh dari sumur dangkal atau sumur bor dan 12.8%). Hygiene promotion should reinforce negative attitudes towards open defecation and encourage mothers to teach their children good defecation habits. sementara yang lainnya tidak pernah menggunakan air mencuci dan mandi untuk air minum walaupun air tersebut kelihatan bersih. good knowledge and attitudes on healthy defecation behavior are high.perilaku dalam menutup wadah dengan cara yang benar harus ditingkatkan lagi. Kurang dari 5% keluarga mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. 88. beaches). Good practice. in which case safe alternatives to open defecation in this context should be considered and promoted. Evidence of open defecation was observed in 17. they use nearby public toilets or defecate outdoors (e.6% dari para ibu paham bahwa air minum yang aman harus disimpan di dalam wadah yang tertutup untuk mencegah rekontaminasi.1% of sites surveyed. Sikap dan Perilaku (PSP) yang baik tentang bagaimana cara menyiapkan dan menyimpan air minum terlihat cukup tinggi diantara para ibu yang disurvei.2%). such as teakettles or refill water dispensers (84. as many as 12. Hampir semua merebus air sebelum diminum (94. 29. Data observasi menegaskan bahwa keluarga menyimpan air minum mereka di dalam berbagai jenis wadah yang baik dengan tutup. Sebagian kecil menyiapkan air minum yang aman dengan klorinisasi atau disinfeksi UV (1. Promosi higiene harus ditujukan pada pentingnya menyimpan air minum di dalam wadah yang tertutup dan mengingatkan para ibu untuk tetap menjaga supaya wadah ditutup dengan benar. Perilaku penting dalam menangani air yaitu membuat air aman untuk diminum harus ditekankan bagi para keluarga yang masih mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. Hygiene promotion should concentrate on the importance of keeping safe drinking water stored in closed containers and remind mothers to keep container caps properly closed.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Air Minum Para ibu di Aceh memiliki standar yang bervariasi terhadap definisi air yang dapat digunakan oleh keluarga dan mereka membuat perbedaan yang nyata antara apa yang mereka pahami tentang kualitas air yang cocok untuk diminum dengan kualitas air yang cocok untuk mencuci dan mandi. In general.2% of households do not use the toilets in their own homes regularly. Pengetahuan.

2% keluarga tidak memakai toilet di rumah mereka sendiri secara teratur. Bukti bahwa masyarakat masih BAB disembarang tempat di temukan di17. “Lifebuoy” (40.9% of mothers surveyed. sungai.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Akan tetapi perilaku yang baik masih kurang. Knowledge on critical times to use pembawa pesan kesehatan 59 . before preparing food. Studi kualitatif lebih lanjut harus menginvestigasi alasan mengapa masyarakat BAB di ruangan terbuka walaupun mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai cara BAB yang sehat dan tersedia fasilitas di dalam ruangan. mereka lebih cenderung BAB di ruang terbuka. Promosi higiene harus menekankan sikap negatif terhadap BAB di tempat terbuka dan mendorong para ibu untuk mengajarkan pada anak mereka kebiasaan BAB yang baik.7% toilet dipastikan berfungsi dengan baik pada saat survei.5%). pantai). though almost all mothers use soap on a daily basis. and that they can become sick if they do not wash their hands (79. Walaupun semua rumah yang disurvei memiliki kamar mandi pribadi dan 93. that dirty hands may contain germs. selokan pembuangan air. either for washing or bathing (98. hutan. there is no statistically significant difference among the economic classes in hand washing practice (p>0.1%). dalam hal ini maka alternatif yang aman untuk BAB di ruang terbuka dalam konteks ini harus dipertimbangkan dan dipromosikan. including hand washing. Sebaliknya mereka menggunakan toilet umum atau BAB di sembarang tempat (contoh.1% area yang disurvei. Actual practice is comparably low or lower still. ada sebanyak 12.Terutama anak-anak.3%) are the most popular brands of soap purchased for bathing. understand the germ theory of disease. and after defecating (>96%).4%) and “Lux” (19. lapangan terbuka. Almost all are knowledgeable on the most critical times to wash their hands to prevent sickness. Interestingly. including before eating. Sebagai contoh. Hygiene promotion should emphasize the importance of using soap to wash hands properly in order to prevent sickness. The importance of using soap (rather than water alone) to wash hands properly is understood by 43.05). petani mungkin BAB di sawah mereka hanya karena tidak tersedia jamban yang dekat dan nyaman.

Sekali lagi. Kasus-kasus serius diantara beberapa keluarga mencatat bahwa cacing keluar dari mulut dan anus anakanak dan terdapat di muntahan mereka (n=12).5%).2%). Akses terhadap sabun tidak menjadi masalah karena hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya (98. Promosi higiene harus menekankan pentingnya menggunakan sabun saat mencuci tangan dengan benar guna mencegah penyakit. malaria and dengue (6.5%).1%). Again. Sebagian besar dari mereka juga tahu bahwa Penting untuk diingat: Hasil penelitian KAP mungkin dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berhubungan dengan air. Diseases related to water. and typhoid (2.4%) dan “Lux”(19.9%). Penyakit yang berkaitan dengan air. Most also know that they can become sick from drinking unsafe water (78.“Lifebuoy”(40. higiene dan sanitasi.6%).9% ibu yang disurvei. sanitasi dan higiene Penyakit yang paling umum berkaitan dengan air.3%) merupakan 2 merek sabun paling terkenal yang dibeli untuk mandi termasuk cuci tangan.1%). Umumnya mereka memahami teori kuman penyakit yaitu tangan yang kotor mengandung kuman dan mereka dapat sakit jika tidak mencuci tangan mereka (79. Hampir semua dari mereka memiliki pengetahuan mengenai saat-saat kritis untuk mencuci tangan guna mencegah penyakit seperti saat sebelum makan. they understand that hand washing with soap at critical times can prevent diarrhea specifically (59. Access to soap inside the home is not an issue as almost all mothers use soap on a daily basis (98.1%). mereka juga paham bahwa mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting dapat mencegah penyakit khususnya diare (59. Pengetahuan mengenai saat-saat penting untuk menggunakan sabun di dalam rumah harus diperkuat lagi.2%). tidak ada perbedaan signifikan diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat dalam hal perilaku mencuci tangan. namun potensi keparahan cacingan pada anak yang terinfeksi harus diberi perhatian khusus. Moreover. and potential environmental barriers outside the home should be considered. soap when washing hands should be reinforced. Prevalence of helminthes (parasitic worms) is not high.6%). Pentingnya mencuci tangan yang benar dengan sabun (daripada dengan air saja) dipahami oleh sebanyak 43.6%) and that diarrhea can be caused by drinking unsafe water (68. Prevalensi cacingan (cacing parasit) tidak tinggi. sanitation and hygiene suffered over the previous 12 months by households surveyed were diarrhea (24. Good to remember: Results of KAP study may be used by health workers to promote healthy practices related to water. 60 health messenger . but the potential severity of helminthes in infected children warrants it particular attention.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Cuci tangan dengan sabun Sebagian besar para ibu memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai keuntungan kesehatan dari mencuci tangan dengan sabun. sanitation and hygiene The most common diseases related to water. sebelum mengolah makanan dan setelah buang air besar (>96%).6%). sanitasi dan higiene yang diderita oleh keluarga yang disurvei selama 12 bulan terakhir adalah diare (24. dan tipus (2. most mothers surveyed understand that they can become sick if they do not wash their hands with soap at critical times (79.Akses terhadap sabun di luar rumah mungkin menjadi masalah dan kesulitan lingkungan yang mungkin ada di luar rumah seharusnya dipertimbangkan. Dan yang menarik. baik untuk mencuci maupun mandi (98. Selanjutnya. Namun pada kenyataannya perilaku mereka masih agak rendah.9%). walaupun hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya. Access to soap outside the home may be an issue. malaria dan demam berdarah (6.6%). Serious cases among a small number of households document worms coming out of their children’s mouths and bottoms and present in their children’s vomit (n=12).2%).5%). sebagian besar ibu yang disurvei memahami bahwa mereka bisa jatuh sakit jika tidak mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting (79. hygiene and sanitation.

2%). cheap and effective means to prevent dehydration should be better promoted. Sekitar separuh dari para ibu yang disurvei menangani diare dengan “Oralit” atau ORT (Oral Rehydration Therapy. pencegahan dan penanganan khususnya diare.6%) dan diare dapat disebabkan karena minum air yang tidak aman (68. Appropriately. karena mereka membawa anak mereka yang sakit ke fasilitas kesehatan setempat dalam waktu 24 jam pertama sejak diare diketahui (83. Resep LGG dan penggunaannya sebagai suatu cara yang sederhana. murah dan efektif untuk mencegah dehidrasi harus dipromosikan dengan lebih baik lagi. Hal ini sesuai. The recipe for LGG and its use as a simple. readily available.05).2% dari para ibu menyadari akan potensi bahaya diare bahwa diare dapat menyebabkan kematian pada anak disebabkan oleh dehidrasi jika tidak ditangani. Beberapa dari mereka memakai larutan rehidrasi yang dibuat sendiri terdiri dari gula dan garam disebut Larutan Gula Garam (LGG) (21.0% of households had at least one member in the house suffer from diarrhea in the previous two weeks. Increasing awareness on prevalence of severe helminthes cases in Aceh may be used to shock communities in improving good hygiene practices generally. Hygiene promotion should aim to improve knowledge on causes. dengan penekanan bahwa pada kenyataannya diare dapat menjadi fatal terutama pada anak-anak dibawah lima tahun.2% of mothers are aware of the potential severity of diarrhea. 84.5%). tidak ada perbedaan signifikan akan prevalensi diare diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat (p>0. Promosi higiene harus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penyebab.2%). 49. that it can cause death in children from dehydration if left untreated.2%). Pada saat survei. Like hand washing practice. ■ pembawa pesan kesehatan 61 . ■ 84. 49.9%).05).5%). Some use a homemade rehydration solution comprised of sugar and salt called Larutan Gula Garam (LGG) (21.9%). About half of mothers surveyed treat diarrhea with “Oralit” or ORT (Oral Rehydration Therapy. Ibu harus didorong untuk segera mencari perawatan medis bagi bayi dan balita yang terkena diare begitu melihat gejala diare. there is no statistically significant difference in prevalence of diarrhea among the economic classes (p>0. 14% keluarga memiliki paling sedikit satu anggota keluarga yang pernah menderita diare dalam dua minggu terakhir. 14. they bring their sick children to a local health facility within the first 24 hours diarrhea is observed (83. prevention and treatment of diarrhea specifically. Peningkatan kesadaran terhadap prevalensi kasus cacingan yang parah di Aceh mungkin dapat digunakan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat sehingga mereka meningkatkan perilaku higiene yang baik secara umum. Mothers should be encouraged to seek medical care for infants and toddlers with diarrhea immediately upon onset of symptoms. Sama seperti perilaku mencuci tangan.IN DEPTH LEBIH MENDALAM mereka dapat sakit karena minum air yang tidak aman (78. stressing the reality that diarrhea can be fatal particularly in children under five. At the time of the survey. tersedia.

Delirium: Keadaan status mental. Kronik: Menahun dan berlangsung dalam waktu yang lama. saluran cerna dan paru. Sebagai contoh. Mialgia: Nyeri pada satu otot. Booster vaksinasi: Dosis tambahan vaksin yang diberikan secara periodik untuk mempertahankan sistem imun. Bacterial Vaginosis: Kondisi pada wanita dimana keseimbangan normal bakteri vagina terganggu dan diganti oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina. atau nyeri pada beberapa otot. biasanya berisi cairan dengan diameter < 1 cm. Antraks: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang terutama menyerang hewan ternak tetapi dapat juga menyerang manusia yang mengakibatkan kelainan di kulit. syok atau sebab lain yang ditandai dengan cemas. Psoriasis: Penyakit kulit menahun dengan kelainan berupa kulit kemerahan. 62 health messenger . Sel-sel ini disebut juga platelet (trombosit).TAKARIR Akut: Penyakit yang terjadi mendadak dan berkelanjutan singkat serta gawat. HCV: Hepatitis C Virus. vesikel dan skuama. Disinfeksi: Membersihkan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan mikro organisme penyebab penyakit. berbatas jelas dan padat yang berdiameter kurang dari 1 cm. bisa diseluruh badan. Eritema: Perubahan warna kulit menjadi kemerah-merahan karena kongesti kapiler. insiden adalah jumlah kasus baru dalam periode waktu tertentu. Papula: Tonjolan kulit yang kecil. Pustule: Gelembung dikulit yang berisi nanah dilapisan epidermis atau dibawahnya yaitu di dermis dengan diameter < 1 cm. Pengobatan topical: Pengobatan setempat pada kulit. tetapi terbanyak di lengan dan tungkai. tremor dan bicara ngawur. disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak yang tertumpuk berlapis-lapis. disorientasi. Arthralgia: Nyeri sendi. Anti motility drugs: Obat untuk menghambat peristaltik usus. Pada epidemiologi. Patch test (tes tempel): Tes sensitivitas alergi pada kulit yang dilakukan dengan memasukkan bahan allergen yang diduga kedalam kulit dengan alat bedah kecil dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui ada tidaknya reaksi alergi yang timbul. Skuama: Serpih lapisan tanduk kulit ari yang terlepas. intoksikasi. Ulserasi: Terjadinya tukak. sehingga mengakibatkan nekrosis dan perdarahan. Penyakit ini tidak menular dan belum jelas sebabnya. nyeri. Disability Adjusted Life Years (DALY): Jumlah tahun yang hilang dari kehidupan potensial yang disebabkan oleh kematian dini atau jumlah tahun yang hilang dari kehidupan produktif karena kecacatan. Papula dapat terinfeksi karena garukan. gatal dan rasa terbakar. Insiden: Frekuensi kejadian misalnya penyakit tertentu pada daerah atau populasi tertentu. Angioedema: Penyakit alergi pada kulit yang ditandai dengan urtika yang mengenai lapisan kulit lebih dalam daripada kulit jangat. papula. biasanya terjadi pada membran mukosa yang membentuk luka seperti kulit yang retak. gangguan ingatan. dapat terjadi di lapisan mukosa dan bisa juga saluran cerna. khususnya ditujukan kepada infeksi. umumnya terjadi 72 jam setelah masuk rumah sakit yang bisa terjadi pada pasien atau petugas rumah sakit. HIV: Virus imunodefisiensi pada manusia (Human Immunodeficiency Virus). Kadang kala disertai dengan timbulnya gejala pada vagina berupa: lendir. yang menyebabkan terjadinya inflamasi dikulit yang menyebar ke lapisan lemak dibawah kulit. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Kelainan perdarahan yang terjadi akibat aktivitas yang tidak terkontrol dari faktor pembeku darah dan enzim fibrinolitik diseluruh pembuluh darah kecil. Tenesmus: Sasme dan rasa nyeri pada lubang anus yang diikuti rasa ingin BAB tetapi tidak disertai dengan keluarnya tinja. Nosokomial: Yang berasal dan terjadi di rumah sakit. Infeksi nosokomial: Infeksi yang terjadi atau berasal dari rumah sakit. Dermatofitosis: infeksi pada kulit. umumnya Gardnerella vaginalis. tambahan dosis vaksin tetanus dan difteri direkomendasikan untuk diberikan setiap 10 tahun sekali untuk orang dewasa. Disentri: Radang pada selaput lendir usus yang ditandai dengan diare dan tinja bercampur lendir dan darah. Fissura: Kulit yang pecah-pecah. PHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat. Trombositopenia: Berkurangnya jumlah sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan darah (trombosit) dalam darah tepi. Leukopenia: Jumlah sel darah putih (leukosit) yang rendah dari jumlah normal Makula: Bercak berupa perubahan kulit semata-mata yang biasanya tidak meninggi diatas permukaan kulit. Hipovolemia: Volume sirkulasi darah yang rendah. CHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi untuk anak-anak. kebingungan yang diakibatkan oleh demam tinggi. Ada banyak sebab pada nyeri sendi. Erisipelas: Infeksi akut pada kulit oleh bakteri streptokokus. halusinasi. kuku dan rambut yang disebabkan oleh dermatofita (jamur) dan ditandai oleh kulit yang merah. Vesikel: Gelembung kecil dikulit (seperti bisul kecil). HBV: Hepatitis B Virus. bau. Sporozoit: Bentuk plasmodium yang dilepaskan dari ookista dalam nyamuk untuk berkumpul dalam kelenjar ludah nyamuk dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.

Disinfection: To cleanse so as to destroy or prevent the growth of diseasecarrying micro organisms. Pustule: A visible collection of pus in the epidermis layer of the skin or beneath it. intoxication. hallucinations. generally Gardnerella vaginalis. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Hemorrhagic disorder that occurs following the uncontrolled activation of clotting factors and fibrinolytic enzymes throughout small blood vessels. Arthralgias: Pain in the joints. resulting in inflammation and characteristically extending into underlying fat tissue. Chronic: Persisting over a long period of time. Delirium: A temporary state of mental confusion resulting from high fever. Erythema: Redness of skin resulting from congestion of capillaries. Dysentery: Inflammation of the intestine characterized by the frequent passage of feces. intestines or lungs. accumulate in the vector’s saliva glands and are transferred to the definitive host by the bite of the infected mosquito. or pain in multiple muscles. Anthrax: Infection caused by the bacterium Bacillus anthracis that primarily affects livestock but that can occasionally spread to humans. generally occurring 72 hours after admittance which can affect patients as well as hospital personnel. usually with blood and mucus. Anti motility drugs: Medicines that prevent the intestinal peristaltic. and scaling. the incidence is the number of newly diagnosed cases during a specific time period. resulting in tissue necrosis and bleeding. usually containing a clear fluid with diameter < 1 cm. Patch test: Allergic sensitivity test in which a suspected allergen is applied on a small surgical pad on the skin for a certain period of time in order to determine if an allergic response is present. HCV: Hepatitis C Virus. HBV: Hepatitis B Virus. Dermatophytosis: Infection of the skin. affecting either the skin. Nosocomial infection: Infection present or originating in the hospital. Macula: Small flat and discoloured spot on the skin. small papulae. vesicles. Sporozoite: form of plasmodium which is produced by oocysts in the mosquito. It is non-infectious and causes are unknown. Psoriasis: Chronic dermatitis with erythematous scaling patches covered by silvery white scales. pembawa pesan kesehatan 63 . and characterized by anxiety. Erysipelas: An acute streptococcus bacterial infection of the dermis.that can be found on all the body but mostly on arms and legs. in the dermis with a diameter < 1 cm. hair. Myalgia: Pain in a muscle. the layers beneath the skin. pain. Tenesmus: Painful spasm of the anal sphincter along with an urgent desire to defecate without the significant production of faeces. Booster vaccination: An additional dose of a vaccine needed periodically to "boost" the immune system. Vesicle: A small circumscribed epidermal elevation (like a blister). especially in reference to an infection. odor. memory impairment. Topical therapy: Local treatment on certain areas of skin. trembling. usually where it joins a mucous membrane. and in need of urgent care. a booster shot of the tetanus and diphtheria (Td) vaccine is recommended for adults every 10 years. Bacterial Vaginosis: A vaginal condition where the normal balance of bacteria in the vagina is disrupted and replaced by an overgrowth of certain bacteria. Leukopenia: Lower than the normal amount of white blood cells (leukocytes). For example. Disability Adjusted Life Years (DALY): The sum of years of potential life lost due to premature mortality and the years of productive life lost due to disability. disorientation. shock. There are many possible causes of pain in a joint. In disease epidemiology. or other causes. the mucous membranes and sometimes the viscera. Fissure: a break in the skin. fissures. HIV: Human Immunodeficiency Virus. Ulceration: An ulcer or an ulcerous condition. Papulae: A small solid rounded bump rising from the skin that is usually less than 1 centimeter in diameter. itching or burning. or nails caused by a dermatophyte (fungus) and characterized by redness of the skin. Papulae may open when scratched and become infected.GLOSSARY Acute: An illness that is of short duration. Squama: Scaly or platelike structure on the epidermis layer of the skin. PHAST: Participatory Hygiene and Sanitation Transformation. It is sometimes accompanied by discharge. acquired in a hospital. CHAST: Children’s Hygiene and Sanitation Training. Incidence: The frequency with which something. and incoherent speech. Thrombocytopenia: Abnormal drop in the number of blood cells involved in forming blood clots. such as a disease. producing a crack like a sore or an ulcer. Angioedema: An allergic skin disease characterized by patches of confined swelling involving the skin. appears in a particular population or area. Nosocomial: Originating or taking place in a hospital. Hypovolaemia: A blood disorder consisting of a decrease in the volume of circulating blood. These cells are called platelets (thrombocytes). rapidly progressive.

Sunat/khitan 12. Cairan yang diberikan kepada penderita diare 7. Borok/luka terinfeksi 23. Gerakan anggota badan menjauhi sumbu tengah tubuh 8. Demam 10. Sakit kepala sebelah 9.GAME PERMAINAN 1 3 4 5 8 10 11 12 9 6 2 7 13 14 16 17 21 22 18 15 19 20 23 24 25 27 28 30 31 32 33 26 29 34 36 39 37 40 38 41 35 42 43 45 46 47 44 48 49 MENDATAR 4. Patah tulang 43. Rahang bawah 15. Kulit ari 36. Perubahan warna pada kulit tanpa adanya penonjolan MENURUN: 1. Intra Muscular 64 health messenger . Pembuluh darah balik 34. Penyebab malaria 33. Luka baring. Pengambilan jaringan tubuh secara bedah untuk pemeriksaan mikroskopik 11. Campak 26. Intensive Care Unit 14. Lapisan keras yang meliputi permukaan mahkota dan leher gigi 2. Epidemi 46. Laju Endap Darah 17. Kesulitan kencing/sakit sewaktu kencing 47. Vaksin untuk mencegah TBC 6. Magnetic Resonance Imaging 40. luka karena tekanan terus-menerus 21.Gerakan yang tidak disadari 3. Ayan/sawan 27. Rahim/kandungan ibu 29. Keguguran 35. Salah satu contoh water-borne disease 24. Selaput lendir 44. Zat hijau daun 18. Infeksi yang terjadi di rumah sakit 16. Inflamasi 48. Pemakan segala 37. Alat yang diletakkan dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan 25. Radang telinga 28. Radang saluran cerna yang disebabkan oleh Vibrio cholerae 45. Dengue Syok Syndrome 31. Hilangnya daya untuk bergerak/lumpuh 32. Tungkai atas/paha 49. Lemak 38. Rabun dekat 42. Tajam penglihatan 20. Masa setelah melahirkan 22. Cacing gelang 41. Jerawat 19. Sel darah putih 30. Tidak bisa / susah tidur 5. Vektor malaria 39. Radang pada gusi 13. Tulang hasta 31.

8. EMAIL .Rp 50. OMNIVORA 37. OTITIS .500 Institusi Lokal <300 eksemplar .43.15. KLOROFIL . Meunara VII. IUD . DSS .000 >300 eksemplar . IM SUBSCRIPTIONBERLANGGANAN Your organisation can take out subscription to the Health Messenger Magazine as: International NGO <300 copies .000 ADVERTISING PARIWARA Organisasi anda dapat menerbitkan pariwara di majalah Pembawa Pesan Kesehatan. DEKUBITUS . PARALISIS .35. ORALIT . GINGIVITIS .6 Desa.000 >300 copies . MANDIBULA . FRAKTUR .5. ASKARIS .11. MIOPIA . For more information. MRI . ANOPELES .38.18.3.Rp 38. Untuk informasi. ULNA .39.28.12. silakan menghubungi kami. Your organisation can publish an advertising in the Health Messenger Magazine. ABDUKSI .41. VISUS .000 >300 eksemplar . ACNE .com MENURUN: 4.Rp 30.2. ULKUS .Rp 50. SIRKUMSISI . EPILEPSI .31.23.49. NAD indonesia.40.20.33.42. Garot Geuceu Kec.44.000 >300 eksemplar . RADANG .000 1.Rp 38.24. EPIDERMIS . NIFAS .INFORMATION INFORMASI Organisasi anda dapat berlangganan majalah Pembawa Pesan Kesehatan: LSM Internasional <300 eksemplar .Rp 44.000 Local NGO <300 copies .Rp 44. INSOMNIA .7. MUKOSA .19. MIGREN . UTERUS . DIARE .000 LSM Lokal <300 eksemplar .10.000 >300 copies .31. MORBILI . LEUKOSIT 30.Rp 15.45.46. WABAH .32. REFLEKS .Rp 20. NOSOKOMIAL 16. Darul Imarah Aceh Besar. FEMUR .25.26.Rp 15.21. please contact us. KOLERA . LIPID .hm@gmail.9.6. FEBRIS .13. CONTACTKONTAK Aide Médicale Internationale Lr. BIOPSI . LED . DISURIA .14. ABORTUS .47. ICU .27. VENA .Rp 30.500 Local Institution <300 copies . no.22. Tgk.Rp 20.36. BCG .000 >300 copies . PLASMODIUM .34. MAKULA MENDATAR .17.29.48.

AMI juga melengkapi. Aide Médicale Internationale bertujuan untuk mewujudkan atau membangun kembali akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tersisihkan dan terisolasi. Saat ini AMI bekerja di sembilan negara. prevent infections. and implement health education programs. with a continuous training tool appropriate to improve their knowledge and skills. AMI telah bekerja di Indonesia sejak Maret 2005 untuk membantu para pekerja kesehatan Indonesia di Provinsi Aceh dengan sejumlah perangkat pelatihan yang tepat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. dan melakukan program pendidikan kesehatan. Since its creation. They also equip.Aide Médicale Internationale (AMI) is a nongovernmental.org . It is apolitical and secular. AMI teams provide primary health care. pencegahan infeksi. Aide Médicale Internationale (AMI) adalah suatu organisasi nirlaba non-pemerintah. Sejak pendiriannya. Funded by /Didanai oleh: Contributors / Kontributor: www.amifrance. Now present in 9 countries. Tim AMI memberikan layanan kesehatan primer. rehabilitate and supply health care structures and train health care personnel.AMI tidak berpolitik dan bersifat sekuler. Aide Médicale Internationale has developed programs in more than thirty countries. AMI was founded in 1979 by a group of twenty volunteer doctors and nurses. merehabilitasi dan mensuplai pusat layanan kesehatan serta melatih petugas kesehatan. Aide Médicale Internationale telah mengembangkan program di lebih dari tiga puluh negara. non-profit organization (NGO). AMI has been working in Indonesia since March 2005 to provide Indonesian health workers. AMI didirikan pada tahun 1979 oleh dua puluh orang dokter dan perawat relawan. The goal of Aide Médicale Internationale is to implement or re-establish access to health care for deprived and isolated populations. in the province of Aceh.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful