P. 1
Full Report 2

Full Report 2

|Views: 66|Likes:
Dipublikasikan oleh Ridi Putra

More info:

Published by: Ridi Putra on Feb 29, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/30/2012

pdf

text

original

HEALTH

MESSENGER

KESEHATAN

PEMBAWA PESAN

Air, Higiene dan Sanitasi
WATER, HYGIENE AND SANITATION

Dermatitis Kontak/Contact Dermatitis — Diare/Diarrhea — Kolera/Cholera Promosi kebersihan/Hygiene promotion — Demam tipus/Typhoid fever Manajemen limbah medis/Medical waste management Kebersihan kewanitaan/Feminine hygiene

MAJALAH KESEHATAN UNTUK PEKERJA KESEHATAN INDONESIA DIPUBLIKASIKAN OLEH AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE THE HEALTH MAGAZINE FOR INDONESIAN HEALTH WORKERS PUBLISHED BY AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE

EDISI JUNE 11 ISSUE 2009 JUNI

HM TEAMTIM P2K
Manager Publikasi/ Publication Manager Chloé Forette Editor Kepala/ Editor in chief Anne Broggi Penyunting Medis/ Medical Editor dr. Nurjannah Penerjemah/ Translators Denni Rajagukguk Endrani Sulistyowati Mahdani A. Hamid Dewan Penyunting/ Editing Committee Tim P2K/HM Team Ikonografi/ Iconography Tim P2K/HM Team Tata Letak/ Layout Chloé Forette
5 7

CONTENTSDAFTAR ISI

1 2

EDITORIAL EDITORIAL BERITA NEWS Hari Kesehatan Dunia World Health Day Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Flu Babi Swine Influenza Hari Perawat Internasional International Nurse Day PERISTIWA EVENTS Acara Pembukaan PIDA The Opening Ceremony of PIDA LEBIH DEKAT ZOOM Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Community-Based Water Supply and Environmental Sanitation Eumpang Breuh LAPORAN KHUSUS SPECIAL REPORT Air, Higiene Dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation PENGANTAR INTRODUCTION Pengembangan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Development of Water and Sanitation Facilities DI TANAH AIR KITA IN OUR COUNTRY Indonesia Sehat 2010 Healthy Indonesia 2010 DARI LAPANGAN FROM THE FIELD Wawancara Yopie Pangkey Interview Yopie Pangkey KESEHATAN MASYARAKAT PUBLIC HEALTH Membangun Air, Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Aceh Building Water, Sanitation, Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air Dan Sanitasi: Suatu Joint Venture Water and Sanitation: A Joint Venture KESEHATAN UMUM GENERAL HEALTH Dermatitis Kontak Contact Dermatitis Penyakit Yang Berkaitan Dengan Air Water Related Diseases Program Manajemen Limbah Medis Medical Waste Management Program IBU & ANAK MOTHER & CHILD Kebersihan Kewanitaan pada Kehamilan Feminine Hygiene During Pregnancy PSIKOSOSIAL PSYCHOSOCIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfilment Instruksi Tentang Kebersihan, Sanitasi dan Air di Rumah Sakit Instructions on Hospital Hygiene, Water and Sanitation. Wawancara Perawat Bambang Interview Nurse Bambang LEBIH DALAM IN DEPTH Panduan Praktis untuk Diare Practical Guideline for Diarrhea Pengetahuan, Sikap dan Perilaku terhadap Air, Sanitasi dan Higiene di Aceh Knowledge, Attitudes and Practices on Water, Sanitation and Hygiene in Aceh TAKARIR GLOSSARY

13 14

15 16 21

CONTRIBUTORS KONTRIBUTOR
Hasrati (Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer Handicap International) ■ Erlina Marlinda (Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator, Handicap International) ■ Marthunis Muhammad (Focal Point Pokja AMPL/ AMPL Working Group Focal Point - Bappeda Aceh) ■ Joni Kapluk (Aktor Aceh/ Acehnese actor) ■ Sijawati & Tharuddin (Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/ Enviromental Health Department, Provincial Health Office of Aceh) ■ dr. T.H. Makmur Mohd. Zein (Fakultas Kedokteran Syiah Kuala/ Medical Faculty of Syiah Kuala University) ■ Yopie Pangkey (Petugas Sanitasi Air - Pendidikan Hygiene/ Watsan Officer - Hygiene Education, Irish Red Cross) ■ Moris Monson (Delegasi Watsan – Kontruksi/ Watsan Construction Delegate, Irish Red Cross) ■ Basilius Kris Cahyanto (Spesialis WASH/ WASH specialist, UNICEF Banda Aceh) ■ Manuela Peters (Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss cabang Sigli/ Sigli Health Project Swiss Red Cross) ■ dr. Dina Lidadari (Bagian Kulit Kelamin/ Dermatology Department, Unsyiah RSUZA) ■ dr. Kurnia F. Jamil (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi/ Internist Consultant Tropical Infection Diseases, Unsyiah - RSUZA) ■ Yayat Kurniawan (Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan/ Environmental Health Technical Program Manager, Canadian Red Cross) ■ Katherine Mueller (Delegasi Masyarakat dan Informasi/ Information & Community Outreach Delegate, Canadian Red Cross) ■ Rahmi Wardhani (Bidan/ Midwife, RSU Cut Mutia Lhokseumawe) ■ dr. Nur Fardian (Program Studi Pendidikan Dokter/ Medical Studies Program, Malikussaleh University) ■ Ibu Hasniah (Politeknik Kesehatan – Keperawatan Depkes Banda Aceh/ Nursing School Banda Aceh) Bambang Isnur Imanto (Perawat, Puskesmas Kopelma Darussalam/ Nurse Puskesmas Kopelma Darussalam) ■ Sasimar Sangchantr, Riza Adirza, Damaris Monteiro & Soegeng Afriyanto (Tim Kesehatan Masyarakat/ Public Health Team, IOM) ■

27

42

44

51

62

EDITORIAL EDITORIAL

Air, higiene dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation

S

etiap 8 detik sekali seorang anak meninggal dunia karena air yang terkontaminasi; ada lebih dari 25 bakteri yang terdapat dalam air yang terkontaminasi dan lain-lain. Data ini sangat menakutkan namun inilah realita yang menyedihkan.Air merupakan kebutuhan dasar dan vital, tetapi akses terhadap air yang layak minum masih menjadi isu global sampai saat ini. Setidaknya terdapat 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap air leding. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak mempunyai jamban dan harus buang air besar di ruang terbuka sehingga dapat mengkontaminasi sungai dan sistem saluran air. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang disebarkan melalui air. Terlepas dari pembangunan ekonominya, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara berkembang dimana sistem Air, Higiene dan Sanitasinya harus ditingkatkan. Rekonstruksi provinsi Aceh setelah terjadinya Tsunami telah mengarah ke perbaikan yang cukup baik. Namun masih banyak yang harus dilakukan. Penyakit yang disebarkan melalui air umumnya terdeteksi di Puskesmas, banyak anak-anak menderita diare yaitu suatu penyakit yang dapat mengancam jiwa terutama anak-anak yang rentan. Dan bagaimana mengenai Malaria, tipus dan lainlain? Masyarakat harus belajar mengenai langkah-langkah dasar pencegahan penyakit.Anak-anak harus mengetahui bahwa tangan serta gigi harus dibersihkan dengan sabun dan pasta gigi. Banyak penyakit dapat dicegah dengan menerapkan cara ini. Ini adalah masalah edukasi. Karena itu Pembawa Pesan Kesehatan edisi ke-11 ditujukan untuk membahas masalah Air, Higiene dan Sanitasi, disini kami menggaris bawahi peranan penting para petugas kesehatan dalam mentransfer dan membagi informasi mengenai higiene dan kami menyoroti beberapa alat survei yang ada seperti survei pengetahuan, sikap dan perilaku. Lebih dari sekedar sebuah majalah kesehatan, informasi yang disampaikan dalam edisi ini sebaiknya dibagikan juga kepada semua anggota masyarakat. Namun kami sangat yakin, bahwa anda para pembaca, para petugas kesehatan adalah penghubung bagi masyarakat. Jadi, mari kita baca, belajar dan berbagi pengetahuan!

very 8 seconds a child dies because of contaminated water; there are more than 25 pathologies related to contaminated water, etc. These data are frightening but this is a sad reality. Water is a basic and vital need but access to drinkable water is still a global issue. At least 2,6 billion people do not have access to running water. Most of them do not even have toilets and have to defecate in open air, thus, contaminating rivers, air and sewer systems. This is probably the cause of high morbidity and mortality rates. In spite of its economic development, Indonesia is still one of these developing countries where Water, Hygiene and Sanitation need to be improved. The reconstruction of the Aceh province after the Tsunami led to a sharp improvement. But many things remain to be done. Waterborne diseases are commonly detected in the puskesmas, too many children are suffering diarrhea which is a life threatening disease for a child vulnerable organism. And what about Malaria, typhoid, etc? People have to learn about the basic preventive measures. Children must know that hands as well as teeth should be cleaned with soap and toothpaste. Many diseases could be prevented this way. This is a matter of education. For this HM 11 dedicated to Water, Hygiene and Sanitation, we underline the key role of health workers in transmitting and sharing information about hygiene and we highlight some of the numerous tools that exist like the Knowledge, Attitudes and Practices. More than a medical magazine, the information published in this issue should be shared between all citizens. But we truly believe that you, readers, health workers, are the link with the community. So lets read, learn and share the knowledge!

E

Anne Broggi

pembawa pesan kesehatan 1

and its motto "Save Lives. Indonesia saat ini melaksanakan penilaian keamanan fasilitasfasilitas kesehatan yang penting pada saat persiapan dan mitigasi bencana. Dengan bantuan WHO.NEWS BERITA Hari Kesehatan Dunia World Health Day Tim P2K/ HM team Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tahun tanggal 7 April. which is important for preparedness and mitigation. Emergencies not only can take a heavy toll on human life and health. With the help of WHO. tetapi juga merusak fasilitas-fasilitas kesehatan. pengambil keputusan di tingkat lokal. 2 health messenger . health workers and other professionals. Make Hospitals Safe in Emergencies". Fasilitas-fasilitas yang rusak tersebut kehilangan kapasitas dalam menyediakan layananlayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. fasilitas-fasilitas kesehatan Indonesia akan bertahan kuat dan tetap berfungsi untuk dapat menyelamatkan jiwa. Indonesia is currently undertaking a safety assessment of health facilities. Masa darurat tidak hanya merenggut banyak jiwa dan kesehatan manusia. This year's focus is to strengthen health facilities to be better prepared and safe in case of emergencies and disasters. Ciptakan Rumah Sakit Aman saat Darurat”. By working together. dengan motto “Selamatkan Jiwa. ■ Penting untuk diingat: Membangun rumah sakit yang aman dapat menyelamatkan banyak jiwa saat bencana datang. Tugas mengembangkan rumah sakit yang aman bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah atau sektor kesehatan saja. Good to remember: Developing safe hospitals can save lives when disaster strikes. ■ The World Health Day is celebrated annually on 7 April. pekerja-pekerja kesehatan serta para professional lainnya. kemungkinan di masa depan ketika bencana menghadang. Developing safe hospitals is not merely the responsibility of the government or the health sector alone. local decision makers. It needs the involvement of communities. when disaster strikes. These damaged facilities lost their capacity to provide health services during these emergency periods. Fokus tahun ini adalah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan menjadi lebih baik dan aman pada saat bencana dan tanggap darurat. The theme of World Health Day 2009 is "Health Facilities in Emergencies". bencana Tsunami di Aceh dan Gempa bumi di Nias dan Yogyakarta secara keseluruhan telah merusak sedikitnya 713 fasilitas kesehatan. For instance. but also damage health facilities. the Tsunami in Aceh and the earthquakes in Nias and Yogyakarta have together damaged at least 713 health facilities. Hal tersebut membutuhkan keterlibatan dari pihak masyarakat. it is possible that in the future.Tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2009 adalah ”Fasilitas Kesehatan saat Darurat”. Indonesia's health facilities will stand strong and stay functional to save lives. Sebagai contoh. Dengan bekerja bersama-sama.

anggaran dan pelaksanaan alat-alat evaluasi berdasarkan standar nasional dan WHO.NEWSBERITA ACEH BEBAS DARI MALARIA PADA TAHUN 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Tim P2K/ HM team ari Malaria Dunia 2009 diperingati pada tanggal 25 April. No case has been detected so far. 2009. Jepang.” The main focus of the strategic plan includes operational activities. The theme of this meeting was “Aceh Free from Malaria by 2015. ■ pembawa pesan kesehatan 3 . Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota dan pelaksana program multi-sektor serta pemangku kepentingan lainnya yang bekerja bersama-sama mengembangkan rencana strategis. They performed a research on more than 400 pigs in 4 States in Indonesia and found out that more than 50 pigs carried the virus. SEBUAH ANCAMAN BARU DI INDONESIA Tim P2K/ HM team S ebuah penelitian baru-baru ini oleh Universitas Kobe. Fokus utama dari rencana strategis termasuk kegiatan operasional. Hal ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Aceh. As pork can carry avian virus as well as human virus. para peneliti tersebut mencemaskan bahwa H5N1 dapat merubah dirinya sendiri menjadi bentuk baru berupa virus babi yang dapat ditularkan kepada manusia yang disebut H1N1. a new threat in Indonesia A recent research by University of Kobe. target groups. This is still a major challenge for Aceh. Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan dari UNICEF mengadakan rapat perencanaan di Banda Aceh untuk mempersiapkan sebuah rencana strategis untuk memberantas malaria di Provinsi Aceh pada tahun 2015. much more dangerous than the one which is raging in Mexico. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa Pemerintah akan menyembelih babi-babi yang terinfeksi oleh virus H1N1. ■ Swine Influenza. PHO with support from UNICEF held a planning meeting in Banda Aceh to prepare a strategic plan to eliminate malaria from Aceh Province by 2015. swine breeding and trading are under sanitary surveillance. ■ FLU BABI. The Ministry of Health declared the Government will slaughter pigs infected with the virus H1N1. 2009. found that Indonesian porks are likely to transmit a new type of influenza to human beings. menemukan bahwa babi-babi di Indonesia tampaknya dapat menularkan sebuah jenis flu baru bagi manusia. budget and implementation of evaluation tools based on the national and WHO standards. Sejauh ini belum ada kasus yang terdeteksi. The meeting was attended by representatives from districts/cities and multi-sectoral program implementers and stakeholders who work together to develop the strategic plan. Di Indonesia.Terdapat 7. There were 7. In Indonesia. kelompok sasaran. ■ H W orld Malaria Day 2009 was celebrated on April 25. pengembangbiakan dan penjualan babi dilaksanakan dengan pengawasan steril. Para peneliti melakukan penelitian pada lebih dari 400 babi di 4 kota di Indonesia dan menemukan bahwa 50 babi mengandung virus.060 cases of positive malaria in 2007.060 kasus positif malaria pada tahun 2007. Japan. Sebagaimana babi dapat mengandung virus burung serta virus manusia. jauh lebih berbahaya dibanding jenis yang saat ini sedang merajalela di Meksiko. Tema dari pertemuan tersebut adalah “Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015”. they fear that H5N1 transform itself into a new form of swine virus that could be transmitted to human beings called H1N1.

di Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan upacara yang dihadiri juga oleh direktur Rumah Sakit Jiwa. Terdapat 5 sekolah perawat di Banda Aceh. the decision was made to celebrate the day on 12 May as it is the anniversary of the birth of Florence Nightingale. obat-obatan yang terbatas. To celebrate this day. serta dapat digunakan oleh perawat dimana saja.NEWS BERITA Hari Perawat Internasional International Nurse Day Tim P2K/ HM team Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei dalam rangka mengingat semua kerja dan kontribusi penting perawat terhadap masyarakat. This way. Setelah pidato dari direktur. Peralatan ini terdiri dari bahanbahan yang bersifat edukatif dan memberikan informasi kepada masyarakat. ■ 4 health messenger The International Council of Nurses (ICN) has celebrated this day since 1965. limited equipment. In January 1974. There are five nursing schools in Banda Aceh. posters) and flowers to people. umumnya pelajar dari sekolah perawat ini berkumpul pada tanggal 12 Mei. Ini juga hari yang tepat untuk mengingat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tenaga-tenaga kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia yang tenaga kesehatannya dapat menghadapi banyak keterbatasan-keterbatasan kerja: paparan penyakit menular. peralatan yang terbatas. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran petugas kesehatan. It is also an appropriate day to consider the challenges faced by health workers in developing countries such as Indonesia where health workers can face a lot of working constraints: exposure to infectious diseases. most of the students gathered on Tuesday 12 May. for use by nurses everywhere. After the speeches. they raised people’s awareness on the importance the health workers play here. ■ . Banda Aceh and the whole Aceh province count on many health facilities and nurses. ICN prepares and distributes the International Nurses' Day Kit. para pelajar turun ke jalan-jalan di Banda Aceh untuk menyebarkan alat-alat komunikasi (selebaran. keputusan dibuat untuk memperingati hari perawat ini pada 12 Mei karena pada tanggal tersebut merupakan hari lahirnya Florence Nightingale. International Nurse Day is celebrated every 12 May in order to remind all the valuable work and contribution nurses make to society. the students went in the streets of Banda Aceh to distribute communication tools (flyers. Pada januari 1974. who is widely considered as the founder of modern nursing. The kit contains educational and public information materials. 2009 in Rumah Sakit Jiwa for an official ceremony held by the hospital’s director. yang kita ketahui sebagai pencetus keperawatan modern. Banda Aceh dan seluruh propinsi Aceh bergantung pada banyak fasilitas kesehatan dan perawat. The students were really glad to join this event to promote this medical career. limited access to medicine. History of this event Sejarah peringatan hari perawat internasional Konsil Perawat Internasional (KPI) sudah memperingati hari perawat ini sejak tahun 1965. Setiap tahun. Each year. Untuk memperingati hari ini. KPI mempersiapkan dan mendistribusikan peralatan hari perawat internasional. poster) dan bunga kepada masyarakat.

Apa itu PIDA? PIDA (Pusat Informasi Disable Aceh) merupakan pusat dan sumber informasi untuk orang-orang cacat. An Activity Committee has been created in July 2007 in order to develop DPOs. It also facilitates the link between actors regarding the inclusion of people with disability. It aims at providing access to different facilities and tools for Disabled People Organizations (DPOs) and disseminating information on disability amongst all actors in the community. PIDA bertujuan untuk memberikan akses terhadap berbagai fasilitas bagi Organisasi Orang-orang Cacat (OOC) dan penyebaran informasi tentang masalah orang-orang cacat kepada semua pihak dalam masyarakat. The three main services provided by PIDA are: Resources & Facilities. What is the PIDA? The PIDA (Information Center for disabled acehnese people) is a center of resources and information on disability. Handicap International menyelenggarakan pembukaan PIDA. Handicap International celebrated the opening of the PIDA. Information & Orientation. Kesempatan yang sangat baik sekali buat kita untuk mengingat kembali sejarah dan tujuan pusat informasi ini untuk orang-orang cacat. Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator . their family and any other persons or organization interested in the thematic of disability.Erlinda Marlinda. PWDs and pembawa pesan kesehatan 5 . Informasi & Orientasi dan Penyebaran Informasi. and a Dissemination of Information. It is a great opportunity to remind you the history and the goal of this information center for disabled people.Handicap International Pada tanggal 30 April 2009. Fokus utama PIDA adalah untuk membantu Organisasi Orang Cacat (OOC) tetapi juga terbuka untuk semua orangorang cacat dan keluarganya dan bagi orang-orang yang tertarik dengan masalah kecacatan. Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer .Organisasi ini juga memfasilitasi hubungan antar pihak yang berkaitan dengan inklusi orang cacat. Sejarah Singkat PIDA PIDA dibentuk pada tanggal 21 September 2006.EVENT PERISTIWA ACARA PEMBUKAAN PIDA The Opening Ceremony of PIDA Hasrati. Ada 3 layanan yan disediakan oleh PIDA yaitu Sumber Daya & Fasilitas. Panitia Kegiatan dibentuk pada bulan Juli 2007 untuk meningkatkan partisipasi Organisasi Orang Cacat. The main focus of PIDA is to support DPOs but is open for all Persons With Disability (PWDs). Orang Cacat dan masya- Brief PIDA’s history The PIDA has been inaugurated on 21st September 2006. On 30 April 2009.

At first. nama yang digunakan adalah DIRC (Pusat Sumber Informasi Orang Cacat). library. community participation in the process and the selection of activities. software untuk orang buta) perpustakaan.EVENT PERISTIWA rakat dalam proses dan pemilihan kegiatan. Layanan yang tersedia Fasilitas yang disediakan oleh PIDA termasuk akses internet. Good to remember: People With Disability have the right to accessible information. kursus komputer (pengenalan dan menggunakan komputer dengan JAWS. computer courses (introduction and using computer with JAWS. Pada awalnya. The Activity Committee selected the final name in September 2007. Residen Danubroto. ■ Facilities provided by the PIDA include internet access. Tetapi nama ini tidak mencerminkan bahwa itu merupakan tempat pusat informasi orang-orang cacat. ruang pertemuan. But this name was not reflecting that the place was an information center focusing on disability. ■ PIDA HASRATI: Staf penanggung jawab untuk peningkatan kepedulian dan penyadaran / Sensitization and Awareness Raising Officer Jl. PIDA diambil sebagai nama terakhir pada bulan Septemer 2007 setelah dipilih oleh panitia kegiatan. meeting room. Lamlagang. kursus bahasa Inggris dan bahasa isyarat yang akan diatur pada tahun ini karena adanya permintaan dari para pengguna PIDA. English and Sign Language courses will be organized later in the course of the year as it has been requested by the PIDA users. Main activities The main activities developed by the PIDA are: For DPOs: ◗ Ease the coordination and collaboration between the different DPOs ◗ Facilitate seminars and trainings ◗ Ease the access to PIDA’s facilities to DPOs ◗ Support DPOs in advocating and lobbing local authorities at any level ◗ Raise DPOs awareness about their Human Rights and the Convention on the Rights of PWD For PWDs and their families not members of DPOs: ◗ Provide PWDs with a general information ◗ Promote PWDs right to accessible IT ◗ Raise PWDs and their family’s awareness on their Human Rights and the Convention on the rights of PWDs ◗ Inform PWDs about disability referral directory Kegiatan Utama Kegiatan utama yang dikembangkan oleh PIDA adalah: Untuk Organisasi Orang Cacat: ◗ Memudahkan koordinasi dan kerjasama antar Organisasi Orang Cacat ◗ Memfasilitai seminar dan pelatihan ◗ Memudahkan akses terhadap fasilitas PIDA oleh Organiasi Orang Cacat ◗ Membantu orang cacat dalam advokasi dan lobi pada pihak yang berwenang pada berbagai tingkatan ◗ Meningkatkan kesadaran orang cacat akan Hak Asasi dan Konvensi Hak Asasi orang cacat Untuk orang cacat dan keluarganya yang bukan anggota Organiasi Orang Cacat: ◗ Menyediakan informasi umum kepada orang cacat ◗ Mempromosikan hak orang cacat untuk mengakses IT ◗ Meningkatkan kesadaran orang-orang cacat beserta keluarganya tentang Hak Asasi mereka dan Konvensi Hak Asasi orang cacat ◗ Memberikan informasi kepada orang cacat tentang petunjuk rujukan Available services Penting untuk diingat: Orang-orang cacat mempunyai hak terhadap informasi yang mudah diakses. followed by Rakan (friendship in Bahasa Aceh). the name was Disability Information Resource Center. a software for blind people). Samping Sonic Net. Banda Aceh Telp: 0651 741 46 77 6 health messenger . kemudian Rakan (artinya persahabatan dalam bahasa Aceh).

Ada 11 prinsip kebijakan dalam AMPL-BM seperti yang terdapat pada tabel berikut: 1. AMPL-BM: Community Based Water Supply and Environmental Sanitation.Bappeda Provinsi Aceh/AMPL Working Group Focal Point. Bappeda Aceh Province. it has been found that many facilities for clean water and sanitation such as public bathing. washing facilities and latrines have been neglected (not optimally used then at last broken or being left). The water supply and environmental sanitation (AMPL in bahasa) working group of Aceh Province is a coordinating institution for the construction of integrated community-based water supply and environmental sanitation in order to achieve the Millenium Development Goals (MDGs). Kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi Aceh merupakan sebuah wadah koordinasi pembangunan di sektor air minum dan penyehatan lingkungan secara terpadu dan menyeluruh yang berbasis masyarakat guna meraih tujuan pembangunan millennium. Why should the community be involved? According to the past experiences and surveys. AMPL-BM1 set up 11 policy principles as illustrated in the following table : pembawa pesan kesehatan 7 . Focal Point Pokja AMPL. Mengapa harus berbasis masyarakat? Hal ini berdasarkan pengalaman. contohnya saja kita lihat betapa banyaknya fasilitas air bersih dan sanitasi seperti MCK yang menjadi monumen (tidak digunakan hingga rusak atau rusak kemudian ditinggalkan).ZOOM LEBIH DEKAT Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat COMMUNITY-BASED WATER SUPPLY AND ENVIRONMENTAL SANITATION Marthunis Muhammad. Hal ini disebabkan pembangunan yang tidak berdasarkan kebutuhan dan juga karena tidak melibatkan masyarakat sehingga rasa kepemilikan masyaraka akan fasilitas yang dibangun rendah. It is because the constructions were not based on community needs and the community was not involved which led to a low sense of ownership of the facilities.

etc. Atas kenyataan ini pula. These areas are mainly villages (most of the Aceh province 8 health messenger . Dilihat dari karakter geografis. AMPL-BM policy is more likely to be applied in the areas where there are still no service providers for water supply and enviromental sanitation. etc.ZOOM LEBIH DEKAT Prinsip dalam Kebijakan AMPL-BM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Air Merupakan Benda Sosial dan Benda Ekonomi Policy principles of AMPL-BM Water is an economic and social good Pilihan yang Diinformasikan sebagai Dasar dalam Informed choice is the basis for demand-responsive approach Pendekatan Tanggap Kebutuhan Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Keberpihakan pada Masyarakat Miskin Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Akuntabilitas Proses Pembangunan Peran Pemerintah Sebagai Fasilitator Peran Aktif Masyarakat Pelayanan Optimal dan Tepat Sasaran Penerapan Prinsip Pemulihan Biaya Enviromentally-based development Health and hygiene behaviour education Poverty focus Active role of women in decision-making Accountability in the development process Government is a facilitator Active community participation Optimal and target-oriented service Application of the cost-recovery principle Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah? Dari sisi pemerintah daerah. pemerintah juga harus menciptakan sebuah peluang agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan fasilitas AMPL dimana penyiapan dan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu tugas pemerintah adalah menciptakan kebutuhan atas fasilitas air minum dan penyehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi. pendidikan dan lain sebagainya. kebijakan AMPL-BM lebih cocok diterapkan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. Active community involvement in this area is showed by the fee people pay for the related companies. Pemerintah Aceh seharusnya mengambil perhatian lebih terhadap pelaksanaan kebijakan AMPL-BM ini. kampanye. the government must create opportunities for the community to actively participate in the development of AMPL facilities where the community education and empowerment is the main priority. Moreover. What should the government do? For the local government of Aceh. Therefore the role of the government is to fulfill the needs of the population with providing water supply and environmental sanitation facilities as well as to promote health and hygiene behaviours and education through communication. Is AMPL-BM policy relevant? The AMPL-BM policy is not efficient if it is applied in a community that already has access to sanitation and water supply facilities from well-structured institutions such as PDAM (state-owned water supply company) and solid/water waste treatment company. Relevansi penerapan kebijakan AMPL-BM? Kebijakan AMPL BM ini menjadi tidak realistis apabila diterapkan di dalam sebuah masyarakat yang telah mendapatkan akses fasilitas air minum dan sanitasi dari berbagai institusi yang sudah mapan seperti PDAM dan perusahaan pengolah sampah/limbah cair dan lain sebagainya. Daerah tersebut terutama daerah perdesaan dimana mewakili sebagian besar wilayah Aceh. the national policy of AMPL-BM aims at socializing the change of the paradigm that the government is not a provider but more a facilitator regarding the development of water supply and environmental sanitation. Keterlibatan aktif masyarakat disini ditunjukkan dengan membayar jasa atau fee kepada institusi tersebut. kebijakan nasional AMPL-BM ini mensyaratkan perubahan paradigma bahwa pemerintah bukan penyedia tetapi lebih pada fasilitator pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan. Selain itu. campaigns.

menjaga lingkungan. tetapi juga dibutuhkan membangun perilaku hidup bersih dan sehat. and other governmental bodies. Dinas Kesehatan. the community needs to know how to take care of the environment and how to develop its economy. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. a common vision and action from all parties is expected in order to achieve the MDGs which is to halve the number of acehnese population who do not yet have access to clean sanitation and water supply. constructing facilities through the Department of Bina Marga Cipta Karya (public construction) is not enough. serta mengembangkan perekonomian masyarakat. tidak cukup dengan hanya membangun fasilitas air bersih dan sanitasi oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya.ZOOM LEBIH DEKAT is composed of villages). What is the role of AMPL working group in the Aceh province? This working group is the coordinator of all AMPL development stakeholders in Aceh. the Agency of Environmental Impacts Control. Good to remember: Water supply and environmental sanitation program is conducted in the areas where there are still not service providers for clean water and sanitation. ■ Penting untuk diingat: Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan berbasis masyarakat dilakukan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. pembawa pesan kesehatan 9 . the Aceh government should pay more attention on the implementation of this AMPL-BM policy. yaitu mengurangi separuh penduduk Aceh yang belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang bersih dan sehat. Badan Pemberdayaan Masyarakat. Untuk mencapai target tersebut. The contribution of public institutions is also needed: Provincial Ministry of Education. Artinya pada tahun 2015. It means that in 2015. sekitar 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk perdesaan mendapat akses tersebut. mempersiapkan masyarakat. around 80% of the urban population and 60% of the rural population of aceh should have access to these vital needs. Melalui pokja ini diharapkan lahir kesamaan visi dan keseragaman langkah dari semua pihak dalam rangka pemenuhan target MDGs di sektor AMPL. Education on hygiene and health need to be improved. Dinas Koperasi dan UKM dan dinas/badan lainnya. Based on this reality. To achieve the goal. Hal ini membutuhkan kontribusi peran dari Dinas Pendidikan. Co-operative and Small Medium Enterprises Department. ■ Peran Pokja AMPL provinsi Aceh? Pokja ini adalah koordinator dari seluruh stakeholder pembangunan AMPL di Aceh. Provincial Health Office. community empowerment body. Through this working group.

sanitation and hygiene. UN agencies. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah Dunia yang bekerja untuk perbaikan fasilitas air minum & penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih & sehat di propinsi Aceh. Yusniar. on Saturday 15 November 2008. Pada kesempatan ini. Korem 11 Liliwangsa. Korem 11 Lilawangsa.ZOOM LEBIH DEKAT EUMPANG BREUH Tim P2K/ HM team 2008 adalah tahun sanitasi internasional. as it is an original way to learn about water. In the Eumpang Breuh special edition movie. You can find below the press release explaining the goals of this movie and a testimony of the famous local actor. karena ini merupakan cara yang inovatif untuk belajar tentang tentang air. Yusniar. environmental sanitation. Joni Kapluk. and Red Cross which worked together to improve access to water. 10 health messenger . Lhokseumawe. pada hari Sabtu. sanitasi dan higienitas. Haji Umar and friends from the Eumpang Breuh commedian team. This film is a collaboration of 14 international organizations in Aceh Province. Anda dapat menemukan keterangan pres dibawah ini yang menjelaskan tujuan film ini dan pernyataan dari aktor lokal yang terkenal. This movie is a part of the efforts to support the government of Aceh Province’s campaign to improve the community’s awareness in good hygiene behaviors. themed on water. hygiene dan sanitasi. AMI bekerjasama dengan IOM. Haji Umar dan kawan-kawan dari kelompok lawak Eumpang Breuh. Joni Kapluk. The most famous commedian group in Aceh has launched the Film at Sudirman Stadiom.Kelompok lawak paling terkenal di Aceh ini meluncurkan film di Lapangan Sudirman. In the scope of the HM 11 on WatSan and in order to reach further more people. Joni Kapluk. Lhokseumawe. and to achieve the MDG 2015. Film ini merupakan kolaborasi dari 14 organisasi internasional. Film ini merupakan salah satu upaya mendukung kampanye Pemerintah Daerah Propinsi Aceh untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Aceh akan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) 2015.The movie has been officially launched in November 2008. hygiene and sanitation. memutuskan untuk mendistribusikan DVD EUMPANG BREUH bersama dengan majalah ini pada fasilitas-fasilitas kesehatan. On this occasion. Film ini diluncurkan secara resmi pada November 2008. Karena ruang lingkup P2K 11 adalah Watsan dan untuk mencapai lebih banyak masyarakat. AMI in collaboration with IOM. decided to distribute the DVD of EUMPANG BREUH along with the magazine in the health facilities. Joni Kapluk. ask the Aceh community to improve hygiene behaviors. 2008 was the International Year of Sanitation. 15 Nopember 2008. as well as hygiene behaviors in Aceh Province. a group of NGOs active in Aceh decided to raise people awareness on Water and Sanitation by handling a movie: EUMPANG BREUH. mengajak masyarakat Aceh untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam film Empang Breuh edisi spesial bertema air. sekelompok LSM yang aktif di Aceh memutuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap air dan sanitasi dengan membuat sebuah film: EUMPANG BREUH.

In this movie. who are vulnerable to infectious diseases. the actor also shows the right procedure to do wash hands with soap and gives several tips to make and to maintain the sanitation facilities at home. Dalam film ini. membangun fasilitas sanitasi seperti jamban. Joni Kapluk and friends show that poor sanitation facilities and defecation in open air could trigger the presence of diarrhea especially for children. Di bagian lain. dan melaksanakan gotong royong untuk menerapkan perilaku hidup bersih yang benar. para aktor tersebut memperagakan cara mencuci tangan dengan sabun dan memberi berbagai tips untuk membuat dan merawat fasilitas sanitasi di rumah serta tips untuk membuat obat diare dari bahan-bahan yang mudah didapat di dalam rumah. and to create medicine for diarrhea from local ingredients within the house and its environment.ZOOM LEBIH DEKAT Diharapkan film ini dapat memberi informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan. Joni Kapluk dan kawan-kawan menunjukkan bahwa minimnya fasilitas sanitasi seperti toilet dan kebiasaan buang air sembarangan dapat memicu penyebaran penyakit diare yang terutama menjangkiti anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi. In another scene. It is expected that the movie will share some information and increase people’s knowledge on health and hygiene constructing sanitation facilities such as toilets. and making community work to implement good hygiene behaviors. pembawa pesan kesehatan 11 .

several activities have been done. Spanish Red Cross. Palang Merah Amerika. he has improved his knowledge on water. All the actors agreed to make this film because they believe that it is important to improve community’s knowledge towards WatSan which is closely related to health. and coloring competition. Irish Red Cross. Di dalam event ini. Save the Children and Water & Environmental Sanitation Working Groups in Aceh Province. participated by children and their parents. Canadian Red Cross. Joni Kapluk juga mengakui bahwa dengan membuat film ini telah meningkatkan pengetahuannya akan air. He also admitted that by making this film. Australian Red Cross. the Mentor Initiative. ■ The launching of WASH movie in Lhokseumawe and other cities in Aceh. IFRC. antara lain demonstrasi cuci tangan pakai sabun. The year 2008 has been declared the International Year of Sanitation. kuis dan lomba mewarnai. The 14 organizations who worked together in the movie production are: IOM. Mereka memutuskan untuk membuat film ini karena mereka percaya bahwa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang WatSan adalah sangat penting karena berhubungan erat dengan kesehatan. Tahun 2008 telah ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Beliau mengatakan bahwa film ini berbeda dengan fillm-film komersial mereka lainnya karena idenya itu berasal dari LSM dan mereka bekerja sama untuk membuat film yang tidak hanya menarik untuk ditonton tetapi juga menyebarkan pesan-pesan kesehatan. hygiene and sanitation. It is a common project between NGOs which work together to produce it in order to entertain people but also to promote hygiene practises and health messages. kompetisi. yang didukung penuh oleh pemerintah provinsi Aceh dan 14 organizasi internasional tersebut. UNICEF..Kegiatan Peluncuran Film WASH di Lhokseumawe dan kotakota lain di Aceh dilakukan sekaligus untuk mendukung pelaksanaan Hari Cuci Tangan Sedunia pada tanggal 15 Oktober 2008. such as demonstration of handwashing with soap. to reduce the number of people without water supply and improved sanitation facilities. terdapat beberapa acara lain yang dilakukan. Care International. During this event. Save the Children dan Kelompok Kerja AMPL Provinsi Aceh. hygiene dan sanitasi. He said that this film is different from their usual and commercial movies because the idea of this film is to target the whole community. the Mentor Initiative. Palang Merah Canada. HM team had the opportunity to interview Abdul Hadi (as Joni Kapluk in Eumpang Breuh). Indonesian Red Cross. to accelarate the progress toward MDGs 2015. yaitu untuk mengurangi setengah dari populasi penduduk dunia yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik. UNICEF. competition. ■ Tim HM mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abdul Hadi (sebagai Joni Kapluk dalam Eumpang Breuh) via telepon mengenai film ini. was done to support the Global Hand Washing Day on 15 October 2008. Palang Merah Australia. quiz. Ke-14 organisasi yang telah bekerjasama dalam produksi film ini adalah IOM. Palang Merah Spanyol. supported by the Government and 14 international organizations in Aceh Province. Palang Merah Indonesia. Palang Merah Irlandia. yang diikuti oleh anak-anak dan orang tua mereka. Norwegian Red Cross. Palang Merah Norwegias. IFRC. untuk mempercepat kemajuan pencapaian target MDGs 2015. 12 health messenger . Care International. American Red Cross.

.

1% in 2003. This condition is mainly due to the lack of access to drinking water. This program is conducted in 5 districts: Pidie. Health Service of Aceh province has launched a program of healthy water and environment through community empowerment (funded by the Asian Development Bank). Ini menggambarkan bahwa kondisi masyarakat untuk mendapatkan air bersih masih rendah. Given this reality. Bireuen. This program aims at improving the level of health and quality of life of people with low income in rural areas and suburbs with a community-based approach through: ◗ the provision of quality drinking water and sufficient sanitation facilities 14 health messenger . Bertitik tolak dari kenyataan tersebut.1% pada tahun 2003.INTRODUCTION PENGANTAR PENGEMBANGAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI DEVELOPMENT OF WATER AND SANITATION FACILITIES Sijawati.Kes dan Tharuddin. Prevalensi diare digunakan sebagai indikator yang mewakili penyakit yang berkaitan langsung dengan air dan sanitasi. The most vulnerable groups prone to these diseases are children and the elderly. misalnya diare. Bireuen. Aceh Utara. Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggiran perkotaan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui: ◗ penyediaan air minum yang berkualitas dan sarana sanitasi yang lebih memadai Generally. skin and eye diseases as well as malaria. Cakupan air minum untuk provinsi Aceh tahun 2007 sebanyak 52% sedangkan cakupan air bersih dan sanitasi sebesar 51%. penyakit kulit dan mata. Hasil survey dari National Demographic and Health Surveys (NDHS). menggambarkan terjadinya peningkatan prevalensi diare cukup signifikan pada balita dari tahun 1993 sebanyak 11% meningkat menjadi 12. cacingan. rural and suburban people in Indonesia have a low level of health. SKM. M. worms. Diarrhea prevalence is an indicator representing diseases that are directly related with water and sanitation. only 52% of the population could access to drinking water and 51% could access to clean water and sanitation. Kondisi di atas terutama disebabkan oleh rendahnya akses terhadap air minum dan sanitasi dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Dinkes provinsi Aceh melalui dana bantuan ADB melaksanakan program penyehatan air dan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan di 5 Kabupaten yaitu: Kabupaten Pidie. Main detected diseases are water and sanitationrelated diseases such as diarrhea. serta malaria.Kes/Seksi Penyehatan Lingkungan/Enviromental Health . Aceh Utara. M. This shows that the condition of people in getting clean water is still low. sanitation and poor clean and healthy lifestyle. Nagan Raya and Aceh Jaya districts and targeting 325 villages. Nagan Raya dan Aceh Jaya dengan target 325 desa.Penyakit utama yang menyerang adalah penyakit yang berkaitan dengan air dan sanitasi. Kelompok yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut adalah anak-anak dan penduduk lanjut usia. In 2007 in the Aceh province. SKM.Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/Provincial Health Office Aceh Province Penduduk pedesaan dan pinggiran perkotaan di Indonesia pada umumnya memiliki derajat kesehatan yang rendah. The result of National Demographic and Health Surveys (NDHS) indicates that the increase of diarrhea prevalence in children under five was quite significant: from 11% in 1993 to 12.

sensitiveness to gender and poverty. sensitif terhadap gender dan kemiskinan. Peningkatan sarana air bersih dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat sangat efektif untuk di laksanakan di Provinsi Aceh. desentralisasi dan berkelanjutan.139 936 353 262 810 3. karena kontribusi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program membuat masyarakat merasa memiliki sehingga timbul rasa ingin menjaga dan memelihara sarana tersebut untuk selanjutnya. It is very effective in Aceh province to improve access to clean water and sanitation through community empowerment because the community contribution in planning and implementing the program can raise the community sense of ownership as they have to keep and maintain the facilities for a better future. Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Melalui Pemberdayaan Masyarakat di 5 Kabupaten tahun 2009 Table 1. decentralization and sustainability. Perkembangan pembangunan fisik Sarana Air Bersih dan Sanitasi hingga Februari 2009 di 5 kabupaten diatas dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. transparency.500 Well Sumur Bor 5 — 24 — 19 48 Artesian well PAH Jamban di sekolah Latrines at schools Jamban di Masyarakat Latrines in the community 93 73 60 — 6 56 — 12 38 — 5 12 — 29 3 93 125 169 ◗ the improvement of clean and healthy lifestyle and environment-related diseases prevention The implementation of this program should be done in accordance with community participation principles. ■ Good to remember: Development of clean water and sanitation should be through a community based approach. ■ Penting untuk diingat: Pengembangan sarana air bersih dan sanitasi harus berbasis masyarakat. Development of Clean Water and Sanitation Facilities through Community Empowerment in 5 districts in 2009 Kabupaten/SAB + Sanitasi Aceh Aceh Nagan Bireuen Pidie Total District / Clean Water+ Sanitation Utara Jaya Raya Facilities Perpipaan (Km) 38 21 54 42 5 160 Piping (Km) Hidran Umum 66 1 27 53 92 239 Public Hydrant Kran Umum 79 78 192 11 69 429 Public Tap Sumur Gali 1. The progress of physical development of clean WatSan facilities in February 2009 in the 5 targeted districts can be seen in Table 1. pembawa pesan kesehatan 15 . transparansi.INTRODUCTION PENGANTAR ◗ perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dan pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan Pelaksanaan program harus bertindak dengan berpedoman pada prinsip-prinsip partisipasi masyarakat.

Keadaan masyarakat saat ini belum semuanya memenuhi persyaratan. the development of health is focusing on the paradigm of Healthy Indonesia 2010. The community’s conditions of life do not all fulfill healthy conditions.L Blum. Dalam upaya tetap sehat. Community’s health is influenced by 4 factors (H. thus the optimal level of health could be obtained. One of the goals of the health development aims at achieving healthy living capacity for all citizens. faktor sarana pelayanan kesehatan. Sedangkan lingkungan yang diharapkan adalah Good to remember: Healthy Indonesia 2010 aims at up-bringing the healthy and environmental behaviors of the community that have health impacts. Penyakit menular umumnya berkaitan dengan rendahnya hygiene dan sanitasi masyarakat. In the effort to remain healthy. the infectious diseases are related to the low-level of hygiene and sanitation of the community. 1974): environmental factors. jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”. According to the law No. health services factor. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. The environmental factors have the biggest influence on the health status as the ecosystem plays an important role. MPH. faktor perilaku dan genetik. behavior and genetic factors. The causes of infectious diseases cannot be entirely overcome. drinking water and latrines which do not match the health standard. 23 Tahun 1992. To reach this goal. air minum dan jamban keluarga yang belum memenuhi syarat kesehatan. and on the other hand. 16 health messenger . PKK/ Bagian IKK/IKM FK Unsyiah/ Public Health Dept Medical Faculty Unsyiah Pembangunan kesehatan bertujuan antara lain untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap warganegara. maka banyak faktor yang harus diperhatikan. Penyebab penyakit menular belum semuanya dapat diatasi.L Blum. to prevent the risk and protecting themselves from the threats of illnesses as Penting untuk diingat: Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang sehat dan lingkungan yang berwawasan kesehatan. 23 of the year 1992. “health is a prosperous state of physical. yaitu : faktor lingkungan.“kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. Zein. sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.OUR COUNTRY TANAH AIR INDONESIA SEHAT 2010 Healthy Indonesia 2010 dr. Faktor lingkungan memberikan pengaruh terbesar terhadap status kesehatan dimana ekosistem ikut berperan. Makmur Mohd. Now. Menurut UU No.dipihak lain penyakit tidak menular juga semakin meningkat. mencegah resiko terjadinya penyakit. In general. mental and social well being that enables a person to live productively in social and economic terms”. people are expected to be proactive to keep and increase the level of health. Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor (H. Pembangunan kesehatan sekarang berorientasi pada paradigma sehat tahun 2010. many factors have to be considered. the non-infectious diseases are increasingly growing. 1974). T.H.

Setiap propinsi harus mengadopsi indikator yang digunakan untuk menilai Indonesia Sehat 2010 sesuai dengan keadaan lingkungan daerah masing-masing. let us together implement these purposes in the everyday’s life to achieve Healthy Indonesia 2010. Untuk mencapai target ini diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak terutama masyarakat luas. adequate environmental sanitation. Jakarta. ■ well as actively participating in community health movements. perumahan dan pemukiman yang sehat. Every province has to adopt the indicators used in order to match the principles of Healthy Indonesia 2010 according to the state of the regional environment. the commitment and cooperation from various sectors especially from the community is required. the deadline of 2010 is already very close.1 Indonesia sehat 2010 ini ditentukan oleh pencapaian pembangunan kesehatan setiap propinsi dan kabupaten. April 1999. sanitasi lingkungan yang memadai. Ditambah lagi. karena tahun 2010 sudah didepan mata. This program does not belongs to the department of health only but also belong to the whole population of Indonesia. The achievement of these targets will be monitored every year and will be evaluated later in the year 2010. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa. Untuk itu. Indonesia Sehat 2010. marilah sama-sama kita wujudkan tujuan ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. the availability of clean water. In addition. regional plans that have healthy concept as well as the realization of the “help each other” community by keeping the values of the culture.5 >85 <1 yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi. it is related with the environment and healthy behaviour which need the community awareness to be better in the future.1 Healthy Indonesia 2010 is determined by the achievement of health development in each province and each district. Program ini bukan milik departemen kesehatan semata.000 penduduk/Leprosy (malaria) disease rate per 1000 inhabitants Angka kesembuhan tuberkulosis per 1000 penduduk/Tuberculosis recovery rate per 1000 inhabitants Angka HIV/AIDS (%) per kelompok resiko tinggi/HIV/AIDS rate (%) per high risk groups 70 40 58 2 1 150 <1 0. ini menyangkut lingkungan dan perilaku sehat yang memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk berubah kearah yang lebih baik. ■ 1. tersedianya air bersih. Whereas the expected environment is the conducive environment in order to attain the healthy situation of pollution-free. housing and healthy infrastructures.000 inhabitants Angka penyakit kusta (malaria) per 100.OUR COUNTRY TANAH AIR Parameter kesehatan yag harus dicapai pada “Indonesia Sehat 2010” Health parameters to be achieved for “Healthy Indonesia 2010” No Parameter/Parameters Indikator Indicators 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Umur harapan hidup (tahun)/Life expectancy rate at birth (years) Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup/Infant mortality rate per 1000 births Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup (kematian anak dibawah 5 tahun) Child mortality rate per 1000 births (probability of dying under 5 year old) Angka kematian akibat penumonia per 1000 anak/Pneumonia mortality rate per 1000 children Angka kematian balita akibat diare per 1000 anak/Diarrhea mortality rate per 1000 children under 5 years old Angka kematian ibu per 1000 kelahiran hidup/Maternal mortality rate per 100. In order to reach this.000 penduduk/Dengue disease rate per 100.000 life births Angka penyakit dengue per 100. akan tetapi milik semua bangsa Indonesia. Depkes RI. Pencapaian target-target ini dipantau setiap tahun dan dievaluasi pada tahun 2010 nanti. In fact. pembawa pesan kesehatan 17 .

it needs to be promoted and taught. evaluate their needs through a knowledge. I identify the community key members: the persons who are motivated to attend training and complete activities on a voluntary basis (can be a difficulty or a constraint). HM: Apa tanggung jawab utama anda? YP: Tugas saya adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tetapi juga untuk mengurangi angka diare. Yopie has been working with IRC since 2006. masyarakat atau sekolah mengirimkan permintaan mereka. Sikap dan Perilaku) yang menjadi dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka: apa yang mereka yang ketahui dan apa yang mereka tidak ketahui tentang kesehatan. melalui pencegahan dan pendidikan masyarakat dan anak-anak sekolah. Labuy. HM Team met Yopie Pangkey. Sebagai pendidik kebersihan. attitude and practices (KAP) survey which is a baseline to establish their level of knowledge: what do they know. a matter of education. SMA 7 and SMP 13.IRISH RED CROSS Promosi kebersihan.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN WAWANCARA INTERVIEW YOPIE PANGKEY PETUGAS SANITASI AIR-PENDIDIKAN HYGIENE . hal tersebut perlu sekali untuk dipromosikan dan diajarkan. through the prevention and the education of the communities and schooled children. school authorities and students. they do not know about health. mereka mengikuti pelatihan saya selama lebih atau kurang satu minggu (tergan- HM: How does it work? YP: First of all. HM: What is your main responsibility? YP: My task is to provide the community with training to increase the level of knowledge but also to reduce the incidence of diarrhea. the community 18 health messenger . Tim P2K/ HM team Air dan Sanitasi sangat berhubungan erat dengan kebersihan dan kesehatan. hygiene and sanitation? Then. Yopie telah bekerja dengan IRC sejak tahun 2006. Hygiene promotion. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebersihan. As a hygiene educator. kebersihan dan sanitasi? Kemudian saya mencari anggota masyarakat yang penting yaitu orang-orang yang tertarik untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan secara penuh secara sukarela (bisa saja menjadi kesulitan atau keterbatasan). Water and Sanitation is deeply linked to hygiene and health. The three targeted schools are: SMP 4 & 9. pihak yang berwenang dari sekolah dan pelajar. Once selected.PALANG MERAH IRLANDIA WATSAN OFFICER . Tim P2K bertemu dengan Yopie Pangkey. one of the Irish Red Cross WatSan Officer who is responsible for Hygiene Education in communities and schools. Sekolah sasarannya adalah: SMP 4 & 9. We assess their proposal. mengevaluasi kebutuhan mereka melalui survey KAP (Pengetahuan.HYGIENE EDUCATION . SMA 7 dan SMP 13. sebuah permasalahan pendidikan. I use a lot of communication tools HM: Bagaimana cara kerjanya? YP: Pertama-tama. salah seorang petugas Watsan Palang Merah Irlandia yang bertanggung jawab untuk pendidikan kebersihan dalam masyarakat dan sekolah. or the school send their request. Palang Merah Irlandia memulai Program Promosi Kebersihannya setelah tsunami di barak-barak sementara. saat ini dia bekerja dengan anggota masyarakat. Ada juga 4 desa operasional (Deah Mamplam. Labuy. Lampineung and Lheut) which represent more than 5500 project beneficiaries. they attend my training during more or less one week (depending on their needs). The Irish Red Cross started the Hygiene Promotion Program after the tsunami in temporary shelters. In order to increase people knowledge on hygiene. Kami mempelajari proposal mereka. Lampineung dan Lheut) yang mewakili lebih dari 5500 penerima manfaat proyek. Ketika terpilih. There are also four operational villages (Deah Mamplam. he currently works with community members.

use of footwear.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Langkah-langkah Proyek Watsan di sekolah/The Step s of Watsan project in school : 1 2 3 Survey dasar sekolah: melalui partcipatory needs assessment yang melibatkan pelajar. The impacts and the efficiency of the group will be monitored. leaflets…) and deliver them important messages and pedagogical tools.) dan mengajarkan mereka pesan-pesan penting dan metode-metode pengajaran. saya meyakinkan bahwa mereka memunyai tingkat pendidikan yang mencukupi untuk menyebarkan pesan kebersihan dan melakukan kegiatan promosi kesehatan untuk seluruh masyarakat. non smoking area. parents and community members. bebas rokok. Pengaruh dan efesiensi kelompok tersebut akan dipantau. planting trees and maintaining the sanitary block properly with their own contribution. Metoda pelatihan juga tergantung pada masyarakat itu sendiri. take responsibility and participate in making provision of water and sanitation facilities in the schools as well as to maintain these facilities. guru. pelajar dan masyarakat umum untuk memperbaiki lingkungan sekolah dengan pembangunan pagar. bertanggung jawab dan ikut serta dalam penyediaan air dan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah dan juga menjaganya / Formation of school health clubs to discuss. After this training. I make sure they have a sufficient level of knowledge to spread hygiene messages and conduct health promotion activities in the whole community. It is our main measuring tool. Untuk pemantauan kita melakukan survey KAP berkala lainnya. satu kali pelatihan PHAST tidak mencukupi. HM: Apa gambaran kelompok yang bekerja sama dengan anda? YP: Saya bekerja dengan semua gender. water storage tank and other sanitary provisions in the household as a package. garbage pit. Changing the attitude of a community is a long process. They can be good communicators as they may have the habit of this kind of training. selebaran. but I must admit that women are more receptive. water and food handling. pembawa pesan kesehatan 19 . In a school for example. Kesadaran sekolah/ IEC: tentang Suplai Air ke Sekolah. memakai alas kaki. Diantara anggota masyarakat kami mencari petugas kesehatan karena mereka telah mengetahui dasar-dasar ilmu kesehatan dan kebersihan. tangki penyimpanan air dan perlengkapan kebersihan dalam rumah tangga sebagai suatu paket / Organization of a campaign in the village through the school for adoption of water points.. Pembentukan klub kesehatan sekolah untuk membahas. sanitary latrines. Motivasi dari anggota komite sekolah. Among the community members we are looking for health workers as they already know the basics of health and hygiene. soakage pit. saya akan menggunakan metoda CHAST yang lebih diadaptasikan untuk anak-anak. kebersihan kakus. mencuci tangan. Setelah pelatihan ini. teachers. The training method also depends on the community itself. Sanitation and Hygiene and seeking participation. Pelatihan dan orientasi masyarakat dan kelompok orang tua seperti Komite Manajemen dan Promotor Kebersihan Masyarakat / Training and orientation of community and parent groups such as Management Committees. Di sekolah sebagai contoh. (posters. Mereka bisa menjadi komunikator yang baik karena mereka barangkali telah mempunyai kebiasaan pelatihan semacam ini. penanaman pohon dan menjaga fasilitas sanitasi dengan tepat dengan konstribusi mereka sendiri / Motivation of the school committee members. Organisasi kampanye di desa melalui sekolah untuk pemakaian air. Merubah kebisaan masyarakat merupakan proses yang panjang. pengawasan air dan makanan / Health and Hygiene Education Activities among school children on use of water and toilets hand washing. ini berhasil karena di dalam masyarakat saya bekerja. Community Hygiene Promoters. HM: Apakah program ini berhasil? YP: ya. cara membuang sampah yang benar. tetapi sesuai dengan pengalaman saya. HM: What is the profile of the groups you work with? YP: I work with all gender. Itu merupakan alat ukur utama kami. orang tua dan anggota masyarakat / Baseline survey of the school: participatory needs assessment involving students. students and the public to improve the school environment with fencing. safe disposal of waste. Kesehatan dan Kegiatan Pendidikan Kebersihan untuk anak-anak sekolah tentang penggunaan air dan jamban. lubang air area. For the monitoring we do another periodic KAP survey. Saya menggunakan banyak sekali alat komunikasi (poster. 4 5 6 7 tung kebutuhan mereka). one PHAST training is not enough. tetap saya harus mengakui bahwa perempuan lebih mudah menerima. I will use a CHAST method more adapted to children. but according to my experience. tempat sampah. Sanitasi dan Kebersihan dan mencari partisipasi / School awareness / IEC: about School Water Supply..

Moreover.Improved access to safe drinking water and improved sanitation in the next twenty years. jamban. They are eager to learn more and to be the vectors of hygiene good practises.Terima kasih untuk pelatihan dan kesabarannya. Kebanyakan dari mereka telah membangun fasilitas. Mereka adalah anggota masyarakat yang penting. They are key community members. Mereka ingin sekali untuk belajar lebih lanjut dan menjadi penyebar tentang perilaku kebersihan yang baik. now they use it the right way. Many of them have built facilities. Thanks to the training and patience. 20 health messenger . shallow wells.Mitigation of water borne diseases . HM: Your goals and expectations? YP: Many things remain to be done but my personal and professional expectations are: . berbicara dengan masyarakat tentang kesehatan.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus menyampaikan pesan-pesan promosi kebersihan. water distribution system.Handing over and exit with effective communication systems in place of problem identification and solutions. Good to remember: Health workers should communicate hygiene promotion messages. HM: Tujuan dan pengharapan anda? YP: Banyak hal yang masih harus dilakukan tetapi harapan pribadi dan profesional saya adalah: -Peningkatan akses terhadap air minum yang aman dan peningkatan sanitasi dalam dua puluh tahun mendatang -Penurunan angka kejadian penyakit yang disebarkan melalui air -Memperdayakan masyarakat melalui peningkatan kemampuan seperti pelatihan dan bantuan alat-alat -Komunikasi efektif akan dilakukan untuk mencari jalan keluar dan solusinya bila ditemukan adanya masalah.Community empowerment through capacity building such as trainings and support with tools . Lebih lanjut. they know the means of preventing diarrhea and sometimes they will tell you they need more support. . chatting with people about health.sistem distribusi air. ■ Terimakasih kepada Moris Monson (Delegasi Watsan/Kontruksi) atas bantuannya dalam wawancara/ Thanks to Moris Monson (Watsan / Construction delegate) for his help in handling the interview. sekarang mereka menggunakan fasilitas ini dengan cara yang benar. no diarrhea outbreaks have been noticed.sumur dangkal. mereka mengetahui arti dari pencegahan diare dan kadang-kadang mereka akan menceritakan kepada anda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak dukungan. HM: What are the main changes since 2006? YP: We work closely with INGOs and local NGOs. ■ HM: Apa perubahan utama sejak tahun 2006? YP: Kita bekerja erat sekali dengan LSM internasional dan LSM lokal. HM: Is it successful? YP: Yes. latrines. it is successful as in the community I work with. tidak ada wabah diare.

2 milyar telah memiliki akses ke sanitasi yang baik. Spesialis WASH/WASH Specialist. meskipun lebih dari 1. sampai dengan tahun 2004.000 kematian anak balita pada tahun 2005. until 2004 there were only 55% of the population who were able to access good sanitation. it was estimated that 2. Dalam kurun waktu 1990 . Between 1990 and 2004. dan merupakan penyakit umum kedua yang menyerang masyarakat Aceh setelah influenza (178.091 diarrhea cases were found in all Puskesmas all over Aceh Province.6 billion people.67% dari rumah tangga tidak memiliki sarana tangki septik dan 77. Sanitation. dan angka ini tidak memadai untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs/Tujuan Pembangunan Millennium) pada tahun 2015. Sanitasi & Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aceh HAND WASHING WITH SOAP Kris Cahyanto. In Indonesia. and 77% get water from another source than PDAM.38% dari kepala keluarga di Indonesia yang memiliki sarana pengelolaan sampah skala rumah tangga. termasuk 980 juta anak-anak dibawah usia 18 tahun masih membutuhkan akses ke sanitasi yang baik. WHO mentioned that 17% of children under five’s mortality all over the world is commonly caused by diarrhea. yaitu mengurangi setengah dari populasi penduduk yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik pada tahun 2015. yang kurang terjamin kelayakannya sebagai air minum.2 billion people already have access to good sanitation. which is to halve the population who cannot access to good sanitation by 2015. In 2006. and it is the second most common disease affecting people of Aceh after influenza (178. Menurut data Dinkes Aceh. pada tahun 2006 saja ditemukan sekitar 62. Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air yang layak. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya 60.286 kasus baru). data from Bureau of Satistics (BPS) showed that only 60 % of households in Indonesia had facilities for waste management.286 new cases). hanya 55% orang Indonesia yang terjangkau oleh fasilitas sanitasi yang baik. whose quality as drinking water could not be guaranteed. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle are important keys for life sustainability and children’s growth. UNICEF Banda Aceh Building Water. In Indonesia. out of 161.091 kasus diare di Puskesmas di seluruh propinsi Aceh. including 980 million of children aged under 18 still needed access to good sanitation. and this data is far from reaching the target of MDGs (Millenium Development Goals) in 2015.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN Membangun Air. 18% are due to diarrhea. in 2006 alone 62. Clean water.2004. pembawa pesan kesehatan 21 . WHO menyebutkan bahwa 17% kematian anak balita di seluruh dunia pada umumnya disebabkan oleh diare. According to the data from Provincial Health Office (PHO) of Aceh. 41% do not have septic tank.6 milyar orang. 18% diantaranya disebabkan oleh diare. even though more than 1. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak-anak. Di Indonesia. dari 161.40. Di Indonesia.000 children under five died in 2005.2% keluarga mendapatkan sumber air selain PDAM. diperkirakan sekitar 2.

especially those that particularly affect children such as diarrhea ◗ Improvement of water facilities and good sanitation will bring positive impact on economic growth and poverty reduction: a reduction of the risk of diseases leads to a reduction of the medication expenses and improves productivity and helps the economic growth 22 health messenger . dan hanya 19.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT In Aceh Province. Research conducted by UNICEF showed that hygiene and healthy lifestyle are important keys for children’s growth and health. One of the main key to achieve the MDGs is to improve hygiene and healthy lifestyle. kurang lebih 67. before feeding babies/toddlers. antara lain mencuci tangan pakai sabun. dan hanya 38. It starts with always washing hands with soap.54% penduduk telah mempunyai fasilitas jamban di rumahnya. not littering stop defecating in inappropriate places and have good waste management. Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah selalu mencuci tangan dengan sabun. Berikut adalah pentingnya kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun: ◗ Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup ◗ Mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak-anak setiap tahunnya ◗ Waktu-waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun adalah sebelum makan. menghentikan praktek BAB sembarangan.5% of the population have toilet facilities at home. The importance of hand washing with soap: ◗ Hand washing with water only is not enough ◗ Hand washing with soap could prevent diseases that can cause millions of children deaths every year ◗ Critical time for hand washing with soap is: before eating. setelah memegang binatang peliharaan dan setelah melakukan aktivitas lapangan Prepare the Future Water. and only 19% get water from the urban running water service. Di Provinsi Aceh.36% penduduk yang memiliki tempat pengolahan air limbah dalam skala rumah tangga. Hand Washing with Soap Penyebab kematian Balita/Causes of mortality of Children under five (Sumber/Source WHO). setelah Buang Air Besar (BAB). sebelum menyuapi balita. after touching animals and after outdoor activities ◗ Hand washing with soap is the most cost-effective healthy intervention ◗ Promoting hand washing with soap needs a social marketing approach focus on the target/actor and the motivation of each individual to do hand washing with soap Cuci Tangan Pakai Sabun Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci utama untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak balita. Other research mentioned that 68. after defecating.24% dari penduduk mendapatkan air minum dari Sumur Gali. but only 38% of population have good home sewerage system. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle will prevent the transmission of infectious diseases. as well as hygiene and healthy lifestyle could reduce our vulnerability towards various diseases and prepare our children to have a better future. Laporan lain menunjukkan bahwa 68. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti mampu mengurangi resiko penyakit diare pada anak-anak sebesar 44%. by hand washing with soap. approximately 67% of the population get water from digging well. membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah/limbah dengan baik. Hand washing with soap is proven to reduce by 44% the risk of diarrhea in children.41% yang mendapatkan air dari pelayanan perpipaan kota. Salah satu kunci utama untuk mencapai target pembangunan MDG adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. sanitation. ◗ Safe water.

sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi kerentanan kita terhadap berbagai penyakit dan mempersiapkan anak-anak kita untuk masa depan yang lebih baik Penurunan angka kesakitan akibat diare dengan melakukan tindakan hygiene dan sanitasi yang baik/Reduction of diarrhea morbidity by conducting good hygiene and sanitation. ■ Untuk informasi lebih lanjut mengenai Water. Sanitation & Hygiene (WASH). Sanitasi & Hygiene Semua orang dapat menjadi pahlawan air.org Pahlawan di bidang Air. Together. we can support the government and community to ensure they provide good services and build sanitation facilities for community. serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita di kemudian hari. ■ pembawa pesan kesehatan 23 . UNICEF Banda Aceh Jl. Email: bkriscahyanto@unicef. ◗ Air yang aman. meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi ◗ Air & sanitasi yang baik. sanitasi & hygiene di lingkungan tempat tinggal mereka dengan mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Banda Aceh 23243 Telp/Phone: (0651) 40004 pesawat/ext 322. Water and Sanitation Everybody can be a hero on hygiene. karena mengurangi resiko terkena penyakit sehingga mengurangi biaya pengobatan. dapat menghubungi For further information on Water. Schools equipped with clean water and good sanitation will be a motivation for children to go to school ◗ Water supply and good sanitation will support the quality of the environment and keep the natural resources in long term period Heroes on Good Hygiene. didukung dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan mendorong perkembangan sosial.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT ◗ Cuci Tangan Pakai Sabun adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective” ◗ Untuk meningkatkan Cuci Tangan Pakai Sabun memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang terfokus pada si pencuci tangan dan motivasi masingmasing yang mendorongnya untuk Cuci Tangan Pakai Sabun Menyiapkan Masa Depan Air. Sanitation & Hygiene (WASH). sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat akan mencegah penularan penyakit infeksi. Bersama-sama kita bisa membantu pihak Pemerintah dan masyarakat untuk memastikan mereka memberikan pelayanan yang baik dan membangun fasilitas sanitasi bagi masyarakat. please contact Kris Cahyanto. terutama yang mudah menyerang anak-anak seperti diare ◗ Perbaikan terhadap kondisi fasilitas air dan sanitasi yang baik akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan. Sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas air bersih dan sanitasi yang baik akan mendorong anak-anak untuk lebih rajin ke sekolah ◗ Ketersedian air dan fasilitas sanitasi yang layak membantu menjaga kualitas lingkungan dan menjamin ketersediaan sumber daya alam dalam waktu yang panjang ◗ Safe water and sanitation. WASH Specialist. water and sanitation in the place where they live by promoting the hygiene and healthy lifestyle. Masdjid Sadaqah No. Lamlagang. hygiene and healthy lifestyle will support the social development. and also to prepare better future for our children. 2.

Sementara klinik kesehatan ibu di desa dengan fasilitas ruang melahirkan dibangun di masyarakat yang sebagian besar terkena dampak konflik dan bidan desa dilatih mengenai metode asuhan persalinan normal dan manajemen terpadu balita sakit. communities are mobilized to establish Desa Siaga (Alert Villages) committees promoted by the MOH to respond to maternal and child health needs. in collaboration with MoH. sama halnya dengan ibu-ibu yang menyusui juga The Swiss Red Cross (SRC). Kegiatan peningkatan Air dan Sanitasi ini merupakan bagian dari kegiatan program kesehatan ibu dan anak.yang didanai oleh Swiss Solidarity. The SRC health project. works to improve watsan facilities and enhance community’s knowledge towards watsan in order to respond maternal and children’s health need. is enhancing WatSan in 15 communities in Pidie and Pidie Jaya Districts by working closely with the communities and in coordination with the Indonesian Red Cross (PMI).Wanita hamil perlu banyak minum air yang layak untuk menjamin cairan ibu dan janin dapat berganti secara terus menerus. Moreover. While village maternal health clinics with delivery rooms are constructed in the largely conflict affected communities and village midwives are trained in improved delivery methods and integrated management of childhood illnesses. Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss Cabang Sigli/Swiss Red Cross Sigli Health Project Palang Merah Swiss (SRC). Ensuring enhanced WatSan access (consumption of drinkable water) is essential for community health and in particular for maternal and child health. bekerja sama dengan Depkes. PMI. sektor swasta dan masyarakat di Desa Siaga untuk meningkatkan fasilitas air dan sanitasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap air dan sanitasi untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. Departemen Kesehatan serta sektor swasta. Pregnant women need to drink plenty of drinkable water to ensure that fetal-maternal fluids are continuously exchanged. Jaminan akses terhadap Air dan Sanitasi (konsumsi air yang layak diminum) merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan terutama bagi kesehatan ibu dan anak.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT Air dan Sanitasi: Suatu joint venture Water and Sanitation: a joint venture Manuela Peters. masyarakat juga digerakkan untuk membentuk panitia Desa Siaga yang digalakkan oleh Departemen Kesehatan untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. The WatSan activities are integrated to the Maternal and Child Health’project activities. private sector and community in Desa Siaga. PMI. the Ministry of Health (MOH) and the private sector. as do breast-feeding women to ensure milk production. berusaha meningkatkan fasilitas Air dan Sanitasi di 15 desa di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan cara bekerja sama secara erat dengan kelompok masyarakat dan juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). funded by Swiss Solidarity. Program Kesehatan SRC. infants and children 24 health messenger .

easyto-read sheets and distributed to each household containing the information of how to build latrines. Kebersihan pribadi dan penggunaan jamban yang benar adalah hal yang sangat penting untuk memutuskan rantai penularan faecal-oral yang dapat menyebabkan diare dan penyakit-penyakit lainnya terutama yang menyerang bayi dan anak-anak. etc. hygiene is promoted at schools by PMI volunteers and household hygiene promotions are conducted by trained Desa Siaga members. how to maintain wells. Pesan-pesan kunci yang berisi informasi: pembawa pesan kesehatan 25 .PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT perlu banyak minum untuk menjamin produksi air susu ibu. Untuk mendorong respon masyarakat terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi. Pelatihan anggota Desa Siaga terdiri dari: ◗ Bagaimana mempersiapkan air yang layak minum dan oralit ◗ Bagaimana mencegah penularan penyakit-penyakit yang disebarkan melalui air dengan cara berperilaku hidup bersih baik individual maupun keluarga ◗ Bagaimana membangun jamban keluarga Good to remember: Alert village committee aims at responding maternal and children’s health needs. The key messages are laminated on colorful. that have diarrhea must be encouraged to replace lost fluids ideally by drinking ORS. maka program-program kesehatan disiarkan melalui radio. masalah kebersihan dipromosikan di sekolahsekolah oleh para relawan PMI dan promosi kebersihan kepada penduduk dilaksanakan oleh anggota Desa Siaga. Penting untuk diingat: Komite Desa Siaga bertujuan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan kesehatan ibu dan anak. To enhance the communities’ response to WatSan needs. Trainings of the Desa Siaga members consist of: ◗ How to prepare drinkable water and ORS ◗ How to avoid waterborne diseases through personal and household hygiene practices ◗ How to construct household latrines Personal hygiene and the correct use of latrines are essential to break the faecal-oral route of infections causing diarrhea and other diseases that affect infants and children particularly. health programs are broadcasted on radio. bayi dan anak-anak yang menderita diare harus dianjurkan untuk minum oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. Demikian pula.

■ 26 health messenger .PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT bagaimana cara membangun jamban. Depkes dan sektor publik. Correspondingly. the MOH and the public sector. Hal ini terbukti berhasil dalam mengurangi masalah dengan para pekerja bangunan dan masyarakat dan menumbuhkan rasa kepemilikan anggota masyarakat. Apa tujuan dari pelatihan ini? Dengan adanya pelatihan tersebut para peserta Desa Siaga dapat lebih mendalami masalah-masalah Air dan Sanitasi dan sekaligus memberikan pandangan bagi para fasilitator mengenai kebiasaankebiasaan terhadap Air dan Sanitasi yang ditemukan didalam masyarakat. Understanding that the body is made of 60 to 70 % of fluids helps the Desa Siaga members to appreciate the need to replenish the body of fluids lost through perspiration. Desa Siaga committees assist in identifying of the vulnerable households for well rehabilitation and the sites for public latrines constructions. the project holds meetings with the communities to plan and prepare the WatSan activities. Public latrines should ensure gender equality of use. urination and defecation. Together with the PMI and the MOH. It has proven to be successful in mitigating problems with the contractors and the communities and towards enhancing the household members’ sense of ownership. Respon Proyek Kesehatan SRC terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi merupakan joint venture yang merangkul masyarakat dan bekerjasama secara erat dengan PMI. Pekerjaan para tukang bangunan dimonitor oleh proyek ini setiap hari dan demikian pula Depkes secara aktif mengajak anggota masyarakat. Bersama dengan PMI dan Depkes. and a formal village agreement including all the partakers is made. Pemahaman bahwa tubuh terdiri dari 60 70% cairan membantu anggota Desa Siaga untuk menghargai kebutuhan tubuh akan cairan yang telah hilang lewat keringat. Jamban umum yang dibangun harus menjamin kesetaraan gender dalam penggunaannya dan untuk itu telah dibuat suatu kesepakatan desa secara formal termasuk pihak-pihak yang ikut ambil bagian. Sehubungan dengan hal tersebut Proyek Kesehatan SRC saat ini membangun jamban-jamban umum dan merehabilitasi sumur-sumur sesuai dengan standar Depkes bagi keluargakeluarga yang paling rentan dalam masyarakat. proyek ini mengadakan pertemuanpertemuan dengan masyarakat untuk merencanakan dan mempersiapkan kegiatan Air dan Sanitasi. actively integrating the household members. The works of the constructors are monitored on a daily basis by the project and the MOH vis-à-vis.terutama pada kasus diare. air seni dan pembuangan kotoran. The SRC Health Project’s response to the WatSan needs of communities is therefore a joint venture that embraces the communities and works in close cooperation with the PMI. particularly in case of diarrhea. bagaimana merawat sumur dan informasi lainnya dilaminating pada kertas berwarna yang mudah dibaca dan disebarluaskan pada setiap keluarga. ■ What is the goal of the training? The trainings allow the Desa Siaga participants to explore WatSan issues and give the facilitators insight on common WatSan practices found in the communities. the SRC Health Project is constructing public latrines and rehabilitating wells to MOH standards for the most vulnerable households in the communities. Komite Desa Siaga membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang rentan untuk mendapatkan rehabilitasi sumur dan lokasi-lokasi untuk pembangunan jamban umum.

Definisi Ada 2 tipe dermatitis kontak: ◗ Dermatitis kontak iritan: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan iritan ◗ Dermatitis kontak alergika: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan alergen DERMATITIS Contact dermatitis is a non-infectious inflammation of the skin caused by a skin exposure to an external substance (not by inhalation or oral). disertai skuama. we may find vesicles and pustules along with secondary infection. dr. contact dermatitis is the second most common skin disease and is mostly experienced by people using unclean water. Pada kasus yang akut. Demikian juga bahan-bahan yang dapat menyebabkan timbulnya dermatitis kontak iritan seperti bahan-bahan kimia terutama yang di pakai di lingkungan rumah tangga dan industri dapat mencemari sumber air.serbuk bunga. Dina Lidadari. General symptoms pembawa pesan kesehatan 27 . the substances causing irritant contact dermatitis such as chemical substances used by industry and household may contaminate water sources. bird feces etc. along with squama.Bagian Kulit & Kelamin RSUZA/Unsyah/Dermatology Department of RSUZA/Unsyiah Berbagai macam bahan allergen.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Dermatitis Kontak CONTACT Dermatitis kontak adalah suatu peradangan noninfeksius pada kulit dimana faktor pencetusnya merupakan bahan yang berasal dari luar (masuk melalui kulit) bukan melalui inhalasi ataupun oral. Irritant contact dermatitis is generally chronic. Similarly. dapat dijumpai vesikel dan pustule bila disertai Symptoms and clinical signs Symptoms of allergic contact dermatitis are not different from other dermatitis: itchiness followed by red spots (macular erythema with unclear boundary) or red stains (papular erythema). Sp. Dermatitis kontak merupakan kasus kedua tersering diantara kasus-kasus dermatitis dan sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak.kotoran unggas dan lain-lain bisa terdapat di sumber air.KK . Definition There are 2 types of contact dermatitis: ◗ Irritant contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the irritant substance ◗ Allergic contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the allergen substance Various allergen substances such as pollen. can be found in the water resources. Gejala dan tanda-tanda klinis Gejala dari dermatitis kontak alergika tidak berbeda dengan dermatitis lainnya yaitu didominasi oleh rasa gatal yang selanjutnya diikuti dengan timbul bercak merah (macula eritematus dengan batas tidak jelas) ataupun bintik-bintik merah (papulae eritematus). Among various dermatitis. For acute cases.

reaksi hypersensitifitaspun akan terjadi. If there is a continuous contact with the causal factor. which is called slow reaction type. erosion of the skin will occur even with vesicles and pustules. Until this stage it is difficult to differentiate the irritant contact dermatitis from the allergic contact dermatitis. the hypersensitivity reaction can occur where various cytokines can be released. Sedangkan dermatitis kontak alergika digolongkan sebagai reaksi kulit yang terjadi akibat dari reaksi hypersensitifitas tipe IV. It also may damage the skin barrier. or for more acute cases we may find fissures. If the skin is exposed to similar allergens (antigen) again. Langerhans cells can migrate from the epidermis to the regional draining lymph nodes which form the T cell sensitization. Pada dermatitis kontak iritan. Kalau sampai pada tahap ini akan susah membedakan antara dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. Etiopathogenesis Etiopatogenesis Dermatitis kontak iritan terjadi akibat kulit terpapar dengan bahan iritan kuat yang menyebabkan sel-sel epidermis akan langsung mengalami nekrosis yang dapat kita lihat reaksinya dalam beberapa jam. At the beginning there would not be immunological reaction. Gejala umumnya kulit yang mengering yang menimbulkan rasa perih. a hypersensitive reaction of the skin can occur.Tampak makula eritematus dengan skuama-skuama. Allergic contact dermatitis is characterized as hypersensitivity type IV. Bahan alergen (antigen) yang masuk akan ditangkap oleh sel-sel Langerhan yang berada di epidermis. yaitu reaksi tipe lambat. The antigen will be bind with Langerhans cells which are situated at epidermis level. Disini pada awalnya tidak terjadi reaksi imunologis. We may find macular erythema with squama. Selanjutnya bila tetap terpapar dengan penyebab. 28 health messenger . however as it is repetitive. are dried off skin which causing pain. terjadi erosi bahkan bisa terjadi vesikel dan pustule. Sel-sel langerhans ini dapat meneruskannya ke kelenjar limfe yang selanjutnya mengalami proses sehingga terbentuklah sel-sel T yang sensitif yang kemudian di kembaIrritant contact dermatitis is the clinical result of direct contact between the skin and a strong irritant substance. First contact with the allergen substance (antigen) will not affect the skin. Kontak langsung bahan iritan ini juga dapat merusak barier kulit. atau bila lebih berat akan terlihat fisurefisure. Kontak awal dengan bahan alergen tidak menimbulkan reaksi apapun.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Diagram hipersensivitas tipe IV/ Hypersensitive type IV chart infeksi sekunder. umumnya bersifat kronis. It may cause a necrosis of the epidermis cells which develops within few hours. namun karena prosesnya berulang terus menerus.

kadangkadang mirip dengan erisipelas atau angioedema. Treatments The main action is to avoid the causal factor. maka dimulailah reaksi hipersensitifitas dimana berbagai macam cytokin akan dikeluarkan. Gambaran klinis antara dermatitis kontak alergika dan dermatitis kontak iritan sangatlah mirip. dan pada lesi yang luas dapat dipertimbangkan pemberian kortikosteroid oral. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang paling utama adalah menghindari penyebabnya. ■ Differential Diagnosis It is very difficult to differentiate contact dermatitis from psoriasis and dermatophytosis. Acute contact dermatitis on the face can look like erysipelas or angioedema. If the wound is dried up. Namun untuk membuat diagnosis suatu dermatitis kontak tidaklah mudah. Antihistamine can be given to allergic contact dermatitis. Clinical signs between allergic contact dermatitis and irritant one are very similar. and for the extensive lesions. Then topical steroid can be given. Oral antibiotics (not penicillin type) can be given only if there is a secondary infection. Penting untuk diingat: Dermatitis kontak sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak atau sudah tercemar dengan bahan-bahan kimia tertentu. Diagnosis Diagnosis suatu dermatitis sudah dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala dan gambaran klinis. Apabila alergen yang sama terpapar kembali dan dapat dikenali. topical corticosteroid can be given. Diagnosis banding Dermatitis kontak sukar di bedakan dengan psoriasis dan dermatofitosis. ■ pembawa pesan kesehatan 29 . Anamnesis yang cermat dapat sangat membantu.9% for 1-2 days or until the lesion dries up. Terapi topical pada lesi yang basah dan disertai infeksi sekunder berupa pustule sebaiknya di kompres secara terbuka dengan sodium chloride 0. Tes tempel dilakukan untuk membantu mengetahui alergen-alergen yang diduga menjadi penyebab dari dermatitis kontak alergika. Diagnosis Dermatitis can be diagnosed according to symptoms and clinical signs. Oral antibiotika (sebaiknya bukan dari golongan penicillin) dapat di berikan hanya bila ada infeksi sekunder. A precise anamnesis will be very helpful. Dermatitis kontak akut di wajah. Good to remember: Contact dermatitis affects people who use unclean water or water contaminated with chemical substances. However it is not easy to make a diagnosis of a contact dermatitis. selanjutnya dapat di berikan topical steroid. Patch test is conducted to help to find out the allergens which are supposed to be the cause of the allergic contact dermatitis. dapat diberikan topical kortikosteroid. health workers can consider giving oral corticosteroid.9% selama 1-2 hari atau sampai lesi mengering. Topical therapy on wet lesion with secondary infection and pustule should be given by applying moist compresses soaked with sodium chloride 0.Antihistamin dapat diberikan pada dermatitis kontak alergika.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM likan ke kulit. Apabila lesi kering.

SpPD-KPTI. sumber kontaminasi biasanya adalah kotoran dari orang yang terinfeksi. The tsunami destroyed the whole existing WatSan system. In an epidemic. The disease can spread rapidly in areas with inadequate treatment of sewage and drinking water. Contamination of food by contaminated water. especially in the developing countries such as Indonesia (Aceh Province in particular) where the water and sanitation systems have faced many changes in the last few years. Dalam suatu wabah.Tsunami telah menghancurkan keseluruhan sistem Air dan Sanitasi. Banyak penyakit. Penyebab dan cara penularan Minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera (biasanya ditemukan pada kerang-kerangan mentah). kontaminan dan kerusakan yang berkaitan dengan air. and injuries can be water. waterrelated diseases are still a current issue. diarrheal illness caused by infection of the intestine with the bacterium Vibrio cholerae. tangan dan lalat yang terkontaminasi. Waterborne diseases are caused by organisms that are directly spread through water and classified in categories: bacterial. Many diseases are related to water. CHOLERA Cholera is an acute. penyakit yang berkaitan dengan air masih menjadi permasalahan saat ini. Many illnesses. Penyakit yang berkaitan dengan air disebabkan oleh organisme yang secara langsung disebarkan melalui air dan diklasifikasikan ke dalam kategori: bakteri. parasit dan virus.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Penyakit yang berkaitan dengan air WATER RELATED DISEASES dr Kurnia F. or hygiene-related. JENIS-JENIS PENYAKIT DARI BAKTERI BACTERIAL TYPE OF DISEASES KOLERA Kolera merupakan suatu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri Vibrio cholerae. Causes and contamination routes Drinking water or eating food contaminated with the cholera bacterium (usually found in raw shellfish). but hundreds of local and international NGOs and institutions led projects to re-build something even better. sanitation. Jamil. parasitic and viral. Kontaminasi makanan dapat juga terjadi karena air. hands and flies can also occur. Penyakit dapat menyebar dengan cepat di wilayah yang tidak memiliki sistem pembuangan kotoran dan air minum yang memadai. the source of the contamination is usually the feces of an infected person. 30 health messenger . Nevertheless.Kes.RSUZA Banyak penyakit berkaitan dengan air terutama di negara berkembang seperti Indonesia (khususnya di Provinsi Aceh) dimana sistem air dan sanitasi mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Spesialis Penyakit Dalam / Internist . Namun demikian. contaminants. hygiene dan sanitasi. akan tetapi ratusan LSM dan institusi baik lokal dan internasional telah melaksanakan proyek-proyek untuk membangun kembali dengan sistem yang bahkan lebih baik lagi. M.

Antibiotik memperpendek proses penyakit dan mengurangi keparahan penyakit. death can occur within hours. Drink boiled water or purified water (treated with chlorine or iodine). eat only foods that have been thoroughly cooked and are still hot. kurang dari 1% pasien kolera meninggal. Minum air yang direbus dan dipurifikasi (diberi klorin dan yodium) Makanlah makanan yang telah dimasak dengan benar dan masih panas atau makan buah yang sudah dikupas. Basic prevention measures Good sanitation. Dengan rehidrasi yang cepat. Symptoms Approximately one out of 20 infected persons suffers severe disease characterized by profuse watery diarrhea. muntah dan kram kaki. hilangnya cairan tubuh dengan sangat cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. safe water supply and general hygiene will help to prevent cholera. Treatments Pengobatan Kolera dapat ditangani dengan mudah dan berhasil dengan segera mengganti cairan dan garam yang hilang karena diare dengan menggunakan Oralit (suatu campuran gula dan garam dicampur dengan air).Tanpa penanganan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. or fruits that you have peeled yourself. wash the raw vegetables with clean water. rapid loss of body fluids leads to dehydration and shock. shellfish Ekskresi kuman Pathogen excretion Air Minum/Drinking water Irigasi tanaman/Irrigated crops plants Air laut/Costal water Air permukaan dan air sumur/Surface and ground water Saluran pembuangan/Sewage discharge Gejala Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami penyakit yang parah yang ditandai dengan adanya diare yang sangat banyak. Pada orang yang terinfeksi. Antibiotics shorten the course and diminish the severity of the illness. and leg cramps. Langkah-langkah pencegahan dasar Sanitasi yang baik. In these persons. less than 1% of cholera patients die. hindari ikan atau kerang-kerangan yang kurang matang atau mentah. KASUS KOLERA HARUS DILAPORKAN KEPADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN atau/dan PROPINSI Cholera can be simply and successfully treated by immediate replacement of the fluids and salts lost through diarrhea using oral rehydration solution (a prepackaged mixture of sugar and salts to be mixed with water). With prompt rehydration. Kasus yang parah juga memerlukan penggantian cairan ke dalam pembuluh darah. Severe cases also require intravenous fluid replacement.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Titik konsumsi/Point of consumption Titik konsumsi/Point of consumption Ikan. avoid undercooked or raw fish or shellfish. vomiting. CHOLERA CASES MUST BE REPORTED TO THE DHO or/and PHO pembawa pesan kesehatan 31 . cuci sayuran mentah dengan air bersih. kerang-kerang/Seefood. Without treatment. persediaan air yang aman dan higiene secara umum akan membantu mencegah kolera.

constipation and fever) WEEK 2: condition gets worse (diarrhea. Typhi lives only in humans. called carriers. Both ill persons and carriers shed S. Bisa juga terjadi jika suplai air tidak aman atau terkontaminasi dengan kotoran atau minum air yang belum diolah. they multiply and spread into the bloodstream. Persons with typhoid fever carry the bacteria in their bloodstream and intestinal tract.Typhi masuk kedalam tubuh manusia. Immunization using typhoid vaccine may be recommended for health staff Avoiding risky foods will also help protect you from other illnesses. Setelah mendapat vaksinasi tipus. cholera. Taking antibiotics will not prevent typhoid fever. dan demam) MINGGU 2: keadaan semakin memburuk (diare. 3. they only help to treat it. Pasien dan carrier tidak boleh mengolah makanan untuk orang lain 2. Kotoran atau urin orang yang terserang dapat mengkontaminasi makanan atau air minum.5 juta orang setiap tahunnya.5 million persons each year. Safe community water supply. sakit kepala. Pasien bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri dan dapat meninggal. WEEK 1: general symptoms of infection (malaise. a small number of persons. Selanjutnya.Lalat juga dapat membawa bakteri dari kotoran ke makanan. Typhi in their feces (stool). rash of red spots) WEEK 3: symptoms and signs become more severe. Baik orang yang terserang maupun carrier tetap mengandung bakteri tersebut di dalam kotoran mereka. 32 health messenger .GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM DEMAM TIPUS Demam tipus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Typhi bacteria are in the organism. kolera. The body reacts with fever and other signs and symptoms. In addition. check with your doctor to see if it is time for a booster vaccination. S. where it affects about 21. Getting vaccinated: Typhoid vaccines lose effectiveness after several years. Langkah-langkah pencegahan dasar Tiga tindakan dasar dapat melindungi anda dari demam tipus: 1. This may occur if they handle food or if they do not use a proper toilet. Causes and contamination routes Penyebab dan cara penularan Bakteri S. pembuangan kotoran dan urin dengan benar merupakan hal yang sangat penting. if you were vaccinated in the past. Symptoms Once S. bakteri tersebut langsung berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. disentri dan hepatitis A. maka dalam beberapa tahun efektifitasnya akan berkurang. Patient can faint remains unconscious and die. muncul sejumlah titik-titik merah) MINGGU 3: gejala dan tanda menjadi lebih parah.Dapat dilihat terjadinya perforasi dan pendarahan di usus kecil. It may also occur if the water supply is not safe or contaminated with excreta or remains untreated. sakit perut. including diarrhea. and hepatitis A. Suplai air masyarakat yang aman. TYPHOID FEVER Typhoid fever is a life-threatening illness caused by the bacterium Salmonella Typhi. Typhoid fever is still common in developing countries. recover from typhoid fever but continue to carry the bacteria. The faeces or urine of an infected person may contaminate food or drinking water. Gejala Begitu bakteri S.Tubuh bereaksi dengan munculnya demam dan tanda serta gejala lainnya. abdominal pain. proper disposal of faeces and urine is essential 3. Imunisasi menggunakan vaksin tipus dapat direkomendasikan oleh para petugas kesehatan Menghindari makanan beresiko juga akan membantu melindungi Anda dari penyakit lain termasuk diare. Basic prevention measures Three basic actions can protect you from typhoid fever: Patients and carriers should not be allowed to handle food for others 2. MINGGU 1: gejala umum (rasa tidak enak badan. dysentery. Demam tipus masih merupakan penyakit yang umum ditemukan di negara-negara berkembang dimana penyakit ini menyerang sekitar 21. Perforation of intestines may be seen and hemorrhage may occur in small intestine. headache. Hal ini dapat terjadi jika mereka mengolah makanan atau jika mereka tidak menggunakan jamban yang benar. Orang yang terserang tipus membawa bakteri di dalam aliran darah dan saluran usus mereka. konstipasi. 1. sejumlah kecil orang yang disebut carrier sembuh dari tipus namun tetap membawa bakteri tersebut. Flies can also carry the bacteria from faeces to food.Typhi hanya hidup di tubuh manusia.

the illness could reappear or be transmitted to other people. parasit dan bakteri. periksalah ke dokter anda apakah sudah saatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster. Typhi. Penting untuk melakukan pemeriksaan kotoran secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bakteri S. Good to remember: Waterborne diseases can be classified in 3 categories: viral. Penting untuk diingat: Penyakit yang berasal dari air dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori: virus. pasien masih mungkin membawa bakteri S. patient may still be carrying S. parasitic and bacterial. do not prepare or serve food for other people in order to reduce the possibility of transmission to other people. Typhi dalam tubuh anda. A series of stool cultures to ensure that no S. itu hanya dapat membantu mengobatinya. So. Jadi. pembawa pesan kesehatan 33 . Minum antibiotik tidak dapat mencegah demam tipus. Typhi. Typhi bacteria remain in your body can be necessary. Bahaya demam tipus tidak berakhir walaupun gejalanya sudah hilang Walaupun gejala telah hilang. penyakit dapat muncul lagi atau ditularkan ke orang lain. Typhoid fever's danger doesn't end when symptoms disappear Even if the symptoms fade away.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM : jika anda dulunya sudah pernah divaksin. Advice patients to do the following things: Wash your hands carefully with soap and water after using the bathroom. Berikan saran-saran berikut kepada pasien: Cuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan jangan mengolah atau menyajikan makanan untuk orang lain untuk mengurangi peluang terjadinya penularan ke orang lain.

cacing akan menetas. telur yang tidak akan berkembang luarkan melalui kotoran. Anak-anak lebih sering terinfeksi dan lebih parah dibanding orang dewasa. kupas atau masak semua sayuran dan buah mentah sebelum dimakan atau cuci syauran mentah dengan air bersih sebelum dimakan. Telur pass in the faeces. Langkah-langkah pencegahan dasar Hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran manusia. they reach the dibuahi unfertilized egg will not undergo Fertilized egg biological development siklus ini makan waktu 2-3 intestines and bulan. Begitu berada di usus damp soil. Penularan terjadi develop into adult ketika tertelan telur cacing yang terkontaminasi dari koto. There are no obvious signs and symptoms but if there are many worms. Once in kecil. water or food.Anak-anak lebih sering terserang dibanding orang dewasa. Larva dibawa melalui paruTinja immature worms Feces paru dan kemudian ke tenghatch from the gorokan dimana mereka eggs. Infeksi akibat Ascaris disebut ascariasis. mild diarrhea. abdominal atau pneumonia dan asma jika larva-larva tersebut masuk ke discomfort and distension may appear. 34 health messenger . wash your hands with soap and water before handling food. perut tidak nyaman dan distensi dapat muncul. Many children playing in contaminated soil or water are infectTanda dan gejala ed this way.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jenis penyakit yang berasal dari parasit/Parasitic Type of Diseases ASCARIASIS Ascaris adalah cacing yang hidup di usus kecil. the small intestines. carried through the mereka akan tiba di usus lungs and then to dan tumbuh menjadi cacing the throat where dewasa. Begitu tertelan. it can cause intestinal obstruction or pneumonia and asthma if larvae travel to the lung. dalam paru-paru. Infection occurs worldwide and is found in tropical and subtropical areas where sanitation and hygiene are poor. menjadi bersifat menular Eggs become infecsetelah dua minggu masa tive after two weeks inkubasi di tanah yang lemof incubation in bab. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mengolah makanan. Dalam sejumlah Children are infected more often and more severely kecil kasus. Infeksi terjadi di seluruh dunia dan paling biasa terjadi di daerah tropis dan sub tropis dimana sanitasi dan higienenya buruk. cuci.Anak-anak yang bermain di tanah atau passed in faeces. peel or cook all raw vegetables and fruits before eating or clean raw vegetables with clean water before eating. penyakit ini dapat menyebabkan obstruksi usus than adults.worms. This cycle can take between 2-3 air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi. Children are more prone to this infection. ASCARIASIS Ascaris is a worm that lives in the small intestine. months. The larvae are ditelan. Cacing betina they are swallowed. dapat diiringi dengan diare ringan. jangan buang kotoran sembarangan. In few cases. Basic prevention measures Avoid contacting soil that may be contaminated with human faeces. telur yang dewasa bertelur dan diketidak dibuahi Once swallowed.Tidak ada tanda dan gejala yang jelas tetapi bila Signs and symptoms cacingnya banyak. Infection with ascaris is called ascariasis which is the most common human worm infection. Adult female worms lay eggs that are then ran. do not defecate outdoors. Ini merupakan penyakit cacing yang biasa dialami manusia. air atau makanan. Cara penularan = Fase Infektif/Infective Stage Transmission Cacing betina dewasa meng The adult female = Fase Diagnosis/Diagnostic Stage worm lays thouhasilkan ribuan telur di sands of eggs in the dalam usus yang dikeluarintestine which kan melalui kotoran. wash. Transmission happens when an infective egg is swallowed from dirt.

sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). Signs and symptoms Usually begins with a few days of vague ill health. Every year. Transmission Mosquitoes are infected by sucking the blood of an infected person. 350-500 million cases of malaria occur worldwide. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Nyamuk anopheles hidup dihutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau. After development in the midgut of the mosquito. sporozoites can be transmitted to another person through the bite of a female mosquito (Anopheles). delirium. The mosquitoes usually bite at dawn and dusk. Then peaks of fever occur with chills and heavy sweating followed by headache. and over one million people die. This sometimes fatal disease can be prevented and cured. pembawa pesan kesehatan 35 . The anopheles mosquito likes forest and mountain areas including coastal mangroves. Fully developed immunity is rare in areas of low transmission like most of South-East Asia but common in higher transmission areas of Sub-Saharan Africa. MALARIA Malaria is a mosquito-borne disease caused by a parasite.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM MALARIA Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. muntah dan delirium. Then the disease leads to a chronic stage that may last years before the patient develops immunity. vomiting. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan. Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika sub sahara. MEMUTUSKAN RANTAI PENULARAN DENGAN VAKSIN BREAK THE CYCLE WITH VACCINES Sporozoit/Sporozites Kelenjar liur yang terinfeksi dengan sporozoit/Salivary gland infected with sporozites Perut/Gut Ookista/Oocyst Merozoit/Merozoites Ookinet/Ookinete Gamet/Gametes Sel-sel hati/Liver cells Vesikel/Vesicles Betina/Female Gametosit/Gametocytes Jantan/Male Gejala mulai terjadi disini/Symptoms start here Sel darah merah/Red blood cells Tanda dan gejala Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. Setelah berkembang di usus nyamuk. Cara penularan Nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala.

(AS+AQ -2nd +3rd trimester) CQ+PQ(14d) AQ= Amodiakuin/Amodiaquine. Diagnosis Malaria can be suspected according to the patient's symptoms and the physical findings during examination. However. 2 tipe diantaranya paling sering ditemukan di Indonesia. 2 of them are commonly found in Indonesia. eliminating mosquito breeding grounds. serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk. Explanation of the treatments for P. Primaquine tidak boleh diminum oleh wanita hamil atau orang yang kekurangan G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenise). Treating a patient with malaria depends on: ◗ The type (species) of the infecting parasite ◗ The area where the infection was acquired and its drug-resistance status ◗ The clinical status of the patient ◗ Any accompanying illness or condition ◗ Pregnancy ◗ Drug allergies. QN= kina/Quinine Selanjutnya.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Langkah-langkah pencegahan dasar Perlindungan dari gigitan nyamuk. Patients should not take primaquine until a screening test has excluded G6PD deficiency. Tabel berikut menjelaskan pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. falciparum and P. Pasien tidak boleh minum primaquine sebelum uji penyaringan menunjukkan bahwa pasien tidak mengalami defisiensi G6PD. using of mosquito nets and covering the skin with long sleeves and trousers. AM = Artemeter/Arthemehter. FALCIPARUM Malaria tanpa komplikasi Uncomplicated form of malaria Tanpa konfirmasi pemerik. laboratory tests must done to detect the malaria parasites or their components. menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang. Pengobatan pasien malaria bergantung pada: ◗ Jenis (spesies) parasit yang menginfeksi ◗ Daerah tempat terinfeksi dan status resistensi obatnya ◗ Status klinis pasien ◗ Penyakit atau kondisi yang muncul bersamaan ◗ Kehamilan ◗ Alergi obat atau pengobatan lain yang telah dilakukan oleh pasien Treatments Most drugs used in treatment are active against the parasite forms in the blood (the form that causes the disease). primaquine should not be taken by pregnant women or by people who are deficient in glucose-6-phosphate dehydrogenize (G6PD). CQ=Klorokuin/Chloroquine D= Doksisiklin/Doxycycline. PQ=Primakuin/Primaquine.vivax forms of Malaria: Penyakit malaria terdiri 4 tipe. Diagnosa Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. or other medications taken by the patient There are 4 types of Malaria. for a definitive diagnosis. untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti. Among the 4 types. 36 health messenger .Dengan konfirmasi saan lab pemeriksaan lab Unconfirmed by lab test CQ+PQ lab-confirmed malaria AS+AQ+PQ P.VIVAX Pada kasus dengan pengobatan yang gagal In case of treatment failure Malaria berat severe malaria Malaria pada kehamilan Malaria during pregnancy pengobatan treatment QN+D+PQ QN/AM QN.vivax: P. maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya. Namun demikian. Pengobatan Sebagian besar obat yang digunakan adalah aktif melawan bentuk-bentuk parasit di dalam darah (bentuk yang menyebabkan penyakit). In addition. Basic prevention measures Protecting from mosquito bites. AS=Artesunat/Artesunate. falciparum and P.

Viral Types of Diseases DENGUE FEVER The causative organism is a virus. ZOOM mengenai demam berdarah). leading to death. ZOOM on dengue fever). Dengue is an epidemic disease causing an increased number of cases at certain period of the year (rainy season). Signs and symptoms Sudden onset of fever. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan). Spektrum Demam Berdarah Dengue/The Spectrum of Dengue Haemorrhagic Fever Infeksi dengue/Dengue Infection Deman Fever Tes torniket positif Positive tourniquet test Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah Increase vascular permeability Pembesaran hati Hepatomegaly Trombositpenia Thrombocytopenia Stadium I Grade I Manifestasi perdarahan yang lain Other haemorrhagic manifestations Peningkatan hematokrit/Rising haemotacrit Hipoproteinemia/Hypoproteinemia Efusi serosa/Serous effusion } Kebocoran plasma Leakage of Plasma Stadium II Grade II Hipovolemia/Hypovolaemia* Koagulopati/Coagulopathy Stadium III Grade III Syok/Shock Koagulasi intravaskular menyeluruh/Disseminated intravascular coagulation* Perdarahan hebat/Severe bleeding Stadium IV Grade IV * see the glossary p.62 . (Untuk mendapatkan informasi lebih banyak silakan lihat P2K 9. Tanda dan gejala Serangan demam secara mendadak. leukopenia. Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes Aegypti). Usually there are rashes on the skin (bleeding spots).63 Sumber/Source: WHO Kematian/Death Langka-langkah pencegahan dasar Langkah-langkah pencegahan kurang lebih sama dengan langkah-langkah pencegahan malaria. leucopenia. thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). Occasionally the disease produces shock and hemorrhage.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jensi Penyakit dari Virus DEMAM BERDARAH Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. myalgias and arthralgias. thrombocytopenia (joint and back pains). Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadahwadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. severe headache. Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. This is a killer disease of children and adults. ■ Basic prevention measures Preventive measures are more or less similar to malaria preventive measures. Transmission Dengue fever comes from a mosquito bite (Aedes Aegypti Mosquito). ■ pembawa pesan kesehatan 37 . Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah). (For more information refer to HM 9. Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian. myalgia dan arthralgias. sakit kepala yang parah. Aedes mosquito is a day biter and lives around the house and breeds in water containers such as old discarded tires and coconut shells.

Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan. Below are some of the known side effects medical waste can have on the environment and quality of health: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Damage Damage Damage Damage Damage to to to to to the esthetics of the environment property plants and animals the health of humans genetics and reproduction Kerusakan estetika lingkungan hidup Kerusakan properti Kerusakan tumbuhan dan hewan Kerusakan terhadap kesehatan manusia Kerusakan genetik dan reproduksi Medical waste characteristics In general. cans. research and training and education. bungkus makanan dan sampah dari kamar pasien. medical waste can be classified as follows: ◗ ◗ ◗ ◗ Sharp waste Infectious waste Pathological and anatomical waste Cytotoxic waste Karakteristik limbah medis Secara umum. to veterinary. and garbage from a patient’s room. puskesmas dan pustu dapat menghasilkan limbah. Berdasarkan potensi bahayanya maka limbah medis dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ◗ Limbah tajam ◗ Limbah yang infeksius ◗ Limbah patologi dan anatomi 38 health messenger . kaleng. therapy. bottles. but also the general public from harm caused by the improper handling of medical waste. It is critical that health care providers learn to protect not only themselves. ada dua jenis limbah: limbah non medis dan limbah medis. Palang Merah Kanada / Environmental Health Technical Program Manager. there are two different types of waste. Dibawah ini adalah beberapa efek samping limbah medis terhadap lingkungan hidup dan kualitas kesehatan: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Medical activities in facilities such as hospitals. Based on potential hazards. puskesmas and pustu can produce medical waste. food wrapping. sisa makanan. penelitian serta pelatihan dan pendidikan. Sampah medis berasal dari penanganan medis dari berbagai sumber mulai dari bagian gigi sampai veteriner. Non-medical waste includes paper. terapi. and medical waste. Limbah non medis termasuk kertas. botol. food remnants. Medical waste results from medical treatment from various sources ranging from dental. non-medical waste. obat-obatan. Sangat penting bagi para petugas kesehatan untuk belajar bagaimana melindungi tidak hanya diri mereka sendiri tetapi juga masyarakat umum dari bahaya yang disebabkan oleh penanganan limbah medis yang tidak benar. pharmaceutical.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM PROGRAM MANAJEMEN LIMBAH MEDIS MEDICAL WASTE MANAGEMENT PROGRAM Yayat Kurniawan. Canadian Red Cross Kegiatan medis di sejumlah fasilitas seperti rumah sakit.

HBV. dll. HCV. supir. Limbah infeksius dapat mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai cara: ◗ Kulit yang luka. Hemorrhagic fever) ◗ Membrane mucosal (ex. or dangerous pharmaceuticals and chemicals ◗ The waste contains radioactive material ◗ The waste contains sharp materials People.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ ◗ ◗ ◗ Limbah sitotoksik Limbah obat-obatan Limbah kimia Limbah radioaktif Dampak limbah medis bagi kesehatan Kontak langsung dengan sampah berbahaya dari pusat-pusat kesehatan dapat menyebarkan penyakit. HBV. who work in health care centers. Infectious waste can contain various microorganism pathogens which can enter the human body in various ways: ◗ Stabbing. HIV. bronchitis) ◗ Melalui mulut (misal. are at risk from these potential dangers. demam berdarah) ◗ Selaput lendir (misal. infeksi kulit) ◗ Melalui udara (misal. gastroenteritis) ◗ Pharmaceutical waste ◗ Chemical waste ◗ Radioactive waste Impact of medical waste on health Direct contact with dangerous waste from health centers can cause disease to spread. anthrax. This could be caused by one or more of the following: ◗ The waste contains infectious agents ◗ The waste contains poisons. Pemulung Pasien rawat inap Pengunjung pembawa pesan kesehatan 39 . skin infection) ◗ Air borne (ex. blistering or skin scratches (ex. as well as visitors. gastroenteritis) Orang yang beresiko tinggi Petugas sanitasi dan perawatan termasuk petugas yang bekerja di daerah lembab atau di insinerator dan pengambil sampah. Hal ini dapat disebabkan oleh salah satu atau lebih dari hal-hal berikut: ◗ Limbah yang mengandung penyebab-penyebab penyakit infeksi ◗ Limbah yang mengandung racun atau obat-obatan dan bahan kimia berbahaya ◗ Limbah yang mengandung bahan radioaktif ◗ Limbah yang mengandung bahan-bahan yang tajam Penting untuk diingat: Dari limbah tajam hingga limbah radioaktif. bronchitis) ◗ Orally (ex. lepuh atau goresan di kulit (misal: HIV. ◗ ◗ ◗ ◗ Petugas layanan pendukung: pekerja binatu. fasilitas kesehatan harus memisahkan limbah medis mereka yang dilakukan sebagai kegiatan harian Orang yang bekerja di pusat-pusat layanan kesehatan serta para pengunjung dapat beresiko terhadap bahaya-bahaya tersebut diatas. HCV. anthrax.

Dalam penanganan limbah klinis.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ Petugas medis: dokter. perawat. dll. Cara-cara penanganan limbah medis yang umum dilakukan saat ini di Indonesia antara lain: ◗ ◗ ◗ ◗ Autoclav uap Dekontaminasi bahan kimia Penimbunan tanah Insinerasi MANAJEMEN LIMBAH MEDIS OLEH CRC Program Manajemen Limbah Medis yang sedang dilaksanakan oleh CRC merupakan salah satu cabang program Manajemen Limbah Solid padat difasilitasi oleh tim Kesehatan Lingkungan. fasilitas pengumpulan limbah. General medical waste treatment practices in Indonesia currently include: ◗ ◗ ◗ ◗ Steam autoclaving Chemical decontamination Land filling Incineration Cakupan kegiatan manajemen limbah medis Ada dua komponen pada kegiatan ini: penyediaan fasilitas dan infrastruktur untuk menangani limbah medis serta peningkatan kapasitas para petugas layanan kesehatan. etc. transported and treated. incinerator and needle pit. material needs to be segregated. medical facilities must segregate their medical waste generated by daily activities. Staff capacity building occurs through training. Tahap pertama. drivers etc ◗ ◗ ◗ ◗ Scavengers In-patients Visitors Medical staff: doctors. including those working in the dump area or in the incinerator. Scope of medical waste management activity There are two components to this activity: providing facilities and infrastructure to handle medical waste. Program ini meliputi: ◗ Penilaian: data dikumpulkan dalam dua tahapan. contained. The facilities and infrastructure consists of personal protective gear. Good to remember: From sharp waste to radioactive waste. as well as capacity building for health care staff. ◗ Tahap 1 pelatihan: tahap pertama dilaksanakan di Calang dan Lamno pada bulan Maret 2009 dengan 33 peserta yang berasal dari Dinkes Aceh Jaya. Fasilitas dan infrastruktur terdiri dari alat pelindung diri. Tahap yang kedua dilakukan pemeriksaan terhadap volume dan karakteristik limbah yang dihasilkan. to increase their skills and build awareness 40 health messenger . Those who are at high risk ◗ Sanitary and maintenance staff. peserta membuat suatu “Tindak Lanjut Rencana MEDICAL WASTE MANAGEMENT BY CRC The Medical Waste Management program being implemented by CRC constitutes one branch of the solid waste management program. and pickers ◗ Support services personnel: laundry workers. Pendekatan program Program ini dimulai pada bulan Januari 2009 dan akan berakhir pada bulan Desember 2009. facilitated by the Environmental Health team. bahan-bahan perlu dipisahkan.Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan keahlian dan membangun kesadaran mengenai manajemen limbah medis. In clinical waste treatment. dimasukkan ke dalam wadah. dipindahkan dan diolah. kondisi fasilitas yang ada saat ini didokumentasikan demikian juga kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung. Manajemen limbah medis Lebih dari 20% limbah fasilitas layanan kesehatan dapat menyebabkan infeksi. Target program CRC adalah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Jaya. Insufficient waste treatments can double the contamination risk. insinerator dan needle pit. nurses. Untuk kesinambungan program. Kurangnya penanganan limbah dapat melipatgandakan resiko kontaminasi. Peningkatan kapasitas petugas diperoleh melalui pelatihan untuk meningkatkan keahlian mereka dan membangun kesadaran mengenai topik penanganan limbah medis secara aman. waste collecting facilities. Medical waste management More than 20% of waste from health care facilities is infectious. PMI cabang Aceh Jaya. staf Puskesmas dan Pustu di Aceh Jaya.

Program approach This program began in January 2009 and will finish in December 2009. personal protective gear (gloves. PMI branch of Aceh Jaya. The results. ■ pembawa pesan kesehatan 41 . In the first stage.alat pelindung diri (sarung tangan. The CRC program targets health care facilities in Aceh Jaya District.) and collection facilities (labeled bins. Untuk menentukan tingkat pengetahuan selama dua hari pelatihan. CRC. will monitor and evaluate the effects of this training Kegiatan Limbah Medis”. Dari Juli sampai dengan Desember. etc. sepatu bot.) ◗ The infrastructure construction and supply of tools: started in May and will be completed in July ◗ Training on the operation and maintenance of facilities and tools: will be conducted at the end of July. Diperkirakan jumlah penerima manfaat secara tidak langsung ada sebanyak 6. participants were tested at the beginning of the training. shoes.Hasilnya cukup dramatis. boots. as well as current practices. ◗ Infrastructure design and selection of tools: This includes the provision of an incinerator and needle pit. Penerima manfaat Jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 73 petugas kesehatan dan 81 pasien setiap harinya. pemotong jarum. maka para peserta diuji pada awal pelatihan dan akhir pelatihan. CRC bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten akan memonitor dan mengevaluasi efek dari pelatihan tersebut. ■ Beneficiaries The number of direct beneficiaries from this activity is 73 health care staff and 81 patients per day. and again at the end. in association with the DoH. masks. The estimated number of indirect beneficiaries is 6. To determine the amount of knowledge gained during the two day training session. The goal of the training was to improve skills and build awareness regarding medical waste management. This number does not include those visiting the various health care facilities. ◗ Training stage 1: the first stage was implemented in Calang and Lamno on March 2009 with 33 participants who came from the DHO of Aceh Jaya. as indicated in the chart above. safety boxes. needle cutters. staff of puskesmas and pustu in Aceh Jaya.400 orang. sepatu. seperti ditunjukkan pada diagram di atas. kotak keselamatan dll) ◗ Konstruksi infrastruktur dan suplai alat-alat: dimulai bulan Mei dan akan selesai bulan Juli ◗ Pelatihan mengenai operasional dan perawatan fasilitas dan peralatan: akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli. From July until December. the conditions of existing facilities were documented. Jumlah ini tidak termasuk orang yang mengunjungi berbagai fasilitas layanan kesehatan. The second stage involves auditing the volume and characteristics of waste generated.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM on the topic of safe handling of medical waste. It includes: ◗ Assessment: data is collected in two stages. ◗ Desain infrastruktur dan pemilihan alat: Hal ini mencakup penyediaan sebuah insinerator dan needle pit.400. dll) dan fasilitas pengumpulan limbah (tempat sampah yang diberi label. participants created a ‘Follow-Up Medical Waste Action Plan’. are dramatic. masker. For the sustainability of the program. etc.

tubuh wanita mengalami banyak perubahan baik fisik dan hormon. This bacteria can lead to a vagina inflammation that may cause abortion. Karena itu. This can cause fungus infection for pregnant women which may have irritation and fluor albus effect. therefore it needs special attention and cares during pregnancy. Cut Mutia hospital. Therefore. Para peneliti di Inggris menemukan bahwa bakterial vaginosis berbahaya bagi kesehatan kandungan. Lhokseumawe Saat hamil. untuk para ibu hamil disarankan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan diantaranya dengan cara berikut: ◗ Menjaga supaya daerah di sekitar vagina dalam kondisi selalu kering ◗ Gunakan sabun tanpa parfum ◗ Gantilah pakaian dalam setiap hari ◗ Gunakan celana dalam katun dan pakaian longgar agar daerah vagina tidak lembab During pregnancy.8 – 4. Research conducted on 771 women showed that the risk of abortion during the first trimester of pregnancy is twice higher for pregnant women who are infected with bacterial vaginosis. Antiseptic soap can only be used to treat infection on the genital labia 42 health messenger . SPd/Bidan RSU Cut Mutia Lhokseumawe/Midwife. Bakteri ini menyebabkan radang vagina yang dapat mengakibatkan wanita hamil mengalami keguguran kandungan.2)1. Researchers revealed that bacterial vaginosis is not merely carried by every women. sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap kebersihan organ kewanitaan pada saat hamil. Perubahan tubuh dan hormon selama hamil juga membuat keseimbangan PH vagina berubah.8–4. Bakterial vaginosis ini terjadi apabila bakteri komensal vagina digantikan oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan radang pada vagina karena perubahan lingkungan dan keseimbangan PH vagina berubah (PH vagina normal: 3. woman’s body experiences many physical and hormonal changes.MOTHER & CHILD IBU & ANAK Kebersihan kewanitaan pada kehamilan FEMININE HYGIENE DURING PREGNANCY Rahmi Wardhani AmKeb.2)1. Akibatnya infeksi jamur juga mudah terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan iritasi dan keputihan. it is suggested that pregnant women pay attention to their feminine organ by following these advices: ◗ Keep the vagina always dry ◗ Use non-perfume soap ◗ Change underwear every day ◗ Wear cotton underwear and loose clothes so that vagina is not humid ◗ Using antiseptic soap is not recommended. The bacterial vaginosis will appear when vagina commensal bacteria is replaced by a bacteria that may inflame the vagina due to environmental changes and vagina PH (acide level) balance (normal vagina PH: 3. Peneliti mengungkapkan bahwa bakterial vaginosis sejatinya tidak selalu diidap setiap wanita. Researchers in England found that bacterial vaginosis is dangerous for the reproductive health. Physical and hormonal changes during pregnancy also result in changes of vagina PH balance. Riset yang dilakukan terhadap 771 wanita ini menunjukkan bahwa risiko keguguran pada tiga bulan pertama masa kehamilan terjadi dua kali lebih besar pada wanita hamil yang terinfeksi bakteri ini. Perubahan juga terjadi pada organ kewanitaan. Changes also occur on feminine organ. dibandingkan dengan wanita yang sehat.

6 times more likely of getting pelvic infection compared to women who do vaginal douching once a month. Vaginal douching.The risk of low birth weight associated with vaginal douching.. J.MOTHER & CHILD IBU & ANAK ◗ Tidak disarankan pemakaian antiseptik secara berlebihan.3. 32(1). Ketidakseimbangan pH ini akan menyebabkan bakteri-bakteri komensal menjadi mati sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar. Research in America found out that women who do regular vaginal douching run a higher risk of having health problems compared to women who don’t. 913-917.Obstetrics & Gynecology. ■ Penting untuk diingat: Bilas vagina tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan infeksi pada vagina. ■ ◗ After defecation. 3. Franks.4 kali jika menggunakan bahan bilas vagina komersial. Pregnant women who do vaginal douching twice up to three times a week have 40% possibility to deliver a low birth weight baby compared to pregnant women who do not proceed to vaginal douching2.Fiscella. Kendrick. It was reported that women who do vaginal douching at least once a are running twice the risk of getting an ectopic pregnancy. 27/XXVIII/6 . pembawa pesan kesehatan 43 . Risiko tersebut akan meningkat menjadi 4. Penelitian di Amerika membuktikan bahwa perempuan yang secara rutin melakukan bilas vagina lebih besar kemungkinan terkena masalah kesehatan dari pada perempuan yang tidak rutin melakukannya.. TEMPO (NO. P..4 times if women use commercial vaginal douching.12-8.12 September 1999) 2. Dilaporkan pada perempuan yang melakukan bilas vagina paling sedikit 1 kali seminggu mempunyai risiko 2 kali menderita kehamilan di luar kandungan. It has been stated that women practising vaginal douching 3 times or more in a month are 3. This risk can be increased to 4. It can lead to the destruction of the commensal bacteria so then the vagina can get infected by the outside bacteria. wash the genital organ from the front side to the back side. 1. & Neonatal Nursing. K. (2003). ◗ Antiseptik hanya boleh dipakai seandainya terjadi infeksi di bibir vagina ◗ Cucilah organ kewanitaan dari depan kebelakang bukan sebaliknya saat setelah buang air besar ◗ Hindari pemakaian bedak atau parfum pada vagina karena akan merusak keseimbangan keasaman vagina ◗ Tidak dianjurkan untuk melakukan bilas vagina (tindakan yang dilakukan untuk membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan lain ke dalam liang vagina untuk membersihkan cairan vagina dan lender-lendir lainnya) karena bilas vagina dapat membuat PH (tingkat keasaman) dalam vagina menjadi tidak seimbang apalagi kalau bilas vagina itu sering dilakukan. & Bruce. and not the contrary and with clear water ◗ Avoid the use of powder or perfume on vagina because it may ruin the acid balance on vagina ◗ Not recommended to do vaginal douching (process of rinsing or cleaning the vagina by forcing water or another solution into the vaginal cavity to flush away vaginal discharge or other contents) as it may result to an imbalance of PH in the vagina. Good to remember: Vaginal douching is not recommended as it may cause infection on vagina.3. Pada wanita hamil yang melakukan bilas vagina 2 sampai 3 kali seminggu 40% lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak melakukan bilas vagina2.S. Gynecologic.(1998).C. Journal of Obstetric. 92(6). F. Dilaporkan bahwa perempuan yang melakukan bilas vagina 3 kali atau lebih dalam sebulan akan mempunyai risiko 3.6 kali menderita penyakit radang panggul dibandingkan dengan mereka yang melakukannya kurang dari 1 kali sebulan. Cottrell BH.

this sector also has minimum attention from the policy makers either at central or provincial level.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfillment dr. what about access to water and sanitation in other public facilities.1 milyar orang baik di desa mapun kota mengalami kekurangan akses terhadap air minum dan 2. Bersama dengan faktor perilaku. Namun keinginan untuk dapat memenuhi hajat urung karena tidak ada air. Not only at the community level.Akses terhadap air minum dan sanitasi merupakan dua hal dari faktor lingkungan dimaksud.6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. which is not as crowded as the provincial bus terminal. Air dan sanitasi merupakan salah satu persoalan di Indonesia. According to WHO. pelayanan kesehatan dan genetik. Access to water and sanitation are two main components of the environmental factor. and the toilets are also dirty and stinky. Ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana sanitasi serta pemenuhan kebutuhan akan air bersih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan. But that need could not be fulfilled since there is no water. environment determines the degree of the community health whether it is good or bad. Itu baru di satu bandara saja. Menurut WHO. Malikussaleh / Medical Studies Program Univ.Tidak hanya di tingkat masyarakat. Riset oleh Water and Sanitation Program yang You are travelling by plane. Research by Water and Sanitation Program supported by the World Bank showed that Indonesia has suffered an important economical loss 44 health messenger .1 billion people either in cities or villages do not have access to water and 2. Bagaimana dengan akses terhadap air dan sanitasi di sarana publik lainnya baik di kota maupun desa di Aceh? Lingkungan menjadi salah satu indikator penentu dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. But. Malikussaleh Anda sedang berada dalam perjalanan ke luar kota dengan menggunakan pesawat. Nur Fardian. Selama menunggu di bandara. WatSan is a big issue in Indonesia. anda harus ke belakang. yang berarti tidak seramai orang yang menggunakan kamar kecil di terminal bus antar kota antar propinsi. genetic factor and public services. Program Studi Pendidikan Dokter Univ. lebih dari 1. sektor ini juga minim perhatian dari para pengambil kebijakan baik di pusat dan daerah. either cities or villages in Aceh? Environment is one of the indicators determining the condition of public health. Along with the behavioral factor. That is only in one airport. more than 1. serta WC yang kotor dan berbau. you need to go to the toilets. Qualitative and quantitative facilities and infrastructures are lacking as well as access to clean water and it leads to negative impacts on health. While waiting in the airport.6 billion people do not have access to basic sanitation. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat.

Mengacu pada Riskesdas 2007 propinsi Aceh terkait air dan sanitasi. including medication expenses reduced by 2-5%. diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antara 6 -19%.3 miliar (Rp 29 triliun)/tahun. berdasarkan pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY). menyumbang 5.254/orang/tahun. Diarrhea is one of the most important water related diseases making quite a lot of deaths. the consumption of water/person/day in Aceh province is generally >100 liters (optimum access). Such an expensive cost for something told to be dirty and disgusting as related to water. it is estimated the health expenses would be reduced by 6-19%. wells. or waste.000 premature deaths per year. sampah atau comberan. karena hanya terkait dengan air. World Bank menyebutkan.Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5%. According to the measurement of Disability Adjusted Life Years (DALY). dan mengurangi produksi ikan di sungai dan danau. konsumsi air/orang/hari di Provinsi Aceh pada due to bad hygiene and sanitation (up to US$ 6. Kondisi air dan sanitasi yang buruk.5 miliar (Rp 13 triliun) setiap tahunnya.Dampak ekonomi dari hal tersebut mencapai US$ 3.7% of the total disease burden.3 billion or Rp 56 trillion in 2006).000 kematian prematur/tahun. Refer to Riskesdas 2007 Aceh Province.254/person/year. Bad sanitation may also cause water pollution: increasing the expense of water supply for households. Sebuah harga yang mahal untuk hal yang selama ini dianggap kotor dan menjijikkan. The economical loss from polluted water that is due to bad sanitation can be over than US$ 1. Sanitasi yang buruk juga mengakibatkan pencemaran air: menambah beban biaya pengadaan air bersih untuk rumah tangga. Besarnya kerugian ekonomi dari tercemarnya air yang diakibatkan oleh buruknya sanitasi melebihi US$ 1. toilets. jamban. The economical impact may reach US$ 3. bad sanitation and water condition cause 5.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL didukung oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi dan hygiene hingga US$ 6. Diare menjadi penyebab kematian yang cukup besar akibat buruknya kondisi air dan sanitasi.3 billion (Rp 29 trillion) per year. Few pembawa pesan kesehatan 45 Copyright UNICEF . Sanitasi yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta kejadian jangkitan penyakit dan 50. and reducing fish production both in the river and sea.3 miliar atau Rp 56 triliun di tahun 2006. Bad sanitation causes at least 120 million contagious diseases cases and 50. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51. sumur.5 billion (Rp 13 trillion) every year. investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200/orang/tahun.7% dari total beban penyakit. World Bank mentioned that until 2006. Whereas if the investment for sanitation infrastructures would be Rp 51. hingga 2006. government investment allocation was only Rp 200/person/year.

21. semua orang tidak terkecuali seharusnya menikmati layanan tersebut. People have to realize that clean water and access to sanitation is a basic human right everyone should fulfill. Perlu kontribusi positif dari berbagai elemen untuk dapat mewujudkan kondisi air dan sanitasi yang baik. while according to the water availability in Aceh province. the water is turbid and unclean. Kita juga sebagai warga negara dapat berperan dalam advokasi kebijakan terkait air dan sanitasi. ■ 46 health messenger . pada umumnya rumah tangga dapat menjangkau sumber air dalam waktu kurang dari 30 menit dan jarak kurang dari 1 km. ketika air dan akses terhadap sanitasi yang tidak baik menjadi sebuah hal yang dianggap benar karena wajar terjadi dan menjadi kebiasaan. ■ Good to remember: Access to clean water and safe sanitation is a basic human right. Kesadaran akan makin minimnya air sehat dan layanan sanitasi yang baik sepatutnya menjadi perhatian semua pihak.8% rumah tangga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau. Especially for people who have to walk hours just to get clean water. Penting untuk diingat: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman adalah hak dasar manusia Angka di atas menunjukkan bahwa belum semua orang memiliki akses yang sama atas air dan sanitasi yang baik. Everyone.5% of Acehnese households have good access to clean water and only 32. The common problem is that most of the time. or to defecate in open air. as citizens. The figures show that not everybody has equal access to good water and sanitation. and encouraging the community to be careful about hygiene. We. dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi air dan sanitasi yang baik. every member of the society. Layanan air dan sanitasi dasar merupakan hal yang vital untuk kehidupan manusia dan martabatnya. Basic sanitation and water services are vital for human life and dignity.8% of households face difficulties to access clean water during dry season: talking about time and distance. dan pada saat ini. Kiranya kita para petugas kesehatan pun dapat berperan aktif dalam memberi informasi. and in the mean time. normal and part of the habits. Only 45.5% akses baik terhadap sanitasi. can also participate in the advocacy for policy related to clean water and sanitation. Health officers should actively take part in giving information. Masalah kualitas fisik air bersih yang cukup banyak adalah kekeruhan dan warna. Terlebih bagi mereka yang harus berjalan jauh berjam-jam demi mendapatkan air bersih.5% rumah tangga di Aceh mempunyai akses baik terhadap air bersih dan 32. sanitation and water condition. whatever the social level. cities/municipalities still have an access to water under the national average. secara umum di provinsi Aceh sebanyak 21. atau buang air besar di tempat terbuka. Masyarakat harus menyadari bahwa air bersih dan akses terhadap sanitasi adalah hak semua orang yang harus dipenuhi. since health is expensive when water and sanitation are not safe and assumed as something common. everyone without exception should be able to enjoy this basic service.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL umumnya >100 liter (akses optimal). 45. All parties should pay attention to this issue of clean water access and sanitation. should positively act to realize good sanitation and water condition.Tentu ini menjadi beban karena kebutuhan akan air dan sanitasi yang baik menjadi hak bagi semua orang. generally they can reach well/water sources in a 1 km area (less than 30 minutes).5% have good access to sanitation. Dalam hal jarak dan waktu. karena sehat menjadi harga yang mahal. Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang pemenuhan kebutuhan airnya di bawah rata-rata Nasional. This is a real problem whereas the need of good water and sanitation is a basic right for everybody. sedangkan berdasarkan dan ketersediaan air bersih.

Petugas kesehatan harus menjadi orang pertama yang mematuhi peraturan kebersihan di puskesmas dan rumah sakit. Keringkan tangan anda secara seksama untuk menghindari iritasi dan infeksi kulit yang disebabkan oleh tangan yang lembab. Hand hygiene You have to wash your hands. nanah pada luka atau nanah lainnya atau saat anda merawat pasien diare atau ketika berada dalam ruang isolasi.Air hangat dan sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan. Hand hygiene and personal hygiene are the basics. Dry them carefully to avoid rashes and infections caused by moisture. must be treated appropriately before working with pembawa pesan kesehatan 47 . such as infection around the nails. Closiridium spores (antibiotic diarrhea) make an exception. Infections. Tangan dikeringkan dengan seksama dan di disinfeksi dengan menggunakan desinfektan tangan. Health workers should be the first persons to follow the rules of hygiene in puskesmas and hospitals. Rawatlah jika ada luka pada kulit Every health facility should be equipped with good. aman dan bersih. Sarung tangan digunakan. sanitasi dan air di rumah sakit INSTRUCTIONS ON HOSPITAL HYGIENE. Disinfect your hands. Hand disinfectant is rubbed in the hands for 30 seconds and left to dry. You should wash your hands for at least 30 seconds. sebelum makan dan jika ada cairan atau kotoran yang terlihat di telapak tangan anda. You have to take care of your hands. 1. The disinfection of hands must be carried out after each patient and when entering and leaving the isolation room. Hand disinfectants which include alcohol decrease the bacterial strain.Kep/Staf pengajar pada Sekolah Keperawatan Poltekkes Provinsi Aceh / Teaching staff at Nursing School . pus from a wound or other pus or when you are nursing a patient with diarrhea or in isolation. safe. Kecuali pada spora Clostridium (antibiotik diare) yang bisa dihilangkan hanya dengan mencuci tangan. But try to keep your hands from getting too dry and chapped.Poltekkes Aceh Province. ketika hendak dan setelah selesai melakukan pekerjaan. ketika membersihkan kotoran pasien. Cairan desinfektan tangan digosokgosokkan pada tangan selama 30 detik dan dibiarkan kering. when you go on and off duty. The gloves are disposable and procedure-specific. Anda harus merawat tangan anda. clean water and sanitation system. before meals and if you get secretions or visible dirt on your hands. since they can be removed only through washing. S. cobalah untuk menjaga tangan anda supaya tidak terlalu kering dan pecah-pecah. Anda harus mencuci tangan paling tidak selama 30 detik. Take care of ulcers and have chronic skin manifestations examined and treated. Disinfeksi tangan harus dilakukan setelah merawat tiap pasien dan ketika akan memasuki dan meninggalkan ruangan isolasi. Setiap fasilitas kesehatan harus dilengkapi dengan sistem air dan sanitasi yang baik. The hands are dried carefully and disinfected with a hand sanitizer. WATER AND SANITATION Ns. Kebersihan tangan dan kebersihan diri adalah hal yang paling pokok. 1. Gloves are used. Lalu disinfeksi tangan anda. Disamping itu. Cairan disinfektan tangan yang mengandung alkohol dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Sarung tangan dapat digunakan untuk sekali pakai dan merupakan prosedur khusus. Remove the gloves immediately after the procedure and throw them into the bin. Kebersihan tangan Anda harus mencuci tangan. Hasniah.Lepaskan sarung tangan segera setelah prosedur tersebut selesai dan buang ke dalam tong sampah. Warm water and soap is used in washing.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Instruksi tentang kebersihan. when exposed to the patient’s excretions.

The clothing must be kept clean and it must be changed when it gets dirty or at least once a week. Celana ketat sebaiknya dipakai didalam pakaian pelindung bila pakaian pelindung dalam bentuk rok atau baju panjang. Mantel pelindung atau pakaian kerja lain tidak boleh dipakai di luar rumah sakit. Pakaian tersebut harus dijaga supaya tetap bersih dan harus diganti ketika kotor atau paling tidak seminggu sekali. Hand and personal hygiene measures. Kebersihan diri Pakaian pelindung yang disediakan oleh rumah sakit dipakai didalam ruang rawat inap dan klinik rawat jalan. Anda harus memakai pakaian pelindung ketika bertugas atau jika berada dikamar bedah. if they are respected in the health facilities are undoubtedly the most important strategies in combating the increasing incidence of multidrug-resistant organisms in healthcare. During most of the medical procedures. ■ Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus mengetahui peraturan kebersihan dan sanitasi di puskesmas dan rumah sakit untuk mencegah dari infeksi nosokomial. ■ 2. 2. topi harus digunakan dalam ruang bedah. bracelets and artificial nails prevent hands from getting sufficiently clean and should be removed during your daily practises. Pada kebanyakan selama prosedur medis. Hair should be clean and tidy and long hair must be tied up. seperti infeksi di sekitar kuku. gelang dan kuku palsu harus dipindahkan karena akan mengganggu pembersihan tangan yang tepat selama kegiatan sehari-hari. Infeksi. . patients. Tights should be used with skirt or dress model protective clothing. hand jewellery. harus dirawat dengan cara yang tepat sebelum bekerja dengan pasien. tidy footwear. A surgical oralnasal mask and sterile clothing must be worn in procedures requiring aseptic technique. You must use protective clothing when on call or in an operating theatre. hair should be covered with a sterile cap. Protective clothing must cover the clothing underneath. perhiasan tangan. Rings. The staff uses their own. rambut harus ditutup dengan penutup kepala yang steril. Masker penutup mulut-hidung dan pakaian steril harus dipakai pada prosedur yang membutuhkan teknik yang aseptik.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL serta periksa dan obati jika terdapat penyakit kulit yang kronis. Cincin. which should comply with the requirements of hygiene and occupational safety. Rambut harus bersih dan rapi dan rambut yang panjang harus diikat. Protective coats or other work clothes must not be used outside hospital grounds. Personal hygiene Protective clothing provided by the employer is used in every health facility. Jika kebersihan tangan dan kebersihan diri ini dipatuhi saat bekerja difasilitas kesehatan tidak diragukan lagi ini merupakan strategi yang paling penting dalam memberantas meningkatnya insiden organisme multi-drug resisten pada pelayanan kesehatan. Setiap petugas harus memakai sepatu sendiri yang rapi yang sesuai dengan peraturan kebersihan dan keamanan kerja. Pakaian pelindung harus menutupi pakaian yang ada dilapisan dalam. a cap must be used in the operating theatre. Lebih lanjut. 48 health messenger Good to remember: Health staff should know the hygiene and sanitation rules in puskesmas and hospital to prevent from nosocomial infection. In addition.

Nowadays increasingly more men work as nurses. He graduated from nursing school in 1997. There were only 4 boys out of 40 students. a male nurse who has been working in the Infectious Diseases Surveillance Unit of the puskesmas Kopelma Darussalam since 2005. a field dominated by women? HM team met HM Bambang Isnur Imanto. tetapi saya banyak mengikuti pelatihan-pelatihan tentang surveillance penyakit menular sehingga saya jadi banyak mendapat ilmu yang dapat saya gunakan dalam unit kerja saya ini. dan lebih sabar. when it comes to work there is a difference between male and female nurses. Perawat wanita umumnya lebih teliti. Female nurses are usually more detailed. Sekarang pun. But according to me. Sedangkan perawat pria lebih gesit dan lebih cepat sehingga lebih cocok ditempatkan untuk kegiatan-kegiatan dilapangan. although this is not my basic education but I have received many trainings on infectious diseases surveillance that allowed me to gain a lot of knowledge. Bagaimana tanggapan perawat pria yang bekerja di puskesmas yang lingkungannya didominasi oleh wanita? Team HM bertemu saudara Bambang Isnur Imanto. HM: Bagaimana tanggapan anda terhadap air dan sanitasi di Puskesmas dan di desa-desa wilayah kerja puskesmas anda? HM: Do you enjoy working in the surveillance unit of infectious diseases? NB: Yes. I can use in my working unit. Beliau lulus sekolah perawat pada tahun 1997. HM: Apakah anda menikmati bekerja di unit surveillance penyakit menular? HM: What do you think about working in an environment which is dominated by women? NB: I do not face any difficulty because since school time I have seen this situation. pembawa pesan kesehatan 49 . di puskesmas ini hanya ada 3 perawat pria. karena sejak dari sekolah dulu sudah melihat hal seperti ini. seorang perawat pria yang bekerja di puskesmas Kopelma Darussalam sejak tahun 2005 di Unit Surveillance Penyakit Menular. HM: Bagaimana tanggapan anda bekerja dilingkungan yang didominasi oleh wanita? NB: Biasa saja. Tapi menurut saya. more organized and more patient. Most of the time. saya tidak canggung.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Wawancara Interview PERAWAT BAMBANG Tim P2K/ HM team NURSE BAMBANG Makin lama semakin banyak pria yang bekerja sebagai perawat. Male nurses are usually more energetic. What do male nurses think about working in puskesmas (community health center). walaupun dasar pendidikan saya bukan disini. saat bekerja ada sedikit perbedaan antara perawat pria dan wanita. lebih teratur. NB: Ya. Dari 40 murid hanya ada 4 laki-laki. male nurses are appointed to field activities.

The development of drainage. we give not only medication but also education to the patient on measures to prevent diarrhea such as washing hands with soap. Specifically. Karena banyak sekali penyakit-penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi dan tidak adanya akses terhadap air bersih. kita bukan hanya memberikan pengobatan. HM: Bagaimana pendapat anda tentang program Air & Sanitasi di puskesmas? Apakah berhasil? NB: Menurut saya program watsan di puskesmas dapat dibilang cukup berhasil. Saya pernah mengikuti pelatihan ini tapi saya ingin lebih mendalaminya. they also educate them on the basics of hygiene and sanitation.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL NB: sekarang sudah lebih baik. because generally we drink refill water. HM: Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti? NB: Pelatihan yang terkait dengan surveilans penyakit menular seperti surveilans TB. HM: Menurut anda. absolutely. if a diarrhea patient comes for medication. What are the trainings you have attended already? NB: Trainings related to surveillance of communicable diseases such as surveillance of TB. I participated in this training once but I would like to deepen my knowledge. karena umumnya sekarang kita minum air isi ulang. Misalnya. there is one unit which regularly examine the quality of the refill drinking water. saya ingin ikut pelatihan tentang Program Konseling Permasalahan Remaja karena saya sedang melanjutkan pendidikan di psikologi. Leprosy. bila ada pasien diare datang berobat. membersihkan tempat sampah. Pembangunan saluran pembuangan. Flu Burung dan sebagainya. Ie Masen Kayee Adang and Deah Raya). HM: According to you. HM: HM: Apa anda ingin ikut pelatihan lagi? Tentang apa? NB: Ya. Penting untuk diingat: Petugas kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan kepada masyarakat tetapi juga mengajari mereka tentang dasar-dasar higiene dan sanitasi. Avian flu etc. apakah setiap perawat harus tahu masalah air dan sanitasi serta kaitannya dengan kesehatan? NB: Ya. within the working areas of my puskesmas. For instance. defecation in latrines and so forth. we can say it is successful in the puskesmas. tentu. tetapi juga harus memberikan edukasi kepada pasien cara-cara mencegah diare misalnya mencuci tangan pakai sabun. Kusta. Kopelma Darussakam. Lamgugob. HM: Apakah anda yakin air yang anda minum di rumah dan di puskesmas sudah memenuhi syarat kesehatan? NB: Ya. HM: What do you think about water and sanitation NB: in puskesmas and villages in your working area? Today it is getting better. Good to remember: Health workers not only give medication to people. ■ 50 health messenger . Kopelma Darussakam. cleaning up garbage bin. latrines and access to water are improving especially after tsunami both in puskesmas and in villages within this puskesmas working areas (Desa Rukoh. Ie Masen Kayee Adang dan Deah Raya). jamban dan air semakin baik terutama setelah tsunami baik itu di puskesmas maupun di desa-desa wilayah kerja puskesmas (Desa Rukoh. Walaupun kami masih mendapat beberapa kasus diare tetapi belum pernah ada wabah diare. HM: Is the WatSan progam in the puskesmas succesful? NB: Yes. should every nurse know about WatSan and its relation with health? NB: Yes. Khususnya di wilayah kerja puskesmas saya ada unit yang bertugas untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang ini secara berkala. BAB pada tempatnya dan sebagainya. Lamgugob. HM: Are you sure that drinking water in the households and puskesmas are matching healthy requirements? NB: Yes. I want to attend an Adolescent Problems Counseling Program because currently I am pursuing psychology studies. ■ HM: Do you feel like needing additional training? About what? NB: Yes. Actually. There are so many diseases caused by poor sanitation and lack of access to clean water. We are still facing some diarrhea cases but no diarrhea outbreak has been noticed.

Thus. more than the normal amount of pembawa pesan kesehatan 51 . or more frequently than normal for the individual. Ketika usus sehat. usus besar tidak bekerja seperi biasanya. water and salts pass from the bowel into the blood. It may represent a life threatening illness especially for children under 5 years old who are vulnerable. viral and parasitic organisms. Dehidrasi Tubuh biasanya mendapatkan masukan (input) air dan garam melalui minuman dan makanan dan tubuh mengeluarkan air dan garam (output) melalui tinja. urin. Panduan ini akan membantu anda untuk menangani kasus-kasus diare baik yang disebabkan atau berhubungan dengan air. Ini dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa khususnya anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun yang mudah sekali terserang. Ketika terjadi diare. Acute diarrhea can happen in countries where Water and Sanitation system are still poor. virus dan organisme parasit. Kematian disebabkan oleh diare akut atau disentri (mencret berdarah) lebih banyak disebabkan oleh kehilangan air dan garam yang berjumlah besar. This guideline will help you to manage with diarrhea cases either transmitted by or linked to water. M. This loss is called dehydration and electrolytes imbalance. Oleh karena itu. Less water and salts pass into the blood. RSUZA / Internist. Apa itu diare? Diare adalah BAB encer atau tinja berair 3 kali atau lebih per hari. Diare itu berbahaya Kehilangan cairan karena mencret bisa menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. Diarrhea is a danger The loss of watery stools can lead to under nutrition and death. When there is diarrhea. Dehydration The body normally takes in (input) water and salts through drinks and food and loses water and salts (output) through stool. Jamil. When the bowel is healthy. RSUZA Diare akut bisa terjadi di negara-negara yang sistem sanitasi dan airnya berkualitas rendah. There are two types of diarrhea: acute diarrhea which starts suddenly and may continue for several days and chronic diarrhea that lasts for more than two weeks. Ada dua jenis diare: diare akut yang terjadi tiba-tiba dan bisa berlanjut untuk beberapa hari dan diare kronis yang terjadi lebih dari dua minggu. atau lebih sering dibandingkan dari biasanya.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Panduan praktis untuk Diare Practical guideline for Diarrhea dr Kurnia F. dan keringat. Diarrhea may be caused by an infection of the gastrointestinal by a variety of bacterial. What is diarrhea? Diarrhea is the passage of 3 or more loose or liquid stools per day. Kehilangan cairan ini disebut dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. air dan garam keluar melalui tinja lebih banyak dari jumlah biasanya.Air dan garam masuk ke dalam darah berjumlah lebih sedikit. urine and sweat.Kes. the bowel does not work normally. Death caused by acute diarrhea or dysentery (bloody diarrhea) is most often due to the loss of a large amount of water and salts. dan lebih banyak dari dalam darah yang masuk ke usus besar. and more pass from the blood into the bowel. Diare bisa disebabkan oleh infeksi usus oleh berbagai bakteri. air dan garam melewati usus besar ke dalam darah. SpPD-KPTI/ Spesialis Penyakit Dalam.

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Kehilangan air dan garam lebih dari jumlah normal menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Ini terjadi ketika jumlah air dan garam lebih banyak keluar dibandingkan dengan jumlah yang masuk. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena banyak sekali muntah, yang sering terjadi ketika diare. Dehidrasi terjadi lebih cepat pada bayi dan anak-anak, pada cuaca panas dan ketika ada demam.

water and salts are passed in the stool. A important loss of water and salts results in dehydration. Dehydration can also be caused by vomiting, which often accompanies diarrhea. Dehydration occurs faster in infants and young children, in hot climates, and when patients have fever.

Assessment of patient with diarrhea Menilai pasien yang diare
Bagian terpenting dalam pemeriksaan adalah untuk mengetahui derajat dehidrasi. Petugas kesehatan harus MENANYAKAN (membuat riwayat medis), MEMPERHATIKAN, MERASAKAN tanda-tanda dehidrasi dan MEMERIKSA jika ada permasalahan medis yang lainnya.
The most important is to assess the level of dehydration. The health worker should ASK (to establish the medical history), LOOK, FEEL for the signs of dehydration and CHECK if there is any other medical trouble.

Ask
◗ How long has the patient been suffering from diarrhea? Is it acute (<14d) or chronic (>14d)? ◗ Is there any visible blood or pus in the faeces (microscopy if necessary)? It suggests a Shigella dysentery, or is it a watery diarrhea like rice water? It could be cholera. ◗ Is there fever? Additional questions: ◗ Is there tenesmus? Suggests that the rectum has been affected by inflammation or ulceration ◗ Is there abdominal pain? Not with cholera ◗ Is the patient vomiting? Makes dehydration worse and makes therapy more difficult ◗ Are there a many people in the same area with the same symptoms? An epidemic?

Menanyakan
◗ Berapa lama pasien telah menderita diare? Apa itu akut (<14 hari) atau kronis (>14 hari)? ◗ Apakah tampak adanya darah atau nanah di dalam tinja (pemeriksaan mikroskopis kalau perlu)? Ini menunjukkan shigella disentri, atau apakah mencret berair seperti air cucian beras? Mungkin saja kolera ◗ Apakah ada demam?

Pertanyaan tambahan:
◗ Apakah ada tenesmus? Terkesan bahwa dubur telah terinfeksi atau ulserasi? ◗ Apakah ada sakit perut? Tidak pada kolera ◗ Apakah pasien muntah-muntah? Menjadikan dehidrasi lebih buruk dan membuat lebih sulit diobati ◗ Apakah ada banyak orang pada daerah yang sama yang mempunyai gejala yang sama? Apakah itu wabah?

Treating diarrhea
The most important parts of treatment of diarrhea are: ◗ Prevent dehydration if possible ◗ Treat dehydration quickly if it does occur ◗ Give zinc supplements for 10/14 days (depending on the availability of supplies and national policy to reduce the severity of the episode and to reduce the incidence of diarrhea episodes in the following 2 to 3 months) ◗ Breastfeeding for children Dehydration preventive measures Usually it can be prevented by drinking more fluids as soon as the diarrhea starts. To do this, give the recommended home fluids or give available foodbased fluids (gruel, soup or rice-water). Tell the mother to increase the frequency of breastfeeding, or

Pengobatan diare
Bagian yang paling penting dalam penanganan diare adalah:
◗ Mencegah terjadinya dehidrasi jika memungkinkan ◗ Jika terjadi dehidrasi, segera diobati ◗ Berikan suplemen zinc selama 10/14 hari (tergantung ketersediaan cadangan dan kebijakan nasional untuk mengurangi keparahan diare dan untuk mengurangi angka insiden diare susulan 2 hingga 3 bulan berikutnya) ◗ Berikan ASI untuk anak-anak

Tindakan pencegahan dehidrasi Dehidrasi biasanya bisa dicegah dengan minum lebih banyak air sesegara mungkin ketika mulai diare.Untuk melakukannya, berikan cairan di rumah yang disarankan atau berikan makanan yang tersedia yang berbahan dasar air ( bubur, sup

52 health messenger

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Diare Diarrhea

< 4 kali mencret/hari <4 liquid stools/day Tidak atau dalam jumlah kecil Non or small amount Normal Normal Normal Normal Sadar Well alert Nampak Present Normal Normal Lembab Humid Normal Normal Cubitan kembali dengan cepat

4 - 10 kali mencret/hari 4 to 10 liquid stools/day Kadang-kadang Some Lebih banyak dari biasa Greater than normal Sedikit dan berwarna gelap Small amount and dark Mengantuk, mudah terangsang, tampak tidak sehat Sleepy, irritable, not well Tidak nampak Absent Cekung Sunken Kering Dry Lebih cepat dari normal Faster than normal Cubitan kembali dengan lambat

10 kali mencret/hari 10 liquid stools/day Sangat sering Very frequent Tidak sanggup minum Unable to drink Tidak kencing selama 6 jam No urine for 6 hours Sangat mengantuk, tidak sadar, terkulai lemah Very sleepy, unconscious, floppy Tidak Nampak Absent Sangat kering, cekung Very dry, sunken Sangat kering Very dry Cepat dan dalam Fast and deep Cubitan kembali dengan sangat lambat Pinch goes back very slowly Sangat cepat, atau lemah (sukar di raba) Very fast, or weak (not able to feel it) Sangat cekung Very sunken

TANYAKAN ASK PERHATIKAN LOOK

Muntah-muntah Vomiting Rasa haus/minum Thirst Kencing Urine Kondisi umum General conditions Air mata Tears Mata Eyes Mulut dan lidah Mouth & tongue Nafas Breathing Kulit (turgor) Skin (turgor)

Pinch goes back quickly Pinch goes back slowly Normal Normal Normal Normal Lebih cepat dari biasanya Faster than normal Cekung Sunken

RASAKAN FEEL PERIKSA CHECK

Nadi Pulse Ubun-ubun kepala (anak-anak) Fontanelle (children) Ukur suhu Take temperature Berat Weight

Kehilangan < 25 gram/ Kehilangan 25 -100 gram/ kg berat badan kg berat badan Loss of < 25 grams/ kg of weight Loss of 25 -100 grams/ kg of weight

Kehilangan > 100 gram/ kg berat badan Loss > 100 grams/kg of weight

PUTUSKAN DECIDE

Jika pasien memperlihatkan Jika pasien memperlihatkan Tidak ada tanda-tanda 2 atau lebih tanda-tanda ini, 2 atau lebih tanda ini, dehidrasi pasien tersebut dehidrasi ringan dehidrasinya berat If the patient presents 2 or No sign of dehydration more of these signs, he has a slight dehydration If the patient presents 2 or more of these threats, the dehydration is severe

pembawa pesan kesehatan 53

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

atau air tajin). Beritahukan kepada ibu untuk lebih sering memberikan ASI, atau berikan susu bubuk yang dipersiapkan dengan jumlah air dua kali lebih banyak dari biasanya. Perawatan Dehidrasi Pengobatan terbaik untuk dehidrasi adalah minum air larutan gula garam. Namun demikian, petugas kesehatan dapat memberikan terapi cairan infus (Ringer Lactat) pada pasien dengan dehidrasi berat di puskesmas atau rumah sakit. Suplemen Zinc Suplemen Zinc diberikan selama terjadinya diare untuk mengurangi lamanya diare dan tingkat keparahannya pada 2-3 bulan berikutnya. Seluruh pasien yang terkena diare harus diberikan suplemen zinc sesegera mungkin. Memberi makan anak yang kena diare Berilah makan anak dalam jumlah yang sedikit tetapi sering dengan makanan yang bergizi dan mudah dicerna. Coba tingkatkan frekuensi dan lamanya waktu pemberian ASI. Hal tersebut akan memberikan nutrisi yang anak butuhkan dan akan mencegah hilangnya berat badan selama diare. Cairan yang diberikan kepada pasien tidaklah menggantikan kebutuhan akan makanan. Untuk itu setelah diare berhenti, dapat diberikan makanan harian tambahan selama seminggu untuk membantu mengembalikan berat badan. Anak-anak yang menderita diare Anak-anak adalah korban pertama diare karena tubuhnya mudah diserang dan lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Anda bisa melihat tabel dibawah ini yang dapat digunakan untuk menyarankan ibu yang anaknya menderita diare dan cara membuat larutan gula garam. ORALIT/ORS Usia Anak Age of the child Hingga 4 bulan Up to 4 months 4- 12 bulan 4-12 months 12 bulan hingga 1 tahun 12 months to 1 year 2 hingga 5 tahun 2 to 5 years Dalam ml In ml 200-400

give powder prepared milk with twice the usual amount of water. Dehydration treatments The best treatment for dehydration is oral therapy with an ORS solution. However, health workers should give an intravenous therapy (Ringer Lactat) to patients with severe dehydration in puskesmas or hospital. Zinc supplementation Zinc supplements given during an episode of diarrhea reduce its duration and severity in the following 2–3 months. All patients with diarrhea should be given zinc supplements as soon as possible. Feeding a child with diarrhea Frequently feed the child with small amount of nutritious, easily digestible food. Try to increase the frequency and duration of breastfeeding. It will provide nutrients the child needs and will prevent from loosing weight during diarrhea. Fluids given to the patient do not replace the need for food. After the diarrhea has stopped, an extra daily meal for a week will help to regain weight. Children with diarrhea Children are the first victims of diarrhea as their body is vulnerable and weaker than adults. You can find below a table you can use to advise a mother whose baby is suffering diarrhea and the recipe of ORS.

Perawatan Rumah: Larutan Gula Garam (LGG) Home Cares: Oral Rehydration Salts (ORS)

400-700

700-900
8 sendok teh gula = 8 teaspoons of sugar 1 liter air = 1 litre of water 1 sendoh teh garam = 1 teaspoon salt

900-1040

54 health messenger

Pasien tidak sanggup minum / Patient unable to drink .IN DEPTH LEBIH MENDALAM Jika anak anda menderita diare: ◗ Berikan cairan tambahan sebanyak mungkin sesanggup anak minum seperti susu. vegetable soup. the illness could last longer. Antibiotik tidak disarankan kecuali untuk diare yang disebabkan oleh bakteri. There are no drugs able to safely and efficiently stop diarrhea.Cubitan kulit kembali lambat / Slow skin pinch . oralit.Diare terus-menerus (>2 minggu) / Persistant diarrhea (>2 weeks) . ■ Rujukan pasien dengan diare/Referal of patients with diarrhea . air.Tidak ada obat yang mampu dengan aman dan efisien menghentikan diare.Rawat rumah / Home cares pembawa pesan kesehatan 55 .Minum normal / Drink normally . water. PENTING UNTUK DIINGAT: Ada 2 jenis diare: Akut (<14 hari) dan kronis (>14 hari). sup sayuran.Minum lebih banyak / Drink eagerly . Obat-obatan tersebut mengurangi kram dan rasa sakit sementara tetapi memperlambat dari pembersihan organisme oleh sebab itu sakit bisa sembuh lebih lama.Obati dehidrasi dengan oralit / Treat the dehydration with ORS .Cubitan kulit kembali normal / Normal skin pinch . They temporarily reduce cramps and pain but delay elimination of organisms thus.Rujuklah segera ke rumah sakit terdekat Refer urgently to the closest hospital . especially for children under 5 years old. Medicines The common cause of diarrhea is a virus (Rotavirus). ■ GOOD TO REMEMBER: There are 2 kinds of diarrhea: Acute (<14 days) and Chronic (>14 days). khususnya untuk anak yang berusia dibawah 5 tahun. Obat Pada umunya penyebab diare adalah virus (Rotavirus). air tajin ◗ Berikan ASI sesering mungkin ◗ Setiap setelah BAB berikan cairan ekstra sebagai tambahan cairan yang biasa diminum ◗ Rujuklah anak anda ke pusat kesehatan jika anak anda tidak bisa minum. jika ada darah dalam tinja If your children has diarrhea: ◗ Give extra fluids as much as the child can take such as milk.Rawat rumah / Home cares . boiled rice ◗ Breast feed frequently ◗ After each stools give additional fluids in addition to the usual fluid intake ◗ Refer to the health center if your child can not drink. if there is blood in the stool. Antibiotics are not recommended except for diarrhea caused by bacteria.Cubitan kulit kembali sangat lambat / Very slow skin pinch . ORS. sakitnya bertambah parah. is getting sicker.Disentri / Dysentry . Anti motility drugs (such as loperamide) may be harmful. Obat-obatan anti motilitas (seperti loperamide) bisa membahayakan.

untuk meningkatkan perilaku higiene yang baik di tingkat keluarga dan untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengelola. Pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008. SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP AIR. tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan air dan sanitasi yang aman bagi masyarakat yang ditargetkan. 56 health messenger . Attitudes and Practices on Water. It is funded by the American Red Cross with objectives to increase availability of safe water and sanitation for targeted communities. In December 2007 and January 2008.854 keluarga di 83 komunitas di 11 kabupaten wilayah pesisir pantai di Aceh. sanitasi dan higiene. Sanitation and Hygiene in Aceh Sasimar Sangchantr. melaksanakan dan memelihara suplai air dan sistem sanitasi. to guide the development and implementation of public health strategy.854 households in 83 communities across 11 coastal districts of Aceh. SANITASI DAN HIGIENE DI ACEH Knowledge. Hasil studi tersebut ditujukan untuk menilai kondisi dasar dari populasi target. Proyek ini didanai oleh American Red Cross. International Organization for Migration Proyek Air dan Sanitasi Masyarakat International Organization for Migration (IOM) adalah proyek perbaikan kembali pasca tsunami dengan target 2. Damaris Monteiro and Soegeng Afriyanto . The International Organization for Migration (IOM) Community Water and Sanitation Project is a post-tsunami recovery project that targets 2. Riza Adirza. untuk memberikan panduan dalam pengembangan dan implementasi strategi kesehatan masyarakat dan selanjutnya untuk memungkinkan mengukur perkembangan yang diperoleh setelah implementasi intervensi kesehatan yang bertujuan untuk mempengaruhi perubahan perilaku. to improve good hygiene practices at the household level. PhD MPH. Attitudes and Practices (KAP) of targeted communities on issues related to water. IOM conducted a study to assess the Knowledge. and to build capacity of targeted communities to administer.IN DEPTH LEBIH MENDALAM PENGETAHUAN. sanitation and hygiene. Results of the study serve to document baseline conditions of the target population.Tim Kesehatan Masyarakat/Public Health Team. Sikap dan Perilaku masyarakat yang ditargetkan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan air. operate and maintain safe water supply and sanitation systems. IOM melaksanakan sebuah studi untuk menilai Pengetahuan. and later to enable measurement of progress achieved after implementation of health interventions aiming to affect behavior change.

Survey questions were directed to the mother or adult female of the household. no matter how clean the water seems. 29. maka hasil dari studi PSP ini secara umum dapat digunakan oleh petugas kesehatan di sejumlah wilayah Aceh yang tercakup dalam studi ini. Some use washing and bathing water for drinking if they perceive the water quality to be clean. Fewer than 5% of households consume unsafe water directly from its source. for all household members. Artikel ini merangkum hasil-hasil utama dari studi tersebut. cooking meals.2% from the regional water utility or PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi).2%). highlights evident gaps in knowledge. as she is typically the primary person in her household responsible for preparing and storing drinking water.7%).102 keluarga di 75 dari 83 tempat di 11 kabupaten/kota (Tabel 1). and suggests ways to direct hygiene promotion efforts. Drinking water Mothers in Aceh have variable standards for what constitutes usable household water.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Sebuah survei keluarga dilakukan secara acak dan observasi langsung yang mencakup 1. caring for children.0%). Pertanyaan-pertanyaan survei diarahkan kepada para ibu atau wanita dewasa dalam setiap keluarga karena biasanya mereka adalah orang utama yang bertanggung jawab untuk mengolah dan menyimpan air minum. The present article summaries key results from the study. Assuming that people living in IOM houses comprise a representative subset of the larger Acehnese communities in which they live. while others never use washing and bathing water for drinking. menyoroti permasalahan yang ada terkait pengetahuan. Among households surveyed. We share this information with fellow health workers in Aceh with the hope that it helps us all utilize limited time and resources to promote healthy practices related to water. Kami berbagi informasi ini dengan rekan-rekan petugas kesehatan di Aceh dengan harapan bahwa hal ini dapat membantu kita semua dalam menggunakan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berkaitan dengan air. Ukuran sampel per kabupaten/kota Table 1. etc. results from this KAP study may be used generally by health workers active in areas of Aceh covered by the study. untuk seluruh anggota keluarga.102 households in 75 of 83 sites in 11 districts (Table 1). Almost all boil their water before drinking it (94. Dengan anggapan bahwa penduduk yang tinggal di rumahrumah IOM dapat mewakili sebagian besar masyarakat Aceh.6% of mothers understand that safe drinking water should be stored in closed containers to prevent Tabel 1. and they make clear distinctions between what they perceive as water quality suitable for drinking versus water quality suitable for washing or bathing. merawat anak. sikap dan perilaku diantara masyarakat Aceh dan memberi saran cara-cara untuk mengarahkan usaha promosi higiene. A small percentage prepares safe drinking water by chlorination or UV disinfection (1. dll. memasak makanan. sanitation and hygiene more effectively. Good KAP on how to prepare and store safe drinking water are high among mothers surveyed. A randomized household survey and direct observations covered 1. attitudes and practices among Acehnese communities. the most common source of drinking water is refill water purchased from local vendors (35.2% of households consume water obtained from shallow wells or boreholes and 12. Sample size per district No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 TOTAL Kabupaten/Kota District Banda Aceh Aceh Besar Pidie Bireuen Lhokseumawe Aceh Utara Aceh Timur Aceh Jaya Aceh Barat Nagan Raya Aceh Singkil # Lokasi # Sites 16 16 6 9 6 12 1 2 5 1 1 75 # Sampel Keluarga # Households Sampled 147 251 65 108 132 159 20 101 84 15 20 1102 pembawa pesan kesehatan 57 . sanitasi dan higiene secara lebih efektif. 88.

practice on closing caps properly can be improved. They generally 58 health messenger .8%). Instead. in which case safe alternatives to open defecation in this context should be considered and promoted. rivers. Sikap dan Perilaku (PSP) yang baik tentang bagaimana cara menyiapkan dan menyimpan air minum terlihat cukup tinggi diantara para ibu yang disurvei. Hampir semua merebus air sebelum diminum (94. sumber air minum paling banyak berasal dari depot air minum isi ulang setempat (35. Only 65.2% of households do not use the toilets in their own homes regularly. farmers may defecate in their fields during the day simply because there are no toilets available nearby and it is convenient. Secara umum.2%). In general. Evidence of open defecation was observed in 17. Hanya 65. Buang air besar Diantara para ibu yang disurvei. 88. with aims to reach those households that still consume unsafe water directly from its source. good knowledge and attitudes on healthy defecation behavior are high. drainage ditches.0% of households were observed to keep all of their water storage containers closed properly.0% dari keluarga yang diobservasi menutup wadah penyimpanan air dengan benar. Children in particular are more inclined to defecate outdoors. is lacking.8%). Defecation Among mothers surveyed. Pengetahuan. Hand washing with soap Most mothers have decent knowledge on the health benefits of hand washing with soap.perilaku dalam menutup wadah dengan cara yang benar harus ditingkatkan lagi. open fields. recontamination. Kurang dari 5% keluarga mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. para ibu paham bahwa mereka tidak boleh BAB di ruang terbuka dan bahwa ada resiko kesehatan yang dikaitkan dengan membiarkan tinja di ruang terbuka (>90%). such as teakettles or refill water dispensers (84. they use nearby public toilets or defecate outdoors (e.7%). Observational data confirm that these households store their drinking water in various kinds of good containers with removable caps.1% of sites surveyed. Good practice. Hygiene promotion should concentrate on the importance of keeping safe drinking water stored in closed containers and remind mothers to keep container caps properly closed. 29. Diantara keluarga yang disurvei. However. sementara yang lainnya tidak pernah menggunakan air mencuci dan mandi untuk air minum walaupun air tersebut kelihatan bersih.2% dari penggunaan air daerah atau PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi).6% dari para ibu paham bahwa air minum yang aman harus disimpan di dalam wadah yang tertutup untuk mencegah rekontaminasi. as many as 12. Data observasi menegaskan bahwa keluarga menyimpan air minum mereka di dalam berbagai jenis wadah yang baik dengan tutup. beaches). For example.g. seperti teko teh atau dispenser air isi ulang (84. Hygiene promotion should reinforce negative attitudes towards open defecation and encourage mothers to teach their children good defecation habits. pengetahuan dan sikap yang baik terhadap perilaku BAB yang sehat hasilnya cukup tinggi. Sebagian kecil menyiapkan air minum yang aman dengan klorinisasi atau disinfeksi UV (1.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Air Minum Para ibu di Aceh memiliki standar yang bervariasi terhadap definisi air yang dapat digunakan oleh keluarga dan mereka membuat perbedaan yang nyata antara apa yang mereka pahami tentang kualitas air yang cocok untuk diminum dengan kualitas air yang cocok untuk mencuci dan mandi. mothers understand that they should not defecate outdoors and that there are health risks associated with leaving feces exposed to open air (>90%).2% keluarga mengkonsumsi air yang diperoleh dari sumur dangkal atau sumur bor dan 12. Promosi higiene harus ditujukan pada pentingnya menyimpan air minum di dalam wadah yang tertutup dan mengingatkan para ibu untuk tetap menjaga supaya wadah ditutup dengan benar. Further qualitative study should look into reasons why people defecate outdoors despite having good knowledge and attitudes on healthy defecation and private indoor facilities available.7% of toilets were confirmed to be functional at the time of the survey. The vital practice of treating water to make it safe for drinking should be reinforced as well.0%). however. Perilaku penting dalam menangani air yaitu membuat air aman untuk diminum harus ditekankan bagi para keluarga yang masih mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. Beberapa dari mereka menggunakan air untuk mencuci dan mandi untuk air minum jika mereka menganggap bahwa air itu cukup bersih. Although all houses surveyed have private bathrooms and 93. forests.Namun demikian.

that dirty hands may contain germs.05). The importance of using soap (rather than water alone) to wash hands properly is understood by 43. Almost all are knowledgeable on the most critical times to wash their hands to prevent sickness. Bukti bahwa masyarakat masih BAB disembarang tempat di temukan di17.2% keluarga tidak memakai toilet di rumah mereka sendiri secara teratur. petani mungkin BAB di sawah mereka hanya karena tidak tersedia jamban yang dekat dan nyaman. there is no statistically significant difference among the economic classes in hand washing practice (p>0. mereka lebih cenderung BAB di ruang terbuka.7% toilet dipastikan berfungsi dengan baik pada saat survei. sungai. dalam hal ini maka alternatif yang aman untuk BAB di ruang terbuka dalam konteks ini harus dipertimbangkan dan dipromosikan.Terutama anak-anak. understand the germ theory of disease. Walaupun semua rumah yang disurvei memiliki kamar mandi pribadi dan 93.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Akan tetapi perilaku yang baik masih kurang.1% area yang disurvei. before preparing food. and after defecating (>96%).3%) are the most popular brands of soap purchased for bathing. Studi kualitatif lebih lanjut harus menginvestigasi alasan mengapa masyarakat BAB di ruangan terbuka walaupun mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai cara BAB yang sehat dan tersedia fasilitas di dalam ruangan. Actual practice is comparably low or lower still. and that they can become sick if they do not wash their hands (79. “Lifebuoy” (40. Promosi higiene harus menekankan sikap negatif terhadap BAB di tempat terbuka dan mendorong para ibu untuk mengajarkan pada anak mereka kebiasaan BAB yang baik. hutan. selokan pembuangan air. Hygiene promotion should emphasize the importance of using soap to wash hands properly in order to prevent sickness. pantai).5%). Interestingly. Sebagai contoh.1%). ada sebanyak 12.4%) and “Lux” (19. including before eating. Knowledge on critical times to use pembawa pesan kesehatan 59 . including hand washing.9% of mothers surveyed. though almost all mothers use soap on a daily basis. either for washing or bathing (98. lapangan terbuka. Sebaliknya mereka menggunakan toilet umum atau BAB di sembarang tempat (contoh.

Prevalence of helminthes (parasitic worms) is not high. sanitasi dan higiene yang diderita oleh keluarga yang disurvei selama 12 bulan terakhir adalah diare (24.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Cuci tangan dengan sabun Sebagian besar para ibu memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai keuntungan kesehatan dari mencuci tangan dengan sabun. tidak ada perbedaan signifikan diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat dalam hal perilaku mencuci tangan. Selanjutnya.9% ibu yang disurvei.6%).6%) and that diarrhea can be caused by drinking unsafe water (68. sanitation and hygiene suffered over the previous 12 months by households surveyed were diarrhea (24. Access to soap outside the home may be an issue. Promosi higiene harus menekankan pentingnya menggunakan sabun saat mencuci tangan dengan benar guna mencegah penyakit. sanitasi dan higiene Penyakit yang paling umum berkaitan dengan air.3%) merupakan 2 merek sabun paling terkenal yang dibeli untuk mandi termasuk cuci tangan.6%). sebelum mengolah makanan dan setelah buang air besar (>96%).1%).2%). mereka juga paham bahwa mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting dapat mencegah penyakit khususnya diare (59. but the potential severity of helminthes in infected children warrants it particular attention.Akses terhadap sabun di luar rumah mungkin menjadi masalah dan kesulitan lingkungan yang mungkin ada di luar rumah seharusnya dipertimbangkan. and typhoid (2.9%).2%). malaria and dengue (6. Diseases related to water. dan tipus (2. Pengetahuan mengenai saat-saat penting untuk menggunakan sabun di dalam rumah harus diperkuat lagi. most mothers surveyed understand that they can become sick if they do not wash their hands with soap at critical times (79. they understand that hand washing with soap at critical times can prevent diarrhea specifically (59.5%).6%). sanitation and hygiene The most common diseases related to water. Good to remember: Results of KAP study may be used by health workers to promote healthy practices related to water. Namun pada kenyataannya perilaku mereka masih agak rendah. Sekali lagi.1%). hygiene and sanitation.5%).4%) dan “Lux”(19. Access to soap inside the home is not an issue as almost all mothers use soap on a daily basis (98. Akses terhadap sabun tidak menjadi masalah karena hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya (98. Penyakit yang berkaitan dengan air. namun potensi keparahan cacingan pada anak yang terinfeksi harus diberi perhatian khusus. Hampir semua dari mereka memiliki pengetahuan mengenai saat-saat kritis untuk mencuci tangan guna mencegah penyakit seperti saat sebelum makan. Prevalensi cacingan (cacing parasit) tidak tinggi. malaria dan demam berdarah (6. soap when washing hands should be reinforced. Again.5%). Umumnya mereka memahami teori kuman penyakit yaitu tangan yang kotor mengandung kuman dan mereka dapat sakit jika tidak mencuci tangan mereka (79. Moreover. Most also know that they can become sick from drinking unsafe water (78. Serious cases among a small number of households document worms coming out of their children’s mouths and bottoms and present in their children’s vomit (n=12). and potential environmental barriers outside the home should be considered. sebagian besar ibu yang disurvei memahami bahwa mereka bisa jatuh sakit jika tidak mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting (79. 60 health messenger . Kasus-kasus serius diantara beberapa keluarga mencatat bahwa cacing keluar dari mulut dan anus anakanak dan terdapat di muntahan mereka (n=12). higiene dan sanitasi. baik untuk mencuci maupun mandi (98. Pentingnya mencuci tangan yang benar dengan sabun (daripada dengan air saja) dipahami oleh sebanyak 43.6%). Sebagian besar dari mereka juga tahu bahwa Penting untuk diingat: Hasil penelitian KAP mungkin dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berhubungan dengan air.9%).2%). walaupun hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya.“Lifebuoy”(40. Dan yang menarik.1%).

2% of mothers are aware of the potential severity of diarrhea. About half of mothers surveyed treat diarrhea with “Oralit” or ORT (Oral Rehydration Therapy.IN DEPTH LEBIH MENDALAM mereka dapat sakit karena minum air yang tidak aman (78. Beberapa dari mereka memakai larutan rehidrasi yang dibuat sendiri terdiri dari gula dan garam disebut Larutan Gula Garam (LGG) (21.5%). Promosi higiene harus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penyebab.9%). Hygiene promotion should aim to improve knowledge on causes.2% dari para ibu menyadari akan potensi bahaya diare bahwa diare dapat menyebabkan kematian pada anak disebabkan oleh dehidrasi jika tidak ditangani. Ibu harus didorong untuk segera mencari perawatan medis bagi bayi dan balita yang terkena diare begitu melihat gejala diare. cheap and effective means to prevent dehydration should be better promoted. dengan penekanan bahwa pada kenyataannya diare dapat menjadi fatal terutama pada anak-anak dibawah lima tahun.2%). Sama seperti perilaku mencuci tangan.05). 14. 49. Some use a homemade rehydration solution comprised of sugar and salt called Larutan Gula Garam (LGG) (21. tersedia. Sekitar separuh dari para ibu yang disurvei menangani diare dengan “Oralit” atau ORT (Oral Rehydration Therapy. murah dan efektif untuk mencegah dehidrasi harus dipromosikan dengan lebih baik lagi. that it can cause death in children from dehydration if left untreated. prevention and treatment of diarrhea specifically. 14% keluarga memiliki paling sedikit satu anggota keluarga yang pernah menderita diare dalam dua minggu terakhir.2%). Resep LGG dan penggunaannya sebagai suatu cara yang sederhana. ■ 84. 49. Peningkatan kesadaran terhadap prevalensi kasus cacingan yang parah di Aceh mungkin dapat digunakan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat sehingga mereka meningkatkan perilaku higiene yang baik secara umum. Increasing awareness on prevalence of severe helminthes cases in Aceh may be used to shock communities in improving good hygiene practices generally.9%).6%) dan diare dapat disebabkan karena minum air yang tidak aman (68. Pada saat survei. Appropriately. The recipe for LGG and its use as a simple.05).5%). there is no statistically significant difference in prevalence of diarrhea among the economic classes (p>0. karena mereka membawa anak mereka yang sakit ke fasilitas kesehatan setempat dalam waktu 24 jam pertama sejak diare diketahui (83. Like hand washing practice. stressing the reality that diarrhea can be fatal particularly in children under five.2%). pencegahan dan penanganan khususnya diare. ■ pembawa pesan kesehatan 61 . readily available. tidak ada perbedaan signifikan akan prevalensi diare diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat (p>0. At the time of the survey. Mothers should be encouraged to seek medical care for infants and toddlers with diarrhea immediately upon onset of symptoms. 84. Hal ini sesuai.0% of households had at least one member in the house suffer from diarrhea in the previous two weeks. they bring their sick children to a local health facility within the first 24 hours diarrhea is observed (83.

Angioedema: Penyakit alergi pada kulit yang ditandai dengan urtika yang mengenai lapisan kulit lebih dalam daripada kulit jangat. Dermatofitosis: infeksi pada kulit. disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak yang tertumpuk berlapis-lapis. Delirium: Keadaan status mental. Erisipelas: Infeksi akut pada kulit oleh bakteri streptokokus. tetapi terbanyak di lengan dan tungkai. CHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi untuk anak-anak. Eritema: Perubahan warna kulit menjadi kemerah-merahan karena kongesti kapiler. HIV: Virus imunodefisiensi pada manusia (Human Immunodeficiency Virus). Disability Adjusted Life Years (DALY): Jumlah tahun yang hilang dari kehidupan potensial yang disebabkan oleh kematian dini atau jumlah tahun yang hilang dari kehidupan produktif karena kecacatan. yang menyebabkan terjadinya inflamasi dikulit yang menyebar ke lapisan lemak dibawah kulit. Sporozoit: Bentuk plasmodium yang dilepaskan dari ookista dalam nyamuk untuk berkumpul dalam kelenjar ludah nyamuk dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Infeksi nosokomial: Infeksi yang terjadi atau berasal dari rumah sakit. atau nyeri pada beberapa otot. intoksikasi.TAKARIR Akut: Penyakit yang terjadi mendadak dan berkelanjutan singkat serta gawat. HBV: Hepatitis B Virus. papula. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Kelainan perdarahan yang terjadi akibat aktivitas yang tidak terkontrol dari faktor pembeku darah dan enzim fibrinolitik diseluruh pembuluh darah kecil. gatal dan rasa terbakar. Nosokomial: Yang berasal dan terjadi di rumah sakit. insiden adalah jumlah kasus baru dalam periode waktu tertentu. Trombositopenia: Berkurangnya jumlah sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan darah (trombosit) dalam darah tepi. tremor dan bicara ngawur. Disinfeksi: Membersihkan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan mikro organisme penyebab penyakit. 62 health messenger . Sebagai contoh. nyeri. disorientasi. biasanya berisi cairan dengan diameter < 1 cm. saluran cerna dan paru. khususnya ditujukan kepada infeksi. gangguan ingatan. Skuama: Serpih lapisan tanduk kulit ari yang terlepas. Hipovolemia: Volume sirkulasi darah yang rendah. vesikel dan skuama. biasanya terjadi pada membran mukosa yang membentuk luka seperti kulit yang retak. Penyakit ini tidak menular dan belum jelas sebabnya. bisa diseluruh badan. Tenesmus: Sasme dan rasa nyeri pada lubang anus yang diikuti rasa ingin BAB tetapi tidak disertai dengan keluarnya tinja. tambahan dosis vaksin tetanus dan difteri direkomendasikan untuk diberikan setiap 10 tahun sekali untuk orang dewasa. dapat terjadi di lapisan mukosa dan bisa juga saluran cerna. Vesikel: Gelembung kecil dikulit (seperti bisul kecil). Bacterial Vaginosis: Kondisi pada wanita dimana keseimbangan normal bakteri vagina terganggu dan diganti oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina. berbatas jelas dan padat yang berdiameter kurang dari 1 cm. Anti motility drugs: Obat untuk menghambat peristaltik usus. Arthralgia: Nyeri sendi. umumnya Gardnerella vaginalis. Fissura: Kulit yang pecah-pecah. Patch test (tes tempel): Tes sensitivitas alergi pada kulit yang dilakukan dengan memasukkan bahan allergen yang diduga kedalam kulit dengan alat bedah kecil dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui ada tidaknya reaksi alergi yang timbul. Pustule: Gelembung dikulit yang berisi nanah dilapisan epidermis atau dibawahnya yaitu di dermis dengan diameter < 1 cm. Papula dapat terinfeksi karena garukan. Booster vaksinasi: Dosis tambahan vaksin yang diberikan secara periodik untuk mempertahankan sistem imun. Insiden: Frekuensi kejadian misalnya penyakit tertentu pada daerah atau populasi tertentu. bau. PHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat. Disentri: Radang pada selaput lendir usus yang ditandai dengan diare dan tinja bercampur lendir dan darah. Psoriasis: Penyakit kulit menahun dengan kelainan berupa kulit kemerahan. kuku dan rambut yang disebabkan oleh dermatofita (jamur) dan ditandai oleh kulit yang merah. HCV: Hepatitis C Virus. halusinasi. Pada epidemiologi. syok atau sebab lain yang ditandai dengan cemas. Kadang kala disertai dengan timbulnya gejala pada vagina berupa: lendir. Antraks: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang terutama menyerang hewan ternak tetapi dapat juga menyerang manusia yang mengakibatkan kelainan di kulit. Kronik: Menahun dan berlangsung dalam waktu yang lama. kebingungan yang diakibatkan oleh demam tinggi. Pengobatan topical: Pengobatan setempat pada kulit. Leukopenia: Jumlah sel darah putih (leukosit) yang rendah dari jumlah normal Makula: Bercak berupa perubahan kulit semata-mata yang biasanya tidak meninggi diatas permukaan kulit. sehingga mengakibatkan nekrosis dan perdarahan. Mialgia: Nyeri pada satu otot. umumnya terjadi 72 jam setelah masuk rumah sakit yang bisa terjadi pada pasien atau petugas rumah sakit. Ulserasi: Terjadinya tukak. Sel-sel ini disebut juga platelet (trombosit). Ada banyak sebab pada nyeri sendi. Papula: Tonjolan kulit yang kecil.

Ulceration: An ulcer or an ulcerous condition. generally Gardnerella vaginalis. usually containing a clear fluid with diameter < 1 cm. acquired in a hospital. Erythema: Redness of skin resulting from congestion of capillaries. There are many possible causes of pain in a joint. Nosocomial infection: Infection present or originating in the hospital. and characterized by anxiety. Psoriasis: Chronic dermatitis with erythematous scaling patches covered by silvery white scales. Pustule: A visible collection of pus in the epidermis layer of the skin or beneath it. In disease epidemiology. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Hemorrhagic disorder that occurs following the uncontrolled activation of clotting factors and fibrinolytic enzymes throughout small blood vessels. generally occurring 72 hours after admittance which can affect patients as well as hospital personnel. Anti motility drugs: Medicines that prevent the intestinal peristaltic.that can be found on all the body but mostly on arms and legs. small papulae. Dermatophytosis: Infection of the skin. or other causes. For example. Booster vaccination: An additional dose of a vaccine needed periodically to "boost" the immune system. Bacterial Vaginosis: A vaginal condition where the normal balance of bacteria in the vagina is disrupted and replaced by an overgrowth of certain bacteria. Leukopenia: Lower than the normal amount of white blood cells (leukocytes). and in need of urgent care. Squama: Scaly or platelike structure on the epidermis layer of the skin. intoxication. Angioedema: An allergic skin disease characterized by patches of confined swelling involving the skin. Macula: Small flat and discoloured spot on the skin. accumulate in the vector’s saliva glands and are transferred to the definitive host by the bite of the infected mosquito. or pain in multiple muscles. Delirium: A temporary state of mental confusion resulting from high fever. Sporozoite: form of plasmodium which is produced by oocysts in the mosquito. hair. Papulae may open when scratched and become infected. affecting either the skin. Thrombocytopenia: Abnormal drop in the number of blood cells involved in forming blood clots. the mucous membranes and sometimes the viscera. vesicles. rapidly progressive. odor. pembawa pesan kesehatan 63 . such as a disease.GLOSSARY Acute: An illness that is of short duration. itching or burning. Fissure: a break in the skin. Nosocomial: Originating or taking place in a hospital. appears in a particular population or area. usually with blood and mucus. shock. resulting in tissue necrosis and bleeding. memory impairment. resulting in inflammation and characteristically extending into underlying fat tissue. Vesicle: A small circumscribed epidermal elevation (like a blister). Myalgia: Pain in a muscle. Topical therapy: Local treatment on certain areas of skin. fissures. producing a crack like a sore or an ulcer. HCV: Hepatitis C Virus. Incidence: The frequency with which something. or nails caused by a dermatophyte (fungus) and characterized by redness of the skin. Papulae: A small solid rounded bump rising from the skin that is usually less than 1 centimeter in diameter. trembling. Disinfection: To cleanse so as to destroy or prevent the growth of diseasecarrying micro organisms. Patch test: Allergic sensitivity test in which a suspected allergen is applied on a small surgical pad on the skin for a certain period of time in order to determine if an allergic response is present. Hypovolaemia: A blood disorder consisting of a decrease in the volume of circulating blood. in the dermis with a diameter < 1 cm. especially in reference to an infection. Arthralgias: Pain in the joints. a booster shot of the tetanus and diphtheria (Td) vaccine is recommended for adults every 10 years. These cells are called platelets (thrombocytes). hallucinations. HBV: Hepatitis B Virus. the layers beneath the skin. Dysentery: Inflammation of the intestine characterized by the frequent passage of feces. intestines or lungs. and scaling. It is sometimes accompanied by discharge. CHAST: Children’s Hygiene and Sanitation Training. pain. HIV: Human Immunodeficiency Virus. usually where it joins a mucous membrane. Anthrax: Infection caused by the bacterium Bacillus anthracis that primarily affects livestock but that can occasionally spread to humans. It is non-infectious and causes are unknown. PHAST: Participatory Hygiene and Sanitation Transformation. disorientation. Erysipelas: An acute streptococcus bacterial infection of the dermis. the incidence is the number of newly diagnosed cases during a specific time period. Tenesmus: Painful spasm of the anal sphincter along with an urgent desire to defecate without the significant production of faeces. and incoherent speech. Chronic: Persisting over a long period of time. Disability Adjusted Life Years (DALY): The sum of years of potential life lost due to premature mortality and the years of productive life lost due to disability.

Keguguran 35. Infeksi yang terjadi di rumah sakit 16. Lapisan keras yang meliputi permukaan mahkota dan leher gigi 2. Perubahan warna pada kulit tanpa adanya penonjolan MENURUN: 1. Tungkai atas/paha 49.Gerakan yang tidak disadari 3. Radang pada gusi 13. Campak 26. Sunat/khitan 12. Dengue Syok Syndrome 31. Rahang bawah 15. Alat yang diletakkan dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan 25. Kesulitan kencing/sakit sewaktu kencing 47. Luka baring. Vektor malaria 39. Vaksin untuk mencegah TBC 6. Ayan/sawan 27. Patah tulang 43. Rahim/kandungan ibu 29. Gerakan anggota badan menjauhi sumbu tengah tubuh 8. Sel darah putih 30. Borok/luka terinfeksi 23. Pengambilan jaringan tubuh secara bedah untuk pemeriksaan mikroskopik 11.GAME PERMAINAN 1 3 4 5 8 10 11 12 9 6 2 7 13 14 16 17 21 22 18 15 19 20 23 24 25 27 28 30 31 32 33 26 29 34 36 39 37 40 38 41 35 42 43 45 46 47 44 48 49 MENDATAR 4. Cairan yang diberikan kepada penderita diare 7. Kulit ari 36. Magnetic Resonance Imaging 40. Radang telinga 28. Tulang hasta 31. Inflamasi 48. Jerawat 19. Intra Muscular 64 health messenger . Laju Endap Darah 17. Rabun dekat 42. Radang saluran cerna yang disebabkan oleh Vibrio cholerae 45. Pembuluh darah balik 34. Zat hijau daun 18. Tidak bisa / susah tidur 5. Masa setelah melahirkan 22. Cacing gelang 41. Demam 10. Penyebab malaria 33. Salah satu contoh water-borne disease 24. Intensive Care Unit 14. Lemak 38. Epidemi 46. Tajam penglihatan 20. Pemakan segala 37. luka karena tekanan terus-menerus 21. Hilangnya daya untuk bergerak/lumpuh 32. Selaput lendir 44. Sakit kepala sebelah 9.

12. LIPID .11.8. Garot Geuceu Kec. BIOPSI . EPILEPSI .Rp 20. NIFAS .000 >300 copies .15.Rp 50.Rp 44. EPIDERMIS . ASKARIS .Rp 38.500 Institusi Lokal <300 eksemplar . OTITIS . KOLERA . WABAH . SIRKUMSISI . MUKOSA . DSS .28. MIOPIA .34.500 Local Institution <300 copies .14. FEBRIS . silakan menghubungi kami. MAKULA MENDATAR .000 LSM Lokal <300 eksemplar .41. DIARE . FEMUR . ULNA .26.000 1.Rp 50. LED . REFLEKS .000 ADVERTISING PARIWARA Organisasi anda dapat menerbitkan pariwara di majalah Pembawa Pesan Kesehatan. PLASMODIUM .46. NAD indonesia. ABDUKSI . OMNIVORA 37. IUD . NOSOKOMIAL 16.48.3.31.44.35. FRAKTUR .000 >300 eksemplar . BCG . Your organisation can publish an advertising in the Health Messenger Magazine.24.36.49.Rp 30.Rp 44.27. DEKUBITUS .21.31.2.17.000 >300 copies .29.Rp 38.6 Desa.INFORMATION INFORMASI Organisasi anda dapat berlangganan majalah Pembawa Pesan Kesehatan: LSM Internasional <300 eksemplar .20. PARALISIS . Untuk informasi.000 Local NGO <300 copies .40.38.hm@gmail. RADANG . DISURIA . Tgk.com MENURUN: 4.42. MANDIBULA . CONTACTKONTAK Aide Médicale Internationale Lr.7.000 >300 eksemplar .45. INSOMNIA . VISUS .13.39. GINGIVITIS .32. LEUKOSIT 30.Rp 30.9.22. VENA .Rp 20.23.Rp 15.19.18. KLOROFIL . For more information. no.47. ANOPELES .43.Rp 15. ABORTUS .000 >300 copies . Meunara VII. ICU . IM SUBSCRIPTIONBERLANGGANAN Your organisation can take out subscription to the Health Messenger Magazine as: International NGO <300 copies . ACNE . UTERUS .33.5. EMAIL . MIGREN . ULKUS . please contact us. MORBILI .10.25.6. MRI .000 >300 eksemplar . Darul Imarah Aceh Besar. ORALIT .

It is apolitical and secular. Now present in 9 countries. dan melakukan program pendidikan kesehatan. AMI juga melengkapi. in the province of Aceh.amifrance. AMI didirikan pada tahun 1979 oleh dua puluh orang dokter dan perawat relawan. Aide Médicale Internationale (AMI) adalah suatu organisasi nirlaba non-pemerintah. The goal of Aide Médicale Internationale is to implement or re-establish access to health care for deprived and isolated populations.AMI tidak berpolitik dan bersifat sekuler. merehabilitasi dan mensuplai pusat layanan kesehatan serta melatih petugas kesehatan. non-profit organization (NGO).Aide Médicale Internationale (AMI) is a nongovernmental. Aide Médicale Internationale telah mengembangkan program di lebih dari tiga puluh negara. Sejak pendiriannya. prevent infections. They also equip. Funded by /Didanai oleh: Contributors / Kontributor: www. AMI was founded in 1979 by a group of twenty volunteer doctors and nurses. AMI telah bekerja di Indonesia sejak Maret 2005 untuk membantu para pekerja kesehatan Indonesia di Provinsi Aceh dengan sejumlah perangkat pelatihan yang tepat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. pencegahan infeksi.org . AMI teams provide primary health care. Saat ini AMI bekerja di sembilan negara. Aide Médicale Internationale has developed programs in more than thirty countries. Since its creation. rehabilitate and supply health care structures and train health care personnel. Tim AMI memberikan layanan kesehatan primer. with a continuous training tool appropriate to improve their knowledge and skills. AMI has been working in Indonesia since March 2005 to provide Indonesian health workers. Aide Médicale Internationale bertujuan untuk mewujudkan atau membangun kembali akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tersisihkan dan terisolasi. and implement health education programs.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->