HEALTH

MESSENGER

KESEHATAN

PEMBAWA PESAN

Air, Higiene dan Sanitasi
WATER, HYGIENE AND SANITATION

Dermatitis Kontak/Contact Dermatitis — Diare/Diarrhea — Kolera/Cholera Promosi kebersihan/Hygiene promotion — Demam tipus/Typhoid fever Manajemen limbah medis/Medical waste management Kebersihan kewanitaan/Feminine hygiene

MAJALAH KESEHATAN UNTUK PEKERJA KESEHATAN INDONESIA DIPUBLIKASIKAN OLEH AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE THE HEALTH MAGAZINE FOR INDONESIAN HEALTH WORKERS PUBLISHED BY AIDE MÉDICALE INTERNATIONALE

EDISI JUNE 11 ISSUE 2009 JUNI

HM TEAMTIM P2K
Manager Publikasi/ Publication Manager Chloé Forette Editor Kepala/ Editor in chief Anne Broggi Penyunting Medis/ Medical Editor dr. Nurjannah Penerjemah/ Translators Denni Rajagukguk Endrani Sulistyowati Mahdani A. Hamid Dewan Penyunting/ Editing Committee Tim P2K/HM Team Ikonografi/ Iconography Tim P2K/HM Team Tata Letak/ Layout Chloé Forette
5 7

CONTENTSDAFTAR ISI

1 2

EDITORIAL EDITORIAL BERITA NEWS Hari Kesehatan Dunia World Health Day Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Flu Babi Swine Influenza Hari Perawat Internasional International Nurse Day PERISTIWA EVENTS Acara Pembukaan PIDA The Opening Ceremony of PIDA LEBIH DEKAT ZOOM Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat Community-Based Water Supply and Environmental Sanitation Eumpang Breuh LAPORAN KHUSUS SPECIAL REPORT Air, Higiene Dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation PENGANTAR INTRODUCTION Pengembangan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Development of Water and Sanitation Facilities DI TANAH AIR KITA IN OUR COUNTRY Indonesia Sehat 2010 Healthy Indonesia 2010 DARI LAPANGAN FROM THE FIELD Wawancara Yopie Pangkey Interview Yopie Pangkey KESEHATAN MASYARAKAT PUBLIC HEALTH Membangun Air, Sanitasi, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat di Aceh Building Water, Sanitation, Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air Dan Sanitasi: Suatu Joint Venture Water and Sanitation: A Joint Venture KESEHATAN UMUM GENERAL HEALTH Dermatitis Kontak Contact Dermatitis Penyakit Yang Berkaitan Dengan Air Water Related Diseases Program Manajemen Limbah Medis Medical Waste Management Program IBU & ANAK MOTHER & CHILD Kebersihan Kewanitaan pada Kehamilan Feminine Hygiene During Pregnancy PSIKOSOSIAL PSYCHOSOCIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfilment Instruksi Tentang Kebersihan, Sanitasi dan Air di Rumah Sakit Instructions on Hospital Hygiene, Water and Sanitation. Wawancara Perawat Bambang Interview Nurse Bambang LEBIH DALAM IN DEPTH Panduan Praktis untuk Diare Practical Guideline for Diarrhea Pengetahuan, Sikap dan Perilaku terhadap Air, Sanitasi dan Higiene di Aceh Knowledge, Attitudes and Practices on Water, Sanitation and Hygiene in Aceh TAKARIR GLOSSARY

13 14

15 16 21

CONTRIBUTORS KONTRIBUTOR
Hasrati (Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer Handicap International) ■ Erlina Marlinda (Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator, Handicap International) ■ Marthunis Muhammad (Focal Point Pokja AMPL/ AMPL Working Group Focal Point - Bappeda Aceh) ■ Joni Kapluk (Aktor Aceh/ Acehnese actor) ■ Sijawati & Tharuddin (Seksi Penyehatan Lingkungan, Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/ Enviromental Health Department, Provincial Health Office of Aceh) ■ dr. T.H. Makmur Mohd. Zein (Fakultas Kedokteran Syiah Kuala/ Medical Faculty of Syiah Kuala University) ■ Yopie Pangkey (Petugas Sanitasi Air - Pendidikan Hygiene/ Watsan Officer - Hygiene Education, Irish Red Cross) ■ Moris Monson (Delegasi Watsan – Kontruksi/ Watsan Construction Delegate, Irish Red Cross) ■ Basilius Kris Cahyanto (Spesialis WASH/ WASH specialist, UNICEF Banda Aceh) ■ Manuela Peters (Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss cabang Sigli/ Sigli Health Project Swiss Red Cross) ■ dr. Dina Lidadari (Bagian Kulit Kelamin/ Dermatology Department, Unsyiah RSUZA) ■ dr. Kurnia F. Jamil (Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik Infeksi/ Internist Consultant Tropical Infection Diseases, Unsyiah - RSUZA) ■ Yayat Kurniawan (Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan/ Environmental Health Technical Program Manager, Canadian Red Cross) ■ Katherine Mueller (Delegasi Masyarakat dan Informasi/ Information & Community Outreach Delegate, Canadian Red Cross) ■ Rahmi Wardhani (Bidan/ Midwife, RSU Cut Mutia Lhokseumawe) ■ dr. Nur Fardian (Program Studi Pendidikan Dokter/ Medical Studies Program, Malikussaleh University) ■ Ibu Hasniah (Politeknik Kesehatan – Keperawatan Depkes Banda Aceh/ Nursing School Banda Aceh) Bambang Isnur Imanto (Perawat, Puskesmas Kopelma Darussalam/ Nurse Puskesmas Kopelma Darussalam) ■ Sasimar Sangchantr, Riza Adirza, Damaris Monteiro & Soegeng Afriyanto (Tim Kesehatan Masyarakat/ Public Health Team, IOM) ■

27

42

44

51

62

EDITORIAL EDITORIAL

Air, higiene dan Sanitasi Water, Hygiene and Sanitation

S

etiap 8 detik sekali seorang anak meninggal dunia karena air yang terkontaminasi; ada lebih dari 25 bakteri yang terdapat dalam air yang terkontaminasi dan lain-lain. Data ini sangat menakutkan namun inilah realita yang menyedihkan.Air merupakan kebutuhan dasar dan vital, tetapi akses terhadap air yang layak minum masih menjadi isu global sampai saat ini. Setidaknya terdapat 2,6 miliar orang tidak memiliki akses terhadap air leding. Sebagian besar dari mereka bahkan tidak mempunyai jamban dan harus buang air besar di ruang terbuka sehingga dapat mengkontaminasi sungai dan sistem saluran air. Hal ini kemungkinan besar menjadi penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit yang disebarkan melalui air. Terlepas dari pembangunan ekonominya, Indonesia masih merupakan salah satu dari negara berkembang dimana sistem Air, Higiene dan Sanitasinya harus ditingkatkan. Rekonstruksi provinsi Aceh setelah terjadinya Tsunami telah mengarah ke perbaikan yang cukup baik. Namun masih banyak yang harus dilakukan. Penyakit yang disebarkan melalui air umumnya terdeteksi di Puskesmas, banyak anak-anak menderita diare yaitu suatu penyakit yang dapat mengancam jiwa terutama anak-anak yang rentan. Dan bagaimana mengenai Malaria, tipus dan lainlain? Masyarakat harus belajar mengenai langkah-langkah dasar pencegahan penyakit.Anak-anak harus mengetahui bahwa tangan serta gigi harus dibersihkan dengan sabun dan pasta gigi. Banyak penyakit dapat dicegah dengan menerapkan cara ini. Ini adalah masalah edukasi. Karena itu Pembawa Pesan Kesehatan edisi ke-11 ditujukan untuk membahas masalah Air, Higiene dan Sanitasi, disini kami menggaris bawahi peranan penting para petugas kesehatan dalam mentransfer dan membagi informasi mengenai higiene dan kami menyoroti beberapa alat survei yang ada seperti survei pengetahuan, sikap dan perilaku. Lebih dari sekedar sebuah majalah kesehatan, informasi yang disampaikan dalam edisi ini sebaiknya dibagikan juga kepada semua anggota masyarakat. Namun kami sangat yakin, bahwa anda para pembaca, para petugas kesehatan adalah penghubung bagi masyarakat. Jadi, mari kita baca, belajar dan berbagi pengetahuan!

very 8 seconds a child dies because of contaminated water; there are more than 25 pathologies related to contaminated water, etc. These data are frightening but this is a sad reality. Water is a basic and vital need but access to drinkable water is still a global issue. At least 2,6 billion people do not have access to running water. Most of them do not even have toilets and have to defecate in open air, thus, contaminating rivers, air and sewer systems. This is probably the cause of high morbidity and mortality rates. In spite of its economic development, Indonesia is still one of these developing countries where Water, Hygiene and Sanitation need to be improved. The reconstruction of the Aceh province after the Tsunami led to a sharp improvement. But many things remain to be done. Waterborne diseases are commonly detected in the puskesmas, too many children are suffering diarrhea which is a life threatening disease for a child vulnerable organism. And what about Malaria, typhoid, etc? People have to learn about the basic preventive measures. Children must know that hands as well as teeth should be cleaned with soap and toothpaste. Many diseases could be prevented this way. This is a matter of education. For this HM 11 dedicated to Water, Hygiene and Sanitation, we underline the key role of health workers in transmitting and sharing information about hygiene and we highlight some of the numerous tools that exist like the Knowledge, Attitudes and Practices. More than a medical magazine, the information published in this issue should be shared between all citizens. But we truly believe that you, readers, health workers, are the link with the community. So lets read, learn and share the knowledge!

E

Anne Broggi

pembawa pesan kesehatan 1

Indonesia saat ini melaksanakan penilaian keamanan fasilitasfasilitas kesehatan yang penting pada saat persiapan dan mitigasi bencana. Fasilitas-fasilitas yang rusak tersebut kehilangan kapasitas dalam menyediakan layananlayanan kesehatan selama masa tanggap darurat. Indonesia is currently undertaking a safety assessment of health facilities. but also damage health facilities. These damaged facilities lost their capacity to provide health services during these emergency periods. it is possible that in the future. Emergencies not only can take a heavy toll on human life and health. Sebagai contoh. Dengan bantuan WHO. dengan motto “Selamatkan Jiwa. Good to remember: Developing safe hospitals can save lives when disaster strikes. Ciptakan Rumah Sakit Aman saat Darurat”. ■ The World Health Day is celebrated annually on 7 April. and its motto "Save Lives. local decision makers. 2 health messenger . For instance. pengambil keputusan di tingkat lokal. tetapi juga merusak fasilitas-fasilitas kesehatan. Masa darurat tidak hanya merenggut banyak jiwa dan kesehatan manusia. Indonesia's health facilities will stand strong and stay functional to save lives. which is important for preparedness and mitigation. This year's focus is to strengthen health facilities to be better prepared and safe in case of emergencies and disasters. Fokus tahun ini adalah untuk meningkatkan fasilitas kesehatan menjadi lebih baik dan aman pada saat bencana dan tanggap darurat. Dengan bekerja bersama-sama.Tema Hari Kesehatan Dunia tahun 2009 adalah ”Fasilitas Kesehatan saat Darurat”.NEWS BERITA Hari Kesehatan Dunia World Health Day Tim P2K/ HM team Hari Kesehatan Dunia diperingati setiap tahun tanggal 7 April. ■ Penting untuk diingat: Membangun rumah sakit yang aman dapat menyelamatkan banyak jiwa saat bencana datang. The theme of World Health Day 2009 is "Health Facilities in Emergencies". Hal tersebut membutuhkan keterlibatan dari pihak masyarakat. It needs the involvement of communities. the Tsunami in Aceh and the earthquakes in Nias and Yogyakarta have together damaged at least 713 health facilities. By working together. kemungkinan di masa depan ketika bencana menghadang. fasilitas-fasilitas kesehatan Indonesia akan bertahan kuat dan tetap berfungsi untuk dapat menyelamatkan jiwa. With the help of WHO. health workers and other professionals. when disaster strikes. Tugas mengembangkan rumah sakit yang aman bukan hanya merupakan tanggung jawab pemerintah atau sektor kesehatan saja. Make Hospitals Safe in Emergencies". bencana Tsunami di Aceh dan Gempa bumi di Nias dan Yogyakarta secara keseluruhan telah merusak sedikitnya 713 fasilitas kesehatan. Developing safe hospitals is not merely the responsibility of the government or the health sector alone. pekerja-pekerja kesehatan serta para professional lainnya.

jauh lebih berbahaya dibanding jenis yang saat ini sedang merajalela di Meksiko. much more dangerous than the one which is raging in Mexico. para peneliti tersebut mencemaskan bahwa H5N1 dapat merubah dirinya sendiri menjadi bentuk baru berupa virus babi yang dapat ditularkan kepada manusia yang disebut H1N1. ■ pembawa pesan kesehatan 3 . Para peneliti melakukan penelitian pada lebih dari 400 babi di 4 kota di Indonesia dan menemukan bahwa 50 babi mengandung virus. In Indonesia. Fokus utama dari rencana strategis termasuk kegiatan operasional. found that Indonesian porks are likely to transmit a new type of influenza to human beings. menemukan bahwa babi-babi di Indonesia tampaknya dapat menularkan sebuah jenis flu baru bagi manusia. The theme of this meeting was “Aceh Free from Malaria by 2015. Japan. SEBUAH ANCAMAN BARU DI INDONESIA Tim P2K/ HM team S ebuah penelitian baru-baru ini oleh Universitas Kobe. Menteri Kesehatan menyatakan bahwa Pemerintah akan menyembelih babi-babi yang terinfeksi oleh virus H1N1. swine breeding and trading are under sanitary surveillance.060 kasus positif malaria pada tahun 2007.Terdapat 7. a new threat in Indonesia A recent research by University of Kobe. kelompok sasaran. As pork can carry avian virus as well as human virus. Hal ini merupakan tantangan besar bagi masyarakat Aceh. ■ FLU BABI. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai kabupaten/kota dan pelaksana program multi-sektor serta pemangku kepentingan lainnya yang bekerja bersama-sama mengembangkan rencana strategis. ■ H W orld Malaria Day 2009 was celebrated on April 25. Sejauh ini belum ada kasus yang terdeteksi. 2009.060 cases of positive malaria in 2007. This is still a major challenge for Aceh. they fear that H5N1 transform itself into a new form of swine virus that could be transmitted to human beings called H1N1. There were 7. Jepang. PHO with support from UNICEF held a planning meeting in Banda Aceh to prepare a strategic plan to eliminate malaria from Aceh Province by 2015. The meeting was attended by representatives from districts/cities and multi-sectoral program implementers and stakeholders who work together to develop the strategic plan.” The main focus of the strategic plan includes operational activities. anggaran dan pelaksanaan alat-alat evaluasi berdasarkan standar nasional dan WHO.NEWSBERITA ACEH BEBAS DARI MALARIA PADA TAHUN 2015 Aceh free from Malaria by 2015 Tim P2K/ HM team ari Malaria Dunia 2009 diperingati pada tanggal 25 April. budget and implementation of evaluation tools based on the national and WHO standards. 2009. Dinas Kesehatan Provinsi dengan dukungan dari UNICEF mengadakan rapat perencanaan di Banda Aceh untuk mempersiapkan sebuah rencana strategis untuk memberantas malaria di Provinsi Aceh pada tahun 2015. Sebagaimana babi dapat mengandung virus burung serta virus manusia. pengembangbiakan dan penjualan babi dilaksanakan dengan pengawasan steril. No case has been detected so far. Tema dari pertemuan tersebut adalah “Aceh bebas dari Malaria pada tahun 2015”. Di Indonesia. ■ Swine Influenza. target groups. They performed a research on more than 400 pigs in 4 States in Indonesia and found out that more than 50 pigs carried the virus. The Ministry of Health declared the Government will slaughter pigs infected with the virus H1N1.

There are five nursing schools in Banda Aceh. peralatan yang terbatas. limited equipment. umumnya pelajar dari sekolah perawat ini berkumpul pada tanggal 12 Mei. ■ 4 health messenger The International Council of Nurses (ICN) has celebrated this day since 1965.NEWS BERITA Hari Perawat Internasional International Nurse Day Tim P2K/ HM team Hari Perawat Internasional diperingati setiap tanggal 12 Mei dalam rangka mengingat semua kerja dan kontribusi penting perawat terhadap masyarakat. Banda Aceh and the whole Aceh province count on many health facilities and nurses. ■ . the decision was made to celebrate the day on 12 May as it is the anniversary of the birth of Florence Nightingale. for use by nurses everywhere. serta dapat digunakan oleh perawat dimana saja. Banda Aceh dan seluruh propinsi Aceh bergantung pada banyak fasilitas kesehatan dan perawat. limited access to medicine. most of the students gathered on Tuesday 12 May. Cara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran petugas kesehatan. After the speeches. ICN prepares and distributes the International Nurses' Day Kit. Untuk memperingati hari ini. 2009 in Rumah Sakit Jiwa for an official ceremony held by the hospital’s director. Peralatan ini terdiri dari bahanbahan yang bersifat edukatif dan memberikan informasi kepada masyarakat. they raised people’s awareness on the importance the health workers play here. Terdapat 5 sekolah perawat di Banda Aceh. Setelah pidato dari direktur. Ini juga hari yang tepat untuk mengingat tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tenaga-tenaga kesehatan di negara berkembang seperti Indonesia yang tenaga kesehatannya dapat menghadapi banyak keterbatasan-keterbatasan kerja: paparan penyakit menular. International Nurse Day is celebrated every 12 May in order to remind all the valuable work and contribution nurses make to society. History of this event Sejarah peringatan hari perawat internasional Konsil Perawat Internasional (KPI) sudah memperingati hari perawat ini sejak tahun 1965. The kit contains educational and public information materials. Pada januari 1974. poster) dan bunga kepada masyarakat. para pelajar turun ke jalan-jalan di Banda Aceh untuk menyebarkan alat-alat komunikasi (selebaran. In January 1974. This way. Setiap tahun. posters) and flowers to people. keputusan dibuat untuk memperingati hari perawat ini pada 12 Mei karena pada tanggal tersebut merupakan hari lahirnya Florence Nightingale. the students went in the streets of Banda Aceh to distribute communication tools (flyers. obat-obatan yang terbatas. di Rumah Sakit Jiwa untuk mengadakan upacara yang dihadiri juga oleh direktur Rumah Sakit Jiwa. It is also an appropriate day to consider the challenges faced by health workers in developing countries such as Indonesia where health workers can face a lot of working constraints: exposure to infectious diseases. who is widely considered as the founder of modern nursing. KPI mempersiapkan dan mendistribusikan peralatan hari perawat internasional. Each year. To celebrate this day. yang kita ketahui sebagai pencetus keperawatan modern. The students were really glad to join this event to promote this medical career.

Staf Penanggung Jawab untuk Peningkatan Kepedulian dan Penyadaran/ Sensitization and Awareness Raising Officer . Orang Cacat dan masya- Brief PIDA’s history The PIDA has been inaugurated on 21st September 2006. their family and any other persons or organization interested in the thematic of disability. and a Dissemination of Information.Organisasi ini juga memfasilitasi hubungan antar pihak yang berkaitan dengan inklusi orang cacat. Informasi & Orientasi dan Penyebaran Informasi. Handicap International menyelenggarakan pembukaan PIDA. It also facilitates the link between actors regarding the inclusion of people with disability. The main focus of PIDA is to support DPOs but is open for all Persons With Disability (PWDs). Handicap International celebrated the opening of the PIDA.Erlinda Marlinda. It aims at providing access to different facilities and tools for Disabled People Organizations (DPOs) and disseminating information on disability amongst all actors in the community. Sejarah Singkat PIDA PIDA dibentuk pada tanggal 21 September 2006. Apa itu PIDA? PIDA (Pusat Informasi Disable Aceh) merupakan pusat dan sumber informasi untuk orang-orang cacat.Handicap International Pada tanggal 30 April 2009. Kesempatan yang sangat baik sekali buat kita untuk mengingat kembali sejarah dan tujuan pusat informasi ini untuk orang-orang cacat. The three main services provided by PIDA are: Resources & Facilities. On 30 April 2009. Fasilitator Komunikasi/ Communication Facilitator . Fokus utama PIDA adalah untuk membantu Organisasi Orang Cacat (OOC) tetapi juga terbuka untuk semua orangorang cacat dan keluarganya dan bagi orang-orang yang tertarik dengan masalah kecacatan. It is a great opportunity to remind you the history and the goal of this information center for disabled people.EVENT PERISTIWA ACARA PEMBUKAAN PIDA The Opening Ceremony of PIDA Hasrati. What is the PIDA? The PIDA (Information Center for disabled acehnese people) is a center of resources and information on disability. PIDA bertujuan untuk memberikan akses terhadap berbagai fasilitas bagi Organisasi Orang-orang Cacat (OOC) dan penyebaran informasi tentang masalah orang-orang cacat kepada semua pihak dalam masyarakat. PWDs and pembawa pesan kesehatan 5 . Panitia Kegiatan dibentuk pada bulan Juli 2007 untuk meningkatkan partisipasi Organisasi Orang Cacat. Information & Orientation. An Activity Committee has been created in July 2007 in order to develop DPOs. Ada 3 layanan yan disediakan oleh PIDA yaitu Sumber Daya & Fasilitas.

the name was Disability Information Resource Center. The Activity Committee selected the final name in September 2007. ■ Facilities provided by the PIDA include internet access. computer courses (introduction and using computer with JAWS. Residen Danubroto. Tetapi nama ini tidak mencerminkan bahwa itu merupakan tempat pusat informasi orang-orang cacat. Lamlagang. meeting room. nama yang digunakan adalah DIRC (Pusat Sumber Informasi Orang Cacat). But this name was not reflecting that the place was an information center focusing on disability. a software for blind people). ruang pertemuan. At first.EVENT PERISTIWA rakat dalam proses dan pemilihan kegiatan. kursus bahasa Inggris dan bahasa isyarat yang akan diatur pada tahun ini karena adanya permintaan dari para pengguna PIDA. Main activities The main activities developed by the PIDA are: For DPOs: ◗ Ease the coordination and collaboration between the different DPOs ◗ Facilitate seminars and trainings ◗ Ease the access to PIDA’s facilities to DPOs ◗ Support DPOs in advocating and lobbing local authorities at any level ◗ Raise DPOs awareness about their Human Rights and the Convention on the Rights of PWD For PWDs and their families not members of DPOs: ◗ Provide PWDs with a general information ◗ Promote PWDs right to accessible IT ◗ Raise PWDs and their family’s awareness on their Human Rights and the Convention on the rights of PWDs ◗ Inform PWDs about disability referral directory Kegiatan Utama Kegiatan utama yang dikembangkan oleh PIDA adalah: Untuk Organisasi Orang Cacat: ◗ Memudahkan koordinasi dan kerjasama antar Organisasi Orang Cacat ◗ Memfasilitai seminar dan pelatihan ◗ Memudahkan akses terhadap fasilitas PIDA oleh Organiasi Orang Cacat ◗ Membantu orang cacat dalam advokasi dan lobi pada pihak yang berwenang pada berbagai tingkatan ◗ Meningkatkan kesadaran orang cacat akan Hak Asasi dan Konvensi Hak Asasi orang cacat Untuk orang cacat dan keluarganya yang bukan anggota Organiasi Orang Cacat: ◗ Menyediakan informasi umum kepada orang cacat ◗ Mempromosikan hak orang cacat untuk mengakses IT ◗ Meningkatkan kesadaran orang-orang cacat beserta keluarganya tentang Hak Asasi mereka dan Konvensi Hak Asasi orang cacat ◗ Memberikan informasi kepada orang cacat tentang petunjuk rujukan Available services Penting untuk diingat: Orang-orang cacat mempunyai hak terhadap informasi yang mudah diakses. English and Sign Language courses will be organized later in the course of the year as it has been requested by the PIDA users. Banda Aceh Telp: 0651 741 46 77 6 health messenger . followed by Rakan (friendship in Bahasa Aceh). kemudian Rakan (artinya persahabatan dalam bahasa Aceh). PIDA diambil sebagai nama terakhir pada bulan Septemer 2007 setelah dipilih oleh panitia kegiatan. community participation in the process and the selection of activities. Good to remember: People With Disability have the right to accessible information. software untuk orang buta) perpustakaan. Samping Sonic Net. Pada awalnya. ■ PIDA HASRATI: Staf penanggung jawab untuk peningkatan kepedulian dan penyadaran / Sensitization and Awareness Raising Officer Jl. Layanan yang tersedia Fasilitas yang disediakan oleh PIDA termasuk akses internet. library. kursus komputer (pengenalan dan menggunakan komputer dengan JAWS.

Why should the community be involved? According to the past experiences and surveys. Hal ini disebabkan pembangunan yang tidak berdasarkan kebutuhan dan juga karena tidak melibatkan masyarakat sehingga rasa kepemilikan masyaraka akan fasilitas yang dibangun rendah. AMPL-BM: Community Based Water Supply and Environmental Sanitation. washing facilities and latrines have been neglected (not optimally used then at last broken or being left). Focal Point Pokja AMPL. Ada 11 prinsip kebijakan dalam AMPL-BM seperti yang terdapat pada tabel berikut: 1. It is because the constructions were not based on community needs and the community was not involved which led to a low sense of ownership of the facilities.Bappeda Provinsi Aceh/AMPL Working Group Focal Point. it has been found that many facilities for clean water and sanitation such as public bathing. Bappeda Aceh Province. AMPL-BM1 set up 11 policy principles as illustrated in the following table : pembawa pesan kesehatan 7 . Mengapa harus berbasis masyarakat? Hal ini berdasarkan pengalaman.ZOOM LEBIH DEKAT Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat COMMUNITY-BASED WATER SUPPLY AND ENVIRONMENTAL SANITATION Marthunis Muhammad. contohnya saja kita lihat betapa banyaknya fasilitas air bersih dan sanitasi seperti MCK yang menjadi monumen (tidak digunakan hingga rusak atau rusak kemudian ditinggalkan). Kelompok kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Provinsi Aceh merupakan sebuah wadah koordinasi pembangunan di sektor air minum dan penyehatan lingkungan secara terpadu dan menyeluruh yang berbasis masyarakat guna meraih tujuan pembangunan millennium. The water supply and environmental sanitation (AMPL in bahasa) working group of Aceh Province is a coordinating institution for the construction of integrated community-based water supply and environmental sanitation in order to achieve the Millenium Development Goals (MDGs).

ZOOM LEBIH DEKAT Prinsip dalam Kebijakan AMPL-BM 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Air Merupakan Benda Sosial dan Benda Ekonomi Policy principles of AMPL-BM Water is an economic and social good Pilihan yang Diinformasikan sebagai Dasar dalam Informed choice is the basis for demand-responsive approach Pendekatan Tanggap Kebutuhan Pembangunan Berwawasan Lingkungan Pendidikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Keberpihakan pada Masyarakat Miskin Peran Perempuan dalam Pengambilan Keputusan Akuntabilitas Proses Pembangunan Peran Pemerintah Sebagai Fasilitator Peran Aktif Masyarakat Pelayanan Optimal dan Tepat Sasaran Penerapan Prinsip Pemulihan Biaya Enviromentally-based development Health and hygiene behaviour education Poverty focus Active role of women in decision-making Accountability in the development process Government is a facilitator Active community participation Optimal and target-oriented service Application of the cost-recovery principle Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah? Dari sisi pemerintah daerah. Therefore the role of the government is to fulfill the needs of the population with providing water supply and environmental sanitation facilities as well as to promote health and hygiene behaviours and education through communication. the national policy of AMPL-BM aims at socializing the change of the paradigm that the government is not a provider but more a facilitator regarding the development of water supply and environmental sanitation. kebijakan AMPL-BM lebih cocok diterapkan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL. etc. pendidikan dan lain sebagainya. These areas are mainly villages (most of the Aceh province 8 health messenger . Active community involvement in this area is showed by the fee people pay for the related companies. Selain itu. pemerintah juga harus menciptakan sebuah peluang agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan fasilitas AMPL dimana penyiapan dan pemberdayaan masyarakat menjadi prioritas utama. Karena itu tugas pemerintah adalah menciptakan kebutuhan atas fasilitas air minum dan penyehatan lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi. etc. kebijakan nasional AMPL-BM ini mensyaratkan perubahan paradigma bahwa pemerintah bukan penyedia tetapi lebih pada fasilitator pembangunan air minum dan penyehatan lingkungan. Is AMPL-BM policy relevant? The AMPL-BM policy is not efficient if it is applied in a community that already has access to sanitation and water supply facilities from well-structured institutions such as PDAM (state-owned water supply company) and solid/water waste treatment company. Keterlibatan aktif masyarakat disini ditunjukkan dengan membayar jasa atau fee kepada institusi tersebut. kampanye. Daerah tersebut terutama daerah perdesaan dimana mewakili sebagian besar wilayah Aceh. Moreover. the government must create opportunities for the community to actively participate in the development of AMPL facilities where the community education and empowerment is the main priority. Pemerintah Aceh seharusnya mengambil perhatian lebih terhadap pelaksanaan kebijakan AMPL-BM ini. campaigns. AMPL-BM policy is more likely to be applied in the areas where there are still no service providers for water supply and enviromental sanitation. Dilihat dari karakter geografis. Relevansi penerapan kebijakan AMPL-BM? Kebijakan AMPL BM ini menjadi tidak realistis apabila diterapkan di dalam sebuah masyarakat yang telah mendapatkan akses fasilitas air minum dan sanitasi dari berbagai institusi yang sudah mapan seperti PDAM dan perusahaan pengolah sampah/limbah cair dan lain sebagainya. Atas kenyataan ini pula. What should the government do? For the local government of Aceh.

■ Peran Pokja AMPL provinsi Aceh? Pokja ini adalah koordinator dari seluruh stakeholder pembangunan AMPL di Aceh. the Aceh government should pay more attention on the implementation of this AMPL-BM policy. serta mengembangkan perekonomian masyarakat. Badan Pemberdayaan Masyarakat. the Agency of Environmental Impacts Control. menjaga lingkungan. tetapi juga dibutuhkan membangun perilaku hidup bersih dan sehat. To achieve the goal. ■ Penting untuk diingat: Program Air Minum dan Penyehatan Lingkungan berbasis masyarakat dilakukan didaerah dimana belum tersedianya institusi penyedia akses AMPL.ZOOM LEBIH DEKAT is composed of villages). community empowerment body. and other governmental bodies. The contribution of public institutions is also needed: Provincial Ministry of Education. Untuk mencapai target tersebut. It means that in 2015. Based on this reality. the community needs to know how to take care of the environment and how to develop its economy. mempersiapkan masyarakat. constructing facilities through the Department of Bina Marga Cipta Karya (public construction) is not enough. tidak cukup dengan hanya membangun fasilitas air bersih dan sanitasi oleh Dinas Bina Marga Cipta Karya. Through this working group. sekitar 80% penduduk perkotaan dan 60% penduduk perdesaan mendapat akses tersebut. Dinas Koperasi dan UKM dan dinas/badan lainnya. a common vision and action from all parties is expected in order to achieve the MDGs which is to halve the number of acehnese population who do not yet have access to clean sanitation and water supply. Artinya pada tahun 2015. pembawa pesan kesehatan 9 . around 80% of the urban population and 60% of the rural population of aceh should have access to these vital needs. Good to remember: Water supply and environmental sanitation program is conducted in the areas where there are still not service providers for clean water and sanitation. Education on hygiene and health need to be improved. Badan Pengendalian Dampak Lingkungan. What is the role of AMPL working group in the Aceh province? This working group is the coordinator of all AMPL development stakeholders in Aceh. Hal ini membutuhkan kontribusi peran dari Dinas Pendidikan. Co-operative and Small Medium Enterprises Department. Melalui pokja ini diharapkan lahir kesamaan visi dan keseragaman langkah dari semua pihak dalam rangka pemenuhan target MDGs di sektor AMPL. yaitu mengurangi separuh penduduk Aceh yang belum mendapatkan akses air minum dan sanitasi yang bersih dan sehat. Provincial Health Office. Dinas Kesehatan.

Film ini diluncurkan secara resmi pada November 2008. On this occasion. on Saturday 15 November 2008. Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Palang Merah Dunia yang bekerja untuk perbaikan fasilitas air minum & penyehatan lingkungan dan perilaku hidup bersih & sehat di propinsi Aceh. and to achieve the MDG 2015. decided to distribute the DVD of EUMPANG BREUH along with the magazine in the health facilities. In the Eumpang Breuh special edition movie. and Red Cross which worked together to improve access to water. Joni Kapluk. AMI in collaboration with IOM. You can find below the press release explaining the goals of this movie and a testimony of the famous local actor. Karena ruang lingkup P2K 11 adalah Watsan dan untuk mencapai lebih banyak masyarakat. AMI bekerjasama dengan IOM. Lhokseumawe. sanitasi dan higienitas. Korem 11 Lilawangsa. hygiene dan sanitasi. sanitation and hygiene. mengajak masyarakat Aceh untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam film Empang Breuh edisi spesial bertema air. Korem 11 Liliwangsa. Haji Umar dan kawan-kawan dari kelompok lawak Eumpang Breuh.The movie has been officially launched in November 2008. ask the Aceh community to improve hygiene behaviors. 2008 was the International Year of Sanitation. Haji Umar and friends from the Eumpang Breuh commedian team. pada hari Sabtu. UN agencies. Film ini merupakan salah satu upaya mendukung kampanye Pemerintah Daerah Propinsi Aceh untuk meningkatkan kepedulian masyarakat Aceh akan perilaku hidup bersih dan sehat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) 2015. themed on water. Lhokseumawe. 10 health messenger . This movie is a part of the efforts to support the government of Aceh Province’s campaign to improve the community’s awareness in good hygiene behaviors.ZOOM LEBIH DEKAT EUMPANG BREUH Tim P2K/ HM team 2008 adalah tahun sanitasi internasional. Joni Kapluk. Joni Kapluk. Film ini merupakan kolaborasi dari 14 organisasi internasional. as it is an original way to learn about water. Pada kesempatan ini. Joni Kapluk. hygiene and sanitation. Yusniar. 15 Nopember 2008. Yusniar. Anda dapat menemukan keterangan pres dibawah ini yang menjelaskan tujuan film ini dan pernyataan dari aktor lokal yang terkenal. as well as hygiene behaviors in Aceh Province. The most famous commedian group in Aceh has launched the Film at Sudirman Stadiom. karena ini merupakan cara yang inovatif untuk belajar tentang tentang air. sekelompok LSM yang aktif di Aceh memutuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap air dan sanitasi dengan membuat sebuah film: EUMPANG BREUH. In the scope of the HM 11 on WatSan and in order to reach further more people. memutuskan untuk mendistribusikan DVD EUMPANG BREUH bersama dengan majalah ini pada fasilitas-fasilitas kesehatan.Kelompok lawak paling terkenal di Aceh ini meluncurkan film di Lapangan Sudirman. environmental sanitation. a group of NGOs active in Aceh decided to raise people awareness on Water and Sanitation by handling a movie: EUMPANG BREUH. This film is a collaboration of 14 international organizations in Aceh Province.

and to create medicine for diarrhea from local ingredients within the house and its environment. the actor also shows the right procedure to do wash hands with soap and gives several tips to make and to maintain the sanitation facilities at home. pembawa pesan kesehatan 11 . membangun fasilitas sanitasi seperti jamban. para aktor tersebut memperagakan cara mencuci tangan dengan sabun dan memberi berbagai tips untuk membuat dan merawat fasilitas sanitasi di rumah serta tips untuk membuat obat diare dari bahan-bahan yang mudah didapat di dalam rumah. Joni Kapluk dan kawan-kawan menunjukkan bahwa minimnya fasilitas sanitasi seperti toilet dan kebiasaan buang air sembarangan dapat memicu penyebaran penyakit diare yang terutama menjangkiti anak-anak yang rentan terhadap penyakit infeksi. dan melaksanakan gotong royong untuk menerapkan perilaku hidup bersih yang benar. In another scene. Dalam film ini. and making community work to implement good hygiene behaviors. It is expected that the movie will share some information and increase people’s knowledge on health and hygiene constructing sanitation facilities such as toilets. Di bagian lain. who are vulnerable to infectious diseases. In this movie. Joni Kapluk and friends show that poor sanitation facilities and defecation in open air could trigger the presence of diarrhea especially for children.ZOOM LEBIH DEKAT Diharapkan film ini dapat memberi informasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai cara-cara menjaga kebersihan dan kesehatan.

was done to support the Global Hand Washing Day on 15 October 2008. ■ Tim HM mendapat kesempatan untuk mewawancarai Abdul Hadi (sebagai Joni Kapluk dalam Eumpang Breuh) via telepon mengenai film ini. several activities have been done.. Save the Children and Water & Environmental Sanitation Working Groups in Aceh Province. Palang Merah Norwegias. hygiene and sanitation. Care International. Save the Children dan Kelompok Kerja AMPL Provinsi Aceh. yang diikuti oleh anak-anak dan orang tua mereka. The 14 organizations who worked together in the movie production are: IOM. Ke-14 organisasi yang telah bekerjasama dalam produksi film ini adalah IOM. HM team had the opportunity to interview Abdul Hadi (as Joni Kapluk in Eumpang Breuh). the Mentor Initiative. such as demonstration of handwashing with soap. kompetisi. Palang Merah Amerika. UNICEF. Irish Red Cross. untuk mempercepat kemajuan pencapaian target MDGs 2015. During this event. Norwegian Red Cross. All the actors agreed to make this film because they believe that it is important to improve community’s knowledge towards WatSan which is closely related to health. and coloring competition. to reduce the number of people without water supply and improved sanitation facilities. Palang Merah Australia. Palang Merah Indonesia. hygiene dan sanitasi. he has improved his knowledge on water. kuis dan lomba mewarnai. quiz. IFRC. He said that this film is different from their usual and commercial movies because the idea of this film is to target the whole community. 12 health messenger . yaitu untuk mengurangi setengah dari populasi penduduk dunia yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik. The year 2008 has been declared the International Year of Sanitation. Beliau mengatakan bahwa film ini berbeda dengan fillm-film komersial mereka lainnya karena idenya itu berasal dari LSM dan mereka bekerja sama untuk membuat film yang tidak hanya menarik untuk ditonton tetapi juga menyebarkan pesan-pesan kesehatan. Spanish Red Cross. He also admitted that by making this film. American Red Cross. UNICEF. Di dalam event ini. ■ The launching of WASH movie in Lhokseumawe and other cities in Aceh. competition. yang didukung penuh oleh pemerintah provinsi Aceh dan 14 organizasi internasional tersebut. Australian Red Cross. the Mentor Initiative. Palang Merah Spanyol. supported by the Government and 14 international organizations in Aceh Province. Indonesian Red Cross. Palang Merah Canada. terdapat beberapa acara lain yang dilakukan. Joni Kapluk juga mengakui bahwa dengan membuat film ini telah meningkatkan pengetahuannya akan air. Palang Merah Irlandia. antara lain demonstrasi cuci tangan pakai sabun. It is a common project between NGOs which work together to produce it in order to entertain people but also to promote hygiene practises and health messages. IFRC.Kegiatan Peluncuran Film WASH di Lhokseumawe dan kotakota lain di Aceh dilakukan sekaligus untuk mendukung pelaksanaan Hari Cuci Tangan Sedunia pada tanggal 15 Oktober 2008. to accelarate the progress toward MDGs 2015. Mereka memutuskan untuk membuat film ini karena mereka percaya bahwa meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang WatSan adalah sangat penting karena berhubungan erat dengan kesehatan. Tahun 2008 telah ditetapkan sebagai Tahun Sanitasi Internasional. Care International. Canadian Red Cross. participated by children and their parents.

.

misalnya diare. penyakit kulit dan mata. only 52% of the population could access to drinking water and 51% could access to clean water and sanitation. Given this reality. Aceh Utara. This program aims at improving the level of health and quality of life of people with low income in rural areas and suburbs with a community-based approach through: ◗ the provision of quality drinking water and sufficient sanitation facilities 14 health messenger . Hasil survey dari National Demographic and Health Surveys (NDHS). sanitation and poor clean and healthy lifestyle. SKM. Kondisi di atas terutama disebabkan oleh rendahnya akses terhadap air minum dan sanitasi dan rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Bireuen. Prevalensi diare digunakan sebagai indikator yang mewakili penyakit yang berkaitan langsung dengan air dan sanitasi. Dinkes provinsi Aceh melalui dana bantuan ADB melaksanakan program penyehatan air dan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat dilakukan di 5 Kabupaten yaitu: Kabupaten Pidie. rural and suburban people in Indonesia have a low level of health. Ini menggambarkan bahwa kondisi masyarakat untuk mendapatkan air bersih masih rendah. Cakupan air minum untuk provinsi Aceh tahun 2007 sebanyak 52% sedangkan cakupan air bersih dan sanitasi sebesar 51%. Diarrhea prevalence is an indicator representing diseases that are directly related with water and sanitation. worms. skin and eye diseases as well as malaria. cacingan.Kes dan Tharuddin. Bireuen.Dinas Kesehatan Provinsi Aceh/Provincial Health Office Aceh Province Penduduk pedesaan dan pinggiran perkotaan di Indonesia pada umumnya memiliki derajat kesehatan yang rendah. serta malaria.1% pada tahun 2003. Health Service of Aceh province has launched a program of healthy water and environment through community empowerment (funded by the Asian Development Bank). This shows that the condition of people in getting clean water is still low.1% in 2003. Kelompok yang paling rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut adalah anak-anak dan penduduk lanjut usia. M. In 2007 in the Aceh province. The most vulnerable groups prone to these diseases are children and the elderly.INTRODUCTION PENGANTAR PENGEMBANGAN SARANA AIR BERSIH DAN SANITASI DEVELOPMENT OF WATER AND SANITATION FACILITIES Sijawati. SKM.Kes/Seksi Penyehatan Lingkungan/Enviromental Health . Nagan Raya and Aceh Jaya districts and targeting 325 villages. The result of National Demographic and Health Surveys (NDHS) indicates that the increase of diarrhea prevalence in children under five was quite significant: from 11% in 1993 to 12. Aceh Utara. Main detected diseases are water and sanitationrelated diseases such as diarrhea. This program is conducted in 5 districts: Pidie. Program ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah di pedesaan dan pinggiran perkotaan dengan pendekatan berbasis masyarakat melalui: ◗ penyediaan air minum yang berkualitas dan sarana sanitasi yang lebih memadai Generally. This condition is mainly due to the lack of access to drinking water. Bertitik tolak dari kenyataan tersebut. menggambarkan terjadinya peningkatan prevalensi diare cukup signifikan pada balita dari tahun 1993 sebanyak 11% meningkat menjadi 12. M.Penyakit utama yang menyerang adalah penyakit yang berkaitan dengan air dan sanitasi. Nagan Raya dan Aceh Jaya dengan target 325 desa.

It is very effective in Aceh province to improve access to clean water and sanitation through community empowerment because the community contribution in planning and implementing the program can raise the community sense of ownership as they have to keep and maintain the facilities for a better future.139 936 353 262 810 3. karena kontribusi masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan program membuat masyarakat merasa memiliki sehingga timbul rasa ingin menjaga dan memelihara sarana tersebut untuk selanjutnya. Development of Clean Water and Sanitation Facilities through Community Empowerment in 5 districts in 2009 Kabupaten/SAB + Sanitasi Aceh Aceh Nagan Bireuen Pidie Total District / Clean Water+ Sanitation Utara Jaya Raya Facilities Perpipaan (Km) 38 21 54 42 5 160 Piping (Km) Hidran Umum 66 1 27 53 92 239 Public Hydrant Kran Umum 79 78 192 11 69 429 Public Tap Sumur Gali 1.500 Well Sumur Bor 5 — 24 — 19 48 Artesian well PAH Jamban di sekolah Latrines at schools Jamban di Masyarakat Latrines in the community 93 73 60 — 6 56 — 12 38 — 5 12 — 29 3 93 125 169 ◗ the improvement of clean and healthy lifestyle and environment-related diseases prevention The implementation of this program should be done in accordance with community participation principles. sensitif terhadap gender dan kemiskinan. The progress of physical development of clean WatSan facilities in February 2009 in the 5 targeted districts can be seen in Table 1. ■ Penting untuk diingat: Pengembangan sarana air bersih dan sanitasi harus berbasis masyarakat. transparansi. Pembangunan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Melalui Pemberdayaan Masyarakat di 5 Kabupaten tahun 2009 Table 1.INTRODUCTION PENGANTAR ◗ perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat dan pencegahan penyakit yang berbasis lingkungan Pelaksanaan program harus bertindak dengan berpedoman pada prinsip-prinsip partisipasi masyarakat. desentralisasi dan berkelanjutan. transparency. Tabel 1. Perkembangan pembangunan fisik Sarana Air Bersih dan Sanitasi hingga Februari 2009 di 5 kabupaten diatas dapat dilihat pada tabel 1. decentralization and sustainability. pembawa pesan kesehatan 15 . sensitiveness to gender and poverty. ■ Good to remember: Development of clean water and sanitation should be through a community based approach. Peningkatan sarana air bersih dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat sangat efektif untuk di laksanakan di Provinsi Aceh.

Kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor (H. Community’s health is influenced by 4 factors (H. the infectious diseases are related to the low-level of hygiene and sanitation of the community. According to the law No. PKK/ Bagian IKK/IKM FK Unsyiah/ Public Health Dept Medical Faculty Unsyiah Pembangunan kesehatan bertujuan antara lain untuk tercapainya kemampuan hidup sehat bagi setiap warganegara. Pembangunan kesehatan sekarang berorientasi pada paradigma sehat tahun 2010. melindungi diri dari ancaman penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. the non-infectious diseases are increasingly growing. Faktor lingkungan memberikan pengaruh terbesar terhadap status kesehatan dimana ekosistem ikut berperan. air minum dan jamban keluarga yang belum memenuhi syarat kesehatan. The environmental factors have the biggest influence on the health status as the ecosystem plays an important role.OUR COUNTRY TANAH AIR INDONESIA SEHAT 2010 Healthy Indonesia 2010 dr. One of the goals of the health development aims at achieving healthy living capacity for all citizens. people are expected to be proactive to keep and increase the level of health. Now. Penyebab penyakit menular belum semuanya dapat diatasi. Dalam upaya tetap sehat. MPH. to prevent the risk and protecting themselves from the threats of illnesses as Penting untuk diingat: Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang sehat dan lingkungan yang berwawasan kesehatan. The community’s conditions of life do not all fulfill healthy conditions. 1974): environmental factors. 16 health messenger . the development of health is focusing on the paradigm of Healthy Indonesia 2010.L Blum. and on the other hand. 23 of the year 1992. Makmur Mohd. mencegah resiko terjadinya penyakit. thus the optimal level of health could be obtained. Zein.dipihak lain penyakit tidak menular juga semakin meningkat. 23 Tahun 1992. sehingga dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. drinking water and latrines which do not match the health standard. T. To reach this goal.L Blum. Keadaan masyarakat saat ini belum semuanya memenuhi persyaratan. Menurut UU No. health services factor. maka banyak faktor yang harus diperhatikan. many factors have to be considered.H. yaitu : faktor lingkungan. Penyakit menular umumnya berkaitan dengan rendahnya hygiene dan sanitasi masyarakat.“kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan. In general. behavior and genetic factors. mental and social well being that enables a person to live productively in social and economic terms”. 1974). faktor perilaku dan genetik. In the effort to remain healthy. jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis”. The causes of infectious diseases cannot be entirely overcome. Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan. “health is a prosperous state of physical. Sedangkan lingkungan yang diharapkan adalah Good to remember: Healthy Indonesia 2010 aims at up-bringing the healthy and environmental behaviors of the community that have health impacts. faktor sarana pelayanan kesehatan.

In addition. In order to reach this.OUR COUNTRY TANAH AIR Parameter kesehatan yag harus dicapai pada “Indonesia Sehat 2010” Health parameters to be achieved for “Healthy Indonesia 2010” No Parameter/Parameters Indikator Indicators 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Umur harapan hidup (tahun)/Life expectancy rate at birth (years) Angka kematian bayi per 1000 kelahiran hidup/Infant mortality rate per 1000 births Angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup (kematian anak dibawah 5 tahun) Child mortality rate per 1000 births (probability of dying under 5 year old) Angka kematian akibat penumonia per 1000 anak/Pneumonia mortality rate per 1000 children Angka kematian balita akibat diare per 1000 anak/Diarrhea mortality rate per 1000 children under 5 years old Angka kematian ibu per 1000 kelahiran hidup/Maternal mortality rate per 100. Indonesia Sehat 2010. housing and healthy infrastructures.5 >85 <1 yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas dari polusi. ■ well as actively participating in community health movements. In fact. regional plans that have healthy concept as well as the realization of the “help each other” community by keeping the values of the culture.000 inhabitants Angka penyakit kusta (malaria) per 100.1 Indonesia sehat 2010 ini ditentukan oleh pencapaian pembangunan kesehatan setiap propinsi dan kabupaten. the commitment and cooperation from various sectors especially from the community is required. it is related with the environment and healthy behaviour which need the community awareness to be better in the future. marilah sama-sama kita wujudkan tujuan ini dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai Indonesia Sehat 2010. Pencapaian target-target ini dipantau setiap tahun dan dievaluasi pada tahun 2010 nanti. Untuk itu.1 Healthy Indonesia 2010 is determined by the achievement of health development in each province and each district. The achievement of these targets will be monitored every year and will be evaluated later in the year 2010. karena tahun 2010 sudah didepan mata. sanitasi lingkungan yang memadai.000 penduduk/Dengue disease rate per 100. This program does not belongs to the department of health only but also belong to the whole population of Indonesia. Whereas the expected environment is the conducive environment in order to attain the healthy situation of pollution-free. ■ 1. the availability of clean water. ini menyangkut lingkungan dan perilaku sehat yang memerlukan kesadaran dari masyarakat untuk berubah kearah yang lebih baik. Ditambah lagi. Jakarta.000 life births Angka penyakit dengue per 100. akan tetapi milik semua bangsa Indonesia. adequate environmental sanitation. Program ini bukan milik departemen kesehatan semata. pembawa pesan kesehatan 17 . tersedianya air bersih. April 1999. let us together implement these purposes in the everyday’s life to achieve Healthy Indonesia 2010. perumahan dan pemukiman yang sehat. Untuk mencapai target ini diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak terutama masyarakat luas. Depkes RI. Every province has to adopt the indicators used in order to match the principles of Healthy Indonesia 2010 according to the state of the regional environment.000 penduduk/Leprosy (malaria) disease rate per 1000 inhabitants Angka kesembuhan tuberkulosis per 1000 penduduk/Tuberculosis recovery rate per 1000 inhabitants Angka HIV/AIDS (%) per kelompok resiko tinggi/HIV/AIDS rate (%) per high risk groups 70 40 58 2 1 150 <1 0. Setiap propinsi harus mengadopsi indikator yang digunakan untuk menilai Indonesia Sehat 2010 sesuai dengan keadaan lingkungan daerah masing-masing. the deadline of 2010 is already very close. perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.

saat ini dia bekerja dengan anggota masyarakat. melalui pencegahan dan pendidikan masyarakat dan anak-anak sekolah. they attend my training during more or less one week (depending on their needs). HM: Apa tanggung jawab utama anda? YP: Tugas saya adalah untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk meningkatkan tingkat pengetahuan tetapi juga untuk mengurangi angka diare. Palang Merah Irlandia memulai Program Promosi Kebersihannya setelah tsunami di barak-barak sementara. masyarakat atau sekolah mengirimkan permintaan mereka. Lampineung and Lheut) which represent more than 5500 project beneficiaries. Ada juga 4 desa operasional (Deah Mamplam. hygiene and sanitation? Then. school authorities and students. Lampineung dan Lheut) yang mewakili lebih dari 5500 penerima manfaat proyek. Once selected. We assess their proposal. Water and Sanitation is deeply linked to hygiene and health. Sekolah sasarannya adalah: SMP 4 & 9. it needs to be promoted and taught. I identify the community key members: the persons who are motivated to attend training and complete activities on a voluntary basis (can be a difficulty or a constraint). pihak yang berwenang dari sekolah dan pelajar. Kami mempelajari proposal mereka. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kebersihan. the community 18 health messenger . Ketika terpilih. In order to increase people knowledge on hygiene. Tim P2K bertemu dengan Yopie Pangkey. kebersihan dan sanitasi? Kemudian saya mencari anggota masyarakat yang penting yaitu orang-orang yang tertarik untuk mengikuti pelatihan dan kegiatan secara penuh secara sukarela (bisa saja menjadi kesulitan atau keterbatasan). hal tersebut perlu sekali untuk dipromosikan dan diajarkan. The Irish Red Cross started the Hygiene Promotion Program after the tsunami in temporary shelters. he currently works with community members. There are also four operational villages (Deah Mamplam. Labuy. evaluate their needs through a knowledge. attitude and practices (KAP) survey which is a baseline to establish their level of knowledge: what do they know. mengevaluasi kebutuhan mereka melalui survey KAP (Pengetahuan. salah seorang petugas Watsan Palang Merah Irlandia yang bertanggung jawab untuk pendidikan kebersihan dalam masyarakat dan sekolah. SMA 7 dan SMP 13. Yopie has been working with IRC since 2006. Tim P2K/ HM team Air dan Sanitasi sangat berhubungan erat dengan kebersihan dan kesehatan. The three targeted schools are: SMP 4 & 9. Sebagai pendidik kebersihan. Hygiene promotion.HYGIENE EDUCATION . SMA 7 and SMP 13. Sikap dan Perilaku) yang menjadi dasar untuk mengetahui tingkat pengetahuan mereka: apa yang mereka yang ketahui dan apa yang mereka tidak ketahui tentang kesehatan. I use a lot of communication tools HM: Bagaimana cara kerjanya? YP: Pertama-tama. a matter of education. sebuah permasalahan pendidikan. HM: What is your main responsibility? YP: My task is to provide the community with training to increase the level of knowledge but also to reduce the incidence of diarrhea.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN WAWANCARA INTERVIEW YOPIE PANGKEY PETUGAS SANITASI AIR-PENDIDIKAN HYGIENE . they do not know about health. through the prevention and the education of the communities and schooled children. Yopie telah bekerja dengan IRC sejak tahun 2006. or the school send their request.PALANG MERAH IRLANDIA WATSAN OFFICER . As a hygiene educator.IRISH RED CROSS Promosi kebersihan. mereka mengikuti pelatihan saya selama lebih atau kurang satu minggu (tergan- HM: How does it work? YP: First of all. one of the Irish Red Cross WatSan Officer who is responsible for Hygiene Education in communities and schools. Labuy. HM Team met Yopie Pangkey.

Saya menggunakan banyak sekali alat komunikasi (poster. Kesadaran sekolah/ IEC: tentang Suplai Air ke Sekolah. tangki penyimpanan air dan perlengkapan kebersihan dalam rumah tangga sebagai suatu paket / Organization of a campaign in the village through the school for adoption of water points. selebaran. garbage pit. For the monitoring we do another periodic KAP survey. safe disposal of waste. Pengaruh dan efesiensi kelompok tersebut akan dipantau. Untuk pemantauan kita melakukan survey KAP berkala lainnya. use of footwear. water storage tank and other sanitary provisions in the household as a package. pengawasan air dan makanan / Health and Hygiene Education Activities among school children on use of water and toilets hand washing. soakage pit. take responsibility and participate in making provision of water and sanitation facilities in the schools as well as to maintain these facilities. penanaman pohon dan menjaga fasilitas sanitasi dengan tepat dengan konstribusi mereka sendiri / Motivation of the school committee members. Motivasi dari anggota komite sekolah. ini berhasil karena di dalam masyarakat saya bekerja. mencuci tangan. Among the community members we are looking for health workers as they already know the basics of health and hygiene. HM: Apakah program ini berhasil? YP: ya. HM: What is the profile of the groups you work with? YP: I work with all gender. Pelatihan dan orientasi masyarakat dan kelompok orang tua seperti Komite Manajemen dan Promotor Kebersihan Masyarakat / Training and orientation of community and parent groups such as Management Committees. Setelah pelatihan ini. bebas rokok. Merubah kebisaan masyarakat merupakan proses yang panjang. The impacts and the efficiency of the group will be monitored. Sanitasi dan Kebersihan dan mencari partisipasi / School awareness / IEC: about School Water Supply. Di sekolah sebagai contoh. planting trees and maintaining the sanitary block properly with their own contribution. Community Hygiene Promoters. parents and community members. cara membuang sampah yang benar. but according to my experience. Changing the attitude of a community is a long process.) dan mengajarkan mereka pesan-pesan penting dan metode-metode pengajaran. The training method also depends on the community itself. Metoda pelatihan juga tergantung pada masyarakat itu sendiri. students and the public to improve the school environment with fencing. Kesehatan dan Kegiatan Pendidikan Kebersihan untuk anak-anak sekolah tentang penggunaan air dan jamban. water and food handling. one PHAST training is not enough. memakai alas kaki. orang tua dan anggota masyarakat / Baseline survey of the school: participatory needs assessment involving students. It is our main measuring tool. leaflets…) and deliver them important messages and pedagogical tools. pelajar dan masyarakat umum untuk memperbaiki lingkungan sekolah dengan pembangunan pagar. but I must admit that women are more receptive. kebersihan kakus. saya akan menggunakan metoda CHAST yang lebih diadaptasikan untuk anak-anak. guru. Mereka bisa menjadi komunikator yang baik karena mereka barangkali telah mempunyai kebiasaan pelatihan semacam ini. pembawa pesan kesehatan 19 . Sanitation and Hygiene and seeking participation. Itu merupakan alat ukur utama kami. I make sure they have a sufficient level of knowledge to spread hygiene messages and conduct health promotion activities in the whole community. saya meyakinkan bahwa mereka memunyai tingkat pendidikan yang mencukupi untuk menyebarkan pesan kebersihan dan melakukan kegiatan promosi kesehatan untuk seluruh masyarakat. Organisasi kampanye di desa melalui sekolah untuk pemakaian air. lubang air area. They can be good communicators as they may have the habit of this kind of training. bertanggung jawab dan ikut serta dalam penyediaan air dan fasilitas sanitasi di sekolah-sekolah dan juga menjaganya / Formation of school health clubs to discuss. After this training. Diantara anggota masyarakat kami mencari petugas kesehatan karena mereka telah mengetahui dasar-dasar ilmu kesehatan dan kebersihan. Pembentukan klub kesehatan sekolah untuk membahas. tetap saya harus mengakui bahwa perempuan lebih mudah menerima. tempat sampah.. non smoking area. sanitary latrines..FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Langkah-langkah Proyek Watsan di sekolah/The Step s of Watsan project in school : 1 2 3 Survey dasar sekolah: melalui partcipatory needs assessment yang melibatkan pelajar. tetapi sesuai dengan pengalaman saya. 4 5 6 7 tung kebutuhan mereka). In a school for example. (posters. teachers. I will use a CHAST method more adapted to children. satu kali pelatihan PHAST tidak mencukupi. HM: Apa gambaran kelompok yang bekerja sama dengan anda? YP: Saya bekerja dengan semua gender.

20 health messenger .Improved access to safe drinking water and improved sanitation in the next twenty years. sekarang mereka menggunakan fasilitas ini dengan cara yang benar. jamban. berbicara dengan masyarakat tentang kesehatan. Thanks to the training and patience. . ■ Terimakasih kepada Moris Monson (Delegasi Watsan/Kontruksi) atas bantuannya dalam wawancara/ Thanks to Moris Monson (Watsan / Construction delegate) for his help in handling the interview. shallow wells. Kebanyakan dari mereka telah membangun fasilitas.sumur dangkal. no diarrhea outbreaks have been noticed. chatting with people about health. it is successful as in the community I work with. HM: Your goals and expectations? YP: Many things remain to be done but my personal and professional expectations are: . They are key community members. now they use it the right way.Community empowerment through capacity building such as trainings and support with tools . Mereka adalah anggota masyarakat yang penting. tidak ada wabah diare.FROM THE FIELD DARI LAPANGAN Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus menyampaikan pesan-pesan promosi kebersihan. they know the means of preventing diarrhea and sometimes they will tell you they need more support. They are eager to learn more and to be the vectors of hygiene good practises. Many of them have built facilities.Mitigation of water borne diseases . HM: Is it successful? YP: Yes. Good to remember: Health workers should communicate hygiene promotion messages. water distribution system.Handing over and exit with effective communication systems in place of problem identification and solutions.Terima kasih untuk pelatihan dan kesabarannya. latrines. HM: What are the main changes since 2006? YP: We work closely with INGOs and local NGOs. Lebih lanjut. HM: Tujuan dan pengharapan anda? YP: Banyak hal yang masih harus dilakukan tetapi harapan pribadi dan profesional saya adalah: -Peningkatan akses terhadap air minum yang aman dan peningkatan sanitasi dalam dua puluh tahun mendatang -Penurunan angka kejadian penyakit yang disebarkan melalui air -Memperdayakan masyarakat melalui peningkatan kemampuan seperti pelatihan dan bantuan alat-alat -Komunikasi efektif akan dilakukan untuk mencari jalan keluar dan solusinya bila ditemukan adanya masalah. Moreover. Mereka ingin sekali untuk belajar lebih lanjut dan menjadi penyebar tentang perilaku kebersihan yang baik. ■ HM: Apa perubahan utama sejak tahun 2006? YP: Kita bekerja erat sekali dengan LSM internasional dan LSM lokal.sistem distribusi air. mereka mengetahui arti dari pencegahan diare dan kadang-kadang mereka akan menceritakan kepada anda bahwa mereka membutuhkan lebih banyak dukungan.

38% dari kepala keluarga di Indonesia yang memiliki sarana pengelolaan sampah skala rumah tangga. Menurut data Dinkes Aceh. which is to halve the population who cannot access to good sanitation by 2015.000 kematian anak balita pada tahun 2005. yang kurang terjamin kelayakannya sebagai air minum. and this data is far from reaching the target of MDGs (Millenium Development Goals) in 2015.2004. Hygiene and Healthy Lifestyle in Aceh Air yang layak.091 kasus diare di Puskesmas di seluruh propinsi Aceh.2 milyar telah memiliki akses ke sanitasi yang baik. In Indonesia.286 kasus baru). even though more than 1. Dalam kurun waktu 1990 . Sanitation. dan merupakan penyakit umum kedua yang menyerang masyarakat Aceh setelah influenza (178. including 980 million of children aged under 18 still needed access to good sanitation. until 2004 there were only 55% of the population who were able to access good sanitation.2% keluarga mendapatkan sumber air selain PDAM. whose quality as drinking water could not be guaranteed. UNICEF Banda Aceh Building Water. 41% do not have septic tank. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci penting untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan anak-anak. dari 161. Spesialis WASH/WASH Specialist. termasuk 980 juta anak-anak dibawah usia 18 tahun masih membutuhkan akses ke sanitasi yang baik. WHO mentioned that 17% of children under five’s mortality all over the world is commonly caused by diarrhea.6 milyar orang. Between 1990 and 2004. In 2006. Di Indonesia. WHO menyebutkan bahwa 17% kematian anak balita di seluruh dunia pada umumnya disebabkan oleh diare. meskipun lebih dari 1. Di Indonesia.286 new cases). hanya 55% orang Indonesia yang terjangkau oleh fasilitas sanitasi yang baik. pembawa pesan kesehatan 21 .2 billion people already have access to good sanitation. in 2006 alone 62. data from Bureau of Satistics (BPS) showed that only 60 % of households in Indonesia had facilities for waste management. yaitu mengurangi setengah dari populasi penduduk yang tidak terjangkau akses ke sanitasi yang baik pada tahun 2015. and 77% get water from another source than PDAM.6 billion people. good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle are important keys for life sustainability and children’s growth. dan angka ini tidak memadai untuk mencapai target Millennium Development Goals (MDGs/Tujuan Pembangunan Millennium) pada tahun 2015. In Indonesia. According to the data from Provincial Health Office (PHO) of Aceh. pada tahun 2006 saja ditemukan sekitar 62. out of 161.000 children under five died in 2005. Sanitasi & Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aceh HAND WASHING WITH SOAP Kris Cahyanto.091 diarrhea cases were found in all Puskesmas all over Aceh Province. 18% are due to diarrhea. diperkirakan sekitar 2.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT MENCUCI TANGAN PAKAI SABUN Membangun Air. 18% diantaranya disebabkan oleh diare.40. and it is the second most common disease affecting people of Aceh after influenza (178. Clean water. it was estimated that 2. sampai dengan tahun 2004. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2006 menunjukkan bahwa hanya 60.67% dari rumah tangga tidak memiliki sarana tangki septik dan 77.

Salah satu perilaku hidup bersih dan sehat adalah selalu mencuci tangan dengan sabun. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun terbukti mampu mengurangi resiko penyakit diare pada anak-anak sebesar 44%. as well as hygiene and healthy lifestyle could reduce our vulnerability towards various diseases and prepare our children to have a better future.24% dari penduduk mendapatkan air minum dari Sumur Gali. ◗ Safe water. Hand Washing with Soap Penyebab kematian Balita/Causes of mortality of Children under five (Sumber/Source WHO). good sanitation as well as hygiene and healthy lifestyle will prevent the transmission of infectious diseases.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT In Aceh Province. after touching animals and after outdoor activities ◗ Hand washing with soap is the most cost-effective healthy intervention ◗ Promoting hand washing with soap needs a social marketing approach focus on the target/actor and the motivation of each individual to do hand washing with soap Cuci Tangan Pakai Sabun Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat adalah kunci utama untuk kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak balita. Laporan lain menunjukkan bahwa 68. setelah Buang Air Besar (BAB).41% yang mendapatkan air dari pelayanan perpipaan kota. and only 19% get water from the urban running water service. by hand washing with soap. kurang lebih 67. but only 38% of population have good home sewerage system. Berikut adalah pentingnya kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun: ◗ Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup ◗ Mencuci tangan dengan sabun bisa mencegah penyakit yang menyebabkan kematian jutaan anak-anak setiap tahunnya ◗ Waktu-waktu kritis Cuci Tangan Pakai Sabun adalah sebelum makan. sebelum menyuapi balita.36% penduduk yang memiliki tempat pengolahan air limbah dalam skala rumah tangga. menghentikan praktek BAB sembarangan. Hand washing with soap is proven to reduce by 44% the risk of diarrhea in children. Other research mentioned that 68.5% of the population have toilet facilities at home. The importance of hand washing with soap: ◗ Hand washing with water only is not enough ◗ Hand washing with soap could prevent diseases that can cause millions of children deaths every year ◗ Critical time for hand washing with soap is: before eating. dan hanya 38. One of the main key to achieve the MDGs is to improve hygiene and healthy lifestyle. dan hanya 19. after defecating. setelah memegang binatang peliharaan dan setelah melakukan aktivitas lapangan Prepare the Future Water. approximately 67% of the population get water from digging well.54% penduduk telah mempunyai fasilitas jamban di rumahnya. Di Provinsi Aceh. sanitation. It starts with always washing hands with soap. Salah satu kunci utama untuk mencapai target pembangunan MDG adalah dengan memperbaiki atau meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. before feeding babies/toddlers. not littering stop defecating in inappropriate places and have good waste management. especially those that particularly affect children such as diarrhea ◗ Improvement of water facilities and good sanitation will bring positive impact on economic growth and poverty reduction: a reduction of the risk of diseases leads to a reduction of the medication expenses and improves productivity and helps the economic growth 22 health messenger . Research conducted by UNICEF showed that hygiene and healthy lifestyle are important keys for children’s growth and health. membuang sampah pada tempatnya dan mengelola sampah/limbah dengan baik. antara lain mencuci tangan pakai sabun.

and also to prepare better future for our children. meningkatkan produktivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi ◗ Air & sanitasi yang baik. Bersama-sama kita bisa membantu pihak Pemerintah dan masyarakat untuk memastikan mereka memberikan pelayanan yang baik dan membangun fasilitas sanitasi bagi masyarakat. karena mengurangi resiko terkena penyakit sehingga mengurangi biaya pengobatan. 2.org Pahlawan di bidang Air. sanitasi & hygiene di lingkungan tempat tinggal mereka dengan mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Schools equipped with clean water and good sanitation will be a motivation for children to go to school ◗ Water supply and good sanitation will support the quality of the environment and keep the natural resources in long term period Heroes on Good Hygiene. Sanitasi & Hygiene Semua orang dapat menjadi pahlawan air. Sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas air bersih dan sanitasi yang baik akan mendorong anak-anak untuk lebih rajin ke sekolah ◗ Ketersedian air dan fasilitas sanitasi yang layak membantu menjaga kualitas lingkungan dan menjamin ketersediaan sumber daya alam dalam waktu yang panjang ◗ Safe water and sanitation. ■ pembawa pesan kesehatan 23 . water and sanitation in the place where they live by promoting the hygiene and healthy lifestyle. Water and Sanitation Everybody can be a hero on hygiene. sanitasi yang baik serta perilaku hidup bersih dan sehat akan mencegah penularan penyakit infeksi. Masdjid Sadaqah No. ◗ Air yang aman. we can support the government and community to ensure they provide good services and build sanitation facilities for community. UNICEF Banda Aceh Jl. serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak kita di kemudian hari. please contact Kris Cahyanto. Sanitation & Hygiene (WASH).PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT ◗ Cuci Tangan Pakai Sabun adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective” ◗ Untuk meningkatkan Cuci Tangan Pakai Sabun memerlukan pendekatan pemasaran sosial yang terfokus pada si pencuci tangan dan motivasi masingmasing yang mendorongnya untuk Cuci Tangan Pakai Sabun Menyiapkan Masa Depan Air. dapat menghubungi For further information on Water. WASH Specialist. sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi kerentanan kita terhadap berbagai penyakit dan mempersiapkan anak-anak kita untuk masa depan yang lebih baik Penurunan angka kesakitan akibat diare dengan melakukan tindakan hygiene dan sanitasi yang baik/Reduction of diarrhea morbidity by conducting good hygiene and sanitation. terutama yang mudah menyerang anak-anak seperti diare ◗ Perbaikan terhadap kondisi fasilitas air dan sanitasi yang baik akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan angka kemiskinan. Together. Sanitation & Hygiene (WASH). hygiene and healthy lifestyle will support the social development. Lamlagang. ■ Untuk informasi lebih lanjut mengenai Water. Email: bkriscahyanto@unicef. Banda Aceh 23243 Telp/Phone: (0651) 40004 pesawat/ext 322. didukung dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan mendorong perkembangan sosial.

The SRC health project. Pregnant women need to drink plenty of drinkable water to ensure that fetal-maternal fluids are continuously exchanged. Jaminan akses terhadap Air dan Sanitasi (konsumsi air yang layak diminum) merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan masyarakat dan terutama bagi kesehatan ibu dan anak. masyarakat juga digerakkan untuk membentuk panitia Desa Siaga yang digalakkan oleh Departemen Kesehatan untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. is enhancing WatSan in 15 communities in Pidie and Pidie Jaya Districts by working closely with the communities and in coordination with the Indonesian Red Cross (PMI). communities are mobilized to establish Desa Siaga (Alert Villages) committees promoted by the MOH to respond to maternal and child health needs. berusaha meningkatkan fasilitas Air dan Sanitasi di 15 desa di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya dengan cara bekerja sama secara erat dengan kelompok masyarakat dan juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI). works to improve watsan facilities and enhance community’s knowledge towards watsan in order to respond maternal and children’s health need.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT Air dan Sanitasi: Suatu joint venture Water and Sanitation: a joint venture Manuela Peters.Wanita hamil perlu banyak minum air yang layak untuk menjamin cairan ibu dan janin dapat berganti secara terus menerus. private sector and community in Desa Siaga. PMI. infants and children 24 health messenger . Kegiatan peningkatan Air dan Sanitasi ini merupakan bagian dari kegiatan program kesehatan ibu dan anak. Ensuring enhanced WatSan access (consumption of drinkable water) is essential for community health and in particular for maternal and child health. Proyek Kesehatan Palang Merah Swiss Cabang Sigli/Swiss Red Cross Sigli Health Project Palang Merah Swiss (SRC). Sementara klinik kesehatan ibu di desa dengan fasilitas ruang melahirkan dibangun di masyarakat yang sebagian besar terkena dampak konflik dan bidan desa dilatih mengenai metode asuhan persalinan normal dan manajemen terpadu balita sakit. Program Kesehatan SRC. Moreover. The WatSan activities are integrated to the Maternal and Child Health’project activities. Departemen Kesehatan serta sektor swasta. sektor swasta dan masyarakat di Desa Siaga untuk meningkatkan fasilitas air dan sanitasi dan meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap air dan sanitasi untuk merespon kebutuhan kesehatan ibu dan anak. PMI. While village maternal health clinics with delivery rooms are constructed in the largely conflict affected communities and village midwives are trained in improved delivery methods and integrated management of childhood illnesses.yang didanai oleh Swiss Solidarity. funded by Swiss Solidarity. bekerja sama dengan Depkes. the Ministry of Health (MOH) and the private sector. sama halnya dengan ibu-ibu yang menyusui juga The Swiss Red Cross (SRC). in collaboration with MoH. as do breast-feeding women to ensure milk production.

that have diarrhea must be encouraged to replace lost fluids ideally by drinking ORS. hygiene is promoted at schools by PMI volunteers and household hygiene promotions are conducted by trained Desa Siaga members. To enhance the communities’ response to WatSan needs. etc. Demikian pula. Trainings of the Desa Siaga members consist of: ◗ How to prepare drinkable water and ORS ◗ How to avoid waterborne diseases through personal and household hygiene practices ◗ How to construct household latrines Personal hygiene and the correct use of latrines are essential to break the faecal-oral route of infections causing diarrhea and other diseases that affect infants and children particularly. Pelatihan anggota Desa Siaga terdiri dari: ◗ Bagaimana mempersiapkan air yang layak minum dan oralit ◗ Bagaimana mencegah penularan penyakit-penyakit yang disebarkan melalui air dengan cara berperilaku hidup bersih baik individual maupun keluarga ◗ Bagaimana membangun jamban keluarga Good to remember: Alert village committee aims at responding maternal and children’s health needs. bayi dan anak-anak yang menderita diare harus dianjurkan untuk minum oralit untuk mengganti cairan tubuh yang hilang. masalah kebersihan dipromosikan di sekolahsekolah oleh para relawan PMI dan promosi kebersihan kepada penduduk dilaksanakan oleh anggota Desa Siaga.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT perlu banyak minum untuk menjamin produksi air susu ibu. Penting untuk diingat: Komite Desa Siaga bertujuan untuk merespon kebutuhan-kebutuhan kesehatan ibu dan anak. easyto-read sheets and distributed to each household containing the information of how to build latrines. Untuk mendorong respon masyarakat terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi. Kebersihan pribadi dan penggunaan jamban yang benar adalah hal yang sangat penting untuk memutuskan rantai penularan faecal-oral yang dapat menyebabkan diare dan penyakit-penyakit lainnya terutama yang menyerang bayi dan anak-anak. how to maintain wells. health programs are broadcasted on radio. The key messages are laminated on colorful. maka program-program kesehatan disiarkan melalui radio. Pesan-pesan kunci yang berisi informasi: pembawa pesan kesehatan 25 .

Correspondingly. ■ 26 health messenger . Desa Siaga committees assist in identifying of the vulnerable households for well rehabilitation and the sites for public latrines constructions. It has proven to be successful in mitigating problems with the contractors and the communities and towards enhancing the household members’ sense of ownership. actively integrating the household members. the SRC Health Project is constructing public latrines and rehabilitating wells to MOH standards for the most vulnerable households in the communities. proyek ini mengadakan pertemuanpertemuan dengan masyarakat untuk merencanakan dan mempersiapkan kegiatan Air dan Sanitasi. Komite Desa Siaga membantu dalam mengidentifikasi keluarga yang rentan untuk mendapatkan rehabilitasi sumur dan lokasi-lokasi untuk pembangunan jamban umum. Pemahaman bahwa tubuh terdiri dari 60 70% cairan membantu anggota Desa Siaga untuk menghargai kebutuhan tubuh akan cairan yang telah hilang lewat keringat. Apa tujuan dari pelatihan ini? Dengan adanya pelatihan tersebut para peserta Desa Siaga dapat lebih mendalami masalah-masalah Air dan Sanitasi dan sekaligus memberikan pandangan bagi para fasilitator mengenai kebiasaankebiasaan terhadap Air dan Sanitasi yang ditemukan didalam masyarakat. urination and defecation. bagaimana merawat sumur dan informasi lainnya dilaminating pada kertas berwarna yang mudah dibaca dan disebarluaskan pada setiap keluarga. Public latrines should ensure gender equality of use. Understanding that the body is made of 60 to 70 % of fluids helps the Desa Siaga members to appreciate the need to replenish the body of fluids lost through perspiration. Sehubungan dengan hal tersebut Proyek Kesehatan SRC saat ini membangun jamban-jamban umum dan merehabilitasi sumur-sumur sesuai dengan standar Depkes bagi keluargakeluarga yang paling rentan dalam masyarakat. The works of the constructors are monitored on a daily basis by the project and the MOH vis-à-vis. and a formal village agreement including all the partakers is made.terutama pada kasus diare. Bersama dengan PMI dan Depkes. air seni dan pembuangan kotoran.PUBLIC HEALTH KESEHATAN MASYARAKAT bagaimana cara membangun jamban. Respon Proyek Kesehatan SRC terhadap kebutuhan Air dan Sanitasi merupakan joint venture yang merangkul masyarakat dan bekerjasama secara erat dengan PMI. The SRC Health Project’s response to the WatSan needs of communities is therefore a joint venture that embraces the communities and works in close cooperation with the PMI. ■ What is the goal of the training? The trainings allow the Desa Siaga participants to explore WatSan issues and give the facilitators insight on common WatSan practices found in the communities. particularly in case of diarrhea. Jamban umum yang dibangun harus menjamin kesetaraan gender dalam penggunaannya dan untuk itu telah dibuat suatu kesepakatan desa secara formal termasuk pihak-pihak yang ikut ambil bagian. Depkes dan sektor publik. Together with the PMI and the MOH. the MOH and the public sector. Hal ini terbukti berhasil dalam mengurangi masalah dengan para pekerja bangunan dan masyarakat dan menumbuhkan rasa kepemilikan anggota masyarakat. the project holds meetings with the communities to plan and prepare the WatSan activities. Pekerjaan para tukang bangunan dimonitor oleh proyek ini setiap hari dan demikian pula Depkes secara aktif mengajak anggota masyarakat.

along with squama. disertai skuama. Definition There are 2 types of contact dermatitis: ◗ Irritant contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the irritant substance ◗ Allergic contact dermatitis: skin inflammation due to direct contact with the allergen substance Various allergen substances such as pollen. Pada kasus yang akut. Similarly. For acute cases.Bagian Kulit & Kelamin RSUZA/Unsyah/Dermatology Department of RSUZA/Unsyiah Berbagai macam bahan allergen.serbuk bunga. Dina Lidadari.KK . Irritant contact dermatitis is generally chronic. the substances causing irritant contact dermatitis such as chemical substances used by industry and household may contaminate water sources. Definisi Ada 2 tipe dermatitis kontak: ◗ Dermatitis kontak iritan: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan iritan ◗ Dermatitis kontak alergika: suatu peradangan pada kulit akibat kontak dengan bahan alergen DERMATITIS Contact dermatitis is a non-infectious inflammation of the skin caused by a skin exposure to an external substance (not by inhalation or oral). Gejala dan tanda-tanda klinis Gejala dari dermatitis kontak alergika tidak berbeda dengan dermatitis lainnya yaitu didominasi oleh rasa gatal yang selanjutnya diikuti dengan timbul bercak merah (macula eritematus dengan batas tidak jelas) ataupun bintik-bintik merah (papulae eritematus). contact dermatitis is the second most common skin disease and is mostly experienced by people using unclean water. Among various dermatitis. Sp. General symptoms pembawa pesan kesehatan 27 . Dermatitis kontak merupakan kasus kedua tersering diantara kasus-kasus dermatitis dan sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak. dr. dapat dijumpai vesikel dan pustule bila disertai Symptoms and clinical signs Symptoms of allergic contact dermatitis are not different from other dermatitis: itchiness followed by red spots (macular erythema with unclear boundary) or red stains (papular erythema). Demikian juga bahan-bahan yang dapat menyebabkan timbulnya dermatitis kontak iritan seperti bahan-bahan kimia terutama yang di pakai di lingkungan rumah tangga dan industri dapat mencemari sumber air.kotoran unggas dan lain-lain bisa terdapat di sumber air. we may find vesicles and pustules along with secondary infection.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Dermatitis Kontak CONTACT Dermatitis kontak adalah suatu peradangan noninfeksius pada kulit dimana faktor pencetusnya merupakan bahan yang berasal dari luar (masuk melalui kulit) bukan melalui inhalasi ataupun oral. can be found in the water resources. bird feces etc.

Until this stage it is difficult to differentiate the irritant contact dermatitis from the allergic contact dermatitis. 28 health messenger . Kontak langsung bahan iritan ini juga dapat merusak barier kulit. atau bila lebih berat akan terlihat fisurefisure. Disini pada awalnya tidak terjadi reaksi imunologis. Pada dermatitis kontak iritan. Sel-sel langerhans ini dapat meneruskannya ke kelenjar limfe yang selanjutnya mengalami proses sehingga terbentuklah sel-sel T yang sensitif yang kemudian di kembaIrritant contact dermatitis is the clinical result of direct contact between the skin and a strong irritant substance. the hypersensitivity reaction can occur where various cytokines can be released. If there is a continuous contact with the causal factor. Gejala umumnya kulit yang mengering yang menimbulkan rasa perih. Kalau sampai pada tahap ini akan susah membedakan antara dermatitis kontak iritan dan dermatitis kontak alergika. Kontak awal dengan bahan alergen tidak menimbulkan reaksi apapun. Langerhans cells can migrate from the epidermis to the regional draining lymph nodes which form the T cell sensitization.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Diagram hipersensivitas tipe IV/ Hypersensitive type IV chart infeksi sekunder. Bahan alergen (antigen) yang masuk akan ditangkap oleh sel-sel Langerhan yang berada di epidermis. Allergic contact dermatitis is characterized as hypersensitivity type IV. a hypersensitive reaction of the skin can occur. Sedangkan dermatitis kontak alergika digolongkan sebagai reaksi kulit yang terjadi akibat dari reaksi hypersensitifitas tipe IV. reaksi hypersensitifitaspun akan terjadi. The antigen will be bind with Langerhans cells which are situated at epidermis level. It may cause a necrosis of the epidermis cells which develops within few hours. It also may damage the skin barrier. terjadi erosi bahkan bisa terjadi vesikel dan pustule.Tampak makula eritematus dengan skuama-skuama. or for more acute cases we may find fissures. however as it is repetitive. are dried off skin which causing pain. Selanjutnya bila tetap terpapar dengan penyebab. which is called slow reaction type. umumnya bersifat kronis. We may find macular erythema with squama. First contact with the allergen substance (antigen) will not affect the skin. erosion of the skin will occur even with vesicles and pustules. yaitu reaksi tipe lambat. namun karena prosesnya berulang terus menerus. If the skin is exposed to similar allergens (antigen) again. At the beginning there would not be immunological reaction. Etiopathogenesis Etiopatogenesis Dermatitis kontak iritan terjadi akibat kulit terpapar dengan bahan iritan kuat yang menyebabkan sel-sel epidermis akan langsung mengalami nekrosis yang dapat kita lihat reaksinya dalam beberapa jam.

Tes tempel dilakukan untuk membantu mengetahui alergen-alergen yang diduga menjadi penyebab dari dermatitis kontak alergika. Diagnosis banding Dermatitis kontak sukar di bedakan dengan psoriasis dan dermatofitosis. Gambaran klinis antara dermatitis kontak alergika dan dermatitis kontak iritan sangatlah mirip. Diagnosis Dermatitis can be diagnosed according to symptoms and clinical signs. and for the extensive lesions. Namun untuk membuat diagnosis suatu dermatitis kontak tidaklah mudah. Treatments The main action is to avoid the causal factor. Apabila lesi kering. Patch test is conducted to help to find out the allergens which are supposed to be the cause of the allergic contact dermatitis. Oral antibiotics (not penicillin type) can be given only if there is a secondary infection. ■ Differential Diagnosis It is very difficult to differentiate contact dermatitis from psoriasis and dermatophytosis.Antihistamin dapat diberikan pada dermatitis kontak alergika.9% for 1-2 days or until the lesion dries up. Then topical steroid can be given. topical corticosteroid can be given. Penting untuk diingat: Dermatitis kontak sering dialami oleh mereka yang menggunakan air yang tidak layak atau sudah tercemar dengan bahan-bahan kimia tertentu. If the wound is dried up. dan pada lesi yang luas dapat dipertimbangkan pemberian kortikosteroid oral. Terapi topical pada lesi yang basah dan disertai infeksi sekunder berupa pustule sebaiknya di kompres secara terbuka dengan sodium chloride 0. Oral antibiotika (sebaiknya bukan dari golongan penicillin) dapat di berikan hanya bila ada infeksi sekunder. Dermatitis kontak akut di wajah. dapat diberikan topical kortikosteroid. Acute contact dermatitis on the face can look like erysipelas or angioedema. health workers can consider giving oral corticosteroid. selanjutnya dapat di berikan topical steroid. A precise anamnesis will be very helpful. kadangkadang mirip dengan erisipelas atau angioedema. Anamnesis yang cermat dapat sangat membantu.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM likan ke kulit. However it is not easy to make a diagnosis of a contact dermatitis.9% selama 1-2 hari atau sampai lesi mengering. Apabila alergen yang sama terpapar kembali dan dapat dikenali. Good to remember: Contact dermatitis affects people who use unclean water or water contaminated with chemical substances. Penatalaksanaan Penatalaksanaan yang paling utama adalah menghindari penyebabnya. Antihistamine can be given to allergic contact dermatitis. maka dimulailah reaksi hipersensitifitas dimana berbagai macam cytokin akan dikeluarkan. Clinical signs between allergic contact dermatitis and irritant one are very similar. Diagnosis Diagnosis suatu dermatitis sudah dapat ditegakkan hanya berdasarkan gejala dan gambaran klinis. Topical therapy on wet lesion with secondary infection and pustule should be given by applying moist compresses soaked with sodium chloride 0. ■ pembawa pesan kesehatan 29 .

Contamination of food by contaminated water. SpPD-KPTI. akan tetapi ratusan LSM dan institusi baik lokal dan internasional telah melaksanakan proyek-proyek untuk membangun kembali dengan sistem yang bahkan lebih baik lagi. Penyakit yang berkaitan dengan air disebabkan oleh organisme yang secara langsung disebarkan melalui air dan diklasifikasikan ke dalam kategori: bakteri. diarrheal illness caused by infection of the intestine with the bacterium Vibrio cholerae. tangan dan lalat yang terkontaminasi. kontaminan dan kerusakan yang berkaitan dengan air.RSUZA Banyak penyakit berkaitan dengan air terutama di negara berkembang seperti Indonesia (khususnya di Provinsi Aceh) dimana sistem air dan sanitasi mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir. and injuries can be water. Many illnesses.Tsunami telah menghancurkan keseluruhan sistem Air dan Sanitasi. Namun demikian. Kontaminasi makanan dapat juga terjadi karena air. penyakit yang berkaitan dengan air masih menjadi permasalahan saat ini. Penyebab dan cara penularan Minum air atau makan makanan yang terkontaminasi bakteri kolera (biasanya ditemukan pada kerang-kerangan mentah). parasitic and viral. The disease can spread rapidly in areas with inadequate treatment of sewage and drinking water. CHOLERA Cholera is an acute. waterrelated diseases are still a current issue. M. sumber kontaminasi biasanya adalah kotoran dari orang yang terinfeksi. In an epidemic.Kes. but hundreds of local and international NGOs and institutions led projects to re-build something even better. Nevertheless. Waterborne diseases are caused by organisms that are directly spread through water and classified in categories: bacterial. The tsunami destroyed the whole existing WatSan system. the source of the contamination is usually the feces of an infected person. especially in the developing countries such as Indonesia (Aceh Province in particular) where the water and sanitation systems have faced many changes in the last few years. Many diseases are related to water. Jamil. Penyakit dapat menyebar dengan cepat di wilayah yang tidak memiliki sistem pembuangan kotoran dan air minum yang memadai. Dalam suatu wabah. parasit dan virus.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Penyakit yang berkaitan dengan air WATER RELATED DISEASES dr Kurnia F. Causes and contamination routes Drinking water or eating food contaminated with the cholera bacterium (usually found in raw shellfish). JENIS-JENIS PENYAKIT DARI BAKTERI BACTERIAL TYPE OF DISEASES KOLERA Kolera merupakan suatu penyakit diare akut yang disebabkan oleh infeksi usus karena bakteri Vibrio cholerae. hands and flies can also occur. hygiene dan sanitasi. Spesialis Penyakit Dalam / Internist . 30 health messenger . Banyak penyakit. or hygiene-related. contaminants. sanitation.

Antibiotik memperpendek proses penyakit dan mengurangi keparahan penyakit. eat only foods that have been thoroughly cooked and are still hot. Langkah-langkah pencegahan dasar Sanitasi yang baik.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Titik konsumsi/Point of consumption Titik konsumsi/Point of consumption Ikan. rapid loss of body fluids leads to dehydration and shock. death can occur within hours. Basic prevention measures Good sanitation. CHOLERA CASES MUST BE REPORTED TO THE DHO or/and PHO pembawa pesan kesehatan 31 . In these persons. Treatments Pengobatan Kolera dapat ditangani dengan mudah dan berhasil dengan segera mengganti cairan dan garam yang hilang karena diare dengan menggunakan Oralit (suatu campuran gula dan garam dicampur dengan air). Without treatment. wash the raw vegetables with clean water. hilangnya cairan tubuh dengan sangat cepat dapat menyebabkan dehidrasi dan shock. and leg cramps. Symptoms Approximately one out of 20 infected persons suffers severe disease characterized by profuse watery diarrhea. Dengan rehidrasi yang cepat. KASUS KOLERA HARUS DILAPORKAN KEPADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN atau/dan PROPINSI Cholera can be simply and successfully treated by immediate replacement of the fluids and salts lost through diarrhea using oral rehydration solution (a prepackaged mixture of sugar and salts to be mixed with water). safe water supply and general hygiene will help to prevent cholera. hindari ikan atau kerang-kerangan yang kurang matang atau mentah. Antibiotics shorten the course and diminish the severity of the illness. Pada orang yang terinfeksi. persediaan air yang aman dan higiene secara umum akan membantu mencegah kolera. Minum air yang direbus dan dipurifikasi (diberi klorin dan yodium) Makanlah makanan yang telah dimasak dengan benar dan masih panas atau makan buah yang sudah dikupas. vomiting. Severe cases also require intravenous fluid replacement. less than 1% of cholera patients die. Drink boiled water or purified water (treated with chlorine or iodine). Kasus yang parah juga memerlukan penggantian cairan ke dalam pembuluh darah. muntah dan kram kaki. shellfish Ekskresi kuman Pathogen excretion Air Minum/Drinking water Irigasi tanaman/Irrigated crops plants Air laut/Costal water Air permukaan dan air sumur/Surface and ground water Saluran pembuangan/Sewage discharge Gejala Sekitar satu dari 20 orang yang terinfeksi mengalami penyakit yang parah yang ditandai dengan adanya diare yang sangat banyak. With prompt rehydration.Tanpa penanganan dapat menyebabkan kematian dalam beberapa jam. avoid undercooked or raw fish or shellfish. kurang dari 1% pasien kolera meninggal. cuci sayuran mentah dengan air bersih. kerang-kerang/Seefood. or fruits that you have peeled yourself.

including diarrhea. Kotoran atau urin orang yang terserang dapat mengkontaminasi makanan atau air minum. where it affects about 21. Orang yang terserang tipus membawa bakteri di dalam aliran darah dan saluran usus mereka. called carriers. they multiply and spread into the bloodstream. 1. WEEK 1: general symptoms of infection (malaise. rash of red spots) WEEK 3: symptoms and signs become more severe.Dapat dilihat terjadinya perforasi dan pendarahan di usus kecil. sejumlah kecil orang yang disebut carrier sembuh dari tipus namun tetap membawa bakteri tersebut.Typhi hanya hidup di tubuh manusia. headache. Demam tipus masih merupakan penyakit yang umum ditemukan di negara-negara berkembang dimana penyakit ini menyerang sekitar 21. This may occur if they handle food or if they do not use a proper toilet.Tubuh bereaksi dengan munculnya demam dan tanda serta gejala lainnya. Basic prevention measures Three basic actions can protect you from typhoid fever: Patients and carriers should not be allowed to handle food for others 2. dysentery. and hepatitis A. MINGGU 1: gejala umum (rasa tidak enak badan.Typhi masuk kedalam tubuh manusia. Pasien dan carrier tidak boleh mengolah makanan untuk orang lain 2. Typhoid fever is still common in developing countries. 3. The faeces or urine of an infected person may contaminate food or drinking water. recover from typhoid fever but continue to carry the bacteria. bakteri tersebut langsung berkembang biak dan menyebar ke dalam aliran darah. Setelah mendapat vaksinasi tipus. Symptoms Once S. Immunization using typhoid vaccine may be recommended for health staff Avoiding risky foods will also help protect you from other illnesses. kolera.5 million persons each year. cholera. Causes and contamination routes Penyebab dan cara penularan Bakteri S. TYPHOID FEVER Typhoid fever is a life-threatening illness caused by the bacterium Salmonella Typhi. Baik orang yang terserang maupun carrier tetap mengandung bakteri tersebut di dalam kotoran mereka. pembuangan kotoran dan urin dengan benar merupakan hal yang sangat penting. they only help to treat it. The body reacts with fever and other signs and symptoms. check with your doctor to see if it is time for a booster vaccination. proper disposal of faeces and urine is essential 3.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM DEMAM TIPUS Demam tipus merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. It may also occur if the water supply is not safe or contaminated with excreta or remains untreated. sakit kepala. Flies can also carry the bacteria from faeces to food. dan demam) MINGGU 2: keadaan semakin memburuk (diare. maka dalam beberapa tahun efektifitasnya akan berkurang. Gejala Begitu bakteri S. Bisa juga terjadi jika suplai air tidak aman atau terkontaminasi dengan kotoran atau minum air yang belum diolah. Typhi in their feces (stool). muncul sejumlah titik-titik merah) MINGGU 3: gejala dan tanda menjadi lebih parah.Lalat juga dapat membawa bakteri dari kotoran ke makanan. Typhi bacteria are in the organism. Persons with typhoid fever carry the bacteria in their bloodstream and intestinal tract. disentri dan hepatitis A. Typhi lives only in humans. Selanjutnya. sakit perut. if you were vaccinated in the past. 32 health messenger . Hal ini dapat terjadi jika mereka mengolah makanan atau jika mereka tidak menggunakan jamban yang benar. Safe community water supply. a small number of persons. Langkah-langkah pencegahan dasar Tiga tindakan dasar dapat melindungi anda dari demam tipus: 1. In addition. Suplai air masyarakat yang aman. Taking antibiotics will not prevent typhoid fever. Getting vaccinated: Typhoid vaccines lose effectiveness after several years. Imunisasi menggunakan vaksin tipus dapat direkomendasikan oleh para petugas kesehatan Menghindari makanan beresiko juga akan membantu melindungi Anda dari penyakit lain termasuk diare. constipation and fever) WEEK 2: condition gets worse (diarrhea. S. Perforation of intestines may be seen and hemorrhage may occur in small intestine. Pasien bisa jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri dan dapat meninggal. Patient can faint remains unconscious and die. Both ill persons and carriers shed S.5 juta orang setiap tahunnya. abdominal pain. konstipasi.

Penting untuk diingat: Penyakit yang berasal dari air dapat diklasifikasikan ke dalam 3 kategori: virus. pasien masih mungkin membawa bakteri S. Penting untuk melakukan pemeriksaan kotoran secara berkala untuk memastikan bahwa tidak ada lagi bakteri S. parasitic and bacterial. Minum antibiotik tidak dapat mencegah demam tipus. penyakit dapat muncul lagi atau ditularkan ke orang lain. Good to remember: Waterborne diseases can be classified in 3 categories: viral. periksalah ke dokter anda apakah sudah saatnya untuk mendapatkan vaksinasi booster. Berikan saran-saran berikut kepada pasien: Cuci tangan dengan seksama menggunakan sabun dan air setelah menggunakan kamar mandi dan jangan mengolah atau menyajikan makanan untuk orang lain untuk mengurangi peluang terjadinya penularan ke orang lain. parasit dan bakteri. do not prepare or serve food for other people in order to reduce the possibility of transmission to other people. the illness could reappear or be transmitted to other people. Advice patients to do the following things: Wash your hands carefully with soap and water after using the bathroom.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM : jika anda dulunya sudah pernah divaksin. Jadi. A series of stool cultures to ensure that no S. patient may still be carrying S. pembawa pesan kesehatan 33 . Typhi. So. Typhi bacteria remain in your body can be necessary. Typhi. Typhoid fever's danger doesn't end when symptoms disappear Even if the symptoms fade away. Typhi dalam tubuh anda. Bahaya demam tipus tidak berakhir walaupun gejalanya sudah hilang Walaupun gejala telah hilang. itu hanya dapat membantu mengobatinya.

Cara penularan = Fase Infektif/Infective Stage Transmission Cacing betina dewasa meng The adult female = Fase Diagnosis/Diagnostic Stage worm lays thouhasilkan ribuan telur di sands of eggs in the dalam usus yang dikeluarintestine which kan melalui kotoran. 34 health messenger . There are no obvious signs and symptoms but if there are many worms. jangan buang kotoran sembarangan. Infection with ascaris is called ascariasis which is the most common human worm infection. Anak-anak lebih sering terinfeksi dan lebih parah dibanding orang dewasa. wash your hands with soap and water before handling food. penyakit ini dapat menyebabkan obstruksi usus than adults. Adult female worms lay eggs that are then ran. Infection occurs worldwide and is found in tropical and subtropical areas where sanitation and hygiene are poor. cacing akan menetas. do not defecate outdoors. dalam paru-paru. carried through the mereka akan tiba di usus lungs and then to dan tumbuh menjadi cacing the throat where dewasa.Anak-anak yang bermain di tanah atau passed in faeces. Cacing betina they are swallowed. Infeksi terjadi di seluruh dunia dan paling biasa terjadi di daerah tropis dan sub tropis dimana sanitasi dan higienenya buruk. perut tidak nyaman dan distensi dapat muncul. menjadi bersifat menular Eggs become infecsetelah dua minggu masa tive after two weeks inkubasi di tanah yang lemof incubation in bab. The larvae are ditelan. water or food. cuci. dapat diiringi dengan diare ringan. Langkah-langkah pencegahan dasar Hindari kontak dengan tanah yang mungkin terkontaminasi kotoran manusia. Penularan terjadi develop into adult ketika tertelan telur cacing yang terkontaminasi dari koto. peel or cook all raw vegetables and fruits before eating or clean raw vegetables with clean water before eating. the small intestines. Children are more prone to this infection. Many children playing in contaminated soil or water are infectTanda dan gejala ed this way. they reach the dibuahi unfertilized egg will not undergo Fertilized egg biological development siklus ini makan waktu 2-3 intestines and bulan. months. Begitu berada di usus damp soil. Basic prevention measures Avoid contacting soil that may be contaminated with human faeces. ASCARIASIS Ascaris is a worm that lives in the small intestine.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jenis penyakit yang berasal dari parasit/Parasitic Type of Diseases ASCARIASIS Ascaris adalah cacing yang hidup di usus kecil. telur yang dewasa bertelur dan diketidak dibuahi Once swallowed. Once in kecil. air atau makanan. In few cases. telur yang tidak akan berkembang luarkan melalui kotoran. it can cause intestinal obstruction or pneumonia and asthma if larvae travel to the lung. cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mengolah makanan. Dalam sejumlah Children are infected more often and more severely kecil kasus.Tidak ada tanda dan gejala yang jelas tetapi bila Signs and symptoms cacingnya banyak. Infeksi akibat Ascaris disebut ascariasis. kupas atau masak semua sayuran dan buah mentah sebelum dimakan atau cuci syauran mentah dengan air bersih sebelum dimakan. This cycle can take between 2-3 air yang terkontaminasi merupakan penyebab utama infeksi. abdominal atau pneumonia dan asma jika larva-larva tersebut masuk ke discomfort and distension may appear. Begitu tertelan.worms. wash. mild diarrhea.Anak-anak lebih sering terserang dibanding orang dewasa. Transmission happens when an infective egg is swallowed from dirt. Ini merupakan penyakit cacing yang biasa dialami manusia. Telur pass in the faeces. Larva dibawa melalui paruTinja immature worms Feces paru dan kemudian ke tenghatch from the gorokan dimana mereka eggs.

This sometimes fatal disease can be prevented and cured. Nyamuk anopheles hidup dihutan dan daerah pegunungan termasuk pesisir hutan bakau. Transmission Mosquitoes are infected by sucking the blood of an infected person. and over one million people die. muntah dan delirium. Kekebalan tubuh yang penuh sulit terbentuk di daerah penularan yang rendah seperti Asia Tenggara namun biasa terdapat di daerah penularan yang lebih tinggi di Afrika sub sahara. Setiap tahun 350-500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia dan lebih dari satu juta orang meninggal. sporozoites can be transmitted to another person through the bite of a female mosquito (Anopheles). MEMUTUSKAN RANTAI PENULARAN DENGAN VAKSIN BREAK THE CYCLE WITH VACCINES Sporozoit/Sporozites Kelenjar liur yang terinfeksi dengan sporozoit/Salivary gland infected with sporozites Perut/Gut Ookista/Oocyst Merozoit/Merozoites Ookinet/Ookinete Gamet/Gametes Sel-sel hati/Liver cells Vesikel/Vesicles Betina/Female Gametosit/Gametocytes Jantan/Male Gejala mulai terjadi disini/Symptoms start here Sel darah merah/Red blood cells Tanda dan gejala Biasanya dimulai dengan gejala yang samar-samar selama beberapa hari. MALARIA Malaria is a mosquito-borne disease caused by a parasite. The anopheles mosquito likes forest and mountain areas including coastal mangroves. Penyakit yang kadang-kadang berakibat fatal ini dapat dicegah dan disembuhkan. Setelah berkembang di usus nyamuk. Then peaks of fever occur with chills and heavy sweating followed by headache. 350-500 million cases of malaria occur worldwide. Kemudian timbul demam yang diiringi menggigil dan banyak berkeringat dibarengi sakit kepala. The mosquitoes usually bite at dawn and dusk. Kemudian penyakit mencapai tahap kronis yang dapat berlangsung bertahun-tahun sampai pasien membentuk kekebalan tubuh. Fully developed immunity is rare in areas of low transmission like most of South-East Asia but common in higher transmission areas of Sub-Saharan Africa. vomiting. Nyamuk biasanya menggigit waktu subuh dan senja. sporozoit dapat ditularkan ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina (Anopheles). Then the disease leads to a chronic stage that may last years before the patient develops immunity. Signs and symptoms Usually begins with a few days of vague ill health.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM MALARIA Malaria adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit dan disebarkan oleh nyamuk. Cara penularan Nyamuk terinfeksi ketika menyedot darah manusia yang menderita malaria. delirium. pembawa pesan kesehatan 35 . After development in the midgut of the mosquito. Every year.

Pasien tidak boleh minum primaquine sebelum uji penyaringan menunjukkan bahwa pasien tidak mengalami defisiensi G6PD. CQ=Klorokuin/Chloroquine D= Doksisiklin/Doxycycline. AM = Artemeter/Arthemehter.Dengan konfirmasi saan lab pemeriksaan lab Unconfirmed by lab test CQ+PQ lab-confirmed malaria AS+AQ+PQ P. Pengobatan Sebagian besar obat yang digunakan adalah aktif melawan bentuk-bentuk parasit di dalam darah (bentuk yang menyebabkan penyakit). Among the 4 types.vivax forms of Malaria: Penyakit malaria terdiri 4 tipe. However. eliminating mosquito breeding grounds. Tabel berikut menjelaskan pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. Pengobatan pasien malaria bergantung pada: ◗ Jenis (spesies) parasit yang menginfeksi ◗ Daerah tempat terinfeksi dan status resistensi obatnya ◗ Status klinis pasien ◗ Penyakit atau kondisi yang muncul bersamaan ◗ Kehamilan ◗ Alergi obat atau pengobatan lain yang telah dilakukan oleh pasien Treatments Most drugs used in treatment are active against the parasite forms in the blood (the form that causes the disease). AS=Artesunat/Artesunate. laboratory tests must done to detect the malaria parasites or their components. or other medications taken by the patient There are 4 types of Malaria. serta menghilangkan tempat-tempat perindukan nyamuk. 2 of them are commonly found in Indonesia. using of mosquito nets and covering the skin with long sleeves and trousers. Namun demikian. Patients should not take primaquine until a screening test has excluded G6PD deficiency.vivax: P. untuk mendapatkan hasil diagnosa pasti. Primaquine tidak boleh diminum oleh wanita hamil atau orang yang kekurangan G6PD (glucose-6-phosphate dehydrogenise). primaquine should not be taken by pregnant women or by people who are deficient in glucose-6-phosphate dehydrogenize (G6PD).GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Langkah-langkah pencegahan dasar Perlindungan dari gigitan nyamuk. falciparum and P. Diagnosis Malaria can be suspected according to the patient's symptoms and the physical findings during examination. Diagnosa Malaria dapat didiagnosa berdasarkan gejala pasien dan pemeriksaan fisik. Basic prevention measures Protecting from mosquito bites. for a definitive diagnosis. Explanation of the treatments for P. falciparum and P. Treating a patient with malaria depends on: ◗ The type (species) of the infecting parasite ◗ The area where the infection was acquired and its drug-resistance status ◗ The clinical status of the patient ◗ Any accompanying illness or condition ◗ Pregnancy ◗ Drug allergies. QN= kina/Quinine Selanjutnya.VIVAX Pada kasus dengan pengobatan yang gagal In case of treatment failure Malaria berat severe malaria Malaria pada kehamilan Malaria during pregnancy pengobatan treatment QN+D+PQ QN/AM QN. menggunakan kelambu dan melindungi tubuh dengan baju lengan panjang dan celana panjang. 36 health messenger . maka uji laboratorium harus dilakukan untuk mendeteksi adanya parasit malaria atau komponennya. PQ=Primakuin/Primaquine. In addition. (AS+AQ -2nd +3rd trimester) CQ+PQ(14d) AQ= Amodiakuin/Amodiaquine. FALCIPARUM Malaria tanpa komplikasi Uncomplicated form of malaria Tanpa konfirmasi pemerik. 2 tipe diantaranya paling sering ditemukan di Indonesia.

(For more information refer to HM 9. severe headache. Usually there are rashes on the skin (bleeding spots). leukopenia. Kadang-kadang penyakit ini meyebabkan shock dan pendarahan yang dapat menyebabkan kematian. ■ pembawa pesan kesehatan 37 .63 Sumber/Source: WHO Kematian/Death Langka-langkah pencegahan dasar Langkah-langkah pencegahan kurang lebih sama dengan langkah-langkah pencegahan malaria. Signs and symptoms Sudden onset of fever. thrombocytopenia (sakit persendian dan punggung). leading to death. sakit kepala yang parah. (Untuk mendapatkan informasi lebih banyak silakan lihat P2K 9. myalgia dan arthralgias. Transmission Dengue fever comes from a mosquito bite (Aedes Aegypti Mosquito). Transmisi Demam berdarah berasal dari gigitan nyamuk (Nyamuk Aedes Aegypti). ZOOM on dengue fever). Dengue is an epidemic disease causing an increased number of cases at certain period of the year (rainy season). leucopenia. ■ Basic prevention measures Preventive measures are more or less similar to malaria preventive measures. Viral Types of Diseases DENGUE FEVER The causative organism is a virus. myalgias and arthralgias.62 . ZOOM mengenai demam berdarah). This is a killer disease of children and adults. Spektrum Demam Berdarah Dengue/The Spectrum of Dengue Haemorrhagic Fever Infeksi dengue/Dengue Infection Deman Fever Tes torniket positif Positive tourniquet test Meningkatnya permeabilitas pembuluh darah Increase vascular permeability Pembesaran hati Hepatomegaly Trombositpenia Thrombocytopenia Stadium I Grade I Manifestasi perdarahan yang lain Other haemorrhagic manifestations Peningkatan hematokrit/Rising haemotacrit Hipoproteinemia/Hypoproteinemia Efusi serosa/Serous effusion } Kebocoran plasma Leakage of Plasma Stadium II Grade II Hipovolemia/Hypovolaemia* Koagulopati/Coagulopathy Stadium III Grade III Syok/Shock Koagulasi intravaskular menyeluruh/Disseminated intravascular coagulation* Perdarahan hebat/Severe bleeding Stadium IV Grade IV * see the glossary p. Aedes mosquito is a day biter and lives around the house and breeds in water containers such as old discarded tires and coconut shells. Occasionally the disease produces shock and hemorrhage. thrombocytopenia (joint and back pains). Biasanya ada bercak-bercak merah di kulit (bercak berdarah).GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM Jensi Penyakit dari Virus DEMAM BERDARAH Organisme penyebab penyakit ini adalah virus. Demam berdarah merupakan penyakit yang dapat mewabah yang menyebabkan sejumlah kasus pada periode tertentu setiap tahun (musim hujan). Ini merupakan penyakit mematikan bagi anak-anak dan orang dewasa. Nyamuk Aedes menggigit pada siang hari dan hidup di sekitar rumah dan berkembang biak di wadahwadah air seperti ban bekas yang tidak dipakai dan batok kelapa. Tanda dan gejala Serangan demam secara mendadak.

research and training and education. Canadian Red Cross Kegiatan medis di sejumlah fasilitas seperti rumah sakit. kaleng. puskesmas and pustu can produce medical waste. Palang Merah Kanada / Environmental Health Technical Program Manager. Berdasarkan potensi bahayanya maka limbah medis dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ◗ Limbah tajam ◗ Limbah yang infeksius ◗ Limbah patologi dan anatomi 38 health messenger . food wrapping. sisa makanan. Dibawah ini adalah beberapa efek samping limbah medis terhadap lingkungan hidup dan kualitas kesehatan: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Medical activities in facilities such as hospitals. pharmaceutical. ada dua jenis limbah: limbah non medis dan limbah medis. It is critical that health care providers learn to protect not only themselves. cans. Based on potential hazards. medical waste can be classified as follows: ◗ ◗ ◗ ◗ Sharp waste Infectious waste Pathological and anatomical waste Cytotoxic waste Karakteristik limbah medis Secara umum. and medical waste.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM PROGRAM MANAJEMEN LIMBAH MEDIS MEDICAL WASTE MANAGEMENT PROGRAM Yayat Kurniawan. non-medical waste. Below are some of the known side effects medical waste can have on the environment and quality of health: ◗ ◗ ◗ ◗ ◗ Damage Damage Damage Damage Damage to to to to to the esthetics of the environment property plants and animals the health of humans genetics and reproduction Kerusakan estetika lingkungan hidup Kerusakan properti Kerusakan tumbuhan dan hewan Kerusakan terhadap kesehatan manusia Kerusakan genetik dan reproduksi Medical waste characteristics In general. but also the general public from harm caused by the improper handling of medical waste. food remnants. bottles. therapy. Sangat penting bagi para petugas kesehatan untuk belajar bagaimana melindungi tidak hanya diri mereka sendiri tetapi juga masyarakat umum dari bahaya yang disebabkan oleh penanganan limbah medis yang tidak benar. Limbah non medis termasuk kertas. obat-obatan. to veterinary. and garbage from a patient’s room. terapi. Medical waste results from medical treatment from various sources ranging from dental. Non-medical waste includes paper. puskesmas dan pustu dapat menghasilkan limbah. Manajer Teknik Program Kesehatan Lingkungan. Sampah medis berasal dari penanganan medis dari berbagai sumber mulai dari bagian gigi sampai veteriner. bungkus makanan dan sampah dari kamar pasien. penelitian serta pelatihan dan pendidikan. botol. there are two different types of waste.

Hemorrhagic fever) ◗ Membrane mucosal (ex. supir. HCV. ◗ ◗ ◗ ◗ Petugas layanan pendukung: pekerja binatu. infeksi kulit) ◗ Melalui udara (misal. are at risk from these potential dangers. anthrax. HBV. blistering or skin scratches (ex. HCV. bronchitis) ◗ Melalui mulut (misal. Pemulung Pasien rawat inap Pengunjung pembawa pesan kesehatan 39 . gastroenteritis) Orang yang beresiko tinggi Petugas sanitasi dan perawatan termasuk petugas yang bekerja di daerah lembab atau di insinerator dan pengambil sampah. bronchitis) ◗ Orally (ex. who work in health care centers. as well as visitors.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ ◗ ◗ ◗ Limbah sitotoksik Limbah obat-obatan Limbah kimia Limbah radioaktif Dampak limbah medis bagi kesehatan Kontak langsung dengan sampah berbahaya dari pusat-pusat kesehatan dapat menyebarkan penyakit. Infectious waste can contain various microorganism pathogens which can enter the human body in various ways: ◗ Stabbing. This could be caused by one or more of the following: ◗ The waste contains infectious agents ◗ The waste contains poisons. Limbah infeksius dapat mengandung berbagai mikroorganisme patogen yang dapat masuk ke dalam tubuh manusia dengan berbagai cara: ◗ Kulit yang luka. Hal ini dapat disebabkan oleh salah satu atau lebih dari hal-hal berikut: ◗ Limbah yang mengandung penyebab-penyebab penyakit infeksi ◗ Limbah yang mengandung racun atau obat-obatan dan bahan kimia berbahaya ◗ Limbah yang mengandung bahan radioaktif ◗ Limbah yang mengandung bahan-bahan yang tajam Penting untuk diingat: Dari limbah tajam hingga limbah radioaktif. or dangerous pharmaceuticals and chemicals ◗ The waste contains radioactive material ◗ The waste contains sharp materials People. anthrax. HIV. demam berdarah) ◗ Selaput lendir (misal. HBV. skin infection) ◗ Air borne (ex. gastroenteritis) ◗ Pharmaceutical waste ◗ Chemical waste ◗ Radioactive waste Impact of medical waste on health Direct contact with dangerous waste from health centers can cause disease to spread. lepuh atau goresan di kulit (misal: HIV. fasilitas kesehatan harus memisahkan limbah medis mereka yang dilakukan sebagai kegiatan harian Orang yang bekerja di pusat-pusat layanan kesehatan serta para pengunjung dapat beresiko terhadap bahaya-bahaya tersebut diatas. dll.

peserta membuat suatu “Tindak Lanjut Rencana MEDICAL WASTE MANAGEMENT BY CRC The Medical Waste Management program being implemented by CRC constitutes one branch of the solid waste management program.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM ◗ Petugas medis: dokter. Dalam penanganan limbah klinis. Insufficient waste treatments can double the contamination risk. and pickers ◗ Support services personnel: laundry workers. staf Puskesmas dan Pustu di Aceh Jaya. Fasilitas dan infrastruktur terdiri dari alat pelindung diri. Tahap yang kedua dilakukan pemeriksaan terhadap volume dan karakteristik limbah yang dihasilkan. incinerator and needle pit. Those who are at high risk ◗ Sanitary and maintenance staff. Scope of medical waste management activity There are two components to this activity: providing facilities and infrastructure to handle medical waste. Staff capacity building occurs through training. Good to remember: From sharp waste to radioactive waste. In clinical waste treatment. medical facilities must segregate their medical waste generated by daily activities. insinerator dan needle pit. Program ini meliputi: ◗ Penilaian: data dikumpulkan dalam dua tahapan. facilitated by the Environmental Health team. dipindahkan dan diolah. ◗ Tahap 1 pelatihan: tahap pertama dilaksanakan di Calang dan Lamno pada bulan Maret 2009 dengan 33 peserta yang berasal dari Dinkes Aceh Jaya. General medical waste treatment practices in Indonesia currently include: ◗ ◗ ◗ ◗ Steam autoclaving Chemical decontamination Land filling Incineration Cakupan kegiatan manajemen limbah medis Ada dua komponen pada kegiatan ini: penyediaan fasilitas dan infrastruktur untuk menangani limbah medis serta peningkatan kapasitas para petugas layanan kesehatan. transported and treated. Tahap pertama.Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan keahlian dan membangun kesadaran mengenai manajemen limbah medis. bahan-bahan perlu dipisahkan. Target program CRC adalah fasilitas-fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Aceh Jaya. kondisi fasilitas yang ada saat ini didokumentasikan demikian juga kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung. fasilitas pengumpulan limbah. including those working in the dump area or in the incinerator. Untuk kesinambungan program. Pendekatan program Program ini dimulai pada bulan Januari 2009 dan akan berakhir pada bulan Desember 2009. etc. Kurangnya penanganan limbah dapat melipatgandakan resiko kontaminasi. contained. Cara-cara penanganan limbah medis yang umum dilakukan saat ini di Indonesia antara lain: ◗ ◗ ◗ ◗ Autoclav uap Dekontaminasi bahan kimia Penimbunan tanah Insinerasi MANAJEMEN LIMBAH MEDIS OLEH CRC Program Manajemen Limbah Medis yang sedang dilaksanakan oleh CRC merupakan salah satu cabang program Manajemen Limbah Solid padat difasilitasi oleh tim Kesehatan Lingkungan. waste collecting facilities. nurses. Medical waste management More than 20% of waste from health care facilities is infectious. to increase their skills and build awareness 40 health messenger . drivers etc ◗ ◗ ◗ ◗ Scavengers In-patients Visitors Medical staff: doctors. dimasukkan ke dalam wadah. Manajemen limbah medis Lebih dari 20% limbah fasilitas layanan kesehatan dapat menyebabkan infeksi. as well as capacity building for health care staff. The facilities and infrastructure consists of personal protective gear. material needs to be segregated. Peningkatan kapasitas petugas diperoleh melalui pelatihan untuk meningkatkan keahlian mereka dan membangun kesadaran mengenai topik penanganan limbah medis secara aman. perawat. dll. PMI cabang Aceh Jaya.

boots. etc. Untuk menentukan tingkat pengetahuan selama dua hari pelatihan. Program approach This program began in January 2009 and will finish in December 2009. ◗ Infrastructure design and selection of tools: This includes the provision of an incinerator and needle pit. ◗ Training stage 1: the first stage was implemented in Calang and Lamno on March 2009 with 33 participants who came from the DHO of Aceh Jaya. in association with the DoH. masks. The estimated number of indirect beneficiaries is 6. participants created a ‘Follow-Up Medical Waste Action Plan’. needle cutters. Diperkirakan jumlah penerima manfaat secara tidak langsung ada sebanyak 6. shoes. as well as current practices. maka para peserta diuji pada awal pelatihan dan akhir pelatihan. Penerima manfaat Jumlah penerima manfaat dari kegiatan ini adalah 73 petugas kesehatan dan 81 pasien setiap harinya. sepatu. are dramatic. will monitor and evaluate the effects of this training Kegiatan Limbah Medis”. participants were tested at the beginning of the training. ◗ Desain infrastruktur dan pemilihan alat: Hal ini mencakup penyediaan sebuah insinerator dan needle pit.) ◗ The infrastructure construction and supply of tools: started in May and will be completed in July ◗ Training on the operation and maintenance of facilities and tools: will be conducted at the end of July. the conditions of existing facilities were documented.) and collection facilities (labeled bins. ■ pembawa pesan kesehatan 41 . as indicated in the chart above. etc. CRC.alat pelindung diri (sarung tangan. The results.400 orang. In the first stage. pemotong jarum. From July until December. To determine the amount of knowledge gained during the two day training session. CRC bekerjasama dengan Dinkes Kabupaten akan memonitor dan mengevaluasi efek dari pelatihan tersebut. ■ Beneficiaries The number of direct beneficiaries from this activity is 73 health care staff and 81 patients per day. sepatu bot. The second stage involves auditing the volume and characteristics of waste generated. personal protective gear (gloves. Dari Juli sampai dengan Desember. PMI branch of Aceh Jaya. kotak keselamatan dll) ◗ Konstruksi infrastruktur dan suplai alat-alat: dimulai bulan Mei dan akan selesai bulan Juli ◗ Pelatihan mengenai operasional dan perawatan fasilitas dan peralatan: akan dilaksanakan pada akhir bulan Juli. seperti ditunjukkan pada diagram di atas. This number does not include those visiting the various health care facilities. masker. dll) dan fasilitas pengumpulan limbah (tempat sampah yang diberi label. staff of puskesmas and pustu in Aceh Jaya. It includes: ◗ Assessment: data is collected in two stages. safety boxes. Jumlah ini tidak termasuk orang yang mengunjungi berbagai fasilitas layanan kesehatan. The goal of the training was to improve skills and build awareness regarding medical waste management. The CRC program targets health care facilities in Aceh Jaya District. and again at the end.400.Hasilnya cukup dramatis. For the sustainability of the program.GENERAL HEALTH KESEHATAN UMUM on the topic of safe handling of medical waste.

Researchers revealed that bacterial vaginosis is not merely carried by every women. untuk para ibu hamil disarankan untuk menjaga kebersihan organ kewanitaan diantaranya dengan cara berikut: ◗ Menjaga supaya daerah di sekitar vagina dalam kondisi selalu kering ◗ Gunakan sabun tanpa parfum ◗ Gantilah pakaian dalam setiap hari ◗ Gunakan celana dalam katun dan pakaian longgar agar daerah vagina tidak lembab During pregnancy.8–4. Cut Mutia hospital. Lhokseumawe Saat hamil. Changes also occur on feminine organ.MOTHER & CHILD IBU & ANAK Kebersihan kewanitaan pada kehamilan FEMININE HYGIENE DURING PREGNANCY Rahmi Wardhani AmKeb.8 – 4. tubuh wanita mengalami banyak perubahan baik fisik dan hormon. Antiseptic soap can only be used to treat infection on the genital labia 42 health messenger . Para peneliti di Inggris menemukan bahwa bakterial vaginosis berbahaya bagi kesehatan kandungan.2)1.2)1. Riset yang dilakukan terhadap 771 wanita ini menunjukkan bahwa risiko keguguran pada tiga bulan pertama masa kehamilan terjadi dua kali lebih besar pada wanita hamil yang terinfeksi bakteri ini. Perubahan tubuh dan hormon selama hamil juga membuat keseimbangan PH vagina berubah. sehingga perlu adanya perhatian khusus terhadap kebersihan organ kewanitaan pada saat hamil. Peneliti mengungkapkan bahwa bakterial vaginosis sejatinya tidak selalu diidap setiap wanita. Akibatnya infeksi jamur juga mudah terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan iritasi dan keputihan. Bakterial vaginosis ini terjadi apabila bakteri komensal vagina digantikan oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan radang pada vagina karena perubahan lingkungan dan keseimbangan PH vagina berubah (PH vagina normal: 3. therefore it needs special attention and cares during pregnancy. Research conducted on 771 women showed that the risk of abortion during the first trimester of pregnancy is twice higher for pregnant women who are infected with bacterial vaginosis. dibandingkan dengan wanita yang sehat. Bakteri ini menyebabkan radang vagina yang dapat mengakibatkan wanita hamil mengalami keguguran kandungan. it is suggested that pregnant women pay attention to their feminine organ by following these advices: ◗ Keep the vagina always dry ◗ Use non-perfume soap ◗ Change underwear every day ◗ Wear cotton underwear and loose clothes so that vagina is not humid ◗ Using antiseptic soap is not recommended. This bacteria can lead to a vagina inflammation that may cause abortion. Therefore. The bacterial vaginosis will appear when vagina commensal bacteria is replaced by a bacteria that may inflame the vagina due to environmental changes and vagina PH (acide level) balance (normal vagina PH: 3. This can cause fungus infection for pregnant women which may have irritation and fluor albus effect. woman’s body experiences many physical and hormonal changes. Perubahan juga terjadi pada organ kewanitaan. Researchers in England found that bacterial vaginosis is dangerous for the reproductive health. SPd/Bidan RSU Cut Mutia Lhokseumawe/Midwife. Karena itu. Physical and hormonal changes during pregnancy also result in changes of vagina PH balance.

27/XXVIII/6 .The risk of low birth weight associated with vaginal douching. Ketidakseimbangan pH ini akan menyebabkan bakteri-bakteri komensal menjadi mati sehingga vagina dapat terserang bakteri dari luar. 1.4 times if women use commercial vaginal douching. 32(1). 913-917.MOTHER & CHILD IBU & ANAK ◗ Tidak disarankan pemakaian antiseptik secara berlebihan.C. ◗ Antiseptik hanya boleh dipakai seandainya terjadi infeksi di bibir vagina ◗ Cucilah organ kewanitaan dari depan kebelakang bukan sebaliknya saat setelah buang air besar ◗ Hindari pemakaian bedak atau parfum pada vagina karena akan merusak keseimbangan keasaman vagina ◗ Tidak dianjurkan untuk melakukan bilas vagina (tindakan yang dilakukan untuk membersihkan vagina dengan menyemprotkan air atau cairan lain ke dalam liang vagina untuk membersihkan cairan vagina dan lender-lendir lainnya) karena bilas vagina dapat membuat PH (tingkat keasaman) dalam vagina menjadi tidak seimbang apalagi kalau bilas vagina itu sering dilakukan. Cottrell BH.12 September 1999) 2. Kendrick. ■ ◗ After defecation. K. wash the genital organ from the front side to the back side. and not the contrary and with clear water ◗ Avoid the use of powder or perfume on vagina because it may ruin the acid balance on vagina ◗ Not recommended to do vaginal douching (process of rinsing or cleaning the vagina by forcing water or another solution into the vaginal cavity to flush away vaginal discharge or other contents) as it may result to an imbalance of PH in the vagina. It can lead to the destruction of the commensal bacteria so then the vagina can get infected by the outside bacteria.Fiscella.6 kali menderita penyakit radang panggul dibandingkan dengan mereka yang melakukannya kurang dari 1 kali sebulan. TEMPO (NO.(1998). It was reported that women who do vaginal douching at least once a are running twice the risk of getting an ectopic pregnancy. Gynecologic. Pada wanita hamil yang melakukan bilas vagina 2 sampai 3 kali seminggu 40% lebih besar kemungkinannya untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak melakukan bilas vagina2.S..12-8.3. ■ Penting untuk diingat: Bilas vagina tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan infeksi pada vagina.. Dilaporkan pada perempuan yang melakukan bilas vagina paling sedikit 1 kali seminggu mempunyai risiko 2 kali menderita kehamilan di luar kandungan.3. Penelitian di Amerika membuktikan bahwa perempuan yang secara rutin melakukan bilas vagina lebih besar kemungkinan terkena masalah kesehatan dari pada perempuan yang tidak rutin melakukannya. 92(6). Dilaporkan bahwa perempuan yang melakukan bilas vagina 3 kali atau lebih dalam sebulan akan mempunyai risiko 3. Vaginal douching. Research in America found out that women who do regular vaginal douching run a higher risk of having health problems compared to women who don’t. & Neonatal Nursing. Pregnant women who do vaginal douching twice up to three times a week have 40% possibility to deliver a low birth weight baby compared to pregnant women who do not proceed to vaginal douching2. Good to remember: Vaginal douching is not recommended as it may cause infection on vagina.. F.6 times more likely of getting pelvic infection compared to women who do vaginal douching once a month. It has been stated that women practising vaginal douching 3 times or more in a month are 3.Obstetrics & Gynecology.4 kali jika menggunakan bahan bilas vagina komersial. 3. Franks. pembawa pesan kesehatan 43 . Journal of Obstetric. Risiko tersebut akan meningkat menjadi 4. (2003). This risk can be increased to 4. P. & Bruce. J.

genetic factor and public services. lingkungan menentukan baik buruknya status derajat kesehatan masyarakat. Namun keinginan untuk dapat memenuhi hajat urung karena tidak ada air. this sector also has minimum attention from the policy makers either at central or provincial level. more than 1. Not only at the community level. which is not as crowded as the provincial bus terminal. Qualitative and quantitative facilities and infrastructures are lacking as well as access to clean water and it leads to negative impacts on health.Tidak hanya di tingkat masyarakat. Menurut WHO. Air dan sanitasi merupakan salah satu persoalan di Indonesia.1 billion people either in cities or villages do not have access to water and 2. Ini dapat dilihat dari rendahnya kualitas dan kuantitas prasarana dan sarana sanitasi serta pemenuhan kebutuhan akan air bersih yang akan berdampak negatif bagi kesehatan. According to WHO. and the toilets are also dirty and stinky. Research by Water and Sanitation Program supported by the World Bank showed that Indonesia has suffered an important economical loss 44 health messenger . Access to water and sanitation are two main components of the environmental factor. sektor ini juga minim perhatian dari para pengambil kebijakan baik di pusat dan daerah. Program Studi Pendidikan Dokter Univ.6 billion people do not have access to basic sanitation. But that need could not be fulfilled since there is no water. Riset oleh Water and Sanitation Program yang You are travelling by plane. pelayanan kesehatan dan genetik.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Air dan Sanitasi : Sebuah Pemenuhan Hak Water and Sanitation: A Right Fulfillment dr. serta WC yang kotor dan berbau. Itu baru di satu bandara saja. Along with the behavioral factor.Akses terhadap air minum dan sanitasi merupakan dua hal dari faktor lingkungan dimaksud. what about access to water and sanitation in other public facilities.1 milyar orang baik di desa mapun kota mengalami kekurangan akses terhadap air minum dan 2. Bersama dengan faktor perilaku. Nur Fardian. That is only in one airport. Bagaimana dengan akses terhadap air dan sanitasi di sarana publik lainnya baik di kota maupun desa di Aceh? Lingkungan menjadi salah satu indikator penentu dalam menilai kondisi kesehatan masyarakat. Malikussaleh Anda sedang berada dalam perjalanan ke luar kota dengan menggunakan pesawat. While waiting in the airport. But. WatSan is a big issue in Indonesia. yang berarti tidak seramai orang yang menggunakan kamar kecil di terminal bus antar kota antar propinsi. either cities or villages in Aceh? Environment is one of the indicators determining the condition of public health. Malikussaleh / Medical Studies Program Univ. lebih dari 1. anda harus ke belakang. environment determines the degree of the community health whether it is good or bad.6 milyar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi dasar. Selama menunggu di bandara. you need to go to the toilets.

Diarrhea is one of the most important water related diseases making quite a lot of deaths. sampah atau comberan. Refer to Riskesdas 2007 Aceh Province. Such an expensive cost for something told to be dirty and disgusting as related to water. Padahal jika investasi untuk infrastruktur sanitasi sebesar Rp 51.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL didukung oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa Indonesia mengalami kerugian ekonomi akibat buruknya sanitasi dan hygiene hingga US$ 6. toilets. Few pembawa pesan kesehatan 45 Copyright UNICEF . hingga 2006. Kondisi air dan sanitasi yang buruk.3 billion or Rp 56 trillion in 2006). According to the measurement of Disability Adjusted Life Years (DALY). World Bank mentioned that until 2006.7% dari total beban penyakit. diperkirakan akan mengurangi biaya kesehatan antara 6 -19%. The economical loss from polluted water that is due to bad sanitation can be over than US$ 1. Whereas if the investment for sanitation infrastructures would be Rp 51. Sebuah harga yang mahal untuk hal yang selama ini dianggap kotor dan menjijikkan. including medication expenses reduced by 2-5%. konsumsi air/orang/hari di Provinsi Aceh pada due to bad hygiene and sanitation (up to US$ 6. Bad sanitation may also cause water pollution: increasing the expense of water supply for households. Diare menjadi penyebab kematian yang cukup besar akibat buruknya kondisi air dan sanitasi. Bad sanitation causes at least 120 million contagious diseases cases and 50. and reducing fish production both in the river and sea. berdasarkan pengukuran Disability Adjusted Life Years (DALY). government investment allocation was only Rp 200/person/year. karena hanya terkait dengan air.254/orang/tahun.5 billion (Rp 13 trillion) every year. bad sanitation and water condition cause 5. jamban.000 kematian prematur/tahun.3 miliar atau Rp 56 triliun di tahun 2006.7% of the total disease burden.000 premature deaths per year.Termasuk biaya pengobatan sebesar 2-5%.254/person/year.3 miliar (Rp 29 triliun)/tahun.3 billion (Rp 29 trillion) per year. Mengacu pada Riskesdas 2007 propinsi Aceh terkait air dan sanitasi. the consumption of water/person/day in Aceh province is generally >100 liters (optimum access). investasi yang diberikan pemerintah hanya Rp 200/orang/tahun. or waste. Sanitasi yang buruk juga mengakibatkan pencemaran air: menambah beban biaya pengadaan air bersih untuk rumah tangga. it is estimated the health expenses would be reduced by 6-19%. dan mengurangi produksi ikan di sungai dan danau. Sanitasi yang buruk menyebabkan setidaknya 120 juta kejadian jangkitan penyakit dan 50. The economical impact may reach US$ 3.Dampak ekonomi dari hal tersebut mencapai US$ 3. Besarnya kerugian ekonomi dari tercemarnya air yang diakibatkan oleh buruknya sanitasi melebihi US$ 1. wells. World Bank menyebutkan. menyumbang 5.5 miliar (Rp 13 triliun) setiap tahunnya. sumur.

semua orang tidak terkecuali seharusnya menikmati layanan tersebut. We. everyone without exception should be able to enjoy this basic service. and in the mean time. Only 45. while according to the water availability in Aceh province. ■ Good to remember: Access to clean water and safe sanitation is a basic human right. Perlu kontribusi positif dari berbagai elemen untuk dapat mewujudkan kondisi air dan sanitasi yang baik. People have to realize that clean water and access to sanitation is a basic human right everyone should fulfill. Masalah kualitas fisik air bersih yang cukup banyak adalah kekeruhan dan warna. Terlebih bagi mereka yang harus berjalan jauh berjam-jam demi mendapatkan air bersih.Tentu ini menjadi beban karena kebutuhan akan air dan sanitasi yang baik menjadi hak bagi semua orang.5% rumah tangga di Aceh mempunyai akses baik terhadap air bersih dan 32. All parties should pay attention to this issue of clean water access and sanitation. dan mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kondisi air dan sanitasi yang baik. Especially for people who have to walk hours just to get clean water. Kiranya kita para petugas kesehatan pun dapat berperan aktif dalam memberi informasi. Kesadaran akan makin minimnya air sehat dan layanan sanitasi yang baik sepatutnya menjadi perhatian semua pihak. Masyarakat harus menyadari bahwa air bersih dan akses terhadap sanitasi adalah hak semua orang yang harus dipenuhi. The figures show that not everybody has equal access to good water and sanitation. Dalam hal jarak dan waktu.5% have good access to sanitation. sedangkan berdasarkan dan ketersediaan air bersih. Layanan air dan sanitasi dasar merupakan hal yang vital untuk kehidupan manusia dan martabatnya. karena sehat menjadi harga yang mahal. dan pada saat ini. Health officers should actively take part in giving information. generally they can reach well/water sources in a 1 km area (less than 30 minutes). This is a real problem whereas the need of good water and sanitation is a basic right for everybody.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL umumnya >100 liter (akses optimal). Basic sanitation and water services are vital for human life and dignity. 45.5% akses baik terhadap sanitasi. ■ 46 health messenger . as citizens. 21. pada umumnya rumah tangga dapat menjangkau sumber air dalam waktu kurang dari 30 menit dan jarak kurang dari 1 km. normal and part of the habits.5% of Acehnese households have good access to clean water and only 32. cities/municipalities still have an access to water under the national average. secara umum di provinsi Aceh sebanyak 21. should positively act to realize good sanitation and water condition. whatever the social level. since health is expensive when water and sanitation are not safe and assumed as something common. every member of the society. the water is turbid and unclean. atau buang air besar di tempat terbuka. The common problem is that most of the time. sanitation and water condition. can also participate in the advocacy for policy related to clean water and sanitation. Everyone. ketika air dan akses terhadap sanitasi yang tidak baik menjadi sebuah hal yang dianggap benar karena wajar terjadi dan menjadi kebiasaan. and encouraging the community to be careful about hygiene. Penting untuk diingat: Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman adalah hak dasar manusia Angka di atas menunjukkan bahwa belum semua orang memiliki akses yang sama atas air dan sanitasi yang baik. Masih terdapat beberapa kabupaten/kota yang pemenuhan kebutuhan airnya di bawah rata-rata Nasional.8% rumah tangga mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau. or to defecate in open air.8% of households face difficulties to access clean water during dry season: talking about time and distance. Kita juga sebagai warga negara dapat berperan dalam advokasi kebijakan terkait air dan sanitasi.

You have to take care of your hands. Sarung tangan digunakan. But try to keep your hands from getting too dry and chapped. The gloves are disposable and procedure-specific. Anda harus merawat tangan anda. Cairan disinfektan tangan yang mengandung alkohol dapat mengurangi pertumbuhan bakteri. Sarung tangan dapat digunakan untuk sekali pakai dan merupakan prosedur khusus. aman dan bersih.Air hangat dan sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan. Take care of ulcers and have chronic skin manifestations examined and treated. Gloves are used. You should wash your hands for at least 30 seconds. Hand hygiene and personal hygiene are the basics. Hand disinfectants which include alcohol decrease the bacterial strain. Hand disinfectant is rubbed in the hands for 30 seconds and left to dry. cobalah untuk menjaga tangan anda supaya tidak terlalu kering dan pecah-pecah. Warm water and soap is used in washing. Tangan dikeringkan dengan seksama dan di disinfeksi dengan menggunakan desinfektan tangan. before meals and if you get secretions or visible dirt on your hands.Kep/Staf pengajar pada Sekolah Keperawatan Poltekkes Provinsi Aceh / Teaching staff at Nursing School . clean water and sanitation system. when you go on and off duty. nanah pada luka atau nanah lainnya atau saat anda merawat pasien diare atau ketika berada dalam ruang isolasi.Poltekkes Aceh Province. WATER AND SANITATION Ns. sanitasi dan air di rumah sakit INSTRUCTIONS ON HOSPITAL HYGIENE. must be treated appropriately before working with pembawa pesan kesehatan 47 .PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Instruksi tentang kebersihan.Lepaskan sarung tangan segera setelah prosedur tersebut selesai dan buang ke dalam tong sampah. Hasniah. Dry them carefully to avoid rashes and infections caused by moisture. Disinfect your hands. Anda harus mencuci tangan paling tidak selama 30 detik. safe. Rawatlah jika ada luka pada kulit Every health facility should be equipped with good. Infections. Remove the gloves immediately after the procedure and throw them into the bin. ketika membersihkan kotoran pasien. Closiridium spores (antibiotic diarrhea) make an exception. 1. Petugas kesehatan harus menjadi orang pertama yang mematuhi peraturan kebersihan di puskesmas dan rumah sakit. Disinfeksi tangan harus dilakukan setelah merawat tiap pasien dan ketika akan memasuki dan meninggalkan ruangan isolasi. The hands are dried carefully and disinfected with a hand sanitizer. Cairan desinfektan tangan digosokgosokkan pada tangan selama 30 detik dan dibiarkan kering. Disamping itu. Kebersihan tangan Anda harus mencuci tangan. ketika hendak dan setelah selesai melakukan pekerjaan. Kecuali pada spora Clostridium (antibiotik diare) yang bisa dihilangkan hanya dengan mencuci tangan. Setiap fasilitas kesehatan harus dilengkapi dengan sistem air dan sanitasi yang baik. pus from a wound or other pus or when you are nursing a patient with diarrhea or in isolation. S. Lalu disinfeksi tangan anda. such as infection around the nails. Health workers should be the first persons to follow the rules of hygiene in puskesmas and hospitals. sebelum makan dan jika ada cairan atau kotoran yang terlihat di telapak tangan anda. when exposed to the patient’s excretions. Hand hygiene You have to wash your hands. Keringkan tangan anda secara seksama untuk menghindari iritasi dan infeksi kulit yang disebabkan oleh tangan yang lembab. The disinfection of hands must be carried out after each patient and when entering and leaving the isolation room. since they can be removed only through washing. Kebersihan tangan dan kebersihan diri adalah hal yang paling pokok. 1.

seperti infeksi di sekitar kuku. Protective coats or other work clothes must not be used outside hospital grounds. a cap must be used in the operating theatre. Infeksi. Pada kebanyakan selama prosedur medis. gelang dan kuku palsu harus dipindahkan karena akan mengganggu pembersihan tangan yang tepat selama kegiatan sehari-hari. Mantel pelindung atau pakaian kerja lain tidak boleh dipakai di luar rumah sakit. Kebersihan diri Pakaian pelindung yang disediakan oleh rumah sakit dipakai didalam ruang rawat inap dan klinik rawat jalan. ■ Penting untuk diingat: Petugas kesehatan harus mengetahui peraturan kebersihan dan sanitasi di puskesmas dan rumah sakit untuk mencegah dari infeksi nosokomial. hand jewellery. Cincin. Masker penutup mulut-hidung dan pakaian steril harus dipakai pada prosedur yang membutuhkan teknik yang aseptik. Setiap petugas harus memakai sepatu sendiri yang rapi yang sesuai dengan peraturan kebersihan dan keamanan kerja. Lebih lanjut. bracelets and artificial nails prevent hands from getting sufficiently clean and should be removed during your daily practises. Protective clothing must cover the clothing underneath. You must use protective clothing when on call or in an operating theatre. which should comply with the requirements of hygiene and occupational safety. . Tights should be used with skirt or dress model protective clothing. ■ 2. Rings. Hair should be clean and tidy and long hair must be tied up. A surgical oralnasal mask and sterile clothing must be worn in procedures requiring aseptic technique. During most of the medical procedures. Anda harus memakai pakaian pelindung ketika bertugas atau jika berada dikamar bedah. patients. Hand and personal hygiene measures. Celana ketat sebaiknya dipakai didalam pakaian pelindung bila pakaian pelindung dalam bentuk rok atau baju panjang. Personal hygiene Protective clothing provided by the employer is used in every health facility. rambut harus ditutup dengan penutup kepala yang steril. topi harus digunakan dalam ruang bedah. harus dirawat dengan cara yang tepat sebelum bekerja dengan pasien. if they are respected in the health facilities are undoubtedly the most important strategies in combating the increasing incidence of multidrug-resistant organisms in healthcare. The clothing must be kept clean and it must be changed when it gets dirty or at least once a week. The staff uses their own. Jika kebersihan tangan dan kebersihan diri ini dipatuhi saat bekerja difasilitas kesehatan tidak diragukan lagi ini merupakan strategi yang paling penting dalam memberantas meningkatnya insiden organisme multi-drug resisten pada pelayanan kesehatan. hair should be covered with a sterile cap. Pakaian pelindung harus menutupi pakaian yang ada dilapisan dalam.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL serta periksa dan obati jika terdapat penyakit kulit yang kronis. In addition. 2. perhiasan tangan. Rambut harus bersih dan rapi dan rambut yang panjang harus diikat. 48 health messenger Good to remember: Health staff should know the hygiene and sanitation rules in puskesmas and hospital to prevent from nosocomial infection. tidy footwear. Pakaian tersebut harus dijaga supaya tetap bersih dan harus diganti ketika kotor atau paling tidak seminggu sekali.

Sekarang pun. What do male nurses think about working in puskesmas (community health center). Sedangkan perawat pria lebih gesit dan lebih cepat sehingga lebih cocok ditempatkan untuk kegiatan-kegiatan dilapangan. Dari 40 murid hanya ada 4 laki-laki. He graduated from nursing school in 1997. Perawat wanita umumnya lebih teliti. Female nurses are usually more detailed. NB: Ya. karena sejak dari sekolah dulu sudah melihat hal seperti ini. Bagaimana tanggapan perawat pria yang bekerja di puskesmas yang lingkungannya didominasi oleh wanita? Team HM bertemu saudara Bambang Isnur Imanto. HM: Bagaimana tanggapan anda terhadap air dan sanitasi di Puskesmas dan di desa-desa wilayah kerja puskesmas anda? HM: Do you enjoy working in the surveillance unit of infectious diseases? NB: Yes. although this is not my basic education but I have received many trainings on infectious diseases surveillance that allowed me to gain a lot of knowledge. lebih teratur. Male nurses are usually more energetic. di puskesmas ini hanya ada 3 perawat pria. a male nurse who has been working in the Infectious Diseases Surveillance Unit of the puskesmas Kopelma Darussalam since 2005. HM: Apakah anda menikmati bekerja di unit surveillance penyakit menular? HM: What do you think about working in an environment which is dominated by women? NB: I do not face any difficulty because since school time I have seen this situation. when it comes to work there is a difference between male and female nurses. HM: Bagaimana tanggapan anda bekerja dilingkungan yang didominasi oleh wanita? NB: Biasa saja. Tapi menurut saya. saat bekerja ada sedikit perbedaan antara perawat pria dan wanita. Beliau lulus sekolah perawat pada tahun 1997. seorang perawat pria yang bekerja di puskesmas Kopelma Darussalam sejak tahun 2005 di Unit Surveillance Penyakit Menular. dan lebih sabar. But according to me.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL Wawancara Interview PERAWAT BAMBANG Tim P2K/ HM team NURSE BAMBANG Makin lama semakin banyak pria yang bekerja sebagai perawat. There were only 4 boys out of 40 students. Most of the time. walaupun dasar pendidikan saya bukan disini. pembawa pesan kesehatan 49 . tetapi saya banyak mengikuti pelatihan-pelatihan tentang surveillance penyakit menular sehingga saya jadi banyak mendapat ilmu yang dapat saya gunakan dalam unit kerja saya ini. Nowadays increasingly more men work as nurses. I can use in my working unit. saya tidak canggung. a field dominated by women? HM team met HM Bambang Isnur Imanto. male nurses are appointed to field activities. more organized and more patient.

jamban dan air semakin baik terutama setelah tsunami baik itu di puskesmas maupun di desa-desa wilayah kerja puskesmas (Desa Rukoh. Ie Masen Kayee Adang dan Deah Raya). HM: HM: Apa anda ingin ikut pelatihan lagi? Tentang apa? NB: Ya. Karena banyak sekali penyakit-penyakit yang disebabkan oleh buruknya sanitasi dan tidak adanya akses terhadap air bersih. HM: Apakah anda yakin air yang anda minum di rumah dan di puskesmas sudah memenuhi syarat kesehatan? NB: Ya. membersihkan tempat sampah. Lamgugob. they also educate them on the basics of hygiene and sanitation. Khususnya di wilayah kerja puskesmas saya ada unit yang bertugas untuk memeriksa kualitas air minum isi ulang ini secara berkala. Saya pernah mengikuti pelatihan ini tapi saya ingin lebih mendalaminya. HM: Are you sure that drinking water in the households and puskesmas are matching healthy requirements? NB: Yes. HM: Is the WatSan progam in the puskesmas succesful? NB: Yes. The development of drainage. Walaupun kami masih mendapat beberapa kasus diare tetapi belum pernah ada wabah diare. HM: What do you think about water and sanitation NB: in puskesmas and villages in your working area? Today it is getting better. ■ HM: Do you feel like needing additional training? About what? NB: Yes. Avian flu etc. HM: Menurut anda. Actually. ■ 50 health messenger . latrines and access to water are improving especially after tsunami both in puskesmas and in villages within this puskesmas working areas (Desa Rukoh. Kusta. Leprosy. Misalnya. Good to remember: Health workers not only give medication to people. absolutely. I participated in this training once but I would like to deepen my knowledge. there is one unit which regularly examine the quality of the refill drinking water. should every nurse know about WatSan and its relation with health? NB: Yes. karena umumnya sekarang kita minum air isi ulang. HM: Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti? NB: Pelatihan yang terkait dengan surveilans penyakit menular seperti surveilans TB. For instance. We are still facing some diarrhea cases but no diarrhea outbreak has been noticed. tetapi juga harus memberikan edukasi kepada pasien cara-cara mencegah diare misalnya mencuci tangan pakai sabun. HM: According to you. I want to attend an Adolescent Problems Counseling Program because currently I am pursuing psychology studies. Specifically. tentu. we can say it is successful in the puskesmas. Penting untuk diingat: Petugas kesehatan tidak hanya memberikan pengobatan kepada masyarakat tetapi juga mengajari mereka tentang dasar-dasar higiene dan sanitasi. Kopelma Darussakam. Pembangunan saluran pembuangan. Ie Masen Kayee Adang and Deah Raya). we give not only medication but also education to the patient on measures to prevent diarrhea such as washing hands with soap. Lamgugob. kita bukan hanya memberikan pengobatan. bila ada pasien diare datang berobat. apakah setiap perawat harus tahu masalah air dan sanitasi serta kaitannya dengan kesehatan? NB: Ya. Kopelma Darussakam. because generally we drink refill water. There are so many diseases caused by poor sanitation and lack of access to clean water. saya ingin ikut pelatihan tentang Program Konseling Permasalahan Remaja karena saya sedang melanjutkan pendidikan di psikologi.PSYCHOSOCIAL PSIKOSOSIAL NB: sekarang sudah lebih baik. cleaning up garbage bin. Flu Burung dan sebagainya. BAB pada tempatnya dan sebagainya. within the working areas of my puskesmas. HM: Bagaimana pendapat anda tentang program Air & Sanitasi di puskesmas? Apakah berhasil? NB: Menurut saya program watsan di puskesmas dapat dibilang cukup berhasil. defecation in latrines and so forth. if a diarrhea patient comes for medication. What are the trainings you have attended already? NB: Trainings related to surveillance of communicable diseases such as surveillance of TB.

Diare bisa disebabkan oleh infeksi usus oleh berbagai bakteri. This loss is called dehydration and electrolytes imbalance. Diare itu berbahaya Kehilangan cairan karena mencret bisa menyebabkan kekurangan gizi dan kematian. Apa itu diare? Diare adalah BAB encer atau tinja berair 3 kali atau lebih per hari. Diarrhea is a danger The loss of watery stools can lead to under nutrition and death.Kes. Panduan ini akan membantu anda untuk menangani kasus-kasus diare baik yang disebabkan atau berhubungan dengan air. dan lebih banyak dari dalam darah yang masuk ke usus besar. What is diarrhea? Diarrhea is the passage of 3 or more loose or liquid stools per day. Dehidrasi Tubuh biasanya mendapatkan masukan (input) air dan garam melalui minuman dan makanan dan tubuh mengeluarkan air dan garam (output) melalui tinja. When there is diarrhea. viral and parasitic organisms. Oleh karena itu. air dan garam melewati usus besar ke dalam darah. more than the normal amount of pembawa pesan kesehatan 51 . usus besar tidak bekerja seperi biasanya. Ketika usus sehat. Thus. Less water and salts pass into the blood. urine and sweat.Air dan garam masuk ke dalam darah berjumlah lebih sedikit. Diarrhea may be caused by an infection of the gastrointestinal by a variety of bacterial. SpPD-KPTI/ Spesialis Penyakit Dalam. virus dan organisme parasit. Ada dua jenis diare: diare akut yang terjadi tiba-tiba dan bisa berlanjut untuk beberapa hari dan diare kronis yang terjadi lebih dari dua minggu. atau lebih sering dibandingkan dari biasanya. and more pass from the blood into the bowel. Kematian disebabkan oleh diare akut atau disentri (mencret berdarah) lebih banyak disebabkan oleh kehilangan air dan garam yang berjumlah besar. water and salts pass from the bowel into the blood. Acute diarrhea can happen in countries where Water and Sanitation system are still poor. the bowel does not work normally. This guideline will help you to manage with diarrhea cases either transmitted by or linked to water. or more frequently than normal for the individual. dan keringat. RSUZA / Internist. air dan garam keluar melalui tinja lebih banyak dari jumlah biasanya. When the bowel is healthy. Ketika terjadi diare. Death caused by acute diarrhea or dysentery (bloody diarrhea) is most often due to the loss of a large amount of water and salts. It may represent a life threatening illness especially for children under 5 years old who are vulnerable. RSUZA Diare akut bisa terjadi di negara-negara yang sistem sanitasi dan airnya berkualitas rendah. Dehydration The body normally takes in (input) water and salts through drinks and food and loses water and salts (output) through stool. urin. There are two types of diarrhea: acute diarrhea which starts suddenly and may continue for several days and chronic diarrhea that lasts for more than two weeks. Ini dapat menjadi penyakit yang mengancam jiwa khususnya anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun yang mudah sekali terserang.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Panduan praktis untuk Diare Practical guideline for Diarrhea dr Kurnia F. M. Kehilangan cairan ini disebut dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit. Jamil.

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Kehilangan air dan garam lebih dari jumlah normal menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi. Ini terjadi ketika jumlah air dan garam lebih banyak keluar dibandingkan dengan jumlah yang masuk. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena banyak sekali muntah, yang sering terjadi ketika diare. Dehidrasi terjadi lebih cepat pada bayi dan anak-anak, pada cuaca panas dan ketika ada demam.

water and salts are passed in the stool. A important loss of water and salts results in dehydration. Dehydration can also be caused by vomiting, which often accompanies diarrhea. Dehydration occurs faster in infants and young children, in hot climates, and when patients have fever.

Assessment of patient with diarrhea Menilai pasien yang diare
Bagian terpenting dalam pemeriksaan adalah untuk mengetahui derajat dehidrasi. Petugas kesehatan harus MENANYAKAN (membuat riwayat medis), MEMPERHATIKAN, MERASAKAN tanda-tanda dehidrasi dan MEMERIKSA jika ada permasalahan medis yang lainnya.
The most important is to assess the level of dehydration. The health worker should ASK (to establish the medical history), LOOK, FEEL for the signs of dehydration and CHECK if there is any other medical trouble.

Ask
◗ How long has the patient been suffering from diarrhea? Is it acute (<14d) or chronic (>14d)? ◗ Is there any visible blood or pus in the faeces (microscopy if necessary)? It suggests a Shigella dysentery, or is it a watery diarrhea like rice water? It could be cholera. ◗ Is there fever? Additional questions: ◗ Is there tenesmus? Suggests that the rectum has been affected by inflammation or ulceration ◗ Is there abdominal pain? Not with cholera ◗ Is the patient vomiting? Makes dehydration worse and makes therapy more difficult ◗ Are there a many people in the same area with the same symptoms? An epidemic?

Menanyakan
◗ Berapa lama pasien telah menderita diare? Apa itu akut (<14 hari) atau kronis (>14 hari)? ◗ Apakah tampak adanya darah atau nanah di dalam tinja (pemeriksaan mikroskopis kalau perlu)? Ini menunjukkan shigella disentri, atau apakah mencret berair seperti air cucian beras? Mungkin saja kolera ◗ Apakah ada demam?

Pertanyaan tambahan:
◗ Apakah ada tenesmus? Terkesan bahwa dubur telah terinfeksi atau ulserasi? ◗ Apakah ada sakit perut? Tidak pada kolera ◗ Apakah pasien muntah-muntah? Menjadikan dehidrasi lebih buruk dan membuat lebih sulit diobati ◗ Apakah ada banyak orang pada daerah yang sama yang mempunyai gejala yang sama? Apakah itu wabah?

Treating diarrhea
The most important parts of treatment of diarrhea are: ◗ Prevent dehydration if possible ◗ Treat dehydration quickly if it does occur ◗ Give zinc supplements for 10/14 days (depending on the availability of supplies and national policy to reduce the severity of the episode and to reduce the incidence of diarrhea episodes in the following 2 to 3 months) ◗ Breastfeeding for children Dehydration preventive measures Usually it can be prevented by drinking more fluids as soon as the diarrhea starts. To do this, give the recommended home fluids or give available foodbased fluids (gruel, soup or rice-water). Tell the mother to increase the frequency of breastfeeding, or

Pengobatan diare
Bagian yang paling penting dalam penanganan diare adalah:
◗ Mencegah terjadinya dehidrasi jika memungkinkan ◗ Jika terjadi dehidrasi, segera diobati ◗ Berikan suplemen zinc selama 10/14 hari (tergantung ketersediaan cadangan dan kebijakan nasional untuk mengurangi keparahan diare dan untuk mengurangi angka insiden diare susulan 2 hingga 3 bulan berikutnya) ◗ Berikan ASI untuk anak-anak

Tindakan pencegahan dehidrasi Dehidrasi biasanya bisa dicegah dengan minum lebih banyak air sesegara mungkin ketika mulai diare.Untuk melakukannya, berikan cairan di rumah yang disarankan atau berikan makanan yang tersedia yang berbahan dasar air ( bubur, sup

52 health messenger

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

Diare Diarrhea

< 4 kali mencret/hari <4 liquid stools/day Tidak atau dalam jumlah kecil Non or small amount Normal Normal Normal Normal Sadar Well alert Nampak Present Normal Normal Lembab Humid Normal Normal Cubitan kembali dengan cepat

4 - 10 kali mencret/hari 4 to 10 liquid stools/day Kadang-kadang Some Lebih banyak dari biasa Greater than normal Sedikit dan berwarna gelap Small amount and dark Mengantuk, mudah terangsang, tampak tidak sehat Sleepy, irritable, not well Tidak nampak Absent Cekung Sunken Kering Dry Lebih cepat dari normal Faster than normal Cubitan kembali dengan lambat

10 kali mencret/hari 10 liquid stools/day Sangat sering Very frequent Tidak sanggup minum Unable to drink Tidak kencing selama 6 jam No urine for 6 hours Sangat mengantuk, tidak sadar, terkulai lemah Very sleepy, unconscious, floppy Tidak Nampak Absent Sangat kering, cekung Very dry, sunken Sangat kering Very dry Cepat dan dalam Fast and deep Cubitan kembali dengan sangat lambat Pinch goes back very slowly Sangat cepat, atau lemah (sukar di raba) Very fast, or weak (not able to feel it) Sangat cekung Very sunken

TANYAKAN ASK PERHATIKAN LOOK

Muntah-muntah Vomiting Rasa haus/minum Thirst Kencing Urine Kondisi umum General conditions Air mata Tears Mata Eyes Mulut dan lidah Mouth & tongue Nafas Breathing Kulit (turgor) Skin (turgor)

Pinch goes back quickly Pinch goes back slowly Normal Normal Normal Normal Lebih cepat dari biasanya Faster than normal Cekung Sunken

RASAKAN FEEL PERIKSA CHECK

Nadi Pulse Ubun-ubun kepala (anak-anak) Fontanelle (children) Ukur suhu Take temperature Berat Weight

Kehilangan < 25 gram/ Kehilangan 25 -100 gram/ kg berat badan kg berat badan Loss of < 25 grams/ kg of weight Loss of 25 -100 grams/ kg of weight

Kehilangan > 100 gram/ kg berat badan Loss > 100 grams/kg of weight

PUTUSKAN DECIDE

Jika pasien memperlihatkan Jika pasien memperlihatkan Tidak ada tanda-tanda 2 atau lebih tanda-tanda ini, 2 atau lebih tanda ini, dehidrasi pasien tersebut dehidrasi ringan dehidrasinya berat If the patient presents 2 or No sign of dehydration more of these signs, he has a slight dehydration If the patient presents 2 or more of these threats, the dehydration is severe

pembawa pesan kesehatan 53

IN DEPTH LEBIH MENDALAM

atau air tajin). Beritahukan kepada ibu untuk lebih sering memberikan ASI, atau berikan susu bubuk yang dipersiapkan dengan jumlah air dua kali lebih banyak dari biasanya. Perawatan Dehidrasi Pengobatan terbaik untuk dehidrasi adalah minum air larutan gula garam. Namun demikian, petugas kesehatan dapat memberikan terapi cairan infus (Ringer Lactat) pada pasien dengan dehidrasi berat di puskesmas atau rumah sakit. Suplemen Zinc Suplemen Zinc diberikan selama terjadinya diare untuk mengurangi lamanya diare dan tingkat keparahannya pada 2-3 bulan berikutnya. Seluruh pasien yang terkena diare harus diberikan suplemen zinc sesegera mungkin. Memberi makan anak yang kena diare Berilah makan anak dalam jumlah yang sedikit tetapi sering dengan makanan yang bergizi dan mudah dicerna. Coba tingkatkan frekuensi dan lamanya waktu pemberian ASI. Hal tersebut akan memberikan nutrisi yang anak butuhkan dan akan mencegah hilangnya berat badan selama diare. Cairan yang diberikan kepada pasien tidaklah menggantikan kebutuhan akan makanan. Untuk itu setelah diare berhenti, dapat diberikan makanan harian tambahan selama seminggu untuk membantu mengembalikan berat badan. Anak-anak yang menderita diare Anak-anak adalah korban pertama diare karena tubuhnya mudah diserang dan lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Anda bisa melihat tabel dibawah ini yang dapat digunakan untuk menyarankan ibu yang anaknya menderita diare dan cara membuat larutan gula garam. ORALIT/ORS Usia Anak Age of the child Hingga 4 bulan Up to 4 months 4- 12 bulan 4-12 months 12 bulan hingga 1 tahun 12 months to 1 year 2 hingga 5 tahun 2 to 5 years Dalam ml In ml 200-400

give powder prepared milk with twice the usual amount of water. Dehydration treatments The best treatment for dehydration is oral therapy with an ORS solution. However, health workers should give an intravenous therapy (Ringer Lactat) to patients with severe dehydration in puskesmas or hospital. Zinc supplementation Zinc supplements given during an episode of diarrhea reduce its duration and severity in the following 2–3 months. All patients with diarrhea should be given zinc supplements as soon as possible. Feeding a child with diarrhea Frequently feed the child with small amount of nutritious, easily digestible food. Try to increase the frequency and duration of breastfeeding. It will provide nutrients the child needs and will prevent from loosing weight during diarrhea. Fluids given to the patient do not replace the need for food. After the diarrhea has stopped, an extra daily meal for a week will help to regain weight. Children with diarrhea Children are the first victims of diarrhea as their body is vulnerable and weaker than adults. You can find below a table you can use to advise a mother whose baby is suffering diarrhea and the recipe of ORS.

Perawatan Rumah: Larutan Gula Garam (LGG) Home Cares: Oral Rehydration Salts (ORS)

400-700

700-900
8 sendok teh gula = 8 teaspoons of sugar 1 liter air = 1 litre of water 1 sendoh teh garam = 1 teaspoon salt

900-1040

54 health messenger

jika ada darah dalam tinja If your children has diarrhea: ◗ Give extra fluids as much as the child can take such as milk.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Jika anak anda menderita diare: ◗ Berikan cairan tambahan sebanyak mungkin sesanggup anak minum seperti susu. Obat Pada umunya penyebab diare adalah virus (Rotavirus). Antibiotics are not recommended except for diarrhea caused by bacteria.Rawat rumah / Home cares .Pasien tidak sanggup minum / Patient unable to drink .Cubitan kulit kembali lambat / Slow skin pinch . boiled rice ◗ Breast feed frequently ◗ After each stools give additional fluids in addition to the usual fluid intake ◗ Refer to the health center if your child can not drink.Rujuklah segera ke rumah sakit terdekat Refer urgently to the closest hospital . Medicines The common cause of diarrhea is a virus (Rotavirus). if there is blood in the stool. khususnya untuk anak yang berusia dibawah 5 tahun. sup sayuran. ■ Rujukan pasien dengan diare/Referal of patients with diarrhea . especially for children under 5 years old.Obati dehidrasi dengan oralit / Treat the dehydration with ORS . the illness could last longer.Tidak ada obat yang mampu dengan aman dan efisien menghentikan diare. ORS. air. sakitnya bertambah parah.Diare terus-menerus (>2 minggu) / Persistant diarrhea (>2 weeks) .Disentri / Dysentry . They temporarily reduce cramps and pain but delay elimination of organisms thus.Minum normal / Drink normally . is getting sicker. There are no drugs able to safely and efficiently stop diarrhea. oralit. Obat-obatan anti motilitas (seperti loperamide) bisa membahayakan. Antibiotik tidak disarankan kecuali untuk diare yang disebabkan oleh bakteri. Anti motility drugs (such as loperamide) may be harmful.Minum lebih banyak / Drink eagerly .Cubitan kulit kembali normal / Normal skin pinch .Rawat rumah / Home cares pembawa pesan kesehatan 55 . PENTING UNTUK DIINGAT: Ada 2 jenis diare: Akut (<14 hari) dan kronis (>14 hari). Obat-obatan tersebut mengurangi kram dan rasa sakit sementara tetapi memperlambat dari pembersihan organisme oleh sebab itu sakit bisa sembuh lebih lama.Cubitan kulit kembali sangat lambat / Very slow skin pinch . vegetable soup. ■ GOOD TO REMEMBER: There are 2 kinds of diarrhea: Acute (<14 days) and Chronic (>14 days). water. air tajin ◗ Berikan ASI sesering mungkin ◗ Setiap setelah BAB berikan cairan ekstra sebagai tambahan cairan yang biasa diminum ◗ Rujuklah anak anda ke pusat kesehatan jika anak anda tidak bisa minum.

and to build capacity of targeted communities to administer. Attitudes and Practices (KAP) of targeted communities on issues related to water. IOM melaksanakan sebuah studi untuk menilai Pengetahuan. Sanitation and Hygiene in Aceh Sasimar Sangchantr. Proyek ini didanai oleh American Red Cross. International Organization for Migration Proyek Air dan Sanitasi Masyarakat International Organization for Migration (IOM) adalah proyek perbaikan kembali pasca tsunami dengan target 2. Pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008. SANITASI DAN HIGIENE DI ACEH Knowledge. and later to enable measurement of progress achieved after implementation of health interventions aiming to affect behavior change. tujuannya untuk meningkatkan ketersediaan air dan sanitasi yang aman bagi masyarakat yang ditargetkan. SIKAP DAN PERILAKU TERHADAP AIR.IN DEPTH LEBIH MENDALAM PENGETAHUAN. to improve good hygiene practices at the household level.854 households in 83 communities across 11 coastal districts of Aceh. In December 2007 and January 2008.Tim Kesehatan Masyarakat/Public Health Team. PhD MPH. 56 health messenger . Hasil studi tersebut ditujukan untuk menilai kondisi dasar dari populasi target.854 keluarga di 83 komunitas di 11 kabupaten wilayah pesisir pantai di Aceh. to guide the development and implementation of public health strategy. Results of the study serve to document baseline conditions of the target population. Riza Adirza. sanitasi dan higiene. Attitudes and Practices on Water. Damaris Monteiro and Soegeng Afriyanto . untuk memberikan panduan dalam pengembangan dan implementasi strategi kesehatan masyarakat dan selanjutnya untuk memungkinkan mengukur perkembangan yang diperoleh setelah implementasi intervensi kesehatan yang bertujuan untuk mempengaruhi perubahan perilaku. It is funded by the American Red Cross with objectives to increase availability of safe water and sanitation for targeted communities. IOM conducted a study to assess the Knowledge. untuk meningkatkan perilaku higiene yang baik di tingkat keluarga dan untuk membangun kapasitas masyarakat dalam mengelola. The International Organization for Migration (IOM) Community Water and Sanitation Project is a post-tsunami recovery project that targets 2. melaksanakan dan memelihara suplai air dan sistem sanitasi. sanitation and hygiene. Sikap dan Perilaku masyarakat yang ditargetkan mengenai isu-isu yang berkaitan dengan air. operate and maintain safe water supply and sanitation systems.

sikap dan perilaku diantara masyarakat Aceh dan memberi saran cara-cara untuk mengarahkan usaha promosi higiene. sanitation and hygiene more effectively. Assuming that people living in IOM houses comprise a representative subset of the larger Acehnese communities in which they live. untuk seluruh anggota keluarga. Among households surveyed. 88. The present article summaries key results from the study.2% from the regional water utility or PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi).2% of households consume water obtained from shallow wells or boreholes and 12. while others never use washing and bathing water for drinking.7%). Fewer than 5% of households consume unsafe water directly from its source. Kami berbagi informasi ini dengan rekan-rekan petugas kesehatan di Aceh dengan harapan bahwa hal ini dapat membantu kita semua dalam menggunakan waktu dan sumber daya yang terbatas untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berkaitan dengan air. Almost all boil their water before drinking it (94.102 keluarga di 75 dari 83 tempat di 11 kabupaten/kota (Tabel 1). Ukuran sampel per kabupaten/kota Table 1. and they make clear distinctions between what they perceive as water quality suitable for drinking versus water quality suitable for washing or bathing. We share this information with fellow health workers in Aceh with the hope that it helps us all utilize limited time and resources to promote healthy practices related to water. Some use washing and bathing water for drinking if they perceive the water quality to be clean. highlights evident gaps in knowledge. dll. and suggests ways to direct hygiene promotion efforts. merawat anak. Pertanyaan-pertanyaan survei diarahkan kepada para ibu atau wanita dewasa dalam setiap keluarga karena biasanya mereka adalah orang utama yang bertanggung jawab untuk mengolah dan menyimpan air minum. no matter how clean the water seems. results from this KAP study may be used generally by health workers active in areas of Aceh covered by the study. Dengan anggapan bahwa penduduk yang tinggal di rumahrumah IOM dapat mewakili sebagian besar masyarakat Aceh. memasak makanan. as she is typically the primary person in her household responsible for preparing and storing drinking water.102 households in 75 of 83 sites in 11 districts (Table 1). Good KAP on how to prepare and store safe drinking water are high among mothers surveyed. 29. etc. Artikel ini merangkum hasil-hasil utama dari studi tersebut.6% of mothers understand that safe drinking water should be stored in closed containers to prevent Tabel 1. for all household members.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Sebuah survei keluarga dilakukan secara acak dan observasi langsung yang mencakup 1. attitudes and practices among Acehnese communities. menyoroti permasalahan yang ada terkait pengetahuan. caring for children. A small percentage prepares safe drinking water by chlorination or UV disinfection (1.0%). cooking meals. Survey questions were directed to the mother or adult female of the household. sanitasi dan higiene secara lebih efektif. Drinking water Mothers in Aceh have variable standards for what constitutes usable household water.2%). maka hasil dari studi PSP ini secara umum dapat digunakan oleh petugas kesehatan di sejumlah wilayah Aceh yang tercakup dalam studi ini. A randomized household survey and direct observations covered 1. the most common source of drinking water is refill water purchased from local vendors (35. Sample size per district No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 TOTAL Kabupaten/Kota District Banda Aceh Aceh Besar Pidie Bireuen Lhokseumawe Aceh Utara Aceh Timur Aceh Jaya Aceh Barat Nagan Raya Aceh Singkil # Lokasi # Sites 16 16 6 9 6 12 1 2 5 1 1 75 # Sampel Keluarga # Households Sampled 147 251 65 108 132 159 20 101 84 15 20 1102 pembawa pesan kesehatan 57 .

Further qualitative study should look into reasons why people defecate outdoors despite having good knowledge and attitudes on healthy defecation and private indoor facilities available.0%). They generally 58 health messenger . Defecation Among mothers surveyed. Kurang dari 5% keluarga mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya. Only 65. Observational data confirm that these households store their drinking water in various kinds of good containers with removable caps. Evidence of open defecation was observed in 17.8%). recontamination. Hand washing with soap Most mothers have decent knowledge on the health benefits of hand washing with soap. seperti teko teh atau dispenser air isi ulang (84. Although all houses surveyed have private bathrooms and 93. For example. Hygiene promotion should concentrate on the importance of keeping safe drinking water stored in closed containers and remind mothers to keep container caps properly closed.6% dari para ibu paham bahwa air minum yang aman harus disimpan di dalam wadah yang tertutup untuk mencegah rekontaminasi. sementara yang lainnya tidak pernah menggunakan air mencuci dan mandi untuk air minum walaupun air tersebut kelihatan bersih. rivers. open fields. Buang air besar Diantara para ibu yang disurvei.g. drainage ditches.8%).1% of sites surveyed. farmers may defecate in their fields during the day simply because there are no toilets available nearby and it is convenient. Diantara keluarga yang disurvei. Sebagian kecil menyiapkan air minum yang aman dengan klorinisasi atau disinfeksi UV (1. however. Beberapa dari mereka menggunakan air untuk mencuci dan mandi untuk air minum jika mereka menganggap bahwa air itu cukup bersih.0% dari keluarga yang diobservasi menutup wadah penyimpanan air dengan benar. Data observasi menegaskan bahwa keluarga menyimpan air minum mereka di dalam berbagai jenis wadah yang baik dengan tutup.Namun demikian.7%).7% of toilets were confirmed to be functional at the time of the survey. mothers understand that they should not defecate outdoors and that there are health risks associated with leaving feces exposed to open air (>90%). Children in particular are more inclined to defecate outdoors. Good practice. 29. beaches).2% keluarga mengkonsumsi air yang diperoleh dari sumur dangkal atau sumur bor dan 12. such as teakettles or refill water dispensers (84. in which case safe alternatives to open defecation in this context should be considered and promoted. Pengetahuan.2%). is lacking. para ibu paham bahwa mereka tidak boleh BAB di ruang terbuka dan bahwa ada resiko kesehatan yang dikaitkan dengan membiarkan tinja di ruang terbuka (>90%).IN DEPTH LEBIH MENDALAM Air Minum Para ibu di Aceh memiliki standar yang bervariasi terhadap definisi air yang dapat digunakan oleh keluarga dan mereka membuat perbedaan yang nyata antara apa yang mereka pahami tentang kualitas air yang cocok untuk diminum dengan kualitas air yang cocok untuk mencuci dan mandi. Secara umum. The vital practice of treating water to make it safe for drinking should be reinforced as well.perilaku dalam menutup wadah dengan cara yang benar harus ditingkatkan lagi. pengetahuan dan sikap yang baik terhadap perilaku BAB yang sehat hasilnya cukup tinggi. Hampir semua merebus air sebelum diminum (94. 88. as many as 12. However. forests. In general. sumber air minum paling banyak berasal dari depot air minum isi ulang setempat (35. they use nearby public toilets or defecate outdoors (e. practice on closing caps properly can be improved. good knowledge and attitudes on healthy defecation behavior are high.2% of households do not use the toilets in their own homes regularly. with aims to reach those households that still consume unsafe water directly from its source. Sikap dan Perilaku (PSP) yang baik tentang bagaimana cara menyiapkan dan menyimpan air minum terlihat cukup tinggi diantara para ibu yang disurvei.0% of households were observed to keep all of their water storage containers closed properly. Promosi higiene harus ditujukan pada pentingnya menyimpan air minum di dalam wadah yang tertutup dan mengingatkan para ibu untuk tetap menjaga supaya wadah ditutup dengan benar. Hanya 65. Instead.2% dari penggunaan air daerah atau PDAM (Perusahaan Daerah Air Mandi). Hygiene promotion should reinforce negative attitudes towards open defecation and encourage mothers to teach their children good defecation habits. Perilaku penting dalam menangani air yaitu membuat air aman untuk diminum harus ditekankan bagi para keluarga yang masih mengkonsumsi air yang tidak aman langsung dari sumbernya.

Bukti bahwa masyarakat masih BAB disembarang tempat di temukan di17. lapangan terbuka.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Akan tetapi perilaku yang baik masih kurang. selokan pembuangan air. Studi kualitatif lebih lanjut harus menginvestigasi alasan mengapa masyarakat BAB di ruangan terbuka walaupun mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang baik mengenai cara BAB yang sehat dan tersedia fasilitas di dalam ruangan. Sebaliknya mereka menggunakan toilet umum atau BAB di sembarang tempat (contoh. pantai). including before eating. either for washing or bathing (98. dalam hal ini maka alternatif yang aman untuk BAB di ruang terbuka dalam konteks ini harus dipertimbangkan dan dipromosikan. The importance of using soap (rather than water alone) to wash hands properly is understood by 43. petani mungkin BAB di sawah mereka hanya karena tidak tersedia jamban yang dekat dan nyaman. Sebagai contoh. mereka lebih cenderung BAB di ruang terbuka.7% toilet dipastikan berfungsi dengan baik pada saat survei.3%) are the most popular brands of soap purchased for bathing. Almost all are knowledgeable on the most critical times to wash their hands to prevent sickness.9% of mothers surveyed. understand the germ theory of disease. though almost all mothers use soap on a daily basis. and that they can become sick if they do not wash their hands (79.05).1%).1% area yang disurvei. there is no statistically significant difference among the economic classes in hand washing practice (p>0. Hygiene promotion should emphasize the importance of using soap to wash hands properly in order to prevent sickness. that dirty hands may contain germs. including hand washing. and after defecating (>96%). “Lifebuoy” (40. sungai. ada sebanyak 12. Walaupun semua rumah yang disurvei memiliki kamar mandi pribadi dan 93. hutan.Terutama anak-anak. Actual practice is comparably low or lower still. Knowledge on critical times to use pembawa pesan kesehatan 59 .5%). Interestingly.4%) and “Lux” (19. Promosi higiene harus menekankan sikap negatif terhadap BAB di tempat terbuka dan mendorong para ibu untuk mengajarkan pada anak mereka kebiasaan BAB yang baik.2% keluarga tidak memakai toilet di rumah mereka sendiri secara teratur. before preparing food.

6%). dan tipus (2. most mothers surveyed understand that they can become sick if they do not wash their hands with soap at critical times (79.5%). and potential environmental barriers outside the home should be considered. Moreover. walaupun hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya. Sebagian besar dari mereka juga tahu bahwa Penting untuk diingat: Hasil penelitian KAP mungkin dapat digunakan oleh petugas kesehatan untuk mempromosikan perilaku hidup sehat yang berhubungan dengan air. malaria dan demam berdarah (6. Pentingnya mencuci tangan yang benar dengan sabun (daripada dengan air saja) dipahami oleh sebanyak 43.6%). Access to soap outside the home may be an issue.6%) and that diarrhea can be caused by drinking unsafe water (68.1%).9% ibu yang disurvei. sanitation and hygiene The most common diseases related to water. Again.Akses terhadap sabun di luar rumah mungkin menjadi masalah dan kesulitan lingkungan yang mungkin ada di luar rumah seharusnya dipertimbangkan. Promosi higiene harus menekankan pentingnya menggunakan sabun saat mencuci tangan dengan benar guna mencegah penyakit. Akses terhadap sabun tidak menjadi masalah karena hampir semua ibu menggunakan sabun setiap harinya (98. Sekali lagi. Prevalence of helminthes (parasitic worms) is not high.5%). higiene dan sanitasi. they understand that hand washing with soap at critical times can prevent diarrhea specifically (59.“Lifebuoy”(40.2%).9%). and typhoid (2.IN DEPTH LEBIH MENDALAM Cuci tangan dengan sabun Sebagian besar para ibu memiliki pengetahuan yang cukup baik mengenai keuntungan kesehatan dari mencuci tangan dengan sabun. sebelum mengolah makanan dan setelah buang air besar (>96%).1%). Namun pada kenyataannya perilaku mereka masih agak rendah. Hampir semua dari mereka memiliki pengetahuan mengenai saat-saat kritis untuk mencuci tangan guna mencegah penyakit seperti saat sebelum makan. baik untuk mencuci maupun mandi (98. hygiene and sanitation. Penyakit yang berkaitan dengan air. Diseases related to water. mereka juga paham bahwa mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting dapat mencegah penyakit khususnya diare (59.6%). namun potensi keparahan cacingan pada anak yang terinfeksi harus diberi perhatian khusus. Umumnya mereka memahami teori kuman penyakit yaitu tangan yang kotor mengandung kuman dan mereka dapat sakit jika tidak mencuci tangan mereka (79. sanitasi dan higiene yang diderita oleh keluarga yang disurvei selama 12 bulan terakhir adalah diare (24.9%). malaria and dengue (6. Access to soap inside the home is not an issue as almost all mothers use soap on a daily basis (98. Most also know that they can become sick from drinking unsafe water (78. Dan yang menarik. soap when washing hands should be reinforced. Selanjutnya.6%). Kasus-kasus serius diantara beberapa keluarga mencatat bahwa cacing keluar dari mulut dan anus anakanak dan terdapat di muntahan mereka (n=12). sanitasi dan higiene Penyakit yang paling umum berkaitan dengan air.1%).4%) dan “Lux”(19. Pengetahuan mengenai saat-saat penting untuk menggunakan sabun di dalam rumah harus diperkuat lagi. Good to remember: Results of KAP study may be used by health workers to promote healthy practices related to water.5%).3%) merupakan 2 merek sabun paling terkenal yang dibeli untuk mandi termasuk cuci tangan. sanitation and hygiene suffered over the previous 12 months by households surveyed were diarrhea (24. but the potential severity of helminthes in infected children warrants it particular attention. 60 health messenger .2%). tidak ada perbedaan signifikan diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat dalam hal perilaku mencuci tangan. Prevalensi cacingan (cacing parasit) tidak tinggi. Serious cases among a small number of households document worms coming out of their children’s mouths and bottoms and present in their children’s vomit (n=12).2%). sebagian besar ibu yang disurvei memahami bahwa mereka bisa jatuh sakit jika tidak mencuci tangan dengan sabun pada saat-saat penting (79.

Peningkatan kesadaran terhadap prevalensi kasus cacingan yang parah di Aceh mungkin dapat digunakan untuk memberikan pelajaran kepada masyarakat sehingga mereka meningkatkan perilaku higiene yang baik secara umum. At the time of the survey.2% of mothers are aware of the potential severity of diarrhea. stressing the reality that diarrhea can be fatal particularly in children under five.05). The recipe for LGG and its use as a simple. Like hand washing practice. 14% keluarga memiliki paling sedikit satu anggota keluarga yang pernah menderita diare dalam dua minggu terakhir. 49. ■ pembawa pesan kesehatan 61 . Promosi higiene harus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai penyebab.5%). 14. Resep LGG dan penggunaannya sebagai suatu cara yang sederhana. cheap and effective means to prevent dehydration should be better promoted. Increasing awareness on prevalence of severe helminthes cases in Aceh may be used to shock communities in improving good hygiene practices generally. they bring their sick children to a local health facility within the first 24 hours diarrhea is observed (83. karena mereka membawa anak mereka yang sakit ke fasilitas kesehatan setempat dalam waktu 24 jam pertama sejak diare diketahui (83. prevention and treatment of diarrhea specifically. Mothers should be encouraged to seek medical care for infants and toddlers with diarrhea immediately upon onset of symptoms. there is no statistically significant difference in prevalence of diarrhea among the economic classes (p>0.6%) dan diare dapat disebabkan karena minum air yang tidak aman (68. Some use a homemade rehydration solution comprised of sugar and salt called Larutan Gula Garam (LGG) (21.9%).5%).2%). ■ 84. tidak ada perbedaan signifikan akan prevalensi diare diantara kelas-kelas ekonomi masyarakat (p>0. Pada saat survei. Beberapa dari mereka memakai larutan rehidrasi yang dibuat sendiri terdiri dari gula dan garam disebut Larutan Gula Garam (LGG) (21. 49. Ibu harus didorong untuk segera mencari perawatan medis bagi bayi dan balita yang terkena diare begitu melihat gejala diare. About half of mothers surveyed treat diarrhea with “Oralit” or ORT (Oral Rehydration Therapy.2%). Hal ini sesuai. readily available.05). Hygiene promotion should aim to improve knowledge on causes. that it can cause death in children from dehydration if left untreated.9%). pencegahan dan penanganan khususnya diare. Appropriately. 84.2%). dengan penekanan bahwa pada kenyataannya diare dapat menjadi fatal terutama pada anak-anak dibawah lima tahun.0% of households had at least one member in the house suffer from diarrhea in the previous two weeks. Sekitar separuh dari para ibu yang disurvei menangani diare dengan “Oralit” atau ORT (Oral Rehydration Therapy. murah dan efektif untuk mencegah dehidrasi harus dipromosikan dengan lebih baik lagi. tersedia.IN DEPTH LEBIH MENDALAM mereka dapat sakit karena minum air yang tidak aman (78. Sama seperti perilaku mencuci tangan.2% dari para ibu menyadari akan potensi bahaya diare bahwa diare dapat menyebabkan kematian pada anak disebabkan oleh dehidrasi jika tidak ditangani.

Fissura: Kulit yang pecah-pecah. HBV: Hepatitis B Virus. Kadang kala disertai dengan timbulnya gejala pada vagina berupa: lendir. Psoriasis: Penyakit kulit menahun dengan kelainan berupa kulit kemerahan. Patch test (tes tempel): Tes sensitivitas alergi pada kulit yang dilakukan dengan memasukkan bahan allergen yang diduga kedalam kulit dengan alat bedah kecil dalam jangka waktu tertentu untuk mengetahui ada tidaknya reaksi alergi yang timbul. biasanya berisi cairan dengan diameter < 1 cm. khususnya ditujukan kepada infeksi. intoksikasi. Booster vaksinasi: Dosis tambahan vaksin yang diberikan secara periodik untuk mempertahankan sistem imun. Antraks: Penyakit infeksi yang disebabkan oleh Bacillus anthracis yang terutama menyerang hewan ternak tetapi dapat juga menyerang manusia yang mengakibatkan kelainan di kulit. Vesikel: Gelembung kecil dikulit (seperti bisul kecil). Penyakit ini tidak menular dan belum jelas sebabnya. CHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi untuk anak-anak. Eritema: Perubahan warna kulit menjadi kemerah-merahan karena kongesti kapiler. halusinasi. Kronik: Menahun dan berlangsung dalam waktu yang lama. atau nyeri pada beberapa otot. biasanya terjadi pada membran mukosa yang membentuk luka seperti kulit yang retak. vesikel dan skuama. Papula: Tonjolan kulit yang kecil. Ulserasi: Terjadinya tukak. saluran cerna dan paru. syok atau sebab lain yang ditandai dengan cemas.TAKARIR Akut: Penyakit yang terjadi mendadak dan berkelanjutan singkat serta gawat. Trombositopenia: Berkurangnya jumlah sel-sel yang berfungsi untuk pembekuan darah (trombosit) dalam darah tepi. HCV: Hepatitis C Virus. Pada epidemiologi. Angioedema: Penyakit alergi pada kulit yang ditandai dengan urtika yang mengenai lapisan kulit lebih dalam daripada kulit jangat. tremor dan bicara ngawur. gangguan ingatan. Infeksi nosokomial: Infeksi yang terjadi atau berasal dari rumah sakit. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Kelainan perdarahan yang terjadi akibat aktivitas yang tidak terkontrol dari faktor pembeku darah dan enzim fibrinolitik diseluruh pembuluh darah kecil. Ada banyak sebab pada nyeri sendi. disorientasi. Dermatofitosis: infeksi pada kulit. tambahan dosis vaksin tetanus dan difteri direkomendasikan untuk diberikan setiap 10 tahun sekali untuk orang dewasa. gatal dan rasa terbakar. tetapi terbanyak di lengan dan tungkai. Pengobatan topical: Pengobatan setempat pada kulit. HIV: Virus imunodefisiensi pada manusia (Human Immunodeficiency Virus). Skuama: Serpih lapisan tanduk kulit ari yang terlepas. Tenesmus: Sasme dan rasa nyeri pada lubang anus yang diikuti rasa ingin BAB tetapi tidak disertai dengan keluarnya tinja. Pustule: Gelembung dikulit yang berisi nanah dilapisan epidermis atau dibawahnya yaitu di dermis dengan diameter < 1 cm. disertai pembentukan sisik-sisik berwarna perak yang tertumpuk berlapis-lapis. Nosokomial: Yang berasal dan terjadi di rumah sakit. Mialgia: Nyeri pada satu otot. Disability Adjusted Life Years (DALY): Jumlah tahun yang hilang dari kehidupan potensial yang disebabkan oleh kematian dini atau jumlah tahun yang hilang dari kehidupan produktif karena kecacatan. Arthralgia: Nyeri sendi. bau. umumnya terjadi 72 jam setelah masuk rumah sakit yang bisa terjadi pada pasien atau petugas rumah sakit. PHAST: Pelatihan hygiene dan sanitasi yang berbasis partisipasi masyarakat. kebingungan yang diakibatkan oleh demam tinggi. Papula dapat terinfeksi karena garukan. sehingga mengakibatkan nekrosis dan perdarahan. insiden adalah jumlah kasus baru dalam periode waktu tertentu. Leukopenia: Jumlah sel darah putih (leukosit) yang rendah dari jumlah normal Makula: Bercak berupa perubahan kulit semata-mata yang biasanya tidak meninggi diatas permukaan kulit. berbatas jelas dan padat yang berdiameter kurang dari 1 cm. Sel-sel ini disebut juga platelet (trombosit). papula. umumnya Gardnerella vaginalis. nyeri. Disentri: Radang pada selaput lendir usus yang ditandai dengan diare dan tinja bercampur lendir dan darah. yang menyebabkan terjadinya inflamasi dikulit yang menyebar ke lapisan lemak dibawah kulit. Sporozoit: Bentuk plasmodium yang dilepaskan dari ookista dalam nyamuk untuk berkumpul dalam kelenjar ludah nyamuk dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Delirium: Keadaan status mental. bisa diseluruh badan. Erisipelas: Infeksi akut pada kulit oleh bakteri streptokokus. Hipovolemia: Volume sirkulasi darah yang rendah. kuku dan rambut yang disebabkan oleh dermatofita (jamur) dan ditandai oleh kulit yang merah. Sebagai contoh. dapat terjadi di lapisan mukosa dan bisa juga saluran cerna. Insiden: Frekuensi kejadian misalnya penyakit tertentu pada daerah atau populasi tertentu. Disinfeksi: Membersihkan serta membunuh atau menghambat pertumbuhan mikro organisme penyebab penyakit. 62 health messenger . Anti motility drugs: Obat untuk menghambat peristaltik usus. Bacterial Vaginosis: Kondisi pada wanita dimana keseimbangan normal bakteri vagina terganggu dan diganti oleh bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi pada vagina.

hair. Incidence: The frequency with which something. Ulceration: An ulcer or an ulcerous condition. Dysentery: Inflammation of the intestine characterized by the frequent passage of feces. a booster shot of the tetanus and diphtheria (Td) vaccine is recommended for adults every 10 years.that can be found on all the body but mostly on arms and legs. Booster vaccination: An additional dose of a vaccine needed periodically to "boost" the immune system. It is sometimes accompanied by discharge. intoxication. especially in reference to an infection. acquired in a hospital. or other causes. resulting in tissue necrosis and bleeding. CHAST: Children’s Hygiene and Sanitation Training. affecting either the skin. usually containing a clear fluid with diameter < 1 cm. Angioedema: An allergic skin disease characterized by patches of confined swelling involving the skin. rapidly progressive. Erythema: Redness of skin resulting from congestion of capillaries. Myalgia: Pain in a muscle. Anthrax: Infection caused by the bacterium Bacillus anthracis that primarily affects livestock but that can occasionally spread to humans. trembling. Nosocomial: Originating or taking place in a hospital. and incoherent speech. odor. These cells are called platelets (thrombocytes). usually where it joins a mucous membrane. Chronic: Persisting over a long period of time. Bacterial Vaginosis: A vaginal condition where the normal balance of bacteria in the vagina is disrupted and replaced by an overgrowth of certain bacteria. HBV: Hepatitis B Virus. In disease epidemiology. Erysipelas: An acute streptococcus bacterial infection of the dermis. Vesicle: A small circumscribed epidermal elevation (like a blister). For example. shock. Hypovolaemia: A blood disorder consisting of a decrease in the volume of circulating blood. It is non-infectious and causes are unknown. pembawa pesan kesehatan 63 . Topical therapy: Local treatment on certain areas of skin. Dermatophytosis: Infection of the skin. the mucous membranes and sometimes the viscera. Disinfection: To cleanse so as to destroy or prevent the growth of diseasecarrying micro organisms. and in need of urgent care. in the dermis with a diameter < 1 cm. producing a crack like a sore or an ulcer. hallucinations. Arthralgias: Pain in the joints. vesicles. Nosocomial infection: Infection present or originating in the hospital. Disability Adjusted Life Years (DALY): The sum of years of potential life lost due to premature mortality and the years of productive life lost due to disability. HCV: Hepatitis C Virus. Sporozoite: form of plasmodium which is produced by oocysts in the mosquito. itching or burning. the incidence is the number of newly diagnosed cases during a specific time period. accumulate in the vector’s saliva glands and are transferred to the definitive host by the bite of the infected mosquito. pain. Anti motility drugs: Medicines that prevent the intestinal peristaltic. PHAST: Participatory Hygiene and Sanitation Transformation. memory impairment. Papulae: A small solid rounded bump rising from the skin that is usually less than 1 centimeter in diameter. HIV: Human Immunodeficiency Virus. the layers beneath the skin. usually with blood and mucus. and scaling. Squama: Scaly or platelike structure on the epidermis layer of the skin. Patch test: Allergic sensitivity test in which a suspected allergen is applied on a small surgical pad on the skin for a certain period of time in order to determine if an allergic response is present. such as a disease. Papulae may open when scratched and become infected. Leukopenia: Lower than the normal amount of white blood cells (leukocytes). Tenesmus: Painful spasm of the anal sphincter along with an urgent desire to defecate without the significant production of faeces. Pustule: A visible collection of pus in the epidermis layer of the skin or beneath it. There are many possible causes of pain in a joint. resulting in inflammation and characteristically extending into underlying fat tissue. Disseminated Intravascular Coagulation (DIC): Hemorrhagic disorder that occurs following the uncontrolled activation of clotting factors and fibrinolytic enzymes throughout small blood vessels. generally occurring 72 hours after admittance which can affect patients as well as hospital personnel. or pain in multiple muscles. appears in a particular population or area. disorientation. Psoriasis: Chronic dermatitis with erythematous scaling patches covered by silvery white scales. fissures. generally Gardnerella vaginalis. Delirium: A temporary state of mental confusion resulting from high fever. intestines or lungs. Macula: Small flat and discoloured spot on the skin. Thrombocytopenia: Abnormal drop in the number of blood cells involved in forming blood clots.GLOSSARY Acute: An illness that is of short duration. Fissure: a break in the skin. and characterized by anxiety. small papulae. or nails caused by a dermatophyte (fungus) and characterized by redness of the skin.

Lapisan keras yang meliputi permukaan mahkota dan leher gigi 2.Gerakan yang tidak disadari 3. Pemakan segala 37. Epidemi 46. Gerakan anggota badan menjauhi sumbu tengah tubuh 8. Tidak bisa / susah tidur 5. Penyebab malaria 33. Rahim/kandungan ibu 29. Cacing gelang 41. Laju Endap Darah 17. Salah satu contoh water-borne disease 24. Kulit ari 36. Alat yang diletakkan dalam rahim untuk mencegah terjadinya kehamilan 25. Rabun dekat 42. Tungkai atas/paha 49. Sunat/khitan 12. Kesulitan kencing/sakit sewaktu kencing 47. Pengambilan jaringan tubuh secara bedah untuk pemeriksaan mikroskopik 11. Inflamasi 48. Masa setelah melahirkan 22. Radang telinga 28. Pembuluh darah balik 34. Luka baring. Tajam penglihatan 20. Campak 26. Vektor malaria 39. Hilangnya daya untuk bergerak/lumpuh 32. Selaput lendir 44. Zat hijau daun 18. luka karena tekanan terus-menerus 21. Cairan yang diberikan kepada penderita diare 7. Tulang hasta 31. Perubahan warna pada kulit tanpa adanya penonjolan MENURUN: 1. Dengue Syok Syndrome 31. Demam 10. Patah tulang 43. Sakit kepala sebelah 9. Intensive Care Unit 14. Magnetic Resonance Imaging 40. Infeksi yang terjadi di rumah sakit 16. Radang pada gusi 13. Keguguran 35. Lemak 38. Borok/luka terinfeksi 23.GAME PERMAINAN 1 3 4 5 8 10 11 12 9 6 2 7 13 14 16 17 21 22 18 15 19 20 23 24 25 27 28 30 31 32 33 26 29 34 36 39 37 40 38 41 35 42 43 45 46 47 44 48 49 MENDATAR 4. Rahang bawah 15. Intra Muscular 64 health messenger . Sel darah putih 30. Jerawat 19. Radang saluran cerna yang disebabkan oleh Vibrio cholerae 45. Vaksin untuk mencegah TBC 6. Ayan/sawan 27.

33. MANDIBULA . Tgk.2. FEMUR .Rp 20. MAKULA MENDATAR . KOLERA . ULNA . BIOPSI . MRI .Rp 38. KLOROFIL .22. no. NAD indonesia.19.47.21. Meunara VII. DIARE .20.Rp 38.32.31. Your organisation can publish an advertising in the Health Messenger Magazine. Garot Geuceu Kec. CONTACTKONTAK Aide Médicale Internationale Lr.49. INSOMNIA . Darul Imarah Aceh Besar.com MENURUN: 4. MIGREN .46.40.000 >300 copies .000 >300 eksemplar . GINGIVITIS .500 Institusi Lokal <300 eksemplar .35. LIPID .6. ACNE .48.15.13.24. SIRKUMSISI .000 ADVERTISING PARIWARA Organisasi anda dapat menerbitkan pariwara di majalah Pembawa Pesan Kesehatan.6 Desa. DEKUBITUS .43.3.26.hm@gmail.Rp 30. ULKUS . MORBILI .41.000 >300 copies .5. FEBRIS .000 Local NGO <300 copies . MUKOSA . ASKARIS .7.Rp 50.Rp 15. NOSOKOMIAL 16.INFORMATION INFORMASI Organisasi anda dapat berlangganan majalah Pembawa Pesan Kesehatan: LSM Internasional <300 eksemplar .28.29.9.Rp 44. BCG .14. OTITIS . EPIDERMIS .23. silakan menghubungi kami. NIFAS . UTERUS . ANOPELES . REFLEKS .25.000 LSM Lokal <300 eksemplar . DSS . please contact us.39. EPILEPSI .000 >300 eksemplar .11.000 >300 eksemplar .Rp 20. LED . ICU .44. FRAKTUR .18. Untuk informasi. For more information.12.27. OMNIVORA 37.8. VENA . EMAIL .000 1.45. MIOPIA .Rp 50.34. RADANG .31. ABDUKSI . IM SUBSCRIPTIONBERLANGGANAN Your organisation can take out subscription to the Health Messenger Magazine as: International NGO <300 copies .42.500 Local Institution <300 copies . PARALISIS .10.Rp 30. PLASMODIUM . DISURIA .000 >300 copies . ABORTUS .38.Rp 15.36. ORALIT . WABAH .Rp 44. IUD .17. LEUKOSIT 30. VISUS .

with a continuous training tool appropriate to improve their knowledge and skills. AMI didirikan pada tahun 1979 oleh dua puluh orang dokter dan perawat relawan. Sejak pendiriannya. Since its creation. Aide Médicale Internationale has developed programs in more than thirty countries. and implement health education programs. It is apolitical and secular. AMI was founded in 1979 by a group of twenty volunteer doctors and nurses. dan melakukan program pendidikan kesehatan. Tim AMI memberikan layanan kesehatan primer.org . Saat ini AMI bekerja di sembilan negara. AMI teams provide primary health care. rehabilitate and supply health care structures and train health care personnel. Aide Médicale Internationale (AMI) adalah suatu organisasi nirlaba non-pemerintah. prevent infections. pencegahan infeksi. Aide Médicale Internationale bertujuan untuk mewujudkan atau membangun kembali akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang tersisihkan dan terisolasi. non-profit organization (NGO). merehabilitasi dan mensuplai pusat layanan kesehatan serta melatih petugas kesehatan. Funded by /Didanai oleh: Contributors / Kontributor: www. They also equip. AMI telah bekerja di Indonesia sejak Maret 2005 untuk membantu para pekerja kesehatan Indonesia di Provinsi Aceh dengan sejumlah perangkat pelatihan yang tepat guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka. in the province of Aceh.Aide Médicale Internationale (AMI) is a nongovernmental. The goal of Aide Médicale Internationale is to implement or re-establish access to health care for deprived and isolated populations. AMI has been working in Indonesia since March 2005 to provide Indonesian health workers. Aide Médicale Internationale telah mengembangkan program di lebih dari tiga puluh negara. AMI juga melengkapi. Now present in 9 countries.amifrance.AMI tidak berpolitik dan bersifat sekuler.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful