Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN OBSERVASI SDN TEGAL PANGGUNG

Laporan ini disususn guna memenuhi syarat menempuh KKN-PPL Dosen Pembimbing Lapangan : Unik Ambarwati, M.Pd LAPORAN INDIVIDU

Disusun Oleh : ANGGUN BOWO LLEKSONO 09108244071

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2012

BAB I PENDAHULUAN A. Deskrpsi kondisi SDN Tegal Panggung SDN tegal panggung yang terletak di daerah permukiman padat penduduk tengah kota awal mulanya terdiri dari 4 sekolah yaitu SDN Tegal Panggung 1,2,3,4. Lalu seiring perkembangan yang berlangsung di SDN Tegal Panggung, akhirnya SDN Tegal Panggung dijadikan menjadi satu sekolahan yang saat ini menjadi lokasi observasi untuk pelaksanaan KKN-PPL. SDN Cokrodirjan merupakan Cikal bakal dari SDN Tegal Panggung yang mana lokasi awal milik pemerintah namun karena pemerintah mempunyai kebijakan yaitu mendirikan RUSUNAWA di lokasi tersebut maka SDN Cokrodirjan terpaksa harus berpindah lokasi ke Tegal Panggung, sarana dan prasarana sekolah kemudian dipindahkan ke SDN Cokrodirjan baru yang sekarang berganti nama dengan SDN tegal panggung , namun ada juga sebagian yang di bawa oleh masyarakat sekitar yang membutuhkan. Bangunan SDN tegal panggung menampung 200 siswa yang kebanyakan dari kalangan menengah kebawah tetapi ada juga masyrakat yang berada dan memyekolahkan anaknya ke SDN tegal panggung, SDN tegal panggung memiliki 12 ruang kelas yag digunakan untuk proses belajar mengajar, yang rata-rata mampu menampung kurang lebih 17 siswa, namun ada tiga ruang kelas yang kondisinya perlu ada perbaikan karena berdasarkan pengamatan langsung di lapangan bangunan tiga kelas tersebut tampaknya usianya cukup tua, ini bisa dilihat dari interior dan eksterior tiga kelas tersebut, namun sarana pendukung lain seperti meja, kursi, papan tulis, serta alamari masih layak pakai, hanya pada penerangannya saja yang kurang proporsional untuk kelas, mungkin jika cuaca mendung tidak cukup untuk menerangi kelas secara maksimal agar siswa bisa melakukan pembelajaran dengan nyaman dan dapat berkonsentrasi secara penuh, pada ruang kepala sekolah sedang pada tahap renovasi dan direncanakan selesai pada waktu yang ditentukan B. Tujuan Observasi

Tujuan observasi secara umum adalah untuk mendapatkan data dan gambaran mengenai SDN Tegal Panggung yang akan dijadikan lokasi KKN-PPL mulai dari proses pembelajaran hingga kondisi siswa SDN Tegal Panggung, serta mengumpulkan data sebagai bahan untuk penyusunan program KKN-PPL. C. Manfaat Observasi Selain sebagai syarat menempuh KKN-PPL, observasi ini bermanfaat untuk mendapatkan data sebagai bahan untuk penyusunan program KKN-PPL, dan data yang sudah didapatkan diharapkan mampu menambah wawasan bagi pembacanya mengenai SDN Tegal Panggung. BAB II PEMBAHASAN A. OBSERVASI PERANGKAT PEMBELAJARAN a. Perangkat pembelajaran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP merupakan hal yang penting bagi Guru, karena tanpa RPP pembelajaran masih bisa berlangsung namun tidak sesuai dengan syarat KBM, serta tujuan dari pembelajaran yang dilangsungkan tidak akan tercapai secara maksimal, Dengan adanya RPP KBM dapat dipertanggung jawabkan dari segala sisi misa SK, KD, tujuan, materi, media(jika menggunakan), langkah dilakukan selama KBM, penilaian dan prosedur-prosedur lainnya yang ada dalam RPP. Pada saat melakukan Observasi di SDN tegal panggung Rata-rata RPP guru sudah baik, komponen-komponen dalam RPP sudah lengkap dan tersusun rapi serta jelas walaupun RPP tersebut masih ada beberapa yang belum bisa kami pahami namun dengan dibantu guru pembimbing kami bisa memahami maksud dari bagian RPP itu. Dengan keterbatasan waktu yang kami miliki selama observasi kami tidak bisa mengkaji pembelajaran secara menyeluruh namun poin-poin dari RPP sudah bisa dijadikan untuk data observasi, perumusan RPP guru SDN tegal panggung mengandung unsur Audiences, Behaviour, Condition and Degree, serta Elaborasi, Evaluasi, Kolaborasi yang mana saat ini mungkin sudah nge trend di kalangan guru dari berbagai satuan pendidikan yang ada di Indonesia,

2. SILABUS Silabus sudah sesuai dengan KTSP, silabus yang dipakai masih tergolong baru karena menurut sumber yaitu guru kelas masih dalam tahap pengembangan serta penyesuaian dengan proses belajar mengajar, namun silabus ini sudah bisa dipakai. 3. KTSP Sistem pembelajaran di SDN tegal panggung sudah mengacu pada KTSP hal ini dapat dilihat dari silabus yang sudah sesuai dengan KTSP, Kurikulumnya sesuai dengan satuan pendidikan dan dapat terlaksana dengan baik dan di dukung dengan perangkat pembelajaran terbaru.

B. OBSERVASI PEMBELAJARAN DAN PERILAKU PESERTA DIDIK a. Proses pembelajaran 1. Membuka pelajaran Sebelum memulai pembelajaran guru mengajak siswa untuk berdoa menurut keyakinan masing-masing, dan sebelum masuk ke materi guru melakukan apresepsi secara tematik. 2. Penyajian materi Guru menyajikan materi dengan cukup jelas dan penguasaan materi baik, ini dapat terlihat dari siswa banyak yang bertanya tentang materi pembelajaran dan guru dapa menjawabnya secara tepat serta menyampaikannya menggunakan bahasa yang jelas dan mudah dipahami anak usia SD, sesekali guru menggunakan bahasa daerah untuk menerangkannya. Jika ada yang perlu disampaikan secara mendalam siswa disuruh membaca buku pelajaran tentang materi yang dipelajari. 3. Penggunaan waktu Guru memulai pembelajaran dengan tepat waktu dan dapat mengelola alokasi waktu secara

baik dari awal sampai akhir pembelajaran 4. Metode pembelajaran Metode yang dipakai pada kelas rendah adalah ceramah bervariasi, diskusi, Tanya jawab dan model pembelajaran yang digunakan adalah secara tematik, karena menurut perkembangan anak model pembelajaran tematik adalah yang paling sesuai untuk pembelajaran. 5. Media pembelajaran Mendia sangat penting dalam pembelajaran antara lain adalah mempermudah penanaman konsep pembelajaran dan pembelajaran lebih efisien jika di kelas rendah, kelas tinggi pun juga seperti itu, pada saat observasi sama sekali tidak ditemukan media pembelajaran yang sedang digunakan oleh guru dalam mengajar, berdasarkan pengamatan di kelas secara langsung guru tampaknya cenderung melakukan ceramah didepan kelas dan menggunakan metode tematik, jadi dengan tidak adanya media siswa tidak dilibatkan untuk menggunakan media. 6. Bentuk dan cara evalausi Evaluasi dilakukan di pertengahan dan akhir pembelajaran dan penialaian dilakukan selama proses belajar mengajar, proses ini dilakukan agar mendapatkan rangkaian penialaian yang utuh dan dengan objektvitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Bentuknya berupa ulangan serta tes secara lisan maupun dengan skala sikap dan lainnya. 7. Menutup pelajaran Setelah pelajaran selesai guru mentup pelajaran dengan berdoa, sebelumnya guru meminta siswa untuk menceritakan pengalaman selama pembelajaran dan menyimpulkannya dengan bimbingan guru. b. Perilaku siswa Perilaku siswa yang kami amati pada saat didalam kelas adalah siswa beratusias mengikuti pelajaran, namun kurang aktif mengeluarkan pendapat serta bertanya mengenai materi yang diajarkan pada saat itu. Ketika diluar kelas, siswa banyak menghabiskan waktu dengan bermain di halaman sekolah

dengan teman-temannya dan membeli jajanan di kantin yang terletak di utara mushola sekolah

C. OBSERVASI KONDISI SISWA Kebanyakan siswa adalah dari golongan menengah kebawah, mereka terlihat sangat bersemangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran dikelas, ketika guru menerangkan materi mereka sangat bersunggguh-sungguh dalam memperhatikannya tetapi ada juga yang membuat gaduh dan bicara sendiri dengan teman sebangkunya namun guru dengan tanggap segera mengikatkannya untuk memperhatikan apa yang sedang dijelaskan oleh guru di depan kelas, pada saat observasi siswa terlihat sangat bersahabat dan sopan terhadap guru maupun peng-observasi.

D. OBSERVASI KONDISI SEKOLAH Dari beberapa aspek yang menjadi objek observasi terdapat aspek yang belum

didapatkan informasinya karena aspek tersebut belum ditemukan di sekolah, Antara lain, laboratorium, karya ilmiah remaja, namun dari aspek yang lain seperti kondisi sekolah dan lainnya, layak pakai dan sarananya yang masih memadai.

BAB II PENUTUP Dari deskripsi hasil observasi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa SDN Tegal Panggung perlu perhatian, khususnya pada pembelajaran serta sarana dan prasaran yang perlu diperbaharui agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya supaya kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik

Anda mungkin juga menyukai