Anda di halaman 1dari 14

SBU Laundry Deskripsi : Dalam pengolahan datanya, Banyak Laundry masih melakukan proses manual.

Hal tersebut dapat menghambat dalam proses pengolahan data. Untuk itu, diperlukan adanya sistem informasi yang terintegrasi dalam pengolahan datanya agar informasi yang dihasilkan lebih cepat dan akurat. Sistem informasi Laundry adalah sebuah sistem informasi yang dibuat untuk memudahkan para pengelola usaha laundry dalam memanage usahanya. Pada Sistem informasinya, kami batasi hanya mendukung layanan kiloan. Jadi laundry disini menghitung baju per kilogram bukan dari jenis bajunya. Customer yang memakai jasa kami akan kami berikan kartu anggota untuk mempermudah melakukan penginputan data customer, customer yang telah memilik kartu anggota dapat menggunakan layanan laundri antar jemput dengan menghubungi kami dan petugas akan datang kerumah. Selain itu customer juga dapat memilih pembayaran cash atau melalui mesin debit yang akan dibawa oleh petugas laundry pada saat pengiriman laundry ketempat customer. Fungsional: 1. input data konsumen. 2. mencatat jumlah transaksi konsumen. 3. melihat status barang konsumen. 4. rekapitulasi bulanan dan tahunan . User: 1. Petugas Laundry 2. Petugas Pencucian 3. Petugas Pengiriman Prosedur: 1. Customer memberikan pakaian kotor kepada petugas laundry / petugas pengiriman mengambil pakaian kotor dan mencatat data customer nota. 2. Petugas laundri mencatat data customer pada nota dan menginput data customer. 3. Petugas laundri memberikan kopian nota kepada customer. 4. Petugas laundri memberi tanda pakaian sesuai nama customer. 5. Petugas pencucian menyortir pakaian sesuai jenisnya dan ukuran kesulitan kotoran. 6. Petugas pencucian mencuci pakaian. 7. Petugas pencucian memasukkan laundri ke dalam mesing pengering.

8. Petugas pencucian menggosok dan melakukan pengepakan. 9. Petugas pengiriman melakukan pengiriman. 10.Petugas pengiriman melakukan transaksi cash atau debet dengan membawa mesin debet. Cost : 1. Biaya gaji pegawai 2. Biaya pengeluaran bahan detergent dan softener yang digunakan. 3. Biaya plastik untuk melakukan pengepakan. 4. Biaya perawatan mesin cuci dan kendaraan pengiriman. 5. Biaya listrik, telepon, dll. Revenue: 1. Pendapatan jasa laundry kiloan.

A.

Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram (DFD) adalah alat pembuatan model yang memungkinkan profesional sistem untuk menggambarkan sistem sebagai suatu jaringan proses fungsional yang dihubungkan satu sama lain dengan alur data, baik secara manual maupun komputerisasi. KOMPONEN DFD
1. Menurut Yourdan dan DeMarco:

Terminator Data

Proses

Data Store

Alur

2. Memurut Gene dan Serson

Terminator Alur Data

Proses

Data Store

DFD pada Sistem Informasi Laundry Level 0

Terdapat 3 user yaitu Admin, Pegawai, dan Konsumen. Dimana Admin dapat melakukan create dan edit data pegawai dan menerima laporan transaksi dari SI. Pegawai dapat menginput data konsumen dan data transaksi sebagai struk. Konsumen disini hanya sebagai support karena tidak mengakses sistem. Dalam proses pendaftaran pegawai yang menginput data konsumen.

Level 1

Dalam proses pendaftaran member, konsumen menyerahkan tanda pengenal kepada pegawai dan pegawai akan menginput datanya. Data konsumen berisi nama, alamat, dan telepon konsumen. Admin membuat dan mengedit data pegawai. Data pegawai hampir sama dengan data konsumen juga menyimpan nama, alamat, dan telepon dari pegawai. Data ini digunakan pada proses transaksi untuk mengetahui siapa pegawai yang menginput data transaksi.

Level 2 pada transaksi & rekap data

Pegawai menginput data transaksi dimana dalam proses ini memerlukan data konsumen dan data pegawai. Data transaksi dicetak sebagai bukti transaksi kepada konsumen. Dalam sistem ini data transaksi diolah untuk dapat merekap data. Laporan transaksi baik itu bulanan atau tahunan dapat dilihat oleh Admin

B.

Use Case Diagram

Use-case Diagram adalah deskripsi dari fungsionality pada sistem. Penjelasan dari use case biasanya dibuat

dalam teks sederhana sebagai pendokumentasian pada simbol use case, tetapi dapat juga digambarkan menggunakan activity diagram. Use case digambarkan sebagai cara pandang terhadap sistem dariluar oleh actor. Use case mempertegas fungsionality requirement sistem. Use case adalah deskripsi dari sekumpulan aksi yang berurutan sebagai akibat dari interaksinya dengan actor. Actor adalah representasi dari pengguna sistem yang berinteraksi dengan use case tetapi tidak memiliki control terhadap use case tersebut dan diluar sistem
Berikut adalah usecase diagram dari sistem informasi laundry :

Pegawai dan Admin melakukan proses login. Pegawai menginput pendaftaran konsumen untuk menjadi member dimana konsumen mendaftar dengan memberikan tanda pengenal. Ketika konsumen meninggalkan baju, sebelumnya konsumen telah terdaftar pada SI. Dalam proses transaksi dimana baju telah selesai dilaundry, pegawai mencatat transaksi sedangkan konsumen dapat mengambil baju dan membayar transaksinya. Tanda garis tanpa tanda panah menandakan dilaksanakan pada waktu yang bersamaan. Ada 2 proses yang bersamaan yaitu pada proses pendaftaran konsumen dan proses transaksi. Setelah login, Admin dapat mengedit data pegawai atau dapat melihat laporan baik itu bulanan maupun tahunan

C.

Usecase Text

Use case text menceritakan suatu urutan interaksi antara satu atau lebih actor dan system, serta menceritakan jalannya aliran sebuah data dan system yang semuanya itu diceritakan dalam bentuk cerita narasi.

D. Class

Diagram

Class diagram mendeskripsikan jenis-jenis object dalam system dan berbagai macam hubungan statis yang terjadi. Class diagram juga menunjukkan property dan operasi sebuah class dan batasan yang terdapat dalam hubungan dengan object . Class diagram merupakan alat terbaik dalam perancangan perangkat lunak. Class Diagram membantu pengembang mendapatkan struktur system dan menghasilkan rancangan system yang baik. Class diagram menggambarkan struktur dan deskripsi class , package dan object beserta hubungan satu sama lain seperti containment , pewarisan , asosiasi dan lain lain Class memiliki 3 area pokok yaitu : Nama , Atribut dan method.
Nama Class Atribut; Method;

Class Diagram Sistem Informasi Laundry

E.

Sequence Diagram

Sequence diagram adalah suatu diagram yang menggambarkan interaksi antar obyek dan mengindikasikan komunikasi diantara obyek-obyek tersebut. Diagram ini juga menunjukkan serangkaian pesan yang dipertukarkan oleh obyek-obyek yang melakukan suatu tugas atau aksi tertentu. Obyek-obyek tersebut kemudian diurutkan dari kiri ke kanan, aktor yang menginisiasi interaksi biasanya ditaruh di paling kiri dari diagram. Pada diagram ini, dimensi vertikal merepresentasikan waktu. Bagian paling atas dari diagram menjadi titik awal dan waktu berjalan ke bawah sampai dengan bagian dasar dari diagram. Garis Vertical, disebut lifeline, dilekatkan pada setiap obyek atau aktor. Kemudian, lifeline tersebut digambarkan menjadi kotak ketika obyek melakukan suatu operasi , kotak tersebut disebut activation box. Obyek dikatakan mempunyai live activation pada saat tersebut. Pesan yang dipertukarkan antar obyek digambarkan sebagai sebuah anakpanah antara activation box pengirim dan penerima. Kemudian diatasnya diberikan label pesan. Tujuan penggunaan sequence diagram : 1. Mengkomunikasikan requirement kepada tim teknis karena diagram ini dapat lebih mudah untuk dielaborasi menjadi model design. 2. Merupakan diagram yang paling cocok untuk mengembangkan model deskripsi use-case menjadi spesifikasi design. Sequence Diagram Sistem Informasi Laundry
a. Login

b. Mengedit data pegawai

c. Melihat laporan

d. Mencatat pendaftaran

e. Meninggalkan baju

f. Mencatat transaksi

F.

Collaboration Diagram

Collaboration diagram merupakan cara alternatif untuk menampilkan suatu skenario, serta menampilkan interaksi object yang terorganissi di sekitar object dan hubungannya dengan object lain. Perbedaan sequence diagram dengan collaboration diagram adalah jika pada sequence diagram memberikan cara pandang skenario secara urut waktu sedangkan collaboration diagram memberikan suatu gambaran besar skenario karena kolaborasi yang terorganisasi antar obyek satu dengan obyek lainnya. Collaboration Diagram mendeskripsikan pola interaksi antar object . Diagram ini menunjukkan object-object yang terlibat dalam interaksi melalui link dan message yang dikirim antar object. Collaboration Diagram Sistem Informasi Laundry
a. Login

b. Melihat Laporan

c. Mengedit data pegawai

d. Mencatat pendaftaran

e. Meninggalkan baju

f. Mencatat transaksi