Anda di halaman 1dari 7

PENDAHULUAN

Pendidikan jasmani pada dasarnya merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan jasmani harus diarahkan pada pencapaian tujuan tersebut. Tujuan pendidikan jasmani bukan hanya mengembangkan ranah jasmani, tetapi juga mengembangkan aspek kesehatan, kebugaran jasmani, keterampilan berfikir kritis, stabilitas emosional, keterampilan sosial, penalaran dan tindakan moral melalui kegiatan aktivitas jasmani dan olah raga. Pendidikan jasmani merupakan media untuk mendorong perkembangan motorik, kemampuan fisik, pengetahuan dan penalaran, penghayatan nilai-nilai (sikap-mentalemosional-spritual-dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan yang seimbang. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam mengintensifkan penyelenggaraan pendidikan sebagai suatu proses pembinaan manusia yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan jasmani memberikan kesempatan pada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan berolahraga yang dilakukan secara sistematis, terarah dan terencana. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina, sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang hayat. Dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani guru harus dapat mengajarkan berbagai keterampilan gerak dasar, teknik dan strategi permainan / olahraga, internalisasi nilai-nilai (sportifitas, jujur kerjasama, dan lain-lain)dari pembiasaan pola hidup sehat. Pelaksanaannya bukan melalui pengajaran konvensional di dalam kelas yang bersifat kajian teoritis, namun melibatkan unsur fisik mental, intelektual, emosional dan sosial. Aktivitas yang diberikan dalam pengajaran harus mendapatkan sentuhan dikdakdikmetodik, sehingga aktivitas yang dilakukan dapat mencapai tujuan pengajaran. Melalui pendidikan jasmani diharapkan siswa dapat memperoleh berbagai pengalaman untuk mengungkapkan kesan pribadiyang menyenangkan, kreatif, inovatif, terampil, meningkatkan dan memeliharan kesegaran jasmani serta pemahaman terhadap gerak manusia.

LARI JARAK PENDEK


A. Pengertian umum Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. oleh karena itu kebutuhan utama untuk lari jarak pendek adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otototot yang dirubah menjadi gerakan halus lancer dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi. Seoarang pelari jarak pendek (sprinter) yang potensial bila dilihat dari komposisi atau susunan serabut otot persentase serabut otot cepat (fast twitch) lebih besar atau tinggi dengan kemampuan sampai 40 kali perdetik dalam vitro disbanding dengan serabut otot lambat (slow twitch) dengan kemampuan sampai 10kali perdetik dalam vitro. Oleh karena itu seorang pelari jarak pendek itu dilahirkan /bakat bukan dibuat. Suatu analisa structural prestasi lari jarak pendek dan kebutuhan latihan dan pembelajaran untuk memperbaiki harus dilihat sebagai suatu kombinasi yang kompleks dari proses-proses biomekanika, biomotor, dan energetic. Lari jarak pendek bila dilihat dari tahap-tahap berlari terdiri dari beberapa tahap yaitu : tahap reaksi dan dorongan (reaction dan drive) tahap percepatan (acceleration) tahap tansisi/perobahan (transition) tahap kecepatan maksimum (speed maximum) tahap pemeliharaan kecepatan (maintenance speed) finish tujuan lari jarak pendek adalah untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan ke depan. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi langkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya. B. Urutan Gerak Keseluhan Urutan gerak dalam berlari bila dilihat dari tahap-tahapnya adalah tahap topang yang terdiri dari topang depan dan satu tahap dorong, serta tahap melayang yang terdiri dari tahap ayun ke depan dan satu tahap pemulihan atau recovery. Tahap Topang (support phase), pada tahap ini bertuuan untuk memperkecil penghambatan saat sentuh tanah dan memaksimalkan dorongan ke depan. Bila dilihat dari sifat-sifat teknisnya adalah mendarat pada telapak kaki (ballfoot). Tahap melayang (flaying phase), pada tahap ini bertujuan untuk memaksimalkan dorongan ke depan dan untuk mempersiapkan suatu penempatan kaki yang efektif saat sentuh tanah. Bila dilihat dari sifat-sifat teknis pada tahap ini adalah lutut kaki ayun bergerak ke depan dank e atas (untuk meneruskan dorongan dan menambah panjang langkah)

Tahap Tahap Pembelajaran Pembelajaran lari jarak pendek (sprint) terdiri dari beberapa tahapan, yaitu : Tahap Bermain (games) Tahap Teknik Dasar (Basic of Technic) Tahap Bermain Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah gerak (movement problem) lari jarak pendek langsung, dan cara lari jarak pendek yang benar ditinjau secara anatomis, memperbaiki sikap berlari jarak pendek serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Tujuan khusus dalam bermain lari jarak pendek adalah meningkatkan reaksi bergerak, kecepatan dan percepatan gerak siswa, serta koordinasi gerak siswa dalam berlari. Dalam bermain aa beberapa bentuk yang dapat diberikan, yaitu bentuk perorangan, kelompok kecil atau kelompok besar. Tahap Teknik Dasar (Basic of Technic) Tahap ini bertujuan untuk mempelajari dasar gerak lari jarak pendek yang sistematis. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut : b.1. Latihan Dasar ABC Tahap ini bertujuan mengembangkan keterampilan dasar lari dan mengembangkan koordinasi gerak lari jarak pendek. Adapun latihannya adalah : Tumit menendang pantat (A) ; Gerak ankling (B); lutut diangkat tinggi (C) ; Lutut diangkat tinggi dan kaki diluruskan (D). b.2. Latihan Dasar Koordinasi ABC Tahap berikut ini bertujuan untuk mengembangkan keteramilan dan koordinasi lari cepat. b.3. Lari Cepat Dengan Tahanan Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan tahap dorong atau support phase dan kekuatan khusus. Pada tahap ini dapat menggunakan tahanan dari teman atau suatu alat penangan misalnya ban mobil atau beberapa ban motor, lakukan dngan tidak melebihi berat tahanan, serta guru memperhatikan kaki topang betul-betul lurus dan kontak dengan tanah sesingkat mungkin. b.4. Lari Mengejar Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kecepatan reaksi dan percepatan lari. Latihan ni dapat menggunakan tomgkat atau tali sepanjang 1,5 m; mulailah dengan berlari pelan-pelan setelah teman pasangan di depan melepaskan tongkat atau tali siswa yang dibelakang mengejar sampai batas yang telah ditentukan.

b.5. Lari Percepatan Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan lari percepatan dan keceatan maksimum. Buatlah tanda untuk menandai daerah 6 m, satu teman menunggu di ujung batas yang telah ditentukan, dan pelari yang dibelakang berlari optimum dan percepatlah berlari bila pelari yang dating mencapai daerah 6 m dan pelari yang di depan mulai berlari secepat mungkin bila pelari belakang telah menginjak garis 6 m dibelakangnya. b.6. Start Melayang Lari Sprint 20 m Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kecepatan maksimum. Untuk melakukannya buatlah tanda 20 m dan gunakan awalan antara 20 sampai 30 m tetapi bias disesuaikan dengan keadaan lapangan antara 10 sampai 20 m, selanjutnya siswa berusahamelewati batas yang telah ditentukan dengan kecepatan maksimum. A. Gambar Lapangan Lari Keterangan : S5 = untuk start 800 m F = Finish S6 = untuk start 1.500 m BC = Busur dengan pusat A S7 = untuk start 3.000 m E = Bak Air Steeplechase S8 = untuk start 5.000 m S9 = untuk start 10.000 m 1. Nomor nomor lari jarak pendek : 100 m, 200 m, 400 m 2. Nomor nomor lari jarak menengah : 800 m, 1500 m, 3000 m 3. Nomor nomor lari jarak jauh : 5000 m, 10.000 m, 42.195 m/(marathon) 4. Nomor nomor lari khusus - Lari estafet/sambung/beranting : 4 X 100 m, 4 X 400 m - Lari Gawang : 110 m, 400 m (putra) , 100 m (putri) - Lari Lintas Alam / Cross Country : 3000 m, 5000 m - Panca Lomba - Dasa Lomba B. Alat Dalam Perlombaan Lari 1. Sepatu 2. Start Blok 3. Tiang Finish 4. Tongkat untuk estafet 5. Stopwatch 6. Gawang untuk lari gawang 7. Pita Finish C. Macam-macam start 1. Start Jongkok untuk lari jarak pendek 2. Start Melayang untuk lari estafet (pelari II, III, IV) 3. Start Berdiri untuk Lari jarak menengah dan lari jarak jauh

D. Yuri dalam perlombaan lari 1. Starter bertugas untuk memberangkatkan pelari 2. Timer bertugas untuk mencatat waktu 3. Yuri kedatangan bertugas menentungan urutan datangnya pelari 4. Pengawas lintasan bertugas mengawasi atlit saat berlari E. Lain-lain 1. Aba aba start jongkok bersedia, siap, ya 2. Aba aba start berdiri siap, ya 3. Lebar lintasan lari 122 cm 4. Pelari cepat disebut sprinter 5. Garis finish adalah garis akhir perlombaan lari 6. Garis start adalah garis awal perlombaan lari 7. Panjang tongkat estafet adalah 28-30 cm 8. Tempat pergantian tongkat disebut Wissel 9. Cara pergantian tongkat ada 2 macam Visual dengan cara Non Visual dengan cara tidak melihat

PENUTUP
KESIMPULAN 1. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesegaran jasmani seseorang, salah satunya yaitu melalui aktivitas jasmani. Dengan demikian pendidikan jasmani dapat digunakan sebagai bentuk kegiatan siswa dalam upaya menjaga dan meningkatkan kesegaran jasmani. 2. Kita dapat menjaga kesegaran jasmani denga cara berolahraga dan salah satunya adalah lari. Banyak macam lari diantaranya lari jarak pendek. Lari jarak pendek adalah lari yang menempuh jarak antara 50 m sampai dengan jarak 400 m. SARAN Setelah adanya tulisan ini dihiharapkan masarakat sadar akan pentingya kesegaran jasmani dan mudah cara pelaksanaannya. Lebih baik mejaga kesehatan dari pada mengobati. Karena mengobati lebih mahal dari pada menjaga kesehatan kita sandiri. Dan itu semua sudah terbukti kebenarannya.

LATAR BELAKANG
Tulisan ini saya buat bermaksud untuk sedikit mengingatkan akan pentingya menjaga kesegaran jasmani. Dewasa ini banyak masyarakat yang belum sadar tentang menjaga kesehatan terutama denngan cara olah raga.padahal banyak macam olah raga yang bias di kerjakan dan tidak sulit untuk pelaksanaannya, Salah satunya adalah lari. Lari dapat dilakukan kapan saja. Tetapi masyarakat saat ini cenderung memakai jam kosong untuk tidur tiduran dibandingkan untuk berolahraga. Mungkin dalam 1 minggu hanya 1 kali olahraga, bahkan 2 kali dalam 1bulan. Bisa di persempit dalam lingkungan pendidikan, biasanya 1 kali dalam 1 minggu. Itupun hanya 1jam pelajaran. Yang lebih parahnya kurangnya pemahaman dari siswa tentang maksud dan tujuan pendidikan jasmani sehingga pada proses pembelajaran belum semua antusias untuk beraktivitas jasmani. Kurangnya pemahaman tentang arti pentingnya tubuh bugar dan sehat, sehingga mereka mengikuti pendidikan jasmani hanya sekedar ikut dan memperoleh nilai. Makalah ini selain untuk memotivasi, juga untuk membantu cara pelaksanaanya. Yang saya bahas dalam makalah ini yaitu tentan lari jarak pendek. Bagaimana pelaksanaannya, alat dan bahan semua ada dalam makalah yang saya buat. Semoga makalah yang saya buat ini bermanfaat bagi kita semua, amin.