Anda di halaman 1dari 2

Sendawa dan Cegukan

Adakah hubungan antara sendawa dan maag? maag identik dengan gejala dispepsia dengan tanda-tanda : perih seperti terbakar di uluh hati, sakit, kembung, mual, bahkan sendawa, karena udara yang masuk ke dalam lambung manusia 2-5 ml udara tertelan. Cegukan contoh lainnya yang jarang kita sadari ialah cegukan. orang-orang zaman dahulu mempercayai bahwa jika ada bayi cegukan, maka cukup ditempeli dengan potongan kertas di keningny, beberapa saat setelahnya, cegukan dipercayai hilang. tapi itu zaman dahulu, sekarang, setelah ilmu medis berkembang, diketahui bahwa cegukan memiliki proses atau mekanisme khusus. cegukan yang dikenal juga dengan sebutan Singultus adalah menarik nafas saat seseorang terisak isak, terjadi kontraksi otot pernapasan yaitu antara diafragma dan otot-otot tulang rusuk, hal ini dapat diakibatkan oleh makan makanan terlalu cepat atau panas, minum air terlalu dingin setelah makan makanan pedas, dan masih banyak lagi, yang jelas cegukan berkaitan dengan mekanisme oto pernapasan dan diafragma.

Memang pada saat kita lagi haus mungkin kita ingin mengosumsi minuman yang menyegarkan, salah satunya minuman bersoda apalagi sesudah berolahraga. Tapi biasanya orang akan bersendawa setelah mengonsumsi minuman bersoda. Bersendawa merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan kelebihan gas dalam sistem pencernaan. Beberapa minuman terutama yang berkarbonasi seperti soda mengandung gas karbon dioksida. Gelembung udara ini sebenarnya sudah digabungkan ke dalam air selama proses produksi, tapi tetap saja masih ada karbon dioksida yang tidak ikut tergabung. Semakin banyak soda yang diminum maka akan lebih banyak pula gelembung karbon dioksida yang masuk ke sistem pencernaan. Jika seseorang minum soda dengan cepat, maka jumlah udara yang ikut tertelan akan semakin meningkat sehingga jumlah gas yang masuk ke dalam tubuh akan lebih banyak dan menimbulkan rasa sakit atau kembung di perut. Terkadang gelembung udara yang tertelah cukup besar sehingga menimbulkan rasa ketidaknyamanan di kerongkongan, serta tekanan dari gelembung udara yang masuk juga bisa terasa di dada atau perut. Kentut atau buang angin atau istilah ilmiahnya flatus pada dasarnya adalah hal yang wajar dalam mekanisme tubuh. Ini termasuk salah satu keajaiban penciptaan dari Allah, atas mekanisme tubuh manusia yang sangat rumit. Karena itu, bersyukurlah karena kita masih bisa kentut! Mengapa? Karena akan menjadi tidak wajar manakala tidak bisa mengeluarkan kentut atau bahkan berlebihan saat kentut. Kemampuan manusia untuk menampung udara/gas dalam tubuh adalah setengah liter saja. Karena itu, normalnya, kita membuang angin sebanyak 14 kali dalam sehari. Selebihnya, angin biasanya dibuang melalui mulut dengan bersendawa

Anda mungkin juga menyukai