Anda di halaman 1dari 21

PEMBELAJARAN GEOMETRI DASAR DAN PENGUKURANNYA

Disusun guna memenuhi Tugas Mata Kuliah Pendidikan Matematika SD 2 Dosen Pengampu : Dr. Riyadi, M.Pd

OLEH :

1. 2. 3.

Rosiana Budi Rahayu Yesie Agustina Kusuma R Yoga Andika Widiaji

K7110145 K7110177 K7110179

SEMESTER 3C
PROGRAM S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIDKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya. Sehingga makalah yang berjudul PEMBELAJARAN GEOMETRI DATAR DAN PENGUKURANNYA ini dapat terselesaikan. Makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidkan Matematika SD 2 yang diampu oleh Dr. Riyadi, M.Pd. Makalah ini membahas mengenai Pemeblajaran titik, garis, sudut dan pemeblajaran pengukuran ruas garis serta pengukuran berat dan volume suatu benda. Penyusun menyadari dalam penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Maka dari itu, penyusun mengharapkan kritik serta saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Akhirnya penyusun berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Surakarta, Februari 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..................................................................................... KATA PENGANTAR ................................................................................... DAFTAR ISI ................................................................................................. BAB I ............................................................................................................. PENDAHULUAN ....................................................................................... BAB II ........................................................................................................... PEMBAHASAN .......................................................................................... A. Pembelejaran titik, garis, ruas garis dan sudut ................................... 1. Titik .................................................................................................. 2. Garis ................................................................................................. 3. Sudut ................................................................................................. B. Pembelajaran pengukuran ruas garis .................................................. 1. Pengkuran ruas garis tidak standar ................................................... 2. Pengukuran ruas garis standar .......................................................... C. Pengukuran berat dan volume ............................................................. 1. Pengukuran berat ............................................................................... a. Pengukuran berat dengan satuan tidak standar ............................. b. Pengukuran berat dengan satuan standar ...................................... 2. Pengukuran volum ............................................................................. a. Pengukuran volum dengan satuan tidak standar ........................... b. Pengukuran volum dengan satuan standar .................................... BAB III .......................................................................................................... PENUTUP ................................................................................................... A. Kesimpulan ..................................................................................... B. Saran............................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

i ii iii 1 1 2 2 2

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah Materi pelajaran mengenai geomtetri dasar sangat dibutuhkan saat mengajar di sekolah dasar, baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Karena hal ini merupakan langkah awal dalam mengenalkan siswa terhadap pengukuran terhadap benda-benda yang ada disekitar mereka. Materi-materi pengukuran seperti satuan panjang, satuan waktu, dan lain lain. Dalam kehidupan sehari-hari siswa telah mengenal penggunaan satuan berat seperti ketika mereka melakukan pemeriksaan kesehatan di sekolah atau di tempat-tempat pemeriksaan kesehatan yang lain. Pada saat pemeriksaan kesehatan tersebut, salah satu hal yang dilakukan adalah pengukuran berat badan. Mereka juga telah familiar dengan penggunaan satuan berat untuk menentukan berat suatu benda atau bahan-bahan kebutuhan sehari-hari ketika mereka berbelanja di toko, misalnya berat buah dll. Untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait satuan berat, pada observasi kelas yang diadakan pada kesempatan kali ini, siswa akan dikenalkan kembali tentang alat-alat yang bisa digunakan untuk mengukur berat. Selain itu mereka juga akan diberikan soal-soal kontekstual terkait penggunaan satuan berat dengan sebelumnya mereka akan diajarkan tentang konversi satuan berat. Pada observasi kali ini siswa tidak langsung dikenalkan dengan unit pengukuran untuk satuan berat, tetapi diawali dengan penanaman pemahaman tentang perbandingan berat dua buah benda, apakah beratnya sama, lebih berat atau lebih ringan. Oleh karena itu dalam makalah ini kami menyampaikan beberapa pokok bahasan mengenai pembelajaran titik, garis, ruas garis dan susdut dan pembelajaran pengukuran ruas garis serta pengukuran berat dan volume (standar dan tidak standar). Dalam makalah ini juga disertai beberpa contoh kegiatan yang dapat dilakukan siswa guna membangkitkan kreatifitas siswa dalam memahami bahan ajar yang diberikan.

BAB II PEMBHASAN

A. PEMBELEJARAN TITIK, GARIS, RUAS GARIS DAN SUDUT 1. Titik Bayangkan, suatu persegi panjang dibuat dari banyak titik, sehingga titiktitik tersebut saling menutup. Bayangkan juga bahwa antara titik yang satu dan yang lain tidak ada daerah yang kosong.

. . . . . . . . . . . . . . . . . .p . . . . . . . . . . . .
Gambar 1.1

Gambar 1.1 memberikan gagasan konseptual tentang koleksi titik-titik. Akhirnya bayangkan bahwa daerah persegi panjang itu meluas kiri-kanan, bawah-atas tanpa batas. Daerah yang demikian disebut bidang datar. Sekarang, dapat dibayangkan bahwa titik sebagai suatu tempat pada bidang datar tersebut.

2. Garis Bentuk-bentuk bangun dalam matematika maupun kehidupan sehari-hari sangat dipengaruhi oleh garis-garis dan dan besar sudut-sudut. Garis-garis tersebut ada yang sejajar, berpotongan, berhimpit dan bersilangan, sedangkan sudut-sudutnya ada yang berbentuk sudut lancip, sudut siku-siku, sudut lurus, sudut tumpul, sudut refleks maupun sudut satu putaran penuh. Kedudukan Dua Garis

1) Dua garis sejajar Dua garis atau lebih dikatakan sejajar jika garis-garis itu terletak pada satu bidang datar dan tidak pernah berpotongan jika diperpanjang hingga tak berhingga. 2) Dua garis berpotongan Dua garis berpotongan jika terletak pada satu bidang datar yang sama dan memiliki satu titik perpotongan 3) Dua garis berhimpit Dua garis dikatakan berhimpit jika terletak pada satu bidang datar dan terlihat hanya satu garis 4) Dua garis bersilangan Dua garis dikatakan bersilangan jika tidak terletak pada satu bidang datar yang sama dan tidak berpotongan jika diperpanjang. Sifat-sifat Garis Sejajar Bagaimanakah sifat-sifat garis sejajar? Perhatikan pada animasi berikut. Titik A berada di luar sebuah garis. Sifat-sifat garis sejajar, yaitu: Melalui sebuah titik di luar garis hanya dapat dibuat satu garis yang sejajar garis tersebut. Jika sebuah garis memotong salah satu dari dua garis sejajar maka akan memotong garis yang kedua. Jika sebuah garis sejajar dengan dua garis lain maka garis itu akan sejajar satu sama lain.

3. Sudut a. Pengertian Sudut Sudut adalah daerah yang dibentuk oleh pertemuan dua sinar garis. Pada gambar, AB dan AC adalah dua sinar garis yang bertolak dari titik yang sama yaitu titik A. Daerah antara kedua sinar disebut daerah sudut.

AB dan AC disebut kaki-kaki sudut. Titik A disebut titik sudut. Sebuah sudut dinotasikan dengan lambang . Nama sebuah sudut dapat dinyatakan dengan dua cara, yaitu : Dengan satu huruf, diambil dari nama titik sudut 2. Dengan tiga huruf, maka nama titik sudut diletakkan di tengah. Maka sudut pada gambar diberi nama dengan BAC atau A.

b. Jenis-jenis sudut Jenis-jenis Sudut berdasarkan ukuran sudutnya adalah sebagai berikut: Sudut lancip adalah sudut yang

ukurannya antara 0 dan 90. Pada gambar, ABC adalah sudut lancip.

Sudut siku-siku adalah sudut yang ukurannya 90. Pada gambar, adalah sudut siku-siku. ABC

Sudut

tumpul

adalah

sudut

yang

ukurannya antara 90 dan 180. Pada gambar, ABC adalah sudut tumpul.

Sudut

lurus

adalah

sudut

yang ABC

ukurannya 180. Pada gambar, adalah sudut lurus. Sudut refleks adalah dari sudut 180.

yang Pada

ukurannya

lebih

gambar,

ABC

adalah

sudut

reflek.

c. Hubungan Antar Sudut  Hubungan dan Sifat Sudut yang Saling Berpelurus Sudut yang saling berpelurus adalah sudutsudut yang jumlah ukurannya sama dengan sudut lurus atau 180. Pada gambar jika AOC = a dan AOC + BOC = b, maka: BOC = a + b = 180 Contoh soal: AOC dan adalah ... Jawab: BOC = 180 AOC BOC saling berpelurus, jika AOC = 125 besar BOC

BOC = 180 - 125 = 55  Hubungan dan Sifat Sudut yang Saling Berpenyiku Sudut yang saling berpenyiku adalah sudut-sudut yang jumlah ukurannya sama dengan sudut siku-siku atau 90. Pada gambar jika PQS + PQS = x dan RQS = y, maka:

RQS = x + y = 90

Contoh soal: PQS dan adalah ... Jawab: RQS = 90 PQS RQS saling berpenyiku, jika PQS = 35, besar RQS

RQS = 90 - 35 = 55

 Hubungan dan Sifat Sudut Bertolak Belakang Sudut-sudut yang bertolak belakang

terbentuk pada dua garis yang saling berpotongan. Dua sudut yang bertolak belakang besarnya sama. Pada gambar, pasangan sudut yang bertolak belakang dapat ditunjukkan bahwa ukurannya selalu sama besar. LOK = LOM = Contoh soal: LOK dan NOM bertolak belakang, jika LOK = 35, besar MON KON

NOM adalah ... Jawab: NOM = LOK

NOM = 35

d. Hubungan Antar Sudut Jika Sepasang Garis Sejajar Dipotong oleh Sebuah Garis Lain  Hubungan dan Sifat Pasangan Sudut Sehadap Pasangan sudut sehadap sama mempunyai besar yang sama. Pada gambar adalah : P1 dan P2 dan P3 dan P4 dan Contoh: Perhatikan gambar! Tentukanlah besar sudut x dan y ! Jawab: Q1, Q2, Q3, Q4, P1 = P2 = P3 = P4 = Q1 Q2 Q3 Q4 pasangan sudut sehadap

Sudut x sehadap dengan sudut 110, jadi besar sudut x = 110. Sudut y sehadap dengan sudut 70, jadi besar sudut y = 70.  Hubungan dan Sifat Pasangan Sudut Dalam Berseberangan Pasangan sudut dalam berseberangan mempunyai besar yang sama. Pasangan sudut dalam berseberangan adalah P4 dan P3 dan Contoh: Perhatikan gambar! Tentukanlah besar sudut x dan y ! Jawab: Sudut x dengan sudut 125 adalah pasangan sudut dalam berseberangan, jadi besar sudut x = 125. Sudut y dengan sudut 55 adalah pasangan sudut dalam berseberangan, jadi besar sudut y = 55.  Hubungan dan Sifat Pasangan Sudut Luar Berseberangan Pasangan sudut luar berseberangan mempunyai besar yang sama. Pasangan sudut luar berseberangan adalah P1 dan P2 dan Q3, Q4, P1 = P2 = Q3 Q4 Q2, Q1, P4 = P3 = Q2 Q1

Contoh : Perhatikan gambar! Tentukanlah besar sudut x dan y! Jawab : Sudut x dengan sudut 100 adalah

pasangan sudut luar berseberangan, jadi besar sudut x = 100. Sudut y dengan sudut 80 adalah pasangan sudut luar berseberangan, jadi besar sudut y = 80.  Hubungan dan Sifat Pasangan Sudut dalam Sepihak Pasangan sudut dalam sepihak jumlah ukuran sudutnya 180. Pasangan sudut dalam sepihak adalah P4 dan P3 dan Contoh : Perhatikan gambar! Tentukanlah besar sudut x dan y! Jawab : Sudut x dengan sudut 48 adalah pasangan sudut dalam sepihak, jadi besar sudut x = 180 - 48 = 132. Sudut y dengan sudut 132 adalah pasangan sudut dalam sepihak, jadi besar sudut y = 180 - 132 = 48.  Hubungan dan Sifat Pasangan Sudut dalam Sepihak Pasangan sudut luar sepihak jumlah ukuran sudutnya 180. Pasangan sudut luar sepihak adalah P1 dan P2 dan Contoh: Perhatikan gambar! Tentukanlah besar sudut x dan y! Jawab: Q4 , Q3 , P1 + P2 + Q4 = 180 Q3 = 180 Q1, Q2, P4 + P3 + Q1 = 180 Q2 = 180

Sudut x dengan sudut 61 adalah pasangan sudut luar sepihak, jadi besar sudut x = 180 - 61 = 119 . Sudut y dengan sudut 119 adalah pasangan sudut luar sepihak, jadi besar sudut y = 180 - 119 = 61. Membuat sudut 60 derajat (dengan menggunakan jangka) Bagaimana cara membuat sudut yang besarnya hanya dengan

menggunakan penggaris lurus dan sebuah jangka? (tanpa menggunakan penggaris busur derajat).

Perhatikan gambar tersebut. Langkahlangkahnya adalah sebagai beikut :

-buat sebarang garis lurus. (pada gambar adalah garis yang mendatar) -beri nama titik di ujung garis yang telah dibuat. sebagai pusatnya.

-kemudian buat busur dengan titik

-busur akan memotong garis yang kita buat di awal. Kita beri nama titik . -jangan merubah besarnya sudut pada busur. -kemudian buat busur dengan titik sebagai pusat. pada perpotongan

-kedua busur tersebut berpotongan. Beri nama titik dua busur tersebut. -tarik garis dari ke . Pada gambar yaitu garis .

-jadilah sudut yang besarnya

Cara menggambar sudut yang besarnya

dengan menggunakan jangka

ini adalah cara yang sangat tepat untuk ukuran. Dibandingkan dengan menggunakan sebuah penggaris busur derajat.

B. PEMBELAJARAN PENGUKURAN RUAS GARIS Pengukuran adalah suatu proses memberikan bilangan kepada kualiatas fisik panjang, kapasitas, volume, luas, sudut, berat, (massa) dan sushu (Kennedy dan Tipps, 1994) kita juga dapat menghitung waktu, tetapi ada kekurangan kualitas fisiknya. Uang adalah suatu ukuran nilai atau harga. Setiap unit digunakan untuk mengukur memiliki sifat yang sama sebagaimana benda yang akan diukur. Misalnya tongkat meteran memiliki sifat panjang dan digunakan untuk mengukur panjan, tinggi, dan jarak. Satu senti meter persegi memiliki sifat dua dimensi yang digunakan untuk mengukur luas daerah. Setiap benda diukur dengan menerapkan suatu unit ukuran sekali atau lebih pada benda tersebut. Jika tongkat meteran digunakan untuk mengukur panjang suatu gedung perpustakaan, jumlah banyak kali diterapkan sepanjang sisi gedung perpustakaan tersebut, menentukan panjang gedung tersebut. Panjang gedung perpustakaan diukur dengan menggunakan satuan meter, tetapi satuan ini tidak sesuai jika digunakan dengan satuan panjang kaki ayam. Oleh karena itu diperlukan satuan ukuran panjang yang lain. Demikian juga, dalam mengukur kita memerlukan bilangan pecahan biasa atau pecahan desimal.

Proses pengukuran dapat dilakukan secara langsung atau tidak langsung. Proses menentukan ukuran panjang dan kapasitas adalah langsung, yaitu dengan cara menerapkan unit (satuan) secara langsung pada benda yang sedang diukur. Misalny kita ingin menghitung kuantitas sari buah tomat yang dibuat dari 50 buah tomat. Kita dapat menggunakan satuan ukur cangkir dan menghitung cangkir yang berisi penuh sampai semua sari buah tomat dituangkan. Berat (massa), suhu, dan waktu tidak dapat diukur secara langsung. Mereka memerlukan pengukuran yang secara tidak langsung menrjemahkan sifat yang dapat diukur ke dalam bilangan. Suatu thermometer memiliki sejumlah skala, misalnya derajat celcius dan derajat Fahrenheit. Termometer tersebut berisi cairan yang bisa naik atau turun apabila suhu menjadi lebih dingin. Suhu pada suatu waktu ditentukan secara tidak langsung dengan membaca bilangan yang tercantum di skala yang terdapat di sepanjang termometer tersebut. Terdapat dua sistem pengukuran yaitu sistem pengukuran inggris dan metrik. Sistem Inggris dikembangkan di Eropa. Satuan-satuan pengukuran dikembangkan dari benda-benda disekitar kita. Misalnya ukuran 1 yard adalah jarak antara hidung dan ujung jari lengan orang dewasa yang di lencangkan, ukuran 1 inchi adalah jarak butiran padi dari ujung keujungnya. Pada suatu saat hasil pengukuran akan bervariasi karena berdasarkan tangan seseorang, tetapi sekarang satuan satuan tersebut telah distandarkan, sehingga yard atau inchi adalah sama dimanapun digunakan. Ukuran panjang Sistem Inggris 12 inchi = 1 kaki 3 kaki = 1 yard 36 inchi = 1 yard 5.280 kaki = 1 mil 1.760 yard = 1 mil

Ukuran kapasitas Sistem Inggris 2 table spoons (tbsp) = 1 fluid ounce (fl.oz) 8 fluit ounches (fl.oz) = 1 cup / cangkir 2cups / cangkir = 1 pint (pt)

2 pints (pt) = 1 quart (qt) 4 quarts (qt) = 1 gallon (gal)

Ukuran berat Sistem Inggris 16 ounces (oz) = 1 pound / pon (1b) 2000 pounds / pon (1b) = 1 ton (T)

Berbeda dengan sistem inggris,sistem metric dikembangkan secara sistematis pada akhir abad 18. Pada tahun 1970, Dewan Nasional Perancis mendirikan ilmu pengetahuan Perancis untuk merencanakan satu sistem pengukuran yang memiliki standar. Akademi tersebut mengukur jarak dari khatulistiwa sampai keujung kutub utara kemudian menggunakan seperpuluh jutaan jarak sebagai panjang satu meter. Sekarang ukuran satu meter didefinisikan sebagai 1.659.763,73 panjang gelombang garis oranye atom krypton 86. Satuan-satuan dasar untuk kapasitas, berat dan luas dikembangkan pada waktu yang sama dengan satuan panjang tersebut. Seliter adalah satuan dasar untuk kapasitas merupakan isi suatu kubus yang sisinya satu desimeter, yaitu kubik (dm). Sekilogram adalah satuan dasar untuk berat merupakan satu desimeter kubik air pada 4 derajat Celsius. Are adalah satuan dasar untuk luas merupakan ukuran seratus meter persegi (1000m2). Hektar (ha) adalah 100 are. Volume diukur dengan menggunakan sentimeter kubik (cm2 ) dan meter kubik (m3 ).

Karakteristik Sistem Metrik Salah satu karakteristik dari sistem metrik adalah bahwa ukuran kapasitas berat, dan luas didasarkan meter. Keistimewaan lainnya adalah bahwa sistem desimal untuk setiap jenis ukuran, hubungan satuan ukuran dengan satuan ukuran yang lebih kecil dilakukan dengan membagi sepuluh atau sebaliknya yaitu hubungan satuan ukuran dengan satuan yang lebih besar dilakukan dengan mengalikan sepuluh. Misalnya seperti contoh berikut:

Ukuran panjang sistem metrik: 10 milimeter = 1 sentimeter

10 sentimeter = 1 desimeter 10 desimeter = 1 meter 10 meter = 1 dekameter 10 dekameter = 1 hektometer 10 hektometer = 1 kilometer

Ukuran kapasitas sistem metrik 1000 mililiter = 1 liter

Ukuran berat sistem metrik 1000 miligram = 1 gram 1000 gram = 1 kilogram 1000 kilogram = 1 ton metrik

Satuan ukuran panjang dekameter dan hektometer, satuan ukuran kapasitas dekaliter dan satuan ukuran berat hektogram jarang sekali digunakan di SD, misalnya sentimeter persegi dan meter persegi untuk ukuran satuan luas, sentimeter kubik dan meter kubik untuk satuan volume; detik; menit; jam; hari; bulan; triwulan; catur wulan; tahun; windu dan abad untuk satuan ukuran waktu; derajat Celcius dan derajat Fahrenheit untuk satuan ukuran suhu.

Keuntungan sistem metrik Keuntungan sistem metrik jika dibandingkan sistem inggris antara lain sebagai berikut: Menggunakan sistem bilangan basis 10 Sederhana dan mudah digunakan Hanya sedikit satuan yang sering digunakan yaitu meter, gram, liter, sehingga mudah diingat orang. Satuan ukuran lain digunakan dengan cara membagi atau mengalihkan dengan perpangkatan sepuluh. Sistem metrik telah digunakan secara luas dibanyak negara, walaupun negara Amerika Serikat tidak menggunakan sisitrem ini.

1. Pengukuran ruas garis tidak standar Benda-benda yang dapat digunakan untuk memperkenalkan satuansatuan tidak standar, misalnya pensil sebagai satuan ukuran panjang, potongan-potongan daerah persegi pada kertas berpetak sebagai satuan ukuran luas dan sebaginya. Pengukuran dengan menggunakan pensil yang baru. Materi:   Beberapa pensil baru Benda-benda yang disekitar anak, seperti meja siswa.

Deskripsi: Mintalah anak untuk berpasangan. Pilihlah sebuah objek untuk diukur, misalnya meja siswa. Demosntrasikan bagaimana meletakkan pensil dari ujung ke ujung untuk menentukan panajng dan lebar meja tersebut dengan menggunakan satuan ukuran pensil. Mintalah setiap pasangan anak menyusun pensil-pensil tersebut untuk menentukan panajang dan lebar mejanya masing-masing. Cocokkan hasil pengukuran masing-masing pasangan anak dan diskusikan bersama mereka.

2. Pengukuran ruas garis standar Melalui kegiatan pengukjuran secar praktis anak akan mengetahui dan memahami bahwa satu meter itu lebih panjang dari 1 yard. Hal ini dapoat dilakukan degan bebrapa kegiatan pengukuran yang menerpakan satuan pengukuran non standar kemudian dialihkan ke pengukuran yang standar. Dalam pengukuran panjang, disamping anak menggunakan pensil atau satuan kaki, sekarang mereka menggunakan penggris yang menggunakan satuan sentimeter atau meter.

C. PENGUKURAN BERAT DAN VOLUME 1. PENGUKURAN BERAT

Berat dan massa itu berbeda. Berat benda dibumi berbeda dengan berat benda tersebut di bulan, tetapi masaa benda tersebut sama. a. Pengukuran berat tidak standar Pengukuran berat tidak standar dapat dilakukan dengan membandingkan berat benda yang satu dengan yang lainnya. Misalnya dengan satuan kubus seperti kegiatan dibawah ini: Kegiatan menimbang benda Materi:    Timbangan Kubus-kubus satuan terbuat dari kayu Benda-benda disekitar anak, misalnya buku, mobil-mobilan, boneka kecil, dan sebagainya. Deskripsi: Mintalah anak untuk menimbang masing-masing benda tersebut (buku, mobil-mobilan, boneka) dengan menggunakan kubuskubus satuan. Tanyakan kepada mereka:     Berapakah banyakanya kubus satuan yang seimbang dengan buku? Berapakah banyakanya kubus satuan yang seimbang dengan mobil-mobilan? Berapakah banyakanya kubus satuan yang seimbang dengan boneka? Urutkan benda-benda tersebut dari yang terberat atau sebaliknya.

b. Pengukuran berat standar Satuan berat yang dalam satuan metrik yang sering digunakan adalah kilogram. Pada kelas tinggi disekolah dasar, anak seharusnya sudah mampu mengidentifikasikan satuan berat, menggunakan satuan berat yang sesuai. Misalnya anak akan dapat menaksir berat badan mereka sendiri dengan timbangan.

Anak hendaknya dilibatkan dalam kegiatan mengukur berat aneka benda disekitar anak yang mungkin mudah untuk ditimbang. Hal ini dimaksudkan agar anak dapat merasakan sendiri seberapa beratkah berat 1 kilogram gula, apakah 1 kilogram gula sama beratnya dengan 1 kilogram besi. Kegiatan kilogram Materi: Alat pengukur berat dalam satuan kilogram, benda-benda disekitar anak untuk ditimbang (sekumpulan buku ajar matematika atau yang lain, kerikil atau batu). Deskripsi:  Mintalah anak untuk menimbang benda-benda tersebut dengan menanyakan berat benda 10 buku matematika dalam kilogram dst. Kemudian mintalah mereka untuk mencatatnya.  Selanjutnya mintalah anak untuk menimbang benda-benda tersebut dengan pengukurannya mendiskusikannya. satuan yang lebih kecil. Bagimanakah kemudian mintalah anak untuk menimbang dengan menggunakan satuan

2. PENGUKURAN VOLUME Pengalaman pertama anak dalam mengenal volum kubus dan benda padat lainnya hendaklah melalui kegiatan yang melibatkan anak secara aktif dalam kegiatan mengukur dan membandingkan volum, misalnya mereka menggunakan pasir, padi atau air dari satu wadah kecil ke wadah lainnya atau menghitung volum suatu benda ruang (kubus dan balok) yang tersusun dari satuan sentimeter kubik (cm3 ) yaitu kubus yang mempunyai rusuk 1 senti meter. a. Pengukuran volume tidak standar Pengukuran volum dengan ukuran tidak standar dapat dilakukan dengan kegiatan berikut: Materi:

Kaleng susu kecil atau tabung yang berukuran kecil Kaleng wadah wafer atau tabung yang berukuran sedang. Kaleng yang berukuran besar. Air secukupnya, pasir atau yang lain. Deskripsi: Mintalah anak mengisi suatu kaleng kosong kecil dengan air kemudian masukkan ke dalam wadah kaleng ukuran sedang. Berapa kali kita memasukkan air yang dalam kalaeng kecil sehingga kaleng sedang penuh? Kegiatan tersebut dapat diulang untuk kaleng yang besar. Kemudian bandingkan dari beberapa kaleng tersebut. Misalnya: kaleng sedang dapat terisi air penuh dengan 5 kali kaleng kecil. Ini berarti volume kaleng sedanag = 5 x kaleng kecil. b. Pengukuran volume standar Materi: Kubus-kubus satuan (benda yang berbentuk kubus mempunyai rusuk 1 cm) terbuat dari potongan kayu atau plastik Kotak kosong terbuat dari plastik atau karton yang berbentuk kubus atau balok. Deskripsi: Mintalah anak mengisi suatu kotak kosong yang berbentuk kubus yang rusuknya 5 cm dengan kubus-kubus satuan yang tersedia sampai penuh. Berapa kubus satuan yang diperlukan? Bagiamana hubungan anatara ukuran dan panjang volumenya? Kemudian ulangi kegiatan tersebut dengan mengisi kotak-kotak kosong lain yang berbentuk kubus. Selanjutnya kita mengarahkan mereka menemukan rumus V = r x r x r. V menyatakan volum kubus dan r menyatakan rusuk kubus. Kegiatan diatas dapat diulangi untuk karton yang berbentuk balok, kemudian kita mengarahkan mereka menemukan rumus balok Y = p x l x t.

DAFTAR PUSTAKA
Sadijah, cholis. 1999. Pendidikan Matematika II. Malang: Depdikbud Dirjend Perguruan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar. ___________,_____. Pemahaman garis dan sudut. E-dukasi.net. Diakses hari Minggu 19 Februari 2012 pukul 09.12 WIB.

Anda mungkin juga menyukai