Anda di halaman 1dari 17

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Amina adalah senyawa organik yang mengandung atom nitrogen trivalent yang berikatan satu,dua, atau tiga atom karbon. Amida adalah turunan dari asan karboksilat. Gugus amida dituliskan dengan atom nitrogen yang terikat pada karbon karbonil. Senyawa ini bersifat netral. Pembentukan senyawa amida dapat dilakukan dengan mereaksikan suatu amina karboksilat dengan asil halide atau anhidrida asam pada kondisi yang cocok. Rumus umum amina: CnH2n+3N Rumus umum amida: CnH2n+1ON

Amida adalah suatu senyawa organik yang mempunyai nitrogen trivalent yang terikat pada suatu gugus karbonil. Amida merupakan turunan dari asam karboksilat.

I.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksud Percobaan Maksud dari percobaan ini untuk mengetahui kelarutan dan pH dari senyawa amina dan amida.

1.2.2 Tujuan Percobaan Untuk mempelajari sifat-sifat fisika dan kimia dari senyawa amina dan amida.

I.3 Prinsip Percobaan

Percobaan ini dilakukan dengan cara mereaksikan senyawa amina dan amida dengan HCL dan kloroform kemudian mengamati bau, kelarutan dan pHnya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Teori Ringkas Kebanyakan senyawa amina berguna dalam kehidupan sehari-hari sebagai Pewarna dan obat. sedangkan dalam industri senyawa amina banyak digunakan sebagai penanganan gas karbon dioksida dan hidrogen sulfida. Amina adalah Senyawa organik yang mengandung nitrogen dengan pasangan elektron bebas. amina merupakan tururnan dari Amonia, yang mana satu atau lebih hidrogennya telah tergantikan oleh kelompok Alkil. banyak senyawa amina yang sangat penting dalam kehidupan seperti Asam Amino, Anilin, dan Trietilamin. Sifat Amina, Ikatan Hidrogen pada Amina primer dan Sekuender sangat mempengaruhi sifat fisis dari Amina. Dengan adanya ikatan ini titik didih amina lebih tinggi dari senyawa sejenis seperti alkohol. Beberapa Amina alifatis (rantai terbuka) memperlihatkan sifat larut dalam air, kelarutan ini berkurang dengan meningkatnya jumlah atom karbon dalam senyawa . secara teknis hidrolisis merupakan reaksi dengan air. Itulah yang terjadi ketika Amida dihidrolisis dengan menggunakan katalis Asam encer seperti Asam klorida encer (HCl). contohnya pada Ethanamida. reaksi hidrolisisnya membentuk Asam Etanoat dan Ion Amonia

Hidrolisis Amida, secara teknis hidrolisis merupakan reaksi dengan air. Itulah yang terjadi ketika Amida dihidrolisis dengan menggunakan katalis Asam encer seperti Asam klorida encer (HCl). contohnya pada Ethanamida. reaksi hidrolisisnya membentuk Asam Etanoat dan Ion Amonia. Amida merupakan senyawa organik dengan gugus Asil (R-C=O) yang terhubung dengan Atom Nitrogen. Amida juga sering dihubungkan sebagai senyawa turunan dari Amonia maupun Amina. Amida yang paling sederhana merupakan turunan dari Amonia dengan satu hidrogen didalamnya tergantikan dengan gugus Asil. Amida biasanya dituliskan dengan RC(O)NH2. Sedangkan senyawa amida yang paling sederhana adalah Ethanamida. Amida biasanya dibentuk dengan mereaksikan Asam Karboksilat dengan Amina.

II.2 Uraian Bahan 1. Aquadest Nama Resmi : AQUA DESTILLATA (FI. Ed.III hal. 96) Nama Lain Pemerian : Air suling : Cairan jernih, tidak berwarna, tidak berbau, tidak mempunyai rasa. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik Penggunaan : Pelarut

2. Ammonia Nama resmi Nama lain Pemerian Kelarutan Wadah Khasiat 3. Asam klorida Nama resmi Pemerian Wadah Khasiat : ACIDUM HYDROCHLORIDUM(FI Edisi III hal:53) : cairan tidak berwarna , berasap bau merangsang : Dalam wadah tertutup rapat : Zat tambahan : AMMONIA (FI edisi III hal: 89) : Amonia : Cairan jernih, tidak berwarna , bau khas menusuk kuat : Mudah larut dalam air : Dalam wadah terttutp rapat ditempat sejuk : Zat tambahan

4. Asam sulfat Nama resmi Nama lain Pemerian : ACIDUM SULFURICUM (FI Edisi III hal:58) : Asam sulfat : CAiran kental seperti minyak , korosif, tidak berwarna , jika ditambahkan kedalam air akan menimbulkan panas Wadah Khasiat : Dalam wadah tetutup rapat : Zat tambahan

5. Kloroform Nama resmi Nama lain : CHLOROFORMUM(FI Edis III hal:151) : Kloroform

Pemerian

: Cairan, mudah menguap tidak berwarna bau khas rasa manis dan membakar

Kelarutan

: Larut dalam lebih kurang 200 bagian air, mudah larut dalam etanol mutlak p dalam eter p dan sebagian pelarut organic dalam minyak atsiri dan dalam minyak lemak

Wadah

: Dalam wadah tertutp baik, bersumbat kaca terlindung dari cahaya.

Khasiat

: Zat tambahan

6. Trietanolamin Nama resmi Pemerian : TRIAETHANOLAMINUM(FI Edisi III hal:612) : Cairan kental, tidak berwarna hingga kuning pucat, bau lemah mirip amoniak, higroskopik Kelarutan : Mudah larut dalam air dan dalam etanol(95 %)P, larut dalam kloroform P Wadah : Dalam wadah tertutup rapat terlindung dari cahaya

7. Anilin Nama resmi Pemerian : ANILINA (FI Edisi III hal:646) : Cairan seperti minyak, tidak berwarna atau kuning pucat

BAB III METODE KERJA


III.1 Alat dan Bahan III.1.1 Alat yang digunakan 1. Tabung reaksi dan rak 2. Waterbath 3. Sumbat gabus 4. Gelas arloji 5. Bunzen

III.1.2 Bahan yang digunakan

1. Larutan ammonia 2. Trietalamin 3. Aniline 4. N,N- dimetilanilin 5. Asetamida 6. Larutan NaOH 7. Larutan HCl 8. Larutan H2SO4

III.2 Prosedur kerja III.2.1 Sifat amina 1. Disiapkan 5 tabung yang bersih dan kering, diberi label sesuai dengan sampel yang tertera dalam tabel. 2. Ke dalam masing-masing tabung reaksi ditambahkan 5 ml tetes larutan senyawa yang tertera di bawah ini:

No 1 2 3 4

Tabung reaksi 1 2 3 4

Senyawa nitrogen NH3 6 M Trietilamin Anilin Asetamida

3. Dicatat bau dari tiap senyawa. Tidak dihirup terlalu kuat ! 4. Ditambahkan 2 ml air suling ke dalam masing-masing tabung reaksi. Ditutup dengan sumbat gabus dan kocok sampai bercampur homogen. Apakah amina larut atau tidak? Dicatat 5. Ukur pH larutan di atas dengan menggunakan kertas lakmus. 6. Ditambahkan 2 ml HCl 6 M ke dalam masing-masing tabung reaksi. Ditutup tabung dengan sumbat gabus dan kocok sampai bercampur homogen. Dibandingkan bau dan kelarutan dari larutan ini. 7. Diulangi prosedur 1 s/d 2, kemudian tambahkan 2 ml metilen klorida. Ditutup tabung dengan sumbat gabus dan kocok larutan sampai bercampur homogen. Diamati kelarutannya. Dicatat. 8. Disiapkan gelas arloji yang bersih, kemudian teteskan dengan hati-hati diatasnya secara berdampingan satu tetes trietilamin dan satu tetes HCl pekat. Diamati apa yang terjadi.

III.2.2 Hidrolisis asetamida 1. Dalam tabung reaksi yang bersih dan kering dilarutkan 0,2 g asetamida dalam 5 ml H2SO4 6 M. dipanaskan larutan dalam air mendidih di atas waterbath selama 5 menit. 2. Ditempatkan indicator universal pada mulut tabung reaksi. Dicatat pHnya. Dipindahkan tabung reaksi dari waterbath. Dicatat bau larutannya. 3. Disiapkan tabung reaksi pada air dingin, kemudian ditambahkan dengan hati-hati tetes demi tetes NaOH sambil dikocok sampai larutan menjadi alkalis ( 7 ml basa). Diukur pHnya dan catat baunya.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Hasil Pengamatan 1. Sifat amina

Bau No. Contoh Senyawa Lat. asli 1 NH3 Tengik Dgn HCL Tdk ada Bau tajam tetap Tidak berbau

Kelarutan H2O klorofrom Tidak larut Tidak Larut larut Tidak larut HCL

pH H2O

Larut

Basa

Basa

Trietilamin

Tengik Bau lemah Tengik

larut Tidak larut larut

Asam

Basa

Anilin

Asam

Asam

Asetamida

Asam

Asam

2. Hidrolisis Asetamida a. Larutan asam  pH : lakmus biru  Bau : bau lem b. Larutan basa  Ph : lakmus merah  Bau : tidak ada lakmus biru lakmus merah

IV.2 Pembahasan Dalam percobaan ini kita akan mempelajari tentang sifat-sifat dari senyawa amina dan amida yaitu kelarutan, bau dan pH dari NH3, trietitamin, anilin, dan asetamida. Sifat-sifat senyawa amina dan amida dapat diketahui dengan cara mereaksikan senyawa terseut dengan HCL, H2O, dan kloroform. Dari hasil pengamatan diperoleh bau asli dari NH3,trietalamin,dan asetamida berbau tengik sedangkan aniline berbau lemah. Jika di reaksikan dengan HCL, NH3 anilin dan asetamida tidak berbau sedangkan Trietilamin baunya masih seperti yang semula. Kelarutan dari NH3 ,trietalamin dan asetamida yaitu mudah larut dalam air sedangkan aniline tidak larut dalam air. Hal ini terjadi karena senyawa amina dengan rantai pendek bersifat polar yang mudah larutan dalam air dan senyawa amida dapat larut dalam air karena amida bersifat polar dan mudah membentuk ikatan hydrogen. Jika direaksikan dengan kloroform hanya aniline yang larut dalam kloroform. pH dari NH3, trietilamin, jika direaksikan dengan H2O adalah bersifat basa sedangkan aniline dan asetamida bersifat asam. jika direaksikan dengan HCL semuanya bersifat asam. Uji hidrolisis asetamida. Jika asetamida direaksikan dengan larutan asam (H2SO4), pH asetamida menjadi asam dan berbau seperti lem. Hal ini menunjukkan jika senyawa amida direaksikan dengan larutan asam akan menghasilkan senyawa asam karboksilat. Dan jika asetamida direaksikan dengan larutan basa (NaOH), ph asetamida jadi basa dan tidak berbau.

BAB V PENUTUP

V.1 Kesimpulan 1. Senyawa amina dan amida memiliki bau yang khas yaitu ada yang berbau tengik ada pula yang berbau lemah 2. Senyawa amina dengan rantai pendek bersifat polar sehingga mudah larut dalam air 3. Senyawa amida bersifat polar dan mudah membentuk ikatan hydrogen 4. pH dari senyawa amina bersifat basa sedangkan pH dari senyawa amida bersifat basa lemah. 5. Senyawa amida jika direaksikan dengan larutan asam akan terbentuk asam karboksilat.

V.2 Saran Dalam melakukan praktikum ini diharapkan Bagi praktikan, agar berhati-hati dalam menggunakan asam sulfat pekat karena dapat

menyebabkan luka bakar. Selain itu juga Bagi praktikan lebih teliti dalam
melakukan pengamatan.

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.1979.Farmakope Indonesia Edisi Ketiga.Jakarta. Anonim.senyawa amina dan amida.www.chem-is-try.Org.29-04-2011 Team kimia organik ,2011, Buku Penuntun Praktikum Kimia Organik , Jurusan Farmasi Poltekkes Makassar: Makassar. Anonim.amina.http://en.wikipedia.org/wiki/Amine.18-05-2011 Anonim.amida.http://en.wikipedia.org/wiki/Amide.18-05-2011

LABORATORIUM KIMIA ORGANIK JURUSAN FARMASI POLITEKNIK KEMENKES MAKASSAR

AMINA DAN AMIDA

DISUSUN OLEH :

NAMA NIM KELOMPOK TGL PRAKTIKUM PEMBIMBING

: SUKMAWATI : PO 713251101089 : B-1 : 13 MEI 2011 :HARBIAH ,ST.,M,Si

JURUSAN FARMASI POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAAN KESEHATAN MAKASSAR

2011

Lampiran Rekasi

1. Amonia (NH3) NH3 + H20 NH3 + HCl NH3 + CHCl3 2. Trietilamin C2 H5 C2 H5 N C2 H5 + HCl (C2 H5) 3NHCl NH4 0H NH4Cl

C2 H5 C2 H5 N C2 H5 + H2O (C2 H5)3 NH 4OH

C2 H5 C2 H5 N C2 H5 + CHCl3 (C2 H5)3 NCH + 3 Cl-

3. Anilin NH2

+ H2O

NH2

NH3Cl

HCl

NH2

+ CHCL3

4. Asetamida

C H3

NH2 + HCl

C H3

NH3Cl

C H3

NH2 + H 2O

C H3

NH3OH

C H3

NH2 + CHCl3

5. Hidrolisis Asetamida

O H2SO4 C H3 C NH2 + CHCl3 2 NH3 + H2SO4 C H3

OH + NH3

(NH4)2SO4

(NH4)2SO4 + 2 NaOH

2 NH4OH + Na2SO4

NH4OH

NH3

+ H2 O