Anda di halaman 1dari 5

MAKALAH KONSEP KEBIDANAN SEJARAH PERKEMBANGAN KEBIDANAN DI DALAM NEGERI

Di susun oleh : Kelompok I Ketua : Ade Badriatiningsih Anggota : Acah Iin Winayati Ipih Nunita Sugiatni Nuryati Katarina Sunu Sujati Margaretha Sugatri Ratnawati Saedah Siti Kustianah Siti Munawaroh Syafriati Umu Tapsiroh Yul Zuriah

Politeknik Kesehatan Depkes Bandung Perwakilan Jurusan Kebidanan Rangkasbitung Program Khusus 2008

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap syukur Alhamdulillah ke Hadirat Allah s.w.t atas Rahmat Nya, kami kelompok I dapat menyusun makalah Sejarah Perkembangan Kebidanan di Dalam Negeri . Makalah ini sangatlah jauh dari sempurna dengan segala keterbatasan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa kebidanan untuk dapat mengetahui sejarah perkembangan kebidanan di dalam negeri. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Rangkasbitung, Desember 2008 Kelompok I

SEJARAH PERKEMBANGAN KEBIDANAN DI DALAM NEGERI

Perkembangan pendidikan dan pelayanan kebidanan di Indonesia tidak terbatas dari masa penjajahan Belanda, era kemerdekaan politik atau kebijakan pemerintah dalam pelayanan dan pendidikan tenaga kesehatan, kebutuhan masyarakat serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktek profesi bidan dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kaum perempuan khususnya ibu dan anak. Pada zaman pemerintahan Hindia Belanda, angka kematian Ibu dan anak sangat tinggi karena tenaga penolong persalinan adalah dukun. Adapun pelayanan kebidanan hanya diperuntukkan bagi orang-orang Belanda yang ada di Indonesia. Pada tahun 1952 mulai diadakan pelatihan bidan secara formal agar dapat meningkatkan kualitas pertolongan persalinan. Pada Badan Kesehatan Ibu dan Anak ( BKIA ) inilah yang akhirnya menjadi suatu pelayanan terintegrasi kepada masyarakat yang dinamakan Pusat Kesehatan Masyarakat ( PUSKESMAS ). Pada tahun 1957 bidan yang bertugas di Puskesmas berfungsi dalam memberikan pelayanan kesehatan ibu dan anak termasuk Keluarga Berencana. Mulai tahun 1990 pelayanan kebidanan diberikan secara merata pada masyarakat. Kebijakan ini melalui Intruksi Presiden secara lisan pada Sidang Kabinet tahun 1992 tentang perlunya pendidikan Bidan untuk penempatan di desa. Tugas pokok bidan di desa sebagai pelaksana Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin dan nifas serta pelayanan kesehatan bayi baru lahir, termasuk pembinaan dukun bayi. Dalam melaksanakan tugas pokoknya bidan desa melaksanakan kunjungan rumah pada ibu dan anak yang memerlukannya, mengadakan pembinaan posyandu di wilayah kerjanya serta mengadakan pondok bersalin sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Titik tolak dari Konfrensi Kependudukan Dunia di Kairo Mesir pada tahun 1994 yang menekankan pada Reproduktive Healt ( Kesehatan Reproduksi ) memperluas area garapan pelayanan bidan. Area tersebut meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. Safe Motherhood termasuk bayi baru lahir pada perawatan abortus. Family Planning. Penyakit menular seksual termasuk infeksi saluran alat reproduksi. Kesehatan reproduksi remaja. Kesehatan reproduksi pada orang tua.

Bidan dalam melaksanakan tugas, fungsi serta tugasnya didasarkan pada kemampuan dan kewenangan yang diberikan. Kewenangan tersebut diatur melalui Peraturan Mentri Kesehatan ( Permenkes ). Permenkes yang menyangkut kewenangan bidan selalu mengalami perubahan sesuai dengan kebutuuhan perkembangan masyarakat dan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Permenkes tersebut dimulai dari : a. Permenkes No. 5380/IX/1963 Tentang wewenang bidan terbatas pada pertolongan persalinan normal secara mandiri didampingi petugas lain. b. Permenkes No. 363/IX/1980 yang kemudian dirubah menjadi Permenkes 623/1989 Tentang wewenag bidan dibagi menjadi dua yaitu wewenang umum dan wewenang khusus ditetapkan bila bidan melaksanakan tindakan khusus dibawah pengawasan dokter. Pelaksanaan dari Permenkes ini Bidan dalam melaksanakan praktek perorangan dibawah pengawasan dokter. c. Permenkes No. 572/VII/1996 Kewenangan ini mengatur tentang Registrasi dan Praktek Bidan. Bidan dalam melaksanakan prakteknya diberi kewenangan yang mandiri antara lain mencakup : - Pelayanan kebidanan meliputi pelayanan Ibu dan Anak. - Pelayanan Keluarga Berencana. - Pelayanan Kesehatan Masyarakat. d. Kepmenkes No. 900/Menkes/SK/V/2002 Tentang Registrasi praktek dan revisi dari Permenkes No. 572/VII/1996. Dalam melaksanakan tugasnya bidan melakukan kolaborasi, konsultasi dan merujuk sesuai dengan kondisi pasien, kewenangan dan kemampuannya. Dalam keadaan darurat bidan juga diberi wewenang pelayanan kebidanan yang ditujukan untuk penyelamatan jiwa. Dalam aturan tersebut juga ditegaskan bahwa bidan dalam menjalankan praktek harus sesuai dengan kewenangan, kemampuan, pendidikan, pengalaman serta berstandar profesi. Pencapaian kemampuan bidan sesuai dengan Kepmenkes No. 900/2002 tidaklah mudah karena kewenangan yang diberikan oleh Departemen Kesehatan ini mengandung tuntutan akan kemampuan bidan sebagai tenaga profesional dan mandiri.

PENUTUP

Dalam sejarah telah diketahui bahwa perkembangan kebidanan telah mengalami kemajuan dan mendapat pengakuan disetiap Negara serta mendapat dukungan dari masyarakat sendiri. Pada dasarnya pendidikan kebidanan diberbagai Negara memiliki banyak kesamaan, misalnya latar belakang pendidikan kebidanan yang pada awalnya adalah pendidikan keperawatan yang dilanjutkan dengan pendidikan kebidanan, namun ada juga yang pendidikannya langsung terpisah dengan keperawatan. Tuntutan pelayanan kebidanan di Indonesia yang bermutu membutuhkan tenaga yang memiliki muatan pengetahuan dan keterampilan, sementara semua bidan mayoritas adalah lulusan D I yang telah diketahui kapasitasnya. Untuk memberi perlindungan terhadap masyarakat akan pelayanan yang kualitasnya relative rendah menjadi tanggung jawab moral profesi. Maka dengan diadakannya pendidikan kebidanan pada D III dan D IV diharapkan dapat memenuhi perlindungan terhadap masyarakat sebagai Bidan profesional dan juga untuk menghadapi persaingan global yang terus menerus dihembuskan dan menjadi tekanan.