P. 1
sars

sars

|Views: 64|Likes:
Dipublikasikan oleh surtiya

More info:

Published by: surtiya on Mar 01, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2012

pdf

text

original

http://berita.liputan6.

com/read/52312/keberadaan_sars_di_indonesia_diumumkan_hari_i ni Keberadaan SARS di Indonesia Diumumkan Hari Ini

Artikel Terkait
Pekerja Hongkong dari Kendal Diduga Menderita SARS Depkes Membentuk Posko Pemantau Penyebaran Virus SARS Uni: "Yang Sehat, Lari Juga Sesak Napas" Penumpang Bandara Soekarno-Hatta Diberi Kartu Waspada Kesehatan Pemerintah Menyiapkan Undang-undang Wabah
03/04/2003 08:18

penderita akan dirujuk ke RS Persahabatan. Yang terakhir ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa hingga kemarin. SARS pertama kali ditemukan di Propinsi Guangdong. Jajaran pemprov setempat mengatakan. tak seorang warga Jambi pun diidentifikasi menderita SARS. Selain itu. jalur transportasi Singapura-Jambi dikenal cukup padat. dan Kuala Tungkal.804 kasus SARS. lokasi Jambi yang berdekatan dengan Singapura sangat memungkinkan menjadi pintu masuk penyebaran SARS. termasuk Singapura dan Kanada. Travel AdvisoryAkan Diberlakukan]. Apalagi. hingga kini.com. Kedua wilayah . Jakarta: Pemerintah akan mengumumkan hasil tes penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome(SARS) atau sindrom radang pernapasan akut parah terhadap tiga WNI yang diduga terjangkit virus tersebut. Untuk itu. Informasi terbaru yang dihimpun SCTV menyebutkan. Amerika Serikat lantaran di Indonesia belum ada peralatan tes serologi [baca: Depkes Membentuk Posko Pemantau Penyebaran Virus SARS]. Pemerintah juga bakal memberlakukan travel advisory agar warga negara Indonesia untuk sementara waktu tidak bepergian ke negara-negara yang terjangkit SARS. Cina. Menurut dia. Indonesia masih dinyatakan sebagai negara yang bebas dari virus mematikan tersebut. petugas di sejumlah posko SARS mengaku belum menemukan kasus penderita SARS di Indonesia. Hingga Rabu malam. SARS sudah menewaskan 62 orang di seluruh dunia dari 1. jajaran Departemen Kesehatan bersama Dirjen Imigrasi berwenang menahan dan mengkarantina orang-orang yang dicurigai menderita SARS. pemerintah juga akan mengesahkan bahwa SARS adalah wabah penyakit berbahaya yang harus diantisipasi di Indonesia. Namun begitu. pemerintah juga melarang bayi di bawah usia lima tahun dan lanjut usia untuk berangkat ke negara-negara yang terkena wabah SARS [baca: Antisipasi SARS. jumlah masker untuk mencegah SARS hingga kini masih terbatas. Kamis (3/4) ini. Khusus di Jakarta. penyembuhan masih dilakukan dengan pengobatan suportif atau dengan cara menyembuhkan gejala-gejala penyakit. Dengan kebijakan itu. Di antaranya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi di Bandara Sultan Thaha dan Pelabuhan Laut Samudra. Jakarta Timur dan RS Sulianti Saroso. Sayangnya. Banyak pihak mempertanyakan kesiapan jajaran pemerintah di lapangan dalam menangani SARS. yang bersangkutan akan dibawa ke rumah sakit yang sudah ditentukan. Jakarta Utara Kepala Sub Direktorat Survailans Epidemologi Imunologi Depkes dokter Azimal mengatakan. Kepala Dinas Kesehatan Jambi Oscar Karim langsung membantah.Liputan6. Sebagai contoh. kebijakan ini memicu masalah lainnya. Demikian pula kesiapan rumah sakit rujukan baik di Jakarta maupun di daerah. Untungnya. sampel darah mereka dibawa ke Atlanta. November 2002. Penyebaran virus pneumonia (penyakit infeksi jaringan paru-paru) yang tak biasa itu kini mencapai 15 negara. WHO mengeluarkan peringatan bagi para wisatawan untuk tidak mengunjungi Hongkong dan Provinsi Guandong di Cina. untuk mengantisipasi. karena belum ada obatnya. Jika petugas menemukan kasus tersebut. Begitu juga dengan kabar angin yang menyebutkan bahwa sejumlah warga Jambi terserang virus SARS. Kepastian ketiga orang tersebut menderita SARS atau tidak didasarkan pada tes serologi (tes antivirus dari sampel darah). terutama dari tiga pelabuhan internasional dan sembilan bandar udara di Tanah Air. pemerintah tetap membentuk posko untuk memantau perkembangan penyebaran virus SARS. Selain itu.

Orang ketiga yang menjadi korban keganasan SARS berasal dari Perumahan Amoy Gardens di Kowloon. Soalnya pihak WHO sendiri mengaku tak menyangka bahwa wabah ini terus meluas. Dirawat di RS Penyakit Sulianti Saroso sejak 9 April 2003. kawasan pemukiman padat penduduk di Kowloon menjadi wilayah yang rentan penyebaran SARS. Khusus di Hongkong. Sjafii Ahmad. Peringatan kesehatan ini adalah kali pertama yang dikeluarkan WHO. Ada ratusan pendeita SARS di Hongkong dan Guandong. setelah sehari sebelumnya diumumkan 1 orang dilaporkan sebagai suspect case. Sedangkan profesinya adalah seorang businessman. infeksi SARS yang menjangkit di satu blok mengindikasikan virus tersebut bisa menyebar melalui air atau sistem pengairan dan tak cuma melalui kontak tubuh serta udara. Dengan demikian perkembangan kasus SARS di Indonesia sampai dengan 11 April 2003 adalah 1 orang suspect dan 1 orang probable. Pemimpin Hongkong Tung Chee Hwa mengungkapkan bahwa Presiden Cina Hu Jintao telah menanyakan perihal perkembangan situasi di daerah yang terjangkit SARS. Probable case tersebut adalah warga negara Inggris keturunan China yang datang dari Hongkong dan Singapura sebelum ke Indonesia. 16 orang meninggal karena SARS dan 23 kasus penderita SARS baru ditemukan sehingga total orang yang terinfeksi virus tersebut di Hongkong mencapai 708 orang. MPH Sekretaris Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan .tersebut diklaim sebagai kawasan paling banyak ditemukan kasus penyakit SARS. Di Hongkong.(SID/Tim Liputan 6 SCTV Ditemukan Satu Kasus Probable SARS di Indonesia Di Indonesia sampai dengan tanggal 11 April 2003 telah diketemukan 1 kasus probable SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau Penyakit Pernafasan Gawat Mendadak. Demikian Dr. WHO dan sejumlah ahli kesehatan Hongkong berpendapat.

Umumnya yang meninggal adalah yang probable complicated. Sementara itu Prof. Setelah diketemukannya 1 kasus probable di Indonesia. RSU Dr. 5223002.html . Dr.php/berita/pressrelease/498-ditemukan-satu-kasus-probablesars-di-indonesia. Hadiarto Mangunnegoro.Lingkungan (PPM dan PL) Depkes pada Jumpa Pers usai rapat Koordinasi Penanggulangan SARS yang dipimpin Dirjen PPM dan PL Prof. Mereka dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso 6 orang. stroke dan asma. Yang dimaksud probable complicated misalnya usianya 60 tahun keatas. Untuk kedua kasus di Indonesia ini kondisi kesehatannya semakin baik dibandingkan hari-hari sebelumnya. Berita ini disiarkan oleh Bagian Humas Biro Umum dan Humas Setjen Depkes RI. Sp. maka upaya yang dilakukan Depkes tidak hanya sampai penemuan kasus dan melaporkan ke WHO saja. Umar Fahmi Achmadi di Depkes tanggal 11 April 2003. RSU Banyumas 1 orang. Sedangkan suspect di Banyumas umurnya 27 tahun tidak ada tanda-tanda penyakit lain jadi tergolong uncomplicated dan kondisinya memang membaik. namun akan diikuti dengan kegiatan-kegiatan lain agar tidak terjadi penularan secara horizontal kepada masyarakat (community transmission). Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp. Dr.depkes. Sjafii menambahkan sampai saat ini pasien "Observasi SARS" yang dirawat di rumah sakit dari berbagai daerah berjumlah 10 orang. Tjandra Yoga Adhitama. Dr. Ketua Tim Pakar Penganggulangan SARS menambahkan. dari literatur yang dipelajari dari Hongkong terdapat 50 kasus yang digolongkan ke dalam probable complicated dan probable uncomplicated. RSU Dumai 1 orang dan RSU Mataram 1 orang. Muwardi Solo 1 orang.P. Ketua Tim Verifikasi menyatakan kondisi suspect case maupun probale case bisa setiap waktu statusnya berubah-ubah. 90% kasus SARS dapat disembuhkan dan hanya 3.8 % yang mengakibatkan kematian. Sjafii minta kepada para wartawan untuk tidak membesar-besarkan kasus ini agar masyarakat tidak panik.id/index. Bisa menjadi lebih baik atau sebaliknya. Menurut pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dilaporkan adalah kasus probable.go. http://www. ada diabetes. Dr. sehingga dengan demikian Indonesia akan melaporkan kasus probable ini ke WHO./fax. Ditambahkan.

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau dalam bahasa Indonesia sering dikenal dengan Sindrom Pernapasan Akut Berat adalah sebuah penyakit mirip pneumonia dengan onset yang sangat akut. Pada Maret 2003 . pasti ada perasaan ngeri. K etika mendengar kata itu. Sekitar 10% dari penderita SARS meninggal dunia. Kasus wabah tersebut baru terlaporkan ke WHO pada Februari 2003. Kemudian WHO juga mengumumkan ke seluruh dunia bahwa SARS merupakan ancaman global (global threat). Sampai sekarang SARS belum ditemukan obatnya. pariwisata dan tenaga kerja. Pada saat itu Tiongkok tidak langsung memberitahu WHO mengenai wabah tersebut. Kasus SARS pertama kali ditemukan di propinsi Guangdong ( China ) pada bulan November 2002. SARS menyebar secara cepat melalui transportasi antar negara dan SARS terutama menyerang tenaga kesehatan di rumah sakit. Pada waktu itu gejala-gejala tersebut disebut sebagai Atypical Pneumonia atau Radang Patu Atipik. Pertimbangan WHO menyatakan SARS sebagai ancaman global adalah SARS merupakan penyakit baru yang belum dikenal penyebabnya. Ya .SARS.bagaimana tidak. Informasi WHO ini menjadi dasar bagi DepKes untuk secara dini pada bulan Februari 2003 menginstruksikan kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP ) di Indonesia yang mengawasi 155 bandara. Sebagai contoh antara lain dampak terhadap airline yang dimuat di Majalah Bussines News tanggal 4 April 2003 yang memberitakan jumlah penumpang GIA dari Singapura turun hingga 20 %. . pelabuhan laut dan pos lintas batas darat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah penangkalan yang perlu. Adanya negara/wilayah yang terjangkit SARS menyebabkan berkurangnya jumlah penerbangan dan jumlah penumpang dengan tujuan negara/wilayah tersebut.WHO mulai mengumumkan adanya penyakit baru tersebut yang diberi nama SARS. SARS dulu pernah menjadi pandemic yang banyak dipermasalahkan berbagai Negara karena mempengaruhi perekonomian negara khususnya dibidang penerbangan. Penyakit ini disebabkan oleh virus SARS yang tergolong corona virus. biro perjalanan juga melaporkan penurunan penumpang antara 50 – 70 %.

Atas kerjasama para pakar dari 13 laboratorium di dunia maka tanggal 16 April 2003 dipastikan bahwa penyebab SARS adalah Virus Corona atau Coronavirus. Tanda fisik tidak terlalu spesifik. ventilasi. misalnya penyebaran udara. yaitu konsolidasi yang hampir memenuhi kedua paru. radang tenggorokan dan gejala non-spesifik lainnya. menderita sakit dengan 3 gejala berikut : Demam tinggi (>38°C) .Wabah SARS telah mendorong berbagai pakar kesehatan di dunia untuk bekerja sama menemukan penyebab SARS dan memahami cara penularan SARS. Diagnosis Diduga Kuat (Suspect Case) adalah seseorang setelah 1 Februari 2003. bahkan kadang-kadang tidak ada. Penularan melalui udara. Satu-satunya gejala yang sering dialami seluruh pasien adalah demam di atas 38 °C (100. gejala gastrointestinal. dan bisa mencakup demam. Beberapa pasien dapat mengalami tachypnea dan pada asukultasinya terdengar suara crakle. batuk. dalam satu kendaraan.4 °F). Pasien dapat merasakan sesak nafas apabila kondisinya sudah semakin parah. Cara Penularan Penularan melalui kontak langsung berhadapan. Masa inkubasinya adalah 3-10 hari setelah paparan pertama terhadap virus. tidak terjadi asal tidak kontak langsung berhadapan. baik karena berbicara. lethargy.myalgia. Gejala dan tanda fisik Gejala yang muncul pertama kali seperti flu biasa. dalam satu gedung. batuk atau bersin. Dari pengamatan di sinar X dapat terlihat gambaran seperti pneumonia.

Langkah pertamanya adalah penetapan keputusan Menteri Kesehatan No. Diantaranya adalah… . melakukan perjalanan ke tempat yang dilaporkan adanya penderita SARS **). China (Propinsi Guangdong.Satu atau lebih gangguan pernapasan. dan pada pemeriksaan autopsi ditemukan tanda patologis berupa “respiratory distress syndrome” yang tidak jelas penyebabnya. 424 Tahun 2003 tentang SARS . • Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit. *) Yang dianggap sebagai kontak erat adalah orang yang merawat. Singapura. tinggal serumah atau berhubungan langsung dengan cairan saluran pernapasan atau jaringan tubuh seorang penderita SARS. Lalu dalam pencegahan terjadinya penyebaran SARS ini apa saja yang telah dilakukan oleh Depkes? Departemen Kesehatan secara dini dan sejak awal pandemi SARS pada bulan Maret tahun 2003 melaksanakan Penanggulangan SARS dengan tujuan mencegah terjadinya kesakitan dan kematian akibat SARS dan mencegah terjadinya penularan SARS di masyarakat (community transmission) di Indonesia. atau Seseorang yang meninggal karena penyakit saluran pernapasan yang tidak jelas penyebabnya . Pasti SARS adalah seseorang yang menderita sakit dengan gejala demam tinggi dan ditemukannya bukti serologi atau virus penyebab. dan kesulitan bernapas Satu atau lebih dari keadaan berikut : • Dalam 10 hari terakhir sebelum sakit. yaitu batuk. mempunyai riwayat kontak erat dengan seseorang yang telah didiagnosa sebagai penderita SARS *).napas pendek. Shanxi. **) Yang dimaksud dengan tempat yang dilaporkan adanya penderita SARS adalah sesuai dengan ketatapan WHO sebagai affected area yang pada tanggal 1 April Canada (Toronto). Dengan penetapan ini maka Undang-undang nomor empat tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dapat diterapkan dalam penanggulangan SARS. Taiwan) dan VietNam (Hanoi) Diduga Sangat Kuat (Probable Case) adalah kasus suspek dengan gambaran foto thorax menunjukkan tanda-tanda pnemonia atau respiratory distress syndrome. Hong Kong Special Administrative Region of China.

Batam. Tarakan . dan booklet. di Bandara Soekarno Hatta akan dipasang 6 set Thermal Scanners yaitu masing-masing 2 set di Terminal 3 (Khusus TKI). Sedangkan bantuan 4 set Thermal Scanners dari pemerintah Singapura masing-masing 2 set ditempatkan di Terminal D Kedatangan dan 2 set di Terminal E Kedatangan. Public awareness à untuk memberi pengetahuan dan kewaspadaan tentang SARS kepada masyarakat luas termasuk kepada jajaran kesehatan. leaflet. Tanjung Pinang. Denpasar. flyer. Pada kesempatan tersebut Departemen Kesehatan membagikan masker untuk digunakan para petugas kesehatan baik di rumah sakit maupun KKP. Tanjung Balai Karimun. Terminal E Kedatangan. Makassar. 4. Cengkareng. Pontianak. Mengaktifkan Kelompok Kerja Ditjen Pem-berantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM dan PL) Depkes dengan membuka Pos Koordinasi (Posko) SARS dan pelayanan “Hotline Services” 3. Ikatan Profesi dan lain-lain. Dengan per-timbangan intensitas arus penumpang dari dan ke luar negeri yang tinggi. sektor di luar Departemen Kesehatan dan jajaran pemerintah daerah serta LSM. pelabuhan laut dan pos lintas darat yang tersebar di seluruh Indonesia. Terdapat 45 KKP yang mengawasi 155 bandara. Surabaya. 2. poster. Selain itu ada 24 KKP yang mengawasi bandara/pelabuhan laut yang disinggahi alat angkut (peasawat udara dan kapal laut) yang datang dari negara terjangkit SARS. Manado. maka pengamatan terhadap kemungkinan masuknya SARS difokuskan kepada 16 KKP di Indonesia yaitu : Medan.1. . Untuk petugas KKP telah dilakukan pelatihan petugas dan penyediaan barrier nursing protection. Banjarmasin. Dilakukan pembagian Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) kepada seluruh penumpang dari negara terjangkit SARS. Tanjung Priok. Terminal D Kedatangan. Dalam hal ini dibentuk Tim Sosialisasi dan Advokasi untuk melakukan Advokasi dan sosialisasi melalui buku panduan. Poster SARS dan Buku Petunjuk Penanganan Infeksi SARS di Rumah Sakit.

Dr. Sutomo Surabaya. Ada 34 rumah sakti yang ditunjuk. Untuk mendukung ini Depkes telah menyusun pedoman untuk pengambilan dan pengiriman spesimen berdasarkan pada pedoman WHO dan CDC. 7. saat ini sedang dibuat EWORS ( Early Warning Outbreak Recognition System ) di 34 RS Rujukan untuk aspek hospotal base surveilans. 3 ambulans khusus SARS. 485. workshop dan pelatihan tentang Strict Barrier Hospital and Nursing Care dengan dana antara lain dari bantuan WHO sebesar Rp. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Namun apabila suatu sebab terpaksa harus berkunjung hendaknya memperhatikan : (1) Tidak membawa orang lanjut usia atau anak balita (2) Mempersiapkan diri dalam pencegahan SARS (3) Memperhatikan petunjuk jajaran kesehatan setempat tentang pencegahan SARS. Dr. Setiap RS rujukan dibentuk Tim Penanggulangan SARS di rumah sakit. pelatihan bagi perawat untuk pengetahuan tentang universal precaution.Adam Malik Medan. peralatan medik dan alat proteksi perorangan. yaitu RS H.-. RSUD Dr. RS Otorita Batam. Dalam ruang isoalsi minimal terdapat 2 tempat tidur (TT) untuk kasus probable dan 4 TT untuk kasus suspek. RSUP Dr. Menyiapkan Rumah Sakit yang dijadikan Rumah Sakit rujukan SARS. 6. Untuk RS Penyakit Infeksi Prof. 100 juta rupiah untuk penyiapan ruang isolasi dan triase. . seta merupakan wilayah TKI yang baru pulang dari luar negri. yaitu menganjurkan agar warga negara Indonesia yang akan berkunjung ke negara / wilayah terjangkit SARS menunda dulu.300. Pemerintah Indonesia mengeluarkan Travel Advisory. Pemilihan rumah sakit tersebut berdasarkan kriteria yaitu berada di pintu masuk laut ataupun udara dari luar negri. Dari 34 rumah sakit tersebut 6 rumah sakit ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan utama. Sulianti Saroso sebagai RS Rujukan Nasional SARS disiapkan 20 TT bagi penderita dan 50 TT bagi perawatan pasca sembuh namun masih infeksius. Petugas laboratorium dari rumah-rumah sakit provinsi telah dilatih menggunakan pedoman tersebut. Tiap rumah sakit rujukan utama tersebut diberikan dana Rp.5. Kariadi Semarang. RSUP Sanglah Denpasar dan RSUP. Selain itu diberikan alat-alat untuk proteksi perorangan dan alat-alat universal precaution dan peralatan medik. Pemeriksaan laboratorium merupakan salah satu respon awal untuk pemeriksaan laboratorium SARS dilakukan bekerja sama dengan US NAMRU-2 Jakarta dalam mengambil spesimen dari kasus suspek dan probable dan kemudian dikirim ke CDC Atlanta.724.

Atlanta. Selama ini kasus yang ditemukan di Indonesia antara lain 2 kasus probable dan 7 kasus suspect. Namun setelah hasil leb dikirimkan ke CDC.wordpress. semuanya hasilnya negative.Berkat kecekatan Depkes dan dibantu oleh rakyat Indonesia. Oleh karena itu pengamatan penyakit SARS melalui kegiatan surveilans SARS akan terus dipertahankan dan ditingkatkan misalnya pre departure screning tetap akan diberlakukan begitu pula Arrival Screening berupa pengisian Health Alert Card http://annisatridamayanti.com/2010/11/17/langkah-optimal-terhadap-sarsdi-indonesia/ . masyarakat Indonesia harus tetap waspada karena masih ada wilayah di luar Indonesia yang masih menunjukkan penularan secara local ke wilayah tersebut. Indonesia berhasil mencegah terjadinya penyebaran SARS. Namun.

Tanjung Balai Karimun. Mereka adalah para pejabat yang mewakili Gubernur dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi yang mempunyai akses dengan luar negeri. pada tanggal 17 Maret 2003 dilakukan pembagian Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) kepada seluruh penumpang dari negara terjangkit SARS. Cengkareng. Menyikapi hal itu. para pejabat Depkes. Ditjen Imigrasi. penyebaran SARS dimulai sejak 16 November 2002 di provinsi Guangdong China. Batam. Wakil Ketua Komisi VII Dr. Tarakan Pada kesempatan tersebut Departemen Kesehatan membagikan masker untuk digunakan . Lebih lanjut ditegaskan. Imam Utomo serta 150 peserta. Makassar. oleh WHO dinyatakan sebagai ancaman global. pejabat dari Kantor Meneg Kebudayaan dan Pariwisata. Pertemuan dihadiri Ketua Komisi VII DPR Drs.Langkah Optimal Untuk Mencegah Penyebaran SARS di Indonesia Mencermati situasi masyarakat Indonesia yang resah bahkan cenderung panik terhadap kemungkinan timbulnya SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau Penyakit Pernafasan Gawat Mendadak di Indonesia. Dengan per-timbangan intensitas arus penumpang dari dan ke luar negeri yang tinggi.L. Karena itu diharapkan semua pihak untuk bersama-sama mengambil langkah optimal guna mencegah penyebaran SARS di Indonesia. berdasarkan surat edaran Depkes tanggal 16 Maret 2003 kepada seluruh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. Tanjung Priok. Surya Chandra dan Gubernur Jawa Timur H. P. KKKP dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan di seluruh Indonesia. maka pemerintah menerapkan Undang Undang No. maka pengamatan terhadap kemungkinan masuknya SARS difokuskan kepada 16 KKP di Indonesia yaitu : Medan. tanggal 16 Maret 2003 Departemen Kesehatan melakukan kesiapsiagaan dengan melakukan koordinasi dengan Perwakilan WHO di Jakarta. Kemudian mengaktifkan Kelompok Kerja Ditjen Pem-berantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPM dan PL) Depkes dengan membuka Pos Koordinasi (Posko) SARS dan pelayanan "Hotline Services" serta menyiapkan RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso sebagai rumah sakit rujukan SARS. Tetapi perkembangan SARS yang begitu cepat menyebar ke beberapa negara maka sejak tanggal 15 Maret 2003. Depkes juga meningkatkan komunikasi dan langkah-langkah koordinasi dengan seluruh jajaran Dinas Kesehatan Provinsi di Indonesia. seluruh rumah sakit di ibukota provinsi dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mengambil langkah yang perlu dalam menangkal masuknya SARS ke wilayah Indonesia. Surabaya. Demikian penegasan Menkes Dr. Manado. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan No. Banjarmasin. namun Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) baru mengumumkan SARS di China sebagai wabah pada tanggal 11 Februari 2003. pejabat dari Departemen Kehakiman dan HAM serta para para Direktur Rumah Sakit dan Kepala Kesehatan Pelabuhan. Menkes menambahkan. 424/MENKES/SK/2003 tentang SARS sebagai penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan pedoman penanggulangannya pada tanggal 3 April 2003. pejabat dari Departemen Perhubungan. Tanjung Pinang. Depdagri dan Deplu serta menyiapkan rencana operasional dan dukungan logistik kesehatan. Dengan keputusan tersebut pemerintah memiliki landasan yang kuat untuk mengambil langkah-langkah yang efektif guna mencegah penyebaran SARS di seluruh wilayah Indonesia. Melakukan komunikasi dan koordinasi dengan seluruh jajaran instansi pemerintah terkait seperti Departemen Perhubungan. Achmad Sujudi ketika membuka Pertemuan Koordinasi Penanggulangan Penyakit SARS di kantor Depkes Jakarta tanggal 5 April 2003. Selain itu. Pontianak. Tobing. Denpasar.

depkes.php/berita/press-release/496-langkah-optimal-untuk-mencegahpenyebaran-sars-di-indonesia.para petugas kesehatan baik di rumah sakit maupun KKP.go.id/index. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi telp. 5223002. http://www. Berita ini disiarkan oleh Bagian Humas Biro Umum dan Humas Setjen Depkes./fax. Poster SARS dan Buku Petunjuk Penanganan Infeksi SARS di Rumah Sakit.html .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->