Anda di halaman 1dari 6

Prosedur restorasi sandwich

preparasi linning

Perawatan permukaan

pemberian semen Glass ionomer

preparasi semen

pemberian resin bonding

pemberian resin komposit

penyelesaian

Prosedur restorasi sandwich 1. preparasi dan linning kavitas dipreparasi , dengan membuang seluruh jaringan karies menggunakan diamond bur, yang berfungsi untuk membersihkan serta menghaluskan dinding kavitas., linning menggunakan kalsium hidroksida digunakan pada keadaan dentin yang hampir terbuka dengan perkiraan ketebalan dentin yang menutupinya sekitar 1 mm atau kurang, namun linner tidak boleh menutupi daerah yang besar yang dapat mengganggu bonding (ikatan) glass ionomer. setelah kavitas dipreparasi , kemudian tepi enamel dibevel 2. perawatan permukaan setelah kavitas dibersihkan, dikeringkan kemudian dioleskan kondisioner pada permukaan kavitas ikatan semen glass ionomer kaca pada dentin dapat diperkuat dengan menggunakan larutan yang mengandung asam poliakrilik, asam tannik, dodicin atau asam polialkenoat 10 % selama 10- 15 detik kemudian dibilas dengan air dan dikeringkan. 3. Pemberian semen GIC disiapkan dan diaplikasikan kedalam kavitas menggunakan spuit aplikator agar kavitas benar benar terisi dengan padat. cara pengadukan bubuk dan cairan GIC yang dilakukan dengan benar merupakan prosedur yang sangat penting, karena akan mempengaruhikualitas GIC yang dihasilkan. cara adalah sebagai berikut : I. II. bubuk dibagi menjadi dua porsi dengan jumlah yang sama banyak. porsi pertama disatukan dengan cairan, kemudian dicampur dengan menggunakan spatula dengan gerakan rolling (melipat) dengan tujuan hanya untuk membasahi permukaan partikel bubuk dan menghasilkan campuran encer. langkah ini dilakukan selama 10 detik III. kemudian porsi kedua disatukan dengan adukan pertama. pengadukan terus dilanjutkan dengan gerakan yang sama dengan daya yang ringan sampai seluruh partikel terbasahi. luas daerah pengadukan diusahakan untuk tidak meluas dan adukan selalu dikumpulkan menjadi satu. dianjurkan untuk tidak melakukan gerakan memotong adukan, karena tujuan pengadukan hanya untuk membasahi permukaan partikel bubuk. IV. pengadukan selesai setelah 25 30 detik sejak awal pengadukan. sebaiknya adukan tidak perlu diangkat angkat untuk memeriksa konsistensinya, karena bila hal ini dilakukan maka proses pengadukan akan terus berlanjut dan makin banyak partikel bubuk yang larut. V. adukan langsung dikumpulkan dispuit aplikator untuk di aplikasikan kedalam kavitas. pada keadaan ini reaksi pengerasan sudah berlangsung.

ada dua cara pengaplikasian GIC, cara pertama GIC diaplikasikan secukupnya dan langsung dibentuk basis. sedangkan cara kedua adalah dengan mengisi penuh kavitas dengan GIC. 4. preparasi semen (GIC) Setelah mengeras selama 5 menit dinding dinding yang tertutup dengan GIC harus dipreparasi kembali untuk mendapatkan permukaan dentin dan email yang halus, sehingga dapat diperoleh retensi resin komposit yang baik. 5. Pemberian resin bonding seluruh permukaan GIC yang akan berkontak dengan resin komposit dan dinding dinding kavitas (dentin dan email) di etsa selama 15- 20 detik. kemudian kavitas dibilas dengan air, tanpa tekanan, selama 1- 2 menit. keringkan kavitas dengan chip- blower. salah satu bonding yang dipakai adalah agen bonding resin liquid dioleskan segera pada basis semen dan dinding- dinding kavitas, aplikasikan bonding agen pada seluruh permukaan yang di etsa diamkan selama 10 detik agar zat pelarutnya menguap, semprot perlahan dengan chip- blower, kemudian dipolimerisasi dengan penyinaran (light cured). lakukan langkah ini sebanyak dua kali. 6. pemberian resin komposit resin komposit diaplikasikan selapis demi selapis dengan ketebalan maksimum 2mm. bahan tersebut tidak boleh berlebihan. untuk setiap lapisnya dilakukan polimerisasi dengan penyinaran. penyinaran sebaiknya dilakukan dari tiga arah, yaitu dari arah : bukal, liangual atau palatal, dan terakhir dari arah oklusal. 7. penyelesaian setelah disinari, restorasi tersebut diselesaikan dengan bur diamond rata atau bur karbid. pemolesan restorasi dapat diselesaikan dengan menggunakan "cup polishing" karet abrasif dan bubuk aluminium oksida yang halus.

Pemilihan bahan restorasi sandwich salah satu kunci keberhasilan restorasi laminasi antara lain bergantung pada pemilihan bahan yang sesuai dengan indikasinya, manipulasi serta teknik aplikasi bahan bahan tersebut. terdapat beberapa tipe GIC yang ada dipasaran, khusus untuk restorasi laminasi, bahan yang dipakai adalah GIC tipe III atau RMGIC untuk restorasi gigi posterior, dan tipe II untuk gigi anterior. GIC tipe III dan RMGIC auto cure mengeras dengan cepat. sedangkan ligth activated RMGIC akan

langsung mengeras setelah diaktivasi dengan sinar.GIC tipe III sebagai basis dan untuk membentuk inti dicampur dengan rasio bubuk cairan 3:1.sedangkan untuk tipe RMGIC diaduk sesuai dengan petunjuk pabrik. RMGIC lebih dianjurkan karena mempunyai kekuatan tekanan yang lebih baik, lebih tahan terhadap pelarutan dan erosi, serta memiliki modulus elastisitas yang mendekati dentin. untuk restorasi laminasi pada gigi anterior, umumnya pada restorasi kelas V bahan bahan tersebut diatas dapat juga digunakan.tetapi karena pertimbangan estetika dan kecilnya daya oklusal yang diterima oleh restorasi, maka dapat digunakan GIC tipe II yang indikasinya untuk restorasi gigi. GIC tipe ini dibuat dalam beberapa gradasi warna yang dapat disesuiakan dengan warna asli gigi yang memerlukan restorasi.

Macam macam tekhnik restorasi sandwich dikenal dua macam tekhnik restorasi laminasi (sandwich),yaitu restorasi laminasi terbuka dan restorasi laminasi tertutup, atau sering disebut sebagai restorasi open sandwich dan close sandwich. restorasi laminasi terbuka merupakan indikasi pada kavitas kelas II dan kelas V dengan batas dinding gingiva melewati cementum enamel junction (CEJ). glass ionomer diaplikasikan pada restorasi bagian proksimal dan resin komposit dilapiskan diatasnya, membemtuk restorasi kelas II pada restorasi ini, glass ionomer pada bagian proksimal tidak terlindungi oleh resin komposit dan berhubungan langsung dengan lingkungan rongga mulut. sedangkan pada restorasi laminasi tertutup, glass ionomer dibuat sebagai basis pengganti dentin pada kavitas yang ncukup dalam. glass ionomer terlindung oleh resin komposit diatasnya dan oleh dinding dinding kavitas.

DAFTARPUSTAKA 1. Mount, GJ., Hume, WR.Preservation and Restoration of Tooth Structure, Edisi 2. Brighton: Knowledge Books and Software. 2005. hal. 164-197. 2. Mount GJ. An Atlas of Glass-Ionomer Cements,A Clinicians Guide. Edisi 3. London: Martin Dunitz. 2002. 3. Summitt JB, Robbins JW, Schwartz RS. Fundamentals of Operative Dentistry, ACont emporary Approach. Edisi 2. Illinois: Quintessence Publishing Co,Inc. 2001. 4. Hunt PR. Glass Ionomer Cements. Dalam: Dale BG., Aschheim KW.Est het i c Dentistry,A ClinicalApproach to Techniques and Materials. Pennsylvania: Lea & Febiger. 1993. hal 69-79. 5. Powers JM, Sakaguchi RL(Editor).Craigs Restorative Dental Materials. Edisi 12. New York: Mosby Elsevier. 2006. 6. Hrsted-Bindlev P., Amussen E. Esthetic Restoration. Dalam :Hrsted-Bindlev P., Mjr IA (Editor). Modern Concepts in Operative Dentistry, Copenhagen: Munksgaard. 1988.

7. Liebenberg, W. Return to the Resin Modified Glass-Ionomer Cement Sandwich Technique. Journal of Canadian DentalAssociation. 2005; 71(10): 743-747. Dalamwww.cda-adc.ca/jcda/ vol-71/issue-10. Diakses 9 Mei 2007 8. Heymann, HO., Bayne, SC. Current Concepts in Dentin Bonding: Focusing on Dentinal Adhesion Factors. Journal ofAmerican DentalAssociation. 1993; 124: 27-35. 9. Nakabayashi, N., Pashley, H. Hybridization of Dental Hard Tissues. Tokyo: Quintessence Publishing Co. 1998. 10. Hashimoto, M., dkk. In vivo degradation of resin-dentin bonds in humans over 1 to 3 years. Journal of Dental Research. 2000; 79(6) : 1385-1391

11. De Munck, J., dkk. Four-year water degradation of total-etch adhesives bonded to enamel. Journal of Dental Research. 2003; 82(2) : 136-140 12. Swift Jr. EJ., Perdigo J., Heymann HO. Bonding to enamel and dentin: A brief history and state of the art,1995. Special Report. Quintessence International. 1995; 26(2): 95-106 13. ADA Council on Scientific Affair. Direct and indirect restorative material. Journal ofAmerican DentalAssociation. 2003; 134(April); 463-472 14. Zanata, RL., dkk. Bond Strength Between Resin Composite and Etched and Non-etched Glass Ionomer. Brazil Dental Journal. 1997; 8(2) : 73-78. Dalam www.forp.usp.br/bdj/t6282.html . Diakses 9 Mei 2007 16 15. Andersson-Wendert IE., van Dijken, JWV, Hrsted, P. Modified Class II open sandwich restoration: Evaluation of interfacial adaptation and influences of different restoration techniques. European Journal of Oral Sciences. 2002; 110(3); 270-275. Dalamwww.blacwel l-synergy.com. Diakses 11 Mei 2007. (abstrak). 16. Albers HF. Tooth Colored Restoratives, Santa Rosa: Alto Books.1996

Anda mungkin juga menyukai