Anda di halaman 1dari 63

MEKANISME TERATOGEN

ETATUTWUNI 0911013101

Definisi Teratogenesis
Teratogen adalah suatu obat atau zat yang menyebabkan pertumbuhan janin yang abnormal. Kata t eratogen berasal daribahasa Yunani yaitu teratos, yang berarti monster, dan genesis yang berarti asal. Jadi teratogenesis didefinisikan sebagai asal terjadinya monster atau proses gangguan proses pertumbuhan yang menghasilkan monster.

Mutasi gen
Faktor- faktor yang menjadi penyebab terjadinya mutasi adalah demikian banyak aspek variabel faktor lingkungan. Faktor- faktor tersebut dikenal sebagai mutagen Faktor itu jika menghantam apa yang ada didalam gen ( Nukkleotida/Basa Nitrogen / DNA ) disebut Mutasi Gen , sedang jika menghantam apa yang ada di dalam kromosom ( GEN ) disebut mutasi kromosom Jadi jika menghantam susunan basa nitrogen yang ada di dalam Gen berarti Mutasi Gen

MACAM MUTASI BERDASARKAN MACAM SEL YANG MENGALAMI MUTASI Mutasi somatik adalah mutasi yang terjadi pada sel somatik, yaitu sel tubuh seperti sel kulit. Mutasi ini tidak akan diwariskan pada keturunannya. Mutasi Gametik adalah mutasi yang terjadi pada sel gamet, yaitu sel organ reproduksi yang meliputi sperma dan ovum pada manusia. Karena terjadinya di sel gamet, maka akan diwariskan kepada keturunannya.

MACAM MUTASI BERDASARKAN TEMPAT TERJADINYA Mutasi kecil( point mutation) adalah perubahan yang terjadi pada susunan molekul (ADN)gen. Lokus gen sendiri tetap. Mutasi jenis ini yang menimbulkan perubahan alel. Mutasi besar (gross mutation) adalah perubahan yang terjadi pada stuktur dari kromosom . Istilah khusus mutasi kromosom yakni aberasi. Sehingga untuk selanjutnya istilah aberasi dipakai untuk mutasi kromosom , sedangkan istilah mutasi khusus untuk mutasi gen saja.

MACAM MUTASI BERDASARKAN MENURUT SIFAT GENETIKNYA 1. Mutasi dominan, terlihat pengaruhnya dalam keadaan heterozigot 2. Mutasi resesif pada orqanisme diploid tidak akan diketahui selama dalam keadaan heterozigot, kecuali resesif pautan seks. Namun pada organism haploid (monoploid) seperti virus dan bakteri, pengaruh mutasi dominan dan juga resesif dapat dilihat pada fenotipe virus dan bakteri tersebut.

MACAM MUTASI BERDASARKAN MENURUT ARAH MUTASINYA 1. Mutasi maju atau forward mutations, yaitu mutasi dari fenotipe normal meniadi abnormal. 2. Mutasi balik atau back mutations, yaitu peristiwa mutasi yang dapat mengembalikan dari fenotipe tidak normal menjadi fenotipe normal.

MACAM MUTASI BERDASARKAN MENURUT KEJADIANNYA 1. Mutasi alam atau mutasi spontan, yaitu mutasi yang penyebabnya tidak diketahui. Mutasi ini terjadi di alam secara spontan (alami), secara kebetulan dan jarang terjadi. Contoh mutagen alam adalah sinar kosmis, radio aktif alam, dan sinar ultraviolet. 2. Mutasi buatan, yaitu mutasi yang terjadi dengan adanya campur tangan manusia. Proses perubahan gen atau kromosom secara sengaja diusahakan oleh manusia dengan zat kimia, sinar x, radiasi, dan sebagainya; maka sering disebut juga mutasi induksi.

Pada umumnya faktor- faktor lingkungan penyebab mutasi (mutasi) dibagi menjadi:
a). Faktor fisika (radiasi) Agen mutagenik dari faktor fisika brupa radiasi. Radiasi yang bersifat mutagenik antara lain berasal dari sinar kosmis, sinar ultraviolet, sinar gamma, sinar X, partikel beta, pancaran netron ion- ion berat, dan sina- sinar lain yang mempunyai daya ionisasi.

b). Faktor kimia Banyak zat kimia bersifat mutagenik. Mutagen bahan kimia, contohnya adalah kolkisin dan zat digitonin. Kolkisin adalah zat yang dapat menghalangi terbentuknya benang-benang spindel pada proses anafase dan dapat menghambat pembelahan sel pada anafase. c). Mutagen bahan biologi diduga virus dan bakeri dapat menyebabkan terjadinya mutasi. Bagian virus yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi adalah DNA-nya

Kelainan kromosom
Kromosom adalah untaian material genetik yang terdapat didalam setiap sel mahkluk hidup. Setiap sel yang normal mempunyai 46 kromosom yang terdiri dari 22 pasang kromosom non-sex (kromosom 1s/d kromosom 22) dan 1 pasang kromosom sex (kromosom X dan Y) yang menentukan jenis kelamin.

Kromosom juga berfungsi untuk membawa informasi genetik yang sangat menentukan proses pertumbuhan dan perkembangan janin dan juga fungsi tubuh untuk kehidupan sehari-hari. Proses pertumbuhan ini meliputi pembentukan protein-protein tubuh, sehingga kelainan genetik atau struktur dan jumlah kromosom akan sangat mempengaruhi pembentukan proteinprotein tubuh dan dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan janin atau bayi yang tidak normal.

Pola pewarisan kelainan genetik:


Autosom dominan

Jika suatu kelainan atau penyakit timbul meskipun hanya terdapat 1 gen yang cacat dari salah satu orang tuanya, maka keadaannya disebut autosom dominan. Contohnya adalah akondroplasia dan sindroma Marfan.
Autosom resesif

Jika untuk terjadinya suatu kelainan bawaan diperlukan 2 gen yang masing-masing berasal dari kedua orang tua, maka keadaannya disebut autosom resesif. Contohnya adalah penyakit Tay-Sachs atau kistik fibrosis.

X-linked
Jika seorang anak laki-laki mendapatkan kelainan dari gen yang berasal dari ibunya, maka keadaannya disebut Xlinked, karena gen tersebut dibawa oleh kromosom X. Laki-laki hanya memiliki 1 kromosom X yang diterima dari ibunya (perempuan memiliki 2 kromosom X, 1 berasal dari ibu dan 1 berasal dari ayah), karena itu gen cacat yang dibawa oleh kromosom X akan menimbulkan kelainan karena laki-laki tidak memiliki salinan yang normal dari gen tersebut. Contohnya adalah hemofilia dan buta warna.

Tumor yang biasa terjadi pada anak-anak akibat kelainan kromosom: Nefroblastoma/ tumor wilms Retinoblastoma Neuroblastoma Teratoma Kromosom yang rentan mengalami kelainan: Kromosom 8 (trisomi, rekombinan) Kromosom 18 (trisomi, delesi, duplikasi) Kromosom 11, 17, 21, 22 (delesi) Selain itu juga dapat terjadi trisomi dan monosomi

Mutasi kromosom tejadi karena perubahan jumlah kromosom:

a) Euploid
eu = benar; ploid = unit) Makhluk hidup yang terjadi dari perkembangbiakan secara kawin , pada umumnya bersifat diploid, memiliki 2 perangkat kromosom atau 2 genom pada sel somatisnya (2n kromosom). Organisme yang kehilangan I set kromosomnya disebut monoploid. Organisme monoploid memiliki satu genom atau satu perangkat kromosom (n kromosom) dalam sel somatisnya

b) Aneuploidi
adalah perubahan jumlah n-nya. Dalam hal ini, "n" menandakan jumlah set kromosom. Sebagai contoh, sel tubuh manusia memiliki 2 paket kromosom sehingga disebut 2n, dimana satu paket n manusia berjumlah 23 kromosom. Aneuploidi dibagi menjadi 2, yaitu: >> Autopoliploidi, yaitu n-nya mengganda sendiri karena kesalahan meiosis. >> Allopoliploidi, yaitu perkawinan atau hibrid antara spesies yang berbeda jumlah set kromosomnya.

Macam-macam aneusomik antara lain sebagai berikut: 1) monosomik (2n-1); yaitu mutasi karena kekurangan satu kromosom 2) nullisomik (2n-2); yaitu mutasi karena kekurangan dua kromosom 3) trisomik (2n + 1); yaitu mutasi karena kelebihan satu kromosom 4) tetrasomik (2n * 2); yaitu mutasi karena kelebihan dua kromosom.

Mutasi kromosom yang terjadi karena perubahan struktur kromosom Mutasi karena perubahan struktur kromosom atau kerusakan bentuk kromosom disebut juga dengan istilah aberasi. Macam-macam aberasi dapat dijelaskan sebagai berikut: a) Delesi atau defisiensi adalah mutasi karena kekurangan segmen kromosom b)Duplikasi adalah mutasi karena kelebihan segmen kromosom.

c) Translokasi. Translokasi ialah mutasi yang mengalami pertukaran segmen kromosom ke kromosom non homolog. Macam-macam translokasi antara lain: l. Translokasi homozigot (resiprok) Translokasi homo zigot ialah translokasi yang mengalami pertukaran segmen kedua kromosom homolog dengan segmen kedua kromosom non homolog. 2. Translokasi heterozigot (non resiprok) Translokasi heterozigot ialah translokasi yang hanya mengalami pertukaran satu segmen kromosom ke satu segmen kromosom nonhomolog. 3. Translokasi Robertson

d. Inversi Inversi ialah mutasi yang mengalami perubahan letak gen-gen, karena selama meiosis kromosom terpilin dan terjadi kiasma. lihat gambar berikut! Macam-macam inversi antara lain: 1 . Inversi parasentrik; teriadi pada kromosom yang tidak bersentromer. 2. lnversi perisentrik; terjadi pada kromosom yang bersentromer.

e. Isokromosom lsokromosom ialah mutasi kromosom yang terjadi pada waktu menduplikasikan diri, pembelahan sentromernya mengalami perubahan arah pembelahan sehingga terbentuklah dua kromosom yang masing masing berlengan identik (sama). Dilihat dari pembelahan sentromer maka isokromosom disebut juga fision, jadi peristiwanya berlawanan dengan translokasi Robertson (fusion) yang mengalami penggabungan.

f. Katenasi Katenasi ialah mutasi kromosom yang terjadi pada dua kromosom non homolog yang pada waktu membelah menjadi empat kromosom, salinq bertemu ujung-ujungnya sehingga membentuk lingkaran

Aberasi,
Contoh CACAT karena aberasi pada manusia: Sindrom Edward, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada autosom. Autosom mengalami kelainan pada kromosom nomor 16,17, atau 18. Penderita sindrom ini mempunyai tengkorak lonjong, bahu lebar pendek, telinga agak ke bawah dan tidak wajar.

Sindrom Turner, dengan kariotipe (22AA+X0). Jumlah kromosomnya 45 dan kehilangan 1 kromosom kelamin. Penderita Sindrom Turner berjenis kelamin wanita, namun ovumnya tidak berkembang (ovaricular disgenesis). Sindrom Klinefelter, kariotipe (22 AA+XXY), mengalami trisomik pada kromosom gonosom. Penderita Sindrom Klinefelter berjenis kelamin laki-laki, namun testisnya tidak berkembang (testicular disgenesis) sehingga tidak bisa menghasilkan sperma (aspermia) dan mandul (gynaecomastis) serta payudaranya tumbuh.

Sindrom Jacobs, kariotipe (22AA+XYY), trisomik pada kromosom gonosom. Penderita sindrom ini umumnya berwajah kriminal, suka menusuknusuk mata dengan benda tajam, seperti pensil,dll dan juga sering berbuat kriminal. Penelitian di luar negeri mengatakan bahwa sebagian besar orang-orang yang masuk penjara adalah orang-orang yang menderita Sindrom Jacobs. Sindrom Patau, kariotipe (45A+XX/XY), trisomik pada kromosom autosom. kromosom autosomnya mengalami kelainan pada kromosom nomor 13, 14, atau 15.

PENYEBAB KELAINAN KROMOSOM Kelainan kromosom pada janin bisa diturunkan dari salah satu orang tua yang membawa kelainan kromosom, bisa juga terjadi secara spontan (dengan sendirinya) pada saat proses reproduksi. Usia ibu pada saat hamil juga salah satu faktor penyebab kelainan kromosom. resiko terjadinya kelainan kromosom pada janin adalah 4 kali lebih besar jika ibu berusia 35 tahun atau lebih.

Gangguan pembelahan
Macam-macam Pembelahan Sel
1. Pembelahan Mitosis Pembelahan mitosis adalah pembelahan sel dimana sel anak identik dengan sel induk. Tahapan pembelahan mitosis sebagai berikut : Profase Metafase Anafase Telofase

2.Pembelahan Meiosis Meiosis atau pembelahan reduksi adalah pembelahan dengan proses yang hampir sama dengan pembelahan mitosis namun pada meiosis terjadi pngurangan (reduksi) jumlah kromosom.Meiosis terbagi menjadi 2 tahapan besar yaitu meiosis I dan meiosis II, masa istirahat antara keduanya disebut interfase.

Definisi gangguan pembelahan


Suatu kelainan yang seharusnya memecah menjadi dua bagian ternyata mengalami kegagalan untuk membagi Contoh : syndaktili, suatu kelainan jari berupa penggabungan dua jari atau lebih.

Syndaktili
Ada dua jenis syndaktili yaitu : Penggabungan jaringan lunak, syndaktili yang terjadi hanya sampai tingkat jaringan lunak atau kulit dapat dilakukan pembedahan karena tulang-tulang jari tidak menggabung. Penggabungan jaringan tulang : jenis syndaktili ini sulit dipisahkan karena terjadi penggabungan jaringan tulang

Kembar Dempet
Kembar dempet yang ringan disebut kembar siam sedangkan kembar yang parah disebut monster double atau duplex. Kembar dempet berasal dari 2 kemungkinan 1.Tak sempurnanya pembelahan primitive streake kiri kanan 2.Tak sempurnanya lapis benih membelah Contoh kembar dempet : Tthoracopagus (dada bertaut). Eraniopagus (kepala bertaut). Phygopagus (pinggul bertaut).

Nondisjungsi meiosis
adalah kegagalan sepasang kromosom seks untuk memisah (disjungsi) selama proses meiosis terjadi. Akibatnya, sepasang kromosom tersebut akan diturunkan kepada sel anaknya,sehingga terjadi kelebihan kromosom seks pada anak. Sebesar 40% nondisjungsi meiosis terjadi pada ayah, dan 60% kemungkinan terjadi pada ibu. Sebagian besar penderita sindrom klinefelter memiliki kromosom XXY, namun ada pula yang memiliki kromosom XXXY, XXXXY, XXYY, dan XXXYY.

Penggabungan atau Pemecahan Contoh: kelainan berupa ginjal tapal kuda (Horseshoe) Contoh pemecahan : ureter bercabang Ginjal normal berjumlah dua buah di kanan dan kiri dibentuk dari ureteric bud. Pada masa perkembangan, ginjal mengalami ascendensi dari daerah pelvic ke daerah lumbal. Ketika mengalami ascendensi ginjal dapat tertahan di arteri mesenterika inferior disertai dengan terjadinya fusi antara ginjal sebelah kiri dan ginjal sebelah kanan, sehingga membentuk ginjal tapal kuda.

Kegagalan Perkembangan (Agenesis)


Agenesis adalah suatu kegagalan perkembangan baik sebagian ataupun seluruhnya.
Acardia (Jantung tidak ada/berkembang) Biasanya terjadi pada bayi kembar dengan satu plasenta Anencephaly atau exencephaly Bentuk kelainan ini berupa tidak terbentuknya otak atau atap kepala, sehingga materi otak terdedah keluar. Umumnya embrio mati. Agenesis atap kepala disebabkan keterlambatan penutupan neural tube.

Perubahan Fungsi Asam nukleat


Asam nukleat merupakan salah satu makromolekul yang memegang peranan sangat penting dalam kehidupan organisme karena di dalamnya tersimpan informasi genetik. Asam nukleat sering dinamakan juga polinukleotida karena tersusun dari sejumlah molekul nukleotida sebagai monomernya. Tiap nukleotida mempunyai struktur yang terdiri atas gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen atau basa nukleotida (basa N).

Mutasi gen diartikan sebagai suatu perubahan fisiokimiawi gen. Perubahan fisiokimiawi gen yang terjadi antara lain dapat berupa perubahan atau pergantian pasangan basa . Misalnya pasangan A-T diganti menjadi G-C: peristiwa semacam ini antara lain disebabkan karena terjadi satu basa purin ataupun pirimidin oleh senyawa lain yang analog semacam guanin atau uracil C-G. Sebagai akibat dari perubahan fungsi asam nukleat.

Banyak zat kimia mempengaruhi replikasi dan transkripsi (suatu tahapan pembentukan DNA) asam nukleat, atau translasi RNA, misalnya zat pengalkil, antimetabolit dan intercelating agents. Beberapa zat kimia ini memang sudah aktif, sedangkan yang lainnya, misalnya aflatoksin dan talidomid membutuhkan bioaktivasi.

Kurangnya prekusor atau substrat normal


Kurangnya cairan ketuban Di dalam rahim, bayi terendam oleh cairan ketuban yang juga merupakan pelindung terhadap cedera. Cairan ketuban yang terlalu sedikit bisa mempengaruhi pertumbuhan paru-paru dan anggota gerak tubuh atau bisa menunjukkan adanya kelainan ginjal yang memperlambat proses pembentukan air kemih.

Kurangnya asam folat


akan menyebabkan teratogen karena: Asam folat juga sangat penting karena sifatnya menghambat secara signifikan zat teratogenik (bersifat pengganggu pembentukan sel jaringan janin) asam folat mampu mereduksi efek zat-zat yang merusak atau menghambat pertumbuhan janin seperti radikal bebas, zat artifisial yang tidak aman, racun dan polutan. Tanpa adanya asam folat, zat-zat teratogenik semakin tak terbendung merusak dan mengganggu proses dalam inti sel-sel yang sedang bertumbuh.

Zat besi Fungsi: terlibat dalam pembentukan jaringan ikat dan beberapa neurotransmitter di otak, pembentukan hemoglobin dan enzim yang terlibat dalam metabolisme energi, pembelahan dan pertumbuhan sel berkaitan dengan peranannya dalam sintesis DNA, metabolisme protein Defisiensi: kecerdasan, perkembangan psikomotor, dan pengaturan suhu tubuh terganggu

Kolin Fungsi: prekursor untuk asetilkolin (mempercepat sintesis dan pelepasan asetilkolin dalam sel saraf), phospatidyl choline (lesitin), sfingomielin, platelet activator factor, myelin mengandung kolin, diperlukan untuk penutupan neural tube yang normal

Zat seng Fungsi: berperan dalam perkembangan otak Defisiensi: NTD, unencephalocele, iniencepaly, kelainan kongenital, retardasi mental Zat iodium Fungsi: perkembangan mental dan fisik Defisiensi: kerusakan otak, mental terganggu, pembesaran kelenjar tiroid

Agen-agen androgenik Progestin sintetik digunakan untuk mencegah abortus. Progestin etisteron dan norethisteron menimbulkan maskulinisasi alat kelamin pada mudigah perempuan, salah satunya pembesaran klitoris yang berhubungan dengan derajat-derajat penyatuan lipatan labioskrotal.

Perubahan Energi
Teratogen tertentu dapat mempengaruhi pasokan energi yang dipakai untuk metabolisme dengan cara langsung mengurangi persediaan substrat (misalnya defisiensi makanan) atau bertindak sebagai analog atau antagonis vitamin, asam amino esensial, dan lainnya.

Perubahan Sifat membran


Sejak minggu kelima kehamilan ari-ari (plasenta) sudah mulai berfungsi penuh. Ariari adalah organ pertukaran zat antara ibu dan janin, termasuk kimia (obat). Obat melintasi ari-ari melalui membran, secara difusi pasif.Karena terjadinya perubahan sifat membran.Sehingga dapat menyebabkan masuknya obat-obat teratogenik.

Gangguan zat teratogen pada tahapan pembentukan janin 1. Embriologi Setelah pembuahan, sel telur mengalami proliferasi sel, diferensiasi sel, migrasi sel, dan organogenesis. Embrio kemudian melewati suatu metamorfosis dan periode perkembangan janin sebelum dilahirkan. 2. Prediferensiasi Selama tahap ini, embrio tidak rentan terhadap zat teratogen. Tahapan ini adalah tahapan resisten. Sel yang mengalami kerusakan akan digantikan oleh sel lain yang masih hidup membentuk embrio normal

3. Embrio Dalam periode ini sel secara intensif menjalani diferensiasi, mobilisasi, dan organisasi. Selama periode inilah sebagian besar organogenesis terjadi. Akibatnya, embrio sangat rentan terhadap efek teratogen. Selain itu, tidak semua organ rentan pada saat yang sama dalam suatu kehamilan. 4. Janin Tahap ini ditandai dengan perkembangan dan pematangan fungsi. Dengan demikian, selama tahapan ini, teratogen tidak mungkin menyebabkan cacat morfologik, tetapi dapat mengakibatkan kelainan fungsi, seperti gangguan system saraf pusat. Hal ini mungkin tidak dapat didiagnosis segera setelah kelahiran.

Ketidak seimbangan Osmolar


Komponen distribusi cairan tubuh CES [ cairan ekstra sel ] : a] . Cairan interstitial 15 % BB : mengisi ruang antar sel /sejumlah lingkungan cairan tubuh b] . Cairan intra vaskuler 5% BB : plasma, limfe, sel darah eritrosit/ leukosit/ trombosit CIS [ cairan intrasel ]: cairan dalam membran sel 40 % BB : zat terlarut sama dg CES namun proporsi Kalium > d/p Kalium CES

KOMPOSISI CAIRAN TUBUH CES/ CIS terdiri dari: a] elektrolit: senyawa kimia yg bila larut dlm air/ pelarut >>>> pecah jadi ion >>>>> mampu membawa muatan listrik ion [muatan positip ] >>>>> kation [ muatan negatif ] Fungsi: keseimbangan asam basa dan neuromuskuler b] mineral: unsur semua jaringan dan cairan tubuh fungsi: proses fisilogis, katalisator,kontraksi otot, metaboilsme zat gizi, mengatur keseimbangan elektrolit dan produksi hormon

PERGERAKAN CAIRAN TUBUH Cairan tubuh non statis >>> berpindah u/ memfasilitasi proses oksigenasi jaringan, respon penyakit, respon obat , keseimbangan asam basa cara pindah : 1 Difusi: proses materi padat/ partikel berpindah dari konsentrasi tinggi kekonsentrasi rendah melewati sel membran 2 Osmosis: perpindahan pelarut murni dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi lewat membran semipermeabel >>>>>>> [ permeabel thd pelarut namun non permeabel tdp zat pelarut/solut ] 3 Tekanan osmotik: tekanan dg kekuatan u/ menarik air yg tergantung dari konsentrasi solut shg tercapai osmolalitas seimbang plasma >>> isotonik >>>

4 filtrasi: perpindahan air dan substansi yg larut secara bersamaan sbg respon thd cairan 5 Tekanan hidrostatik: tekanan yg dihasilkan oleh likuit dlm ruangan 6 Darah dan cairan dlm arteri masuk kapiler >>>> masuk interstitial >>> masuk sel bila tekanan hidrostatik lebih tinggi dari tek.intersel. Sebaliknya cairan /produk sisa metabolisme berpindah dari sel kekapiler vena karena tek. hidrostatik lebih kecil dari interstitial 7 Transpor aktif: aktifitas metabolisme u/ menggerakkan berbagai materi menembus membran sel shg memungkinkan sel kecil menerima sel lebih besar dan berpindahnya molekul dari konsentrasi rendah kekonsentrasi tinggi.Contoh transpor aktf dipompanya natrium dari sel dan kalium masuk sel

Ketidak seimbangan osmolar: Hiperosmolar [ dehidrasi ]: Bila air banyak hilang tanpa disertai hilangnya elektrolit/ natrium yg berdampak pada kadar natrium serum dan konsentrasi serta dihidrasi sel meningkat. Pada kondisi ini air bergerak keluar dari intrasel ke ekstrasel yang berdampak sirkulasi kolaps Hipoosmolar: [ kelebihan cairan ]: bila asupan air berlebiha yg berdampak pada pengenceran volume cairan ekstrase yg disertaiosmosis air kedalam sel dan berdampak edema serebral, koma dan kematian.

Mekanisme ketidak seimbangan osmolar dengan teratogen


hipoksia Gangguan paru dan jantung : ~ hipoventilasi alveolar ~ Gangguan ventilasi - perfusi ~ Gangguan difusi High altitude hipoksia (CO, CO2) dapat bersifat teratogen dengan mengurangi oksigen dalam proses metabolisme yang membutuhkan oksigen dan mungkin juga dengan menyebabkan ketidakseimbangan osmolaritas. Hal ini dapat menyebabkan edema atau hematoma, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kelainan bentuk dan iskemia jaringan.

Hambatan enzim
Penyebab lainnya kelainan bawaan adalah tidak sempurnanya pembentukan enzim. Adanya penghambat enzim dapat menyebabkan cacat karena mengganggu diferensiasi dan pertumbuhan sel melalui penghambatan kerja suatu enzim. Akibatnya suatu organ mengalami ketidaksempurnaan dalam penyusunannya, sehingga akan terlahir dalam keadaan cacat.

Kesalahan diferensiasi
Organogenesis adalah suatu proses perkembangan yang melibatkan proses diferensiasi. Semua organ tubuh merupakan hasil diferensiasi ketiga lapisan embrional. Proses diferensiasi merupakan suatu proses yang terkendali. Diferensiasi yang tidak terkendali akan mengakibatkan kelainan. contoh : tumor.(teratoma)

LYSOSOMAL STORAGE DISORDER (LSDPENYAKIT LISOSOM) Lysosomal Storage Disorder-selanjutnya disingkat LSD-merupakan kelainan genetik yang mengakibatkan ribosom tidak mensintesis enzim-enzim hidrolitik tertentu untuk digunakan oleh lisosom dalam tugasnya sebagai organel pencernaan. Akibatnya, materi/substrat yang seyogyanya dicerna/dihidrolisis menjadi menumpuk oleh karena ketiadaan enzim-enzim tersebut. Penumpukan organel akhirnya menyebabkan kelainan pada tubuh manusia

Fenilketonuria Fenilketonuria adalah suatu kelainan di dalam tubuh, dimana tubuh tidak dapat memproduksi enzim yang berfungsi menguraikan asam amino esensial fenilalanin menjadi asam amino non esensial tirosin. Di dalam tubuh tirosin akan disintesa menjadi 2 penghantar saraf yang penting yang berperan pada berkembangnya penyakit syaraf pusat. Fenilketonuria : Salah Satu Penyebab Keterbelakangan Mental

Perubahan DNA
menyebabkan terjadinya perubahan gen dan akhirnya menyebabkan perubahan alel dan fenotip makhluk hidup. Tidak setiap perubahan DNA adalah mutasi. Dikatakan mutasi apabila memenuhi kriteria berikut (1) adanya perubahan materi ganetik (DNA), (2) perubahan tersebut bersifat dapat atau tidak dapat diperbaiki, (3) hasil perubahan tersebut diwariskan secara genetik pada keturunannya.

Mutasi gen terjadi karena penambahan atau penghilangan (deletions) pasangan basa, atau penggantian pasangan basa yang keliru dalam molekul DNA. Penggantian terdiri atas transisi dan transversi. Transisi melibatkan penggantian suatu purin (adenin, guanin) oleh purin lain atau suatu pirimidin (sitosin, timin) oleh pirimidin lain. Dalam transversi, purin digantikan oleh pirimidin, atau sebaliknya.

Bila jumlah pasangan basa yang ditambahkan atau dihapuskan tidak merupakan suatu perkalian tiga, urutan asam amino dari protein yang disandi di bagian distal adisi atau delesi itu akan berubah. Fenomena ini disebut mutasi pergeseranrangka (frame-shift mutation) dan mungkin akan mempengaruhi sifat biologi protein itu.

Anda mungkin juga menyukai