Anda di halaman 1dari 21

Penyusu n

Kompetensi Dasar Bagan Materi

Melakukan kajian ilmiah untuk mengenali gelombang cahaya dan ciri-ciri gelombang secara umum serta penerapannya.
interferensi Celah Tipis

Celah Ganda

Gelombang Cahaya

Difraksi

Celah Tunggal Difraksi Kisi

Pemantulan Refleksi Polarisasi Pembiasan Ganda Absorbsi Selektif Hamburan

Penyusu n

PENGANTAR
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal

Apakah cahaya itu? Cahaya tidak dapat kita tangkap dan kita lihat langsung seperti benda-benda di alam ini. Cahaya merupakan suatu gelombang. Gelombang apa? Bagaimana cara perambatannya? Apakah cahaya mempunyai mempunyai sifat yang sama dengan gelombang lainnya? Semua pertanyaan tersebut akan kita bahas pada materi berikut ini.
tujuan

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan dapat : 1. Memformulasikan peristiwa intereferensi cahaya pada celah ganda 2. Mengidentifikasi sifat-sifat cahaya melalaui suatu percobaan kelompok 3. Menganalisis penerapan sifat cahaya dalam pemecahan masalah diskusi dan informasi

Penyusu n

A. APLIKASI EFEK DOFFLER PADA RADAR


Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal

Radar adalah alat yang memakai radio dan berfungsi untuk mendeteksi jarak, kecepatan, dan arah benda yang memantulkan gelombang radio dalam keadaan bergerak maupun diam. Radar digunakan antara lain dalam bidang penerbangan, pelayaran, militer, metereologi. Gelombang suara bersifat memantulkan dan menimbulkan gaung jika mengenai permukaan tertentu. Demikian halnya dengan gelombang radio, jika mengenai permukaan material akan memantul dan menimbulkan gaung. Dalam radar, gelombang radio dipancarkan segalah arah dan dipantulan gelombangnya ditangkap kembali dan dianalisis. Sesuai dengan prinsip efek Doppler frekuensi gelombang dari sumber yang mendekati pengamat akan lebih besar dari frekuensi gelombang dari sumber yang

Penyusu n

B. INTERFERENSI CAHAYA
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya 1. Int. Celah Ganda 2. Int. Lapisan Tipis C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal

Interferensi cahaya adalah perpaduan dari dua gelombang cahaya yang mempunyai frekuensi dan amplitudo sama serta selisih fase tetap (sering disebut koheren) Interferensi cahaya akan menghasilkan pola interferensi, yaitu : Pola garis terang dan Pola garis gelap

Penyusu n

B. INTERFERENSI CAHAYA
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya 1. Int. Celah Ganda 2. Int. Lapisan Tipis C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal

1. Interferensi Celah Ganda dari Young Untuk mendapatkan dua cahaya yang koheren maka sumber cahaya dilewatkan pada dua celah (celah ganda). Cahaya dari setiap celah akan koheren karena berasal dari satu sumber cahaya. Tiap-tiap celah dapat berfungsi sebagai sumber cahaya. Hasil dari superposisi cahaya yang berasal dari dua celah ini dapat maksimum atau minimum. Interferensi maksimum menghasilkan garis terang, sedangkan interferensi minimum menghasilkan garis gelap. Pada layar akan tampak pola interferensi berupa pola garis terang dan gelap, yang menandakan telah terjadi interferensi cahaya. Interferensi celah ganda sering juga disebut lanju t dengan interferensi young.

Penyusu n

B. INTERFERENSI CAHAYA
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya 1. Int. Celah Ganda 2. Int. Lapisan Tipis C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal

1. Interferensi Celah Ganda dari Young Perhatikan animasi


berikut ini!

Keterangan : d = jarak kedua celah (m) l = jarak layar (m) p = jarak pola (m) m = orde (nomor terang) = panjang gelombang (m) a. Interferensi Maksimum Garis Terang

pla y

d sin l

b.

d sin = m atau dp = m l

Interferensi Minimum Garis Gelap 1

Jarak antara dua garis terang atau dua garis gelap, dirumuskan : dp =
l

d sin = (2m 1) 2 atau dp 1 = (2m 1) l 2 m =1, 2,3,...

Penyusu n

B. INTERFERENSI CAHAYA
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya 1. Int. Celah Ganda 2. Int. Lapisan Tipis C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal

2. Interferensi pada Lapisan Tipis


Perhatikan animasi berikut ini!

play

i A r

D C

a.

Interferensi Maksimum Garis r = (2m 1) 1 m = 1, 2,3,.. 2nd cos Terang

b.

Interferensi Minimum Garis Gelap r = m 2nd cos m = 1, 2,3,...

Penyusu n

C. DIFRAKSI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi 1. Dif. Celah Tunggal 2. Difraksi Kisi D. Polarisasi E. Soal-Soal

1. Difraksi Celah Tunggal Jika muka gelombang melalui celah sempit, maka gelombang ini akan mengalami lenturan (difraksi) Pembelokan cahaya (difraksi) dapat terjadi ketika cahaya melewati suatu celah tunggal dan akan menghasilkan pola garis terang dan gelap. Terjadinya difraksi diperlihatkan pada Pla Celah tunggal animasi berikut ini! y Layar
Muka gelombang

Gelombang cahaya

lanju t

Penyusu n

C. DIFRAKSI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi 1. Dif. Celah Tunggal 2. Difraksi Kisi D. Polarisasi E. Soal-Soal

1. Difraksi Celah Tunggal a. Garis gelap ke-m terjadi jika :


d sin = m m = 1, 2,3,..

atau
dp = m l

b. Garis terang ke-m terjadi jika :


d sin = (2m + 1) 1 2 m = 1, 2,3,..

atau
dp = (2m + 1) 1 2 l
kemb ali

Penyusu n

C. DIFRAKSI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi 1. Dif. Celah Tunggal 2. Difraksi Kisi D. Polarisasi E. Soal-Soal

2. Difraksi Celah Majemuk (Kisi) Jika muka gelombang melalui celah sempit, maka gelombang ini akan mengalami lenturan (difraksi) Jika cahaya melewati celah majemuk (kisi), maka cahaya akan mengalami difraksi, disini cahaya putih melewati kisi difraksi sehingga mengalami difraksi dan terurai menurut panjang gelombang masing-masing. Play Perhatikan animasi berikut ini! Orde ke 2
Cahaya putih Kisi difraksi Orde ke 1 Orde ke nol Orde ke 1 Orde ke 2
lanju t

Penyusu n

C. DIFRAKSI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi 1. Dif. Celah Tunggal 2. Difraksi Kisi D. Polarisasi E. Soal-Soal

2. Difraksi Celah Majemuk (Kisi) a. Difraksi Maksimum


d sin = m m = 0,1, 2,3,..

b. Garis terang ke-m terjadi jika : d sin = (2m 1) 1 m = 1, 2,3,.. 2 Keterangan : d = jarak antara celah kisi (tetapan kisi) N = jumlah goresan/garis per cm m = orde
d= 1 N

kemb ali

Penyusu n

D. POLARISASI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi 1. Polarisasi Bag. 1 2. Polarisasi Bag. 2 3. Polarisasi Bag. 3 4. Polarisasi Bag. 4 5. Polarisasi Bag. 5 E. Soal-Soal Cermin datar

1. Polarisasi karena Peristiwa Pemantulan Polarisasi adalah terserapnya sebagian arah antar gelombang transversal sehingga gelombang hanya memiliki satu arah getar saja. Jika sinar datang pada cermin datar dengan sudut 570, maka sinar ini merupakan sinar terpolarisasi. Perhatikan animasi berikut ini!
pla y

i = 570

i = 570

Penyusu n

D. POLARISASI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi 1. Polarisasi Bag. 1 2. Polarisasi Bag. 2 3. Polarisasi Bag. 3 4. Polarisasi Bag. 4 5. Polarisasi Bag. 5 E. Soal-Soal

2. Polarisasi karena Pembiasan dan Pemantulan Polarisasi adalah terserapnya sebagian arah antar gelombang Perhatikan Animasi di transversal sehingga bawah ini! ini pla gelombang hanya y N memiliki satu arah getar saja. Jika sudut pantul (i) + sudut bias (r) = 900 atau (r) = 900 - i , maka berlaku :
tan i = n2 n1

medium 1 (n1)

i i '
Cermin datar

medium 2 (n2)

Yang merupakan hukum Brewster, dengan (i) adalah sudut polarisasi

Penyusu n

D. POLARISASI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi 1. Polarisasi Bag. 1 2. Polarisasi Bag. 2 3. Polarisasi Bag. 3 4. Polarisasi Bag. 4 5. Polarisasi Bag. 5 E. Soal-Soal

3. Polarisasi karena Pembiasan Ganda (Bias Kembar) Polarisasi adalah terserapnya sebagian arah antar gelombang transversal sehingga gelombang hanya memiliki satu arah getar saja. Jika cahaya melalui kaca, maka cahaya lewat dengan kelajuan yang sama ke segala penjuru, karena kaca hanya memiliki satu indeks bias. Akan tetapi, bahan kristal tertentu (kalsit dan kuarsa) memiliki indeks bias sehingga kelajuan cahaya tidak sama. Jadi cahaya yang melalui bahan ini akan mengalami pembiasan ganda (kembar).

Penyusu n

D. POLARISASI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi 1. Polarisasi Bag. 1 2. Polarisasi Bag. 2 3. Polarisasi Bag. 3 4. Polarisasi Bag. 4 5. Polarisasi Bag. 5 E. Soal-Soal

4. Polarisasi karena Absorbsi Selektif Polarisasi adalah terserapnya sebagian arah antar gelombang transversal sehingga gelombang hanya memiliki satu arah getar saja. Polarisator melewatkan sinar terpolarisasi dengan intensitas
I1 = 1 Io 2

Analisator berfungsi menganalisis sinar yang dilewatkan polarisator, mata melihat sinar paling terang, selanjutnya sinar meredup pada saat polarisator dan analisator saling tegak lurus, maka tampak gelap. Intensitas cahaya yang keluaranalisator memenuhi persamaan 1 I 2 = I1 cos 2 = I o cos 2
2

Penyusu n

D. POLARISASI
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi 1. Polarisasi Bag. 1 2. Polarisasi Bag. 2 3. Polarisasi Bag. 3 4. Polarisasi Bag. 4 5. Polarisasi Bag. 5 E. Soal-Soal

5. Polarisasi karena Hamburan Cahaya yang terpolarisasi oleh atmosfer bumi, mengakibatkan langit berwarna bumi. Hal ini terjadi karena cahaya warna biru paling efektif dihamburkan jika dibandingkan dengan cahaya lainnya.
Contoh Soal :

Cahaya matahari yang dalam keadaan tidak terpolarisasi jatuh pada permukaan air. Cahaya pantul terpolarisasi linear (nair =4/3). (1)Tentukan sudut antara cahaya datang dengan permukaan air (2) tentukan sudut biasnya.

Penyusu n

E. SOAL SOAL
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal
No : 12 No : 34 No : 56 No : 78 No : 910

1.

Jika sebuah gelombang melalui suatu celah yang sempit, maka akan terjadi .... a. Pemantulan b. Difraksi c. Pembiasan d. Polarisasi e. interprensi 2. Pada percobaan Young (celah ganda), jika jarak antara dua celahnya dijadukan dua kali semula, maka jarak antara dua garis gelap yang berurutan menjadi .... a. 4 kali semula b. 2 kali semula c. kali semula d. kali semula e. Tetap tidak berubah

Penyusu n

E. SOAL SOAL
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal
No : 12 No : 34 No : 56 No : 78 No : 910

3. Peristiwa superposisi antara dua gelombang di suatu titik dalam waktu yang bersamaan disebut .... a. Difraksi b. Interprensi c. pemantulan d. Polarisasi e. pembiasan 4. Suatu berkas cahaya monokromatis setetlah melalui sepasang celah sempit yang jaraknya 3 mm membentuk pola intrprensi pada layar yang jaraknya 0,9 m dari celah tadi. Jika jaraknya antara garis gelap kedua dan pusat pola 3 mm, maka panjang gelombang cahaya monokromatis tersebut adalah .... a. 1,3 x 10-6 m b. 6,7 x 10-6 m c. 2,2 x 10-6 m d. 10,0 x 10-6 m

Penyusu n

E. SOAL SOAL
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal
No : 12 No : 34 No : 56 No : 78 No : 910

5.

Cahaya dengan panjang gelombang 5.000kkkk datang pada celah ganda Young yang jaraknya 0,2 mm. Pola yang terjadi ditangkap pada layar yang jaraknya 1 m dari celah. Jarak dari terang pusat ke terang yang paling pinggir pada layar adalah .... a. 5 b. 20 c. 10 d. 21 e. 11 6. Warna-warna yang tampak pada gelembung sabun menunjukkan gejala .... a. Difraksi b. Polarisasi c. Refraksi d. Repleksi e. interprensi

Penyusu n

E. SOAL SOAL
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal
No : 12 No : 34 No : 56 No : 78 No : 910

7.

Warna biru langit terjadi karena cahaya matahari mengalami .... a. difraksi b. Pemantulan c. hamburan d. Pembiasan e. interprensi

8.

Dari hasil suatu pengamatan diperoleh jarak antara dua interprensi maksimun yang berdekatan adalah 25 cm. Kedua sumber bunyi yang berinterfrensi mempunyai frekuensi sama yaitu 1.328 Hz. Kecepatan rambat gelombang bunyi di udara adalah .... a. 328 m/s b. 348 m/s c. 332 m/s d. 356 m/s e. 340 m/s

Penyusu n

E. SOAL SOAL
Menu Utama Pengantar A. Aplikasi Efek Doffler B. Interferensi Cahaya C. Difraksi D. Polarisasi E. Soal-Soal
No : 12 No : 34 No : 56 No : 78 No : 910

9.

Cahaya dengan panjang gelombang 5,4 x 10kkkkkkm, mengalami difraksi oleh kisi, dengan 200 garis/mm. Spektra orde tertinggi yang diamati adalah .... a. 10 b. 7 c. 9 d. 6 e. 8

10.Seberkas sinar monokromatik dengan panjang gelombang 625 nm dilewatkan pada sebuah kisi difraksi dengan tetapan kisi 4 x 10kkkk garis/m. Orde maksimun yang masih teramati pada layar adalah .... a. 2 b. 5 c. 3 d. 6 e. 4