Anda di halaman 1dari 10

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

1.Abt (2009) The Port of Virginia Port Overview for Virginia Transportation Construction Alliance
Port of Virginia terdiri dari 4 marine terminal port dan 1 inland port. Lebih dari 55% kargo berasal dari luar Virginia, maka dari itu pengaturan aliran kargo yang baik menjadi krusial. Pembangunan rel baru dari Chicago ke Virginia memperpendek jarah tempuh menjadi 1.031 mil dari sebelumnya 1.264 mil. Perbaikan 28 unit terowongan sehingga didapatkan clearance 20-3. APM terminal seluasi 291 are, kapasitas 2,1 juta TEU/tahun, biaya investasi 450 juta $. Yard kontainer otomatis pertama di Amerika Serikat. Dibangun dan dibiayai oleh Major Shipping Line. Crane Island Eastward dibangun oleh kerjasama antara the Virginia Port Authority & the US Army Corps of Engineer. Fasilitas yang dibangung di CIE: containment dike construction, filling and ground improvement, marine terminal construction and expansion. Pembangunan fasilitas road dan rail connection ke CIE. Port of Virginia berperan besar dalam aspek ekonomi dengan 345.000 lapangan kerja di port dan yg terkait, $41 milyar pendapatan dan $1,2 milyar sumbangan pajak ke negara dan pemerintah lokal. Pembangunan shuttle carrier antara NIT north dan new central rail yard.

2.A. Strauss-Wieder(2008) The Economic Impact of the New YorkNew Jersey Port Industry
Port NYNJ bukan hanya vessel dan berth tetapi juga termasuk marine transportation system terdiri dari truk, jaringan kereta api, perpipaan, gudang, DC dan berbagai macam pelayanan. 164.930 lapangan kerja, $47 milyar pendapatan, $5 milyar pajak. Tujuan: mengukur nilai pergerakan maritim dari barang dan manusia dan bagaimana ekonomi saling terkoneksi dengan adanya pelabuhan. Port NYNJ menggabungkan kargo-kargo impor dari pasar Amerika Utara untuk mencapai skala ekonomis. Tahun 2008 port NYNJ mengelola sekitar 5,3 juta TEU kontainer, 60,9 juta ton kargo, 315.000 ton kargo breakbulk, 738.000 kendaraan, 330 cruise vessel calls. Aktivitas fisik di New Jersey; New York punya fasilitas-fasilitas maritim 2 terminal kapal penumpang & 2 terminal kontainer. 905 juta kaki2 dengan 36% luas untuk international commerce & maritime movements. Pusat warehouse dan distribusi di Amerika. Bermacam-macam jenis pekerjaan timbul dengan adanya port, total 269.989 angkatan kerja. Containerized cargo handling handling kargo di kontainer maritim. 1 TEU 20 kaki kontainer. Breakbulk cargo handling alat tradisional untuk handling general kargo, biasanya utk forestry. 1

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

Bulk cargo handling untuk barang-barang yang sifatnya kontinyu. Auto & vehicle transport RO/RO vessels dengan multiple deck oleh terminal workers. Pipeline movement untuk cairan curah. Barge Membawa kargo dari vessel ke terminal/port. Dampak ekonomi: 1) Direct pengeluaran oleh industri pelabuhan, 2) Indirect Efek industri pelabuhan membeli dari industri lain di region ybs, 3) pengeluaran karyawan port industry/supplier. Pengukuran dampak ekonomi: 1) employment affect, 2) revenue effect, 3) personal income effect, 3) total local tax effect, 4) total state tax effect, 5) total federal tax effect, 4) occupational implication Rutgers RECON model. RECON I/O model antara penjualan dan pembelian antar industri. Standardisasi model Wassily Leontife yang digunakan di USA sejak 1939.

3.Vacca dkk. (2007) Optimization of Container Terminal Operations


Kompetisi antar-terminal: 1) pelayanan (waktu turn around kapal), 2) produktivitas (TEU/tahun). Operasi terminal: 1) ship to shore, 2) transfer, 3) storage, 4) delivery and receipt. Yard digunakan sebagai fasilitas penyangga untuk loading, unloading dan transshipping kontainer. Yard dibagi-bagi ke dalam blok. Posisi kontainer diidentifikasi oleh: 1) bay, 2) row, 3) tier. Isu optimisasi yard: 1) storage policies keseimbangan workload antar blok, minimasi total jarak yang ditempuh kontainer dari quay ke yard, 2) remarshalling container minimasi waktu turn around kapal, 3) yard crane deployment minimasi waktu penyelesaian pekerjaan. Yard biasanya adalah tempat bottleneck terminal. I/E terminal gate operations (truk dan kereta). Transshipment mother vessel & feeder. Isu penting: negosiasi dan kooperasi.

4.(20XX) Briefs Overview on Macaos Economy and External Trade Relations


Kebijakan ekonomi terkait dengan pelabuhan: maintaining the free port status. Semua barang dari Makao yang masuk ke China daratan bebas tarif masuk.

5.FHRDI (2008) Inland Port


Inland port: tempat muatan ditangani, disimpan, dirancang rutenya dan dikapalkan ke tujuannya.

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

Benefit dari IP: 1) pekerjaan dengan upah yang tinggi, 2) industri-industri yang terkoneksi, 3) stabilitas ekonomi masa depan, 4) penambahan penerimaan pajak. Kriteria yang dipertimbangkan dalam pemilihan lokasi IP: 1) ketersediaan zona, 2) akses ke jaringan kereta, 3) akses ke jalan raya, 4) akses tenaga kerja, 5) dukungan komunitas.

6.(2010) Market Report 2010: Beaumont Port Arthur


Dari segi tonase tahunan, pelabuhan Beaumont adalah pelabuhan kelima tersibuk di US. MSA (metropolitan statistical area) menunjukkan bahwa kebanyakan penduduk bekerja di sektor transportasi.

7.(20XX) Brazilian Iron Ore Port Overview


Tahapan pembangunan fasilitas: jalur kereta api/railcar receiving, stockpiling, reclaiming, dan barge-loading equipment. Iron ore dimuat di tempat dangkal menggunakan seabulk transfer vessel menuju sea-borne trade ke ocean-going vessel di perairan dalam sekitar 8 nautical miles dari pelabuhan.

8.(20XX) Kolkata Port: An Overview


Pel. Kolkata adalah gerbang ke India Timur dan merupakan satu-satunya riverine port di India. 87 km dari Sandheads ke Saugor kapal dipandu oleh VTMS (vessel traffic management system). Di Saugor, Pilots menaikkan kapal (embark vessel) untuk pilotage. HDC (Haldia Dock Company): 41 km. KDS (Kolkata Dock System): 143 km. Tahun 06/07 PK menangani 55,05 juta ton muatan.

9.(2004) Scianta Port Operations and Planning A Design Perspective


Menggabungkan antara pertumbuhan permintaan, optimisasi penggunaan lahan dan keselamatan. Operasi pelabuhan: 1) proses manajemen (kebijakan), 2) proses analisis (teknis). PM: survei. PA: mengukur kuantitas dan menentukan hukum yang menentukan proses.

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

10.Coppens dkk (2007) Economic Impact of Port Activity: A Disaggregate Analysis


Case study di Port of Antwerp, Belgia. Biasanya dampak ekonomi pelabuhan diukur pada tingkat agregat melalui indikator: nilai tambah, tenaga kerja dan investasi. Pendekatan top-down: pola ekonomi regional diasumsikan sama dengan pola ekonomi nasional. Hubungan yang dikaji: 1) antar port actor di sekitar port perimeter, 2) antara port actor dan rest of economy. Tujuan penelitian adalah mengkaji hubungan antar entitas yang terlibat di pelabuhan. Kategori pengukuran: 1) actor in port area, 2) actor outside port area, 3) non port actor in port area, 4) non port actor outside port area, 5) rest of the world. Port perimeter ditentukan oleh Royal Decree of 2 Feb 1993. Port actor: agents, custom brokers, forwarders, hinterland transport companies, other maritime services, shipping companies, terminal operating companies.

11.Spreadborough (2007) Port Operations


Safety concern. Perlengkapan keselamatan kerja termasuk tes alkohol dan obat-obatan lain. Pelabuhan dikelola oleh manajer operasi dengan dukungan dari engineering, safety, business improvement, scheduling. Aspek lingkungan yang ditangani: dust, freshwater use, noise, recycling, hydrocarbons.

12.(20XX) Marine Terminal Operations


Marine support solution untuk global oil and gas terminal industries. Fasilitas yang disediakan: escort and berthing,line and hose handling, mooring, fire fighting, polution control.

13. Bayne (2006) Port Economics-The Business Case


Profit driver: market, konsesi, internal financing. Model konsesi umumnya: penyewaan 20-30 tahun, peralatan material handling dibeli oleh penyewa, penyewa membayar royalti untuk setiap kontainer, standar kinerja ditentukan oleh pihak berwenang pelabuhan, aktiva tetap kembali (revert) ke port authority pada akhir masa sewa.

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

14.Kelly (2000) Toward a More Deliberative Port Planning


Penelitian proses perencanaan ekspansi pelabuhan Rotterdam. Pelabuhan Rotterdam menyumbang 1,7% dari GDP Belanda.

15.(20XX) Vessel Traffic Management System (Y. Anggadinata)


Pengawasan lalu lintas pergerakan kapal secara real time. Sistem dihubungkan dengan Priok Port MIS.

16.(20XX) Pengembangan Sistem Logistik pada Simpul-Simpul Transportasi Nasional (Y.Anggadinata)


Jenis barang: strategis sensitif terhadap keadaan politik dan ekonomi nasional, unggulan ekspor, umum/free market. Strategis disparitas harga rendah dan ketersediaan tinggi. Unggulan ekspor Biaya logistik rendah dan pergerakan barang mulus. Adanya insentif. Umum Peraturan yang adil bagi semua pihak, kualitas barang terjaga. Pelabuhan dan bandara UU Pelayaran 17 tahun 2008: Pelabuhan utama, pengumpul, pengumpan. Sistem transportasi kargo domestik: 1) landbridge, 2) regional economy basic. Relasi antara simpul ekspor/impor dan hinterland: keterpaduan sistem pelayanan pabean, karantina, pergudangan dan fasilitas logistik lainnya. Jenis kargo: kargo impor/ekspor, kargo transshipment. Integrasi antara pelabuhan dengan hinterlandnya dapat dilakukan dengan memindahkan sebagian sistem pelayanan pelabuhan, bea cukai dan karantina serta pelayanan terkait lainnya ke hinterland. Short haul voyage vessel menggunakan jalur air garis pantai, sungai, danau dan penyeberangan sebagai jalur transportasinya. Konsep transportasi ini dikenal sebagai Short Sea Shipping (SSS).

17.Jacobs (2007) Political Economy of Port Competition


Amerika Serikat mempermasalahkan penguasaan asing atas pelabuhan nasional. Dengan terjadinya tragedi 9/11, pelabuhan dianggap sebagai objek yang vulnerable. Pelabuhan tetap dimiliki oleh otoritas pelabuhan, namun biasanya pengelolaan terminal kontainer diserahkan ke pihak luar/asing. Berdasarkan aturan hukum di U.S., dockworker harus berkebangsaan U.S. Pentingnya pelabuhan: 1) kepentingan politik dan ekonomi dari pelabuhan, 2) integrasi global sektor maritim, 3) regulasi dan institusi pasar di sektor maritimpelabuhan. 5

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

Persaingan antar pelabuhan biasanya terjadi pada satu daerah regional, tidak antar-regional. Ukuran competitive performance: total annual cargo throughput in the region (million metric tons, volumes, TEU). Pihak terlibat: otoritas pelabuhan, terminal operator, carrier/shipping company. Faktor yang mempengaruhi daya saing pelabuhan: akses ke pasar regional hinterland; kapasitas dan permintaan; intra-kompetisi antar operator pelabuhan; ketetapan sewa, konsesi dan perjanjian kontraktual yang ditawarkan ke operator pelabuhan; menjadi bagian dari supply chains.

18.Essential Services Commission (2007) Review of Port Planning


Apakah terdapat hambatan untuk masuk ke dalam kegiatan usaha stevedoring. Jika terdapat hambatan, lakukan assessment terhadap biaya dan keuntungan dari hambatan tersebut. Apakah struktur pasar stevedoring services berpengaruh terhadap kompetisi dan efisiensi pelabuhan serta sejalan dengan tujuan pemerintah. Tugas stevedore: kegiatan load dan unload kapal dan jasa lain seperti penyimpanan sementara, perawatan dan reposisi kontainer, jasa pemindahan kontainer dari dermaga ke transportasi darat.

19.AAPA (2007) An Environmental Management System (EMS) Primer for Ports : Advancing Port Sustainability
Industri pelayaran adalah industri travel dengan pertumbuhan tercepat sebesar 2.100% sejak 1970. Banyak pelabuhan mengembangkan environmental management system (EMS).

20.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Port


Instansi pemerintah di pelabuhan: 1) administrator pelabuhan, 2) bea dan cukai, 3) syahbandar, 4) imigrasi, 5) karantina dan kesehatan, 6) keamanan dan ketertiban, 7) superintending company indonesia (sucofindo). Instansi swasta di pelabuhan: 1) perusahaan pelayaran, 2) perusahaan bongkar muat, 3) ekspekdisi muatan kapal laut & freight forwarder, 4) perusahaan angkutan bandar (taxi boat), 5) perusahaan angkutan darat, 6) perbankan, 7) surveyor, 8) jasa konsultan, 9) perusahaan persewaan peralatan, 10) pemasok/leveransir. Menurut UU No. 2/1999, badan yang terlibat dalam aktivitas pelabuhan: 1) regulator, 2) operator, 3) fasilitator, 4) pengguna. 6

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

21.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Vessel and International Liner
GRT (gross register ton) = Jumlah dari seluruh ruangan kapal yang tertutup atau yang dapat ditutup secara kedap air, baik yang berada di bawah geladak maupun yang berada di atasnya (deck line). 1 GRT = 100 cubic feet = 2,83 m3. NRT (net register ton) = volume ruangan yang tersedia untuk barang dan penumpang atau daya angkut kapal dalam volume. NRT adalah GRT dikurangi dengan: 1) ruang bunker dan air, 2) r. kemudi, 3) r. mesin dan terowongan poros, 4) r. nahkoda dan abk, 5) r. jangkar, 6) r. air ballast, 7) r. perbekalan. DWT (dead weight ton) atau bobot mati dalam ton adalah daya angkut kapal termasuk barang dan penumpang, bahan bakar, air, perbekalan dan spare parts pada sarat (draft) maksimum; dinyatakan dalam long ton (1 long ton=2,240 lbs). Cargo capacity adalah Daya angkut kapal membawa muatan (DWT) dikurangi bahan bakar, air, perbekalan dan spare parts. Jenis kapal laut: 1) conventional liner vessel, 2) semi container, 3) full container vessel, 4) general cargo/breakbulk vessel, 5) freedom vessel, 6) RoRo (roll-on, roll-off), 7) lash (lighter aboard ship), 8) bulk carrier, 9) combination carrier/OBO (ore, bulk, or oil), 10) panamax class: 60.000 DWT, panjang 274,3 m, lebar 32,3 m, draft 11,28 m, 11) passenger ship, 12) kapal tunda/tug boat, 13) offshore supply ship, 14) research ship, 15) fishing vessel, 16) kapal tanker. International liner: 1) conference liner/shipping conference, 2) non-conference liner, 3) aliansi, 4) non-vessel operating common carrier (NVOCC), 5) tramper. Shipping Conference: Kumpulan perusahaan pelayaran yang menjalani rute tertentu dan dengan jadwal yang tetap yang menetapkan tarif uang tambang (freight) dan jadwal singgah ke pelabuhan dengan waktu yang telah ditetapkan dan disepakati bersama. Non-Conference adalah kebalikan dari conference. Sekarang ini non-conference liner mulai mendesak conference liner yang ada. Aliansi adalah kerjasama antara 2 (dua) buah perusahaan pelayaran yang besar, baik dalam hal pengangkutan maupun dalam pemakaian fasilitas yang dimiliki masing-masing perusahaan. Aliansi ini dimulai pada era petikemas karena muatan mudah dipindah dari satu kapal ke kapal lainnya. Contoh aliansi: Maersk Line dan Sea-Land, Hapag-NOL-NYK, Evergreen-Lloyd Triestino, MOL-Nedlloyd. Non-Vessel Operating Common Carrier (NVOCC): Usaha perkapalan yang tidak memiliki kapal, Usaha cargo consolidation yang muatannya dikumpulkan dalam petikemas. Usaha ini dapat dikategorikan sebagai freight forwarding, Kelebihan NVOCC dari freight forwarding adalah memiliki space charter (charter ruang kapal) dari liner yang mempunyai rute dan jadwal yang tetap. NVOCC dapat menerbitkan ocean bill of lading dari carrier, sedangkan kepada pengguna jasanya menarik biaya dengan menggunakan house bill of lading. 7

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

Keuntungan NVOCC diperoleh dari: kepada carrier membayar secara box rate (FCL) sedangkan kepada pengguna jasa menarik ongkos secara parcel (LCL) disertai dengan minimum tarif jika parcelnya kecil. Tramper adalah perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal-kapalnya tanpa jadwal yang tetap dan waktu singgah ke pelabuhan yang tidak teratur.

22.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Container Operation


Filosofi peti kemas: Membungkus atau membawa muatan dalam peti-peti yang berukuran seragam dan membuat semua kendaraan dapat mengangkutnya sebagai satu kesatuan, baik kendaraan itu berupa kapal laut, kereta api, truck trailer atau angkutan lainnya, dan dapat membawanya secara cepat, aman dan efisien atau bila mungkin dari pintu ke pintu (door to door). Ukuran peti kemas berdasarkan ISO: 1) 20 feet dry freight: 22,1 ton, 2) 40 feet dry freight: 27,396 ton, 3) 40 feet high cube dry: 29,6 ton. Perbedaan FCL dan LCL: 1) muatan: FCL dari satu shipper untuk satu consignee, LCL lebih dari satu shipper untuk lebih dari satu consignee. 2) stuffing: FCL diisi oleh shipper, LCL diisi oleh perusahaan pelayaran. 3) unstuffing: FCL oleh consignee, LCL oleh perusahaan pelayaran. 4) tanggung jawab: FCL liner tidak bertangung jawab, LCL liner bertanggung jawab. Kepemilikan PK: 1) carrier owned container (COC), 2) shipper owned container (SOC), 3) leased container. Container Yard (CY) adalah kawasan di daerah pelabuhan yang digunakan untuk menimbun PK FCL yang akan dimuat atau dibongkar dari kapal. Container Freight Station (CFS): Kawasan yang digunakan untuk menimbun PK LCL, melaksanakan stuffing / unstuffing dan untuk menimbun break bulk cargo yang akan di-stuffing ke atau di-unstuffing dari PK. Biaya peti kemas dibagi menjadi: 1) inland haulage charge, 2) terminal handling charge.

23.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Pengurusan Transportasi (Forwarder, EMKL, Transport Darat)
EMKL berdasarkan kepada SK Menhub No. KM.82/AL305/PHB-85 sedangkan Freight Forwarder berdasarkan kepada SK Menhub No. KM.10 Tahun 1988. EMKL melakukan kegiatan terbatas pada dalam wilayah Indonesia (domestik); sedangkan Freight Forwarder dapat melakukan kegiatan hingga diluar wilayah Indonesia (international).

24.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Prosedur Ekspor-Impor & Pengurusan Kepabeanan
8

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

PPJK adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pengurusan pemenuhan Kewajiban Pabean untuk dan atas nama pemilik barang. Dasar hukum PPJK: Kepmenkeu No.701/KMK.05/1996. UU No. 10 Tahun 1995 adalah undang-undang yang menjadi dasar atau garis besar Bea dan Cukai dalam melaksanakan tugasnya. Tempat penimbunan sementara adalah Bangunan dan/atau lapangan atau tempat lain yang disamakan dengan itu di Kawasan Pabean untuk menimbun barang sementara menunggu pemuatan atau pengeluarannya. Kawasan pabean berdasarkan tujuannya: 1) Di Impor Untuk Dipakai (BC 2.0 ; 2.1 ; 2.2 ; PPKP), 2) Di Impor Sementara (BC 2.0 ; 2.1), 3) Ditimbun Di Tempat Penimbunan Berikat (BC 2.3), 4) Diangkut ke TPS di Kws Pabean Lain (BC 1.2), 5) Diangkut Terus atau Diangkut Lanjut (BC 1.1 ; BC 1.2), Diekspor Kembali (BC 3.0).

25.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Bill of Lading dan Cargo Manifest
Bill of Lading (B/L) atau konosemen adalah dokumen pengangkutan barang yang di dalamnya memuat informasi lengkap mengenai nama pengirim (shipper), nama kapal, uraian barang, pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar, rincian freight dan cara pembayarannya, nama consignee (penerima), jumlah B/L yang harus ditandatangani dan tanggal dari penandatanganan. Fungsi B/L: 1) tanda terima barang, 2) dokumen kepemilikan untuk mengambil barang, 3) kontrak pengangkutan. Setelah barang dimuat ke atas kapal, shipper akan menerima pernyataan tertulis berupa mates receipt dari kapal, yang kemudaian dikantor agen pelayaran, akan ditukarkan dengan bill of lading. Shipper membuat shipping note yang format dan isinya sama dengan mates receipt. Kemudian shipping note ini diserahkan kepada agen perkapalan untuk dipakai sebagai draft pembuatan B/L dan mates receipt. Jika semua formalitas pengiriman barang telah diselesaikan oleh pelabuhan, bea-cukai dan agen perkapalan, maka shipper akan menukarkan shipping note tersebut dengan shipped bill of lading, yang ditandatangani atas nama kapal setelah barang dimuat. Cargo manifest adalah dokumen kapal yang berisi informasi dan data barang yang diangkut oleh kapal. Manifest ini terdiri dari seluruh bill of lading dari barang yang diangkut.

Rully Tri Cahyono (23409004) Risalah Kajian Seaport Overview

Dipelabuhan bongkar, dokumen cargo manifes akan digunakan oleh Bea-Cukai setempat sebagai acuan untuk memeriksa klasifikasi tarif pos atau kode harmonized system untuk keperluan penentuan apakah barang impor tersebut masuk klasifikasi jalur hijau atau jalur merah serta untuk menentukan besaran bea masuk dan bea tambahan lainnya.

25.Anggadinata (2010) Port, Customs and Logistics: Logistics


Perdagangan luar negeri: 1) Mengikuti kesepakatan perdagangan Internasional (Hague-Visby Rules, Hamburg Rules, Incoterms 2000, WTO, dsb. 2) Mengikuti prosedur Pemerintah (perizinan, Kepabeanan dan aturan pemerintah. 3) Pihak lain yang terlibat: Forwarder, Transporter, EMKL, PPJK, dll. Pada 2008 2012 diperkirakan kapal-kapal berukuran 10,000 TEUs lebih, akan banyak beredar pada rute Asia/Eropa. Kapal container berkapasitas terbesar yang beroperasi saat ini adalah 11,000 TEUs.

10