Anda di halaman 1dari 23

-totolan-1_teknologi-rfid-dalam-contactless-smart-card-flazz-bca1 Abstrak Perkembangan teknologi pada saat sekarang ini sangatlah pesat, sehingga semakin banyak teknologi-teknologi baru

yang diciptakan untuk menggantikan teknologi yang lama. Salah satunya adalah Radio Frequency Identification (RFID). RFID merupakan teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Era biometrik memang kini mulai jadi trend. Teknologi yang menjiwai CSC pada dasarnya bukanlah teknologi baru. Teknologi ini merupakan teknologi lama yang dikembangulangkan pada bidang smart card. Teknologi inti yang menjadi jiwa CSC adalah teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Transfer data antara kartu dan alat baca (Reader) dilakukan secara wireless nirkabel. Sebuah kartu CSC adalah sebuah pemancar mini dan pasif yang ditanamkan pada kartu plastik. Kartu bersifat pasif karena tidak terdapat baterai pada kartu. Catuan (energi) didapatkan melalui penangkapan Gelombang Elektro Magnetik (GEM) di udara oleh antena yang terdapat di dalam CSC. Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) merupakan inti dari sebuah Contactless Smart Card (CSC). Materi ini akan mengantarkan pada pemahaman aplikasi RFID yang merupakan teknologi kunci dari Contactless Smart Card (CSC). Teknologi ini mempunyai kemampuan untuk memproses informasi, bukan hanya menyimpannya. Mereka dapat memastikan bahwa pembaca mencoba mengakses kartu yang benar adalah satu, dan memungkinkan pembaca tertentu untuk mengakses informasi yang hanya diperbolehkan untuk membaca. Dengan penambahan Personal Identification Number (PIN) atau elemen biometric, akses yang tidak sah bisa lebih dicegah. Kata kunci: Radio Frequency Identification Contactless Smart Card (RFID CSC).

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Teknologi informasi telah membawa perubahan dalam kehidupan manusia sekarang ini. Teknologi informasi yang semakin berkembang telah berperan dalam hal apapun, salah satunya adalah Radio Frequency Identification (RFID). Era biometrik memang kini mulai jadi trend. Pilihannya kian beragam, mulai dari sidik jari, pola wajah, pola suara hingga lapisan iris dari mata. Pemakaiannya sudah meluas ke berbagai hal, khususnya wilayahwilayah yang sangat sensitif terhadap faktor keamanan. Bahkan, kini sudah mulai dicoba penerapan biometrik dengan cara memasukkan peranti chip elektronika berukuran mikro ke dalam tubuh sebagai pengenal identitas pribadi. Penerapan Teknologi Informasi saat ini telah menyebar hampir di semua bidang. Teknologi RFID menjadi jawaban atas berbagai kelemahan yang dimiliki teknologi barcode yaitu selain karena hanya bisa diidentifikasi dengan cara mendekatkan barcode tersebut ke sebuah reader, juga karena mempunyai kapasitas penyimpanan data yang sangat terbatas dan tidak bisa deprogram ulang sehingga menyulitkan untuk menyimpan dan memperbaharui data dalam jumlah besar untuk sebuah item. Salah satu solusi menarik yang kemudian muncul adalah menyimpan data tersebut pada suatu silikon chip, teknologi inilah yang dikenal dengan RFID. Kontak antara RFID tag dengan reader tidak dilakukan secara kontak langsung atau mekanik melainkan dengan pengiriman gelombang elektromagnetik. Berbeda dengan smart card yang biasa dipakai di kartu telepon atau kartu bank yang juga menggunakan silikon chip, kode-kode RFID tag bisa dibaca pada jarak yang cukup jauh. Penerapan RFID pada saat ini telah menyebar hampir di semua bidang tidak terkecuali di bidang perbankan, contohnya pada kartu Flazz BCA. Bank sebagai salah satu institusi keuangan merupakan salah satu bidang penerapan RFID yang berkembang dengan pesat. Kartu Flazz BCA merupakan produk yang sudah lebih dulu populer di negara-negara tetangga dan maju. Selain berfungsi untuk melakukan berbagai pembayaran, kartu ini pun merekam jumlah saldo yang tersimpan, hampir mirip kartu prabayar untuk ponsel. Sehingga dompet yang biasanya penuh dapat digantikan dengan satu kartu saja. Untuk pengisian saldo (prosesnya disebut top-up), pemegang kartu Flazz hanya perlu membawa kartu ATM BCA dan Flazz BCA. Teknologi Radio Frequency Identification (RFID) merupakan inti dari sebuah Contactless Smart Card (CSC). Oleh karenanya diperlukan pengetahuan mengenai teknologi RFID untuk mendalami teknologi CSC. Pembahasan mengenai teknologi RFID pada bab ini akan ditinjau secara meluas dan tidak dibatasi pada aplikasi smart card. Materi ini akan mengantarkan pada pemahaman aplikasi RFID yang merupakan teknologi kunci dari Contactless Smart Card (CSC). Penerapan teknologi RFID dalam CSC pada kartu Flazz BCA dapat difungsikan dalam berbagai bentuk, antara lain: 1. Penerapan teknologi RFID dalam CSC pada kartu Flazz BCA bisa digunakan sebagai alat identifikasi otomatis dalam melakukan suatu transaksi. Fungsinya sebagai alat pembayaran ini sering diistilahkan sebagai Auto ID.

2. Penerapan teknologi RFID dalam CSC pada kartu Flazz BCA bisa digunakan sebagai alat pembayaran multifungsi tercepat pertama di Indonesia. Kartu Flazz BCA merupakan kartu prabayar multifungsi dengan teknologi terkini. Kartu ini pun sekaligus bisa merekam jumlah saldo yang tersimpan, hampir mirip kartu prabayar untuk ponsel. Fungsinya sebagai alat pembayaran ini sering diistilahkan sebagai Electronic Money. Kedua fungsi penerapan teknologi RFID dalam CSC pada kartu Flazz BCA dapat dilakukan apabila pemegang kartu Flazz BCA sudah mengikuti prosedur-prosedur, syaratsyarat, serta ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dalam karya tulis ini selanjutnya akan membahas tentang teknologi RFID dalam Contactless Smart Card (Flazz BCA). 1.2 Ruang Lingkup Dalam karya tulis yang berjudul TEKNOLOGI RFID DALAM CONTACTLESS SMART CARD (FLAZZ BCA), penulis membatasi ruang lingkupnya pada : Penerapan dan cara kerja RFID dalam Contactless Smart Card. Peranan dan fungsi RFID dalam Contactless Smart Card (Flazz BCA). Gambaran tentang kartu Flazz BCA dan fitur-fitur yang ada pada kartu Flazz BCA. 1.3 Tujuan dan Manfaat Tujuan dari penulisan karya tulis ini antara lain : Mempermudah para pembaca dalam mencari informasi tentang RFID CSC secara umum, dan informasi tentang kartu Flazz BCA secara khusus. Meningkatkan minat pengguna dalam menambah pengetahuan dari referensi-referensi yang diperoleh. Manfaat dari penulisan karya tulis ini, antara lain : Mempermudah para pembaca dalam mencari informasi terkini (up-to-date). Meningkatkan minat pengguna dalam menambah pengetahuan dari referensi-referensi yang tersedia. 1.4 Metode Penelitian Metode yang digunakan penulis adalah metode studi pustaka melalui beberapa literatur-literatur dan penulis juga memberikan pembahasan dengan contoh real (nyata) pada saat sekarang ini. Selain itu penulis juga mengikuti seminar yang diadakan oleh Binus University mengenai topik yang bersangkutan. 1.5 Sistematika Penelitian Sistematika penulisan karya tulis ini diuraikan dalam empat bagian. Mengenai isi bagian-bagian tersebut dijabarkan sebagai berikut :

BAB 1 : PENDAHULUAN Pada bab ini penulis menguraikan tentang latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan manfaat, metodologi yang digunakan, dan sistematika penulisan karya tulis ini. BAB 2 : LANDASAN TEORI Pada bab ini akan diuraikan teori-teori yang berhubungan dan digunakan untuk penyusunan karya tulis ini. BAB 3 : PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan secara menyeluruh tentang topik dari karya tulis ini, yang sesuai dengan ruang lingkup pada pendahuluan. BAB 4 : PENUTUP Pada bab ini akan dikemukakan kesimpulan dari penjelasan yang telah dijabarkan, dan saran-saran yang diusulkan penulis untuk tindakan selanjutnya.

BAB 2

LANDASAN TEORI Menurut [http1], 2009, http://www.id.wikipedia.org/RFID, Radio Frequency Identification (RFID) atau Identifikasi Frekuensi Radio adalah sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang disebut label RFID atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Label atau kartu RFID adalah sebuah benda yang bisa dipasang atau dimasukkan di dalam sebuah produk, hewan atau bahkan manusia dengan tujuan untuk identifikasi menggunakan gelombang radio. Label RFID terdiri atas mikrochip silikon dan antena. Label yang pasif tidak membutuhkan sumber tenaga, sedangkan label yang aktif membutuhkan sumber tenaga untuk dapat berfungsi. Ada 2 jenis yaitu tag pasif dan tag aktif sedangkan menurut diskusi mengenai teknologi RFID (Achieve Breakthrough Performance through RFID Radio Frequency Identification Technology), RFID ada 3 jenis yaitu tag pasif, tag aktif dan tag semi-pasif: Tag RFID pasif tidak mempunyai supply kekuatan sendiri (baterai). Dari segi kekuatan dan biaya, respon dari tag pasif RFID lebih baik. Tag aktif mempunyai baterai dan memiliki memori yang lebih besar daripada teknologi pasif, memiliki kemampuan untuk menyimpan informasi tambahan yang dikirim oleh transceiver. Tag semi-pasif menggunakan baterai untuk menjalankan circuit dari chip tetapi berkomunikasi dengan kekuatan dari reader.
Perbedaan sifat antara RFID aktif dan pasif dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

RFID Aktif Sumber daya tag Internal pada tag

RFID Pasif Data dikirim menggunakan RF menggunakan reader Tidak Hanya pada jangkauan medan reader Rendah

Baterai di dalam label Kesediaan daya Kekuatan sinyal yang dibutuhkan dari reader ke label Jangkauan

Ya Kontinyu Tinggi

100 meter atau lebih

3 meter atau kurang

Pembacaan banyak label

Ribuan label dengan kecepatan max 120 km/jam

Beberapa ratus label dengan jarak sekitar 3 meter

Tabel 1 Perbedaan sifat antara RFID aktif dan pasif Menurut [http2], 2009, http://www.ittelkom.ac.id/library/, RFID tag juga dapat dibedakan berdasarkan tipe memori yang dimilikinya : 1. Read / Write (Baca/Tulis) Memori baca/tulis secara tidak langsung sama seperti namanya,memorinya dapat dibaca dan ditulis secara berulang-ulang. Data yangdimilikinya bersifat dinamis. 2. Read only (Hanya baca) Tipe ini memiliki memori yang hanya diprogram pada saat tag inidibuat dan setelah itu datanya tidak bisa diubah sama sekali. Data bersifat statis. Suatu sistem RFID secara utuh terdiri atas 3 komponen yaitu : 1. Tag RFID, dapat berupa stiker, kertas atau plastik dengan beragam ukuran. Didalam setiap tag ini terdapat chip yang mampu menyimpan sejumlah informasi tertentu. 2. Terminal Reader RFID, terdiri atas RFID-reader dan antena yang akan mempengaruhi jarak optimal identifikasi. Terminal RFID akan membaca atau mengubah informasi yang tersimpan didalam tag melalui frekuensi radio. Terminal RFID terhubung langsung dengan sistem Host Komputer. 3. Host Komputer, sistem komputer yang mengatur alur informasi dari item-item yang terdeteksi dalam lingkup sistem RFID dan mengaturkomunikasi antara tag dan reader. Host bisa berupa komputer stand-alone maupun terhubung ke jaringan LAN / Internet untuk komunikasi dengan server. Label RFID atau yang biasa disebut RFID tag sendiri, pada dasarnya merupakan suatu microchip berantena, yang disertakan pada suatu unit barang. Dengan piranti ini, perusahaan bisa mengidentifikasi dan melacak keberadaan suatu produk. Seperti halnya barcode, yang memiliki Universal Product Code (UPC), sebuah tag RFID memiliki Electronic Product Code (EPC) berisi identitas produk tersebut, mulai dari nomor seri, tanggal produksi, lokasi manufaktur, bahkan tanggal kadaluarsa. EPC adalah identifikasi produk generasi baru, mirip dengan UPC atau barcode. Seperti halnya barcode, EPC terdiri dari angka-angka yang menunjukkan kode produsen, produk, versi dan nomor seri. Namun, EPC memiliki digit ekstra untuk mengidentifikasi item yang unik. Ukuran bit EPC yang mencapai 96-bit memungkinkannya secara unik mengidentifikasi lebih dari 268 juta produsen, masing-masing memiliki lebih dari satu juta jenis produk, sementara sisanya masih mencukupi untuk melabel seluruh produk individualnya. Informasi EPC inilah yang tersimpan di dalam chip RFID.

Menurut OBrien, James.A.(2003), teknologi adalah kunci untuk mengatur perputaran barang dan produk, meski demikian terdapat gap antara dunia digital dengan

dunia fisik. Suatu data mungkin dapat merepresentasikan keadaan objek secara fisik meskipun tidak terhubung secara langsung terhadap objek tersebut. Informasi adalah data yang telah diubah menjadi berarti dan berguna khususnya bagi pengguna akhir. Menurut [http3], 2009, http://www.aimglobal.org/technologies/rfid/, Kartu pintar (smart card) adalah sebuah kartu yang telah dipendam oleh sirkuit terpadu. Meskipun banyak kegunaannnya, namun ada dua pembagian dasar dari kartu ini, yaitu kartu memori dan kartu dengan mikroprosesor. Contoh kegunaan kartu ini yang paling banyak adalah untuk sistem pembayaran elektronik dan dalam kartu SIM. Automatic Identification adalah sebuah istilah umum yang meliputi metode pengumpulan data dan langsung masuk ke dalam sistem komputer tanpa keterlibatan manusia. Teknologi biasanya dianggap bagian dari auto-ID termasuk kode bar, biometrics, RFID dan pengenalan suara. Uang elektronik (juga dikenal sebagai e-uang elektronik, uang tunai, mata uang elektronik, uang digital, uang digital atau mata uang digital) merujuk kepada uang yang hanya digunakan untuk komunikasi elektronik. Biasanya, ini melibatkan penggunaan jaringan komputer, dengan internet, dan system nilai digital yang tersimpan (digital stored value). Transfer Data Elektronik dan deposit langsung adalah contoh-contoh uang elektronik. Selain itu, ini adalah istilah kolektif untuk kriptografi keuangan dan teknologi yang memungkinkannya. Dalam hal komunikasi data, chip adalah yang terkecil lama yang pseudo-acak kode urutan yang digunakan dalam sistem komunikasi spread spektrum. Contacless Smart Card (CDC) adalah nama untuk kartu kredit atau kartu loyalitas yang berisi RFID chip untuk mengirimkan informasi ke pembaca tanpa harus swiped melalui pembaca. Seperti kartu dapat mempercepat checkout, konsumen dengan memberikan kenyamanan. Gelombang Elektromagnetik adalah sebuah komponen atau vektor gelombang listrik dan magnetis yang dapat dibedakan di sudut kanan satu sama lain, dan dipropagandakan dalam arah yang di sudut kanan vektor. Energi di dalam gelombang juga dipropagandakan dalam arah di sudut kanan vektor. Kekuatan yang diberikan dalam gelombang adalah vektor produk. Electronic Product Code (EPC) adalah serial yang dibuat oleh auto-ID Pusat, yang akan melengkapi barcodes. EPC yang memiliki angka untuk mengidentifikasi produsen, dan produk kategori individu item Mikroprosesor adalah sebuah silikon chip yang merupakan jantung dari sebuah sistem komputasi. Termasuk satu unit pusat pengolahan, internal register, logika dan

kontrol antarmuka bus ke memori eksternal dan input-output port. Lanjutan beberapa sistem juga termasuk prosesor floating point dan beberapa memori. Memori adalah sebuah alat untuk menyimpan data dalam bentuk elektronik. Berbagai Random Access Memory (RAM), Read-Only Memory (ROM), Write Once-Read Many (WORM) dan Read/Write (R/W) perangkat memori dapat dibedakan. Dalam istilah RFID, maka jumlah data yang dapat disimpan di dalam sebuah microchip RFID tag. Dapat berkisar dari 64 bit ke 2 kilobit atau lebih pada tag pasif.

BAB 3 PEMBAHASAN

3.1 Sejarah RFID Di tahun 1946, Leon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafragma (diaphragm) yang merubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an. Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris di tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan hingga hari ini. Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196 1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa "...riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh." Paten Amerika Serikat nomor 3, 713, 148 atas nama Mario Cardullo di tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan di tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea. Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor di tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien). Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos di tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit. Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton di tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).

3.2 Cara Kerja RFID

Metode yang paling sering digunakan adalah untuk menyimpan serial number yang menunjukkan identitas seseorang atau benda, pada sebuah microchip yang disertakan pada antena (chip dan antena adalah RFID transponder atau sebuah tag RFID). Antena memampukan chip untuk mentransmisikan informasi identifikasi kepada reader. Kemudian reader mengubah pantulan radio waves dari tag RFID kedalam informasi digital yang dapat dilewati pada komputer yang akan menggunakannya. Tag RFID adalah sebuah objek yang kecil, seperti lem stiker yang dapat disertakan atau disatukan kedalam sebuah produk. Tag Reader menggunakan 2 metode untuk berkomunikasi dengan tag RFID. Salah satunya adalah membaca tag RFID pasif dalam batasan yang pendek.

Gambar 1 Cara Kerja RFID 3.3 Teknologi Auto ID pada RFID Contacless Smart Card Suatu masukan data pada suatu basis data yang menunjukkan bahwa barang tersimpan pada suatu lokasi (misal : gudang), pada dasarnya tak lebih dari hasil interaksi sekilas manusia. Interaksi tersebut telah berlangsung pada waktu lampau dan bersifat sementara. Meskipun demikian, basis data tersebut dianggap valid hingga pengecekan berikutnya (re-check). Kondisi ini pada akhirnya berubah dengan adanya Automatic Identification (AutoID). Auto-ID merupakan komponen utama dalam otomasi identifikasi barang dengan lebih efisien dan real-time (waktu nyata). Dengan adanya auto-ID , kemampuan updating basis data dapat dilakukan lebih cepat bahkan Real-Time. Auto-ID dapat dianggap sebagai usaha manusia untuk mengotomasi kegiatan identifikasi.

Contactless Smart Card (CSC) ini tergolong kartu pasif, yaitu kartu yang hanya mampu menyimpan transaksi tanpa melakukan pengolahan data seperti halnya smart card magnetik yang umum kita kenal dan gunakan. Namun, bukan berarti teknologi ini mempunyai kemampuan terbatas. Teknologi ini bahkan dapat dipadukan dengan teknologi lain semacam barcode, smart card magnetik, atau bahkan mikroprosesor bila diperlukan. 3.4 Mengapa Contactless? Sifat contactless ini merupakan ciri utama dari aplikasi CSC. Sifat ini sekaligus menjadi keunggulan teknologi ini. Dengan memanfaatkan sifat contactless, penggunaan aplikasi mampu meminimalisir kerusakan kartu dan juga edukasi bagi penggunanya. Kartu tidak perlu digesekkan dalam penggunaanya sehingga umur kartu lebih lama. Selain itu, kondisi contactless memberikan kemudahan bagi penggunanya karena pengguna hampir tidak perlu turut campur secara langsung. 3.5 Kelebihan Contactless Smart Card Secara teknis, penggunaan teknologi ini memberikan keuntungan yang cukup banyak. Tabel di bawah ini memberikan gambaran sekilas mengenai kelebihan teknologi CDC. Kelebihan Keterangan Tidak memerlukan kontak fisik Mudah untuk digunakan Umur kartu lebih lama Akibat tidak adanya kontak fisik pada penggunaannya. Kapasitas memori besar dan Kartu berukuran 1kByte mampu Variatif menyimpan lebih dari 200 transaksi Penggunaan dengan teknologi Penggunaan dual interface lain semacam mikroprosesor Sekuritas tinggi Data terenkripsi pada kanal RF dan atau pada memori Mampu memproses lebih dari Adanya manejemen 1 kartu pada waktu yang sama akses jamak, dengan anti collision Jarak baca variatif Jarak dekat maupun jauh Tabel 2 Kelebihan Contactless Smart Card

3.6 RFID : Rahasia Teknologi Contactless Smart Card Teknologi yang menjiwai CSC pada dasarnya bukanlah teknologi baru. Teknologi ini merupakan teknologi lama yang dikembangulangkan pada bidang smart card.

Teknologi inti yang menjadi jiwa CSC adalah teknologi Radio Frequency Identification (RFID). RFID merupakan teknologi identifikasi berbasis gelombang radio. Transfer data antara kartu dan alat baca (Reader) dilakukan secara wireless nirkabel. Kartu CSC adalah suatu pemancar-terima Radio. Sebuah kartu CSC adalah sebuah pemancar mini dan pasif yang ditanamkan pada kartu plastik. Kartu bersifat pasif karena tidak terdapat baterai pada kartu. Catuan (energi) didapatkan melalui penangkapan Gelombang Elektro Magnetik (GEM) di udara oleh antena yang terdapat didalam CSC. 3.7 Penerapan RFID Contactless Smart Card pada Kartu Flazz BCA Kartu Flazz BCA merupakan alat pembayaran multifungsi tercepat pertama di Indonesia untuk kenyamanan hidup Anda. Menggunakan teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification), Kartu Flazz pantas untuk disebut sebagai kartu prabayar multifungsi dengan teknologi terkini. Kartu Flazz BCA merupakan sebuah alat pembayaran baru. Bentuk alat pembayaran ini bukan berupa kertas ataupun logam, tapi berupa kartu yang didalamnya terdapat chip yang dapat menyimpan data-data tertentu. Kartu ini juga berbeda dengan kartu kredit ataupun debit, jika kartu kredit atau debit kita masih perlu menggesek pada mesin tertentu, tetapi dengan kartu ini kita hanya perlu menempelkan saja chip yang ada pada kartu tersebut dengan mesin tertentu. Kartu Flazz BCA memiliki 36 merchant. Jumlah merchant erat kaitannya dengan transaksi dan users, semakin banyak merchant semakin banyak transaksi, semakin banyak transaksi berati semakin banyak juga user yang menggunakannya. Kartu Flazz BCA memang dibuat oleh bank dimana transaksi keuangan seorang nasabah mereka bisa langsung dimutasi ke dalam Kartu Flazz BCA melalui ATM tanpa harus datang ke banknya. 3.8 Latar Belakang Adanya Kartu Flazz BCA Ada uang pas? adalah pertanyaan yang kerap kita dengar ketika kasir tidak siap dengan uang kembalian. Hal kecil yang terasa mengganggu dan seringkali membuat kita kehilangan banyak waktu. Bila memungkinkan, semua orang tentu ingin membayar dengan uang pas untuk alasan kepraktisan dan kecepatan. Sayangnya, cara pembayaran yang kita kenal saat ini dengan tunai, tidak selalu memberikan kemudahan. Selain jarang bisa pas, uang kembalian yang lecek, kotor, membuat dompet terlihat tebal, juga membuat transaksi menjadi lama. Untuk itu, BCA menghadirkan Flazz sebagai cara baru bertransaksi yang sangat praktis, cepat, mudah, nyaman serta higienis. Flazz merupakan kartu prabayar dengan menggunakan teknologi RFID dimana saldo tersimpan di chip kartu sehingga transaksi dengan Flazz dapat terjadi dengan cepat. Tidak perlu menggunakan PIN ataupun tanda tangan, cukup letakkan kartu Flazz di reader (alat pembaca kartu di outlet merchant), maka seketika proses transaksi terjadi. Otorisasi atau validasi pembayaran langsung dilakukan oleh chip di kartu. Kartu berbelanja dengan uang tunai di minimarket, toko atau restoran, kita sering dihadapkan pada kerepotan kasir menyediakan uang kembalian. Kondisi ini justru dibidik

BCA sebagai peluang bisnis. Makanya, belum lama ini BCA meluncurkan kartu baru yaitu kartu Flazz BCA. Ini merupakan sistem pembayaran untuk transaksi kecil dengan menggunakan kartu elektronik. Pertimbangan lain penerbitan kartu Flazz BCA adalah supaya lebih cepat dalam pembayaran dan komunikasi dengan merchant. BCA mengklaim kartu terbaru ini sebagai inovasi karena belum ada bank lain di Indonesia yang menerbitkannya. Kartu Flazz BCA sebenarnya sudah lebih dahulu ada di beberapa negara lain, seperti Hongkong, Singapura, dan Malaysia. Kartu Flazz BCA merupakan pengembangan dari kartu debit BCA. Hanya saja, saldo maksimal Rp 1 juta dan bisa diisi ulang layaknya kartu seluler. 3.9 Komponen Kartu Flazz BCA Kartu Flazz BCA merupakan gabungan dari dua komponen, yaitu: 1. Smart Card Bentuknya seperti sim card yang tertanam dan terlihat jelas di sisi kiri atas bagian muka kartu. Sim card ini tak jauh beda dari sim card seluler. Dengan smart card, kartu Flazz BCA bisa menyimpan berbagai data transaksi. 2. Antena Dengan antena yang tertanam di dalam kartu (jika ada sinyal timbul power yang selanjutnya menghasilkan arus listrik) berfungsi untuk melakukan updating di prosesornya. Untuk itu, jika kartu Flazz BCA disodorkan di permukaan mesin Flazz (bentuknya mirip iPod), bahkan tanpa menempel sudah dapat digunakan. Bandingkan dengan kartu debit yang mesti digesekkan ke mesin EDC. Prosesnya hanya butuh waktu maksimal 3 detik, sudah mampu merekam nilai transaksi dan jumlah saldo yang tersisa. 3.10 Karakteristik Kartu Flazz BCA Kartu Flazz menawarkan kecepatan, kemudahan, kepraktisan bertransaksi. Cepat, karena transaksi pembayaran diselesaikan dalam hitungan detik dengan proses kerja contactless (tidak perlu digesek seperti kartu kredit, cukup diletakkan di mesin reader). Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan Mudah, karena tidak perlu menginput PIN. Pengembangan infrastruktur nasional, regional dan global Praktis, karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar, juga tidak perlu menyimpan uang receh lagi Murah, karena tanpa biaya transaksi. Keuntungan lain, terhindar dari risiko kesalahan hitung dan uang palsu karena tidak terjadi transaksi tunai 3.11 Kemudahan bagi Merchant dengan Adanya Kartu Flazz BCA Tidak perlu sedia uang kembalian

Mempercepat layanan karena tidak perlu mengecek keaslian uang dan menghitung uang saat transaksi Tidak perlu menyimpan uang dalam jumlah besar Terhindar dari risiko kesalahan hitung dan uang palsu karena tidak terjadi transaksi tunai

3.12 Resiko Kartu Flazz BCA Jika hilang, maka akan hilang begitu saja. Ini seperti uang tunai, kalau hilang tidak bisa dilacak. Tidak ada kode pengamanan, verifikasi, serta tidak bisa dilacak penggunannya, kecuali setelah transaksi merchant langsung mengirimkan data transaksi. Kartu Flazz BCA juga tidak bisa diblokir karena sifatnya offline. 3.13 Perbedaan Kartu Flazz dengan Kartu Debit Kartu Flazz berbeda dengan kartu debit, antara lain: Otorisasi transaksi kartu Flazz BCA dilakukan langsung di chip di kartu Flazz BCA itu sendiri. Sedangkan, otorisasi transaksi untuk pembayaran kartu debit dilakukan secara online di pusat data bank. Bertransaksi dengan kartu Flazz BCA, hanya perlu disodorkan di permukaan mesin Flazz (bentuknya mirip iPod), bahkan tanpa menempel sudah dapat digunakan. Sedangkan, bertransaksi dengan kartu debit mesti digesekkan ke mesin EDC. Pada kartu Flazz BCA, prosesnya hanya butuh waktu maksimal 3 detik, sudah mampu merekam nilai transaksi dan jumlah saldo yang tersisa. Sedangakan, pada kartu debit membutuhkan waktu yang lebih lama. Pada kartu Flazz BCA, tidak perlu lagi meng-update langsung di komputer pusat BCA. Sedangkan pada kartu debit harus berkomunikasi dahulu dengan komputer pusat BCA. Pada kartu Flazz BCA proses komunikasi hanya terjadi sekali saja. Sedangkan, proses komunikasi terjadi dua kali (kasir memasukkan nomor nasabah lalu konfirmasi ke kantor pusat. Selanjutnya, dari kantor pusat konfirmasi balik, barulah data terekam). Dengan kartu Flazz BCA, merchant pengguna kartu Flazz BCA tidak dikenakan biaya per transaksi. Sedangkan dengan kartu debit, merchant pengguna kartu debit BCA harus membayar biaya beberapa puluh rupiah per transaksi.

3.14 Cara Pengisian Ulang Saldo (Top-Up) Kartu Flazz Anda bisa di Top Up (Isi Ulang) melalui seluruh ATM Non Tunai (ANT) BCA yang ada di JABODETABEK. Cukup membawa Kartu Paspor dan Kartu Flazz ke ATM Non-tunai BCA serta merchant-merchant berlogo Flazz Isi Ulang.

Minimum top up Rp 100.000, dan maksimum saldo yang dapat tersimpan di kartu maksimum Rp 1 juta. 3.15 Cara transaksi Top Up Kartu Flazz di ATM Non Tunai BCA

Gambar 2 Cara transaksi Top Up Kartu Flazz BCA di ATM Non Tunai BCA 1. 2. 3. 4. 5. Masukkan Kartu Paspor BCA ke ANT dan tarik kembali Masukkan PIN Kartu Passpor BCA Pilih menu Top Up Flazz Masukkan nilai Top Up. Tekan benar Masukkan Kartu Flazz ke ANT dan jangan ditarik sebelum transaksi selesai diproses 6. Tampil saldo awal dan nilai Top Up. Tekan benar 7. Masukkan PIN Kartu Paspor BCA 8. Apabila transaksi berhasil saldo Kartu Flazz akan bertambah, struk akan keluar, dan ambil kembali Kartu Flazz

3.16 Cek Saldo Flazz

Gambar 3 Cara transaksi Top Up Kartu Flazz BCA di ATM Non Tunai BCA 1. Masukkan Kartu Flazz ke ANT dan tarik kembali 2. Masukkan kembali Kartu Flazz ke ANT dan jangan ditarik sebelum transaksi selesai diproses 3. ANT akan menampilkan saldo Kartu Flazz 4. Tekan selesai dan ambil kembali Kartu Flazz 3.17 Daftar Lokasi Merchant Flazz Telah terjalin kerja sama antara BCA dengan sejumlah merchant, mulai dari Fast Food, Food Court, Bakery Shop, Minimarket, Supermarket, Hypermarket, Toko Buku, hingga Parkir, dan SPBU pun akan terasa lebih mudah dan lebih cepat. Sejak pertama kali diluncurkan tahun 2007, jumlah merchant tersebut makin bertambah. Kini anda dapat menikmati kecepatan dan kenyamanan bertransaksi di merchant-merchant berlogo Flazz.

Gambar 4 Daftar Lokasi Merchant Flazz 3.18 Bertransaksi dengan Kartu Flazz BCA Cukup letakkan kartu Flazz anda pada reader saat bertransaksi dan saldo dalam kartu akan otomatis berkurang sejumlah nilai transaksi anda. 3.19 Apply Kartu Flazz BCA Setiap nasabah BCA dapat memperoleh Kartu Flazz BCA di kantor cabang utama BCA dan kantor cabang pembantu di Jakarta, serta di stan-stan Flazz di Mal Kelapa Gading, Mal Artha Gading, Mal Ciputra dan Mal Taman Anggrek, dengan cara membeli starter pack. Starter Pack perdana dijual seharga dua puluh lima ribu rupiah dengan catatan harus direload / isi ulang dengan nominal seratus ribu rupiah. Pengisian bisa dilakukan pada saat launching produk tersebut dengan mendebit kartu ATM BCA dan selanjutnya bisa diisi di ATM-ATM BCA yang telah tersebar diseluruh Indonesia.

3.20 BCA Ajukan Kartu Flazz untuk Pembayaran Tol PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menawarkan produknya, kartu Flazz, dalam tender kartu elektronik untuk pembayaran jalan tol yang digelar PT Jasa Marga Tbk. Saat ini Jasa Marga masih menyeleksi bank yang akan diajak bekerja sama dalam sistem pembayaran tol menggunakan kartu elektronik atau dikenal dengan electronic toll collection system. BCA melakukan investasi dalam memasyarakatkan kartu ini dan pembayaran jalan tol menjadi salah satu target BCA. Pembayaran tol merupakan salah satu sasaran BCA untuk penggunaan kartu Flazz. Untuk mengembangkannya, tahun ini BCA gencar mempromosikan kartu Flazz sebagai alat pembayaran dengan sistem prabayar. BCA menargetkan penyebaran kartu Flazz sebanyak 100.000 kartu tahun ini. Prosedur yang diajukan antara lain sebagai berikut: 1. Pengguna/mobil di daftarkan pada Jasa Marga untuk mendapatkan account dan Tag. 2. Tag dipasang pada mobil. Tag ini secara langsung merepresentasikan nomor mobil dan ato identitas pengguna ato account pengguna. 3. Account di isi menggunakan Voucher prabayar atau bahkan berbasis pascabayar. Secara lugas prabayar akan menguntungkan untuk mengontrol pengeluaran pembayaran tol dan sangat cocok untuk keperluan non-bisnis. Sedangkan pasca bayar sangat cocok untuk kalangan bisnis yang berbasis pengiriman dan secara sering menggunakan jasa jalan tol. 4. Sehingga, account akan di load dengan senilai nominal tertentu 5. RFID reader dipasangkan pada setiap gate pintu jalan tol. 6. Nilai nominal account akan berkurang seiring penggunaan mobil pada jalan tol. Perhitungan tarif dilakukan secara otomatis dari sejak pintu masuk hingga keluar. 7. RFID short range, mampu melakukan transaksi dengan membaca identitas Tag RFID pada jarak maksimum 30cm. Sedangkan RFID long range bisa melakukan transaksi dengan membaca identitas Tag RFID pada jarak hingga 5 meter bahkan lebih (disesuaikan terhadap area yang ingin dijangkau dan kemungkinan gangguan). 8. Mobil tidak perlu berhenti untuk dibaca dan dihitung transaksnya, salah satu kemungkinan adalah kecepatan maksimum yang diperbolehkan untuk lewat. Ada beberapa hal yang bisa kita manfaatkan dari teknologi RFID pada kartu Flazz BCA untuk penerapan di jalan tol, antara lain: Minimasi petugas yang monitoring operasional Jalan Tol. Sehingga, tetap intinya akan mengurangi biaya operasional dari Jasa Marga, sekaligus meningkatkan keamanan berkendara di Jalan tol melalui mixed teknologi pengawasan. Kelayakan kendaraan dinilai untuk mendapatkan tag. Meningkatkan keamanan berkendara di Jalan Tol. Memungkinkan untuk mencari jejak pencurian mobil/kendaraan. Aplikasi ini akan berguna untuk track posisi kendaraan pengiriman baik melalui web/internet, sms, ato teknologi telekomunikasi lainnya. Bagi penyewa jasa, pelanggan pun bisa mengecek posisi pengiriman barang mereka.

3.21 Kartu Flazz BCA : Adaptasi dari Kartu Octopus Kartu Octopus adalah sebuah kartu pintar tanpa-sentuh (contactless smart card) isi ulang yang digunakan untuk melakukan pembayaran elektronik dalam sistem online atau offline di Hongkong. Awalnya diluncurkan pada September 1997 untuk mengumpulkan biaya pembayaran system angkutan massal di kota tersebut, sistem kartu Octopus telah berkembang menjadi sistem pembayaran yang digunakan secara luas tak hanya untuk transportasi di Hongkong, tetapi juga untuk pembayaran di toko kelontong, supermarket, restoran siap saji, meteran parkir, tempat parkir, dan tempat lainnya seperti pom bensin dan mesin penjual. Bahkan beberapa organisasi sosial menerima sumbangan melalui kartu ini. Cara melakukan pembayaran dengan kartu ini yaitu meletakkan kartu di dekat pembaca kartu dan sebuah bunyi akan memastikan bahwa pembayaran telah diterima. Kartu dapat diisi ulang di mesin isi-ulang di subway dan stasiun kereta, di toko seperti 7-Eleven, Wellcome, dan Circle K, atau melalui kartu kredit dan rekening bank. Octopus telah menjadi sistem pembayaran elektronik paling sukses sedunia, dengan sekitar 14 juta kartu Octopus dalam sirkulasi (dua kali populasi Hong Kong), 10 juta transaksi per hari, 420 pedagang, dan 50.000 prosesor.

BAB IV

PENUTUP Dari topik pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa : Dengan adanya teknologi RFID dalam Contactless Smart Card (CSC) maka dapat memberi banyak manfaat dan kemudahan bagi para pengguna dengan adanya auto-ID. Dengan diciptakannya kartu Flazz BCA yang memiliki fungsi sebagai electronic money, maka transaksi akan menjadi lebih cepat, mudah, praktis, dan murah. Adapun saran yang kami dapat usulkan : Agar dapat selalu melakukan inovasi-inovasi mutakhir yang semakin canggih dan bisa memenuhi requirements pasar yang semakin tinggi akan teknologi. Agar fitur-fitur serta sistem keamanan yang ada dalam kartu Flazz BCA bisa lebih ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA

OBrien, James.A.(2003).Pengantar Sistem Informasi :Perspektif Bisnis dan Manajerial, edisi ke-12.Salemba Empat, Jakarta. http://www.rfid-indonesia.com/ http://www.rfid-handbook.de/rfid/frequencies.html http://www.rfidjournal.com/ http://pusatrfid.wordpress.com/ http://www.aimglobal.org/technologies/rfid/ http://www.rfidinaction.net/ http://www.id.wikipedia.org/ http://www.altavista.com/ http://www.rfidsb.com/ http://www.ittelkom.ac.id/library/ http://www.klikbca.com/individual/silver/product.html?s=69 http://www.sasak.net/forum/viewtopic.php?f=55&t=4596

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Tempat, Tanggal Lahir Jenis Kelamin Alamat

: : : :

No. Telepon : Riwayat Pendidikan dan Kursus : Pendidikan TK Hati Suci Jakarta SD Hati Suci Jakarta SLTP Hati Suci Jakarta SMU Ketapang 1 Jakarta

Octaffany Jakarta, 15 Oktober 1988 Perempuan Jl. Kampung Bali X No. 14, R.T. 07, R.W. 09 Tanah Abang, Jakarta Pusat 10250 081807084590 Tahun 1992 - 1994 1994 - 2000 2000 - 2003 2003 - 2006 2006 - sekarang

Universitas Bina Nusantara jurusan Sistem Informasi bidang peminatan E-Business Pengalaman Kerja

: Sales Promotion Girl for Event tahun 2008 Part-Timer Barista @ Starbucks Coffee tahun 2009

Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi

Karya Tulis 1 Semester Genap 2008/2009

TEKNOLOGI RFID DALAM CONTACTLESS SMART CARD (FLAZZ BCA)

Disusun Oleh: Nama : Octaffany NIM : 1000877382 Kelas : 06 PNM Kelompok : 09 Link : http://xoxo.blog.binusian.org/Teknologi RFID dalam Contactless Smart Card (Flazz BCA)