Anda di halaman 1dari 5

TUBULASI & EKSTENSI Pd akhir gastrula tjd pembentukan bumbung2 (tubulasi) shg btk embrio memanjang (silindris) &

sistem sumbu embrio tampak jelas Tubulasi/proses pembentukan bumbung: 1. Epidermal selubung memanjang yg mrp bungkus calon organ lain 2. Neuroectodermal bumbung neural/canalis neuralis/neural tube 3. Mesodermal ada sepasang bumbung mesodermal/coelom (di kanan & kiri) chorda dorsalis 4. Chorda dorsalis: batang mesoderm di sepanjang sumbu embrio (khas pd Chordata) 5. Entodermal calon enteron (gut)

Tipe lipatan Pd lamina neuralis mengalami pelipatan sepasang di bag linea mediana tjd peninggian Membentuk sepasang torus medularis & di tengah terbentuk sulcus neuralis tunggal Puncak lipatan torus medularis (kanan & kiri) bertemu melebur membentuk canalis neuralis Bag tepi canalis neuralis sbg crista neuralis Tjd pd amphibia, reptilia, aves & mammalia Tipe penebalan Pd lamina neuralis tjd penebalan krn proliferasi sel2 calon sel saraf di sepanjang linea mediana embrio membentuk batang neural (neural cord) Mula2 batang neural tdk berongga, ttp krn epidermal kanan & kiri tumbuh ke arah medial yg bertemu di medial shg ada pemisahan sel2 di tengah terbentuk rongga (neurocoel) 6. Lamina prechordalis pusat perkembangan di Tjd pd teleostei & cyclostomata SPESIES PROSES NEURULASI PD BBRP daerah kepala AmphioXuss TUBULASI EPIDERMAL Gastrula berbentuk bulat mengalami pemanjangan Pd gastrula bundar Di bag dorsal tjd perubahan sel membentuk canalis neuralis 1. Dimulai bersamaan dgn proses gastrulasi Di bag linea mediana membentuk sepasang torus medularis & 1 2. Epidermal menutupi canalis neuralis di bag sulcus neuralis dorsal (membentuk selubung epidermal) Puncak torus medularis kanan & kiri bertemu membentuk canalis 3. Embrio tumbuh memanjang berbentuk neuralis silindris Canalis neuralis tertutup oleh epidermis 4. Pd gastrula pipih . Canalis neuralis tdk menutup scr keseluruhan Pd gastrula pipih Bag anterior yg msh terbuka sbg neuroporus anterior 1. Di anterior tjd pembentukan head fold Sedang bag posterior berhubungan dgn blastoporus Epidermal menyelubungi scr sbg canalis neuroentericus transversal/melintang thd sumbu Pd akhir neurulasi, embrio sdh memanjang & dpt dibedakan bag panjang embrio kepala, badan & ekor Lipatan epidermal & chorda dorsalis Ikan tumbuh ke anterior Pd stadium gastrula, blastoderm menumpang di atas vitellus Lipatan kepala tumbuh memanjang & Btk gastrula bulat ttp badan embrio mengelilingi vitellus (tdk terbentuk selubung epidermal di bag memanjang) kepala Di bag dorsal tjd penebalan calon sel saraf (lamina neuralis) 2. Di dorsal: Penebalan membentuk batang neural & akhirnya terbentuk canalis neuralis Tjd pertumbuhan epidermal di Epidermis kanan & kiri menutupi canalis neuralis sepanjang sumbu embrio Canalis neuralis bag anterior mjd bag otak Bentuk tubuh tampak silinder Pd akhir neurulasi, badan embrio mengelilingi vitellus, di bag Bag dorsal terangkat & selubung posterior ekor terangkat dr vitellus epidermal di dorsal tampak jelas Katak 3. Di posterior: Gastrula memanjang dengan blastoporus Terbentuk lipatan transversal (lipatan Pd tahap neurula awal: lamina neuralis melebar (bag dorsal mjd ekor) yg memanjang ke posterior datar) Chorda dorsalis & enteron belakang Torus medularis sepasang, tampak di tengahnya membentuk masuk diselubungi oleh epidermal seperti celah posterior Torus medularis kanan & kiri bertemu dimulai dr bag anterior yg Pd proses tubulasi akhir: bumbung2 tumbuh & mrp calon mesencephalon berdiferensiasi sbb: Peleburan torus medularis terjadi sampai ke caudal & akhirnya Pertumbuhan memanjang & melebar di bag caput, truncus & menutup sampai caudal, di bag tengahnya berongga sbg canalis cauda terangkat neuralis Pertumbuhan melengkung di bag dorsal terangkat Penutupan di anteror blm sempurna sbg neuroporus anterior & di Pd gastrula bundar: bag ventral mengalami kontriksi vitellus caudal sbg canalis neuroentericus hilang, embrio btk silinder Pd akhir stadium neurulasi, embrio dpt dibedakan bag kepala, Pd gastrula pipih: bag lateral mengalami kontriksi & pelipatan badan & ekor embrio berbentuk silinder Ayam NEURALIS Gastrula pipih sbg blastoderm Pengertian: Stadium perkembangan embrio yg mencapai Lamina neuralis terbentuk di sebelah anterior nodus Hensen, ke tingkatan pembentukan calon saraf atau organogenesis yg tjd posterior nodus Hensen membentuk somit pertama kali. Lamina neuralis memanjang ke anterior, jg membentuk sepasang Proses perkembangan calon sistem saraf sampai terjadinya torus medularis canalis neuralis sebagai calon organ Torus medularis kanan & kiri bertemu ketika somit berjml + 8 psg istilah (27 jam) Lamina neuralis = neural plate = dataran neural Pertemuan pertama torus medularis di bag yg akan mjd Torus medularis = neural fold = lipatan neural mesencephalon Sulcus neuralis = neural groove = alur neural Pertemuan torus medularis berjln ke caudal membentuk canalis Canalis neuralis = neural canal = bumbung neural neuralis Crista neuralis = neural crest Sampai jml somit + 20 psg (40 jam) bag bag anterior sdh tertutup Neural cord = batang calon sistem saraf ttp di caudal msh terbuka. Neuron = sel saraf Di bag anterior dpt dibedakan sbg calon telencephalon, Pola neurulasi diencephalon & rhombencephalon Pd vertebrata neurulasi tjd di bag dorsal embrio, ttp pd arthropoda Pd akhir stadium neurula, embrio msh berposisi dorso-ventral kmd tjd di bag ventral embrio berbelok ke arah lateral pd umur pengeraman 48 jam Pola pembentukan calon sistem saraf: Proses neurulasi pd ayam sama dgn pd reptil & mammalian Perkembangan Calon Sistem Syaraf .Tipe lipatan Diferensiasi selular calon sel saraf Tipe penebalan Diferensiasi segmental canalis neuralis Dlm pembentukan calon sistem saraf terjadi: Diferensiasi crista neuralis Gerakan sel sel2 crista neuralis bergerak menjauhi Calon organ sensoris (placoda) canalis neuralis mjd calon sistem saraf simpatik & Diferensiasi selular calon sel saraf parasimpatik Calon sel saraf berbeda dgn sel yg lain krn mgd protein neuralmin Perubahan btk sel dr sel kubus mjd sel kolumner

Pd lamina neuralis a. Mula2 berbentuk kubus, kmd berbentuk kolumner pd wkt mjd canalis neuralis b. Dr selapis sel mjd beberapa lapis Sel2 crista neuralis c. Yg tetap berada di dekat canalis neuralis: semula berbentuk kubus kmd mjd stelat & akhirnya tumbuh akson sbg ganglion spinale d. Yg bermigrasi membentuk akson & kelak mjd saraf perifer Diferensiasi segmental canalis neuralis Canalis neuralis e. Anterior i. Prosencephalon 1. Telencephalon 2. Diencephalon ii. Mesencephalon iii. Rhombencephalon 1. Metencephalon 2. Myelencephalon f. Badan medulla spinalis Ekor urostylus Diferensiasi crista neuralis Crista neuralis a. Migrasi lateral pigmen (melanosit) b. Migrasi ventral i. Ganglion ii. Sistem saraf otonom iii. Saraf parasimpatik Calon organ sensoris (placoda) Penebalan epidermal krn ada induksi dr calon otak Placoda a. Placoda nasal calon organ pembau (olfactus) b. Placoda optica/lensa lensa mata (organon visus) c. Placoda otica calon organ pendengaran (oticus) d. Placoda epibranchial calon alat keseimbangan (linea lateralis pd ikan) Organogenesis mata Mata tdr dr 2 unsur: a. Ektoderm epidermis & neuroektoderm

Sterioblastula/masif (blastula tdk terdapat rongga) Ditinjau dari perbedaan potensi & lokasi sel blastula, dpt di bedakan: Sel di bagian polus vegetativus (hypoblast) yg berpotensi mjd ectoderm Sel bagian polus animalis (epiblast) yg berpotensi membentuk entoderm dan mesoderm. Blastocoel terletak diantara epiblast dan hypoblast pd blastula bulat. Pd blastula pipih tdp periblast (tropoblast) di bawah blastocoel. Akhir tingkat blastula chordata mempunyai 6-7 daerah tentatif calon pembentuk organ tubuh, yaitu: Epidermal, daerah yg disangka akan mjd kulit binatang Neuroectodermal, daerah akan mjd sistem syaraf Notochordal, daerah akan menjadi chorda dorsalis Mesodermal, terdapat sepasang, akan mjd organ tubuh yg berpasangan. Pd Amphioxus daerah ini tunggal, tp pd akhir gastrula juga jadi sepasang Entodermal, daerah yg akan mjd sistem pernafasan dan pencernaan
Germinal, daerah yg mgd germ-plasm akan mjd sel kelamin induk Prechordal (lamina prechordalis) daerah ini mjd organization center (organizator) bagian kepala Reorganisasi calon pembentuk organ Pada akhir blastula kemudian akan membentuk 6-7 calon pembentuk organ. Perkembangan selanjutnya menunjukkan bhw terjadi pergeseran (reorganisasi) calon posisi pembentuk organ tsb dlm proses gastrulasi. Contoh: notochorda yg semula pd blastula berada di permukaan kemudian mengalami gastrulasi akhirnya berada di bawah permukaan sepanjang sumbu badan sbg chorda dorsalis. Jadi, pentingnya blastula dlm perkembangan adalah mempersiapkan susunan calon yg disangka akan mjd pembentuk organ tubuh Deskripsi blastula chordata Amphioxus (coeloblastula) Blastula akhir td 2 lapis sel. Sel di polus vegetativus (hypoblast) sbg calon entoderm; epiblast meluas dari polus animalis sampai di ekuator. Daerah neuroectodermal & notochordal (berbentuk bulan sabit) tdp di bibir dorsal blastoporus. Blastula Amphioxus mempunyai 5 daerah calon pembentuk organ, yi: epidermal, neuroectodermal yg berasal dari epiblast, chorda dorsalis, mesodermal yg berasal dari sel-sel marginal dan entodermal dari hypoblast. Amphibia (coeloblastula; kecuali pd katak tak berkaki yg termasuk sterioblastula). Blastocoel eccentrik mengarah ke polus animalis. Blastula Katak mempunyai 6 calon pembentuk organ, yi: Epidermal, neuroectodermal, notochordal yg berasal dari epiblast, lamina prechordalis, mesodermal dari sel marginal atau germ-ring & entodermal berasal dari hypoblast. Akhir blastula Rana sp & Bufo sp daerah equator perbatasan mikromer-makromer yg aktif membelah membentuk cincin disebut germ-ring. Lokasi calon pembentuk organ pd Amphioxus A. Telur yg belum membelah B. Tingkat 4 sel C. Penampang blastula awal D. Penampang blastula akhir E. Blastula akhir dilihat dari samping. Lokasi calon pembentuk organ diproyeksikan ke bidang frontal F. Blastula akhir yg dilihat dari arah polus vegetativus G. Blastula akhir dilihat dari atas belakang Lokasi calon pembentuk organ pada Salamandra dan Katak A. Penampang blastula awal B. Penampang blastula akhir C. Peta lokasi calon pembentuk organ Triton dilihat dari samping D. Peta yg sama dilihat dari polus vegetativus E. Peta lokasi calon pembentuk organ pada katak dilihat dari samping F. Peta yg sama dilihat dari belakang Burung (discoblastula) Pembelahan tjd selama telur mengalami perjalanan dlm oviduct. Blastula primer td blastoderm central, bebas vitellus, bening yg disebut area pellucida; bagian tepi (berbatasan dg vitellus keruh) disebut area opaca. Ketika telur keluar dari induk, tingkat perkembangan sampai blastula sekunder atau awal gastrula. Perkembangan berikutnya tgt pengeraman dan spesies burung. Daerah calon pembentuk organ blastula burung di lihat dari atas ada 5 yi: Epidermal, neuroectodermal, notochordal, lamina

g.

b.
Proses tjdnya: c. d.

Mesoderm otot penggerak Diencephalon menginduksi epidermal shg terbentuk placoda lensa Interaksi diencephalon & placoda lensa membentuk optic cup Placoda lensa msk dlm optic cup placoda lensa terlepas dr epidermal membentuk lensa mata Dasar lekukan optic cup berkembang mjd retina Hubungan optic cup & diencephalon membentuk nervus opticus Bola mata terbentuk dr gabungan optic cup & lensa Rongga mata terbentuk dr mesenkim kepala yg melekuk ke dlm BLASTULA

e.
f. g. h. i.

Pendahuluan Akhir tingkat pembelahan menghasilkan massa blastomer yg membentuk dasar calon tubuh binatang yg disebut blastula (=kuntum kecil, Latin). Dari segi bentuk, pd akhir pembelahan blastomer sdh dpt dibedakan misal pd ayam akan terbentuk sel marginal, sel sentral dan periblast; pd kelinci terdapat sel formatif dan tropoblast. Atas dasar perbedaan perkembangan blastomer maka blastula dpt dibedakan: Blastula tanpa anxiliary sel: semua blastomer akan mjd tubuh embryo, contoh pd Amphioxus dan katak Blastula dg anxiliary sel: tdp blastomer yg akan mjd tubuh embryo (sel formatif) & blastomer yg akan jadi bungkus embryo, contoh: burung, Reptilia, Mammalia, Elasmobranchii dan Teleostei Atas dasar bentuk blastula dpt dibedakan: Coeloblastula/blastosphere (blastula bulat & berongga) Discoblastula (blastula pipih seperti cakram)

prechordalis & mesodermal. Bagian tepi tdp tropoblast mengelilingi blastoderm yg akan mjd bungkus embryo. Reptilia (discoblastula) Tingkat akhir pembelahan menghasilkan blastoderm central dg blastocoel primer. Dengan menyusupnya periblast membentuk hypoblast maka terbentuk blastocoel sekunder (terbentuk antara epiblast & hypoblast) sbg blastula sekunder. Daerah calon pembentuk organ blastula Reptilia di lihat dari atas ada 5 yi: Epidermal, neuroectodermal, notochordal, lamina prechordalis & mesodermal. Mammalia (blastocyst) Blastula Mammalia rendah/Prototheria (discoblastula) Strukturnya ada blastula & blastocoel primer juga ada blastula & blastocoel sekunder. Pd Echidna terdapat blastomere yg terletak di periphere mgd vitellus yg disebut vitellocyt Blastula Metatheria Contoh Opposum, Didelphys verginiana (mammalia berkantong). Blastomer terpisah & menempel pada zona pellucida shg di bagian tengah tdp blastocoel (blastula primer). Beberapa sel dari polus animalis yg aktif membelah menyusup ke blastocoel membentuk lapisan entoderm (terbentuk lapisan hypoblast). Akhir blastula tdp sel formatif (mjd tubuh embryo) & auxilliary cells yg akan menjadi bungkus embryo Blastula Mammalia tinggi Polus animalis tdp inner cell mass yg dpt dibedakan mjd sel formatif & tropoblast. Pd kelinci, babi & kucing sel formatif tdk ditutup tropoblast yg disebut embryonic knob. Pd manusia, tikus & kera sel formatif tertutup tropoblast sbg lapisan RAUBER. Pembentukan hypoblast sbg calon entoderm berasal dari proliferasi inner cell mass. Blastula akhir & diferensiasi Migrasi, perubahan fisiologis & bentuk tjd setelah fase akhir blastulasi (tjd diferensiasi). Diferensiasi dinyatakan sbg tk perkembangan dimana sel atau kelompok sel mengalami perubahan bentuk, sifat, fungsi dan aktivitas baru.

Konstriksi menurut bidang median gastrula Ikan Berasal dari 2 organisator. Itik Memotong transversal Nodus Hensen Memotong longitudinal Nodus Hensen Armadilo Poliembryo GASTRULASI Gastrula = usus kecil

Stadium perkembangan yg mencapai tingkatan di mana selselnya membentuk lapisan (germ layer) Dr aspek molekuler mencapai tingkatan sintesis molekul baru, gen embrio mulai aktif Mrp tingkat yg kritis krn tjd pergantian peran gen dlm perkembangan

Mulai tjd gerakan sel (morfogenesis) mrp proses yg dinamik krn calon pembentuk organ pd stadium blastula mengalami perubahan susunan & organisasi yg baru Struktur Umum Gastrula Pola tubuh primitif vertebrata

Btk silindris mulai tjd pemanjangan tubuh Terbentuk sumbu badan Tdr dr: Anterior: kepala Tengah: badan Posterior: ekor Bag atas (dorsal) Bag bawah (ventral) Bilateral simetris (kanan & siri simetris) Lapisan sel (germ layer) Ektoderm Mesoderm Entoderm Diferensiasi fisiologis, morfologis dan kimiawi adalah Rongga: gastrocoel saling berkaitan dalam pengertian menambah atau Lubang melengkapi bagian atau proses yg belum ada Blastoporus gastroporus sebelumnya. Gerakan Morfogenesis Dipandang dari mekanisme diferensiasi dapat dibedakan: Self diferensiasi (diferensiasi tanpa pengaruh calon yg Arti: gerakan sel dr tempat semula pd tingkat blastula, menuju ke posisi calon organ terbentuk ada di tetangga nya); misal diferensiasi chorda Hasil akhir gerakan morfogenesis adl suatu bentuk baru sbg mesodermal menjadi mesoderm dg chorda dorsalis. dasar pembentukan tubuh organisme Dependent diferensiasi (diferensiasi tjd apbl ada Jenis: pengaruh dari calon organ lain yg menginduksi; misal Epiboli: gerakan di permukaan embrio daerah neuroectodermal apbl dipisahkan dari chorda Emboli: gerakan di dlm embrio mesodermal tdk akan mengalami diferensiasi mjd canalis Invaginasi (melekuk) >< evaginasi (menonjol) neuralis & crista neuralis. Involusi (melekuk & memutar) Hubungan antara potensi & diferensiasi Ingresi (muncul dr lapisan) Potensi: kemampuan sel atau kelompok sel untuk membentuk Convergensi (menyempit/mengumpul) sel atau struktur baru yg spesifik dlm proses diferensiasi. Delaminasi (tergeser dr kelompok tetangganya) Kemampuan sel unt membentuk suatu calon organ berangsurIntercalasi (bergeser akibat desakan) angsur mengecil dlm proses pembelahan. Epiboli Dalam tingkat 8 sel potensi blastomer di kedua polus telah berbeda atau dg kata lain potensi blastomer telah mengalami Jenisnya: Ekstensi (melebar) diferensiasi. Elongasi (memanjang) Arahnya Totipotensi & harmonious totipotensi Totipotensi: kemampuan sel atau kelompok sel membentuk sel Anterior-posterior baru yg berbeda dlm satu lingkungan calon pembentuk organ Dexter-sinister (gerakan ke samping) melebar atau kemampuan tiap calon pembentuk organ. Contoh: perluasan epidermal & neuroepidermal Harmonious totipotensi: kemampuan sel atau kelompok sel Emboli membentuk sel baru yg berbeda dlm satu tubuh embryo, mampu Invaginasi (melekuk/tenggelamnya lapisan secara pasif) mengorganisir pembentukan semua calon organ-organ dalam >< evaginasi (menonjol) tubuh atau kemampuan organisasi untuk membentuk tubuh o Ct invaginasi adl pembentukan tubulus (tube) embryo Akhir blastula yg telah membentuk daerah calon pembentuk Ingresi (sel muncul dr lapisan melepaskan diri dr sel organ dinyatakan sbg unipotensi (pembatasan potensi tiap sekitarnya) penyusupan mesodermal di antara epiblast blastomer) & hipoblast pd wkt pembentukan stria primitiva aves, Determinasi & pembatasan potensi reptil & mammalia Determinasi suatu sel atau kelompok sel, terarah & masing Involusi (melekuk & memutar) pembentukan stria masing telah memiliki penentu (determinant). Determinant dpt primitiva berupa bentuk, letak (positional determination) atau kandungan bahan yg ada di dalam sel. Convergensi (menyempit/mengumpul) Deteminant berupa gen dlm kromosom, contoh sel kelamin mgd Delaminasi (tergeser dr kelompok tetangganya) germ-plasm. terpisahnya chorda dorsalis dr mesodermal & entodermal Potensi sel hasil proses determinasi adalah terbatas. Potensi autonom Intercalasi (bergeser akibat desakan) Kemampuan kelompok sel berdeferensiasi sendiri mjd struktur Concrescense (gerakan yg simpang siur) struktur tertentu, contoh chorda mesodermal dpt mjd chorda dorsalis dan mesoderm tanpa dipengaruhi oleh calon di Gerakan ingresi PMC (Primary mesenchyme cells) Pemicu gerakan morfogenesis: tetangganya. Katak Pembelahan sel (proliferasi) sel2 berdesakan Konstriksi yg memisahkan polus animalis dg polus vegetativus Perubahan bentuk sel

Kubus mjd silindris Bulat mjd stelat Perubahan perlekatan sel Perubahan posisi satu sama lain (intercalasi) Kematian sel Memberi ruang gerak Menyebabkan perubahan gerak PROSES GASTRULASI Sea Urchin Tipe: diploblastik Blastula tdr dr 1 lapis & rongga Sel2 di polus vegetativus mendatar invaginasi Invaginasi semakin ke dalam terbentuk gastrocoel Terbentuk 2 lapisan Lapisan dlm: entoderm Lapisan luar: ektoderm Sel2 di atas gastrocoel lepas, msk ke dlm blastocoel mjd sel mesenkim primer mesoderm Di polus vegetativus lubang lekukan menyempit membentuk blastoporus calon anus Gastrocoel mendesak blastocoel menghilang Gastrocoel memanjang calon usus (gut) Ujung gut menyentuh ektoderm (stomodeum) mulut Embrio berbentuk spt huruf V Katak Di antara mesomer & makromer tjd invaginasi entodermal berbentuk bln sabit sbg blastoporus dorsal, sel di sebelah dorsalnya sbg labium dorsal. Invaginasi meluas ke lateral mjd lingkaran labium lateral (kanan & kiri). Invaginasi terus mendalam terbentuk gastrocoel. Invaginasi menjadi lingkaran labium ventral. Makromer terjepit oleh invaginasi yg membentuk lingkaran shg terbentuk sumbatan vitellus (yolk plug) tjd krn desakan gastrocoel ke arah antero-ventral. Completion bridge mrp entodermal yg memisahkan blastocoel dgn gastrocoel. Gastrocoel terus mendesak blastocoel yg akhirnya menghilang. Yolk plug msk ke dlm shg lingkaran blastoporus mengalami kontriksi tinggal lubang kecil calon anus. Embrio memanjang terbentuk sumbu panjang embrio. Ayam Blastula: bertipe pipih discus (discoblastula) Sentroblast Periblast Hipoblast Blastula: Bag tengah tampak jernih: area pellucida Bag tepi tampak keruh: area opaca Gastrulasi ditandai dgn terbentuknya stria primitiva Alur primitif (primitive groove) Lipatan primitif (primitive fold) Lekuk primitif (primitive pit/fovea primitiva) Penebalan primitif (primitive knot/nodus Hensen) Tdk ada struktur gastrocoel Proses pembentukan stria primitiva: Di linea mediana tjd involusi dr bag kanan & kiri Epiblast kanan msk di linea mediana, kmd membelok ke kanan di bwh epiblast mesoderm kanan Epiblast kiri msk di linea mediana, kmd membelok ke kiri di bwh epiblast mesoderm kiri Di ujung anterior linea mediana terbentuk lekukan sbg primitive pit (analog blastoporus) Di sebelah anterior primitive pit, tjd penebalan mesoderm & ektoderm krn sel-selnya aktif berproliferasi shg terbentuk tonjolan sbg nodus Hensen berkembang mjd somit Nodus Hensen tdr dr sel2 padat & aktif yg mrp pusat perkembangan ke kanan & kiri membentuk mesoderm bersegmen (somit) Entoderm yg mrp perkembangan dr hipoblast, mrp lapisan di bwh mesoderm berlekatan dgn vitellus Di bag anterior tjd penebalan epiblast membentuk head fold (lipatan head process) Stria primitiva pd tahap lanjut terdorong ke posterior oleh neuroectodermal shg akhirnya menghilang Mammalia Aspek pertama adl pembentukan amnion Scr cavitasi/schizamnion pd kera, manusia, tikus Pembentukan celah di antara tropoblast & inner cell mass

Tjd sekresi cairan inner cell mass shg celah mjd rongga yg semakin besar Di dasar rongga terbentuk embryonic shield yg kelak mjd tubuh embrio Scr pleuramnion/lipatan pd kelinci Tjd lipatan tropoblast di sekitar inner cell mass yang kmd bertemu mengelilingi rongga amnion Di dasar rongga terbentuk embryonic knop sbg alon tubuh embrio Aspek kedua adl pembentukan stria primitiva Dataran embryonic shield/knop tdp presumptive organ forming area spt pd blastula ayam Pembentukan stria primitiva mammalia sama spt pd ayam shg struktur gastrula akhir mammalia sama spt pd ayam Konsep Organizer/Induktor/ Evukator Sel/jaringan embrio dpt mempengaruhi sel/jaringan lain shg dpt berkembang membentuk embrio atau organ

Labium dorsal (amphibia) menginduksi pembentukan canalis neuralis Lamina prechordalis organizer kepala (mengatur struktur otak & aktivitas daerah kepala)

Chorda mesoderm organizer badan (trunk & tail organizer) mengatur pembentukan somit Stria primitiva Organizer berfungsi mengatur proses gastrulasi Sistem induktor bkj secara cascade (bertingkat) Diferensiasi Pengertian: proses membeda dlm perkembangan Ada 2 tipe: Determinatif (perbedaan sdh ada sejak dlm telur) cacing & serangga Regulatif (proses membeda tjd stl ada interaksi antar sel) Tingkatan diferensiasi: Tingkat molekuler Tingkat sel Tingkat jaringan Tingkat organ DNA transkripsi macam-macam urutan mRNA translasi protein berbeda2 Beda protein Beda bentuk, struktur & fungsi Beda pola perkembangan Kandungan protein Ektoderm: protein keratin Mesoderm: protein laminin Entoderm: protein gastrin Bentuk/struktur Kubus (bulat): ektoderm & entoderm Stelat (botol): mesoderm Lokasi/tempat Permukaan: epiblast/epimer Di dalam: hipoblast/hipomer Fungsi Nutrisi: mengandung vitellus Somatis: calon sel pd umumnya Generatif: calon sel gamet Selaput embrio Sel axiliary Tropoblast Kelompok sel sejenis akan terdiferensiasi membentuk jaringan Jaringan yg berasal dr ektoderm Jar kulit ada stratum germinativum sel epidermis & sel induk Jar epyndemal (saraf) Jaringan yg berasal dr mesoderm Jaringan mesenkim

Myoblast otot Otot skelet & otot polos Fibroblast

Skeleton osteosit & osteoclast Jar ikat selular & matrix

Tetap fibroblast regenerasi Jaringan yg berasal dr entoderm Parenkim hepar hepatosit Jaringan hemopoetik (pembuluh darah) Sel induk (hemositoblast)

Sel induk (stem cell) sel mukosa

Limpoid leukosit & limpoid Tingkat diferensiasi Diferensiasi ireversibel (terminal): sel sdh terspesialisasi, tdk dpt membentuk sel lain Ct: sel darah merah, sel saraf, sel epidermis Diferensiasi reversibel: sel yg terbentuk msh punya kemampuan utk diferensiasi lanjut Ct: stem cell, fibroblast, mesenkim Transdeferensiasi (metaplasia): sel yg terbentuk sebenarnya sudah terminal, ttp krn ada perubahan ekspresi gen mk jd berubah potensinya membentuk pola perkembangan baru Dediferensiasi: sel yg terbentuk sudah terminal, ttp krn ada pemicu (triger) tjd perubahan & dpt membelah lagi Sel epidermis epidermis Sel otot Sel kartilago luka blastema dediferensiasi rediferensiasi otot tulang

Myeloid eritrosit & myeloid