Anda di halaman 1dari 20

Limfadenitis Tuberkulosis

Putri Tama Hasandy S.V 042011101045

Dokter Pembimbing: dr. Samsul Huda, Sp.B

Pendahuluan
Tuberkulosis (TB) Salah satu penyakit infeksi

terbanyak di dunia Mycobacterium tuberculosis WHO sekitar 1,9 M manusia terinfeksi kuman TB. Jumlah penderita TB di Indonesia ke-3 terbanyak di dunia setelah India dan Cina (10% penderita TB dunia) Penyebaran TB dibagi 2 : 1. TB Paru 2. TB Ekstra Paru (di luar paru)

Pendahuluan
Limfadenitis TB TB di luar paru yang paling

banyak ditemukan Amerika Serikat 41%, Jerman 50%. Insiden Limfadenitis TB di India sering pada usia 1120 tahun, di USA 25-50 tahun Perbandingan Laki-laki dan Perempuan = 1:1,3

Limfadenitis TB
Definisi

Limfadenitis : peradangan pada kelenjar getah bening yang terjadi akibat terjadinya infeksi dari suatu bagian tubuh maka terjadi pula peradangan pada kelenjar getah bening regioner dari lesi primer
Limfadenitis tuberkulosis : limfadenitis kronis non spesifik yang biasanya disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis.

Limfadenitis TB
Epidemiologi

Penderita TB dengan HIV (+) lebih sering terkena TB ekstra paru (45-70%) drpd Penderita dengan HIV (-) (15%) Perempuan : Laki2 = 68% : 31% Menurut Ras Asia lebih sering terkena dibanding Afrika Pada penderita Limfadenitis TB 37% imunisasi BCG

Limfadenitis TB
Etiologi

Limfadenitis TB disebabkan oleh M.tuberculosis

complex, yaitu M.tuberculosis (pada manusia), M.bovis (pada sapi), M.africanum, M.canetti dan M.caprae Mikrobiologi M.tuberculosis BTA dapat dilihat dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen atau KinyounGabbett kuman berwarna merah berbentuk batang halus berukuran 3 x 0,5m.

Limfadenitis TB
Patogenesis

Rute yang menjadi kemungkinan tempat masuknya mikobakterium tuberkulosa ke kelenjar limfe : 1. Reaktifasi dari TB paru atau pelebaran hilus (paling sering). 2. Keterlibatan cervical melalui infeksi laring 3. Jalur hematogen

Limfadenitis TB
Gejala Klinis

pembesaran kelenjar getah bening, padat / keras, multiple dan dapat berkonglomerasi satu sama lain 2. kelenjar itu melunak seperti abses tetapi tidak nyeri seperti abses pada umumnya cutaneous discharging sinus
1.

Limfadenitis TB
Diagnosis

Biopsy is the gold standard for diagnosis


Kriteria diagnosis limfadenitis granulomatosa

(tuberkulosis) menunjukkan histiosit-histiosit dari tipe epiteloid membentuk kelompokan kohesif dan juga multinucleated giant cells tipe Langhans

Limfadenitis TB
Penatalaksanaan

Jenis dan Dosis Obat Anti Tuberkulosis (OAT) 1. Isoniazid (H) Atau INH, bersifat bakterisid, membunuh 90 % populasi kuman pada hari I. Dosis harian 5 mg/kg berat badan Pengobatan intermiten 3x/7 hari seminggu diberikan dengan dosis (10 mg/kg berat badan) 2. Rifampisin (R) Bakterisid, membunuh kuman semi dormant yang tidak dapat dibunuh oleh isoniasid Dosis 10 mg/kg berat badan (sama dengan pengobatan harian maupun intermiten 3x/7hari)

Limfadenitis TB
3. Pirazinamid (Z) Bersifat bakterisid, membunuh kuman yang berada dalam sel dengan suasana asam. Dosis harian 25 mg/kg berat badan pengobatan intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan dosis 35 mg/kg berat badan. 4. Streptomisin (S) Bersifat bakterisid, dosis 15 mg/kg berat badan pengobatan intermiten 3 kali seminggu digunakan dosis yang sama.

Limfadenitis TB
5. Etambutol (E) bakteriostatik Dosis harian 15 mg/kg berat badan, intermiten 3 kali seminggu diberikan dengan 30 mg/kg berat badan.
Pengobatan TB diberikan dalam 2 tahap :

Tahap intensif 2. Tahap lanjutan.


1.

Limfadenitis TB
Kategori 1
Tahap Pengobatan Lamanya Pengobatan Dosis per hari/kali Tablet Isoniazid 300 mg Tahap intensif (dosis harian) 2 bulan 1 Kaplet @ Rifampicin 450 mg 1 Tablet 500 mg 3 Tablet 250 mg 3

@ Pirazinamid @ Etambutol @

Tahap lanjutan (dosis 3x 4 bulan seminggu)

-----

-----

Obat ini diberikan untuk: Penderita baru TB Paru BTA Positif. Penderita baru TB Paru BTA negatif Rntgen Positif yang sakit berat Penderita TB Ekstra Paru berat

Kategori 2
Tahap Pengobatan Lama Pengobatan Tablet Isoniazid 300 mg Tahap intensif 2 bulan 1 bulan 1 1 Tablet @ Rifampicin @450 mg 1 1 Tablet
Etambutol

500 mg 3 3

3 3

(dosis harian)

Tahap lanjutan (dosis seminggu) 3x

5 bulan

-------

Obat ini diberikan untuk : Penderita kambuh ( relaps ) Penderita Gagal ( failure ) Penderita dengan Pengobatan setelah lalai ( after default)

500mg

Pirezinamid @

Etambutol

250mg

Limfadenitis TB
Kategori 3
Tahap Pengobatan Lama Pengobatan Tablet Isoniazid @ Tablet 300 mg Rifampicin Tablet Pirezinamid @ 500 mg @450 mg

Tahap

intensif

2 bulan

(dosis harian)

Tahap

lanjutan

4 bulan

-------

(dosis 3x seminggu)

Obat ini diberikan untuk: Penderita baru BTA negatif dan rntgen positif sakit ringan, Penderita TB ekstra paru ringan yaitu TBC kelenjar limfe ( limfadenitis ) pleuritis eksudativa unilateral TBC kulit , TBC tulang ( kecuali tulang belakang ) sendi dan kelenjar aderenal

Limfadenitis TB
Prognosis

Baik bila : Jangka waktu pengobatan penderita tepat Minum obat yang teratur sesuai dengan dosis yang telah ditentukan Tidak adanya gangguan immunologis

TERIMA KASIH