Anda di halaman 1dari 8

Draft Rencana Silabus FOKUS (Forum Kajian Ulumul Hadis) FOSMAGATI Mesir 1432-1433 H.

Tahun I 1. Pengantar Ulumul Hadis a. Definisi Hadis dan ulumul Hadis b. Perbedaan Al-Qur`an, Hadis qudsi dan Hadis nabawi c. Korelasi Hadis, sunnah, khabar dan atsar d. Dalil-dalil legalitas dan fungsi Hadis terhadap Al-Qur`an e. Mabadi ulumul Hadis lainnya (urgensi, objek pembahasan, korelasi dengan ilmu lain, founding father, hukum mempelajari, dll.) f. Panggung sejarah Hadis dan ulumul Hadis g. Klasifikasi Hadis dari berbagai sudut tinjauan h. Cabang-cabang ulumul Hadis i. Munkir As-Sunnah dan Syubhat-syubhat Referensi: Dirsat fi Al-Hadts An-Nabaw wa Tadwnih, M. Mushthafa AlAzhami Al-Madkhal il As-Sunnah an-Nabawiyyah, Abdul Muhdi bin Abdul Qadir Al-Hadts wa Al-Muhadditsn, Muhammad Muhammad Abu Zahw As-Sunnah An-Nabawiyyah wa Ulmuha, Ahmad Umar Hasyim Hujjiyyah As-Sunnah, Abdul Ghani Abdul Khaliq 2. Hadis Shahih dan Hasan a. Definisi dan syarat-syarat b. Klasifikasi Hadis shahih dan hasan c. Hujjiah Hadis shahih dan hasan d. Tingkatan Hadis shahih dan hasan e. Penilaian shahih dan hasan oleh ulama mutaakhirin f. Ashahh al-asnd g. Istilah-istilah seputar Hadis shahih dan hasan
1

1) Shahih al syarth al-Bukhr atau syarth Muslim atau syarthihim maan 2) Hadz hadts hasan shahh 3) Hdz hadts shahh al-isnd atau hasan al-isnd 4) Redaksi-redaksi lain yang dipakai dalam hadis shahih dan hasan h. Kitab-kitab shahih dan hasan i. Contoh-contoh hadis shahih dan hasan serta aplikasinya j. Syubhat-syubhat Referensi: Muqaddimah Ibn Ash-Shalh, Ibnu Shalah Ulum Al-Hadts wa Mushthalahu, Shubhi Ash-Shalih Taisir Mushthalah Al-Hadts, Mahmud Ath-Thahhan Ilm Al-Hadts, Ibnu Taimiyah Thuruq Al-Hukm al Al-Hadts bi Ash-Shihhah aw Adh-Dhaf, Abdul Muhdi Abdul Qadir 3. Hadis Dhaif (pertama) a. Definisi hadits dhaif, dan hukum meriwayatkannya. b. Hadits dhaif (al-khabar al-mardud) yang disebabkan karena jatuh (ketidak adaan) rawi pada sanad, pembahasan-pembahasan meliputi: 1) Kejatuhan yang jelas (suqutun zhairun),terbagi menjadi: 1. Al-Muallaq 2. Al-Mursal 3. Al-Mudhal 4. Al-Munqathi 2) Kejatuhan yang tersembunyi (suqutun khafiyyun), terbagi menjadi: 1. Al-Mudallas 2. Al-Mursal al-khofiy Kisi-kisi pembahasan: a. Definisi etimologis (bahasa) dan epistemologis (istilah) setiap hadits b. Penjelasan definisi
2

c. d. e. f.

Contoh Hukum hadits-hadits Muallaq yang ada pada kitab-kitab shahih. Status hukum hadits dan hukum mengamalkannya Buku-buku referensi (jika ada).

Referensi: Muqaddimah Ibn Ash-Shalh, Ibnu Shalah Nuzhatu An-Nazhar fi Syarhi Nukhbah al-Fikr, Ibnu Hajar AlAtsqolani Tadrb Ar-Rw f Syarh Taqrb An-Naww, Jalaluddin As-Suyuthi Fathul Mughits Bisyarhi Alfiyatil Hadits, Syamsuddin As-Sakhawi. Taisir Mushthalah Al-Hadts, Mahmud Ath-Thahhan 4. Hadis Dhaif (kedua) a. Definisi hadits dhaif. b. Hadits dhaif (al-khabar al-mardud) disebabkan karena adanya than pada rawi, hal-hal yang perlu dibahas: 1) Berhubungan dengan than pada adalah, terdiri dari: 1. Al-Maudhu 2. Al-Matruk 3. Al-Munkar (fil adhalah wa adh-dhabth) 4. Al-Bidah 5. Al-Jahalah 2) Berhubungan dengan than pada dhabth, terdiri dari: 1. Al-Mukhtalath 2. Al-Muallal 3. Al-Mukhalafah li ats-stiqat, terbagi menjadi: i. Al-Mudraj ii. Al-Maqlub iii. Al-Mazid fi muttashil al-Asanid iv. Al-Mudhtarib v. Al-Mushohhaf c. Hadits Asy-Syadz. Referensi: Muqaddimah Ibn Ash-Shalh, Ibnu Shalah
3

Nuzhatu An-Nazhar fi Syarhi Nukhbah al-Fikr, Ibnu Hajar AlAtsqolani Tadrb Ar-Rw f Syarh Taqrb An-Naww, Jalaluddin As-Suyuthi Fathul Mughits Bisyarhi Alfiyatil Hadits, Syamsuddin As-Sakhawi. Taisir Mushthalah Al-Hadts, Mahmud Ath-Thahhan Kisi-kisi pembahasan: g. Definisi etimologis dan epistemologis masing-masing hadits h. keterangan definisi i. Contoh j. Pembagian-pembagian yang ada di bawah masing-masing hadits (jika ada). k. Status hukum hadits dan hukum mengamalkannya l. Buku-buku referensi (jika ada). 5. Proses Transformasi Hadis a. Syarat-syarat perawi b. Ahliyyah at-tahammul wa al-ad` c. Metode tahammul dan ad` d. Adab muhaddits dan thlib al-hadts e. Periwayatan anak dari bapak atau sebaliknya f. Redaksi-redaksi dalam periwayatan g. Periwayatan Hadis secara makna h. Antara riwyah dan syahdah i. Syubhat-syubhat Referensi: Muqaddimah Ibn Ash-Shalh, Ibnu Shalah Tadrb Ar-Rw f Syarh Taqrb An-Naww, Jalaluddin As-Suyuthi 6. Takhrj Hadis a. Definisi takhrj b. Urgensi dan faedah takhrj c. Beberapa metode takhrj d. Aplikasi takhrj dan penelitian Hadis j. Problematika takhrj e. Kitab-kitab kumpulan Hadis
4

f. Syubhat-syubhat Referensi: Kasyf Al-Litsm an Asrr Takhrj Hadts Sayyid Al-Anm, Abdul Maujud Muhammad Abdul Lathif Ushl At-Takhrj wa Dirsah Al-Asnd, Mahmud Ath-Thahhan Al-Mujam Al-Mufahras li Al-Ahdts An-Nabawiyyah, A. J. Wensinck Thuruq Takhrj Hadts Raslillah, Abdul Muhdi Abdul Qadir Mausuah Athrafil Hadits An-nabawi As-Syarif, Muhammad As Said Basyuni Zaghlul. 7. Jarh dan Tadl a. Definisi jarh dan tadl b. Legalitas jarh dan tadl c. Syarat-syarat jarh dan tadl d. Sebab-sebab yang menghilangkan kredibilitas perawi (jarh) e. Jarh dan tadl tanpa penjelasan sebab dan alasan f. Jarh dan tadl oleh satu orang, wanita atau hamba sahaya g. Kontradiksi dalam jarh dan tadl dan contoh aplikasinya h. Tingkatan jarh dan tadl serta redaksinya i. Syubhat-syubhat Referensi: Manhaj An-Naqd fi Ulm Al-Hadts, Nuruddin Itr Ilm Al-Jarh wa At-Tadl, Abdul Muhdi Abdul Qadir Al-Jarh wa At-Tadl, Ibnu Abi Hatim 8. Mukhtalif Al-Hadts a. Definisi b. Klasifikasi c. Metode kompromi d. Peletak pertama dan nama-nama kitab tentang mukhtalif Al-Hadts e. Mukhtalif Al-Hadts dalam perspektif ahli Hadis dan fikih f. Contoh aplikasi dan pengaruhnya dalam penggalian hukum
5

g. Syubhat-syubhat Referensi: Tadrb Ar-Rw f Syarh Taqrb An-Naww, Jalaluddin As-Suyuthi Ta`wl Mukhtalif Al-Hadts, Ibnu Qutaibah Ad-Dainuri Musykil Al-tsr, Ahmad bin Muhammad bin Salamah Al-Azdi Ath-Thahawi 9. Ahli Hadis dari Masa ke Masa dan karyanya Masa Sahabat: sahabat-sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits: Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, Anas bin Malik, Aisyah binti Abu Bakar, Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdullah. Kisi- kisi pembahasan: a. Definisi sahabat, tabi`in, mukhodrom. Kedudukannya dalam Islam, dan fungsi mengetahui perbedaan istilah-istilah tersebut dalam konteks korelasinya dengan ilmu hadits. b. Nama, nasab keturunan, kunyah, julukan, keluarga , tanggal dan tempat kelahiran dan wafat. c. Proses akuisisi (penerimaan) hadits dari Rasululllah oleh para sahabat, kisah kesungguhan dan jerih payah mereka dalam mencari dan talaqqi hadits dari Rosul, nama-nama guru dan murid, serta jumlah hadits yang diriwayatkan. d. Kritikan dan syubhat orientalis atau non orientalis dan jawaban atas kritikan-kritikan terserbut. (tidak wajib). e. Buku-buku tentang sahabat. Masa Atba Tabiin, diantara tokoh hadits yang wajib diketahui: Malik bin Anas, Ahmad bin Hanbal, Muhammad bin Ismail alBukhari, Muslim bin Al-Hajjaj, Muhammad bin Yazid bin Majah, Abu Dawud Sulaiman bin al-Asyats As-Sajistani, Muhammad bin Isa at-Tirmidzi, Ahmad bin Syuaib An-Nasai. Kisi-kisi pembahasan: a. Nama, nasab keturunan, kunyah, julukan, keluarga , tanggal dan tempat kelahiran dan wafat.
6

b. Kisah kesungguhan dan jerih payah pencarian hadits (proses tahammul), nama-nama guru dan murid, testimoni guru atau murid terhadap keilmuan dan kepribadiannya. c. Karya-karya monumental mereka dalam hadits, jumlah hadits yang diriwayatkan, testimoni dan apresiasi para ulama terhadap karyanya, akseptabilitas karyanya di tengah ummat, dan kedudukan karyanya diantara karya-karya lain. d. Kritikan atau syubhat terhadap karya atau pribadi mereka, dan jawaban atas kritikan-kritikan tersebut. (tidak wajib). Referensi: Al-Ishobah fi tamyiizi Ash- Shahabah, Ibnu Hajar Al-Atsqolani. Siyaru Alaminnubala, Syamsuddin Adz-Dzahabi. Tadrb Ar-Rw f Syarh Taqrb An-Naww, Jalaluddin As-Suyuthi Fathul Mughits Bisyarhi Alfiyatil Hadits, Syamsuddin As-Sakhawi. Difaun an As-Sunnah, Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah. Al-Muntaqo Syarhu Muwaththo Malik, Abul Walid Al-Baji. Musnadul Imam Ahmad bin Hanbal (bitahqiq Syuaib Al-Arna`uth). AlImam Ahmad bin Hanbal. Fathul Bari Bisyarhi Shahihil Bukhari (dan Muqoddimahnya, Hadyus Sari), Ibnu Hajar al-Atsqolani. Shahih Muslim Bi Syarhi An-Nawawi, Yahya bin Syaraf AnNawawi. Aunul Mabud Syarhu Sunan Abi Dawud, Muhammad Syamsul Haq al-Adhim Abadi. Tuhfatul Ahwadzi Bi Syarhi Jami At-Tirmidzi, Muhammad bin Abdurahman Al-Mubarokfuri. Sunan An-Nasai bi Syarhi Al-hafidz Jalaluddin As-Suyuthi (Zahru ArRuba). Al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Sunan Ibnu Majah bi Syarhi As-Sindi, Al-Imam Abul Hasan AsSindi. Catatan: Bisa dipresentasikan oleh dua pemakalah, satu untuk tokoh hadits zaman sahabat, dan satu untuk zaman atba tabi`in.

Referensi diharapkan diambil dari kitab-kitab yang sudah ditahqiq, khususnya untuk kitab-kitab syuruhul hadits yang disebutkan diatas. 10.Bedah Buku Hadis Kontemporer Kaifa natamalu Maa As-Sunnah An-nabawiyyah, Yusuf AlQardhawi. As-Sunnah An-Nabawiyyah Baina Ahli Al-Fiqhi Wa Ahli AlHadts, Muhammad Al-Ghazali. Catatan: Dipilih salah satu, dua buku diatas bersifat alternatif, sekiranya ada buku yang lebih diutamakan atau terbaru, bisa dirubah. Wallahu Alam.