Anda di halaman 1dari 16

jaringan epitel

LAPORAN PRAKTIKUM JARINGAN EPITEL

DISUSUN OLEH

NAMA NIM MT.KULIAH SEMESTER PEMBIMBING

: : : : :

MUHAJIR 401 10 0120 PRAKTIKUM HISTOLOGI VI

PROGRAM STUDI S-1 ILMU BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PRGI PALEMBANG 2010/2011

ABSTRAK

Pengamatan sel darah ini dilakukan di Laboratorim MIPA Biologi Universitas PGRI Palembang hari selasa tanggal 03 mei 2011 pukul 11.00-13.00 WIB. Hasil pengamatan ini bertujuan mengenali dan mengetahui gambaran dan bagian-bagian pada jaringan epitel . Kemudian didapatkan hasil berupa gambar dan keterangannya. Kesimpulannya adalah Jaringan epitel memiliki berbagai macam fungsi, diantaranya melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan dan mengangkut zat-zat antar-jaringan atau rongga yang dipisahkannya. Selain itu, jaringan epitel pada saluran pencernaan mengeluarkan berbagai macam enzim

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuh dan membatasi rongga tubuh. Jaringan ini hampir ditemukan diseluruh permukaan tubuh.Jaringan epitel yang melapisi lapisan luar tubuh disebut epithelium, jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh disebut mesotelium dan jaringan epitel yang membatasi organ disebutendothelium. ( ahmmad 2009 :1). Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang memadat dan saling terikat erat. Pada permukaan apical (bagian atas) beberapa jenis epitel terdapat mikrovili (tonjolan dari permukaan sel yang bentuknya seperti jari) atau silia. Permukaan basal (bagian bawah) jaringan epitel berikatan dengan jaringan ikat. Jaringan epitel dan jaringan ikat yang berada dibawahnya dihubungkan oleh membrane dasar basalis dan lamina retikularis. ( Rina 1998 :21 ) Jaringan epitel memiliki berbagai macam fungsi, melindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan dan mengangkut zat-zat antar-jaringan atau rongga yang dipisahkannya. Selain itu, jaringan epitel pada saluran pencernaan mengeluarkan berbagai macam enzim. Berdasarkan strukturnya, jaringan epitel dibagi menjadi Epitel pipih, berbentuk seperti lapisan pipih, nukleusnya bulat yang terletak di tengah,Epitel batang (silindris), berbentuk seperti batang, nukleusnya bulat yang terletak di dasar sel. Menujrut Amir (2001 :2 ), Epitel kubus, berbentuk seperti kubus, nukleusnya bulat, besar yang terletak di tengah. Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel dibagi menjadi beberapa jenis Jaringan epitel pipih selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk pipih. Sel-sel pada jaringan epitel pipih selapis tersusun sangat rapat.Lokasi :Epitel pipih selapis terdapat pada jaringan epitelium pembuluh limfe (getah bening), pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, paru- paru, ginjal, dan selaput perut. Fungsi : Jaringan ini berfungsi dalam proses difusi, osmosis, filtrasi, dan sekresi.

Epitel Transisional Merupakan bentuk epitel banyak lapis yang sel-selnya tidak dapat digolongkan berdasarkan bentuknya. Bila jaringannya

menggelembung bentuknya berubah.Sebagai jaringan yang menutup seluruh permukaan luar dan dalam tubuh setiap organisme, jaringan epitel mempunyai fungsi sebagai berikut Sebagai pelindung Sebagai kelenjar Sebagai penerima rangsang Sebagai lalu lintas keluar masuknya zat Jaringan epitel secara umum memiliki fungsi Sebagai pelindung atau proteksi jaringan yang berada di sebelah dalamnya Sebagai kelenjar, yaitu cairan yang menghasilkan getah. Kelenjar merupakan lekukan dari jaringan epitel dimana pada dindingnya terdapat sel kelenjar. ( Sholikin 1992 :2 ). 1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati jaringan epitel mengetahui bentuk-bentuk jaringan epitel yang ada pada organ tubuh khususnya pada manusia dan hewan agar dapat bisa membedakan berbagai jenis jaringan epitel

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Syamsuri (1998 : 2) Berdasarkan lapisan penyusunnya, jaringan epitel dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:

1. Epitel Pipih Selapis Jaringan epitel pipih selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk pipih. Sel-sel pada jaringan epitel pipih selapis tersusun sangat rapat. Lokasi :Epitel pipih selapis terdapat pada jaringan epitelium pembuluh limfe (getah bening), pembuluh darah kapiler, selaput pembungkus jantung, paru- paru, ginjal, dan selaput perut. Fungsi : Jaringan ini berfungsi dalam proses difusi, osmosis, filtrasi, dan sekresi.

2. Epitel Pipih Berlapis Banyak Jaringan epitel pipih berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu sel yang berbentuk pipih. Sel-sel pada jaringan epitel pipih berlapis banyak tersusun sangat rapat. Lokasi Jaringan epitel pipih berlapis banyak terdapat pada jaringan epitelium rongga mulut, rongga hidung, esofagus, telapak kaki, dan vagina. Fungsi : Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung.

3.Epitel Silindris Selapis Jaringan epitel silindris selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk silindris. Lokasi Jaringan ini terdapat pada epitelium kelenjar pencernaan, jonjot usus, kantung empedu, lambung (ventrikulus), dan usus (intestinum). Fungsi : Jaringan epithelium ini berfungsi untuk penyerapan nutrisi di usus dan sekresi

4. Epitel Silindris Berlapis Banyak Jaringan epitel silindris berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu lapis sel berbentuk silindria. Lokasi Jaringan ini

terdapat pada jaringan epitelium laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah.

Fungsi : Jaringan epitel silindris berlapis banyak berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung.

5. Epitel Kubus Selapis Jaringan epitel kubus selapis disusun oleh selapis sel yang berbentuk kubus. Lokasi Jaringan ini terdapat pada epithelium permukaan ovarium, lensa mata, nefron ginjal, dan kelenjar tiroid. Fungsi berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung. Jaringan epitel kubus selapis

6. Epitel Kubus Berlapis Banyak Jaringan epitel kubus berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu lapis sel yang berbentuk kubus. Lokasi : Jaringan ini terdapat pada epitelium folikel ovarium, permukaan ovarium, testis, saluran kelenjar minyak, dan kelenjar keringat pada kulit. Fungsi : Jaringan epitel kubus berlapis banyak berfungsi dalam sekresi dan absorpsi, serta melindungi dari gesekan dan

pengelupasanJaringan epitel silindris berlapis banyak disusun oleh lebih dari satu lapis sel berbentuk silindria. Lokasi Jaringan ini terdapat pada jaringan epitelium laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah. Fungsi : Jaringan epitel silindris berlapis banyak berfungsi dalam sekresi dan sebagai pelindung.

7. Epitel Transisi Jaringan epitel transisi disusun oleh berlapis-lapis sel. Jaringan ini tidak dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuk jaringan epitel transisi dapat berubah dan permukaan lapisannya dapat menggembung. Lokasi Jaringan epitel transisi terdapat pada epitelium ureter, uretra, saluran pernapasan, dan kantung kemih.

8. Epitel Kelenjar Jaringan epitel kelenjar merupakan jaringan epitel khusus yang berperan dalam sekresi senyawa untuk membantu proses fisiologis. Senyawa yang disekresikan disimpan di dalam sel dalam bentuk granula sekresi. Kelenjar dapat

dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitukelenjar endokrindan kelenjar eksokrin. Kelenjar endokrin merupakan kelenjar buntu yang tidak memiliki saluran. Hasil sekresi kelenjar endokrin langsung memasuki system peredaran darah. Senyawa yang dihasilkan disebuthormon. Contoh kelenjar endokrin adalah kelenjar timus, kelenjar adrenal, kelenjar paratiroid, dan kelenjar tiroid. Kelenjar eksokrinmerupakan kelenjar yang sekresinya melalui saluran khusus. Kelenjar ini berfungsi membantu metebolisme dan komunikasi. Contoh kelenjar eksokrin yang membantu metabolisme adalah kelenjar ludah, kelenjar keringat, dan pancreas. Contoh kelenjar eksokrin yang berperan dalam komunikasi adlahferomo.( Gabriel 2001 :12 ). Menurut struktur dan fungsinya, jarngan epitel bagi menjadi 2 golonganutama, yakni epitel penutup dan epitel kelenjar. Disamping itu terdapat duamacam epitel khusus, yaitu epitel persarafan dan epitel pergerakan.Jaringan epitel memiliki berbagai macam fungsi, diantaranyamelindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan dan mengangkut zat-zatantar-jaringan atau rongga yang dipisahkannya. Selain itu, jaringan epitel padasaluran pencernaan mengeluarkan berbagai macam enzim.Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi permukaan tubuhdan membatasi rongga tubuh.Jaringan ini hampir ditemukan diseluruhpermukaan tubuh.Jaringan epitel yang melapisi lapisan luar tubuh disebut epithelium.(Anton 1993 :5) Jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh disebut mesotelium dan jaringan epitel yang membatasi organ disebut endothelium. Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang memadat dansaling terikat erat.Pada permukaan apical (bagian atas) beberapa jenis epitel terdapat mikrovili(tonjolan dari permukaan sel yang bentuknya seperti jari) atau silia.Permukaan basal (bagian bawah) jaringan epitel berikatan dengan jaringanikat.Jaringan epitel dan jaringan ikat yang berada dibawahnya dihubungkanoleh membrane dasar basalis dan lamina retikularis, Jaringan epitel memiliki berbagai macam fungsi, diantaranyamelindungi jaringan di bawahnya dari kerusakan dan mengangkut zat-zatantar-jaringan atau rongga

yang dipisahkannya. Selain itu, jaringan epitel padasaluran pencernaan mengeluarkan berbagai macam enzim.( Kimball 2001 :3 ). Sifat umumJaringan epitel terdiri dari sel dengan batas yang jelas dan terletak rapat satu sama lain. oleh karena itu, jaringan epitel dapat dikatakan sebagai jaringan yang seluler. tidak ada pembuluh darah dalam jaringan kapiler. Zat makanan diberikan ke jaringan secara difusi dari pembuluh darah kapiler yang terletak di jaringan di bawahnya.embriologi. (Rizki 1993 : 12 ).

BAB III METODE PRAKTIKUM

3.1

Waktu dan Tempat Praktikum dilaksanakan pada pukul 11.00 WIB sampai dengan pukul

13.00 WIB, Hari Rabu, tanggal 01 Maret 2011. Bertempat di Laboratorium Biologi, Laboratorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas PGRI, Palembang.

3.2

Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu mikroskop, Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah preparat epitel ginjal pl, preparat epitel testis mamalia, preparat epitel penis , preparat epitel vagina,prerparat oparium corpusiuteum,preparat usus halus .pb.

3.3

Cara kerja

1. Siapkan mikroskop, kaca benda dan kaca penutupnya pada posisi yang tepat. 2. Siapkan masing-masing preparat yang akan diamati dibawah mikroskop, sesuai caranya. 3. Amati bentuk sel, bagian-bagian sel yang hidup dan gambarkan hasil pengamatan. 4. Lengkapi gambar dengan keterangan yang jelas, buatlah pembahasan hasil pengamatan dan kesimpulannya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Dengan hasil pengamatan yang dilakukan,dapat dikrtahui ciri-ciri atau bagian-bagian jaringan epitel. Bila dilihat dari hasil gambar yang didapat dari masingmasing bahan dapat dijelaskan bahwa: Gambar I. Ginjal P.L dengan pembesaran menggunakan alat mikroskop didapatkan adanya keterangan :

Klasifikasi Kingdom Fillum/divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: : Animalia

: Craniata : Mamalia : Primata : Hominidae : Homo : Homo sapiens

Deskripsi : Ginjal adalah organ yang memiliki kemampuan yang luar biasa, diantaranya sebagai penyaring zat-zat yang telah tidak terpakai (zat buangan atau sampah) yang merupakan sisa metabolisme tubuh. Setiap harinya ginjal akan memproses sekitar 200 liter darah untuk menyaring atau menghasilkan sekitar 2 liter sampah dan ekstra (kelebihan) air. Sampah dan esktra air ini akan menjadi urin, yang mengalir ke kandung kemih melalui saluran yang dikenal sebagai ureter. Urin akan disimpan di dalam kandung kemih sebelum dikeluarkan.(Basuki 2001 :3 ). Gambar 2. Ovarium p.l dengan pembesaran menggunakan alat mikroskop didapatkan adanya keterangan :

Klasifikasi Kingdom Fillum/divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: : Animalia

: Craniata : Mamalia : Primata : Hominidae : Homo : Homo sapiens

Deskripsi : Ovarium atau indung telur adalah kelenjar kelamin yang dibawa oleh hewan betina. Vertebrata, termasuk manusia, memiliki dua ovarium yang berfungsi memproduksi sel telur dan mengeluarkan hormon. Sebagian besar burung hanya memiliki satu ovarium yang dapat berfungsi dengan baik, dan ular memiliki dua ovarium yang tersusun berbaris Ovarium pada tumbuhan, juga disebut bakal buah, adalah bagian dari organ kelamin betina yang dimiliki bunga yang membungkus dan melindungi bakal(-bakal) biji. ( Jamil, 1986 ). Gambar 3.Penis dengan pembesaran menggunakan alat mikroskop didapatkan adanya keterangan : Klasifikasi Kingdom Fillum/divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : Animalia : Craniata : Mamalia : Primata : Hominidae : Homo : Homo sapiens

Deskripsi : Penis (dari bahasa Latin yang artinya "ekor", akar katanya sama dengan phallus, yang memiliki arti sama) adalah alat kelamin jantan. Penis merupakan organ eksternal, karena berada di luar ruang tubuh.Pemakaian istilah "penis" praktis selalu dalam konteks biologi atau kedokteran. Istilah "falus" (dari phallus) dipakai dalam konteks budaya, khususnya mengenai penggambaran penis yang menegang (ereksi). Lingga (atau lingam) adalah salah satu penggambaran falus. Dalam literatur keagamaan (Islam), kata zakar lebih sering dipakai. (Saktiono, 1989 : 12). Gambar 4. Usus halus p.b dengan pembesaran menggunakan alat mikroskop didapatkan adanya keterangan : Klasifikasi Kingdom Fillum/divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : Animalia : Craniata : Mamalia : Primata : Hominidae : Homo : Homo sapiens

Deskripsi : Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak di antara lambung dan usus besar. Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari(duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Pada usus dua belasjari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. (Johnson, 1985 : 26)

Gambar 5. Vagina dengan pembesaran menggunakan alat mikroskop didapatkan adanya keterangan : Klasifikasi Kingdom Fillum/divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies Deskripsi : Vagina menghasilkan berbagai macam sekresi seperti keringat, sebum, dan sekresi dari kelenjar Bartholin dan Skene pada vulva, cairan endometrial, dan oviductal (yang berubah sesuai dengan siklus haid), cervical mucus, sel exfoliated, dan sekresi pada dinding vagina itu sendiri, yang dapat meningkatkan gairah seksual. Vagina pada semua wanita mengeluarkan pyridine, squalene, urea, asam asetat, asam laktat, alkohol kompleks (termasuk kolesterol), glikol (termasuk propylene glikol) keton, dan aldehid-aldehid. (Gabriel, 1988 : 1&6) Gambar 6. Testis Mamalia p.l dengan pembesaran menggunakan alat mikroskop didapatkan adanya keterangan : Klasifikasi Kingdom Fillum/divisio Kelas Ordo Famili Genus Spesies : : Animalia : Craniata : Mamalia : Primata : Hominidae : Homo : Homo sapiens : : Animalia : Craniata : Mamalia : Primata : Hominidae : Homo : Homo sapiens

Deskripsi : Testis adalah kelenjar kelamin jantan pada hewan dan manusia. Manusia (pria) mempunyai dua testis yang dibungkus dengan skrotum.Pada mamalia, testis terletak di luar tubuh, dihubungkan dengan tubulus spermatikus dan terletak di dalam skrotum. Ini sesuai dengan fakta bahwa proses spermatogenesis pada mamalia akan lebih efisien dengan suhu lebih rendah dari suhu tubuh (< 37 C).Pada tubulus spermatikus terdapat otot kremaster yang apabila berkontraksi akan mengangkat testis mendekat ke tubuh. Bila suhu testis akan diturunkan, otot kremaster akan berelaksasi dan testis akan menjauhi tubuh. Fenomena ini dikenal dengan refleks kremaster. (Subowo, 1992 : 18).

BAB V KESIMPULAN

Dari hasil dan pembahasan di atas dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1. Jaringan epitel yang membatasi rongga tubuh disebut mesotelium 2. jaringan epitel yang membatasi organ disebut endothelium. 3. Jaringan epitel kelenjar merupakan jaringan epitel khusus yang berperan dalam sekresi senyawa untuk membantu proses fisiologis. 4. Jaringan epitel terdiri dari sel-sel yang memadat dan saling terikat erat. Pada permukaan apical

DAFTAR PUSTAKA Ahmmad 2009 perbedaan sel, tumbuhan dan sel hewan jurnal artikel praktikum http//berfikir menjawab.blogspot.Com/ Rina 1998, .Biologi sel penerbit Iter plus.Bandung. 1+160 hlm. Amir 2001.Sains Biologi.penerbit Ganeca Exact.Bandung.1&6 +112 hlm. Syamsuri 1998.Mikroskop Sel penerbit FK.Unlam.Banjarbaru. 21 +168 hlm. Gabriel 2001..Biologi Pertanian.penerbit Rajawali Press.Jakarta. 18+112 hlm. Saktiono, 1989.biologi pertanian.penerbit interplus.bandung. 1-123 hlm.