The Bridesmaid’s Story

IRENA TJIUNATA

Ucapan Terima Kasih

Hai!!! Ketemu lagi di novel saya yang kedua ini. Senang sekali akhirnya novel ini bisa terbit.  Saya mulai menulis novel ini tahun 2006. Rencananya, The Bridesmaid’s Story adalah sebuah kisah yang dapat mengenang kerepotan yang terjadi menjelang pesta pernikahan saya pada tahun itu. Akan tetapi, karena saat itu saya sedang sibuk menyelesaikan kuliah S2, ribet mengurus suami dan anak yang ketika itu masih bayi, jadilah penyelesaiannya tertunda sampai tahun 2009 kemarin. Bab-bab terakhir novel ini juga saya selesaikan di rumah sakit sambil menjaga anak saya yang sedang diopname. Pokoknya, novel ini benar-benar penuh kenangan! Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai saya dalam setiap proses penulisan. Terima kasih atas bakat yang Kaulimpahkan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya, terutama kepada:  Mama tercinta Sialy Maria (yang telah banyak membantu dalam merawat dan mengasuh Oscar, terutama saat saya sedang sibuk berat)  Suami tersayang Ronal Octavianus (yang telah memberikan pernikahan terindah untuk saya)  Anak terganteng Oscar Asairo Hogan (yang telah mencerahkan hari-hari saya dengan senyum gantengnya). Mereka adalah pusat semesta saya, pusat eksistensi saya, dan pusat seluruh hidup saya. Love you all so much! Terima kasih juga buat editor saya Mbak Vera yang sangat sabar menghadapi saya. Mungkin saya penulis paling cerewet yang pernah ditemui Mbak Vera ya. Hehehe... Thanks ya, Mbak! Terima kasih juga buat Mbak Maryna, yang sudah menggambar ilustrasi cover novel ini. Akhirnya, kesampaian juga cita-cita saya punya novel yang covernya digambar Mbak Maryna. Thanks ya, Mbak Ryna!

Tak terlupa, terima kasih banyak buat GPU yang telah menerbitkan novel kedua ini. Setelah ini, tolong terbitkan novel ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, ke..., ke..., ke... berikutnya ya!  Juga, terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca novel saya ini. Saya sangat bersyukur akan apresiasi dari kalian, baik yang nitip salam untuk tokoh-tokoh novel saya, yang memberikan pujian, yang memberikan komentar, bahkan yang mengkritik. Terima kasih semuanya! Saya akan selalu berusaha memberikan hanya yang terbaik bagi kalian. Janji!

Irena

ketika mereka sama-sama telah menginjak usia 26 tahun. temani aku sarapan ya! Sekalian ada pengumuman penting yang mau aku kasih tau!” Cecilia Almira Saraswati. Kesya menghela napas. sifat nggak sabaran Cecil bukannya sembuh malah betah bermukim di pribadi gadis itu. Pasti si Cecil lagi. tidak memedulikan protes Kesya. Aku udah bangun. Dahi Kesya mengernyit bingung. tapi sampai sekarang. “Iya iya.. Krriingg. dia duduk di depan meja rias. Dia baru tidur jam dua pagi karena harus menyelesaikan pesanan perhiasan dari seorang pelanggan. Kriingg. Dia bangun dari ranjang. Jiwanya masih sibuk berkelana di dunia mimpi. Bersiap untuk mempercantik wajahnya. diteriaki dengan suara kencang seperti itu. lalu melepas baju tidur. ini Cecil! Kamu udah bangun belum?!” Tentu saya Kesya sudah bangun. Kesya sudah menjadi sahabat Cecil sejak mereka sama-sama duduk di bangku TK. menggeliat sebentar. “Iya. Dia berjlana ke kamar mandi yang juga terletak di dalam kamarnya. Kesya menghela napas. Tumben Cecil semangat amat. Lima menit lagi aku akan jemput kamu!” “Iya. Cil.. Ngapain sih pagi-pagi begini telepon? Aku masih capek nih!” protes Kesya. Kesya jadi sadar seratus persen dari tidur panjangnya. Memangnya siapa yang mengangkat telepon kalau bukan Kesya? Lagi pula. Heran juga sama gadis yang satu ini.! “Haahh?!” Kesya Artyadevi... sahabat Kesya sejak TK..1 KRRIING. belum sadar sepenuhnya... “Kesh. pemilik suara serak tadi. tapi aku mandi dulu ya. masih dengan suara serak. Setelah semuanya selesai. .” Kesya meletakkan teleponnya. Dia sendiri masih ingin meringkuk di dalam selimutnya.” “Oke! Tapi nggak pake lama. “Kesya..

Kesya mengangkat telepon dan langsung menyambar, “Iya, Cil. Aku udah siapsiap kok...” “Ehm, hhaa... llooo... Kesya...” Jantung Kesya berdetak dua kali lebih cepat daripada sebelumnya saat ia mendengar suara yang sama sekali berbeda dengan suara Cecil yang meledak-ledak. Suara ini terdengar gugup, suara gugup yang disukai Kesya. “Ehm... Jansen... tumben telepon pagi-pagi. Ada apa?” “Oohh... ehm... nggak apa-apa sih. Cuma... cuma pengin denger suara kamu...,” sahut laki-laki gugup yang dipanggil Jansen itu. Walau cuma begitu, Kesya sudah senang banget. “Kamu... kamu lagi ngapain?” Jansen bertanya. “Lagi siap-siap. Cecil minta ditemenin sarapan.” “Ooh gitu...” Kesya terdiam. Kehabisan bahan pembicaraan. “Oh ya... foto kamu sudah jadi. Kapan kamu mau ambil?” Kesya tersenyum. Jansen seorang fotografer. Fotografer pribadi Kesya, tepatnya. Hehehe... Entah mengapa, kalau Jansen yang mengabadikan gambar Kesya, pasti jadinya akan bagus sekali. “Oh... yang waktu itu ya? Gimana? Bagus?” “Ya... ya pasti bagus lah. Kamu... Kamu kan ayu...” Suara Jansen terdengar berdeguk. Seperti suara seorang yang sedang menelan ludah. Kesya tersenyum kecil. Diam-diam menikmati kegugupan Jansen. “Oke deh. Nanti kalau keburu, pulang dari ketemu Cecil aku ambil deh.” “Oke kalau... kalau begitu. Udahan dulu deh... Sampai... sampai nanti ya...” Ting tong... Masih sambil tersenyum kecil, Kesya membuka pintu. “Morning, Kesya...” Cecil langsung memeluk Kesya dengan hangat. Kesya tersenyum lebih lebar lagi. Cecil selalu begitu. “Kamu sudah siap, kan?” tukas Cecil, tanpa memperhatikan senyum Kesya yang masih lebar banget. Tampaknya Cecil benar-benar punya pengumuman penting pagi ini. Kesya mengangguk. Dia mengambil tasnya kemudian keluar mengikuti Cecil. Jalanan Minggu pagi masih lenggang. Sudah jelas! Siapa sih yang mau bangun pagi-pagi di hari Minggu? Setelah satu minggu bekerja gila-gilaan, hari Minggu adalah hari “balas dendam” untuk tidur sampai puas! Kesya duduk di samping Cecil. Sebenarnya dia masih ngantuk banget. Kemarin malam dia terpaksa menyelesaikan rancangan kalung dari seorang anak konglomerat. Pesanan itu bisa dibilang dadakan juga, tapi bayarannya lumayan. Makanya Kesya mati-matian menyelesaikan rancangan kalung itu sampai larut malam. Mereka sarapan di kafe dekat apartemen Kesya. Seporsi nasi goreng dan secangkir kopi latté cukup menyegarkan mata Kesya. Cecil hanya memesan

semangkuk bubur ayam. Kesya melirik mangkuk bubur ayam Cecil, lalu matanya beralih ke tubuh langsing Cecil. Kesya menggeleng, dirinya tidak mungkin akan kenyang kalau cuma makan bubur ayam seperti itu. “So? Pengumuman penting apa? Kamu dapat promosi di kantor? Kamu menang undian satu miliar? Kamu dapat hadiah undian jalan-jalan keliling dunia? Atau malah jalan-jalan keliling Planet Mars?” tanya Kesya sambil menyuap nasi gorengnya. Rambutnya terlepas dari selipan telinganya. Jatuh terjuntai lemas menutupi pipinya. Kesya kembali menyelipkan rambutnya ke balik telinga. Cecil tersenyum. Tangannya juga ikut terangkat dan menyibak rambut keritingnya. Mata Kesya menyipit. Apa itu di jari manis Cecil? Cincin? Cincin berlian?! Kesya melotot. Napasnya tertahan, matanya berbinar-binar, menangkap kebahagiaan di wajah Cecil. “Cecil...” Cecil mengangguk penuh semangat. Tawanya lebar sekali. Kesya sampai silau melihat cerahnya senyum itu. “Iya! Aku dilamar Arlo kemarin!!!” ujarnya penuh semangat. Mata Kesya berkedip-kedip haru. Akhirnya! Akhirnya!!! Setelah sepuluh tahun pacaran. Setelah sepuluh tahun yang penuh badai topan (mengingat Cecil adalah drama queen yang sangat emosional). Setelah sepuluh tahun putus-sambung. Akhirnya mereka akan menikah juga! “Selamat!” Kesya merangkul Cecil. “Aku senang sekali! Gimana ceritanya?” Cecil masih tersenyum lebar. “Aku udah cerita kan, kemarin kami ikut tur keliling kota tua...” Kesya mengangguk. Hari Sabtu kemarin, Alvaro Nicholai Andersen, biasa dipanggil Alo—yang karena kesibukannya mengurusi perusahaan keluarga di Singapura lebih banyak berada di negeri Singa itu—pulang ke Jakarta dan mengajak Cecil tur keliling kota tua Jakarta. “Waktu lagi liat-liat di dalam museum, Alo bilang dia mau ke toilet. Lalu, tibatiba, aku dengar ada yang manggil-manggil namaku dari pengeras suara. Ternyata itu Alo. Dia pake megaphone punya si tour guide. Aku kaget banget. Dia bilang, „Cecil, will you marry me?‟ Kemudian, dia berlutut di hadapanku dan membuka kotak cincin ini.” Cecil memperlihatkan sebentuk cincin berlian yang indah sekali. Sebagai seorang perancang perhiasan, Kesya tahu benar kualitas cincin itu. Buatannya benar-benar halus dan sempurna. Alo benar-benar tahu cara mengambil hati Cecil. Apalagi acara lamarannya yang menarik perhatian banyak orang seperti itu. Seorang drama queen seperti Cecil pasti akan sangat senang mendapat perlakuan seperti itu. “Jelas aku nggak bisa nolak. Aku juga nggak bisa bilang apa-apa. Aku speechless saking kagetnya. Aku cuma bisa ngangguk. Terus Alo memasang cincin ini dan

mengangkat tangan aku, terus... dia cium aku...” Cecil melanjutkan ceritanya sambil tersipu-sipu. Tangannya kembali terangkat, menyentuh rambut keritingnya, sekaligus memperlihatkan cincin pertunangannya. Kesya tertawa. Walaupun tersipu malu begitu, dia tahu banget Cecil pasti sangat menikmati perhatian orang-orang. “Semua orang ngeliatin kami begitu. Semua orang tepuk tangan dan kasih selamat ke kami. Aku senang sekali...” Kesya tersenyum. Dia ikut bahagia melihat binar di wajah Cecil. Sahabatnya ini benar-benar sedang bersinar bahagia. Kesya dapat merasakan aura kebahagiaan yang terpancar kuat dari seluruh pori-pori tubuh Cecil. “Lalu, kapan big day-nya?” “April tahun depan!” desah Cecil bahagia. Kesya menghitung dalam hati. Sekarang bulan Oktober, berarti hanya tersisa enam bulan. “Udah mulai ngurusin segala pernak-perniknya? Katanya repot banget tuh...” Kesya mengutip artikel-artikel yang pernah dia baca di majalah pernikahan. Menurut artikel itu, setidaknya satu tahun sebelum hari pernikahan, semua persiapan harus sudah mulai dilakukan. Mulai dari pemesanan gedung, gaun, gereja, katering, ini, itu... banyak banget deh! Cecil menggeleng. “Belum lah. Baru juga dilamar. Makanya aku butuh bantuan kamu...” Alis Kesya terangkat. Dia menangkap maksud tertentu dalam nada suara Cecil. “Aku mau kamu jadi bridesmaid-ku,” ujar Cecil sambil menggenggam tangan Kesya. “Kamu sudah jadi temanku sejak kita masih TK, masih sama-sama ingusan, dan masih sama-sama suka nangis kalau ditinggal mama-mama kita. Selama ini, kamu sahabatku yang terbaik. Kamu yang paling ngerti aku. Kamu juga yang paling tahu perjalanan pacaranku sama Alo. Kamu yang paling pantas jadi bridesmaid-ku. Mau ya, Kesh...” Kesya menghela napas. Mendengar pernyataan Cecil seperti itu, ditambah tatapan memohon dan mata yang bersinar sayu, siapa yang bisa menolaknya? Lagi pula, dia memang akan dengan senang hati ikut ambil bagian dalam hari besar sahabatnya. Tanpa diminta menjadi bridesmaid pun, dia pasti akan membantu Cecil. Kesya mengangguk dan tersenyum. Cecil tersenyum lebih lebar dan merangkul Kesya erat. *** Saat Kesya kembali ke apartemennya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Biasa deh, kalau sudah pergi dengan Cecil, Kesya pasti tidak bisa pulang cepat. Ada aja alasan Cecil untuk menahannya berlama-lama di jalan. Cecil juga

Tadi pagi kan aku udah bilang foto kamu sudah jadi.” “Kok.. apa tuh?” Cecil memungut sebuah amplop cokelat besar dari lantai. tadi nggak kepikiran telepon kamu. Cecil merebut ponsel Kesya dan menekan tombol speaker phone. Belum sempat dia membukanya. “Jansen. “Cecil!” bisik Kesya sambil melotot tajam ke arah Cecil.ikut.... “Eh.”Kenapa kamu nggak telepon aku aja?” “Oh.. udah... “Siapa?” tanya Cecil tanpa suara... kamu lagi ada di mana?” “Nyalain speaker phone-nya.. Itu nada dering pribadi untuk Jansen.. “Aku. Cecil terkikik geli mendengar napas Jansen yang Senin-Kamis.” . “Memang kamu mau ngapain ke rumahku?” “Aku.. iya ya.. udah hampir dua jam. “Mau ngapain sih?” Kesya menggerakkan bibirnya tanpa suara sambil melotot sebal.. “Aku.” kata Cecil pada Kesya.” “Terus. tapi. tapi tadi aku lupa bawa... Wajahnya tampak tidak sabar. lagu Love of My Life mengalun lembut dari ponsel Kesya. “Halo. Jansen sama sekali bukan tipe pacar yang cocok untuk Kesya... tapi. Sahabatnya memang agak antipati dengan Jansen... Hehe.. Kesh. “Ka. Dia akan menginap di apartemen Kesya.. Kalau udah keluar pasti lama. “Aku baru pulang nih sama Cecil.. sambil tersenyum jail.. tentu tanpa suara. Kesya mengambil amplop itu dari tangan Cecil..” “Dua jam? Selama itu?” Kesya terkejut. tahu apa sih dia? “Aku pengin denger dia ngomong apa.. Kesya terpaksa memecah konsentrasinya antara menjawab pertanyaan Jansen dan menjawab pertanyaan Cecil..” Tawa Jansen terdengar serbasalah. aku mau nganterin foto kamu.” Jansen terdiam. sekarang fotonya di mana?” “Aku.. tapi kamu nggak pulang-pulang.” Suara gugup Jansen terdengar dari ujung sambungan.” Kesya kembali berbicara dengan Jansen... Rencananya mereka akan membicarakan konsep pernikahan Cecil yang tinggal enam bulan lagi. aku tadi udah selipin di bawah pintu apartemen kamu. aku tunggu-tunggu. biasa deh Cecil......” “Ha. tapi. Masih ada satu lagi sih.. aku tadi ke tempat kamu. tampak kesulitan mengatur napas. Menurut Cecil. Suara Jansen terdengar dengan jelas oleh Cecil. “Iya nih.” jawab Kesya juga tanpa suara. kok lama banget?” Cecil bergerak-gerak di hadapan Kesya. halo...” jawab Cecil tanpa suara.

meledaklah tawa Cecil. Terus tadi? Kesya yang ayu?! Well. Yang amplop cokelat. Cecil tetap cekikikan geli. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. “Mana ada sih cowok zaman sekarang yang ngerayu cewek dengan kata-kata seperti itu? Heran aku.” ujar Cecil saat melihat keruh di wajah Kesya.. Kesya mendapat undangan plus tiket ke Jepang.. Kesya terdiam.. Parah banget si Jansen ini! Masa dia percaya begitu saja omongan ngawur Cecil? “Nggaklah. itu suara siapa?” “Ooh.. Sekarang ditambah lagi dia meniru-niru tingkah Jansen kalau lagi gugup. “Oke deh... aku udah terima fotonya. Kelilipan apa kok masih ditanyain? Ya kelilipan kan biasanya kelilipan debu... Kamu nemu di mana sih cowok ajaib kayak gitu? Gugupan.Cecil masih terus cekikikan. Cecil masih terus tertawa.” tambahnya sambil melirik sebal ke arah Cecil...” dengusnya.. Kesya. “Cecil kalo bercanda emang suka keterlaluan. oke deh... “Oh. Kesya melotot ke arha Cecil sambil buru-buru mematikan ponselnya. Okay. Kesya mencubit paha Cecil. kok kamu masih betah aja sama dia?” Cecil mengernyit geli. memangnya kenapa? Kesya suka sama Jansen. Jansen bisa membuat Kesya tampak cantik dari balik lensa kameranya. “Kesya. Lumayan keras juga sampai gadis itu menjerit. sama sekali nggak seksi. Memang Jansen agak unik. “Lho. ehm... badan kurus kerempeng.” ujar Kesya. Haah?! Cecil cekikikan lagi. Yang amplop cokelat. “Eh. come on. that’s it! Tanpa bisa ditahan-tahan lagi.. that’s so sweet. “Kesya yang ayu. berusaha menyelamatkan Jansen. Kesh.. “Cecil! Kamu nih apa-apaan sih? Kenapa kamu ngetawain Jansen gitu?!” geramnya..... “Oh..” “O. itu Cecil. tapi pada tahun empat puluhan!” Cecil tertawa lagi.. bisa dibilang agak ketinggalan zaman. Saat itu ada pameran perhiasan emas di universitas tempat dia belajar dulu. mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat... Kesya bertemu Jansen pertam akali dua tahun yang lalu. Tapi.” ujar Jansen dengan lembut... fotografer kikuk yang . Mana pernah ada orang kelilipan yang lainlain? “Sekarang gajahnya udah keluar?” tanya Jansen.” Jansen membeo. kan?” Kesya mengambar amplop cokelat yang masih berada dalam genggaman Cecil. Betul. Yah. Matanya lagi kelilipan. Di sana dia bertemu Jansen. kapan-kapan aku ambil fotok uyang lainnya ya. Good night.... iya.” “Kelilipan? Kelilipan apa?” “Kelilipan gajah!” sahut Cecil sebal. Kesya yang ayu. Kesya pun menghadiri pergelaran itu.

Menjelang pernikahannya. Perlahan dibukanya amplop cokelat itu. dia pasti akan menjadi amat sangat emosional. Kesya menyalakan laptop dan mengecek e-mail. Dari situs itu Kesya baru tahu bahwa tugas seorang bridesmaid bukan hanya membantu pengantin pad ahari pernikahan. Kesya tersenyum kecil mengingat pertemuannya dengan Jansen. Hari sudah larut malam. Kesya tersenyum. Saat tersadar. Itu sudah dilakukannya saat ini. Dia mulai merasa menyukai tugas ini. Dia telah dipercaya Ceci luntuk menjadi bridesmaid-nya. Kesya mengernyit. Bagi Kesya. Iseng-iseng dia juga browsing situs bridesmaid101. Saat itu Kesya sedang sibuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Cecil sudah tidur kelelahan setelah mendiskusikan ide-ide pesta pernikahannya. oke. Sejak saat itu mereka berhubungan. maka dia harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Jansen mati-matian mencari Kesya untuk memberikan hasil bidikannya. Hmmm. Dia memperhatikan corat-coret rancangan pesta pernikahan Cecil. dia melirik amplop cokelat yang masih berada dalam genggamannya. Pada hari-hari biasa. Kesya ingat.com. Rutinitasnya sebelum tidur.. hasil bidikannya amat sangat indah. dan sejak saat itu Kesya merasa jatuh cinta pada Jansen. Dia tampak sangat cantik di foto itu. Foto itu diambil Jansen ketika cowok itu tiba-tiba datang ke apartemennya pada suatu pagi. Cecil sudah menjadi seorang yang emosional. Dan berada di dekat Cecil yang emosional akan menjadi sangat sulit. Jauh sebelum itu. Dia melirik Cecil yang tertidur pulas di sofa.kebetulan diundang untuk meliput acara itu.. Jansen membidik Kesya dengan kameranya. Keesokan harinya. Walaupun Jansen waktu itu amat sangat gugup (dia bahkan menjatuhkan kamera mahalnya!). sebuah sendok dimasukkan ke dalam mulutnya yang tersenyum. tampaknya ini akan menjadi salah satu tugas yang cukup sulit. itu pengalaman yang sangat romantis.. double emosional.. *** Kesya memperhatikan daftar yang telah mereka—dia dan Cecil—buat. Seorang bridesmaid juga harus menjadi sahabat yang paling baik di saat-saat yan gmungkin akan menjadi momen yang paling emosional dalam kehidupan seorang wanita. Well. Kesya menahan napas. Tanpa sengaja. seorang bridesmaid bertugas membantu pengantin dalam mempersiapkan pestanya. Kecantikannya yang natural terpancar dengan kuat dalam bidikan itu. Di foto itu Kesya sedang memegang panci. Dalam foto itu Kesya tampak sedang serius memperhatikan salah satu perhiasan yang dipajang di sana. . waktu itu dia sedang mencicipi bubur ayam yang dia buat.

Kesya. Cecil mengajaknya ke Bride‟s World.Kesya menghela napas. Cecil langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan Anita. Ini sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai seorang bridesmaid. Dan dia akan melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Selamat datang di Bride‟s World. Hei.. sama juga seperti Kesya. “Sabar sebentar.. Oh ya. baik. dia baru tahu bahwa seorang bridesmaid dipakaikan baju yang mirip dengan si pengantin untuk mengecoh roh jahat yang mungkin akan mengusik si pengantin. kalau ada roh jahat yang akan mengusik si pengantin. Mbak Kesya.” Anita sudah mencondongkan tubuhnya. tapi tetap saja bagi Cecil itu masih kurang cepat. adalah hunting gaun pengantin. Dia sudah menerima tugas ini.. baru pertama kali bertemu Anita di sini.. Dia sahabat aku.. Ngapain juga pake cium pipi kiri dan kanan? Kesannya kok sok akrab. Kesya segera mengulurkan . siap untuk bercipika-cipiki dengan Kesya. maka yang akan kena tulah adalah bridesmaid-nya?! Kesya bergidik ngeri. Tugas terhormat bagi seorang sahabat sejati.. “Eh. “Selamat pagi. Yang pertama kali harus mereka lakukan.. Kesya lebih memilih sebuah pelukan yang hangat daripada acara cium pipi basa-basi seperti itu.. Kesh! Cepetan!” Cecil setengah menarik Kesya.. Diusirnya pikiran itu dari dalam benaknya.” “Selamat pagi. Sebenarnya dia sudah berjalan di atas kecepatan normalnya. Oleh karena itu. hari ini Kesya menemani Cecil melihat-lihat gaun pengantin. Cecil mendapat rekomendasi dari seorang temannya yang baru saja menikah. menurut Cecil. bridal yang paling lengkap di Jakarta. Kesya kembali membaca tulisan dalam situs itu. Saya yang akan membantu Mbak Cecil di sini. dia juga harus mempersiapkan dirinya sendiri.. Satu kebiasaan yang tidak terlalu disukai Kesya.” Kesya pasrah saja tangannya ditarik Cecil. ini kenalin. Padahal Cecil. Kalau memang sudah akrab. Cecil sahabatnya sejak kecil.. Dia belum pernah masuk ke bridal mana pun. “Baik. Katanya. Mbak Cecil. Kesya agak berdebar-debar juga. Namun.” sapa seorang gadis cantik yang mengenakan seragam Bride‟s World. *** “Ayo dong. Dia akan menjadi sahabat yang baik dengan berada di saat-saat tersulit Cecil. Cecil. Apa kabar? Nama saya Anita. Dia nanti yang bakal jadi bridesmaid. What?! Jadi maksudnya. Dia menerkanerka seperti apa bentuk bridal.” jawab Cecil sambil tersenyum lebar. Bridesmaid juga harus tampil cantik pada acara pernikahan.

Madame Daphne sering memenangkan berbagai .” Cecil menatap tajam ke arah Kesya..” Kesya tersenyum dan mengulurkan tangan. Kalungnya bergemetaran ketika Madame Daphne bergerak. Madame Daphne membingkai matanya dengan celak yang sangat hitam.tangannya. Madame Daphne sudah menunggu di atas.” “Madame?” bisik Kesya pelan. lalu menutup mulutnya yang sedari tadi masih terbuka lebar. “Kenalkan. Keinginan untuk melihat-lihat gaun pengantin rancangan Madame Daphne telah membuatnya berseri-seri sepanjang hari.. Ada kalung yang menyerupai taring ular. Dengan dandanan seperti ini.. “Hari ini saya mau lihat-lihat baju pengantin ya. ini Kesya. Bukan kalung lapis yang sedang ngetop belakangan ini. Ini yang namanya Madame Daphne?! Wanita paruh baya ini mengenakan pakaian ala gadis-gadis Gipsi. Sambil menapaki tangga..” balas Cecil tak kalah ramah. lengkap dengan bandana yang menutupi rambutnya... bridesmaid saya... Pipinya yang diberi blush-on merah terang tampak bergerak-gerak...... Madame Daphne tersenyum sangat lebar. Madame Daphne mungkin lebih tepat. Bibirnya tertutupi listrik yang juga berwarna hitam...” ujar Cecil sambil tetap tersenyum cerah. “Hari ini saya mau liaht-lihat baju pengantin. mari silakan... Kesya melongo.. “Hai. tapi sambil menebar senyum manis.. Kesya pun tersadar.. Kalung-kalung itu tampak menyeramkan. Madame Daphne membalas uluran tangan Kesya dengan jabatan yang erat.... Madame. Pintu diketuk.. Cecil sangat mengagumi Madame Daphne. dia membalas uluran tangan Kesya dengan profesional. dia berusaha merekareka seperti apa rupa Madame Daphne yang menurut Cecil unik itu. lebih cocok berprofesi sebagai cenayang! Hmm. “Hmmm. rasanya Madame Daphne tidak cocok berprofesi sebagai desainer baju pengantin yang berpengalaman. Di lehernya tergantung berlapis-lapis kalung. merasa terganggu dengan julukan yang diberikan di depan nama perancang busana itu. Anita mengajak mereka ke lantai dua gedung itu.. Cecil. “Kok kayak panggilan untuk peramal sih?” “Sst. “Orangnya memang rada unik. Cecil menyikut rusuk Kesya. mungkin itu sebabnya dia dipanggil Madame Daphne. “Halo. Madame Daphne.. Madame Daphne.” ujar Cecil.” Cecil mendorong tubuh Kesya maju ke depan... Anita tampak sedikit terkejut...” sapa wanita itu dengan suara berbisik. Kalian berdua memang sama-sama cantik. bridesmaid-nya juga cantik ya. dan seorang wanita paruh baya membuka pintu dari dalam. Perancang busana yang satu ini kepiawaiannya telah diakui dalam skala internasional. sampai motif tengkorak. Belum lagi riasan wajahnya.. “Oohh...” Kesya mengangguk-angguk. duri-duri mawar yang tajam.. hmmm.

Wajah Kesya memerah. Kesya mengikuti kedua perempuan itu sambil memandang ke arah rok lebar Madame Daphne... Di kanan-kiri terpasang kaca yang sekaligus berfungsi sebagai dinding. berusaha mencari sepasang kaki dari balik rok itu. but gorgeous!” Madame Daphne tersenyum misterius. Prestasinya yang terakhir adalah merancang gaun pengantin dari kulit jagung. rupanya kaca itu bukan kaca biasa. Kesya bangkit dan melihat-lihat koleksi gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Ini desain-desain terbaru saya.. pasti dia kelihatan konyol banget tadi! Atau malah bodoh banget! Waah. kamu tunggu di sini dulu ya.. Rupanya Anita..” ajak Madame Daphne. “Hmmm. Di dalam lemari itu tersimpan banyak sekali gaun pengantin. Suara tawa tertahan di sebelahnya membuat Kesya tersadar.. Kesya bergidik lagi melihat senyum itu. Cukup lama juga Cecil dan Anita berada di dalam ruang ganti itu. tidak mau kelihatan konyol lagi. Kesya buru-buru memperbaiki sikapnya. Siraman lampu kuning membuat ruangan ini terasa nyaman.. Madame Daphne membuka salah satu kaca besar di sisi ruangan. membawanya ke ruang koleksi baju pengantin rancangannya.” pinta Cecil. Benar-benar indah! “Ayo. silakan.. Gaun berwarna putih yang terbuat dari bahan brokat itu memang terlihat sangat indah. Jiwa desainernya mulai bangkit melihat gaun yang indah-indah itu.. coba yang ini dulu.. Cara jalannya sangat misterius.lomba perancang busana tingkat internasional. Gadis itu masih berdiri di sana dan sekarang sedang memperhatikan Kesya sambil terkikik geli.. Kamu boleh lihat-lihat sampai puas. Kesya mengangguk. diikuti oleh Anita. lalu duduk di bangku panjang yang tadi diduduki Cecil..” Madame Daphne menggandeng tangan Cecil. “Hmmm.” Dia memuntir-muntir rambut keriting pendeknya. Dia memandang ke sekeliling ruangan dan baru menyadari betapa megahnya ruang pengepasan gaun pengantin ini. what kind of wedding gown do you like.. Oohhh. “Ooh. Malas duduk terus. lebih parah dong. Rok panjang lipit yang dikenakannya menutupi kakinya.. “Kesya. Cecil masuk ke ruang kecil di sudut ruangan.. Kaki jenjangnya disilangkah dengan anggun.. Terdapat lemari besar di baliknya.. “I want to look sexy. Apa jangan-jangan dia memang nggak punya kaki ya? Kesya bergidik ngeri. dear?” Cecil duduk di salah satu bangku panjang yang memang diletakkan di tengahtengah ruangan... “Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya sambil mengeluarkan sebuah gaun pengantin dari plastik penutupnya. Tangannya melambai kepada Anita yang langsung sigap datang. Modelnya sederhana dan sangat bersahaja.. Ruangannya sangat besar. Di .

“You’re the bride. posisi menyamping ke kanan. “Kamu kerempeng gitu kok dibilang gendut?! Gimana bisa gendut sih. Suara gemeresik gaun menyadarkan Kesya dari baku hantam ide di kepalanya. lagi-lagi Kesya merasa gaun yang dipakai sangat cocok dengan lekuk tubuh Cecil. tidak tampak sedikit pun timbunan lemak.. Ketika keluar. “Gaun ini terlalu simpel. Dan selama itu Cecil sudah mencoba 27 gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Cecil telah keluar dari balik ruang pengepasan. Kesya menghela napas. Wajah Cecil tidak tersenyum. Kelihatannya berat. Ya terserah kamu aja. Beberapa menit kembali dihabiskan Cecil dan Anita di balik ruang ganti. Semuanya saling sikut. Dia menatap pantulan bayangannya di cermin raksasa dengan dahi mengernyit dan mulut memberengut. desahnya dalam hati. kaki .dalam otaknya berkelebat berbagai macam desain perhiasan. Semuanya terinspirasi dari gaun pengantin yang indah-indah ini.” puji Kesya. Sampai duduk kelelahan: duduk dengan punggung direbahkan ke sandaran kursi. Nggak cocok di badanku. Dari duduk manis ala putri bangsawan Inggris: duduk dengan kaki dirapatkan. “Bagus. Namun. Duduk gaya sekretaris seksi: duduk tegak. Tampak sangat cantik dengan gaun pengantin indah itu! “Gimana?” tanya Cecil pelan.. Duduk ala cowok macho: kaki membuka lebar. satu tangan tergeletak lemah hampir menyentuh lantai. Dia masih tetap merasa gaun itu sangat indah dipakai Cecil. “Bagus banget. kepala terkulai lemas di atas sandaran kursi. Cil?!” Cecil tambah cemberut lagi... It’s gonna be a long day. Hmm. Aku jadi kelihatan gendut deh!” Dahi Kesya mengernyit.. kita lihat yang lain aja ya. badan condong ke depan dengan kedua siku menumpu pada masing-masing lutut—oh ya. tidak lupa jemari tangan saling ditautkan. Lalu dia berbalik menatap Kesya dan Madame Daphne. dengan satu kaki menopang kaki lainnnya.. “Aku nggak suka bahannya. “Gendut?!” Kesya memperhatikan tubuh Cecil dari atas sampai bawah. Benar. Kali ini.” ajak Madame Daphne sambil mengambil gaun yang lain lagi. gaun pengantinnya terbuat dari bahan sutra yang ringan dan lembut.. posisi menyamping. Aku nggak merasa kayak putri!” keluh Cecil sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Cil!” pujinya.” “Ya udah.. kan?! Waktu Cecil bilang terima kasih kepada Madame Daphne. dan tangan lainnya ditaruh di atas perut.. Selama itu juga Kesya sudah beberapa kali mengganti posisi duduknya. menyesuaikan pilihannya dengan komentar Cecil barusan... saling dorong memenuhi rongga kepalanya.. Kesya tersenyum lebar. lagi-lagi tidak ada senyum di wajah Cecil. waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. “Aku nggak suka deh..” Kesya mengangkat bahu.

. setelah mencoba begitu banyak gaun. Katanya. . Kesya‟s Collection. calon pengantin memang tidak pernah langsung menetapkan gaun pilihannya. he-eh. Kesya benar-benar tidak ada tenaga sekarang. “Hah?” tanyanya setengah tidak sadar pada Cecil yang sudah berdiri di depannya. Kesya mengejek jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Kesya suka mengisi waktu dengan menggambar apa saja di buku sketsanya. Lumayan. Rambut keritingnya tetap rapi. Cecil belum dapat memutuskan gaun mana yang akan dipilihnya. dan sesekali oh ya.. dia mengikuti Cecil berjalan ke Peugeot 307 merah milik sahabatnya itu. Padahal mereka sudah berada di sana selama. siapa tahu hasil coretan isengnya itu bisa membuahkan perhiasan yang dapat dijual di toko perhiasannya. baru kemudian dapat yang cocok... Komentar Cecil tentang ke-27 gaun pengantin yang dicobanya tadi hanya ditanggapi Kesya dengan hah. Kesya hampir tidak mendengar ketika Cecil mengajaknya keluar dari Bride‟s World. Dia menyesal sekali kenapa buku sketsanya ketinggalan di apartemen... Pikirannya sudah setengah melayang. Penampilan Cecil masih tampak anggun tidak bercela. Biasanya kalau menunggu lama begini.. huh.. Madame Daphne sepertinya sudah berpengalaman menghadapi calon pengantin yang terkadang tidak dapat ditebak kemauannya. Lipstiknya masih tetap menempel dengan sempurna.. sudah hampir tujuh jam!!! Dengan lesu Kesya mengikuti Cecil keluar dari Bride‟s World. Benar-benar deh Cecil! Untung Madame Daphne wanita yang sabar. ya ampun. Wajahnya tetap segar dan berseri-seri. Perlu beberapa kali melihat-lihat. tidak peduli orang yang mau lewat di depannya tersengkat jatuh! Dan.diselonjorkan ke depan. Benar-benar tanpa semangat.

” “Tapi.” ujar Kesya juga sambil tersenyu. Dia menyimpan sketsa rancangannya di brankas ide. “Bukannya memang seharusnya kamu yang nemenin Alo ngepas jas?” “Aduh. Sketsa itu terinspirasi dari gaungaun pengantin yang dilihatnya saat menemani Cecil mengepas gaun pengantin. “Bu Kesya. pemilik hotel.30. can you please do me a favor?” Kesya menghela napas. Ada rapat dengan Pak Anto. Nggak bisa ditinggal sama sekali. Untung sekali Kesya dianugerahi daya ingat yang luar biasa sehingga walaupun stres dan kelelahan berat saat menghabiskan waktu tujuh jam untuk menunggu Cecil mengepas baju pengantin. Cecil.” “Kesya..” Sebuah suara centil terdengar dari pintu ruang kerjanya. Hasil karya terbarunya kali ini adalah sebuah bros berbentuk lima buah berlian indah yang tersusun rapi vertikal. . kemudian menambahkan sedikit detail untuk mempermanisnya.. tapi aku nggak bisa. untuk disempurnakan nantinya. “Halo. salah seorang penjaga tokonya. Kesya masih berada di ruang kerjanya. Kemudian dia mengambil tas tangannya dan beranjak keluar dari toko. You are my bridesmaid.” “Aduh.... Dia minta aku temenin. tolong deh.” Dan telepon pun diputus. Sekali lagi Kesya menghela napas. Itu Mona. Kesh. Mona.. Tepinya dihiasi emas putih yang berbentuk ranting-ranting kering. Thanks before ya. “Ya. otaknya masih dapat berkarya secara kreatif.. Kesya memperhatikan sketsa rancangannya. Dan kamu tau sendiri.... “Ada telepon di line tiga.” “Alo rencana mau ngepas jas hari ini. “Thanks.. Dia masih menyelesaikan sketsa rancangan barunya..2 JAM sudah menunjukkan pukul 17. meeting-nya udah mau mulai.” ujar Mona sambil tersenyum manis. biasanya meeting sama pemilik hotel bisa alot banget!” Dahi Kesya mengernyit...

“Lho? Cecil nggak bilang.” ujar Kesya menjawab pertanyaan tersirat si penjaga toko. tunangan Cecil. Menurut Kesya sih istilah itu terlalu berlebihan. “Boleh deh.. Yang nyaman dipakainya.. Mana Cecil?” tanya Alo sambil melihat ke belakang Kesya. Jadi bingung sendiri!” ujarnya sambil melihat-lihat katalog bahan. Alo memperhatikan gambar jas yang ditunjuk Kesya.. teman semasa SMA-nya ini. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk menyelesaikan tugasnya. Tubuhnya masih diukur oleh penjahit.. Alo langsung diukur oleh penjahit.. Alo. Alo mendongak. Aku suka bingung kalau disuruh milih-milih begini. Yang penting dia harus merasa nyaman. “Dia nggak bisa datang. “How are you?” “Fine. “Emangnya kamu mau model jas yang seperti apa?” Kesya berusaha membantu. “Saya bridesmaid-nya.” Kesya balas memeluk Alo. tampak terkejut dengan kehadiran Kesya.. Setelah menentukan model dan bahannya. Alo tersenyum melihat ulah Kesya.” Alo tersenyum. Alo memang orangnya nggak suka yang ribet-ribet. sudah tiba di sana. “Hai.” Kesya tersenyum. Khas Alo banget.” ujarnya. “Thanks for asking. Mereka baik-baik aja.... Mungkin dia berpikiran bahwa Kesya adalah calon pengantin Alo.. Selamat ya. “Hmm. Itu istilah Cecil. Mencari sosok Cecil.” Alo memeluk hangat Kesya.. Sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Alo. Ada meeting dadakan dengan pemilik hotel... “Apa kabar orangtua kamu?” tanya Alo. Agak risi juga Kesya melihat penjaga toko mencuri pandang ke arahnya..Groom‟s Bestfriend terletak di salah satu pusat pertokoan di tengah kota Jakarta. makanya dia suruh aku ke sini untuk temenin kamu.” Kepala Alo terangguk-angguk. Dia kini sedang melihat-lihat model jas pengantin dalam buku. Kesya tahu dari Cecil bahwa Alo baru kemarin tiba di Jakarta. I’m so happy for both of you. Alo. “Thanks.. “I’m so glad that you can be with me. gimana kalo model yang ini?” tanya Kesya. “Bilang apa?” giliran Alo yang bertanya. “Gimana dengan kamu? Kapan kamu nyusul aku dan Cecil?” . “Hai. “Hmm.” sapa Kesya. untuk pertunangan kamu dan Cecil. Alo laki-laki yang sangat kooperatif. Beristirahat beberapa minggu dari kesibukannya memimpin medan perang di perusahaannya. yang biasa aja. Biasa deh Cecil.. ya?” tanya Kesya. Kesh.

model cantik itu. . dua. Kesya mengangguk singkat sambil menempelkan telunjuk di bibir.. tersenyum melihat kekikukan Jansen.. Meja plastik yang menjadi salah satu alat peraganya tanpa sengaja tersenggol dan jatuh dengan bunyi keras. pikirnya. Seharusnya dia juga bikin jas hari ini. lihat ke arah kanan. Tanda agar kehadirannya jangan sampai mengganggu kerja Jansen. cowok itu harus ditemani musik. “Mbak Kesya.. Dua puluh menit kemudian.Wajah Kesya sedikit berubah mendengar pertanyaan Alo. “Kamu gimana sih? Calon aja aku belum punya. *** “Ayo. siapa yang jadi bestman-nya?” tanya Kesya. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya biasa saja. “My best friend. Satu.” Kurang ajar Cecil! Pasti dia cerita yang jelek-jelek tentang Jansen! maki Kesya dalam hati.. Lindi mengangguk pelan.” jawab Kesya... Catherine. lebih baik Kesya mengubah topik pembicaraan. “Terima kasih ya. Dengan santai dia melenggang ke kamar ganti. pertanyaan itu supersensitif. tapi aku belum berhasil mengontak dia. sesi pemotretan itu akhirnya selesai.. “Apa pun yang kamu dengar dari Cecil.. Dia memaksakan seulas senyum. Marco. Ya.. yang namanya Jansen itu siapa? Cecil sering nyebut-nyebut nama dia lho.. Setiap kali bekerja.” Lindi. Dia orang sibuk. Kesya mengangguk-angguk. Tapi dia sudah terbiasa menghadapi fotografer itu. Namanya Marco. jangan percaya deh.. Jansen terlalu sibuk membidik modelnya sehingga tidak menyadari kehadiran Kesya... Lagu This Lovenya Maroon 5 mengalun cukup keras dari CD player. lalu kembali pada kesibukannya membantu Jansen.” ujar model cantik itu sambil mengecup pipi Jansen. Jansen sedang bersemangat sekarang. Kesya memperhatikan Jansen sambil bersandar di dekat pintu. tapi bagi Kesya. Jansen terkejut mendapat perlakuan seperti itu.. namanya bagus juga. tiga. “Hmmm. Pasti nggak bener!” Alo tersenyum.. Jenis musik yang didengarkan mengindikasikan perasaan hatinya. pengarah gaya yang sering bekerja sama dengan Jansenlah yang pertama kali menyadari kehadiran Kesya... “Lho. begitu. by the way.” Alo menjawab sambil tersenyum. Daripada Alo terus membicarakan topik sensitif itu.” Jepret! Dan lampu flash pun menyala terang.

Hampir saja jatuh.” Jansen mengangguk-angguk. “Iya. Kacamatanya melorot di hidungnya yang berminyak.” timpal Jansen lagi. tambah gendut. Aneh! Orang udah kayak penderita anoreksia gitu kok masih dibilang kegendutan! Apa sih maunya para model ini? Tanpa memedulikan kebingungan Kesya. Lihat deh perutku..” desahnya pelan..” komentarnya sambil membereskan peralatannya. “Begitulah model-model itu.. Gaun malam gitu deh. bisa-bisa mereka nggak laku lagi. Mbak Kesya. “Ooh iya ya. “Naik dua kilo. Kesya menghampiri Jansen.. Jansen tersenyum gugup melihat mimik bingung Kesya. jadinya badanku melar dua kilo. Kenapa jawabannya malah naik dua kilo? “Yah. Sepertinya tadi dia menanyakan bagaimana kabar Catherine. “Kasihan juga ya mereka.. Kini dia menggosok lensa itu berulangulang.. “Siapa?” tanya Jansen.. Tadi kita sedang membicarakan model-model. Untung Lindi sigap menangkap lensa itu sebelum mencium lantai. “Omong-omong..” jawab Kesya ikut bingung.. Wajahnya terlihat bingung. tadi itu sesi pemotretan buat apa sih?” “Buat majalah fashion. selalu yang dipedulikan hanyalah berat badan mereka.. “Baik. Salah satu lensa kamera tergelincir dari tangan Jansen..” Lindi berusaha mengingatkan..” . Dahi Kesya mengernyit.. Kesya tambah melongo. Kesya ikut tersenyum.. “Lho. Jansen tersenyum lebih gugup lagi. Lagi-lagi tindakan sok akrab yang sangat dibenci Kesya.. masih dengan tatapan heran. memangnya kenapa?” Jansen masih melongo seperti anjing ompong yang dikasih tulang keras untuk makan malamnya.. Catherine melenggang pergi. Kalau sampai badan mereka melar. Kamu sendiri gimana?” Kesya berusaha menjawab basa-basi Catherine. Apa aku yang salah tanggap? “Tadi kan Mbak Kesya dan Mas Jansen lagi ngomongin soal model-model yang mati-matian menjaga berat badan. berusaha menetralisir suasana canggung itu. kan?” ujarnya sambil menunjuk ke arah perutnya... itu kan aset terbesar mereka.... kan? pikirnya bingung.. Dia langsung membenturkan pipinya ke pipi Kesya. apa kabar?” Catherine tampak baru menyadari kehadiran Kesya. “Model-model itu.... gara-gara belakangan ini banyak party-party yang harus aku host-in... Haah?! Kesya melongo heran...“Eh. selalu. Perut yang ditunjuk Catherine tampak rata..” ujarnya.

..” “Wah. masih dengan tatapan tidak percaya.” komentar Jansen. Kesya mengangguk. saya ngefans banget sama dia. Ini baju rancangan Madame Daphne.” ujarnya sambil menaikkan kacamatanya yang melorot di hidung. Kesya jadi bingung.. Mbak Kesya?” tanya Lindi penuh semangat. Nggka tega rasanya harus berkomentar seperti itu. “Iya. akhirnya ya.” “Yang bener. Keceriaan di wajahnya tidak berkurang sedikit pun. Kalaupun harus berbohong. jepret. lho. “Ayu.” Lho.. masih dengan keceriaan yang terus menempel di wajahnya.“Bagus-bagus ya bajunya..” Kesya mengangguk-angguk. Kesya mengangguk. saya minta titip tanda tangannya ya. lho? Gitu deh jadinya kalau Kesya harus berkata tidak yang sebenarnya. yang kreatif. “Wah.... Orangnya gimana. lalu memberikannya kepada Kesya.. Kesya memandang kepergian Lindi. Apalagi melihat binar silau di mata Lindi. Mbak Kesya. Dia berencana memakai rancangan gaun pengantin Madame Daphne untuk pernikahan. “Sahabatku mau menikah.. Haah? Jadi Jansen juga percaya?! “Smile.. yang keluar dari mulutnya adalah hal-hal aneh yang tidak masuk akal.! Tidak sampai dua detik. tidak pernah terlambat membayar pajak.” Kesya bingung.. sebagian lagi takjub karena Lindi begitu saja percaya dengan apa yang dikatakannya.... Mbak?” Mata Lindi berbinar. hebat ya si Madame Daphne.. kalau Mbak Kesya ketemu Madame Daphne lagi.. “Hmm. Kesya tidak jadi menyuarakan kebingungannya dan.” timpal Lindi. Dia itu sebenarnya perancang gaun pengantin.. Rancangan dia memang bagus-bagus sih. Masa sih Lindi percaya apa yang baru saja dikatakannya? “Lain kali. bertanggung jawab. “Ooh. Masa dia harus bilang idola Lindi itu orang yang unik mendekati aneh? Nggak mungkin dong.. sebagian karena tidak tega melihat keceriaan di wajah Lindi. perancang busana terkenal itu.. saya yakin Madame Daphne pasti orang yang taat pajak!” ujar Lindi.. Lindi berlalu pergi.. dan selalu membuang sampah pada tempatnya.. Sejak kecil Kesya tidak pernah bisa berbohong.” ujar Kesya sambil memegang-megang beberapa baju yang tadi diperagakan Catherine.. Aku selalu respek pada orang-orang yang tidak membuang sampah sembarangan. “Aku pernah ketemu dia.. tapi sekarang mau cobacoba merancang gaun malam juga.. Mbak Kesya? Wah. “Benar.. Madame Daphne... sekalian fotonya.” ujar Lindi bersemangat. “Hmmm dia orang yang. Jansen mengibas-ngibaskan lembar foto itu. hasil foto yang diambil Jansen itu keluar.” ujar Jansen sambil mengarahkan kamera Polaroidnya ke arah Kesya.. .

“Kamu ikutan pameran juga kan. DeeDee mengangguk penuh semangat.” ujar DeeDee sambil tersenyum penuh gairah. Kesya terpaksa memarkir mobilnya agak jauh dari pintu masuk utama. “Kamu pasti suka deh ngeliat pameran ini. Kesya harus menjaga citranya sebagai desainer muda yang profesional di hadapan para customer-nya. ada juga yang hanya iseng-iseng cuci mata. tapi kalau dipotret oleh orang lain. Kesh?” tanya DeeDee. tapi biasa dipanggil DeeDee. Banyak perancang ngetop yang juga ikutan pameran. membungkus seluruh tubuhnya bagai sinar aura. Dentingan piano mengalun lembut di dalam ruangan besar itu. biasanya para customer juga akan berbondong-bondong datang. Salah satunya adalah dengan menjaga penampilan.. Sekarang mereka berdua berjalan menuju pintu masuk. Maklum.. Kesya berdandan ekstra hari ini. Gedung megah nan besar itu ramai oleh pengunjung yang berbondong-bondong datang menyaksikan pameran yang telah 25 kali diselenggarakan. Pameran besar yang diadakan dua tahun sekali itu memang sangat dinanti-nantikan para pencinta perhiasan.. agar tersandung-sandung karena jalanan yang tidak rata plus sepatu high-heels yang bikin repot. Kesya mengangguk. . Banyak sekali etalase kaca yang ditata apik. Hal ini dilakukan agar kreativitas mereka tetap terasah. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke Jakarta untuk menimba pengalaman sebagai asisten Kesya. ketika dia memperlihatkan hasil karyanya yang pertama kepada DeeDee. Poninya ikut bergoyang. Kesya ingat. Entah kenapa. Ada yang memang berniat membeli perhiasan.Kesya memperhatikan ekspresi wajahnya dalam foto itu.. Karena ramai. Lampu kuning membuat perhiasan-perhiasan yang dipamerkan tampak berkilauan indah. “Waah!” DeeDee menahan napas. Kesya tersenyum. Nama aslinya Diana Divia.” ujar Kesya sambil tersenyum. “Kamu tuh nggak berubah ya. Antusiasme terpancar dari wajahnya. Dia dan teman-temannya di Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI) memang diharuskan mengikutsertakan karya mereka dalam pameran. hasilnya tidak pernah secantik ini. “Gila. Selalu bagus jadinya kalau Jansen yang membidiknya. rame juga ya orangnya. sekaligus agar nama mereka dikenal masyarakat luas. Seperti anak kecil yang kegirangan dikasih balon.” ujar Kesya. DeeDee itu adik kelasnya saat dia menuntut ilmu sebagai desainer perhiasan di Jepang. *** Tulisan besar itu terpampang di pintu masuk JCC. Berdua mereka masuk ke dalam gedung JCC.. kalau ada pameran begini. ekspresi gadis ini juga seperti ini.

” jelasnya. “Kebagian giliran jaga stand.” ujarnya. Dia memang terbiasa mengatakan segala sesuatunya lebih dari satu kali. “No no no.. ya?” Tom mengangguk. “Yang mana desain kamu?” “Itu. Baru sampai proses finishing. Wanita gemuk ini adalah Nyonya Juliet Anggoro. “Waah! Bagus-bagus banget.. tapi sudah harus pameran. “Pasti bisa asal kamu mau berusaha!” ujar seorang laki-laki yang baru keluar dari dalam stand.. Sekarang kepala itu bergoyang-goyang mengikuti perkataannya.. Nyonya Juliet.” Kesya memeluk erat laki-laki itu. “Habis yang lain pada nggak bisa. kedua tangannya menangkup pipi dengan gaya dramatis. Rasanya tidak hanya kepala mereka bertiga yang menoleh. . tapi ditahannya keinginan untuk menggaruk atau sekadar mengusap pipi. DeeDee bergegas menghampiri stand yang ditunjuk Kesya.” sapa Kesya. Akhir-akhir ini waktunya memang tersita untuk membantu persiapan pesta pernikahan Cecil.. tapi belum selesai dengan sempurna. “Kesya!” Sebuah suara melengking membuat kepala mereka bertiga menoleh..“Tapi ini memang bagus banget.. Sepuluh buah perhiasan tertata rapi dalam etalase bermandikan sinar kuning dari lampu sorot. kan?” tanyanya. Kamu juga nggak bisa.” ujarnya sambil membenturkan pipinya yang hampir seluruhnya tertutup blush-on merah menyala itu ke pipi Kesya.. melainkan hampir semua kepala yang berada di dalam ruangan itu ikut menoleh. Kesh!” Mata DeeDee sibuk melahap apa saja yang tersaji di hadapannya. Tom. “Kapan ya aku bisa seperti kalian?” Kali ini matanya menerawang. mencari asal pemilik suara melengking seperti banshee itu. Kesya tersenyum. Jangan panggil Nyonya. salah satu customer penting Kesya. Seorang wanita gemuk dengan dandanan yang kelewat berlebihan berjalan dengan penuh semangat ke arah mereka bertiga... DeeDee menatap kepala itu dengan khawatir. Kesya langsung merasakan gatal-gatal di pipinya.” Kesya menunjuk ke arah stand yang memang sengaja disewa oleh APPI. “Sebenarnya masih ada lima lagi. takut kalau-kalau kepala itu terlepas dari lehernya. “Kesya! Saya sudah yakin kamu pasti akan ada di sini! Yakin sekali kamu pasti akan ada di sini.. Kesya langsung teringat wiper mobilnya.. “Hai. Jangan panggil saya Nyonya sekarang. Kepala Nyonya Juliet Anggoro yang ditumbuhi rambut keriting lebat tampak bertambah besar dengan hiasan rambut yang banyak. Telunjuk gemuk Nyonya Juliet Anggoro bergerak ke kanan dan ke kiri. “Hai.” desah DeeDee. Tulisan Kesya Artyadevi tercantum dalam label yang diletakkan di tengah-tengah deretan perhiasan itu. dua kalung dan tiga cincin..

. lirik sini. Dia sendiri juga sudah tidak dapat menahan tawa. “Hmmmfffttt.. Perlu nggak sih menjelaskan kegiatan buang air kecil secara begitu mendetail? Apalagi dengan suara tinggi melengking begitu! Kalau tidak ingat Madame Juliet adalah salah satu customer yang cukup penting. Madame. Rasanya memang sangat lega. dear.. Madame. sekarang Kesya yakin semua orang di JCC ini pasti sedang penasaran mencari-cari sumber tawa melengking ini. “Aah. Sangat menyenangkan! Begitu semuanya sudah keluar. sekarang Madame Juliet? Who’s next? Madame Kesya Artyadevi??? Kesya menggeleng. saya permisi ke toilet dulu. Tingkahnya sudah seperti kucing betina di musim kawin. kamu lucu sekali. Tidak. Mana mungkin saya bisa bercerai dengan dia? Kalau saya bercerai. ...... terdengar suara seperti tersedak. “Panggil saya Madame Juliet. “Aahh... Rasanya tidak cocok kalau dia juga menambahkan sebutan “Madame” di depan namanya! “Ingat ya.. Kesya buru-buru menyikut mereka.” ujar Nyonya. Mereka buru-buru berlari ke toilet dan tertawa terbahak-bahak di sana.” Madame?! Again?! Kenapa sih sekarang semua wanita menambahkan embel-embel “Madame” di depan nama mereka?! Waktu itu Madame Daphne... hasil bonding jutaan rupiah.... ingin rasanya Kesya menonjok wajah bulatnya! “Nah. maaf. Madame Juliet Anggoro. Dia merasa risi dengan tingkah laku Nyonya Juliet sekarang. Madame Juliet Anggoro.. dear.. siapa laki-laki tampan ini? Siapa laki-laki ini?” Kini pandangan Madame Juliet beralih kepada Tom yang langsung pucat pasi.“Apa Anda sekarang berubah menjadi nona?” tanya Kesya bingung. “Hmmmpppfffftttt. hmmm. Kesya dan DeeDee tidak tahan lagi.. Madame Juliet sambil mengejap-ngejapkan bulu mata panjangnya.. saya tidak bercerai dengan Tuan Anggoro..” ujar Kesya sambil buru-buru menarik tangan DeeDee. Kesya yakin itu suara DeeDee dan Tom yang sedang setengah mati menahan tawa. Kalau tadi Kesya merasa bahwa hampir semua kepala yang berada di gedung pameran JCC ini menoleh memandangi mereka..” Dari sebelah. eh. Tidak bercerai. Aksi Madame Juliet memang sudah kelewat berlebihan. dari mana saya bisa dapat uang? Dari mana saya dapat uang?” Kesya mengangguk sambil memaksakan seulas senyum. Tebar pesona ke manamana.. Nyonya Juliet tertawa terbahka-bahak.. Lucu sekali. Lirik sana. pipis memang kegiatan yang menyenangkan ya... Sangat lega!” komentar Madame Juliet dengan volume suara ekstra keras! Wajah Kesya merah padam.

Di samping kehebohan yang ditimbulkan oleh Madame Juliet. . Rasa geli kembali membuncah di dadanya. terlalu sibuk terkikik untuk mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. ketika Kesya pulang ke Indonesia karena libur akhir tahun. Tampak Cecil dan Alo berjalan menghampirinya. Sementara dengan Alo. Selebihnya. Untuk sementara dulu deh. Madame Juliet ngelihat ke arahnya?” komentar DeeDee masih sambil cekikikan. “Baik. “Oh ya. “Ketemu di mana sih customer seajaib dan sevulgar itu?” ujar DeeDee masih sambil tertawa heboh. By the way. “Tinggal di mana selama di Jakarta?” tanya Cecil.. hmmfffttt. DeeDee ikut dan menginap di rumah Kesya... semua acara pameran itu berjalan lancar. selamat ya atas pertunangan kalian. Dia juga memperkenalkan DeeDee kepada beberapa temannya. Dia masih teringat betapa detail Madame Juliet menerangkan aktivitas berkemih tadi. baik. DeeDee. baru kali ini DeeDee bertemu muka. eh. “Kami udah lihat hasil karya kamu. “Kesh!” Kesya menoleh mendengar namanya dipanggil. tingkah lakunya suka aneh-aneh. apa kabar?” Cecil merangkul DeeDee. Cecil dan Alo bergantian memeluk erat Kesya. Kesya mengangguk-angguk. Bahkan dia tidak dapat menegakkan tubuh lagi. memperlihatkan perhiasan yang memesona.” Sekarang ganti DeeDee yang mengangguk. “Hai. sebelah tangannya memegangi perut dan tangan sebelah lagi menopang tubuhnya yang terbungkuk-bungkuk menahan geli. Duduk beberapa jam di pesawat dari Jepang ke Indonesia ternyata tidak menyurutkan semangatnya.” Kesya tersenyum lebar. dia kenal Alo lewat cerita Kesya dan Cecil. DeeDee mengenal Cecil. Bener-bener bagus!” “Thanks.” Kesya tidak berhasil menyelesaikan kalimatnya. Menjadi desainer perhiasan terkenal adalah impiannya.“Kamu lihat nggak mukanya si Tom begitu Nyonya. Kesya tersenyum dan menghampiri mereka. Cecil dan Alo sama-sama mengangguk. Dua tahun lalu. Sejak itulah. DeeDee memang tidak mainmain kalau sudah menyangkut topik perhiasan. DeeDee senang sekali. Kesya mengajak DeeDee berkeliling. dan hal ini pasti akan dilakukannya dengan sebaik-baiknya.. “Aku tinggal di apartemen Kesya. di acara pernikahan kami. “Kamu harus datang juga ya.. Cecil dan DeeDee sudah saling mengenal... masih inget DeeDee?” Kesya menarik tangan DeeDee.. Sambil terus tertawa. “Kalian lihat-lihat doang atau niat beli?” tanya Kesya.” DeeDee tersenyum jail.” DeeDee menyalami Cecil dan Alo. “Orang-orang kaya. terutama mengingat wajah pasrah Tom saat didekati Madame Juliet Anggoro.

“Sebentar ya... Kesya mengangguk. entah bagaimana saat melihat senyum Kesya. . Wanita paruh baya ini kini sedang memperhatikan dengan serius beberapa perhiasan yang dipajang di dalam etalase stand APPI. Rambutnya digelung tinggi. menikmati kegugupan Jansen. Nanti aku modifikasi dengan rancangan pribadiku sendiri... memperlihatkan karya-karya yang dipajang di stand APPI. ketika seorang wanita paruh baya mendekat. Kesya mengangguk..Cecil mengerling kepada Alo. “Selamat malam.. Jansen kembali tersenyum gugup. “Oke.. Silakan liat-liat dulu. itu.. Kesya sedang berjalan di sisi Jansen. Ia memang mengundang Jansen untuk datang ke pameran ini.. kamera itu tergelincir dari bahunya.!” sapa Kesya ceria.” “Thanks ya.” “Tapi aku dan Cecil ingin kamu yang mendesain cincin kami. Wanita anggun itu meraba kalung hasil rancangan Kesya dengan penuh perasaan. Gayanya classy. nggak jadi. “Kesya.. “Katanya nggak bisa datang? Gimana dengan lokasi pemotretannya?” Jansen tersenyum gugup. dia menenteng kamera mahal dan. “Kesh.. Perhiasannyalah yang tengah ditunjuk oleh wanita anggun ini.. Bu.” Kakinya sudah lumayan pegal karena sedari tadi menemani DeeDee berkeliling ruang pameran yang luas ini. “Hai. seperti biasa juga. Seperti biasa. Kesya tersenyum lebar..” Kesya mengeluarkan perhiasan yang diinginkan wanita itu dan meletakkannya pada piring beludru warna biru... aku ke sana dulu ya. “Boleh saya lihat yang itu.... tapi kata Jansen dia tidak bisa datang karena harus melihat lokasi pemotretan. dan minta tolong Kesya untuk menggantikannya. Siapa tau ada model yang kalian suka.” Kesya tersenyum manis.. Kesh. “Rencananya sih mau liat-liat cincin kawin.. Jansen.” tunjuknya.. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Kesya.. Aku. Kesya memberi isyarat kepada Jansen bahwa dia harus melayani wanita itu.” Cecil menggandeng tangan Alo lalu berjalan ke stand cincin kawin.. Kesya tertawa diam-diam. Bu. Jansen!!! Kesya tersenyum lebar. Tom sedang ke kamar kecil.” DeeDee menunjuk ke sebuah stand yang memajang aneka bros.” Kesya berpaling ketika mendengar namanya dipanggil.” ujar Alo. cantik. Kesya memperhatikan wanita ini. dan anggun sekali. aku memutuskan untuk datang ke pameran kamu aja. “Oohh. “Aku di sini aja ya....

“Ini permata asli?” tanyanya. “Ini kartu nama saya. “Bagaimana Ibu bisa tahu?” “Ekspresi bangga di wajahmu yang memberitahu saya.” Yesss! jerit Kesya dalam hati. Dengan penuh semangat Kesya menyelesaikan urusan jual-beli itu.” jawabnya sambil tersenyum.” Wanita anggun itu mengangguk-angguk. Hatinya berdebar-debar. Dia mengeluarkan selembar kartu nama dari balik tasnya.“Ini harganya?” tanya wanita anggun itu sambil menunjuk bandrol harga yang tergantung.” Nama “Lidya Sostronegoro” tercantum di situ.” ujar Kesya. “Ini. Kesya mengangguk.. Bu. Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk dan berlalu sambil membawa bungkusan perhiasan rancangan Kesya. “Kamu perancangnya. dan jenis berlian itu dari balik lensanya. “Oke. Wanita anggun itu tersenyum. hasil potongan. Rupanya ibu classy itu kolektor perhiasan. Memperhatikan karat. Saya ambil yang ini.” Kesya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. . ya?” Kesya mengangguk sambil tersenyum.” ujarnya sambil menyerahkan perhiasan yang telah dibungkus cantik itu. Tampak sangat ahli. Bu Lidya. “Terima kasih. Dia mengeluarkan lensa kecil dari balik tas elegannya.. membentuk huruf V untuk Victory. “Sold out?” Kesya berpaling dan mendapati DeeDee sedang menatapnya penuh harap. Perasaan bersemangat yang biasa dia rasakan saat perhiasan rancangannya berhasil terjual kembali dia rasakan.. “Iya dong. Kesya mengangguk lagi. Berdoa dalam hati agar wanita anggun ini tertarik untuk memiliki kalungnya.. “Yang terbaik dari jenisnya.

Senyum menyebalkan dan suara cemprengnya memenuhi rongga kepala Kesya. Selalu omdo. cuma omong doang! Nggak pernah sekali pun mereka melihat si cowok peranakan Inggris aslinya itu! . tapi Kesya nggak punya istilah lain untuk menggambarkan Finna. dan dengan nada sinis selalu menambahkan bahwa pacarnya itu bukan Inggris campuran seperti Alo. dan gambaran soal wanita dengan gigi tonggos dan rambut panjang keriting tampak bergoyang dombret di pelupuk matanya. Cil?” tanya Kesya hati-hati.. Finna nggak benar-benar bergoyang dombret sih.... Yah. Kesya dan Cecil bahkan meragukan bahwa Finna memang sungguh-sungguh punya pacar.! “Halo.. “No! I just want to die!” “Cecil.. “Kenapa dia?” tanya Kesya dengan suara penuh ketakutan. Can you imagine that?!” suara Cecil terdengar sudah mau menangis. Gun?! Buat apa Cecil mau pinjam senjata? “Are you okay. “Then?” Kesya berdebar menunggu kelanjutan cerita Cecil.” jawab Cecil lemah..” “Kesh!” “Ya.. Abis. Pandangan Kesya langsung berkunang-kunang...” “Can I borrow a gun?” Mata Kesya langsung melotot.3 KRRRIIINGGG. Orangnya nggak pernah mau kalah. Cecil. Finna. sepupu jauh Cecil yang nyebelin banget. Padahal Finna tidak pernah sekali pun membawa pacarnya ke acara keluarga. kenapa sih?” “Inget Finna?” Dahi kesya mengernyit.. omong doang. Selalu membanggakan pacarnya yang keturunan Inggris asli. “Dia maksa-maksa jadi panitia untuk acara wedding-ku. “Dia datang hari ini.

aku nggak mau jadi bridesmaid kamu!” teriak Kesya cepat.. Ketika acara pesta perpisahan. yah. Anak-anak perempuan lainnya tampak cantik dan menawan dalam balutan gaun ala putri kerajaan. Can you just shoot me on my head? Make it double then!” kata Cecil. Bayangan mengerikan tentang segala macam aturan konyol. Sekarang mamaku menurunkan titah untuk menjemput Finna di bandara dan menceritakan secara detail rencana pernikahanku!” kata Cecil kesal. “Si nenek sihir itu langsung bilang ke mamaku dia mau jadi panitia. Finna sendiri tampil lumayan. Cil.. sekarang terdengar frustrasi. panic attack langsung melanda Kesya. Waktu itu Kesya menangis tersedu-sedu karena cowok yang disukainya langsung terbirit-birit melihat penampilannya. ya?” tanya Kesya memelas.. dia tidak meragukan bahwa salah satu bayangan mengerikan yang dipikirkannya akan benar-benar terjadi! “I wish I could!” jerit Cecil.. “Kesya. kamu masih dengerin aku nggak sih?” Teriakan Cecil membuat Kesya tersadar dari lamunannya. sekarang kamu mau mengundurkan diri jadi bridesmaid-ku. Tidak ada dress code halloween di pesta perpisahan mereka.. langsung percaya aja. Kesh?” bentak Cecil. “Kamu udah gila ya. apalagi dengan gaun kuning gading yang dijahit mamanya. Jadilah Kesya dan Cecil datang ke pesta perpisahan dengan mengenakan kostum genderuwo dan kostum suster ngesot. menari-nari di depan matanya. . “Kalo Finna jadi salah satu panitia kawinan kamu. tidak ada gaun yang dapat membuatnya cantik jelita dalam seketika.. Waktu itu mereka masih sama-sama SD. Kamu nggak bisa nolak. “Aku udah bete banget karena dia tiba-tiba memproklamirkan diri jadi salah satu panitia pernikahanku. yang pasti akan diterapkan Finna. Mamaku juga. “Kesh. Katanya dia sekarang membuka jasa sebagai wedding organizer di Amerika. Kesya terdiam. Mungkin malah nanti dia akan dipaksa mengenakan gaun bridesmaid warna hitam! Atau lebih parah lagi.Kesya masih ingat pengalaman mengerikan yang pernah dia alami bersama Finna. payahnya. Karena sudah cukup baik mengenal Finna. Finna bilang dress code yang ditentukan adalah kostum halloween.. Dia benar-benar tidak ingin bekerja sama dengan Finna. Seolah baru saja memijakkan kaki di bumi setelah sepuluh tahun berada di bulan. Finna dengan sadis memaksanya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya baru kemudian mendampingi Cecil berjalan ke altar! Oh no! Gila! Ini nggak bisa dibiarkan terjadi! “Aduh.” bisik Cecil lirih. Dan apa yang terjadi? Ternyata mereka dikerjain habis-habisan oleh Finna.

. Atau apa? “Atau. Atau.. aku nggak peduli!” sambar Cecil. oke!” potong Kesya kesal. Kali ini bisikannya bahkan lebih lirih daripada sebelumnya. Cecil! Kenapa sih mesti bawa-bawa persahabatan di saat-saat seperti ini? Kesya menarik napas panjang. mulai deh! Kesya paling nggak tahan kalau Cecil sudah mengatur volume suaranya sampai lirih begini. Pertahan dirinya mulai runtuh. Kamu tahu betapa raphunya aku.” Kesya masih terus mencoba bertahan.” ujar Kesya dengan suara yang dibuat setegas. mereka sudah berada di bandara.” “Ya udah. dan sekuat mungkin. Dia pasti tidak akan tega menolak permintaan Cecil. Cil.... Hah?! Sudah gila kali ya si Cecil? Masa hanya karena Kesya tidak mau jadi bridesmaid-nya.” Cecil masih belum menyerah. Aku juga nggak akan bisa ngapangapain kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. Aku nggak bisa kalo ada Finna di deket-deket kamu.. Bahkan lebih lirih daripada sebelumnya.Wah. Aku harus kuat! bisik Kesya dalam hati. “Nggak. apalagi berurusan dengan Finna! “Nggak. for our friendship?” Suara Cecil kini hanya berupa bisikan. Tapi. Kamu tahu sendiri kayak apa Finna itu.” Kesya bisa mendengar Cecil menghela napas. Tangannya meremas rambut. Damn it. Aku nggak mau deket-deket. Puas?!” ujarnya setengah berteriak. “Masa cuma gara-gara gitu doang terus kamu. aku nggak jadi married aja kali ya?” sambung Cecil putus asa. “Kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. “Kesya.. Aku bener-bener nggak bisa... Dia kembali meremas-remas rambutnya. “Please. lalu dia jadi batal menikah? “Cecil! Ngaco kamu!” bentak Kesya marah.. tidak untuk kali ini. Aku nggak akan kuat kalau kamu nggak ada di sampingku. “Banget!” Sialan Cecil! *** Satu jam kemudian.. Cil.. “Kesya. “Aku tetap akan jadi bridesmaid kamu. mendingan aku nggak usah married aja sama Alo! Biarin aja! Biar kita bubar jalan aja! Biar nanti semua orang. kamu satu-satunya sahabat dekatku. Nada suara Cecil langsung berubah ceria. Kesh.” “Oke.. Aku nggak akan mungkin melewati semua kerepotan ini tanpa support dari kamu... setegar. . tetapi dia tetap menguatkan hati untuk terus berkata tidak.. Aku nggak akan bisa kuat kalau kamu nggak mau bantuin aku.

” Tubuh Kesya menegang dalam pelukan lengan kurus Finna. Sejak empat tahun yang lalu Finna tinggal di Amerika. Kesya mendengus melihat adegan artifisial itu. “Siapa ini?” tanya Cecil.” Kini giliran Kesya yang dipeluk dengan erat. Cecil mendelik ke arah Kesya. Dulu Finna tidak pernah sudi berpelukan dengan Cecil. Kayak anak kecil saja! Kesya melirik si empunya tangan dan mendengus pelan. Kesya memaksakan sebuah senyum di wajahnya. Mengutukngutuk dalam hati kenapa dia mau-maunya menemani Cecil menjemput Finna..” sapa Cecil.. mengurusi usahanya yang. “Lama banget sih?” dumel Cecil untuk yang ke-157 kalinya. Cecil berbalik... “Hai. Nggak usah mikir pun pasti Cecil tahu siapa si empunya suara mendesah itu. biar kamu nungguin Finna di sini sendirian!” tantang Kesya sambil berkacak pinggang.. masih dengna mata ditutup tangan kurus Finna..Cecil berdiri di balik pembatas besi hitam. katanya. Tapi baru saja dia hendak membalas perkataan Kesya. Tubuhnya yang mungil tampak kalah tinggi dibandingkan orang=orang lainnya. Rambutnya tetap keriting panjang. Susah banget! Karena memang saat ini Kesya sedang tidak ingin tersenyum. Dia paling nggak suka main tebak-tebakan gini.. Kesya berdiri di sampingnya. “Kita pulang aja deh ya. Finna sudi memberikan pelukan erat kepada Cecil. mungkin dia sudah muntah! “Kita berdua akan jadi bridesmaid yang cantik di pesta pernikahan Cecil. tapi jadinya malah terdengar seperti suara ngeong kucing ketika musim kawin!) sudah dihakpatenkan oleh Finna! “Hai. bergerak di bidang wedding organizer. Aku pulang naik taksi. Apa maksudnya? . seperti orang kurang makan. Kalau tidak memikirkan kesopanan. walaupun semua make-up itu tidak akan pernah menandingi kehebohan gigi tonggosnya. “Coba tebak siapa ini?” ujar si empunya tangan kurus itu. Tubuh Finna tetap kurus tanpa daging. “Nggak ada ide yang lebih bagus ya?” bentaknya kesal karena itu ide yang diulang-ulangKesya selama setengah jam terakhir ini. Finna.” balas Kesya juga untuk yang ke-157 kalinya.. Wajahnya tetap over make-up. Menurut Finna. tiba-tiba sepasang tangan kurus menutup kedua matanya. Mungkin karena sekarang diberi tempat kehormatan untuk menjadi salah satu anggota panitia dalam pernikahan Cecil. Kesya memperhatikan penampilan Finna. Tidak ada yang berubah setelah empat tahun ini. “Ada. Mata bulatnya melotot lebih besar ke arah Kesya. keluarga Cecil kurang berkelas dibandingkan keluarganya. Cecil! My beautiful cousin! Si calon pengantin!” Finna membalik tubuh Cecil dan memeluknya erat. “Hai. Kesya. Suara mendesah yang dibikin-bikin itu (maksudnya sih biar kedengaran lebih seksi.

.” Finna terkikik-kikik lagi. Dia harus konsentrasi menahan tawa yang seketika akan menyembur keluar.. Rihanna-lah. I will kill her! pikir Kesya sadis. Jadi mereka mau pestanya yang bener-bener berkesan banget. Jadi semuanya nggak boleh sembarangan. Christina Aguilera-lah.. pestanya Nicole Kidman. Pokoknya dia mau yang terbaik untuk tamu-tamunya. “Kamu ngurusin pesta gunting kuku Tinkerbelle-nya Paris Hilton.. “Tinkerbelle?” sejenak. Ceil.. tidak melihat sisi lucu dari pernyataan Finna. Kalo sampai dia tahu sesuatu tapi nggak ngasih tahu aku. *** “Yah.. ya? Iya. tapi akhirnya mereka balik ke aku juga. namun kemudian senyum gigi tonggosnya terpancang di wajahnya. “Ooh.“Aku juga jadi bridesmaid-nya Cecil!” ujar Finna dengan suara sengau. Yang dilirik balas melirik dengan tatapan pasrah. Ya. Finna tidak berhenti bercerita soal kehebatannya sebagai WO sukses di Amerika. dahi Finna mengernyit bingung. Tubuhnya juga ikut heboh bergerak-gerak.” Kesya mengernyit.. dan tampaknya sobatnya itu juga sedang melakukan hal yang sama. Bener-bener berkesan deh. It’s so repot. Mereka cuma mau pesta sederhana yang hanya dihadiri orang-orang terdekat. waktu aku organize wedding party-nya Nicole Kidman. Extravaganza gitu! Mereka muter-muter nyariin WO yang bisa mewujudkan pernikahan impian mereka. dia merasa ketakutan sekali! Tatapan do-you-have-any-idea-about-this? Kesya menghunjam Cecil. nggak?” tanya Kesya iseng.” Dan Kesya tidak mendengar lagi. lebih baik dia nggak tahu apa-apa.. Dia melirik ke arah Cecil. Cecil menggeleng lemah. “Blah blah blah. .. you know? Soalnya si Nicole itu maunya banyak.. Malah sebaliknya. Mulai dari pestanya Britney Spears-lah. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh. Sesekali dia membalikkan tubuhnya menghadap Kesya yang duduk sendirian di kursi belakang. Cecil melirik Kesya dari kaca spion... “Terus ada lagi yang seru juga. adiknya Paris Hilton yang masih baby itu. Mereka juga bisa dibilang seleb yang agak eksentrik. waktu itu aku juga sempet. sampai yang terakhir ini. begitu deh kira-kira. “Mama kamu yang bilang begitu.” Sejak naik ke mobil Cecil..... Mereka kan udah seleb terkenal gitu. Angelina Jolie-Brad Pitt-lah. Dia tertawa terkikik-kikik. Yang paling berkesan buatku itu waktu aku harus organize wedding party-nya Angelina Jolie-Brad Pitt.

berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak berpikiran terlalu kejam terhadap Finna. Sementara Finna mulai mengoceh dengan suara nyaringnya. “Hhhh..... makan es krim sehabis menjalani hari yang melelahkan memang benarbenar nikmat... Bentuk gigi itu rupanya diturunkan dari orangtuanya. padahal dengan tubuh sekurus itu apa yang bisa diharapkan orang-orang selain tulang belulang yang menonjol keluar? Kesya menggeleng. Menurut Kesya. Tante Renata dan Oom Balgi sengaja mengundang mereka makan siang untuk menghormati kedatangan Finna. Kesya mengangguk sambil memasukkan suapan besar es krim ke mulutnya. Finna langsung memeluk kedua orangtua Cecil. Dia menghela napas dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong.. Hmmm. bukan adiknya! Ketauan banget si Finna itu bohong besar! “Sampai juga. Mama Finna adalah sepupu Tante Renata. Gadis itu mengenakan atasan tank top berwarna kuning cerah dan bawahan rok supermini berwarna merah terang. “Hai. sudah pasti lega karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. Kesya menghadiahi dirinya sendiri satu porsi besar es krim rum raisin. “Kamu nggak takut?” . Penampilan Finna memang superunik. “Selamat siang. ya?” tanya DeeDee sambil menyelonjorkan kakinya di atas sofa pink di apartemen Kesya. Kesya tersenyum kecil. kalau tidak mau dibilang superaneh. Tidak heran Oom Balgi berjengit.. Oom Balgi berjengit melihat penampilan Finna yang sangat mencolok mata itu. Mama dan papa Finna juga memiliki bentuk gigi seperti gigi Finna. Yang paling menggelikan adalah. Mama Finna juga memiliki rambut keriting seperti Finna. Tante dan Oom sayang.Siapa juga tahu bahwa Tinkerbelle itu anjing Chihuahua-nya Paris Hilton. sudah menunggu mereka di sebuah restoran sea food. Kesya mendesah pasrah.” *** “Kamu beneran mau jadi bridesmaid. Pap!” sapa Finna pada kedua orangtuanya. Entah itu kelegaan karena mereka sudah hampir dua jam duduk saja di dalam Civic metalik Cecil atau kelegaan karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna.. kentara sekali usahanya untuk bisa kelihatan seksi.. Dari jauh dia tampak seperti pisang yang berdiri di atas apel merah. it’s gonna be another long day. Malam itu. Tante Renata dan Oom Balgi. Mom! Hai.” Sok akrab.” ujar Cecil penuh kelegaan. Kesya dan DeeDee baru saja selesai makan malam.. papa dan mama Cecil. Orangtua Finna juga hadir di sana..

. mangkuk es krimnya. “Apalagi kamu kan sekarang belum punya cowok.” sahutnya sambil nyengir lebar. merajut hidup baru dengan pasangan pilihan. DeeDee geleng-geleng kepala melihat kelakuan seniornya itu.” Kesya mendelik galak ke arah DeeDee. “Siapa? Si Jansen?” DeeDee juga menyuap es krimnya. aku tahu dia juga sayang sama aku. Buukkkk! Bantal itu mendarat dengan posisi tidak menyenangkan di wajahnya. teman tapi mesra.. tapi sampai detik ini belum pernah sekali pun laki-laki itu serius mengajaknya berpacaran.. “Pernah dengar nenek bilang. bukan pacar..” ujarnya tersinggung.. Itu baru TTM. Bilangnya saja dia punya banyak teman.. masih saja sendiri. Kesya menghela napas panjang. Mangkuk es krimnya selamat! “Aku serius nih!” DeeDee menyibak poni yang menutupi wajahnya. Jangan-jangan nanti kamu bakalan jadi bridesmaid terus. perlahan-lahan satu per satu sahabatnya telah menikah.Pertanyaan DeeDee membuat dahi Kesya mengernyit.. Dia buru-buru memasukkan suapan besar es krim ke dalam mulutnya. “Siapa bilang aku nggak punya cowok? Aku punya kok. Belum pernah sekali pun magic words “I love you” terungkat dari mulut Jansen. Matanya menerawang ke jendela besar di apartemennya. Mati kutu. Mulut Kesya terkunci rapat. Walaupun usia mereka berbeda dua tahun. “Jangan sembarangan ya kalo ngomong! Aku sayang kok sama dia. dan. Apalagi kini.. Kadang dia merasa kesepian juga. kelihatannya Kesya malah terlihat lebih kekanakkanakan daripada dirinya. “Jangan tersinggung ya. Sebenarnya telah muncul sebersit rasa khawatir dalam hatinya. “Kesya!” DeeDee melempar bantal yang sedang dipeluknya ke arah Kesya. tapi ada saat-saat semua temannya sibuk dengan urusan masing-masing. Kesya buru-buru menyelamatkan.. Sementara Kesya. nenekku nggak pernah usil bilang-bilang begitu. “Emangnya kenapa?” tanya Kesya. tapi Jansen tuh nggak banget deh! You deserve better than him!” ujar DeeDee serius. kenapa kalian berdua masih belum jadian sampe sekarang?” potong DeeDee. Lagian kamu yakin mau pacaran sama Jansen?” sembur DeeDee. “Itu mah bukanc owok kamu. “Takoh apoah??” tanyanya tidak jelas dengan mulut masih penuh es krim. tidak perlu takut kesepian. tapi Kesya tetap tersenyum.. Kesya tahu Jansen sangat menyukainya dan dia juga menyukai Jansen. Mata Kesya mendelik lebih lebar ke arah DeeDee. selamanya akan terus jadi bridesmaid‟?” Kesya menggeleng..” “Kalau begitu.. “At least. „Sekali jadi bridesmaid.

tidak terasa gatal. “Ada apa sih?!” bentak Kesya tidak sabar. gimana ngomongnya ya?” Mona garuk-garuk kepala yang. dan Kesya sedang mengerjakan hadiah untuk putri gubernur itu. lho. Dua tahun menjadi pegawai Kesya. tapi dia memaksa terus. dianggap melecehkan dia. udah deh.... “Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Bu Kesya nggak mau diganggu. saya akan dipecat. dia sudah cukup hafal dengan perangai bosnya itu. diadukan ke Komnas HAM. sebuah meja kayu yang dipelitur dengan halus. “Kesh. Kepala Kesya menunduk di atas meja. Kepala Mona tersembul takut-takut. Kesya yakin seratus persen.” Perkataan DeeDee membuyarkan lamunan Kesya.. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru. tapi saya nggak tahu harus gimana lagi. Sebuah lensa khusus untuk melihat berlian terpasang miring di dahinya.. Mood-nya tambah lenyap mendengar ucapan Mona yang muter-muter nggak jelas.. itu.Dan apabila saat itu tiba.! Kesya mengembuskan napas dengan kesal. Putri Gubernur Palembang akan menikah bulan depan. cukup menenangkan hati. Kesya merasa sangat marah kalau diganggu.” Lho. Hadiah dari sesama orang penting tentu saja harus dikerjakan dengan penuh kehati-hatian. siapa yang cocok buat aku? Kenapa sampai sekarang belum muncul-muncul juga? *** Ruang kerja Kesya yang cukup besar terasa sejuk.. Katanya. Tok tok tok.. saya tahu Ibu nggak mau diganggu. soal Jansen nggak usah dipikirin.” ujarnya memelas.. mau tidak mau Kesya harus cukup puas dengan kesendiriannya. “Ada apa?” tanya Kesya tidak sabar. Kalau sedang berkonsentrasi penuh. Dia tuh nggak cocok buat kamu!” Lalu. “Malah bagus kalo dia belum pernah nembak kamu.. Sudah cukup lama kepalanya menunduk dengan posisi yang sama. kalau saya nggak mau bilang ke Bu Kesya.. Kesya duduk di balik meja kerjanya. lho? Mona ngomong apaan sih sebenarnya? Kenapa sampai bawabawa Komnas HAM segala? . Lampu meja memancarkan sinar kuning lembut. tapi saat ini dia benar-benar tidak berdaya. Bu Kesya.. you deserve better than him. “Anu. Aduh. Aku kan udah bilang. “Ya!” sahutnya dengan suara cukup tinggi. dan bicaranya jadi tambah ngelantur. Dia sama sekali tidak ingin diganggu.. “Maaf. Rasanya tadi dia sudah memberi instruksi cukup jelas kepada Mona. Mona makin mengerut dengan sikap Kesya.

” Finna? Mau ngapain dia? “Bilang aku nggak ada di tempat!” jawab Kesya sambil mengibaskan tangan. saya pasti akan membela kamu. “Mona! Saya sudah bilang. Kesya mengembuskan napas kesal. Kesya. aku akan langsung tutup telepon ini!” . Dari sana dia dapat mengamati kesibukan kota Jakarta. Untung saja Finna tidak berdiri di sini. Saya bertanggung jawab atas diri kamu!” Wajah Mona berubah riang.” ujarnya sambil buru-buru kabur keluar.“Mona! Kamu tuh kenapa sih? Nggak bisa ngomong langsung ya? Mood-ku jadi hilang nih! Gara-gara kamu!” “Anu. dia mau ngaduin saya ke Komnas HAM!” Kesya geleng-geleng kepala sendiri. pintu ruang kerjanya kembali diketuk. itu. Konsentrasinya sudah buyar! Mood-nya sudah hilang! Dia berjalan ke jendela berukuran sedang. Mona malah menerjang masuk dan buru-buru mengangkat telepon di ruang kerja Kesya.. setengah menangis. Dia memaksa untuk ngomong sama Bu Kesya. mungkin maksudnya supaya terdengar seksi. Kesya menggeram marah. Bu Kesya? Wah. Finna? Aku lagi sibuk banget nih!” “Sesibuk apa sih sampai nggak bisa diganggu?” Finna tertawa sengau. Ini kali kedua puluh enam dia telepon. “Kalau kamu dilaporin. “Tapi yang namanya Finna itu juga udah dua puluh lima kali telepon ke sini... karena saya itu bos kamu. “Saya udah bilang itu dua puluh lima kali. tapi di telinga Kesya terdengar seperti lenguhan orangutan jantan di Taman Safari.” sahut Mona. “Finna! Aku benar-benar lagi sibuk! Kalau kamu nggak mau langsung bilang apa maumu.” Suara sengau Finna terdengar garing di telinga Kesya.. dia akan melumat-lumat tubuh ceking Finna! “Aih. Bu Kesya. Ketika Kesya sudah duduk kembali di kursi kerjanya. Dan seperti yang saya bilang.. saya nggak mau diganggu!” Tapi. “Bener. bersiap melanjutkan pekerjaannya. kalau Bu Kesya nggak mau ngomong sama dia. “Galak amat sih?” “Ada apa. “Kamu nggak akan dilaporin ke Komnas HAM!” ujar Kesya. Kalau Finna ada di hadapannya. “Kalau begitu Bu Kesya ngomong sendiri sama yang namanya Finna ya.. Cukup lama Kesya berdiam di sana. ada yang namanya Finna Salsabila telepon. Pegawainya ini sebenarnya tahu nggak sih apa itu Komnas HAM? Kok percaya begitu saja sama kata-kata si Finna. Dia menempelkan telepon itu ke telinga Kesya. berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya yang menguap bersamaan dengan ocehan Mona yang tidak keruan. Bu Kesya benar-benar bos yang baik ya!” Dan dia pun berlalu dari ruang kerja Kesya. “HALO!” sapa Kesya...

nggak usah berlebihan gitu deh... Terdengar nada sela. Kasian kan kalau kamu kelihatan tua. jadi kita juga harus bertanggung jawab dalam pemilihan dekorasi pelaminannya. Seenaknya saja Mona menghubungkan line teleponnya. kamu punya seorang ibu tua dan seorang ayah tua yang selalu menanti-nantikan kabar dari anak gadisnya yang tinggal sendirian di Jakarta? Jauh terpisah dari orangtuanya?” Kesya mengerang pelan. sampai ngomong seperti itu? Finna tertawa mendengar leluconnya sendiri. Nanti cowok-cowok tambah nggak mau lagi sama kamu. “Tunggu sebentar!” Kesya menekan line 2. “Aduh. Jangan gampang marah-marah gitu dong. “Kenapa kamu udah beberapa minggu ini nggak pernah telepon ke rumah? Kamu sudah lupa ya. “Kesya! Begitu ya cara kamu ngomong sama Mama?” terdengar suara ibunya.” “Kamu yang berlebihan! Berminggu-minggu nggak ngasih kabar ke orangtua kamu! Mama nggak tahu apa muka kamu udah berubah jadi kotak atau persegi. Kesabarannya kini sudah benar-benar berada di ambang batas.. Tuuttt.“Deuuu.. nggak bisa begitu.” Dahi Kesya mengernyit.. kan?” Kesya menggeram marah. tapi kali ini Kesya benar-benar tidak ada tenaga lebih untuk berargumen. Kesya mendengus kesal. Kesya sayang. rasanya nggak penting banget deh!” Finna tertawa lagi.” . Sebenarnya aku mau ngajak kamu pilih dekorasi pelaminan buat Cecil!” Sambil menahan amarahnya. tuuuttt. “Halo!” bentak Kesya.. Kita berdua kan bridesmaid-nya... Nanti kamu cepet tua lho. Kesya sudah memberikan perintah yang sangat jelas bahwa hanya segelintir orang penting yang boleh langsung terhubung dengan line teleponnya.. Selebihnya harus disortir dulu oleh Mona. Rasanya Cecil tidak pernah memberitahukan bahwa salah satu tugas bridesmaid adalah membantumu memilih dekorasi pelaminan! “Cecil nggak pernah bilang begitu!” “Sekarang Finna yang bilang! Sama aja. “kalau kamu telepon cuma untuk ngomong begitu doang. tuuuttt... “Buat apa? Itu kan urusan Cecil dan Alo!” “Lho lho lho. “Nggak deh. Kesya menjawab lagi. Oke...... segitu aja marah. Mama termasuk salah satu orang penting yang dimaksud tadi.” Damn it! Apa maunya si Finna. Mama. atau masih tetap lonjong seperti dulu!” “Oke! Mukaku masih tetep lonjong seperti dulu... cuma sekarang kupingku rada kegedean karena harus dengerin omelan Mama.

Halo. repot deh! pikir Kesya. Dia masih setia menunggu Kesya di line 1! “Ya. sekarang kamu teriak-teriak. Memangnya salah Kesya kalau tidak ada cowok yang bilang cinta kepadanya? Masa dia harus mengemis cinta kepada cowok-cowok untuk menunjukkan kepada Mama bahwa dia serius cari pacar? Kesya serius cari pacar! Serius banget malah. kamu selalu nggak senang! Padahal Mama kan cuma khawatir sama kamu. ya?” Suara Mama kini terdengar melunak.. Kali ini lebih panjang. iya!” jawab Kesya tidak sabar.. Kalau sudah mengeluarkan getaran. nggak usah jadi anak Mama saja!” Klik! “Aaarggghhh!” Kesya berteriak kesal.. cowok-cowok aja yang nggak tahu pada ngumpet ke mana! “Hei! Kamu denger omongan Mama nggak sih?” Suara Mama kembali meninggi.” “Jadi begitu ya?” Suara mamanya terdengar bergetar. Tapi. No more telephone! Krrriiiinnnngg! Krrrriiiinnnngggg! Kkkrrrriiinnngggg! Tapi. Ceritain kabar kamu. Kalau nggak senang ya sudah. tapi serasa nggak punya anak!” “Iya. “Iya. ya? Tadi kamu marah-marah. telepon itu masih bunyi.” Dia sudah tahu ke mana ujung pembicaraan ini akan bermuara. benar! Itu lagi. Finna sialan! Sekarang dia bilang aku gila! Kkrrriiinnnggggg! Kesya menutup telinganya. Mungkin kamu butuh bantuan psikolog?” Praaaakkkk! Kesya membanting gagang telepon kembali ke tempatnya. “Kalau dibilangin Mama. rupanya telepon itu tidak menyerah begitu saja. Memanggil-manggil Kesya.. “Kesya! Halo. “Cecil saja sudah mau menikah. nanyain kabar papa dan mamamu! Mama dan Papa punya anak. Wah. itu lagi! Selalu saja itu yang ditanyakan Mama. Kesya menghela napas.” Itu suara Finna. .“Mama bukannya ngomel! Mama cuma mau ngingetin kamu! Kamu tuh seharusnya sering-sering telepon ke rumah. Kkkkkkkkkkkrrrrrrrrriiiiiiiiiinnnnggggggggg!!! Tuh kan. “Mama dengar kamu jadi bridesmaid-nya Cecil. berarti Mama sudah tersinggung dan siap-siap meledak. Kapan kamu mau serius cari pacar?” Nah kan. Usahanya bahkan lebih gigih dibandingkan pendemo yang biasanya suka mangkal di Bundarah HI. Ma. Finna!” “Kamu kenapa sih teriak-teriak kayak Tarzan gitu? Kayaknya kamu punya masalah kepribadian. Telepon itu dengan gigih terus berbunyi. Aku bahkan sudah hafal banget sama omongan Mama. “Denger. Ma.

Pesawat saya baru saja tiba. Dia segera menyambar kunci mobil dan dengan langkah lebar keluar dari kantornya. Laki-laki ini harus diberi pelajaran! Kesya menggerutu dalam hati. Tapi saya benar-benar tidak tahu jalan. Ragu-ragu. kamu akan saya pecat!” .. Saya juga tidak ingin naik taksi sendirian. Dia membanting teleponnya. “Waaah. suara kamu keras sekali ya. sori. Kesya tidak suka ditertawakan. “Halo? Kesya?” Kesya segera memandang telepon itu.. Kamu bisa tolong jemput saya?” “Enak saja! Memangnya saya sopir kamu?!” bentak Kesya marah. Segera sebuah suara berat laki-laki memenuhi ruangan itu. Dia jadi tambah marha. Kesya menghampiri meja Mona. ini Kesya. tapi tidak ada yang bisa menjemput saya. apalagi saat dia sedang merasa marah. “Ya. Kesya menjawab sapaan suara berat itu. Jadi please.” Tuut tuut tuut tuut. “Jangan ngetawain saya!” “Ehm. ada apa?” “Saya baru datang dari Singapura.” Marco? Bestman-nya Alo? “Ya.” Terdengar tawa kecil dari seberang. Mona langsung mengerut ketakutan melihat Kesya datang mendekat.” “Enak aja! Ka. bestman-nya Alo. “Kalau lain kali kamu tidak meng-cut telepon untuk saya. jemput saya sekarang... Kamu siapa ya?” “Saya Marco. tapi tanpa sadar tangannya menekan tombol speaker phone. Lho? Lho? Lho? “Kurang ajar!” maki Kesya lalu membanting teleponnya. Suara siapa itu? Rasanya dia tidak pernah mengenal laki-laki dengan suara seperti ini? Suaranya berat dan enak sekali didengar.“Aku nggak mau terima telepon!” teriak Kesya.

putar sana putar sini. Dua jam lalu.. Kesya tertawa dalam hati. Laki-laki itu masih tidur. dia malah enak-enakan tidur! makiannya bertambah dahsyat. Gila! Pulas sekali tidurnya. ketika Kesya sampai di bandara. Berhenti lagi. sekaligus menjadi bestman dalam pernikahan Alo.! Kesya tersentak kaget. tapi mereka sudah lama bermukim di Singapura.4 KESYA mendengus kesal..” begitu dia bergumam tidak jelas lalu mengempaskan tubuhnya di samping Kesya. lagi! Eh. jadi Kesya agak leluasa untuk memperhatikan pendampingnya dalam acara pernikahan Cecil. lucu juga. Dasar kebo! .. Kali ini dia ke Jakarta untuk menyelesaikan sebuah proyek. Marco sendiri lahir di Singapura. Dan saat melihat kedua kelopak mata Marco yang terpejam rapat. Mana jalanan macet. Jalan di depannya agak tersendat. Orangtuanya orang Indonesia. muter-muter cari alamat yang nggak jelas. Kesya melirik ke arah Marco lagi. Buru-buru dimajukannya mobilnya. Hihi. Kesya akhirnya menyerah juga. Kesya terus memperhatikan Marco yang masih tetap tertidur pulas. Namun. hati Kesya tambah kesal.. Sekarang dia juga bekerja di sana. Jengkel. Kelapa Gading. Nanti disangkanya dia gadis kampungan yang tidak tahu jalan di kota Jakarta ini... sejak kecil Marco tinggal di Singapura. Sudah dua jam dia keliling-keliling mencari alamat yang secara tidak jelas diucapkan oleh bestman Alo ini. Dddiiinnnn. merasa kesal karena Marco sejak tadi tidak membantu menunjukkan jalan sedikit pun. “Jalan Disco. Kesya sungkan untuk bertanya lagi. Pendamping yang mendampingi pendamping pengantin. Pelanpelan. Dengar-dengar dari cerita Alo. Dia berpaling. Berpikir untuk menjitak kepala Marco. Emangnya aku sopirnya? Aku capek-capek nyetir. Cowok kurang ajar! makinya dalam hati. bestman Alo yang bernama Marco Raphael Eagan ini langsung melemparkan travel bag-nya ke dalam bagasi mobil Kesya..

Ups. Kaus polo kuning yang Marco kenakan tampak menonjolkan maskulinitas tubuhnya... Kelopak mata Marco masih terpejam rapat. Dihapusnya sampai tidak tersisa lagi. aku gadis kesepian yang sangat mendambakan laki-laki. Kesya suka laki-laki pekerja keras. Kali ini cukup serius sampai dahinya berkerut-kerut.. dia udah punya pacar belum ya? Kesya terkejut.! Kesya bergidik.. Ups. Lalu menggeleng kuat-kuat. Jansen juga tidak suka film action. Kesya melirik Marco lagi. sama seperti dirinya. laki-laki yang berbibir penuh adalah laki-laki yang tidak pernah bohong. Bibir penuhnya tampak merah. Kini hawa panas terasa mengalir naik ke wajah Kesya. Tapi. tapi. Alisnya tebal. Pikiran dari mana itu? Kesya kembali berpaling memperhatikan Marco. Buru-buru Kesya memajukan mobilnya lagi. membentuk seulas senyum kecil. gila nonton pertandingan tinju atau WWF yang penuh dengan sadisme. tapi sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas dengan seksi. Kata orang. Hmmm. kalau diperhatikan.Ehm.. Di tangannya tampak urat-urat yang menonjol. Mereka juga sering memberi pujian kepada wanita pujaannya. Kalau melihat kesan pertama saat bertemu tadi. gila film-film action yang hanya menampilkan adegan berantem terus. Dari mana lagi datangnya pikiran itu? Diiinnn! Dddiiinnnn! Dddiiinnn! Aduh! Jalan di depannya sudah lengang lagi. buru-buru diralatnya lagi pikiran itu... Kesya terkejut. Suara tawa kecil di sebelahnya membuatnya menoleh kaget. Dia ketahuan sedang memperhatikan Marco.. Marco keren juga. Aduh malu banget deh! Jangan-jangan Marco pikir. Hiiyyy.. Dia lebih memilih film drama daripada action. kentara habis dicukur. Marco tampaknya laki-laki yang suka tebar pesona. kamu ingin melihatku. Laki-laki bertubuh kecil yang tidak pernah sok-sok tebar pesona itu menyukai musik dan teater. pikiran dari mana lagi itu? Kok jadi kayak iklan-iklan kontak jodoh di tabloid sih? . Dada Kesya berdebar-debar. Napas teratur laki-laki itu menandakan dia masih tertidur pulas. Yang gila olahraga. Dia tidak akan pernah mau berurusan dengan lakilaki semacam itu. Kesya jadi ingat Jansen.” Tiba-tiba Marco berbicara! Dada Kesya berdebar lebih kencang. tipe pekerja keras. kamu sudah lima kali menoleh untuk memperhatikan aku. Yang sangat mengagung-agungkan maskulinitasnya. Kira-kira. Berarti tiap dua menit sekali.. sudah maju lagi. Marco tampak lebih macho lagi! “Dari sepuluh menit yang lalu. Rahang perseginya tampak kebiru-biruan. Aduh. Sialan! Rupanya sejak tadi laki-laki ini pura-pura tidur. Jansen tidak segagah Marco.

Dia memasukkan kamera digitalnya ke dalam travel bag. Marco masih tersenyum. Lalu memotret lagi. aku nggak tau Jalan Disco ada di mana. tapi aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget. Marco minta diantarkan ke tempat menginapnya di Jakarta. Dan lebih memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus memperhatikan laki-laki brengsek ini lima kali dalam sepuluh menit terakhir! “A. Aku mau tanya. Mobil-nya! . “Stop depan saja. “Hah sini?” Kesya buru-buru membelokkan setir mobilnya. Tapi dia memutuskan untuk diam saja.. Melihat-lihat.. Mau ngapain Marco ke sini? Tadi. Dug! Dug! Dug! Dug dug dug dug dug dug!!! Sialan! Siapa sih yang mukul beduk dalam hatiku! maki Kesya pelan. Marco tertawa kecil lagi. lalu memotret lagi.. “Eh. Marco tampaknya telah menyelesaikan urusannya. Dari travel bag-nya. Senyum seksi yang menggoda. Tidak mau banyak bicara kepada laki-laki ini. Berhenti. Kesya bersandar pada mobilnya. Masih mengutuki orang yang memukuli beduk dalam hatinya. Ini toh yang namanya Jalan Disco? Yang dilihat Kesya hanya sebidang tanah kosong yang cukup luas. ngeliatin aku?” Kini mata Marco sepenuhnya terbuka... Setelah menutup bagasi. Hawa panas yang lebih panas daripada terik matahari di Gurun Sahara kini menyerbu wajahnya. terutama setelah kejadian memalukan tadi.” ujar Marco lagi.... Memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus satu mobil dengan laki-laki brengsek ini. dia masuk ke mobil Kesya lagi.. Kesya mengutuk dalam hati. tapi Kesya malah tidak berani memalingkan wajah.” ujar Marco..” Kesya membuka bagasinya lalu mengikuti Marco. Dia masih tidak berani menatap Marco. Memotret dari berbagai sudut. tunggu. Berjalan ke tengah. Wajahnya pasti merah seperti lobster matang.. Kali ini dia menertawakan wajah Kesya yang memang merah seperti lobster matang. “Belok sini. pikir Kesya. Dengan hati dongkol... Tapi ini. Kesya juga ikut masuk ke mobil.“Kenapa? Kamu suka ya..” ujarnya mencari-cari alasan.” seru Kesya saat Marco membuka pintu di sampingnya.” Kesya melongo. Dia lalu berjalan mendekati tanah kosong itu. Jadi aku nggak enak banguninnya. Masih bingung akan apa yang dilakukan Marco. Berhenti. Kesya mematuhi petunjuk Marco sambil tetap memandang lurus ke depan. “Tolong buka bagasinya. Melihat-lihat ke atas.. laki-laki itu mengeluarkan sebuah kamera digital. “Lurus saja sampai ujung sana.

. Kesya mendengus kecil. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya.. karena dia juga merasa mengenali wajah petugas parkir Apartemen Magenta dan dikenali oleh si petugas parkir itu. Mereka bermobil dalam diam. Alis Marco terangkat.. Dia menghela napas panjang. Benar juga ya..” “Apartemen nomor berapa?” buru Kesya cepat. Apartemen Magenta? Apartemen Magenta kan apartemennya! “Kamu akan tinggal di sini?” seru Kesya terkejut..” Kesya setengah bingung setengah tidak percaya. “Karena kamu takut jatuh cinta sama aku. Seolah mendapat pencerahan. tanpa dia sendiri tahu apa-apa soal itu. Kesya hanya tahu. Tubuhnya penat. ya?” tanya Marco enteng. Marco tersenyum lagi.. “Kok malam baru pulang...” Kesya kebingungan. memajukan mobilnya ke parking booth. Marco mengangguk pelan.. Ini kan.. Kali ini warnanya seperti warna tomat matang. dia tidak suka berdekatan dengan Marco.. “Selama di Jakarta. dia melihat ke sekeliling lagi. teringat perjalanan yang masih harus dia tempuh untuk pulang ke apartemennya sendiri. Celingak-celinguk. tadi ada urusan. laki-laki tukang tebar pesona ini. Kesya lelah luar biasa. karena.” 1525! Itu kan terletak di sebelah apartemennya! “Itu tepat di sebelah apartemenku!” jerit Kesya. Kesya. membuat dada Kesya bergemuruh kencang. Tidak tahu alasan apa yang harus diutarakan. Aneh! Kok sepertinya Kesya mengenali pemandangan di sini. Alo dan Cecil menyarankan agar aku tinggal di Apartemen Magenta. Deg! Wajah Kesya berubah merah lagi. sampai selesai pesta pernikahan. Bagus? Apanya yang bagus? Kesya kesal sekali dengan ulah Alo dan Cecil yang mencarikan bestman mereka apartemen tepat di sebelah apartemen Kesya. bagus kalau begitu. Tiba-tiba Kesya tersentak. Tapi. “Karena.. matanya bersinar tajam.” sapa petugas parkir dengan akrab. “Iya nih.. Bu Kesya. Dari Jalan Disco sampai ke Apartemen Magenta makan waktu dua jam. . Matanya mengantuk. “Kamu nggak bisa tinggal di sana!” “Kenapa nggak bisa?” Marco balik bertanya. Rasanya dia benar-benar familier dengan lingkungan apartemen ini. “1525. Senyum seksi yang. setengah linglung.“Ke Apartemen Magenta. Saat tiba di Apartemen Magenta. kenapa Marco tidak boleh tinggal di apartemen sebelah Kesya? Tidak ada alsan yang jelas untuk melarang. “Oh. lagi-lagi... “Selamat malam.” ujarnya santai. Bu?” Kesya tersenyum bingung.” ujar Marco tanpa sempat Kesya bertanya....

lalu berhenti.. Berhenti menggantung seakan menguap di udara. Kesya sudah mau menghilang saja ditelan bumi saking malunya. di depan televisi. Dia mengambil tas dari bagasi yang telah dibuka Kesya. Eh? Lho. sampai acara pernikahan Alo dan Cecil selesai.. Dia tidak membalas sapaan Marco. Dia kesal lebih karena Cecil dan Alo. seolah terhipnotis. sementara yang satu lagi masih menempel di mulutnya. DeeDee berbicara sambil memasukkan sumpit ke dalam mulutnya... tidak memberitahunya apa-apa mengenai pengaturan ini. Kemudian dia melenggang . “Eh.” Marco mengangguk sopan ke arah Kesya. menatap berani ke arah Marco. Gadis itu memegang sumpit. hanya terpukau memandang sosok pria itu. Marco turun tanpa berkata lagi.. Mereka berdua masuk lift.. “Good night. makan selalu sambil nonton televisi! “Mau cari Kesya. Sumpit yang tadi dipegangnya terjatuh satu. berjalan sedikit.” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata.. DeeDee sendiri berdiri mematung memperhatikan sosok Marco yang menjulang. karena kamu telah memperhatikan aku setiap dua menit. Mereka berbelok. kalau menuruti kata hatinya.. Tiinggg. Kebiasaan jelek DeeDee. Dia masih merasa kesal. Saya akan tinggal di apartemen sebelah selama berada di Jakarta..“Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?” tantang Kesya. “Halo. tampak semangkuk mi yang mengepulkan asap diletakkan di atas meja pendek. “Gila!” maki Kesya. segera setelah fajar mulai menyingsing! Tiiinnngg. di ruang tamu.. “Good night. “Dan. bestman-nya Alo. “Saya Marco. Padahal. Sebenarnya bukan kesal karena Marco tinggal di sebelah apartemennya.. “Siapa?” Itu suara DeeDee. Matanya berbinar-binar tanpa berkedip.” Marco menyelesaikan monolog perkenalannya. ya? Kesya-nya belum pu. Dari pintu yang terbuka.” tambahnya dengan senyum menggoda. Kesya. Marco tersenyum lebih lebar..” Kesya tidak jadi berkomentar karena DeeDee telanjur membuka pintu. lalu berjalan menuju lift. DeeDee. Mobil Kesya telah terparkir sempurna. DeeDee. Hmm.. Dalam hati dia berjanji akan mencabik-cabik Cecil besok pagi..” Kini Marco mengangguk ke arah DeeDee. “Karena aku seksi. Kesya merasakan lift bergerak naik. dua kepala lebih tinggi daripada dirinya. memandangi Marco tanpa berkedip. tapi Kesya percaya ini semua adalah ide Cecil. kok berhenti di apartemen nomor 1523? Marco menekan bel pintu. Pintu terbuka dan kepala DeeDee menyembul dari dalam apartemen. Tadi.. Jemari Marco menekan tombol 15...” sapa Marco sambil tersenyum. Matanya membulat.. Kesya mengikuti tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.” Kalimat DeeDee tidak selesai.

DeeDee menggeleng-geleng. “Kamu ngaco ya. Kesya.” “Sinting!” Kesya melemparkan guling ke arah DeeDee. “Marco sahabatnya Alo.” tambahnya pelan. berjalan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur. Tidak memedulikan makian Kesya.. Gayanya persis nenek Kesya waktu Kesya kecil menolak makan nasi. “Gila!” Kesya memperkaya kosakata makiannya sambil menggeleng-geleng..masuk ke apartemn nomor 1525.” “Dia seksi banget lho. Begitu pintu apartemen 1525 menutup. “Then what?” Kesya mencibir sambil masuk ke apartemennya. Kesh. tapi hatinya berdebar juga.. Kesya lagi-lagi geleng-geleng kepala. “Di mana sih. “Apaan?” cibirnya. “Dia tahu namaku!” pekiknya senang. “Sinting!” maki Kesya lalu masuk ke kamarnya. Dia lalu keluar dari kamar tamu. “Mendingan Jansen.. Dia seratus ribu kali lebih baik daripada Jansen. Marco jelas jauh ke mana-mana..” desah DeeDee. “Kesya.” DeeDee tersenyum lebar. makanya bisa jadi bestman-nya Alo. “Kamu yang sinting kalau menolak cowok seseksi itu menginap di apartemen ini!” balas DeeDee tak kalah sengitnya. “Kenapa dia nggak tinggal di sini aja?” DeeDee masih memekik.. Makan malamnya segera terlupakan. Dibandingin Jansen. “Feeling kamu salah banget kalau begitu! Aku nggak mau!” bantahnya. Kesya mencebikkan bibir.” Kesya melotot. “Aku punya feeling dia bakal jadian sama kamu deh.. Takut pekikan DeeDee terdengar sampai ke sebelah dan membuat Marco kege-eran. menampilkan ekspresi terhina mendengar ucapan DeeDee barusan. Saat .. Alo ketemu cowok seksi kaya gitu?” DeeDee mengempaskan tubuh di ranjang. Masa kamu membiarkan orang asing seperti dia tinggal sama-sama kita!” “Orang asing yang seksi. “Sssst!” Kesya menegurnya. DeeDee langsung bereaksi. “Apa-apaan sih kamu? Dia nggak mungkin tinggal di sini!” “Kenapa?” “Aku nggak akan mengizinkan!” “Kenapa nggak?” “DeeDee!” bentak Kesya... DeeDee menyusul langkah Kesya. “Cowok tukang tebar pesona! Cowok model begitu sangat mengagungkan maskulinitasnya! Nggak banget! Itu bukan tipeku sama sekali!” DeeDee terdiam memandang Kesya.

tiba-tiba dapet ide. Kesya sangat menikmatinya. Jarum pendeknya sudah menunjuk ke angka sepuluh. jadi buru-buru digambar.. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. .” jawab Kesya pelan.” Jansen tertawa kecil.. “Aku habis makan malam. Dari tadi kamu belum makan malam. “Halo. Ternyata Marco! Mau apa dia? Kesya membuka pintu.. Biar begitu... Udah malem kok belum tidur?” Kesya melirik jam yang terpasang di dinding. iya nih. halo. nanti keburu lupa. tiba-tiba terdengar suara bel pintu.” Ya ampun Jansen! Di telepon pun masih bisa gugup begitu! Kesya tersenyum kecil. Harum makanan menguar dari bungkusan itu.” Jansen tertawa lemah.. “Ooh.” “Ha..... kan?” Kesya tertegun.. Butuh usaha cukup keras untuk mendengarkan percakapan terpatah-patah Jansen. Dug! Dug! Dug! Pemukul beduk dalam hati kesya beraksi lagi! *** Krriingggg! Kesya meraih gagang telepon yang terletak tepat di sebelahnya.! “Lho. Kesya berjalan ke pintu dan melihat dari lubang siapa orang yang berkunjung malam-malam begini. baru aja se. lalu berlalu. “Apa ini?” tanyanya. itu.” Marco mengangguk sopan. Ba. Praannggg. “Aku pesan makanan untuk kamu... “Good night. “Siapa?” kepala DeeDee menyembul dari dalam kamar Kesya.. Katanya aku belum makan malam. kamu sendiri kok belum tidur?” “Aku?” Kesya memperhatikan sketsa perhiasan di pangkuannya. suara apa tuh?” tanya Kesya terkejut..” “Wuaahh! Perhatian banget dia!” DeeDee melonjak kegirangan..” Suara Jansen! Kesya mengecilkan volume televisi. “Marco. Kalau nggak. “Kamu juga baru selesai makan?” “I.tangannya terulur hendak memegang hendel pintu. “Dia bawain makan malam untukku. “Ka. Alisnya terangkat saat melihat Marco menyodorkan sebuah bungkusan. “Hai... itu piring makanku pecah. selesai kerja.....

“Kenapa nggak bisa?” Marco masih berkeras.. aku jemput kamu dari tempat kerja kamu jam lima aja... Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Marco. temani aku pergi ya.. Kesya berpikir sebentar. hobi kamu. kepalanya sampai ikut menggeleng.. Makanannya enak. “Boleh... Menatap piring kosong di hadapannya yang belum sempat dibereskannya. “Kayaknya nggak deh. makanan kesukaanmu.. Akhirnya Jansen yang pertama kali memecahkan keheningan di antara mereka. Pokoknya apa yang kamu suka dan kamu nggak suka.“Oh gitu. Kesya tertegun. Sampai besok ya. warna kesukaanmu.” Kali ini suara Marco yang terdengar. Aku suka. Terus aku dapat tiket dua.” Kesya buru-buru menjawab.” Marco terdengar tertawa kecil. iya.. Jansen sudah berani mengajaknya nge-date! Kesya tersenyum senang. nomor ponselmu. “Kesya.. Baik Kesya maupun Jansen tampaknya kesulitan menemukan topik pembicaraan yang bagus. Kamu mau ikut?” Wah.. Chinese food kesukaannya.” “Oke..” Hening.. “Jadi kamu mau apa sekarang?” “Cuma mau tanya apa kamu sudah makan. Kamu mau jemput aku jam berapa?” “Aku. “Kamu pikir aku nggak akan menyelidiki dulu siapa pendampingku dalam acara pernikahan Alo dan Cecil nanti?” Menyelidiki? Apa maksudnya tuh? Memangnya aku ini psikopat yang harus diwaspadai? pikir Kesya meradang. Kesya yang ayu.. “Kesya.” pinta Marco.” “Hmm. ya. Dari mana Marco tahu nomor teleponnya? “Kok kamu tahu nomorku?” “Nomor teleponmu. Emangnya kenapa?” “Besok aku disuruh motret di konser grup musik jazz La Rouge yang dari Prancis itu. “Oke.. ada kemajuan..” potong Kesya kesal.. alamat kantormu. Good night. . alamat e-mail-mu. aku tahu semuanya.. “Halo?” “Udah. “Besok sekitar jam lima.. besok sore kamu ada kerjaan nggak?” Jansen terdengar berusaha mengatur napasnya..” Kesya meletakkan gagang telepon sambil tersenyum-senyum. Kesya tersentak.” Terdengar suara tawa Marco. Padahal tentu saja Marco tidak dapat melihat apa yang dilakukannya. Kriingg! Telepon berbunyi lagi. “Aku udah makan. I. “Nggak bisa!” Begitu seriusnya Kesya menolak ajakan Marco. Thanks ya makanannya.” suara Marco melembut...

ujar hati kecil putihnya.. Kesya? Kok kamu nggak jawab? Berarti benar ya sama pacar? Nge-date ke mana? Aku ikut dong. Daripada Jansen! Selalu gamang.. Dia bahagia sekali. masih sambil tertawa. Kesya mencibir. “Galak amat..” Kesya tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.” komentar Marco usil. . Kesya pasti harus diopname! Baru tiga kali berdekatan dengan Marco—siang tadi saat dia menjemputnya. Tenang.. “Sama siapa? Pacar? Mau nge-date. aku mau tidur!” “Night. Entah apa. kenapa juga dari tadi dia selalu mau tahu urusan Kesya? “Halo..” Suara Marco terdengar penuh percaya diri. “Kamu mau ikut? Nggak salah nih?” sergah Kesya.. Kali ini hati kecil hitamnya yang berbicara.. Kesya tidak pernah sekali pun mendengarkan nada bicara yang penuh percaya diri saat berbicara dengan Jansen. Kesh. lalu malam tadi saat Marco membawakannya makan malam.“Aku.. Tetapi Marco? Seolah dia sangat yakin akan apa yang dibicarakannya.. selalu hati-hati. Kesya!” seru Marco.. Kayaknya Marco bisa lebih yakin akan perasaannya.. begitu tegas.. ya?” Marco masih belum menyerah. Mungkin kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan Kesya? Cara bicaranya yang santai dan penuh canda sangat berbeda jauh dengan Jansen.. Marco itu bukan tipe cowok kamu.... Buat kamu. dan barusan saat Marco meneleponnya—jantung Kesya sudah berdebardebar tidak keruan. Seolah dia yakin bahwa dia dapat menaklukkan dunia. Begitu yakin. “Udah ah. Jansen lebih baik. aku ada janji. Huh! Terlalu percaya diri. Laki-laki yang aneh! Tapi tak urung hati Kesya berdesit juga mengingat percakapannya dengan Marco... Lagi pula. Kamu nggak suka tipe cowok suka tebar pesona kayak dia. Apa-apaan sih laki-laki ini? Bukannya mereka baru kenal? Kok Marco kesannya sudah akrab sekali dengan Kesya.. Kembali terdengar suara tawa. Berbeda jauh dengan Jansen yang selalu gugup dan hati-hati. “Jangan aneh-aneh deh!” tukas Kesya. selalu ragu. Ada sesuatu yang berbeda pada laki-laki itu. Dug dug dug dug! Waduh! Ada yang memukul beduk di hatinya lagi! Kalau terus-terusan begini.” Mengingat ajakan Jansen tadi. Kayaknya Marco lebih bisa nglindungin aku. Rasa simpati yang sejenak memenuhi hati Kesya langsung menguap tidak berbekas. “Emang kenapa? Aku mau tau gimana sih pacar kamu. lalu menutup telepon. Jansen nggak sepede Marco. Tapi. hati Kesya jadi membesar dua kali lipat..

ya?” Kesya terlonjak kaget mendengar suara itu. Dia menarik selimut sampai menutupi kepalanya. karena desain kamar memang dibuat kedap suara. Kesya berbaring dengan mata masih terbuka. tapi DeeDee tidak mau menempatinya.Gila kamu! Lagian mana mungkin cowok kayak Marco bisa suka sama Kesya? Hati kecil putihnya ngomel-ngomel ke hati kecil hitamnya. Tampak DeeDee duduk dengan mata terbuka lebar. Tanda bahwa dia sedang awas akan sesuatu yang sedang terjadi. Aku kan bukan tamu.. Dia menyimpan sketsa yang baru saja digambarnya ke dalam brankas idenya. “Ngapain sih aku?” maki Kesya pelan. Tentu saja. Kamar di Apartemen Magenta memang dirancang bersebelahan dengan kamar apartemen sebelahnya. Kesya bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar. Dengan hati masih berdebar-debar. Baru saja ketemu hari ini. atau mungkin akan terjadi. mana mungkin aku bisa langsung suka? batinnya. Di balik dinding itu ada kamar Marco. “Apaan sih? Nggak penting. Dadanya masih berdebar-debar. Kesya tahu itu saat dia pertama kali melihatlihat apartemen ini. “Udah. Sebenarnya ada satu kamar tamu di apartemen Kesya. kamu nguping. Kesya kembali naik ke ranjangnya. Tidak terdengar suara apa-apa. Senyumnya juga merekah lebar! “DeeDee.. “Nggak penting!” DeeDee menggeleng cepat. Aku adik kelasmu yang tersayang. Kamar di apartemen 1523 berada persis di sebelah kamar apartemen 1525. Menghindari tatapan jail DeeDee. Dia berdiri dan meraba dinding di atas tempat tidurnya. “Kesh. kan?” Mata DeeDee membulat. “Kamar itu kan buat tamu. Kesya menempelkan telinga ke dinding pembatas antara kamarnya dan kamar Marco. . DeeDee sudah tidur di ranjang tambahan. Jadilah DeeDee tidur di ranjang tambahan di kamar Kesya.” ujar DeeDee dengan kurang ajar saat Kesya menyuruhnya tidur di kamar tamu. “Kamu barusan nguping. kamu belum tidur?” bisik Kesya pelan. tau!” bisikan Kesya semakin keras. lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuh. udah! Berisik!” kali ini Kesya yang memekik. Lho kenapa nggak mungkin? Emangnya kamu pikir Kesya nggak cantik apa? balas hati kecil hitamnya tidak kalah sengit.

Gelas biru bergambar beruang Forever Friend! Itu kan gelasnya. Edward Cullen. Kesya tersenyum. Marco benar-benar seperti sosok tuyul bergentayang di apartemennya. Gelas pribadinya... Vampir lebih pas jika diasosiasikan dengan sosok Marco. “Ngapain kamu di sini?” “Minum kopi. Di tangannya ada segelas kopi yang mengepul. Tangannya terangkat. ya. Siapa namanya? Edward Cullen? Hhmmm....” Marco tersenyum kecil dan tanpa merasa bersalah dia kembali mengangkat gelas itu... Genderuwo? Bukan juga! Nggak cocok juga! Apa ya? Vampir? Hmm.. “Itu gelasku! Gelas pribadiku! Gelas kesayanganku! Nggak boleh ada orang yang pake gelas itu kecuali aku. Bukan.. Terutama vampir ganteng yang ngetop itu.. . Mata Kesya melotot melihat gelas yang digunakan Marco.” Marco menjawab dengan polos.. ya ya ya. Dia langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. mungkin juga. “Ngapain kamu senyam-senyum sendirian?” Kesya tersadar dari lamunan ngawurnya.” Kesya melonjak kaget. “Ngapain kamu di sini?” tanya Kesya galak. Mencuat di sana-sini tidak keruan. Matanya menatap heran ke arah Kesya. Tidak boleh ada yang memakai gelas itu kecuali dirinya! “STOP!” ujar Kesya saat gelas kesayangannya sudah hampir mencapai mulut Marco. “Kamu belum jawab pertanyaanku!” desisnya galak. Rambutnya masih acak-acakan. menunjukkan gelas yang dia gunakan untuk minum kopi. Marco menurunkan gelas itu. “Pagi. Kenapa ada Marco di dapurnya? Marco tersenyum. Tuyul terlalu imut untuk ukuran tubuh Marco yang tinggi besar. bukan tuyul.5 KESYA bangun setengah tujuh pagi keesokan harinya.

Penghuni di apartemen ini memang mendapatkan fasilitas langganan koran gratis. Kalau tangannya memegang ulekan sambal. DeeDee! rutuk Kesya dalam hati. dan aku belum tau tempat sarapan yang enak di sini.” jawab Marco santai.. “Ada koran?” tanya Marco tanpa memedulikan hiruk pikuk yang terjadi. Habis. Kesh!” Kesya tidak dapat berkutik. Paling baca headline-nya saja. Dalam hati dia mengingatkan untuk mencuci gelas itu dengan sabun cairan antiseptik. Jadi. “DeeDee!” Kesya memanggil. Kan malas bacanya. Kesya menggeram lalu menunjuk dengan dagu. aku kan ada janji dengan klien besar kita itu!” DeeDee mengambil tas yang sudah disiapkan di atas sofa lalu beranjak keluar. Ingat nggak. selamat menikmati sarapan ya! Nanti setelah meeting. tapi Kesya tidak pernah menyentuhnya.” Terlambat! Gelas itu sudah menempel di bibir Marco! Aarrgghhh! Kesya geram sekali. Kesya memang paling malas baca koran. Aku kan baru saja sampai di Jakarta kemarin. lalu kembali minum dari gelas Kesya! Kesya memalingkan wajah. “Tuh. Seorang perancang busana ternama yang berniat menggunakan perhiasan dari toko Kesya sebagai aksesori dalam pergelaran busananya. Tidak sudi melihat pemandangan gelasnya dicium oleh orang lain. Marco menurunkan gelas kesayangan Kesya. Buat kalian berdua. “Aku nggak sempet sarapan. sepi juga sendirian di sebelah. Sudah berpakaian rapi. aku pikir.“Stop! AKU BILANG ST. Itu gelas pemberian pacar pertamanya saat dia ulang tahun sweet seventeen. bencana sana bencana sini. Suaranya sarat ancaman. . Lagian.” Marco menunjuk dengan dagunya. rasanya ingin dia ulek saja wajah usil Marco! “Kenapa kamu bisa ada di sini sih?” tanya Kesya. Dia tersenyum ke arah gadis itu. “Bukannya apartemen kamu itu di sebelah?” “DeeDee yang membukakan pintu untukku. Dia ingat hari ini telah menugasi DeeDee untuk bertemu dengan seorang klien penting. “Morning. aku akan segera kabari kamu ya.. Aku belum belanja kopi. lebih baik ke sini aja. di kamar mandi. masih kesal setengah mati karena Marco minum dari gelas kesayangannya. Rencananya untuk mendamprat DeeDee karena seenaknya saja membiarkan Marco masuk hilang sudah. “Aku harus ke toko sekarang juga. paling-paling isinya demo sana demo sini. Pintu kamar mandi terbuka dan DeeDee keluar. “Di mana DeeDee?” tanya Kesya.. Kesh!” sapa DeeDee tanpa merasa bersalah sedikit pun.. tindak kekerasan sana tindak kekerasan sini. Dia juga mempertimbangkan untuk membuang gelas itu. Kesya membuang muka. tapi sayang juga ya.

roti bakar ini buat aku dong. Dia rupanya sudah selesai makan. tapi juga paru-paru orang lain. “Jadi. Selesai membuat roti bakar. Marco mengambil koran lalu kembali duduk di tempatnya semula. Dia lupa sama sekali bahwa DeeDee sudah berangkat dengan terburu-buru.. Kesya memang selalu membuat dua tangkup roti bakar... Dia tidak mungkin mengusir Marco dari apartemennya. Marco tersenyum senang. Well. menyalakan sebatang rokok. dan mengisapnya dalam-dalam! What? A SMOKER! Mata Kesya melotot hebat. atau apa saja yang berhubungan dengan seni. yang baunya tidak enak itu.. Marco beranjak bangun dari duduknya. Marco mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik dari balik saku celananya.. Kesya melirik Marco. Dengan kasar dia mengunyah roti bakarnya. Dia tidak peduli kalau Marco tidak dapat mendengar ucapannya.Yang menarik minat Kesya adalah berita tentang kesenian. Kesya tidak menjawab. tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang.. Kenapa jadinya malah begini? Kok Kesya jadi bikinin sarapan untuk Marco? “Thanks ya. Kesya masih terus memperhatikan. Kalau ada yang membahas soal pameran mode. alisnya terangkat. kan DeeDee sudah pergi. Sepertinya. pameran perhiasan. Kesya sudah menggigit dengan kasar roti bakar miliknya. Senyum jail menghiasi wajahnya.” ujar Marco sambil beranjak ke balkon apartemen. dia membawa piringnya dan terpaksa duduk di hadapan Marco. seolah ingin melampiaskan kekesalannya pada roti bakarnya yang malang. Dia berjalan ke dapur dan membuat roti bakar. baru Kesya akan membaca artikel itu sampai habis. Diam-diam. “Aku mau ke balkon dulu. . Kesya tidak dapat berkata-kata lagi. Dia jijik membayangkan asap rokok. dia mengambil gelas dan menuang kopi untuk dirinya sendiri.... bukan hanya paru-parunya sendiri.” ujarnya.” ujar Kesya sambil mengunyah. Marco makan sambil membaca koran. Sayang.. Kesya masih mengunyah roti bakarnya. Dia paling tidak suka dengan perokok! Perokok itu perusak paru-paru. Satu untuknya dan satu untuk DeeDee.” Oh iya! Dia lupa. “Lho. Sambil matanya terpaku pada koran di tangannya.. Sepuluh detik berlalu dalam diam. rasa kesal memperlambat daya kerja otaknya. akan memenuhi ruangan apartemennya.” Marco menggigit roti bakarnya dengan penuh perasaan. “Buhkkannn! Itouh puwnyahhh DihDih. Perokok adalah orang-orang yang egois! Kesya dongkol sekali. “Kok dua? Roti bakar ini buat aku?” tanya Marco sambil menunjuk setangkup roti bakar yang masih tersisa di piring.

” Cecil langsung memeluk Marco.... tersenyum kecil. suka tebar pesona. Dia bete banget. Dalam hati dia mencatat. ya? Di mana dia?” tanyanya dengan nada ceria... Dia masuk sambil diikuti Alo. “Kamu tuh apa-apaan sih? Kenapa tanpa bilang-bilang malah menyarankan dia tinggal di sebelah apartemenku?” Merasa tidak dipedulikan Cecil. meskipun dia tahu Alo dan mungkin juga Marco akan mendengarnya.. “Hai! The beautiful bride-to-be!” Marco mencium pipi Cecil. dengan huruf kapital yang diperbesar lagi. Apalagi mengingat Marco adalah seorang perokok! Cecil tertawa senang. Dan Kesya tidak akan berbuat suatu hal yang akan menyinggungnya. “Hai. Kesya!” sapa Cecil. Kesya kembali melancarkan protesnya. now you are going to be the groom!” Marco menepuk-nepuk pundak Alo.. Tampak Cecil dan Alo tersenyum ceria. yang entah kapan sudah masuk lagi ke dalam apartemen dengan mulut bau rokok. He is a nice person.... Kalau itu yang kamu takutin. “Kamu tuh keterlaluan ya! Punya ide dari mana suruh bestman Alo yang nyebelin. Ting tong. memangnya kenapa? Daripada dia tinggal sama orang yang belum dia kenal. sini. maunya sih menampilkan efek menenangkan. Yang pasti. Marco adalah tamu kehormatan Cecil dan Alo. “Aah. jadi Marco sudah datang. bro. Tenang aja. di belakang Cecil. “Lho... nggak mungkinlah aku suruh seorang psikopat tinggal di sebelah apartemen kamu...! Kesya beranjak ke pintu dan membukanya. “Hai.. “Apaan sih?” Dahi Cecil mengernyit....Bagaimanapun..” Mereka berpelukan erat... itu toh masalahnya. kan mendingan dia tinggal di dekat kamu.” jawab Cecil dengan santai.. “Cecil!” Kesya langsung setel wajah jutek dan ngomel-ngomel. . Long time no see.. “Hai. Marco. untuk mengingatkan Marco agar tidak merokok di dalam ruangan apartemen. “Oohh. Iihh! Marco kan bau rokok! Alo..” ujar Cecil dengan mata membulat. “Dia ada di dalam apartemenku! Keterlaluan banget nggak sih? Masa dia ma. Hah? Nggak salah dengar nih? “Lalu aku gimana? Aku kan belum kenal dia!” bisik Kesya dengan suara agak keras.” Cecil tidak memedulikan Kesya dan langsung masuk untuk menemui Marco. tapi yang terpancar malah efek nyebelin! “Ooh. perokok. dan nggak tau malu tinggal di sebelah apartemenku? Dan kamu juga nggak bilang apa-apa sama aku!” Kesya tidak memelankan suaranya. Cecil tersenyum. “Cecil..” bisik Kesya sambil menarik tangan Cecil.

.hei! Kenapa malah ngomong begitu soal Jansen!” Kesya membela Jansen.. hei . Pembicaraan mengenai date memang sesuatu yang sensitif untuknya... “Hei. Nyonya. “Sori. Kamu nggak tau sih seperti apa Jansen itu!” Tuh kan. Kesya percaya.... Kesya mengangguk pelan.” Wajah Kesya mulai memerah.” “Aku ada janji.. Pembicaraan tentang Jansen memang selalu membuat Cecil mengernyitkan wajah. Benar-benar ingin tahu. terlalu kecil untuk ukuran leher saya..” Marco menggeleng pelan.” Alo membela Kesya.. Tidak sudi laki-laki pujaannya dikomentari secara tidak sopan oleh Cecil... eh salah.. “No no no. “kalau belum kenal.” ujar Alo sambil melirik ke arah Marco.. “Ayolah. Urusan laki-laki itu sama sekali bukan urusannya! “Aku juga ada date. batalin aja! Mending juga pergi sama kami!” Cecil mengernyit. “Lagian. “My lovely”. itu nama perhiasan yang kini berada dalam genggaman Kesya. “Sama siapa?” tanya Alo.” potong Kesya. “Aku nggak bisa.. Kesya sih tidak peduli. Biarin aja Kesya pergi sama Jansen. Cecil mulai lagi. ya?” potong Cecil sambil mencibir..... saya tidak mau yang ini. “Kenapa?” tanya Alo... Madame Juliet Anggoro menggeleng-geleng dramatis. menunjukkan perasaan tidak sukanya pada laki-laki itu. “Cil. udah deh.” . “Ya sudah. Wajahnya tersenyum tulus.” ujar Cecil sambil beranjak lagi ke arah Marco.” Cecil mengedipkan sebelah matanya... kamu kan bisa kenalan sama dia sekarang..Ggggrrrr! Ingin rasanya Kesya menjitak kepala Cecil. Kalau ini. Kesya tersenyum penuh terima kasih kepada Alo dan tersenyum penuh cela ke arah Cecil. “Alaaahhh.” ujar Marco polos. *** “Bagaimana kalau yang ini?” Kesya mengeluarkan kalung bertabur berlian sebesar tiga karat. Bentuknya yang eksotis membuat setiap orang berdecak kagum. Yang ini terlalu kecil. Sayang.. “Aduh. jangan gitu dong.” Apa sih maksud Cecil? Kenapa tiba-tiba semua orang punya feeling Kesya akan jadian sama Marco? Tidak mungkin! Benar-benar tidak mungkin! “Nanti malam kita dinner bareng ya.. kita dinner sama-sama. nanti kita pergi bertiga saja. Aku juga nggak bisa. Aku punya feeling kamu bakal jadian sama dia. Tampak terlalu polos di mata Kesya. “Sama Jansen.. “Kenapa?” tanya Cecil dan Alo berbarengan.. adalah cibiran yang juga benar-benar tulus. tidak mau yang ini.

Nyo. tidak peduli walau banyaknya berlian terkadang membuat tampilan perhiasan berkurang keanggunannya. Dasar orang kaya! Marah beli perhiasan. peduli amat deh. Mungkin juga Kesya harus banting setir. ehm.. tentu saja. bertabur berlian juga! “The Stars Are Always Shining”.. Hmm. Kalau tidak ada orang-orang seperti Madame Juliet.. itu artinya perasaan hatinya sedang marah. Bingung.Sore ini. Bukan itu saja.. Itu nama yang diberikan Kesya.” Awalnya Kesya pikir kalung “My lovely” itu akan disukai Madame Juliet. Kalung itu menjuntai sepanjang 30 cm dan setiap rantainya diselipi dengan berlian sebesar 5 karat.. Menurut Madame Juliet. dia tidak memiliki keahlian lain selain mendesain perhiasan. rupanya dia salah. Dia menyukai perhiasan yang bertabur berlian. Tuan Anggoro. Kalau hari ini dia mengenakan pakaian berwarna merah. dia lumayan bisa masak. Madame Juliet akan membeli kalung. tanda bahwa perempuan itu adalah salah satu langganan yang dihormati.. Kesya tersenyum kecil. alih profesi. kan? Sewaktu pertama kalinya Madame Juliet menjelaskan tentang pengaruh warna pakaian terhadap perasaan hatinya dan terhadap jenis perhiasan yang akan dibelinya.. Tidak semua pelanggan boleh masuk ke ruang kerja Kesya dan memilih perhiasan yang baru selesai dibuat.. Kesya juga geleng-geleng kepala. “Bagaimana kalau ini.. sedih beil perhiasan. Sebagai apa ya? Kesya juga bingung. Bandul bulat dengn hiasan bintang yang. mau yang lebih besar ya. Kalung itu terbuat dari emas 23 karat... mungkin toko perhiasan Kesya tidak akan meraup banyak keuntungan. Fresh from the oven. . malu beli perhiasan. maka dia akan semakin suka. Semakin banyak berliannya. Madame Juliet Anggoro mengenakan pakaian berwarna merah manyala. Madame Juliet merasa marah. Masih ada bandulnya. untung ada orang-orang kaya yang eksentrik seperti Madame Juliet. kemarin malam Madame Juliet merasa kesal pada suaminya.. Sebenarnya Kesya sudah hafal betul dengan keinginan Madame Juliet. jauh lebih heboh hari ini! Mata Kesya dengan tajam mengawasi etalase pribadinya. Madame Juliet kini berada di ruang kerja Kesya. Perasaan hatinya mencerminkan jenis perhiasan yang akan dia beli. Madame Juliet?” See? Mata Madame Juliet kini bersinar-sinar cemerlang.. dan kalau marah. tapi tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencari rupiah lewat masakannya.. Jadi. Ya. Rupanya si Madame ingin sesuatu yang lebih heboh. “Hmmm. warna pakaiannya mencerminkan perasaan hatinya. Rupanya. Rasanya. Gotcha! Dia mengeluarkan sebuah kalung panjang. karena suaminya pulang terlambat tanpa memberi kabar. senang ya juga pasti beli perhiasan dong! Tapi. Wanita ini suka yang heboh.

Dari laci meja kerjanya. Dia meraba lembut kalung panjang itu. . “Pak...“Bagus! Bagus! Bagus sekali!” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak. Dahi Kesya berkerut. Ini juga sudah menjadi sesuatu yang dihafal Kesya.” Tiba-tiba terdengar suara gaduh Mona dari balik pintu. Bicaranya tidak jelas dan dia selalu tertawa terbahak-bahak. “Saya ambil yang ini! Ini yang ambil saya. “Maaf. Lebih baik dia bersiap-siap dulu. tentu saja. “Saya bilang. Karyanya berhasil terjual lagi! “Terima kasih.. hilang digantikan oleh sosok menjulang. Anda tidak boleh langsung masuk. Repot juga ya pekerjaan Mona. Kesya tertawa geli melihat tingkah Madame Juliet. dia mengeluarkan seuntai kalung mutiara lalu mengenakannya. Hmm. Bu Kesya sedang tidak ingin diganggu. Persis seperti orang yang berada di bawah pengaruh alkohol. Jansen pasti akan gugup setengah mati melihat penampilannya ini. Wah sudah setengah lima. Jewelholic! Kesya tersenyum penuh kemenangan. ujarnya dalam hati.. Kesya juga menempatkan sofa untuk tamu-tamu istimewanya. Kesya berjalan mendekati cermin besar itu. saya mohon dengan sangat. masih ada lagi cermin besar. Kesya jadi geli sendiri mendengar nada tegas dalam suara Mona..” Dan suara Mona tenggelam. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Dia tidak mau disemprot Kesya lagi. Tapi Madame Juliet mabuk karena pengaruh perhiasan. Selain meja kerja dengan penerangan cahaya yang baik. Madame Juliet akan bertingkah linglung. Selain itu. Apalagi kalau bertemu engan orang keras kepala seperti Marco. ini yang saya ambil!” Tawanya kembali membahana. Marco! Lagi? Bener-bener deh vampir satu ini! Sekarang sosoknya menghantui ruang kerja Kesya juga! Mona masih berusaha menghalang-halangi Marco. Kesya tersenyum kecil membayangkan reaksi Jansen. “Mona.” ujar Mona dengan suara setegas dan seprofesional mungkin. nyaman sekali. biarkan saja.. Ruangan itu cukup besar dan.. Kalau sudah melihat perhiasan yang disukai. Madame. Dipolesnya lipstik yang sudah mulai memudar. penampilannya cukup oke.” ujar Kesya... Kesya masuk ke ruang kerjanya. Hari ini dia mengenakan atasan warna pink dan celana panjang ungu tua.” ujar Kesya sambil tersenyum manis saat Madame Juliet beranjak keluar dari tokonya. eh maksud saya. Merasakan tekstur berliannya. agar tamu-tamunya dapat langsung mematut-matut diri mereka dengan perhiasan rancangan Kesya. kalau Anda belum buat janji. Berarti sebentar lagi Jansen akan datang.

. jadi sekalian mampir. Sedang menilaikah? Sampai saat ini Kesya tidak tahu apa yang dikerjakan Marco.” jawab Jansen bingung. Jam lima.. lalu tersenyum kecil. “Bukan urusan kamu!” Kesya beranja keluar. jadi berhenti mendadak. namun dia segera berdiri begitu melihat Kesya. Ingin lihat-lihat gimana tempat kerja kamu.” Kesya. walaupun masih kesal. dan menutup pintu di belakangnya.” “Hai.” Keysa melirik ke pergelangan tangannya. “Kamu. Marco masuk... yang sudah setengah jalan ke arah Jansen. .” Marco mengedarkan pandangan ke arah ruang kerja Kesya. “Kebetulan lewat sini. memberi jalan masuk untuk Marco. Marco tersenyum manis ke arah Mona. namun kemudian dia menepi. Seluruh perhatiannya hanya terpusat pada Kesya. Jansen. “Aku boleh ikut?” tanya Marco.. Kesya. Saat ini Marco juga membawa-bawa kamera digitalnya. Makhluk satu ini rasanya tidak akan pernah berhenti mengganggunya.. Itu suara Marco. “Pak Jansen datang. “Tidak. “Ngapain kamu ke sini?” tanya Kesya.” jawab Kesya sambil mengernyit. Entah bagaimana sepatunya terlepas dari kakinya saat dia berjalan mendekati Kesya! Jansen tertawa salah tingkah sambil mengenakan kembali sepatunya.” sapanya gugup... Mona membalas juga senyum maut Marco.” ujar Kesya singkat kepada Marco. Tadi dia tidak menyadari sosok Marco berada di belakang Kesya. Dia tidak merasa perlu menanyakan lagi dari mana Marco tahu tempat kerjanya. Ini kan acara nge-date. ya?” tanya Marco tidak menyerah. kita pergi. Hal itu tambah membuat Jansen gugup. Dan. Dia masih marah teringat insiden gelas pribadinya tadi pagi. Jansen memperhatikan sosok Marco. “Ha. masa harus bawa-bawa orang lain? “Jansen itu pacar kamu. Dia juga tidak mempersilakan Marco duduk. kamu sudah siap?” Kesya mengangguk. tentu saja. hai.Dahi Mona berkerut. “Yuk. “Hai. Jansen sedang duduk dan memandangi etalase yang bertabur perhiasan. merasa tidak mengenal laki-laki tinggi ini. “Hai..” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. “Bu Kesya. Kesya bisa mendengarkan karyawannya tertawa kecil melihat tingkah Jansen. Marco mengekor. “Aku mau keluar. Jansen memang selalu tepat waktu.” balas Kesya sambil tersenyum.

Bola matanya berpindah-pindah ke kiri dan kanan.” Hah? Rasanya isi perut Kesya anjlok semuanya.” Marco mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri. hei. “Saya teman Kesya. Kesya tambah menyesal karena yang duduk bersamanya adalah Marco. Dia tidak percaya reaksi Jansen. suasana kafe. dengan hati dongkol bukan main. Berkali-kali dia membasahi bibir. Kesan tegas yang halus kentara sekali di sana. lilin kecil di atas meja bundar. ya. Kesya duduk satu meja dengan Marco sementara Jansen sibuk dengan kameranya. Jansen mengangguk dengan gelisah. Kesya tersenyum sendiri. ya?” Kesya memandang Marco dengan tatapan siap melumat laki-laki itu.” “Boleh ikut? Saya juga suka sekali dengan La Rouge... Senyum yang sampai sekarang masih tampak seksi di mata Kesya. Masa dia merelakan laki-laki yang belum lima menit dikenalnya ikut acara date-nya? Kesya melirik tajam ke arah Marco. “Ehm. hei! Stop right now! *** Dua puluh menit kemudian. Seharusnya Jansen yang duduk satu meja dengannya. Jansen begitu mencintai pekerjaannya. Kenapa sekarang jadi aku yang duduk sama-sama laki-laki ini? Suasana di kafe tempat La Rouge manggung agak remang-remang.“Marco. semuanya menciptakan atmosfer yang amat sangat romantis. Tapi Marco hanya tersenyum.. kalian akan pergi.. Wah. ingin tahu bagaimana tanggapan laki-laki itu. “Sudah lama kenal dia?” suara Marco tiba-tiba membuyarkan lamunan Kesya. dan Kesya suka sekali itu. ya sudah ikut saja kalau begitu. Kata Kesya. Kesya mendengus lagi.. Dahi Jansen berkerut-kerut sementara dia memperhatikan hasil bidikannya. ini benar-benar tidak lucu! Tidak mungkin Marco mau ikut date-nya Kesya! Marco masih menatap Jansen.. bukan Jansen. Jansen gelisah.. Kesya memperhatikan Jansen yang masih sibuk memotret. Hei. Alisnya bertaut. “Kami mau nonton konser musik La Rouge. aku punya dua tiket kok.. Kenapa jadi begini? rutuk Kesya dalam hati. Senyum penuh percaya diri khas Marco.... Baru datang dari Singapura.. Sama-sama mendengarkan musik romantis yang dibawakan band La Rouge.” ujar Marco sambil tersenyum mantap. selalu serius dengan pekerjaannya. Aku. Kesya dan Marco duduk di meja bulat dengan diterangi cahaya lilin yang bergoyang-goyang tertiup angin. . Kesya menatap Jansen. si biang kerok. Tadinya dia berharap Jansen akan menyatakan cintanya dan mereka akan menjadi sepasang kekasih. Lagu-lagu La Rouge.

.. oh iya. “Sudah... . Jansen sudah mengempaskan tubuhnya di bangku kosong sebelah Kesya. “Selesai juga.” “Pameran apa?” “Pameran perhiasan. ya?” Kesya menggeram kesal.” “Sudah berapa lama de. Kesya mendelik.. “Kenal di mana?” “Di pameran. Jansen buru-buru berdiri.” ujar Jansen sambil memperhtaikan hasil bidikan kameranya. Kesya merapatkan tubuhnya ke arah Jansen. bukannya kamu baru saja selesai foto La Rouge?” sekarang Kesya juga ikut bingung.. Marco menoleh. kamu mau lihat?” Jansen menyodorkan kameranya ke arah Kesya.. “Kamu cantik sekali malam ini. “Kalau aku yang mengajak kamu pergi. Kamu. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya.. memperhatikan ekspresi wajah Kesya.” jawab Kesya singkat. Pranngg. Masih berani juga Marco menggodanya. apa kamu akan berdandan secantik ini juga?” tanyanya sambil tersenyum... “Bagus nih. Belum sempat dia menjawab pertanyaan itu.. “Foto-fotonya?” “Foto-foto apa ya?” tanya Jansen lagi.. ya? “Sudah lama kenal dia?” Merasa tidak direspons. Oh no.” Jansen tersenyum gugup. Seperti interograsi petugas pemerintah kalau mau bikin paspor saja! Marco tersenyum dan kembali memperhatikan La Rouge.. Kelihatan jelas senyum itu senyum iseng untuk menggoda Kesya. Marco tampak tidak peduli dengan kegusaran Kesya.. Gelas di meja bundar itu tersenggol jatuh olehnya dan pecah..Gara-gara makhluk serupa vampir ini semua impiannya buyar! Apa di zaman sekarang orang juga sudah tidak boleh bermimpi..... aku. “Apanya?” tanya Jansen dengan dahi mengernyit. “Lho.” ujar Marco pantang menyerah..” “Ssshhhtttt!” Kesya memotong ucapan Marco. Marco memperhatikan percakapan itu dengan senyum geli. Kesya terdiam. “Maaf. aku lupa. Marco mengulangi pertanyaannya.” ujarnya penuh sesal. Dia mengisap rokoknya dalam-dalam dan mengembuskan asapnya ke atas.. seharusnya tadi dia minta tempat duduk di bagian no smoking! Dia memandang Marco dengan gusar.. maaf. “Oh. “Bagus-bagus?” tanya Kesya.! Dengan gugup.... “Kamu spesial berdandan untuk pergi sama dia.

. Sepanjang perjalanan pulang. Tanpa berkata apa-apa.. “Yuk..... Jansen!” Kesya menggandeng tangan Jansen.. Ini kan kamera mahal.. “An.... Tindakan itu membuat Jansen terlonjak kaget. dia merenung.” Marco mengembalikan kamera Jansen. iya. Kesya mengikuti dengan kecewa. Kesya memandang sebal ke arah Marco. kita pulang saja yuk.. Buyar sudah harapannya akan kencan romantis dengan Jansen. Berpikir. oh.” Jansen beranjak dari duduknya. “Eh. “Hati-hati ya.. Kesya dan Jansen keluar dari kafe dan berlalu pergi. Marco mengangguk.. Kursi Marco bergeser dan Marco juga ikut berdiri. Kameranya tergelincir dari pundaknya dan dengan sigap ditangkap oleh Marco. Dia kembali menarik tangan Jansen.Marco tertawa pelan.” Kesya tidak berkomentar. Anda mau pulang juga?” tanya Jansen. Berani-beraninya dia menertawai Jansen! “Kita. Te. Marco juga keluar dari kafe dan memanggil taksi... terima kasih ya. ... Jansen tertawa gugup..

. Finna duduk sambil mengoceh panjang lebar. Aku sendiri belum pernah lihat yang namanya Jansen. Jansen laki-laki yang tidak tepat untuk Kesya. Cecil sangat tidak suka pada Jansen. dia memang gadis yang lucu..” Alo berbalik menatap Marco. Yang aku tahu. “Hmmm.” Marco ikut tersenyum juga.” Alo terkekeh. “You don’t. menurutmu dia itu gadis yang bagaimana?” Alo dan Marco saat ini sedang berada di Groom‟s Bestfriend..6 “SI Kesya itu.. Alo menggeleng.. Marco menautkan alis. “Cuma ingin tahu lebih banyak tentang bridesmaid-nya Cecil. Menurut Cecil. “Tahu soal si Jansen?” tanya Marco setelah tawanya mereda.” dia tidak menyelesaikan kalimatnya... Alo menatap curiga ke arah Marco. “Kenapa kamu tanya-tanya?” Alo memperhatikan Marco dari cermin. Aku sering marah sama Cecil karena terlalu sering minta tolong sama Kesya. “Ya. Dia sedang duduk di ruang kerjanya. Di hadapannya.. boleh juga. Tapi. Bayangan Kesya—temannya dan Cecil ketika SMA— berkelebatan dalam benaknya. Terkadang. Matanya bersinar penuh makna. Sejak peristiwa bantingan telepon dulu.. Dia selalu ada untuk menolong siapa saja. *** Dahi Kesya berdenyut-denyut. Senyum Marco bertambah lebar. Bridesmaid with bestman. walau aku tahu dia kesal sekali. sebegitu baiknya dia sampai sering dimanfaatkan orang lain. “Kesya itu gadis yang sangat manis. sedang fitting jas buat Alo juga buat Marco....” Marco mengangguk-angguk. Kesya sendiri tidak pernah marah sama Cecil.” Alo tersenyum kecil. “Kurang. . Marco ikut terkekeh. rupanya Finna nekat datang langsung ke ruang kerja Kesya.

“Wah... kamu lumayan juga ya, Kesh. Tapi masih kurang sih kalau dibandingin Tania Smith, temanku di Amerika. Dia itu perancang perhiasan yang ngetop banget. Perhiasan rancangannya sering dipake J-Lo lho!” Sudah dua jam lebih Finna mengoceh tidak keruan seperti itu. Katanya sih dia ingin membicarakan dekorasi pelaminan Cecil. Entah bagaimana dia mendapat kesan bahwa Cecil memercayakan tugas penting itu kepadanya. Kesya memejamkan mata, berusaha meredakan amarah yang perlahan-lahan naik ke ubun-ubunnya. “Jadi sekarang kamu ngapain ke sini?” tanyanya dengan suara penuh kendali. “Ups, ya... sori... Aku jadi lupa...” Finna tersenyum, memamerkan giginya yang besar-besar. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh saat dia tertawa. Kesya bergidik ngeri melihatnya. “Ini lho, Kesya...” Finna mengeluarkan beberapa gulungan kertas dari dalam tasnya. Dia menyingkirkan gambar rancangan perhiasan Kesya (Hei!!!) dari atas meja dan membentangkan gulungan kertasnya. Kesya memperhatikan apa yang berada di balik gulungan kertas tersebut. “Nah, ini rancangan pelaminan Cecil yang aku buat. Di sini kita akan taruh kertas krep warna-warni, di sebelah sana kita akan pakai balon-balon, lalu kita juga bisa taruh bunga-bunga plastik kecil-kecil di sini...” Kesya memejamkan mata lagi. Kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plasti kecil? Apa-apaan sih ini? Memang dia pikir perkawinan Cecil itu pesta ulang tahun anak-anak? Kenapa tidak sekalian undang badut pesta saja? “Fin...” Kesya berusaha mengatur volume suaranya. “Ini tuh pesta pernikahan, bukan...” “Aku tahu ini pesta pernikahan, makanya aku buat seperti ini. Di Amerika lagi ngetop lho rancangan pelaminan seperti ini...” Dengan kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plastik? Yang bener? Kesya berusaha tersenyum. “Kalau begitu, biar kita bicarakan dengan Cecil dulu ya...” “Tapi kata Cecil, dia memercayakan dekorasi pelaminannya kepada kita berdua,” potong Finna keras kepala. “Tetap saja. Yang menikah itu Cecil, jadi dia harus tahu seperti apa rancangan dekorasi pelaminannya.” End of discussion. Suara dering di ponsel Kesya membuat Finna, yang mulai protes, terdiam. “Halo...” “Kesya, dia ada di sana?” itu suara Cecil. Kesya sudah tahu siapa “dia” yang dimaksud Cecil. “Sudah dari dua jam yang lalu,” jawab Kesya menekan amarahnya.

“Kalau dia tetep masih nekat mau dekor pelaminanku, ajak dia ke decoration artist-nya aja.” “Dia mau?” “Bujuk dia deh...” “Kenapa harus aku yang bujuk dia?” “Pleasseee...” Kesya menarik napas panjang. Dia paling tidak bis amenolak permintaan yang diikuti dengan bunyi please panjang seperti ini. “Ya udah, aku coba deh.” “Love you, you’re the best... Mmuaah...!” Suara Cecil langsung ceria dan lega. Kesya meletakkan ponselnya dan menatap Finna. “Kata Cecil, kita harus berkonsultasi dengan decoration artist-nya.” Mata Finna membulat. “Decoration artist apa? Aku decoration artist-nya! Cecil kan sudah memercayakan semuanya kepadaku. Kamu pasti bohong! Lho? Kesya mengembuskan napas, kali ini lebih kencang. “Coba saja kamu telepon Cecil.” Finna langsung menghubungi Cecil. Sambil menekan-nekan nomor pada ponselnya, mulutnya bergumam kesal. “Halo, Cecil, kok kamu suruh aku ke decoration artist? Aku kan yang akan mendekor pelaminanmu?” Kesya berusaha menajamkan pendengarannya, namun tidak satu pun perkataan Cecil dapat didengarnya. Cecil dan Finna berbicara lama sekali. Selama pembicaraan, tampak dahi Finna mengernyit secara dramatis. Beberapa waktu kemudian, Finna mengakhiri pembicaraan dengan wajah tidak puas. “So?” Kesya mengangkat alisnya. Tampang Finna jutek abis. Dia langsung ngomel-ngomel dengan suara tinggi. “Aku nggak ngerti deh sama Cecil! Aku kan decoration artist-nya, jadi seharusnya aku yang merancang dekorasi pestanya! Lagi pula...” “Jadi Cecil bilang apa?” potong Kesya tidak sabar. Finna mendengus kesal. “Kita harus bicarakan rencana dekornya dengan decoration artist.” Suaranya terdengar amat sangat tidak puas. “Kita jalan sekarang.” Kesya langsung beranjak bangun. *** Pak James, si decoration artist, adalah orang yang sangat sabar. Sudah empat jam lebih dia duduk di hadapan Finna dan Kesya, mendengarkan semua ide Finna yang sangat amat menggelikan. Tidak sekali pun dia terlihat kesal atau tidak sabar. Kesya jadi takjub melihat kesabarannya. Mungkin Pak James sudah sering mendapat klien

yang ajaib. Padahal Kesya sendiri sudah berulang kali menekan amarah melihat ideide rancangan Finna yang semuanya aneh. Sepertinya wajahnya sudah berubahubah warna, dari ungu jadi hijau bahkan jadi merah juga, dalam usahanya menahan emosi. “Jadi, kalau yang saya tangkap, Finna ingin dekorasi pesta yang sangat berkesan?” tanya Pak James perlahan. “Iya... Itu yang coba saya jelaskan dari tadi. Pesta Cecil ini bukan pesta mainmain, semuanya harus berjalan dengan sempurna. Saya tidak mau pestanya norak, kampungan. Pesta ini harus jadi pesta yang diingat sepanjang masa,” celoteh Finna. Kesya mendengus kecil, teringat akan ide dekorasi yang dibuat Finna. Balon dan kertas krep. Itu baru yang dinamakan pesta norak dan kampungan! Pak James memperlihatkan beberapa dekorasi yang telah dirancangnya. Finna memperhatikan semuanya dengan cepat lalu menggeleng-geleng dramatis. “Nggak cocok! Semuanya nggak cocok!” ujarnya sambil melemparkan rancangan dekorasi Pak James. Dahi Pak James berkerut. Kalau sejak tadi dia tampak sangat sabar, kini wajahnya menyiratkan sakit hati. “Mungkin ada saran lain dari Pak James...,” Kesya buru-buru menengahi. walau dia bete banget sama Finna, dia tidak mau melihat pertumpahan darah antara Finna dan Pak James. Ralat, dia tidak mau sampai Pak James ngambek dan menolak menangani dekorasi pelaminan Cecil. Kalau Finna sih... bodo amat deh! Pak James menarik napas, tampak berusaha mengendalikan diri. “Kalau saya bisa bantu, Cecil itu orangnya drama queen. Dia aktif, ceria, dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Sedangkan Alo laki-laki yang sangat matang. Orangnya tenang dan penuh kendali,” jelas Kesya. “Apa Pak James bisa mengirangira rancangan dekorasi seperti apa yang cocok bagi mereka?” “Boleh juga dengan bunga asli yang berwarna pastel. Untuk menampilkan kepribadian si mempelai pria.” Pak James mengangguk-angguk. “Lalu untuk mempelai wanita yang aktif dan drama queen...” “Bagaimana kalau ditambahkan kristal Swarovski? Cecil suka sekali kristal...,” usul Kesya. Mata Pak James berbinar. “Bagus sekali. Perpaduan antara bunga berwarna pastel dan kilau kristal. Pasti akan cantik sekali!” katanya bersemangat. Kesya tersenyum dan melirik Finna. Finna sedang cemberut. Tampak kesal karena tidak dilibatkan dalam diskusi mereka. “Hmm... Finna, menurut kamu gimana?” tanya Kesya, berusaha melibatkan Finna dalam pembicaraan ini. “Ya terserah kamu aja deh!” balasnya ketus.

Kesh!” Kesya tersenyum membalas antusiasme DeeDee.” Mata DeeDee membesar. “Iya juga ya. “Itu yang aku pikirin dari tadi.. Bunyi tanda e-mail masuk membuat Kesya mendekati komputernya. “Lagi ada ide. Cukup sudah ide-ide norak dan kampungan yang ditawarkannya.” Kesya mengangguk-angguk...” “Baik kalau begitu. Nanti setelah saya gambar. kemudian masuk ke kamarnya. “Aku mau ke rumah Cecil. “Mau ke mana lagi. Kesya membuka file yang diberikan dan membelalak tidak percaya. Tinggal Finna yang manyun karena tidak dilibatkan dalam diskusi akhir. “Ini. Biar nggak terlalu sepi.” “Motif kebalikannya aja dari yang kiri. Mata Kesya menyipit. “Di sini bisa ditambahin hiasan lagi. Kesya tidak mau Finna merusak pesta Cecil. DeeDee mengangguk. Dia mengangguk-angguk penuh semangat.” DeeDee menyingkirkan tangannya dari kertas. melihat apa yang sedang dilakukan DeeDee di atas lembar kertasnya.” ujarnya menunjuk bagian kanan cincin.” jawabnya sambil menunjukkan kertas rancangan yang baru di-print. Tapi Kesya tidak peduli. Kayaknya oke tuh. ... Rancangannya indah sekali! Pak James benar-benar bisa menerjemahkan sebuah ide menjadi rancangan yang sangat indah.. “Kalau begitu. “Menurut kamu gimana?” tanya DeeDee. “Saat ini saya sudah bisa membayangkan gambaran kasarnya. Buru-buru dia mem-print rancangan itu. Cuma belum kepikiran aja hiasan yang cocok.” Semuanya berjalan sangat lancar.Kesya tidak memedulikan balasan Finna yang ketus. *** Ketika Kesya pulang. Rupanya. Terima kasih banyak. apa Pak James bisa merancang dekorasinya?” Pak James mengangguk-angguk penuh semangat. Sekarang juga dia akan mengantarkannya ke tempat Cecil.. Kesya keluar lagi dari kamarnya. Pak James. Dia akan mengerahkan segala daya upayanya untuk menghalangi hal itu terjadi.. Memperlihatkan gambar kasar sebuah cincin. akan saya e-mail ke Kesya ya. Kesh?” tanya DeeDee. Mau kasih lihat rancangan dekorasi pestanya. DeeDee sedang duduk di sofa ruang tamu dan mencoret-coret selembar kertas di hadapannya. Thanks. Kesh!” sapa DeeDee. “Lagi ngapain kamu?” Kesya menjulurkan kepala. rancangan Pak James sudah jadi. “Hai.

“Mau ke mana?” tanya Marco.” sambung Marco lagi. jadi aku harus terlibat juga dong dengan segala urusan pernikahan ini.” “Ngapain?” “Aku kan bestman. lalu kembali lagi ke Marco. Ketika sampai di rumah Cecil. orangtua Cecil yang menyambut mereka. Tante. Mau ngasih lihat rancangan dekorasi ruangan untuk acara resepsi nanti.. Tante Renata sendiri akan sangat serius dengan ide-idenya.. “Hai. What?! Siapa yang mau jadian sama dia? “Saya juga sedang berusaha. Hati Kesya langsung waspada.. Tante. Maklum.” Tante Renata. Dia menunjukkan rancangan yang sudah di-print-nya. “Ke rumah Cecil...” Kesya tidak punya pilihan lain selain mengangguk. juga ikut mengangguk-angguk. kemudian kembali lagi kepada Kesya. “Jadi.. Katanya. “Hai!” Keindahan rancangan Pak James membuat hati Kesya sangat senang. dan kedua orangtua Cecil duduk di ruang tamu. Dia sampai lupa bersikap jutek pada Marco. Marco tampak baru akan masuk ke apartemennya.” balasnya sambil tersenyum. Well. Tante Renata mengangguk-angguk. Kesh. Marco. papa Cecil. memandang Marco dengan tatapan menilai. dia dan Cecil sduah bersahabat sejak TK.. “Iya. Tatapannya beralih kepada Kesya. Kesya tersenyum. Saya Marco. Pembawaannya sangat penuh percaya diri. Oom Balgi.Kesya membuka pintu apartemen. ini toh bestman-nya Alo.. Kapan sih cowok ini tidak penuh percaya diri? Tante Renata senyum-senyum sendiri.” Tuuuh kan benar! Tidak tahu dari mana datangnya ide super-duper-konyol itu? Kesya langsung salah tingkah. Kesya mendengus... mama Cecil. Didengarnya Marco tertawa kecil di sampingnya.” sapanya. Keduanya tersenyum mendukung usaha Marco.” Marco mengangguk sopan. Langkahnya tertahan melihat kehadiran Kesya. Cecil baru saja pulang dan sedang mandi. “Kenapa kalian nggak sekalian jadian aja? Siapa tahu nanti bisa langsung menyusul Cecil dan Alo. Tepat di apartemen sebelah. Rancangan yang indah itu. “Maunya sih begitu.. . Doakan saya ya. Kalau sudah senyum-senyum begitu biasanya sebentar lagi akan meluncur ide konyol dari mulut Tante Renata. Dia sudah sangat mengenal tabiat Tante Renata.” respons Marco dengan kurang ajarnya. tidak tahu bagaimana harus merespons. Kesya. setidaknya konyol menurut orang lain. “Aku ikut ya.

. “Udah deh.” Senyum Marco tambah lebar. lagi..” “Kesya!” suara Cecil terdengar tidak sabar. Timing yang sangat tidak tepat. Marco!” Di saat seperti ini.. Tante. dia ingat juga bahwa dia belum memberitahu makhluk satu itu tentang rancangan dekorasi ini. “Kenapa sih kamu selalu bermasalah sama Marco? Kalian kan harus akur. Cecilia! Kesya tidak menggubris panggilan Cecil dan masih berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada mama dan papa Cecil. Sementara Kesya tampak seperti mau pingsan.” “Kesya. Sayang. Kesh. sebetulnya saya. Cecil tersenyum. Ingat Finna... Yah..” Napas Cecil tertahan begitu melihat rancangan itu.Kesya tidak suka dengan suasana ini. “Apa-apaan sih kamu?” sembur Kesya ketika mereka sudah berada dalam kamar Cecil. Dia baru pulang dari Amerika dan katanya di sana dia jadi wedding organizer profesional.” Marco menarik lengan Kesya dengan lembut. “Dia yang kurang ajar duluan. “Finna? Siapa Finna?” Marco bingung.” kata Kesya.. setidaknya berharap untuk menjalin hubungan dengan Jansen.” Kesya geleng-geleng kepala. Cecil memanggil mereka. “Capek deh ngomong sama orang-orang nggak waras!” Dia meraih tasnya dan mengeluarkan kertas yang berisi rancangan dekorasi ruangan dari Pak James. Marco jauh lebih bak dibandingkan Jansen. “Finna itu sepupu jauhku.. Di belakangnya.. Marco hanya tersenyum dengan wajah polos. Kesya menatapnya dan menggeram. Swarovski. Tante Renata dan Oom Balgi harus tahu bahwa Kesya sedang menjalin hubungan dengan Jansen.. Jadi dia mendaulat dirinya sendiri untuk jadi wedding organizer untuk pestaku. “You don’t want to know.. “Bagus banget. . Dia mendengus kesal.” jelasnya. setidaknya sampai acara pernikahanku selesai.. Senang karena Cecil berada di pihaknya. “Aku sih setuju kalau kalian emang jadian. Cecil tersenyum kecil. “Ooh. “Jadi sebetulnya..” Dahi Cecil mengernyit. nggak usah ngomongin hal yang bisa bikin aku marah! Aku ke sini mau ngasih liat ini! Kalau Marco ke sini cuma ikut-ikutan aja!” cibirnya kepada Marco.. dia dapat merasakan Tante Renata dan Oom Balgi saling sikut sambil diam-diam tersenyum.. “Ayo. Bertingkah seolah-olah kami lagi pedekate!” Kesya pasang tampang sejutek-juteknya.” “Ini hasil perdebatan panjang dengan Finna. “Oom..

semuanya disimpan di sana. terakhir kali dia menginap di rumah Cecil saat mereka berdua duduk di bangku SMA. Tapi itu sudah lama sekali. “Aku pinjam ini ya. Kesya menyambar si Bebe. Marco memperhatikan Kesya sambil tersenyum kecil. dia sering banget menginap di kamar Cecil.” Cecil tersenyum. boneka beruang Cecil yang sering dipinjamnya untuk tidur kalau dia menginap. merasa diperhatikan. dulu dia dan Cecil menyediakan kotak khusus untuk menyimpan semua kenangan dengan pacar masing-masing. “Buat?” “Buat ide rancangan cincin pernikahan kalian..“Masa dia tadi ngusulin dekorasi pesta kamu pakai kertas krep dan balon warna-warni? Bisa bayangin nggak?” Kesya masih bete banget teringat perdebatan panjangnya tadi siang. Baik itu kartu Valentine. lalu disimpan lagi—karena Cecil dan Alo sering sekali putus-sambung—toh akhirnya kotak itu menempati singgasananya lagi di atas meja kerja Cecil. Dia meraba tutup kotak itu. Kesya ingat kotak ini. Untung aja Pak James nggak marah. Seingat Kesya. atau karcis nonton bareng. “Jangan rusak ya. kartu ulang tahun. Setelah itu dia pergi ke Jepang untuk kuliah di sana..” Cecil kembali menatap rancangan dekorasinya... “Liat apa sih?” Cecil menepuk bahu Kesya. “Alo bilang apa?” “Dia sih oke aja.. “Dan dia juga nggak sopan banget sama Pak James ini. Kotak cantik dengan detail pita yang manis. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada kotak warna pink yang diletakkan di atas meja kerja Cecil. dan sepulangnya dari Jepang kesibukan kerja yang tidak ada habisnya membuat mereka jarang melakukan acara menginap lagi. Kesya melihatlihat ke sekeliling kamar Cecil.” Kesya mengangkat kotak itu.. kali ini Marco tidak berani lagi menggoda. bon-bon restoran. Kesya. jadi tersipu sendiri. kartu Natal. Sementara Cecil bercerita tentang dekorasi pestanya kepada Alo..” “Pasti dong. Dulu. Ceritanya. Semua keputusan diserahkan ke aku kok. Foto Cecil dan Alo ditempel di atas tutup kotak tersebut.” Dia menyambar ponselnya dan langsung menghubungi Alo.” Kesya balas tersenyum. Takut Kesya ngambek lagi. Hubungan cintanya memang tidak pernah awet. “Bener-bener bagus deh! Aku harus kasih tau Alo dulu. Namun. malah bikin rancangan dekorasi yang bagus banget. puisi-puisi cinta. lagi-lagi mama Cecil memperhatikan Marco dan Kesya sambil senyum-senyum. Walau kotak ini sudah sering kali disimpan di gudang dan kemudian dikeluarkan lagi.. . Berbeda sekali dengan hubungan cinta Alo-Cecil. Kotak Kesya sendiri sudah entah ke mana.” Saat mereka pamit dari rumah Cecil.

ikut berkomentar. “Apa tuh?” tanya DeeDee. walaupun sudah sering diputusin berkali-kali oleh Cecil. “Dia juga sabar sekali menghadapi tingkah laku Cecil yang suka meledak-ledak. Tidak mungkin Marco bisa jadi soulmate-nya. Cecil orangnya impulsif banget. yang memperhatikan dari samping. Di usia yang sudah 26 tahun ini dia juga belum menemukan soulmate-nya. Mereka masih sama-sama mengenakan seragam SMA. tak urung jantung Kesya berdebar juga. ya?” DeeDee. . Kesya ingat. Mendengar kata soulmate..” Perlahan-lahan. Kesya jadi teringat dirinya sendiri. Tau sendiri kan. Ada foto pertama Cecil dan Alo. Isi kotak ini mencerminkan semuanya. “Ini kotak khusus Cecil-Alo. Foto itu dibuat seminggu setelah Alo dan Cecil resmi pacaran. Siapa ya kira-kira yang akan jadi soulmate-nya? Bayangan seorang laki-laki tinggi dengan senyum seksi memesona terpeta jelas di benaknya. “Alo itu romantis. sepuluh tahun yang lalu. Mereka memang sudah soulmate. Walau mati-matian menyangkal pikirannya.. dialah juru kameranya. Lalu ada juga kartu-kartu dan puisi-puisi cinta yang ditulis Alo untuk Cecil.*** Sampai di apartemennya. Kesya tertawa sendiri melihat itu semua. “Kapan ya aku ketemu soulmate-ku?” Pikiran Kesya mengelana jauh. Kesya mengangguk. Alo tetap saja balik lagi sama Cecil. Kesya langsung membuka kotak Cecil. Dia memang paling cocok buat Cecil. Dia? Soulmate-nya? Kesya menggeleng keras. Kesya mengeluarkan isi kotak itu. Alo benar-benar sayang Cecil.” DeeDee mendesah pelan.

Rokok hanyalah pelarian sesaat. memang sulit untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. kalian juga merugikan orang lain!” . “Egois!!!” begitu katanya. Direbahkannya kepalanya di sandaran kursi. Marco mulai merokok. dia teringat Joanelle. Marco kembali mengisap rokoknya dalam-dalam. mengisapnya dalam-dalam. Kesya mendelik marah. “Kalian perokok adalah orang-orang egois! Selain merugikan diri sendiri. Dia memperhatikan bintang yang bersinar redup itu. Marco menyalakan sebatang rokok. Taman kota yang ramah lingkungan. dan para orang tua. Dia sedang mengisap sebatang rokok— yang menyebabkan polusi udara—sementara benaknya mengutuk polusi udara yang menyebabkan bintang-bintang tidak bersinar cerah lagi. Tapi. Kemarin.7 MARCO menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Langit gelap sekali dan di kejauhan tampak satu bintang yang bersinar redup. Dia seorang perancang taman dan sekarang sedang merancang sebuah taman kota. Marco menghentikan pekerjaannya dan menggerakkan lehernya yang terasa kaku. Dampak dari polusi udara! Marco tertawa kecil. Kesya dapat melihat Marco yang sedang mengembuskan asap mematikan dari mulutnya. remaja. saat dia ke balkon untuk merokok. Marco lagi-lagi mengisap rokoknya. Karena kisah cinta yang kandas itulah. Matanya tertumbuk pada kotak rokok di samping sketsanya. lalu dia beranjak ke balkon apartemen. Ingat rokok. Sebenarnya dia tahu rokok tidak akan menghilangkan rasa gundah di hatinya. Taman kota tempat berkumpulnya anak-anak. Gadis yang luar biasa cantik. Sebenarnya dia sudah lama ingin berhenti merokok. sosok wajah Kesya terbayang. Entah dari mana datangnya. Marco berpaling dan mengernyit memandangnya.. lalu mengembuskannya. Karena balkon mereka bersebelahan. Sungguh ironis. juga gadis yang luar biasa membuatnya patah hati. Disambarnya kotak rokok itu.. kebetulan Kesya juga sedang berada di balkon apartemennya. namun entah kenapa tidak juga dapat terlaksana.

gadis itu menghadirkan getar-getar aneh di relung hatinya.. Di atas meja tergeletak sebuah majalah wanita yang belum sempat dibaca Kesya. Benarkah? “Iya deh. ingin masuk ke apartemennya.” sapa Marco.” dia berbalik ke arah Kesya.Marco hanya tersenyum dan berbalik masuk ke apartemennya.. Satu tangannya memegang gelas kesayangannya. “thanks ya buat perhatiannya. Pikirannya kembali ke kenangan masa kecilnya. Matanya terpaku pada gambar ayunan. sekadar mengusir rasa sepi.” Marco berbalik. Melihat siapa yang keluar dari balkon sebelah. tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Kesya melihat gambar seorang anak perempuan sedang duduk di sebuah ayunan. Tampak berusaha menghalau dingin malam itu.” Dia tersenyum lembut.. Asap rokok mengembus dari mulutnya. “Nggak baik lho merokok terus. suatu saat nanti aku pasti berhenti.. Tangannya meraih remote dan menyalakan televisi. Marco tersenyum sendiri mengingat percakapan singkat itu.” “Merokok lagi?” sindir Kesya. “Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku... Kesya atau DeeDee? Sosok Kesya keluar dengan mengenakan mantel kamar. Dia sangat suka ayunan... “Halo. Rambut panjangnya berkibar dipermainkan angin. Walau sampai sekarang Kesya tidak menunjukkan sikap ramah terhadapnya.. Tanpa tujuan. Kesya membuka-buka majalah itu. Entah mengapa. Aku janji. Sepertinya Marco menangkap getar perhatian pada nada suara itu. Kesya terkesiap. Kesya merapatkan mantel kamarnya. Impiannya saat ini adalah memiliki ranjang .” Suara Kesya terdengar berbeda. “By the way. Cobalah untuk hidup sehat. Dada Kesya berdebar kencang... Marco tahu Kesya juga mengalami perasaan yang sama dengan dirinya. “Marco!” tegurnya. “Ngapain kamu? Bikin aku kaget aja!” Marco tersenyum kecil.. lalu ke balkon. Dia yakin sekali bahwa dia dapat memenangkan Kesya dari Jansen. Marco mengangguk. Tangannya menggerakkan sendok mengaduk isi gelasnya. Apa maksud perkataan Marco tadi? Dan mengapa senyumnya begitu lembut? Bodoh! Mengapa juga dia memperlihatkan perhatian berlebih kepada laki-laki tukang tebar pesona itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kesya membawa gelas susu cokelatnya masuk dan mengempaskan diri di sofa. Uap panas mengepul dari gelas itu. Dia menjulurkan kepalanya. Dia selalu merasakan sesuatu yang hangat dalam hatinya saat dekat dengan Kesya. Marco menoleh ketika mendengar suara pintu balkon sebelah dibuka. Di sebuah halaman iklan.

” “Oke.. Kamu tetap pantau ya. nanti sekalian bawa rancangannya ya! Aku mau lihat!” . jam tiga nanti temani aku ke Bride‟s World ya. makanya aku mau minta saran kamu lagi.. sampai sekarang impian itu belum juga terlaksana... kalau begitu. Memang udah seharusnya kamu udah pesen gaun pengantin. Padahal aku udah kasih buanyaaakkkk sekali saran buat kamu. Eh. Namun.. seperti ayunan. seorang perancang busana yang ingin menggunakan perhiasan Kesya untuk pergelaran busananya.” DeeDee mengakhiri penjelasannya.” “Semua dokumennya sudah lengkap? Asuransinya? Lalu orang yang ditugaskan untuk menjaga perhiasanku?” “Sudah beres semua. Kesya menugasi DeeDee untuk menangani salah seorang kliennya.. DeeDee baru saja memberikan laporan singkat tentang perhiasan apa saja yang dipilih si perancang busana itu.. kapan pergelaran busananya?” tanya Kesya.” Tawa Cecil tambah kencang. kamu nyobain dua puluh tujuh gaun pengantin tanpa ada satu pun yang kamu suka.” Cecil tertawa kecil.. Biarpun sehari-hari dia orang yang agak sembrono. “Kalau begitu. “Memang kamu mau dengar saranku? Waktu kemarin kita ke Bride‟s World aja. “Halo. Bos!” DeeDee memberi hormat gaya militer lalu melenggang keluar.. “Oke.gantung. Bunyi telepon mengalihkan perhatian Kesya. “Lagi ngerancang cincin kawin kalian. omong-omong..” “Kesya..” “Saran?” alis Kesya terangkat.. “Iya deh.. “Jadi hari ini udah mau pesen gaun pengantinnya? It’s about time sih. “Iya. “Dua minggu lagi. kamu lagi ngapain?” Kesya menatap kertas corat-coret di hadapannya. tapi kalau urusan pekerjaan—apalagi bekerja sama dengan Kesya—DeeDee tidak akan main-main.” DeeDee mengangguk mantap. Krriingggggg. “Jadi. Kali ini aku pasti akan dengerin kamu. *** “Ini semuanya...” “Really?” Suara Cecil terdengar bersemangat sekali.. Kesya tersenyum kecil memperhatikan sosok Deedee yang menghilang. lalu meneruskan kegiatannya sebelum DeeDee datang.” Kesya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Kesh.

dan kamu nggak boleh ngintip apa pun sebelum rancangannya benar-benar sempurna!” “Apaan sih. Kesya menghela napas. Kesya tidak merasakan apa pun. Selama itu tidak ada kontak apa pun. Sepertinya sudah lama dia tidak bertemu Jansen. Kesya tertawa kecil.” sapanya sambil tersenyum gugup.” sapa Kesya. “Ya. kapan terakhir kali mereka bertemu? Waktu konser La Rouge... Kesya merancang butiranbutiran berlian kecil yang jumlahnya cukup banyak.. Butiran-butiran sparkling sampanye itu melambangkan kepribadian Cecil yang selalu bersinar dan ingin jadi pusat perhatian. Semalaman dia melihat-lihat semua kenangan Alo dan Cecil dari kotak khusus mereka.. walaupun selama pacaran ALo dan Cecil sering sekali putus-sambung. Sedangkan warna cincin yang dibuat lembut mencerminkan kepribadian Alo yang tenang.“Sori. Bukankah memang begitu seharusnya hakikat sebuah pernikahan? Abadi. Pekerjaannya telah selesai dan dia merasa puas sekali. Apakah rasa itu sudah hilang? Entahlah.” Kesya langsung bangun dari duduknya.. butiran-butiran berlian itu tampak seperti sparkling pada sampanye.. Cincin kawin Alo dan Cecil benar-benar dirancangnya dengan cermat.” Kesya meletakkan teleponnya dan kembali melanjutkan rancangannya. Kesya tersenyum puas menatap hasil rancangannya. sampai ketemu nanti jam tiga ya! Aku tunggu kamu di Bride‟s World. Jansen yang sedang memperhatikan perhiasan dari balik etalase. Jansen mengikutinya. Anehnya..” kata Cecil dengan nada meluap-luap.. Kesya mengingatingat. berarti kira-kira tiga minggu yang lalu..... hmm. Kesya berharap pernikahan ini untuk selamanya. Yah.. “Permisi. Bu Kesya. Rancangannya belum jadi. dan kalau sekilas dilihat. “Ayo masuk ke ruang kerjaku.” Kesya tidak ingin kegugupan Jansen menjadi bahan tertawaan anak buahnya. Kesya. langsung berbalik dengan kikuk. Kesya kembali menatap rancangan cincin Alo dan Cecil.. Pada badan cincin. Kedua cincin itu merupakan jalinan emas yang tidak terputus.. Letaknya rapat-rapat..” Kesya tersenyum lebar. “Ini ada Pak Jansen. Jansen... “Hai. Cincin ini haruslah melambangkan pribadi Alo dan Cecil. “Iya deh. Kesya mendapat ide cincin yang sangat bagus. “Haaiii. nggak bisa.” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. Kesh? Kok pake serius gitu? Aku jadi deg-degan nih dengernya.. Aku nggak mau ngerusak rahasia kamu. Satu untuk selamanya. Oke. . Berkat kotak khusus itu.

. Berulang kali dia mengganti-ganti posisi duduknya... Jansen mengelap mulutnya juga kedua tangannya.” Iih. sudah cukup lama kenal ya.. Isi hatinya yang sesungguhnya. Kesya memperhatikan semua gerak-gerik Jansen. katanya tadi mau ngajak makan siang?” Jansen tersenyum gugup... Kesh?” “Lho.” Kesya melirik jam di pergelangan tangannya. ia kembali membandingkan Jansen dengan Marco. aku.. kita. Kesya yang ayu. aku mau ajak kamu keluar untuk makan siang. Dia kan sudah menetapkan hati bahwa jansen adalah yang terbaik untuknya.Kreeekkk. Baiklah. Suasana kafe yang remangremang berhasil membangun kesan romantis yang ingin ditunjukkan Jansen. “Hmm.......” Jansen meremas tangannya. Kesya merasakan kedua tangan Jansen bergetar hebat... Kesya mendengar tawa tertahan para anak buahnya. Jansen mengajak Kesya makan siang di sebuah kafe. “Oke. Semoga Jansen juga bisa lebih santai... Kesya menoleh mendengar suara itu.. memang sudah waktunya makan siang. Jansen terlihat bingung. Di belakangnya.” Kesya berusaha terdengar santai. “Aku. berusaha mengusir il-fil yang baru saja dirasakan. Kesya tidak pernah melihat Marco nervous sedikit pun. setelah itu dia akan segera menemui Cecil. Perilaku kikuk dan gugup Jansen berbeda sekali dengan perilaku penuh percaya diri Marco.. Seharusnya dia berbahagia dengan ajakan Jansen ini..... Kesya memperhatikannya dalam diam. Tingkah lakunya penuh kegugupan. Rasa percaya diri seolah terpancar begitu kuat dari setiap pori-pori tubuhnya.. Tanpa sadar. Tangannya terulur untuk menggenggam tangan Kesya. Tampak sangat tidak percaya diri. “Duduk yuk. sebelah kakinya tersangkut pada kaki kursi tempat dia duduk tadi. Selesai makan.. Jansen menatap Kesya salah tingkah dan lagi-lagi tersenyum gugup. tampak Jansen berdiri dengan aneh. Kesya beranjak bangun. udah lama nggak ketemuan. “Oh iya. lama-lama il-fil juga deh dengan gaya Jansen! Kesya menggeleng cepat.. Siapa tahu dalam acara kali ini Jansen akan mengutarakan isi hatinya... “Hmm?” Kesya menunggu. “Jadi.. “Kamu mau ke mana.. “Aku. Ayo kita pergi.” Jansen meremas-remas tangannya. Mata Kesya menerawang. ... Entah apa yang berkecamuk dalam pikiran Jansen. Ini kan Jansen.. kita. laki-laki yang dia sukai.” Jansen memulai... Sebentar lagi jam dua belas. Entah bagaimana.” katanya.. Jansen duduk diikuti Kesya.

Tidak tahan melihat tatapan memohon di wajah Jansen.. Kesya menghela napas. Sekarang dia . minta waktu. “Hai. Ruwet sekali.... cinta kamu. aku akan memberi kamu waktu... tampak sekali dia berusaha mengendalikan dirinya..” *** Kesya disambut oleh Anita saat tiba di Bride‟s World. Hatinya terasa biasa-biasa saja. tergagap...... “Kata Mbak Cecil. Kesya tertegun. sebanyak yang kamu perlukan. Entah apa yang dirasakannya kini. lengkap dengan celak hitam di mata dan bindh warna merah di dahi..” Jansen menarik napas panjang.. “Cecil sudah datang?” tanyanya. dia dapat mendengar Anita terkikik pelan.“Aaaaku.. Kesya terkejut melihat penampilan Madame Daphne. Ini kan. “Aku. sorak-sorai.” Kesya mengangguk. Terakhir dia bertemu dengan perancang busana pengantin itu. Semua itu tidak dirasakannya. Jansen menunggu... iya. Tangannya juga digambar mehindi dengan motif bunga. Kesya sendiri juga bingung. “aku cin.” Jansen tampak akan pingsan. “Aku tidak tahu. Aku harus memikirkan semua ini. Kesya sayang..” Seorang wanita berpakaian sari—pakaian khas wanita India—berwarna pink terang datang menghampiri Kesya.” Kesya memalingkan wajah. Dan aku ingin kita serius pacaran. “I... Bukankah bridesmaid akan mengenakan baju yang mirip dengan baju mempelai wanita? Kalau begitu dia harus menunggu baju pilihan Cecil dulu..” “Tidak tahu? Mak. Sebanyak. Tidak ada gegap gempita. hai.” Suasana tiba-tiba terasa hening. “Aku. Kesya yang ayu.. Madame Daphne? “Ha. Padahal entah sudah berapa kali Kesya menanti-nantikan momen ini...” ujar Kesya. Tampaknya Anita sudah cukup maklum dengan kelakuan bosnya yang agak ajaib. Anita menggeleng. Aku. Madame. si madame berpakaian ala gadis Gipsi.. tebaran confetti. “Aku tidak tahu. Namun.” Kesya berusaha menyembunyikan keterkejutan di wajahnya. Lain halnya dengan Kesya.. Di belakangnya. maksud kamu?” Alis Jansen bertaut. Kesya memandang takjub wanita ini. Mbak Kesya boleh lihat-lihat baju bridesmaid dulu. tubuhnya bergetar hebat. atau tabuhan fanfare dalam hatinya. Wanita itu juga memakai hiasan rambut dan perhiasan ala India.

. Dia membuka sebuah lemari berukuran besar. seolah gaun-gaun itu adalah bayi-bayi yang sangat cantik. Wajahnya kusut sekali. seorang wanita dewasa dengan seorang wanita yang sangat tidak dewasa.. memberikan penekanan berlebihan pada kata “lumayan”. namun lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya..” “saya melihat hasil rancangan Madame di majalah.” Tangannya terentang. Sepertinya dia baru saja bertarung habis-habisan dengan keinginannya untuk melumat habis sosok Finna. tentu saja dengan menggunakan suara sengaunya.. Finna langsung mengentak-entakkan kaki. Seakan kejutan itu juga belum cukup. Dia mengedarkan pandangan. . Madame Daphne masih memandang dengan tatapan tidak suka ke arah Finna sebelum berpaling ke arah Kesya. Finna tertawa sengau. Cecil mengangguk pasrah. Diperlakukan seperti itu. Dia langsung merangkul Cecil dan Kesya ke ruang berikutnya.. Tidak dipedulikannya Finna. “Madame Daphne..” panggil Kesya dengan sopan. Dia? tanyanya tanpa suara. Madame juga mencoba merancang gaun malam. Tingkahnya persis seperti agen properti yang sedang menilai suatu tempat. ya?” Kesya mengalihkan perhatian Madame Daphne. pertanda bahwa dia sedang berusaha keras mengendalikan amarahnya. Kesya menahan lengan Cecil dan menggeleng pelan.. tiba-tiba Cecil masuk diikuti oleh. Madame Daphne mengernyit tidak suka. Hanya lumayan. Finna! Dahi Kesya berkerut.berpakaian ala gadis India. mempersilakan Cecil untuk memilih gaun pengantin yang cocok untuknya. Dia tidak mau terjadi pertumpahan darah di antara dua wanita dewasa. dan semuanya bagusbagus.” Kali ini nadanya terdengar sangat melecehkan. memperlihatkan semua gaun pengantin rancangannya.” Madame Daphne tersenyum lebih lebar lagi. lumayan. Sementara itu. “Ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tempat wedding organizer saya di Amerika sana. “Saya dengar.. “Benar sekali. yah. Madame Daphne tersenyum.. Tentu saja! Siapa yang suka dilecehkan seperti itu? Dada Cecil turun-naik. “Boleh kami langsung melihat rancangan gaun pengantin terbaru Anda?” Senyum Madame Daphne bertambah lebar.. tempat menyimpan rancangan gaun pengantin terbarunya. “Wah. “Ini rancangan saya yang terbaru.. Senyumnya mengembang tipis sekali.... tempat ini. di sini. Dia merentangkan tangan dengan bangga. Entah apa lagi yang akan dikenakannya pada pertemuan berikutnya.. Finna sedang beramah-ramah dengan Madame Daphne.” ujar Finna.

tolong bantu Cecil.. Napas Cecil tertahan. kembali menghadap ke jajaran gaun yang indah memesona. Keseluruhan gaun itu memang terlihat sederhana. “Saya coba dulu ya. Mencari tahu gaun pengantin mana yang berjodoh dengannya. Dia masuk ke kamar ganti diikuti oleh Anita. kemudian ujungnya melebar membentuk ekor gaun yang dramatis.” Tubuh Cecil memutar. seolah ada cahaya yang menyorot dan hanya menyinarinya seorang. Bagian bawahnya dihiasi rendarenda kecil dengan desain yang sangat manis.. Kesya menghela napas lega. menampilkan lekuk tubuh Cecil. tapi juga sangat elegan. Potongan lehernya yang berbentuk V tampak rendah.” jawab Cecil. Saat Cecil keluar dari kamar ganti. Finna terdengar mendengus. but yet so elegant. Dia berputar-putar di depan Kesya dan Madame Daphne. Dia mendengus lebih keras. Setiap helai kainnya melekuk sempurna. “Gimana? Gimana?” tanya Cecil bersemangat. “Simple. . Anita mengangguk dan mengikuti Cecil ke dalam kamar ganti. Berbentuk bustier yang seksi.” puji Kesya. “Anita.Cecil meraba semua gaun pengantin itu. Tatapannya sarat kekaguman. Lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya. malah tampak memeluk mesra tubuh Cecil. Di tengah pita itu tersemat sebuah bros berbentuk bunga. payet-payet berkilauan itu pasti membuat Cecil jatuh cinta setengah mati. bagian bawahnya menyempit. Seluruh gaun dihiasi payet yang berkilauan... Beberapa saat kemudian. payet itu memantulkan cahaya lampu sehingga Cecil tampak bersinar cemerlang. “Mau coba yang ini?” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun. “Sekarang aku butuh gaun untuk resepsinya. Sepertinya pemilihan gaun pengantin kali ini tidak akan berlangsung selama yang pertama.” pinta Madame Daphne.” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun dengan sangat hati-hati. Tidak ada yang memedulikannya. Cecil keluar dari kamar ganti. membentuk sebuah siluet yang membuat semua mata sulit berpaling dari Cecil. Kesya yakin seratus persen. Setiap kali Cecil bergerak. Bahan brokatnya tidak terlihat berat. “Ini rancangan yang paling saya suka. Di bagian pinggirnya ada pita warna pink dari bahan satin. Gaun itu tampak sederhana. Gaun itu bergemeresik pelan saat berpindah ke tangan Cecil. terbuat dari bahan brokat dengan motif bunga. “Aku rasa gaun ini cocok untuk pemberkatan di gereja. Dan gaunnya? Gaun itu menyatu dengan indah pada tubuh Cecil. Dia kembali meraba gaun-gaun pengantin rancangan Madame Daphne.” komentar Cecil.

Gaun tersebut pasti akan terlihat menarik sekali kalau Anda yang . Memangnya Cecil Medusa. Dia berpaling kepada Madame Daphne. Dia bergerak mengamati tubuhnya dalam balutan gaun pengantin. Cil? Tanpa melihat gaun-gaun lainnya? Lagian menurutku gaun itu ngak cocok banget sama kamu! Nggak sesuai dengan kepribadian kamu!” Finna masih terus nyerocos. Kesya mengintip dari balik bahu Cecil. “Anda kira saya perancang kacangan. Cecil menatap gambar itu. cocok untuk Cecil. Cil. “Your Majesty. “Saya ambil yang ini juga.. Cecil tertawa. “Saya tidak mengatakan bahwa gaun dalam gambar yang Anda bawa sama sekali tidak menarik.” bisik Kesya. ya?” bentaknya. Sekujur tubuhnya berkelap-kelip heboh. Yang membuat gaun itu terlihat aneh adalah di bagian bawahnya terdapat gambar lidah-lidah api yang menjalar dengan hebatnya. tidak mau lebih lama lagi menatap gaun itu.” puji Kesya tulus. Madame Daphne melirik gambar itu dan terkesiap. baru kali ini Cecil terdiam cukup lama. Cecil menatap Kesya.” ujarnya mantap.Perlahan. Biasanya sahabatnya itu tidak pernah diam lebih dari lima detik.. Entah bagian mana dari gaun tersebut yang. Cecil hanya mengangguk.. Cecil meraba gaun itu. “You look like a queen..” Kesya membungkuk hormat. kamu lebih cocok kalau pakai gaun dengan model seperti ini. seolah yang berdiri di hadapannya adalah seorang ratu mahaagung.. Raut wajahnya menampilkan rasa sakit hati yang amat sangat.. “So beautiful.. “Menurutku. Dalam hati Kesya tertawa. Kesya memejamkan mata. terlalu gembira untuk dapat berkata-kata. terus sampai ke bagian pinggung gaun! Dan lidah-lidah api itu berupa sablonan yang kentara sekali tidak dikerjakan dengan teliti.. “Hei!” Kain sari Madame Daphne bergemeresik saat dia berbalik menghadap Finna. Itu gaun teraneh yang pernah dilihat Kesya. Gaun pilihan Finna sebenarnya hanyalah gaun putih biasa. “Wait!” Sebuah suara mengejutkan mereka. Binar kekaguman terpancar kuat dari matanya. membuat gaun seperti ini?” Finna berpaling menunjukkan gambar tersebut kepada Madame Daphne. menurut Finna. Finna! Mereka lupa sama sekali pada wanita itu! Dan wanita itu tidak suka dilupakan begitu saja! “Masa kamu langsung deal begitu saja sih.. si wanita berambut ular yang tatapannya dapat membuat orang berubah menjadi batu? “Anda pasti bisa kan. Cecil tersenyum lebar. Gaun model apa itu? Entah dari mana Finna mendapatkan potongan gambar itu..” Dia menyodorkan kertas yang entah dari mana telah berada di tangannya.

Madame Daphne masih terus berjalan.mengenakannya! Tapi... wajah itu tampak keras seperti batu! “Madame Daphne.” kata Kesya merendah. Sekarang. Madame Daphne mendesah panjang. Kesya mengangguk paham. Senyum Kesya bertambah lebar... Tidak seperti dalam gambar ini!” Madame Daphne berbalik pergi.. kami minta maaf. bukan cuma Madame Daphne yang sudah dibuat sakit hati oleh Finna. Senyum Kesya menghapus cemas di wajahnya. Cecil langsung berdiri. saya tidak mau dia ikut campur urusan gaun pengantin lagi!” sambungnya dengan nada tegas. “Oke.. “Madame. Dia langsung mengejar Madame Daphne.. selain asem. “Tapi. Yah. “Kamu jadi ambil gaun yang tadi?” Cecil mengangguk kuat-kuat.” Seulas senyum terbit di wajah Madame Daphne.” Cecil buru-buru memanggilnya. Dia mengamit lengan Madame Daphne kembali ke ruang gaun pengantin. Tapi saya sangat tidak suka dengan perempuan mengerikan itu! Sejak awal dia telah membuat saya sakit hati!” Suara Madame Daphne bergetar marah. saya maafkan dia. namun kesan keras dan asem di wajahnya perlahan-lahan luruh. dia berdoa dalam hati semoga Finna sudah tidak berada di sana. “Saya sangat menyukai kalian berdua. Begitu melihat Kesya dan Madame Daphne.” Kesya masih berusaha mengimbangi jalan si madame.. “Maafkan teman saya itu. pokoknya Finna sudah tidak berada di sana. Yang ada di ruang gaun pengantin hanya Cecil yang duduk dengan lesu dan Anita yang tidak tahu harus berbuat apa..” Madame Daphne berpaling tiba-tiba. Wajahnya masih tetap ditekuk... Dia akan melakukan apa saja untuk membuat hati Madame Daphne luluh.... jangan hina saya seperti ini. pikir Kesya. seolah tidak pernah terjadi insiden apa pun sebelumnya.” panggil Kesya lembut.. Dia kerepotan karena masih mengenakan gaun pengantin impiannya itu. Entah siapa yang menghalaunya pergi.. Saya harap Madame tidak memedulikannya. Dia berbalik ke ruang ganti dan buruburu melepas gaun itu. Senyum Kesya mengembang. saya. . tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. “Teman saya itu memang agak kasar.. Doanya terkabul. “Jadi bagaimana?” tanya Madame Daphne. kamu dan Cecil.” panggil Cecil dengan putus asa. Wajahnya? Duh. “Kesh. Sambil berjalan. Asem banget! “Madame. Gaun-gaun rancangan saya adalah gaun-gaun yang berkelas. Sari-nya bergemeresik mengikuti gerakannya. Kesya bernapas lega. Dia tidak berkata-kata saking cemasnya.

Aku harus bersikap benar-benar tegas sama dia!” Cecil masih menyambung pembicaraan mereka tentang Finna. “Untung ada kamu. Ngomelnya? Ya lewat telepon! “Nggak ngerti deh gimana jalan pikiran si Finna.. “Aku harus tegas kali ini.. aku telepon Alo dulu. Aku nggak mau lagi Finna bikin onar di acaraku nanti.” Cecil mengangguk meskipun Kesya tak bisa melihatnya. Kesya membawa mobilnya sendiri.8 CECIL masih mengomel panjang lebar saat mereka sudah berada di mobil masingmasing. I owe you really big!” Kesya tersenyum.” jawabnya... aku belum kabarin Alo soal gaun pengantinku. betapa seremnya gaun itu?” “Iya sih. Aku mau kasih liat rancangan cincin kalian.” “Sekalian suruh dia dateng aja. “Ya ampun! Aku lupa sama sekali soal cincin itu.... Waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam. “Udah deh.. Nggak usah marah-marah terus.” ujar Kesya pelan.. Kesya tersenyum lagi. “Dinner sounds great. Aku nggak tau gimana jadinya kalau kamu nggak berhasil merayu Madame Daphne. Kesh.. Jadi.” “Sebentar ya.” jawab Cecil.” “Gimana kalau aku traktir kamu dinner? Tanda terima kasihku karena sudah membereskan masalah Finna tadi?” Kesya melirik jam tangannya. rancangannya udah jadi?” Kesya menjawab santai. Aku telepon dia dulu ya. “I’m your bridesmaid. Cecil juga. “Oh ya.. Bisa-bisanya dia mengusulkan aku memakai gaun pengantin mengerikan itu.. Jalar api yang terdapat pada gambar gaun itu belum juga sirna dari bayangannya. “Di tempat yang biasa aja ya?” “Oke. Nanti keriput lho.” . “He-eh. Kamu liat sendiri kan...” Mata Cecil membelalak.

Kesya jadi jengah sendiri. Kesh. “Kenapa sih kamu.” “Huhh. Dia buru-buru memasukkan permen mint ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan gaya berlebihan. Marco sendiri hanya tersenyum dan menarik tangannya seolah tidak terjadi apa-apa. “Abis ngerokok lagi. Cecil menekan tombol hold sementara dia menghubungi Alo. Aku.” sapa Marco..” Cecil tidak bisa menyembunyikan nada bersemangat dalam suaranya. Alo dan Marco rupanya sudah sampai lebih dulu. Cecil tidak berhenti bercerita tentang insiden gaun pengantinnya.... Dia juga menceritakan secara detail tentang gaun pengantin yang dipilihnya dan memaksa Alo datang ke Bride‟s World untuk memberikan penilaian tentang gaun pengantinnya.” Cecil mengecup mesra pipi Alo sementara Alo mengusap lembut pipi Cecil. Dia duduk dengan kikuk di samping Marco. Kesya memaki pelan. Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam restoran. Alo. Kesh?” tanya Alo lembut. Mobil mereka masing-masing meluncur pelan. Selama dinner berlangsung. Kesh. Dikeluarkannya buku sketsanya dari dalam tas.... Marco tersenyum.Kesya tidak mendengar apa-apa. Kesh.” Dia menunjuk gambar cincin yang tadi siang dibuatnya.” Kesya mendengus pelan.” “Iya. Kesya menceritakan detail-detail yang dibuatnya dalam gambar tersebut.. Mereka bangkit dari duduknya ketika Cecil dan Kesya tiba di meja... Mukul beduk kok nggak lihat tempat sih? Toh itu hanya tangan Marco. Ada begitu banyak cinta bertebaran di sekitar Alo dan Cecil. Mengutuki si pemukul beduk yang kurang ajar. Dia tidak suka dengan urutan nama yang disebutkan Cecil. “Marco is a very nice person lho... “Hai. Kesya mengulum senyum. Alo dan Cecil tersenyum melihat ulahnya. sementara Alo dan Cecil . Tidak lebih. Pemukul beduk di hati Kesya beraksi lagi... “Nah. kita dinner bareng aja. Sayang. Kesya mengernyit. ya?” Kernyitan Kesya bertambah banyak. kami mau liat rancangan cincin yang sudah kamu buat..” “Kata Alo.. Kesannya kok dirinya dan Marco berpasangan. Kecuali saat tangan Kesya tidak sengaja memegang tangan Marco ketika mereka sama-sama ingin mengambil kecap. kamu. “Halo.. dan Marco. Cecil memperbaiki duduknya. Setelah mereka semua selesai makan. “Hai. Kesya menampilkan ekspresi jijik di wajahnya. Sekilas dia mencium bau rokok dari desah napas Marco. “Ini.” Kesya mengernyit. Tak lama kemudian Cecil kembali bicara dengan Kesya. Acara dinner mereka berlalu tanpa insiden yang cukup berarti.

“Bisa nggak kalau buat aku dibuat lebih simpel lagi?” Kesya mengangguk.” Marco menepuk-nepuk kantongnya.. “No problem. “Seperti ini maksud kamu?” Kesya menunjuk gambar cincin pada halaman berikutnya. kan? “Yah. “So. Dan aku juga akan meminta pengrajin emas yang khusus untuk membuat cincin kalian. Senyum lebar selalu menghiasi wajahnya. “Oke.” “Itu sih nggak masalah. Benar. “Perfect... “Yep. masih dengan lengan yang digelayuti Cecil. Rancangan yang sama dengan rancangan cincin Cecil. Entah tidak melihat atau pura-pura tidak melihatnya. kualitas terbaik tentu saja. Bagaimanapun. Dia memang sudah menyiapkan rancangan yang lebih sederhana untuk Alo.” ujarnya lagi sambil menatap Cecil. kamu langsung pulang sama Kesya aja. Terpaksa dia harus berduaan saja dengan laki-laki bernapas asbak ini! . aku udah kasih kamu CD fotonya. Kesya melirik tajam ke arah Cecil. “Marco. sementara Alo memperhatikan antusiasme Cecil dengan senyum kecil. “Great!” Cecil buru-buru menjawab. Hei! Kenapa nggak ada yang menanyakan pendapat Kesya? Kesya mendengus kesal. “Marco. Cecil tersenyum dan memeluk erat Alo. “Apa aja yang dia suka. Kesya tertawa lebar. memang harganya akan sedikit lebih mahal karena champagne’s sparklingnya berupa berlian-berlian kecil. “Oke kalau begitu.” Mereka semua beranjak bangun.” sela Alo. Marco langsung menggandeng tangan Kesya. Cecil mengangguk-angguk penuh semangat. Kita pulang aja ya. kan?” Alo berpaling kepada Marco. Marco?” Alo berpaling meminta persetujuan Marco. namun Cecil tidak melihatnya... “Tapi aku kurang begitu setuju kalau kamu membuatkan rancangan yang sama untuk cincinku.. gimana?” Kesya mengakhiri presentasi singkatnya sambil berharap-harap cemas.” ujar Cecil.” Alo langsung beranjak pergi. It’s a really exhausting day. bedanya berliannya hanya satu. Alo dan Cecil pulang dengan mobil masing-masing.” tambah Alo.mendengarkan sambil berusaha memvisualisasikan gambar Kesya dalam benak mereka. “Aku suka banget detail champagne’s sparkling-nya.” ujar Alo mantap. Cecil dan Alo adalah customer-nya.. Itu aku banget!” Kesya tersenyum.

Kesya diam saja. Tangannya bergerak. “You’ve done a great job. Tampak adegan Alo dan Cecil sedang. lalu foto saat Cecil dan Alo sama-sama diwisuda. “I need more.Peugeot merah Kesya meluncur membelah malam yang sudah semakin larut.. seorang pengusaha beromzet miliaran.” Hanya itu komentar Kesya.. Tidak ada sorot kepedihan di sana.” Dia lalu beranjak pergi dan naik ke sebuah Jaguar mewah.. Dia tidak wajib beramah tamah dengan Marco. Marco berjanji untuk mengedit foto-foto tersebut.. agar semua tamu tahu perjalanan kisah cinta Alo dan Cecil. *** Marco tercenung menatap foto-foto mesra pada laptopnya. gadis yang meninggalkannya mentah-mentah. Kali ini Marco menawarkan diri untuk menyetir. ketika resepsi pernikahan berlangsung. gadis yang luar biasa cantik itu. Sekelumit perasaan bangga membuncah di dadanya. “Kenapa?” tanya Marco.. Kisah cinta dengan Joanelle. foto saat Alo dan Cecil jalan-jalan bersama. Foto-foto tersebut seperti mengalami metamorfosis. . “Hmmm. Diam-diam Kesya tersenyum. “Rancangan kamu tadi benar-benar bagus. Ada foto saat mereka masih mengenakan seragam SMA. Marco tersenyum getir. Semua foto itu menggambarkan kisah cinta Alo dan Cecil. Milik pacar barunya. Marco menghela napas.. Matanya merana menatap Joanelle. foto-foto tersebut akan ditampilkan pada sebuah layar besar. Dia teringat kisah cintanya yang membuat hatinya hancur lebur beberapa tahun silam. gadis yang dipacarinya selama dua tahun. “Sorry to say that. Marco bahkan belum mengenal Alo saat itu. Will I have this kind of romance story? batinnya.” kalimat Marco memecahkan kesunyian di antara mereka. Foto-foto Alo dan Cecil.” Nada suara Marco terdengar lebih lembut. I want more. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di bibir. Rencananya nanti. Ada foto saat Alo dan Cecil diplonco saat mahasiswa. Rasa ingin tahunya menggerakkan tangannya untuk membuka file itu. Perlahan-lahan berubah menunjukkan kedewasaan wajah Alo dan Cecil. hendak mematikan laptopnya ketika dia melihat sebuah file yang berjudul video. juga foto-foto saat Cecil menemani Alo pertama kali meeting besar di Malaysia.” Tatapan Joanelle keras.

Mereka merangkul erat Kesya.. “Sori deh. Alo hanya memandangnya frustrasi dan berkata beberapa patah kata. “Kamu tuh maunya apa sih?” tanya Alo. “Aku? KERAS KEPALA?” Tidak diragukan lagi. “Taruhan. sedang tertawa cekikikan.“Kamu selalu keras kepala. bagi orang yang sudah mengenal Alo dengan baik.” Sorotan handycam beralih lagi ke Alo dan Cecil yang kini semakin kencang berteriak. ini suara Cecil. “Tuh kan bener. Sorotan handycam kembali beralih ke Kesya. tidak seperti orang yang sedang marah..” Walau diucapkan cukup lembut. “Memangnya belum cukup perhatianku selama ini?” Cecil menggeleng cepat. Marco melihat satu lagi file foto yang belum dibuka. Cecil kemudian menangis. Tapi. Alo menggeleng frustrasi. Alo kemudian memeluk erat Cecil. wajahnya tepat menghadap ke arah layar. ini adegan Alo dan Cecil sedang bertengkar. namun tangisannya mereda. Sebenarnya Cecil yang berteriak-teriak.. sebentar lagi mereka pasti udah sayang-sayangan lagi. Marco mengklik foto tersebut dan layar laptopnya menampilkan foto Alo dan Cecil sedang mengapit Kesya di tengah-tengah. Entah siapa yang berani merekam adegan ini. Cecil tidak menjawab. Tawa Marco meledak. hanya Cecil yang berani... “KESYA!!!” Terdengar teriakan Cecil. Alo mencium pipi Cecil berulang kali. Adegan yang sangat intim. Tidak ada yang berani melawan Alo. dan bersahabat. *** . “Great job.” Kesya mengacungkan jempolnya ke arah handycam. esensi suaranya menandakan ada amarah yang bergejolak dalam dirinya. Tubuh Cecil mengejang kemudian lunglai.” bisiknya... Kesya sendiri tersenyum lebar. handycam dapat menangkap suara Alo.. “Belum!” Cecil berpaling. masih terkikik. “Matikan handycam-nya!” Sekarang yang terlihat adalah wajah Kesya. Aku janji akan lebih merhatiin kamu lagi.” bisik Kesya sambil tersenyum jail. Nadanya tidak terdengar meninggi. seperti es batu yang mencair disapu hangatnya sinar matahari. Dia tidak menyangka akan melihat adegan yang seperti itu. “KESYA!” bentaknya.” ujar Alo. sangat hangat. Sayang. Handycam buru-buru dimatikan dan Marco tidak tahu lagi apa yang terjadi kemudian. Marco menahan senyumnya. Kesya tampak beberapa tahun lebih muda.. “Hihihi.. “Aku cuma mau kamu perhatiin aku!” bentak Cecil. Alo.

omong-omong. Darius juga rekan sekerja Jansen. Dia juga seneng banget waktu aku bilang kamu juga ikut.. Dia tidak merasakan apa-apa. dan Marco terguncang-guncang di dalam mobil Alo. Dia sedang tidak ingin beramah-ramah dengan Alo. Ingan Jansen. kemudian melambai ke arah Marco dan Kesya. teman SMA mereka yang sejak dulu memang hobi banget foto-foto.” panggil Cecil. Darius. Hari ini. Cecil. Kesya keluar dan mengernyit. pantas! Mereka sedang berada di tengah-tengah kebun teh. sorak sorai. Kan aku udah bilang dari tadi aku nggak mau ikut karena aku mau tidur.. . mungkin juru rias. Kesya dan Marco diminta untuk menemani Alo dan Cecil foto pre-wed di daerah Puncak. meliriknya dari kaca depan mobil. Cecil langsung menggandeng tangan Alo dan berlari menghampiri Darius yang tengah bersiap-siap. Cecil. Panas banget! Hmm. dan tabuhan fanfare dalam hatinya. Dia memandang Marco yang asyik mengobrol dengan Cecil dan Alo. Kesya melirik Cecil. “Aku ngantuk. Seorang wanita. Dia semangat banget waktu tau bakal moto aku dan Alo. Entah kenapa Cecil begitu ngotot minta Kesya menemaninya. Kesya teringat dia masih punya utang kepada lelaki itu. ditambah pekerjaan ekstranya menjadi bridesmaid yang baik bagi Cecil.” “Dasar sapi tukang tidur!” cela Cecil. Kembali berusaha mencari-cari gegap gempita.. Kesya curiga.Kesya. tebaran confetti. “Memangnya siapa?” “Darius!” pekik Cecil. membuatnya sangat kurang tidur belakangan ini.. kita nggak ketemu dia?” Kesya mengangguk... Kesya mengembuskan napas. “Darius?” “Iya. Juru rias itu langsung bekerja cepat. Padahal dia ingin tidur sampai siang. Alo. Berduaan saja.” Alo mematikan mesin mobil dan keluar. “Sudah sampai. buru-buru menggiring Cecil duduk di bawah sebatang pohon.. “Kok diam aja sih?” Kesya balas memandangnya. “Eh. Cecil pasti senang banget kalau Kesya cerita soal perasaannya yang kian memudar terhadap Jansen. kamu tau nggak siapa fotograferku?” kata Cecil tetap antusias. Alo tampak mengobrol dengan Darius. Kesya meninju bangku Cecil. apalagi dengan Marco! “Kesh. Alo dan Cecil pasti akan sibuk foto-foto dan hal itu akan menyebabkan dia menghabiskan waktu bersama Marco. Darius teman kita waktu masih Sma. Padahal Kesya malas banget. Kesya memutar kembali ingatan saat Jansen menyatakan cintanya. Udah lama banget kan. Kesya diam saja. merias Cecil. jangan-jangan ini salah satu akal bulus Alo dan Cecil untuk mendekatkan dirinya dengan Marco. Pekerjaannya yang menumpuk.

Kesya kembali berkonsentrasi pada pertanyaan Darius. dan Darius dari kejauhan. Tampaknya mereka sangat menikmati sesi pemotretan kali ini dan tidak menyadari waktu yang terus bergulir. Wajahnya sudah dirias.Kesya balas melambai. Selesai Alo berganti pakaian. Dia tidak mau repot-repot mengklarifikasi responsnya tadi. Cocok sekali untuk suasana perkebunan teh ini.” . sementara aku dan Alo foto-foto. dan menyeret langkahnya menghampiri Alo dan Darius. mungkin perasaannya saja. Sementara Alo hanya senyum-senyum tidak jelas. kamu lagi dekat dengan Jansen.. Bingung juga harus berduaan saja dengan Marco. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin dengan potongan sederhana.” sahut Kesya gugup.” Cecil berpaling kepada Kesya.. Tatapannya lembut.. “Ya ampun. “Alo.” sahut Kesya singkat. tolong temenin Marco ya.. Sesekali terdengar tawa Cecil. yah. “Biar aku setting tempatnya dulu. Tampak cantik sekali. mereka meninggalkan Kesya dan Marco berduaan... kan?” Mata Darius terbelalak. Kesya! Sudah lama sekali kita nggak ketemu!” Kesya tersenyum melihat antusiasme Darius. tersenyum garing. ya?” lanjut Darius setelah menyalami Marco. Dari raut wajahnya Kesya tahu bahwa responsnya aneh sekali.” Alo memandang Cecil. Sayang. “Kamu masih ingat Kesya.” pintanya. “Lagi ngapain?” Marco juga ikut duduk di sampingnya.. “Cantik banget. kamu ganti baju dulu aja.. Bersyukur sekali karena buku itu masih sempat dia selipkan di dalam tasnya. buku idenya. “Aku dengar.. namun penuh pancaran cinta yang berapi-api. “Corat-coret aja.. Entah. Matanya terpejam. “Rancangan baru?” Kesya mengangguk tidak peduli. Kesya kemudian duduk di tanah dan mengeluarkan notes kecilnya. Bodo ah! Benaknya. “Kesh.....” ujar Darius.” Alo memperkenalkan mereka. Kesya merasakan tubuh Marco mengejang di sampingnya.. “Bosen nih... Waktu terus bergulir. begitu deh. Alo. y. Marco merebahkan tubuh di samping Kesya. “Ini bridesmaid dan bestman-nya. Darius tersenyum. “Hai! Aku cantik nggak?” Tiba-tiba Cecil sudah berdiri di hadapan Kesya. Kesya masih terus sibuk mencorat-coret notes kecilnya. Kesya mengangguk malas-malasan. “Hmmm.

Kesya mengangguk pelan. begitu intim rasanya. Menyambut hangat si pemukul beduk. Alo dan Cecil langsung saling melempar senyum penuh makna saat melihat tangan Kesya dan Marco yang bertaut. tapi Kesya kan nggak bisa naik sepeda. “Jangan keras kepala ya. namun dia gengsi mengakuinya di hadapan Marco.” Marco tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Alo. Kesya tetap tidak memedulikan Marco dan. kami pinjam sepedanya ya. dimasukkannya notesnya ke tas. “Tadi Alo bilang dia bawa sepeda lipatnya. Kesya diam saja dan terus berjalan.” bujuk Marco. Dan masih terus terbahak-bahak saat mereka sudah berada di dekat mobil Alo. Kesya kesal. Dengan terburu-buru. sementara Marco hanya tersenyum... namun pemandangan indah yang membentang di hadapannya menyurutkan rasa kesalnya.Kesya tersentak mendengar suara itu.” Marco mengayuh sepedanya pelan. Dug dug dug! Si pemukul bedug kurang ajar itu kembali beraksi! “Alo. Tapi kenapa tadi waktu aku tanya.. tapi ternyata lakilaki itu tiba-tiba bangun. Marco menggandeng Kesya mendekati Alo dan Cecil.” Alo melemparkan kunci mobilnya. Rasanya dia sudah berjalan jauh sekali ketika sebuah sepeda meluncur di sebelahnya. Lagi pula.. . “Kesh.” bujuk Marco lagi.” Marco bangkit dan menggandeng tangan Kesya. jangan marah dong.. “Memangnya kenapa kalau aku nggak bisa naik sepeda?” tanya Kesya ketus. Sebenarnya dia tidak bisa naik sepeda. “Ayo naik sini. Tersaruk-saruk dia mengikuti Marco. Kesya langsung panik. “Ambil aja sendiri. berada begitu dekat dengan Marco.. Lama-lama dia menikmati juga irama tidak teratur si pemukul beduk. “Kamu harus nurut sama aku. Mau putar-putar aja. Ada di bagasi. Kita putar-putar aja yuk. Dia kira Marco tidur... Dug dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi! Kali ini Kesya tersenyum.. “Kamu bisa naik sepeda?” tanya Marco. Lagaknya seperti sedang berbicara dengan anak balita.” Marco menggeleng-geleng. “Ya nggak apa-apa sih... kamu sok-sokan bilang bisa naik sepeda? Gengsi?” Marco tersenyum menggoda. Ada dua tuh. Kesya mengangkat dagu tinggi-tinggi dan berjalan menjauh dari Marco. “Hhheiii!” Kesya menjerit ketika sepasang tangan kokoh Marco merengkuh tubuhnya dan mendudukkannya di besi melintang di depan sadel sepeda. Kepalanya tertunduk. Anggukan yang ragu-ragu. Kesya melepaskan genggaman tangan Marco.

Cecil menutup rapat pintu kamar mandi.” Dan Kesya terpesona dengan pemandangan di hadapannya. eh kamu malah maksa aku nginap di sini. Senyum cerah di wajah Cecil menunjukkan bahwa Kesya terlalu antusias merespons pertanyaan Alo. Dan demikianlah yang terjadi.. Rupanya mereka sudah selesai. Entah apa lagi yang direncanakan si drama queen ini! Alo menggeleng-geleng dan mengernyit memandang Cecil. Toh hari ini weekend.... Tepat saat itu juga. “Sunset.. Kesh. . “Kamu tuh apa-apaan sih. “Sepertinya kita akan kemalaman. Kesya jadi berhenti marah-marah. “Aku sih nggak keberatan. Kan seru!” balasnya sambil melenggang masuk ke kamar mandi. namun sering kali terlupakan karena sibuknya aktivitas sehari-hari.Marco mengayuh sepedanya dengan santai. Kesya mengumpat dalam hati.” Marco menunjuk dengan dagunya. Tanpa rencana. Kesya buru-buru mengembalikan posisi wajahnya ke level “tidak terlalu antusias”. Mata Kesya menyipit. sekali-sekali melakukan sesuatu tanpa rencana. jadikita menginap saja di sini.. Percuma dia marah-marah sekarang.. Tanpa sadar. jadi jelas dia tidak akan mendengar omelan Kesya. Kesya kesal sekali dan masih terus marah-marah saat dia dan Cecil sudah berada di kamar hotel mereka. “Lihat itu. Alo dan Cecil menghampiri mereka. Marco.. “Marco?” Cecil berpaling kepada Marco.” jawab Marco santai. kembali ke peraduannya. Ada di bagasi mobil. Matahari surut perlahan-lahan. Cil? Aku bilang nggak mau ikut. Kesya mengangguk. Sebaliknya. Selesai melihat sunset. mereka kemudian kembali ke lokasi pemotretan. lagi!” Cecil tersenyum. Marco menghentikan laju sepedanya dan terpaku juga melihat keindahan alam tersebut. “Nggak apa-apa kok. DeeDee.” kata Cecil sangat antusias. tidak peduli dengan wajah kusut Kesya. dan nggak ada yang harus kerja.” “Cecil! Kamu apa-apaan sih? Menginap tanpa rencana begini? Aku kan nggak bawa baju ganti!” Cecil tersenyum licik..” ujarnya penuh kemenangan. Cecil menarik Alo dan berbisik-bisik di telinganya. Keindahan alam yang alami. “Aku bawa baju kamu. Marco mengembalikan sepeda lipat Alo ke dalam bagasi mobil. Cecil sudah menutup pintu. having great time?” tanya Alo. “Hai. besok Minggu. Cecil mengangguk kuat-kuat dan tersenyum lebar sekali! “Kesya. Alo sekamar dengan Marco.

liat di restoran hotel saja. “Kesya. “Alo mana?” “Yup. Kalian enjoy aja. “Ihhh. “Iya deh! Aku janji akan quit jadi smoker.” Alo tidak pernah menolak permintaan Cecil. ya?” tanya Marco lembut. Marco!” seru Kesya sambil mengernyit. Kasihan banget. “Aku punya teman baik yang meninggal karena kanker paru-paru. Sosok itu berasap! Hiiyy! “Kesya.” “Boleh.” Tangannya terkepal dan diletakkan melintang di dada. Marco. kita makan jagung bakar yuk. Kesya tersenyum.” “Kalau begitu aku juga di sini saja.. Sehari bisa berbungkus-bungkus rokok habis diisapnya. “Makanya aku nggak suka sama perokok! Egois!” Kesya mencibir ke arah Marco. Tadi sepertinya aku lihat ada yang jualan di depan hotel deh. Marco buur-buru mematikan rokoknya. “Kesh?” panggil Cecil. Rambut keritingnya tampak basah. Masa depannya hilang karena nikotin. “Aku pengin makan jagung bakar nih. Dengan pasrah dinikmatinya embusan udara yang semakin dingin. Marco tergelak..” “Kalau begitu.” Marco tersenyum. ngapain di luar?” Kesya tersedak.. “Nanti saja. “Mmm. “I never know that. Sayang?” Alo keluar dari dalam kamar.. Dia perokok berat.. Seharian ini mereka ramah sekali. “Aku mau makan di sini saja. sejenak melupakan pertikaian mereka. “Kamu benar-benar nggak suka sama smokers. Senyumsenyum terus! “Kamu mau makan apa. Males mau keluar-keluar lagi. Kemudian dia mengeluarkan permen mint dari dalam kantong celananya lalu mengunyahnya.” ujarnya lembut. Kesya duduk.” Marco menanggapi.Kesya beranjak ke teras kamar.. Alo dan Cecil senyum-senyum lagi. kalian mau ikut?” Kesya menggeleng.” Cecil berpaling ke arah Marco.” .. Dan dia tersentak saat melihat sosok tinggi di teras sebelahnya. “Kamu mau mandi nggak?” Kesya menggeleng. Sesaat dia sempat lupa bernapas. Lagak Marco seperti kesatria yang bersumpah pada rajanya. Ternyata sosok tinggi berasap itu adalah Marco yang sedang merokok. Kesh?” tanya Marco ketika Alo dan Cecil sudah berlalu.

. Kali ini Kesya menyambut hangat si pemukul beduk. “Aku di sini.. Kesya. Kesya mengangguk. Kesya memejamkan mata dan merasa pusing. lalu perlahanlahan santai. memberi kesempatan pada Marco untuk menjelajah ke dalam relung hatinya. bergemuruh sorak-sorai. Aku ke kamarmu lewat pintu depan. “Yuk. Dia membuka mata. lalu merasakan bibir Marco menyapu lembut bibirnya.. “How was that?” tanya Marco sambil tersenyum nakal.. menuntun wajahnya untuk menengadah... Indah sekali! Saat Kesya menoleh dan memandang Marco. Kesya ragu-ragu. Dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi. Banyak sekali. Desah napas Marco bercampur dengan aroma mint. Marco mencium Kesya dengan lembut. Tak lama kemudian Marco sudah muncul di ambang pintu kamar Kesya dan menghampiri gadis itu. may I kiss you?” tanya Marco pelan sambil merengkuh kepala Kesya.” panggil Marco lembut. “Lihat deh. di bawah sinar bulan dan cahaya bintang. gegap gempita. Dia paling tidak suka berada di kegelapan... dilihatnya tatapan lelaki itu melembut. . Menikmati sensasi berada di pelukan hangat Marco.... Kesya menjawabnya dengan senyuman.. Tangannya menggenggam tangan Marco lebih erat lagi. namun kemudian menyambut uluran tangan Marco. Sekilas Kesya juga dapat melihat tebaran confetti..” Marco mengulurkan tangan.” Kesya merasa Marco memegang dagunya. Tubuh Kesya menegang. lalu menghilang dari teras kamar. walaupun matanya terpejam rapat. Berjuta-juta bintang berkelap-kelip indah di langit malam. aku temani ke restoran. Di dalam dadanya. “Kesh.. Kesya tidak pernah melihat bintang sebanyak ini di langit Jakarta. Benar-benar menikmati suasana ini. tunggu sebentar. Pusing yang menyenangkan.“Kalau begitu. Namun.. “Bintang. dan Marco menyambutnya dengan sebuah ciuman yang panjang dan lama. Blasss! Tiba-tiba lampu di seluruh hotel mati! “Marco!” panggil Kesya panik. Tangannya merangkul erat pinggang Kesya.” kata Marco cepat. Kesya membuka bibirnya.. “Kesh..” Kesya terperangah. Kesya merasakan bibir Marco telah lepas dari bibirnya..” Kesya merasakan Marco mendekapnya. dan tabuhan fanfare.

.. Ternyata bukan fotografernya yang membuat Kesya tampak cantik. namun orang yang bersamanya.. “Kesh... menghunjam postur Marco yang tampak santai di belakang Kesya. sementara tangannya di letakkan di bahu Kesya. Dia tampak cantik sekali di kedua foto itu. “Dia sudah duduk begitu dari pagi.” Jansen mengeluarkan beberapa lembar foto yang dicetak ukuran besar. . Biasanya. tampak Kesya masih duduk santai di atas sepeda.. Marco menemui DeeDee yang masih menunggu dengan gelisah di pintu masuk.. Di foto yang kedua.. yang berada di sisinya yang membuatnya tampak sangat cantik. Dia melirik Marco sementara Marco santai saja. Kesya terkesiap. aku mau bicara dengan kamu.” Kesya menatap Marco. Marco mengangguk dan beranjak pergi. hanya Jansen yang mampu membuat Kesya tampak cantik dalam foto. “Ada apa?” tanya Kesya waspada.” ujarnya gugup. Di sofa ruang tamu. “Berdua saja. DeeDee membukakan pintu apartemen Kesya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Tatapannya tajam. Orang itu adalah. aku lihat foto ini di meja kerja Darius kemarin malam. Jansen duduk dengan gelisah. Jansen berpaling dan terkesiap melihat Kesya dan Marco. Dia mengekor Kesya menemui Jansen.” bisik DeeDee. Tampak sekali mereka sangat menikmati momen tersebut. Mereka berdua sedang menatap kagum ke pemandangan sunset yang indah. “Aku. sementara Marco duduk di belakangnya. Kesya menatap punggung Jansen dengan cemas. Marco.” sapa Kesya pelan. Kali ini sepeda terlihat berhenti... Foto Kesya sedang duduk di depan sadel. Senyum di wajah Marco tidak kalah lebarnya. “Jansen.. Rambut Kesya tergerai lemas saat sepeda tampak meluncur menuruni jalan yang melandai. DeeDee membuka pintu lebih lebar dan Kesya pun tahu apa yang membuat raut wajah DeeDee seperti itu. tertawa lebar. Wajahnya sangat bahagia.9 KETIKA mereka pulang keesokan harinya. Satu kaki Marco menapak.

. “Kalau kamu memang mencintainya.! Kesya mengedip. Kesya mengangkat wajah dan menatap Jansen. wajahnya tampak murung. Wajahnya condong dan dekat sekali dengan Kesya. *** “Jadi?” tanya DeeDee sambil tersenyum.” Kesya terdiam.” potong Jansen pilu.Jepret. Jansen memandang Kesya dan Marco bergantian. Kesya tidak beranjak dari sisi Marco. “Jaga dia baik-baik. rasanya aku memang tidak memanfaatkan waktu yang kumiliki dengan.. Melindungi gadis itu dari segala bahaya yang mengancamnya... Kesya terkesiap. Kali ini tatapannya lama dan mendalam...... aku kalah. Tangan Kesya menggamit erat lengan Marco. Menatap tajam ke arah Jansen. aku. Nada suaranya tegas dan berat. kemudian beranjak dari apartemen Kesya. membentangkan jarak lebar antara tubuh Jansen dan tubuh Kesya... Marco mendorong Jansen. Kamu menang.. “Gimana cerita lengkapnya?” Siang itu. Dia menatap foto itu dan tersenyum getir. Dia tersenyum getir. “Aku. “Mau apa kamu?” Marco tiba-tiba berdiri di sebelah mereka. Bunyi itu mengejutkannya.. “Rasanya.. Posisi itu sudah sangat jelas bagi Jansen. Jansen kembali memandang Kesya. Ini debar yang membuatnya sungguh merasa tidak nyaman.” Dia menatap Marco. Kesya menatap foto itu. “Maaf. Sinar-sinar yang biasanya terlihat dari sekitar wajahnya sirna... “Semua gara-gara.. gara-gara laki-laki itu. Kesya bergerak-gerak dengan gelisah sementara tubuh Jansen sudah merapat ke arah tubuhnya.. aku mengerti kok. perlakukan dia dengan sopan!” Suara Marco memancarkan getar kemarahan di setiap katanya. sebaik-baiknya. kan?” tanya Jansen pelan. Menyurutkan entah apa yang akan dilakukan Jansen. “Aku. Jansen mengeluarkan hasil bidikannya dari kamera Polaroid-nya.” ujarnya. . Dia tahu dia sudah kalah total! “Aku. DeeDee memaksa Kesya untuk mentraktirnya makan siang sekaligus menodongnya untuk menceritakan versi lengkap kisah jadiannya dengan Marco. “Sudahlah. Dadanya berdebar. Tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Bukan debar menyenangkan yang biasa dia rasakan ketika bersama Marco.” ujarnya tercekat. Mencari perlindungan dari lengan kokoh itu.” Jansen beranjak ke arah pintu. Lengan Marco melintang kokoh di hadapan tubuh Kesya...... Kesya yang ayu. Kesya mengikutinya. Tiba-tiba Jansen berbalik dan berjalan pelan mendekatinya.. aku tidak membuat kamu tampak ayu lagi di foto.” ujarnya sambil mengangsurkan foto hasil bidikannya kepada Kesya.

” DeeDee cemberut. “Lho?” Wajah DeeDee juga sama bingungnya. Matanya berbinar mengingat kejadian sejuta bintang Sabtu kemarin.. “So.. Kesya hanya balas tersenyum. Kesya dan Alo duduk berdampingan di Groom‟s Bestfriend sementara Marco sedang mencoba jas bestman-nya. Tidak dengan Jansen. “Ya ampun. “Berarti sudah dong?” Kesya mengangguk. “Gimana rasanya?” “Wonderful. Kesya menceritakan soal sejuta bintang yang mereka lihat saat hotel mati lampu. “Baru cerita soal kissing aja udah blushing begitu! Belon juga ngapa-ngapain!” DeeDee kemudian memaksa Kesya untuk bercerita apa saja yang terjadi saat mereka menginap. tidak juga dengan mantan-mantan pacarnya dulu. Mata DeeDee berbinar-binar saat mendengar bagian itu.. DeeDee! Kami belum have sex sama sekali!” bisiknya histeris.. “Dia merokok karena mantan pacarnya.. “Terus. tapi dia tidak menyangka akan secepat ini... Kesya terkesiap begitu menyadari apa maksud DeeDee yang sebenarnya. “Romantis banget.” Alo memulai percakapan sambil tersenyum lebar.” . “Ya begitu aja. kalian pakai gaya apa?” Wajah Kesya berubah bingung. Dia berusaha berhenti merokok gara-gara kamu.” desahnya. Hatinya terasa hangat kalau mengingat ciuman Marco saat itu. menunduk menyembunyikan wajahnya..” Kesya tersenyum.” “Really?” Kesya memang mengharapkan Marco berhenti merokok. Pokoknya aku udah jadian sama dia. “Marco itu laki-laki yang baik.” bisik Kesya...Wajah Kesya memerah. “Memang ciuman ada gayanya?” tanyanya polos. “Marco memang tahu saat yang paling tepat untuk menyatakan cintanya.. “Jadi cuma kissing doang?” Kesya mengangguk. Dan perasaan itu tidak pernah dia rasakan sebelumnya.. “Serius?” DeeDee melonjak dari duduknya. Apa ini yang orang bilang “cinta sejati”? *** Minggu pagi. “Kamu tuh yang „ya ampun‟!” sungut DeeDee. DeeDee tersenyum lebar. Kesh. “Memang maksud kamu apa?” DeeDee menggeleng-geleng. “Masa nggak ada romantis-romantisnya? Marco itu cowok paling romantis lho!” Wajah Kesya kembali memerah. “Masa gitu aja? Nggak percaya!” Dia menggeleng keraskeras. Matanya melotot.

. Konsep taman yang asri dan nyaman.” Marco menggandeng tangannya. “Gimana?” Dia mengangkat kedua tangannya.. atau hanya untuk duduk di ayunan sambil membaca. menikmati kedekatannya dengan Marco. “Gimana. Memperagakan jas yang sedang dikenakan. Kalian pasti bisa saling jaga. Marco mengajak Kesya ke area permainan anak. Kesya berjalan sambil memperhatikan taman yang masih baru itu.. seperti aliran listrik ketika tangan Kesya digandeng Marco. Kesya suka ide itu. Rasa yang baru muncul setelah perasaannya terhadap Marco berubah. untuk mengajak anak bermain. “Bagus. Kesya bisa membayangkan. Marco tersenyum. terus lari ke rokok.. Sayang?” Kesya tersenyum. “Ada ayunan?” tanyanya. kira-kira gitu deh.” Alo tidak ingin membahas detailnya. Keliatan gagah banget.” Marco mematut-matut dirinya di depan cermin. Ada rasa geli. Untuk lari sore.Kesya memperbaiki duduknya. “Aku suka sekali ayunan.” kata Kesya sambil berayun pelan.. “Gagah.” Marco mendengarkan sambil terus mengayun Kesya. Marco tersenyum dan memandang Kesya.” Kesya tersenyum. aku seneng dia sama kamu. Marco keluar dari balik ruang pas.. Dia sama sekali belum diberitahu Cecil soal gaunnya... “Diputusin mantannya. Tangannya membentang memperlihatkan hasil kerja kerasnya selama ini. “Tanya sama Kesya dong. matanya menerawang jauh..” ujar Marco bangga. . Di sana berdiri sebuah taman yang asri. “Bener banget penilaian kamu. “Omong-omong..” “Ih. Dia belum tahu cerita ini.. Kesya tersenyum diam-diam. She is your girl now.. pada sore hari taman ini pasti ramai dikunjungi oleh orang-orang. “Aku kepingin sekali punya ranjang ayunan. Jadi sambil tidur aku bisa sambil berayun-ayun. “Tapi. “Ini kerjaanku selama ini.. gaun bridesmaid kamu modelnya gimana?” Gaun bridesmaid? “Oh iya ya. ya? Hmmm. Saling jaga. “Tentu ada dong. ge-er banget sih!” Kesya pura-pura ngambek.” ujar Alo menggoda.” Dia tersenyum kepada Kesya dari cermin. Kamu gadis yang baik..” Setelah selesai dengan urusannya di Groom‟s Bestfriend. tanah kosong di daerah Kelapa Gading yang dulu pernah didatanginya bersama Kesya. Kesya suka sekali ayunan.” Kesya manggut-manggut sendiri. Yah. Dia mendudukkan Kesya ke atas ayunan dan mengayunnya perlahan-lahan. Ayunan.. Tapi sekarang di sana bukan tanah kosong saja. Marco kemudian meminta Kesya untuk mengantarnya ke suatu tempat. “Nanti aku tanya Cecil deh.. Senyumnya mengembang perlahan.. Yang. Ke Jalan Disco.

.” Kesya membalik-balik agendanya. “Santai saja lah.” Kesya terkesiap. Merasakan ketegangan otot bahu Kesya di bawah tangannya.. “Kalau begitu besok siang tolong temani aku ketemu mamanya Alo. . aku harus memanggilnya dengan sebutan Mama.” Marco menyodorkan segelas teh hangat. ups salah. mau keliling-keliling dan Alo minta aku untuk menemani mamanya.. juga dair pengalaman romantisnya bersama Marco. Cecil harus memanggil orangtua Alo dengan sebutan “mama-papa”. Senang juga rasanya diperhatikan seperti ini. Kesya tersenyum. Cil?” “Besok kosong?” tanya Cecil tanpa basa-basi.” Cecil tertawa. menemani Oom Steven yang lagi meeting di Jakarta. Dia menghampiri Kesya dan mengecup ubun-ubun kepala Kesya.. “Kamu tegang banget lho. “Biar otakmu yang panas jadi dingin lagi. Dia sudah hafal luar biasa tabiat Cecil.. “Aku cek dulu ya. “Yup. “Proyekku sudah selesai. Sudah lama sekali dia duduk dan mencorat-coret notes kecilnya. Aku ambil cuti dari kantor.” ujar Cecil sambil menghela napas. Marco mampir untuk menemani Kesya bekerja. Banyak ide yang berlalu-lalang di dalam benaknya. “Mamanya Alo?” “Iya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. “Kamu nggak ngapa-ngapain?” tanya Kesya sambil menyesap teh hangat yang dibawakan Marco. I’m all yours.*** Kesya kembali berkutat dengan pekerjaannya..” bisik Marco cemas. Kesya tersenyum.” Cecil meralat panggilannya. Berebut untuk minta digambar dan direalisasikan.. Tidak ada janji penting untuk besok. maksudku mamanya Alo.” Sekarang Marco meremas bahu Kesya. Kesya tertawa menahan geli. Sebagian besar diilhami dari pernikahan Alo dan Cecil..” ujarnya. Sejak resmi bertunangan dengan Alo. sekarang tugasku hanya menjadi bestman Alo dan jadi pacar yang baik buat kamu..” Kesya mengambil notesnya dan memperhatikan rancangannya. “Nih. “Ya.. Jadi. Nama Cecil tertera pada layar ponsel Kesya. Kesya masih sering senyum-senyum sendiri jika teringat kembali peristiwa sejuta bintang itu. istirahat dulu. “Mama..” Kesya tersenyum.. Tante Jessica. mengangkat tangannya membelai dagu Marco. melemaskan otot yang tegang di sekitarnya. Marco menggeleng. “Iya. ya. Dia baru datang dari Singapura. aku akan usahain santai deh.

Another long day. begitu. Aku bisa meledak kalau cuma berduaan sama dia. “Alo minta aku menemani mamanya karena mamanya mau mengenalku secara lebih akrab. Minggu depan baru datang ke Jakarta. .. Kesya mengangguk-angguk. “Alo nggak ikut?” “Dia masih di Singapura. mamanya Alo.” jawab Cecil sambil memberi penekanan pada empat kata terakhir.” “Maksud kamu.. Di depan Alo dan Oom Steven. Alo sudah bilang ke orangtuanya dia akan menikahi aku. Menurutnya. memang orang yang sangat menyenangkan dan ramah. dia sudah tahu?” tanya Kesya hati-hati. “katanya sih dia mau menghabiskan waktu bersama-sama. Beliau juga sangat menyetujui hubungan Alo dan Cecil. Mereka memelukku sambil tersenyum.” Kesya mendesah..Kesya tahu apa makna di balik helaan napas Cecil. “Tentang kamu dan Alo.” Cecil mendesah.” cibir Cecil. Makanya kamu besok tolong temani aku. “Dan besok. Cecil tidak cocok berpasangan dengan anak kesayangannya. “Ya sudah lah. Sejak mereka masih samasama SMA. tapi dari bahasa tubuh masing-masing. kentara sekali mereka saling tidak menyukai.” ujar Kesya ragu-ragu. Mamanya hanya datang dengan cucunya. papa Alo. Rasanya tidak percaya Tante Jessica bisa memeluk Cecil. mengucapkan selamat dan berkata betapa senangnya mereka karena aku akan jadi menantu mereka.. Waktu itu kan dia datang sama Oom Steven dan Alo. Tante Jessica Lionel Andersen. ya.. apalagi sambil tersenyum! “Iya lah.” Cecil melanjutkan. supaya lebih mengenal calon mantunya gitu. Tante Jessica memang tidak berani terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. Kalau Oom Steven Andersen. Memang belum pernah ada konfrontasi terbuka antara mereka berdua. kurang begitu menyukai Cecil. Orangtua Alo datang ke rumah. “Oh. Tante Jessica juga memelukmu sambil tersenyum?” tanya Kesya tidak percaya.. Berbeda 180 derajat dengan Tante Jessica. sejak Alo dan Cecil baru mulai pacaran.

Dan. Para portir bergerak ke sana kemari mengantarkan tamu. menjemput mamanya Alo. “Cecil. Dia langsung beranjak bangun dan menghampiri Oom Steven sambil tersenyum lebar. Salah satu dari enam lift itu terbuka dan rombongan tamu pun berbondong-bondong keluar dari dalam. dua-duanya juga keras kepala. and sdhe helps me a lot!” Cecil menunjuk Kesya. papanya Alo. tetapi di lobi hotel para manusia sudah bergerak dengan aktif. Kesya kembali melirik ke arah lift. dua-duanya saling tidak menyukai. Sementara Cecil duduk santai di sebelahnya. dear. do you still remember Kesya. dan sudah pasti tidak mau mengalah. Kesya duduk dengan gelisah. dan mengawasi kumpulan tamu yang baru keluar dari lift. Dia duduk sambil membaca majalah bisnis. . Laki-laki itu berkulit putih kemerah-merahan dan berambut cokelat. gawatnya. Itu Oom Steven. atau sekadar menanyakan informasi. kan?” Cecil mengangguk. Raut wajahnya ramah dan menyenangkan.” Oom Steven memeluk Cecil dengan hangat. membawakan koper-koper. baik yang ingin check-in. Para resepsionis telah melayani banyak sekali tamu. Pelukan erat yang sungguh tulus. Kesya melihat seorang laki-laki yang cukup berumur menghampiri mereka sambil tersenyum lebar. “Sudah ninety-two percents. “Oh iya. Papa? She is my bridesmaid. atau mengantarkan tamu sambil membawa setumpuk koper. Berulang kali dia membetulkan posisi duduknya. Rambut keritingnya jatuh sebagian. Entah kenapa Kesya super duper panik menghadapi Cecil dan Tante Jessica.. complaint. Papa. dear? Semua persiapan pernikahan kamu dengan Alo lancar. menutupi wajah.. Cecil juga rupanya sudah menyadari kehadiran Oom Steven. check-out. Dua-duanya gampang marah.” jawab Cecil sambil tersenyum. Untuk hari ini dia sengaja mengambil cuti dari kantor. Di lobi inilah Kesya dan Cecil berada. kalau terjadi perselisihan di antara dua wanita itu. Dalam hati Kesya memutuskan. merapikan rambut panjangnya.10 HARI masih bisa dibilang pagi. “How are you. dia akan beranjak pergi dari medan perang. Menyelamatkan diri sendiri.

“Halo. Tangannya terentang untuk memeluk Cecil.” Oom Steven tersenyum. dan selalu memandang rendah orang lain.. One of Alo’s classmates.” Tante Jessica tersenyum...“Hai. dan selalu menghargai siapa saja membuat semua orang merasa nyaman berada di dekatnya. Kesya mengamati senyum Tante Jessica. Tak lama kemudian. Saya sudah memilih Kesya untuk jadi bridesmaid saya.. Sahabat baik saya. Kesya mengulurkan tangan sambil tersenyum sopan. Perasaan itu bahkan menetap hingga sekarang. berbeda sekali dengan senyum hangat dan ramah milik Oom Steven. “Yes... Tante Jessica tersenyum tipis. Oom Steven menjabat tangan Kesya dengan hangat.. Kesya tidak terlalu suka dengan Tante Jessica.” bisik Cecil tanpa menggerakkan bibir. Ma. Dia menggandeng seorang anak laki-laki bertubuh gempal. Tampak artifisial sekali. yang ditunggu-tunggu pun datang.” Suaranya terdengar sedingin es. Pribadi Oom Steven yang ramah. right?” Oom Steven tersenyum.. I remember you. “Okay. Dulu sekali dia pernah bertemu dengan Tante Jessica.. Kalau dia tidak salah dengar.” Cecil memperkenalkan. anak kakak perempuan Alo. Alis Kesya terangkat. dingin. I have to go now. Kelihatannya anak laki-laki itu berusia delapan tahun. Kesya berpaling kepada Cecil. “Hmmm..” Kesya mengulurkan tangan.” Kesya dan Cecil mengangguk. Perempuan yang sudah berumur itu masih terlihat segar.” Tante Jessica berpaling menatap Kesya. tapi pasti Tante Jessica sudah lupa. Cecil tersenyum sekadarnya dan membiarkan tubuhnya dipeluk sang calon mertua. Oom Steven. Cecil masih tetap santai. “My wife will come down soon. Senyum lebar juga tersinggung di wajahnya. kebapakan. Cecil. agak kurus ya. Kesya mengangguk. Meisya. Tante Jessica sedang mencelanya! Mencelanya. Sebenarnya Meisya lebih cocok jadi bridesmaid kamu lho Cecil. Tante Jessica adalah tipe wanita yang judes. “Hmmm. “Jason. hangat. “Ini bridesmaid saya. “Nggak.. membuat semua orang selalu ingin tersenyum kepadanya. Sejak masih sekolah dulu. Kesya Artyadevi. sementara Kesya kembali tegang. . Meeting. Paduka Ratu Jessica Lionel Andersen. “Sampai ketemu lagi ya. seolah sedang menilai Kesya.” Cecil terdengar sulit menyapa Tante Jessica dengan sebutan “Mama”.” Oom Steven melirik arloji yang melingkar di tangannya. Sifat-sifat Tante Jessica juga snagat berbeda dengan Oom Steven.. tepat di hadapannya! Cecil menggeleng.” komentar Tante Jessica. minta penjelasan. Matanya menyipit. kembali duduk.. “Hai..

kakak laki-laki Alo—yang disebutnya sebagai perempuan yang memenuhi kodratnya....” Cecil merengut. keduanya bisa memasak. Dia pernah nyobain. Tante Jessica menyindir Cecil terus. Masih pada gadis kok lamban sekali.” Kesya menoleh panik ke arah Cecil.. Jason tersenyum manis sambil mengulurkan tangan. “Cil. “Nanti cincinnya akan aku sembunyikan.. Aku akan dapat banyak uang.” ujarnya. Kamu nggak bisa masak. Tapi ketika Tante Jessica berpaling untuk beranjak pergi. mengingat tadi dia menggeram pelan.. Kesya agak terkejut mendengar ketenangan dalam nada suara Cecil.. sementara Alo senang sekali makan enak..” Kesya hampir pingsan mendengarnya.” .. Hahaha. Kesya syok melihatnya! Anak usia delapan tahun sudah bertingkah seperti itu! “Oh ya. “Buat kami tidak menjadi masalah.Tante Jessica mengangkat bahu. Ayo kita makan dulu.!” bisiknya. “Jason. “Jason ini yang akan membawa cincin pernikahan.. Cecil menggeram pelan. Dia bercerita tentang anak perempuannya. “Ada resto baru di sini. “Ayo cepat! Kalian jalan lama sekali sih. bocah tengil itu hanya menjulurkan lidah dan beranjak pergi. “Aah.” seru Tante Jessica dramatis.” ujarnya sambil mengelus sayang bocah laki-laki yang berdiri di sebelahnya. Tante Jessica berbicara panjang lebar selama bermobil. tapi katanya semuanya kalah dibandingkan masakan rumah. “Alo nggak terlalu suka makanan warung-warung itu. Sekarang kan warung-warung makanan bertebaran di mana-mana.. Namun.. Meisya Veroca Andersen—kakak perempuan Alo. nanti kan kami bisa beli makanan.. Lidahnya terjulur mengejek... Anak laki-laki ini? Yang tidak tahu sopan santun ini? Yang akan membawakan cincin pernikahan rancangan Kesya? Masterpiece Kesya? Oh no! Jason meringis kejam melihat Kesya. “Walaupun saya tidak bisa masak. lalu menggandeng tangannya. Dia memanggil Tante Jessica dengan manis.. Satu hal yang sangat tidak dikuasai Cecil. “Repot juga ya. Anak perempuan dan menantu perempuannya. Cecil menggeram pelan..” Tante Jessica tersenyum tipis.” Tante Jessica tertawa. Tante Jessica tersenyum memandangnya.” ujar Tante Jessica sambil berjalan. Ma. Dia juga bercerita tentang menantu perempuannya—istri Stephanus Robert Andersen. ayo beri salam sama kedua tante ini. Jason memperlihatkan jari tengahnya kepada Kesya dan Cecil. dan akan aku jual setelah pesta selesai. masakan Mama. “Jangan macam-macam ya kamu!” ancam Cecil.” sindir Tante Jessica.

.. Menurut Tante Jessica.. Alo lantas putus dengan Ningrum dan jadi dekat dengan Cecil. plecing kangkung. Alo lebih cocok dengan Ningrum daripada dengan Cecil.. menjual makanan khas Indonesia.” “Halo... Di sampingnya.. penasaran dengan sosok yang memanggil Tante Jessica.” sapa sebuah suara. Tante Jessica lebih setuju kalau Alo tetap jadian dengan Ningrum. Ketika Cecil mengenal Alo. Wajah itu bagai baju kusut yang tidak pernah disetrika.. lalu turun bersama Kesya dan mengikuti langkah Tante Jessica dan Jason. Berarti Tante Jessica dengan sengaja telah menggiring Cecil ke sini. “Hush!” tegur Tante Jessica diikuti dengan tatapan menghunjam. “Tante. Jason duduk di sampingnya... karena ada perbedaan prinsip yang tidak dapat diselesaikan antara mereka berdua. Kesya sudah pernah melihatnya...!” pekik Kesya. Cecil mendengus. resto ini sudah berdiri sejak dua bulan yang lalu. Tapi. diam-diam Jason menendang tulang kering Kesya. Tanpa banyak komentar. Resto ini tidak bisa dibilang baru. Ada pepes ikan.. Namun. Tante Jessica tersenyum lebar sekali. Kesya mengerti sekarang.” bisiknya kepada Kesya. Tante Jessica memeluk Ningrum. Kesya mengernyit. Cecil menepikan mobilnya. Kesya dan Cecil ikut berpaling. “Tante datang lagi di resto saya ini. Oh. Semuanya makanan khas Indonesia. “Adaow.” sapa Ningrum dengan ceria. Ketika Kesya duduk. Ningrum yang cantik.Cecil mengernyit. Kesya menyikut pinggang Cecil. Kesya memperhatikan wajah Cecil. Seingatnya. Dengar-dengar juga. Hmmm. Tidak dapat mencari apa yang salah dengan ajakan makan dari Tante Jessica. Gosip yang beredar di sekolah adalah Cecil merebut Alo dari Ningrum. Jadi resto ini punya Ningrum. “Kamu apaapaan sih? Anak gadis kok tidak tahu sopan santun! Ngapain teriak-teriak begitu?” bisiknya dengan nada setajam silet. Padahal.. tahu dan tempe goreng. Justru Cecil pada awalnya menolak Alo karena tidak mau dicap perebut pacar orang. gadis keturunan bangsawan Jawa itu pacar pertama Alo. Tante Jessica duduk dan meminta pelayan mengambilkan buku menu.. “Something’s wrong.. Alo masih pacaran dengan Ningrum. pecel ikan.” Dengan mesra. pecel ayam. bukan begitu keadaan yang sebenarnya. Raden Ayu Sekar Ningrum. Kurang ajar! geram Kesya dalam hati. “Itu kan... Cecil malah jadian sama Alo. Jason tertawa terkikik-kikik.. Tante Jessica memesan sejumlah makanan. dasar memang sudah cinta. Kesya tahu sekali siapa Ningrum. pantas saja tadi . Dia berdiri dan memeluk erat gadis yang tadi memanggil namanya.

. kamu tuh tambah cuaantik saja. waduh! Ningrum juga cari gara-gara! Kesya memperhatikan wajah Ningrum.. “Sebenarnya saya juga ndak nolak kalau dijadikan istri anak laki-laki Tante yang bungsu itu.” puji Tante Jessica tanpa memedulikan Cecil. ya?” Maksudnya? Wajah Cecil semakin keruh mendengar perkataan Ningrum.. Hmm. Tante bisa saja. dan rambut keriting berpotongan pendek. Rupanya dia dan Tante Jessica sudah berkonspirasi untuk memojokkan Cecil. Cecil.. wajah berbentuk hati yang disapu make-up tipis. Apa kabar tho?” “Baik.. Ningrum. waduh. “Tinggal beberapa bulan lagi.. Kecantikan seorang wanita modern. selamat siang.. “Ningrum.. “Wah. biar suami tambah sayang sama kamu.. tapi dapat dipastikan wajah itu pasti sekeras batu! “Oh... . “Tante Ningrum. ayu... anggun. wanita kok ya ndak bisa masak.” kata Tante Jessica sambil menggenggam tangan Ningrum. Dua wanita dengan dua kecantikan yang berbeda.. yang namanya wanita itu ya harus pinter masak.” Ningrum tersipu.” sapa Jason manis.. “Ah.” Tante Jessica menepuk-nepuk punggung tangan Ningrum. Dia nggak bisa masak.” Waduh.... Sayang Tante nggak punya anak laki-laki lagi... tapi... Ada kesan kejam di wajah cantiknya. lagi. “Cantik.... Masak itu memanjakan suami juga lho.. Kesya!” ujar Ningrum setengah berteriak. saya dengar sudah ada calonnya. “Cecil harus banyak belajar dari kamu.” Ningrum tersenyum. Kamu betulbetul akan menjadi istri yang ideal. “Sudah lama sekali aku ndak pernah ketemu kalian.” Entah drama apa yang akan dipertontonkan Tante Jessica.Cecil bilang “Something’s wrong.. Huebatt kan dia. bukankah cantik itu relatif? Tante Jessica mengajak Ningrum duduk bersama mereka... jadi Cecil ndak bisa masak. wajah klasik.. Cecil. Dasar monster kecil! Rupanya dia juga bersekongkol dengan Tante Jessica dengan bermanis-manis terhadap Ningrum! “Ya ampun. pintar masak. dan rambut hitam panjang.. Kebetulan sekali ya kita bisa ketemu di sini. “Resto ini punya Ningrum.” ujar Kesya. kan?” Uh-oh! Kesya tidak berani menatap wajah Cecil. Memang benar Ningrum cantik. kecantikan khas putri bangsawan Jawa.. Kamu harus datang ya. Tampaknya dia baru menyadari kehadiran Cecil dan Kesya. padahal Alo senang sekali makan enak. Tapi Cecil juga cantik kok. tho!” Mata Ningrum membulat dengan gaya dramatis. Dengan kulit putih. Alo juga sering mampir ke sini... Ningrum. Dengan kulit kuning langsat.

“Daging sapinya harus dicincang dulu. saus sambal.. dan keju batangan. Marco diutus Cecil untuk menjemput Alo—dia pulang ke Jakarta sore ini—kemudian mengantar Alo ke apartemen Kesya ketika spageti sudah siap disantap. Sepuluh menit kemudian. DeeDee melakukan tindakan penyelamatan diri dengan pergi keluar bersama teman-temannya.. bawang bombay.” balas Cecil sambil tersenyum manis. Cecil memutuskan untuk masak spageti dengan saus bolognaise. “Sudah?” Cecil menggeleng frustrasi.” ujar Kesya..” gumamnya. masakan jenis ini gampang. mengingat Cecil belum pernah sekali pun bersibuk-sibuk di dapur. saus tomat. Dia bertekad untuk membuktikan Tante Jessica salah. Cecil menerima pisau besar itu dari tangan Kesya.. Dia mau membuktikan dia juga bisa masak! Atas usul Kesya. Kedua tangannya sibuk sekali. “What? Gede banget goloknya!” komentar Cecil dengan mata membelalak.Cecil tersenyum manis. tampak buah tomat segar menyembul... Menurut Kesya. daging sapi... Hari ini Cecil mau masak. Spageti. Sebenarnya Kesya agak khawatir dengan keselamatan dapurnya. Kali ini giliran wajah Tante Jessica dan Ningrum yang berubah membatu! *** Cecil mendorong pintu apartemen Kesya dengan bahunya.” Cecil mengeluarkan bahan-bahan masakannya satu per satu. Hari ini dia berjanji untuk menjadi mentor Cecil dalam pelajaran memasaknya.. Kesya tersenyum geli melihat tingkah Cecil. masing-masing menjinjing sebuah kantong kertas berukuran besar..” Kesya mengeluarkan pisau besar untuk mencincang daging. “Alo tahu saya nggak bisa masak. Alo tetap mau menikahi saya. “Udah lengkap belanjaannya?” Kesya mengintip ke dalam kantong-kantong kertas yang dibawa Cecil. Siapa saja pasti bisa membuatnya. Kesya memperhatikan daging yang masih menggumpal dengan bandelnya. Celemek Kesya sudah tergantung manis di tubuhnya. “Nggak dipotong dulu?” . Aku mandi dulu. “Hmm. buah tomat segar.. Kesya sudah menyiapkan panci-pancinya untuk digunakan Cecil. “Sekarang aku harus ngapain dulu?” tanya Cecil. bawang putih. Ningrum. Kesya kembali ke dapur dan mendapati Cecil sudah bermandi peluh. bukan kamu. Walau begitu. “Cincang sampai halus ya. tampak kepayahan memegangnya. Dari balik salah satu kantong. “Udah.

“Ya sudah sini aku yang cincang. Cecil cemberut sambil memperhatikan Kesya. “Ya sudah deh. “Kenapa. Cecil merebus tomat. “Sudah jadi. bel pintu apartemen berbunyi.” Kesya mengalah dan memperhatikan Cecil mencincang daging sapi halus-halus. tapi biar gampang harus dipotong tipis-tipis dulu. spagetinya jadi masih keras sekali! Cecil berurai air mata melihat hasil masakannya yang tidak keruan.” Dengan cekatan Kesya membuang air rebusan tomat. masakannya?” Antusiasme Alo berubah saat melihat wajah Cecil yang berlinang air mata. biar gampang dikelupas nanti. Tomat yang sudah direbus digenggamnya terlalu kuat. Memang tidak mudah masak untuk pertama kalinya. Ini kan gara-gara kamu memang baru pertama kali masak. Gimana megangnya nih?” teriak Cecil panik. tunggu sebentar. Kesh?! Hasil masakanku hancur begini!” teriak Cecil panik. Kalau sudah biasa. “Gimana nih. “Mana Cecil?” tanya Alo. “Masih di dapur. “Aku memang nggak becus. Cil. biarin dia masuk aja.” Kesya menunjuk dengan tatapannya. “Adaowww!” Cecil menjerit keras sekali. Sayang. “Tadi katanya dicincang aja?” “Iya. aku mau bikin sendiri semuanya.” Marco mengecup pipi Kesya. Setelah itu. ya!” Kesya jadi ingat ketika dia pertama kali belajar memasak. karena tidak sabar menunggu sepuluh menit untuk merebus spageti.” Kesya tersenyum menghibur. “Kenapa. Cil?” “Gila! Panas banget tomatnya. Pada saat itu.” ujar Cecil lemah. Kamu rebus tomatnya deh. Merasa tidak berguna. Wajahnya tampak antusias.” “Kamu nggak bilang!” sahut Cecil kesal. “Hai. Sayang? Kok nangis?” suaranya melembut. pasti akan lebih gampang. Berturut-turut. Ini kali pertama Cecil memasak untuknya. Cecil menyeka wajahnya dengan kasar. Api kompor dinyalakan terlalu besar sehingga daging yang dimasaknya jadi agak gosong. tidak becus. Disayat dulu bagian kulitnya. “Cecil! Kesya!” Suara Marco terdengan memanggil. “Nggak lah. Sama seperti keadaan Cecil sekarang..” “Nggak! Biar aku sendiri aja. sehingga hancur dan mengeluarkan banyak air. Ini masakanku.Cecil menggeleng. Alo langsung menghambur ke dapur.. “Ya mau gimana lagi?” Kesya juga putus asa. “Dibuang dulu airnya. “Masakanku hancur. Cecil selalu melakukan kesalahan. Alo dan Marco telah sampai di apartemen. Aku memang nggak bisa masak!” . baru diambil tomatnya. Lalu.

Napasnya memburu.Alo menghampiri piring yang berisi spageti keras dan saus bolognaise hangus. tapi Alo tidak melepaskan pelukannya. Dia mencicipi masakan Cecil sesuap. Bibirnya bergetar dan air mata menggenang di pelupuk matanya. pacar pertama kamu itu! Gara-gara Ningrum. kamu sering ke restonya. Cecil masih terisak. “Biar saja Ningrum pintar masak.. “Tapi kata mama kamu.. “Dasar Mama nggak berubah tingkah lakunya. gadis kesayangan mama kamu itu!” jerit Cecil.... jangan nangis gitu ah. Cil. Saling melirik tanpa tahu harus berbuat apa. “Lagian kenapa kamu tiba-tiba jadi mau masak?” Kesya dan Marco terkesiap.” Alo menjentik dagu Cecil.” bisiknya lembut.” Alo tersenyum lembut. Makan kan bisa di mana aja. Cecil meronta. Sayang. Aku sendiri nggak tahu sama sekali Ningrum buka resto. Kesya yakin Cecil tidak akan tahan marah lama-lama. ini semua. Waduh! Cecil pasti ngamuk nih!” “Karena mama kamu bilang aku harus banyak belajar dari Ningrum yang jago masak! Karena mama kamu bilang kamu suka sekali makan enak. sudah. gara-gara Ningrum?” ujar Alo perlahan. . Kita pesan makanan ya. Seperti kata Alo tadi.” Cecil merajuk. “Aku nggak peduli kamu nggak bisa masak. Kesya dan Marco salah tingkah.. Cil.. Pertahanannya runtuh. Jangan marah lagi. kemudian menyeka mulutnya. Air matanya tumpah ruah.” Kesya ikutan nimbrung.” ujarnya tanpa basa-basi.. kan. Wajah Cecil merah padam. dan kamu juga sering datang ke resto Ningrum!” Alo terkesiap mendengar penuturan Cecil. “Masalah kecil nggak usah dibesarbesarin... Kamu mau makan apa? Sushi? Kesukaan kamu. I love you just the way you are.. “Sebenarnya baru satu kali aku ke sana. “Masakan kamu memang hancur. Kamu memang nggak bisa masak. Nggak ada urusannya sama aku. “Come on.?” bujuk Alo. Alo bergerak memeluk Cecil.. Biar saja Ningrum jadi gadis kesayangan mamaku. Lengkap dengan ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. “Sshh.. Toh Alo sudah bisa menerima kamu apa adanya. “Ayo dong....” Cecil masih diam saja. Kesya menahan tawa. “Ya! Gara-gara Ningrum. Masa udah sepuluh tahun ini kamu masih jealous aja sama Ningrum. Itu juga gara-gara aku sedang menjamu tamu dan tamu aku itu maunya makan di sana. “Jadi.” Alo menghela napas. “Udah deh. Aku lapar nih. Cecil.. Cil.” Alo mengecup lembut mata Cecil yang masih basah.. Mendengar nada lembut suara Alo.. Gadis kesayangan aku ya kamu..

Semua anggota APPI berkumpul untuk membicarakan siapa yang akan mewakili APPI untuk mengikuti lelang tersebut. nggak usah dekat-dekat dapur ya. Kesya berpaling. Mereka menunggu dengan berdebar-debar siapa perwakilan lain dari APPI.” Pemungutan suara yang dilakukan dengan voting tertutup itu memilih Kesya sebagai perwakilan utama.” Samuel menuliskan nama-nama tersebut di papan. “Diana Divia!” Kepala DeeDee tersentak kaget. Hhmmm. menatap bangga adik kelasnya.” bisik Alo kemudian mengecup lembut dahi Cecil. juga Marco ikut mengedarkan pandangan mereka. Kepiawaian Kesya merancang perhiasan yang elegan tidak diragukan lagi. ketua Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI). kini sontak terdiam. Kesempatan ini memang benar-benar kesempatan yang sangat baik. wakil yang kedua?” Anggota APPI yang masih sibuk memberi selamat kepada Kesya.. siapa yang pantas mewakili kita? Kita pilih dua nama. menurut kalian.” Kesya mengedarkan pandangan ke arah dapur yang sekarang menyerupai zona perang di garis depan. liat aja dapurku. Sebagian besar anggota APPI sepakat memilih Kesya sebagai wakil untuk acara lelang internasional. “Lain kali. Kesya pasti bisa menjadi wakil yang membanggakan APPI. Kesya menerima keputusan tersebut dengan senang hati. Cecil. Agenda rapat kali ini adalah tentang lelang perhiasan bertaraf internasional yang akan diadakan bulan depan. tentu akan menaikkan pamor pribadi di dunia perhiasan! “Jadi. kemudian senyum yang amat sangat lebar merekah di wajahnya. Nama Kesya dan DeeDee juga ditulisnya. Kesya duduk di sebelah DeeDee. “Sekarang.. membuka rapat. sementara Cecil tersipu malu. *** Samuel. Bayangkan! Lelang perhiasan bertaraf internasional! Kalau berhasil di lelang ini.lengkap dengan paket ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. Alo dan Marco tertawa terbahak-bahak. Ini tantangan baru baginya. “Saya sudah punya empat nama yang sekiranya cocok mewakili kita dalam lelang. honey. Ruangan berukuran sedang yang sengaja disewa untuk mengadakan pertemuan antara perancang perhiasan yang tergabung di APPI sudah cukup ramai. Kesya tersenyum. Berantakan sekali! Alo. dan dia merasa sangat terhormat bisa mewakili APPI dalam acara lelang tersebut. Walau ... sementara DeeDee tampak ingin melompat-lompat saking senangnya..

“Jangan lupa. Cincin itu persis seperti yang dibayangkannya. agak terganggu mendengar ungkapan “mangkuk” yang dipakai pengrajin emasnya. tapi apa tidak ada ungkapan yang lebih indah lagi? “Iya. Sibuk menyelesaikan rancangannya. tidak ingin mendebat si pengrajin emas. memang bentuknya seperti mangkuk.” “Oke. Bu Kesya. pagi ini. Dia mengamati gambarnya. namun kali ini Kesya ekstra cerewet. dia langsung mendatangi pengrajin emasnya. Madame yang satu ini kan memang penuh kejutan. “Oh ya. yang pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta.” “Sekarang juga? Untuk apa?” “Untuk gaun bridesmaid kamu.. .. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. DeeDee sudah dipercaya menjadi wakil pada suatu acara bertaraf internasional! *** Kesya mendeskripsikan secara detail bentuk perhiasan yang diinginkan. Kamu mau lihat?” tanyanya begitu Cecil menyapa. dia menebak-nebak dandanan seperti apa yang akan dikenakan Madame Daphne kali ini. “Nanti aja bareng Alo. Kesya turun dari mobil dan melihat Cecil juga baru turun dari mobilnya. meluncur ke Bride‟s World. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. ini cincin pernikahannya sudah selesai.” “Sekarang kamu cepat ke sini ya. Ya tentu saja. cincin kawinnya sudah jadi. Sempurna! Sambil masuk ke mobilnya. tentu saja Kesya ingin everything’s perfect! Kesya baru tidur dua jam.” Dia menyerahkan sepasang cincin sesuai dengan rancangan Kesya. Kesya tersenyum lebar. “Cil.” tambahnya lagi. ukurannya juga dibuat tidak sama ya. Sekarang kamu harus cepat ke Bride‟s World.termasuk anggota baru di APPI..” Kesya segera membelokkan mobilnya. Sayang!” “Oh iya ya.. tetapi tubuhnya bersemangat sekali. “Jadi. Sepanjang perjalanan.” Kesya mengangguk. Jadi. Si bapak pengrajin emas ini memang sudah sering membuatkan pesanan sesuai dengan rancangan Kesya. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Matanya tampak lelah. dia menghubungi Cecil. Kesya mengernyit. Ibu mau bentuk mangkuknya dibuat tidak simetris?” pengrajin emasnya memastikan segala detail yang telah digambarkan Kesya. perhiasan rancangannya kali ini akan diikutsertakan dalam lelang skala internasional. Sekarang.

“Hai, Kesh...” Cecil memeluk Kesya. “Aku baru aja dari gereja. Ngurusin pemberkatan pernikahan. Ternyata agak ribet juga lho...” “Sendirian?” Cecil mengangguk. “Alo kebetulan lagi sibuk, harus balik ke Singapura lagi, jadi nggak bisa nemenin.” “Kenapa kamu nggak minta aku temenin?” Cecil tersenyum. “Kamu udah repot. Lagian, urusannya udah hampir beres kok. Kemarin sih dia nemenin aku. Kami berdua udah selesai ngurus katering. Repot, tapi fun. Yah... ada berantem-berantem dikit deh...” Cecil tersenyum geli. Kesya tersenyum mendengar perkataan Cecil. Cecil jadi lain sekarang. Lebih dewasa dan bertanggung jawab. Apa karena insiden masak tempo hari ya? “Hai, Mbak Cecil, Mbak Kesya!” sapa Anita. Rupanya kehadiran Cecil dan Kesya sudah cukup sering sehingga layak mendapat ucapan selamat datang sehangat itu. “Mbak Cecil, foto pre-wed-nya sudah jadi lho. Bagus sekali! Foto kanvasnya juga sudah jadi. Sebentar ya, saya ambilkan.” Anita kemudian menghilang dan muncul kembali sambil membawa setumpuk album foto dan dua buah kardus besar berisi foto kanvas Alo dan Cecil. Kesya terperangah melihat foto-foto itu. Benar-benar indah! Kesya dapat mendengarkan semua perasaan cinta dan bahagia yang bernyanyi dengan indah dan harmonis di setiap lembar foto. Alo dan Cecil sungguh-sungguh serasi, bagaikan dua kutub magnet yang saling menarik kuat. “Bagus, Cil...,” puji Kesya tulus. Cecil tersenyum, tampak sangat puas dengan hasil foto pre-wed-nya. “Sudah ah, sekarang kita fokus ke gaun kamu. Aku sudah lihat beberapa gaunnya. Bagus-bagus banget lho!” ujar Cecil dengan cepat. Cecil memang selalu penuh semangat. “Selamat siang, ladies!” bisik sebuah suara. Kesya menoleh ke arah suara itu. Walaupun dia sudah mulai terbiasa dengan penampilans uper duper ajaib Madame Daphne, penampilannya kali ini tetap membuat Kesya terkejut setengah mati. Madame Daphne mengenakan gaun ala gadis Pegunungan Alpen. Lengkap dengan bonnet, apron, dan tongkat yang ujungnya melengkung. Di balik bonnet-nya, dia menata rambutnya menjadi dua kepangan panjang yang menjuntai di bahu. Gayanya persis sekali dengan gaya Bo Peep, boneka penggembala perempuan yang jadi pacar Woody di film Toy Story! “Hmpffttt... Selamat si... siang, Madame Daphne.” Susah payah Kesya mengendalikan tawa. Cecil buru-buru menyikut rusuknya. “Jangan ketawa!” bisiknya. Kesya melotot ke arah Cecil. Curang! Cecil sendiri nyengir lebar banget.

“Cecil sudah fitting gaun pengantinnya. Kamu yang belum memilih gaunmu,” kata Madame Daphne tanpa memedulikan wajah aneh Kesya yang setengah mati menahan tawa. Cecil mencubit pinggang Kesya. Cukup sakit untuk mengubah ekspresi menahan tawa Kesya menjadi ekspresi menahan sakit. “Aku sudah pilih beberapa model yang mungkin bakal cocok sama selera kamu,” kata Cecil. Dia tidak menggubris tatapan “Sialan kamu! Sakit, tau!” yang dilontarkan Kesya. Kesya menurut saja ketika Cecil menggiringnya ke ruang gaun pengantin. “Ini dua buah gaun yang dipilih Cecil untuk kamu.” Madame Daphne menunjuk kedua buah gaun yang telah dipilihkan Cecil. Satu gaun berwarna pink dan gaun lain berwarna turquoise. “Bukannya gaun bridesmaid juga harus berwarna putih, ya? Dan bukannya model gaunnya harus mirip-mirip sama gaun pengantin?” tanya Kesya setelah mengamati kedua gaun tersebut. Dia teringat pencariannya di situs bridesmaid101.com dulu. “Untuk mengecoh roh jahat yang akan mencelakakan si pengantin wanita?” Cecil mendengus. “Itu mitos, Kesh! Kamu percaya yang begituan? Zaman sekarang, gaun bridesmaid sudah berwarna-warni!” “Oke.” Kesya mengangguk pelan. Tertawa konyol mendengar komentar pedas Cecil. Cecil paling tidak percaya dengan mitos-mitos. Baginya, itu semua omong kosong. Hidupnya tidak pernah dikendalikan oleh mitos-mitos. Dialah yang mengendalikan hidupnya sendiri. “Silakan dicoba dulu.” Madame Daphne menunjuk ke arah ruang pas. “Anita...,” panggilnya. Anita langsung datang dan membantu Kesya mengepas gaun bridesmaid-nya. Gaun yang pertama dicoba Kesya adalah gaun yang berwarna turquoise. Gaun itu terbuat dari bahan satin yang lembut. Sejak kecil Kesya suka banget sama jenis bahan ini. Bahannya terasa dingin di kulit. Dia ingat, ketika masih kecil, dia sering sekali bermain-main dengan gaun mamanya yang berbahan satin. Kesya merasakan sensasi yang menyenangkan ketika gaun turquoise itu jatuh dengan lembut menutupi tubuhnya. Gaun itu panjangnya semata kaki. Dengan potongan leher agak rendah berbentuk huruf V dan dipercantik dengan aksen pita dari bahan yang sama, gaun itu terlihat sederhana namun sangat anggun. Kesya menatap bayangannya di cermin tanpa mengerjap. Sepertinya, kalau dia mengerjap, bayangan gadis semampai yang mengenakan gaun indah itu akan segera sirna. Senyum Kesya mengembang. Dia mencoba berputar, mengamati pantulan bayangannya dari berbagai sudut. Hmmmm... Perfect. “Kesh...,” panggil Cecil. “Udah?”

Kesya keluar dari kamar ganti dan tersenyum memandang Cecil dan Madame Daphne. Aduh! Kok rasanya seperti dia yang jadi calon pengantinnya ya? Senyum Cecil mengembang lebar. “Bagus sekali!” ujarnya sambil mengacungkan jempol. Madame Daphne mengangguk-angguk bersemangat. Senyum yang tak kalah lebar juga mengembang di wajahnya. Kedua kepang rambutnya juga ikut bergoyang. “What do you think?” tanya Cecil. Kesya mengangguk. “ Aku suka. Bagus sekali!” “Coba yang satu lagi...” Kesya mengangguk dan kembali masuk ke kamar ganti. Anita kembali membantunya mengenakan gaun yang satunya lagi. Agak sulit mengenakan gaun yang kedua. Bustier-nya agak ketat. Bawahannya juga agak ketat. Tetapi, ketika melihat pantulan tubuhnya di cermin, kembali Kesya menahan napas. “Wow!” desahnya. Gaun pink itu memeluk erat tubuhnya. Atasannya berupa bustier yang ditaburi payet warna bening di bagian dada. Terkesan mewah sekali! Sedangkan bawahannya diberi sedikit aksen kerut di bagian perut. Kesya bersyukur karena selama ini dia tidak begitu suka dengan makanan berlemak. Good habit itu, ditambah kebiasaan sit-up seratus kali setiap harinya, membuat perutnya ramping dan kencang. Kesya memutar tubuh. Di bagian belakang gaun itu terdapat potongan kain yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ekor gaun yang dramatis! “Wow!” “Kesh...,” panggil Cecil. Kesya keluar dari kamar ganti. “Wow!” Cecil berkomentar sama seperti Kesya. “Wow!” Kesya membeo lagi. Madame Daphne tertawa terbahak-bahak melihat komentar mereka berdua. Sinar bangga terpancar kuat dari wajahnya. Walaupun hanya terdiri atas tiga huruf, kata “wow” yang keluar dari bibir Kesya dan Cecil adalah bentuk apresiasi terhadap gaun indah rancangannya. “Kamu mau pilih yang mana?” tanya Cecil. “Dua-duanya bagus banget di badan kamu.” Kesya mengangkat bahu. Seorang bridesmaid sebaiknya tidak tampil lebih heboh dibandingkan si mempelai wanita. Pusat perhatian dari suatu pernikahan adalah si mempelai wanita, tentu saja bersama dengan mempelai prianya. Seorang bridesmaid hanyalah asisten si mempelai wanita. Karena itu Kesya menyerahkan pemilihan gaunnya kepada Cecil.

“Hmmm...,” Cecil menimbang-nimbang, “kalau dipikir-pikir, gaun yang turquoise itu modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang rencananya untuk pemberkatan di gereja. Terus, gaun yang ini modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang untuk resepsi...” Cecil mengangguk-angguk mendengar penjelasannya sendiri. “Oke. Kalau begitu kita ambil dua-duanya. Yang turquoise untuk pemberkatan di gereja, yang ini...,” Cecil menunjuk gaun pink yang masih dikenakan Kesya, “untuk resepsinya.” Mata Kesya melotot. “Gaun turquoise yang tadi kan potongan lehernya rendah banget! Masa mau dipake buat di gereja?” Mata Cecil membulat. “Memangnya kenapa?” tanyanya polos. “Gereja, Cil! Gereja! Masa kamu berpakaian nggak sopan di rumah ibadah?” “Lho, tubuh kita ini kan ciptaan Tuhan juga. Adam dan Hawa, manusiamanusia pertama ciptaan Tuhan, malah selalu telanjang. Setiap hari mereka bertemu dengan Tuhan, ngobrol-ngobrol sama Tuhan tanpa sehelai bulu pun yang menutupi tubuh mereka!” Cecil juga nggak kalah ngototnya. “Menurutku sih nggak masalah. Tuhan juga pasti senang kok ngeliat tubuh ciptaan-Nya!” Kesya menggeleng pelan. “Terserah pendapat kamu mau gimana. Tapi aku nggak mau seperti itu!” Kalau soal prinsip, Kesya memang bisa bersikap supertegas. “Oke...,” akhirnya Cecil mengalah. “Madame, untuk gaun yang turquoise, tolong diakalin supaya potongan lehernya tidak terlalu rendah. Tentu saja tanpa mengubah keanggunan gaun itu.” Madame Daphne mengangguk sambil tersenyum lebar.

Kesya hanya tersenyum gugup. Sepertinya bagi Madame Juliet. perhiasan rancangan DeeDee bagus sekali. “Kesya. Kesya! Kesya halo!” sapa sebuah sara melengking. Madame Juliet mengulurkan kedua tangannya dan Kesya dapat melihat kesepuluh jari wanita itu dihiasi cincin-cincin yang indah. Kesya berpaling. tapi lebih tepat ada naga yang beterbangan di perutnya! Ruangan lelang telah ramai pengunjung. perhiasannya rusak? Bagaimana kalau— kemungkinan yang terburuk—tidak ada orang yang tertarik dengan perhiasan rancangannya? Kesya pasti akan malu besar. meraih tangannya. . Dia benar-benar tegang. “Tau nih. “Perhiasan kamu pasti yang paling bagus! Yang paling bagus!” ujar Madame Juliet sambil menggenggam tangan Kesya. Kesya! Pede aja kenapa?” gumam DeeDee.” candanya. Sebuah cincin kecil dengan hiasan kupu-kupu bertabur berlian berwarna pink. Menurut Kesya. Bagaimana kalau ternyata perhiasannya hanya terjual dengan harga murah? Bagaimana kalau tanpa sengaja. Nanti remuk. DeeDee sempat meminta pendapat Kesya tentang cincin kupu-kupu itu. Menanggapi gumaman DeeDee. Mata Kesya silau melihat kalung emas bertumpuk yang dikenakan wanita itu. “Jangan diremas-remas terus jari kamu. yang duduk di sebelahnya. Kesya mengenali dua di antaranya sebagai cincin rancangannya. Kesya tersenyum hambar. ajang lelang kali ini sekaligus menjadi ajang pamer. Tidak dapat merespons pernyataan Madame Juliet. Fokusnya yang terpecah membuatnya tidak segera menganali suara itu.11 KESYA meremas tangannya dengan gelisah. Bukan kupu-kupu. Kesya duduk di deretan kelima dari depan. saya yakin sekali kamu pasti ikut acara ini! Yakin sekali kamu ikut!” Itu Madame Juliet Anggoro. Marco. Ini kan lelang bertaraf internasional! “Halo. Dia merasa ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. DeeDee telah mendaftarkan salah satu rancangan perhiasannya pada lelang kali ini.

Kesya Artyadevi!” Aduh! Mendengar namanya disebut. Sebenarnya ruangan lelang ini full AC.. Madame Juliet beranjak ke tempat duduknya. jantung Kesya seperti akan melompat keluar. Beberapa pengusaha terkenal di Jakarta juga sering meminta Kesya merancang perhiasan untuk mereka. “Sekarang. “Jangan tanya.” desis Kesya menjawab pertanyaan yang belum sempat terlontar dari mulut Marco. harga tertinggi itu? Marco tersenyum melihat kegugupan Kesya. Dia kan perancang perhiasan yang sudah punya nama di Jakarta. “Perhiasan yang pertama. Perhiasan urutan pertama sampai keempat ternyata terjual cukup cepat. Letaknya juga asimetris. A Cup of Morning Dew. Berusaha mengalirkan ketenangan pada gadis itu.. Kesya menyeka keringatnya dengan panik. atau bahkan melampaui. Sekilas . Sebagian besar undangan sudah datang. Marco mengernyit dan Kesya dapat mendengar tawa tertahan DeeDee. tenang saja. Angka penjualan tertinggi mencapai harga 50 juta rupiah! Kesya semakin kuat meremasremas jarinya. Acara lelang pun dimulai. tiga buah kalung rancangan terbaru dari perancang muda berbakat kita. Entah apakah harga kalungnya juga akan mencapai. Perhiasan Kesya mendapat urutan kelima. “Kesh. Ukuran mangkukmangkuk emas itu tidak sama satu dengan lainnya.” Marco meremas lembut tangan Kesya. “Udah deh. Perhiasannya disukai banyak kalangan.. Kepala Kesya berputar memandangi ruangan lelang itu. Sebuah kalung emas kuning dengan bandul yang terdiri atas bulatan-bulatan emas yang dibuat cekung menyerupai mangkuk. Nggak usah gugup begitu.“Saya akan duduk di sana ya! Duduk di sana! Saya pasti akan menawar perhiasan kamu dengan harga tinggi! Menawar dengan harga tinggi!” Lalu sambil tertawa terbahak-bahak. Kesya mengangguk. Kesya benar-benar cermat dalam merancang kalung-kalung ini. Pikiranpikiran itu lumayan dapat menenangkannya. Butiran keringat mulai memenuhi dahinya. Di mangkuk urutan keempat. Tiga buah kalung rancangan terbaru Kesya. Sayang. Kalung rancangan kamu tuh bagus banget lho!” Kesya tersenyum mendengar pujian Marco. sebuah mutiara putih merekat dengan anggun. Acara lelang ini dapat menjadi ajang promosi yang baik sekali untuk perhiasan-perhiasan rancangannya. tapi tetap saja keringat Kesya ngotot bermunculan.. Dia meremas lembut jemari Kesya.. Marco tersenyum dan menyusupkan jarinya di balik tangan Kesya. Kesya berusaha memetakan pikiran-pikiran positif tersebut di dalam otaknya..” Layar besar di belakang pemimpin lelang menampilkan foto perhiasan rancangan Kesya.

saya mulai dengan harga lima juta.” .... Begitu tegangnya dia hingga tidak sanggup lagi mendengarkan suarasuara di sekitarnya. Marco memeluk Kesya dan mengucapkan selamat. Ada yang mau menambahkan?” Kesya menajamkan pandangannya. Inspirasinya berasal dari tetes embun yang dilihat Kesya di kebun teh. Mulutnya tidak berhenti mengucapkan kata “hebat” dengan penuh semangat. Apa ada yang mau menambahkan?” “Tujuh juta!” Terdengar seruan dari arah belakang Kesya.” bisik Marco.. Namun.. Berharap semoga saja harga yang ditawarkan dapat terus naik. saat menemani Alo dan Cecil foto pre-wed. sepuluh juta untuk ibu berbaju ungu!” “Dua belas juta!” “Ya.. “Tidak ada lagi? Dua puluh lima juta! Going one. DeeDee bertepuk tangan kencang sekali... terjual seharga dua puluh lima juta rupiah kepada ibu bernomor tiga puluh!” Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. two. Kesya menarik napas. Ayo siapa lagi? Dua puluh lima juta! Ada lagi?” Seluruh ruangan terdiam. Seuntai kalung yang diberi judul Wings of Love. berusaha melihat penawar pertamanya.. seolah menunggu penawar yang masih berani menaikkan harga. Ya. “Ya! Tujuh juta untuk ibu di sana. “Ssstt. “Ya silakan. tapi belum sepenuhnya merasa lega. ibu yang di sana.. “udah sampai dua puluh juta tuh.tampak seperti tetes embun pagi yang terdapat di mangkuk emas. keremangan cahaya dalam ruangan membuat matanya tidak dapat melihat dengan jelas. Ada penawar yang lain?” “Dua puluh tiga juta! Dua puluh tiga juta!” Hah? Dua puluh tiga juta? Kesya bersorak tanpa suara. Marco mengangguk dan tersenyum kecil melihat reaksi Kesya.” “Empat belas juta! Empat belas jutaaa! Empat belas jutaaaaaa!” Itu pasti Madame Juliet Anggoro! Suara pemimpin lelang terdengar kencang sekali.. “Ayo... “Berikutnya masih perhiasan rancangan Nona Kesya Artyadevi. Dua puluh lima juta? Dia tidak menyangka sama sekali! “Ya. Kesya terus berdoa. “Dua puluh lima juta!” Kesya menahan napas. three.... silakan. Masih ada dua perhiasan lagi. Sementara gumaman dan seruan penuh semangat terdengar dari para peserta lelang yang sibuk melakukan penawaran. “Dua puluh juta?” bisiknya setengah tercekik.. “Sepuluh juta!” “Ya.” Kesya terkesiap.

“Aku mau beli perhiasan.. dua belas juta untuk bapak nomor lima puluh dua! Silakan yang lainnya. juga melihat wanita itu. mengikuti arah pandang Kesya.. Marco terbahak. Diam-diam dia melirik Marco. “Lima belas juta!” serunya mantap.” “Dua puluh juta! Dua puluh jutaaa!” Kesya mengembuskan napas kuat-kuat. Sebenarnya kalung ini merepresentasikan cintanya kepada Jansen yang terbang digantikan oleh cintanya kepada Marco. Kesya menggeleng-geleng.. “Dua puluh lima juta!” serunya lantang.Layar besar kini menampilkan Wings of Love. Hatinya terbuat dari emas kuning. . sedangkan sayapnya terbuat dari emas putih mengilat. empat puluh juta untuk ibu nomor lima puluh. Kesya tersenyum simpul mengingat ide kreatif dari rancangan ini. “Kamu beneran mau beli perhiasan itu? Atau hanya supaya harga perhiasanku bisa ditawar lebih tinggi?” Mata Kesya menyipit curiga. Perhiasannya dihargai empat puluh dua juta? “Empat puluh lima jutaaa! Empat puluh lima jutaaaaaa!” teriak Madame Juliet.” “Empat puluh dua juta!” seru Marco. “Ya. tersenyum kepada Kesya.. rancangan Kesya yang kedua. Mata Kesya membelalak. Marco tersenyum. Madame Juliet lagi. Marco. Kepalanya terangkat penuh gaya. “Enam puluh juta!” seru wanita dengan nomor lima puluh lagi. ada yang mau menambahkan?” “Dua belas juta!” “Ya. salah seorang inspirator terciptanya kalung ini.” Marco bangkit dari kursinya dan mengacungkan papan plastiknya tinggi-tinggi.. “Ya tentu aku beneran mau beli perhiasan itu dong!” “Dua puluh lima juta! Ada yang mau menawar lagi?” “Dua puluh tujuh jutaaa! Dua puluh tujuh jutaaaaaa!” Suara Madame Juliet terdengar bergetar saking bersemangatnya. “Marco!” desisnya. lalu berusaha mencari asal suara itu. “Ya! Lima belas juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Silakan. Kali ini napas Kesya benar-benar berhenti! Enam puluh juta? Benar-benar WOW! “Ya. enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada lagi?” “Aah! Aahhh!” terdengar raungan kesal dari arah Madame Juliet. Kesya tersentak. Sebuah kalung platinum dengan bandul hati bersayap. “Empat puluh juta!” Seluruh ruangan berdengung. “Saya akan membuka penawaran dengan harga sepuluh juta! Silakan. “Ngapain kamu?” Marco duduk.” Kesya terkesiap. mengedipkan sebelah matanya dan berdiri lagi. Sayang. Dia tidak mendapatkan perhiasan Kesya yang pertama dan dia sangat bernafsu mendapatkan perhiasan yang ini.. Seorang wanita anggun mengangkat papan plastiknya.

“Tiga puluh juta untuk ibu dengan nomor dua puluh satu! Ada lagi yang lain?” “Tiga puluh dua juta!” seru Marco tidak mau kalah. Kalung dengan tiga buah rantai bertabur berlian kualitas terbaik. sekaligus perhiasan rancangan terakhir dari Nona Kesya Artyadevi. Belum pernah dia mengalami euforia seperti sekarang ini. DeeDee melompat-lompat kegirangan. “Tiga puluh dua juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Ada lagi yang mau menambah?” “Empat puluh jutaaa! Empat puluh jutaaaaa! Juta empat puluh!” Wah! Madame Juliet benar-benar kalap... “Lima puluh juta!” Seluruh orang terkesiap. “Ya. “Ya. masih ada satu perhiasan lagi. Hmmm. Rasanya dia lebih bersemangat dibandingkan Kesya! Kesya tersenyum lebar. bapak dengan nomor sebelas. “Enam belas juta!” teriak seorang laki-laki dengan lantang. Tawaran naik dengan cepat! “Ya.. Ini benar-benar momen yang sangat menegangkan. Jantung Kesya berdetak cepat. Saya mulai penawaran dengan harga lima belas juta!” Layar besar menampilkan kalung terakhir. . “Sekarang beralih ke perhiasan berikutnya.. lima puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Lagi-lagi si ibu nomor lima puluh.. ada lagi?” pemimpin lelang terdengar bersemangat sekali. “Lima puluh lima juta!” balas si ibu dengan nomor lima puluh. Madame Juliet. Dia tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia inginkan... “Dua puluh dua juta!” “Dua puluh dua juta untuk bapak dengan nomor sebelas! Ayo. Hah? Yang ini juga mau dibeli? Marco hanya mengangguk menjawab pertanyaan nonverbal Kesya. three! Ya! Terjual seharga enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Tepuk tangan kini lebih kencang lagi. Dia benar-benar bernafsu sekarang. penjualan yang sangat baik!” kata pemimpin lelang.“Enam puluh juta! Going one. “Dua puluh juta!” seru Marco. juga bertabur berlian kualitas terbaik... Ada yang lebih tinggi?” “Tujuh belas! Tujuh belas juta!” Again.. Semoga harga perhiasan ini juga sebaik yang sebelumnya. two. Marco lagi-lagi memeluk Kesya. Siapa sih dia sebenarnya? “Lima puluh satu jutaaa! Satu lima puluh jutaaaaa!” Madame Juliet benar-benar tidak mau mengalah. “Tiga puluh jutaaa! Tiga puluh jutaaaaa! Ayo berikan perhiasan itu! Berikan!” jerit Madame Juliet histeris. Sebuah kalung yang diberi judul Sparkling. Ketiga buah rantai itu disatukan oleh sebuah simbul berbentuk bunga. Perhiasan ketiga.

Ada yang mau menambahkan?” “Pinjam nomor kamu.” desahnya. semua peserta terdiam. Gelang dengan lima bandul kecil berbentuk butiran salju. Tiap bandulnya dihiasi dengan sebutir berlian kualitas terbaik.” “Kamu mau gelang itu?” tanya Marco. “Enam puluh lima juta!” balas si ibu nomor lima puluh. Kesya mengangguk. Kesya bangga sekali. “Sebelas juta!” “Sebelas juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Wah! Si ibu nomor lima puluh memang kolektor perhiasan sejati. “Bagus banget. sebuah gelang yang sangat cantik ditawarkan....“Lima puluh lima juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada penawaran lain?” “Enam puluh jutaaa! ENAM PULUH JUTAAAAA!” Kini. “Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” teriak pemimpin lelang. Mata Kesya tertegun memandangi gelang tersebut. “Enam juta!” teriaknya lantang. membuatnya tampak seperti butiran salju sungguhan. Marco memeluk Kesya dengan erat.” Tapi Marco sudah mengangkat nomornya dan berseru “Sepuluh juta!” dengan lantang. . “Ya. Dia kalah lagi! “Going one. Acara lelang terus berlangsung..... three.. Heboh banget! Peserta lelang yang duduk di sekitar Kesya juga memberikan selamat kepadanya.. tak kalah semangat.” gumam seluruh orang di ruangan lelang.. Dia banyak sekali membeli perhiasan. Marco mengambil nomornya dari tangan Kesya.. “Enam puluh tujuh jutaaa!” balas Madame Juliet. nggak usah. Gone! Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Selamat!” Seluruh ruangan bertepuk tangan.” “Eh. “Ada yang mau menambah?” Ruangan sunyi. DeeDee kembali melompat-lompat di sampingnya.. Kesya jadi sungkan harus perang harga dengan ibu yang sudah menjadi pelanggan terbesarnya.. “Aku beliin buat kamu. “Enam juta untuk ibu dengan nomor dua puluh delapan! Silakan yang lainnya.. “Delapan puluh juta!” “Wuoohhh. Mengikuti dengan seru perang harga antar Madame Juliet dengan ibu nomor lima puluh.... penawaran akan saya buka dengan harga lima juta... Pada urutan kesepuluh.. two... Hanya terdengar napas frustrasi Madame Juliet memburu kencang.” bisik Kesya dan langsung mengangkat nomor Marco tinggi-tinggi..

. Kesya mendapat penghargaan sebagai perancang yang paling diminati.. ada yang mau menawar lagi? Going one. Namun. Kesya menggeleng.. Kesya tersenyum lebar. “Enam belas juta!” balas si ibu nomor lima puluh tidak mau kalah. tapi tangan Kesya menahannya.” bisiknya. Agak sedih juga melihat gelang yang disukainya tidak dapat dibeli. “Wonderful!” Kesya tersipu malu. Toh lelang berakhir dengan sukses... “Terima kasih sudah membeli rancangan saya ya... “Oh.. Gelang cantik yang sudah menjadi milik ibu nomor lima puluh.” panggilnya....” Kesya membalas pujian wanita itu dengan senyum kecil. Kesya menghampiri tempat duduknya dan melihat ibu nomor lima puluh sedang mengambil tasnya yang diletakkan di bawah tempat duduknya.“Lima belas juta!” teriak Marco lagi.” Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum. Karenanya. “Nggak worth it harganya.. Kamu semakin berkembang. three. “Udah deh. two. “Sudah siap?” . “Kamu masih ingat saya. “Rancangan kamu semakin bagus.... Marco menggamit lengannya.. Waktu maju ke panggung untuk menerima penghargaan. Marco berdecak. Si ibu nomor lima puluh mendongak. ternyata Ibu Lidya Sostronegoro.. *** “Gimana?” Kesya berputar di hadapan Marco.. Perhiasan rancangan DeeDee juga terjual dengan harga yang bagus sekali. Kesya bergegas menghampiri si ibu nomor lima puluh. Bu. “Ibu. Hatinya terasa sesak karena perasaan bangga. tapi ya sudahlah. Bangga sekali rasanya! Saat peserta lelang mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing..” Kesya ingat semua pelanggannya. “Enam belas juta. Gaun warna ungu lembut yang dikenakannya ikut berputar dengan ringan.” Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk kecil. Gone! Enam belas juta untuk ibu nomor lima puluh!” Kesya menatap gelang cantik di layar untuk terakhir kalinya.. Marco sudah akan mengangkat nomornya lagi.” “Tentu saja saya ingat.” “Tapi kan kamu mau?” Marco tetap berkeras. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada ibu itu. rancangan perhiasan Kesya-lah yang menjadi bintang pada acara lelang kali ini.

juga diundang sebagai tamu kehormatan.. Pa!” Kesya menyapa Papa dengan volume suara yang sengaja dibesarkan. orangtua Kesya pasti keluar sebagai juara pertama.. bisa dimaklumi sih. “Ma.. APPI mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan Kesya dan DeeDee dalam acara lelang kemarin. UGH! Kalau ada sayembara “Orangtua Paling Tidak Peka”. yang khusus datang dari Bandung. sementara orangtuanya berjalan di belakang mereka. Dia memeluk erat Papa. Oom. tentu saja Kesya akan menyambut dengan tangan terbuka. kapan kalian akan menyusul Alo dan Cecil?” ujar Papa sambil menjabat erat tangan Marco. Mama sudah dengar cerita tentang Marco dari laporan Kesya via telepon.” Uhuk! Kesya tersedak. Ini pertama kalinya dia akan memperkenalkan Marco kepada kedua orangtuanya. “Jadi. membentuk senyum kecil. “Hai. yang sudah dilakukan Mama sejak Kesya masih balita sampai sekarang. Malam ini. Yah. Punya calon suami seperti Marco. Kesya kan anak tunggal. hadir juga para pemerhati perhiasan dan para pelanggan. “Tampan sekali kamu. Mereka turun ke lantai paling bawah dan masuk ke dalam mobil Kesya. Orangtua Kesya. .” Kesya membalas pelukan erat mamanya. Mama memeluk erat Kesya dan mencium pipinya berulang-ulang. Tapi tetap saja Kesya resah.Kesya mengangguk. Mereka meluncur ke hotel tempat mama-papa Kesya tinggal sementara di Jakarta.. Para undangan sudah banyak yang hadir saat mereka sampai di tempat acara diselenggarakan. kita harus berangkat sekarang kalau tidak mau terlambat. Kesya dan Marco duduk di lobi hotel.. sebelum menghadiri pesta perayaan ini. DeeDee juga harus menjemput orangtuanya.” Kesya menarik tangan Marco. Sudut bibir Marco terangkat. Kesya agak berdebar menantikan pertemuan orangtuanya dengan Marco. Kesya memang jago memilih calon suami.” sapa Marco sopan. “Kesya sayang!” itu suara mamanya. “Ini pasti Marco!” Mama berpaling untuk memeluk erat Marco. Orangtuanya termasuk tipe orangtua yang kelewat ingin tahu urusan anak. Selain anggota APPI. Kesya menggandeng tangan Marco. putri kesayangan mereka. Calon suami tadi kata Mama? Wajah Kesya memerah. “Selamat malam. sebagai tamu kehormatan. anak satu-satunya. Mama dan Papa memang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Marco dan merasa senang luar biasa karena dapat bertemu Marco malam ini. “Ayo. Bagaimana Mama bisa sampai pada kesimpulan itu? Bukannya Kesya menolak. yang khusus datang dari Makassar.. tapi Marco sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa-apa. Kebiasaan kecil yang mesra. mengalihkan perhatian Mama.

Saat Kesya memasuki ruangan pesta.. “Kalau kamu tidak menjaga dia baik-baik. Namun.. saya akan mengambilnya menjadi menantu. Beliau diwakilkan oleh seorang asistennya... Penuh ketegasan dan keyakinan diri.” Mama tersenyum lebar mendengar pujian Madame Juliet Anggoro.. dia mencari-cari sosok Ibu Lidya Sostronegoro. Berdua... sementara matanya mengerjap-ngerjap dramatis.. jadi Madame Juliet Anggoro punya anak laki-laki yang belum menikah? Tapi. Begitu melihat Kesya datang. Ketika nama Kesya dan DeeDee dipanggil untuk menerima ucapan selamat dan penghargaan dari APPI. Apalagi ketika Kesya memperkenalkannya kepada orangtuanya dan Marco.” jari telunjuknya yang gemuk bergoyang-goyang ke arah Kesya... “adalah gadis yang sangat berbakat. Mama dan Papa bertepuk tangan kencang sekali. . Kesya maju bersama DeeDee—yang senyumnya silau sekali. Mama bahkan sampai berdiri dan berkata— dengan volume suara yang keras—bahwa Kesya adalah anaknya. dia langsung memeluk Kesya dengan heboh.. “Kesya ini. Jaga dia baik-baik. tapi Kesya tahu Marco sebenarnya sudah mau meledak karena menahan tawa. sementara Papa mengernyit melihat penampilan wanita itu yang seperti toko perhiasan berjalan.” kali ini Madame Juliet Anggoro menunjuk ke arah Marco. Kesya tersenyum lebar saat menerima penghargaan itu. Ibu Lidya tidak hadir. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara personal atas kepercayaan wanita itu menggunakan perhiasan rancangan Kesya.” ancam Madame Juliet Anggoro. “Kamu. kecuali istri saya. sangat berbakat. mereka menerima penghargaan sebagai perancang berbakat versi APPI. APPI bahkan mengundang beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur para tamu. Kesy atidak akan sudi menjadi menantu perempuan yang terobsesi dengan perhiasan. tidak menjaganya baik-baik. Kesya malah bertemu dengan Madame Juliet Anggoro..” ujar Marco mantap. “Kesya tidak akan menjadi istri siapa pun. Oh.. “harus menjaga dia baik-baik. Wajah Kesya merona mendengarkan nada suara Marco.. Acara berlangsung cukup meriah... Bisa-bisa dia dipaksa kerja rodi setiap hari untuk merancang perhiasan untuknya! Kesya bergidik ngeri memikirkan hal itu. Menjadi menantu saya.” Marco mengangguk sopan..

“Cukup untuk hari ini.12 “BAGAIMANA kalau yang ini. Terima kasih! Kamu baik sekali! Baik sekali!” pekiknya senang.. Ma. dan kini dia sedang berencana untuk membeli perhiasan yang keenam. Karena Madame Juliet hari ini telah membeli perhiasan dalam jumlah cukup banyak. sa..... “Terima kasih. . sama-sama. hari Valentine.. Katanya. Madame Juliet?” “No no no no! Yang ini. Kesya menghadiahi beliau sebuah jam tangan cantik.” jawab Kesya dengan napas tercekik..” Jari gemuk Madame Juliet menunjuk salah satu perhiasan. saya kurang sreg.. Untuk hari ini.” desahnya. Dan Madame Juliet benar-benar membalas dendam! Lima buah perhiasan rancangan Kesya sudah menjadi miliknya. “Hmmm. Mata Madame Juliet berbinar-binar saat Kesya memperlihatkan jam tangan cantik tersebut. “Ada lagi. sang suami. Dia kemudian memanggil Mona untuk mengurusi pembayaran dan pengemasan perhiasan yang sudah dibeli. Kurang sreg.” Madame Juliet menggeleng-gelengkan kepala. Ini sebagai hadiah Valentine dari Tuan Anggoro.. Dia meletakkannya di bawah sinar lampu agar Madame Juliet dapat melihat keindahannya dengan saksama. Kesya.. Madame Juliet?” Madame Juliet terdiam.. suaminya telah memberinya sejumlah uang yang cukup besar untuk berbelanja perhiasan. Saya ambil yang ini. Sejak pagi.... Kesya sampai sulit bernapas. Lalu dia menggeleng dengan dramatis..” Kesya mengangguk.. matanya kembali menyusuri tempat penyimpanan perhiasan Kesya.. Madame Juliet. Kesya tersenyum. Dia memeluk Kesya dengan erat.” Madame Juliet menyipitkan mata.. Kesya mengeluarkannya dari balik laci kaca. Ambil yang ini. Hari ini tanggal 14 Februari. Madame Juliet juga khusus datang untuk membalas dendam atas ketidakberhasilannya membeli perhiasan rancangan Kesya waktu lelang. “Yang ini. “Yang itu. Hiasan rambutnya ikut bergoyang-goyang heboh. “Hmmppfft. Madame Juliet sudah berada di toko Kesya...

ada telepon.. What do you expect? Paling males kalau meeting.. ngomongnya sering ngalor-ngidul. “Tentang nulis label undangan.Mona memanggil Madame Juliet untuk menandatangani bukti pembayarannya sambil berujar. Alo juga masih berada di Singapura. Tapi. Thanks.” “Iih.. dear! Aku dengar soal lelang kamu yang sukses berat! Sukses berat! Hebat! Huebbaattt!” Kesya mengernyit. “tapi aku memang benar-benar butuh pertolongan kamu.... “Hai.. Cil.. Your Majesty..” “Dinner-nya bukan kamu yang masak. “Iya ya.” Cecil terkikik.. Bisa copot tangannya. Jadi demi kesejahteraan si calon pengantin... Kesya menerima telepon dari Cecil. Kesya. “Apanya yang ribet dan lama? Kan komputer sudah mempermudah semuanya..” “Nulis label undangannya emang pakai tangan?” tanya Kesya. pasti deh ada yang salah. Kesh. Dia membayangkan harus membantu Cecil dan Alo menulis nama beribu-ribu undangan. Valentine’s dinner. “Mungkin pertanyaannya harus diganti jadi „Apa yang harus aku lakukan sekarang?‟” Kesya ikut tertawa. Diketik di komputer lah. ribet dan lama banget. Kami butuh bantuan kamu dan Marco. kan?” ..” Kesya mengangguk kecil dan.” “Thanks. aku kan bridesmaid... happy Valentine. Masa tinggal ngetik nama undangan aja butuh bantuan orang lain.. peras keringat...” “Kesh.. Cil. Kamu nggak tau sih! Kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.. “Boring.. banting tulang.. ada kabar apa sekarang?” Cecil terkikik. ya sudahlah. “Oke deh.. Nggak segitunya deh.” kata Cecil terdengar pura-pura marah. Dari Bu Cecil. Cecil jadi kedengaran seperti Madame Juliet! “Happy Valentine juga. gimana acara meeting-nya?” Cecil tidak bisa hadir dalam acara lelang Kesya karena harus menghadiri meeting di luar kota.” “Terus?” sambung Kesya.” “I’m all yours. setelah Madame Juliet keluar ruangan. “Nggak dong. aku harus jungkir balik. Abis itu kami traktir kalian dinner.” “Ah. Omong-omong.. Toh sepulang nanti tidak ada yang harus dilakukannya. Yah... untuk ucapan selamatnya.. “Bu Kesya.. as usual. Ternyata kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain. Kami kan sangat-sangat tidak well-organized!” Ah! Ada-ada aja Cecil. Kesya. dan berdarahdarah.” “So.

ya?” tebak Kesya. Jansen. Kesya tidak mendengar kabar tentang Jansen. sudah baca tentang lelang perhiasanmu yang sukses.” Jansen tertawa.” Jansen tertawa. Selesai bertelepon dengan Cecil dan menghubungi Marco... Alo memang paling memahami Cecil. aku hanya ingin tahu kabarmu.. Aku sekalian mau kasih liat kamu dan Marco... Mereka memang pasangan yang cocok luar-dalam. Kesya ikut tertawa.. temanku kebetulan juga meliput.” Kesya mengangguk.. Kesh. motret model untuk majalah. untuk Marco ya... “Thanks again.. Debar hatinya kini hanya beraksi terhadap Marco. Tapi aku sungguh berdoa untuk kamu. Kesya yakin seratus persen bahwa yang menelepon adalah Jansen..” Ucapan Jansen tergantung.. kamu.. sejak pertemuan mereka yang terakhir... aku sudah. “Thanks. Take care ya. Alo sendiri sudah menetapkan dapur di rumah kami yang baru hanya akan jadi dapur kering. baguslah. Hmm. Kamu... begitu. Bagaimana kabarmu? Kamu lagi sibuk apa sekarang?” “Biasalah. Aku. Sudah lama sekali.... Se.” “Thanks. Walaupun Jansen menghubunginya bertepatan dengan Hari Valentine. Tidak seperti kamu. Salam untuk. Tempat kami masak air untuk bikin kopi dan memanaskan masakan pesanan restoran.” “Oke. “Ha... “Dia juga kapok mencicipi masakanku. seolah menertawakan kegugupannya..” Kesya ikut tertawa. “Oh... Tapi Kesya senang Jansen menghubunginya. “Aku lagi nunggu Marco. he... oke deh. halo. “Oke kalau begitu..... Kes. dia membereskan ruangannya. Aku. be. Tumben kamu telepon?” Saat Kesya mengucapkan nama Marco.... biar kamu bisa mendapatkan wanita yang cocok untukmu.. Aku. tidak jadi diselesaikan... Di mana ketemuannya?” “Di rumah baru kami. Renovasinya sudah jadi..... Mau sama-sama ke rumah Cecil..” . teleponnya berbunyi lagi. dia merasakan napas tertahan Jansen.. “Hmm. iya. debar di hatinya sungguh telah hilang. “Jansen.” sapa Kesya.. “I. Moga-moga ada salah seorang dari model itu yang bisa merebut hatimu... aku hanya ingin tahu kabarmu.. Kesya sedang apa?” Kesya tersenyum mendengar suara Jansen.” Tawa Cecil meledak lagi... “Aku sudah memutuskan hubungan dengan dapur.. “Halo...” Jansen tertawa. Kamu.” sapa sebuah suara. Mendengar kegugupan suara si penelepon. selamat ya. “Model-model itu kebanyakan model cantik saja.. hebat.. Tiba-tiba. Teman.Cecil terbahak.

Marco merengkuh tubuhnya. aku akan berdomisili di Jakarta. Ada saja yang mereka perdebatkan. jarak sudah tidak menjadi masalah lagi bagi hubungan mereka. “Aku punya kabar baik untuk kamu. Senyumnya merekah.Pintu ruangan Kesya terbuka dan sosok menjulang Marco berdiri di sana.” Bagus sekali! Bahkan ada kesempatan bagi Marco untuk menetap di Jakarta. Marco menggeleng.. Sayang. aku terima pekerjaan di Jakarta.. soal penulisan nama lengkap. Menerka-nerka arah pembicaraan Marco. Tangannya menggenggam erat tangan Kesya. Pekerjaanku lebih banyak di sana. “Kalau aku kembali menetap di Singapura. Sedari pagi. What a wonderful Valentine’s present! *** Jam menunjukkan pukul tujuh malam saat mereka selesai membuat labe lundangan. Sayang. “Happy Valentine juga. .” Senyum Marco bertambah lebar. Telinga Kesya berdesing hebat. “Gimana. Dia mengangguk. Dengan demikian. “Happy Valentine. hanya saja Cecil dan Alo terlalu banyak berdebat. Sayang?” tanya Marco tersenyum. Tangannya terasa hangat dalam genggaman Marco. Marco akan menetap di Jakarta untuk jangka waktu yang belum ditentukan? “Mungkin juga akan dipekerjakan sebagai perancang tetap di perusahaan mereka. separuh merasa geli. Mereka memberikan tawaran untuk menangani lima proyek taman untuk perumahan yang rencananya akan mereka bangun.” ujar Marco. bahkan soal ukuran tulisan. “tentu akan berat bagi kita berdua. Sebuah perusahaan real-estate melihat hasil kerjaku menata taman kota kemarin. separuh lagi merasa sangat bahagia. “Sounds great?” Kesya tersenyum lebih lebar. “Perfect..” Kesya mengangguk pelan. Kesya memang belum bertemu dengan Marco.” Marco menghela napas..” Dahi Kesya berkerut.. “Selama ini kan aku tinggal di Singapura. Kehadiran Kesya dan Marco adalah untuk mencairkan ketegangan perdebatan mereka. “Kamu mau jalan sekarang?” Kesya teringat janjinya dengan Cecil.” bisik Marco di telinga Kesya. Jadi. memeluknya erat. Sebenarnya itu pekerjaan mudah. “Maka dari itu.” Kesya mencium pipi Marco dengan lembut.. Dia membimbing Kesya duduk berhadap-hadapan. Selama itu. Tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Kesya tersenyum.” Ternyata Marco memang serius untuk melanjutkan hubungan dengannya. Soal penulisan gelar. Kesya tersenyum dan menghampiri Marco.

Salah satu dongeng Shakespeare yang sangat disukainya. Bergegas mereka menuju restoran yang terletak tidak jauh dari rumah Alo-Cecil.. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan orangtuanya.” ujar Marco tanpa melepaskan pelukannya. Kesya terkesiap..” Cecil mengangkat cincin itu dengan sepenuh perasaan. Kesya masuk dan melemparkan tasnya begitu saja.” bisik Marco di telinganya. Kesya berhasil menyalakan lampu. dear. Setelah itu Kesya sibuk dengan acara lelangnya. “Thanks ya. Kesya mengeluarkan cincin pernikahan Alo dan Cecil... Kesya terperangah ketika sinar lampu menerangi kamar tidurnya.” “Oke. Terlalu terkejut untuk dapat menyuarakan isi kepalanya. Kesh.. Kesh. Cecil dan Alo juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Kesya merasa inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan cincin pernikahan rancangannya. “Ranjang yang cantik untuk gadis yang cantik. Lampu menyala terang.. mencari sakelar lampu. Pelukannya diperketat. Cecil bilang mau melihat cincin pernikahannya bersama-sama Alo. Napas Cecil tertahan ketika melihat cincin itu.” “Yakin?” suara Marco terdengar menggoda. Hampir pukul sepuluh malam baru Kesya dan Marco tiba di apartemen. Dia berjalan tersaruk-saruk ke kamarnya..“Ya ampun! Kalian kan belum makan!” Cecil menepuk dahi. “Surprise for you. Lampu di atas meja mereka memantulkan kilau yang indah pada cincin itu. Marco mengantarkan Kesya masuk ke apartemennya.” ujar Marco.. Ranjang tempat dia biasa tidur telah berubah menjadi ranjang gantung yang cantik sekali. sang ratu peri dalam cerita A Midsummer Night’s Dream. masa aku nggak bisa nyalain lampunya. Ini kan kamarku sendiri.. Ranjang itu berayun pelan. Kesya menggeleng sambil tersenyum.. “Sayang. Tangannya menggapai-gapai. Mendesah tidak percaya. Kesya tersenyum. Kesya mendekati ranjang gantung itu. Kesya merasakan sensasi romantis yang tidak dapat . “Aku bisa kok..” Kesya tersenyum senang mendengar pujian tulus dari teman-temannya. Ranjang itu mirip sekali dengan ranjang Titania. mau dibantu?” tanya Marco sambil memeluknya dari belakang. Kesya mengundang Marco untuk minum segelas teh hangat. Binar-binar di wajahnya tampak cemerlang sekali! “Bagus banget. “Kamu bener-bener berbakat!” puji Alo. “Yakin dong. DeeDee hari ini menemui ayah dan ibunya di hotel tempat mereka menginap. Kesya masih belum dapat berkata-kata. Sambil menunggu pesanan mereka datang. Ketika mencoba gaun bridesmaid di Bride‟s World. “Suka?” Marco mengangkat Kesya dan mendudukkannya di atas ranjang..

*** Tanpa terasa. Wadah yang digunakan untuk membawa makanan juga diberikan sebagai hadiah. Kesya mengangguk pelan.diungkapkannya saat berada di atas ranjang itu. Kesya memilih tema lingerie shower. Ada juga yang temanya recipe shower. Untuk bridal shower Cecil. Hadiah untuk calon mempelai wanita berupa makanan. yaitu tamu-tamu menghadiahi calon mempelai wanita dengan lingerie atau bikini yang seksi. Seolah tidurnya akan nyenyak sekali dan mimpi-mimpi yang hadir dalam tidurnya pastilah mimpi-mimpi indah penuh tebaran bunga wangi. berikut resep masakannya.com untuk mencari tahu jenis permainan yang cocok untuk acara tersebut. dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara itu.com. Satu hal yang kini mengusik perhatian Kesya. Jenis hadiah biasanya akan disesuaikan dengan tema bridal shower. Thanks to the internet! Bridal shower ini mirip pesta bujangannya mempelai pria. dan piranti makan. akan diundang untuk menghadiri acara bridal shower tersebut. “Aku suka sekali. Hangat. Tentu saja semua itu tidak terlepas dari andil Kesya. tamu yang hadir membanjiri si calon mempelai wanita dengan berbagai macam hadiah. Dia juga ikutan browsing di bridesmaid101. tinggal beberapa minggu lagi rencana pernikahan Alo dan Cecil akan berlangsung. perangkat memasak. Bridal shower! Kesya juga tidak akan ingat akan acara yang satu ini kalau DeeDee tidak mengingatkan. Semua kerabatnya yang wanita. Bridal shower dihadiri oleh teman-teman dan kerabat calon mempelai wanita. *** . termasuk juga beberapa teman wanitanya semasa sekolah dulu. DeeDee mendapat tugas membawakan games dalam acara itu.” Marco memeluk Kesya dengan erat. Pada tema ini. Selain itu ada juga yang memilih tema multicultural shower. Cecil minta acara diselenggarakan di rumahnya saja. para tamu membawa makanan khas dari daerah masing-masing sebaga ihadiah untuk calon mempelai. Buru-buru dia searching lagi di bridesmaid101. Kesya banyak membantu Cecil dalam segala hal yang berhubungan dengan hari besar itu. Kesannya seksi sekali! Dibantu DeeDee. Pada bridal shower. Persiapan pesta sudah sekitar 98 persen. Ada yang temanya lingerie shower. Dia sangat bersemangat.

“Nggak mau ikut acaranya? Padahal kan Mama dan Tante Renata sudah bantuin aku mengatur makanannya. dan Tante Renata mondar-mandir membantu Kesya menata makanan. dan tak lupa. Lima menit sebelum acara dimulai. Suaranya terdengar bersemangat sekali. Dee?” tanyanya. Cecil keluar dari kamarnya sambil tersenyum lebar. Kesh!” sahut DeeDee.” Kesya tersenyum geli melihat tingkah kedua mama itu. Di atas meja sudah tertata rapi aneka macam roti isi. Nggak enak gangguin acara gadis-gadis.. . Teman-teman Cecil membawa beberapa hadiah berupa lingerie dan pakaian dalam yang superseksi. Kesya sempat menyapa dan mengobrol ringan dengan beberapa teman dari masa sekolah dulu. sampai bikini aneka warna... Hmm. malu ah.. Finna datang. ketika Finna dengan suksesnya membuat marah Madame Daphne. Terakhir kali mereka bertemu adalah. berbagai macam produk perawatan tubuh.” Mama Kesya dan Tante Renata mengangguk sambil tertawa. es krim! Lingerie shower kali ini akan dilaksanakan sore hari.. Setelah itu tamu-tamu mulai berdatangan. peralatan mandi. sepoci besar teh. kue-kue kering dan basah... Semangat DeeDee ternyata menular. “Kami mau keluar aja. juga ada sepoci besar kopi. Kesya juga merasakan semangat yang tinggi. Dia membawa kotakkotak yang berisi peralatan untuk games nanti.Kesya melihat ke sekeliling ruang tamu rumah Cecil dan mengembuskan napas lega.” Tante Renata dan mama Kesya tersenyum malu-malu.. “Lho? Pada mau ke mana nih?” tanya Kesya melihat tas yang disandang di bahu mereka masing-masing. Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya dan itu membuat penampilannya tampak semakin cantik. “Wah! Keren banget!” komentar Cecil melihat ke sekeliling ruang tamu. yang khusus datang dari Bandung. Menebarkan harum ke seluruh penjuru ruangan. kemudian berlalu pergi.. “Ya sudah. Kesya menghubungi DeeDee. Pukul empat kurang lima belas menit. DeeDee datang.. sudah beberapa bulan yang lalu.. Kesya sudah lupa sama sekali pada Finna. Bungabunga segar tertata di setiap sudut ruangan. “Udah siap belum... Tante Renata dan mama Kesya berlalu di hadapan Kesya. tapi. Kesya mengangguk. “Udah beres semua kok. jadi makanannya juga ala tea time.. Mamanya. “Yakin nih?” goda Kesya. Nanti dikasih lihat foto-fotonya aja deh. “Sebenarnya sih mau ikutan.” Mama Kesya dan Tante Renata tersenyum malu-malu lagi. Dia sudah bekerja keras untuk mempercantik ruangan ini.

” Cecil juga ikut mengangkat bahu. “Ah.” sapa Kesya. Dia melihat ke sekeliling ruangan. Cil?” Wajah Cecil berkerut. Ting tong! Saat games sedang seru-serunya berlangsung. tidak juga menyapa Cecil si empunya rumah. Finna tinggal di rumah orangtuanya. Aku tadinya sudah malas banget. ya?” Kali ini tamu-tamu yang hadir mulai berkasak-kusuk. Menanggapi diamnya Cecil. tiba-tiba bel berbunyi. Ada yang aneh dalam sandiwara ini.” Dia tertawa lagi. “Untuk Finna Salsabila. Dia mengambil buket bunganya dan membenamkan wajah di buket itu. dan duduk dengan wajah ditekuk. To my lovely fiancée. Finna kembali tertawa sengau. Apa Alo pernah kirimin kamu buket bunga seperti ini. Finna tidak tersenyum.” dia tertawa sengau. “Aku dengar mamanya Alo juga nggak setuju sama pernikahan kalian. sementara Kesya sibuk mengabadikan acara ini. biar bagaimana dia kan masih saudara. DeeDee membuka acara lingerie shower ini dengan sebuah games pembuka.” Cecil masih diam.. Seorang kurir datang membawa buket bunga yang besar sekali. Dengan gaya dramatis dia embuka kartu kecil yang terselip di tengah-tengah buket tersebut. Inggris blaster. Merasa di atas angin. Sepertinya semua yang diundang sudah datang.. . dia yang menghubungi aku.. tapi kata mamaku. Bukan darah murni.” bisik Cecil melihat wajah Finna.“Hai. “From Edward Patterson. Jadi. Kesya mengangkat bahu. Acara kemudian dimulai. “Tapi.” kata kurir itu.. Finna langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan penuh gaya menghampiri kurir itu. Seluruh orang yang ada di sana mengernyit melihat tingkah laku Finna. Dia berlalu begitu saja.. Edward Patterson itu mengirimkan buket bunga superbesar ke alamat Cecil? Bukankah selama di Jakarta.. Nggak seperti tunanganku. Finna Salsabila. “Siapa tuh?” Cecil agak terusik dengan interupsi ini. si Mr. “Sepertinya nggak pernah ya? Memang Alo itu sama sekali laki-laki yang tidak romantis. Tidak mau meladeni ulah Finna... Dia beranjak ke pintu dan membukanya. “Dia masih sakit hati. minta diundang datang ke acara ini.. “Edward benar-benar cowok romantis. darahnya murni Inggris. Edward Patterson.. Kesya mengangkat bahu. Tapi Finna tidak peduli. Cecil ikut aktif dalam games. tapi dia tetap diam. yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Cecil? Finna mengerling ke arah Cecil. Finna kembali berkoar. Finna. hanya menatap sinis ke arah Kesya. Kenapa tunangan Finna..

.” Wajah Cecil pucat pasi. “Hubungan Alo dan Ningrum sudah berlalu ketika Alo mendekati Cecil. Cil?” Tamu-tamu mulai berkasak-kusuk. Catat ya. Dari mana Finna tahu soal bachelor party yang diselenggarakan Alo? “Silakan kamu cek sendiri kalau kamu nggak percaya!” ujar Finna menantang. Cil? Bad luck tuh punya mertua seperti itu. “Kamu nggak mau mempertimbangkan rencana pernikahan kamu. Susah payah Kesya menahan tubuh Cecil.. Wajahnya tampak malu. bagaimana Finna kunyuk ini bisa tahu permasalahan antara Cecil dan Tante Jessica? Sampaisampai persoalan tentang Ningrum juga diketahuinya. Kesya mengernyit.. Tubuhnya siap meledak karena amarah yang tergumpal di dalam hatinya. Lagi pula. pacar pertamanya itu jadi istrinya. “Kamu nggak tahu apa-apa soal Alo.“Katanya. disodori kalimatkalimat provokatif sedikit saja. Lagi pula. .” bisik Kesya. Aku dengar juga katanya kamu dulu ngerebut Alo dari Ningrum. jadi jangan pernah menghinanya!” Finna memegangi pipinya. “Udah. Nggak usah diladenin. “Kan orangtua yang busuk menghasilkan anak yang busuk juga!” Tatapan Finna tajam menghunjam. dan. Tubuh Cecil bergetar lebih hebat lagi. tapi sekarang. tidak peduli dengan kata-kata Kesya. tapi Cecil menepis tangannya. Kamu!” Cecil memberi penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Finna! Cecil nggak pernah merebut Alo dari siapa-siapa!” bela Kesya.. Benar begitu. apa maksud Finna dengan meminta Cecil mempertimbangkan rencana pernikahannya? Benar-benar asal bunyi saja Finna! Melihat wajah Cecil yang semakin pucat menahan amarah. mamanya Alo lebih setuju kalau Alo ngambil Ningrum. Kesya buru-buru mendekati dan merangkul tubuh sahabatnya yang bergetar hebat. Plaak! “Jangan sekali-kali ngomong begitu tentang Alo!” sembur Cecil penuh kemarahan. “Raden Ayu Sekar Ningrum. Tubuhnya kembali bergetar hebat. “Sekarang Alo sedang mengadakan bachelor party dan kamu tahu siapa yang juga datang?” Finna tersenyum lebar.” Wajah Cecil langsung pucat... “Dari dulu juga aku udah tahu kalau hubungan kalian nggak akan bisa berjalan mulus!” jerit Finna. Jangan-jangan. Alo yang ngedeketin Cecil duluan. Mulut. mereka mulai berkasak-kusuk. “Jaga. Cil. “Tutup mulut kamu. tapi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk kembali menghina Alo. Dasar manusia gosip! Tadinya mereka tersenyum lebar ketika melihat kebahagiaan Cecil. Dia tidak sudi Alo dihina seperti itu. Bukan sebaliknya!” Finna kembali tertawa sengau. anaknya juga nurunin tingkah laku ibunya.

Kini giliran Finna yang memucat.. Posisi seorang eksekutor.Dengan tubuh bergetar. kamu punya tunangan atau nggak?” cecar Kesya penuh amarah. “Alo mana?” Kesya dan semua tamu memperhatikan perubahan wajah Cecil.” Dia berjalan menghampiri Cecil. mencegah Cecil melakukan sesuatu yang akan memperparah keadaan. “Nggak perlu kamu tahu dari mana aku tahu. “Ada Ningrum kan di sana?” “Dari mana kamu tahu semua itu?” tanya Cecil. sebenarnya kamu punya tunangan atau nggak?” ulang Kesya lagi.. Kesya sebenarnya tidak suka berada di posisinya sekarang.” bisiknya. tapi dia harus membela Cecil. Lalu kenapa di kertas ini tertulis bahwa pengirim bunga itu adalah Finna Salsabila dan ada notes di sini yang meminta agar bunga itu dikirimkan ke rumah Cecil?” Kesya mengibarkan kertas merah muda yang tadi terjatuh. Sebuah kertas terjatuh ketika Finna beranjak menjauhi Cecil. “Halo.. Cecil menatap garang ponselnya. Wajahnya ceria bagai bunga yang baru mekar.” panggilnya pelan. Cecil menepis kasar tangan Kesya. Dengan sangat enggan.. “Jadi. Cecil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alo. “Ngapain dia juga ada di sana?!” teriak Cecil histeris.. Tampaknya ponsel Alo tidak berhasil dihubunginya.. Cecil beranjak untuk membuka pintu. Marco. Kesya menahan tangan Cecil. Ting tong! Bel pintu rumah Cecil berbunyi lagi. “Jadi sebenarnya. “Alo bukanlah laki-laki yang setia.. “Tentu saja. Aku sudah tahu itu dari dulu. Kasak-kusuk kembali terdengar. tidak segarang tadi.” sapanya dengan suara bergetar. Ha! Kesya tersenyum. Finna mendengus. “Finna.. I just know it. Wajahnya tampak keruh sekali. “Bunga itu benar dari tunangan kamu?” Finna berputar.. menghadap Kesya. dan semua kata-katanya tentang Alo tidak dapat dipercaya. Dia memperhatikannya dengan mata menyipit.. Kenapa? Kamu juga sirik ya? Kalian memang gadis-gadis yang menyedihkan!” “Oh begitu. “Gimana?” suara Finna penuh kemenangan. Para tamu kembali diam-diam mengomentari drama yang tengah terjadi. Cecil merebut kertas itu dari tangan Kesya.. Dia harus membuktikan bahwa Finna adalah pembohong. Pandangan Finna melemah. Kesya memungut kertas itu dan memperhatikannya. Finna mendengus. . Dia mencoba lagi. Rupanya kali ini dan dia menghubungi Marco. Tapi. Dengan tatapan mencibir dia menjawab.

Pak?” tanya Cecil. “Jangan. Hatinya iba juga melihat Finna diseret seperti itu.” tahan Kesya. akan ditangkap juga!” ujar mereka tegas. Finna merangsek panik dan bersembunyi di belakang DeeDee. “Jangan tangkap saya! Saya pasti akan melunasi utangutang saya!” “Kami di sini untuk menjemput Ibu Finna Salsabila. DeeDee mendekati Kesya. kami tidak akan membiarkannya lolos lagi. Dia masih bersembunyi di belakang DeeDee. “Siapa.. Kedua pria kekar tadi beranjak maju dan mencengkeram tangan Finna. tolong aku. Kedua tangannya diseret oleh kedua laki-laki kekar itu.. kenapa Anda bisa tahu Finna ada di sini?” Lelaki kekar yan gkedua menunjukkan sebuah surat penahanan. Tamu-tamu lain.Finna masih berdiri mematung. Mereka berpakaian serbahitam. “Apa tidak ada cara lain. “kalau boleh tahu. Ibu Finna Salsabila harus ikut ke kantor polisi sekarang juga!” “Jangan! Cecil! Kesya! Tolong aku!” jerit Finna panik. Tampak bingung juga harus bereaksi apa. Siapa saja yang menghalangi kami akan dianggap telah bersekongkol dengan Ibu Finna. diikuti dua laki-laki berwajah sangar. “Ibu Finna telah berkali-kali kabur dari kejaran kami. “Cecil! Aku minta maaf.!” teriaknya. dan semua tamu yang hadir di sana hanya bisa menatap kepergian Finna tanpa mampu berbuat apa-apa.” “Jangan!” teriak Finna panik. Cil?” tanya Kesya heran. “apa yang telah dia lakukan? Lalu.” ujar salah seorang laki-laki tegap itu. Dia tambah heran melihat pucat ketakutan di wajah Finna. Cecil masuk kembali. “Ibu Finna Salsabila telah dicari-cari pihak debt collector dari Amerika karena tidak membayar utang-utang kartu kreditnya. Kami memiliki informan yang tersebar di mana-mana. Aku minta maaf atas semua perbuatanku. . Salah satunya memantau rumah Ibu Finna dan membuntutinya ke sini. Aku nggak mau masuk penjaraaa! Cecil! Kesya!” Cecil. Kesya. Berubah menjadi si pesakitan dalam drama ini. “Ibu Finna diminta untuk segera ikut ke kantor polisi. Dan siapa saja yang bersekongkol dengan Ibu Finna. Sekarang pihak penuntut telah membawa kasus ini ke ke kepolisian Indonesia. Untuk kali ini. Tapi. DeeDee. diam-diam masih berkasak-kusuk.

Kesya bahkan sempat melihat beberapa artis wanita top ibukota sedang menemani tamu-tamu Alo. Ada yang aneh di sini. Kesya juga agak risi berada di antara sekian banyak laki-laki. mamanya Alo juga hadir.. Bukankah acara bachelor party biasanya hanya dihadiri kaum laki-laki? Lagi pula. Kesh. Kesya menerobos kumpulan orang itu. Acara besar-besaran seperti ini tidak cocok sama sekali dengan kepribadian Alo.” Cecil berkeras untuk mencari tahu sendiri. Sayang papanya Alo. Ada suara Ningrum di belakang Marco. Terseokseok. Berbeda dengan bridal shower Cecil yang diadakan secara sederhana di rumah. belum dapat hadir. Ruangan tempat bachelor party penuh dengan teman Alo. Ningrum bisa sama-sama Alo. Cil. Bukankah begitu tugas seorang bestman? “Nggak mungkinlah. karena kesibukannya. ada Marco yan gpasti akan menjaga Alo.. Tante Jessica-kah? Cecil terus menarik Kesya menyeruak kerumunan yang cukup besar.” berulang kali Kesya meyakinkan Cecil. Di tengah ruangan. Wajah mereka tampak terkejut dengan kehadiran mereka bertiga. tampak seorang MC sedang memandu acara. Kesya memperhatikan beberapa pelayan yang berjalan hilir-mudik. “Di acara bachelor party ini. acara bachelor party Alo diadakan secara besar-besaran di sebuah hotel mewah. Sepertinya acara itu diselenggarakan seseorang yang sama sekali memiliki kepribadian yang berbeda dengan Alo. “Aku dengar sendiri. Sebuah layar proyektor besar menayangkan Alo yang sepertinya sedang dikerjai oleh MC tersebut. Beberapa di antara mereka juga mengenal Cecil dan Kesya. Kesya sendiri sangat yakin Ningrum tidak mungkin hadir pada acara bachelor party. Ada lampu disko besar di tengah-tengah ruangan..13 ACARA bridal shower dibubarkan begitu saja. Ballroom hotel didekorasi dengan mewah sekali. Cecil memaksa Kesya dan DeeDee untuk mendatangi tempat bachelor party Alo diselenggarakan. Tepuk tangan untuk Tante Jessica yang telah menyelenggarakan pesta hebat ini!” . Di atas nampan mereka tersaji berbagi jenis minuman keras.

dan dia melirik Marco dengan tatapan tidak suka. Layar besar itu men-zoom Alo dan Ningrum yang sedang berciuman mesra. Mungkin sebagian dari kalian tahu siapa tamu istimewa ini. bagi mereka yang belum tahu.. “Bitch!” teriak Cecil.. “Ayo. tidak perlu dibahas lagi. tahu-tahu teriakan soal cium itu menjadi paduan suara yang semakin keras. Alo tidak akan mungkin mengadakan pesta seperti ini.. Apa sih sebenarnya keinginan Tante Jessica? Tadinya Kesya menyangka Tante Jessica telah menerima dengan ikhlas keputusan Alo untuk menikahi Cecil. “Nah.. mendekati Alo. Sungguh aneh orang-orang ini. Hadirin sekalian. Alo sendiri tampak sangat terkejut akan kehadiran Ningrum. Ningrum terlihat tersipu-sipu. Entah apa salah Cecil kepadanya. sementara itu Alo memperhatikan dengan tatapan bingung. gimana?” MC kembali memanas-manasi. yah. Alo terlihat menggeleng pelan. Kesya juga yakin seratus persen ini juga buah karya Tante Jessica. Wajahnya tampak pucat dan sangat siap untuk bertempur. adalah pacar pertama Alo...” ujar MC.. tapi teriakannya teredam riuhnya sorak-sorai teman-teman Alo. tapi Ningrum merengkuh Alo ke dalam pelukannya dan menciumnya. Seluruh tamu yang hadir bersorak-sorai dan bertepuk . Beberapa kali kaki Kesya terinjak oleh orang-orang yang melonjak-lonjak.. “Hadirin sekalian. tidak mau melewatkan pemandangan menarik tentang si calon mempelai pria dan mantan pacarnya. Alo sudah mau menikah kok masih saja dipanas-panasi dengan pacar pertama! “Cium! Cium! Cium! CIUM!” Entah siapa yang memulai. Entah apa yang membuat para lakilaki ini begitu barbar. Raden Ayu Sekar Ningrum!” Cecil menatap garang layar besar yang sedang men-zoom wajah Ningrum. Sebagian dari mereka mengenali Ningrum sebagai pacar pertama Alo. Ningrum terlihat sangat cantik. Di layar besar. Kesya langsung mengikuti Cecil sambil menggandeng DeeDee. “Ningrum ini. “ada sedikit masalah yang.. Tante Jessica menarik Marco agar menjauh dari MC. tampak Alo salah tingkah akan permintaan teman-temannya. Tante Jessica ini membawa satu tamu istimewa pada acara ini. Sama sekali tidak cocok dengan kepribadiannya yang sederhana dan bersahaja. Wajah Cecil meradang.. Tante Jessica malah melakukan tindakan yang sangat menyakitkan bagi Cecil. Susah payah mereka menerobos orang-orang yang berkerumunan lebih rapat lagi. kita sambut tamu istimewa kali ini. Dahi si MC mengernyit.” Layar besar itu tiba-tiba menampilkan sosok Marco yang berbicara serius dengan MC..Ha! Benar.” Cecil merangsek maju dengan garang. sekarang kita bernostalgia sebentar dulu ya... tapi ternyata.... Nah. kan? Kesya yakin sekali pesta ini buah karya Tante Jessica.. “Maaf. Rupanya dia sengaja ekstra dandan untuk acara ini.” MC tersenyum nakal ke arah Alo.

. menantang Cecil! Alo menepis tangan Ningrum dengan kasar. “Hai. Kesya langsung mengekor Cecil. Sekarang wajah Cecil tampak jelas di layar besar itu. udah deh.. Alo. Terluka..” jawab Alo panik.. Kecewa. Biar semuanya dibicarakan dengan kepala dingin.. Dadanya bergetar turun-naik. Kesya tidak sempat lagi menahannya. “Cil. Biar semuanya diselesaikan secara dewasa..” ujarnya merajuk. Cecil. Mama yang ajak dia ke sini.tangan.” Ningrum tersenyum sambil melangkah maju. “Aku juga tidak tahu. Tatapannya menghunjam. “Cil. hati-hati!” DeeDee berteriak panik. Suasana jadi hening.” bisik Kesya yang sudah berhasil mengejar sahabatnya itu. Setiap pasang mata terpaku pada tiga tokoh drama baru ini: Alo.” Kesya berusaha meredam amarah Cecil. Dia menginjak gas dalamdalam ketika melihat mobil Alo mengikutinya. “Ini kan pesta kamu. kentara sekali. menahan amarah yang bergejolak dalam dirinya. Wajah Alo tegang. Tangan Ningrum masih bergelayut manja di leher Alo. Kamu ndak boleh meninggalkan tamu-tamu lain begitu saja. Alo nggak salah sama sekali. menabrak semua orang yang menghalanginya. Lalu dia beranjak pergi.” panggilnya. Dia tidak ingin hal yang buruk terjadi. Orang-orang di sana mulai menyadari aura cemburu pada diri Cecil. Cecil menatap Alo.. Senyum kecil tersungging di bibirnya! Sepertinya dia bahagia karena rencananya untuk merusak hubungan Alo dan Cecil tampaknya berhasil. Lamat-lamat Kesya mendengar Ningrum sedang berusaha mencegah Alo mengejar Cecil. lengannya kembali menggelayut manja di lengan Alo. “ALVARO!!!” Kesya terpaku di tempat... Cecil masuk mobil dan memacunya dengan kencang.. Tingkah lakunya. terlebih ketika dia melihat wajah Cecil yang pucat dan penuh amarah itu. hanya beberapa hari sebelum pernikahan diselenggarakan. Alo tampak sangat terkejut melihat Cecil. Cecil. dan Ningrum. Kesya merangsek maju.. “Cecil. “Kenapa dia ada di sini!!” tanya Cecil. Wanita itu tengah mengamati perseteruan yang terjadi antara Alo dan Cecil.. Tampak sosok Tante Jessica. “Ini sudah direncanakan..!” panggil Alo panik dan buru-buru mengikuti Cecil. “Kamu apa-apaan sih?!” bentaknya. “Sayang. Gambar Alo dan Ningrum di layar besar berhenti berciuman. Cecil berlari maju. Dengan kasar Alo menepis tangan Ningrum dan menghampiri Cecil. .

Untuk ketiga kalinya. Bagi mereka. Dengan mahir dia memainkan setir mobil. Alo juga ngotot mengikuti Kesya.. emosi Cecil labil sekali. “Mau ke mana?” “Bali. berusaha mengejar Cecil. Mereka juga tidak memedulikan teriakan seorang petugas keamanan. Kesya dan DeeDee ikut berlari mengejar Cecil. Kesya menoleh cemas... Cecil sering kali ngebut-ngebutan di jalan raya.. Ponsel Cecil berdering. sepertinya isi perutnya akan keluar semua! “Cil. Jangan sampai Cecil melakukan tindakan bodoh! Cecil berlari kencang menuju tempat penjualan tiket. Aku takut nih. berhenti dulu deh. jangan gegabah!” Kesya juga berusaha memperingatkan. Setahunya. Dia masih mengendarai mobilnya seperti orang gila. Sekarang dia merasa mual.. Tatapannya berkonsentrasi ke jalanan. “Cecil. Ponsel itu berdering lagi. Cecil adalah prioritas utama. Soal keahlian mengemudi. ponsel itu berdering. berdiri di samping Cecil. “Kamu mau ke mana?” “Ekonomi atau bisnis?” tanya si petugas.” Suara DeeDee terengah-engah. bersinggungan dengan aspal jalanan.” bujuk Kesya. dia menghentikan mobilnya dan berlari keluar. dan kalau lebih lama lagi. Tapi kali ini. Kesya dan DeeDee berpegangan pada apa saja yang dapat mereka raih.” sapa petugas penjual tiket dengan gaya profesional. Tapi Cecil tidak peduli. dia paling tidak tahan berlama-lama berada di dalam mobil yang mengebut kencang. Dengar dulu penjelasan Alo. “Kamu sebenarnya mau ke mana sih?” desak Kesya. Terus terang.” Rupanya DeeDee juga merasakan hal yang sama. Penerbangan berikutnya!” sambar Cecil. Cecil tetap membisu. Di belakang mereka. Cecil membelokkan mobil dengan cepat. Dia terus memacu mobilnya. Alo tidak terlalu mahir mengebut. “Selamat malam. Mereka tidak memedulikan mobil yang diparkir sembarangan. Kesya agak khawatir dengan Alo. “Bandara?” Kesya menyelesaikan ucapan DeeDee. Menggantungkan keselamatan mereka pada kekuatan cengkeraman tangan mereka. mobil Alo tertinggal. pelan-pelan dong. “Cecil!” Kesya terengah-engah. Dia benarbenar ketakutan. “Ini kan. Cecil memang juaranya. Kemudian.. Alo juga memacu mobilnya dengan kencang. Cecil kembali mematikannya. Ketika SMA dulu. berbaur dengan rasa takut. Cecil melirik sekilas pada ponselnya kemudian mematikannya. . Rem berdcit. tiba-tiba. Dia tidak dapat berkonsentrasi memperhatikan ke mana Cecil memacu mobilnya. Semakin jauh dan semakin jauh.“Cil. “Ngapain kita ke bandara?” Cecil tidak menjawab. Cecil membuka kaca jendela dan melemparkan ponselnya ke luar jendela! Terdengar suara klakson berulang-ulang dari arah belakang..

Salah seorang petugas mengatakan bahwa dia melihat Cecil di kolam renang. Kepalanya sakit luar biasa dan perutnya keroncongan. Cecil sudah beranjak pergi. “Silakan. Saat kepingan ingatannya sudah mulai dapat disatukan.“Yang mana saja! Penerbangan berikutnya!” teriak Cecil. Dia tambah panik mendapati tempat tidur Cecil sudah kosong. Kesya mengerjap pelan. Kamu tolong bilang pada Alo dan Marco. Mbak!” bentak Cecil sambil melemparkan kartu kreditnya. Kesya membenamkan kepala ke bantal yang ditidurinya. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. maaf. tapi kemudian buru-buru melayani pesanan Kesya. “Aku mesti kejar dia... Oke?” DeeDee mengangguk. “Cepat. *** Kesya membuka matanya dan menatap sinar kuning yang memancar dari sebuah lampu meja. lalu buru-buru menyusul Cecil. mau ke mana?” Petugas penjual tiket sekilas melirik Kesya. Dia meraba selimut yang menutupi tubuhnya. Kesya menyelesaikan urusan pembayarannya. Tekstur selimut terasa asing di tangannya. lalu bergegas menyusul DeeDee dan Cecil. Dia berusaha mengingat-ingat kejadian kemarin..” ujar si petugas dengan gaya profesional..” Si petugas penjual tiket buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. Ini bukan kamarnya. . Dia bertanya kepada petugas hotel tentang keberadaan Cecil. Satu tiket kelas bisnis untuk penerbangan ke Bali pada pukul tujuh malam.. Kesya menuju kolam renang. “Oh. “Cecil!” teriaknya. “Kejar Cecil!” DeeDee mengangguk. Bu.” kata DeeDee begitu melihat Kesya berlarilari menghampirinya.” Kesya mengangguk dan naik ke ruang tunggu. “Cecil. Baik. Harumnya juga terasa asing. Bergegas. ini tiketnya. “Satu lagi untuk saya. Bingung mendapati dia berada di sebuah ruangan asing. Si petugas penjual tiket tampak bingung. “DeeDee!” teriak Kesya.. Bilang saja Cecil baik-baik saja dan aku sama Cecil. Nggak usah bilang ke mana kami pergi. dia langsung melompat dari tempat tidurnya. “Hati-hati ya. “Dia sudah naik ke ruang tunggu. Ini bukan tempat tidurnya.. Dia langsung keluar kamar untuk mencari sahabatnya itu. Penerbangan yang sama dengan dia!” Kesya juga melemparkan kartu kreditnya.

dua buah telur mata sapi. Ada sosis aneka bentuk. ayam goreng. Diam-diam dia mengagumi stamina Cecil. Terus terang. Cil. Berulang kali KEsya mencoba mengajaknya berbicara. nasi goreng. Wah! Kesya terbelalak melihat hidangan yang siap disantap Cecil. “Kita sarapan yuk. Kesya tersentak saat melihat Cecil tiba-tiba naik ke permukaan. dan satu gelas besar coke! Kalau begini cara makan Cecil. That’s what friends are for! “Kamu makan dikit amat. Tanpa lelah. tapi Cecil enggan menanggapi. Sahabatnya itu kuat berenang bolak-balik tanpa henti! Sampai pada hitungan kedua puluh... memperhatikan Cecil yang terus berenang bolak-balik tanpa henti. “Abis ini. menghibur dan menjadi sandaran baginya. “Aku mungkin mau berenang lagi. Kesya buru-buru mengikuti Cecil. bisa-bisa gaun pengantinnya tidak akan muat. Kesya menghela napas panjang.. Dia hanya mengisinya dengan dua lembar roti tawar dan satu buah telur ceplok. kentang goreng. Padahal pernikahan Cecil dan Alo akan berlangsung dua minggu lagi..” . Cecil mengangkat bahu sambil meminum coke. Kesya memperhatikan piringnya. tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun.. Seolah ingin melarutkan semua kekecewaan yang dirasakannya. Ini juga satu lagi kebiasaan Cecil kalau lagi stres. satu porsi besar salad kentang. Kesya menghitung berapa kali Cecil berenang bolak-balik. berenang bolak-balik. Kesya berjalan perlahan di tepi kolam dan duduk di salah satu bangku.. Saat ini sahabatnya sedang stres berat..” ajak Cecil sambil berlalu di hadapan Kesya. “Bukannya tadi kamu udah bolak-balik lebih dari dua puluh kali?” Cecil tertawa. Cecil masih terus berenang.. kita mau ngapain?” tanya Kesya. makanan yang biasa dihindarinya.. Kesya agak khawatir juga melihatnya. Begitu check-in di hotel. Tanpa henti.” Dahi Kesya mengernyit. Kesh?” tanya Cecil sambil mulai makan. Di pesawat kemarin. Kesya harus berada di sebelah Cecil. Cecil mengenakan handuk model kimono dan langsung menuju tempat sarapan. dalam balutan bikini warna hijau terang. Langsung makan setelah berenang! Cecil mengambil banyak sekali makanan.” “Jangan sampai kecapekan. Entah bagaimana kelanjutan rencana pernikahan sahabatnya ini.Langkahnya terhenti saat melihat sosok Cecil. Hmmm. Dia hanya duduk diam dan memandangi jendela pesawat. Kesya berhenti menghitung. Cecil tidak mau bicara sepatah kata pun. Tubuhnya basah dan napasnya terengah-engah.. Tapi Kesya menahan diri untuk tidak berkomentar. Semuanya makanan berminyak. Nanti kamu sakit.. Cecil juga langsung tidur. aneka roti. itu kebiasaan Cecil kalau lagi stres berat. “Aku masih pengin terus berenang. dia sudah merasa kenyang melihat hidangan di piring Cecil.

Aku juga belum berani ngomong banyak. Dia juga menghubungi semua vendor dan membatalkan semua pesanan. Sekarang semuanya jadi kacau banget!” “Kacau gimana?” “Tante Jessica ngotot membatalkan pernikahan Cecil dan Alo.” “Tidak tahu diri sekali sih si Ningrum!” maki Kesya.” sapa Marco begitu mendengar suara Kesya. It’s so complicated!” “Pokoknya.. Semua vendor minta konfirmasi ke aku. Sebaiknya Alo nggak ketemu Cecil dulu. Nama Marco tertera pada layar ponsel. Padahal kemarin aku sudah berusaha mencegah Ningrum mendekati Alo.. “Marco.Cecil menarik napas. Biar Cecil lebih dingin dulu. “Aku juga lagi pusing. “Keterlaluan banget sih Tante Jessica.. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.. stres berat pastinya. Kesya masih belum menyelesaika makannya. Dia terkagum-kagum dengan kecepatan Cecil menghabiskan seluruh makanannya dalam waktu singkat. Apa hak Tante Jessica sehingga dia membatalkan pernikahan Alo dan Cecil? Hari itu bergulir lambat.. Aku juga harus ngurusin Alo dulu. “kamu lagi di mana?” Suaranya terdengar khawatir sekali. Benar-benar keterlaluan Tante Jessica! “Alo juga lagi stres berat. Marco menghela napas panjang. Cecil pamit kepada Kesya untuk kembali berenang. dia bilang pernikahan tetap akan berlangsung. tapi rupanya si MC sudah berkonspirasi sama Tante Jessica. Kamu baik-baik saja di sana. aku akan menjaga Cecil sebaik-baiknya. lalu mengangguk.” Marco menghela napas. Kami lagi di Bali. I love you. Sayang. Kemarin malam. Kesya mengingatkan DeeDee akan beberapa janji pertemuan yang dijadwalkan besok. Aku jadi pusing sendiri! Aku konfirmasi ke Alo. saat di pesawat. Dia nggak apa-apa. Sedangkan calon pengantin wanitanya malah hilang. Dia juga mendesak agar Alo segera menikahi Ningrum!” “APA?” Kesya tidak percaya berita yang didengarnya.. aku sama Cecil. Kesya menelepon DeeDee.. Kesya mematikan ponselnya dan lupa menyalakannya kembali. Dia juga meminta DeeDee mengganti- . Tidak tahu harus berkomentar apa. Kamu bilang saja ke Alo bahwa Cecil dalam pengawasanku. Sekarang dia tambah stres karena Ningrum mengekor dia terus. Mereka semua mendesak apa benar pernikahan Alo dan Cecil batal..” “Ya udah deh. See you. “Kamu nggak usah khawatir. meminta gadis itu menggantikannya di toko untuk sementara. Setelah selesai makan. Takut dia malah tambah down. I’m a very tough girl!” Kesya tertawa sumbang.. “Sayang. Dia kehilangan jejak Cecil dan merasa sangat bersalah pada Cecil. tapi masih baik-baik saja.” Kesya masih gusar dengan berita yang disampaikan Marco.

Kesya menghubungi Mona.. Madame Juliet datang dan berniat untuk memborong beberapa perhiasan lagi. Gaun . Risi banget. Kesh. Dia beranjak untuk berganti pakaian.. Sorenya. “Buat clubbing. Kesya tidak terbiasa memakai gaun sependek itu dan dia jadi risi sendiri. begitu alasannya. Kesya kemudian memilih beberapa potong pakaian. “Wuuiihh. “Seksi amat.” komentar Kesya. ini semua sebagai hadiah karena Kesya bersedia menemaninya di Bali. Picky sekali si madame ini. “Jangan ditarik-tarik gitu! Norak banget sih kamu!” maki Cecil sambil tertawa. Cecil yang membayar semua baju mereka.. “Kampungan banget sih kamu.. butik ini milik salah seorang pemain sinetrol terkenal. “Emangnya kamu mau pake baju itu terus?” balas Cecil sambil mencibir ke arah baju Kesya yang mulai berbau tidak sedap. “Ganti cepetan sana! Nggak usah banyak komentar deh!” Kesya terpaksa menurut. Madame Juliet tidak jadi membeli. Kesh.. dia memang perlu beberapa potong pakaian baru. Tapi karena Kesya tidak ada di toko. mengejar-ngejar Cecil saat di bandara. bahkan seharian ini baju itu masih terus menempel di tubuhnya... Rasanya.. tau!” Tawa Cecil meledak.. Cantik banget. dia merasa gatal-gatal. “Iih. Ketika keluar. Ketika gaun itu sudah menempel di tubuhnya. “Ngapain mesti ke sini?” kata Kesya begitu mereka memasuki butik mewah. Mereka kembali ke hotel. kan belum dicuci. Cecil membeli beberapa gaun seksi untuk mereka berdua. Kita harus have fun. Katanya. Baju ini menempel terus di tubuhnya ketika dia menemani Cecil mendatangi acara bachelor party-nya Alo. Cecil tampil tidak bercela. “Kamu harus sering-sering pakai baju seksi begini... Kurang higienis.” Sementara itu. Setahu Kesya.. “Aku memang nggak pernah pakai baju seperti ini. Katanya dia tidak mau dilayani oleh orang lain selain Kesya.. Kesya berdecak kagum melihat penampilan Cecil. memberitahukan bahwa dia sedang berada di luar kota untuk sementara waktu..” balas Cecil sambil tersenyum. Kesya sibuk menarik-narik bagian bawah gaunnya yang dirasanya terlalu pendek.. Cil. Kata Mona. “Sialan kamu!” Kesya menimpuk Cecil dengan handuk.” gerutu Cecil sambil melemparkan gaun itu ke hadapan Kesya. Tak lupa. Cil?” komentar Kesya.. mengikuti Cecil dalam acara kebut-kebutan gila.. Cecil memaksa Kesya untuk mengenakan gaun seksi yang baru saja dia beli.kannya menghadiri pertemuan itu. Terutama apabila Cecil belum memberitahukan berapa lama mereka akan tinggal di Bali. Kesya baru sadar bahwa dia belum berganti pakaian sejak acara bridal shower Cecil. Kesya memang tidak terbiasa mengenakan baju baru tanpa dicuci terlebih dahulu. Kesh!” puji Cecil sambil bersiul. Cecil mengajak Kesya berbelanja ke sebuah butik.

.. bahwa dia berasa di sini demi Cecil... Dia meminta refill kepada bartender. bisa sendiri hik...... Tambahin minumku lagi hik. Dia paling tidak suka clubbing.. Bertalu-talu.. kembali menandaskan isi gelasnya. Berdentum-dentum.” Kesya menahan tangan Cecil.. dulu. kamu?” Cecil menepis tangan Kesya. gawat! Cecil sudah benar-benar mabuk! “Aku bantu kamu ke toilet ya.. Ketika Cecil sudah menghabiskan isi gelasnya yang kelima. “For health and success!” teriaknya sambil mengangkat gelasnya. udah.... hik. Begitu Kesya melangkahkan kakinya masuk.. ke toilet hik.. Aku nggak hik.. dalam hitungan detik. dia sendiri sebenarnya tidak tahu bagaimana kelanjutan rencana pernikahan Cecil dan Alo. Dia juga bernyanyi-nyanyi.” Cecil berdiri. “Aduh.. Lantainya tidak hik. Mereka memasuki salah satu tempat clubbing yang paling ramai di Bali... “Ayo. Have hik. Dia adalah bridesmaid-nya. Cecil memesan dua gelas wine untuk mereka. memastikan jantungnya masih berada di tempat semula.... Hik... “Eits! Hik... “Boy! Hik. senang hari ini hik.. terhuyung-huyung dan akhirnya terjerembap jatuh.. rata!” ujar Cecil sambil tertawa. tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya. Kesya memandang khawatir ketika Cecil. tapi Cecil kan sahabatnya. apa-apa..” Cecil menarik tangan Kesya masuk dan mengajaknya duduk di bar. “Apaan sih hik. Berisik! Lebih parah daripada aksi si pemukul beduk yang sering mengganggu Kesya.. Aku harus hik. Dia harus menemani Cecil saat ini..” Si bartender muda tersenyum sambil mengisi penuh gelas Cecil.. hik.. “Hehehe.. “Cil.. Kesya mencengkeram dadanya. saat tersulit dalam hidupnya. Seperti ada yang memukul-mukul jantungnya. kok!” .. dentuman bas dari speaker besar yang tergantung di depan pintu menyambutnya. “Let’s party!” ujar Cecil sambil mengedip nakal. berusaha menguatkan hati untuk masuk. fun!” ujarnya meracau.. Yah. jangan minum lagi.. Miss Norak.” Kesya merangkul pinggang Cecil. senang hik. Wah. Cecil juga sempat menyapukan make-up ke wajahnya.peraknya superseksi. dan bau rokok! Dia mengingatkan dirinya. wajahnya sudah merah sekali. tapi Cecil langsung menandaskan isi gelasnya. gelap. Entah mengapa hasilnya pasti tidak akan sebagus mata Cecil... Smokey eyes-nya benar-benar oke! Kesya tidak pernah bisa menghias matanya seperti itu. “Cecil!” Kesya berusaha membantu Cecil berdiri. menampilkan keindahan lekuk tubuhnya. Kesya memejamkan mata. “Aku mau hik. Kesya hanya menyesap minumannya. Tampaknya dia sudah maklum sekali dengan tingkah laku para tamu yang sering kali aneh bin ajaib...... Berisik. nggak usah! Aku hik.

Sepertinya itu suara Cecil! Kesya berpaling nanar ke arah toilet. Stiletto peraknya menapak goyah. Wanita itu berteriak-teriak kesakitan dan mencakar wajah Cecil. Rasanya Cecil sudah terlalu lama berada di dalam toilet. Your friend will be safe.” si bartender menenangkan. “Ini dia! Dan dia lagi ngomongin cowok lain di toilet tadi! Benar-benar bitch ya kamu!” Cecil kembali menjambak rambut wanita itu. rasakan! Biar kamu lain kali nggak sembarangan lagi!” Cecil menendang wanita itu. Baru saja dia bangkit dari tempat duduknya. “Apa kamu bilang?” Plak! Cecil menampar pipi perempuan itu lagi. Teman-teman si wanita muda itu berdiri melindungi si wanita muda. Rambutnya berantakan dan gaunnya melorot. “Bitch!” Samar-samar terdengar suara makian dari toilet. Petugas sekuriti berusaha memegangi Cecil.Cecil menepis tangan Kesya. Kesya buru-buru melerai mereka berdua. Sudah banyak orang yang berkerumun di sekeliling mereka. “Di dalam toilet juga ada petugas sekuriti. lalu menyesap minumannya lagi. Kesya mendudukkan Cecil di trotoar.. “Kamu tuh yang gila! Seenaknya saja merebut calon suami orang! Nih. “Kamu . “Dasar perempuan gila!” makinya. Sekarang dia berteriak-teriak kesakitan sambil memegang pipinya yang lebam karena ditinju Cecil. “LEPASIN. “BITCH!” Cecil emradang lalu melayangkan tinjunya ke wajah wanita itu. Dia menarik tubuh Cecil yang masih terus berusaha menendang wanita itu. Kesya buru-buru menangkap kaki Cecil. Dia juga berteriak-teriak. Wanita malang itu bukan Ningrum. tiba-tiba pintu toilet terbuka dengan keras. Masih terhuyung saat berusaha menyeimbangkan kakinya. Kesya terpaksa harus menampar pipi Cecil. “CIL! DIA BUKAN NINGRUM! KAMU SALAH ORANG!” bentaknya.. “Tidak usah khawatir. Kesya berpikir untuk menyusulnya. “Anda berdua harus meninggalkan tempat ini sekarang juga!” ujar petugas sekuriti dengan tegas. lalu menyeret Cecil keluar dari tempat itu. lalu berjalan sempoyongan ke arah toilet. Cecil keluar dari toilet sambil menjambak seorang wanita muda. KESH! AKU MAU KASIH PELAJARAN KE WANITA YANG MEREBUT CALON SUAMIKU!” Cecil meronta-ronta dengan liar. Cecil masih menendang-nendang dengan liar. “Ada Ningrum di sini. tapi dia menepis tangan petugas sekuriti dan kembali mencengkeram keras rambut si wanita muda. Keadaan sudah semakin tidak terkendali. Kesh!” teriak Cecil. Memang parasnya sekilas terlihat mirip Ningrum. Kesya memperhatikannya dengan khawatir.” Kesya menarik napas. terbatuk-batuk sedikit karena kontaminasi asap rokok.

. Kesya mengangguk lalu beranjak pergi. Dia menghampiri gadis malang tadi. Matanya menatap garang Kesya. Di depan kelab. Si wanita muda mengompres pipinya yang lebam dengan es batu. Ini untuk ganti biaya pengobatannya.” “Bilang sama teman kamu yang gila itu! Jangan sekali-kali ketemu saya lagi! Atau akan saya habisi dia!” teriak wanita muda itu penuh emosi.... . lalu memapah Cecil masuk ke dalamnya. Taksi meluncur. “Saya minta maaf sekali. Mata Cecil setengah terpejam.” Kesya meletakkan sejumlah uang di hadapan wanita itu. Kesya memanggil taksi. Dia sudah benar-benar mabuk! Kesya masuk kembali.Sekarang kepalanya terkulai lemah ke satu sisi. “Sekali lagi saya minta maaf.. “Sebaiknya kamu periksa lebam kamu itu ke dokter. Membawa Kesya dan Cecil kembali ke hotel..tunggu di sini! Jangan ke mana-mana!” ancamnya.. Cecil berbaring di trotoar.” ujar Kesya.

Kesya!E” sapa pria itu ramah. sungguh terasa hangat.. boleh dong pamer-pamer sedikit. Senyumnya menyejukkan.. tetapi sore ini saya akan segera kembali ke Jakarta. “Hi. setelah semua kehebohan yang terjadi semalam. Dia tidak bawa baju renang. Samar-samar... sekarang Kesya tahu sifat-sifat Alo itu menurun dari siapa. Kesya tersenyum kecil melihat pemandangan itu. Setelah sarapan.14 KESYA sarapan sendirian.. tapi rencananya mau pinjam bikini Cecil. . Suara Oom Steven sangat ramah. Penampilan mereka memang jadi cantik alami. Salah sendiri. Kesya ingin berenang sebentar. Hehehe..” “Oom Steven! How are you?” “Fine. Yah. Ya begitu akibatnya. Mumpung sedang ada di Bali. Dia butuh itu. setelah semua kehebohan yang terjadi di Jakarta.. ternyata masih ada kehidupan normal lain yang masih berjalan sebagaimana mestinya.. Ruang makan di hotel ini menghadap langsung ke arah pantai. Di balik semua ketegangan yang terjadi belakangan ini.” Oom Steven. Di telinga gadis-gadis Bali itu terselip kuntum bunga segar. Minum wine kok sampai bergelas-gelas. Cecil belum mau bangun. Beberapa gadis dengan pakaian renang dan kain pantai menutupi bagian bawah mereka tertawa genit sambil bercakap-cakap dengan seorang turis asing lakilaki yang ramah. mungkin dia harus lebih menikmati suasana ini. memeluk erat Kesya... papanya Alo. Kesya sudah memesan sarapan untuk Cecil dan meminta seorang pelayan untuk mengantar ke kamar. Katanya kepalanya sakit sekali. Dan pelukannya. Ya ampun! pekik Kesya dalam hati. Rapat yang kemarin berlanjut di sini. “Itu kan. Hhmmm. Tampak beberapa turis asing berlalu-lalang sambil menenteng papan selancar masingmasing.. suara tabuhan gamelan menjadi latar belakang acara sarapannya pagi ini. Dia sendiri butuh udara segar. Kesya baru saja menyesap kopi susunya ketika melihat sosok pria asing berusia paruh baya menghampirinya.

tetapi Kesya hanya berusaha jujur.. “Oh my God. LHO? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang sedang terjadi di Jakarta? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang membuat Cecil.. “Jessica malah meminta saya untuk segera ke Jakarta.. Biar Cecil lebih tenang dulu. Hmm. juga Kesya. tapi. berada di Bali? Mata biru Oom Steven membulat.“What are you doing here? Bukannya kamu bridesmaid-nya Cecil? Pernikahan kan tinggal dua minggu lagi. Sesekali dia mengusap peluh yang berkumpul di dahinya... secara sepihak. Kenapa kamu malah ada di Bali?” Oom Steven melontarkan bertubi-tubi pertanyaan dengan wajah tetap cerah ceria. Jessica.. “Berarti sekarang Alo sedang dipaksa untuk menikahi Ningrum?” tanya Oom Steven. ya beginilah keadaan yang sebenarnya. “Saya berpesan kepada Marco bahwa lebih baik Alo tidak datang menemui Cecil dulu. Sepertinya Oom Steven memang tidak tahu apa-apa tentang prahara yang terjadi di Jakarta. Oom Steven menggeleng-geleng. I won’t believe it at all.. kenapa kamu bisa begitu ya?” ujarnya penuh penyesalan. Oom Steven tampak sangat terkejut. Saya dengar Tante Jessica memaksa Alo untuk menikahi Ningrum dan membatalkan.. but that’s what really happened. berkata apa adanya kepada Oom Steven. Menghadiri pernikahan Alo. Menghadiri pernikahan Alo dengan. Membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba tersumbat. “Tetapi yang terjadi di Jakarta juga tidak kalah hebohnya..” Kesya berdeham. Dia tidak suka membuat oom yang baik hati itu jadi sedih.” Kesya merasa sangat tidak enak harus memberitahu Oom Steven apa yang dilakukan istrinya di Jakarta.” Oom Steven menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sedih.” Oom Steven mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. Laki-laki yang baik...” tutur Kesya. “I’m sorry to say.. Saya tidak tahu semua ini. Kenapa dia harus jadi orang yang mengabarkan berita buruk ini ya? Dan bergulirlah cerita itu dari mulut Kesya. “Cecil di mana?” . Mata birunya menatap langsung ke arah Kesya... “Jessica. Pasti dia sangat terpukul mendengar perilaku istri tercintanya.. yang sangat disayangkan. Kesya mengangguk. Berkali-kali dahinya terlihat berkerut. “Ehem.. Oom Steven mengangguk. Menunggu jawaban Kesya.. “Kalau bukan kamu yang cerita.. rencana pernikahan Alo dan Cecil.” Kesya merasa sedih dan bersalah melihat raut wajah sedih Oom Steven. tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini. dengan wanita itu mungkin.” Tangannya mengusap rambut cokelatnya...

“Don’t say anything about our meeting to Cecil. kan!” Kesya melemparkan gulingnya kembali pada Cecil. Sekarang dia perlu beristirahat.. Beban berat ini tidak harus dia tanggung sendirian sekarang. Dia bahkan mencium kedua pipi Kesya. “Muka kamu tuh masih muka bantal gitu.. I owe you so much. Tampang lecek gitu. Sebelum berjalan terlalu jauh. diketawain sama ombak!” “Sialan kamu!” Cecil menimpuk Kesya dengan gulingnya. Beberapa menit kemudian dia keluar. dia berpaling. “Fungsi otak kamu aja mengalami degradasi. “I have something to do. Okay?” Kesya mengangguk.. “Sana mandi dulu deh.. Dia baru saja membuka matanya. Wajahnya dipulas . Aku suntuk banget nih. Mengenakan tank top warna kuning dan celana pendek. Hellowwh. Kemarin dia stres dan mengamuk di kelab. Kesya berpaling. “Ke pantai?” tanyanya tidak percaya.” panggil Cecil dengan suara serak. Oom Steven lalu beranjak pergi. “Hah?” sahut Kesya.” gumamnya. setelah sarapan di kamar.“Dia ada di kamar hotel. dia baru bisa membuka matanya.” Oom Steven mengangguk-angguk. Lemparan yang bagus..” Cecil bangun dan beranjak ke kamar mandi. Siapa tahu dia bisa punya ide baru lagi. dia kembali tidur lagi. Sekarang. Kita udah belajar itu zaman Biologi SMA!” “Ooh.. Kesya mengangguk. Hati Kesya terasa lapang.. *** “Kesh. “Kesya. thanks a lot for the information. “Ayo dong. “Kamu sudah mau bertransformasi jadi sloth. Badanku pegal-pegal semua.” ajak Cecil. Dia sendiri merasa tubuhnya sangat fresh setelah berenang... Timpukan yang lemah. Masa mau ke pantai? Malu tuh. Tadi pagi. “Ke pantai yuk. ya?” “Sloth?” tanya Cecil.. malu sama bule-bule di pinggir pantai. Kepalanya kembali berpaling pada Kesya. Matanya? Ya ampun! Bengkak luar biasa! “Sloth itu apaan ya?” “Tuh. itu namanya sloth. Guling itu terjatuh sebelum berhasil menyentuh Kesya. Sloth itu kan binatang kayak monyet yang doyannya tidur terus.. Kesya tertawa..” “Salah sendiri tidur seharian!” ujar Kesya.. setelah waktu hampir menunjukkan pukul empat sore. “Serius nih!” ulang Cecil.” Cecil kembali pada topik pembicaraan soal pantai. Temani aku jalan-jalan di pantai ya. serius nih. “Temani aku jalan-jalan ke pantai ya.. ya?” Cecil tertawa bego..” Oom Steven merangkul Kesya dengan hangat. Dia sedang asyik menyaksikan acara fashion show di televisi. tepat mengenai kepala Cecil.

Kesya merasa cantik sekali dalam balutan gaun sore itu. ada yang bermain bola. Rambutnya berkibar-kibar tertiup angin. Membiarkan kaki telanjang mereka dibelai pasir pantai.. “Udah mau sunset nih.. Dia sebal dengan orang-orang yang tidak menghargai karya Tuhan yang mahaindah itu. Dia mengganti pakaiannya dengan gaun sore yang simpel namun elegan. lalu duduk di atasnya... tapi belakangan ini.. Kesya dan Cecil melepaskan sepatu mereka. hmm. Oom Steven . tampak Oom Steven. Itu baru satu orang..” ajak Kesya. Ada yang hanya jalan-jalan. “Cecil!” sebuah suara mengejutkan mereka berdua.. Melihat Cecil yang dandanannya canggih itu.. ada yang main gitar. Itu gaun yang dipilihkan Cecil untuknya. tampak Tante Jessica mengejar.. Cecil menoleh. sunset itu momen sakral yang seharusnya dihormati semua orang.make-up tipis. Cecil agak terganggu dengan orang-orang yang masih saja sibuk berlalu-lalang di hadapan mereka. Berdua mereka terdiam. “Let’s go!” Kesya melingkarkan tangannya di lengan Cecil. dia jadi lebih suka melihat kerlip bintang. Di belakang Marco.. ada yang jualan topi. Di belakang Tante Jessica.” komentar Cecil. “Ayo. Cil. Cecil paling suka melihat sunset. bahkan ada yang menawarkan jasa kepang rambut.. Kesya dan Cecil sama-sama geleng-geleng kepala melihat ulah si ibu. Matahari sebentar lagi terbenam. “Ready?” Cecil menyodorkan lengannya. Memaki-maki sambil mengacung-acungkan tangannya. pantainya jadi kotor gini. Apalagi hal itu mengingatkannya akan momen romantis pertamanya bersama Marco. Kesya menoleh... Tidak jauh dari tempat mereka berada. ada seorang ibu yang baru saja selesai menyuapi anaknya makan nasi bungkus dan. Kesya mengangguk.” Cecil duduk. tampak Marco mengejar. ada yang menawarkan jasa membuat temporary tattoo. menantikan sunset. dengan seenaknya ibu itu melemparkan begitu saja bungkusan nasinya! Ya gitu deh ulah-ulah orang yang tidak bertanggung jawab. jualan bikini. Dia menebarkan kain pantai yang dibawanya. Berdua mereka menyusuri pantai di belakang hotel. Pantai selalu saja ramai dengan orang. Di belakangnya. Menurutnya. Biar seragam dengan Cecil.. Kesya terkejut! Cecil lebih terkejut lagi! Dari kejauhan.. Kesya juga mengenakan kacamata hitam.. ada yang berenang. Kesya tidak mau kalah. Bagaimana kalau ada sepuluh orang seperti ibu itu? “Sayang ya. Tidak lupa dia mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi bengkak matanya. Selera Cecil memang oke. Sayang pasirnya tidak terlalu bersih. tampak Alo berlari-lari menghampiri mereka. menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya. Kesya juga sih.

. Dia tersengal-sengal mendengarkan debar jantungnya. Yah.. Malah Marco yang kemudian berdiri di sebelah Kesya.. Wajahnya tetap tenang. “Tunggu!” “Alo!” teriak Tante Jessica.. Kesya berpaling pada Marco. Laju kaki Kesya kemudian berhenti. Yang lain-lain juga berkejaran dengan seru. Dia membungkuk kepayahan. Pap!” Tante Jessica masih ngotot. hanya berjalan santai. dear Jessy. Jangan kamu ganggu lagi mereka.. Benar juga ya. “Nanti aku jelaskan.” Sebuah suara membuat mereka berpaling. “Berhenti sekarang juga!” “Kesya!” teriak Marco. Pasti mereka tampak aneh sekali. sosok Tante Jessica pasti akan menyusul Alo. pikir Kesya...... Minta penjelasan. Tak lama lagi. dear. tapi rasanya kok ya sudah lama sekali. “Papi nggak tahu. Kenapa dia harus ikut-kutan lari? Biarkan saja Alo dan Cecil menyelesaikan masalah mereka berdua. dengan seulas senyum kecil tersungging di sana.. sosok tante yang terlalu mencampuri urusan anaknya itu tidak tampak.” kata Oom Steven pelan. menjauh dari Alo. Berkejar-kejaran seperti anak kecil! Cecil terus berlari. Sosok Alo kemudian menyusulnya. Hmmm.” Cecil tetap diam.. yah..” “Nggak bisa. tapi kalimat singkat Oom Steven itu membuat wajah Tante Jessica berubah.... Kesya berlari mengejarnya. Tante Jessica sudah tidak kuat lagi berlari. masih terus memanggil-manggil nama Cecil. Wajahnya yang keras berubah lembut. Bahunya yang tegang berubah rileks. Oom Steven dengan santai meletakkan tangannya di bahu Tante Jessica.. Kesya memeluk erat Marco. Entah apa yang harus diingat oleh Tante Jessica. Dia menyadari tatapan semua pengunjung pantai terhadap mereka. Dia rindu sekali pada laki-laki itu. itu kalau kamu memang masih mau menerimaku jadi suamimu.tidak berlari. membiarkan Marco menggandeng tangannya. “Kamu nggak usah ikut-ikutan lari!” Kesya memperlambat gerakannya.” bisik Marco. “Sudahlah. Cecil tidak menjawab. Walaupun baru dua hari mereka berpisah.. Mereka mendekati Alo dan Cecil. apa ini yang namanya true love? “Jessy. dua hari ini emosi Cecil dan Alo benar-benar telah teradukaduk! “Aku minta maaf atas semua yang kamu alami... Cecil berlari.” ujar Alo sambil memeluk Cecil.” “Jessi. Tapi.. “Aku tetap mau menikah dengan kamu. tidak terlalu dekat untuk tetap memberikan privasi bagi mereka berdua.. kamu ingat kita dulu?” potong Oom Steven lembut. “Sekarang kita lihat Alo dan Cecil dulu yuk.” Kesya mengangguk.. .. “Cecil!” panggil Alo. Kesya terus mengejarnya. “Alo dan Cecil itu mirip kita dulu.

gadis asli Inggris itu lebih cocok bersanding dengan Oom Steven dibandingkan Tante Jessica. Ternyata dulu.” panggil Alo saat belum mendapatkan jawaban dari Cecil. Beberapa hari mendekati pernikahan mereka. Oom Steven.Alo melepaskan pelukannya. kemudian berlutut di hadapannya. Mengabari bahwa Cecil berada di Bali. Tante Jessica tersadar bahwa perbuatannya sama persis dengan perbuatan mama Oom Steven dulu. “Jessy dear. menyusul ke Indonesia. Mamanya Oom Steven tidak menyukai Tante Jessica. Marco juga tertawa lebar. “will you marry me?” tanyanya. Mereka akhirnya menikah di Indonesia. takut terjadi sesuatu di antara Tante Jessica dan Alo. Cil. Marco juga ikut menyusul.. kamu ingat kita dulu”.. Sebelah tangannya masih berada di bahu Cecil. Tante Jessica juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Cecil. Perbuatan yang menyakiti hatinya. Mata Cecil tertuju kepada Alo. Alo langsung membeli tiket pesawat ke Bali dan berangkat saat itu juga. Memantulkan warna-warni eksotis di permukaan laut.” Alo perlahan menggenggam tangan Cecil. tangan satunya lagi mengangkat dagu Cecil. Kini wajah mereka bertemu. “Cil. “Asal kamu tahu ya.. Alo memang paling bisa mengambil hati Cecil.” Alo membalikkan tubuh Cecil.. matahari pelan-pelan bergulir pulang ke peraduannya. yang memang sudah cinta mati pada Tante Jessica.. nggak ada wanita lain yang menarik hatiku sedemikian kuat seperti kamu. Ketika tadi Oom Steven mengatakan.. “Cecilia Almira Saraswati. Tante Jessica ngambek dan pulang ke Indonesia. Semburat jingganya bersinar dengan sangat indah. Oom Steven langsung menghubungi Alo. You’re the one and only. Menghadapkan Cecil ke arah sunset.. Now and forever. Pada saat yang bersamaan. Tante Jessica bukanlah calon istri yang cocok untuk Oom Steven. Dia tersenyum dan mengangguk pelan. Tante Jessica membeli tiket pesawat yang sama.. mendengarkan penjelasan Marco.. Perbuatan yang membuat harga . Benar-benar yesss! *** Jadi begini ceritanya. walaupun tanpa restu dari mamanya Oom Steven. Nggak ada satu pun wanita yang chemistry-nya begitu kuat seperti kamu. Menurut mamanya Oom Steven. berusaha mencegah kepergian Alo. mamanya Oom Steven bahkan mengajak pacar pertama Oom Steven hadir di acara makan keluarga. Ketika mendengar cerita Kesya tentang apa yang menimpa Alo dan Cecil. Kesya mengangguk-angguk. pasti tidak akan ditolak oleh Cecil. Lamaran saat sunset begini. Yesss! pekik Kesya dalam hati. “Yesss!” jerit Kesya sambil memeluk erat Marco.. Menurut mamanya Oom Steven.

Cecil dan Alo tinggal semalam.. Perbuatan yang hampir saja terulang kembali. dengan sebaik-baiknya. Dia tersiksa sekali ketika melihat wajah Cecil yang tidak bergairah ketika mereka berada di Bali kemarin.. dan perasaannya yang turun-naik seperti naik jet coster. fotografer.dirinya terinjak-injak. tulus-murni-jujur sangat berbahagia. Mengistirahatkan tubuh.. Karena Cecil dan Alo sudah terlalu lama cuti dari kantor masing-masing. nanti siapa tahu nggak jadi lagi!” Saat ini Kesya berada di studio fotografer “Klik OK”. kelompok paduan suara. Semuanya jadi lebih baik dan indah sekarang. Perbuatan yang hampir saja melenyapkan cinta sejatinya.. nanti jadi. Ada yang minta laporan eksklusif tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai pernikahan mereka sempat tidak jadi dilaksanakan. Oom Steven ikut menemaninya... Serius nggak sih mau nikah?” jeritnya sambil mengibasngibaskan jemarinya yang lentik... boo. ruangan tempat resepsi. Dia merapikan syal yang terjuntai di lehernya. apa. Kita semua udah atur jadwal dengan serapi-rapinya. dengan se-perfect-perfect-nya. itu berarti tugasnya sebagai bridesmaid bertambah berat.. atas rujuknya Alo dan Cecil. ada juga yang marah-marah karena merasa dipermainkan. Ada yang senang sekali karena rencana pernikahan Cecil dan Alo ternyata jadi dilaksanakan. “Eh.. dan video shooting. Marco juga memutuskan untuk tinggal semalam... dekorasi gereja. “Nanti nggak jadi. si fotografer itu sendiri. dan mereka masih berencana untuk mengambil cuti untuk melangsungkan pernikahan plus bulan madu. Menenangkan hati dan pikiran masing-masing. katering. tau-tau.. Mulai dari gereja tempat berlangsungnya pernikahan. asal tau aja ya. gaun pengantin... Tante Jessica langsung pulang saat itu juga. pikiran.. maka mereka harus bekerja lembur untuk kantor masing-masing. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. dan laki-laki lebay yang berdiri di hadapannya adalah Johnsonwati.. Padahaaaalll... kartu undangan dan suvenir. pastor yang bertugas memimpin jalannya misa pernikahan di gereja. “Helloowww. apa. dekorasi. Tapi.. Semoga saja semuanya akan menjadi semakin baik dan indah nantinya. *** Back to Jakarta! Ternyata semuanya tidak seindah yang dibayangkan. setidaknya untuk Kesya. Yah. . Semua vendor harus dikonfirmasi ulang plus diberitahu perubahan tanggal pernikahan yang semula akan dilaksanakan di akhir bulan April menjadi tanggal 2 Mei. Dia juga bahagia sekali melihat binar-binar di mata Alo dan Cecil bersinar kembali saat mereka bersama-sama lagi...... Hehe. apa. Tapi. Kesya berbahagia.

mau mencaci maki. .. Hmmm.. “Fotografer sama video shootingnya nggak mau.. ”And bilang pernikahannya tetap jadi dilaksanakan..... Kesya menarik napas. cuapeekkk. di pihak yang memohon. “Pernikahannya nggak jadi....” Kesya keluar dari tempat makhluk ajaib itu bekerja.? Gimana dong? GIMANA DONG?” suara Cecil terdengar merintih panik.” Kepala Johnsonwati menggeleng-geleng. Memang sekarang dia berada di pihak yang salah. langkah terbaik adalah menghindar sejauh mungkin. deh. pusing deh akyuuu!” Jari-jari lentiknya mencuat keluar ketika punggung tangannya menyentuh dahi. mau ngomel-ngomel. pokoknya nggak bisa.” ujar Kesya.... Aah... Percuma deh marah-marah sama dia. nggak bisa.. “Kita nggak bisa lagi terima order yang seperti ini. Kalau kita terusin. nggak jadi. “Terus sekarang. tau-tau bridesmaid-nya datang.. nggak jadi. Kesya menghubungi Cecil. Kasihan telinganya kalau harus mendengarkan rintihan berkepanjangan seperti itu. emang kita nggak ada kerjaan laeeennn....” Di mobilnya. mengekspresikan perasaannya..apa. “Jadi kalian tidak mau?” “Nggak!” sahut Johnsonwati dengan ketus. Kembali menarik napas panjang. Kesya merasa sudah tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Johnsonwati.. sabar. Mereka ngomel-ngomel... Kesya terpaksa menjauhkan ponsel dari telinganya.” Jari telunjuknya menunjuk pelipis sambil menggelenggeleng. Aduh.. Tapi.” Jari-jari lentik Johnsonwati menunjuk ke dada Kesya.. bisa-bisa nanti nggak jadi lagi. Kesya mengedik.. Iddiih... Sebenarnya Kesya mau marah-marah. Terima kasih dan maaf sudah merepotkan. merentangkan lima jarinya di hadapan wajah Kesya. booo.. Kesh! Sabar! “Nggak bisa. kaleee. Kali ini mulutnya juga bergerak maju-mundur... “Baik kalau begitu...” Kepala si Johnsonwati bergerak-gerak ke kanand an kiri dengan dramatis. di pihak yang seharusnya merendah. malah kita tambah sakit kepala menghadapi balasan-balasannya yang garing! “Cil. Mati-matian dia mengatur nada suaranya agar tetap berada pada kondisi normal.. menghadapi makhluk superajaib seperti Johnsonwati... “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya.. Berusaha tetap sabar mendengarkan celotehan makhluk ajaib itu.” “Oh my God! Terus gimana dong? Masa acara pernikahanku nggak ada dokumentasinya.” Si Johnsonwati mengangkat tangan. Katanya kita nggak serius mau ngadain acara...

..“Kira-kira kamu punya cadangan fotografer lain nggak?” tanya Kesya dengan sabar. Tapi setelah aku tahu dia bukan siapa-siapa kamu lagi.. “Iya. Saat kembali memperhatikan jalan. Sudah cukup lama dia tidak bertemu Jansen. serius? Foto langganan kamu terhapus?” . Cecil masih terus meracau... Tidak perlu Cecil menjelaskan siapa Jansen yang dimaksud. “Jansen!” pekik Cecil.. nggak terlalu bagus.” Cecil pun mematikan ponselnya.” Hancurlah sudah harapan menjadi “orang paling pintar sedunia”! Kesya berpikir keras lagi.” Kesya tersenyum jengah.” sapa Lindi. “Tapi. daya kerja otak Kesya bisa semakin lemah dan lemah.. tapi otaknya serasa blank mendengar racauan Cecil. TTM-an kamu dulu itu lho. Kesya masuk dengan canggung. “Aku males waktu dia masih jadi TTM-an kamu. aku tahu Jansen yang mana. “Hah?” Jansen terkejut dan memekik pelan. yang pernah mengabadikan foto-foto pre-wedding Cecil dan Alo akan menjadi solusi terbaik. Sedang memikirkan alasan apa yang harus diutarakannya. Jansen. memutuskan sekalian saja mampir ke studio Jansen.. tapi untung Lindi orang yang tidak membutuhkan alasan. Tolong kontak dia ya. “Pak Jansen ada di dalam. Cecil dan Alo juga sangat puas dengan hasil fotonya. Kalau Cecil terus meracau.. Kalau untuk dokumentasi. Di dalam ruangan.” jawab Cecil cepat. Bukannya Cecil paling anti sama Jansen? “Jansen?” ulang Kesya tidak percaya. “Jansen.” Kesya memotong kata-kata Cecil.” panggil Kesya pelan. aku ya fine-fine aja sama dia.. bukannya kamu paling males kalau ngomongin soal dia?” Cecil tertawa. “Nggak bisa. “Mmm.. “Darius? Gimana kalau Darius?” Kesya merasa jadi orang paling pintar sedunia. “Udah lama banget nggak main ke sini lagi. tampak Jansen sedang serius memperhatikan layar komputer. Sekarang dia meracau dengan panik.. “Iya.. “Jansen! Jansen! He is our best solution!” “Jansen?” Kesya heran. Di seberang sana.... Dia lalu membelokkan mobilnya. si pengarah gaya. “Sialan! Ke-delete lagi!” Kesya juga terkejut.” Cecil menekankan.” Kesya berpikir keras. “Halo. dia baru menyadari bahwa sekarang ini dia berada dekat dengan lokasi studio Jansen... Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya.. Tentu saja Darius. Cecil kembali menjadi Cecil the drama queen. Mbak Kesya. Kesya mengembalikan ponselnya ke dalam tas. sedang mengedit foto. “Jansen. “Darius itu spesialis foto pre-wed.” ujar Lindi sambil mempersilakannya masuk.

Jansen tersenyum sambil mengangguk. “Sebentar sebentar. Karena kegugupannya. Kamu lagi di mana?” . “Oke.. itu yang membawa aku ke sini. Alo dan Cecil. Keluar dari studio Jansen.” Jansen membolak-balik organizer-nya. “Aku harus mengonfirmasi ulang semua vendor. Takut membuat Jansen salah tingkah lagi.” Kali ini Jansen mengangguk-angguk. di tanggal segitu. mouse itu meluncur terjatuh dari tempatnya.” Kesya memulai.” Tangannya beberapa kali mengklik mouse komputer.. “Tentang Cecil. “Jadinya. “Bisa nggak kamu yang mendokumentasikan pernikahan Cecil?” Kesya menelengkan kepala... tanggal berapa?” “Tanggal 2 Mei. “Ooh. walaupun tanggalnya diundur. Kesya?” tanya Jansen sambil mematikan komputernya.. Just do the best you can do!” Kesya tersenyum lebar..” sapa Marco. “Pernikahan tetap jadi dilaksanakan... Nah. Aku tahu tanggalnya memang mepet sekali. kebetulan aku nggak ada kerjaan. “Oke. sekarang sudah baik-baik saja... Jansen dan segala kegugupannya memang bisa membuat orang lain jantungan! “Ada apa. Jadi sekarang mereka bagaimana?” Wajah Jansen tampak penuh perhatian.” “Thanks a lot ya. aku sudah dengar tentang Cecil dan Alo. Betapa berita itu sangat cepat tersebar! “Mereka berdua. Dia tidak mau lagi terlibat dalam acara pernikahan Cecil..” jawab Kesya.” Dahi Jansen mengernyit. Kesya terkejut.. Kesya sedikit lega. Jansen..” jawab Jansen. “Kebetulan. Dia bahkan berniat memeluk Jansen. Hehehe.. Ponselnya berdering dan nama Marco tertera di layar. dan tadi aku baru dari tempat fotografer yang seharusnya mendokumentasikan acara Cecil. Sudah. “Aku save dulu ya. tetapi diurungkannya niat tersebut. Buru-buru dia mengembalikan mouse itu ke tempat semula dan mengklik berulang-ulang.” tawanya gugup sambil menghapus keringat di dahinya. “Sayang.” Jari-jari Jansen kembali sibuk mengklik mouse.. Sedikit.” Kesya meremas tangannya yang juga terasa keringatan. dia tersenyum sambil mengembuskan napas lega.... masih ada di recycle bin... Kesya membolak-balik catatannya. “lunch bareng yuk.. Memangan Jansen penuh harap. Tanpa sadar. “Oh.Butir-butir keringat bermunculan di dahi Jansen.. membuat wajah Kesya cerah ceria. Kepalanya berdenyut-denyut melihat ada tiga vendor yang belum dihubunginya. “Aduh!” Jansen kembali memekik. karena dia teringat akan vendor lain yang belum sempat dihubunginya..

Calm down. Plus suvenirnya. Marco. Padahal hari ini dia ada janji dengan seorang klien. Sayang... Diam-diam Kesya mengagumi juniornya itu. Tubuhnya sampai miring-miring dalam usaha merapatkan telinganya ke ponsel.. dan kartu undangan. Marco? Aku sudah pusing nih!” “Hei. Kesya melirik catatannya. beigtu aja sih.. “Hah? Apa? Dekorasi gereja. katering. Apa sih yang masih belum dihubungi?” tanya Marco. Dia benar-benar pusing membayangkan masih harus berurusan dengan vendor-vendor itu.” “Kamu udah sempat ke toko?” suara Marco terdengar khawatir. Untung saja DeeDee dapat menggantikannya.. Catat baik-baik ya! Seluruh kartu undangan.. . Gimana ya.” “Semuanya sudah beres.. Kerjaanku masih banyak banget nih!” Kesya diserang panik akut. “masih ada tiga vendor lagi yang harus aku hubungi.” tolak Kesya dengan suara lemah.” jawab Kesya lemah. Dekorasi gereja.. I’m the bestman. “Aduh.” “Sama pihak kartu undangannya juga no problem?” pancing Kesya lagi. plus suvenirnya sudah kamu konfirmasi?” ulang Kesya tidak percaya.” ujar Marco tenang. “Lalu. It’s not a problem at all. Sayang. dijutekin dan sebagainya?” pancing Kesya lagi. “Nggak. hei. “Nggak ada ribut-ribut.” Kepala Kesya tambah berdenyut-denyut mengetahui bahwa dia belum menghubungi pihak pembuat kartu undangan.. katering. entah caci maki apa lagi yang akan diterima Kesya saat menghadapi si pembuat kartu undangan nanti. Aku nggak bisa banyak ngomong deh. “Aku sudah menghubungi semua vendor itu. yang jumlahnya bisa mencapai ribuan lembar! Oh. Semakin lama.. “Nope. kartu undangan.” Marco masih menjawab dengan santai. DeeDee semakin cekatan saja.” jawab Marco santai.. Yang. Remember?” Marco tertawa geli. Sayang. aku langsung sibuk ngurusin ini. Yah.. Kesya mempertajam pendengarannya. “Dari pagi... “Hei. Sepulang dari Bali kemarin dia belum sempat mendatangi tokonya. Belum lagi kalau harus berurusan dengan Johnsonwati-Johnsonwati lainnya. Aku juga menawarkan penggantian dana untuk semua undangan yang sudah dicetak dan tidak dapat dipakai. Masih sungguh-sungguh tidak percaya. Aku minta maaf bahwa tanggal pernikahannya harus diundur. “Dekorasi gereja.. berusaha menenangkan Kesya.” “Semuanya nggak ada masalah?” tanya Kesya tidak percaya.“Nggak bisa.. Perubahan tanggal pernikahan berarti perubahan besar-besaran pada seluruh kartu undangan. hei. “Nggak tuh. “Belum... dan kartu undangannya semuanya sudah dikonfirmasi ulang. katering.

.. yang penting pekerjaannya sudah selesai. . tapi sudahlah.Kesya geleng-geleng. Kenapa semuanya jadi lebih mudah kalau Marco yang bertindak sih? Yah.

. good point! Dia harus ingat untuk memuji Marco akan perubahan positif itu. tetapi DeeDee malah terkekeh-kekeh geli.” DeeDee tertawa lagi.” DeeDee terkekeh. Dia baru saja pulang dari acara pertemuan dengan klien Kesya. yang sangat terganggu dengan suara kekehnya yang menyebalkan.15 ACARA makan siang dengan Marco. mengusir DeeDee untuk kembali menempati ranjang tamu di sudut kamar. “Apa yang lucu ya? “Setiap kali duduk di sini. . Kesya lelah luar biasa tadi siang. terus sekarang jadi soulmate-an gini. “Ya.. “Hehehe. Kesya merasa segar kembali. Setelah tidur kira-kira tiga jam. Hehehe. Kesya akan memercayakan cabang baru tokonya untuk dikelola DeeDee. tidak jadi dilaksanakan. lucu aja. Dan sekarang.... DeeDee masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang gantung. Bete banget karena dia itu perokok. “Maksud kamu sejauh ini tuh sejauh apa?” tanya Kesya sambil memilih-milih gaun. Kesya memutuskan untuk pulang dan tidur.. yang tadinya kamu sebel banget sama dia. tapi fun juga. dengan sangat terpaksa. Takut jatuh.” DeeDee masih terkekeh. Dia baru saja menceritakan rencana pengembangan tokonya. setelah tahu bahwa Marco sudah mengonfirmasi dekorasi gereja. “Nggak kerasa ya hubungan kamu dan Marco sudah sejauh ini.. katering.” Senyum DeeDee masih tergantung di wajahnya. aku ngerasa lucu. Rencananya. Kesya juga ikut tertawa. Makanya. “Kenapa kamu?” tanya Kesya bingung... Kesya sangat berterima kasih kepada DeeDee.. DeeDee pernah mencoba tidur di ranjang gantung ini.. Baru menyadari bahwa belakangan ini tidak pernah melihat Marco merokok lagi. Sepanjang malam dia hanya terkekeh-kekeh kegelian. dan kartu undangan plus suvernir. Wah. Sampai kemudian Kesya.. Dia melaporkan hasil pertemuan tersebut dengan singkat.. dia bersiap-siap untuk dinner bersama Marco. tapi akibatnya dia malah tidak bisa tidur.

“Memang aku nggak boleh tunggu di dalam aja. juga nggak apa-apa. Kesya masih bingung milih baju. Kepala Jason... ya?” dia juga ikut menggoda Kesya. “Nggak usah ngasih ide macam-macam ya. “Sudah?” tanya Marco.” Marco menggandeng tangan Kesya. Selain restorannya sangat indah. “Ke sini saja.. Seorang pelayan telah siap mencatat pesanan mereka.” Marco membimbing Kesya ke sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya. Tak lama kemudian DeeDee masuk lagi.. “Berlumuran cinta.. lampu yang diletakkan di setiap meja bersinar redup. “Dee. Pasti Marco. Keseluruhan restoran itu dilapisi dinding kaca sehingga Kesya dapat menyaksikan kesibukan malam di Jakarta. Tolong bukain pintu dulu ya.” DeeDee kembali beranjak ke luar.. Wajah Kesya merona dan buru-buru menutup pintu kamar. Ketika mereka sedang makan. digantung sebuah lampu kristal besar berwarna putih... Di tengah-tengah ruangan. “DeeDee. pelayanan dan makanannya juga memuaskan. Marco mengajak kesya ke sebuah restoran yang romantis. “Pulang malam sedikit nggak apa-apa kok. DeeDee keluar. “Let’s go.... Kalau kalian nggak pulang. Marco ikut tertawa. Membukakan pintu untuk Marco. tiba-tiba sebuah kepala anak laki-laki menyembul dari pinggir meja. “Kamu tahu dari mana?” Kesya juga ikut berbisik. jadi sekarang dia belum berpakaian.. .” bisiknya.Ting tong. kamu tunggu di luar aja!” teriaknya panik..” goda DeeDee sambil mengedipkan mata.” Kesya masih terus memilih-milih gaunnya. kami pergi dulu ya. “Dari body language-nya. itu sepertinya Marco. Mata Kesya melotot.” DeeDee terkikik. DeeDee mengangguk.... Tangannya membelai poni rambutnya sambil tersenyum.. Kesya mengangguk. Kesya buru-buru menyelesaikan acara berpakaiannya. Untuk membuat suasana romantis semakin terasa. “Sayang.” DeeDee tergelak.. Kamu mau tunggu di dalam kamar aja?” goda DeeDee. Saat keluar kamar. kemudian menyodorkan lengannya untuk digandeng Marco.. Kesya mendapati Marco sedang duduk manis di sofa. “Nggak!” balas Kesya cepat. Senyum segar merekah di wajahnya... “He’s really falling in love with you.. keponakan Alo! Anak tengil itu tertawa terkikikkikik melihat raut terkejut di wajah Kesya. beautiful princess.. “Marco.” pamit Kesya.

“Jadi. Ragu-ragu Jason menyambut uluran tangan Marco. aku akan jadi pembawa cincin. Oom Marco.. Tante Kesya..... Ooh... “Aku Oom Marco.. menunjuk ke sepasang orang dewasa yang wajahnya tampak mirip dengan dirinya. “Memangnya kalau cincinnya dijual. terus aku jual!” Kata-kata itu lagi! Sekarang Kesya merasa akan pingsan mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jason. Kesya mengenali si orang dewasa wanita sebagai kakak perempuan Alo.” sapanya dengan suara yang juga tengil. Senyum Jason merekah. Jason..” Hmmm. sepertinya si makhluk tengil ini mulai dapat dijinakkan Marco. berusaha kelihatan tegas. “Hai. Sepertinya Jason tipe anak yang tidak pernah diajak berbicara baik-baik. “Aku mau di sini aja. Lagi-lagi Jason tampak terkejut mendengar pertanyaan Marco. Dua kali dia mendengarkan pernyataan itu.” ... “Aku mau beli yoyo.” Wajah Jason tampak merengut. Sepertinya dia tidak terbiasa diperlakukan secara dewasa seperti ini.. “Nice to meet you.. ya? Habis ini check-in ke hotel dong. Di wajah Jason. Raut wajahnya semakin kagum memandang sosok Marco. tapi ditahannya keinginan untuk menjitak kepala anak itu. masterpiece-nya! Marco berdeham. “Hmm. ya?” tanya Jason sambil menggoyang-goyangkan kaki. kata Oma. yang tabiat dan wataknya sama seperti Tante Jessica.. sementara omanya hanya tahu memanjakannya.” ASTAGA! Belajar dari mana anak tengil ini? Kok dia sudah tahu istilah check-in segala? “Jason!” bisik Kesya agak keras.“Hihihi. Tampaknya Jason akan benar-benar melaksanakan ancamannya. Kesya agak terganggu dengan guncangan meja yang diakibatkan goyangan kaki Jason.” Marco menjabat erat tangan anak itu. Dahinya mengernyit saat dia mendengar komentar Jason dan memperhatikan Kesya yang sudah siap pingsan. Kesya menangkap binar kaguma nak itu akan sosok Marco.. sahabatnya Oom Alo...” sapa Marco... “Lagi pacaran. terus uangnya mau kamu pakai untuk apa?” tanya Marco. nanti cincinnya aku sembunyiin. Males makan sama Mama dan Papa!” Dengan kurang ajarnya Jason menarik sebuah kursi dari meja sebelah dan duduk bersama Marco dan Kesya.. “Nice to meet you too. “Kamu keponakannya Oom Alo. ya?” Marco menyodorkan tangan. Oom Marco dan Tante Kesya itu bestman sama bridesmaid. Mungkin orangtuanya hanya tahu memarahinya. “Aku nggak mau jadi pembawa cincin! Aku nggak suka disuruh-suruh! Biarin aja.” Jason tampak terkesima... “Kamu ke sini sama siapa?” Jason mengerling.

sebentar lagi Jason akan berlutut dan menyembah-nyembah Marco. Nanti aku telepon.” Jason melambai. Dia membungkuk sedikit untuk membalas tepukan tangan dan sorak-sorai orang-orang yang memperhatikannya. Marco mengakhiri permainannya dengan sangat dramatis. Jason mengangguk. dia berbalik lagi. Menjual cincin berlian. Jason sedang menatap Marco dengan mata tidak berkedip dan mulut melongo. Jason bertepuk tangan kuat-kuat saat Marco memutar-mutar yoyonya. Oom. Blackberry! Anak sekecil ini sudah membawa-bawa ponsel Blackberry! Memang dia tahu bagaimana cara menggunakannya? Kesya menggeleng-geleng.. “Kamu suka yoyo?” tanya Marco. Mata Kesya hampir copot melihat ponsel yang dikeluarkan dari saku celana Jason.” . Marco menyebutkan nomor ponselnya. Dengan gaya profesional.Kesya melongo. “Yoyo?!” pekik Kesya keras. “YOYO?!” Jason mengangguk lagi.. ya. Tante Kesya! Nice to meet you both.. “Jason!” Saat terdengar seseorang berteriak memanggil namanya... Tangannya meremas tangan Kesya yang mulai berkeringat.. “Oom Marco. Marco mengambil yoyo itu dari tangan Jason dan mulai memainkannya dengan mahir. Marco memutar-mutar dan melempar-lemparkan yoyonya.. Aku missed call.. Dengan enggan dia bangkit berdiri dan menghampiri orangtuanya. Sepertinya. “Nah. Saat ini. Jason mengerang. kemudian menyimpan nomor Jason di ponselnya.. “Nanti aku telepon ya. nomor Oom Marco sudah aku save. “Ini aku bawa yoyo kesayanganku. ajarin aku gaya yang tadi dong..” Marco mengangguk. terutama anak-anak.” rengek Jason. Yang modelnya lebih keren daripada ini.. Kesya bahkan tidak pernah tahu Marco bisa memainkan yoyo sebaik itu. “Bye. Aku mau beli lagi. Marco mengambil yoyo yang disodorkan Jason. aku minta nomor telepon Oom dong.. ya. Gayanya persis seperti pemain yoyo profesional yang sering Kesya lihat di Youtube! Kesya melirik Jason. Jason mengangguk.” ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. masterpiece-nya. mulai berkumpul dan mengeluelukan Marco..” Jason mengeluarkan yoyo dari saku celananya. Baru setengah jalan. Oom Marco! Bye. Orangorang di sekeliling meja. Marco benar-benar telah memenangkan hati anak tengil itu. “Oom Marco.. hanya untuk membeli yoyo! Kesya bertanya-tanya makhluk apa yang sebenarnya sedang bercokol di dalam otak Jason.

Mau tidak mau.. bukan si cewek nyebelin itu!” Anita tetap bersemangat. Cecil. waduh. Kesya. Kesya dan Cecil tersenyum dengan terpaksa. Menerka-nerka penampilan seperti apa yang akan mereka lihat dari Madame Daphne. Jadi.Marco mengangguk dan melambai. Mbak Kesya! Diganti! Diganti! Diganti!” suara Anita meninggi.. Kesya juga melambai... *** “Mbak Cecil! Mbak Kesya!” Anita memekik kegirangan. si calon pengantin wanita Jawa itu. Halo. menunjukkan kemarahannya. waktu saya dengar dari Mbak Kesya. Madame sudah menunggu. Cecil tersenyum..” Kesya mengikuti Cecil. “Apalagi mamanya Mas Alo minta acara pernikahannya diganti dengan adat Jawa. “Kalau kamu tahu bagaimana cara menghadapinya. Wajahnya dirias . Nggak apa-apa deh tanggalnya dimundurin. mamanya Mas Alo dan siapa itu. Superheboh! “Saya udah panik banget waktu mamanya Mas Alo datang dan bilang calon pengantin wanitanya diganti!” Bola mata Anita berputar-putar dramatis. pernikahan Mbak Cecil dan Mas Alo tetap dilaksanakan. “Anak yang lucu. Anita masih tahan mengobrol berjam-jam lamanya.. baju pengantinnya juga baju pengantin Jawa! Heellloooo! Madame Daphne kan perancang busana pengantin internasional! Waktu saya bilang begitu. Masa mau beli ikan datangnya ke tempat jual mobil! Ya nggak ada lah ikannya!” Cecil dan Kesya tergelak mendengar perumpamaan Anita. “Halo. Kesya mengangguk lagi. mereka malah marah-marah. menyetujui. “Makanya. anak-anak bisa jadi teman yang sangat menyenangkan. Mereka mulai terganggu dengan tingkah superheboh Anita.. “Bayangkan. tapi Anita seperti belum mau menyudahi ceritanya.” Kali ini Madame Daphne berpakaian ala geisha Jepang. “Langsung ke atas saja. bibirnya menyunggingkan senyum. Kimono warna hitam dengan motif bunga sakura berwarna pink menutupi tubuhnya.. Mbak Cecil! Bayangkan. “Mereka aja yang aneh. saya senang sekali.” komentar Marco.” ujar Marco seperti memahami isi kepala Kesya. Tingkahnya seperti orang yang baru saja mendapat kabar bahwa dia memenangkan undian berhadiah satu miliar. Sekarang dia tidak lagi melihat Jason sebagai bocah tengil yang harus dikhawatirkan.. Bilang kalau kami tidak profesional!” Anita mendengusdengus.. “Oke... Yang penting calon pengantin wanitanya Mbak Cecil. Sekarang kami mau ketemu Madame Daphne dulu ya...” Kalau tidak dipotong seperti ini. Anita mengangguk... Kesya mengangguk.

Kesya menunggu sambil berdebar. Kalau sudah dandan. Madame Daphne memang tidak setengah-setengah. Dia agak khawatir. Kesya kembali menghela napas lega. seluruh alam pikirnya telah siap untuk menikah. Rambutnya disanggul dan dikanji dengan keras. Kesya akan merampungkan persiapan terakhirnya untuk menjadi seorang bridesmaid. Seluruh tubuhnya. Semoga saja semua itu tidak memengaruhi berat badannya. Sebagian bibirnya juga ditutupi dengan taburan bedak putih. Sepertinya. Ketika Cecil keluar dengan mengenakan gaun pengantin yang rencananya akan digunakan pada saat resepsi. Kesh?” tanyanya. Gaun pengantin yang rencananya dipakai untuk acara misa di gereja itu masih tetap menempel dengan indah di tubuh Cecil. Alo dan Cecil akan mengucap janji untuk setia selamanya sampai maut memisahkan mereka. Kesya dan Marco sudah menyelesaikan semua tugas mereka. sementara di bagian tengahnya. seluruh jiwanya. pola hidup Cecil sangat tidak teratur. Dia benar-benar akan menjadi pengantin yang cantik! *** Hari-hari berganti dengan cepat. Dia mengeluarkan catatan tentang barang apa saja yang harus dibawanya pada hari pernikahan Cecil-Alo. Suara gemeresik pelan menandakan bahwa Cecil telah selesai mengepas bajunya. Hari ini. Kesya menghela napas lega. Semua vendor telah dikonfirmasi ulang. Tepat. Dia juga mengeluarkan gaun Kesya. sehinga menyerupai sanggul khas wanita Jepang. dia mengeluarkan gaun pengantin Cecil. . Selama di Bali. Penampilan Cecil tidak bercela.” Madame Daphne menyunggingkan senyum misteriusnya. digambar sebentuk bibir mungil dengan lipstik warna merah manyala. “Ready for your last fitting. Cecil keluar. Madame Daphne berjalan perlahan.dengan bedak putih. Madame Daphne juga mengenakan selop kayu dan membawa payung kertas warna kuning dengan motif bunga. Dengan hati-hati. Sesuai. Dari balik kamar pas. Cecil memang sudah ditakdirkan untuk menikah. Cecil kembali masuk ke ruang ganti. “Gimana. “Saya senang sekali karena semuanya kembali berjalan dengan baik. Cecil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin besar. Cecil masuk ke kamar ganti dibantu Anita. Kesya tersenyum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. menghampiri lemari penyimpanan bajunya. Pas. dear?” Cecil mengangguk bersemangat. Tinggal lima hari lagi.

“Long time no see.... dan sepatunya.” Marco tampak terkejut melihat kedatangan wanita itu. “Kesh. Mengirim pesan nonverbal agar Kesya lebih rileks. aksesori. Rambutnya terlihat agak pirang. Joanelle. Pengusaha kaya yang lebih mapan dibandingkan Marco. Sorot mata Kesya melembut.. Siapa sih cewek ini? Sok akrab banget! Pake cium-cium segala! “Hm. . Air mineral (untuk menghilangkan rasa haus) 5. “Joanelle. tampak seperti sering berjemur. Kipas (untuk menghilangkan hawa panas) 4. Marco meremas lembut bahunya. Wanita itu cantik sekali.” Dia berjinjit dan mencium mesra pipi Marco. Lipgloss dan lipstik pink (untuk menghilangkan kepanikan kalau lipstik di bibir sudah hilang) Sore ini. Kesya dengan ditemani Marco. Belanja kebutuhan yang tertulis di atas itu. Deodoran (untuk menghilangkan bau badan) 2. “Marco. glad to see you. Tapi. Mata Kesya menyorot tajam..Daftar barang bawaan untuk pernikahan Cecil-Alo: 1.” balas Marco. “Ini mantanku. pergi berbelanja. ini rupanya mantan Marco! Yang katanya meninggalkan Marco untuk pacaran dengan seorang pengusaha kaya.. seolah menunjukkan kepada wanita itu akan hubungan yang sudah mereka jalin.. tas tangan Kesya sebagai seorang bridesmaid kan kecil sekali!) seorang wanita berwajah indo mendekati mereka. pakaian. Permen pedas (untuk menghilangkan bau mulut) 3.. Tubuh Kesya jadi lebih rileks. Saat sedang sibuk memilih kipas berukuran kecil yang dapat menghasilkan angin yang besar.. Bukan ancaman bagi hubungan mereka. tas. tampak amat sangat mahal. Sebuncah perasaan cemburu menyerang Kesya.” Oh! Jadi. (maklum saja. Kulitnya kecokelatan. hmm. Tubuhnya langsing semampai. “Hi. Tangannya terangkat merangkul Kesya.” sapanya. Gayanya. Mengirim pesan bahwa sekarang ini Joanelle bukan siapa-siapa lagi bagi Marco.. Marco!” wanita yang dipanggil Joanelle itu memekik kegirangan. Tubuhnya menegang.” Marco mengerling mesra ke arah Kesya. Tisu (untuk menghilangkan keringat) 6.. Panjang dengan gelombang-gelombang besar di ujung rambut.

So.” Tangan Joanelle kini mengelus lembut lengan Kesya..” “You’re the best. kira-kira berusia dua tahun.. Menyalami mantan pacar yang kini sama sekali bukan suatu ancaman bagi hubungan mereka.” ujar Marco mantap.. Future wife.. “Our relationship was great. “Keep in touch ya. Dia tersenyum kecil...” jawab Joanelle sambil mengelus lembut rambut anak perempuan itu.” Dia mengulurkan selembar kartu nama kepada Kesya. Kesya suka itu.” ujar Marco. Perpisahan kita adalah keputusan terbaik yang telah aku buat. Kesya tersenyum. Dirasakannya Marco meremas bahunya lembut. sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi. I have to go. too. Kesya menatap kepergian Joanelle. my lovely future wife.” Kesya mengulurkan tangan. Menyalami mantan pacar Marco. *** Satu hari sebelum Hari Pendidikan Nasional.“Ini Kesya Artyadevi. “Just a second. “Dan kamu yang bikin aku quit dari rokok dan jadi manusia yang lebih menyenangkan.. Wiryatama. Hmm.. Kesh.” Joanelle memeluk dan mencium pipi Kesya. Joanelle tersenyum menanggapi perkataan Marco. Kesya menoleh. “Hai. Leisha.. “Hadi Wiryatama.” ujarnya. “Nggak ada perasaan jealous. sesuatu yang tidak terhindarkan. “Mommy.” Marco memeluk Kesya erat. sambil menggandeng anak perempuannya.” “So now you are Mrs. Pelukan dan ciuman persahabatan. “Yes. “Senang ketemu dengan gadis yang akan jadi future wife-nya Marco. “I’m sorry that I’ve hurt your feeling.” Joanelle mengelus lembut lengan Marco. The best for both of you. datang mendekati dan menarik rok Joanelle. “Sorry. but it’s the best for me. kan?” tanya Marco hati-hati. . “Hai. Joanelle. “Oke kalau begitu. Marco tersenyum kecil lalu mengangguk.” Joanelle tersenyum lebar. Dia benarbenar soulmate buat aku..” Kepala Joanelle menggeleng pelan.. dear...... Saya Joanelle Wiryatama.” Marco mempererat pelukannya.” ujarnya sambil tersenyum kepada Marco dan Kesya. Makan malam di rumah Cecil. “Jadi dia yang bikin kamu jadi perokok yang menyebalkan?” tanyanya. Berarti I’m better than her dan aku nggak perlu jealous sama dia.. Alisnya terangkat. Rupanya dia memang terbiasa bersikap seperti ini terhadap semua orang. No hard feeling ya. but you are not my soulmate. “My daughter. You are a really nice guy. can we go now?” seorang anak perempuan..... Kebersamaan kami seperti sesuatu yang natural.

. Terima kasih juga. ya!” kata Cecil saat mengundang Kesya sekeluarga datang ke acara makan malam keluarganya. Dan dia juga tetap akan menjadi ashabat yang baik bagi saya. menyebalkan... Besok. menggembirakan. Dia akan tetap menjadi keponakan yang manis bagi para oom dan tantenya. Untuk Cecilia Almira Saraswati!‟ Kesya mengangkat gelasnya.. dan mengharukan. rasa cinta kalian semua menari-nari dengan harmonisnya dalam ruangan ini..” Kesya memulai pidatonya. “gadis menyenangkan yang sudah menjadi sahabat saya sejak kami sama-sama TK. Menikmati makan malam yang nikmat sekali. Cil. Kesya dan orangtuanya juga diundang. “Pertanyaan berikutnya adalah. Setelah acara makan selesai.” Cecil meniupkan ciuman kepada Kesya.. Bersama kedua orangtuanya. Saya dapat merasakan perhatian.” Kesya tersenyum lebar. sesekali Kesya terganggu dengan pertanyaan orangtuanya dan beberapa orang lainnya tentang kapan Kesya-Marco berencana akan menyusul Cecil-Alo. Tidak berubah sedikit pun! Dia akan tetap menjadi putri kecil bagi Tante Renata dan Oom Balgi.” Semua orang di ruangan itu mengangkat gelas masing-masing. tugasnya sebagai seorang bridesmaid. “Walau demikian. Dia siap pergi. “Itu kan acara untuk keluargamu. Walaupun ini makan malam keluarga Cecil.. “CECILIA ALMIRA SARASWATI.” Cecil mengerling jail ke arah Kesya...” “Kalian adalah keluargaku! You’re my sister!” Dan di sinilah Kesya berada sekarang. Memberikan kata-kata manis untuk Cecil. Kesya.. Bridesmaid yang dapat diandalkan. dia sudah akan bersanding dengan Alo. terutama. Yah. “kapan kamu akan menyusul aku dan Alo?” SIALAN CECIL! .. Duduk satu meja dengan Cecil dan orangtuanya. siap menjadi seorang wanita dewasa. datang ya! Ajak Tante Sabrina dan Oom Edo juga. Kini giliran dia yang harus memberikan sambutan.. dalam segala situasi persiapan pernikahan yang emosional. “Hari ini adalah hari terakhirnya menjadi lajang. menegangkan. “Terima kasih untuk semua yang hadir di sini. Cecil bangkit dari duduknya. rasa sayang.” Cecil tersenyum mendengar pidato pembukaan Kesya. Terima kasih untuk Papa dan Mama yang telah membesarkan saya hingga saat ini. “Bener nggak apa-apa?” tanya Kesya. “Kamu harus harus harus harus. Berjanji sehidup-semati dengan pemuda yang beruntung itu. dia tetap akan menjadi Cecilia yang selama ini kita kenal. “Cecilia Almira Saraswati.Kesya mengoleskan parfum ke bagian belakang telinganya. Dia akan tetap menjadi sepupu yang kompak bagi saudara-saudaranya. Gadis ceria yang dicintai setengah mati oleh Alvaro Nikholai Andersen. Kesya berdiri. Love you so much. untuk sahabatku tercinta Kesya Artyadevi.

baiklah. Yang mau menikah Cecil. Sejak jam dua tadi. Memeriksa perlengkapan yang harus dia bawa demi kesejahteraan Cecil. “Oh ya..” bisik Kesya sambil mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. mandi.. Sepulang dari acara makan malam keluarga. Sejak kemarin malam. Alo dan Marco juga menginap bersama. Aneh juga rasanya. “Deodoran. oh ya...” Kesya mengguncang-guncang bahu Cecil. “Oh... Kesya tidak mau mata Cecil kelihatan bengkak atau lelah karena kurang tidur. dan. Kesya mengikat rambut panjangnya. “Kita tidak akan terlambat kalau kamu segera bangun.” Dia berdiri dan beranjak ke kamar mandi. Cecil dilarang bertemu Alo. Kamar yang sebentar lagi akan ditinggalkan Cecil. dia sudah tidak bisa tidur. tidur lagi. tisu!” Kesya kembali mengingat-ingat lagi. berbalik. Kamar lajangnya. Cecil menggeliat. “Cepat bangun! Ini tanggal 2 Mei! Hari Pendidikan Nasional! HARI PERNIKAHANMU!” teriak Kesya. Kesya memperhatikan sekelilingnya. lipgloss dan lipstik. Kesya bangun dan memeriksa tas kecilnya. Cecil langsung duduk tegak. dan pergi ke Bride‟s World!” “Oh. Apa ya? “Hmm.. Sepertinya masih ada satu hal yang dilupakannya.16 HARI PENDIDIKAN NASIONAL baru berjalan selama tiga jam. Siap ke Bride‟s World. Mendengar kata “pernikahanmu”. Kesya langsung mengomeli Cecil agar cepat tidur.. “Cecil!” Kesya semakin keras mengguncang-guncang tubuh Cecil... Dia menginap di rumah Cecil. bedak.. air mineral... kipas... ini juga nggak boleh lupa!” Kesya memasukkan catatan daftar acara pernikahan yang kemarin malam diberikan oleh MC. Dia sendiri sudah mandi dan berpakaian.. “Cil. “Cecil. yang tidak bisa tidur malah Kesya..” .. permen pedas. Tidur di kamar Cecil.” Cecil baru sepenuhnya terbangun. “Hah?! Jam berapa? Sudah jam berapa ini? Apa kita sudah terlambat? SUDAH TERLAMBAT?” dia meracau.. bangun. terus. si ratu sehari.

Getar kegembiraan. mereka yang pertama kali tiba. Matahari masih tertidur. Tentu saja giliran pertama harus diberikan kepada si calon pengantin. Dua jam kemudian. Dia memasukkan benda itu ke dalam tas kecilnya. Kesya sudah selesai dirias. hmmm. Cecil duduk dengan bergaya. Hanya terlihat Anita. Dia cuma bisa minum segelas susu dari semua makanan yang disediakan Anita. Sampai di Bride‟s World. Mbak Kesya. Siapa yang mau dirias dulu?” si mbak make-up artist sudah siap. jangan-jangan Anita tinggal di Bride‟s World. “Saya terserah saja.. “Silakan. dia jadi tidak bisa makan. Riasannya membuat wajahnya terlihat cerah. ganti baju dulu di atas. silakan.. bagaimana mungkin pagi-pagi buta begini dia sudah tampil rapi dan siap melayani para klien seperti ini? “Selamat pagi.. Wajahnya cerah ceria. Dia tidak mau ambil risiko pingsan kelaparan saat harus bertugas nanti. Profesionalitasnya patut diacungi jempol. namun tetap lebih sederhana dibandingkan riasan wajah Cecil.. “Pasti belum makan.. Rambut keriting pendeknya masih basah.” Dia mengangsurkan baki penuh sarapan. Sepertinya.. tapi mobil Cecil sudah membelah jalan dengan gagah. Kesya makan cukup banyak. Nanti baru diatur rambutnya.” ujar si make-up artist. diam-diam Kesya membungkus dua potong roti berselai dan menyelipkannya ke dalam tas. Cecil keluar dari kamar mandi. Kalau tidak. “Ayo. Agak takjub juga melihat benda-benda itu masih bisa muat di tas bridesmaid-nya. Bride‟s World masih sepi.. Jangan malah heboh sendiri. bridesmaid tidak boleh terlihat lebih cantik dibandingkan pengantin. Sementara Cecil.” jawab Kesya.” ujarnya dengan suara bergetar.Kesya mengaduk-aduk laci meja Cecil dan menemukan compact powder milik Cecil. Mbak Cecil. Persediaan saat Cecil kelaparan nanti. kan?” Rasanya Kesya dan Cecil ingin mencium Anita. si Ratu Sehari.. Jadi. Mereka tidak diizinkan menyetir sendirian. mungkin karena nervous.” sapanya hangat. *** Jalanan masih sangat sepi... Kesh. “Mbak. “Mau make-up seperti apa. dengan dandanan rapi seperti biasanya. Melihat hal itu. Cecil dan Kesya langsung melompat turun. Bersiap untuk dipercantik. Mbak?” tanya si make-up artist yang kedua. . Yang cocok saja menurut Mbak. Pasti dia yang paling tahu. “Ayo. Poin yang teramat sangat penting adalah. Mbak make-up artist yang lain datang dan mulai menangani Kesya. Kesya menyerahkan semuanya ke tangan si make-up artist. Kali ini Cecil dan Kesya diantar oleh sopir keluarga Cecil. Kesya jadi curiga.

. Jarum jam terus bergerak ke kanan! “Iya. tidak suka yang heboh-heboh apalagi yang repot-repot. Kesya melongo... Mbak Cecil. memperhatikan bayangannya di cermin. ayo cepat sedikit. Tidak ada waktu lagi untuk mengubah tatanan rambut. Terlihat lebih modern dibandingkan gaya sebelumnya. “Aku nggak suka rambutku!” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Kali ini rambut Cecil dipasangkan tiara yang diletakkan agak mirip ke kanan.. Madame. Untunglah Cecil tersenyum melihat tatanan rambutnya yang baru.” si make-up artist juga meyakinkan Cecil.” Madame Daphne tersenyum dan berlalu. Kesya memang orang yang sederhana. Mbak!” Cecil kembali duduk. Kesya sendiri masih harus menata rambut. Setelah selesai. “Halo... Cil. Cecil belum kelihatan. “Nice costume. Tidak ada yang salah dengan rambut Cecil.” Kesya membalas sapaan si madame. Udah mau jam setengah tujuh nih. mamanya Alo. Menurut Kesya. Tapi. si Madame sudah berdandan ala Pocahontas. “Bagus kok.... si make-up artist menatap Cecil dengan cemas.Kesya naik ke lantai atas Bride‟s World untuk mengenakan baju bridesmaid warna turquoise-nya. . “Nggak mau.” Cecil sudah selesai dirias. Waktu sudah menunjukkan pukul enam ketika Kesya selesai berpakaian. tapi belum mengenakan gaun pengantinnya.. “Cecil. Simple. si mbak make-up artist langsung mengubah tatanan rambut Cecil.. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit! Tidak mau membuat calon pengantin kesal. Kesya adalah Ms.. “Kalau begini.” ujar Kesya meyakinkan.. Padahal kalau menurut daftar acara yang diberikan MC. Jam berapa sebenarnya dia bangun pagi? “Hai.. Kesya berbalik dan bertatapan dengan. tatanan rambut Kesya sudah selesai. Rambut keritingnya diberi gel sehingga menampilkan efek basah kemudian dipercantik dengan bando warna putih.” Cecil berkeras.” Suara seorang wanita terdengar menyapa Kesya. POCAHONTAS! Kesya hampir saja menjerit kaget ketika menyadari bahwa senyum misterius si Pocahontas tampak seperti senyum Madame Daphne. tampaknya dia belum selesai dirias. Aku nggak mau! Ganti aja. Begini bagus kok. rambut Cecil kelihatan oke. Kesya. Tidak sampai setengah jam kemudian. Ya ampun! Masih pagi begini. Pokoknya hari ini. pukul tujuh mereka sudah harus siap di rumah untuk acara penjemputan pengantin. Wajahnya cemberut. Kesya buru-buru turun dan memasrahkan rambutnya untuk ditata. aku kelihatan kayak Tante Jessica. Dia beranjak bangun dan mencondongkan tubuh.. Gaya rambutnya juga sederhana. tidak berbeda jauh sih dengan kesehariannya.

cepat sedikit ya. Di belakang Alo. Sampai di rumah Cecil pukul tujuh kurang satu menit. Tersenyum lebar sambil menggenggam hand bouquet Cecil. Diamdiam.” jawab Kesya tidak kalah kesalnya.“Nah. Cecil merapikan kerutan-kerutan di gaun putihnya. “Itu mereka!” jeritnya penuh luapan kegembiraan. mereka kembali duduk di mobil. Cecil yang mendengar mobil yang menderu lembut langsung bersemangat lagi. Kesya harus menahan diri sekuat tenaga agar tidak berlari dan membenamkan wajahnya ke dalam pelukan Marco. “Nggak sabaran nih. “Kok lama banget sih?” tanyanya dengan raut kesal.. Yah.” ujar Kesya. “Ya ampun. Kesya juga melakukan hal yang sama. “Pak. pertama hal itu akan membuat make-up-nya rusak. Kesya mendengus. “Tanya saja sama rambut keritingmu!” balasnya kesal. Berempat. Jam tujuh kita sudah harus ada di rumah. Kesya melihat sosok Marco berdiri dengan gagah dalam balutan jas resmi. Menerobos jalanan yang mulai memadat. mobil pengantin berwarna perak berhenti di depan rumah Cecil. mencari-cari sosok Alo.. masih belum menyadari bahwa rambut keritingnya telah banyak menghabiskan waktu mereka. Tante Renata sudah menata beberapa bunga segar untuk mempercantik kamar itu. Dia sudah sangat tidak sabar menanti kehadiran Alo. bersama Oom Edo.. ini kan acaranya Cecil. “Tanya saja sama rambut keriting Cecil. “Kamu diam saja bisa nggak?” bisiknya kesal. Kesya tidak boleh heboh sendiri. Tante. “Tujuh kurang lima. Pukul tujuh kurang lima menit. Cecil duduk manis menunggu kedatangan Alo. Tepat jam tujuh. mereka langsung masuk ke dalam kamar Cecil yang sudah rapi dan cantik. Tante Renata tampak seperti mau pingsan. “Memangnya sekarang jam berapa?” tanya Cecil. karena sebentar-sebentar dia menjulurkan kepalanya ke arah pintu. Dia juga ingin tampak sempurna di hadapan Marco. “TUJUH KURANG LIMA?!” jerit Cecil histeris saat kesadaran akan waktu telah merasuki pori-pori kepalanya. Yah.” Kesya langsung memburu Cecil naik ke lantai dua untuk berganti pakaian. Mobil Cecil melaju kencang. Kesya! Kenapa kita bisa sampai terlambat begini?” Cecil langsung panik. Pintu kamar Cecil terbuka dan di sanalah Alo berdiri. Tudung pengantin Cecil kembali tertarik ke sisi kanan. begini baru khas Cecil.” jawab Kesya. Berulang kali Kesya harus membenahi tudung pengantin Cecil yang tertarik ke satu sisi. . Lama banget!” balas Cecil. dan kedua.. tidak bisa dibilang duduk manis sih.

tetap tanpa senyum. tolong diberesin dulu.. menyajikan teh kepada semua anggota keluarga Alo. beres. mereka berempat bergegas pergi ke rumah baru Alo-Cecil. beres. Begitu mobil berhenti. Kalau ada yang nggak beres. Kesya hanya dapat memperhatikan Marco sambil tersenyum lebar. Pukul setengah dua belas. Tampaknya Marco juga mengalami hal yang sama. Dia harus menunggu konfirmasi dari Marco. Seperti berusaha menenangkannya. “Haah?” jantung Kesya hampir copot mendengar pernyataan Marco. Kelompok paduan suara. Nanti dia tambah panik. nanti kalian keluar dulu. Suvenir. Petugas gereja. Mungkin sebentar lagi baru kembali ke sini. Kesya mengedarkan pandangannya ke dalam keremangan gereja. seperti menahan keinginan kuat untuk memeluk Kesya. beres... Kesya agak takut juga mengingat di sana akan berkumpul Tante Jessica beserta seluruh konconya. lilin. Bunga altar. Mereka bilang Cecil gadis cantik yang sangat cocok bersanding dengan Alo. memeluk Cecil dan mencium kedua pipinya dengan mesra. Tubuhnya sesekali berayun maju-mundur. tempat misa pemberkatan pernikahan akan dilaksanakan. Tolong cek semuanya di gereja.. “Kesya. Bahkan omanya Alo.” jelas Marco. Alo memeluk Cecil dengan mesra. dengan aksen ala British pula! Oma Alo memuji-muji Cecil dengan mengatakan bahwa Alo pintar cari calon istri. Semoga Tante Jessica tidak membuat ulah lagi. Buku misa.” pesan Cecil. Di sana sudah menunggu keluarga besar Alo untuk mengadakan tea ceremony. Bunga. “Ke mana dia?” “Katanya ada orang sakit yang perlu diberi sakramen perminyakan. mereka bergegas menuju Gereka Katedral. Cecil tersenyum lebar saat mendengar pujian ini.. Marco. dan persembahan lainnya. Senyumnya lebar sekali. Oma Alo senang sekali karena Cecil menyapanya dalam bahasa Inggris yang sempurna. Kesya dan Marco turun dan tergesa masuk ke dalam gereja. Sementara Tante Jessica. beres.. beres. Jadi Romo pergi ke rumah orang itu dulu. “Ya sudah. tetapi senyumnya merekah.. Matanya berbinar-binar menatap Kesya.Jadi. hmmm. Tante-tante Alo yang sudah sepuh bahkan memuji Cecil. Kita kembali ke mobil. Cecil melakukan tugasnya. Setelah prosesi penjemputan pengantin selesai. Nggak usah bilang apaapa sama Cecil. tapi Kesya sempat melihat beberapa kali Oom Steven membelai pipinya dengan lembut.. Kesya mengangguk. tidak memedulikan tatapan para senior di keluarganya..” . Cecil tersipu. Wajahnya tampak senewen. ibunya Oom Steven yang konon bermasalah dengan hubungan Tante Jessica-Oom Steven. “Kesh! Romonya belum datang!” Marco berlari-lari menghampiri Kesya. dengan sangat baik.

.” Marco mengingatkan. catat Kesya dalam hati. “Kita masuk sekarang. Another good point from Marco. Mana cincinnya?” “Beres. Ada di sini. Oom Alo..” Thanks.” “Bener? Nggak ada masalah apa pun?” Kesya menggeleng.” Kesya kehabisan ide untuk berbohong.. Kesya tersenyum. “Kenapa sih?” Cecil sudah tampak senewen. Pak.. Marco! Tampaknya Alo dan Cecil memercayai kata-katanya. Cil.. Tuk tuk tuk.. Pak. itu.. Semua pasti beres.” ujarnya sambil tersenyum lebar. Kaca jendela diketuk dan kepala bulat Jason tampak menempel di kaca jendela. “Terus. Marco dapat membuat Jason menjaga cincin pernikahan rancangannya. Diam-diam Kesya mengembuskan napas lega. “Akan saya jaga dengan baik. “I.. Tidak ada satu hal pun yang dapat menghilangkan senyum lebar di wajahnya. “Oke. “kita putar-putar dulu sebentar.Marco mengangguk.” jawab Marco. Mereka berdua kembali ke mobil. Jason. Jason mengacungkan jempolnya. Cil. “Karena kita masih harus putar-putar dulu di dalam tempat parkir gereja.. “Oom Marco. Kesya merasa lega.. Alo membuka kaca jendela.” katanya sambil menepuk-nepuk saku kirinya. iya. Tampaknya hari ini Alo sedang mengalami euforia. “Kamu harus menjalankan tugas kamu dengan sebaik-baiknya. kenapa kita belum masuk juga?” tanya Cecil sambil bersiap turun.. “Hai. aku mau minta diajarin cara main yoyo yang kayak kemarin itu dong. “Ayo!” Perkataan Cecil menyadarkan mereka. Mau tidak mau dia tersenyum juga melihat reaksi Jason.. Tante Kesya. . nanti dulu. “Oke kalau begitu.” Jason menepuk-nepuk saku kanannya.” Marco tersenyum. lalu menghilang ke dalam gereja. Nyawa saya taruhannya!” ujarnya serius.” “Cil.. Alo meremas pelan tangan Cecil yang berada dalam genggamannya. Tante Cecil. Oom Marco!” sapa Jason riang. “Haah? Memangnya ada aturan seperti itu?” tanya Cecil dan Alo.” Alo memanggil sopir yang keluar sebentar. Nanti ya setelah acara selesai. “Eh. tetap tersenyum.” cegah Kesya. “Mobil pengantin tidak boleh berjalan mundur... “Udah beres semuanya. Nih.. Memangnya kalian nggak tau kalau ada aturan seperti itu?” Marco berusaha terdengar meyakinkan. aku bawa yoyoku...” sapanya ceria. Nggak usah panik gitu. “Hai. “Tenang aja..

make-up artist sudah siap untuk me-retouch make-up Cecil dan Kesya.” Bayangkan! Bahkan Cecil menggodanya! Rona merah perlahan menjalar ke seluruh wajah Jansen. Saat itu Kesya juga ikut merasa tercekat. Kesya menawarkan air mineral pada Cecil.... seperti ada biji durian yang tersangkut di tenggorokannya. memberikan kekuatan kepada Cecil untuk menyelesaikan janji pernikahannya. Kesya tetap deg-degan ketika melihat Jason maju sambil membawa kotak cincin. Cecil lebih ramah terhadapnya. semoga cincin itu dapat sampai dengan selamat di jari Alo dan Cecil. kamu mau ngurusin foto liputanku. dia tersenyum lebar dan berkata dengan mantap. doanya terkabul! Jason melakukan tugasnya dengan sangat baik. Kesya membalas genggamannya sambil tersenyum kecil ke arah Marco. Benar! Sejak Jansen bukan siapa-siapa Kesya lagi. Kesya. Bulu . Acara pemberkatan pernikahan berjalan cukup lancar. “Kita bisa masuk gereja sekarang. Marco juga menggenggam tangan Kesya. Alo dan Cecil memang berkeringat hebat sekali karena ruangan gereja tidak ber-AC. hhaaii. Kesya bolak-balik memberikan tisu dan kipas kepada Alo-Cecil. Jansen tersenyum lemah melihat tangan Kesya bergantung santai di lengan Marco.” sapa Jansen yang telah siap dengan kameranya. Dan semua menyambutnya dengan penuh sukacita! Sesampainya di rumah. Masterpiece-nya! Dalam hati Kesya berdoa. Setelah acara pencatatan sipil selesai. Marco tersenyum santai menanggapi candaan Cecil.Mobil pengantin kemudian berputar-putar beberapa saat. Tangan Kesya yang menggelayut di lengannya telah mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya lelaki di hati Kesya. “Thanks banget ya. dan setelah selesai berbicara melalui ponselnya. Juga bolak-balik membetulkan letak ekor gaun Cecil agar terlihat megar dan indah saat difoto. Dengan bangga anak itu tersenyum ke arah Marco dan Kesya. “Ha. mereka pulang. Marco langsung mengacungkan jempol sambil tersenyum lebar. Di mobil.. Ponsel Marco berbunyi....” balas Kesya. Ada juga insiden kecil saat Cecil tercekat—karena rasa haru—sehingga kesulitan menyelesaikan kalimat janji pernikahannya. Diam-diam. Tidak ada yang perlu diragukan lagi. Dia sampai sulit bernapas. “Hai.. I owe you a lot! Tapi jangan cuma Kesya yang kamu foto ya. Jansen. “Jansen!” sapa Cecil ceria. Ikut terharu kalau ada orang lain yang merasa terharu. Saat acara pemasangan cincin. Cecil menyambut kedua make-up artist itu dengan penuh gembira. Untung Alo menggenggam tangan Cecil.” Marco-Kesya serta Cecil-Alo berdiri dan bersiap di pintu masuk gereja. Dan. Kesya memang begitu.

dia juga jadi tegang sekali.” balas Kesya merendah.. “Nanti. Ingat peraturan penting sebagai bridesmaid: tidak boleh tampil lebih cantik daripada si pengantin perempuan. Cecil mengangguk. ketika kita menikah. “Aku. dia juga akan tampak cantik memesona seperti Cecil? Kesya tersenyum kecil memikirkan hal itu. nggak bisa makan lagi..” Dengan sigap Kesya mengangkat ekor gaun Cecil. Cantik! Memesona! Menawan! Mungkin karena kebahagiaan yang dia rasakan pada malam ini meluap dari tubuhnya. Dia sudah memakai deodoran yang dibawakan Kesya. Oh my God! Siapa yang tidak merasa kenyang mendengar kalimat seperti itu? Selesai berganti gaun.. “Aduh. “Aku nervous. si make-up artist sudah memberitahunya agar segera mengganti baju dengan gaun bridesmaid bustier pink-nya. Cecil memang tampak seperti ratu. tapi juga ingin tetap wangi sepanjang hari. Dia sendiri hanya bisa makan beberapa suap.. Bagaimana kalau bajunya kena air atau kotor? Atau lebih parah lagi. Wajahnya tampak khawatir. “Lagi pula. merasa “kenyang” dengan kata-kata perhatian dan tatapan berlumuran cinta dari Marco. sebelum Kesya makan.” bisik Cecil. . Repot banget harus pipis sambil mengenakan baju pengantin yang megar begini. kamu nggak boleh nervous ya. Entah mengapa.” Kesya membereskan nasi kotaknya...” Marco tersenyum dan mengelus sayang rambut Kesya. gawat!” bisik Cecil.” Tadi... Gaun pengantin yang indah.. “Udah beres. Kesya menghampiri Cecil untuk memeriksa keadaannya. “You look gorgeous.. Yah. “You’re the queen for tonight. dia baru saja mengajarkan beberapa trik yoyo kepada Jason. Cocok sekali untuk seorang drama queen seperti Cecil. Hhmmm. Senyum lebar masih tersungging di wajah Cecil. apakah nanti ketika dia menjadi si pengantin wanita. Wajahnya lunglai..”> Kesya tersenyum. Cil?” tanya Kesya. aku harus segera ganti baju..mata palsu yang dipasangan si make-up artist terlepas dan itu membuat mata Cecil perih luar biasa! Kesya membawakan nasi kotak untuk Cecil dan Alo. aku bantuin.... “Masih banyak yang harus kamu kerjakan. dia kan memang tidak sempat mandi lagi. aku mau pipis. Kesh!” puji Cecil tulus. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin untuk acara sorenya.. Kesya jadi berpikir. Tapi.. “Kenapa?” Kesya jadi ikutan berbisik.. “Kok nggak makan lagi?” tanya Marco. Kamu nggak boleh kelaparan. rusak? “Ya udah. Dia berterima kasih sekali saat Kesya menawarkan deodoran itu. Mungkin perasaan bahagia itu yang membuat Cecil jadi tampak lebih cantik.

Cecil menatapnya sambil tersenyum.. Sayang.. ya. Apa saja akan dilakukannya untuk si pengantin wanita! Marco tersenyum... Kemudian dia menggandeng tangan Alo keluar.. Harum bunga segera memenuhi seluruh jiwa Kesya. Marco berdiri dan mengambil jasnya. Lebih indah! “Kesh.. meledek Marco. Malam itu. Sejak tadi dia menemani Alo yang tidak berhenti tersenyum dan membalas semua ucapan selamat dengan senyum yang lebih lebar lagi.. Kamu tolong masuk ke ruang pestanya dulu. “Ayo. si decoration artist. Lebih spesial. Sayang. Jam empat kurang. Marco tersenyum melihat kelakuan Cecil dan Alo.. Cecil dan Alo langsung masuk ke ruang tunggu sementara Kesya dan Marco masuk ke ruang resepsi. “Yuk. Marco berdiri dari duduknya. Kesya langsung lupa untuk menarik napas... Seperti tadi.. Ruangan itu bukan lagi ruangan biasa-biasa saja yang pernah Kesya lihat. Alo berdiri dan mencium pipi Cecil sekilas.. please make sure that everything is okay. *** Gedung tempat resepsi pernikahan didekorasi sangat megah. Tatapannya? Berlumuran cinta. ya.” Kesya mengangguk. Tapi. Nuansa bunga pastel bertebaran di sekitar ruangan. kita harus berangkat sekarang!” kata Cecil. ketika harus menemani Cecil dan Alo berdiskusi dengan Pak James. malam ini gedung ini terlihat berbeda. Lebih istimewa. Lalu dia membiarkan Marco menggandengnya dan mereka keluar menuju mobil pengantin. “Wooi! Sabar dulu! Kalian masih harus tersenyum dan menyalami semua orang di acara resepsi nanti!” godanya.” panggil Kesya. meninggalkan Kesya dan Marco. “Nanti aku temani deh. . Ketika masuk. “Bisa bantu aku memakai jas?” Kesya mengangguk dan membantu Marco. Membuat mata yang memandang terasa teduh dan damai. Cecil menjulurkan lidah.. nanti kan kita harus menunggu di ruang tunggu pengantin. sopir sudah bersiap untuk mengantarkan mereka ke tempat resepsi. “Ya. “You are the best bridesmaid in this world!” pekiknya girang luar biasa. ruangan itu telah bertransformasi menjadi ruangan paling indah yang pernah Kesya lihat. Kesya menarik napas dalam-dalam. ya. Dirangkai dengan cantik dan penuh gaya.Cecil mencium pipi Kesya.. Kesya sudah pernah datang ke gedung ini.” Tak urung Kesya tersenyum juga melihat reaksi Cecil.” ujarnya.

tempat biasa pengantin dan keluarga melangkah masuk... “Perfect!” Dia menunjukkan beberapa foto yang sempat dia ambil lewat ponselnya. Cecil menyambut mereka dengan cemas. Untung ia ingat bahwa hal itu berisiko membuat bulu matanya terlepas lagi. “untuk acara malam ini. “Saya yakin. Marco juga ikut menjabat tangan Pak James dan memperkenalkan diri. “Kalau nanti kalian menikah.” puji Kesya. “Bagaimana?” tanyanya. Representasi nyata dari kepribadian Alo yang bersahaja dan Cecil si drama queen! Kesya melangkah dan merasakan pijakan lembut di bawah sepatunya. Kesya tersipu dengan pernyataan Pak James. Marco tersenyum. “Hai.” Kesya memandang sekeliling dengan perasaan kagum yang tidak dapat ditutup-tutupi.. Ada baby’s breath di sana! Dan kulit Kesya paling sensitif kalau bersentuhan dengan baby’s breath. Sementara Alo hanya menanggapi foto-foto itu dengan senyum yang lebih lebar lagi.. Pak James. Memuji-muji dan menyanjung-nyanjung mereka.. kamu pakai korsase ya. “Kesya. saat Kesya baru lulus SMA..” ujarnya sambil melirik Marco.” Dia menyerahkan sebuah korsase besar kepada Kesya. Ingin minta izin untuk tidak mengenakan korsase itu. Ketika prom-nite. dia juga memakai korsase baby’s breath dan kulitnya gatal-gatal selama dua hari! “Cil. Kseya sendiri juga sangat menyukai tampilan bunga putih kecil itu.” Ini dia orangnya. “Bagus sekali. Sungguh perpaduan yang unik. Kesya tahu baby’s breath adalah bunga yang sangat cantik. “Sudah beres semua?” Kesya tersenyum. tapi.Mengisi paru-parunya dengan wangi yang cantik dan menenangkan itu.” panggil si pembawa acara. Cecil dan Alo juga pasti suka sekali.” Kesya menghampiri Cecil. Memang hari ini semuanya bertaburan cinta! Kembali ke ruang tunggu.” Kesya menjabat tangan si jenius ini dengan erat. Pak James tersenyum merendah. Dia menunduk dan terpana melihat taburan kelopak mawar putih menjadi pengganti karpet merah. Amat sangat indah! Pak James memang jenius. Kesya. “Hai. kulitnya tidak menyukai baby’s breath. Seakan kristal-kristal kemilau itu memaksa semua mata yang hadir untuk memperhatikan mereka. . Pak James.. Itu belum seberapa! Kilau kristal Swarovski membuat ruangan itu tampak elegan.. saya juga bersedia menangani dekorasi ruang resepsinya. “Bagus banget!” Cecil hampir menangis. Kesya memandang korsase itu dengan ngeri. Dia menanggapi perkataan Pak James dengan merangkul Kesya denga mesra.

“Sudah siap?” bisik Marco menirukan si pembawa acara. Kesya merasakan tangannya gatal-gatal.“Ayo.” Kesya sangat bersyukur. entah apa yang dia lakukan. . “Sudah siap?” tanya pembawa acara. Dia lalu melepaskan korsase itu dan. “Thanks. Kesya tersenyum lemah kepada Marco. Kesya tersenyum dan mengangguk kecil. Marco memperhatikan lingkaran merah yang mulai terpeta jelas di pergelangan tangan Kesya. Sepertinya Cecil lupa bahwa kulit Kesya alergi terhadap bunga cantik itu. Kesya. Cecil langsung berdiri di sebelah Alo dan mendorong Kesya berdiri di sebelah Marco. Sayang?” tanya Marco khawatir. Cecil dan Alo mengangguk mantap. Kita sudah harus siap-siap. dear. memasang korsase itu dengan manis di baju Kesya. “Korsasenya. “Kenapa. Kulitku sensitif sama baby’s breath.” Cecil menarik tangan Kesya dan memakaikan korsase itu.” bisik Kesya lemah.

Kesya mengalami sensasi menyenangkan yang luar biasa. Kali ini dengan penerangan lampu redup. Pasangan yang saling melengkapi.. Dia tahu lagu itu. Kesya juga dapat merasakan pancaran aura yang kuat itu. Kesya tersenyum.. Menjadi bagian dari sejarah hubungan Alo dan Cecil. Banyak sekali tamu yang hadir! Padahal Cecil sudah takut tamu yang hadir hanya sedikit...17 LAGU I Want to Spend My Lifetime Loving You. tersenyum.. Ingat. Kesya berpaling dan mendapati DeeDee tengah mengacungkan dua jempol ke arahnya.. mengingat tanggal pernikahan mereka sempat diundur. Kesya memandang Marco. Ruangan indah itu tampak lebih indah lagi bagi Kesya. Pancaran aura cinta yang begitu kuat menyebar dari Alo dan Cecil. Sepertinya dia tidak sedang berada di dunia nyata. Ssstt. Tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa di hatinya.. Semua mata seakan terpusat pada dua insan yang tengah berbahagia. hidupnya terasa sudah penuh. Membuat suasana jadi terasa sangat romantis. negeri dongeng. Dia tahu bagaimana lagu itu bisa menjadi lagu kenangan Alo da Cecil. Itu lagu kenangan Alo dan Cecil. Kesya balas tersenyum. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Kakinya sedikit terasa aneh saat menapaki karpet kelopak mawar putih. Semuanya sudah dipenuhi oleh sosok Marco dan cintanya. Dan dia tersenyum menyadari betapa banyak yang dia ketahui dari pasangan Alo dan Cecil. Saat melangkah pelan. Mereka memang pasangan yang sangat serasi.. lalu kembali fokus ke jalan di depannya. Sepertinya dia sedang berada di.” Rasanya ada seseorang yang memanggil Kesya. ini pernikahan Cecil dan dia hanya jadi bridesmaid.. Para tamu berdiri merapat. theme song film Zorro mengalun lembut. Peraturan utama menjadi bridesmaid: . “Ssstt. dan melangkah mantap di belakang AloCecil. Dia turut bergembira bersama Alo dan Cecil. Dengan Marco di sampingnya. ah..

Acara pemotongan kue pengantin. tampak Tante Jessica hanya tersenyum tipis. Saat pemutaran video yang merekam acara pertengkaran Alo dan Cecil. Kesya dan Marco. pemberian kue kepada kedua pasang orangtua pengantin. Kesya tersenyum lebar. saling memandang. “Terima kasih untuk teman-teman kami. lalu turun lagi. “Sekarang. Agar semua orang dapat mendengarnya..Jangan sampai para tamu lebih memperhatikan bridesmaid daripada pengantin perempuan! Iring-iringan Cecil dan Alo sudah menaiki pelaminan. Dari barisan pemain musik mengalun lagu indah yang menyemarakkan suasana. Kesya juga ikut naik. Marco menawarkan lengannya dan Kesya menyambutnya sambil tersenyum. “We love you both! Thank you!” ujar Cecil sambil meniupkan ciuman ke arah Marco dan Kesya.. Alo mengelus sayang wajah Cecil. dan tersenyum lebar satu sama lain. hasil karya Marco. mengangguk dengan mantap. “Oke!” Mikrofon kembali diambil alih oleh MC. Hmmm. Alo? Siap. memberikan potongan kue kepada Cecil dan Alo. Tipis sekali. sehingga kalau tidak di-zoom. “Dan Marco Raphael Eagen. Mata Kesya terbelalak kaget saat melihat dirinya juga ikut ambil bagian dalam foto-foto itu. Cecil?” Alo dan Cecil. Kesya tersenyum melihatnya.. Agar semua orang juga ikut berbahagia. saling merangkul. “Sekarang saatnya momen yang sudah ditunggu-tunggu. memperbaiki letak ekor gaun Cecil. Inilah cinta sejati yang harus dirayakan dan disuarakan dengan lantang.. yang sudah membaut perjalanan cinta kami jadi terlihat indah dan menarik!” Alo mengacungkan ibu jarinya ke arah Marco. “WEDDING KISS!” Letupan confetti dan taburan gelembung sabun menyemarakkan acara wedding kiss Alo dan Cecil. Dia berdiri di sebelah Marco.” ujar MC lalu berbalik memandang layar besar yang entah sejak kapan sudah berada di sana. pasti tidak akan terlihat.. Cecil menutup mata dan merebahkan kepalanya ke bahu Alo. saya ajak hadirin sekalian untuk menyaksikan perjalanan cinta Alvaro Nikholai Andersen dan Cecilia Almira Saraswati!” Layar besar itu menampilkan foto-foto Alo dan Cecil. Siap. Saat Cecil dan Alo harus menyuapkan potongan kue kepada Tante Jessica.. . dan saling suap antarpengantin berlangsung meriah. Marco tersenyum kecil melihat reaksi Kesya..” Alo mengedipkan sebelah matanya ke arah Kesya. Kesya Artyadevi yang sudah dengan jail merekam adegan pertengkaran kami. “Wedding kiss-nya ditahan dulu ya. bergiliran.

Kesya terkesiap saat mendapati Tante Jessica tersenyum tulus! Oom Steven mengecup keningnya dan tangan Tante Jessica terangkat membelai lembut wajah Oom Steven... “Rasanya aku pengin merokok deh! Marco.. “Aduh. Dan. “Ini minumnya. Berdua dengan Marco.. aku capek banget!” bisik Cecil di sela-sela minumnya.” Marco menyentuh pelan lengan Kesya. “Dia memang cantik sekali.” Alo melakukan senam wajah.. “Kamu cantik banget deh!” Kesya tersenyum. Sayang.” ekor matanya menunjuk ke arah pelaminan.. “Takut kalau Cecil butuh sesuatu.. Kesya mencatat dalam hati bahwa dia harus memberitahukan hal itu kepada Cecil. Kesya tersadar bahwa dia harus membantu Cecil naik ke pelaminan. Kesya dan Marco mengangguk lalu beranjak mengambil minuman untuk Cecil dan Alo. “Di sana berlumuran cinta... Diam-diam Kesya melirik ke arah Tante Jessica.. Marco tertawa terbahak-bahak melihat gerakan senam wajah Alo.” Marco tersenyum sambil mengecup kening Kesya.” puji Alo. “Capek banget ya. Sayang..Semua orang.” Marco ikut tersenyum.” Kesya memberikan minuman kepada Cecil dan Alo saat barisan tamu yang memberikan ucapan selamat sudah berhenti. Sepertinya Alo minta minum. mereka berdiri di samping pelaminan. “Thanks. Kesh?” tanya Marco sambil menyentuh lembut lengannya. “Mau di sini terus. DeeDee mengembuskan napas. Alo tampak berusaha menarik perhatian Marco dan Kesya.. Rupanya wajahnya juga terasa pegal karena tersenyum terus seharian.. Kesya juga ikut memperhatikan Alo. “Kesh!” DeeDee menghampiri mereka setelah selesai menyalami Cecil dan Alo. lalu turun lagi.” panggil Marco. Kesya mengangguk.” Cecil tersenyum. Dia memang merasa sangat cantik dalam balutan bustier pink yang seksi dan riasan wajah yang elegan. “di sini juga lebih berlumuran cinta!” Dia mengerucutkan bibir. Mungkin rasa tidak suka itu memang sudah mencair. “Kesh. “Aduh. Kesya membantu mengatur ekor baju Cecil. wajahku juga udah pegel banget senyum dari tadi. Memperhatikan Cecil dan Alo yang tidak henti-hetinya menerima ucapan selamat dari para tamu. “Ayo. kamu punya rokok?” . Sayang.. Gadisnya ini benar-benar bridesmaid yang sangat bertanggung jawab.” Cecil minum lagi. “Cintaku ke mana ya?” Lalu DeeDee beranjak pergi. meletakkan hand bouquet-nya dengan rapi di kursi pelaminan.. “Stiletto ini bikin kakiku sakit banget!” “Kamu cantik banget pakai stiletto ini.

.. Cecil dan Alo tersenyum... “Kesya Artyadevi.. “Sst... ada yang mau salaman lagi tuh. “Ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan kesehatanku. Marco mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kesya. “Aku perhatikan. Yang benar saja? Si pengantin wanita mau merokok? “Cecil. Kesya dan Marco kebagian tugas untuk membawakan bunga mawar yang rencananya akan dibagikan Cecil kepada gadis-gadis lajang. “Aku juga nggak bawa rokok kok. Jadilah Marco dan Kesya dua orang “penjual bunga”.. Cecil dan Alo berbalik dan langsung berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu lagi.” Kesya duduk dan meregangkan kakinya yang pegal akibat sepatu high-heels tujuh sentinya. Tidak baik mengungkitungkit sesuatu yang buruk di hari yang baik ini.. dan Marco melotot.” ujar Marco.” bisik Marco. Kesya sempat bertemu beberapa teman SMA-nya dan berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka.” Marco mengulurkan satu permen untuk Kesya. “Aku kan udah berhenti merokok. Napasnya yang beraroma mint menggelitik telinga Kesya.. tapi Cecil melotot habishabisan lalu memilihkan sepatu tujuh senti ini. Kesya. “Hehehe. Kesya hanya memberikan penjelasan singkat.. memperhatikan Marco dengan tatapan yang tidak disukai . *** Mingle time! Pada saat ini. Kesya dan Marco turun dari pelaminan.” Dia melirik Kesya. Beberapa sempat menanyakan tentang prahara yang menyebabkan pernikahan Cecil dan Alo harus diundur. capek juga ya.. Tadinya Kesya hanya ingin memakai sepatu tiga senti. “Fiiuh. kamu sekarang sudah tidak merokok lagi. Sayang.. “Bagi dong.Alo... kamu jangan ngaco deh..” Cecil tersenyum konyol..” bisik Alo. “Just kidding..” Dia mengelus lembut pipi Alo.. yang bukan teman Kesya.” “And who is that lucky girl?” Kesya memancing. Cecil yang memaksanya memakai sepatu itu.. Marco duduk di sebelahnya dan memasukkan sebutir permen mint ke dalam mulutnya. Beberapa gadis lajang teman Cecil..” Marco berbisik lembut lalu mencium pipi Kesya. ya?” Marco tersenyum.. Aku mau jaga tubuhku baik-baik supaya bisa terus hidup sehat dan mendampingi gadis cantik itu.

. Cecil? So wise! Setelah apa yang dilakukan Finna terhadap persiapan pesta pernikahan Cecil—membuat bete Pak James. dan Marco mengikutinya. Kesya memperhatikan bahwa selama acara berlangsung. gimana juga dia kan masih keluargaku. Terlalu sopan dan kaku. Berbincang kepada hampir semua tamu yang hadir. bestman-nya sudah punya pacar.. sampai hampir membuat Cecil dan Alo batal menikah—Cecil masih sangat mengharapkan kehadiran Finna. ini kan pesta Cecil. Rasanya Cecil The Drama Queen sudah berubah menjadi Cecil The Saint! Cecil beranjak mendekati Finna. hanya minum segelas air mineral. Kesya tersenyum senang. orangtua Cecil dan Tante Jessica hanya bertegur sapa dengan sopan. Kesya. Sementara itu. “Cil..” Cecil menoleh ke arah yang ditunjukkan Kesya. Alo.. Tiba-tiba mata Kesya menangkap sesosok wanita yang dikenalnya. Kesya memperhatikan tamu-tamu yang hadir. Dia berdiri di pojok yang agak gelap.. Yah. Dia berusaha keras tidak menampilkan wajah kecewa atau cemberut. “Ada Finna. Tampaknya Finna tidak ingin kehadirannya diketahui. supaya dia bisa menghadiri pestaku. Yah. Cecil mengangguk sambil tersenyum dan temannya tampak kecewa. Cecil tersenyum. Kesya sudah mulai capek. Jumlah bunga dalam keranjang bunganya mulai berkurang. Dia merangkul pinggang Kesya lalu menyelipkan kartu nama yang baru didapatnya ke tangan Kesya. Semuanya tersenyum gembira menyambut kebersamaan Alo dan Cecil. tidak makan. Marco tersenyum lembut melihat wajah Kesya. tapi tampaknya Cecil belum ingin kembali duduk. Tante Renata dan Oom Balgi tampak berbincang dengan beberapa sahabat mereka.” Kesya hampir tidak percaya akan apa yang didengarnya. Cecil dan Alo masih beredar. Bahkan sampai menjaminnya keluar dari penjara! Kesya tersenyum. . Merasa menang. “Kok dia bisa ada di sini? Bukannya dia seharusnya di penjara?” tanya Kesya bingung.” Kesya menyentuh lengan Cecil. “Aku yang menjamin dia keluar. Bahkan ada yang dengan sengaja menyelipkan kartu namanya ke dalam genggaman tangan Marco! Kesya kesal sekali. Tidak berbincang dengan siapa pun. Finna menunduk ketika melihat rombongan Cecil-Alo-Kesya-Marco mendekatinya.Kesya. Jangan sampai dia mengacaukan segalanya. Diam-diam. “Cil. Penampilannya kusut dan terlihat lelah.. Ketika pernikahan Cecil terancam batal. Kedua orangtua Cecil juga sangat menikmati acara. Khusus untuk malam ini saja. ya?” Kesya mendengar si teman Cecil yang tidak dikenalnya itu berbisik kepada Cecil. membuat marah Madame Daphne. mereka berdua sempat sangat sedih dan kesal kepada Tante Jessica. malah.

. Mereka tidak berbicara. Setelah satu lagu selesai. Mereka bergerak dengan harmonis.” bisiknya tulus. Wajahnya tampak kelelahan.” bisiknya. Cecil tersenyum. Kesya mencari asal kilau flash dan melihat Jansen sedang tersenyum gugup memandang mereka. Kesya tersenyum. Senyum yang tulus. Finna tampak salah tingkah.” bisiknya pada Marco dan Kesya.” Cecil minum lagi lalu tersenyum manis kepada Alo.” Air mata tergenang di pelupuknya saat dia bergantian menatap Alo dan Cecil. Mereka juga minum banyak sekali.“Finna!” Cecil menyapanya sambil tersenyum.. Cecil mengembuskan napas. Kesya belum pernah berdansa dengan Marco. Membentuk senyum seksi yang sangat disukai Kesya.. tapi kemudian membalas pelukan Cecil. “Sekarang acara first dance dari kedua mempelai.. “Semoga kamu juga cepat menemukan true love-mu.” ujarnya terbata. Sudut bibirnya terangkat sedikit. “Capek.” MC mengumumkan. Dia menyambut uluran tangan Alo dan melangkah turun ke lantai dansa. Sayang?” Alo mengelus lengan Cecil. Lagu Can You Feel The Love Tonight mengalun lembut.. “atas apa yang telah aku perbuat.. Mata Kesya terpaku pada bibir Marco. Tampak berusaha keras menahan diri untuk tidak mencium Kesya. “I’m really sorry. Dia mengambil setangkai mawar dan memberikannya kepada Finna... tapi semuanya tampak sangat alami bagi mereka berdua. “Habis ini giliran kalian ya. *** Cecil dan Alo kembali ke pelaminan.. .. Jeppreetttt! Kilau flash menyadarkan mereka berdua. mengambilkan minuman untuk kedua mempelai. “Shall we dance. “Sedikit. Kesya membalas tatapan Marco. atas inisiatif sendiri. princess?” tanyanya sopan... Marco menatap Kesya denagn lembut. “Kalian benar-benar pasangan serasi.” Cecil memeluknya erat.. Marco mengulurkan tangan kepada Kesya. Seolah mereka memang telah ditakdirkan untuk berpasangan. kembali memeluk Finna. Ini kan love song dari film The Lion King! Kesya menyambut uluran tangan Marco. Napasnya tertahan saat melihat Marco mengatupkan bibirnya kuat-kuat. hanya mata mereka yang berbicara satu sama lain. “Terima kasih sudah mau datang... Marco dan Kesya. Hope both of you will be happily ever after. Benar-benar true love... Menyuarakan kalimat cinta yang bergaung dengan megah.

“Ssst. “coba lihat itu. Max!” sapa Kesya. Segala kerepotan yang harus dialaminya menjelang persiapan pernikahan Alo dan Cecil terbayar lunas melihat kebahagiaan yang terpancar pada malam ini.” Kesya menoleh dan mendapati DeeDee tengah berdansa dengan seorang lakilaki.. Tampak Tante Jessica dan Oom Steven berdansa di dekat Cecil dan Alo..... Kesya juga ikut tersenyum..Kesya melambai dan tersenyum ke arah Jansen..” ujar Tante Jessica dengan ringan. yang juga melihat respons Tante Jessica. “Hai. Semua kelelahan dalam membantu Alo dan Cecil dalam mempersiapkan hari indah ini juga terbayar lunas akan kehadiran Marco di sisinya. “Masih ingat sama Max?” tanya DeeDee. Tante Renata dan Oom Balgi. “Sori ya. “Dia tidak akan pernah terbiasa dengan kehadiran kamu ya. Musik yang mengalun terdengar samar-samar.” Kesya melihat ke arah yang ditunjuk Marco..” Kesya juga tergelak. tidak jauh dari gedung pesta.. Jansen membalas senyumnya dan. sekaligus mantan pacar DeeDee. “Mama nggak sengaja. Cil.. Kesya dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka.” panggil Marco. Cecil berpaling dan terkesiap melihat Tante Jessica. Tanpa sengaja bahu Cecil membentur bahu Tante Jessica. Laki-laki yang dipanggil Max tersenyum ceria kepada Kesya dan Marco. Seorang gadis manis tampak membantu lelaki itu mengambilkan kamera yang terjatuh. Dia lebih terkesiap lagi saat melihat Tante Jessica tersenyum tulus kepadanya. Max itu adik kelasnya juga. Kesya tersenyum kecil. Senyum tersungging di bibirnya... Alis Kesya terangkat.. DeeDee tersenyum lebar. Cecil tersenyum lebar dalam dekapan Alo. Dia masih memperhatikan Jansen. “Sayang. Marco mengajaknya ke sebuah taman. Segala perseteruan dapat diatasi dengan cinta. tersenyum lega satu sama lain. Melihat kedekatan yang mereka tunjukkan saat ini. Semoga gadis manis itu true love-nya Jansen. dan perlahan-lahan berputar menjauh dari Kesya dan Marco. kameranya tergelincir jatuh dari tangannya! Marco tergelak.. Kesya dan Marco berputar-putar keluar dari ruangan pesta. Tanpa terasa. Semuanya berakhir dengan indah. . sepertinya keduanya sudah pacaran lagi.” Oom Steven tersenyum lembut kepada Tante Jessica dan mereka berdua berputar-putar lagi. Kesya senang dapat ambil bagian dalam pernikahan ini.

Kesya mengernyit. “I love you so much. Mata Kesya membulat.” ujar Marco sambil tersenyum. “Dan gelang ini?” Kesya mengangkat tangannya.. Tangannya bertaut dengan tangan Marco.” Dada Kesya meletup-letup bahagia.. Kesya tersenyum. Samar-samar Kesya mengenali lagu tersebut berasal dari film A Midsummer’s Night Dream.” ujar Marco kepada Ibu Lidya Sostronegoro...” Mata Marco menatapnya lembut. Diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api. Perancang perhiasan favorit Mama. film kesukaannya. sedangkan Ibu Lidya memakai nama Jawa. Ketika terhanyut oleh alunan masuik. dan di hadapannya berdiri Ibu Lidya Sostronegoro. Tapi tiba-tiba. “will you marry me?” .” sapa Marco. Terkejut.. Langit Jakarta! keluhnya.. “Mama memakai nama gadisnya. “Lho. kok kita sudah di sini?” tanyanya bingung. “Kesya. “kamu dapat dari mana?” “Halo. Sambil tersu berdansa. “Hai.” ujar Marco sambil perlahan-lahan berlutut.” tanyanya heran.. “Jadi. Sayang... “Lihat ke atas deh. Itu gelang berhiaskan motif butiran salju yang disukainya! Gelang yang tidak berhasil dibelinya saat lelang dulu! “Gelang ini. Kesya menengadah dan sedikit kecewa karena tidak menemukan bintang di sana. Kesya berpaling.. Kesya merasa ada sesuatu yang terpasang di tangannya. Meet my mom. “Jadi punya kamu. dia memperhatikan keadaan taman di sekelilingnya.... Lampu taman berwarna kuning keemasan mencerahkan suasana taman malam itu.. Pyaarr! Langit malam jadi terang benderang.. “jadi. Dari sebuah gazebo.. Kesya hanya bisa melongo heran.. Ibu Lidya Sostronegoro itu mama kamu?” Marco mengangguk.. Susah lihat bintang di sini... dear. Dia berhenti berdansa dan menengadah menikmati keindahan langit.. “Kesya. She is also your biggest fans.. Matanya menangkap kilau indah dari gelang yang dikenakannya.” bisik Marco. Kesya tak menyangka.. “Kesya Artyadevi.. Dia mengangkat tangannya dan terkesiap. pacarku. Soalnya nama belakang Marco kan Eagan. Ma. “Ma. ini Kesya.” Marco tersenyum lembut.” jelas Marco. terdapat beberapa musisi yang sedang memainkan musik klasik yang indah. I promise to always be at your side.” Kesya masih terkejut. Lidya Sostronegoro. Sayang. Now and then... Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Kesya..” Sebuah suara mengejutkannya.. Kesya.

Tamu-tamu mulai beranjak pulang. Marco memang yang terbaik untuk kamu. “Dee!” panggilnya saat sudah berhasil menemukan gadis itu. Biar malam ini jadi milik Alo dan Cecil sepenuhnya. Senyum lebar menghiasi wajahnya dan dia mengangguk perlahan.” bisik Marco. Besar sekali. Pyaarrr! Langit malam kembali diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api. . Setengah berlari. sepertinya mereka sudah pulang duluan. Kesya memperhatikan Alo dan Cecil yang masih tersenyum bahagia. dia harus memberitahu seseorang tentang lamaran Marco.. Marco berdiri dan memeluk Kesya dengan erat. *** Ruangan pesta mulai lengang. Kesya mengangguk. Mata Kesya mencari-cari sosok DeeDee. “Nanti saja kita beritahu Alo dan Cecil.” Kesya mengangguk.. “Dee. will you be my bridesmaid?” pintanya. “I’m happy for you. “Marco baru aja melamarku!” bisiknya sambil tersenyum lebar. Kesya menghampirinya.. Mata DeeDee membulat. “I’m getting married!” DeeDee tersenyum lebar dan memeluk Kesya erat. Tapi.. Papa dan Mama? Hmm. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum lebar menyaksikan kebahagiaan Kesya dan Marco.Kesya menatap Marco.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful