P. 1
Irena Tjiunata - The Bridesmaid's Story

Irena Tjiunata - The Bridesmaid's Story

|Views: 96|Likes:
Dipublikasikan oleh Gianni 'Gia' Reitza Maulania

More info:

Published by: Gianni 'Gia' Reitza Maulania on Mar 02, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2012

pdf

text

original

The Bridesmaid’s Story

IRENA TJIUNATA

Ucapan Terima Kasih

Hai!!! Ketemu lagi di novel saya yang kedua ini. Senang sekali akhirnya novel ini bisa terbit.  Saya mulai menulis novel ini tahun 2006. Rencananya, The Bridesmaid’s Story adalah sebuah kisah yang dapat mengenang kerepotan yang terjadi menjelang pesta pernikahan saya pada tahun itu. Akan tetapi, karena saat itu saya sedang sibuk menyelesaikan kuliah S2, ribet mengurus suami dan anak yang ketika itu masih bayi, jadilah penyelesaiannya tertunda sampai tahun 2009 kemarin. Bab-bab terakhir novel ini juga saya selesaikan di rumah sakit sambil menjaga anak saya yang sedang diopname. Pokoknya, novel ini benar-benar penuh kenangan! Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai saya dalam setiap proses penulisan. Terima kasih atas bakat yang Kaulimpahkan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya, terutama kepada:  Mama tercinta Sialy Maria (yang telah banyak membantu dalam merawat dan mengasuh Oscar, terutama saat saya sedang sibuk berat)  Suami tersayang Ronal Octavianus (yang telah memberikan pernikahan terindah untuk saya)  Anak terganteng Oscar Asairo Hogan (yang telah mencerahkan hari-hari saya dengan senyum gantengnya). Mereka adalah pusat semesta saya, pusat eksistensi saya, dan pusat seluruh hidup saya. Love you all so much! Terima kasih juga buat editor saya Mbak Vera yang sangat sabar menghadapi saya. Mungkin saya penulis paling cerewet yang pernah ditemui Mbak Vera ya. Hehehe... Thanks ya, Mbak! Terima kasih juga buat Mbak Maryna, yang sudah menggambar ilustrasi cover novel ini. Akhirnya, kesampaian juga cita-cita saya punya novel yang covernya digambar Mbak Maryna. Thanks ya, Mbak Ryna!

Tak terlupa, terima kasih banyak buat GPU yang telah menerbitkan novel kedua ini. Setelah ini, tolong terbitkan novel ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, ke..., ke..., ke... berikutnya ya!  Juga, terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca novel saya ini. Saya sangat bersyukur akan apresiasi dari kalian, baik yang nitip salam untuk tokoh-tokoh novel saya, yang memberikan pujian, yang memberikan komentar, bahkan yang mengkritik. Terima kasih semuanya! Saya akan selalu berusaha memberikan hanya yang terbaik bagi kalian. Janji!

Irena

pemilik suara serak tadi. . Tumben Cecil semangat amat..” “Oke! Tapi nggak pake lama. Kesya menghela napas. Dia sendiri masih ingin meringkuk di dalam selimutnya. temani aku sarapan ya! Sekalian ada pengumuman penting yang mau aku kasih tau!” Cecilia Almira Saraswati. “Kesh. Dia bangun dari ranjang. “Iya. ini Cecil! Kamu udah bangun belum?!” Tentu saya Kesya sudah bangun. Kesya menghela napas. Kesya sudah menjadi sahabat Cecil sejak mereka sama-sama duduk di bangku TK. Cil. belum sadar sepenuhnya. menggeliat sebentar. tapi sampai sekarang. Lima menit lagi aku akan jemput kamu!” “Iya. “Iya iya. Heran juga sama gadis yang satu ini. Aku udah bangun... Jiwanya masih sibuk berkelana di dunia mimpi. Krriingg. Pasti si Cecil lagi. diteriaki dengan suara kencang seperti itu..” Kesya meletakkan teleponnya. Bersiap untuk mempercantik wajahnya.. masih dengan suara serak.. Kesya jadi sadar seratus persen dari tidur panjangnya. Setelah semuanya selesai. Dia berjlana ke kamar mandi yang juga terletak di dalam kamarnya. Ngapain sih pagi-pagi begini telepon? Aku masih capek nih!” protes Kesya..1 KRRIING. tapi aku mandi dulu ya. Memangnya siapa yang mengangkat telepon kalau bukan Kesya? Lagi pula. sahabat Kesya sejak TK..! “Haahh?!” Kesya Artyadevi. Dahi Kesya mengernyit bingung. “Kesya. Kriingg. dia duduk di depan meja rias. sifat nggak sabaran Cecil bukannya sembuh malah betah bermukim di pribadi gadis itu. tidak memedulikan protes Kesya. lalu melepas baju tidur. ketika mereka sama-sama telah menginjak usia 26 tahun. Dia baru tidur jam dua pagi karena harus menyelesaikan pesanan perhiasan dari seorang pelanggan.

Kesya mengangkat telepon dan langsung menyambar, “Iya, Cil. Aku udah siapsiap kok...” “Ehm, hhaa... llooo... Kesya...” Jantung Kesya berdetak dua kali lebih cepat daripada sebelumnya saat ia mendengar suara yang sama sekali berbeda dengan suara Cecil yang meledak-ledak. Suara ini terdengar gugup, suara gugup yang disukai Kesya. “Ehm... Jansen... tumben telepon pagi-pagi. Ada apa?” “Oohh... ehm... nggak apa-apa sih. Cuma... cuma pengin denger suara kamu...,” sahut laki-laki gugup yang dipanggil Jansen itu. Walau cuma begitu, Kesya sudah senang banget. “Kamu... kamu lagi ngapain?” Jansen bertanya. “Lagi siap-siap. Cecil minta ditemenin sarapan.” “Ooh gitu...” Kesya terdiam. Kehabisan bahan pembicaraan. “Oh ya... foto kamu sudah jadi. Kapan kamu mau ambil?” Kesya tersenyum. Jansen seorang fotografer. Fotografer pribadi Kesya, tepatnya. Hehehe... Entah mengapa, kalau Jansen yang mengabadikan gambar Kesya, pasti jadinya akan bagus sekali. “Oh... yang waktu itu ya? Gimana? Bagus?” “Ya... ya pasti bagus lah. Kamu... Kamu kan ayu...” Suara Jansen terdengar berdeguk. Seperti suara seorang yang sedang menelan ludah. Kesya tersenyum kecil. Diam-diam menikmati kegugupan Jansen. “Oke deh. Nanti kalau keburu, pulang dari ketemu Cecil aku ambil deh.” “Oke kalau... kalau begitu. Udahan dulu deh... Sampai... sampai nanti ya...” Ting tong... Masih sambil tersenyum kecil, Kesya membuka pintu. “Morning, Kesya...” Cecil langsung memeluk Kesya dengan hangat. Kesya tersenyum lebih lebar lagi. Cecil selalu begitu. “Kamu sudah siap, kan?” tukas Cecil, tanpa memperhatikan senyum Kesya yang masih lebar banget. Tampaknya Cecil benar-benar punya pengumuman penting pagi ini. Kesya mengangguk. Dia mengambil tasnya kemudian keluar mengikuti Cecil. Jalanan Minggu pagi masih lenggang. Sudah jelas! Siapa sih yang mau bangun pagi-pagi di hari Minggu? Setelah satu minggu bekerja gila-gilaan, hari Minggu adalah hari “balas dendam” untuk tidur sampai puas! Kesya duduk di samping Cecil. Sebenarnya dia masih ngantuk banget. Kemarin malam dia terpaksa menyelesaikan rancangan kalung dari seorang anak konglomerat. Pesanan itu bisa dibilang dadakan juga, tapi bayarannya lumayan. Makanya Kesya mati-matian menyelesaikan rancangan kalung itu sampai larut malam. Mereka sarapan di kafe dekat apartemen Kesya. Seporsi nasi goreng dan secangkir kopi latté cukup menyegarkan mata Kesya. Cecil hanya memesan

semangkuk bubur ayam. Kesya melirik mangkuk bubur ayam Cecil, lalu matanya beralih ke tubuh langsing Cecil. Kesya menggeleng, dirinya tidak mungkin akan kenyang kalau cuma makan bubur ayam seperti itu. “So? Pengumuman penting apa? Kamu dapat promosi di kantor? Kamu menang undian satu miliar? Kamu dapat hadiah undian jalan-jalan keliling dunia? Atau malah jalan-jalan keliling Planet Mars?” tanya Kesya sambil menyuap nasi gorengnya. Rambutnya terlepas dari selipan telinganya. Jatuh terjuntai lemas menutupi pipinya. Kesya kembali menyelipkan rambutnya ke balik telinga. Cecil tersenyum. Tangannya juga ikut terangkat dan menyibak rambut keritingnya. Mata Kesya menyipit. Apa itu di jari manis Cecil? Cincin? Cincin berlian?! Kesya melotot. Napasnya tertahan, matanya berbinar-binar, menangkap kebahagiaan di wajah Cecil. “Cecil...” Cecil mengangguk penuh semangat. Tawanya lebar sekali. Kesya sampai silau melihat cerahnya senyum itu. “Iya! Aku dilamar Arlo kemarin!!!” ujarnya penuh semangat. Mata Kesya berkedip-kedip haru. Akhirnya! Akhirnya!!! Setelah sepuluh tahun pacaran. Setelah sepuluh tahun yang penuh badai topan (mengingat Cecil adalah drama queen yang sangat emosional). Setelah sepuluh tahun putus-sambung. Akhirnya mereka akan menikah juga! “Selamat!” Kesya merangkul Cecil. “Aku senang sekali! Gimana ceritanya?” Cecil masih tersenyum lebar. “Aku udah cerita kan, kemarin kami ikut tur keliling kota tua...” Kesya mengangguk. Hari Sabtu kemarin, Alvaro Nicholai Andersen, biasa dipanggil Alo—yang karena kesibukannya mengurusi perusahaan keluarga di Singapura lebih banyak berada di negeri Singa itu—pulang ke Jakarta dan mengajak Cecil tur keliling kota tua Jakarta. “Waktu lagi liat-liat di dalam museum, Alo bilang dia mau ke toilet. Lalu, tibatiba, aku dengar ada yang manggil-manggil namaku dari pengeras suara. Ternyata itu Alo. Dia pake megaphone punya si tour guide. Aku kaget banget. Dia bilang, „Cecil, will you marry me?‟ Kemudian, dia berlutut di hadapanku dan membuka kotak cincin ini.” Cecil memperlihatkan sebentuk cincin berlian yang indah sekali. Sebagai seorang perancang perhiasan, Kesya tahu benar kualitas cincin itu. Buatannya benar-benar halus dan sempurna. Alo benar-benar tahu cara mengambil hati Cecil. Apalagi acara lamarannya yang menarik perhatian banyak orang seperti itu. Seorang drama queen seperti Cecil pasti akan sangat senang mendapat perlakuan seperti itu. “Jelas aku nggak bisa nolak. Aku juga nggak bisa bilang apa-apa. Aku speechless saking kagetnya. Aku cuma bisa ngangguk. Terus Alo memasang cincin ini dan

mengangkat tangan aku, terus... dia cium aku...” Cecil melanjutkan ceritanya sambil tersipu-sipu. Tangannya kembali terangkat, menyentuh rambut keritingnya, sekaligus memperlihatkan cincin pertunangannya. Kesya tertawa. Walaupun tersipu malu begitu, dia tahu banget Cecil pasti sangat menikmati perhatian orang-orang. “Semua orang ngeliatin kami begitu. Semua orang tepuk tangan dan kasih selamat ke kami. Aku senang sekali...” Kesya tersenyum. Dia ikut bahagia melihat binar di wajah Cecil. Sahabatnya ini benar-benar sedang bersinar bahagia. Kesya dapat merasakan aura kebahagiaan yang terpancar kuat dari seluruh pori-pori tubuh Cecil. “Lalu, kapan big day-nya?” “April tahun depan!” desah Cecil bahagia. Kesya menghitung dalam hati. Sekarang bulan Oktober, berarti hanya tersisa enam bulan. “Udah mulai ngurusin segala pernak-perniknya? Katanya repot banget tuh...” Kesya mengutip artikel-artikel yang pernah dia baca di majalah pernikahan. Menurut artikel itu, setidaknya satu tahun sebelum hari pernikahan, semua persiapan harus sudah mulai dilakukan. Mulai dari pemesanan gedung, gaun, gereja, katering, ini, itu... banyak banget deh! Cecil menggeleng. “Belum lah. Baru juga dilamar. Makanya aku butuh bantuan kamu...” Alis Kesya terangkat. Dia menangkap maksud tertentu dalam nada suara Cecil. “Aku mau kamu jadi bridesmaid-ku,” ujar Cecil sambil menggenggam tangan Kesya. “Kamu sudah jadi temanku sejak kita masih TK, masih sama-sama ingusan, dan masih sama-sama suka nangis kalau ditinggal mama-mama kita. Selama ini, kamu sahabatku yang terbaik. Kamu yang paling ngerti aku. Kamu juga yang paling tahu perjalanan pacaranku sama Alo. Kamu yang paling pantas jadi bridesmaid-ku. Mau ya, Kesh...” Kesya menghela napas. Mendengar pernyataan Cecil seperti itu, ditambah tatapan memohon dan mata yang bersinar sayu, siapa yang bisa menolaknya? Lagi pula, dia memang akan dengan senang hati ikut ambil bagian dalam hari besar sahabatnya. Tanpa diminta menjadi bridesmaid pun, dia pasti akan membantu Cecil. Kesya mengangguk dan tersenyum. Cecil tersenyum lebih lebar dan merangkul Kesya erat. *** Saat Kesya kembali ke apartemennya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Biasa deh, kalau sudah pergi dengan Cecil, Kesya pasti tidak bisa pulang cepat. Ada aja alasan Cecil untuk menahannya berlama-lama di jalan. Cecil juga

Rencananya mereka akan membicarakan konsep pernikahan Cecil yang tinggal enam bulan lagi.” Suara gugup Jansen terdengar dari ujung sambungan.. tahu apa sih dia? “Aku pengin denger dia ngomong apa..” jawab Cecil tanpa suara. tapi.. “Halo. tapi... “Siapa?” tanya Cecil tanpa suara. udah hampir dua jam. Cecil terkikik geli mendengar napas Jansen yang Senin-Kamis.” “Ha. biasa deh Cecil. “Jansen. Kesya mengambil amplop itu dari tangan Cecil. Sahabatnya memang agak antipati dengan Jansen.” kata Cecil pada Kesya.. “Memang kamu mau ngapain ke rumahku?” “Aku.. kamu lagi ada di mana?” “Nyalain speaker phone-nya. sambil tersenyum jail.” “Dua jam? Selama itu?” Kesya terkejut... Dia akan menginap di apartemen Kesya. Wajahnya tampak tidak sabar.. aku mau nganterin foto kamu. apa tuh?” Cecil memungut sebuah amplop cokelat besar dari lantai. iya ya. aku tunggu-tunggu.... aku tadi ke tempat kamu. sekarang fotonya di mana?” “Aku.. tapi tadi aku lupa bawa...” jawab Kesya juga tanpa suara. Kalau udah keluar pasti lama. tapi kamu nggak pulang-pulang.” Tawa Jansen terdengar serbasalah. halo.”Kenapa kamu nggak telepon aku aja?” “Oh. “Eh.. Tadi pagi kan aku udah bilang foto kamu sudah jadi.. udah.... tampak kesulitan mengatur napas.. Suara Jansen terdengar dengan jelas oleh Cecil. tapi..” Kesya kembali berbicara dengan Jansen. Kesya terpaksa memecah konsentrasinya antara menjawab pertanyaan Jansen dan menjawab pertanyaan Cecil. “Mau ngapain sih?” Kesya menggerakkan bibirnya tanpa suara sambil melotot sebal.. aku tadi udah selipin di bawah pintu apartemen kamu.. “Aku... “Cecil!” bisik Kesya sambil melotot tajam ke arah Cecil...ikut. Cecil merebut ponsel Kesya dan menekan tombol speaker phone. Kesh..” .... tentu tanpa suara.” Jansen terdiam. Jansen sama sekali bukan tipe pacar yang cocok untuk Kesya. “Aku baru pulang nih sama Cecil. Menurut Cecil..” “Terus. Itu nada dering pribadi untuk Jansen. tadi nggak kepikiran telepon kamu.” “Kok.. “Ka. “Iya nih. “Aku. lagu Love of My Life mengalun lembut dari ponsel Kesya. Hehe.. Belum sempat dia membukanya. Masih ada satu lagi sih.. kok lama banget?” Cecil bergerak-gerak di hadapan Kesya..

. kok kamu masih betah aja sama dia?” Cecil mengernyit geli. ehm.. “Lho. Kesya bertemu Jansen pertam akali dua tahun yang lalu. tapi pada tahun empat puluhan!” Cecil tertawa lagi. Matanya lagi kelilipan. come on. Cecil masih terus tertawa. badan kurus kerempeng.Cecil masih terus cekikikan. Yah. Kamu nemu di mana sih cowok ajaib kayak gitu? Gugupan. Kesya pun menghadiri pergelaran itu. aku udah terima fotonya.. sama sekali nggak seksi.... Haah?! Cecil cekikikan lagi. Kesya mencubit paha Cecil.. that’s it! Tanpa bisa ditahan-tahan lagi. mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat... Cecil tetap cekikikan geli. Okay. meledaklah tawa Cecil. “Kesya.. fotografer kikuk yang .. iya.. itu suara siapa?” “Ooh....” dengusnya. kapan-kapan aku ambil fotok uyang lainnya ya. “Mana ada sih cowok zaman sekarang yang ngerayu cewek dengan kata-kata seperti itu? Heran aku. Kesya terdiam. Parah banget si Jansen ini! Masa dia percaya begitu saja omongan ngawur Cecil? “Nggaklah... “Eh. Good night. Tapi.” ujar Jansen dengan lembut. itu Cecil. Mana pernah ada orang kelilipan yang lainlain? “Sekarang gajahnya udah keluar?” tanya Jansen. Terus tadi? Kesya yang ayu?! Well. Yang amplop cokelat.” “O. Kesya mendapat undangan plus tiket ke Jepang.” tambahnya sambil melirik sebal ke arah Cecil. Kesya melotot ke arha Cecil sambil buru-buru mematikan ponselnya... Saat itu ada pameran perhiasan emas di universitas tempat dia belajar dulu. Kesh.” “Kelilipan? Kelilipan apa?” “Kelilipan gajah!” sahut Cecil sebal. Kesya yang ayu... Lumayan keras juga sampai gadis itu menjerit.. “Oh. Sekarang ditambah lagi dia meniru-niru tingkah Jansen kalau lagi gugup. kan?” Kesya mengambar amplop cokelat yang masih berada dalam genggaman Cecil. “Kesya yang ayu. Jansen bisa membuat Kesya tampak cantik dari balik lensa kameranya. oke deh. Memang Jansen agak unik.. “Oke deh. that’s so sweet.. bisa dibilang agak ketinggalan zaman. “Oh. memangnya kenapa? Kesya suka sama Jansen. Betul. “Cecil! Kamu nih apa-apaan sih? Kenapa kamu ngetawain Jansen gitu?!” geramnya. Kelilipan apa kok masih ditanyain? Ya kelilipan kan biasanya kelilipan debu..” ujar Kesya.” Jansen membeo. Di sana dia bertemu Jansen.. “Cecil kalo bercanda emang suka keterlaluan.. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.” ujar Cecil saat melihat keruh di wajah Kesya.. berusaha menyelamatkan Jansen.. Yang amplop cokelat.. Kesya.

sebuah sendok dimasukkan ke dalam mulutnya yang tersenyum. . Foto itu diambil Jansen ketika cowok itu tiba-tiba datang ke apartemennya pada suatu pagi. Dia mulai merasa menyukai tugas ini. Kesya menyalakan laptop dan mengecek e-mail. Walaupun Jansen waktu itu amat sangat gugup (dia bahkan menjatuhkan kamera mahalnya!). Bagi Kesya. oke. Saat tersadar.. maka dia harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Pada hari-hari biasa.. Dia tampak sangat cantik di foto itu. Dia melirik Cecil yang tertidur pulas di sofa. Keesokan harinya.com. Sejak saat itu mereka berhubungan. Kecantikannya yang natural terpancar dengan kuat dalam bidikan itu. Kesya mengernyit. Well. Menjelang pernikahannya. itu pengalaman yang sangat romantis.kebetulan diundang untuk meliput acara itu. Tanpa sengaja. waktu itu dia sedang mencicipi bubur ayam yang dia buat. tampaknya ini akan menjadi salah satu tugas yang cukup sulit. Jauh sebelum itu. Dalam foto itu Kesya tampak sedang serius memperhatikan salah satu perhiasan yang dipajang di sana. Seorang bridesmaid juga harus menjadi sahabat yang paling baik di saat-saat yan gmungkin akan menjadi momen yang paling emosional dalam kehidupan seorang wanita. hasil bidikannya amat sangat indah. Di foto itu Kesya sedang memegang panci. dia pasti akan menjadi amat sangat emosional. Saat itu Kesya sedang sibuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Kesya ingat. Iseng-iseng dia juga browsing situs bridesmaid101.. Dari situs itu Kesya baru tahu bahwa tugas seorang bridesmaid bukan hanya membantu pengantin pad ahari pernikahan. Dia memperhatikan corat-coret rancangan pesta pernikahan Cecil. Jansen mati-matian mencari Kesya untuk memberikan hasil bidikannya. Kesya tersenyum. Hmmm. Kesya tersenyum kecil mengingat pertemuannya dengan Jansen. Perlahan dibukanya amplop cokelat itu. Cecil sudah tidur kelelahan setelah mendiskusikan ide-ide pesta pernikahannya. Cecil sudah menjadi seorang yang emosional. Kesya menahan napas. Jansen membidik Kesya dengan kameranya.. dia melirik amplop cokelat yang masih berada dalam genggamannya. Hari sudah larut malam. seorang bridesmaid bertugas membantu pengantin dalam mempersiapkan pestanya. double emosional. dan sejak saat itu Kesya merasa jatuh cinta pada Jansen. Dan berada di dekat Cecil yang emosional akan menjadi sangat sulit. Itu sudah dilakukannya saat ini. Rutinitasnya sebelum tidur. *** Kesya memperhatikan daftar yang telah mereka—dia dan Cecil—buat. Dia telah dipercaya Ceci luntuk menjadi bridesmaid-nya.

menurut Cecil. Mbak Cecil. “Baik. Kesya agak berdebar-debar juga... Diusirnya pikiran itu dari dalam benaknya. Dia nanti yang bakal jadi bridesmaid. Tugas terhormat bagi seorang sahabat sejati. “Selamat pagi. Namun. Saya yang akan membantu Mbak Cecil di sini.. Cecil mendapat rekomendasi dari seorang temannya yang baru saja menikah. ini kenalin. tapi tetap saja bagi Cecil itu masih kurang cepat. Ini sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai seorang bridesmaid.. Selamat datang di Bride‟s World.. Cecil sahabatnya sejak kecil. Dia sudah menerima tugas ini.” Anita sudah mencondongkan tubuhnya. hari ini Kesya menemani Cecil melihat-lihat gaun pengantin. Kalau memang sudah akrab. Dan dia akan melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. What?! Jadi maksudnya.” jawab Cecil sambil tersenyum lebar.. Bridesmaid juga harus tampil cantik pada acara pernikahan.” “Selamat pagi. Dia menerkanerka seperti apa bentuk bridal. dia baru tahu bahwa seorang bridesmaid dipakaikan baju yang mirip dengan si pengantin untuk mengecoh roh jahat yang mungkin akan mengusik si pengantin. Cecil. “Eh. Dia belum pernah masuk ke bridal mana pun. maka yang akan kena tulah adalah bridesmaid-nya?! Kesya bergidik ngeri. baik. Oleh karena itu. Ngapain juga pake cium pipi kiri dan kanan? Kesannya kok sok akrab. Satu kebiasaan yang tidak terlalu disukai Kesya. Cecil mengajaknya ke Bride‟s World. Kesya kembali membaca tulisan dalam situs itu.” sapa seorang gadis cantik yang mengenakan seragam Bride‟s World. Apa kabar? Nama saya Anita.. Padahal Cecil. Dia sahabat aku.. bridal yang paling lengkap di Jakarta. Kesh! Cepetan!” Cecil setengah menarik Kesya. Dia akan menjadi sahabat yang baik dengan berada di saat-saat tersulit Cecil. kalau ada roh jahat yang akan mengusik si pengantin. Katanya. Kesya. “Sabar sebentar.. Hei. Cecil langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan Anita. *** “Ayo dong. Mbak Kesya. sama juga seperti Kesya. Kesya lebih memilih sebuah pelukan yang hangat daripada acara cium pipi basa-basi seperti itu. Yang pertama kali harus mereka lakukan. Sebenarnya dia sudah berjalan di atas kecepatan normalnya..” Kesya pasrah saja tangannya ditarik Cecil. adalah hunting gaun pengantin. siap untuk bercipika-cipiki dengan Kesya. Kesya segera mengulurkan .Kesya menghela napas.. baru pertama kali bertemu Anita di sini. Oh ya. dia juga harus mempersiapkan dirinya sendiri.

“Hmmm. Cecil. Madame Daphne sudah menunggu di atas..” ujar Cecil.... Di lehernya tergantung berlapis-lapis kalung.” sapa wanita itu dengan suara berbisik. “Kok kayak panggilan untuk peramal sih?” “Sst. Kesya melongo.” balas Cecil tak kalah ramah. “Hari ini saya mau liaht-lihat baju pengantin. “Hai. Dengan dandanan seperti ini. Sambil menapaki tangga.. Cecil menyikut rusuk Kesya.. Kalung-kalung itu tampak menyeramkan. Cecil sangat mengagumi Madame Daphne. tapi sambil menebar senyum manis..” Kesya mengangguk-angguk..” “Madame?” bisik Kesya pelan. Bukan kalung lapis yang sedang ngetop belakangan ini.. hmmm.” ujar Cecil sambil tetap tersenyum cerah. Madame Daphne membingkai matanya dengan celak yang sangat hitam. “Hari ini saya mau lihat-lihat baju pengantin ya. “Orangnya memang rada unik. Kesya pun tersadar.” Cecil menatap tajam ke arah Kesya. Anita tampak sedikit terkejut. Anita mengajak mereka ke lantai dua gedung itu. Kalian berdua memang sama-sama cantik... “Oohh. lengkap dengan bandana yang menutupi rambutnya. mungkin itu sebabnya dia dipanggil Madame Daphne. bridesmaid-nya juga cantik ya.tangannya..” Cecil mendorong tubuh Kesya maju ke depan. Pintu diketuk.. Madame Daphne. merasa terganggu dengan julukan yang diberikan di depan nama perancang busana itu. dan seorang wanita paruh baya membuka pintu dari dalam. Ada kalung yang menyerupai taring ular. Madame Daphne. Pipinya yang diberi blush-on merah terang tampak bergerak-gerak.. Madame Daphne mungkin lebih tepat. duri-duri mawar yang tajam.. mari silakan.” Kesya tersenyum dan mengulurkan tangan.. Kalungnya bergemetaran ketika Madame Daphne bergerak. Ini yang namanya Madame Daphne?! Wanita paruh baya ini mengenakan pakaian ala gadis-gadis Gipsi... sampai motif tengkorak...... Madame Daphne sering memenangkan berbagai . “Halo.. Keinginan untuk melihat-lihat gaun pengantin rancangan Madame Daphne telah membuatnya berseri-seri sepanjang hari. Belum lagi riasan wajahnya. Madame Daphne membalas uluran tangan Kesya dengan jabatan yang erat. Madame Daphne tersenyum sangat lebar... Bibirnya tertutupi listrik yang juga berwarna hitam. rasanya Madame Daphne tidak cocok berprofesi sebagai desainer baju pengantin yang berpengalaman... lebih cocok berprofesi sebagai cenayang! Hmm.. dia membalas uluran tangan Kesya dengan profesional. Madame. “Kenalkan. Perancang busana yang satu ini kepiawaiannya telah diakui dalam skala internasional. dia berusaha merekareka seperti apa rupa Madame Daphne yang menurut Cecil unik itu.... lalu menutup mulutnya yang sedari tadi masih terbuka lebar. ini Kesya. bridesmaid saya...

” Dia memuntir-muntir rambut keriting pendeknya. membawanya ke ruang koleksi baju pengantin rancangannya.lomba perancang busana tingkat internasional. Gaun berwarna putih yang terbuat dari bahan brokat itu memang terlihat sangat indah.” ajak Madame Daphne. Kesya mengangguk. Kamu boleh lihat-lihat sampai puas. Kesya buru-buru memperbaiki sikapnya.. Ruangannya sangat besar. Siraman lampu kuning membuat ruangan ini terasa nyaman. “Ooh.. Oohhh... Dia memandang ke sekeliling ruangan dan baru menyadari betapa megahnya ruang pengepasan gaun pengantin ini... “Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya sambil mengeluarkan sebuah gaun pengantin dari plastik penutupnya... Suara tawa tertahan di sebelahnya membuat Kesya tersadar. Kesya mengikuti kedua perempuan itu sambil memandang ke arah rok lebar Madame Daphne. Benar-benar indah! “Ayo. silakan. kamu tunggu di sini dulu ya. Apa jangan-jangan dia memang nggak punya kaki ya? Kesya bergidik ngeri. Malas duduk terus. Rok panjang lipit yang dikenakannya menutupi kakinya. Kaki jenjangnya disilangkah dengan anggun. berusaha mencari sepasang kaki dari balik rok itu. Jiwa desainernya mulai bangkit melihat gaun yang indah-indah itu.. Cecil masuk ke ruang kecil di sudut ruangan... Gadis itu masih berdiri di sana dan sekarang sedang memperhatikan Kesya sambil terkikik geli. Cara jalannya sangat misterius.” pinta Cecil.. Ini desain-desain terbaru saya. Wajah Kesya memerah. Rupanya Anita. Cukup lama juga Cecil dan Anita berada di dalam ruang ganti itu. lebih parah dong. tidak mau kelihatan konyol lagi. “Hmmm. Di dalam lemari itu tersimpan banyak sekali gaun pengantin. coba yang ini dulu... pasti dia kelihatan konyol banget tadi! Atau malah bodoh banget! Waah. Kesya bergidik lagi melihat senyum itu.. Madame Daphne membuka salah satu kaca besar di sisi ruangan. what kind of wedding gown do you like. Tangannya melambai kepada Anita yang langsung sigap datang. Modelnya sederhana dan sangat bersahaja. Kesya bangkit dan melihat-lihat koleksi gaun pengantin rancangan Madame Daphne. but gorgeous!” Madame Daphne tersenyum misterius. Prestasinya yang terakhir adalah merancang gaun pengantin dari kulit jagung. “Kesya. rupanya kaca itu bukan kaca biasa... “Hmmm..” Madame Daphne menggandeng tangan Cecil. “I want to look sexy. Di . dear?” Cecil duduk di salah satu bangku panjang yang memang diletakkan di tengahtengah ruangan. Di kanan-kiri terpasang kaca yang sekaligus berfungsi sebagai dinding. diikuti oleh Anita. lalu duduk di bangku panjang yang tadi diduduki Cecil.. Terdapat lemari besar di baliknya..

“Bagus banget.. Ketika keluar. menyesuaikan pilihannya dengan komentar Cecil barusan. Wajah Cecil tidak tersenyum.. kita lihat yang lain aja ya. Hmm. Kesya tersenyum lebar. dengan satu kaki menopang kaki lainnnya.. kaki . “Aku nggak suka deh. Aku jadi kelihatan gendut deh!” Dahi Kesya mengernyit.. Cil?!” Cecil tambah cemberut lagi... “Bagus. “Gendut?!” Kesya memperhatikan tubuh Cecil dari atas sampai bawah. tidak lupa jemari tangan saling ditautkan. posisi menyamping ke kanan. “Aku nggak suka bahannya.” ajak Madame Daphne sambil mengambil gaun yang lain lagi. lagi-lagi tidak ada senyum di wajah Cecil.” puji Kesya. Benar. lagi-lagi Kesya merasa gaun yang dipakai sangat cocok dengan lekuk tubuh Cecil. Namun. tidak tampak sedikit pun timbunan lemak. Sampai duduk kelelahan: duduk dengan punggung direbahkan ke sandaran kursi.. “You’re the bride. Duduk ala cowok macho: kaki membuka lebar. Kali ini. Aku nggak merasa kayak putri!” keluh Cecil sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Dia menatap pantulan bayangannya di cermin raksasa dengan dahi mengernyit dan mulut memberengut. badan condong ke depan dengan kedua siku menumpu pada masing-masing lutut—oh ya.. It’s gonna be a long day. Lalu dia berbalik menatap Kesya dan Madame Daphne. Kesya menghela napas.. “Kamu kerempeng gitu kok dibilang gendut?! Gimana bisa gendut sih. “Gaun ini terlalu simpel... saling dorong memenuhi rongga kepalanya..” “Ya udah. dan tangan lainnya ditaruh di atas perut. waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Selama itu juga Kesya sudah beberapa kali mengganti posisi duduknya. Kelihatannya berat. Semuanya saling sikut. Dia masih tetap merasa gaun itu sangat indah dipakai Cecil. Suara gemeresik gaun menyadarkan Kesya dari baku hantam ide di kepalanya. Duduk gaya sekretaris seksi: duduk tegak. Dan selama itu Cecil sudah mencoba 27 gaun pengantin rancangan Madame Daphne.” Kesya mengangkat bahu.dalam otaknya berkelebat berbagai macam desain perhiasan. Dari duduk manis ala putri bangsawan Inggris: duduk dengan kaki dirapatkan. kan?! Waktu Cecil bilang terima kasih kepada Madame Daphne. Beberapa menit kembali dihabiskan Cecil dan Anita di balik ruang ganti. Semuanya terinspirasi dari gaun pengantin yang indah-indah ini.. kepala terkulai lemas di atas sandaran kursi. posisi menyamping. Nggak cocok di badanku. satu tangan tergeletak lemah hampir menyentuh lantai. Tampak sangat cantik dengan gaun pengantin indah itu! “Gimana?” tanya Cecil pelan. desahnya dalam hati. Cecil telah keluar dari balik ruang pengepasan. Cil!” pujinya. gaun pengantinnya terbuat dari bahan sutra yang ringan dan lembut. Ya terserah kamu aja.

Benar-benar tanpa semangat. Kesya suka mengisi waktu dengan menggambar apa saja di buku sketsanya. Rambut keritingnya tetap rapi.. sudah hampir tujuh jam!!! Dengan lesu Kesya mengikuti Cecil keluar dari Bride‟s World. Kesya mengejek jam yang melingkar di pergelangan tangannya. setelah mencoba begitu banyak gaun. Kesya‟s Collection. Wajahnya tetap segar dan berseri-seri.diselonjorkan ke depan.. ya ampun. . dan sesekali oh ya.. Perlu beberapa kali melihat-lihat. baru kemudian dapat yang cocok.. Komentar Cecil tentang ke-27 gaun pengantin yang dicobanya tadi hanya ditanggapi Kesya dengan hah. Katanya. Padahal mereka sudah berada di sana selama. Cecil belum dapat memutuskan gaun mana yang akan dipilihnya. Lumayan. Kesya hampir tidak mendengar ketika Cecil mengajaknya keluar dari Bride‟s World.. he-eh. “Hah?” tanyanya setengah tidak sadar pada Cecil yang sudah berdiri di depannya. huh. Penampilan Cecil masih tampak anggun tidak bercela. siapa tahu hasil coretan isengnya itu bisa membuahkan perhiasan yang dapat dijual di toko perhiasannya. Lipstiknya masih tetap menempel dengan sempurna.. Benar-benar deh Cecil! Untung Madame Daphne wanita yang sabar. Pikirannya sudah setengah melayang. tidak peduli orang yang mau lewat di depannya tersengkat jatuh! Dan.. Kesya benar-benar tidak ada tenaga sekarang. Madame Daphne sepertinya sudah berpengalaman menghadapi calon pengantin yang terkadang tidak dapat ditebak kemauannya.. dia mengikuti Cecil berjalan ke Peugeot 307 merah milik sahabatnya itu. calon pengantin memang tidak pernah langsung menetapkan gaun pilihannya. Dia menyesal sekali kenapa buku sketsanya ketinggalan di apartemen. Biasanya kalau menunggu lama begini..

Sekali lagi Kesya menghela napas. . salah seorang penjaga tokonya...” ujar Mona sambil tersenyum manis. untuk disempurnakan nantinya. Kemudian dia mengambil tas tangannya dan beranjak keluar dari toko. kemudian menambahkan sedikit detail untuk mempermanisnya. You are my bridesmaid. Kesya masih berada di ruang kerjanya. Nggak bisa ditinggal sama sekali. Kesya memperhatikan sketsa rancangannya. “Thanks. Kesh. biasanya meeting sama pemilik hotel bisa alot banget!” Dahi Kesya mengernyit.2 JAM sudah menunjukkan pukul 17... can you please do me a favor?” Kesya menghela napas.” Sebuah suara centil terdengar dari pintu ruang kerjanya.” “Kesya. “Ya. Ada rapat dengan Pak Anto. Cecil. tapi aku nggak bisa. meeting-nya udah mau mulai. otaknya masih dapat berkarya secara kreatif. pemilik hotel. Dan kamu tau sendiri. tolong deh. Dia minta aku temenin.. Untung sekali Kesya dianugerahi daya ingat yang luar biasa sehingga walaupun stres dan kelelahan berat saat menghabiskan waktu tujuh jam untuk menunggu Cecil mengepas baju pengantin. Hasil karya terbarunya kali ini adalah sebuah bros berbentuk lima buah berlian indah yang tersusun rapi vertikal. “Ada telepon di line tiga.. “Halo.” ujar Kesya juga sambil tersenyu. “Bukannya memang seharusnya kamu yang nemenin Alo ngepas jas?” “Aduh.” “Tapi.” “Alo rencana mau ngepas jas hari ini.. Mona. Dia menyimpan sketsa rancangannya di brankas ide. Itu Mona. “Bu Kesya. Sketsa itu terinspirasi dari gaungaun pengantin yang dilihatnya saat menemani Cecil mengepas gaun pengantin..” “Aduh.... Thanks before ya...30..” Dan telepon pun diputus. Dia masih menyelesaikan sketsa rancangan barunya. Tepinya dihiasi emas putih yang berbentuk ranting-ranting kering.

yang biasa aja. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk menyelesaikan tugasnya. Alo.” Kepala Alo terangguk-angguk. “Gimana dengan kamu? Kapan kamu nyusul aku dan Cecil?” . Beristirahat beberapa minggu dari kesibukannya memimpin medan perang di perusahaannya. Mencari sosok Cecil. teman semasa SMA-nya ini. Selamat ya. “Hmm. Jadi bingung sendiri!” ujarnya sambil melihat-lihat katalog bahan. Biasa deh Cecil. tampak terkejut dengan kehadiran Kesya. Kesya tahu dari Cecil bahwa Alo baru kemarin tiba di Jakarta.” ujarnya. Mereka baik-baik aja. Alo laki-laki yang sangat kooperatif. “Emangnya kamu mau model jas yang seperti apa?” Kesya berusaha membantu. tunangan Cecil.” Alo tersenyum. I’m so happy for both of you. “Apa kabar orangtua kamu?” tanya Alo.. ya?” tanya Kesya. Kesh.Groom‟s Bestfriend terletak di salah satu pusat pertokoan di tengah kota Jakarta...... Alo memperhatikan gambar jas yang ditunjuk Kesya. Mungkin dia berpikiran bahwa Kesya adalah calon pengantin Alo. “Saya bridesmaid-nya..” Kesya tersenyum. sudah tiba di sana. Mana Cecil?” tanya Alo sambil melihat ke belakang Kesya. Alo langsung diukur oleh penjahit.” ujar Kesya menjawab pertanyaan tersirat si penjaga toko. Alo. Dia kini sedang melihat-lihat model jas pengantin dalam buku. Khas Alo banget.” Kesya balas memeluk Alo. Alo tersenyum melihat ulah Kesya. Yang penting dia harus merasa nyaman. Agak risi juga Kesya melihat penjaga toko mencuri pandang ke arahnya..” sapa Kesya... Alo mendongak. Alo memang orangnya nggak suka yang ribet-ribet.. Itu istilah Cecil. Tubuhnya masih diukur oleh penjahit. “Lho? Cecil nggak bilang..... makanya dia suruh aku ke sini untuk temenin kamu. Aku suka bingung kalau disuruh milih-milih begini. “Thanks for asking. “Hai.” Alo memeluk hangat Kesya.. “Dia nggak bisa datang. Yang nyaman dipakainya. “Bilang apa?” giliran Alo yang bertanya. “Thanks. Setelah menentukan model dan bahannya. gimana kalo model yang ini?” tanya Kesya. Sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Alo. Menurut Kesya sih istilah itu terlalu berlebihan. “I’m so glad that you can be with me. “How are you?” “Fine. “Boleh deh. Ada meeting dadakan dengan pemilik hotel. “Hmm. untuk pertunangan kamu dan Cecil. “Hai.

by the way.. yang namanya Jansen itu siapa? Cecil sering nyebut-nyebut nama dia lho. .” Kurang ajar Cecil! Pasti dia cerita yang jelek-jelek tentang Jansen! maki Kesya dalam hati. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya biasa saja. Jansen terlalu sibuk membidik modelnya sehingga tidak menyadari kehadiran Kesya. “Hmmm. *** “Ayo. Marco. jangan percaya deh.. “Apa pun yang kamu dengar dari Cecil. tiga. model cantik itu. Kesya memperhatikan Jansen sambil bersandar di dekat pintu... Jansen terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Seharusnya dia juga bikin jas hari ini.. “Terima kasih ya.. “Mbak Kesya.. begitu. Dengan santai dia melenggang ke kamar ganti.” Jepret! Dan lampu flash pun menyala terang. tapi aku belum berhasil mengontak dia. pengarah gaya yang sering bekerja sama dengan Jansenlah yang pertama kali menyadari kehadiran Kesya. Kesya mengangguk singkat sambil menempelkan telunjuk di bibir. tapi bagi Kesya. Pasti nggak bener!” Alo tersenyum. Ya. “My best friend. siapa yang jadi bestman-nya?” tanya Kesya. cowok itu harus ditemani musik..” Lindi.” ujar model cantik itu sambil mengecup pipi Jansen. Lindi mengangguk pelan... tersenyum melihat kekikukan Jansen. Catherine. lihat ke arah kanan. lalu kembali pada kesibukannya membantu Jansen. Jenis musik yang didengarkan mengindikasikan perasaan hatinya. namanya bagus juga... Tapi dia sudah terbiasa menghadapi fotografer itu. lebih baik Kesya mengubah topik pembicaraan... sesi pemotretan itu akhirnya selesai. Jansen sedang bersemangat sekarang. Lagu This Lovenya Maroon 5 mengalun cukup keras dari CD player.” Alo menjawab sambil tersenyum. Dua puluh menit kemudian. Setiap kali bekerja.. Satu..” jawab Kesya. Meja plastik yang menjadi salah satu alat peraganya tanpa sengaja tersenggol dan jatuh dengan bunyi keras. dua. Tanda agar kehadirannya jangan sampai mengganggu kerja Jansen.Wajah Kesya sedikit berubah mendengar pertanyaan Alo. “Kamu gimana sih? Calon aja aku belum punya. Dia orang sibuk. Namanya Marco. “Lho. Daripada Alo terus membicarakan topik sensitif itu. Kesya mengangguk-angguk.. pertanyaan itu supersensitif. Dia memaksakan seulas senyum. pikirnya.

. Wajahnya terlihat bingung. Kalau sampai badan mereka melar... Aneh! Orang udah kayak penderita anoreksia gitu kok masih dibilang kegendutan! Apa sih maunya para model ini? Tanpa memedulikan kebingungan Kesya. Mbak Kesya.. itu kan aset terbesar mereka.” timpal Jansen lagi. Jansen tersenyum lebih gugup lagi. berusaha menetralisir suasana canggung itu. jadinya badanku melar dua kilo. Kacamatanya melorot di hidungnya yang berminyak.” Lindi berusaha mengingatkan. “Model-model itu. Catherine melenggang pergi. “Begitulah model-model itu. Sepertinya tadi dia menanyakan bagaimana kabar Catherine. Kesya ikut tersenyum.. Apa aku yang salah tanggap? “Tadi kan Mbak Kesya dan Mas Jansen lagi ngomongin soal model-model yang mati-matian menjaga berat badan. Tadi kita sedang membicarakan model-model. Kesya tambah melongo. “Iya. Kesya menghampiri Jansen. Hampir saja jatuh.” .. tambah gendut.. “Kasihan juga ya mereka. kan? pikirnya bingung.. Jansen tersenyum gugup melihat mimik bingung Kesya.” jawab Kesya ikut bingung. bisa-bisa mereka nggak laku lagi.... kan?” ujarnya sambil menunjuk ke arah perutnya. selalu.” ujarnya.“Eh.. Haah?! Kesya melongo heran... “Baik. “Ooh iya ya.. gara-gara belakangan ini banyak party-party yang harus aku host-in. apa kabar?” Catherine tampak baru menyadari kehadiran Kesya. masih dengan tatapan heran.... Dia langsung membenturkan pipinya ke pipi Kesya.” Jansen mengangguk-angguk. tadi itu sesi pemotretan buat apa sih?” “Buat majalah fashion. “Omong-omong.. selalu yang dipedulikan hanyalah berat badan mereka. Dahi Kesya mengernyit.. Lagi-lagi tindakan sok akrab yang sangat dibenci Kesya. “Siapa?” tanya Jansen. Salah satu lensa kamera tergelincir dari tangan Jansen.. Untung Lindi sigap menangkap lensa itu sebelum mencium lantai..” komentarnya sambil membereskan peralatannya... Lihat deh perutku. Kini dia menggosok lensa itu berulangulang.. “Lho. Perut yang ditunjuk Catherine tampak rata.. Gaun malam gitu deh... Kenapa jawabannya malah naik dua kilo? “Yah. memangnya kenapa?” Jansen masih melongo seperti anjing ompong yang dikasih tulang keras untuk makan malamnya... “Naik dua kilo. Kamu sendiri gimana?” Kesya berusaha menjawab basa-basi Catherine.” desahnya pelan.

Kesya memandang kepergian Lindi.. Lindi berlalu pergi. sekalian fotonya. perancang busana terkenal itu..... “Sahabatku mau menikah. Aku selalu respek pada orang-orang yang tidak membuang sampah sembarangan.. saya yakin Madame Daphne pasti orang yang taat pajak!” ujar Lindi. “Hmm.” “Yang bener. Dia berencana memakai rancangan gaun pengantin Madame Daphne untuk pernikahan.. hasil foto yang diambil Jansen itu keluar.. Keceriaan di wajahnya tidak berkurang sedikit pun. masih dengan tatapan tidak percaya. yang keluar dari mulutnya adalah hal-hal aneh yang tidak masuk akal...“Bagus-bagus ya bajunya. “Ayu. Nggka tega rasanya harus berkomentar seperti itu. tapi sekarang mau cobacoba merancang gaun malam juga. akhirnya ya. Dia itu sebenarnya perancang gaun pengantin.. Madame Daphne. Mbak?” Mata Lindi berbinar.. Sejak kecil Kesya tidak pernah bisa berbohong. Kesya tidak jadi menyuarakan kebingungannya dan.” ujarnya sambil menaikkan kacamatanya yang melorot di hidung. saya ngefans banget sama dia. Kesya mengangguk.. bertanggung jawab.” ujar Kesya sambil memegang-megang beberapa baju yang tadi diperagakan Catherine. jepret. Kalaupun harus berbohong.... lalu memberikannya kepada Kesya.. Kesya jadi bingung.. saya minta titip tanda tangannya ya. Mbak Kesya?” tanya Lindi penuh semangat. lho.. “Wah. kalau Mbak Kesya ketemu Madame Daphne lagi. “Iya.” komentar Jansen. masih dengan keceriaan yang terus menempel di wajahnya. Apalagi melihat binar silau di mata Lindi.. Kesya mengangguk. hebat ya si Madame Daphne.” ujar Lindi bersemangat.. yang kreatif. Mbak Kesya.. . sebagian karena tidak tega melihat keceriaan di wajah Lindi.” timpal Lindi.” ujar Jansen sambil mengarahkan kamera Polaroidnya ke arah Kesya. Rancangan dia memang bagus-bagus sih. dan selalu membuang sampah pada tempatnya.” Lho. Masa dia harus bilang idola Lindi itu orang yang unik mendekati aneh? Nggak mungkin dong.. Ini baju rancangan Madame Daphne.. tidak pernah terlambat membayar pajak.. “Aku pernah ketemu dia. sebagian lagi takjub karena Lindi begitu saja percaya dengan apa yang dikatakannya.. Orangnya gimana.! Tidak sampai dua detik. Haah? Jadi Jansen juga percaya?! “Smile.. Mbak Kesya? Wah.” Kesya bingung. “Hmmm dia orang yang. “Ooh. “Benar.” Kesya mengangguk-angguk.” “Wah.. Masa sih Lindi percaya apa yang baru saja dikatakannya? “Lain kali. Jansen mengibas-ngibaskan lembar foto itu... lho? Gitu deh jadinya kalau Kesya harus berkata tidak yang sebenarnya.

Selalu bagus jadinya kalau Jansen yang membidiknya. “Kamu ikutan pameran juga kan. Ada yang memang berniat membeli perhiasan. Kesya harus menjaga citranya sebagai desainer muda yang profesional di hadapan para customer-nya. Dentingan piano mengalun lembut di dalam ruangan besar itu. Lampu kuning membuat perhiasan-perhiasan yang dipamerkan tampak berkilauan indah. Kesh?” tanya DeeDee. Karena ramai. Gedung megah nan besar itu ramai oleh pengunjung yang berbondong-bondong datang menyaksikan pameran yang telah 25 kali diselenggarakan. Pameran besar yang diadakan dua tahun sekali itu memang sangat dinanti-nantikan para pencinta perhiasan. Kesya mengangguk. sekaligus agar nama mereka dikenal masyarakat luas. agar tersandung-sandung karena jalanan yang tidak rata plus sepatu high-heels yang bikin repot. Kesya tersenyum.. Kesya ingat. Sekarang mereka berdua berjalan menuju pintu masuk.” ujar Kesya sambil tersenyum.” ujar DeeDee sambil tersenyum penuh gairah. tapi kalau dipotret oleh orang lain. “Kamu pasti suka deh ngeliat pameran ini. DeeDee itu adik kelasnya saat dia menuntut ilmu sebagai desainer perhiasan di Jepang. ada juga yang hanya iseng-iseng cuci mata. Poninya ikut bergoyang. Berdua mereka masuk ke dalam gedung JCC. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke Jakarta untuk menimba pengalaman sebagai asisten Kesya. Hal ini dilakukan agar kreativitas mereka tetap terasah. hasilnya tidak pernah secantik ini. ketika dia memperlihatkan hasil karyanya yang pertama kepada DeeDee. Banyak perancang ngetop yang juga ikutan pameran.. Nama aslinya Diana Divia. Maklum. tapi biasa dipanggil DeeDee. Salah satunya adalah dengan menjaga penampilan.. kalau ada pameran begini. Kesya berdandan ekstra hari ini.. “Gila. . Kesya terpaksa memarkir mobilnya agak jauh dari pintu masuk utama.” ujar Kesya. Dia dan teman-temannya di Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI) memang diharuskan mengikutsertakan karya mereka dalam pameran. Seperti anak kecil yang kegirangan dikasih balon. rame juga ya orangnya. Antusiasme terpancar dari wajahnya. *** Tulisan besar itu terpampang di pintu masuk JCC. ekspresi gadis ini juga seperti ini. “Waah!” DeeDee menahan napas. membungkus seluruh tubuhnya bagai sinar aura. Banyak sekali etalase kaca yang ditata apik. “Kamu tuh nggak berubah ya. DeeDee mengangguk penuh semangat. Entah kenapa.Kesya memperhatikan ekspresi wajahnya dalam foto itu.. biasanya para customer juga akan berbondong-bondong datang.

DeeDee menatap kepala itu dengan khawatir. Kesya tersenyum. Jangan panggil saya Nyonya sekarang. “Yang mana desain kamu?” “Itu...” desah DeeDee. Seorang wanita gemuk dengan dandanan yang kelewat berlebihan berjalan dengan penuh semangat ke arah mereka bertiga. Baru sampai proses finishing.” Kesya memeluk erat laki-laki itu. Nyonya Juliet. “Waah! Bagus-bagus banget.” jelasnya. Sekarang kepala itu bergoyang-goyang mengikuti perkataannya. tapi sudah harus pameran. kan?” tanyanya. “Hai. ya?” Tom mengangguk.“Tapi ini memang bagus banget.. Telunjuk gemuk Nyonya Juliet Anggoro bergerak ke kanan dan ke kiri. tapi belum selesai dengan sempurna. kedua tangannya menangkup pipi dengan gaya dramatis. Kamu juga nggak bisa.” ujarnya. Tulisan Kesya Artyadevi tercantum dalam label yang diletakkan di tengah-tengah deretan perhiasan itu. Rasanya tidak hanya kepala mereka bertiga yang menoleh. “No no no. Kesya langsung teringat wiper mobilnya. Kesya langsung merasakan gatal-gatal di pipinya. Kesh!” Mata DeeDee sibuk melahap apa saja yang tersaji di hadapannya. dua kalung dan tiga cincin. Akhir-akhir ini waktunya memang tersita untuk membantu persiapan pesta pernikahan Cecil.. tapi ditahannya keinginan untuk menggaruk atau sekadar mengusap pipi. melainkan hampir semua kepala yang berada di dalam ruangan itu ikut menoleh. Sepuluh buah perhiasan tertata rapi dalam etalase bermandikan sinar kuning dari lampu sorot.. Dia memang terbiasa mengatakan segala sesuatunya lebih dari satu kali. “Kesya! Saya sudah yakin kamu pasti akan ada di sini! Yakin sekali kamu pasti akan ada di sini... Jangan panggil Nyonya. mencari asal pemilik suara melengking seperti banshee itu. “Sebenarnya masih ada lima lagi..... “Kebagian giliran jaga stand. “Hai.” Kesya menunjuk ke arah stand yang memang sengaja disewa oleh APPI. Kepala Nyonya Juliet Anggoro yang ditumbuhi rambut keriting lebat tampak bertambah besar dengan hiasan rambut yang banyak.” sapa Kesya. “Kesya!” Sebuah suara melengking membuat kepala mereka bertiga menoleh.” ujarnya sambil membenturkan pipinya yang hampir seluruhnya tertutup blush-on merah menyala itu ke pipi Kesya. “Pasti bisa asal kamu mau berusaha!” ujar seorang laki-laki yang baru keluar dari dalam stand. Tom. “Habis yang lain pada nggak bisa. “Kapan ya aku bisa seperti kalian?” Kali ini matanya menerawang. takut kalau-kalau kepala itu terlepas dari lehernya. Wanita gemuk ini adalah Nyonya Juliet Anggoro. . DeeDee bergegas menghampiri stand yang ditunjuk Kesya. salah satu customer penting Kesya...

sekarang Madame Juliet? Who’s next? Madame Kesya Artyadevi??? Kesya menggeleng. Madame. hasil bonding jutaan rupiah.. dari mana saya bisa dapat uang? Dari mana saya dapat uang?” Kesya mengangguk sambil memaksakan seulas senyum.. Kesya yakin itu suara DeeDee dan Tom yang sedang setengah mati menahan tawa. Tidak bercerai. Tidak. Lucu sekali. Kesya dan DeeDee tidak tahan lagi. Rasanya memang sangat lega. “Aahh.. lirik sini. .. Kesya buru-buru menyikut mereka. kamu lucu sekali. hmmm...... dear. “Hmmmfffttt. “Panggil saya Madame Juliet...” ujar Kesya sambil buru-buru menarik tangan DeeDee. eh. saya tidak bercerai dengan Tuan Anggoro.” Dari sebelah. Madame Juliet sambil mengejap-ngejapkan bulu mata panjangnya. Kalau tadi Kesya merasa bahwa hampir semua kepala yang berada di gedung pameran JCC ini menoleh memandangi mereka.. pipis memang kegiatan yang menyenangkan ya. maaf. Mereka buru-buru berlari ke toilet dan tertawa terbahak-bahak di sana.” ujar Nyonya.. dear...” Madame?! Again?! Kenapa sih sekarang semua wanita menambahkan embel-embel “Madame” di depan nama mereka?! Waktu itu Madame Daphne... Madame. siapa laki-laki tampan ini? Siapa laki-laki ini?” Kini pandangan Madame Juliet beralih kepada Tom yang langsung pucat pasi. saya permisi ke toilet dulu.. Lirik sana.. Rasanya tidak cocok kalau dia juga menambahkan sebutan “Madame” di depan namanya! “Ingat ya. Madame Juliet Anggoro. Sangat lega!” komentar Madame Juliet dengan volume suara ekstra keras! Wajah Kesya merah padam.“Apa Anda sekarang berubah menjadi nona?” tanya Kesya bingung. Sangat menyenangkan! Begitu semuanya sudah keluar. Tingkahnya sudah seperti kucing betina di musim kawin.. sekarang Kesya yakin semua orang di JCC ini pasti sedang penasaran mencari-cari sumber tawa melengking ini. Dia sendiri juga sudah tidak dapat menahan tawa.. Perlu nggak sih menjelaskan kegiatan buang air kecil secara begitu mendetail? Apalagi dengan suara tinggi melengking begitu! Kalau tidak ingat Madame Juliet adalah salah satu customer yang cukup penting. ingin rasanya Kesya menonjok wajah bulatnya! “Nah. Mana mungkin saya bisa bercerai dengan dia? Kalau saya bercerai. “Hmmmpppfffftttt.... “Aah. Nyonya Juliet tertawa terbahka-bahak. terdengar suara seperti tersedak. Dia merasa risi dengan tingkah laku Nyonya Juliet sekarang... Aksi Madame Juliet memang sudah kelewat berlebihan. Madame Juliet Anggoro. Tebar pesona ke manamana.

baru kali ini DeeDee bertemu muka.” DeeDee tersenyum jail.“Kamu lihat nggak mukanya si Tom begitu Nyonya. Bahkan dia tidak dapat menegakkan tubuh lagi. dan hal ini pasti akan dilakukannya dengan sebaik-baiknya.. “Kalian lihat-lihat doang atau niat beli?” tanya Kesya. terlalu sibuk terkikik untuk mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. tingkah lakunya suka aneh-aneh. DeeDee senang sekali. Tampak Cecil dan Alo berjalan menghampirinya. Rasa geli kembali membuncah di dadanya. “Orang-orang kaya. Menjadi desainer perhiasan terkenal adalah impiannya. ketika Kesya pulang ke Indonesia karena libur akhir tahun. Dua tahun lalu.” Kesya tersenyum lebar. Sementara dengan Alo. Selebihnya. DeeDee ikut dan menginap di rumah Kesya. hmmfffttt. “Kami udah lihat hasil karya kamu. Sejak itulah. Madame Juliet ngelihat ke arahnya?” komentar DeeDee masih sambil cekikikan.. “Kesh!” Kesya menoleh mendengar namanya dipanggil.. dia kenal Alo lewat cerita Kesya dan Cecil. di acara pernikahan kami. Kesya mengangguk-angguk. DeeDee. selamat ya atas pertunangan kalian. masih inget DeeDee?” Kesya menarik tangan DeeDee. “Hai. Di samping kehebohan yang ditimbulkan oleh Madame Juliet.. Dia juga memperkenalkan DeeDee kepada beberapa temannya. DeeDee memang tidak mainmain kalau sudah menyangkut topik perhiasan. “Kamu harus datang juga ya.. semua acara pameran itu berjalan lancar. “Aku tinggal di apartemen Kesya. “Oh ya. eh.. Bener-bener bagus!” “Thanks. . Cecil dan Alo bergantian memeluk erat Kesya. By the way. “Tinggal di mana selama di Jakarta?” tanya Cecil. apa kabar?” Cecil merangkul DeeDee..” Sekarang ganti DeeDee yang mengangguk. Untuk sementara dulu deh. memperlihatkan perhiasan yang memesona. baik.. sebelah tangannya memegangi perut dan tangan sebelah lagi menopang tubuhnya yang terbungkuk-bungkuk menahan geli. Kesya tersenyum dan menghampiri mereka. Kesya mengajak DeeDee berkeliling. “Ketemu di mana sih customer seajaib dan sevulgar itu?” ujar DeeDee masih sambil tertawa heboh. DeeDee mengenal Cecil. Duduk beberapa jam di pesawat dari Jepang ke Indonesia ternyata tidak menyurutkan semangatnya. Cecil dan DeeDee sudah saling mengenal. Sambil terus tertawa.” Kesya tidak berhasil menyelesaikan kalimatnya. “Baik. Dia masih teringat betapa detail Madame Juliet menerangkan aktivitas berkemih tadi.” DeeDee menyalami Cecil dan Alo. Cecil dan Alo sama-sama mengangguk. terutama mengingat wajah pasrah Tom saat didekati Madame Juliet Anggoro.

Kesya mengangguk.” “Tapi aku dan Cecil ingin kamu yang mendesain cincin kami. Wanita anggun itu meraba kalung hasil rancangan Kesya dengan penuh perasaan.!” sapa Kesya ceria.. Jansen.” Kakinya sudah lumayan pegal karena sedari tadi menemani DeeDee berkeliling ruang pameran yang luas ini.. Jansen!!! Kesya tersenyum lebar. “Oke. Kesya tertawa diam-diam.. entah bagaimana saat melihat senyum Kesya. Bu. Jansen kembali tersenyum gugup. “Rencananya sih mau liat-liat cincin kawin..” Kesya berpaling ketika mendengar namanya dipanggil.. seperti biasa juga.” Kesya tersenyum manis. “Sebentar ya. “Boleh saya lihat yang itu. Ia memang mengundang Jansen untuk datang ke pameran ini.. tapi kata Jansen dia tidak bisa datang karena harus melihat lokasi pemotretan. aku memutuskan untuk datang ke pameran kamu aja.” Cecil menggandeng tangan Alo lalu berjalan ke stand cincin kawin.. nggak jadi. Nanti aku modifikasi dengan rancangan pribadiku sendiri.. kamera itu tergelincir dari bahunya. Tom sedang ke kamar kecil..” tunjuknya. Kesya tersenyum lebar. memperlihatkan karya-karya yang dipajang di stand APPI. Gayanya classy. dan anggun sekali. “Kesh.. Kesya memperhatikan wanita ini.” ujar Alo.. Siapa tau ada model yang kalian suka. “Kesya. Aku. Silakan liat-liat dulu. Kesya memberi isyarat kepada Jansen bahwa dia harus melayani wanita itu. Rambutnya digelung tinggi... “Katanya nggak bisa datang? Gimana dengan lokasi pemotretannya?” Jansen tersenyum gugup.. “Oohh. Seperti biasa. ketika seorang wanita paruh baya mendekat. Perhiasannyalah yang tengah ditunjuk oleh wanita anggun ini.. dan minta tolong Kesya untuk menggantikannya..” DeeDee menunjuk ke sebuah stand yang memajang aneka bros. “Hai.. . menikmati kegugupan Jansen.” Kesya mengeluarkan perhiasan yang diinginkan wanita itu dan meletakkannya pada piring beludru warna biru.. Kesya sedang berjalan di sisi Jansen... Ada yang bisa saya bantu?” tanya Kesya. dia menenteng kamera mahal dan. Bu... “Aku di sini aja ya.Cecil mengerling kepada Alo... itu. “Selamat malam. Wanita paruh baya ini kini sedang memperhatikan dengan serius beberapa perhiasan yang dipajang di dalam etalase stand APPI. aku ke sana dulu ya. cantik. Kesya mengangguk.. Kesh..” “Thanks ya.

hasil potongan. “Iya dong.” jawabnya sambil tersenyum.” ujarnya sambil menyerahkan perhiasan yang telah dibungkus cantik itu. Bu Lidya. Kesya mengangguk lagi. “Terima kasih..“Ini harganya?” tanya wanita anggun itu sambil menunjuk bandrol harga yang tergantung.” ujar Kesya. “Sold out?” Kesya berpaling dan mendapati DeeDee sedang menatapnya penuh harap. Saya ambil yang ini. “Oke. Dengan penuh semangat Kesya menyelesaikan urusan jual-beli itu. Rupanya ibu classy itu kolektor perhiasan. Tampak sangat ahli. Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk dan berlalu sambil membawa bungkusan perhiasan rancangan Kesya. membentuk huruf V untuk Victory. “Yang terbaik dari jenisnya. Wanita anggun itu tersenyum. “Bagaimana Ibu bisa tahu?” “Ekspresi bangga di wajahmu yang memberitahu saya.” Kesya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. “Kamu perancangnya. Kesya mengangguk. . Dia mengeluarkan selembar kartu nama dari balik tasnya. Perasaan bersemangat yang biasa dia rasakan saat perhiasan rancangannya berhasil terjual kembali dia rasakan. Berdoa dalam hati agar wanita anggun ini tertarik untuk memiliki kalungnya.. Hatinya berdebar-debar. dan jenis berlian itu dari balik lensanya. “Ini.. ya?” Kesya mengangguk sambil tersenyum.” Nama “Lidya Sostronegoro” tercantum di situ.. Dia mengeluarkan lensa kecil dari balik tas elegannya. Memperhatikan karat. “Ini kartu nama saya. “Ini permata asli?” tanyanya.” Wanita anggun itu mengangguk-angguk.” Yesss! jerit Kesya dalam hati. Bu.

“Dia datang hari ini. omong doang...3 KRRRIIINGGG. dan dengan nada sinis selalu menambahkan bahwa pacarnya itu bukan Inggris campuran seperti Alo. Yah. tapi Kesya nggak punya istilah lain untuk menggambarkan Finna. Orangnya nggak pernah mau kalah.” “Can I borrow a gun?” Mata Kesya langsung melotot. Finna... Senyum menyebalkan dan suara cemprengnya memenuhi rongga kepala Kesya. Finna nggak benar-benar bergoyang dombret sih. Kesya dan Cecil bahkan meragukan bahwa Finna memang sungguh-sungguh punya pacar.. cuma omong doang! Nggak pernah sekali pun mereka melihat si cowok peranakan Inggris aslinya itu! . Padahal Finna tidak pernah sekali pun membawa pacarnya ke acara keluarga. Gun?! Buat apa Cecil mau pinjam senjata? “Are you okay. “Kenapa dia?” tanya Kesya dengan suara penuh ketakutan..! “Halo. Pandangan Kesya langsung berkunang-kunang... Selalu omdo. “No! I just want to die!” “Cecil. “Dia maksa-maksa jadi panitia untuk acara wedding-ku. sepupu jauh Cecil yang nyebelin banget. “Then?” Kesya berdebar menunggu kelanjutan cerita Cecil.. Cil?” tanya Kesya hati-hati.” jawab Cecil lemah..” “Kesh!” “Ya. Cecil. Can you imagine that?!” suara Cecil terdengar sudah mau menangis. Selalu membanggakan pacarnya yang keturunan Inggris asli. dan gambaran soal wanita dengan gigi tonggos dan rambut panjang keriting tampak bergoyang dombret di pelupuk matanya. kenapa sih?” “Inget Finna?” Dahi kesya mengernyit.. Abis.

Waktu itu mereka masih sama-sama SD. Sekarang mamaku menurunkan titah untuk menjemput Finna di bandara dan menceritakan secara detail rencana pernikahanku!” kata Cecil kesal. langsung percaya aja. panic attack langsung melanda Kesya. Bayangan mengerikan tentang segala macam aturan konyol. Mungkin malah nanti dia akan dipaksa mengenakan gaun bridesmaid warna hitam! Atau lebih parah lagi.” bisik Cecil lirih. sekarang kamu mau mengundurkan diri jadi bridesmaid-ku. Finna sendiri tampil lumayan.Kesya masih ingat pengalaman mengerikan yang pernah dia alami bersama Finna. Finna bilang dress code yang ditentukan adalah kostum halloween. yang pasti akan diterapkan Finna. “Kesya. “Kalo Finna jadi salah satu panitia kawinan kamu. “Kamu udah gila ya. . “Si nenek sihir itu langsung bilang ke mamaku dia mau jadi panitia. Karena sudah cukup baik mengenal Finna.. menari-nari di depan matanya. payahnya. Ketika acara pesta perpisahan. ya?” tanya Kesya memelas. Jadilah Kesya dan Cecil datang ke pesta perpisahan dengan mengenakan kostum genderuwo dan kostum suster ngesot.. Finna dengan sadis memaksanya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya baru kemudian mendampingi Cecil berjalan ke altar! Oh no! Gila! Ini nggak bisa dibiarkan terjadi! “Aduh. Mamaku juga.. Can you just shoot me on my head? Make it double then!” kata Cecil. Cil. Seolah baru saja memijakkan kaki di bumi setelah sepuluh tahun berada di bulan. Anak-anak perempuan lainnya tampak cantik dan menawan dalam balutan gaun ala putri kerajaan. “Aku udah bete banget karena dia tiba-tiba memproklamirkan diri jadi salah satu panitia pernikahanku. Kamu nggak bisa nolak. apalagi dengan gaun kuning gading yang dijahit mamanya.. Kesya terdiam. Tidak ada dress code halloween di pesta perpisahan mereka. yah.. dia tidak meragukan bahwa salah satu bayangan mengerikan yang dipikirkannya akan benar-benar terjadi! “I wish I could!” jerit Cecil. kamu masih dengerin aku nggak sih?” Teriakan Cecil membuat Kesya tersadar dari lamunannya. Dia benar-benar tidak ingin bekerja sama dengan Finna. tidak ada gaun yang dapat membuatnya cantik jelita dalam seketika. “Kesh.. Dan apa yang terjadi? Ternyata mereka dikerjain habis-habisan oleh Finna. aku nggak mau jadi bridesmaid kamu!” teriak Kesya cepat. sekarang terdengar frustrasi. Katanya dia sekarang membuka jasa sebagai wedding organizer di Amerika. Waktu itu Kesya menangis tersedu-sedu karena cowok yang disukainya langsung terbirit-birit melihat penampilannya.. Kesh?” bentak Cecil.

“Kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. aku nggak peduli!” sambar Cecil. tetapi dia tetap menguatkan hati untuk terus berkata tidak. Aku juga nggak akan bisa ngapangapain kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. mereka sudah berada di bandara.. mendingan aku nggak usah married aja sama Alo! Biarin aja! Biar kita bubar jalan aja! Biar nanti semua orang.. Dia pasti tidak akan tega menolak permintaan Cecil. Damn it. tidak untuk kali ini. Dia kembali meremas-remas rambutnya. Aku bener-bener nggak bisa. Aku nggak akan bisa kuat kalau kamu nggak mau bantuin aku.. Aku harus kuat! bisik Kesya dalam hati. “Nggak. Aku nggak mau deket-deket. “Masa cuma gara-gara gitu doang terus kamu. Kamu tahu sendiri kayak apa Finna itu. Aku nggak akan mungkin melewati semua kerepotan ini tanpa support dari kamu. Nada suara Cecil langsung berubah ceria.. Cecil! Kenapa sih mesti bawa-bawa persahabatan di saat-saat seperti ini? Kesya menarik napas panjang... Pertahan dirinya mulai runtuh. lalu dia jadi batal menikah? “Cecil! Ngaco kamu!” bentak Kesya marah.. setegar..” “Ya udah.. Atau apa? “Atau. Tapi. apalagi berurusan dengan Finna! “Nggak. “Kesya. Cil. “Kesya... Kali ini bisikannya bahkan lebih lirih daripada sebelumnya.” ujar Kesya dengan suara yang dibuat setegas. Kamu tahu betapa raphunya aku. kamu satu-satunya sahabat dekatku.... “Banget!” Sialan Cecil! *** Satu jam kemudian.” Kesya masih terus mencoba bertahan. aku nggak jadi married aja kali ya?” sambung Cecil putus asa. for our friendship?” Suara Cecil kini hanya berupa bisikan. Hah?! Sudah gila kali ya si Cecil? Masa hanya karena Kesya tidak mau jadi bridesmaid-nya.” Kesya bisa mendengar Cecil menghela napas.. Kesh. Tangannya meremas rambut. mulai deh! Kesya paling nggak tahan kalau Cecil sudah mengatur volume suaranya sampai lirih begini. “Please. Aku nggak akan kuat kalau kamu nggak ada di sampingku. dan sekuat mungkin. Bahkan lebih lirih daripada sebelumnya. . Atau.Wah. Puas?!” ujarnya setengah berteriak.” “Oke. “Aku tetap akan jadi bridesmaid kamu. Aku nggak bisa kalo ada Finna di deket-deket kamu. Cil. oke!” potong Kesya kesal..” Cecil masih belum menyerah.

Apa maksudnya? ... Mengutukngutuk dalam hati kenapa dia mau-maunya menemani Cecil menjemput Finna. Kalau tidak memikirkan kesopanan. “Hai. mungkin dia sudah muntah! “Kita berdua akan jadi bridesmaid yang cantik di pesta pernikahan Cecil. Mungkin karena sekarang diberi tempat kehormatan untuk menjadi salah satu anggota panitia dalam pernikahan Cecil. katanya.. Wajahnya tetap over make-up. masih dengna mata ditutup tangan kurus Finna. “Hai. Kesya mendengus melihat adegan artifisial itu. Finna sudi memberikan pelukan erat kepada Cecil.” balas Kesya juga untuk yang ke-157 kalinya. Susah banget! Karena memang saat ini Kesya sedang tidak ingin tersenyum. Dia paling nggak suka main tebak-tebakan gini. Kesya berdiri di sampingnya. Kesya memperhatikan penampilan Finna.. mengurusi usahanya yang. Dulu Finna tidak pernah sudi berpelukan dengan Cecil. Tapi baru saja dia hendak membalas perkataan Kesya. bergerak di bidang wedding organizer.. Suara mendesah yang dibikin-bikin itu (maksudnya sih biar kedengaran lebih seksi. Mata bulatnya melotot lebih besar ke arah Kesya. Tidak ada yang berubah setelah empat tahun ini. Nggak usah mikir pun pasti Cecil tahu siapa si empunya suara mendesah itu. “Lama banget sih?” dumel Cecil untuk yang ke-157 kalinya.” Kini giliran Kesya yang dipeluk dengan erat. Cecil! My beautiful cousin! Si calon pengantin!” Finna membalik tubuh Cecil dan memeluknya erat.. Cecil mendelik ke arah Kesya. Rambutnya tetap keriting panjang. “Siapa ini?” tanya Cecil.Cecil berdiri di balik pembatas besi hitam. “Ada. “Nggak ada ide yang lebih bagus ya?” bentaknya kesal karena itu ide yang diulang-ulangKesya selama setengah jam terakhir ini. Kesya memaksakan sebuah senyum di wajahnya.. Cecil berbalik. “Coba tebak siapa ini?” ujar si empunya tangan kurus itu. tapi jadinya malah terdengar seperti suara ngeong kucing ketika musim kawin!) sudah dihakpatenkan oleh Finna! “Hai. Tubuh Finna tetap kurus tanpa daging. seperti orang kurang makan. Sejak empat tahun yang lalu Finna tinggal di Amerika.” sapa Cecil. Menurut Finna.. walaupun semua make-up itu tidak akan pernah menandingi kehebohan gigi tonggosnya. “Kita pulang aja deh ya. Finna. Aku pulang naik taksi. keluarga Cecil kurang berkelas dibandingkan keluarganya. biar kamu nungguin Finna di sini sendirian!” tantang Kesya sambil berkacak pinggang. Kayak anak kecil saja! Kesya melirik si empunya tangan dan mendengus pelan. Kesya.” Tubuh Kesya menegang dalam pelukan lengan kurus Finna. Tubuhnya yang mungil tampak kalah tinggi dibandingkan orang=orang lainnya. tiba-tiba sepasang tangan kurus menutup kedua matanya.

Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh.. dia merasa ketakutan sekali! Tatapan do-you-have-any-idea-about-this? Kesya menghunjam Cecil.. It’s so repot. Christina Aguilera-lah. sampai yang terakhir ini. Cecil menggeleng lemah. “Tinkerbelle?” sejenak. you know? Soalnya si Nicole itu maunya banyak. adiknya Paris Hilton yang masih baby itu.. “Ooh. lebih baik dia nggak tahu apa-apa.. “Terus ada lagi yang seru juga. waktu itu aku juga sempet. “Blah blah blah. Angelina Jolie-Brad Pitt-lah. Mereka kan udah seleb terkenal gitu.. Yang paling berkesan buatku itu waktu aku harus organize wedding party-nya Angelina Jolie-Brad Pitt. pestanya Nicole Kidman. dan tampaknya sobatnya itu juga sedang melakukan hal yang sama. “Mama kamu yang bilang begitu. Rihanna-lah.” Kesya mengernyit. Ceil. “Kamu ngurusin pesta gunting kuku Tinkerbelle-nya Paris Hilton. Pokoknya dia mau yang terbaik untuk tamu-tamunya. Dia harus konsentrasi menahan tawa yang seketika akan menyembur keluar. begitu deh kira-kira... Yang dilirik balas melirik dengan tatapan pasrah. Jadi mereka mau pestanya yang bener-bener berkesan banget. ya? Iya. Cecil melirik Kesya dari kaca spion. tapi akhirnya mereka balik ke aku juga.” Dan Kesya tidak mendengar lagi. Mulai dari pestanya Britney Spears-lah. Finna tidak berhenti bercerita soal kehebatannya sebagai WO sukses di Amerika. Kalo sampai dia tahu sesuatu tapi nggak ngasih tahu aku. . Extravaganza gitu! Mereka muter-muter nyariin WO yang bisa mewujudkan pernikahan impian mereka. Tubuhnya juga ikut heboh bergerak-gerak..” Sejak naik ke mobil Cecil.. tidak melihat sisi lucu dari pernyataan Finna. Jadi semuanya nggak boleh sembarangan. Bener-bener berkesan deh.. Mereka cuma mau pesta sederhana yang hanya dihadiri orang-orang terdekat. Ya... Mereka juga bisa dibilang seleb yang agak eksentrik... nggak?” tanya Kesya iseng.“Aku juga jadi bridesmaid-nya Cecil!” ujar Finna dengan suara sengau. namun kemudian senyum gigi tonggosnya terpancang di wajahnya. I will kill her! pikir Kesya sadis. Sesekali dia membalikkan tubuhnya menghadap Kesya yang duduk sendirian di kursi belakang. dahi Finna mengernyit bingung. Dia tertawa terkikik-kikik. waktu aku organize wedding party-nya Nicole Kidman...” Finna terkikik-kikik lagi. Dia melirik ke arah Cecil. Malah sebaliknya. *** “Yah.

Kesya mendesah pasrah. Finna langsung memeluk kedua orangtua Cecil... Mama Finna adalah sepupu Tante Renata. Tante Renata dan Oom Balgi sengaja mengundang mereka makan siang untuk menghormati kedatangan Finna.. Dia menghela napas dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong. Dari jauh dia tampak seperti pisang yang berdiri di atas apel merah. “Selamat siang. “Hhhh. Oom Balgi berjengit melihat penampilan Finna yang sangat mencolok mata itu. Pap!” sapa Finna pada kedua orangtuanya.” ujar Cecil penuh kelegaan. Malam itu. Kesya dan DeeDee baru saja selesai makan malam. Mom! Hai.. sudah menunggu mereka di sebuah restoran sea food.. Kesya mengangguk sambil memasukkan suapan besar es krim ke mulutnya. Kesya menghadiahi dirinya sendiri satu porsi besar es krim rum raisin. Mama Finna juga memiliki rambut keriting seperti Finna. Sementara Finna mulai mengoceh dengan suara nyaringnya. Kesya tersenyum kecil. Gadis itu mengenakan atasan tank top berwarna kuning cerah dan bawahan rok supermini berwarna merah terang.. bukan adiknya! Ketauan banget si Finna itu bohong besar! “Sampai juga. sudah pasti lega karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna.Siapa juga tahu bahwa Tinkerbelle itu anjing Chihuahua-nya Paris Hilton. Bentuk gigi itu rupanya diturunkan dari orangtuanya. Hmmm. “Kamu nggak takut?” . Yang paling menggelikan adalah. Orangtua Finna juga hadir di sana.. kalau tidak mau dibilang superaneh. berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak berpikiran terlalu kejam terhadap Finna.. Entah itu kelegaan karena mereka sudah hampir dua jam duduk saja di dalam Civic metalik Cecil atau kelegaan karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. padahal dengan tubuh sekurus itu apa yang bisa diharapkan orang-orang selain tulang belulang yang menonjol keluar? Kesya menggeleng. Penampilan Finna memang superunik. papa dan mama Cecil. Menurut Kesya. “Hai... Tante Renata dan Oom Balgi.” *** “Kamu beneran mau jadi bridesmaid.. makan es krim sehabis menjalani hari yang melelahkan memang benarbenar nikmat. it’s gonna be another long day. ya?” tanya DeeDee sambil menyelonjorkan kakinya di atas sofa pink di apartemen Kesya. Mama dan papa Finna juga memiliki bentuk gigi seperti gigi Finna.” Sok akrab. Tidak heran Oom Balgi berjengit.. Tante dan Oom sayang. kentara sekali usahanya untuk bisa kelihatan seksi.

Kesya tahu Jansen sangat menyukainya dan dia juga menyukai Jansen. „Sekali jadi bridesmaid.. Matanya menerawang ke jendela besar di apartemennya.. mangkuk es krimnya. Mangkuk es krimnya selamat! “Aku serius nih!” DeeDee menyibak poni yang menutupi wajahnya. dan. Jangan-jangan nanti kamu bakalan jadi bridesmaid terus. Kadang dia merasa kesepian juga. merajut hidup baru dengan pasangan pilihan.. Itu baru TTM. Lagian kamu yakin mau pacaran sama Jansen?” sembur DeeDee.” sahutnya sambil nyengir lebar.” ujarnya tersinggung. Apalagi kini.Pertanyaan DeeDee membuat dahi Kesya mengernyit. “Emangnya kenapa?” tanya Kesya. Mati kutu. masih saja sendiri. tapi Jansen tuh nggak banget deh! You deserve better than him!” ujar DeeDee serius. tapi sampai detik ini belum pernah sekali pun laki-laki itu serius mengajaknya berpacaran. aku tahu dia juga sayang sama aku. Kesya buru-buru menyelamatkan. Walaupun usia mereka berbeda dua tahun.. kelihatannya Kesya malah terlihat lebih kekanakkanakan daripada dirinya. Kesya menghela napas panjang.” Kesya mendelik galak ke arah DeeDee. “Takoh apoah??” tanyanya tidak jelas dengan mulut masih penuh es krim. “Kesya!” DeeDee melempar bantal yang sedang dipeluknya ke arah Kesya. Mata Kesya mendelik lebih lebar ke arah DeeDee. “Siapa? Si Jansen?” DeeDee juga menyuap es krimnya.. kenapa kalian berdua masih belum jadian sampe sekarang?” potong DeeDee. “Siapa bilang aku nggak punya cowok? Aku punya kok.” “Kalau begitu. “Pernah dengar nenek bilang. “Jangan sembarangan ya kalo ngomong! Aku sayang kok sama dia.. “Apalagi kamu kan sekarang belum punya cowok. Bilangnya saja dia punya banyak teman. nenekku nggak pernah usil bilang-bilang begitu. “At least.. Buukkkk! Bantal itu mendarat dengan posisi tidak menyenangkan di wajahnya. Belum pernah sekali pun magic words “I love you” terungkat dari mulut Jansen. selamanya akan terus jadi bridesmaid‟?” Kesya menggeleng. teman tapi mesra.. bukan pacar. Sebenarnya telah muncul sebersit rasa khawatir dalam hatinya. Dia buru-buru memasukkan suapan besar es krim ke dalam mulutnya. Sementara Kesya. Mulut Kesya terkunci rapat.. perlahan-lahan satu per satu sahabatnya telah menikah.. .. “Itu mah bukanc owok kamu. tidak perlu takut kesepian. tapi ada saat-saat semua temannya sibuk dengan urusan masing-masing. DeeDee geleng-geleng kepala melihat kelakuan seniornya itu. tapi Kesya tetap tersenyum. “Jangan tersinggung ya.

.” Lho. sebuah meja kayu yang dipelitur dengan halus. Kalau sedang berkonsentrasi penuh. itu. Tok tok tok. Dia tuh nggak cocok buat kamu!” Lalu. siapa yang cocok buat aku? Kenapa sampai sekarang belum muncul-muncul juga? *** Ruang kerja Kesya yang cukup besar terasa sejuk... Rasanya tadi dia sudah memberi instruksi cukup jelas kepada Mona. Aku kan udah bilang.. Kesya merasa sangat marah kalau diganggu.” ujarnya memelas. Dua tahun menjadi pegawai Kesya. Dia sama sekali tidak ingin diganggu. lho? Mona ngomong apaan sih sebenarnya? Kenapa sampai bawabawa Komnas HAM segala? .. Hadiah dari sesama orang penting tentu saja harus dikerjakan dengan penuh kehati-hatian.. dianggap melecehkan dia. dia sudah cukup hafal dengan perangai bosnya itu. “Kesh.. Sudah cukup lama kepalanya menunduk dengan posisi yang sama.. Aduh. lho. saya tahu Ibu nggak mau diganggu. “Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Bu Kesya nggak mau diganggu. tidak terasa gatal..! Kesya mengembuskan napas dengan kesal. “Anu. mau tidak mau Kesya harus cukup puas dengan kesendiriannya. Kesya duduk di balik meja kerjanya. Mona makin mengerut dengan sikap Kesya. “Ya!” sahutnya dengan suara cukup tinggi.. Kepala Mona tersembul takut-takut. Kepala Kesya menunduk di atas meja. Mood-nya tambah lenyap mendengar ucapan Mona yang muter-muter nggak jelas. kalau saya nggak mau bilang ke Bu Kesya. dan Kesya sedang mengerjakan hadiah untuk putri gubernur itu. dan bicaranya jadi tambah ngelantur.” Perkataan DeeDee membuyarkan lamunan Kesya. soal Jansen nggak usah dipikirin. diadukan ke Komnas HAM. Sebuah lensa khusus untuk melihat berlian terpasang miring di dahinya. Katanya. “Ada apa sih?!” bentak Kesya tidak sabar. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru. saya akan dipecat. Kesya yakin seratus persen. tapi saat ini dia benar-benar tidak berdaya. “Maaf. “Ada apa?” tanya Kesya tidak sabar. udah deh. “Malah bagus kalo dia belum pernah nembak kamu. Putri Gubernur Palembang akan menikah bulan depan. cukup menenangkan hati. tapi dia memaksa terus.Dan apabila saat itu tiba. tapi saya nggak tahu harus gimana lagi... Bu Kesya. Lampu meja memancarkan sinar kuning lembut.. you deserve better than him. gimana ngomongnya ya?” Mona garuk-garuk kepala yang.

“Saya udah bilang itu dua puluh lima kali. setengah menangis. “Finna! Aku benar-benar lagi sibuk! Kalau kamu nggak mau langsung bilang apa maumu... Kesya. Kalau Finna ada di hadapannya.. dia mau ngaduin saya ke Komnas HAM!” Kesya geleng-geleng kepala sendiri. “Bener. aku akan langsung tutup telepon ini!” .. “Kalau kamu dilaporin.. Ini kali kedua puluh enam dia telepon. Dan seperti yang saya bilang. Dia menempelkan telepon itu ke telinga Kesya. “Galak amat sih?” “Ada apa. Kesya mengembuskan napas kesal. “Kalau begitu Bu Kesya ngomong sendiri sama yang namanya Finna ya. itu.“Mona! Kamu tuh kenapa sih? Nggak bisa ngomong langsung ya? Mood-ku jadi hilang nih! Gara-gara kamu!” “Anu. Mona malah menerjang masuk dan buru-buru mengangkat telepon di ruang kerja Kesya. berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya yang menguap bersamaan dengan ocehan Mona yang tidak keruan.. mungkin maksudnya supaya terdengar seksi. “Kamu nggak akan dilaporin ke Komnas HAM!” ujar Kesya. Bu Kesya. Ketika Kesya sudah duduk kembali di kursi kerjanya.” ujarnya sambil buru-buru kabur keluar. Konsentrasinya sudah buyar! Mood-nya sudah hilang! Dia berjalan ke jendela berukuran sedang. Bu Kesya benar-benar bos yang baik ya!” Dan dia pun berlalu dari ruang kerja Kesya.. Pegawainya ini sebenarnya tahu nggak sih apa itu Komnas HAM? Kok percaya begitu saja sama kata-kata si Finna.” sahut Mona. kalau Bu Kesya nggak mau ngomong sama dia. pintu ruang kerjanya kembali diketuk. tapi di telinga Kesya terdengar seperti lenguhan orangutan jantan di Taman Safari.” Suara sengau Finna terdengar garing di telinga Kesya. saya pasti akan membela kamu. Dari sana dia dapat mengamati kesibukan kota Jakarta. Kesya menggeram marah. Finna? Aku lagi sibuk banget nih!” “Sesibuk apa sih sampai nggak bisa diganggu?” Finna tertawa sengau. “HALO!” sapa Kesya. bersiap melanjutkan pekerjaannya. Bu Kesya? Wah. saya nggak mau diganggu!” Tapi. Cukup lama Kesya berdiam di sana. dia akan melumat-lumat tubuh ceking Finna! “Aih.” Finna? Mau ngapain dia? “Bilang aku nggak ada di tempat!” jawab Kesya sambil mengibaskan tangan. Untung saja Finna tidak berdiri di sini.. “Tapi yang namanya Finna itu juga udah dua puluh lima kali telepon ke sini. ada yang namanya Finna Salsabila telepon. Dia memaksa untuk ngomong sama Bu Kesya. Saya bertanggung jawab atas diri kamu!” Wajah Mona berubah riang. “Mona! Saya sudah bilang. karena saya itu bos kamu.

“Buat apa? Itu kan urusan Cecil dan Alo!” “Lho lho lho. jadi kita juga harus bertanggung jawab dalam pemilihan dekorasi pelaminannya.. Kasian kan kalau kamu kelihatan tua... cuma sekarang kupingku rada kegedean karena harus dengerin omelan Mama. “Halo!” bentak Kesya.” Damn it! Apa maunya si Finna. “Tunggu sebentar!” Kesya menekan line 2. Selebihnya harus disortir dulu oleh Mona. kamu punya seorang ibu tua dan seorang ayah tua yang selalu menanti-nantikan kabar dari anak gadisnya yang tinggal sendirian di Jakarta? Jauh terpisah dari orangtuanya?” Kesya mengerang pelan. sampai ngomong seperti itu? Finna tertawa mendengar leluconnya sendiri. Kesabarannya kini sudah benar-benar berada di ambang batas. tapi kali ini Kesya benar-benar tidak ada tenaga lebih untuk berargumen.. Kesya sayang.“Deuuu. nggak bisa begitu.. Oke.. Seenaknya saja Mona menghubungkan line teleponnya. Terdengar nada sela...” “Kamu yang berlebihan! Berminggu-minggu nggak ngasih kabar ke orangtua kamu! Mama nggak tahu apa muka kamu udah berubah jadi kotak atau persegi. “kalau kamu telepon cuma untuk ngomong begitu doang. Mama. Kesya sudah memberikan perintah yang sangat jelas bahwa hanya segelintir orang penting yang boleh langsung terhubung dengan line teleponnya. Sebenarnya aku mau ngajak kamu pilih dekorasi pelaminan buat Cecil!” Sambil menahan amarahnya. Tuuttt. “Aduh. rasanya nggak penting banget deh!” Finna tertawa lagi.. nggak usah berlebihan gitu deh.. kan?” Kesya menggeram marah.. “Nggak deh.... “Kesya! Begitu ya cara kamu ngomong sama Mama?” terdengar suara ibunya. segitu aja marah. tuuuttt. Kita berdua kan bridesmaid-nya.” Dahi Kesya mengernyit.” . Nanti cowok-cowok tambah nggak mau lagi sama kamu. tuuuttt.. Rasanya Cecil tidak pernah memberitahukan bahwa salah satu tugas bridesmaid adalah membantumu memilih dekorasi pelaminan! “Cecil nggak pernah bilang begitu!” “Sekarang Finna yang bilang! Sama aja.. Jangan gampang marah-marah gitu dong. Nanti kamu cepet tua lho. “Kenapa kamu udah beberapa minggu ini nggak pernah telepon ke rumah? Kamu sudah lupa ya... atau masih tetap lonjong seperti dulu!” “Oke! Mukaku masih tetep lonjong seperti dulu. Kesya mendengus kesal. Kesya menjawab lagi. Mama termasuk salah satu orang penting yang dimaksud tadi.

“Mama dengar kamu jadi bridesmaid-nya Cecil. kamu selalu nggak senang! Padahal Mama kan cuma khawatir sama kamu. iya!” jawab Kesya tidak sabar. Telepon itu dengan gigih terus berbunyi. “Kalau dibilangin Mama. No more telephone! Krrriiiinnnngg! Krrrriiiinnnngggg! Kkkrrrriiinnngggg! Tapi. Kkkkkkkkkkkrrrrrrrrriiiiiiiiiinnnnggggggggg!!! Tuh kan. Dia masih setia menunggu Kesya di line 1! “Ya.. tapi serasa nggak punya anak!” “Iya. Kali ini lebih panjang. Kesya menghela napas. nanyain kabar papa dan mamamu! Mama dan Papa punya anak. . Aku bahkan sudah hafal banget sama omongan Mama. Memangnya salah Kesya kalau tidak ada cowok yang bilang cinta kepadanya? Masa dia harus mengemis cinta kepada cowok-cowok untuk menunjukkan kepada Mama bahwa dia serius cari pacar? Kesya serius cari pacar! Serius banget malah. Finna!” “Kamu kenapa sih teriak-teriak kayak Tarzan gitu? Kayaknya kamu punya masalah kepribadian. ya?” Suara Mama kini terdengar melunak. Memanggil-manggil Kesya.” “Jadi begitu ya?” Suara mamanya terdengar bergetar.. ya? Tadi kamu marah-marah. nggak usah jadi anak Mama saja!” Klik! “Aaarggghhh!” Kesya berteriak kesal. Kalau sudah mengeluarkan getaran.. Halo. berarti Mama sudah tersinggung dan siap-siap meledak. Kapan kamu mau serius cari pacar?” Nah kan. benar! Itu lagi. sekarang kamu teriak-teriak. “Denger. Mungkin kamu butuh bantuan psikolog?” Praaaakkkk! Kesya membanting gagang telepon kembali ke tempatnya. Kalau nggak senang ya sudah. “Iya. Wah. “Kesya! Halo.” Dia sudah tahu ke mana ujung pembicaraan ini akan bermuara. rupanya telepon itu tidak menyerah begitu saja.” Itu suara Finna.“Mama bukannya ngomel! Mama cuma mau ngingetin kamu! Kamu tuh seharusnya sering-sering telepon ke rumah.. Ma. repot deh! pikir Kesya. Finna sialan! Sekarang dia bilang aku gila! Kkrrriiinnnggggg! Kesya menutup telinganya. “Cecil saja sudah mau menikah. itu lagi! Selalu saja itu yang ditanyakan Mama. telepon itu masih bunyi. Tapi. Ceritain kabar kamu. Usahanya bahkan lebih gigih dibandingkan pendemo yang biasanya suka mangkal di Bundarah HI. cowok-cowok aja yang nggak tahu pada ngumpet ke mana! “Hei! Kamu denger omongan Mama nggak sih?” Suara Mama kembali meninggi. Ma.

Dia membanting teleponnya.“Aku nggak mau terima telepon!” teriak Kesya. Lho? Lho? Lho? “Kurang ajar!” maki Kesya lalu membanting teleponnya. Laki-laki ini harus diberi pelajaran! Kesya menggerutu dalam hati.” Terdengar tawa kecil dari seberang. Suara siapa itu? Rasanya dia tidak pernah mengenal laki-laki dengan suara seperti ini? Suaranya berat dan enak sekali didengar. “Halo? Kesya?” Kesya segera memandang telepon itu. Saya juga tidak ingin naik taksi sendirian. apalagi saat dia sedang merasa marah. “Waaah. Jadi please.” “Enak aja! Ka. “Kalau lain kali kamu tidak meng-cut telepon untuk saya. Ragu-ragu.. “Ya. suara kamu keras sekali ya. tapi tanpa sadar tangannya menekan tombol speaker phone. bestman-nya Alo.” Tuut tuut tuut tuut. Kesya tidak suka ditertawakan. Kamu siapa ya?” “Saya Marco. Segera sebuah suara berat laki-laki memenuhi ruangan itu. Mona langsung mengerut ketakutan melihat Kesya datang mendekat. ada apa?” “Saya baru datang dari Singapura. Kesya menghampiri meja Mona. ini Kesya. Dia segera menyambar kunci mobil dan dengan langkah lebar keluar dari kantornya.. Kamu bisa tolong jemput saya?” “Enak saja! Memangnya saya sopir kamu?!” bentak Kesya marah.. Kesya menjawab sapaan suara berat itu. “Jangan ngetawain saya!” “Ehm. sori.” Marco? Bestman-nya Alo? “Ya. Dia jadi tambah marha. jemput saya sekarang.. Tapi saya benar-benar tidak tahu jalan. Pesawat saya baru saja tiba. tapi tidak ada yang bisa menjemput saya. kamu akan saya pecat!” .

sejak kecil Marco tinggal di Singapura. Mana jalanan macet. muter-muter cari alamat yang nggak jelas. merasa kesal karena Marco sejak tadi tidak membantu menunjukkan jalan sedikit pun. Dengar-dengar dari cerita Alo.” begitu dia bergumam tidak jelas lalu mengempaskan tubuhnya di samping Kesya.4 KESYA mendengus kesal. jadi Kesya agak leluasa untuk memperhatikan pendampingnya dalam acara pernikahan Cecil. tapi mereka sudah lama bermukim di Singapura. dia malah enak-enakan tidur! makiannya bertambah dahsyat. bestman Alo yang bernama Marco Raphael Eagan ini langsung melemparkan travel bag-nya ke dalam bagasi mobil Kesya. Sudah dua jam dia keliling-keliling mencari alamat yang secara tidak jelas diucapkan oleh bestman Alo ini. Laki-laki itu masih tidur. Emangnya aku sopirnya? Aku capek-capek nyetir. Kelapa Gading... Jengkel. Kali ini dia ke Jakarta untuk menyelesaikan sebuah proyek. Jalan di depannya agak tersendat. Kesya tertawa dalam hati. lagi! Eh. Kesya akhirnya menyerah juga. Dua jam lalu. Dia berpaling.. Nanti disangkanya dia gadis kampungan yang tidak tahu jalan di kota Jakarta ini. Dasar kebo! .! Kesya tersentak kaget.. Orangtuanya orang Indonesia. Marco sendiri lahir di Singapura.. sekaligus menjadi bestman dalam pernikahan Alo. Namun. Kesya sungkan untuk bertanya lagi. Buru-buru dimajukannya mobilnya. “Jalan Disco.. lucu juga. hati Kesya tambah kesal. Sekarang dia juga bekerja di sana.. Pendamping yang mendampingi pendamping pengantin. Kesya melirik ke arah Marco lagi. Dddiiinnnn. ketika Kesya sampai di bandara. Kesya terus memperhatikan Marco yang masih tetap tertidur pulas. Cowok kurang ajar! makinya dalam hati. Berpikir untuk menjitak kepala Marco. Berhenti lagi. Gila! Pulas sekali tidurnya. Dan saat melihat kedua kelopak mata Marco yang terpejam rapat. putar sana putar sini. Hihi. Pelanpelan.

kentara habis dicukur. Dada Kesya berdebar-debar. pikiran dari mana lagi itu? Kok jadi kayak iklan-iklan kontak jodoh di tabloid sih? . Rahang perseginya tampak kebiru-biruan. Dari mana lagi datangnya pikiran itu? Diiinnn! Dddiiinnnn! Dddiiinnn! Aduh! Jalan di depannya sudah lengang lagi.. tapi. Hmmm. laki-laki yang berbibir penuh adalah laki-laki yang tidak pernah bohong.. Alisnya tebal. sudah maju lagi. Marco tampaknya laki-laki yang suka tebar pesona. Lalu menggeleng kuat-kuat. Laki-laki bertubuh kecil yang tidak pernah sok-sok tebar pesona itu menyukai musik dan teater. dia udah punya pacar belum ya? Kesya terkejut. Kesya melirik Marco lagi.. Tapi.. buru-buru diralatnya lagi pikiran itu. Ups. Kali ini cukup serius sampai dahinya berkerut-kerut.” Tiba-tiba Marco berbicara! Dada Kesya berdebar lebih kencang.. Jansen juga tidak suka film action. Dia lebih memilih film drama daripada action. Aduh malu banget deh! Jangan-jangan Marco pikir. Bibir penuhnya tampak merah. Kira-kira. gila film-film action yang hanya menampilkan adegan berantem terus. Pikiran dari mana itu? Kesya kembali berpaling memperhatikan Marco. Kesya terkejut. Jansen tidak segagah Marco. tipe pekerja keras. Ups. Hiiyyy.! Kesya bergidik. Berarti tiap dua menit sekali. Marco tampak lebih macho lagi! “Dari sepuluh menit yang lalu. membentuk seulas senyum kecil. kamu ingin melihatku. Di tangannya tampak urat-urat yang menonjol.. aku gadis kesepian yang sangat mendambakan laki-laki. sama seperti dirinya. Dihapusnya sampai tidak tersisa lagi. Mereka juga sering memberi pujian kepada wanita pujaannya. Sialan! Rupanya sejak tadi laki-laki ini pura-pura tidur. Kesya jadi ingat Jansen. Aduh.. tapi sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas dengan seksi. Kaus polo kuning yang Marco kenakan tampak menonjolkan maskulinitas tubuhnya. Yang gila olahraga.. Kini hawa panas terasa mengalir naik ke wajah Kesya. Dia ketahuan sedang memperhatikan Marco. Yang sangat mengagung-agungkan maskulinitasnya. Marco keren juga. Kata orang. Suara tawa kecil di sebelahnya membuatnya menoleh kaget. Kalau melihat kesan pertama saat bertemu tadi. Napas teratur laki-laki itu menandakan dia masih tertidur pulas. Kelopak mata Marco masih terpejam rapat. gila nonton pertandingan tinju atau WWF yang penuh dengan sadisme.Ehm. Dia tidak akan pernah mau berurusan dengan lakilaki semacam itu... Buru-buru Kesya memajukan mobilnya lagi. kalau diperhatikan. Kesya suka laki-laki pekerja keras. kamu sudah lima kali menoleh untuk memperhatikan aku.

Dia lalu berjalan mendekati tanah kosong itu. Setelah menutup bagasi.. Dari travel bag-nya. Kesya juga ikut masuk ke mobil. “Eh. “Belok sini.. Lalu memotret lagi. Dug! Dug! Dug! Dug dug dug dug dug dug!!! Sialan! Siapa sih yang mukul beduk dalam hatiku! maki Kesya pelan. aku nggak tau Jalan Disco ada di mana.. tapi Kesya malah tidak berani memalingkan wajah... Berhenti. Memotret dari berbagai sudut.. Kesya bersandar pada mobilnya. Aku mau tanya. tapi aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget.” Kesya melongo. Memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus satu mobil dengan laki-laki brengsek ini... terutama setelah kejadian memalukan tadi.. “Lurus saja sampai ujung sana.” Kesya membuka bagasinya lalu mengikuti Marco. Senyum seksi yang menggoda. tunggu. dia masuk ke mobil Kesya lagi.” ujar Marco lagi.“Kenapa? Kamu suka ya.. Masih bingung akan apa yang dilakukan Marco. Marco tampaknya telah menyelesaikan urusannya. Berhenti. Dia memasukkan kamera digitalnya ke dalam travel bag.” ujar Marco. Berjalan ke tengah. Melihat-lihat.. laki-laki itu mengeluarkan sebuah kamera digital. Tidak mau banyak bicara kepada laki-laki ini.. Hawa panas yang lebih panas daripada terik matahari di Gurun Sahara kini menyerbu wajahnya. Marco tertawa kecil lagi. “Hah sini?” Kesya buru-buru membelokkan setir mobilnya. Masih mengutuki orang yang memukuli beduk dalam hatinya. “Stop depan saja. Dengan hati dongkol. Kesya mematuhi petunjuk Marco sambil tetap memandang lurus ke depan. Melihat-lihat ke atas. Tapi dia memutuskan untuk diam saja. pikir Kesya. Wajahnya pasti merah seperti lobster matang. “Tolong buka bagasinya. Mau ngapain Marco ke sini? Tadi. Dia masih tidak berani menatap Marco. Jadi aku nggak enak banguninnya.. Ini toh yang namanya Jalan Disco? Yang dilihat Kesya hanya sebidang tanah kosong yang cukup luas. ngeliatin aku?” Kini mata Marco sepenuhnya terbuka.. Marco masih tersenyum. lalu memotret lagi.. Kali ini dia menertawakan wajah Kesya yang memang merah seperti lobster matang. Tapi ini. Dan lebih memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus memperhatikan laki-laki brengsek ini lima kali dalam sepuluh menit terakhir! “A. Mobil-nya! .” seru Kesya saat Marco membuka pintu di sampingnya. Kesya mengutuk dalam hati. Marco minta diantarkan ke tempat menginapnya di Jakarta.” ujarnya mencari-cari alasan.

tadi ada urusan... Aneh! Kok sepertinya Kesya mengenali pemandangan di sini. Kali ini warnanya seperti warna tomat matang. Kesya. bagus kalau begitu. “Karena kamu takut jatuh cinta sama aku... “Iya nih. Tubuhnya penat. Rasanya dia benar-benar familier dengan lingkungan apartemen ini. Ini kan. karena dia juga merasa mengenali wajah petugas parkir Apartemen Magenta dan dikenali oleh si petugas parkir itu. laki-laki tukang tebar pesona ini. “Kok malam baru pulang. Alo dan Cecil menyarankan agar aku tinggal di Apartemen Magenta. Alis Marco terangkat.. Kesya hanya tahu. Tidak tahu alasan apa yang harus diutarakan.. kenapa Marco tidak boleh tinggal di apartemen sebelah Kesya? Tidak ada alsan yang jelas untuk melarang. “Karena. Deg! Wajah Kesya berubah merah lagi. Apartemen Magenta? Apartemen Magenta kan apartemennya! “Kamu akan tinggal di sini?” seru Kesya terkejut.” “Apartemen nomor berapa?” buru Kesya cepat. sampai selesai pesta pernikahan.. Tiba-tiba Kesya tersentak. setengah linglung. “Selamat malam.” Kesya setengah bingung setengah tidak percaya. lagi-lagi. teringat perjalanan yang masih harus dia tempuh untuk pulang ke apartemennya sendiri. Senyum seksi yang. . “Selama di Jakarta. membuat dada Kesya bergemuruh kencang.” ujar Marco tanpa sempat Kesya bertanya.“Ke Apartemen Magenta.. Mereka bermobil dalam diam. dia tidak suka berdekatan dengan Marco. memajukan mobilnya ke parking booth. Saat tiba di Apartemen Magenta. “1525.” ujarnya santai. Benar juga ya... Celingak-celinguk. “Oh. Marco tersenyum lagi. Dia menghela napas panjang. Kesya lelah luar biasa.” Kesya kebingungan. Bagus? Apanya yang bagus? Kesya kesal sekali dengan ulah Alo dan Cecil yang mencarikan bestman mereka apartemen tepat di sebelah apartemen Kesya. Dari Jalan Disco sampai ke Apartemen Magenta makan waktu dua jam.” sapa petugas parkir dengan akrab. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya.. Tapi. Matanya mengantuk.. Bu Kesya. tanpa dia sendiri tahu apa-apa soal itu. Marco mengangguk pelan..” 1525! Itu kan terletak di sebelah apartemennya! “Itu tepat di sebelah apartemenku!” jerit Kesya. Kesya mendengus kecil. dia melihat ke sekeliling lagi. karena.... “Kamu nggak bisa tinggal di sana!” “Kenapa nggak bisa?” Marco balik bertanya. Seolah mendapat pencerahan.. matanya bersinar tajam. ya?” tanya Marco enteng.. Bu?” Kesya tersenyum bingung.

” Kesya tidak jadi berkomentar karena DeeDee telanjur membuka pintu. dua kepala lebih tinggi daripada dirinya. sementara yang satu lagi masih menempel di mulutnya. Matanya berbinar-binar tanpa berkedip. hanya terpukau memandang sosok pria itu. Dari pintu yang terbuka. “Gila!” maki Kesya. Sumpit yang tadi dipegangnya terjatuh satu. Dia tidak membalas sapaan Marco. “Dan. segera setelah fajar mulai menyingsing! Tiiinnngg.. lalu berjalan menuju lift..” Kalimat DeeDee tidak selesai.” Marco mengangguk sopan ke arah Kesya... Matanya membulat. karena kamu telah memperhatikan aku setiap dua menit. “Siapa?” Itu suara DeeDee. kok berhenti di apartemen nomor 1523? Marco menekan bel pintu. makan selalu sambil nonton televisi! “Mau cari Kesya. ya? Kesya-nya belum pu. Mereka berdua masuk lift. Kesya merasakan lift bergerak naik. seolah terhipnotis... Tiinggg.” sapa Marco sambil tersenyum.. kalau menuruti kata hatinya. Kemudian dia melenggang . “Halo. Dalam hati dia berjanji akan mencabik-cabik Cecil besok pagi. Kesya sudah mau menghilang saja ditelan bumi saking malunya. DeeDee berbicara sambil memasukkan sumpit ke dalam mulutnya. Mobil Kesya telah terparkir sempurna. tidak memberitahunya apa-apa mengenai pengaturan ini... “Karena aku seksi. Dia masih merasa kesal. DeeDee. Saya akan tinggal di apartemen sebelah selama berada di Jakarta.. tapi Kesya percaya ini semua adalah ide Cecil. DeeDee sendiri berdiri mematung memperhatikan sosok Marco yang menjulang. Hmm. Berhenti menggantung seakan menguap di udara. Sebenarnya bukan kesal karena Marco tinggal di sebelah apartemennya.” Marco menyelesaikan monolog perkenalannya. “Good night. Marco tersenyum lebih lebar.“Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?” tantang Kesya. Marco turun tanpa berkata lagi. Eh? Lho... Kesya. menatap berani ke arah Marco. “Eh. “Good night. Tadi.. Gadis itu memegang sumpit. di depan televisi. di ruang tamu.” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata. “Saya Marco. Jemari Marco menekan tombol 15. lalu berhenti.” Kini Marco mengangguk ke arah DeeDee.. Kesya mengikuti tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.. Kebiasaan jelek DeeDee.. berjalan sedikit. tampak semangkuk mi yang mengepulkan asap diletakkan di atas meja pendek. Mereka berbelok. memandangi Marco tanpa berkedip. Padahal.. Dia mengambil tas dari bagasi yang telah dibuka Kesya. DeeDee.. bestman-nya Alo. Dia kesal lebih karena Cecil dan Alo.” tambahnya dengan senyum menggoda. sampai acara pernikahan Alo dan Cecil selesai. Pintu terbuka dan kepala DeeDee menyembul dari dalam apartemen.

Kesya. makanya bisa jadi bestman-nya Alo. DeeDee langsung bereaksi. “Marco sahabatnya Alo.. Kesya lagi-lagi geleng-geleng kepala. “Kesya.. Begitu pintu apartemen 1525 menutup. “Gila!” Kesya memperkaya kosakata makiannya sambil menggeleng-geleng. Marco jelas jauh ke mana-mana. Tidak memedulikan makian Kesya. “Sssst!” Kesya menegurnya.. Makan malamnya segera terlupakan. Gayanya persis nenek Kesya waktu Kesya kecil menolak makan nasi. “Then what?” Kesya mencibir sambil masuk ke apartemennya. “Aku punya feeling dia bakal jadian sama kamu deh. Dia seratus ribu kali lebih baik daripada Jansen. “Kamu yang sinting kalau menolak cowok seseksi itu menginap di apartemen ini!” balas DeeDee tak kalah sengitnya. “Apa-apaan sih kamu? Dia nggak mungkin tinggal di sini!” “Kenapa?” “Aku nggak akan mengizinkan!” “Kenapa nggak?” “DeeDee!” bentak Kesya. Masa kamu membiarkan orang asing seperti dia tinggal sama-sama kita!” “Orang asing yang seksi. “Di mana sih. tapi hatinya berdebar juga. berjalan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur.. Alo ketemu cowok seksi kaya gitu?” DeeDee mengempaskan tubuh di ranjang. Dibandingin Jansen. Takut pekikan DeeDee terdengar sampai ke sebelah dan membuat Marco kege-eran...” DeeDee tersenyum lebar.masuk ke apartemn nomor 1525.” desah DeeDee. “Sinting!” maki Kesya lalu masuk ke kamarnya.” tambahnya pelan. “Feeling kamu salah banget kalau begitu! Aku nggak mau!” bantahnya.” “Dia seksi banget lho.” “Sinting!” Kesya melemparkan guling ke arah DeeDee. Dia lalu keluar dari kamar tamu. DeeDee menggeleng-geleng...” Kesya melotot.. menampilkan ekspresi terhina mendengar ucapan DeeDee barusan. “Kenapa dia nggak tinggal di sini aja?” DeeDee masih memekik. Kesh. “Mendingan Jansen. “Dia tahu namaku!” pekiknya senang. DeeDee menyusul langkah Kesya. Kesya mencebikkan bibir. “Apaan?” cibirnya. “Cowok tukang tebar pesona! Cowok model begitu sangat mengagungkan maskulinitasnya! Nggak banget! Itu bukan tipeku sama sekali!” DeeDee terdiam memandang Kesya.. “Kamu ngaco ya. Saat .

iya nih. “Good night.” Suara Jansen! Kesya mengecilkan volume televisi... Dari tadi kamu belum makan malam. Alisnya terangkat saat melihat Marco menyodorkan sebuah bungkusan. Biar begitu.” jawab Kesya pelan.” Ya ampun Jansen! Di telepon pun masih bisa gugup begitu! Kesya tersenyum kecil.. “Apa ini?” tanyanya. tiba-tiba dapet ide. Kesya sangat menikmatinya. Dug! Dug! Dug! Pemukul beduk dalam hati kesya beraksi lagi! *** Krriingggg! Kesya meraih gagang telepon yang terletak tepat di sebelahnya. suara apa tuh?” tanya Kesya terkejut. kan?” Kesya tertegun...” “Ha. baru aja se.. “Ka. “Dia bawain makan malam untukku.. Jarum pendeknya sudah menunjuk ke angka sepuluh. Ternyata Marco! Mau apa dia? Kesya membuka pintu. itu piring makanku pecah. nanti keburu lupa.. Praannggg.... “Siapa?” kepala DeeDee menyembul dari dalam kamar Kesya. Udah malem kok belum tidur?” Kesya melirik jam yang terpasang di dinding. “Halo.” Jansen tertawa kecil.. Ba.. kamu sendiri kok belum tidur?” “Aku?” Kesya memperhatikan sketsa perhiasan di pangkuannya.. jadi buru-buru digambar. itu. “Ooh. Butuh usaha cukup keras untuk mendengarkan percakapan terpatah-patah Jansen. tiba-tiba terdengar suara bel pintu.” Jansen tertawa lemah.tangannya terulur hendak memegang hendel pintu..” “Wuaahh! Perhatian banget dia!” DeeDee melonjak kegirangan. Kesya berjalan ke pintu dan melihat dari lubang siapa orang yang berkunjung malam-malam begini.. Katanya aku belum makan malam.! “Lho.. “Marco.. “Aku habis makan malam. Harum makanan menguar dari bungkusan itu. Kalau nggak.” Marco mengangguk sopan. halo. “Kamu juga baru selesai makan?” “I. “Aku pesan makanan untuk kamu. “Hai. lalu berlalu.. .. selesai kerja.. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya..

. Sampai besok ya. “Kamu pikir aku nggak akan menyelidiki dulu siapa pendampingku dalam acara pernikahan Alo dan Cecil nanti?” Menyelidiki? Apa maksudnya tuh? Memangnya aku ini psikopat yang harus diwaspadai? pikir Kesya meradang. Akhirnya Jansen yang pertama kali memecahkan keheningan di antara mereka... “Kenapa nggak bisa?” Marco masih berkeras. ada kemajuan.. Padahal tentu saja Marco tidak dapat melihat apa yang dilakukannya. aku tahu semuanya. besok sore kamu ada kerjaan nggak?” Jansen terdengar berusaha mengatur napasnya. Kesya tersentak. iya. nomor ponselmu. Kesya tertegun..” Kesya buru-buru menjawab..” Hening.. Terus aku dapat tiket dua. Chinese food kesukaannya. Kesya berpikir sebentar. makanan kesukaanmu.. Thanks ya makanannya. “Kayaknya nggak deh. warna kesukaanmu.. “Jadi kamu mau apa sekarang?” “Cuma mau tanya apa kamu sudah makan. “Kesya.” pinta Marco.. Kamu mau ikut?” Wah. Kriingg! Telepon berbunyi lagi. Pokoknya apa yang kamu suka dan kamu nggak suka. Aku suka. Kamu mau jemput aku jam berapa?” “Aku. “Boleh.” suara Marco melembut. alamat e-mail-mu. Baik Kesya maupun Jansen tampaknya kesulitan menemukan topik pembicaraan yang bagus.. “Nggak bisa!” Begitu seriusnya Kesya menolak ajakan Marco. hobi kamu. ya. kepalanya sampai ikut menggeleng. . Emangnya kenapa?” “Besok aku disuruh motret di konser grup musik jazz La Rouge yang dari Prancis itu. “Aku udah makan. “Besok sekitar jam lima. Jansen sudah berani mengajaknya nge-date! Kesya tersenyum senang... aku jemput kamu dari tempat kerja kamu jam lima aja. Menatap piring kosong di hadapannya yang belum sempat dibereskannya.” Terdengar suara tawa Marco.. “Oke. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Marco. I.” Marco terdengar tertawa kecil.. “Halo?” “Udah. alamat kantormu.“Oh gitu. “Kesya. temani aku pergi ya..” Kesya meletakkan gagang telepon sambil tersenyum-senyum. Kesya yang ayu. Makanannya enak.” “Hmm.” potong Kesya kesal...” Kali ini suara Marco yang terdengar...” “Oke.. Dari mana Marco tahu nomor teleponnya? “Kok kamu tahu nomorku?” “Nomor teleponmu.. Good night.

... Daripada Jansen! Selalu gamang.. Kesya!” seru Marco. Seolah dia yakin bahwa dia dapat menaklukkan dunia.. Apa-apaan sih laki-laki ini? Bukannya mereka baru kenal? Kok Marco kesannya sudah akrab sekali dengan Kesya.. “Kamu mau ikut? Nggak salah nih?” sergah Kesya. selalu hati-hati.” komentar Marco usil. Kesya tidak pernah sekali pun mendengarkan nada bicara yang penuh percaya diri saat berbicara dengan Jansen. “Sama siapa? Pacar? Mau nge-date. Jansen nggak sepede Marco. . selalu ragu. hati Kesya jadi membesar dua kali lipat... Rasa simpati yang sejenak memenuhi hati Kesya langsung menguap tidak berbekas. Lagi pula. Berbeda jauh dengan Jansen yang selalu gugup dan hati-hati. Laki-laki yang aneh! Tapi tak urung hati Kesya berdesit juga mengingat percakapannya dengan Marco. dan barusan saat Marco meneleponnya—jantung Kesya sudah berdebardebar tidak keruan.. Begitu yakin. masih sambil tertawa.. Tapi.. Kayaknya Marco bisa lebih yakin akan perasaannya. “Galak amat. Dia bahagia sekali.” Kesya tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. lalu malam tadi saat Marco membawakannya makan malam.. Mungkin kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan Kesya? Cara bicaranya yang santai dan penuh canda sangat berbeda jauh dengan Jansen. Huh! Terlalu percaya diri.. Jansen lebih baik.. Tetapi Marco? Seolah dia sangat yakin akan apa yang dibicarakannya.“Aku. Entah apa. Kembali terdengar suara tawa. Kali ini hati kecil hitamnya yang berbicara. Kesya mencibir. ujar hati kecil putihnya.. begitu tegas. ya?” Marco masih belum menyerah.” Suara Marco terdengar penuh percaya diri. Kamu nggak suka tipe cowok suka tebar pesona kayak dia. Kesya? Kok kamu nggak jawab? Berarti benar ya sama pacar? Nge-date ke mana? Aku ikut dong. Dug dug dug dug! Waduh! Ada yang memukul beduk di hatinya lagi! Kalau terus-terusan begini. Ada sesuatu yang berbeda pada laki-laki itu. aku ada janji. “Jangan aneh-aneh deh!” tukas Kesya. Kayaknya Marco lebih bisa nglindungin aku. lalu menutup telepon. Buat kamu. Marco itu bukan tipe cowok kamu.. Kesya pasti harus diopname! Baru tiga kali berdekatan dengan Marco—siang tadi saat dia menjemputnya. “Udah ah. “Emang kenapa? Aku mau tau gimana sih pacar kamu.. kenapa juga dari tadi dia selalu mau tahu urusan Kesya? “Halo. Kesh.. aku mau tidur!” “Night.” Mengingat ajakan Jansen tadi.. Tenang..

Kamar di apartemen 1523 berada persis di sebelah kamar apartemen 1525. Tidak terdengar suara apa-apa. karena desain kamar memang dibuat kedap suara. Lho kenapa nggak mungkin? Emangnya kamu pikir Kesya nggak cantik apa? balas hati kecil hitamnya tidak kalah sengit. Sebenarnya ada satu kamar tamu di apartemen Kesya.” ujar DeeDee dengan kurang ajar saat Kesya menyuruhnya tidur di kamar tamu. “Apaan sih? Nggak penting. DeeDee sudah tidur di ranjang tambahan. Dia menarik selimut sampai menutupi kepalanya. atau mungkin akan terjadi. . ya?” Kesya terlonjak kaget mendengar suara itu. kan?” Mata DeeDee membulat. Senyumnya juga merekah lebar! “DeeDee. Dia menyimpan sketsa yang baru saja digambarnya ke dalam brankas idenya.Gila kamu! Lagian mana mungkin cowok kayak Marco bisa suka sama Kesya? Hati kecil putihnya ngomel-ngomel ke hati kecil hitamnya. “Nggak penting!” DeeDee menggeleng cepat. Dengan hati masih berdebar-debar. Kesya menempelkan telinga ke dinding pembatas antara kamarnya dan kamar Marco. Baru saja ketemu hari ini. Dadanya masih berdebar-debar. Kesya kembali naik ke ranjangnya. Aku adik kelasmu yang tersayang. kamu nguping. Kamar di Apartemen Magenta memang dirancang bersebelahan dengan kamar apartemen sebelahnya. “Kamar itu kan buat tamu. Kesya bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar. Kesya tahu itu saat dia pertama kali melihatlihat apartemen ini. Menghindari tatapan jail DeeDee. Jadilah DeeDee tidur di ranjang tambahan di kamar Kesya. “Ngapain sih aku?” maki Kesya pelan. Kesya berbaring dengan mata masih terbuka. Tanda bahwa dia sedang awas akan sesuatu yang sedang terjadi. lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuh. “Udah. “Kesh. Tentu saja. Tampak DeeDee duduk dengan mata terbuka lebar.. udah! Berisik!” kali ini Kesya yang memekik. Aku kan bukan tamu. tau!” bisikan Kesya semakin keras.. kamu belum tidur?” bisik Kesya pelan. tapi DeeDee tidak mau menempatinya. “Kamu barusan nguping. mana mungkin aku bisa langsung suka? batinnya. Dia berdiri dan meraba dinding di atas tempat tidurnya. Di balik dinding itu ada kamar Marco.

” Kesya melonjak kaget.. “Pagi. “Kamu belum jawab pertanyaanku!” desisnya galak.5 KESYA bangun setengah tujuh pagi keesokan harinya. Kesya tersenyum. menunjukkan gelas yang dia gunakan untuk minum kopi.. Gelas biru bergambar beruang Forever Friend! Itu kan gelasnya. “Ngapain kamu di sini?” “Minum kopi... Tuyul terlalu imut untuk ukuran tubuh Marco yang tinggi besar. ya ya ya. Siapa namanya? Edward Cullen? Hhmmm.” Marco tersenyum kecil dan tanpa merasa bersalah dia kembali mengangkat gelas itu. Bukan. Marco benar-benar seperti sosok tuyul bergentayang di apartemennya.. Gelas pribadinya. Rambutnya masih acak-acakan. ya. Dia langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Matanya menatap heran ke arah Kesya.. Terutama vampir ganteng yang ngetop itu. mungkin juga. Di tangannya ada segelas kopi yang mengepul. Vampir lebih pas jika diasosiasikan dengan sosok Marco. Mata Kesya melotot melihat gelas yang digunakan Marco. Tangannya terangkat. Edward Cullen. Mencuat di sana-sini tidak keruan. “Ngapain kamu di sini?” tanya Kesya galak. bukan tuyul.. Marco menurunkan gelas itu. “Itu gelasku! Gelas pribadiku! Gelas kesayanganku! Nggak boleh ada orang yang pake gelas itu kecuali aku. . Kenapa ada Marco di dapurnya? Marco tersenyum...” Marco menjawab dengan polos.. Genderuwo? Bukan juga! Nggak cocok juga! Apa ya? Vampir? Hmm.. Tidak boleh ada yang memakai gelas itu kecuali dirinya! “STOP!” ujar Kesya saat gelas kesayangannya sudah hampir mencapai mulut Marco. “Ngapain kamu senyam-senyum sendirian?” Kesya tersadar dari lamunan ngawurnya.

Dalam hati dia mengingatkan untuk mencuci gelas itu dengan sabun cairan antiseptik. . aku pikir. Suaranya sarat ancaman. Itu gelas pemberian pacar pertamanya saat dia ulang tahun sweet seventeen. Paling baca headline-nya saja. “Di mana DeeDee?” tanya Kesya.“Stop! AKU BILANG ST. Kesya menggeram lalu menunjuk dengan dagu. Dia tersenyum ke arah gadis itu. Rencananya untuk mendamprat DeeDee karena seenaknya saja membiarkan Marco masuk hilang sudah. lalu kembali minum dari gelas Kesya! Kesya memalingkan wajah.. “Tuh. Aku kan baru saja sampai di Jakarta kemarin. Dia ingat hari ini telah menugasi DeeDee untuk bertemu dengan seorang klien penting. masih kesal setengah mati karena Marco minum dari gelas kesayangannya. Kalau tangannya memegang ulekan sambal. “Morning.. selamat menikmati sarapan ya! Nanti setelah meeting. Aku belum belanja kopi.” jawab Marco santai. tapi sayang juga ya. tindak kekerasan sana tindak kekerasan sini. “Bukannya apartemen kamu itu di sebelah?” “DeeDee yang membukakan pintu untukku. Kesh!” Kesya tidak dapat berkutik. lebih baik ke sini aja. Kesya memang paling malas baca koran. “DeeDee!” Kesya memanggil. paling-paling isinya demo sana demo sini. tapi Kesya tidak pernah menyentuhnya. aku akan segera kabari kamu ya. Kesh!” sapa DeeDee tanpa merasa bersalah sedikit pun. sepi juga sendirian di sebelah. rasanya ingin dia ulek saja wajah usil Marco! “Kenapa kamu bisa ada di sini sih?” tanya Kesya. “Aku nggak sempet sarapan. Kesya membuang muka. Marco menurunkan gelas kesayangan Kesya. Dia juga mempertimbangkan untuk membuang gelas itu. bencana sana bencana sini. DeeDee! rutuk Kesya dalam hati. Sudah berpakaian rapi. dan aku belum tau tempat sarapan yang enak di sini. Buat kalian berdua. Seorang perancang busana ternama yang berniat menggunakan perhiasan dari toko Kesya sebagai aksesori dalam pergelaran busananya. aku kan ada janji dengan klien besar kita itu!” DeeDee mengambil tas yang sudah disiapkan di atas sofa lalu beranjak keluar. Jadi. Pintu kamar mandi terbuka dan DeeDee keluar.” Terlambat! Gelas itu sudah menempel di bibir Marco! Aarrgghhh! Kesya geram sekali. “Aku harus ke toko sekarang juga. Tidak sudi melihat pemandangan gelasnya dicium oleh orang lain. di kamar mandi. Habis... “Ada koran?” tanya Marco tanpa memedulikan hiruk pikuk yang terjadi.” Marco menunjuk dengan dagunya. Kan malas bacanya. Ingat nggak. Penghuni di apartemen ini memang mendapatkan fasilitas langganan koran gratis. Lagian.

. Sepertinya. dan mengisapnya dalam-dalam! What? A SMOKER! Mata Kesya melotot hebat. Marco mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik dari balik saku celananya. Marco mengambil koran lalu kembali duduk di tempatnya semula. bukan hanya paru-parunya sendiri. Marco makan sambil membaca koran... Dia rupanya sudah selesai makan. alisnya terangkat. Kesya sudah menggigit dengan kasar roti bakar miliknya. “Aku mau ke balkon dulu.. Selesai membuat roti bakar. Kenapa jadinya malah begini? Kok Kesya jadi bikinin sarapan untuk Marco? “Thanks ya.Yang menarik minat Kesya adalah berita tentang kesenian. Diam-diam.. Perokok adalah orang-orang yang egois! Kesya dongkol sekali. Dia paling tidak suka dengan perokok! Perokok itu perusak paru-paru. roti bakar ini buat aku dong. “Lho. kan DeeDee sudah pergi. pameran perhiasan. Kesya memang selalu membuat dua tangkup roti bakar. Dengan kasar dia mengunyah roti bakarnya. Well. Marco beranjak bangun dari duduknya.” ujar Marco sambil beranjak ke balkon apartemen. tapi juga paru-paru orang lain. yang baunya tidak enak itu. akan memenuhi ruangan apartemennya. Dia tidak peduli kalau Marco tidak dapat mendengar ucapannya.” ujar Kesya sambil mengunyah. Marco tersenyum senang. Senyum jail menghiasi wajahnya. . Kesya masih mengunyah roti bakarnya. Dia berjalan ke dapur dan membuat roti bakar. Dia lupa sama sekali bahwa DeeDee sudah berangkat dengan terburu-buru. Kesya masih terus memperhatikan. Dia jijik membayangkan asap rokok. dia mengambil gelas dan menuang kopi untuk dirinya sendiri.” Marco menggigit roti bakarnya dengan penuh perasaan. Sayang. dia membawa piringnya dan terpaksa duduk di hadapan Marco.” ujarnya. Kalau ada yang membahas soal pameran mode. Dia tidak mungkin mengusir Marco dari apartemennya. Kesya tidak dapat berkata-kata lagi. “Buhkkannn! Itouh puwnyahhh DihDih. baru Kesya akan membaca artikel itu sampai habis. “Kok dua? Roti bakar ini buat aku?” tanya Marco sambil menunjuk setangkup roti bakar yang masih tersisa di piring. Sepuluh detik berlalu dalam diam. “Jadi.... seolah ingin melampiaskan kekesalannya pada roti bakarnya yang malang.. atau apa saja yang berhubungan dengan seni.” Oh iya! Dia lupa. Kesya melirik Marco. rasa kesal memperlambat daya kerja otaknya. Satu untuknya dan satu untuk DeeDee. Sambil matanya terpaku pada koran di tangannya. tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang... menyalakan sebatang rokok. Kesya tidak menjawab.

Hah? Nggak salah dengar nih? “Lalu aku gimana? Aku kan belum kenal dia!” bisik Kesya dengan suara agak keras. itu toh masalahnya. He is a nice person.. “Kamu tuh keterlaluan ya! Punya ide dari mana suruh bestman Alo yang nyebelin. Marco. ya? Di mana dia?” tanyanya dengan nada ceria.... Kesya!” sapa Cecil. Ting tong. maunya sih menampilkan efek menenangkan.. “Hai. Tenang aja.. “Oohh.. sini. meskipun dia tahu Alo dan mungkin juga Marco akan mendengarnya. “Hai. dan nggak tau malu tinggal di sebelah apartemenku? Dan kamu juga nggak bilang apa-apa sama aku!” Kesya tidak memelankan suaranya. Dalam hati dia mencatat. memangnya kenapa? Daripada dia tinggal sama orang yang belum dia kenal. Dia masuk sambil diikuti Alo.... yang entah kapan sudah masuk lagi ke dalam apartemen dengan mulut bau rokok. “Hai.. di belakang Cecil.! Kesya beranjak ke pintu dan membukanya. Dan Kesya tidak akan berbuat suatu hal yang akan menyinggungnya.. tersenyum kecil.” ujar Cecil dengan mata membulat....... Iihh! Marco kan bau rokok! Alo. kan mendingan dia tinggal di dekat kamu.” jawab Cecil dengan santai. Marco adalah tamu kehormatan Cecil dan Alo.. nggak mungkinlah aku suruh seorang psikopat tinggal di sebelah apartemen kamu.. “Cecil!” Kesya langsung setel wajah jutek dan ngomel-ngomel.. Long time no see.. jadi Marco sudah datang. “Aah. “Lho. Kalau itu yang kamu takutin.Bagaimanapun. Tampak Cecil dan Alo tersenyum ceria. Yang pasti.” Cecil langsung memeluk Marco. suka tebar pesona. “Cecil.” bisik Kesya sambil menarik tangan Cecil. “Dia ada di dalam apartemenku! Keterlaluan banget nggak sih? Masa dia ma. bro. Kesya kembali melancarkan protesnya. Cecil tersenyum. “Hai! The beautiful bride-to-be!” Marco mencium pipi Cecil..” Cecil tidak memedulikan Kesya dan langsung masuk untuk menemui Marco. . now you are going to be the groom!” Marco menepuk-nepuk pundak Alo. “Apaan sih?” Dahi Cecil mengernyit..” Mereka berpelukan erat. Dia bete banget.. tapi yang terpancar malah efek nyebelin! “Ooh. perokok. Apalagi mengingat Marco adalah seorang perokok! Cecil tertawa senang. dengan huruf kapital yang diperbesar lagi. “Kamu tuh apa-apaan sih? Kenapa tanpa bilang-bilang malah menyarankan dia tinggal di sebelah apartemenku?” Merasa tidak dipedulikan Cecil. untuk mengingatkan Marco agar tidak merokok di dalam ruangan apartemen.

Kesya percaya.. Kalau ini.” Wajah Kesya mulai memerah.” . “Sama Jansen. “Sori. Pembicaraan tentang Jansen memang selalu membuat Cecil mengernyitkan wajah..” potong Kesya... “Aduh. “No no no.Ggggrrrr! Ingin rasanya Kesya menjitak kepala Cecil. terlalu kecil untuk ukuran leher saya. “Kenapa?” tanya Alo...” ujar Alo sambil melirik ke arah Marco. “Kenapa?” tanya Cecil dan Alo berbarengan....” ujar Marco polos.. Urusan laki-laki itu sama sekali bukan urusannya! “Aku juga ada date. tidak mau yang ini. “Hei.” Marco menggeleng pelan... Kesya tersenyum penuh terima kasih kepada Alo dan tersenyum penuh cela ke arah Cecil. eh salah. “Ayolah. hei . “Sama siapa?” tanya Alo. Pembicaraan mengenai date memang sesuatu yang sensitif untuknya.. adalah cibiran yang juga benar-benar tulus..” Alo membela Kesya. “Ya sudah.” Apa sih maksud Cecil? Kenapa tiba-tiba semua orang punya feeling Kesya akan jadian sama Marco? Tidak mungkin! Benar-benar tidak mungkin! “Nanti malam kita dinner bareng ya.. kita dinner sama-sama. Bentuknya yang eksotis membuat setiap orang berdecak kagum. batalin aja! Mending juga pergi sama kami!” Cecil mengernyit. nanti kita pergi bertiga saja. menunjukkan perasaan tidak sukanya pada laki-laki itu. ya?” potong Cecil sambil mencibir. saya tidak mau yang ini. “My lovely”.. kamu kan bisa kenalan sama dia sekarang. *** “Bagaimana kalau yang ini?” Kesya mengeluarkan kalung bertabur berlian sebesar tiga karat.. Madame Juliet Anggoro menggeleng-geleng dramatis.. Kesya sih tidak peduli. “Lagian. itu nama perhiasan yang kini berada dalam genggaman Kesya.. Tidak sudi laki-laki pujaannya dikomentari secara tidak sopan oleh Cecil. “Cil. Kesya mengangguk pelan. Aku punya feeling kamu bakal jadian sama dia....hei! Kenapa malah ngomong begitu soal Jansen!” Kesya membela Jansen.” “Aku ada janji. “kalau belum kenal. “Aku nggak bisa. Yang ini terlalu kecil. Cecil mulai lagi. Nyonya. Kamu nggak tau sih seperti apa Jansen itu!” Tuh kan. Benar-benar ingin tahu.. udah deh. jangan gitu dong. Wajahnya tersenyum tulus..” Cecil mengedipkan sebelah matanya.” ujar Cecil sambil beranjak lagi ke arah Marco. Aku juga nggak bisa... Sayang. “Alaaahhh. Biarin aja Kesya pergi sama Jansen. Tampak terlalu polos di mata Kesya...

. Dasar orang kaya! Marah beli perhiasan. Bukan itu saja. Tidak semua pelanggan boleh masuk ke ruang kerja Kesya dan memilih perhiasan yang baru selesai dibuat. Madame Juliet kini berada di ruang kerja Kesya. Kesya tersenyum kecil.. Nyo.. Kalung itu menjuntai sepanjang 30 cm dan setiap rantainya diselipi dengan berlian sebesar 5 karat. Madame Juliet Anggoro mengenakan pakaian berwarna merah manyala. Kalau hari ini dia mengenakan pakaian berwarna merah.. Madame Juliet?” See? Mata Madame Juliet kini bersinar-sinar cemerlang. Kalung itu terbuat dari emas 23 karat. Mungkin juga Kesya harus banting setir. itu artinya perasaan hatinya sedang marah. Ya. tentu saja. kemarin malam Madame Juliet merasa kesal pada suaminya. peduli amat deh. sedih beil perhiasan. karena suaminya pulang terlambat tanpa memberi kabar.. Bandul bulat dengn hiasan bintang yang. Tuan Anggoro. Rupanya. tidak peduli walau banyaknya berlian terkadang membuat tampilan perhiasan berkurang keanggunannya. “Hmmm. mau yang lebih besar ya. untung ada orang-orang kaya yang eksentrik seperti Madame Juliet. Wanita ini suka yang heboh. Fresh from the oven. jauh lebih heboh hari ini! Mata Kesya dengan tajam mengawasi etalase pribadinya. dia lumayan bisa masak. Bingung. Sebagai apa ya? Kesya juga bingung. Rasanya.. Kalau tidak ada orang-orang seperti Madame Juliet. malu beli perhiasan. .. Rupanya si Madame ingin sesuatu yang lebih heboh. ehm.Sore ini... alih profesi. rupanya dia salah. kan? Sewaktu pertama kalinya Madame Juliet menjelaskan tentang pengaruh warna pakaian terhadap perasaan hatinya dan terhadap jenis perhiasan yang akan dibelinya. Menurut Madame Juliet.. maka dia akan semakin suka..” Awalnya Kesya pikir kalung “My lovely” itu akan disukai Madame Juliet. tapi tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencari rupiah lewat masakannya.. Dia menyukai perhiasan yang bertabur berlian. warna pakaiannya mencerminkan perasaan hatinya. bertabur berlian juga! “The Stars Are Always Shining”. Madame Juliet akan membeli kalung. dan kalau marah. tanda bahwa perempuan itu adalah salah satu langganan yang dihormati. senang ya juga pasti beli perhiasan dong! Tapi. Perasaan hatinya mencerminkan jenis perhiasan yang akan dia beli. Kesya juga geleng-geleng kepala. Madame Juliet merasa marah. Semakin banyak berliannya. mungkin toko perhiasan Kesya tidak akan meraup banyak keuntungan. Hmm.. Masih ada bandulnya. “Bagaimana kalau ini. dia tidak memiliki keahlian lain selain mendesain perhiasan. Gotcha! Dia mengeluarkan sebuah kalung panjang. Itu nama yang diberikan Kesya. Sebenarnya Kesya sudah hafal betul dengan keinginan Madame Juliet.. Jadi.

agar tamu-tamunya dapat langsung mematut-matut diri mereka dengan perhiasan rancangan Kesya. Wah sudah setengah lima. “Pak. Madame Juliet akan bertingkah linglung. . tentu saja. dia mengeluarkan seuntai kalung mutiara lalu mengenakannya. Madame. Selain itu. Hmm.. Kalau sudah melihat perhiasan yang disukai... Apalagi kalau bertemu engan orang keras kepala seperti Marco. Dari laci meja kerjanya. Bu Kesya sedang tidak ingin diganggu. Marco! Lagi? Bener-bener deh vampir satu ini! Sekarang sosoknya menghantui ruang kerja Kesya juga! Mona masih berusaha menghalang-halangi Marco. masih ada lagi cermin besar. “Saya bilang. penampilannya cukup oke.. Bicaranya tidak jelas dan dia selalu tertawa terbahak-bahak. “Saya ambil yang ini! Ini yang ambil saya. Kesya juga menempatkan sofa untuk tamu-tamu istimewanya. Kesya tersenyum kecil membayangkan reaksi Jansen. ini yang saya ambil!” Tawanya kembali membahana.. Dia tidak mau disemprot Kesya lagi. Persis seperti orang yang berada di bawah pengaruh alkohol.. “Mona. Merasakan tekstur berliannya. saya mohon dengan sangat. Jewelholic! Kesya tersenyum penuh kemenangan. Dipolesnya lipstik yang sudah mulai memudar.“Bagus! Bagus! Bagus sekali!” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak. Jansen pasti akan gugup setengah mati melihat penampilannya ini. Kesya berjalan mendekati cermin besar itu.” ujar Kesya sambil tersenyum manis saat Madame Juliet beranjak keluar dari tokonya.” ujar Kesya. Repot juga ya pekerjaan Mona. biarkan saja. Ruangan itu cukup besar dan. Tapi Madame Juliet mabuk karena pengaruh perhiasan. Berarti sebentar lagi Jansen akan datang. Kesya jadi geli sendiri mendengar nada tegas dalam suara Mona.” ujar Mona dengan suara setegas dan seprofesional mungkin. “Maaf. nyaman sekali. ujarnya dalam hati. kalau Anda belum buat janji. Karyanya berhasil terjual lagi! “Terima kasih. Selain meja kerja dengan penerangan cahaya yang baik.” Tiba-tiba terdengar suara gaduh Mona dari balik pintu.” Dan suara Mona tenggelam. Kesya tertawa geli melihat tingkah Madame Juliet. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Hari ini dia mengenakan atasan warna pink dan celana panjang ungu tua. Dahi Kesya berkerut. Kesya masuk ke ruang kerjanya.. Anda tidak boleh langsung masuk. Dia meraba lembut kalung panjang itu... Ini juga sudah menjadi sesuatu yang dihafal Kesya. Lebih baik dia bersiap-siap dulu. eh maksud saya. hilang digantikan oleh sosok menjulang.

Mona membalas juga senyum maut Marco. Tadi dia tidak menyadari sosok Marco berada di belakang Kesya. Ini kan acara nge-date. merasa tidak mengenal laki-laki tinggi ini. Jansen memperhatikan sosok Marco. Dia tidak merasa perlu menanyakan lagi dari mana Marco tahu tempat kerjanya. “Bu Kesya.” Kesya.” jawab Kesya sambil mengernyit.. yang sudah setengah jalan ke arah Jansen.” balas Kesya sambil tersenyum. “Tidak.” “Hai. masa harus bawa-bawa orang lain? “Jansen itu pacar kamu.. Jam lima. Jansen sedang duduk dan memandangi etalase yang bertabur perhiasan. “Hai. “Pak Jansen datang. “Aku boleh ikut?” tanya Marco.” ujar Kesya singkat kepada Marco. “Kebetulan lewat sini.” Marco mengedarkan pandangan ke arah ruang kerja Kesya. “Kamu. lalu tersenyum kecil. Ingin lihat-lihat gimana tempat kerja kamu...” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. Entah bagaimana sepatunya terlepas dari kakinya saat dia berjalan mendekati Kesya! Jansen tertawa salah tingkah sambil mengenakan kembali sepatunya.” sapanya gugup.” Keysa melirik ke pergelangan tangannya. Kesya.. Seluruh perhatiannya hanya terpusat pada Kesya.. kita pergi. walaupun masih kesal. kamu sudah siap?” Kesya mengangguk. Jansen memang selalu tepat waktu. namun kemudian dia menepi. Kesya bisa mendengarkan karyawannya tertawa kecil melihat tingkah Jansen. Hal itu tambah membuat Jansen gugup. “Yuk. Sedang menilaikah? Sampai saat ini Kesya tidak tahu apa yang dikerjakan Marco. jadi berhenti mendadak.Dahi Mona berkerut. Makhluk satu ini rasanya tidak akan pernah berhenti mengganggunya. jadi sekalian mampir. Itu suara Marco. Marco mengekor. Dia juga tidak mempersilakan Marco duduk. Dan. Saat ini Marco juga membawa-bawa kamera digitalnya. “Ngapain kamu ke sini?” tanya Kesya. Jansen. ya?” tanya Marco tidak menyerah.. hai.” jawab Jansen bingung. “Ha. “Bukan urusan kamu!” Kesya beranja keluar. dan menutup pintu di belakangnya. namun dia segera berdiri begitu melihat Kesya.. . memberi jalan masuk untuk Marco. tentu saja. Marco masuk.. Dia masih marah teringat insiden gelas pribadinya tadi pagi. “Aku mau keluar. “Hai. Marco tersenyum manis ke arah Mona.

Aku. Kesya tersenyum sendiri.. ini benar-benar tidak lucu! Tidak mungkin Marco mau ikut date-nya Kesya! Marco masih menatap Jansen. “Saya teman Kesya. suasana kafe. Alisnya bertaut. Dahi Jansen berkerut-kerut sementara dia memperhatikan hasil bidikannya. Kesan tegas yang halus kentara sekali di sana.” ujar Marco sambil tersenyum mantap. Senyum penuh percaya diri khas Marco. hei. Lagu-lagu La Rouge. bukan Jansen. dengan hati dongkol bukan main. Kenapa jadi begini? rutuk Kesya dalam hati..“Marco.. Kesya tambah menyesal karena yang duduk bersamanya adalah Marco. Tapi Marco hanya tersenyum. Jansen mengangguk dengan gelisah. “Kami mau nonton konser musik La Rouge. semuanya menciptakan atmosfer yang amat sangat romantis.. Tadinya dia berharap Jansen akan menyatakan cintanya dan mereka akan menjadi sepasang kekasih.. Senyum yang sampai sekarang masih tampak seksi di mata Kesya. ya. Dia tidak percaya reaksi Jansen. Hei. Sama-sama mendengarkan musik romantis yang dibawakan band La Rouge.. Kesya memperhatikan Jansen yang masih sibuk memotret. “Ehm. Seharusnya Jansen yang duduk satu meja dengannya. si biang kerok.. selalu serius dengan pekerjaannya. ingin tahu bagaimana tanggapan laki-laki itu. dan Kesya suka sekali itu.” Marco mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri...” Hah? Rasanya isi perut Kesya anjlok semuanya. Kata Kesya. Kesya dan Marco duduk di meja bulat dengan diterangi cahaya lilin yang bergoyang-goyang tertiup angin. Kesya menatap Jansen. Jansen begitu mencintai pekerjaannya. Baru datang dari Singapura. ya sudah ikut saja kalau begitu.” “Boleh ikut? Saya juga suka sekali dengan La Rouge. “Sudah lama kenal dia?” suara Marco tiba-tiba membuyarkan lamunan Kesya. Kenapa sekarang jadi aku yang duduk sama-sama laki-laki ini? Suasana di kafe tempat La Rouge manggung agak remang-remang. Masa dia merelakan laki-laki yang belum lima menit dikenalnya ikut acara date-nya? Kesya melirik tajam ke arah Marco. Bola matanya berpindah-pindah ke kiri dan kanan. Kesya mendengus lagi. Kesya duduk satu meja dengan Marco sementara Jansen sibuk dengan kameranya. Wah. . aku punya dua tiket kok. lilin kecil di atas meja bundar... kalian akan pergi.. Jansen gelisah. Berkali-kali dia membasahi bibir. hei! Stop right now! *** Dua puluh menit kemudian. ya?” Kesya memandang Marco dengan tatapan siap melumat laki-laki itu.

“Kamu cantik sekali malam ini. “Lho. memperhatikan ekspresi wajah Kesya.” ujar Marco pantang menyerah.. kamu mau lihat?” Jansen menyodorkan kameranya ke arah Kesya..Gara-gara makhluk serupa vampir ini semua impiannya buyar! Apa di zaman sekarang orang juga sudah tidak boleh bermimpi.. “Oh... Marco menoleh. Marco mengulangi pertanyaannya. Kesya mendelik. “Kamu spesial berdandan untuk pergi sama dia. Seperti interograsi petugas pemerintah kalau mau bikin paspor saja! Marco tersenyum dan kembali memperhatikan La Rouge.” “Sudah berapa lama de. bukannya kamu baru saja selesai foto La Rouge?” sekarang Kesya juga ikut bingung..” jawab Kesya singkat... . Pranngg. Kamu. Gelas di meja bundar itu tersenggol jatuh olehnya dan pecah. Kelihatan jelas senyum itu senyum iseng untuk menggoda Kesya...” Jansen tersenyum gugup.. aku.” “Ssshhhtttt!” Kesya memotong ucapan Marco. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya... Kesya merapatkan tubuhnya ke arah Jansen. Marco memperhatikan percakapan itu dengan senyum geli. aku lupa.” “Pameran apa?” “Pameran perhiasan.. “Sudah. “Maaf. oh iya. maaf.! Dengan gugup. apa kamu akan berdandan secantik ini juga?” tanyanya sambil tersenyum. “Kalau aku yang mengajak kamu pergi. Kesya terdiam. “Bagus-bagus?” tanya Kesya.... Belum sempat dia menjawab pertanyaan itu. Oh no. seharusnya tadi dia minta tempat duduk di bagian no smoking! Dia memandang Marco dengan gusar.” ujarnya penuh sesal. Dia mengisap rokoknya dalam-dalam dan mengembuskan asapnya ke atas. “Bagus nih. “Selesai juga... “Foto-fotonya?” “Foto-foto apa ya?” tanya Jansen lagi.. Jansen buru-buru berdiri.” ujar Jansen sambil memperhtaikan hasil bidikan kameranya... Jansen sudah mengempaskan tubuhnya di bangku kosong sebelah Kesya. Marco tampak tidak peduli dengan kegusaran Kesya. Masih berani juga Marco menggodanya. “Apanya?” tanya Jansen dengan dahi mengernyit. ya?” Kesya menggeram kesal.. “Kenal di mana?” “Di pameran.. ya? “Sudah lama kenal dia?” Merasa tidak direspons..

Berani-beraninya dia menertawai Jansen! “Kita. iya... .. Dia kembali menarik tangan Jansen... dia merenung..” Marco mengembalikan kamera Jansen. Kesya mengikuti dengan kecewa.” Jansen beranjak dari duduknya.. terima kasih ya. Jansen tertawa gugup. “Eh. Jansen!” Kesya menggandeng tangan Jansen.... Tindakan itu membuat Jansen terlonjak kaget. Sepanjang perjalanan pulang... “Yuk. kita pulang saja yuk. Kesya memandang sebal ke arah Marco.. Marco juga keluar dari kafe dan memanggil taksi..Marco tertawa pelan. Buyar sudah harapannya akan kencan romantis dengan Jansen. Kursi Marco bergeser dan Marco juga ikut berdiri.” Kesya tidak berkomentar. Kameranya tergelincir dari pundaknya dan dengan sigap ditangkap oleh Marco. Berpikir. oh. Marco mengangguk. “An. “Hati-hati ya... Te.... Anda mau pulang juga?” tanya Jansen. Ini kan kamera mahal. Tanpa berkata apa-apa. Kesya dan Jansen keluar dari kafe dan berlalu pergi.

” Alo berbalik menatap Marco. “You don’t. Menurut Cecil. “Ya. menurutmu dia itu gadis yang bagaimana?” Alo dan Marco saat ini sedang berada di Groom‟s Bestfriend.6 “SI Kesya itu. Dia selalu ada untuk menolong siapa saja. sebegitu baiknya dia sampai sering dimanfaatkan orang lain.” Marco mengangguk-angguk.. Bayangan Kesya—temannya dan Cecil ketika SMA— berkelebatan dalam benaknya. Tapi. Yang aku tahu.. “Cuma ingin tahu lebih banyak tentang bridesmaid-nya Cecil. Marco ikut terkekeh. Alo menggeleng. “Tahu soal si Jansen?” tanya Marco setelah tawanya mereda. “Kesya itu gadis yang sangat manis. “Kurang. *** Dahi Kesya berdenyut-denyut. Senyum Marco bertambah lebar.. Cecil sangat tidak suka pada Jansen.. Jansen laki-laki yang tidak tepat untuk Kesya. sedang fitting jas buat Alo juga buat Marco. walau aku tahu dia kesal sekali.” Marco ikut tersenyum juga.. Kesya sendiri tidak pernah marah sama Cecil. boleh juga.. Sejak peristiwa bantingan telepon dulu. Finna duduk sambil mengoceh panjang lebar.. Di hadapannya. rupanya Finna nekat datang langsung ke ruang kerja Kesya. Dia sedang duduk di ruang kerjanya. dia memang gadis yang lucu. Alo menatap curiga ke arah Marco...” Alo terkekeh. Bridesmaid with bestman. “Hmmm.” Alo tersenyum kecil. Marco menautkan alis. Aku sering marah sama Cecil karena terlalu sering minta tolong sama Kesya. “Kenapa kamu tanya-tanya?” Alo memperhatikan Marco dari cermin. Matanya bersinar penuh makna. Aku sendiri belum pernah lihat yang namanya Jansen. Terkadang.” dia tidak menyelesaikan kalimatnya.. ...

“Wah... kamu lumayan juga ya, Kesh. Tapi masih kurang sih kalau dibandingin Tania Smith, temanku di Amerika. Dia itu perancang perhiasan yang ngetop banget. Perhiasan rancangannya sering dipake J-Lo lho!” Sudah dua jam lebih Finna mengoceh tidak keruan seperti itu. Katanya sih dia ingin membicarakan dekorasi pelaminan Cecil. Entah bagaimana dia mendapat kesan bahwa Cecil memercayakan tugas penting itu kepadanya. Kesya memejamkan mata, berusaha meredakan amarah yang perlahan-lahan naik ke ubun-ubunnya. “Jadi sekarang kamu ngapain ke sini?” tanyanya dengan suara penuh kendali. “Ups, ya... sori... Aku jadi lupa...” Finna tersenyum, memamerkan giginya yang besar-besar. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh saat dia tertawa. Kesya bergidik ngeri melihatnya. “Ini lho, Kesya...” Finna mengeluarkan beberapa gulungan kertas dari dalam tasnya. Dia menyingkirkan gambar rancangan perhiasan Kesya (Hei!!!) dari atas meja dan membentangkan gulungan kertasnya. Kesya memperhatikan apa yang berada di balik gulungan kertas tersebut. “Nah, ini rancangan pelaminan Cecil yang aku buat. Di sini kita akan taruh kertas krep warna-warni, di sebelah sana kita akan pakai balon-balon, lalu kita juga bisa taruh bunga-bunga plastik kecil-kecil di sini...” Kesya memejamkan mata lagi. Kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plasti kecil? Apa-apaan sih ini? Memang dia pikir perkawinan Cecil itu pesta ulang tahun anak-anak? Kenapa tidak sekalian undang badut pesta saja? “Fin...” Kesya berusaha mengatur volume suaranya. “Ini tuh pesta pernikahan, bukan...” “Aku tahu ini pesta pernikahan, makanya aku buat seperti ini. Di Amerika lagi ngetop lho rancangan pelaminan seperti ini...” Dengan kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plastik? Yang bener? Kesya berusaha tersenyum. “Kalau begitu, biar kita bicarakan dengan Cecil dulu ya...” “Tapi kata Cecil, dia memercayakan dekorasi pelaminannya kepada kita berdua,” potong Finna keras kepala. “Tetap saja. Yang menikah itu Cecil, jadi dia harus tahu seperti apa rancangan dekorasi pelaminannya.” End of discussion. Suara dering di ponsel Kesya membuat Finna, yang mulai protes, terdiam. “Halo...” “Kesya, dia ada di sana?” itu suara Cecil. Kesya sudah tahu siapa “dia” yang dimaksud Cecil. “Sudah dari dua jam yang lalu,” jawab Kesya menekan amarahnya.

“Kalau dia tetep masih nekat mau dekor pelaminanku, ajak dia ke decoration artist-nya aja.” “Dia mau?” “Bujuk dia deh...” “Kenapa harus aku yang bujuk dia?” “Pleasseee...” Kesya menarik napas panjang. Dia paling tidak bis amenolak permintaan yang diikuti dengan bunyi please panjang seperti ini. “Ya udah, aku coba deh.” “Love you, you’re the best... Mmuaah...!” Suara Cecil langsung ceria dan lega. Kesya meletakkan ponselnya dan menatap Finna. “Kata Cecil, kita harus berkonsultasi dengan decoration artist-nya.” Mata Finna membulat. “Decoration artist apa? Aku decoration artist-nya! Cecil kan sudah memercayakan semuanya kepadaku. Kamu pasti bohong! Lho? Kesya mengembuskan napas, kali ini lebih kencang. “Coba saja kamu telepon Cecil.” Finna langsung menghubungi Cecil. Sambil menekan-nekan nomor pada ponselnya, mulutnya bergumam kesal. “Halo, Cecil, kok kamu suruh aku ke decoration artist? Aku kan yang akan mendekor pelaminanmu?” Kesya berusaha menajamkan pendengarannya, namun tidak satu pun perkataan Cecil dapat didengarnya. Cecil dan Finna berbicara lama sekali. Selama pembicaraan, tampak dahi Finna mengernyit secara dramatis. Beberapa waktu kemudian, Finna mengakhiri pembicaraan dengan wajah tidak puas. “So?” Kesya mengangkat alisnya. Tampang Finna jutek abis. Dia langsung ngomel-ngomel dengan suara tinggi. “Aku nggak ngerti deh sama Cecil! Aku kan decoration artist-nya, jadi seharusnya aku yang merancang dekorasi pestanya! Lagi pula...” “Jadi Cecil bilang apa?” potong Kesya tidak sabar. Finna mendengus kesal. “Kita harus bicarakan rencana dekornya dengan decoration artist.” Suaranya terdengar amat sangat tidak puas. “Kita jalan sekarang.” Kesya langsung beranjak bangun. *** Pak James, si decoration artist, adalah orang yang sangat sabar. Sudah empat jam lebih dia duduk di hadapan Finna dan Kesya, mendengarkan semua ide Finna yang sangat amat menggelikan. Tidak sekali pun dia terlihat kesal atau tidak sabar. Kesya jadi takjub melihat kesabarannya. Mungkin Pak James sudah sering mendapat klien

yang ajaib. Padahal Kesya sendiri sudah berulang kali menekan amarah melihat ideide rancangan Finna yang semuanya aneh. Sepertinya wajahnya sudah berubahubah warna, dari ungu jadi hijau bahkan jadi merah juga, dalam usahanya menahan emosi. “Jadi, kalau yang saya tangkap, Finna ingin dekorasi pesta yang sangat berkesan?” tanya Pak James perlahan. “Iya... Itu yang coba saya jelaskan dari tadi. Pesta Cecil ini bukan pesta mainmain, semuanya harus berjalan dengan sempurna. Saya tidak mau pestanya norak, kampungan. Pesta ini harus jadi pesta yang diingat sepanjang masa,” celoteh Finna. Kesya mendengus kecil, teringat akan ide dekorasi yang dibuat Finna. Balon dan kertas krep. Itu baru yang dinamakan pesta norak dan kampungan! Pak James memperlihatkan beberapa dekorasi yang telah dirancangnya. Finna memperhatikan semuanya dengan cepat lalu menggeleng-geleng dramatis. “Nggak cocok! Semuanya nggak cocok!” ujarnya sambil melemparkan rancangan dekorasi Pak James. Dahi Pak James berkerut. Kalau sejak tadi dia tampak sangat sabar, kini wajahnya menyiratkan sakit hati. “Mungkin ada saran lain dari Pak James...,” Kesya buru-buru menengahi. walau dia bete banget sama Finna, dia tidak mau melihat pertumpahan darah antara Finna dan Pak James. Ralat, dia tidak mau sampai Pak James ngambek dan menolak menangani dekorasi pelaminan Cecil. Kalau Finna sih... bodo amat deh! Pak James menarik napas, tampak berusaha mengendalikan diri. “Kalau saya bisa bantu, Cecil itu orangnya drama queen. Dia aktif, ceria, dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Sedangkan Alo laki-laki yang sangat matang. Orangnya tenang dan penuh kendali,” jelas Kesya. “Apa Pak James bisa mengirangira rancangan dekorasi seperti apa yang cocok bagi mereka?” “Boleh juga dengan bunga asli yang berwarna pastel. Untuk menampilkan kepribadian si mempelai pria.” Pak James mengangguk-angguk. “Lalu untuk mempelai wanita yang aktif dan drama queen...” “Bagaimana kalau ditambahkan kristal Swarovski? Cecil suka sekali kristal...,” usul Kesya. Mata Pak James berbinar. “Bagus sekali. Perpaduan antara bunga berwarna pastel dan kilau kristal. Pasti akan cantik sekali!” katanya bersemangat. Kesya tersenyum dan melirik Finna. Finna sedang cemberut. Tampak kesal karena tidak dilibatkan dalam diskusi mereka. “Hmm... Finna, menurut kamu gimana?” tanya Kesya, berusaha melibatkan Finna dalam pembicaraan ini. “Ya terserah kamu aja deh!” balasnya ketus.

Rupanya.. Biar nggak terlalu sepi. “Menurut kamu gimana?” tanya DeeDee..” ujarnya menunjuk bagian kanan cincin..Kesya tidak memedulikan balasan Finna yang ketus.” Kesya mengangguk-angguk. Cukup sudah ide-ide norak dan kampungan yang ditawarkannya..” DeeDee menyingkirkan tangannya dari kertas. Rancangannya indah sekali! Pak James benar-benar bisa menerjemahkan sebuah ide menjadi rancangan yang sangat indah. Bunyi tanda e-mail masuk membuat Kesya mendekati komputernya.” “Baik kalau begitu. rancangan Pak James sudah jadi. DeeDee mengangguk.. “Hai.” jawabnya sambil menunjukkan kertas rancangan yang baru di-print. “Ini.. Kesya keluar lagi dari kamarnya. Kayaknya oke tuh. “Aku mau ke rumah Cecil. Dia mengangguk-angguk penuh semangat. “Lagi ngapain kamu?” Kesya menjulurkan kepala. *** Ketika Kesya pulang.. “Saat ini saya sudah bisa membayangkan gambaran kasarnya. “Lagi ada ide. Mata Kesya menyipit. apa Pak James bisa merancang dekorasinya?” Pak James mengangguk-angguk penuh semangat. DeeDee sedang duduk di sofa ruang tamu dan mencoret-coret selembar kertas di hadapannya. Buru-buru dia mem-print rancangan itu. Kesh!” Kesya tersenyum membalas antusiasme DeeDee. Tapi Kesya tidak peduli. Kesya tidak mau Finna merusak pesta Cecil. “Kalau begitu.. Nanti setelah saya gambar. Tinggal Finna yang manyun karena tidak dilibatkan dalam diskusi akhir. melihat apa yang sedang dilakukan DeeDee di atas lembar kertasnya. “Itu yang aku pikirin dari tadi. Thanks. “Iya juga ya. Sekarang juga dia akan mengantarkannya ke tempat Cecil. Kesh!” sapa DeeDee. Kesh?” tanya DeeDee. Pak James. Dia akan mengerahkan segala daya upayanya untuk menghalangi hal itu terjadi. Mau kasih lihat rancangan dekorasi pestanya. “Mau ke mana lagi.” “Motif kebalikannya aja dari yang kiri.” Mata DeeDee membesar. “Di sini bisa ditambahin hiasan lagi. Memperlihatkan gambar kasar sebuah cincin. kemudian masuk ke kamarnya. Cuma belum kepikiran aja hiasan yang cocok. akan saya e-mail ke Kesya ya. . Kesya membuka file yang diberikan dan membelalak tidak percaya. Terima kasih banyak.” Semuanya berjalan sangat lancar.

jadi aku harus terlibat juga dong dengan segala urusan pernikahan ini.. dan kedua orangtua Cecil duduk di ruang tamu.. Oom Balgi. setidaknya konyol menurut orang lain... “Hai.” Tuuuh kan benar! Tidak tahu dari mana datangnya ide super-duper-konyol itu? Kesya langsung salah tingkah.. Doakan saya ya. “Ke rumah Cecil. lalu kembali lagi ke Marco. Saya Marco. Dia menunjukkan rancangan yang sudah di-print-nya.Kesya membuka pintu apartemen. Kapan sih cowok ini tidak penuh percaya diri? Tante Renata senyum-senyum sendiri...” Tante Renata. “Hai!” Keindahan rancangan Pak James membuat hati Kesya sangat senang. Kesya tersenyum. tidak tahu bagaimana harus merespons. papa Cecil. What?! Siapa yang mau jadian sama dia? “Saya juga sedang berusaha. Kalau sudah senyum-senyum begitu biasanya sebentar lagi akan meluncur ide konyol dari mulut Tante Renata. memandang Marco dengan tatapan menilai. kemudian kembali lagi kepada Kesya.. Dia sudah sangat mengenal tabiat Tante Renata.” “Ngapain?” “Aku kan bestman. Maklum. Tante Renata sendiri akan sangat serius dengan ide-idenya.” Kesya tidak punya pilihan lain selain mengangguk. orangtua Cecil yang menyambut mereka. Well. Cecil baru saja pulang dan sedang mandi. “Kenapa kalian nggak sekalian jadian aja? Siapa tahu nanti bisa langsung menyusul Cecil dan Alo. Dia sampai lupa bersikap jutek pada Marco. Didengarnya Marco tertawa kecil di sampingnya.. mama Cecil. juga ikut mengangguk-angguk. Ketika sampai di rumah Cecil. Langkahnya tertahan melihat kehadiran Kesya. Kesya mendengus. . Kesya. ini toh bestman-nya Alo. “Jadi. “Iya. Tante Renata mengangguk-angguk. “Maunya sih begitu.” balasnya sambil tersenyum. Tepat di apartemen sebelah. Keduanya tersenyum mendukung usaha Marco. Tatapannya beralih kepada Kesya. dia dan Cecil sduah bersahabat sejak TK. Hati Kesya langsung waspada. Rancangan yang indah itu.” sapanya. Mau ngasih lihat rancangan dekorasi ruangan untuk acara resepsi nanti. Marco.” Marco mengangguk sopan. “Mau ke mana?” tanya Marco. Marco tampak baru akan masuk ke apartemennya. “Aku ikut ya. Katanya.” sambung Marco lagi. Tante.. Pembawaannya sangat penuh percaya diri.” respons Marco dengan kurang ajarnya. Kesh. Tante..

. Tante Renata dan Oom Balgi harus tahu bahwa Kesya sedang menjalin hubungan dengan Jansen.” kata Kesya.Kesya tidak suka dengan suasana ini.” jelasnya. “Apa-apaan sih kamu?” sembur Kesya ketika mereka sudah berada dalam kamar Cecil. “Capek deh ngomong sama orang-orang nggak waras!” Dia meraih tasnya dan mengeluarkan kertas yang berisi rancangan dekorasi ruangan dari Pak James.. Senang karena Cecil berada di pihaknya. Sayang. Cecil tersenyum.. Yah. Marco hanya tersenyum dengan wajah polos. setidaknya sampai acara pernikahanku selesai. sebetulnya saya. Timing yang sangat tidak tepat. Marco!” Di saat seperti ini. Di belakangnya.” Marco menarik lengan Kesya dengan lembut. “Kenapa sih kamu selalu bermasalah sama Marco? Kalian kan harus akur.” “Kesya!” suara Cecil terdengar tidak sabar. Bertingkah seolah-olah kami lagi pedekate!” Kesya pasang tampang sejutek-juteknya.. Dia baru pulang dari Amerika dan katanya di sana dia jadi wedding organizer profesional.” Senyum Marco tambah lebar.” Dahi Cecil mengernyit. “Dia yang kurang ajar duluan...” Kesya geleng-geleng kepala. dia ingat juga bahwa dia belum memberitahu makhluk satu itu tentang rancangan dekorasi ini. “Ooh.” Napas Cecil tertahan begitu melihat rancangan itu...” “Kesya.. Kesya menatapnya dan menggeram. “Finna itu sepupu jauhku. “Ayo... Cecil memanggil mereka. “Finna? Siapa Finna?” Marco bingung.. “Udah deh. “Aku sih setuju kalau kalian emang jadian. “Jadi sebetulnya. setidaknya berharap untuk menjalin hubungan dengan Jansen.. Cecilia! Kesya tidak menggubris panggilan Cecil dan masih berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada mama dan papa Cecil. Swarovski. Kesh. “Oom. dia dapat merasakan Tante Renata dan Oom Balgi saling sikut sambil diam-diam tersenyum. Sementara Kesya tampak seperti mau pingsan. Dia mendengus kesal. . Jadi dia mendaulat dirinya sendiri untuk jadi wedding organizer untuk pestaku.. Marco jauh lebih bak dibandingkan Jansen. “Bagus banget. “You don’t want to know.. Cecil tersenyum kecil. Ingat Finna.. lagi. Tante. nggak usah ngomongin hal yang bisa bikin aku marah! Aku ke sini mau ngasih liat ini! Kalau Marco ke sini cuma ikut-ikutan aja!” cibirnya kepada Marco.” “Ini hasil perdebatan panjang dengan Finna.

Ceritanya. puisi-puisi cinta. Baik itu kartu Valentine.” Cecil kembali menatap rancangan dekorasinya. Kesya. Walau kotak ini sudah sering kali disimpan di gudang dan kemudian dikeluarkan lagi.. lagi-lagi mama Cecil memperhatikan Marco dan Kesya sambil senyum-senyum. kartu Natal. Kotak cantik dengan detail pita yang manis. dan sepulangnya dari Jepang kesibukan kerja yang tidak ada habisnya membuat mereka jarang melakukan acara menginap lagi. “Bener-bener bagus deh! Aku harus kasih tau Alo dulu. merasa diperhatikan. Marco memperhatikan Kesya sambil tersenyum kecil. “Liat apa sih?” Cecil menepuk bahu Kesya.” Kesya mengangkat kotak itu. atau karcis nonton bareng. Foto Cecil dan Alo ditempel di atas tutup kotak tersebut. Kesya ingat kotak ini. “Jangan rusak ya. Seingat Kesya.. Berbeda sekali dengan hubungan cinta Alo-Cecil. bon-bon restoran. malah bikin rancangan dekorasi yang bagus banget. . Kesya menyambar si Bebe. dulu dia dan Cecil menyediakan kotak khusus untuk menyimpan semua kenangan dengan pacar masing-masing. Takut Kesya ngambek lagi. semuanya disimpan di sana..” “Pasti dong.” Cecil tersenyum. Dia meraba tutup kotak itu.” Saat mereka pamit dari rumah Cecil. lalu disimpan lagi—karena Cecil dan Alo sering sekali putus-sambung—toh akhirnya kotak itu menempati singgasananya lagi di atas meja kerja Cecil. “Dan dia juga nggak sopan banget sama Pak James ini. dia sering banget menginap di kamar Cecil. Namun.. “Alo bilang apa?” “Dia sih oke aja. Hubungan cintanya memang tidak pernah awet. Kesya melihatlihat ke sekeliling kamar Cecil. Kotak Kesya sendiri sudah entah ke mana. Tapi itu sudah lama sekali. Setelah itu dia pergi ke Jepang untuk kuliah di sana. Untung aja Pak James nggak marah. Dulu.. jadi tersipu sendiri. Semua keputusan diserahkan ke aku kok. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada kotak warna pink yang diletakkan di atas meja kerja Cecil. “Buat?” “Buat ide rancangan cincin pernikahan kalian. “Aku pinjam ini ya. kartu ulang tahun. kali ini Marco tidak berani lagi menggoda.” Kesya balas tersenyum..” Dia menyambar ponselnya dan langsung menghubungi Alo.. boneka beruang Cecil yang sering dipinjamnya untuk tidur kalau dia menginap. terakhir kali dia menginap di rumah Cecil saat mereka berdua duduk di bangku SMA. Sementara Cecil bercerita tentang dekorasi pestanya kepada Alo.“Masa dia tadi ngusulin dekorasi pesta kamu pakai kertas krep dan balon warna-warni? Bisa bayangin nggak?” Kesya masih bete banget teringat perdebatan panjangnya tadi siang..

Kesya jadi teringat dirinya sendiri.*** Sampai di apartemennya. dialah juru kameranya. Mereka masih sama-sama mengenakan seragam SMA. ikut berkomentar. ya?” DeeDee. Kesya mengangguk. Cecil orangnya impulsif banget. Foto itu dibuat seminggu setelah Alo dan Cecil resmi pacaran. Kesya mengeluarkan isi kotak itu. Kesya ingat. Dia? Soulmate-nya? Kesya menggeleng keras. Siapa ya kira-kira yang akan jadi soulmate-nya? Bayangan seorang laki-laki tinggi dengan senyum seksi memesona terpeta jelas di benaknya. Mendengar kata soulmate. tak urung jantung Kesya berdebar juga. “Apa tuh?” tanya DeeDee. Tidak mungkin Marco bisa jadi soulmate-nya. Alo tetap saja balik lagi sama Cecil. Lalu ada juga kartu-kartu dan puisi-puisi cinta yang ditulis Alo untuk Cecil.” DeeDee mendesah pelan. Kesya langsung membuka kotak Cecil.. Di usia yang sudah 26 tahun ini dia juga belum menemukan soulmate-nya. “Dia juga sabar sekali menghadapi tingkah laku Cecil yang suka meledak-ledak. Isi kotak ini mencerminkan semuanya. Alo benar-benar sayang Cecil. Kesya tertawa sendiri melihat itu semua. Tau sendiri kan. “Ini kotak khusus Cecil-Alo.” Perlahan-lahan. yang memperhatikan dari samping. “Alo itu romantis. sepuluh tahun yang lalu. Mereka memang sudah soulmate.. Ada foto pertama Cecil dan Alo. Walau mati-matian menyangkal pikirannya. “Kapan ya aku ketemu soulmate-ku?” Pikiran Kesya mengelana jauh. . Dia memang paling cocok buat Cecil. walaupun sudah sering diputusin berkali-kali oleh Cecil.

Kemarin. Marco berpaling dan mengernyit memandangnya. kebetulan Kesya juga sedang berada di balkon apartemennya. Dia seorang perancang taman dan sekarang sedang merancang sebuah taman kota. Marco lagi-lagi mengisap rokoknya. Dia memperhatikan bintang yang bersinar redup itu. Marco menghentikan pekerjaannya dan menggerakkan lehernya yang terasa kaku. Ingat rokok. Sungguh ironis. Marco kembali mengisap rokoknya dalam-dalam. Direbahkannya kepalanya di sandaran kursi. Gadis yang luar biasa cantik. dia teringat Joanelle. dan para orang tua. Sebenarnya dia tahu rokok tidak akan menghilangkan rasa gundah di hatinya. Dampak dari polusi udara! Marco tertawa kecil. Tapi. “Egois!!!” begitu katanya. Sebenarnya dia sudah lama ingin berhenti merokok. sosok wajah Kesya terbayang. Kesya mendelik marah. Taman kota tempat berkumpulnya anak-anak. juga gadis yang luar biasa membuatnya patah hati.7 MARCO menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Disambarnya kotak rokok itu. memang sulit untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. remaja. Dia sedang mengisap sebatang rokok— yang menyebabkan polusi udara—sementara benaknya mengutuk polusi udara yang menyebabkan bintang-bintang tidak bersinar cerah lagi. Kesya dapat melihat Marco yang sedang mengembuskan asap mematikan dari mulutnya. Langit gelap sekali dan di kejauhan tampak satu bintang yang bersinar redup. Karena balkon mereka bersebelahan. Rokok hanyalah pelarian sesaat. namun entah kenapa tidak juga dapat terlaksana.. Karena kisah cinta yang kandas itulah. lalu mengembuskannya. Marco mulai merokok. “Kalian perokok adalah orang-orang egois! Selain merugikan diri sendiri. Marco menyalakan sebatang rokok. lalu dia beranjak ke balkon apartemen.. Matanya tertumbuk pada kotak rokok di samping sketsanya. kalian juga merugikan orang lain!” . saat dia ke balkon untuk merokok. Taman kota yang ramah lingkungan. Entah dari mana datangnya. mengisapnya dalam-dalam.

Cobalah untuk hidup sehat.. Uap panas mengepul dari gelas itu. Apa maksud perkataan Marco tadi? Dan mengapa senyumnya begitu lembut? Bodoh! Mengapa juga dia memperlihatkan perhatian berlebih kepada laki-laki tukang tebar pesona itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kesya membawa gelas susu cokelatnya masuk dan mengempaskan diri di sofa. Di sebuah halaman iklan. Sepertinya Marco menangkap getar perhatian pada nada suara itu. suatu saat nanti aku pasti berhenti. “Halo. Melihat siapa yang keluar dari balkon sebelah.. gadis itu menghadirkan getar-getar aneh di relung hatinya. Di atas meja tergeletak sebuah majalah wanita yang belum sempat dibaca Kesya.” sapa Marco.Marco hanya tersenyum dan berbalik masuk ke apartemennya. Dia menjulurkan kepalanya. Marco menoleh ketika mendengar suara pintu balkon sebelah dibuka.... “thanks ya buat perhatiannya.. sekadar mengusir rasa sepi. Dia sangat suka ayunan.. “Marco!” tegurnya. Marco tersenyum sendiri mengingat percakapan singkat itu.. Benarkah? “Iya deh.... Satu tangannya memegang gelas kesayangannya. Dada Kesya berdebar kencang.” Marco berbalik. Kesya merapatkan mantel kamarnya.” dia berbalik ke arah Kesya. Matanya terpaku pada gambar ayunan. Marco mengangguk. lalu ke balkon. Pikirannya kembali ke kenangan masa kecilnya. Tampak berusaha menghalau dingin malam itu. Marco tahu Kesya juga mengalami perasaan yang sama dengan dirinya. Kesya terkesiap. Kesya melihat gambar seorang anak perempuan sedang duduk di sebuah ayunan. Dia selalu merasakan sesuatu yang hangat dalam hatinya saat dekat dengan Kesya. Walau sampai sekarang Kesya tidak menunjukkan sikap ramah terhadapnya. “Ngapain kamu? Bikin aku kaget aja!” Marco tersenyum kecil. “Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Tangannya meraih remote dan menyalakan televisi. Tangannya menggerakkan sendok mengaduk isi gelasnya..” Dia tersenyum lembut. tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Kesya atau DeeDee? Sosok Kesya keluar dengan mengenakan mantel kamar. ingin masuk ke apartemennya. “Nggak baik lho merokok terus. Dia yakin sekali bahwa dia dapat memenangkan Kesya dari Jansen. Tanpa tujuan. Rambut panjangnya berkibar dipermainkan angin. Entah mengapa. Impiannya saat ini adalah memiliki ranjang .” Suara Kesya terdengar berbeda. Kesya membuka-buka majalah itu. Asap rokok mengembus dari mulutnya. Aku janji.” “Merokok lagi?” sindir Kesya. “By the way.

.... kapan pergelaran busananya?” tanya Kesya. “Iya. Bunyi telepon mengalihkan perhatian Kesya. jam tiga nanti temani aku ke Bride‟s World ya. “Oke. kalau begitu.” Kesya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Kali ini aku pasti akan dengerin kamu. DeeDee baru saja memberikan laporan singkat tentang perhiasan apa saja yang dipilih si perancang busana itu. “Dua minggu lagi.” “Saran?” alis Kesya terangkat.. Kamu tetap pantau ya.. “Lagi ngerancang cincin kawin kalian.. “Memang kamu mau dengar saranku? Waktu kemarin kita ke Bride‟s World aja. “Jadi hari ini udah mau pesen gaun pengantinnya? It’s about time sih. makanya aku mau minta saran kamu lagi. kamu lagi ngapain?” Kesya menatap kertas corat-coret di hadapannya.” Cecil tertawa kecil.” “Semua dokumennya sudah lengkap? Asuransinya? Lalu orang yang ditugaskan untuk menjaga perhiasanku?” “Sudah beres semua. lalu meneruskan kegiatannya sebelum DeeDee datang. omong-omong.” DeeDee mengakhiri penjelasannya. seperti ayunan. “Kalau begitu. Kesya menugasi DeeDee untuk menangani salah seorang kliennya. “Jadi. Namun.. Kesya tersenyum kecil memperhatikan sosok Deedee yang menghilang. Memang udah seharusnya kamu udah pesen gaun pengantin. *** “Ini semuanya. Padahal aku udah kasih buanyaaakkkk sekali saran buat kamu. “Iya deh.. Bos!” DeeDee memberi hormat gaya militer lalu melenggang keluar...gantung... Krriingggggg.” “Kesya.” “Oke. seorang perancang busana yang ingin menggunakan perhiasan Kesya untuk pergelaran busananya.” Tawa Cecil tambah kencang. kamu nyobain dua puluh tujuh gaun pengantin tanpa ada satu pun yang kamu suka.. nanti sekalian bawa rancangannya ya! Aku mau lihat!” ..” DeeDee mengangguk mantap. Kesh. Eh.” “Really?” Suara Cecil terdengar bersemangat sekali. tapi kalau urusan pekerjaan—apalagi bekerja sama dengan Kesya—DeeDee tidak akan main-main. Biarpun sehari-hari dia orang yang agak sembrono. sampai sekarang impian itu belum juga terlaksana.. “Halo.

“Ya. Selama itu tidak ada kontak apa pun.... “Hai. dan kamu nggak boleh ngintip apa pun sebelum rancangannya benar-benar sempurna!” “Apaan sih. walaupun selama pacaran ALo dan Cecil sering sekali putus-sambung. dan kalau sekilas dilihat. Bukankah memang begitu seharusnya hakikat sebuah pernikahan? Abadi.” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. Satu untuk selamanya. “Ayo masuk ke ruang kerjaku. Kesya mendapat ide cincin yang sangat bagus. Apakah rasa itu sudah hilang? Entahlah. Bu Kesya..” Kesya tidak ingin kegugupan Jansen menjadi bahan tertawaan anak buahnya. Kesya merancang butiranbutiran berlian kecil yang jumlahnya cukup banyak. Cincin ini haruslah melambangkan pribadi Alo dan Cecil. Semalaman dia melihat-lihat semua kenangan Alo dan Cecil dari kotak khusus mereka. hmm.... Kesya. Kesya tidak merasakan apa pun. Kesya menghela napas.. kapan terakhir kali mereka bertemu? Waktu konser La Rouge. Kesya tersenyum puas menatap hasil rancangannya. Berkat kotak khusus itu. Sepertinya sudah lama dia tidak bertemu Jansen. Jansen mengikutinya.. “Ini ada Pak Jansen. “Haaiii. berarti kira-kira tiga minggu yang lalu. Oke. Pekerjaannya telah selesai dan dia merasa puas sekali. “Iya deh... Kesya kembali menatap rancangan cincin Alo dan Cecil. Kedua cincin itu merupakan jalinan emas yang tidak terputus. Butiran-butiran sparkling sampanye itu melambangkan kepribadian Cecil yang selalu bersinar dan ingin jadi pusat perhatian.“Sori. Yah.. ...” Kesya tersenyum lebar. nggak bisa. Cincin kawin Alo dan Cecil benar-benar dirancangnya dengan cermat. Anehnya.” sapanya sambil tersenyum gugup. butiran-butiran berlian itu tampak seperti sparkling pada sampanye.” Kesya langsung bangun dari duduknya.. Kesh? Kok pake serius gitu? Aku jadi deg-degan nih dengernya. Jansen yang sedang memperhatikan perhiasan dari balik etalase. langsung berbalik dengan kikuk. Pada badan cincin. “Permisi.” Kesya meletakkan teleponnya dan kembali melanjutkan rancangannya. Sedangkan warna cincin yang dibuat lembut mencerminkan kepribadian Alo yang tenang.” kata Cecil dengan nada meluap-luap. Kesya mengingatingat. Kesya berharap pernikahan ini untuk selamanya. Letaknya rapat-rapat. Rancangannya belum jadi. Aku nggak mau ngerusak rahasia kamu... sampai ketemu nanti jam tiga ya! Aku tunggu kamu di Bride‟s World.. Jansen..” sapa Kesya. Kesya tertawa kecil.

tampak Jansen berdiri dengan aneh. Mata Kesya menerawang.” katanya. berusaha mengusir il-fil yang baru saja dirasakan. Jansen mengelap mulutnya juga kedua tangannya.. Kesya memperhatikannya dalam diam. Kesya merasakan kedua tangan Jansen bergetar hebat...” Jansen meremas-remas tangannya. sudah cukup lama kenal ya. Dia kan sudah menetapkan hati bahwa jansen adalah yang terbaik untuknya.. aku. laki-laki yang dia sukai... kita.Kreeekkk... “Oke.. Ayo kita pergi.. Selesai makan. “Aku. Kesh?” “Lho... Entah apa yang berkecamuk dalam pikiran Jansen. “Aku. Baiklah..... Kesya menoleh mendengar suara itu.” Kesya melirik jam di pergelangan tangannya.... “Duduk yuk.. “Oh iya.. aku mau ajak kamu keluar untuk makan siang. memang sudah waktunya makan siang.” Jansen meremas tangannya. “Kamu mau ke mana.” Jansen memulai. “Hmm.. setelah itu dia akan segera menemui Cecil.. Kesya beranjak bangun.. Kesya tidak pernah melihat Marco nervous sedikit pun. Tingkah lakunya penuh kegugupan..” Iih. Jansen mengajak Kesya makan siang di sebuah kafe.. Suasana kafe yang remangremang berhasil membangun kesan romantis yang ingin ditunjukkan Jansen.. Kesya yang ayu.. katanya tadi mau ngajak makan siang?” Jansen tersenyum gugup. Tampak sangat tidak percaya diri. Semoga Jansen juga bisa lebih santai.. kita. Kesya mendengar tawa tertahan para anak buahnya.. . sebelah kakinya tersangkut pada kaki kursi tempat dia duduk tadi. Ini kan Jansen... “Hmm?” Kesya menunggu. ia kembali membandingkan Jansen dengan Marco. Seharusnya dia berbahagia dengan ajakan Jansen ini. Sebentar lagi jam dua belas. lama-lama il-fil juga deh dengan gaya Jansen! Kesya menggeleng cepat. Jansen menatap Kesya salah tingkah dan lagi-lagi tersenyum gugup.. udah lama nggak ketemuan. Tanpa sadar.. Berulang kali dia mengganti-ganti posisi duduknya. “Jadi. Entah bagaimana. Rasa percaya diri seolah terpancar begitu kuat dari setiap pori-pori tubuhnya. Siapa tahu dalam acara kali ini Jansen akan mengutarakan isi hatinya.” Kesya berusaha terdengar santai. Tangannya terulur untuk menggenggam tangan Kesya. Di belakangnya. Isi hatinya yang sesungguhnya. Jansen duduk diikuti Kesya. Perilaku kikuk dan gugup Jansen berbeda sekali dengan perilaku penuh percaya diri Marco.. Kesya memperhatikan semua gerak-gerik Jansen. Jansen terlihat bingung..

iya. “Cecil sudah datang?” tanyanya. “Hai.. Wanita itu juga memakai hiasan rambut dan perhiasan ala India..” Seorang wanita berpakaian sari—pakaian khas wanita India—berwarna pink terang datang menghampiri Kesya.” *** Kesya disambut oleh Anita saat tiba di Bride‟s World. Aku harus memikirkan semua ini. sorak-sorai... Entah apa yang dirasakannya kini...” ujar Kesya. “Aku. tubuhnya bergetar hebat. Kesya terkejut melihat penampilan Madame Daphne. Madame. “aku cin. “Aku tidak tahu. Tidak ada gegap gempita. “Kata Mbak Cecil.. atau tabuhan fanfare dalam hatinya. sebanyak yang kamu perlukan. “Aku tidak tahu. Semua itu tidak dirasakannya.. Bukankah bridesmaid akan mengenakan baju yang mirip dengan baju mempelai wanita? Kalau begitu dia harus menunggu baju pilihan Cecil dulu. Ruwet sekali. Di belakangnya.. tebaran confetti. Dan aku ingin kita serius pacaran.“Aaaaku. Sebanyak.. Kesya tertegun... Namun. Hatinya terasa biasa-biasa saja. aku akan memberi kamu waktu.. si madame berpakaian ala gadis Gipsi. Tampaknya Anita sudah cukup maklum dengan kelakuan bosnya yang agak ajaib.” Jansen tampak akan pingsan. tergagap... cinta kamu. tampak sekali dia berusaha mengendalikan dirinya... dia dapat mendengar Anita terkikik pelan...” Jansen menarik napas panjang. “Aku. “I.. Aku. Padahal entah sudah berapa kali Kesya menanti-nantikan momen ini. Sekarang dia .. Madame Daphne? “Ha. lengkap dengan celak hitam di mata dan bindh warna merah di dahi. Tidak tahan melihat tatapan memohon di wajah Jansen.” Kesya memalingkan wajah. Anita menggeleng. Lain halnya dengan Kesya. hai.. Jansen menunggu.. Kesya sayang.” Kesya mengangguk. Kesya sendiri juga bingung..” Suasana tiba-tiba terasa hening.” “Tidak tahu? Mak.. Tangannya juga digambar mehindi dengan motif bunga. Kesya memandang takjub wanita ini. minta waktu. Mbak Kesya boleh lihat-lihat baju bridesmaid dulu. Kesya menghela napas. maksud kamu?” Alis Jansen bertaut. Kesya yang ayu.. Ini kan. Terakhir dia bertemu dengan perancang busana pengantin itu.” Kesya berusaha menyembunyikan keterkejutan di wajahnya.

yah.. di sini. Diperlakukan seperti itu. namun lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya. memberikan penekanan berlebihan pada kata “lumayan”. dan semuanya bagusbagus... Tentu saja! Siapa yang suka dilecehkan seperti itu? Dada Cecil turun-naik. “Ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tempat wedding organizer saya di Amerika sana.. Finna langsung mengentak-entakkan kaki.” Madame Daphne tersenyum lebih lebar lagi. Madame Daphne masih memandang dengan tatapan tidak suka ke arah Finna sebelum berpaling ke arah Kesya. “Ini rancangan saya yang terbaru..berpakaian ala gadis India.. tentu saja dengan menggunakan suara sengaunya. Cecil mengangguk pasrah. Kesya menahan lengan Cecil dan menggeleng pelan. Dia mengedarkan pandangan. memperlihatkan semua gaun pengantin rancangannya.. . Tidak dipedulikannya Finna..” Kali ini nadanya terdengar sangat melecehkan. “Saya dengar. Dia membuka sebuah lemari berukuran besar. Madame Daphne mengernyit tidak suka. Tingkahnya persis seperti agen properti yang sedang menilai suatu tempat. “Wah. mempersilakan Cecil untuk memilih gaun pengantin yang cocok untuknya.” panggil Kesya dengan sopan. “Boleh kami langsung melihat rancangan gaun pengantin terbaru Anda?” Senyum Madame Daphne bertambah lebar. Dia tidak mau terjadi pertumpahan darah di antara dua wanita dewasa. “Benar sekali. seorang wanita dewasa dengan seorang wanita yang sangat tidak dewasa. ya?” Kesya mengalihkan perhatian Madame Daphne. Madame juga mencoba merancang gaun malam. Finna sedang beramah-ramah dengan Madame Daphne. pertanda bahwa dia sedang berusaha keras mengendalikan amarahnya. Hanya lumayan.. Entah apa lagi yang akan dikenakannya pada pertemuan berikutnya. Sementara itu. tempat menyimpan rancangan gaun pengantin terbarunya. lumayan...” ujar Finna. “Madame Daphne.. Sepertinya dia baru saja bertarung habis-habisan dengan keinginannya untuk melumat habis sosok Finna. Seakan kejutan itu juga belum cukup. Dia? tanyanya tanpa suara. Senyumnya mengembang tipis sekali. tempat ini. Finna! Dahi Kesya berkerut.. Dia langsung merangkul Cecil dan Kesya ke ruang berikutnya.. Finna tertawa sengau.” Tangannya terentang. seolah gaun-gaun itu adalah bayi-bayi yang sangat cantik.” “saya melihat hasil rancangan Madame di majalah. Dia merentangkan tangan dengan bangga.. Madame Daphne tersenyum. tiba-tiba Cecil masuk diikuti oleh. Wajahnya kusut sekali.

terbuat dari bahan brokat dengan motif bunga.” pinta Madame Daphne. “Sekarang aku butuh gaun untuk resepsinya. Napas Cecil tertahan. Di bagian pinggirnya ada pita warna pink dari bahan satin. Kesya yakin seratus persen. bagian bawahnya menyempit. payet-payet berkilauan itu pasti membuat Cecil jatuh cinta setengah mati. Bagian bawahnya dihiasi rendarenda kecil dengan desain yang sangat manis. “Saya coba dulu ya.Cecil meraba semua gaun pengantin itu.” komentar Cecil. Cecil keluar dari kamar ganti. payet itu memantulkan cahaya lampu sehingga Cecil tampak bersinar cemerlang. but yet so elegant.” Tubuh Cecil memutar.. Dia kembali meraba gaun-gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Tidak ada yang memedulikannya. . “Ini rancangan yang paling saya suka. Seluruh gaun dihiasi payet yang berkilauan. seolah ada cahaya yang menyorot dan hanya menyinarinya seorang. Di tengah pita itu tersemat sebuah bros berbentuk bunga. Dia mendengus lebih keras. Setiap helai kainnya melekuk sempurna. Mencari tahu gaun pengantin mana yang berjodoh dengannya. “Aku rasa gaun ini cocok untuk pemberkatan di gereja. Setiap kali Cecil bergerak. Bahan brokatnya tidak terlihat berat.” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun dengan sangat hati-hati..” puji Kesya. kemudian ujungnya melebar membentuk ekor gaun yang dramatis. membentuk sebuah siluet yang membuat semua mata sulit berpaling dari Cecil. Saat Cecil keluar dari kamar ganti. tolong bantu Cecil. Keseluruhan gaun itu memang terlihat sederhana. Lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya. Dan gaunnya? Gaun itu menyatu dengan indah pada tubuh Cecil. Gaun itu bergemeresik pelan saat berpindah ke tangan Cecil. menampilkan lekuk tubuh Cecil. Tatapannya sarat kekaguman. tapi juga sangat elegan. malah tampak memeluk mesra tubuh Cecil. Sepertinya pemilihan gaun pengantin kali ini tidak akan berlangsung selama yang pertama. Kesya menghela napas lega.” jawab Cecil. Anita mengangguk dan mengikuti Cecil ke dalam kamar ganti. Potongan lehernya yang berbentuk V tampak rendah.. “Gimana? Gimana?” tanya Cecil bersemangat. “Anita. kembali menghadap ke jajaran gaun yang indah memesona. Berbentuk bustier yang seksi. Beberapa saat kemudian. “Simple. “Mau coba yang ini?” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun. Dia berputar-putar di depan Kesya dan Madame Daphne. Dia masuk ke kamar ganti diikuti oleh Anita. Gaun itu tampak sederhana. Finna terdengar mendengus..

Gaun tersebut pasti akan terlihat menarik sekali kalau Anda yang . terus sampai ke bagian pinggung gaun! Dan lidah-lidah api itu berupa sablonan yang kentara sekali tidak dikerjakan dengan teliti. kamu lebih cocok kalau pakai gaun dengan model seperti ini. Cecil menatap gambar itu. si wanita berambut ular yang tatapannya dapat membuat orang berubah menjadi batu? “Anda pasti bisa kan. “Hei!” Kain sari Madame Daphne bergemeresik saat dia berbalik menghadap Finna.. “Saya ambil yang ini juga. ya?” bentaknya.. “So beautiful.. Dia berpaling kepada Madame Daphne. Finna! Mereka lupa sama sekali pada wanita itu! Dan wanita itu tidak suka dilupakan begitu saja! “Masa kamu langsung deal begitu saja sih. baru kali ini Cecil terdiam cukup lama. Kesya memejamkan mata. Cecil tersenyum lebar. Memangnya Cecil Medusa. Kesya mengintip dari balik bahu Cecil.” bisik Kesya. terlalu gembira untuk dapat berkata-kata. seolah yang berdiri di hadapannya adalah seorang ratu mahaagung.Perlahan.. Cecil menatap Kesya. tidak mau lebih lama lagi menatap gaun itu.” puji Kesya tulus... Entah bagian mana dari gaun tersebut yang. “Your Majesty. Raut wajahnya menampilkan rasa sakit hati yang amat sangat. menurut Finna. “Menurutku. Dia bergerak mengamati tubuhnya dalam balutan gaun pengantin. Dalam hati Kesya tertawa.. Gaun pilihan Finna sebenarnya hanyalah gaun putih biasa. “Saya tidak mengatakan bahwa gaun dalam gambar yang Anda bawa sama sekali tidak menarik.. Cecil meraba gaun itu. membuat gaun seperti ini?” Finna berpaling menunjukkan gambar tersebut kepada Madame Daphne. Itu gaun teraneh yang pernah dilihat Kesya. Cecil hanya mengangguk. Yang membuat gaun itu terlihat aneh adalah di bagian bawahnya terdapat gambar lidah-lidah api yang menjalar dengan hebatnya. Binar kekaguman terpancar kuat dari matanya. Sekujur tubuhnya berkelap-kelip heboh. cocok untuk Cecil.” Kesya membungkuk hormat. Madame Daphne melirik gambar itu dan terkesiap.. Cecil tertawa. “Wait!” Sebuah suara mengejutkan mereka. Cil.” Dia menyodorkan kertas yang entah dari mana telah berada di tangannya. “Anda kira saya perancang kacangan. Biasanya sahabatnya itu tidak pernah diam lebih dari lima detik. “You look like a queen. Cil? Tanpa melihat gaun-gaun lainnya? Lagian menurutku gaun itu ngak cocok banget sama kamu! Nggak sesuai dengan kepribadian kamu!” Finna masih terus nyerocos.” ujarnya mantap.. Gaun model apa itu? Entah dari mana Finna mendapatkan potongan gambar itu.

“Oke. Tapi saya sangat tidak suka dengan perempuan mengerikan itu! Sejak awal dia telah membuat saya sakit hati!” Suara Madame Daphne bergetar marah.. Dia kerepotan karena masih mengenakan gaun pengantin impiannya itu.” kata Kesya merendah. Sari-nya bergemeresik mengikuti gerakannya. Senyum Kesya mengembang. “Tapi... “Saya sangat menyukai kalian berdua.” Kesya masih berusaha mengimbangi jalan si madame.. Wajahnya? Duh. Dia langsung mengejar Madame Daphne. Begitu melihat Kesya dan Madame Daphne..” panggil Kesya lembut.. pokoknya Finna sudah tidak berada di sana. “Madame.. pikir Kesya. Dia mengamit lengan Madame Daphne kembali ke ruang gaun pengantin. Sekarang. seolah tidak pernah terjadi insiden apa pun sebelumnya.. “Kamu jadi ambil gaun yang tadi?” Cecil mengangguk kuat-kuat. dia berdoa dalam hati semoga Finna sudah tidak berada di sana.. tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.. saya tidak mau dia ikut campur urusan gaun pengantin lagi!” sambungnya dengan nada tegas.. . Dia akan melakukan apa saja untuk membuat hati Madame Daphne luluh. Madame Daphne mendesah panjang. Dia tidak berkata-kata saking cemasnya. Wajahnya masih tetap ditekuk. Madame Daphne masih terus berjalan. Asem banget! “Madame. Saya harap Madame tidak memedulikannya.mengenakannya! Tapi. Kesya bernapas lega... Dia berbalik ke ruang ganti dan buruburu melepas gaun itu.. Gaun-gaun rancangan saya adalah gaun-gaun yang berkelas. kami minta maaf. jangan hina saya seperti ini. kamu dan Cecil. Entah siapa yang menghalaunya pergi. wajah itu tampak keras seperti batu! “Madame Daphne. bukan cuma Madame Daphne yang sudah dibuat sakit hati oleh Finna. Senyum Kesya menghapus cemas di wajahnya. “Maafkan teman saya itu.” Seulas senyum terbit di wajah Madame Daphne..” panggil Cecil dengan putus asa. Yah. selain asem. saya maafkan dia. Yang ada di ruang gaun pengantin hanya Cecil yang duduk dengan lesu dan Anita yang tidak tahu harus berbuat apa. “Jadi bagaimana?” tanya Madame Daphne. Kesya mengangguk paham.. Doanya terkabul.. Senyum Kesya bertambah lebar.” Cecil buru-buru memanggilnya. “Teman saya itu memang agak kasar. Sambil berjalan. saya. Cecil langsung berdiri.” Madame Daphne berpaling tiba-tiba. “Kesh. Tidak seperti dalam gambar ini!” Madame Daphne berbalik pergi. namun kesan keras dan asem di wajahnya perlahan-lahan luruh.

.” Mata Cecil membelalak. Kesya membawa mobilnya sendiri.” jawabnya. “Aku harus tegas kali ini.8 CECIL masih mengomel panjang lebar saat mereka sudah berada di mobil masingmasing. “I’m your bridesmaid. Cecil juga. Ngomelnya? Ya lewat telepon! “Nggak ngerti deh gimana jalan pikiran si Finna. Aku mau kasih liat rancangan cincin kalian.. aku belum kabarin Alo soal gaun pengantinku. “He-eh.” ujar Kesya pelan. Aku harus bersikap benar-benar tegas sama dia!” Cecil masih menyambung pembicaraan mereka tentang Finna.. aku telepon Alo dulu. “Dinner sounds great.. Aku telepon dia dulu ya.” jawab Cecil. Kamu liat sendiri kan. I owe you really big!” Kesya tersenyum.. rancangannya udah jadi?” Kesya menjawab santai. “Ya ampun! Aku lupa sama sekali soal cincin itu. Nanti keriput lho.” Cecil mengangguk meskipun Kesya tak bisa melihatnya.” “Sebentar ya..” “Gimana kalau aku traktir kamu dinner? Tanda terima kasihku karena sudah membereskan masalah Finna tadi?” Kesya melirik jam tangannya. “Udah deh. “Oh ya.. Jadi.. Aku nggak tau gimana jadinya kalau kamu nggak berhasil merayu Madame Daphne. Nggak usah marah-marah terus.. Kesh. Jalar api yang terdapat pada gambar gaun itu belum juga sirna dari bayangannya.” “Sekalian suruh dia dateng aja. Bisa-bisanya dia mengusulkan aku memakai gaun pengantin mengerikan itu. Aku nggak mau lagi Finna bikin onar di acaraku nanti. “Untung ada kamu.. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam. betapa seremnya gaun itu?” “Iya sih. “Di tempat yang biasa aja ya?” “Oke.” ... Kesya tersenyum lagi...

Acara dinner mereka berlalu tanpa insiden yang cukup berarti. Mukul beduk kok nggak lihat tempat sih? Toh itu hanya tangan Marco.” Cecil mengecup mesra pipi Alo sementara Alo mengusap lembut pipi Cecil. “Nah. Kesya mengulum senyum. Kesh?” tanya Alo lembut.” Kesya mendengus pelan. Mobil mereka masing-masing meluncur pelan. Tak lama kemudian Cecil kembali bicara dengan Kesya.. Kesannya kok dirinya dan Marco berpasangan. “Hai. Kesya menceritakan detail-detail yang dibuatnya dalam gambar tersebut.” “Kata Alo.. Dia tidak suka dengan urutan nama yang disebutkan Cecil. Pemukul beduk di hati Kesya beraksi lagi... Alo dan Marco rupanya sudah sampai lebih dulu.” Cecil tidak bisa menyembunyikan nada bersemangat dalam suaranya. Aku. dan Marco.. Sekilas dia mencium bau rokok dari desah napas Marco.” “Huhh... Setelah mereka semua selesai makan.... Dia buru-buru memasukkan permen mint ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan gaya berlebihan. Mereka bangkit dari duduknya ketika Cecil dan Kesya tiba di meja.. “Halo.. Kesya jadi jengah sendiri. Tidak lebih.” Kesya mengernyit. kami mau liat rancangan cincin yang sudah kamu buat. Cecil tidak berhenti bercerita tentang insiden gaun pengantinnya.Kesya tidak mendengar apa-apa.” “Iya. Kesya mengernyit... Dia juga menceritakan secara detail tentang gaun pengantin yang dipilihnya dan memaksa Alo datang ke Bride‟s World untuk memberikan penilaian tentang gaun pengantinnya. Ada begitu banyak cinta bertebaran di sekitar Alo dan Cecil. Kecuali saat tangan Kesya tidak sengaja memegang tangan Marco ketika mereka sama-sama ingin mengambil kecap. kamu. Dia duduk dengan kikuk di samping Marco.. Sayang. Selama dinner berlangsung. Cecil menekan tombol hold sementara dia menghubungi Alo. Kesya memaki pelan. ya?” Kernyitan Kesya bertambah banyak. “Kenapa sih kamu. Kesh. Kesh.. Alo dan Cecil tersenyum melihat ulahnya. Kesya menampilkan ekspresi jijik di wajahnya. Marco tersenyum.. “Hai. Alo. kita dinner bareng aja. Mengutuki si pemukul beduk yang kurang ajar. Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam restoran. Dikeluarkannya buku sketsanya dari dalam tas. “Ini. Kesh. “Marco is a very nice person lho. sementara Alo dan Cecil . “Abis ngerokok lagi. Cecil memperbaiki duduknya. Marco sendiri hanya tersenyum dan menarik tangannya seolah tidak terjadi apa-apa.” sapa Marco.” Dia menunjuk gambar cincin yang tadi siang dibuatnya.

Rancangan yang sama dengan rancangan cincin Cecil. namun Cecil tidak melihatnya. Entah tidak melihat atau pura-pura tidak melihatnya. “Yep. “Oke kalau begitu. Dan aku juga akan meminta pengrajin emas yang khusus untuk membuat cincin kalian. Benar..” Mereka semua beranjak bangun. aku udah kasih kamu CD fotonya. kan?” Alo berpaling kepada Marco.” “Itu sih nggak masalah. “Marco.. bedanya berliannya hanya satu. gimana?” Kesya mengakhiri presentasi singkatnya sambil berharap-harap cemas. Kita pulang aja ya. Cecil mengangguk-angguk penuh semangat. It’s a really exhausting day. kamu langsung pulang sama Kesya aja. memang harganya akan sedikit lebih mahal karena champagne’s sparklingnya berupa berlian-berlian kecil. Cecil tersenyum dan memeluk erat Alo.. Alo dan Cecil pulang dengan mobil masing-masing..” ujar Cecil.mendengarkan sambil berusaha memvisualisasikan gambar Kesya dalam benak mereka. “Aku suka banget detail champagne’s sparkling-nya. “Oke.” tambah Alo. “Marco. Kesya melirik tajam ke arah Cecil. Senyum lebar selalu menghiasi wajahnya.” ujarnya lagi sambil menatap Cecil. sementara Alo memperhatikan antusiasme Cecil dengan senyum kecil. Itu aku banget!” Kesya tersenyum. Terpaksa dia harus berduaan saja dengan laki-laki bernapas asbak ini! . Cecil dan Alo adalah customer-nya. masih dengan lengan yang digelayuti Cecil. Bagaimanapun.” Marco menepuk-nepuk kantongnya. kan? “Yah. Marco langsung menggandeng tangan Kesya.” sela Alo. “No problem.” ujar Alo mantap. Hei! Kenapa nggak ada yang menanyakan pendapat Kesya? Kesya mendengus kesal. “Seperti ini maksud kamu?” Kesya menunjuk gambar cincin pada halaman berikutnya. Kesya tertawa lebar. kualitas terbaik tentu saja. “Bisa nggak kalau buat aku dibuat lebih simpel lagi?” Kesya mengangguk.. “Perfect. “So.. Dia memang sudah menyiapkan rancangan yang lebih sederhana untuk Alo.. “Great!” Cecil buru-buru menjawab. Marco?” Alo berpaling meminta persetujuan Marco. “Tapi aku kurang begitu setuju kalau kamu membuatkan rancangan yang sama untuk cincinku. “Apa aja yang dia suka.” Alo langsung beranjak pergi.

Ada foto saat mereka masih mengenakan seragam SMA. gadis yang dipacarinya selama dua tahun. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di bibir. Tangannya bergerak. Rencananya nanti. “Rancangan kamu tadi benar-benar bagus. Milik pacar barunya.. Kesya diam saja. juga foto-foto saat Cecil menemani Alo pertama kali meeting besar di Malaysia. Rasa ingin tahunya menggerakkan tangannya untuk membuka file itu.” kalimat Marco memecahkan kesunyian di antara mereka. Matanya merana menatap Joanelle. Marco bahkan belum mengenal Alo saat itu. Kali ini Marco menawarkan diri untuk menyetir. *** Marco tercenung menatap foto-foto mesra pada laptopnya. foto saat Alo dan Cecil jalan-jalan bersama. agar semua tamu tahu perjalanan kisah cinta Alo dan Cecil. gadis yang luar biasa cantik itu. .” Tatapan Joanelle keras. Tampak adegan Alo dan Cecil sedang.” Hanya itu komentar Kesya. “Sorry to say that. Dia tidak wajib beramah tamah dengan Marco. Dia teringat kisah cintanya yang membuat hatinya hancur lebur beberapa tahun silam. “Hmmm.. lalu foto saat Cecil dan Alo sama-sama diwisuda.” Dia lalu beranjak pergi dan naik ke sebuah Jaguar mewah. Tidak ada sorot kepedihan di sana. “Kenapa?” tanya Marco. Semua foto itu menggambarkan kisah cinta Alo dan Cecil. gadis yang meninggalkannya mentah-mentah. Foto-foto Alo dan Cecil. Kisah cinta dengan Joanelle.. I want more. Marco tersenyum getir.Peugeot merah Kesya meluncur membelah malam yang sudah semakin larut. seorang pengusaha beromzet miliaran.. ketika resepsi pernikahan berlangsung. Ada foto saat Alo dan Cecil diplonco saat mahasiswa. Foto-foto tersebut seperti mengalami metamorfosis. Will I have this kind of romance story? batinnya. Marco menghela napas.” Nada suara Marco terdengar lebih lembut... “I need more. hendak mematikan laptopnya ketika dia melihat sebuah file yang berjudul video. “You’ve done a great job. Perlahan-lahan berubah menunjukkan kedewasaan wajah Alo dan Cecil. Marco berjanji untuk mengedit foto-foto tersebut. Diam-diam Kesya tersenyum. foto-foto tersebut akan ditampilkan pada sebuah layar besar. Sekelumit perasaan bangga membuncah di dadanya.

“Memangnya belum cukup perhatianku selama ini?” Cecil menggeleng cepat. esensi suaranya menandakan ada amarah yang bergejolak dalam dirinya. “Aku cuma mau kamu perhatiin aku!” bentak Cecil.” Walau diucapkan cukup lembut. Kesya sendiri tersenyum lebar. Alo menggeleng frustrasi. Cecil tidak menjawab. masih terkikik. Tawa Marco meledak. ini adegan Alo dan Cecil sedang bertengkar... Tapi. seperti es batu yang mencair disapu hangatnya sinar matahari. Cecil kemudian menangis. namun tangisannya mereda. “Sori deh. Marco melihat satu lagi file foto yang belum dibuka..“Kamu selalu keras kepala. Handycam buru-buru dimatikan dan Marco tidak tahu lagi apa yang terjadi kemudian. Tubuh Cecil mengejang kemudian lunglai. Sebenarnya Cecil yang berteriak-teriak. hanya Cecil yang berani.. Alo hanya memandangnya frustrasi dan berkata beberapa patah kata. Entah siapa yang berani merekam adegan ini. “Belum!” Cecil berpaling. Sorotan handycam kembali beralih ke Kesya. “Taruhan. “KESYA!” bentaknya. Adegan yang sangat intim. Aku janji akan lebih merhatiin kamu lagi.. ini suara Cecil. “Kamu tuh maunya apa sih?” tanya Alo. “Tuh kan bener. sedang tertawa cekikikan. bagi orang yang sudah mengenal Alo dengan baik.” bisiknya. “Great job. “KESYA!!!” Terdengar teriakan Cecil. “Matikan handycam-nya!” Sekarang yang terlihat adalah wajah Kesya. Alo kemudian memeluk erat Cecil.” Sorotan handycam beralih lagi ke Alo dan Cecil yang kini semakin kencang berteriak. sangat hangat. Sayang. wajahnya tepat menghadap ke arah layar..” ujar Alo.. “Aku? KERAS KEPALA?” Tidak diragukan lagi... Tidak ada yang berani melawan Alo. “Hihihi. handycam dapat menangkap suara Alo. dan bersahabat. tidak seperti orang yang sedang marah. sebentar lagi mereka pasti udah sayang-sayangan lagi.” bisik Kesya sambil tersenyum jail. Marco mengklik foto tersebut dan layar laptopnya menampilkan foto Alo dan Cecil sedang mengapit Kesya di tengah-tengah. Dia tidak menyangka akan melihat adegan yang seperti itu. Kesya tampak beberapa tahun lebih muda. Mereka merangkul erat Kesya. Marco menahan senyumnya.. Alo mencium pipi Cecil berulang kali. *** . Alo.” Kesya mengacungkan jempolnya ke arah handycam. Nadanya tidak terdengar meninggi.

teman SMA mereka yang sejak dulu memang hobi banget foto-foto. Alo tampak mengobrol dengan Darius. Pekerjaannya yang menumpuk. Padahal dia ingin tidur sampai siang. jangan-jangan ini salah satu akal bulus Alo dan Cecil untuk mendekatkan dirinya dengan Marco. Kesya melirik Cecil. Dia tidak merasakan apa-apa. Cecil pasti senang banget kalau Kesya cerita soal perasaannya yang kian memudar terhadap Jansen. Kesya curiga.” “Dasar sapi tukang tidur!” cela Cecil. Kesya dan Marco diminta untuk menemani Alo dan Cecil foto pre-wed di daerah Puncak. Ingan Jansen. Dia semangat banget waktu tau bakal moto aku dan Alo. kita nggak ketemu dia?” Kesya mengangguk. Udah lama banget kan. sorak sorai.. Dia juga seneng banget waktu aku bilang kamu juga ikut. Kesya memutar kembali ingatan saat Jansen menyatakan cintanya. pantas! Mereka sedang berada di tengah-tengah kebun teh.. Dia memandang Marco yang asyik mengobrol dengan Cecil dan Alo.. Kesya keluar dan mengernyit. membuatnya sangat kurang tidur belakangan ini. .Kesya. Juru rias itu langsung bekerja cepat. Kesya meninju bangku Cecil. Cecil langsung menggandeng tangan Alo dan berlari menghampiri Darius yang tengah bersiap-siap.. Entah kenapa Cecil begitu ngotot minta Kesya menemaninya. buru-buru menggiring Cecil duduk di bawah sebatang pohon. Panas banget! Hmm. “Kok diam aja sih?” Kesya balas memandangnya.. Kembali berusaha mencari-cari gegap gempita.. merias Cecil. ditambah pekerjaan ekstranya menjadi bridesmaid yang baik bagi Cecil. “Sudah sampai. tebaran confetti. dan Marco terguncang-guncang di dalam mobil Alo. Dia sedang tidak ingin beramah-ramah dengan Alo. Cecil. Hari ini.” panggil Cecil. Cecil.. dan tabuhan fanfare dalam hatinya.” Alo mematikan mesin mobil dan keluar. Alo dan Cecil pasti akan sibuk foto-foto dan hal itu akan menyebabkan dia menghabiskan waktu bersama Marco. mungkin juru rias. Kan aku udah bilang dari tadi aku nggak mau ikut karena aku mau tidur. Alo. Seorang wanita. “Darius?” “Iya. Kesya diam saja. Kesya teringat dia masih punya utang kepada lelaki itu. omong-omong. “Memangnya siapa?” “Darius!” pekik Cecil. apalagi dengan Marco! “Kesh. Kesya mengembuskan napas. Darius teman kita waktu masih Sma. Darius juga rekan sekerja Jansen. meliriknya dari kaca depan mobil. “Aku ngantuk. kamu tau nggak siapa fotograferku?” kata Cecil tetap antusias. Berduaan saja. Padahal Kesya malas banget. “Eh. kemudian melambai ke arah Marco dan Kesya. Darius.

“Ini bridesmaid dan bestman-nya.” ujar Darius. dan menyeret langkahnya menghampiri Alo dan Darius. Kesya kemudian duduk di tanah dan mengeluarkan notes kecilnya. Tampak cantik sekali. ya?” lanjut Darius setelah menyalami Marco. mereka meninggalkan Kesya dan Marco berduaan.. Kesya kembali berkonsentrasi pada pertanyaan Darius. Tatapannya lembut. yah. begitu deh. Entah. Dari raut wajahnya Kesya tahu bahwa responsnya aneh sekali. namun penuh pancaran cinta yang berapi-api.” Cecil berpaling kepada Kesya. kamu lagi dekat dengan Jansen. Kesya merasakan tubuh Marco mengejang di sampingnya... Waktu terus bergulir. tersenyum garing. Sayang. Darius tersenyum...” Alo memandang Cecil. “Aku dengar. Bingung juga harus berduaan saja dengan Marco. sementara aku dan Alo foto-foto. dan Darius dari kejauhan... tolong temenin Marco ya. Sementara Alo hanya senyum-senyum tidak jelas. “Alo. Kesya mengangguk malas-malasan.” sahut Kesya singkat.” Alo memperkenalkan mereka..Kesya balas melambai. “Ya ampun.. “Lagi ngapain?” Marco juga ikut duduk di sampingnya. Tampaknya mereka sangat menikmati sesi pemotretan kali ini dan tidak menyadari waktu yang terus bergulir. y. Dia tidak mau repot-repot mengklarifikasi responsnya tadi.. buku idenya. “Hai! Aku cantik nggak?” Tiba-tiba Cecil sudah berdiri di hadapan Kesya. kan?” Mata Darius terbelalak. Sesekali terdengar tawa Cecil. “Corat-coret aja. Bodo ah! Benaknya. “Kamu masih ingat Kesya.” pintanya. “Rancangan baru?” Kesya mengangguk tidak peduli. “Kesh. Kesya masih terus sibuk mencorat-coret notes kecilnya. Alo. “Biar aku setting tempatnya dulu. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin dengan potongan sederhana.... “Bosen nih. Selesai Alo berganti pakaian.” sahut Kesya gugup. “Hmmm.. Wajahnya sudah dirias. Kesya! Sudah lama sekali kita nggak ketemu!” Kesya tersenyum melihat antusiasme Darius. Matanya terpejam.. mungkin perasaannya saja. “Cantik banget.” . kamu ganti baju dulu aja. Marco merebahkan tubuh di samping Kesya. Bersyukur sekali karena buku itu masih sempat dia selipkan di dalam tasnya.. Cocok sekali untuk suasana perkebunan teh ini..

namun dia gengsi mengakuinya di hadapan Marco. Mau putar-putar aja. Kesya mengangkat dagu tinggi-tinggi dan berjalan menjauh dari Marco. Dan masih terus terbahak-bahak saat mereka sudah berada di dekat mobil Alo. Kesya diam saja dan terus berjalan. “Ya nggak apa-apa sih. jangan marah dong. Rasanya dia sudah berjalan jauh sekali ketika sebuah sepeda meluncur di sebelahnya.. Sebenarnya dia tidak bisa naik sepeda. “Kesh.. “Hhheiii!” Kesya menjerit ketika sepasang tangan kokoh Marco merengkuh tubuhnya dan mendudukkannya di besi melintang di depan sadel sepeda. Ada di bagasi. Menyambut hangat si pemukul beduk. Lama-lama dia menikmati juga irama tidak teratur si pemukul beduk. dimasukkannya notesnya ke tas. Dia kira Marco tidur. Lagaknya seperti sedang berbicara dengan anak balita.” Marco bangkit dan menggandeng tangan Kesya. Tapi kenapa tadi waktu aku tanya. namun pemandangan indah yang membentang di hadapannya menyurutkan rasa kesalnya.” Marco mengayuh sepedanya pelan.Kesya tersentak mendengar suara itu. “Kamu harus nurut sama aku. Alo dan Cecil langsung saling melempar senyum penuh makna saat melihat tangan Kesya dan Marco yang bertaut. Kesya melepaskan genggaman tangan Marco.” Marco menggeleng-geleng. Dug dug dug! Si pemukul bedug kurang ajar itu kembali beraksi! “Alo. begitu intim rasanya. “Kamu bisa naik sepeda?” tanya Marco. kamu sok-sokan bilang bisa naik sepeda? Gengsi?” Marco tersenyum menggoda. tapi ternyata lakilaki itu tiba-tiba bangun..” bujuk Marco lagi. Kepalanya tertunduk. “Tadi Alo bilang dia bawa sepeda lipatnya. Anggukan yang ragu-ragu. “Jangan keras kepala ya. Kesya langsung panik.... Lagi pula.” Alo melemparkan kunci mobilnya. Kita putar-putar aja yuk.. Dug dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi! Kali ini Kesya tersenyum. Dengan terburu-buru. Marco menggandeng Kesya mendekati Alo dan Cecil.” bujuk Marco. “Ayo naik sini. Kesya kesal. berada begitu dekat dengan Marco. sementara Marco hanya tersenyum. “Memangnya kenapa kalau aku nggak bisa naik sepeda?” tanya Kesya ketus. “Ambil aja sendiri.. Kesya mengangguk pelan. tapi Kesya kan nggak bisa naik sepeda. .. Kesya tetap tidak memedulikan Marco dan. kami pinjam sepedanya ya. Tersaruk-saruk dia mengikuti Marco.” Marco tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Alo. Ada dua tuh...

“Marco?” Cecil berpaling kepada Marco. having great time?” tanya Alo. Percuma dia marah-marah sekarang. besok Minggu.. “Nggak apa-apa kok. Alo dan Cecil menghampiri mereka. Sebaliknya. Marco mengembalikan sepeda lipat Alo ke dalam bagasi mobil. Kesya mengumpat dalam hati. Cecil mengangguk kuat-kuat dan tersenyum lebar sekali! “Kesya. sekali-sekali melakukan sesuatu tanpa rencana. Kesya jadi berhenti marah-marah..” ujarnya penuh kemenangan..” Marco menunjuk dengan dagunya. . Tanpa rencana.. “Kamu tuh apa-apaan sih. “Aku bawa baju kamu.” jawab Marco santai. Marco. kembali ke peraduannya. Tepat saat itu juga. Dan demikianlah yang terjadi. Cil? Aku bilang nggak mau ikut..” “Cecil! Kamu apa-apaan sih? Menginap tanpa rencana begini? Aku kan nggak bawa baju ganti!” Cecil tersenyum licik. Kesya mengangguk. Cecil menarik Alo dan berbisik-bisik di telinganya. jadi jelas dia tidak akan mendengar omelan Kesya.” kata Cecil sangat antusias. eh kamu malah maksa aku nginap di sini. Alo sekamar dengan Marco. “Sepertinya kita akan kemalaman. Matahari surut perlahan-lahan. lagi!” Cecil tersenyum. jadikita menginap saja di sini. Toh hari ini weekend. “Aku sih nggak keberatan.. Ada di bagasi mobil. Keindahan alam yang alami. “Hai. DeeDee. “Sunset. namun sering kali terlupakan karena sibuknya aktivitas sehari-hari. Mata Kesya menyipit.Marco mengayuh sepedanya dengan santai.. Senyum cerah di wajah Cecil menunjukkan bahwa Kesya terlalu antusias merespons pertanyaan Alo. “Lihat itu. Kesya buru-buru mengembalikan posisi wajahnya ke level “tidak terlalu antusias”. Tanpa sadar. Kesya kesal sekali dan masih terus marah-marah saat dia dan Cecil sudah berada di kamar hotel mereka. mereka kemudian kembali ke lokasi pemotretan. Cecil menutup rapat pintu kamar mandi.. Kesh. dan nggak ada yang harus kerja. Kan seru!” balasnya sambil melenggang masuk ke kamar mandi. Entah apa lagi yang direncanakan si drama queen ini! Alo menggeleng-geleng dan mengernyit memandang Cecil. tidak peduli dengan wajah kusut Kesya. Rupanya mereka sudah selesai.” Dan Kesya terpesona dengan pemandangan di hadapannya. Selesai melihat sunset. Cecil sudah menutup pintu. Marco menghentikan laju sepedanya dan terpaku juga melihat keindahan alam tersebut..

Dan dia tersentak saat melihat sosok tinggi di teras sebelahnya. Kalian enjoy aja. “Alo mana?” “Yup. Sayang?” Alo keluar dari dalam kamar.” “Boleh. Kemudian dia mengeluarkan permen mint dari dalam kantong celananya lalu mengunyahnya. Marco tergelak. “Mmm.” Alo tidak pernah menolak permintaan Cecil. Seharian ini mereka ramah sekali. Sesaat dia sempat lupa bernapas. “Aku pengin makan jagung bakar nih. “Kesh?” panggil Cecil.” “Kalau begitu. “Kesya.” ujarnya lembut.. Alo dan Cecil senyum-senyum lagi. Dia perokok berat.” Marco tersenyum. “Nanti saja. ya?” tanya Marco lembut. Dengan pasrah dinikmatinya embusan udara yang semakin dingin. kalian mau ikut?” Kesya menggeleng.. Lagak Marco seperti kesatria yang bersumpah pada rajanya. liat di restoran hotel saja. Marco!” seru Kesya sambil mengernyit.” Marco menanggapi. “Kamu benar-benar nggak suka sama smokers. Ternyata sosok tinggi berasap itu adalah Marco yang sedang merokok.. “Ihhh. Rambut keritingnya tampak basah. Senyumsenyum terus! “Kamu mau makan apa.” Tangannya terkepal dan diletakkan melintang di dada.. Sehari bisa berbungkus-bungkus rokok habis diisapnya.. Sosok itu berasap! Hiiyy! “Kesya. Kesya tersenyum. Kesh?” tanya Marco ketika Alo dan Cecil sudah berlalu.” . Kasihan banget. kita makan jagung bakar yuk. “I never know that. Marco.” “Kalau begitu aku juga di sini saja. Marco buur-buru mematikan rokoknya.. Masa depannya hilang karena nikotin. Kesya duduk. Tadi sepertinya aku lihat ada yang jualan di depan hotel deh. “Iya deh! Aku janji akan quit jadi smoker. ngapain di luar?” Kesya tersedak. “Kamu mau mandi nggak?” Kesya menggeleng. “Makanya aku nggak suka sama perokok! Egois!” Kesya mencibir ke arah Marco.Kesya beranjak ke teras kamar..” Cecil berpaling ke arah Marco. “Aku mau makan di sini saja. sejenak melupakan pertikaian mereka. “Aku punya teman baik yang meninggal karena kanker paru-paru. Males mau keluar-keluar lagi.

Kesya mengangguk... Berjuta-juta bintang berkelap-kelip indah di langit malam. “Lihat deh.. walaupun matanya terpejam rapat. Kesya merasakan bibir Marco telah lepas dari bibirnya. bergemuruh sorak-sorai. lalu merasakan bibir Marco menyapu lembut bibirnya. Kali ini Kesya menyambut hangat si pemukul beduk. Benar-benar menikmati suasana ini. “Bintang.. Marco mencium Kesya dengan lembut. Dia membuka mata...” Kesya merasa Marco memegang dagunya.. “Kesh. di bawah sinar bulan dan cahaya bintang. Banyak sekali. Tangannya merangkul erat pinggang Kesya.. Pusing yang menyenangkan. may I kiss you?” tanya Marco pelan sambil merengkuh kepala Kesya. . Kesya membuka bibirnya. dilihatnya tatapan lelaki itu melembut. “Kesh. “How was that?” tanya Marco sambil tersenyum nakal.” kata Marco cepat. namun kemudian menyambut uluran tangan Marco. Di dalam dadanya... Aku ke kamarmu lewat pintu depan. Desah napas Marco bercampur dengan aroma mint. Tak lama kemudian Marco sudah muncul di ambang pintu kamar Kesya dan menghampiri gadis itu. Tubuh Kesya menegang. memberi kesempatan pada Marco untuk menjelajah ke dalam relung hatinya. Blasss! Tiba-tiba lampu di seluruh hotel mati! “Marco!” panggil Kesya panik. “Aku di sini..“Kalau begitu. Kesya... Menikmati sensasi berada di pelukan hangat Marco. Namun..” panggil Marco lembut. Sekilas Kesya juga dapat melihat tebaran confetti. “Yuk. Kesya memejamkan mata dan merasa pusing.” Marco mengulurkan tangan. tunggu sebentar. dan tabuhan fanfare. menuntun wajahnya untuk menengadah. lalu menghilang dari teras kamar... lalu perlahanlahan santai.” Kesya terperangah. Dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi. Tangannya menggenggam tangan Marco lebih erat lagi. Kesya menjawabnya dengan senyuman. Kesya ragu-ragu. Kesya tidak pernah melihat bintang sebanyak ini di langit Jakarta.. gegap gempita.” Kesya merasakan Marco mendekapnya.. aku temani ke restoran. Indah sekali! Saat Kesya menoleh dan memandang Marco. Dia paling tidak suka berada di kegelapan. dan Marco menyambutnya dengan sebuah ciuman yang panjang dan lama.

. Dia mengekor Kesya menemui Jansen.. Tatapannya tajam. Senyum di wajah Marco tidak kalah lebarnya. Jansen duduk dengan gelisah. Marco. hanya Jansen yang mampu membuat Kesya tampak cantik dalam foto.. Di sofa ruang tamu.” bisik DeeDee.. DeeDee membuka pintu lebih lebar dan Kesya pun tahu apa yang membuat raut wajah DeeDee seperti itu. namun orang yang bersamanya. sementara tangannya di letakkan di bahu Kesya. sementara Marco duduk di belakangnya.. . Orang itu adalah. DeeDee membukakan pintu apartemen Kesya dengan raut wajah yang sulit ditebak.. “Kesh. yang berada di sisinya yang membuatnya tampak sangat cantik. Dia melirik Marco sementara Marco santai saja.. tampak Kesya masih duduk santai di atas sepeda. Tampak sekali mereka sangat menikmati momen tersebut. Dia tampak cantik sekali di kedua foto itu. Jansen berpaling dan terkesiap melihat Kesya dan Marco. tertawa lebar. Kali ini sepeda terlihat berhenti.. Mereka berdua sedang menatap kagum ke pemandangan sunset yang indah.” Kesya menatap Marco. aku lihat foto ini di meja kerja Darius kemarin malam.9 KETIKA mereka pulang keesokan harinya. Wajahnya sangat bahagia. “Dia sudah duduk begitu dari pagi. Kesya terkesiap. Kesya menatap punggung Jansen dengan cemas. Ternyata bukan fotografernya yang membuat Kesya tampak cantik. Marco mengangguk dan beranjak pergi. Di foto yang kedua.” ujarnya gugup. “Berdua saja.” Jansen mengeluarkan beberapa lembar foto yang dicetak ukuran besar.. Biasanya. Foto Kesya sedang duduk di depan sadel... Satu kaki Marco menapak. aku mau bicara dengan kamu. Rambut Kesya tergerai lemas saat sepeda tampak meluncur menuruni jalan yang melandai. “Ada apa?” tanya Kesya waspada. Marco menemui DeeDee yang masih menunggu dengan gelisah di pintu masuk.” sapa Kesya pelan. menghunjam postur Marco yang tampak santai di belakang Kesya. “Aku. “Jansen.

Jansen kembali memandang Kesya.. Kesya terkesiap. aku mengerti kok.” Kesya terdiam.. Kesya bergerak-gerak dengan gelisah sementara tubuh Jansen sudah merapat ke arah tubuhnya. Bunyi itu mengejutkannya.” ujarnya. sebaik-baiknya. Dia tahu dia sudah kalah total! “Aku.! Kesya mengedip. kan?” tanya Jansen pelan. Melindungi gadis itu dari segala bahaya yang mengancamnya. perlakukan dia dengan sopan!” Suara Marco memancarkan getar kemarahan di setiap katanya. Tiba-tiba Jansen berbalik dan berjalan pelan mendekatinya. aku tidak membuat kamu tampak ayu lagi di foto. kemudian beranjak dari apartemen Kesya. “Semua gara-gara. Kesya mengangkat wajah dan menatap Jansen. Wajahnya condong dan dekat sekali dengan Kesya.. “Aku.. Ini debar yang membuatnya sungguh merasa tidak nyaman.... Dia menatap foto itu dan tersenyum getir. “Rasanya. aku kalah... Tangan Kesya menggamit erat lengan Marco.. *** “Jadi?” tanya DeeDee sambil tersenyum.. .” potong Jansen pilu.. Dia tersenyum getir... wajahnya tampak murung. Marco mendorong Jansen. gara-gara laki-laki itu. Menyurutkan entah apa yang akan dilakukan Jansen. “Kalau kamu memang mencintainya.Jepret. Bukan debar menyenangkan yang biasa dia rasakan ketika bersama Marco. Kamu menang. DeeDee memaksa Kesya untuk mentraktirnya makan siang sekaligus menodongnya untuk menceritakan versi lengkap kisah jadiannya dengan Marco. Kali ini tatapannya lama dan mendalam. Tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Kesya mengikutinya.” ujarnya sambil mengangsurkan foto hasil bidikannya kepada Kesya. “Mau apa kamu?” Marco tiba-tiba berdiri di sebelah mereka. “Jaga dia baik-baik. “Gimana cerita lengkapnya?” Siang itu. Mencari perlindungan dari lengan kokoh itu.” Dia menatap Marco. “Maaf.. “Aku. Jansen mengeluarkan hasil bidikannya dari kamera Polaroid-nya. Nada suaranya tegas dan berat.. Kesya tidak beranjak dari sisi Marco...” ujarnya tercekat. Menatap tajam ke arah Jansen. Sinar-sinar yang biasanya terlihat dari sekitar wajahnya sirna..” Jansen beranjak ke arah pintu. Jansen memandang Kesya dan Marco bergantian... Kesya yang ayu. Kesya menatap foto itu. Posisi itu sudah sangat jelas bagi Jansen. “Sudahlah... rasanya aku memang tidak memanfaatkan waktu yang kumiliki dengan. aku.. Lengan Marco melintang kokoh di hadapan tubuh Kesya. Dadanya berdebar. membentangkan jarak lebar antara tubuh Jansen dan tubuh Kesya.

Matanya berbinar mengingat kejadian sejuta bintang Sabtu kemarin. Pokoknya aku udah jadian sama dia. “Romantis banget. Kesya terkesiap begitu menyadari apa maksud DeeDee yang sebenarnya. “Memang maksud kamu apa?” DeeDee menggeleng-geleng. Mata DeeDee berbinar-binar saat mendengar bagian itu.. “Marco itu laki-laki yang baik. tidak juga dengan mantan-mantan pacarnya dulu. menunduk menyembunyikan wajahnya. Hatinya terasa hangat kalau mengingat ciuman Marco saat itu..” bisik Kesya.” Alo memulai percakapan sambil tersenyum lebar. “Jadi cuma kissing doang?” Kesya mengangguk. “Baru cerita soal kissing aja udah blushing begitu! Belon juga ngapa-ngapain!” DeeDee kemudian memaksa Kesya untuk bercerita apa saja yang terjadi saat mereka menginap. Tidak dengan Jansen. “Gimana rasanya?” “Wonderful.” Kesya tersenyum..” “Really?” Kesya memang mengharapkan Marco berhenti merokok. “Masa nggak ada romantis-romantisnya? Marco itu cowok paling romantis lho!” Wajah Kesya kembali memerah. “Terus.... “So. “Berarti sudah dong?” Kesya mengangguk.. Dan perasaan itu tidak pernah dia rasakan sebelumnya. “Dia merokok karena mantan pacarnya.. Kesya dan Alo duduk berdampingan di Groom‟s Bestfriend sementara Marco sedang mencoba jas bestman-nya.” desahnya.. “Ya ampun. “Ya begitu aja. DeeDee! Kami belum have sex sama sekali!” bisiknya histeris. Dia berusaha berhenti merokok gara-gara kamu. “Serius?” DeeDee melonjak dari duduknya. Kesh. Matanya melotot. “Kamu tuh yang „ya ampun‟!” sungut DeeDee.” DeeDee cemberut. Kesya menceritakan soal sejuta bintang yang mereka lihat saat hotel mati lampu. DeeDee tersenyum lebar.Wajah Kesya memerah. tapi dia tidak menyangka akan secepat ini. Kesya hanya balas tersenyum. “Marco memang tahu saat yang paling tepat untuk menyatakan cintanya. “Masa gitu aja? Nggak percaya!” Dia menggeleng keraskeras.” . Apa ini yang orang bilang “cinta sejati”? *** Minggu pagi. kalian pakai gaya apa?” Wajah Kesya berubah bingung. “Memang ciuman ada gayanya?” tanyanya polos... “Lho?” Wajah DeeDee juga sama bingungnya..

. “Bener banget penilaian kamu. Memperagakan jas yang sedang dikenakan. Yah. “Tentu ada dong. “Tapi.. Konsep taman yang asri dan nyaman.Kesya memperbaiki duduknya. tanah kosong di daerah Kelapa Gading yang dulu pernah didatanginya bersama Kesya. Dia sama sekali belum diberitahu Cecil soal gaunnya..” Marco mematut-matut dirinya di depan cermin. Senyumnya mengembang perlahan.. aku seneng dia sama kamu. Sayang?” Kesya tersenyum. Jadi sambil tidur aku bisa sambil berayun-ayun.” Marco menggandeng tangannya. untuk mengajak anak bermain. terus lari ke rokok.” ujar Marco bangga. “Omong-omong. “Gimana...” Marco mendengarkan sambil terus mengayun Kesya.” “Ih.. Di sana berdiri sebuah taman yang asri. “Gagah.” Dia tersenyum kepada Kesya dari cermin. “Aku kepingin sekali punya ranjang ayunan. Untuk lari sore. Marco tersenyum. . “Gimana?” Dia mengangkat kedua tangannya. Kesya tersenyum diam-diam. gaun bridesmaid kamu modelnya gimana?” Gaun bridesmaid? “Oh iya ya. Keliatan gagah banget. pada sore hari taman ini pasti ramai dikunjungi oleh orang-orang. Ke Jalan Disco..” Kesya tersenyum. “Ini kerjaanku selama ini. Kesya bisa membayangkan. seperti aliran listrik ketika tangan Kesya digandeng Marco. Kesya suka sekali ayunan. “Ada ayunan?” tanyanya. Tapi sekarang di sana bukan tanah kosong saja. “Bagus. Dia belum tahu cerita ini. “Diputusin mantannya.” kata Kesya sambil berayun pelan.” Alo tidak ingin membahas detailnya. She is your girl now. Rasa yang baru muncul setelah perasaannya terhadap Marco berubah.. ge-er banget sih!” Kesya pura-pura ngambek. ya? Hmmm. Yang... “Aku suka sekali ayunan. “Nanti aku tanya Cecil deh..” Kesya manggut-manggut sendiri. Kesya suka ide itu. Marco tersenyum dan memandang Kesya. Kamu gadis yang baik. Marco mengajak Kesya ke area permainan anak. matanya menerawang jauh. Dia mendudukkan Kesya ke atas ayunan dan mengayunnya perlahan-lahan. Ada rasa geli. Marco keluar dari balik ruang pas. menikmati kedekatannya dengan Marco.. Ayunan.” Setelah selesai dengan urusannya di Groom‟s Bestfriend.. Saling jaga.. atau hanya untuk duduk di ayunan sambil membaca. Tangannya membentang memperlihatkan hasil kerja kerasnya selama ini.. Kalian pasti bisa saling jaga. kira-kira gitu deh.” ujar Alo menggoda.. Marco kemudian meminta Kesya untuk mengantarnya ke suatu tempat. “Tanya sama Kesya dong. Kesya berjalan sambil memperhatikan taman yang masih baru itu.

juga dair pengalaman romantisnya bersama Marco. Merasakan ketegangan otot bahu Kesya di bawah tangannya. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.” Kesya membalik-balik agendanya. Marco menggeleng.. ups salah.. Sejak resmi bertunangan dengan Alo.” Cecil tertawa. I’m all yours. “Ya. Dia menghampiri Kesya dan mengecup ubun-ubun kepala Kesya. menemani Oom Steven yang lagi meeting di Jakarta.” bisik Marco cemas.” Cecil meralat panggilannya. Tidak ada janji penting untuk besok. istirahat dulu. Kesya tersenyum.” Kesya tersenyum. Kesya tersenyum. Dia baru datang dari Singapura.” ujarnya. aku akan usahain santai deh. “Kalau begitu besok siang tolong temani aku ketemu mamanya Alo. Kesya tertawa menahan geli.. ya. “Iya. Nama Cecil tertera pada layar ponsel Kesya. Kesya masih sering senyum-senyum sendiri jika teringat kembali peristiwa sejuta bintang itu..” Marco menyodorkan segelas teh hangat. melemaskan otot yang tegang di sekitarnya.. “Kamu nggak ngapa-ngapain?” tanya Kesya sambil menyesap teh hangat yang dibawakan Marco. “Yup.*** Kesya kembali berkutat dengan pekerjaannya. Sudah lama sekali dia duduk dan mencorat-coret notes kecilnya. Dia sudah hafal luar biasa tabiat Cecil. “Aku cek dulu ya. .. aku harus memanggilnya dengan sebutan Mama.” ujar Cecil sambil menghela napas. Cil?” “Besok kosong?” tanya Cecil tanpa basa-basi. Marco mampir untuk menemani Kesya bekerja.” Kesya mengambil notesnya dan memperhatikan rancangannya. “Santai saja lah.. “Kamu tegang banget lho. maksudku mamanya Alo. Berebut untuk minta digambar dan direalisasikan.. Cecil harus memanggil orangtua Alo dengan sebutan “mama-papa”. mau keliling-keliling dan Alo minta aku untuk menemani mamanya. “Proyekku sudah selesai. “Biar otakmu yang panas jadi dingin lagi. “Mama. Tante Jessica.” Kesya terkesiap. Aku ambil cuti dari kantor. mengangkat tangannya membelai dagu Marco.. Banyak ide yang berlalu-lalang di dalam benaknya. Sebagian besar diilhami dari pernikahan Alo dan Cecil..” Sekarang Marco meremas bahu Kesya. Senang juga rasanya diperhatikan seperti ini.. “Mamanya Alo?” “Iya. Jadi. “Nih.. sekarang tugasku hanya menjadi bestman Alo dan jadi pacar yang baik buat kamu.

.” Cecil mendesah.” jawab Cecil sambil memberi penekanan pada empat kata terakhir. Berbeda 180 derajat dengan Tante Jessica... Minggu depan baru datang ke Jakarta. begitu. mengucapkan selamat dan berkata betapa senangnya mereka karena aku akan jadi menantu mereka. Orangtua Alo datang ke rumah. Tante Jessica memang tidak berani terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. Menurutnya. tapi dari bahasa tubuh masing-masing. papa Alo. ya. supaya lebih mengenal calon mantunya gitu. Mereka memelukku sambil tersenyum. Rasanya tidak percaya Tante Jessica bisa memeluk Cecil.” ujar Kesya ragu-ragu. sejak Alo dan Cecil baru mulai pacaran. Di depan Alo dan Oom Steven... “Alo nggak ikut?” “Dia masih di Singapura. Makanya kamu besok tolong temani aku..Kesya tahu apa makna di balik helaan napas Cecil. “katanya sih dia mau menghabiskan waktu bersama-sama.” Kesya mendesah. memang orang yang sangat menyenangkan dan ramah. Tante Jessica juga memelukmu sambil tersenyum?” tanya Kesya tidak percaya. Alo sudah bilang ke orangtuanya dia akan menikahi aku. “Dan besok. Beliau juga sangat menyetujui hubungan Alo dan Cecil. Waktu itu kan dia datang sama Oom Steven dan Alo. “Ya sudah lah.” “Maksud kamu. Mamanya hanya datang dengan cucunya. Sejak mereka masih samasama SMA.” cibir Cecil. dia sudah tahu?” tanya Kesya hati-hati. Memang belum pernah ada konfrontasi terbuka antara mereka berdua. kurang begitu menyukai Cecil. “Alo minta aku menemani mamanya karena mamanya mau mengenalku secara lebih akrab. Tante Jessica Lionel Andersen. Aku bisa meledak kalau cuma berduaan sama dia. “Oh.. Cecil tidak cocok berpasangan dengan anak kesayangannya. Another long day. Kesya mengangguk-angguk. apalagi sambil tersenyum! “Iya lah.” Cecil melanjutkan. kentara sekali mereka saling tidak menyukai. Kalau Oom Steven Andersen. mamanya Alo. “Tentang kamu dan Alo.

Pelukan erat yang sungguh tulus. Itu Oom Steven. Sementara Cecil duduk santai di sebelahnya. Dan. kan?” Cecil mengangguk. “Sudah ninety-two percents. “Oh iya. dear? Semua persiapan pernikahan kamu dengan Alo lancar. and sdhe helps me a lot!” Cecil menunjuk Kesya. Kesya melihat seorang laki-laki yang cukup berumur menghampiri mereka sambil tersenyum lebar. baik yang ingin check-in.10 HARI masih bisa dibilang pagi. atau sekadar menanyakan informasi. Salah satu dari enam lift itu terbuka dan rombongan tamu pun berbondong-bondong keluar dari dalam. atau mengantarkan tamu sambil membawa setumpuk koper. Untuk hari ini dia sengaja mengambil cuti dari kantor. Rambut keritingnya jatuh sebagian. do you still remember Kesya. “How are you. “Cecil. complaint.. Menyelamatkan diri sendiri. Papa? She is my bridesmaid. dan sudah pasti tidak mau mengalah. dan mengawasi kumpulan tamu yang baru keluar dari lift. menutupi wajah. check-out. dia akan beranjak pergi dari medan perang.. gawatnya. Entah kenapa Kesya super duper panik menghadapi Cecil dan Tante Jessica. . Para portir bergerak ke sana kemari mengantarkan tamu. Kesya duduk dengan gelisah. Di lobi inilah Kesya dan Cecil berada. Dua-duanya gampang marah. Dalam hati Kesya memutuskan. Dia langsung beranjak bangun dan menghampiri Oom Steven sambil tersenyum lebar. tetapi di lobi hotel para manusia sudah bergerak dengan aktif. kalau terjadi perselisihan di antara dua wanita itu. Para resepsionis telah melayani banyak sekali tamu. dua-duanya saling tidak menyukai. Laki-laki itu berkulit putih kemerah-merahan dan berambut cokelat. dua-duanya juga keras kepala.” jawab Cecil sambil tersenyum. papanya Alo. Dia duduk sambil membaca majalah bisnis. Papa. Raut wajahnya ramah dan menyenangkan. Berulang kali dia membetulkan posisi duduknya. Cecil juga rupanya sudah menyadari kehadiran Oom Steven. membawakan koper-koper. merapikan rambut panjangnya.” Oom Steven memeluk Cecil dengan hangat. Kesya kembali melirik ke arah lift. dear. menjemput mamanya Alo.

I remember you. Paduka Ratu Jessica Lionel Andersen.. Cecil. “Okay.” komentar Tante Jessica. sementara Kesya kembali tegang. “Ini bridesmaid saya. “Nggak.” Oom Steven tersenyum. One of Alo’s classmates. Kesya mengamati senyum Tante Jessica. agak kurus ya.” Kesya mengulurkan tangan...” Cecil terdengar sulit menyapa Tante Jessica dengan sebutan “Mama”. dan selalu memandang rendah orang lain. anak kakak perempuan Alo.” Oom Steven melirik arloji yang melingkar di tangannya. Alis Kesya terangkat. Cecil masih tetap santai. Tangannya terentang untuk memeluk Cecil. Matanya menyipit. yang ditunggu-tunggu pun datang. hangat. Kelihatannya anak laki-laki itu berusia delapan tahun. Sifat-sifat Tante Jessica juga snagat berbeda dengan Oom Steven. Kesya tidak terlalu suka dengan Tante Jessica. Sahabat baik saya. Tak lama kemudian. Kesya mengangguk. kembali duduk.” Suaranya terdengar sedingin es. Dia menggandeng seorang anak laki-laki bertubuh gempal. Sebenarnya Meisya lebih cocok jadi bridesmaid kamu lho Cecil. seolah sedang menilai Kesya. Meisya. right?” Oom Steven tersenyum. Kesya berpaling kepada Cecil. Oom Steven menjabat tangan Kesya dengan hangat. tepat di hadapannya! Cecil menggeleng.. berbeda sekali dengan senyum hangat dan ramah milik Oom Steven.” bisik Cecil tanpa menggerakkan bibir.. minta penjelasan.” Tante Jessica berpaling menatap Kesya. Pribadi Oom Steven yang ramah.” Cecil memperkenalkan. Senyum lebar juga tersinggung di wajahnya.” Tante Jessica tersenyum. “Sampai ketemu lagi ya.. Kalau dia tidak salah dengar. tapi pasti Tante Jessica sudah lupa. Tante Jessica sedang mencelanya! Mencelanya. dingin. Saya sudah memilih Kesya untuk jadi bridesmaid saya. “Hmmm. Tante Jessica tersenyum tipis. “Yes. Cecil tersenyum sekadarnya dan membiarkan tubuhnya dipeluk sang calon mertua.. membuat semua orang selalu ingin tersenyum kepadanya. Tampak artifisial sekali... “Halo.“Hai. “Jason.. dan selalu menghargai siapa saja membuat semua orang merasa nyaman berada di dekatnya. Perempuan yang sudah berumur itu masih terlihat segar.. “Hai.. Kesya mengulurkan tangan sambil tersenyum sopan. kebapakan. I have to go now. Meeting. Dulu sekali dia pernah bertemu dengan Tante Jessica. . Ma. “Hmmm.” Kesya dan Cecil mengangguk. “My wife will come down soon. Sejak masih sekolah dulu. Perasaan itu bahkan menetap hingga sekarang.. Kesya Artyadevi. Tante Jessica adalah tipe wanita yang judes. Oom Steven..

“Ayo cepat! Kalian jalan lama sekali sih. Anak perempuan dan menantu perempuannya. Tante Jessica menyindir Cecil terus. keduanya bisa memasak. Tante Jessica tersenyum memandangnya. “Aah.. bocah tengil itu hanya menjulurkan lidah dan beranjak pergi.. Tapi ketika Tante Jessica berpaling untuk beranjak pergi.” ujar Tante Jessica sambil berjalan..” Kesya hampir pingsan mendengarnya. “Walaupun saya tidak bisa masak. Ayo kita makan dulu.. tapi katanya semuanya kalah dibandingkan masakan rumah. “Repot juga ya. “Nanti cincinnya akan aku sembunyikan.. kakak laki-laki Alo—yang disebutnya sebagai perempuan yang memenuhi kodratnya.” seru Tante Jessica dramatis. “Jason. Dia memanggil Tante Jessica dengan manis. Satu hal yang sangat tidak dikuasai Cecil.!” bisiknya. Kesya agak terkejut mendengar ketenangan dalam nada suara Cecil. Jason tersenyum manis sambil mengulurkan tangan. ayo beri salam sama kedua tante ini.” ujarnya.. Lidahnya terjulur mengejek.. Masih pada gadis kok lamban sekali..Tante Jessica mengangkat bahu. nanti kan kami bisa beli makanan. Dia pernah nyobain. “Buat kami tidak menjadi masalah. Cecil menggeram pelan.” Kesya menoleh panik ke arah Cecil. Jason memperlihatkan jari tengahnya kepada Kesya dan Cecil. Ma.” sindir Tante Jessica. masakan Mama.. Anak laki-laki ini? Yang tidak tahu sopan santun ini? Yang akan membawakan cincin pernikahan rancangan Kesya? Masterpiece Kesya? Oh no! Jason meringis kejam melihat Kesya.” Tante Jessica tertawa. “Cil.. dan akan aku jual setelah pesta selesai. Kamu nggak bisa masak. Cecil menggeram pelan.” ujarnya sambil mengelus sayang bocah laki-laki yang berdiri di sebelahnya. lalu menggandeng tangannya.. Sekarang kan warung-warung makanan bertebaran di mana-mana. Namun. Aku akan dapat banyak uang. Kesya syok melihatnya! Anak usia delapan tahun sudah bertingkah seperti itu! “Oh ya.. sementara Alo senang sekali makan enak.. Tante Jessica berbicara panjang lebar selama bermobil. “Alo nggak terlalu suka makanan warung-warung itu. “Ada resto baru di sini. mengingat tadi dia menggeram pelan. Hahaha.. Meisya Veroca Andersen—kakak perempuan Alo.” Tante Jessica tersenyum tipis. Dia juga bercerita tentang menantu perempuannya—istri Stephanus Robert Andersen..” Cecil merengut.. “Jangan macam-macam ya kamu!” ancam Cecil. Dia bercerita tentang anak perempuannya..” . “Jason ini yang akan membawa cincin pernikahan.

Kesya memperhatikan wajah Cecil. Alo lebih cocok dengan Ningrum daripada dengan Cecil. bukan begitu keadaan yang sebenarnya. Tante Jessica lebih setuju kalau Alo tetap jadian dengan Ningrum.. pecel ayam. lalu turun bersama Kesya dan mengikuti langkah Tante Jessica dan Jason. Ada pepes ikan. Tanpa banyak komentar.” “Halo.” sapa sebuah suara.” Dengan mesra. Ketika Cecil mengenal Alo. “Tante. resto ini sudah berdiri sejak dua bulan yang lalu.. “Adaow. Padahal. pantas saja tadi . Kesya menyikut pinggang Cecil..Cecil mengernyit. Cecil menepikan mobilnya.!” pekik Kesya... Cecil mendengus.... diam-diam Jason menendang tulang kering Kesya. Wajah itu bagai baju kusut yang tidak pernah disetrika. Alo lantas putus dengan Ningrum dan jadi dekat dengan Cecil.. Tante Jessica tersenyum lebar sekali. Seingatnya.. “Tante datang lagi di resto saya ini.. Dia berdiri dan memeluk erat gadis yang tadi memanggil namanya. Dengar-dengar juga. menjual makanan khas Indonesia.” bisiknya kepada Kesya.. tahu dan tempe goreng... gadis keturunan bangsawan Jawa itu pacar pertama Alo. Kesya mengerti sekarang. Tante Jessica memesan sejumlah makanan. Namun..” sapa Ningrum dengan ceria. Berarti Tante Jessica dengan sengaja telah menggiring Cecil ke sini. Kesya mengernyit. “Hush!” tegur Tante Jessica diikuti dengan tatapan menghunjam. Menurut Tante Jessica.. Ketika Kesya duduk. Tante Jessica memeluk Ningrum. Kurang ajar! geram Kesya dalam hati. Tante Jessica duduk dan meminta pelayan mengambilkan buku menu. Tidak dapat mencari apa yang salah dengan ajakan makan dari Tante Jessica.. Gosip yang beredar di sekolah adalah Cecil merebut Alo dari Ningrum. Kesya tahu sekali siapa Ningrum. Kesya sudah pernah melihatnya. pecel ikan. Justru Cecil pada awalnya menolak Alo karena tidak mau dicap perebut pacar orang. “Kamu apaapaan sih? Anak gadis kok tidak tahu sopan santun! Ngapain teriak-teriak begitu?” bisiknya dengan nada setajam silet. penasaran dengan sosok yang memanggil Tante Jessica. Resto ini tidak bisa dibilang baru. plecing kangkung. Jason tertawa terkikik-kikik... Di sampingnya. Cecil malah jadian sama Alo. Alo masih pacaran dengan Ningrum. Oh. Semuanya makanan khas Indonesia. Jadi resto ini punya Ningrum. Raden Ayu Sekar Ningrum. dasar memang sudah cinta. Tapi. “Itu kan. karena ada perbedaan prinsip yang tidak dapat diselesaikan antara mereka berdua. Hmmm. Jason duduk di sampingnya. Ningrum yang cantik. Kesya dan Cecil ikut berpaling. “Something’s wrong.

.. selamat siang. jadi Cecil ndak bisa masak. Ningrum. biar suami tambah sayang sama kamu.. Kamu harus datang ya.” Ningrum tersenyum...” Tante Jessica menepuk-nepuk punggung tangan Ningrum. kamu tuh tambah cuaantik saja. tapi dapat dipastikan wajah itu pasti sekeras batu! “Oh.” ujar Kesya.” puji Tante Jessica tanpa memedulikan Cecil. “Cantik.. Dia nggak bisa masak... waduh! Ningrum juga cari gara-gara! Kesya memperhatikan wajah Ningrum.” Ningrum tersipu.. “Sudah lama sekali aku ndak pernah ketemu kalian. yang namanya wanita itu ya harus pinter masak. Kamu betulbetul akan menjadi istri yang ideal. bukankah cantik itu relatif? Tante Jessica mengajak Ningrum duduk bersama mereka.. wajah berbentuk hati yang disapu make-up tipis. dan rambut keriting berpotongan pendek. “Ah... wanita kok ya ndak bisa masak. tho!” Mata Ningrum membulat dengan gaya dramatis. Huebatt kan dia..Cecil bilang “Something’s wrong. padahal Alo senang sekali makan enak. ya?” Maksudnya? Wajah Cecil semakin keruh mendengar perkataan Ningrum. “Ningrum.. Dengan kulit kuning langsat.” sapa Jason manis. Memang benar Ningrum cantik. “Wah. ayu.. “Tinggal beberapa bulan lagi.. wajah klasik. Sayang Tante nggak punya anak laki-laki lagi. “Tante Ningrum. Alo juga sering mampir ke sini. anggun. Ningrum.. Kebetulan sekali ya kita bisa ketemu di sini. Tapi Cecil juga cantik kok. Cecil... Hmm.. waduh.. Masak itu memanjakan suami juga lho.. lagi. saya dengar sudah ada calonnya. tapi.. Apa kabar tho?” “Baik..” Waduh... Kecantikan seorang wanita modern. Tampaknya dia baru menyadari kehadiran Cecil dan Kesya. kan?” Uh-oh! Kesya tidak berani menatap wajah Cecil.. “Sebenarnya saya juga ndak nolak kalau dijadikan istri anak laki-laki Tante yang bungsu itu. Dasar monster kecil! Rupanya dia juga bersekongkol dengan Tante Jessica dengan bermanis-manis terhadap Ningrum! “Ya ampun. kecantikan khas putri bangsawan Jawa. “Cecil harus banyak belajar dari kamu. pintar masak. Tante bisa saja. Rupanya dia dan Tante Jessica sudah berkonspirasi untuk memojokkan Cecil..” kata Tante Jessica sambil menggenggam tangan Ningrum. “Resto ini punya Ningrum. Dua wanita dengan dua kecantikan yang berbeda. Cecil. Dengan kulit putih.. Ada kesan kejam di wajah cantiknya..... dan rambut hitam panjang.. Kesya!” ujar Ningrum setengah berteriak..” Entah drama apa yang akan dipertontonkan Tante Jessica.

masakan jenis ini gampang.” Kesya mengeluarkan pisau besar untuk mencincang daging. Aku mandi dulu. Cecil menerima pisau besar itu dari tangan Kesya. Dia mau membuktikan dia juga bisa masak! Atas usul Kesya. bawang putih. masing-masing menjinjing sebuah kantong kertas berukuran besar. Hari ini dia berjanji untuk menjadi mentor Cecil dalam pelajaran memasaknya. saus sambal..” balas Cecil sambil tersenyum manis. “Udah. DeeDee melakukan tindakan penyelamatan diri dengan pergi keluar bersama teman-temannya. Dia bertekad untuk membuktikan Tante Jessica salah.. Dari balik salah satu kantong. “What? Gede banget goloknya!” komentar Cecil dengan mata membelalak. mengingat Cecil belum pernah sekali pun bersibuk-sibuk di dapur. Cecil memutuskan untuk masak spageti dengan saus bolognaise.. “Daging sapinya harus dicincang dulu. Celemek Kesya sudah tergantung manis di tubuhnya.. Sepuluh menit kemudian. “Nggak dipotong dulu?” . Walau begitu. “Alo tahu saya nggak bisa masak. saus tomat.. “Sudah?” Cecil menggeleng frustrasi. tampak kepayahan memegangnya. Spageti.” ujar Kesya. Kali ini giliran wajah Tante Jessica dan Ningrum yang berubah membatu! *** Cecil mendorong pintu apartemen Kesya dengan bahunya.” Cecil mengeluarkan bahan-bahan masakannya satu per satu.. Kesya tersenyum geli melihat tingkah Cecil.” gumamnya. Kesya sudah menyiapkan panci-pancinya untuk digunakan Cecil.. bawang bombay. dan keju batangan. Alo tetap mau menikahi saya. Sebenarnya Kesya agak khawatir dengan keselamatan dapurnya. Ningrum.. “Hmm. “Cincang sampai halus ya. Menurut Kesya. “Udah lengkap belanjaannya?” Kesya mengintip ke dalam kantong-kantong kertas yang dibawa Cecil.Cecil tersenyum manis. Kedua tangannya sibuk sekali. Hari ini Cecil mau masak. Marco diutus Cecil untuk menjemput Alo—dia pulang ke Jakarta sore ini—kemudian mengantar Alo ke apartemen Kesya ketika spageti sudah siap disantap.. bukan kamu. Kesya memperhatikan daging yang masih menggumpal dengan bandelnya. Kesya kembali ke dapur dan mendapati Cecil sudah bermandi peluh.. buah tomat segar. daging sapi.. Siapa saja pasti bisa membuatnya. “Sekarang aku harus ngapain dulu?” tanya Cecil. tampak buah tomat segar menyembul.

” “Nggak! Biar aku sendiri aja. sehingga hancur dan mengeluarkan banyak air.. Ini kali pertama Cecil memasak untuknya. “Mana Cecil?” tanya Alo. Cecil cemberut sambil memperhatikan Kesya. Cecil merebus tomat. Sama seperti keadaan Cecil sekarang. “Gimana nih. tidak becus. “Kenapa. Alo dan Marco telah sampai di apartemen. Setelah itu. tapi biar gampang harus dipotong tipis-tipis dulu. Lalu. Alo langsung menghambur ke dapur.. masakannya?” Antusiasme Alo berubah saat melihat wajah Cecil yang berlinang air mata. Cecil menyeka wajahnya dengan kasar.” Kesya mengalah dan memperhatikan Cecil mencincang daging sapi halus-halus. Merasa tidak berguna. Gimana megangnya nih?” teriak Cecil panik. Kalau sudah biasa. “Dibuang dulu airnya.Cecil menggeleng. “Ya sudah deh. Berturut-turut. biarin dia masuk aja. spagetinya jadi masih keras sekali! Cecil berurai air mata melihat hasil masakannya yang tidak keruan. “Sudah jadi.” ujar Cecil lemah.” “Kamu nggak bilang!” sahut Cecil kesal. Sayang? Kok nangis?” suaranya melembut. Ini masakanku. “Kenapa. “Masih di dapur. Cecil selalu melakukan kesalahan.” Kesya tersenyum menghibur. Pada saat itu. Cil. Ini kan gara-gara kamu memang baru pertama kali masak. biar gampang dikelupas nanti. Kamu rebus tomatnya deh. Aku memang nggak bisa masak!” . “Cecil! Kesya!” Suara Marco terdengan memanggil. ya!” Kesya jadi ingat ketika dia pertama kali belajar memasak. bel pintu apartemen berbunyi. “Ya mau gimana lagi?” Kesya juga putus asa. Kesh?! Hasil masakanku hancur begini!” teriak Cecil panik. Cil?” “Gila! Panas banget tomatnya. Sayang. “Adaowww!” Cecil menjerit keras sekali. pasti akan lebih gampang. tunggu sebentar.” Dengan cekatan Kesya membuang air rebusan tomat. aku mau bikin sendiri semuanya. “Hai. “Masakanku hancur. Api kompor dinyalakan terlalu besar sehingga daging yang dimasaknya jadi agak gosong. “Tadi katanya dicincang aja?” “Iya. Memang tidak mudah masak untuk pertama kalinya. “Nggak lah. “Aku memang nggak becus. karena tidak sabar menunggu sepuluh menit untuk merebus spageti. “Ya sudah sini aku yang cincang.” Marco mengecup pipi Kesya.” Kesya menunjuk dengan tatapannya. Disayat dulu bagian kulitnya. baru diambil tomatnya. Tomat yang sudah direbus digenggamnya terlalu kuat. Wajahnya tampak antusias.

Masa udah sepuluh tahun ini kamu masih jealous aja sama Ningrum. Alo bergerak memeluk Cecil.” Cecil masih diam saja. I love you just the way you are. Nggak ada urusannya sama aku.?” bujuk Alo.” Kesya ikutan nimbrung. dan kamu juga sering datang ke resto Ningrum!” Alo terkesiap mendengar penuturan Cecil. “Ayo dong. jangan nangis gitu ah.. “Lagian kenapa kamu tiba-tiba jadi mau masak?” Kesya dan Marco terkesiap. kan. “Masakan kamu memang hancur.. Makan kan bisa di mana aja. Bibirnya bergetar dan air mata menggenang di pelupuk matanya. Aku sendiri nggak tahu sama sekali Ningrum buka resto.. Mendengar nada lembut suara Alo. “Dasar Mama nggak berubah tingkah lakunya. pacar pertama kamu itu! Gara-gara Ningrum. “Sebenarnya baru satu kali aku ke sana.. “Tapi kata mama kamu. Aku lapar nih.. Itu juga gara-gara aku sedang menjamu tamu dan tamu aku itu maunya makan di sana. Kita pesan makanan ya. Seperti kata Alo tadi.Alo menghampiri piring yang berisi spageti keras dan saus bolognaise hangus. gara-gara Ningrum?” ujar Alo perlahan. “Aku nggak peduli kamu nggak bisa masak..” Cecil merajuk. “Masalah kecil nggak usah dibesarbesarin. Napasnya memburu..” Alo menjentik dagu Cecil.” ujarnya tanpa basa-basi. kamu sering ke restonya.. Gadis kesayangan aku ya kamu. ini semua. Kesya yakin Cecil tidak akan tahan marah lama-lama.. Kamu memang nggak bisa masak..” bisiknya lembut. “Ya! Gara-gara Ningrum.. Kesya dan Marco salah tingkah.. gadis kesayangan mama kamu itu!” jerit Cecil. Cil. Dia mencicipi masakan Cecil sesuap.. Sayang. Cecil. kemudian menyeka mulutnya... Kesya menahan tawa.. . Cecil masih terisak. Saling melirik tanpa tahu harus berbuat apa. Lengkap dengan ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak.” Alo tersenyum lembut.. Cil..” Alo menghela napas... Air matanya tumpah ruah. Biar saja Ningrum jadi gadis kesayangan mamaku. Toh Alo sudah bisa menerima kamu apa adanya. sudah. Cecil meronta. “Jadi. Kamu mau makan apa? Sushi? Kesukaan kamu. “Sshh. Cil. Pertahanannya runtuh. Wajah Cecil merah padam.” Alo mengecup lembut mata Cecil yang masih basah. “Biar saja Ningrum pintar masak. tapi Alo tidak melepaskan pelukannya. “Udah deh. Waduh! Cecil pasti ngamuk nih!” “Karena mama kamu bilang aku harus banyak belajar dari Ningrum yang jago masak! Karena mama kamu bilang kamu suka sekali makan enak. “Come on. Jangan marah lagi.

Kesempatan ini memang benar-benar kesempatan yang sangat baik. tentu akan menaikkan pamor pribadi di dunia perhiasan! “Jadi. Kesya pasti bisa menjadi wakil yang membanggakan APPI.” bisik Alo kemudian mengecup lembut dahi Cecil. dan dia merasa sangat terhormat bisa mewakili APPI dalam acara lelang tersebut. honey. Walau . Ruangan berukuran sedang yang sengaja disewa untuk mengadakan pertemuan antara perancang perhiasan yang tergabung di APPI sudah cukup ramai. Kepiawaian Kesya merancang perhiasan yang elegan tidak diragukan lagi. Mereka menunggu dengan berdebar-debar siapa perwakilan lain dari APPI. kemudian senyum yang amat sangat lebar merekah di wajahnya. Kesya berpaling. Kesya tersenyum. “Saya sudah punya empat nama yang sekiranya cocok mewakili kita dalam lelang. Agenda rapat kali ini adalah tentang lelang perhiasan bertaraf internasional yang akan diadakan bulan depan. membuka rapat. “Sekarang. sementara Cecil tersipu malu... liat aja dapurku. sementara DeeDee tampak ingin melompat-lompat saking senangnya. ketua Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI). Nama Kesya dan DeeDee juga ditulisnya. kini sontak terdiam. Kesya menerima keputusan tersebut dengan senang hati. Kesya duduk di sebelah DeeDee. Bayangkan! Lelang perhiasan bertaraf internasional! Kalau berhasil di lelang ini. Cecil. Alo dan Marco tertawa terbahak-bahak. “Diana Divia!” Kepala DeeDee tersentak kaget. siapa yang pantas mewakili kita? Kita pilih dua nama. juga Marco ikut mengedarkan pandangan mereka. Semua anggota APPI berkumpul untuk membicarakan siapa yang akan mewakili APPI untuk mengikuti lelang tersebut. Berantakan sekali! Alo. Ini tantangan baru baginya.” Samuel menuliskan nama-nama tersebut di papan.lengkap dengan paket ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. *** Samuel.” Kesya mengedarkan pandangan ke arah dapur yang sekarang menyerupai zona perang di garis depan. Sebagian besar anggota APPI sepakat memilih Kesya sebagai wakil untuk acara lelang internasional..” Pemungutan suara yang dilakukan dengan voting tertutup itu memilih Kesya sebagai perwakilan utama. Hhmmm. wakil yang kedua?” Anggota APPI yang masih sibuk memberi selamat kepada Kesya.. nggak usah dekat-dekat dapur ya.. menurut kalian. “Lain kali. menatap bangga adik kelasnya.

perhiasan rancangannya kali ini akan diikutsertakan dalam lelang skala internasional. pagi ini. Kesya mengernyit. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Bu Kesya. tetapi tubuhnya bersemangat sekali. agak terganggu mendengar ungkapan “mangkuk” yang dipakai pengrajin emasnya.” tambahnya lagi. ini cincin pernikahannya sudah selesai. Kesya turun dari mobil dan melihat Cecil juga baru turun dari mobilnya.” Kesya mengangguk.. tentu saja Kesya ingin everything’s perfect! Kesya baru tidur dua jam. tapi apa tidak ada ungkapan yang lebih indah lagi? “Iya.” Dia menyerahkan sepasang cincin sesuai dengan rancangan Kesya. Sayang!” “Oh iya ya. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. tidak ingin mendebat si pengrajin emas. Sekarang. Madame yang satu ini kan memang penuh kejutan. ..” “Sekarang kamu cepat ke sini ya. “Nanti aja bareng Alo. namun kali ini Kesya ekstra cerewet.” “Sekarang juga? Untuk apa?” “Untuk gaun bridesmaid kamu. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. “Jangan lupa. dia menebak-nebak dandanan seperti apa yang akan dikenakan Madame Daphne kali ini. “Oh ya. Ibu mau bentuk mangkuknya dibuat tidak simetris?” pengrajin emasnya memastikan segala detail yang telah digambarkan Kesya. Sekarang kamu harus cepat ke Bride‟s World. Matanya tampak lelah.” Kesya segera membelokkan mobilnya.” “Oke. “Cil. Sempurna! Sambil masuk ke mobilnya. memang bentuknya seperti mangkuk. Dia mengamati gambarnya. Sepanjang perjalanan... DeeDee sudah dipercaya menjadi wakil pada suatu acara bertaraf internasional! *** Kesya mendeskripsikan secara detail bentuk perhiasan yang diinginkan. dia langsung mendatangi pengrajin emasnya. meluncur ke Bride‟s World. dia menghubungi Cecil. Sibuk menyelesaikan rancangannya. Kesya tersenyum lebar. Kamu mau lihat?” tanyanya begitu Cecil menyapa. yang pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta. Si bapak pengrajin emas ini memang sudah sering membuatkan pesanan sesuai dengan rancangan Kesya. cincin kawinnya sudah jadi. “Jadi. Ya tentu saja. Jadi.termasuk anggota baru di APPI. Cincin itu persis seperti yang dibayangkannya. ukurannya juga dibuat tidak sama ya.

“Hai, Kesh...” Cecil memeluk Kesya. “Aku baru aja dari gereja. Ngurusin pemberkatan pernikahan. Ternyata agak ribet juga lho...” “Sendirian?” Cecil mengangguk. “Alo kebetulan lagi sibuk, harus balik ke Singapura lagi, jadi nggak bisa nemenin.” “Kenapa kamu nggak minta aku temenin?” Cecil tersenyum. “Kamu udah repot. Lagian, urusannya udah hampir beres kok. Kemarin sih dia nemenin aku. Kami berdua udah selesai ngurus katering. Repot, tapi fun. Yah... ada berantem-berantem dikit deh...” Cecil tersenyum geli. Kesya tersenyum mendengar perkataan Cecil. Cecil jadi lain sekarang. Lebih dewasa dan bertanggung jawab. Apa karena insiden masak tempo hari ya? “Hai, Mbak Cecil, Mbak Kesya!” sapa Anita. Rupanya kehadiran Cecil dan Kesya sudah cukup sering sehingga layak mendapat ucapan selamat datang sehangat itu. “Mbak Cecil, foto pre-wed-nya sudah jadi lho. Bagus sekali! Foto kanvasnya juga sudah jadi. Sebentar ya, saya ambilkan.” Anita kemudian menghilang dan muncul kembali sambil membawa setumpuk album foto dan dua buah kardus besar berisi foto kanvas Alo dan Cecil. Kesya terperangah melihat foto-foto itu. Benar-benar indah! Kesya dapat mendengarkan semua perasaan cinta dan bahagia yang bernyanyi dengan indah dan harmonis di setiap lembar foto. Alo dan Cecil sungguh-sungguh serasi, bagaikan dua kutub magnet yang saling menarik kuat. “Bagus, Cil...,” puji Kesya tulus. Cecil tersenyum, tampak sangat puas dengan hasil foto pre-wed-nya. “Sudah ah, sekarang kita fokus ke gaun kamu. Aku sudah lihat beberapa gaunnya. Bagus-bagus banget lho!” ujar Cecil dengan cepat. Cecil memang selalu penuh semangat. “Selamat siang, ladies!” bisik sebuah suara. Kesya menoleh ke arah suara itu. Walaupun dia sudah mulai terbiasa dengan penampilans uper duper ajaib Madame Daphne, penampilannya kali ini tetap membuat Kesya terkejut setengah mati. Madame Daphne mengenakan gaun ala gadis Pegunungan Alpen. Lengkap dengan bonnet, apron, dan tongkat yang ujungnya melengkung. Di balik bonnet-nya, dia menata rambutnya menjadi dua kepangan panjang yang menjuntai di bahu. Gayanya persis sekali dengan gaya Bo Peep, boneka penggembala perempuan yang jadi pacar Woody di film Toy Story! “Hmpffttt... Selamat si... siang, Madame Daphne.” Susah payah Kesya mengendalikan tawa. Cecil buru-buru menyikut rusuknya. “Jangan ketawa!” bisiknya. Kesya melotot ke arah Cecil. Curang! Cecil sendiri nyengir lebar banget.

“Cecil sudah fitting gaun pengantinnya. Kamu yang belum memilih gaunmu,” kata Madame Daphne tanpa memedulikan wajah aneh Kesya yang setengah mati menahan tawa. Cecil mencubit pinggang Kesya. Cukup sakit untuk mengubah ekspresi menahan tawa Kesya menjadi ekspresi menahan sakit. “Aku sudah pilih beberapa model yang mungkin bakal cocok sama selera kamu,” kata Cecil. Dia tidak menggubris tatapan “Sialan kamu! Sakit, tau!” yang dilontarkan Kesya. Kesya menurut saja ketika Cecil menggiringnya ke ruang gaun pengantin. “Ini dua buah gaun yang dipilih Cecil untuk kamu.” Madame Daphne menunjuk kedua buah gaun yang telah dipilihkan Cecil. Satu gaun berwarna pink dan gaun lain berwarna turquoise. “Bukannya gaun bridesmaid juga harus berwarna putih, ya? Dan bukannya model gaunnya harus mirip-mirip sama gaun pengantin?” tanya Kesya setelah mengamati kedua gaun tersebut. Dia teringat pencariannya di situs bridesmaid101.com dulu. “Untuk mengecoh roh jahat yang akan mencelakakan si pengantin wanita?” Cecil mendengus. “Itu mitos, Kesh! Kamu percaya yang begituan? Zaman sekarang, gaun bridesmaid sudah berwarna-warni!” “Oke.” Kesya mengangguk pelan. Tertawa konyol mendengar komentar pedas Cecil. Cecil paling tidak percaya dengan mitos-mitos. Baginya, itu semua omong kosong. Hidupnya tidak pernah dikendalikan oleh mitos-mitos. Dialah yang mengendalikan hidupnya sendiri. “Silakan dicoba dulu.” Madame Daphne menunjuk ke arah ruang pas. “Anita...,” panggilnya. Anita langsung datang dan membantu Kesya mengepas gaun bridesmaid-nya. Gaun yang pertama dicoba Kesya adalah gaun yang berwarna turquoise. Gaun itu terbuat dari bahan satin yang lembut. Sejak kecil Kesya suka banget sama jenis bahan ini. Bahannya terasa dingin di kulit. Dia ingat, ketika masih kecil, dia sering sekali bermain-main dengan gaun mamanya yang berbahan satin. Kesya merasakan sensasi yang menyenangkan ketika gaun turquoise itu jatuh dengan lembut menutupi tubuhnya. Gaun itu panjangnya semata kaki. Dengan potongan leher agak rendah berbentuk huruf V dan dipercantik dengan aksen pita dari bahan yang sama, gaun itu terlihat sederhana namun sangat anggun. Kesya menatap bayangannya di cermin tanpa mengerjap. Sepertinya, kalau dia mengerjap, bayangan gadis semampai yang mengenakan gaun indah itu akan segera sirna. Senyum Kesya mengembang. Dia mencoba berputar, mengamati pantulan bayangannya dari berbagai sudut. Hmmmm... Perfect. “Kesh...,” panggil Cecil. “Udah?”

Kesya keluar dari kamar ganti dan tersenyum memandang Cecil dan Madame Daphne. Aduh! Kok rasanya seperti dia yang jadi calon pengantinnya ya? Senyum Cecil mengembang lebar. “Bagus sekali!” ujarnya sambil mengacungkan jempol. Madame Daphne mengangguk-angguk bersemangat. Senyum yang tak kalah lebar juga mengembang di wajahnya. Kedua kepang rambutnya juga ikut bergoyang. “What do you think?” tanya Cecil. Kesya mengangguk. “ Aku suka. Bagus sekali!” “Coba yang satu lagi...” Kesya mengangguk dan kembali masuk ke kamar ganti. Anita kembali membantunya mengenakan gaun yang satunya lagi. Agak sulit mengenakan gaun yang kedua. Bustier-nya agak ketat. Bawahannya juga agak ketat. Tetapi, ketika melihat pantulan tubuhnya di cermin, kembali Kesya menahan napas. “Wow!” desahnya. Gaun pink itu memeluk erat tubuhnya. Atasannya berupa bustier yang ditaburi payet warna bening di bagian dada. Terkesan mewah sekali! Sedangkan bawahannya diberi sedikit aksen kerut di bagian perut. Kesya bersyukur karena selama ini dia tidak begitu suka dengan makanan berlemak. Good habit itu, ditambah kebiasaan sit-up seratus kali setiap harinya, membuat perutnya ramping dan kencang. Kesya memutar tubuh. Di bagian belakang gaun itu terdapat potongan kain yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ekor gaun yang dramatis! “Wow!” “Kesh...,” panggil Cecil. Kesya keluar dari kamar ganti. “Wow!” Cecil berkomentar sama seperti Kesya. “Wow!” Kesya membeo lagi. Madame Daphne tertawa terbahak-bahak melihat komentar mereka berdua. Sinar bangga terpancar kuat dari wajahnya. Walaupun hanya terdiri atas tiga huruf, kata “wow” yang keluar dari bibir Kesya dan Cecil adalah bentuk apresiasi terhadap gaun indah rancangannya. “Kamu mau pilih yang mana?” tanya Cecil. “Dua-duanya bagus banget di badan kamu.” Kesya mengangkat bahu. Seorang bridesmaid sebaiknya tidak tampil lebih heboh dibandingkan si mempelai wanita. Pusat perhatian dari suatu pernikahan adalah si mempelai wanita, tentu saja bersama dengan mempelai prianya. Seorang bridesmaid hanyalah asisten si mempelai wanita. Karena itu Kesya menyerahkan pemilihan gaunnya kepada Cecil.

“Hmmm...,” Cecil menimbang-nimbang, “kalau dipikir-pikir, gaun yang turquoise itu modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang rencananya untuk pemberkatan di gereja. Terus, gaun yang ini modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang untuk resepsi...” Cecil mengangguk-angguk mendengar penjelasannya sendiri. “Oke. Kalau begitu kita ambil dua-duanya. Yang turquoise untuk pemberkatan di gereja, yang ini...,” Cecil menunjuk gaun pink yang masih dikenakan Kesya, “untuk resepsinya.” Mata Kesya melotot. “Gaun turquoise yang tadi kan potongan lehernya rendah banget! Masa mau dipake buat di gereja?” Mata Cecil membulat. “Memangnya kenapa?” tanyanya polos. “Gereja, Cil! Gereja! Masa kamu berpakaian nggak sopan di rumah ibadah?” “Lho, tubuh kita ini kan ciptaan Tuhan juga. Adam dan Hawa, manusiamanusia pertama ciptaan Tuhan, malah selalu telanjang. Setiap hari mereka bertemu dengan Tuhan, ngobrol-ngobrol sama Tuhan tanpa sehelai bulu pun yang menutupi tubuh mereka!” Cecil juga nggak kalah ngototnya. “Menurutku sih nggak masalah. Tuhan juga pasti senang kok ngeliat tubuh ciptaan-Nya!” Kesya menggeleng pelan. “Terserah pendapat kamu mau gimana. Tapi aku nggak mau seperti itu!” Kalau soal prinsip, Kesya memang bisa bersikap supertegas. “Oke...,” akhirnya Cecil mengalah. “Madame, untuk gaun yang turquoise, tolong diakalin supaya potongan lehernya tidak terlalu rendah. Tentu saja tanpa mengubah keanggunan gaun itu.” Madame Daphne mengangguk sambil tersenyum lebar.

Kesya hanya tersenyum gugup. tapi lebih tepat ada naga yang beterbangan di perutnya! Ruangan lelang telah ramai pengunjung. Kesya tersenyum hambar. perhiasannya rusak? Bagaimana kalau— kemungkinan yang terburuk—tidak ada orang yang tertarik dengan perhiasan rancangannya? Kesya pasti akan malu besar. “Perhiasan kamu pasti yang paling bagus! Yang paling bagus!” ujar Madame Juliet sambil menggenggam tangan Kesya. Kesya duduk di deretan kelima dari depan. Dia merasa ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. “Kesya. Menanggapi gumaman DeeDee. saya yakin sekali kamu pasti ikut acara ini! Yakin sekali kamu ikut!” Itu Madame Juliet Anggoro.11 KESYA meremas tangannya dengan gelisah. Kesya! Pede aja kenapa?” gumam DeeDee. Sebuah cincin kecil dengan hiasan kupu-kupu bertabur berlian berwarna pink. Menurut Kesya. “Tau nih. Marco. Madame Juliet mengulurkan kedua tangannya dan Kesya dapat melihat kesepuluh jari wanita itu dihiasi cincin-cincin yang indah. “Jangan diremas-remas terus jari kamu. meraih tangannya. Kesya mengenali dua di antaranya sebagai cincin rancangannya. Kesya berpaling. Sepertinya bagi Madame Juliet.” candanya. Bagaimana kalau ternyata perhiasannya hanya terjual dengan harga murah? Bagaimana kalau tanpa sengaja. yang duduk di sebelahnya. Ini kan lelang bertaraf internasional! “Halo. Dia benar-benar tegang. perhiasan rancangan DeeDee bagus sekali. . Fokusnya yang terpecah membuatnya tidak segera menganali suara itu. DeeDee sempat meminta pendapat Kesya tentang cincin kupu-kupu itu. Bukan kupu-kupu. Tidak dapat merespons pernyataan Madame Juliet. Mata Kesya silau melihat kalung emas bertumpuk yang dikenakan wanita itu. Kesya! Kesya halo!” sapa sebuah sara melengking. DeeDee telah mendaftarkan salah satu rancangan perhiasannya pada lelang kali ini. Nanti remuk. ajang lelang kali ini sekaligus menjadi ajang pamer.

.. sebuah mutiara putih merekat dengan anggun. Di mangkuk urutan keempat. Perhiasan Kesya mendapat urutan kelima. Entah apakah harga kalungnya juga akan mencapai. “Kesh.” Layar besar di belakang pemimpin lelang menampilkan foto perhiasan rancangan Kesya.. A Cup of Morning Dew. tapi tetap saja keringat Kesya ngotot bermunculan. Kesya menyeka keringatnya dengan panik. Perhiasannya disukai banyak kalangan. Tiga buah kalung rancangan terbaru Kesya. Kesya Artyadevi!” Aduh! Mendengar namanya disebut. Sebagian besar undangan sudah datang. Madame Juliet beranjak ke tempat duduknya. tenang saja.” Marco meremas lembut tangan Kesya. “Sekarang. tiga buah kalung rancangan terbaru dari perancang muda berbakat kita. Ukuran mangkukmangkuk emas itu tidak sama satu dengan lainnya. Nggak usah gugup begitu. Perhiasan urutan pertama sampai keempat ternyata terjual cukup cepat. Sebenarnya ruangan lelang ini full AC. Marco tersenyum dan menyusupkan jarinya di balik tangan Kesya. Kalung rancangan kamu tuh bagus banget lho!” Kesya tersenyum mendengar pujian Marco. Berusaha mengalirkan ketenangan pada gadis itu. Sekilas . Sebuah kalung emas kuning dengan bandul yang terdiri atas bulatan-bulatan emas yang dibuat cekung menyerupai mangkuk. Beberapa pengusaha terkenal di Jakarta juga sering meminta Kesya merancang perhiasan untuk mereka. Dia kan perancang perhiasan yang sudah punya nama di Jakarta. Butiran keringat mulai memenuhi dahinya. “Perhiasan yang pertama. harga tertinggi itu? Marco tersenyum melihat kegugupan Kesya. Pikiranpikiran itu lumayan dapat menenangkannya. Acara lelang pun dimulai. Kesya benar-benar cermat dalam merancang kalung-kalung ini. Letaknya juga asimetris. “Udah deh. atau bahkan melampaui..“Saya akan duduk di sana ya! Duduk di sana! Saya pasti akan menawar perhiasan kamu dengan harga tinggi! Menawar dengan harga tinggi!” Lalu sambil tertawa terbahak-bahak. “Jangan tanya. Kepala Kesya berputar memandangi ruangan lelang itu. Angka penjualan tertinggi mencapai harga 50 juta rupiah! Kesya semakin kuat meremasremas jarinya.” desis Kesya menjawab pertanyaan yang belum sempat terlontar dari mulut Marco.. Kesya mengangguk. Marco mengernyit dan Kesya dapat mendengar tawa tertahan DeeDee.. Sayang. Kesya berusaha memetakan pikiran-pikiran positif tersebut di dalam otaknya. Acara lelang ini dapat menjadi ajang promosi yang baik sekali untuk perhiasan-perhiasan rancangannya. jantung Kesya seperti akan melompat keluar. Dia meremas lembut jemari Kesya.

.. “Berikutnya masih perhiasan rancangan Nona Kesya Artyadevi.. Kesya menarik napas. Marco mengangguk dan tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Sementara gumaman dan seruan penuh semangat terdengar dari para peserta lelang yang sibuk melakukan penawaran. tapi belum sepenuhnya merasa lega. three. “Tidak ada lagi? Dua puluh lima juta! Going one..” . berusaha melihat penawar pertamanya.tampak seperti tetes embun pagi yang terdapat di mangkuk emas. ibu yang di sana.. silakan. Apa ada yang mau menambahkan?” “Tujuh juta!” Terdengar seruan dari arah belakang Kesya. Ada penawar yang lain?” “Dua puluh tiga juta! Dua puluh tiga juta!” Hah? Dua puluh tiga juta? Kesya bersorak tanpa suara. two. “Sepuluh juta!” “Ya. saat menemani Alo dan Cecil foto pre-wed. Kesya terus berdoa. saya mulai dengan harga lima juta.” bisik Marco.. DeeDee bertepuk tangan kencang sekali. Inspirasinya berasal dari tetes embun yang dilihat Kesya di kebun teh... sepuluh juta untuk ibu berbaju ungu!” “Dua belas juta!” “Ya.. “Ssstt. Marco memeluk Kesya dan mengucapkan selamat. “Dua puluh juta?” bisiknya setengah tercekik. Seuntai kalung yang diberi judul Wings of Love. Dua puluh lima juta? Dia tidak menyangka sama sekali! “Ya.. “Ayo. seolah menunggu penawar yang masih berani menaikkan harga.” “Empat belas juta! Empat belas jutaaa! Empat belas jutaaaaaa!” Itu pasti Madame Juliet Anggoro! Suara pemimpin lelang terdengar kencang sekali. Ya. “Ya! Tujuh juta untuk ibu di sana. Namun. “Dua puluh lima juta!” Kesya menahan napas. keremangan cahaya dalam ruangan membuat matanya tidak dapat melihat dengan jelas. Ayo siapa lagi? Dua puluh lima juta! Ada lagi?” Seluruh ruangan terdiam... Berharap semoga saja harga yang ditawarkan dapat terus naik. “udah sampai dua puluh juta tuh.. Masih ada dua perhiasan lagi.” Kesya terkesiap.. “Ya silakan.. Mulutnya tidak berhenti mengucapkan kata “hebat” dengan penuh semangat. Begitu tegangnya dia hingga tidak sanggup lagi mendengarkan suarasuara di sekitarnya.. terjual seharga dua puluh lima juta rupiah kepada ibu bernomor tiga puluh!” Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Ada yang mau menambahkan?” Kesya menajamkan pandangannya..

“Ya! Lima belas juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Silakan. Kesya tersenyum simpul mengingat ide kreatif dari rancangan ini.. Mata Kesya membelalak. empat puluh juta untuk ibu nomor lima puluh. Marco tersenyum. “Ngapain kamu?” Marco duduk. ada yang mau menambahkan?” “Dua belas juta!” “Ya. Marco. Kesya menggeleng-geleng. Marco terbahak. rancangan Kesya yang kedua. tersenyum kepada Kesya.. mengedipkan sebelah matanya dan berdiri lagi. “Ya tentu aku beneran mau beli perhiasan itu dong!” “Dua puluh lima juta! Ada yang mau menawar lagi?” “Dua puluh tujuh jutaaa! Dua puluh tujuh jutaaaaaa!” Suara Madame Juliet terdengar bergetar saking bersemangatnya. dua belas juta untuk bapak nomor lima puluh dua! Silakan yang lainnya. sedangkan sayapnya terbuat dari emas putih mengilat. Kali ini napas Kesya benar-benar berhenti! Enam puluh juta? Benar-benar WOW! “Ya. mengikuti arah pandang Kesya. “Marco!” desisnya. Kepalanya terangkat penuh gaya.. “Ya. Diam-diam dia melirik Marco. “Saya akan membuka penawaran dengan harga sepuluh juta! Silakan.Layar besar kini menampilkan Wings of Love.” “Empat puluh dua juta!” seru Marco. Sebenarnya kalung ini merepresentasikan cintanya kepada Jansen yang terbang digantikan oleh cintanya kepada Marco. Madame Juliet lagi. Dia tidak mendapatkan perhiasan Kesya yang pertama dan dia sangat bernafsu mendapatkan perhiasan yang ini. juga melihat wanita itu. Hatinya terbuat dari emas kuning. “Aku mau beli perhiasan. Perhiasannya dihargai empat puluh dua juta? “Empat puluh lima jutaaa! Empat puluh lima jutaaaaaa!” teriak Madame Juliet. Seorang wanita anggun mengangkat papan plastiknya. lalu berusaha mencari asal suara itu. . Kesya tersentak. Sayang.” Marco bangkit dari kursinya dan mengacungkan papan plastiknya tinggi-tinggi.” “Dua puluh juta! Dua puluh jutaaa!” Kesya mengembuskan napas kuat-kuat.. enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada lagi?” “Aah! Aahhh!” terdengar raungan kesal dari arah Madame Juliet.. salah seorang inspirator terciptanya kalung ini. Sebuah kalung platinum dengan bandul hati bersayap.” Kesya terkesiap. “Empat puluh juta!” Seluruh ruangan berdengung. “Dua puluh lima juta!” serunya lantang.. “Enam puluh juta!” seru wanita dengan nomor lima puluh lagi. “Kamu beneran mau beli perhiasan itu? Atau hanya supaya harga perhiasanku bisa ditawar lebih tinggi?” Mata Kesya menyipit curiga. “Lima belas juta!” serunya mantap.

Madame Juliet. “Ya. penjualan yang sangat baik!” kata pemimpin lelang. “Lima puluh juta!” Seluruh orang terkesiap. Ketiga buah rantai itu disatukan oleh sebuah simbul berbentuk bunga. lima puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Lagi-lagi si ibu nomor lima puluh. “Tiga puluh dua juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Ada lagi yang mau menambah?” “Empat puluh jutaaa! Empat puluh jutaaaaa! Juta empat puluh!” Wah! Madame Juliet benar-benar kalap. . Tawaran naik dengan cepat! “Ya. DeeDee melompat-lompat kegirangan.. “Lima puluh lima juta!” balas si ibu dengan nomor lima puluh. Perhiasan ketiga. bapak dengan nomor sebelas. “Enam belas juta!” teriak seorang laki-laki dengan lantang. juga bertabur berlian kualitas terbaik.. Jantung Kesya berdetak cepat. “Ya. “Dua puluh juta!” seru Marco. Saya mulai penawaran dengan harga lima belas juta!” Layar besar menampilkan kalung terakhir... “Tiga puluh juta untuk ibu dengan nomor dua puluh satu! Ada lagi yang lain?” “Tiga puluh dua juta!” seru Marco tidak mau kalah.. Sebuah kalung yang diberi judul Sparkling. Dia tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. masih ada satu perhiasan lagi. two. Ada yang lebih tinggi?” “Tujuh belas! Tujuh belas juta!” Again. Hah? Yang ini juga mau dibeli? Marco hanya mengangguk menjawab pertanyaan nonverbal Kesya. “Tiga puluh jutaaa! Tiga puluh jutaaaaa! Ayo berikan perhiasan itu! Berikan!” jerit Madame Juliet histeris.“Enam puluh juta! Going one.. Kalung dengan tiga buah rantai bertabur berlian kualitas terbaik. Rasanya dia lebih bersemangat dibandingkan Kesya! Kesya tersenyum lebar. Belum pernah dia mengalami euforia seperti sekarang ini. Siapa sih dia sebenarnya? “Lima puluh satu jutaaa! Satu lima puluh jutaaaaa!” Madame Juliet benar-benar tidak mau mengalah. Semoga harga perhiasan ini juga sebaik yang sebelumnya... ada lagi?” pemimpin lelang terdengar bersemangat sekali. Ini benar-benar momen yang sangat menegangkan. “Dua puluh dua juta!” “Dua puluh dua juta untuk bapak dengan nomor sebelas! Ayo.. Hmmm. Dia benar-benar bernafsu sekarang. “Sekarang beralih ke perhiasan berikutnya. sekaligus perhiasan rancangan terakhir dari Nona Kesya Artyadevi. three! Ya! Terjual seharga enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Tepuk tangan kini lebih kencang lagi.. Marco lagi-lagi memeluk Kesya.

. “Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” teriak pemimpin lelang. “Enam juta untuk ibu dengan nomor dua puluh delapan! Silakan yang lainnya... nggak usah. tak kalah semangat. DeeDee kembali melompat-lompat di sampingnya.. sebuah gelang yang sangat cantik ditawarkan. Kesya bangga sekali. penawaran akan saya buka dengan harga lima juta.. Dia banyak sekali membeli perhiasan... Gone! Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Selamat!” Seluruh ruangan bertepuk tangan. “Aku beliin buat kamu. Ada yang mau menambahkan?” “Pinjam nomor kamu.. Hanya terdengar napas frustrasi Madame Juliet memburu kencang. “Enam puluh tujuh jutaaa!” balas Madame Juliet.. Mengikuti dengan seru perang harga antar Madame Juliet dengan ibu nomor lima puluh..“Lima puluh lima juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada penawaran lain?” “Enam puluh jutaaa! ENAM PULUH JUTAAAAA!” Kini. “Bagus banget. Dia kalah lagi! “Going one.... Mata Kesya tertegun memandangi gelang tersebut. Kesya mengangguk. “Enam juta!” teriaknya lantang... “Sebelas juta!” “Sebelas juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Wah! Si ibu nomor lima puluh memang kolektor perhiasan sejati..” desahnya.” Tapi Marco sudah mengangkat nomornya dan berseru “Sepuluh juta!” dengan lantang. . Gelang dengan lima bandul kecil berbentuk butiran salju.. Marco mengambil nomornya dari tangan Kesya. “Ya.... two. Heboh banget! Peserta lelang yang duduk di sekitar Kesya juga memberikan selamat kepadanya.. “Ada yang mau menambah?” Ruangan sunyi. Kesya jadi sungkan harus perang harga dengan ibu yang sudah menjadi pelanggan terbesarnya. semua peserta terdiam.” “Eh.” bisik Kesya dan langsung mengangkat nomor Marco tinggi-tinggi.. membuatnya tampak seperti butiran salju sungguhan. “Enam puluh lima juta!” balas si ibu nomor lima puluh.” gumam seluruh orang di ruangan lelang. three. Pada urutan kesepuluh.. “Delapan puluh juta!” “Wuoohhh. Marco memeluk Kesya dengan erat. Acara lelang terus berlangsung.” “Kamu mau gelang itu?” tanya Marco. Tiap bandulnya dihiasi dengan sebutir berlian kualitas terbaik.

Kesya menghampiri tempat duduknya dan melihat ibu nomor lima puluh sedang mengambil tasnya yang diletakkan di bawah tempat duduknya. *** “Gimana?” Kesya berputar di hadapan Marco.” Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum. “Ibu. “Wonderful!” Kesya tersipu malu. rancangan perhiasan Kesya-lah yang menjadi bintang pada acara lelang kali ini.. Gone! Enam belas juta untuk ibu nomor lima puluh!” Kesya menatap gelang cantik di layar untuk terakhir kalinya. Hatinya terasa sesak karena perasaan bangga. Bangga sekali rasanya! Saat peserta lelang mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing. tapi ya sudahlah. Si ibu nomor lima puluh mendongak. ternyata Ibu Lidya Sostronegoro.” Kesya membalas pujian wanita itu dengan senyum kecil. “Terima kasih sudah membeli rancangan saya ya.. Gaun warna ungu lembut yang dikenakannya ikut berputar dengan ringan.. “Enam belas juta!” balas si ibu nomor lima puluh tidak mau kalah. Kamu semakin berkembang.. Marco sudah akan mengangkat nomornya lagi. “Sudah siap?” . Toh lelang berakhir dengan sukses.” “Tapi kan kamu mau?” Marco tetap berkeras... “Kamu masih ingat saya. three. Kesya tersenyum lebar...” “Tentu saja saya ingat. Waktu maju ke panggung untuk menerima penghargaan. Agak sedih juga melihat gelang yang disukainya tidak dapat dibeli..“Lima belas juta!” teriak Marco lagi. Bu... tapi tangan Kesya menahannya.. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada ibu itu. ada yang mau menawar lagi? Going one. Marco berdecak. Kesya menggeleng. “Udah deh. Namun.” Kesya ingat semua pelanggannya. “Enam belas juta.... Karenanya.” panggilnya....” bisiknya. Marco menggamit lengannya. Perhiasan rancangan DeeDee juga terjual dengan harga yang bagus sekali. two.” Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk kecil. “Nggak worth it harganya. Gelang cantik yang sudah menjadi milik ibu nomor lima puluh. Kesya mendapat penghargaan sebagai perancang yang paling diminati.. “Rancangan kamu semakin bagus.. Kesya bergegas menghampiri si ibu nomor lima puluh. “Oh.

hadir juga para pemerhati perhiasan dan para pelanggan. Mama memeluk erat Kesya dan mencium pipinya berulang-ulang.” sapa Marco sopan.. “Ini pasti Marco!” Mama berpaling untuk memeluk erat Marco. Pa!” Kesya menyapa Papa dengan volume suara yang sengaja dibesarkan. putri kesayangan mereka.. “Tampan sekali kamu. Bagaimana Mama bisa sampai pada kesimpulan itu? Bukannya Kesya menolak. “Kesya sayang!” itu suara mamanya. Oom. Orangtuanya termasuk tipe orangtua yang kelewat ingin tahu urusan anak. tapi Marco sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa-apa. bisa dimaklumi sih.” Uhuk! Kesya tersedak.. sementara orangtuanya berjalan di belakang mereka. Orangtua Kesya. Mama dan Papa memang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Marco dan merasa senang luar biasa karena dapat bertemu Marco malam ini. juga diundang sebagai tamu kehormatan. Selain anggota APPI. sebelum menghadiri pesta perayaan ini. Punya calon suami seperti Marco. Malam ini. orangtua Kesya pasti keluar sebagai juara pertama. Yah. “Hai. kita harus berangkat sekarang kalau tidak mau terlambat. . Para undangan sudah banyak yang hadir saat mereka sampai di tempat acara diselenggarakan. Kesya dan Marco duduk di lobi hotel. yang sudah dilakukan Mama sejak Kesya masih balita sampai sekarang. kapan kalian akan menyusul Alo dan Cecil?” ujar Papa sambil menjabat erat tangan Marco. Kesya kan anak tunggal. “Jadi. DeeDee juga harus menjemput orangtuanya. Kesya memang jago memilih calon suami.Kesya mengangguk. Kebiasaan kecil yang mesra. Kesya menggandeng tangan Marco. Ini pertama kalinya dia akan memperkenalkan Marco kepada kedua orangtuanya. Dia memeluk erat Papa. APPI mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan Kesya dan DeeDee dalam acara lelang kemarin. sebagai tamu kehormatan. Tapi tetap saja Kesya resah. yang khusus datang dari Makassar. Sudut bibir Marco terangkat. “Ma..” Kesya menarik tangan Marco. mengalihkan perhatian Mama. anak satu-satunya.. “Selamat malam. yang khusus datang dari Bandung. “Ayo. Mereka meluncur ke hotel tempat mama-papa Kesya tinggal sementara di Jakarta. membentuk senyum kecil.” Kesya membalas pelukan erat mamanya. Mereka turun ke lantai paling bawah dan masuk ke dalam mobil Kesya. Kesya agak berdebar menantikan pertemuan orangtuanya dengan Marco. Calon suami tadi kata Mama? Wajah Kesya memerah.. Mama sudah dengar cerita tentang Marco dari laporan Kesya via telepon. tentu saja Kesya akan menyambut dengan tangan terbuka. UGH! Kalau ada sayembara “Orangtua Paling Tidak Peka”.

Beliau diwakilkan oleh seorang asistennya.. kecuali istri saya...” kali ini Madame Juliet Anggoro menunjuk ke arah Marco. Bisa-bisa dia dipaksa kerja rodi setiap hari untuk merancang perhiasan untuknya! Kesya bergidik ngeri memikirkan hal itu. Kesya malah bertemu dengan Madame Juliet Anggoro. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara personal atas kepercayaan wanita itu menggunakan perhiasan rancangan Kesya. sementara Papa mengernyit melihat penampilan wanita itu yang seperti toko perhiasan berjalan.. Kesya maju bersama DeeDee—yang senyumnya silau sekali. Acara berlangsung cukup meriah.” jari telunjuknya yang gemuk bergoyang-goyang ke arah Kesya.. Kesya tersenyum lebar saat menerima penghargaan itu. Oh.Saat Kesya memasuki ruangan pesta. “Kesya tidak akan menjadi istri siapa pun.” Mama tersenyum lebar mendengar pujian Madame Juliet Anggoro.. Begitu melihat Kesya datang. Menjadi menantu saya. APPI bahkan mengundang beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur para tamu.. .” ujar Marco mantap... “adalah gadis yang sangat berbakat. dia mencari-cari sosok Ibu Lidya Sostronegoro. Penuh ketegasan dan keyakinan diri. “Kesya ini.. “harus menjaga dia baik-baik..” ancam Madame Juliet Anggoro. jadi Madame Juliet Anggoro punya anak laki-laki yang belum menikah? Tapi. Mama bahkan sampai berdiri dan berkata— dengan volume suara yang keras—bahwa Kesya adalah anaknya. sangat berbakat. saya akan mengambilnya menjadi menantu. Kesy atidak akan sudi menjadi menantu perempuan yang terobsesi dengan perhiasan. Berdua.. dia langsung memeluk Kesya dengan heboh. tapi Kesya tahu Marco sebenarnya sudah mau meledak karena menahan tawa. tidak menjaganya baik-baik.. Wajah Kesya merona mendengarkan nada suara Marco. Ibu Lidya tidak hadir. Apalagi ketika Kesya memperkenalkannya kepada orangtuanya dan Marco. Namun. Ketika nama Kesya dan DeeDee dipanggil untuk menerima ucapan selamat dan penghargaan dari APPI.. Mama dan Papa bertepuk tangan kencang sekali. “Kamu. Jaga dia baik-baik. “Kalau kamu tidak menjaga dia baik-baik. mereka menerima penghargaan sebagai perancang berbakat versi APPI.” Marco mengangguk sopan... sementara matanya mengerjap-ngerjap dramatis..

sama-sama. Kurang sreg... Madame Juliet juga khusus datang untuk membalas dendam atas ketidakberhasilannya membeli perhiasan rancangan Kesya waktu lelang. “Ada lagi. Hiasan rambutnya ikut bergoyang-goyang heboh. Mata Madame Juliet berbinar-binar saat Kesya memperlihatkan jam tangan cantik tersebut. Dia kemudian memanggil Mona untuk mengurusi pembayaran dan pengemasan perhiasan yang sudah dibeli. Terima kasih! Kamu baik sekali! Baik sekali!” pekiknya senang. Madame Juliet?” “No no no no! Yang ini. Dan Madame Juliet benar-benar membalas dendam! Lima buah perhiasan rancangan Kesya sudah menjadi miliknya....... “Yang ini..” jawab Kesya dengan napas tercekik. Ma. “Yang itu. Kesya mengeluarkannya dari balik laci kaca. sang suami. Dia meletakkannya di bawah sinar lampu agar Madame Juliet dapat melihat keindahannya dengan saksama. “Hmmppfft. “Cukup untuk hari ini. sa.. Kesya sampai sulit bernapas.. Madame Juliet.” Jari gemuk Madame Juliet menunjuk salah satu perhiasan. Kesya. dan kini dia sedang berencana untuk membeli perhiasan yang keenam. Untuk hari ini. Saya ambil yang ini.” Madame Juliet menggeleng-gelengkan kepala. Ini sebagai hadiah Valentine dari Tuan Anggoro. suaminya telah memberinya sejumlah uang yang cukup besar untuk berbelanja perhiasan. Kesya tersenyum. Madame Juliet?” Madame Juliet terdiam. Ambil yang ini. Karena Madame Juliet hari ini telah membeli perhiasan dalam jumlah cukup banyak.. saya kurang sreg.. Lalu dia menggeleng dengan dramatis.12 “BAGAIMANA kalau yang ini.. . “Terima kasih..” Kesya mengangguk. Hari ini tanggal 14 Februari. Kesya menghadiahi beliau sebuah jam tangan cantik. Dia memeluk Kesya dengan erat. Katanya.” Madame Juliet menyipitkan mata... hari Valentine. “Hmmm.. Sejak pagi. matanya kembali menyusuri tempat penyimpanan perhiasan Kesya..” desahnya.. Madame Juliet sudah berada di toko Kesya.

Dari Bu Cecil.... ada telepon... gimana acara meeting-nya?” Cecil tidak bisa hadir dalam acara lelang Kesya karena harus menghadiri meeting di luar kota.. Alo juga masih berada di Singapura. Ternyata kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.. happy Valentine. “Apanya yang ribet dan lama? Kan komputer sudah mempermudah semuanya. “Mungkin pertanyaannya harus diganti jadi „Apa yang harus aku lakukan sekarang?‟” Kesya ikut tertawa. “Bu Kesya.” kata Cecil terdengar pura-pura marah.. Nggak segitunya deh. Jadi demi kesejahteraan si calon pengantin.” “I’m all yours..” Kesya mengangguk kecil dan. Abis itu kami traktir kalian dinner. Masa tinggal ngetik nama undangan aja butuh bantuan orang lain. Dia membayangkan harus membantu Cecil dan Alo menulis nama beribu-ribu undangan. ribet dan lama banget. “tapi aku memang benar-benar butuh pertolongan kamu. ya sudahlah. Diketik di komputer lah. Cil.. Toh sepulang nanti tidak ada yang harus dilakukannya.. “Oke deh. “Hai. ada kabar apa sekarang?” Cecil terkikik. “Iya ya.” “So.” “Ah. “Boring. Kami butuh bantuan kamu dan Marco..... dan berdarahdarah.. Thanks. aku kan bridesmaid. Omong-omong. as usual...” “Thanks. Kami kan sangat-sangat tidak well-organized!” Ah! Ada-ada aja Cecil.. Kesya. “Tentang nulis label undangan. Kesya. Cecil jadi kedengaran seperti Madame Juliet! “Happy Valentine juga... untuk ucapan selamatnya.” “Iih. dear! Aku dengar soal lelang kamu yang sukses berat! Sukses berat! Hebat! Huebbaattt!” Kesya mengernyit. setelah Madame Juliet keluar ruangan. Your Majesty.Mona memanggil Madame Juliet untuk menandatangani bukti pembayarannya sambil berujar...” “Terus?” sambung Kesya.. “Nggak dong. Valentine’s dinner. Kamu nggak tau sih! Kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.” “Nulis label undangannya emang pakai tangan?” tanya Kesya. ngomongnya sering ngalor-ngidul. Cil. Yah. What do you expect? Paling males kalau meeting.” “Kesh. kan?” ... Bisa copot tangannya.” Cecil terkikik. Tapi. pasti deh ada yang salah. Kesh. Kesya menerima telepon dari Cecil.” “Dinner-nya bukan kamu yang masak. peras keringat... banting tulang.. aku harus jungkir balik.

...” Ucapan Jansen tergantung.. “Ha. “Thanks again... Kamu. motret model untuk majalah...” “Thanks. Mau sama-sama ke rumah Cecil. aku sudah.. Di mana ketemuannya?” “Di rumah baru kami.. Kesh. Mereka memang pasangan yang cocok luar-dalam..” Jansen tertawa.. Walaupun Jansen menghubunginya bertepatan dengan Hari Valentine.. Kesya tidak mendengar kabar tentang Jansen. Kes.Cecil terbahak. Aku.........” Tawa Cecil meledak lagi. Tapi aku sungguh berdoa untuk kamu.. “Oh. halo. “I. tidak jadi diselesaikan.. aku hanya ingin tahu kabarmu. Kamu.” sapa sebuah suara.... teleponnya berbunyi lagi.” .... Take care ya. Mendengar kegugupan suara si penelepon.. Aku.. be. Kesya yakin seratus persen bahwa yang menelepon adalah Jansen. Tiba-tiba. Se... Debar hatinya kini hanya beraksi terhadap Marco.” Kesya mengangguk.” Jansen tertawa.” Kesya ikut tertawa. Tapi Kesya senang Jansen menghubunginya. Tumben kamu telepon?” Saat Kesya mengucapkan nama Marco. debar di hatinya sungguh telah hilang. “Jansen. Moga-moga ada salah seorang dari model itu yang bisa merebut hatimu. Jansen. Hmm. “Dia juga kapok mencicipi masakanku. Aku sekalian mau kasih liat kamu dan Marco. begitu.” Jansen tertawa.... “Thanks. dia membereskan ruangannya. Bagaimana kabarmu? Kamu lagi sibuk apa sekarang?” “Biasalah. kamu. ya?” tebak Kesya. Alo sendiri sudah menetapkan dapur di rumah kami yang baru hanya akan jadi dapur kering. oke deh. Aku. “Oke kalau begitu. “Hmm.. untuk Marco ya. “Aku lagi nunggu Marco. Sudah lama sekali. Tempat kami masak air untuk bikin kopi dan memanaskan masakan pesanan restoran.. Kesya ikut tertawa. Tidak seperti kamu. aku hanya ingin tahu kabarmu.. Kesya sedang apa?” Kesya tersenyum mendengar suara Jansen. dia merasakan napas tertahan Jansen... hebat.. “Aku sudah memutuskan hubungan dengan dapur...” “Oke. Teman... sudah baca tentang lelang perhiasanmu yang sukses.. iya. baguslah. biar kamu bisa mendapatkan wanita yang cocok untukmu.. Selesai bertelepon dengan Cecil dan menghubungi Marco. Salam untuk. “Model-model itu kebanyakan model cantik saja. selamat ya. Alo memang paling memahami Cecil. seolah menertawakan kegugupannya. he.. Renovasinya sudah jadi.... temanku kebetulan juga meliput. “Halo.” sapa Kesya.. sejak pertemuan mereka yang terakhir..

Sedari pagi. Menerka-nerka arah pembicaraan Marco... Senyumnya merekah. Kesya tersenyum. separuh lagi merasa sangat bahagia. Sayang.” Ternyata Marco memang serius untuk melanjutkan hubungan dengannya. “Happy Valentine.. “Selama ini kan aku tinggal di Singapura. Tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. Dengan demikian.Pintu ruangan Kesya terbuka dan sosok menjulang Marco berdiri di sana.. Sebenarnya itu pekerjaan mudah. “Aku punya kabar baik untuk kamu. Sebuah perusahaan real-estate melihat hasil kerjaku menata taman kota kemarin. “Maka dari itu. Kesya memang belum bertemu dengan Marco. bahkan soal ukuran tulisan.” Marco menghela napas. Kehadiran Kesya dan Marco adalah untuk mencairkan ketegangan perdebatan mereka. “Perfect.” Senyum Marco bertambah lebar. Kesya tersenyum dan menghampiri Marco. Ada saja yang mereka perdebatkan. Marco akan menetap di Jakarta untuk jangka waktu yang belum ditentukan? “Mungkin juga akan dipekerjakan sebagai perancang tetap di perusahaan mereka. “Kalau aku kembali menetap di Singapura. “Happy Valentine juga. aku akan berdomisili di Jakarta.” bisik Marco di telinga Kesya.” Dahi Kesya berkerut. Dia mengangguk.” Bagus sekali! Bahkan ada kesempatan bagi Marco untuk menetap di Jakarta. “tentu akan berat bagi kita berdua. Marco merengkuh tubuhnya. Marco menggeleng.” Kesya mencium pipi Marco dengan lembut. What a wonderful Valentine’s present! *** Jam menunjukkan pukul tujuh malam saat mereka selesai membuat labe lundangan.” ujar Marco. Tangannya terasa hangat dalam genggaman Marco. Soal penulisan gelar. memeluknya erat. “Kamu mau jalan sekarang?” Kesya teringat janjinya dengan Cecil. Dia membimbing Kesya duduk berhadap-hadapan. Selama itu. .. Telinga Kesya berdesing hebat. aku terima pekerjaan di Jakarta.. “Gimana. jarak sudah tidak menjadi masalah lagi bagi hubungan mereka. Sayang?” tanya Marco tersenyum. soal penulisan nama lengkap. Jadi. Mereka memberikan tawaran untuk menangani lima proyek taman untuk perumahan yang rencananya akan mereka bangun. Pekerjaanku lebih banyak di sana. separuh merasa geli. hanya saja Cecil dan Alo terlalu banyak berdebat. “Sounds great?” Kesya tersenyum lebih lebar. Tangannya menggenggam erat tangan Kesya.” Kesya mengangguk pelan. Sayang.

Hampir pukul sepuluh malam baru Kesya dan Marco tiba di apartemen.. Kesya mengundang Marco untuk minum segelas teh hangat. Marco mengantarkan Kesya masuk ke apartemennya. Kesya mendekati ranjang gantung itu.. Cecil bilang mau melihat cincin pernikahannya bersama-sama Alo.. Cecil dan Alo juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Kesya merasa inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan cincin pernikahan rancangannya. Kesya terperangah ketika sinar lampu menerangi kamar tidurnya. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan orangtuanya.” ujar Marco. “Thanks ya. Kesya masih belum dapat berkata-kata. mencari sakelar lampu.“Ya ampun! Kalian kan belum makan!” Cecil menepuk dahi. Dia berjalan tersaruk-saruk ke kamarnya. Terlalu terkejut untuk dapat menyuarakan isi kepalanya. Lampu di atas meja mereka memantulkan kilau yang indah pada cincin itu.. Napas Cecil tertahan ketika melihat cincin itu..” “Yakin?” suara Marco terdengar menggoda...” Cecil mengangkat cincin itu dengan sepenuh perasaan. Kesya terkesiap. Bergegas mereka menuju restoran yang terletak tidak jauh dari rumah Alo-Cecil. dear. Lampu menyala terang. Kesh. “Sayang. Salah satu dongeng Shakespeare yang sangat disukainya. Tangannya menggapai-gapai. Kesya merasakan sensasi romantis yang tidak dapat . Ranjang itu berayun pelan. mau dibantu?” tanya Marco sambil memeluknya dari belakang. Binar-binar di wajahnya tampak cemerlang sekali! “Bagus banget. Kesya berhasil menyalakan lampu.. Kesya menggeleng sambil tersenyum. “Yakin dong.. “Kamu bener-bener berbakat!” puji Alo. DeeDee hari ini menemui ayah dan ibunya di hotel tempat mereka menginap.” ujar Marco tanpa melepaskan pelukannya. Kesh. Ranjang itu mirip sekali dengan ranjang Titania.” Kesya tersenyum senang mendengar pujian tulus dari teman-temannya. masa aku nggak bisa nyalain lampunya. Ini kan kamarku sendiri. Pelukannya diperketat. “Surprise for you. Kesya mengeluarkan cincin pernikahan Alo dan Cecil.. “Suka?” Marco mengangkat Kesya dan mendudukkannya di atas ranjang. sang ratu peri dalam cerita A Midsummer Night’s Dream.. “Ranjang yang cantik untuk gadis yang cantik.” “Oke. Mendesah tidak percaya. Sambil menunggu pesanan mereka datang. Kesya masuk dan melemparkan tasnya begitu saja..” bisik Marco di telinganya. Ketika mencoba gaun bridesmaid di Bride‟s World. Ranjang tempat dia biasa tidur telah berubah menjadi ranjang gantung yang cantik sekali. Setelah itu Kesya sibuk dengan acara lelangnya. Kesya tersenyum. “Aku bisa kok.

Kesya memilih tema lingerie shower.” Marco memeluk Kesya dengan erat. *** . yaitu tamu-tamu menghadiahi calon mempelai wanita dengan lingerie atau bikini yang seksi. Ada yang temanya lingerie shower. dan piranti makan.com untuk mencari tahu jenis permainan yang cocok untuk acara tersebut. Selain itu ada juga yang memilih tema multicultural shower. Semua kerabatnya yang wanita. Kesya mengangguk pelan. tamu yang hadir membanjiri si calon mempelai wanita dengan berbagai macam hadiah. perangkat memasak. Jenis hadiah biasanya akan disesuaikan dengan tema bridal shower. Wadah yang digunakan untuk membawa makanan juga diberikan sebagai hadiah. Persiapan pesta sudah sekitar 98 persen. Untuk bridal shower Cecil. Bridal shower! Kesya juga tidak akan ingat akan acara yang satu ini kalau DeeDee tidak mengingatkan. Cecil minta acara diselenggarakan di rumahnya saja.diungkapkannya saat berada di atas ranjang itu. Pada tema ini. berikut resep masakannya. para tamu membawa makanan khas dari daerah masing-masing sebaga ihadiah untuk calon mempelai. Hangat. Kesannya seksi sekali! Dibantu DeeDee. DeeDee mendapat tugas membawakan games dalam acara itu. Pada bridal shower.com. tinggal beberapa minggu lagi rencana pernikahan Alo dan Cecil akan berlangsung. Tentu saja semua itu tidak terlepas dari andil Kesya. “Aku suka sekali. Bridal shower dihadiri oleh teman-teman dan kerabat calon mempelai wanita. Buru-buru dia searching lagi di bridesmaid101. Dia sangat bersemangat. Kesya banyak membantu Cecil dalam segala hal yang berhubungan dengan hari besar itu. Hadiah untuk calon mempelai wanita berupa makanan. Seolah tidurnya akan nyenyak sekali dan mimpi-mimpi yang hadir dalam tidurnya pastilah mimpi-mimpi indah penuh tebaran bunga wangi. Dia juga ikutan browsing di bridesmaid101. termasuk juga beberapa teman wanitanya semasa sekolah dulu. Thanks to the internet! Bridal shower ini mirip pesta bujangannya mempelai pria. Satu hal yang kini mengusik perhatian Kesya. *** Tanpa terasa. Ada juga yang temanya recipe shower. dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara itu. akan diundang untuk menghadiri acara bridal shower tersebut.

” Tante Renata dan mama Kesya tersenyum malu-malu... Hmm... Suaranya terdengar bersemangat sekali. kemudian berlalu pergi... juga ada sepoci besar kopi. Menebarkan harum ke seluruh penjuru ruangan.. es krim! Lingerie shower kali ini akan dilaksanakan sore hari. Nggak enak gangguin acara gadis-gadis. malu ah. “Ya sudah.” Kesya tersenyum geli melihat tingkah kedua mama itu. Dia sudah bekerja keras untuk mempercantik ruangan ini. Teman-teman Cecil membawa beberapa hadiah berupa lingerie dan pakaian dalam yang superseksi. Finna datang. yang khusus datang dari Bandung. sepoci besar teh. “Wah! Keren banget!” komentar Cecil melihat ke sekeliling ruang tamu. Dia membawa kotakkotak yang berisi peralatan untuk games nanti. kue-kue kering dan basah. Setelah itu tamu-tamu mulai berdatangan.” Mama Kesya dan Tante Renata tersenyum malu-malu lagi. ketika Finna dengan suksesnya membuat marah Madame Daphne. “Yakin nih?” goda Kesya. sudah beberapa bulan yang lalu. Di atas meja sudah tertata rapi aneka macam roti isi. Semangat DeeDee ternyata menular. tapi.” Mama Kesya dan Tante Renata mengangguk sambil tertawa. Nanti dikasih lihat foto-fotonya aja deh. Kesh!” sahut DeeDee. Tante Renata dan mama Kesya berlalu di hadapan Kesya. berbagai macam produk perawatan tubuh..Kesya melihat ke sekeliling ruang tamu rumah Cecil dan mengembuskan napas lega. Kesya menghubungi DeeDee. “Lho? Pada mau ke mana nih?” tanya Kesya melihat tas yang disandang di bahu mereka masing-masing. DeeDee datang. peralatan mandi. Terakhir kali mereka bertemu adalah. Mamanya.. Kesya sudah lupa sama sekali pada Finna. Kesya sempat menyapa dan mengobrol ringan dengan beberapa teman dari masa sekolah dulu. jadi makanannya juga ala tea time... dan Tante Renata mondar-mandir membantu Kesya menata makanan. . “Udah beres semua kok. Kesya juga merasakan semangat yang tinggi. Dee?” tanyanya. “Nggak mau ikut acaranya? Padahal kan Mama dan Tante Renata sudah bantuin aku mengatur makanannya.. Cecil keluar dari kamarnya sambil tersenyum lebar. Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya dan itu membuat penampilannya tampak semakin cantik. “Udah siap belum.. Pukul empat kurang lima belas menit. “Sebenarnya sih mau ikutan. dan tak lupa. Lima menit sebelum acara dimulai. Bungabunga segar tertata di setiap sudut ruangan.. sampai bikini aneka warna. Kesya mengangguk. “Kami mau keluar aja.

” kata kurir itu.. “Edward benar-benar cowok romantis.. Finna kembali tertawa sengau. si Mr. darahnya murni Inggris. Ada yang aneh dalam sandiwara ini.. Merasa di atas angin.“Hai. Apa Alo pernah kirimin kamu buket bunga seperti ini. Kesya mengangkat bahu. Finna langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan penuh gaya menghampiri kurir itu. Ting tong! Saat games sedang seru-serunya berlangsung.. Dia beranjak ke pintu dan membukanya. DeeDee membuka acara lingerie shower ini dengan sebuah games pembuka. Bukan darah murni. Cecil ikut aktif dalam games. tiba-tiba bel berbunyi. Dengan gaya dramatis dia embuka kartu kecil yang terselip di tengah-tengah buket tersebut.. To my lovely fiancée. “Sepertinya nggak pernah ya? Memang Alo itu sama sekali laki-laki yang tidak romantis.. ya?” Kali ini tamu-tamu yang hadir mulai berkasak-kusuk. Acara kemudian dimulai.” Dia tertawa lagi.” Cecil masih diam. Dia melihat ke sekeliling ruangan. tapi kata mamaku. Tapi Finna tidak peduli. Edward Patterson. Seluruh orang yang ada di sana mengernyit melihat tingkah laku Finna. Nggak seperti tunanganku.” Cecil juga ikut mengangkat bahu. dan duduk dengan wajah ditekuk.” sapa Kesya. Kenapa tunangan Finna. Finna kembali berkoar.. tidak juga menyapa Cecil si empunya rumah. Finna Salsabila. Inggris blaster. Dia mengambil buket bunganya dan membenamkan wajah di buket itu. yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Cecil? Finna mengerling ke arah Cecil. “Ah.. Cil?” Wajah Cecil berkerut. Edward Patterson itu mengirimkan buket bunga superbesar ke alamat Cecil? Bukankah selama di Jakarta. minta diundang datang ke acara ini. Aku tadinya sudah malas banget. Kesya mengangkat bahu. . Jadi. “Siapa tuh?” Cecil agak terusik dengan interupsi ini.” dia tertawa sengau. “Dia masih sakit hati.. “Aku dengar mamanya Alo juga nggak setuju sama pernikahan kalian... dia yang menghubungi aku. hanya menatap sinis ke arah Kesya. biar bagaimana dia kan masih saudara. Sepertinya semua yang diundang sudah datang. Finna tidak tersenyum. sementara Kesya sibuk mengabadikan acara ini. “Tapi. Tidak mau meladeni ulah Finna. Finna.” bisik Cecil melihat wajah Finna. Finna tinggal di rumah orangtuanya. tapi dia tetap diam. “From Edward Patterson. “Untuk Finna Salsabila. Seorang kurir datang membawa buket bunga yang besar sekali. Dia berlalu begitu saja. Menanggapi diamnya Cecil.

tapi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk kembali menghina Alo. Kamu!” Cecil memberi penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Dasar manusia gosip! Tadinya mereka tersenyum lebar ketika melihat kebahagiaan Cecil. tapi sekarang.” bisik Kesya. “Sekarang Alo sedang mengadakan bachelor party dan kamu tahu siapa yang juga datang?” Finna tersenyum lebar. “Udah.. Aku dengar juga katanya kamu dulu ngerebut Alo dari Ningrum. “Jaga. . Plaak! “Jangan sekali-kali ngomong begitu tentang Alo!” sembur Cecil penuh kemarahan. Alo yang ngedeketin Cecil duluan. Dia tidak sudi Alo dihina seperti itu. “Kamu nggak mau mempertimbangkan rencana pernikahan kamu. “Kamu nggak tahu apa-apa soal Alo. Tubuhnya kembali bergetar hebat. anaknya juga nurunin tingkah laku ibunya. Cil? Bad luck tuh punya mertua seperti itu. Benar begitu. Dari mana Finna tahu soal bachelor party yang diselenggarakan Alo? “Silakan kamu cek sendiri kalau kamu nggak percaya!” ujar Finna menantang. Bukan sebaliknya!” Finna kembali tertawa sengau. Catat ya. apa maksud Finna dengan meminta Cecil mempertimbangkan rencana pernikahannya? Benar-benar asal bunyi saja Finna! Melihat wajah Cecil yang semakin pucat menahan amarah. dan. jadi jangan pernah menghinanya!” Finna memegangi pipinya.” Wajah Cecil pucat pasi. mereka mulai berkasak-kusuk. “Raden Ayu Sekar Ningrum. Lagi pula. tidak peduli dengan kata-kata Kesya.. “Kan orangtua yang busuk menghasilkan anak yang busuk juga!” Tatapan Finna tajam menghunjam. mamanya Alo lebih setuju kalau Alo ngambil Ningrum..“Katanya.. pacar pertamanya itu jadi istrinya. “Hubungan Alo dan Ningrum sudah berlalu ketika Alo mendekati Cecil. Kesya buru-buru mendekati dan merangkul tubuh sahabatnya yang bergetar hebat. tapi Cecil menepis tangannya. Finna! Cecil nggak pernah merebut Alo dari siapa-siapa!” bela Kesya. Kesya mengernyit. Cil. “Tutup mulut kamu. Mulut. Jangan-jangan. Tubuhnya siap meledak karena amarah yang tergumpal di dalam hatinya. Tubuh Cecil bergetar lebih hebat lagi. bagaimana Finna kunyuk ini bisa tahu permasalahan antara Cecil dan Tante Jessica? Sampaisampai persoalan tentang Ningrum juga diketahuinya. Lagi pula. “Dari dulu juga aku udah tahu kalau hubungan kalian nggak akan bisa berjalan mulus!” jerit Finna. Susah payah Kesya menahan tubuh Cecil.. Wajahnya tampak malu.. Cil?” Tamu-tamu mulai berkasak-kusuk. disodori kalimatkalimat provokatif sedikit saja. Nggak usah diladenin.” Wajah Cecil langsung pucat.

“Halo. Sebuah kertas terjatuh ketika Finna beranjak menjauhi Cecil.Dengan tubuh bergetar. “Nggak perlu kamu tahu dari mana aku tahu.. “Finna. Posisi seorang eksekutor. Dia harus membuktikan bahwa Finna adalah pembohong. “Gimana?” suara Finna penuh kemenangan. Lalu kenapa di kertas ini tertulis bahwa pengirim bunga itu adalah Finna Salsabila dan ada notes di sini yang meminta agar bunga itu dikirimkan ke rumah Cecil?” Kesya mengibarkan kertas merah muda yang tadi terjatuh. Cecil merebut kertas itu dari tangan Kesya.. Dia memperhatikannya dengan mata menyipit. “Ada Ningrum kan di sana?” “Dari mana kamu tahu semua itu?” tanya Cecil. sebenarnya kamu punya tunangan atau nggak?” ulang Kesya lagi. Wajahnya tampak keruh sekali. Finna mendengus. mencegah Cecil melakukan sesuatu yang akan memperparah keadaan. kamu punya tunangan atau nggak?” cecar Kesya penuh amarah. Cecil menepis kasar tangan Kesya. Marco.” sapanya dengan suara bergetar. tapi dia harus membela Cecil.. Cecil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alo. tidak segarang tadi. menghadap Kesya.. “Alo mana?” Kesya dan semua tamu memperhatikan perubahan wajah Cecil. Wajahnya ceria bagai bunga yang baru mekar. Tampaknya ponsel Alo tidak berhasil dihubunginya.. Kini giliran Finna yang memucat. Cecil menatap garang ponselnya. “Bunga itu benar dari tunangan kamu?” Finna berputar.. Kesya menahan tangan Cecil. Para tamu kembali diam-diam mengomentari drama yang tengah terjadi. “Tentu saja. Rupanya kali ini dan dia menghubungi Marco. Tapi. Pandangan Finna melemah. Finna mendengus.. Kesya memungut kertas itu dan memperhatikannya. Kesya sebenarnya tidak suka berada di posisinya sekarang. dan semua kata-katanya tentang Alo tidak dapat dipercaya. Dia mencoba lagi..” bisiknya. Aku sudah tahu itu dari dulu. Ting tong! Bel pintu rumah Cecil berbunyi lagi. “Ngapain dia juga ada di sana?!” teriak Cecil histeris. “Jadi. . Cecil beranjak untuk membuka pintu. “Jadi sebenarnya.. Dengan sangat enggan. Ha! Kesya tersenyum.” panggilnya pelan. Kenapa? Kamu juga sirik ya? Kalian memang gadis-gadis yang menyedihkan!” “Oh begitu. Dengan tatapan mencibir dia menjawab. I just know it.. “Alo bukanlah laki-laki yang setia. Kasak-kusuk kembali terdengar.” Dia berjalan menghampiri Cecil..

“Ibu Finna diminta untuk segera ikut ke kantor polisi. . tolong aku.Finna masih berdiri mematung. “Apa tidak ada cara lain. kami tidak akan membiarkannya lolos lagi. Pak?” tanya Cecil.” tahan Kesya. “Ibu Finna telah berkali-kali kabur dari kejaran kami. Kami memiliki informan yang tersebar di mana-mana. Tamu-tamu lain. Untuk kali ini. Salah satunya memantau rumah Ibu Finna dan membuntutinya ke sini. Tampak bingung juga harus bereaksi apa. Kedua pria kekar tadi beranjak maju dan mencengkeram tangan Finna. Aku minta maaf atas semua perbuatanku. Berubah menjadi si pesakitan dalam drama ini. “Cecil! Aku minta maaf. kenapa Anda bisa tahu Finna ada di sini?” Lelaki kekar yan gkedua menunjukkan sebuah surat penahanan. “Jangan. Cecil masuk kembali. “apa yang telah dia lakukan? Lalu. “Jangan tangkap saya! Saya pasti akan melunasi utangutang saya!” “Kami di sini untuk menjemput Ibu Finna Salsabila. Dan siapa saja yang bersekongkol dengan Ibu Finna. Hatinya iba juga melihat Finna diseret seperti itu. Tapi. “Ibu Finna Salsabila telah dicari-cari pihak debt collector dari Amerika karena tidak membayar utang-utang kartu kreditnya. Cil?” tanya Kesya heran. Aku nggak mau masuk penjaraaa! Cecil! Kesya!” Cecil. diam-diam masih berkasak-kusuk. Siapa saja yang menghalangi kami akan dianggap telah bersekongkol dengan Ibu Finna. Finna merangsek panik dan bersembunyi di belakang DeeDee. DeeDee mendekati Kesya.” “Jangan!” teriak Finna panik.. Ibu Finna Salsabila harus ikut ke kantor polisi sekarang juga!” “Jangan! Cecil! Kesya! Tolong aku!” jerit Finna panik. “Siapa. diikuti dua laki-laki berwajah sangar. Sekarang pihak penuntut telah membawa kasus ini ke ke kepolisian Indonesia. DeeDee. “kalau boleh tahu.. Dia masih bersembunyi di belakang DeeDee. akan ditangkap juga!” ujar mereka tegas. dan semua tamu yang hadir di sana hanya bisa menatap kepergian Finna tanpa mampu berbuat apa-apa.!” teriaknya. Kesya. Mereka berpakaian serbahitam. Kedua tangannya diseret oleh kedua laki-laki kekar itu. Dia tambah heran melihat pucat ketakutan di wajah Finna.” ujar salah seorang laki-laki tegap itu.

Ruangan tempat bachelor party penuh dengan teman Alo. Kesya juga agak risi berada di antara sekian banyak laki-laki. Bukankah acara bachelor party biasanya hanya dihadiri kaum laki-laki? Lagi pula. belum dapat hadir. mamanya Alo juga hadir. Beberapa di antara mereka juga mengenal Cecil dan Kesya. ada Marco yan gpasti akan menjaga Alo.” berulang kali Kesya meyakinkan Cecil. Ada suara Ningrum di belakang Marco. Tepuk tangan untuk Tante Jessica yang telah menyelenggarakan pesta hebat ini!” ..13 ACARA bridal shower dibubarkan begitu saja. “Aku dengar sendiri. Sebuah layar proyektor besar menayangkan Alo yang sepertinya sedang dikerjai oleh MC tersebut. Berbeda dengan bridal shower Cecil yang diadakan secara sederhana di rumah. Wajah mereka tampak terkejut dengan kehadiran mereka bertiga.” Cecil berkeras untuk mencari tahu sendiri. Kesya sendiri sangat yakin Ningrum tidak mungkin hadir pada acara bachelor party. Di atas nampan mereka tersaji berbagi jenis minuman keras. Ada lampu disko besar di tengah-tengah ruangan. Terseokseok. Tante Jessica-kah? Cecil terus menarik Kesya menyeruak kerumunan yang cukup besar. Cecil memaksa Kesya dan DeeDee untuk mendatangi tempat bachelor party Alo diselenggarakan. Sayang papanya Alo. Ballroom hotel didekorasi dengan mewah sekali. Sepertinya acara itu diselenggarakan seseorang yang sama sekali memiliki kepribadian yang berbeda dengan Alo. Cil. Di tengah ruangan.. karena kesibukannya.. tampak seorang MC sedang memandu acara. Kesya menerobos kumpulan orang itu. Kesya memperhatikan beberapa pelayan yang berjalan hilir-mudik. Ada yang aneh di sini. Acara besar-besaran seperti ini tidak cocok sama sekali dengan kepribadian Alo. Kesya bahkan sempat melihat beberapa artis wanita top ibukota sedang menemani tamu-tamu Alo. “Di acara bachelor party ini. Bukankah begitu tugas seorang bestman? “Nggak mungkinlah. Kesh. Ningrum bisa sama-sama Alo. acara bachelor party Alo diadakan secara besar-besaran di sebuah hotel mewah.

Ningrum terlihat tersipu-sipu. Tante Jessica ini membawa satu tamu istimewa pada acara ini. Seluruh tamu yang hadir bersorak-sorai dan bertepuk . tidak perlu dibahas lagi. Alo tidak akan mungkin mengadakan pesta seperti ini.. Wajahnya tampak pucat dan sangat siap untuk bertempur. tidak mau melewatkan pemandangan menarik tentang si calon mempelai pria dan mantan pacarnya. kan? Kesya yakin sekali pesta ini buah karya Tante Jessica.. Alo sudah mau menikah kok masih saja dipanas-panasi dengan pacar pertama! “Cium! Cium! Cium! CIUM!” Entah siapa yang memulai. tapi teriakannya teredam riuhnya sorak-sorai teman-teman Alo. Raden Ayu Sekar Ningrum!” Cecil menatap garang layar besar yang sedang men-zoom wajah Ningrum.. sekarang kita bernostalgia sebentar dulu ya. “ada sedikit masalah yang. Sama sekali tidak cocok dengan kepribadiannya yang sederhana dan bersahaja. Ningrum terlihat sangat cantik. tampak Alo salah tingkah akan permintaan teman-temannya. dan dia melirik Marco dengan tatapan tidak suka... tahu-tahu teriakan soal cium itu menjadi paduan suara yang semakin keras. “Nah. Sebagian dari mereka mengenali Ningrum sebagai pacar pertama Alo.” ujar MC. Rupanya dia sengaja ekstra dandan untuk acara ini. Di layar besar.” Layar besar itu tiba-tiba menampilkan sosok Marco yang berbicara serius dengan MC. Kesya juga yakin seratus persen ini juga buah karya Tante Jessica.. Nah. Layar besar itu men-zoom Alo dan Ningrum yang sedang berciuman mesra. sementara itu Alo memperhatikan dengan tatapan bingung. Wajah Cecil meradang. Beberapa kali kaki Kesya terinjak oleh orang-orang yang melonjak-lonjak. Tante Jessica menarik Marco agar menjauh dari MC. Alo terlihat menggeleng pelan.. “Hadirin sekalian.” Cecil merangsek maju dengan garang. tapi Ningrum merengkuh Alo ke dalam pelukannya dan menciumnya. Alo sendiri tampak sangat terkejut akan kehadiran Ningrum. Susah payah mereka menerobos orang-orang yang berkerumunan lebih rapat lagi. tapi ternyata. bagi mereka yang belum tahu... adalah pacar pertama Alo. “Ningrum ini. yah. “Bitch!” teriak Cecil. gimana?” MC kembali memanas-manasi. Dahi si MC mengernyit.. Entah apa salah Cecil kepadanya.. Mungkin sebagian dari kalian tahu siapa tamu istimewa ini. Tante Jessica malah melakukan tindakan yang sangat menyakitkan bagi Cecil..” MC tersenyum nakal ke arah Alo.. kita sambut tamu istimewa kali ini. Hadirin sekalian. Sungguh aneh orang-orang ini.. “Maaf. Apa sih sebenarnya keinginan Tante Jessica? Tadinya Kesya menyangka Tante Jessica telah menerima dengan ikhlas keputusan Alo untuk menikahi Cecil. mendekati Alo...Ha! Benar.. “Ayo. Entah apa yang membuat para lakilaki ini begitu barbar. Kesya langsung mengikuti Cecil sambil menggandeng DeeDee.

“Hai. kentara sekali. Kecewa. Wanita itu tengah mengamati perseteruan yang terjadi antara Alo dan Cecil. Tampak sosok Tante Jessica.” ujarnya merajuk. menabrak semua orang yang menghalanginya.. Kesya merangsek maju. “Cil. “Kenapa dia ada di sini!!” tanya Cecil.. Sekarang wajah Cecil tampak jelas di layar besar itu.” bisik Kesya yang sudah berhasil mengejar sahabatnya itu. Gambar Alo dan Ningrum di layar besar berhenti berciuman. Suasana jadi hening... “Ini sudah direncanakan. Kesya langsung mengekor Cecil. dan Ningrum. Senyum kecil tersungging di bibirnya! Sepertinya dia bahagia karena rencananya untuk merusak hubungan Alo dan Cecil tampaknya berhasil. “ALVARO!!!” Kesya terpaku di tempat. Mama yang ajak dia ke sini. Cecil menatap Alo. Orang-orang di sana mulai menyadari aura cemburu pada diri Cecil. Dia tidak ingin hal yang buruk terjadi. hanya beberapa hari sebelum pernikahan diselenggarakan.. Cecil. Alo nggak salah sama sekali. Biar semuanya diselesaikan secara dewasa. Cecil. terlebih ketika dia melihat wajah Cecil yang pucat dan penuh amarah itu. Cecil masuk mobil dan memacunya dengan kencang. “Sayang.” jawab Alo panik. Terluka.. Setiap pasang mata terpaku pada tiga tokoh drama baru ini: Alo. Wajah Alo tegang.!” panggil Alo panik dan buru-buru mengikuti Cecil. Alo tampak sangat terkejut melihat Cecil. Lamat-lamat Kesya mendengar Ningrum sedang berusaha mencegah Alo mengejar Cecil. “Cecil.. . hati-hati!” DeeDee berteriak panik. Lalu dia beranjak pergi. Tatapannya menghunjam.. menahan amarah yang bergejolak dalam dirinya. Tingkah lakunya. Dia menginjak gas dalamdalam ketika melihat mobil Alo mengikutinya.. Tangan Ningrum masih bergelayut manja di leher Alo. udah deh..tangan. “Cil. Biar semuanya dibicarakan dengan kepala dingin. Kesya tidak sempat lagi menahannya. Alo. “Ini kan pesta kamu.. Kamu ndak boleh meninggalkan tamu-tamu lain begitu saja. Dengan kasar Alo menepis tangan Ningrum dan menghampiri Cecil.” Ningrum tersenyum sambil melangkah maju. lengannya kembali menggelayut manja di lengan Alo. menantang Cecil! Alo menepis tangan Ningrum dengan kasar.” Kesya berusaha meredam amarah Cecil. “Kamu apa-apaan sih?!” bentaknya. Dadanya bergetar turun-naik.” panggilnya.. “Aku juga tidak tahu.. Cecil berlari maju.

Cecil kembali mematikannya. Rem berdcit. Terus terang. Mereka tidak memedulikan mobil yang diparkir sembarangan. “Kamu mau ke mana?” “Ekonomi atau bisnis?” tanya si petugas. berdiri di samping Cecil. Tapi Cecil tidak peduli. Cecil melirik sekilas pada ponselnya kemudian mematikannya. dan kalau lebih lama lagi. “Selamat malam.” Rupanya DeeDee juga merasakan hal yang sama. Tatapannya berkonsentrasi ke jalanan.“Cil. Dengan mahir dia memainkan setir mobil. Dia benarbenar ketakutan. Kemudian. Ponsel itu berdering lagi. . Alo juga memacu mobilnya dengan kencang. Dia terus memacu mobilnya. berusaha mengejar Cecil. “Mau ke mana?” “Bali. Kesya menoleh cemas. berbaur dengan rasa takut. Alo tidak terlalu mahir mengebut. Untuk ketiga kalinya. sepertinya isi perutnya akan keluar semua! “Cil. Soal keahlian mengemudi. ponsel itu berdering.. Setahunya.. Semakin jauh dan semakin jauh. Kesya agak khawatir dengan Alo.. “Cecil!” Kesya terengah-engah. Dia tidak dapat berkonsentrasi memperhatikan ke mana Cecil memacu mobilnya. Jangan sampai Cecil melakukan tindakan bodoh! Cecil berlari kencang menuju tempat penjualan tiket. Bagi mereka.. Cecil sering kali ngebut-ngebutan di jalan raya. Cecil membuka kaca jendela dan melemparkan ponselnya ke luar jendela! Terdengar suara klakson berulang-ulang dari arah belakang. “Cecil. Cecil tetap membisu. Menggantungkan keselamatan mereka pada kekuatan cengkeraman tangan mereka. Cecil membelokkan mobil dengan cepat. Mereka juga tidak memedulikan teriakan seorang petugas keamanan. Kesya dan DeeDee berpegangan pada apa saja yang dapat mereka raih... Ketika SMA dulu. “Kamu sebenarnya mau ke mana sih?” desak Kesya. Ponsel Cecil berdering. bersinggungan dengan aspal jalanan.. mobil Alo tertinggal.” sapa petugas penjual tiket dengan gaya profesional. Di belakang mereka. Tapi kali ini.” Suara DeeDee terengah-engah. Aku takut nih. tiba-tiba. dia paling tidak tahan berlama-lama berada di dalam mobil yang mengebut kencang. “Bandara?” Kesya menyelesaikan ucapan DeeDee. Sekarang dia merasa mual. Penerbangan berikutnya!” sambar Cecil.” bujuk Kesya. berhenti dulu deh. jangan gegabah!” Kesya juga berusaha memperingatkan. dia menghentikan mobilnya dan berlari keluar. Kesya dan DeeDee ikut berlari mengejar Cecil. Cecil memang juaranya. emosi Cecil labil sekali. “Ngapain kita ke bandara?” Cecil tidak menjawab. “Ini kan. pelan-pelan dong. Dia masih mengendarai mobilnya seperti orang gila. Dengar dulu penjelasan Alo. Alo juga ngotot mengikuti Kesya. Cecil adalah prioritas utama.

Kesya mengerjap pelan. Dia langsung keluar kamar untuk mencari sahabatnya itu. “Aku mesti kejar dia. Tekstur selimut terasa asing di tangannya. tapi kemudian buru-buru melayani pesanan Kesya. Bu. Kamu tolong bilang pada Alo dan Marco. Dia meraba selimut yang menutupi tubuhnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Baik.. Dia tambah panik mendapati tempat tidur Cecil sudah kosong. . Bingung mendapati dia berada di sebuah ruangan asing. Satu tiket kelas bisnis untuk penerbangan ke Bali pada pukul tujuh malam. Kesya menuju kolam renang. Ini bukan tempat tidurnya. Si petugas penjual tiket tampak bingung. Bergegas...” Kesya mengangguk dan naik ke ruang tunggu.“Yang mana saja! Penerbangan berikutnya!” teriak Cecil. Bilang saja Cecil baik-baik saja dan aku sama Cecil. Kepalanya sakit luar biasa dan perutnya keroncongan. “Kejar Cecil!” DeeDee mengangguk. “Dia sudah naik ke ruang tunggu. Mbak!” bentak Cecil sambil melemparkan kartu kreditnya. Saat kepingan ingatannya sudah mulai dapat disatukan. mau ke mana?” Petugas penjual tiket sekilas melirik Kesya. “DeeDee!” teriak Kesya. maaf. *** Kesya membuka matanya dan menatap sinar kuning yang memancar dari sebuah lampu meja. Kesya menyelesaikan urusan pembayarannya.” Si petugas penjual tiket buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. “Satu lagi untuk saya. ini tiketnya. “Cecil. Cecil sudah beranjak pergi.. lalu bergegas menyusul DeeDee dan Cecil. Kesya membenamkan kepala ke bantal yang ditidurinya.” kata DeeDee begitu melihat Kesya berlarilari menghampirinya. Oke?” DeeDee mengangguk. “Hati-hati ya. “Silakan. “Cecil!” teriaknya... “Cepat. Harumnya juga terasa asing..” ujar si petugas dengan gaya profesional. lalu buru-buru menyusul Cecil. Nggak usah bilang ke mana kami pergi. Dia berusaha mengingat-ingat kejadian kemarin. Penerbangan yang sama dengan dia!” Kesya juga melemparkan kartu kreditnya. dia langsung melompat dari tempat tidurnya. Salah seorang petugas mengatakan bahwa dia melihat Cecil di kolam renang. Ini bukan kamarnya. “Oh. Dia bertanya kepada petugas hotel tentang keberadaan Cecil.

aneka roti. Langsung makan setelah berenang! Cecil mengambil banyak sekali makanan.. Cil.” ajak Cecil sambil berlalu di hadapan Kesya. Dia hanya mengisinya dengan dua lembar roti tawar dan satu buah telur ceplok. bisa-bisa gaun pengantinnya tidak akan muat. Cecil juga langsung tidur. Entah bagaimana kelanjutan rencana pernikahan sahabatnya ini. dia sudah merasa kenyang melihat hidangan di piring Cecil... “Abis ini.. Wah! Kesya terbelalak melihat hidangan yang siap disantap Cecil. Nanti kamu sakit.” . Tapi Kesya menahan diri untuk tidak berkomentar. Kesya harus berada di sebelah Cecil. That’s what friends are for! “Kamu makan dikit amat. tapi Cecil enggan menanggapi. “Aku masih pengin terus berenang. Kesya agak khawatir juga melihatnya.Langkahnya terhenti saat melihat sosok Cecil. “Aku mungkin mau berenang lagi. dua buah telur mata sapi. Cecil mengenakan handuk model kimono dan langsung menuju tempat sarapan. Tanpa lelah. makanan yang biasa dihindarinya. tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun. Cecil masih terus berenang. nasi goreng. menghibur dan menjadi sandaran baginya.. Diam-diam dia mengagumi stamina Cecil. Kesya menghitung berapa kali Cecil berenang bolak-balik. Kesya buru-buru mengikuti Cecil.. berenang bolak-balik.” “Jangan sampai kecapekan. ayam goreng. Ada sosis aneka bentuk. “Bukannya tadi kamu udah bolak-balik lebih dari dua puluh kali?” Cecil tertawa. Kesya tersentak saat melihat Cecil tiba-tiba naik ke permukaan. kita mau ngapain?” tanya Kesya. Berulang kali KEsya mencoba mengajaknya berbicara. Cecil mengangkat bahu sambil meminum coke. Kesya memperhatikan piringnya.. memperhatikan Cecil yang terus berenang bolak-balik tanpa henti. Semuanya makanan berminyak. Cecil tidak mau bicara sepatah kata pun. Hmmm. satu porsi besar salad kentang. Dia hanya duduk diam dan memandangi jendela pesawat. Begitu check-in di hotel. “Kita sarapan yuk. Kesh?” tanya Cecil sambil mulai makan. Ini juga satu lagi kebiasaan Cecil kalau lagi stres. Kesya berjalan perlahan di tepi kolam dan duduk di salah satu bangku. dan satu gelas besar coke! Kalau begini cara makan Cecil..” Dahi Kesya mengernyit. Kesya berhenti menghitung.. Kesya menghela napas panjang. kentang goreng. Tanpa henti. Padahal pernikahan Cecil dan Alo akan berlangsung dua minggu lagi. Tubuhnya basah dan napasnya terengah-engah. Seolah ingin melarutkan semua kekecewaan yang dirasakannya. Terus terang. Di pesawat kemarin. itu kebiasaan Cecil kalau lagi stres berat... dalam balutan bikini warna hijau terang. Saat ini sahabatnya sedang stres berat. Sahabatnya itu kuat berenang bolak-balik tanpa henti! Sampai pada hitungan kedua puluh.

Biar Cecil lebih dingin dulu. Aku juga harus ngurusin Alo dulu. aku akan menjaga Cecil sebaik-baiknya.. Sekarang semuanya jadi kacau banget!” “Kacau gimana?” “Tante Jessica ngotot membatalkan pernikahan Cecil dan Alo.Cecil menarik napas. “Keterlaluan banget sih Tante Jessica. I’m a very tough girl!” Kesya tertawa sumbang. I love you. It’s so complicated!” “Pokoknya. Cecil pamit kepada Kesya untuk kembali berenang... lalu mengangguk. Kamu baik-baik saja di sana. “Marco. “kamu lagi di mana?” Suaranya terdengar khawatir sekali. Dia juga meminta DeeDee mengganti- .. Sedangkan calon pengantin wanitanya malah hilang. Dia nggak apa-apa.” “Tidak tahu diri sekali sih si Ningrum!” maki Kesya. Benar-benar keterlaluan Tante Jessica! “Alo juga lagi stres berat. Aku jadi pusing sendiri! Aku konfirmasi ke Alo.” “Ya udah deh. Dia juga mendesak agar Alo segera menikahi Ningrum!” “APA?” Kesya tidak percaya berita yang didengarnya. Kesya mematikan ponselnya dan lupa menyalakannya kembali. Kemarin malam. Sekarang dia tambah stres karena Ningrum mengekor dia terus. “Sayang...” Marco menghela napas. Dia juga menghubungi semua vendor dan membatalkan semua pesanan. Apa hak Tante Jessica sehingga dia membatalkan pernikahan Alo dan Cecil? Hari itu bergulir lambat. Takut dia malah tambah down. Semua vendor minta konfirmasi ke aku. “Kamu nggak usah khawatir. stres berat pastinya. Setelah selesai makan. Kamu bilang saja ke Alo bahwa Cecil dalam pengawasanku. Kesya masih belum menyelesaika makannya... saat di pesawat.. Dia kehilangan jejak Cecil dan merasa sangat bersalah pada Cecil. aku sama Cecil. dia bilang pernikahan tetap akan berlangsung. Dia terkagum-kagum dengan kecepatan Cecil menghabiskan seluruh makanannya dalam waktu singkat. tapi masih baik-baik saja. Sebaiknya Alo nggak ketemu Cecil dulu.” sapa Marco begitu mendengar suara Kesya. See you. Aku juga belum berani ngomong banyak. Sayang. Padahal kemarin aku sudah berusaha mencegah Ningrum mendekati Alo. Kesya mengingatkan DeeDee akan beberapa janji pertemuan yang dijadwalkan besok. “Aku juga lagi pusing. Kami lagi di Bali. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.” Kesya masih gusar dengan berita yang disampaikan Marco. meminta gadis itu menggantikannya di toko untuk sementara. Tidak tahu harus berkomentar apa. Kesya menelepon DeeDee. Mereka semua mendesak apa benar pernikahan Alo dan Cecil batal. tapi rupanya si MC sudah berkonspirasi sama Tante Jessica. Marco menghela napas panjang. Nama Marco tertera pada layar ponsel.

Kesh..” balas Cecil sambil tersenyum. Terutama apabila Cecil belum memberitahukan berapa lama mereka akan tinggal di Bali. “Sialan kamu!” Kesya menimpuk Cecil dengan handuk. Cantik banget.” gerutu Cecil sambil melemparkan gaun itu ke hadapan Kesya. Kata Mona. Ketika keluar. Picky sekali si madame ini... dia merasa gatal-gatal. begitu alasannya. Kita harus have fun. Kesya tidak terbiasa memakai gaun sependek itu dan dia jadi risi sendiri. Cecil tampil tidak bercela. “Emangnya kamu mau pake baju itu terus?” balas Cecil sambil mencibir ke arah baju Kesya yang mulai berbau tidak sedap. Katanya. mengejar-ngejar Cecil saat di bandara. Madame Juliet datang dan berniat untuk memborong beberapa perhiasan lagi. “Aku memang nggak pernah pakai baju seperti ini. “Seksi amat. ini semua sebagai hadiah karena Kesya bersedia menemaninya di Bali. Ketika gaun itu sudah menempel di tubuhnya.. Cecil membeli beberapa gaun seksi untuk mereka berdua. Cil?” komentar Kesya... dia memang perlu beberapa potong pakaian baru.. Cecil yang membayar semua baju mereka. “Ganti cepetan sana! Nggak usah banyak komentar deh!” Kesya terpaksa menurut... “Kamu harus sering-sering pakai baju seksi begini.. Cecil mengajak Kesya berbelanja ke sebuah butik. Kesya baru sadar bahwa dia belum berganti pakaian sejak acara bridal shower Cecil. bahkan seharian ini baju itu masih terus menempel di tubuhnya. Cil. Dia beranjak untuk berganti pakaian.” komentar Kesya. “Wuuiihh. Tapi karena Kesya tidak ada di toko. Kurang higienis..kannya menghadiri pertemuan itu. “Kampungan banget sih kamu. “Jangan ditarik-tarik gitu! Norak banget sih kamu!” maki Cecil sambil tertawa. Kesya memang tidak terbiasa mengenakan baju baru tanpa dicuci terlebih dahulu. “Buat clubbing. Tak lupa. Kesya berdecak kagum melihat penampilan Cecil. Kesya sibuk menarik-narik bagian bawah gaunnya yang dirasanya terlalu pendek. tau!” Tawa Cecil meledak. butik ini milik salah seorang pemain sinetrol terkenal.. Katanya dia tidak mau dilayani oleh orang lain selain Kesya... Risi banget. Mereka kembali ke hotel. Kesh!” puji Cecil sambil bersiul.” Sementara itu. Madame Juliet tidak jadi membeli. kan belum dicuci. mengikuti Cecil dalam acara kebut-kebutan gila. memberitahukan bahwa dia sedang berada di luar kota untuk sementara waktu. “Iih.. Kesya kemudian memilih beberapa potong pakaian. Gaun . Kesh. Setahu Kesya. “Ngapain mesti ke sini?” kata Kesya begitu mereka memasuki butik mewah. Cecil memaksa Kesya untuk mengenakan gaun seksi yang baru saja dia beli.. Kesya menghubungi Mona. Baju ini menempel terus di tubuhnya ketika dia menemani Cecil mendatangi acara bachelor party-nya Alo.. Sorenya. Rasanya.

hik.... Kesya memandang khawatir ketika Cecil.. “Aduh..” Cecil berdiri. Dia juga bernyanyi-nyanyi. dentuman bas dari speaker besar yang tergantung di depan pintu menyambutnya. Seperti ada yang memukul-mukul jantungnya.. “Let’s party!” ujar Cecil sambil mengedip nakal.. “Aku mau hik. menampilkan keindahan lekuk tubuhnya.... Miss Norak. Cecil juga sempat menyapukan make-up ke wajahnya. tapi Cecil kan sahabatnya. Dia adalah bridesmaid-nya. Wah. Yah. kamu?” Cecil menepis tangan Kesya.. apa-apa. Berisik! Lebih parah daripada aksi si pemukul beduk yang sering mengganggu Kesya.” Cecil menarik tangan Kesya masuk dan mengajaknya duduk di bar... Ketika Cecil sudah menghabiskan isi gelasnya yang kelima.” Kesya merangkul pinggang Cecil..” Si bartender muda tersenyum sambil mengisi penuh gelas Cecil. hik... “Boy! Hik. rata!” ujar Cecil sambil tertawa. Bertalu-talu.. “Ayo.” Kesya menahan tangan Cecil.. Berisik. Kesya hanya menyesap minumannya.. bahwa dia berasa di sini demi Cecil.. nggak usah! Aku hik. Kesya memejamkan mata.... Tampaknya dia sudah maklum sekali dengan tingkah laku para tamu yang sering kali aneh bin ajaib..... berusaha menguatkan hati untuk masuk. Aku harus hik. Lantainya tidak hik. Begitu Kesya melangkahkan kakinya masuk. Mereka memasuki salah satu tempat clubbing yang paling ramai di Bali. “Apaan sih hik. Have hik. gawat! Cecil sudah benar-benar mabuk! “Aku bantu kamu ke toilet ya. ke toilet hik. saat tersulit dalam hidupnya.. Entah mengapa hasilnya pasti tidak akan sebagus mata Cecil. kok!” .... Dia paling tidak suka clubbing. Smokey eyes-nya benar-benar oke! Kesya tidak pernah bisa menghias matanya seperti itu. udah. Kesya mencengkeram dadanya. tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya... tapi Cecil langsung menandaskan isi gelasnya... Dia harus menemani Cecil saat ini. dulu. dalam hitungan detik.. Berdentum-dentum. “Hehehe.peraknya superseksi. senang hik. fun!” ujarnya meracau. jangan minum lagi. Cecil memesan dua gelas wine untuk mereka... Dia meminta refill kepada bartender. kembali menandaskan isi gelasnya. bisa sendiri hik.. Aku nggak hik. “Cecil!” Kesya berusaha membantu Cecil berdiri. gelap.. terhuyung-huyung dan akhirnya terjerembap jatuh.. “Cil. wajahnya sudah merah sekali. dia sendiri sebenarnya tidak tahu bagaimana kelanjutan rencana pernikahan Cecil dan Alo. senang hari ini hik... Hik. memastikan jantungnya masih berada di tempat semula. Tambahin minumku lagi hik. dan bau rokok! Dia mengingatkan dirinya... “For health and success!” teriaknya sambil mengangkat gelasnya. “Eits! Hik....

Petugas sekuriti berusaha memegangi Cecil. tiba-tiba pintu toilet terbuka dengan keras. “Bitch!” Samar-samar terdengar suara makian dari toilet. Rasanya Cecil sudah terlalu lama berada di dalam toilet. Masih terhuyung saat berusaha menyeimbangkan kakinya. “BITCH!” Cecil emradang lalu melayangkan tinjunya ke wajah wanita itu. Keadaan sudah semakin tidak terkendali.Cecil menepis tangan Kesya. lalu berjalan sempoyongan ke arah toilet. terbatuk-batuk sedikit karena kontaminasi asap rokok. “Kamu . Baru saja dia bangkit dari tempat duduknya. “LEPASIN. lalu menyeret Cecil keluar dari tempat itu. “CIL! DIA BUKAN NINGRUM! KAMU SALAH ORANG!” bentaknya. “Tidak usah khawatir.. Wanita malang itu bukan Ningrum. “Anda berdua harus meninggalkan tempat ini sekarang juga!” ujar petugas sekuriti dengan tegas. Rambutnya berantakan dan gaunnya melorot. Stiletto peraknya menapak goyah. “Ini dia! Dan dia lagi ngomongin cowok lain di toilet tadi! Benar-benar bitch ya kamu!” Cecil kembali menjambak rambut wanita itu. rasakan! Biar kamu lain kali nggak sembarangan lagi!” Cecil menendang wanita itu. Kesya buru-buru melerai mereka berdua. Dia menarik tubuh Cecil yang masih terus berusaha menendang wanita itu. lalu menyesap minumannya lagi.” Kesya menarik napas. “Di dalam toilet juga ada petugas sekuriti. Kesya buru-buru menangkap kaki Cecil. Memang parasnya sekilas terlihat mirip Ningrum. Kesya berpikir untuk menyusulnya. “Ada Ningrum di sini. Sepertinya itu suara Cecil! Kesya berpaling nanar ke arah toilet. Dia juga berteriak-teriak.” si bartender menenangkan. Wanita itu berteriak-teriak kesakitan dan mencakar wajah Cecil. “Dasar perempuan gila!” makinya. “Kamu tuh yang gila! Seenaknya saja merebut calon suami orang! Nih.. “Apa kamu bilang?” Plak! Cecil menampar pipi perempuan itu lagi. Cecil keluar dari toilet sambil menjambak seorang wanita muda. Sudah banyak orang yang berkerumun di sekeliling mereka. tapi dia menepis tangan petugas sekuriti dan kembali mencengkeram keras rambut si wanita muda. KESH! AKU MAU KASIH PELAJARAN KE WANITA YANG MEREBUT CALON SUAMIKU!” Cecil meronta-ronta dengan liar. Kesya terpaksa harus menampar pipi Cecil. Cecil masih menendang-nendang dengan liar. Your friend will be safe. Kesya mendudukkan Cecil di trotoar. Teman-teman si wanita muda itu berdiri melindungi si wanita muda. Sekarang dia berteriak-teriak kesakitan sambil memegang pipinya yang lebam karena ditinju Cecil. Kesya memperhatikannya dengan khawatir. Kesh!” teriak Cecil.

Kesya mengangguk lalu beranjak pergi.tunggu di sini! Jangan ke mana-mana!” ancamnya. Ini untuk ganti biaya pengobatannya.” ujar Kesya.Sekarang kepalanya terkulai lemah ke satu sisi.. “Sebaiknya kamu periksa lebam kamu itu ke dokter. Kesya memanggil taksi. Dia sudah benar-benar mabuk! Kesya masuk kembali. “Sekali lagi saya minta maaf. .. “Saya minta maaf sekali. Si wanita muda mengompres pipinya yang lebam dengan es batu.. Mata Cecil setengah terpejam..” Kesya meletakkan sejumlah uang di hadapan wanita itu. Dia menghampiri gadis malang tadi.. Taksi meluncur. Matanya menatap garang Kesya. lalu memapah Cecil masuk ke dalamnya.” “Bilang sama teman kamu yang gila itu! Jangan sekali-kali ketemu saya lagi! Atau akan saya habisi dia!” teriak wanita muda itu penuh emosi.. Membawa Kesya dan Cecil kembali ke hotel. Di depan kelab.. Cecil berbaring di trotoar.

Tampak beberapa turis asing berlalu-lalang sambil menenteng papan selancar masingmasing. . Hehehe.. Katanya kepalanya sakit sekali. Ya begitu akibatnya. ternyata masih ada kehidupan normal lain yang masih berjalan sebagaimana mestinya. Dan pelukannya. Kesya baru saja menyesap kopi susunya ketika melihat sosok pria asing berusia paruh baya menghampirinya. Kesya sudah memesan sarapan untuk Cecil dan meminta seorang pelayan untuk mengantar ke kamar. tetapi sore ini saya akan segera kembali ke Jakarta.14 KESYA sarapan sendirian. papanya Alo. Setelah sarapan.” Oom Steven. Dia tidak bawa baju renang. suara tabuhan gamelan menjadi latar belakang acara sarapannya pagi ini.. Hhmmm. Beberapa gadis dengan pakaian renang dan kain pantai menutupi bagian bawah mereka tertawa genit sambil bercakap-cakap dengan seorang turis asing lakilaki yang ramah. Mumpung sedang ada di Bali... “Hi.. “Itu kan. Yah. Samar-samar. Senyumnya menyejukkan. Dia sendiri butuh udara segar... memeluk erat Kesya. Kesya tersenyum kecil melihat pemandangan itu. sungguh terasa hangat.. Penampilan mereka memang jadi cantik alami. Salah sendiri. tapi rencananya mau pinjam bikini Cecil. Ruang makan di hotel ini menghadap langsung ke arah pantai...” “Oom Steven! How are you?” “Fine. Cecil belum mau bangun. Di balik semua ketegangan yang terjadi belakangan ini. Suara Oom Steven sangat ramah. Minum wine kok sampai bergelas-gelas. Kesya ingin berenang sebentar. Dia butuh itu.. boleh dong pamer-pamer sedikit. sekarang Kesya tahu sifat-sifat Alo itu menurun dari siapa. setelah semua kehebohan yang terjadi semalam. Kesya!E” sapa pria itu ramah. Ya ampun! pekik Kesya dalam hati. setelah semua kehebohan yang terjadi di Jakarta. Di telinga gadis-gadis Bali itu terselip kuntum bunga segar. Rapat yang kemarin berlanjut di sini. mungkin dia harus lebih menikmati suasana ini.

but that’s what really happened. Jessica. “Kalau bukan kamu yang cerita. Kenapa dia harus jadi orang yang mengabarkan berita buruk ini ya? Dan bergulirlah cerita itu dari mulut Kesya. Laki-laki yang baik. kenapa kamu bisa begitu ya?” ujarnya penuh penyesalan. “Ehem.” Kesya merasa sangat tidak enak harus memberitahu Oom Steven apa yang dilakukan istrinya di Jakarta.. Dia tidak suka membuat oom yang baik hati itu jadi sedih...“What are you doing here? Bukannya kamu bridesmaid-nya Cecil? Pernikahan kan tinggal dua minggu lagi. LHO? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang sedang terjadi di Jakarta? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang membuat Cecil... “Jessica malah meminta saya untuk segera ke Jakarta..” Kesya merasa sedih dan bersalah melihat raut wajah sedih Oom Steven. Saya tidak tahu semua ini. Kesya mengangguk. rencana pernikahan Alo dan Cecil. “Oh my God. berkata apa adanya kepada Oom Steven. “I’m sorry to say. Biar Cecil lebih tenang dulu. Menghadiri pernikahan Alo. “Saya berpesan kepada Marco bahwa lebih baik Alo tidak datang menemui Cecil dulu. tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini. “Jessica.. tapi. I won’t believe it at all. Hmm. Sepertinya Oom Steven memang tidak tahu apa-apa tentang prahara yang terjadi di Jakarta. Menunggu jawaban Kesya. secara sepihak. tetapi Kesya hanya berusaha jujur. Membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba tersumbat.. dengan wanita itu mungkin.” Oom Steven menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sedih.... yang sangat disayangkan.” Kesya berdeham. Kenapa kamu malah ada di Bali?” Oom Steven melontarkan bertubi-tubi pertanyaan dengan wajah tetap cerah ceria... “Tetapi yang terjadi di Jakarta juga tidak kalah hebohnya.. Pasti dia sangat terpukul mendengar perilaku istri tercintanya..” Tangannya mengusap rambut cokelatnya. ya beginilah keadaan yang sebenarnya. Saya dengar Tante Jessica memaksa Alo untuk menikahi Ningrum dan membatalkan. Mata birunya menatap langsung ke arah Kesya. juga Kesya.. Oom Steven tampak sangat terkejut.” Oom Steven mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. “Cecil di mana?” .. Menghadiri pernikahan Alo dengan. Sesekali dia mengusap peluh yang berkumpul di dahinya. Oom Steven mengangguk.. Oom Steven menggeleng-geleng.” tutur Kesya. “Berarti sekarang Alo sedang dipaksa untuk menikahi Ningrum?” tanya Oom Steven.. Berkali-kali dahinya terlihat berkerut.. berada di Bali? Mata biru Oom Steven membulat.

tepat mengenai kepala Cecil.” Cecil bangun dan beranjak ke kamar mandi.” Oom Steven merangkul Kesya dengan hangat.” “Salah sendiri tidur seharian!” ujar Kesya. Lemparan yang bagus. dia berpaling. ya?” “Sloth?” tanya Cecil. “Temani aku jalan-jalan ke pantai ya.” gumamnya.” ajak Cecil. Beberapa menit kemudian dia keluar. Kesya mengangguk. Mengenakan tank top warna kuning dan celana pendek. thanks a lot for the information. “I have something to do. Kesya berpaling. Kesya tertawa..” panggil Cecil dengan suara serak.. dia baru bisa membuka matanya. Sebelum berjalan terlalu jauh. Oom Steven lalu beranjak pergi.. Kemarin dia stres dan mengamuk di kelab.. Matanya? Ya ampun! Bengkak luar biasa! “Sloth itu apaan ya?” “Tuh. serius nih. Siapa tahu dia bisa punya ide baru lagi. Temani aku jalan-jalan di pantai ya... “Kesya. Kita udah belajar itu zaman Biologi SMA!” “Ooh. Sekarang. Sloth itu kan binatang kayak monyet yang doyannya tidur terus.. ya?” Cecil tertawa bego. setelah waktu hampir menunjukkan pukul empat sore. “Ayo dong. Guling itu terjatuh sebelum berhasil menyentuh Kesya. dia kembali tidur lagi.” Oom Steven mengangguk-angguk. “Hah?” sahut Kesya. “Kamu sudah mau bertransformasi jadi sloth. Dia bahkan mencium kedua pipi Kesya. Hati Kesya terasa lapang. Sekarang dia perlu beristirahat.“Dia ada di kamar hotel. Dia sendiri merasa tubuhnya sangat fresh setelah berenang. Hellowwh. Wajahnya dipulas .. Masa mau ke pantai? Malu tuh. diketawain sama ombak!” “Sialan kamu!” Cecil menimpuk Kesya dengan gulingnya. Aku suntuk banget nih. I owe you so much. “Sana mandi dulu deh. “Don’t say anything about our meeting to Cecil. Dia sedang asyik menyaksikan acara fashion show di televisi. itu namanya sloth. Kepalanya kembali berpaling pada Kesya. Okay?” Kesya mengangguk. “Ke pantai?” tanyanya tidak percaya.. “Muka kamu tuh masih muka bantal gitu... Tadi pagi. Dia baru saja membuka matanya... “Fungsi otak kamu aja mengalami degradasi. *** “Kesh. Timpukan yang lemah. “Serius nih!” ulang Cecil. malu sama bule-bule di pinggir pantai. Tampang lecek gitu. “Ke pantai yuk. kan!” Kesya melemparkan gulingnya kembali pada Cecil...” Cecil kembali pada topik pembicaraan soal pantai. setelah sarapan di kamar. Badanku pegal-pegal semua. Beban berat ini tidak harus dia tanggung sendirian sekarang.

ada yang main gitar. Tidak jauh dari tempat mereka berada. tampak Oom Steven. menantikan sunset. ada yang menawarkan jasa membuat temporary tattoo. Cecil agak terganggu dengan orang-orang yang masih saja sibuk berlalu-lalang di hadapan mereka. Di belakangnya. Pantai selalu saja ramai dengan orang. ada yang berenang.” Cecil duduk. Berdua mereka menyusuri pantai di belakang hotel. Apalagi hal itu mengingatkannya akan momen romantis pertamanya bersama Marco. Selera Cecil memang oke. menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya. Biar seragam dengan Cecil. Cil. “Ready?” Cecil menyodorkan lengannya.. Kesya dan Cecil melepaskan sepatu mereka. Dia menebarkan kain pantai yang dibawanya... jualan bikini. Kesya tidak mau kalah. Dia mengganti pakaiannya dengan gaun sore yang simpel namun elegan. tampak Marco mengejar. Membiarkan kaki telanjang mereka dibelai pasir pantai. lalu duduk di atasnya. bahkan ada yang menawarkan jasa kepang rambut. sunset itu momen sakral yang seharusnya dihormati semua orang... Dia sebal dengan orang-orang yang tidak menghargai karya Tuhan yang mahaindah itu. Melihat Cecil yang dandanannya canggih itu. Di belakang Marco. “Udah mau sunset nih. Berdua mereka terdiam. Cecil menoleh.. dia jadi lebih suka melihat kerlip bintang. Kesya mengangguk. hmm. Sayang pasirnya tidak terlalu bersih. Itu gaun yang dipilihkan Cecil untuknya. Memaki-maki sambil mengacung-acungkan tangannya.. Bagaimana kalau ada sepuluh orang seperti ibu itu? “Sayang ya. dengan seenaknya ibu itu melemparkan begitu saja bungkusan nasinya! Ya gitu deh ulah-ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Kesya dan Cecil sama-sama geleng-geleng kepala melihat ulah si ibu. Oom Steven . “Let’s go!” Kesya melingkarkan tangannya di lengan Cecil.. Tidak lupa dia mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi bengkak matanya. Kesya merasa cantik sekali dalam balutan gaun sore itu. Itu baru satu orang.” ajak Kesya.” komentar Cecil. Menurutnya.. ada seorang ibu yang baru saja selesai menyuapi anaknya makan nasi bungkus dan. Di belakang Tante Jessica. Matahari sebentar lagi terbenam. Kesya menoleh. ada yang bermain bola. “Ayo. Kesya terkejut! Cecil lebih terkejut lagi! Dari kejauhan. tampak Tante Jessica mengejar.. Cecil paling suka melihat sunset.... “Cecil!” sebuah suara mengejutkan mereka berdua.make-up tipis. tapi belakangan ini.... Kesya juga mengenakan kacamata hitam. pantainya jadi kotor gini. tampak Alo berlari-lari menghampiri mereka. Rambutnya berkibar-kibar tertiup angin. ada yang jualan topi. Ada yang hanya jalan-jalan. Kesya juga sih.

... “Alo dan Cecil itu mirip kita dulu. Wajahnya tetap tenang. Kesya memeluk erat Marco.. dua hari ini emosi Cecil dan Alo benar-benar telah teradukaduk! “Aku minta maaf atas semua yang kamu alami. “Sudahlah. Minta penjelasan. Laju kaki Kesya kemudian berhenti. “Cecil!” panggil Alo. Bahunya yang tegang berubah rileks. “Tunggu!” “Alo!” teriak Tante Jessica.... Tapi. “Kamu nggak usah ikut-ikutan lari!” Kesya memperlambat gerakannya. Cecil berlari. Dia tersengal-sengal mendengarkan debar jantungnya.” “Nggak bisa. kamu ingat kita dulu?” potong Oom Steven lembut. sosok Tante Jessica pasti akan menyusul Alo. Malah Marco yang kemudian berdiri di sebelah Kesya. . Dia membungkuk kepayahan.. apa ini yang namanya true love? “Jessy. Sosok Alo kemudian menyusulnya..” Sebuah suara membuat mereka berpaling. “Nanti aku jelaskan. tapi rasanya kok ya sudah lama sekali. Wajahnya yang keras berubah lembut. “Berhenti sekarang juga!” “Kesya!” teriak Marco... Benar juga ya. Hmmm. “Aku tetap mau menikah dengan kamu. Yang lain-lain juga berkejaran dengan seru. masih terus memanggil-manggil nama Cecil. tapi kalimat singkat Oom Steven itu membuat wajah Tante Jessica berubah. “Sekarang kita lihat Alo dan Cecil dulu yuk. membiarkan Marco menggandeng tangannya. yah. Mereka mendekati Alo dan Cecil. dear.. Pasti mereka tampak aneh sekali. Oom Steven dengan santai meletakkan tangannya di bahu Tante Jessica. Kesya terus mengejarnya.. Dia menyadari tatapan semua pengunjung pantai terhadap mereka. “Papi nggak tahu... Dia rindu sekali pada laki-laki itu. Walaupun baru dua hari mereka berpisah.” kata Oom Steven pelan. Yah. itu kalau kamu memang masih mau menerimaku jadi suamimu. pikir Kesya. Kenapa dia harus ikut-kutan lari? Biarkan saja Alo dan Cecil menyelesaikan masalah mereka berdua. sosok tante yang terlalu mencampuri urusan anaknya itu tidak tampak..” “Jessi. Kesya berpaling pada Marco. Entah apa yang harus diingat oleh Tante Jessica. Tak lama lagi. Pap!” Tante Jessica masih ngotot..” Cecil tetap diam.. menjauh dari Alo. Kesya berlari mengejarnya..” Kesya mengangguk.. Cecil tidak menjawab. hanya berjalan santai. Berkejar-kejaran seperti anak kecil! Cecil terus berlari.. dengan seulas senyum kecil tersungging di sana. Tante Jessica sudah tidak kuat lagi berlari.” bisik Marco... dear Jessy. tidak terlalu dekat untuk tetap memberikan privasi bagi mereka berdua..tidak berlari.” ujar Alo sambil memeluk Cecil. Jangan kamu ganggu lagi mereka.

“Jessy dear. Alo langsung membeli tiket pesawat ke Bali dan berangkat saat itu juga.. pasti tidak akan ditolak oleh Cecil. Mengabari bahwa Cecil berada di Bali. matahari pelan-pelan bergulir pulang ke peraduannya.. Pada saat yang bersamaan. Perbuatan yang menyakiti hatinya. kemudian berlutut di hadapannya. “Asal kamu tahu ya. Sebelah tangannya masih berada di bahu Cecil. nggak ada wanita lain yang menarik hatiku sedemikian kuat seperti kamu. kamu ingat kita dulu”. Menurut mamanya Oom Steven.. Yesss! pekik Kesya dalam hati. “Cil.. “Cecilia Almira Saraswati. Nggak ada satu pun wanita yang chemistry-nya begitu kuat seperti kamu. Tante Jessica juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Cecil. yang memang sudah cinta mati pada Tante Jessica. “Yesss!” jerit Kesya sambil memeluk erat Marco. Tante Jessica ngambek dan pulang ke Indonesia.” Alo perlahan menggenggam tangan Cecil. Alo memang paling bisa mengambil hati Cecil.. Menurut mamanya Oom Steven. mendengarkan penjelasan Marco. Kini wajah mereka bertemu.. Tante Jessica membeli tiket pesawat yang sama. Perbuatan yang membuat harga . Mamanya Oom Steven tidak menyukai Tante Jessica. Ketika tadi Oom Steven mengatakan. Ternyata dulu. Tante Jessica tersadar bahwa perbuatannya sama persis dengan perbuatan mama Oom Steven dulu.. mamanya Oom Steven bahkan mengajak pacar pertama Oom Steven hadir di acara makan keluarga. “will you marry me?” tanyanya. Dia tersenyum dan mengangguk pelan. Oom Steven langsung menghubungi Alo. Oom Steven. Mereka akhirnya menikah di Indonesia. Semburat jingganya bersinar dengan sangat indah. walaupun tanpa restu dari mamanya Oom Steven. gadis asli Inggris itu lebih cocok bersanding dengan Oom Steven dibandingkan Tante Jessica. Cil. You’re the one and only. berusaha mencegah kepergian Alo. Beberapa hari mendekati pernikahan mereka.. Now and forever. Menghadapkan Cecil ke arah sunset. Kesya mengangguk-angguk. tangan satunya lagi mengangkat dagu Cecil. menyusul ke Indonesia.Alo melepaskan pelukannya. Mata Cecil tertuju kepada Alo... Lamaran saat sunset begini. Marco juga tertawa lebar. Memantulkan warna-warni eksotis di permukaan laut.” Alo membalikkan tubuh Cecil. Tante Jessica bukanlah calon istri yang cocok untuk Oom Steven.” panggil Alo saat belum mendapatkan jawaban dari Cecil. Ketika mendengar cerita Kesya tentang apa yang menimpa Alo dan Cecil. takut terjadi sesuatu di antara Tante Jessica dan Alo. Benar-benar yesss! *** Jadi begini ceritanya. Marco juga ikut menyusul.

. “Nanti nggak jadi. ada juga yang marah-marah karena merasa dipermainkan. dan mereka masih berencana untuk mengambil cuti untuk melangsungkan pernikahan plus bulan madu. Serius nggak sih mau nikah?” jeritnya sambil mengibasngibaskan jemarinya yang lentik. pikiran.. Karena Cecil dan Alo sudah terlalu lama cuti dari kantor masing-masing.dirinya terinjak-injak. Mulai dari gereja tempat berlangsungnya pernikahan.. Perbuatan yang hampir saja melenyapkan cinta sejatinya... dekorasi. dan perasaannya yang turun-naik seperti naik jet coster. Perbuatan yang hampir saja terulang kembali. apa. atas rujuknya Alo dan Cecil. tau-tau. nanti siapa tahu nggak jadi lagi!” Saat ini Kesya berada di studio fotografer “Klik OK”. Yah... Dia merapikan syal yang terjuntai di lehernya. Hehe. apa.. setidaknya untuk Kesya. dekorasi gereja.. *** Back to Jakarta! Ternyata semuanya tidak seindah yang dibayangkan.. “Helloowww. apa. maka mereka harus bekerja lembur untuk kantor masing-masing. asal tau aja ya. Semua vendor harus dikonfirmasi ulang plus diberitahu perubahan tanggal pernikahan yang semula akan dilaksanakan di akhir bulan April menjadi tanggal 2 Mei.. Semoga saja semuanya akan menjadi semakin baik dan indah nantinya... Marco juga memutuskan untuk tinggal semalam. tulus-murni-jujur sangat berbahagia.. itu berarti tugasnya sebagai bridesmaid bertambah berat. Ada yang minta laporan eksklusif tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai pernikahan mereka sempat tidak jadi dilaksanakan... kelompok paduan suara. Padahaaaalll. pastor yang bertugas memimpin jalannya misa pernikahan di gereja. ruangan tempat resepsi.. Menenangkan hati dan pikiran masing-masing. dan video shooting. dan laki-laki lebay yang berdiri di hadapannya adalah Johnsonwati. Tante Jessica langsung pulang saat itu juga. boo. Kita semua udah atur jadwal dengan serapi-rapinya. Kesya berbahagia.. Dia tersiksa sekali ketika melihat wajah Cecil yang tidak bergairah ketika mereka berada di Bali kemarin. Cecil dan Alo tinggal semalam.. katering. Semuanya jadi lebih baik dan indah sekarang. Tapi. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional.. dengan sebaik-baiknya. Oom Steven ikut menemaninya... kartu undangan dan suvenir. nanti jadi.. Ada yang senang sekali karena rencana pernikahan Cecil dan Alo ternyata jadi dilaksanakan.. Dia juga bahagia sekali melihat binar-binar di mata Alo dan Cecil bersinar kembali saat mereka bersama-sama lagi. Mengistirahatkan tubuh. fotografer.. . si fotografer itu sendiri. gaun pengantin. “Eh. Tapi. dengan se-perfect-perfect-nya.

Katanya kita nggak serius mau ngadain acara. malah kita tambah sakit kepala menghadapi balasan-balasannya yang garing! “Cil. Kesya merasa sudah tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Johnsonwati..” Kesya keluar dari tempat makhluk ajaib itu bekerja...” Si Johnsonwati mengangkat tangan. . Mati-matian dia mengatur nada suaranya agar tetap berada pada kondisi normal.... “Jadi kalian tidak mau?” “Nggak!” sahut Johnsonwati dengan ketus..” ujar Kesya...” Kepala si Johnsonwati bergerak-gerak ke kanand an kiri dengan dramatis.apa... “Kita nggak bisa lagi terima order yang seperti ini. Kesh! Sabar! “Nggak bisa.... nggak jadi..” Jari-jari lentik Johnsonwati menunjuk ke dada Kesya. Berusaha tetap sabar mendengarkan celotehan makhluk ajaib itu. Kali ini mulutnya juga bergerak maju-mundur. Mereka ngomel-ngomel. Aduh. Kalau kita terusin.. booo...” Kepala Johnsonwati menggeleng-geleng.....? Gimana dong? GIMANA DONG?” suara Cecil terdengar merintih panik. pokoknya nggak bisa..” “Oh my God! Terus gimana dong? Masa acara pernikahanku nggak ada dokumentasinya. Tapi. Kesya menghubungi Cecil. langkah terbaik adalah menghindar sejauh mungkin. menghadapi makhluk superajaib seperti Johnsonwati... Kembali menarik napas panjang.. Hmmm. merentangkan lima jarinya di hadapan wajah Kesya. ”And bilang pernikahannya tetap jadi dilaksanakan. Aah. Kasihan telinganya kalau harus mendengarkan rintihan berkepanjangan seperti itu. “Baik kalau begitu. emang kita nggak ada kerjaan laeeennn. Kesya mengedik... tau-tau bridesmaid-nya datang.. sabar. kaleee.” Di mobilnya.. mau ngomel-ngomel... mau mencaci maki. Percuma deh marah-marah sama dia.. “Pernikahannya nggak jadi. “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya. Sebenarnya Kesya mau marah-marah. mengekspresikan perasaannya.” Jari telunjuknya menunjuk pelipis sambil menggelenggeleng.. Terima kasih dan maaf sudah merepotkan. Memang sekarang dia berada di pihak yang salah. cuapeekkk. “Terus sekarang.. deh. Kesya menarik napas. nggak bisa.. Kesya terpaksa menjauhkan ponsel dari telinganya. “Fotografer sama video shootingnya nggak mau.. di pihak yang seharusnya merendah... bisa-bisa nanti nggak jadi lagi. nggak jadi. di pihak yang memohon. Iddiih. pusing deh akyuuu!” Jari-jari lentiknya mencuat keluar ketika punggung tangannya menyentuh dahi..

” Kesya tersenyum jengah. tapi otaknya serasa blank mendengar racauan Cecil.” ujar Lindi sambil mempersilakannya masuk. TTM-an kamu dulu itu lho. “Sialan! Ke-delete lagi!” Kesya juga terkejut.. Saat kembali memperhatikan jalan. tampak Jansen sedang serius memperhatikan layar komputer. Sekarang dia meracau dengan panik. “Iya. “Udah lama banget nggak main ke sini lagi. “Darius itu spesialis foto pre-wed. Tapi setelah aku tahu dia bukan siapa-siapa kamu lagi. “Darius? Gimana kalau Darius?” Kesya merasa jadi orang paling pintar sedunia.” Hancurlah sudah harapan menjadi “orang paling pintar sedunia”! Kesya berpikir keras lagi.. Kalau Cecil terus meracau. serius? Foto langganan kamu terhapus?” .” jawab Cecil cepat. “Jansen! Jansen! He is our best solution!” “Jansen?” Kesya heran. aku ya fine-fine aja sama dia.. daya kerja otak Kesya bisa semakin lemah dan lemah. “Aku males waktu dia masih jadi TTM-an kamu.. Tidak perlu Cecil menjelaskan siapa Jansen yang dimaksud. Tolong kontak dia ya. Jansen. nggak terlalu bagus.. “Jansen!” pekik Cecil. Cecil masih terus meracau. Dia lalu membelokkan mobilnya. “Iya. si pengarah gaya.“Kira-kira kamu punya cadangan fotografer lain nggak?” tanya Kesya dengan sabar.” Kesya berpikir keras. memutuskan sekalian saja mampir ke studio Jansen.. Cecil dan Alo juga sangat puas dengan hasil fotonya.” sapa Lindi. Kesya masuk dengan canggung. Bukannya Cecil paling anti sama Jansen? “Jansen?” ulang Kesya tidak percaya. dia baru menyadari bahwa sekarang ini dia berada dekat dengan lokasi studio Jansen.. Mbak Kesya.. Kalau untuk dokumentasi. Cecil kembali menjadi Cecil the drama queen. tapi untung Lindi orang yang tidak membutuhkan alasan. Sedang memikirkan alasan apa yang harus diutarakannya..” panggil Kesya pelan. “Mmm. sedang mengedit foto. “Hah?” Jansen terkejut dan memekik pelan. Di seberang sana.. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. Kesya mengembalikan ponselnya ke dalam tas.. “Jansen. Tentu saja Darius. yang pernah mengabadikan foto-foto pre-wedding Cecil dan Alo akan menjadi solusi terbaik..... Sudah cukup lama dia tidak bertemu Jansen..” Kesya memotong kata-kata Cecil.” Cecil pun mematikan ponselnya... aku tahu Jansen yang mana. “Nggak bisa. Di dalam ruangan.” Cecil menekankan. “Tapi. bukannya kamu paling males kalau ngomongin soal dia?” Cecil tertawa. “Pak Jansen ada di dalam.. “Jansen. “Halo.

. walaupun tanggalnya diundur. Jansen tersenyum sambil mengangguk. Kesya terkejut. Nah.. Aku tahu tanggalnya memang mepet sekali. Kepalanya berdenyut-denyut melihat ada tiga vendor yang belum dihubunginya. kebetulan aku nggak ada kerjaan. “Tentang Cecil. Kamu lagi di mana?” .. dan tadi aku baru dari tempat fotografer yang seharusnya mendokumentasikan acara Cecil. Kesya sedikit lega. tanggal berapa?” “Tanggal 2 Mei.. Kesya?” tanya Jansen sambil mematikan komputernya. Sedikit. karena dia teringat akan vendor lain yang belum sempat dihubunginya.. “Aku harus mengonfirmasi ulang semua vendor. aku sudah dengar tentang Cecil dan Alo.” Kesya meremas tangannya yang juga terasa keringatan. membuat wajah Kesya cerah ceria. Memangan Jansen penuh harap. “Sebentar sebentar.” Kesya memulai. sekarang sudah baik-baik saja. itu yang membawa aku ke sini. Tanpa sadar. masih ada di recycle bin. mouse itu meluncur terjatuh dari tempatnya. “Oke. Hehehe.. “Kebetulan.. Keluar dari studio Jansen. “Pernikahan tetap jadi dilaksanakan.. Alo dan Cecil. “Aku save dulu ya.” Jari-jari Jansen kembali sibuk mengklik mouse.” Kali ini Jansen mengangguk-angguk.. “Ooh. Just do the best you can do!” Kesya tersenyum lebar.....Butir-butir keringat bermunculan di dahi Jansen. dia tersenyum sambil mengembuskan napas lega.” jawab Jansen. tetapi diurungkannya niat tersebut. Jansen dan segala kegugupannya memang bisa membuat orang lain jantungan! “Ada apa.” jawab Kesya.” sapa Marco. “Oh...” tawanya gugup sambil menghapus keringat di dahinya. “Oke. “lunch bareng yuk. Jansen. Sudah. Karena kegugupannya..” Tangannya beberapa kali mengklik mouse komputer. “Aduh!” Jansen kembali memekik. Buru-buru dia mengembalikan mouse itu ke tempat semula dan mengklik berulang-ulang..” “Thanks a lot ya. Dia tidak mau lagi terlibat dalam acara pernikahan Cecil. Betapa berita itu sangat cepat tersebar! “Mereka berdua... “Bisa nggak kamu yang mendokumentasikan pernikahan Cecil?” Kesya menelengkan kepala.. Kesya membolak-balik catatannya.. “Jadinya. Jadi sekarang mereka bagaimana?” Wajah Jansen tampak penuh perhatian. Dia bahkan berniat memeluk Jansen.” Dahi Jansen mengernyit.” Jansen membolak-balik organizer-nya.. “Sayang. Takut membuat Jansen salah tingkah lagi. di tanggal segitu.. Ponselnya berdering dan nama Marco tertera di layar.

kartu undangan. Calm down. katering. Belum lagi kalau harus berurusan dengan Johnsonwati-Johnsonwati lainnya. “Hei. beigtu aja sih. Masih sungguh-sungguh tidak percaya. entah caci maki apa lagi yang akan diterima Kesya saat menghadapi si pembuat kartu undangan nanti.. Kesya melirik catatannya. Gimana ya. Dia benar-benar pusing membayangkan masih harus berurusan dengan vendor-vendor itu.“Nggak bisa. “Dari pagi. Sayang. Sepulang dari Bali kemarin dia belum sempat mendatangi tokonya. I’m the bestman.” ujar Marco tenang... Plus suvenirnya. Kerjaanku masih banyak banget nih!” Kesya diserang panik akut.. Semakin lama. katering. dijutekin dan sebagainya?” pancing Kesya lagi. yang jumlahnya bisa mencapai ribuan lembar! Oh.. katering. Untung saja DeeDee dapat menggantikannya. “Nggak tuh. hei..... . aku langsung sibuk ngurusin ini. It’s not a problem at all. Kesya mempertajam pendengarannya. Diam-diam Kesya mengagumi juniornya itu.” jawab Marco santai. “Aku sudah menghubungi semua vendor itu.” “Kamu udah sempat ke toko?” suara Marco terdengar khawatir. Apa sih yang masih belum dihubungi?” tanya Marco.. Tubuhnya sampai miring-miring dalam usaha merapatkan telinganya ke ponsel. DeeDee semakin cekatan saja. “masih ada tiga vendor lagi yang harus aku hubungi. “Nggak ada ribut-ribut. berusaha menenangkan Kesya. Remember?” Marco tertawa geli. dan kartu undangannya semuanya sudah dikonfirmasi ulang. Yang. plus suvenirnya sudah kamu konfirmasi?” ulang Kesya tidak percaya.” jawab Kesya lemah. Aku minta maaf bahwa tanggal pernikahannya harus diundur. “Nope. Perubahan tanggal pernikahan berarti perubahan besar-besaran pada seluruh kartu undangan. hei. Sayang. Sayang.” Marco masih menjawab dengan santai. Dekorasi gereja.. Padahal hari ini dia ada janji dengan seorang klien.” Kepala Kesya tambah berdenyut-denyut mengetahui bahwa dia belum menghubungi pihak pembuat kartu undangan... Aku nggak bisa banyak ngomong deh. dan kartu undangan.” tolak Kesya dengan suara lemah. Aku juga menawarkan penggantian dana untuk semua undangan yang sudah dicetak dan tidak dapat dipakai. Marco.. “Belum.” “Semuanya nggak ada masalah?” tanya Kesya tidak percaya..” “Sama pihak kartu undangannya juga no problem?” pancing Kesya lagi. “Nggak. “Dekorasi gereja. “Aduh. “Lalu. “Hah? Apa? Dekorasi gereja. Marco? Aku sudah pusing nih!” “Hei. Catat baik-baik ya! Seluruh kartu undangan. Yah..” “Semuanya sudah beres...

.. Kenapa semuanya jadi lebih mudah kalau Marco yang bertindak sih? Yah.Kesya geleng-geleng. yang penting pekerjaannya sudah selesai. . tapi sudahlah.

“Nggak kerasa ya hubungan kamu dan Marco sudah sejauh ini. mengusir DeeDee untuk kembali menempati ranjang tamu di sudut kamar. Kesya merasa segar kembali. dengan sangat terpaksa.. Setelah tidur kira-kira tiga jam.” DeeDee masih terkekeh.15 ACARA makan siang dengan Marco. terus sekarang jadi soulmate-an gini... . good point! Dia harus ingat untuk memuji Marco akan perubahan positif itu. DeeDee masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang gantung. Kesya akan memercayakan cabang baru tokonya untuk dikelola DeeDee. Hehehe. tapi akibatnya dia malah tidak bisa tidur. Kesya juga ikut tertawa. yang sangat terganggu dengan suara kekehnya yang menyebalkan.” DeeDee tertawa lagi.” Senyum DeeDee masih tergantung di wajahnya. “Kenapa kamu?” tanya Kesya bingung. DeeDee pernah mencoba tidur di ranjang gantung ini. dia bersiap-siap untuk dinner bersama Marco.. Kesya lelah luar biasa tadi siang. tidak jadi dilaksanakan. tetapi DeeDee malah terkekeh-kekeh geli.. Wah. “Ya. Dan sekarang. Kesya sangat berterima kasih kepada DeeDee. lucu aja. Dia baru saja menceritakan rencana pengembangan tokonya... setelah tahu bahwa Marco sudah mengonfirmasi dekorasi gereja. Sepanjang malam dia hanya terkekeh-kekeh kegelian. Takut jatuh.. Rencananya. “Apa yang lucu ya? “Setiap kali duduk di sini.” DeeDee terkekeh.. “Maksud kamu sejauh ini tuh sejauh apa?” tanya Kesya sambil memilih-milih gaun.. “Hehehe. Sampai kemudian Kesya.. Baru menyadari bahwa belakangan ini tidak pernah melihat Marco merokok lagi. tapi fun juga. yang tadinya kamu sebel banget sama dia.. Dia baru saja pulang dari acara pertemuan dengan klien Kesya. Kesya memutuskan untuk pulang dan tidur. Bete banget karena dia itu perokok. aku ngerasa lucu. dan kartu undangan plus suvernir. Dia melaporkan hasil pertemuan tersebut dengan singkat. Makanya. katering..

“Nggak!” balas Kesya cepat... “Nggak usah ngasih ide macam-macam ya. Kamu mau tunggu di dalam kamar aja?” goda DeeDee.” DeeDee terkikik. “Let’s go. “He’s really falling in love with you.. Kepala Jason. Tolong bukain pintu dulu ya. Marco ikut tertawa.” DeeDee kembali beranjak ke luar. Tak lama kemudian DeeDee masuk lagi.” Kesya masih terus memilih-milih gaunnya. Kesya masih bingung milih baju.” Marco membimbing Kesya ke sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya. keponakan Alo! Anak tengil itu tertawa terkikikkikik melihat raut terkejut di wajah Kesya.. “Pulang malam sedikit nggak apa-apa kok. Untuk membuat suasana romantis semakin terasa. kami pergi dulu ya. itu sepertinya Marco. kamu tunggu di luar aja!” teriaknya panik.. lampu yang diletakkan di setiap meja bersinar redup.” goda DeeDee sambil mengedipkan mata. Tangannya membelai poni rambutnya sambil tersenyum. Keseluruhan restoran itu dilapisi dinding kaca sehingga Kesya dapat menyaksikan kesibukan malam di Jakarta. Kesya mendapati Marco sedang duduk manis di sofa. Selain restorannya sangat indah. “Dee. “Sayang.. Pasti Marco... pelayanan dan makanannya juga memuaskan. Kesya mengangguk. tiba-tiba sebuah kepala anak laki-laki menyembul dari pinggir meja. Saat keluar kamar. “Sudah?” tanya Marco.. Di tengah-tengah ruangan.. Marco mengajak kesya ke sebuah restoran yang romantis. “Berlumuran cinta. juga nggak apa-apa. beautiful princess. “Marco. “Dari body language-nya. “DeeDee. Kalau kalian nggak pulang... Ketika mereka sedang makan.” DeeDee tergelak. kemudian menyodorkan lengannya untuk digandeng Marco... Membukakan pintu untuk Marco. Wajah Kesya merona dan buru-buru menutup pintu kamar. jadi sekarang dia belum berpakaian.” bisiknya. Seorang pelayan telah siap mencatat pesanan mereka.. DeeDee mengangguk. “Ke sini saja.. “Memang aku nggak boleh tunggu di dalam aja.. Mata Kesya melotot..” pamit Kesya..” Marco menggandeng tangan Kesya. ya?” dia juga ikut menggoda Kesya. Senyum segar merekah di wajahnya.. DeeDee keluar.Ting tong. .... digantung sebuah lampu kristal besar berwarna putih. “Kamu tahu dari mana?” Kesya juga ikut berbisik. Kesya buru-buru menyelesaikan acara berpakaiannya.

Raut wajahnya semakin kagum memandang sosok Marco. masterpiece-nya! Marco berdeham.” ASTAGA! Belajar dari mana anak tengil ini? Kok dia sudah tahu istilah check-in segala? “Jason!” bisik Kesya agak keras.. “Lagi pacaran. ya?” tanya Jason sambil menggoyang-goyangkan kaki. tapi ditahannya keinginan untuk menjitak kepala anak itu.. terus uangnya mau kamu pakai untuk apa?” tanya Marco. sepertinya si makhluk tengil ini mulai dapat dijinakkan Marco. Oom Marco.. “Kamu ke sini sama siapa?” Jason mengerling. nanti cincinnya aku sembunyiin. “Jadi.” Jason tampak terkesima. sahabatnya Oom Alo.. yang tabiat dan wataknya sama seperti Tante Jessica. Tante Kesya.” Marco menjabat erat tangan anak itu. kata Oma.. berusaha kelihatan tegas. Dua kali dia mendengarkan pernyataan itu.... Tampaknya Jason akan benar-benar melaksanakan ancamannya. Mungkin orangtuanya hanya tahu memarahinya. Dahinya mengernyit saat dia mendengar komentar Jason dan memperhatikan Kesya yang sudah siap pingsan. ya? Habis ini check-in ke hotel dong.” Wajah Jason tampak merengut. “Aku Oom Marco. Ooh. Sepertinya Jason tipe anak yang tidak pernah diajak berbicara baik-baik. Kesya agak terganggu dengan guncangan meja yang diakibatkan goyangan kaki Jason. “Aku mau beli yoyo.. aku akan jadi pembawa cincin.... “Kamu keponakannya Oom Alo. Di wajah Jason. “Nice to meet you. ya?” Marco menyodorkan tangan..” Hmmm. Sepertinya dia tidak terbiasa diperlakukan secara dewasa seperti ini.... “Aku nggak mau jadi pembawa cincin! Aku nggak suka disuruh-suruh! Biarin aja.” sapanya dengan suara yang juga tengil.. Senyum Jason merekah. Ragu-ragu Jason menyambut uluran tangan Marco. menunjuk ke sepasang orang dewasa yang wajahnya tampak mirip dengan dirinya. Jason. “Aku mau di sini aja.“Hihihi... “Memangnya kalau cincinnya dijual. “Hmm... Oom Marco dan Tante Kesya itu bestman sama bridesmaid. sementara omanya hanya tahu memanjakannya. Lagi-lagi Jason tampak terkejut mendengar pertanyaan Marco.” . terus aku jual!” Kata-kata itu lagi! Sekarang Kesya merasa akan pingsan mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jason.” sapa Marco. Kesya menangkap binar kaguma nak itu akan sosok Marco. “Hai.. Males makan sama Mama dan Papa!” Dengan kurang ajarnya Jason menarik sebuah kursi dari meja sebelah dan duduk bersama Marco dan Kesya. “Nice to meet you too. Kesya mengenali si orang dewasa wanita sebagai kakak perempuan Alo.

.. Tante Kesya! Nice to meet you both. Blackberry! Anak sekecil ini sudah membawa-bawa ponsel Blackberry! Memang dia tahu bagaimana cara menggunakannya? Kesya menggeleng-geleng. Jason mengangguk. Dia membungkuk sedikit untuk membalas tepukan tangan dan sorak-sorai orang-orang yang memperhatikannya. ya.” ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya.” Marco mengangguk. Jason bertepuk tangan kuat-kuat saat Marco memutar-mutar yoyonya.. Jason sedang menatap Marco dengan mata tidak berkedip dan mulut melongo. Marco memutar-mutar dan melempar-lemparkan yoyonya. Kesya bahkan tidak pernah tahu Marco bisa memainkan yoyo sebaik itu. “Nanti aku telepon ya. Marco mengambil yoyo yang disodorkan Jason. Tangannya meremas tangan Kesya yang mulai berkeringat.. Baru setengah jalan. “Oom Marco. Oom. Menjual cincin berlian.. Marco menyebutkan nomor ponselnya... “Bye. Yang modelnya lebih keren daripada ini. “Yoyo?!” pekik Kesya keras.. Gayanya persis seperti pemain yoyo profesional yang sering Kesya lihat di Youtube! Kesya melirik Jason.Kesya melongo. Marco mengakhiri permainannya dengan sangat dramatis. Nanti aku telepon. terutama anak-anak. Saat ini. hanya untuk membeli yoyo! Kesya bertanya-tanya makhluk apa yang sebenarnya sedang bercokol di dalam otak Jason...” rengek Jason. “Nah. Aku missed call. Jason mengangguk. Marco mengambil yoyo itu dari tangan Jason dan mulai memainkannya dengan mahir. masterpiece-nya. Dengan enggan dia bangkit berdiri dan menghampiri orangtuanya. Mata Kesya hampir copot melihat ponsel yang dikeluarkan dari saku celana Jason. “Oom Marco.” Jason mengeluarkan yoyo dari saku celananya.. Aku mau beli lagi.. ajarin aku gaya yang tadi dong. Orangorang di sekeliling meja. “YOYO?!” Jason mengangguk lagi. mulai berkumpul dan mengeluelukan Marco. “Jason!” Saat terdengar seseorang berteriak memanggil namanya. Jason mengerang. dia berbalik lagi. kemudian menyimpan nomor Jason di ponselnya. Oom Marco! Bye. “Kamu suka yoyo?” tanya Marco.. aku minta nomor telepon Oom dong. sebentar lagi Jason akan berlutut dan menyembah-nyembah Marco. Dengan gaya profesional. nomor Oom Marco sudah aku save. Marco benar-benar telah memenangkan hati anak tengil itu. ya.” Jason melambai.” .. “Ini aku bawa yoyo kesayanganku. Sepertinya.

Kesya. Madame sudah menunggu.. Anita mengangguk. Halo. Tingkahnya seperti orang yang baru saja mendapat kabar bahwa dia memenangkan undian berhadiah satu miliar. “Mereka aja yang aneh. Kesya mengangguk lagi. waktu saya dengar dari Mbak Kesya.. “Halo.” Kalau tidak dipotong seperti ini. Mbak Kesya! Diganti! Diganti! Diganti!” suara Anita meninggi..” Kesya mengikuti Cecil. Superheboh! “Saya udah panik banget waktu mamanya Mas Alo datang dan bilang calon pengantin wanitanya diganti!” Bola mata Anita berputar-putar dramatis. Yang penting calon pengantin wanitanya Mbak Cecil. “Langsung ke atas saja... “Bayangkan.” Kali ini Madame Daphne berpakaian ala geisha Jepang. *** “Mbak Cecil! Mbak Kesya!” Anita memekik kegirangan. Mereka mulai terganggu dengan tingkah superheboh Anita. Kesya dan Cecil tersenyum dengan terpaksa.” komentar Marco. “Oke. Sekarang kami mau ketemu Madame Daphne dulu ya. Menerka-nerka penampilan seperti apa yang akan mereka lihat dari Madame Daphne. menyetujui.. Kimono warna hitam dengan motif bunga sakura berwarna pink menutupi tubuhnya. bibirnya menyunggingkan senyum. bukan si cewek nyebelin itu!” Anita tetap bersemangat... Anita masih tahan mengobrol berjam-jam lamanya. Wajahnya dirias . saya senang sekali. Masa mau beli ikan datangnya ke tempat jual mobil! Ya nggak ada lah ikannya!” Cecil dan Kesya tergelak mendengar perumpamaan Anita. Mbak Cecil! Bayangkan..” ujar Marco seperti memahami isi kepala Kesya. “Apalagi mamanya Mas Alo minta acara pernikahannya diganti dengan adat Jawa. Mau tidak mau. Cecil tersenyum. “Makanya. Sekarang dia tidak lagi melihat Jason sebagai bocah tengil yang harus dikhawatirkan. Cecil. “Kalau kamu tahu bagaimana cara menghadapinya... anak-anak bisa jadi teman yang sangat menyenangkan. “Anak yang lucu..Marco mengangguk dan melambai. pernikahan Mbak Cecil dan Mas Alo tetap dilaksanakan. tapi Anita seperti belum mau menyudahi ceritanya... Kesya mengangguk. Bilang kalau kami tidak profesional!” Anita mendengusdengus. Jadi. mereka malah marah-marah. Kesya juga melambai. si calon pengantin wanita Jawa itu. baju pengantinnya juga baju pengantin Jawa! Heellloooo! Madame Daphne kan perancang busana pengantin internasional! Waktu saya bilang begitu... waduh. mamanya Mas Alo dan siapa itu. menunjukkan kemarahannya. Nggak apa-apa deh tanggalnya dimundurin.

Alo dan Cecil akan mengucap janji untuk setia selamanya sampai maut memisahkan mereka. Dia mengeluarkan catatan tentang barang apa saja yang harus dibawanya pada hari pernikahan Cecil-Alo. “Saya senang sekali karena semuanya kembali berjalan dengan baik. “Gimana. Sebagian bibirnya juga ditutupi dengan taburan bedak putih. Madame Daphne juga mengenakan selop kayu dan membawa payung kertas warna kuning dengan motif bunga. Cecil kembali masuk ke ruang ganti. Dia agak khawatir. Cecil memang sudah ditakdirkan untuk menikah. Kesya dan Marco sudah menyelesaikan semua tugas mereka. Dia juga mengeluarkan gaun Kesya. dear?” Cecil mengangguk bersemangat. Kalau sudah dandan. Ketika Cecil keluar dengan mengenakan gaun pengantin yang rencananya akan digunakan pada saat resepsi. seluruh alam pikirnya telah siap untuk menikah.” Madame Daphne menyunggingkan senyum misteriusnya. Dengan hati-hati. sementara di bagian tengahnya. seluruh jiwanya. Seluruh tubuhnya. Cecil masuk ke kamar ganti dibantu Anita. Madame Daphne memang tidak setengah-setengah. Kesya akan merampungkan persiapan terakhirnya untuk menjadi seorang bridesmaid. Pas.dengan bedak putih. menghampiri lemari penyimpanan bajunya. Kesya kembali menghela napas lega. Gaun pengantin yang rencananya dipakai untuk acara misa di gereja itu masih tetap menempel dengan indah di tubuh Cecil. Penampilan Cecil tidak bercela. sehinga menyerupai sanggul khas wanita Jepang. Hari ini. Cecil keluar. Tepat. Semoga saja semua itu tidak memengaruhi berat badannya. Kesya tersenyum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Dia benar-benar akan menjadi pengantin yang cantik! *** Hari-hari berganti dengan cepat. . Madame Daphne berjalan perlahan. Cecil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin besar. Kesya menunggu sambil berdebar. Rambutnya disanggul dan dikanji dengan keras. “Ready for your last fitting. digambar sebentuk bibir mungil dengan lipstik warna merah manyala. dia mengeluarkan gaun pengantin Cecil. Kesh?” tanyanya. pola hidup Cecil sangat tidak teratur. Sesuai. Suara gemeresik pelan menandakan bahwa Cecil telah selesai mengepas bajunya. Selama di Bali. Dari balik kamar pas. Tinggal lima hari lagi. Semua vendor telah dikonfirmasi ulang. Sepertinya. Kesya menghela napas lega.

.. tampak seperti sering berjemur. Lipgloss dan lipstik pink (untuk menghilangkan kepanikan kalau lipstik di bibir sudah hilang) Sore ini. pergi berbelanja. Tisu (untuk menghilangkan keringat) 6. Tubuh Kesya jadi lebih rileks.” Marco tampak terkejut melihat kedatangan wanita itu. “Kesh. Tapi.” balas Marco. “Ini mantanku. Tangannya terangkat merangkul Kesya.. Gayanya. tas.” Marco mengerling mesra ke arah Kesya. Mata Kesya menyorot tajam.. Rambutnya terlihat agak pirang. “Hi. ini rupanya mantan Marco! Yang katanya meninggalkan Marco untuk pacaran dengan seorang pengusaha kaya.. “Long time no see. seolah menunjukkan kepada wanita itu akan hubungan yang sudah mereka jalin. pakaian. tampak amat sangat mahal. Tubuhnya menegang. tas tangan Kesya sebagai seorang bridesmaid kan kecil sekali!) seorang wanita berwajah indo mendekati mereka. “Marco. dan sepatunya. Deodoran (untuk menghilangkan bau badan) 2. Mengirim pesan bahwa sekarang ini Joanelle bukan siapa-siapa lagi bagi Marco.. Tubuhnya langsing semampai. Saat sedang sibuk memilih kipas berukuran kecil yang dapat menghasilkan angin yang besar. glad to see you. Sorot mata Kesya melembut.Daftar barang bawaan untuk pernikahan Cecil-Alo: 1. Sebuncah perasaan cemburu menyerang Kesya. Wanita itu cantik sekali. hmm. Mengirim pesan nonverbal agar Kesya lebih rileks.. Permen pedas (untuk menghilangkan bau mulut) 3.” Oh! Jadi. Air mineral (untuk menghilangkan rasa haus) 5. . aksesori.” sapanya. Siapa sih cewek ini? Sok akrab banget! Pake cium-cium segala! “Hm.. Belanja kebutuhan yang tertulis di atas itu. Kulitnya kecokelatan.. Panjang dengan gelombang-gelombang besar di ujung rambut.. Bukan ancaman bagi hubungan mereka.” Dia berjinjit dan mencium mesra pipi Marco. Marco meremas lembut bahunya. Pengusaha kaya yang lebih mapan dibandingkan Marco. Kesya dengan ditemani Marco. Marco!” wanita yang dipanggil Joanelle itu memekik kegirangan. “Joanelle. Kipas (untuk menghilangkan hawa panas) 4. (maklum saja. Joanelle..

. “I’m sorry that I’ve hurt your feeling.. too..” Kesya mengulurkan tangan. “Oke kalau begitu. Joanelle tersenyum menanggapi perkataan Marco. “Senang ketemu dengan gadis yang akan jadi future wife-nya Marco. Dia tersenyum kecil.” ujarnya sambil tersenyum kepada Marco dan Kesya. sambil menggandeng anak perempuannya. “Jadi dia yang bikin kamu jadi perokok yang menyebalkan?” tanyanya.” “So now you are Mrs. Makan malam di rumah Cecil.” Tangan Joanelle kini mengelus lembut lengan Kesya. Kesya menoleh.” “You’re the best. Perpisahan kita adalah keputusan terbaik yang telah aku buat. kira-kira berusia dua tahun. Berarti I’m better than her dan aku nggak perlu jealous sama dia. “Hadi Wiryatama. No hard feeling ya. “My daughter.. my lovely future wife.” Joanelle mengelus lembut lengan Marco. The best for both of you. “Our relationship was great.. Saya Joanelle Wiryatama. “Yes. Kesh. “Hai. Wiryatama.” Joanelle memeluk dan mencium pipi Kesya. “Sorry.” ujarnya. Kesya suka itu. “Just a second. sesuatu yang tidak terhindarkan. Hmm.. dear.” Marco mempererat pelukannya.. . sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi.. Kesya menatap kepergian Joanelle.” Dia mengulurkan selembar kartu nama kepada Kesya. Kesya tersenyum.“Ini Kesya Artyadevi.. Dirasakannya Marco meremas bahunya lembut. datang mendekati dan menarik rok Joanelle..” jawab Joanelle sambil mengelus lembut rambut anak perempuan itu. “Dan kamu yang bikin aku quit dari rokok dan jadi manusia yang lebih menyenangkan.... can we go now?” seorang anak perempuan. Leisha.” Kepala Joanelle menggeleng pelan. “Mommy.” ujar Marco. Alisnya terangkat. “Keep in touch ya. Future wife.” ujar Marco mantap. Menyalami mantan pacar Marco.. So... *** Satu hari sebelum Hari Pendidikan Nasional. Pelukan dan ciuman persahabatan. but you are not my soulmate..” Marco memeluk Kesya erat.. but it’s the best for me. “Hai. I have to go.. Kebersamaan kami seperti sesuatu yang natural.. Joanelle. You are a really nice guy.. “Nggak ada perasaan jealous. Marco tersenyum kecil lalu mengangguk.” Joanelle tersenyum lebar. kan?” tanya Marco hati-hati. Menyalami mantan pacar yang kini sama sekali bukan suatu ancaman bagi hubungan mereka. Rupanya dia memang terbiasa bersikap seperti ini terhadap semua orang. Dia benarbenar soulmate buat aku.

” Cecil meniupkan ciuman kepada Kesya. “Hari ini adalah hari terakhirnya menjadi lajang. Memberikan kata-kata manis untuk Cecil... “Cecilia Almira Saraswati.. Bersama kedua orangtuanya. ya!” kata Cecil saat mengundang Kesya sekeluarga datang ke acara makan malam keluarganya. “gadis menyenangkan yang sudah menjadi sahabat saya sejak kami sama-sama TK. tugasnya sebagai seorang bridesmaid... Tidak berubah sedikit pun! Dia akan tetap menjadi putri kecil bagi Tante Renata dan Oom Balgi. Duduk satu meja dengan Cecil dan orangtuanya. Berjanji sehidup-semati dengan pemuda yang beruntung itu. “Kamu harus harus harus harus. dia sudah akan bersanding dengan Alo.Kesya mengoleskan parfum ke bagian belakang telinganya.” Semua orang di ruangan itu mengangkat gelas masing-masing. Kini giliran dia yang harus memberikan sambutan. Untuk Cecilia Almira Saraswati!‟ Kesya mengangkat gelasnya.. Besok. “Walau demikian. “Itu kan acara untuk keluargamu. dan mengharukan. sesekali Kesya terganggu dengan pertanyaan orangtuanya dan beberapa orang lainnya tentang kapan Kesya-Marco berencana akan menyusul Cecil-Alo. “Terima kasih untuk semua yang hadir di sini. Terima kasih untuk Papa dan Mama yang telah membesarkan saya hingga saat ini.” Kesya tersenyum lebar. dalam segala situasi persiapan pernikahan yang emosional. Yah. Kesya. “Bener nggak apa-apa?” tanya Kesya. Bridesmaid yang dapat diandalkan. “kapan kamu akan menyusul aku dan Alo?” SIALAN CECIL! . Dia siap pergi. Saya dapat merasakan perhatian. Gadis ceria yang dicintai setengah mati oleh Alvaro Nikholai Andersen. Kesya dan orangtuanya juga diundang.” Cecil mengerling jail ke arah Kesya. Setelah acara makan selesai. dia tetap akan menjadi Cecilia yang selama ini kita kenal... Menikmati makan malam yang nikmat sekali. menyebalkan.. Walaupun ini makan malam keluarga Cecil. Dia akan tetap menjadi sepupu yang kompak bagi saudara-saudaranya. Terima kasih juga. Cecil bangkit dari duduknya. siap menjadi seorang wanita dewasa. rasa cinta kalian semua menari-nari dengan harmonisnya dalam ruangan ini. menggembirakan. terutama. Cil.” Cecil tersenyum mendengar pidato pembukaan Kesya. menegangkan. “CECILIA ALMIRA SARASWATI... Kesya berdiri. “Pertanyaan berikutnya adalah. Love you so much.” “Kalian adalah keluargaku! You’re my sister!” Dan di sinilah Kesya berada sekarang. untuk sahabatku tercinta Kesya Artyadevi.. datang ya! Ajak Tante Sabrina dan Oom Edo juga.” Kesya memulai pidatonya. Dia akan tetap menjadi keponakan yang manis bagi para oom dan tantenya. Dan dia juga tetap akan menjadi ashabat yang baik bagi saya. rasa sayang.

Alo dan Marco juga menginap bersama.. “Oh. “Cecil!” Kesya semakin keras mengguncang-guncang tubuh Cecil. Siap ke Bride‟s World. dan pergi ke Bride‟s World!” “Oh. Kesya memperhatikan sekelilingnya. “Hah?! Jam berapa? Sudah jam berapa ini? Apa kita sudah terlambat? SUDAH TERLAMBAT?” dia meracau... Cecil dilarang bertemu Alo. ini juga nggak boleh lupa!” Kesya memasukkan catatan daftar acara pernikahan yang kemarin malam diberikan oleh MC. si ratu sehari....” . lipgloss dan lipstik.” Dia berdiri dan beranjak ke kamar mandi... air mineral. Sejak kemarin malam. Mendengar kata “pernikahanmu”. Kamar lajangnya. Tidur di kamar Cecil... mandi. Sepertinya masih ada satu hal yang dilupakannya.” bisik Kesya sambil mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. permen pedas. Kesya mengikat rambut panjangnya. berbalik. “Cepat bangun! Ini tanggal 2 Mei! Hari Pendidikan Nasional! HARI PERNIKAHANMU!” teriak Kesya. Aneh juga rasanya. Memeriksa perlengkapan yang harus dia bawa demi kesejahteraan Cecil.. bedak.” Kesya mengguncang-guncang bahu Cecil. “Deodoran. Kesya bangun dan memeriksa tas kecilnya.16 HARI PENDIDIKAN NASIONAL baru berjalan selama tiga jam. “Oh ya. Sejak jam dua tadi. tidur lagi. dia sudah tidak bisa tidur. Sepulang dari acara makan malam keluarga. kipas. oh ya. terus. “Cecil. Cecil menggeliat. Kesya langsung mengomeli Cecil agar cepat tidur. Dia sendiri sudah mandi dan berpakaian. bangun. Kamar yang sebentar lagi akan ditinggalkan Cecil.. Kesya tidak mau mata Cecil kelihatan bengkak atau lelah karena kurang tidur. baiklah.... Yang mau menikah Cecil. tisu!” Kesya kembali mengingat-ingat lagi. “Cil... Cecil langsung duduk tegak. dan. yang tidak bisa tidur malah Kesya.” Cecil baru sepenuhnya terbangun. “Kita tidak akan terlambat kalau kamu segera bangun. Dia menginap di rumah Cecil. Apa ya? “Hmm...

si Ratu Sehari. Mereka tidak diizinkan menyetir sendirian. Riasannya membuat wajahnya terlihat cerah. “Mau make-up seperti apa. “Ayo. Dia memasukkan benda itu ke dalam tas kecilnya.Kesya mengaduk-aduk laci meja Cecil dan menemukan compact powder milik Cecil.” Dia mengangsurkan baki penuh sarapan. Rambut keriting pendeknya masih basah. Mbak Kesya.. Hanya terlihat Anita. ganti baju dulu di atas. dia jadi tidak bisa makan. “Ayo. diam-diam Kesya membungkus dua potong roti berselai dan menyelipkannya ke dalam tas. “Saya terserah saja. Mbak Cecil. Pasti dia yang paling tahu. Bride‟s World masih sepi. mungkin karena nervous. hmmm. Mbak?” tanya si make-up artist yang kedua. Tentu saja giliran pertama harus diberikan kepada si calon pengantin. Nanti baru diatur rambutnya.. “Silakan. Persediaan saat Cecil kelaparan nanti. Mbak make-up artist yang lain datang dan mulai menangani Kesya... Melihat hal itu.” ujar si make-up artist. kan?” Rasanya Kesya dan Cecil ingin mencium Anita. *** Jalanan masih sangat sepi. Kesya makan cukup banyak. Agak takjub juga melihat benda-benda itu masih bisa muat di tas bridesmaid-nya... mereka yang pertama kali tiba. Matahari masih tertidur. Jangan malah heboh sendiri.. dengan dandanan rapi seperti biasanya. Kesya menyerahkan semuanya ke tangan si make-up artist. Kesya jadi curiga. namun tetap lebih sederhana dibandingkan riasan wajah Cecil. Cecil duduk dengan bergaya. Jadi.. Dua jam kemudian.. Wajahnya cerah ceria.” jawab Kesya. Cecil keluar dari kamar mandi. Dia cuma bisa minum segelas susu dari semua makanan yang disediakan Anita. Kalau tidak. Sepertinya. Sampai di Bride‟s World. silakan. tapi mobil Cecil sudah membelah jalan dengan gagah. bridesmaid tidak boleh terlihat lebih cantik dibandingkan pengantin. Bersiap untuk dipercantik. Dia tidak mau ambil risiko pingsan kelaparan saat harus bertugas nanti. Kali ini Cecil dan Kesya diantar oleh sopir keluarga Cecil. Sementara Cecil. bagaimana mungkin pagi-pagi buta begini dia sudah tampil rapi dan siap melayani para klien seperti ini? “Selamat pagi.” sapanya hangat. Cecil dan Kesya langsung melompat turun. Getar kegembiraan. “Pasti belum makan. Profesionalitasnya patut diacungi jempol. Kesya sudah selesai dirias. . Kesh. Siapa yang mau dirias dulu?” si mbak make-up artist sudah siap. jangan-jangan Anita tinggal di Bride‟s World. Poin yang teramat sangat penting adalah. Yang cocok saja menurut Mbak.. “Mbak.” ujarnya dengan suara bergetar.

Tidak ada yang salah dengan rambut Cecil. Tidak ada waktu lagi untuk mengubah tatanan rambut. Kesya berbalik dan bertatapan dengan.” Cecil sudah selesai dirias. Kesya melongo..” si make-up artist juga meyakinkan Cecil.. Tidak sampai setengah jam kemudian.” Kesya membalas sapaan si madame. Kesya sendiri masih harus menata rambut. Waktu sudah menunjukkan pukul enam ketika Kesya selesai berpakaian. Udah mau jam setengah tujuh nih. Pokoknya hari ini.. Wajahnya cemberut. Cecil belum kelihatan. rambut Cecil kelihatan oke.. si Madame sudah berdandan ala Pocahontas. Simple.. Kesya.. Mbak Cecil.” Cecil berkeras. Begini bagus kok. Aku nggak mau! Ganti aja.. ayo cepat sedikit. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit! Tidak mau membuat calon pengantin kesal..” Madame Daphne tersenyum dan berlalu. “Cecil.. Jarum jam terus bergerak ke kanan! “Iya. Gaya rambutnya juga sederhana. aku kelihatan kayak Tante Jessica. “Nggak mau. Ya ampun! Masih pagi begini. Untunglah Cecil tersenyum melihat tatanan rambutnya yang baru.. Setelah selesai.” ujar Kesya meyakinkan. “Halo. .. “Bagus kok. tidak suka yang heboh-heboh apalagi yang repot-repot.. “Nice costume. si make-up artist menatap Cecil dengan cemas. Kesya adalah Ms..” Suara seorang wanita terdengar menyapa Kesya. Dia beranjak bangun dan mencondongkan tubuh. Kesya buru-buru turun dan memasrahkan rambutnya untuk ditata. Terlihat lebih modern dibandingkan gaya sebelumnya. mamanya Alo. tatanan rambut Kesya sudah selesai. Cil.Kesya naik ke lantai atas Bride‟s World untuk mengenakan baju bridesmaid warna turquoise-nya. Kesya memang orang yang sederhana. memperhatikan bayangannya di cermin. tampaknya dia belum selesai dirias. POCAHONTAS! Kesya hampir saja menjerit kaget ketika menyadari bahwa senyum misterius si Pocahontas tampak seperti senyum Madame Daphne. Padahal kalau menurut daftar acara yang diberikan MC. Rambut keritingnya diberi gel sehingga menampilkan efek basah kemudian dipercantik dengan bando warna putih. Tapi. “Kalau begini. si mbak make-up artist langsung mengubah tatanan rambut Cecil. “Aku nggak suka rambutku!” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Jam berapa sebenarnya dia bangun pagi? “Hai.. pukul tujuh mereka sudah harus siap di rumah untuk acara penjemputan pengantin. Mbak!” Cecil kembali duduk. Menurut Kesya. Kali ini rambut Cecil dipasangkan tiara yang diletakkan agak mirip ke kanan. tidak berbeda jauh sih dengan kesehariannya. Madame. tapi belum mengenakan gaun pengantinnya..

Yah.” ujar Kesya.. . Kesya melihat sosok Marco berdiri dengan gagah dalam balutan jas resmi. mobil pengantin berwarna perak berhenti di depan rumah Cecil. “Kok lama banget sih?” tanyanya dengan raut kesal. “Ya ampun. “Kamu diam saja bisa nggak?” bisiknya kesal. Kesya! Kenapa kita bisa sampai terlambat begini?” Cecil langsung panik. Tersenyum lebar sambil menggenggam hand bouquet Cecil. Pukul tujuh kurang lima menit. Berempat.. Lama banget!” balas Cecil. Tudung pengantin Cecil kembali tertarik ke sisi kanan. “Memangnya sekarang jam berapa?” tanya Cecil. Tante Renata sudah menata beberapa bunga segar untuk mempercantik kamar itu. Kesya mendengus. pertama hal itu akan membuat make-up-nya rusak. begini baru khas Cecil.. Jam tujuh kita sudah harus ada di rumah. bersama Oom Edo. “Pak. Tepat jam tujuh. Di belakang Alo. Dia sudah sangat tidak sabar menanti kehadiran Alo. mencari-cari sosok Alo. Dia juga ingin tampak sempurna di hadapan Marco. “Itu mereka!” jeritnya penuh luapan kegembiraan. tidak bisa dibilang duduk manis sih. karena sebentar-sebentar dia menjulurkan kepalanya ke arah pintu. Sampai di rumah Cecil pukul tujuh kurang satu menit. mereka langsung masuk ke dalam kamar Cecil yang sudah rapi dan cantik. “TUJUH KURANG LIMA?!” jerit Cecil histeris saat kesadaran akan waktu telah merasuki pori-pori kepalanya. Kesya harus menahan diri sekuat tenaga agar tidak berlari dan membenamkan wajahnya ke dalam pelukan Marco. Yah. Cecil merapikan kerutan-kerutan di gaun putihnya.” jawab Kesya. Tante Renata tampak seperti mau pingsan. “Nggak sabaran nih.” jawab Kesya tidak kalah kesalnya. cepat sedikit ya. dan kedua. “Tanya saja sama rambut keriting Cecil. “Tujuh kurang lima. Berulang kali Kesya harus membenahi tudung pengantin Cecil yang tertarik ke satu sisi. Cecil duduk manis menunggu kedatangan Alo. Kesya juga melakukan hal yang sama.“Nah.. masih belum menyadari bahwa rambut keritingnya telah banyak menghabiskan waktu mereka. Mobil Cecil melaju kencang. Menerobos jalanan yang mulai memadat. Kesya tidak boleh heboh sendiri. Diamdiam. “Tanya saja sama rambut keritingmu!” balasnya kesal.” Kesya langsung memburu Cecil naik ke lantai dua untuk berganti pakaian. mereka kembali duduk di mobil. Tante. Cecil yang mendengar mobil yang menderu lembut langsung bersemangat lagi. Pintu kamar Cecil terbuka dan di sanalah Alo berdiri. ini kan acaranya Cecil.

tetap tanpa senyum.. Mungkin sebentar lagi baru kembali ke sini. tidak memedulikan tatapan para senior di keluarganya.Jadi. ibunya Oom Steven yang konon bermasalah dengan hubungan Tante Jessica-Oom Steven. Kelompok paduan suara. Kesya dan Marco turun dan tergesa masuk ke dalam gereja. Begitu mobil berhenti. beres. Pukul setengah dua belas. Senyumnya lebar sekali. Marco. Matanya berbinar-binar menatap Kesya. Alo memeluk Cecil dengan mesra. Kesya mengedarkan pandangannya ke dalam keremangan gereja.. tolong diberesin dulu. beres. Nanti dia tambah panik.. Tampaknya Marco juga mengalami hal yang sama. Bahkan omanya Alo. beres. Seperti berusaha menenangkannya. Cecil tersipu. Tolong cek semuanya di gereja. “Haah?” jantung Kesya hampir copot mendengar pernyataan Marco.. Bunga. Buku misa. memeluk Cecil dan mencium kedua pipinya dengan mesra. tapi Kesya sempat melihat beberapa kali Oom Steven membelai pipinya dengan lembut. tetapi senyumnya merekah. Kita kembali ke mobil. Di sana sudah menunggu keluarga besar Alo untuk mengadakan tea ceremony. dan persembahan lainnya. “Kesya.. tempat misa pemberkatan pernikahan akan dilaksanakan.” . mereka bergegas menuju Gereka Katedral. menyajikan teh kepada semua anggota keluarga Alo.. Setelah prosesi penjemputan pengantin selesai. mereka berempat bergegas pergi ke rumah baru Alo-Cecil. dengan sangat baik.. Tubuhnya sesekali berayun maju-mundur. Nggak usah bilang apaapa sama Cecil. “Ke mana dia?” “Katanya ada orang sakit yang perlu diberi sakramen perminyakan. nanti kalian keluar dulu. Tante-tante Alo yang sudah sepuh bahkan memuji Cecil. Petugas gereja. Oma Alo senang sekali karena Cecil menyapanya dalam bahasa Inggris yang sempurna. dengan aksen ala British pula! Oma Alo memuji-muji Cecil dengan mengatakan bahwa Alo pintar cari calon istri. beres.” jelas Marco. Kesya mengangguk. Mereka bilang Cecil gadis cantik yang sangat cocok bersanding dengan Alo. Sementara Tante Jessica. Kesya agak takut juga mengingat di sana akan berkumpul Tante Jessica beserta seluruh konconya. Suvenir. lilin. Cecil tersenyum lebar saat mendengar pujian ini. Cecil melakukan tugasnya.. Kalau ada yang nggak beres. Wajahnya tampak senewen. Semoga Tante Jessica tidak membuat ulah lagi.. “Kesh! Romonya belum datang!” Marco berlari-lari menghampiri Kesya. “Ya sudah. Jadi Romo pergi ke rumah orang itu dulu. beres. seperti menahan keinginan kuat untuk memeluk Kesya. Kesya hanya dapat memperhatikan Marco sambil tersenyum lebar.” pesan Cecil. Bunga altar. Dia harus menunggu konfirmasi dari Marco. hmmm.

aku mau minta diajarin cara main yoyo yang kayak kemarin itu dong.. Marco dapat membuat Jason menjaga cincin pernikahan rancangannya. Nih.. kenapa kita belum masuk juga?” tanya Cecil sambil bersiap turun. Alo membuka kaca jendela.. “Kita masuk sekarang. Memangnya kalian nggak tau kalau ada aturan seperti itu?” Marco berusaha terdengar meyakinkan. Pak. Alo meremas pelan tangan Cecil yang berada dalam genggamannya. Nggak usah panik gitu. “I. “Oke. “Oom Marco. “Eh. “Karena kita masih harus putar-putar dulu di dalam tempat parkir gereja. “Kenapa sih?” Cecil sudah tampak senewen..” ujarnya sambil tersenyum lebar. “Hai. Tidak ada satu hal pun yang dapat menghilangkan senyum lebar di wajahnya. Semua pasti beres.. Mau tidak mau dia tersenyum juga melihat reaksi Jason.” Jason menepuk-nepuk saku kanannya..” Alo memanggil sopir yang keluar sebentar.... lalu menghilang ke dalam gereja. “Haah? Memangnya ada aturan seperti itu?” tanya Cecil dan Alo.. “Akan saya jaga dengan baik.” Kesya kehabisan ide untuk berbohong.. nanti dulu. itu. Oom Alo. “Ayo!” Perkataan Cecil menyadarkan mereka. Another good point from Marco. Tante Kesya. Cil.Marco mengangguk. Ada di sini. Tampaknya hari ini Alo sedang mengalami euforia. “kita putar-putar dulu sebentar.” “Cil. “Mobil pengantin tidak boleh berjalan mundur. Nyawa saya taruhannya!” ujarnya serius. “Hai.. Kaca jendela diketuk dan kepala bulat Jason tampak menempel di kaca jendela. Tante Cecil. Mereka berdua kembali ke mobil. “Tenang aja. Diam-diam Kesya mengembuskan napas lega.. Tuk tuk tuk. catat Kesya dalam hati.” Thanks. “Kamu harus menjalankan tugas kamu dengan sebaik-baiknya. Marco! Tampaknya Alo dan Cecil memercayai kata-katanya. “Terus. “Oke kalau begitu. Mana cincinnya?” “Beres.” jawab Marco. Kesya tersenyum. iya. Cil..” katanya sambil menepuk-nepuk saku kirinya. Nanti ya setelah acara selesai. Oom Marco!” sapa Jason riang. Jason mengacungkan jempolnya.” Marco mengingatkan..” “Bener? Nggak ada masalah apa pun?” Kesya menggeleng.. “Udah beres semuanya..” Marco tersenyum.” sapanya ceria. Jason.. Kesya merasa lega. aku bawa yoyoku. tetap tersenyum.” cegah Kesya. Pak.. .

. dan setelah selesai berbicara melalui ponselnya. Masterpiece-nya! Dalam hati Kesya berdoa. Tangan Kesya yang menggelayut di lengannya telah mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya lelaki di hati Kesya. Dan semua menyambutnya dengan penuh sukacita! Sesampainya di rumah.” sapa Jansen yang telah siap dengan kameranya. dia tersenyum lebar dan berkata dengan mantap. make-up artist sudah siap untuk me-retouch make-up Cecil dan Kesya. “Hai. Ponsel Marco berbunyi.. Dan. Jansen tersenyum lemah melihat tangan Kesya bergantung santai di lengan Marco. doanya terkabul! Jason melakukan tugasnya dengan sangat baik. hhaaii. Marco langsung mengacungkan jempol sambil tersenyum lebar. Jansen. Marco tersenyum santai menanggapi candaan Cecil. mereka pulang. semoga cincin itu dapat sampai dengan selamat di jari Alo dan Cecil. Saat itu Kesya juga ikut merasa tercekat.. Bulu . Saat acara pemasangan cincin. Diam-diam... Tidak ada yang perlu diragukan lagi. memberikan kekuatan kepada Cecil untuk menyelesaikan janji pernikahannya. “Ha.” Marco-Kesya serta Cecil-Alo berdiri dan bersiap di pintu masuk gereja. Juga bolak-balik membetulkan letak ekor gaun Cecil agar terlihat megar dan indah saat difoto. “Thanks banget ya. Di mobil.. Marco juga menggenggam tangan Kesya.Mobil pengantin kemudian berputar-putar beberapa saat. I owe you a lot! Tapi jangan cuma Kesya yang kamu foto ya.. Ada juga insiden kecil saat Cecil tercekat—karena rasa haru—sehingga kesulitan menyelesaikan kalimat janji pernikahannya.” balas Kesya. “Kita bisa masuk gereja sekarang. Benar! Sejak Jansen bukan siapa-siapa Kesya lagi. Dengan bangga anak itu tersenyum ke arah Marco dan Kesya. Kesya menawarkan air mineral pada Cecil. Alo dan Cecil memang berkeringat hebat sekali karena ruangan gereja tidak ber-AC.. seperti ada biji durian yang tersangkut di tenggorokannya. Cecil menyambut kedua make-up artist itu dengan penuh gembira. “Jansen!” sapa Cecil ceria. Acara pemberkatan pernikahan berjalan cukup lancar. Kesya tetap deg-degan ketika melihat Jason maju sambil membawa kotak cincin. Kesya. Dia sampai sulit bernapas. Untung Alo menggenggam tangan Cecil. Ikut terharu kalau ada orang lain yang merasa terharu. Kesya membalas genggamannya sambil tersenyum kecil ke arah Marco. Kesya memang begitu. Cecil lebih ramah terhadapnya. kamu mau ngurusin foto liputanku. Kesya bolak-balik memberikan tisu dan kipas kepada Alo-Cecil. Setelah acara pencatatan sipil selesai.” Bayangkan! Bahkan Cecil menggodanya! Rona merah perlahan menjalar ke seluruh wajah Jansen.

. sebelum Kesya makan. “You’re the queen for tonight. Gaun pengantin yang indah. Kamu nggak boleh kelaparan. Dia berterima kasih sekali saat Kesya menawarkan deodoran itu. Entah mengapa.. . Hhmmm. “Aduh. Kesh!” puji Cecil tulus... aku mau pipis.” Marco tersenyum dan mengelus sayang rambut Kesya. aku bantuin. Wajahnya tampak khawatir. Wajahnya lunglai. Yah. aku harus segera ganti baju.... gawat!” bisik Cecil.. “You look gorgeous. merasa “kenyang” dengan kata-kata perhatian dan tatapan berlumuran cinta dari Marco. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin untuk acara sorenya.” bisik Cecil.” Dengan sigap Kesya mengangkat ekor gaun Cecil. Dia sendiri hanya bisa makan beberapa suap. rusak? “Ya udah. “Masih banyak yang harus kamu kerjakan. Mungkin perasaan bahagia itu yang membuat Cecil jadi tampak lebih cantik.. “Udah beres. Ingat peraturan penting sebagai bridesmaid: tidak boleh tampil lebih cantik daripada si pengantin perempuan.. Cil?” tanya Kesya.. Kesya menghampiri Cecil untuk memeriksa keadaannya. dia baru saja mengajarkan beberapa trik yoyo kepada Jason.” Kesya membereskan nasi kotaknya. “Lagi pula.”> Kesya tersenyum. Cantik! Memesona! Menawan! Mungkin karena kebahagiaan yang dia rasakan pada malam ini meluap dari tubuhnya.. Repot banget harus pipis sambil mengenakan baju pengantin yang megar begini.mata palsu yang dipasangan si make-up artist terlepas dan itu membuat mata Cecil perih luar biasa! Kesya membawakan nasi kotak untuk Cecil dan Alo. Cocok sekali untuk seorang drama queen seperti Cecil.. Oh my God! Siapa yang tidak merasa kenyang mendengar kalimat seperti itu? Selesai berganti gaun. Tapi.. “Aku. apakah nanti ketika dia menjadi si pengantin wanita. dia kan memang tidak sempat mandi lagi..” balas Kesya merendah. nggak bisa makan lagi. “Nanti. Dia sudah memakai deodoran yang dibawakan Kesya. Cecil mengangguk. tapi juga ingin tetap wangi sepanjang hari. dia juga jadi tegang sekali.. Senyum lebar masih tersungging di wajah Cecil. ketika kita menikah.. “Kenapa?” Kesya jadi ikutan berbisik. Bagaimana kalau bajunya kena air atau kotor? Atau lebih parah lagi. “Kok nggak makan lagi?” tanya Marco. Cecil memang tampak seperti ratu. kamu nggak boleh nervous ya.. “Aku nervous. dia juga akan tampak cantik memesona seperti Cecil? Kesya tersenyum kecil memikirkan hal itu. si make-up artist sudah memberitahunya agar segera mengganti baju dengan gaun bridesmaid bustier pink-nya.” Tadi. Kesya jadi berpikir.

ya..” Tak urung Kesya tersenyum juga melihat reaksi Cecil. . Kesya langsung lupa untuk menarik napas. malam ini gedung ini terlihat berbeda. ruangan itu telah bertransformasi menjadi ruangan paling indah yang pernah Kesya lihat. Tatapannya? Berlumuran cinta. meninggalkan Kesya dan Marco. Seperti tadi. “Ya. kita harus berangkat sekarang!” kata Cecil. meledek Marco.. Cecil menjulurkan lidah.. Sayang. nanti kan kita harus menunggu di ruang tunggu pengantin. Malam itu... ya. Nuansa bunga pastel bertebaran di sekitar ruangan. Marco berdiri dan mengambil jasnya.. Kamu tolong masuk ke ruang pestanya dulu... “Nanti aku temani deh. “You are the best bridesmaid in this world!” pekiknya girang luar biasa.” ujarnya. please make sure that everything is okay. Alo berdiri dan mencium pipi Cecil sekilas. *** Gedung tempat resepsi pernikahan didekorasi sangat megah. Tapi. Jam empat kurang. Lebih spesial. “Yuk. “Bisa bantu aku memakai jas?” Kesya mengangguk dan membantu Marco.. “Wooi! Sabar dulu! Kalian masih harus tersenyum dan menyalami semua orang di acara resepsi nanti!” godanya.” panggil Kesya. Dirangkai dengan cantik dan penuh gaya. “Ayo.. Lalu dia membiarkan Marco menggandengnya dan mereka keluar menuju mobil pengantin. si decoration artist.. Harum bunga segera memenuhi seluruh jiwa Kesya. Marco berdiri dari duduknya. Cecil dan Alo langsung masuk ke ruang tunggu sementara Kesya dan Marco masuk ke ruang resepsi. Lebih indah! “Kesh. sopir sudah bersiap untuk mengantarkan mereka ke tempat resepsi. Kesya sudah pernah datang ke gedung ini.. Sejak tadi dia menemani Alo yang tidak berhenti tersenyum dan membalas semua ucapan selamat dengan senyum yang lebih lebar lagi.. Apa saja akan dilakukannya untuk si pengantin wanita! Marco tersenyum. Ruangan itu bukan lagi ruangan biasa-biasa saja yang pernah Kesya lihat.Cecil mencium pipi Kesya. Sayang. ya. Cecil menatapnya sambil tersenyum. Marco tersenyum melihat kelakuan Cecil dan Alo. Kemudian dia menggandeng tangan Alo keluar. ketika harus menemani Cecil dan Alo berdiskusi dengan Pak James. Ketika masuk.. Membuat mata yang memandang terasa teduh dan damai. Lebih istimewa. Kesya menarik napas dalam-dalam.” Kesya mengangguk.

.” Kesya menjabat tangan si jenius ini dengan erat. “Bagus sekali. Dia menunduk dan terpana melihat taburan kelopak mawar putih menjadi pengganti karpet merah.” panggil si pembawa acara... Pak James. Itu belum seberapa! Kilau kristal Swarovski membuat ruangan itu tampak elegan. kamu pakai korsase ya. Kesya tersipu dengan pernyataan Pak James. Ingin minta izin untuk tidak mengenakan korsase itu. Pak James.” ujarnya sambil melirik Marco. Sungguh perpaduan yang unik.. tapi.” Dia menyerahkan sebuah korsase besar kepada Kesya. Sementara Alo hanya menanggapi foto-foto itu dengan senyum yang lebih lebar lagi. Seakan kristal-kristal kemilau itu memaksa semua mata yang hadir untuk memperhatikan mereka. “Hai. “Bagaimana?” tanyanya. Kesya tahu baby’s breath adalah bunga yang sangat cantik. Cecil dan Alo juga pasti suka sekali. “Bagus banget!” Cecil hampir menangis.” puji Kesya.. Memuji-muji dan menyanjung-nyanjung mereka. Ada baby’s breath di sana! Dan kulit Kesya paling sensitif kalau bersentuhan dengan baby’s breath..Mengisi paru-parunya dengan wangi yang cantik dan menenangkan itu. “Sudah beres semua?” Kesya tersenyum. kulitnya tidak menyukai baby’s breath. dia juga memakai korsase baby’s breath dan kulitnya gatal-gatal selama dua hari! “Cil. Memang hari ini semuanya bertaburan cinta! Kembali ke ruang tunggu.” Kesya menghampiri Cecil. Untung ia ingat bahwa hal itu berisiko membuat bulu matanya terlepas lagi. “untuk acara malam ini.. Kseya sendiri juga sangat menyukai tampilan bunga putih kecil itu. Marco tersenyum. Dia menanggapi perkataan Pak James dengan merangkul Kesya denga mesra.” Ini dia orangnya. “Kalau nanti kalian menikah. “Kesya. . Ketika prom-nite. saya juga bersedia menangani dekorasi ruang resepsinya. Representasi nyata dari kepribadian Alo yang bersahaja dan Cecil si drama queen! Kesya melangkah dan merasakan pijakan lembut di bawah sepatunya. “Perfect!” Dia menunjukkan beberapa foto yang sempat dia ambil lewat ponselnya. saat Kesya baru lulus SMA. Kesya memandang korsase itu dengan ngeri. Cecil menyambut mereka dengan cemas.. Pak James tersenyum merendah. tempat biasa pengantin dan keluarga melangkah masuk. “Saya yakin. Marco juga ikut menjabat tangan Pak James dan memperkenalkan diri.” Kesya memandang sekeliling dengan perasaan kagum yang tidak dapat ditutup-tutupi. Amat sangat indah! Pak James memang jenius. Kesya. “Hai.

Kesya tersenyum dan mengangguk kecil.” Kesya sangat bersyukur. . “Thanks.” Cecil menarik tangan Kesya dan memakaikan korsase itu.” bisik Kesya lemah. Kesya tersenyum lemah kepada Marco. “Sudah siap?” bisik Marco menirukan si pembawa acara. Cecil langsung berdiri di sebelah Alo dan mendorong Kesya berdiri di sebelah Marco. Kita sudah harus siap-siap. Dia lalu melepaskan korsase itu dan. Kesya. Marco memperhatikan lingkaran merah yang mulai terpeta jelas di pergelangan tangan Kesya. Kulitku sensitif sama baby’s breath. “Sudah siap?” tanya pembawa acara. “Korsasenya. Kesya merasakan tangannya gatal-gatal. Cecil dan Alo mengangguk mantap. Sayang?” tanya Marco khawatir.“Ayo. memasang korsase itu dengan manis di baju Kesya. entah apa yang dia lakukan. Sepertinya Cecil lupa bahwa kulit Kesya alergi terhadap bunga cantik itu. “Kenapa. dear.

Membuat suasana jadi terasa sangat romantis. mengingat tanggal pernikahan mereka sempat diundur. Ruangan indah itu tampak lebih indah lagi bagi Kesya. Dan dia tersenyum menyadari betapa banyak yang dia ketahui dari pasangan Alo dan Cecil. lalu kembali fokus ke jalan di depannya.” Rasanya ada seseorang yang memanggil Kesya. Itu lagu kenangan Alo dan Cecil.. Dengan Marco di sampingnya. Mereka memang pasangan yang sangat serasi. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Kakinya sedikit terasa aneh saat menapaki karpet kelopak mawar putih. Dia tahu bagaimana lagu itu bisa menjadi lagu kenangan Alo da Cecil. tersenyum. Kesya memandang Marco. hidupnya terasa sudah penuh. dan melangkah mantap di belakang AloCecil. Sepertinya dia sedang berada di.. Pancaran aura cinta yang begitu kuat menyebar dari Alo dan Cecil. Pasangan yang saling melengkapi. theme song film Zorro mengalun lembut. Saat melangkah pelan. Ssstt. Ingat... Semuanya sudah dipenuhi oleh sosok Marco dan cintanya. Semua mata seakan terpusat pada dua insan yang tengah berbahagia.. Para tamu berdiri merapat. ini pernikahan Cecil dan dia hanya jadi bridesmaid... Menjadi bagian dari sejarah hubungan Alo dan Cecil.17 LAGU I Want to Spend My Lifetime Loving You. Kesya balas tersenyum. Banyak sekali tamu yang hadir! Padahal Cecil sudah takut tamu yang hadir hanya sedikit. “Ssstt.. Kesya berpaling dan mendapati DeeDee tengah mengacungkan dua jempol ke arahnya. Kesya mengalami sensasi menyenangkan yang luar biasa. Tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa di hatinya.. Kali ini dengan penerangan lampu redup. Kesya juga dapat merasakan pancaran aura yang kuat itu. Dia tahu lagu itu. Kesya tersenyum. Peraturan utama menjadi bridesmaid: .. ah. Dia turut bergembira bersama Alo dan Cecil. negeri dongeng. Sepertinya dia tidak sedang berada di dunia nyata.

Cecil?” Alo dan Cecil.. memperbaiki letak ekor gaun Cecil. Marco menawarkan lengannya dan Kesya menyambutnya sambil tersenyum. pasti tidak akan terlihat. “Terima kasih untuk teman-teman kami.. “Sekarang saatnya momen yang sudah ditunggu-tunggu. mengangguk dengan mantap. Cecil menutup mata dan merebahkan kepalanya ke bahu Alo.Jangan sampai para tamu lebih memperhatikan bridesmaid daripada pengantin perempuan! Iring-iringan Cecil dan Alo sudah menaiki pelaminan. “Sekarang. Tipis sekali. “WEDDING KISS!” Letupan confetti dan taburan gelembung sabun menyemarakkan acara wedding kiss Alo dan Cecil. Acara pemotongan kue pengantin. “Dan Marco Raphael Eagen. Hmmm. “Oke!” Mikrofon kembali diambil alih oleh MC. Dari barisan pemain musik mengalun lagu indah yang menyemarakkan suasana. Dia berdiri di sebelah Marco. Kesya tersenyum melihatnya. . lalu turun lagi. “We love you both! Thank you!” ujar Cecil sambil meniupkan ciuman ke arah Marco dan Kesya. hasil karya Marco. Marco tersenyum kecil melihat reaksi Kesya.. Kesya Artyadevi yang sudah dengan jail merekam adegan pertengkaran kami. “Wedding kiss-nya ditahan dulu ya. yang sudah membaut perjalanan cinta kami jadi terlihat indah dan menarik!” Alo mengacungkan ibu jarinya ke arah Marco. Mata Kesya terbelalak kaget saat melihat dirinya juga ikut ambil bagian dalam foto-foto itu. Alo? Siap. pemberian kue kepada kedua pasang orangtua pengantin. saling merangkul.” ujar MC lalu berbalik memandang layar besar yang entah sejak kapan sudah berada di sana. sehingga kalau tidak di-zoom.. memberikan potongan kue kepada Cecil dan Alo. Siap. dan tersenyum lebar satu sama lain. Agar semua orang dapat mendengarnya..” Alo mengedipkan sebelah matanya ke arah Kesya.. Saat Cecil dan Alo harus menyuapkan potongan kue kepada Tante Jessica. Saat pemutaran video yang merekam acara pertengkaran Alo dan Cecil. Agar semua orang juga ikut berbahagia. Kesya tersenyum lebar. tampak Tante Jessica hanya tersenyum tipis.. Kesya dan Marco. Kesya juga ikut naik. saya ajak hadirin sekalian untuk menyaksikan perjalanan cinta Alvaro Nikholai Andersen dan Cecilia Almira Saraswati!” Layar besar itu menampilkan foto-foto Alo dan Cecil. Inilah cinta sejati yang harus dirayakan dan disuarakan dengan lantang. saling memandang. Alo mengelus sayang wajah Cecil. dan saling suap antarpengantin berlangsung meriah. bergiliran.

Kesh?” tanya Marco sambil menyentuh lembut lengannya. “Aduh. “Kesh!” DeeDee menghampiri mereka setelah selesai menyalami Cecil dan Alo.. Alo tampak berusaha menarik perhatian Marco dan Kesya.” Kesya memberikan minuman kepada Cecil dan Alo saat barisan tamu yang memberikan ucapan selamat sudah berhenti...Semua orang..” Cecil tersenyum.. “Kamu cantik banget deh!” Kesya tersenyum. “Di sana berlumuran cinta.” Cecil minum lagi..” Alo melakukan senam wajah.” Marco tersenyum sambil mengecup kening Kesya. “Capek banget ya. “Thanks. Rupanya wajahnya juga terasa pegal karena tersenyum terus seharian.” Marco ikut tersenyum. “di sini juga lebih berlumuran cinta!” Dia mengerucutkan bibir. “Ini minumnya. wajahku juga udah pegel banget senyum dari tadi. Sepertinya Alo minta minum.. Memperhatikan Cecil dan Alo yang tidak henti-hetinya menerima ucapan selamat dari para tamu. Gadisnya ini benar-benar bridesmaid yang sangat bertanggung jawab. “Dia memang cantik sekali.. “Mau di sini terus. Kesya dan Marco mengangguk lalu beranjak mengambil minuman untuk Cecil dan Alo.. Sayang. Sayang.” Marco menyentuh pelan lengan Kesya. meletakkan hand bouquet-nya dengan rapi di kursi pelaminan. Dan. aku capek banget!” bisik Cecil di sela-sela minumnya. “Kesh.. “Stiletto ini bikin kakiku sakit banget!” “Kamu cantik banget pakai stiletto ini. Marco tertawa terbahak-bahak melihat gerakan senam wajah Alo. “Cintaku ke mana ya?” Lalu DeeDee beranjak pergi..” ekor matanya menunjuk ke arah pelaminan. “Takut kalau Cecil butuh sesuatu... Kesya mencatat dalam hati bahwa dia harus memberitahukan hal itu kepada Cecil.” puji Alo. Berdua dengan Marco. “Ayo. Kesya juga ikut memperhatikan Alo. DeeDee mengembuskan napas. Dia memang merasa sangat cantik dalam balutan bustier pink yang seksi dan riasan wajah yang elegan. “Rasanya aku pengin merokok deh! Marco. Sayang. Kesya tersadar bahwa dia harus membantu Cecil naik ke pelaminan.” panggil Marco.. Kesya terkesiap saat mendapati Tante Jessica tersenyum tulus! Oom Steven mengecup keningnya dan tangan Tante Jessica terangkat membelai lembut wajah Oom Steven. “Aduh.. mereka berdiri di samping pelaminan. kamu punya rokok?” . lalu turun lagi. Kesya membantu mengatur ekor baju Cecil. Mungkin rasa tidak suka itu memang sudah mencair. Diam-diam Kesya melirik ke arah Tante Jessica. Kesya mengangguk.

” Marco berbisik lembut lalu mencium pipi Kesya. Yang benar saja? Si pengantin wanita mau merokok? “Cecil..... Jadilah Marco dan Kesya dua orang “penjual bunga”..” bisik Marco. ada yang mau salaman lagi tuh. ya?” Marco tersenyum. Tadinya Kesya hanya ingin memakai sepatu tiga senti.Alo. “Fiiuh. Kesya sempat bertemu beberapa teman SMA-nya dan berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka. Beberapa gadis lajang teman Cecil. Kesya dan Marco turun dari pelaminan.” Dia melirik Kesya.. Marco duduk di sebelahnya dan memasukkan sebutir permen mint ke dalam mulutnya. “Sst. “Kesya Artyadevi. Kesya dan Marco kebagian tugas untuk membawakan bunga mawar yang rencananya akan dibagikan Cecil kepada gadis-gadis lajang.. Marco mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kesya.” “And who is that lucky girl?” Kesya memancing.” bisik Alo. Kesya hanya memberikan penjelasan singkat. kamu sekarang sudah tidak merokok lagi. Cecil dan Alo berbalik dan langsung berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu lagi.. “Just kidding.” Kesya duduk dan meregangkan kakinya yang pegal akibat sepatu high-heels tujuh sentinya. “Aku kan udah berhenti merokok. Sayang. Beberapa sempat menanyakan tentang prahara yang menyebabkan pernikahan Cecil dan Alo harus diundur.” Cecil tersenyum konyol.... “Bagi dong.. kamu jangan ngaco deh. dan Marco melotot. Napasnya yang beraroma mint menggelitik telinga Kesya. *** Mingle time! Pada saat ini. capek juga ya. Cecil yang memaksanya memakai sepatu itu. tapi Cecil melotot habishabisan lalu memilihkan sepatu tujuh senti ini.” ujar Marco. Aku mau jaga tubuhku baik-baik supaya bisa terus hidup sehat dan mendampingi gadis cantik itu. Cecil dan Alo tersenyum..” Dia mengelus lembut pipi Alo.. “Ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan kesehatanku.. “Aku perhatikan.. Tidak baik mengungkitungkit sesuatu yang buruk di hari yang baik ini. “Aku juga nggak bawa rokok kok... Kesya.. yang bukan teman Kesya..” Marco mengulurkan satu permen untuk Kesya. memperhatikan Marco dengan tatapan yang tidak disukai .. “Hehehe..

“Cil. Dia berusaha keras tidak menampilkan wajah kecewa atau cemberut. malah. “Kok dia bisa ada di sini? Bukannya dia seharusnya di penjara?” tanya Kesya bingung.. membuat marah Madame Daphne. Yah. Berbincang kepada hampir semua tamu yang hadir. Merasa menang. Ketika pernikahan Cecil terancam batal. Marco tersenyum lembut melihat wajah Kesya. orangtua Cecil dan Tante Jessica hanya bertegur sapa dengan sopan. “Aku yang menjamin dia keluar. ini kan pesta Cecil.. Kesya memperhatikan bahwa selama acara berlangsung. Finna menunduk ketika melihat rombongan Cecil-Alo-Kesya-Marco mendekatinya. supaya dia bisa menghadiri pestaku... Tiba-tiba mata Kesya menangkap sesosok wanita yang dikenalnya. Bahkan sampai menjaminnya keluar dari penjara! Kesya tersenyum. Rasanya Cecil The Drama Queen sudah berubah menjadi Cecil The Saint! Cecil beranjak mendekati Finna.. . Alo. bestman-nya sudah punya pacar. “Cil. hanya minum segelas air mineral.” Kesya hampir tidak percaya akan apa yang didengarnya.” Kesya menyentuh lengan Cecil. Tampaknya Finna tidak ingin kehadirannya diketahui. tidak makan. “Ada Finna. gimana juga dia kan masih keluargaku. mereka berdua sempat sangat sedih dan kesal kepada Tante Jessica. ya?” Kesya mendengar si teman Cecil yang tidak dikenalnya itu berbisik kepada Cecil. Terlalu sopan dan kaku.. tapi tampaknya Cecil belum ingin kembali duduk. Diam-diam. Cecil? So wise! Setelah apa yang dilakukan Finna terhadap persiapan pesta pernikahan Cecil—membuat bete Pak James. Jumlah bunga dalam keranjang bunganya mulai berkurang. Yah.” Cecil menoleh ke arah yang ditunjukkan Kesya. sampai hampir membuat Cecil dan Alo batal menikah—Cecil masih sangat mengharapkan kehadiran Finna. Semuanya tersenyum gembira menyambut kebersamaan Alo dan Cecil. Cecil mengangguk sambil tersenyum dan temannya tampak kecewa. Tante Renata dan Oom Balgi tampak berbincang dengan beberapa sahabat mereka. Khusus untuk malam ini saja. Kesya. Jangan sampai dia mengacaukan segalanya. Sementara itu. Kesya tersenyum senang. Tidak berbincang dengan siapa pun. Kedua orangtua Cecil juga sangat menikmati acara. Kesya sudah mulai capek. Dia merangkul pinggang Kesya lalu menyelipkan kartu nama yang baru didapatnya ke tangan Kesya. Bahkan ada yang dengan sengaja menyelipkan kartu namanya ke dalam genggaman tangan Marco! Kesya kesal sekali. dan Marco mengikutinya. Dia berdiri di pojok yang agak gelap.Kesya. Cecil dan Alo masih beredar. Penampilannya kusut dan terlihat lelah. Kesya memperhatikan tamu-tamu yang hadir. Cecil tersenyum.

” bisiknya tulus.. “Capek. Mata Kesya terpaku pada bibir Marco.” Cecil minum lagi lalu tersenyum manis kepada Alo.. atas inisiatif sendiri.. kembali memeluk Finna. Ini kan love song dari film The Lion King! Kesya menyambut uluran tangan Marco. Lagu Can You Feel The Love Tonight mengalun lembut. Mereka bergerak dengan harmonis.” Cecil memeluknya erat. “atas apa yang telah aku perbuat. Menyuarakan kalimat cinta yang bergaung dengan megah. Napasnya tertahan saat melihat Marco mengatupkan bibirnya kuat-kuat. “Sedikit.. Kesya mencari asal kilau flash dan melihat Jansen sedang tersenyum gugup memandang mereka. Cecil mengembuskan napas.. Jeppreetttt! Kilau flash menyadarkan mereka berdua. Dia mengambil setangkai mawar dan memberikannya kepada Finna. Mereka juga minum banyak sekali. Membentuk senyum seksi yang sangat disukai Kesya. Kesya membalas tatapan Marco.. Kesya belum pernah berdansa dengan Marco... Setelah satu lagu selesai..” ujarnya terbata. mengambilkan minuman untuk kedua mempelai. tapi kemudian membalas pelukan Cecil. *** Cecil dan Alo kembali ke pelaminan. Wajahnya tampak kelelahan. Sudut bibirnya terangkat sedikit. Sayang?” Alo mengelus lengan Cecil. .” bisiknya. “Habis ini giliran kalian ya. “Sekarang acara first dance dari kedua mempelai. “Terima kasih sudah mau datang. princess?” tanyanya sopan. Tampak berusaha keras menahan diri untuk tidak mencium Kesya..“Finna!” Cecil menyapanya sambil tersenyum. “Semoga kamu juga cepat menemukan true love-mu.. Seolah mereka memang telah ditakdirkan untuk berpasangan.. hanya mata mereka yang berbicara satu sama lain... “Shall we dance. “Kalian benar-benar pasangan serasi. Mereka tidak berbicara. Marco mengulurkan tangan kepada Kesya. Cecil tersenyum. Senyum yang tulus. Hope both of you will be happily ever after. Finna tampak salah tingkah. Dia menyambut uluran tangan Alo dan melangkah turun ke lantai dansa.” MC mengumumkan. Benar-benar true love... Marco dan Kesya. Kesya tersenyum.” Air mata tergenang di pelupuknya saat dia bergantian menatap Alo dan Cecil.” bisiknya pada Marco dan Kesya.. “I’m really sorry. Marco menatap Kesya denagn lembut. tapi semuanya tampak sangat alami bagi mereka berdua.

. Max!” sapa Kesya. sekaligus mantan pacar DeeDee. Tanpa sengaja bahu Cecil membentur bahu Tante Jessica. tidak jauh dari gedung pesta. “Ssst.” Oom Steven tersenyum lembut kepada Tante Jessica dan mereka berdua berputar-putar lagi... “coba lihat itu. . “Masih ingat sama Max?” tanya DeeDee. Tampak Tante Jessica dan Oom Steven berdansa di dekat Cecil dan Alo. Laki-laki yang dipanggil Max tersenyum ceria kepada Kesya dan Marco. Kesya senang dapat ambil bagian dalam pernikahan ini. yang juga melihat respons Tante Jessica. Cecil berpaling dan terkesiap melihat Tante Jessica.. Cecil tersenyum lebar dalam dekapan Alo. Dia masih memperhatikan Jansen. Kesya dan Marco berputar-putar keluar dari ruangan pesta. “Sayang... Seorang gadis manis tampak membantu lelaki itu mengambilkan kamera yang terjatuh.. Segala perseteruan dapat diatasi dengan cinta. Kesya juga ikut tersenyum.” Kesya menoleh dan mendapati DeeDee tengah berdansa dengan seorang lakilaki. Dia lebih terkesiap lagi saat melihat Tante Jessica tersenyum tulus kepadanya. Semuanya berakhir dengan indah. tersenyum lega satu sama lain.. Semoga gadis manis itu true love-nya Jansen. Kesya dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka. Senyum tersungging di bibirnya... Kesya tersenyum kecil..” Kesya juga tergelak. DeeDee tersenyum lebar. Melihat kedekatan yang mereka tunjukkan saat ini. Max itu adik kelasnya juga. dan perlahan-lahan berputar menjauh dari Kesya dan Marco.” panggil Marco. Tanpa terasa. “Mama nggak sengaja. Alis Kesya terangkat.. sepertinya keduanya sudah pacaran lagi. “Hai.” ujar Tante Jessica dengan ringan. “Sori ya.” Kesya melihat ke arah yang ditunjuk Marco. Jansen membalas senyumnya dan. kameranya tergelincir jatuh dari tangannya! Marco tergelak. “Dia tidak akan pernah terbiasa dengan kehadiran kamu ya. Musik yang mengalun terdengar samar-samar.Kesya melambai dan tersenyum ke arah Jansen. Cil. Segala kerepotan yang harus dialaminya menjelang persiapan pernikahan Alo dan Cecil terbayar lunas melihat kebahagiaan yang terpancar pada malam ini. Tante Renata dan Oom Balgi.. Marco mengajaknya ke sebuah taman.. Semua kelelahan dalam membantu Alo dan Cecil dalam mempersiapkan hari indah ini juga terbayar lunas akan kehadiran Marco di sisinya.

sedangkan Ibu Lidya memakai nama Jawa. I promise to always be at your side.. Kesya berpaling. Tangannya bertaut dengan tangan Marco..” Marco tersenyum lembut.. Susah lihat bintang di sini. “Lho... Pyaarr! Langit malam jadi terang benderang.. dear. dan di hadapannya berdiri Ibu Lidya Sostronegoro.... “Kesya. Now and then..” tanyanya heran. “jadi. Lampu taman berwarna kuning keemasan mencerahkan suasana taman malam itu. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Kesya. Itu gelang berhiaskan motif butiran salju yang disukainya! Gelang yang tidak berhasil dibelinya saat lelang dulu! “Gelang ini.. Mata Kesya membulat. “Hai. Meet my mom. Diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api. Langit Jakarta! keluhnya. Sambil tersu berdansa..” ujar Marco kepada Ibu Lidya Sostronegoro. “Dan gelang ini?” Kesya mengangkat tangannya.... Kesya merasa ada sesuatu yang terpasang di tangannya.” bisik Marco.” jelas Marco. Dia mengangkat tangannya dan terkesiap. Kesya hanya bisa melongo heran. Matanya menangkap kilau indah dari gelang yang dikenakannya. “Kesya. “kamu dapat dari mana?” “Halo. Perancang perhiasan favorit Mama. Kesya tersenyum. “will you marry me?” . “Kesya Artyadevi.. Sayang. Kesya menengadah dan sedikit kecewa karena tidak menemukan bintang di sana. Tapi tiba-tiba. Kesya tak menyangka.” Sebuah suara mengejutkannya. pacarku. “I love you so much.Kesya mengernyit. “Jadi. Dia berhenti berdansa dan menengadah menikmati keindahan langit...... Lidya Sostronegoro.” ujar Marco sambil perlahan-lahan berlutut. “Jadi punya kamu...” Kesya masih terkejut... “Lihat ke atas deh.” Dada Kesya meletup-letup bahagia.. terdapat beberapa musisi yang sedang memainkan musik klasik yang indah. Kesya. “Ma. ini Kesya. Soalnya nama belakang Marco kan Eagan.” Mata Marco menatapnya lembut. “Mama memakai nama gadisnya. Ma..” sapa Marco. Terkejut. dia memperhatikan keadaan taman di sekelilingnya.” ujar Marco sambil tersenyum. kok kita sudah di sini?” tanyanya bingung. She is also your biggest fans. film kesukaannya. Ketika terhanyut oleh alunan masuik. Samar-samar Kesya mengenali lagu tersebut berasal dari film A Midsummer’s Night Dream. Ibu Lidya Sostronegoro itu mama kamu?” Marco mengangguk. Sayang.. Dari sebuah gazebo.

Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum lebar menyaksikan kebahagiaan Kesya dan Marco.Kesya menatap Marco.” bisik Marco. “Nanti saja kita beritahu Alo dan Cecil. Mata DeeDee membulat. . Kesya memperhatikan Alo dan Cecil yang masih tersenyum bahagia.. Setengah berlari. “I’m happy for you.. “Marco baru aja melamarku!” bisiknya sambil tersenyum lebar. “Dee. Marco berdiri dan memeluk Kesya dengan erat. Kesya mengangguk.. sepertinya mereka sudah pulang duluan. “Dee!” panggilnya saat sudah berhasil menemukan gadis itu. Kesya menghampirinya. Marco memang yang terbaik untuk kamu. Pyaarrr! Langit malam kembali diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api. Tamu-tamu mulai beranjak pulang. “I’m getting married!” DeeDee tersenyum lebar dan memeluk Kesya erat. dia harus memberitahu seseorang tentang lamaran Marco. *** Ruangan pesta mulai lengang. Biar malam ini jadi milik Alo dan Cecil sepenuhnya. Mata Kesya mencari-cari sosok DeeDee.. Papa dan Mama? Hmm. Senyum lebar menghiasi wajahnya dan dia mengangguk perlahan. will you be my bridesmaid?” pintanya. Tapi.” Kesya mengangguk. Besar sekali.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->