The Bridesmaid’s Story

IRENA TJIUNATA

Ucapan Terima Kasih

Hai!!! Ketemu lagi di novel saya yang kedua ini. Senang sekali akhirnya novel ini bisa terbit.  Saya mulai menulis novel ini tahun 2006. Rencananya, The Bridesmaid’s Story adalah sebuah kisah yang dapat mengenang kerepotan yang terjadi menjelang pesta pernikahan saya pada tahun itu. Akan tetapi, karena saat itu saya sedang sibuk menyelesaikan kuliah S2, ribet mengurus suami dan anak yang ketika itu masih bayi, jadilah penyelesaiannya tertunda sampai tahun 2009 kemarin. Bab-bab terakhir novel ini juga saya selesaikan di rumah sakit sambil menjaga anak saya yang sedang diopname. Pokoknya, novel ini benar-benar penuh kenangan! Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai saya dalam setiap proses penulisan. Terima kasih atas bakat yang Kaulimpahkan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya, terutama kepada:  Mama tercinta Sialy Maria (yang telah banyak membantu dalam merawat dan mengasuh Oscar, terutama saat saya sedang sibuk berat)  Suami tersayang Ronal Octavianus (yang telah memberikan pernikahan terindah untuk saya)  Anak terganteng Oscar Asairo Hogan (yang telah mencerahkan hari-hari saya dengan senyum gantengnya). Mereka adalah pusat semesta saya, pusat eksistensi saya, dan pusat seluruh hidup saya. Love you all so much! Terima kasih juga buat editor saya Mbak Vera yang sangat sabar menghadapi saya. Mungkin saya penulis paling cerewet yang pernah ditemui Mbak Vera ya. Hehehe... Thanks ya, Mbak! Terima kasih juga buat Mbak Maryna, yang sudah menggambar ilustrasi cover novel ini. Akhirnya, kesampaian juga cita-cita saya punya novel yang covernya digambar Mbak Maryna. Thanks ya, Mbak Ryna!

Tak terlupa, terima kasih banyak buat GPU yang telah menerbitkan novel kedua ini. Setelah ini, tolong terbitkan novel ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, ke..., ke..., ke... berikutnya ya!  Juga, terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca novel saya ini. Saya sangat bersyukur akan apresiasi dari kalian, baik yang nitip salam untuk tokoh-tokoh novel saya, yang memberikan pujian, yang memberikan komentar, bahkan yang mengkritik. Terima kasih semuanya! Saya akan selalu berusaha memberikan hanya yang terbaik bagi kalian. Janji!

Irena

“Kesh.” “Oke! Tapi nggak pake lama. Lima menit lagi aku akan jemput kamu!” “Iya. Dia sendiri masih ingin meringkuk di dalam selimutnya. “Kesya. tidak memedulikan protes Kesya. masih dengan suara serak. Cil. Dia berjlana ke kamar mandi yang juga terletak di dalam kamarnya. dia duduk di depan meja rias.. sahabat Kesya sejak TK. belum sadar sepenuhnya.. Kesya menghela napas. Kesya sudah menjadi sahabat Cecil sejak mereka sama-sama duduk di bangku TK. Pasti si Cecil lagi... . Setelah semuanya selesai. tapi aku mandi dulu ya. Kesya menghela napas.! “Haahh?!” Kesya Artyadevi. lalu melepas baju tidur.... Krriingg. ketika mereka sama-sama telah menginjak usia 26 tahun. Heran juga sama gadis yang satu ini.. Dia baru tidur jam dua pagi karena harus menyelesaikan pesanan perhiasan dari seorang pelanggan. Jiwanya masih sibuk berkelana di dunia mimpi. Tumben Cecil semangat amat. Dia bangun dari ranjang.1 KRRIING. ini Cecil! Kamu udah bangun belum?!” Tentu saya Kesya sudah bangun. Aku udah bangun. Kriingg. Bersiap untuk mempercantik wajahnya.” Kesya meletakkan teleponnya. diteriaki dengan suara kencang seperti itu. “Iya iya. Ngapain sih pagi-pagi begini telepon? Aku masih capek nih!” protes Kesya. temani aku sarapan ya! Sekalian ada pengumuman penting yang mau aku kasih tau!” Cecilia Almira Saraswati. pemilik suara serak tadi. Kesya jadi sadar seratus persen dari tidur panjangnya. menggeliat sebentar. tapi sampai sekarang. “Iya. Memangnya siapa yang mengangkat telepon kalau bukan Kesya? Lagi pula. Dahi Kesya mengernyit bingung. sifat nggak sabaran Cecil bukannya sembuh malah betah bermukim di pribadi gadis itu.

Kesya mengangkat telepon dan langsung menyambar, “Iya, Cil. Aku udah siapsiap kok...” “Ehm, hhaa... llooo... Kesya...” Jantung Kesya berdetak dua kali lebih cepat daripada sebelumnya saat ia mendengar suara yang sama sekali berbeda dengan suara Cecil yang meledak-ledak. Suara ini terdengar gugup, suara gugup yang disukai Kesya. “Ehm... Jansen... tumben telepon pagi-pagi. Ada apa?” “Oohh... ehm... nggak apa-apa sih. Cuma... cuma pengin denger suara kamu...,” sahut laki-laki gugup yang dipanggil Jansen itu. Walau cuma begitu, Kesya sudah senang banget. “Kamu... kamu lagi ngapain?” Jansen bertanya. “Lagi siap-siap. Cecil minta ditemenin sarapan.” “Ooh gitu...” Kesya terdiam. Kehabisan bahan pembicaraan. “Oh ya... foto kamu sudah jadi. Kapan kamu mau ambil?” Kesya tersenyum. Jansen seorang fotografer. Fotografer pribadi Kesya, tepatnya. Hehehe... Entah mengapa, kalau Jansen yang mengabadikan gambar Kesya, pasti jadinya akan bagus sekali. “Oh... yang waktu itu ya? Gimana? Bagus?” “Ya... ya pasti bagus lah. Kamu... Kamu kan ayu...” Suara Jansen terdengar berdeguk. Seperti suara seorang yang sedang menelan ludah. Kesya tersenyum kecil. Diam-diam menikmati kegugupan Jansen. “Oke deh. Nanti kalau keburu, pulang dari ketemu Cecil aku ambil deh.” “Oke kalau... kalau begitu. Udahan dulu deh... Sampai... sampai nanti ya...” Ting tong... Masih sambil tersenyum kecil, Kesya membuka pintu. “Morning, Kesya...” Cecil langsung memeluk Kesya dengan hangat. Kesya tersenyum lebih lebar lagi. Cecil selalu begitu. “Kamu sudah siap, kan?” tukas Cecil, tanpa memperhatikan senyum Kesya yang masih lebar banget. Tampaknya Cecil benar-benar punya pengumuman penting pagi ini. Kesya mengangguk. Dia mengambil tasnya kemudian keluar mengikuti Cecil. Jalanan Minggu pagi masih lenggang. Sudah jelas! Siapa sih yang mau bangun pagi-pagi di hari Minggu? Setelah satu minggu bekerja gila-gilaan, hari Minggu adalah hari “balas dendam” untuk tidur sampai puas! Kesya duduk di samping Cecil. Sebenarnya dia masih ngantuk banget. Kemarin malam dia terpaksa menyelesaikan rancangan kalung dari seorang anak konglomerat. Pesanan itu bisa dibilang dadakan juga, tapi bayarannya lumayan. Makanya Kesya mati-matian menyelesaikan rancangan kalung itu sampai larut malam. Mereka sarapan di kafe dekat apartemen Kesya. Seporsi nasi goreng dan secangkir kopi latté cukup menyegarkan mata Kesya. Cecil hanya memesan

semangkuk bubur ayam. Kesya melirik mangkuk bubur ayam Cecil, lalu matanya beralih ke tubuh langsing Cecil. Kesya menggeleng, dirinya tidak mungkin akan kenyang kalau cuma makan bubur ayam seperti itu. “So? Pengumuman penting apa? Kamu dapat promosi di kantor? Kamu menang undian satu miliar? Kamu dapat hadiah undian jalan-jalan keliling dunia? Atau malah jalan-jalan keliling Planet Mars?” tanya Kesya sambil menyuap nasi gorengnya. Rambutnya terlepas dari selipan telinganya. Jatuh terjuntai lemas menutupi pipinya. Kesya kembali menyelipkan rambutnya ke balik telinga. Cecil tersenyum. Tangannya juga ikut terangkat dan menyibak rambut keritingnya. Mata Kesya menyipit. Apa itu di jari manis Cecil? Cincin? Cincin berlian?! Kesya melotot. Napasnya tertahan, matanya berbinar-binar, menangkap kebahagiaan di wajah Cecil. “Cecil...” Cecil mengangguk penuh semangat. Tawanya lebar sekali. Kesya sampai silau melihat cerahnya senyum itu. “Iya! Aku dilamar Arlo kemarin!!!” ujarnya penuh semangat. Mata Kesya berkedip-kedip haru. Akhirnya! Akhirnya!!! Setelah sepuluh tahun pacaran. Setelah sepuluh tahun yang penuh badai topan (mengingat Cecil adalah drama queen yang sangat emosional). Setelah sepuluh tahun putus-sambung. Akhirnya mereka akan menikah juga! “Selamat!” Kesya merangkul Cecil. “Aku senang sekali! Gimana ceritanya?” Cecil masih tersenyum lebar. “Aku udah cerita kan, kemarin kami ikut tur keliling kota tua...” Kesya mengangguk. Hari Sabtu kemarin, Alvaro Nicholai Andersen, biasa dipanggil Alo—yang karena kesibukannya mengurusi perusahaan keluarga di Singapura lebih banyak berada di negeri Singa itu—pulang ke Jakarta dan mengajak Cecil tur keliling kota tua Jakarta. “Waktu lagi liat-liat di dalam museum, Alo bilang dia mau ke toilet. Lalu, tibatiba, aku dengar ada yang manggil-manggil namaku dari pengeras suara. Ternyata itu Alo. Dia pake megaphone punya si tour guide. Aku kaget banget. Dia bilang, „Cecil, will you marry me?‟ Kemudian, dia berlutut di hadapanku dan membuka kotak cincin ini.” Cecil memperlihatkan sebentuk cincin berlian yang indah sekali. Sebagai seorang perancang perhiasan, Kesya tahu benar kualitas cincin itu. Buatannya benar-benar halus dan sempurna. Alo benar-benar tahu cara mengambil hati Cecil. Apalagi acara lamarannya yang menarik perhatian banyak orang seperti itu. Seorang drama queen seperti Cecil pasti akan sangat senang mendapat perlakuan seperti itu. “Jelas aku nggak bisa nolak. Aku juga nggak bisa bilang apa-apa. Aku speechless saking kagetnya. Aku cuma bisa ngangguk. Terus Alo memasang cincin ini dan

mengangkat tangan aku, terus... dia cium aku...” Cecil melanjutkan ceritanya sambil tersipu-sipu. Tangannya kembali terangkat, menyentuh rambut keritingnya, sekaligus memperlihatkan cincin pertunangannya. Kesya tertawa. Walaupun tersipu malu begitu, dia tahu banget Cecil pasti sangat menikmati perhatian orang-orang. “Semua orang ngeliatin kami begitu. Semua orang tepuk tangan dan kasih selamat ke kami. Aku senang sekali...” Kesya tersenyum. Dia ikut bahagia melihat binar di wajah Cecil. Sahabatnya ini benar-benar sedang bersinar bahagia. Kesya dapat merasakan aura kebahagiaan yang terpancar kuat dari seluruh pori-pori tubuh Cecil. “Lalu, kapan big day-nya?” “April tahun depan!” desah Cecil bahagia. Kesya menghitung dalam hati. Sekarang bulan Oktober, berarti hanya tersisa enam bulan. “Udah mulai ngurusin segala pernak-perniknya? Katanya repot banget tuh...” Kesya mengutip artikel-artikel yang pernah dia baca di majalah pernikahan. Menurut artikel itu, setidaknya satu tahun sebelum hari pernikahan, semua persiapan harus sudah mulai dilakukan. Mulai dari pemesanan gedung, gaun, gereja, katering, ini, itu... banyak banget deh! Cecil menggeleng. “Belum lah. Baru juga dilamar. Makanya aku butuh bantuan kamu...” Alis Kesya terangkat. Dia menangkap maksud tertentu dalam nada suara Cecil. “Aku mau kamu jadi bridesmaid-ku,” ujar Cecil sambil menggenggam tangan Kesya. “Kamu sudah jadi temanku sejak kita masih TK, masih sama-sama ingusan, dan masih sama-sama suka nangis kalau ditinggal mama-mama kita. Selama ini, kamu sahabatku yang terbaik. Kamu yang paling ngerti aku. Kamu juga yang paling tahu perjalanan pacaranku sama Alo. Kamu yang paling pantas jadi bridesmaid-ku. Mau ya, Kesh...” Kesya menghela napas. Mendengar pernyataan Cecil seperti itu, ditambah tatapan memohon dan mata yang bersinar sayu, siapa yang bisa menolaknya? Lagi pula, dia memang akan dengan senang hati ikut ambil bagian dalam hari besar sahabatnya. Tanpa diminta menjadi bridesmaid pun, dia pasti akan membantu Cecil. Kesya mengangguk dan tersenyum. Cecil tersenyum lebih lebar dan merangkul Kesya erat. *** Saat Kesya kembali ke apartemennya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Biasa deh, kalau sudah pergi dengan Cecil, Kesya pasti tidak bisa pulang cepat. Ada aja alasan Cecil untuk menahannya berlama-lama di jalan. Cecil juga

. Kesya mengambil amplop itu dari tangan Cecil. “Halo....” Kesya kembali berbicara dengan Jansen. “Eh.” “Kok. biasa deh Cecil. “Memang kamu mau ngapain ke rumahku?” “Aku. “Mau ngapain sih?” Kesya menggerakkan bibirnya tanpa suara sambil melotot sebal...” “Terus.. Kesh.. apa tuh?” Cecil memungut sebuah amplop cokelat besar dari lantai...” “Ha. udah. tentu tanpa suara. “Aku.. “Jansen..” Jansen terdiam. tapi kamu nggak pulang-pulang. tadi nggak kepikiran telepon kamu. aku tunggu-tunggu. Itu nada dering pribadi untuk Jansen. “Aku baru pulang nih sama Cecil. Jansen sama sekali bukan tipe pacar yang cocok untuk Kesya.. tapi.. tapi.. Wajahnya tampak tidak sabar. udah hampir dua jam. iya ya. sambil tersenyum jail.” “Dua jam? Selama itu?” Kesya terkejut. “Iya nih.” Suara gugup Jansen terdengar dari ujung sambungan.ikut...”Kenapa kamu nggak telepon aku aja?” “Oh.. Suara Jansen terdengar dengan jelas oleh Cecil. Kesya terpaksa memecah konsentrasinya antara menjawab pertanyaan Jansen dan menjawab pertanyaan Cecil.. Kalau udah keluar pasti lama. Cecil terkikik geli mendengar napas Jansen yang Senin-Kamis.. “Aku..” jawab Kesya juga tanpa suara. tampak kesulitan mengatur napas. Hehe. Belum sempat dia membukanya. “Siapa?” tanya Cecil tanpa suara.. Menurut Cecil.. tapi tadi aku lupa bawa.. Tadi pagi kan aku udah bilang foto kamu sudah jadi.. “Ka. aku mau nganterin foto kamu...” kata Cecil pada Kesya.” jawab Cecil tanpa suara. halo.. lagu Love of My Life mengalun lembut dari ponsel Kesya. Sahabatnya memang agak antipati dengan Jansen.. kok lama banget?” Cecil bergerak-gerak di hadapan Kesya.. Dia akan menginap di apartemen Kesya. aku tadi ke tempat kamu.” .. “Cecil!” bisik Kesya sambil melotot tajam ke arah Cecil.. aku tadi udah selipin di bawah pintu apartemen kamu... kamu lagi ada di mana?” “Nyalain speaker phone-nya.” Tawa Jansen terdengar serbasalah.. tahu apa sih dia? “Aku pengin denger dia ngomong apa. sekarang fotonya di mana?” “Aku. tapi... Rencananya mereka akan membicarakan konsep pernikahan Cecil yang tinggal enam bulan lagi. Masih ada satu lagi sih.. Cecil merebut ponsel Kesya dan menekan tombol speaker phone.

itu Cecil. Kesya yang ayu. Kelilipan apa kok masih ditanyain? Ya kelilipan kan biasanya kelilipan debu.. Kesya terdiam.. Mana pernah ada orang kelilipan yang lainlain? “Sekarang gajahnya udah keluar?” tanya Jansen. Saat itu ada pameran perhiasan emas di universitas tempat dia belajar dulu.Cecil masih terus cekikikan. come on. “Oh. Parah banget si Jansen ini! Masa dia percaya begitu saja omongan ngawur Cecil? “Nggaklah.. “Kesya yang ayu...” Jansen membeo. “Eh. “Lho. mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat. berusaha menyelamatkan Jansen. Memang Jansen agak unik. kan?” Kesya mengambar amplop cokelat yang masih berada dalam genggaman Cecil. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu.” dengusnya... Kesya mencubit paha Cecil.. Yang amplop cokelat..” “Kelilipan? Kelilipan apa?” “Kelilipan gajah!” sahut Cecil sebal. aku udah terima fotonya.” ujar Cecil saat melihat keruh di wajah Kesya. Cecil tetap cekikikan geli. Kesya pun menghadiri pergelaran itu. Kesya. Kesh. tapi pada tahun empat puluhan!” Cecil tertawa lagi.” ujar Jansen dengan lembut. kok kamu masih betah aja sama dia?” Cecil mengernyit geli.. that’s so sweet.. meledaklah tawa Cecil.. oke deh.. sama sekali nggak seksi. ehm. Yang amplop cokelat.. bisa dibilang agak ketinggalan zaman. itu suara siapa?” “Ooh. iya.” “O. “Cecil kalo bercanda emang suka keterlaluan. Betul.” ujar Kesya..” tambahnya sambil melirik sebal ke arah Cecil. Terus tadi? Kesya yang ayu?! Well.. Kamu nemu di mana sih cowok ajaib kayak gitu? Gugupan.... Good night.. badan kurus kerempeng. Yah.. Kesya melotot ke arha Cecil sambil buru-buru mematikan ponselnya.. “Oh. Tapi. memangnya kenapa? Kesya suka sama Jansen. Kesya mendapat undangan plus tiket ke Jepang.. Kesya bertemu Jansen pertam akali dua tahun yang lalu.. Di sana dia bertemu Jansen. Lumayan keras juga sampai gadis itu menjerit. “Kesya. “Mana ada sih cowok zaman sekarang yang ngerayu cewek dengan kata-kata seperti itu? Heran aku. Cecil masih terus tertawa. Sekarang ditambah lagi dia meniru-niru tingkah Jansen kalau lagi gugup. Haah?! Cecil cekikikan lagi. fotografer kikuk yang . “Oke deh. that’s it! Tanpa bisa ditahan-tahan lagi. Matanya lagi kelilipan... Okay.... Jansen bisa membuat Kesya tampak cantik dari balik lensa kameranya. kapan-kapan aku ambil fotok uyang lainnya ya.. “Cecil! Kamu nih apa-apaan sih? Kenapa kamu ngetawain Jansen gitu?!” geramnya.

Kesya tersenyum. double emosional. Kesya menyalakan laptop dan mengecek e-mail. Kecantikannya yang natural terpancar dengan kuat dalam bidikan itu. dia pasti akan menjadi amat sangat emosional. dan sejak saat itu Kesya merasa jatuh cinta pada Jansen. dia melirik amplop cokelat yang masih berada dalam genggamannya. Kesya tersenyum kecil mengingat pertemuannya dengan Jansen. maka dia harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Dia melirik Cecil yang tertidur pulas di sofa. Dia mulai merasa menyukai tugas ini. Saat itu Kesya sedang sibuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri. *** Kesya memperhatikan daftar yang telah mereka—dia dan Cecil—buat. Jauh sebelum itu. Jansen membidik Kesya dengan kameranya. waktu itu dia sedang mencicipi bubur ayam yang dia buat. Kesya menahan napas. Itu sudah dilakukannya saat ini. Kesya ingat. Bagi Kesya. Dia memperhatikan corat-coret rancangan pesta pernikahan Cecil. Rutinitasnya sebelum tidur.kebetulan diundang untuk meliput acara itu. Di foto itu Kesya sedang memegang panci. Sejak saat itu mereka berhubungan.. Perlahan dibukanya amplop cokelat itu. Walaupun Jansen waktu itu amat sangat gugup (dia bahkan menjatuhkan kamera mahalnya!). Dan berada di dekat Cecil yang emosional akan menjadi sangat sulit. Menjelang pernikahannya. Seorang bridesmaid juga harus menjadi sahabat yang paling baik di saat-saat yan gmungkin akan menjadi momen yang paling emosional dalam kehidupan seorang wanita. Keesokan harinya. Dari situs itu Kesya baru tahu bahwa tugas seorang bridesmaid bukan hanya membantu pengantin pad ahari pernikahan. Dalam foto itu Kesya tampak sedang serius memperhatikan salah satu perhiasan yang dipajang di sana. itu pengalaman yang sangat romantis.. Tanpa sengaja. Dia telah dipercaya Ceci luntuk menjadi bridesmaid-nya. Iseng-iseng dia juga browsing situs bridesmaid101. Well. seorang bridesmaid bertugas membantu pengantin dalam mempersiapkan pestanya. Saat tersadar. Hari sudah larut malam. sebuah sendok dimasukkan ke dalam mulutnya yang tersenyum.com. oke. .. Dia tampak sangat cantik di foto itu.. Foto itu diambil Jansen ketika cowok itu tiba-tiba datang ke apartemennya pada suatu pagi. hasil bidikannya amat sangat indah. Cecil sudah menjadi seorang yang emosional. Kesya mengernyit. Hmmm. tampaknya ini akan menjadi salah satu tugas yang cukup sulit. Pada hari-hari biasa. Cecil sudah tidur kelelahan setelah mendiskusikan ide-ide pesta pernikahannya. Jansen mati-matian mencari Kesya untuk memberikan hasil bidikannya.

” Kesya pasrah saja tangannya ditarik Cecil. “Eh. Kesya agak berdebar-debar juga. Yang pertama kali harus mereka lakukan. Kesya. dia juga harus mempersiapkan dirinya sendiri. Dia menerkanerka seperti apa bentuk bridal.” Anita sudah mencondongkan tubuhnya. Mbak Cecil. Ngapain juga pake cium pipi kiri dan kanan? Kesannya kok sok akrab. Cecil mendapat rekomendasi dari seorang temannya yang baru saja menikah. Bridesmaid juga harus tampil cantik pada acara pernikahan.. Kesya segera mengulurkan . Dia akan menjadi sahabat yang baik dengan berada di saat-saat tersulit Cecil. hari ini Kesya menemani Cecil melihat-lihat gaun pengantin. Diusirnya pikiran itu dari dalam benaknya. *** “Ayo dong. dia baru tahu bahwa seorang bridesmaid dipakaikan baju yang mirip dengan si pengantin untuk mengecoh roh jahat yang mungkin akan mengusik si pengantin... Kesya lebih memilih sebuah pelukan yang hangat daripada acara cium pipi basa-basi seperti itu. maka yang akan kena tulah adalah bridesmaid-nya?! Kesya bergidik ngeri. Oleh karena itu. Dia nanti yang bakal jadi bridesmaid. Kesh! Cepetan!” Cecil setengah menarik Kesya. “Selamat pagi. Hei. baik. Kesya kembali membaca tulisan dalam situs itu. ini kenalin. kalau ada roh jahat yang akan mengusik si pengantin. “Sabar sebentar.Kesya menghela napas. menurut Cecil. Saya yang akan membantu Mbak Cecil di sini. Cecil sahabatnya sejak kecil... Dan dia akan melaksanakan tugasnya sebaik mungkin.. What?! Jadi maksudnya.. Satu kebiasaan yang tidak terlalu disukai Kesya. Sebenarnya dia sudah berjalan di atas kecepatan normalnya. Oh ya. “Baik. baru pertama kali bertemu Anita di sini. Dia sudah menerima tugas ini. Cecil mengajaknya ke Bride‟s World. Tugas terhormat bagi seorang sahabat sejati.. tapi tetap saja bagi Cecil itu masih kurang cepat. Kalau memang sudah akrab.. Namun. Cecil langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan Anita.” “Selamat pagi. Katanya. sama juga seperti Kesya. Dia belum pernah masuk ke bridal mana pun. Dia sahabat aku. adalah hunting gaun pengantin.. Selamat datang di Bride‟s World.. bridal yang paling lengkap di Jakarta. Ini sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai seorang bridesmaid. siap untuk bercipika-cipiki dengan Kesya. Apa kabar? Nama saya Anita. Mbak Kesya. Cecil.” jawab Cecil sambil tersenyum lebar.” sapa seorang gadis cantik yang mengenakan seragam Bride‟s World. Padahal Cecil.

Anita tampak sedikit terkejut.. Cecil.... Belum lagi riasan wajahnya... “Hari ini saya mau lihat-lihat baju pengantin ya...” sapa wanita itu dengan suara berbisik. lebih cocok berprofesi sebagai cenayang! Hmm. dia membalas uluran tangan Kesya dengan profesional..” Kesya tersenyum dan mengulurkan tangan.... merasa terganggu dengan julukan yang diberikan di depan nama perancang busana itu.” Cecil mendorong tubuh Kesya maju ke depan. Madame Daphne mungkin lebih tepat.” balas Cecil tak kalah ramah.. Madame Daphne sering memenangkan berbagai . lengkap dengan bandana yang menutupi rambutnya. Madame Daphne membalas uluran tangan Kesya dengan jabatan yang erat. bridesmaid saya.. mungkin itu sebabnya dia dipanggil Madame Daphne. “Kok kayak panggilan untuk peramal sih?” “Sst. bridesmaid-nya juga cantik ya. “Halo. “Hai.tangannya.. Kalungnya bergemetaran ketika Madame Daphne bergerak.” “Madame?” bisik Kesya pelan. Dengan dandanan seperti ini. “Hari ini saya mau liaht-lihat baju pengantin..” ujar Cecil sambil tetap tersenyum cerah. duri-duri mawar yang tajam. Kalian berdua memang sama-sama cantik. “Orangnya memang rada unik... Ada kalung yang menyerupai taring ular..” ujar Cecil. Keinginan untuk melihat-lihat gaun pengantin rancangan Madame Daphne telah membuatnya berseri-seri sepanjang hari.. Kesya pun tersadar. Cecil menyikut rusuk Kesya. Kalung-kalung itu tampak menyeramkan. lalu menutup mulutnya yang sedari tadi masih terbuka lebar.. Di lehernya tergantung berlapis-lapis kalung.. Ini yang namanya Madame Daphne?! Wanita paruh baya ini mengenakan pakaian ala gadis-gadis Gipsi. Madame Daphne. Pipinya yang diberi blush-on merah terang tampak bergerak-gerak.. Cecil sangat mengagumi Madame Daphne. Perancang busana yang satu ini kepiawaiannya telah diakui dalam skala internasional. tapi sambil menebar senyum manis.. “Oohh... ini Kesya. Bukan kalung lapis yang sedang ngetop belakangan ini... Madame Daphne sudah menunggu di atas. Madame Daphne tersenyum sangat lebar. Madame Daphne membingkai matanya dengan celak yang sangat hitam. Kesya melongo. Madame. sampai motif tengkorak. Sambil menapaki tangga. dia berusaha merekareka seperti apa rupa Madame Daphne yang menurut Cecil unik itu. Madame Daphne..” Kesya mengangguk-angguk. rasanya Madame Daphne tidak cocok berprofesi sebagai desainer baju pengantin yang berpengalaman. “Kenalkan.. dan seorang wanita paruh baya membuka pintu dari dalam... Anita mengajak mereka ke lantai dua gedung itu.” Cecil menatap tajam ke arah Kesya. hmmm. Bibirnya tertutupi listrik yang juga berwarna hitam.. “Hmmm.. mari silakan. Pintu diketuk.

. Cecil masuk ke ruang kecil di sudut ruangan. tidak mau kelihatan konyol lagi.” pinta Cecil. lebih parah dong.. Kaki jenjangnya disilangkah dengan anggun.” Dia memuntir-muntir rambut keriting pendeknya.. dear?” Cecil duduk di salah satu bangku panjang yang memang diletakkan di tengahtengah ruangan. pasti dia kelihatan konyol banget tadi! Atau malah bodoh banget! Waah.. what kind of wedding gown do you like. Siraman lampu kuning membuat ruangan ini terasa nyaman. Benar-benar indah! “Ayo. silakan. membawanya ke ruang koleksi baju pengantin rancangannya.. diikuti oleh Anita. Gadis itu masih berdiri di sana dan sekarang sedang memperhatikan Kesya sambil terkikik geli. Cara jalannya sangat misterius.. Cukup lama juga Cecil dan Anita berada di dalam ruang ganti itu. Oohhh. Tangannya melambai kepada Anita yang langsung sigap datang. Di dalam lemari itu tersimpan banyak sekali gaun pengantin. Suara tawa tertahan di sebelahnya membuat Kesya tersadar. Gaun berwarna putih yang terbuat dari bahan brokat itu memang terlihat sangat indah.. “I want to look sexy. Kamu boleh lihat-lihat sampai puas. Ruangannya sangat besar. kamu tunggu di sini dulu ya. Dia memandang ke sekeliling ruangan dan baru menyadari betapa megahnya ruang pengepasan gaun pengantin ini. Kesya buru-buru memperbaiki sikapnya. “Hmmm. coba yang ini dulu.lomba perancang busana tingkat internasional.. “Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya sambil mengeluarkan sebuah gaun pengantin dari plastik penutupnya. “Kesya.. “Ooh.” ajak Madame Daphne. Kesya mengikuti kedua perempuan itu sambil memandang ke arah rok lebar Madame Daphne.. lalu duduk di bangku panjang yang tadi diduduki Cecil. Jiwa desainernya mulai bangkit melihat gaun yang indah-indah itu. Kesya mengangguk. Kesya bergidik lagi melihat senyum itu. Di kanan-kiri terpasang kaca yang sekaligus berfungsi sebagai dinding.. Ini desain-desain terbaru saya. Rupanya Anita. Terdapat lemari besar di baliknya. Kesya bangkit dan melihat-lihat koleksi gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Madame Daphne membuka salah satu kaca besar di sisi ruangan.” Madame Daphne menggandeng tangan Cecil.. Apa jangan-jangan dia memang nggak punya kaki ya? Kesya bergidik ngeri. but gorgeous!” Madame Daphne tersenyum misterius. Prestasinya yang terakhir adalah merancang gaun pengantin dari kulit jagung. Modelnya sederhana dan sangat bersahaja. Rok panjang lipit yang dikenakannya menutupi kakinya.. Di .. Wajah Kesya memerah. “Hmmm... berusaha mencari sepasang kaki dari balik rok itu... rupanya kaca itu bukan kaca biasa.. Malas duduk terus..

” Kesya mengangkat bahu.dalam otaknya berkelebat berbagai macam desain perhiasan. Kali ini. Hmm. tidak lupa jemari tangan saling ditautkan... “Gaun ini terlalu simpel... Ya terserah kamu aja. lagi-lagi tidak ada senyum di wajah Cecil. Tampak sangat cantik dengan gaun pengantin indah itu! “Gimana?” tanya Cecil pelan.. Kelihatannya berat. Aku nggak merasa kayak putri!” keluh Cecil sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Dari duduk manis ala putri bangsawan Inggris: duduk dengan kaki dirapatkan. Kesya menghela napas. waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. kita lihat yang lain aja ya. Cecil telah keluar dari balik ruang pengepasan. kan?! Waktu Cecil bilang terima kasih kepada Madame Daphne. Wajah Cecil tidak tersenyum. “Aku nggak suka deh. desahnya dalam hati. Kesya tersenyum lebar. Dia menatap pantulan bayangannya di cermin raksasa dengan dahi mengernyit dan mulut memberengut.. posisi menyamping. “Bagus. Dia masih tetap merasa gaun itu sangat indah dipakai Cecil. satu tangan tergeletak lemah hampir menyentuh lantai. Aku jadi kelihatan gendut deh!” Dahi Kesya mengernyit. kepala terkulai lemas di atas sandaran kursi. Ketika keluar. Sampai duduk kelelahan: duduk dengan punggung direbahkan ke sandaran kursi.” puji Kesya. Duduk gaya sekretaris seksi: duduk tegak. Cil?!” Cecil tambah cemberut lagi. dengan satu kaki menopang kaki lainnnya. Beberapa menit kembali dihabiskan Cecil dan Anita di balik ruang ganti. Benar. Nggak cocok di badanku. kaki . badan condong ke depan dengan kedua siku menumpu pada masing-masing lutut—oh ya. Semuanya terinspirasi dari gaun pengantin yang indah-indah ini.. Cil!” pujinya. It’s gonna be a long day. Duduk ala cowok macho: kaki membuka lebar. Lalu dia berbalik menatap Kesya dan Madame Daphne. Selama itu juga Kesya sudah beberapa kali mengganti posisi duduknya. “Gendut?!” Kesya memperhatikan tubuh Cecil dari atas sampai bawah. lagi-lagi Kesya merasa gaun yang dipakai sangat cocok dengan lekuk tubuh Cecil. Dan selama itu Cecil sudah mencoba 27 gaun pengantin rancangan Madame Daphne. saling dorong memenuhi rongga kepalanya. “Aku nggak suka bahannya.... gaun pengantinnya terbuat dari bahan sutra yang ringan dan lembut. tidak tampak sedikit pun timbunan lemak.” “Ya udah. Namun.. “You’re the bride. “Bagus banget..” ajak Madame Daphne sambil mengambil gaun yang lain lagi. Suara gemeresik gaun menyadarkan Kesya dari baku hantam ide di kepalanya. posisi menyamping ke kanan. dan tangan lainnya ditaruh di atas perut. Semuanya saling sikut.. “Kamu kerempeng gitu kok dibilang gendut?! Gimana bisa gendut sih. menyesuaikan pilihannya dengan komentar Cecil barusan.

he-eh.. siapa tahu hasil coretan isengnya itu bisa membuahkan perhiasan yang dapat dijual di toko perhiasannya. Wajahnya tetap segar dan berseri-seri. ya ampun. Penampilan Cecil masih tampak anggun tidak bercela. Madame Daphne sepertinya sudah berpengalaman menghadapi calon pengantin yang terkadang tidak dapat ditebak kemauannya. Kesya benar-benar tidak ada tenaga sekarang. calon pengantin memang tidak pernah langsung menetapkan gaun pilihannya.. Kesya‟s Collection. Dia menyesal sekali kenapa buku sketsanya ketinggalan di apartemen. dia mengikuti Cecil berjalan ke Peugeot 307 merah milik sahabatnya itu. Benar-benar deh Cecil! Untung Madame Daphne wanita yang sabar. Perlu beberapa kali melihat-lihat. Rambut keritingnya tetap rapi. Kesya hampir tidak mendengar ketika Cecil mengajaknya keluar dari Bride‟s World.. Cecil belum dapat memutuskan gaun mana yang akan dipilihnya. “Hah?” tanyanya setengah tidak sadar pada Cecil yang sudah berdiri di depannya. Komentar Cecil tentang ke-27 gaun pengantin yang dicobanya tadi hanya ditanggapi Kesya dengan hah. dan sesekali oh ya. Biasanya kalau menunggu lama begini. Lumayan. Katanya.. huh. Kesya mengejek jam yang melingkar di pergelangan tangannya. tidak peduli orang yang mau lewat di depannya tersengkat jatuh! Dan. Pikirannya sudah setengah melayang. Benar-benar tanpa semangat.diselonjorkan ke depan.. Padahal mereka sudah berada di sana selama. Kesya suka mengisi waktu dengan menggambar apa saja di buku sketsanya. ... baru kemudian dapat yang cocok. Lipstiknya masih tetap menempel dengan sempurna. setelah mencoba begitu banyak gaun... sudah hampir tujuh jam!!! Dengan lesu Kesya mengikuti Cecil keluar dari Bride‟s World.

otaknya masih dapat berkarya secara kreatif.” ujar Kesya juga sambil tersenyu... You are my bridesmaid. Kesh.” “Aduh.. Dia masih menyelesaikan sketsa rancangan barunya.” “Alo rencana mau ngepas jas hari ini. meeting-nya udah mau mulai. Sekali lagi Kesya menghela napas. Dia menyimpan sketsa rancangannya di brankas ide. untuk disempurnakan nantinya.. Cecil... Kesya memperhatikan sketsa rancangannya. Itu Mona..2 JAM sudah menunjukkan pukul 17.. Tepinya dihiasi emas putih yang berbentuk ranting-ranting kering. Thanks before ya. “Ya. Ada rapat dengan Pak Anto. kemudian menambahkan sedikit detail untuk mempermanisnya. Dan kamu tau sendiri.. “Ada telepon di line tiga. tolong deh.” Dan telepon pun diputus. Untung sekali Kesya dianugerahi daya ingat yang luar biasa sehingga walaupun stres dan kelelahan berat saat menghabiskan waktu tujuh jam untuk menunggu Cecil mengepas baju pengantin.” ujar Mona sambil tersenyum manis. can you please do me a favor?” Kesya menghela napas..30. salah seorang penjaga tokonya. “Bu Kesya.” “Kesya. Nggak bisa ditinggal sama sekali. “Halo. Mona. “Bukannya memang seharusnya kamu yang nemenin Alo ngepas jas?” “Aduh. Kemudian dia mengambil tas tangannya dan beranjak keluar dari toko. biasanya meeting sama pemilik hotel bisa alot banget!” Dahi Kesya mengernyit.. tapi aku nggak bisa. Dia minta aku temenin. “Thanks.. . Hasil karya terbarunya kali ini adalah sebuah bros berbentuk lima buah berlian indah yang tersusun rapi vertikal.. Sketsa itu terinspirasi dari gaungaun pengantin yang dilihatnya saat menemani Cecil mengepas gaun pengantin.” “Tapi. Kesya masih berada di ruang kerjanya. pemilik hotel.” Sebuah suara centil terdengar dari pintu ruang kerjanya..

“Thanks. Ada meeting dadakan dengan pemilik hotel.. makanya dia suruh aku ke sini untuk temenin kamu. Alo. tampak terkejut dengan kehadiran Kesya. “Bilang apa?” giliran Alo yang bertanya. Beristirahat beberapa minggu dari kesibukannya memimpin medan perang di perusahaannya. “Lho? Cecil nggak bilang. “How are you?” “Fine. Biasa deh Cecil. Alo langsung diukur oleh penjahit. Aku suka bingung kalau disuruh milih-milih begini.” ujarnya. “Saya bridesmaid-nya. I’m so happy for both of you.” sapa Kesya. ya?” tanya Kesya. tunangan Cecil.. Agak risi juga Kesya melihat penjaga toko mencuri pandang ke arahnya. Alo memang orangnya nggak suka yang ribet-ribet.. “Gimana dengan kamu? Kapan kamu nyusul aku dan Cecil?” .. Yang penting dia harus merasa nyaman.” ujar Kesya menjawab pertanyaan tersirat si penjaga toko... Menurut Kesya sih istilah itu terlalu berlebihan... “Emangnya kamu mau model jas yang seperti apa?” Kesya berusaha membantu. “Hmm. Mana Cecil?” tanya Alo sambil melihat ke belakang Kesya. Mungkin dia berpikiran bahwa Kesya adalah calon pengantin Alo. gimana kalo model yang ini?” tanya Kesya...Groom‟s Bestfriend terletak di salah satu pusat pertokoan di tengah kota Jakarta. “Boleh deh. Alo mendongak. Alo memperhatikan gambar jas yang ditunjuk Kesya. Yang nyaman dipakainya. “Hai.. Dia kini sedang melihat-lihat model jas pengantin dalam buku. “Hmm. untuk pertunangan kamu dan Cecil. Jadi bingung sendiri!” ujarnya sambil melihat-lihat katalog bahan. Tubuhnya masih diukur oleh penjahit.” Kesya balas memeluk Alo.. “Hai. “Apa kabar orangtua kamu?” tanya Alo. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk menyelesaikan tugasnya. Khas Alo banget. sudah tiba di sana. Mereka baik-baik aja.” Kesya tersenyum.. Sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Alo.” Kepala Alo terangguk-angguk. Kesya tahu dari Cecil bahwa Alo baru kemarin tiba di Jakarta. Itu istilah Cecil.. yang biasa aja.” Alo memeluk hangat Kesya. Alo tersenyum melihat ulah Kesya.. Mencari sosok Cecil. Setelah menentukan model dan bahannya. Selamat ya.” Alo tersenyum. Alo laki-laki yang sangat kooperatif.. teman semasa SMA-nya ini. Alo. “Thanks for asking. “Dia nggak bisa datang. “I’m so glad that you can be with me. Kesh.

” Jepret! Dan lampu flash pun menyala terang. Setiap kali bekerja.. . “Lho... namanya bagus juga. Dia memaksakan seulas senyum. “Mbak Kesya. jangan percaya deh.” Alo menjawab sambil tersenyum. Namanya Marco. Jenis musik yang didengarkan mengindikasikan perasaan hatinya. tiga. model cantik itu. Kesya mengangguk singkat sambil menempelkan telunjuk di bibir. Pasti nggak bener!” Alo tersenyum. “Apa pun yang kamu dengar dari Cecil. pikirnya. Tapi dia sudah terbiasa menghadapi fotografer itu. Meja plastik yang menjadi salah satu alat peraganya tanpa sengaja tersenggol dan jatuh dengan bunyi keras..” Lindi. Dua puluh menit kemudian..” Kurang ajar Cecil! Pasti dia cerita yang jelek-jelek tentang Jansen! maki Kesya dalam hati. by the way.. pertanyaan itu supersensitif. Ya. Satu. *** “Ayo. Lagu This Lovenya Maroon 5 mengalun cukup keras dari CD player. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya biasa saja. sesi pemotretan itu akhirnya selesai. “My best friend. Dia orang sibuk.. begitu.” ujar model cantik itu sambil mengecup pipi Jansen. lebih baik Kesya mengubah topik pembicaraan. Jansen terkejut mendapat perlakuan seperti itu. pengarah gaya yang sering bekerja sama dengan Jansenlah yang pertama kali menyadari kehadiran Kesya. Jansen sedang bersemangat sekarang. Catherine..... lihat ke arah kanan. lalu kembali pada kesibukannya membantu Jansen.” jawab Kesya.. Jansen terlalu sibuk membidik modelnya sehingga tidak menyadari kehadiran Kesya.. Kesya memperhatikan Jansen sambil bersandar di dekat pintu.. tapi bagi Kesya. Dengan santai dia melenggang ke kamar ganti. tersenyum melihat kekikukan Jansen... cowok itu harus ditemani musik. Kesya mengangguk-angguk. yang namanya Jansen itu siapa? Cecil sering nyebut-nyebut nama dia lho. tapi aku belum berhasil mengontak dia. Lindi mengangguk pelan. Marco.Wajah Kesya sedikit berubah mendengar pertanyaan Alo. dua. Tanda agar kehadirannya jangan sampai mengganggu kerja Jansen. “Terima kasih ya. “Kamu gimana sih? Calon aja aku belum punya. siapa yang jadi bestman-nya?” tanya Kesya. Seharusnya dia juga bikin jas hari ini.. Daripada Alo terus membicarakan topik sensitif itu. “Hmmm.

” ujarnya. Mbak Kesya... Apa aku yang salah tanggap? “Tadi kan Mbak Kesya dan Mas Jansen lagi ngomongin soal model-model yang mati-matian menjaga berat badan.” jawab Kesya ikut bingung. Gaun malam gitu deh. Kenapa jawabannya malah naik dua kilo? “Yah. Dahi Kesya mengernyit. tambah gendut. apa kabar?” Catherine tampak baru menyadari kehadiran Kesya. bisa-bisa mereka nggak laku lagi. tadi itu sesi pemotretan buat apa sih?” “Buat majalah fashion.. Dia langsung membenturkan pipinya ke pipi Kesya. jadinya badanku melar dua kilo.. “Baik... Perut yang ditunjuk Catherine tampak rata..” desahnya pelan. Kamu sendiri gimana?” Kesya berusaha menjawab basa-basi Catherine..... Lihat deh perutku. Salah satu lensa kamera tergelincir dari tangan Jansen.” .. Lagi-lagi tindakan sok akrab yang sangat dibenci Kesya. Kesya menghampiri Jansen. “Omong-omong. “Naik dua kilo.. selalu.. selalu yang dipedulikan hanyalah berat badan mereka.. kan?” ujarnya sambil menunjuk ke arah perutnya. Aneh! Orang udah kayak penderita anoreksia gitu kok masih dibilang kegendutan! Apa sih maunya para model ini? Tanpa memedulikan kebingungan Kesya. “Iya. Untung Lindi sigap menangkap lensa itu sebelum mencium lantai.“Eh. gara-gara belakangan ini banyak party-party yang harus aku host-in. Kesya ikut tersenyum. kan? pikirnya bingung. Kini dia menggosok lensa itu berulangulang. Wajahnya terlihat bingung. Kalau sampai badan mereka melar. Jansen tersenyum gugup melihat mimik bingung Kesya.. “Model-model itu.. itu kan aset terbesar mereka. “Kasihan juga ya mereka. memangnya kenapa?” Jansen masih melongo seperti anjing ompong yang dikasih tulang keras untuk makan malamnya. Haah?! Kesya melongo heran. “Ooh iya ya. Sepertinya tadi dia menanyakan bagaimana kabar Catherine. Hampir saja jatuh.” komentarnya sambil membereskan peralatannya. Kesya tambah melongo. “Lho. masih dengan tatapan heran... Catherine melenggang pergi. Tadi kita sedang membicarakan model-model... berusaha menetralisir suasana canggung itu.. Kacamatanya melorot di hidungnya yang berminyak...” Jansen mengangguk-angguk. Jansen tersenyum lebih gugup lagi....” Lindi berusaha mengingatkan.” timpal Jansen lagi... “Siapa?” tanya Jansen.. “Begitulah model-model itu.

“Ooh. Kesya mengangguk.. sekalian fotonya. Mbak Kesya.” timpal Lindi. hasil foto yang diambil Jansen itu keluar..” Lho. Apalagi melihat binar silau di mata Lindi.” Kesya mengangguk-angguk.. Rancangan dia memang bagus-bagus sih.! Tidak sampai dua detik.. Kesya memandang kepergian Lindi.” Kesya bingung. tidak pernah terlambat membayar pajak... “Aku pernah ketemu dia. “Iya. akhirnya ya. Dia itu sebenarnya perancang gaun pengantin.” “Wah. Mbak?” Mata Lindi berbinar.. yang kreatif. lho..” ujar Lindi bersemangat.” ujar Kesya sambil memegang-megang beberapa baju yang tadi diperagakan Catherine. masih dengan tatapan tidak percaya.. “Sahabatku mau menikah. lalu memberikannya kepada Kesya. tapi sekarang mau cobacoba merancang gaun malam juga.. “Benar. Kalaupun harus berbohong. Keceriaan di wajahnya tidak berkurang sedikit pun.. Sejak kecil Kesya tidak pernah bisa berbohong.” ujar Jansen sambil mengarahkan kamera Polaroidnya ke arah Kesya. masih dengan keceriaan yang terus menempel di wajahnya.“Bagus-bagus ya bajunya.. yang keluar dari mulutnya adalah hal-hal aneh yang tidak masuk akal. “Hmm. Kesya jadi bingung. “Wah. Ini baju rancangan Madame Daphne. lho? Gitu deh jadinya kalau Kesya harus berkata tidak yang sebenarnya.. Kesya mengangguk... sebagian karena tidak tega melihat keceriaan di wajah Lindi.. sebagian lagi takjub karena Lindi begitu saja percaya dengan apa yang dikatakannya... “Hmmm dia orang yang. “Ayu. Masa dia harus bilang idola Lindi itu orang yang unik mendekati aneh? Nggak mungkin dong. saya ngefans banget sama dia. perancang busana terkenal itu.. Dia berencana memakai rancangan gaun pengantin Madame Daphne untuk pernikahan.. hebat ya si Madame Daphne. Masa sih Lindi percaya apa yang baru saja dikatakannya? “Lain kali. Nggka tega rasanya harus berkomentar seperti itu. Madame Daphne. bertanggung jawab... dan selalu membuang sampah pada tempatnya. Jansen mengibas-ngibaskan lembar foto itu.” “Yang bener.. saya minta titip tanda tangannya ya. jepret.... Mbak Kesya?” tanya Lindi penuh semangat. . Aku selalu respek pada orang-orang yang tidak membuang sampah sembarangan. kalau Mbak Kesya ketemu Madame Daphne lagi.. Haah? Jadi Jansen juga percaya?! “Smile. saya yakin Madame Daphne pasti orang yang taat pajak!” ujar Lindi...” ujarnya sambil menaikkan kacamatanya yang melorot di hidung.” komentar Jansen.. Orangnya gimana. Lindi berlalu pergi. Mbak Kesya? Wah. Kesya tidak jadi menyuarakan kebingungannya dan.

Kesya ingat. *** Tulisan besar itu terpampang di pintu masuk JCC. biasanya para customer juga akan berbondong-bondong datang. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke Jakarta untuk menimba pengalaman sebagai asisten Kesya. Berdua mereka masuk ke dalam gedung JCC.” ujar Kesya. Banyak sekali etalase kaca yang ditata apik.Kesya memperhatikan ekspresi wajahnya dalam foto itu. Pameran besar yang diadakan dua tahun sekali itu memang sangat dinanti-nantikan para pencinta perhiasan. “Kamu pasti suka deh ngeliat pameran ini. Karena ramai. “Gila.. Antusiasme terpancar dari wajahnya.. membungkus seluruh tubuhnya bagai sinar aura. . Kesya mengangguk. Dentingan piano mengalun lembut di dalam ruangan besar itu. “Waah!” DeeDee menahan napas. Maklum. Salah satunya adalah dengan menjaga penampilan.” ujar Kesya sambil tersenyum. Kesya berdandan ekstra hari ini. Selalu bagus jadinya kalau Jansen yang membidiknya. tapi biasa dipanggil DeeDee. hasilnya tidak pernah secantik ini. Dia dan teman-temannya di Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI) memang diharuskan mengikutsertakan karya mereka dalam pameran. Entah kenapa. Nama aslinya Diana Divia. Poninya ikut bergoyang. ketika dia memperlihatkan hasil karyanya yang pertama kepada DeeDee. rame juga ya orangnya. “Kamu ikutan pameran juga kan. agar tersandung-sandung karena jalanan yang tidak rata plus sepatu high-heels yang bikin repot. Kesh?” tanya DeeDee. Lampu kuning membuat perhiasan-perhiasan yang dipamerkan tampak berkilauan indah. Kesya terpaksa memarkir mobilnya agak jauh dari pintu masuk utama... Hal ini dilakukan agar kreativitas mereka tetap terasah. Kesya harus menjaga citranya sebagai desainer muda yang profesional di hadapan para customer-nya. DeeDee mengangguk penuh semangat. “Kamu tuh nggak berubah ya. Ada yang memang berniat membeli perhiasan. kalau ada pameran begini. sekaligus agar nama mereka dikenal masyarakat luas.. Banyak perancang ngetop yang juga ikutan pameran. Seperti anak kecil yang kegirangan dikasih balon. DeeDee itu adik kelasnya saat dia menuntut ilmu sebagai desainer perhiasan di Jepang. Gedung megah nan besar itu ramai oleh pengunjung yang berbondong-bondong datang menyaksikan pameran yang telah 25 kali diselenggarakan.” ujar DeeDee sambil tersenyum penuh gairah. ekspresi gadis ini juga seperti ini. ada juga yang hanya iseng-iseng cuci mata. Sekarang mereka berdua berjalan menuju pintu masuk. Kesya tersenyum. tapi kalau dipotret oleh orang lain.

. Kepala Nyonya Juliet Anggoro yang ditumbuhi rambut keriting lebat tampak bertambah besar dengan hiasan rambut yang banyak. DeeDee menatap kepala itu dengan khawatir. “Habis yang lain pada nggak bisa. Tulisan Kesya Artyadevi tercantum dalam label yang diletakkan di tengah-tengah deretan perhiasan itu. tapi sudah harus pameran. Sepuluh buah perhiasan tertata rapi dalam etalase bermandikan sinar kuning dari lampu sorot. Jangan panggil saya Nyonya sekarang. “Kapan ya aku bisa seperti kalian?” Kali ini matanya menerawang. Kesya tersenyum. DeeDee bergegas menghampiri stand yang ditunjuk Kesya. “Pasti bisa asal kamu mau berusaha!” ujar seorang laki-laki yang baru keluar dari dalam stand.. kedua tangannya menangkup pipi dengan gaya dramatis. takut kalau-kalau kepala itu terlepas dari lehernya. “Hai. Wanita gemuk ini adalah Nyonya Juliet Anggoro. Kesya langsung merasakan gatal-gatal di pipinya. Kesh!” Mata DeeDee sibuk melahap apa saja yang tersaji di hadapannya. “Yang mana desain kamu?” “Itu. Jangan panggil Nyonya. “Hai. “Waah! Bagus-bagus banget. “Kesya! Saya sudah yakin kamu pasti akan ada di sini! Yakin sekali kamu pasti akan ada di sini. “Kebagian giliran jaga stand. Kamu juga nggak bisa. tapi ditahannya keinginan untuk menggaruk atau sekadar mengusap pipi.. Akhir-akhir ini waktunya memang tersita untuk membantu persiapan pesta pernikahan Cecil. Kesya langsung teringat wiper mobilnya. melainkan hampir semua kepala yang berada di dalam ruangan itu ikut menoleh. dua kalung dan tiga cincin.” jelasnya.” desah DeeDee. mencari asal pemilik suara melengking seperti banshee itu.. salah satu customer penting Kesya... . ya?” Tom mengangguk.” Kesya menunjuk ke arah stand yang memang sengaja disewa oleh APPI. Seorang wanita gemuk dengan dandanan yang kelewat berlebihan berjalan dengan penuh semangat ke arah mereka bertiga. Telunjuk gemuk Nyonya Juliet Anggoro bergerak ke kanan dan ke kiri.” Kesya memeluk erat laki-laki itu. Nyonya Juliet. tapi belum selesai dengan sempurna.. Rasanya tidak hanya kepala mereka bertiga yang menoleh.. “Kesya!” Sebuah suara melengking membuat kepala mereka bertiga menoleh..” sapa Kesya. Tom.” ujarnya sambil membenturkan pipinya yang hampir seluruhnya tertutup blush-on merah menyala itu ke pipi Kesya. Baru sampai proses finishing.” ujarnya. Dia memang terbiasa mengatakan segala sesuatunya lebih dari satu kali..“Tapi ini memang bagus banget.. “Sebenarnya masih ada lima lagi. “No no no. Sekarang kepala itu bergoyang-goyang mengikuti perkataannya. kan?” tanyanya...

. Nyonya Juliet tertawa terbahka-bahak. hmmm..” ujar Kesya sambil buru-buru menarik tangan DeeDee..... Aksi Madame Juliet memang sudah kelewat berlebihan. kamu lucu sekali. Dia merasa risi dengan tingkah laku Nyonya Juliet sekarang. Rasanya memang sangat lega... Perlu nggak sih menjelaskan kegiatan buang air kecil secara begitu mendetail? Apalagi dengan suara tinggi melengking begitu! Kalau tidak ingat Madame Juliet adalah salah satu customer yang cukup penting.. lirik sini. Tebar pesona ke manamana. Madame. Madame Juliet sambil mengejap-ngejapkan bulu mata panjangnya... pipis memang kegiatan yang menyenangkan ya.. saya permisi ke toilet dulu. Madame. Lirik sana... eh. sekarang Kesya yakin semua orang di JCC ini pasti sedang penasaran mencari-cari sumber tawa melengking ini.” Dari sebelah. siapa laki-laki tampan ini? Siapa laki-laki ini?” Kini pandangan Madame Juliet beralih kepada Tom yang langsung pucat pasi.. “Panggil saya Madame Juliet. Mereka buru-buru berlari ke toilet dan tertawa terbahak-bahak di sana. .. Madame Juliet Anggoro. maaf.. dear. Kalau tadi Kesya merasa bahwa hampir semua kepala yang berada di gedung pameran JCC ini menoleh memandangi mereka.. “Hmmmpppfffftttt. Lucu sekali. Mana mungkin saya bisa bercerai dengan dia? Kalau saya bercerai. Sangat menyenangkan! Begitu semuanya sudah keluar. Tidak bercerai.. Tingkahnya sudah seperti kucing betina di musim kawin.. ingin rasanya Kesya menonjok wajah bulatnya! “Nah. Rasanya tidak cocok kalau dia juga menambahkan sebutan “Madame” di depan namanya! “Ingat ya.“Apa Anda sekarang berubah menjadi nona?” tanya Kesya bingung..” ujar Nyonya. “Hmmmfffttt. hasil bonding jutaan rupiah. dear.. Madame Juliet Anggoro.. Kesya dan DeeDee tidak tahan lagi. Dia sendiri juga sudah tidak dapat menahan tawa. “Aah. terdengar suara seperti tersedak.” Madame?! Again?! Kenapa sih sekarang semua wanita menambahkan embel-embel “Madame” di depan nama mereka?! Waktu itu Madame Daphne. Kesya buru-buru menyikut mereka. dari mana saya bisa dapat uang? Dari mana saya dapat uang?” Kesya mengangguk sambil memaksakan seulas senyum. Tidak. sekarang Madame Juliet? Who’s next? Madame Kesya Artyadevi??? Kesya menggeleng... saya tidak bercerai dengan Tuan Anggoro. Kesya yakin itu suara DeeDee dan Tom yang sedang setengah mati menahan tawa.. Sangat lega!” komentar Madame Juliet dengan volume suara ekstra keras! Wajah Kesya merah padam. “Aahh.

Sambil terus tertawa. Tampak Cecil dan Alo berjalan menghampirinya. Sejak itulah. By the way. dan hal ini pasti akan dilakukannya dengan sebaik-baiknya. tingkah lakunya suka aneh-aneh. “Hai.” DeeDee menyalami Cecil dan Alo..” DeeDee tersenyum jail.. Di samping kehebohan yang ditimbulkan oleh Madame Juliet.. dia kenal Alo lewat cerita Kesya dan Cecil. DeeDee ikut dan menginap di rumah Kesya. memperlihatkan perhiasan yang memesona. baru kali ini DeeDee bertemu muka. eh. DeeDee senang sekali. semua acara pameran itu berjalan lancar.” Kesya tersenyum lebar. Kesya mengajak DeeDee berkeliling. Madame Juliet ngelihat ke arahnya?” komentar DeeDee masih sambil cekikikan.. apa kabar?” Cecil merangkul DeeDee. Dua tahun lalu.. “Baik. Cecil dan DeeDee sudah saling mengenal. Untuk sementara dulu deh. Kesya mengangguk-angguk. Kesya tersenyum dan menghampiri mereka. baik. Dia juga memperkenalkan DeeDee kepada beberapa temannya. terutama mengingat wajah pasrah Tom saat didekati Madame Juliet Anggoro. Sementara dengan Alo. Selebihnya.. Bahkan dia tidak dapat menegakkan tubuh lagi. . “Kamu harus datang juga ya. di acara pernikahan kami. DeeDee mengenal Cecil.” Sekarang ganti DeeDee yang mengangguk. terlalu sibuk terkikik untuk mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. “Kesh!” Kesya menoleh mendengar namanya dipanggil. masih inget DeeDee?” Kesya menarik tangan DeeDee. ketika Kesya pulang ke Indonesia karena libur akhir tahun. selamat ya atas pertunangan kalian. “Aku tinggal di apartemen Kesya.” Kesya tidak berhasil menyelesaikan kalimatnya. Menjadi desainer perhiasan terkenal adalah impiannya. Rasa geli kembali membuncah di dadanya.. “Kami udah lihat hasil karya kamu. DeeDee. “Orang-orang kaya. Dia masih teringat betapa detail Madame Juliet menerangkan aktivitas berkemih tadi. sebelah tangannya memegangi perut dan tangan sebelah lagi menopang tubuhnya yang terbungkuk-bungkuk menahan geli. “Tinggal di mana selama di Jakarta?” tanya Cecil. Cecil dan Alo bergantian memeluk erat Kesya. hmmfffttt. Duduk beberapa jam di pesawat dari Jepang ke Indonesia ternyata tidak menyurutkan semangatnya. Bener-bener bagus!” “Thanks.. “Kalian lihat-lihat doang atau niat beli?” tanya Kesya. “Oh ya.“Kamu lihat nggak mukanya si Tom begitu Nyonya. Cecil dan Alo sama-sama mengangguk. DeeDee memang tidak mainmain kalau sudah menyangkut topik perhiasan. “Ketemu di mana sih customer seajaib dan sevulgar itu?” ujar DeeDee masih sambil tertawa heboh.

Cecil mengerling kepada Alo. Kesya memberi isyarat kepada Jansen bahwa dia harus melayani wanita itu.. nggak jadi.. “Aku di sini aja ya. “Boleh saya lihat yang itu. Kesya tersenyum lebar. Jansen kembali tersenyum gugup.!” sapa Kesya ceria.. “Oohh.” “Thanks ya. itu. Perhiasannyalah yang tengah ditunjuk oleh wanita anggun ini. Kesya mengangguk.. ketika seorang wanita paruh baya mendekat. Kesh. Kesya sedang berjalan di sisi Jansen..” DeeDee menunjuk ke sebuah stand yang memajang aneka bros.. Nanti aku modifikasi dengan rancangan pribadiku sendiri. dia menenteng kamera mahal dan.” ujar Alo. “Oke.. aku ke sana dulu ya. “Hai. Siapa tau ada model yang kalian suka.. Wanita anggun itu meraba kalung hasil rancangan Kesya dengan penuh perasaan. Bu. Kesya tertawa diam-diam. kamera itu tergelincir dari bahunya.. “Selamat malam. menikmati kegugupan Jansen..” tunjuknya.... memperlihatkan karya-karya yang dipajang di stand APPI. Kesya memperhatikan wanita ini.. Aku. Jansen.” Kesya mengeluarkan perhiasan yang diinginkan wanita itu dan meletakkannya pada piring beludru warna biru.. cantik. dan minta tolong Kesya untuk menggantikannya.” Kesya berpaling ketika mendengar namanya dipanggil. “Rencananya sih mau liat-liat cincin kawin. Kesya mengangguk. “Sebentar ya. Jansen!!! Kesya tersenyum lebar. “Kesya. Silakan liat-liat dulu. dan anggun sekali..” Kesya tersenyum manis. aku memutuskan untuk datang ke pameran kamu aja. Ia memang mengundang Jansen untuk datang ke pameran ini.. Wanita paruh baya ini kini sedang memperhatikan dengan serius beberapa perhiasan yang dipajang di dalam etalase stand APPI. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Kesya. entah bagaimana saat melihat senyum Kesya..” “Tapi aku dan Cecil ingin kamu yang mendesain cincin kami. Tom sedang ke kamar kecil. seperti biasa juga... Seperti biasa.” Cecil menggandeng tangan Alo lalu berjalan ke stand cincin kawin.. Gayanya classy.. Bu.. “Kesh. .. “Katanya nggak bisa datang? Gimana dengan lokasi pemotretannya?” Jansen tersenyum gugup.. Rambutnya digelung tinggi.. tapi kata Jansen dia tidak bisa datang karena harus melihat lokasi pemotretan.” Kakinya sudah lumayan pegal karena sedari tadi menemani DeeDee berkeliling ruang pameran yang luas ini.

Kesya mengangguk lagi. “Ini. Hatinya berdebar-debar.” Nama “Lidya Sostronegoro” tercantum di situ. “Bagaimana Ibu bisa tahu?” “Ekspresi bangga di wajahmu yang memberitahu saya.” ujarnya sambil menyerahkan perhiasan yang telah dibungkus cantik itu. Saya ambil yang ini.” Kesya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Perasaan bersemangat yang biasa dia rasakan saat perhiasan rancangannya berhasil terjual kembali dia rasakan.” ujar Kesya. “Terima kasih. Bu.” Yesss! jerit Kesya dalam hati. Rupanya ibu classy itu kolektor perhiasan. Tampak sangat ahli.. membentuk huruf V untuk Victory. Dengan penuh semangat Kesya menyelesaikan urusan jual-beli itu.” jawabnya sambil tersenyum. hasil potongan.. Wanita anggun itu tersenyum. Dia mengeluarkan lensa kecil dari balik tas elegannya. dan jenis berlian itu dari balik lensanya. Memperhatikan karat. ya?” Kesya mengangguk sambil tersenyum. “Ini permata asli?” tanyanya..“Ini harganya?” tanya wanita anggun itu sambil menunjuk bandrol harga yang tergantung. . Kesya mengangguk. Berdoa dalam hati agar wanita anggun ini tertarik untuk memiliki kalungnya. “Yang terbaik dari jenisnya. “Sold out?” Kesya berpaling dan mendapati DeeDee sedang menatapnya penuh harap. “Ini kartu nama saya. Dia mengeluarkan selembar kartu nama dari balik tasnya. “Oke. “Iya dong.. Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk dan berlalu sambil membawa bungkusan perhiasan rancangan Kesya.” Wanita anggun itu mengangguk-angguk. Bu Lidya. “Kamu perancangnya.

” “Kesh!” “Ya.. “Dia datang hari ini. “No! I just want to die!” “Cecil. Orangnya nggak pernah mau kalah. Can you imagine that?!” suara Cecil terdengar sudah mau menangis.” jawab Cecil lemah. tapi Kesya nggak punya istilah lain untuk menggambarkan Finna. Selalu omdo. Senyum menyebalkan dan suara cemprengnya memenuhi rongga kepala Kesya... Finna nggak benar-benar bergoyang dombret sih. omong doang. dan dengan nada sinis selalu menambahkan bahwa pacarnya itu bukan Inggris campuran seperti Alo..3 KRRRIIINGGG.. Selalu membanggakan pacarnya yang keturunan Inggris asli. sepupu jauh Cecil yang nyebelin banget.. “Then?” Kesya berdebar menunggu kelanjutan cerita Cecil. Cil?” tanya Kesya hati-hati.. Pandangan Kesya langsung berkunang-kunang. kenapa sih?” “Inget Finna?” Dahi kesya mengernyit. Cecil.! “Halo. cuma omong doang! Nggak pernah sekali pun mereka melihat si cowok peranakan Inggris aslinya itu! .. Abis. Yah... Kesya dan Cecil bahkan meragukan bahwa Finna memang sungguh-sungguh punya pacar. Padahal Finna tidak pernah sekali pun membawa pacarnya ke acara keluarga. dan gambaran soal wanita dengan gigi tonggos dan rambut panjang keriting tampak bergoyang dombret di pelupuk matanya. “Dia maksa-maksa jadi panitia untuk acara wedding-ku. Finna. “Kenapa dia?” tanya Kesya dengan suara penuh ketakutan.” “Can I borrow a gun?” Mata Kesya langsung melotot.. Gun?! Buat apa Cecil mau pinjam senjata? “Are you okay.

langsung percaya aja.. Waktu itu Kesya menangis tersedu-sedu karena cowok yang disukainya langsung terbirit-birit melihat penampilannya. Kesya terdiam. . Finna sendiri tampil lumayan. “Kesh. panic attack langsung melanda Kesya. sekarang terdengar frustrasi. Katanya dia sekarang membuka jasa sebagai wedding organizer di Amerika. “Kesya.. Dan apa yang terjadi? Ternyata mereka dikerjain habis-habisan oleh Finna.. aku nggak mau jadi bridesmaid kamu!” teriak Kesya cepat. Anak-anak perempuan lainnya tampak cantik dan menawan dalam balutan gaun ala putri kerajaan. apalagi dengan gaun kuning gading yang dijahit mamanya. yang pasti akan diterapkan Finna. Karena sudah cukup baik mengenal Finna. Sekarang mamaku menurunkan titah untuk menjemput Finna di bandara dan menceritakan secara detail rencana pernikahanku!” kata Cecil kesal. “Kamu udah gila ya. “Kalo Finna jadi salah satu panitia kawinan kamu. Mamaku juga. yah.. Dia benar-benar tidak ingin bekerja sama dengan Finna. Seolah baru saja memijakkan kaki di bumi setelah sepuluh tahun berada di bulan. Can you just shoot me on my head? Make it double then!” kata Cecil. menari-nari di depan matanya. ya?” tanya Kesya memelas. Jadilah Kesya dan Cecil datang ke pesta perpisahan dengan mengenakan kostum genderuwo dan kostum suster ngesot. “Si nenek sihir itu langsung bilang ke mamaku dia mau jadi panitia.. Ketika acara pesta perpisahan. dia tidak meragukan bahwa salah satu bayangan mengerikan yang dipikirkannya akan benar-benar terjadi! “I wish I could!” jerit Cecil. Finna bilang dress code yang ditentukan adalah kostum halloween. Cil. sekarang kamu mau mengundurkan diri jadi bridesmaid-ku.. tidak ada gaun yang dapat membuatnya cantik jelita dalam seketika. Kamu nggak bisa nolak. Bayangan mengerikan tentang segala macam aturan konyol. Finna dengan sadis memaksanya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya baru kemudian mendampingi Cecil berjalan ke altar! Oh no! Gila! Ini nggak bisa dibiarkan terjadi! “Aduh. kamu masih dengerin aku nggak sih?” Teriakan Cecil membuat Kesya tersadar dari lamunannya. “Aku udah bete banget karena dia tiba-tiba memproklamirkan diri jadi salah satu panitia pernikahanku. Tidak ada dress code halloween di pesta perpisahan mereka.Kesya masih ingat pengalaman mengerikan yang pernah dia alami bersama Finna.. payahnya. Kesh?” bentak Cecil. Mungkin malah nanti dia akan dipaksa mengenakan gaun bridesmaid warna hitam! Atau lebih parah lagi.” bisik Cecil lirih. Waktu itu mereka masih sama-sama SD.

. Kali ini bisikannya bahkan lebih lirih daripada sebelumnya. dan sekuat mungkin.. oke!” potong Kesya kesal. Damn it.. Aku nggak bisa kalo ada Finna di deket-deket kamu. for our friendship?” Suara Cecil kini hanya berupa bisikan... kamu satu-satunya sahabat dekatku. mulai deh! Kesya paling nggak tahan kalau Cecil sudah mengatur volume suaranya sampai lirih begini.” “Ya udah. “Kesya... Kamu tahu sendiri kayak apa Finna itu. Kamu tahu betapa raphunya aku. Cecil! Kenapa sih mesti bawa-bawa persahabatan di saat-saat seperti ini? Kesya menarik napas panjang.. “Kesya.” Cecil masih belum menyerah. “Nggak.. tetapi dia tetap menguatkan hati untuk terus berkata tidak. aku nggak peduli!” sambar Cecil.Wah. .. tidak untuk kali ini. Cil.” ujar Kesya dengan suara yang dibuat setegas.. Tangannya meremas rambut. mendingan aku nggak usah married aja sama Alo! Biarin aja! Biar kita bubar jalan aja! Biar nanti semua orang. lalu dia jadi batal menikah? “Cecil! Ngaco kamu!” bentak Kesya marah.. “Kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku.. Pertahan dirinya mulai runtuh.” “Oke. Aku harus kuat! bisik Kesya dalam hati.” Kesya bisa mendengar Cecil menghela napas. Aku bener-bener nggak bisa. Aku juga nggak akan bisa ngapangapain kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. Dia pasti tidak akan tega menolak permintaan Cecil.. mereka sudah berada di bandara. Atau. Nada suara Cecil langsung berubah ceria. setegar. aku nggak jadi married aja kali ya?” sambung Cecil putus asa. “Masa cuma gara-gara gitu doang terus kamu. Bahkan lebih lirih daripada sebelumnya. Dia kembali meremas-remas rambutnya.” Kesya masih terus mencoba bertahan. “Aku tetap akan jadi bridesmaid kamu. “Please. “Banget!” Sialan Cecil! *** Satu jam kemudian.. Aku nggak mau deket-deket. Aku nggak akan kuat kalau kamu nggak ada di sampingku. Puas?!” ujarnya setengah berteriak. apalagi berurusan dengan Finna! “Nggak. Tapi. Aku nggak akan bisa kuat kalau kamu nggak mau bantuin aku. Aku nggak akan mungkin melewati semua kerepotan ini tanpa support dari kamu. Kesh. Cil. Hah?! Sudah gila kali ya si Cecil? Masa hanya karena Kesya tidak mau jadi bridesmaid-nya. Atau apa? “Atau..

Kalau tidak memikirkan kesopanan. “Kita pulang aja deh ya. tapi jadinya malah terdengar seperti suara ngeong kucing ketika musim kawin!) sudah dihakpatenkan oleh Finna! “Hai. Cecil mendelik ke arah Kesya. Kesya mendengus melihat adegan artifisial itu.. mungkin dia sudah muntah! “Kita berdua akan jadi bridesmaid yang cantik di pesta pernikahan Cecil. “Lama banget sih?” dumel Cecil untuk yang ke-157 kalinya.Cecil berdiri di balik pembatas besi hitam. walaupun semua make-up itu tidak akan pernah menandingi kehebohan gigi tonggosnya.” balas Kesya juga untuk yang ke-157 kalinya.. “Coba tebak siapa ini?” ujar si empunya tangan kurus itu. Finna. Dulu Finna tidak pernah sudi berpelukan dengan Cecil. Nggak usah mikir pun pasti Cecil tahu siapa si empunya suara mendesah itu. seperti orang kurang makan. Kesya memaksakan sebuah senyum di wajahnya. Mungkin karena sekarang diberi tempat kehormatan untuk menjadi salah satu anggota panitia dalam pernikahan Cecil.. Tubuh Finna tetap kurus tanpa daging. Mata bulatnya melotot lebih besar ke arah Kesya. Suara mendesah yang dibikin-bikin itu (maksudnya sih biar kedengaran lebih seksi. biar kamu nungguin Finna di sini sendirian!” tantang Kesya sambil berkacak pinggang.. Kesya. Kesya memperhatikan penampilan Finna. Dia paling nggak suka main tebak-tebakan gini. tiba-tiba sepasang tangan kurus menutup kedua matanya.” sapa Cecil. “Hai. Mengutukngutuk dalam hati kenapa dia mau-maunya menemani Cecil menjemput Finna. Tapi baru saja dia hendak membalas perkataan Kesya. Sejak empat tahun yang lalu Finna tinggal di Amerika. Cecil! My beautiful cousin! Si calon pengantin!” Finna membalik tubuh Cecil dan memeluknya erat. “Siapa ini?” tanya Cecil. Kayak anak kecil saja! Kesya melirik si empunya tangan dan mendengus pelan. Tidak ada yang berubah setelah empat tahun ini... Finna sudi memberikan pelukan erat kepada Cecil.” Tubuh Kesya menegang dalam pelukan lengan kurus Finna.. Kesya berdiri di sampingnya.” Kini giliran Kesya yang dipeluk dengan erat. “Nggak ada ide yang lebih bagus ya?” bentaknya kesal karena itu ide yang diulang-ulangKesya selama setengah jam terakhir ini.. katanya. Susah banget! Karena memang saat ini Kesya sedang tidak ingin tersenyum. Tubuhnya yang mungil tampak kalah tinggi dibandingkan orang=orang lainnya. Aku pulang naik taksi. “Ada. Menurut Finna. “Hai. masih dengna mata ditutup tangan kurus Finna. Rambutnya tetap keriting panjang. mengurusi usahanya yang. bergerak di bidang wedding organizer. Cecil berbalik. Wajahnya tetap over make-up. Apa maksudnya? . keluarga Cecil kurang berkelas dibandingkan keluarganya.

Ceil. dahi Finna mengernyit bingung. “Mama kamu yang bilang begitu.. Sesekali dia membalikkan tubuhnya menghadap Kesya yang duduk sendirian di kursi belakang. Angelina Jolie-Brad Pitt-lah. nggak?” tanya Kesya iseng. I will kill her! pikir Kesya sadis. “Terus ada lagi yang seru juga.” Kesya mengernyit. Finna tidak berhenti bercerita soal kehebatannya sebagai WO sukses di Amerika.” Finna terkikik-kikik lagi. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh. ya? Iya.. Tubuhnya juga ikut heboh bergerak-gerak.. Jadi semuanya nggak boleh sembarangan.. Christina Aguilera-lah.. you know? Soalnya si Nicole itu maunya banyak. Cecil menggeleng lemah. Mereka kan udah seleb terkenal gitu.” Sejak naik ke mobil Cecil. tidak melihat sisi lucu dari pernyataan Finna. begitu deh kira-kira. It’s so repot. dan tampaknya sobatnya itu juga sedang melakukan hal yang sama.. lebih baik dia nggak tahu apa-apa. Malah sebaliknya. Kalo sampai dia tahu sesuatu tapi nggak ngasih tahu aku.. Cecil melirik Kesya dari kaca spion. Bener-bener berkesan deh. Mereka juga bisa dibilang seleb yang agak eksentrik. Jadi mereka mau pestanya yang bener-bener berkesan banget. “Kamu ngurusin pesta gunting kuku Tinkerbelle-nya Paris Hilton. waktu itu aku juga sempet.. Mereka cuma mau pesta sederhana yang hanya dihadiri orang-orang terdekat. namun kemudian senyum gigi tonggosnya terpancang di wajahnya. adiknya Paris Hilton yang masih baby itu. dia merasa ketakutan sekali! Tatapan do-you-have-any-idea-about-this? Kesya menghunjam Cecil.. . Dia tertawa terkikik-kikik. “Ooh.. Yang paling berkesan buatku itu waktu aku harus organize wedding party-nya Angelina Jolie-Brad Pitt. Extravaganza gitu! Mereka muter-muter nyariin WO yang bisa mewujudkan pernikahan impian mereka.. pestanya Nicole Kidman.. Pokoknya dia mau yang terbaik untuk tamu-tamunya. “Blah blah blah. sampai yang terakhir ini. waktu aku organize wedding party-nya Nicole Kidman. Mulai dari pestanya Britney Spears-lah. Dia harus konsentrasi menahan tawa yang seketika akan menyembur keluar. “Tinkerbelle?” sejenak. Rihanna-lah.. Yang dilirik balas melirik dengan tatapan pasrah... *** “Yah.“Aku juga jadi bridesmaid-nya Cecil!” ujar Finna dengan suara sengau.” Dan Kesya tidak mendengar lagi.. tapi akhirnya mereka balik ke aku juga. Ya. Dia melirik ke arah Cecil.

it’s gonna be another long day. Bentuk gigi itu rupanya diturunkan dari orangtuanya. Tante Renata dan Oom Balgi sengaja mengundang mereka makan siang untuk menghormati kedatangan Finna. “Hai.. padahal dengan tubuh sekurus itu apa yang bisa diharapkan orang-orang selain tulang belulang yang menonjol keluar? Kesya menggeleng. Dia menghela napas dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong. Mama Finna juga memiliki rambut keriting seperti Finna. Dari jauh dia tampak seperti pisang yang berdiri di atas apel merah..” Sok akrab. ya?” tanya DeeDee sambil menyelonjorkan kakinya di atas sofa pink di apartemen Kesya. kentara sekali usahanya untuk bisa kelihatan seksi.” ujar Cecil penuh kelegaan.. sudah pasti lega karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. “Hhhh. Tante Renata dan Oom Balgi. Hmmm. Kesya mengangguk sambil memasukkan suapan besar es krim ke mulutnya. Kesya dan DeeDee baru saja selesai makan malam. Mama dan papa Finna juga memiliki bentuk gigi seperti gigi Finna.. makan es krim sehabis menjalani hari yang melelahkan memang benarbenar nikmat.. “Selamat siang.. Pap!” sapa Finna pada kedua orangtuanya. sudah menunggu mereka di sebuah restoran sea food. Menurut Kesya. Kesya mendesah pasrah. Kesya menghadiahi dirinya sendiri satu porsi besar es krim rum raisin... “Kamu nggak takut?” . Tidak heran Oom Balgi berjengit. Oom Balgi berjengit melihat penampilan Finna yang sangat mencolok mata itu.. papa dan mama Cecil. Orangtua Finna juga hadir di sana. Tante dan Oom sayang. Entah itu kelegaan karena mereka sudah hampir dua jam duduk saja di dalam Civic metalik Cecil atau kelegaan karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. Malam itu. kalau tidak mau dibilang superaneh. Mama Finna adalah sepupu Tante Renata.” *** “Kamu beneran mau jadi bridesmaid. Kesya tersenyum kecil. bukan adiknya! Ketauan banget si Finna itu bohong besar! “Sampai juga. Sementara Finna mulai mengoceh dengan suara nyaringnya. Mom! Hai... Finna langsung memeluk kedua orangtua Cecil.Siapa juga tahu bahwa Tinkerbelle itu anjing Chihuahua-nya Paris Hilton. berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak berpikiran terlalu kejam terhadap Finna. Gadis itu mengenakan atasan tank top berwarna kuning cerah dan bawahan rok supermini berwarna merah terang. Yang paling menggelikan adalah.. Penampilan Finna memang superunik.

merajut hidup baru dengan pasangan pilihan.. “Jangan tersinggung ya. Lagian kamu yakin mau pacaran sama Jansen?” sembur DeeDee. “Jangan sembarangan ya kalo ngomong! Aku sayang kok sama dia.. “Kesya!” DeeDee melempar bantal yang sedang dipeluknya ke arah Kesya. “Pernah dengar nenek bilang. . “Siapa bilang aku nggak punya cowok? Aku punya kok.” Kesya mendelik galak ke arah DeeDee. “Siapa? Si Jansen?” DeeDee juga menyuap es krimnya.Pertanyaan DeeDee membuat dahi Kesya mengernyit. mangkuk es krimnya.. tidak perlu takut kesepian. Sebenarnya telah muncul sebersit rasa khawatir dalam hatinya.. “Takoh apoah??” tanyanya tidak jelas dengan mulut masih penuh es krim. Mangkuk es krimnya selamat! “Aku serius nih!” DeeDee menyibak poni yang menutupi wajahnya. kenapa kalian berdua masih belum jadian sampe sekarang?” potong DeeDee. Kadang dia merasa kesepian juga. Kesya buru-buru menyelamatkan. Mata Kesya mendelik lebih lebar ke arah DeeDee. “Apalagi kamu kan sekarang belum punya cowok. Buukkkk! Bantal itu mendarat dengan posisi tidak menyenangkan di wajahnya. Bilangnya saja dia punya banyak teman. kelihatannya Kesya malah terlihat lebih kekanakkanakan daripada dirinya.. Jangan-jangan nanti kamu bakalan jadi bridesmaid terus. Walaupun usia mereka berbeda dua tahun. Mulut Kesya terkunci rapat. Dia buru-buru memasukkan suapan besar es krim ke dalam mulutnya. tapi ada saat-saat semua temannya sibuk dengan urusan masing-masing. selamanya akan terus jadi bridesmaid‟?” Kesya menggeleng. Apalagi kini. dan. tapi Jansen tuh nggak banget deh! You deserve better than him!” ujar DeeDee serius.. bukan pacar. Mati kutu. Belum pernah sekali pun magic words “I love you” terungkat dari mulut Jansen. masih saja sendiri. nenekku nggak pernah usil bilang-bilang begitu. “Emangnya kenapa?” tanya Kesya. DeeDee geleng-geleng kepala melihat kelakuan seniornya itu. Matanya menerawang ke jendela besar di apartemennya.. tapi Kesya tetap tersenyum. aku tahu dia juga sayang sama aku. “Itu mah bukanc owok kamu.” “Kalau begitu. “At least. Kesya tahu Jansen sangat menyukainya dan dia juga menyukai Jansen. teman tapi mesra.. „Sekali jadi bridesmaid. Itu baru TTM.” sahutnya sambil nyengir lebar.. perlahan-lahan satu per satu sahabatnya telah menikah. Kesya menghela napas panjang. tapi sampai detik ini belum pernah sekali pun laki-laki itu serius mengajaknya berpacaran.” ujarnya tersinggung. Sementara Kesya...

. Kalau sedang berkonsentrasi penuh.. Dua tahun menjadi pegawai Kesya. Dia sama sekali tidak ingin diganggu. gimana ngomongnya ya?” Mona garuk-garuk kepala yang. Mona makin mengerut dengan sikap Kesya. Rasanya tadi dia sudah memberi instruksi cukup jelas kepada Mona. Kesya yakin seratus persen.. dan Kesya sedang mengerjakan hadiah untuk putri gubernur itu. Sudah cukup lama kepalanya menunduk dengan posisi yang sama.. sebuah meja kayu yang dipelitur dengan halus.. cukup menenangkan hati.. dan bicaranya jadi tambah ngelantur..” Lho. Hadiah dari sesama orang penting tentu saja harus dikerjakan dengan penuh kehati-hatian. Sebuah lensa khusus untuk melihat berlian terpasang miring di dahinya.Dan apabila saat itu tiba. itu. “Ada apa sih?!” bentak Kesya tidak sabar. tapi saat ini dia benar-benar tidak berdaya. Mood-nya tambah lenyap mendengar ucapan Mona yang muter-muter nggak jelas. soal Jansen nggak usah dipikirin.. Kesya duduk di balik meja kerjanya. Kepala Kesya menunduk di atas meja. you deserve better than him. kalau saya nggak mau bilang ke Bu Kesya.. “Maaf.. tapi saya nggak tahu harus gimana lagi.... saya akan dipecat. “Anu. Katanya.” ujarnya memelas. diadukan ke Komnas HAM. Bu Kesya. Dia tuh nggak cocok buat kamu!” Lalu. udah deh. Aku kan udah bilang. Tok tok tok. “Ada apa?” tanya Kesya tidak sabar. “Kesh. Aduh. “Ya!” sahutnya dengan suara cukup tinggi. Kepala Mona tersembul takut-takut. lho. dia sudah cukup hafal dengan perangai bosnya itu. siapa yang cocok buat aku? Kenapa sampai sekarang belum muncul-muncul juga? *** Ruang kerja Kesya yang cukup besar terasa sejuk. “Malah bagus kalo dia belum pernah nembak kamu. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru.! Kesya mengembuskan napas dengan kesal. Putri Gubernur Palembang akan menikah bulan depan. tidak terasa gatal. Kesya merasa sangat marah kalau diganggu. lho? Mona ngomong apaan sih sebenarnya? Kenapa sampai bawabawa Komnas HAM segala? . “Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Bu Kesya nggak mau diganggu. tapi dia memaksa terus. Lampu meja memancarkan sinar kuning lembut. mau tidak mau Kesya harus cukup puas dengan kesendiriannya. saya tahu Ibu nggak mau diganggu.” Perkataan DeeDee membuyarkan lamunan Kesya. dianggap melecehkan dia.

kalau Bu Kesya nggak mau ngomong sama dia.. “Kamu nggak akan dilaporin ke Komnas HAM!” ujar Kesya. bersiap melanjutkan pekerjaannya. “Kalau begitu Bu Kesya ngomong sendiri sama yang namanya Finna ya. Bu Kesya. Kalau Finna ada di hadapannya. Saya bertanggung jawab atas diri kamu!” Wajah Mona berubah riang. setengah menangis. “Saya udah bilang itu dua puluh lima kali. Kesya menggeram marah. Bu Kesya benar-benar bos yang baik ya!” Dan dia pun berlalu dari ruang kerja Kesya. Dia memaksa untuk ngomong sama Bu Kesya. Pegawainya ini sebenarnya tahu nggak sih apa itu Komnas HAM? Kok percaya begitu saja sama kata-kata si Finna. mungkin maksudnya supaya terdengar seksi. pintu ruang kerjanya kembali diketuk. Dia menempelkan telepon itu ke telinga Kesya.“Mona! Kamu tuh kenapa sih? Nggak bisa ngomong langsung ya? Mood-ku jadi hilang nih! Gara-gara kamu!” “Anu.” sahut Mona.” Finna? Mau ngapain dia? “Bilang aku nggak ada di tempat!” jawab Kesya sambil mengibaskan tangan.. “Galak amat sih?” “Ada apa... Cukup lama Kesya berdiam di sana.. dia mau ngaduin saya ke Komnas HAM!” Kesya geleng-geleng kepala sendiri. “Kalau kamu dilaporin... Ini kali kedua puluh enam dia telepon. saya nggak mau diganggu!” Tapi. Finna? Aku lagi sibuk banget nih!” “Sesibuk apa sih sampai nggak bisa diganggu?” Finna tertawa sengau. “Mona! Saya sudah bilang. karena saya itu bos kamu. Kesya mengembuskan napas kesal. Ketika Kesya sudah duduk kembali di kursi kerjanya. “Finna! Aku benar-benar lagi sibuk! Kalau kamu nggak mau langsung bilang apa maumu. itu. Mona malah menerjang masuk dan buru-buru mengangkat telepon di ruang kerja Kesya.” Suara sengau Finna terdengar garing di telinga Kesya. Bu Kesya? Wah. aku akan langsung tutup telepon ini!” . tapi di telinga Kesya terdengar seperti lenguhan orangutan jantan di Taman Safari. Kesya.. Dan seperti yang saya bilang. dia akan melumat-lumat tubuh ceking Finna! “Aih. “Tapi yang namanya Finna itu juga udah dua puluh lima kali telepon ke sini. Konsentrasinya sudah buyar! Mood-nya sudah hilang! Dia berjalan ke jendela berukuran sedang. ada yang namanya Finna Salsabila telepon.” ujarnya sambil buru-buru kabur keluar. berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya yang menguap bersamaan dengan ocehan Mona yang tidak keruan. Dari sana dia dapat mengamati kesibukan kota Jakarta. “HALO!” sapa Kesya. “Bener. Untung saja Finna tidak berdiri di sini. saya pasti akan membela kamu.

” . Mama termasuk salah satu orang penting yang dimaksud tadi.. Seenaknya saja Mona menghubungkan line teleponnya.. “Nggak deh.. segitu aja marah. “kalau kamu telepon cuma untuk ngomong begitu doang. “Tunggu sebentar!” Kesya menekan line 2. Kesya sudah memberikan perintah yang sangat jelas bahwa hanya segelintir orang penting yang boleh langsung terhubung dengan line teleponnya.” Damn it! Apa maunya si Finna. jadi kita juga harus bertanggung jawab dalam pemilihan dekorasi pelaminannya.” “Kamu yang berlebihan! Berminggu-minggu nggak ngasih kabar ke orangtua kamu! Mama nggak tahu apa muka kamu udah berubah jadi kotak atau persegi. Kesya mendengus kesal. kan?” Kesya menggeram marah.. “Buat apa? Itu kan urusan Cecil dan Alo!” “Lho lho lho. Oke.. Kesya menjawab lagi. sampai ngomong seperti itu? Finna tertawa mendengar leluconnya sendiri. Rasanya Cecil tidak pernah memberitahukan bahwa salah satu tugas bridesmaid adalah membantumu memilih dekorasi pelaminan! “Cecil nggak pernah bilang begitu!” “Sekarang Finna yang bilang! Sama aja. kamu punya seorang ibu tua dan seorang ayah tua yang selalu menanti-nantikan kabar dari anak gadisnya yang tinggal sendirian di Jakarta? Jauh terpisah dari orangtuanya?” Kesya mengerang pelan. nggak bisa begitu. tuuuttt..“Deuuu. “Aduh. Nanti kamu cepet tua lho. Kita berdua kan bridesmaid-nya.” Dahi Kesya mengernyit. Jangan gampang marah-marah gitu dong. nggak usah berlebihan gitu deh. Tuuttt. tuuuttt. rasanya nggak penting banget deh!” Finna tertawa lagi. Kesya sayang... Terdengar nada sela. Sebenarnya aku mau ngajak kamu pilih dekorasi pelaminan buat Cecil!” Sambil menahan amarahnya. Kesabarannya kini sudah benar-benar berada di ambang batas. cuma sekarang kupingku rada kegedean karena harus dengerin omelan Mama. atau masih tetap lonjong seperti dulu!” “Oke! Mukaku masih tetep lonjong seperti dulu.. Selebihnya harus disortir dulu oleh Mona. “Kenapa kamu udah beberapa minggu ini nggak pernah telepon ke rumah? Kamu sudah lupa ya... “Kesya! Begitu ya cara kamu ngomong sama Mama?” terdengar suara ibunya. “Halo!” bentak Kesya. Kasian kan kalau kamu kelihatan tua.. tapi kali ini Kesya benar-benar tidak ada tenaga lebih untuk berargumen.. Mama..... Nanti cowok-cowok tambah nggak mau lagi sama kamu..

ya?” Suara Mama kini terdengar melunak.. rupanya telepon itu tidak menyerah begitu saja.. kamu selalu nggak senang! Padahal Mama kan cuma khawatir sama kamu. Ma.“Mama bukannya ngomel! Mama cuma mau ngingetin kamu! Kamu tuh seharusnya sering-sering telepon ke rumah. Kalau sudah mengeluarkan getaran. nggak usah jadi anak Mama saja!” Klik! “Aaarggghhh!” Kesya berteriak kesal. ya? Tadi kamu marah-marah. iya!” jawab Kesya tidak sabar. Wah. Kesya menghela napas. telepon itu masih bunyi.” Dia sudah tahu ke mana ujung pembicaraan ini akan bermuara. itu lagi! Selalu saja itu yang ditanyakan Mama. Aku bahkan sudah hafal banget sama omongan Mama. Kkkkkkkkkkkrrrrrrrrriiiiiiiiiinnnnggggggggg!!! Tuh kan. No more telephone! Krrriiiinnnngg! Krrrriiiinnnngggg! Kkkrrrriiinnngggg! Tapi.. “Kesya! Halo. cowok-cowok aja yang nggak tahu pada ngumpet ke mana! “Hei! Kamu denger omongan Mama nggak sih?” Suara Mama kembali meninggi. “Kalau dibilangin Mama. Halo. Memanggil-manggil Kesya. Kalau nggak senang ya sudah. Kali ini lebih panjang. tapi serasa nggak punya anak!” “Iya. .. benar! Itu lagi. Ceritain kabar kamu. Finna sialan! Sekarang dia bilang aku gila! Kkrrriiinnnggggg! Kesya menutup telinganya. “Cecil saja sudah mau menikah. repot deh! pikir Kesya. nanyain kabar papa dan mamamu! Mama dan Papa punya anak. Kapan kamu mau serius cari pacar?” Nah kan.” Itu suara Finna. Dia masih setia menunggu Kesya di line 1! “Ya. “Mama dengar kamu jadi bridesmaid-nya Cecil. Ma. Finna!” “Kamu kenapa sih teriak-teriak kayak Tarzan gitu? Kayaknya kamu punya masalah kepribadian.” “Jadi begitu ya?” Suara mamanya terdengar bergetar. sekarang kamu teriak-teriak. Mungkin kamu butuh bantuan psikolog?” Praaaakkkk! Kesya membanting gagang telepon kembali ke tempatnya. Usahanya bahkan lebih gigih dibandingkan pendemo yang biasanya suka mangkal di Bundarah HI. Tapi. Memangnya salah Kesya kalau tidak ada cowok yang bilang cinta kepadanya? Masa dia harus mengemis cinta kepada cowok-cowok untuk menunjukkan kepada Mama bahwa dia serius cari pacar? Kesya serius cari pacar! Serius banget malah. berarti Mama sudah tersinggung dan siap-siap meledak. “Iya. “Denger. Telepon itu dengan gigih terus berbunyi.

sori. Suara siapa itu? Rasanya dia tidak pernah mengenal laki-laki dengan suara seperti ini? Suaranya berat dan enak sekali didengar. Kesya tidak suka ditertawakan. “Ya. “Kalau lain kali kamu tidak meng-cut telepon untuk saya.” “Enak aja! Ka. Lho? Lho? Lho? “Kurang ajar!” maki Kesya lalu membanting teleponnya. ada apa?” “Saya baru datang dari Singapura. kamu akan saya pecat!” . Segera sebuah suara berat laki-laki memenuhi ruangan itu.. Ragu-ragu. tapi tanpa sadar tangannya menekan tombol speaker phone.. Kamu bisa tolong jemput saya?” “Enak saja! Memangnya saya sopir kamu?!” bentak Kesya marah.“Aku nggak mau terima telepon!” teriak Kesya. jemput saya sekarang. Mona langsung mengerut ketakutan melihat Kesya datang mendekat. Saya juga tidak ingin naik taksi sendirian. apalagi saat dia sedang merasa marah. ini Kesya. Dia jadi tambah marha. Dia segera menyambar kunci mobil dan dengan langkah lebar keluar dari kantornya.” Terdengar tawa kecil dari seberang. “Waaah. suara kamu keras sekali ya. Kesya menghampiri meja Mona.” Marco? Bestman-nya Alo? “Ya. Pesawat saya baru saja tiba. Laki-laki ini harus diberi pelajaran! Kesya menggerutu dalam hati. tapi tidak ada yang bisa menjemput saya. Dia membanting teleponnya. Kesya menjawab sapaan suara berat itu.. Jadi please.. bestman-nya Alo. “Halo? Kesya?” Kesya segera memandang telepon itu.” Tuut tuut tuut tuut. Kamu siapa ya?” “Saya Marco. Tapi saya benar-benar tidak tahu jalan. “Jangan ngetawain saya!” “Ehm.

Dengar-dengar dari cerita Alo. Buru-buru dimajukannya mobilnya. Hihi. jadi Kesya agak leluasa untuk memperhatikan pendampingnya dalam acara pernikahan Cecil. Kesya akhirnya menyerah juga. Marco sendiri lahir di Singapura.4 KESYA mendengus kesal. muter-muter cari alamat yang nggak jelas.. Kali ini dia ke Jakarta untuk menyelesaikan sebuah proyek. dia malah enak-enakan tidur! makiannya bertambah dahsyat.. Cowok kurang ajar! makinya dalam hati. Dasar kebo! . Dia berpaling. tapi mereka sudah lama bermukim di Singapura.” begitu dia bergumam tidak jelas lalu mengempaskan tubuhnya di samping Kesya.. Sudah dua jam dia keliling-keliling mencari alamat yang secara tidak jelas diucapkan oleh bestman Alo ini. sekaligus menjadi bestman dalam pernikahan Alo. Kelapa Gading. Kesya melirik ke arah Marco lagi. sejak kecil Marco tinggal di Singapura.. Sekarang dia juga bekerja di sana. Dua jam lalu. Jengkel. Laki-laki itu masih tidur. Mana jalanan macet. Berpikir untuk menjitak kepala Marco. Kesya sungkan untuk bertanya lagi. lagi! Eh. Emangnya aku sopirnya? Aku capek-capek nyetir. Namun. Dddiiinnnn. Pendamping yang mendampingi pendamping pengantin.! Kesya tersentak kaget. merasa kesal karena Marco sejak tadi tidak membantu menunjukkan jalan sedikit pun. Kesya tertawa dalam hati.. Pelanpelan. Kesya terus memperhatikan Marco yang masih tetap tertidur pulas. hati Kesya tambah kesal. putar sana putar sini. Dan saat melihat kedua kelopak mata Marco yang terpejam rapat. ketika Kesya sampai di bandara.. Orangtuanya orang Indonesia. lucu juga. Nanti disangkanya dia gadis kampungan yang tidak tahu jalan di kota Jakarta ini. “Jalan Disco. Gila! Pulas sekali tidurnya.. bestman Alo yang bernama Marco Raphael Eagan ini langsung melemparkan travel bag-nya ke dalam bagasi mobil Kesya. Jalan di depannya agak tersendat. Berhenti lagi.

kentara habis dicukur.Ehm. Kini hawa panas terasa mengalir naik ke wajah Kesya. aku gadis kesepian yang sangat mendambakan laki-laki. gila nonton pertandingan tinju atau WWF yang penuh dengan sadisme. Yang sangat mengagung-agungkan maskulinitasnya. Hiiyyy. Di tangannya tampak urat-urat yang menonjol. buru-buru diralatnya lagi pikiran itu. Kelopak mata Marco masih terpejam rapat. Berarti tiap dua menit sekali. dia udah punya pacar belum ya? Kesya terkejut. Kata orang. Kesya terkejut. laki-laki yang berbibir penuh adalah laki-laki yang tidak pernah bohong. Kalau melihat kesan pertama saat bertemu tadi. Dia ketahuan sedang memperhatikan Marco. sama seperti dirinya. pikiran dari mana lagi itu? Kok jadi kayak iklan-iklan kontak jodoh di tabloid sih? .” Tiba-tiba Marco berbicara! Dada Kesya berdebar lebih kencang.. tapi sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas dengan seksi.. Pikiran dari mana itu? Kesya kembali berpaling memperhatikan Marco.. Dihapusnya sampai tidak tersisa lagi. Dada Kesya berdebar-debar. Tapi... Rahang perseginya tampak kebiru-biruan. Dia lebih memilih film drama daripada action.. gila film-film action yang hanya menampilkan adegan berantem terus. Jansen juga tidak suka film action. Kira-kira. Kesya jadi ingat Jansen... tipe pekerja keras. sudah maju lagi. Kesya suka laki-laki pekerja keras. Kaus polo kuning yang Marco kenakan tampak menonjolkan maskulinitas tubuhnya. Sialan! Rupanya sejak tadi laki-laki ini pura-pura tidur. Aduh malu banget deh! Jangan-jangan Marco pikir. Hmmm.. Bibir penuhnya tampak merah. Buru-buru Kesya memajukan mobilnya lagi.. Jansen tidak segagah Marco. Yang gila olahraga.! Kesya bergidik. Mereka juga sering memberi pujian kepada wanita pujaannya. Alisnya tebal. tapi. Ups. Aduh. Dia tidak akan pernah mau berurusan dengan lakilaki semacam itu. kamu sudah lima kali menoleh untuk memperhatikan aku. Lalu menggeleng kuat-kuat. Kesya melirik Marco lagi. Ups. Dari mana lagi datangnya pikiran itu? Diiinnn! Dddiiinnnn! Dddiiinnn! Aduh! Jalan di depannya sudah lengang lagi. Marco tampak lebih macho lagi! “Dari sepuluh menit yang lalu. kalau diperhatikan. Laki-laki bertubuh kecil yang tidak pernah sok-sok tebar pesona itu menyukai musik dan teater. Napas teratur laki-laki itu menandakan dia masih tertidur pulas. Suara tawa kecil di sebelahnya membuatnya menoleh kaget. Marco tampaknya laki-laki yang suka tebar pesona. Kali ini cukup serius sampai dahinya berkerut-kerut. membentuk seulas senyum kecil. kamu ingin melihatku. Marco keren juga.

Tapi dia memutuskan untuk diam saja. Aku mau tanya. Masih bingung akan apa yang dilakukan Marco. Dan lebih memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus memperhatikan laki-laki brengsek ini lima kali dalam sepuluh menit terakhir! “A.. Memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus satu mobil dengan laki-laki brengsek ini.” seru Kesya saat Marco membuka pintu di sampingnya. Memotret dari berbagai sudut. Berhenti. Marco minta diantarkan ke tempat menginapnya di Jakarta.” ujar Marco lagi.” ujar Marco.. Berjalan ke tengah. Dari travel bag-nya. Hawa panas yang lebih panas daripada terik matahari di Gurun Sahara kini menyerbu wajahnya. Masih mengutuki orang yang memukuli beduk dalam hatinya. Dug! Dug! Dug! Dug dug dug dug dug dug!!! Sialan! Siapa sih yang mukul beduk dalam hatiku! maki Kesya pelan. Dia lalu berjalan mendekati tanah kosong itu. ngeliatin aku?” Kini mata Marco sepenuhnya terbuka. laki-laki itu mengeluarkan sebuah kamera digital. “Tolong buka bagasinya. Setelah menutup bagasi. Kesya bersandar pada mobilnya. Tapi ini... tapi aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget.. tapi Kesya malah tidak berani memalingkan wajah. Kesya mematuhi petunjuk Marco sambil tetap memandang lurus ke depan.” Kesya membuka bagasinya lalu mengikuti Marco. Melihat-lihat. Senyum seksi yang menggoda... Kali ini dia menertawakan wajah Kesya yang memang merah seperti lobster matang.. pikir Kesya.. lalu memotret lagi.. Ini toh yang namanya Jalan Disco? Yang dilihat Kesya hanya sebidang tanah kosong yang cukup luas. “Belok sini. “Stop depan saja. Dengan hati dongkol.” ujarnya mencari-cari alasan. Marco tampaknya telah menyelesaikan urusannya.. “Eh. dia masuk ke mobil Kesya lagi. Tidak mau banyak bicara kepada laki-laki ini. Kesya mengutuk dalam hati. Dia masih tidak berani menatap Marco. Berhenti. tunggu. Marco masih tersenyum. terutama setelah kejadian memalukan tadi. Lalu memotret lagi. Mau ngapain Marco ke sini? Tadi. Kesya juga ikut masuk ke mobil. Jadi aku nggak enak banguninnya. Marco tertawa kecil lagi. aku nggak tau Jalan Disco ada di mana.. Melihat-lihat ke atas..“Kenapa? Kamu suka ya.. “Lurus saja sampai ujung sana. Mobil-nya! .. Wajahnya pasti merah seperti lobster matang. “Hah sini?” Kesya buru-buru membelokkan setir mobilnya. Dia memasukkan kamera digitalnya ke dalam travel bag.” Kesya melongo.

. Bu Kesya. Alis Marco terangkat. laki-laki tukang tebar pesona ini... Rasanya dia benar-benar familier dengan lingkungan apartemen ini.” ujar Marco tanpa sempat Kesya bertanya. Celingak-celinguk. “Selamat malam. Benar juga ya. karena.” 1525! Itu kan terletak di sebelah apartemennya! “Itu tepat di sebelah apartemenku!” jerit Kesya.. memajukan mobilnya ke parking booth.. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya. dia melihat ke sekeliling lagi.” “Apartemen nomor berapa?” buru Kesya cepat. Marco tersenyum lagi. Deg! Wajah Kesya berubah merah lagi. Tubuhnya penat.” ujarnya santai. Senyum seksi yang... membuat dada Kesya bergemuruh kencang. tadi ada urusan.. teringat perjalanan yang masih harus dia tempuh untuk pulang ke apartemennya sendiri. sampai selesai pesta pernikahan.. Dia menghela napas panjang. bagus kalau begitu. Bu?” Kesya tersenyum bingung. lagi-lagi. Kesya mendengus kecil. “Karena.. Bagus? Apanya yang bagus? Kesya kesal sekali dengan ulah Alo dan Cecil yang mencarikan bestman mereka apartemen tepat di sebelah apartemen Kesya.. “Kok malam baru pulang. karena dia juga merasa mengenali wajah petugas parkir Apartemen Magenta dan dikenali oleh si petugas parkir itu.” Kesya kebingungan. ya?” tanya Marco enteng. tanpa dia sendiri tahu apa-apa soal itu. Apartemen Magenta? Apartemen Magenta kan apartemennya! “Kamu akan tinggal di sini?” seru Kesya terkejut. Alo dan Cecil menyarankan agar aku tinggal di Apartemen Magenta. Kesya hanya tahu.. Marco mengangguk pelan..“Ke Apartemen Magenta. setengah linglung.. “1525.. Seolah mendapat pencerahan. kenapa Marco tidak boleh tinggal di apartemen sebelah Kesya? Tidak ada alsan yang jelas untuk melarang.. “Karena kamu takut jatuh cinta sama aku. dia tidak suka berdekatan dengan Marco. Ini kan. “Kamu nggak bisa tinggal di sana!” “Kenapa nggak bisa?” Marco balik bertanya. Kesya lelah luar biasa. Kesya. “Selama di Jakarta. Tapi. . Aneh! Kok sepertinya Kesya mengenali pemandangan di sini. “Iya nih. Kali ini warnanya seperti warna tomat matang. Tiba-tiba Kesya tersentak.. matanya bersinar tajam. Mereka bermobil dalam diam..” Kesya setengah bingung setengah tidak percaya. “Oh.” sapa petugas parkir dengan akrab. Saat tiba di Apartemen Magenta. Dari Jalan Disco sampai ke Apartemen Magenta makan waktu dua jam. Matanya mengantuk. Tidak tahu alasan apa yang harus diutarakan.

Matanya berbinar-binar tanpa berkedip. “Good night. Hmm.” Marco menyelesaikan monolog perkenalannya. DeeDee. Pintu terbuka dan kepala DeeDee menyembul dari dalam apartemen. segera setelah fajar mulai menyingsing! Tiiinnngg. Kebiasaan jelek DeeDee. lalu berhenti.. berjalan sedikit. Sebenarnya bukan kesal karena Marco tinggal di sebelah apartemennya. di depan televisi. tidak memberitahunya apa-apa mengenai pengaturan ini. Mobil Kesya telah terparkir sempurna.. Kesya. DeeDee berbicara sambil memasukkan sumpit ke dalam mulutnya. Kesya mengikuti tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.” Kini Marco mengangguk ke arah DeeDee. Sumpit yang tadi dipegangnya terjatuh satu. Tiinggg.. “Dan. bestman-nya Alo. Kemudian dia melenggang . Dia mengambil tas dari bagasi yang telah dibuka Kesya.. Kesya sudah mau menghilang saja ditelan bumi saking malunya.. Jemari Marco menekan tombol 15. Dia masih merasa kesal. DeeDee sendiri berdiri mematung memperhatikan sosok Marco yang menjulang. “Karena aku seksi. kalau menuruti kata hatinya. karena kamu telah memperhatikan aku setiap dua menit.“Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?” tantang Kesya.. Matanya membulat.. Dia kesal lebih karena Cecil dan Alo. “Gila!” maki Kesya. “Good night. lalu berjalan menuju lift.. Kesya merasakan lift bergerak naik. Marco tersenyum lebih lebar. dua kepala lebih tinggi daripada dirinya.” Kesya tidak jadi berkomentar karena DeeDee telanjur membuka pintu.. Dia tidak membalas sapaan Marco..” tambahnya dengan senyum menggoda. makan selalu sambil nonton televisi! “Mau cari Kesya.. tapi Kesya percaya ini semua adalah ide Cecil. Saya akan tinggal di apartemen sebelah selama berada di Jakarta. di ruang tamu. Berhenti menggantung seakan menguap di udara. memandangi Marco tanpa berkedip. DeeDee. Mereka berdua masuk lift. ya? Kesya-nya belum pu. sementara yang satu lagi masih menempel di mulutnya. Tadi. Mereka berbelok.” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata.” Marco mengangguk sopan ke arah Kesya. “Siapa?” Itu suara DeeDee.. Padahal. menatap berani ke arah Marco. tampak semangkuk mi yang mengepulkan asap diletakkan di atas meja pendek. Dari pintu yang terbuka. Gadis itu memegang sumpit. sampai acara pernikahan Alo dan Cecil selesai..” sapa Marco sambil tersenyum. hanya terpukau memandang sosok pria itu. kok berhenti di apartemen nomor 1523? Marco menekan bel pintu.. Eh? Lho... Marco turun tanpa berkata lagi. Dalam hati dia berjanji akan mencabik-cabik Cecil besok pagi.” Kalimat DeeDee tidak selesai.. “Halo. “Saya Marco. seolah terhipnotis.. “Eh.

“Aku punya feeling dia bakal jadian sama kamu deh. tapi hatinya berdebar juga.... “Di mana sih. “Kamu ngaco ya. “Then what?” Kesya mencibir sambil masuk ke apartemennya. “Sinting!” maki Kesya lalu masuk ke kamarnya. “Kenapa dia nggak tinggal di sini aja?” DeeDee masih memekik. “Cowok tukang tebar pesona! Cowok model begitu sangat mengagungkan maskulinitasnya! Nggak banget! Itu bukan tipeku sama sekali!” DeeDee terdiam memandang Kesya.. Gayanya persis nenek Kesya waktu Kesya kecil menolak makan nasi. “Marco sahabatnya Alo. DeeDee menyusul langkah Kesya. “Dia tahu namaku!” pekiknya senang. Alo ketemu cowok seksi kaya gitu?” DeeDee mengempaskan tubuh di ranjang. Dia lalu keluar dari kamar tamu. Dibandingin Jansen. Makan malamnya segera terlupakan. Kesh. DeeDee menggeleng-geleng.” Kesya melotot. “Sssst!” Kesya menegurnya. Begitu pintu apartemen 1525 menutup. “Apaan?” cibirnya. Kesya lagi-lagi geleng-geleng kepala. Marco jelas jauh ke mana-mana. “Mendingan Jansen. Kesya mencebikkan bibir..” DeeDee tersenyum lebar.” tambahnya pelan. Takut pekikan DeeDee terdengar sampai ke sebelah dan membuat Marco kege-eran. “Kamu yang sinting kalau menolak cowok seseksi itu menginap di apartemen ini!” balas DeeDee tak kalah sengitnya. Kesya. “Apa-apaan sih kamu? Dia nggak mungkin tinggal di sini!” “Kenapa?” “Aku nggak akan mengizinkan!” “Kenapa nggak?” “DeeDee!” bentak Kesya. menampilkan ekspresi terhina mendengar ucapan DeeDee barusan..” desah DeeDee.” “Sinting!” Kesya melemparkan guling ke arah DeeDee. berjalan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur. “Gila!” Kesya memperkaya kosakata makiannya sambil menggeleng-geleng. DeeDee langsung bereaksi. Masa kamu membiarkan orang asing seperti dia tinggal sama-sama kita!” “Orang asing yang seksi. “Kesya...masuk ke apartemn nomor 1525... Saat . Tidak memedulikan makian Kesya.” “Dia seksi banget lho. makanya bisa jadi bestman-nya Alo. Dia seratus ribu kali lebih baik daripada Jansen. “Feeling kamu salah banget kalau begitu! Aku nggak mau!” bantahnya.

... “Marco. Dug! Dug! Dug! Pemukul beduk dalam hati kesya beraksi lagi! *** Krriingggg! Kesya meraih gagang telepon yang terletak tepat di sebelahnya. kan?” Kesya tertegun.” “Wuaahh! Perhatian banget dia!” DeeDee melonjak kegirangan.. “Dia bawain makan malam untukku..” Jansen tertawa kecil. Udah malem kok belum tidur?” Kesya melirik jam yang terpasang di dinding. nanti keburu lupa.! “Lho.. itu. selesai kerja... Ternyata Marco! Mau apa dia? Kesya membuka pintu.. Kesya berjalan ke pintu dan melihat dari lubang siapa orang yang berkunjung malam-malam begini. “Kamu juga baru selesai makan?” “I. “Hai. iya nih.. suara apa tuh?” tanya Kesya terkejut.. lalu berlalu. halo..” “Ha. Kalau nggak. “Aku pesan makanan untuk kamu. Biar begitu..tangannya terulur hendak memegang hendel pintu. “Halo.. itu piring makanku pecah.” jawab Kesya pelan. “Siapa?” kepala DeeDee menyembul dari dalam kamar Kesya.” Ya ampun Jansen! Di telepon pun masih bisa gugup begitu! Kesya tersenyum kecil. jadi buru-buru digambar. Jarum pendeknya sudah menunjuk ke angka sepuluh.. Harum makanan menguar dari bungkusan itu.” Jansen tertawa lemah.. kamu sendiri kok belum tidur?” “Aku?” Kesya memperhatikan sketsa perhiasan di pangkuannya.. Katanya aku belum makan malam.. “Good night. Ba. baru aja se. “Ka.” Suara Jansen! Kesya mengecilkan volume televisi. Butuh usaha cukup keras untuk mendengarkan percakapan terpatah-patah Jansen.. Dari tadi kamu belum makan malam. tiba-tiba terdengar suara bel pintu. .. tiba-tiba dapet ide. “Aku habis makan malam. “Apa ini?” tanyanya.” Marco mengangguk sopan. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. “Ooh. Kesya sangat menikmatinya.. Alisnya terangkat saat melihat Marco menyodorkan sebuah bungkusan. Praannggg..

.” potong Kesya kesal. hobi kamu. kepalanya sampai ikut menggeleng. ada kemajuan. Padahal tentu saja Marco tidak dapat melihat apa yang dilakukannya. Pokoknya apa yang kamu suka dan kamu nggak suka.. Chinese food kesukaannya. Emangnya kenapa?” “Besok aku disuruh motret di konser grup musik jazz La Rouge yang dari Prancis itu. warna kesukaanmu. Kesya tersentak..” Hening.” suara Marco melembut. “Jadi kamu mau apa sekarang?” “Cuma mau tanya apa kamu sudah makan. “Kesya.. aku tahu semuanya. “Boleh. “Besok sekitar jam lima. aku jemput kamu dari tempat kerja kamu jam lima aja.” Kali ini suara Marco yang terdengar.” pinta Marco. Jansen sudah berani mengajaknya nge-date! Kesya tersenyum senang.... temani aku pergi ya.. I.“Oh gitu.” Kesya buru-buru menjawab. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Marco. Kriingg! Telepon berbunyi lagi. “Kesya. ya. Dari mana Marco tahu nomor teleponnya? “Kok kamu tahu nomorku?” “Nomor teleponmu. “Oke. besok sore kamu ada kerjaan nggak?” Jansen terdengar berusaha mengatur napasnya. Kesya yang ayu. “Kamu pikir aku nggak akan menyelidiki dulu siapa pendampingku dalam acara pernikahan Alo dan Cecil nanti?” Menyelidiki? Apa maksudnya tuh? Memangnya aku ini psikopat yang harus diwaspadai? pikir Kesya meradang.” Kesya meletakkan gagang telepon sambil tersenyum-senyum.. Thanks ya makanannya. nomor ponselmu.. “Kayaknya nggak deh. Baik Kesya maupun Jansen tampaknya kesulitan menemukan topik pembicaraan yang bagus. “Kenapa nggak bisa?” Marco masih berkeras.” Marco terdengar tertawa kecil..” “Oke. Sampai besok ya. Good night... Kesya tertegun. Terus aku dapat tiket dua. “Halo?” “Udah. makanan kesukaanmu. Aku suka. “Nggak bisa!” Begitu seriusnya Kesya menolak ajakan Marco.. Makanannya enak. Kamu mau ikut?” Wah.” “Hmm...” Terdengar suara tawa Marco.. “Aku udah makan. Akhirnya Jansen yang pertama kali memecahkan keheningan di antara mereka.. . Menatap piring kosong di hadapannya yang belum sempat dibereskannya.. iya... Kamu mau jemput aku jam berapa?” “Aku. alamat kantormu. Kesya berpikir sebentar. alamat e-mail-mu..

“Emang kenapa? Aku mau tau gimana sih pacar kamu.. begitu tegas. Dug dug dug dug! Waduh! Ada yang memukul beduk di hatinya lagi! Kalau terus-terusan begini. Marco itu bukan tipe cowok kamu. Mungkin kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan Kesya? Cara bicaranya yang santai dan penuh canda sangat berbeda jauh dengan Jansen.. Entah apa. Seolah dia yakin bahwa dia dapat menaklukkan dunia. selalu ragu. Kayaknya Marco bisa lebih yakin akan perasaannya.” Suara Marco terdengar penuh percaya diri.” komentar Marco usil. dan barusan saat Marco meneleponnya—jantung Kesya sudah berdebardebar tidak keruan. Kayaknya Marco lebih bisa nglindungin aku. Ada sesuatu yang berbeda pada laki-laki itu. “Jangan aneh-aneh deh!” tukas Kesya. aku ada janji.. ujar hati kecil putihnya.. Jansen lebih baik. “Kamu mau ikut? Nggak salah nih?” sergah Kesya.. masih sambil tertawa. Tapi. Kesya mencibir. lalu menutup telepon. Kali ini hati kecil hitamnya yang berbicara.” Mengingat ajakan Jansen tadi. Lagi pula...” Kesya tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya... lalu malam tadi saat Marco membawakannya makan malam. aku mau tidur!” “Night.. “Udah ah.. Kembali terdengar suara tawa.. kenapa juga dari tadi dia selalu mau tahu urusan Kesya? “Halo. Kesh. Begitu yakin. “Sama siapa? Pacar? Mau nge-date.. Huh! Terlalu percaya diri. Laki-laki yang aneh! Tapi tak urung hati Kesya berdesit juga mengingat percakapannya dengan Marco.. Berbeda jauh dengan Jansen yang selalu gugup dan hati-hati. ya?” Marco masih belum menyerah. Dia bahagia sekali. Kesya pasti harus diopname! Baru tiga kali berdekatan dengan Marco—siang tadi saat dia menjemputnya. Apa-apaan sih laki-laki ini? Bukannya mereka baru kenal? Kok Marco kesannya sudah akrab sekali dengan Kesya.....“Aku. “Galak amat. Tetapi Marco? Seolah dia sangat yakin akan apa yang dibicarakannya. selalu hati-hati. Buat kamu. Kesya tidak pernah sekali pun mendengarkan nada bicara yang penuh percaya diri saat berbicara dengan Jansen. Kesya? Kok kamu nggak jawab? Berarti benar ya sama pacar? Nge-date ke mana? Aku ikut dong. Kamu nggak suka tipe cowok suka tebar pesona kayak dia.. Rasa simpati yang sejenak memenuhi hati Kesya langsung menguap tidak berbekas. Daripada Jansen! Selalu gamang.. . Tenang. Kesya!” seru Marco. Jansen nggak sepede Marco. hati Kesya jadi membesar dua kali lipat.

DeeDee sudah tidur di ranjang tambahan. Sebenarnya ada satu kamar tamu di apartemen Kesya. Kesya tahu itu saat dia pertama kali melihatlihat apartemen ini. “Nggak penting!” DeeDee menggeleng cepat. Tentu saja. Kamar di apartemen 1523 berada persis di sebelah kamar apartemen 1525. Menghindari tatapan jail DeeDee. “Apaan sih? Nggak penting. Jadilah DeeDee tidur di ranjang tambahan di kamar Kesya. Tanda bahwa dia sedang awas akan sesuatu yang sedang terjadi. Kesya kembali naik ke ranjangnya. ya?” Kesya terlonjak kaget mendengar suara itu.. Di balik dinding itu ada kamar Marco. mana mungkin aku bisa langsung suka? batinnya. Kesya menempelkan telinga ke dinding pembatas antara kamarnya dan kamar Marco. Kamar di Apartemen Magenta memang dirancang bersebelahan dengan kamar apartemen sebelahnya. Dia menyimpan sketsa yang baru saja digambarnya ke dalam brankas idenya. kamu nguping. “Kamu barusan nguping. Kesya bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar. Tidak terdengar suara apa-apa.. “Ngapain sih aku?” maki Kesya pelan. Dengan hati masih berdebar-debar. Aku kan bukan tamu. . lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuh. Senyumnya juga merekah lebar! “DeeDee. Aku adik kelasmu yang tersayang. Dia berdiri dan meraba dinding di atas tempat tidurnya. Dia menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Lho kenapa nggak mungkin? Emangnya kamu pikir Kesya nggak cantik apa? balas hati kecil hitamnya tidak kalah sengit. tau!” bisikan Kesya semakin keras.” ujar DeeDee dengan kurang ajar saat Kesya menyuruhnya tidur di kamar tamu. “Kamar itu kan buat tamu. “Kesh. tapi DeeDee tidak mau menempatinya. udah! Berisik!” kali ini Kesya yang memekik. Tampak DeeDee duduk dengan mata terbuka lebar. Baru saja ketemu hari ini. karena desain kamar memang dibuat kedap suara. Kesya berbaring dengan mata masih terbuka. kamu belum tidur?” bisik Kesya pelan. atau mungkin akan terjadi. “Udah. Dadanya masih berdebar-debar. kan?” Mata DeeDee membulat.Gila kamu! Lagian mana mungkin cowok kayak Marco bisa suka sama Kesya? Hati kecil putihnya ngomel-ngomel ke hati kecil hitamnya.

Tidak boleh ada yang memakai gelas itu kecuali dirinya! “STOP!” ujar Kesya saat gelas kesayangannya sudah hampir mencapai mulut Marco.. Dia langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan.” Marco menjawab dengan polos... Kesya tersenyum. Tangannya terangkat. Siapa namanya? Edward Cullen? Hhmmm. “Itu gelasku! Gelas pribadiku! Gelas kesayanganku! Nggak boleh ada orang yang pake gelas itu kecuali aku. Rambutnya masih acak-acakan. Mata Kesya melotot melihat gelas yang digunakan Marco. Gelas pribadinya. “Ngapain kamu di sini?” tanya Kesya galak.” Marco tersenyum kecil dan tanpa merasa bersalah dia kembali mengangkat gelas itu. menunjukkan gelas yang dia gunakan untuk minum kopi. Marco menurunkan gelas itu. “Pagi. Gelas biru bergambar beruang Forever Friend! Itu kan gelasnya... Kenapa ada Marco di dapurnya? Marco tersenyum... Terutama vampir ganteng yang ngetop itu. Edward Cullen. “Ngapain kamu di sini?” “Minum kopi. Tuyul terlalu imut untuk ukuran tubuh Marco yang tinggi besar. ya ya ya.. Matanya menatap heran ke arah Kesya.5 KESYA bangun setengah tujuh pagi keesokan harinya.. ya. Marco benar-benar seperti sosok tuyul bergentayang di apartemennya. . Vampir lebih pas jika diasosiasikan dengan sosok Marco. “Ngapain kamu senyam-senyum sendirian?” Kesya tersadar dari lamunan ngawurnya. Genderuwo? Bukan juga! Nggak cocok juga! Apa ya? Vampir? Hmm. Bukan. Di tangannya ada segelas kopi yang mengepul...” Kesya melonjak kaget. mungkin juga. bukan tuyul. Mencuat di sana-sini tidak keruan. “Kamu belum jawab pertanyaanku!” desisnya galak.

Penghuni di apartemen ini memang mendapatkan fasilitas langganan koran gratis.. Dia tersenyum ke arah gadis itu.” Marco menunjuk dengan dagunya. Seorang perancang busana ternama yang berniat menggunakan perhiasan dari toko Kesya sebagai aksesori dalam pergelaran busananya. Kan malas bacanya. “Ada koran?” tanya Marco tanpa memedulikan hiruk pikuk yang terjadi. Kesya menggeram lalu menunjuk dengan dagu. Jadi. bencana sana bencana sini.“Stop! AKU BILANG ST. Dalam hati dia mengingatkan untuk mencuci gelas itu dengan sabun cairan antiseptik. “Morning. DeeDee! rutuk Kesya dalam hati. Kesya membuang muka.” jawab Marco santai. tapi Kesya tidak pernah menyentuhnya. lalu kembali minum dari gelas Kesya! Kesya memalingkan wajah. Rencananya untuk mendamprat DeeDee karena seenaknya saja membiarkan Marco masuk hilang sudah. Kesya memang paling malas baca koran. tapi sayang juga ya. masih kesal setengah mati karena Marco minum dari gelas kesayangannya. Dia ingat hari ini telah menugasi DeeDee untuk bertemu dengan seorang klien penting. lebih baik ke sini aja. Aku kan baru saja sampai di Jakarta kemarin.. dan aku belum tau tempat sarapan yang enak di sini. Marco menurunkan gelas kesayangan Kesya. Kalau tangannya memegang ulekan sambal. Tidak sudi melihat pemandangan gelasnya dicium oleh orang lain. Buat kalian berdua. Ingat nggak. Kesh!” Kesya tidak dapat berkutik. rasanya ingin dia ulek saja wajah usil Marco! “Kenapa kamu bisa ada di sini sih?” tanya Kesya. Itu gelas pemberian pacar pertamanya saat dia ulang tahun sweet seventeen.. Suaranya sarat ancaman. Kesh!” sapa DeeDee tanpa merasa bersalah sedikit pun. Habis. paling-paling isinya demo sana demo sini. “Aku harus ke toko sekarang juga. aku akan segera kabari kamu ya.. . “Bukannya apartemen kamu itu di sebelah?” “DeeDee yang membukakan pintu untukku. Sudah berpakaian rapi. Dia juga mempertimbangkan untuk membuang gelas itu. “Tuh.” Terlambat! Gelas itu sudah menempel di bibir Marco! Aarrgghhh! Kesya geram sekali. “Di mana DeeDee?” tanya Kesya. Paling baca headline-nya saja. aku pikir. aku kan ada janji dengan klien besar kita itu!” DeeDee mengambil tas yang sudah disiapkan di atas sofa lalu beranjak keluar. sepi juga sendirian di sebelah. di kamar mandi. “Aku nggak sempet sarapan. selamat menikmati sarapan ya! Nanti setelah meeting. “DeeDee!” Kesya memanggil. Pintu kamar mandi terbuka dan DeeDee keluar. Aku belum belanja kopi. tindak kekerasan sana tindak kekerasan sini. Lagian.

. “Buhkkannn! Itouh puwnyahhh DihDih. Kesya melirik Marco. roti bakar ini buat aku dong. Dia tidak mungkin mengusir Marco dari apartemennya.Yang menarik minat Kesya adalah berita tentang kesenian. Marco tersenyum senang.. Kalau ada yang membahas soal pameran mode. Marco beranjak bangun dari duduknya. Sepuluh detik berlalu dalam diam.. Sayang. Dia berjalan ke dapur dan membuat roti bakar.” ujarnya.. Kesya memang selalu membuat dua tangkup roti bakar. Selesai membuat roti bakar. seolah ingin melampiaskan kekesalannya pada roti bakarnya yang malang. “Jadi. Dengan kasar dia mengunyah roti bakarnya. Dia rupanya sudah selesai makan.” ujar Kesya sambil mengunyah. Marco mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik dari balik saku celananya. Sepertinya. bukan hanya paru-parunya sendiri. “Kok dua? Roti bakar ini buat aku?” tanya Marco sambil menunjuk setangkup roti bakar yang masih tersisa di piring. pameran perhiasan. Sambil matanya terpaku pada koran di tangannya. Senyum jail menghiasi wajahnya. atau apa saja yang berhubungan dengan seni.” Oh iya! Dia lupa. Kenapa jadinya malah begini? Kok Kesya jadi bikinin sarapan untuk Marco? “Thanks ya. Perokok adalah orang-orang yang egois! Kesya dongkol sekali. Kesya masih mengunyah roti bakarnya.. Satu untuknya dan satu untuk DeeDee. Kesya sudah menggigit dengan kasar roti bakar miliknya. kan DeeDee sudah pergi. Kesya tidak menjawab.. Dia jijik membayangkan asap rokok. Marco makan sambil membaca koran. Well. Dia paling tidak suka dengan perokok! Perokok itu perusak paru-paru.. Kesya tidak dapat berkata-kata lagi..” ujar Marco sambil beranjak ke balkon apartemen. alisnya terangkat. dan mengisapnya dalam-dalam! What? A SMOKER! Mata Kesya melotot hebat. rasa kesal memperlambat daya kerja otaknya. Dia lupa sama sekali bahwa DeeDee sudah berangkat dengan terburu-buru.” Marco menggigit roti bakarnya dengan penuh perasaan.. dia membawa piringnya dan terpaksa duduk di hadapan Marco. “Lho. dia mengambil gelas dan menuang kopi untuk dirinya sendiri. Dia tidak peduli kalau Marco tidak dapat mendengar ucapannya.. Marco mengambil koran lalu kembali duduk di tempatnya semula. baru Kesya akan membaca artikel itu sampai habis. tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang. akan memenuhi ruangan apartemennya. Diam-diam.. Kesya masih terus memperhatikan. . menyalakan sebatang rokok. yang baunya tidak enak itu. tapi juga paru-paru orang lain. “Aku mau ke balkon dulu.

now you are going to be the groom!” Marco menepuk-nepuk pundak Alo. Dan Kesya tidak akan berbuat suatu hal yang akan menyinggungnya. “Hai! The beautiful bride-to-be!” Marco mencium pipi Cecil. “Aah.” Cecil langsung memeluk Marco.. perokok.Bagaimanapun. yang entah kapan sudah masuk lagi ke dalam apartemen dengan mulut bau rokok.” Cecil tidak memedulikan Kesya dan langsung masuk untuk menemui Marco. suka tebar pesona.” jawab Cecil dengan santai.! Kesya beranjak ke pintu dan membukanya. di belakang Cecil. “Kamu tuh apa-apaan sih? Kenapa tanpa bilang-bilang malah menyarankan dia tinggal di sebelah apartemenku?” Merasa tidak dipedulikan Cecil. Long time no see. “Hai. Ting tong.. memangnya kenapa? Daripada dia tinggal sama orang yang belum dia kenal..” Mereka berpelukan erat. Hah? Nggak salah dengar nih? “Lalu aku gimana? Aku kan belum kenal dia!” bisik Kesya dengan suara agak keras. bro... Dalam hati dia mencatat. untuk mengingatkan Marco agar tidak merokok di dalam ruangan apartemen. jadi Marco sudah datang. “Lho. “Cecil!” Kesya langsung setel wajah jutek dan ngomel-ngomel.. Dia masuk sambil diikuti Alo. dengan huruf kapital yang diperbesar lagi. Marco adalah tamu kehormatan Cecil dan Alo..... maunya sih menampilkan efek menenangkan... “Kamu tuh keterlaluan ya! Punya ide dari mana suruh bestman Alo yang nyebelin.. meskipun dia tahu Alo dan mungkin juga Marco akan mendengarnya. Kesya kembali melancarkan protesnya.. “Dia ada di dalam apartemenku! Keterlaluan banget nggak sih? Masa dia ma. Iihh! Marco kan bau rokok! Alo. Tampak Cecil dan Alo tersenyum ceria. “Oohh. .. tersenyum kecil. “Hai.. Tenang aja. itu toh masalahnya. “Apaan sih?” Dahi Cecil mengernyit. Marco. Apalagi mengingat Marco adalah seorang perokok! Cecil tertawa senang. kan mendingan dia tinggal di dekat kamu.. sini. ya? Di mana dia?” tanyanya dengan nada ceria.. Cecil tersenyum. “Hai.. He is a nice person. tapi yang terpancar malah efek nyebelin! “Ooh. Dia bete banget. dan nggak tau malu tinggal di sebelah apartemenku? Dan kamu juga nggak bilang apa-apa sama aku!” Kesya tidak memelankan suaranya.. Yang pasti.” bisik Kesya sambil menarik tangan Cecil. Kalau itu yang kamu takutin. Kesya!” sapa Cecil... “Cecil.” ujar Cecil dengan mata membulat. nggak mungkinlah aku suruh seorang psikopat tinggal di sebelah apartemen kamu....

. Wajahnya tersenyum tulus..” Wajah Kesya mulai memerah. ya?” potong Cecil sambil mencibir. Sayang. “Sori.Ggggrrrr! Ingin rasanya Kesya menjitak kepala Cecil. Tampak terlalu polos di mata Kesya. Kesya percaya. Kamu nggak tau sih seperti apa Jansen itu!” Tuh kan. Nyonya. Cecil mulai lagi. “My lovely”.. itu nama perhiasan yang kini berada dalam genggaman Kesya. “kalau belum kenal... menunjukkan perasaan tidak sukanya pada laki-laki itu. “Sama Jansen. Benar-benar ingin tahu. “Cil.. “No no no. “Lagian. “Hei. terlalu kecil untuk ukuran leher saya.” Alo membela Kesya.. Madame Juliet Anggoro menggeleng-geleng dramatis.” Cecil mengedipkan sebelah matanya. “Kenapa?” tanya Cecil dan Alo berbarengan.hei! Kenapa malah ngomong begitu soal Jansen!” Kesya membela Jansen.. udah deh. kamu kan bisa kenalan sama dia sekarang. Urusan laki-laki itu sama sekali bukan urusannya! “Aku juga ada date.” ujar Cecil sambil beranjak lagi ke arah Marco...... Kesya mengangguk pelan. Kesya tersenyum penuh terima kasih kepada Alo dan tersenyum penuh cela ke arah Cecil... Aku juga nggak bisa.” ujar Alo sambil melirik ke arah Marco. “Alaaahhh. Biarin aja Kesya pergi sama Jansen.” “Aku ada janji. hei .” . “Aku nggak bisa.. kita dinner sama-sama. Kesya sih tidak peduli... “Ayolah. Aku punya feeling kamu bakal jadian sama dia. “Sama siapa?” tanya Alo.” ujar Marco polos. Kalau ini.. jangan gitu dong.. Tidak sudi laki-laki pujaannya dikomentari secara tidak sopan oleh Cecil... Pembicaraan mengenai date memang sesuatu yang sensitif untuknya.... “Kenapa?” tanya Alo. “Aduh. eh salah. *** “Bagaimana kalau yang ini?” Kesya mengeluarkan kalung bertabur berlian sebesar tiga karat..” Apa sih maksud Cecil? Kenapa tiba-tiba semua orang punya feeling Kesya akan jadian sama Marco? Tidak mungkin! Benar-benar tidak mungkin! “Nanti malam kita dinner bareng ya. batalin aja! Mending juga pergi sama kami!” Cecil mengernyit.” Marco menggeleng pelan.” potong Kesya. “Ya sudah. nanti kita pergi bertiga saja. Yang ini terlalu kecil. adalah cibiran yang juga benar-benar tulus. tidak mau yang ini.. Bentuknya yang eksotis membuat setiap orang berdecak kagum.. saya tidak mau yang ini. Pembicaraan tentang Jansen memang selalu membuat Cecil mengernyitkan wajah.

Semakin banyak berliannya. karena suaminya pulang terlambat tanpa memberi kabar. Itu nama yang diberikan Kesya. Kesya juga geleng-geleng kepala. maka dia akan semakin suka.. Nyo.. Sebagai apa ya? Kesya juga bingung.Sore ini. Jadi. Rasanya. Menurut Madame Juliet. senang ya juga pasti beli perhiasan dong! Tapi.” Awalnya Kesya pikir kalung “My lovely” itu akan disukai Madame Juliet. Ya. untung ada orang-orang kaya yang eksentrik seperti Madame Juliet.. dia lumayan bisa masak. tanda bahwa perempuan itu adalah salah satu langganan yang dihormati. sedih beil perhiasan. Kesya tersenyum kecil. Bingung. Madame Juliet?” See? Mata Madame Juliet kini bersinar-sinar cemerlang. Wanita ini suka yang heboh. kemarin malam Madame Juliet merasa kesal pada suaminya. alih profesi. Madame Juliet kini berada di ruang kerja Kesya.... Hmm. Gotcha! Dia mengeluarkan sebuah kalung panjang.. Rupanya. Rupanya si Madame ingin sesuatu yang lebih heboh. Masih ada bandulnya. dia tidak memiliki keahlian lain selain mendesain perhiasan. jauh lebih heboh hari ini! Mata Kesya dengan tajam mengawasi etalase pribadinya. “Hmmm. peduli amat deh. Kalau tidak ada orang-orang seperti Madame Juliet. Tidak semua pelanggan boleh masuk ke ruang kerja Kesya dan memilih perhiasan yang baru selesai dibuat. Bukan itu saja. mungkin toko perhiasan Kesya tidak akan meraup banyak keuntungan. . bertabur berlian juga! “The Stars Are Always Shining”. tapi tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencari rupiah lewat masakannya. warna pakaiannya mencerminkan perasaan hatinya. malu beli perhiasan.. Kalung itu menjuntai sepanjang 30 cm dan setiap rantainya diselipi dengan berlian sebesar 5 karat. “Bagaimana kalau ini. Tuan Anggoro.. Kalau hari ini dia mengenakan pakaian berwarna merah. Kalung itu terbuat dari emas 23 karat. Perasaan hatinya mencerminkan jenis perhiasan yang akan dia beli. Bandul bulat dengn hiasan bintang yang. Fresh from the oven. Madame Juliet akan membeli kalung.. kan? Sewaktu pertama kalinya Madame Juliet menjelaskan tentang pengaruh warna pakaian terhadap perasaan hatinya dan terhadap jenis perhiasan yang akan dibelinya. tidak peduli walau banyaknya berlian terkadang membuat tampilan perhiasan berkurang keanggunannya.. Sebenarnya Kesya sudah hafal betul dengan keinginan Madame Juliet. ehm. mau yang lebih besar ya. rupanya dia salah. dan kalau marah.. tentu saja.. Madame Juliet merasa marah. itu artinya perasaan hatinya sedang marah. Mungkin juga Kesya harus banting setir. Dasar orang kaya! Marah beli perhiasan. Madame Juliet Anggoro mengenakan pakaian berwarna merah manyala.. Dia menyukai perhiasan yang bertabur berlian.

eh maksud saya.. Kesya masuk ke ruang kerjanya... saya mohon dengan sangat.. Dari laci meja kerjanya. Bu Kesya sedang tidak ingin diganggu. Hari ini dia mengenakan atasan warna pink dan celana panjang ungu tua. Ini juga sudah menjadi sesuatu yang dihafal Kesya. tentu saja. Dia tidak mau disemprot Kesya lagi. Anda tidak boleh langsung masuk. Hmm. Merasakan tekstur berliannya. Kesya tersenyum kecil membayangkan reaksi Jansen. “Mona. “Maaf. Kesya berjalan mendekati cermin besar itu. Madame. Dipolesnya lipstik yang sudah mulai memudar. ujarnya dalam hati.” ujar Mona dengan suara setegas dan seprofesional mungkin.. biarkan saja.” Dan suara Mona tenggelam. Dia meraba lembut kalung panjang itu. Repot juga ya pekerjaan Mona. Jewelholic! Kesya tersenyum penuh kemenangan. agar tamu-tamunya dapat langsung mematut-matut diri mereka dengan perhiasan rancangan Kesya. Selain meja kerja dengan penerangan cahaya yang baik. nyaman sekali. “Saya ambil yang ini! Ini yang ambil saya. Marco! Lagi? Bener-bener deh vampir satu ini! Sekarang sosoknya menghantui ruang kerja Kesya juga! Mona masih berusaha menghalang-halangi Marco. Ruangan itu cukup besar dan. Kesya jadi geli sendiri mendengar nada tegas dalam suara Mona. Tapi Madame Juliet mabuk karena pengaruh perhiasan. masih ada lagi cermin besar. Kesya juga menempatkan sofa untuk tamu-tamu istimewanya. . Persis seperti orang yang berada di bawah pengaruh alkohol.” ujar Kesya sambil tersenyum manis saat Madame Juliet beranjak keluar dari tokonya.. Berarti sebentar lagi Jansen akan datang. Kesya tertawa geli melihat tingkah Madame Juliet. Madame Juliet akan bertingkah linglung. Apalagi kalau bertemu engan orang keras kepala seperti Marco. Bicaranya tidak jelas dan dia selalu tertawa terbahak-bahak. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.. penampilannya cukup oke. Jansen pasti akan gugup setengah mati melihat penampilannya ini.. “Pak. “Saya bilang. Kalau sudah melihat perhiasan yang disukai.” Tiba-tiba terdengar suara gaduh Mona dari balik pintu. Wah sudah setengah lima. Lebih baik dia bersiap-siap dulu. Selain itu.. kalau Anda belum buat janji. dia mengeluarkan seuntai kalung mutiara lalu mengenakannya. Dahi Kesya berkerut. hilang digantikan oleh sosok menjulang.” ujar Kesya. ini yang saya ambil!” Tawanya kembali membahana. Karyanya berhasil terjual lagi! “Terima kasih.“Bagus! Bagus! Bagus sekali!” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak.

Jansen memperhatikan sosok Marco.. “Yuk. “Pak Jansen datang. jadi berhenti mendadak. Jansen memang selalu tepat waktu. kita pergi. Marco masuk.. walaupun masih kesal. dan menutup pintu di belakangnya. “Hai.” jawab Jansen bingung. Entah bagaimana sepatunya terlepas dari kakinya saat dia berjalan mendekati Kesya! Jansen tertawa salah tingkah sambil mengenakan kembali sepatunya. “Tidak. . Marco mengekor... Dia tidak merasa perlu menanyakan lagi dari mana Marco tahu tempat kerjanya. ya?” tanya Marco tidak menyerah. Jam lima.” Marco mengedarkan pandangan ke arah ruang kerja Kesya..” Kesya. Mona membalas juga senyum maut Marco. Sedang menilaikah? Sampai saat ini Kesya tidak tahu apa yang dikerjakan Marco.. “Ngapain kamu ke sini?” tanya Kesya. “Aku mau keluar. memberi jalan masuk untuk Marco. Marco tersenyum manis ke arah Mona.. Tadi dia tidak menyadari sosok Marco berada di belakang Kesya.” jawab Kesya sambil mengernyit.” Keysa melirik ke pergelangan tangannya.” ujar Kesya singkat kepada Marco.Dahi Mona berkerut. lalu tersenyum kecil. “Kebetulan lewat sini. “Aku boleh ikut?” tanya Marco.” sapanya gugup. Seluruh perhatiannya hanya terpusat pada Kesya. Dia masih marah teringat insiden gelas pribadinya tadi pagi. masa harus bawa-bawa orang lain? “Jansen itu pacar kamu. Dan. hai. namun kemudian dia menepi. Hal itu tambah membuat Jansen gugup. Kesya bisa mendengarkan karyawannya tertawa kecil melihat tingkah Jansen.” “Hai. Saat ini Marco juga membawa-bawa kamera digitalnya. Ingin lihat-lihat gimana tempat kerja kamu. “Hai.” balas Kesya sambil tersenyum. Dia juga tidak mempersilakan Marco duduk. tentu saja.. kamu sudah siap?” Kesya mengangguk.. “Ha. Makhluk satu ini rasanya tidak akan pernah berhenti mengganggunya. Jansen. Ini kan acara nge-date. merasa tidak mengenal laki-laki tinggi ini. yang sudah setengah jalan ke arah Jansen. “Kamu.” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. jadi sekalian mampir. Jansen sedang duduk dan memandangi etalase yang bertabur perhiasan. “Bukan urusan kamu!” Kesya beranja keluar. namun dia segera berdiri begitu melihat Kesya. “Bu Kesya. Itu suara Marco. Kesya.

ingin tahu bagaimana tanggapan laki-laki itu. dengan hati dongkol bukan main. Jansen gelisah. Lagu-lagu La Rouge. selalu serius dengan pekerjaannya... Kesya tersenyum sendiri. ya?” Kesya memandang Marco dengan tatapan siap melumat laki-laki itu. Kesya memperhatikan Jansen yang masih sibuk memotret.... Senyum penuh percaya diri khas Marco. si biang kerok.” Hah? Rasanya isi perut Kesya anjlok semuanya.. kalian akan pergi..” ujar Marco sambil tersenyum mantap. Seharusnya Jansen yang duduk satu meja dengannya. Bola matanya berpindah-pindah ke kiri dan kanan. Masa dia merelakan laki-laki yang belum lima menit dikenalnya ikut acara date-nya? Kesya melirik tajam ke arah Marco. Kesya mendengus lagi. Berkali-kali dia membasahi bibir. Baru datang dari Singapura. Dahi Jansen berkerut-kerut sementara dia memperhatikan hasil bidikannya. “Ehm.” “Boleh ikut? Saya juga suka sekali dengan La Rouge. suasana kafe. hei! Stop right now! *** Dua puluh menit kemudian. Aku. Sama-sama mendengarkan musik romantis yang dibawakan band La Rouge..“Marco. Senyum yang sampai sekarang masih tampak seksi di mata Kesya.” Marco mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri. Alisnya bertaut. . ini benar-benar tidak lucu! Tidak mungkin Marco mau ikut date-nya Kesya! Marco masih menatap Jansen. ya sudah ikut saja kalau begitu. Kesan tegas yang halus kentara sekali di sana. Kesya menatap Jansen. Jansen begitu mencintai pekerjaannya. Kenapa jadi begini? rutuk Kesya dalam hati. hei. ya. “Sudah lama kenal dia?” suara Marco tiba-tiba membuyarkan lamunan Kesya... semuanya menciptakan atmosfer yang amat sangat romantis. Kesya tambah menyesal karena yang duduk bersamanya adalah Marco. Kesya duduk satu meja dengan Marco sementara Jansen sibuk dengan kameranya. dan Kesya suka sekali itu. Tadinya dia berharap Jansen akan menyatakan cintanya dan mereka akan menjadi sepasang kekasih. Wah. Kata Kesya.. aku punya dua tiket kok. Kenapa sekarang jadi aku yang duduk sama-sama laki-laki ini? Suasana di kafe tempat La Rouge manggung agak remang-remang.. lilin kecil di atas meja bundar. “Saya teman Kesya. Hei. bukan Jansen. Jansen mengangguk dengan gelisah. Kesya dan Marco duduk di meja bulat dengan diterangi cahaya lilin yang bergoyang-goyang tertiup angin. Dia tidak percaya reaksi Jansen. Tapi Marco hanya tersenyum. “Kami mau nonton konser musik La Rouge.

. ya? “Sudah lama kenal dia?” Merasa tidak direspons.” “Ssshhhtttt!” Kesya memotong ucapan Marco. Oh no.” jawab Kesya singkat.. seharusnya tadi dia minta tempat duduk di bagian no smoking! Dia memandang Marco dengan gusar. “Lho. Kesya terdiam.” Jansen tersenyum gugup.. “Selesai juga..Gara-gara makhluk serupa vampir ini semua impiannya buyar! Apa di zaman sekarang orang juga sudah tidak boleh bermimpi..” ujar Jansen sambil memperhtaikan hasil bidikan kameranya. Gelas di meja bundar itu tersenggol jatuh olehnya dan pecah.... aku lupa. “Sudah.” “Sudah berapa lama de.. oh iya. apa kamu akan berdandan secantik ini juga?” tanyanya sambil tersenyum. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya.. “Oh.. maaf.. memperhatikan ekspresi wajah Kesya. Kesya mendelik. Kesya merapatkan tubuhnya ke arah Jansen. bukannya kamu baru saja selesai foto La Rouge?” sekarang Kesya juga ikut bingung... “Apanya?” tanya Jansen dengan dahi mengernyit. “Bagus-bagus?” tanya Kesya. “Bagus nih.! Dengan gugup. Jansen sudah mengempaskan tubuhnya di bangku kosong sebelah Kesya. Dia mengisap rokoknya dalam-dalam dan mengembuskan asapnya ke atas.” ujar Marco pantang menyerah. . Kamu. Marco menoleh. “Kenal di mana?” “Di pameran.” “Pameran apa?” “Pameran perhiasan. “Kamu cantik sekali malam ini.. Kelihatan jelas senyum itu senyum iseng untuk menggoda Kesya. Jansen buru-buru berdiri.. Seperti interograsi petugas pemerintah kalau mau bikin paspor saja! Marco tersenyum dan kembali memperhatikan La Rouge..... ya?” Kesya menggeram kesal. “Maaf. Masih berani juga Marco menggodanya. “Kamu spesial berdandan untuk pergi sama dia.. “Foto-fotonya?” “Foto-foto apa ya?” tanya Jansen lagi..” ujarnya penuh sesal. Marco tampak tidak peduli dengan kegusaran Kesya. kamu mau lihat?” Jansen menyodorkan kameranya ke arah Kesya... aku. Marco mengulangi pertanyaannya. Pranngg. Belum sempat dia menjawab pertanyaan itu. Marco memperhatikan percakapan itu dengan senyum geli. “Kalau aku yang mengajak kamu pergi..

Jansen tertawa gugup. Te...Marco tertawa pelan. Marco juga keluar dari kafe dan memanggil taksi. Kesya dan Jansen keluar dari kafe dan berlalu pergi. Berani-beraninya dia menertawai Jansen! “Kita. iya.. Kursi Marco bergeser dan Marco juga ikut berdiri.. terima kasih ya.. oh.. Tindakan itu membuat Jansen terlonjak kaget. Tanpa berkata apa-apa. Kesya memandang sebal ke arah Marco. Anda mau pulang juga?” tanya Jansen.. Sepanjang perjalanan pulang.. dia merenung.. Buyar sudah harapannya akan kencan romantis dengan Jansen.. kita pulang saja yuk. “Eh. “Yuk.” Kesya tidak berkomentar. “An.... Berpikir. Jansen!” Kesya menggandeng tangan Jansen.. Dia kembali menarik tangan Jansen.. Kesya mengikuti dengan kecewa..” Marco mengembalikan kamera Jansen.. Kameranya tergelincir dari pundaknya dan dengan sigap ditangkap oleh Marco. Ini kan kamera mahal.” Jansen beranjak dari duduknya. . “Hati-hati ya. Marco mengangguk...

Aku sering marah sama Cecil karena terlalu sering minta tolong sama Kesya.. sedang fitting jas buat Alo juga buat Marco... Cecil sangat tidak suka pada Jansen. *** Dahi Kesya berdenyut-denyut. boleh juga. walau aku tahu dia kesal sekali. Alo menggeleng.. Tapi.. “Ya. Kesya sendiri tidak pernah marah sama Cecil. Menurut Cecil. Terkadang. menurutmu dia itu gadis yang bagaimana?” Alo dan Marco saat ini sedang berada di Groom‟s Bestfriend. Marco ikut terkekeh. Sejak peristiwa bantingan telepon dulu. Bridesmaid with bestman. Dia selalu ada untuk menolong siapa saja. Matanya bersinar penuh makna. Yang aku tahu. Marco menautkan alis.” dia tidak menyelesaikan kalimatnya.. Jansen laki-laki yang tidak tepat untuk Kesya. rupanya Finna nekat datang langsung ke ruang kerja Kesya. “Hmmm... Alo menatap curiga ke arah Marco. “You don’t.6 “SI Kesya itu. “Kurang. Bayangan Kesya—temannya dan Cecil ketika SMA— berkelebatan dalam benaknya. “Kenapa kamu tanya-tanya?” Alo memperhatikan Marco dari cermin.” Marco ikut tersenyum juga..” Alo terkekeh.” Alo tersenyum kecil. Di hadapannya.. “Tahu soal si Jansen?” tanya Marco setelah tawanya mereda..” Marco mengangguk-angguk. Finna duduk sambil mengoceh panjang lebar. “Kesya itu gadis yang sangat manis. Senyum Marco bertambah lebar.. sebegitu baiknya dia sampai sering dimanfaatkan orang lain. Dia sedang duduk di ruang kerjanya. “Cuma ingin tahu lebih banyak tentang bridesmaid-nya Cecil.” Alo berbalik menatap Marco. Aku sendiri belum pernah lihat yang namanya Jansen. dia memang gadis yang lucu. .

“Wah... kamu lumayan juga ya, Kesh. Tapi masih kurang sih kalau dibandingin Tania Smith, temanku di Amerika. Dia itu perancang perhiasan yang ngetop banget. Perhiasan rancangannya sering dipake J-Lo lho!” Sudah dua jam lebih Finna mengoceh tidak keruan seperti itu. Katanya sih dia ingin membicarakan dekorasi pelaminan Cecil. Entah bagaimana dia mendapat kesan bahwa Cecil memercayakan tugas penting itu kepadanya. Kesya memejamkan mata, berusaha meredakan amarah yang perlahan-lahan naik ke ubun-ubunnya. “Jadi sekarang kamu ngapain ke sini?” tanyanya dengan suara penuh kendali. “Ups, ya... sori... Aku jadi lupa...” Finna tersenyum, memamerkan giginya yang besar-besar. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh saat dia tertawa. Kesya bergidik ngeri melihatnya. “Ini lho, Kesya...” Finna mengeluarkan beberapa gulungan kertas dari dalam tasnya. Dia menyingkirkan gambar rancangan perhiasan Kesya (Hei!!!) dari atas meja dan membentangkan gulungan kertasnya. Kesya memperhatikan apa yang berada di balik gulungan kertas tersebut. “Nah, ini rancangan pelaminan Cecil yang aku buat. Di sini kita akan taruh kertas krep warna-warni, di sebelah sana kita akan pakai balon-balon, lalu kita juga bisa taruh bunga-bunga plastik kecil-kecil di sini...” Kesya memejamkan mata lagi. Kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plasti kecil? Apa-apaan sih ini? Memang dia pikir perkawinan Cecil itu pesta ulang tahun anak-anak? Kenapa tidak sekalian undang badut pesta saja? “Fin...” Kesya berusaha mengatur volume suaranya. “Ini tuh pesta pernikahan, bukan...” “Aku tahu ini pesta pernikahan, makanya aku buat seperti ini. Di Amerika lagi ngetop lho rancangan pelaminan seperti ini...” Dengan kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plastik? Yang bener? Kesya berusaha tersenyum. “Kalau begitu, biar kita bicarakan dengan Cecil dulu ya...” “Tapi kata Cecil, dia memercayakan dekorasi pelaminannya kepada kita berdua,” potong Finna keras kepala. “Tetap saja. Yang menikah itu Cecil, jadi dia harus tahu seperti apa rancangan dekorasi pelaminannya.” End of discussion. Suara dering di ponsel Kesya membuat Finna, yang mulai protes, terdiam. “Halo...” “Kesya, dia ada di sana?” itu suara Cecil. Kesya sudah tahu siapa “dia” yang dimaksud Cecil. “Sudah dari dua jam yang lalu,” jawab Kesya menekan amarahnya.

“Kalau dia tetep masih nekat mau dekor pelaminanku, ajak dia ke decoration artist-nya aja.” “Dia mau?” “Bujuk dia deh...” “Kenapa harus aku yang bujuk dia?” “Pleasseee...” Kesya menarik napas panjang. Dia paling tidak bis amenolak permintaan yang diikuti dengan bunyi please panjang seperti ini. “Ya udah, aku coba deh.” “Love you, you’re the best... Mmuaah...!” Suara Cecil langsung ceria dan lega. Kesya meletakkan ponselnya dan menatap Finna. “Kata Cecil, kita harus berkonsultasi dengan decoration artist-nya.” Mata Finna membulat. “Decoration artist apa? Aku decoration artist-nya! Cecil kan sudah memercayakan semuanya kepadaku. Kamu pasti bohong! Lho? Kesya mengembuskan napas, kali ini lebih kencang. “Coba saja kamu telepon Cecil.” Finna langsung menghubungi Cecil. Sambil menekan-nekan nomor pada ponselnya, mulutnya bergumam kesal. “Halo, Cecil, kok kamu suruh aku ke decoration artist? Aku kan yang akan mendekor pelaminanmu?” Kesya berusaha menajamkan pendengarannya, namun tidak satu pun perkataan Cecil dapat didengarnya. Cecil dan Finna berbicara lama sekali. Selama pembicaraan, tampak dahi Finna mengernyit secara dramatis. Beberapa waktu kemudian, Finna mengakhiri pembicaraan dengan wajah tidak puas. “So?” Kesya mengangkat alisnya. Tampang Finna jutek abis. Dia langsung ngomel-ngomel dengan suara tinggi. “Aku nggak ngerti deh sama Cecil! Aku kan decoration artist-nya, jadi seharusnya aku yang merancang dekorasi pestanya! Lagi pula...” “Jadi Cecil bilang apa?” potong Kesya tidak sabar. Finna mendengus kesal. “Kita harus bicarakan rencana dekornya dengan decoration artist.” Suaranya terdengar amat sangat tidak puas. “Kita jalan sekarang.” Kesya langsung beranjak bangun. *** Pak James, si decoration artist, adalah orang yang sangat sabar. Sudah empat jam lebih dia duduk di hadapan Finna dan Kesya, mendengarkan semua ide Finna yang sangat amat menggelikan. Tidak sekali pun dia terlihat kesal atau tidak sabar. Kesya jadi takjub melihat kesabarannya. Mungkin Pak James sudah sering mendapat klien

yang ajaib. Padahal Kesya sendiri sudah berulang kali menekan amarah melihat ideide rancangan Finna yang semuanya aneh. Sepertinya wajahnya sudah berubahubah warna, dari ungu jadi hijau bahkan jadi merah juga, dalam usahanya menahan emosi. “Jadi, kalau yang saya tangkap, Finna ingin dekorasi pesta yang sangat berkesan?” tanya Pak James perlahan. “Iya... Itu yang coba saya jelaskan dari tadi. Pesta Cecil ini bukan pesta mainmain, semuanya harus berjalan dengan sempurna. Saya tidak mau pestanya norak, kampungan. Pesta ini harus jadi pesta yang diingat sepanjang masa,” celoteh Finna. Kesya mendengus kecil, teringat akan ide dekorasi yang dibuat Finna. Balon dan kertas krep. Itu baru yang dinamakan pesta norak dan kampungan! Pak James memperlihatkan beberapa dekorasi yang telah dirancangnya. Finna memperhatikan semuanya dengan cepat lalu menggeleng-geleng dramatis. “Nggak cocok! Semuanya nggak cocok!” ujarnya sambil melemparkan rancangan dekorasi Pak James. Dahi Pak James berkerut. Kalau sejak tadi dia tampak sangat sabar, kini wajahnya menyiratkan sakit hati. “Mungkin ada saran lain dari Pak James...,” Kesya buru-buru menengahi. walau dia bete banget sama Finna, dia tidak mau melihat pertumpahan darah antara Finna dan Pak James. Ralat, dia tidak mau sampai Pak James ngambek dan menolak menangani dekorasi pelaminan Cecil. Kalau Finna sih... bodo amat deh! Pak James menarik napas, tampak berusaha mengendalikan diri. “Kalau saya bisa bantu, Cecil itu orangnya drama queen. Dia aktif, ceria, dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Sedangkan Alo laki-laki yang sangat matang. Orangnya tenang dan penuh kendali,” jelas Kesya. “Apa Pak James bisa mengirangira rancangan dekorasi seperti apa yang cocok bagi mereka?” “Boleh juga dengan bunga asli yang berwarna pastel. Untuk menampilkan kepribadian si mempelai pria.” Pak James mengangguk-angguk. “Lalu untuk mempelai wanita yang aktif dan drama queen...” “Bagaimana kalau ditambahkan kristal Swarovski? Cecil suka sekali kristal...,” usul Kesya. Mata Pak James berbinar. “Bagus sekali. Perpaduan antara bunga berwarna pastel dan kilau kristal. Pasti akan cantik sekali!” katanya bersemangat. Kesya tersenyum dan melirik Finna. Finna sedang cemberut. Tampak kesal karena tidak dilibatkan dalam diskusi mereka. “Hmm... Finna, menurut kamu gimana?” tanya Kesya, berusaha melibatkan Finna dalam pembicaraan ini. “Ya terserah kamu aja deh!” balasnya ketus.

melihat apa yang sedang dilakukan DeeDee di atas lembar kertasnya.” Semuanya berjalan sangat lancar. “Kalau begitu... akan saya e-mail ke Kesya ya. Rancangannya indah sekali! Pak James benar-benar bisa menerjemahkan sebuah ide menjadi rancangan yang sangat indah. “Mau ke mana lagi. Sekarang juga dia akan mengantarkannya ke tempat Cecil.. apa Pak James bisa merancang dekorasinya?” Pak James mengangguk-angguk penuh semangat. Cuma belum kepikiran aja hiasan yang cocok. Terima kasih banyak. DeeDee mengangguk. *** Ketika Kesya pulang. Thanks. Buru-buru dia mem-print rancangan itu.” DeeDee menyingkirkan tangannya dari kertas. Mau kasih lihat rancangan dekorasi pestanya. Bunyi tanda e-mail masuk membuat Kesya mendekati komputernya. Biar nggak terlalu sepi. “Iya juga ya. Rupanya. Tapi Kesya tidak peduli. Memperlihatkan gambar kasar sebuah cincin. Pak James. Kesya membuka file yang diberikan dan membelalak tidak percaya.Kesya tidak memedulikan balasan Finna yang ketus. Mata Kesya menyipit. Kesh!” sapa DeeDee. Dia akan mengerahkan segala daya upayanya untuk menghalangi hal itu terjadi. rancangan Pak James sudah jadi. “Aku mau ke rumah Cecil. “Lagi ngapain kamu?” Kesya menjulurkan kepala.. “Menurut kamu gimana?” tanya DeeDee. Nanti setelah saya gambar. Dia mengangguk-angguk penuh semangat. Kesh?” tanya DeeDee.” “Motif kebalikannya aja dari yang kiri... kemudian masuk ke kamarnya. Kayaknya oke tuh.” “Baik kalau begitu. . “Ini.” Kesya mengangguk-angguk.” jawabnya sambil menunjukkan kertas rancangan yang baru di-print. “Itu yang aku pikirin dari tadi. “Di sini bisa ditambahin hiasan lagi. “Hai. Tinggal Finna yang manyun karena tidak dilibatkan dalam diskusi akhir. Cukup sudah ide-ide norak dan kampungan yang ditawarkannya.” Mata DeeDee membesar.” ujarnya menunjuk bagian kanan cincin. “Lagi ada ide. DeeDee sedang duduk di sofa ruang tamu dan mencoret-coret selembar kertas di hadapannya. “Saat ini saya sudah bisa membayangkan gambaran kasarnya... Kesya tidak mau Finna merusak pesta Cecil. Kesya keluar lagi dari kamarnya. Kesh!” Kesya tersenyum membalas antusiasme DeeDee.

jadi aku harus terlibat juga dong dengan segala urusan pernikahan ini.” Tante Renata. setidaknya konyol menurut orang lain. Kesya.. papa Cecil. Pembawaannya sangat penuh percaya diri.Kesya membuka pintu apartemen. Doakan saya ya. Kesya mendengus. dia dan Cecil sduah bersahabat sejak TK. “Iya. Ketika sampai di rumah Cecil. Didengarnya Marco tertawa kecil di sampingnya. Kalau sudah senyum-senyum begitu biasanya sebentar lagi akan meluncur ide konyol dari mulut Tante Renata. dan kedua orangtua Cecil duduk di ruang tamu. Tante Renata mengangguk-angguk. “Hai!” Keindahan rancangan Pak James membuat hati Kesya sangat senang. Dia menunjukkan rancangan yang sudah di-print-nya. Tatapannya beralih kepada Kesya. “Kenapa kalian nggak sekalian jadian aja? Siapa tahu nanti bisa langsung menyusul Cecil dan Alo.” respons Marco dengan kurang ajarnya.. “Aku ikut ya. lalu kembali lagi ke Marco.. Tante. “Mau ke mana?” tanya Marco. Kesya tersenyum. Keduanya tersenyum mendukung usaha Marco. Dia sampai lupa bersikap jutek pada Marco.” sambung Marco lagi. Katanya. “Ke rumah Cecil. Tepat di apartemen sebelah. Marco. Kapan sih cowok ini tidak penuh percaya diri? Tante Renata senyum-senyum sendiri. “Maunya sih begitu.. juga ikut mengangguk-angguk.” Kesya tidak punya pilihan lain selain mengangguk. Rancangan yang indah itu. mama Cecil. memandang Marco dengan tatapan menilai. Hati Kesya langsung waspada. “Hai. Oom Balgi. “Jadi. Marco tampak baru akan masuk ke apartemennya.” Tuuuh kan benar! Tidak tahu dari mana datangnya ide super-duper-konyol itu? Kesya langsung salah tingkah. Cecil baru saja pulang dan sedang mandi. Dia sudah sangat mengenal tabiat Tante Renata. Langkahnya tertahan melihat kehadiran Kesya.. Kesh. Tante Renata sendiri akan sangat serius dengan ide-idenya... tidak tahu bagaimana harus merespons. orangtua Cecil yang menyambut mereka...” balasnya sambil tersenyum. Mau ngasih lihat rancangan dekorasi ruangan untuk acara resepsi nanti. Maklum.” Marco mengangguk sopan. Tante. Saya Marco. ini toh bestman-nya Alo.” sapanya. kemudian kembali lagi kepada Kesya.. .” “Ngapain?” “Aku kan bestman. What?! Siapa yang mau jadian sama dia? “Saya juga sedang berusaha.. Well.

.. Di belakangnya. Marco hanya tersenyum dengan wajah polos. dia ingat juga bahwa dia belum memberitahu makhluk satu itu tentang rancangan dekorasi ini. Sementara Kesya tampak seperti mau pingsan. Cecil tersenyum. “Oom. Senang karena Cecil berada di pihaknya. lagi. Bertingkah seolah-olah kami lagi pedekate!” Kesya pasang tampang sejutek-juteknya.” kata Kesya. nggak usah ngomongin hal yang bisa bikin aku marah! Aku ke sini mau ngasih liat ini! Kalau Marco ke sini cuma ikut-ikutan aja!” cibirnya kepada Marco.. Dia baru pulang dari Amerika dan katanya di sana dia jadi wedding organizer profesional.. Timing yang sangat tidak tepat. “Ooh. Jadi dia mendaulat dirinya sendiri untuk jadi wedding organizer untuk pestaku..” Senyum Marco tambah lebar.. setidaknya berharap untuk menjalin hubungan dengan Jansen. Dia mendengus kesal. . dia dapat merasakan Tante Renata dan Oom Balgi saling sikut sambil diam-diam tersenyum.” “Kesya. “Bagus banget. Ingat Finna. setidaknya sampai acara pernikahanku selesai. Cecil memanggil mereka.. “Capek deh ngomong sama orang-orang nggak waras!” Dia meraih tasnya dan mengeluarkan kertas yang berisi rancangan dekorasi ruangan dari Pak James. Marco jauh lebih bak dibandingkan Jansen. Sayang. Tante. Kesya menatapnya dan menggeram. “Kenapa sih kamu selalu bermasalah sama Marco? Kalian kan harus akur. Swarovski...Kesya tidak suka dengan suasana ini. “Apa-apaan sih kamu?” sembur Kesya ketika mereka sudah berada dalam kamar Cecil. “Aku sih setuju kalau kalian emang jadian. Tante Renata dan Oom Balgi harus tahu bahwa Kesya sedang menjalin hubungan dengan Jansen. “Jadi sebetulnya.. “Finna itu sepupu jauhku.. sebetulnya saya.” “Kesya!” suara Cecil terdengar tidak sabar.” Marco menarik lengan Kesya dengan lembut. “You don’t want to know. Kesh. “Ayo. “Udah deh. Cecil tersenyum kecil.” Kesya geleng-geleng kepala.. “Dia yang kurang ajar duluan.. “Finna? Siapa Finna?” Marco bingung. Yah.” jelasnya. Marco!” Di saat seperti ini.” Napas Cecil tertahan begitu melihat rancangan itu.. Cecilia! Kesya tidak menggubris panggilan Cecil dan masih berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada mama dan papa Cecil..” Dahi Cecil mengernyit.” “Ini hasil perdebatan panjang dengan Finna..

Namun.” Cecil tersenyum. dulu dia dan Cecil menyediakan kotak khusus untuk menyimpan semua kenangan dengan pacar masing-masing. Foto Cecil dan Alo ditempel di atas tutup kotak tersebut. “Liat apa sih?” Cecil menepuk bahu Kesya. Hubungan cintanya memang tidak pernah awet. Kesya menyambar si Bebe. Berbeda sekali dengan hubungan cinta Alo-Cecil.. “Buat?” “Buat ide rancangan cincin pernikahan kalian. kali ini Marco tidak berani lagi menggoda. Kotak Kesya sendiri sudah entah ke mana.. bon-bon restoran. malah bikin rancangan dekorasi yang bagus banget. kartu Natal.” Kesya balas tersenyum. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada kotak warna pink yang diletakkan di atas meja kerja Cecil. Seingat Kesya.” Cecil kembali menatap rancangan dekorasinya. “Bener-bener bagus deh! Aku harus kasih tau Alo dulu. Kesya.“Masa dia tadi ngusulin dekorasi pesta kamu pakai kertas krep dan balon warna-warni? Bisa bayangin nggak?” Kesya masih bete banget teringat perdebatan panjangnya tadi siang. Sementara Cecil bercerita tentang dekorasi pestanya kepada Alo. “Dan dia juga nggak sopan banget sama Pak James ini.. atau karcis nonton bareng. jadi tersipu sendiri.. “Alo bilang apa?” “Dia sih oke aja. Walau kotak ini sudah sering kali disimpan di gudang dan kemudian dikeluarkan lagi. boneka beruang Cecil yang sering dipinjamnya untuk tidur kalau dia menginap. Takut Kesya ngambek lagi. kartu ulang tahun. terakhir kali dia menginap di rumah Cecil saat mereka berdua duduk di bangku SMA. lalu disimpan lagi—karena Cecil dan Alo sering sekali putus-sambung—toh akhirnya kotak itu menempati singgasananya lagi di atas meja kerja Cecil. Setelah itu dia pergi ke Jepang untuk kuliah di sana.. lagi-lagi mama Cecil memperhatikan Marco dan Kesya sambil senyum-senyum. Semua keputusan diserahkan ke aku kok. Kesya ingat kotak ini. puisi-puisi cinta. . Ceritanya. Marco memperhatikan Kesya sambil tersenyum kecil.. Baik itu kartu Valentine. Untung aja Pak James nggak marah. “Aku pinjam ini ya. Dia meraba tutup kotak itu.” Kesya mengangkat kotak itu. dan sepulangnya dari Jepang kesibukan kerja yang tidak ada habisnya membuat mereka jarang melakukan acara menginap lagi. semuanya disimpan di sana. Kesya melihatlihat ke sekeliling kamar Cecil.” “Pasti dong... Tapi itu sudah lama sekali.” Dia menyambar ponselnya dan langsung menghubungi Alo.” Saat mereka pamit dari rumah Cecil. Kotak cantik dengan detail pita yang manis. merasa diperhatikan. “Jangan rusak ya. dia sering banget menginap di kamar Cecil. Dulu.

“Apa tuh?” tanya DeeDee. Siapa ya kira-kira yang akan jadi soulmate-nya? Bayangan seorang laki-laki tinggi dengan senyum seksi memesona terpeta jelas di benaknya. Tau sendiri kan.” DeeDee mendesah pelan. Kesya langsung membuka kotak Cecil. Alo tetap saja balik lagi sama Cecil. Kesya ingat. Alo benar-benar sayang Cecil. Dia memang paling cocok buat Cecil. Kesya mengeluarkan isi kotak itu.. walaupun sudah sering diputusin berkali-kali oleh Cecil. Kesya mengangguk. Mendengar kata soulmate. . Ada foto pertama Cecil dan Alo.*** Sampai di apartemennya. Mereka memang sudah soulmate. ya?” DeeDee. Foto itu dibuat seminggu setelah Alo dan Cecil resmi pacaran. sepuluh tahun yang lalu. “Alo itu romantis. Di usia yang sudah 26 tahun ini dia juga belum menemukan soulmate-nya. Cecil orangnya impulsif banget.. Tidak mungkin Marco bisa jadi soulmate-nya. Walau mati-matian menyangkal pikirannya. Isi kotak ini mencerminkan semuanya. Kesya jadi teringat dirinya sendiri. Kesya tertawa sendiri melihat itu semua.” Perlahan-lahan. “Dia juga sabar sekali menghadapi tingkah laku Cecil yang suka meledak-ledak. tak urung jantung Kesya berdebar juga. Lalu ada juga kartu-kartu dan puisi-puisi cinta yang ditulis Alo untuk Cecil. yang memperhatikan dari samping. dialah juru kameranya. ikut berkomentar. “Ini kotak khusus Cecil-Alo. Dia? Soulmate-nya? Kesya menggeleng keras. Mereka masih sama-sama mengenakan seragam SMA. “Kapan ya aku ketemu soulmate-ku?” Pikiran Kesya mengelana jauh.

Sebenarnya dia tahu rokok tidak akan menghilangkan rasa gundah di hatinya. Dia seorang perancang taman dan sekarang sedang merancang sebuah taman kota. Dia memperhatikan bintang yang bersinar redup itu. juga gadis yang luar biasa membuatnya patah hati. Dia sedang mengisap sebatang rokok— yang menyebabkan polusi udara—sementara benaknya mengutuk polusi udara yang menyebabkan bintang-bintang tidak bersinar cerah lagi. “Egois!!!” begitu katanya. Gadis yang luar biasa cantik. dia teringat Joanelle. dan para orang tua. Disambarnya kotak rokok itu. Kesya dapat melihat Marco yang sedang mengembuskan asap mematikan dari mulutnya. Karena balkon mereka bersebelahan. Direbahkannya kepalanya di sandaran kursi. namun entah kenapa tidak juga dapat terlaksana. memang sulit untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. Tapi.. Rokok hanyalah pelarian sesaat. Entah dari mana datangnya. kalian juga merugikan orang lain!” . mengisapnya dalam-dalam. Langit gelap sekali dan di kejauhan tampak satu bintang yang bersinar redup. Marco kembali mengisap rokoknya dalam-dalam. Sebenarnya dia sudah lama ingin berhenti merokok. remaja. Matanya tertumbuk pada kotak rokok di samping sketsanya. Marco lagi-lagi mengisap rokoknya. lalu dia beranjak ke balkon apartemen. “Kalian perokok adalah orang-orang egois! Selain merugikan diri sendiri. lalu mengembuskannya. Marco berpaling dan mengernyit memandangnya. Ingat rokok. Dampak dari polusi udara! Marco tertawa kecil. Kemarin. Marco mulai merokok. Marco menyalakan sebatang rokok. saat dia ke balkon untuk merokok. Karena kisah cinta yang kandas itulah. Marco menghentikan pekerjaannya dan menggerakkan lehernya yang terasa kaku. Taman kota yang ramah lingkungan.7 MARCO menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.. kebetulan Kesya juga sedang berada di balkon apartemennya. Sungguh ironis. sosok wajah Kesya terbayang. Kesya mendelik marah. Taman kota tempat berkumpulnya anak-anak.

. lalu ke balkon. “Halo. tersenyum kecil melihat reaksi Kesya.. gadis itu menghadirkan getar-getar aneh di relung hatinya. Kesya terkesiap.” Suara Kesya terdengar berbeda. Di atas meja tergeletak sebuah majalah wanita yang belum sempat dibaca Kesya. Kesya merapatkan mantel kamarnya. “Nggak baik lho merokok terus. ingin masuk ke apartemennya. Marco tersenyum sendiri mengingat percakapan singkat itu.” dia berbalik ke arah Kesya. Pikirannya kembali ke kenangan masa kecilnya. Dia sangat suka ayunan. Satu tangannya memegang gelas kesayangannya. Dada Kesya berdebar kencang.. “Ngapain kamu? Bikin aku kaget aja!” Marco tersenyum kecil. sekadar mengusir rasa sepi... Uap panas mengepul dari gelas itu. “By the way. Benarkah? “Iya deh.” Marco berbalik. Cobalah untuk hidup sehat.” Dia tersenyum lembut. “Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Kesya membuka-buka majalah itu. Di sebuah halaman iklan. Dia selalu merasakan sesuatu yang hangat dalam hatinya saat dekat dengan Kesya. Apa maksud perkataan Marco tadi? Dan mengapa senyumnya begitu lembut? Bodoh! Mengapa juga dia memperlihatkan perhatian berlebih kepada laki-laki tukang tebar pesona itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kesya membawa gelas susu cokelatnya masuk dan mengempaskan diri di sofa. Walau sampai sekarang Kesya tidak menunjukkan sikap ramah terhadapnya. Tampak berusaha menghalau dingin malam itu.. Tangannya meraih remote dan menyalakan televisi. Asap rokok mengembus dari mulutnya.. Melihat siapa yang keluar dari balkon sebelah. Matanya terpaku pada gambar ayunan. Marco menoleh ketika mendengar suara pintu balkon sebelah dibuka.. Tanpa tujuan...” sapa Marco. Impiannya saat ini adalah memiliki ranjang . Dia yakin sekali bahwa dia dapat memenangkan Kesya dari Jansen. Entah mengapa. Dia menjulurkan kepalanya.” “Merokok lagi?” sindir Kesya.. “thanks ya buat perhatiannya. Rambut panjangnya berkibar dipermainkan angin. “Marco!” tegurnya. Tangannya menggerakkan sendok mengaduk isi gelasnya.. Kesya atau DeeDee? Sosok Kesya keluar dengan mengenakan mantel kamar.Marco hanya tersenyum dan berbalik masuk ke apartemennya. Sepertinya Marco menangkap getar perhatian pada nada suara itu. suatu saat nanti aku pasti berhenti. Aku janji. Kesya melihat gambar seorang anak perempuan sedang duduk di sebuah ayunan. Marco tahu Kesya juga mengalami perasaan yang sama dengan dirinya. Marco mengangguk.

kapan pergelaran busananya?” tanya Kesya. makanya aku mau minta saran kamu lagi.” Tawa Cecil tambah kencang. “Jadi hari ini udah mau pesen gaun pengantinnya? It’s about time sih.. kalau begitu. Memang udah seharusnya kamu udah pesen gaun pengantin. Padahal aku udah kasih buanyaaakkkk sekali saran buat kamu. omong-omong. “Jadi. kamu nyobain dua puluh tujuh gaun pengantin tanpa ada satu pun yang kamu suka..” “Oke.. Bos!” DeeDee memberi hormat gaya militer lalu melenggang keluar. Kesya tersenyum kecil memperhatikan sosok Deedee yang menghilang. Eh.. seperti ayunan.. Kesya menugasi DeeDee untuk menangani salah seorang kliennya. “Kalau begitu. “Oke. lalu meneruskan kegiatannya sebelum DeeDee datang.” DeeDee mengakhiri penjelasannya. tapi kalau urusan pekerjaan—apalagi bekerja sama dengan Kesya—DeeDee tidak akan main-main. kamu lagi ngapain?” Kesya menatap kertas corat-coret di hadapannya. Biarpun sehari-hari dia orang yang agak sembrono.” Kesya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.” “Saran?” alis Kesya terangkat.. seorang perancang busana yang ingin menggunakan perhiasan Kesya untuk pergelaran busananya. “Halo. “Iya.. “Iya deh.gantung.” DeeDee mengangguk mantap..” “Semua dokumennya sudah lengkap? Asuransinya? Lalu orang yang ditugaskan untuk menjaga perhiasanku?” “Sudah beres semua. nanti sekalian bawa rancangannya ya! Aku mau lihat!” ... Kali ini aku pasti akan dengerin kamu. “Lagi ngerancang cincin kawin kalian. Kamu tetap pantau ya. sampai sekarang impian itu belum juga terlaksana. “Dua minggu lagi..” “Kesya.... “Memang kamu mau dengar saranku? Waktu kemarin kita ke Bride‟s World aja. Kesh. Krriingggggg..” “Really?” Suara Cecil terdengar bersemangat sekali. Namun. *** “Ini semuanya.” Cecil tertawa kecil.. jam tiga nanti temani aku ke Bride‟s World ya. Bunyi telepon mengalihkan perhatian Kesya. DeeDee baru saja memberikan laporan singkat tentang perhiasan apa saja yang dipilih si perancang busana itu.

. sampai ketemu nanti jam tiga ya! Aku tunggu kamu di Bride‟s World. Apakah rasa itu sudah hilang? Entahlah.. Kesya mendapat ide cincin yang sangat bagus. kapan terakhir kali mereka bertemu? Waktu konser La Rouge. butiran-butiran berlian itu tampak seperti sparkling pada sampanye..” Kesya langsung bangun dari duduknya. Rancangannya belum jadi.. Kesya mengingatingat. Sepertinya sudah lama dia tidak bertemu Jansen. Jansen yang sedang memperhatikan perhiasan dari balik etalase.“Sori. Jansen mengikutinya. dan kamu nggak boleh ngintip apa pun sebelum rancangannya benar-benar sempurna!” “Apaan sih. Aku nggak mau ngerusak rahasia kamu. Cincin ini haruslah melambangkan pribadi Alo dan Cecil. Kesh? Kok pake serius gitu? Aku jadi deg-degan nih dengernya.. “Iya deh. Oke. Jansen.. Anehnya.” Kesya tidak ingin kegugupan Jansen menjadi bahan tertawaan anak buahnya. Kesya kembali menatap rancangan cincin Alo dan Cecil. Kesya tertawa kecil. Kedua cincin itu merupakan jalinan emas yang tidak terputus. Kesya berharap pernikahan ini untuk selamanya... Kesya merancang butiranbutiran berlian kecil yang jumlahnya cukup banyak. Cincin kawin Alo dan Cecil benar-benar dirancangnya dengan cermat.. Semalaman dia melihat-lihat semua kenangan Alo dan Cecil dari kotak khusus mereka. “Permisi.” Kesya tersenyum lebar. Berkat kotak khusus itu.. Pekerjaannya telah selesai dan dia merasa puas sekali. Bu Kesya..... Kesya tersenyum puas menatap hasil rancangannya. “Ayo masuk ke ruang kerjaku. “Haaiii. nggak bisa.” kata Cecil dengan nada meluap-luap. Bukankah memang begitu seharusnya hakikat sebuah pernikahan? Abadi.. Selama itu tidak ada kontak apa pun.” Kesya meletakkan teleponnya dan kembali melanjutkan rancangannya. Butiran-butiran sparkling sampanye itu melambangkan kepribadian Cecil yang selalu bersinar dan ingin jadi pusat perhatian. Kesya tidak merasakan apa pun. Kesya. Pada badan cincin. “Ini ada Pak Jansen.. “Ya. berarti kira-kira tiga minggu yang lalu. Yah. walaupun selama pacaran ALo dan Cecil sering sekali putus-sambung. hmm. langsung berbalik dengan kikuk. dan kalau sekilas dilihat..” sapanya sambil tersenyum gugup.” sapa Kesya...” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. Sedangkan warna cincin yang dibuat lembut mencerminkan kepribadian Alo yang tenang. Letaknya rapat-rapat. Kesya menghela napas. Satu untuk selamanya. “Hai..

Baiklah. katanya tadi mau ngajak makan siang?” Jansen tersenyum gugup. Kesya beranjak bangun. Jansen duduk diikuti Kesya. Selesai makan. Entah apa yang berkecamuk dalam pikiran Jansen. berusaha mengusir il-fil yang baru saja dirasakan. Kesya memperhatikannya dalam diam. Tampak sangat tidak percaya diri.” Kesya melirik jam di pergelangan tangannya. Jansen mengelap mulutnya juga kedua tangannya. Sebentar lagi jam dua belas... Kesh?” “Lho. “Aku.” Jansen memulai.. “Oh iya. .Kreeekkk. Berulang kali dia mengganti-ganti posisi duduknya. Kesya menoleh mendengar suara itu... Tangannya terulur untuk menggenggam tangan Kesya.. Tanpa sadar.. Seharusnya dia berbahagia dengan ajakan Jansen ini. Isi hatinya yang sesungguhnya.. Tingkah lakunya penuh kegugupan. Entah bagaimana. Kesya merasakan kedua tangan Jansen bergetar hebat. Ayo kita pergi.... tampak Jansen berdiri dengan aneh.” Jansen meremas-remas tangannya. Kesya tidak pernah melihat Marco nervous sedikit pun..... “Hmm. ia kembali membandingkan Jansen dengan Marco. setelah itu dia akan segera menemui Cecil. udah lama nggak ketemuan. Siapa tahu dalam acara kali ini Jansen akan mengutarakan isi hatinya. Kesya mendengar tawa tertahan para anak buahnya. memang sudah waktunya makan siang.. Dia kan sudah menetapkan hati bahwa jansen adalah yang terbaik untuknya.. Kesya memperhatikan semua gerak-gerik Jansen. laki-laki yang dia sukai.. Mata Kesya menerawang. kita... kita..” katanya.. lama-lama il-fil juga deh dengan gaya Jansen! Kesya menggeleng cepat. aku.. “Hmm?” Kesya menunggu. “Aku.. aku mau ajak kamu keluar untuk makan siang. Semoga Jansen juga bisa lebih santai. Kesya yang ayu.. “Jadi. Jansen terlihat bingung. “Duduk yuk... Suasana kafe yang remangremang berhasil membangun kesan romantis yang ingin ditunjukkan Jansen..” Jansen meremas tangannya. sudah cukup lama kenal ya.. sebelah kakinya tersangkut pada kaki kursi tempat dia duduk tadi. Perilaku kikuk dan gugup Jansen berbeda sekali dengan perilaku penuh percaya diri Marco. Jansen mengajak Kesya makan siang di sebuah kafe. Jansen menatap Kesya salah tingkah dan lagi-lagi tersenyum gugup. Di belakangnya......” Kesya berusaha terdengar santai. “Kamu mau ke mana.. Ini kan Jansen. “Oke. Rasa percaya diri seolah terpancar begitu kuat dari setiap pori-pori tubuhnya.” Iih..

“Kata Mbak Cecil.. “Aku tidak tahu.” “Tidak tahu? Mak.. Terakhir dia bertemu dengan perancang busana pengantin itu.. Anita menggeleng.” *** Kesya disambut oleh Anita saat tiba di Bride‟s World. Kesya terkejut melihat penampilan Madame Daphne.” Suasana tiba-tiba terasa hening... Ini kan. Kesya menghela napas. tubuhnya bergetar hebat. Kesya memandang takjub wanita ini. tebaran confetti..” Kesya berusaha menyembunyikan keterkejutan di wajahnya... tampak sekali dia berusaha mengendalikan dirinya.. Wanita itu juga memakai hiasan rambut dan perhiasan ala India.. Padahal entah sudah berapa kali Kesya menanti-nantikan momen ini. atau tabuhan fanfare dalam hatinya. Hatinya terasa biasa-biasa saja.. “I. Jansen menunggu.” Jansen menarik napas panjang.. tergagap. “Aku.” ujar Kesya. Tangannya juga digambar mehindi dengan motif bunga.. “Aku. “Cecil sudah datang?” tanyanya.” Seorang wanita berpakaian sari—pakaian khas wanita India—berwarna pink terang datang menghampiri Kesya. si madame berpakaian ala gadis Gipsi. Madame Daphne? “Ha. Di belakangnya. Kesya sayang. maksud kamu?” Alis Jansen bertaut. sorak-sorai... Kesya tertegun. Tidak ada gegap gempita... Sebanyak. “aku cin. Aku. Tidak tahan melihat tatapan memohon di wajah Jansen. “Aku tidak tahu. dia dapat mendengar Anita terkikik pelan.” Kesya mengangguk. Kesya yang ayu... Namun. sebanyak yang kamu perlukan. iya.. Sekarang dia .. Kesya sendiri juga bingung. Bukankah bridesmaid akan mengenakan baju yang mirip dengan baju mempelai wanita? Kalau begitu dia harus menunggu baju pilihan Cecil dulu. minta waktu. Ruwet sekali.. cinta kamu. Semua itu tidak dirasakannya. hai. Aku harus memikirkan semua ini. Lain halnya dengan Kesya.“Aaaaku. lengkap dengan celak hitam di mata dan bindh warna merah di dahi. Madame. aku akan memberi kamu waktu.... Entah apa yang dirasakannya kini. Mbak Kesya boleh lihat-lihat baju bridesmaid dulu.. “Hai.” Kesya memalingkan wajah. Tampaknya Anita sudah cukup maklum dengan kelakuan bosnya yang agak ajaib.” Jansen tampak akan pingsan. Dan aku ingin kita serius pacaran.

Tingkahnya persis seperti agen properti yang sedang menilai suatu tempat.. tentu saja dengan menggunakan suara sengaunya.. “Benar sekali. Madame Daphne masih memandang dengan tatapan tidak suka ke arah Finna sebelum berpaling ke arah Kesya.” Kali ini nadanya terdengar sangat melecehkan. ya?” Kesya mengalihkan perhatian Madame Daphne. Finna tertawa sengau. seolah gaun-gaun itu adalah bayi-bayi yang sangat cantik.. Sementara itu.. namun lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya.” panggil Kesya dengan sopan. Diperlakukan seperti itu..” Tangannya terentang. Tidak dipedulikannya Finna.. Madame Daphne tersenyum. Dia merentangkan tangan dengan bangga. Finna! Dahi Kesya berkerut. “Saya dengar. memberikan penekanan berlebihan pada kata “lumayan”. Dia langsung merangkul Cecil dan Kesya ke ruang berikutnya. memperlihatkan semua gaun pengantin rancangannya. “Wah. Dia mengedarkan pandangan. dan semuanya bagusbagus. Tentu saja! Siapa yang suka dilecehkan seperti itu? Dada Cecil turun-naik.. Entah apa lagi yang akan dikenakannya pada pertemuan berikutnya.. Cecil mengangguk pasrah. Madame Daphne mengernyit tidak suka. Finna langsung mengentak-entakkan kaki. Kesya menahan lengan Cecil dan menggeleng pelan. Seakan kejutan itu juga belum cukup. tempat menyimpan rancangan gaun pengantin terbarunya.” ujar Finna. “Madame Daphne. lumayan. Madame juga mencoba merancang gaun malam. tempat ini... “Ini rancangan saya yang terbaru. Wajahnya kusut sekali. yah. Dia? tanyanya tanpa suara. Hanya lumayan.berpakaian ala gadis India. di sini.. Dia tidak mau terjadi pertumpahan darah di antara dua wanita dewasa.. Finna sedang beramah-ramah dengan Madame Daphne. seorang wanita dewasa dengan seorang wanita yang sangat tidak dewasa.” Madame Daphne tersenyum lebih lebar lagi. tiba-tiba Cecil masuk diikuti oleh.” “saya melihat hasil rancangan Madame di majalah. mempersilakan Cecil untuk memilih gaun pengantin yang cocok untuknya... Dia membuka sebuah lemari berukuran besar.. “Ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tempat wedding organizer saya di Amerika sana. “Boleh kami langsung melihat rancangan gaun pengantin terbaru Anda?” Senyum Madame Daphne bertambah lebar. Sepertinya dia baru saja bertarung habis-habisan dengan keinginannya untuk melumat habis sosok Finna. pertanda bahwa dia sedang berusaha keras mengendalikan amarahnya. . Senyumnya mengembang tipis sekali.

Kesya yakin seratus persen. “Anita. Dia berputar-putar di depan Kesya dan Madame Daphne... Di bagian pinggirnya ada pita warna pink dari bahan satin. malah tampak memeluk mesra tubuh Cecil. Di tengah pita itu tersemat sebuah bros berbentuk bunga. Cecil keluar dari kamar ganti.” Tubuh Cecil memutar. Kesya menghela napas lega. “Saya coba dulu ya. Keseluruhan gaun itu memang terlihat sederhana. “Simple. payet itu memantulkan cahaya lampu sehingga Cecil tampak bersinar cemerlang. “Aku rasa gaun ini cocok untuk pemberkatan di gereja. Finna terdengar mendengus. but yet so elegant. Setiap helai kainnya melekuk sempurna. tolong bantu Cecil. Mencari tahu gaun pengantin mana yang berjodoh dengannya.. menampilkan lekuk tubuh Cecil. Dan gaunnya? Gaun itu menyatu dengan indah pada tubuh Cecil. Seluruh gaun dihiasi payet yang berkilauan.” jawab Cecil. Gaun itu bergemeresik pelan saat berpindah ke tangan Cecil. Tatapannya sarat kekaguman. membentuk sebuah siluet yang membuat semua mata sulit berpaling dari Cecil. seolah ada cahaya yang menyorot dan hanya menyinarinya seorang. “Mau coba yang ini?” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun. Sepertinya pemilihan gaun pengantin kali ini tidak akan berlangsung selama yang pertama. bagian bawahnya menyempit. Gaun itu tampak sederhana. Dia mendengus lebih keras. Anita mengangguk dan mengikuti Cecil ke dalam kamar ganti. kembali menghadap ke jajaran gaun yang indah memesona.” komentar Cecil. “Sekarang aku butuh gaun untuk resepsinya. payet-payet berkilauan itu pasti membuat Cecil jatuh cinta setengah mati. Napas Cecil tertahan. Dia masuk ke kamar ganti diikuti oleh Anita.. Saat Cecil keluar dari kamar ganti. Potongan lehernya yang berbentuk V tampak rendah. Bagian bawahnya dihiasi rendarenda kecil dengan desain yang sangat manis. “Gimana? Gimana?” tanya Cecil bersemangat. . Beberapa saat kemudian. Berbentuk bustier yang seksi.Cecil meraba semua gaun pengantin itu.” pinta Madame Daphne. “Ini rancangan yang paling saya suka. kemudian ujungnya melebar membentuk ekor gaun yang dramatis. tapi juga sangat elegan.” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun dengan sangat hati-hati. terbuat dari bahan brokat dengan motif bunga. Lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya. Bahan brokatnya tidak terlihat berat. Setiap kali Cecil bergerak.” puji Kesya. Dia kembali meraba gaun-gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Tidak ada yang memedulikannya.

Madame Daphne melirik gambar itu dan terkesiap. menurut Finna. Sekujur tubuhnya berkelap-kelip heboh. Cil? Tanpa melihat gaun-gaun lainnya? Lagian menurutku gaun itu ngak cocok banget sama kamu! Nggak sesuai dengan kepribadian kamu!” Finna masih terus nyerocos. baru kali ini Cecil terdiam cukup lama. Gaun pilihan Finna sebenarnya hanyalah gaun putih biasa. Binar kekaguman terpancar kuat dari matanya. Cecil menatap Kesya. si wanita berambut ular yang tatapannya dapat membuat orang berubah menjadi batu? “Anda pasti bisa kan. membuat gaun seperti ini?” Finna berpaling menunjukkan gambar tersebut kepada Madame Daphne.” bisik Kesya.. tidak mau lebih lama lagi menatap gaun itu. Finna! Mereka lupa sama sekali pada wanita itu! Dan wanita itu tidak suka dilupakan begitu saja! “Masa kamu langsung deal begitu saja sih. Kesya memejamkan mata. “You look like a queen. terlalu gembira untuk dapat berkata-kata. Cecil hanya mengangguk. Dia bergerak mengamati tubuhnya dalam balutan gaun pengantin. “Menurutku. Dia berpaling kepada Madame Daphne.” puji Kesya tulus... “Wait!” Sebuah suara mengejutkan mereka. “Hei!” Kain sari Madame Daphne bergemeresik saat dia berbalik menghadap Finna. Dalam hati Kesya tertawa.” Dia menyodorkan kertas yang entah dari mana telah berada di tangannya. cocok untuk Cecil.. Cecil tersenyum lebar. Entah bagian mana dari gaun tersebut yang.” Kesya membungkuk hormat. Biasanya sahabatnya itu tidak pernah diam lebih dari lima detik.. kamu lebih cocok kalau pakai gaun dengan model seperti ini.. terus sampai ke bagian pinggung gaun! Dan lidah-lidah api itu berupa sablonan yang kentara sekali tidak dikerjakan dengan teliti. “Saya tidak mengatakan bahwa gaun dalam gambar yang Anda bawa sama sekali tidak menarik.. ya?” bentaknya.” ujarnya mantap.. Cecil meraba gaun itu.. Memangnya Cecil Medusa. Gaun tersebut pasti akan terlihat menarik sekali kalau Anda yang . Cil. Gaun model apa itu? Entah dari mana Finna mendapatkan potongan gambar itu. “So beautiful. Cecil menatap gambar itu. Itu gaun teraneh yang pernah dilihat Kesya. “Saya ambil yang ini juga. Kesya mengintip dari balik bahu Cecil.. Cecil tertawa. “Anda kira saya perancang kacangan. Yang membuat gaun itu terlihat aneh adalah di bagian bawahnya terdapat gambar lidah-lidah api yang menjalar dengan hebatnya.Perlahan. “Your Majesty. seolah yang berdiri di hadapannya adalah seorang ratu mahaagung. Raut wajahnya menampilkan rasa sakit hati yang amat sangat.

. “Maafkan teman saya itu.. Cecil langsung berdiri. Dia tidak berkata-kata saking cemasnya. saya tidak mau dia ikut campur urusan gaun pengantin lagi!” sambungnya dengan nada tegas...... bukan cuma Madame Daphne yang sudah dibuat sakit hati oleh Finna. Yah. saya.. namun kesan keras dan asem di wajahnya perlahan-lahan luruh. Wajahnya? Duh. “Saya sangat menyukai kalian berdua. Senyum Kesya bertambah lebar. Asem banget! “Madame. Sambil berjalan. Dia berbalik ke ruang ganti dan buruburu melepas gaun itu. pokoknya Finna sudah tidak berada di sana. tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. “Kesh. Kesya mengangguk paham. selain asem. wajah itu tampak keras seperti batu! “Madame Daphne. Sekarang. kamu dan Cecil. Sari-nya bergemeresik mengikuti gerakannya.” Cecil buru-buru memanggilnya. seolah tidak pernah terjadi insiden apa pun sebelumnya. .” panggil Cecil dengan putus asa.mengenakannya! Tapi. Senyum Kesya mengembang. “Jadi bagaimana?” tanya Madame Daphne. “Teman saya itu memang agak kasar. dia berdoa dalam hati semoga Finna sudah tidak berada di sana. Madame Daphne masih terus berjalan.. Dia kerepotan karena masih mengenakan gaun pengantin impiannya itu. “Madame. jangan hina saya seperti ini. Doanya terkabul. Gaun-gaun rancangan saya adalah gaun-gaun yang berkelas. kami minta maaf.. Tapi saya sangat tidak suka dengan perempuan mengerikan itu! Sejak awal dia telah membuat saya sakit hati!” Suara Madame Daphne bergetar marah. Begitu melihat Kesya dan Madame Daphne.” kata Kesya merendah. Saya harap Madame tidak memedulikannya.. saya maafkan dia.” Kesya masih berusaha mengimbangi jalan si madame.. pikir Kesya. Dia mengamit lengan Madame Daphne kembali ke ruang gaun pengantin. “Tapi. Senyum Kesya menghapus cemas di wajahnya. Dia akan melakukan apa saja untuk membuat hati Madame Daphne luluh. “Oke. Dia langsung mengejar Madame Daphne. Kesya bernapas lega. Madame Daphne mendesah panjang. Tidak seperti dalam gambar ini!” Madame Daphne berbalik pergi.” Seulas senyum terbit di wajah Madame Daphne.. Entah siapa yang menghalaunya pergi.” panggil Kesya lembut... Wajahnya masih tetap ditekuk. Yang ada di ruang gaun pengantin hanya Cecil yang duduk dengan lesu dan Anita yang tidak tahu harus berbuat apa.. “Kamu jadi ambil gaun yang tadi?” Cecil mengangguk kuat-kuat..” Madame Daphne berpaling tiba-tiba.

Waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam. Aku harus bersikap benar-benar tegas sama dia!” Cecil masih menyambung pembicaraan mereka tentang Finna..... Kesya tersenyum lagi. betapa seremnya gaun itu?” “Iya sih. “Udah deh. Nggak usah marah-marah terus.” “Gimana kalau aku traktir kamu dinner? Tanda terima kasihku karena sudah membereskan masalah Finna tadi?” Kesya melirik jam tangannya. Kesya membawa mobilnya sendiri.. Kesh. Aku nggak mau lagi Finna bikin onar di acaraku nanti.” Mata Cecil membelalak.” “Sekalian suruh dia dateng aja.” Cecil mengangguk meskipun Kesya tak bisa melihatnya. “Untung ada kamu. aku belum kabarin Alo soal gaun pengantinku.” . Ngomelnya? Ya lewat telepon! “Nggak ngerti deh gimana jalan pikiran si Finna.” jawabnya. aku telepon Alo dulu. Jadi. Aku nggak tau gimana jadinya kalau kamu nggak berhasil merayu Madame Daphne. Cecil juga. “I’m your bridesmaid. Nanti keriput lho... I owe you really big!” Kesya tersenyum. Aku telepon dia dulu ya. “He-eh. “Aku harus tegas kali ini..” “Sebentar ya. Aku mau kasih liat rancangan cincin kalian. “Dinner sounds great. Jalar api yang terdapat pada gambar gaun itu belum juga sirna dari bayangannya... Bisa-bisanya dia mengusulkan aku memakai gaun pengantin mengerikan itu. “Ya ampun! Aku lupa sama sekali soal cincin itu.8 CECIL masih mengomel panjang lebar saat mereka sudah berada di mobil masingmasing... “Oh ya.” ujar Kesya pelan.. rancangannya udah jadi?” Kesya menjawab santai. Kamu liat sendiri kan.” jawab Cecil.. “Di tempat yang biasa aja ya?” “Oke.

Sekilas dia mencium bau rokok dari desah napas Marco. Ada begitu banyak cinta bertebaran di sekitar Alo dan Cecil.. Kesya menceritakan detail-detail yang dibuatnya dalam gambar tersebut. “Nah.. sementara Alo dan Cecil ... Setelah mereka semua selesai makan. kamu. Acara dinner mereka berlalu tanpa insiden yang cukup berarti.. Selama dinner berlangsung.Kesya tidak mendengar apa-apa. dan Marco. Tak lama kemudian Cecil kembali bicara dengan Kesya..” Kesya mengernyit.” “Huhh. Tidak lebih. Kesya mengernyit. “Ini.. Dia juga menceritakan secara detail tentang gaun pengantin yang dipilihnya dan memaksa Alo datang ke Bride‟s World untuk memberikan penilaian tentang gaun pengantinnya. Dia buru-buru memasukkan permen mint ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan gaya berlebihan.. Mengutuki si pemukul beduk yang kurang ajar.. Kesya menampilkan ekspresi jijik di wajahnya. Alo dan Cecil tersenyum melihat ulahnya.. Pemukul beduk di hati Kesya beraksi lagi.. “Halo. Mobil mereka masing-masing meluncur pelan. Mukul beduk kok nggak lihat tempat sih? Toh itu hanya tangan Marco. Cecil menekan tombol hold sementara dia menghubungi Alo. Kesya jadi jengah sendiri.. Kesh. “Hai.” “Iya. Dia tidak suka dengan urutan nama yang disebutkan Cecil. “Kenapa sih kamu. Kesya memaki pelan. Sayang. “Abis ngerokok lagi.” sapa Marco. Alo. “Marco is a very nice person lho. Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam restoran. Marco sendiri hanya tersenyum dan menarik tangannya seolah tidak terjadi apa-apa. Kesya mengulum senyum. Kesh. Cecil tidak berhenti bercerita tentang insiden gaun pengantinnya. Kesannya kok dirinya dan Marco berpasangan. ya?” Kernyitan Kesya bertambah banyak.. Kesh..” Cecil mengecup mesra pipi Alo sementara Alo mengusap lembut pipi Cecil.” “Kata Alo. “Hai. Kesh?” tanya Alo lembut.” Cecil tidak bisa menyembunyikan nada bersemangat dalam suaranya. Cecil memperbaiki duduknya. Mereka bangkit dari duduknya ketika Cecil dan Kesya tiba di meja.” Dia menunjuk gambar cincin yang tadi siang dibuatnya.” Kesya mendengus pelan.. kami mau liat rancangan cincin yang sudah kamu buat. Alo dan Marco rupanya sudah sampai lebih dulu.. Dikeluarkannya buku sketsanya dari dalam tas. Kecuali saat tangan Kesya tidak sengaja memegang tangan Marco ketika mereka sama-sama ingin mengambil kecap. Aku.. Dia duduk dengan kikuk di samping Marco. Marco tersenyum. kita dinner bareng aja.

“Marco. “Great!” Cecil buru-buru menjawab. kamu langsung pulang sama Kesya aja.” “Itu sih nggak masalah. “Seperti ini maksud kamu?” Kesya menunjuk gambar cincin pada halaman berikutnya. Hei! Kenapa nggak ada yang menanyakan pendapat Kesya? Kesya mendengus kesal. Dia memang sudah menyiapkan rancangan yang lebih sederhana untuk Alo. masih dengan lengan yang digelayuti Cecil. Rancangan yang sama dengan rancangan cincin Cecil. Cecil mengangguk-angguk penuh semangat. Senyum lebar selalu menghiasi wajahnya..mendengarkan sambil berusaha memvisualisasikan gambar Kesya dalam benak mereka. “Yep. kan?” Alo berpaling kepada Marco. Kesya melirik tajam ke arah Cecil. Kesya tertawa lebar.” Mereka semua beranjak bangun..” ujar Cecil.” Alo langsung beranjak pergi. “Tapi aku kurang begitu setuju kalau kamu membuatkan rancangan yang sama untuk cincinku..” ujarnya lagi sambil menatap Cecil. Benar.” sela Alo. Alo dan Cecil pulang dengan mobil masing-masing. “Apa aja yang dia suka. “Bisa nggak kalau buat aku dibuat lebih simpel lagi?” Kesya mengangguk.. It’s a really exhausting day. “Oke. “Perfect. Bagaimanapun. Cecil tersenyum dan memeluk erat Alo. kan? “Yah. Kita pulang aja ya.. sementara Alo memperhatikan antusiasme Cecil dengan senyum kecil. Dan aku juga akan meminta pengrajin emas yang khusus untuk membuat cincin kalian. Marco?” Alo berpaling meminta persetujuan Marco.. “Marco. Terpaksa dia harus berduaan saja dengan laki-laki bernapas asbak ini! . Entah tidak melihat atau pura-pura tidak melihatnya. “Aku suka banget detail champagne’s sparkling-nya. Itu aku banget!” Kesya tersenyum.” tambah Alo. “No problem. “Oke kalau begitu. bedanya berliannya hanya satu. Cecil dan Alo adalah customer-nya. memang harganya akan sedikit lebih mahal karena champagne’s sparklingnya berupa berlian-berlian kecil. kualitas terbaik tentu saja..” ujar Alo mantap. gimana?” Kesya mengakhiri presentasi singkatnya sambil berharap-harap cemas. namun Cecil tidak melihatnya.” Marco menepuk-nepuk kantongnya. Marco langsung menggandeng tangan Kesya. “So. aku udah kasih kamu CD fotonya.

gadis yang dipacarinya selama dua tahun. Ada foto saat Alo dan Cecil diplonco saat mahasiswa.. Kisah cinta dengan Joanelle.. gadis yang luar biasa cantik itu. Foto-foto tersebut seperti mengalami metamorfosis. Dia teringat kisah cintanya yang membuat hatinya hancur lebur beberapa tahun silam.” Nada suara Marco terdengar lebih lembut. Foto-foto Alo dan Cecil. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di bibir. Marco tersenyum getir. . I want more.. Kesya diam saja. Ada foto saat mereka masih mengenakan seragam SMA. gadis yang meninggalkannya mentah-mentah. “I need more. seorang pengusaha beromzet miliaran. “You’ve done a great job.Peugeot merah Kesya meluncur membelah malam yang sudah semakin larut. foto saat Alo dan Cecil jalan-jalan bersama. “Kenapa?” tanya Marco..” kalimat Marco memecahkan kesunyian di antara mereka. Rasa ingin tahunya menggerakkan tangannya untuk membuka file itu.” Tatapan Joanelle keras.. hendak mematikan laptopnya ketika dia melihat sebuah file yang berjudul video. Marco berjanji untuk mengedit foto-foto tersebut. Dia tidak wajib beramah tamah dengan Marco. Sekelumit perasaan bangga membuncah di dadanya. Kali ini Marco menawarkan diri untuk menyetir. *** Marco tercenung menatap foto-foto mesra pada laptopnya. Marco bahkan belum mengenal Alo saat itu.” Dia lalu beranjak pergi dan naik ke sebuah Jaguar mewah. Will I have this kind of romance story? batinnya. “Sorry to say that. Matanya merana menatap Joanelle. Tampak adegan Alo dan Cecil sedang. Tangannya bergerak. “Hmmm.” Hanya itu komentar Kesya. Diam-diam Kesya tersenyum. Marco menghela napas. agar semua tamu tahu perjalanan kisah cinta Alo dan Cecil. ketika resepsi pernikahan berlangsung.. “Rancangan kamu tadi benar-benar bagus. Rencananya nanti. juga foto-foto saat Cecil menemani Alo pertama kali meeting besar di Malaysia. lalu foto saat Cecil dan Alo sama-sama diwisuda. Tidak ada sorot kepedihan di sana. Perlahan-lahan berubah menunjukkan kedewasaan wajah Alo dan Cecil. Semua foto itu menggambarkan kisah cinta Alo dan Cecil. foto-foto tersebut akan ditampilkan pada sebuah layar besar. Milik pacar barunya.

.. Marco mengklik foto tersebut dan layar laptopnya menampilkan foto Alo dan Cecil sedang mengapit Kesya di tengah-tengah. Alo menggeleng frustrasi. “KESYA!” bentaknya.. sangat hangat.” Kesya mengacungkan jempolnya ke arah handycam..” bisik Kesya sambil tersenyum jail. Kesya tampak beberapa tahun lebih muda. Tawa Marco meledak. Adegan yang sangat intim. dan bersahabat. “Sori deh.. Cecil tidak menjawab..” Walau diucapkan cukup lembut.“Kamu selalu keras kepala.. namun tangisannya mereda. wajahnya tepat menghadap ke arah layar. “Hihihi. Sorotan handycam kembali beralih ke Kesya. Alo. Mereka merangkul erat Kesya. Alo mencium pipi Cecil berulang kali. tidak seperti orang yang sedang marah. Sebenarnya Cecil yang berteriak-teriak. Entah siapa yang berani merekam adegan ini. esensi suaranya menandakan ada amarah yang bergejolak dalam dirinya. Tidak ada yang berani melawan Alo. Kesya sendiri tersenyum lebar.” bisiknya. Tubuh Cecil mengejang kemudian lunglai. Marco menahan senyumnya. sebentar lagi mereka pasti udah sayang-sayangan lagi.. Alo hanya memandangnya frustrasi dan berkata beberapa patah kata. “KESYA!!!” Terdengar teriakan Cecil. hanya Cecil yang berani. “Taruhan. Nadanya tidak terdengar meninggi. “Aku cuma mau kamu perhatiin aku!” bentak Cecil. Tapi. “Memangnya belum cukup perhatianku selama ini?” Cecil menggeleng cepat. “Tuh kan bener. handycam dapat menangkap suara Alo.” ujar Alo. Sayang.. ini suara Cecil. masih terkikik.” Sorotan handycam beralih lagi ke Alo dan Cecil yang kini semakin kencang berteriak. “Great job.. *** . “Belum!” Cecil berpaling. sedang tertawa cekikikan. “Kamu tuh maunya apa sih?” tanya Alo. Marco melihat satu lagi file foto yang belum dibuka. bagi orang yang sudah mengenal Alo dengan baik. Alo kemudian memeluk erat Cecil. Cecil kemudian menangis. “Aku? KERAS KEPALA?” Tidak diragukan lagi. ini adegan Alo dan Cecil sedang bertengkar. Dia tidak menyangka akan melihat adegan yang seperti itu. seperti es batu yang mencair disapu hangatnya sinar matahari. Aku janji akan lebih merhatiin kamu lagi. “Matikan handycam-nya!” Sekarang yang terlihat adalah wajah Kesya. Handycam buru-buru dimatikan dan Marco tidak tahu lagi apa yang terjadi kemudian.

pantas! Mereka sedang berada di tengah-tengah kebun teh.. Cecil. omong-omong. Alo. Alo dan Cecil pasti akan sibuk foto-foto dan hal itu akan menyebabkan dia menghabiskan waktu bersama Marco. “Sudah sampai. Darius juga rekan sekerja Jansen. Juru rias itu langsung bekerja cepat. kemudian melambai ke arah Marco dan Kesya. “Kok diam aja sih?” Kesya balas memandangnya. Darius. Dia juga seneng banget waktu aku bilang kamu juga ikut. Kembali berusaha mencari-cari gegap gempita. membuatnya sangat kurang tidur belakangan ini.. Kesya memutar kembali ingatan saat Jansen menyatakan cintanya. Padahal dia ingin tidur sampai siang. Dia tidak merasakan apa-apa. kita nggak ketemu dia?” Kesya mengangguk. Darius teman kita waktu masih Sma. Ingan Jansen. meliriknya dari kaca depan mobil. dan Marco terguncang-guncang di dalam mobil Alo. apalagi dengan Marco! “Kesh. mungkin juru rias. Kesya keluar dan mengernyit. Pekerjaannya yang menumpuk. Berduaan saja. “Aku ngantuk. Panas banget! Hmm. . Dia memandang Marco yang asyik mengobrol dengan Cecil dan Alo.. Kesya diam saja. “Eh. kamu tau nggak siapa fotograferku?” kata Cecil tetap antusias. jangan-jangan ini salah satu akal bulus Alo dan Cecil untuk mendekatkan dirinya dengan Marco. buru-buru menggiring Cecil duduk di bawah sebatang pohon. Cecil pasti senang banget kalau Kesya cerita soal perasaannya yang kian memudar terhadap Jansen. “Darius?” “Iya. Kesya melirik Cecil. Hari ini. tebaran confetti. dan tabuhan fanfare dalam hatinya.. Kesya curiga.. ditambah pekerjaan ekstranya menjadi bridesmaid yang baik bagi Cecil. merias Cecil. Entah kenapa Cecil begitu ngotot minta Kesya menemaninya. Kesya mengembuskan napas. Padahal Kesya malas banget. sorak sorai.. Cecil. Kesya dan Marco diminta untuk menemani Alo dan Cecil foto pre-wed di daerah Puncak. Kan aku udah bilang dari tadi aku nggak mau ikut karena aku mau tidur. Cecil langsung menggandeng tangan Alo dan berlari menghampiri Darius yang tengah bersiap-siap. “Memangnya siapa?” “Darius!” pekik Cecil. Dia semangat banget waktu tau bakal moto aku dan Alo. Dia sedang tidak ingin beramah-ramah dengan Alo. teman SMA mereka yang sejak dulu memang hobi banget foto-foto.” panggil Cecil. Kesya meninju bangku Cecil.” Alo mematikan mesin mobil dan keluar.Kesya. Udah lama banget kan.” “Dasar sapi tukang tidur!” cela Cecil.. Kesya teringat dia masih punya utang kepada lelaki itu. Alo tampak mengobrol dengan Darius. Seorang wanita.

“Biar aku setting tempatnya dulu. Dia tidak mau repot-repot mengklarifikasi responsnya tadi.. Kesya mengangguk malas-malasan.. “Corat-coret aja. dan menyeret langkahnya menghampiri Alo dan Darius. ya?” lanjut Darius setelah menyalami Marco. Waktu terus bergulir. mungkin perasaannya saja... Wajahnya sudah dirias. dan Darius dari kejauhan. “Hai! Aku cantik nggak?” Tiba-tiba Cecil sudah berdiri di hadapan Kesya. “Kesh.. begitu deh. tersenyum garing.. Bodo ah! Benaknya. kamu lagi dekat dengan Jansen. Entah... Kesya! Sudah lama sekali kita nggak ketemu!” Kesya tersenyum melihat antusiasme Darius.. “Cantik banget.. kamu ganti baju dulu aja.” Alo memandang Cecil. mereka meninggalkan Kesya dan Marco berduaan. yah.Kesya balas melambai. “Hmmm. “Alo. Kesya kemudian duduk di tanah dan mengeluarkan notes kecilnya.. “Kamu masih ingat Kesya. “Ya ampun. y. Sayang.” sahut Kesya singkat... “Lagi ngapain?” Marco juga ikut duduk di sampingnya. Darius tersenyum. tolong temenin Marco ya. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin dengan potongan sederhana. Sementara Alo hanya senyum-senyum tidak jelas.” pintanya. Bersyukur sekali karena buku itu masih sempat dia selipkan di dalam tasnya. Bingung juga harus berduaan saja dengan Marco.” sahut Kesya gugup.” . “Rancangan baru?” Kesya mengangguk tidak peduli.” ujar Darius. Tampaknya mereka sangat menikmati sesi pemotretan kali ini dan tidak menyadari waktu yang terus bergulir.” Alo memperkenalkan mereka. “Bosen nih. Kesya merasakan tubuh Marco mengejang di sampingnya. Alo.. Marco merebahkan tubuh di samping Kesya. kan?” Mata Darius terbelalak. “Aku dengar. Tampak cantik sekali. namun penuh pancaran cinta yang berapi-api. Matanya terpejam.” Cecil berpaling kepada Kesya. “Ini bridesmaid dan bestman-nya.. Kesya masih terus sibuk mencorat-coret notes kecilnya. Selesai Alo berganti pakaian. Kesya kembali berkonsentrasi pada pertanyaan Darius. Cocok sekali untuk suasana perkebunan teh ini. sementara aku dan Alo foto-foto. buku idenya. Sesekali terdengar tawa Cecil. Tatapannya lembut. Dari raut wajahnya Kesya tahu bahwa responsnya aneh sekali...

“Tadi Alo bilang dia bawa sepeda lipatnya. Lama-lama dia menikmati juga irama tidak teratur si pemukul beduk.. “Kamu harus nurut sama aku..” Marco menggeleng-geleng. “Ayo naik sini. berada begitu dekat dengan Marco. “Hhheiii!” Kesya menjerit ketika sepasang tangan kokoh Marco merengkuh tubuhnya dan mendudukkannya di besi melintang di depan sadel sepeda..” Marco bangkit dan menggandeng tangan Kesya. Kepalanya tertunduk.. “Jangan keras kepala ya. Lagi pula. “Kesh. Kita putar-putar aja yuk.. Tapi kenapa tadi waktu aku tanya. Kesya tetap tidak memedulikan Marco dan. Kesya kesal. Ada di bagasi. Dan masih terus terbahak-bahak saat mereka sudah berada di dekat mobil Alo.. Menyambut hangat si pemukul beduk. namun pemandangan indah yang membentang di hadapannya menyurutkan rasa kesalnya. Anggukan yang ragu-ragu. “Memangnya kenapa kalau aku nggak bisa naik sepeda?” tanya Kesya ketus. Kesya langsung panik. Tersaruk-saruk dia mengikuti Marco. Sebenarnya dia tidak bisa naik sepeda. tapi ternyata lakilaki itu tiba-tiba bangun. “Ambil aja sendiri.. Kesya mengangkat dagu tinggi-tinggi dan berjalan menjauh dari Marco. Kesya melepaskan genggaman tangan Marco. Marco menggandeng Kesya mendekati Alo dan Cecil. Rasanya dia sudah berjalan jauh sekali ketika sebuah sepeda meluncur di sebelahnya. Dengan terburu-buru.. jangan marah dong.. Lagaknya seperti sedang berbicara dengan anak balita. .” Alo melemparkan kunci mobilnya.” Marco mengayuh sepedanya pelan. dimasukkannya notesnya ke tas. kamu sok-sokan bilang bisa naik sepeda? Gengsi?” Marco tersenyum menggoda. kami pinjam sepedanya ya.” Marco tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Alo. Mau putar-putar aja. Kesya mengangguk pelan.” bujuk Marco. “Kamu bisa naik sepeda?” tanya Marco. Ada dua tuh.” bujuk Marco lagi. “Ya nggak apa-apa sih. Dug dug dug! Si pemukul bedug kurang ajar itu kembali beraksi! “Alo. Dug dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi! Kali ini Kesya tersenyum.. Kesya diam saja dan terus berjalan. tapi Kesya kan nggak bisa naik sepeda.Kesya tersentak mendengar suara itu. Alo dan Cecil langsung saling melempar senyum penuh makna saat melihat tangan Kesya dan Marco yang bertaut.. sementara Marco hanya tersenyum. namun dia gengsi mengakuinya di hadapan Marco. begitu intim rasanya. Dia kira Marco tidur.

” ujarnya penuh kemenangan. Cil? Aku bilang nggak mau ikut. Matahari surut perlahan-lahan.. Tanpa rencana. Kesya mengumpat dalam hati. dan nggak ada yang harus kerja. Ada di bagasi mobil. eh kamu malah maksa aku nginap di sini. Cecil sudah menutup pintu. Senyum cerah di wajah Cecil menunjukkan bahwa Kesya terlalu antusias merespons pertanyaan Alo. tidak peduli dengan wajah kusut Kesya. Dan demikianlah yang terjadi. DeeDee. having great time?” tanya Alo.. “Sunset. Kesya mengangguk. .Marco mengayuh sepedanya dengan santai. Alo sekamar dengan Marco. Cecil mengangguk kuat-kuat dan tersenyum lebar sekali! “Kesya... jadikita menginap saja di sini. Percuma dia marah-marah sekarang.. Kesya buru-buru mengembalikan posisi wajahnya ke level “tidak terlalu antusias”. Alo dan Cecil menghampiri mereka.” Dan Kesya terpesona dengan pemandangan di hadapannya. Kesh.. “Kamu tuh apa-apaan sih. Tepat saat itu juga.. Keindahan alam yang alami. Marco menghentikan laju sepedanya dan terpaku juga melihat keindahan alam tersebut. “Aku bawa baju kamu. Kesya jadi berhenti marah-marah. Kesya kesal sekali dan masih terus marah-marah saat dia dan Cecil sudah berada di kamar hotel mereka. lagi!” Cecil tersenyum. Marco mengembalikan sepeda lipat Alo ke dalam bagasi mobil. Selesai melihat sunset.” kata Cecil sangat antusias. Cecil menarik Alo dan berbisik-bisik di telinganya. Tanpa sadar.. “Aku sih nggak keberatan. namun sering kali terlupakan karena sibuknya aktivitas sehari-hari. kembali ke peraduannya. Marco. Toh hari ini weekend. sekali-sekali melakukan sesuatu tanpa rencana.. “Lihat itu. Cecil menutup rapat pintu kamar mandi. Mata Kesya menyipit. jadi jelas dia tidak akan mendengar omelan Kesya. mereka kemudian kembali ke lokasi pemotretan.” Marco menunjuk dengan dagunya. “Nggak apa-apa kok. Sebaliknya.” jawab Marco santai.” “Cecil! Kamu apa-apaan sih? Menginap tanpa rencana begini? Aku kan nggak bawa baju ganti!” Cecil tersenyum licik. Kan seru!” balasnya sambil melenggang masuk ke kamar mandi. “Hai. “Marco?” Cecil berpaling kepada Marco. Entah apa lagi yang direncanakan si drama queen ini! Alo menggeleng-geleng dan mengernyit memandang Cecil. “Sepertinya kita akan kemalaman. besok Minggu. Rupanya mereka sudah selesai.

” . Kasihan banget.Kesya beranjak ke teras kamar.” Marco tersenyum. Kesya tersenyum.” “Kalau begitu. “Ihhh. Males mau keluar-keluar lagi. sejenak melupakan pertikaian mereka. Masa depannya hilang karena nikotin.” ujarnya lembut. Alo dan Cecil senyum-senyum lagi. “Iya deh! Aku janji akan quit jadi smoker. Sayang?” Alo keluar dari dalam kamar.. ya?” tanya Marco lembut. Kalian enjoy aja. Dengan pasrah dinikmatinya embusan udara yang semakin dingin.. “Aku mau makan di sini saja. “Kesya. liat di restoran hotel saja.” “Boleh. “Kesh?” panggil Cecil.” Tangannya terkepal dan diletakkan melintang di dada. Lagak Marco seperti kesatria yang bersumpah pada rajanya. “Alo mana?” “Yup.. Marco buur-buru mematikan rokoknya. Marco!” seru Kesya sambil mengernyit. Sesaat dia sempat lupa bernapas. Rambut keritingnya tampak basah. Tadi sepertinya aku lihat ada yang jualan di depan hotel deh. Sosok itu berasap! Hiiyy! “Kesya.” Alo tidak pernah menolak permintaan Cecil. Senyumsenyum terus! “Kamu mau makan apa. “Kamu mau mandi nggak?” Kesya menggeleng. kalian mau ikut?” Kesya menggeleng. “Kamu benar-benar nggak suka sama smokers.. Kesh?” tanya Marco ketika Alo dan Cecil sudah berlalu.. Ternyata sosok tinggi berasap itu adalah Marco yang sedang merokok.” “Kalau begitu aku juga di sini saja.” Marco menanggapi. “Nanti saja.. “Aku pengin makan jagung bakar nih.” Cecil berpaling ke arah Marco. “Aku punya teman baik yang meninggal karena kanker paru-paru. Dan dia tersentak saat melihat sosok tinggi di teras sebelahnya. “Mmm. kita makan jagung bakar yuk. Kesya duduk. Seharian ini mereka ramah sekali. “I never know that. “Makanya aku nggak suka sama perokok! Egois!” Kesya mencibir ke arah Marco.. Marco tergelak. Sehari bisa berbungkus-bungkus rokok habis diisapnya. Dia perokok berat. Kemudian dia mengeluarkan permen mint dari dalam kantong celananya lalu mengunyahnya. ngapain di luar?” Kesya tersedak. Marco.

“Bintang.. . Indah sekali! Saat Kesya menoleh dan memandang Marco. aku temani ke restoran.. gegap gempita..... Sekilas Kesya juga dapat melihat tebaran confetti. Benar-benar menikmati suasana ini. Kesya tidak pernah melihat bintang sebanyak ini di langit Jakarta..” Kesya merasakan Marco mendekapnya. bergemuruh sorak-sorai. tunggu sebentar...... Dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi.” Marco mengulurkan tangan. may I kiss you?” tanya Marco pelan sambil merengkuh kepala Kesya. Kesya merasakan bibir Marco telah lepas dari bibirnya. Menikmati sensasi berada di pelukan hangat Marco. Kesya. Namun. Di dalam dadanya. “Aku di sini. dan tabuhan fanfare. “Kesh.” panggil Marco lembut. lalu perlahanlahan santai. Kesya membuka bibirnya. Tubuh Kesya menegang..” kata Marco cepat. lalu menghilang dari teras kamar. “Yuk. Dia membuka mata.. Kesya memejamkan mata dan merasa pusing. dan Marco menyambutnya dengan sebuah ciuman yang panjang dan lama. namun kemudian menyambut uluran tangan Marco. Pusing yang menyenangkan. Aku ke kamarmu lewat pintu depan. Kali ini Kesya menyambut hangat si pemukul beduk. Marco mencium Kesya dengan lembut. Berjuta-juta bintang berkelap-kelip indah di langit malam. Tangannya merangkul erat pinggang Kesya. Dia paling tidak suka berada di kegelapan. Tangannya menggenggam tangan Marco lebih erat lagi..“Kalau begitu. menuntun wajahnya untuk menengadah.. memberi kesempatan pada Marco untuk menjelajah ke dalam relung hatinya. Kesya mengangguk. Banyak sekali. “Lihat deh. dilihatnya tatapan lelaki itu melembut.” Kesya merasa Marco memegang dagunya. Tak lama kemudian Marco sudah muncul di ambang pintu kamar Kesya dan menghampiri gadis itu. Blasss! Tiba-tiba lampu di seluruh hotel mati! “Marco!” panggil Kesya panik... “How was that?” tanya Marco sambil tersenyum nakal. Kesya menjawabnya dengan senyuman. di bawah sinar bulan dan cahaya bintang. Desah napas Marco bercampur dengan aroma mint. walaupun matanya terpejam rapat.” Kesya terperangah. lalu merasakan bibir Marco menyapu lembut bibirnya. “Kesh. Kesya ragu-ragu.

Foto Kesya sedang duduk di depan sadel.. Marco mengangguk dan beranjak pergi. “Berdua saja.. Orang itu adalah. yang berada di sisinya yang membuatnya tampak sangat cantik.” Kesya menatap Marco. Dia tampak cantik sekali di kedua foto itu. Jansen duduk dengan gelisah.9 KETIKA mereka pulang keesokan harinya. Biasanya.... DeeDee membukakan pintu apartemen Kesya dengan raut wajah yang sulit ditebak. “Kesh. Ternyata bukan fotografernya yang membuat Kesya tampak cantik.. “Ada apa?” tanya Kesya waspada. Mereka berdua sedang menatap kagum ke pemandangan sunset yang indah. Tatapannya tajam. Tampak sekali mereka sangat menikmati momen tersebut. aku lihat foto ini di meja kerja Darius kemarin malam.. . Marco.. “Aku. sementara Marco duduk di belakangnya. Senyum di wajah Marco tidak kalah lebarnya. tertawa lebar..” sapa Kesya pelan. sementara tangannya di letakkan di bahu Kesya. Dia melirik Marco sementara Marco santai saja. hanya Jansen yang mampu membuat Kesya tampak cantik dalam foto. Kesya menatap punggung Jansen dengan cemas. Kali ini sepeda terlihat berhenti.. “Jansen. Di sofa ruang tamu. Satu kaki Marco menapak.” bisik DeeDee. Jansen berpaling dan terkesiap melihat Kesya dan Marco. Di foto yang kedua. menghunjam postur Marco yang tampak santai di belakang Kesya. aku mau bicara dengan kamu.. Marco menemui DeeDee yang masih menunggu dengan gelisah di pintu masuk. Dia mengekor Kesya menemui Jansen. “Dia sudah duduk begitu dari pagi. tampak Kesya masih duduk santai di atas sepeda. DeeDee membuka pintu lebih lebar dan Kesya pun tahu apa yang membuat raut wajah DeeDee seperti itu.” ujarnya gugup. Wajahnya sangat bahagia. namun orang yang bersamanya.” Jansen mengeluarkan beberapa lembar foto yang dicetak ukuran besar. Kesya terkesiap. Rambut Kesya tergerai lemas saat sepeda tampak meluncur menuruni jalan yang melandai.

.” Dia menatap Marco.. Jansen kembali memandang Kesya. rasanya aku memang tidak memanfaatkan waktu yang kumiliki dengan. Kali ini tatapannya lama dan mendalam. Tangan Kesya menggamit erat lengan Marco. Marco mendorong Jansen. Bunyi itu mengejutkannya.” potong Jansen pilu. aku tidak membuat kamu tampak ayu lagi di foto... “Sudahlah.” Jansen beranjak ke arah pintu. Nada suaranya tegas dan berat. Dia menatap foto itu dan tersenyum getir. wajahnya tampak murung.. Dia tahu dia sudah kalah total! “Aku..” Kesya terdiam. membentangkan jarak lebar antara tubuh Jansen dan tubuh Kesya.. Sinar-sinar yang biasanya terlihat dari sekitar wajahnya sirna. Mencari perlindungan dari lengan kokoh itu.. perlakukan dia dengan sopan!” Suara Marco memancarkan getar kemarahan di setiap katanya. Kesya tidak beranjak dari sisi Marco.... Menatap tajam ke arah Jansen.. aku. Dadanya berdebar.” ujarnya sambil mengangsurkan foto hasil bidikannya kepada Kesya. “Maaf.. “Kalau kamu memang mencintainya.! Kesya mengedip. Kesya mengangkat wajah dan menatap Jansen.Jepret.. Kesya mengikutinya.. “Aku. gara-gara laki-laki itu. Tidak mampu melanjutkan kalimatnya. aku mengerti kok... Jansen memandang Kesya dan Marco bergantian. “Semua gara-gara. Menyurutkan entah apa yang akan dilakukan Jansen. kemudian beranjak dari apartemen Kesya. “Gimana cerita lengkapnya?” Siang itu.” ujarnya. Kesya yang ayu. sebaik-baiknya. Kesya menatap foto itu. Melindungi gadis itu dari segala bahaya yang mengancamnya.. Posisi itu sudah sangat jelas bagi Jansen.” ujarnya tercekat. “Aku. aku kalah. Bukan debar menyenangkan yang biasa dia rasakan ketika bersama Marco. “Rasanya. Lengan Marco melintang kokoh di hadapan tubuh Kesya. Dia tersenyum getir.. *** “Jadi?” tanya DeeDee sambil tersenyum. Kesya bergerak-gerak dengan gelisah sementara tubuh Jansen sudah merapat ke arah tubuhnya. “Mau apa kamu?” Marco tiba-tiba berdiri di sebelah mereka. Jansen mengeluarkan hasil bidikannya dari kamera Polaroid-nya. Kamu menang... kan?” tanya Jansen pelan. Kesya terkesiap. Tiba-tiba Jansen berbalik dan berjalan pelan mendekatinya.. Wajahnya condong dan dekat sekali dengan Kesya. . DeeDee memaksa Kesya untuk mentraktirnya makan siang sekaligus menodongnya untuk menceritakan versi lengkap kisah jadiannya dengan Marco. Ini debar yang membuatnya sungguh merasa tidak nyaman... “Jaga dia baik-baik.

Kesh. “Romantis banget.. “Baru cerita soal kissing aja udah blushing begitu! Belon juga ngapa-ngapain!” DeeDee kemudian memaksa Kesya untuk bercerita apa saja yang terjadi saat mereka menginap. “Masa nggak ada romantis-romantisnya? Marco itu cowok paling romantis lho!” Wajah Kesya kembali memerah.” .” DeeDee cemberut. “Gimana rasanya?” “Wonderful.” Alo memulai percakapan sambil tersenyum lebar. Hatinya terasa hangat kalau mengingat ciuman Marco saat itu. “Marco memang tahu saat yang paling tepat untuk menyatakan cintanya. “Jadi cuma kissing doang?” Kesya mengangguk.” “Really?” Kesya memang mengharapkan Marco berhenti merokok. “Terus. Matanya berbinar mengingat kejadian sejuta bintang Sabtu kemarin.. Dan perasaan itu tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Kesya hanya balas tersenyum.” desahnya.. Apa ini yang orang bilang “cinta sejati”? *** Minggu pagi. menunduk menyembunyikan wajahnya. “Memang ciuman ada gayanya?” tanyanya polos. Kesya menceritakan soal sejuta bintang yang mereka lihat saat hotel mati lampu....” Kesya tersenyum.. Mata DeeDee berbinar-binar saat mendengar bagian itu. “Kamu tuh yang „ya ampun‟!” sungut DeeDee. “Ya ampun.. “Serius?” DeeDee melonjak dari duduknya. “Marco itu laki-laki yang baik. “Berarti sudah dong?” Kesya mengangguk. DeeDee tersenyum lebar. “Memang maksud kamu apa?” DeeDee menggeleng-geleng... tapi dia tidak menyangka akan secepat ini. “Dia merokok karena mantan pacarnya. “Lho?” Wajah DeeDee juga sama bingungnya. “So. Kesya terkesiap begitu menyadari apa maksud DeeDee yang sebenarnya.. Pokoknya aku udah jadian sama dia. DeeDee! Kami belum have sex sama sekali!” bisiknya histeris.. Matanya melotot. Tidak dengan Jansen. kalian pakai gaya apa?” Wajah Kesya berubah bingung. Dia berusaha berhenti merokok gara-gara kamu. Kesya dan Alo duduk berdampingan di Groom‟s Bestfriend sementara Marco sedang mencoba jas bestman-nya.Wajah Kesya memerah. “Masa gitu aja? Nggak percaya!” Dia menggeleng keraskeras. “Ya begitu aja. tidak juga dengan mantan-mantan pacarnya dulu.” bisik Kesya.

Kesya berjalan sambil memperhatikan taman yang masih baru itu. ya? Hmmm. Dia mendudukkan Kesya ke atas ayunan dan mengayunnya perlahan-lahan. Untuk lari sore. “Nanti aku tanya Cecil deh. Konsep taman yang asri dan nyaman. Marco tersenyum.” Kesya tersenyum. “Diputusin mantannya. Dia sama sekali belum diberitahu Cecil soal gaunnya.” Alo tidak ingin membahas detailnya..” “Ih. matanya menerawang jauh. “Gimana.” Marco mendengarkan sambil terus mengayun Kesya. “Ini kerjaanku selama ini.. “Bener banget penilaian kamu. Marco keluar dari balik ruang pas. “Gimana?” Dia mengangkat kedua tangannya.” Dia tersenyum kepada Kesya dari cermin. tanah kosong di daerah Kelapa Gading yang dulu pernah didatanginya bersama Kesya.. atau hanya untuk duduk di ayunan sambil membaca. Saling jaga.. Jadi sambil tidur aku bisa sambil berayun-ayun. Ayunan. aku seneng dia sama kamu. kira-kira gitu deh. “Omong-omong. “Bagus. Yang.” ujar Alo menggoda. “Tapi. Sayang?” Kesya tersenyum. Kamu gadis yang baik. She is your girl now. Rasa yang baru muncul setelah perasaannya terhadap Marco berubah. Yah. “Tentu ada dong..” kata Kesya sambil berayun pelan.. “Aku kepingin sekali punya ranjang ayunan. untuk mengajak anak bermain.. . pada sore hari taman ini pasti ramai dikunjungi oleh orang-orang... Di sana berdiri sebuah taman yang asri. Dia belum tahu cerita ini. Marco kemudian meminta Kesya untuk mengantarnya ke suatu tempat.” Setelah selesai dengan urusannya di Groom‟s Bestfriend. gaun bridesmaid kamu modelnya gimana?” Gaun bridesmaid? “Oh iya ya. “Ada ayunan?” tanyanya..Kesya memperbaiki duduknya.. “Tanya sama Kesya dong. Keliatan gagah banget.” ujar Marco bangga. seperti aliran listrik ketika tangan Kesya digandeng Marco. Kalian pasti bisa saling jaga. Kesya suka ide itu. Memperagakan jas yang sedang dikenakan. Tapi sekarang di sana bukan tanah kosong saja...” Marco menggandeng tangannya.. menikmati kedekatannya dengan Marco. Kesya tersenyum diam-diam. “Aku suka sekali ayunan. Kesya suka sekali ayunan. Tangannya membentang memperlihatkan hasil kerja kerasnya selama ini.. Ke Jalan Disco. Marco mengajak Kesya ke area permainan anak.” Marco mematut-matut dirinya di depan cermin.. Kesya bisa membayangkan.. “Gagah. Senyumnya mengembang perlahan. terus lari ke rokok. Ada rasa geli. Marco tersenyum dan memandang Kesya. ge-er banget sih!” Kesya pura-pura ngambek.” Kesya manggut-manggut sendiri.

aku harus memanggilnya dengan sebutan Mama. ups salah. Dia menghampiri Kesya dan mengecup ubun-ubun kepala Kesya. sekarang tugasku hanya menjadi bestman Alo dan jadi pacar yang baik buat kamu.” ujarnya. menemani Oom Steven yang lagi meeting di Jakarta. Cil?” “Besok kosong?” tanya Cecil tanpa basa-basi.. Dia sudah hafal luar biasa tabiat Cecil.” Kesya tersenyum. Sudah lama sekali dia duduk dan mencorat-coret notes kecilnya.” Marco menyodorkan segelas teh hangat.. “Santai saja lah. Tante Jessica. aku akan usahain santai deh. Marco menggeleng. Sejak resmi bertunangan dengan Alo..... “Nih. Marco mampir untuk menemani Kesya bekerja. “Kamu tegang banget lho. Jadi. “Yup. melemaskan otot yang tegang di sekitarnya. mau keliling-keliling dan Alo minta aku untuk menemani mamanya.” Cecil tertawa.” ujar Cecil sambil menghela napas. “Mamanya Alo?” “Iya. Cecil harus memanggil orangtua Alo dengan sebutan “mama-papa”..” Kesya terkesiap.” Kesya mengambil notesnya dan memperhatikan rancangannya. Sebagian besar diilhami dari pernikahan Alo dan Cecil.*** Kesya kembali berkutat dengan pekerjaannya.. maksudku mamanya Alo. “Kamu nggak ngapa-ngapain?” tanya Kesya sambil menyesap teh hangat yang dibawakan Marco. ya. . Kesya masih sering senyum-senyum sendiri jika teringat kembali peristiwa sejuta bintang itu. Senang juga rasanya diperhatikan seperti ini. Kesya tersenyum. Tidak ada janji penting untuk besok.” Sekarang Marco meremas bahu Kesya. “Kalau begitu besok siang tolong temani aku ketemu mamanya Alo. “Aku cek dulu ya. “Biar otakmu yang panas jadi dingin lagi. “Mama. Merasakan ketegangan otot bahu Kesya di bawah tangannya. istirahat dulu. Banyak ide yang berlalu-lalang di dalam benaknya. Nama Cecil tertera pada layar ponsel Kesya. I’m all yours.” Kesya membalik-balik agendanya. “Proyekku sudah selesai. Berebut untuk minta digambar dan direalisasikan. Aku ambil cuti dari kantor.” Cecil meralat panggilannya. “Ya. Kesya tersenyum.. Dia baru datang dari Singapura. juga dair pengalaman romantisnya bersama Marco. “Iya..” bisik Marco cemas. mengangkat tangannya membelai dagu Marco... Kesya tertawa menahan geli. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.

Mamanya hanya datang dengan cucunya.. Makanya kamu besok tolong temani aku. “katanya sih dia mau menghabiskan waktu bersama-sama. supaya lebih mengenal calon mantunya gitu. apalagi sambil tersenyum! “Iya lah. memang orang yang sangat menyenangkan dan ramah. “Ya sudah lah. “Alo nggak ikut?” “Dia masih di Singapura.” Cecil melanjutkan. Tante Jessica memang tidak berani terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. Waktu itu kan dia datang sama Oom Steven dan Alo. “Tentang kamu dan Alo. Aku bisa meledak kalau cuma berduaan sama dia. tapi dari bahasa tubuh masing-masing.” Kesya mendesah. Memang belum pernah ada konfrontasi terbuka antara mereka berdua. mengucapkan selamat dan berkata betapa senangnya mereka karena aku akan jadi menantu mereka.” Cecil mendesah.. papa Alo. “Dan besok. Menurutnya.” jawab Cecil sambil memberi penekanan pada empat kata terakhir.Kesya tahu apa makna di balik helaan napas Cecil. Berbeda 180 derajat dengan Tante Jessica. begitu. . kurang begitu menyukai Cecil. Sejak mereka masih samasama SMA. Mereka memelukku sambil tersenyum. Beliau juga sangat menyetujui hubungan Alo dan Cecil..” ujar Kesya ragu-ragu. Orangtua Alo datang ke rumah. Kesya mengangguk-angguk. Another long day. Di depan Alo dan Oom Steven.” cibir Cecil... Kalau Oom Steven Andersen. Minggu depan baru datang ke Jakarta. mamanya Alo. kentara sekali mereka saling tidak menyukai. ya. Cecil tidak cocok berpasangan dengan anak kesayangannya. sejak Alo dan Cecil baru mulai pacaran. Tante Jessica juga memelukmu sambil tersenyum?” tanya Kesya tidak percaya. Rasanya tidak percaya Tante Jessica bisa memeluk Cecil.. “Oh. Alo sudah bilang ke orangtuanya dia akan menikahi aku. dia sudah tahu?” tanya Kesya hati-hati. Tante Jessica Lionel Andersen. “Alo minta aku menemani mamanya karena mamanya mau mengenalku secara lebih akrab.” “Maksud kamu.

Menyelamatkan diri sendiri. Papa? She is my bridesmaid. Para resepsionis telah melayani banyak sekali tamu. Rambut keritingnya jatuh sebagian. Entah kenapa Kesya super duper panik menghadapi Cecil dan Tante Jessica. dear. Berulang kali dia membetulkan posisi duduknya. atau mengantarkan tamu sambil membawa setumpuk koper. check-out. Dia duduk sambil membaca majalah bisnis. Kesya kembali melirik ke arah lift. . atau sekadar menanyakan informasi.. Kesya duduk dengan gelisah. Dua-duanya gampang marah. kalau terjadi perselisihan di antara dua wanita itu. Para portir bergerak ke sana kemari mengantarkan tamu. Sementara Cecil duduk santai di sebelahnya. Kesya melihat seorang laki-laki yang cukup berumur menghampiri mereka sambil tersenyum lebar. “Cecil. Raut wajahnya ramah dan menyenangkan. Dia langsung beranjak bangun dan menghampiri Oom Steven sambil tersenyum lebar. dan sudah pasti tidak mau mengalah. dan mengawasi kumpulan tamu yang baru keluar dari lift. Cecil juga rupanya sudah menyadari kehadiran Oom Steven. Di lobi inilah Kesya dan Cecil berada. dear? Semua persiapan pernikahan kamu dengan Alo lancar. Itu Oom Steven. Dan. gawatnya. dua-duanya saling tidak menyukai. menjemput mamanya Alo. membawakan koper-koper. merapikan rambut panjangnya. Papa. Dalam hati Kesya memutuskan. tetapi di lobi hotel para manusia sudah bergerak dengan aktif. “How are you. papanya Alo. “Oh iya. baik yang ingin check-in. dua-duanya juga keras kepala.10 HARI masih bisa dibilang pagi.” Oom Steven memeluk Cecil dengan hangat. Pelukan erat yang sungguh tulus. menutupi wajah. Untuk hari ini dia sengaja mengambil cuti dari kantor.. “Sudah ninety-two percents. do you still remember Kesya.” jawab Cecil sambil tersenyum. dia akan beranjak pergi dari medan perang. complaint. Laki-laki itu berkulit putih kemerah-merahan dan berambut cokelat. Salah satu dari enam lift itu terbuka dan rombongan tamu pun berbondong-bondong keluar dari dalam. and sdhe helps me a lot!” Cecil menunjuk Kesya. kan?” Cecil mengangguk.

dan selalu memandang rendah orang lain.. “Nggak. “Ini bridesmaid saya. yang ditunggu-tunggu pun datang. Dia menggandeng seorang anak laki-laki bertubuh gempal.” bisik Cecil tanpa menggerakkan bibir. minta penjelasan. “Jason.. membuat semua orang selalu ingin tersenyum kepadanya.” Kesya mengulurkan tangan. Tak lama kemudian. Tampak artifisial sekali. Matanya menyipit. “Hmmm. “My wife will come down soon. hangat. Kesya tidak terlalu suka dengan Tante Jessica. Tante Jessica adalah tipe wanita yang judes. Oom Steven menjabat tangan Kesya dengan hangat. Kesya berpaling kepada Cecil. Kelihatannya anak laki-laki itu berusia delapan tahun. sementara Kesya kembali tegang. dan selalu menghargai siapa saja membuat semua orang merasa nyaman berada di dekatnya. kembali duduk. Kesya mengamati senyum Tante Jessica. anak kakak perempuan Alo. Sifat-sifat Tante Jessica juga snagat berbeda dengan Oom Steven. Cecil. Saya sudah memilih Kesya untuk jadi bridesmaid saya.“Hai.. “Yes. Kalau dia tidak salah dengar. Sebenarnya Meisya lebih cocok jadi bridesmaid kamu lho Cecil.” Tante Jessica tersenyum. dingin.. tepat di hadapannya! Cecil menggeleng. Tante Jessica sedang mencelanya! Mencelanya. “Sampai ketemu lagi ya. berbeda sekali dengan senyum hangat dan ramah milik Oom Steven.” Oom Steven melirik arloji yang melingkar di tangannya. Alis Kesya terangkat.” Tante Jessica berpaling menatap Kesya. Tangannya terentang untuk memeluk Cecil.. Sejak masih sekolah dulu. One of Alo’s classmates. “Hai.. Perasaan itu bahkan menetap hingga sekarang.... Senyum lebar juga tersinggung di wajahnya. . kebapakan.” Cecil memperkenalkan. right?” Oom Steven tersenyum.. seolah sedang menilai Kesya. Cecil masih tetap santai. I have to go now..” Suaranya terdengar sedingin es. tapi pasti Tante Jessica sudah lupa. Dulu sekali dia pernah bertemu dengan Tante Jessica.. Pribadi Oom Steven yang ramah. Sahabat baik saya..” komentar Tante Jessica. Kesya mengangguk. “Halo.” Cecil terdengar sulit menyapa Tante Jessica dengan sebutan “Mama”.” Kesya dan Cecil mengangguk. Ma. Tante Jessica tersenyum tipis. Kesya mengulurkan tangan sambil tersenyum sopan. Meeting. Meisya. “Hmmm. Perempuan yang sudah berumur itu masih terlihat segar. Cecil tersenyum sekadarnya dan membiarkan tubuhnya dipeluk sang calon mertua. agak kurus ya. “Okay. I remember you. Paduka Ratu Jessica Lionel Andersen. Oom Steven.. Kesya Artyadevi.” Oom Steven tersenyum.

Tante Jessica mengangkat bahu.. Cecil menggeram pelan. Tante Jessica tersenyum memandangnya. “Ayo cepat! Kalian jalan lama sekali sih. Kesya syok melihatnya! Anak usia delapan tahun sudah bertingkah seperti itu! “Oh ya. lalu menggandeng tangannya. Meisya Veroca Andersen—kakak perempuan Alo. Dia bercerita tentang anak perempuannya. Hahaha. dan akan aku jual setelah pesta selesai.” ujarnya sambil mengelus sayang bocah laki-laki yang berdiri di sebelahnya.. kakak laki-laki Alo—yang disebutnya sebagai perempuan yang memenuhi kodratnya. “Ada resto baru di sini. Lidahnya terjulur mengejek... “Repot juga ya. Anak perempuan dan menantu perempuannya. “Walaupun saya tidak bisa masak... Sekarang kan warung-warung makanan bertebaran di mana-mana. “Aah..” ujar Tante Jessica sambil berjalan. Ma.” Cecil merengut.. Jason tersenyum manis sambil mengulurkan tangan.. nanti kan kami bisa beli makanan. Dia juga bercerita tentang menantu perempuannya—istri Stephanus Robert Andersen. Namun.” .!” bisiknya. “Cil... mengingat tadi dia menggeram pelan.. Dia memanggil Tante Jessica dengan manis.” sindir Tante Jessica.” Kesya menoleh panik ke arah Cecil.” Kesya hampir pingsan mendengarnya. Satu hal yang sangat tidak dikuasai Cecil. Masih pada gadis kok lamban sekali. Ayo kita makan dulu. Kamu nggak bisa masak. Tante Jessica menyindir Cecil terus.. tapi katanya semuanya kalah dibandingkan masakan rumah. Tapi ketika Tante Jessica berpaling untuk beranjak pergi. “Alo nggak terlalu suka makanan warung-warung itu.” seru Tante Jessica dramatis.” Tante Jessica tersenyum tipis.” Tante Jessica tertawa. “Buat kami tidak menjadi masalah. ayo beri salam sama kedua tante ini.. “Jason... Kesya agak terkejut mendengar ketenangan dalam nada suara Cecil. “Jason ini yang akan membawa cincin pernikahan. Jason memperlihatkan jari tengahnya kepada Kesya dan Cecil. sementara Alo senang sekali makan enak. Tante Jessica berbicara panjang lebar selama bermobil. keduanya bisa memasak.” ujarnya. Aku akan dapat banyak uang. bocah tengil itu hanya menjulurkan lidah dan beranjak pergi.. “Nanti cincinnya akan aku sembunyikan. “Jangan macam-macam ya kamu!” ancam Cecil. masakan Mama. Cecil menggeram pelan. Anak laki-laki ini? Yang tidak tahu sopan santun ini? Yang akan membawakan cincin pernikahan rancangan Kesya? Masterpiece Kesya? Oh no! Jason meringis kejam melihat Kesya. Dia pernah nyobain.

Alo lebih cocok dengan Ningrum daripada dengan Cecil. Ada pepes ikan. Resto ini tidak bisa dibilang baru. Wajah itu bagai baju kusut yang tidak pernah disetrika.Cecil mengernyit.. “Hush!” tegur Tante Jessica diikuti dengan tatapan menghunjam. Jadi resto ini punya Ningrum.. lalu turun bersama Kesya dan mengikuti langkah Tante Jessica dan Jason. Jason tertawa terkikik-kikik. Tidak dapat mencari apa yang salah dengan ajakan makan dari Tante Jessica.. Kesya mengernyit. Semuanya makanan khas Indonesia. Cecil malah jadian sama Alo. Oh.” sapa sebuah suara. “Something’s wrong. Hmmm.. pecel ayam.. Berarti Tante Jessica dengan sengaja telah menggiring Cecil ke sini. Ketika Cecil mengenal Alo.” Dengan mesra. Kesya mengerti sekarang.... gadis keturunan bangsawan Jawa itu pacar pertama Alo. Tante Jessica tersenyum lebar sekali. bukan begitu keadaan yang sebenarnya.. plecing kangkung. Kesya sudah pernah melihatnya.. Raden Ayu Sekar Ningrum. Dia berdiri dan memeluk erat gadis yang tadi memanggil namanya.. Dengar-dengar juga.” bisiknya kepada Kesya.. pecel ikan. Namun. penasaran dengan sosok yang memanggil Tante Jessica. Justru Cecil pada awalnya menolak Alo karena tidak mau dicap perebut pacar orang.. “Tante datang lagi di resto saya ini. Kesya memperhatikan wajah Cecil.. karena ada perbedaan prinsip yang tidak dapat diselesaikan antara mereka berdua.. Jason duduk di sampingnya.. Gosip yang beredar di sekolah adalah Cecil merebut Alo dari Ningrum.. dasar memang sudah cinta. Kesya menyikut pinggang Cecil. Ningrum yang cantik. Seingatnya.. Cecil menepikan mobilnya. Kesya dan Cecil ikut berpaling. Di sampingnya. “Kamu apaapaan sih? Anak gadis kok tidak tahu sopan santun! Ngapain teriak-teriak begitu?” bisiknya dengan nada setajam silet. Menurut Tante Jessica. “Itu kan. tahu dan tempe goreng.. menjual makanan khas Indonesia. pantas saja tadi . Tante Jessica memesan sejumlah makanan. Tanpa banyak komentar.!” pekik Kesya. Alo masih pacaran dengan Ningrum. Cecil mendengus. Kesya tahu sekali siapa Ningrum. Kurang ajar! geram Kesya dalam hati. “Adaow. resto ini sudah berdiri sejak dua bulan yang lalu. Tante Jessica duduk dan meminta pelayan mengambilkan buku menu. Tapi. “Tante. Padahal. Tante Jessica memeluk Ningrum.” “Halo.” sapa Ningrum dengan ceria. diam-diam Jason menendang tulang kering Kesya. Alo lantas putus dengan Ningrum dan jadi dekat dengan Cecil. Tante Jessica lebih setuju kalau Alo tetap jadian dengan Ningrum. Ketika Kesya duduk.

.” puji Tante Jessica tanpa memedulikan Cecil. tapi. Kebetulan sekali ya kita bisa ketemu di sini.. kamu tuh tambah cuaantik saja. Tampaknya dia baru menyadari kehadiran Cecil dan Kesya. Dengan kulit kuning langsat. anggun. Apa kabar tho?” “Baik. saya dengar sudah ada calonnya. “Sebenarnya saya juga ndak nolak kalau dijadikan istri anak laki-laki Tante yang bungsu itu. Cecil. ayu. Hmm. Tapi Cecil juga cantik kok. wanita kok ya ndak bisa masak.” Waduh..” kata Tante Jessica sambil menggenggam tangan Ningrum. Dua wanita dengan dua kecantikan yang berbeda. lagi.. . Ningrum... Huebatt kan dia.” Tante Jessica menepuk-nepuk punggung tangan Ningrum. Dasar monster kecil! Rupanya dia juga bersekongkol dengan Tante Jessica dengan bermanis-manis terhadap Ningrum! “Ya ampun.. “Cantik. Tante bisa saja.. kecantikan khas putri bangsawan Jawa. Rupanya dia dan Tante Jessica sudah berkonspirasi untuk memojokkan Cecil.... “Resto ini punya Ningrum. bukankah cantik itu relatif? Tante Jessica mengajak Ningrum duduk bersama mereka.. “Ningrum. Memang benar Ningrum cantik. “Wah... kan?” Uh-oh! Kesya tidak berani menatap wajah Cecil.” sapa Jason manis. “Tinggal beberapa bulan lagi... biar suami tambah sayang sama kamu.. pintar masak. wajah berbentuk hati yang disapu make-up tipis.. Dia nggak bisa masak. Sayang Tante nggak punya anak laki-laki lagi. “Cecil harus banyak belajar dari kamu.... Ada kesan kejam di wajah cantiknya.. selamat siang.” Ningrum tersenyum.. tapi dapat dipastikan wajah itu pasti sekeras batu! “Oh. dan rambut hitam panjang. dan rambut keriting berpotongan pendek. ya?” Maksudnya? Wajah Cecil semakin keruh mendengar perkataan Ningrum. tho!” Mata Ningrum membulat dengan gaya dramatis.. “Sudah lama sekali aku ndak pernah ketemu kalian. Dengan kulit putih. padahal Alo senang sekali makan enak. wajah klasik.. waduh! Ningrum juga cari gara-gara! Kesya memperhatikan wajah Ningrum.. Kamu harus datang ya.. “Tante Ningrum. Kamu betulbetul akan menjadi istri yang ideal..” ujar Kesya. Alo juga sering mampir ke sini.. Kecantikan seorang wanita modern.. yang namanya wanita itu ya harus pinter masak. Cecil..” Entah drama apa yang akan dipertontonkan Tante Jessica.. jadi Cecil ndak bisa masak. Ningrum. Masak itu memanjakan suami juga lho. waduh. Kesya!” ujar Ningrum setengah berteriak.” Ningrum tersipu.Cecil bilang “Something’s wrong. “Ah...

dan keju batangan.. bawang bombay. Marco diutus Cecil untuk menjemput Alo—dia pulang ke Jakarta sore ini—kemudian mengantar Alo ke apartemen Kesya ketika spageti sudah siap disantap. Dari balik salah satu kantong. Dia bertekad untuk membuktikan Tante Jessica salah. bawang putih.Cecil tersenyum manis. “Alo tahu saya nggak bisa masak. “What? Gede banget goloknya!” komentar Cecil dengan mata membelalak. Sepuluh menit kemudian. Dia mau membuktikan dia juga bisa masak! Atas usul Kesya. masing-masing menjinjing sebuah kantong kertas berukuran besar. “Daging sapinya harus dicincang dulu. “Nggak dipotong dulu?” . Celemek Kesya sudah tergantung manis di tubuhnya. Walau begitu. Hari ini Cecil mau masak. masakan jenis ini gampang. Hari ini dia berjanji untuk menjadi mentor Cecil dalam pelajaran memasaknya. Cecil menerima pisau besar itu dari tangan Kesya. “Hmm.. Sebenarnya Kesya agak khawatir dengan keselamatan dapurnya. Kesya sudah menyiapkan panci-pancinya untuk digunakan Cecil.. “Udah lengkap belanjaannya?” Kesya mengintip ke dalam kantong-kantong kertas yang dibawa Cecil. tampak kepayahan memegangnya. bukan kamu. Menurut Kesya. saus tomat.. Kesya memperhatikan daging yang masih menggumpal dengan bandelnya. DeeDee melakukan tindakan penyelamatan diri dengan pergi keluar bersama teman-temannya. “Cincang sampai halus ya. saus sambal. Ningrum.” balas Cecil sambil tersenyum manis.. buah tomat segar. Aku mandi dulu... Kesya tersenyum geli melihat tingkah Cecil.” ujar Kesya. “Sekarang aku harus ngapain dulu?” tanya Cecil. tampak buah tomat segar menyembul.” gumamnya. Kedua tangannya sibuk sekali. “Sudah?” Cecil menggeleng frustrasi.. Siapa saja pasti bisa membuatnya. Cecil memutuskan untuk masak spageti dengan saus bolognaise....” Kesya mengeluarkan pisau besar untuk mencincang daging. Kesya kembali ke dapur dan mendapati Cecil sudah bermandi peluh. Spageti. Kali ini giliran wajah Tante Jessica dan Ningrum yang berubah membatu! *** Cecil mendorong pintu apartemen Kesya dengan bahunya. “Udah. Alo tetap mau menikahi saya. daging sapi.” Cecil mengeluarkan bahan-bahan masakannya satu per satu. mengingat Cecil belum pernah sekali pun bersibuk-sibuk di dapur.

Lalu. Alo langsung menghambur ke dapur. Cecil menyeka wajahnya dengan kasar. Api kompor dinyalakan terlalu besar sehingga daging yang dimasaknya jadi agak gosong. baru diambil tomatnya. “Mana Cecil?” tanya Alo. Tomat yang sudah direbus digenggamnya terlalu kuat. Gimana megangnya nih?” teriak Cecil panik.. “Dibuang dulu airnya. Sayang? Kok nangis?” suaranya melembut. “Adaowww!” Cecil menjerit keras sekali. Kesh?! Hasil masakanku hancur begini!” teriak Cecil panik. Memang tidak mudah masak untuk pertama kalinya. Cecil selalu melakukan kesalahan.. “Kenapa.” Kesya mengalah dan memperhatikan Cecil mencincang daging sapi halus-halus. “Aku memang nggak becus. Wajahnya tampak antusias.” Dengan cekatan Kesya membuang air rebusan tomat.” “Kamu nggak bilang!” sahut Cecil kesal.Cecil menggeleng. biarin dia masuk aja. Berturut-turut.” “Nggak! Biar aku sendiri aja. Cecil merebus tomat. tunggu sebentar. “Kenapa. Cil?” “Gila! Panas banget tomatnya.” ujar Cecil lemah. “Ya mau gimana lagi?” Kesya juga putus asa. Pada saat itu. “Cecil! Kesya!” Suara Marco terdengan memanggil. Sama seperti keadaan Cecil sekarang. spagetinya jadi masih keras sekali! Cecil berurai air mata melihat hasil masakannya yang tidak keruan. Cil. Alo dan Marco telah sampai di apartemen. “Masakanku hancur. “Ya sudah deh. tidak becus. Ini kan gara-gara kamu memang baru pertama kali masak. sehingga hancur dan mengeluarkan banyak air.” Kesya menunjuk dengan tatapannya. “Tadi katanya dicincang aja?” “Iya. “Hai. tapi biar gampang harus dipotong tipis-tipis dulu. Aku memang nggak bisa masak!” . Cecil cemberut sambil memperhatikan Kesya. Merasa tidak berguna. Kamu rebus tomatnya deh.” Marco mengecup pipi Kesya. bel pintu apartemen berbunyi. Ini kali pertama Cecil memasak untuknya. “Ya sudah sini aku yang cincang. “Masih di dapur. Setelah itu. biar gampang dikelupas nanti. pasti akan lebih gampang.” Kesya tersenyum menghibur. karena tidak sabar menunggu sepuluh menit untuk merebus spageti. masakannya?” Antusiasme Alo berubah saat melihat wajah Cecil yang berlinang air mata. Sayang. Ini masakanku. ya!” Kesya jadi ingat ketika dia pertama kali belajar memasak. “Sudah jadi. Disayat dulu bagian kulitnya. aku mau bikin sendiri semuanya. Kalau sudah biasa. “Nggak lah. “Gimana nih.

. Cil. “Lagian kenapa kamu tiba-tiba jadi mau masak?” Kesya dan Marco terkesiap. kan. Jangan marah lagi. Cecil meronta. Lengkap dengan ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. Kita pesan makanan ya... pacar pertama kamu itu! Gara-gara Ningrum. dan kamu juga sering datang ke resto Ningrum!” Alo terkesiap mendengar penuturan Cecil. jangan nangis gitu ah. “Ya! Gara-gara Ningrum.. tapi Alo tidak melepaskan pelukannya. “Aku nggak peduli kamu nggak bisa masak.” Kesya ikutan nimbrung. Kesya yakin Cecil tidak akan tahan marah lama-lama. “Masakan kamu memang hancur. Gadis kesayangan aku ya kamu. Aku sendiri nggak tahu sama sekali Ningrum buka resto. I love you just the way you are.” Alo tersenyum lembut. Bibirnya bergetar dan air mata menggenang di pelupuk matanya.” ujarnya tanpa basa-basi..” Alo mengecup lembut mata Cecil yang masih basah. Wajah Cecil merah padam.. “Come on. sudah.” bisiknya lembut. “Sshh. Kesya menahan tawa. Cecil..” Cecil merajuk. “Jadi.. Mendengar nada lembut suara Alo. Saling melirik tanpa tahu harus berbuat apa.. Cil.... Alo bergerak memeluk Cecil.. “Masalah kecil nggak usah dibesarbesarin. gara-gara Ningrum?” ujar Alo perlahan.” Cecil masih diam saja. Itu juga gara-gara aku sedang menjamu tamu dan tamu aku itu maunya makan di sana.. “Ayo dong.?” bujuk Alo. Biar saja Ningrum jadi gadis kesayangan mamaku. “Udah deh. ini semua. Aku lapar nih..” Alo menjentik dagu Cecil. Cil. “Sebenarnya baru satu kali aku ke sana. Napasnya memburu. Cecil masih terisak.. Masa udah sepuluh tahun ini kamu masih jealous aja sama Ningrum. Kesya dan Marco salah tingkah.. Dia mencicipi masakan Cecil sesuap. Makan kan bisa di mana aja. “Tapi kata mama kamu. Waduh! Cecil pasti ngamuk nih!” “Karena mama kamu bilang aku harus banyak belajar dari Ningrum yang jago masak! Karena mama kamu bilang kamu suka sekali makan enak. kamu sering ke restonya. Toh Alo sudah bisa menerima kamu apa adanya. Kamu memang nggak bisa masak. Nggak ada urusannya sama aku. . Pertahanannya runtuh.. gadis kesayangan mama kamu itu!” jerit Cecil. Seperti kata Alo tadi.. Air matanya tumpah ruah. “Dasar Mama nggak berubah tingkah lakunya.” Alo menghela napas. “Biar saja Ningrum pintar masak. Sayang.Alo menghampiri piring yang berisi spageti keras dan saus bolognaise hangus.. Kamu mau makan apa? Sushi? Kesukaan kamu. kemudian menyeka mulutnya.

Walau . Agenda rapat kali ini adalah tentang lelang perhiasan bertaraf internasional yang akan diadakan bulan depan. honey.. Alo dan Marco tertawa terbahak-bahak. Kesya tersenyum. sementara Cecil tersipu malu. Kesya duduk di sebelah DeeDee. juga Marco ikut mengedarkan pandangan mereka. nggak usah dekat-dekat dapur ya. membuka rapat. Sebagian besar anggota APPI sepakat memilih Kesya sebagai wakil untuk acara lelang internasional. “Sekarang. Bayangkan! Lelang perhiasan bertaraf internasional! Kalau berhasil di lelang ini. dan dia merasa sangat terhormat bisa mewakili APPI dalam acara lelang tersebut.” Samuel menuliskan nama-nama tersebut di papan. Kepiawaian Kesya merancang perhiasan yang elegan tidak diragukan lagi. wakil yang kedua?” Anggota APPI yang masih sibuk memberi selamat kepada Kesya. Hhmmm. siapa yang pantas mewakili kita? Kita pilih dua nama. Nama Kesya dan DeeDee juga ditulisnya. Semua anggota APPI berkumpul untuk membicarakan siapa yang akan mewakili APPI untuk mengikuti lelang tersebut. Kesya berpaling. Cecil.. Kesya pasti bisa menjadi wakil yang membanggakan APPI. liat aja dapurku. menatap bangga adik kelasnya. Ini tantangan baru baginya. ketua Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI). tentu akan menaikkan pamor pribadi di dunia perhiasan! “Jadi.” Pemungutan suara yang dilakukan dengan voting tertutup itu memilih Kesya sebagai perwakilan utama. Mereka menunggu dengan berdebar-debar siapa perwakilan lain dari APPI. Kesya menerima keputusan tersebut dengan senang hati.. Berantakan sekali! Alo. Ruangan berukuran sedang yang sengaja disewa untuk mengadakan pertemuan antara perancang perhiasan yang tergabung di APPI sudah cukup ramai. “Diana Divia!” Kepala DeeDee tersentak kaget. sementara DeeDee tampak ingin melompat-lompat saking senangnya. Kesempatan ini memang benar-benar kesempatan yang sangat baik. kini sontak terdiam. menurut kalian. *** Samuel. “Lain kali. kemudian senyum yang amat sangat lebar merekah di wajahnya.” bisik Alo kemudian mengecup lembut dahi Cecil.lengkap dengan paket ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak..” Kesya mengedarkan pandangan ke arah dapur yang sekarang menyerupai zona perang di garis depan.. “Saya sudah punya empat nama yang sekiranya cocok mewakili kita dalam lelang.

Dia mengamati gambarnya. namun kali ini Kesya ekstra cerewet.” Dia menyerahkan sepasang cincin sesuai dengan rancangan Kesya. tetapi tubuhnya bersemangat sekali. . Sekarang. “Cil. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham.. DeeDee sudah dipercaya menjadi wakil pada suatu acara bertaraf internasional! *** Kesya mendeskripsikan secara detail bentuk perhiasan yang diinginkan. Sayang!” “Oh iya ya. Sempurna! Sambil masuk ke mobilnya. cincin kawinnya sudah jadi. pagi ini. Kesya mengernyit.” “Sekarang kamu cepat ke sini ya. agak terganggu mendengar ungkapan “mangkuk” yang dipakai pengrajin emasnya.” tambahnya lagi. perhiasan rancangannya kali ini akan diikutsertakan dalam lelang skala internasional. “Nanti aja bareng Alo. Ibu mau bentuk mangkuknya dibuat tidak simetris?” pengrajin emasnya memastikan segala detail yang telah digambarkan Kesya. ini cincin pernikahannya sudah selesai. “Jadi.. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Bu Kesya..” Kesya mengangguk. tapi apa tidak ada ungkapan yang lebih indah lagi? “Iya. dia menebak-nebak dandanan seperti apa yang akan dikenakan Madame Daphne kali ini. memang bentuknya seperti mangkuk. Madame yang satu ini kan memang penuh kejutan. Kesya tersenyum lebar.. Si bapak pengrajin emas ini memang sudah sering membuatkan pesanan sesuai dengan rancangan Kesya. Kesya turun dari mobil dan melihat Cecil juga baru turun dari mobilnya. “Oh ya. Sepanjang perjalanan. tentu saja Kesya ingin everything’s perfect! Kesya baru tidur dua jam.” “Oke. Sibuk menyelesaikan rancangannya. dia menghubungi Cecil. Kamu mau lihat?” tanyanya begitu Cecil menyapa. yang pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta.” “Sekarang juga? Untuk apa?” “Untuk gaun bridesmaid kamu. Ya tentu saja. ukurannya juga dibuat tidak sama ya. Sekarang kamu harus cepat ke Bride‟s World. “Jangan lupa.” Kesya segera membelokkan mobilnya. Jadi. meluncur ke Bride‟s World. tidak ingin mendebat si pengrajin emas. Matanya tampak lelah. Cincin itu persis seperti yang dibayangkannya.termasuk anggota baru di APPI. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. dia langsung mendatangi pengrajin emasnya.

“Hai, Kesh...” Cecil memeluk Kesya. “Aku baru aja dari gereja. Ngurusin pemberkatan pernikahan. Ternyata agak ribet juga lho...” “Sendirian?” Cecil mengangguk. “Alo kebetulan lagi sibuk, harus balik ke Singapura lagi, jadi nggak bisa nemenin.” “Kenapa kamu nggak minta aku temenin?” Cecil tersenyum. “Kamu udah repot. Lagian, urusannya udah hampir beres kok. Kemarin sih dia nemenin aku. Kami berdua udah selesai ngurus katering. Repot, tapi fun. Yah... ada berantem-berantem dikit deh...” Cecil tersenyum geli. Kesya tersenyum mendengar perkataan Cecil. Cecil jadi lain sekarang. Lebih dewasa dan bertanggung jawab. Apa karena insiden masak tempo hari ya? “Hai, Mbak Cecil, Mbak Kesya!” sapa Anita. Rupanya kehadiran Cecil dan Kesya sudah cukup sering sehingga layak mendapat ucapan selamat datang sehangat itu. “Mbak Cecil, foto pre-wed-nya sudah jadi lho. Bagus sekali! Foto kanvasnya juga sudah jadi. Sebentar ya, saya ambilkan.” Anita kemudian menghilang dan muncul kembali sambil membawa setumpuk album foto dan dua buah kardus besar berisi foto kanvas Alo dan Cecil. Kesya terperangah melihat foto-foto itu. Benar-benar indah! Kesya dapat mendengarkan semua perasaan cinta dan bahagia yang bernyanyi dengan indah dan harmonis di setiap lembar foto. Alo dan Cecil sungguh-sungguh serasi, bagaikan dua kutub magnet yang saling menarik kuat. “Bagus, Cil...,” puji Kesya tulus. Cecil tersenyum, tampak sangat puas dengan hasil foto pre-wed-nya. “Sudah ah, sekarang kita fokus ke gaun kamu. Aku sudah lihat beberapa gaunnya. Bagus-bagus banget lho!” ujar Cecil dengan cepat. Cecil memang selalu penuh semangat. “Selamat siang, ladies!” bisik sebuah suara. Kesya menoleh ke arah suara itu. Walaupun dia sudah mulai terbiasa dengan penampilans uper duper ajaib Madame Daphne, penampilannya kali ini tetap membuat Kesya terkejut setengah mati. Madame Daphne mengenakan gaun ala gadis Pegunungan Alpen. Lengkap dengan bonnet, apron, dan tongkat yang ujungnya melengkung. Di balik bonnet-nya, dia menata rambutnya menjadi dua kepangan panjang yang menjuntai di bahu. Gayanya persis sekali dengan gaya Bo Peep, boneka penggembala perempuan yang jadi pacar Woody di film Toy Story! “Hmpffttt... Selamat si... siang, Madame Daphne.” Susah payah Kesya mengendalikan tawa. Cecil buru-buru menyikut rusuknya. “Jangan ketawa!” bisiknya. Kesya melotot ke arah Cecil. Curang! Cecil sendiri nyengir lebar banget.

“Cecil sudah fitting gaun pengantinnya. Kamu yang belum memilih gaunmu,” kata Madame Daphne tanpa memedulikan wajah aneh Kesya yang setengah mati menahan tawa. Cecil mencubit pinggang Kesya. Cukup sakit untuk mengubah ekspresi menahan tawa Kesya menjadi ekspresi menahan sakit. “Aku sudah pilih beberapa model yang mungkin bakal cocok sama selera kamu,” kata Cecil. Dia tidak menggubris tatapan “Sialan kamu! Sakit, tau!” yang dilontarkan Kesya. Kesya menurut saja ketika Cecil menggiringnya ke ruang gaun pengantin. “Ini dua buah gaun yang dipilih Cecil untuk kamu.” Madame Daphne menunjuk kedua buah gaun yang telah dipilihkan Cecil. Satu gaun berwarna pink dan gaun lain berwarna turquoise. “Bukannya gaun bridesmaid juga harus berwarna putih, ya? Dan bukannya model gaunnya harus mirip-mirip sama gaun pengantin?” tanya Kesya setelah mengamati kedua gaun tersebut. Dia teringat pencariannya di situs bridesmaid101.com dulu. “Untuk mengecoh roh jahat yang akan mencelakakan si pengantin wanita?” Cecil mendengus. “Itu mitos, Kesh! Kamu percaya yang begituan? Zaman sekarang, gaun bridesmaid sudah berwarna-warni!” “Oke.” Kesya mengangguk pelan. Tertawa konyol mendengar komentar pedas Cecil. Cecil paling tidak percaya dengan mitos-mitos. Baginya, itu semua omong kosong. Hidupnya tidak pernah dikendalikan oleh mitos-mitos. Dialah yang mengendalikan hidupnya sendiri. “Silakan dicoba dulu.” Madame Daphne menunjuk ke arah ruang pas. “Anita...,” panggilnya. Anita langsung datang dan membantu Kesya mengepas gaun bridesmaid-nya. Gaun yang pertama dicoba Kesya adalah gaun yang berwarna turquoise. Gaun itu terbuat dari bahan satin yang lembut. Sejak kecil Kesya suka banget sama jenis bahan ini. Bahannya terasa dingin di kulit. Dia ingat, ketika masih kecil, dia sering sekali bermain-main dengan gaun mamanya yang berbahan satin. Kesya merasakan sensasi yang menyenangkan ketika gaun turquoise itu jatuh dengan lembut menutupi tubuhnya. Gaun itu panjangnya semata kaki. Dengan potongan leher agak rendah berbentuk huruf V dan dipercantik dengan aksen pita dari bahan yang sama, gaun itu terlihat sederhana namun sangat anggun. Kesya menatap bayangannya di cermin tanpa mengerjap. Sepertinya, kalau dia mengerjap, bayangan gadis semampai yang mengenakan gaun indah itu akan segera sirna. Senyum Kesya mengembang. Dia mencoba berputar, mengamati pantulan bayangannya dari berbagai sudut. Hmmmm... Perfect. “Kesh...,” panggil Cecil. “Udah?”

Kesya keluar dari kamar ganti dan tersenyum memandang Cecil dan Madame Daphne. Aduh! Kok rasanya seperti dia yang jadi calon pengantinnya ya? Senyum Cecil mengembang lebar. “Bagus sekali!” ujarnya sambil mengacungkan jempol. Madame Daphne mengangguk-angguk bersemangat. Senyum yang tak kalah lebar juga mengembang di wajahnya. Kedua kepang rambutnya juga ikut bergoyang. “What do you think?” tanya Cecil. Kesya mengangguk. “ Aku suka. Bagus sekali!” “Coba yang satu lagi...” Kesya mengangguk dan kembali masuk ke kamar ganti. Anita kembali membantunya mengenakan gaun yang satunya lagi. Agak sulit mengenakan gaun yang kedua. Bustier-nya agak ketat. Bawahannya juga agak ketat. Tetapi, ketika melihat pantulan tubuhnya di cermin, kembali Kesya menahan napas. “Wow!” desahnya. Gaun pink itu memeluk erat tubuhnya. Atasannya berupa bustier yang ditaburi payet warna bening di bagian dada. Terkesan mewah sekali! Sedangkan bawahannya diberi sedikit aksen kerut di bagian perut. Kesya bersyukur karena selama ini dia tidak begitu suka dengan makanan berlemak. Good habit itu, ditambah kebiasaan sit-up seratus kali setiap harinya, membuat perutnya ramping dan kencang. Kesya memutar tubuh. Di bagian belakang gaun itu terdapat potongan kain yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ekor gaun yang dramatis! “Wow!” “Kesh...,” panggil Cecil. Kesya keluar dari kamar ganti. “Wow!” Cecil berkomentar sama seperti Kesya. “Wow!” Kesya membeo lagi. Madame Daphne tertawa terbahak-bahak melihat komentar mereka berdua. Sinar bangga terpancar kuat dari wajahnya. Walaupun hanya terdiri atas tiga huruf, kata “wow” yang keluar dari bibir Kesya dan Cecil adalah bentuk apresiasi terhadap gaun indah rancangannya. “Kamu mau pilih yang mana?” tanya Cecil. “Dua-duanya bagus banget di badan kamu.” Kesya mengangkat bahu. Seorang bridesmaid sebaiknya tidak tampil lebih heboh dibandingkan si mempelai wanita. Pusat perhatian dari suatu pernikahan adalah si mempelai wanita, tentu saja bersama dengan mempelai prianya. Seorang bridesmaid hanyalah asisten si mempelai wanita. Karena itu Kesya menyerahkan pemilihan gaunnya kepada Cecil.

“Hmmm...,” Cecil menimbang-nimbang, “kalau dipikir-pikir, gaun yang turquoise itu modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang rencananya untuk pemberkatan di gereja. Terus, gaun yang ini modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang untuk resepsi...” Cecil mengangguk-angguk mendengar penjelasannya sendiri. “Oke. Kalau begitu kita ambil dua-duanya. Yang turquoise untuk pemberkatan di gereja, yang ini...,” Cecil menunjuk gaun pink yang masih dikenakan Kesya, “untuk resepsinya.” Mata Kesya melotot. “Gaun turquoise yang tadi kan potongan lehernya rendah banget! Masa mau dipake buat di gereja?” Mata Cecil membulat. “Memangnya kenapa?” tanyanya polos. “Gereja, Cil! Gereja! Masa kamu berpakaian nggak sopan di rumah ibadah?” “Lho, tubuh kita ini kan ciptaan Tuhan juga. Adam dan Hawa, manusiamanusia pertama ciptaan Tuhan, malah selalu telanjang. Setiap hari mereka bertemu dengan Tuhan, ngobrol-ngobrol sama Tuhan tanpa sehelai bulu pun yang menutupi tubuh mereka!” Cecil juga nggak kalah ngototnya. “Menurutku sih nggak masalah. Tuhan juga pasti senang kok ngeliat tubuh ciptaan-Nya!” Kesya menggeleng pelan. “Terserah pendapat kamu mau gimana. Tapi aku nggak mau seperti itu!” Kalau soal prinsip, Kesya memang bisa bersikap supertegas. “Oke...,” akhirnya Cecil mengalah. “Madame, untuk gaun yang turquoise, tolong diakalin supaya potongan lehernya tidak terlalu rendah. Tentu saja tanpa mengubah keanggunan gaun itu.” Madame Daphne mengangguk sambil tersenyum lebar.

11 KESYA meremas tangannya dengan gelisah. Bukan kupu-kupu. yang duduk di sebelahnya. . Sepertinya bagi Madame Juliet. DeeDee sempat meminta pendapat Kesya tentang cincin kupu-kupu itu. Nanti remuk. “Tau nih. Madame Juliet mengulurkan kedua tangannya dan Kesya dapat melihat kesepuluh jari wanita itu dihiasi cincin-cincin yang indah. Sebuah cincin kecil dengan hiasan kupu-kupu bertabur berlian berwarna pink. saya yakin sekali kamu pasti ikut acara ini! Yakin sekali kamu ikut!” Itu Madame Juliet Anggoro. perhiasannya rusak? Bagaimana kalau— kemungkinan yang terburuk—tidak ada orang yang tertarik dengan perhiasan rancangannya? Kesya pasti akan malu besar. “Kesya. Tidak dapat merespons pernyataan Madame Juliet. Marco. tapi lebih tepat ada naga yang beterbangan di perutnya! Ruangan lelang telah ramai pengunjung.” candanya. Kesya duduk di deretan kelima dari depan. Dia merasa ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. Bagaimana kalau ternyata perhiasannya hanya terjual dengan harga murah? Bagaimana kalau tanpa sengaja. DeeDee telah mendaftarkan salah satu rancangan perhiasannya pada lelang kali ini. Ini kan lelang bertaraf internasional! “Halo. Kesya! Kesya halo!” sapa sebuah sara melengking. “Perhiasan kamu pasti yang paling bagus! Yang paling bagus!” ujar Madame Juliet sambil menggenggam tangan Kesya. Menanggapi gumaman DeeDee. meraih tangannya. Kesya hanya tersenyum gugup. Kesya! Pede aja kenapa?” gumam DeeDee. Kesya mengenali dua di antaranya sebagai cincin rancangannya. Kesya tersenyum hambar. Dia benar-benar tegang. Mata Kesya silau melihat kalung emas bertumpuk yang dikenakan wanita itu. Menurut Kesya. ajang lelang kali ini sekaligus menjadi ajang pamer. Kesya berpaling. “Jangan diremas-remas terus jari kamu. perhiasan rancangan DeeDee bagus sekali. Fokusnya yang terpecah membuatnya tidak segera menganali suara itu.

. Kesya menyeka keringatnya dengan panik. “Udah deh. Di mangkuk urutan keempat. Perhiasan Kesya mendapat urutan kelima. Dia meremas lembut jemari Kesya. Kesya benar-benar cermat dalam merancang kalung-kalung ini. Pikiranpikiran itu lumayan dapat menenangkannya. Madame Juliet beranjak ke tempat duduknya. tapi tetap saja keringat Kesya ngotot bermunculan.“Saya akan duduk di sana ya! Duduk di sana! Saya pasti akan menawar perhiasan kamu dengan harga tinggi! Menawar dengan harga tinggi!” Lalu sambil tertawa terbahak-bahak. Nggak usah gugup begitu. “Jangan tanya. “Sekarang. Sekilas .. “Kesh.” Layar besar di belakang pemimpin lelang menampilkan foto perhiasan rancangan Kesya. Sebagian besar undangan sudah datang. Angka penjualan tertinggi mencapai harga 50 juta rupiah! Kesya semakin kuat meremasremas jarinya. tenang saja.” Marco meremas lembut tangan Kesya. Perhiasannya disukai banyak kalangan. Letaknya juga asimetris. Marco mengernyit dan Kesya dapat mendengar tawa tertahan DeeDee. “Perhiasan yang pertama. Marco tersenyum dan menyusupkan jarinya di balik tangan Kesya. Kesya berusaha memetakan pikiran-pikiran positif tersebut di dalam otaknya. Ukuran mangkukmangkuk emas itu tidak sama satu dengan lainnya. sebuah mutiara putih merekat dengan anggun. Kepala Kesya berputar memandangi ruangan lelang itu.. Tiga buah kalung rancangan terbaru Kesya.” desis Kesya menjawab pertanyaan yang belum sempat terlontar dari mulut Marco. Kesya mengangguk. Kalung rancangan kamu tuh bagus banget lho!” Kesya tersenyum mendengar pujian Marco. A Cup of Morning Dew. Sebuah kalung emas kuning dengan bandul yang terdiri atas bulatan-bulatan emas yang dibuat cekung menyerupai mangkuk. Perhiasan urutan pertama sampai keempat ternyata terjual cukup cepat. Sebenarnya ruangan lelang ini full AC.. tiga buah kalung rancangan terbaru dari perancang muda berbakat kita.. Berusaha mengalirkan ketenangan pada gadis itu. Sayang. Acara lelang ini dapat menjadi ajang promosi yang baik sekali untuk perhiasan-perhiasan rancangannya. atau bahkan melampaui.. Dia kan perancang perhiasan yang sudah punya nama di Jakarta. Acara lelang pun dimulai. Kesya Artyadevi!” Aduh! Mendengar namanya disebut. jantung Kesya seperti akan melompat keluar. Butiran keringat mulai memenuhi dahinya. Entah apakah harga kalungnya juga akan mencapai. Beberapa pengusaha terkenal di Jakarta juga sering meminta Kesya merancang perhiasan untuk mereka. harga tertinggi itu? Marco tersenyum melihat kegugupan Kesya.

terjual seharga dua puluh lima juta rupiah kepada ibu bernomor tiga puluh!” Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. “Dua puluh lima juta!” Kesya menahan napas. keremangan cahaya dalam ruangan membuat matanya tidak dapat melihat dengan jelas. tapi belum sepenuhnya merasa lega.. “Sepuluh juta!” “Ya. Marco mengangguk dan tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Kesya menarik napas. Inspirasinya berasal dari tetes embun yang dilihat Kesya di kebun teh. Ya. “Ayo. Masih ada dua perhiasan lagi.. “udah sampai dua puluh juta tuh.. “Ya silakan.” bisik Marco. “Berikutnya masih perhiasan rancangan Nona Kesya Artyadevi.” Kesya terkesiap. “Tidak ada lagi? Dua puluh lima juta! Going one.” “Empat belas juta! Empat belas jutaaa! Empat belas jutaaaaaa!” Itu pasti Madame Juliet Anggoro! Suara pemimpin lelang terdengar kencang sekali. Ada penawar yang lain?” “Dua puluh tiga juta! Dua puluh tiga juta!” Hah? Dua puluh tiga juta? Kesya bersorak tanpa suara.. Marco memeluk Kesya dan mengucapkan selamat.. berusaha melihat penawar pertamanya..tampak seperti tetes embun pagi yang terdapat di mangkuk emas. Ayo siapa lagi? Dua puluh lima juta! Ada lagi?” Seluruh ruangan terdiam.” . “Ssstt. Mulutnya tidak berhenti mengucapkan kata “hebat” dengan penuh semangat. Ada yang mau menambahkan?” Kesya menajamkan pandangannya. Kesya terus berdoa. two.. three. ibu yang di sana. Berharap semoga saja harga yang ditawarkan dapat terus naik... seolah menunggu penawar yang masih berani menaikkan harga. “Dua puluh juta?” bisiknya setengah tercekik.. Begitu tegangnya dia hingga tidak sanggup lagi mendengarkan suarasuara di sekitarnya. Apa ada yang mau menambahkan?” “Tujuh juta!” Terdengar seruan dari arah belakang Kesya. saya mulai dengan harga lima juta... Seuntai kalung yang diberi judul Wings of Love. Sementara gumaman dan seruan penuh semangat terdengar dari para peserta lelang yang sibuk melakukan penawaran. silakan. saat menemani Alo dan Cecil foto pre-wed.. DeeDee bertepuk tangan kencang sekali... Dua puluh lima juta? Dia tidak menyangka sama sekali! “Ya.. “Ya! Tujuh juta untuk ibu di sana. sepuluh juta untuk ibu berbaju ungu!” “Dua belas juta!” “Ya. Namun..

. “Dua puluh lima juta!” serunya lantang.Layar besar kini menampilkan Wings of Love. “Empat puluh juta!” Seluruh ruangan berdengung. “Ya! Lima belas juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Silakan. “Lima belas juta!” serunya mantap. “Ya tentu aku beneran mau beli perhiasan itu dong!” “Dua puluh lima juta! Ada yang mau menawar lagi?” “Dua puluh tujuh jutaaa! Dua puluh tujuh jutaaaaaa!” Suara Madame Juliet terdengar bergetar saking bersemangatnya.. Mata Kesya membelalak. mengedipkan sebelah matanya dan berdiri lagi. juga melihat wanita itu.. “Aku mau beli perhiasan. Hatinya terbuat dari emas kuning. “Enam puluh juta!” seru wanita dengan nomor lima puluh lagi. “Kamu beneran mau beli perhiasan itu? Atau hanya supaya harga perhiasanku bisa ditawar lebih tinggi?” Mata Kesya menyipit curiga. Madame Juliet lagi. Marco. “Ya. Kesya tersentak. Marco terbahak. empat puluh juta untuk ibu nomor lima puluh. sedangkan sayapnya terbuat dari emas putih mengilat. Sebuah kalung platinum dengan bandul hati bersayap.. Sayang. . salah seorang inspirator terciptanya kalung ini. rancangan Kesya yang kedua.” “Empat puluh dua juta!” seru Marco. enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada lagi?” “Aah! Aahhh!” terdengar raungan kesal dari arah Madame Juliet. mengikuti arah pandang Kesya.” Marco bangkit dari kursinya dan mengacungkan papan plastiknya tinggi-tinggi.. Kepalanya terangkat penuh gaya. “Saya akan membuka penawaran dengan harga sepuluh juta! Silakan. tersenyum kepada Kesya.” “Dua puluh juta! Dua puluh jutaaa!” Kesya mengembuskan napas kuat-kuat. Marco tersenyum. Dia tidak mendapatkan perhiasan Kesya yang pertama dan dia sangat bernafsu mendapatkan perhiasan yang ini. Kesya menggeleng-geleng. Kali ini napas Kesya benar-benar berhenti! Enam puluh juta? Benar-benar WOW! “Ya. Diam-diam dia melirik Marco.” Kesya terkesiap. dua belas juta untuk bapak nomor lima puluh dua! Silakan yang lainnya. Sebenarnya kalung ini merepresentasikan cintanya kepada Jansen yang terbang digantikan oleh cintanya kepada Marco. ada yang mau menambahkan?” “Dua belas juta!” “Ya. lalu berusaha mencari asal suara itu. “Ngapain kamu?” Marco duduk. “Marco!” desisnya. Seorang wanita anggun mengangkat papan plastiknya.. Perhiasannya dihargai empat puluh dua juta? “Empat puluh lima jutaaa! Empat puluh lima jutaaaaaa!” teriak Madame Juliet. Kesya tersenyum simpul mengingat ide kreatif dari rancangan ini.

juga bertabur berlian kualitas terbaik. Semoga harga perhiasan ini juga sebaik yang sebelumnya... . Jantung Kesya berdetak cepat. Ada yang lebih tinggi?” “Tujuh belas! Tujuh belas juta!” Again. “Lima puluh lima juta!” balas si ibu dengan nomor lima puluh. Madame Juliet. Siapa sih dia sebenarnya? “Lima puluh satu jutaaa! Satu lima puluh jutaaaaa!” Madame Juliet benar-benar tidak mau mengalah.. Marco lagi-lagi memeluk Kesya. “Lima puluh juta!” Seluruh orang terkesiap. “Tiga puluh juta untuk ibu dengan nomor dua puluh satu! Ada lagi yang lain?” “Tiga puluh dua juta!” seru Marco tidak mau kalah. Ini benar-benar momen yang sangat menegangkan. Rasanya dia lebih bersemangat dibandingkan Kesya! Kesya tersenyum lebar.. “Ya.. DeeDee melompat-lompat kegirangan. three! Ya! Terjual seharga enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Tepuk tangan kini lebih kencang lagi. Tawaran naik dengan cepat! “Ya. bapak dengan nomor sebelas. “Tiga puluh jutaaa! Tiga puluh jutaaaaa! Ayo berikan perhiasan itu! Berikan!” jerit Madame Juliet histeris. Dia tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.“Enam puluh juta! Going one. lima puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Lagi-lagi si ibu nomor lima puluh. Kalung dengan tiga buah rantai bertabur berlian kualitas terbaik. “Sekarang beralih ke perhiasan berikutnya. “Dua puluh juta!” seru Marco. “Ya.. masih ada satu perhiasan lagi. Saya mulai penawaran dengan harga lima belas juta!” Layar besar menampilkan kalung terakhir.. “Dua puluh dua juta!” “Dua puluh dua juta untuk bapak dengan nomor sebelas! Ayo.. two. Belum pernah dia mengalami euforia seperti sekarang ini. Ketiga buah rantai itu disatukan oleh sebuah simbul berbentuk bunga. sekaligus perhiasan rancangan terakhir dari Nona Kesya Artyadevi. “Tiga puluh dua juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Ada lagi yang mau menambah?” “Empat puluh jutaaa! Empat puluh jutaaaaa! Juta empat puluh!” Wah! Madame Juliet benar-benar kalap.. Dia benar-benar bernafsu sekarang. Hah? Yang ini juga mau dibeli? Marco hanya mengangguk menjawab pertanyaan nonverbal Kesya.. Hmmm. Sebuah kalung yang diberi judul Sparkling. penjualan yang sangat baik!” kata pemimpin lelang. ada lagi?” pemimpin lelang terdengar bersemangat sekali. “Enam belas juta!” teriak seorang laki-laki dengan lantang. Perhiasan ketiga.

. “Enam puluh lima juta!” balas si ibu nomor lima puluh. Dia banyak sekali membeli perhiasan.. “Sebelas juta!” “Sebelas juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Wah! Si ibu nomor lima puluh memang kolektor perhiasan sejati.” Tapi Marco sudah mengangkat nomornya dan berseru “Sepuluh juta!” dengan lantang.” bisik Kesya dan langsung mengangkat nomor Marco tinggi-tinggi. Ada yang mau menambahkan?” “Pinjam nomor kamu.. Tiap bandulnya dihiasi dengan sebutir berlian kualitas terbaik.” gumam seluruh orang di ruangan lelang. Mata Kesya tertegun memandangi gelang tersebut. Acara lelang terus berlangsung. . Marco mengambil nomornya dari tangan Kesya. Heboh banget! Peserta lelang yang duduk di sekitar Kesya juga memberikan selamat kepadanya..“Lima puluh lima juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada penawaran lain?” “Enam puluh jutaaa! ENAM PULUH JUTAAAAA!” Kini. Gone! Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Selamat!” Seluruh ruangan bertepuk tangan... DeeDee kembali melompat-lompat di sampingnya. “Enam puluh tujuh jutaaa!” balas Madame Juliet. Kesya jadi sungkan harus perang harga dengan ibu yang sudah menjadi pelanggan terbesarnya. Kesya mengangguk. Hanya terdengar napas frustrasi Madame Juliet memburu kencang. “Ya. “Enam juta untuk ibu dengan nomor dua puluh delapan! Silakan yang lainnya.” “Kamu mau gelang itu?” tanya Marco. membuatnya tampak seperti butiran salju sungguhan. Marco memeluk Kesya dengan erat. penawaran akan saya buka dengan harga lima juta... “Enam juta!” teriaknya lantang.. “Bagus banget. nggak usah. Pada urutan kesepuluh. “Delapan puluh juta!” “Wuoohhh... “Ada yang mau menambah?” Ruangan sunyi... Mengikuti dengan seru perang harga antar Madame Juliet dengan ibu nomor lima puluh. tak kalah semangat. three. two.. Dia kalah lagi! “Going one... sebuah gelang yang sangat cantik ditawarkan. Gelang dengan lima bandul kecil berbentuk butiran salju. “Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” teriak pemimpin lelang.. Kesya bangga sekali.” desahnya..” “Eh.. semua peserta terdiam... “Aku beliin buat kamu...

tapi ya sudahlah.” Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum. ada yang mau menawar lagi? Going one... Kesya tersenyum lebar. “Sudah siap?” .” Kesya membalas pujian wanita itu dengan senyum kecil.. Kesya menghampiri tempat duduknya dan melihat ibu nomor lima puluh sedang mengambil tasnya yang diletakkan di bawah tempat duduknya.... “Rancangan kamu semakin bagus. Gone! Enam belas juta untuk ibu nomor lima puluh!” Kesya menatap gelang cantik di layar untuk terakhir kalinya.” “Tentu saja saya ingat.. Kamu semakin berkembang. “Kamu masih ingat saya. Marco menggamit lengannya. Perhiasan rancangan DeeDee juga terjual dengan harga yang bagus sekali. Kesya menggeleng. Namun. Bu. “Terima kasih sudah membeli rancangan saya ya. *** “Gimana?” Kesya berputar di hadapan Marco. rancangan perhiasan Kesya-lah yang menjadi bintang pada acara lelang kali ini.” “Tapi kan kamu mau?” Marco tetap berkeras. “Wonderful!” Kesya tersipu malu. Bangga sekali rasanya! Saat peserta lelang mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing. tapi tangan Kesya menahannya... Kesya mendapat penghargaan sebagai perancang yang paling diminati.. Agak sedih juga melihat gelang yang disukainya tidak dapat dibeli. “Enam belas juta!” balas si ibu nomor lima puluh tidak mau kalah.... “Ibu. Toh lelang berakhir dengan sukses. Gaun warna ungu lembut yang dikenakannya ikut berputar dengan ringan.” Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk kecil. two.. Waktu maju ke panggung untuk menerima penghargaan. ternyata Ibu Lidya Sostronegoro. Hatinya terasa sesak karena perasaan bangga. Si ibu nomor lima puluh mendongak.“Lima belas juta!” teriak Marco lagi. “Enam belas juta. Gelang cantik yang sudah menjadi milik ibu nomor lima puluh.” bisiknya. Kesya bergegas menghampiri si ibu nomor lima puluh..” Kesya ingat semua pelanggannya.. Marco sudah akan mengangkat nomornya lagi. “Nggak worth it harganya. “Oh.” panggilnya. three. “Udah deh... Karenanya.. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada ibu itu.. Marco berdecak.

“Ayo. Mama sudah dengar cerita tentang Marco dari laporan Kesya via telepon. Oom. Kesya dan Marco duduk di lobi hotel. “Tampan sekali kamu.” Kesya menarik tangan Marco. yang khusus datang dari Bandung. bisa dimaklumi sih. Mereka turun ke lantai paling bawah dan masuk ke dalam mobil Kesya. “Kesya sayang!” itu suara mamanya. Mereka meluncur ke hotel tempat mama-papa Kesya tinggal sementara di Jakarta. juga diundang sebagai tamu kehormatan. Kesya kan anak tunggal. “Ini pasti Marco!” Mama berpaling untuk memeluk erat Marco. Kesya memang jago memilih calon suami. putri kesayangan mereka. mengalihkan perhatian Mama. hadir juga para pemerhati perhiasan dan para pelanggan. Tapi tetap saja Kesya resah. Mama dan Papa memang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Marco dan merasa senang luar biasa karena dapat bertemu Marco malam ini. Pa!” Kesya menyapa Papa dengan volume suara yang sengaja dibesarkan. sebelum menghadiri pesta perayaan ini. Orangtua Kesya. anak satu-satunya. DeeDee juga harus menjemput orangtuanya.. APPI mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan Kesya dan DeeDee dalam acara lelang kemarin. sementara orangtuanya berjalan di belakang mereka. tapi Marco sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa-apa. Sudut bibir Marco terangkat.” Uhuk! Kesya tersedak. kita harus berangkat sekarang kalau tidak mau terlambat. yang sudah dilakukan Mama sejak Kesya masih balita sampai sekarang. Punya calon suami seperti Marco.. .. Bagaimana Mama bisa sampai pada kesimpulan itu? Bukannya Kesya menolak. “Selamat malam. Calon suami tadi kata Mama? Wajah Kesya memerah. Selain anggota APPI.. Ini pertama kalinya dia akan memperkenalkan Marco kepada kedua orangtuanya.” sapa Marco sopan. “Ma. tentu saja Kesya akan menyambut dengan tangan terbuka. Kesya menggandeng tangan Marco. kapan kalian akan menyusul Alo dan Cecil?” ujar Papa sambil menjabat erat tangan Marco. “Hai.. Yah. Orangtuanya termasuk tipe orangtua yang kelewat ingin tahu urusan anak. Mama memeluk erat Kesya dan mencium pipinya berulang-ulang. sebagai tamu kehormatan. Kebiasaan kecil yang mesra. Dia memeluk erat Papa. Kesya agak berdebar menantikan pertemuan orangtuanya dengan Marco. yang khusus datang dari Makassar. Para undangan sudah banyak yang hadir saat mereka sampai di tempat acara diselenggarakan. Malam ini. orangtua Kesya pasti keluar sebagai juara pertama.Kesya mengangguk. “Jadi. UGH! Kalau ada sayembara “Orangtua Paling Tidak Peka”.” Kesya membalas pelukan erat mamanya. membentuk senyum kecil..

Namun. Oh. Acara berlangsung cukup meriah. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara personal atas kepercayaan wanita itu menggunakan perhiasan rancangan Kesya.. mereka menerima penghargaan sebagai perancang berbakat versi APPI. tidak menjaganya baik-baik. saya akan mengambilnya menjadi menantu.” Marco mengangguk sopan.. jadi Madame Juliet Anggoro punya anak laki-laki yang belum menikah? Tapi. “harus menjaga dia baik-baik. sementara Papa mengernyit melihat penampilan wanita itu yang seperti toko perhiasan berjalan. Menjadi menantu saya.” Mama tersenyum lebar mendengar pujian Madame Juliet Anggoro. Mama dan Papa bertepuk tangan kencang sekali.. “Kalau kamu tidak menjaga dia baik-baik. “Kesya ini. Kesya maju bersama DeeDee—yang senyumnya silau sekali. “Kamu. Mama bahkan sampai berdiri dan berkata— dengan volume suara yang keras—bahwa Kesya adalah anaknya. Bisa-bisa dia dipaksa kerja rodi setiap hari untuk merancang perhiasan untuknya! Kesya bergidik ngeri memikirkan hal itu.. sangat berbakat. “Kesya tidak akan menjadi istri siapa pun. Kesya tersenyum lebar saat menerima penghargaan itu.. Kesya malah bertemu dengan Madame Juliet Anggoro. “adalah gadis yang sangat berbakat.. Ketika nama Kesya dan DeeDee dipanggil untuk menerima ucapan selamat dan penghargaan dari APPI. Beliau diwakilkan oleh seorang asistennya.. Begitu melihat Kesya datang.. . Penuh ketegasan dan keyakinan diri..” jari telunjuknya yang gemuk bergoyang-goyang ke arah Kesya. Apalagi ketika Kesya memperkenalkannya kepada orangtuanya dan Marco.” ancam Madame Juliet Anggoro. APPI bahkan mengundang beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur para tamu. kecuali istri saya. Berdua.” kali ini Madame Juliet Anggoro menunjuk ke arah Marco..” ujar Marco mantap.. Kesy atidak akan sudi menjadi menantu perempuan yang terobsesi dengan perhiasan. sementara matanya mengerjap-ngerjap dramatis. Ibu Lidya tidak hadir.. Wajah Kesya merona mendengarkan nada suara Marco. Jaga dia baik-baik.Saat Kesya memasuki ruangan pesta. tapi Kesya tahu Marco sebenarnya sudah mau meledak karena menahan tawa. dia mencari-cari sosok Ibu Lidya Sostronegoro... dia langsung memeluk Kesya dengan heboh....

Madame Juliet?” “No no no no! Yang ini. suaminya telah memberinya sejumlah uang yang cukup besar untuk berbelanja perhiasan. Karena Madame Juliet hari ini telah membeli perhiasan dalam jumlah cukup banyak. “Hmmppfft. “Cukup untuk hari ini. Kesya. “Yang ini.. sang suami.12 “BAGAIMANA kalau yang ini. Madame Juliet?” Madame Juliet terdiam. Terima kasih! Kamu baik sekali! Baik sekali!” pekiknya senang. Madame Juliet sudah berada di toko Kesya. Dan Madame Juliet benar-benar membalas dendam! Lima buah perhiasan rancangan Kesya sudah menjadi miliknya...... Madame Juliet.” Madame Juliet menyipitkan mata.. sama-sama.” Madame Juliet menggeleng-gelengkan kepala... Dia memeluk Kesya dengan erat. dan kini dia sedang berencana untuk membeli perhiasan yang keenam. Lalu dia menggeleng dengan dramatis. . Kurang sreg. Dia meletakkannya di bawah sinar lampu agar Madame Juliet dapat melihat keindahannya dengan saksama. Kesya mengeluarkannya dari balik laci kaca.” desahnya. Mata Madame Juliet berbinar-binar saat Kesya memperlihatkan jam tangan cantik tersebut.. Kesya sampai sulit bernapas.” Jari gemuk Madame Juliet menunjuk salah satu perhiasan. Ma.. “Terima kasih.. “Hmmm... matanya kembali menyusuri tempat penyimpanan perhiasan Kesya. sa.. Madame Juliet juga khusus datang untuk membalas dendam atas ketidakberhasilannya membeli perhiasan rancangan Kesya waktu lelang.. Hari ini tanggal 14 Februari.. Sejak pagi. Ambil yang ini. Katanya. Untuk hari ini.. Saya ambil yang ini.. Ini sebagai hadiah Valentine dari Tuan Anggoro. saya kurang sreg. Kesya menghadiahi beliau sebuah jam tangan cantik. “Ada lagi. hari Valentine. “Yang itu. Kesya tersenyum.” jawab Kesya dengan napas tercekik..” Kesya mengangguk. Dia kemudian memanggil Mona untuk mengurusi pembayaran dan pengemasan perhiasan yang sudah dibeli. Hiasan rambutnya ikut bergoyang-goyang heboh.

.” Kesya mengangguk kecil dan. kan?” . Jadi demi kesejahteraan si calon pengantin..” kata Cecil terdengar pura-pura marah.. Valentine’s dinner. untuk ucapan selamatnya. ya sudahlah... Toh sepulang nanti tidak ada yang harus dilakukannya. Kesh. Ternyata kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.” “Iih. Omong-omong. “Oke deh... Yah. Thanks. “Boring. “tapi aku memang benar-benar butuh pertolongan kamu..” “I’m all yours. Cil... Alo juga masih berada di Singapura... dear! Aku dengar soal lelang kamu yang sukses berat! Sukses berat! Hebat! Huebbaattt!” Kesya mengernyit. “Iya ya. Cecil jadi kedengaran seperti Madame Juliet! “Happy Valentine juga. ada kabar apa sekarang?” Cecil terkikik.. dan berdarahdarah...” “Nulis label undangannya emang pakai tangan?” tanya Kesya.. aku kan bridesmaid. “Mungkin pertanyaannya harus diganti jadi „Apa yang harus aku lakukan sekarang?‟” Kesya ikut tertawa.. aku harus jungkir balik. happy Valentine. pasti deh ada yang salah.. ribet dan lama banget. Dia membayangkan harus membantu Cecil dan Alo menulis nama beribu-ribu undangan... peras keringat. Cil. setelah Madame Juliet keluar ruangan. “Nggak dong.. Tapi..” Cecil terkikik..” “Dinner-nya bukan kamu yang masak. Kamu nggak tau sih! Kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.” “Ah. Diketik di komputer lah. Kami butuh bantuan kamu dan Marco.” “Terus?” sambung Kesya.. Kesya menerima telepon dari Cecil.” “So. “Tentang nulis label undangan. Dari Bu Cecil. What do you expect? Paling males kalau meeting. “Bu Kesya. “Apanya yang ribet dan lama? Kan komputer sudah mempermudah semuanya. Kami kan sangat-sangat tidak well-organized!” Ah! Ada-ada aja Cecil.. Your Majesty. Nggak segitunya deh. ada telepon. Bisa copot tangannya. Masa tinggal ngetik nama undangan aja butuh bantuan orang lain.. Kesya.. banting tulang.. Kesya. gimana acara meeting-nya?” Cecil tidak bisa hadir dalam acara lelang Kesya karena harus menghadiri meeting di luar kota.” “Kesh. Abis itu kami traktir kalian dinner. ngomongnya sering ngalor-ngidul.” “Thanks. as usual..Mona memanggil Madame Juliet untuk menandatangani bukti pembayarannya sambil berujar. “Hai.

Bagaimana kabarmu? Kamu lagi sibuk apa sekarang?” “Biasalah. Tidak seperti kamu. Take care ya.. tidak jadi diselesaikan.” Tawa Cecil meledak lagi.. oke deh. Moga-moga ada salah seorang dari model itu yang bisa merebut hatimu. “Jansen. be... Aku.. Teman. “Aku lagi nunggu Marco..” Jansen tertawa....... Tapi Kesya senang Jansen menghubunginya...” sapa sebuah suara. biar kamu bisa mendapatkan wanita yang cocok untukmu.. Alo sendiri sudah menetapkan dapur di rumah kami yang baru hanya akan jadi dapur kering.” Ucapan Jansen tergantung. Kes..” Kesya mengangguk.. Jansen. ya?” tebak Kesya. seolah menertawakan kegugupannya.. aku hanya ingin tahu kabarmu..” Jansen tertawa. Salam untuk.. “Hmm. “Oh. “Dia juga kapok mencicipi masakanku.. sudah baca tentang lelang perhiasanmu yang sukses. Walaupun Jansen menghubunginya bertepatan dengan Hari Valentine. dia merasakan napas tertahan Jansen... Tapi aku sungguh berdoa untuk kamu. Aku. begitu.. Kesya tidak mendengar kabar tentang Jansen. Kesya sedang apa?” Kesya tersenyum mendengar suara Jansen.. Aku sekalian mau kasih liat kamu dan Marco. “Model-model itu kebanyakan model cantik saja.. Renovasinya sudah jadi. Mendengar kegugupan suara si penelepon..” Jansen tertawa.. selamat ya....Cecil terbahak.. Debar hatinya kini hanya beraksi terhadap Marco. “Oke kalau begitu... Se.. hebat.. “Ha. aku hanya ingin tahu kabarmu. “Halo.. Kesya yakin seratus persen bahwa yang menelepon adalah Jansen... temanku kebetulan juga meliput. Mereka memang pasangan yang cocok luar-dalam. Kamu... motret model untuk majalah.... debar di hatinya sungguh telah hilang. kamu..” Kesya ikut tertawa.” “Oke. Tiba-tiba.. he.. Sudah lama sekali. Hmm. Kesya ikut tertawa. Mau sama-sama ke rumah Cecil. Tempat kami masak air untuk bikin kopi dan memanaskan masakan pesanan restoran.. Tumben kamu telepon?” Saat Kesya mengucapkan nama Marco. Kamu. Di mana ketemuannya?” “Di rumah baru kami. “Thanks again..” .. “I. Alo memang paling memahami Cecil.. halo. teleponnya berbunyi lagi.. untuk Marco ya. “Thanks. dia membereskan ruangannya. Aku. Selesai bertelepon dengan Cecil dan menghubungi Marco. “Aku sudah memutuskan hubungan dengan dapur..” sapa Kesya.. sejak pertemuan mereka yang terakhir. Kesh. iya. aku sudah.” “Thanks. baguslah.

Tangannya menggenggam erat tangan Kesya. “Perfect.” Bagus sekali! Bahkan ada kesempatan bagi Marco untuk menetap di Jakarta. Jadi. Marco menggeleng. Marco merengkuh tubuhnya.Pintu ruangan Kesya terbuka dan sosok menjulang Marco berdiri di sana.. “Gimana. “Kamu mau jalan sekarang?” Kesya teringat janjinya dengan Cecil. . Soal penulisan gelar. memeluknya erat. Tangannya terasa hangat dalam genggaman Marco. Dengan demikian. “Maka dari itu..” Kesya mencium pipi Marco dengan lembut. Sebuah perusahaan real-estate melihat hasil kerjaku menata taman kota kemarin. “Selama ini kan aku tinggal di Singapura. Kesya tersenyum. Kehadiran Kesya dan Marco adalah untuk mencairkan ketegangan perdebatan mereka. Sayang. Sayang. Dia membimbing Kesya duduk berhadap-hadapan. Sayang?” tanya Marco tersenyum. Pekerjaanku lebih banyak di sana. “Sounds great?” Kesya tersenyum lebih lebar.” Senyum Marco bertambah lebar. Selama itu. Sedari pagi. Kesya tersenyum dan menghampiri Marco. jarak sudah tidak menjadi masalah lagi bagi hubungan mereka..” Dahi Kesya berkerut. “Kalau aku kembali menetap di Singapura. “Aku punya kabar baik untuk kamu. aku terima pekerjaan di Jakarta. What a wonderful Valentine’s present! *** Jam menunjukkan pukul tujuh malam saat mereka selesai membuat labe lundangan. “Happy Valentine.. soal penulisan nama lengkap.” Kesya mengangguk pelan. Mereka memberikan tawaran untuk menangani lima proyek taman untuk perumahan yang rencananya akan mereka bangun. Sebenarnya itu pekerjaan mudah. separuh lagi merasa sangat bahagia.” Ternyata Marco memang serius untuk melanjutkan hubungan dengannya. Menerka-nerka arah pembicaraan Marco. separuh merasa geli.. Senyumnya merekah.. aku akan berdomisili di Jakarta. “Happy Valentine juga. bahkan soal ukuran tulisan. Marco akan menetap di Jakarta untuk jangka waktu yang belum ditentukan? “Mungkin juga akan dipekerjakan sebagai perancang tetap di perusahaan mereka. Tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.” Marco menghela napas. Kesya memang belum bertemu dengan Marco.” bisik Marco di telinga Kesya. Dia mengangguk. hanya saja Cecil dan Alo terlalu banyak berdebat. Telinga Kesya berdesing hebat. Ada saja yang mereka perdebatkan. “tentu akan berat bagi kita berdua.” ujar Marco.

Tangannya menggapai-gapai. “Sayang. “Kamu bener-bener berbakat!” puji Alo.” “Oke. Ketika mencoba gaun bridesmaid di Bride‟s World.. Kesh. “Ranjang yang cantik untuk gadis yang cantik. Marco mengantarkan Kesya masuk ke apartemennya.” ujar Marco tanpa melepaskan pelukannya. Napas Cecil tertahan ketika melihat cincin itu. Pelukannya diperketat. Kesya merasakan sensasi romantis yang tidak dapat .” bisik Marco di telinganya. Kesya tersenyum. “Aku bisa kok. Sambil menunggu pesanan mereka datang.. Dia berjalan tersaruk-saruk ke kamarnya. “Surprise for you.. Kesya terperangah ketika sinar lampu menerangi kamar tidurnya.. Lampu di atas meja mereka memantulkan kilau yang indah pada cincin itu. Kesya masih belum dapat berkata-kata. Binar-binar di wajahnya tampak cemerlang sekali! “Bagus banget. Ranjang tempat dia biasa tidur telah berubah menjadi ranjang gantung yang cantik sekali.” Cecil mengangkat cincin itu dengan sepenuh perasaan. masa aku nggak bisa nyalain lampunya. Ranjang itu berayun pelan.. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan orangtuanya. Hampir pukul sepuluh malam baru Kesya dan Marco tiba di apartemen. mau dibantu?” tanya Marco sambil memeluknya dari belakang. Cecil bilang mau melihat cincin pernikahannya bersama-sama Alo. mencari sakelar lampu. Kesya mengeluarkan cincin pernikahan Alo dan Cecil. “Suka?” Marco mengangkat Kesya dan mendudukkannya di atas ranjang... Ranjang itu mirip sekali dengan ranjang Titania.“Ya ampun! Kalian kan belum makan!” Cecil menepuk dahi.. Ini kan kamarku sendiri.. dear. Setelah itu Kesya sibuk dengan acara lelangnya.” “Yakin?” suara Marco terdengar menggoda. Kesh... Terlalu terkejut untuk dapat menyuarakan isi kepalanya. “Thanks ya. Salah satu dongeng Shakespeare yang sangat disukainya. Kesya masuk dan melemparkan tasnya begitu saja. sang ratu peri dalam cerita A Midsummer Night’s Dream. Kesya merasa inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan cincin pernikahan rancangannya. Kesya mendekati ranjang gantung itu. Lampu menyala terang. Kesya menggeleng sambil tersenyum.” Kesya tersenyum senang mendengar pujian tulus dari teman-temannya. Mendesah tidak percaya. Bergegas mereka menuju restoran yang terletak tidak jauh dari rumah Alo-Cecil. DeeDee hari ini menemui ayah dan ibunya di hotel tempat mereka menginap. “Yakin dong. Kesya terkesiap.” ujar Marco. Kesya mengundang Marco untuk minum segelas teh hangat. Cecil dan Alo juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Kesya berhasil menyalakan lampu..

Tentu saja semua itu tidak terlepas dari andil Kesya. Dia juga ikutan browsing di bridesmaid101. akan diundang untuk menghadiri acara bridal shower tersebut. Kesya banyak membantu Cecil dalam segala hal yang berhubungan dengan hari besar itu. Hangat. Selain itu ada juga yang memilih tema multicultural shower. tamu yang hadir membanjiri si calon mempelai wanita dengan berbagai macam hadiah. Dia sangat bersemangat. Ada juga yang temanya recipe shower.” Marco memeluk Kesya dengan erat. Untuk bridal shower Cecil. Buru-buru dia searching lagi di bridesmaid101. DeeDee mendapat tugas membawakan games dalam acara itu. Thanks to the internet! Bridal shower ini mirip pesta bujangannya mempelai pria. dan piranti makan. *** . Persiapan pesta sudah sekitar 98 persen. *** Tanpa terasa. “Aku suka sekali. Pada bridal shower. para tamu membawa makanan khas dari daerah masing-masing sebaga ihadiah untuk calon mempelai. Semua kerabatnya yang wanita.diungkapkannya saat berada di atas ranjang itu. Bridal shower! Kesya juga tidak akan ingat akan acara yang satu ini kalau DeeDee tidak mengingatkan. Cecil minta acara diselenggarakan di rumahnya saja. Ada yang temanya lingerie shower. Satu hal yang kini mengusik perhatian Kesya. Kesya mengangguk pelan. Bridal shower dihadiri oleh teman-teman dan kerabat calon mempelai wanita.com untuk mencari tahu jenis permainan yang cocok untuk acara tersebut. Pada tema ini. termasuk juga beberapa teman wanitanya semasa sekolah dulu.com. perangkat memasak. Seolah tidurnya akan nyenyak sekali dan mimpi-mimpi yang hadir dalam tidurnya pastilah mimpi-mimpi indah penuh tebaran bunga wangi. Jenis hadiah biasanya akan disesuaikan dengan tema bridal shower. Kesya memilih tema lingerie shower. dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara itu. Kesannya seksi sekali! Dibantu DeeDee. tinggal beberapa minggu lagi rencana pernikahan Alo dan Cecil akan berlangsung. Hadiah untuk calon mempelai wanita berupa makanan. yaitu tamu-tamu menghadiahi calon mempelai wanita dengan lingerie atau bikini yang seksi. Wadah yang digunakan untuk membawa makanan juga diberikan sebagai hadiah. berikut resep masakannya.

Terakhir kali mereka bertemu adalah..Kesya melihat ke sekeliling ruang tamu rumah Cecil dan mengembuskan napas lega. Lima menit sebelum acara dimulai. Teman-teman Cecil membawa beberapa hadiah berupa lingerie dan pakaian dalam yang superseksi. DeeDee datang. Kesya sudah lupa sama sekali pada Finna. . Kesh!” sahut DeeDee... “Sebenarnya sih mau ikutan. Tante Renata dan mama Kesya berlalu di hadapan Kesya. sampai bikini aneka warna. peralatan mandi. “Ya sudah. Cecil keluar dari kamarnya sambil tersenyum lebar. kue-kue kering dan basah.. Kesya menghubungi DeeDee. malu ah.” Mama Kesya dan Tante Renata mengangguk sambil tertawa. Mamanya. ketika Finna dengan suksesnya membuat marah Madame Daphne. sudah beberapa bulan yang lalu. Setelah itu tamu-tamu mulai berdatangan. jadi makanannya juga ala tea time.” Kesya tersenyum geli melihat tingkah kedua mama itu.. Semangat DeeDee ternyata menular. Dia membawa kotakkotak yang berisi peralatan untuk games nanti. Kesya mengangguk. kemudian berlalu pergi. yang khusus datang dari Bandung. tapi. “Udah beres semua kok. es krim! Lingerie shower kali ini akan dilaksanakan sore hari. Hmm. berbagai macam produk perawatan tubuh. Finna datang. Bungabunga segar tertata di setiap sudut ruangan. “Kami mau keluar aja. Menebarkan harum ke seluruh penjuru ruangan. “Wah! Keren banget!” komentar Cecil melihat ke sekeliling ruang tamu. juga ada sepoci besar kopi... “Lho? Pada mau ke mana nih?” tanya Kesya melihat tas yang disandang di bahu mereka masing-masing.. dan Tante Renata mondar-mandir membantu Kesya menata makanan. Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya dan itu membuat penampilannya tampak semakin cantik. “Udah siap belum. Di atas meja sudah tertata rapi aneka macam roti isi. “Yakin nih?” goda Kesya.” Mama Kesya dan Tante Renata tersenyum malu-malu lagi.. “Nggak mau ikut acaranya? Padahal kan Mama dan Tante Renata sudah bantuin aku mengatur makanannya..” Tante Renata dan mama Kesya tersenyum malu-malu. Kesya juga merasakan semangat yang tinggi.... Dee?” tanyanya. sepoci besar teh. Suaranya terdengar bersemangat sekali. dan tak lupa. Nanti dikasih lihat foto-fotonya aja deh. Nggak enak gangguin acara gadis-gadis. Kesya sempat menyapa dan mengobrol ringan dengan beberapa teman dari masa sekolah dulu. Dia sudah bekerja keras untuk mempercantik ruangan ini. Pukul empat kurang lima belas menit..

tapi kata mamaku.. Dia beranjak ke pintu dan membukanya. Sepertinya semua yang diundang sudah datang. Seluruh orang yang ada di sana mengernyit melihat tingkah laku Finna. dia yang menghubungi aku. sementara Kesya sibuk mengabadikan acara ini. “Edward benar-benar cowok romantis. “Dia masih sakit hati. “Tapi. tidak juga menyapa Cecil si empunya rumah. ya?” Kali ini tamu-tamu yang hadir mulai berkasak-kusuk.. Kesya mengangkat bahu. Finna Salsabila. Finna kembali berkoar. “Siapa tuh?” Cecil agak terusik dengan interupsi ini. Aku tadinya sudah malas banget. DeeDee membuka acara lingerie shower ini dengan sebuah games pembuka. Edward Patterson itu mengirimkan buket bunga superbesar ke alamat Cecil? Bukankah selama di Jakarta. yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Cecil? Finna mengerling ke arah Cecil. Merasa di atas angin. tapi dia tetap diam. “Sepertinya nggak pernah ya? Memang Alo itu sama sekali laki-laki yang tidak romantis. Kesya mengangkat bahu. Menanggapi diamnya Cecil.. Ada yang aneh dalam sandiwara ini.. biar bagaimana dia kan masih saudara.” Dia tertawa lagi.. darahnya murni Inggris. Jadi. dan duduk dengan wajah ditekuk. Finna tinggal di rumah orangtuanya.. Finna tidak tersenyum.” Cecil juga ikut mengangkat bahu. Finna. Acara kemudian dimulai. Dia mengambil buket bunganya dan membenamkan wajah di buket itu.. Cil?” Wajah Cecil berkerut.” bisik Cecil melihat wajah Finna... Tidak mau meladeni ulah Finna. Dia berlalu begitu saja. Finna kembali tertawa sengau.“Hai. Kenapa tunangan Finna.” sapa Kesya. “Ah.” Cecil masih diam. hanya menatap sinis ke arah Kesya. Nggak seperti tunanganku. Apa Alo pernah kirimin kamu buket bunga seperti ini. tiba-tiba bel berbunyi. Finna langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan penuh gaya menghampiri kurir itu.. Tapi Finna tidak peduli. Edward Patterson. Cecil ikut aktif dalam games. Dia melihat ke sekeliling ruangan. si Mr. . minta diundang datang ke acara ini.” kata kurir itu. Bukan darah murni. Dengan gaya dramatis dia embuka kartu kecil yang terselip di tengah-tengah buket tersebut.” dia tertawa sengau. Seorang kurir datang membawa buket bunga yang besar sekali. Ting tong! Saat games sedang seru-serunya berlangsung. “Untuk Finna Salsabila. To my lovely fiancée. “From Edward Patterson. Inggris blaster.. “Aku dengar mamanya Alo juga nggak setuju sama pernikahan kalian.

disodori kalimatkalimat provokatif sedikit saja. Kesya mengernyit. anaknya juga nurunin tingkah laku ibunya. jadi jangan pernah menghinanya!” Finna memegangi pipinya.. “Raden Ayu Sekar Ningrum. Susah payah Kesya menahan tubuh Cecil... Tubuhnya kembali bergetar hebat. Kamu!” Cecil memberi penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Bukan sebaliknya!” Finna kembali tertawa sengau. “Dari dulu juga aku udah tahu kalau hubungan kalian nggak akan bisa berjalan mulus!” jerit Finna.. dan. . “Kamu nggak tahu apa-apa soal Alo. tapi sekarang. “Udah. “Kan orangtua yang busuk menghasilkan anak yang busuk juga!” Tatapan Finna tajam menghunjam. bagaimana Finna kunyuk ini bisa tahu permasalahan antara Cecil dan Tante Jessica? Sampaisampai persoalan tentang Ningrum juga diketahuinya. Dia tidak sudi Alo dihina seperti itu.“Katanya. Wajahnya tampak malu. “Sekarang Alo sedang mengadakan bachelor party dan kamu tahu siapa yang juga datang?” Finna tersenyum lebar. mamanya Alo lebih setuju kalau Alo ngambil Ningrum. Mulut. Kesya buru-buru mendekati dan merangkul tubuh sahabatnya yang bergetar hebat. apa maksud Finna dengan meminta Cecil mempertimbangkan rencana pernikahannya? Benar-benar asal bunyi saja Finna! Melihat wajah Cecil yang semakin pucat menahan amarah.. pacar pertamanya itu jadi istrinya. “Jaga. Cil. Plaak! “Jangan sekali-kali ngomong begitu tentang Alo!” sembur Cecil penuh kemarahan.” Wajah Cecil pucat pasi. Lagi pula. Jangan-jangan. Tubuhnya siap meledak karena amarah yang tergumpal di dalam hatinya. Dasar manusia gosip! Tadinya mereka tersenyum lebar ketika melihat kebahagiaan Cecil. Nggak usah diladenin. mereka mulai berkasak-kusuk. “Kamu nggak mau mempertimbangkan rencana pernikahan kamu. tapi Cecil menepis tangannya. Cil?” Tamu-tamu mulai berkasak-kusuk. Catat ya. tapi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk kembali menghina Alo. Tubuh Cecil bergetar lebih hebat lagi.” Wajah Cecil langsung pucat. Aku dengar juga katanya kamu dulu ngerebut Alo dari Ningrum. Cil? Bad luck tuh punya mertua seperti itu. Alo yang ngedeketin Cecil duluan. Finna! Cecil nggak pernah merebut Alo dari siapa-siapa!” bela Kesya. Lagi pula.. “Hubungan Alo dan Ningrum sudah berlalu ketika Alo mendekati Cecil. “Tutup mulut kamu. Dari mana Finna tahu soal bachelor party yang diselenggarakan Alo? “Silakan kamu cek sendiri kalau kamu nggak percaya!” ujar Finna menantang.” bisik Kesya. Benar begitu. tidak peduli dengan kata-kata Kesya.

Para tamu kembali diam-diam mengomentari drama yang tengah terjadi. Aku sudah tahu itu dari dulu.. Ting tong! Bel pintu rumah Cecil berbunyi lagi. Wajahnya ceria bagai bunga yang baru mekar.. Tapi. menghadap Kesya. Kesya memungut kertas itu dan memperhatikannya. I just know it. “Jadi sebenarnya.. Kini giliran Finna yang memucat. Rupanya kali ini dan dia menghubungi Marco. mencegah Cecil melakukan sesuatu yang akan memperparah keadaan. tapi dia harus membela Cecil.. Kesya menahan tangan Cecil. kamu punya tunangan atau nggak?” cecar Kesya penuh amarah. Ha! Kesya tersenyum. Sebuah kertas terjatuh ketika Finna beranjak menjauhi Cecil.. sebenarnya kamu punya tunangan atau nggak?” ulang Kesya lagi. “Tentu saja.” sapanya dengan suara bergetar.. Kenapa? Kamu juga sirik ya? Kalian memang gadis-gadis yang menyedihkan!” “Oh begitu. Kesya sebenarnya tidak suka berada di posisinya sekarang.. “Finna. Posisi seorang eksekutor. Dia memperhatikannya dengan mata menyipit. “Ada Ningrum kan di sana?” “Dari mana kamu tahu semua itu?” tanya Cecil. Cecil merebut kertas itu dari tangan Kesya. Marco. “Alo mana?” Kesya dan semua tamu memperhatikan perubahan wajah Cecil. “Ngapain dia juga ada di sana?!” teriak Cecil histeris. dan semua kata-katanya tentang Alo tidak dapat dipercaya. Lalu kenapa di kertas ini tertulis bahwa pengirim bunga itu adalah Finna Salsabila dan ada notes di sini yang meminta agar bunga itu dikirimkan ke rumah Cecil?” Kesya mengibarkan kertas merah muda yang tadi terjatuh.” Dia berjalan menghampiri Cecil. Finna mendengus. Cecil beranjak untuk membuka pintu.Dengan tubuh bergetar. Finna mendengus.” bisiknya. Cecil menepis kasar tangan Kesya. “Gimana?” suara Finna penuh kemenangan. “Jadi.” panggilnya pelan. Dia harus membuktikan bahwa Finna adalah pembohong. “Halo. Kasak-kusuk kembali terdengar. Wajahnya tampak keruh sekali.. Cecil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alo. Dengan sangat enggan. tidak segarang tadi. Tampaknya ponsel Alo tidak berhasil dihubunginya.. Cecil menatap garang ponselnya. “Bunga itu benar dari tunangan kamu?” Finna berputar.. Pandangan Finna melemah. “Alo bukanlah laki-laki yang setia. “Nggak perlu kamu tahu dari mana aku tahu. Dengan tatapan mencibir dia menjawab. .. Dia mencoba lagi.

“Cecil! Aku minta maaf. “Ibu Finna Salsabila telah dicari-cari pihak debt collector dari Amerika karena tidak membayar utang-utang kartu kreditnya. Kesya. “Ibu Finna telah berkali-kali kabur dari kejaran kami.!” teriaknya. Kami memiliki informan yang tersebar di mana-mana. DeeDee. Tamu-tamu lain. dan semua tamu yang hadir di sana hanya bisa menatap kepergian Finna tanpa mampu berbuat apa-apa. tolong aku. Pak?” tanya Cecil. Hatinya iba juga melihat Finna diseret seperti itu. Sekarang pihak penuntut telah membawa kasus ini ke ke kepolisian Indonesia. “Jangan. . “Ibu Finna diminta untuk segera ikut ke kantor polisi. Ibu Finna Salsabila harus ikut ke kantor polisi sekarang juga!” “Jangan! Cecil! Kesya! Tolong aku!” jerit Finna panik.. “kalau boleh tahu. “apa yang telah dia lakukan? Lalu. Siapa saja yang menghalangi kami akan dianggap telah bersekongkol dengan Ibu Finna. Salah satunya memantau rumah Ibu Finna dan membuntutinya ke sini. akan ditangkap juga!” ujar mereka tegas. Tapi. kenapa Anda bisa tahu Finna ada di sini?” Lelaki kekar yan gkedua menunjukkan sebuah surat penahanan. Aku minta maaf atas semua perbuatanku. Untuk kali ini. Kedua pria kekar tadi beranjak maju dan mencengkeram tangan Finna. Aku nggak mau masuk penjaraaa! Cecil! Kesya!” Cecil. Finna merangsek panik dan bersembunyi di belakang DeeDee. Berubah menjadi si pesakitan dalam drama ini. “Apa tidak ada cara lain. Mereka berpakaian serbahitam. “Siapa. Dia masih bersembunyi di belakang DeeDee. Tampak bingung juga harus bereaksi apa. Cecil masuk kembali. Dia tambah heran melihat pucat ketakutan di wajah Finna. “Jangan tangkap saya! Saya pasti akan melunasi utangutang saya!” “Kami di sini untuk menjemput Ibu Finna Salsabila. diikuti dua laki-laki berwajah sangar.” “Jangan!” teriak Finna panik. kami tidak akan membiarkannya lolos lagi. diam-diam masih berkasak-kusuk. Cil?” tanya Kesya heran.” tahan Kesya. Kedua tangannya diseret oleh kedua laki-laki kekar itu..” ujar salah seorang laki-laki tegap itu. Dan siapa saja yang bersekongkol dengan Ibu Finna. DeeDee mendekati Kesya.Finna masih berdiri mematung.

Kesya menerobos kumpulan orang itu. Tante Jessica-kah? Cecil terus menarik Kesya menyeruak kerumunan yang cukup besar.. karena kesibukannya. tampak seorang MC sedang memandu acara. ada Marco yan gpasti akan menjaga Alo. Beberapa di antara mereka juga mengenal Cecil dan Kesya. Berbeda dengan bridal shower Cecil yang diadakan secara sederhana di rumah. acara bachelor party Alo diadakan secara besar-besaran di sebuah hotel mewah. “Di acara bachelor party ini. Di tengah ruangan. Ada suara Ningrum di belakang Marco. Wajah mereka tampak terkejut dengan kehadiran mereka bertiga. Ada lampu disko besar di tengah-tengah ruangan. Sebuah layar proyektor besar menayangkan Alo yang sepertinya sedang dikerjai oleh MC tersebut. Kesya sendiri sangat yakin Ningrum tidak mungkin hadir pada acara bachelor party. Di atas nampan mereka tersaji berbagi jenis minuman keras. Sepertinya acara itu diselenggarakan seseorang yang sama sekali memiliki kepribadian yang berbeda dengan Alo. Kesya juga agak risi berada di antara sekian banyak laki-laki.. Sayang papanya Alo. “Aku dengar sendiri. Kesya memperhatikan beberapa pelayan yang berjalan hilir-mudik. Terseokseok. Tepuk tangan untuk Tante Jessica yang telah menyelenggarakan pesta hebat ini!” . Acara besar-besaran seperti ini tidak cocok sama sekali dengan kepribadian Alo. Ningrum bisa sama-sama Alo.13 ACARA bridal shower dibubarkan begitu saja. Kesya bahkan sempat melihat beberapa artis wanita top ibukota sedang menemani tamu-tamu Alo. Bukankah begitu tugas seorang bestman? “Nggak mungkinlah. Ruangan tempat bachelor party penuh dengan teman Alo. Ada yang aneh di sini. Cil.” berulang kali Kesya meyakinkan Cecil. Cecil memaksa Kesya dan DeeDee untuk mendatangi tempat bachelor party Alo diselenggarakan. mamanya Alo juga hadir. Bukankah acara bachelor party biasanya hanya dihadiri kaum laki-laki? Lagi pula.” Cecil berkeras untuk mencari tahu sendiri. Ballroom hotel didekorasi dengan mewah sekali. belum dapat hadir.. Kesh.

yah..” MC tersenyum nakal ke arah Alo. Dahi si MC mengernyit.. Sama sekali tidak cocok dengan kepribadiannya yang sederhana dan bersahaja.Ha! Benar.. Susah payah mereka menerobos orang-orang yang berkerumunan lebih rapat lagi. Alo tidak akan mungkin mengadakan pesta seperti ini.” Cecil merangsek maju dengan garang.. gimana?” MC kembali memanas-manasi. bagi mereka yang belum tahu. Beberapa kali kaki Kesya terinjak oleh orang-orang yang melonjak-lonjak. tampak Alo salah tingkah akan permintaan teman-temannya. Seluruh tamu yang hadir bersorak-sorai dan bertepuk . “Bitch!” teriak Cecil. Entah apa salah Cecil kepadanya.. adalah pacar pertama Alo. “ada sedikit masalah yang.. Apa sih sebenarnya keinginan Tante Jessica? Tadinya Kesya menyangka Tante Jessica telah menerima dengan ikhlas keputusan Alo untuk menikahi Cecil. Tante Jessica menarik Marco agar menjauh dari MC.. sementara itu Alo memperhatikan dengan tatapan bingung. tapi Ningrum merengkuh Alo ke dalam pelukannya dan menciumnya. Raden Ayu Sekar Ningrum!” Cecil menatap garang layar besar yang sedang men-zoom wajah Ningrum. tidak perlu dibahas lagi. Di layar besar. tapi ternyata... “Ayo. Entah apa yang membuat para lakilaki ini begitu barbar.. Mungkin sebagian dari kalian tahu siapa tamu istimewa ini. tapi teriakannya teredam riuhnya sorak-sorai teman-teman Alo. “Hadirin sekalian. Tante Jessica ini membawa satu tamu istimewa pada acara ini. Ningrum terlihat sangat cantik. Tante Jessica malah melakukan tindakan yang sangat menyakitkan bagi Cecil. Alo sendiri tampak sangat terkejut akan kehadiran Ningrum. kita sambut tamu istimewa kali ini.. Alo sudah mau menikah kok masih saja dipanas-panasi dengan pacar pertama! “Cium! Cium! Cium! CIUM!” Entah siapa yang memulai.” Layar besar itu tiba-tiba menampilkan sosok Marco yang berbicara serius dengan MC. Kesya langsung mengikuti Cecil sambil menggandeng DeeDee.” ujar MC.. tahu-tahu teriakan soal cium itu menjadi paduan suara yang semakin keras.. Kesya juga yakin seratus persen ini juga buah karya Tante Jessica. Sebagian dari mereka mengenali Ningrum sebagai pacar pertama Alo. “Nah. kan? Kesya yakin sekali pesta ini buah karya Tante Jessica. “Ningrum ini. Hadirin sekalian... tidak mau melewatkan pemandangan menarik tentang si calon mempelai pria dan mantan pacarnya. Rupanya dia sengaja ekstra dandan untuk acara ini. Nah. Wajah Cecil meradang. mendekati Alo. Ningrum terlihat tersipu-sipu. Wajahnya tampak pucat dan sangat siap untuk bertempur. Alo terlihat menggeleng pelan. sekarang kita bernostalgia sebentar dulu ya. Sungguh aneh orang-orang ini. Layar besar itu men-zoom Alo dan Ningrum yang sedang berciuman mesra. “Maaf. dan dia melirik Marco dengan tatapan tidak suka...

Kesya merangsek maju. “ALVARO!!!” Kesya terpaku di tempat. Cecil. Kesya langsung mengekor Cecil. Tingkah lakunya.” ujarnya merajuk.” panggilnya. Biar semuanya diselesaikan secara dewasa.” Ningrum tersenyum sambil melangkah maju. Suasana jadi hening. Biar semuanya dibicarakan dengan kepala dingin.” jawab Alo panik. Wanita itu tengah mengamati perseteruan yang terjadi antara Alo dan Cecil. menabrak semua orang yang menghalanginya.” bisik Kesya yang sudah berhasil mengejar sahabatnya itu. Kecewa. “Cil. menantang Cecil! Alo menepis tangan Ningrum dengan kasar. Mama yang ajak dia ke sini. Cecil. Alo.!” panggil Alo panik dan buru-buru mengikuti Cecil. “Cecil. Gambar Alo dan Ningrum di layar besar berhenti berciuman. Orang-orang di sana mulai menyadari aura cemburu pada diri Cecil.... “Aku juga tidak tahu. “Kenapa dia ada di sini!!” tanya Cecil. udah deh. “Kamu apa-apaan sih?!” bentaknya.. Cecil berlari maju... menahan amarah yang bergejolak dalam dirinya. Lamat-lamat Kesya mendengar Ningrum sedang berusaha mencegah Alo mengejar Cecil. dan Ningrum. lengannya kembali menggelayut manja di lengan Alo.. Alo tampak sangat terkejut melihat Cecil... Kesya tidak sempat lagi menahannya. terlebih ketika dia melihat wajah Cecil yang pucat dan penuh amarah itu. Sekarang wajah Cecil tampak jelas di layar besar itu. kentara sekali.. . Dadanya bergetar turun-naik. hanya beberapa hari sebelum pernikahan diselenggarakan. Cecil masuk mobil dan memacunya dengan kencang. Wajah Alo tegang. “Ini sudah direncanakan. Dia menginjak gas dalamdalam ketika melihat mobil Alo mengikutinya. Dia tidak ingin hal yang buruk terjadi.. Lalu dia beranjak pergi. Dengan kasar Alo menepis tangan Ningrum dan menghampiri Cecil. Cecil menatap Alo... “Hai. hati-hati!” DeeDee berteriak panik. Tampak sosok Tante Jessica. Tatapannya menghunjam. “Cil. Alo nggak salah sama sekali. Setiap pasang mata terpaku pada tiga tokoh drama baru ini: Alo. Terluka.” Kesya berusaha meredam amarah Cecil. “Ini kan pesta kamu. Tangan Ningrum masih bergelayut manja di leher Alo. Kamu ndak boleh meninggalkan tamu-tamu lain begitu saja.tangan. “Sayang. Senyum kecil tersungging di bibirnya! Sepertinya dia bahagia karena rencananya untuk merusak hubungan Alo dan Cecil tampaknya berhasil.

berbaur dengan rasa takut. Kemudian. emosi Cecil labil sekali. “Ini kan. ponsel itu berdering.. Terus terang. Dia masih mengendarai mobilnya seperti orang gila. Tapi Cecil tidak peduli. sepertinya isi perutnya akan keluar semua! “Cil. Dia tidak dapat berkonsentrasi memperhatikan ke mana Cecil memacu mobilnya. Alo juga ngotot mengikuti Kesya. “Bandara?” Kesya menyelesaikan ucapan DeeDee. Alo tidak terlalu mahir mengebut. Mereka tidak memedulikan mobil yang diparkir sembarangan. Kesya menoleh cemas.” sapa petugas penjual tiket dengan gaya profesional. dia paling tidak tahan berlama-lama berada di dalam mobil yang mengebut kencang. Sekarang dia merasa mual. “Selamat malam. “Kamu mau ke mana?” “Ekonomi atau bisnis?” tanya si petugas. Jangan sampai Cecil melakukan tindakan bodoh! Cecil berlari kencang menuju tempat penjualan tiket.” Rupanya DeeDee juga merasakan hal yang sama. Semakin jauh dan semakin jauh. “Mau ke mana?” “Bali. Kesya dan DeeDee ikut berlari mengejar Cecil. berdiri di samping Cecil. Cecil adalah prioritas utama. Cecil memang juaranya. Soal keahlian mengemudi.. Tapi kali ini. Menggantungkan keselamatan mereka pada kekuatan cengkeraman tangan mereka. Mereka juga tidak memedulikan teriakan seorang petugas keamanan. Di belakang mereka. “Cecil!” Kesya terengah-engah. Alo juga memacu mobilnya dengan kencang. Aku takut nih. pelan-pelan dong.. Cecil tetap membisu.” bujuk Kesya. Cecil kembali mematikannya. dan kalau lebih lama lagi. Ponsel itu berdering lagi. Setahunya. bersinggungan dengan aspal jalanan. Untuk ketiga kalinya. Bagi mereka. “Cecil. Kesya agak khawatir dengan Alo. Kesya dan DeeDee berpegangan pada apa saja yang dapat mereka raih. Cecil melirik sekilas pada ponselnya kemudian mematikannya. Tatapannya berkonsentrasi ke jalanan.“Cil. Cecil sering kali ngebut-ngebutan di jalan raya. mobil Alo tertinggal. Cecil membuka kaca jendela dan melemparkan ponselnya ke luar jendela! Terdengar suara klakson berulang-ulang dari arah belakang. Dengan mahir dia memainkan setir mobil. dia menghentikan mobilnya dan berlari keluar. “Ngapain kita ke bandara?” Cecil tidak menjawab. Cecil membelokkan mobil dengan cepat. “Kamu sebenarnya mau ke mana sih?” desak Kesya. . tiba-tiba. Ketika SMA dulu... berhenti dulu deh.. Dia benarbenar ketakutan. Rem berdcit. Dia terus memacu mobilnya. berusaha mengejar Cecil. Dengar dulu penjelasan Alo.” Suara DeeDee terengah-engah.. Penerbangan berikutnya!” sambar Cecil. jangan gegabah!” Kesya juga berusaha memperingatkan. Ponsel Cecil berdering.

Kesya membenamkan kepala ke bantal yang ditidurinya. Dia bertanya kepada petugas hotel tentang keberadaan Cecil. Satu tiket kelas bisnis untuk penerbangan ke Bali pada pukul tujuh malam. . Mbak!” bentak Cecil sambil melemparkan kartu kreditnya.” kata DeeDee begitu melihat Kesya berlarilari menghampirinya. Kepalanya sakit luar biasa dan perutnya keroncongan.. Dia berusaha mengingat-ingat kejadian kemarin. “Dia sudah naik ke ruang tunggu. Ini bukan kamarnya. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. dia langsung melompat dari tempat tidurnya. Baik.” Si petugas penjual tiket buru-buru menyelesaikan pekerjaannya.” ujar si petugas dengan gaya profesional. Bilang saja Cecil baik-baik saja dan aku sama Cecil. Penerbangan yang sama dengan dia!” Kesya juga melemparkan kartu kreditnya. Ini bukan tempat tidurnya.. lalu bergegas menyusul DeeDee dan Cecil. lalu buru-buru menyusul Cecil. Bu. Oke?” DeeDee mengangguk.“Yang mana saja! Penerbangan berikutnya!” teriak Cecil. Nggak usah bilang ke mana kami pergi.. “DeeDee!” teriak Kesya. Tekstur selimut terasa asing di tangannya. “Cecil!” teriaknya. Dia meraba selimut yang menutupi tubuhnya. Saat kepingan ingatannya sudah mulai dapat disatukan. “Satu lagi untuk saya. Cecil sudah beranjak pergi. “Cepat. Bergegas. Bingung mendapati dia berada di sebuah ruangan asing. Kesya menuju kolam renang. Kesya mengerjap pelan. Si petugas penjual tiket tampak bingung. Salah seorang petugas mengatakan bahwa dia melihat Cecil di kolam renang.. Dia langsung keluar kamar untuk mencari sahabatnya itu..” Kesya mengangguk dan naik ke ruang tunggu. Dia tambah panik mendapati tempat tidur Cecil sudah kosong. “Silakan. Kamu tolong bilang pada Alo dan Marco. ini tiketnya. mau ke mana?” Petugas penjual tiket sekilas melirik Kesya. “Oh. “Cecil.. “Kejar Cecil!” DeeDee mengangguk. maaf. “Aku mesti kejar dia. “Hati-hati ya. Kesya menyelesaikan urusan pembayarannya. Harumnya juga terasa asing.. tapi kemudian buru-buru melayani pesanan Kesya. *** Kesya membuka matanya dan menatap sinar kuning yang memancar dari sebuah lampu meja.

menghibur dan menjadi sandaran baginya. Cecil juga langsung tidur. Hmmm. Kesya harus berada di sebelah Cecil. kentang goreng. “Aku masih pengin terus berenang. Langsung makan setelah berenang! Cecil mengambil banyak sekali makanan. Kesya buru-buru mengikuti Cecil. Sahabatnya itu kuat berenang bolak-balik tanpa henti! Sampai pada hitungan kedua puluh. Terus terang. Seolah ingin melarutkan semua kekecewaan yang dirasakannya. Kesya agak khawatir juga melihatnya. Kesya menghela napas panjang. Tanpa lelah. dia sudah merasa kenyang melihat hidangan di piring Cecil. Cecil tidak mau bicara sepatah kata pun. bisa-bisa gaun pengantinnya tidak akan muat. Semuanya makanan berminyak. Di pesawat kemarin. Cil.. Ada sosis aneka bentuk. Ini juga satu lagi kebiasaan Cecil kalau lagi stres. Tubuhnya basah dan napasnya terengah-engah. tapi Cecil enggan menanggapi. Dia hanya duduk diam dan memandangi jendela pesawat. dua buah telur mata sapi.. ayam goreng. Berulang kali KEsya mencoba mengajaknya berbicara.” “Jangan sampai kecapekan. makanan yang biasa dihindarinya. Entah bagaimana kelanjutan rencana pernikahan sahabatnya ini. berenang bolak-balik. Padahal pernikahan Cecil dan Alo akan berlangsung dua minggu lagi. Kesya memperhatikan piringnya.. dalam balutan bikini warna hijau terang.. Wah! Kesya terbelalak melihat hidangan yang siap disantap Cecil. Saat ini sahabatnya sedang stres berat. Nanti kamu sakit.. “Abis ini. tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun.. Kesya berhenti menghitung.” Dahi Kesya mengernyit. Cecil masih terus berenang. kita mau ngapain?” tanya Kesya. Kesya tersentak saat melihat Cecil tiba-tiba naik ke permukaan. “Kita sarapan yuk.Langkahnya terhenti saat melihat sosok Cecil. satu porsi besar salad kentang. Tapi Kesya menahan diri untuk tidak berkomentar. Kesh?” tanya Cecil sambil mulai makan. “Aku mungkin mau berenang lagi. “Bukannya tadi kamu udah bolak-balik lebih dari dua puluh kali?” Cecil tertawa. Begitu check-in di hotel.. memperhatikan Cecil yang terus berenang bolak-balik tanpa henti. Cecil mengenakan handuk model kimono dan langsung menuju tempat sarapan.” .. Kesya menghitung berapa kali Cecil berenang bolak-balik. aneka roti. itu kebiasaan Cecil kalau lagi stres berat.” ajak Cecil sambil berlalu di hadapan Kesya. Kesya berjalan perlahan di tepi kolam dan duduk di salah satu bangku.. Diam-diam dia mengagumi stamina Cecil... Dia hanya mengisinya dengan dua lembar roti tawar dan satu buah telur ceplok. dan satu gelas besar coke! Kalau begini cara makan Cecil. Cecil mengangkat bahu sambil meminum coke. That’s what friends are for! “Kamu makan dikit amat. Tanpa henti. nasi goreng.

Kamu baik-baik saja di sana. Padahal kemarin aku sudah berusaha mencegah Ningrum mendekati Alo.. Nama Marco tertera pada layar ponsel. Sebaiknya Alo nggak ketemu Cecil dulu. Dia kehilangan jejak Cecil dan merasa sangat bersalah pada Cecil. lalu mengangguk.. tapi masih baik-baik saja. “Kamu nggak usah khawatir. Kesya masih belum menyelesaika makannya. Dia juga mendesak agar Alo segera menikahi Ningrum!” “APA?” Kesya tidak percaya berita yang didengarnya.. Kesya mengingatkan DeeDee akan beberapa janji pertemuan yang dijadwalkan besok. aku sama Cecil. Dia nggak apa-apa.” sapa Marco begitu mendengar suara Kesya. I love you. Cecil pamit kepada Kesya untuk kembali berenang. Kesya menelepon DeeDee. Aku jadi pusing sendiri! Aku konfirmasi ke Alo. Semua vendor minta konfirmasi ke aku. Kamu bilang saja ke Alo bahwa Cecil dalam pengawasanku. Benar-benar keterlaluan Tante Jessica! “Alo juga lagi stres berat.” Marco menghela napas. Kesya mematikan ponselnya dan lupa menyalakannya kembali.Cecil menarik napas.. Dia terkagum-kagum dengan kecepatan Cecil menghabiskan seluruh makanannya dalam waktu singkat.. “Sayang. Mereka semua mendesak apa benar pernikahan Alo dan Cecil batal. “Keterlaluan banget sih Tante Jessica. meminta gadis itu menggantikannya di toko untuk sementara. It’s so complicated!” “Pokoknya. Biar Cecil lebih dingin dulu. Sayang. I’m a very tough girl!” Kesya tertawa sumbang. Aku juga belum berani ngomong banyak. Apa hak Tante Jessica sehingga dia membatalkan pernikahan Alo dan Cecil? Hari itu bergulir lambat. Setelah selesai makan. tapi rupanya si MC sudah berkonspirasi sama Tante Jessica.. Kami lagi di Bali. stres berat pastinya. Sedangkan calon pengantin wanitanya malah hilang. saat di pesawat.. Kemarin malam.. Aku juga harus ngurusin Alo dulu. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.” “Tidak tahu diri sekali sih si Ningrum!” maki Kesya. Dia juga menghubungi semua vendor dan membatalkan semua pesanan.” “Ya udah deh. Sekarang dia tambah stres karena Ningrum mengekor dia terus. Marco menghela napas panjang. “kamu lagi di mana?” Suaranya terdengar khawatir sekali. See you. aku akan menjaga Cecil sebaik-baiknya. Tidak tahu harus berkomentar apa.” Kesya masih gusar dengan berita yang disampaikan Marco. dia bilang pernikahan tetap akan berlangsung.. “Marco. Takut dia malah tambah down. Sekarang semuanya jadi kacau banget!” “Kacau gimana?” “Tante Jessica ngotot membatalkan pernikahan Cecil dan Alo. “Aku juga lagi pusing. Dia juga meminta DeeDee mengganti- .

Kesh!” puji Cecil sambil bersiul. Risi banget. kan belum dicuci. Gaun . Kesya memang tidak terbiasa mengenakan baju baru tanpa dicuci terlebih dahulu. Tak lupa. tau!” Tawa Cecil meledak.... Baju ini menempel terus di tubuhnya ketika dia menemani Cecil mendatangi acara bachelor party-nya Alo. Kesya sibuk menarik-narik bagian bawah gaunnya yang dirasanya terlalu pendek. Mereka kembali ke hotel.. “Ganti cepetan sana! Nggak usah banyak komentar deh!” Kesya terpaksa menurut. Kesya berdecak kagum melihat penampilan Cecil. butik ini milik salah seorang pemain sinetrol terkenal.. memberitahukan bahwa dia sedang berada di luar kota untuk sementara waktu. Kesya kemudian memilih beberapa potong pakaian. Cecil yang membayar semua baju mereka. “Jangan ditarik-tarik gitu! Norak banget sih kamu!” maki Cecil sambil tertawa.. Cil?” komentar Kesya.. Kesya tidak terbiasa memakai gaun sependek itu dan dia jadi risi sendiri. Kita harus have fun. Cantik banget. ini semua sebagai hadiah karena Kesya bersedia menemaninya di Bali. Kata Mona. “Emangnya kamu mau pake baju itu terus?” balas Cecil sambil mencibir ke arah baju Kesya yang mulai berbau tidak sedap. “Kamu harus sering-sering pakai baju seksi begini. Cil.” Sementara itu. Picky sekali si madame ini. Terutama apabila Cecil belum memberitahukan berapa lama mereka akan tinggal di Bali.” komentar Kesya. “Kampungan banget sih kamu. Katanya dia tidak mau dilayani oleh orang lain selain Kesya. begitu alasannya. Setahu Kesya. Kesh.” gerutu Cecil sambil melemparkan gaun itu ke hadapan Kesya. Kesya menghubungi Mona.... Katanya. Cecil tampil tidak bercela. “Ngapain mesti ke sini?” kata Kesya begitu mereka memasuki butik mewah. Cecil mengajak Kesya berbelanja ke sebuah butik. “Sialan kamu!” Kesya menimpuk Cecil dengan handuk.kannya menghadiri pertemuan itu. bahkan seharian ini baju itu masih terus menempel di tubuhnya. “Buat clubbing. “Seksi amat. Madame Juliet tidak jadi membeli.. Cecil membeli beberapa gaun seksi untuk mereka berdua. “Aku memang nggak pernah pakai baju seperti ini. mengejar-ngejar Cecil saat di bandara.. “Iih. Kesh.” balas Cecil sambil tersenyum. Ketika keluar.. Ketika gaun itu sudah menempel di tubuhnya. Madame Juliet datang dan berniat untuk memborong beberapa perhiasan lagi. dia memang perlu beberapa potong pakaian baru. mengikuti Cecil dalam acara kebut-kebutan gila. Cecil memaksa Kesya untuk mengenakan gaun seksi yang baru saja dia beli. Sorenya. dia merasa gatal-gatal. Rasanya. Kurang higienis. “Wuuiihh.. Dia beranjak untuk berganti pakaian.. Kesya baru sadar bahwa dia belum berganti pakaian sejak acara bridal shower Cecil.. Tapi karena Kesya tidak ada di toko..

... Berisik. Kesya hanya menyesap minumannya. nggak usah! Aku hik... wajahnya sudah merah sekali.. Tambahin minumku lagi hik.. Yah.. bisa sendiri hik. Dia juga bernyanyi-nyanyi. hik.. tapi Cecil kan sahabatnya. Berisik! Lebih parah daripada aksi si pemukul beduk yang sering mengganggu Kesya.. gawat! Cecil sudah benar-benar mabuk! “Aku bantu kamu ke toilet ya.. menampilkan keindahan lekuk tubuhnya.. senang hari ini hik. “Eits! Hik. “Boy! Hik. memastikan jantungnya masih berada di tempat semula.. Have hik. dan bau rokok! Dia mengingatkan dirinya.” Kesya merangkul pinggang Cecil. dalam hitungan detik. kamu?” Cecil menepis tangan Kesya. senang hik..... kok!” ... dulu. “Ayo.. Dia paling tidak suka clubbing. “Let’s party!” ujar Cecil sambil mengedip nakal... “Apaan sih hik. Dia meminta refill kepada bartender.. Tampaknya dia sudah maklum sekali dengan tingkah laku para tamu yang sering kali aneh bin ajaib.. Bertalu-talu. “For health and success!” teriaknya sambil mengangkat gelasnya.” Cecil menarik tangan Kesya masuk dan mengajaknya duduk di bar. Entah mengapa hasilnya pasti tidak akan sebagus mata Cecil.. apa-apa. hik. Dia harus menemani Cecil saat ini. Wah. “Aduh. fun!” ujarnya meracau..” Si bartender muda tersenyum sambil mengisi penuh gelas Cecil.. Mereka memasuki salah satu tempat clubbing yang paling ramai di Bali. kembali menandaskan isi gelasnya. Kesya memandang khawatir ketika Cecil. Berdentum-dentum. “Hehehe.. saat tersulit dalam hidupnya..” Kesya menahan tangan Cecil. “Aku mau hik. dia sendiri sebenarnya tidak tahu bagaimana kelanjutan rencana pernikahan Cecil dan Alo.. Lantainya tidak hik... Miss Norak. tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya. berusaha menguatkan hati untuk masuk.” Cecil berdiri. Ketika Cecil sudah menghabiskan isi gelasnya yang kelima.. Begitu Kesya melangkahkan kakinya masuk... terhuyung-huyung dan akhirnya terjerembap jatuh. “Cil..peraknya superseksi. Hik. Smokey eyes-nya benar-benar oke! Kesya tidak pernah bisa menghias matanya seperti itu.. gelap.. tapi Cecil langsung menandaskan isi gelasnya. Aku harus hik.... “Cecil!” Kesya berusaha membantu Cecil berdiri. jangan minum lagi.... Cecil memesan dua gelas wine untuk mereka. dentuman bas dari speaker besar yang tergantung di depan pintu menyambutnya. Kesya mencengkeram dadanya. ke toilet hik. Dia adalah bridesmaid-nya... Seperti ada yang memukul-mukul jantungnya. Cecil juga sempat menyapukan make-up ke wajahnya.. bahwa dia berasa di sini demi Cecil.. Aku nggak hik. udah. Kesya memejamkan mata. rata!” ujar Cecil sambil tertawa.

Your friend will be safe. Kesya memperhatikannya dengan khawatir. Kesya buru-buru menangkap kaki Cecil. Stiletto peraknya menapak goyah. Kesya buru-buru melerai mereka berdua. Sekarang dia berteriak-teriak kesakitan sambil memegang pipinya yang lebam karena ditinju Cecil.Cecil menepis tangan Kesya. “LEPASIN. KESH! AKU MAU KASIH PELAJARAN KE WANITA YANG MEREBUT CALON SUAMIKU!” Cecil meronta-ronta dengan liar. Wanita itu berteriak-teriak kesakitan dan mencakar wajah Cecil. Wanita malang itu bukan Ningrum. lalu berjalan sempoyongan ke arah toilet. tiba-tiba pintu toilet terbuka dengan keras. Masih terhuyung saat berusaha menyeimbangkan kakinya. “Tidak usah khawatir. Baru saja dia bangkit dari tempat duduknya. “Di dalam toilet juga ada petugas sekuriti.” si bartender menenangkan. rasakan! Biar kamu lain kali nggak sembarangan lagi!” Cecil menendang wanita itu. Keadaan sudah semakin tidak terkendali. “Anda berdua harus meninggalkan tempat ini sekarang juga!” ujar petugas sekuriti dengan tegas. Cecil keluar dari toilet sambil menjambak seorang wanita muda. “Bitch!” Samar-samar terdengar suara makian dari toilet. Cecil masih menendang-nendang dengan liar. Memang parasnya sekilas terlihat mirip Ningrum. “CIL! DIA BUKAN NINGRUM! KAMU SALAH ORANG!” bentaknya. Dia menarik tubuh Cecil yang masih terus berusaha menendang wanita itu. Sepertinya itu suara Cecil! Kesya berpaling nanar ke arah toilet. “Ini dia! Dan dia lagi ngomongin cowok lain di toilet tadi! Benar-benar bitch ya kamu!” Cecil kembali menjambak rambut wanita itu. Kesya mendudukkan Cecil di trotoar. Sudah banyak orang yang berkerumun di sekeliling mereka. “Dasar perempuan gila!” makinya. Rambutnya berantakan dan gaunnya melorot. lalu menyeret Cecil keluar dari tempat itu. “Apa kamu bilang?” Plak! Cecil menampar pipi perempuan itu lagi. Kesya berpikir untuk menyusulnya. Dia juga berteriak-teriak. Teman-teman si wanita muda itu berdiri melindungi si wanita muda. lalu menyesap minumannya lagi.” Kesya menarik napas. “BITCH!” Cecil emradang lalu melayangkan tinjunya ke wajah wanita itu. Kesh!” teriak Cecil. “Kamu tuh yang gila! Seenaknya saja merebut calon suami orang! Nih. Kesya terpaksa harus menampar pipi Cecil. “Kamu . Petugas sekuriti berusaha memegangi Cecil. terbatuk-batuk sedikit karena kontaminasi asap rokok.. tapi dia menepis tangan petugas sekuriti dan kembali mencengkeram keras rambut si wanita muda.. Rasanya Cecil sudah terlalu lama berada di dalam toilet. “Ada Ningrum di sini.

Cecil berbaring di trotoar.tunggu di sini! Jangan ke mana-mana!” ancamnya. Dia menghampiri gadis malang tadi... Matanya menatap garang Kesya. Dia sudah benar-benar mabuk! Kesya masuk kembali. “Sekali lagi saya minta maaf. Kesya memanggil taksi. Di depan kelab. Ini untuk ganti biaya pengobatannya. “Sebaiknya kamu periksa lebam kamu itu ke dokter. .Sekarang kepalanya terkulai lemah ke satu sisi.. lalu memapah Cecil masuk ke dalamnya. Taksi meluncur.. “Saya minta maaf sekali. Si wanita muda mengompres pipinya yang lebam dengan es batu. Mata Cecil setengah terpejam.. Kesya mengangguk lalu beranjak pergi..” ujar Kesya. Membawa Kesya dan Cecil kembali ke hotel.” “Bilang sama teman kamu yang gila itu! Jangan sekali-kali ketemu saya lagi! Atau akan saya habisi dia!” teriak wanita muda itu penuh emosi..” Kesya meletakkan sejumlah uang di hadapan wanita itu.

. Beberapa gadis dengan pakaian renang dan kain pantai menutupi bagian bawah mereka tertawa genit sambil bercakap-cakap dengan seorang turis asing lakilaki yang ramah. Salah sendiri. Kesya ingin berenang sebentar... Mumpung sedang ada di Bali. Hhmmm. Ya ampun! pekik Kesya dalam hati.. suara tabuhan gamelan menjadi latar belakang acara sarapannya pagi ini.. Di telinga gadis-gadis Bali itu terselip kuntum bunga segar. Dan pelukannya.. Suara Oom Steven sangat ramah. Setelah sarapan. tapi rencananya mau pinjam bikini Cecil. “Hi. boleh dong pamer-pamer sedikit. tetapi sore ini saya akan segera kembali ke Jakarta.. Rapat yang kemarin berlanjut di sini. Katanya kepalanya sakit sekali. sekarang Kesya tahu sifat-sifat Alo itu menurun dari siapa.. Cecil belum mau bangun. setelah semua kehebohan yang terjadi di Jakarta. sungguh terasa hangat. Kesya baru saja menyesap kopi susunya ketika melihat sosok pria asing berusia paruh baya menghampirinya.” Oom Steven. Senyumnya menyejukkan. memeluk erat Kesya. Kesya tersenyum kecil melihat pemandangan itu. Hehehe. Tampak beberapa turis asing berlalu-lalang sambil menenteng papan selancar masingmasing. Kesya sudah memesan sarapan untuk Cecil dan meminta seorang pelayan untuk mengantar ke kamar.” “Oom Steven! How are you?” “Fine. Minum wine kok sampai bergelas-gelas. “Itu kan. ternyata masih ada kehidupan normal lain yang masih berjalan sebagaimana mestinya.. Dia tidak bawa baju renang. Yah. setelah semua kehebohan yang terjadi semalam. Dia butuh itu. Dia sendiri butuh udara segar. papanya Alo. mungkin dia harus lebih menikmati suasana ini. Samar-samar... . Ruang makan di hotel ini menghadap langsung ke arah pantai.14 KESYA sarapan sendirian. Kesya!E” sapa pria itu ramah. Di balik semua ketegangan yang terjadi belakangan ini. Penampilan mereka memang jadi cantik alami. Ya begitu akibatnya.

yang sangat disayangkan. “Saya berpesan kepada Marco bahwa lebih baik Alo tidak datang menemui Cecil dulu. ya beginilah keadaan yang sebenarnya. Sepertinya Oom Steven memang tidak tahu apa-apa tentang prahara yang terjadi di Jakarta. Menghadiri pernikahan Alo. tapi. “Ehem.” tutur Kesya. Kenapa dia harus jadi orang yang mengabarkan berita buruk ini ya? Dan bergulirlah cerita itu dari mulut Kesya. Oom Steven mengangguk. Menghadiri pernikahan Alo dengan. “Berarti sekarang Alo sedang dipaksa untuk menikahi Ningrum?” tanya Oom Steven. berkata apa adanya kepada Oom Steven. Sesekali dia mengusap peluh yang berkumpul di dahinya. berada di Bali? Mata biru Oom Steven membulat.” Kesya berdeham.” Tangannya mengusap rambut cokelatnya. Biar Cecil lebih tenang dulu. Pasti dia sangat terpukul mendengar perilaku istri tercintanya.” Oom Steven mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursi.. Membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba tersumbat. “Tetapi yang terjadi di Jakarta juga tidak kalah hebohnya. Jessica. Oom Steven menggeleng-geleng.. but that’s what really happened. tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini.” Oom Steven menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sedih. Berkali-kali dahinya terlihat berkerut. juga Kesya. “Jessica malah meminta saya untuk segera ke Jakarta. LHO? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang sedang terjadi di Jakarta? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang membuat Cecil. Menunggu jawaban Kesya. Laki-laki yang baik. Dia tidak suka membuat oom yang baik hati itu jadi sedih. “Jessica. tetapi Kesya hanya berusaha jujur. dengan wanita itu mungkin.... Saya dengar Tante Jessica memaksa Alo untuk menikahi Ningrum dan membatalkan... rencana pernikahan Alo dan Cecil..... “Cecil di mana?” .. Oom Steven tampak sangat terkejut.” Kesya merasa sangat tidak enak harus memberitahu Oom Steven apa yang dilakukan istrinya di Jakarta. secara sepihak. kenapa kamu bisa begitu ya?” ujarnya penuh penyesalan. I won’t believe it at all.. Saya tidak tahu semua ini.. “Oh my God.. Kesya mengangguk. “Kalau bukan kamu yang cerita... Kenapa kamu malah ada di Bali?” Oom Steven melontarkan bertubi-tubi pertanyaan dengan wajah tetap cerah ceria..“What are you doing here? Bukannya kamu bridesmaid-nya Cecil? Pernikahan kan tinggal dua minggu lagi.. Mata birunya menatap langsung ke arah Kesya.. “I’m sorry to say.” Kesya merasa sedih dan bersalah melihat raut wajah sedih Oom Steven. Hmm.

Kesya tertawa.. itu namanya sloth... Tampang lecek gitu.” panggil Cecil dengan suara serak.. “Hah?” sahut Kesya. ya?” “Sloth?” tanya Cecil.” Cecil bangun dan beranjak ke kamar mandi. Aku suntuk banget nih. thanks a lot for the information.” Oom Steven mengangguk-angguk. Matanya? Ya ampun! Bengkak luar biasa! “Sloth itu apaan ya?” “Tuh. Masa mau ke pantai? Malu tuh.. Hati Kesya terasa lapang.” “Salah sendiri tidur seharian!” ujar Kesya. serius nih. “Muka kamu tuh masih muka bantal gitu.” Cecil kembali pada topik pembicaraan soal pantai. setelah sarapan di kamar. Beberapa menit kemudian dia keluar.” gumamnya. Sloth itu kan binatang kayak monyet yang doyannya tidur terus. Guling itu terjatuh sebelum berhasil menyentuh Kesya.” Oom Steven merangkul Kesya dengan hangat. Mengenakan tank top warna kuning dan celana pendek. Dia bahkan mencium kedua pipi Kesya. Kepalanya kembali berpaling pada Kesya... “Serius nih!” ulang Cecil. Sekarang dia perlu beristirahat. “Fungsi otak kamu aja mengalami degradasi. “Sana mandi dulu deh.. Timpukan yang lemah. “Temani aku jalan-jalan ke pantai ya. “I have something to do. Dia sedang asyik menyaksikan acara fashion show di televisi. “Kamu sudah mau bertransformasi jadi sloth. Kita udah belajar itu zaman Biologi SMA!” “Ooh. kan!” Kesya melemparkan gulingnya kembali pada Cecil. Badanku pegal-pegal semua. Siapa tahu dia bisa punya ide baru lagi. Kesya berpaling. setelah waktu hampir menunjukkan pukul empat sore. dia kembali tidur lagi.” ajak Cecil. “Ayo dong. Beban berat ini tidak harus dia tanggung sendirian sekarang. malu sama bule-bule di pinggir pantai.. Sebelum berjalan terlalu jauh.. “Kesya. Hellowwh. Okay?” Kesya mengangguk. “Ke pantai yuk. diketawain sama ombak!” “Sialan kamu!” Cecil menimpuk Kesya dengan gulingnya. dia berpaling. Tadi pagi. Oom Steven lalu beranjak pergi. I owe you so much. Lemparan yang bagus.“Dia ada di kamar hotel. Dia sendiri merasa tubuhnya sangat fresh setelah berenang. Kemarin dia stres dan mengamuk di kelab. “Don’t say anything about our meeting to Cecil. Sekarang. Dia baru saja membuka matanya. tepat mengenai kepala Cecil. Kesya mengangguk.. Wajahnya dipulas ... dia baru bisa membuka matanya.. Temani aku jalan-jalan di pantai ya.. “Ke pantai?” tanyanya tidak percaya. ya?” Cecil tertawa bego. *** “Kesh.

Kesya dan Cecil melepaskan sepatu mereka... ada yang berenang. jualan bikini. “Ayo. “Let’s go!” Kesya melingkarkan tangannya di lengan Cecil.. Menurutnya. tampak Marco mengejar. Selera Cecil memang oke.” Cecil duduk. Di belakang Tante Jessica.. bahkan ada yang menawarkan jasa kepang rambut.. “Udah mau sunset nih. Kesya merasa cantik sekali dalam balutan gaun sore itu.. Cecil menoleh. ada yang menawarkan jasa membuat temporary tattoo. Cil. Rambutnya berkibar-kibar tertiup angin. Itu gaun yang dipilihkan Cecil untuknya. Kesya dan Cecil sama-sama geleng-geleng kepala melihat ulah si ibu. menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya.. Itu baru satu orang. Memaki-maki sambil mengacung-acungkan tangannya. Kesya menoleh. Berdua mereka menyusuri pantai di belakang hotel. tampak Alo berlari-lari menghampiri mereka. Bagaimana kalau ada sepuluh orang seperti ibu itu? “Sayang ya. Pantai selalu saja ramai dengan orang. ada yang main gitar. pantainya jadi kotor gini. ada seorang ibu yang baru saja selesai menyuapi anaknya makan nasi bungkus dan. Kesya terkejut! Cecil lebih terkejut lagi! Dari kejauhan. Sayang pasirnya tidak terlalu bersih.. Biar seragam dengan Cecil. tampak Tante Jessica mengejar. Dia sebal dengan orang-orang yang tidak menghargai karya Tuhan yang mahaindah itu. lalu duduk di atasnya. menantikan sunset. Melihat Cecil yang dandanannya canggih itu.. Dia menebarkan kain pantai yang dibawanya. dengan seenaknya ibu itu melemparkan begitu saja bungkusan nasinya! Ya gitu deh ulah-ulah orang yang tidak bertanggung jawab.. Kesya tidak mau kalah. Tidak jauh dari tempat mereka berada. Oom Steven . “Ready?” Cecil menyodorkan lengannya.. ada yang jualan topi. Ada yang hanya jalan-jalan. hmm. Di belakang Marco. Di belakangnya.. Dia mengganti pakaiannya dengan gaun sore yang simpel namun elegan. Kesya juga sih. Cecil agak terganggu dengan orang-orang yang masih saja sibuk berlalu-lalang di hadapan mereka. sunset itu momen sakral yang seharusnya dihormati semua orang. Membiarkan kaki telanjang mereka dibelai pasir pantai...make-up tipis. Matahari sebentar lagi terbenam.” komentar Cecil.” ajak Kesya. Kesya mengangguk. dia jadi lebih suka melihat kerlip bintang.. Kesya juga mengenakan kacamata hitam. Cecil paling suka melihat sunset. “Cecil!” sebuah suara mengejutkan mereka berdua. tapi belakangan ini. Berdua mereka terdiam. Tidak lupa dia mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi bengkak matanya. ada yang bermain bola.. Apalagi hal itu mengingatkannya akan momen romantis pertamanya bersama Marco. tampak Oom Steven.

. Laju kaki Kesya kemudian berhenti. Berkejar-kejaran seperti anak kecil! Cecil terus berlari. Kesya terus mengejarnya. Kenapa dia harus ikut-kutan lari? Biarkan saja Alo dan Cecil menyelesaikan masalah mereka berdua. sosok tante yang terlalu mencampuri urusan anaknya itu tidak tampak. “Nanti aku jelaskan. “Tunggu!” “Alo!” teriak Tante Jessica. Kesya berpaling pada Marco. Cecil tidak menjawab.tidak berlari..” Sebuah suara membuat mereka berpaling. Benar juga ya. sosok Tante Jessica pasti akan menyusul Alo... Tak lama lagi. .” Kesya mengangguk. Walaupun baru dua hari mereka berpisah. Oom Steven dengan santai meletakkan tangannya di bahu Tante Jessica. tapi rasanya kok ya sudah lama sekali. membiarkan Marco menggandeng tangannya. Dia membungkuk kepayahan. Pap!” Tante Jessica masih ngotot. Hmmm. Dia menyadari tatapan semua pengunjung pantai terhadap mereka. Minta penjelasan.. Cecil berlari.... menjauh dari Alo. “Kamu nggak usah ikut-ikutan lari!” Kesya memperlambat gerakannya.. itu kalau kamu memang masih mau menerimaku jadi suamimu.” bisik Marco... masih terus memanggil-manggil nama Cecil. yah. “Sudahlah. dua hari ini emosi Cecil dan Alo benar-benar telah teradukaduk! “Aku minta maaf atas semua yang kamu alami. Jangan kamu ganggu lagi mereka. tidak terlalu dekat untuk tetap memberikan privasi bagi mereka berdua... dear Jessy.” kata Oom Steven pelan. dear..... Sosok Alo kemudian menyusulnya.” “Nggak bisa. “Cecil!” panggil Alo. Wajahnya yang keras berubah lembut. pikir Kesya. apa ini yang namanya true love? “Jessy. kamu ingat kita dulu?” potong Oom Steven lembut. Kesya memeluk erat Marco.” ujar Alo sambil memeluk Cecil. tapi kalimat singkat Oom Steven itu membuat wajah Tante Jessica berubah. Tante Jessica sudah tidak kuat lagi berlari. “Aku tetap mau menikah dengan kamu. “Papi nggak tahu. Yah.” Cecil tetap diam.. “Alo dan Cecil itu mirip kita dulu. hanya berjalan santai. Malah Marco yang kemudian berdiri di sebelah Kesya. Wajahnya tetap tenang.. dengan seulas senyum kecil tersungging di sana.” “Jessi.. “Berhenti sekarang juga!” “Kesya!” teriak Marco. Dia tersengal-sengal mendengarkan debar jantungnya. Pasti mereka tampak aneh sekali. Entah apa yang harus diingat oleh Tante Jessica. “Sekarang kita lihat Alo dan Cecil dulu yuk.. Mereka mendekati Alo dan Cecil. Bahunya yang tegang berubah rileks. Tapi. Dia rindu sekali pada laki-laki itu... Yang lain-lain juga berkejaran dengan seru. Kesya berlari mengejarnya..

walaupun tanpa restu dari mamanya Oom Steven. takut terjadi sesuatu di antara Tante Jessica dan Alo. gadis asli Inggris itu lebih cocok bersanding dengan Oom Steven dibandingkan Tante Jessica. Cil. Menurut mamanya Oom Steven. Mereka akhirnya menikah di Indonesia.. Mamanya Oom Steven tidak menyukai Tante Jessica. Semburat jingganya bersinar dengan sangat indah. Memantulkan warna-warni eksotis di permukaan laut. Ketika tadi Oom Steven mengatakan. Marco juga tertawa lebar. Lamaran saat sunset begini. tangan satunya lagi mengangkat dagu Cecil. mendengarkan penjelasan Marco. Sebelah tangannya masih berada di bahu Cecil. Perbuatan yang membuat harga .. Tante Jessica ngambek dan pulang ke Indonesia. Benar-benar yesss! *** Jadi begini ceritanya. nggak ada wanita lain yang menarik hatiku sedemikian kuat seperti kamu. “will you marry me?” tanyanya..” Alo membalikkan tubuh Cecil. Mengabari bahwa Cecil berada di Bali. Oom Steven langsung menghubungi Alo. matahari pelan-pelan bergulir pulang ke peraduannya. Menghadapkan Cecil ke arah sunset. Kini wajah mereka bertemu. Mata Cecil tertuju kepada Alo. “Jessy dear. Tante Jessica tersadar bahwa perbuatannya sama persis dengan perbuatan mama Oom Steven dulu. Now and forever. yang memang sudah cinta mati pada Tante Jessica. Beberapa hari mendekati pernikahan mereka. Alo memang paling bisa mengambil hati Cecil. kamu ingat kita dulu”... Nggak ada satu pun wanita yang chemistry-nya begitu kuat seperti kamu. “Yesss!” jerit Kesya sambil memeluk erat Marco.” Alo perlahan menggenggam tangan Cecil. “Asal kamu tahu ya. kemudian berlutut di hadapannya. Ternyata dulu.Alo melepaskan pelukannya. “Cecilia Almira Saraswati. Pada saat yang bersamaan... mamanya Oom Steven bahkan mengajak pacar pertama Oom Steven hadir di acara makan keluarga. Menurut mamanya Oom Steven.. Oom Steven.. pasti tidak akan ditolak oleh Cecil. Alo langsung membeli tiket pesawat ke Bali dan berangkat saat itu juga. Marco juga ikut menyusul. Ketika mendengar cerita Kesya tentang apa yang menimpa Alo dan Cecil. menyusul ke Indonesia. Tante Jessica bukanlah calon istri yang cocok untuk Oom Steven. Tante Jessica membeli tiket pesawat yang sama. You’re the one and only. Tante Jessica juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Cecil.” panggil Alo saat belum mendapatkan jawaban dari Cecil. “Cil. berusaha mencegah kepergian Alo. Kesya mengangguk-angguk. Yesss! pekik Kesya dalam hati. Perbuatan yang menyakiti hatinya. Dia tersenyum dan mengangguk pelan..

katering. “Eh. dan mereka masih berencana untuk mengambil cuti untuk melangsungkan pernikahan plus bulan madu. Cecil dan Alo tinggal semalam. tau-tau.. Perbuatan yang hampir saja melenyapkan cinta sejatinya. Semua vendor harus dikonfirmasi ulang plus diberitahu perubahan tanggal pernikahan yang semula akan dilaksanakan di akhir bulan April menjadi tanggal 2 Mei.. Menenangkan hati dan pikiran masing-masing. Dia juga bahagia sekali melihat binar-binar di mata Alo dan Cecil bersinar kembali saat mereka bersama-sama lagi. apa. apa.dirinya terinjak-injak. Mengistirahatkan tubuh. dan laki-laki lebay yang berdiri di hadapannya adalah Johnsonwati. Perbuatan yang hampir saja terulang kembali. Karena Cecil dan Alo sudah terlalu lama cuti dari kantor masing-masing. kartu undangan dan suvenir. *** Back to Jakarta! Ternyata semuanya tidak seindah yang dibayangkan. si fotografer itu sendiri. Kita semua udah atur jadwal dengan serapi-rapinya. boo..... setidaknya untuk Kesya. Yah... ruangan tempat resepsi. Marco juga memutuskan untuk tinggal semalam. Ada yang minta laporan eksklusif tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai pernikahan mereka sempat tidak jadi dilaksanakan.... kelompok paduan suara. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Dia tersiksa sekali ketika melihat wajah Cecil yang tidak bergairah ketika mereka berada di Bali kemarin. Padahaaaalll. asal tau aja ya. “Helloowww. Semuanya jadi lebih baik dan indah sekarang. tulus-murni-jujur sangat berbahagia. nanti siapa tahu nggak jadi lagi!” Saat ini Kesya berada di studio fotografer “Klik OK”. Tante Jessica langsung pulang saat itu juga. Tapi... dengan se-perfect-perfect-nya.. fotografer. Mulai dari gereja tempat berlangsungnya pernikahan.. dekorasi gereja. gaun pengantin.. pikiran. nanti jadi. Tapi.. atas rujuknya Alo dan Cecil. dan perasaannya yang turun-naik seperti naik jet coster.. . pastor yang bertugas memimpin jalannya misa pernikahan di gereja. maka mereka harus bekerja lembur untuk kantor masing-masing.. dekorasi.. dan video shooting. Serius nggak sih mau nikah?” jeritnya sambil mengibasngibaskan jemarinya yang lentik. Ada yang senang sekali karena rencana pernikahan Cecil dan Alo ternyata jadi dilaksanakan.. dengan sebaik-baiknya. Dia merapikan syal yang terjuntai di lehernya. itu berarti tugasnya sebagai bridesmaid bertambah berat. apa.. Kesya berbahagia.. ada juga yang marah-marah karena merasa dipermainkan. Oom Steven ikut menemaninya. “Nanti nggak jadi... Hehe. Semoga saja semuanya akan menjadi semakin baik dan indah nantinya.

. Sebenarnya Kesya mau marah-marah. Aduh.” Si Johnsonwati mengangkat tangan.... “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya...apa. deh... merentangkan lima jarinya di hadapan wajah Kesya. “Kita nggak bisa lagi terima order yang seperti ini. langkah terbaik adalah menghindar sejauh mungkin.. Kasihan telinganya kalau harus mendengarkan rintihan berkepanjangan seperti itu. bisa-bisa nanti nggak jadi lagi. Kesya menarik napas.” Kesya keluar dari tempat makhluk ajaib itu bekerja..? Gimana dong? GIMANA DONG?” suara Cecil terdengar merintih panik. malah kita tambah sakit kepala menghadapi balasan-balasannya yang garing! “Cil...” Di mobilnya. nggak bisa. Terima kasih dan maaf sudah merepotkan... Kesya menghubungi Cecil.” Jari telunjuknya menunjuk pelipis sambil menggelenggeleng. Kesya mengedik... mengekspresikan perasaannya.. emang kita nggak ada kerjaan laeeennn.. Percuma deh marah-marah sama dia.. Kalau kita terusin... kaleee. “Pernikahannya nggak jadi. di pihak yang seharusnya merendah. menghadapi makhluk superajaib seperti Johnsonwati. nggak jadi. ..” ujar Kesya. di pihak yang memohon. Hmmm. pusing deh akyuuu!” Jari-jari lentiknya mencuat keluar ketika punggung tangannya menyentuh dahi. tau-tau bridesmaid-nya datang.. Kali ini mulutnya juga bergerak maju-mundur.. mau ngomel-ngomel. nggak jadi. Kesya merasa sudah tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Johnsonwati... “Baik kalau begitu. cuapeekkk. Mereka ngomel-ngomel. booo. “Fotografer sama video shootingnya nggak mau.” Kepala Johnsonwati menggeleng-geleng. pokoknya nggak bisa. Tapi.. Berusaha tetap sabar mendengarkan celotehan makhluk ajaib itu. Katanya kita nggak serius mau ngadain acara...” Jari-jari lentik Johnsonwati menunjuk ke dada Kesya. mau mencaci maki. Iddiih. sabar..” Kepala si Johnsonwati bergerak-gerak ke kanand an kiri dengan dramatis. Kembali menarik napas panjang.. “Jadi kalian tidak mau?” “Nggak!” sahut Johnsonwati dengan ketus. Mati-matian dia mengatur nada suaranya agar tetap berada pada kondisi normal... Aah. Kesya terpaksa menjauhkan ponsel dari telinganya.... “Terus sekarang...” “Oh my God! Terus gimana dong? Masa acara pernikahanku nggak ada dokumentasinya... Kesh! Sabar! “Nggak bisa. ”And bilang pernikahannya tetap jadi dilaksanakan. Memang sekarang dia berada di pihak yang salah.

” Cecil menekankan. “Pak Jansen ada di dalam.. tampak Jansen sedang serius memperhatikan layar komputer.” jawab Cecil cepat. “Mmm. Kalau untuk dokumentasi. Jansen. “Darius itu spesialis foto pre-wed. yang pernah mengabadikan foto-foto pre-wedding Cecil dan Alo akan menjadi solusi terbaik.” Kesya memotong kata-kata Cecil. Mbak Kesya. daya kerja otak Kesya bisa semakin lemah dan lemah.“Kira-kira kamu punya cadangan fotografer lain nggak?” tanya Kesya dengan sabar.. “Jansen! Jansen! He is our best solution!” “Jansen?” Kesya heran.. Di seberang sana. aku ya fine-fine aja sama dia. “Udah lama banget nggak main ke sini lagi. “Jansen.. “Jansen. “Iya.” Kesya berpikir keras. Bukannya Cecil paling anti sama Jansen? “Jansen?” ulang Kesya tidak percaya. Kalau Cecil terus meracau. serius? Foto langganan kamu terhapus?” . “Jansen!” pekik Cecil. Tidak perlu Cecil menjelaskan siapa Jansen yang dimaksud. Saat kembali memperhatikan jalan. Tapi setelah aku tahu dia bukan siapa-siapa kamu lagi. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. tapi untung Lindi orang yang tidak membutuhkan alasan. Di dalam ruangan. Tolong kontak dia ya.. TTM-an kamu dulu itu lho. “Halo. sedang mengedit foto.. dia baru menyadari bahwa sekarang ini dia berada dekat dengan lokasi studio Jansen.” panggil Kesya pelan... nggak terlalu bagus. memutuskan sekalian saja mampir ke studio Jansen. Kesya mengembalikan ponselnya ke dalam tas. “Nggak bisa. “Darius? Gimana kalau Darius?” Kesya merasa jadi orang paling pintar sedunia. Dia lalu membelokkan mobilnya. Sudah cukup lama dia tidak bertemu Jansen. aku tahu Jansen yang mana. “Aku males waktu dia masih jadi TTM-an kamu. “Sialan! Ke-delete lagi!” Kesya juga terkejut.” Cecil pun mematikan ponselnya. Tentu saja Darius. bukannya kamu paling males kalau ngomongin soal dia?” Cecil tertawa... Cecil kembali menjadi Cecil the drama queen.. Cecil masih terus meracau.” Hancurlah sudah harapan menjadi “orang paling pintar sedunia”! Kesya berpikir keras lagi...” sapa Lindi. Cecil dan Alo juga sangat puas dengan hasil fotonya. tapi otaknya serasa blank mendengar racauan Cecil.. “Tapi.. Sekarang dia meracau dengan panik.” Kesya tersenyum jengah. “Hah?” Jansen terkejut dan memekik pelan.” ujar Lindi sambil mempersilakannya masuk.. si pengarah gaya.. “Iya... Sedang memikirkan alasan apa yang harus diutarakannya. Kesya masuk dengan canggung.

dia tersenyum sambil mengembuskan napas lega. Dia bahkan berniat memeluk Jansen.” jawab Jansen. Kamu lagi di mana?” . Ponselnya berdering dan nama Marco tertera di layar...... walaupun tanggalnya diundur.. “Bisa nggak kamu yang mendokumentasikan pernikahan Cecil?” Kesya menelengkan kepala. Sedikit.. Karena kegugupannya. itu yang membawa aku ke sini. Kesya membolak-balik catatannya. Takut membuat Jansen salah tingkah lagi.” jawab Kesya. Aku tahu tanggalnya memang mepet sekali. dan tadi aku baru dari tempat fotografer yang seharusnya mendokumentasikan acara Cecil..... sekarang sudah baik-baik saja. Kesya?” tanya Jansen sambil mematikan komputernya. Jansen dan segala kegugupannya memang bisa membuat orang lain jantungan! “Ada apa.” Dahi Jansen mengernyit. Alo dan Cecil.” Tangannya beberapa kali mengklik mouse komputer. “Jadinya. Jansen tersenyum sambil mengangguk... Hehehe. Kesya sedikit lega..” Jansen membolak-balik organizer-nya.. “Aku save dulu ya.” “Thanks a lot ya. “Kebetulan. Nah.” Kesya meremas tangannya yang juga terasa keringatan. membuat wajah Kesya cerah ceria. “Oke..” tawanya gugup sambil menghapus keringat di dahinya.” Jari-jari Jansen kembali sibuk mengklik mouse.” sapa Marco. aku sudah dengar tentang Cecil dan Alo.” Kesya memulai. karena dia teringat akan vendor lain yang belum sempat dihubunginya.” Kali ini Jansen mengangguk-angguk. “Aduh!” Jansen kembali memekik. masih ada di recycle bin. “Oh. Keluar dari studio Jansen. Just do the best you can do!” Kesya tersenyum lebar. “Ooh. Kepalanya berdenyut-denyut melihat ada tiga vendor yang belum dihubunginya. “Sayang. Tanpa sadar.. tetapi diurungkannya niat tersebut. Betapa berita itu sangat cepat tersebar! “Mereka berdua.. tanggal berapa?” “Tanggal 2 Mei. “Sebentar sebentar. Dia tidak mau lagi terlibat dalam acara pernikahan Cecil. “lunch bareng yuk... “Tentang Cecil... di tanggal segitu. Memangan Jansen penuh harap. kebetulan aku nggak ada kerjaan. Kesya terkejut. Jansen. Jadi sekarang mereka bagaimana?” Wajah Jansen tampak penuh perhatian. mouse itu meluncur terjatuh dari tempatnya. “Aku harus mengonfirmasi ulang semua vendor. Sudah. Buru-buru dia mengembalikan mouse itu ke tempat semula dan mengklik berulang-ulang.Butir-butir keringat bermunculan di dahi Jansen. “Oke. “Pernikahan tetap jadi dilaksanakan..

“Nggak ada ribut-ribut. dijutekin dan sebagainya?” pancing Kesya lagi. “Nggak. Sayang.. Marco. Remember?” Marco tertawa geli. “masih ada tiga vendor lagi yang harus aku hubungi. I’m the bestman.” “Semuanya sudah beres. Kerjaanku masih banyak banget nih!” Kesya diserang panik akut. “Dekorasi gereja. Perubahan tanggal pernikahan berarti perubahan besar-besaran pada seluruh kartu undangan. “Belum.” “Sama pihak kartu undangannya juga no problem?” pancing Kesya lagi. aku langsung sibuk ngurusin ini.. Sepulang dari Bali kemarin dia belum sempat mendatangi tokonya. Padahal hari ini dia ada janji dengan seorang klien. Tubuhnya sampai miring-miring dalam usaha merapatkan telinganya ke ponsel. Calm down.” Kepala Kesya tambah berdenyut-denyut mengetahui bahwa dia belum menghubungi pihak pembuat kartu undangan. entah caci maki apa lagi yang akan diterima Kesya saat menghadapi si pembuat kartu undangan nanti. “Aku sudah menghubungi semua vendor itu.. katering. Semakin lama.. “Nggak tuh. Sayang..” Marco masih menjawab dengan santai..” “Semuanya nggak ada masalah?” tanya Kesya tidak percaya. Belum lagi kalau harus berurusan dengan Johnsonwati-Johnsonwati lainnya. berusaha menenangkan Kesya.. katering. Aku nggak bisa banyak ngomong deh. Yah. Gimana ya. “Dari pagi. “Lalu.. dan kartu undangannya semuanya sudah dikonfirmasi ulang.. Plus suvenirnya. kartu undangan.” “Kamu udah sempat ke toko?” suara Marco terdengar khawatir.“Nggak bisa.. “Nope..” jawab Marco santai. Apa sih yang masih belum dihubungi?” tanya Marco.. Dia benar-benar pusing membayangkan masih harus berurusan dengan vendor-vendor itu. Kesya melirik catatannya. Aku minta maaf bahwa tanggal pernikahannya harus diundur. Masih sungguh-sungguh tidak percaya. . yang jumlahnya bisa mencapai ribuan lembar! Oh.. katering. DeeDee semakin cekatan saja.. plus suvenirnya sudah kamu konfirmasi?” ulang Kesya tidak percaya.. Diam-diam Kesya mengagumi juniornya itu.” tolak Kesya dengan suara lemah. Yang. It’s not a problem at all. hei..” ujar Marco tenang. “Aduh. “Hah? Apa? Dekorasi gereja.. Marco? Aku sudah pusing nih!” “Hei.” jawab Kesya lemah. dan kartu undangan. “Hei. hei. Aku juga menawarkan penggantian dana untuk semua undangan yang sudah dicetak dan tidak dapat dipakai. beigtu aja sih. Kesya mempertajam pendengarannya. Untung saja DeeDee dapat menggantikannya.. Catat baik-baik ya! Seluruh kartu undangan. Dekorasi gereja. Sayang.

.. tapi sudahlah. Kenapa semuanya jadi lebih mudah kalau Marco yang bertindak sih? Yah.Kesya geleng-geleng. yang penting pekerjaannya sudah selesai..

good point! Dia harus ingat untuk memuji Marco akan perubahan positif itu. Sepanjang malam dia hanya terkekeh-kekeh kegelian. Kesya lelah luar biasa tadi siang. Baru menyadari bahwa belakangan ini tidak pernah melihat Marco merokok lagi.. setelah tahu bahwa Marco sudah mengonfirmasi dekorasi gereja. “Hehehe.. Kesya sangat berterima kasih kepada DeeDee. DeeDee masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang gantung. Rencananya.” DeeDee tertawa lagi. “Nggak kerasa ya hubungan kamu dan Marco sudah sejauh ini. yang sangat terganggu dengan suara kekehnya yang menyebalkan. “Maksud kamu sejauh ini tuh sejauh apa?” tanya Kesya sambil memilih-milih gaun. Dan sekarang.. aku ngerasa lucu.15 ACARA makan siang dengan Marco. katering. Kesya akan memercayakan cabang baru tokonya untuk dikelola DeeDee... Takut jatuh...” DeeDee masih terkekeh. terus sekarang jadi soulmate-an gini. Kesya juga ikut tertawa. mengusir DeeDee untuk kembali menempati ranjang tamu di sudut kamar.” DeeDee terkekeh. Dia melaporkan hasil pertemuan tersebut dengan singkat.. .. “Apa yang lucu ya? “Setiap kali duduk di sini. Makanya. Kesya memutuskan untuk pulang dan tidur. dan kartu undangan plus suvernir. yang tadinya kamu sebel banget sama dia. Setelah tidur kira-kira tiga jam. “Ya. Kesya merasa segar kembali. lucu aja. tetapi DeeDee malah terkekeh-kekeh geli. Bete banget karena dia itu perokok. Wah. Dia baru saja menceritakan rencana pengembangan tokonya.. Dia baru saja pulang dari acara pertemuan dengan klien Kesya. “Kenapa kamu?” tanya Kesya bingung. tapi akibatnya dia malah tidak bisa tidur. Hehehe. dia bersiap-siap untuk dinner bersama Marco. dengan sangat terpaksa.. DeeDee pernah mencoba tidur di ranjang gantung ini..” Senyum DeeDee masih tergantung di wajahnya. Sampai kemudian Kesya.. tidak jadi dilaksanakan. tapi fun juga.

keponakan Alo! Anak tengil itu tertawa terkikikkikik melihat raut terkejut di wajah Kesya. Pasti Marco. “Pulang malam sedikit nggak apa-apa kok. DeeDee mengangguk.. “Nggak usah ngasih ide macam-macam ya. Marco ikut tertawa. “Marco. Kamu mau tunggu di dalam kamar aja?” goda DeeDee.. Mata Kesya melotot. lampu yang diletakkan di setiap meja bersinar redup. “Dari body language-nya..” DeeDee tergelak.” goda DeeDee sambil mengedipkan mata. Kesya mengangguk. .. “Berlumuran cinta. Membukakan pintu untuk Marco... “Sudah?” tanya Marco. kemudian menyodorkan lengannya untuk digandeng Marco.. Keseluruhan restoran itu dilapisi dinding kaca sehingga Kesya dapat menyaksikan kesibukan malam di Jakarta. Senyum segar merekah di wajahnya. juga nggak apa-apa. Kepala Jason... digantung sebuah lampu kristal besar berwarna putih. pelayanan dan makanannya juga memuaskan. Wajah Kesya merona dan buru-buru menutup pintu kamar. “Sayang.Ting tong..” Kesya masih terus memilih-milih gaunnya. “Kamu tahu dari mana?” Kesya juga ikut berbisik. Seorang pelayan telah siap mencatat pesanan mereka. Kesya mendapati Marco sedang duduk manis di sofa. tiba-tiba sebuah kepala anak laki-laki menyembul dari pinggir meja. Saat keluar kamar. kami pergi dulu ya..” DeeDee kembali beranjak ke luar. Tangannya membelai poni rambutnya sambil tersenyum.” bisiknya.. Kesya masih bingung milih baju. “Memang aku nggak boleh tunggu di dalam aja.” DeeDee terkikik. jadi sekarang dia belum berpakaian.. “He’s really falling in love with you..” Marco membimbing Kesya ke sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya.. kamu tunggu di luar aja!” teriaknya panik. Marco mengajak kesya ke sebuah restoran yang romantis. Tolong bukain pintu dulu ya.” pamit Kesya...” Marco menggandeng tangan Kesya. “Dee. Di tengah-tengah ruangan.. Tak lama kemudian DeeDee masuk lagi. “Let’s go... DeeDee keluar. Kalau kalian nggak pulang. Untuk membuat suasana romantis semakin terasa. “Ke sini saja.. “Nggak!” balas Kesya cepat. “DeeDee.. Kesya buru-buru menyelesaikan acara berpakaiannya. Selain restorannya sangat indah. Ketika mereka sedang makan.. itu sepertinya Marco. ya?” dia juga ikut menggoda Kesya. beautiful princess.

Senyum Jason merekah. Mungkin orangtuanya hanya tahu memarahinya..” sapa Marco.” Hmmm. “Kamu ke sini sama siapa?” Jason mengerling. Oom Marco dan Tante Kesya itu bestman sama bridesmaid. “Hai... “Aku Oom Marco. Dahinya mengernyit saat dia mendengar komentar Jason dan memperhatikan Kesya yang sudah siap pingsan. Oom Marco. terus aku jual!” Kata-kata itu lagi! Sekarang Kesya merasa akan pingsan mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jason..... “Aku mau beli yoyo. “Memangnya kalau cincinnya dijual. Kesya menangkap binar kaguma nak itu akan sosok Marco. sepertinya si makhluk tengil ini mulai dapat dijinakkan Marco.” Marco menjabat erat tangan anak itu. “Lagi pacaran.. ya?” Marco menyodorkan tangan. Ooh.” sapanya dengan suara yang juga tengil.” ASTAGA! Belajar dari mana anak tengil ini? Kok dia sudah tahu istilah check-in segala? “Jason!” bisik Kesya agak keras.. “Nice to meet you too...“Hihihi. ya?” tanya Jason sambil menggoyang-goyangkan kaki. sementara omanya hanya tahu memanjakannya. Kesya agak terganggu dengan guncangan meja yang diakibatkan goyangan kaki Jason... berusaha kelihatan tegas.. Males makan sama Mama dan Papa!” Dengan kurang ajarnya Jason menarik sebuah kursi dari meja sebelah dan duduk bersama Marco dan Kesya. kata Oma.. Dua kali dia mendengarkan pernyataan itu. ya? Habis ini check-in ke hotel dong.. “Jadi.” Wajah Jason tampak merengut.. “Nice to meet you. “Hmm. Kesya mengenali si orang dewasa wanita sebagai kakak perempuan Alo. “Aku mau di sini aja. Tampaknya Jason akan benar-benar melaksanakan ancamannya. “Aku nggak mau jadi pembawa cincin! Aku nggak suka disuruh-suruh! Biarin aja.” Jason tampak terkesima. Di wajah Jason.. Ragu-ragu Jason menyambut uluran tangan Marco.. Lagi-lagi Jason tampak terkejut mendengar pertanyaan Marco. terus uangnya mau kamu pakai untuk apa?” tanya Marco.. Raut wajahnya semakin kagum memandang sosok Marco. menunjuk ke sepasang orang dewasa yang wajahnya tampak mirip dengan dirinya. Sepertinya Jason tipe anak yang tidak pernah diajak berbicara baik-baik. Tante Kesya.. aku akan jadi pembawa cincin. nanti cincinnya aku sembunyiin. masterpiece-nya! Marco berdeham. “Kamu keponakannya Oom Alo. tapi ditahannya keinginan untuk menjitak kepala anak itu.” . Sepertinya dia tidak terbiasa diperlakukan secara dewasa seperti ini. yang tabiat dan wataknya sama seperti Tante Jessica. Jason. sahabatnya Oom Alo..

“Jason!” Saat terdengar seseorang berteriak memanggil namanya. ya. Saat ini. “Oom Marco. Dengan enggan dia bangkit berdiri dan menghampiri orangtuanya... Yang modelnya lebih keren daripada ini. Jason sedang menatap Marco dengan mata tidak berkedip dan mulut melongo. ajarin aku gaya yang tadi dong. Oom.. “YOYO?!” Jason mengangguk lagi..” Jason melambai. Dengan gaya profesional. mulai berkumpul dan mengeluelukan Marco..” . Tante Kesya! Nice to meet you both. “Oom Marco.Kesya melongo.” rengek Jason. Aku missed call. Jason bertepuk tangan kuat-kuat saat Marco memutar-mutar yoyonya. Nanti aku telepon.. “Yoyo?!” pekik Kesya keras.. Marco mengambil yoyo yang disodorkan Jason. Jason mengangguk. “Bye. masterpiece-nya. Marco mengambil yoyo itu dari tangan Jason dan mulai memainkannya dengan mahir.. sebentar lagi Jason akan berlutut dan menyembah-nyembah Marco...” Jason mengeluarkan yoyo dari saku celananya. aku minta nomor telepon Oom dong. “Nah. kemudian menyimpan nomor Jason di ponselnya. Tangannya meremas tangan Kesya yang mulai berkeringat. nomor Oom Marco sudah aku save. Sepertinya. Kesya bahkan tidak pernah tahu Marco bisa memainkan yoyo sebaik itu. “Kamu suka yoyo?” tanya Marco. Orangorang di sekeliling meja. Mata Kesya hampir copot melihat ponsel yang dikeluarkan dari saku celana Jason. “Nanti aku telepon ya.” ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. “Ini aku bawa yoyo kesayanganku.. Marco memutar-mutar dan melempar-lemparkan yoyonya.. Aku mau beli lagi. dia berbalik lagi. Oom Marco! Bye. terutama anak-anak. Baru setengah jalan. Dia membungkuk sedikit untuk membalas tepukan tangan dan sorak-sorai orang-orang yang memperhatikannya. hanya untuk membeli yoyo! Kesya bertanya-tanya makhluk apa yang sebenarnya sedang bercokol di dalam otak Jason.. Jason mengangguk. Blackberry! Anak sekecil ini sudah membawa-bawa ponsel Blackberry! Memang dia tahu bagaimana cara menggunakannya? Kesya menggeleng-geleng. Jason mengerang. Menjual cincin berlian. Marco menyebutkan nomor ponselnya. Marco mengakhiri permainannya dengan sangat dramatis. Gayanya persis seperti pemain yoyo profesional yang sering Kesya lihat di Youtube! Kesya melirik Jason.. ya.” Marco mengangguk. Marco benar-benar telah memenangkan hati anak tengil itu.

“Kalau kamu tahu bagaimana cara menghadapinya. Masa mau beli ikan datangnya ke tempat jual mobil! Ya nggak ada lah ikannya!” Cecil dan Kesya tergelak mendengar perumpamaan Anita.. mamanya Mas Alo dan siapa itu. “Halo. waduh. Madame sudah menunggu. “Mereka aja yang aneh. Cecil. Kesya mengangguk. Superheboh! “Saya udah panik banget waktu mamanya Mas Alo datang dan bilang calon pengantin wanitanya diganti!” Bola mata Anita berputar-putar dramatis..Marco mengangguk dan melambai.. waktu saya dengar dari Mbak Kesya.” Kali ini Madame Daphne berpakaian ala geisha Jepang. “Anak yang lucu. Menerka-nerka penampilan seperti apa yang akan mereka lihat dari Madame Daphne. Kimono warna hitam dengan motif bunga sakura berwarna pink menutupi tubuhnya. Kesya juga melambai. Yang penting calon pengantin wanitanya Mbak Cecil. tapi Anita seperti belum mau menyudahi ceritanya..” komentar Marco. menyetujui... baju pengantinnya juga baju pengantin Jawa! Heellloooo! Madame Daphne kan perancang busana pengantin internasional! Waktu saya bilang begitu. Jadi. “Bayangkan. Mbak Kesya! Diganti! Diganti! Diganti!” suara Anita meninggi. Anita masih tahan mengobrol berjam-jam lamanya. Sekarang dia tidak lagi melihat Jason sebagai bocah tengil yang harus dikhawatirkan... bibirnya menyunggingkan senyum. anak-anak bisa jadi teman yang sangat menyenangkan. Wajahnya dirias . Kesya dan Cecil tersenyum dengan terpaksa.. bukan si cewek nyebelin itu!” Anita tetap bersemangat. Sekarang kami mau ketemu Madame Daphne dulu ya. “Langsung ke atas saja. Mereka mulai terganggu dengan tingkah superheboh Anita. Mau tidak mau. Kesya. “Oke.” Kesya mengikuti Cecil.. *** “Mbak Cecil! Mbak Kesya!” Anita memekik kegirangan. saya senang sekali.” Kalau tidak dipotong seperti ini. Nggak apa-apa deh tanggalnya dimundurin. Kesya mengangguk lagi... Tingkahnya seperti orang yang baru saja mendapat kabar bahwa dia memenangkan undian berhadiah satu miliar..” ujar Marco seperti memahami isi kepala Kesya. Halo.. “Makanya.. “Apalagi mamanya Mas Alo minta acara pernikahannya diganti dengan adat Jawa. mereka malah marah-marah. Mbak Cecil! Bayangkan. Bilang kalau kami tidak profesional!” Anita mendengusdengus. pernikahan Mbak Cecil dan Mas Alo tetap dilaksanakan. si calon pengantin wanita Jawa itu. Anita mengangguk.. Cecil tersenyum. menunjukkan kemarahannya.

pola hidup Cecil sangat tidak teratur. “Ready for your last fitting. Tepat. Kesya dan Marco sudah menyelesaikan semua tugas mereka. Suara gemeresik pelan menandakan bahwa Cecil telah selesai mengepas bajunya. dear?” Cecil mengangguk bersemangat. Cecil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin besar.” Madame Daphne menyunggingkan senyum misteriusnya. Dia benar-benar akan menjadi pengantin yang cantik! *** Hari-hari berganti dengan cepat. Kesya menghela napas lega. digambar sebentuk bibir mungil dengan lipstik warna merah manyala. Cecil kembali masuk ke ruang ganti. Kalau sudah dandan. Madame Daphne berjalan perlahan. Dengan hati-hati. Sesuai. . Dia juga mengeluarkan gaun Kesya. Kesya tersenyum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Ketika Cecil keluar dengan mengenakan gaun pengantin yang rencananya akan digunakan pada saat resepsi. Kesya menunggu sambil berdebar. Tinggal lima hari lagi. dia mengeluarkan gaun pengantin Cecil. Penampilan Cecil tidak bercela. Sebagian bibirnya juga ditutupi dengan taburan bedak putih. Madame Daphne juga mengenakan selop kayu dan membawa payung kertas warna kuning dengan motif bunga. Rambutnya disanggul dan dikanji dengan keras. Madame Daphne memang tidak setengah-setengah. Alo dan Cecil akan mengucap janji untuk setia selamanya sampai maut memisahkan mereka. Semoga saja semua itu tidak memengaruhi berat badannya. Selama di Bali. seluruh alam pikirnya telah siap untuk menikah. Cecil masuk ke kamar ganti dibantu Anita. Hari ini. Dia mengeluarkan catatan tentang barang apa saja yang harus dibawanya pada hari pernikahan Cecil-Alo. Sepertinya. sementara di bagian tengahnya. Semua vendor telah dikonfirmasi ulang. “Gimana. seluruh jiwanya. Kesya akan merampungkan persiapan terakhirnya untuk menjadi seorang bridesmaid. menghampiri lemari penyimpanan bajunya. “Saya senang sekali karena semuanya kembali berjalan dengan baik. Seluruh tubuhnya. Cecil keluar. Dia agak khawatir. sehinga menyerupai sanggul khas wanita Jepang. Kesh?” tanyanya.dengan bedak putih. Cecil memang sudah ditakdirkan untuk menikah. Kesya kembali menghela napas lega. Dari balik kamar pas. Gaun pengantin yang rencananya dipakai untuk acara misa di gereja itu masih tetap menempel dengan indah di tubuh Cecil. Pas.

Siapa sih cewek ini? Sok akrab banget! Pake cium-cium segala! “Hm. Tubuhnya langsing semampai. Saat sedang sibuk memilih kipas berukuran kecil yang dapat menghasilkan angin yang besar... hmm. Pengusaha kaya yang lebih mapan dibandingkan Marco.. Rambutnya terlihat agak pirang. Gayanya.. Air mineral (untuk menghilangkan rasa haus) 5. Belanja kebutuhan yang tertulis di atas itu. “Ini mantanku. “Marco.. tampak amat sangat mahal. Mata Kesya menyorot tajam. Bukan ancaman bagi hubungan mereka. “Kesh. Wanita itu cantik sekali.” balas Marco..” Marco mengerling mesra ke arah Kesya.Daftar barang bawaan untuk pernikahan Cecil-Alo: 1. Marco meremas lembut bahunya. Marco!” wanita yang dipanggil Joanelle itu memekik kegirangan.. Permen pedas (untuk menghilangkan bau mulut) 3. pergi berbelanja.” sapanya. Lipgloss dan lipstik pink (untuk menghilangkan kepanikan kalau lipstik di bibir sudah hilang) Sore ini.” Marco tampak terkejut melihat kedatangan wanita itu. tas. Tisu (untuk menghilangkan keringat) 6.. aksesori. Kesya dengan ditemani Marco. Tapi. Tubuh Kesya jadi lebih rileks. seolah menunjukkan kepada wanita itu akan hubungan yang sudah mereka jalin. Mengirim pesan bahwa sekarang ini Joanelle bukan siapa-siapa lagi bagi Marco.. (maklum saja. Panjang dengan gelombang-gelombang besar di ujung rambut. Tubuhnya menegang.. glad to see you. Sorot mata Kesya melembut.” Oh! Jadi. Sebuncah perasaan cemburu menyerang Kesya. Mengirim pesan nonverbal agar Kesya lebih rileks. tas tangan Kesya sebagai seorang bridesmaid kan kecil sekali!) seorang wanita berwajah indo mendekati mereka. tampak seperti sering berjemur. Tangannya terangkat merangkul Kesya. pakaian.” Dia berjinjit dan mencium mesra pipi Marco. “Joanelle. dan sepatunya. “Hi. Joanelle. ini rupanya mantan Marco! Yang katanya meninggalkan Marco untuk pacaran dengan seorang pengusaha kaya. Kulitnya kecokelatan. Deodoran (untuk menghilangkan bau badan) 2. “Long time no see. Kipas (untuk menghilangkan hawa panas) 4.. .

. Rupanya dia memang terbiasa bersikap seperti ini terhadap semua orang...” Marco memeluk Kesya erat. “My daughter.. Kesya menoleh. Wiryatama.” Joanelle tersenyum lebar.. I have to go.” Kesya mengulurkan tangan.” Joanelle memeluk dan mencium pipi Kesya. sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi.. Berarti I’m better than her dan aku nggak perlu jealous sama dia...” “You’re the best. sesuatu yang tidak terhindarkan.. Alisnya terangkat. So. kan?” tanya Marco hati-hati. Dia tersenyum kecil. “Mommy. Saya Joanelle Wiryatama. Joanelle tersenyum menanggapi perkataan Marco. Leisha.. “Dan kamu yang bikin aku quit dari rokok dan jadi manusia yang lebih menyenangkan. Dia benarbenar soulmate buat aku. “Senang ketemu dengan gadis yang akan jadi future wife-nya Marco.” Marco mempererat pelukannya. Menyalami mantan pacar Marco. “Our relationship was great.. No hard feeling ya. Kesya menatap kepergian Joanelle.” ujarnya sambil tersenyum kepada Marco dan Kesya. but you are not my soulmate. Joanelle. You are a really nice guy. “Yes. “Jadi dia yang bikin kamu jadi perokok yang menyebalkan?” tanyanya. Kesh.. “Hai. my lovely future wife.“Ini Kesya Artyadevi...” ujar Marco mantap. Dirasakannya Marco meremas bahunya lembut. sambil menggandeng anak perempuannya.” ujar Marco. Menyalami mantan pacar yang kini sama sekali bukan suatu ancaman bagi hubungan mereka. too. kira-kira berusia dua tahun. “Hadi Wiryatama.. “Keep in touch ya. can we go now?” seorang anak perempuan.. Kesya suka itu. Hmm. “I’m sorry that I’ve hurt your feeling. *** Satu hari sebelum Hari Pendidikan Nasional..” jawab Joanelle sambil mengelus lembut rambut anak perempuan itu.” Tangan Joanelle kini mengelus lembut lengan Kesya. Makan malam di rumah Cecil. “Sorry. “Hai.” Joanelle mengelus lembut lengan Marco.” ujarnya. “Just a second.. Pelukan dan ciuman persahabatan..” Dia mengulurkan selembar kartu nama kepada Kesya. Marco tersenyum kecil lalu mengangguk..” “So now you are Mrs. Kebersamaan kami seperti sesuatu yang natural. Future wife. “Nggak ada perasaan jealous. but it’s the best for me.. dear. Perpisahan kita adalah keputusan terbaik yang telah aku buat. datang mendekati dan menarik rok Joanelle.. The best for both of you. Kesya tersenyum. “Oke kalau begitu.” Kepala Joanelle menggeleng pelan.

Kesya berdiri. Tidak berubah sedikit pun! Dia akan tetap menjadi putri kecil bagi Tante Renata dan Oom Balgi... menggembirakan. “Bener nggak apa-apa?” tanya Kesya. “Walau demikian.” “Kalian adalah keluargaku! You’re my sister!” Dan di sinilah Kesya berada sekarang. Dia akan tetap menjadi keponakan yang manis bagi para oom dan tantenya. Menikmati makan malam yang nikmat sekali. Dia siap pergi. Memberikan kata-kata manis untuk Cecil..” Cecil mengerling jail ke arah Kesya. tugasnya sebagai seorang bridesmaid. dalam segala situasi persiapan pernikahan yang emosional. “Terima kasih untuk semua yang hadir di sini. Terima kasih untuk Papa dan Mama yang telah membesarkan saya hingga saat ini.... Cecil bangkit dari duduknya. Dan dia juga tetap akan menjadi ashabat yang baik bagi saya. Kesya. “kapan kamu akan menyusul aku dan Alo?” SIALAN CECIL! .” Kesya memulai pidatonya. dia tetap akan menjadi Cecilia yang selama ini kita kenal. sesekali Kesya terganggu dengan pertanyaan orangtuanya dan beberapa orang lainnya tentang kapan Kesya-Marco berencana akan menyusul Cecil-Alo.” Kesya tersenyum lebar.Kesya mengoleskan parfum ke bagian belakang telinganya. “gadis menyenangkan yang sudah menjadi sahabat saya sejak kami sama-sama TK.. ya!” kata Cecil saat mengundang Kesya sekeluarga datang ke acara makan malam keluarganya. rasa sayang. Kesya dan orangtuanya juga diundang.” Semua orang di ruangan itu mengangkat gelas masing-masing. menyebalkan. Walaupun ini makan malam keluarga Cecil. Duduk satu meja dengan Cecil dan orangtuanya. untuk sahabatku tercinta Kesya Artyadevi. Gadis ceria yang dicintai setengah mati oleh Alvaro Nikholai Andersen. Besok. Bridesmaid yang dapat diandalkan. Dia akan tetap menjadi sepupu yang kompak bagi saudara-saudaranya. Saya dapat merasakan perhatian.. terutama. Love you so much. “Hari ini adalah hari terakhirnya menjadi lajang.. rasa cinta kalian semua menari-nari dengan harmonisnya dalam ruangan ini. “Pertanyaan berikutnya adalah. Untuk Cecilia Almira Saraswati!‟ Kesya mengangkat gelasnya. Terima kasih juga. dia sudah akan bersanding dengan Alo. “Cecilia Almira Saraswati. menegangkan..” Cecil tersenyum mendengar pidato pembukaan Kesya. siap menjadi seorang wanita dewasa. Bersama kedua orangtuanya.. datang ya! Ajak Tante Sabrina dan Oom Edo juga. Kini giliran dia yang harus memberikan sambutan. Yah. “Itu kan acara untuk keluargamu. “Kamu harus harus harus harus. dan mengharukan. “CECILIA ALMIRA SARASWATI.” Cecil meniupkan ciuman kepada Kesya. Setelah acara makan selesai. Berjanji sehidup-semati dengan pemuda yang beruntung itu. Cil..

“Kita tidak akan terlambat kalau kamu segera bangun.. si ratu sehari. Cecil dilarang bertemu Alo. bedak. ini juga nggak boleh lupa!” Kesya memasukkan catatan daftar acara pernikahan yang kemarin malam diberikan oleh MC. dan. Cecil langsung duduk tegak. Sejak kemarin malam. yang tidak bisa tidur malah Kesya. Sejak jam dua tadi.” Dia berdiri dan beranjak ke kamar mandi. Kamar lajangnya.. “Cecil!” Kesya semakin keras mengguncang-guncang tubuh Cecil. Tidur di kamar Cecil.. Cecil menggeliat. baiklah. tidur lagi. “Deodoran. Siap ke Bride‟s World.. permen pedas.. Dia sendiri sudah mandi dan berpakaian.. oh ya. Sepulang dari acara makan malam keluarga. “Oh.... dan pergi ke Bride‟s World!” “Oh.. Kesya bangun dan memeriksa tas kecilnya.” Cecil baru sepenuhnya terbangun.. Sepertinya masih ada satu hal yang dilupakannya.. “Cecil. Yang mau menikah Cecil. Aneh juga rasanya. Alo dan Marco juga menginap bersama..” bisik Kesya sambil mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. “Cepat bangun! Ini tanggal 2 Mei! Hari Pendidikan Nasional! HARI PERNIKAHANMU!” teriak Kesya. Apa ya? “Hmm. Kamar yang sebentar lagi akan ditinggalkan Cecil. Kesya mengikat rambut panjangnya. Mendengar kata “pernikahanmu”.. lipgloss dan lipstik. “Cil. bangun.... air mineral. berbalik. Kesya tidak mau mata Cecil kelihatan bengkak atau lelah karena kurang tidur.16 HARI PENDIDIKAN NASIONAL baru berjalan selama tiga jam.” Kesya mengguncang-guncang bahu Cecil. terus. Kesya langsung mengomeli Cecil agar cepat tidur. Kesya memperhatikan sekelilingnya. Memeriksa perlengkapan yang harus dia bawa demi kesejahteraan Cecil. tisu!” Kesya kembali mengingat-ingat lagi.” . Dia menginap di rumah Cecil.. kipas. mandi. “Oh ya. dia sudah tidak bisa tidur.. “Hah?! Jam berapa? Sudah jam berapa ini? Apa kita sudah terlambat? SUDAH TERLAMBAT?” dia meracau.

Kesya sudah selesai dirias. Rambut keriting pendeknya masih basah... Kesya menyerahkan semuanya ke tangan si make-up artist. ganti baju dulu di atas. Siapa yang mau dirias dulu?” si mbak make-up artist sudah siap.. mereka yang pertama kali tiba. Jangan malah heboh sendiri. Yang cocok saja menurut Mbak. Dia cuma bisa minum segelas susu dari semua makanan yang disediakan Anita. Kesh.” jawab Kesya. Riasannya membuat wajahnya terlihat cerah. Dia tidak mau ambil risiko pingsan kelaparan saat harus bertugas nanti. “Pasti belum makan.” Dia mengangsurkan baki penuh sarapan. Kesya makan cukup banyak. “Mbak. Getar kegembiraan. Agak takjub juga melihat benda-benda itu masih bisa muat di tas bridesmaid-nya. mungkin karena nervous. Persediaan saat Cecil kelaparan nanti.. Poin yang teramat sangat penting adalah. Bride‟s World masih sepi. Mbak Kesya. Mbak make-up artist yang lain datang dan mulai menangani Kesya. Kesya jadi curiga.” ujarnya dengan suara bergetar. hmmm. Pasti dia yang paling tahu. *** Jalanan masih sangat sepi. si Ratu Sehari. Wajahnya cerah ceria. silakan. Bersiap untuk dipercantik. Dua jam kemudian. Sementara Cecil. Profesionalitasnya patut diacungi jempol. Melihat hal itu. Mereka tidak diizinkan menyetir sendirian. Kalau tidak. diam-diam Kesya membungkus dua potong roti berselai dan menyelipkannya ke dalam tas. . dia jadi tidak bisa makan. Matahari masih tertidur. “Saya terserah saja. Kali ini Cecil dan Kesya diantar oleh sopir keluarga Cecil. Cecil keluar dari kamar mandi. Jadi. “Mau make-up seperti apa. Cecil dan Kesya langsung melompat turun. namun tetap lebih sederhana dibandingkan riasan wajah Cecil.. Tentu saja giliran pertama harus diberikan kepada si calon pengantin. “Silakan. Sepertinya. “Ayo. Cecil duduk dengan bergaya. Nanti baru diatur rambutnya. Dia memasukkan benda itu ke dalam tas kecilnya..” ujar si make-up artist.Kesya mengaduk-aduk laci meja Cecil dan menemukan compact powder milik Cecil. Mbak?” tanya si make-up artist yang kedua. bridesmaid tidak boleh terlihat lebih cantik dibandingkan pengantin. jangan-jangan Anita tinggal di Bride‟s World. tapi mobil Cecil sudah membelah jalan dengan gagah. dengan dandanan rapi seperti biasanya. Sampai di Bride‟s World... “Ayo.” sapanya hangat. kan?” Rasanya Kesya dan Cecil ingin mencium Anita. bagaimana mungkin pagi-pagi buta begini dia sudah tampil rapi dan siap melayani para klien seperti ini? “Selamat pagi... Mbak Cecil. Hanya terlihat Anita.

” si make-up artist juga meyakinkan Cecil. Mbak!” Cecil kembali duduk. Mbak Cecil. Gaya rambutnya juga sederhana. “Nice costume. Dia beranjak bangun dan mencondongkan tubuh. Jam berapa sebenarnya dia bangun pagi? “Hai. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit! Tidak mau membuat calon pengantin kesal. Kali ini rambut Cecil dipasangkan tiara yang diletakkan agak mirip ke kanan. Kesya adalah Ms. Untunglah Cecil tersenyum melihat tatanan rambutnya yang baru. Cecil belum kelihatan.” Kesya membalas sapaan si madame.. Wajahnya cemberut. rambut Cecil kelihatan oke.” Cecil berkeras. “Nggak mau... Terlihat lebih modern dibandingkan gaya sebelumnya. . si make-up artist menatap Cecil dengan cemas. Setelah selesai. aku kelihatan kayak Tante Jessica.. Rambut keritingnya diberi gel sehingga menampilkan efek basah kemudian dipercantik dengan bando warna putih. Simple.” Madame Daphne tersenyum dan berlalu. Menurut Kesya. tidak suka yang heboh-heboh apalagi yang repot-repot. Aku nggak mau! Ganti aja. “Cecil. Pokoknya hari ini. tidak berbeda jauh sih dengan kesehariannya. ayo cepat sedikit. tampaknya dia belum selesai dirias..Kesya naik ke lantai atas Bride‟s World untuk mengenakan baju bridesmaid warna turquoise-nya. Jarum jam terus bergerak ke kanan! “Iya.” Cecil sudah selesai dirias. memperhatikan bayangannya di cermin. Waktu sudah menunjukkan pukul enam ketika Kesya selesai berpakaian. Kesya berbalik dan bertatapan dengan. Begini bagus kok. Tidak sampai setengah jam kemudian... si Madame sudah berdandan ala Pocahontas.. POCAHONTAS! Kesya hampir saja menjerit kaget ketika menyadari bahwa senyum misterius si Pocahontas tampak seperti senyum Madame Daphne.” ujar Kesya meyakinkan.. “Halo. Udah mau jam setengah tujuh nih. Tapi. Madame. si mbak make-up artist langsung mengubah tatanan rambut Cecil. Kesya buru-buru turun dan memasrahkan rambutnya untuk ditata. Cil. “Bagus kok. “Kalau begini. tapi belum mengenakan gaun pengantinnya. Kesya sendiri masih harus menata rambut. Tidak ada yang salah dengan rambut Cecil. Kesya memang orang yang sederhana.. tatanan rambut Kesya sudah selesai..” Suara seorang wanita terdengar menyapa Kesya. mamanya Alo. Kesya melongo. Tidak ada waktu lagi untuk mengubah tatanan rambut... pukul tujuh mereka sudah harus siap di rumah untuk acara penjemputan pengantin.. “Aku nggak suka rambutku!” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Padahal kalau menurut daftar acara yang diberikan MC.. Kesya. Ya ampun! Masih pagi begini.

Kesya juga melakukan hal yang sama.” Kesya langsung memburu Cecil naik ke lantai dua untuk berganti pakaian. “Nggak sabaran nih. Yah. Tante.. . Menerobos jalanan yang mulai memadat. dan kedua. Tersenyum lebar sambil menggenggam hand bouquet Cecil. “Pak. mencari-cari sosok Alo. mereka langsung masuk ke dalam kamar Cecil yang sudah rapi dan cantik. Cecil merapikan kerutan-kerutan di gaun putihnya.. Lama banget!” balas Cecil. tidak bisa dibilang duduk manis sih.. Kesya melihat sosok Marco berdiri dengan gagah dalam balutan jas resmi. pertama hal itu akan membuat make-up-nya rusak. Diamdiam. karena sebentar-sebentar dia menjulurkan kepalanya ke arah pintu. “Memangnya sekarang jam berapa?” tanya Cecil. bersama Oom Edo..” jawab Kesya tidak kalah kesalnya. Tante Renata sudah menata beberapa bunga segar untuk mempercantik kamar itu. cepat sedikit ya. Tudung pengantin Cecil kembali tertarik ke sisi kanan.“Nah. “Tanya saja sama rambut keriting Cecil. Di belakang Alo. begini baru khas Cecil. Kesya! Kenapa kita bisa sampai terlambat begini?” Cecil langsung panik. Mobil Cecil melaju kencang. Jam tujuh kita sudah harus ada di rumah. mobil pengantin berwarna perak berhenti di depan rumah Cecil. Pintu kamar Cecil terbuka dan di sanalah Alo berdiri. Pukul tujuh kurang lima menit. Tepat jam tujuh.” ujar Kesya. “Kamu diam saja bisa nggak?” bisiknya kesal. “TUJUH KURANG LIMA?!” jerit Cecil histeris saat kesadaran akan waktu telah merasuki pori-pori kepalanya. Dia juga ingin tampak sempurna di hadapan Marco. Cecil duduk manis menunggu kedatangan Alo. “Tanya saja sama rambut keritingmu!” balasnya kesal. masih belum menyadari bahwa rambut keritingnya telah banyak menghabiskan waktu mereka. Kesya tidak boleh heboh sendiri. “Ya ampun. Berulang kali Kesya harus membenahi tudung pengantin Cecil yang tertarik ke satu sisi. “Tujuh kurang lima. “Kok lama banget sih?” tanyanya dengan raut kesal. Sampai di rumah Cecil pukul tujuh kurang satu menit. Cecil yang mendengar mobil yang menderu lembut langsung bersemangat lagi. mereka kembali duduk di mobil. “Itu mereka!” jeritnya penuh luapan kegembiraan. Tante Renata tampak seperti mau pingsan.” jawab Kesya. Yah. ini kan acaranya Cecil. Kesya mendengus. Berempat. Kesya harus menahan diri sekuat tenaga agar tidak berlari dan membenamkan wajahnya ke dalam pelukan Marco. Dia sudah sangat tidak sabar menanti kehadiran Alo.

Cecil tersenyum lebar saat mendengar pujian ini. beres. beres. beres. Kesya agak takut juga mengingat di sana akan berkumpul Tante Jessica beserta seluruh konconya. Jadi Romo pergi ke rumah orang itu dulu.” pesan Cecil. Kesya mengangguk. Alo memeluk Cecil dengan mesra. Petugas gereja. menyajikan teh kepada semua anggota keluarga Alo. Matanya berbinar-binar menatap Kesya.. “Ke mana dia?” “Katanya ada orang sakit yang perlu diberi sakramen perminyakan. mereka berempat bergegas pergi ke rumah baru Alo-Cecil. dan persembahan lainnya.. Begitu mobil berhenti. hmmm. “Kesya. Senyumnya lebar sekali. Cecil tersipu. Mereka bilang Cecil gadis cantik yang sangat cocok bersanding dengan Alo. Bunga altar... Cecil melakukan tugasnya. Bahkan omanya Alo. seperti menahan keinginan kuat untuk memeluk Kesya. Kalau ada yang nggak beres. Kesya hanya dapat memperhatikan Marco sambil tersenyum lebar. tapi Kesya sempat melihat beberapa kali Oom Steven membelai pipinya dengan lembut.” jelas Marco. tolong diberesin dulu. Sementara Tante Jessica. beres. tetap tanpa senyum.Jadi.” . nanti kalian keluar dulu. Buku misa. Tante-tante Alo yang sudah sepuh bahkan memuji Cecil. “Ya sudah.. Kesya dan Marco turun dan tergesa masuk ke dalam gereja. Pukul setengah dua belas. Dia harus menunggu konfirmasi dari Marco. ibunya Oom Steven yang konon bermasalah dengan hubungan Tante Jessica-Oom Steven. Bunga. Seperti berusaha menenangkannya. tetapi senyumnya merekah. beres.. Nanti dia tambah panik. memeluk Cecil dan mencium kedua pipinya dengan mesra. mereka bergegas menuju Gereka Katedral... Mungkin sebentar lagi baru kembali ke sini. Nggak usah bilang apaapa sama Cecil. Wajahnya tampak senewen. “Haah?” jantung Kesya hampir copot mendengar pernyataan Marco. Kelompok paduan suara.. Kita kembali ke mobil. Kesya mengedarkan pandangannya ke dalam keremangan gereja. dengan aksen ala British pula! Oma Alo memuji-muji Cecil dengan mengatakan bahwa Alo pintar cari calon istri. tempat misa pemberkatan pernikahan akan dilaksanakan. lilin. tidak memedulikan tatapan para senior di keluarganya. Semoga Tante Jessica tidak membuat ulah lagi. Di sana sudah menunggu keluarga besar Alo untuk mengadakan tea ceremony. Tampaknya Marco juga mengalami hal yang sama. dengan sangat baik. Setelah prosesi penjemputan pengantin selesai. Suvenir. Marco. Oma Alo senang sekali karena Cecil menyapanya dalam bahasa Inggris yang sempurna. Tubuhnya sesekali berayun maju-mundur. “Kesh! Romonya belum datang!” Marco berlari-lari menghampiri Kesya. Tolong cek semuanya di gereja.

.” jawab Marco. Tidak ada satu hal pun yang dapat menghilangkan senyum lebar di wajahnya... “I. “Oke.” “Bener? Nggak ada masalah apa pun?” Kesya menggeleng. “kita putar-putar dulu sebentar.” Marco tersenyum. “Karena kita masih harus putar-putar dulu di dalam tempat parkir gereja.” ujarnya sambil tersenyum lebar. Nyawa saya taruhannya!” ujarnya serius. Jason. aku bawa yoyoku.” Jason menepuk-nepuk saku kanannya.. Cil. Kaca jendela diketuk dan kepala bulat Jason tampak menempel di kaca jendela. Nanti ya setelah acara selesai.Marco mengangguk. Nggak usah panik gitu. “Mobil pengantin tidak boleh berjalan mundur. catat Kesya dalam hati.” Thanks. . Mau tidak mau dia tersenyum juga melihat reaksi Jason.” sapanya ceria.. Diam-diam Kesya mengembuskan napas lega. “Akan saya jaga dengan baik. “Kita masuk sekarang. Cil.. Kesya tersenyum. Oom Marco!” sapa Jason riang. Marco dapat membuat Jason menjaga cincin pernikahan rancangannya. “Kenapa sih?” Cecil sudah tampak senewen. Ada di sini. Tuk tuk tuk. “Eh. aku mau minta diajarin cara main yoyo yang kayak kemarin itu dong. “Kamu harus menjalankan tugas kamu dengan sebaik-baiknya....” Marco mengingatkan. nanti dulu. “Terus.. Mana cincinnya?” “Beres.. Semua pasti beres. kenapa kita belum masuk juga?” tanya Cecil sambil bersiap turun. “Ayo!” Perkataan Cecil menyadarkan mereka. Memangnya kalian nggak tau kalau ada aturan seperti itu?” Marco berusaha terdengar meyakinkan. Oom Alo. Alo meremas pelan tangan Cecil yang berada dalam genggamannya.. “Udah beres semuanya. “Haah? Memangnya ada aturan seperti itu?” tanya Cecil dan Alo. “Hai.. “Oke kalau begitu. Marco! Tampaknya Alo dan Cecil memercayai kata-katanya. itu. Tante Cecil. Alo membuka kaca jendela. “Tenang aja.” “Cil. Jason mengacungkan jempolnya..” Alo memanggil sopir yang keluar sebentar.. Kesya merasa lega. Pak..” cegah Kesya. Pak. Tante Kesya. Nih. tetap tersenyum. Mereka berdua kembali ke mobil. Another good point from Marco. “Hai..” katanya sambil menepuk-nepuk saku kirinya. iya... lalu menghilang ke dalam gereja.” Kesya kehabisan ide untuk berbohong. “Oom Marco. Tampaknya hari ini Alo sedang mengalami euforia.

. Cecil menyambut kedua make-up artist itu dengan penuh gembira. seperti ada biji durian yang tersangkut di tenggorokannya. Acara pemberkatan pernikahan berjalan cukup lancar... Kesya menawarkan air mineral pada Cecil. Dengan bangga anak itu tersenyum ke arah Marco dan Kesya. Marco langsung mengacungkan jempol sambil tersenyum lebar. Dan semua menyambutnya dengan penuh sukacita! Sesampainya di rumah. Dan. make-up artist sudah siap untuk me-retouch make-up Cecil dan Kesya. memberikan kekuatan kepada Cecil untuk menyelesaikan janji pernikahannya. Marco juga menggenggam tangan Kesya. “Kita bisa masuk gereja sekarang. Ikut terharu kalau ada orang lain yang merasa terharu.. Cecil lebih ramah terhadapnya. dan setelah selesai berbicara melalui ponselnya. Dia sampai sulit bernapas. “Thanks banget ya.. hhaaii. Kesya tetap deg-degan ketika melihat Jason maju sambil membawa kotak cincin. Jansen tersenyum lemah melihat tangan Kesya bergantung santai di lengan Marco.” Bayangkan! Bahkan Cecil menggodanya! Rona merah perlahan menjalar ke seluruh wajah Jansen. Benar! Sejak Jansen bukan siapa-siapa Kesya lagi. Bulu . kamu mau ngurusin foto liputanku. mereka pulang. Marco tersenyum santai menanggapi candaan Cecil. Diam-diam. Di mobil. “Ha. Kesya memang begitu. Juga bolak-balik membetulkan letak ekor gaun Cecil agar terlihat megar dan indah saat difoto. Saat acara pemasangan cincin. Kesya. I owe you a lot! Tapi jangan cuma Kesya yang kamu foto ya. semoga cincin itu dapat sampai dengan selamat di jari Alo dan Cecil.” sapa Jansen yang telah siap dengan kameranya. Jansen.. Saat itu Kesya juga ikut merasa tercekat. Kesya membalas genggamannya sambil tersenyum kecil ke arah Marco. Masterpiece-nya! Dalam hati Kesya berdoa.” balas Kesya. Ada juga insiden kecil saat Cecil tercekat—karena rasa haru—sehingga kesulitan menyelesaikan kalimat janji pernikahannya. Kesya bolak-balik memberikan tisu dan kipas kepada Alo-Cecil. “Hai. “Jansen!” sapa Cecil ceria. dia tersenyum lebar dan berkata dengan mantap...” Marco-Kesya serta Cecil-Alo berdiri dan bersiap di pintu masuk gereja. Untung Alo menggenggam tangan Cecil. doanya terkabul! Jason melakukan tugasnya dengan sangat baik. Ponsel Marco berbunyi. Tidak ada yang perlu diragukan lagi. Tangan Kesya yang menggelayut di lengannya telah mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya lelaki di hati Kesya. Setelah acara pencatatan sipil selesai.Mobil pengantin kemudian berputar-putar beberapa saat. Alo dan Cecil memang berkeringat hebat sekali karena ruangan gereja tidak ber-AC.

rusak? “Ya udah.”> Kesya tersenyum. “Kok nggak makan lagi?” tanya Marco.. Entah mengapa. merasa “kenyang” dengan kata-kata perhatian dan tatapan berlumuran cinta dari Marco. Oh my God! Siapa yang tidak merasa kenyang mendengar kalimat seperti itu? Selesai berganti gaun. “You look gorgeous. apakah nanti ketika dia menjadi si pengantin wanita. Kamu nggak boleh kelaparan. “Masih banyak yang harus kamu kerjakan. tapi juga ingin tetap wangi sepanjang hari.. Senyum lebar masih tersungging di wajah Cecil. . kamu nggak boleh nervous ya. Bagaimana kalau bajunya kena air atau kotor? Atau lebih parah lagi... Dia sudah memakai deodoran yang dibawakan Kesya. dia juga akan tampak cantik memesona seperti Cecil? Kesya tersenyum kecil memikirkan hal itu. “Aku.. “Aku nervous. Dia berterima kasih sekali saat Kesya menawarkan deodoran itu. Cecil mengangguk... Wajahnya lunglai. Wajahnya tampak khawatir. “Udah beres. Kesh!” puji Cecil tulus. Yah.” Dengan sigap Kesya mengangkat ekor gaun Cecil. “You’re the queen for tonight. Cil?” tanya Kesya. Cecil memang tampak seperti ratu. Dia sendiri hanya bisa makan beberapa suap.. Kesya menghampiri Cecil untuk memeriksa keadaannya. Tapi. Repot banget harus pipis sambil mengenakan baju pengantin yang megar begini. aku mau pipis. gawat!” bisik Cecil. Kesya jadi berpikir. “Aduh. Ingat peraturan penting sebagai bridesmaid: tidak boleh tampil lebih cantik daripada si pengantin perempuan.. Cocok sekali untuk seorang drama queen seperti Cecil... Mungkin perasaan bahagia itu yang membuat Cecil jadi tampak lebih cantik. sebelum Kesya makan.” Marco tersenyum dan mengelus sayang rambut Kesya... dia juga jadi tegang sekali...” bisik Cecil. dia baru saja mengajarkan beberapa trik yoyo kepada Jason.. aku harus segera ganti baju.mata palsu yang dipasangan si make-up artist terlepas dan itu membuat mata Cecil perih luar biasa! Kesya membawakan nasi kotak untuk Cecil dan Alo. ketika kita menikah. aku bantuin.” Kesya membereskan nasi kotaknya.. “Kenapa?” Kesya jadi ikutan berbisik. “Nanti. Hhmmm. Cantik! Memesona! Menawan! Mungkin karena kebahagiaan yang dia rasakan pada malam ini meluap dari tubuhnya. nggak bisa makan lagi. Gaun pengantin yang indah. dia kan memang tidak sempat mandi lagi. si make-up artist sudah memberitahunya agar segera mengganti baju dengan gaun bridesmaid bustier pink-nya. “Lagi pula. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin untuk acara sorenya..” balas Kesya merendah.” Tadi.

.” Kesya mengangguk... Lebih indah! “Kesh. Apa saja akan dilakukannya untuk si pengantin wanita! Marco tersenyum. Lebih spesial. “Ya. Sejak tadi dia menemani Alo yang tidak berhenti tersenyum dan membalas semua ucapan selamat dengan senyum yang lebih lebar lagi. “Yuk. si decoration artist. ya. Kesya sudah pernah datang ke gedung ini. ketika harus menemani Cecil dan Alo berdiskusi dengan Pak James. “Ayo... Kesya menarik napas dalam-dalam.. Marco berdiri dan mengambil jasnya. Seperti tadi. Cecil menatapnya sambil tersenyum.. Alo berdiri dan mencium pipi Cecil sekilas. Harum bunga segera memenuhi seluruh jiwa Kesya. Lebih istimewa. Cecil dan Alo langsung masuk ke ruang tunggu sementara Kesya dan Marco masuk ke ruang resepsi. *** Gedung tempat resepsi pernikahan didekorasi sangat megah. nanti kan kita harus menunggu di ruang tunggu pengantin.. “Bisa bantu aku memakai jas?” Kesya mengangguk dan membantu Marco. Marco berdiri dari duduknya. malam ini gedung ini terlihat berbeda... Nuansa bunga pastel bertebaran di sekitar ruangan. Kamu tolong masuk ke ruang pestanya dulu. ya. kita harus berangkat sekarang!” kata Cecil. Tatapannya? Berlumuran cinta. sopir sudah bersiap untuk mengantarkan mereka ke tempat resepsi.” panggil Kesya. Ruangan itu bukan lagi ruangan biasa-biasa saja yang pernah Kesya lihat.. Cecil menjulurkan lidah.” ujarnya. ruangan itu telah bertransformasi menjadi ruangan paling indah yang pernah Kesya lihat. Ketika masuk. “Nanti aku temani deh.Cecil mencium pipi Kesya. Lalu dia membiarkan Marco menggandengnya dan mereka keluar menuju mobil pengantin. Kesya langsung lupa untuk menarik napas. Membuat mata yang memandang terasa teduh dan damai. meninggalkan Kesya dan Marco. “Wooi! Sabar dulu! Kalian masih harus tersenyum dan menyalami semua orang di acara resepsi nanti!” godanya. “You are the best bridesmaid in this world!” pekiknya girang luar biasa. Kemudian dia menggandeng tangan Alo keluar.” Tak urung Kesya tersenyum juga melihat reaksi Cecil. Tapi. please make sure that everything is okay. Malam itu. Marco tersenyum melihat kelakuan Cecil dan Alo. ya. meledek Marco. .. Jam empat kurang.. Sayang.. Sayang. Dirangkai dengan cantik dan penuh gaya.

.. Kesya. Seakan kristal-kristal kemilau itu memaksa semua mata yang hadir untuk memperhatikan mereka. Cecil menyambut mereka dengan cemas. Memuji-muji dan menyanjung-nyanjung mereka.” panggil si pembawa acara.” Ini dia orangnya. Untung ia ingat bahwa hal itu berisiko membuat bulu matanya terlepas lagi. dia juga memakai korsase baby’s breath dan kulitnya gatal-gatal selama dua hari! “Cil.. Kesya tersipu dengan pernyataan Pak James. Memang hari ini semuanya bertaburan cinta! Kembali ke ruang tunggu.. Cecil dan Alo juga pasti suka sekali. .. “Saya yakin. Ada baby’s breath di sana! Dan kulit Kesya paling sensitif kalau bersentuhan dengan baby’s breath. “Bagaimana?” tanyanya..” puji Kesya. “Perfect!” Dia menunjukkan beberapa foto yang sempat dia ambil lewat ponselnya. Sungguh perpaduan yang unik.. Dia menanggapi perkataan Pak James dengan merangkul Kesya denga mesra. tempat biasa pengantin dan keluarga melangkah masuk. kamu pakai korsase ya. Marco tersenyum. Ingin minta izin untuk tidak mengenakan korsase itu. “Hai. Marco juga ikut menjabat tangan Pak James dan memperkenalkan diri. kulitnya tidak menyukai baby’s breath. Kseya sendiri juga sangat menyukai tampilan bunga putih kecil itu. Kesya tahu baby’s breath adalah bunga yang sangat cantik. “Bagus sekali. Itu belum seberapa! Kilau kristal Swarovski membuat ruangan itu tampak elegan. saya juga bersedia menangani dekorasi ruang resepsinya. “Hai. “Kalau nanti kalian menikah. Kesya memandang korsase itu dengan ngeri.” Kesya menjabat tangan si jenius ini dengan erat. Amat sangat indah! Pak James memang jenius.Mengisi paru-parunya dengan wangi yang cantik dan menenangkan itu. Sementara Alo hanya menanggapi foto-foto itu dengan senyum yang lebih lebar lagi.” Dia menyerahkan sebuah korsase besar kepada Kesya. saat Kesya baru lulus SMA. “Kesya. “untuk acara malam ini. Representasi nyata dari kepribadian Alo yang bersahaja dan Cecil si drama queen! Kesya melangkah dan merasakan pijakan lembut di bawah sepatunya. Pak James.. “Sudah beres semua?” Kesya tersenyum. “Bagus banget!” Cecil hampir menangis.” ujarnya sambil melirik Marco. Dia menunduk dan terpana melihat taburan kelopak mawar putih menjadi pengganti karpet merah.” Kesya memandang sekeliling dengan perasaan kagum yang tidak dapat ditutup-tutupi. Ketika prom-nite.” Kesya menghampiri Cecil. Pak James. Pak James tersenyum merendah. tapi.

Sayang?” tanya Marco khawatir. Cecil dan Alo mengangguk mantap. Cecil langsung berdiri di sebelah Alo dan mendorong Kesya berdiri di sebelah Marco. Kesya tersenyum dan mengangguk kecil. “Sudah siap?” bisik Marco menirukan si pembawa acara. Sepertinya Cecil lupa bahwa kulit Kesya alergi terhadap bunga cantik itu. Kesya merasakan tangannya gatal-gatal. Dia lalu melepaskan korsase itu dan. Kesya tersenyum lemah kepada Marco.“Ayo. “Sudah siap?” tanya pembawa acara. entah apa yang dia lakukan. “Kenapa. memasang korsase itu dengan manis di baju Kesya.” bisik Kesya lemah. dear. “Thanks. Marco memperhatikan lingkaran merah yang mulai terpeta jelas di pergelangan tangan Kesya. Kulitku sensitif sama baby’s breath.” Cecil menarik tangan Kesya dan memakaikan korsase itu.” Kesya sangat bersyukur. . “Korsasenya. Kita sudah harus siap-siap. Kesya.

negeri dongeng. Ingat. Dia tahu bagaimana lagu itu bisa menjadi lagu kenangan Alo da Cecil.. Dengan Marco di sampingnya. Kali ini dengan penerangan lampu redup. Dia turut bergembira bersama Alo dan Cecil.. Menjadi bagian dari sejarah hubungan Alo dan Cecil. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Dan dia tersenyum menyadari betapa banyak yang dia ketahui dari pasangan Alo dan Cecil. Kesya tersenyum.. hidupnya terasa sudah penuh. Semua mata seakan terpusat pada dua insan yang tengah berbahagia. dan melangkah mantap di belakang AloCecil. Kesya juga dapat merasakan pancaran aura yang kuat itu. Kesya berpaling dan mendapati DeeDee tengah mengacungkan dua jempol ke arahnya..17 LAGU I Want to Spend My Lifetime Loving You.. Membuat suasana jadi terasa sangat romantis.. Ruangan indah itu tampak lebih indah lagi bagi Kesya. Saat melangkah pelan. lalu kembali fokus ke jalan di depannya. ini pernikahan Cecil dan dia hanya jadi bridesmaid. ah. Pasangan yang saling melengkapi. “Ssstt. Itu lagu kenangan Alo dan Cecil. Pancaran aura cinta yang begitu kuat menyebar dari Alo dan Cecil. Sepertinya dia tidak sedang berada di dunia nyata. Ssstt. Kakinya sedikit terasa aneh saat menapaki karpet kelopak mawar putih.. Dia tahu lagu itu. Semuanya sudah dipenuhi oleh sosok Marco dan cintanya.” Rasanya ada seseorang yang memanggil Kesya. Tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa di hatinya. Mereka memang pasangan yang sangat serasi. tersenyum.. Kesya memandang Marco.. Kesya mengalami sensasi menyenangkan yang luar biasa. Sepertinya dia sedang berada di. Kesya balas tersenyum. theme song film Zorro mengalun lembut. mengingat tanggal pernikahan mereka sempat diundur.. Banyak sekali tamu yang hadir! Padahal Cecil sudah takut tamu yang hadir hanya sedikit. Peraturan utama menjadi bridesmaid: . Para tamu berdiri merapat.

Mata Kesya terbelalak kaget saat melihat dirinya juga ikut ambil bagian dalam foto-foto itu. hasil karya Marco.. “Sekarang saatnya momen yang sudah ditunggu-tunggu.. Kesya juga ikut naik. lalu turun lagi. Saat Cecil dan Alo harus menyuapkan potongan kue kepada Tante Jessica. Dia berdiri di sebelah Marco. tampak Tante Jessica hanya tersenyum tipis. Kesya tersenyum lebar. “We love you both! Thank you!” ujar Cecil sambil meniupkan ciuman ke arah Marco dan Kesya. Alo? Siap.. yang sudah membaut perjalanan cinta kami jadi terlihat indah dan menarik!” Alo mengacungkan ibu jarinya ke arah Marco.. pemberian kue kepada kedua pasang orangtua pengantin. memberikan potongan kue kepada Cecil dan Alo. bergiliran. saling merangkul. dan saling suap antarpengantin berlangsung meriah. Kesya dan Marco.” Alo mengedipkan sebelah matanya ke arah Kesya. Acara pemotongan kue pengantin. Cecil menutup mata dan merebahkan kepalanya ke bahu Alo. Kesya Artyadevi yang sudah dengan jail merekam adegan pertengkaran kami. Marco tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. “Oke!” Mikrofon kembali diambil alih oleh MC. “WEDDING KISS!” Letupan confetti dan taburan gelembung sabun menyemarakkan acara wedding kiss Alo dan Cecil. Cecil?” Alo dan Cecil. memperbaiki letak ekor gaun Cecil. Saat pemutaran video yang merekam acara pertengkaran Alo dan Cecil. Kesya tersenyum melihatnya. . mengangguk dengan mantap. Hmmm. Siap. Marco menawarkan lengannya dan Kesya menyambutnya sambil tersenyum. dan tersenyum lebar satu sama lain. pasti tidak akan terlihat. Tipis sekali.” ujar MC lalu berbalik memandang layar besar yang entah sejak kapan sudah berada di sana. Inilah cinta sejati yang harus dirayakan dan disuarakan dengan lantang. saya ajak hadirin sekalian untuk menyaksikan perjalanan cinta Alvaro Nikholai Andersen dan Cecilia Almira Saraswati!” Layar besar itu menampilkan foto-foto Alo dan Cecil. Agar semua orang dapat mendengarnya. Agar semua orang juga ikut berbahagia. “Sekarang. “Terima kasih untuk teman-teman kami..Jangan sampai para tamu lebih memperhatikan bridesmaid daripada pengantin perempuan! Iring-iringan Cecil dan Alo sudah menaiki pelaminan... “Dan Marco Raphael Eagen. sehingga kalau tidak di-zoom. Dari barisan pemain musik mengalun lagu indah yang menyemarakkan suasana. “Wedding kiss-nya ditahan dulu ya. saling memandang. Alo mengelus sayang wajah Cecil.

kamu punya rokok?” .. “Rasanya aku pengin merokok deh! Marco.” Marco tersenyum sambil mengecup kening Kesya. “Dia memang cantik sekali...” Cecil minum lagi. Dia memang merasa sangat cantik dalam balutan bustier pink yang seksi dan riasan wajah yang elegan. Kesya terkesiap saat mendapati Tante Jessica tersenyum tulus! Oom Steven mengecup keningnya dan tangan Tante Jessica terangkat membelai lembut wajah Oom Steven. “Thanks. DeeDee mengembuskan napas.. “Takut kalau Cecil butuh sesuatu. “Ini minumnya. wajahku juga udah pegel banget senyum dari tadi.. Kesya juga ikut memperhatikan Alo. “Cintaku ke mana ya?” Lalu DeeDee beranjak pergi. Kesh?” tanya Marco sambil menyentuh lembut lengannya. “Aduh.” Kesya memberikan minuman kepada Cecil dan Alo saat barisan tamu yang memberikan ucapan selamat sudah berhenti. Rupanya wajahnya juga terasa pegal karena tersenyum terus seharian. “di sini juga lebih berlumuran cinta!” Dia mengerucutkan bibir.” Marco ikut tersenyum. Sepertinya Alo minta minum. Marco tertawa terbahak-bahak melihat gerakan senam wajah Alo.. Berdua dengan Marco..” ekor matanya menunjuk ke arah pelaminan. “Kesh!” DeeDee menghampiri mereka setelah selesai menyalami Cecil dan Alo. Alo tampak berusaha menarik perhatian Marco dan Kesya. Mungkin rasa tidak suka itu memang sudah mencair.Semua orang. Kesya tersadar bahwa dia harus membantu Cecil naik ke pelaminan. Kesya membantu mengatur ekor baju Cecil.. Kesya dan Marco mengangguk lalu beranjak mengambil minuman untuk Cecil dan Alo.” puji Alo. Sayang. Sayang. “Aduh. “Stiletto ini bikin kakiku sakit banget!” “Kamu cantik banget pakai stiletto ini. Diam-diam Kesya melirik ke arah Tante Jessica. aku capek banget!” bisik Cecil di sela-sela minumnya.. Memperhatikan Cecil dan Alo yang tidak henti-hetinya menerima ucapan selamat dari para tamu. Kesya mengangguk... Dan.. “Kesh... lalu turun lagi. “Capek banget ya. meletakkan hand bouquet-nya dengan rapi di kursi pelaminan. “Ayo.” Cecil tersenyum. Gadisnya ini benar-benar bridesmaid yang sangat bertanggung jawab. “Kamu cantik banget deh!” Kesya tersenyum. “Mau di sini terus. Kesya mencatat dalam hati bahwa dia harus memberitahukan hal itu kepada Cecil. mereka berdiri di samping pelaminan.” panggil Marco. Sayang.” Marco menyentuh pelan lengan Kesya.” Alo melakukan senam wajah.. “Di sana berlumuran cinta.

Sayang. *** Mingle time! Pada saat ini. dan Marco melotot.. tapi Cecil melotot habishabisan lalu memilihkan sepatu tujuh senti ini. capek juga ya...” bisik Alo. kamu sekarang sudah tidak merokok lagi. Marco duduk di sebelahnya dan memasukkan sebutir permen mint ke dalam mulutnya. Napasnya yang beraroma mint menggelitik telinga Kesya. Cecil dan Alo berbalik dan langsung berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu lagi.” Marco berbisik lembut lalu mencium pipi Kesya. Yang benar saja? Si pengantin wanita mau merokok? “Cecil... Tidak baik mengungkitungkit sesuatu yang buruk di hari yang baik ini. “Hehehe. Tadinya Kesya hanya ingin memakai sepatu tiga senti... Jadilah Marco dan Kesya dua orang “penjual bunga”. “Ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan kesehatanku.” Dia melirik Kesya.. Cecil dan Alo tersenyum. kamu jangan ngaco deh.” bisik Marco. Beberapa sempat menanyakan tentang prahara yang menyebabkan pernikahan Cecil dan Alo harus diundur.. Kesya hanya memberikan penjelasan singkat. ada yang mau salaman lagi tuh. “Just kidding.” Marco mengulurkan satu permen untuk Kesya.. Kesya. Aku mau jaga tubuhku baik-baik supaya bisa terus hidup sehat dan mendampingi gadis cantik itu. “Kesya Artyadevi. yang bukan teman Kesya. “Aku kan udah berhenti merokok.Alo..” ujar Marco. “Aku juga nggak bawa rokok kok.” Cecil tersenyum konyol.” “And who is that lucky girl?” Kesya memancing.” Dia mengelus lembut pipi Alo. Kesya dan Marco kebagian tugas untuk membawakan bunga mawar yang rencananya akan dibagikan Cecil kepada gadis-gadis lajang. “Fiiuh. “Bagi dong...... Marco mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kesya. ya?” Marco tersenyum.” Kesya duduk dan meregangkan kakinya yang pegal akibat sepatu high-heels tujuh sentinya... “Sst. “Aku perhatikan.. Kesya dan Marco turun dari pelaminan. Beberapa gadis lajang teman Cecil.. memperhatikan Marco dengan tatapan yang tidak disukai . Cecil yang memaksanya memakai sepatu itu.. Kesya sempat bertemu beberapa teman SMA-nya dan berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka..

Cecil tersenyum. malah. Kesya memperhatikan tamu-tamu yang hadir. Diam-diam. dan Marco mengikutinya.. Ketika pernikahan Cecil terancam batal. Kesya sudah mulai capek.” Kesya menyentuh lengan Cecil. ya?” Kesya mendengar si teman Cecil yang tidak dikenalnya itu berbisik kepada Cecil. Khusus untuk malam ini saja. Rasanya Cecil The Drama Queen sudah berubah menjadi Cecil The Saint! Cecil beranjak mendekati Finna. Kedua orangtua Cecil juga sangat menikmati acara. Kesya. Tante Renata dan Oom Balgi tampak berbincang dengan beberapa sahabat mereka.” Kesya hampir tidak percaya akan apa yang didengarnya. Bahkan ada yang dengan sengaja menyelipkan kartu namanya ke dalam genggaman tangan Marco! Kesya kesal sekali. Tampaknya Finna tidak ingin kehadirannya diketahui.. Berbincang kepada hampir semua tamu yang hadir..” Cecil menoleh ke arah yang ditunjukkan Kesya. Dia merangkul pinggang Kesya lalu menyelipkan kartu nama yang baru didapatnya ke tangan Kesya.. Merasa menang. Yah. Jangan sampai dia mengacaukan segalanya. Tidak berbincang dengan siapa pun. hanya minum segelas air mineral. Kesya tersenyum senang. “Cil. gimana juga dia kan masih keluargaku. ini kan pesta Cecil. Jumlah bunga dalam keranjang bunganya mulai berkurang.. “Ada Finna. Cecil? So wise! Setelah apa yang dilakukan Finna terhadap persiapan pesta pernikahan Cecil—membuat bete Pak James. . Alo. Finna menunduk ketika melihat rombongan Cecil-Alo-Kesya-Marco mendekatinya. Kesya memperhatikan bahwa selama acara berlangsung. Terlalu sopan dan kaku. Yah. Tiba-tiba mata Kesya menangkap sesosok wanita yang dikenalnya. orangtua Cecil dan Tante Jessica hanya bertegur sapa dengan sopan. membuat marah Madame Daphne. “Kok dia bisa ada di sini? Bukannya dia seharusnya di penjara?” tanya Kesya bingung. sampai hampir membuat Cecil dan Alo batal menikah—Cecil masih sangat mengharapkan kehadiran Finna. tidak makan. Cecil dan Alo masih beredar. mereka berdua sempat sangat sedih dan kesal kepada Tante Jessica. bestman-nya sudah punya pacar. Dia berusaha keras tidak menampilkan wajah kecewa atau cemberut. Sementara itu.. Bahkan sampai menjaminnya keluar dari penjara! Kesya tersenyum. supaya dia bisa menghadiri pestaku. Marco tersenyum lembut melihat wajah Kesya.Kesya. Dia berdiri di pojok yang agak gelap. Cecil mengangguk sambil tersenyum dan temannya tampak kecewa. “Cil. “Aku yang menjamin dia keluar. Penampilannya kusut dan terlihat lelah. tapi tampaknya Cecil belum ingin kembali duduk. Semuanya tersenyum gembira menyambut kebersamaan Alo dan Cecil.

. “Habis ini giliran kalian ya. *** Cecil dan Alo kembali ke pelaminan.. “atas apa yang telah aku perbuat. tapi semuanya tampak sangat alami bagi mereka berdua. “Capek.” Cecil minum lagi lalu tersenyum manis kepada Alo. Kesya belum pernah berdansa dengan Marco.” ujarnya terbata. Seolah mereka memang telah ditakdirkan untuk berpasangan. Jeppreetttt! Kilau flash menyadarkan mereka berdua. Menyuarakan kalimat cinta yang bergaung dengan megah. Tampak berusaha keras menahan diri untuk tidak mencium Kesya. “Shall we dance. Setelah satu lagu selesai. Kesya tersenyum.” bisiknya tulus. “Terima kasih sudah mau datang. Dia mengambil setangkai mawar dan memberikannya kepada Finna. Kesya membalas tatapan Marco. mengambilkan minuman untuk kedua mempelai. Membentuk senyum seksi yang sangat disukai Kesya.. atas inisiatif sendiri. Marco dan Kesya...” bisiknya. Marco menatap Kesya denagn lembut.” Air mata tergenang di pelupuknya saat dia bergantian menatap Alo dan Cecil. Cecil mengembuskan napas. Marco mengulurkan tangan kepada Kesya.“Finna!” Cecil menyapanya sambil tersenyum. Sudut bibirnya terangkat sedikit... Cecil tersenyum. Mereka bergerak dengan harmonis... Hope both of you will be happily ever after. “Sekarang acara first dance dari kedua mempelai.. “Semoga kamu juga cepat menemukan true love-mu... Senyum yang tulus.. kembali memeluk Finna. Mereka juga minum banyak sekali. Mereka tidak berbicara. . Finna tampak salah tingkah.. princess?” tanyanya sopan. Benar-benar true love.. Dia menyambut uluran tangan Alo dan melangkah turun ke lantai dansa. Ini kan love song dari film The Lion King! Kesya menyambut uluran tangan Marco.” bisiknya pada Marco dan Kesya. Wajahnya tampak kelelahan. Napasnya tertahan saat melihat Marco mengatupkan bibirnya kuat-kuat. “Kalian benar-benar pasangan serasi. Kesya mencari asal kilau flash dan melihat Jansen sedang tersenyum gugup memandang mereka.. Mata Kesya terpaku pada bibir Marco. Sayang?” Alo mengelus lengan Cecil. hanya mata mereka yang berbicara satu sama lain. tapi kemudian membalas pelukan Cecil.” Cecil memeluknya erat.. “Sedikit.” MC mengumumkan. “I’m really sorry. Lagu Can You Feel The Love Tonight mengalun lembut.

” ujar Tante Jessica dengan ringan. yang juga melihat respons Tante Jessica. Max!” sapa Kesya. Kesya tersenyum kecil... Senyum tersungging di bibirnya. “Hai. DeeDee tersenyum lebar.. . Dia lebih terkesiap lagi saat melihat Tante Jessica tersenyum tulus kepadanya.. Segala kerepotan yang harus dialaminya menjelang persiapan pernikahan Alo dan Cecil terbayar lunas melihat kebahagiaan yang terpancar pada malam ini. Dia masih memperhatikan Jansen.” Kesya juga tergelak. “Sori ya.” Kesya menoleh dan mendapati DeeDee tengah berdansa dengan seorang lakilaki. Tante Renata dan Oom Balgi.. sekaligus mantan pacar DeeDee. Segala perseteruan dapat diatasi dengan cinta.. Jansen membalas senyumnya dan. Semoga gadis manis itu true love-nya Jansen. “Dia tidak akan pernah terbiasa dengan kehadiran kamu ya.. Seorang gadis manis tampak membantu lelaki itu mengambilkan kamera yang terjatuh. Tanpa terasa. Cil.. kameranya tergelincir jatuh dari tangannya! Marco tergelak.Kesya melambai dan tersenyum ke arah Jansen. Max itu adik kelasnya juga.” panggil Marco.” Oom Steven tersenyum lembut kepada Tante Jessica dan mereka berdua berputar-putar lagi.. Musik yang mengalun terdengar samar-samar. Tampak Tante Jessica dan Oom Steven berdansa di dekat Cecil dan Alo. Kesya dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka. Kesya senang dapat ambil bagian dalam pernikahan ini. Semua kelelahan dalam membantu Alo dan Cecil dalam mempersiapkan hari indah ini juga terbayar lunas akan kehadiran Marco di sisinya. “Mama nggak sengaja.. Alis Kesya terangkat. dan perlahan-lahan berputar menjauh dari Kesya dan Marco. Cecil tersenyum lebar dalam dekapan Alo... Semuanya berakhir dengan indah. Cecil berpaling dan terkesiap melihat Tante Jessica. “Ssst. Tanpa sengaja bahu Cecil membentur bahu Tante Jessica. Marco mengajaknya ke sebuah taman. “Masih ingat sama Max?” tanya DeeDee. Kesya juga ikut tersenyum. Laki-laki yang dipanggil Max tersenyum ceria kepada Kesya dan Marco. sepertinya keduanya sudah pacaran lagi. Melihat kedekatan yang mereka tunjukkan saat ini. “coba lihat itu..” Kesya melihat ke arah yang ditunjuk Marco. tidak jauh dari gedung pesta. Kesya dan Marco berputar-putar keluar dari ruangan pesta.. tersenyum lega satu sama lain. “Sayang.

“will you marry me?” . Mata Kesya membulat.. Perancang perhiasan favorit Mama. “Dan gelang ini?” Kesya mengangkat tangannya. “Lihat ke atas deh. Meet my mom.. “kamu dapat dari mana?” “Halo.. Diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api.. Tapi tiba-tiba..” Mata Marco menatapnya lembut.. “jadi. Langit Jakarta! keluhnya. film kesukaannya.” ujar Marco kepada Ibu Lidya Sostronegoro. “I love you so much..” ujar Marco sambil perlahan-lahan berlutut.. Pyaarr! Langit malam jadi terang benderang. “Kesya. Now and then. Itu gelang berhiaskan motif butiran salju yang disukainya! Gelang yang tidak berhasil dibelinya saat lelang dulu! “Gelang ini.. ini Kesya.” jelas Marco. “Ma. Kesya berpaling. “Mama memakai nama gadisnya.” Sebuah suara mengejutkannya.” ujar Marco sambil tersenyum...” tanyanya heran. “Hai. kok kita sudah di sini?” tanyanya bingung. “Kesya Artyadevi. Kesya. Samar-samar Kesya mengenali lagu tersebut berasal dari film A Midsummer’s Night Dream. She is also your biggest fans. Susah lihat bintang di sini. dia memperhatikan keadaan taman di sekelilingnya. Kesya hanya bisa melongo heran.. Lampu taman berwarna kuning keemasan mencerahkan suasana taman malam itu. Matanya menangkap kilau indah dari gelang yang dikenakannya. Tangannya bertaut dengan tangan Marco. Soalnya nama belakang Marco kan Eagan. terdapat beberapa musisi yang sedang memainkan musik klasik yang indah. “Lho.” Kesya masih terkejut. dan di hadapannya berdiri Ibu Lidya Sostronegoro.” sapa Marco. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Kesya... Sambil tersu berdansa. “Jadi. Dia mengangkat tangannya dan terkesiap.” bisik Marco. Lidya Sostronegoro..” Dada Kesya meletup-letup bahagia. pacarku. Kesya merasa ada sesuatu yang terpasang di tangannya..Kesya mengernyit. Terkejut. Kesya tersenyum. Ketika terhanyut oleh alunan masuik... Ibu Lidya Sostronegoro itu mama kamu?” Marco mengangguk.. sedangkan Ibu Lidya memakai nama Jawa..” Marco tersenyum lembut. Kesya menengadah dan sedikit kecewa karena tidak menemukan bintang di sana. Sayang.. Ma. Dari sebuah gazebo... I promise to always be at your side. Dia berhenti berdansa dan menengadah menikmati keindahan langit.. dear.. Kesya tak menyangka. “Kesya.... “Jadi punya kamu. Sayang.

Kesya mengangguk. “I’m happy for you. Tapi. Mata Kesya mencari-cari sosok DeeDee. Biar malam ini jadi milik Alo dan Cecil sepenuhnya.Kesya menatap Marco. sepertinya mereka sudah pulang duluan. Senyum lebar menghiasi wajahnya dan dia mengangguk perlahan. Papa dan Mama? Hmm. Pyaarrr! Langit malam kembali diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api. Marco berdiri dan memeluk Kesya dengan erat. Marco memang yang terbaik untuk kamu. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum lebar menyaksikan kebahagiaan Kesya dan Marco.. “Marco baru aja melamarku!” bisiknya sambil tersenyum lebar. Setengah berlari. will you be my bridesmaid?” pintanya. “Dee!” panggilnya saat sudah berhasil menemukan gadis itu. “I’m getting married!” DeeDee tersenyum lebar dan memeluk Kesya erat. Mata DeeDee membulat. Kesya menghampirinya. ..” bisik Marco. “Dee. dia harus memberitahu seseorang tentang lamaran Marco.” Kesya mengangguk.. *** Ruangan pesta mulai lengang. “Nanti saja kita beritahu Alo dan Cecil.. Tamu-tamu mulai beranjak pulang. Besar sekali. Kesya memperhatikan Alo dan Cecil yang masih tersenyum bahagia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful