The Bridesmaid’s Story

IRENA TJIUNATA

Ucapan Terima Kasih

Hai!!! Ketemu lagi di novel saya yang kedua ini. Senang sekali akhirnya novel ini bisa terbit.  Saya mulai menulis novel ini tahun 2006. Rencananya, The Bridesmaid’s Story adalah sebuah kisah yang dapat mengenang kerepotan yang terjadi menjelang pesta pernikahan saya pada tahun itu. Akan tetapi, karena saat itu saya sedang sibuk menyelesaikan kuliah S2, ribet mengurus suami dan anak yang ketika itu masih bayi, jadilah penyelesaiannya tertunda sampai tahun 2009 kemarin. Bab-bab terakhir novel ini juga saya selesaikan di rumah sakit sambil menjaga anak saya yang sedang diopname. Pokoknya, novel ini benar-benar penuh kenangan! Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai saya dalam setiap proses penulisan. Terima kasih atas bakat yang Kaulimpahkan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya, terutama kepada:  Mama tercinta Sialy Maria (yang telah banyak membantu dalam merawat dan mengasuh Oscar, terutama saat saya sedang sibuk berat)  Suami tersayang Ronal Octavianus (yang telah memberikan pernikahan terindah untuk saya)  Anak terganteng Oscar Asairo Hogan (yang telah mencerahkan hari-hari saya dengan senyum gantengnya). Mereka adalah pusat semesta saya, pusat eksistensi saya, dan pusat seluruh hidup saya. Love you all so much! Terima kasih juga buat editor saya Mbak Vera yang sangat sabar menghadapi saya. Mungkin saya penulis paling cerewet yang pernah ditemui Mbak Vera ya. Hehehe... Thanks ya, Mbak! Terima kasih juga buat Mbak Maryna, yang sudah menggambar ilustrasi cover novel ini. Akhirnya, kesampaian juga cita-cita saya punya novel yang covernya digambar Mbak Maryna. Thanks ya, Mbak Ryna!

Tak terlupa, terima kasih banyak buat GPU yang telah menerbitkan novel kedua ini. Setelah ini, tolong terbitkan novel ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, ke..., ke..., ke... berikutnya ya!  Juga, terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca novel saya ini. Saya sangat bersyukur akan apresiasi dari kalian, baik yang nitip salam untuk tokoh-tokoh novel saya, yang memberikan pujian, yang memberikan komentar, bahkan yang mengkritik. Terima kasih semuanya! Saya akan selalu berusaha memberikan hanya yang terbaik bagi kalian. Janji!

Irena

! “Haahh?!” Kesya Artyadevi. Lima menit lagi aku akan jemput kamu!” “Iya. belum sadar sepenuhnya. “Kesya. Kesya jadi sadar seratus persen dari tidur panjangnya. Jiwanya masih sibuk berkelana di dunia mimpi. Heran juga sama gadis yang satu ini. dia duduk di depan meja rias.. Ngapain sih pagi-pagi begini telepon? Aku masih capek nih!” protes Kesya. sifat nggak sabaran Cecil bukannya sembuh malah betah bermukim di pribadi gadis itu.. Aku udah bangun.. Dia bangun dari ranjang.. pemilik suara serak tadi. Kriingg. Kesya menghela napas. ketika mereka sama-sama telah menginjak usia 26 tahun.. Tumben Cecil semangat amat. . “Iya. “Iya iya.1 KRRIING. Dia baru tidur jam dua pagi karena harus menyelesaikan pesanan perhiasan dari seorang pelanggan. menggeliat sebentar. Dia sendiri masih ingin meringkuk di dalam selimutnya. Dia berjlana ke kamar mandi yang juga terletak di dalam kamarnya. lalu melepas baju tidur. Pasti si Cecil lagi. tapi aku mandi dulu ya. tidak memedulikan protes Kesya. sahabat Kesya sejak TK. Kesya menghela napas. Kesya sudah menjadi sahabat Cecil sejak mereka sama-sama duduk di bangku TK.” “Oke! Tapi nggak pake lama. Krriingg.. masih dengan suara serak. tapi sampai sekarang. “Kesh.” Kesya meletakkan teleponnya. Cil. Memangnya siapa yang mengangkat telepon kalau bukan Kesya? Lagi pula.. diteriaki dengan suara kencang seperti itu. Setelah semuanya selesai. temani aku sarapan ya! Sekalian ada pengumuman penting yang mau aku kasih tau!” Cecilia Almira Saraswati. Dahi Kesya mengernyit bingung. ini Cecil! Kamu udah bangun belum?!” Tentu saya Kesya sudah bangun.. Bersiap untuk mempercantik wajahnya.

Kesya mengangkat telepon dan langsung menyambar, “Iya, Cil. Aku udah siapsiap kok...” “Ehm, hhaa... llooo... Kesya...” Jantung Kesya berdetak dua kali lebih cepat daripada sebelumnya saat ia mendengar suara yang sama sekali berbeda dengan suara Cecil yang meledak-ledak. Suara ini terdengar gugup, suara gugup yang disukai Kesya. “Ehm... Jansen... tumben telepon pagi-pagi. Ada apa?” “Oohh... ehm... nggak apa-apa sih. Cuma... cuma pengin denger suara kamu...,” sahut laki-laki gugup yang dipanggil Jansen itu. Walau cuma begitu, Kesya sudah senang banget. “Kamu... kamu lagi ngapain?” Jansen bertanya. “Lagi siap-siap. Cecil minta ditemenin sarapan.” “Ooh gitu...” Kesya terdiam. Kehabisan bahan pembicaraan. “Oh ya... foto kamu sudah jadi. Kapan kamu mau ambil?” Kesya tersenyum. Jansen seorang fotografer. Fotografer pribadi Kesya, tepatnya. Hehehe... Entah mengapa, kalau Jansen yang mengabadikan gambar Kesya, pasti jadinya akan bagus sekali. “Oh... yang waktu itu ya? Gimana? Bagus?” “Ya... ya pasti bagus lah. Kamu... Kamu kan ayu...” Suara Jansen terdengar berdeguk. Seperti suara seorang yang sedang menelan ludah. Kesya tersenyum kecil. Diam-diam menikmati kegugupan Jansen. “Oke deh. Nanti kalau keburu, pulang dari ketemu Cecil aku ambil deh.” “Oke kalau... kalau begitu. Udahan dulu deh... Sampai... sampai nanti ya...” Ting tong... Masih sambil tersenyum kecil, Kesya membuka pintu. “Morning, Kesya...” Cecil langsung memeluk Kesya dengan hangat. Kesya tersenyum lebih lebar lagi. Cecil selalu begitu. “Kamu sudah siap, kan?” tukas Cecil, tanpa memperhatikan senyum Kesya yang masih lebar banget. Tampaknya Cecil benar-benar punya pengumuman penting pagi ini. Kesya mengangguk. Dia mengambil tasnya kemudian keluar mengikuti Cecil. Jalanan Minggu pagi masih lenggang. Sudah jelas! Siapa sih yang mau bangun pagi-pagi di hari Minggu? Setelah satu minggu bekerja gila-gilaan, hari Minggu adalah hari “balas dendam” untuk tidur sampai puas! Kesya duduk di samping Cecil. Sebenarnya dia masih ngantuk banget. Kemarin malam dia terpaksa menyelesaikan rancangan kalung dari seorang anak konglomerat. Pesanan itu bisa dibilang dadakan juga, tapi bayarannya lumayan. Makanya Kesya mati-matian menyelesaikan rancangan kalung itu sampai larut malam. Mereka sarapan di kafe dekat apartemen Kesya. Seporsi nasi goreng dan secangkir kopi latté cukup menyegarkan mata Kesya. Cecil hanya memesan

semangkuk bubur ayam. Kesya melirik mangkuk bubur ayam Cecil, lalu matanya beralih ke tubuh langsing Cecil. Kesya menggeleng, dirinya tidak mungkin akan kenyang kalau cuma makan bubur ayam seperti itu. “So? Pengumuman penting apa? Kamu dapat promosi di kantor? Kamu menang undian satu miliar? Kamu dapat hadiah undian jalan-jalan keliling dunia? Atau malah jalan-jalan keliling Planet Mars?” tanya Kesya sambil menyuap nasi gorengnya. Rambutnya terlepas dari selipan telinganya. Jatuh terjuntai lemas menutupi pipinya. Kesya kembali menyelipkan rambutnya ke balik telinga. Cecil tersenyum. Tangannya juga ikut terangkat dan menyibak rambut keritingnya. Mata Kesya menyipit. Apa itu di jari manis Cecil? Cincin? Cincin berlian?! Kesya melotot. Napasnya tertahan, matanya berbinar-binar, menangkap kebahagiaan di wajah Cecil. “Cecil...” Cecil mengangguk penuh semangat. Tawanya lebar sekali. Kesya sampai silau melihat cerahnya senyum itu. “Iya! Aku dilamar Arlo kemarin!!!” ujarnya penuh semangat. Mata Kesya berkedip-kedip haru. Akhirnya! Akhirnya!!! Setelah sepuluh tahun pacaran. Setelah sepuluh tahun yang penuh badai topan (mengingat Cecil adalah drama queen yang sangat emosional). Setelah sepuluh tahun putus-sambung. Akhirnya mereka akan menikah juga! “Selamat!” Kesya merangkul Cecil. “Aku senang sekali! Gimana ceritanya?” Cecil masih tersenyum lebar. “Aku udah cerita kan, kemarin kami ikut tur keliling kota tua...” Kesya mengangguk. Hari Sabtu kemarin, Alvaro Nicholai Andersen, biasa dipanggil Alo—yang karena kesibukannya mengurusi perusahaan keluarga di Singapura lebih banyak berada di negeri Singa itu—pulang ke Jakarta dan mengajak Cecil tur keliling kota tua Jakarta. “Waktu lagi liat-liat di dalam museum, Alo bilang dia mau ke toilet. Lalu, tibatiba, aku dengar ada yang manggil-manggil namaku dari pengeras suara. Ternyata itu Alo. Dia pake megaphone punya si tour guide. Aku kaget banget. Dia bilang, „Cecil, will you marry me?‟ Kemudian, dia berlutut di hadapanku dan membuka kotak cincin ini.” Cecil memperlihatkan sebentuk cincin berlian yang indah sekali. Sebagai seorang perancang perhiasan, Kesya tahu benar kualitas cincin itu. Buatannya benar-benar halus dan sempurna. Alo benar-benar tahu cara mengambil hati Cecil. Apalagi acara lamarannya yang menarik perhatian banyak orang seperti itu. Seorang drama queen seperti Cecil pasti akan sangat senang mendapat perlakuan seperti itu. “Jelas aku nggak bisa nolak. Aku juga nggak bisa bilang apa-apa. Aku speechless saking kagetnya. Aku cuma bisa ngangguk. Terus Alo memasang cincin ini dan

mengangkat tangan aku, terus... dia cium aku...” Cecil melanjutkan ceritanya sambil tersipu-sipu. Tangannya kembali terangkat, menyentuh rambut keritingnya, sekaligus memperlihatkan cincin pertunangannya. Kesya tertawa. Walaupun tersipu malu begitu, dia tahu banget Cecil pasti sangat menikmati perhatian orang-orang. “Semua orang ngeliatin kami begitu. Semua orang tepuk tangan dan kasih selamat ke kami. Aku senang sekali...” Kesya tersenyum. Dia ikut bahagia melihat binar di wajah Cecil. Sahabatnya ini benar-benar sedang bersinar bahagia. Kesya dapat merasakan aura kebahagiaan yang terpancar kuat dari seluruh pori-pori tubuh Cecil. “Lalu, kapan big day-nya?” “April tahun depan!” desah Cecil bahagia. Kesya menghitung dalam hati. Sekarang bulan Oktober, berarti hanya tersisa enam bulan. “Udah mulai ngurusin segala pernak-perniknya? Katanya repot banget tuh...” Kesya mengutip artikel-artikel yang pernah dia baca di majalah pernikahan. Menurut artikel itu, setidaknya satu tahun sebelum hari pernikahan, semua persiapan harus sudah mulai dilakukan. Mulai dari pemesanan gedung, gaun, gereja, katering, ini, itu... banyak banget deh! Cecil menggeleng. “Belum lah. Baru juga dilamar. Makanya aku butuh bantuan kamu...” Alis Kesya terangkat. Dia menangkap maksud tertentu dalam nada suara Cecil. “Aku mau kamu jadi bridesmaid-ku,” ujar Cecil sambil menggenggam tangan Kesya. “Kamu sudah jadi temanku sejak kita masih TK, masih sama-sama ingusan, dan masih sama-sama suka nangis kalau ditinggal mama-mama kita. Selama ini, kamu sahabatku yang terbaik. Kamu yang paling ngerti aku. Kamu juga yang paling tahu perjalanan pacaranku sama Alo. Kamu yang paling pantas jadi bridesmaid-ku. Mau ya, Kesh...” Kesya menghela napas. Mendengar pernyataan Cecil seperti itu, ditambah tatapan memohon dan mata yang bersinar sayu, siapa yang bisa menolaknya? Lagi pula, dia memang akan dengan senang hati ikut ambil bagian dalam hari besar sahabatnya. Tanpa diminta menjadi bridesmaid pun, dia pasti akan membantu Cecil. Kesya mengangguk dan tersenyum. Cecil tersenyum lebih lebar dan merangkul Kesya erat. *** Saat Kesya kembali ke apartemennya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Biasa deh, kalau sudah pergi dengan Cecil, Kesya pasti tidak bisa pulang cepat. Ada aja alasan Cecil untuk menahannya berlama-lama di jalan. Cecil juga

” jawab Kesya juga tanpa suara... “Iya nih. Kesya terpaksa memecah konsentrasinya antara menjawab pertanyaan Jansen dan menjawab pertanyaan Cecil... Sahabatnya memang agak antipati dengan Jansen. kok lama banget?” Cecil bergerak-gerak di hadapan Kesya. “Ka... Menurut Cecil. aku tunggu-tunggu.. Belum sempat dia membukanya.. “Halo. Tadi pagi kan aku udah bilang foto kamu sudah jadi.” Suara gugup Jansen terdengar dari ujung sambungan..” kata Cecil pada Kesya.. “Mau ngapain sih?” Kesya menggerakkan bibirnya tanpa suara sambil melotot sebal. tampak kesulitan mengatur napas. “Eh. tapi kamu nggak pulang-pulang..” Kesya kembali berbicara dengan Jansen... aku tadi udah selipin di bawah pintu apartemen kamu. sambil tersenyum jail.. Masih ada satu lagi sih. iya ya. tahu apa sih dia? “Aku pengin denger dia ngomong apa.” “Dua jam? Selama itu?” Kesya terkejut.. Dia akan menginap di apartemen Kesya.. tentu tanpa suara. Kalau udah keluar pasti lama.. “Memang kamu mau ngapain ke rumahku?” “Aku.. Hehe. tadi nggak kepikiran telepon kamu.” . “Aku.. kamu lagi ada di mana?” “Nyalain speaker phone-nya.ikut.. Wajahnya tampak tidak sabar... Suara Jansen terdengar dengan jelas oleh Cecil...” Tawa Jansen terdengar serbasalah.” jawab Cecil tanpa suara. biasa deh Cecil... tapi tadi aku lupa bawa.. tapi.. Kesh... udah hampir dua jam.” “Ha. aku mau nganterin foto kamu. “Aku.. apa tuh?” Cecil memungut sebuah amplop cokelat besar dari lantai. aku tadi ke tempat kamu. “Siapa?” tanya Cecil tanpa suara. tapi. Cecil merebut ponsel Kesya dan menekan tombol speaker phone.. tapi. sekarang fotonya di mana?” “Aku... halo. “Cecil!” bisik Kesya sambil melotot tajam ke arah Cecil.. Jansen sama sekali bukan tipe pacar yang cocok untuk Kesya.” “Kok. Rencananya mereka akan membicarakan konsep pernikahan Cecil yang tinggal enam bulan lagi.”Kenapa kamu nggak telepon aku aja?” “Oh. “Jansen. lagu Love of My Life mengalun lembut dari ponsel Kesya. udah. Itu nada dering pribadi untuk Jansen. Cecil terkikik geli mendengar napas Jansen yang Senin-Kamis. “Aku baru pulang nih sama Cecil.. Kesya mengambil amplop itu dari tangan Cecil..” “Terus..” Jansen terdiam.

. Kesya mencubit paha Cecil.” ujar Cecil saat melihat keruh di wajah Kesya. “Oh. “Oh. “Cecil! Kamu nih apa-apaan sih? Kenapa kamu ngetawain Jansen gitu?!” geramnya.. kapan-kapan aku ambil fotok uyang lainnya ya. berusaha menyelamatkan Jansen. Tapi.. badan kurus kerempeng. Kesya mendapat undangan plus tiket ke Jepang. meledaklah tawa Cecil. Saat itu ada pameran perhiasan emas di universitas tempat dia belajar dulu.... “Oke deh. ehm.. Kesya yang ayu. Parah banget si Jansen ini! Masa dia percaya begitu saja omongan ngawur Cecil? “Nggaklah. Cecil tetap cekikikan geli. Betul. Terus tadi? Kesya yang ayu?! Well.. fotografer kikuk yang . kok kamu masih betah aja sama dia?” Cecil mengernyit geli.. Di sana dia bertemu Jansen.” ujar Kesya.... bisa dibilang agak ketinggalan zaman... come on. Kesya pun menghadiri pergelaran itu.” tambahnya sambil melirik sebal ke arah Cecil. Memang Jansen agak unik. Kesya terdiam. Haah?! Cecil cekikikan lagi.” dengusnya.... memangnya kenapa? Kesya suka sama Jansen. kan?” Kesya mengambar amplop cokelat yang masih berada dalam genggaman Cecil. “Mana ada sih cowok zaman sekarang yang ngerayu cewek dengan kata-kata seperti itu? Heran aku. Kesya. “Kesya yang ayu.. Yah. oke deh.” “Kelilipan? Kelilipan apa?” “Kelilipan gajah!” sahut Cecil sebal.. Kamu nemu di mana sih cowok ajaib kayak gitu? Gugupan. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. iya.. “Kesya. Yang amplop cokelat. “Cecil kalo bercanda emang suka keterlaluan.. Good night... Kelilipan apa kok masih ditanyain? Ya kelilipan kan biasanya kelilipan debu. tapi pada tahun empat puluhan!” Cecil tertawa lagi.... aku udah terima fotonya. Mana pernah ada orang kelilipan yang lainlain? “Sekarang gajahnya udah keluar?” tanya Jansen. Kesh... mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat. Sekarang ditambah lagi dia meniru-niru tingkah Jansen kalau lagi gugup.Cecil masih terus cekikikan. Lumayan keras juga sampai gadis itu menjerit.. that’s it! Tanpa bisa ditahan-tahan lagi. Okay. that’s so sweet.” ujar Jansen dengan lembut. Kesya melotot ke arha Cecil sambil buru-buru mematikan ponselnya. Matanya lagi kelilipan. Cecil masih terus tertawa. Kesya bertemu Jansen pertam akali dua tahun yang lalu. “Eh.” Jansen membeo.. itu Cecil. “Lho. sama sekali nggak seksi.” “O. itu suara siapa?” “Ooh. Jansen bisa membuat Kesya tampak cantik dari balik lensa kameranya. Yang amplop cokelat.

Jansen mati-matian mencari Kesya untuk memberikan hasil bidikannya. sebuah sendok dimasukkan ke dalam mulutnya yang tersenyum. Di foto itu Kesya sedang memegang panci. Menjelang pernikahannya. Jansen membidik Kesya dengan kameranya. Keesokan harinya. Dia telah dipercaya Ceci luntuk menjadi bridesmaid-nya. Dia melirik Cecil yang tertidur pulas di sofa. Hari sudah larut malam. Kesya menahan napas. *** Kesya memperhatikan daftar yang telah mereka—dia dan Cecil—buat. oke. Kesya mengernyit. seorang bridesmaid bertugas membantu pengantin dalam mempersiapkan pestanya.. Rutinitasnya sebelum tidur. Walaupun Jansen waktu itu amat sangat gugup (dia bahkan menjatuhkan kamera mahalnya!). tampaknya ini akan menjadi salah satu tugas yang cukup sulit. Dia tampak sangat cantik di foto itu. Jauh sebelum itu. . Dan berada di dekat Cecil yang emosional akan menjadi sangat sulit. Tanpa sengaja. Dia memperhatikan corat-coret rancangan pesta pernikahan Cecil. Kesya tersenyum. Well. Seorang bridesmaid juga harus menjadi sahabat yang paling baik di saat-saat yan gmungkin akan menjadi momen yang paling emosional dalam kehidupan seorang wanita. Bagi Kesya.com. Dari situs itu Kesya baru tahu bahwa tugas seorang bridesmaid bukan hanya membantu pengantin pad ahari pernikahan.. Saat tersadar. Dalam foto itu Kesya tampak sedang serius memperhatikan salah satu perhiasan yang dipajang di sana. itu pengalaman yang sangat romantis.. maka dia harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Saat itu Kesya sedang sibuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Cecil sudah tidur kelelahan setelah mendiskusikan ide-ide pesta pernikahannya. Perlahan dibukanya amplop cokelat itu. double emosional. Kecantikannya yang natural terpancar dengan kuat dalam bidikan itu. waktu itu dia sedang mencicipi bubur ayam yang dia buat. dia pasti akan menjadi amat sangat emosional. Iseng-iseng dia juga browsing situs bridesmaid101. Kesya ingat. Itu sudah dilakukannya saat ini. Sejak saat itu mereka berhubungan. Kesya tersenyum kecil mengingat pertemuannya dengan Jansen.kebetulan diundang untuk meliput acara itu. Hmmm. hasil bidikannya amat sangat indah.. Cecil sudah menjadi seorang yang emosional. dia melirik amplop cokelat yang masih berada dalam genggamannya. Foto itu diambil Jansen ketika cowok itu tiba-tiba datang ke apartemennya pada suatu pagi. Kesya menyalakan laptop dan mengecek e-mail. Dia mulai merasa menyukai tugas ini. Pada hari-hari biasa. dan sejak saat itu Kesya merasa jatuh cinta pada Jansen.

“Selamat pagi. Dia belum pernah masuk ke bridal mana pun. Dia menerkanerka seperti apa bentuk bridal.” jawab Cecil sambil tersenyum lebar. Kesya lebih memilih sebuah pelukan yang hangat daripada acara cium pipi basa-basi seperti itu.. menurut Cecil. Sebenarnya dia sudah berjalan di atas kecepatan normalnya. Cecil mendapat rekomendasi dari seorang temannya yang baru saja menikah. Oh ya.. Apa kabar? Nama saya Anita. Selamat datang di Bride‟s World. tapi tetap saja bagi Cecil itu masih kurang cepat. Ngapain juga pake cium pipi kiri dan kanan? Kesannya kok sok akrab. Kesh! Cepetan!” Cecil setengah menarik Kesya. siap untuk bercipika-cipiki dengan Kesya. Saya yang akan membantu Mbak Cecil di sini. Diusirnya pikiran itu dari dalam benaknya. Kesya kembali membaca tulisan dalam situs itu. maka yang akan kena tulah adalah bridesmaid-nya?! Kesya bergidik ngeri...Kesya menghela napas. Ini sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai seorang bridesmaid. Dia sahabat aku. Bridesmaid juga harus tampil cantik pada acara pernikahan... “Baik. dia baru tahu bahwa seorang bridesmaid dipakaikan baju yang mirip dengan si pengantin untuk mengecoh roh jahat yang mungkin akan mengusik si pengantin. baru pertama kali bertemu Anita di sini. “Eh. adalah hunting gaun pengantin. Cecil mengajaknya ke Bride‟s World. kalau ada roh jahat yang akan mengusik si pengantin. Hei. ini kenalin. Kesya agak berdebar-debar juga. What?! Jadi maksudnya.” Anita sudah mencondongkan tubuhnya. Yang pertama kali harus mereka lakukan. Dia akan menjadi sahabat yang baik dengan berada di saat-saat tersulit Cecil. Tugas terhormat bagi seorang sahabat sejati.” sapa seorang gadis cantik yang mengenakan seragam Bride‟s World. Kalau memang sudah akrab.” Kesya pasrah saja tangannya ditarik Cecil. Cecil sahabatnya sejak kecil. Cecil. Satu kebiasaan yang tidak terlalu disukai Kesya. Mbak Kesya. bridal yang paling lengkap di Jakarta. “Sabar sebentar. Kesya segera mengulurkan ... Oleh karena itu. Dia sudah menerima tugas ini. Dia nanti yang bakal jadi bridesmaid.. Mbak Cecil. *** “Ayo dong. Cecil langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan Anita. sama juga seperti Kesya... hari ini Kesya menemani Cecil melihat-lihat gaun pengantin. dia juga harus mempersiapkan dirinya sendiri. Padahal Cecil. Namun. Dan dia akan melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Katanya.” “Selamat pagi. baik. Kesya.

.” sapa wanita itu dengan suara berbisik. tapi sambil menebar senyum manis. Bukan kalung lapis yang sedang ngetop belakangan ini.. Pipinya yang diberi blush-on merah terang tampak bergerak-gerak. “Oohh. Madame Daphne sudah menunggu di atas..” balas Cecil tak kalah ramah.. “Hari ini saya mau liaht-lihat baju pengantin.. rasanya Madame Daphne tidak cocok berprofesi sebagai desainer baju pengantin yang berpengalaman. “Orangnya memang rada unik. Keinginan untuk melihat-lihat gaun pengantin rancangan Madame Daphne telah membuatnya berseri-seri sepanjang hari.. Belum lagi riasan wajahnya. “Kok kayak panggilan untuk peramal sih?” “Sst.. bridesmaid saya..” Kesya tersenyum dan mengulurkan tangan..” Kesya mengangguk-angguk. Madame Daphne. dan seorang wanita paruh baya membuka pintu dari dalam.tangannya...” ujar Cecil. Madame Daphne tersenyum sangat lebar. hmmm.” “Madame?” bisik Kesya pelan.. Madame. dia berusaha merekareka seperti apa rupa Madame Daphne yang menurut Cecil unik itu. mari silakan. duri-duri mawar yang tajam.. merasa terganggu dengan julukan yang diberikan di depan nama perancang busana itu. Ini yang namanya Madame Daphne?! Wanita paruh baya ini mengenakan pakaian ala gadis-gadis Gipsi. dia membalas uluran tangan Kesya dengan profesional. lalu menutup mulutnya yang sedari tadi masih terbuka lebar.” ujar Cecil sambil tetap tersenyum cerah. “Kenalkan. Cecil menyikut rusuk Kesya. Cecil. Madame Daphne membingkai matanya dengan celak yang sangat hitam.. Anita tampak sedikit terkejut.. lebih cocok berprofesi sebagai cenayang! Hmm.. Di lehernya tergantung berlapis-lapis kalung.. Madame Daphne sering memenangkan berbagai . sampai motif tengkorak. Anita mengajak mereka ke lantai dua gedung itu. Madame Daphne membalas uluran tangan Kesya dengan jabatan yang erat....... ini Kesya.” Cecil mendorong tubuh Kesya maju ke depan.” Cecil menatap tajam ke arah Kesya... Sambil menapaki tangga. Kalungnya bergemetaran ketika Madame Daphne bergerak. “Hai. mungkin itu sebabnya dia dipanggil Madame Daphne. “Hmmm. “Hari ini saya mau lihat-lihat baju pengantin ya. bridesmaid-nya juga cantik ya... Bibirnya tertutupi listrik yang juga berwarna hitam. Kalung-kalung itu tampak menyeramkan. lengkap dengan bandana yang menutupi rambutnya. Madame Daphne. Kesya pun tersadar.. “Halo.. Pintu diketuk. Kalian berdua memang sama-sama cantik.. Dengan dandanan seperti ini.. Madame Daphne mungkin lebih tepat... Kesya melongo. Ada kalung yang menyerupai taring ular. Cecil sangat mengagumi Madame Daphne.. Perancang busana yang satu ini kepiawaiannya telah diakui dalam skala internasional.

Di kanan-kiri terpasang kaca yang sekaligus berfungsi sebagai dinding.. dear?” Cecil duduk di salah satu bangku panjang yang memang diletakkan di tengahtengah ruangan. what kind of wedding gown do you like. but gorgeous!” Madame Daphne tersenyum misterius. Rupanya Anita. tidak mau kelihatan konyol lagi.. pasti dia kelihatan konyol banget tadi! Atau malah bodoh banget! Waah.. Apa jangan-jangan dia memang nggak punya kaki ya? Kesya bergidik ngeri. “I want to look sexy. Gadis itu masih berdiri di sana dan sekarang sedang memperhatikan Kesya sambil terkikik geli. Kesya bangkit dan melihat-lihat koleksi gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Kesya bergidik lagi melihat senyum itu. “Hmmm. Cara jalannya sangat misterius..... Rok panjang lipit yang dikenakannya menutupi kakinya. Suara tawa tertahan di sebelahnya membuat Kesya tersadar. Kaki jenjangnya disilangkah dengan anggun.. lalu duduk di bangku panjang yang tadi diduduki Cecil. Gaun berwarna putih yang terbuat dari bahan brokat itu memang terlihat sangat indah. berusaha mencari sepasang kaki dari balik rok itu.. “Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya sambil mengeluarkan sebuah gaun pengantin dari plastik penutupnya.. Benar-benar indah! “Ayo.” ajak Madame Daphne. silakan. Wajah Kesya memerah. Di .lomba perancang busana tingkat internasional. kamu tunggu di sini dulu ya. Kesya mengangguk. Modelnya sederhana dan sangat bersahaja... Terdapat lemari besar di baliknya.. “Hmmm. Kesya mengikuti kedua perempuan itu sambil memandang ke arah rok lebar Madame Daphne..” Madame Daphne menggandeng tangan Cecil.. Cecil masuk ke ruang kecil di sudut ruangan. Siraman lampu kuning membuat ruangan ini terasa nyaman. membawanya ke ruang koleksi baju pengantin rancangannya. Prestasinya yang terakhir adalah merancang gaun pengantin dari kulit jagung...” pinta Cecil.. rupanya kaca itu bukan kaca biasa. Kamu boleh lihat-lihat sampai puas. Di dalam lemari itu tersimpan banyak sekali gaun pengantin. Tangannya melambai kepada Anita yang langsung sigap datang. Malas duduk terus. “Kesya. Oohhh. Madame Daphne membuka salah satu kaca besar di sisi ruangan. Ruangannya sangat besar. Jiwa desainernya mulai bangkit melihat gaun yang indah-indah itu. Ini desain-desain terbaru saya. “Ooh.” Dia memuntir-muntir rambut keriting pendeknya. Dia memandang ke sekeliling ruangan dan baru menyadari betapa megahnya ruang pengepasan gaun pengantin ini. coba yang ini dulu. Cukup lama juga Cecil dan Anita berada di dalam ruang ganti itu. lebih parah dong. Kesya buru-buru memperbaiki sikapnya... diikuti oleh Anita.

” puji Kesya. Aku nggak merasa kayak putri!” keluh Cecil sambil menatap pantulan dirinya di cermin. Beberapa menit kembali dihabiskan Cecil dan Anita di balik ruang ganti. Dia masih tetap merasa gaun itu sangat indah dipakai Cecil. Dari duduk manis ala putri bangsawan Inggris: duduk dengan kaki dirapatkan. “Aku nggak suka bahannya. kita lihat yang lain aja ya. kan?! Waktu Cecil bilang terima kasih kepada Madame Daphne.. Dia menatap pantulan bayangannya di cermin raksasa dengan dahi mengernyit dan mulut memberengut. “You’re the bride... Hmm. Cil?!” Cecil tambah cemberut lagi. tidak tampak sedikit pun timbunan lemak. “Kamu kerempeng gitu kok dibilang gendut?! Gimana bisa gendut sih. Selama itu juga Kesya sudah beberapa kali mengganti posisi duduknya. waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. desahnya dalam hati.dalam otaknya berkelebat berbagai macam desain perhiasan. lagi-lagi tidak ada senyum di wajah Cecil. Ya terserah kamu aja. Lalu dia berbalik menatap Kesya dan Madame Daphne. Aku jadi kelihatan gendut deh!” Dahi Kesya mengernyit. Kesya menghela napas. “Bagus banget. Duduk gaya sekretaris seksi: duduk tegak. Kelihatannya berat. dengan satu kaki menopang kaki lainnnya.. gaun pengantinnya terbuat dari bahan sutra yang ringan dan lembut. posisi menyamping.. Kesya tersenyum lebar.” “Ya udah. satu tangan tergeletak lemah hampir menyentuh lantai. saling dorong memenuhi rongga kepalanya. “Bagus. badan condong ke depan dengan kedua siku menumpu pada masing-masing lutut—oh ya. “Aku nggak suka deh. dan tangan lainnya ditaruh di atas perut. Duduk ala cowok macho: kaki membuka lebar. kaki . Namun. kepala terkulai lemas di atas sandaran kursi..... Semuanya terinspirasi dari gaun pengantin yang indah-indah ini. tidak lupa jemari tangan saling ditautkan. lagi-lagi Kesya merasa gaun yang dipakai sangat cocok dengan lekuk tubuh Cecil. Sampai duduk kelelahan: duduk dengan punggung direbahkan ke sandaran kursi.. Suara gemeresik gaun menyadarkan Kesya dari baku hantam ide di kepalanya. Kali ini.” ajak Madame Daphne sambil mengambil gaun yang lain lagi. “Gaun ini terlalu simpel. Benar... Ketika keluar. Tampak sangat cantik dengan gaun pengantin indah itu! “Gimana?” tanya Cecil pelan. Cil!” pujinya. Semuanya saling sikut..” Kesya mengangkat bahu. “Gendut?!” Kesya memperhatikan tubuh Cecil dari atas sampai bawah. Dan selama itu Cecil sudah mencoba 27 gaun pengantin rancangan Madame Daphne. It’s gonna be a long day. Nggak cocok di badanku. Cecil telah keluar dari balik ruang pengepasan. posisi menyamping ke kanan. menyesuaikan pilihannya dengan komentar Cecil barusan. Wajah Cecil tidak tersenyum.

Lipstiknya masih tetap menempel dengan sempurna.. Pikirannya sudah setengah melayang. he-eh. “Hah?” tanyanya setengah tidak sadar pada Cecil yang sudah berdiri di depannya.. Komentar Cecil tentang ke-27 gaun pengantin yang dicobanya tadi hanya ditanggapi Kesya dengan hah. sudah hampir tujuh jam!!! Dengan lesu Kesya mengikuti Cecil keluar dari Bride‟s World. Kesya benar-benar tidak ada tenaga sekarang. . tidak peduli orang yang mau lewat di depannya tersengkat jatuh! Dan. huh. Benar-benar tanpa semangat. dan sesekali oh ya. Kesya hampir tidak mendengar ketika Cecil mengajaknya keluar dari Bride‟s World. Madame Daphne sepertinya sudah berpengalaman menghadapi calon pengantin yang terkadang tidak dapat ditebak kemauannya. Lumayan. dia mengikuti Cecil berjalan ke Peugeot 307 merah milik sahabatnya itu.... Perlu beberapa kali melihat-lihat. Biasanya kalau menunggu lama begini. Penampilan Cecil masih tampak anggun tidak bercela. Padahal mereka sudah berada di sana selama. ya ampun.. Katanya. baru kemudian dapat yang cocok. Kesya‟s Collection... calon pengantin memang tidak pernah langsung menetapkan gaun pilihannya. Kesya suka mengisi waktu dengan menggambar apa saja di buku sketsanya. Kesya mengejek jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Rambut keritingnya tetap rapi. Benar-benar deh Cecil! Untung Madame Daphne wanita yang sabar.. Cecil belum dapat memutuskan gaun mana yang akan dipilihnya. Wajahnya tetap segar dan berseri-seri.diselonjorkan ke depan. siapa tahu hasil coretan isengnya itu bisa membuahkan perhiasan yang dapat dijual di toko perhiasannya. Dia menyesal sekali kenapa buku sketsanya ketinggalan di apartemen. setelah mencoba begitu banyak gaun.

..” “Aduh. otaknya masih dapat berkarya secara kreatif. Dia minta aku temenin. untuk disempurnakan nantinya. salah seorang penjaga tokonya.. kemudian menambahkan sedikit detail untuk mempermanisnya. Sketsa itu terinspirasi dari gaungaun pengantin yang dilihatnya saat menemani Cecil mengepas gaun pengantin.” Dan telepon pun diputus.. Cecil.. Untung sekali Kesya dianugerahi daya ingat yang luar biasa sehingga walaupun stres dan kelelahan berat saat menghabiskan waktu tujuh jam untuk menunggu Cecil mengepas baju pengantin.” ujar Kesya juga sambil tersenyu. Kesh. tolong deh.. biasanya meeting sama pemilik hotel bisa alot banget!” Dahi Kesya mengernyit.” ujar Mona sambil tersenyum manis. Dia masih menyelesaikan sketsa rancangan barunya.. “Ya. Itu Mona. Kesya memperhatikan sketsa rancangannya.” Sebuah suara centil terdengar dari pintu ruang kerjanya. Thanks before ya....” “Alo rencana mau ngepas jas hari ini. “Bukannya memang seharusnya kamu yang nemenin Alo ngepas jas?” “Aduh. Hasil karya terbarunya kali ini adalah sebuah bros berbentuk lima buah berlian indah yang tersusun rapi vertikal.30.. “Ada telepon di line tiga. meeting-nya udah mau mulai. You are my bridesmaid. “Halo... Tepinya dihiasi emas putih yang berbentuk ranting-ranting kering.” “Tapi. Ada rapat dengan Pak Anto. . “Bu Kesya. pemilik hotel.2 JAM sudah menunjukkan pukul 17.” “Kesya. Nggak bisa ditinggal sama sekali.. Kemudian dia mengambil tas tangannya dan beranjak keluar dari toko. “Thanks. Kesya masih berada di ruang kerjanya. Sekali lagi Kesya menghela napas. can you please do me a favor?” Kesya menghela napas. Mona. Dan kamu tau sendiri. Dia menyimpan sketsa rancangannya di brankas ide. tapi aku nggak bisa.

ya?” tanya Kesya. untuk pertunangan kamu dan Cecil.. I’m so happy for both of you. “Gimana dengan kamu? Kapan kamu nyusul aku dan Cecil?” . “Hai. Kesya tahu dari Cecil bahwa Alo baru kemarin tiba di Jakarta.. yang biasa aja. “Emangnya kamu mau model jas yang seperti apa?” Kesya berusaha membantu. Ada meeting dadakan dengan pemilik hotel. tunangan Cecil. “Dia nggak bisa datang. “Hmm..” ujar Kesya menjawab pertanyaan tersirat si penjaga toko.. Tubuhnya masih diukur oleh penjahit.. Alo mendongak.” Kepala Alo terangguk-angguk.. Yang penting dia harus merasa nyaman. gimana kalo model yang ini?” tanya Kesya.. Mungkin dia berpikiran bahwa Kesya adalah calon pengantin Alo.. Sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Alo. “I’m so glad that you can be with me. “How are you?” “Fine..” sapa Kesya. “Boleh deh.... Alo memperhatikan gambar jas yang ditunjuk Kesya. Alo laki-laki yang sangat kooperatif.” Kesya balas memeluk Alo. “Lho? Cecil nggak bilang. Alo. Mereka baik-baik aja. Yang nyaman dipakainya.Groom‟s Bestfriend terletak di salah satu pusat pertokoan di tengah kota Jakarta. tampak terkejut dengan kehadiran Kesya. Aku suka bingung kalau disuruh milih-milih begini. Menurut Kesya sih istilah itu terlalu berlebihan.” Alo tersenyum. teman semasa SMA-nya ini. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk menyelesaikan tugasnya. Jadi bingung sendiri!” ujarnya sambil melihat-lihat katalog bahan. Biasa deh Cecil. Khas Alo banget.. Dia kini sedang melihat-lihat model jas pengantin dalam buku. Mencari sosok Cecil. “Bilang apa?” giliran Alo yang bertanya. “Hmm. “Hai.” Alo memeluk hangat Kesya. “Saya bridesmaid-nya. “Apa kabar orangtua kamu?” tanya Alo.. Agak risi juga Kesya melihat penjaga toko mencuri pandang ke arahnya. “Thanks. Mana Cecil?” tanya Alo sambil melihat ke belakang Kesya. sudah tiba di sana. Selamat ya. Alo tersenyum melihat ulah Kesya. Setelah menentukan model dan bahannya.” Kesya tersenyum. Itu istilah Cecil.” ujarnya.. Alo langsung diukur oleh penjahit. Alo memang orangnya nggak suka yang ribet-ribet. makanya dia suruh aku ke sini untuk temenin kamu.. “Thanks for asking. Beristirahat beberapa minggu dari kesibukannya memimpin medan perang di perusahaannya. Kesh. Alo.

.. siapa yang jadi bestman-nya?” tanya Kesya. Kesya memperhatikan Jansen sambil bersandar di dekat pintu... yang namanya Jansen itu siapa? Cecil sering nyebut-nyebut nama dia lho.. Jenis musik yang didengarkan mengindikasikan perasaan hatinya. namanya bagus juga. by the way.” ujar model cantik itu sambil mengecup pipi Jansen. “Lho. Ya.. tapi bagi Kesya. “Kamu gimana sih? Calon aja aku belum punya..” Kurang ajar Cecil! Pasti dia cerita yang jelek-jelek tentang Jansen! maki Kesya dalam hati. Catherine.. tapi aku belum berhasil mengontak dia. pertanyaan itu supersensitif. “Terima kasih ya. Dengan santai dia melenggang ke kamar ganti. . Kesya mengangguk singkat sambil menempelkan telunjuk di bibir. *** “Ayo. lihat ke arah kanan. pengarah gaya yang sering bekerja sama dengan Jansenlah yang pertama kali menyadari kehadiran Kesya. Namanya Marco. Jansen terlalu sibuk membidik modelnya sehingga tidak menyadari kehadiran Kesya. “My best friend. Jansen sedang bersemangat sekarang. Tapi dia sudah terbiasa menghadapi fotografer itu. Dua puluh menit kemudian. begitu.. Kesya mengangguk-angguk. sesi pemotretan itu akhirnya selesai. jangan percaya deh.Wajah Kesya sedikit berubah mendengar pertanyaan Alo.” Alo menjawab sambil tersenyum. “Apa pun yang kamu dengar dari Cecil. Dia memaksakan seulas senyum. pikirnya. lebih baik Kesya mengubah topik pembicaraan. dua....” Jepret! Dan lampu flash pun menyala terang. Seharusnya dia juga bikin jas hari ini. Tanda agar kehadirannya jangan sampai mengganggu kerja Jansen.” Lindi.. model cantik itu. tersenyum melihat kekikukan Jansen.. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya biasa saja. Satu. Meja plastik yang menjadi salah satu alat peraganya tanpa sengaja tersenggol dan jatuh dengan bunyi keras.” jawab Kesya. cowok itu harus ditemani musik. Marco. Setiap kali bekerja. lalu kembali pada kesibukannya membantu Jansen.. “Mbak Kesya. Dia orang sibuk. Lindi mengangguk pelan.. Daripada Alo terus membicarakan topik sensitif itu. Pasti nggak bener!” Alo tersenyum. Jansen terkejut mendapat perlakuan seperti itu. Lagu This Lovenya Maroon 5 mengalun cukup keras dari CD player. tiga. “Hmmm..

Haah?! Kesya melongo heran. berusaha menetralisir suasana canggung itu. Perut yang ditunjuk Catherine tampak rata. “Naik dua kilo.. memangnya kenapa?” Jansen masih melongo seperti anjing ompong yang dikasih tulang keras untuk makan malamnya.” jawab Kesya ikut bingung. Kesya menghampiri Jansen. Lihat deh perutku. Jansen tersenyum gugup melihat mimik bingung Kesya. Untung Lindi sigap menangkap lensa itu sebelum mencium lantai.” desahnya pelan.... kan?” ujarnya sambil menunjuk ke arah perutnya. Kini dia menggosok lensa itu berulangulang... Sepertinya tadi dia menanyakan bagaimana kabar Catherine. kan? pikirnya bingung. Hampir saja jatuh.. Dia langsung membenturkan pipinya ke pipi Kesya... Kalau sampai badan mereka melar. Salah satu lensa kamera tergelincir dari tangan Jansen. apa kabar?” Catherine tampak baru menyadari kehadiran Kesya. Dahi Kesya mengernyit.” Jansen mengangguk-angguk.. “Ooh iya ya. “Iya. itu kan aset terbesar mereka. Aneh! Orang udah kayak penderita anoreksia gitu kok masih dibilang kegendutan! Apa sih maunya para model ini? Tanpa memedulikan kebingungan Kesya.“Eh. bisa-bisa mereka nggak laku lagi.. “Lho. selalu yang dipedulikan hanyalah berat badan mereka.. Kesya ikut tersenyum.. “Model-model itu... Lagi-lagi tindakan sok akrab yang sangat dibenci Kesya. Kamu sendiri gimana?” Kesya berusaha menjawab basa-basi Catherine. tambah gendut.” Lindi berusaha mengingatkan. Wajahnya terlihat bingung.. “Kasihan juga ya mereka. Tadi kita sedang membicarakan model-model.. “Begitulah model-model itu. Gaun malam gitu deh. “Omong-omong. Kacamatanya melorot di hidungnya yang berminyak... Mbak Kesya. masih dengan tatapan heran. selalu....” timpal Jansen lagi.” . tadi itu sesi pemotretan buat apa sih?” “Buat majalah fashion.” komentarnya sambil membereskan peralatannya..... Kenapa jawabannya malah naik dua kilo? “Yah... Jansen tersenyum lebih gugup lagi. gara-gara belakangan ini banyak party-party yang harus aku host-in.” ujarnya. jadinya badanku melar dua kilo.. Apa aku yang salah tanggap? “Tadi kan Mbak Kesya dan Mas Jansen lagi ngomongin soal model-model yang mati-matian menjaga berat badan. “Baik. Kesya tambah melongo.. Catherine melenggang pergi. “Siapa?” tanya Jansen.

.” ujar Jansen sambil mengarahkan kamera Polaroidnya ke arah Kesya. masih dengan keceriaan yang terus menempel di wajahnya. Aku selalu respek pada orang-orang yang tidak membuang sampah sembarangan. lho? Gitu deh jadinya kalau Kesya harus berkata tidak yang sebenarnya.” timpal Lindi.! Tidak sampai dua detik. Sejak kecil Kesya tidak pernah bisa berbohong.. Madame Daphne. “Hmm.. “Hmmm dia orang yang. tidak pernah terlambat membayar pajak. Haah? Jadi Jansen juga percaya?! “Smile. Mbak Kesya. Kesya mengangguk...” ujarnya sambil menaikkan kacamatanya yang melorot di hidung. “Iya.. yang kreatif.” “Wah. saya ngefans banget sama dia. Kesya tidak jadi menyuarakan kebingungannya dan. sekalian fotonya. masih dengan tatapan tidak percaya. Orangnya gimana. Ini baju rancangan Madame Daphne. “Aku pernah ketemu dia. Dia berencana memakai rancangan gaun pengantin Madame Daphne untuk pernikahan. Masa dia harus bilang idola Lindi itu orang yang unik mendekati aneh? Nggak mungkin dong...” ujar Lindi bersemangat.” ujar Kesya sambil memegang-megang beberapa baju yang tadi diperagakan Catherine. hasil foto yang diambil Jansen itu keluar.. sebagian lagi takjub karena Lindi begitu saja percaya dengan apa yang dikatakannya. Nggka tega rasanya harus berkomentar seperti itu. perancang busana terkenal itu. “Ayu. saya yakin Madame Daphne pasti orang yang taat pajak!” ujar Lindi. Mbak Kesya?” tanya Lindi penuh semangat..” “Yang bener. Keceriaan di wajahnya tidak berkurang sedikit pun. Dia itu sebenarnya perancang gaun pengantin.. yang keluar dari mulutnya adalah hal-hal aneh yang tidak masuk akal. hebat ya si Madame Daphne.. lalu memberikannya kepada Kesya. kalau Mbak Kesya ketemu Madame Daphne lagi.. Kesya jadi bingung.. Lindi berlalu pergi. “Wah. Jansen mengibas-ngibaskan lembar foto itu.. bertanggung jawab.” Lho... Apalagi melihat binar silau di mata Lindi..“Bagus-bagus ya bajunya. tapi sekarang mau cobacoba merancang gaun malam juga.. Kesya mengangguk. lho. “Benar.. jepret...... Masa sih Lindi percaya apa yang baru saja dikatakannya? “Lain kali. .” Kesya bingung. Mbak?” Mata Lindi berbinar. Mbak Kesya? Wah.” komentar Jansen...” Kesya mengangguk-angguk.. Kalaupun harus berbohong. “Sahabatku mau menikah. “Ooh. saya minta titip tanda tangannya ya. Rancangan dia memang bagus-bagus sih. sebagian karena tidak tega melihat keceriaan di wajah Lindi. Kesya memandang kepergian Lindi. akhirnya ya... dan selalu membuang sampah pada tempatnya.

“Kamu pasti suka deh ngeliat pameran ini. hasilnya tidak pernah secantik ini. tapi biasa dipanggil DeeDee.Kesya memperhatikan ekspresi wajahnya dalam foto itu. “Waah!” DeeDee menahan napas. Salah satunya adalah dengan menjaga penampilan. Pameran besar yang diadakan dua tahun sekali itu memang sangat dinanti-nantikan para pencinta perhiasan. Nama aslinya Diana Divia. rame juga ya orangnya. Kesya terpaksa memarkir mobilnya agak jauh dari pintu masuk utama. Banyak sekali etalase kaca yang ditata apik.” ujar Kesya sambil tersenyum.” ujar Kesya. Maklum. Dia dan teman-temannya di Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI) memang diharuskan mengikutsertakan karya mereka dalam pameran. *** Tulisan besar itu terpampang di pintu masuk JCC. DeeDee mengangguk penuh semangat. membungkus seluruh tubuhnya bagai sinar aura.. Kesya mengangguk. .. Berdua mereka masuk ke dalam gedung JCC... Karena ramai. Antusiasme terpancar dari wajahnya. Kesya berdandan ekstra hari ini. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke Jakarta untuk menimba pengalaman sebagai asisten Kesya. ketika dia memperlihatkan hasil karyanya yang pertama kepada DeeDee. Kesya tersenyum. Poninya ikut bergoyang. Entah kenapa. sekaligus agar nama mereka dikenal masyarakat luas. Dentingan piano mengalun lembut di dalam ruangan besar itu. “Kamu tuh nggak berubah ya. Gedung megah nan besar itu ramai oleh pengunjung yang berbondong-bondong datang menyaksikan pameran yang telah 25 kali diselenggarakan. biasanya para customer juga akan berbondong-bondong datang. Kesya harus menjaga citranya sebagai desainer muda yang profesional di hadapan para customer-nya. ada juga yang hanya iseng-iseng cuci mata. agar tersandung-sandung karena jalanan yang tidak rata plus sepatu high-heels yang bikin repot. Selalu bagus jadinya kalau Jansen yang membidiknya. tapi kalau dipotret oleh orang lain. Lampu kuning membuat perhiasan-perhiasan yang dipamerkan tampak berkilauan indah.” ujar DeeDee sambil tersenyum penuh gairah.. Kesh?” tanya DeeDee. Banyak perancang ngetop yang juga ikutan pameran. kalau ada pameran begini. DeeDee itu adik kelasnya saat dia menuntut ilmu sebagai desainer perhiasan di Jepang. Seperti anak kecil yang kegirangan dikasih balon. ekspresi gadis ini juga seperti ini. Kesya ingat. “Kamu ikutan pameran juga kan. “Gila. Ada yang memang berniat membeli perhiasan. Sekarang mereka berdua berjalan menuju pintu masuk. Hal ini dilakukan agar kreativitas mereka tetap terasah.

” ujarnya.” Kesya menunjuk ke arah stand yang memang sengaja disewa oleh APPI. mencari asal pemilik suara melengking seperti banshee itu.. kedua tangannya menangkup pipi dengan gaya dramatis. Baru sampai proses finishing. dua kalung dan tiga cincin. Jangan panggil saya Nyonya sekarang. Tulisan Kesya Artyadevi tercantum dalam label yang diletakkan di tengah-tengah deretan perhiasan itu.. “Yang mana desain kamu?” “Itu. “Sebenarnya masih ada lima lagi. Jangan panggil Nyonya. “Waah! Bagus-bagus banget. “Pasti bisa asal kamu mau berusaha!” ujar seorang laki-laki yang baru keluar dari dalam stand. tapi ditahannya keinginan untuk menggaruk atau sekadar mengusap pipi. Dia memang terbiasa mengatakan segala sesuatunya lebih dari satu kali.. “Kesya!” Sebuah suara melengking membuat kepala mereka bertiga menoleh. tapi belum selesai dengan sempurna. Sepuluh buah perhiasan tertata rapi dalam etalase bermandikan sinar kuning dari lampu sorot..” jelasnya. Kesya tersenyum. “Hai. Tom. Kamu juga nggak bisa.” desah DeeDee.. “No no no. Wanita gemuk ini adalah Nyonya Juliet Anggoro. DeeDee menatap kepala itu dengan khawatir. Seorang wanita gemuk dengan dandanan yang kelewat berlebihan berjalan dengan penuh semangat ke arah mereka bertiga.. salah satu customer penting Kesya.” ujarnya sambil membenturkan pipinya yang hampir seluruhnya tertutup blush-on merah menyala itu ke pipi Kesya. “Habis yang lain pada nggak bisa. Kepala Nyonya Juliet Anggoro yang ditumbuhi rambut keriting lebat tampak bertambah besar dengan hiasan rambut yang banyak... “Kebagian giliran jaga stand. Rasanya tidak hanya kepala mereka bertiga yang menoleh. Akhir-akhir ini waktunya memang tersita untuk membantu persiapan pesta pernikahan Cecil.” Kesya memeluk erat laki-laki itu.” sapa Kesya. . Kesya langsung teringat wiper mobilnya.. “Hai. “Kesya! Saya sudah yakin kamu pasti akan ada di sini! Yakin sekali kamu pasti akan ada di sini. DeeDee bergegas menghampiri stand yang ditunjuk Kesya.. takut kalau-kalau kepala itu terlepas dari lehernya. ya?” Tom mengangguk. tapi sudah harus pameran.. Kesya langsung merasakan gatal-gatal di pipinya.“Tapi ini memang bagus banget. melainkan hampir semua kepala yang berada di dalam ruangan itu ikut menoleh. kan?” tanyanya... Sekarang kepala itu bergoyang-goyang mengikuti perkataannya. Telunjuk gemuk Nyonya Juliet Anggoro bergerak ke kanan dan ke kiri. Nyonya Juliet. Kesh!” Mata DeeDee sibuk melahap apa saja yang tersaji di hadapannya. “Kapan ya aku bisa seperti kalian?” Kali ini matanya menerawang.

.. Lirik sana. ingin rasanya Kesya menonjok wajah bulatnya! “Nah. Madame Juliet sambil mengejap-ngejapkan bulu mata panjangnya.” ujar Nyonya.. Madame Juliet Anggoro. dari mana saya bisa dapat uang? Dari mana saya dapat uang?” Kesya mengangguk sambil memaksakan seulas senyum. Sangat lega!” komentar Madame Juliet dengan volume suara ekstra keras! Wajah Kesya merah padam. lirik sini.. Perlu nggak sih menjelaskan kegiatan buang air kecil secara begitu mendetail? Apalagi dengan suara tinggi melengking begitu! Kalau tidak ingat Madame Juliet adalah salah satu customer yang cukup penting.. “Hmmmpppfffftttt. “Panggil saya Madame Juliet...... Aksi Madame Juliet memang sudah kelewat berlebihan.” ujar Kesya sambil buru-buru menarik tangan DeeDee. siapa laki-laki tampan ini? Siapa laki-laki ini?” Kini pandangan Madame Juliet beralih kepada Tom yang langsung pucat pasi..” Dari sebelah. saya tidak bercerai dengan Tuan Anggoro. “Aah.. hasil bonding jutaan rupiah. “Hmmmfffttt.” Madame?! Again?! Kenapa sih sekarang semua wanita menambahkan embel-embel “Madame” di depan nama mereka?! Waktu itu Madame Daphne. hmmm. Madame.. Tingkahnya sudah seperti kucing betina di musim kawin.... Tidak bercerai.. terdengar suara seperti tersedak... “Aahh. saya permisi ke toilet dulu. Kalau tadi Kesya merasa bahwa hampir semua kepala yang berada di gedung pameran JCC ini menoleh memandangi mereka.. Nyonya Juliet tertawa terbahka-bahak. Tidak.“Apa Anda sekarang berubah menjadi nona?” tanya Kesya bingung. Dia merasa risi dengan tingkah laku Nyonya Juliet sekarang.. sekarang Madame Juliet? Who’s next? Madame Kesya Artyadevi??? Kesya menggeleng. Sangat menyenangkan! Begitu semuanya sudah keluar. Tebar pesona ke manamana.. dear.. Madame. Kesya buru-buru menyikut mereka. Kesya yakin itu suara DeeDee dan Tom yang sedang setengah mati menahan tawa. dear.... Dia sendiri juga sudah tidak dapat menahan tawa. Kesya dan DeeDee tidak tahan lagi. sekarang Kesya yakin semua orang di JCC ini pasti sedang penasaran mencari-cari sumber tawa melengking ini. eh. maaf.. kamu lucu sekali. Lucu sekali. Rasanya tidak cocok kalau dia juga menambahkan sebutan “Madame” di depan namanya! “Ingat ya. Rasanya memang sangat lega. Madame Juliet Anggoro. Mana mungkin saya bisa bercerai dengan dia? Kalau saya bercerai. Mereka buru-buru berlari ke toilet dan tertawa terbahak-bahak di sana. pipis memang kegiatan yang menyenangkan ya.

. Duduk beberapa jam di pesawat dari Jepang ke Indonesia ternyata tidak menyurutkan semangatnya.. baik. memperlihatkan perhiasan yang memesona. By the way. “Hai.” DeeDee menyalami Cecil dan Alo. Cecil dan Alo sama-sama mengangguk. Cecil dan Alo bergantian memeluk erat Kesya. DeeDee. DeeDee mengenal Cecil. Sambil terus tertawa. DeeDee senang sekali. Dia juga memperkenalkan DeeDee kepada beberapa temannya. DeeDee ikut dan menginap di rumah Kesya.” Kesya tersenyum lebar.. “Ketemu di mana sih customer seajaib dan sevulgar itu?” ujar DeeDee masih sambil tertawa heboh. apa kabar?” Cecil merangkul DeeDee. Sementara dengan Alo. dan hal ini pasti akan dilakukannya dengan sebaik-baiknya.. “Oh ya. Bahkan dia tidak dapat menegakkan tubuh lagi. Cecil dan DeeDee sudah saling mengenal. Untuk sementara dulu deh. . Menjadi desainer perhiasan terkenal adalah impiannya.” DeeDee tersenyum jail. semua acara pameran itu berjalan lancar. Bener-bener bagus!” “Thanks.“Kamu lihat nggak mukanya si Tom begitu Nyonya. “Kamu harus datang juga ya. Selebihnya. “Tinggal di mana selama di Jakarta?” tanya Cecil.” Sekarang ganti DeeDee yang mengangguk.. Kesya mengangguk-angguk. Kesya mengajak DeeDee berkeliling. Sejak itulah. Tampak Cecil dan Alo berjalan menghampirinya.” Kesya tidak berhasil menyelesaikan kalimatnya. Rasa geli kembali membuncah di dadanya. Kesya tersenyum dan menghampiri mereka. eh. selamat ya atas pertunangan kalian. “Aku tinggal di apartemen Kesya. Di samping kehebohan yang ditimbulkan oleh Madame Juliet. hmmfffttt. “Baik. “Orang-orang kaya. Madame Juliet ngelihat ke arahnya?” komentar DeeDee masih sambil cekikikan. sebelah tangannya memegangi perut dan tangan sebelah lagi menopang tubuhnya yang terbungkuk-bungkuk menahan geli. “Kami udah lihat hasil karya kamu. tingkah lakunya suka aneh-aneh. terlalu sibuk terkikik untuk mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya. Dua tahun lalu. DeeDee memang tidak mainmain kalau sudah menyangkut topik perhiasan.. “Kesh!” Kesya menoleh mendengar namanya dipanggil. masih inget DeeDee?” Kesya menarik tangan DeeDee.. ketika Kesya pulang ke Indonesia karena libur akhir tahun. dia kenal Alo lewat cerita Kesya dan Cecil. di acara pernikahan kami. Dia masih teringat betapa detail Madame Juliet menerangkan aktivitas berkemih tadi. “Kalian lihat-lihat doang atau niat beli?” tanya Kesya. baru kali ini DeeDee bertemu muka.. terutama mengingat wajah pasrah Tom saat didekati Madame Juliet Anggoro.

..” ujar Alo.... Kesya tertawa diam-diam. memperlihatkan karya-karya yang dipajang di stand APPI. . Jansen. “Oohh.. Gayanya classy.. Jansen kembali tersenyum gugup. “Rencananya sih mau liat-liat cincin kawin.. nggak jadi. kamera itu tergelincir dari bahunya.” Kesya tersenyum manis. “Sebentar ya.. aku memutuskan untuk datang ke pameran kamu aja.!” sapa Kesya ceria.” Kakinya sudah lumayan pegal karena sedari tadi menemani DeeDee berkeliling ruang pameran yang luas ini.. Aku.. dia menenteng kamera mahal dan. Tom sedang ke kamar kecil. Kesya memperhatikan wanita ini. Bu...Cecil mengerling kepada Alo. Rambutnya digelung tinggi.. Kesya memberi isyarat kepada Jansen bahwa dia harus melayani wanita itu. “Katanya nggak bisa datang? Gimana dengan lokasi pemotretannya?” Jansen tersenyum gugup. Perhiasannyalah yang tengah ditunjuk oleh wanita anggun ini.. dan minta tolong Kesya untuk menggantikannya.” “Thanks ya. Kesya mengangguk. ketika seorang wanita paruh baya mendekat. Kesya sedang berjalan di sisi Jansen.. tapi kata Jansen dia tidak bisa datang karena harus melihat lokasi pemotretan. “Oke. Bu.” DeeDee menunjuk ke sebuah stand yang memajang aneka bros.. Ia memang mengundang Jansen untuk datang ke pameran ini.” Kesya berpaling ketika mendengar namanya dipanggil.. seperti biasa juga.” “Tapi aku dan Cecil ingin kamu yang mendesain cincin kami.” Kesya mengeluarkan perhiasan yang diinginkan wanita itu dan meletakkannya pada piring beludru warna biru. aku ke sana dulu ya.. dan anggun sekali. cantik. Jansen!!! Kesya tersenyum lebar. Nanti aku modifikasi dengan rancangan pribadiku sendiri... Ada yang bisa saya bantu?” tanya Kesya.. Wanita paruh baya ini kini sedang memperhatikan dengan serius beberapa perhiasan yang dipajang di dalam etalase stand APPI.. “Kesh. itu. Siapa tau ada model yang kalian suka. Wanita anggun itu meraba kalung hasil rancangan Kesya dengan penuh perasaan. Kesya tersenyum lebar. “Kesya.” tunjuknya. entah bagaimana saat melihat senyum Kesya. “Selamat malam... Kesya mengangguk.” Cecil menggandeng tangan Alo lalu berjalan ke stand cincin kawin. Seperti biasa. Kesh. “Boleh saya lihat yang itu. “Aku di sini aja ya.. menikmati kegugupan Jansen. “Hai. Silakan liat-liat dulu.

membentuk huruf V untuk Victory. Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk dan berlalu sambil membawa bungkusan perhiasan rancangan Kesya. hasil potongan. Dia mengeluarkan selembar kartu nama dari balik tasnya. “Oke. Bu Lidya. Perasaan bersemangat yang biasa dia rasakan saat perhiasan rancangannya berhasil terjual kembali dia rasakan.” Yesss! jerit Kesya dalam hati. “Ini permata asli?” tanyanya. “Iya dong. “Ini kartu nama saya. Saya ambil yang ini. “Bagaimana Ibu bisa tahu?” “Ekspresi bangga di wajahmu yang memberitahu saya.” ujar Kesya. “Sold out?” Kesya berpaling dan mendapati DeeDee sedang menatapnya penuh harap. dan jenis berlian itu dari balik lensanya. Kesya mengangguk lagi. Kesya mengangguk.“Ini harganya?” tanya wanita anggun itu sambil menunjuk bandrol harga yang tergantung. Tampak sangat ahli.. “Terima kasih. Wanita anggun itu tersenyum. Rupanya ibu classy itu kolektor perhiasan. Memperhatikan karat. Berdoa dalam hati agar wanita anggun ini tertarik untuk memiliki kalungnya. “Yang terbaik dari jenisnya. Bu. Hatinya berdebar-debar. . Dengan penuh semangat Kesya menyelesaikan urusan jual-beli itu.” jawabnya sambil tersenyum..” Nama “Lidya Sostronegoro” tercantum di situ. Dia mengeluarkan lensa kecil dari balik tas elegannya.” Kesya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.. “Ini. ya?” Kesya mengangguk sambil tersenyum.” ujarnya sambil menyerahkan perhiasan yang telah dibungkus cantik itu. “Kamu perancangnya.” Wanita anggun itu mengangguk-angguk..

“Dia datang hari ini.. Finna. Can you imagine that?!” suara Cecil terdengar sudah mau menangis...” “Can I borrow a gun?” Mata Kesya langsung melotot. sepupu jauh Cecil yang nyebelin banget.. Abis.” jawab Cecil lemah. “Dia maksa-maksa jadi panitia untuk acara wedding-ku.. “Kenapa dia?” tanya Kesya dengan suara penuh ketakutan. Selalu omdo... dan dengan nada sinis selalu menambahkan bahwa pacarnya itu bukan Inggris campuran seperti Alo. Selalu membanggakan pacarnya yang keturunan Inggris asli. cuma omong doang! Nggak pernah sekali pun mereka melihat si cowok peranakan Inggris aslinya itu! . Yah. “No! I just want to die!” “Cecil. Finna nggak benar-benar bergoyang dombret sih. tapi Kesya nggak punya istilah lain untuk menggambarkan Finna. Orangnya nggak pernah mau kalah.. dan gambaran soal wanita dengan gigi tonggos dan rambut panjang keriting tampak bergoyang dombret di pelupuk matanya.3 KRRRIIINGGG. Kesya dan Cecil bahkan meragukan bahwa Finna memang sungguh-sungguh punya pacar. kenapa sih?” “Inget Finna?” Dahi kesya mengernyit. Gun?! Buat apa Cecil mau pinjam senjata? “Are you okay.” “Kesh!” “Ya. Cecil. Padahal Finna tidak pernah sekali pun membawa pacarnya ke acara keluarga. omong doang. Pandangan Kesya langsung berkunang-kunang.. Senyum menyebalkan dan suara cemprengnya memenuhi rongga kepala Kesya..! “Halo. Cil?” tanya Kesya hati-hati. “Then?” Kesya berdebar menunggu kelanjutan cerita Cecil..

menari-nari di depan matanya. Kamu nggak bisa nolak.. Can you just shoot me on my head? Make it double then!” kata Cecil. Karena sudah cukup baik mengenal Finna. Waktu itu Kesya menangis tersedu-sedu karena cowok yang disukainya langsung terbirit-birit melihat penampilannya.” bisik Cecil lirih. Kesya terdiam. “Kesh. langsung percaya aja. aku nggak mau jadi bridesmaid kamu!” teriak Kesya cepat. sekarang kamu mau mengundurkan diri jadi bridesmaid-ku. “Si nenek sihir itu langsung bilang ke mamaku dia mau jadi panitia. Mamaku juga..Kesya masih ingat pengalaman mengerikan yang pernah dia alami bersama Finna.. Bayangan mengerikan tentang segala macam aturan konyol. . “Aku udah bete banget karena dia tiba-tiba memproklamirkan diri jadi salah satu panitia pernikahanku. Seolah baru saja memijakkan kaki di bumi setelah sepuluh tahun berada di bulan. “Kamu udah gila ya.. dia tidak meragukan bahwa salah satu bayangan mengerikan yang dipikirkannya akan benar-benar terjadi! “I wish I could!” jerit Cecil. apalagi dengan gaun kuning gading yang dijahit mamanya. Finna dengan sadis memaksanya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya baru kemudian mendampingi Cecil berjalan ke altar! Oh no! Gila! Ini nggak bisa dibiarkan terjadi! “Aduh. sekarang terdengar frustrasi. “Kesya. tidak ada gaun yang dapat membuatnya cantik jelita dalam seketika. Cil. kamu masih dengerin aku nggak sih?” Teriakan Cecil membuat Kesya tersadar dari lamunannya. Katanya dia sekarang membuka jasa sebagai wedding organizer di Amerika. Kesh?” bentak Cecil.. Finna bilang dress code yang ditentukan adalah kostum halloween. yang pasti akan diterapkan Finna. Tidak ada dress code halloween di pesta perpisahan mereka. Sekarang mamaku menurunkan titah untuk menjemput Finna di bandara dan menceritakan secara detail rencana pernikahanku!” kata Cecil kesal. Waktu itu mereka masih sama-sama SD. payahnya.. Ketika acara pesta perpisahan. Jadilah Kesya dan Cecil datang ke pesta perpisahan dengan mengenakan kostum genderuwo dan kostum suster ngesot. Anak-anak perempuan lainnya tampak cantik dan menawan dalam balutan gaun ala putri kerajaan. “Kalo Finna jadi salah satu panitia kawinan kamu. Dan apa yang terjadi? Ternyata mereka dikerjain habis-habisan oleh Finna. yah. Finna sendiri tampil lumayan. ya?” tanya Kesya memelas.. Mungkin malah nanti dia akan dipaksa mengenakan gaun bridesmaid warna hitam! Atau lebih parah lagi. Dia benar-benar tidak ingin bekerja sama dengan Finna. panic attack langsung melanda Kesya.

” Cecil masih belum menyerah. “Masa cuma gara-gara gitu doang terus kamu..Wah. tetapi dia tetap menguatkan hati untuk terus berkata tidak..” “Ya udah. “Nggak. Aku nggak bisa kalo ada Finna di deket-deket kamu. “Aku tetap akan jadi bridesmaid kamu. dan sekuat mungkin. Atau. aku nggak jadi married aja kali ya?” sambung Cecil putus asa.. “Please. Aku juga nggak akan bisa ngapangapain kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. Hah?! Sudah gila kali ya si Cecil? Masa hanya karena Kesya tidak mau jadi bridesmaid-nya. Tangannya meremas rambut.. Atau apa? “Atau. Tapi. Cil.” Kesya masih terus mencoba bertahan. Aku nggak mau deket-deket... Cecil! Kenapa sih mesti bawa-bawa persahabatan di saat-saat seperti ini? Kesya menarik napas panjang.” ujar Kesya dengan suara yang dibuat setegas.. “Kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. Dia kembali meremas-remas rambutnya. . kamu satu-satunya sahabat dekatku.. Aku nggak akan mungkin melewati semua kerepotan ini tanpa support dari kamu. Dia pasti tidak akan tega menolak permintaan Cecil. for our friendship?” Suara Cecil kini hanya berupa bisikan. Kamu tahu sendiri kayak apa Finna itu. Puas?!” ujarnya setengah berteriak. Aku nggak akan kuat kalau kamu nggak ada di sampingku. Bahkan lebih lirih daripada sebelumnya. mendingan aku nggak usah married aja sama Alo! Biarin aja! Biar kita bubar jalan aja! Biar nanti semua orang. mereka sudah berada di bandara. Aku nggak akan bisa kuat kalau kamu nggak mau bantuin aku. Cil. Aku bener-bener nggak bisa. apalagi berurusan dengan Finna! “Nggak. “Banget!” Sialan Cecil! *** Satu jam kemudian.” “Oke.. “Kesya. Nada suara Cecil langsung berubah ceria.” Kesya bisa mendengar Cecil menghela napas. Kamu tahu betapa raphunya aku.. Pertahan dirinya mulai runtuh... oke!” potong Kesya kesal. Kali ini bisikannya bahkan lebih lirih daripada sebelumnya. mulai deh! Kesya paling nggak tahan kalau Cecil sudah mengatur volume suaranya sampai lirih begini.. Damn it. aku nggak peduli!” sambar Cecil. “Kesya.. Kesh. Aku harus kuat! bisik Kesya dalam hati. lalu dia jadi batal menikah? “Cecil! Ngaco kamu!” bentak Kesya marah... tidak untuk kali ini. setegar.

“Lama banget sih?” dumel Cecil untuk yang ke-157 kalinya. Tubuhnya yang mungil tampak kalah tinggi dibandingkan orang=orang lainnya. Tapi baru saja dia hendak membalas perkataan Kesya.” balas Kesya juga untuk yang ke-157 kalinya.” sapa Cecil. “Coba tebak siapa ini?” ujar si empunya tangan kurus itu. “Ada. Finna. “Nggak ada ide yang lebih bagus ya?” bentaknya kesal karena itu ide yang diulang-ulangKesya selama setengah jam terakhir ini. Suara mendesah yang dibikin-bikin itu (maksudnya sih biar kedengaran lebih seksi. “Siapa ini?” tanya Cecil. Cecil berbalik. keluarga Cecil kurang berkelas dibandingkan keluarganya. Menurut Finna. Aku pulang naik taksi. “Hai.” Tubuh Kesya menegang dalam pelukan lengan kurus Finna. Dulu Finna tidak pernah sudi berpelukan dengan Cecil. katanya. “Hai. Finna sudi memberikan pelukan erat kepada Cecil.. Sejak empat tahun yang lalu Finna tinggal di Amerika. Kesya memaksakan sebuah senyum di wajahnya. Tubuh Finna tetap kurus tanpa daging. biar kamu nungguin Finna di sini sendirian!” tantang Kesya sambil berkacak pinggang.. Kesya memperhatikan penampilan Finna.Cecil berdiri di balik pembatas besi hitam. “Kita pulang aja deh ya. Kesya. Nggak usah mikir pun pasti Cecil tahu siapa si empunya suara mendesah itu. tiba-tiba sepasang tangan kurus menutup kedua matanya. Mungkin karena sekarang diberi tempat kehormatan untuk menjadi salah satu anggota panitia dalam pernikahan Cecil. Kesya mendengus melihat adegan artifisial itu.... seperti orang kurang makan. Cecil mendelik ke arah Kesya.. mengurusi usahanya yang. Rambutnya tetap keriting panjang. Kayak anak kecil saja! Kesya melirik si empunya tangan dan mendengus pelan.” Kini giliran Kesya yang dipeluk dengan erat. Apa maksudnya? . Wajahnya tetap over make-up. Mengutukngutuk dalam hati kenapa dia mau-maunya menemani Cecil menjemput Finna. Susah banget! Karena memang saat ini Kesya sedang tidak ingin tersenyum. tapi jadinya malah terdengar seperti suara ngeong kucing ketika musim kawin!) sudah dihakpatenkan oleh Finna! “Hai. masih dengna mata ditutup tangan kurus Finna. Kesya berdiri di sampingnya. Mata bulatnya melotot lebih besar ke arah Kesya. Cecil! My beautiful cousin! Si calon pengantin!” Finna membalik tubuh Cecil dan memeluknya erat. Tidak ada yang berubah setelah empat tahun ini... Kalau tidak memikirkan kesopanan. mungkin dia sudah muntah! “Kita berdua akan jadi bridesmaid yang cantik di pesta pernikahan Cecil. walaupun semua make-up itu tidak akan pernah menandingi kehebohan gigi tonggosnya. Dia paling nggak suka main tebak-tebakan gini. bergerak di bidang wedding organizer.

Mereka juga bisa dibilang seleb yang agak eksentrik. It’s so repot.. namun kemudian senyum gigi tonggosnya terpancang di wajahnya. Yang dilirik balas melirik dengan tatapan pasrah..” Sejak naik ke mobil Cecil. Kalo sampai dia tahu sesuatu tapi nggak ngasih tahu aku. Cecil melirik Kesya dari kaca spion. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh. ya? Iya. Ya.. Cecil menggeleng lemah. sampai yang terakhir ini. tapi akhirnya mereka balik ke aku juga.. adiknya Paris Hilton yang masih baby itu... “Tinkerbelle?” sejenak. Pokoknya dia mau yang terbaik untuk tamu-tamunya. lebih baik dia nggak tahu apa-apa.“Aku juga jadi bridesmaid-nya Cecil!” ujar Finna dengan suara sengau. Angelina Jolie-Brad Pitt-lah. Malah sebaliknya.. Rihanna-lah. waktu aku organize wedding party-nya Nicole Kidman. pestanya Nicole Kidman. waktu itu aku juga sempet. you know? Soalnya si Nicole itu maunya banyak..” Kesya mengernyit. Dia melirik ke arah Cecil.” Finna terkikik-kikik lagi. Mulai dari pestanya Britney Spears-lah. tidak melihat sisi lucu dari pernyataan Finna. begitu deh kira-kira. Jadi mereka mau pestanya yang bener-bener berkesan banget. “Kamu ngurusin pesta gunting kuku Tinkerbelle-nya Paris Hilton.. Mereka kan udah seleb terkenal gitu.. Yang paling berkesan buatku itu waktu aku harus organize wedding party-nya Angelina Jolie-Brad Pitt... Dia tertawa terkikik-kikik. nggak?” tanya Kesya iseng. “Blah blah blah. Mereka cuma mau pesta sederhana yang hanya dihadiri orang-orang terdekat. Jadi semuanya nggak boleh sembarangan. Finna tidak berhenti bercerita soal kehebatannya sebagai WO sukses di Amerika. Extravaganza gitu! Mereka muter-muter nyariin WO yang bisa mewujudkan pernikahan impian mereka. Sesekali dia membalikkan tubuhnya menghadap Kesya yang duduk sendirian di kursi belakang.” Dan Kesya tidak mendengar lagi. . I will kill her! pikir Kesya sadis.. “Terus ada lagi yang seru juga. dia merasa ketakutan sekali! Tatapan do-you-have-any-idea-about-this? Kesya menghunjam Cecil. “Mama kamu yang bilang begitu. Ceil. Bener-bener berkesan deh.... *** “Yah. Tubuhnya juga ikut heboh bergerak-gerak. “Ooh. Dia harus konsentrasi menahan tawa yang seketika akan menyembur keluar. dahi Finna mengernyit bingung. Christina Aguilera-lah. dan tampaknya sobatnya itu juga sedang melakukan hal yang sama.

” *** “Kamu beneran mau jadi bridesmaid. berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak berpikiran terlalu kejam terhadap Finna.. makan es krim sehabis menjalani hari yang melelahkan memang benarbenar nikmat.. Entah itu kelegaan karena mereka sudah hampir dua jam duduk saja di dalam Civic metalik Cecil atau kelegaan karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. Kesya menghadiahi dirinya sendiri satu porsi besar es krim rum raisin. “Selamat siang... Yang paling menggelikan adalah. Kesya tersenyum kecil. Mama Finna adalah sepupu Tante Renata. Pap!” sapa Finna pada kedua orangtuanya. Dia menghela napas dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong. ya?” tanya DeeDee sambil menyelonjorkan kakinya di atas sofa pink di apartemen Kesya. Oom Balgi berjengit melihat penampilan Finna yang sangat mencolok mata itu.. Mama Finna juga memiliki rambut keriting seperti Finna. Menurut Kesya. Hmmm.. Kesya dan DeeDee baru saja selesai makan malam. Bentuk gigi itu rupanya diturunkan dari orangtuanya. sudah pasti lega karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. Mom! Hai. Gadis itu mengenakan atasan tank top berwarna kuning cerah dan bawahan rok supermini berwarna merah terang.. “Hai.” Sok akrab. Finna langsung memeluk kedua orangtua Cecil. Kesya mendesah pasrah.” ujar Cecil penuh kelegaan. sudah menunggu mereka di sebuah restoran sea food. kentara sekali usahanya untuk bisa kelihatan seksi. Mama dan papa Finna juga memiliki bentuk gigi seperti gigi Finna. kalau tidak mau dibilang superaneh..Siapa juga tahu bahwa Tinkerbelle itu anjing Chihuahua-nya Paris Hilton. Tante Renata dan Oom Balgi... bukan adiknya! Ketauan banget si Finna itu bohong besar! “Sampai juga. papa dan mama Cecil. Orangtua Finna juga hadir di sana. “Hhhh. Kesya mengangguk sambil memasukkan suapan besar es krim ke mulutnya. Tante Renata dan Oom Balgi sengaja mengundang mereka makan siang untuk menghormati kedatangan Finna. padahal dengan tubuh sekurus itu apa yang bisa diharapkan orang-orang selain tulang belulang yang menonjol keluar? Kesya menggeleng. Penampilan Finna memang superunik. Tante dan Oom sayang. it’s gonna be another long day.. Dari jauh dia tampak seperti pisang yang berdiri di atas apel merah.. “Kamu nggak takut?” . Malam itu. Sementara Finna mulai mengoceh dengan suara nyaringnya. Tidak heran Oom Balgi berjengit.

Dia buru-buru memasukkan suapan besar es krim ke dalam mulutnya. Apalagi kini. Kesya tahu Jansen sangat menyukainya dan dia juga menyukai Jansen. merajut hidup baru dengan pasangan pilihan. Belum pernah sekali pun magic words “I love you” terungkat dari mulut Jansen. nenekku nggak pernah usil bilang-bilang begitu.. Jangan-jangan nanti kamu bakalan jadi bridesmaid terus. Kesya menghela napas panjang. Walaupun usia mereka berbeda dua tahun. Mangkuk es krimnya selamat! “Aku serius nih!” DeeDee menyibak poni yang menutupi wajahnya.” “Kalau begitu.” sahutnya sambil nyengir lebar.” ujarnya tersinggung. . “Jangan sembarangan ya kalo ngomong! Aku sayang kok sama dia. Kesya buru-buru menyelamatkan.. “Takoh apoah??” tanyanya tidak jelas dengan mulut masih penuh es krim.. Sebenarnya telah muncul sebersit rasa khawatir dalam hatinya. tapi sampai detik ini belum pernah sekali pun laki-laki itu serius mengajaknya berpacaran. kelihatannya Kesya malah terlihat lebih kekanakkanakan daripada dirinya. mangkuk es krimnya.. perlahan-lahan satu per satu sahabatnya telah menikah. “At least. tapi Jansen tuh nggak banget deh! You deserve better than him!” ujar DeeDee serius.. Itu baru TTM. “Siapa? Si Jansen?” DeeDee juga menyuap es krimnya. teman tapi mesra. Buukkkk! Bantal itu mendarat dengan posisi tidak menyenangkan di wajahnya. Mati kutu. bukan pacar. “Kesya!” DeeDee melempar bantal yang sedang dipeluknya ke arah Kesya.. aku tahu dia juga sayang sama aku. dan. selamanya akan terus jadi bridesmaid‟?” Kesya menggeleng.. “Jangan tersinggung ya. Matanya menerawang ke jendela besar di apartemennya. Mata Kesya mendelik lebih lebar ke arah DeeDee.. “Siapa bilang aku nggak punya cowok? Aku punya kok. DeeDee geleng-geleng kepala melihat kelakuan seniornya itu.” Kesya mendelik galak ke arah DeeDee. Sementara Kesya.Pertanyaan DeeDee membuat dahi Kesya mengernyit. Lagian kamu yakin mau pacaran sama Jansen?” sembur DeeDee.. Kadang dia merasa kesepian juga. “Emangnya kenapa?” tanya Kesya. tapi Kesya tetap tersenyum. tidak perlu takut kesepian. “Pernah dengar nenek bilang. Mulut Kesya terkunci rapat. „Sekali jadi bridesmaid. tapi ada saat-saat semua temannya sibuk dengan urusan masing-masing. Bilangnya saja dia punya banyak teman.. “Apalagi kamu kan sekarang belum punya cowok. “Itu mah bukanc owok kamu.. masih saja sendiri. kenapa kalian berdua masih belum jadian sampe sekarang?” potong DeeDee.

Sebuah lensa khusus untuk melihat berlian terpasang miring di dahinya. “Anu.. lho. soal Jansen nggak usah dipikirin. Kesya yakin seratus persen.. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru.. itu.. tidak terasa gatal. dia sudah cukup hafal dengan perangai bosnya itu. udah deh. Dia sama sekali tidak ingin diganggu.Dan apabila saat itu tiba..” Lho. saya akan dipecat. Putri Gubernur Palembang akan menikah bulan depan. tapi saat ini dia benar-benar tidak berdaya. Dia tuh nggak cocok buat kamu!” Lalu. dan Kesya sedang mengerjakan hadiah untuk putri gubernur itu. Kesya duduk di balik meja kerjanya. kalau saya nggak mau bilang ke Bu Kesya. Tok tok tok. Bu Kesya. Kepala Kesya menunduk di atas meja. Kepala Mona tersembul takut-takut.... “Maaf. lho? Mona ngomong apaan sih sebenarnya? Kenapa sampai bawabawa Komnas HAM segala? . “Kesh. Lampu meja memancarkan sinar kuning lembut.. “Ya!” sahutnya dengan suara cukup tinggi. “Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Bu Kesya nggak mau diganggu. mau tidak mau Kesya harus cukup puas dengan kesendiriannya. Hadiah dari sesama orang penting tentu saja harus dikerjakan dengan penuh kehati-hatian.” Perkataan DeeDee membuyarkan lamunan Kesya. saya tahu Ibu nggak mau diganggu. “Malah bagus kalo dia belum pernah nembak kamu. Katanya.. “Ada apa sih?!” bentak Kesya tidak sabar. siapa yang cocok buat aku? Kenapa sampai sekarang belum muncul-muncul juga? *** Ruang kerja Kesya yang cukup besar terasa sejuk. diadukan ke Komnas HAM.. Aduh.! Kesya mengembuskan napas dengan kesal. dianggap melecehkan dia. Kalau sedang berkonsentrasi penuh. Rasanya tadi dia sudah memberi instruksi cukup jelas kepada Mona.. tapi dia memaksa terus. tapi saya nggak tahu harus gimana lagi. cukup menenangkan hati. you deserve better than him. Dua tahun menjadi pegawai Kesya. dan bicaranya jadi tambah ngelantur. “Ada apa?” tanya Kesya tidak sabar. Kesya merasa sangat marah kalau diganggu. sebuah meja kayu yang dipelitur dengan halus..” ujarnya memelas. Sudah cukup lama kepalanya menunduk dengan posisi yang sama. gimana ngomongnya ya?” Mona garuk-garuk kepala yang. Mood-nya tambah lenyap mendengar ucapan Mona yang muter-muter nggak jelas. Mona makin mengerut dengan sikap Kesya. Aku kan udah bilang.

“Mona! Kamu tuh kenapa sih? Nggak bisa ngomong langsung ya? Mood-ku jadi hilang nih! Gara-gara kamu!” “Anu. ada yang namanya Finna Salsabila telepon. “Mona! Saya sudah bilang.. kalau Bu Kesya nggak mau ngomong sama dia. Dari sana dia dapat mengamati kesibukan kota Jakarta. dia akan melumat-lumat tubuh ceking Finna! “Aih. “Finna! Aku benar-benar lagi sibuk! Kalau kamu nggak mau langsung bilang apa maumu. setengah menangis. mungkin maksudnya supaya terdengar seksi. Bu Kesya? Wah. dia mau ngaduin saya ke Komnas HAM!” Kesya geleng-geleng kepala sendiri. Mona malah menerjang masuk dan buru-buru mengangkat telepon di ruang kerja Kesya. saya pasti akan membela kamu. Kalau Finna ada di hadapannya. bersiap melanjutkan pekerjaannya. karena saya itu bos kamu... Pegawainya ini sebenarnya tahu nggak sih apa itu Komnas HAM? Kok percaya begitu saja sama kata-kata si Finna. Kesya mengembuskan napas kesal. “Kalau kamu dilaporin. Ketika Kesya sudah duduk kembali di kursi kerjanya. Kesya. “Bener. Bu Kesya benar-benar bos yang baik ya!” Dan dia pun berlalu dari ruang kerja Kesya. “HALO!” sapa Kesya. “Tapi yang namanya Finna itu juga udah dua puluh lima kali telepon ke sini. Dia menempelkan telepon itu ke telinga Kesya. berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya yang menguap bersamaan dengan ocehan Mona yang tidak keruan. Cukup lama Kesya berdiam di sana. Untung saja Finna tidak berdiri di sini. saya nggak mau diganggu!” Tapi.” sahut Mona. aku akan langsung tutup telepon ini!” .” Finna? Mau ngapain dia? “Bilang aku nggak ada di tempat!” jawab Kesya sambil mengibaskan tangan. “Kamu nggak akan dilaporin ke Komnas HAM!” ujar Kesya.. itu. Saya bertanggung jawab atas diri kamu!” Wajah Mona berubah riang. Bu Kesya.. “Kalau begitu Bu Kesya ngomong sendiri sama yang namanya Finna ya.” Suara sengau Finna terdengar garing di telinga Kesya.. “Galak amat sih?” “Ada apa.. Konsentrasinya sudah buyar! Mood-nya sudah hilang! Dia berjalan ke jendela berukuran sedang. Finna? Aku lagi sibuk banget nih!” “Sesibuk apa sih sampai nggak bisa diganggu?” Finna tertawa sengau. tapi di telinga Kesya terdengar seperti lenguhan orangutan jantan di Taman Safari. pintu ruang kerjanya kembali diketuk. Ini kali kedua puluh enam dia telepon. Dan seperti yang saya bilang. Dia memaksa untuk ngomong sama Bu Kesya.” ujarnya sambil buru-buru kabur keluar. Kesya menggeram marah.. “Saya udah bilang itu dua puluh lima kali.

Jangan gampang marah-marah gitu dong. Mama. Nanti cowok-cowok tambah nggak mau lagi sama kamu.” . atau masih tetap lonjong seperti dulu!” “Oke! Mukaku masih tetep lonjong seperti dulu. “Nggak deh. Kesabarannya kini sudah benar-benar berada di ambang batas. Kesya mendengus kesal.” Damn it! Apa maunya si Finna. Nanti kamu cepet tua lho.... Rasanya Cecil tidak pernah memberitahukan bahwa salah satu tugas bridesmaid adalah membantumu memilih dekorasi pelaminan! “Cecil nggak pernah bilang begitu!” “Sekarang Finna yang bilang! Sama aja.. nggak usah berlebihan gitu deh.“Deuuu. cuma sekarang kupingku rada kegedean karena harus dengerin omelan Mama. “Kenapa kamu udah beberapa minggu ini nggak pernah telepon ke rumah? Kamu sudah lupa ya... “Aduh. tuuuttt. “Buat apa? Itu kan urusan Cecil dan Alo!” “Lho lho lho. “Tunggu sebentar!” Kesya menekan line 2. Oke..” Dahi Kesya mengernyit. “kalau kamu telepon cuma untuk ngomong begitu doang. Mama termasuk salah satu orang penting yang dimaksud tadi..” “Kamu yang berlebihan! Berminggu-minggu nggak ngasih kabar ke orangtua kamu! Mama nggak tahu apa muka kamu udah berubah jadi kotak atau persegi. sampai ngomong seperti itu? Finna tertawa mendengar leluconnya sendiri. segitu aja marah. “Halo!” bentak Kesya.. Kasian kan kalau kamu kelihatan tua. Kesya sudah memberikan perintah yang sangat jelas bahwa hanya segelintir orang penting yang boleh langsung terhubung dengan line teleponnya. Terdengar nada sela. “Kesya! Begitu ya cara kamu ngomong sama Mama?” terdengar suara ibunya.. tapi kali ini Kesya benar-benar tidak ada tenaga lebih untuk berargumen. kan?” Kesya menggeram marah. nggak bisa begitu. Sebenarnya aku mau ngajak kamu pilih dekorasi pelaminan buat Cecil!” Sambil menahan amarahnya... Selebihnya harus disortir dulu oleh Mona.. Kita berdua kan bridesmaid-nya... tuuuttt. rasanya nggak penting banget deh!” Finna tertawa lagi. jadi kita juga harus bertanggung jawab dalam pemilihan dekorasi pelaminannya.. Seenaknya saja Mona menghubungkan line teleponnya. Kesya menjawab lagi.. kamu punya seorang ibu tua dan seorang ayah tua yang selalu menanti-nantikan kabar dari anak gadisnya yang tinggal sendirian di Jakarta? Jauh terpisah dari orangtuanya?” Kesya mengerang pelan.. Kesya sayang. Tuuttt.

berarti Mama sudah tersinggung dan siap-siap meledak. Wah. Ceritain kabar kamu.” Itu suara Finna. No more telephone! Krrriiiinnnngg! Krrrriiiinnnngggg! Kkkrrrriiinnngggg! Tapi. itu lagi! Selalu saja itu yang ditanyakan Mama. Kesya menghela napas. Usahanya bahkan lebih gigih dibandingkan pendemo yang biasanya suka mangkal di Bundarah HI.“Mama bukannya ngomel! Mama cuma mau ngingetin kamu! Kamu tuh seharusnya sering-sering telepon ke rumah. tapi serasa nggak punya anak!” “Iya. repot deh! pikir Kesya. nanyain kabar papa dan mamamu! Mama dan Papa punya anak. Finna!” “Kamu kenapa sih teriak-teriak kayak Tarzan gitu? Kayaknya kamu punya masalah kepribadian.” Dia sudah tahu ke mana ujung pembicaraan ini akan bermuara.. . Halo.. telepon itu masih bunyi. ya? Tadi kamu marah-marah. Aku bahkan sudah hafal banget sama omongan Mama. “Kalau dibilangin Mama. Kapan kamu mau serius cari pacar?” Nah kan. Kalau nggak senang ya sudah. Memanggil-manggil Kesya.. cowok-cowok aja yang nggak tahu pada ngumpet ke mana! “Hei! Kamu denger omongan Mama nggak sih?” Suara Mama kembali meninggi. Kali ini lebih panjang. rupanya telepon itu tidak menyerah begitu saja. “Denger. “Cecil saja sudah mau menikah. Mungkin kamu butuh bantuan psikolog?” Praaaakkkk! Kesya membanting gagang telepon kembali ke tempatnya. iya!” jawab Kesya tidak sabar.” “Jadi begitu ya?” Suara mamanya terdengar bergetar. Telepon itu dengan gigih terus berbunyi. sekarang kamu teriak-teriak. “Iya. Ma. kamu selalu nggak senang! Padahal Mama kan cuma khawatir sama kamu. Memangnya salah Kesya kalau tidak ada cowok yang bilang cinta kepadanya? Masa dia harus mengemis cinta kepada cowok-cowok untuk menunjukkan kepada Mama bahwa dia serius cari pacar? Kesya serius cari pacar! Serius banget malah.. benar! Itu lagi. Dia masih setia menunggu Kesya di line 1! “Ya. ya?” Suara Mama kini terdengar melunak. Ma. “Mama dengar kamu jadi bridesmaid-nya Cecil. Kkkkkkkkkkkrrrrrrrrriiiiiiiiiinnnnggggggggg!!! Tuh kan. Finna sialan! Sekarang dia bilang aku gila! Kkrrriiinnnggggg! Kesya menutup telinganya. Kalau sudah mengeluarkan getaran. “Kesya! Halo. Tapi. nggak usah jadi anak Mama saja!” Klik! “Aaarggghhh!” Kesya berteriak kesal.

ada apa?” “Saya baru datang dari Singapura. suara kamu keras sekali ya. Kesya menghampiri meja Mona. bestman-nya Alo. Pesawat saya baru saja tiba. apalagi saat dia sedang merasa marah. Lho? Lho? Lho? “Kurang ajar!” maki Kesya lalu membanting teleponnya. Tapi saya benar-benar tidak tahu jalan. kamu akan saya pecat!” . Kesya tidak suka ditertawakan.. Dia jadi tambah marha. “Ya. Saya juga tidak ingin naik taksi sendirian. Segera sebuah suara berat laki-laki memenuhi ruangan itu. jemput saya sekarang. tapi tanpa sadar tangannya menekan tombol speaker phone.” Terdengar tawa kecil dari seberang. tapi tidak ada yang bisa menjemput saya. Kamu bisa tolong jemput saya?” “Enak saja! Memangnya saya sopir kamu?!” bentak Kesya marah.” Tuut tuut tuut tuut.” “Enak aja! Ka. ini Kesya. Dia membanting teleponnya. “Halo? Kesya?” Kesya segera memandang telepon itu.. Dia segera menyambar kunci mobil dan dengan langkah lebar keluar dari kantornya. Suara siapa itu? Rasanya dia tidak pernah mengenal laki-laki dengan suara seperti ini? Suaranya berat dan enak sekali didengar. Jadi please.. Kamu siapa ya?” “Saya Marco. sori. Ragu-ragu. Mona langsung mengerut ketakutan melihat Kesya datang mendekat. Laki-laki ini harus diberi pelajaran! Kesya menggerutu dalam hati.“Aku nggak mau terima telepon!” teriak Kesya. “Kalau lain kali kamu tidak meng-cut telepon untuk saya.” Marco? Bestman-nya Alo? “Ya.. Kesya menjawab sapaan suara berat itu. “Waaah. “Jangan ngetawain saya!” “Ehm.

sekaligus menjadi bestman dalam pernikahan Alo. merasa kesal karena Marco sejak tadi tidak membantu menunjukkan jalan sedikit pun. Dasar kebo! . Kesya terus memperhatikan Marco yang masih tetap tertidur pulas. Dddiiinnnn. Laki-laki itu masih tidur.. Mana jalanan macet. Sekarang dia juga bekerja di sana.. Orangtuanya orang Indonesia. sejak kecil Marco tinggal di Singapura. Dan saat melihat kedua kelopak mata Marco yang terpejam rapat.. Marco sendiri lahir di Singapura. Dengar-dengar dari cerita Alo. hati Kesya tambah kesal.. “Jalan Disco. lucu juga.! Kesya tersentak kaget. Kesya akhirnya menyerah juga. lagi! Eh. Gila! Pulas sekali tidurnya. muter-muter cari alamat yang nggak jelas.. Dia berpaling. Sudah dua jam dia keliling-keliling mencari alamat yang secara tidak jelas diucapkan oleh bestman Alo ini.4 KESYA mendengus kesal. Emangnya aku sopirnya? Aku capek-capek nyetir. Dua jam lalu. dia malah enak-enakan tidur! makiannya bertambah dahsyat.” begitu dia bergumam tidak jelas lalu mengempaskan tubuhnya di samping Kesya. Berpikir untuk menjitak kepala Marco. jadi Kesya agak leluasa untuk memperhatikan pendampingnya dalam acara pernikahan Cecil. Jengkel. Kelapa Gading. Kesya tertawa dalam hati. ketika Kesya sampai di bandara. Kesya melirik ke arah Marco lagi. Jalan di depannya agak tersendat. Pelanpelan. Buru-buru dimajukannya mobilnya. tapi mereka sudah lama bermukim di Singapura. bestman Alo yang bernama Marco Raphael Eagan ini langsung melemparkan travel bag-nya ke dalam bagasi mobil Kesya. Berhenti lagi. Kali ini dia ke Jakarta untuk menyelesaikan sebuah proyek. Hihi. Kesya sungkan untuk bertanya lagi.. Cowok kurang ajar! makinya dalam hati. putar sana putar sini. Pendamping yang mendampingi pendamping pengantin. Nanti disangkanya dia gadis kampungan yang tidak tahu jalan di kota Jakarta ini.. Namun.

Di tangannya tampak urat-urat yang menonjol. dia udah punya pacar belum ya? Kesya terkejut. Napas teratur laki-laki itu menandakan dia masih tertidur pulas.. tapi. membentuk seulas senyum kecil.. Kalau melihat kesan pertama saat bertemu tadi.Ehm.” Tiba-tiba Marco berbicara! Dada Kesya berdebar lebih kencang. pikiran dari mana lagi itu? Kok jadi kayak iklan-iklan kontak jodoh di tabloid sih? . Marco tampak lebih macho lagi! “Dari sepuluh menit yang lalu. Dihapusnya sampai tidak tersisa lagi. Kelopak mata Marco masih terpejam rapat. Kesya jadi ingat Jansen. Lalu menggeleng kuat-kuat. Marco tampaknya laki-laki yang suka tebar pesona. Dia lebih memilih film drama daripada action. aku gadis kesepian yang sangat mendambakan laki-laki. Kali ini cukup serius sampai dahinya berkerut-kerut. Alisnya tebal. buru-buru diralatnya lagi pikiran itu. sama seperti dirinya. Dada Kesya berdebar-debar. laki-laki yang berbibir penuh adalah laki-laki yang tidak pernah bohong. Suara tawa kecil di sebelahnya membuatnya menoleh kaget. Kaus polo kuning yang Marco kenakan tampak menonjolkan maskulinitas tubuhnya. Kesya melirik Marco lagi. Kini hawa panas terasa mengalir naik ke wajah Kesya. gila film-film action yang hanya menampilkan adegan berantem terus.. Tapi. tipe pekerja keras. Sialan! Rupanya sejak tadi laki-laki ini pura-pura tidur. Kesya suka laki-laki pekerja keras. Buru-buru Kesya memajukan mobilnya lagi.. Dia ketahuan sedang memperhatikan Marco. Dari mana lagi datangnya pikiran itu? Diiinnn! Dddiiinnnn! Dddiiinnn! Aduh! Jalan di depannya sudah lengang lagi. Hiiyyy. Bibir penuhnya tampak merah. Ups. Kesya terkejut. Aduh... Kata orang. Aduh malu banget deh! Jangan-jangan Marco pikir.. tapi sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas dengan seksi.! Kesya bergidik.. gila nonton pertandingan tinju atau WWF yang penuh dengan sadisme. Ups. kentara habis dicukur. sudah maju lagi. Berarti tiap dua menit sekali. Kira-kira.. kamu sudah lima kali menoleh untuk memperhatikan aku. Hmmm. Rahang perseginya tampak kebiru-biruan. Marco keren juga. Dia tidak akan pernah mau berurusan dengan lakilaki semacam itu. kamu ingin melihatku. Yang gila olahraga.. Laki-laki bertubuh kecil yang tidak pernah sok-sok tebar pesona itu menyukai musik dan teater. Jansen juga tidak suka film action. Yang sangat mengagung-agungkan maskulinitasnya. Pikiran dari mana itu? Kesya kembali berpaling memperhatikan Marco. Mereka juga sering memberi pujian kepada wanita pujaannya. Jansen tidak segagah Marco. kalau diperhatikan.

Tidak mau banyak bicara kepada laki-laki ini. Masih bingung akan apa yang dilakukan Marco. Memotret dari berbagai sudut. Kesya mematuhi petunjuk Marco sambil tetap memandang lurus ke depan.. Hawa panas yang lebih panas daripada terik matahari di Gurun Sahara kini menyerbu wajahnya. Marco tertawa kecil lagi. Kali ini dia menertawakan wajah Kesya yang memang merah seperti lobster matang. tunggu. Jadi aku nggak enak banguninnya. Dia lalu berjalan mendekati tanah kosong itu.. laki-laki itu mengeluarkan sebuah kamera digital. Kesya juga ikut masuk ke mobil. terutama setelah kejadian memalukan tadi. “Tolong buka bagasinya.” ujarnya mencari-cari alasan. Memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus satu mobil dengan laki-laki brengsek ini. Melihat-lihat. Melihat-lihat ke atas. Aku mau tanya.. Marco minta diantarkan ke tempat menginapnya di Jakarta. Marco tampaknya telah menyelesaikan urusannya. Dia memasukkan kamera digitalnya ke dalam travel bag.. “Belok sini. Dari travel bag-nya. Ini toh yang namanya Jalan Disco? Yang dilihat Kesya hanya sebidang tanah kosong yang cukup luas. aku nggak tau Jalan Disco ada di mana. Tapi dia memutuskan untuk diam saja. Berhenti. “Eh. “Hah sini?” Kesya buru-buru membelokkan setir mobilnya. “Lurus saja sampai ujung sana. Senyum seksi yang menggoda. Dengan hati dongkol. Berhenti.. dia masuk ke mobil Kesya lagi.. Masih mengutuki orang yang memukuli beduk dalam hatinya.. Marco masih tersenyum. Kesya bersandar pada mobilnya. Dug! Dug! Dug! Dug dug dug dug dug dug!!! Sialan! Siapa sih yang mukul beduk dalam hatiku! maki Kesya pelan. “Stop depan saja. ngeliatin aku?” Kini mata Marco sepenuhnya terbuka... Dan lebih memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus memperhatikan laki-laki brengsek ini lima kali dalam sepuluh menit terakhir! “A. Mobil-nya! . Wajahnya pasti merah seperti lobster matang. pikir Kesya.“Kenapa? Kamu suka ya.” Kesya melongo. Lalu memotret lagi. Kesya mengutuk dalam hati. Tapi ini.” seru Kesya saat Marco membuka pintu di sampingnya.” ujar Marco..... tapi Kesya malah tidak berani memalingkan wajah. Dia masih tidak berani menatap Marco. tapi aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget. Setelah menutup bagasi.” ujar Marco lagi. Mau ngapain Marco ke sini? Tadi.. Berjalan ke tengah..” Kesya membuka bagasinya lalu mengikuti Marco. lalu memotret lagi.

. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya. “Karena kamu takut jatuh cinta sama aku. Deg! Wajah Kesya berubah merah lagi.. Marco tersenyum lagi. Alis Marco terangkat. karena dia juga merasa mengenali wajah petugas parkir Apartemen Magenta dan dikenali oleh si petugas parkir itu. dia tidak suka berdekatan dengan Marco.. Mereka bermobil dalam diam. “Iya nih.. matanya bersinar tajam... Seolah mendapat pencerahan. kenapa Marco tidak boleh tinggal di apartemen sebelah Kesya? Tidak ada alsan yang jelas untuk melarang. Kesya mendengus kecil..” ujar Marco tanpa sempat Kesya bertanya.. Kali ini warnanya seperti warna tomat matang. Bu?” Kesya tersenyum bingung. Rasanya dia benar-benar familier dengan lingkungan apartemen ini. setengah linglung. Kesya lelah luar biasa. . tadi ada urusan. “1525.” 1525! Itu kan terletak di sebelah apartemennya! “Itu tepat di sebelah apartemenku!” jerit Kesya. Celingak-celinguk. Ini kan. Matanya mengantuk. Dia menghela napas panjang. tanpa dia sendiri tahu apa-apa soal itu.” sapa petugas parkir dengan akrab. Aneh! Kok sepertinya Kesya mengenali pemandangan di sini.” ujarnya santai. Kesya. “Selama di Jakarta.. Dari Jalan Disco sampai ke Apartemen Magenta makan waktu dua jam..“Ke Apartemen Magenta.. “Oh. Senyum seksi yang.. “Kamu nggak bisa tinggal di sana!” “Kenapa nggak bisa?” Marco balik bertanya. Kesya hanya tahu. membuat dada Kesya bergemuruh kencang. “Kok malam baru pulang. Marco mengangguk pelan. Tidak tahu alasan apa yang harus diutarakan. Alo dan Cecil menyarankan agar aku tinggal di Apartemen Magenta.” Kesya kebingungan. memajukan mobilnya ke parking booth. laki-laki tukang tebar pesona ini.. Apartemen Magenta? Apartemen Magenta kan apartemennya! “Kamu akan tinggal di sini?” seru Kesya terkejut. Saat tiba di Apartemen Magenta. karena.. Bagus? Apanya yang bagus? Kesya kesal sekali dengan ulah Alo dan Cecil yang mencarikan bestman mereka apartemen tepat di sebelah apartemen Kesya. teringat perjalanan yang masih harus dia tempuh untuk pulang ke apartemennya sendiri. Bu Kesya. “Karena.” “Apartemen nomor berapa?” buru Kesya cepat. Benar juga ya.. Tiba-tiba Kesya tersentak. sampai selesai pesta pernikahan. bagus kalau begitu. dia melihat ke sekeliling lagi.. “Selamat malam. ya?” tanya Marco enteng... Tubuhnya penat. Tapi. lagi-lagi.” Kesya setengah bingung setengah tidak percaya.

” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata.. tidak memberitahunya apa-apa mengenai pengaturan ini.. Padahal. Kesya sudah mau menghilang saja ditelan bumi saking malunya. Kemudian dia melenggang . kok berhenti di apartemen nomor 1523? Marco menekan bel pintu. Marco turun tanpa berkata lagi.. karena kamu telah memperhatikan aku setiap dua menit. Jemari Marco menekan tombol 15. makan selalu sambil nonton televisi! “Mau cari Kesya. hanya terpukau memandang sosok pria itu.” Marco mengangguk sopan ke arah Kesya.” Kalimat DeeDee tidak selesai. DeeDee sendiri berdiri mematung memperhatikan sosok Marco yang menjulang. “Karena aku seksi. Mobil Kesya telah terparkir sempurna... “Good night. “Siapa?” Itu suara DeeDee. tapi Kesya percaya ini semua adalah ide Cecil. Saya akan tinggal di apartemen sebelah selama berada di Jakarta. Mereka berdua masuk lift. Pintu terbuka dan kepala DeeDee menyembul dari dalam apartemen. Kesya.. Dia mengambil tas dari bagasi yang telah dibuka Kesya. Berhenti menggantung seakan menguap di udara. “Good night. segera setelah fajar mulai menyingsing! Tiiinnngg.. berjalan sedikit.. Dia masih merasa kesal. “Halo.. Kebiasaan jelek DeeDee. sampai acara pernikahan Alo dan Cecil selesai. Sebenarnya bukan kesal karena Marco tinggal di sebelah apartemennya. Kesya merasakan lift bergerak naik... Kesya mengikuti tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Eh? Lho.” Marco menyelesaikan monolog perkenalannya.. Dari pintu yang terbuka. ya? Kesya-nya belum pu. “Dan. Tadi. Dalam hati dia berjanji akan mencabik-cabik Cecil besok pagi. DeeDee. kalau menuruti kata hatinya.. Dia tidak membalas sapaan Marco. dua kepala lebih tinggi daripada dirinya. “Gila!” maki Kesya..” tambahnya dengan senyum menggoda. di ruang tamu. lalu berjalan menuju lift.. lalu berhenti. menatap berani ke arah Marco. “Saya Marco. sementara yang satu lagi masih menempel di mulutnya. DeeDee berbicara sambil memasukkan sumpit ke dalam mulutnya. bestman-nya Alo. tampak semangkuk mi yang mengepulkan asap diletakkan di atas meja pendek. memandangi Marco tanpa berkedip.. DeeDee..” Kini Marco mengangguk ke arah DeeDee.. Sumpit yang tadi dipegangnya terjatuh satu. Gadis itu memegang sumpit. Dia kesal lebih karena Cecil dan Alo. Tiinggg. seolah terhipnotis. Hmm. Marco tersenyum lebih lebar. di depan televisi.” sapa Marco sambil tersenyum.“Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?” tantang Kesya. Mereka berbelok. Matanya berbinar-binar tanpa berkedip. “Eh. Matanya membulat.” Kesya tidak jadi berkomentar karena DeeDee telanjur membuka pintu.

“Gila!” Kesya memperkaya kosakata makiannya sambil menggeleng-geleng.. Takut pekikan DeeDee terdengar sampai ke sebelah dan membuat Marco kege-eran.. “Sinting!” maki Kesya lalu masuk ke kamarnya.” “Sinting!” Kesya melemparkan guling ke arah DeeDee. “Marco sahabatnya Alo. Masa kamu membiarkan orang asing seperti dia tinggal sama-sama kita!” “Orang asing yang seksi. DeeDee langsung bereaksi. Dia seratus ribu kali lebih baik daripada Jansen. Tidak memedulikan makian Kesya... “Sssst!” Kesya menegurnya. “Apa-apaan sih kamu? Dia nggak mungkin tinggal di sini!” “Kenapa?” “Aku nggak akan mengizinkan!” “Kenapa nggak?” “DeeDee!” bentak Kesya. Kesya. “Apaan?” cibirnya. “Cowok tukang tebar pesona! Cowok model begitu sangat mengagungkan maskulinitasnya! Nggak banget! Itu bukan tipeku sama sekali!” DeeDee terdiam memandang Kesya. Dia lalu keluar dari kamar tamu. “Then what?” Kesya mencibir sambil masuk ke apartemennya. Begitu pintu apartemen 1525 menutup. “Aku punya feeling dia bakal jadian sama kamu deh.. “Feeling kamu salah banget kalau begitu! Aku nggak mau!” bantahnya.. menampilkan ekspresi terhina mendengar ucapan DeeDee barusan.” Kesya melotot. “Kenapa dia nggak tinggal di sini aja?” DeeDee masih memekik. DeeDee menggeleng-geleng. “Mendingan Jansen. Kesya lagi-lagi geleng-geleng kepala. “Dia tahu namaku!” pekiknya senang. Alo ketemu cowok seksi kaya gitu?” DeeDee mengempaskan tubuh di ranjang. Kesya mencebikkan bibir. Saat .. Kesh. “Kamu yang sinting kalau menolak cowok seseksi itu menginap di apartemen ini!” balas DeeDee tak kalah sengitnya. tapi hatinya berdebar juga..” “Dia seksi banget lho.” desah DeeDee. “Kamu ngaco ya. DeeDee menyusul langkah Kesya. Marco jelas jauh ke mana-mana.” tambahnya pelan..masuk ke apartemn nomor 1525.. Dibandingin Jansen.” DeeDee tersenyum lebar. makanya bisa jadi bestman-nya Alo. Gayanya persis nenek Kesya waktu Kesya kecil menolak makan nasi. “Di mana sih. berjalan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur. “Kesya. Makan malamnya segera terlupakan.

“Hai. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Biar begitu... Ba. “Apa ini?” tanyanya.” “Ha... Udah malem kok belum tidur?” Kesya melirik jam yang terpasang di dinding. . Ternyata Marco! Mau apa dia? Kesya membuka pintu. nanti keburu lupa.. kamu sendiri kok belum tidur?” “Aku?” Kesya memperhatikan sketsa perhiasan di pangkuannya. itu. Kesya berjalan ke pintu dan melihat dari lubang siapa orang yang berkunjung malam-malam begini.tangannya terulur hendak memegang hendel pintu.. Alisnya terangkat saat melihat Marco menyodorkan sebuah bungkusan. halo. Dari tadi kamu belum makan malam... “Dia bawain makan malam untukku. “Siapa?” kepala DeeDee menyembul dari dalam kamar Kesya... “Good night.. lalu berlalu. Butuh usaha cukup keras untuk mendengarkan percakapan terpatah-patah Jansen.. “Ooh.. Praannggg.. Kalau nggak. Harum makanan menguar dari bungkusan itu.! “Lho. baru aja se. Jarum pendeknya sudah menunjuk ke angka sepuluh.. jadi buru-buru digambar.. “Aku habis makan malam.” jawab Kesya pelan.. tiba-tiba terdengar suara bel pintu.” Jansen tertawa lemah. suara apa tuh?” tanya Kesya terkejut. Katanya aku belum makan malam. iya nih.” Ya ampun Jansen! Di telepon pun masih bisa gugup begitu! Kesya tersenyum kecil. “Halo. itu piring makanku pecah. “Ka. “Aku pesan makanan untuk kamu. “Kamu juga baru selesai makan?” “I. Kesya sangat menikmatinya.” “Wuaahh! Perhatian banget dia!” DeeDee melonjak kegirangan.” Suara Jansen! Kesya mengecilkan volume televisi.. kan?” Kesya tertegun... selesai kerja.” Jansen tertawa kecil... “Marco. Dug! Dug! Dug! Pemukul beduk dalam hati kesya beraksi lagi! *** Krriingggg! Kesya meraih gagang telepon yang terletak tepat di sebelahnya. tiba-tiba dapet ide.” Marco mengangguk sopan.

Sampai besok ya. “Aku udah makan. Makanannya enak. “Kesya.” Terdengar suara tawa Marco.. “Besok sekitar jam lima. Thanks ya makanannya.” “Hmm. hobi kamu. Dari mana Marco tahu nomor teleponnya? “Kok kamu tahu nomorku?” “Nomor teleponmu.. alamat kantormu.. Jansen sudah berani mengajaknya nge-date! Kesya tersenyum senang. aku jemput kamu dari tempat kerja kamu jam lima aja. Terus aku dapat tiket dua. “Kesya.... ada kemajuan.” pinta Marco. Padahal tentu saja Marco tidak dapat melihat apa yang dilakukannya. warna kesukaanmu. nomor ponselmu. Kamu mau ikut?” Wah... Chinese food kesukaannya.” “Oke.. I. “Kayaknya nggak deh. iya. Kamu mau jemput aku jam berapa?” “Aku. Pokoknya apa yang kamu suka dan kamu nggak suka. Kesya tertegun.. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Marco. “Oke. Good night. ya.” potong Kesya kesal... besok sore kamu ada kerjaan nggak?” Jansen terdengar berusaha mengatur napasnya. “Kenapa nggak bisa?” Marco masih berkeras. Kesya tersentak... “Halo?” “Udah. Kesya berpikir sebentar..” Marco terdengar tertawa kecil. “Jadi kamu mau apa sekarang?” “Cuma mau tanya apa kamu sudah makan. temani aku pergi ya. Menatap piring kosong di hadapannya yang belum sempat dibereskannya.. . Kriingg! Telepon berbunyi lagi. aku tahu semuanya.” Kali ini suara Marco yang terdengar.” Kesya buru-buru menjawab. alamat e-mail-mu.. “Nggak bisa!” Begitu seriusnya Kesya menolak ajakan Marco..” suara Marco melembut. “Boleh. kepalanya sampai ikut menggeleng... Baik Kesya maupun Jansen tampaknya kesulitan menemukan topik pembicaraan yang bagus. Akhirnya Jansen yang pertama kali memecahkan keheningan di antara mereka.” Kesya meletakkan gagang telepon sambil tersenyum-senyum.. makanan kesukaanmu. Kesya yang ayu.“Oh gitu. “Kamu pikir aku nggak akan menyelidiki dulu siapa pendampingku dalam acara pernikahan Alo dan Cecil nanti?” Menyelidiki? Apa maksudnya tuh? Memangnya aku ini psikopat yang harus diwaspadai? pikir Kesya meradang.” Hening. Aku suka.. Emangnya kenapa?” “Besok aku disuruh motret di konser grup musik jazz La Rouge yang dari Prancis itu.

. Jansen nggak sepede Marco.. ya?” Marco masih belum menyerah.. Kesya mencibir. hati Kesya jadi membesar dua kali lipat. kenapa juga dari tadi dia selalu mau tahu urusan Kesya? “Halo. Kesh. Apa-apaan sih laki-laki ini? Bukannya mereka baru kenal? Kok Marco kesannya sudah akrab sekali dengan Kesya.....” komentar Marco usil. Begitu yakin. “Emang kenapa? Aku mau tau gimana sih pacar kamu. “Sama siapa? Pacar? Mau nge-date. Kayaknya Marco lebih bisa nglindungin aku...“Aku. “Udah ah. selalu ragu. lalu menutup telepon.” Mengingat ajakan Jansen tadi. “Galak amat. Rasa simpati yang sejenak memenuhi hati Kesya langsung menguap tidak berbekas. dan barusan saat Marco meneleponnya—jantung Kesya sudah berdebardebar tidak keruan. Lagi pula. selalu hati-hati. Daripada Jansen! Selalu gamang. aku ada janji. Kali ini hati kecil hitamnya yang berbicara. ujar hati kecil putihnya.. . Mungkin kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan Kesya? Cara bicaranya yang santai dan penuh canda sangat berbeda jauh dengan Jansen. Marco itu bukan tipe cowok kamu.. Tenang.” Kesya tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya. lalu malam tadi saat Marco membawakannya makan malam. Entah apa. Dia bahagia sekali. begitu tegas. “Kamu mau ikut? Nggak salah nih?” sergah Kesya... Huh! Terlalu percaya diri. Dug dug dug dug! Waduh! Ada yang memukul beduk di hatinya lagi! Kalau terus-terusan begini.. Ada sesuatu yang berbeda pada laki-laki itu. aku mau tidur!” “Night.. Tapi.” Suara Marco terdengar penuh percaya diri. Laki-laki yang aneh! Tapi tak urung hati Kesya berdesit juga mengingat percakapannya dengan Marco. Kesya!” seru Marco. Kesya tidak pernah sekali pun mendengarkan nada bicara yang penuh percaya diri saat berbicara dengan Jansen. masih sambil tertawa. “Jangan aneh-aneh deh!” tukas Kesya. Buat kamu.... Jansen lebih baik.. Kayaknya Marco bisa lebih yakin akan perasaannya. Tetapi Marco? Seolah dia sangat yakin akan apa yang dibicarakannya. Kesya? Kok kamu nggak jawab? Berarti benar ya sama pacar? Nge-date ke mana? Aku ikut dong. Kesya pasti harus diopname! Baru tiga kali berdekatan dengan Marco—siang tadi saat dia menjemputnya. Kembali terdengar suara tawa.. Seolah dia yakin bahwa dia dapat menaklukkan dunia. Berbeda jauh dengan Jansen yang selalu gugup dan hati-hati. Kamu nggak suka tipe cowok suka tebar pesona kayak dia.

Sebenarnya ada satu kamar tamu di apartemen Kesya. Kamar di apartemen 1523 berada persis di sebelah kamar apartemen 1525. “Nggak penting!” DeeDee menggeleng cepat. Aku kan bukan tamu. udah! Berisik!” kali ini Kesya yang memekik. tapi DeeDee tidak mau menempatinya. “Udah. tau!” bisikan Kesya semakin keras. Dia menyimpan sketsa yang baru saja digambarnya ke dalam brankas idenya. Kesya berbaring dengan mata masih terbuka. karena desain kamar memang dibuat kedap suara. Lho kenapa nggak mungkin? Emangnya kamu pikir Kesya nggak cantik apa? balas hati kecil hitamnya tidak kalah sengit. Tanda bahwa dia sedang awas akan sesuatu yang sedang terjadi. “Kamu barusan nguping. Aku adik kelasmu yang tersayang.” ujar DeeDee dengan kurang ajar saat Kesya menyuruhnya tidur di kamar tamu.Gila kamu! Lagian mana mungkin cowok kayak Marco bisa suka sama Kesya? Hati kecil putihnya ngomel-ngomel ke hati kecil hitamnya. Menghindari tatapan jail DeeDee. kamu nguping. Kesya kembali naik ke ranjangnya. atau mungkin akan terjadi. Dia menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Baru saja ketemu hari ini. DeeDee sudah tidur di ranjang tambahan.. Dia berdiri dan meraba dinding di atas tempat tidurnya. Kamar di Apartemen Magenta memang dirancang bersebelahan dengan kamar apartemen sebelahnya. “Kesh. kan?” Mata DeeDee membulat. ya?” Kesya terlonjak kaget mendengar suara itu. kamu belum tidur?” bisik Kesya pelan. Dengan hati masih berdebar-debar. Dadanya masih berdebar-debar. “Ngapain sih aku?” maki Kesya pelan. Tidak terdengar suara apa-apa. Tentu saja. .. “Kamar itu kan buat tamu. Senyumnya juga merekah lebar! “DeeDee. Jadilah DeeDee tidur di ranjang tambahan di kamar Kesya. Di balik dinding itu ada kamar Marco. lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuh. Kesya bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar. “Apaan sih? Nggak penting. mana mungkin aku bisa langsung suka? batinnya. Kesya menempelkan telinga ke dinding pembatas antara kamarnya dan kamar Marco. Tampak DeeDee duduk dengan mata terbuka lebar. Kesya tahu itu saat dia pertama kali melihatlihat apartemen ini.

ya. Gelas pribadinya.. Marco menurunkan gelas itu.. Kenapa ada Marco di dapurnya? Marco tersenyum.5 KESYA bangun setengah tujuh pagi keesokan harinya. menunjukkan gelas yang dia gunakan untuk minum kopi.” Marco menjawab dengan polos. . Mencuat di sana-sini tidak keruan. Vampir lebih pas jika diasosiasikan dengan sosok Marco. Kesya tersenyum..” Marco tersenyum kecil dan tanpa merasa bersalah dia kembali mengangkat gelas itu. “Kamu belum jawab pertanyaanku!” desisnya galak. Dia langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Edward Cullen. “Ngapain kamu di sini?” tanya Kesya galak... “Itu gelasku! Gelas pribadiku! Gelas kesayanganku! Nggak boleh ada orang yang pake gelas itu kecuali aku. Marco benar-benar seperti sosok tuyul bergentayang di apartemennya. mungkin juga. Tangannya terangkat.. Di tangannya ada segelas kopi yang mengepul.. Genderuwo? Bukan juga! Nggak cocok juga! Apa ya? Vampir? Hmm. Terutama vampir ganteng yang ngetop itu. Matanya menatap heran ke arah Kesya. “Pagi. ya ya ya. “Ngapain kamu senyam-senyum sendirian?” Kesya tersadar dari lamunan ngawurnya... bukan tuyul. “Ngapain kamu di sini?” “Minum kopi.. Siapa namanya? Edward Cullen? Hhmmm. Tidak boleh ada yang memakai gelas itu kecuali dirinya! “STOP!” ujar Kesya saat gelas kesayangannya sudah hampir mencapai mulut Marco. Tuyul terlalu imut untuk ukuran tubuh Marco yang tinggi besar. Gelas biru bergambar beruang Forever Friend! Itu kan gelasnya. Bukan.” Kesya melonjak kaget.. Mata Kesya melotot melihat gelas yang digunakan Marco. Rambutnya masih acak-acakan.

“DeeDee!” Kesya memanggil. “Bukannya apartemen kamu itu di sebelah?” “DeeDee yang membukakan pintu untukku.. Dia tersenyum ke arah gadis itu. Tidak sudi melihat pemandangan gelasnya dicium oleh orang lain. lalu kembali minum dari gelas Kesya! Kesya memalingkan wajah. Penghuni di apartemen ini memang mendapatkan fasilitas langganan koran gratis. Aku belum belanja kopi. “Morning. DeeDee! rutuk Kesya dalam hati. paling-paling isinya demo sana demo sini. Buat kalian berdua. rasanya ingin dia ulek saja wajah usil Marco! “Kenapa kamu bisa ada di sini sih?” tanya Kesya. aku pikir. Seorang perancang busana ternama yang berniat menggunakan perhiasan dari toko Kesya sebagai aksesori dalam pergelaran busananya. Marco menurunkan gelas kesayangan Kesya.” Marco menunjuk dengan dagunya. Kesya menggeram lalu menunjuk dengan dagu. tapi Kesya tidak pernah menyentuhnya.. Kesya membuang muka. “Tuh.“Stop! AKU BILANG ST. Pintu kamar mandi terbuka dan DeeDee keluar. “Aku harus ke toko sekarang juga.” jawab Marco santai. Habis.. Itu gelas pemberian pacar pertamanya saat dia ulang tahun sweet seventeen. “Di mana DeeDee?” tanya Kesya. Dalam hati dia mengingatkan untuk mencuci gelas itu dengan sabun cairan antiseptik. Kan malas bacanya. aku kan ada janji dengan klien besar kita itu!” DeeDee mengambil tas yang sudah disiapkan di atas sofa lalu beranjak keluar. Rencananya untuk mendamprat DeeDee karena seenaknya saja membiarkan Marco masuk hilang sudah. Kesh!” sapa DeeDee tanpa merasa bersalah sedikit pun. “Ada koran?” tanya Marco tanpa memedulikan hiruk pikuk yang terjadi.. selamat menikmati sarapan ya! Nanti setelah meeting. Aku kan baru saja sampai di Jakarta kemarin. Suaranya sarat ancaman. aku akan segera kabari kamu ya. tapi sayang juga ya. Jadi. Paling baca headline-nya saja. masih kesal setengah mati karena Marco minum dari gelas kesayangannya. lebih baik ke sini aja.” Terlambat! Gelas itu sudah menempel di bibir Marco! Aarrgghhh! Kesya geram sekali. Dia juga mempertimbangkan untuk membuang gelas itu. dan aku belum tau tempat sarapan yang enak di sini. Kesh!” Kesya tidak dapat berkutik. bencana sana bencana sini. tindak kekerasan sana tindak kekerasan sini. Dia ingat hari ini telah menugasi DeeDee untuk bertemu dengan seorang klien penting. . Kesya memang paling malas baca koran. Sudah berpakaian rapi. sepi juga sendirian di sebelah. Kalau tangannya memegang ulekan sambal. Ingat nggak. di kamar mandi. Lagian. “Aku nggak sempet sarapan.

... Kalau ada yang membahas soal pameran mode. “Jadi. dia mengambil gelas dan menuang kopi untuk dirinya sendiri. Sayang. rasa kesal memperlambat daya kerja otaknya. Dia rupanya sudah selesai makan. “Lho. Dia lupa sama sekali bahwa DeeDee sudah berangkat dengan terburu-buru. Dia tidak peduli kalau Marco tidak dapat mendengar ucapannya. kan DeeDee sudah pergi. Satu untuknya dan satu untuk DeeDee..” Marco menggigit roti bakarnya dengan penuh perasaan. tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang. Senyum jail menghiasi wajahnya. roti bakar ini buat aku dong. Kesya masih mengunyah roti bakarnya. Well. “Aku mau ke balkon dulu. Marco mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik dari balik saku celananya. . Marco beranjak bangun dari duduknya.. Kesya melirik Marco. Sepertinya. Kesya sudah menggigit dengan kasar roti bakar miliknya. Diam-diam. Sepuluh detik berlalu dalam diam. Marco mengambil koran lalu kembali duduk di tempatnya semula. Kenapa jadinya malah begini? Kok Kesya jadi bikinin sarapan untuk Marco? “Thanks ya.. Dia paling tidak suka dengan perokok! Perokok itu perusak paru-paru. Dia berjalan ke dapur dan membuat roti bakar.. tapi juga paru-paru orang lain. dan mengisapnya dalam-dalam! What? A SMOKER! Mata Kesya melotot hebat. Kesya memang selalu membuat dua tangkup roti bakar. dia membawa piringnya dan terpaksa duduk di hadapan Marco.. “Buhkkannn! Itouh puwnyahhh DihDih. Dengan kasar dia mengunyah roti bakarnya. Kesya masih terus memperhatikan. Dia jijik membayangkan asap rokok.” Oh iya! Dia lupa. Marco makan sambil membaca koran. atau apa saja yang berhubungan dengan seni.” ujar Kesya sambil mengunyah. bukan hanya paru-parunya sendiri.. yang baunya tidak enak itu.” ujarnya. Kesya tidak menjawab. seolah ingin melampiaskan kekesalannya pada roti bakarnya yang malang.. menyalakan sebatang rokok. Selesai membuat roti bakar. pameran perhiasan. Kesya tidak dapat berkata-kata lagi.Yang menarik minat Kesya adalah berita tentang kesenian.. “Kok dua? Roti bakar ini buat aku?” tanya Marco sambil menunjuk setangkup roti bakar yang masih tersisa di piring. baru Kesya akan membaca artikel itu sampai habis. Perokok adalah orang-orang yang egois! Kesya dongkol sekali.” ujar Marco sambil beranjak ke balkon apartemen. akan memenuhi ruangan apartemennya. Dia tidak mungkin mengusir Marco dari apartemennya. alisnya terangkat. Marco tersenyum senang. Sambil matanya terpaku pada koran di tangannya.

. nggak mungkinlah aku suruh seorang psikopat tinggal di sebelah apartemen kamu. dan nggak tau malu tinggal di sebelah apartemenku? Dan kamu juga nggak bilang apa-apa sama aku!” Kesya tidak memelankan suaranya.. Kesya!” sapa Cecil. Yang pasti. .. tersenyum kecil. “Hai.. Dalam hati dia mencatat.... “Kamu tuh keterlaluan ya! Punya ide dari mana suruh bestman Alo yang nyebelin. Ting tong. “Cecil!” Kesya langsung setel wajah jutek dan ngomel-ngomel. Tampak Cecil dan Alo tersenyum ceria....... Dia masuk sambil diikuti Alo. perokok.” Mereka berpelukan erat.” Cecil tidak memedulikan Kesya dan langsung masuk untuk menemui Marco.” Cecil langsung memeluk Marco. Hah? Nggak salah dengar nih? “Lalu aku gimana? Aku kan belum kenal dia!” bisik Kesya dengan suara agak keras. untuk mengingatkan Marco agar tidak merokok di dalam ruangan apartemen.. Tenang aja. Long time no see.. ya? Di mana dia?” tanyanya dengan nada ceria. “Oohh. Apalagi mengingat Marco adalah seorang perokok! Cecil tertawa senang. Marco adalah tamu kehormatan Cecil dan Alo. bro.” ujar Cecil dengan mata membulat. Kesya kembali melancarkan protesnya.. “Dia ada di dalam apartemenku! Keterlaluan banget nggak sih? Masa dia ma. “Hai. “Kamu tuh apa-apaan sih? Kenapa tanpa bilang-bilang malah menyarankan dia tinggal di sebelah apartemenku?” Merasa tidak dipedulikan Cecil. He is a nice person. meskipun dia tahu Alo dan mungkin juga Marco akan mendengarnya.. memangnya kenapa? Daripada dia tinggal sama orang yang belum dia kenal. Kalau itu yang kamu takutin. “Aah. “Lho.. di belakang Cecil.! Kesya beranjak ke pintu dan membukanya. tapi yang terpancar malah efek nyebelin! “Ooh. Dia bete banget. sini. jadi Marco sudah datang. dengan huruf kapital yang diperbesar lagi. kan mendingan dia tinggal di dekat kamu. Marco.Bagaimanapun.. now you are going to be the groom!” Marco menepuk-nepuk pundak Alo. “Hai! The beautiful bride-to-be!” Marco mencium pipi Cecil. maunya sih menampilkan efek menenangkan.. Cecil tersenyum..” jawab Cecil dengan santai. suka tebar pesona. “Apaan sih?” Dahi Cecil mengernyit. yang entah kapan sudah masuk lagi ke dalam apartemen dengan mulut bau rokok... Iihh! Marco kan bau rokok! Alo. Dan Kesya tidak akan berbuat suatu hal yang akan menyinggungnya..” bisik Kesya sambil menarik tangan Cecil. “Cecil.. “Hai. itu toh masalahnya.

kamu kan bisa kenalan sama dia sekarang. Kesya mengangguk pelan. batalin aja! Mending juga pergi sama kami!” Cecil mengernyit. “kalau belum kenal. Kesya sih tidak peduli. Bentuknya yang eksotis membuat setiap orang berdecak kagum.. “Sama Jansen.. “Lagian. “Aduh. eh salah. “Hei. nanti kita pergi bertiga saja.. kita dinner sama-sama. Tidak sudi laki-laki pujaannya dikomentari secara tidak sopan oleh Cecil. “Sama siapa?” tanya Alo.” ujar Cecil sambil beranjak lagi ke arah Marco. Tampak terlalu polos di mata Kesya.” “Aku ada janji.. “My lovely”.” Alo membela Kesya. *** “Bagaimana kalau yang ini?” Kesya mengeluarkan kalung bertabur berlian sebesar tiga karat.. menunjukkan perasaan tidak sukanya pada laki-laki itu.. Kalau ini. Yang ini terlalu kecil. ya?” potong Cecil sambil mencibir.” Apa sih maksud Cecil? Kenapa tiba-tiba semua orang punya feeling Kesya akan jadian sama Marco? Tidak mungkin! Benar-benar tidak mungkin! “Nanti malam kita dinner bareng ya. tidak mau yang ini. Benar-benar ingin tahu.. Sayang. “Ya sudah. saya tidak mau yang ini.. Nyonya.. “Aku nggak bisa. “No no no. Aku punya feeling kamu bakal jadian sama dia. Wajahnya tersenyum tulus.. Pembicaraan mengenai date memang sesuatu yang sensitif untuknya. itu nama perhiasan yang kini berada dalam genggaman Kesya.. jangan gitu dong. “Cil. Aku juga nggak bisa. udah deh.Ggggrrrr! Ingin rasanya Kesya menjitak kepala Cecil.” Cecil mengedipkan sebelah matanya. hei .” Wajah Kesya mulai memerah.” ujar Alo sambil melirik ke arah Marco. Kesya tersenyum penuh terima kasih kepada Alo dan tersenyum penuh cela ke arah Cecil.. “Kenapa?” tanya Cecil dan Alo berbarengan...” Marco menggeleng pelan.. “Ayolah. Kesya percaya... terlalu kecil untuk ukuran leher saya.. “Sori. Cecil mulai lagi... Biarin aja Kesya pergi sama Jansen.. “Kenapa?” tanya Alo.. “Alaaahhh.. Pembicaraan tentang Jansen memang selalu membuat Cecil mengernyitkan wajah. Madame Juliet Anggoro menggeleng-geleng dramatis.. adalah cibiran yang juga benar-benar tulus...” potong Kesya..” ujar Marco polos. Urusan laki-laki itu sama sekali bukan urusannya! “Aku juga ada date. Kamu nggak tau sih seperti apa Jansen itu!” Tuh kan..hei! Kenapa malah ngomong begitu soal Jansen!” Kesya membela Jansen.” .

. karena suaminya pulang terlambat tanpa memberi kabar. Dia menyukai perhiasan yang bertabur berlian. Nyo. alih profesi. Sebagai apa ya? Kesya juga bingung. Kesya juga geleng-geleng kepala... Tidak semua pelanggan boleh masuk ke ruang kerja Kesya dan memilih perhiasan yang baru selesai dibuat. untung ada orang-orang kaya yang eksentrik seperti Madame Juliet. peduli amat deh.. rupanya dia salah. kan? Sewaktu pertama kalinya Madame Juliet menjelaskan tentang pengaruh warna pakaian terhadap perasaan hatinya dan terhadap jenis perhiasan yang akan dibelinya. tentu saja. Bukan itu saja. Kalau tidak ada orang-orang seperti Madame Juliet. malu beli perhiasan.. dan kalau marah. dia tidak memiliki keahlian lain selain mendesain perhiasan. Madame Juliet merasa marah. Wanita ini suka yang heboh. Ya.. mungkin toko perhiasan Kesya tidak akan meraup banyak keuntungan. Madame Juliet kini berada di ruang kerja Kesya.. maka dia akan semakin suka. Madame Juliet Anggoro mengenakan pakaian berwarna merah manyala.. Madame Juliet?” See? Mata Madame Juliet kini bersinar-sinar cemerlang. jauh lebih heboh hari ini! Mata Kesya dengan tajam mengawasi etalase pribadinya. kemarin malam Madame Juliet merasa kesal pada suaminya. Kalau hari ini dia mengenakan pakaian berwarna merah. Bandul bulat dengn hiasan bintang yang. Rupanya. Masih ada bandulnya. Dasar orang kaya! Marah beli perhiasan. Mungkin juga Kesya harus banting setir. Kalung itu menjuntai sepanjang 30 cm dan setiap rantainya diselipi dengan berlian sebesar 5 karat. Gotcha! Dia mengeluarkan sebuah kalung panjang.. mau yang lebih besar ya. Kalung itu terbuat dari emas 23 karat. Rasanya. dia lumayan bisa masak. Madame Juliet akan membeli kalung.. senang ya juga pasti beli perhiasan dong! Tapi.. Bingung. tanda bahwa perempuan itu adalah salah satu langganan yang dihormati.Sore ini. itu artinya perasaan hatinya sedang marah. Semakin banyak berliannya. Itu nama yang diberikan Kesya.” Awalnya Kesya pikir kalung “My lovely” itu akan disukai Madame Juliet. warna pakaiannya mencerminkan perasaan hatinya.. Menurut Madame Juliet. “Hmmm. Perasaan hatinya mencerminkan jenis perhiasan yang akan dia beli.. ehm. sedih beil perhiasan. Rupanya si Madame ingin sesuatu yang lebih heboh. bertabur berlian juga! “The Stars Are Always Shining”. Sebenarnya Kesya sudah hafal betul dengan keinginan Madame Juliet. Tuan Anggoro.. Kesya tersenyum kecil. tapi tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencari rupiah lewat masakannya. Hmm. “Bagaimana kalau ini. Fresh from the oven. Jadi.. tidak peduli walau banyaknya berlian terkadang membuat tampilan perhiasan berkurang keanggunannya.

Karyanya berhasil terjual lagi! “Terima kasih. Apalagi kalau bertemu engan orang keras kepala seperti Marco.. Persis seperti orang yang berada di bawah pengaruh alkohol. Berarti sebentar lagi Jansen akan datang. Kesya masuk ke ruang kerjanya. Tapi Madame Juliet mabuk karena pengaruh perhiasan. Jewelholic! Kesya tersenyum penuh kemenangan. Anda tidak boleh langsung masuk. Kesya juga menempatkan sofa untuk tamu-tamu istimewanya. Kesya jadi geli sendiri mendengar nada tegas dalam suara Mona..” ujar Kesya. eh maksud saya. biarkan saja.. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ini juga sudah menjadi sesuatu yang dihafal Kesya.. “Saya bilang. “Saya ambil yang ini! Ini yang ambil saya. Hmm. saya mohon dengan sangat. ini yang saya ambil!” Tawanya kembali membahana. “Maaf. Bicaranya tidak jelas dan dia selalu tertawa terbahak-bahak. Kesya tersenyum kecil membayangkan reaksi Jansen.. Repot juga ya pekerjaan Mona. dia mengeluarkan seuntai kalung mutiara lalu mengenakannya. Selain itu. ujarnya dalam hati. Dipolesnya lipstik yang sudah mulai memudar.” Tiba-tiba terdengar suara gaduh Mona dari balik pintu. “Mona. Dahi Kesya berkerut.“Bagus! Bagus! Bagus sekali!” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak. Wah sudah setengah lima. Selain meja kerja dengan penerangan cahaya yang baik. masih ada lagi cermin besar. Madame. agar tamu-tamunya dapat langsung mematut-matut diri mereka dengan perhiasan rancangan Kesya. Dari laci meja kerjanya. Madame Juliet akan bertingkah linglung. Hari ini dia mengenakan atasan warna pink dan celana panjang ungu tua. Kesya tertawa geli melihat tingkah Madame Juliet. .” ujar Kesya sambil tersenyum manis saat Madame Juliet beranjak keluar dari tokonya.” ujar Mona dengan suara setegas dan seprofesional mungkin.. “Pak. Kesya berjalan mendekati cermin besar itu. Lebih baik dia bersiap-siap dulu. Ruangan itu cukup besar dan. Marco! Lagi? Bener-bener deh vampir satu ini! Sekarang sosoknya menghantui ruang kerja Kesya juga! Mona masih berusaha menghalang-halangi Marco. Bu Kesya sedang tidak ingin diganggu. penampilannya cukup oke. kalau Anda belum buat janji. hilang digantikan oleh sosok menjulang..” Dan suara Mona tenggelam. Kalau sudah melihat perhiasan yang disukai. Merasakan tekstur berliannya. Dia tidak mau disemprot Kesya lagi.. nyaman sekali. tentu saja. Jansen pasti akan gugup setengah mati melihat penampilannya ini. Dia meraba lembut kalung panjang itu..

dan menutup pintu di belakangnya. Hal itu tambah membuat Jansen gugup.” Kesya. Mona membalas juga senyum maut Marco. Tadi dia tidak menyadari sosok Marco berada di belakang Kesya..” balas Kesya sambil tersenyum. Ini kan acara nge-date. Makhluk satu ini rasanya tidak akan pernah berhenti mengganggunya. Dia juga tidak mempersilakan Marco duduk. “Aku boleh ikut?” tanya Marco. “Ha. “Yuk. Seluruh perhatiannya hanya terpusat pada Kesya... Jansen memperhatikan sosok Marco. Marco masuk. “Bu Kesya. ya?” tanya Marco tidak menyerah.” Marco mengedarkan pandangan ke arah ruang kerja Kesya. Marco mengekor.” ujar Kesya singkat kepada Marco. merasa tidak mengenal laki-laki tinggi ini. .” Keysa melirik ke pergelangan tangannya. masa harus bawa-bawa orang lain? “Jansen itu pacar kamu. lalu tersenyum kecil. Jam lima. Kesya. kita pergi. Itu suara Marco. “Ngapain kamu ke sini?” tanya Kesya.. Jansen.Dahi Mona berkerut. kamu sudah siap?” Kesya mengangguk. “Aku mau keluar. “Tidak. “Hai..” sapanya gugup.. Entah bagaimana sepatunya terlepas dari kakinya saat dia berjalan mendekati Kesya! Jansen tertawa salah tingkah sambil mengenakan kembali sepatunya. namun dia segera berdiri begitu melihat Kesya. yang sudah setengah jalan ke arah Jansen. “Hai. namun kemudian dia menepi. jadi sekalian mampir. Sedang menilaikah? Sampai saat ini Kesya tidak tahu apa yang dikerjakan Marco.. Saat ini Marco juga membawa-bawa kamera digitalnya. “Pak Jansen datang. “Bukan urusan kamu!” Kesya beranja keluar. memberi jalan masuk untuk Marco. Jansen memang selalu tepat waktu. Marco tersenyum manis ke arah Mona.. “Kamu. jadi berhenti mendadak.” jawab Kesya sambil mengernyit.” jawab Jansen bingung. Dia masih marah teringat insiden gelas pribadinya tadi pagi. Dia tidak merasa perlu menanyakan lagi dari mana Marco tahu tempat kerjanya. Kesya bisa mendengarkan karyawannya tertawa kecil melihat tingkah Jansen.” “Hai.. hai. walaupun masih kesal. Ingin lihat-lihat gimana tempat kerja kamu. Jansen sedang duduk dan memandangi etalase yang bertabur perhiasan. tentu saja. Dan. “Kebetulan lewat sini.” Kepala Mona menyembul dari balik pintu.

Kesya menatap Jansen..” Marco mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri.” ujar Marco sambil tersenyum mantap. “Saya teman Kesya. semuanya menciptakan atmosfer yang amat sangat romantis. Masa dia merelakan laki-laki yang belum lima menit dikenalnya ikut acara date-nya? Kesya melirik tajam ke arah Marco. Dia tidak percaya reaksi Jansen. Aku. suasana kafe. Hei. aku punya dua tiket kok. lilin kecil di atas meja bundar. dengan hati dongkol bukan main. “Sudah lama kenal dia?” suara Marco tiba-tiba membuyarkan lamunan Kesya. bukan Jansen. Kesya dan Marco duduk di meja bulat dengan diterangi cahaya lilin yang bergoyang-goyang tertiup angin. ya?” Kesya memandang Marco dengan tatapan siap melumat laki-laki itu. Wah.. Tapi Marco hanya tersenyum. Kesya tersenyum sendiri. Jansen mengangguk dengan gelisah. Kesya tambah menyesal karena yang duduk bersamanya adalah Marco. Berkali-kali dia membasahi bibir.. Jansen begitu mencintai pekerjaannya. Baru datang dari Singapura. .. ini benar-benar tidak lucu! Tidak mungkin Marco mau ikut date-nya Kesya! Marco masih menatap Jansen. Kesya mendengus lagi. ya sudah ikut saja kalau begitu. Tadinya dia berharap Jansen akan menyatakan cintanya dan mereka akan menjadi sepasang kekasih. Senyum yang sampai sekarang masih tampak seksi di mata Kesya..” Hah? Rasanya isi perut Kesya anjlok semuanya. ya. Dahi Jansen berkerut-kerut sementara dia memperhatikan hasil bidikannya. Bola matanya berpindah-pindah ke kiri dan kanan. Sama-sama mendengarkan musik romantis yang dibawakan band La Rouge. Lagu-lagu La Rouge. dan Kesya suka sekali itu.“Marco.. “Kami mau nonton konser musik La Rouge. Kata Kesya. Senyum penuh percaya diri khas Marco.” “Boleh ikut? Saya juga suka sekali dengan La Rouge. Jansen gelisah.. Kenapa sekarang jadi aku yang duduk sama-sama laki-laki ini? Suasana di kafe tempat La Rouge manggung agak remang-remang. kalian akan pergi.... “Ehm. Kesan tegas yang halus kentara sekali di sana.. si biang kerok. Seharusnya Jansen yang duduk satu meja dengannya. hei! Stop right now! *** Dua puluh menit kemudian. ingin tahu bagaimana tanggapan laki-laki itu. Kenapa jadi begini? rutuk Kesya dalam hati. Alisnya bertaut. selalu serius dengan pekerjaannya. Kesya memperhatikan Jansen yang masih sibuk memotret. hei.. Kesya duduk satu meja dengan Marco sementara Jansen sibuk dengan kameranya.

.. Dia mengisap rokoknya dalam-dalam dan mengembuskan asapnya ke atas.” jawab Kesya singkat. aku lupa. oh iya. Marco menoleh. bukannya kamu baru saja selesai foto La Rouge?” sekarang Kesya juga ikut bingung. apa kamu akan berdandan secantik ini juga?” tanyanya sambil tersenyum. Kelihatan jelas senyum itu senyum iseng untuk menggoda Kesya. Masih berani juga Marco menggodanya. ya?” Kesya menggeram kesal. Belum sempat dia menjawab pertanyaan itu.. Seperti interograsi petugas pemerintah kalau mau bikin paspor saja! Marco tersenyum dan kembali memperhatikan La Rouge.. “Kamu cantik sekali malam ini. “Maaf..! Dengan gugup. Kesya mendelik..... Pranngg. Marco mengulangi pertanyaannya. Kesya terdiam.. memperhatikan ekspresi wajah Kesya. “Kalau aku yang mengajak kamu pergi. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. Jansen buru-buru berdiri.. Marco memperhatikan percakapan itu dengan senyum geli.Gara-gara makhluk serupa vampir ini semua impiannya buyar! Apa di zaman sekarang orang juga sudah tidak boleh bermimpi.. kamu mau lihat?” Jansen menyodorkan kameranya ke arah Kesya. Jansen sudah mengempaskan tubuhnya di bangku kosong sebelah Kesya. Kesya merapatkan tubuhnya ke arah Jansen. “Kenal di mana?” “Di pameran.” ujar Marco pantang menyerah. “Bagus nih.. aku.” ujarnya penuh sesal. Oh no....” “Sudah berapa lama de. “Sudah. seharusnya tadi dia minta tempat duduk di bagian no smoking! Dia memandang Marco dengan gusar. “Oh.” Jansen tersenyum gugup...” “Ssshhhtttt!” Kesya memotong ucapan Marco. “Lho. “Selesai juga. “Apanya?” tanya Jansen dengan dahi mengernyit. “Foto-fotonya?” “Foto-foto apa ya?” tanya Jansen lagi.” ujar Jansen sambil memperhtaikan hasil bidikan kameranya. Marco tampak tidak peduli dengan kegusaran Kesya.. “Kamu spesial berdandan untuk pergi sama dia..” “Pameran apa?” “Pameran perhiasan. Kamu.. ya? “Sudah lama kenal dia?” Merasa tidak direspons. maaf.. Gelas di meja bundar itu tersenggol jatuh olehnya dan pecah.... “Bagus-bagus?” tanya Kesya..

Kesya mengikuti dengan kecewa.. terima kasih ya. Te. iya. Berpikir. Tindakan itu membuat Jansen terlonjak kaget.. Berani-beraninya dia menertawai Jansen! “Kita. Tanpa berkata apa-apa.” Jansen beranjak dari duduknya. Jansen!” Kesya menggandeng tangan Jansen. Kesya dan Jansen keluar dari kafe dan berlalu pergi... Kursi Marco bergeser dan Marco juga ikut berdiri. “An. dia merenung.. .... Marco juga keluar dari kafe dan memanggil taksi. Marco mengangguk.. Dia kembali menarik tangan Jansen. kita pulang saja yuk. Kesya memandang sebal ke arah Marco. oh. Kameranya tergelincir dari pundaknya dan dengan sigap ditangkap oleh Marco.” Kesya tidak berkomentar.. “Eh... Ini kan kamera mahal.” Marco mengembalikan kamera Jansen.. Sepanjang perjalanan pulang. Buyar sudah harapannya akan kencan romantis dengan Jansen. “Hati-hati ya. Anda mau pulang juga?” tanya Jansen. Jansen tertawa gugup. “Yuk.Marco tertawa pelan.......

.. menurutmu dia itu gadis yang bagaimana?” Alo dan Marco saat ini sedang berada di Groom‟s Bestfriend. Terkadang. Alo menggeleng.. “Kenapa kamu tanya-tanya?” Alo memperhatikan Marco dari cermin.. *** Dahi Kesya berdenyut-denyut. . boleh juga..” dia tidak menyelesaikan kalimatnya. Aku sering marah sama Cecil karena terlalu sering minta tolong sama Kesya. Dia selalu ada untuk menolong siapa saja. Senyum Marco bertambah lebar. Menurut Cecil. Cecil sangat tidak suka pada Jansen. “Ya.. sedang fitting jas buat Alo juga buat Marco.. Finna duduk sambil mengoceh panjang lebar. “Cuma ingin tahu lebih banyak tentang bridesmaid-nya Cecil.” Alo berbalik menatap Marco. Kesya sendiri tidak pernah marah sama Cecil.” Marco ikut tersenyum juga. dia memang gadis yang lucu. “Hmmm. Matanya bersinar penuh makna. walau aku tahu dia kesal sekali. “You don’t. Marco menautkan alis.” Alo terkekeh. Aku sendiri belum pernah lihat yang namanya Jansen. Bayangan Kesya—temannya dan Cecil ketika SMA— berkelebatan dalam benaknya.” Marco mengangguk-angguk. Yang aku tahu.” Alo tersenyum kecil. “Tahu soal si Jansen?” tanya Marco setelah tawanya mereda.. Jansen laki-laki yang tidak tepat untuk Kesya. rupanya Finna nekat datang langsung ke ruang kerja Kesya. Alo menatap curiga ke arah Marco.. Dia sedang duduk di ruang kerjanya..6 “SI Kesya itu. sebegitu baiknya dia sampai sering dimanfaatkan orang lain.. “Kurang.. Di hadapannya. “Kesya itu gadis yang sangat manis. Tapi. Bridesmaid with bestman. Marco ikut terkekeh. Sejak peristiwa bantingan telepon dulu.

“Wah... kamu lumayan juga ya, Kesh. Tapi masih kurang sih kalau dibandingin Tania Smith, temanku di Amerika. Dia itu perancang perhiasan yang ngetop banget. Perhiasan rancangannya sering dipake J-Lo lho!” Sudah dua jam lebih Finna mengoceh tidak keruan seperti itu. Katanya sih dia ingin membicarakan dekorasi pelaminan Cecil. Entah bagaimana dia mendapat kesan bahwa Cecil memercayakan tugas penting itu kepadanya. Kesya memejamkan mata, berusaha meredakan amarah yang perlahan-lahan naik ke ubun-ubunnya. “Jadi sekarang kamu ngapain ke sini?” tanyanya dengan suara penuh kendali. “Ups, ya... sori... Aku jadi lupa...” Finna tersenyum, memamerkan giginya yang besar-besar. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh saat dia tertawa. Kesya bergidik ngeri melihatnya. “Ini lho, Kesya...” Finna mengeluarkan beberapa gulungan kertas dari dalam tasnya. Dia menyingkirkan gambar rancangan perhiasan Kesya (Hei!!!) dari atas meja dan membentangkan gulungan kertasnya. Kesya memperhatikan apa yang berada di balik gulungan kertas tersebut. “Nah, ini rancangan pelaminan Cecil yang aku buat. Di sini kita akan taruh kertas krep warna-warni, di sebelah sana kita akan pakai balon-balon, lalu kita juga bisa taruh bunga-bunga plastik kecil-kecil di sini...” Kesya memejamkan mata lagi. Kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plasti kecil? Apa-apaan sih ini? Memang dia pikir perkawinan Cecil itu pesta ulang tahun anak-anak? Kenapa tidak sekalian undang badut pesta saja? “Fin...” Kesya berusaha mengatur volume suaranya. “Ini tuh pesta pernikahan, bukan...” “Aku tahu ini pesta pernikahan, makanya aku buat seperti ini. Di Amerika lagi ngetop lho rancangan pelaminan seperti ini...” Dengan kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plastik? Yang bener? Kesya berusaha tersenyum. “Kalau begitu, biar kita bicarakan dengan Cecil dulu ya...” “Tapi kata Cecil, dia memercayakan dekorasi pelaminannya kepada kita berdua,” potong Finna keras kepala. “Tetap saja. Yang menikah itu Cecil, jadi dia harus tahu seperti apa rancangan dekorasi pelaminannya.” End of discussion. Suara dering di ponsel Kesya membuat Finna, yang mulai protes, terdiam. “Halo...” “Kesya, dia ada di sana?” itu suara Cecil. Kesya sudah tahu siapa “dia” yang dimaksud Cecil. “Sudah dari dua jam yang lalu,” jawab Kesya menekan amarahnya.

“Kalau dia tetep masih nekat mau dekor pelaminanku, ajak dia ke decoration artist-nya aja.” “Dia mau?” “Bujuk dia deh...” “Kenapa harus aku yang bujuk dia?” “Pleasseee...” Kesya menarik napas panjang. Dia paling tidak bis amenolak permintaan yang diikuti dengan bunyi please panjang seperti ini. “Ya udah, aku coba deh.” “Love you, you’re the best... Mmuaah...!” Suara Cecil langsung ceria dan lega. Kesya meletakkan ponselnya dan menatap Finna. “Kata Cecil, kita harus berkonsultasi dengan decoration artist-nya.” Mata Finna membulat. “Decoration artist apa? Aku decoration artist-nya! Cecil kan sudah memercayakan semuanya kepadaku. Kamu pasti bohong! Lho? Kesya mengembuskan napas, kali ini lebih kencang. “Coba saja kamu telepon Cecil.” Finna langsung menghubungi Cecil. Sambil menekan-nekan nomor pada ponselnya, mulutnya bergumam kesal. “Halo, Cecil, kok kamu suruh aku ke decoration artist? Aku kan yang akan mendekor pelaminanmu?” Kesya berusaha menajamkan pendengarannya, namun tidak satu pun perkataan Cecil dapat didengarnya. Cecil dan Finna berbicara lama sekali. Selama pembicaraan, tampak dahi Finna mengernyit secara dramatis. Beberapa waktu kemudian, Finna mengakhiri pembicaraan dengan wajah tidak puas. “So?” Kesya mengangkat alisnya. Tampang Finna jutek abis. Dia langsung ngomel-ngomel dengan suara tinggi. “Aku nggak ngerti deh sama Cecil! Aku kan decoration artist-nya, jadi seharusnya aku yang merancang dekorasi pestanya! Lagi pula...” “Jadi Cecil bilang apa?” potong Kesya tidak sabar. Finna mendengus kesal. “Kita harus bicarakan rencana dekornya dengan decoration artist.” Suaranya terdengar amat sangat tidak puas. “Kita jalan sekarang.” Kesya langsung beranjak bangun. *** Pak James, si decoration artist, adalah orang yang sangat sabar. Sudah empat jam lebih dia duduk di hadapan Finna dan Kesya, mendengarkan semua ide Finna yang sangat amat menggelikan. Tidak sekali pun dia terlihat kesal atau tidak sabar. Kesya jadi takjub melihat kesabarannya. Mungkin Pak James sudah sering mendapat klien

yang ajaib. Padahal Kesya sendiri sudah berulang kali menekan amarah melihat ideide rancangan Finna yang semuanya aneh. Sepertinya wajahnya sudah berubahubah warna, dari ungu jadi hijau bahkan jadi merah juga, dalam usahanya menahan emosi. “Jadi, kalau yang saya tangkap, Finna ingin dekorasi pesta yang sangat berkesan?” tanya Pak James perlahan. “Iya... Itu yang coba saya jelaskan dari tadi. Pesta Cecil ini bukan pesta mainmain, semuanya harus berjalan dengan sempurna. Saya tidak mau pestanya norak, kampungan. Pesta ini harus jadi pesta yang diingat sepanjang masa,” celoteh Finna. Kesya mendengus kecil, teringat akan ide dekorasi yang dibuat Finna. Balon dan kertas krep. Itu baru yang dinamakan pesta norak dan kampungan! Pak James memperlihatkan beberapa dekorasi yang telah dirancangnya. Finna memperhatikan semuanya dengan cepat lalu menggeleng-geleng dramatis. “Nggak cocok! Semuanya nggak cocok!” ujarnya sambil melemparkan rancangan dekorasi Pak James. Dahi Pak James berkerut. Kalau sejak tadi dia tampak sangat sabar, kini wajahnya menyiratkan sakit hati. “Mungkin ada saran lain dari Pak James...,” Kesya buru-buru menengahi. walau dia bete banget sama Finna, dia tidak mau melihat pertumpahan darah antara Finna dan Pak James. Ralat, dia tidak mau sampai Pak James ngambek dan menolak menangani dekorasi pelaminan Cecil. Kalau Finna sih... bodo amat deh! Pak James menarik napas, tampak berusaha mengendalikan diri. “Kalau saya bisa bantu, Cecil itu orangnya drama queen. Dia aktif, ceria, dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Sedangkan Alo laki-laki yang sangat matang. Orangnya tenang dan penuh kendali,” jelas Kesya. “Apa Pak James bisa mengirangira rancangan dekorasi seperti apa yang cocok bagi mereka?” “Boleh juga dengan bunga asli yang berwarna pastel. Untuk menampilkan kepribadian si mempelai pria.” Pak James mengangguk-angguk. “Lalu untuk mempelai wanita yang aktif dan drama queen...” “Bagaimana kalau ditambahkan kristal Swarovski? Cecil suka sekali kristal...,” usul Kesya. Mata Pak James berbinar. “Bagus sekali. Perpaduan antara bunga berwarna pastel dan kilau kristal. Pasti akan cantik sekali!” katanya bersemangat. Kesya tersenyum dan melirik Finna. Finna sedang cemberut. Tampak kesal karena tidak dilibatkan dalam diskusi mereka. “Hmm... Finna, menurut kamu gimana?” tanya Kesya, berusaha melibatkan Finna dalam pembicaraan ini. “Ya terserah kamu aja deh!” balasnya ketus.

Kesh!” sapa DeeDee. “Di sini bisa ditambahin hiasan lagi. Rupanya. “Ini. Tapi Kesya tidak peduli. Kayaknya oke tuh. rancangan Pak James sudah jadi. Biar nggak terlalu sepi. “Lagi ngapain kamu?” Kesya menjulurkan kepala. Sekarang juga dia akan mengantarkannya ke tempat Cecil..” jawabnya sambil menunjukkan kertas rancangan yang baru di-print.. “Lagi ada ide. “Saat ini saya sudah bisa membayangkan gambaran kasarnya..” Mata DeeDee membesar.” ujarnya menunjuk bagian kanan cincin. Cuma belum kepikiran aja hiasan yang cocok.” Kesya mengangguk-angguk. apa Pak James bisa merancang dekorasinya?” Pak James mengangguk-angguk penuh semangat. Kesya tidak mau Finna merusak pesta Cecil.Kesya tidak memedulikan balasan Finna yang ketus. Kesya membuka file yang diberikan dan membelalak tidak percaya. “Hai. *** Ketika Kesya pulang. Thanks.” “Baik kalau begitu.. . “Itu yang aku pikirin dari tadi. DeeDee sedang duduk di sofa ruang tamu dan mencoret-coret selembar kertas di hadapannya. Mata Kesya menyipit.. “Kalau begitu. “Iya juga ya. Nanti setelah saya gambar.. Rancangannya indah sekali! Pak James benar-benar bisa menerjemahkan sebuah ide menjadi rancangan yang sangat indah.” Semuanya berjalan sangat lancar. Pak James. “Aku mau ke rumah Cecil. Cukup sudah ide-ide norak dan kampungan yang ditawarkannya. melihat apa yang sedang dilakukan DeeDee di atas lembar kertasnya... Buru-buru dia mem-print rancangan itu. Dia mengangguk-angguk penuh semangat. Bunyi tanda e-mail masuk membuat Kesya mendekati komputernya. Memperlihatkan gambar kasar sebuah cincin. kemudian masuk ke kamarnya. Tinggal Finna yang manyun karena tidak dilibatkan dalam diskusi akhir. Kesya keluar lagi dari kamarnya. Kesh?” tanya DeeDee. “Menurut kamu gimana?” tanya DeeDee. Mau kasih lihat rancangan dekorasi pestanya. DeeDee mengangguk.” DeeDee menyingkirkan tangannya dari kertas. “Mau ke mana lagi. akan saya e-mail ke Kesya ya. Terima kasih banyak. Kesh!” Kesya tersenyum membalas antusiasme DeeDee.” “Motif kebalikannya aja dari yang kiri. Dia akan mengerahkan segala daya upayanya untuk menghalangi hal itu terjadi.

Pembawaannya sangat penuh percaya diri. “Hai. Hati Kesya langsung waspada. Well. jadi aku harus terlibat juga dong dengan segala urusan pernikahan ini..” Tuuuh kan benar! Tidak tahu dari mana datangnya ide super-duper-konyol itu? Kesya langsung salah tingkah. Marco.. Kesya tersenyum.. memandang Marco dengan tatapan menilai. papa Cecil.. Tante Renata sendiri akan sangat serius dengan ide-idenya. Kesya. “Ke rumah Cecil..” sambung Marco lagi. Kapan sih cowok ini tidak penuh percaya diri? Tante Renata senyum-senyum sendiri. Tepat di apartemen sebelah. dia dan Cecil sduah bersahabat sejak TK.. orangtua Cecil yang menyambut mereka. Oom Balgi. dan kedua orangtua Cecil duduk di ruang tamu. Dia sudah sangat mengenal tabiat Tante Renata. tidak tahu bagaimana harus merespons. Kesh. “Maunya sih begitu.” sapanya.” respons Marco dengan kurang ajarnya. What?! Siapa yang mau jadian sama dia? “Saya juga sedang berusaha. Kalau sudah senyum-senyum begitu biasanya sebentar lagi akan meluncur ide konyol dari mulut Tante Renata. Tante Renata mengangguk-angguk. juga ikut mengangguk-angguk. Katanya.Kesya membuka pintu apartemen. mama Cecil. Mau ngasih lihat rancangan dekorasi ruangan untuk acara resepsi nanti. Kesya mendengus.. Maklum. “Mau ke mana?” tanya Marco. Marco tampak baru akan masuk ke apartemennya. kemudian kembali lagi kepada Kesya.. Rancangan yang indah itu. “Jadi.” “Ngapain?” “Aku kan bestman. Dia menunjukkan rancangan yang sudah di-print-nya.” Kesya tidak punya pilihan lain selain mengangguk. . Langkahnya tertahan melihat kehadiran Kesya... Doakan saya ya. Saya Marco. setidaknya konyol menurut orang lain. Dia sampai lupa bersikap jutek pada Marco.. lalu kembali lagi ke Marco. “Iya. “Hai!” Keindahan rancangan Pak James membuat hati Kesya sangat senang.” Tante Renata. “Aku ikut ya. Tante. “Kenapa kalian nggak sekalian jadian aja? Siapa tahu nanti bisa langsung menyusul Cecil dan Alo. Tatapannya beralih kepada Kesya. Tante. Keduanya tersenyum mendukung usaha Marco. Ketika sampai di rumah Cecil.” Marco mengangguk sopan. Didengarnya Marco tertawa kecil di sampingnya. ini toh bestman-nya Alo.” balasnya sambil tersenyum. Cecil baru saja pulang dan sedang mandi.

Ingat Finna.. sebetulnya saya. Timing yang sangat tidak tepat..” kata Kesya. dia dapat merasakan Tante Renata dan Oom Balgi saling sikut sambil diam-diam tersenyum. “Jadi sebetulnya.” Napas Cecil tertahan begitu melihat rancangan itu.. Marco jauh lebih bak dibandingkan Jansen. “Apa-apaan sih kamu?” sembur Kesya ketika mereka sudah berada dalam kamar Cecil. nggak usah ngomongin hal yang bisa bikin aku marah! Aku ke sini mau ngasih liat ini! Kalau Marco ke sini cuma ikut-ikutan aja!” cibirnya kepada Marco..” jelasnya.... “Aku sih setuju kalau kalian emang jadian. Dia mendengus kesal. “Dia yang kurang ajar duluan. “Oom..” “Kesya. Jadi dia mendaulat dirinya sendiri untuk jadi wedding organizer untuk pestaku. dia ingat juga bahwa dia belum memberitahu makhluk satu itu tentang rancangan dekorasi ini. “Finna? Siapa Finna?” Marco bingung. Sementara Kesya tampak seperti mau pingsan.” Kesya geleng-geleng kepala.. Swarovski. setidaknya berharap untuk menjalin hubungan dengan Jansen.” Marco menarik lengan Kesya dengan lembut... Bertingkah seolah-olah kami lagi pedekate!” Kesya pasang tampang sejutek-juteknya. Yah.. Senang karena Cecil berada di pihaknya. “Udah deh.” “Kesya!” suara Cecil terdengar tidak sabar. “Ayo. Dia baru pulang dari Amerika dan katanya di sana dia jadi wedding organizer profesional.Kesya tidak suka dengan suasana ini. Marco hanya tersenyum dengan wajah polos.” Dahi Cecil mengernyit.” Senyum Marco tambah lebar. “Kenapa sih kamu selalu bermasalah sama Marco? Kalian kan harus akur. Kesya menatapnya dan menggeram. Tante. lagi.. Tante Renata dan Oom Balgi harus tahu bahwa Kesya sedang menjalin hubungan dengan Jansen. Cecilia! Kesya tidak menggubris panggilan Cecil dan masih berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada mama dan papa Cecil.” “Ini hasil perdebatan panjang dengan Finna. “Bagus banget. setidaknya sampai acara pernikahanku selesai. Marco!” Di saat seperti ini. Di belakangnya. Sayang. Cecil memanggil mereka. Cecil tersenyum. “Finna itu sepupu jauhku. Cecil tersenyum kecil.. “You don’t want to know.. . Kesh.. “Ooh. “Capek deh ngomong sama orang-orang nggak waras!” Dia meraih tasnya dan mengeluarkan kertas yang berisi rancangan dekorasi ruangan dari Pak James.

Dia meraba tutup kotak itu. puisi-puisi cinta. kali ini Marco tidak berani lagi menggoda.” Kesya mengangkat kotak itu.. “Jangan rusak ya.. semuanya disimpan di sana. “Dan dia juga nggak sopan banget sama Pak James ini. dulu dia dan Cecil menyediakan kotak khusus untuk menyimpan semua kenangan dengan pacar masing-masing. Sementara Cecil bercerita tentang dekorasi pestanya kepada Alo. Seingat Kesya. kartu ulang tahun. Baik itu kartu Valentine... atau karcis nonton bareng. kartu Natal. Foto Cecil dan Alo ditempel di atas tutup kotak tersebut. dan sepulangnya dari Jepang kesibukan kerja yang tidak ada habisnya membuat mereka jarang melakukan acara menginap lagi. Kesya menyambar si Bebe. Namun.” “Pasti dong... Kotak Kesya sendiri sudah entah ke mana. malah bikin rancangan dekorasi yang bagus banget. Tapi itu sudah lama sekali. “Aku pinjam ini ya. Kesya. Setelah itu dia pergi ke Jepang untuk kuliah di sana. boneka beruang Cecil yang sering dipinjamnya untuk tidur kalau dia menginap. lalu disimpan lagi—karena Cecil dan Alo sering sekali putus-sambung—toh akhirnya kotak itu menempati singgasananya lagi di atas meja kerja Cecil. Kesya melihatlihat ke sekeliling kamar Cecil. Kotak cantik dengan detail pita yang manis.. terakhir kali dia menginap di rumah Cecil saat mereka berdua duduk di bangku SMA. Takut Kesya ngambek lagi. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada kotak warna pink yang diletakkan di atas meja kerja Cecil. . “Buat?” “Buat ide rancangan cincin pernikahan kalian. Dulu. “Alo bilang apa?” “Dia sih oke aja. “Liat apa sih?” Cecil menepuk bahu Kesya. Kesya ingat kotak ini. Hubungan cintanya memang tidak pernah awet. Semua keputusan diserahkan ke aku kok.“Masa dia tadi ngusulin dekorasi pesta kamu pakai kertas krep dan balon warna-warni? Bisa bayangin nggak?” Kesya masih bete banget teringat perdebatan panjangnya tadi siang.” Dia menyambar ponselnya dan langsung menghubungi Alo. Walau kotak ini sudah sering kali disimpan di gudang dan kemudian dikeluarkan lagi. jadi tersipu sendiri.” Cecil kembali menatap rancangan dekorasinya. Marco memperhatikan Kesya sambil tersenyum kecil. bon-bon restoran.” Saat mereka pamit dari rumah Cecil. lagi-lagi mama Cecil memperhatikan Marco dan Kesya sambil senyum-senyum.” Kesya balas tersenyum. “Bener-bener bagus deh! Aku harus kasih tau Alo dulu. dia sering banget menginap di kamar Cecil. Untung aja Pak James nggak marah. Ceritanya. merasa diperhatikan.” Cecil tersenyum. Berbeda sekali dengan hubungan cinta Alo-Cecil..

ya?” DeeDee. Kesya tertawa sendiri melihat itu semua.” DeeDee mendesah pelan. walaupun sudah sering diputusin berkali-kali oleh Cecil. Mereka memang sudah soulmate. Di usia yang sudah 26 tahun ini dia juga belum menemukan soulmate-nya. Lalu ada juga kartu-kartu dan puisi-puisi cinta yang ditulis Alo untuk Cecil.*** Sampai di apartemennya. Kesya langsung membuka kotak Cecil.” Perlahan-lahan. Kesya ingat. Walau mati-matian menyangkal pikirannya. Dia? Soulmate-nya? Kesya menggeleng keras. Alo benar-benar sayang Cecil. Kesya jadi teringat dirinya sendiri. “Alo itu romantis. Tau sendiri kan. Cecil orangnya impulsif banget. Kesya mengeluarkan isi kotak itu. “Kapan ya aku ketemu soulmate-ku?” Pikiran Kesya mengelana jauh. Siapa ya kira-kira yang akan jadi soulmate-nya? Bayangan seorang laki-laki tinggi dengan senyum seksi memesona terpeta jelas di benaknya. “Apa tuh?” tanya DeeDee. yang memperhatikan dari samping. tak urung jantung Kesya berdebar juga. Ada foto pertama Cecil dan Alo.. Dia memang paling cocok buat Cecil. sepuluh tahun yang lalu. “Ini kotak khusus Cecil-Alo. ikut berkomentar. Alo tetap saja balik lagi sama Cecil. Tidak mungkin Marco bisa jadi soulmate-nya. Isi kotak ini mencerminkan semuanya. Mereka masih sama-sama mengenakan seragam SMA. “Dia juga sabar sekali menghadapi tingkah laku Cecil yang suka meledak-ledak. . dialah juru kameranya. Foto itu dibuat seminggu setelah Alo dan Cecil resmi pacaran.. Kesya mengangguk. Mendengar kata soulmate.

Dampak dari polusi udara! Marco tertawa kecil. Taman kota yang ramah lingkungan. Direbahkannya kepalanya di sandaran kursi. lalu mengembuskannya. kebetulan Kesya juga sedang berada di balkon apartemennya. Sebenarnya dia sudah lama ingin berhenti merokok. Marco lagi-lagi mengisap rokoknya. remaja. Kemarin. Kesya mendelik marah. Rokok hanyalah pelarian sesaat. Dia memperhatikan bintang yang bersinar redup itu. “Kalian perokok adalah orang-orang egois! Selain merugikan diri sendiri. Matanya tertumbuk pada kotak rokok di samping sketsanya. sosok wajah Kesya terbayang. dan para orang tua. Karena kisah cinta yang kandas itulah. Marco berpaling dan mengernyit memandangnya.. Marco kembali mengisap rokoknya dalam-dalam. Marco menghentikan pekerjaannya dan menggerakkan lehernya yang terasa kaku. Karena balkon mereka bersebelahan. Taman kota tempat berkumpulnya anak-anak. memang sulit untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. namun entah kenapa tidak juga dapat terlaksana. Dia sedang mengisap sebatang rokok— yang menyebabkan polusi udara—sementara benaknya mengutuk polusi udara yang menyebabkan bintang-bintang tidak bersinar cerah lagi. kalian juga merugikan orang lain!” . Sebenarnya dia tahu rokok tidak akan menghilangkan rasa gundah di hatinya.. Dia seorang perancang taman dan sekarang sedang merancang sebuah taman kota. mengisapnya dalam-dalam. Marco mulai merokok. Gadis yang luar biasa cantik. lalu dia beranjak ke balkon apartemen. Ingat rokok. Disambarnya kotak rokok itu. dia teringat Joanelle. Tapi. juga gadis yang luar biasa membuatnya patah hati. Sungguh ironis. Kesya dapat melihat Marco yang sedang mengembuskan asap mematikan dari mulutnya. Marco menyalakan sebatang rokok. saat dia ke balkon untuk merokok. Langit gelap sekali dan di kejauhan tampak satu bintang yang bersinar redup.7 MARCO menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. “Egois!!!” begitu katanya. Entah dari mana datangnya.

” Marco berbalik. Entah mengapa.” sapa Marco. Rambut panjangnya berkibar dipermainkan angin. Kesya melihat gambar seorang anak perempuan sedang duduk di sebuah ayunan. “Ngapain kamu? Bikin aku kaget aja!” Marco tersenyum kecil.” Dia tersenyum lembut. “thanks ya buat perhatiannya. Satu tangannya memegang gelas kesayangannya. gadis itu menghadirkan getar-getar aneh di relung hatinya. tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Kesya merapatkan mantel kamarnya.Marco hanya tersenyum dan berbalik masuk ke apartemennya. Dia menjulurkan kepalanya. Tangannya meraih remote dan menyalakan televisi.. “Nggak baik lho merokok terus. Marco mengangguk. suatu saat nanti aku pasti berhenti..” dia berbalik ke arah Kesya. Kesya membuka-buka majalah itu.. Kesya terkesiap. Tanpa tujuan. Kesya atau DeeDee? Sosok Kesya keluar dengan mengenakan mantel kamar. Dada Kesya berdebar kencang.. Marco tersenyum sendiri mengingat percakapan singkat itu. “Marco!” tegurnya. Sepertinya Marco menangkap getar perhatian pada nada suara itu.. Dia sangat suka ayunan. Tangannya menggerakkan sendok mengaduk isi gelasnya.” Suara Kesya terdengar berbeda. Matanya terpaku pada gambar ayunan. Dia yakin sekali bahwa dia dapat memenangkan Kesya dari Jansen.. Uap panas mengepul dari gelas itu.. Benarkah? “Iya deh... Walau sampai sekarang Kesya tidak menunjukkan sikap ramah terhadapnya. Apa maksud perkataan Marco tadi? Dan mengapa senyumnya begitu lembut? Bodoh! Mengapa juga dia memperlihatkan perhatian berlebih kepada laki-laki tukang tebar pesona itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kesya membawa gelas susu cokelatnya masuk dan mengempaskan diri di sofa. ingin masuk ke apartemennya.. Cobalah untuk hidup sehat. “Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Marco menoleh ketika mendengar suara pintu balkon sebelah dibuka. sekadar mengusir rasa sepi.. Di sebuah halaman iklan. Aku janji. lalu ke balkon. Asap rokok mengembus dari mulutnya. Di atas meja tergeletak sebuah majalah wanita yang belum sempat dibaca Kesya.” “Merokok lagi?” sindir Kesya. Marco tahu Kesya juga mengalami perasaan yang sama dengan dirinya. Melihat siapa yang keluar dari balkon sebelah.. “By the way. Impiannya saat ini adalah memiliki ranjang . Tampak berusaha menghalau dingin malam itu. “Halo. Pikirannya kembali ke kenangan masa kecilnya. Dia selalu merasakan sesuatu yang hangat dalam hatinya saat dekat dengan Kesya.

Kamu tetap pantau ya. omong-omong. “Oke.” “Semua dokumennya sudah lengkap? Asuransinya? Lalu orang yang ditugaskan untuk menjaga perhiasanku?” “Sudah beres semua.” “Saran?” alis Kesya terangkat. Kesya menugasi DeeDee untuk menangani salah seorang kliennya.. jam tiga nanti temani aku ke Bride‟s World ya. Bos!” DeeDee memberi hormat gaya militer lalu melenggang keluar. kalau begitu.” “Oke. *** “Ini semuanya. Krriingggggg. kamu nyobain dua puluh tujuh gaun pengantin tanpa ada satu pun yang kamu suka. kamu lagi ngapain?” Kesya menatap kertas corat-coret di hadapannya.. Bunyi telepon mengalihkan perhatian Kesya.. “Lagi ngerancang cincin kawin kalian. Kali ini aku pasti akan dengerin kamu. Kesh. seorang perancang busana yang ingin menggunakan perhiasan Kesya untuk pergelaran busananya.. seperti ayunan.. “Kalau begitu..” Tawa Cecil tambah kencang. tapi kalau urusan pekerjaan—apalagi bekerja sama dengan Kesya—DeeDee tidak akan main-main. “Iya deh.” Kesya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Jadi.” DeeDee mengangguk mantap.gantung. Memang udah seharusnya kamu udah pesen gaun pengantin. Namun. “Memang kamu mau dengar saranku? Waktu kemarin kita ke Bride‟s World aja. “Iya. sampai sekarang impian itu belum juga terlaksana.. kapan pergelaran busananya?” tanya Kesya.. makanya aku mau minta saran kamu lagi. DeeDee baru saja memberikan laporan singkat tentang perhiasan apa saja yang dipilih si perancang busana itu. Kesya tersenyum kecil memperhatikan sosok Deedee yang menghilang.... lalu meneruskan kegiatannya sebelum DeeDee datang. Eh.” “Kesya.. Padahal aku udah kasih buanyaaakkkk sekali saran buat kamu.” DeeDee mengakhiri penjelasannya.. “Halo. Biarpun sehari-hari dia orang yang agak sembrono.. nanti sekalian bawa rancangannya ya! Aku mau lihat!” . “Jadi hari ini udah mau pesen gaun pengantinnya? It’s about time sih.” Cecil tertawa kecil.” “Really?” Suara Cecil terdengar bersemangat sekali... “Dua minggu lagi.

Jansen. Kesya tertawa kecil. Pada badan cincin.. dan kalau sekilas dilihat. Satu untuk selamanya. “Ayo masuk ke ruang kerjaku. nggak bisa. “Iya deh.. kapan terakhir kali mereka bertemu? Waktu konser La Rouge.. Selama itu tidak ada kontak apa pun.” sapa Kesya. Kesya tidak merasakan apa pun.. berarti kira-kira tiga minggu yang lalu.... Cincin ini haruslah melambangkan pribadi Alo dan Cecil... Kesh? Kok pake serius gitu? Aku jadi deg-degan nih dengernya.” kata Cecil dengan nada meluap-luap. hmm.” sapanya sambil tersenyum gugup. Oke. Jansen mengikutinya. Berkat kotak khusus itu. Kesya.” Kesya tidak ingin kegugupan Jansen menjadi bahan tertawaan anak buahnya. butiran-butiran berlian itu tampak seperti sparkling pada sampanye.” Kesya meletakkan teleponnya dan kembali melanjutkan rancangannya. Apakah rasa itu sudah hilang? Entahlah. Kesya kembali menatap rancangan cincin Alo dan Cecil.. Kedua cincin itu merupakan jalinan emas yang tidak terputus. . Sedangkan warna cincin yang dibuat lembut mencerminkan kepribadian Alo yang tenang. Kesya mendapat ide cincin yang sangat bagus.. Semalaman dia melihat-lihat semua kenangan Alo dan Cecil dari kotak khusus mereka. “Ini ada Pak Jansen.” Kesya tersenyum lebar. walaupun selama pacaran ALo dan Cecil sering sekali putus-sambung. Bu Kesya. Pekerjaannya telah selesai dan dia merasa puas sekali. Cincin kawin Alo dan Cecil benar-benar dirancangnya dengan cermat. Kesya menghela napas. Aku nggak mau ngerusak rahasia kamu. Kesya tersenyum puas menatap hasil rancangannya. “Ya. Anehnya. “Permisi.. “Haaiii.. Butiran-butiran sparkling sampanye itu melambangkan kepribadian Cecil yang selalu bersinar dan ingin jadi pusat perhatian. dan kamu nggak boleh ngintip apa pun sebelum rancangannya benar-benar sempurna!” “Apaan sih.. langsung berbalik dengan kikuk.“Sori. sampai ketemu nanti jam tiga ya! Aku tunggu kamu di Bride‟s World.. Letaknya rapat-rapat. Kesya berharap pernikahan ini untuk selamanya..” Kesya langsung bangun dari duduknya. Kesya merancang butiranbutiran berlian kecil yang jumlahnya cukup banyak.. Bukankah memang begitu seharusnya hakikat sebuah pernikahan? Abadi.. Rancangannya belum jadi.” Kepala Mona menyembul dari balik pintu.. Sepertinya sudah lama dia tidak bertemu Jansen. Jansen yang sedang memperhatikan perhiasan dari balik etalase. Kesya mengingatingat. Yah. “Hai.

. ia kembali membandingkan Jansen dengan Marco. Jansen mengelap mulutnya juga kedua tangannya.. Tanpa sadar. Kesya beranjak bangun. “Aku.. Suasana kafe yang remangremang berhasil membangun kesan romantis yang ingin ditunjukkan Jansen. memang sudah waktunya makan siang. kita. Jansen mengajak Kesya makan siang di sebuah kafe. Di belakangnya. Baiklah.. “Duduk yuk. “Kamu mau ke mana. Sebentar lagi jam dua belas... Berulang kali dia mengganti-ganti posisi duduknya.. lama-lama il-fil juga deh dengan gaya Jansen! Kesya menggeleng cepat. Kesya merasakan kedua tangan Jansen bergetar hebat.. Perilaku kikuk dan gugup Jansen berbeda sekali dengan perilaku penuh percaya diri Marco... “Hmm. berusaha mengusir il-fil yang baru saja dirasakan... kita. Mata Kesya menerawang... laki-laki yang dia sukai. aku mau ajak kamu keluar untuk makan siang.. katanya tadi mau ngajak makan siang?” Jansen tersenyum gugup. “Oke. sudah cukup lama kenal ya. “Aku. “Hmm?” Kesya menunggu. Semoga Jansen juga bisa lebih santai.Kreeekkk.. aku.. tampak Jansen berdiri dengan aneh. Entah bagaimana... Kesya memperhatikan semua gerak-gerik Jansen. Ini kan Jansen.. Kesya yang ayu. Kesh?” “Lho. udah lama nggak ketemuan..” Jansen meremas tangannya.. Kesya memperhatikannya dalam diam.” Kesya berusaha terdengar santai.” Jansen memulai. Kesya tidak pernah melihat Marco nervous sedikit pun.” Kesya melirik jam di pergelangan tangannya. Jansen duduk diikuti Kesya..” Jansen meremas-remas tangannya. “Oh iya. Ayo kita pergi. Rasa percaya diri seolah terpancar begitu kuat dari setiap pori-pori tubuhnya. Kesya mendengar tawa tertahan para anak buahnya. Tampak sangat tidak percaya diri. Tingkah lakunya penuh kegugupan. sebelah kakinya tersangkut pada kaki kursi tempat dia duduk tadi. Jansen menatap Kesya salah tingkah dan lagi-lagi tersenyum gugup.. Seharusnya dia berbahagia dengan ajakan Jansen ini....” katanya. Tangannya terulur untuk menggenggam tangan Kesya. .. Jansen terlihat bingung. Dia kan sudah menetapkan hati bahwa jansen adalah yang terbaik untuknya. setelah itu dia akan segera menemui Cecil.... Selesai makan.....” Iih. “Jadi. Entah apa yang berkecamuk dalam pikiran Jansen.. Isi hatinya yang sesungguhnya. Siapa tahu dalam acara kali ini Jansen akan mengutarakan isi hatinya. Kesya menoleh mendengar suara itu.

. Entah apa yang dirasakannya kini. “Aku tidak tahu..... Semua itu tidak dirasakannya. Ruwet sekali. Tidak ada gegap gempita. minta waktu. “Cecil sudah datang?” tanyanya. Kesya sayang.. Jansen menunggu. Padahal entah sudah berapa kali Kesya menanti-nantikan momen ini... si madame berpakaian ala gadis Gipsi. “Hai.“Aaaaku. Namun. Mbak Kesya boleh lihat-lihat baju bridesmaid dulu. maksud kamu?” Alis Jansen bertaut.” Suasana tiba-tiba terasa hening. Kesya tertegun. Madame.. Di belakangnya. hai. tampak sekali dia berusaha mengendalikan dirinya. Wanita itu juga memakai hiasan rambut dan perhiasan ala India. “aku cin.. Tidak tahan melihat tatapan memohon di wajah Jansen.” Kesya berusaha menyembunyikan keterkejutan di wajahnya.” ujar Kesya. tebaran confetti. “Aku. iya. Lain halnya dengan Kesya. Aku harus memikirkan semua ini.” *** Kesya disambut oleh Anita saat tiba di Bride‟s World.” Jansen tampak akan pingsan. “I.. sorak-sorai. Sebanyak. atau tabuhan fanfare dalam hatinya.... Tangannya juga digambar mehindi dengan motif bunga.. sebanyak yang kamu perlukan.” Jansen menarik napas panjang. Dan aku ingin kita serius pacaran. Anita menggeleng.. tergagap... Kesya yang ayu. “Aku. Aku. Kesya terkejut melihat penampilan Madame Daphne. Hatinya terasa biasa-biasa saja.. “Kata Mbak Cecil. Tampaknya Anita sudah cukup maklum dengan kelakuan bosnya yang agak ajaib.” Kesya mengangguk. Madame Daphne? “Ha.. Ini kan. aku akan memberi kamu waktu. Bukankah bridesmaid akan mengenakan baju yang mirip dengan baju mempelai wanita? Kalau begitu dia harus menunggu baju pilihan Cecil dulu.” Seorang wanita berpakaian sari—pakaian khas wanita India—berwarna pink terang datang menghampiri Kesya. “Aku tidak tahu.. Kesya menghela napas.. Sekarang dia . dia dapat mendengar Anita terkikik pelan. cinta kamu. Kesya memandang takjub wanita ini... Kesya sendiri juga bingung. lengkap dengan celak hitam di mata dan bindh warna merah di dahi.” Kesya memalingkan wajah. Terakhir dia bertemu dengan perancang busana pengantin itu. tubuhnya bergetar hebat.” “Tidak tahu? Mak...

” “saya melihat hasil rancangan Madame di majalah. Tingkahnya persis seperti agen properti yang sedang menilai suatu tempat. Finna! Dahi Kesya berkerut. Tentu saja! Siapa yang suka dilecehkan seperti itu? Dada Cecil turun-naik. Dia tidak mau terjadi pertumpahan darah di antara dua wanita dewasa. Hanya lumayan. Sepertinya dia baru saja bertarung habis-habisan dengan keinginannya untuk melumat habis sosok Finna. Diperlakukan seperti itu. di sini. memberikan penekanan berlebihan pada kata “lumayan”. dan semuanya bagusbagus. Dia membuka sebuah lemari berukuran besar. Wajahnya kusut sekali. seorang wanita dewasa dengan seorang wanita yang sangat tidak dewasa. Madame Daphne masih memandang dengan tatapan tidak suka ke arah Finna sebelum berpaling ke arah Kesya... mempersilakan Cecil untuk memilih gaun pengantin yang cocok untuknya.” Tangannya terentang. Seakan kejutan itu juga belum cukup.. ya?” Kesya mengalihkan perhatian Madame Daphne. “Ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tempat wedding organizer saya di Amerika sana. “Ini rancangan saya yang terbaru. Finna tertawa sengau. tiba-tiba Cecil masuk diikuti oleh. pertanda bahwa dia sedang berusaha keras mengendalikan amarahnya. tempat ini. Cecil mengangguk pasrah. Madame Daphne mengernyit tidak suka. Kesya menahan lengan Cecil dan menggeleng pelan. Entah apa lagi yang akan dikenakannya pada pertemuan berikutnya. tentu saja dengan menggunakan suara sengaunya.. Finna langsung mengentak-entakkan kaki. Dia langsung merangkul Cecil dan Kesya ke ruang berikutnya. Dia mengedarkan pandangan. tempat menyimpan rancangan gaun pengantin terbarunya.” ujar Finna. yah. Finna sedang beramah-ramah dengan Madame Daphne. “Saya dengar.. Dia? tanyanya tanpa suara. Madame Daphne tersenyum...” Madame Daphne tersenyum lebih lebar lagi. Madame juga mencoba merancang gaun malam. seolah gaun-gaun itu adalah bayi-bayi yang sangat cantik.. Senyumnya mengembang tipis sekali... “Wah.. Tidak dipedulikannya Finna. Dia merentangkan tangan dengan bangga.” panggil Kesya dengan sopan. namun lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya. memperlihatkan semua gaun pengantin rancangannya. Sementara itu.. “Madame Daphne.. .. “Boleh kami langsung melihat rancangan gaun pengantin terbaru Anda?” Senyum Madame Daphne bertambah lebar. “Benar sekali.” Kali ini nadanya terdengar sangat melecehkan. lumayan..berpakaian ala gadis India.

” pinta Madame Daphne. Kesya menghela napas lega. Kesya yakin seratus persen. Cecil keluar dari kamar ganti. Tatapannya sarat kekaguman. Saat Cecil keluar dari kamar ganti. Anita mengangguk dan mengikuti Cecil ke dalam kamar ganti..” komentar Cecil. Setiap kali Cecil bergerak. Berbentuk bustier yang seksi.. “Simple. “Mau coba yang ini?” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun. “Saya coba dulu ya. Dia masuk ke kamar ganti diikuti oleh Anita. “Anita. “Aku rasa gaun ini cocok untuk pemberkatan di gereja. payet itu memantulkan cahaya lampu sehingga Cecil tampak bersinar cemerlang. Gaun itu bergemeresik pelan saat berpindah ke tangan Cecil.” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun dengan sangat hati-hati. Tidak ada yang memedulikannya. Potongan lehernya yang berbentuk V tampak rendah. .” Tubuh Cecil memutar. Setiap helai kainnya melekuk sempurna. terbuat dari bahan brokat dengan motif bunga. kemudian ujungnya melebar membentuk ekor gaun yang dramatis. tapi juga sangat elegan. membentuk sebuah siluet yang membuat semua mata sulit berpaling dari Cecil. Dia mendengus lebih keras. bagian bawahnya menyempit. Finna terdengar mendengus..” puji Kesya. seolah ada cahaya yang menyorot dan hanya menyinarinya seorang. Sepertinya pemilihan gaun pengantin kali ini tidak akan berlangsung selama yang pertama. Lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya. Dan gaunnya? Gaun itu menyatu dengan indah pada tubuh Cecil. Napas Cecil tertahan. menampilkan lekuk tubuh Cecil. Di tengah pita itu tersemat sebuah bros berbentuk bunga. tolong bantu Cecil. Bahan brokatnya tidak terlihat berat. Gaun itu tampak sederhana. Dia kembali meraba gaun-gaun pengantin rancangan Madame Daphne. Mencari tahu gaun pengantin mana yang berjodoh dengannya.” jawab Cecil. “Sekarang aku butuh gaun untuk resepsinya.Cecil meraba semua gaun pengantin itu. Di bagian pinggirnya ada pita warna pink dari bahan satin. malah tampak memeluk mesra tubuh Cecil. “Ini rancangan yang paling saya suka.. but yet so elegant. payet-payet berkilauan itu pasti membuat Cecil jatuh cinta setengah mati. Seluruh gaun dihiasi payet yang berkilauan. Bagian bawahnya dihiasi rendarenda kecil dengan desain yang sangat manis. Dia berputar-putar di depan Kesya dan Madame Daphne. Beberapa saat kemudian. Keseluruhan gaun itu memang terlihat sederhana. “Gimana? Gimana?” tanya Cecil bersemangat. kembali menghadap ke jajaran gaun yang indah memesona.

“Anda kira saya perancang kacangan. Cecil tersenyum lebar. Dia berpaling kepada Madame Daphne. baru kali ini Cecil terdiam cukup lama. Madame Daphne melirik gambar itu dan terkesiap. Itu gaun teraneh yang pernah dilihat Kesya. Kesya mengintip dari balik bahu Cecil.. Biasanya sahabatnya itu tidak pernah diam lebih dari lima detik. si wanita berambut ular yang tatapannya dapat membuat orang berubah menjadi batu? “Anda pasti bisa kan.” ujarnya mantap. seolah yang berdiri di hadapannya adalah seorang ratu mahaagung. Entah bagian mana dari gaun tersebut yang. “So beautiful...” Kesya membungkuk hormat. Gaun model apa itu? Entah dari mana Finna mendapatkan potongan gambar itu. Cecil hanya mengangguk. Gaun pilihan Finna sebenarnya hanyalah gaun putih biasa. Yang membuat gaun itu terlihat aneh adalah di bagian bawahnya terdapat gambar lidah-lidah api yang menjalar dengan hebatnya. kamu lebih cocok kalau pakai gaun dengan model seperti ini. Cil? Tanpa melihat gaun-gaun lainnya? Lagian menurutku gaun itu ngak cocok banget sama kamu! Nggak sesuai dengan kepribadian kamu!” Finna masih terus nyerocos.. “Saya ambil yang ini juga.. “Wait!” Sebuah suara mengejutkan mereka. membuat gaun seperti ini?” Finna berpaling menunjukkan gambar tersebut kepada Madame Daphne. cocok untuk Cecil. Cil. Raut wajahnya menampilkan rasa sakit hati yang amat sangat. “Saya tidak mengatakan bahwa gaun dalam gambar yang Anda bawa sama sekali tidak menarik. Sekujur tubuhnya berkelap-kelip heboh. Cecil tertawa.. Cecil meraba gaun itu. Gaun tersebut pasti akan terlihat menarik sekali kalau Anda yang . Dia bergerak mengamati tubuhnya dalam balutan gaun pengantin. Finna! Mereka lupa sama sekali pada wanita itu! Dan wanita itu tidak suka dilupakan begitu saja! “Masa kamu langsung deal begitu saja sih. Cecil menatap Kesya. Kesya memejamkan mata. “Hei!” Kain sari Madame Daphne bergemeresik saat dia berbalik menghadap Finna. Dalam hati Kesya tertawa. “Your Majesty. “You look like a queen.” bisik Kesya..Perlahan. tidak mau lebih lama lagi menatap gaun itu. Memangnya Cecil Medusa. terus sampai ke bagian pinggung gaun! Dan lidah-lidah api itu berupa sablonan yang kentara sekali tidak dikerjakan dengan teliti. Cecil menatap gambar itu...” Dia menyodorkan kertas yang entah dari mana telah berada di tangannya.” puji Kesya tulus. Binar kekaguman terpancar kuat dari matanya. ya?” bentaknya. menurut Finna. terlalu gembira untuk dapat berkata-kata. “Menurutku..

Dia kerepotan karena masih mengenakan gaun pengantin impiannya itu. Madame Daphne mendesah panjang. Wajahnya? Duh.. . wajah itu tampak keras seperti batu! “Madame Daphne. pokoknya Finna sudah tidak berada di sana. “Teman saya itu memang agak kasar.. Sari-nya bergemeresik mengikuti gerakannya.” Seulas senyum terbit di wajah Madame Daphne.. Dia mengamit lengan Madame Daphne kembali ke ruang gaun pengantin.. pikir Kesya. Dia langsung mengejar Madame Daphne. Madame Daphne masih terus berjalan. selain asem. Senyum Kesya menghapus cemas di wajahnya. Sekarang..” Kesya masih berusaha mengimbangi jalan si madame..” panggil Kesya lembut.. tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Saya harap Madame tidak memedulikannya... seolah tidak pernah terjadi insiden apa pun sebelumnya. Doanya terkabul...mengenakannya! Tapi. “Kamu jadi ambil gaun yang tadi?” Cecil mengangguk kuat-kuat. Yang ada di ruang gaun pengantin hanya Cecil yang duduk dengan lesu dan Anita yang tidak tahu harus berbuat apa..” Cecil buru-buru memanggilnya. bukan cuma Madame Daphne yang sudah dibuat sakit hati oleh Finna. “Madame. Wajahnya masih tetap ditekuk. “Saya sangat menyukai kalian berdua. Cecil langsung berdiri..” panggil Cecil dengan putus asa. Tidak seperti dalam gambar ini!” Madame Daphne berbalik pergi. “Kesh. dia berdoa dalam hati semoga Finna sudah tidak berada di sana. kamu dan Cecil. Sambil berjalan. Dia akan melakukan apa saja untuk membuat hati Madame Daphne luluh. “Maafkan teman saya itu. jangan hina saya seperti ini. Begitu melihat Kesya dan Madame Daphne.. kami minta maaf. Gaun-gaun rancangan saya adalah gaun-gaun yang berkelas. saya tidak mau dia ikut campur urusan gaun pengantin lagi!” sambungnya dengan nada tegas. “Tapi. Dia berbalik ke ruang ganti dan buruburu melepas gaun itu.” Madame Daphne berpaling tiba-tiba. “Oke. Dia tidak berkata-kata saking cemasnya. namun kesan keras dan asem di wajahnya perlahan-lahan luruh.. Senyum Kesya bertambah lebar.. saya maafkan dia. Senyum Kesya mengembang. Tapi saya sangat tidak suka dengan perempuan mengerikan itu! Sejak awal dia telah membuat saya sakit hati!” Suara Madame Daphne bergetar marah. Yah. “Jadi bagaimana?” tanya Madame Daphne. saya. Kesya bernapas lega.” kata Kesya merendah.. Entah siapa yang menghalaunya pergi. Asem banget! “Madame. Kesya mengangguk paham.

“Udah deh.” ujar Kesya pelan.. aku telepon Alo dulu.” ... betapa seremnya gaun itu?” “Iya sih. Aku nggak tau gimana jadinya kalau kamu nggak berhasil merayu Madame Daphne. Aku telepon dia dulu ya. aku belum kabarin Alo soal gaun pengantinku. “Ya ampun! Aku lupa sama sekali soal cincin itu. Jadi. Aku nggak mau lagi Finna bikin onar di acaraku nanti. Bisa-bisanya dia mengusulkan aku memakai gaun pengantin mengerikan itu..” jawab Cecil..” “Gimana kalau aku traktir kamu dinner? Tanda terima kasihku karena sudah membereskan masalah Finna tadi?” Kesya melirik jam tangannya. rancangannya udah jadi?” Kesya menjawab santai. I owe you really big!” Kesya tersenyum.” “Sebentar ya. Nggak usah marah-marah terus. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam. “Di tempat yang biasa aja ya?” “Oke..” Cecil mengangguk meskipun Kesya tak bisa melihatnya. Kesh. “Untung ada kamu.” jawabnya.” Mata Cecil membelalak. Nanti keriput lho. Ngomelnya? Ya lewat telepon! “Nggak ngerti deh gimana jalan pikiran si Finna.8 CECIL masih mengomel panjang lebar saat mereka sudah berada di mobil masingmasing. “Dinner sounds great. Aku harus bersikap benar-benar tegas sama dia!” Cecil masih menyambung pembicaraan mereka tentang Finna. Kesya membawa mobilnya sendiri. “Aku harus tegas kali ini.. Kesya tersenyum lagi. “He-eh. “Oh ya.. Kamu liat sendiri kan.... Aku mau kasih liat rancangan cincin kalian.” “Sekalian suruh dia dateng aja.. Jalar api yang terdapat pada gambar gaun itu belum juga sirna dari bayangannya. “I’m your bridesmaid.. Cecil juga..

Kesya mengernyit.. Kesya menampilkan ekspresi jijik di wajahnya. Mobil mereka masing-masing meluncur pelan. ya?” Kernyitan Kesya bertambah banyak. kamu..... Mengutuki si pemukul beduk yang kurang ajar. Cecil tidak berhenti bercerita tentang insiden gaun pengantinnya.” Dia menunjuk gambar cincin yang tadi siang dibuatnya. “Kenapa sih kamu.” Kesya mendengus pelan.. sementara Alo dan Cecil . Kesh.” “Iya. “Hai. Alo dan Cecil tersenyum melihat ulahnya. Kesh.. Kecuali saat tangan Kesya tidak sengaja memegang tangan Marco ketika mereka sama-sama ingin mengambil kecap.” “Huhh. Dia tidak suka dengan urutan nama yang disebutkan Cecil... Kesh?” tanya Alo lembut... Acara dinner mereka berlalu tanpa insiden yang cukup berarti. Alo dan Marco rupanya sudah sampai lebih dulu. “Nah. Alo. Marco tersenyum. Mereka bangkit dari duduknya ketika Cecil dan Kesya tiba di meja. Tak lama kemudian Cecil kembali bicara dengan Kesya.” sapa Marco. Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam restoran. “Marco is a very nice person lho. Setelah mereka semua selesai makan.. Kesya mengulum senyum. Kesya memaki pelan. Sekilas dia mencium bau rokok dari desah napas Marco. Dia juga menceritakan secara detail tentang gaun pengantin yang dipilihnya dan memaksa Alo datang ke Bride‟s World untuk memberikan penilaian tentang gaun pengantinnya... Cecil menekan tombol hold sementara dia menghubungi Alo. Kesya menceritakan detail-detail yang dibuatnya dalam gambar tersebut. Tidak lebih. Ada begitu banyak cinta bertebaran di sekitar Alo dan Cecil. Selama dinner berlangsung.” “Kata Alo. kita dinner bareng aja. Cecil memperbaiki duduknya. Kesannya kok dirinya dan Marco berpasangan. Kesh. “Halo.” Cecil mengecup mesra pipi Alo sementara Alo mengusap lembut pipi Cecil. “Hai. Kesya jadi jengah sendiri. Aku. Mukul beduk kok nggak lihat tempat sih? Toh itu hanya tangan Marco. Pemukul beduk di hati Kesya beraksi lagi. Dia buru-buru memasukkan permen mint ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan gaya berlebihan.” Cecil tidak bisa menyembunyikan nada bersemangat dalam suaranya. Sayang. Marco sendiri hanya tersenyum dan menarik tangannya seolah tidak terjadi apa-apa. Dia duduk dengan kikuk di samping Marco. dan Marco.. kami mau liat rancangan cincin yang sudah kamu buat.” Kesya mengernyit... “Ini. Dikeluarkannya buku sketsanya dari dalam tas. “Abis ngerokok lagi.Kesya tidak mendengar apa-apa.

Marco?” Alo berpaling meminta persetujuan Marco. kan? “Yah.” Marco menepuk-nepuk kantongnya. masih dengan lengan yang digelayuti Cecil. Kesya melirik tajam ke arah Cecil.mendengarkan sambil berusaha memvisualisasikan gambar Kesya dalam benak mereka. “Marco. “Marco.” Mereka semua beranjak bangun. Cecil mengangguk-angguk penuh semangat. “Bisa nggak kalau buat aku dibuat lebih simpel lagi?” Kesya mengangguk. Entah tidak melihat atau pura-pura tidak melihatnya. Hei! Kenapa nggak ada yang menanyakan pendapat Kesya? Kesya mendengus kesal. “Tapi aku kurang begitu setuju kalau kamu membuatkan rancangan yang sama untuk cincinku. Dia memang sudah menyiapkan rancangan yang lebih sederhana untuk Alo. Benar. Cecil dan Alo adalah customer-nya. “Great!” Cecil buru-buru menjawab. “No problem. Itu aku banget!” Kesya tersenyum. Marco langsung menggandeng tangan Kesya. Rancangan yang sama dengan rancangan cincin Cecil.” tambah Alo. “Oke kalau begitu. kualitas terbaik tentu saja. “Yep. Bagaimanapun.” ujarnya lagi sambil menatap Cecil. “Seperti ini maksud kamu?” Kesya menunjuk gambar cincin pada halaman berikutnya. “Perfect... Terpaksa dia harus berduaan saja dengan laki-laki bernapas asbak ini! . “So.” “Itu sih nggak masalah. Kita pulang aja ya....” sela Alo. namun Cecil tidak melihatnya. sementara Alo memperhatikan antusiasme Cecil dengan senyum kecil. Senyum lebar selalu menghiasi wajahnya. Dan aku juga akan meminta pengrajin emas yang khusus untuk membuat cincin kalian. Cecil tersenyum dan memeluk erat Alo. “Oke. gimana?” Kesya mengakhiri presentasi singkatnya sambil berharap-harap cemas.” ujar Cecil. “Apa aja yang dia suka. Alo dan Cecil pulang dengan mobil masing-masing.. kan?” Alo berpaling kepada Marco. “Aku suka banget detail champagne’s sparkling-nya. aku udah kasih kamu CD fotonya. kamu langsung pulang sama Kesya aja.” ujar Alo mantap. It’s a really exhausting day. bedanya berliannya hanya satu.” Alo langsung beranjak pergi.. Kesya tertawa lebar. memang harganya akan sedikit lebih mahal karena champagne’s sparklingnya berupa berlian-berlian kecil.

Kisah cinta dengan Joanelle. Ada foto saat Alo dan Cecil diplonco saat mahasiswa..” Hanya itu komentar Kesya... Milik pacar barunya. gadis yang luar biasa cantik itu. lalu foto saat Cecil dan Alo sama-sama diwisuda. ketika resepsi pernikahan berlangsung. Kesya diam saja. foto saat Alo dan Cecil jalan-jalan bersama. *** Marco tercenung menatap foto-foto mesra pada laptopnya.. Rasa ingin tahunya menggerakkan tangannya untuk membuka file itu. hendak mematikan laptopnya ketika dia melihat sebuah file yang berjudul video. “Kenapa?” tanya Marco. “You’ve done a great job. “Sorry to say that. Perlahan-lahan berubah menunjukkan kedewasaan wajah Alo dan Cecil. Marco bahkan belum mengenal Alo saat itu.” Nada suara Marco terdengar lebih lembut. gadis yang meninggalkannya mentah-mentah. Matanya merana menatap Joanelle. “Hmmm. agar semua tamu tahu perjalanan kisah cinta Alo dan Cecil. Rencananya nanti. Marco menghela napas.. Dia teringat kisah cintanya yang membuat hatinya hancur lebur beberapa tahun silam. Marco tersenyum getir. Tampak adegan Alo dan Cecil sedang. gadis yang dipacarinya selama dua tahun.” kalimat Marco memecahkan kesunyian di antara mereka. seorang pengusaha beromzet miliaran. foto-foto tersebut akan ditampilkan pada sebuah layar besar. . Tangannya bergerak. Tidak ada sorot kepedihan di sana. Foto-foto Alo dan Cecil. “I need more.. Will I have this kind of romance story? batinnya. “Rancangan kamu tadi benar-benar bagus. Foto-foto tersebut seperti mengalami metamorfosis. Sekelumit perasaan bangga membuncah di dadanya. Dia tidak wajib beramah tamah dengan Marco. Marco berjanji untuk mengedit foto-foto tersebut. Ada foto saat mereka masih mengenakan seragam SMA. I want more. Semua foto itu menggambarkan kisah cinta Alo dan Cecil.Peugeot merah Kesya meluncur membelah malam yang sudah semakin larut.” Dia lalu beranjak pergi dan naik ke sebuah Jaguar mewah. Diam-diam Kesya tersenyum. Kali ini Marco menawarkan diri untuk menyetir. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di bibir. juga foto-foto saat Cecil menemani Alo pertama kali meeting besar di Malaysia.” Tatapan Joanelle keras.

esensi suaranya menandakan ada amarah yang bergejolak dalam dirinya.” Sorotan handycam beralih lagi ke Alo dan Cecil yang kini semakin kencang berteriak.” bisik Kesya sambil tersenyum jail.” ujar Alo. “Matikan handycam-nya!” Sekarang yang terlihat adalah wajah Kesya. Dia tidak menyangka akan melihat adegan yang seperti itu. sedang tertawa cekikikan.. handycam dapat menangkap suara Alo.. Marco mengklik foto tersebut dan layar laptopnya menampilkan foto Alo dan Cecil sedang mengapit Kesya di tengah-tengah. sangat hangat. *** . “Taruhan. Alo kemudian memeluk erat Cecil. Kesya tampak beberapa tahun lebih muda. Kesya sendiri tersenyum lebar. namun tangisannya mereda.. Aku janji akan lebih merhatiin kamu lagi. “Belum!” Cecil berpaling... Sayang. Mereka merangkul erat Kesya. Alo menggeleng frustrasi.“Kamu selalu keras kepala.. Alo. “Memangnya belum cukup perhatianku selama ini?” Cecil menggeleng cepat. “KESYA!!!” Terdengar teriakan Cecil. “Great job. Nadanya tidak terdengar meninggi.” Walau diucapkan cukup lembut. “Hihihi. Sebenarnya Cecil yang berteriak-teriak. ini adegan Alo dan Cecil sedang bertengkar.” Kesya mengacungkan jempolnya ke arah handycam. tidak seperti orang yang sedang marah... “Tuh kan bener.” bisiknya. bagi orang yang sudah mengenal Alo dengan baik. masih terkikik. Adegan yang sangat intim. Alo mencium pipi Cecil berulang kali. dan bersahabat. Alo hanya memandangnya frustrasi dan berkata beberapa patah kata. wajahnya tepat menghadap ke arah layar. seperti es batu yang mencair disapu hangatnya sinar matahari. Handycam buru-buru dimatikan dan Marco tidak tahu lagi apa yang terjadi kemudian. Tawa Marco meledak. “Sori deh. hanya Cecil yang berani. “KESYA!” bentaknya. Tubuh Cecil mengejang kemudian lunglai. ini suara Cecil... Tidak ada yang berani melawan Alo. “Kamu tuh maunya apa sih?” tanya Alo. Entah siapa yang berani merekam adegan ini. Cecil kemudian menangis. Cecil tidak menjawab. Marco melihat satu lagi file foto yang belum dibuka. sebentar lagi mereka pasti udah sayang-sayangan lagi. “Aku cuma mau kamu perhatiin aku!” bentak Cecil. Tapi. Marco menahan senyumnya. “Aku? KERAS KEPALA?” Tidak diragukan lagi. Sorotan handycam kembali beralih ke Kesya.

“Darius?” “Iya. Entah kenapa Cecil begitu ngotot minta Kesya menemaninya. kita nggak ketemu dia?” Kesya mengangguk. Kesya diam saja. Berduaan saja. Kesya curiga. Pekerjaannya yang menumpuk. Udah lama banget kan. merias Cecil. “Eh.. Ingan Jansen. sorak sorai. Dia juga seneng banget waktu aku bilang kamu juga ikut. “Kok diam aja sih?” Kesya balas memandangnya.. mungkin juru rias. kamu tau nggak siapa fotograferku?” kata Cecil tetap antusias. Seorang wanita..Kesya. Dia semangat banget waktu tau bakal moto aku dan Alo. teman SMA mereka yang sejak dulu memang hobi banget foto-foto. . Dia sedang tidak ingin beramah-ramah dengan Alo. Dia memandang Marco yang asyik mengobrol dengan Cecil dan Alo. ditambah pekerjaan ekstranya menjadi bridesmaid yang baik bagi Cecil. “Aku ngantuk. Cecil langsung menggandeng tangan Alo dan berlari menghampiri Darius yang tengah bersiap-siap. Panas banget! Hmm. Padahal Kesya malas banget. dan Marco terguncang-guncang di dalam mobil Alo. Kesya memutar kembali ingatan saat Jansen menyatakan cintanya. Cecil. apalagi dengan Marco! “Kesh. tebaran confetti. Kembali berusaha mencari-cari gegap gempita. Dia tidak merasakan apa-apa. Darius juga rekan sekerja Jansen. Kesya mengembuskan napas. Kesya dan Marco diminta untuk menemani Alo dan Cecil foto pre-wed di daerah Puncak. Kan aku udah bilang dari tadi aku nggak mau ikut karena aku mau tidur.” panggil Cecil. “Memangnya siapa?” “Darius!” pekik Cecil. Alo dan Cecil pasti akan sibuk foto-foto dan hal itu akan menyebabkan dia menghabiskan waktu bersama Marco. kemudian melambai ke arah Marco dan Kesya.. Kesya melirik Cecil.. Alo. buru-buru menggiring Cecil duduk di bawah sebatang pohon.” “Dasar sapi tukang tidur!” cela Cecil. jangan-jangan ini salah satu akal bulus Alo dan Cecil untuk mendekatkan dirinya dengan Marco. Kesya teringat dia masih punya utang kepada lelaki itu. membuatnya sangat kurang tidur belakangan ini.” Alo mematikan mesin mobil dan keluar. Alo tampak mengobrol dengan Darius. Kesya meninju bangku Cecil. Hari ini.. Cecil. pantas! Mereka sedang berada di tengah-tengah kebun teh. Cecil pasti senang banget kalau Kesya cerita soal perasaannya yang kian memudar terhadap Jansen. Padahal dia ingin tidur sampai siang. Darius. Kesya keluar dan mengernyit. omong-omong. meliriknya dari kaca depan mobil.. “Sudah sampai. Juru rias itu langsung bekerja cepat. dan tabuhan fanfare dalam hatinya. Darius teman kita waktu masih Sma.

“Ya ampun. Bersyukur sekali karena buku itu masih sempat dia selipkan di dalam tasnya. Selesai Alo berganti pakaian. dan Darius dari kejauhan. Alo. “Alo..” Alo memperkenalkan mereka.. “Kesh. “Rancangan baru?” Kesya mengangguk tidak peduli. Sesekali terdengar tawa Cecil. “Corat-coret aja. Tampaknya mereka sangat menikmati sesi pemotretan kali ini dan tidak menyadari waktu yang terus bergulir. Sementara Alo hanya senyum-senyum tidak jelas.” sahut Kesya gugup. sementara aku dan Alo foto-foto. Sayang. y. kamu lagi dekat dengan Jansen.... Tatapannya lembut. Cocok sekali untuk suasana perkebunan teh ini. Kesya kemudian duduk di tanah dan mengeluarkan notes kecilnya. tersenyum garing. Kesya kembali berkonsentrasi pada pertanyaan Darius. kan?” Mata Darius terbelalak. Wajahnya sudah dirias. begitu deh. buku idenya.. “Cantik banget.. kamu ganti baju dulu aja. Kesya mengangguk malas-malasan. Dia tidak mau repot-repot mengklarifikasi responsnya tadi. “Hai! Aku cantik nggak?” Tiba-tiba Cecil sudah berdiri di hadapan Kesya. yah. Entah. Matanya terpejam. ya?” lanjut Darius setelah menyalami Marco. “Lagi ngapain?” Marco juga ikut duduk di sampingnya. “Ini bridesmaid dan bestman-nya. “Bosen nih. mungkin perasaannya saja..” ujar Darius. namun penuh pancaran cinta yang berapi-api. “Biar aku setting tempatnya dulu. Dari raut wajahnya Kesya tahu bahwa responsnya aneh sekali.. Kesya merasakan tubuh Marco mengejang di sampingnya... “Aku dengar.Kesya balas melambai.. Darius tersenyum. Bodo ah! Benaknya.” sahut Kesya singkat. “Hmmm. Kesya! Sudah lama sekali kita nggak ketemu!” Kesya tersenyum melihat antusiasme Darius. Kesya masih terus sibuk mencorat-coret notes kecilnya. Waktu terus bergulir..” ..” Cecil berpaling kepada Kesya. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin dengan potongan sederhana.” Alo memandang Cecil. “Kamu masih ingat Kesya. Bingung juga harus berduaan saja dengan Marco.” pintanya. tolong temenin Marco ya. Tampak cantik sekali. Marco merebahkan tubuh di samping Kesya. dan menyeret langkahnya menghampiri Alo dan Darius.. mereka meninggalkan Kesya dan Marco berduaan...

Mau putar-putar aja. begitu intim rasanya. Kesya tetap tidak memedulikan Marco dan.” bujuk Marco lagi.. Dengan terburu-buru. Kesya langsung panik. Dia kira Marco tidur.. Dan masih terus terbahak-bahak saat mereka sudah berada di dekat mobil Alo. Kepalanya tertunduk.. “Ya nggak apa-apa sih. namun pemandangan indah yang membentang di hadapannya menyurutkan rasa kesalnya. “Tadi Alo bilang dia bawa sepeda lipatnya.” Marco tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Alo. tapi Kesya kan nggak bisa naik sepeda. berada begitu dekat dengan Marco. Kesya kesal. “Ayo naik sini. Lama-lama dia menikmati juga irama tidak teratur si pemukul beduk. Kesya mengangguk pelan. Dug dug dug! Si pemukul bedug kurang ajar itu kembali beraksi! “Alo.. “Kamu bisa naik sepeda?” tanya Marco.. Kesya diam saja dan terus berjalan. . Kesya melepaskan genggaman tangan Marco. Ada dua tuh.” bujuk Marco.” Alo melemparkan kunci mobilnya. tapi ternyata lakilaki itu tiba-tiba bangun.. Menyambut hangat si pemukul beduk.. Rasanya dia sudah berjalan jauh sekali ketika sebuah sepeda meluncur di sebelahnya. “Kamu harus nurut sama aku. Kita putar-putar aja yuk. kamu sok-sokan bilang bisa naik sepeda? Gengsi?” Marco tersenyum menggoda.” Marco bangkit dan menggandeng tangan Kesya. jangan marah dong... namun dia gengsi mengakuinya di hadapan Marco. “Jangan keras kepala ya. kami pinjam sepedanya ya. Kesya mengangkat dagu tinggi-tinggi dan berjalan menjauh dari Marco.” Marco menggeleng-geleng. sementara Marco hanya tersenyum. Ada di bagasi. Marco menggandeng Kesya mendekati Alo dan Cecil.” Marco mengayuh sepedanya pelan. Dug dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi! Kali ini Kesya tersenyum. Sebenarnya dia tidak bisa naik sepeda. “Hhheiii!” Kesya menjerit ketika sepasang tangan kokoh Marco merengkuh tubuhnya dan mendudukkannya di besi melintang di depan sadel sepeda. “Memangnya kenapa kalau aku nggak bisa naik sepeda?” tanya Kesya ketus. Anggukan yang ragu-ragu.. Lagaknya seperti sedang berbicara dengan anak balita. Alo dan Cecil langsung saling melempar senyum penuh makna saat melihat tangan Kesya dan Marco yang bertaut..Kesya tersentak mendengar suara itu. “Kesh. dimasukkannya notesnya ke tas. “Ambil aja sendiri. Tersaruk-saruk dia mengikuti Marco. Lagi pula. Tapi kenapa tadi waktu aku tanya.

” Dan Kesya terpesona dengan pemandangan di hadapannya. Alo dan Cecil menghampiri mereka.. besok Minggu. Kesya buru-buru mengembalikan posisi wajahnya ke level “tidak terlalu antusias”. Kesya mengumpat dalam hati. Percuma dia marah-marah sekarang. Senyum cerah di wajah Cecil menunjukkan bahwa Kesya terlalu antusias merespons pertanyaan Alo. having great time?” tanya Alo.Marco mengayuh sepedanya dengan santai. DeeDee. “Hai. .. “Aku sih nggak keberatan.” ujarnya penuh kemenangan. Cecil sudah menutup pintu. Tanpa rencana. “Lihat itu.” Marco menunjuk dengan dagunya. eh kamu malah maksa aku nginap di sini. Matahari surut perlahan-lahan. Kan seru!” balasnya sambil melenggang masuk ke kamar mandi. tidak peduli dengan wajah kusut Kesya. Selesai melihat sunset. Kesya kesal sekali dan masih terus marah-marah saat dia dan Cecil sudah berada di kamar hotel mereka. namun sering kali terlupakan karena sibuknya aktivitas sehari-hari. “Sepertinya kita akan kemalaman.” kata Cecil sangat antusias. sekali-sekali melakukan sesuatu tanpa rencana.” “Cecil! Kamu apa-apaan sih? Menginap tanpa rencana begini? Aku kan nggak bawa baju ganti!” Cecil tersenyum licik. “Nggak apa-apa kok. Mata Kesya menyipit. Kesya mengangguk. Cecil menutup rapat pintu kamar mandi.. Sebaliknya. “Sunset.. “Kamu tuh apa-apaan sih. kembali ke peraduannya. Kesya jadi berhenti marah-marah. Cecil mengangguk kuat-kuat dan tersenyum lebar sekali! “Kesya. dan nggak ada yang harus kerja. “Marco?” Cecil berpaling kepada Marco. Keindahan alam yang alami. Toh hari ini weekend. lagi!” Cecil tersenyum. Kesh.. Alo sekamar dengan Marco. Marco mengembalikan sepeda lipat Alo ke dalam bagasi mobil. Entah apa lagi yang direncanakan si drama queen ini! Alo menggeleng-geleng dan mengernyit memandang Cecil.” jawab Marco santai. Cil? Aku bilang nggak mau ikut. Cecil menarik Alo dan berbisik-bisik di telinganya.. Tepat saat itu juga.. jadikita menginap saja di sini. mereka kemudian kembali ke lokasi pemotretan. Marco. Rupanya mereka sudah selesai. Tanpa sadar. “Aku bawa baju kamu.. jadi jelas dia tidak akan mendengar omelan Kesya. Ada di bagasi mobil. Dan demikianlah yang terjadi. Marco menghentikan laju sepedanya dan terpaku juga melihat keindahan alam tersebut..

Kesya tersenyum.” . Lagak Marco seperti kesatria yang bersumpah pada rajanya. ya?” tanya Marco lembut. “Aku mau makan di sini saja.” “Kalau begitu aku juga di sini saja. “I never know that. Dengan pasrah dinikmatinya embusan udara yang semakin dingin. Masa depannya hilang karena nikotin.. sejenak melupakan pertikaian mereka. “Kamu benar-benar nggak suka sama smokers. “Iya deh! Aku janji akan quit jadi smoker. Marco tergelak. “Mmm.Kesya beranjak ke teras kamar. Marco!” seru Kesya sambil mengernyit.” “Kalau begitu. Sosok itu berasap! Hiiyy! “Kesya. “Ihhh. Marco buur-buru mematikan rokoknya. “Makanya aku nggak suka sama perokok! Egois!” Kesya mencibir ke arah Marco. Sesaat dia sempat lupa bernapas.” Alo tidak pernah menolak permintaan Cecil. “Aku punya teman baik yang meninggal karena kanker paru-paru.. Marco. Alo dan Cecil senyum-senyum lagi. “Alo mana?” “Yup. Sayang?” Alo keluar dari dalam kamar. Rambut keritingnya tampak basah. Dan dia tersentak saat melihat sosok tinggi di teras sebelahnya. Kasihan banget. Tadi sepertinya aku lihat ada yang jualan di depan hotel deh. “Nanti saja. Kalian enjoy aja. Ternyata sosok tinggi berasap itu adalah Marco yang sedang merokok. “Kesh?” panggil Cecil. Seharian ini mereka ramah sekali. Males mau keluar-keluar lagi. Kemudian dia mengeluarkan permen mint dari dalam kantong celananya lalu mengunyahnya..” “Boleh.” Tangannya terkepal dan diletakkan melintang di dada.” ujarnya lembut. ngapain di luar?” Kesya tersedak.” Marco menanggapi. kalian mau ikut?” Kesya menggeleng. Dia perokok berat.” Cecil berpaling ke arah Marco.... Kesh?” tanya Marco ketika Alo dan Cecil sudah berlalu.. liat di restoran hotel saja. “Kesya. kita makan jagung bakar yuk.” Marco tersenyum. Sehari bisa berbungkus-bungkus rokok habis diisapnya. “Kamu mau mandi nggak?” Kesya menggeleng. “Aku pengin makan jagung bakar nih. Senyumsenyum terus! “Kamu mau makan apa. Kesya duduk.

. may I kiss you?” tanya Marco pelan sambil merengkuh kepala Kesya... Kesya memejamkan mata dan merasa pusing.. aku temani ke restoran. Kesya ragu-ragu.” Kesya terperangah.. lalu perlahanlahan santai.. bergemuruh sorak-sorai..” Kesya merasa Marco memegang dagunya.” panggil Marco lembut. “Yuk.. Kesya mengangguk. Blasss! Tiba-tiba lampu di seluruh hotel mati! “Marco!” panggil Kesya panik.. Aku ke kamarmu lewat pintu depan.” Kesya merasakan Marco mendekapnya. lalu menghilang dari teras kamar. . Kesya merasakan bibir Marco telah lepas dari bibirnya.. “Kesh. Desah napas Marco bercampur dengan aroma mint. Pusing yang menyenangkan. Menikmati sensasi berada di pelukan hangat Marco. lalu merasakan bibir Marco menyapu lembut bibirnya. “Lihat deh. Berjuta-juta bintang berkelap-kelip indah di langit malam. Dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi. Benar-benar menikmati suasana ini. “Bintang. Banyak sekali. Kesya membuka bibirnya. walaupun matanya terpejam rapat.. Namun. Tubuh Kesya menegang. Kali ini Kesya menyambut hangat si pemukul beduk.. Di dalam dadanya.. namun kemudian menyambut uluran tangan Marco. dan tabuhan fanfare. Kesya.. “Aku di sini. Kesya menjawabnya dengan senyuman.. Kesya tidak pernah melihat bintang sebanyak ini di langit Jakarta. di bawah sinar bulan dan cahaya bintang. “Kesh. Tangannya menggenggam tangan Marco lebih erat lagi. “How was that?” tanya Marco sambil tersenyum nakal. Sekilas Kesya juga dapat melihat tebaran confetti. Marco mencium Kesya dengan lembut. Dia paling tidak suka berada di kegelapan. Indah sekali! Saat Kesya menoleh dan memandang Marco. gegap gempita. dan Marco menyambutnya dengan sebuah ciuman yang panjang dan lama. memberi kesempatan pada Marco untuk menjelajah ke dalam relung hatinya..” kata Marco cepat. Tangannya merangkul erat pinggang Kesya. tunggu sebentar.. Dia membuka mata.. menuntun wajahnya untuk menengadah. dilihatnya tatapan lelaki itu melembut.” Marco mengulurkan tangan. Tak lama kemudian Marco sudah muncul di ambang pintu kamar Kesya dan menghampiri gadis itu.“Kalau begitu.

Kesya terkesiap. menghunjam postur Marco yang tampak santai di belakang Kesya. Wajahnya sangat bahagia. . Orang itu adalah. Foto Kesya sedang duduk di depan sadel. Tampak sekali mereka sangat menikmati momen tersebut. Tatapannya tajam.. sementara tangannya di letakkan di bahu Kesya.” Jansen mengeluarkan beberapa lembar foto yang dicetak ukuran besar. Jansen berpaling dan terkesiap melihat Kesya dan Marco. aku lihat foto ini di meja kerja Darius kemarin malam. “Dia sudah duduk begitu dari pagi... Biasanya. Senyum di wajah Marco tidak kalah lebarnya. Marco mengangguk dan beranjak pergi. hanya Jansen yang mampu membuat Kesya tampak cantik dalam foto.” ujarnya gugup.” Kesya menatap Marco. Marco. DeeDee membuka pintu lebih lebar dan Kesya pun tahu apa yang membuat raut wajah DeeDee seperti itu. “Aku. Marco menemui DeeDee yang masih menunggu dengan gelisah di pintu masuk. yang berada di sisinya yang membuatnya tampak sangat cantik.. Satu kaki Marco menapak. “Berdua saja. Dia melirik Marco sementara Marco santai saja. Ternyata bukan fotografernya yang membuat Kesya tampak cantik.” sapa Kesya pelan. Jansen duduk dengan gelisah. Dia tampak cantik sekali di kedua foto itu. Kesya menatap punggung Jansen dengan cemas. Dia mengekor Kesya menemui Jansen.. “Ada apa?” tanya Kesya waspada.” bisik DeeDee. Di sofa ruang tamu. “Kesh... aku mau bicara dengan kamu. sementara Marco duduk di belakangnya... tampak Kesya masih duduk santai di atas sepeda...9 KETIKA mereka pulang keesokan harinya. namun orang yang bersamanya. “Jansen. Kali ini sepeda terlihat berhenti. tertawa lebar. DeeDee membukakan pintu apartemen Kesya dengan raut wajah yang sulit ditebak. Di foto yang kedua. Rambut Kesya tergerai lemas saat sepeda tampak meluncur menuruni jalan yang melandai. Mereka berdua sedang menatap kagum ke pemandangan sunset yang indah.

. *** “Jadi?” tanya DeeDee sambil tersenyum. Wajahnya condong dan dekat sekali dengan Kesya.! Kesya mengedip. “Kalau kamu memang mencintainya. gara-gara laki-laki itu. Kesya mengikutinya.... Dadanya berdebar. “Rasanya. rasanya aku memang tidak memanfaatkan waktu yang kumiliki dengan. Kali ini tatapannya lama dan mendalam. perlakukan dia dengan sopan!” Suara Marco memancarkan getar kemarahan di setiap katanya. Menatap tajam ke arah Jansen...” potong Jansen pilu. Kesya tidak beranjak dari sisi Marco. Lengan Marco melintang kokoh di hadapan tubuh Kesya.. kan?” tanya Jansen pelan. “Maaf. Nada suaranya tegas dan berat. aku mengerti kok. Tangan Kesya menggamit erat lengan Marco.. “Aku.. Jansen kembali memandang Kesya. kemudian beranjak dari apartemen Kesya. Kesya bergerak-gerak dengan gelisah sementara tubuh Jansen sudah merapat ke arah tubuhnya. Melindungi gadis itu dari segala bahaya yang mengancamnya. Mencari perlindungan dari lengan kokoh itu. Jansen mengeluarkan hasil bidikannya dari kamera Polaroid-nya. aku kalah. Dia menatap foto itu dan tersenyum getir. ...” Kesya terdiam. “Mau apa kamu?” Marco tiba-tiba berdiri di sebelah mereka. Dia tersenyum getir...Jepret. Jansen memandang Kesya dan Marco bergantian.... Kesya menatap foto itu. Ini debar yang membuatnya sungguh merasa tidak nyaman. Menyurutkan entah apa yang akan dilakukan Jansen.” Dia menatap Marco.” Jansen beranjak ke arah pintu. Kesya yang ayu. “Semua gara-gara. Tidak mampu melanjutkan kalimatnya. aku tidak membuat kamu tampak ayu lagi di foto... aku. Bunyi itu mengejutkannya. Tiba-tiba Jansen berbalik dan berjalan pelan mendekatinya. “Sudahlah. Posisi itu sudah sangat jelas bagi Jansen. Kamu menang. DeeDee memaksa Kesya untuk mentraktirnya makan siang sekaligus menodongnya untuk menceritakan versi lengkap kisah jadiannya dengan Marco. membentangkan jarak lebar antara tubuh Jansen dan tubuh Kesya. Marco mendorong Jansen.. “Jaga dia baik-baik.. Bukan debar menyenangkan yang biasa dia rasakan ketika bersama Marco. sebaik-baiknya. Sinar-sinar yang biasanya terlihat dari sekitar wajahnya sirna. “Gimana cerita lengkapnya?” Siang itu. Kesya terkesiap.. Kesya mengangkat wajah dan menatap Jansen. “Aku.” ujarnya. wajahnya tampak murung.” ujarnya tercekat.” ujarnya sambil mengangsurkan foto hasil bidikannya kepada Kesya.. Dia tahu dia sudah kalah total! “Aku...

. Kesya hanya balas tersenyum... “Dia merokok karena mantan pacarnya. Matanya melotot. menunduk menyembunyikan wajahnya. “Marco memang tahu saat yang paling tepat untuk menyatakan cintanya. “Masa nggak ada romantis-romantisnya? Marco itu cowok paling romantis lho!” Wajah Kesya kembali memerah. Kesya terkesiap begitu menyadari apa maksud DeeDee yang sebenarnya... “Baru cerita soal kissing aja udah blushing begitu! Belon juga ngapa-ngapain!” DeeDee kemudian memaksa Kesya untuk bercerita apa saja yang terjadi saat mereka menginap. Pokoknya aku udah jadian sama dia. DeeDee tersenyum lebar. DeeDee! Kami belum have sex sama sekali!” bisiknya histeris. Dan perasaan itu tidak pernah dia rasakan sebelumnya. “Ya ampun. tapi dia tidak menyangka akan secepat ini. “Jadi cuma kissing doang?” Kesya mengangguk. Tidak dengan Jansen.. Matanya berbinar mengingat kejadian sejuta bintang Sabtu kemarin. “Lho?” Wajah DeeDee juga sama bingungnya. “Masa gitu aja? Nggak percaya!” Dia menggeleng keraskeras. “Memang maksud kamu apa?” DeeDee menggeleng-geleng. “Romantis banget. “Marco itu laki-laki yang baik.” bisik Kesya. “Memang ciuman ada gayanya?” tanyanya polos.” . “Terus. Apa ini yang orang bilang “cinta sejati”? *** Minggu pagi..” DeeDee cemberut. tidak juga dengan mantan-mantan pacarnya dulu. “Ya begitu aja. “Serius?” DeeDee melonjak dari duduknya. Kesya menceritakan soal sejuta bintang yang mereka lihat saat hotel mati lampu.” Kesya tersenyum.. Hatinya terasa hangat kalau mengingat ciuman Marco saat itu. Kesh. “So. “Gimana rasanya?” “Wonderful.. Mata DeeDee berbinar-binar saat mendengar bagian itu.Wajah Kesya memerah.” “Really?” Kesya memang mengharapkan Marco berhenti merokok..” desahnya. kalian pakai gaya apa?” Wajah Kesya berubah bingung. “Berarti sudah dong?” Kesya mengangguk.” Alo memulai percakapan sambil tersenyum lebar. Dia berusaha berhenti merokok gara-gara kamu.. Kesya dan Alo duduk berdampingan di Groom‟s Bestfriend sementara Marco sedang mencoba jas bestman-nya. “Kamu tuh yang „ya ampun‟!” sungut DeeDee..

Konsep taman yang asri dan nyaman. matanya menerawang jauh. Ayunan. terus lari ke rokok. Marco kemudian meminta Kesya untuk mengantarnya ke suatu tempat. Rasa yang baru muncul setelah perasaannya terhadap Marco berubah. “Tapi. pada sore hari taman ini pasti ramai dikunjungi oleh orang-orang. Keliatan gagah banget. Kesya berjalan sambil memperhatikan taman yang masih baru itu. Saling jaga. “Tanya sama Kesya dong. She is your girl now. Dia mendudukkan Kesya ke atas ayunan dan mengayunnya perlahan-lahan. Marco tersenyum dan memandang Kesya. Marco mengajak Kesya ke area permainan anak.. Yang.. ... “Ini kerjaanku selama ini. Tapi sekarang di sana bukan tanah kosong saja. “Omong-omong. untuk mengajak anak bermain.Kesya memperbaiki duduknya. menikmati kedekatannya dengan Marco. Ada rasa geli. “Nanti aku tanya Cecil deh. Dia belum tahu cerita ini. aku seneng dia sama kamu. gaun bridesmaid kamu modelnya gimana?” Gaun bridesmaid? “Oh iya ya. “Gagah. Sayang?” Kesya tersenyum. ya? Hmmm.” Marco menggandeng tangannya. Kalian pasti bisa saling jaga. Marco tersenyum. Jadi sambil tidur aku bisa sambil berayun-ayun. Kesya bisa membayangkan. Kesya tersenyum diam-diam.” ujar Marco bangga. “Bener banget penilaian kamu.” Marco mendengarkan sambil terus mengayun Kesya. ge-er banget sih!” Kesya pura-pura ngambek..” “Ih..” Alo tidak ingin membahas detailnya. “Bagus.. Memperagakan jas yang sedang dikenakan.” ujar Alo menggoda.. “Aku kepingin sekali punya ranjang ayunan.. Di sana berdiri sebuah taman yang asri. tanah kosong di daerah Kelapa Gading yang dulu pernah didatanginya bersama Kesya. kira-kira gitu deh.” Kesya manggut-manggut sendiri.” kata Kesya sambil berayun pelan. “Gimana.” Marco mematut-matut dirinya di depan cermin. Untuk lari sore. “Tentu ada dong. “Diputusin mantannya. “Ada ayunan?” tanyanya. Marco keluar dari balik ruang pas. Ke Jalan Disco. “Gimana?” Dia mengangkat kedua tangannya. Kamu gadis yang baik. Kesya suka sekali ayunan. Yah.” Setelah selesai dengan urusannya di Groom‟s Bestfriend.” Dia tersenyum kepada Kesya dari cermin.. Dia sama sekali belum diberitahu Cecil soal gaunnya... Kesya suka ide itu..” Kesya tersenyum.. seperti aliran listrik ketika tangan Kesya digandeng Marco.. Senyumnya mengembang perlahan. “Aku suka sekali ayunan.. Tangannya membentang memperlihatkan hasil kerja kerasnya selama ini.. atau hanya untuk duduk di ayunan sambil membaca.

menemani Oom Steven yang lagi meeting di Jakarta. Senang juga rasanya diperhatikan seperti ini. “Aku cek dulu ya. Cil?” “Besok kosong?” tanya Cecil tanpa basa-basi. Sudah lama sekali dia duduk dan mencorat-coret notes kecilnya. Sebagian besar diilhami dari pernikahan Alo dan Cecil.. Kesya tersenyum. Aku ambil cuti dari kantor. Marco menggeleng. I’m all yours. Marco mampir untuk menemani Kesya bekerja.. Nama Cecil tertera pada layar ponsel Kesya. “Mama.. Kesya tersenyum.” bisik Marco cemas.. Dia baru datang dari Singapura.” Kesya tersenyum. Kesya masih sering senyum-senyum sendiri jika teringat kembali peristiwa sejuta bintang itu. “Proyekku sudah selesai.*** Kesya kembali berkutat dengan pekerjaannya.” Cecil tertawa. maksudku mamanya Alo.. aku akan usahain santai deh... “Kamu nggak ngapa-ngapain?” tanya Kesya sambil menyesap teh hangat yang dibawakan Marco. ups salah.. melemaskan otot yang tegang di sekitarnya. Dia menghampiri Kesya dan mengecup ubun-ubun kepala Kesya. Cecil harus memanggil orangtua Alo dengan sebutan “mama-papa”. Tidak ada janji penting untuk besok.” ujar Cecil sambil menghela napas. juga dair pengalaman romantisnya bersama Marco. mau keliling-keliling dan Alo minta aku untuk menemani mamanya. “Yup.. “Kamu tegang banget lho. “Iya.. “Mamanya Alo?” “Iya. Kesya tertawa menahan geli.” Sekarang Marco meremas bahu Kesya. Banyak ide yang berlalu-lalang di dalam benaknya. Sejak resmi bertunangan dengan Alo. aku harus memanggilnya dengan sebutan Mama. Jadi. ya. Dia sudah hafal luar biasa tabiat Cecil. “Nih. Merasakan ketegangan otot bahu Kesya di bawah tangannya. “Ya. Tante Jessica.” Kesya terkesiap. “Biar otakmu yang panas jadi dingin lagi. “Santai saja lah..” Kesya membalik-balik agendanya. Berebut untuk minta digambar dan direalisasikan. “Kalau begitu besok siang tolong temani aku ketemu mamanya Alo.” Cecil meralat panggilannya.” Kesya mengambil notesnya dan memperhatikan rancangannya. .” Marco menyodorkan segelas teh hangat.” ujarnya. mengangkat tangannya membelai dagu Marco.. istirahat dulu. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. sekarang tugasku hanya menjadi bestman Alo dan jadi pacar yang baik buat kamu.

tapi dari bahasa tubuh masing-masing.. . dia sudah tahu?” tanya Kesya hati-hati. ya. kentara sekali mereka saling tidak menyukai. Sejak mereka masih samasama SMA.” Cecil mendesah. Orangtua Alo datang ke rumah. Di depan Alo dan Oom Steven. Tante Jessica juga memelukmu sambil tersenyum?” tanya Kesya tidak percaya... Berbeda 180 derajat dengan Tante Jessica. Beliau juga sangat menyetujui hubungan Alo dan Cecil.” cibir Cecil. papa Alo. mengucapkan selamat dan berkata betapa senangnya mereka karena aku akan jadi menantu mereka... Memang belum pernah ada konfrontasi terbuka antara mereka berdua. “Oh. Tante Jessica Lionel Andersen. Rasanya tidak percaya Tante Jessica bisa memeluk Cecil. kurang begitu menyukai Cecil. Alo sudah bilang ke orangtuanya dia akan menikahi aku. sejak Alo dan Cecil baru mulai pacaran.Kesya tahu apa makna di balik helaan napas Cecil.” Kesya mendesah. mamanya Alo. “Ya sudah lah.” “Maksud kamu.. Menurutnya. Makanya kamu besok tolong temani aku. Kalau Oom Steven Andersen. “Alo minta aku menemani mamanya karena mamanya mau mengenalku secara lebih akrab. Cecil tidak cocok berpasangan dengan anak kesayangannya. Mamanya hanya datang dengan cucunya.” Cecil melanjutkan.” jawab Cecil sambil memberi penekanan pada empat kata terakhir. memang orang yang sangat menyenangkan dan ramah. supaya lebih mengenal calon mantunya gitu. “Dan besok. Aku bisa meledak kalau cuma berduaan sama dia. “Tentang kamu dan Alo. begitu.” ujar Kesya ragu-ragu. Mereka memelukku sambil tersenyum. “Alo nggak ikut?” “Dia masih di Singapura. Kesya mengangguk-angguk. Minggu depan baru datang ke Jakarta. Tante Jessica memang tidak berani terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. apalagi sambil tersenyum! “Iya lah. Waktu itu kan dia datang sama Oom Steven dan Alo. “katanya sih dia mau menghabiskan waktu bersama-sama. Another long day.

Salah satu dari enam lift itu terbuka dan rombongan tamu pun berbondong-bondong keluar dari dalam. Raut wajahnya ramah dan menyenangkan. Para portir bergerak ke sana kemari mengantarkan tamu. Papa? She is my bridesmaid. Dua-duanya gampang marah. Sementara Cecil duduk santai di sebelahnya. Itu Oom Steven. . “Oh iya.” Oom Steven memeluk Cecil dengan hangat. dear? Semua persiapan pernikahan kamu dengan Alo lancar. dua-duanya saling tidak menyukai. merapikan rambut panjangnya. kalau terjadi perselisihan di antara dua wanita itu. Dia langsung beranjak bangun dan menghampiri Oom Steven sambil tersenyum lebar. baik yang ingin check-in. dan mengawasi kumpulan tamu yang baru keluar dari lift. gawatnya.10 HARI masih bisa dibilang pagi. Cecil juga rupanya sudah menyadari kehadiran Oom Steven. Pelukan erat yang sungguh tulus. Berulang kali dia membetulkan posisi duduknya. Dan. Dia duduk sambil membaca majalah bisnis. Para resepsionis telah melayani banyak sekali tamu.. Dalam hati Kesya memutuskan. dia akan beranjak pergi dari medan perang. Papa. papanya Alo.” jawab Cecil sambil tersenyum. Di lobi inilah Kesya dan Cecil berada. atau mengantarkan tamu sambil membawa setumpuk koper. Laki-laki itu berkulit putih kemerah-merahan dan berambut cokelat. complaint. tetapi di lobi hotel para manusia sudah bergerak dengan aktif.. “Sudah ninety-two percents. Untuk hari ini dia sengaja mengambil cuti dari kantor. do you still remember Kesya. membawakan koper-koper. dua-duanya juga keras kepala. Kesya melihat seorang laki-laki yang cukup berumur menghampiri mereka sambil tersenyum lebar. check-out. menjemput mamanya Alo. Rambut keritingnya jatuh sebagian. “Cecil. “How are you. kan?” Cecil mengangguk. dear. menutupi wajah. Entah kenapa Kesya super duper panik menghadapi Cecil dan Tante Jessica. Kesya kembali melirik ke arah lift. Kesya duduk dengan gelisah. and sdhe helps me a lot!” Cecil menunjuk Kesya. dan sudah pasti tidak mau mengalah. atau sekadar menanyakan informasi. Menyelamatkan diri sendiri.

Tampak artifisial sekali. minta penjelasan. right?” Oom Steven tersenyum. . Dia menggandeng seorang anak laki-laki bertubuh gempal. “Yes. Meisya. Matanya menyipit. “Jason. Oom Steven menjabat tangan Kesya dengan hangat. agak kurus ya... Kesya tidak terlalu suka dengan Tante Jessica. dan selalu memandang rendah orang lain. tepat di hadapannya! Cecil menggeleng. Dulu sekali dia pernah bertemu dengan Tante Jessica.” Kesya mengulurkan tangan. Perasaan itu bahkan menetap hingga sekarang. “Hai. Ma. kebapakan.“Hai. “My wife will come down soon. kembali duduk. Alis Kesya terangkat.... Tante Jessica sedang mencelanya! Mencelanya. “Hmmm. Paduka Ratu Jessica Lionel Andersen. Saya sudah memilih Kesya untuk jadi bridesmaid saya. Tak lama kemudian. tapi pasti Tante Jessica sudah lupa.. hangat.” Suaranya terdengar sedingin es. yang ditunggu-tunggu pun datang. “Hmmm. Cecil tersenyum sekadarnya dan membiarkan tubuhnya dipeluk sang calon mertua. Kesya Artyadevi. Tangannya terentang untuk memeluk Cecil. Kesya mengangguk. Meeting. Tante Jessica adalah tipe wanita yang judes. membuat semua orang selalu ingin tersenyum kepadanya. Perempuan yang sudah berumur itu masih terlihat segar. Kesya berpaling kepada Cecil.” Cecil memperkenalkan. Senyum lebar juga tersinggung di wajahnya. Cecil masih tetap santai.” komentar Tante Jessica. One of Alo’s classmates. Pribadi Oom Steven yang ramah. Sebenarnya Meisya lebih cocok jadi bridesmaid kamu lho Cecil.. “Okay.. sementara Kesya kembali tegang.” Cecil terdengar sulit menyapa Tante Jessica dengan sebutan “Mama”. Sejak masih sekolah dulu. Oom Steven.. “Ini bridesmaid saya..” bisik Cecil tanpa menggerakkan bibir. berbeda sekali dengan senyum hangat dan ramah milik Oom Steven. “Nggak. I have to go now. Kesya mengamati senyum Tante Jessica. dan selalu menghargai siapa saja membuat semua orang merasa nyaman berada di dekatnya. Kesya mengulurkan tangan sambil tersenyum sopan.. seolah sedang menilai Kesya. Kelihatannya anak laki-laki itu berusia delapan tahun. anak kakak perempuan Alo. Tante Jessica tersenyum tipis. dingin. Sahabat baik saya.” Tante Jessica berpaling menatap Kesya. Cecil. Kalau dia tidak salah dengar.” Tante Jessica tersenyum.. “Sampai ketemu lagi ya. I remember you. Sifat-sifat Tante Jessica juga snagat berbeda dengan Oom Steven..” Kesya dan Cecil mengangguk. “Halo..” Oom Steven melirik arloji yang melingkar di tangannya.” Oom Steven tersenyum.

keduanya bisa memasak. Jason tersenyum manis sambil mengulurkan tangan. sementara Alo senang sekali makan enak. Satu hal yang sangat tidak dikuasai Cecil.” Cecil merengut. “Walaupun saya tidak bisa masak. nanti kan kami bisa beli makanan.. ayo beri salam sama kedua tante ini. “Cil. Kesya syok melihatnya! Anak usia delapan tahun sudah bertingkah seperti itu! “Oh ya.” seru Tante Jessica dramatis.” Kesya hampir pingsan mendengarnya. lalu menggandeng tangannya.... Tante Jessica tersenyum memandangnya.” sindir Tante Jessica. “Alo nggak terlalu suka makanan warung-warung itu. masakan Mama. kakak laki-laki Alo—yang disebutnya sebagai perempuan yang memenuhi kodratnya. “Nanti cincinnya akan aku sembunyikan. Kamu nggak bisa masak. Dia pernah nyobain. Anak perempuan dan menantu perempuannya..” . Namun.” ujarnya sambil mengelus sayang bocah laki-laki yang berdiri di sebelahnya. Tante Jessica berbicara panjang lebar selama bermobil. Tante Jessica menyindir Cecil terus. Hahaha.Tante Jessica mengangkat bahu..” Kesya menoleh panik ke arah Cecil.. “Ada resto baru di sini.” Tante Jessica tersenyum tipis... Tapi ketika Tante Jessica berpaling untuk beranjak pergi.” Tante Jessica tertawa. Cecil menggeram pelan.. mengingat tadi dia menggeram pelan. Lidahnya terjulur mengejek. “Ayo cepat! Kalian jalan lama sekali sih. Ayo kita makan dulu... Ma. “Jason ini yang akan membawa cincin pernikahan. dan akan aku jual setelah pesta selesai. “Aah. bocah tengil itu hanya menjulurkan lidah dan beranjak pergi. Sekarang kan warung-warung makanan bertebaran di mana-mana. “Repot juga ya. Meisya Veroca Andersen—kakak perempuan Alo. “Jangan macam-macam ya kamu!” ancam Cecil. Dia memanggil Tante Jessica dengan manis. Aku akan dapat banyak uang.” ujarnya. tapi katanya semuanya kalah dibandingkan masakan rumah. Anak laki-laki ini? Yang tidak tahu sopan santun ini? Yang akan membawakan cincin pernikahan rancangan Kesya? Masterpiece Kesya? Oh no! Jason meringis kejam melihat Kesya. “Buat kami tidak menjadi masalah. Dia bercerita tentang anak perempuannya. Kesya agak terkejut mendengar ketenangan dalam nada suara Cecil.!” bisiknya. “Jason. Masih pada gadis kok lamban sekali... Jason memperlihatkan jari tengahnya kepada Kesya dan Cecil. Cecil menggeram pelan. Dia juga bercerita tentang menantu perempuannya—istri Stephanus Robert Andersen....” ujar Tante Jessica sambil berjalan.

“Tante datang lagi di resto saya ini. Kurang ajar! geram Kesya dalam hati.” Dengan mesra.. Namun. pecel ikan... Justru Cecil pada awalnya menolak Alo karena tidak mau dicap perebut pacar orang. Tapi.!” pekik Kesya. Tante Jessica duduk dan meminta pelayan mengambilkan buku menu. Dia berdiri dan memeluk erat gadis yang tadi memanggil namanya. bukan begitu keadaan yang sebenarnya.” sapa sebuah suara. Jason tertawa terkikik-kikik.. Tanpa banyak komentar. “Hush!” tegur Tante Jessica diikuti dengan tatapan menghunjam. Hmmm.” sapa Ningrum dengan ceria. Kesya mengernyit. “Tante... Tante Jessica memeluk Ningrum. Wajah itu bagai baju kusut yang tidak pernah disetrika.Cecil mengernyit. Seingatnya. Resto ini tidak bisa dibilang baru. Padahal. Oh. Ketika Kesya duduk. diam-diam Jason menendang tulang kering Kesya. Alo masih pacaran dengan Ningrum. penasaran dengan sosok yang memanggil Tante Jessica. Kesya mengerti sekarang. Ketika Cecil mengenal Alo..” bisiknya kepada Kesya.. Tante Jessica lebih setuju kalau Alo tetap jadian dengan Ningrum.. Jason duduk di sampingnya.. Cecil menepikan mobilnya. lalu turun bersama Kesya dan mengikuti langkah Tante Jessica dan Jason. karena ada perbedaan prinsip yang tidak dapat diselesaikan antara mereka berdua. gadis keturunan bangsawan Jawa itu pacar pertama Alo. resto ini sudah berdiri sejak dua bulan yang lalu. plecing kangkung.. Cecil malah jadian sama Alo.. Raden Ayu Sekar Ningrum. “Something’s wrong. Tante Jessica tersenyum lebar sekali. Tante Jessica memesan sejumlah makanan. Dengar-dengar juga. dasar memang sudah cinta. “Kamu apaapaan sih? Anak gadis kok tidak tahu sopan santun! Ngapain teriak-teriak begitu?” bisiknya dengan nada setajam silet.. “Adaow. Gosip yang beredar di sekolah adalah Cecil merebut Alo dari Ningrum.. Alo lantas putus dengan Ningrum dan jadi dekat dengan Cecil. pantas saja tadi .. Kesya menyikut pinggang Cecil. Alo lebih cocok dengan Ningrum daripada dengan Cecil. Kesya tahu sekali siapa Ningrum. Semuanya makanan khas Indonesia. Ada pepes ikan. Menurut Tante Jessica. “Itu kan.. Ningrum yang cantik. Tidak dapat mencari apa yang salah dengan ajakan makan dari Tante Jessica. Kesya sudah pernah melihatnya. Cecil mendengus. menjual makanan khas Indonesia.. Berarti Tante Jessica dengan sengaja telah menggiring Cecil ke sini. Di sampingnya.. Kesya memperhatikan wajah Cecil. pecel ayam.” “Halo. Jadi resto ini punya Ningrum. tahu dan tempe goreng. Kesya dan Cecil ikut berpaling..

Cecil bilang “Something’s wrong.. Kebetulan sekali ya kita bisa ketemu di sini. selamat siang..” puji Tante Jessica tanpa memedulikan Cecil.” Ningrum tersenyum... “Cecil harus banyak belajar dari kamu... Dasar monster kecil! Rupanya dia juga bersekongkol dengan Tante Jessica dengan bermanis-manis terhadap Ningrum! “Ya ampun.. wajah berbentuk hati yang disapu make-up tipis.. Kesya!” ujar Ningrum setengah berteriak. “Cantik. ya?” Maksudnya? Wajah Cecil semakin keruh mendengar perkataan Ningrum. Cecil.. Ningrum..” Ningrum tersipu.” ujar Kesya.” sapa Jason manis. Kamu betulbetul akan menjadi istri yang ideal.” Tante Jessica menepuk-nepuk punggung tangan Ningrum. Hmm... dan rambut hitam panjang.. bukankah cantik itu relatif? Tante Jessica mengajak Ningrum duduk bersama mereka.” Waduh. tapi. dan rambut keriting berpotongan pendek. waduh.. “Ah. yang namanya wanita itu ya harus pinter masak. padahal Alo senang sekali makan enak. “Tante Ningrum.. Dengan kulit kuning langsat. Masak itu memanjakan suami juga lho. Sayang Tante nggak punya anak laki-laki lagi.. Dua wanita dengan dua kecantikan yang berbeda.” kata Tante Jessica sambil menggenggam tangan Ningrum. Tante bisa saja. “Sudah lama sekali aku ndak pernah ketemu kalian. Apa kabar tho?” “Baik.” Entah drama apa yang akan dipertontonkan Tante Jessica. jadi Cecil ndak bisa masak.. “Resto ini punya Ningrum..... “Tinggal beberapa bulan lagi. Tampaknya dia baru menyadari kehadiran Cecil dan Kesya. “Ningrum. Dengan kulit putih. “Wah. kecantikan khas putri bangsawan Jawa... Tapi Cecil juga cantik kok.. Ada kesan kejam di wajah cantiknya. anggun. pintar masak... lagi. Ningrum.. Cecil... wanita kok ya ndak bisa masak. . tapi dapat dipastikan wajah itu pasti sekeras batu! “Oh. “Sebenarnya saya juga ndak nolak kalau dijadikan istri anak laki-laki Tante yang bungsu itu. Rupanya dia dan Tante Jessica sudah berkonspirasi untuk memojokkan Cecil.. tho!” Mata Ningrum membulat dengan gaya dramatis.. kan?” Uh-oh! Kesya tidak berani menatap wajah Cecil. waduh! Ningrum juga cari gara-gara! Kesya memperhatikan wajah Ningrum. wajah klasik. biar suami tambah sayang sama kamu. Dia nggak bisa masak.. saya dengar sudah ada calonnya.. Memang benar Ningrum cantik. ayu. kamu tuh tambah cuaantik saja.. Kamu harus datang ya. Huebatt kan dia. Alo juga sering mampir ke sini. Kecantikan seorang wanita modern.

“Daging sapinya harus dicincang dulu. “Nggak dipotong dulu?” . bukan kamu.” ujar Kesya. dan keju batangan. “Sudah?” Cecil menggeleng frustrasi. saus sambal. tampak buah tomat segar menyembul. DeeDee melakukan tindakan penyelamatan diri dengan pergi keluar bersama teman-temannya... Dia mau membuktikan dia juga bisa masak! Atas usul Kesya. Kedua tangannya sibuk sekali. Cecil memutuskan untuk masak spageti dengan saus bolognaise.” Cecil mengeluarkan bahan-bahan masakannya satu per satu. mengingat Cecil belum pernah sekali pun bersibuk-sibuk di dapur. Kesya kembali ke dapur dan mendapati Cecil sudah bermandi peluh. Aku mandi dulu. “Cincang sampai halus ya. Marco diutus Cecil untuk menjemput Alo—dia pulang ke Jakarta sore ini—kemudian mengantar Alo ke apartemen Kesya ketika spageti sudah siap disantap. “Udah lengkap belanjaannya?” Kesya mengintip ke dalam kantong-kantong kertas yang dibawa Cecil.” Kesya mengeluarkan pisau besar untuk mencincang daging. Cecil menerima pisau besar itu dari tangan Kesya. bawang putih.. Alo tetap mau menikahi saya. Dia bertekad untuk membuktikan Tante Jessica salah. Sepuluh menit kemudian. Kesya tersenyum geli melihat tingkah Cecil. saus tomat.. buah tomat segar. masakan jenis ini gampang. “Udah.Cecil tersenyum manis. Spageti. masing-masing menjinjing sebuah kantong kertas berukuran besar. Sebenarnya Kesya agak khawatir dengan keselamatan dapurnya. Menurut Kesya.” balas Cecil sambil tersenyum manis.. tampak kepayahan memegangnya. bawang bombay.. Hari ini Cecil mau masak. Kali ini giliran wajah Tante Jessica dan Ningrum yang berubah membatu! *** Cecil mendorong pintu apartemen Kesya dengan bahunya. Hari ini dia berjanji untuk menjadi mentor Cecil dalam pelajaran memasaknya. Dari balik salah satu kantong. Walau begitu. Ningrum. “Hmm. Kesya sudah menyiapkan panci-pancinya untuk digunakan Cecil. Celemek Kesya sudah tergantung manis di tubuhnya. daging sapi.. “What? Gede banget goloknya!” komentar Cecil dengan mata membelalak. Kesya memperhatikan daging yang masih menggumpal dengan bandelnya. Siapa saja pasti bisa membuatnya..” gumamnya.. “Alo tahu saya nggak bisa masak.. “Sekarang aku harus ngapain dulu?” tanya Cecil..

Ini kali pertama Cecil memasak untuknya. Pada saat itu. “Hai. bel pintu apartemen berbunyi. sehingga hancur dan mengeluarkan banyak air. Cil?” “Gila! Panas banget tomatnya. Cecil merebus tomat. “Kenapa. baru diambil tomatnya. “Nggak lah.Cecil menggeleng. “Ya mau gimana lagi?” Kesya juga putus asa. tapi biar gampang harus dipotong tipis-tipis dulu. Sama seperti keadaan Cecil sekarang. tidak becus. Ini masakanku. Sayang. Gimana megangnya nih?” teriak Cecil panik. tunggu sebentar. Berturut-turut. Lalu. “Aku memang nggak becus. spagetinya jadi masih keras sekali! Cecil berurai air mata melihat hasil masakannya yang tidak keruan. pasti akan lebih gampang.” “Kamu nggak bilang!” sahut Cecil kesal. “Kenapa. Cecil cemberut sambil memperhatikan Kesya.. “Mana Cecil?” tanya Alo. “Masakanku hancur. aku mau bikin sendiri semuanya.” Marco mengecup pipi Kesya. “Masih di dapur. Aku memang nggak bisa masak!” . Cecil selalu melakukan kesalahan. Ini kan gara-gara kamu memang baru pertama kali masak.” Kesya menunjuk dengan tatapannya. Merasa tidak berguna. “Tadi katanya dicincang aja?” “Iya. Cecil menyeka wajahnya dengan kasar. “Dibuang dulu airnya. “Ya sudah sini aku yang cincang. “Cecil! Kesya!” Suara Marco terdengan memanggil. Alo dan Marco telah sampai di apartemen. Setelah itu. Memang tidak mudah masak untuk pertama kalinya. Tomat yang sudah direbus digenggamnya terlalu kuat.” ujar Cecil lemah. “Gimana nih. Api kompor dinyalakan terlalu besar sehingga daging yang dimasaknya jadi agak gosong. ya!” Kesya jadi ingat ketika dia pertama kali belajar memasak. biarin dia masuk aja. Wajahnya tampak antusias.” Kesya tersenyum menghibur. Alo langsung menghambur ke dapur. Sayang? Kok nangis?” suaranya melembut. Kesh?! Hasil masakanku hancur begini!” teriak Cecil panik. Kamu rebus tomatnya deh.. Disayat dulu bagian kulitnya. Kalau sudah biasa. “Sudah jadi.” Dengan cekatan Kesya membuang air rebusan tomat. masakannya?” Antusiasme Alo berubah saat melihat wajah Cecil yang berlinang air mata. karena tidak sabar menunggu sepuluh menit untuk merebus spageti. Cil. biar gampang dikelupas nanti. “Ya sudah deh.” Kesya mengalah dan memperhatikan Cecil mencincang daging sapi halus-halus.” “Nggak! Biar aku sendiri aja. “Adaowww!” Cecil menjerit keras sekali.

Aku lapar nih.. Aku sendiri nggak tahu sama sekali Ningrum buka resto. “Udah deh.” Cecil masih diam saja.. Sayang. “Masalah kecil nggak usah dibesarbesarin. Saling melirik tanpa tahu harus berbuat apa. Kesya menahan tawa.” Alo tersenyum lembut. pacar pertama kamu itu! Gara-gara Ningrum.. jangan nangis gitu ah. sudah.. Bibirnya bergetar dan air mata menggenang di pelupuk matanya. Kamu mau makan apa? Sushi? Kesukaan kamu. gara-gara Ningrum?” ujar Alo perlahan. “Come on. “Tapi kata mama kamu..Alo menghampiri piring yang berisi spageti keras dan saus bolognaise hangus.” ujarnya tanpa basa-basi.” Kesya ikutan nimbrung.. Mendengar nada lembut suara Alo. “Ya! Gara-gara Ningrum. Cil. Air matanya tumpah ruah. Cecil meronta. Kamu memang nggak bisa masak..” Alo menghela napas. kamu sering ke restonya.. tapi Alo tidak melepaskan pelukannya. Cecil masih terisak... Masa udah sepuluh tahun ini kamu masih jealous aja sama Ningrum. Biar saja Ningrum jadi gadis kesayangan mamaku. “Sshh. Gadis kesayangan aku ya kamu. “Jadi.. Kesya dan Marco salah tingkah. gadis kesayangan mama kamu itu!” jerit Cecil. Napasnya memburu. Alo bergerak memeluk Cecil. Itu juga gara-gara aku sedang menjamu tamu dan tamu aku itu maunya makan di sana...” Alo mengecup lembut mata Cecil yang masih basah. kan. “Biar saja Ningrum pintar masak. “Aku nggak peduli kamu nggak bisa masak. Nggak ada urusannya sama aku. Waduh! Cecil pasti ngamuk nih!” “Karena mama kamu bilang aku harus banyak belajar dari Ningrum yang jago masak! Karena mama kamu bilang kamu suka sekali makan enak. Dia mencicipi masakan Cecil sesuap.. “Dasar Mama nggak berubah tingkah lakunya. dan kamu juga sering datang ke resto Ningrum!” Alo terkesiap mendengar penuturan Cecil.. Pertahanannya runtuh.. kemudian menyeka mulutnya. .” bisiknya lembut. Lengkap dengan ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. Cil. Kita pesan makanan ya. Toh Alo sudah bisa menerima kamu apa adanya. Seperti kata Alo tadi.” Cecil merajuk. “Ayo dong.” Alo menjentik dagu Cecil. Cecil... Jangan marah lagi. “Lagian kenapa kamu tiba-tiba jadi mau masak?” Kesya dan Marco terkesiap. ini semua.?” bujuk Alo. “Masakan kamu memang hancur. Kesya yakin Cecil tidak akan tahan marah lama-lama. I love you just the way you are.. “Sebenarnya baru satu kali aku ke sana. Makan kan bisa di mana aja. Wajah Cecil merah padam.. Cil.

Sebagian besar anggota APPI sepakat memilih Kesya sebagai wakil untuk acara lelang internasional. nggak usah dekat-dekat dapur ya.. Semua anggota APPI berkumpul untuk membicarakan siapa yang akan mewakili APPI untuk mengikuti lelang tersebut. Kesya pasti bisa menjadi wakil yang membanggakan APPI. Berantakan sekali! Alo. menurut kalian. *** Samuel. Kepiawaian Kesya merancang perhiasan yang elegan tidak diragukan lagi. Agenda rapat kali ini adalah tentang lelang perhiasan bertaraf internasional yang akan diadakan bulan depan. sementara DeeDee tampak ingin melompat-lompat saking senangnya. Mereka menunggu dengan berdebar-debar siapa perwakilan lain dari APPI. kini sontak terdiam.. menatap bangga adik kelasnya. “Sekarang. membuka rapat. Kesya berpaling. kemudian senyum yang amat sangat lebar merekah di wajahnya.” bisik Alo kemudian mengecup lembut dahi Cecil. Ruangan berukuran sedang yang sengaja disewa untuk mengadakan pertemuan antara perancang perhiasan yang tergabung di APPI sudah cukup ramai. wakil yang kedua?” Anggota APPI yang masih sibuk memberi selamat kepada Kesya. siapa yang pantas mewakili kita? Kita pilih dua nama. “Diana Divia!” Kepala DeeDee tersentak kaget. Nama Kesya dan DeeDee juga ditulisnya. Kesempatan ini memang benar-benar kesempatan yang sangat baik.. Alo dan Marco tertawa terbahak-bahak. Bayangkan! Lelang perhiasan bertaraf internasional! Kalau berhasil di lelang ini.” Kesya mengedarkan pandangan ke arah dapur yang sekarang menyerupai zona perang di garis depan. tentu akan menaikkan pamor pribadi di dunia perhiasan! “Jadi. ketua Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI). Hhmmm. dan dia merasa sangat terhormat bisa mewakili APPI dalam acara lelang tersebut. “Saya sudah punya empat nama yang sekiranya cocok mewakili kita dalam lelang. Walau . Ini tantangan baru baginya. Kesya tersenyum. juga Marco ikut mengedarkan pandangan mereka. honey. “Lain kali. Kesya duduk di sebelah DeeDee.” Samuel menuliskan nama-nama tersebut di papan.. Kesya menerima keputusan tersebut dengan senang hati.” Pemungutan suara yang dilakukan dengan voting tertutup itu memilih Kesya sebagai perwakilan utama. sementara Cecil tersipu malu.lengkap dengan paket ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. Cecil. liat aja dapurku..

. “Oh ya. Ibu mau bentuk mangkuknya dibuat tidak simetris?” pengrajin emasnya memastikan segala detail yang telah digambarkan Kesya. tapi apa tidak ada ungkapan yang lebih indah lagi? “Iya.. Sekarang.” Dia menyerahkan sepasang cincin sesuai dengan rancangan Kesya. Bu Kesya. yang pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. DeeDee sudah dipercaya menjadi wakil pada suatu acara bertaraf internasional! *** Kesya mendeskripsikan secara detail bentuk perhiasan yang diinginkan. cincin kawinnya sudah jadi. Sepanjang perjalanan. Si bapak pengrajin emas ini memang sudah sering membuatkan pesanan sesuai dengan rancangan Kesya. . Dia mengamati gambarnya. Matanya tampak lelah. tidak ingin mendebat si pengrajin emas. Kesya turun dari mobil dan melihat Cecil juga baru turun dari mobilnya.” “Sekarang juga? Untuk apa?” “Untuk gaun bridesmaid kamu.termasuk anggota baru di APPI. namun kali ini Kesya ekstra cerewet. Cincin itu persis seperti yang dibayangkannya.. “Cil. dia menebak-nebak dandanan seperti apa yang akan dikenakan Madame Daphne kali ini. Ya tentu saja.” Kesya segera membelokkan mobilnya. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. “Nanti aja bareng Alo. Kamu mau lihat?” tanyanya begitu Cecil menyapa.. meluncur ke Bride‟s World. dia menghubungi Cecil. “Jadi. Sekarang kamu harus cepat ke Bride‟s World. Kesya mengernyit. tetapi tubuhnya bersemangat sekali. memang bentuknya seperti mangkuk.” “Oke. Sayang!” “Oh iya ya. Sempurna! Sambil masuk ke mobilnya. “Jangan lupa. ukurannya juga dibuat tidak sama ya. Sibuk menyelesaikan rancangannya. tentu saja Kesya ingin everything’s perfect! Kesya baru tidur dua jam. ini cincin pernikahannya sudah selesai. dia langsung mendatangi pengrajin emasnya. agak terganggu mendengar ungkapan “mangkuk” yang dipakai pengrajin emasnya. Jadi. Kesya tersenyum lebar.” tambahnya lagi.” “Sekarang kamu cepat ke sini ya. perhiasan rancangannya kali ini akan diikutsertakan dalam lelang skala internasional. Madame yang satu ini kan memang penuh kejutan. pagi ini. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham.” Kesya mengangguk.

“Hai, Kesh...” Cecil memeluk Kesya. “Aku baru aja dari gereja. Ngurusin pemberkatan pernikahan. Ternyata agak ribet juga lho...” “Sendirian?” Cecil mengangguk. “Alo kebetulan lagi sibuk, harus balik ke Singapura lagi, jadi nggak bisa nemenin.” “Kenapa kamu nggak minta aku temenin?” Cecil tersenyum. “Kamu udah repot. Lagian, urusannya udah hampir beres kok. Kemarin sih dia nemenin aku. Kami berdua udah selesai ngurus katering. Repot, tapi fun. Yah... ada berantem-berantem dikit deh...” Cecil tersenyum geli. Kesya tersenyum mendengar perkataan Cecil. Cecil jadi lain sekarang. Lebih dewasa dan bertanggung jawab. Apa karena insiden masak tempo hari ya? “Hai, Mbak Cecil, Mbak Kesya!” sapa Anita. Rupanya kehadiran Cecil dan Kesya sudah cukup sering sehingga layak mendapat ucapan selamat datang sehangat itu. “Mbak Cecil, foto pre-wed-nya sudah jadi lho. Bagus sekali! Foto kanvasnya juga sudah jadi. Sebentar ya, saya ambilkan.” Anita kemudian menghilang dan muncul kembali sambil membawa setumpuk album foto dan dua buah kardus besar berisi foto kanvas Alo dan Cecil. Kesya terperangah melihat foto-foto itu. Benar-benar indah! Kesya dapat mendengarkan semua perasaan cinta dan bahagia yang bernyanyi dengan indah dan harmonis di setiap lembar foto. Alo dan Cecil sungguh-sungguh serasi, bagaikan dua kutub magnet yang saling menarik kuat. “Bagus, Cil...,” puji Kesya tulus. Cecil tersenyum, tampak sangat puas dengan hasil foto pre-wed-nya. “Sudah ah, sekarang kita fokus ke gaun kamu. Aku sudah lihat beberapa gaunnya. Bagus-bagus banget lho!” ujar Cecil dengan cepat. Cecil memang selalu penuh semangat. “Selamat siang, ladies!” bisik sebuah suara. Kesya menoleh ke arah suara itu. Walaupun dia sudah mulai terbiasa dengan penampilans uper duper ajaib Madame Daphne, penampilannya kali ini tetap membuat Kesya terkejut setengah mati. Madame Daphne mengenakan gaun ala gadis Pegunungan Alpen. Lengkap dengan bonnet, apron, dan tongkat yang ujungnya melengkung. Di balik bonnet-nya, dia menata rambutnya menjadi dua kepangan panjang yang menjuntai di bahu. Gayanya persis sekali dengan gaya Bo Peep, boneka penggembala perempuan yang jadi pacar Woody di film Toy Story! “Hmpffttt... Selamat si... siang, Madame Daphne.” Susah payah Kesya mengendalikan tawa. Cecil buru-buru menyikut rusuknya. “Jangan ketawa!” bisiknya. Kesya melotot ke arah Cecil. Curang! Cecil sendiri nyengir lebar banget.

“Cecil sudah fitting gaun pengantinnya. Kamu yang belum memilih gaunmu,” kata Madame Daphne tanpa memedulikan wajah aneh Kesya yang setengah mati menahan tawa. Cecil mencubit pinggang Kesya. Cukup sakit untuk mengubah ekspresi menahan tawa Kesya menjadi ekspresi menahan sakit. “Aku sudah pilih beberapa model yang mungkin bakal cocok sama selera kamu,” kata Cecil. Dia tidak menggubris tatapan “Sialan kamu! Sakit, tau!” yang dilontarkan Kesya. Kesya menurut saja ketika Cecil menggiringnya ke ruang gaun pengantin. “Ini dua buah gaun yang dipilih Cecil untuk kamu.” Madame Daphne menunjuk kedua buah gaun yang telah dipilihkan Cecil. Satu gaun berwarna pink dan gaun lain berwarna turquoise. “Bukannya gaun bridesmaid juga harus berwarna putih, ya? Dan bukannya model gaunnya harus mirip-mirip sama gaun pengantin?” tanya Kesya setelah mengamati kedua gaun tersebut. Dia teringat pencariannya di situs bridesmaid101.com dulu. “Untuk mengecoh roh jahat yang akan mencelakakan si pengantin wanita?” Cecil mendengus. “Itu mitos, Kesh! Kamu percaya yang begituan? Zaman sekarang, gaun bridesmaid sudah berwarna-warni!” “Oke.” Kesya mengangguk pelan. Tertawa konyol mendengar komentar pedas Cecil. Cecil paling tidak percaya dengan mitos-mitos. Baginya, itu semua omong kosong. Hidupnya tidak pernah dikendalikan oleh mitos-mitos. Dialah yang mengendalikan hidupnya sendiri. “Silakan dicoba dulu.” Madame Daphne menunjuk ke arah ruang pas. “Anita...,” panggilnya. Anita langsung datang dan membantu Kesya mengepas gaun bridesmaid-nya. Gaun yang pertama dicoba Kesya adalah gaun yang berwarna turquoise. Gaun itu terbuat dari bahan satin yang lembut. Sejak kecil Kesya suka banget sama jenis bahan ini. Bahannya terasa dingin di kulit. Dia ingat, ketika masih kecil, dia sering sekali bermain-main dengan gaun mamanya yang berbahan satin. Kesya merasakan sensasi yang menyenangkan ketika gaun turquoise itu jatuh dengan lembut menutupi tubuhnya. Gaun itu panjangnya semata kaki. Dengan potongan leher agak rendah berbentuk huruf V dan dipercantik dengan aksen pita dari bahan yang sama, gaun itu terlihat sederhana namun sangat anggun. Kesya menatap bayangannya di cermin tanpa mengerjap. Sepertinya, kalau dia mengerjap, bayangan gadis semampai yang mengenakan gaun indah itu akan segera sirna. Senyum Kesya mengembang. Dia mencoba berputar, mengamati pantulan bayangannya dari berbagai sudut. Hmmmm... Perfect. “Kesh...,” panggil Cecil. “Udah?”

Kesya keluar dari kamar ganti dan tersenyum memandang Cecil dan Madame Daphne. Aduh! Kok rasanya seperti dia yang jadi calon pengantinnya ya? Senyum Cecil mengembang lebar. “Bagus sekali!” ujarnya sambil mengacungkan jempol. Madame Daphne mengangguk-angguk bersemangat. Senyum yang tak kalah lebar juga mengembang di wajahnya. Kedua kepang rambutnya juga ikut bergoyang. “What do you think?” tanya Cecil. Kesya mengangguk. “ Aku suka. Bagus sekali!” “Coba yang satu lagi...” Kesya mengangguk dan kembali masuk ke kamar ganti. Anita kembali membantunya mengenakan gaun yang satunya lagi. Agak sulit mengenakan gaun yang kedua. Bustier-nya agak ketat. Bawahannya juga agak ketat. Tetapi, ketika melihat pantulan tubuhnya di cermin, kembali Kesya menahan napas. “Wow!” desahnya. Gaun pink itu memeluk erat tubuhnya. Atasannya berupa bustier yang ditaburi payet warna bening di bagian dada. Terkesan mewah sekali! Sedangkan bawahannya diberi sedikit aksen kerut di bagian perut. Kesya bersyukur karena selama ini dia tidak begitu suka dengan makanan berlemak. Good habit itu, ditambah kebiasaan sit-up seratus kali setiap harinya, membuat perutnya ramping dan kencang. Kesya memutar tubuh. Di bagian belakang gaun itu terdapat potongan kain yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ekor gaun yang dramatis! “Wow!” “Kesh...,” panggil Cecil. Kesya keluar dari kamar ganti. “Wow!” Cecil berkomentar sama seperti Kesya. “Wow!” Kesya membeo lagi. Madame Daphne tertawa terbahak-bahak melihat komentar mereka berdua. Sinar bangga terpancar kuat dari wajahnya. Walaupun hanya terdiri atas tiga huruf, kata “wow” yang keluar dari bibir Kesya dan Cecil adalah bentuk apresiasi terhadap gaun indah rancangannya. “Kamu mau pilih yang mana?” tanya Cecil. “Dua-duanya bagus banget di badan kamu.” Kesya mengangkat bahu. Seorang bridesmaid sebaiknya tidak tampil lebih heboh dibandingkan si mempelai wanita. Pusat perhatian dari suatu pernikahan adalah si mempelai wanita, tentu saja bersama dengan mempelai prianya. Seorang bridesmaid hanyalah asisten si mempelai wanita. Karena itu Kesya menyerahkan pemilihan gaunnya kepada Cecil.

“Hmmm...,” Cecil menimbang-nimbang, “kalau dipikir-pikir, gaun yang turquoise itu modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang rencananya untuk pemberkatan di gereja. Terus, gaun yang ini modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang untuk resepsi...” Cecil mengangguk-angguk mendengar penjelasannya sendiri. “Oke. Kalau begitu kita ambil dua-duanya. Yang turquoise untuk pemberkatan di gereja, yang ini...,” Cecil menunjuk gaun pink yang masih dikenakan Kesya, “untuk resepsinya.” Mata Kesya melotot. “Gaun turquoise yang tadi kan potongan lehernya rendah banget! Masa mau dipake buat di gereja?” Mata Cecil membulat. “Memangnya kenapa?” tanyanya polos. “Gereja, Cil! Gereja! Masa kamu berpakaian nggak sopan di rumah ibadah?” “Lho, tubuh kita ini kan ciptaan Tuhan juga. Adam dan Hawa, manusiamanusia pertama ciptaan Tuhan, malah selalu telanjang. Setiap hari mereka bertemu dengan Tuhan, ngobrol-ngobrol sama Tuhan tanpa sehelai bulu pun yang menutupi tubuh mereka!” Cecil juga nggak kalah ngototnya. “Menurutku sih nggak masalah. Tuhan juga pasti senang kok ngeliat tubuh ciptaan-Nya!” Kesya menggeleng pelan. “Terserah pendapat kamu mau gimana. Tapi aku nggak mau seperti itu!” Kalau soal prinsip, Kesya memang bisa bersikap supertegas. “Oke...,” akhirnya Cecil mengalah. “Madame, untuk gaun yang turquoise, tolong diakalin supaya potongan lehernya tidak terlalu rendah. Tentu saja tanpa mengubah keanggunan gaun itu.” Madame Daphne mengangguk sambil tersenyum lebar.

Bukan kupu-kupu. Kesya berpaling. Menurut Kesya. Sepertinya bagi Madame Juliet. Fokusnya yang terpecah membuatnya tidak segera menganali suara itu. Kesya mengenali dua di antaranya sebagai cincin rancangannya. DeeDee sempat meminta pendapat Kesya tentang cincin kupu-kupu itu. Dia benar-benar tegang. Madame Juliet mengulurkan kedua tangannya dan Kesya dapat melihat kesepuluh jari wanita itu dihiasi cincin-cincin yang indah. Kesya! Pede aja kenapa?” gumam DeeDee. perhiasan rancangan DeeDee bagus sekali. perhiasannya rusak? Bagaimana kalau— kemungkinan yang terburuk—tidak ada orang yang tertarik dengan perhiasan rancangannya? Kesya pasti akan malu besar. “Tau nih. Dia merasa ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. ajang lelang kali ini sekaligus menjadi ajang pamer. Kesya! Kesya halo!” sapa sebuah sara melengking. Kesya duduk di deretan kelima dari depan. Marco. Tidak dapat merespons pernyataan Madame Juliet. Sebuah cincin kecil dengan hiasan kupu-kupu bertabur berlian berwarna pink. DeeDee telah mendaftarkan salah satu rancangan perhiasannya pada lelang kali ini. .” candanya. Mata Kesya silau melihat kalung emas bertumpuk yang dikenakan wanita itu. saya yakin sekali kamu pasti ikut acara ini! Yakin sekali kamu ikut!” Itu Madame Juliet Anggoro. Kesya hanya tersenyum gugup. Nanti remuk. yang duduk di sebelahnya. meraih tangannya. tapi lebih tepat ada naga yang beterbangan di perutnya! Ruangan lelang telah ramai pengunjung. “Kesya. “Perhiasan kamu pasti yang paling bagus! Yang paling bagus!” ujar Madame Juliet sambil menggenggam tangan Kesya. Ini kan lelang bertaraf internasional! “Halo. Kesya tersenyum hambar. Bagaimana kalau ternyata perhiasannya hanya terjual dengan harga murah? Bagaimana kalau tanpa sengaja. “Jangan diremas-remas terus jari kamu.11 KESYA meremas tangannya dengan gelisah. Menanggapi gumaman DeeDee.

Perhiasan Kesya mendapat urutan kelima. jantung Kesya seperti akan melompat keluar. Acara lelang pun dimulai. Berusaha mengalirkan ketenangan pada gadis itu. Dia kan perancang perhiasan yang sudah punya nama di Jakarta. Butiran keringat mulai memenuhi dahinya.” Marco meremas lembut tangan Kesya. harga tertinggi itu? Marco tersenyum melihat kegugupan Kesya. tenang saja. Marco mengernyit dan Kesya dapat mendengar tawa tertahan DeeDee. Beberapa pengusaha terkenal di Jakarta juga sering meminta Kesya merancang perhiasan untuk mereka. Perhiasannya disukai banyak kalangan... Dia meremas lembut jemari Kesya. tiga buah kalung rancangan terbaru dari perancang muda berbakat kita. Tiga buah kalung rancangan terbaru Kesya. atau bahkan melampaui. Kesya berusaha memetakan pikiran-pikiran positif tersebut di dalam otaknya. Sayang. Kalung rancangan kamu tuh bagus banget lho!” Kesya tersenyum mendengar pujian Marco. Marco tersenyum dan menyusupkan jarinya di balik tangan Kesya. “Perhiasan yang pertama. Kepala Kesya berputar memandangi ruangan lelang itu. Kesya mengangguk. Angka penjualan tertinggi mencapai harga 50 juta rupiah! Kesya semakin kuat meremasremas jarinya. Acara lelang ini dapat menjadi ajang promosi yang baik sekali untuk perhiasan-perhiasan rancangannya. Madame Juliet beranjak ke tempat duduknya. “Udah deh. Kesya Artyadevi!” Aduh! Mendengar namanya disebut. sebuah mutiara putih merekat dengan anggun. Nggak usah gugup begitu. Di mangkuk urutan keempat.” desis Kesya menjawab pertanyaan yang belum sempat terlontar dari mulut Marco. Ukuran mangkukmangkuk emas itu tidak sama satu dengan lainnya.. “Jangan tanya. Sekilas .. Entah apakah harga kalungnya juga akan mencapai.“Saya akan duduk di sana ya! Duduk di sana! Saya pasti akan menawar perhiasan kamu dengan harga tinggi! Menawar dengan harga tinggi!” Lalu sambil tertawa terbahak-bahak. Kesya menyeka keringatnya dengan panik. tapi tetap saja keringat Kesya ngotot bermunculan. Sebenarnya ruangan lelang ini full AC. A Cup of Morning Dew. Kesya benar-benar cermat dalam merancang kalung-kalung ini. Pikiranpikiran itu lumayan dapat menenangkannya. Letaknya juga asimetris. Sebagian besar undangan sudah datang. “Kesh... Sebuah kalung emas kuning dengan bandul yang terdiri atas bulatan-bulatan emas yang dibuat cekung menyerupai mangkuk.” Layar besar di belakang pemimpin lelang menampilkan foto perhiasan rancangan Kesya. Perhiasan urutan pertama sampai keempat ternyata terjual cukup cepat. “Sekarang.

Dua puluh lima juta? Dia tidak menyangka sama sekali! “Ya. Ayo siapa lagi? Dua puluh lima juta! Ada lagi?” Seluruh ruangan terdiam.” “Empat belas juta! Empat belas jutaaa! Empat belas jutaaaaaa!” Itu pasti Madame Juliet Anggoro! Suara pemimpin lelang terdengar kencang sekali. Marco memeluk Kesya dan mengucapkan selamat. “Dua puluh lima juta!” Kesya menahan napas.tampak seperti tetes embun pagi yang terdapat di mangkuk emas.. “Sepuluh juta!” “Ya..” Kesya terkesiap. “Ssstt. seolah menunggu penawar yang masih berani menaikkan harga. Begitu tegangnya dia hingga tidak sanggup lagi mendengarkan suarasuara di sekitarnya. silakan.. “Tidak ada lagi? Dua puluh lima juta! Going one. Kesya menarik napas.... “Berikutnya masih perhiasan rancangan Nona Kesya Artyadevi.. “Ya silakan. Inspirasinya berasal dari tetes embun yang dilihat Kesya di kebun teh.. “Ya! Tujuh juta untuk ibu di sana. Mulutnya tidak berhenti mengucapkan kata “hebat” dengan penuh semangat. ibu yang di sana. “udah sampai dua puluh juta tuh. Ada penawar yang lain?” “Dua puluh tiga juta! Dua puluh tiga juta!” Hah? Dua puluh tiga juta? Kesya bersorak tanpa suara. Seuntai kalung yang diberi judul Wings of Love. saat menemani Alo dan Cecil foto pre-wed. three.. sepuluh juta untuk ibu berbaju ungu!” “Dua belas juta!” “Ya. Kesya terus berdoa.. “Ayo. “Dua puluh juta?” bisiknya setengah tercekik. Apa ada yang mau menambahkan?” “Tujuh juta!” Terdengar seruan dari arah belakang Kesya. terjual seharga dua puluh lima juta rupiah kepada ibu bernomor tiga puluh!” Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. Ya. Sementara gumaman dan seruan penuh semangat terdengar dari para peserta lelang yang sibuk melakukan penawaran. Marco mengangguk dan tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. berusaha melihat penawar pertamanya. Ada yang mau menambahkan?” Kesya menajamkan pandangannya. tapi belum sepenuhnya merasa lega... Berharap semoga saja harga yang ditawarkan dapat terus naik.... keremangan cahaya dalam ruangan membuat matanya tidak dapat melihat dengan jelas.. DeeDee bertepuk tangan kencang sekali.” . two. Masih ada dua perhiasan lagi.” bisik Marco.. Namun. saya mulai dengan harga lima juta.

Hatinya terbuat dari emas kuning. empat puluh juta untuk ibu nomor lima puluh. “Empat puluh juta!” Seluruh ruangan berdengung. ada yang mau menambahkan?” “Dua belas juta!” “Ya. “Aku mau beli perhiasan. Perhiasannya dihargai empat puluh dua juta? “Empat puluh lima jutaaa! Empat puluh lima jutaaaaaa!” teriak Madame Juliet. “Ya! Lima belas juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Silakan. rancangan Kesya yang kedua. Marco tersenyum.. Seorang wanita anggun mengangkat papan plastiknya. dua belas juta untuk bapak nomor lima puluh dua! Silakan yang lainnya. Dia tidak mendapatkan perhiasan Kesya yang pertama dan dia sangat bernafsu mendapatkan perhiasan yang ini. Marco.” “Empat puluh dua juta!” seru Marco. mengikuti arah pandang Kesya.” “Dua puluh juta! Dua puluh jutaaa!” Kesya mengembuskan napas kuat-kuat. Kepalanya terangkat penuh gaya. Sayang. Mata Kesya membelalak.. Diam-diam dia melirik Marco. mengedipkan sebelah matanya dan berdiri lagi. Kesya tersentak. “Saya akan membuka penawaran dengan harga sepuluh juta! Silakan. “Marco!” desisnya. tersenyum kepada Kesya. “Ya. “Ngapain kamu?” Marco duduk...Layar besar kini menampilkan Wings of Love. enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada lagi?” “Aah! Aahhh!” terdengar raungan kesal dari arah Madame Juliet. “Kamu beneran mau beli perhiasan itu? Atau hanya supaya harga perhiasanku bisa ditawar lebih tinggi?” Mata Kesya menyipit curiga. “Lima belas juta!” serunya mantap. “Enam puluh juta!” seru wanita dengan nomor lima puluh lagi. “Dua puluh lima juta!” serunya lantang. “Ya tentu aku beneran mau beli perhiasan itu dong!” “Dua puluh lima juta! Ada yang mau menawar lagi?” “Dua puluh tujuh jutaaa! Dua puluh tujuh jutaaaaaa!” Suara Madame Juliet terdengar bergetar saking bersemangatnya. Kesya tersenyum simpul mengingat ide kreatif dari rancangan ini. . sedangkan sayapnya terbuat dari emas putih mengilat. salah seorang inspirator terciptanya kalung ini. Madame Juliet lagi.. Sebenarnya kalung ini merepresentasikan cintanya kepada Jansen yang terbang digantikan oleh cintanya kepada Marco. Kali ini napas Kesya benar-benar berhenti! Enam puluh juta? Benar-benar WOW! “Ya. Sebuah kalung platinum dengan bandul hati bersayap. Kesya menggeleng-geleng. Marco terbahak..” Kesya terkesiap. juga melihat wanita itu. lalu berusaha mencari asal suara itu.” Marco bangkit dari kursinya dan mengacungkan papan plastiknya tinggi-tinggi.

. “Dua puluh juta!” seru Marco. Ketiga buah rantai itu disatukan oleh sebuah simbul berbentuk bunga. two... “Lima puluh juta!” Seluruh orang terkesiap.. Hah? Yang ini juga mau dibeli? Marco hanya mengangguk menjawab pertanyaan nonverbal Kesya. “Tiga puluh juta untuk ibu dengan nomor dua puluh satu! Ada lagi yang lain?” “Tiga puluh dua juta!” seru Marco tidak mau kalah. Dia tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Sebuah kalung yang diberi judul Sparkling. Siapa sih dia sebenarnya? “Lima puluh satu jutaaa! Satu lima puluh jutaaaaa!” Madame Juliet benar-benar tidak mau mengalah. penjualan yang sangat baik!” kata pemimpin lelang. Madame Juliet. Belum pernah dia mengalami euforia seperti sekarang ini.. DeeDee melompat-lompat kegirangan.. “Ya. lima puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Lagi-lagi si ibu nomor lima puluh. three! Ya! Terjual seharga enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Tepuk tangan kini lebih kencang lagi.. sekaligus perhiasan rancangan terakhir dari Nona Kesya Artyadevi. ada lagi?” pemimpin lelang terdengar bersemangat sekali. Dia benar-benar bernafsu sekarang. Tawaran naik dengan cepat! “Ya. “Sekarang beralih ke perhiasan berikutnya. masih ada satu perhiasan lagi. Saya mulai penawaran dengan harga lima belas juta!” Layar besar menampilkan kalung terakhir. Hmmm. Ada yang lebih tinggi?” “Tujuh belas! Tujuh belas juta!” Again. Marco lagi-lagi memeluk Kesya. Semoga harga perhiasan ini juga sebaik yang sebelumnya. Perhiasan ketiga. “Dua puluh dua juta!” “Dua puluh dua juta untuk bapak dengan nomor sebelas! Ayo. “Tiga puluh dua juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Ada lagi yang mau menambah?” “Empat puluh jutaaa! Empat puluh jutaaaaa! Juta empat puluh!” Wah! Madame Juliet benar-benar kalap. bapak dengan nomor sebelas..“Enam puluh juta! Going one. “Tiga puluh jutaaa! Tiga puluh jutaaaaa! Ayo berikan perhiasan itu! Berikan!” jerit Madame Juliet histeris.. Jantung Kesya berdetak cepat. “Ya. Kalung dengan tiga buah rantai bertabur berlian kualitas terbaik.. Rasanya dia lebih bersemangat dibandingkan Kesya! Kesya tersenyum lebar. Ini benar-benar momen yang sangat menegangkan. “Lima puluh lima juta!” balas si ibu dengan nomor lima puluh. “Enam belas juta!” teriak seorang laki-laki dengan lantang. juga bertabur berlian kualitas terbaik. .

penawaran akan saya buka dengan harga lima juta. “Enam juta untuk ibu dengan nomor dua puluh delapan! Silakan yang lainnya.. Gelang dengan lima bandul kecil berbentuk butiran salju. .. “Ada yang mau menambah?” Ruangan sunyi.” bisik Kesya dan langsung mengangkat nomor Marco tinggi-tinggi.” “Eh.. Kesya jadi sungkan harus perang harga dengan ibu yang sudah menjadi pelanggan terbesarnya. nggak usah. Ada yang mau menambahkan?” “Pinjam nomor kamu.” desahnya. “Ya. “Enam puluh tujuh jutaaa!” balas Madame Juliet.. tak kalah semangat.. “Enam juta!” teriaknya lantang. Marco mengambil nomornya dari tangan Kesya.” gumam seluruh orang di ruangan lelang.. “Sebelas juta!” “Sebelas juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Wah! Si ibu nomor lima puluh memang kolektor perhiasan sejati. DeeDee kembali melompat-lompat di sampingnya.. Acara lelang terus berlangsung..” Tapi Marco sudah mengangkat nomornya dan berseru “Sepuluh juta!” dengan lantang..“Lima puluh lima juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada penawaran lain?” “Enam puluh jutaaa! ENAM PULUH JUTAAAAA!” Kini. Hanya terdengar napas frustrasi Madame Juliet memburu kencang.. Mengikuti dengan seru perang harga antar Madame Juliet dengan ibu nomor lima puluh. Kesya mengangguk. sebuah gelang yang sangat cantik ditawarkan. “Bagus banget... “Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” teriak pemimpin lelang. Tiap bandulnya dihiasi dengan sebutir berlian kualitas terbaik... Gone! Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Selamat!” Seluruh ruangan bertepuk tangan. “Enam puluh lima juta!” balas si ibu nomor lima puluh. Mata Kesya tertegun memandangi gelang tersebut... “Delapan puluh juta!” “Wuoohhh...” “Kamu mau gelang itu?” tanya Marco.. Kesya bangga sekali. Pada urutan kesepuluh. Dia banyak sekali membeli perhiasan.. Dia kalah lagi! “Going one. two. Heboh banget! Peserta lelang yang duduk di sekitar Kesya juga memberikan selamat kepadanya.. membuatnya tampak seperti butiran salju sungguhan.. Marco memeluk Kesya dengan erat. semua peserta terdiam. “Aku beliin buat kamu. three..

... ternyata Ibu Lidya Sostronegoro.. ada yang mau menawar lagi? Going one. “Ibu. Kesya menghampiri tempat duduknya dan melihat ibu nomor lima puluh sedang mengambil tasnya yang diletakkan di bawah tempat duduknya. “Udah deh. Kesya bergegas menghampiri si ibu nomor lima puluh. Toh lelang berakhir dengan sukses. Marco menggamit lengannya.. Si ibu nomor lima puluh mendongak. three.” panggilnya.. Namun.. “Terima kasih sudah membeli rancangan saya ya.” Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk kecil. “Nggak worth it harganya. Bangga sekali rasanya! Saat peserta lelang mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing. Hatinya terasa sesak karena perasaan bangga. “Wonderful!” Kesya tersipu malu. Kamu semakin berkembang...” Kesya membalas pujian wanita itu dengan senyum kecil. Waktu maju ke panggung untuk menerima penghargaan. “Enam belas juta. Marco sudah akan mengangkat nomornya lagi.. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada ibu itu.. Perhiasan rancangan DeeDee juga terjual dengan harga yang bagus sekali. “Oh. tapi ya sudahlah. Gelang cantik yang sudah menjadi milik ibu nomor lima puluh.. Kesya tersenyum lebar... Karenanya.” bisiknya.“Lima belas juta!” teriak Marco lagi... “Kamu masih ingat saya. *** “Gimana?” Kesya berputar di hadapan Marco. rancangan perhiasan Kesya-lah yang menjadi bintang pada acara lelang kali ini. Kesya menggeleng.. “Sudah siap?” .” Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum.. tapi tangan Kesya menahannya. two. Agak sedih juga melihat gelang yang disukainya tidak dapat dibeli. “Rancangan kamu semakin bagus.” “Tentu saja saya ingat.” “Tapi kan kamu mau?” Marco tetap berkeras. Gaun warna ungu lembut yang dikenakannya ikut berputar dengan ringan. Marco berdecak. Kesya mendapat penghargaan sebagai perancang yang paling diminati. Gone! Enam belas juta untuk ibu nomor lima puluh!” Kesya menatap gelang cantik di layar untuk terakhir kalinya. “Enam belas juta!” balas si ibu nomor lima puluh tidak mau kalah. Bu..” Kesya ingat semua pelanggannya..

“Tampan sekali kamu. anak satu-satunya. Dia memeluk erat Papa. Oom. bisa dimaklumi sih..” Uhuk! Kesya tersedak. Kesya kan anak tunggal. orangtua Kesya pasti keluar sebagai juara pertama. sebelum menghadiri pesta perayaan ini. “Ayo. “Hai. . Kesya agak berdebar menantikan pertemuan orangtuanya dengan Marco. Mama sudah dengar cerita tentang Marco dari laporan Kesya via telepon.Kesya mengangguk. Bagaimana Mama bisa sampai pada kesimpulan itu? Bukannya Kesya menolak. Kebiasaan kecil yang mesra. yang khusus datang dari Bandung. yang khusus datang dari Makassar. Kesya dan Marco duduk di lobi hotel. “Selamat malam. Calon suami tadi kata Mama? Wajah Kesya memerah. APPI mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan Kesya dan DeeDee dalam acara lelang kemarin. UGH! Kalau ada sayembara “Orangtua Paling Tidak Peka”. sebagai tamu kehormatan. tentu saja Kesya akan menyambut dengan tangan terbuka.. Selain anggota APPI. Sudut bibir Marco terangkat. DeeDee juga harus menjemput orangtuanya. Para undangan sudah banyak yang hadir saat mereka sampai di tempat acara diselenggarakan. sementara orangtuanya berjalan di belakang mereka. Kesya memang jago memilih calon suami. “Jadi. mengalihkan perhatian Mama.” sapa Marco sopan. Mama memeluk erat Kesya dan mencium pipinya berulang-ulang. “Ma. Mama dan Papa memang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Marco dan merasa senang luar biasa karena dapat bertemu Marco malam ini. Punya calon suami seperti Marco. kita harus berangkat sekarang kalau tidak mau terlambat. tapi Marco sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa-apa. membentuk senyum kecil. “Ini pasti Marco!” Mama berpaling untuk memeluk erat Marco.” Kesya menarik tangan Marco. yang sudah dilakukan Mama sejak Kesya masih balita sampai sekarang.” Kesya membalas pelukan erat mamanya.. Kesya menggandeng tangan Marco. Malam ini. kapan kalian akan menyusul Alo dan Cecil?” ujar Papa sambil menjabat erat tangan Marco. Orangtuanya termasuk tipe orangtua yang kelewat ingin tahu urusan anak. Pa!” Kesya menyapa Papa dengan volume suara yang sengaja dibesarkan. Yah. “Kesya sayang!” itu suara mamanya. juga diundang sebagai tamu kehormatan. Mereka turun ke lantai paling bawah dan masuk ke dalam mobil Kesya... Orangtua Kesya. putri kesayangan mereka.. hadir juga para pemerhati perhiasan dan para pelanggan. Mereka meluncur ke hotel tempat mama-papa Kesya tinggal sementara di Jakarta. Ini pertama kalinya dia akan memperkenalkan Marco kepada kedua orangtuanya. Tapi tetap saja Kesya resah.

“Kamu.. Ibu Lidya tidak hadir.. tidak menjaganya baik-baik. Jaga dia baik-baik. Beliau diwakilkan oleh seorang asistennya.. Mama bahkan sampai berdiri dan berkata— dengan volume suara yang keras—bahwa Kesya adalah anaknya. Berdua. Namun..” ujar Marco mantap. dia mencari-cari sosok Ibu Lidya Sostronegoro.” ancam Madame Juliet Anggoro. kecuali istri saya.” jari telunjuknya yang gemuk bergoyang-goyang ke arah Kesya.. Oh... . “adalah gadis yang sangat berbakat.. “Kesya ini. Mama dan Papa bertepuk tangan kencang sekali.” Marco mengangguk sopan. Kesya malah bertemu dengan Madame Juliet Anggoro. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara personal atas kepercayaan wanita itu menggunakan perhiasan rancangan Kesya.. APPI bahkan mengundang beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur para tamu. sementara Papa mengernyit melihat penampilan wanita itu yang seperti toko perhiasan berjalan. “Kalau kamu tidak menjaga dia baik-baik. jadi Madame Juliet Anggoro punya anak laki-laki yang belum menikah? Tapi. Wajah Kesya merona mendengarkan nada suara Marco. Bisa-bisa dia dipaksa kerja rodi setiap hari untuk merancang perhiasan untuknya! Kesya bergidik ngeri memikirkan hal itu. Begitu melihat Kesya datang. Menjadi menantu saya.. mereka menerima penghargaan sebagai perancang berbakat versi APPI. Kesya maju bersama DeeDee—yang senyumnya silau sekali. Kesya tersenyum lebar saat menerima penghargaan itu. Kesy atidak akan sudi menjadi menantu perempuan yang terobsesi dengan perhiasan..” kali ini Madame Juliet Anggoro menunjuk ke arah Marco.. Acara berlangsung cukup meriah.. “harus menjaga dia baik-baik.. sementara matanya mengerjap-ngerjap dramatis. tapi Kesya tahu Marco sebenarnya sudah mau meledak karena menahan tawa. Apalagi ketika Kesya memperkenalkannya kepada orangtuanya dan Marco. “Kesya tidak akan menjadi istri siapa pun.. dia langsung memeluk Kesya dengan heboh..” Mama tersenyum lebar mendengar pujian Madame Juliet Anggoro.Saat Kesya memasuki ruangan pesta. Ketika nama Kesya dan DeeDee dipanggil untuk menerima ucapan selamat dan penghargaan dari APPI. sangat berbakat. Penuh ketegasan dan keyakinan diri. saya akan mengambilnya menjadi menantu..

“Hmmm. saya kurang sreg.” Kesya mengangguk.. Madame Juliet?” Madame Juliet terdiam. Sejak pagi. Mata Madame Juliet berbinar-binar saat Kesya memperlihatkan jam tangan cantik tersebut.. “Cukup untuk hari ini. “Terima kasih. Saya ambil yang ini.” Jari gemuk Madame Juliet menunjuk salah satu perhiasan. “Hmmppfft. sang suami. Karena Madame Juliet hari ini telah membeli perhiasan dalam jumlah cukup banyak. Untuk hari ini. Kesya mengeluarkannya dari balik laci kaca...” Madame Juliet menggeleng-gelengkan kepala. Katanya. Ini sebagai hadiah Valentine dari Tuan Anggoro.. “Yang ini.” desahnya. Madame Juliet sudah berada di toko Kesya... “Yang itu. Dan Madame Juliet benar-benar membalas dendam! Lima buah perhiasan rancangan Kesya sudah menjadi miliknya.. sa. Dia meletakkannya di bawah sinar lampu agar Madame Juliet dapat melihat keindahannya dengan saksama. Kesya.. .. Hiasan rambutnya ikut bergoyang-goyang heboh. matanya kembali menyusuri tempat penyimpanan perhiasan Kesya. Hari ini tanggal 14 Februari. suaminya telah memberinya sejumlah uang yang cukup besar untuk berbelanja perhiasan. “Ada lagi.. Madame Juliet juga khusus datang untuk membalas dendam atas ketidakberhasilannya membeli perhiasan rancangan Kesya waktu lelang. sama-sama. Madame Juliet. dan kini dia sedang berencana untuk membeli perhiasan yang keenam.12 “BAGAIMANA kalau yang ini... Ma. Kesya sampai sulit bernapas.” Madame Juliet menyipitkan mata. Terima kasih! Kamu baik sekali! Baik sekali!” pekiknya senang.. hari Valentine. Kesya menghadiahi beliau sebuah jam tangan cantik. Kesya tersenyum. Kurang sreg. Dia kemudian memanggil Mona untuk mengurusi pembayaran dan pengemasan perhiasan yang sudah dibeli. Lalu dia menggeleng dengan dramatis.... Dia memeluk Kesya dengan erat. Madame Juliet?” “No no no no! Yang ini... Ambil yang ini..” jawab Kesya dengan napas tercekik.

Cil. Yah. Alo juga masih berada di Singapura.. Cil. Masa tinggal ngetik nama undangan aja butuh bantuan orang lain. Kesya. Kami butuh bantuan kamu dan Marco. “Hai. ngomongnya sering ngalor-ngidul.” kata Cecil terdengar pura-pura marah.. peras keringat. ya sudahlah. happy Valentine... “Iya ya. banting tulang.. Kami kan sangat-sangat tidak well-organized!” Ah! Ada-ada aja Cecil. “Mungkin pertanyaannya harus diganti jadi „Apa yang harus aku lakukan sekarang?‟” Kesya ikut tertawa.” “Ah. Bisa copot tangannya.. Kesya menerima telepon dari Cecil. “Nggak dong...Mona memanggil Madame Juliet untuk menandatangani bukti pembayarannya sambil berujar. Valentine’s dinner.” “Nulis label undangannya emang pakai tangan?” tanya Kesya. gimana acara meeting-nya?” Cecil tidak bisa hadir dalam acara lelang Kesya karena harus menghadiri meeting di luar kota.” “I’m all yours.. Ternyata kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.. aku kan bridesmaid. “Oke deh. Jadi demi kesejahteraan si calon pengantin.” “Dinner-nya bukan kamu yang masak. Tapi. Dari Bu Cecil. pasti deh ada yang salah.” “Thanks.” “So.. “Tentang nulis label undangan. dear! Aku dengar soal lelang kamu yang sukses berat! Sukses berat! Hebat! Huebbaattt!” Kesya mengernyit. aku harus jungkir balik... Diketik di komputer lah... Abis itu kami traktir kalian dinner. Thanks. kan?” .. ada kabar apa sekarang?” Cecil terkikik..” Cecil terkikik. Kesh. Omong-omong..” “Terus?” sambung Kesya.. dan berdarahdarah.” “Iih.. setelah Madame Juliet keluar ruangan. Cecil jadi kedengaran seperti Madame Juliet! “Happy Valentine juga. Kamu nggak tau sih! Kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain. Nggak segitunya deh. “Boring. ada telepon.” “Kesh. Kesya. “Apanya yang ribet dan lama? Kan komputer sudah mempermudah semuanya. What do you expect? Paling males kalau meeting.... “tapi aku memang benar-benar butuh pertolongan kamu... ribet dan lama banget... “Bu Kesya. as usual.” Kesya mengangguk kecil dan. Dia membayangkan harus membantu Cecil dan Alo menulis nama beribu-ribu undangan. untuk ucapan selamatnya. Toh sepulang nanti tidak ada yang harus dilakukannya... Your Majesty.

... “I. sudah baca tentang lelang perhiasanmu yang sukses. dia membereskan ruangannya. kamu. Aku. Mereka memang pasangan yang cocok luar-dalam.” Jansen tertawa.. Kesya ikut tertawa.. “Aku sudah memutuskan hubungan dengan dapur. Debar hatinya kini hanya beraksi terhadap Marco. baguslah... “Aku lagi nunggu Marco. “Thanks again...” Jansen tertawa.. Moga-moga ada salah seorang dari model itu yang bisa merebut hatimu. “Oke kalau begitu. Salam untuk. Mendengar kegugupan suara si penelepon.. Kesh.” . Take care ya. Jansen..Cecil terbahak. “Model-model itu kebanyakan model cantik saja... Tiba-tiba. he... debar di hatinya sungguh telah hilang.” Jansen tertawa. biar kamu bisa mendapatkan wanita yang cocok untukmu.” sapa Kesya. dia merasakan napas tertahan Jansen. Alo memang paling memahami Cecil.. “Ha. Aku..... aku sudah.. aku hanya ingin tahu kabarmu...... iya.. Renovasinya sudah jadi.. begitu.” Tawa Cecil meledak lagi. Mau sama-sama ke rumah Cecil. Hmm. Kesya yakin seratus persen bahwa yang menelepon adalah Jansen. Kamu. “Oh. hebat. aku hanya ingin tahu kabarmu.” Kesya mengangguk. oke deh.. motret model untuk majalah... Sudah lama sekali. “Jansen.” Ucapan Jansen tergantung.” sapa sebuah suara. seolah menertawakan kegugupannya. selamat ya. Tapi aku sungguh berdoa untuk kamu. Tidak seperti kamu.” Kesya ikut tertawa. temanku kebetulan juga meliput. ya?” tebak Kesya..... Walaupun Jansen menghubunginya bertepatan dengan Hari Valentine. Tumben kamu telepon?” Saat Kesya mengucapkan nama Marco.” “Oke. Kesya sedang apa?” Kesya tersenyum mendengar suara Jansen... sejak pertemuan mereka yang terakhir. Tapi Kesya senang Jansen menghubunginya. be. “Hmm.. halo. tidak jadi diselesaikan. Aku sekalian mau kasih liat kamu dan Marco... untuk Marco ya.. Kes.. Aku. teleponnya berbunyi lagi. “Dia juga kapok mencicipi masakanku.. “Thanks. Di mana ketemuannya?” “Di rumah baru kami.... Kesya tidak mendengar kabar tentang Jansen.” “Thanks.... “Halo. Kamu.. Se. Alo sendiri sudah menetapkan dapur di rumah kami yang baru hanya akan jadi dapur kering.. Bagaimana kabarmu? Kamu lagi sibuk apa sekarang?” “Biasalah. Teman.. Selesai bertelepon dengan Cecil dan menghubungi Marco.. Tempat kami masak air untuk bikin kopi dan memanaskan masakan pesanan restoran.

bahkan soal ukuran tulisan. Tangannya menggenggam erat tangan Kesya. Kesya tersenyum. Mereka memberikan tawaran untuk menangani lima proyek taman untuk perumahan yang rencananya akan mereka bangun. Ada saja yang mereka perdebatkan. Tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar.. Jadi.. “tentu akan berat bagi kita berdua. Kesya tersenyum dan menghampiri Marco. “Happy Valentine juga.” Senyum Marco bertambah lebar. Kehadiran Kesya dan Marco adalah untuk mencairkan ketegangan perdebatan mereka. separuh merasa geli. separuh lagi merasa sangat bahagia.” Ternyata Marco memang serius untuk melanjutkan hubungan dengannya.. soal penulisan nama lengkap. Kesya memang belum bertemu dengan Marco.Pintu ruangan Kesya terbuka dan sosok menjulang Marco berdiri di sana. “Gimana. hanya saja Cecil dan Alo terlalu banyak berdebat.” ujar Marco. Tangannya terasa hangat dalam genggaman Marco. Selama itu. memeluknya erat..” Bagus sekali! Bahkan ada kesempatan bagi Marco untuk menetap di Jakarta. . Dengan demikian. Soal penulisan gelar. “Happy Valentine. “Maka dari itu.” Kesya mengangguk pelan. “Selama ini kan aku tinggal di Singapura. aku akan berdomisili di Jakarta.” Dahi Kesya berkerut. Marco merengkuh tubuhnya. Sayang?” tanya Marco tersenyum. Marco akan menetap di Jakarta untuk jangka waktu yang belum ditentukan? “Mungkin juga akan dipekerjakan sebagai perancang tetap di perusahaan mereka. Sebenarnya itu pekerjaan mudah. aku terima pekerjaan di Jakarta. “Aku punya kabar baik untuk kamu. Pekerjaanku lebih banyak di sana. “Perfect.” Kesya mencium pipi Marco dengan lembut. What a wonderful Valentine’s present! *** Jam menunjukkan pukul tujuh malam saat mereka selesai membuat labe lundangan. Dia membimbing Kesya duduk berhadap-hadapan.” bisik Marco di telinga Kesya. Senyumnya merekah.. Sayang. Sayang. Dia mengangguk. Sedari pagi. “Kamu mau jalan sekarang?” Kesya teringat janjinya dengan Cecil. Marco menggeleng.” Marco menghela napas. Menerka-nerka arah pembicaraan Marco. Telinga Kesya berdesing hebat. “Kalau aku kembali menetap di Singapura. “Sounds great?” Kesya tersenyum lebih lebar. Sebuah perusahaan real-estate melihat hasil kerjaku menata taman kota kemarin.. jarak sudah tidak menjadi masalah lagi bagi hubungan mereka.

Kesya masuk dan melemparkan tasnya begitu saja. “Yakin dong. Kesya masih belum dapat berkata-kata. Kesya terkesiap. Kesh. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan orangtuanya. Pelukannya diperketat. Kesya menggeleng sambil tersenyum. Ketika mencoba gaun bridesmaid di Bride‟s World.” ujar Marco tanpa melepaskan pelukannya. Kesh. Kesya merasa inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan cincin pernikahan rancangannya. Ranjang itu berayun pelan. Lampu menyala terang.. sang ratu peri dalam cerita A Midsummer Night’s Dream. Kesya merasakan sensasi romantis yang tidak dapat .” bisik Marco di telinganya. masa aku nggak bisa nyalain lampunya. Salah satu dongeng Shakespeare yang sangat disukainya.. Cecil dan Alo juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ranjang itu mirip sekali dengan ranjang Titania. Ini kan kamarku sendiri.” “Yakin?” suara Marco terdengar menggoda.“Ya ampun! Kalian kan belum makan!” Cecil menepuk dahi....” Kesya tersenyum senang mendengar pujian tulus dari teman-temannya.” Cecil mengangkat cincin itu dengan sepenuh perasaan. mau dibantu?” tanya Marco sambil memeluknya dari belakang.” “Oke. Kesya berhasil menyalakan lampu. “Ranjang yang cantik untuk gadis yang cantik.. Cecil bilang mau melihat cincin pernikahannya bersama-sama Alo.. Tangannya menggapai-gapai. Binar-binar di wajahnya tampak cemerlang sekali! “Bagus banget. Kesya mengeluarkan cincin pernikahan Alo dan Cecil. Hampir pukul sepuluh malam baru Kesya dan Marco tiba di apartemen. Napas Cecil tertahan ketika melihat cincin itu. dear.. Dia berjalan tersaruk-saruk ke kamarnya. Mendesah tidak percaya. mencari sakelar lampu. Bergegas mereka menuju restoran yang terletak tidak jauh dari rumah Alo-Cecil. Terlalu terkejut untuk dapat menyuarakan isi kepalanya.. “Surprise for you... Kesya terperangah ketika sinar lampu menerangi kamar tidurnya. Kesya mendekati ranjang gantung itu. Kesya mengundang Marco untuk minum segelas teh hangat.” ujar Marco. “Suka?” Marco mengangkat Kesya dan mendudukkannya di atas ranjang.. Sambil menunggu pesanan mereka datang. Setelah itu Kesya sibuk dengan acara lelangnya. Lampu di atas meja mereka memantulkan kilau yang indah pada cincin itu. Ranjang tempat dia biasa tidur telah berubah menjadi ranjang gantung yang cantik sekali. “Kamu bener-bener berbakat!” puji Alo. “Thanks ya. “Sayang. Marco mengantarkan Kesya masuk ke apartemennya. “Aku bisa kok. Kesya tersenyum. DeeDee hari ini menemui ayah dan ibunya di hotel tempat mereka menginap.

com untuk mencari tahu jenis permainan yang cocok untuk acara tersebut. Dia juga ikutan browsing di bridesmaid101. Ada yang temanya lingerie shower. perangkat memasak. Pada tema ini.com. dan piranti makan. Bridal shower! Kesya juga tidak akan ingat akan acara yang satu ini kalau DeeDee tidak mengingatkan. Selain itu ada juga yang memilih tema multicultural shower. Jenis hadiah biasanya akan disesuaikan dengan tema bridal shower. Thanks to the internet! Bridal shower ini mirip pesta bujangannya mempelai pria. Semua kerabatnya yang wanita. Satu hal yang kini mengusik perhatian Kesya. Buru-buru dia searching lagi di bridesmaid101. Seolah tidurnya akan nyenyak sekali dan mimpi-mimpi yang hadir dalam tidurnya pastilah mimpi-mimpi indah penuh tebaran bunga wangi. Tentu saja semua itu tidak terlepas dari andil Kesya. Cecil minta acara diselenggarakan di rumahnya saja. termasuk juga beberapa teman wanitanya semasa sekolah dulu. Bridal shower dihadiri oleh teman-teman dan kerabat calon mempelai wanita. berikut resep masakannya. Kesya mengangguk pelan. Persiapan pesta sudah sekitar 98 persen. tamu yang hadir membanjiri si calon mempelai wanita dengan berbagai macam hadiah. Kesya banyak membantu Cecil dalam segala hal yang berhubungan dengan hari besar itu. Dia sangat bersemangat. Hangat. Kesya memilih tema lingerie shower. Hadiah untuk calon mempelai wanita berupa makanan.diungkapkannya saat berada di atas ranjang itu. tinggal beberapa minggu lagi rencana pernikahan Alo dan Cecil akan berlangsung. Kesannya seksi sekali! Dibantu DeeDee. Ada juga yang temanya recipe shower. DeeDee mendapat tugas membawakan games dalam acara itu. para tamu membawa makanan khas dari daerah masing-masing sebaga ihadiah untuk calon mempelai. *** Tanpa terasa. “Aku suka sekali. Pada bridal shower. Wadah yang digunakan untuk membawa makanan juga diberikan sebagai hadiah. yaitu tamu-tamu menghadiahi calon mempelai wanita dengan lingerie atau bikini yang seksi. *** . dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara itu. Untuk bridal shower Cecil.” Marco memeluk Kesya dengan erat. akan diundang untuk menghadiri acara bridal shower tersebut.

. tapi. Dee?” tanyanya.Kesya melihat ke sekeliling ruang tamu rumah Cecil dan mengembuskan napas lega.” Kesya tersenyum geli melihat tingkah kedua mama itu. Terakhir kali mereka bertemu adalah.. Kesya juga merasakan semangat yang tinggi. “Udah beres semua kok. .” Mama Kesya dan Tante Renata mengangguk sambil tertawa. Nanti dikasih lihat foto-fotonya aja deh.. Teman-teman Cecil membawa beberapa hadiah berupa lingerie dan pakaian dalam yang superseksi. “Ya sudah.” Mama Kesya dan Tante Renata tersenyum malu-malu lagi. “Wah! Keren banget!” komentar Cecil melihat ke sekeliling ruang tamu. Menebarkan harum ke seluruh penjuru ruangan.. Kesya sudah lupa sama sekali pada Finna. “Yakin nih?” goda Kesya.. malu ah.. kemudian berlalu pergi. jadi makanannya juga ala tea time. Lima menit sebelum acara dimulai. Kesh!” sahut DeeDee. Kesya mengangguk.. juga ada sepoci besar kopi. Dia membawa kotakkotak yang berisi peralatan untuk games nanti. sampai bikini aneka warna. es krim! Lingerie shower kali ini akan dilaksanakan sore hari. Finna datang. “Lho? Pada mau ke mana nih?” tanya Kesya melihat tas yang disandang di bahu mereka masing-masing.” Tante Renata dan mama Kesya tersenyum malu-malu. Setelah itu tamu-tamu mulai berdatangan. yang khusus datang dari Bandung. peralatan mandi. Mamanya. DeeDee datang. Suaranya terdengar bersemangat sekali. berbagai macam produk perawatan tubuh. “Kami mau keluar aja. “Sebenarnya sih mau ikutan. ketika Finna dengan suksesnya membuat marah Madame Daphne. “Udah siap belum... Kesya sempat menyapa dan mengobrol ringan dengan beberapa teman dari masa sekolah dulu. Tante Renata dan mama Kesya berlalu di hadapan Kesya. Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya dan itu membuat penampilannya tampak semakin cantik. kue-kue kering dan basah. Dia sudah bekerja keras untuk mempercantik ruangan ini. Semangat DeeDee ternyata menular. Nggak enak gangguin acara gadis-gadis.. Cecil keluar dari kamarnya sambil tersenyum lebar. “Nggak mau ikut acaranya? Padahal kan Mama dan Tante Renata sudah bantuin aku mengatur makanannya. Hmm.. dan tak lupa. Kesya menghubungi DeeDee. Bungabunga segar tertata di setiap sudut ruangan. sepoci besar teh. Pukul empat kurang lima belas menit. dan Tante Renata mondar-mandir membantu Kesya menata makanan.. Di atas meja sudah tertata rapi aneka macam roti isi. sudah beberapa bulan yang lalu...

Kesya mengangkat bahu. Dia melihat ke sekeliling ruangan. Kesya mengangkat bahu.” sapa Kesya. Dia mengambil buket bunganya dan membenamkan wajah di buket itu. Apa Alo pernah kirimin kamu buket bunga seperti ini.. tiba-tiba bel berbunyi. tidak juga menyapa Cecil si empunya rumah. “Sepertinya nggak pernah ya? Memang Alo itu sama sekali laki-laki yang tidak romantis. Bukan darah murni. Aku tadinya sudah malas banget. Finna. si Mr. “Dia masih sakit hati. Cil?” Wajah Cecil berkerut. Merasa di atas angin. tapi dia tetap diam. dan duduk dengan wajah ditekuk.. Acara kemudian dimulai. Dia berlalu begitu saja. Inggris blaster. biar bagaimana dia kan masih saudara. sementara Kesya sibuk mengabadikan acara ini..” Dia tertawa lagi. “Aku dengar mamanya Alo juga nggak setuju sama pernikahan kalian.” kata kurir itu..” Cecil juga ikut mengangkat bahu.” dia tertawa sengau.” bisik Cecil melihat wajah Finna. Dia beranjak ke pintu dan membukanya.. “Ah.. yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Cecil? Finna mengerling ke arah Cecil. Seluruh orang yang ada di sana mengernyit melihat tingkah laku Finna. Menanggapi diamnya Cecil. Finna tinggal di rumah orangtuanya.. “Edward benar-benar cowok romantis. DeeDee membuka acara lingerie shower ini dengan sebuah games pembuka.” Cecil masih diam.. Ting tong! Saat games sedang seru-serunya berlangsung. To my lovely fiancée. Finna kembali berkoar. Nggak seperti tunanganku. Kenapa tunangan Finna. tapi kata mamaku. Tapi Finna tidak peduli. ya?” Kali ini tamu-tamu yang hadir mulai berkasak-kusuk. Finna tidak tersenyum. Edward Patterson itu mengirimkan buket bunga superbesar ke alamat Cecil? Bukankah selama di Jakarta. “Siapa tuh?” Cecil agak terusik dengan interupsi ini. . hanya menatap sinis ke arah Kesya. “From Edward Patterson. Jadi. Ada yang aneh dalam sandiwara ini. Finna langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan penuh gaya menghampiri kurir itu. Sepertinya semua yang diundang sudah datang. Edward Patterson. Cecil ikut aktif dalam games. Finna Salsabila. “Untuk Finna Salsabila.. darahnya murni Inggris.. minta diundang datang ke acara ini.“Hai. dia yang menghubungi aku. Seorang kurir datang membawa buket bunga yang besar sekali.. Finna kembali tertawa sengau. Dengan gaya dramatis dia embuka kartu kecil yang terselip di tengah-tengah buket tersebut. “Tapi. Tidak mau meladeni ulah Finna.

“Dari dulu juga aku udah tahu kalau hubungan kalian nggak akan bisa berjalan mulus!” jerit Finna. “Kamu nggak mau mempertimbangkan rencana pernikahan kamu..” bisik Kesya. “Tutup mulut kamu. Mulut. tapi sekarang. Susah payah Kesya menahan tubuh Cecil. tapi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk kembali menghina Alo. “Kan orangtua yang busuk menghasilkan anak yang busuk juga!” Tatapan Finna tajam menghunjam. bagaimana Finna kunyuk ini bisa tahu permasalahan antara Cecil dan Tante Jessica? Sampaisampai persoalan tentang Ningrum juga diketahuinya. Dari mana Finna tahu soal bachelor party yang diselenggarakan Alo? “Silakan kamu cek sendiri kalau kamu nggak percaya!” ujar Finna menantang. Cil. Plaak! “Jangan sekali-kali ngomong begitu tentang Alo!” sembur Cecil penuh kemarahan. Finna! Cecil nggak pernah merebut Alo dari siapa-siapa!” bela Kesya. Tubuhnya siap meledak karena amarah yang tergumpal di dalam hatinya.” Wajah Cecil langsung pucat. Nggak usah diladenin.. Wajahnya tampak malu. Tubuhnya kembali bergetar hebat.. jadi jangan pernah menghinanya!” Finna memegangi pipinya. anaknya juga nurunin tingkah laku ibunya. Alo yang ngedeketin Cecil duluan. mamanya Alo lebih setuju kalau Alo ngambil Ningrum. Cil?” Tamu-tamu mulai berkasak-kusuk. Kesya mengernyit. Catat ya. “Raden Ayu Sekar Ningrum. Jangan-jangan. mereka mulai berkasak-kusuk. “Kamu nggak tahu apa-apa soal Alo.. Tubuh Cecil bergetar lebih hebat lagi.. “Udah. Bukan sebaliknya!” Finna kembali tertawa sengau. dan. disodori kalimatkalimat provokatif sedikit saja. Aku dengar juga katanya kamu dulu ngerebut Alo dari Ningrum. Cil? Bad luck tuh punya mertua seperti itu. Benar begitu.” Wajah Cecil pucat pasi. . pacar pertamanya itu jadi istrinya. tidak peduli dengan kata-kata Kesya.“Katanya. Kesya buru-buru mendekati dan merangkul tubuh sahabatnya yang bergetar hebat. Lagi pula. Kamu!” Cecil memberi penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Dasar manusia gosip! Tadinya mereka tersenyum lebar ketika melihat kebahagiaan Cecil. tapi Cecil menepis tangannya. Dia tidak sudi Alo dihina seperti itu. “Jaga. “Hubungan Alo dan Ningrum sudah berlalu ketika Alo mendekati Cecil. apa maksud Finna dengan meminta Cecil mempertimbangkan rencana pernikahannya? Benar-benar asal bunyi saja Finna! Melihat wajah Cecil yang semakin pucat menahan amarah. Lagi pula. “Sekarang Alo sedang mengadakan bachelor party dan kamu tahu siapa yang juga datang?” Finna tersenyum lebar..

Lalu kenapa di kertas ini tertulis bahwa pengirim bunga itu adalah Finna Salsabila dan ada notes di sini yang meminta agar bunga itu dikirimkan ke rumah Cecil?” Kesya mengibarkan kertas merah muda yang tadi terjatuh. kamu punya tunangan atau nggak?” cecar Kesya penuh amarah.. “Alo mana?” Kesya dan semua tamu memperhatikan perubahan wajah Cecil. “Finna. Kenapa? Kamu juga sirik ya? Kalian memang gadis-gadis yang menyedihkan!” “Oh begitu. Marco. “Ngapain dia juga ada di sana?!” teriak Cecil histeris. Cecil merebut kertas itu dari tangan Kesya. Kesya menahan tangan Cecil. “Alo bukanlah laki-laki yang setia.. “Gimana?” suara Finna penuh kemenangan. Finna mendengus.. Cecil menepis kasar tangan Kesya. “Jadi sebenarnya.. Cecil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alo.. Tampaknya ponsel Alo tidak berhasil dihubunginya. mencegah Cecil melakukan sesuatu yang akan memperparah keadaan. Ha! Kesya tersenyum. Dengan tatapan mencibir dia menjawab. “Tentu saja. Kesya sebenarnya tidak suka berada di posisinya sekarang.. Cecil beranjak untuk membuka pintu. sebenarnya kamu punya tunangan atau nggak?” ulang Kesya lagi.” bisiknya.. Finna mendengus. Wajahnya tampak keruh sekali. tidak segarang tadi. Sebuah kertas terjatuh ketika Finna beranjak menjauhi Cecil. Kasak-kusuk kembali terdengar. Aku sudah tahu itu dari dulu. Dengan sangat enggan. Cecil menatap garang ponselnya. “Ada Ningrum kan di sana?” “Dari mana kamu tahu semua itu?” tanya Cecil. Ting tong! Bel pintu rumah Cecil berbunyi lagi. Posisi seorang eksekutor. “Halo. Rupanya kali ini dan dia menghubungi Marco.. Para tamu kembali diam-diam mengomentari drama yang tengah terjadi. I just know it.” sapanya dengan suara bergetar.. menghadap Kesya.. Tapi. “Bunga itu benar dari tunangan kamu?” Finna berputar. dan semua kata-katanya tentang Alo tidak dapat dipercaya. “Jadi. Wajahnya ceria bagai bunga yang baru mekar.Dengan tubuh bergetar.” panggilnya pelan. Kini giliran Finna yang memucat. Pandangan Finna melemah.. Dia mencoba lagi. “Nggak perlu kamu tahu dari mana aku tahu. Dia harus membuktikan bahwa Finna adalah pembohong. . Kesya memungut kertas itu dan memperhatikannya. tapi dia harus membela Cecil. Dia memperhatikannya dengan mata menyipit.” Dia berjalan menghampiri Cecil.

Dia tambah heran melihat pucat ketakutan di wajah Finna. “kalau boleh tahu. Cecil masuk kembali. “Ibu Finna Salsabila telah dicari-cari pihak debt collector dari Amerika karena tidak membayar utang-utang kartu kreditnya. Hatinya iba juga melihat Finna diseret seperti itu. Tapi. Kedua tangannya diseret oleh kedua laki-laki kekar itu. Tampak bingung juga harus bereaksi apa. Ibu Finna Salsabila harus ikut ke kantor polisi sekarang juga!” “Jangan! Cecil! Kesya! Tolong aku!” jerit Finna panik.. Kedua pria kekar tadi beranjak maju dan mencengkeram tangan Finna. “Cecil! Aku minta maaf. Dia masih bersembunyi di belakang DeeDee. . “apa yang telah dia lakukan? Lalu. diam-diam masih berkasak-kusuk. DeeDee. Sekarang pihak penuntut telah membawa kasus ini ke ke kepolisian Indonesia. “Ibu Finna telah berkali-kali kabur dari kejaran kami. Pak?” tanya Cecil. “Apa tidak ada cara lain. Untuk kali ini. diikuti dua laki-laki berwajah sangar. Salah satunya memantau rumah Ibu Finna dan membuntutinya ke sini. Kesya. Tamu-tamu lain. “Jangan.” tahan Kesya. “Siapa.. Cil?” tanya Kesya heran. akan ditangkap juga!” ujar mereka tegas. Siapa saja yang menghalangi kami akan dianggap telah bersekongkol dengan Ibu Finna.!” teriaknya. Berubah menjadi si pesakitan dalam drama ini.” ujar salah seorang laki-laki tegap itu. DeeDee mendekati Kesya. Aku minta maaf atas semua perbuatanku. Aku nggak mau masuk penjaraaa! Cecil! Kesya!” Cecil. “Ibu Finna diminta untuk segera ikut ke kantor polisi. Dan siapa saja yang bersekongkol dengan Ibu Finna. kami tidak akan membiarkannya lolos lagi.” “Jangan!” teriak Finna panik. Kami memiliki informan yang tersebar di mana-mana. tolong aku. “Jangan tangkap saya! Saya pasti akan melunasi utangutang saya!” “Kami di sini untuk menjemput Ibu Finna Salsabila.Finna masih berdiri mematung. kenapa Anda bisa tahu Finna ada di sini?” Lelaki kekar yan gkedua menunjukkan sebuah surat penahanan. dan semua tamu yang hadir di sana hanya bisa menatap kepergian Finna tanpa mampu berbuat apa-apa. Finna merangsek panik dan bersembunyi di belakang DeeDee. Mereka berpakaian serbahitam.

. Kesh. Di atas nampan mereka tersaji berbagi jenis minuman keras. Wajah mereka tampak terkejut dengan kehadiran mereka bertiga. acara bachelor party Alo diadakan secara besar-besaran di sebuah hotel mewah. Ballroom hotel didekorasi dengan mewah sekali.. Kesya bahkan sempat melihat beberapa artis wanita top ibukota sedang menemani tamu-tamu Alo. Bukankah begitu tugas seorang bestman? “Nggak mungkinlah. Acara besar-besaran seperti ini tidak cocok sama sekali dengan kepribadian Alo. Ningrum bisa sama-sama Alo. Ada yang aneh di sini. karena kesibukannya. Bukankah acara bachelor party biasanya hanya dihadiri kaum laki-laki? Lagi pula. Ada suara Ningrum di belakang Marco. Di tengah ruangan. Kesya juga agak risi berada di antara sekian banyak laki-laki. mamanya Alo juga hadir. Kesya menerobos kumpulan orang itu. Sayang papanya Alo. Cil. “Di acara bachelor party ini. Ada lampu disko besar di tengah-tengah ruangan. Berbeda dengan bridal shower Cecil yang diadakan secara sederhana di rumah. Cecil memaksa Kesya dan DeeDee untuk mendatangi tempat bachelor party Alo diselenggarakan. Sepertinya acara itu diselenggarakan seseorang yang sama sekali memiliki kepribadian yang berbeda dengan Alo. Tante Jessica-kah? Cecil terus menarik Kesya menyeruak kerumunan yang cukup besar. ada Marco yan gpasti akan menjaga Alo. Terseokseok. Tepuk tangan untuk Tante Jessica yang telah menyelenggarakan pesta hebat ini!” . Ruangan tempat bachelor party penuh dengan teman Alo. Beberapa di antara mereka juga mengenal Cecil dan Kesya.” Cecil berkeras untuk mencari tahu sendiri.13 ACARA bridal shower dibubarkan begitu saja. Sebuah layar proyektor besar menayangkan Alo yang sepertinya sedang dikerjai oleh MC tersebut.” berulang kali Kesya meyakinkan Cecil. tampak seorang MC sedang memandu acara. Kesya sendiri sangat yakin Ningrum tidak mungkin hadir pada acara bachelor party.. belum dapat hadir. Kesya memperhatikan beberapa pelayan yang berjalan hilir-mudik. “Aku dengar sendiri.

kan? Kesya yakin sekali pesta ini buah karya Tante Jessica. Tante Jessica malah melakukan tindakan yang sangat menyakitkan bagi Cecil. Sebagian dari mereka mengenali Ningrum sebagai pacar pertama Alo. Susah payah mereka menerobos orang-orang yang berkerumunan lebih rapat lagi. tapi ternyata. Dahi si MC mengernyit. yah.. Alo sudah mau menikah kok masih saja dipanas-panasi dengan pacar pertama! “Cium! Cium! Cium! CIUM!” Entah siapa yang memulai.Ha! Benar. Alo tidak akan mungkin mengadakan pesta seperti ini. mendekati Alo. Tante Jessica ini membawa satu tamu istimewa pada acara ini. tapi Ningrum merengkuh Alo ke dalam pelukannya dan menciumnya. Tante Jessica menarik Marco agar menjauh dari MC. Nah. Alo sendiri tampak sangat terkejut akan kehadiran Ningrum. tahu-tahu teriakan soal cium itu menjadi paduan suara yang semakin keras. Raden Ayu Sekar Ningrum!” Cecil menatap garang layar besar yang sedang men-zoom wajah Ningrum. Di layar besar..... sementara itu Alo memperhatikan dengan tatapan bingung. Ningrum terlihat tersipu-sipu. Mungkin sebagian dari kalian tahu siapa tamu istimewa ini... “ada sedikit masalah yang.. Entah apa yang membuat para lakilaki ini begitu barbar.. tidak mau melewatkan pemandangan menarik tentang si calon mempelai pria dan mantan pacarnya. Ningrum terlihat sangat cantik. Beberapa kali kaki Kesya terinjak oleh orang-orang yang melonjak-lonjak. “Nah.” ujar MC. “Hadirin sekalian. kita sambut tamu istimewa kali ini. Layar besar itu men-zoom Alo dan Ningrum yang sedang berciuman mesra.. Kesya langsung mengikuti Cecil sambil menggandeng DeeDee..” MC tersenyum nakal ke arah Alo.. Sungguh aneh orang-orang ini. “Bitch!” teriak Cecil.” Cecil merangsek maju dengan garang. bagi mereka yang belum tahu.” Layar besar itu tiba-tiba menampilkan sosok Marco yang berbicara serius dengan MC... Alo terlihat menggeleng pelan. Sama sekali tidak cocok dengan kepribadiannya yang sederhana dan bersahaja. tapi teriakannya teredam riuhnya sorak-sorai teman-teman Alo. dan dia melirik Marco dengan tatapan tidak suka. Wajahnya tampak pucat dan sangat siap untuk bertempur. sekarang kita bernostalgia sebentar dulu ya. Apa sih sebenarnya keinginan Tante Jessica? Tadinya Kesya menyangka Tante Jessica telah menerima dengan ikhlas keputusan Alo untuk menikahi Cecil. “Ayo. Wajah Cecil meradang. “Ningrum ini. Entah apa salah Cecil kepadanya. Seluruh tamu yang hadir bersorak-sorai dan bertepuk . tidak perlu dibahas lagi.. gimana?” MC kembali memanas-manasi.. Hadirin sekalian.. “Maaf. adalah pacar pertama Alo. Kesya juga yakin seratus persen ini juga buah karya Tante Jessica. tampak Alo salah tingkah akan permintaan teman-temannya. Rupanya dia sengaja ekstra dandan untuk acara ini.

” Ningrum tersenyum sambil melangkah maju. “Aku juga tidak tahu. “Ini sudah direncanakan. Biar semuanya diselesaikan secara dewasa. “Kenapa dia ada di sini!!” tanya Cecil.. “Cecil. Tampak sosok Tante Jessica. Tingkah lakunya.” Kesya berusaha meredam amarah Cecil. Lamat-lamat Kesya mendengar Ningrum sedang berusaha mencegah Alo mengejar Cecil... Biar semuanya dibicarakan dengan kepala dingin. Dadanya bergetar turun-naik. dan Ningrum.. “Ini kan pesta kamu. Cecil.. Wajah Alo tegang. Cecil berlari maju.” bisik Kesya yang sudah berhasil mengejar sahabatnya itu.. Kesya tidak sempat lagi menahannya. Mama yang ajak dia ke sini.!” panggil Alo panik dan buru-buru mengikuti Cecil. “Cil. menabrak semua orang yang menghalanginya... Wanita itu tengah mengamati perseteruan yang terjadi antara Alo dan Cecil.. hanya beberapa hari sebelum pernikahan diselenggarakan. Kesya merangsek maju. Cecil menatap Alo. Gambar Alo dan Ningrum di layar besar berhenti berciuman.” ujarnya merajuk. Cecil masuk mobil dan memacunya dengan kencang. Alo. Tatapannya menghunjam. menantang Cecil! Alo menepis tangan Ningrum dengan kasar. Terluka. “Cil. .tangan. Dengan kasar Alo menepis tangan Ningrum dan menghampiri Cecil. Kesya langsung mengekor Cecil. Dia tidak ingin hal yang buruk terjadi. Dia menginjak gas dalamdalam ketika melihat mobil Alo mengikutinya. Tangan Ningrum masih bergelayut manja di leher Alo. menahan amarah yang bergejolak dalam dirinya. “Sayang.. Suasana jadi hening. “Hai. Setiap pasang mata terpaku pada tiga tokoh drama baru ini: Alo.. “ALVARO!!!” Kesya terpaku di tempat. hati-hati!” DeeDee berteriak panik. Kamu ndak boleh meninggalkan tamu-tamu lain begitu saja. Cecil. Alo tampak sangat terkejut melihat Cecil.. terlebih ketika dia melihat wajah Cecil yang pucat dan penuh amarah itu. udah deh. Alo nggak salah sama sekali. Lalu dia beranjak pergi. Senyum kecil tersungging di bibirnya! Sepertinya dia bahagia karena rencananya untuk merusak hubungan Alo dan Cecil tampaknya berhasil. Kecewa.. Sekarang wajah Cecil tampak jelas di layar besar itu. Orang-orang di sana mulai menyadari aura cemburu pada diri Cecil.” jawab Alo panik.” panggilnya. lengannya kembali menggelayut manja di lengan Alo. kentara sekali. “Kamu apa-apaan sih?!” bentaknya.

ponsel itu berdering. Untuk ketiga kalinya. dia menghentikan mobilnya dan berlari keluar. pelan-pelan dong. Cecil melirik sekilas pada ponselnya kemudian mematikannya. Soal keahlian mengemudi. Menggantungkan keselamatan mereka pada kekuatan cengkeraman tangan mereka. Ponsel Cecil berdering. Cecil kembali mematikannya. “Cecil!” Kesya terengah-engah. berdiri di samping Cecil. dan kalau lebih lama lagi. Cecil membuka kaca jendela dan melemparkan ponselnya ke luar jendela! Terdengar suara klakson berulang-ulang dari arah belakang.. Cecil tetap membisu. Sekarang dia merasa mual. Penerbangan berikutnya!” sambar Cecil.“Cil. Dengar dulu penjelasan Alo. Alo juga ngotot mengikuti Kesya. Alo tidak terlalu mahir mengebut. “Selamat malam. “Kamu sebenarnya mau ke mana sih?” desak Kesya. “Kamu mau ke mana?” “Ekonomi atau bisnis?” tanya si petugas. Cecil memang juaranya. Terus terang. Kesya dan DeeDee ikut berlari mengejar Cecil. Tapi kali ini. berhenti dulu deh. sepertinya isi perutnya akan keluar semua! “Cil.” sapa petugas penjual tiket dengan gaya profesional. “Ngapain kita ke bandara?” Cecil tidak menjawab. Tatapannya berkonsentrasi ke jalanan. Bagi mereka.. Cecil sering kali ngebut-ngebutan di jalan raya. jangan gegabah!” Kesya juga berusaha memperingatkan. berusaha mengejar Cecil. “Mau ke mana?” “Bali. Alo juga memacu mobilnya dengan kencang. Kesya dan DeeDee berpegangan pada apa saja yang dapat mereka raih. Jangan sampai Cecil melakukan tindakan bodoh! Cecil berlari kencang menuju tempat penjualan tiket. Mereka tidak memedulikan mobil yang diparkir sembarangan. “Ini kan.” Suara DeeDee terengah-engah. Dia masih mengendarai mobilnya seperti orang gila. Cecil membelokkan mobil dengan cepat. Cecil adalah prioritas utama.. .” Rupanya DeeDee juga merasakan hal yang sama. Tapi Cecil tidak peduli. Rem berdcit. bersinggungan dengan aspal jalanan. Dia terus memacu mobilnya. “Bandara?” Kesya menyelesaikan ucapan DeeDee. tiba-tiba. Dengan mahir dia memainkan setir mobil.. Ketika SMA dulu. “Cecil.” bujuk Kesya. Kemudian.. berbaur dengan rasa takut. dia paling tidak tahan berlama-lama berada di dalam mobil yang mengebut kencang. Aku takut nih. Semakin jauh dan semakin jauh.. Dia tidak dapat berkonsentrasi memperhatikan ke mana Cecil memacu mobilnya. Ponsel itu berdering lagi. Di belakang mereka. Mereka juga tidak memedulikan teriakan seorang petugas keamanan. emosi Cecil labil sekali. Dia benarbenar ketakutan. Kesya agak khawatir dengan Alo. Setahunya. Kesya menoleh cemas.. mobil Alo tertinggal.

“Dia sudah naik ke ruang tunggu. dia langsung melompat dari tempat tidurnya. “Aku mesti kejar dia. Si petugas penjual tiket tampak bingung. Ini bukan kamarnya. Bu. Saat kepingan ingatannya sudah mulai dapat disatukan. Baik. “DeeDee!” teriak Kesya.” ujar si petugas dengan gaya profesional. Salah seorang petugas mengatakan bahwa dia melihat Cecil di kolam renang.” Kesya mengangguk dan naik ke ruang tunggu.. lalu bergegas menyusul DeeDee dan Cecil. “Cepat. Bilang saja Cecil baik-baik saja dan aku sama Cecil. Ini bukan tempat tidurnya. “Oh. lalu buru-buru menyusul Cecil. Kesya menyelesaikan urusan pembayarannya. tapi kemudian buru-buru melayani pesanan Kesya. Dia langsung keluar kamar untuk mencari sahabatnya itu. Bingung mendapati dia berada di sebuah ruangan asing. Kesya mengerjap pelan. “Satu lagi untuk saya. . Cecil sudah beranjak pergi. Dia meraba selimut yang menutupi tubuhnya.” kata DeeDee begitu melihat Kesya berlarilari menghampirinya. mau ke mana?” Petugas penjual tiket sekilas melirik Kesya. Mbak!” bentak Cecil sambil melemparkan kartu kreditnya. “Kejar Cecil!” DeeDee mengangguk. Oke?” DeeDee mengangguk.. Harumnya juga terasa asing. maaf. Kesya menuju kolam renang. Nggak usah bilang ke mana kami pergi. Satu tiket kelas bisnis untuk penerbangan ke Bali pada pukul tujuh malam.. Tekstur selimut terasa asing di tangannya. *** Kesya membuka matanya dan menatap sinar kuning yang memancar dari sebuah lampu meja. Penerbangan yang sama dengan dia!” Kesya juga melemparkan kartu kreditnya. “Hati-hati ya. Dia tambah panik mendapati tempat tidur Cecil sudah kosong. “Silakan.. Kamu tolong bilang pada Alo dan Marco. Dia bertanya kepada petugas hotel tentang keberadaan Cecil... “Cecil.“Yang mana saja! Penerbangan berikutnya!” teriak Cecil. Dia berusaha mengingat-ingat kejadian kemarin. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan.” Si petugas penjual tiket buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. Bergegas. “Cecil!” teriaknya. Kesya membenamkan kepala ke bantal yang ditidurinya.. Kepalanya sakit luar biasa dan perutnya keroncongan. ini tiketnya.

. “Abis ini. kita mau ngapain?” tanya Kesya. Ada sosis aneka bentuk. Saat ini sahabatnya sedang stres berat. Cecil juga langsung tidur. Hmmm. Kesya agak khawatir juga melihatnya. Cecil mengenakan handuk model kimono dan langsung menuju tempat sarapan.. Cecil tidak mau bicara sepatah kata pun. kentang goreng. Kesya buru-buru mengikuti Cecil. Tanpa henti. satu porsi besar salad kentang. berenang bolak-balik.” ajak Cecil sambil berlalu di hadapan Kesya. Berulang kali KEsya mencoba mengajaknya berbicara. Tanpa lelah.” Dahi Kesya mengernyit. Wah! Kesya terbelalak melihat hidangan yang siap disantap Cecil. Nanti kamu sakit. dia sudah merasa kenyang melihat hidangan di piring Cecil. Begitu check-in di hotel. Kesya berjalan perlahan di tepi kolam dan duduk di salah satu bangku. Diam-diam dia mengagumi stamina Cecil.Langkahnya terhenti saat melihat sosok Cecil. Ini juga satu lagi kebiasaan Cecil kalau lagi stres. Tapi Kesya menahan diri untuk tidak berkomentar. Dia hanya duduk diam dan memandangi jendela pesawat. Cecil masih terus berenang. Semuanya makanan berminyak. Cecil mengangkat bahu sambil meminum coke. dalam balutan bikini warna hijau terang. “Bukannya tadi kamu udah bolak-balik lebih dari dua puluh kali?” Cecil tertawa.. Langsung makan setelah berenang! Cecil mengambil banyak sekali makanan. aneka roti. Kesh?” tanya Cecil sambil mulai makan. dan satu gelas besar coke! Kalau begini cara makan Cecil. menghibur dan menjadi sandaran baginya. dua buah telur mata sapi. tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun. Padahal pernikahan Cecil dan Alo akan berlangsung dua minggu lagi... That’s what friends are for! “Kamu makan dikit amat. “Kita sarapan yuk. itu kebiasaan Cecil kalau lagi stres berat. tapi Cecil enggan menanggapi. “Aku mungkin mau berenang lagi. Kesya harus berada di sebelah Cecil. Cil. makanan yang biasa dihindarinya. Di pesawat kemarin.. Kesya memperhatikan piringnya.” “Jangan sampai kecapekan. Tubuhnya basah dan napasnya terengah-engah. Dia hanya mengisinya dengan dua lembar roti tawar dan satu buah telur ceplok. “Aku masih pengin terus berenang. memperhatikan Cecil yang terus berenang bolak-balik tanpa henti. Seolah ingin melarutkan semua kekecewaan yang dirasakannya.. Sahabatnya itu kuat berenang bolak-balik tanpa henti! Sampai pada hitungan kedua puluh... bisa-bisa gaun pengantinnya tidak akan muat. Kesya berhenti menghitung. ayam goreng. Terus terang... Kesya tersentak saat melihat Cecil tiba-tiba naik ke permukaan. Kesya menghitung berapa kali Cecil berenang bolak-balik. Kesya menghela napas panjang.” . Entah bagaimana kelanjutan rencana pernikahan sahabatnya ini. nasi goreng.

meminta gadis itu menggantikannya di toko untuk sementara. See you.” Kesya masih gusar dengan berita yang disampaikan Marco.” sapa Marco begitu mendengar suara Kesya. tapi masih baik-baik saja. Marco menghela napas panjang. “Keterlaluan banget sih Tante Jessica. aku sama Cecil.. Sekarang semuanya jadi kacau banget!” “Kacau gimana?” “Tante Jessica ngotot membatalkan pernikahan Cecil dan Alo.. saat di pesawat.. dia bilang pernikahan tetap akan berlangsung. I love you. Kamu bilang saja ke Alo bahwa Cecil dalam pengawasanku.. Aku jadi pusing sendiri! Aku konfirmasi ke Alo... Dia kehilangan jejak Cecil dan merasa sangat bersalah pada Cecil. Semua vendor minta konfirmasi ke aku.” Marco menghela napas. Mereka semua mendesak apa benar pernikahan Alo dan Cecil batal. Aku juga belum berani ngomong banyak. Dia juga meminta DeeDee mengganti- . Biar Cecil lebih dingin dulu. Kesya masih belum menyelesaika makannya. Kamu baik-baik saja di sana. Aku juga harus ngurusin Alo dulu. Setelah selesai makan. “Sayang. Nama Marco tertera pada layar ponsel. Takut dia malah tambah down. “Aku juga lagi pusing. Sayang.. Sekarang dia tambah stres karena Ningrum mengekor dia terus. stres berat pastinya. Kesya menelepon DeeDee. Dia terkagum-kagum dengan kecepatan Cecil menghabiskan seluruh makanannya dalam waktu singkat. Sebaiknya Alo nggak ketemu Cecil dulu. Cecil pamit kepada Kesya untuk kembali berenang. Tidak tahu harus berkomentar apa. Dia juga mendesak agar Alo segera menikahi Ningrum!” “APA?” Kesya tidak percaya berita yang didengarnya. Sedangkan calon pengantin wanitanya malah hilang. Padahal kemarin aku sudah berusaha mencegah Ningrum mendekati Alo. “Marco..” “Ya udah deh. lalu mengangguk. “kamu lagi di mana?” Suaranya terdengar khawatir sekali. Kesya mematikan ponselnya dan lupa menyalakannya kembali. aku akan menjaga Cecil sebaik-baiknya. Dia nggak apa-apa.Cecil menarik napas. Kemarin malam. Dia juga menghubungi semua vendor dan membatalkan semua pesanan.” “Tidak tahu diri sekali sih si Ningrum!” maki Kesya. Kami lagi di Bali. It’s so complicated!” “Pokoknya. I’m a very tough girl!” Kesya tertawa sumbang. Apa hak Tante Jessica sehingga dia membatalkan pernikahan Alo dan Cecil? Hari itu bergulir lambat. Benar-benar keterlaluan Tante Jessica! “Alo juga lagi stres berat. tapi rupanya si MC sudah berkonspirasi sama Tante Jessica. “Kamu nggak usah khawatir. Tiba-tiba ponselnya berbunyi.. Kesya mengingatkan DeeDee akan beberapa janji pertemuan yang dijadwalkan besok.

Madame Juliet tidak jadi membeli. Kesya tidak terbiasa memakai gaun sependek itu dan dia jadi risi sendiri. Kesya berdecak kagum melihat penampilan Cecil. bahkan seharian ini baju itu masih terus menempel di tubuhnya.. dia memang perlu beberapa potong pakaian baru. “Emangnya kamu mau pake baju itu terus?” balas Cecil sambil mencibir ke arah baju Kesya yang mulai berbau tidak sedap. Kesya menghubungi Mona. Setahu Kesya. butik ini milik salah seorang pemain sinetrol terkenal. Cil. Katanya.” balas Cecil sambil tersenyum. tau!” Tawa Cecil meledak. Cecil tampil tidak bercela. Terutama apabila Cecil belum memberitahukan berapa lama mereka akan tinggal di Bali. Katanya dia tidak mau dilayani oleh orang lain selain Kesya.. memberitahukan bahwa dia sedang berada di luar kota untuk sementara waktu. Kesya sibuk menarik-narik bagian bawah gaunnya yang dirasanya terlalu pendek. begitu alasannya. Cecil mengajak Kesya berbelanja ke sebuah butik.. “Aku memang nggak pernah pakai baju seperti ini.” komentar Kesya.. Tak lupa.. Cantik banget. “Kamu harus sering-sering pakai baju seksi begini. Kesh!” puji Cecil sambil bersiul. Ketika gaun itu sudah menempel di tubuhnya. Ketika keluar. Sorenya. Rasanya. “Ganti cepetan sana! Nggak usah banyak komentar deh!” Kesya terpaksa menurut. ini semua sebagai hadiah karena Kesya bersedia menemaninya di Bali. Dia beranjak untuk berganti pakaian. Cil?” komentar Kesya. “Sialan kamu!” Kesya menimpuk Cecil dengan handuk. Kesh. Kesya memang tidak terbiasa mengenakan baju baru tanpa dicuci terlebih dahulu. Kurang higienis. Picky sekali si madame ini. mengejar-ngejar Cecil saat di bandara.. “Kampungan banget sih kamu.. Baju ini menempel terus di tubuhnya ketika dia menemani Cecil mendatangi acara bachelor party-nya Alo. Gaun . dia merasa gatal-gatal. Kesya kemudian memilih beberapa potong pakaian.. Kita harus have fun.. Cecil yang membayar semua baju mereka. “Wuuiihh. “Buat clubbing. Madame Juliet datang dan berniat untuk memborong beberapa perhiasan lagi.” gerutu Cecil sambil melemparkan gaun itu ke hadapan Kesya. mengikuti Cecil dalam acara kebut-kebutan gila... Tapi karena Kesya tidak ada di toko. Kata Mona. Risi banget.” Sementara itu... Kesya baru sadar bahwa dia belum berganti pakaian sejak acara bridal shower Cecil.kannya menghadiri pertemuan itu. Cecil memaksa Kesya untuk mengenakan gaun seksi yang baru saja dia beli. “Jangan ditarik-tarik gitu! Norak banget sih kamu!” maki Cecil sambil tertawa. “Iih.. Cecil membeli beberapa gaun seksi untuk mereka berdua. Kesh. kan belum dicuci.. “Ngapain mesti ke sini?” kata Kesya begitu mereka memasuki butik mewah.. “Seksi amat.. Mereka kembali ke hotel.

“For health and success!” teriaknya sambil mengangkat gelasnya.. memastikan jantungnya masih berada di tempat semula. Miss Norak. Mereka memasuki salah satu tempat clubbing yang paling ramai di Bali.. Aku harus hik..... Smokey eyes-nya benar-benar oke! Kesya tidak pernah bisa menghias matanya seperti itu.. senang hari ini hik.. Wah.. Berisik! Lebih parah daripada aksi si pemukul beduk yang sering mengganggu Kesya. Tampaknya dia sudah maklum sekali dengan tingkah laku para tamu yang sering kali aneh bin ajaib. hik. Kesya hanya menyesap minumannya.. apa-apa.. “Apaan sih hik. “Ayo.. tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya... “Aku mau hik. tapi Cecil kan sahabatnya.. “Cil. kok!” ... udah. “Cecil!” Kesya berusaha membantu Cecil berdiri... Dia adalah bridesmaid-nya. “Eits! Hik. rata!” ujar Cecil sambil tertawa. berusaha menguatkan hati untuk masuk. kembali menandaskan isi gelasnya..” Kesya merangkul pinggang Cecil. menampilkan keindahan lekuk tubuhnya.. “Aduh. Dia juga bernyanyi-nyanyi. dulu. dalam hitungan detik.” Cecil menarik tangan Kesya masuk dan mengajaknya duduk di bar. Have hik. dia sendiri sebenarnya tidak tahu bagaimana kelanjutan rencana pernikahan Cecil dan Alo... hik. Yah. kamu?” Cecil menepis tangan Kesya. fun!” ujarnya meracau. Kesya memandang khawatir ketika Cecil. “Hehehe. Ketika Cecil sudah menghabiskan isi gelasnya yang kelima... Entah mengapa hasilnya pasti tidak akan sebagus mata Cecil. Lantainya tidak hik. Cecil juga sempat menyapukan make-up ke wajahnya. dan bau rokok! Dia mengingatkan dirinya. bahwa dia berasa di sini demi Cecil.” Si bartender muda tersenyum sambil mengisi penuh gelas Cecil... terhuyung-huyung dan akhirnya terjerembap jatuh. Cecil memesan dua gelas wine untuk mereka.. saat tersulit dalam hidupnya. Kesya mencengkeram dadanya.” Cecil berdiri.. gelap. senang hik.. “Boy! Hik. bisa sendiri hik.. Bertalu-talu.. Tambahin minumku lagi hik. Kesya memejamkan mata.peraknya superseksi. dentuman bas dari speaker besar yang tergantung di depan pintu menyambutnya.. nggak usah! Aku hik.... Dia harus menemani Cecil saat ini. Hik. Dia meminta refill kepada bartender. Berdentum-dentum.. Aku nggak hik. Seperti ada yang memukul-mukul jantungnya.. jangan minum lagi.. tapi Cecil langsung menandaskan isi gelasnya...” Kesya menahan tangan Cecil. gawat! Cecil sudah benar-benar mabuk! “Aku bantu kamu ke toilet ya. ke toilet hik.. Dia paling tidak suka clubbing... Begitu Kesya melangkahkan kakinya masuk. “Let’s party!” ujar Cecil sambil mengedip nakal... wajahnya sudah merah sekali... Berisik.

terbatuk-batuk sedikit karena kontaminasi asap rokok. Kesya terpaksa harus menampar pipi Cecil. “Di dalam toilet juga ada petugas sekuriti. Keadaan sudah semakin tidak terkendali. tiba-tiba pintu toilet terbuka dengan keras. KESH! AKU MAU KASIH PELAJARAN KE WANITA YANG MEREBUT CALON SUAMIKU!” Cecil meronta-ronta dengan liar. Masih terhuyung saat berusaha menyeimbangkan kakinya. “Anda berdua harus meninggalkan tempat ini sekarang juga!” ujar petugas sekuriti dengan tegas. “Kamu tuh yang gila! Seenaknya saja merebut calon suami orang! Nih. Petugas sekuriti berusaha memegangi Cecil. lalu berjalan sempoyongan ke arah toilet. Kesya memperhatikannya dengan khawatir. Memang parasnya sekilas terlihat mirip Ningrum. “Tidak usah khawatir. Kesya berpikir untuk menyusulnya. Kesya buru-buru menangkap kaki Cecil. Stiletto peraknya menapak goyah.” Kesya menarik napas. tapi dia menepis tangan petugas sekuriti dan kembali mencengkeram keras rambut si wanita muda. “Bitch!” Samar-samar terdengar suara makian dari toilet. “BITCH!” Cecil emradang lalu melayangkan tinjunya ke wajah wanita itu. “Ini dia! Dan dia lagi ngomongin cowok lain di toilet tadi! Benar-benar bitch ya kamu!” Cecil kembali menjambak rambut wanita itu. “LEPASIN. Baru saja dia bangkit dari tempat duduknya. lalu menyesap minumannya lagi. Sekarang dia berteriak-teriak kesakitan sambil memegang pipinya yang lebam karena ditinju Cecil. “Ada Ningrum di sini. Dia juga berteriak-teriak. “Kamu . Sepertinya itu suara Cecil! Kesya berpaling nanar ke arah toilet. “Dasar perempuan gila!” makinya. Wanita itu berteriak-teriak kesakitan dan mencakar wajah Cecil. Cecil masih menendang-nendang dengan liar. Kesya mendudukkan Cecil di trotoar. rasakan! Biar kamu lain kali nggak sembarangan lagi!” Cecil menendang wanita itu. Rambutnya berantakan dan gaunnya melorot. Dia menarik tubuh Cecil yang masih terus berusaha menendang wanita itu.Cecil menepis tangan Kesya. Sudah banyak orang yang berkerumun di sekeliling mereka.. Your friend will be safe. Cecil keluar dari toilet sambil menjambak seorang wanita muda. Teman-teman si wanita muda itu berdiri melindungi si wanita muda. Kesh!” teriak Cecil. Wanita malang itu bukan Ningrum.” si bartender menenangkan. Rasanya Cecil sudah terlalu lama berada di dalam toilet. “CIL! DIA BUKAN NINGRUM! KAMU SALAH ORANG!” bentaknya. lalu menyeret Cecil keluar dari tempat itu. “Apa kamu bilang?” Plak! Cecil menampar pipi perempuan itu lagi. Kesya buru-buru melerai mereka berdua..

.. Dia sudah benar-benar mabuk! Kesya masuk kembali.tunggu di sini! Jangan ke mana-mana!” ancamnya. Ini untuk ganti biaya pengobatannya. “Sebaiknya kamu periksa lebam kamu itu ke dokter..” ujar Kesya. Taksi meluncur.Sekarang kepalanya terkulai lemah ke satu sisi. Si wanita muda mengompres pipinya yang lebam dengan es batu. “Saya minta maaf sekali.. Di depan kelab. lalu memapah Cecil masuk ke dalamnya.” “Bilang sama teman kamu yang gila itu! Jangan sekali-kali ketemu saya lagi! Atau akan saya habisi dia!” teriak wanita muda itu penuh emosi.” Kesya meletakkan sejumlah uang di hadapan wanita itu. Matanya menatap garang Kesya.. Kesya memanggil taksi. Mata Cecil setengah terpejam. “Sekali lagi saya minta maaf.. Membawa Kesya dan Cecil kembali ke hotel. Kesya mengangguk lalu beranjak pergi.. . Cecil berbaring di trotoar. Dia menghampiri gadis malang tadi.

Hehehe. Setelah sarapan. “Hi. Mumpung sedang ada di Bali. Dia butuh itu.. Samar-samar.” “Oom Steven! How are you?” “Fine. “Itu kan. Di telinga gadis-gadis Bali itu terselip kuntum bunga segar. Kesya ingin berenang sebentar. setelah semua kehebohan yang terjadi di Jakarta. boleh dong pamer-pamer sedikit. Salah sendiri.. Di balik semua ketegangan yang terjadi belakangan ini. sungguh terasa hangat. Minum wine kok sampai bergelas-gelas. Kesya sudah memesan sarapan untuk Cecil dan meminta seorang pelayan untuk mengantar ke kamar. mungkin dia harus lebih menikmati suasana ini. Rapat yang kemarin berlanjut di sini. memeluk erat Kesya. papanya Alo. tetapi sore ini saya akan segera kembali ke Jakarta. . Katanya kepalanya sakit sekali... Hhmmm. Ruang makan di hotel ini menghadap langsung ke arah pantai..14 KESYA sarapan sendirian. Ya begitu akibatnya. Dia tidak bawa baju renang. Cecil belum mau bangun. Dan pelukannya. Penampilan mereka memang jadi cantik alami. Dia sendiri butuh udara segar. Suara Oom Steven sangat ramah. Kesya!E” sapa pria itu ramah. Kesya baru saja menyesap kopi susunya ketika melihat sosok pria asing berusia paruh baya menghampirinya.” Oom Steven... Ya ampun! pekik Kesya dalam hati. setelah semua kehebohan yang terjadi semalam. Senyumnya menyejukkan.... Yah. suara tabuhan gamelan menjadi latar belakang acara sarapannya pagi ini. Kesya tersenyum kecil melihat pemandangan itu. Tampak beberapa turis asing berlalu-lalang sambil menenteng papan selancar masingmasing.. sekarang Kesya tahu sifat-sifat Alo itu menurun dari siapa. tapi rencananya mau pinjam bikini Cecil. Beberapa gadis dengan pakaian renang dan kain pantai menutupi bagian bawah mereka tertawa genit sambil bercakap-cakap dengan seorang turis asing lakilaki yang ramah. ternyata masih ada kehidupan normal lain yang masih berjalan sebagaimana mestinya.

“Kalau bukan kamu yang cerita. berada di Bali? Mata biru Oom Steven membulat. Menghadiri pernikahan Alo dengan. Oom Steven tampak sangat terkejut. Hmm.” Kesya berdeham. tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini.” tutur Kesya.. ya beginilah keadaan yang sebenarnya. Oom Steven mengangguk. LHO? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang sedang terjadi di Jakarta? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang membuat Cecil. “Oh my God. “Ehem.. kenapa kamu bisa begitu ya?” ujarnya penuh penyesalan.. Kesya mengangguk. Saya dengar Tante Jessica memaksa Alo untuk menikahi Ningrum dan membatalkan. “Jessica. Biar Cecil lebih tenang dulu.. rencana pernikahan Alo dan Cecil. Oom Steven menggeleng-geleng. juga Kesya.” Oom Steven mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. “Tetapi yang terjadi di Jakarta juga tidak kalah hebohnya. but that’s what really happened. “Saya berpesan kepada Marco bahwa lebih baik Alo tidak datang menemui Cecil dulu. “Cecil di mana?” .... “Jessica malah meminta saya untuk segera ke Jakarta. Jessica. Kenapa kamu malah ada di Bali?” Oom Steven melontarkan bertubi-tubi pertanyaan dengan wajah tetap cerah ceria.“What are you doing here? Bukannya kamu bridesmaid-nya Cecil? Pernikahan kan tinggal dua minggu lagi.. tapi. “Berarti sekarang Alo sedang dipaksa untuk menikahi Ningrum?” tanya Oom Steven.. secara sepihak.. I won’t believe it at all. yang sangat disayangkan. Membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba tersumbat. “I’m sorry to say. Berkali-kali dahinya terlihat berkerut. berkata apa adanya kepada Oom Steven. tetapi Kesya hanya berusaha jujur. Sesekali dia mengusap peluh yang berkumpul di dahinya. dengan wanita itu mungkin. Menunggu jawaban Kesya. Sepertinya Oom Steven memang tidak tahu apa-apa tentang prahara yang terjadi di Jakarta. Kenapa dia harus jadi orang yang mengabarkan berita buruk ini ya? Dan bergulirlah cerita itu dari mulut Kesya.. Pasti dia sangat terpukul mendengar perilaku istri tercintanya. Saya tidak tahu semua ini. Mata birunya menatap langsung ke arah Kesya.... Dia tidak suka membuat oom yang baik hati itu jadi sedih. Menghadiri pernikahan Alo...” Kesya merasa sangat tidak enak harus memberitahu Oom Steven apa yang dilakukan istrinya di Jakarta..” Tangannya mengusap rambut cokelatnya.. Laki-laki yang baik.” Oom Steven menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sedih...” Kesya merasa sedih dan bersalah melihat raut wajah sedih Oom Steven.

Dia sendiri merasa tubuhnya sangat fresh setelah berenang.. itu namanya sloth. Mengenakan tank top warna kuning dan celana pendek. serius nih. thanks a lot for the information.. Kesya berpaling. Hati Kesya terasa lapang.” ajak Cecil... Dia baru saja membuka matanya. Wajahnya dipulas .” gumamnya. Matanya? Ya ampun! Bengkak luar biasa! “Sloth itu apaan ya?” “Tuh. “Muka kamu tuh masih muka bantal gitu. Kemarin dia stres dan mengamuk di kelab. Sekarang dia perlu beristirahat. Sebelum berjalan terlalu jauh. setelah sarapan di kamar.” Cecil bangun dan beranjak ke kamar mandi. “Fungsi otak kamu aja mengalami degradasi. ya?” “Sloth?” tanya Cecil. *** “Kesh. Masa mau ke pantai? Malu tuh. Badanku pegal-pegal semua. Siapa tahu dia bisa punya ide baru lagi. Temani aku jalan-jalan di pantai ya. Sloth itu kan binatang kayak monyet yang doyannya tidur terus.. I owe you so much. Aku suntuk banget nih. dia berpaling. Dia bahkan mencium kedua pipi Kesya.. malu sama bule-bule di pinggir pantai.. Hellowwh. setelah waktu hampir menunjukkan pukul empat sore.. Guling itu terjatuh sebelum berhasil menyentuh Kesya. Lemparan yang bagus.“Dia ada di kamar hotel. “Hah?” sahut Kesya. “Ke pantai?” tanyanya tidak percaya... “Sana mandi dulu deh. Timpukan yang lemah.. Sekarang. ya?” Cecil tertawa bego. Beberapa menit kemudian dia keluar. Tadi pagi.” Oom Steven mengangguk-angguk.” Cecil kembali pada topik pembicaraan soal pantai. diketawain sama ombak!” “Sialan kamu!” Cecil menimpuk Kesya dengan gulingnya. Oom Steven lalu beranjak pergi. Kepalanya kembali berpaling pada Kesya... Tampang lecek gitu. Kesya mengangguk.” panggil Cecil dengan suara serak.” Oom Steven merangkul Kesya dengan hangat.” “Salah sendiri tidur seharian!” ujar Kesya.. “Ayo dong. Kita udah belajar itu zaman Biologi SMA!” “Ooh. “Kesya. Beban berat ini tidak harus dia tanggung sendirian sekarang. “Ke pantai yuk. tepat mengenai kepala Cecil. “Serius nih!” ulang Cecil. dia baru bisa membuka matanya. Kesya tertawa. “I have something to do. “Don’t say anything about our meeting to Cecil. Dia sedang asyik menyaksikan acara fashion show di televisi. “Kamu sudah mau bertransformasi jadi sloth.. Okay?” Kesya mengangguk. dia kembali tidur lagi. “Temani aku jalan-jalan ke pantai ya. kan!” Kesya melemparkan gulingnya kembali pada Cecil.

. Memaki-maki sambil mengacung-acungkan tangannya. menantikan sunset. Biar seragam dengan Cecil. jualan bikini. tampak Marco mengejar. Dia mengganti pakaiannya dengan gaun sore yang simpel namun elegan. Pantai selalu saja ramai dengan orang. ada yang menawarkan jasa membuat temporary tattoo. Ada yang hanya jalan-jalan.make-up tipis. Kesya merasa cantik sekali dalam balutan gaun sore itu. Menurutnya. Kesya dan Cecil sama-sama geleng-geleng kepala melihat ulah si ibu. dia jadi lebih suka melihat kerlip bintang. Sayang pasirnya tidak terlalu bersih. tampak Oom Steven. Selera Cecil memang oke. Tidak jauh dari tempat mereka berada. “Let’s go!” Kesya melingkarkan tangannya di lengan Cecil. Matahari sebentar lagi terbenam. Kesya tidak mau kalah.. Itu gaun yang dipilihkan Cecil untuknya. bahkan ada yang menawarkan jasa kepang rambut. Bagaimana kalau ada sepuluh orang seperti ibu itu? “Sayang ya. Cil. Cecil menoleh.. “Ready?” Cecil menyodorkan lengannya. tampak Tante Jessica mengejar. pantainya jadi kotor gini. “Ayo. sunset itu momen sakral yang seharusnya dihormati semua orang.” ajak Kesya. ada yang jualan topi.... tapi belakangan ini... Di belakang Tante Jessica.. Rambutnya berkibar-kibar tertiup angin. Di belakangnya. Dia sebal dengan orang-orang yang tidak menghargai karya Tuhan yang mahaindah itu... Membiarkan kaki telanjang mereka dibelai pasir pantai. ada yang bermain bola. tampak Alo berlari-lari menghampiri mereka. Itu baru satu orang. Apalagi hal itu mengingatkannya akan momen romantis pertamanya bersama Marco.. Berdua mereka terdiam.. ada yang main gitar. Kesya juga sih. Oom Steven . Kesya juga mengenakan kacamata hitam.” komentar Cecil. Kesya dan Cecil melepaskan sepatu mereka. Kesya mengangguk. Cecil agak terganggu dengan orang-orang yang masih saja sibuk berlalu-lalang di hadapan mereka.” Cecil duduk. Dia menebarkan kain pantai yang dibawanya.. Kesya terkejut! Cecil lebih terkejut lagi! Dari kejauhan. “Udah mau sunset nih. dengan seenaknya ibu itu melemparkan begitu saja bungkusan nasinya! Ya gitu deh ulah-ulah orang yang tidak bertanggung jawab. Kesya menoleh. Tidak lupa dia mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi bengkak matanya. “Cecil!” sebuah suara mengejutkan mereka berdua. hmm.. Berdua mereka menyusuri pantai di belakang hotel. Cecil paling suka melihat sunset. lalu duduk di atasnya. ada yang berenang.. Melihat Cecil yang dandanannya canggih itu. ada seorang ibu yang baru saja selesai menyuapi anaknya makan nasi bungkus dan. menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya. Di belakang Marco.

“Sekarang kita lihat Alo dan Cecil dulu yuk..” Kesya mengangguk. Walaupun baru dua hari mereka berpisah. “Tunggu!” “Alo!” teriak Tante Jessica... Benar juga ya. “Sudahlah. membiarkan Marco menggandeng tangannya... Kesya memeluk erat Marco. Mereka mendekati Alo dan Cecil. Cecil tidak menjawab. “Alo dan Cecil itu mirip kita dulu. Tak lama lagi. Yang lain-lain juga berkejaran dengan seru. tapi rasanya kok ya sudah lama sekali. kamu ingat kita dulu?” potong Oom Steven lembut. Malah Marco yang kemudian berdiri di sebelah Kesya.. Dia menyadari tatapan semua pengunjung pantai terhadap mereka.. sosok tante yang terlalu mencampuri urusan anaknya itu tidak tampak. Wajahnya yang keras berubah lembut. Entah apa yang harus diingat oleh Tante Jessica. dear Jessy. Jangan kamu ganggu lagi mereka..” kata Oom Steven pelan. “Aku tetap mau menikah dengan kamu.. Bahunya yang tegang berubah rileks. pikir Kesya.. . tidak terlalu dekat untuk tetap memberikan privasi bagi mereka berdua... Laju kaki Kesya kemudian berhenti.. sosok Tante Jessica pasti akan menyusul Alo. yah.. Kesya berlari mengejarnya. “Nanti aku jelaskan.. “Kamu nggak usah ikut-ikutan lari!” Kesya memperlambat gerakannya. Dia tersengal-sengal mendengarkan debar jantungnya.. “Papi nggak tahu. Sosok Alo kemudian menyusulnya. Hmmm. “Berhenti sekarang juga!” “Kesya!” teriak Marco.” “Nggak bisa. Pasti mereka tampak aneh sekali. Pap!” Tante Jessica masih ngotot.. masih terus memanggil-manggil nama Cecil. Cecil berlari. Minta penjelasan.. hanya berjalan santai.tidak berlari. Kesya terus mengejarnya...” bisik Marco.. itu kalau kamu memang masih mau menerimaku jadi suamimu. Tapi. Wajahnya tetap tenang.” Cecil tetap diam. dear. dua hari ini emosi Cecil dan Alo benar-benar telah teradukaduk! “Aku minta maaf atas semua yang kamu alami. menjauh dari Alo. “Cecil!” panggil Alo.. tapi kalimat singkat Oom Steven itu membuat wajah Tante Jessica berubah.. Dia rindu sekali pada laki-laki itu. Dia membungkuk kepayahan. Kesya berpaling pada Marco. apa ini yang namanya true love? “Jessy.” “Jessi.. Tante Jessica sudah tidak kuat lagi berlari. Yah.” ujar Alo sambil memeluk Cecil. Oom Steven dengan santai meletakkan tangannya di bahu Tante Jessica. Berkejar-kejaran seperti anak kecil! Cecil terus berlari.” Sebuah suara membuat mereka berpaling. Kenapa dia harus ikut-kutan lari? Biarkan saja Alo dan Cecil menyelesaikan masalah mereka berdua. dengan seulas senyum kecil tersungging di sana.

Pada saat yang bersamaan. Menurut mamanya Oom Steven. “Asal kamu tahu ya. Perbuatan yang membuat harga . Lamaran saat sunset begini.. Ketika tadi Oom Steven mengatakan.. Memantulkan warna-warni eksotis di permukaan laut. Alo memang paling bisa mengambil hati Cecil. Mereka akhirnya menikah di Indonesia. kemudian berlutut di hadapannya. walaupun tanpa restu dari mamanya Oom Steven.. Tante Jessica tersadar bahwa perbuatannya sama persis dengan perbuatan mama Oom Steven dulu. Now and forever. Tante Jessica membeli tiket pesawat yang sama. nggak ada wanita lain yang menarik hatiku sedemikian kuat seperti kamu.” Alo perlahan menggenggam tangan Cecil. gadis asli Inggris itu lebih cocok bersanding dengan Oom Steven dibandingkan Tante Jessica. yang memang sudah cinta mati pada Tante Jessica. Semburat jingganya bersinar dengan sangat indah. Oom Steven langsung menghubungi Alo.. Marco juga ikut menyusul. Tante Jessica bukanlah calon istri yang cocok untuk Oom Steven. Mengabari bahwa Cecil berada di Bali... Dia tersenyum dan mengangguk pelan. mendengarkan penjelasan Marco. Mamanya Oom Steven tidak menyukai Tante Jessica. takut terjadi sesuatu di antara Tante Jessica dan Alo. Menghadapkan Cecil ke arah sunset.. pasti tidak akan ditolak oleh Cecil. Nggak ada satu pun wanita yang chemistry-nya begitu kuat seperti kamu. Marco juga tertawa lebar.” panggil Alo saat belum mendapatkan jawaban dari Cecil. Tante Jessica juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Cecil. Benar-benar yesss! *** Jadi begini ceritanya.” Alo membalikkan tubuh Cecil. kamu ingat kita dulu”. berusaha mencegah kepergian Alo. mamanya Oom Steven bahkan mengajak pacar pertama Oom Steven hadir di acara makan keluarga. “will you marry me?” tanyanya. Perbuatan yang menyakiti hatinya. Menurut mamanya Oom Steven. Yesss! pekik Kesya dalam hati. Sebelah tangannya masih berada di bahu Cecil. Mata Cecil tertuju kepada Alo. “Yesss!” jerit Kesya sambil memeluk erat Marco. menyusul ke Indonesia. Tante Jessica ngambek dan pulang ke Indonesia. Beberapa hari mendekati pernikahan mereka.Alo melepaskan pelukannya.. “Cecilia Almira Saraswati. You’re the one and only. “Jessy dear. Cil. Alo langsung membeli tiket pesawat ke Bali dan berangkat saat itu juga. Kini wajah mereka bertemu. Oom Steven. matahari pelan-pelan bergulir pulang ke peraduannya. “Cil.. Ketika mendengar cerita Kesya tentang apa yang menimpa Alo dan Cecil.. Ternyata dulu. tangan satunya lagi mengangkat dagu Cecil. Kesya mengangguk-angguk.

. maka mereka harus bekerja lembur untuk kantor masing-masing.. .dirinya terinjak-injak. dan mereka masih berencana untuk mengambil cuti untuk melangsungkan pernikahan plus bulan madu. Kesya berbahagia. pastor yang bertugas memimpin jalannya misa pernikahan di gereja. *** Back to Jakarta! Ternyata semuanya tidak seindah yang dibayangkan. dan video shooting. itu berarti tugasnya sebagai bridesmaid bertambah berat.. atas rujuknya Alo dan Cecil. Hehe. nanti siapa tahu nggak jadi lagi!” Saat ini Kesya berada di studio fotografer “Klik OK”. boo. Semoga saja semuanya akan menjadi semakin baik dan indah nantinya. nanti jadi. Oom Steven ikut menemaninya. “Nanti nggak jadi. “Eh.. Serius nggak sih mau nikah?” jeritnya sambil mengibasngibaskan jemarinya yang lentik. Ada yang minta laporan eksklusif tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai pernikahan mereka sempat tidak jadi dilaksanakan. gaun pengantin. dekorasi gereja. apa. Karena Cecil dan Alo sudah terlalu lama cuti dari kantor masing-masing.. kelompok paduan suara. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. si fotografer itu sendiri..... Perbuatan yang hampir saja melenyapkan cinta sejatinya. ruangan tempat resepsi.. setidaknya untuk Kesya. Perbuatan yang hampir saja terulang kembali.. Kita semua udah atur jadwal dengan serapi-rapinya.. dekorasi. dan perasaannya yang turun-naik seperti naik jet coster. Semua vendor harus dikonfirmasi ulang plus diberitahu perubahan tanggal pernikahan yang semula akan dilaksanakan di akhir bulan April menjadi tanggal 2 Mei.. apa.. Dia tersiksa sekali ketika melihat wajah Cecil yang tidak bergairah ketika mereka berada di Bali kemarin. Mengistirahatkan tubuh. Ada yang senang sekali karena rencana pernikahan Cecil dan Alo ternyata jadi dilaksanakan. apa. Marco juga memutuskan untuk tinggal semalam. dengan se-perfect-perfect-nya. pikiran. asal tau aja ya. Yah. “Helloowww. Tapi. Padahaaaalll. dan laki-laki lebay yang berdiri di hadapannya adalah Johnsonwati. dengan sebaik-baiknya.. tau-tau. tulus-murni-jujur sangat berbahagia.. katering. fotografer. Mulai dari gereja tempat berlangsungnya pernikahan. Cecil dan Alo tinggal semalam. Dia merapikan syal yang terjuntai di lehernya. ada juga yang marah-marah karena merasa dipermainkan. Semuanya jadi lebih baik dan indah sekarang.......... Dia juga bahagia sekali melihat binar-binar di mata Alo dan Cecil bersinar kembali saat mereka bersama-sama lagi. Tapi. Tante Jessica langsung pulang saat itu juga. kartu undangan dan suvenir. Menenangkan hati dan pikiran masing-masing.

. “Jadi kalian tidak mau?” “Nggak!” sahut Johnsonwati dengan ketus... Kesh! Sabar! “Nggak bisa.. mau mencaci maki...” Si Johnsonwati mengangkat tangan. cuapeekkk.. Hmmm. Kesya merasa sudah tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Johnsonwati.. deh.. nggak bisa..” Kepala si Johnsonwati bergerak-gerak ke kanand an kiri dengan dramatis. Mereka ngomel-ngomel....” Di mobilnya.. Mati-matian dia mengatur nada suaranya agar tetap berada pada kondisi normal.? Gimana dong? GIMANA DONG?” suara Cecil terdengar merintih panik.. emang kita nggak ada kerjaan laeeennn... kaleee.. Kesya mengedik. di pihak yang memohon. nggak jadi. mau ngomel-ngomel.... Iddiih.” Jari-jari lentik Johnsonwati menunjuk ke dada Kesya... sabar. Percuma deh marah-marah sama dia. Kasihan telinganya kalau harus mendengarkan rintihan berkepanjangan seperti itu.. Katanya kita nggak serius mau ngadain acara. “Terus sekarang. menghadapi makhluk superajaib seperti Johnsonwati. Kesya terpaksa menjauhkan ponsel dari telinganya. Kesya menarik napas. Aduh.apa. pokoknya nggak bisa. “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya... Kembali menarik napas panjang.. .” “Oh my God! Terus gimana dong? Masa acara pernikahanku nggak ada dokumentasinya.” Kesya keluar dari tempat makhluk ajaib itu bekerja. langkah terbaik adalah menghindar sejauh mungkin. Kesya menghubungi Cecil. Memang sekarang dia berada di pihak yang salah. tau-tau bridesmaid-nya datang.” ujar Kesya.” Kepala Johnsonwati menggeleng-geleng. bisa-bisa nanti nggak jadi lagi. Kali ini mulutnya juga bergerak maju-mundur. Berusaha tetap sabar mendengarkan celotehan makhluk ajaib itu. di pihak yang seharusnya merendah..... nggak jadi. “Kita nggak bisa lagi terima order yang seperti ini.. Sebenarnya Kesya mau marah-marah.” Jari telunjuknya menunjuk pelipis sambil menggelenggeleng.. pusing deh akyuuu!” Jari-jari lentiknya mencuat keluar ketika punggung tangannya menyentuh dahi. merentangkan lima jarinya di hadapan wajah Kesya.. mengekspresikan perasaannya. Tapi. Terima kasih dan maaf sudah merepotkan... malah kita tambah sakit kepala menghadapi balasan-balasannya yang garing! “Cil. “Baik kalau begitu. booo.. “Pernikahannya nggak jadi. Aah.. “Fotografer sama video shootingnya nggak mau.. Kalau kita terusin. ”And bilang pernikahannya tetap jadi dilaksanakan..

Kalau Cecil terus meracau. tampak Jansen sedang serius memperhatikan layar komputer. “Sialan! Ke-delete lagi!” Kesya juga terkejut.. aku ya fine-fine aja sama dia.. sedang mengedit foto. daya kerja otak Kesya bisa semakin lemah dan lemah.. “Tapi.. Cecil kembali menjadi Cecil the drama queen.. Cecil masih terus meracau. “Iya. Kalau untuk dokumentasi... Sedang memikirkan alasan apa yang harus diutarakannya..” Cecil pun mematikan ponselnya.” Kesya tersenyum jengah. Bukannya Cecil paling anti sama Jansen? “Jansen?” ulang Kesya tidak percaya. tapi untung Lindi orang yang tidak membutuhkan alasan. TTM-an kamu dulu itu lho.. memutuskan sekalian saja mampir ke studio Jansen.” sapa Lindi. Di dalam ruangan. si pengarah gaya. Sekarang dia meracau dengan panik. bukannya kamu paling males kalau ngomongin soal dia?” Cecil tertawa. “Iya.. Jansen. Tentu saja Darius. “Aku males waktu dia masih jadi TTM-an kamu. Tapi setelah aku tahu dia bukan siapa-siapa kamu lagi. yang pernah mengabadikan foto-foto pre-wedding Cecil dan Alo akan menjadi solusi terbaik. “Pak Jansen ada di dalam. “Jansen!” pekik Cecil..“Kira-kira kamu punya cadangan fotografer lain nggak?” tanya Kesya dengan sabar.” jawab Cecil cepat.. “Jansen... Cecil dan Alo juga sangat puas dengan hasil fotonya.. “Hah?” Jansen terkejut dan memekik pelan. aku tahu Jansen yang mana. “Nggak bisa. nggak terlalu bagus. Dia lalu membelokkan mobilnya. dia baru menyadari bahwa sekarang ini dia berada dekat dengan lokasi studio Jansen.” panggil Kesya pelan. Tidak perlu Cecil menjelaskan siapa Jansen yang dimaksud. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. tapi otaknya serasa blank mendengar racauan Cecil.” Kesya berpikir keras..” Cecil menekankan. “Udah lama banget nggak main ke sini lagi. Kesya mengembalikan ponselnya ke dalam tas. Di seberang sana. serius? Foto langganan kamu terhapus?” . “Darius itu spesialis foto pre-wed. “Mmm. Saat kembali memperhatikan jalan. Sudah cukup lama dia tidak bertemu Jansen.” Kesya memotong kata-kata Cecil. “Jansen. “Jansen! Jansen! He is our best solution!” “Jansen?” Kesya heran.” Hancurlah sudah harapan menjadi “orang paling pintar sedunia”! Kesya berpikir keras lagi..” ujar Lindi sambil mempersilakannya masuk. Mbak Kesya. Tolong kontak dia ya. Kesya masuk dengan canggung. “Halo... “Darius? Gimana kalau Darius?” Kesya merasa jadi orang paling pintar sedunia.

“Sebentar sebentar.. Jadi sekarang mereka bagaimana?” Wajah Jansen tampak penuh perhatian.. Dia bahkan berniat memeluk Jansen.. Alo dan Cecil. mouse itu meluncur terjatuh dari tempatnya.. Jansen dan segala kegugupannya memang bisa membuat orang lain jantungan! “Ada apa. Kesya terkejut.. “lunch bareng yuk.... Karena kegugupannya... Ponselnya berdering dan nama Marco tertera di layar. “Bisa nggak kamu yang mendokumentasikan pernikahan Cecil?” Kesya menelengkan kepala. “Oke.” Dahi Jansen mengernyit. Kesya?” tanya Jansen sambil mematikan komputernya. “Aku save dulu ya. Kamu lagi di mana?” .Butir-butir keringat bermunculan di dahi Jansen. “Pernikahan tetap jadi dilaksanakan. kebetulan aku nggak ada kerjaan. “Kebetulan. Buru-buru dia mengembalikan mouse itu ke tempat semula dan mengklik berulang-ulang... karena dia teringat akan vendor lain yang belum sempat dihubunginya. tetapi diurungkannya niat tersebut.. Betapa berita itu sangat cepat tersebar! “Mereka berdua. Dia tidak mau lagi terlibat dalam acara pernikahan Cecil. “Oke. Kesya sedikit lega.” Jansen membolak-balik organizer-nya. “Sayang. Sedikit. Kepalanya berdenyut-denyut melihat ada tiga vendor yang belum dihubunginya.” Tangannya beberapa kali mengklik mouse komputer. “Jadinya. Hehehe.. aku sudah dengar tentang Cecil dan Alo. Takut membuat Jansen salah tingkah lagi. tanggal berapa?” “Tanggal 2 Mei.” sapa Marco.” jawab Jansen.. “Oh. Just do the best you can do!” Kesya tersenyum lebar.. Memangan Jansen penuh harap. dia tersenyum sambil mengembuskan napas lega.. “Aduh!” Jansen kembali memekik.” tawanya gugup sambil menghapus keringat di dahinya.” Jari-jari Jansen kembali sibuk mengklik mouse. masih ada di recycle bin. Aku tahu tanggalnya memang mepet sekali. itu yang membawa aku ke sini. “Ooh.” Kesya meremas tangannya yang juga terasa keringatan. Jansen.” “Thanks a lot ya.” jawab Kesya.” Kesya memulai. Keluar dari studio Jansen. Nah. “Aku harus mengonfirmasi ulang semua vendor.. membuat wajah Kesya cerah ceria. di tanggal segitu. sekarang sudah baik-baik saja. dan tadi aku baru dari tempat fotografer yang seharusnya mendokumentasikan acara Cecil.” Kali ini Jansen mengangguk-angguk. Sudah. Kesya membolak-balik catatannya. Tanpa sadar... “Tentang Cecil.. walaupun tanggalnya diundur... Jansen tersenyum sambil mengangguk.

aku langsung sibuk ngurusin ini.. Catat baik-baik ya! Seluruh kartu undangan...” Marco masih menjawab dengan santai. Apa sih yang masih belum dihubungi?” tanya Marco. plus suvenirnya sudah kamu konfirmasi?” ulang Kesya tidak percaya.” “Sama pihak kartu undangannya juga no problem?” pancing Kesya lagi. Sayang..” “Semuanya nggak ada masalah?” tanya Kesya tidak percaya. “Aku sudah menghubungi semua vendor itu. “Nggak tuh. hei. hei. Padahal hari ini dia ada janji dengan seorang klien... “Lalu. Diam-diam Kesya mengagumi juniornya itu.” jawab Marco santai. “Hei.” Kepala Kesya tambah berdenyut-denyut mengetahui bahwa dia belum menghubungi pihak pembuat kartu undangan. yang jumlahnya bisa mencapai ribuan lembar! Oh.” tolak Kesya dengan suara lemah.. Yah. Dekorasi gereja. katering. Plus suvenirnya. katering. Masih sungguh-sungguh tidak percaya. dijutekin dan sebagainya?” pancing Kesya lagi..” jawab Kesya lemah. “masih ada tiga vendor lagi yang harus aku hubungi. Kesya mempertajam pendengarannya.. “Hah? Apa? Dekorasi gereja... Remember?” Marco tertawa geli. Marco. Aku juga menawarkan penggantian dana untuk semua undangan yang sudah dicetak dan tidak dapat dipakai. Tubuhnya sampai miring-miring dalam usaha merapatkan telinganya ke ponsel. Aku minta maaf bahwa tanggal pernikahannya harus diundur. “Dari pagi. I’m the bestman.” “Semuanya sudah beres. Kerjaanku masih banyak banget nih!” Kesya diserang panik akut. “Dekorasi gereja. Yang.“Nggak bisa. Marco? Aku sudah pusing nih!” “Hei. Belum lagi kalau harus berurusan dengan Johnsonwati-Johnsonwati lainnya. Calm down..” ujar Marco tenang. Untung saja DeeDee dapat menggantikannya.” “Kamu udah sempat ke toko?” suara Marco terdengar khawatir. Semakin lama. “Nggak ada ribut-ribut. dan kartu undangannya semuanya sudah dikonfirmasi ulang. Sepulang dari Bali kemarin dia belum sempat mendatangi tokonya. It’s not a problem at all. Perubahan tanggal pernikahan berarti perubahan besar-besaran pada seluruh kartu undangan.. Dia benar-benar pusing membayangkan masih harus berurusan dengan vendor-vendor itu. entah caci maki apa lagi yang akan diterima Kesya saat menghadapi si pembuat kartu undangan nanti. dan kartu undangan. “Nggak. katering. “Nope. Gimana ya. beigtu aja sih.. DeeDee semakin cekatan saja. “Belum. “Aduh. .. Sayang.... Kesya melirik catatannya. Aku nggak bisa banyak ngomong deh. Sayang. berusaha menenangkan Kesya. kartu undangan.

Kenapa semuanya jadi lebih mudah kalau Marco yang bertindak sih? Yah.. tapi sudahlah.Kesya geleng-geleng. . yang penting pekerjaannya sudah selesai..

Makanya. setelah tahu bahwa Marco sudah mengonfirmasi dekorasi gereja. mengusir DeeDee untuk kembali menempati ranjang tamu di sudut kamar. DeeDee pernah mencoba tidur di ranjang gantung ini.. Sampai kemudian Kesya. Baru menyadari bahwa belakangan ini tidak pernah melihat Marco merokok lagi. Kesya akan memercayakan cabang baru tokonya untuk dikelola DeeDee. Sepanjang malam dia hanya terkekeh-kekeh kegelian. “Apa yang lucu ya? “Setiap kali duduk di sini. Takut jatuh. aku ngerasa lucu. “Maksud kamu sejauh ini tuh sejauh apa?” tanya Kesya sambil memilih-milih gaun... “Hehehe. terus sekarang jadi soulmate-an gini.” DeeDee terkekeh. dengan sangat terpaksa.” DeeDee masih terkekeh. dia bersiap-siap untuk dinner bersama Marco. tidak jadi dilaksanakan.” DeeDee tertawa lagi. good point! Dia harus ingat untuk memuji Marco akan perubahan positif itu. katering.15 ACARA makan siang dengan Marco. Dia baru saja pulang dari acara pertemuan dengan klien Kesya. Rencananya. Setelah tidur kira-kira tiga jam.. Kesya memutuskan untuk pulang dan tidur. Dia melaporkan hasil pertemuan tersebut dengan singkat.” Senyum DeeDee masih tergantung di wajahnya.. yang tadinya kamu sebel banget sama dia. Kesya lelah luar biasa tadi siang. yang sangat terganggu dengan suara kekehnya yang menyebalkan. Hehehe. “Kenapa kamu?” tanya Kesya bingung. tapi akibatnya dia malah tidak bisa tidur. Bete banget karena dia itu perokok... Kesya sangat berterima kasih kepada DeeDee. tetapi DeeDee malah terkekeh-kekeh geli. Dan sekarang. “Nggak kerasa ya hubungan kamu dan Marco sudah sejauh ini. Kesya juga ikut tertawa. dan kartu undangan plus suvernir. Kesya merasa segar kembali.... lucu aja. Wah. “Ya... . tapi fun juga.. DeeDee masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang gantung. Dia baru saja menceritakan rencana pengembangan tokonya.

.Ting tong. Kesya buru-buru menyelesaikan acara berpakaiannya. “Dee. DeeDee keluar. “Sudah?” tanya Marco. Marco ikut tertawa. Untuk membuat suasana romantis semakin terasa. kemudian menyodorkan lengannya untuk digandeng Marco.. kami pergi dulu ya... Seorang pelayan telah siap mencatat pesanan mereka. jadi sekarang dia belum berpakaian. lampu yang diletakkan di setiap meja bersinar redup. Pasti Marco. Membukakan pintu untuk Marco. Keseluruhan restoran itu dilapisi dinding kaca sehingga Kesya dapat menyaksikan kesibukan malam di Jakarta. digantung sebuah lampu kristal besar berwarna putih. Tak lama kemudian DeeDee masuk lagi. Kesya mendapati Marco sedang duduk manis di sofa... “Kamu tahu dari mana?” Kesya juga ikut berbisik..” pamit Kesya. Kepala Jason.... “He’s really falling in love with you. . Wajah Kesya merona dan buru-buru menutup pintu kamar. keponakan Alo! Anak tengil itu tertawa terkikikkikik melihat raut terkejut di wajah Kesya.” Kesya masih terus memilih-milih gaunnya.” DeeDee kembali beranjak ke luar. “Sayang. kamu tunggu di luar aja!” teriaknya panik... “Dari body language-nya. Kesya masih bingung milih baju.. ya?” dia juga ikut menggoda Kesya.” Marco membimbing Kesya ke sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya.” bisiknya.. Kamu mau tunggu di dalam kamar aja?” goda DeeDee. Kesya mengangguk. Tolong bukain pintu dulu ya.. “Let’s go. itu sepertinya Marco. Tangannya membelai poni rambutnya sambil tersenyum. Senyum segar merekah di wajahnya. Selain restorannya sangat indah. juga nggak apa-apa. “Ke sini saja.” goda DeeDee sambil mengedipkan mata.. “Memang aku nggak boleh tunggu di dalam aja. Marco mengajak kesya ke sebuah restoran yang romantis. “Marco.. Saat keluar kamar. “Berlumuran cinta. Ketika mereka sedang makan.. “Nggak usah ngasih ide macam-macam ya. “Nggak!” balas Kesya cepat. DeeDee mengangguk. pelayanan dan makanannya juga memuaskan.. Di tengah-tengah ruangan. Mata Kesya melotot.. “Pulang malam sedikit nggak apa-apa kok. tiba-tiba sebuah kepala anak laki-laki menyembul dari pinggir meja..” DeeDee tergelak. “DeeDee.. beautiful princess..” Marco menggandeng tangan Kesya. Kalau kalian nggak pulang.” DeeDee terkikik.

Dahinya mengernyit saat dia mendengar komentar Jason dan memperhatikan Kesya yang sudah siap pingsan.. Di wajah Jason. “Kamu keponakannya Oom Alo. Oom Marco.” sapanya dengan suara yang juga tengil.. kata Oma.. “Hmm. “Memangnya kalau cincinnya dijual... Kesya menangkap binar kaguma nak itu akan sosok Marco... Sepertinya dia tidak terbiasa diperlakukan secara dewasa seperti ini. “Aku mau beli yoyo. Oom Marco dan Tante Kesya itu bestman sama bridesmaid. ya?” Marco menyodorkan tangan. Tante Kesya. menunjuk ke sepasang orang dewasa yang wajahnya tampak mirip dengan dirinya. Jason. aku akan jadi pembawa cincin. “Aku nggak mau jadi pembawa cincin! Aku nggak suka disuruh-suruh! Biarin aja. ya? Habis ini check-in ke hotel dong. sementara omanya hanya tahu memanjakannya...” Wajah Jason tampak merengut. Kesya mengenali si orang dewasa wanita sebagai kakak perempuan Alo.” sapa Marco. “Jadi... “Kamu ke sini sama siapa?” Jason mengerling. yang tabiat dan wataknya sama seperti Tante Jessica... Lagi-lagi Jason tampak terkejut mendengar pertanyaan Marco.” Hmmm... “Nice to meet you. Raut wajahnya semakin kagum memandang sosok Marco.. “Lagi pacaran.” . terus aku jual!” Kata-kata itu lagi! Sekarang Kesya merasa akan pingsan mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jason. masterpiece-nya! Marco berdeham. Mungkin orangtuanya hanya tahu memarahinya.. “Hai. “Aku mau di sini aja.. Senyum Jason merekah. nanti cincinnya aku sembunyiin.” Marco menjabat erat tangan anak itu..” ASTAGA! Belajar dari mana anak tengil ini? Kok dia sudah tahu istilah check-in segala? “Jason!” bisik Kesya agak keras.” Jason tampak terkesima.. Dua kali dia mendengarkan pernyataan itu. sepertinya si makhluk tengil ini mulai dapat dijinakkan Marco. Tampaknya Jason akan benar-benar melaksanakan ancamannya. berusaha kelihatan tegas. ya?” tanya Jason sambil menggoyang-goyangkan kaki. Kesya agak terganggu dengan guncangan meja yang diakibatkan goyangan kaki Jason.. tapi ditahannya keinginan untuk menjitak kepala anak itu. “Nice to meet you too. Ooh. Ragu-ragu Jason menyambut uluran tangan Marco. Males makan sama Mama dan Papa!” Dengan kurang ajarnya Jason menarik sebuah kursi dari meja sebelah dan duduk bersama Marco dan Kesya. sahabatnya Oom Alo. terus uangnya mau kamu pakai untuk apa?” tanya Marco.. “Aku Oom Marco. Sepertinya Jason tipe anak yang tidak pernah diajak berbicara baik-baik.“Hihihi.

Jason sedang menatap Marco dengan mata tidak berkedip dan mulut melongo.Kesya melongo. ya. Marco benar-benar telah memenangkan hati anak tengil itu. “Nanti aku telepon ya. nomor Oom Marco sudah aku save.. hanya untuk membeli yoyo! Kesya bertanya-tanya makhluk apa yang sebenarnya sedang bercokol di dalam otak Jason.. Marco mengambil yoyo yang disodorkan Jason.... “YOYO?!” Jason mengangguk lagi.” rengek Jason.. Jason bertepuk tangan kuat-kuat saat Marco memutar-mutar yoyonya.” Jason mengeluarkan yoyo dari saku celananya.. sebentar lagi Jason akan berlutut dan menyembah-nyembah Marco. Marco menyebutkan nomor ponselnya. Marco mengambil yoyo itu dari tangan Jason dan mulai memainkannya dengan mahir. Tangannya meremas tangan Kesya yang mulai berkeringat.” ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. mulai berkumpul dan mengeluelukan Marco. Blackberry! Anak sekecil ini sudah membawa-bawa ponsel Blackberry! Memang dia tahu bagaimana cara menggunakannya? Kesya menggeleng-geleng. “Bye.” Marco mengangguk.. “Oom Marco. masterpiece-nya. Jason mengangguk. “Kamu suka yoyo?” tanya Marco... Jason mengangguk. Tante Kesya! Nice to meet you both. “Jason!” Saat terdengar seseorang berteriak memanggil namanya. Dengan gaya profesional.. Sepertinya. Kesya bahkan tidak pernah tahu Marco bisa memainkan yoyo sebaik itu.. Menjual cincin berlian. Aku missed call.. dia berbalik lagi. Yang modelnya lebih keren daripada ini.. Oom Marco! Bye.” . Dengan enggan dia bangkit berdiri dan menghampiri orangtuanya. ajarin aku gaya yang tadi dong. Oom. “Ini aku bawa yoyo kesayanganku. Aku mau beli lagi. Orangorang di sekeliling meja. Nanti aku telepon. terutama anak-anak. kemudian menyimpan nomor Jason di ponselnya. Baru setengah jalan. ya. “Oom Marco. Dia membungkuk sedikit untuk membalas tepukan tangan dan sorak-sorai orang-orang yang memperhatikannya. “Nah. Jason mengerang. Mata Kesya hampir copot melihat ponsel yang dikeluarkan dari saku celana Jason. “Yoyo?!” pekik Kesya keras. Marco mengakhiri permainannya dengan sangat dramatis. Saat ini. Gayanya persis seperti pemain yoyo profesional yang sering Kesya lihat di Youtube! Kesya melirik Jason.” Jason melambai. aku minta nomor telepon Oom dong. Marco memutar-mutar dan melempar-lemparkan yoyonya.

Kesya. Sekarang dia tidak lagi melihat Jason sebagai bocah tengil yang harus dikhawatirkan. “Kalau kamu tahu bagaimana cara menghadapinya. baju pengantinnya juga baju pengantin Jawa! Heellloooo! Madame Daphne kan perancang busana pengantin internasional! Waktu saya bilang begitu. Mereka mulai terganggu dengan tingkah superheboh Anita. *** “Mbak Cecil! Mbak Kesya!” Anita memekik kegirangan. Masa mau beli ikan datangnya ke tempat jual mobil! Ya nggak ada lah ikannya!” Cecil dan Kesya tergelak mendengar perumpamaan Anita.” Kesya mengikuti Cecil. “Halo. menunjukkan kemarahannya. Jadi.” Kali ini Madame Daphne berpakaian ala geisha Jepang.” ujar Marco seperti memahami isi kepala Kesya. pernikahan Mbak Cecil dan Mas Alo tetap dilaksanakan. menyetujui. anak-anak bisa jadi teman yang sangat menyenangkan. Cecil.. Kesya mengangguk lagi. Kimono warna hitam dengan motif bunga sakura berwarna pink menutupi tubuhnya. bibirnya menyunggingkan senyum.. Tingkahnya seperti orang yang baru saja mendapat kabar bahwa dia memenangkan undian berhadiah satu miliar. “Bayangkan. Kesya dan Cecil tersenyum dengan terpaksa.. waktu saya dengar dari Mbak Kesya. waduh. “Oke.. bukan si cewek nyebelin itu!” Anita tetap bersemangat.. Madame sudah menunggu. Wajahnya dirias . “Mereka aja yang aneh.” komentar Marco.. Sekarang kami mau ketemu Madame Daphne dulu ya. si calon pengantin wanita Jawa itu. Yang penting calon pengantin wanitanya Mbak Cecil. Bilang kalau kami tidak profesional!” Anita mendengusdengus. Anita mengangguk. Halo.. Mau tidak mau. tapi Anita seperti belum mau menyudahi ceritanya. Cecil tersenyum.. “Anak yang lucu. Kesya mengangguk. Anita masih tahan mengobrol berjam-jam lamanya.. Menerka-nerka penampilan seperti apa yang akan mereka lihat dari Madame Daphne. Superheboh! “Saya udah panik banget waktu mamanya Mas Alo datang dan bilang calon pengantin wanitanya diganti!” Bola mata Anita berputar-putar dramatis.. Mbak Kesya! Diganti! Diganti! Diganti!” suara Anita meninggi.. “Apalagi mamanya Mas Alo minta acara pernikahannya diganti dengan adat Jawa.. mamanya Mas Alo dan siapa itu. “Makanya.” Kalau tidak dipotong seperti ini... Nggak apa-apa deh tanggalnya dimundurin. Kesya juga melambai.Marco mengangguk dan melambai. mereka malah marah-marah... “Langsung ke atas saja. saya senang sekali. Mbak Cecil! Bayangkan.

“Ready for your last fitting. Kesya menunggu sambil berdebar. Dari balik kamar pas. Gaun pengantin yang rencananya dipakai untuk acara misa di gereja itu masih tetap menempel dengan indah di tubuh Cecil. seluruh alam pikirnya telah siap untuk menikah. Alo dan Cecil akan mengucap janji untuk setia selamanya sampai maut memisahkan mereka. Kesh?” tanyanya. Semua vendor telah dikonfirmasi ulang. Penampilan Cecil tidak bercela. dear?” Cecil mengangguk bersemangat. sehinga menyerupai sanggul khas wanita Jepang. Cecil masuk ke kamar ganti dibantu Anita. Dia benar-benar akan menjadi pengantin yang cantik! *** Hari-hari berganti dengan cepat. Sesuai. dia mengeluarkan gaun pengantin Cecil. Ketika Cecil keluar dengan mengenakan gaun pengantin yang rencananya akan digunakan pada saat resepsi. menghampiri lemari penyimpanan bajunya. Madame Daphne berjalan perlahan. Pas. “Gimana. Kesya kembali menghela napas lega. Dengan hati-hati. digambar sebentuk bibir mungil dengan lipstik warna merah manyala.” Madame Daphne menyunggingkan senyum misteriusnya. Madame Daphne juga mengenakan selop kayu dan membawa payung kertas warna kuning dengan motif bunga. Sepertinya. Cecil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin besar. Suara gemeresik pelan menandakan bahwa Cecil telah selesai mengepas bajunya. “Saya senang sekali karena semuanya kembali berjalan dengan baik. Cecil memang sudah ditakdirkan untuk menikah. Seluruh tubuhnya. . sementara di bagian tengahnya. Semoga saja semua itu tidak memengaruhi berat badannya. Hari ini. Dia agak khawatir. Selama di Bali. Madame Daphne memang tidak setengah-setengah. Kalau sudah dandan. Kesya akan merampungkan persiapan terakhirnya untuk menjadi seorang bridesmaid. Cecil keluar. Tepat. Kesya menghela napas lega. Dia juga mengeluarkan gaun Kesya. Cecil kembali masuk ke ruang ganti. Rambutnya disanggul dan dikanji dengan keras. Tinggal lima hari lagi. pola hidup Cecil sangat tidak teratur. Kesya dan Marco sudah menyelesaikan semua tugas mereka. seluruh jiwanya.dengan bedak putih. Kesya tersenyum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. Dia mengeluarkan catatan tentang barang apa saja yang harus dibawanya pada hari pernikahan Cecil-Alo. Sebagian bibirnya juga ditutupi dengan taburan bedak putih.

Mengirim pesan nonverbal agar Kesya lebih rileks. Joanelle. “Ini mantanku.. Gayanya. Air mineral (untuk menghilangkan rasa haus) 5.” Oh! Jadi. Mengirim pesan bahwa sekarang ini Joanelle bukan siapa-siapa lagi bagi Marco. “Marco. Bukan ancaman bagi hubungan mereka.Daftar barang bawaan untuk pernikahan Cecil-Alo: 1. Sebuncah perasaan cemburu menyerang Kesya. glad to see you. Tisu (untuk menghilangkan keringat) 6.” sapanya.. tas tangan Kesya sebagai seorang bridesmaid kan kecil sekali!) seorang wanita berwajah indo mendekati mereka.. tampak amat sangat mahal. (maklum saja. Tubuh Kesya jadi lebih rileks. Tangannya terangkat merangkul Kesya.” Marco tampak terkejut melihat kedatangan wanita itu. Kulitnya kecokelatan. hmm. pergi berbelanja. Permen pedas (untuk menghilangkan bau mulut) 3. Siapa sih cewek ini? Sok akrab banget! Pake cium-cium segala! “Hm. Tapi. pakaian.. Rambutnya terlihat agak pirang..” Marco mengerling mesra ke arah Kesya. tampak seperti sering berjemur. aksesori.. “Kesh.” balas Marco. Pengusaha kaya yang lebih mapan dibandingkan Marco. “Hi. Wanita itu cantik sekali. Saat sedang sibuk memilih kipas berukuran kecil yang dapat menghasilkan angin yang besar. Kipas (untuk menghilangkan hawa panas) 4. tas. “Joanelle. Marco meremas lembut bahunya. . Belanja kebutuhan yang tertulis di atas itu.” Dia berjinjit dan mencium mesra pipi Marco. “Long time no see.. dan sepatunya. Kesya dengan ditemani Marco. Deodoran (untuk menghilangkan bau badan) 2. Lipgloss dan lipstik pink (untuk menghilangkan kepanikan kalau lipstik di bibir sudah hilang) Sore ini. Mata Kesya menyorot tajam. seolah menunjukkan kepada wanita itu akan hubungan yang sudah mereka jalin. Marco!” wanita yang dipanggil Joanelle itu memekik kegirangan. Panjang dengan gelombang-gelombang besar di ujung rambut.... ini rupanya mantan Marco! Yang katanya meninggalkan Marco untuk pacaran dengan seorang pengusaha kaya. Tubuhnya menegang. Tubuhnya langsing semampai.. Sorot mata Kesya melembut.

.... “Jadi dia yang bikin kamu jadi perokok yang menyebalkan?” tanyanya.” Joanelle memeluk dan mencium pipi Kesya. You are a really nice guy. Dia benarbenar soulmate buat aku.” ujarnya. Makan malam di rumah Cecil.... *** Satu hari sebelum Hari Pendidikan Nasional. Marco tersenyum kecil lalu mengangguk. can we go now?” seorang anak perempuan.” jawab Joanelle sambil mengelus lembut rambut anak perempuan itu. “Oke kalau begitu. Joanelle. Rupanya dia memang terbiasa bersikap seperti ini terhadap semua orang. The best for both of you. sesuatu yang tidak terhindarkan..” ujar Marco.” Tangan Joanelle kini mengelus lembut lengan Kesya. dear.” “So now you are Mrs.” Marco mempererat pelukannya. Perpisahan kita adalah keputusan terbaik yang telah aku buat. sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi..” Kesya mengulurkan tangan. Joanelle tersenyum menanggapi perkataan Marco. Leisha. kan?” tanya Marco hati-hati. So. too.” Kepala Joanelle menggeleng pelan. Kesya menatap kepergian Joanelle... Berarti I’m better than her dan aku nggak perlu jealous sama dia. “I’m sorry that I’ve hurt your feeling. “Just a second. “Dan kamu yang bikin aku quit dari rokok dan jadi manusia yang lebih menyenangkan. Kesh.” Dia mengulurkan selembar kartu nama kepada Kesya. “Mommy. Hmm.” Joanelle tersenyum lebar.. Future wife. “Our relationship was great. kira-kira berusia dua tahun... sambil menggandeng anak perempuannya.. “Keep in touch ya. Saya Joanelle Wiryatama. my lovely future wife.” Joanelle mengelus lembut lengan Marco.. Kebersamaan kami seperti sesuatu yang natural. Dia tersenyum kecil... “My daughter. “Nggak ada perasaan jealous. datang mendekati dan menarik rok Joanelle.” ujarnya sambil tersenyum kepada Marco dan Kesya. Menyalami mantan pacar Marco.. “Hai. No hard feeling ya. but it’s the best for me.” Marco memeluk Kesya erat. Pelukan dan ciuman persahabatan. I have to go. “Yes.. Wiryatama. Dirasakannya Marco meremas bahunya lembut. Kesya tersenyum..” “You’re the best. Kesya menoleh. Alisnya terangkat. but you are not my soulmate.“Ini Kesya Artyadevi. “Hai. Kesya suka itu. “Hadi Wiryatama.. “Sorry. “Senang ketemu dengan gadis yang akan jadi future wife-nya Marco. Menyalami mantan pacar yang kini sama sekali bukan suatu ancaman bagi hubungan mereka.” ujar Marco mantap.

“Walau demikian. Duduk satu meja dengan Cecil dan orangtuanya. “Kamu harus harus harus harus. Dia akan tetap menjadi sepupu yang kompak bagi saudara-saudaranya. Cecil bangkit dari duduknya. menegangkan..” Cecil mengerling jail ke arah Kesya. terutama. menyebalkan. Berjanji sehidup-semati dengan pemuda yang beruntung itu. datang ya! Ajak Tante Sabrina dan Oom Edo juga.. Yah. Walaupun ini makan malam keluarga Cecil. Bridesmaid yang dapat diandalkan... “Terima kasih untuk semua yang hadir di sini. rasa sayang. Dia akan tetap menjadi keponakan yang manis bagi para oom dan tantenya. Gadis ceria yang dicintai setengah mati oleh Alvaro Nikholai Andersen. Memberikan kata-kata manis untuk Cecil. “Itu kan acara untuk keluargamu. Kesya berdiri. Love you so much. Dan dia juga tetap akan menjadi ashabat yang baik bagi saya. dalam segala situasi persiapan pernikahan yang emosional. “Cecilia Almira Saraswati. Untuk Cecilia Almira Saraswati!‟ Kesya mengangkat gelasnya. “Hari ini adalah hari terakhirnya menjadi lajang..” Kesya memulai pidatonya. Terima kasih juga. dia tetap akan menjadi Cecilia yang selama ini kita kenal. siap menjadi seorang wanita dewasa.” Cecil meniupkan ciuman kepada Kesya. tugasnya sebagai seorang bridesmaid. Cil. Terima kasih untuk Papa dan Mama yang telah membesarkan saya hingga saat ini. Kesya. Besok. Setelah acara makan selesai. Tidak berubah sedikit pun! Dia akan tetap menjadi putri kecil bagi Tante Renata dan Oom Balgi. Bersama kedua orangtuanya. Kesya dan orangtuanya juga diundang. menggembirakan. “gadis menyenangkan yang sudah menjadi sahabat saya sejak kami sama-sama TK. Dia siap pergi. Menikmati makan malam yang nikmat sekali.. untuk sahabatku tercinta Kesya Artyadevi..” Cecil tersenyum mendengar pidato pembukaan Kesya. “Pertanyaan berikutnya adalah. rasa cinta kalian semua menari-nari dengan harmonisnya dalam ruangan ini.. ya!” kata Cecil saat mengundang Kesya sekeluarga datang ke acara makan malam keluarganya. Saya dapat merasakan perhatian...” “Kalian adalah keluargaku! You’re my sister!” Dan di sinilah Kesya berada sekarang.. Kini giliran dia yang harus memberikan sambutan.. “CECILIA ALMIRA SARASWATI.Kesya mengoleskan parfum ke bagian belakang telinganya. “Bener nggak apa-apa?” tanya Kesya.” Kesya tersenyum lebar. “kapan kamu akan menyusul aku dan Alo?” SIALAN CECIL! . dia sudah akan bersanding dengan Alo.” Semua orang di ruangan itu mengangkat gelas masing-masing. dan mengharukan. sesekali Kesya terganggu dengan pertanyaan orangtuanya dan beberapa orang lainnya tentang kapan Kesya-Marco berencana akan menyusul Cecil-Alo.

oh ya. Cecil dilarang bertemu Alo.” Cecil baru sepenuhnya terbangun. bedak.” bisik Kesya sambil mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. dan pergi ke Bride‟s World!” “Oh. “Cecil.. “Hah?! Jam berapa? Sudah jam berapa ini? Apa kita sudah terlambat? SUDAH TERLAMBAT?” dia meracau. Tidur di kamar Cecil. “Cil..” . Sejak jam dua tadi. permen pedas... mandi. Apa ya? “Hmm. Kesya bangun dan memeriksa tas kecilnya. Memeriksa perlengkapan yang harus dia bawa demi kesejahteraan Cecil. “Kita tidak akan terlambat kalau kamu segera bangun.” Dia berdiri dan beranjak ke kamar mandi. “Oh ya. air mineral. Kesya langsung mengomeli Cecil agar cepat tidur. ini juga nggak boleh lupa!” Kesya memasukkan catatan daftar acara pernikahan yang kemarin malam diberikan oleh MC.. si ratu sehari. kipas. Sejak kemarin malam...... Kesya memperhatikan sekelilingnya. “Oh. terus. dan. Cecil langsung duduk tegak. Sepulang dari acara makan malam keluarga... tisu!” Kesya kembali mengingat-ingat lagi. Kamar yang sebentar lagi akan ditinggalkan Cecil.. Siap ke Bride‟s World.” Kesya mengguncang-guncang bahu Cecil. dia sudah tidak bisa tidur. tidur lagi. Kamar lajangnya. baiklah. Alo dan Marco juga menginap bersama. lipgloss dan lipstik. Kesya tidak mau mata Cecil kelihatan bengkak atau lelah karena kurang tidur. Kesya mengikat rambut panjangnya. berbalik. Mendengar kata “pernikahanmu”... “Cecil!” Kesya semakin keras mengguncang-guncang tubuh Cecil. Dia sendiri sudah mandi dan berpakaian.... Aneh juga rasanya. “Deodoran. “Cepat bangun! Ini tanggal 2 Mei! Hari Pendidikan Nasional! HARI PERNIKAHANMU!” teriak Kesya. Sepertinya masih ada satu hal yang dilupakannya. Cecil menggeliat. bangun. Dia menginap di rumah Cecil. yang tidak bisa tidur malah Kesya. Yang mau menikah Cecil..16 HARI PENDIDIKAN NASIONAL baru berjalan selama tiga jam.

.. Cecil dan Kesya langsung melompat turun. Kalau tidak. Jadi. hmmm. mungkin karena nervous. Mbak?” tanya si make-up artist yang kedua. Kesh. “Ayo. Dia tidak mau ambil risiko pingsan kelaparan saat harus bertugas nanti. Getar kegembiraan. “Mbak. Sepertinya. Mbak Cecil. Kali ini Cecil dan Kesya diantar oleh sopir keluarga Cecil. Riasannya membuat wajahnya terlihat cerah. Hanya terlihat Anita. kan?” Rasanya Kesya dan Cecil ingin mencium Anita. “Mau make-up seperti apa. bridesmaid tidak boleh terlihat lebih cantik dibandingkan pengantin. Cecil duduk dengan bergaya. Kesya jadi curiga.Kesya mengaduk-aduk laci meja Cecil dan menemukan compact powder milik Cecil. Cecil keluar dari kamar mandi.” ujar si make-up artist.. si Ratu Sehari. Rambut keriting pendeknya masih basah. Melihat hal itu. . Persediaan saat Cecil kelaparan nanti. Agak takjub juga melihat benda-benda itu masih bisa muat di tas bridesmaid-nya. namun tetap lebih sederhana dibandingkan riasan wajah Cecil. “Pasti belum makan. bagaimana mungkin pagi-pagi buta begini dia sudah tampil rapi dan siap melayani para klien seperti ini? “Selamat pagi. Kesya menyerahkan semuanya ke tangan si make-up artist.” ujarnya dengan suara bergetar.. Sementara Cecil. silakan. Profesionalitasnya patut diacungi jempol... Tentu saja giliran pertama harus diberikan kepada si calon pengantin.. mereka yang pertama kali tiba. Mereka tidak diizinkan menyetir sendirian. dengan dandanan rapi seperti biasanya. Sampai di Bride‟s World. Pasti dia yang paling tahu.. Yang cocok saja menurut Mbak. tapi mobil Cecil sudah membelah jalan dengan gagah.” sapanya hangat. Kesya sudah selesai dirias. Dua jam kemudian. Mbak make-up artist yang lain datang dan mulai menangani Kesya.. Siapa yang mau dirias dulu?” si mbak make-up artist sudah siap. Matahari masih tertidur. Mbak Kesya. diam-diam Kesya membungkus dua potong roti berselai dan menyelipkannya ke dalam tas.” jawab Kesya. ganti baju dulu di atas. Dia cuma bisa minum segelas susu dari semua makanan yang disediakan Anita. Kesya makan cukup banyak. Nanti baru diatur rambutnya. dia jadi tidak bisa makan.” Dia mengangsurkan baki penuh sarapan. Wajahnya cerah ceria. Poin yang teramat sangat penting adalah. “Ayo. Bersiap untuk dipercantik. “Silakan. “Saya terserah saja. Bride‟s World masih sepi. Dia memasukkan benda itu ke dalam tas kecilnya.. jangan-jangan Anita tinggal di Bride‟s World. Jangan malah heboh sendiri. *** Jalanan masih sangat sepi.

. Gaya rambutnya juga sederhana. Udah mau jam setengah tujuh nih. rambut Cecil kelihatan oke. si Madame sudah berdandan ala Pocahontas.. Kesya adalah Ms. Untunglah Cecil tersenyum melihat tatanan rambutnya yang baru.” Suara seorang wanita terdengar menyapa Kesya.. “Bagus kok. pukul tujuh mereka sudah harus siap di rumah untuk acara penjemputan pengantin. Jam berapa sebenarnya dia bangun pagi? “Hai. Kesya berbalik dan bertatapan dengan.” ujar Kesya meyakinkan. Rambut keritingnya diberi gel sehingga menampilkan efek basah kemudian dipercantik dengan bando warna putih. Cil. Tidak sampai setengah jam kemudian. tidak berbeda jauh sih dengan kesehariannya. Kesya memang orang yang sederhana. tampaknya dia belum selesai dirias.” si make-up artist juga meyakinkan Cecil. tatanan rambut Kesya sudah selesai. mamanya Alo. Ya ampun! Masih pagi begini. Wajahnya cemberut. Begini bagus kok. Mbak Cecil.. tidak suka yang heboh-heboh apalagi yang repot-repot. POCAHONTAS! Kesya hampir saja menjerit kaget ketika menyadari bahwa senyum misterius si Pocahontas tampak seperti senyum Madame Daphne. Setelah selesai. “Nice costume. tapi belum mengenakan gaun pengantinnya.” Cecil sudah selesai dirias.. Pokoknya hari ini.. aku kelihatan kayak Tante Jessica. Cecil belum kelihatan. Kesya buru-buru turun dan memasrahkan rambutnya untuk ditata. Menurut Kesya. Tidak ada yang salah dengan rambut Cecil.. Dia beranjak bangun dan mencondongkan tubuh.Kesya naik ke lantai atas Bride‟s World untuk mengenakan baju bridesmaid warna turquoise-nya.. si make-up artist menatap Cecil dengan cemas. Kesya. Waktu sudah menunjukkan pukul enam ketika Kesya selesai berpakaian. Terlihat lebih modern dibandingkan gaya sebelumnya.. Simple. “Halo.” Cecil berkeras. Mbak!” Cecil kembali duduk. Jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit! Tidak mau membuat calon pengantin kesal... Padahal kalau menurut daftar acara yang diberikan MC. “Nggak mau. Kali ini rambut Cecil dipasangkan tiara yang diletakkan agak mirip ke kanan.. “Cecil. Jarum jam terus bergerak ke kanan! “Iya.. Tapi. memperhatikan bayangannya di cermin. si mbak make-up artist langsung mengubah tatanan rambut Cecil. Madame. Kesya sendiri masih harus menata rambut. “Aku nggak suka rambutku!” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala. Tidak ada waktu lagi untuk mengubah tatanan rambut.” Kesya membalas sapaan si madame. Aku nggak mau! Ganti aja.. “Kalau begini.” Madame Daphne tersenyum dan berlalu. ayo cepat sedikit.. Kesya melongo. .

” ujar Kesya. Pintu kamar Cecil terbuka dan di sanalah Alo berdiri. Kesya! Kenapa kita bisa sampai terlambat begini?” Cecil langsung panik. Kesya juga melakukan hal yang sama. Tante. ini kan acaranya Cecil. Dia juga ingin tampak sempurna di hadapan Marco. begini baru khas Cecil. Lama banget!” balas Cecil. Jam tujuh kita sudah harus ada di rumah. “Kamu diam saja bisa nggak?” bisiknya kesal. Kesya melihat sosok Marco berdiri dengan gagah dalam balutan jas resmi. mereka langsung masuk ke dalam kamar Cecil yang sudah rapi dan cantik.. “TUJUH KURANG LIMA?!” jerit Cecil histeris saat kesadaran akan waktu telah merasuki pori-pori kepalanya. Di belakang Alo. mobil pengantin berwarna perak berhenti di depan rumah Cecil. “Memangnya sekarang jam berapa?” tanya Cecil. tidak bisa dibilang duduk manis sih. Kesya tidak boleh heboh sendiri.. Dia sudah sangat tidak sabar menanti kehadiran Alo. cepat sedikit ya. .. Sampai di rumah Cecil pukul tujuh kurang satu menit. Yah. Berulang kali Kesya harus membenahi tudung pengantin Cecil yang tertarik ke satu sisi. “Nggak sabaran nih. Pukul tujuh kurang lima menit..” Kesya langsung memburu Cecil naik ke lantai dua untuk berganti pakaian. Cecil merapikan kerutan-kerutan di gaun putihnya. bersama Oom Edo. Yah.” jawab Kesya tidak kalah kesalnya. karena sebentar-sebentar dia menjulurkan kepalanya ke arah pintu. “Tanya saja sama rambut keriting Cecil. Tepat jam tujuh. “Kok lama banget sih?” tanyanya dengan raut kesal. Cecil duduk manis menunggu kedatangan Alo. “Ya ampun. pertama hal itu akan membuat make-up-nya rusak. “Pak. Tersenyum lebar sambil menggenggam hand bouquet Cecil. “Tanya saja sama rambut keritingmu!” balasnya kesal.” jawab Kesya.“Nah. Kesya harus menahan diri sekuat tenaga agar tidak berlari dan membenamkan wajahnya ke dalam pelukan Marco. Menerobos jalanan yang mulai memadat. Kesya mendengus. Mobil Cecil melaju kencang. “Itu mereka!” jeritnya penuh luapan kegembiraan. Diamdiam. Berempat. Tudung pengantin Cecil kembali tertarik ke sisi kanan. mencari-cari sosok Alo. mereka kembali duduk di mobil. Tante Renata tampak seperti mau pingsan. “Tujuh kurang lima. Tante Renata sudah menata beberapa bunga segar untuk mempercantik kamar itu. Cecil yang mendengar mobil yang menderu lembut langsung bersemangat lagi. dan kedua. masih belum menyadari bahwa rambut keritingnya telah banyak menghabiskan waktu mereka.

Kalau ada yang nggak beres.” . beres.. “Haah?” jantung Kesya hampir copot mendengar pernyataan Marco. tetap tanpa senyum. “Ke mana dia?” “Katanya ada orang sakit yang perlu diberi sakramen perminyakan. Kesya mengangguk. Bunga altar. Tampaknya Marco juga mengalami hal yang sama. lilin. Tante-tante Alo yang sudah sepuh bahkan memuji Cecil. beres. Kesya agak takut juga mengingat di sana akan berkumpul Tante Jessica beserta seluruh konconya. Cecil melakukan tugasnya. Di sana sudah menunggu keluarga besar Alo untuk mengadakan tea ceremony... Kita kembali ke mobil. Buku misa. Jadi Romo pergi ke rumah orang itu dulu. mereka bergegas menuju Gereka Katedral. tapi Kesya sempat melihat beberapa kali Oom Steven membelai pipinya dengan lembut.” jelas Marco. Bahkan omanya Alo.Jadi. Alo memeluk Cecil dengan mesra. Sementara Tante Jessica. Mungkin sebentar lagi baru kembali ke sini. Matanya berbinar-binar menatap Kesya. ibunya Oom Steven yang konon bermasalah dengan hubungan Tante Jessica-Oom Steven. Pukul setengah dua belas. seperti menahan keinginan kuat untuk memeluk Kesya. Cecil tersipu. dengan sangat baik. Cecil tersenyum lebar saat mendengar pujian ini. Seperti berusaha menenangkannya. Wajahnya tampak senewen. Bunga. menyajikan teh kepada semua anggota keluarga Alo. Nanti dia tambah panik. “Kesya.. beres. Suvenir. Marco. “Kesh! Romonya belum datang!” Marco berlari-lari menghampiri Kesya.” pesan Cecil. Kesya hanya dapat memperhatikan Marco sambil tersenyum lebar. tempat misa pemberkatan pernikahan akan dilaksanakan. Kesya dan Marco turun dan tergesa masuk ke dalam gereja. Tolong cek semuanya di gereja. Dia harus menunggu konfirmasi dari Marco. hmmm. Petugas gereja. memeluk Cecil dan mencium kedua pipinya dengan mesra. tolong diberesin dulu. “Ya sudah. Kesya mengedarkan pandangannya ke dalam keremangan gereja.. Semoga Tante Jessica tidak membuat ulah lagi. Begitu mobil berhenti. beres. tidak memedulikan tatapan para senior di keluarganya. Mereka bilang Cecil gadis cantik yang sangat cocok bersanding dengan Alo. beres. Tubuhnya sesekali berayun maju-mundur. dan persembahan lainnya. Setelah prosesi penjemputan pengantin selesai.. nanti kalian keluar dulu... mereka berempat bergegas pergi ke rumah baru Alo-Cecil. Nggak usah bilang apaapa sama Cecil. Senyumnya lebar sekali. tetapi senyumnya merekah. dengan aksen ala British pula! Oma Alo memuji-muji Cecil dengan mengatakan bahwa Alo pintar cari calon istri.. Oma Alo senang sekali karena Cecil menyapanya dalam bahasa Inggris yang sempurna. Kelompok paduan suara.

. Tante Cecil. Pak. Semua pasti beres..” Kesya kehabisan ide untuk berbohong. “Kita masuk sekarang.. “Kamu harus menjalankan tugas kamu dengan sebaik-baiknya.. Marco dapat membuat Jason menjaga cincin pernikahan rancangannya. aku bawa yoyoku. “Eh. kenapa kita belum masuk juga?” tanya Cecil sambil bersiap turun. lalu menghilang ke dalam gereja. “I.. Memangnya kalian nggak tau kalau ada aturan seperti itu?” Marco berusaha terdengar meyakinkan. Nggak usah panik gitu. “Oom Marco. “Karena kita masih harus putar-putar dulu di dalam tempat parkir gereja. Kaca jendela diketuk dan kepala bulat Jason tampak menempel di kaca jendela. “Oke kalau begitu. “Hai. Pak. Cil.” Alo memanggil sopir yang keluar sebentar..” Marco tersenyum.. “Kenapa sih?” Cecil sudah tampak senewen. Mana cincinnya?” “Beres.. Nyawa saya taruhannya!” ujarnya serius. “Akan saya jaga dengan baik. Oom Alo.” Jason menepuk-nepuk saku kanannya. aku mau minta diajarin cara main yoyo yang kayak kemarin itu dong. Cil. Alo membuka kaca jendela.. “kita putar-putar dulu sebentar. Tampaknya hari ini Alo sedang mengalami euforia..” “Cil. Jason mengacungkan jempolnya... . “Tenang aja. Another good point from Marco..” Thanks. Ada di sini. tetap tersenyum. nanti dulu. “Oke. Kesya tersenyum.” “Bener? Nggak ada masalah apa pun?” Kesya menggeleng.” sapanya ceria.. Mereka berdua kembali ke mobil. “Udah beres semuanya. Diam-diam Kesya mengembuskan napas lega.. itu. “Ayo!” Perkataan Cecil menyadarkan mereka. “Haah? Memangnya ada aturan seperti itu?” tanya Cecil dan Alo. catat Kesya dalam hati. Alo meremas pelan tangan Cecil yang berada dalam genggamannya.. “Hai. Nih. Nanti ya setelah acara selesai. Marco! Tampaknya Alo dan Cecil memercayai kata-katanya. Kesya merasa lega.” Marco mengingatkan.” cegah Kesya. Jason. iya. Mau tidak mau dia tersenyum juga melihat reaksi Jason..” ujarnya sambil tersenyum lebar.. Oom Marco!” sapa Jason riang. Tante Kesya.” katanya sambil menepuk-nepuk saku kirinya. “Terus.” jawab Marco. “Mobil pengantin tidak boleh berjalan mundur. Tuk tuk tuk..Marco mengangguk. Tidak ada satu hal pun yang dapat menghilangkan senyum lebar di wajahnya.

Dia sampai sulit bernapas.. Setelah acara pencatatan sipil selesai. Juga bolak-balik membetulkan letak ekor gaun Cecil agar terlihat megar dan indah saat difoto. Marco tersenyum santai menanggapi candaan Cecil. Kesya.. Cecil lebih ramah terhadapnya. doanya terkabul! Jason melakukan tugasnya dengan sangat baik. Jansen tersenyum lemah melihat tangan Kesya bergantung santai di lengan Marco. “Ha. kamu mau ngurusin foto liputanku. Cecil menyambut kedua make-up artist itu dengan penuh gembira.. Saat itu Kesya juga ikut merasa tercekat. Kesya tetap deg-degan ketika melihat Jason maju sambil membawa kotak cincin. Kesya membalas genggamannya sambil tersenyum kecil ke arah Marco. Marco langsung mengacungkan jempol sambil tersenyum lebar. Kesya menawarkan air mineral pada Cecil. Ada juga insiden kecil saat Cecil tercekat—karena rasa haru—sehingga kesulitan menyelesaikan kalimat janji pernikahannya. “Hai. Kesya bolak-balik memberikan tisu dan kipas kepada Alo-Cecil. Tangan Kesya yang menggelayut di lengannya telah mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya lelaki di hati Kesya.. Acara pemberkatan pernikahan berjalan cukup lancar. “Jansen!” sapa Cecil ceria. dia tersenyum lebar dan berkata dengan mantap.Mobil pengantin kemudian berputar-putar beberapa saat.. Diam-diam. Untung Alo menggenggam tangan Cecil. dan setelah selesai berbicara melalui ponselnya. I owe you a lot! Tapi jangan cuma Kesya yang kamu foto ya. Dan semua menyambutnya dengan penuh sukacita! Sesampainya di rumah. Saat acara pemasangan cincin. Ponsel Marco berbunyi.” sapa Jansen yang telah siap dengan kameranya. “Thanks banget ya. make-up artist sudah siap untuk me-retouch make-up Cecil dan Kesya. Benar! Sejak Jansen bukan siapa-siapa Kesya lagi. Alo dan Cecil memang berkeringat hebat sekali karena ruangan gereja tidak ber-AC. semoga cincin itu dapat sampai dengan selamat di jari Alo dan Cecil.. memberikan kekuatan kepada Cecil untuk menyelesaikan janji pernikahannya.” Marco-Kesya serta Cecil-Alo berdiri dan bersiap di pintu masuk gereja.” balas Kesya. Ikut terharu kalau ada orang lain yang merasa terharu. Tidak ada yang perlu diragukan lagi.” Bayangkan! Bahkan Cecil menggodanya! Rona merah perlahan menjalar ke seluruh wajah Jansen. hhaaii. Di mobil. “Kita bisa masuk gereja sekarang. Marco juga menggenggam tangan Kesya. Masterpiece-nya! Dalam hati Kesya berdoa. seperti ada biji durian yang tersangkut di tenggorokannya. Kesya memang begitu. Dengan bangga anak itu tersenyum ke arah Marco dan Kesya. mereka pulang. Jansen.. Bulu .. Dan.

Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin untuk acara sorenya.. Kesya jadi berpikir. Wajahnya tampak khawatir.. Wajahnya lunglai.. “Udah beres. “Masih banyak yang harus kamu kerjakan.. “Aduh. aku harus segera ganti baju.” Dengan sigap Kesya mengangkat ekor gaun Cecil.. “You look gorgeous. dia kan memang tidak sempat mandi lagi... aku bantuin. “Kok nggak makan lagi?” tanya Marco. Tapi. merasa “kenyang” dengan kata-kata perhatian dan tatapan berlumuran cinta dari Marco. si make-up artist sudah memberitahunya agar segera mengganti baju dengan gaun bridesmaid bustier pink-nya. “Nanti.... “Aku nervous. “You’re the queen for tonight. Dia sendiri hanya bisa makan beberapa suap.” balas Kesya merendah. “Lagi pula. sebelum Kesya makan. Cecil memang tampak seperti ratu..mata palsu yang dipasangan si make-up artist terlepas dan itu membuat mata Cecil perih luar biasa! Kesya membawakan nasi kotak untuk Cecil dan Alo. . nggak bisa makan lagi. Oh my God! Siapa yang tidak merasa kenyang mendengar kalimat seperti itu? Selesai berganti gaun.”> Kesya tersenyum. “Aku.” Kesya membereskan nasi kotaknya. Bagaimana kalau bajunya kena air atau kotor? Atau lebih parah lagi. Gaun pengantin yang indah. dia baru saja mengajarkan beberapa trik yoyo kepada Jason. ketika kita menikah. Kamu nggak boleh kelaparan. dia juga akan tampak cantik memesona seperti Cecil? Kesya tersenyum kecil memikirkan hal itu..” Marco tersenyum dan mengelus sayang rambut Kesya.. aku mau pipis. Entah mengapa. Dia berterima kasih sekali saat Kesya menawarkan deodoran itu. Kesh!” puji Cecil tulus.. dia juga jadi tegang sekali. Dia sudah memakai deodoran yang dibawakan Kesya. “Kenapa?” Kesya jadi ikutan berbisik. Senyum lebar masih tersungging di wajah Cecil.. Cecil mengangguk. Ingat peraturan penting sebagai bridesmaid: tidak boleh tampil lebih cantik daripada si pengantin perempuan. Repot banget harus pipis sambil mengenakan baju pengantin yang megar begini. rusak? “Ya udah. Mungkin perasaan bahagia itu yang membuat Cecil jadi tampak lebih cantik. tapi juga ingin tetap wangi sepanjang hari. Cantik! Memesona! Menawan! Mungkin karena kebahagiaan yang dia rasakan pada malam ini meluap dari tubuhnya. Hhmmm.” Tadi.. Cocok sekali untuk seorang drama queen seperti Cecil. apakah nanti ketika dia menjadi si pengantin wanita. Cil?” tanya Kesya.” bisik Cecil. gawat!” bisik Cecil. Kesya menghampiri Cecil untuk memeriksa keadaannya. kamu nggak boleh nervous ya.. Yah..

“Ayo. si decoration artist. ya.. Apa saja akan dilakukannya untuk si pengantin wanita! Marco tersenyum.. ya. Ruangan itu bukan lagi ruangan biasa-biasa saja yang pernah Kesya lihat. “Ya. Tapi. “You are the best bridesmaid in this world!” pekiknya girang luar biasa.. Ketika masuk. Sayang. “Nanti aku temani deh. please make sure that everything is okay.. Alo berdiri dan mencium pipi Cecil sekilas. Cecil menatapnya sambil tersenyum.. “Wooi! Sabar dulu! Kalian masih harus tersenyum dan menyalami semua orang di acara resepsi nanti!” godanya.” ujarnya.. ruangan itu telah bertransformasi menjadi ruangan paling indah yang pernah Kesya lihat.” Kesya mengangguk.. ketika harus menemani Cecil dan Alo berdiskusi dengan Pak James. Membuat mata yang memandang terasa teduh dan damai. “Yuk. Kamu tolong masuk ke ruang pestanya dulu. Cecil menjulurkan lidah.. Tatapannya? Berlumuran cinta.” panggil Kesya. ya. Lalu dia membiarkan Marco menggandengnya dan mereka keluar menuju mobil pengantin.. Cecil dan Alo langsung masuk ke ruang tunggu sementara Kesya dan Marco masuk ke ruang resepsi.. sopir sudah bersiap untuk mengantarkan mereka ke tempat resepsi.. Kesya sudah pernah datang ke gedung ini. Harum bunga segera memenuhi seluruh jiwa Kesya. Marco tersenyum melihat kelakuan Cecil dan Alo. malam ini gedung ini terlihat berbeda. “Bisa bantu aku memakai jas?” Kesya mengangguk dan membantu Marco. kita harus berangkat sekarang!” kata Cecil. Sejak tadi dia menemani Alo yang tidak berhenti tersenyum dan membalas semua ucapan selamat dengan senyum yang lebih lebar lagi. Kesya menarik napas dalam-dalam. Marco berdiri dari duduknya. nanti kan kita harus menunggu di ruang tunggu pengantin. *** Gedung tempat resepsi pernikahan didekorasi sangat megah.” Tak urung Kesya tersenyum juga melihat reaksi Cecil. meledek Marco. Lebih spesial.. Dirangkai dengan cantik dan penuh gaya..Cecil mencium pipi Kesya. . meninggalkan Kesya dan Marco. Lebih istimewa. Nuansa bunga pastel bertebaran di sekitar ruangan. Marco berdiri dan mengambil jasnya. Kemudian dia menggandeng tangan Alo keluar. Seperti tadi. Jam empat kurang. Kesya langsung lupa untuk menarik napas.. Sayang. Lebih indah! “Kesh. Malam itu.

kulitnya tidak menyukai baby’s breath. “untuk acara malam ini. Seakan kristal-kristal kemilau itu memaksa semua mata yang hadir untuk memperhatikan mereka. dia juga memakai korsase baby’s breath dan kulitnya gatal-gatal selama dua hari! “Cil. “Kesya. saya juga bersedia menangani dekorasi ruang resepsinya.” puji Kesya. “Saya yakin. Memang hari ini semuanya bertaburan cinta! Kembali ke ruang tunggu. Kesya tahu baby’s breath adalah bunga yang sangat cantik. “Perfect!” Dia menunjukkan beberapa foto yang sempat dia ambil lewat ponselnya. Marco tersenyum.” panggil si pembawa acara. Cecil menyambut mereka dengan cemas. Untung ia ingat bahwa hal itu berisiko membuat bulu matanya terlepas lagi. “Bagus sekali. Kesya memandang korsase itu dengan ngeri. “Hai. Dia menunduk dan terpana melihat taburan kelopak mawar putih menjadi pengganti karpet merah. Amat sangat indah! Pak James memang jenius. Pak James.” Kesya memandang sekeliling dengan perasaan kagum yang tidak dapat ditutup-tutupi. Sementara Alo hanya menanggapi foto-foto itu dengan senyum yang lebih lebar lagi.” Kesya menjabat tangan si jenius ini dengan erat. Dia menanggapi perkataan Pak James dengan merangkul Kesya denga mesra. “Sudah beres semua?” Kesya tersenyum.” Ini dia orangnya.” ujarnya sambil melirik Marco. Pak James. Representasi nyata dari kepribadian Alo yang bersahaja dan Cecil si drama queen! Kesya melangkah dan merasakan pijakan lembut di bawah sepatunya. Memuji-muji dan menyanjung-nyanjung mereka. saat Kesya baru lulus SMA.. Ketika prom-nite. “Kalau nanti kalian menikah. Kesya. Itu belum seberapa! Kilau kristal Swarovski membuat ruangan itu tampak elegan.. . Ada baby’s breath di sana! Dan kulit Kesya paling sensitif kalau bersentuhan dengan baby’s breath. Cecil dan Alo juga pasti suka sekali. “Hai..” Dia menyerahkan sebuah korsase besar kepada Kesya.” Kesya menghampiri Cecil. kamu pakai korsase ya. tapi. tempat biasa pengantin dan keluarga melangkah masuk. Ingin minta izin untuk tidak mengenakan korsase itu. Kesya tersipu dengan pernyataan Pak James. Pak James tersenyum merendah. Marco juga ikut menjabat tangan Pak James dan memperkenalkan diri. “Bagaimana?” tanyanya..... “Bagus banget!” Cecil hampir menangis. Sungguh perpaduan yang unik. Kseya sendiri juga sangat menyukai tampilan bunga putih kecil itu.Mengisi paru-parunya dengan wangi yang cantik dan menenangkan itu..

Dia lalu melepaskan korsase itu dan. “Thanks. Kesya.“Ayo. Kulitku sensitif sama baby’s breath. Kesya merasakan tangannya gatal-gatal. Sepertinya Cecil lupa bahwa kulit Kesya alergi terhadap bunga cantik itu.” Kesya sangat bersyukur. “Sudah siap?” bisik Marco menirukan si pembawa acara. entah apa yang dia lakukan. “Kenapa. Kesya tersenyum lemah kepada Marco. Kita sudah harus siap-siap. Marco memperhatikan lingkaran merah yang mulai terpeta jelas di pergelangan tangan Kesya. memasang korsase itu dengan manis di baju Kesya. dear.” Cecil menarik tangan Kesya dan memakaikan korsase itu. Kesya tersenyum dan mengangguk kecil. “Korsasenya. Cecil dan Alo mengangguk mantap. Cecil langsung berdiri di sebelah Alo dan mendorong Kesya berdiri di sebelah Marco. Sayang?” tanya Marco khawatir. .” bisik Kesya lemah. “Sudah siap?” tanya pembawa acara.

Dengan Marco di sampingnya. theme song film Zorro mengalun lembut. Kesya juga dapat merasakan pancaran aura yang kuat itu. Sepertinya dia sedang berada di... Ruangan indah itu tampak lebih indah lagi bagi Kesya. Semua mata seakan terpusat pada dua insan yang tengah berbahagia. tersenyum. Mereka memang pasangan yang sangat serasi. Pancaran aura cinta yang begitu kuat menyebar dari Alo dan Cecil. hidupnya terasa sudah penuh.. mengingat tanggal pernikahan mereka sempat diundur. Kali ini dengan penerangan lampu redup. Sepertinya dia tidak sedang berada di dunia nyata. Para tamu berdiri merapat. Itu lagu kenangan Alo dan Cecil.” Rasanya ada seseorang yang memanggil Kesya. ah.. “Ssstt. ini pernikahan Cecil dan dia hanya jadi bridesmaid. Kesya mengalami sensasi menyenangkan yang luar biasa.. Membuat suasana jadi terasa sangat romantis. Saat melangkah pelan. Kesya tersenyum. Ssstt... lalu kembali fokus ke jalan di depannya...17 LAGU I Want to Spend My Lifetime Loving You. dan melangkah mantap di belakang AloCecil. Ingat. Menjadi bagian dari sejarah hubungan Alo dan Cecil. Kakinya sedikit terasa aneh saat menapaki karpet kelopak mawar putih. Dia tahu bagaimana lagu itu bisa menjadi lagu kenangan Alo da Cecil. Kesya balas tersenyum. Pasangan yang saling melengkapi. Kesya berpaling dan mendapati DeeDee tengah mengacungkan dua jempol ke arahnya. Dan dia tersenyum menyadari betapa banyak yang dia ketahui dari pasangan Alo dan Cecil. Dia turut bergembira bersama Alo dan Cecil. Peraturan utama menjadi bridesmaid: . Tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa di hatinya. negeri dongeng. Kesya memandang Marco.. Dia tahu lagu itu. Banyak sekali tamu yang hadir! Padahal Cecil sudah takut tamu yang hadir hanya sedikit. Semuanya sudah dipenuhi oleh sosok Marco dan cintanya. Senyum lebar menghiasi wajahnya.

Inilah cinta sejati yang harus dirayakan dan disuarakan dengan lantang. Cecil?” Alo dan Cecil. pasti tidak akan terlihat. saya ajak hadirin sekalian untuk menyaksikan perjalanan cinta Alvaro Nikholai Andersen dan Cecilia Almira Saraswati!” Layar besar itu menampilkan foto-foto Alo dan Cecil. Kesya Artyadevi yang sudah dengan jail merekam adegan pertengkaran kami. “Wedding kiss-nya ditahan dulu ya. “Terima kasih untuk teman-teman kami. yang sudah membaut perjalanan cinta kami jadi terlihat indah dan menarik!” Alo mengacungkan ibu jarinya ke arah Marco. . Marco tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Acara pemotongan kue pengantin. Kesya dan Marco. saling merangkul. bergiliran. pemberian kue kepada kedua pasang orangtua pengantin. lalu turun lagi. tampak Tante Jessica hanya tersenyum tipis.Jangan sampai para tamu lebih memperhatikan bridesmaid daripada pengantin perempuan! Iring-iringan Cecil dan Alo sudah menaiki pelaminan. hasil karya Marco.. “Oke!” Mikrofon kembali diambil alih oleh MC. Cecil menutup mata dan merebahkan kepalanya ke bahu Alo. Hmmm. Kesya juga ikut naik. Tipis sekali.” Alo mengedipkan sebelah matanya ke arah Kesya. Saat Cecil dan Alo harus menyuapkan potongan kue kepada Tante Jessica... dan tersenyum lebar satu sama lain. Dia berdiri di sebelah Marco. “Sekarang saatnya momen yang sudah ditunggu-tunggu. mengangguk dengan mantap.. Dari barisan pemain musik mengalun lagu indah yang menyemarakkan suasana. Agar semua orang juga ikut berbahagia. Agar semua orang dapat mendengarnya. Marco menawarkan lengannya dan Kesya menyambutnya sambil tersenyum. Alo mengelus sayang wajah Cecil. Siap.. memperbaiki letak ekor gaun Cecil. Alo? Siap.. dan saling suap antarpengantin berlangsung meriah. sehingga kalau tidak di-zoom. Mata Kesya terbelalak kaget saat melihat dirinya juga ikut ambil bagian dalam foto-foto itu. “We love you both! Thank you!” ujar Cecil sambil meniupkan ciuman ke arah Marco dan Kesya..” ujar MC lalu berbalik memandang layar besar yang entah sejak kapan sudah berada di sana. “WEDDING KISS!” Letupan confetti dan taburan gelembung sabun menyemarakkan acara wedding kiss Alo dan Cecil. “Dan Marco Raphael Eagen. Saat pemutaran video yang merekam acara pertengkaran Alo dan Cecil. “Sekarang. Kesya tersenyum melihatnya. Kesya tersenyum lebar. memberikan potongan kue kepada Cecil dan Alo. saling memandang.

lalu turun lagi. Kesya tersadar bahwa dia harus membantu Cecil naik ke pelaminan. Alo tampak berusaha menarik perhatian Marco dan Kesya.” ekor matanya menunjuk ke arah pelaminan.. Kesya terkesiap saat mendapati Tante Jessica tersenyum tulus! Oom Steven mengecup keningnya dan tangan Tante Jessica terangkat membelai lembut wajah Oom Steven. kamu punya rokok?” .. “Rasanya aku pengin merokok deh! Marco. “Kesh.” Kesya memberikan minuman kepada Cecil dan Alo saat barisan tamu yang memberikan ucapan selamat sudah berhenti. Memperhatikan Cecil dan Alo yang tidak henti-hetinya menerima ucapan selamat dari para tamu. Gadisnya ini benar-benar bridesmaid yang sangat bertanggung jawab. Berdua dengan Marco.. “Aduh. Kesh?” tanya Marco sambil menyentuh lembut lengannya. “Capek banget ya. aku capek banget!” bisik Cecil di sela-sela minumnya. “Ini minumnya. Kesya juga ikut memperhatikan Alo. Sayang. “Kesh!” DeeDee menghampiri mereka setelah selesai menyalami Cecil dan Alo. Kesya mencatat dalam hati bahwa dia harus memberitahukan hal itu kepada Cecil... Sayang. Rupanya wajahnya juga terasa pegal karena tersenyum terus seharian.. “Di sana berlumuran cinta. Mungkin rasa tidak suka itu memang sudah mencair.. Kesya mengangguk.. “Dia memang cantik sekali... “Kamu cantik banget deh!” Kesya tersenyum.” Marco tersenyum sambil mengecup kening Kesya. “Mau di sini terus. meletakkan hand bouquet-nya dengan rapi di kursi pelaminan.. Dan. “Stiletto ini bikin kakiku sakit banget!” “Kamu cantik banget pakai stiletto ini. “Ayo...” panggil Marco. “Takut kalau Cecil butuh sesuatu. “Thanks.. Sayang.” Marco menyentuh pelan lengan Kesya. “Aduh. Marco tertawa terbahak-bahak melihat gerakan senam wajah Alo. mereka berdiri di samping pelaminan. Kesya membantu mengatur ekor baju Cecil.” Cecil tersenyum.” puji Alo. DeeDee mengembuskan napas.Semua orang.. “di sini juga lebih berlumuran cinta!” Dia mengerucutkan bibir. Dia memang merasa sangat cantik dalam balutan bustier pink yang seksi dan riasan wajah yang elegan. Kesya dan Marco mengangguk lalu beranjak mengambil minuman untuk Cecil dan Alo. wajahku juga udah pegel banget senyum dari tadi.” Marco ikut tersenyum. Sepertinya Alo minta minum.” Cecil minum lagi. “Cintaku ke mana ya?” Lalu DeeDee beranjak pergi. Diam-diam Kesya melirik ke arah Tante Jessica.” Alo melakukan senam wajah.

. Cecil dan Alo berbalik dan langsung berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu lagi..” Marco mengulurkan satu permen untuk Kesya...” Dia mengelus lembut pipi Alo.. capek juga ya. Napasnya yang beraroma mint menggelitik telinga Kesya.” bisik Marco. Cecil yang memaksanya memakai sepatu itu. “Just kidding.. ya?” Marco tersenyum.” Cecil tersenyum konyol. Yang benar saja? Si pengantin wanita mau merokok? “Cecil. Marco duduk di sebelahnya dan memasukkan sebutir permen mint ke dalam mulutnya. Kesya dan Marco kebagian tugas untuk membawakan bunga mawar yang rencananya akan dibagikan Cecil kepada gadis-gadis lajang. Kesya dan Marco turun dari pelaminan.” Marco berbisik lembut lalu mencium pipi Kesya. Kesya. “Sst. Jadilah Marco dan Kesya dua orang “penjual bunga”. “Aku juga nggak bawa rokok kok.. memperhatikan Marco dengan tatapan yang tidak disukai ..” bisik Alo. tapi Cecil melotot habishabisan lalu memilihkan sepatu tujuh senti ini. kamu sekarang sudah tidak merokok lagi. “Fiiuh. Aku mau jaga tubuhku baik-baik supaya bisa terus hidup sehat dan mendampingi gadis cantik itu. kamu jangan ngaco deh. “Aku kan udah berhenti merokok. Tadinya Kesya hanya ingin memakai sepatu tiga senti.. Tidak baik mengungkitungkit sesuatu yang buruk di hari yang baik ini. dan Marco melotot. Beberapa gadis lajang teman Cecil. Kesya hanya memberikan penjelasan singkat. “Ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan kesehatanku. “Aku perhatikan.” Dia melirik Kesya. yang bukan teman Kesya.” Kesya duduk dan meregangkan kakinya yang pegal akibat sepatu high-heels tujuh sentinya. Kesya sempat bertemu beberapa teman SMA-nya dan berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka. “Kesya Artyadevi... Cecil dan Alo tersenyum. ada yang mau salaman lagi tuh. *** Mingle time! Pada saat ini..Alo..... “Bagi dong... “Hehehe... Marco mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kesya..” “And who is that lucky girl?” Kesya memancing. Beberapa sempat menanyakan tentang prahara yang menyebabkan pernikahan Cecil dan Alo harus diundur.” ujar Marco. Sayang..

Terlalu sopan dan kaku. hanya minum segelas air mineral. . “Cil. ini kan pesta Cecil. Rasanya Cecil The Drama Queen sudah berubah menjadi Cecil The Saint! Cecil beranjak mendekati Finna. Kesya memperhatikan tamu-tamu yang hadir. Kesya memperhatikan bahwa selama acara berlangsung. malah. membuat marah Madame Daphne. Cecil tersenyum. Penampilannya kusut dan terlihat lelah. Tante Renata dan Oom Balgi tampak berbincang dengan beberapa sahabat mereka. “Ada Finna.” Kesya hampir tidak percaya akan apa yang didengarnya.. Marco tersenyum lembut melihat wajah Kesya.” Cecil menoleh ke arah yang ditunjukkan Kesya.Kesya. Cecil? So wise! Setelah apa yang dilakukan Finna terhadap persiapan pesta pernikahan Cecil—membuat bete Pak James. Kedua orangtua Cecil juga sangat menikmati acara. Tiba-tiba mata Kesya menangkap sesosok wanita yang dikenalnya. Jumlah bunga dalam keranjang bunganya mulai berkurang. Tidak berbincang dengan siapa pun. Dia berusaha keras tidak menampilkan wajah kecewa atau cemberut. Semuanya tersenyum gembira menyambut kebersamaan Alo dan Cecil. Khusus untuk malam ini saja. Kesya sudah mulai capek. dan Marco mengikutinya. Ketika pernikahan Cecil terancam batal. Cecil dan Alo masih beredar. Bahkan sampai menjaminnya keluar dari penjara! Kesya tersenyum. Alo. Dia merangkul pinggang Kesya lalu menyelipkan kartu nama yang baru didapatnya ke tangan Kesya. orangtua Cecil dan Tante Jessica hanya bertegur sapa dengan sopan. Merasa menang.. ya?” Kesya mendengar si teman Cecil yang tidak dikenalnya itu berbisik kepada Cecil.. gimana juga dia kan masih keluargaku. Tampaknya Finna tidak ingin kehadirannya diketahui.. Sementara itu. Kesya tersenyum senang. Yah. tapi tampaknya Cecil belum ingin kembali duduk. Cecil mengangguk sambil tersenyum dan temannya tampak kecewa. tidak makan..” Kesya menyentuh lengan Cecil. “Cil. sampai hampir membuat Cecil dan Alo batal menikah—Cecil masih sangat mengharapkan kehadiran Finna. Yah. Kesya. bestman-nya sudah punya pacar. mereka berdua sempat sangat sedih dan kesal kepada Tante Jessica. “Aku yang menjamin dia keluar.. supaya dia bisa menghadiri pestaku. Dia berdiri di pojok yang agak gelap. Finna menunduk ketika melihat rombongan Cecil-Alo-Kesya-Marco mendekatinya. Jangan sampai dia mengacaukan segalanya. Berbincang kepada hampir semua tamu yang hadir. Bahkan ada yang dengan sengaja menyelipkan kartu namanya ke dalam genggaman tangan Marco! Kesya kesal sekali. Diam-diam. “Kok dia bisa ada di sini? Bukannya dia seharusnya di penjara?” tanya Kesya bingung.

. Sayang?” Alo mengelus lengan Cecil. “Semoga kamu juga cepat menemukan true love-mu.. Finna tampak salah tingkah..“Finna!” Cecil menyapanya sambil tersenyum. Lagu Can You Feel The Love Tonight mengalun lembut. Kesya tersenyum. “Kalian benar-benar pasangan serasi.. *** Cecil dan Alo kembali ke pelaminan. “I’m really sorry. Tampak berusaha keras menahan diri untuk tidak mencium Kesya. princess?” tanyanya sopan. “Sedikit. Jeppreetttt! Kilau flash menyadarkan mereka berdua. Setelah satu lagu selesai..” bisiknya. Marco menatap Kesya denagn lembut. Kesya membalas tatapan Marco. Benar-benar true love. hanya mata mereka yang berbicara satu sama lain. “atas apa yang telah aku perbuat. Mereka tidak berbicara. Mata Kesya terpaku pada bibir Marco. “Sekarang acara first dance dari kedua mempelai. Kesya mencari asal kilau flash dan melihat Jansen sedang tersenyum gugup memandang mereka...” Cecil minum lagi lalu tersenyum manis kepada Alo. kembali memeluk Finna.. . “Shall we dance.” MC mengumumkan. Wajahnya tampak kelelahan.” bisiknya tulus. Marco dan Kesya. Dia menyambut uluran tangan Alo dan melangkah turun ke lantai dansa. tapi semuanya tampak sangat alami bagi mereka berdua. Hope both of you will be happily ever after. atas inisiatif sendiri. Marco mengulurkan tangan kepada Kesya.. Ini kan love song dari film The Lion King! Kesya menyambut uluran tangan Marco. Cecil tersenyum. Senyum yang tulus. “Terima kasih sudah mau datang. Mereka juga minum banyak sekali. “Capek. Membentuk senyum seksi yang sangat disukai Kesya. Dia mengambil setangkai mawar dan memberikannya kepada Finna. “Habis ini giliran kalian ya.” Air mata tergenang di pelupuknya saat dia bergantian menatap Alo dan Cecil.... Seolah mereka memang telah ditakdirkan untuk berpasangan. Cecil mengembuskan napas..” ujarnya terbata.. Menyuarakan kalimat cinta yang bergaung dengan megah. Napasnya tertahan saat melihat Marco mengatupkan bibirnya kuat-kuat. mengambilkan minuman untuk kedua mempelai.. tapi kemudian membalas pelukan Cecil.” Cecil memeluknya erat.” bisiknya pada Marco dan Kesya. Mereka bergerak dengan harmonis... Kesya belum pernah berdansa dengan Marco. Sudut bibirnya terangkat sedikit.

sepertinya keduanya sudah pacaran lagi. Max itu adik kelasnya juga.Kesya melambai dan tersenyum ke arah Jansen. Cil.. “Sayang. Jansen membalas senyumnya dan. Tampak Tante Jessica dan Oom Steven berdansa di dekat Cecil dan Alo. Segala perseteruan dapat diatasi dengan cinta. Semua kelelahan dalam membantu Alo dan Cecil dalam mempersiapkan hari indah ini juga terbayar lunas akan kehadiran Marco di sisinya. yang juga melihat respons Tante Jessica. Kesya juga ikut tersenyum.. Kesya senang dapat ambil bagian dalam pernikahan ini. DeeDee tersenyum lebar.” Kesya juga tergelak. sekaligus mantan pacar DeeDee... Cecil tersenyum lebar dalam dekapan Alo.. . “coba lihat itu. “Sori ya. Dia masih memperhatikan Jansen. “Dia tidak akan pernah terbiasa dengan kehadiran kamu ya. kameranya tergelincir jatuh dari tangannya! Marco tergelak. Alis Kesya terangkat.. Dia lebih terkesiap lagi saat melihat Tante Jessica tersenyum tulus kepadanya.” Kesya melihat ke arah yang ditunjuk Marco. Marco mengajaknya ke sebuah taman.. Senyum tersungging di bibirnya.. “Ssst. Tanpa sengaja bahu Cecil membentur bahu Tante Jessica. Tante Renata dan Oom Balgi. Laki-laki yang dipanggil Max tersenyum ceria kepada Kesya dan Marco. “Mama nggak sengaja.. Kesya dan Marco berputar-putar keluar dari ruangan pesta.. dan perlahan-lahan berputar menjauh dari Kesya dan Marco. tidak jauh dari gedung pesta.. Musik yang mengalun terdengar samar-samar..” ujar Tante Jessica dengan ringan. Melihat kedekatan yang mereka tunjukkan saat ini.” Kesya menoleh dan mendapati DeeDee tengah berdansa dengan seorang lakilaki. “Masih ingat sama Max?” tanya DeeDee. Cecil berpaling dan terkesiap melihat Tante Jessica. Tanpa terasa. Seorang gadis manis tampak membantu lelaki itu mengambilkan kamera yang terjatuh. Max!” sapa Kesya. tersenyum lega satu sama lain. Semoga gadis manis itu true love-nya Jansen. Kesya dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka.. Segala kerepotan yang harus dialaminya menjelang persiapan pernikahan Alo dan Cecil terbayar lunas melihat kebahagiaan yang terpancar pada malam ini. “Hai. Semuanya berakhir dengan indah. Kesya tersenyum kecil..” Oom Steven tersenyum lembut kepada Tante Jessica dan mereka berdua berputar-putar lagi.” panggil Marco.

. “will you marry me?” . pacarku. “Kesya Artyadevi. Lampu taman berwarna kuning keemasan mencerahkan suasana taman malam itu.” Mata Marco menatapnya lembut.. Ketika terhanyut oleh alunan masuik.. Tangannya bertaut dengan tangan Marco. film kesukaannya... Sayang... Dia mengangkat tangannya dan terkesiap. sedangkan Ibu Lidya memakai nama Jawa. Kesya tak menyangka. “Mama memakai nama gadisnya. Ibu Lidya Sostronegoro itu mama kamu?” Marco mengangguk... Perancang perhiasan favorit Mama. “jadi.” jelas Marco. ini Kesya. Diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api. Susah lihat bintang di sini.. Sayang. terdapat beberapa musisi yang sedang memainkan musik klasik yang indah..” tanyanya heran. Dia berhenti berdansa dan menengadah menikmati keindahan langit. Langit Jakarta! keluhnya. Tapi tiba-tiba.” ujar Marco kepada Ibu Lidya Sostronegoro. dia memperhatikan keadaan taman di sekelilingnya.. kok kita sudah di sini?” tanyanya bingung. “kamu dapat dari mana?” “Halo.” bisik Marco. “Kesya. “Lho. Soalnya nama belakang Marco kan Eagan..” Dada Kesya meletup-letup bahagia. “Lihat ke atas deh. Pyaarr! Langit malam jadi terang benderang.” ujar Marco sambil tersenyum.. Kesya tersenyum. Kesya menengadah dan sedikit kecewa karena tidak menemukan bintang di sana..Kesya mengernyit. Lidya Sostronegoro.. “Ma. Terkejut. Sambil tersu berdansa. Meet my mom.” Kesya masih terkejut. Dari sebuah gazebo. Itu gelang berhiaskan motif butiran salju yang disukainya! Gelang yang tidak berhasil dibelinya saat lelang dulu! “Gelang ini.” Sebuah suara mengejutkannya... Kesya merasa ada sesuatu yang terpasang di tangannya.. Mata Kesya membulat. Matanya menangkap kilau indah dari gelang yang dikenakannya. “Hai. dear. Ma.. dan di hadapannya berdiri Ibu Lidya Sostronegoro.” ujar Marco sambil perlahan-lahan berlutut.” Marco tersenyum lembut. Now and then. Kesya hanya bisa melongo heran. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Kesya. Kesya. She is also your biggest fans. Samar-samar Kesya mengenali lagu tersebut berasal dari film A Midsummer’s Night Dream.. Kesya berpaling. I promise to always be at your side. “I love you so much. “Jadi punya kamu. “Jadi..” sapa Marco... “Kesya..... “Dan gelang ini?” Kesya mengangkat tangannya.

“I’m happy for you. Tamu-tamu mulai beranjak pulang. “I’m getting married!” DeeDee tersenyum lebar dan memeluk Kesya erat. Mata DeeDee membulat. Papa dan Mama? Hmm. *** Ruangan pesta mulai lengang.. . Senyum lebar menghiasi wajahnya dan dia mengangguk perlahan. Besar sekali. Kesya mengangguk.. will you be my bridesmaid?” pintanya. “Marco baru aja melamarku!” bisiknya sambil tersenyum lebar. Marco berdiri dan memeluk Kesya dengan erat. Kesya memperhatikan Alo dan Cecil yang masih tersenyum bahagia.. Mata Kesya mencari-cari sosok DeeDee. Marco memang yang terbaik untuk kamu. sepertinya mereka sudah pulang duluan. Kesya menghampirinya.” bisik Marco. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum lebar menyaksikan kebahagiaan Kesya dan Marco.. “Nanti saja kita beritahu Alo dan Cecil. dia harus memberitahu seseorang tentang lamaran Marco. Biar malam ini jadi milik Alo dan Cecil sepenuhnya.” Kesya mengangguk.Kesya menatap Marco. “Dee!” panggilnya saat sudah berhasil menemukan gadis itu. “Dee. Tapi. Setengah berlari. Pyaarrr! Langit malam kembali diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful