The Bridesmaid’s Story

IRENA TJIUNATA

Ucapan Terima Kasih

Hai!!! Ketemu lagi di novel saya yang kedua ini. Senang sekali akhirnya novel ini bisa terbit.  Saya mulai menulis novel ini tahun 2006. Rencananya, The Bridesmaid’s Story adalah sebuah kisah yang dapat mengenang kerepotan yang terjadi menjelang pesta pernikahan saya pada tahun itu. Akan tetapi, karena saat itu saya sedang sibuk menyelesaikan kuliah S2, ribet mengurus suami dan anak yang ketika itu masih bayi, jadilah penyelesaiannya tertunda sampai tahun 2009 kemarin. Bab-bab terakhir novel ini juga saya selesaikan di rumah sakit sambil menjaga anak saya yang sedang diopname. Pokoknya, novel ini benar-benar penuh kenangan! Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Tuhan Yesus Kristus yang selalu menyertai saya dalam setiap proses penulisan. Terima kasih atas bakat yang Kaulimpahkan ini. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga saya, terutama kepada:  Mama tercinta Sialy Maria (yang telah banyak membantu dalam merawat dan mengasuh Oscar, terutama saat saya sedang sibuk berat)  Suami tersayang Ronal Octavianus (yang telah memberikan pernikahan terindah untuk saya)  Anak terganteng Oscar Asairo Hogan (yang telah mencerahkan hari-hari saya dengan senyum gantengnya). Mereka adalah pusat semesta saya, pusat eksistensi saya, dan pusat seluruh hidup saya. Love you all so much! Terima kasih juga buat editor saya Mbak Vera yang sangat sabar menghadapi saya. Mungkin saya penulis paling cerewet yang pernah ditemui Mbak Vera ya. Hehehe... Thanks ya, Mbak! Terima kasih juga buat Mbak Maryna, yang sudah menggambar ilustrasi cover novel ini. Akhirnya, kesampaian juga cita-cita saya punya novel yang covernya digambar Mbak Maryna. Thanks ya, Mbak Ryna!

Tak terlupa, terima kasih banyak buat GPU yang telah menerbitkan novel kedua ini. Setelah ini, tolong terbitkan novel ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, ke..., ke..., ke... berikutnya ya!  Juga, terima kasih banyak untuk kalian yang sudah membaca novel saya ini. Saya sangat bersyukur akan apresiasi dari kalian, baik yang nitip salam untuk tokoh-tokoh novel saya, yang memberikan pujian, yang memberikan komentar, bahkan yang mengkritik. Terima kasih semuanya! Saya akan selalu berusaha memberikan hanya yang terbaik bagi kalian. Janji!

Irena

. Aku udah bangun. sifat nggak sabaran Cecil bukannya sembuh malah betah bermukim di pribadi gadis itu. lalu melepas baju tidur.. . Jiwanya masih sibuk berkelana di dunia mimpi. Tumben Cecil semangat amat. Lima menit lagi aku akan jemput kamu!” “Iya. Setelah semuanya selesai. belum sadar sepenuhnya..” Kesya meletakkan teleponnya. Kesya menghela napas. Pasti si Cecil lagi. Kriingg. tidak memedulikan protes Kesya. Ngapain sih pagi-pagi begini telepon? Aku masih capek nih!” protes Kesya. menggeliat sebentar.! “Haahh?!” Kesya Artyadevi.1 KRRIING. Dia sendiri masih ingin meringkuk di dalam selimutnya.. Heran juga sama gadis yang satu ini. “Kesya. Bersiap untuk mempercantik wajahnya. pemilik suara serak tadi. diteriaki dengan suara kencang seperti itu. Kesya menghela napas.. Dia berjlana ke kamar mandi yang juga terletak di dalam kamarnya.. “Iya. tapi sampai sekarang. Dia baru tidur jam dua pagi karena harus menyelesaikan pesanan perhiasan dari seorang pelanggan. temani aku sarapan ya! Sekalian ada pengumuman penting yang mau aku kasih tau!” Cecilia Almira Saraswati. Cil. Krriingg. dia duduk di depan meja rias. Dia bangun dari ranjang. tapi aku mandi dulu ya. sahabat Kesya sejak TK.” “Oke! Tapi nggak pake lama. Kesya jadi sadar seratus persen dari tidur panjangnya. ini Cecil! Kamu udah bangun belum?!” Tentu saya Kesya sudah bangun. Memangnya siapa yang mengangkat telepon kalau bukan Kesya? Lagi pula. Kesya sudah menjadi sahabat Cecil sejak mereka sama-sama duduk di bangku TK. Dahi Kesya mengernyit bingung. masih dengan suara serak. “Kesh. “Iya iya... ketika mereka sama-sama telah menginjak usia 26 tahun.

Kesya mengangkat telepon dan langsung menyambar, “Iya, Cil. Aku udah siapsiap kok...” “Ehm, hhaa... llooo... Kesya...” Jantung Kesya berdetak dua kali lebih cepat daripada sebelumnya saat ia mendengar suara yang sama sekali berbeda dengan suara Cecil yang meledak-ledak. Suara ini terdengar gugup, suara gugup yang disukai Kesya. “Ehm... Jansen... tumben telepon pagi-pagi. Ada apa?” “Oohh... ehm... nggak apa-apa sih. Cuma... cuma pengin denger suara kamu...,” sahut laki-laki gugup yang dipanggil Jansen itu. Walau cuma begitu, Kesya sudah senang banget. “Kamu... kamu lagi ngapain?” Jansen bertanya. “Lagi siap-siap. Cecil minta ditemenin sarapan.” “Ooh gitu...” Kesya terdiam. Kehabisan bahan pembicaraan. “Oh ya... foto kamu sudah jadi. Kapan kamu mau ambil?” Kesya tersenyum. Jansen seorang fotografer. Fotografer pribadi Kesya, tepatnya. Hehehe... Entah mengapa, kalau Jansen yang mengabadikan gambar Kesya, pasti jadinya akan bagus sekali. “Oh... yang waktu itu ya? Gimana? Bagus?” “Ya... ya pasti bagus lah. Kamu... Kamu kan ayu...” Suara Jansen terdengar berdeguk. Seperti suara seorang yang sedang menelan ludah. Kesya tersenyum kecil. Diam-diam menikmati kegugupan Jansen. “Oke deh. Nanti kalau keburu, pulang dari ketemu Cecil aku ambil deh.” “Oke kalau... kalau begitu. Udahan dulu deh... Sampai... sampai nanti ya...” Ting tong... Masih sambil tersenyum kecil, Kesya membuka pintu. “Morning, Kesya...” Cecil langsung memeluk Kesya dengan hangat. Kesya tersenyum lebih lebar lagi. Cecil selalu begitu. “Kamu sudah siap, kan?” tukas Cecil, tanpa memperhatikan senyum Kesya yang masih lebar banget. Tampaknya Cecil benar-benar punya pengumuman penting pagi ini. Kesya mengangguk. Dia mengambil tasnya kemudian keluar mengikuti Cecil. Jalanan Minggu pagi masih lenggang. Sudah jelas! Siapa sih yang mau bangun pagi-pagi di hari Minggu? Setelah satu minggu bekerja gila-gilaan, hari Minggu adalah hari “balas dendam” untuk tidur sampai puas! Kesya duduk di samping Cecil. Sebenarnya dia masih ngantuk banget. Kemarin malam dia terpaksa menyelesaikan rancangan kalung dari seorang anak konglomerat. Pesanan itu bisa dibilang dadakan juga, tapi bayarannya lumayan. Makanya Kesya mati-matian menyelesaikan rancangan kalung itu sampai larut malam. Mereka sarapan di kafe dekat apartemen Kesya. Seporsi nasi goreng dan secangkir kopi latté cukup menyegarkan mata Kesya. Cecil hanya memesan

semangkuk bubur ayam. Kesya melirik mangkuk bubur ayam Cecil, lalu matanya beralih ke tubuh langsing Cecil. Kesya menggeleng, dirinya tidak mungkin akan kenyang kalau cuma makan bubur ayam seperti itu. “So? Pengumuman penting apa? Kamu dapat promosi di kantor? Kamu menang undian satu miliar? Kamu dapat hadiah undian jalan-jalan keliling dunia? Atau malah jalan-jalan keliling Planet Mars?” tanya Kesya sambil menyuap nasi gorengnya. Rambutnya terlepas dari selipan telinganya. Jatuh terjuntai lemas menutupi pipinya. Kesya kembali menyelipkan rambutnya ke balik telinga. Cecil tersenyum. Tangannya juga ikut terangkat dan menyibak rambut keritingnya. Mata Kesya menyipit. Apa itu di jari manis Cecil? Cincin? Cincin berlian?! Kesya melotot. Napasnya tertahan, matanya berbinar-binar, menangkap kebahagiaan di wajah Cecil. “Cecil...” Cecil mengangguk penuh semangat. Tawanya lebar sekali. Kesya sampai silau melihat cerahnya senyum itu. “Iya! Aku dilamar Arlo kemarin!!!” ujarnya penuh semangat. Mata Kesya berkedip-kedip haru. Akhirnya! Akhirnya!!! Setelah sepuluh tahun pacaran. Setelah sepuluh tahun yang penuh badai topan (mengingat Cecil adalah drama queen yang sangat emosional). Setelah sepuluh tahun putus-sambung. Akhirnya mereka akan menikah juga! “Selamat!” Kesya merangkul Cecil. “Aku senang sekali! Gimana ceritanya?” Cecil masih tersenyum lebar. “Aku udah cerita kan, kemarin kami ikut tur keliling kota tua...” Kesya mengangguk. Hari Sabtu kemarin, Alvaro Nicholai Andersen, biasa dipanggil Alo—yang karena kesibukannya mengurusi perusahaan keluarga di Singapura lebih banyak berada di negeri Singa itu—pulang ke Jakarta dan mengajak Cecil tur keliling kota tua Jakarta. “Waktu lagi liat-liat di dalam museum, Alo bilang dia mau ke toilet. Lalu, tibatiba, aku dengar ada yang manggil-manggil namaku dari pengeras suara. Ternyata itu Alo. Dia pake megaphone punya si tour guide. Aku kaget banget. Dia bilang, „Cecil, will you marry me?‟ Kemudian, dia berlutut di hadapanku dan membuka kotak cincin ini.” Cecil memperlihatkan sebentuk cincin berlian yang indah sekali. Sebagai seorang perancang perhiasan, Kesya tahu benar kualitas cincin itu. Buatannya benar-benar halus dan sempurna. Alo benar-benar tahu cara mengambil hati Cecil. Apalagi acara lamarannya yang menarik perhatian banyak orang seperti itu. Seorang drama queen seperti Cecil pasti akan sangat senang mendapat perlakuan seperti itu. “Jelas aku nggak bisa nolak. Aku juga nggak bisa bilang apa-apa. Aku speechless saking kagetnya. Aku cuma bisa ngangguk. Terus Alo memasang cincin ini dan

mengangkat tangan aku, terus... dia cium aku...” Cecil melanjutkan ceritanya sambil tersipu-sipu. Tangannya kembali terangkat, menyentuh rambut keritingnya, sekaligus memperlihatkan cincin pertunangannya. Kesya tertawa. Walaupun tersipu malu begitu, dia tahu banget Cecil pasti sangat menikmati perhatian orang-orang. “Semua orang ngeliatin kami begitu. Semua orang tepuk tangan dan kasih selamat ke kami. Aku senang sekali...” Kesya tersenyum. Dia ikut bahagia melihat binar di wajah Cecil. Sahabatnya ini benar-benar sedang bersinar bahagia. Kesya dapat merasakan aura kebahagiaan yang terpancar kuat dari seluruh pori-pori tubuh Cecil. “Lalu, kapan big day-nya?” “April tahun depan!” desah Cecil bahagia. Kesya menghitung dalam hati. Sekarang bulan Oktober, berarti hanya tersisa enam bulan. “Udah mulai ngurusin segala pernak-perniknya? Katanya repot banget tuh...” Kesya mengutip artikel-artikel yang pernah dia baca di majalah pernikahan. Menurut artikel itu, setidaknya satu tahun sebelum hari pernikahan, semua persiapan harus sudah mulai dilakukan. Mulai dari pemesanan gedung, gaun, gereja, katering, ini, itu... banyak banget deh! Cecil menggeleng. “Belum lah. Baru juga dilamar. Makanya aku butuh bantuan kamu...” Alis Kesya terangkat. Dia menangkap maksud tertentu dalam nada suara Cecil. “Aku mau kamu jadi bridesmaid-ku,” ujar Cecil sambil menggenggam tangan Kesya. “Kamu sudah jadi temanku sejak kita masih TK, masih sama-sama ingusan, dan masih sama-sama suka nangis kalau ditinggal mama-mama kita. Selama ini, kamu sahabatku yang terbaik. Kamu yang paling ngerti aku. Kamu juga yang paling tahu perjalanan pacaranku sama Alo. Kamu yang paling pantas jadi bridesmaid-ku. Mau ya, Kesh...” Kesya menghela napas. Mendengar pernyataan Cecil seperti itu, ditambah tatapan memohon dan mata yang bersinar sayu, siapa yang bisa menolaknya? Lagi pula, dia memang akan dengan senang hati ikut ambil bagian dalam hari besar sahabatnya. Tanpa diminta menjadi bridesmaid pun, dia pasti akan membantu Cecil. Kesya mengangguk dan tersenyum. Cecil tersenyum lebih lebar dan merangkul Kesya erat. *** Saat Kesya kembali ke apartemennya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Biasa deh, kalau sudah pergi dengan Cecil, Kesya pasti tidak bisa pulang cepat. Ada aja alasan Cecil untuk menahannya berlama-lama di jalan. Cecil juga

... Masih ada satu lagi sih. lagu Love of My Life mengalun lembut dari ponsel Kesya. Itu nada dering pribadi untuk Jansen.” jawab Cecil tanpa suara.. “Aku.. aku mau nganterin foto kamu. Sahabatnya memang agak antipati dengan Jansen.. “Aku.. Belum sempat dia membukanya.. sekarang fotonya di mana?” “Aku.. tahu apa sih dia? “Aku pengin denger dia ngomong apa. “Cecil!” bisik Kesya sambil melotot tajam ke arah Cecil. Kesh.” Kesya kembali berbicara dengan Jansen. “Memang kamu mau ngapain ke rumahku?” “Aku. apa tuh?” Cecil memungut sebuah amplop cokelat besar dari lantai. tapi.. kamu lagi ada di mana?” “Nyalain speaker phone-nya.”Kenapa kamu nggak telepon aku aja?” “Oh. “Halo. tapi kamu nggak pulang-pulang.. Kalau udah keluar pasti lama.” “Kok. Cecil merebut ponsel Kesya dan menekan tombol speaker phone. aku tadi ke tempat kamu.. udah hampir dua jam. Suara Jansen terdengar dengan jelas oleh Cecil.” Suara gugup Jansen terdengar dari ujung sambungan.. halo. tapi.. Wajahnya tampak tidak sabar. “Aku baru pulang nih sama Cecil. aku tadi udah selipin di bawah pintu apartemen kamu. Menurut Cecil. Kesya mengambil amplop itu dari tangan Cecil..” Jansen terdiam. tapi. kok lama banget?” Cecil bergerak-gerak di hadapan Kesya.. tadi nggak kepikiran telepon kamu.. Kesya terpaksa memecah konsentrasinya antara menjawab pertanyaan Jansen dan menjawab pertanyaan Cecil..” “Dua jam? Selama itu?” Kesya terkejut..” jawab Kesya juga tanpa suara... “Eh..” kata Cecil pada Kesya.. iya ya. tampak kesulitan mengatur napas.” ... “Mau ngapain sih?” Kesya menggerakkan bibirnya tanpa suara sambil melotot sebal.” “Terus. Tadi pagi kan aku udah bilang foto kamu sudah jadi. Dia akan menginap di apartemen Kesya... Jansen sama sekali bukan tipe pacar yang cocok untuk Kesya.. Rencananya mereka akan membicarakan konsep pernikahan Cecil yang tinggal enam bulan lagi.. “Siapa?” tanya Cecil tanpa suara. sambil tersenyum jail.” “Ha.. tapi tadi aku lupa bawa.. Hehe. “Jansen. Cecil terkikik geli mendengar napas Jansen yang Senin-Kamis. tentu tanpa suara.” Tawa Jansen terdengar serbasalah. “Ka... biasa deh Cecil.. udah.... “Iya nih. aku tunggu-tunggu..ikut.

... Tapi.” “Kelilipan? Kelilipan apa?” “Kelilipan gajah!” sahut Cecil sebal. Parah banget si Jansen ini! Masa dia percaya begitu saja omongan ngawur Cecil? “Nggaklah. Cecil tetap cekikikan geli. memangnya kenapa? Kesya suka sama Jansen.. Kamu nemu di mana sih cowok ajaib kayak gitu? Gugupan.. Kelilipan apa kok masih ditanyain? Ya kelilipan kan biasanya kelilipan debu. bisa dibilang agak ketinggalan zaman. Yah. Good night. “Oh.... “Mana ada sih cowok zaman sekarang yang ngerayu cewek dengan kata-kata seperti itu? Heran aku. Kesya bertemu Jansen pertam akali dua tahun yang lalu. kapan-kapan aku ambil fotok uyang lainnya ya. “Kesya yang ayu. Okay. badan kurus kerempeng. Haah?! Cecil cekikikan lagi. Yang amplop cokelat.” ujar Kesya. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Kesh.” dengusnya. Jansen bisa membuat Kesya tampak cantik dari balik lensa kameranya..Cecil masih terus cekikikan. Cecil masih terus tertawa.” tambahnya sambil melirik sebal ke arah Cecil. Terus tadi? Kesya yang ayu?! Well. sama sekali nggak seksi. Memang Jansen agak unik. Betul.. mengedip-ngedipkan matanya dengan cepat. itu Cecil.. Mana pernah ada orang kelilipan yang lainlain? “Sekarang gajahnya udah keluar?” tanya Jansen.. itu suara siapa?” “Ooh. fotografer kikuk yang . ehm. Sekarang ditambah lagi dia meniru-niru tingkah Jansen kalau lagi gugup.. kan?” Kesya mengambar amplop cokelat yang masih berada dalam genggaman Cecil.. Di sana dia bertemu Jansen. Kesya terdiam. Lumayan keras juga sampai gadis itu menjerit.” ujar Jansen dengan lembut. iya. Kesya yang ayu.. “Kesya. meledaklah tawa Cecil. that’s it! Tanpa bisa ditahan-tahan lagi... “Oh.” Jansen membeo.... “Eh.. Yang amplop cokelat. Kesya mencubit paha Cecil. that’s so sweet.. berusaha menyelamatkan Jansen. Kesya mendapat undangan plus tiket ke Jepang.. Kesya pun menghadiri pergelaran itu.” ujar Cecil saat melihat keruh di wajah Kesya. Kesya. kok kamu masih betah aja sama dia?” Cecil mengernyit geli. come on.” “O.. Kesya melotot ke arha Cecil sambil buru-buru mematikan ponselnya.. tapi pada tahun empat puluhan!” Cecil tertawa lagi. “Cecil! Kamu nih apa-apaan sih? Kenapa kamu ngetawain Jansen gitu?!” geramnya. Matanya lagi kelilipan. “Lho. oke deh. “Cecil kalo bercanda emang suka keterlaluan... aku udah terima fotonya.. “Oke deh... Saat itu ada pameran perhiasan emas di universitas tempat dia belajar dulu.

Rutinitasnya sebelum tidur. Saat itu Kesya sedang sibuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri. Menjelang pernikahannya. Hmmm. seorang bridesmaid bertugas membantu pengantin dalam mempersiapkan pestanya. Dia telah dipercaya Ceci luntuk menjadi bridesmaid-nya. Itu sudah dilakukannya saat ini. double emosional. Keesokan harinya. waktu itu dia sedang mencicipi bubur ayam yang dia buat.kebetulan diundang untuk meliput acara itu. Dan berada di dekat Cecil yang emosional akan menjadi sangat sulit. dia melirik amplop cokelat yang masih berada dalam genggamannya. tampaknya ini akan menjadi salah satu tugas yang cukup sulit. Kesya mengernyit.. Dalam foto itu Kesya tampak sedang serius memperhatikan salah satu perhiasan yang dipajang di sana. Seorang bridesmaid juga harus menjadi sahabat yang paling baik di saat-saat yan gmungkin akan menjadi momen yang paling emosional dalam kehidupan seorang wanita. Tanpa sengaja. Jauh sebelum itu. Perlahan dibukanya amplop cokelat itu. Pada hari-hari biasa.com. Jansen mati-matian mencari Kesya untuk memberikan hasil bidikannya. hasil bidikannya amat sangat indah. Jansen membidik Kesya dengan kameranya. Iseng-iseng dia juga browsing situs bridesmaid101. Kecantikannya yang natural terpancar dengan kuat dalam bidikan itu. itu pengalaman yang sangat romantis. dan sejak saat itu Kesya merasa jatuh cinta pada Jansen. Kesya menahan napas. sebuah sendok dimasukkan ke dalam mulutnya yang tersenyum. *** Kesya memperhatikan daftar yang telah mereka—dia dan Cecil—buat. Saat tersadar. dia pasti akan menjadi amat sangat emosional. Cecil sudah tidur kelelahan setelah mendiskusikan ide-ide pesta pernikahannya. oke. .. Dia memperhatikan corat-coret rancangan pesta pernikahan Cecil. Dia tampak sangat cantik di foto itu. Cecil sudah menjadi seorang yang emosional. Walaupun Jansen waktu itu amat sangat gugup (dia bahkan menjatuhkan kamera mahalnya!). Kesya tersenyum. Kesya tersenyum kecil mengingat pertemuannya dengan Jansen. Kesya ingat. Hari sudah larut malam. Dari situs itu Kesya baru tahu bahwa tugas seorang bridesmaid bukan hanya membantu pengantin pad ahari pernikahan.. Bagi Kesya. Foto itu diambil Jansen ketika cowok itu tiba-tiba datang ke apartemennya pada suatu pagi. Dia mulai merasa menyukai tugas ini. Di foto itu Kesya sedang memegang panci. Kesya menyalakan laptop dan mengecek e-mail. Dia melirik Cecil yang tertidur pulas di sofa. maka dia harus menjalankan tugasnya sebaik mungkin. Well.. Sejak saat itu mereka berhubungan.

hari ini Kesya menemani Cecil melihat-lihat gaun pengantin. adalah hunting gaun pengantin. bridal yang paling lengkap di Jakarta. Ini sudah menjadi salah satu tugasnya sebagai seorang bridesmaid. tapi tetap saja bagi Cecil itu masih kurang cepat. Saya yang akan membantu Mbak Cecil di sini. Cecil langsung mencium pipi kiri dan pipi kanan Anita. Bridesmaid juga harus tampil cantik pada acara pernikahan. Dan dia akan melaksanakan tugasnya sebaik mungkin. Apa kabar? Nama saya Anita.. dia baru tahu bahwa seorang bridesmaid dipakaikan baju yang mirip dengan si pengantin untuk mengecoh roh jahat yang mungkin akan mengusik si pengantin. Namun. Diusirnya pikiran itu dari dalam benaknya. Kesya. Dia belum pernah masuk ke bridal mana pun. maka yang akan kena tulah adalah bridesmaid-nya?! Kesya bergidik ngeri. Kesya segera mengulurkan .. *** “Ayo dong. baik. Katanya. Satu kebiasaan yang tidak terlalu disukai Kesya. Tugas terhormat bagi seorang sahabat sejati.. dia juga harus mempersiapkan dirinya sendiri. Cecil mendapat rekomendasi dari seorang temannya yang baru saja menikah... Kesh! Cepetan!” Cecil setengah menarik Kesya. Dia sahabat aku. Cecil mengajaknya ke Bride‟s World.” sapa seorang gadis cantik yang mengenakan seragam Bride‟s World. Kalau memang sudah akrab. What?! Jadi maksudnya.. Sebenarnya dia sudah berjalan di atas kecepatan normalnya.” Anita sudah mencondongkan tubuhnya. Kesya kembali membaca tulisan dalam situs itu. baru pertama kali bertemu Anita di sini. Dia sudah menerima tugas ini.. ini kenalin. sama juga seperti Kesya. Padahal Cecil. siap untuk bercipika-cipiki dengan Kesya. Mbak Cecil. Kesya agak berdebar-debar juga. menurut Cecil. “Eh.. “Sabar sebentar. Dia nanti yang bakal jadi bridesmaid. Ngapain juga pake cium pipi kiri dan kanan? Kesannya kok sok akrab. Dia akan menjadi sahabat yang baik dengan berada di saat-saat tersulit Cecil. Hei. Mbak Kesya. Dia menerkanerka seperti apa bentuk bridal. Selamat datang di Bride‟s World.. Yang pertama kali harus mereka lakukan.Kesya menghela napas. Cecil. “Selamat pagi..” jawab Cecil sambil tersenyum lebar.” Kesya pasrah saja tangannya ditarik Cecil. Cecil sahabatnya sejak kecil. Oleh karena itu. Oh ya. kalau ada roh jahat yang akan mengusik si pengantin. Kesya lebih memilih sebuah pelukan yang hangat daripada acara cium pipi basa-basi seperti itu.” “Selamat pagi. “Baik..

rasanya Madame Daphne tidak cocok berprofesi sebagai desainer baju pengantin yang berpengalaman.. hmmm.” balas Cecil tak kalah ramah. Kesya pun tersadar. “Orangnya memang rada unik. sampai motif tengkorak. Madame Daphne membingkai matanya dengan celak yang sangat hitam.” Cecil mendorong tubuh Kesya maju ke depan.” Cecil menatap tajam ke arah Kesya.. “Hari ini saya mau lihat-lihat baju pengantin ya.. Cecil sangat mengagumi Madame Daphne.. dan seorang wanita paruh baya membuka pintu dari dalam. “Hai. Cecil menyikut rusuk Kesya. Madame Daphne. Madame Daphne tersenyum sangat lebar.....” sapa wanita itu dengan suara berbisik. Anita tampak sedikit terkejut... Madame Daphne sering memenangkan berbagai . Pipinya yang diberi blush-on merah terang tampak bergerak-gerak. Belum lagi riasan wajahnya.” ujar Cecil. Dengan dandanan seperti ini. Ada kalung yang menyerupai taring ular.. Bukan kalung lapis yang sedang ngetop belakangan ini.. Madame Daphne.. Sambil menapaki tangga..” “Madame?” bisik Kesya pelan. “Hari ini saya mau liaht-lihat baju pengantin. mari silakan. dia membalas uluran tangan Kesya dengan profesional.. Di lehernya tergantung berlapis-lapis kalung. “Kok kayak panggilan untuk peramal sih?” “Sst. Madame. Madame Daphne sudah menunggu di atas.. Ini yang namanya Madame Daphne?! Wanita paruh baya ini mengenakan pakaian ala gadis-gadis Gipsi. “Hmmm....tangannya. Perancang busana yang satu ini kepiawaiannya telah diakui dalam skala internasional. bridesmaid-nya juga cantik ya. Madame Daphne mungkin lebih tepat.. Kalungnya bergemetaran ketika Madame Daphne bergerak. Kalian berdua memang sama-sama cantik.. Pintu diketuk. merasa terganggu dengan julukan yang diberikan di depan nama perancang busana itu. “Kenalkan. ini Kesya.. Keinginan untuk melihat-lihat gaun pengantin rancangan Madame Daphne telah membuatnya berseri-seri sepanjang hari..... mungkin itu sebabnya dia dipanggil Madame Daphne.” ujar Cecil sambil tetap tersenyum cerah.. Cecil.. Madame Daphne membalas uluran tangan Kesya dengan jabatan yang erat.... Kalung-kalung itu tampak menyeramkan. Bibirnya tertutupi listrik yang juga berwarna hitam.. lalu menutup mulutnya yang sedari tadi masih terbuka lebar. lengkap dengan bandana yang menutupi rambutnya. dia berusaha merekareka seperti apa rupa Madame Daphne yang menurut Cecil unik itu. bridesmaid saya.” Kesya mengangguk-angguk. Kesya melongo.. lebih cocok berprofesi sebagai cenayang! Hmm.” Kesya tersenyum dan mengulurkan tangan. “Oohh. Anita mengajak mereka ke lantai dua gedung itu. duri-duri mawar yang tajam. tapi sambil menebar senyum manis.. “Halo.

Prestasinya yang terakhir adalah merancang gaun pengantin dari kulit jagung. Siraman lampu kuning membuat ruangan ini terasa nyaman. “Hmmm. “Ooh..” Dia memuntir-muntir rambut keriting pendeknya. Tangannya melambai kepada Anita yang langsung sigap datang. but gorgeous!” Madame Daphne tersenyum misterius. what kind of wedding gown do you like.. Dia memandang ke sekeliling ruangan dan baru menyadari betapa megahnya ruang pengepasan gaun pengantin ini.. Kesya mengikuti kedua perempuan itu sambil memandang ke arah rok lebar Madame Daphne.. Kesya bangkit dan melihat-lihat koleksi gaun pengantin rancangan Madame Daphne... Terdapat lemari besar di baliknya.. tidak mau kelihatan konyol lagi. Kesya buru-buru memperbaiki sikapnya. Cecil masuk ke ruang kecil di sudut ruangan. Di dalam lemari itu tersimpan banyak sekali gaun pengantin.. Ruangannya sangat besar.. Gadis itu masih berdiri di sana dan sekarang sedang memperhatikan Kesya sambil terkikik geli. silakan.lomba perancang busana tingkat internasional. Ini desain-desain terbaru saya.. lebih parah dong. Gaun berwarna putih yang terbuat dari bahan brokat itu memang terlihat sangat indah. Apa jangan-jangan dia memang nggak punya kaki ya? Kesya bergidik ngeri. pasti dia kelihatan konyol banget tadi! Atau malah bodoh banget! Waah. Wajah Kesya memerah. Jiwa desainernya mulai bangkit melihat gaun yang indah-indah itu. Di kanan-kiri terpasang kaca yang sekaligus berfungsi sebagai dinding. “Bagaimana kalau yang ini?” tanyanya sambil mengeluarkan sebuah gaun pengantin dari plastik penutupnya. diikuti oleh Anita. coba yang ini dulu. Kamu boleh lihat-lihat sampai puas. Kesya bergidik lagi melihat senyum itu.... Kesya mengangguk. “Hmmm. Cukup lama juga Cecil dan Anita berada di dalam ruang ganti itu. rupanya kaca itu bukan kaca biasa.... berusaha mencari sepasang kaki dari balik rok itu. lalu duduk di bangku panjang yang tadi diduduki Cecil.. “I want to look sexy. Di ..” Madame Daphne menggandeng tangan Cecil.” pinta Cecil. Cara jalannya sangat misterius. Rok panjang lipit yang dikenakannya menutupi kakinya. Suara tawa tertahan di sebelahnya membuat Kesya tersadar. Malas duduk terus. Benar-benar indah! “Ayo. Oohhh.” ajak Madame Daphne. Kaki jenjangnya disilangkah dengan anggun. kamu tunggu di sini dulu ya. dear?” Cecil duduk di salah satu bangku panjang yang memang diletakkan di tengahtengah ruangan. Modelnya sederhana dan sangat bersahaja... Madame Daphne membuka salah satu kaca besar di sisi ruangan. “Kesya. Rupanya Anita. membawanya ke ruang koleksi baju pengantin rancangannya.

Aku jadi kelihatan gendut deh!” Dahi Kesya mengernyit. Kali ini. “Kamu kerempeng gitu kok dibilang gendut?! Gimana bisa gendut sih.. menyesuaikan pilihannya dengan komentar Cecil barusan. “Aku nggak suka deh.. Sampai duduk kelelahan: duduk dengan punggung direbahkan ke sandaran kursi.. Wajah Cecil tidak tersenyum. Dia menatap pantulan bayangannya di cermin raksasa dengan dahi mengernyit dan mulut memberengut. “Bagus. Kelihatannya berat. tidak tampak sedikit pun timbunan lemak. Semuanya saling sikut. kita lihat yang lain aja ya. Lalu dia berbalik menatap Kesya dan Madame Daphne.” ajak Madame Daphne sambil mengambil gaun yang lain lagi. Duduk ala cowok macho: kaki membuka lebar. kan?! Waktu Cecil bilang terima kasih kepada Madame Daphne. Cecil telah keluar dari balik ruang pengepasan. Benar. Selama itu juga Kesya sudah beberapa kali mengganti posisi duduknya... “Aku nggak suka bahannya. lagi-lagi tidak ada senyum di wajah Cecil..” Kesya mengangkat bahu.” “Ya udah.. lagi-lagi Kesya merasa gaun yang dipakai sangat cocok dengan lekuk tubuh Cecil. It’s gonna be a long day. waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. “Gaun ini terlalu simpel. “You’re the bride. Suara gemeresik gaun menyadarkan Kesya dari baku hantam ide di kepalanya. Kesya menghela napas. Hmm. satu tangan tergeletak lemah hampir menyentuh lantai. Semuanya terinspirasi dari gaun pengantin yang indah-indah ini.. Kesya tersenyum lebar. kaki .” puji Kesya. Aku nggak merasa kayak putri!” keluh Cecil sambil menatap pantulan dirinya di cermin.. Nggak cocok di badanku. Ketika keluar. Tampak sangat cantik dengan gaun pengantin indah itu! “Gimana?” tanya Cecil pelan.dalam otaknya berkelebat berbagai macam desain perhiasan. Namun. tidak lupa jemari tangan saling ditautkan. “Bagus banget. gaun pengantinnya terbuat dari bahan sutra yang ringan dan lembut. Dia masih tetap merasa gaun itu sangat indah dipakai Cecil. dengan satu kaki menopang kaki lainnnya. posisi menyamping. saling dorong memenuhi rongga kepalanya. Duduk gaya sekretaris seksi: duduk tegak.. Dari duduk manis ala putri bangsawan Inggris: duduk dengan kaki dirapatkan.. Dan selama itu Cecil sudah mencoba 27 gaun pengantin rancangan Madame Daphne. badan condong ke depan dengan kedua siku menumpu pada masing-masing lutut—oh ya.. desahnya dalam hati. Cil!” pujinya. Ya terserah kamu aja. Beberapa menit kembali dihabiskan Cecil dan Anita di balik ruang ganti. dan tangan lainnya ditaruh di atas perut. posisi menyamping ke kanan.. kepala terkulai lemas di atas sandaran kursi. Cil?!” Cecil tambah cemberut lagi. “Gendut?!” Kesya memperhatikan tubuh Cecil dari atas sampai bawah.

. calon pengantin memang tidak pernah langsung menetapkan gaun pilihannya. Perlu beberapa kali melihat-lihat. Cecil belum dapat memutuskan gaun mana yang akan dipilihnya. Katanya. dia mengikuti Cecil berjalan ke Peugeot 307 merah milik sahabatnya itu.. . Lipstiknya masih tetap menempel dengan sempurna. Kesya mengejek jam yang melingkar di pergelangan tangannya. baru kemudian dapat yang cocok. Kesya benar-benar tidak ada tenaga sekarang. Padahal mereka sudah berada di sana selama. Biasanya kalau menunggu lama begini. Pikirannya sudah setengah melayang. sudah hampir tujuh jam!!! Dengan lesu Kesya mengikuti Cecil keluar dari Bride‟s World. tidak peduli orang yang mau lewat di depannya tersengkat jatuh! Dan... Wajahnya tetap segar dan berseri-seri.. Madame Daphne sepertinya sudah berpengalaman menghadapi calon pengantin yang terkadang tidak dapat ditebak kemauannya. setelah mencoba begitu banyak gaun. dan sesekali oh ya.. “Hah?” tanyanya setengah tidak sadar pada Cecil yang sudah berdiri di depannya. Benar-benar deh Cecil! Untung Madame Daphne wanita yang sabar.. Benar-benar tanpa semangat. Penampilan Cecil masih tampak anggun tidak bercela. Kesya suka mengisi waktu dengan menggambar apa saja di buku sketsanya. siapa tahu hasil coretan isengnya itu bisa membuahkan perhiasan yang dapat dijual di toko perhiasannya. Rambut keritingnya tetap rapi. ya ampun. he-eh.. Kesya hampir tidak mendengar ketika Cecil mengajaknya keluar dari Bride‟s World.diselonjorkan ke depan. Lumayan.. huh. Dia menyesal sekali kenapa buku sketsanya ketinggalan di apartemen. Kesya‟s Collection. Komentar Cecil tentang ke-27 gaun pengantin yang dicobanya tadi hanya ditanggapi Kesya dengan hah.

Nggak bisa ditinggal sama sekali.” ujar Mona sambil tersenyum manis. Thanks before ya. Kesya memperhatikan sketsa rancangannya.” “Tapi. Dia minta aku temenin. Kesh. can you please do me a favor?” Kesya menghela napas.. Ada rapat dengan Pak Anto.” “Aduh. pemilik hotel. Tepinya dihiasi emas putih yang berbentuk ranting-ranting kering. Dia menyimpan sketsa rancangannya di brankas ide. “Ada telepon di line tiga.” Dan telepon pun diputus.. otaknya masih dapat berkarya secara kreatif. “Ya. Itu Mona. “Bukannya memang seharusnya kamu yang nemenin Alo ngepas jas?” “Aduh. tapi aku nggak bisa. “Bu Kesya. . Kesya masih berada di ruang kerjanya. kemudian menambahkan sedikit detail untuk mempermanisnya.2 JAM sudah menunjukkan pukul 17. Kemudian dia mengambil tas tangannya dan beranjak keluar dari toko. untuk disempurnakan nantinya.. meeting-nya udah mau mulai. “Thanks..” ujar Kesya juga sambil tersenyu.. “Halo.. Hasil karya terbarunya kali ini adalah sebuah bros berbentuk lima buah berlian indah yang tersusun rapi vertikal. salah seorang penjaga tokonya. biasanya meeting sama pemilik hotel bisa alot banget!” Dahi Kesya mengernyit.. Dia masih menyelesaikan sketsa rancangan barunya... Mona... tolong deh..” “Alo rencana mau ngepas jas hari ini. Untung sekali Kesya dianugerahi daya ingat yang luar biasa sehingga walaupun stres dan kelelahan berat saat menghabiskan waktu tujuh jam untuk menunggu Cecil mengepas baju pengantin. Sekali lagi Kesya menghela napas. You are my bridesmaid.” Sebuah suara centil terdengar dari pintu ruang kerjanya.” “Kesya...30. Dan kamu tau sendiri. Cecil. Sketsa itu terinspirasi dari gaungaun pengantin yang dilihatnya saat menemani Cecil mengepas gaun pengantin.

“Dia nggak bisa datang. teman semasa SMA-nya ini. Jadi bingung sendiri!” ujarnya sambil melihat-lihat katalog bahan.” Alo tersenyum. Alo langsung diukur oleh penjahit. makanya dia suruh aku ke sini untuk temenin kamu.. Menurut Kesya sih istilah itu terlalu berlebihan. Alo mendongak. “Boleh deh. “Thanks. “I’m so glad that you can be with me...” ujar Kesya menjawab pertanyaan tersirat si penjaga toko. Yang penting dia harus merasa nyaman. Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit untuk menyelesaikan tugasnya. untuk pertunangan kamu dan Cecil.” Kesya balas memeluk Alo.. Alo laki-laki yang sangat kooperatif. Dia kini sedang melihat-lihat model jas pengantin dalam buku. Mereka baik-baik aja. tunangan Cecil.. Yang nyaman dipakainya. Setelah menentukan model dan bahannya. ya?” tanya Kesya. “Bilang apa?” giliran Alo yang bertanya. Alo tersenyum melihat ulah Kesya. Ada meeting dadakan dengan pemilik hotel.. Mana Cecil?” tanya Alo sambil melihat ke belakang Kesya.” Kesya tersenyum.. Sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan Alo. Khas Alo banget. Itu istilah Cecil. “How are you?” “Fine. “Emangnya kamu mau model jas yang seperti apa?” Kesya berusaha membantu.. Alo. Mencari sosok Cecil. Agak risi juga Kesya melihat penjaga toko mencuri pandang ke arahnya. “Gimana dengan kamu? Kapan kamu nyusul aku dan Cecil?” . gimana kalo model yang ini?” tanya Kesya. tampak terkejut dengan kehadiran Kesya.. Alo memperhatikan gambar jas yang ditunjuk Kesya.. Beristirahat beberapa minggu dari kesibukannya memimpin medan perang di perusahaannya..Groom‟s Bestfriend terletak di salah satu pusat pertokoan di tengah kota Jakarta. Aku suka bingung kalau disuruh milih-milih begini. Tubuhnya masih diukur oleh penjahit.” Kepala Alo terangguk-angguk. I’m so happy for both of you.. “Hai.. “Hai. Kesh.. “Hmm. Selamat ya.. yang biasa aja.” sapa Kesya.” Alo memeluk hangat Kesya.. “Thanks for asking. “Lho? Cecil nggak bilang. sudah tiba di sana. “Hmm. Alo. Mungkin dia berpikiran bahwa Kesya adalah calon pengantin Alo. Biasa deh Cecil.” ujarnya. Kesya tahu dari Cecil bahwa Alo baru kemarin tiba di Jakarta. Alo memang orangnya nggak suka yang ribet-ribet. “Apa kabar orangtua kamu?” tanya Alo. “Saya bridesmaid-nya.

sesi pemotretan itu akhirnya selesai. namanya bagus juga. Dia orang sibuk. Seharusnya dia juga bikin jas hari ini.” Kurang ajar Cecil! Pasti dia cerita yang jelek-jelek tentang Jansen! maki Kesya dalam hati.Wajah Kesya sedikit berubah mendengar pertanyaan Alo.. Lindi mengangguk pelan. yang namanya Jansen itu siapa? Cecil sering nyebut-nyebut nama dia lho. “Kamu gimana sih? Calon aja aku belum punya.. siapa yang jadi bestman-nya?” tanya Kesya. Kesya mengangguk-angguk. lalu kembali pada kesibukannya membantu Jansen.. Jansen sedang bersemangat sekarang... Setiap kali bekerja... Daripada Alo terus membicarakan topik sensitif itu.. “Mbak Kesya.. Satu.” Alo menjawab sambil tersenyum. Jansen terlalu sibuk membidik modelnya sehingga tidak menyadari kehadiran Kesya. Kesya mengangguk singkat sambil menempelkan telunjuk di bibir. tapi aku belum berhasil mengontak dia. lihat ke arah kanan...” jawab Kesya.. Dua puluh menit kemudian. Tapi dia sudah terbiasa menghadapi fotografer itu. pengarah gaya yang sering bekerja sama dengan Jansenlah yang pertama kali menyadari kehadiran Kesya. “My best friend. Namanya Marco.. cowok itu harus ditemani musik. Kesya memperhatikan Jansen sambil bersandar di dekat pintu. Jenis musik yang didengarkan mengindikasikan perasaan hatinya. tiga.. tapi bagi Kesya. Lagu This Lovenya Maroon 5 mengalun cukup keras dari CD player.” ujar model cantik itu sambil mengecup pipi Jansen. lebih baik Kesya mengubah topik pembicaraan. Pasti nggak bener!” Alo tersenyum. Ya. Dia memaksakan seulas senyum. Catherine. dua. Sebuah pertanyaan yang sebenarnya biasa saja. “Lho.” Jepret! Dan lampu flash pun menyala terang. pertanyaan itu supersensitif. .” Lindi. pikirnya. model cantik itu. “Hmmm. “Terima kasih ya.. Marco. jangan percaya deh. by the way. Jansen terkejut mendapat perlakuan seperti itu.. Dengan santai dia melenggang ke kamar ganti. tersenyum melihat kekikukan Jansen. *** “Ayo. “Apa pun yang kamu dengar dari Cecil. begitu.. Tanda agar kehadirannya jangan sampai mengganggu kerja Jansen. Meja plastik yang menjadi salah satu alat peraganya tanpa sengaja tersenggol dan jatuh dengan bunyi keras.

” desahnya pelan.... Apa aku yang salah tanggap? “Tadi kan Mbak Kesya dan Mas Jansen lagi ngomongin soal model-model yang mati-matian menjaga berat badan. “Begitulah model-model itu.. “Baik. “Siapa?” tanya Jansen.” komentarnya sambil membereskan peralatannya. berusaha menetralisir suasana canggung itu.. Sepertinya tadi dia menanyakan bagaimana kabar Catherine. memangnya kenapa?” Jansen masih melongo seperti anjing ompong yang dikasih tulang keras untuk makan malamnya.” jawab Kesya ikut bingung. Lagi-lagi tindakan sok akrab yang sangat dibenci Kesya. Kesya ikut tersenyum. Kesya tambah melongo.” . Jansen tersenyum gugup melihat mimik bingung Kesya. Aneh! Orang udah kayak penderita anoreksia gitu kok masih dibilang kegendutan! Apa sih maunya para model ini? Tanpa memedulikan kebingungan Kesya. apa kabar?” Catherine tampak baru menyadari kehadiran Kesya.. “Lho. “Kasihan juga ya mereka.. tadi itu sesi pemotretan buat apa sih?” “Buat majalah fashion. Lihat deh perutku. Kacamatanya melorot di hidungnya yang berminyak.. Salah satu lensa kamera tergelincir dari tangan Jansen.. Untung Lindi sigap menangkap lensa itu sebelum mencium lantai. Kalau sampai badan mereka melar....... Catherine melenggang pergi. jadinya badanku melar dua kilo. Hampir saja jatuh. masih dengan tatapan heran.. “Iya. “Ooh iya ya. Kenapa jawabannya malah naik dua kilo? “Yah. Kesya menghampiri Jansen.” timpal Jansen lagi.. Mbak Kesya.” ujarnya. Jansen tersenyum lebih gugup lagi... “Model-model itu. Wajahnya terlihat bingung.” Lindi berusaha mengingatkan. kan?” ujarnya sambil menunjuk ke arah perutnya. Dahi Kesya mengernyit..” Jansen mengangguk-angguk. kan? pikirnya bingung.... itu kan aset terbesar mereka. “Omong-omong. Gaun malam gitu deh. Haah?! Kesya melongo heran.. Kini dia menggosok lensa itu berulangulang. Dia langsung membenturkan pipinya ke pipi Kesya. Tadi kita sedang membicarakan model-model... Perut yang ditunjuk Catherine tampak rata. tambah gendut..“Eh.. bisa-bisa mereka nggak laku lagi.. selalu.. Kamu sendiri gimana?” Kesya berusaha menjawab basa-basi Catherine. gara-gara belakangan ini banyak party-party yang harus aku host-in. selalu yang dipedulikan hanyalah berat badan mereka. “Naik dua kilo.

.” “Wah.. Kalaupun harus berbohong...” timpal Lindi. jepret.. Rancangan dia memang bagus-bagus sih. tidak pernah terlambat membayar pajak.. Keceriaan di wajahnya tidak berkurang sedikit pun. sekalian fotonya. Dia itu sebenarnya perancang gaun pengantin. Masa sih Lindi percaya apa yang baru saja dikatakannya? “Lain kali... Kesya mengangguk.” ujar Lindi bersemangat. Lindi berlalu pergi. dan selalu membuang sampah pada tempatnya. “Ooh.. Kesya memandang kepergian Lindi. Apalagi melihat binar silau di mata Lindi. “Ayu. Madame Daphne. tapi sekarang mau cobacoba merancang gaun malam juga.. “Aku pernah ketemu dia. saya ngefans banget sama dia. sebagian lagi takjub karena Lindi begitu saja percaya dengan apa yang dikatakannya. Kesya jadi bingung. “Sahabatku mau menikah.. saya yakin Madame Daphne pasti orang yang taat pajak!” ujar Lindi. hebat ya si Madame Daphne.” komentar Jansen. “Iya.. lalu memberikannya kepada Kesya. kalau Mbak Kesya ketemu Madame Daphne lagi. masih dengan tatapan tidak percaya. “Benar..! Tidak sampai dua detik. “Wah. bertanggung jawab. masih dengan keceriaan yang terus menempel di wajahnya. “Hmm.” ujar Kesya sambil memegang-megang beberapa baju yang tadi diperagakan Catherine... Haah? Jadi Jansen juga percaya?! “Smile..” ujar Jansen sambil mengarahkan kamera Polaroidnya ke arah Kesya. sebagian karena tidak tega melihat keceriaan di wajah Lindi. Ini baju rancangan Madame Daphne. Kesya tidak jadi menyuarakan kebingungannya dan. lho. saya minta titip tanda tangannya ya. Kesya mengangguk.. Mbak?” Mata Lindi berbinar. Aku selalu respek pada orang-orang yang tidak membuang sampah sembarangan. Mbak Kesya?” tanya Lindi penuh semangat..” ujarnya sambil menaikkan kacamatanya yang melorot di hidung. yang kreatif. Nggka tega rasanya harus berkomentar seperti itu. Mbak Kesya? Wah.. Jansen mengibas-ngibaskan lembar foto itu. yang keluar dari mulutnya adalah hal-hal aneh yang tidak masuk akal. Orangnya gimana. . perancang busana terkenal itu.. akhirnya ya. hasil foto yang diambil Jansen itu keluar.” Kesya mengangguk-angguk. lho? Gitu deh jadinya kalau Kesya harus berkata tidak yang sebenarnya. “Hmmm dia orang yang.“Bagus-bagus ya bajunya... Dia berencana memakai rancangan gaun pengantin Madame Daphne untuk pernikahan.” “Yang bener....” Kesya bingung... Sejak kecil Kesya tidak pernah bisa berbohong... Mbak Kesya..” Lho. Masa dia harus bilang idola Lindi itu orang yang unik mendekati aneh? Nggak mungkin dong.

.. Hal ini dilakukan agar kreativitas mereka tetap terasah. hasilnya tidak pernah secantik ini. Maklum. Sekarang mereka berdua berjalan menuju pintu masuk.” ujar DeeDee sambil tersenyum penuh gairah.. Gedung megah nan besar itu ramai oleh pengunjung yang berbondong-bondong datang menyaksikan pameran yang telah 25 kali diselenggarakan. ketika dia memperlihatkan hasil karyanya yang pertama kepada DeeDee.. “Kamu pasti suka deh ngeliat pameran ini. DeeDee itu adik kelasnya saat dia menuntut ilmu sebagai desainer perhiasan di Jepang. Kesya tersenyum. Banyak sekali etalase kaca yang ditata apik. Lampu kuning membuat perhiasan-perhiasan yang dipamerkan tampak berkilauan indah. “Kamu tuh nggak berubah ya. Kesya mengangguk. Banyak perancang ngetop yang juga ikutan pameran. Pameran besar yang diadakan dua tahun sekali itu memang sangat dinanti-nantikan para pencinta perhiasan. Nama aslinya Diana Divia. Seperti anak kecil yang kegirangan dikasih balon. Karena ramai. Antusiasme terpancar dari wajahnya. membungkus seluruh tubuhnya bagai sinar aura. Salah satunya adalah dengan menjaga penampilan. Entah kenapa. “Waah!” DeeDee menahan napas. ada juga yang hanya iseng-iseng cuci mata. Poninya ikut bergoyang. tapi biasa dipanggil DeeDee. Dia dan teman-temannya di Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI) memang diharuskan mengikutsertakan karya mereka dalam pameran. Berdua mereka masuk ke dalam gedung JCC. Kesya terpaksa memarkir mobilnya agak jauh dari pintu masuk utama.. biasanya para customer juga akan berbondong-bondong datang. DeeDee mengangguk penuh semangat. *** Tulisan besar itu terpampang di pintu masuk JCC. Kesh?” tanya DeeDee. Kesya berdandan ekstra hari ini. ekspresi gadis ini juga seperti ini. kalau ada pameran begini. Ada yang memang berniat membeli perhiasan. “Gila. sekaligus agar nama mereka dikenal masyarakat luas.” ujar Kesya. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan pulang ke Jakarta untuk menimba pengalaman sebagai asisten Kesya. agar tersandung-sandung karena jalanan yang tidak rata plus sepatu high-heels yang bikin repot. Dentingan piano mengalun lembut di dalam ruangan besar itu. Selalu bagus jadinya kalau Jansen yang membidiknya. Kesya harus menjaga citranya sebagai desainer muda yang profesional di hadapan para customer-nya.” ujar Kesya sambil tersenyum. rame juga ya orangnya. tapi kalau dipotret oleh orang lain.Kesya memperhatikan ekspresi wajahnya dalam foto itu. Kesya ingat. “Kamu ikutan pameran juga kan..

Kesh!” Mata DeeDee sibuk melahap apa saja yang tersaji di hadapannya. “Habis yang lain pada nggak bisa.. Kepala Nyonya Juliet Anggoro yang ditumbuhi rambut keriting lebat tampak bertambah besar dengan hiasan rambut yang banyak.” ujarnya sambil membenturkan pipinya yang hampir seluruhnya tertutup blush-on merah menyala itu ke pipi Kesya. Baru sampai proses finishing... kedua tangannya menangkup pipi dengan gaya dramatis. “Hai.. tapi ditahannya keinginan untuk menggaruk atau sekadar mengusap pipi. Telunjuk gemuk Nyonya Juliet Anggoro bergerak ke kanan dan ke kiri. “Yang mana desain kamu?” “Itu.. “Sebenarnya masih ada lima lagi.” sapa Kesya. “Hai.“Tapi ini memang bagus banget. ya?” Tom mengangguk... . “Kesya! Saya sudah yakin kamu pasti akan ada di sini! Yakin sekali kamu pasti akan ada di sini.. Kesya langsung teringat wiper mobilnya. DeeDee bergegas menghampiri stand yang ditunjuk Kesya.” Kesya menunjuk ke arah stand yang memang sengaja disewa oleh APPI. Wanita gemuk ini adalah Nyonya Juliet Anggoro.. mencari asal pemilik suara melengking seperti banshee itu. Kamu juga nggak bisa.. “Kebagian giliran jaga stand. Kesya tersenyum.. “Kesya!” Sebuah suara melengking membuat kepala mereka bertiga menoleh. kan?” tanyanya. salah satu customer penting Kesya.. Jangan panggil saya Nyonya sekarang. Akhir-akhir ini waktunya memang tersita untuk membantu persiapan pesta pernikahan Cecil. Jangan panggil Nyonya.. Tom. Sepuluh buah perhiasan tertata rapi dalam etalase bermandikan sinar kuning dari lampu sorot. “Kapan ya aku bisa seperti kalian?” Kali ini matanya menerawang.” desah DeeDee.” Kesya memeluk erat laki-laki itu. tapi sudah harus pameran. DeeDee menatap kepala itu dengan khawatir.” jelasnya. takut kalau-kalau kepala itu terlepas dari lehernya. Nyonya Juliet. melainkan hampir semua kepala yang berada di dalam ruangan itu ikut menoleh. tapi belum selesai dengan sempurna. “No no no.” ujarnya. Dia memang terbiasa mengatakan segala sesuatunya lebih dari satu kali. dua kalung dan tiga cincin. “Pasti bisa asal kamu mau berusaha!” ujar seorang laki-laki yang baru keluar dari dalam stand. Rasanya tidak hanya kepala mereka bertiga yang menoleh. Kesya langsung merasakan gatal-gatal di pipinya. “Waah! Bagus-bagus banget. Sekarang kepala itu bergoyang-goyang mengikuti perkataannya. Tulisan Kesya Artyadevi tercantum dalam label yang diletakkan di tengah-tengah deretan perhiasan itu. Seorang wanita gemuk dengan dandanan yang kelewat berlebihan berjalan dengan penuh semangat ke arah mereka bertiga.

. Mana mungkin saya bisa bercerai dengan dia? Kalau saya bercerai.. “Hmmmfffttt. Madame Juliet Anggoro. Tingkahnya sudah seperti kucing betina di musim kawin. ingin rasanya Kesya menonjok wajah bulatnya! “Nah.” Dari sebelah. kamu lucu sekali.. Dia sendiri juga sudah tidak dapat menahan tawa. Sangat menyenangkan! Begitu semuanya sudah keluar. Nyonya Juliet tertawa terbahka-bahak.. terdengar suara seperti tersedak. sekarang Kesya yakin semua orang di JCC ini pasti sedang penasaran mencari-cari sumber tawa melengking ini. Rasanya tidak cocok kalau dia juga menambahkan sebutan “Madame” di depan namanya! “Ingat ya.. dear. Madame. Madame Juliet sambil mengejap-ngejapkan bulu mata panjangnya.. “Panggil saya Madame Juliet.“Apa Anda sekarang berubah menjadi nona?” tanya Kesya bingung.” Madame?! Again?! Kenapa sih sekarang semua wanita menambahkan embel-embel “Madame” di depan nama mereka?! Waktu itu Madame Daphne.. Rasanya memang sangat lega... Madame Juliet Anggoro. Kesya yakin itu suara DeeDee dan Tom yang sedang setengah mati menahan tawa. saya tidak bercerai dengan Tuan Anggoro. Lirik sana.. Tebar pesona ke manamana.. Dia merasa risi dengan tingkah laku Nyonya Juliet sekarang. dari mana saya bisa dapat uang? Dari mana saya dapat uang?” Kesya mengangguk sambil memaksakan seulas senyum. Tidak. pipis memang kegiatan yang menyenangkan ya. eh. hasil bonding jutaan rupiah. Mereka buru-buru berlari ke toilet dan tertawa terbahak-bahak di sana. sekarang Madame Juliet? Who’s next? Madame Kesya Artyadevi??? Kesya menggeleng. maaf.... Kesya buru-buru menyikut mereka.” ujar Nyonya. Madame. “Hmmmpppfffftttt.. Tidak bercerai. Kesya dan DeeDee tidak tahan lagi....... Kalau tadi Kesya merasa bahwa hampir semua kepala yang berada di gedung pameran JCC ini menoleh memandangi mereka. saya permisi ke toilet dulu.. dear. hmmm. Aksi Madame Juliet memang sudah kelewat berlebihan. Sangat lega!” komentar Madame Juliet dengan volume suara ekstra keras! Wajah Kesya merah padam. “Aah... siapa laki-laki tampan ini? Siapa laki-laki ini?” Kini pandangan Madame Juliet beralih kepada Tom yang langsung pucat pasi.. Perlu nggak sih menjelaskan kegiatan buang air kecil secara begitu mendetail? Apalagi dengan suara tinggi melengking begitu! Kalau tidak ingat Madame Juliet adalah salah satu customer yang cukup penting. . lirik sini. Lucu sekali.” ujar Kesya sambil buru-buru menarik tangan DeeDee.. “Aahh.

” DeeDee tersenyum jail. memperlihatkan perhiasan yang memesona.. Sambil terus tertawa. Selebihnya. DeeDee ikut dan menginap di rumah Kesya. Duduk beberapa jam di pesawat dari Jepang ke Indonesia ternyata tidak menyurutkan semangatnya. . hmmfffttt.” Sekarang ganti DeeDee yang mengangguk. Rasa geli kembali membuncah di dadanya. “Oh ya. Untuk sementara dulu deh. eh. “Orang-orang kaya. tingkah lakunya suka aneh-aneh. Cecil dan Alo bergantian memeluk erat Kesya. selamat ya atas pertunangan kalian. baru kali ini DeeDee bertemu muka.. DeeDee memang tidak mainmain kalau sudah menyangkut topik perhiasan. Kesya mengangguk-angguk.. DeeDee senang sekali.” Kesya tersenyum lebar. DeeDee. semua acara pameran itu berjalan lancar. Sejak itulah. DeeDee mengenal Cecil. masih inget DeeDee?” Kesya menarik tangan DeeDee. di acara pernikahan kami.. Sementara dengan Alo. Dia masih teringat betapa detail Madame Juliet menerangkan aktivitas berkemih tadi. Dua tahun lalu. sebelah tangannya memegangi perut dan tangan sebelah lagi menopang tubuhnya yang terbungkuk-bungkuk menahan geli. terutama mengingat wajah pasrah Tom saat didekati Madame Juliet Anggoro.. Kesya mengajak DeeDee berkeliling. apa kabar?” Cecil merangkul DeeDee.” DeeDee menyalami Cecil dan Alo. “Kalian lihat-lihat doang atau niat beli?” tanya Kesya. “Ketemu di mana sih customer seajaib dan sevulgar itu?” ujar DeeDee masih sambil tertawa heboh. Menjadi desainer perhiasan terkenal adalah impiannya.” Kesya tidak berhasil menyelesaikan kalimatnya. “Hai. “Kamu harus datang juga ya. ketika Kesya pulang ke Indonesia karena libur akhir tahun. “Baik. By the way. Dia juga memperkenalkan DeeDee kepada beberapa temannya. dan hal ini pasti akan dilakukannya dengan sebaik-baiknya. Bahkan dia tidak dapat menegakkan tubuh lagi. “Aku tinggal di apartemen Kesya.“Kamu lihat nggak mukanya si Tom begitu Nyonya. Kesya tersenyum dan menghampiri mereka. “Tinggal di mana selama di Jakarta?” tanya Cecil. baik. Cecil dan Alo sama-sama mengangguk... Bener-bener bagus!” “Thanks. “Kami udah lihat hasil karya kamu. dia kenal Alo lewat cerita Kesya dan Cecil. Cecil dan DeeDee sudah saling mengenal. Tampak Cecil dan Alo berjalan menghampirinya.. Madame Juliet ngelihat ke arahnya?” komentar DeeDee masih sambil cekikikan. “Kesh!” Kesya menoleh mendengar namanya dipanggil. Di samping kehebohan yang ditimbulkan oleh Madame Juliet. terlalu sibuk terkikik untuk mengeluarkan sepatah kata dari mulutnya.

” DeeDee menunjuk ke sebuah stand yang memajang aneka bros. Kesh. itu.. “Sebentar ya. Kesya memperhatikan wanita ini.” Cecil menggandeng tangan Alo lalu berjalan ke stand cincin kawin.. menikmati kegugupan Jansen.. Kesya mengangguk.Cecil mengerling kepada Alo. Rambutnya digelung tinggi. Silakan liat-liat dulu. Jansen. “Aku di sini aja ya. “Selamat malam.” “Thanks ya. dan minta tolong Kesya untuk menggantikannya. seperti biasa juga. Jansen kembali tersenyum gugup... Ada yang bisa saya bantu?” tanya Kesya. “Kesh. Jansen!!! Kesya tersenyum lebar. memperlihatkan karya-karya yang dipajang di stand APPI.. ..... Kesya tersenyum lebar. “Oohh. Bu. Kesya mengangguk.” “Tapi aku dan Cecil ingin kamu yang mendesain cincin kami. “Katanya nggak bisa datang? Gimana dengan lokasi pemotretannya?” Jansen tersenyum gugup. “Rencananya sih mau liat-liat cincin kawin... Kesya memberi isyarat kepada Jansen bahwa dia harus melayani wanita itu.. aku ke sana dulu ya. Nanti aku modifikasi dengan rancangan pribadiku sendiri. cantik.” Kakinya sudah lumayan pegal karena sedari tadi menemani DeeDee berkeliling ruang pameran yang luas ini.” Kesya mengeluarkan perhiasan yang diinginkan wanita itu dan meletakkannya pada piring beludru warna biru.. “Hai.. dia menenteng kamera mahal dan.. ketika seorang wanita paruh baya mendekat. Gayanya classy. nggak jadi. Wanita paruh baya ini kini sedang memperhatikan dengan serius beberapa perhiasan yang dipajang di dalam etalase stand APPI..!” sapa Kesya ceria. Ia memang mengundang Jansen untuk datang ke pameran ini. Kesya sedang berjalan di sisi Jansen. “Boleh saya lihat yang itu... “Oke.” tunjuknya. Seperti biasa.. Perhiasannyalah yang tengah ditunjuk oleh wanita anggun ini..... Wanita anggun itu meraba kalung hasil rancangan Kesya dengan penuh perasaan. Bu...” Kesya tersenyum manis. Kesya tertawa diam-diam. Aku. aku memutuskan untuk datang ke pameran kamu aja. tapi kata Jansen dia tidak bisa datang karena harus melihat lokasi pemotretan. entah bagaimana saat melihat senyum Kesya. Siapa tau ada model yang kalian suka. kamera itu tergelincir dari bahunya. dan anggun sekali. Tom sedang ke kamar kecil.” Kesya berpaling ketika mendengar namanya dipanggil. “Kesya.” ujar Alo.

ya?” Kesya mengangguk sambil tersenyum. membentuk huruf V untuk Victory.” Yesss! jerit Kesya dalam hati.” Nama “Lidya Sostronegoro” tercantum di situ.“Ini harganya?” tanya wanita anggun itu sambil menunjuk bandrol harga yang tergantung. Perasaan bersemangat yang biasa dia rasakan saat perhiasan rancangannya berhasil terjual kembali dia rasakan. Saya ambil yang ini.” ujar Kesya. Tampak sangat ahli. Berdoa dalam hati agar wanita anggun ini tertarik untuk memiliki kalungnya.. Bu. “Sold out?” Kesya berpaling dan mendapati DeeDee sedang menatapnya penuh harap. “Yang terbaik dari jenisnya. “Ini permata asli?” tanyanya.” jawabnya sambil tersenyum.. Dengan penuh semangat Kesya menyelesaikan urusan jual-beli itu. “Oke. Kesya mengangguk lagi.” Kesya menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya.. “Ini. Bu Lidya. hasil potongan. Hatinya berdebar-debar. . Wanita anggun itu tersenyum. Dia mengeluarkan lensa kecil dari balik tas elegannya. “Terima kasih.. Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk dan berlalu sambil membawa bungkusan perhiasan rancangan Kesya.” Wanita anggun itu mengangguk-angguk. Kesya mengangguk. Memperhatikan karat.” ujarnya sambil menyerahkan perhiasan yang telah dibungkus cantik itu. “Kamu perancangnya. Dia mengeluarkan selembar kartu nama dari balik tasnya. “Iya dong. “Ini kartu nama saya. dan jenis berlian itu dari balik lensanya. Rupanya ibu classy itu kolektor perhiasan. “Bagaimana Ibu bisa tahu?” “Ekspresi bangga di wajahmu yang memberitahu saya.

Selalu omdo. dan dengan nada sinis selalu menambahkan bahwa pacarnya itu bukan Inggris campuran seperti Alo. “Dia maksa-maksa jadi panitia untuk acara wedding-ku. Padahal Finna tidak pernah sekali pun membawa pacarnya ke acara keluarga. tapi Kesya nggak punya istilah lain untuk menggambarkan Finna. “Dia datang hari ini...... kenapa sih?” “Inget Finna?” Dahi kesya mengernyit...” “Kesh!” “Ya. Pandangan Kesya langsung berkunang-kunang. Cecil... Kesya dan Cecil bahkan meragukan bahwa Finna memang sungguh-sungguh punya pacar. Finna nggak benar-benar bergoyang dombret sih. sepupu jauh Cecil yang nyebelin banget. Abis. Can you imagine that?!” suara Cecil terdengar sudah mau menangis. “Kenapa dia?” tanya Kesya dengan suara penuh ketakutan.! “Halo.3 KRRRIIINGGG. Yah.” jawab Cecil lemah. cuma omong doang! Nggak pernah sekali pun mereka melihat si cowok peranakan Inggris aslinya itu! . Finna. omong doang.” “Can I borrow a gun?” Mata Kesya langsung melotot. “Then?” Kesya berdebar menunggu kelanjutan cerita Cecil.. Orangnya nggak pernah mau kalah. Selalu membanggakan pacarnya yang keturunan Inggris asli. Senyum menyebalkan dan suara cemprengnya memenuhi rongga kepala Kesya. dan gambaran soal wanita dengan gigi tonggos dan rambut panjang keriting tampak bergoyang dombret di pelupuk matanya. Cil?” tanya Kesya hati-hati. Gun?! Buat apa Cecil mau pinjam senjata? “Are you okay.. “No! I just want to die!” “Cecil.

Anak-anak perempuan lainnya tampak cantik dan menawan dalam balutan gaun ala putri kerajaan.Kesya masih ingat pengalaman mengerikan yang pernah dia alami bersama Finna. Dia benar-benar tidak ingin bekerja sama dengan Finna... menari-nari di depan matanya. apalagi dengan gaun kuning gading yang dijahit mamanya. tidak ada gaun yang dapat membuatnya cantik jelita dalam seketika. Mamaku juga. “Kamu udah gila ya. Can you just shoot me on my head? Make it double then!” kata Cecil.. Bayangan mengerikan tentang segala macam aturan konyol.. “Si nenek sihir itu langsung bilang ke mamaku dia mau jadi panitia. panic attack langsung melanda Kesya.. Sekarang mamaku menurunkan titah untuk menjemput Finna di bandara dan menceritakan secara detail rencana pernikahanku!” kata Cecil kesal. yang pasti akan diterapkan Finna. Finna sendiri tampil lumayan. “Kesh. “Aku udah bete banget karena dia tiba-tiba memproklamirkan diri jadi salah satu panitia pernikahanku. “Kalo Finna jadi salah satu panitia kawinan kamu. Kesh?” bentak Cecil. yah. payahnya. kamu masih dengerin aku nggak sih?” Teriakan Cecil membuat Kesya tersadar dari lamunannya. Karena sudah cukup baik mengenal Finna. Finna dengan sadis memaksanya untuk menanggalkan seluruh pakaiannya baru kemudian mendampingi Cecil berjalan ke altar! Oh no! Gila! Ini nggak bisa dibiarkan terjadi! “Aduh. aku nggak mau jadi bridesmaid kamu!” teriak Kesya cepat. Dan apa yang terjadi? Ternyata mereka dikerjain habis-habisan oleh Finna. Waktu itu mereka masih sama-sama SD..” bisik Cecil lirih. sekarang terdengar frustrasi. Mungkin malah nanti dia akan dipaksa mengenakan gaun bridesmaid warna hitam! Atau lebih parah lagi. . Cil. Tidak ada dress code halloween di pesta perpisahan mereka. ya?” tanya Kesya memelas. Waktu itu Kesya menangis tersedu-sedu karena cowok yang disukainya langsung terbirit-birit melihat penampilannya. sekarang kamu mau mengundurkan diri jadi bridesmaid-ku. Kesya terdiam.. langsung percaya aja. Jadilah Kesya dan Cecil datang ke pesta perpisahan dengan mengenakan kostum genderuwo dan kostum suster ngesot. Finna bilang dress code yang ditentukan adalah kostum halloween. Ketika acara pesta perpisahan. dia tidak meragukan bahwa salah satu bayangan mengerikan yang dipikirkannya akan benar-benar terjadi! “I wish I could!” jerit Cecil. Seolah baru saja memijakkan kaki di bumi setelah sepuluh tahun berada di bulan. Katanya dia sekarang membuka jasa sebagai wedding organizer di Amerika. “Kesya. Kamu nggak bisa nolak.

“Banget!” Sialan Cecil! *** Satu jam kemudian..” Kesya bisa mendengar Cecil menghela napas.. “Masa cuma gara-gara gitu doang terus kamu. Cil.. Atau. mendingan aku nggak usah married aja sama Alo! Biarin aja! Biar kita bubar jalan aja! Biar nanti semua orang. tidak untuk kali ini. Aku nggak mau deket-deket.. Hah?! Sudah gila kali ya si Cecil? Masa hanya karena Kesya tidak mau jadi bridesmaid-nya. for our friendship?” Suara Cecil kini hanya berupa bisikan. aku nggak peduli!” sambar Cecil. Aku nggak akan mungkin melewati semua kerepotan ini tanpa support dari kamu. lalu dia jadi batal menikah? “Cecil! Ngaco kamu!” bentak Kesya marah. Aku bener-bener nggak bisa. Atau apa? “Atau. tetapi dia tetap menguatkan hati untuk terus berkata tidak.” ujar Kesya dengan suara yang dibuat setegas. Cil. Aku juga nggak akan bisa ngapangapain kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. Puas?!” ujarnya setengah berteriak. Damn it..” Kesya masih terus mencoba bertahan.” “Oke. Tapi. Kamu tahu sendiri kayak apa Finna itu... dan sekuat mungkin. Dia pasti tidak akan tega menolak permintaan Cecil. Aku nggak akan kuat kalau kamu nggak ada di sampingku. apalagi berurusan dengan Finna! “Nggak. Kesh. mereka sudah berada di bandara. “Aku tetap akan jadi bridesmaid kamu.. Aku nggak bisa kalo ada Finna di deket-deket kamu. kamu satu-satunya sahabat dekatku. “Nggak. Kamu tahu betapa raphunya aku. Dia kembali meremas-remas rambutnya. “Please. Cecil! Kenapa sih mesti bawa-bawa persahabatan di saat-saat seperti ini? Kesya menarik napas panjang. “Kesya. “Kalau kamu nggak mau jadi bridesmaid-ku. ... setegar..” Cecil masih belum menyerah.Wah. Aku harus kuat! bisik Kesya dalam hati.. Tangannya meremas rambut. mulai deh! Kesya paling nggak tahan kalau Cecil sudah mengatur volume suaranya sampai lirih begini. Kali ini bisikannya bahkan lebih lirih daripada sebelumnya.” “Ya udah. Pertahan dirinya mulai runtuh. Aku nggak akan bisa kuat kalau kamu nggak mau bantuin aku.. “Kesya. Bahkan lebih lirih daripada sebelumnya.. oke!” potong Kesya kesal. aku nggak jadi married aja kali ya?” sambung Cecil putus asa. Nada suara Cecil langsung berubah ceria...

masih dengna mata ditutup tangan kurus Finna. “Coba tebak siapa ini?” ujar si empunya tangan kurus itu. Kesya memaksakan sebuah senyum di wajahnya. Menurut Finna. “Hai. “Siapa ini?” tanya Cecil. bergerak di bidang wedding organizer.. Cecil berbalik. Tidak ada yang berubah setelah empat tahun ini. Susah banget! Karena memang saat ini Kesya sedang tidak ingin tersenyum. “Ada.” balas Kesya juga untuk yang ke-157 kalinya. Apa maksudnya? . katanya.. tiba-tiba sepasang tangan kurus menutup kedua matanya. tapi jadinya malah terdengar seperti suara ngeong kucing ketika musim kawin!) sudah dihakpatenkan oleh Finna! “Hai. mengurusi usahanya yang.. Aku pulang naik taksi. Nggak usah mikir pun pasti Cecil tahu siapa si empunya suara mendesah itu. “Hai. mungkin dia sudah muntah! “Kita berdua akan jadi bridesmaid yang cantik di pesta pernikahan Cecil.. Tapi baru saja dia hendak membalas perkataan Kesya. seperti orang kurang makan.. Tubuhnya yang mungil tampak kalah tinggi dibandingkan orang=orang lainnya.” Tubuh Kesya menegang dalam pelukan lengan kurus Finna. Dia paling nggak suka main tebak-tebakan gini. Mengutukngutuk dalam hati kenapa dia mau-maunya menemani Cecil menjemput Finna. Mungkin karena sekarang diberi tempat kehormatan untuk menjadi salah satu anggota panitia dalam pernikahan Cecil. keluarga Cecil kurang berkelas dibandingkan keluarganya. Cecil! My beautiful cousin! Si calon pengantin!” Finna membalik tubuh Cecil dan memeluknya erat. Kayak anak kecil saja! Kesya melirik si empunya tangan dan mendengus pelan. Suara mendesah yang dibikin-bikin itu (maksudnya sih biar kedengaran lebih seksi. “Kita pulang aja deh ya. Rambutnya tetap keriting panjang. “Nggak ada ide yang lebih bagus ya?” bentaknya kesal karena itu ide yang diulang-ulangKesya selama setengah jam terakhir ini. Kalau tidak memikirkan kesopanan. Cecil mendelik ke arah Kesya.” Kini giliran Kesya yang dipeluk dengan erat.. Kesya berdiri di sampingnya. Finna sudi memberikan pelukan erat kepada Cecil. Mata bulatnya melotot lebih besar ke arah Kesya. Dulu Finna tidak pernah sudi berpelukan dengan Cecil. Wajahnya tetap over make-up. Finna. “Lama banget sih?” dumel Cecil untuk yang ke-157 kalinya. Sejak empat tahun yang lalu Finna tinggal di Amerika. Kesya memperhatikan penampilan Finna.Cecil berdiri di balik pembatas besi hitam. biar kamu nungguin Finna di sini sendirian!” tantang Kesya sambil berkacak pinggang. Tubuh Finna tetap kurus tanpa daging. Kesya... Kesya mendengus melihat adegan artifisial itu.” sapa Cecil. walaupun semua make-up itu tidak akan pernah menandingi kehebohan gigi tonggosnya.

nggak?” tanya Kesya iseng... Pokoknya dia mau yang terbaik untuk tamu-tamunya. waktu aku organize wedding party-nya Nicole Kidman.. Cecil melirik Kesya dari kaca spion. Malah sebaliknya. Dia harus konsentrasi menahan tawa yang seketika akan menyembur keluar. namun kemudian senyum gigi tonggosnya terpancang di wajahnya. Bener-bener berkesan deh. Jadi semuanya nggak boleh sembarangan. begitu deh kira-kira.. “Mama kamu yang bilang begitu. sampai yang terakhir ini... “Blah blah blah.“Aku juga jadi bridesmaid-nya Cecil!” ujar Finna dengan suara sengau. Mereka juga bisa dibilang seleb yang agak eksentrik. pestanya Nicole Kidman.. Yang paling berkesan buatku itu waktu aku harus organize wedding party-nya Angelina Jolie-Brad Pitt... “Ooh.. Yang dilirik balas melirik dengan tatapan pasrah. Mereka cuma mau pesta sederhana yang hanya dihadiri orang-orang terdekat.. Mereka kan udah seleb terkenal gitu. you know? Soalnya si Nicole itu maunya banyak. Sesekali dia membalikkan tubuhnya menghadap Kesya yang duduk sendirian di kursi belakang. Finna tidak berhenti bercerita soal kehebatannya sebagai WO sukses di Amerika.” Dan Kesya tidak mendengar lagi. Mulai dari pestanya Britney Spears-lah. I will kill her! pikir Kesya sadis. *** “Yah.. Angelina Jolie-Brad Pitt-lah.. Dia tertawa terkikik-kikik. lebih baik dia nggak tahu apa-apa.. Kalo sampai dia tahu sesuatu tapi nggak ngasih tahu aku. “Terus ada lagi yang seru juga.” Kesya mengernyit. Tubuhnya juga ikut heboh bergerak-gerak.” Finna terkikik-kikik lagi. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh. tidak melihat sisi lucu dari pernyataan Finna. dahi Finna mengernyit bingung. tapi akhirnya mereka balik ke aku juga. It’s so repot. Extravaganza gitu! Mereka muter-muter nyariin WO yang bisa mewujudkan pernikahan impian mereka. waktu itu aku juga sempet.. . Ya. Ceil. Dia melirik ke arah Cecil. Christina Aguilera-lah.” Sejak naik ke mobil Cecil. adiknya Paris Hilton yang masih baby itu. “Kamu ngurusin pesta gunting kuku Tinkerbelle-nya Paris Hilton. dan tampaknya sobatnya itu juga sedang melakukan hal yang sama. Jadi mereka mau pestanya yang bener-bener berkesan banget. dia merasa ketakutan sekali! Tatapan do-you-have-any-idea-about-this? Kesya menghunjam Cecil. Rihanna-lah. Cecil menggeleng lemah. “Tinkerbelle?” sejenak.. ya? Iya.

Kesya mendesah pasrah.. makan es krim sehabis menjalani hari yang melelahkan memang benarbenar nikmat. kentara sekali usahanya untuk bisa kelihatan seksi. Orangtua Finna juga hadir di sana. Kesya tersenyum kecil. Tidak heran Oom Balgi berjengit. “Hai. “Hhhh. berusaha mengingatkan dirinya sendiri agar tidak berpikiran terlalu kejam terhadap Finna. padahal dengan tubuh sekurus itu apa yang bisa diharapkan orang-orang selain tulang belulang yang menonjol keluar? Kesya menggeleng.. Oom Balgi berjengit melihat penampilan Finna yang sangat mencolok mata itu.... Mama dan papa Finna juga memiliki bentuk gigi seperti gigi Finna. kalau tidak mau dibilang superaneh. Kesya menghadiahi dirinya sendiri satu porsi besar es krim rum raisin. ya?” tanya DeeDee sambil menyelonjorkan kakinya di atas sofa pink di apartemen Kesya. Dari jauh dia tampak seperti pisang yang berdiri di atas apel merah. Dia menghela napas dan duduk di salah satu kursi yang masih kosong. “Kamu nggak takut?” . Kesya mengangguk sambil memasukkan suapan besar es krim ke mulutnya.” Sok akrab. sudah menunggu mereka di sebuah restoran sea food. Tante dan Oom sayang..” ujar Cecil penuh kelegaan. Menurut Kesya. “Selamat siang. Tante Renata dan Oom Balgi... Mom! Hai. Entah itu kelegaan karena mereka sudah hampir dua jam duduk saja di dalam Civic metalik Cecil atau kelegaan karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna. Gadis itu mengenakan atasan tank top berwarna kuning cerah dan bawahan rok supermini berwarna merah terang. papa dan mama Cecil.. it’s gonna be another long day. Hmmm. Kesya dan DeeDee baru saja selesai makan malam.” *** “Kamu beneran mau jadi bridesmaid. sudah pasti lega karena berhasil keluar dari kebisingan suara serak Finna.Siapa juga tahu bahwa Tinkerbelle itu anjing Chihuahua-nya Paris Hilton.. Sementara Finna mulai mengoceh dengan suara nyaringnya.. Bentuk gigi itu rupanya diturunkan dari orangtuanya. Yang paling menggelikan adalah. Malam itu. Pap!” sapa Finna pada kedua orangtuanya. bukan adiknya! Ketauan banget si Finna itu bohong besar! “Sampai juga. Tante Renata dan Oom Balgi sengaja mengundang mereka makan siang untuk menghormati kedatangan Finna.. Penampilan Finna memang superunik. Mama Finna adalah sepupu Tante Renata. Mama Finna juga memiliki rambut keriting seperti Finna. Finna langsung memeluk kedua orangtua Cecil.

. “Apalagi kamu kan sekarang belum punya cowok. Belum pernah sekali pun magic words “I love you” terungkat dari mulut Jansen.” “Kalau begitu. Mangkuk es krimnya selamat! “Aku serius nih!” DeeDee menyibak poni yang menutupi wajahnya. “Pernah dengar nenek bilang. Sementara Kesya. Kadang dia merasa kesepian juga. perlahan-lahan satu per satu sahabatnya telah menikah.. Mulut Kesya terkunci rapat. Mati kutu. Matanya menerawang ke jendela besar di apartemennya. “Siapa bilang aku nggak punya cowok? Aku punya kok. kelihatannya Kesya malah terlihat lebih kekanakkanakan daripada dirinya. Walaupun usia mereka berbeda dua tahun.” ujarnya tersinggung. nenekku nggak pernah usil bilang-bilang begitu. “Takoh apoah??” tanyanya tidak jelas dengan mulut masih penuh es krim.. DeeDee geleng-geleng kepala melihat kelakuan seniornya itu. Kesya buru-buru menyelamatkan. Kesya menghela napas panjang. tapi ada saat-saat semua temannya sibuk dengan urusan masing-masing. selamanya akan terus jadi bridesmaid‟?” Kesya menggeleng. masih saja sendiri. Jangan-jangan nanti kamu bakalan jadi bridesmaid terus..” Kesya mendelik galak ke arah DeeDee. “Siapa? Si Jansen?” DeeDee juga menyuap es krimnya. aku tahu dia juga sayang sama aku..Pertanyaan DeeDee membuat dahi Kesya mengernyit. tapi Jansen tuh nggak banget deh! You deserve better than him!” ujar DeeDee serius... Buukkkk! Bantal itu mendarat dengan posisi tidak menyenangkan di wajahnya. Itu baru TTM. “Jangan sembarangan ya kalo ngomong! Aku sayang kok sama dia. Kesya tahu Jansen sangat menyukainya dan dia juga menyukai Jansen. Bilangnya saja dia punya banyak teman. teman tapi mesra.. “Jangan tersinggung ya. “At least. . tidak perlu takut kesepian. Sebenarnya telah muncul sebersit rasa khawatir dalam hatinya.. Lagian kamu yakin mau pacaran sama Jansen?” sembur DeeDee. dan. Apalagi kini. “Itu mah bukanc owok kamu.” sahutnya sambil nyengir lebar. kenapa kalian berdua masih belum jadian sampe sekarang?” potong DeeDee.. tapi Kesya tetap tersenyum. merajut hidup baru dengan pasangan pilihan. “Kesya!” DeeDee melempar bantal yang sedang dipeluknya ke arah Kesya. mangkuk es krimnya.. “Emangnya kenapa?” tanya Kesya. Dia buru-buru memasukkan suapan besar es krim ke dalam mulutnya. tapi sampai detik ini belum pernah sekali pun laki-laki itu serius mengajaknya berpacaran. Mata Kesya mendelik lebih lebar ke arah DeeDee. „Sekali jadi bridesmaid. bukan pacar.

lho. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru.. “Saya sudah bilang berkali-kali bahwa Bu Kesya nggak mau diganggu... soal Jansen nggak usah dipikirin. tidak terasa gatal.. lho? Mona ngomong apaan sih sebenarnya? Kenapa sampai bawabawa Komnas HAM segala? . Bu Kesya. gimana ngomongnya ya?” Mona garuk-garuk kepala yang.” ujarnya memelas. Mood-nya tambah lenyap mendengar ucapan Mona yang muter-muter nggak jelas. “Malah bagus kalo dia belum pernah nembak kamu. Sudah cukup lama kepalanya menunduk dengan posisi yang sama.. diadukan ke Komnas HAM. udah deh. Kepala Kesya menunduk di atas meja. kalau saya nggak mau bilang ke Bu Kesya. saya akan dipecat. Hadiah dari sesama orang penting tentu saja harus dikerjakan dengan penuh kehati-hatian. Rasanya tadi dia sudah memberi instruksi cukup jelas kepada Mona.. Mona makin mengerut dengan sikap Kesya. Kalau sedang berkonsentrasi penuh. Kesya merasa sangat marah kalau diganggu. Dua tahun menjadi pegawai Kesya. dianggap melecehkan dia. siapa yang cocok buat aku? Kenapa sampai sekarang belum muncul-muncul juga? *** Ruang kerja Kesya yang cukup besar terasa sejuk. “Ada apa?” tanya Kesya tidak sabar.” Lho. itu. “Anu. dan bicaranya jadi tambah ngelantur. saya tahu Ibu nggak mau diganggu. Aduh. Tok tok tok.. tapi saya nggak tahu harus gimana lagi..” Perkataan DeeDee membuyarkan lamunan Kesya. dan Kesya sedang mengerjakan hadiah untuk putri gubernur itu. “Ya!” sahutnya dengan suara cukup tinggi. cukup menenangkan hati. mau tidak mau Kesya harus cukup puas dengan kesendiriannya. you deserve better than him. dia sudah cukup hafal dengan perangai bosnya itu. Kepala Mona tersembul takut-takut. Aku kan udah bilang.. “Ada apa sih?!” bentak Kesya tidak sabar. Kesya duduk di balik meja kerjanya. Katanya.... Sebuah lensa khusus untuk melihat berlian terpasang miring di dahinya. “Kesh.Dan apabila saat itu tiba. tapi dia memaksa terus. tapi saat ini dia benar-benar tidak berdaya. “Maaf. Lampu meja memancarkan sinar kuning lembut.! Kesya mengembuskan napas dengan kesal. sebuah meja kayu yang dipelitur dengan halus. Kesya yakin seratus persen. Dia tuh nggak cocok buat kamu!” Lalu. Dia sama sekali tidak ingin diganggu.. Putri Gubernur Palembang akan menikah bulan depan.

itu. Pegawainya ini sebenarnya tahu nggak sih apa itu Komnas HAM? Kok percaya begitu saja sama kata-kata si Finna. tapi di telinga Kesya terdengar seperti lenguhan orangutan jantan di Taman Safari. pintu ruang kerjanya kembali diketuk... setengah menangis.. Kesya. kalau Bu Kesya nggak mau ngomong sama dia. “Tapi yang namanya Finna itu juga udah dua puluh lima kali telepon ke sini. “Kamu nggak akan dilaporin ke Komnas HAM!” ujar Kesya. ada yang namanya Finna Salsabila telepon. Kesya mengembuskan napas kesal. Ini kali kedua puluh enam dia telepon. “Bener. “Galak amat sih?” “Ada apa. Saya bertanggung jawab atas diri kamu!” Wajah Mona berubah riang. karena saya itu bos kamu. saya nggak mau diganggu!” Tapi. Dan seperti yang saya bilang. Cukup lama Kesya berdiam di sana. Bu Kesya? Wah. “Kalau kamu dilaporin. bersiap melanjutkan pekerjaannya. Dia memaksa untuk ngomong sama Bu Kesya.. mungkin maksudnya supaya terdengar seksi. dia mau ngaduin saya ke Komnas HAM!” Kesya geleng-geleng kepala sendiri. “Finna! Aku benar-benar lagi sibuk! Kalau kamu nggak mau langsung bilang apa maumu. Dia menempelkan telepon itu ke telinga Kesya.” Finna? Mau ngapain dia? “Bilang aku nggak ada di tempat!” jawab Kesya sambil mengibaskan tangan...“Mona! Kamu tuh kenapa sih? Nggak bisa ngomong langsung ya? Mood-ku jadi hilang nih! Gara-gara kamu!” “Anu.” sahut Mona. Bu Kesya. “HALO!” sapa Kesya. Kesya menggeram marah. Finna? Aku lagi sibuk banget nih!” “Sesibuk apa sih sampai nggak bisa diganggu?” Finna tertawa sengau.. Mona malah menerjang masuk dan buru-buru mengangkat telepon di ruang kerja Kesya. saya pasti akan membela kamu. berusaha mengumpulkan kembali konsentrasinya yang menguap bersamaan dengan ocehan Mona yang tidak keruan.” Suara sengau Finna terdengar garing di telinga Kesya.. “Kalau begitu Bu Kesya ngomong sendiri sama yang namanya Finna ya. dia akan melumat-lumat tubuh ceking Finna! “Aih. Dari sana dia dapat mengamati kesibukan kota Jakarta. “Mona! Saya sudah bilang. aku akan langsung tutup telepon ini!” .” ujarnya sambil buru-buru kabur keluar. Untung saja Finna tidak berdiri di sini. Kalau Finna ada di hadapannya. Konsentrasinya sudah buyar! Mood-nya sudah hilang! Dia berjalan ke jendela berukuran sedang. Ketika Kesya sudah duduk kembali di kursi kerjanya. Bu Kesya benar-benar bos yang baik ya!” Dan dia pun berlalu dari ruang kerja Kesya. “Saya udah bilang itu dua puluh lima kali.

kan?” Kesya menggeram marah.. nggak bisa begitu. Mama termasuk salah satu orang penting yang dimaksud tadi.. Kesya mendengus kesal. “Buat apa? Itu kan urusan Cecil dan Alo!” “Lho lho lho. tapi kali ini Kesya benar-benar tidak ada tenaga lebih untuk berargumen. Kasian kan kalau kamu kelihatan tua. jadi kita juga harus bertanggung jawab dalam pemilihan dekorasi pelaminannya. nggak usah berlebihan gitu deh.” Damn it! Apa maunya si Finna. “Kenapa kamu udah beberapa minggu ini nggak pernah telepon ke rumah? Kamu sudah lupa ya. Kesya sayang.. “Nggak deh. Seenaknya saja Mona menghubungkan line teleponnya... kamu punya seorang ibu tua dan seorang ayah tua yang selalu menanti-nantikan kabar dari anak gadisnya yang tinggal sendirian di Jakarta? Jauh terpisah dari orangtuanya?” Kesya mengerang pelan. tuuuttt. Mama.” . Kesya menjawab lagi. Kesya sudah memberikan perintah yang sangat jelas bahwa hanya segelintir orang penting yang boleh langsung terhubung dengan line teleponnya.. rasanya nggak penting banget deh!” Finna tertawa lagi. Nanti cowok-cowok tambah nggak mau lagi sama kamu. “Kesya! Begitu ya cara kamu ngomong sama Mama?” terdengar suara ibunya.. Sebenarnya aku mau ngajak kamu pilih dekorasi pelaminan buat Cecil!” Sambil menahan amarahnya. Selebihnya harus disortir dulu oleh Mona.. Nanti kamu cepet tua lho.. atau masih tetap lonjong seperti dulu!” “Oke! Mukaku masih tetep lonjong seperti dulu...” “Kamu yang berlebihan! Berminggu-minggu nggak ngasih kabar ke orangtua kamu! Mama nggak tahu apa muka kamu udah berubah jadi kotak atau persegi.. “Tunggu sebentar!” Kesya menekan line 2. Rasanya Cecil tidak pernah memberitahukan bahwa salah satu tugas bridesmaid adalah membantumu memilih dekorasi pelaminan! “Cecil nggak pernah bilang begitu!” “Sekarang Finna yang bilang! Sama aja. tuuuttt.. sampai ngomong seperti itu? Finna tertawa mendengar leluconnya sendiri.. Kesabarannya kini sudah benar-benar berada di ambang batas.. Kita berdua kan bridesmaid-nya. Tuuttt.” Dahi Kesya mengernyit.“Deuuu.. “Halo!” bentak Kesya. cuma sekarang kupingku rada kegedean karena harus dengerin omelan Mama. segitu aja marah... Jangan gampang marah-marah gitu dong. “Aduh. “kalau kamu telepon cuma untuk ngomong begitu doang. Terdengar nada sela. Oke.

“Denger. Usahanya bahkan lebih gigih dibandingkan pendemo yang biasanya suka mangkal di Bundarah HI.” Itu suara Finna. Finna!” “Kamu kenapa sih teriak-teriak kayak Tarzan gitu? Kayaknya kamu punya masalah kepribadian. “Iya. iya!” jawab Kesya tidak sabar. telepon itu masih bunyi. repot deh! pikir Kesya. Ceritain kabar kamu. No more telephone! Krrriiiinnnngg! Krrrriiiinnnngggg! Kkkrrrriiinnngggg! Tapi. Tapi. sekarang kamu teriak-teriak. Ma. Kali ini lebih panjang. Kalau nggak senang ya sudah. Mungkin kamu butuh bantuan psikolog?” Praaaakkkk! Kesya membanting gagang telepon kembali ke tempatnya.” Dia sudah tahu ke mana ujung pembicaraan ini akan bermuara. Memangnya salah Kesya kalau tidak ada cowok yang bilang cinta kepadanya? Masa dia harus mengemis cinta kepada cowok-cowok untuk menunjukkan kepada Mama bahwa dia serius cari pacar? Kesya serius cari pacar! Serius banget malah. benar! Itu lagi. cowok-cowok aja yang nggak tahu pada ngumpet ke mana! “Hei! Kamu denger omongan Mama nggak sih?” Suara Mama kembali meninggi... kamu selalu nggak senang! Padahal Mama kan cuma khawatir sama kamu. Telepon itu dengan gigih terus berbunyi.“Mama bukannya ngomel! Mama cuma mau ngingetin kamu! Kamu tuh seharusnya sering-sering telepon ke rumah. Aku bahkan sudah hafal banget sama omongan Mama. Dia masih setia menunggu Kesya di line 1! “Ya.. nanyain kabar papa dan mamamu! Mama dan Papa punya anak. Finna sialan! Sekarang dia bilang aku gila! Kkrrriiinnnggggg! Kesya menutup telinganya. Kesya menghela napas. Kapan kamu mau serius cari pacar?” Nah kan. berarti Mama sudah tersinggung dan siap-siap meledak. nggak usah jadi anak Mama saja!” Klik! “Aaarggghhh!” Kesya berteriak kesal. “Kesya! Halo. Wah. Halo. Ma. Kkkkkkkkkkkrrrrrrrrriiiiiiiiiinnnnggggggggg!!! Tuh kan. tapi serasa nggak punya anak!” “Iya. Memanggil-manggil Kesya. itu lagi! Selalu saja itu yang ditanyakan Mama. rupanya telepon itu tidak menyerah begitu saja. ya?” Suara Mama kini terdengar melunak.” “Jadi begitu ya?” Suara mamanya terdengar bergetar. “Mama dengar kamu jadi bridesmaid-nya Cecil. “Kalau dibilangin Mama. ya? Tadi kamu marah-marah. “Cecil saja sudah mau menikah.. . Kalau sudah mengeluarkan getaran.

“Aku nggak mau terima telepon!” teriak Kesya. Suara siapa itu? Rasanya dia tidak pernah mengenal laki-laki dengan suara seperti ini? Suaranya berat dan enak sekali didengar. jemput saya sekarang. Kesya tidak suka ditertawakan. Ragu-ragu.” Terdengar tawa kecil dari seberang.. tapi tanpa sadar tangannya menekan tombol speaker phone. Dia membanting teleponnya. ada apa?” “Saya baru datang dari Singapura. Kesya menjawab sapaan suara berat itu.” Marco? Bestman-nya Alo? “Ya. tapi tidak ada yang bisa menjemput saya. Kamu siapa ya?” “Saya Marco.. “Ya. Tapi saya benar-benar tidak tahu jalan. “Kalau lain kali kamu tidak meng-cut telepon untuk saya. Saya juga tidak ingin naik taksi sendirian. Segera sebuah suara berat laki-laki memenuhi ruangan itu.” Tuut tuut tuut tuut. suara kamu keras sekali ya. Mona langsung mengerut ketakutan melihat Kesya datang mendekat. sori. Kesya menghampiri meja Mona. apalagi saat dia sedang merasa marah..” “Enak aja! Ka. Laki-laki ini harus diberi pelajaran! Kesya menggerutu dalam hati.. Pesawat saya baru saja tiba. ini Kesya. “Waaah. Kamu bisa tolong jemput saya?” “Enak saja! Memangnya saya sopir kamu?!” bentak Kesya marah. “Jangan ngetawain saya!” “Ehm. Dia segera menyambar kunci mobil dan dengan langkah lebar keluar dari kantornya. Jadi please. bestman-nya Alo. Dia jadi tambah marha. Lho? Lho? Lho? “Kurang ajar!” maki Kesya lalu membanting teleponnya. “Halo? Kesya?” Kesya segera memandang telepon itu. kamu akan saya pecat!” .

. Buru-buru dimajukannya mobilnya. muter-muter cari alamat yang nggak jelas. “Jalan Disco. Laki-laki itu masih tidur. Mana jalanan macet. Dia berpaling. Nanti disangkanya dia gadis kampungan yang tidak tahu jalan di kota Jakarta ini.. Dasar kebo! . Kesya sungkan untuk bertanya lagi.. Kesya akhirnya menyerah juga. Dua jam lalu. Dan saat melihat kedua kelopak mata Marco yang terpejam rapat. hati Kesya tambah kesal. Kesya tertawa dalam hati. Cowok kurang ajar! makinya dalam hati. Dddiiinnnn..! Kesya tersentak kaget. lucu juga. Sudah dua jam dia keliling-keliling mencari alamat yang secara tidak jelas diucapkan oleh bestman Alo ini.. Hihi. Orangtuanya orang Indonesia. jadi Kesya agak leluasa untuk memperhatikan pendampingnya dalam acara pernikahan Cecil. Berhenti lagi. ketika Kesya sampai di bandara. merasa kesal karena Marco sejak tadi tidak membantu menunjukkan jalan sedikit pun. lagi! Eh. sejak kecil Marco tinggal di Singapura. bestman Alo yang bernama Marco Raphael Eagan ini langsung melemparkan travel bag-nya ke dalam bagasi mobil Kesya. Kali ini dia ke Jakarta untuk menyelesaikan sebuah proyek. Jengkel. Kesya terus memperhatikan Marco yang masih tetap tertidur pulas.. Sekarang dia juga bekerja di sana.” begitu dia bergumam tidak jelas lalu mengempaskan tubuhnya di samping Kesya. Dengar-dengar dari cerita Alo. Gila! Pulas sekali tidurnya. dia malah enak-enakan tidur! makiannya bertambah dahsyat. Pelanpelan. Kelapa Gading. Pendamping yang mendampingi pendamping pengantin. Jalan di depannya agak tersendat. Emangnya aku sopirnya? Aku capek-capek nyetir. Namun.. Berpikir untuk menjitak kepala Marco.4 KESYA mendengus kesal. putar sana putar sini. Kesya melirik ke arah Marco lagi. Marco sendiri lahir di Singapura. tapi mereka sudah lama bermukim di Singapura. sekaligus menjadi bestman dalam pernikahan Alo.

Kesya jadi ingat Jansen. Bibir penuhnya tampak merah. Ups. Sialan! Rupanya sejak tadi laki-laki ini pura-pura tidur. Jansen tidak segagah Marco.. kentara habis dicukur. laki-laki yang berbibir penuh adalah laki-laki yang tidak pernah bohong. Rahang perseginya tampak kebiru-biruan.. Hmmm. tipe pekerja keras. Dia tidak akan pernah mau berurusan dengan lakilaki semacam itu.. Laki-laki bertubuh kecil yang tidak pernah sok-sok tebar pesona itu menyukai musik dan teater. Aduh malu banget deh! Jangan-jangan Marco pikir. tapi. Marco keren juga. buru-buru diralatnya lagi pikiran itu. Lalu menggeleng kuat-kuat. aku gadis kesepian yang sangat mendambakan laki-laki.. Jansen juga tidak suka film action. Berarti tiap dua menit sekali.. Dada Kesya berdebar-debar. Kata orang. Alisnya tebal. dia udah punya pacar belum ya? Kesya terkejut. Kalau melihat kesan pertama saat bertemu tadi. Kesya terkejut. Ups. Dia ketahuan sedang memperhatikan Marco. kamu sudah lima kali menoleh untuk memperhatikan aku. Kesya suka laki-laki pekerja keras. Marco tampaknya laki-laki yang suka tebar pesona. Kini hawa panas terasa mengalir naik ke wajah Kesya.! Kesya bergidik. sama seperti dirinya. Kelopak mata Marco masih terpejam rapat. kalau diperhatikan.. tapi sudut-sudut bibirnya tertarik ke atas dengan seksi. kamu ingin melihatku. Yang sangat mengagung-agungkan maskulinitasnya. Mereka juga sering memberi pujian kepada wanita pujaannya. Marco tampak lebih macho lagi! “Dari sepuluh menit yang lalu.. Aduh.” Tiba-tiba Marco berbicara! Dada Kesya berdebar lebih kencang. gila nonton pertandingan tinju atau WWF yang penuh dengan sadisme. Kira-kira. Napas teratur laki-laki itu menandakan dia masih tertidur pulas. Di tangannya tampak urat-urat yang menonjol. pikiran dari mana lagi itu? Kok jadi kayak iklan-iklan kontak jodoh di tabloid sih? . gila film-film action yang hanya menampilkan adegan berantem terus. Buru-buru Kesya memajukan mobilnya lagi. Hiiyyy..Ehm. Kesya melirik Marco lagi.. Dihapusnya sampai tidak tersisa lagi. Kali ini cukup serius sampai dahinya berkerut-kerut. Dari mana lagi datangnya pikiran itu? Diiinnn! Dddiiinnnn! Dddiiinnn! Aduh! Jalan di depannya sudah lengang lagi. membentuk seulas senyum kecil.. Suara tawa kecil di sebelahnya membuatnya menoleh kaget. Pikiran dari mana itu? Kesya kembali berpaling memperhatikan Marco. sudah maju lagi. Yang gila olahraga. Tapi. Dia lebih memilih film drama daripada action. Kaus polo kuning yang Marco kenakan tampak menonjolkan maskulinitas tubuhnya.

. Melihat-lihat ke atas. Mobil-nya! . terutama setelah kejadian memalukan tadi. Dengan hati dongkol.. Marco tampaknya telah menyelesaikan urusannya. Marco tertawa kecil lagi. Kali ini dia menertawakan wajah Kesya yang memang merah seperti lobster matang. Dan lebih memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus memperhatikan laki-laki brengsek ini lima kali dalam sepuluh menit terakhir! “A.“Kenapa? Kamu suka ya. Senyum seksi yang menggoda..” ujarnya mencari-cari alasan.” ujar Marco. “Belok sini. Wajahnya pasti merah seperti lobster matang.. Berhenti. Jadi aku nggak enak banguninnya. “Eh. ngeliatin aku?” Kini mata Marco sepenuhnya terbuka.. Dia lalu berjalan mendekati tanah kosong itu. Berhenti. Dia memasukkan kamera digitalnya ke dalam travel bag. Dug! Dug! Dug! Dug dug dug dug dug dug!!! Sialan! Siapa sih yang mukul beduk dalam hatiku! maki Kesya pelan. Kesya mengutuk dalam hati. Dia masih tidak berani menatap Marco. Dari travel bag-nya. Kesya mematuhi petunjuk Marco sambil tetap memandang lurus ke depan.. tunggu.. Kesya juga ikut masuk ke mobil.” seru Kesya saat Marco membuka pintu di sampingnya. Marco minta diantarkan ke tempat menginapnya di Jakarta..” ujar Marco lagi. Marco masih tersenyum. Ini toh yang namanya Jalan Disco? Yang dilihat Kesya hanya sebidang tanah kosong yang cukup luas. Melihat-lihat.. Setelah menutup bagasi. Kesya bersandar pada mobilnya. Lalu memotret lagi. “Tolong buka bagasinya. Memaki-maki dirinya sendiri kenapa dia harus satu mobil dengan laki-laki brengsek ini. lalu memotret lagi.. tapi aku lihat kamu tidurnya nyenyak banget. laki-laki itu mengeluarkan sebuah kamera digital. Aku mau tanya. tapi Kesya malah tidak berani memalingkan wajah...” Kesya melongo. Mau ngapain Marco ke sini? Tadi. pikir Kesya.” Kesya membuka bagasinya lalu mengikuti Marco. Masih mengutuki orang yang memukuli beduk dalam hatinya. Masih bingung akan apa yang dilakukan Marco. dia masuk ke mobil Kesya lagi. aku nggak tau Jalan Disco ada di mana. “Stop depan saja.. Memotret dari berbagai sudut. Tidak mau banyak bicara kepada laki-laki ini. Tapi ini. “Lurus saja sampai ujung sana.. “Hah sini?” Kesya buru-buru membelokkan setir mobilnya. Hawa panas yang lebih panas daripada terik matahari di Gurun Sahara kini menyerbu wajahnya. Berjalan ke tengah. Tapi dia memutuskan untuk diam saja..

karena dia juga merasa mengenali wajah petugas parkir Apartemen Magenta dan dikenali oleh si petugas parkir itu.“Ke Apartemen Magenta. Tapi. Bu Kesya.. dia melihat ke sekeliling lagi. Dia menghela napas panjang. Rasanya dia benar-benar familier dengan lingkungan apartemen ini. Dari Jalan Disco sampai ke Apartemen Magenta makan waktu dua jam. sampai selesai pesta pernikahan. karena. lagi-lagi.” Kesya kebingungan..” “Apartemen nomor berapa?” buru Kesya cepat... dia tidak suka berdekatan dengan Marco. Kali ini warnanya seperti warna tomat matang. kenapa Marco tidak boleh tinggal di apartemen sebelah Kesya? Tidak ada alsan yang jelas untuk melarang. Alis Marco terangkat.. Saat tiba di Apartemen Magenta. Benar juga ya. “1525. Ini kan.. membuat dada Kesya bergemuruh kencang. laki-laki tukang tebar pesona ini.... Tubuhnya penat. Bagus? Apanya yang bagus? Kesya kesal sekali dengan ulah Alo dan Cecil yang mencarikan bestman mereka apartemen tepat di sebelah apartemen Kesya. . Seolah mendapat pencerahan. Mereka bermobil dalam diam. “Karena. setengah linglung. Kesya mendengus kecil.” ujarnya santai... matanya bersinar tajam. memajukan mobilnya ke parking booth.. Alo dan Cecil menyarankan agar aku tinggal di Apartemen Magenta. “Oh.. Tidak tahu alasan apa yang harus diutarakan. Bu?” Kesya tersenyum bingung. Aneh! Kok sepertinya Kesya mengenali pemandangan di sini. Deg! Wajah Kesya berubah merah lagi.” Kesya setengah bingung setengah tidak percaya. Tiba-tiba Kesya tersentak. “Selama di Jakarta.. ya?” tanya Marco enteng. teringat perjalanan yang masih harus dia tempuh untuk pulang ke apartemennya sendiri. “Kok malam baru pulang. “Kamu nggak bisa tinggal di sana!” “Kenapa nggak bisa?” Marco balik bertanya. “Iya nih. “Karena kamu takut jatuh cinta sama aku. Kesya hanya tahu. Marco mengangguk pelan.. Dia menurunkan kaca jendela mobilnya.” 1525! Itu kan terletak di sebelah apartemennya! “Itu tepat di sebelah apartemenku!” jerit Kesya.” sapa petugas parkir dengan akrab. “Selamat malam. tadi ada urusan. Celingak-celinguk. bagus kalau begitu. Marco tersenyum lagi. Kesya lelah luar biasa.” ujar Marco tanpa sempat Kesya bertanya. Apartemen Magenta? Apartemen Magenta kan apartemennya! “Kamu akan tinggal di sini?” seru Kesya terkejut. Matanya mengantuk... tanpa dia sendiri tahu apa-apa soal itu. Senyum seksi yang.. Kesya.

“Saya Marco.” Kalimat DeeDee tidak selesai. “Karena aku seksi.” Kini Marco mengangguk ke arah DeeDee. “Good night. “Siapa?” Itu suara DeeDee. DeeDee berbicara sambil memasukkan sumpit ke dalam mulutnya..” Marco mengangguk sopan ke arah Kesya. sementara yang satu lagi masih menempel di mulutnya.. kok berhenti di apartemen nomor 1523? Marco menekan bel pintu.” jawabnya sambil mengedipkan sebelah mata. sampai acara pernikahan Alo dan Cecil selesai. “Eh.. Dari pintu yang terbuka. Matanya berbinar-binar tanpa berkedip. Sumpit yang tadi dipegangnya terjatuh satu.“Kenapa aku bisa jatuh cinta sama kamu?” tantang Kesya. “Dan. makan selalu sambil nonton televisi! “Mau cari Kesya. lalu berhenti. Dia kesal lebih karena Cecil dan Alo. “Halo..” Kesya tidak jadi berkomentar karena DeeDee telanjur membuka pintu. di ruang tamu. Berhenti menggantung seakan menguap di udara. Mobil Kesya telah terparkir sempurna... Dia masih merasa kesal. “Gila!” maki Kesya.. memandangi Marco tanpa berkedip. berjalan sedikit. Padahal.. DeeDee sendiri berdiri mematung memperhatikan sosok Marco yang menjulang. Sebenarnya bukan kesal karena Marco tinggal di sebelah apartemennya. tampak semangkuk mi yang mengepulkan asap diletakkan di atas meja pendek. lalu berjalan menuju lift. tidak memberitahunya apa-apa mengenai pengaturan ini.. Mereka berbelok. Kesya..” sapa Marco sambil tersenyum. di depan televisi.. Eh? Lho. Dia mengambil tas dari bagasi yang telah dibuka Kesya. tapi Kesya percaya ini semua adalah ide Cecil. Matanya membulat. DeeDee. Hmm.. Jemari Marco menekan tombol 15. Kesya mengikuti tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. karena kamu telah memperhatikan aku setiap dua menit. Dalam hati dia berjanji akan mencabik-cabik Cecil besok pagi. Dia tidak membalas sapaan Marco.. Marco turun tanpa berkata lagi. Tiinggg. kalau menuruti kata hatinya. Marco tersenyum lebih lebar. ya? Kesya-nya belum pu. Kesya sudah mau menghilang saja ditelan bumi saking malunya. bestman-nya Alo.. segera setelah fajar mulai menyingsing! Tiiinnngg. Mereka berdua masuk lift. seolah terhipnotis.” tambahnya dengan senyum menggoda. “Good night. Kemudian dia melenggang ... Pintu terbuka dan kepala DeeDee menyembul dari dalam apartemen. dua kepala lebih tinggi daripada dirinya. hanya terpukau memandang sosok pria itu. menatap berani ke arah Marco.. Saya akan tinggal di apartemen sebelah selama berada di Jakarta.. Kebiasaan jelek DeeDee.” Marco menyelesaikan monolog perkenalannya. Kesya merasakan lift bergerak naik. Gadis itu memegang sumpit. Tadi. DeeDee.

Tidak memedulikan makian Kesya. “Then what?” Kesya mencibir sambil masuk ke apartemennya. “Marco sahabatnya Alo. menampilkan ekspresi terhina mendengar ucapan DeeDee barusan.masuk ke apartemn nomor 1525. Gayanya persis nenek Kesya waktu Kesya kecil menolak makan nasi.. “Cowok tukang tebar pesona! Cowok model begitu sangat mengagungkan maskulinitasnya! Nggak banget! Itu bukan tipeku sama sekali!” DeeDee terdiam memandang Kesya. Takut pekikan DeeDee terdengar sampai ke sebelah dan membuat Marco kege-eran. “Di mana sih. Marco jelas jauh ke mana-mana. “Apaan?” cibirnya. Kesya mencebikkan bibir.” tambahnya pelan. berjalan menuju kamar mandi yang terletak di sebelah dapur. Masa kamu membiarkan orang asing seperti dia tinggal sama-sama kita!” “Orang asing yang seksi. “Mendingan Jansen.. “Feeling kamu salah banget kalau begitu! Aku nggak mau!” bantahnya.” “Sinting!” Kesya melemparkan guling ke arah DeeDee. DeeDee menyusul langkah Kesya. Saat . “Kesya.. “Sssst!” Kesya menegurnya.. “Aku punya feeling dia bakal jadian sama kamu deh... Dibandingin Jansen. Begitu pintu apartemen 1525 menutup. Kesh. Kesya lagi-lagi geleng-geleng kepala. DeeDee menggeleng-geleng.. “Kenapa dia nggak tinggal di sini aja?” DeeDee masih memekik. Kesya. tapi hatinya berdebar juga. makanya bisa jadi bestman-nya Alo.” DeeDee tersenyum lebar. Alo ketemu cowok seksi kaya gitu?” DeeDee mengempaskan tubuh di ranjang..” Kesya melotot. “Sinting!” maki Kesya lalu masuk ke kamarnya.” “Dia seksi banget lho. “Dia tahu namaku!” pekiknya senang. “Kamu ngaco ya.. Makan malamnya segera terlupakan.” desah DeeDee. Dia lalu keluar dari kamar tamu. “Apa-apaan sih kamu? Dia nggak mungkin tinggal di sini!” “Kenapa?” “Aku nggak akan mengizinkan!” “Kenapa nggak?” “DeeDee!” bentak Kesya.. “Gila!” Kesya memperkaya kosakata makiannya sambil menggeleng-geleng. DeeDee langsung bereaksi. “Kamu yang sinting kalau menolak cowok seseksi itu menginap di apartemen ini!” balas DeeDee tak kalah sengitnya. Dia seratus ribu kali lebih baik daripada Jansen.

Jarum pendeknya sudah menunjuk ke angka sepuluh..... Butuh usaha cukup keras untuk mendengarkan percakapan terpatah-patah Jansen. “Aku habis makan malam. lalu berlalu. nanti keburu lupa..” “Ha.tangannya terulur hendak memegang hendel pintu.. “Hai. Kesya sangat menikmatinya. Biar begitu. tiba-tiba dapet ide.. “Aku pesan makanan untuk kamu.. Harum makanan menguar dari bungkusan itu.” Jansen tertawa kecil. jadi buru-buru digambar. Kesya berjalan ke pintu dan melihat dari lubang siapa orang yang berkunjung malam-malam begini. halo. baru aja se. Praannggg. “Marco. Ternyata Marco! Mau apa dia? Kesya membuka pintu... tiba-tiba terdengar suara bel pintu.....! “Lho. Alisnya terangkat saat melihat Marco menyodorkan sebuah bungkusan. Dari tadi kamu belum makan malam.” “Wuaahh! Perhatian banget dia!” DeeDee melonjak kegirangan. “Dia bawain makan malam untukku.” Marco mengangguk sopan. kan?” Kesya tertegun. Katanya aku belum makan malam.... itu. “Apa ini?” tanyanya. Tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. iya nih. Ba.” jawab Kesya pelan. Dug! Dug! Dug! Pemukul beduk dalam hati kesya beraksi lagi! *** Krriingggg! Kesya meraih gagang telepon yang terletak tepat di sebelahnya.. suara apa tuh?” tanya Kesya terkejut... “Siapa?” kepala DeeDee menyembul dari dalam kamar Kesya. kamu sendiri kok belum tidur?” “Aku?” Kesya memperhatikan sketsa perhiasan di pangkuannya. Kalau nggak.” Suara Jansen! Kesya mengecilkan volume televisi.” Jansen tertawa lemah. “Kamu juga baru selesai makan?” “I. “Ooh. selesai kerja. Udah malem kok belum tidur?” Kesya melirik jam yang terpasang di dinding. .. “Ka.. itu piring makanku pecah. “Halo.” Ya ampun Jansen! Di telepon pun masih bisa gugup begitu! Kesya tersenyum kecil. “Good night.

” Kesya meletakkan gagang telepon sambil tersenyum-senyum.” Terdengar suara tawa Marco. Terus aku dapat tiket dua. besok sore kamu ada kerjaan nggak?” Jansen terdengar berusaha mengatur napasnya. I. Kesya tertegun.. alamat kantormu.... “Halo?” “Udah. Makanannya enak.” suara Marco melembut.. Kamu mau ikut?” Wah. “Kamu pikir aku nggak akan menyelidiki dulu siapa pendampingku dalam acara pernikahan Alo dan Cecil nanti?” Menyelidiki? Apa maksudnya tuh? Memangnya aku ini psikopat yang harus diwaspadai? pikir Kesya meradang. Emangnya kenapa?” “Besok aku disuruh motret di konser grup musik jazz La Rouge yang dari Prancis itu.. .. Menatap piring kosong di hadapannya yang belum sempat dibereskannya. “Kesya. Dari mana Marco tahu nomor teleponnya? “Kok kamu tahu nomorku?” “Nomor teleponmu. Kamu mau jemput aku jam berapa?” “Aku. “Nggak bisa!” Begitu seriusnya Kesya menolak ajakan Marco.” Hening. Kesya yang ayu. “Aku udah makan. Good night. warna kesukaanmu. temani aku pergi ya... Jansen sudah berani mengajaknya nge-date! Kesya tersenyum senang.. “Kenapa nggak bisa?” Marco masih berkeras..” pinta Marco. Akhirnya Jansen yang pertama kali memecahkan keheningan di antara mereka.” “Hmm. “Besok sekitar jam lima. iya. Kesya tersentak. aku tahu semuanya. Dia tidak ingin berdebat lagi dengan Marco. nomor ponselmu.. “Boleh.. ya.. ada kemajuan. Kriingg! Telepon berbunyi lagi. Kesya berpikir sebentar.” “Oke.. Aku suka. “Kayaknya nggak deh. Pokoknya apa yang kamu suka dan kamu nggak suka. “Oke. Chinese food kesukaannya.” Marco terdengar tertawa kecil..“Oh gitu. Padahal tentu saja Marco tidak dapat melihat apa yang dilakukannya.” potong Kesya kesal. aku jemput kamu dari tempat kerja kamu jam lima aja.” Kesya buru-buru menjawab. Baik Kesya maupun Jansen tampaknya kesulitan menemukan topik pembicaraan yang bagus. Thanks ya makanannya..” Kali ini suara Marco yang terdengar. Sampai besok ya. “Jadi kamu mau apa sekarang?” “Cuma mau tanya apa kamu sudah makan. hobi kamu. “Kesya... kepalanya sampai ikut menggeleng. alamat e-mail-mu.... makanan kesukaanmu.

. “Udah ah.” komentar Marco usil. aku mau tidur!” “Night.. Daripada Jansen! Selalu gamang..” Kesya tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya.. Kesya!” seru Marco. Kesya tidak pernah sekali pun mendengarkan nada bicara yang penuh percaya diri saat berbicara dengan Jansen. Berbeda jauh dengan Jansen yang selalu gugup dan hati-hati. Kamu nggak suka tipe cowok suka tebar pesona kayak dia. Mungkin kepercayaan dirinya saat berhadapan dengan Kesya? Cara bicaranya yang santai dan penuh canda sangat berbeda jauh dengan Jansen. begitu tegas.“Aku.. Jansen lebih baik.. Dug dug dug dug! Waduh! Ada yang memukul beduk di hatinya lagi! Kalau terus-terusan begini. Entah apa. . dan barusan saat Marco meneleponnya—jantung Kesya sudah berdebardebar tidak keruan..” Suara Marco terdengar penuh percaya diri... Tapi. selalu hati-hati. kenapa juga dari tadi dia selalu mau tahu urusan Kesya? “Halo. “Galak amat. Tenang. Jansen nggak sepede Marco. Kayaknya Marco lebih bisa nglindungin aku. Kembali terdengar suara tawa. Dia bahagia sekali. Marco itu bukan tipe cowok kamu.. Kali ini hati kecil hitamnya yang berbicara. Laki-laki yang aneh! Tapi tak urung hati Kesya berdesit juga mengingat percakapannya dengan Marco. masih sambil tertawa. Ada sesuatu yang berbeda pada laki-laki itu. Apa-apaan sih laki-laki ini? Bukannya mereka baru kenal? Kok Marco kesannya sudah akrab sekali dengan Kesya.. Rasa simpati yang sejenak memenuhi hati Kesya langsung menguap tidak berbekas.” Mengingat ajakan Jansen tadi... “Emang kenapa? Aku mau tau gimana sih pacar kamu.. Kesya mencibir. ujar hati kecil putihnya. “Sama siapa? Pacar? Mau nge-date. Seolah dia yakin bahwa dia dapat menaklukkan dunia.. ya?” Marco masih belum menyerah. Kesh. Huh! Terlalu percaya diri. Begitu yakin. Kayaknya Marco bisa lebih yakin akan perasaannya. Lagi pula. “Kamu mau ikut? Nggak salah nih?” sergah Kesya. Buat kamu. Tetapi Marco? Seolah dia sangat yakin akan apa yang dibicarakannya. lalu malam tadi saat Marco membawakannya makan malam.. lalu menutup telepon. selalu ragu. “Jangan aneh-aneh deh!” tukas Kesya.. hati Kesya jadi membesar dua kali lipat... Kesya? Kok kamu nggak jawab? Berarti benar ya sama pacar? Nge-date ke mana? Aku ikut dong.. aku ada janji. Kesya pasti harus diopname! Baru tiga kali berdekatan dengan Marco—siang tadi saat dia menjemputnya.

mana mungkin aku bisa langsung suka? batinnya. Lho kenapa nggak mungkin? Emangnya kamu pikir Kesya nggak cantik apa? balas hati kecil hitamnya tidak kalah sengit. “Kamu barusan nguping. “Ngapain sih aku?” maki Kesya pelan. “Kamar itu kan buat tamu. tau!” bisikan Kesya semakin keras. Dia berdiri dan meraba dinding di atas tempat tidurnya. Kamar di apartemen 1523 berada persis di sebelah kamar apartemen 1525. Sebenarnya ada satu kamar tamu di apartemen Kesya. udah! Berisik!” kali ini Kesya yang memekik. Tanda bahwa dia sedang awas akan sesuatu yang sedang terjadi. Kesya menempelkan telinga ke dinding pembatas antara kamarnya dan kamar Marco. Dia menarik selimut sampai menutupi kepalanya. Kesya bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar. “Udah. Menghindari tatapan jail DeeDee. Dadanya masih berdebar-debar. Tampak DeeDee duduk dengan mata terbuka lebar. ya?” Kesya terlonjak kaget mendengar suara itu. DeeDee sudah tidur di ranjang tambahan. Di balik dinding itu ada kamar Marco. kamu nguping. Senyumnya juga merekah lebar! “DeeDee.Gila kamu! Lagian mana mungkin cowok kayak Marco bisa suka sama Kesya? Hati kecil putihnya ngomel-ngomel ke hati kecil hitamnya.. “Kesh. kan?” Mata DeeDee membulat. Aku kan bukan tamu. Tidak terdengar suara apa-apa. “Apaan sih? Nggak penting.” ujar DeeDee dengan kurang ajar saat Kesya menyuruhnya tidur di kamar tamu. “Nggak penting!” DeeDee menggeleng cepat. Kesya kembali naik ke ranjangnya. Aku adik kelasmu yang tersayang. Jadilah DeeDee tidur di ranjang tambahan di kamar Kesya. Kamar di Apartemen Magenta memang dirancang bersebelahan dengan kamar apartemen sebelahnya. . Dia menyimpan sketsa yang baru saja digambarnya ke dalam brankas idenya. kamu belum tidur?” bisik Kesya pelan.. lalu berjalan ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuh. tapi DeeDee tidak mau menempatinya. Dengan hati masih berdebar-debar. atau mungkin akan terjadi. Kesya tahu itu saat dia pertama kali melihatlihat apartemen ini. Tentu saja. Baru saja ketemu hari ini. karena desain kamar memang dibuat kedap suara. Kesya berbaring dengan mata masih terbuka.

Terutama vampir ganteng yang ngetop itu.. ya. Tangannya terangkat. Dia langsung beranjak ke dapur untuk membuat sarapan. Gelas biru bergambar beruang Forever Friend! Itu kan gelasnya. Vampir lebih pas jika diasosiasikan dengan sosok Marco. menunjukkan gelas yang dia gunakan untuk minum kopi. . bukan tuyul. Genderuwo? Bukan juga! Nggak cocok juga! Apa ya? Vampir? Hmm.. “Ngapain kamu senyam-senyum sendirian?” Kesya tersadar dari lamunan ngawurnya..5 KESYA bangun setengah tujuh pagi keesokan harinya. Marco benar-benar seperti sosok tuyul bergentayang di apartemennya. Tidak boleh ada yang memakai gelas itu kecuali dirinya! “STOP!” ujar Kesya saat gelas kesayangannya sudah hampir mencapai mulut Marco. Rambutnya masih acak-acakan. Tuyul terlalu imut untuk ukuran tubuh Marco yang tinggi besar. Siapa namanya? Edward Cullen? Hhmmm. Kesya tersenyum.. “Ngapain kamu di sini?” tanya Kesya galak.. “Itu gelasku! Gelas pribadiku! Gelas kesayanganku! Nggak boleh ada orang yang pake gelas itu kecuali aku. “Kamu belum jawab pertanyaanku!” desisnya galak. Mata Kesya melotot melihat gelas yang digunakan Marco. Marco menurunkan gelas itu. Matanya menatap heran ke arah Kesya.” Marco tersenyum kecil dan tanpa merasa bersalah dia kembali mengangkat gelas itu. ya ya ya. Mencuat di sana-sini tidak keruan... Gelas pribadinya.. mungkin juga. Di tangannya ada segelas kopi yang mengepul...” Kesya melonjak kaget. “Ngapain kamu di sini?” “Minum kopi.” Marco menjawab dengan polos. Bukan. Edward Cullen. “Pagi. Kenapa ada Marco di dapurnya? Marco tersenyum..

selamat menikmati sarapan ya! Nanti setelah meeting. paling-paling isinya demo sana demo sini. Kesh!” Kesya tidak dapat berkutik..“Stop! AKU BILANG ST. “Morning. Aku kan baru saja sampai di Jakarta kemarin. “Aku harus ke toko sekarang juga.. Sudah berpakaian rapi.” jawab Marco santai. “Bukannya apartemen kamu itu di sebelah?” “DeeDee yang membukakan pintu untukku. .” Marco menunjuk dengan dagunya. Penghuni di apartemen ini memang mendapatkan fasilitas langganan koran gratis. Ingat nggak. Kesh!” sapa DeeDee tanpa merasa bersalah sedikit pun. Dia ingat hari ini telah menugasi DeeDee untuk bertemu dengan seorang klien penting. Jadi. Pintu kamar mandi terbuka dan DeeDee keluar. “Tuh. tapi Kesya tidak pernah menyentuhnya. aku pikir. Paling baca headline-nya saja. lalu kembali minum dari gelas Kesya! Kesya memalingkan wajah. lebih baik ke sini aja. Marco menurunkan gelas kesayangan Kesya.” Terlambat! Gelas itu sudah menempel di bibir Marco! Aarrgghhh! Kesya geram sekali. Kesya menggeram lalu menunjuk dengan dagu. “Aku nggak sempet sarapan. Tidak sudi melihat pemandangan gelasnya dicium oleh orang lain. Dia juga mempertimbangkan untuk membuang gelas itu. Seorang perancang busana ternama yang berniat menggunakan perhiasan dari toko Kesya sebagai aksesori dalam pergelaran busananya.. sepi juga sendirian di sebelah.. DeeDee! rutuk Kesya dalam hati. dan aku belum tau tempat sarapan yang enak di sini. bencana sana bencana sini. Kalau tangannya memegang ulekan sambal. aku akan segera kabari kamu ya. Rencananya untuk mendamprat DeeDee karena seenaknya saja membiarkan Marco masuk hilang sudah. Habis. Lagian. Kesya membuang muka. Buat kalian berdua. aku kan ada janji dengan klien besar kita itu!” DeeDee mengambil tas yang sudah disiapkan di atas sofa lalu beranjak keluar. Dalam hati dia mengingatkan untuk mencuci gelas itu dengan sabun cairan antiseptik. Kan malas bacanya. Dia tersenyum ke arah gadis itu. rasanya ingin dia ulek saja wajah usil Marco! “Kenapa kamu bisa ada di sini sih?” tanya Kesya. “DeeDee!” Kesya memanggil. masih kesal setengah mati karena Marco minum dari gelas kesayangannya. Kesya memang paling malas baca koran. “Ada koran?” tanya Marco tanpa memedulikan hiruk pikuk yang terjadi. Aku belum belanja kopi. di kamar mandi. Suaranya sarat ancaman. Itu gelas pemberian pacar pertamanya saat dia ulang tahun sweet seventeen. tapi sayang juga ya. tindak kekerasan sana tindak kekerasan sini. “Di mana DeeDee?” tanya Kesya.

Perokok adalah orang-orang yang egois! Kesya dongkol sekali. “Kok dua? Roti bakar ini buat aku?” tanya Marco sambil menunjuk setangkup roti bakar yang masih tersisa di piring.. dia membawa piringnya dan terpaksa duduk di hadapan Marco.” Marco menggigit roti bakarnya dengan penuh perasaan.” ujarnya. Kalau ada yang membahas soal pameran mode. Kesya melirik Marco. Senyum jail menghiasi wajahnya. Diam-diam. rasa kesal memperlambat daya kerja otaknya. Selesai membuat roti bakar. atau apa saja yang berhubungan dengan seni. Dia lupa sama sekali bahwa DeeDee sudah berangkat dengan terburu-buru. Kesya tidak dapat berkata-kata lagi. Kesya memang selalu membuat dua tangkup roti bakar. Well. baru Kesya akan membaca artikel itu sampai habis. Marco mengambil koran lalu kembali duduk di tempatnya semula. Dia rupanya sudah selesai makan.. alisnya terangkat... akan memenuhi ruangan apartemennya.. Dia berjalan ke dapur dan membuat roti bakar. Marco makan sambil membaca koran. tidak ada yang dapat dia lakukan sekarang. Kesya tidak menjawab. Marco mengeluarkan sebungkus rokok dan pemantik dari balik saku celananya. Dengan kasar dia mengunyah roti bakarnya. Sepertinya. Dia tidak peduli kalau Marco tidak dapat mendengar ucapannya. yang baunya tidak enak itu. Kesya masih terus memperhatikan.. “Jadi. Kesya sudah menggigit dengan kasar roti bakar miliknya. seolah ingin melampiaskan kekesalannya pada roti bakarnya yang malang. dan mengisapnya dalam-dalam! What? A SMOKER! Mata Kesya melotot hebat. bukan hanya paru-parunya sendiri. roti bakar ini buat aku dong. tapi juga paru-paru orang lain. Kenapa jadinya malah begini? Kok Kesya jadi bikinin sarapan untuk Marco? “Thanks ya. “Aku mau ke balkon dulu.. Sayang.” Oh iya! Dia lupa. ... Marco beranjak bangun dari duduknya. Dia tidak mungkin mengusir Marco dari apartemennya. menyalakan sebatang rokok. pameran perhiasan. Satu untuknya dan satu untuk DeeDee. Kesya masih mengunyah roti bakarnya. dia mengambil gelas dan menuang kopi untuk dirinya sendiri. Sepuluh detik berlalu dalam diam. Dia jijik membayangkan asap rokok.. kan DeeDee sudah pergi.. “Lho. Dia paling tidak suka dengan perokok! Perokok itu perusak paru-paru. Marco tersenyum senang.” ujar Kesya sambil mengunyah. “Buhkkannn! Itouh puwnyahhh DihDih. Sambil matanya terpaku pada koran di tangannya.” ujar Marco sambil beranjak ke balkon apartemen.Yang menarik minat Kesya adalah berita tentang kesenian.

itu toh masalahnya. “Hai.. Marco adalah tamu kehormatan Cecil dan Alo. Hah? Nggak salah dengar nih? “Lalu aku gimana? Aku kan belum kenal dia!” bisik Kesya dengan suara agak keras.. perokok. jadi Marco sudah datang. maunya sih menampilkan efek menenangkan. “Hai! The beautiful bride-to-be!” Marco mencium pipi Cecil.! Kesya beranjak ke pintu dan membukanya. di belakang Cecil.. Tampak Cecil dan Alo tersenyum ceria. “Cecil!” Kesya langsung setel wajah jutek dan ngomel-ngomel. Ting tong.. nggak mungkinlah aku suruh seorang psikopat tinggal di sebelah apartemen kamu. meskipun dia tahu Alo dan mungkin juga Marco akan mendengarnya.. “Apaan sih?” Dahi Cecil mengernyit. “Kamu tuh apa-apaan sih? Kenapa tanpa bilang-bilang malah menyarankan dia tinggal di sebelah apartemenku?” Merasa tidak dipedulikan Cecil.. Cecil tersenyum.. ya? Di mana dia?” tanyanya dengan nada ceria.... Dan Kesya tidak akan berbuat suatu hal yang akan menyinggungnya... untuk mengingatkan Marco agar tidak merokok di dalam ruangan apartemen.. “Oohh. Long time no see.” jawab Cecil dengan santai.” Cecil tidak memedulikan Kesya dan langsung masuk untuk menemui Marco.” ujar Cecil dengan mata membulat.” bisik Kesya sambil menarik tangan Cecil.. “Dia ada di dalam apartemenku! Keterlaluan banget nggak sih? Masa dia ma. tapi yang terpancar malah efek nyebelin! “Ooh. Marco.” Cecil langsung memeluk Marco.. “Hai.... . “Aah. “Hai. Dalam hati dia mencatat. “Lho.” Mereka berpelukan erat. Kesya!” sapa Cecil. now you are going to be the groom!” Marco menepuk-nepuk pundak Alo. Yang pasti...Bagaimanapun. Kesya kembali melancarkan protesnya. Dia masuk sambil diikuti Alo. Dia bete banget. yang entah kapan sudah masuk lagi ke dalam apartemen dengan mulut bau rokok. Tenang aja. kan mendingan dia tinggal di dekat kamu. “Kamu tuh keterlaluan ya! Punya ide dari mana suruh bestman Alo yang nyebelin. Apalagi mengingat Marco adalah seorang perokok! Cecil tertawa senang. He is a nice person. sini. “Cecil. dan nggak tau malu tinggal di sebelah apartemenku? Dan kamu juga nggak bilang apa-apa sama aku!” Kesya tidak memelankan suaranya.. Iihh! Marco kan bau rokok! Alo. tersenyum kecil.. memangnya kenapa? Daripada dia tinggal sama orang yang belum dia kenal.. Kalau itu yang kamu takutin.. bro.. dengan huruf kapital yang diperbesar lagi. suka tebar pesona.

Kamu nggak tau sih seperti apa Jansen itu!” Tuh kan. batalin aja! Mending juga pergi sama kami!” Cecil mengernyit... Pembicaraan mengenai date memang sesuatu yang sensitif untuknya.. hei ...” Marco menggeleng pelan. jangan gitu dong. kita dinner sama-sama. eh salah. saya tidak mau yang ini..hei! Kenapa malah ngomong begitu soal Jansen!” Kesya membela Jansen.. “Sama siapa?” tanya Alo.. “Aku nggak bisa. “Lagian. “Aduh..... Pembicaraan tentang Jansen memang selalu membuat Cecil mengernyitkan wajah. terlalu kecil untuk ukuran leher saya.” . Sayang. Wajahnya tersenyum tulus.” Alo membela Kesya. “Alaaahhh.. Urusan laki-laki itu sama sekali bukan urusannya! “Aku juga ada date.” Cecil mengedipkan sebelah matanya.. “Cil. nanti kita pergi bertiga saja. Biarin aja Kesya pergi sama Jansen.” ujar Alo sambil melirik ke arah Marco. Kesya tersenyum penuh terima kasih kepada Alo dan tersenyum penuh cela ke arah Cecil...Ggggrrrr! Ingin rasanya Kesya menjitak kepala Cecil... Nyonya.. Cecil mulai lagi. “Ayolah. tidak mau yang ini.. Aku juga nggak bisa. Tampak terlalu polos di mata Kesya. Madame Juliet Anggoro menggeleng-geleng dramatis.” ujar Cecil sambil beranjak lagi ke arah Marco. itu nama perhiasan yang kini berada dalam genggaman Kesya. Bentuknya yang eksotis membuat setiap orang berdecak kagum. Kalau ini.” Wajah Kesya mulai memerah. Aku punya feeling kamu bakal jadian sama dia.” potong Kesya. “Hei.. “My lovely”. “Sori.. *** “Bagaimana kalau yang ini?” Kesya mengeluarkan kalung bertabur berlian sebesar tiga karat.. “Kenapa?” tanya Alo. ya?” potong Cecil sambil mencibir.” Apa sih maksud Cecil? Kenapa tiba-tiba semua orang punya feeling Kesya akan jadian sama Marco? Tidak mungkin! Benar-benar tidak mungkin! “Nanti malam kita dinner bareng ya.. adalah cibiran yang juga benar-benar tulus. “Sama Jansen. Kesya mengangguk pelan. “Kenapa?” tanya Cecil dan Alo berbarengan.” “Aku ada janji. menunjukkan perasaan tidak sukanya pada laki-laki itu. Kesya percaya.. Tidak sudi laki-laki pujaannya dikomentari secara tidak sopan oleh Cecil. udah deh. Yang ini terlalu kecil.. “Ya sudah. Benar-benar ingin tahu.” ujar Marco polos.. Kesya sih tidak peduli. “kalau belum kenal. “No no no. kamu kan bisa kenalan sama dia sekarang..

alih profesi. Wanita ini suka yang heboh. Bandul bulat dengn hiasan bintang yang. Perasaan hatinya mencerminkan jenis perhiasan yang akan dia beli. dia tidak memiliki keahlian lain selain mendesain perhiasan. mungkin toko perhiasan Kesya tidak akan meraup banyak keuntungan. Rasanya. “Bagaimana kalau ini. jauh lebih heboh hari ini! Mata Kesya dengan tajam mengawasi etalase pribadinya. Hmm. Sebenarnya Kesya sudah hafal betul dengan keinginan Madame Juliet. Madame Juliet akan membeli kalung.” Awalnya Kesya pikir kalung “My lovely” itu akan disukai Madame Juliet. bertabur berlian juga! “The Stars Are Always Shining”. Kalau tidak ada orang-orang seperti Madame Juliet... tapi tidak pernah terpikirkan olehnya untuk mencari rupiah lewat masakannya. untung ada orang-orang kaya yang eksentrik seperti Madame Juliet. rupanya dia salah. Madame Juliet merasa marah. peduli amat deh. Kesya tersenyum kecil. Kalung itu terbuat dari emas 23 karat. ehm. Masih ada bandulnya. Nyo. Kalung itu menjuntai sepanjang 30 cm dan setiap rantainya diselipi dengan berlian sebesar 5 karat. Fresh from the oven. kan? Sewaktu pertama kalinya Madame Juliet menjelaskan tentang pengaruh warna pakaian terhadap perasaan hatinya dan terhadap jenis perhiasan yang akan dibelinya... Bingung. Ya. Bukan itu saja. Semakin banyak berliannya. senang ya juga pasti beli perhiasan dong! Tapi. Gotcha! Dia mengeluarkan sebuah kalung panjang. tentu saja.. Rupanya. Dasar orang kaya! Marah beli perhiasan. Dia menyukai perhiasan yang bertabur berlian.. Rupanya si Madame ingin sesuatu yang lebih heboh. .. malu beli perhiasan. Tidak semua pelanggan boleh masuk ke ruang kerja Kesya dan memilih perhiasan yang baru selesai dibuat. Mungkin juga Kesya harus banting setir. Madame Juliet kini berada di ruang kerja Kesya. Jadi. “Hmmm. Menurut Madame Juliet.. maka dia akan semakin suka. Madame Juliet?” See? Mata Madame Juliet kini bersinar-sinar cemerlang. kemarin malam Madame Juliet merasa kesal pada suaminya. Kalau hari ini dia mengenakan pakaian berwarna merah.. tidak peduli walau banyaknya berlian terkadang membuat tampilan perhiasan berkurang keanggunannya.. Tuan Anggoro. Itu nama yang diberikan Kesya. dan kalau marah. karena suaminya pulang terlambat tanpa memberi kabar.... mau yang lebih besar ya. Madame Juliet Anggoro mengenakan pakaian berwarna merah manyala. tanda bahwa perempuan itu adalah salah satu langganan yang dihormati.. warna pakaiannya mencerminkan perasaan hatinya. Kesya juga geleng-geleng kepala. itu artinya perasaan hatinya sedang marah. dia lumayan bisa masak. Sebagai apa ya? Kesya juga bingung. sedih beil perhiasan.Sore ini.

eh maksud saya. Selain itu. saya mohon dengan sangat. Repot juga ya pekerjaan Mona.. Merasakan tekstur berliannya... Kesya juga menempatkan sofa untuk tamu-tamu istimewanya. “Pak. tentu saja.“Bagus! Bagus! Bagus sekali!” ujarnya sambil tertawa terbahak-bahak.. Bu Kesya sedang tidak ingin diganggu. Marco! Lagi? Bener-bener deh vampir satu ini! Sekarang sosoknya menghantui ruang kerja Kesya juga! Mona masih berusaha menghalang-halangi Marco. kalau Anda belum buat janji. Dia tidak mau disemprot Kesya lagi. Kesya masuk ke ruang kerjanya.” ujar Kesya sambil tersenyum manis saat Madame Juliet beranjak keluar dari tokonya. Ini juga sudah menjadi sesuatu yang dihafal Kesya. hilang digantikan oleh sosok menjulang. Jewelholic! Kesya tersenyum penuh kemenangan. Jansen pasti akan gugup setengah mati melihat penampilannya ini. Madame. “Saya bilang. Dipolesnya lipstik yang sudah mulai memudar.” ujar Mona dengan suara setegas dan seprofesional mungkin. agar tamu-tamunya dapat langsung mematut-matut diri mereka dengan perhiasan rancangan Kesya.. masih ada lagi cermin besar. . Tapi Madame Juliet mabuk karena pengaruh perhiasan. Kesya berjalan mendekati cermin besar itu.. Kesya jadi geli sendiri mendengar nada tegas dalam suara Mona. Kalau sudah melihat perhiasan yang disukai. Bicaranya tidak jelas dan dia selalu tertawa terbahak-bahak.. Persis seperti orang yang berada di bawah pengaruh alkohol... Wah sudah setengah lima. Selain meja kerja dengan penerangan cahaya yang baik. “Maaf. Kesya tertawa geli melihat tingkah Madame Juliet. Hari ini dia mengenakan atasan warna pink dan celana panjang ungu tua. Kesya tersenyum kecil membayangkan reaksi Jansen. penampilannya cukup oke. Apalagi kalau bertemu engan orang keras kepala seperti Marco. biarkan saja. “Mona.” Dan suara Mona tenggelam. Lebih baik dia bersiap-siap dulu.” Tiba-tiba terdengar suara gaduh Mona dari balik pintu. Dia meraba lembut kalung panjang itu. nyaman sekali. Anda tidak boleh langsung masuk. Karyanya berhasil terjual lagi! “Terima kasih. dia mengeluarkan seuntai kalung mutiara lalu mengenakannya. ujarnya dalam hati. Hmm. Berarti sebentar lagi Jansen akan datang. Dari laci meja kerjanya. Dahi Kesya berkerut. “Saya ambil yang ini! Ini yang ambil saya. Dia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. ini yang saya ambil!” Tawanya kembali membahana. Madame Juliet akan bertingkah linglung. Ruangan itu cukup besar dan.” ujar Kesya.

.” Kepala Mona menyembul dari balik pintu.. dan menutup pintu di belakangnya.” ujar Kesya singkat kepada Marco. masa harus bawa-bawa orang lain? “Jansen itu pacar kamu. Jansen. Marco tersenyum manis ke arah Mona. “Kebetulan lewat sini.. “Hai. “Bu Kesya. Seluruh perhatiannya hanya terpusat pada Kesya. Marco masuk. Ini kan acara nge-date. Jansen memperhatikan sosok Marco. ya?” tanya Marco tidak menyerah. “Aku mau keluar. . walaupun masih kesal. “Pak Jansen datang. “Ha.” Keysa melirik ke pergelangan tangannya.. “Kamu. Saat ini Marco juga membawa-bawa kamera digitalnya. kamu sudah siap?” Kesya mengangguk. Kesya. Tadi dia tidak menyadari sosok Marco berada di belakang Kesya. “Bukan urusan kamu!” Kesya beranja keluar. jadi sekalian mampir. Dan.. Dia tidak merasa perlu menanyakan lagi dari mana Marco tahu tempat kerjanya. Ingin lihat-lihat gimana tempat kerja kamu. hai. “Ngapain kamu ke sini?” tanya Kesya. Jansen sedang duduk dan memandangi etalase yang bertabur perhiasan. Jam lima. Mona membalas juga senyum maut Marco. Sedang menilaikah? Sampai saat ini Kesya tidak tahu apa yang dikerjakan Marco.Dahi Mona berkerut. “Hai.” Marco mengedarkan pandangan ke arah ruang kerja Kesya. merasa tidak mengenal laki-laki tinggi ini. Entah bagaimana sepatunya terlepas dari kakinya saat dia berjalan mendekati Kesya! Jansen tertawa salah tingkah sambil mengenakan kembali sepatunya. “Tidak.. memberi jalan masuk untuk Marco.” jawab Kesya sambil mengernyit.” Kesya.. Hal itu tambah membuat Jansen gugup. jadi berhenti mendadak. yang sudah setengah jalan ke arah Jansen. “Yuk.” sapanya gugup.” balas Kesya sambil tersenyum.” “Hai. Makhluk satu ini rasanya tidak akan pernah berhenti mengganggunya. Kesya bisa mendengarkan karyawannya tertawa kecil melihat tingkah Jansen. Itu suara Marco. namun kemudian dia menepi. “Aku boleh ikut?” tanya Marco. Jansen memang selalu tepat waktu.” jawab Jansen bingung. kita pergi. tentu saja. namun dia segera berdiri begitu melihat Kesya.. Dia juga tidak mempersilakan Marco duduk. Marco mengekor.. Dia masih marah teringat insiden gelas pribadinya tadi pagi. lalu tersenyum kecil.

. Kenapa sekarang jadi aku yang duduk sama-sama laki-laki ini? Suasana di kafe tempat La Rouge manggung agak remang-remang. aku punya dua tiket kok.” ujar Marco sambil tersenyum mantap. Hei. Masa dia merelakan laki-laki yang belum lima menit dikenalnya ikut acara date-nya? Kesya melirik tajam ke arah Marco. Seharusnya Jansen yang duduk satu meja dengannya.. Kesan tegas yang halus kentara sekali di sana. Senyum yang sampai sekarang masih tampak seksi di mata Kesya.” Hah? Rasanya isi perut Kesya anjlok semuanya. Sama-sama mendengarkan musik romantis yang dibawakan band La Rouge. ya?” Kesya memandang Marco dengan tatapan siap melumat laki-laki itu.“Marco. Aku. Lagu-lagu La Rouge.. kalian akan pergi.. suasana kafe. hei. Kesya duduk satu meja dengan Marco sementara Jansen sibuk dengan kameranya. hei! Stop right now! *** Dua puluh menit kemudian.. ini benar-benar tidak lucu! Tidak mungkin Marco mau ikut date-nya Kesya! Marco masih menatap Jansen. Kesya mendengus lagi. ya sudah ikut saja kalau begitu. bukan Jansen. Dia tidak percaya reaksi Jansen. ingin tahu bagaimana tanggapan laki-laki itu. selalu serius dengan pekerjaannya. Senyum penuh percaya diri khas Marco. Kesya menatap Jansen. Tapi Marco hanya tersenyum. Alisnya bertaut.. ya. Kesya tersenyum sendiri. Baru datang dari Singapura. dengan hati dongkol bukan main. Berkali-kali dia membasahi bibir.... Tadinya dia berharap Jansen akan menyatakan cintanya dan mereka akan menjadi sepasang kekasih. Jansen begitu mencintai pekerjaannya. “Ehm. Jansen mengangguk dengan gelisah. dan Kesya suka sekali itu. Bola matanya berpindah-pindah ke kiri dan kanan. Kenapa jadi begini? rutuk Kesya dalam hati. Kata Kesya. Dahi Jansen berkerut-kerut sementara dia memperhatikan hasil bidikannya. semuanya menciptakan atmosfer yang amat sangat romantis. si biang kerok.. “Kami mau nonton konser musik La Rouge. Jansen gelisah. Kesya tambah menyesal karena yang duduk bersamanya adalah Marco. “Sudah lama kenal dia?” suara Marco tiba-tiba membuyarkan lamunan Kesya. lilin kecil di atas meja bundar.” Marco mengulurkan tangan dengan penuh percaya diri... “Saya teman Kesya. Kesya dan Marco duduk di meja bulat dengan diterangi cahaya lilin yang bergoyang-goyang tertiup angin.” “Boleh ikut? Saya juga suka sekali dengan La Rouge. Kesya memperhatikan Jansen yang masih sibuk memotret. Wah..

“Foto-fotonya?” “Foto-foto apa ya?” tanya Jansen lagi.. “Kamu cantik sekali malam ini.! Dengan gugup..” ujar Marco pantang menyerah. Jansen buru-buru berdiri.. “Maaf. Masih berani juga Marco menggodanya..Gara-gara makhluk serupa vampir ini semua impiannya buyar! Apa di zaman sekarang orang juga sudah tidak boleh bermimpi.. Marco tampak tidak peduli dengan kegusaran Kesya. kamu mau lihat?” Jansen menyodorkan kameranya ke arah Kesya. seharusnya tadi dia minta tempat duduk di bagian no smoking! Dia memandang Marco dengan gusar. “Kenal di mana?” “Di pameran.” Jansen tersenyum gugup... Dia mengisap rokoknya dalam-dalam dan mengembuskan asapnya ke atas...” “Pameran apa?” “Pameran perhiasan. “Lho.. Belum sempat dia menjawab pertanyaan itu. aku.. Kesya merapatkan tubuhnya ke arah Jansen. . “Selesai juga.. “Kalau aku yang mengajak kamu pergi.. apa kamu akan berdandan secantik ini juga?” tanyanya sambil tersenyum. aku lupa. “Sudah.. Kelihatan jelas senyum itu senyum iseng untuk menggoda Kesya.” ujar Jansen sambil memperhtaikan hasil bidikan kameranya. “Kamu spesial berdandan untuk pergi sama dia.. Kesya mendelik. Marco menoleh. ya? “Sudah lama kenal dia?” Merasa tidak direspons.. memperhatikan ekspresi wajah Kesya.. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyalakannya. maaf. “Bagus nih. Oh no..” “Sudah berapa lama de. oh iya.. bukannya kamu baru saja selesai foto La Rouge?” sekarang Kesya juga ikut bingung. “Bagus-bagus?” tanya Kesya... Marco mengulangi pertanyaannya. “Apanya?” tanya Jansen dengan dahi mengernyit.. Seperti interograsi petugas pemerintah kalau mau bikin paspor saja! Marco tersenyum dan kembali memperhatikan La Rouge. Gelas di meja bundar itu tersenggol jatuh olehnya dan pecah..” ujarnya penuh sesal. Jansen sudah mengempaskan tubuhnya di bangku kosong sebelah Kesya. Kamu. Marco memperhatikan percakapan itu dengan senyum geli. Pranngg.” “Ssshhhtttt!” Kesya memotong ucapan Marco. Kesya terdiam. “Oh... ya?” Kesya menggeram kesal.” jawab Kesya singkat.

Buyar sudah harapannya akan kencan romantis dengan Jansen. Ini kan kamera mahal. Tindakan itu membuat Jansen terlonjak kaget. Marco mengangguk.. “Eh. Dia kembali menarik tangan Jansen. .. kita pulang saja yuk. Kursi Marco bergeser dan Marco juga ikut berdiri... Kesya dan Jansen keluar dari kafe dan berlalu pergi. dia merenung.” Kesya tidak berkomentar. oh. Berani-beraninya dia menertawai Jansen! “Kita.. “Yuk... Te.. Kesya memandang sebal ke arah Marco..” Jansen beranjak dari duduknya. Sepanjang perjalanan pulang. “Hati-hati ya.. Jansen!” Kesya menggandeng tangan Jansen... Jansen tertawa gugup.. Tanpa berkata apa-apa...” Marco mengembalikan kamera Jansen. Anda mau pulang juga?” tanya Jansen. Berpikir.Marco tertawa pelan.. “An. Marco juga keluar dari kafe dan memanggil taksi. Kameranya tergelincir dari pundaknya dan dengan sigap ditangkap oleh Marco... iya. terima kasih ya. Kesya mengikuti dengan kecewa..

Aku sering marah sama Cecil karena terlalu sering minta tolong sama Kesya.. Bayangan Kesya—temannya dan Cecil ketika SMA— berkelebatan dalam benaknya. *** Dahi Kesya berdenyut-denyut. Jansen laki-laki yang tidak tepat untuk Kesya. rupanya Finna nekat datang langsung ke ruang kerja Kesya.. Finna duduk sambil mengoceh panjang lebar.. sebegitu baiknya dia sampai sering dimanfaatkan orang lain. “Kurang.. Senyum Marco bertambah lebar. “Hmmm. “Cuma ingin tahu lebih banyak tentang bridesmaid-nya Cecil. Kesya sendiri tidak pernah marah sama Cecil. . Dia selalu ada untuk menolong siapa saja. Bridesmaid with bestman. Sejak peristiwa bantingan telepon dulu... “Ya. “Tahu soal si Jansen?” tanya Marco setelah tawanya mereda.. walau aku tahu dia kesal sekali. Matanya bersinar penuh makna.” Marco mengangguk-angguk. boleh juga. Cecil sangat tidak suka pada Jansen. dia memang gadis yang lucu. Alo menggeleng. Yang aku tahu. Menurut Cecil. Marco menautkan alis... “You don’t. Dia sedang duduk di ruang kerjanya. “Kenapa kamu tanya-tanya?” Alo memperhatikan Marco dari cermin.6 “SI Kesya itu.. Terkadang.” Alo tersenyum kecil.” Marco ikut tersenyum juga.. Aku sendiri belum pernah lihat yang namanya Jansen. Tapi.” Alo berbalik menatap Marco. Alo menatap curiga ke arah Marco.” Alo terkekeh.. Marco ikut terkekeh.” dia tidak menyelesaikan kalimatnya. “Kesya itu gadis yang sangat manis. Di hadapannya. menurutmu dia itu gadis yang bagaimana?” Alo dan Marco saat ini sedang berada di Groom‟s Bestfriend. sedang fitting jas buat Alo juga buat Marco.

“Wah... kamu lumayan juga ya, Kesh. Tapi masih kurang sih kalau dibandingin Tania Smith, temanku di Amerika. Dia itu perancang perhiasan yang ngetop banget. Perhiasan rancangannya sering dipake J-Lo lho!” Sudah dua jam lebih Finna mengoceh tidak keruan seperti itu. Katanya sih dia ingin membicarakan dekorasi pelaminan Cecil. Entah bagaimana dia mendapat kesan bahwa Cecil memercayakan tugas penting itu kepadanya. Kesya memejamkan mata, berusaha meredakan amarah yang perlahan-lahan naik ke ubun-ubunnya. “Jadi sekarang kamu ngapain ke sini?” tanyanya dengan suara penuh kendali. “Ups, ya... sori... Aku jadi lupa...” Finna tersenyum, memamerkan giginya yang besar-besar. Rambut keritingnya bergoyang-goyang heboh saat dia tertawa. Kesya bergidik ngeri melihatnya. “Ini lho, Kesya...” Finna mengeluarkan beberapa gulungan kertas dari dalam tasnya. Dia menyingkirkan gambar rancangan perhiasan Kesya (Hei!!!) dari atas meja dan membentangkan gulungan kertasnya. Kesya memperhatikan apa yang berada di balik gulungan kertas tersebut. “Nah, ini rancangan pelaminan Cecil yang aku buat. Di sini kita akan taruh kertas krep warna-warni, di sebelah sana kita akan pakai balon-balon, lalu kita juga bisa taruh bunga-bunga plastik kecil-kecil di sini...” Kesya memejamkan mata lagi. Kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plasti kecil? Apa-apaan sih ini? Memang dia pikir perkawinan Cecil itu pesta ulang tahun anak-anak? Kenapa tidak sekalian undang badut pesta saja? “Fin...” Kesya berusaha mengatur volume suaranya. “Ini tuh pesta pernikahan, bukan...” “Aku tahu ini pesta pernikahan, makanya aku buat seperti ini. Di Amerika lagi ngetop lho rancangan pelaminan seperti ini...” Dengan kertas krep warna-warni? Balon? Bunga-bunga plastik? Yang bener? Kesya berusaha tersenyum. “Kalau begitu, biar kita bicarakan dengan Cecil dulu ya...” “Tapi kata Cecil, dia memercayakan dekorasi pelaminannya kepada kita berdua,” potong Finna keras kepala. “Tetap saja. Yang menikah itu Cecil, jadi dia harus tahu seperti apa rancangan dekorasi pelaminannya.” End of discussion. Suara dering di ponsel Kesya membuat Finna, yang mulai protes, terdiam. “Halo...” “Kesya, dia ada di sana?” itu suara Cecil. Kesya sudah tahu siapa “dia” yang dimaksud Cecil. “Sudah dari dua jam yang lalu,” jawab Kesya menekan amarahnya.

“Kalau dia tetep masih nekat mau dekor pelaminanku, ajak dia ke decoration artist-nya aja.” “Dia mau?” “Bujuk dia deh...” “Kenapa harus aku yang bujuk dia?” “Pleasseee...” Kesya menarik napas panjang. Dia paling tidak bis amenolak permintaan yang diikuti dengan bunyi please panjang seperti ini. “Ya udah, aku coba deh.” “Love you, you’re the best... Mmuaah...!” Suara Cecil langsung ceria dan lega. Kesya meletakkan ponselnya dan menatap Finna. “Kata Cecil, kita harus berkonsultasi dengan decoration artist-nya.” Mata Finna membulat. “Decoration artist apa? Aku decoration artist-nya! Cecil kan sudah memercayakan semuanya kepadaku. Kamu pasti bohong! Lho? Kesya mengembuskan napas, kali ini lebih kencang. “Coba saja kamu telepon Cecil.” Finna langsung menghubungi Cecil. Sambil menekan-nekan nomor pada ponselnya, mulutnya bergumam kesal. “Halo, Cecil, kok kamu suruh aku ke decoration artist? Aku kan yang akan mendekor pelaminanmu?” Kesya berusaha menajamkan pendengarannya, namun tidak satu pun perkataan Cecil dapat didengarnya. Cecil dan Finna berbicara lama sekali. Selama pembicaraan, tampak dahi Finna mengernyit secara dramatis. Beberapa waktu kemudian, Finna mengakhiri pembicaraan dengan wajah tidak puas. “So?” Kesya mengangkat alisnya. Tampang Finna jutek abis. Dia langsung ngomel-ngomel dengan suara tinggi. “Aku nggak ngerti deh sama Cecil! Aku kan decoration artist-nya, jadi seharusnya aku yang merancang dekorasi pestanya! Lagi pula...” “Jadi Cecil bilang apa?” potong Kesya tidak sabar. Finna mendengus kesal. “Kita harus bicarakan rencana dekornya dengan decoration artist.” Suaranya terdengar amat sangat tidak puas. “Kita jalan sekarang.” Kesya langsung beranjak bangun. *** Pak James, si decoration artist, adalah orang yang sangat sabar. Sudah empat jam lebih dia duduk di hadapan Finna dan Kesya, mendengarkan semua ide Finna yang sangat amat menggelikan. Tidak sekali pun dia terlihat kesal atau tidak sabar. Kesya jadi takjub melihat kesabarannya. Mungkin Pak James sudah sering mendapat klien

yang ajaib. Padahal Kesya sendiri sudah berulang kali menekan amarah melihat ideide rancangan Finna yang semuanya aneh. Sepertinya wajahnya sudah berubahubah warna, dari ungu jadi hijau bahkan jadi merah juga, dalam usahanya menahan emosi. “Jadi, kalau yang saya tangkap, Finna ingin dekorasi pesta yang sangat berkesan?” tanya Pak James perlahan. “Iya... Itu yang coba saya jelaskan dari tadi. Pesta Cecil ini bukan pesta mainmain, semuanya harus berjalan dengan sempurna. Saya tidak mau pestanya norak, kampungan. Pesta ini harus jadi pesta yang diingat sepanjang masa,” celoteh Finna. Kesya mendengus kecil, teringat akan ide dekorasi yang dibuat Finna. Balon dan kertas krep. Itu baru yang dinamakan pesta norak dan kampungan! Pak James memperlihatkan beberapa dekorasi yang telah dirancangnya. Finna memperhatikan semuanya dengan cepat lalu menggeleng-geleng dramatis. “Nggak cocok! Semuanya nggak cocok!” ujarnya sambil melemparkan rancangan dekorasi Pak James. Dahi Pak James berkerut. Kalau sejak tadi dia tampak sangat sabar, kini wajahnya menyiratkan sakit hati. “Mungkin ada saran lain dari Pak James...,” Kesya buru-buru menengahi. walau dia bete banget sama Finna, dia tidak mau melihat pertumpahan darah antara Finna dan Pak James. Ralat, dia tidak mau sampai Pak James ngambek dan menolak menangani dekorasi pelaminan Cecil. Kalau Finna sih... bodo amat deh! Pak James menarik napas, tampak berusaha mengendalikan diri. “Kalau saya bisa bantu, Cecil itu orangnya drama queen. Dia aktif, ceria, dan selalu ingin jadi pusat perhatian. Sedangkan Alo laki-laki yang sangat matang. Orangnya tenang dan penuh kendali,” jelas Kesya. “Apa Pak James bisa mengirangira rancangan dekorasi seperti apa yang cocok bagi mereka?” “Boleh juga dengan bunga asli yang berwarna pastel. Untuk menampilkan kepribadian si mempelai pria.” Pak James mengangguk-angguk. “Lalu untuk mempelai wanita yang aktif dan drama queen...” “Bagaimana kalau ditambahkan kristal Swarovski? Cecil suka sekali kristal...,” usul Kesya. Mata Pak James berbinar. “Bagus sekali. Perpaduan antara bunga berwarna pastel dan kilau kristal. Pasti akan cantik sekali!” katanya bersemangat. Kesya tersenyum dan melirik Finna. Finna sedang cemberut. Tampak kesal karena tidak dilibatkan dalam diskusi mereka. “Hmm... Finna, menurut kamu gimana?” tanya Kesya, berusaha melibatkan Finna dalam pembicaraan ini. “Ya terserah kamu aja deh!” balasnya ketus.

Cukup sudah ide-ide norak dan kampungan yang ditawarkannya. Buru-buru dia mem-print rancangan itu.. rancangan Pak James sudah jadi. “Kalau begitu. Bunyi tanda e-mail masuk membuat Kesya mendekati komputernya. Terima kasih banyak. Dia mengangguk-angguk penuh semangat. DeeDee mengangguk.” Mata DeeDee membesar.. Mata Kesya menyipit. Kesh?” tanya DeeDee. Kesh!” Kesya tersenyum membalas antusiasme DeeDee.” Semuanya berjalan sangat lancar. DeeDee sedang duduk di sofa ruang tamu dan mencoret-coret selembar kertas di hadapannya..” “Motif kebalikannya aja dari yang kiri.. Cuma belum kepikiran aja hiasan yang cocok. Memperlihatkan gambar kasar sebuah cincin. Kesya membuka file yang diberikan dan membelalak tidak percaya.” “Baik kalau begitu. Thanks. kemudian masuk ke kamarnya. Tinggal Finna yang manyun karena tidak dilibatkan dalam diskusi akhir.” Kesya mengangguk-angguk.. “Itu yang aku pikirin dari tadi.” ujarnya menunjuk bagian kanan cincin.” jawabnya sambil menunjukkan kertas rancangan yang baru di-print.. “Lagi ngapain kamu?” Kesya menjulurkan kepala. “Menurut kamu gimana?” tanya DeeDee. “Lagi ada ide. Sekarang juga dia akan mengantarkannya ke tempat Cecil. “Mau ke mana lagi. Rancangannya indah sekali! Pak James benar-benar bisa menerjemahkan sebuah ide menjadi rancangan yang sangat indah.. Biar nggak terlalu sepi. “Hai. “Saat ini saya sudah bisa membayangkan gambaran kasarnya.” DeeDee menyingkirkan tangannya dari kertas.Kesya tidak memedulikan balasan Finna yang ketus. Kayaknya oke tuh. Kesya tidak mau Finna merusak pesta Cecil. Pak James.. “Aku mau ke rumah Cecil. Tapi Kesya tidak peduli. Dia akan mengerahkan segala daya upayanya untuk menghalangi hal itu terjadi. *** Ketika Kesya pulang. akan saya e-mail ke Kesya ya. Kesya keluar lagi dari kamarnya. “Iya juga ya. “Ini. Kesh!” sapa DeeDee. Mau kasih lihat rancangan dekorasi pestanya. melihat apa yang sedang dilakukan DeeDee di atas lembar kertasnya. Rupanya. . Nanti setelah saya gambar. “Di sini bisa ditambahin hiasan lagi. apa Pak James bisa merancang dekorasinya?” Pak James mengangguk-angguk penuh semangat.

” respons Marco dengan kurang ajarnya. Langkahnya tertahan melihat kehadiran Kesya. Tatapannya beralih kepada Kesya. Maklum. memandang Marco dengan tatapan menilai. Kapan sih cowok ini tidak penuh percaya diri? Tante Renata senyum-senyum sendiri.” Tante Renata. “Jadi.. jadi aku harus terlibat juga dong dengan segala urusan pernikahan ini. Rancangan yang indah itu. dia dan Cecil sduah bersahabat sejak TK. Cecil baru saja pulang dan sedang mandi.. mama Cecil.. Tante Renata mengangguk-angguk. Tante. Kesya tersenyum. Marco. “Hai!” Keindahan rancangan Pak James membuat hati Kesya sangat senang. . Tante Renata sendiri akan sangat serius dengan ide-idenya.” Kesya tidak punya pilihan lain selain mengangguk.. “Kenapa kalian nggak sekalian jadian aja? Siapa tahu nanti bisa langsung menyusul Cecil dan Alo. Keduanya tersenyum mendukung usaha Marco. Kesya mendengus. Dia sampai lupa bersikap jutek pada Marco.. Kesh.” sambung Marco lagi.. “Hai. Oom Balgi. lalu kembali lagi ke Marco. Hati Kesya langsung waspada.. Saya Marco.” Marco mengangguk sopan. Kesya. Ketika sampai di rumah Cecil. “Maunya sih begitu. “Mau ke mana?” tanya Marco. Dia sudah sangat mengenal tabiat Tante Renata. Didengarnya Marco tertawa kecil di sampingnya. Marco tampak baru akan masuk ke apartemennya. Mau ngasih lihat rancangan dekorasi ruangan untuk acara resepsi nanti.” sapanya. tidak tahu bagaimana harus merespons. Dia menunjukkan rancangan yang sudah di-print-nya. papa Cecil. Katanya.” balasnya sambil tersenyum. Kalau sudah senyum-senyum begitu biasanya sebentar lagi akan meluncur ide konyol dari mulut Tante Renata.. setidaknya konyol menurut orang lain. Well. “Ke rumah Cecil. What?! Siapa yang mau jadian sama dia? “Saya juga sedang berusaha.. dan kedua orangtua Cecil duduk di ruang tamu. ini toh bestman-nya Alo. Doakan saya ya. kemudian kembali lagi kepada Kesya. juga ikut mengangguk-angguk. “Aku ikut ya. “Iya.Kesya membuka pintu apartemen...” Tuuuh kan benar! Tidak tahu dari mana datangnya ide super-duper-konyol itu? Kesya langsung salah tingkah. Tante. Tepat di apartemen sebelah. orangtua Cecil yang menyambut mereka. Pembawaannya sangat penuh percaya diri.” “Ngapain?” “Aku kan bestman.

Tante. “Jadi sebetulnya. lagi. nggak usah ngomongin hal yang bisa bikin aku marah! Aku ke sini mau ngasih liat ini! Kalau Marco ke sini cuma ikut-ikutan aja!” cibirnya kepada Marco.. “Ayo. Ingat Finna. Timing yang sangat tidak tepat. “Kenapa sih kamu selalu bermasalah sama Marco? Kalian kan harus akur. “Bagus banget. “You don’t want to know.. Swarovski. dia ingat juga bahwa dia belum memberitahu makhluk satu itu tentang rancangan dekorasi ini.. Cecilia! Kesya tidak menggubris panggilan Cecil dan masih berusaha menjelaskan duduk perkaranya kepada mama dan papa Cecil.. Sayang.” “Kesya!” suara Cecil terdengar tidak sabar. Marco jauh lebih bak dibandingkan Jansen.” jelasnya. “Oom. “Udah deh.. Cecil memanggil mereka.” Senyum Marco tambah lebar... Tante Renata dan Oom Balgi harus tahu bahwa Kesya sedang menjalin hubungan dengan Jansen. “Finna? Siapa Finna?” Marco bingung.. Marco hanya tersenyum dengan wajah polos. “Ooh. “Finna itu sepupu jauhku.Kesya tidak suka dengan suasana ini.” Kesya geleng-geleng kepala.. “Apa-apaan sih kamu?” sembur Kesya ketika mereka sudah berada dalam kamar Cecil.” Marco menarik lengan Kesya dengan lembut.. Sementara Kesya tampak seperti mau pingsan. Dia mendengus kesal.. Dia baru pulang dari Amerika dan katanya di sana dia jadi wedding organizer profesional.. “Aku sih setuju kalau kalian emang jadian. .” Napas Cecil tertahan begitu melihat rancangan itu. “Dia yang kurang ajar duluan. Jadi dia mendaulat dirinya sendiri untuk jadi wedding organizer untuk pestaku. dia dapat merasakan Tante Renata dan Oom Balgi saling sikut sambil diam-diam tersenyum.” “Kesya. Cecil tersenyum kecil. Kesh. setidaknya sampai acara pernikahanku selesai. Kesya menatapnya dan menggeram. Marco!” Di saat seperti ini...” “Ini hasil perdebatan panjang dengan Finna... Bertingkah seolah-olah kami lagi pedekate!” Kesya pasang tampang sejutek-juteknya.” Dahi Cecil mengernyit. Yah. Cecil tersenyum. Di belakangnya. setidaknya berharap untuk menjalin hubungan dengan Jansen.” kata Kesya. “Capek deh ngomong sama orang-orang nggak waras!” Dia meraih tasnya dan mengeluarkan kertas yang berisi rancangan dekorasi ruangan dari Pak James. sebetulnya saya. Senang karena Cecil berada di pihaknya.

.. Semua keputusan diserahkan ke aku kok. Untung aja Pak James nggak marah. “Jangan rusak ya. kartu Natal. “Liat apa sih?” Cecil menepuk bahu Kesya.. Berbeda sekali dengan hubungan cinta Alo-Cecil. Hubungan cintanya memang tidak pernah awet..” Kesya mengangkat kotak itu. “Bener-bener bagus deh! Aku harus kasih tau Alo dulu. “Dan dia juga nggak sopan banget sama Pak James ini.. Kesya melihatlihat ke sekeliling kamar Cecil.. Sementara Cecil bercerita tentang dekorasi pestanya kepada Alo. Seingat Kesya.” Cecil kembali menatap rancangan dekorasinya. atau karcis nonton bareng. kartu ulang tahun. Kesya menyambar si Bebe. terakhir kali dia menginap di rumah Cecil saat mereka berdua duduk di bangku SMA. Ceritanya. Baik itu kartu Valentine.. Tapi itu sudah lama sekali. bon-bon restoran. Kotak Kesya sendiri sudah entah ke mana. lagi-lagi mama Cecil memperhatikan Marco dan Kesya sambil senyum-senyum. “Buat?” “Buat ide rancangan cincin pernikahan kalian. Kesya ingat kotak ini. . merasa diperhatikan. malah bikin rancangan dekorasi yang bagus banget. dulu dia dan Cecil menyediakan kotak khusus untuk menyimpan semua kenangan dengan pacar masing-masing. Kesya. Namun.” “Pasti dong. Dia meraba tutup kotak itu. boneka beruang Cecil yang sering dipinjamnya untuk tidur kalau dia menginap. Tiba-tiba matanya tertumbuk pada kotak warna pink yang diletakkan di atas meja kerja Cecil.” Cecil tersenyum. “Aku pinjam ini ya..” Kesya balas tersenyum. Walau kotak ini sudah sering kali disimpan di gudang dan kemudian dikeluarkan lagi. “Alo bilang apa?” “Dia sih oke aja. Setelah itu dia pergi ke Jepang untuk kuliah di sana. Marco memperhatikan Kesya sambil tersenyum kecil.” Dia menyambar ponselnya dan langsung menghubungi Alo.“Masa dia tadi ngusulin dekorasi pesta kamu pakai kertas krep dan balon warna-warni? Bisa bayangin nggak?” Kesya masih bete banget teringat perdebatan panjangnya tadi siang. lalu disimpan lagi—karena Cecil dan Alo sering sekali putus-sambung—toh akhirnya kotak itu menempati singgasananya lagi di atas meja kerja Cecil. jadi tersipu sendiri. dan sepulangnya dari Jepang kesibukan kerja yang tidak ada habisnya membuat mereka jarang melakukan acara menginap lagi. Kotak cantik dengan detail pita yang manis. Takut Kesya ngambek lagi. puisi-puisi cinta.” Saat mereka pamit dari rumah Cecil. Foto Cecil dan Alo ditempel di atas tutup kotak tersebut. Dulu. kali ini Marco tidak berani lagi menggoda. dia sering banget menginap di kamar Cecil. semuanya disimpan di sana.

Tau sendiri kan. Foto itu dibuat seminggu setelah Alo dan Cecil resmi pacaran. Alo tetap saja balik lagi sama Cecil. yang memperhatikan dari samping. Dia memang paling cocok buat Cecil. Isi kotak ini mencerminkan semuanya. Dia? Soulmate-nya? Kesya menggeleng keras. tak urung jantung Kesya berdebar juga. “Ini kotak khusus Cecil-Alo. sepuluh tahun yang lalu. Ada foto pertama Cecil dan Alo. “Dia juga sabar sekali menghadapi tingkah laku Cecil yang suka meledak-ledak. Cecil orangnya impulsif banget.” Perlahan-lahan. “Kapan ya aku ketemu soulmate-ku?” Pikiran Kesya mengelana jauh. Kesya mengeluarkan isi kotak itu. Kesya jadi teringat dirinya sendiri. Siapa ya kira-kira yang akan jadi soulmate-nya? Bayangan seorang laki-laki tinggi dengan senyum seksi memesona terpeta jelas di benaknya. Walau mati-matian menyangkal pikirannya. Kesya langsung membuka kotak Cecil. Mendengar kata soulmate. ikut berkomentar. “Alo itu romantis.*** Sampai di apartemennya. Kesya mengangguk... Mereka masih sama-sama mengenakan seragam SMA. dialah juru kameranya. Kesya tertawa sendiri melihat itu semua. Tidak mungkin Marco bisa jadi soulmate-nya. Alo benar-benar sayang Cecil. . ya?” DeeDee. walaupun sudah sering diputusin berkali-kali oleh Cecil. Di usia yang sudah 26 tahun ini dia juga belum menemukan soulmate-nya.” DeeDee mendesah pelan. “Apa tuh?” tanya DeeDee. Lalu ada juga kartu-kartu dan puisi-puisi cinta yang ditulis Alo untuk Cecil. Kesya ingat. Mereka memang sudah soulmate.

Disambarnya kotak rokok itu.7 MARCO menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda. Gadis yang luar biasa cantik. kebetulan Kesya juga sedang berada di balkon apartemennya. Marco lagi-lagi mengisap rokoknya. Dia sedang mengisap sebatang rokok— yang menyebabkan polusi udara—sementara benaknya mengutuk polusi udara yang menyebabkan bintang-bintang tidak bersinar cerah lagi.. kalian juga merugikan orang lain!” . Sebenarnya dia tahu rokok tidak akan menghilangkan rasa gundah di hatinya. “Egois!!!” begitu katanya. Entah dari mana datangnya. Karena kisah cinta yang kandas itulah. Karena balkon mereka bersebelahan. Ingat rokok. memang sulit untuk berhenti dari kebiasaan buruk ini. sosok wajah Kesya terbayang. “Kalian perokok adalah orang-orang egois! Selain merugikan diri sendiri. remaja. Langit gelap sekali dan di kejauhan tampak satu bintang yang bersinar redup. Tapi. dan para orang tua. Marco berpaling dan mengernyit memandangnya. Marco menghentikan pekerjaannya dan menggerakkan lehernya yang terasa kaku. Kesya dapat melihat Marco yang sedang mengembuskan asap mematikan dari mulutnya. Marco menyalakan sebatang rokok. Sungguh ironis. Dampak dari polusi udara! Marco tertawa kecil. Kesya mendelik marah. juga gadis yang luar biasa membuatnya patah hati. Rokok hanyalah pelarian sesaat. Taman kota tempat berkumpulnya anak-anak. Direbahkannya kepalanya di sandaran kursi. Marco mulai merokok. dia teringat Joanelle. Dia memperhatikan bintang yang bersinar redup itu. mengisapnya dalam-dalam. Taman kota yang ramah lingkungan. saat dia ke balkon untuk merokok. namun entah kenapa tidak juga dapat terlaksana.. Marco kembali mengisap rokoknya dalam-dalam. Kemarin. lalu mengembuskannya. Dia seorang perancang taman dan sekarang sedang merancang sebuah taman kota. lalu dia beranjak ke balkon apartemen. Matanya tertumbuk pada kotak rokok di samping sketsanya. Sebenarnya dia sudah lama ingin berhenti merokok.

Marco hanya tersenyum dan berbalik masuk ke apartemennya. Apa maksud perkataan Marco tadi? Dan mengapa senyumnya begitu lembut? Bodoh! Mengapa juga dia memperlihatkan perhatian berlebih kepada laki-laki tukang tebar pesona itu? Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kesya membawa gelas susu cokelatnya masuk dan mengempaskan diri di sofa... “By the way. sekadar mengusir rasa sepi.” “Merokok lagi?” sindir Kesya. Kesya terkesiap.” dia berbalik ke arah Kesya. Melihat siapa yang keluar dari balkon sebelah. Entah mengapa. Kesya melihat gambar seorang anak perempuan sedang duduk di sebuah ayunan. Dia selalu merasakan sesuatu yang hangat dalam hatinya saat dekat dengan Kesya. Tangannya menggerakkan sendok mengaduk isi gelasnya. Rambut panjangnya berkibar dipermainkan angin. Aku janji. Dia menjulurkan kepalanya. Kesya membuka-buka majalah itu. Asap rokok mengembus dari mulutnya. Marco tahu Kesya juga mengalami perasaan yang sama dengan dirinya. “Halo. gadis itu menghadirkan getar-getar aneh di relung hatinya. Tampak berusaha menghalau dingin malam itu. Matanya terpaku pada gambar ayunan. Pikirannya kembali ke kenangan masa kecilnya...” Dia tersenyum lembut. Sepertinya Marco menangkap getar perhatian pada nada suara itu. “Ngapain kamu? Bikin aku kaget aja!” Marco tersenyum kecil. tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Tangannya meraih remote dan menyalakan televisi. Impiannya saat ini adalah memiliki ranjang . Marco tersenyum sendiri mengingat percakapan singkat itu. Dada Kesya berdebar kencang. Tanpa tujuan. ingin masuk ke apartemennya. Cobalah untuk hidup sehat. Marco mengangguk... lalu ke balkon. “Nggak baik lho merokok terus. Marco menoleh ketika mendengar suara pintu balkon sebelah dibuka. “thanks ya buat perhatiannya. Uap panas mengepul dari gelas itu. suatu saat nanti aku pasti berhenti. Satu tangannya memegang gelas kesayangannya.” sapa Marco. Walau sampai sekarang Kesya tidak menunjukkan sikap ramah terhadapnya... Benarkah? “Iya deh.” Marco berbalik. Dia yakin sekali bahwa dia dapat memenangkan Kesya dari Jansen... Dia sangat suka ayunan. Kesya atau DeeDee? Sosok Kesya keluar dengan mengenakan mantel kamar.. Di atas meja tergeletak sebuah majalah wanita yang belum sempat dibaca Kesya. Kesya merapatkan mantel kamarnya.. “Marco!” tegurnya. “Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku. Di sebuah halaman iklan.” Suara Kesya terdengar berbeda.

“Lagi ngerancang cincin kawin kalian. “Kalau begitu. Kesya menugasi DeeDee untuk menangani salah seorang kliennya. “Iya. “Jadi.. lalu meneruskan kegiatannya sebelum DeeDee datang.” DeeDee mengakhiri penjelasannya.” Tawa Cecil tambah kencang.” Cecil tertawa kecil. Kamu tetap pantau ya. sampai sekarang impian itu belum juga terlaksana.. kamu nyobain dua puluh tujuh gaun pengantin tanpa ada satu pun yang kamu suka. makanya aku mau minta saran kamu lagi. Eh. Biarpun sehari-hari dia orang yang agak sembrono.. *** “Ini semuanya. kapan pergelaran busananya?” tanya Kesya.... “Oke. jam tiga nanti temani aku ke Bride‟s World ya.. “Halo.” “Really?” Suara Cecil terdengar bersemangat sekali.” “Saran?” alis Kesya terangkat.” DeeDee mengangguk mantap. “Jadi hari ini udah mau pesen gaun pengantinnya? It’s about time sih. omong-omong.. kamu lagi ngapain?” Kesya menatap kertas corat-coret di hadapannya.” “Oke. Kali ini aku pasti akan dengerin kamu. “Dua minggu lagi.gantung.. Bunyi telepon mengalihkan perhatian Kesya. seorang perancang busana yang ingin menggunakan perhiasan Kesya untuk pergelaran busananya. nanti sekalian bawa rancangannya ya! Aku mau lihat!” . Bos!” DeeDee memberi hormat gaya militer lalu melenggang keluar.” “Semua dokumennya sudah lengkap? Asuransinya? Lalu orang yang ditugaskan untuk menjaga perhiasanku?” “Sudah beres semua. seperti ayunan.. “Memang kamu mau dengar saranku? Waktu kemarin kita ke Bride‟s World aja. Kesya tersenyum kecil memperhatikan sosok Deedee yang menghilang. DeeDee baru saja memberikan laporan singkat tentang perhiasan apa saja yang dipilih si perancang busana itu... Memang udah seharusnya kamu udah pesen gaun pengantin.. kalau begitu. tapi kalau urusan pekerjaan—apalagi bekerja sama dengan Kesya—DeeDee tidak akan main-main.” Kesya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.. Kesh.. “Iya deh. Krriingggggg.. Namun.” “Kesya. Padahal aku udah kasih buanyaaakkkk sekali saran buat kamu.

. Kedua cincin itu merupakan jalinan emas yang tidak terputus.. Bukankah memang begitu seharusnya hakikat sebuah pernikahan? Abadi. Pada badan cincin.. Oke... Jansen yang sedang memperhatikan perhiasan dari balik etalase. “Haaiii. walaupun selama pacaran ALo dan Cecil sering sekali putus-sambung. Kesya menghela napas. Kesya tertawa kecil. Kesya tersenyum puas menatap hasil rancangannya.. “Ini ada Pak Jansen. “Hai... langsung berbalik dengan kikuk. Sepertinya sudah lama dia tidak bertemu Jansen. butiran-butiran berlian itu tampak seperti sparkling pada sampanye. Kesya kembali menatap rancangan cincin Alo dan Cecil. “Ayo masuk ke ruang kerjaku.” kata Cecil dengan nada meluap-luap.. sampai ketemu nanti jam tiga ya! Aku tunggu kamu di Bride‟s World.” Kesya tersenyum lebar.” sapa Kesya. berarti kira-kira tiga minggu yang lalu. “Ya. Butiran-butiran sparkling sampanye itu melambangkan kepribadian Cecil yang selalu bersinar dan ingin jadi pusat perhatian. Aku nggak mau ngerusak rahasia kamu. nggak bisa. dan kalau sekilas dilihat. Selama itu tidak ada kontak apa pun. kapan terakhir kali mereka bertemu? Waktu konser La Rouge.” sapanya sambil tersenyum gugup...” Kepala Mona menyembul dari balik pintu. “Iya deh..” Kesya meletakkan teleponnya dan kembali melanjutkan rancangannya. Semalaman dia melihat-lihat semua kenangan Alo dan Cecil dari kotak khusus mereka.... Cincin kawin Alo dan Cecil benar-benar dirancangnya dengan cermat.. Kesya merancang butiranbutiran berlian kecil yang jumlahnya cukup banyak. Jansen. Rancangannya belum jadi.“Sori. Apakah rasa itu sudah hilang? Entahlah. hmm. Yah. . Kesya. Letaknya rapat-rapat. Anehnya. Kesya tidak merasakan apa pun. Berkat kotak khusus itu. Satu untuk selamanya.. Kesya mendapat ide cincin yang sangat bagus. Sedangkan warna cincin yang dibuat lembut mencerminkan kepribadian Alo yang tenang. Kesya berharap pernikahan ini untuk selamanya.. Pekerjaannya telah selesai dan dia merasa puas sekali.” Kesya tidak ingin kegugupan Jansen menjadi bahan tertawaan anak buahnya. dan kamu nggak boleh ngintip apa pun sebelum rancangannya benar-benar sempurna!” “Apaan sih.. “Permisi.” Kesya langsung bangun dari duduknya. Kesya mengingatingat. Bu Kesya. Cincin ini haruslah melambangkan pribadi Alo dan Cecil. Kesh? Kok pake serius gitu? Aku jadi deg-degan nih dengernya. Jansen mengikutinya.

berusaha mengusir il-fil yang baru saja dirasakan. Di belakangnya. Jansen mengelap mulutnya juga kedua tangannya. “Hmm.. Jansen terlihat bingung.” Kesya berusaha terdengar santai. “Oke. Semoga Jansen juga bisa lebih santai..... Kesya merasakan kedua tangan Jansen bergetar hebat. Rasa percaya diri seolah terpancar begitu kuat dari setiap pori-pori tubuhnya.. Tangannya terulur untuk menggenggam tangan Kesya.. Kesya menoleh mendengar suara itu. Tingkah lakunya penuh kegugupan. Kesya memperhatikan semua gerak-gerik Jansen. Kesya mendengar tawa tertahan para anak buahnya. Berulang kali dia mengganti-ganti posisi duduknya. memang sudah waktunya makan siang. “Kamu mau ke mana. Kesya tidak pernah melihat Marco nervous sedikit pun. Jansen mengajak Kesya makan siang di sebuah kafe. ... Perilaku kikuk dan gugup Jansen berbeda sekali dengan perilaku penuh percaya diri Marco. “Duduk yuk.. Jansen duduk diikuti Kesya. setelah itu dia akan segera menemui Cecil. “Aku. lama-lama il-fil juga deh dengan gaya Jansen! Kesya menggeleng cepat... Kesya beranjak bangun... Tampak sangat tidak percaya diri.. Seharusnya dia berbahagia dengan ajakan Jansen ini. Ayo kita pergi. ia kembali membandingkan Jansen dengan Marco. Baiklah.” Jansen memulai.. sudah cukup lama kenal ya.. Kesh?” “Lho.” Jansen meremas-remas tangannya. “Jadi.” katanya.. laki-laki yang dia sukai.. kita. Mata Kesya menerawang.. Entah bagaimana. Selesai makan.. tampak Jansen berdiri dengan aneh. aku.. udah lama nggak ketemuan. Tanpa sadar... kita. “Oh iya... Kesya memperhatikannya dalam diam. aku mau ajak kamu keluar untuk makan siang.Kreeekkk. “Aku. Kesya yang ayu. Suasana kafe yang remangremang berhasil membangun kesan romantis yang ingin ditunjukkan Jansen.. Sebentar lagi jam dua belas..... “Hmm?” Kesya menunggu.” Iih. Entah apa yang berkecamuk dalam pikiran Jansen. Isi hatinya yang sesungguhnya. katanya tadi mau ngajak makan siang?” Jansen tersenyum gugup.... Siapa tahu dalam acara kali ini Jansen akan mengutarakan isi hatinya. sebelah kakinya tersangkut pada kaki kursi tempat dia duduk tadi. Jansen menatap Kesya salah tingkah dan lagi-lagi tersenyum gugup. Ini kan Jansen..” Kesya melirik jam di pergelangan tangannya. Dia kan sudah menetapkan hati bahwa jansen adalah yang terbaik untuknya.” Jansen meremas tangannya..

“Aku tidak tahu.. cinta kamu... aku akan memberi kamu waktu.” “Tidak tahu? Mak.. Kesya sendiri juga bingung.. Kesya tertegun. Bukankah bridesmaid akan mengenakan baju yang mirip dengan baju mempelai wanita? Kalau begitu dia harus menunggu baju pilihan Cecil dulu. dia dapat mendengar Anita terkikik pelan.. Namun. Mbak Kesya boleh lihat-lihat baju bridesmaid dulu. maksud kamu?” Alis Jansen bertaut. Kesya sayang.“Aaaaku. Madame Daphne? “Ha. atau tabuhan fanfare dalam hatinya. Lain halnya dengan Kesya. Padahal entah sudah berapa kali Kesya menanti-nantikan momen ini. Wanita itu juga memakai hiasan rambut dan perhiasan ala India. sebanyak yang kamu perlukan. “Hai. Tampaknya Anita sudah cukup maklum dengan kelakuan bosnya yang agak ajaib. iya..” *** Kesya disambut oleh Anita saat tiba di Bride‟s World. “I. Hatinya terasa biasa-biasa saja. Di belakangnya. hai. Tidak ada gegap gempita.” Seorang wanita berpakaian sari—pakaian khas wanita India—berwarna pink terang datang menghampiri Kesya. tampak sekali dia berusaha mengendalikan dirinya.” Kesya memalingkan wajah. “Aku tidak tahu. Terakhir dia bertemu dengan perancang busana pengantin itu. Kesya memandang takjub wanita ini. Aku harus memikirkan semua ini. “aku cin. minta waktu.. “Kata Mbak Cecil.. Kesya yang ayu. Tidak tahan melihat tatapan memohon di wajah Jansen.. si madame berpakaian ala gadis Gipsi. “Cecil sudah datang?” tanyanya.” Jansen tampak akan pingsan.” Suasana tiba-tiba terasa hening. tubuhnya bergetar hebat.. Ruwet sekali. “Aku.. Sebanyak. tebaran confetti. Kesya menghela napas.... Aku. Sekarang dia .” Jansen menarik napas panjang.. Kesya terkejut melihat penampilan Madame Daphne.. tergagap. Entah apa yang dirasakannya kini.. “Aku. Semua itu tidak dirasakannya... Dan aku ingin kita serius pacaran. Anita menggeleng.. Madame. sorak-sorai..” Kesya berusaha menyembunyikan keterkejutan di wajahnya.. Tangannya juga digambar mehindi dengan motif bunga.” Kesya mengangguk.” ujar Kesya.. Jansen menunggu. lengkap dengan celak hitam di mata dan bindh warna merah di dahi.. Ini kan..

yah. Finna langsung mengentak-entakkan kaki. Cecil mengangguk pasrah.. Seakan kejutan itu juga belum cukup. “Benar sekali... di sini. memberikan penekanan berlebihan pada kata “lumayan”. seorang wanita dewasa dengan seorang wanita yang sangat tidak dewasa. “Wah. “Saya dengar... Senyumnya mengembang tipis sekali. Dia? tanyanya tanpa suara. ya?” Kesya mengalihkan perhatian Madame Daphne. lumayan. namun lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya.. Dia membuka sebuah lemari berukuran besar..” Kali ini nadanya terdengar sangat melecehkan.. Kesya menahan lengan Cecil dan menggeleng pelan.. Dia tidak mau terjadi pertumpahan darah di antara dua wanita dewasa. Wajahnya kusut sekali. Madame juga mencoba merancang gaun malam. tempat menyimpan rancangan gaun pengantin terbarunya. Finna! Dahi Kesya berkerut. tempat ini. memperlihatkan semua gaun pengantin rancangannya.. Finna sedang beramah-ramah dengan Madame Daphne. Madame Daphne masih memandang dengan tatapan tidak suka ke arah Finna sebelum berpaling ke arah Kesya. Madame Daphne mengernyit tidak suka. tentu saja dengan menggunakan suara sengaunya... Sementara itu. Madame Daphne tersenyum..” Tangannya terentang.” ujar Finna. tiba-tiba Cecil masuk diikuti oleh.” panggil Kesya dengan sopan. Sepertinya dia baru saja bertarung habis-habisan dengan keinginannya untuk melumat habis sosok Finna.berpakaian ala gadis India. Dia merentangkan tangan dengan bangga.” Madame Daphne tersenyum lebih lebar lagi. mempersilakan Cecil untuk memilih gaun pengantin yang cocok untuknya. pertanda bahwa dia sedang berusaha keras mengendalikan amarahnya. dan semuanya bagusbagus.” “saya melihat hasil rancangan Madame di majalah. Entah apa lagi yang akan dikenakannya pada pertemuan berikutnya. Hanya lumayan. seolah gaun-gaun itu adalah bayi-bayi yang sangat cantik. “Ini rancangan saya yang terbaru. “Madame Daphne.. Tidak dipedulikannya Finna.. “Ini belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tempat wedding organizer saya di Amerika sana. Finna tertawa sengau. Diperlakukan seperti itu. “Boleh kami langsung melihat rancangan gaun pengantin terbaru Anda?” Senyum Madame Daphne bertambah lebar. Tingkahnya persis seperti agen properti yang sedang menilai suatu tempat. Dia mengedarkan pandangan. Dia langsung merangkul Cecil dan Kesya ke ruang berikutnya. . Tentu saja! Siapa yang suka dilecehkan seperti itu? Dada Cecil turun-naik.

” Tubuh Cecil memutar. Gaun itu tampak sederhana. Seluruh gaun dihiasi payet yang berkilauan. “Sekarang aku butuh gaun untuk resepsinya. terbuat dari bahan brokat dengan motif bunga. Kesya menghela napas lega.” komentar Cecil.. Finna terdengar mendengus.” jawab Cecil. menampilkan lekuk tubuh Cecil. .. “Ini rancangan yang paling saya suka.” puji Kesya. Sepertinya pemilihan gaun pengantin kali ini tidak akan berlangsung selama yang pertama. Setiap kali Cecil bergerak. malah tampak memeluk mesra tubuh Cecil.” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun dengan sangat hati-hati. Dia masuk ke kamar ganti diikuti oleh Anita. Dia mendengus lebih keras. Keseluruhan gaun itu memang terlihat sederhana. tapi juga sangat elegan. Beberapa saat kemudian. Mencari tahu gaun pengantin mana yang berjodoh dengannya. Tatapannya sarat kekaguman. Di tengah pita itu tersemat sebuah bros berbentuk bunga. Kesya yakin seratus persen. Tidak ada yang memedulikannya. Saat Cecil keluar dari kamar ganti. “Mau coba yang ini?” Madame Daphne mengeluarkan sebuah gaun. Lagi-lagi tidak ada yang memedulikannya.. Bahan brokatnya tidak terlihat berat. Anita mengangguk dan mengikuti Cecil ke dalam kamar ganti. Gaun itu bergemeresik pelan saat berpindah ke tangan Cecil. Cecil keluar dari kamar ganti. “Saya coba dulu ya. membentuk sebuah siluet yang membuat semua mata sulit berpaling dari Cecil. tolong bantu Cecil. seolah ada cahaya yang menyorot dan hanya menyinarinya seorang. kembali menghadap ke jajaran gaun yang indah memesona. Berbentuk bustier yang seksi. payet-payet berkilauan itu pasti membuat Cecil jatuh cinta setengah mati. Bagian bawahnya dihiasi rendarenda kecil dengan desain yang sangat manis. kemudian ujungnya melebar membentuk ekor gaun yang dramatis. Di bagian pinggirnya ada pita warna pink dari bahan satin. Dan gaunnya? Gaun itu menyatu dengan indah pada tubuh Cecil. bagian bawahnya menyempit. Potongan lehernya yang berbentuk V tampak rendah. Dia kembali meraba gaun-gaun pengantin rancangan Madame Daphne. but yet so elegant.” pinta Madame Daphne. “Gimana? Gimana?” tanya Cecil bersemangat.Cecil meraba semua gaun pengantin itu. Dia berputar-putar di depan Kesya dan Madame Daphne. “Simple. payet itu memantulkan cahaya lampu sehingga Cecil tampak bersinar cemerlang. “Anita. Napas Cecil tertahan.. “Aku rasa gaun ini cocok untuk pemberkatan di gereja. Setiap helai kainnya melekuk sempurna.

” Dia menyodorkan kertas yang entah dari mana telah berada di tangannya.. “You look like a queen. Yang membuat gaun itu terlihat aneh adalah di bagian bawahnya terdapat gambar lidah-lidah api yang menjalar dengan hebatnya. Sekujur tubuhnya berkelap-kelip heboh.. Madame Daphne melirik gambar itu dan terkesiap. Cecil tersenyum lebar.” Kesya membungkuk hormat. Binar kekaguman terpancar kuat dari matanya.” puji Kesya tulus. “Menurutku. Dalam hati Kesya tertawa. Cil. Gaun tersebut pasti akan terlihat menarik sekali kalau Anda yang .. Cil? Tanpa melihat gaun-gaun lainnya? Lagian menurutku gaun itu ngak cocok banget sama kamu! Nggak sesuai dengan kepribadian kamu!” Finna masih terus nyerocos..” bisik Kesya. Kesya memejamkan mata.Perlahan. “Hei!” Kain sari Madame Daphne bergemeresik saat dia berbalik menghadap Finna. terlalu gembira untuk dapat berkata-kata.. Kesya mengintip dari balik bahu Cecil. tidak mau lebih lama lagi menatap gaun itu. “Anda kira saya perancang kacangan. Itu gaun teraneh yang pernah dilihat Kesya. Cecil menatap Kesya. “Your Majesty. Memangnya Cecil Medusa. cocok untuk Cecil.. Finna! Mereka lupa sama sekali pada wanita itu! Dan wanita itu tidak suka dilupakan begitu saja! “Masa kamu langsung deal begitu saja sih. Cecil menatap gambar itu.” ujarnya mantap.. membuat gaun seperti ini?” Finna berpaling menunjukkan gambar tersebut kepada Madame Daphne. ya?” bentaknya. “So beautiful. Dia bergerak mengamati tubuhnya dalam balutan gaun pengantin. Cecil meraba gaun itu. “Wait!” Sebuah suara mengejutkan mereka. Cecil hanya mengangguk. seolah yang berdiri di hadapannya adalah seorang ratu mahaagung. Biasanya sahabatnya itu tidak pernah diam lebih dari lima detik. “Saya ambil yang ini juga. Gaun model apa itu? Entah dari mana Finna mendapatkan potongan gambar itu. Entah bagian mana dari gaun tersebut yang. Raut wajahnya menampilkan rasa sakit hati yang amat sangat. si wanita berambut ular yang tatapannya dapat membuat orang berubah menjadi batu? “Anda pasti bisa kan. Gaun pilihan Finna sebenarnya hanyalah gaun putih biasa. baru kali ini Cecil terdiam cukup lama.. kamu lebih cocok kalau pakai gaun dengan model seperti ini.. Dia berpaling kepada Madame Daphne. terus sampai ke bagian pinggung gaun! Dan lidah-lidah api itu berupa sablonan yang kentara sekali tidak dikerjakan dengan teliti. Cecil tertawa. menurut Finna. “Saya tidak mengatakan bahwa gaun dalam gambar yang Anda bawa sama sekali tidak menarik..

Tapi saya sangat tidak suka dengan perempuan mengerikan itu! Sejak awal dia telah membuat saya sakit hati!” Suara Madame Daphne bergetar marah. “Tapi... Kesya mengangguk paham. “Teman saya itu memang agak kasar.” kata Kesya merendah. dia berdoa dalam hati semoga Finna sudah tidak berada di sana..” Cecil buru-buru memanggilnya. jangan hina saya seperti ini. saya tidak mau dia ikut campur urusan gaun pengantin lagi!” sambungnya dengan nada tegas.mengenakannya! Tapi.. seolah tidak pernah terjadi insiden apa pun sebelumnya. Cecil langsung berdiri. Dia mengamit lengan Madame Daphne kembali ke ruang gaun pengantin. Dia berbalik ke ruang ganti dan buruburu melepas gaun itu. Doanya terkabul. Begitu melihat Kesya dan Madame Daphne.. Senyum Kesya menghapus cemas di wajahnya.” Seulas senyum terbit di wajah Madame Daphne. kami minta maaf.. Dia langsung mengejar Madame Daphne. Dia kerepotan karena masih mengenakan gaun pengantin impiannya itu. “Jadi bagaimana?” tanya Madame Daphne. pokoknya Finna sudah tidak berada di sana.. Dia akan melakukan apa saja untuk membuat hati Madame Daphne luluh. “Madame. kamu dan Cecil.. Sari-nya bergemeresik mengikuti gerakannya. Kesya bernapas lega. Wajahnya masih tetap ditekuk.. Asem banget! “Madame. wajah itu tampak keras seperti batu! “Madame Daphne. pikir Kesya. Saya harap Madame tidak memedulikannya.” panggil Kesya lembut. Entah siapa yang menghalaunya pergi. saya. Sambil berjalan.. “Saya sangat menyukai kalian berdua. Wajahnya? Duh. “Oke.. Tidak seperti dalam gambar ini!” Madame Daphne berbalik pergi.” panggil Cecil dengan putus asa.” Madame Daphne berpaling tiba-tiba. bukan cuma Madame Daphne yang sudah dibuat sakit hati oleh Finna... Senyum Kesya mengembang. Dia tidak berkata-kata saking cemasnya. namun kesan keras dan asem di wajahnya perlahan-lahan luruh. “Kesh.. Senyum Kesya bertambah lebar. Sekarang... tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. selain asem. “Maafkan teman saya itu.” Kesya masih berusaha mengimbangi jalan si madame. saya maafkan dia. . Yah.. Yang ada di ruang gaun pengantin hanya Cecil yang duduk dengan lesu dan Anita yang tidak tahu harus berbuat apa. Gaun-gaun rancangan saya adalah gaun-gaun yang berkelas. Madame Daphne masih terus berjalan. “Kamu jadi ambil gaun yang tadi?” Cecil mengangguk kuat-kuat. Madame Daphne mendesah panjang.

“Aku harus tegas kali ini. “Ya ampun! Aku lupa sama sekali soal cincin itu. “Di tempat yang biasa aja ya?” “Oke. Ngomelnya? Ya lewat telepon! “Nggak ngerti deh gimana jalan pikiran si Finna. rancangannya udah jadi?” Kesya menjawab santai. aku belum kabarin Alo soal gaun pengantinku.8 CECIL masih mengomel panjang lebar saat mereka sudah berada di mobil masingmasing. Nggak usah marah-marah terus.. Bisa-bisanya dia mengusulkan aku memakai gaun pengantin mengerikan itu. “Untung ada kamu..” “Sebentar ya. Aku mau kasih liat rancangan cincin kalian. “Dinner sounds great.. Aku telepon dia dulu ya. Kesh. “I’m your bridesmaid. Aku nggak tau gimana jadinya kalau kamu nggak berhasil merayu Madame Daphne.” jawabnya.” .. Kesya membawa mobilnya sendiri. “Oh ya.” “Sekalian suruh dia dateng aja.. Cecil juga.. Kesya tersenyum lagi.” Mata Cecil membelalak. Jalar api yang terdapat pada gambar gaun itu belum juga sirna dari bayangannya. I owe you really big!” Kesya tersenyum. betapa seremnya gaun itu?” “Iya sih... Nanti keriput lho. aku telepon Alo dulu. “He-eh.. Jadi. Aku harus bersikap benar-benar tegas sama dia!” Cecil masih menyambung pembicaraan mereka tentang Finna..” Cecil mengangguk meskipun Kesya tak bisa melihatnya.” ujar Kesya pelan. “Udah deh.” “Gimana kalau aku traktir kamu dinner? Tanda terima kasihku karena sudah membereskan masalah Finna tadi?” Kesya melirik jam tangannya. Kamu liat sendiri kan.. Waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh malam. Aku nggak mau lagi Finna bikin onar di acaraku nanti..” jawab Cecil...

Kesh. Marco sendiri hanya tersenyum dan menarik tangannya seolah tidak terjadi apa-apa.” Kesya mengernyit.. “Halo. Kesh. Dia juga menceritakan secara detail tentang gaun pengantin yang dipilihnya dan memaksa Alo datang ke Bride‟s World untuk memberikan penilaian tentang gaun pengantinnya.. Tak lama kemudian mereka sudah berada di dalam restoran. Kesya mengulum senyum. Ada begitu banyak cinta bertebaran di sekitar Alo dan Cecil. Marco tersenyum. Cecil tidak berhenti bercerita tentang insiden gaun pengantinnya. Tidak lebih. Cecil memperbaiki duduknya. Kesya jadi jengah sendiri.. “Nah. Sekilas dia mencium bau rokok dari desah napas Marco. Dia buru-buru memasukkan permen mint ke dalam mulutnya dan mengunyahnya dengan gaya berlebihan. Dia tidak suka dengan urutan nama yang disebutkan Cecil. Dikeluarkannya buku sketsanya dari dalam tas. Selama dinner berlangsung. Kesannya kok dirinya dan Marco berpasangan. Kesya menampilkan ekspresi jijik di wajahnya. Kesya memaki pelan. Cecil menekan tombol hold sementara dia menghubungi Alo. Pemukul beduk di hati Kesya beraksi lagi.” Cecil mengecup mesra pipi Alo sementara Alo mengusap lembut pipi Cecil.. Kesya mengernyit.Kesya tidak mendengar apa-apa.” “Huhh. Sayang. Kecuali saat tangan Kesya tidak sengaja memegang tangan Marco ketika mereka sama-sama ingin mengambil kecap. Kesh. Kesya menceritakan detail-detail yang dibuatnya dalam gambar tersebut. Mengutuki si pemukul beduk yang kurang ajar.. Alo.” Kesya mendengus pelan. dan Marco... Alo dan Cecil tersenyum melihat ulahnya... Dia duduk dengan kikuk di samping Marco. kita dinner bareng aja....” “Kata Alo. “Marco is a very nice person lho. Mukul beduk kok nggak lihat tempat sih? Toh itu hanya tangan Marco.” “Iya. Mobil mereka masing-masing meluncur pelan. “Ini. Mereka bangkit dari duduknya ketika Cecil dan Kesya tiba di meja. kami mau liat rancangan cincin yang sudah kamu buat. ya?” Kernyitan Kesya bertambah banyak. Aku.” sapa Marco. “Abis ngerokok lagi. Tak lama kemudian Cecil kembali bicara dengan Kesya. Alo dan Marco rupanya sudah sampai lebih dulu. “Kenapa sih kamu. Acara dinner mereka berlalu tanpa insiden yang cukup berarti. Kesh?” tanya Alo lembut. sementara Alo dan Cecil .” Cecil tidak bisa menyembunyikan nada bersemangat dalam suaranya. Setelah mereka semua selesai makan... “Hai..” Dia menunjuk gambar cincin yang tadi siang dibuatnya. kamu. “Hai...

Kita pulang aja ya. bedanya berliannya hanya satu. sementara Alo memperhatikan antusiasme Cecil dengan senyum kecil. Itu aku banget!” Kesya tersenyum. “Tapi aku kurang begitu setuju kalau kamu membuatkan rancangan yang sama untuk cincinku.” Marco menepuk-nepuk kantongnya. Marco langsung menggandeng tangan Kesya.” ujarnya lagi sambil menatap Cecil.mendengarkan sambil berusaha memvisualisasikan gambar Kesya dalam benak mereka. masih dengan lengan yang digelayuti Cecil.” Alo langsung beranjak pergi.. namun Cecil tidak melihatnya.. Marco?” Alo berpaling meminta persetujuan Marco. Cecil tersenyum dan memeluk erat Alo. kualitas terbaik tentu saja. “Bisa nggak kalau buat aku dibuat lebih simpel lagi?” Kesya mengangguk. “Yep.” sela Alo. Entah tidak melihat atau pura-pura tidak melihatnya. kan?” Alo berpaling kepada Marco.” ujar Alo mantap. Dan aku juga akan meminta pengrajin emas yang khusus untuk membuat cincin kalian. “Aku suka banget detail champagne’s sparkling-nya. Rancangan yang sama dengan rancangan cincin Cecil. Benar.. “Oke kalau begitu.. “Marco. gimana?” Kesya mengakhiri presentasi singkatnya sambil berharap-harap cemas. “Seperti ini maksud kamu?” Kesya menunjuk gambar cincin pada halaman berikutnya.” tambah Alo. “Perfect. Senyum lebar selalu menghiasi wajahnya.” “Itu sih nggak masalah. Dia memang sudah menyiapkan rancangan yang lebih sederhana untuk Alo. Cecil dan Alo adalah customer-nya. “So. It’s a really exhausting day. Hei! Kenapa nggak ada yang menanyakan pendapat Kesya? Kesya mendengus kesal.. “Oke.” ujar Cecil. kamu langsung pulang sama Kesya aja. “Great!” Cecil buru-buru menjawab... Bagaimanapun. kan? “Yah. Cecil mengangguk-angguk penuh semangat. Terpaksa dia harus berduaan saja dengan laki-laki bernapas asbak ini! . “Marco. Kesya melirik tajam ke arah Cecil. Kesya tertawa lebar. aku udah kasih kamu CD fotonya. memang harganya akan sedikit lebih mahal karena champagne’s sparklingnya berupa berlian-berlian kecil. “Apa aja yang dia suka. Alo dan Cecil pulang dengan mobil masing-masing.” Mereka semua beranjak bangun. “No problem.

foto-foto tersebut akan ditampilkan pada sebuah layar besar. Marco berjanji untuk mengedit foto-foto tersebut. . “Kenapa?” tanya Marco. Tangannya bergerak. Dia mengeluarkan sebatang rokok dan menyelipkannya di bibir. Will I have this kind of romance story? batinnya. Tampak adegan Alo dan Cecil sedang. Ada foto saat mereka masih mengenakan seragam SMA.” Dia lalu beranjak pergi dan naik ke sebuah Jaguar mewah. Foto-foto Alo dan Cecil. agar semua tamu tahu perjalanan kisah cinta Alo dan Cecil.. “Hmmm.. Perlahan-lahan berubah menunjukkan kedewasaan wajah Alo dan Cecil.” Nada suara Marco terdengar lebih lembut. Matanya merana menatap Joanelle.. ketika resepsi pernikahan berlangsung.” Hanya itu komentar Kesya. gadis yang meninggalkannya mentah-mentah. *** Marco tercenung menatap foto-foto mesra pada laptopnya..” Tatapan Joanelle keras. Rasa ingin tahunya menggerakkan tangannya untuk membuka file itu. Sekelumit perasaan bangga membuncah di dadanya. Kali ini Marco menawarkan diri untuk menyetir. Foto-foto tersebut seperti mengalami metamorfosis. Kisah cinta dengan Joanelle. Dia teringat kisah cintanya yang membuat hatinya hancur lebur beberapa tahun silam.Peugeot merah Kesya meluncur membelah malam yang sudah semakin larut.” kalimat Marco memecahkan kesunyian di antara mereka. Milik pacar barunya. “Sorry to say that. juga foto-foto saat Cecil menemani Alo pertama kali meeting besar di Malaysia. “You’ve done a great job. Marco tersenyum getir. seorang pengusaha beromzet miliaran. “I need more. Marco menghela napas. Ada foto saat Alo dan Cecil diplonco saat mahasiswa. I want more. gadis yang dipacarinya selama dua tahun. “Rancangan kamu tadi benar-benar bagus. hendak mematikan laptopnya ketika dia melihat sebuah file yang berjudul video. Dia tidak wajib beramah tamah dengan Marco.. lalu foto saat Cecil dan Alo sama-sama diwisuda. Marco bahkan belum mengenal Alo saat itu. foto saat Alo dan Cecil jalan-jalan bersama. Semua foto itu menggambarkan kisah cinta Alo dan Cecil. gadis yang luar biasa cantik itu. Rencananya nanti.. Kesya diam saja. Diam-diam Kesya tersenyum. Tidak ada sorot kepedihan di sana.

Marco melihat satu lagi file foto yang belum dibuka. “Sori deh. Tidak ada yang berani melawan Alo.” ujar Alo. sangat hangat. masih terkikik.. ini suara Cecil. “Tuh kan bener. Mereka merangkul erat Kesya. Aku janji akan lebih merhatiin kamu lagi. Alo.” Kesya mengacungkan jempolnya ke arah handycam. dan bersahabat. Alo hanya memandangnya frustrasi dan berkata beberapa patah kata..“Kamu selalu keras kepala. “Aku? KERAS KEPALA?” Tidak diragukan lagi. Dia tidak menyangka akan melihat adegan yang seperti itu. “Memangnya belum cukup perhatianku selama ini?” Cecil menggeleng cepat.. Marco mengklik foto tersebut dan layar laptopnya menampilkan foto Alo dan Cecil sedang mengapit Kesya di tengah-tengah. “Aku cuma mau kamu perhatiin aku!” bentak Cecil.. wajahnya tepat menghadap ke arah layar. Kesya sendiri tersenyum lebar. “Matikan handycam-nya!” Sekarang yang terlihat adalah wajah Kesya.. “Great job. bagi orang yang sudah mengenal Alo dengan baik.” Sorotan handycam beralih lagi ke Alo dan Cecil yang kini semakin kencang berteriak. Adegan yang sangat intim.. Kesya tampak beberapa tahun lebih muda.. “KESYA!” bentaknya. Tapi. *** . Alo menggeleng frustrasi.” bisiknya. “Belum!” Cecil berpaling. “Taruhan. esensi suaranya menandakan ada amarah yang bergejolak dalam dirinya. Alo mencium pipi Cecil berulang kali. seperti es batu yang mencair disapu hangatnya sinar matahari.” bisik Kesya sambil tersenyum jail. Sayang. Entah siapa yang berani merekam adegan ini. “KESYA!!!” Terdengar teriakan Cecil.. sedang tertawa cekikikan. handycam dapat menangkap suara Alo. Tawa Marco meledak. “Kamu tuh maunya apa sih?” tanya Alo. hanya Cecil yang berani. Nadanya tidak terdengar meninggi. Sorotan handycam kembali beralih ke Kesya. tidak seperti orang yang sedang marah. Sebenarnya Cecil yang berteriak-teriak. Handycam buru-buru dimatikan dan Marco tidak tahu lagi apa yang terjadi kemudian.. Marco menahan senyumnya. Alo kemudian memeluk erat Cecil. “Hihihi. sebentar lagi mereka pasti udah sayang-sayangan lagi.” Walau diucapkan cukup lembut. namun tangisannya mereda.. Cecil tidak menjawab. Tubuh Cecil mengejang kemudian lunglai. ini adegan Alo dan Cecil sedang bertengkar. Cecil kemudian menangis.

Alo dan Cecil pasti akan sibuk foto-foto dan hal itu akan menyebabkan dia menghabiskan waktu bersama Marco. kamu tau nggak siapa fotograferku?” kata Cecil tetap antusias. Cecil.” Alo mematikan mesin mobil dan keluar. Cecil pasti senang banget kalau Kesya cerita soal perasaannya yang kian memudar terhadap Jansen. Panas banget! Hmm. Cecil. Alo tampak mengobrol dengan Darius.. “Eh.. Kesya memutar kembali ingatan saat Jansen menyatakan cintanya.. Kesya teringat dia masih punya utang kepada lelaki itu. Kembali berusaha mencari-cari gegap gempita. Alo. merias Cecil.” “Dasar sapi tukang tidur!” cela Cecil. Kesya curiga. tebaran confetti. Seorang wanita. Udah lama banget kan. Kesya meninju bangku Cecil. Padahal dia ingin tidur sampai siang. Kan aku udah bilang dari tadi aku nggak mau ikut karena aku mau tidur. sorak sorai. Pekerjaannya yang menumpuk. omong-omong. Kesya diam saja. “Memangnya siapa?” “Darius!” pekik Cecil. dan tabuhan fanfare dalam hatinya.. Darius. ditambah pekerjaan ekstranya menjadi bridesmaid yang baik bagi Cecil. meliriknya dari kaca depan mobil. mungkin juru rias. Dia memandang Marco yang asyik mengobrol dengan Cecil dan Alo.Kesya. Kesya mengembuskan napas. apalagi dengan Marco! “Kesh. Dia tidak merasakan apa-apa.. “Sudah sampai. Darius teman kita waktu masih Sma.” panggil Cecil. Dia sedang tidak ingin beramah-ramah dengan Alo. Kesya dan Marco diminta untuk menemani Alo dan Cecil foto pre-wed di daerah Puncak. pantas! Mereka sedang berada di tengah-tengah kebun teh. kemudian melambai ke arah Marco dan Kesya. Juru rias itu langsung bekerja cepat. Kesya keluar dan mengernyit. dan Marco terguncang-guncang di dalam mobil Alo. Darius juga rekan sekerja Jansen. Ingan Jansen. . Cecil langsung menggandeng tangan Alo dan berlari menghampiri Darius yang tengah bersiap-siap. kita nggak ketemu dia?” Kesya mengangguk. Padahal Kesya malas banget. Entah kenapa Cecil begitu ngotot minta Kesya menemaninya. Dia semangat banget waktu tau bakal moto aku dan Alo. membuatnya sangat kurang tidur belakangan ini. Berduaan saja. teman SMA mereka yang sejak dulu memang hobi banget foto-foto.. Hari ini. “Darius?” “Iya. buru-buru menggiring Cecil duduk di bawah sebatang pohon. Dia juga seneng banget waktu aku bilang kamu juga ikut. “Aku ngantuk.. jangan-jangan ini salah satu akal bulus Alo dan Cecil untuk mendekatkan dirinya dengan Marco. “Kok diam aja sih?” Kesya balas memandangnya. Kesya melirik Cecil.

Kesya kembali berkonsentrasi pada pertanyaan Darius.. Bodo ah! Benaknya. tolong temenin Marco ya. Entah. “Kesh.. “Kamu masih ingat Kesya. mungkin perasaannya saja.. “Corat-coret aja.. Kesya mengangguk malas-malasan.” ujar Darius.” sahut Kesya singkat. “Lagi ngapain?” Marco juga ikut duduk di sampingnya. Dari raut wajahnya Kesya tahu bahwa responsnya aneh sekali. Alo. Sementara Alo hanya senyum-senyum tidak jelas.” Cecil berpaling kepada Kesya. Dia tidak mau repot-repot mengklarifikasi responsnya tadi. “Rancangan baru?” Kesya mengangguk tidak peduli. Kesya! Sudah lama sekali kita nggak ketemu!” Kesya tersenyum melihat antusiasme Darius. “Ya ampun. Sayang. kamu lagi dekat dengan Jansen.. “Aku dengar.. Wajahnya sudah dirias. Tampaknya mereka sangat menikmati sesi pemotretan kali ini dan tidak menyadari waktu yang terus bergulir.. Waktu terus bergulir. Tatapannya lembut. Marco merebahkan tubuh di samping Kesya. yah. “Ini bridesmaid dan bestman-nya. “Biar aku setting tempatnya dulu. Cocok sekali untuk suasana perkebunan teh ini..” .Kesya balas melambai. “Hmmm..” Alo memperkenalkan mereka. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin dengan potongan sederhana. “Bosen nih..” sahut Kesya gugup. begitu deh. Kesya kemudian duduk di tanah dan mengeluarkan notes kecilnya.. Kesya merasakan tubuh Marco mengejang di sampingnya. kamu ganti baju dulu aja. Bingung juga harus berduaan saja dengan Marco.. “Hai! Aku cantik nggak?” Tiba-tiba Cecil sudah berdiri di hadapan Kesya. buku idenya. dan menyeret langkahnya menghampiri Alo dan Darius. Tampak cantik sekali... mereka meninggalkan Kesya dan Marco berduaan... Darius tersenyum. Kesya masih terus sibuk mencorat-coret notes kecilnya. Sesekali terdengar tawa Cecil. namun penuh pancaran cinta yang berapi-api..” Alo memandang Cecil. “Alo. ya?” lanjut Darius setelah menyalami Marco. sementara aku dan Alo foto-foto. dan Darius dari kejauhan. tersenyum garing.” pintanya. kan?” Mata Darius terbelalak. y. “Cantik banget. Matanya terpejam. Bersyukur sekali karena buku itu masih sempat dia selipkan di dalam tasnya. Selesai Alo berganti pakaian.

.” bujuk Marco lagi. Sebenarnya dia tidak bisa naik sepeda.. Dug dug dug! Si pemukul bedug kurang ajar itu kembali beraksi! “Alo. “Jangan keras kepala ya. berada begitu dekat dengan Marco. Lama-lama dia menikmati juga irama tidak teratur si pemukul beduk. kamu sok-sokan bilang bisa naik sepeda? Gengsi?” Marco tersenyum menggoda. Tersaruk-saruk dia mengikuti Marco. Kepalanya tertunduk. Kesya melepaskan genggaman tangan Marco.. Mau putar-putar aja. “Ambil aja sendiri. “Kamu bisa naik sepeda?” tanya Marco.Kesya tersentak mendengar suara itu. Menyambut hangat si pemukul beduk.” bujuk Marco.. Dia kira Marco tidur. “Kesh. “Memangnya kenapa kalau aku nggak bisa naik sepeda?” tanya Kesya ketus. dimasukkannya notesnya ke tas. Ada di bagasi. tapi Kesya kan nggak bisa naik sepeda. Kesya tetap tidak memedulikan Marco dan. Lagaknya seperti sedang berbicara dengan anak balita.. Kesya diam saja dan terus berjalan. Tapi kenapa tadi waktu aku tanya. Kesya langsung panik. “Hhheiii!” Kesya menjerit ketika sepasang tangan kokoh Marco merengkuh tubuhnya dan mendudukkannya di besi melintang di depan sadel sepeda. namun pemandangan indah yang membentang di hadapannya menyurutkan rasa kesalnya. Dug dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi! Kali ini Kesya tersenyum.. kami pinjam sepedanya ya. Rasanya dia sudah berjalan jauh sekali ketika sebuah sepeda meluncur di sebelahnya. Marco menggandeng Kesya mendekati Alo dan Cecil.. tapi ternyata lakilaki itu tiba-tiba bangun.” Marco menggeleng-geleng. Kesya kesal. Anggukan yang ragu-ragu. “Ya nggak apa-apa sih.” Marco mengayuh sepedanya pelan.. Dan masih terus terbahak-bahak saat mereka sudah berada di dekat mobil Alo.” Marco bangkit dan menggandeng tangan Kesya.. . jangan marah dong.. “Tadi Alo bilang dia bawa sepeda lipatnya. namun dia gengsi mengakuinya di hadapan Marco. Alo dan Cecil langsung saling melempar senyum penuh makna saat melihat tangan Kesya dan Marco yang bertaut. Kesya mengangkat dagu tinggi-tinggi dan berjalan menjauh dari Marco. “Ayo naik sini.” Alo melemparkan kunci mobilnya. Dengan terburu-buru.” Marco tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan Alo. Lagi pula. Kita putar-putar aja yuk. begitu intim rasanya. Ada dua tuh. Kesya mengangguk pelan. “Kamu harus nurut sama aku. sementara Marco hanya tersenyum..

eh kamu malah maksa aku nginap di sini. “Lihat itu. “Aku bawa baju kamu. having great time?” tanya Alo. mereka kemudian kembali ke lokasi pemotretan. jadi jelas dia tidak akan mendengar omelan Kesya. Keindahan alam yang alami. Tanpa sadar. dan nggak ada yang harus kerja.” kata Cecil sangat antusias. tidak peduli dengan wajah kusut Kesya.. Cecil sudah menutup pintu.. Senyum cerah di wajah Cecil menunjukkan bahwa Kesya terlalu antusias merespons pertanyaan Alo. besok Minggu. Kesya jadi berhenti marah-marah. kembali ke peraduannya. Selesai melihat sunset. Alo dan Cecil menghampiri mereka. Mata Kesya menyipit. DeeDee.. Ada di bagasi mobil. Toh hari ini weekend.. Kesh. “Sepertinya kita akan kemalaman.” jawab Marco santai. Marco mengembalikan sepeda lipat Alo ke dalam bagasi mobil. Kesya buru-buru mengembalikan posisi wajahnya ke level “tidak terlalu antusias”. lagi!” Cecil tersenyum. Kesya mengangguk. Tepat saat itu juga.Marco mengayuh sepedanya dengan santai. . “Hai. Cil? Aku bilang nggak mau ikut. Matahari surut perlahan-lahan. Kesya kesal sekali dan masih terus marah-marah saat dia dan Cecil sudah berada di kamar hotel mereka.” Marco menunjuk dengan dagunya. jadikita menginap saja di sini. “Marco?” Cecil berpaling kepada Marco. Entah apa lagi yang direncanakan si drama queen ini! Alo menggeleng-geleng dan mengernyit memandang Cecil. sekali-sekali melakukan sesuatu tanpa rencana.. Tanpa rencana.. Percuma dia marah-marah sekarang.” “Cecil! Kamu apa-apaan sih? Menginap tanpa rencana begini? Aku kan nggak bawa baju ganti!” Cecil tersenyum licik.” ujarnya penuh kemenangan. Cecil menutup rapat pintu kamar mandi. Cecil menarik Alo dan berbisik-bisik di telinganya. Kan seru!” balasnya sambil melenggang masuk ke kamar mandi.” Dan Kesya terpesona dengan pemandangan di hadapannya.. “Sunset. Alo sekamar dengan Marco.. Kesya mengumpat dalam hati.. Cecil mengangguk kuat-kuat dan tersenyum lebar sekali! “Kesya. “Kamu tuh apa-apaan sih. “Aku sih nggak keberatan. “Nggak apa-apa kok. Rupanya mereka sudah selesai. Marco menghentikan laju sepedanya dan terpaku juga melihat keindahan alam tersebut. Sebaliknya. Marco. Dan demikianlah yang terjadi. namun sering kali terlupakan karena sibuknya aktivitas sehari-hari.

“Alo mana?” “Yup.” “Kalau begitu. “Kamu mau mandi nggak?” Kesya menggeleng.. kalian mau ikut?” Kesya menggeleng.” ujarnya lembut. Kemudian dia mengeluarkan permen mint dari dalam kantong celananya lalu mengunyahnya. ngapain di luar?” Kesya tersedak. Dia perokok berat.” “Kalau begitu aku juga di sini saja. liat di restoran hotel saja. Ternyata sosok tinggi berasap itu adalah Marco yang sedang merokok. “Mmm. Kesh?” tanya Marco ketika Alo dan Cecil sudah berlalu. Tadi sepertinya aku lihat ada yang jualan di depan hotel deh. Males mau keluar-keluar lagi. Dengan pasrah dinikmatinya embusan udara yang semakin dingin. Sayang?” Alo keluar dari dalam kamar... kita makan jagung bakar yuk. “Aku pengin makan jagung bakar nih. Sesaat dia sempat lupa bernapas.” Tangannya terkepal dan diletakkan melintang di dada. Marco buur-buru mematikan rokoknya.. “Makanya aku nggak suka sama perokok! Egois!” Kesya mencibir ke arah Marco. Seharian ini mereka ramah sekali. Kalian enjoy aja.” . Kesya tersenyum.” Marco tersenyum. “Kesya. Kesya duduk.” Alo tidak pernah menolak permintaan Cecil. “Aku mau makan di sini saja... ya?” tanya Marco lembut.” Marco menanggapi.. “Nanti saja.” Cecil berpaling ke arah Marco. “Kesh?” panggil Cecil. Dan dia tersentak saat melihat sosok tinggi di teras sebelahnya. Rambut keritingnya tampak basah. Marco!” seru Kesya sambil mengernyit. Marco tergelak. Senyumsenyum terus! “Kamu mau makan apa. Marco. “Aku punya teman baik yang meninggal karena kanker paru-paru. “Kamu benar-benar nggak suka sama smokers. Alo dan Cecil senyum-senyum lagi.” “Boleh.Kesya beranjak ke teras kamar. Kasihan banget. “Iya deh! Aku janji akan quit jadi smoker. Lagak Marco seperti kesatria yang bersumpah pada rajanya. sejenak melupakan pertikaian mereka. “Ihhh. Sosok itu berasap! Hiiyy! “Kesya. “I never know that. Masa depannya hilang karena nikotin. Sehari bisa berbungkus-bungkus rokok habis diisapnya.

” kata Marco cepat. menuntun wajahnya untuk menengadah. di bawah sinar bulan dan cahaya bintang. gegap gempita. may I kiss you?” tanya Marco pelan sambil merengkuh kepala Kesya. Desah napas Marco bercampur dengan aroma mint. Tak lama kemudian Marco sudah muncul di ambang pintu kamar Kesya dan menghampiri gadis itu.. Banyak sekali.” Kesya merasakan Marco mendekapnya... Kesya membuka bibirnya. Aku ke kamarmu lewat pintu depan.. namun kemudian menyambut uluran tangan Marco. Kesya memejamkan mata dan merasa pusing.. . lalu menghilang dari teras kamar. dilihatnya tatapan lelaki itu melembut. Kesya menjawabnya dengan senyuman.” Kesya terperangah. Dug dug dug dug! Si pemukul beduk beraksi lagi. Blasss! Tiba-tiba lampu di seluruh hotel mati! “Marco!” panggil Kesya panik. Tangannya menggenggam tangan Marco lebih erat lagi. Tangannya merangkul erat pinggang Kesya. Benar-benar menikmati suasana ini. Tubuh Kesya menegang. Pusing yang menyenangkan.. Kesya tidak pernah melihat bintang sebanyak ini di langit Jakarta. “Bintang. Kesya merasakan bibir Marco telah lepas dari bibirnya. dan tabuhan fanfare. “Lihat deh. Dia membuka mata... Menikmati sensasi berada di pelukan hangat Marco. Berjuta-juta bintang berkelap-kelip indah di langit malam.“Kalau begitu.. memberi kesempatan pada Marco untuk menjelajah ke dalam relung hatinya.” panggil Marco lembut. Namun. walaupun matanya terpejam rapat. dan Marco menyambutnya dengan sebuah ciuman yang panjang dan lama. bergemuruh sorak-sorai... “Yuk. lalu perlahanlahan santai. “How was that?” tanya Marco sambil tersenyum nakal.. Di dalam dadanya.. “Aku di sini.. “Kesh. lalu merasakan bibir Marco menyapu lembut bibirnya. Kali ini Kesya menyambut hangat si pemukul beduk. Kesya ragu-ragu. “Kesh. Dia paling tidak suka berada di kegelapan. Marco mencium Kesya dengan lembut. tunggu sebentar.. Kesya mengangguk.... aku temani ke restoran. Indah sekali! Saat Kesya menoleh dan memandang Marco. Kesya. Sekilas Kesya juga dapat melihat tebaran confetti.” Kesya merasa Marco memegang dagunya.” Marco mengulurkan tangan.

DeeDee membuka pintu lebih lebar dan Kesya pun tahu apa yang membuat raut wajah DeeDee seperti itu. Di sofa ruang tamu.. Tatapannya tajam. . “Jansen. sementara tangannya di letakkan di bahu Kesya. Di foto yang kedua.” ujarnya gugup.. “Dia sudah duduk begitu dari pagi.. Marco menemui DeeDee yang masih menunggu dengan gelisah di pintu masuk. yang berada di sisinya yang membuatnya tampak sangat cantik. DeeDee membukakan pintu apartemen Kesya dengan raut wajah yang sulit ditebak. menghunjam postur Marco yang tampak santai di belakang Kesya. Biasanya.” sapa Kesya pelan. Dia tampak cantik sekali di kedua foto itu.” Kesya menatap Marco. aku lihat foto ini di meja kerja Darius kemarin malam. Dia mengekor Kesya menemui Jansen.” bisik DeeDee.. tertawa lebar. aku mau bicara dengan kamu. Senyum di wajah Marco tidak kalah lebarnya. Tampak sekali mereka sangat menikmati momen tersebut.. hanya Jansen yang mampu membuat Kesya tampak cantik dalam foto. “Berdua saja. Kesya menatap punggung Jansen dengan cemas..9 KETIKA mereka pulang keesokan harinya. “Kesh. sementara Marco duduk di belakangnya. Orang itu adalah. Mereka berdua sedang menatap kagum ke pemandangan sunset yang indah. “Ada apa?” tanya Kesya waspada. “Aku. Wajahnya sangat bahagia. Foto Kesya sedang duduk di depan sadel. Ternyata bukan fotografernya yang membuat Kesya tampak cantik. Marco mengangguk dan beranjak pergi..” Jansen mengeluarkan beberapa lembar foto yang dicetak ukuran besar.. Kali ini sepeda terlihat berhenti. Kesya terkesiap.. Dia melirik Marco sementara Marco santai saja. tampak Kesya masih duduk santai di atas sepeda. Marco. Jansen berpaling dan terkesiap melihat Kesya dan Marco.. namun orang yang bersamanya. Rambut Kesya tergerai lemas saat sepeda tampak meluncur menuruni jalan yang melandai. Jansen duduk dengan gelisah.. Satu kaki Marco menapak.

Jepret. Wajahnya condong dan dekat sekali dengan Kesya.. *** “Jadi?” tanya DeeDee sambil tersenyum. “Mau apa kamu?” Marco tiba-tiba berdiri di sebelah mereka. perlakukan dia dengan sopan!” Suara Marco memancarkan getar kemarahan di setiap katanya.. Kesya mengikutinya... Kesya menatap foto itu. DeeDee memaksa Kesya untuk mentraktirnya makan siang sekaligus menodongnya untuk menceritakan versi lengkap kisah jadiannya dengan Marco. Tiba-tiba Jansen berbalik dan berjalan pelan mendekatinya. aku. “Aku. Dia tersenyum getir. Kali ini tatapannya lama dan mendalam. Jansen kembali memandang Kesya. Kamu menang. gara-gara laki-laki itu... Posisi itu sudah sangat jelas bagi Jansen.” ujarnya..... Menyurutkan entah apa yang akan dilakukan Jansen. Jansen mengeluarkan hasil bidikannya dari kamera Polaroid-nya. Lengan Marco melintang kokoh di hadapan tubuh Kesya.. wajahnya tampak murung. Melindungi gadis itu dari segala bahaya yang mengancamnya. “Semua gara-gara. Dadanya berdebar.. Dia tahu dia sudah kalah total! “Aku. Kesya mengangkat wajah dan menatap Jansen..” potong Jansen pilu..” Kesya terdiam. Bunyi itu mengejutkannya. Kesya tidak beranjak dari sisi Marco. “Jaga dia baik-baik...” ujarnya sambil mengangsurkan foto hasil bidikannya kepada Kesya.... “Kalau kamu memang mencintainya. aku mengerti kok.. Dia menatap foto itu dan tersenyum getir. Ini debar yang membuatnya sungguh merasa tidak nyaman.. Mencari perlindungan dari lengan kokoh itu. Nada suaranya tegas dan berat. Kesya terkesiap.. membentangkan jarak lebar antara tubuh Jansen dan tubuh Kesya. Tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Tangan Kesya menggamit erat lengan Marco. Bukan debar menyenangkan yang biasa dia rasakan ketika bersama Marco. Jansen memandang Kesya dan Marco bergantian. Menatap tajam ke arah Jansen.” Dia menatap Marco.. “Maaf.” Jansen beranjak ke arah pintu. aku kalah. kan?” tanya Jansen pelan.. “Sudahlah.! Kesya mengedip. . sebaik-baiknya. Sinar-sinar yang biasanya terlihat dari sekitar wajahnya sirna. Kesya yang ayu.” ujarnya tercekat. aku tidak membuat kamu tampak ayu lagi di foto. kemudian beranjak dari apartemen Kesya. “Aku. Kesya bergerak-gerak dengan gelisah sementara tubuh Jansen sudah merapat ke arah tubuhnya. “Rasanya. Marco mendorong Jansen. rasanya aku memang tidak memanfaatkan waktu yang kumiliki dengan. “Gimana cerita lengkapnya?” Siang itu.

Dia berusaha berhenti merokok gara-gara kamu. “Gimana rasanya?” “Wonderful.. Kesya dan Alo duduk berdampingan di Groom‟s Bestfriend sementara Marco sedang mencoba jas bestman-nya.” “Really?” Kesya memang mengharapkan Marco berhenti merokok. “Serius?” DeeDee melonjak dari duduknya.” desahnya. Kesya hanya balas tersenyum. “Marco itu laki-laki yang baik... “Masa gitu aja? Nggak percaya!” Dia menggeleng keraskeras. Matanya berbinar mengingat kejadian sejuta bintang Sabtu kemarin. “Kamu tuh yang „ya ampun‟!” sungut DeeDee..Wajah Kesya memerah. “So.” DeeDee cemberut.” Kesya tersenyum. “Berarti sudah dong?” Kesya mengangguk.” bisik Kesya. “Memang maksud kamu apa?” DeeDee menggeleng-geleng. “Marco memang tahu saat yang paling tepat untuk menyatakan cintanya. Matanya melotot. Kesya menceritakan soal sejuta bintang yang mereka lihat saat hotel mati lampu. Kesh. Apa ini yang orang bilang “cinta sejati”? *** Minggu pagi.. “Lho?” Wajah DeeDee juga sama bingungnya.” . “Romantis banget. “Baru cerita soal kissing aja udah blushing begitu! Belon juga ngapa-ngapain!” DeeDee kemudian memaksa Kesya untuk bercerita apa saja yang terjadi saat mereka menginap. Mata DeeDee berbinar-binar saat mendengar bagian itu. kalian pakai gaya apa?” Wajah Kesya berubah bingung.” Alo memulai percakapan sambil tersenyum lebar. Hatinya terasa hangat kalau mengingat ciuman Marco saat itu.. Kesya terkesiap begitu menyadari apa maksud DeeDee yang sebenarnya. Pokoknya aku udah jadian sama dia. “Masa nggak ada romantis-romantisnya? Marco itu cowok paling romantis lho!” Wajah Kesya kembali memerah. “Terus. “Ya ampun. “Ya begitu aja. tapi dia tidak menyangka akan secepat ini.. menunduk menyembunyikan wajahnya. “Jadi cuma kissing doang?” Kesya mengangguk. Tidak dengan Jansen.... DeeDee tersenyum lebar. tidak juga dengan mantan-mantan pacarnya dulu. DeeDee! Kami belum have sex sama sekali!” bisiknya histeris... “Memang ciuman ada gayanya?” tanyanya polos. Dan perasaan itu tidak pernah dia rasakan sebelumnya. “Dia merokok karena mantan pacarnya.

. Untuk lari sore. ya? Hmmm. Yang.Kesya memperbaiki duduknya. “Ada ayunan?” tanyanya. Marco tersenyum. gaun bridesmaid kamu modelnya gimana?” Gaun bridesmaid? “Oh iya ya.” Kesya tersenyum.” Alo tidak ingin membahas detailnya. untuk mengajak anak bermain. Ke Jalan Disco. Tangannya membentang memperlihatkan hasil kerja kerasnya selama ini. Saling jaga. Yah. atau hanya untuk duduk di ayunan sambil membaca..” ujar Alo menggoda. “Tanya sama Kesya dong. Dia mendudukkan Kesya ke atas ayunan dan mengayunnya perlahan-lahan... “Diputusin mantannya.. Kesya tersenyum diam-diam.” Marco menggandeng tangannya..” “Ih... “Nanti aku tanya Cecil deh. Kesya suka sekali ayunan. Ada rasa geli. “Tentu ada dong. “Ini kerjaanku selama ini. She is your girl now. Sayang?” Kesya tersenyum. Senyumnya mengembang perlahan. Rasa yang baru muncul setelah perasaannya terhadap Marco berubah. Marco keluar dari balik ruang pas. aku seneng dia sama kamu. Ayunan. Kesya suka ide itu. matanya menerawang jauh..” Marco mematut-matut dirinya di depan cermin. Dia belum tahu cerita ini.. kira-kira gitu deh. . “Tapi. seperti aliran listrik ketika tangan Kesya digandeng Marco. ge-er banget sih!” Kesya pura-pura ngambek. Tapi sekarang di sana bukan tanah kosong saja. “Omong-omong. “Gagah. Memperagakan jas yang sedang dikenakan. Marco tersenyum dan memandang Kesya.” Dia tersenyum kepada Kesya dari cermin. “Bagus..” Kesya manggut-manggut sendiri. Kalian pasti bisa saling jaga.. “Bener banget penilaian kamu. pada sore hari taman ini pasti ramai dikunjungi oleh orang-orang. Kesya bisa membayangkan. Marco kemudian meminta Kesya untuk mengantarnya ke suatu tempat. Konsep taman yang asri dan nyaman...” kata Kesya sambil berayun pelan. Kesya berjalan sambil memperhatikan taman yang masih baru itu. “Gimana. Dia sama sekali belum diberitahu Cecil soal gaunnya. Keliatan gagah banget.. “Gimana?” Dia mengangkat kedua tangannya. “Aku kepingin sekali punya ranjang ayunan. Di sana berdiri sebuah taman yang asri.. menikmati kedekatannya dengan Marco.” Marco mendengarkan sambil terus mengayun Kesya. Kamu gadis yang baik.” Setelah selesai dengan urusannya di Groom‟s Bestfriend.. terus lari ke rokok. “Aku suka sekali ayunan. Jadi sambil tidur aku bisa sambil berayun-ayun. Marco mengajak Kesya ke area permainan anak. tanah kosong di daerah Kelapa Gading yang dulu pernah didatanginya bersama Kesya.” ujar Marco bangga.

Cil?” “Besok kosong?” tanya Cecil tanpa basa-basi.” Marco menyodorkan segelas teh hangat. Dia menghampiri Kesya dan mengecup ubun-ubun kepala Kesya. menemani Oom Steven yang lagi meeting di Jakarta. melemaskan otot yang tegang di sekitarnya. Aku ambil cuti dari kantor. Marco mampir untuk menemani Kesya bekerja. “Yup.. . “Biar otakmu yang panas jadi dingin lagi.” ujar Cecil sambil menghela napas.” Cecil tertawa.. Marco menggeleng. Dia sudah hafal luar biasa tabiat Cecil. “Ya. Nama Cecil tertera pada layar ponsel Kesya.. I’m all yours.. Tante Jessica.” Kesya tersenyum. “Kalau begitu besok siang tolong temani aku ketemu mamanya Alo. aku akan usahain santai deh. Kesya tersenyum.” Sekarang Marco meremas bahu Kesya. Sebagian besar diilhami dari pernikahan Alo dan Cecil. ups salah. Dia baru datang dari Singapura.. mengangkat tangannya membelai dagu Marco. Cecil harus memanggil orangtua Alo dengan sebutan “mama-papa”. istirahat dulu.. Sudah lama sekali dia duduk dan mencorat-coret notes kecilnya. “Kamu tegang banget lho.. Senang juga rasanya diperhatikan seperti ini. Tidak ada janji penting untuk besok.. Sejak resmi bertunangan dengan Alo. “Santai saja lah.” Kesya membalik-balik agendanya. maksudku mamanya Alo. Jadi. Banyak ide yang berlalu-lalang di dalam benaknya.” Kesya terkesiap. “Nih. “Iya. “Kamu nggak ngapa-ngapain?” tanya Kesya sambil menyesap teh hangat yang dibawakan Marco..” ujarnya. “Mama. “Proyekku sudah selesai. Berebut untuk minta digambar dan direalisasikan. Kesya masih sering senyum-senyum sendiri jika teringat kembali peristiwa sejuta bintang itu. Merasakan ketegangan otot bahu Kesya di bawah tangannya. mau keliling-keliling dan Alo minta aku untuk menemani mamanya.” bisik Marco cemas. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. “Mamanya Alo?” “Iya.*** Kesya kembali berkutat dengan pekerjaannya. sekarang tugasku hanya menjadi bestman Alo dan jadi pacar yang baik buat kamu. Kesya tersenyum.. aku harus memanggilnya dengan sebutan Mama. Kesya tertawa menahan geli.” Kesya mengambil notesnya dan memperhatikan rancangannya. “Aku cek dulu ya.. ya.” Cecil meralat panggilannya. juga dair pengalaman romantisnya bersama Marco..

Memang belum pernah ada konfrontasi terbuka antara mereka berdua. ya.. dia sudah tahu?” tanya Kesya hati-hati. Kalau Oom Steven Andersen. memang orang yang sangat menyenangkan dan ramah. kurang begitu menyukai Cecil. mamanya Alo. Minggu depan baru datang ke Jakarta.” ujar Kesya ragu-ragu.” “Maksud kamu. Alo sudah bilang ke orangtuanya dia akan menikahi aku.Kesya tahu apa makna di balik helaan napas Cecil. sejak Alo dan Cecil baru mulai pacaran.” Cecil melanjutkan. Rasanya tidak percaya Tante Jessica bisa memeluk Cecil.” Kesya mendesah. . Mamanya hanya datang dengan cucunya. tapi dari bahasa tubuh masing-masing. Orangtua Alo datang ke rumah. “Oh. “Dan besok. mengucapkan selamat dan berkata betapa senangnya mereka karena aku akan jadi menantu mereka. “Alo minta aku menemani mamanya karena mamanya mau mengenalku secara lebih akrab.” Cecil mendesah. Mereka memelukku sambil tersenyum. Tante Jessica Lionel Andersen.. Waktu itu kan dia datang sama Oom Steven dan Alo. Tante Jessica memang tidak berani terang-terangan menunjukkan ketidaksukaannya. “Ya sudah lah. Aku bisa meledak kalau cuma berduaan sama dia. Tante Jessica juga memelukmu sambil tersenyum?” tanya Kesya tidak percaya. begitu. Di depan Alo dan Oom Steven. supaya lebih mengenal calon mantunya gitu. papa Alo.. Another long day. kentara sekali mereka saling tidak menyukai. Makanya kamu besok tolong temani aku. “katanya sih dia mau menghabiskan waktu bersama-sama.. Sejak mereka masih samasama SMA. “Tentang kamu dan Alo.. apalagi sambil tersenyum! “Iya lah. “Alo nggak ikut?” “Dia masih di Singapura.” cibir Cecil.. Cecil tidak cocok berpasangan dengan anak kesayangannya. Berbeda 180 derajat dengan Tante Jessica.” jawab Cecil sambil memberi penekanan pada empat kata terakhir. Beliau juga sangat menyetujui hubungan Alo dan Cecil. Kesya mengangguk-angguk. Menurutnya.

10 HARI masih bisa dibilang pagi. Dan. Dia duduk sambil membaca majalah bisnis. Dia langsung beranjak bangun dan menghampiri Oom Steven sambil tersenyum lebar. menutupi wajah.. membawakan koper-koper. Raut wajahnya ramah dan menyenangkan. complaint. Rambut keritingnya jatuh sebagian. dua-duanya saling tidak menyukai. “Oh iya. kan?” Cecil mengangguk. Dua-duanya gampang marah. Itu Oom Steven. dear. Di lobi inilah Kesya dan Cecil berada. “How are you. Pelukan erat yang sungguh tulus. Berulang kali dia membetulkan posisi duduknya. Papa? She is my bridesmaid. gawatnya. Sementara Cecil duduk santai di sebelahnya. menjemput mamanya Alo. . “Cecil. Laki-laki itu berkulit putih kemerah-merahan dan berambut cokelat. Para portir bergerak ke sana kemari mengantarkan tamu. dua-duanya juga keras kepala. Papa. dear? Semua persiapan pernikahan kamu dengan Alo lancar. dan sudah pasti tidak mau mengalah.” jawab Cecil sambil tersenyum. dan mengawasi kumpulan tamu yang baru keluar dari lift. “Sudah ninety-two percents. check-out. and sdhe helps me a lot!” Cecil menunjuk Kesya. Cecil juga rupanya sudah menyadari kehadiran Oom Steven. do you still remember Kesya.. Kesya melihat seorang laki-laki yang cukup berumur menghampiri mereka sambil tersenyum lebar. Salah satu dari enam lift itu terbuka dan rombongan tamu pun berbondong-bondong keluar dari dalam. Untuk hari ini dia sengaja mengambil cuti dari kantor. dia akan beranjak pergi dari medan perang. kalau terjadi perselisihan di antara dua wanita itu. Para resepsionis telah melayani banyak sekali tamu.” Oom Steven memeluk Cecil dengan hangat. Dalam hati Kesya memutuskan. Kesya duduk dengan gelisah. papanya Alo. baik yang ingin check-in. tetapi di lobi hotel para manusia sudah bergerak dengan aktif. merapikan rambut panjangnya. Menyelamatkan diri sendiri. Kesya kembali melirik ke arah lift. atau sekadar menanyakan informasi. Entah kenapa Kesya super duper panik menghadapi Cecil dan Tante Jessica. atau mengantarkan tamu sambil membawa setumpuk koper.

Kesya mengulurkan tangan sambil tersenyum sopan. Dulu sekali dia pernah bertemu dengan Tante Jessica. Saya sudah memilih Kesya untuk jadi bridesmaid saya. Perempuan yang sudah berumur itu masih terlihat segar. Kesya tidak terlalu suka dengan Tante Jessica.. tapi pasti Tante Jessica sudah lupa. yang ditunggu-tunggu pun datang. Sebenarnya Meisya lebih cocok jadi bridesmaid kamu lho Cecil. Tante Jessica adalah tipe wanita yang judes. Paduka Ratu Jessica Lionel Andersen.. Meeting. “My wife will come down soon.. Senyum lebar juga tersinggung di wajahnya. “Ini bridesmaid saya.” Oom Steven tersenyum. I have to go now. One of Alo’s classmates. dan selalu menghargai siapa saja membuat semua orang merasa nyaman berada di dekatnya. Tante Jessica tersenyum tipis. hangat.” Kesya dan Cecil mengangguk. kembali duduk. . tepat di hadapannya! Cecil menggeleng.” Oom Steven melirik arloji yang melingkar di tangannya. Meisya. “Okay. agak kurus ya.” Cecil terdengar sulit menyapa Tante Jessica dengan sebutan “Mama”. Sejak masih sekolah dulu. Cecil.” Tante Jessica berpaling menatap Kesya. minta penjelasan.. Alis Kesya terangkat.. Oom Steven. dan selalu memandang rendah orang lain. Kelihatannya anak laki-laki itu berusia delapan tahun. Tante Jessica sedang mencelanya! Mencelanya. Sahabat baik saya. “Hmmm.” bisik Cecil tanpa menggerakkan bibir.” Suaranya terdengar sedingin es. Tampak artifisial sekali.. Ma. “Yes. Pribadi Oom Steven yang ramah. Sifat-sifat Tante Jessica juga snagat berbeda dengan Oom Steven.. Perasaan itu bahkan menetap hingga sekarang. Kesya mengangguk.. seolah sedang menilai Kesya.” Cecil memperkenalkan.” Kesya mengulurkan tangan. Cecil tersenyum sekadarnya dan membiarkan tubuhnya dipeluk sang calon mertua. Oom Steven menjabat tangan Kesya dengan hangat. Tangannya terentang untuk memeluk Cecil. Matanya menyipit.“Hai.... dingin. Kalau dia tidak salah dengar. “Jason. Cecil masih tetap santai. “Hai. Kesya berpaling kepada Cecil.” Tante Jessica tersenyum.” komentar Tante Jessica. “Nggak.. “Halo. Kesya mengamati senyum Tante Jessica. sementara Kesya kembali tegang. Dia menggandeng seorang anak laki-laki bertubuh gempal.. “Sampai ketemu lagi ya. kebapakan. berbeda sekali dengan senyum hangat dan ramah milik Oom Steven. membuat semua orang selalu ingin tersenyum kepadanya. right?” Oom Steven tersenyum. “Hmmm. Kesya Artyadevi. I remember you. Tak lama kemudian.. anak kakak perempuan Alo.

Cecil menggeram pelan.. Lidahnya terjulur mengejek.” Tante Jessica tertawa...” . “Walaupun saya tidak bisa masak. Sekarang kan warung-warung makanan bertebaran di mana-mana. “Aah. “Cil. “Alo nggak terlalu suka makanan warung-warung itu. nanti kan kami bisa beli makanan. Dia juga bercerita tentang menantu perempuannya—istri Stephanus Robert Andersen. Tante Jessica berbicara panjang lebar selama bermobil. Ayo kita makan dulu.” Tante Jessica tersenyum tipis. lalu menggandeng tangannya. Anak laki-laki ini? Yang tidak tahu sopan santun ini? Yang akan membawakan cincin pernikahan rancangan Kesya? Masterpiece Kesya? Oh no! Jason meringis kejam melihat Kesya. Kesya agak terkejut mendengar ketenangan dalam nada suara Cecil. Masih pada gadis kok lamban sekali. sementara Alo senang sekali makan enak..” Kesya hampir pingsan mendengarnya.” ujarnya. ayo beri salam sama kedua tante ini.. Aku akan dapat banyak uang.. Namun. “Ada resto baru di sini.!” bisiknya. Cecil menggeram pelan... “Repot juga ya.” Kesya menoleh panik ke arah Cecil. masakan Mama. Meisya Veroca Andersen—kakak perempuan Alo.. Anak perempuan dan menantu perempuannya. Jason memperlihatkan jari tengahnya kepada Kesya dan Cecil. Satu hal yang sangat tidak dikuasai Cecil. mengingat tadi dia menggeram pelan. Tante Jessica menyindir Cecil terus.. Tapi ketika Tante Jessica berpaling untuk beranjak pergi.” sindir Tante Jessica.” seru Tante Jessica dramatis. “Jason. “Nanti cincinnya akan aku sembunyikan.. Tante Jessica tersenyum memandangnya.. Dia memanggil Tante Jessica dengan manis. dan akan aku jual setelah pesta selesai. Ma. Dia bercerita tentang anak perempuannya. Dia pernah nyobain. “Jangan macam-macam ya kamu!” ancam Cecil... “Ayo cepat! Kalian jalan lama sekali sih.. “Buat kami tidak menjadi masalah.” Cecil merengut..Tante Jessica mengangkat bahu. tapi katanya semuanya kalah dibandingkan masakan rumah. Kesya syok melihatnya! Anak usia delapan tahun sudah bertingkah seperti itu! “Oh ya. Kamu nggak bisa masak. Jason tersenyum manis sambil mengulurkan tangan.” ujarnya sambil mengelus sayang bocah laki-laki yang berdiri di sebelahnya. keduanya bisa memasak. kakak laki-laki Alo—yang disebutnya sebagai perempuan yang memenuhi kodratnya.” ujar Tante Jessica sambil berjalan. bocah tengil itu hanya menjulurkan lidah dan beranjak pergi. Hahaha.. “Jason ini yang akan membawa cincin pernikahan.

Kurang ajar! geram Kesya dalam hati. Kesya mengerti sekarang. penasaran dengan sosok yang memanggil Tante Jessica.. Seingatnya. bukan begitu keadaan yang sebenarnya. Ketika Kesya duduk. Semuanya makanan khas Indonesia.” sapa sebuah suara. Raden Ayu Sekar Ningrum. “Hush!” tegur Tante Jessica diikuti dengan tatapan menghunjam.. diam-diam Jason menendang tulang kering Kesya...Cecil mengernyit. Gosip yang beredar di sekolah adalah Cecil merebut Alo dari Ningrum. Jason duduk di sampingnya. Kesya tahu sekali siapa Ningrum.. Padahal. Resto ini tidak bisa dibilang baru. Kesya mengernyit.. Berarti Tante Jessica dengan sengaja telah menggiring Cecil ke sini. menjual makanan khas Indonesia. Jadi resto ini punya Ningrum.. Tante Jessica tersenyum lebar sekali. Cecil mendengus. Tidak dapat mencari apa yang salah dengan ajakan makan dari Tante Jessica. Tante Jessica lebih setuju kalau Alo tetap jadian dengan Ningrum. tahu dan tempe goreng. Hmmm. pantas saja tadi . “Tante. Ada pepes ikan.. Kesya menyikut pinggang Cecil.. Di sampingnya. Tante Jessica duduk dan meminta pelayan mengambilkan buku menu..” Dengan mesra... Cecil malah jadian sama Alo. plecing kangkung.. “Adaow. karena ada perbedaan prinsip yang tidak dapat diselesaikan antara mereka berdua. Menurut Tante Jessica. Kesya memperhatikan wajah Cecil. lalu turun bersama Kesya dan mengikuti langkah Tante Jessica dan Jason.. “Kamu apaapaan sih? Anak gadis kok tidak tahu sopan santun! Ngapain teriak-teriak begitu?” bisiknya dengan nada setajam silet. Dia berdiri dan memeluk erat gadis yang tadi memanggil namanya.. Wajah itu bagai baju kusut yang tidak pernah disetrika. Jason tertawa terkikik-kikik.” bisiknya kepada Kesya. Dengar-dengar juga. Tanpa banyak komentar.” sapa Ningrum dengan ceria.. Oh. pecel ayam. Tante Jessica memesan sejumlah makanan. Kesya sudah pernah melihatnya. Ketika Cecil mengenal Alo.” “Halo. gadis keturunan bangsawan Jawa itu pacar pertama Alo. Alo lantas putus dengan Ningrum dan jadi dekat dengan Cecil. dasar memang sudah cinta. Tapi. Ningrum yang cantik.!” pekik Kesya. Namun. Tante Jessica memeluk Ningrum. Alo masih pacaran dengan Ningrum.. “Something’s wrong. Justru Cecil pada awalnya menolak Alo karena tidak mau dicap perebut pacar orang. Kesya dan Cecil ikut berpaling.. Cecil menepikan mobilnya. pecel ikan.. resto ini sudah berdiri sejak dua bulan yang lalu. “Itu kan. “Tante datang lagi di resto saya ini. Alo lebih cocok dengan Ningrum daripada dengan Cecil.

Apa kabar tho?” “Baik.” Ningrum tersipu. “Cecil harus banyak belajar dari kamu. biar suami tambah sayang sama kamu. Tampaknya dia baru menyadari kehadiran Cecil dan Kesya. Cecil. padahal Alo senang sekali makan enak.. kan?” Uh-oh! Kesya tidak berani menatap wajah Cecil..” ujar Kesya.. kecantikan khas putri bangsawan Jawa. . Masak itu memanjakan suami juga lho... “Ningrum. Alo juga sering mampir ke sini. waduh..” Waduh.. “Sebenarnya saya juga ndak nolak kalau dijadikan istri anak laki-laki Tante yang bungsu itu.. Dasar monster kecil! Rupanya dia juga bersekongkol dengan Tante Jessica dengan bermanis-manis terhadap Ningrum! “Ya ampun.. Kesya!” ujar Ningrum setengah berteriak. ayu. Tante bisa saja.. Kamu betulbetul akan menjadi istri yang ideal. ya?” Maksudnya? Wajah Cecil semakin keruh mendengar perkataan Ningrum. Dengan kulit putih..” Ningrum tersenyum... Kamu harus datang ya.. Cecil. “Tinggal beberapa bulan lagi. “Ah. kamu tuh tambah cuaantik saja. Huebatt kan dia..... waduh! Ningrum juga cari gara-gara! Kesya memperhatikan wajah Ningrum.. “Cantik. “Sudah lama sekali aku ndak pernah ketemu kalian..” puji Tante Jessica tanpa memedulikan Cecil. yang namanya wanita itu ya harus pinter masak. wanita kok ya ndak bisa masak.Cecil bilang “Something’s wrong. Tapi Cecil juga cantik kok. “Resto ini punya Ningrum.” kata Tante Jessica sambil menggenggam tangan Ningrum.. dan rambut keriting berpotongan pendek.. selamat siang. Ningrum. Ada kesan kejam di wajah cantiknya. Memang benar Ningrum cantik. wajah klasik.. lagi. Kebetulan sekali ya kita bisa ketemu di sini. jadi Cecil ndak bisa masak.” Entah drama apa yang akan dipertontonkan Tante Jessica. Rupanya dia dan Tante Jessica sudah berkonspirasi untuk memojokkan Cecil. Dua wanita dengan dua kecantikan yang berbeda. “Wah. dan rambut hitam panjang.. tapi dapat dipastikan wajah itu pasti sekeras batu! “Oh. anggun. tapi.. pintar masak. Hmm. Ningrum. Sayang Tante nggak punya anak laki-laki lagi... Dia nggak bisa masak....” sapa Jason manis. wajah berbentuk hati yang disapu make-up tipis... Dengan kulit kuning langsat. Kecantikan seorang wanita modern.. bukankah cantik itu relatif? Tante Jessica mengajak Ningrum duduk bersama mereka. saya dengar sudah ada calonnya. “Tante Ningrum. tho!” Mata Ningrum membulat dengan gaya dramatis..” Tante Jessica menepuk-nepuk punggung tangan Ningrum.

Marco diutus Cecil untuk menjemput Alo—dia pulang ke Jakarta sore ini—kemudian mengantar Alo ke apartemen Kesya ketika spageti sudah siap disantap... Dia mau membuktikan dia juga bisa masak! Atas usul Kesya. Siapa saja pasti bisa membuatnya. Walau begitu. Menurut Kesya. buah tomat segar.. Kali ini giliran wajah Tante Jessica dan Ningrum yang berubah membatu! *** Cecil mendorong pintu apartemen Kesya dengan bahunya. Kedua tangannya sibuk sekali. Aku mandi dulu. bawang bombay.” Cecil mengeluarkan bahan-bahan masakannya satu per satu. “Udah. masakan jenis ini gampang. “Udah lengkap belanjaannya?” Kesya mengintip ke dalam kantong-kantong kertas yang dibawa Cecil. bukan kamu. saus sambal.. Sepuluh menit kemudian. Hari ini dia berjanji untuk menjadi mentor Cecil dalam pelajaran memasaknya.” Kesya mengeluarkan pisau besar untuk mencincang daging.. mengingat Cecil belum pernah sekali pun bersibuk-sibuk di dapur.. “Cincang sampai halus ya. “Alo tahu saya nggak bisa masak. bawang putih. “Sudah?” Cecil menggeleng frustrasi. dan keju batangan. daging sapi.. saus tomat. tampak kepayahan memegangnya. “Hmm. tampak buah tomat segar menyembul.” gumamnya. Dia bertekad untuk membuktikan Tante Jessica salah..” balas Cecil sambil tersenyum manis.. masing-masing menjinjing sebuah kantong kertas berukuran besar. Kesya sudah menyiapkan panci-pancinya untuk digunakan Cecil. Alo tetap mau menikahi saya. Sebenarnya Kesya agak khawatir dengan keselamatan dapurnya.Cecil tersenyum manis.” ujar Kesya. Cecil menerima pisau besar itu dari tangan Kesya. Hari ini Cecil mau masak.. Cecil memutuskan untuk masak spageti dengan saus bolognaise. Kesya memperhatikan daging yang masih menggumpal dengan bandelnya.. Celemek Kesya sudah tergantung manis di tubuhnya. “Nggak dipotong dulu?” . “Sekarang aku harus ngapain dulu?” tanya Cecil. Dari balik salah satu kantong. Spageti. DeeDee melakukan tindakan penyelamatan diri dengan pergi keluar bersama teman-temannya. “Daging sapinya harus dicincang dulu. Kesya kembali ke dapur dan mendapati Cecil sudah bermandi peluh. “What? Gede banget goloknya!” komentar Cecil dengan mata membelalak. Kesya tersenyum geli melihat tingkah Cecil. Ningrum.

Lalu. Kamu rebus tomatnya deh. Cecil merebus tomat. Cecil cemberut sambil memperhatikan Kesya. Cecil selalu melakukan kesalahan. Sayang? Kok nangis?” suaranya melembut. Berturut-turut. “Masakanku hancur. Cil. Gimana megangnya nih?” teriak Cecil panik. “Nggak lah. “Masih di dapur. Aku memang nggak bisa masak!” .” “Kamu nggak bilang!” sahut Cecil kesal. “Ya mau gimana lagi?” Kesya juga putus asa. masakannya?” Antusiasme Alo berubah saat melihat wajah Cecil yang berlinang air mata.” Kesya mengalah dan memperhatikan Cecil mencincang daging sapi halus-halus. Disayat dulu bagian kulitnya. tapi biar gampang harus dipotong tipis-tipis dulu. Cil?” “Gila! Panas banget tomatnya. Sama seperti keadaan Cecil sekarang. Merasa tidak berguna. Pada saat itu. Api kompor dinyalakan terlalu besar sehingga daging yang dimasaknya jadi agak gosong. bel pintu apartemen berbunyi. Kalau sudah biasa.” ujar Cecil lemah.” Dengan cekatan Kesya membuang air rebusan tomat. Setelah itu.” Kesya menunjuk dengan tatapannya. “Aku memang nggak becus. “Adaowww!” Cecil menjerit keras sekali. Memang tidak mudah masak untuk pertama kalinya. “Kenapa. biarin dia masuk aja. “Sudah jadi. Ini kan gara-gara kamu memang baru pertama kali masak. “Ya sudah sini aku yang cincang.” Marco mengecup pipi Kesya. Kesh?! Hasil masakanku hancur begini!” teriak Cecil panik.. Ini masakanku. ya!” Kesya jadi ingat ketika dia pertama kali belajar memasak. “Cecil! Kesya!” Suara Marco terdengan memanggil. biar gampang dikelupas nanti. Ini kali pertama Cecil memasak untuknya. karena tidak sabar menunggu sepuluh menit untuk merebus spageti. Wajahnya tampak antusias. “Gimana nih. “Mana Cecil?” tanya Alo. Alo langsung menghambur ke dapur.Cecil menggeleng. aku mau bikin sendiri semuanya. “Hai.. “Dibuang dulu airnya. tidak becus. tunggu sebentar.” Kesya tersenyum menghibur. “Ya sudah deh. pasti akan lebih gampang. Cecil menyeka wajahnya dengan kasar. “Tadi katanya dicincang aja?” “Iya. “Kenapa. Sayang.” “Nggak! Biar aku sendiri aja. spagetinya jadi masih keras sekali! Cecil berurai air mata melihat hasil masakannya yang tidak keruan. Alo dan Marco telah sampai di apartemen. baru diambil tomatnya. sehingga hancur dan mengeluarkan banyak air. Tomat yang sudah direbus digenggamnya terlalu kuat.

. Aku lapar nih. Cil. Aku sendiri nggak tahu sama sekali Ningrum buka resto. “Masakan kamu memang hancur. Masa udah sepuluh tahun ini kamu masih jealous aja sama Ningrum. Kita pesan makanan ya.?” bujuk Alo. Wajah Cecil merah padam. “Tapi kata mama kamu. Seperti kata Alo tadi. Saling melirik tanpa tahu harus berbuat apa. “Jadi. gara-gara Ningrum?” ujar Alo perlahan.. Lengkap dengan ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. Biar saja Ningrum jadi gadis kesayangan mamaku.. Cecil masih terisak.. “Dasar Mama nggak berubah tingkah lakunya.. Kesya menahan tawa.” Alo tersenyum lembut... Makan kan bisa di mana aja. “Lagian kenapa kamu tiba-tiba jadi mau masak?” Kesya dan Marco terkesiap. Cecil.” Cecil merajuk. Sayang. kemudian menyeka mulutnya.. tapi Alo tidak melepaskan pelukannya. Pertahanannya runtuh. “Come on. “Udah deh. gadis kesayangan mama kamu itu!” jerit Cecil. Toh Alo sudah bisa menerima kamu apa adanya. Cecil meronta.. Kesya dan Marco salah tingkah. “Masalah kecil nggak usah dibesarbesarin.” Alo mengecup lembut mata Cecil yang masih basah. Dia mencicipi masakan Cecil sesuap. “Aku nggak peduli kamu nggak bisa masak.” Kesya ikutan nimbrung.” bisiknya lembut.. “Sshh. “Ayo dong. . Kamu memang nggak bisa masak. Cil. “Biar saja Ningrum pintar masak. Cil. Mendengar nada lembut suara Alo... Nggak ada urusannya sama aku. “Sebenarnya baru satu kali aku ke sana. Air matanya tumpah ruah. “Ya! Gara-gara Ningrum.” Alo menjentik dagu Cecil. Itu juga gara-gara aku sedang menjamu tamu dan tamu aku itu maunya makan di sana.” Alo menghela napas. kamu sering ke restonya. Bibirnya bergetar dan air mata menggenang di pelupuk matanya.Alo menghampiri piring yang berisi spageti keras dan saus bolognaise hangus. kan... Gadis kesayangan aku ya kamu. Kamu mau makan apa? Sushi? Kesukaan kamu.” ujarnya tanpa basa-basi. Kesya yakin Cecil tidak akan tahan marah lama-lama. dan kamu juga sering datang ke resto Ningrum!” Alo terkesiap mendengar penuturan Cecil. Waduh! Cecil pasti ngamuk nih!” “Karena mama kamu bilang aku harus banyak belajar dari Ningrum yang jago masak! Karena mama kamu bilang kamu suka sekali makan enak... Jangan marah lagi. I love you just the way you are.. pacar pertama kamu itu! Gara-gara Ningrum. ini semua.. jangan nangis gitu ah..” Cecil masih diam saja.. Napasnya memburu. Alo bergerak memeluk Cecil. sudah.

Ini tantangan baru baginya.” bisik Alo kemudian mengecup lembut dahi Cecil. Kesya tersenyum. siapa yang pantas mewakili kita? Kita pilih dua nama. Nama Kesya dan DeeDee juga ditulisnya. juga Marco ikut mengedarkan pandangan mereka. kini sontak terdiam.” Pemungutan suara yang dilakukan dengan voting tertutup itu memilih Kesya sebagai perwakilan utama.” Kesya mengedarkan pandangan ke arah dapur yang sekarang menyerupai zona perang di garis depan. “Saya sudah punya empat nama yang sekiranya cocok mewakili kita dalam lelang. Kesempatan ini memang benar-benar kesempatan yang sangat baik. Walau . dan dia merasa sangat terhormat bisa mewakili APPI dalam acara lelang tersebut.. Sebagian besar anggota APPI sepakat memilih Kesya sebagai wakil untuk acara lelang internasional. Kesya berpaling.” Samuel menuliskan nama-nama tersebut di papan. Semua anggota APPI berkumpul untuk membicarakan siapa yang akan mewakili APPI untuk mengikuti lelang tersebut. ketua Asosiasi Perancang Perhiasan Indonesia (APPI). Alo dan Marco tertawa terbahak-bahak. nggak usah dekat-dekat dapur ya. honey. Ruangan berukuran sedang yang sengaja disewa untuk mengadakan pertemuan antara perancang perhiasan yang tergabung di APPI sudah cukup ramai. sementara Cecil tersipu malu. membuka rapat. Kesya duduk di sebelah DeeDee. Agenda rapat kali ini adalah tentang lelang perhiasan bertaraf internasional yang akan diadakan bulan depan. sementara DeeDee tampak ingin melompat-lompat saking senangnya.lengkap dengan paket ketidakberbakatan kamu di bidang masak-memasak. “Diana Divia!” Kepala DeeDee tersentak kaget.. menurut kalian. kemudian senyum yang amat sangat lebar merekah di wajahnya. liat aja dapurku. menatap bangga adik kelasnya. Kesya pasti bisa menjadi wakil yang membanggakan APPI. Berantakan sekali! Alo. “Lain kali.. tentu akan menaikkan pamor pribadi di dunia perhiasan! “Jadi. Mereka menunggu dengan berdebar-debar siapa perwakilan lain dari APPI.. Bayangkan! Lelang perhiasan bertaraf internasional! Kalau berhasil di lelang ini.. wakil yang kedua?” Anggota APPI yang masih sibuk memberi selamat kepada Kesya. Kepiawaian Kesya merancang perhiasan yang elegan tidak diragukan lagi. Kesya menerima keputusan tersebut dengan senang hati. Cecil. Hhmmm. *** Samuel. “Sekarang.

” “Oke.. Sekarang. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. Sayang!” “Oh iya ya.” Kesya segera membelokkan mobilnya. “Nanti aja bareng Alo. meluncur ke Bride‟s World. Dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini. “Cil. tidak ingin mendebat si pengrajin emas. ukurannya juga dibuat tidak sama ya.” “Sekarang kamu cepat ke sini ya. cincin kawinnya sudah jadi. Ibu mau bentuk mangkuknya dibuat tidak simetris?” pengrajin emasnya memastikan segala detail yang telah digambarkan Kesya. Ya tentu saja. Sempurna! Sambil masuk ke mobilnya. DeeDee sudah dipercaya menjadi wakil pada suatu acara bertaraf internasional! *** Kesya mendeskripsikan secara detail bentuk perhiasan yang diinginkan. Kamu mau lihat?” tanyanya begitu Cecil menyapa. dia langsung mendatangi pengrajin emasnya.. agak terganggu mendengar ungkapan “mangkuk” yang dipakai pengrajin emasnya. tentu saja Kesya ingin everything’s perfect! Kesya baru tidur dua jam. Kesya tersenyum lebar. Bu Kesya. “Oh ya. memang bentuknya seperti mangkuk. Matanya tampak lelah. Dia mengamati gambarnya.” tambahnya lagi. Pengrajin emasnya mengangguk-angguk paham. “Jangan lupa. Kesya mengernyit. Cincin itu persis seperti yang dibayangkannya. dia menghubungi Cecil. “Jadi. namun kali ini Kesya ekstra cerewet. .” “Sekarang juga? Untuk apa?” “Untuk gaun bridesmaid kamu. Jadi. yang pertama kalinya diselenggarakan di Jakarta. Sekarang kamu harus cepat ke Bride‟s World.” Kesya mengangguk. ini cincin pernikahannya sudah selesai.” Dia menyerahkan sepasang cincin sesuai dengan rancangan Kesya.. Kesya turun dari mobil dan melihat Cecil juga baru turun dari mobilnya.termasuk anggota baru di APPI. pagi ini. Sepanjang perjalanan. tapi apa tidak ada ungkapan yang lebih indah lagi? “Iya.. Si bapak pengrajin emas ini memang sudah sering membuatkan pesanan sesuai dengan rancangan Kesya. dia menebak-nebak dandanan seperti apa yang akan dikenakan Madame Daphne kali ini. Sibuk menyelesaikan rancangannya. tetapi tubuhnya bersemangat sekali. perhiasan rancangannya kali ini akan diikutsertakan dalam lelang skala internasional. Madame yang satu ini kan memang penuh kejutan.

“Hai, Kesh...” Cecil memeluk Kesya. “Aku baru aja dari gereja. Ngurusin pemberkatan pernikahan. Ternyata agak ribet juga lho...” “Sendirian?” Cecil mengangguk. “Alo kebetulan lagi sibuk, harus balik ke Singapura lagi, jadi nggak bisa nemenin.” “Kenapa kamu nggak minta aku temenin?” Cecil tersenyum. “Kamu udah repot. Lagian, urusannya udah hampir beres kok. Kemarin sih dia nemenin aku. Kami berdua udah selesai ngurus katering. Repot, tapi fun. Yah... ada berantem-berantem dikit deh...” Cecil tersenyum geli. Kesya tersenyum mendengar perkataan Cecil. Cecil jadi lain sekarang. Lebih dewasa dan bertanggung jawab. Apa karena insiden masak tempo hari ya? “Hai, Mbak Cecil, Mbak Kesya!” sapa Anita. Rupanya kehadiran Cecil dan Kesya sudah cukup sering sehingga layak mendapat ucapan selamat datang sehangat itu. “Mbak Cecil, foto pre-wed-nya sudah jadi lho. Bagus sekali! Foto kanvasnya juga sudah jadi. Sebentar ya, saya ambilkan.” Anita kemudian menghilang dan muncul kembali sambil membawa setumpuk album foto dan dua buah kardus besar berisi foto kanvas Alo dan Cecil. Kesya terperangah melihat foto-foto itu. Benar-benar indah! Kesya dapat mendengarkan semua perasaan cinta dan bahagia yang bernyanyi dengan indah dan harmonis di setiap lembar foto. Alo dan Cecil sungguh-sungguh serasi, bagaikan dua kutub magnet yang saling menarik kuat. “Bagus, Cil...,” puji Kesya tulus. Cecil tersenyum, tampak sangat puas dengan hasil foto pre-wed-nya. “Sudah ah, sekarang kita fokus ke gaun kamu. Aku sudah lihat beberapa gaunnya. Bagus-bagus banget lho!” ujar Cecil dengan cepat. Cecil memang selalu penuh semangat. “Selamat siang, ladies!” bisik sebuah suara. Kesya menoleh ke arah suara itu. Walaupun dia sudah mulai terbiasa dengan penampilans uper duper ajaib Madame Daphne, penampilannya kali ini tetap membuat Kesya terkejut setengah mati. Madame Daphne mengenakan gaun ala gadis Pegunungan Alpen. Lengkap dengan bonnet, apron, dan tongkat yang ujungnya melengkung. Di balik bonnet-nya, dia menata rambutnya menjadi dua kepangan panjang yang menjuntai di bahu. Gayanya persis sekali dengan gaya Bo Peep, boneka penggembala perempuan yang jadi pacar Woody di film Toy Story! “Hmpffttt... Selamat si... siang, Madame Daphne.” Susah payah Kesya mengendalikan tawa. Cecil buru-buru menyikut rusuknya. “Jangan ketawa!” bisiknya. Kesya melotot ke arah Cecil. Curang! Cecil sendiri nyengir lebar banget.

“Cecil sudah fitting gaun pengantinnya. Kamu yang belum memilih gaunmu,” kata Madame Daphne tanpa memedulikan wajah aneh Kesya yang setengah mati menahan tawa. Cecil mencubit pinggang Kesya. Cukup sakit untuk mengubah ekspresi menahan tawa Kesya menjadi ekspresi menahan sakit. “Aku sudah pilih beberapa model yang mungkin bakal cocok sama selera kamu,” kata Cecil. Dia tidak menggubris tatapan “Sialan kamu! Sakit, tau!” yang dilontarkan Kesya. Kesya menurut saja ketika Cecil menggiringnya ke ruang gaun pengantin. “Ini dua buah gaun yang dipilih Cecil untuk kamu.” Madame Daphne menunjuk kedua buah gaun yang telah dipilihkan Cecil. Satu gaun berwarna pink dan gaun lain berwarna turquoise. “Bukannya gaun bridesmaid juga harus berwarna putih, ya? Dan bukannya model gaunnya harus mirip-mirip sama gaun pengantin?” tanya Kesya setelah mengamati kedua gaun tersebut. Dia teringat pencariannya di situs bridesmaid101.com dulu. “Untuk mengecoh roh jahat yang akan mencelakakan si pengantin wanita?” Cecil mendengus. “Itu mitos, Kesh! Kamu percaya yang begituan? Zaman sekarang, gaun bridesmaid sudah berwarna-warni!” “Oke.” Kesya mengangguk pelan. Tertawa konyol mendengar komentar pedas Cecil. Cecil paling tidak percaya dengan mitos-mitos. Baginya, itu semua omong kosong. Hidupnya tidak pernah dikendalikan oleh mitos-mitos. Dialah yang mengendalikan hidupnya sendiri. “Silakan dicoba dulu.” Madame Daphne menunjuk ke arah ruang pas. “Anita...,” panggilnya. Anita langsung datang dan membantu Kesya mengepas gaun bridesmaid-nya. Gaun yang pertama dicoba Kesya adalah gaun yang berwarna turquoise. Gaun itu terbuat dari bahan satin yang lembut. Sejak kecil Kesya suka banget sama jenis bahan ini. Bahannya terasa dingin di kulit. Dia ingat, ketika masih kecil, dia sering sekali bermain-main dengan gaun mamanya yang berbahan satin. Kesya merasakan sensasi yang menyenangkan ketika gaun turquoise itu jatuh dengan lembut menutupi tubuhnya. Gaun itu panjangnya semata kaki. Dengan potongan leher agak rendah berbentuk huruf V dan dipercantik dengan aksen pita dari bahan yang sama, gaun itu terlihat sederhana namun sangat anggun. Kesya menatap bayangannya di cermin tanpa mengerjap. Sepertinya, kalau dia mengerjap, bayangan gadis semampai yang mengenakan gaun indah itu akan segera sirna. Senyum Kesya mengembang. Dia mencoba berputar, mengamati pantulan bayangannya dari berbagai sudut. Hmmmm... Perfect. “Kesh...,” panggil Cecil. “Udah?”

Kesya keluar dari kamar ganti dan tersenyum memandang Cecil dan Madame Daphne. Aduh! Kok rasanya seperti dia yang jadi calon pengantinnya ya? Senyum Cecil mengembang lebar. “Bagus sekali!” ujarnya sambil mengacungkan jempol. Madame Daphne mengangguk-angguk bersemangat. Senyum yang tak kalah lebar juga mengembang di wajahnya. Kedua kepang rambutnya juga ikut bergoyang. “What do you think?” tanya Cecil. Kesya mengangguk. “ Aku suka. Bagus sekali!” “Coba yang satu lagi...” Kesya mengangguk dan kembali masuk ke kamar ganti. Anita kembali membantunya mengenakan gaun yang satunya lagi. Agak sulit mengenakan gaun yang kedua. Bustier-nya agak ketat. Bawahannya juga agak ketat. Tetapi, ketika melihat pantulan tubuhnya di cermin, kembali Kesya menahan napas. “Wow!” desahnya. Gaun pink itu memeluk erat tubuhnya. Atasannya berupa bustier yang ditaburi payet warna bening di bagian dada. Terkesan mewah sekali! Sedangkan bawahannya diberi sedikit aksen kerut di bagian perut. Kesya bersyukur karena selama ini dia tidak begitu suka dengan makanan berlemak. Good habit itu, ditambah kebiasaan sit-up seratus kali setiap harinya, membuat perutnya ramping dan kencang. Kesya memutar tubuh. Di bagian belakang gaun itu terdapat potongan kain yang dibentuk sedemikian rupa sehingga terlihat seperti ekor gaun yang dramatis! “Wow!” “Kesh...,” panggil Cecil. Kesya keluar dari kamar ganti. “Wow!” Cecil berkomentar sama seperti Kesya. “Wow!” Kesya membeo lagi. Madame Daphne tertawa terbahak-bahak melihat komentar mereka berdua. Sinar bangga terpancar kuat dari wajahnya. Walaupun hanya terdiri atas tiga huruf, kata “wow” yang keluar dari bibir Kesya dan Cecil adalah bentuk apresiasi terhadap gaun indah rancangannya. “Kamu mau pilih yang mana?” tanya Cecil. “Dua-duanya bagus banget di badan kamu.” Kesya mengangkat bahu. Seorang bridesmaid sebaiknya tidak tampil lebih heboh dibandingkan si mempelai wanita. Pusat perhatian dari suatu pernikahan adalah si mempelai wanita, tentu saja bersama dengan mempelai prianya. Seorang bridesmaid hanyalah asisten si mempelai wanita. Karena itu Kesya menyerahkan pemilihan gaunnya kepada Cecil.

“Hmmm...,” Cecil menimbang-nimbang, “kalau dipikir-pikir, gaun yang turquoise itu modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang rencananya untuk pemberkatan di gereja. Terus, gaun yang ini modelnya mirip dengan gaun pengantinku yang untuk resepsi...” Cecil mengangguk-angguk mendengar penjelasannya sendiri. “Oke. Kalau begitu kita ambil dua-duanya. Yang turquoise untuk pemberkatan di gereja, yang ini...,” Cecil menunjuk gaun pink yang masih dikenakan Kesya, “untuk resepsinya.” Mata Kesya melotot. “Gaun turquoise yang tadi kan potongan lehernya rendah banget! Masa mau dipake buat di gereja?” Mata Cecil membulat. “Memangnya kenapa?” tanyanya polos. “Gereja, Cil! Gereja! Masa kamu berpakaian nggak sopan di rumah ibadah?” “Lho, tubuh kita ini kan ciptaan Tuhan juga. Adam dan Hawa, manusiamanusia pertama ciptaan Tuhan, malah selalu telanjang. Setiap hari mereka bertemu dengan Tuhan, ngobrol-ngobrol sama Tuhan tanpa sehelai bulu pun yang menutupi tubuh mereka!” Cecil juga nggak kalah ngototnya. “Menurutku sih nggak masalah. Tuhan juga pasti senang kok ngeliat tubuh ciptaan-Nya!” Kesya menggeleng pelan. “Terserah pendapat kamu mau gimana. Tapi aku nggak mau seperti itu!” Kalau soal prinsip, Kesya memang bisa bersikap supertegas. “Oke...,” akhirnya Cecil mengalah. “Madame, untuk gaun yang turquoise, tolong diakalin supaya potongan lehernya tidak terlalu rendah. Tentu saja tanpa mengubah keanggunan gaun itu.” Madame Daphne mengangguk sambil tersenyum lebar.

Kesya! Pede aja kenapa?” gumam DeeDee. DeeDee sempat meminta pendapat Kesya tentang cincin kupu-kupu itu.11 KESYA meremas tangannya dengan gelisah. Kesya hanya tersenyum gugup. “Kesya. Kesya tersenyum hambar. saya yakin sekali kamu pasti ikut acara ini! Yakin sekali kamu ikut!” Itu Madame Juliet Anggoro. Menurut Kesya. DeeDee telah mendaftarkan salah satu rancangan perhiasannya pada lelang kali ini. perhiasan rancangan DeeDee bagus sekali. Menanggapi gumaman DeeDee. Nanti remuk. Tidak dapat merespons pernyataan Madame Juliet. Madame Juliet mengulurkan kedua tangannya dan Kesya dapat melihat kesepuluh jari wanita itu dihiasi cincin-cincin yang indah. Sepertinya bagi Madame Juliet. ajang lelang kali ini sekaligus menjadi ajang pamer. Kesya berpaling. tapi lebih tepat ada naga yang beterbangan di perutnya! Ruangan lelang telah ramai pengunjung. “Perhiasan kamu pasti yang paling bagus! Yang paling bagus!” ujar Madame Juliet sambil menggenggam tangan Kesya. Kesya mengenali dua di antaranya sebagai cincin rancangannya. Bukan kupu-kupu. Sebuah cincin kecil dengan hiasan kupu-kupu bertabur berlian berwarna pink. Dia merasa ada kupu-kupu yang beterbangan di perutnya. . yang duduk di sebelahnya. Kesya! Kesya halo!” sapa sebuah sara melengking. Mata Kesya silau melihat kalung emas bertumpuk yang dikenakan wanita itu. Fokusnya yang terpecah membuatnya tidak segera menganali suara itu. Dia benar-benar tegang.” candanya. Ini kan lelang bertaraf internasional! “Halo. Bagaimana kalau ternyata perhiasannya hanya terjual dengan harga murah? Bagaimana kalau tanpa sengaja. “Jangan diremas-remas terus jari kamu. meraih tangannya. “Tau nih. Marco. perhiasannya rusak? Bagaimana kalau— kemungkinan yang terburuk—tidak ada orang yang tertarik dengan perhiasan rancangannya? Kesya pasti akan malu besar. Kesya duduk di deretan kelima dari depan.

“Sekarang. Angka penjualan tertinggi mencapai harga 50 juta rupiah! Kesya semakin kuat meremasremas jarinya. atau bahkan melampaui. Kalung rancangan kamu tuh bagus banget lho!” Kesya tersenyum mendengar pujian Marco. Marco tersenyum dan menyusupkan jarinya di balik tangan Kesya. Kesya berusaha memetakan pikiran-pikiran positif tersebut di dalam otaknya. Sekilas .. Madame Juliet beranjak ke tempat duduknya.” Layar besar di belakang pemimpin lelang menampilkan foto perhiasan rancangan Kesya. Ukuran mangkukmangkuk emas itu tidak sama satu dengan lainnya. Kesya Artyadevi!” Aduh! Mendengar namanya disebut. Beberapa pengusaha terkenal di Jakarta juga sering meminta Kesya merancang perhiasan untuk mereka.. harga tertinggi itu? Marco tersenyum melihat kegugupan Kesya. Marco mengernyit dan Kesya dapat mendengar tawa tertahan DeeDee. tenang saja. Tiga buah kalung rancangan terbaru Kesya.“Saya akan duduk di sana ya! Duduk di sana! Saya pasti akan menawar perhiasan kamu dengan harga tinggi! Menawar dengan harga tinggi!” Lalu sambil tertawa terbahak-bahak. Kepala Kesya berputar memandangi ruangan lelang itu. Sebuah kalung emas kuning dengan bandul yang terdiri atas bulatan-bulatan emas yang dibuat cekung menyerupai mangkuk. Kesya menyeka keringatnya dengan panik.. Entah apakah harga kalungnya juga akan mencapai. sebuah mutiara putih merekat dengan anggun. Dia kan perancang perhiasan yang sudah punya nama di Jakarta... Di mangkuk urutan keempat. “Perhiasan yang pertama. “Jangan tanya.” Marco meremas lembut tangan Kesya. Acara lelang pun dimulai. “Udah deh.” desis Kesya menjawab pertanyaan yang belum sempat terlontar dari mulut Marco. tapi tetap saja keringat Kesya ngotot bermunculan. jantung Kesya seperti akan melompat keluar. “Kesh. Perhiasannya disukai banyak kalangan. Kesya mengangguk. Letaknya juga asimetris. Perhiasan urutan pertama sampai keempat ternyata terjual cukup cepat. Pikiranpikiran itu lumayan dapat menenangkannya. Berusaha mengalirkan ketenangan pada gadis itu. Sebenarnya ruangan lelang ini full AC. A Cup of Morning Dew. Nggak usah gugup begitu. Kesya benar-benar cermat dalam merancang kalung-kalung ini. Sebagian besar undangan sudah datang. tiga buah kalung rancangan terbaru dari perancang muda berbakat kita. Sayang. Acara lelang ini dapat menjadi ajang promosi yang baik sekali untuk perhiasan-perhiasan rancangannya. Butiran keringat mulai memenuhi dahinya.. Dia meremas lembut jemari Kesya. Perhiasan Kesya mendapat urutan kelima.

saya mulai dengan harga lima juta.. Masih ada dua perhiasan lagi.. “Ayo.” bisik Marco.. Apa ada yang mau menambahkan?” “Tujuh juta!” Terdengar seruan dari arah belakang Kesya. “Ya silakan. Seuntai kalung yang diberi judul Wings of Love. Marco memeluk Kesya dan mengucapkan selamat.. seolah menunggu penawar yang masih berani menaikkan harga. saat menemani Alo dan Cecil foto pre-wed..” . “Ssstt. ibu yang di sana. Sementara gumaman dan seruan penuh semangat terdengar dari para peserta lelang yang sibuk melakukan penawaran..” “Empat belas juta! Empat belas jutaaa! Empat belas jutaaaaaa!” Itu pasti Madame Juliet Anggoro! Suara pemimpin lelang terdengar kencang sekali. Marco mengangguk dan tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. Mulutnya tidak berhenti mengucapkan kata “hebat” dengan penuh semangat. Berharap semoga saja harga yang ditawarkan dapat terus naik.... sepuluh juta untuk ibu berbaju ungu!” “Dua belas juta!” “Ya.. three. Ada yang mau menambahkan?” Kesya menajamkan pandangannya.. terjual seharga dua puluh lima juta rupiah kepada ibu bernomor tiga puluh!” Tepuk tangan memenuhi ruangan itu. two. Begitu tegangnya dia hingga tidak sanggup lagi mendengarkan suarasuara di sekitarnya. DeeDee bertepuk tangan kencang sekali. keremangan cahaya dalam ruangan membuat matanya tidak dapat melihat dengan jelas.” Kesya terkesiap. “Dua puluh juta?” bisiknya setengah tercekik... berusaha melihat penawar pertamanya. Ayo siapa lagi? Dua puluh lima juta! Ada lagi?” Seluruh ruangan terdiam. “udah sampai dua puluh juta tuh.. “Sepuluh juta!” “Ya. “Tidak ada lagi? Dua puluh lima juta! Going one.. tapi belum sepenuhnya merasa lega. Inspirasinya berasal dari tetes embun yang dilihat Kesya di kebun teh. “Berikutnya masih perhiasan rancangan Nona Kesya Artyadevi.. “Dua puluh lima juta!” Kesya menahan napas. Namun. Ya. silakan. Ada penawar yang lain?” “Dua puluh tiga juta! Dua puluh tiga juta!” Hah? Dua puluh tiga juta? Kesya bersorak tanpa suara. “Ya! Tujuh juta untuk ibu di sana.tampak seperti tetes embun pagi yang terdapat di mangkuk emas. Dua puluh lima juta? Dia tidak menyangka sama sekali! “Ya. Kesya terus berdoa. Kesya menarik napas..

tersenyum kepada Kesya. salah seorang inspirator terciptanya kalung ini. juga melihat wanita itu. Diam-diam dia melirik Marco. rancangan Kesya yang kedua. lalu berusaha mencari asal suara itu.Layar besar kini menampilkan Wings of Love. Kali ini napas Kesya benar-benar berhenti! Enam puluh juta? Benar-benar WOW! “Ya. Madame Juliet lagi. empat puluh juta untuk ibu nomor lima puluh.. “Ya! Lima belas juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Silakan. Perhiasannya dihargai empat puluh dua juta? “Empat puluh lima jutaaa! Empat puluh lima jutaaaaaa!” teriak Madame Juliet. Kepalanya terangkat penuh gaya. “Lima belas juta!” serunya mantap. “Ngapain kamu?” Marco duduk. Seorang wanita anggun mengangkat papan plastiknya. Marco terbahak. sedangkan sayapnya terbuat dari emas putih mengilat.” Kesya terkesiap. “Ya.. Kesya tersentak.” “Dua puluh juta! Dua puluh jutaaa!” Kesya mengembuskan napas kuat-kuat. mengedipkan sebelah matanya dan berdiri lagi. Sebenarnya kalung ini merepresentasikan cintanya kepada Jansen yang terbang digantikan oleh cintanya kepada Marco. mengikuti arah pandang Kesya. ada yang mau menambahkan?” “Dua belas juta!” “Ya. “Saya akan membuka penawaran dengan harga sepuluh juta! Silakan. dua belas juta untuk bapak nomor lima puluh dua! Silakan yang lainnya. “Marco!” desisnya... Marco. “Ya tentu aku beneran mau beli perhiasan itu dong!” “Dua puluh lima juta! Ada yang mau menawar lagi?” “Dua puluh tujuh jutaaa! Dua puluh tujuh jutaaaaaa!” Suara Madame Juliet terdengar bergetar saking bersemangatnya. “Enam puluh juta!” seru wanita dengan nomor lima puluh lagi. “Dua puluh lima juta!” serunya lantang.. Kesya tersenyum simpul mengingat ide kreatif dari rancangan ini. enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada lagi?” “Aah! Aahhh!” terdengar raungan kesal dari arah Madame Juliet. “Kamu beneran mau beli perhiasan itu? Atau hanya supaya harga perhiasanku bisa ditawar lebih tinggi?” Mata Kesya menyipit curiga. . Mata Kesya membelalak.. Marco tersenyum. “Aku mau beli perhiasan. Sayang.” Marco bangkit dari kursinya dan mengacungkan papan plastiknya tinggi-tinggi. “Empat puluh juta!” Seluruh ruangan berdengung. Sebuah kalung platinum dengan bandul hati bersayap. Hatinya terbuat dari emas kuning. Dia tidak mendapatkan perhiasan Kesya yang pertama dan dia sangat bernafsu mendapatkan perhiasan yang ini.” “Empat puluh dua juta!” seru Marco. Kesya menggeleng-geleng.

DeeDee melompat-lompat kegirangan. “Dua puluh dua juta!” “Dua puluh dua juta untuk bapak dengan nomor sebelas! Ayo. “Sekarang beralih ke perhiasan berikutnya. Sebuah kalung yang diberi judul Sparkling. Belum pernah dia mengalami euforia seperti sekarang ini. three! Ya! Terjual seharga enam puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Tepuk tangan kini lebih kencang lagi. “Enam belas juta!” teriak seorang laki-laki dengan lantang. Siapa sih dia sebenarnya? “Lima puluh satu jutaaa! Satu lima puluh jutaaaaa!” Madame Juliet benar-benar tidak mau mengalah. Ketiga buah rantai itu disatukan oleh sebuah simbul berbentuk bunga. “Lima puluh juta!” Seluruh orang terkesiap. masih ada satu perhiasan lagi. two. Jantung Kesya berdetak cepat. “Lima puluh lima juta!” balas si ibu dengan nomor lima puluh. “Ya. bapak dengan nomor sebelas. ada lagi?” pemimpin lelang terdengar bersemangat sekali. Hmmm. penjualan yang sangat baik!” kata pemimpin lelang.. Kalung dengan tiga buah rantai bertabur berlian kualitas terbaik... Dia tidak pernah tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Semoga harga perhiasan ini juga sebaik yang sebelumnya.. “Dua puluh juta!” seru Marco. sekaligus perhiasan rancangan terakhir dari Nona Kesya Artyadevi. Hah? Yang ini juga mau dibeli? Marco hanya mengangguk menjawab pertanyaan nonverbal Kesya. lima puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Lagi-lagi si ibu nomor lima puluh.... Ada yang lebih tinggi?” “Tujuh belas! Tujuh belas juta!” Again. “Ya..“Enam puluh juta! Going one. “Tiga puluh juta untuk ibu dengan nomor dua puluh satu! Ada lagi yang lain?” “Tiga puluh dua juta!” seru Marco tidak mau kalah. Ini benar-benar momen yang sangat menegangkan. Dia benar-benar bernafsu sekarang.. “Tiga puluh dua juta untuk bapak dengan nomor dua puluh delapan! Ada lagi yang mau menambah?” “Empat puluh jutaaa! Empat puluh jutaaaaa! Juta empat puluh!” Wah! Madame Juliet benar-benar kalap. Tawaran naik dengan cepat! “Ya. Saya mulai penawaran dengan harga lima belas juta!” Layar besar menampilkan kalung terakhir. Rasanya dia lebih bersemangat dibandingkan Kesya! Kesya tersenyum lebar. Madame Juliet. . juga bertabur berlian kualitas terbaik. Perhiasan ketiga. Marco lagi-lagi memeluk Kesya.. “Tiga puluh jutaaa! Tiga puluh jutaaaaa! Ayo berikan perhiasan itu! Berikan!” jerit Madame Juliet histeris.

.. “Ya.. Marco memeluk Kesya dengan erat.. Mata Kesya tertegun memandangi gelang tersebut. semua peserta terdiam.. Kesya jadi sungkan harus perang harga dengan ibu yang sudah menjadi pelanggan terbesarnya.. Hanya terdengar napas frustrasi Madame Juliet memburu kencang.. Acara lelang terus berlangsung. Kesya mengangguk. Gone! Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Selamat!” Seluruh ruangan bertepuk tangan. DeeDee kembali melompat-lompat di sampingnya.. Mengikuti dengan seru perang harga antar Madame Juliet dengan ibu nomor lima puluh. Gelang dengan lima bandul kecil berbentuk butiran salju. “Enam juta untuk ibu dengan nomor dua puluh delapan! Silakan yang lainnya..” “Eh. “Delapan puluh juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” teriak pemimpin lelang.” gumam seluruh orang di ruangan lelang. “Enam juta!” teriaknya lantang. Dia banyak sekali membeli perhiasan. Dia kalah lagi! “Going one... Heboh banget! Peserta lelang yang duduk di sekitar Kesya juga memberikan selamat kepadanya... Ada yang mau menambahkan?” “Pinjam nomor kamu. sebuah gelang yang sangat cantik ditawarkan. membuatnya tampak seperti butiran salju sungguhan. two.. tak kalah semangat.. Tiap bandulnya dihiasi dengan sebutir berlian kualitas terbaik. Marco mengambil nomornya dari tangan Kesya. “Enam puluh tujuh jutaaa!” balas Madame Juliet. Pada urutan kesepuluh.. “Sebelas juta!” “Sebelas juta untuk ibu dengan nomor lima puluh!” Wah! Si ibu nomor lima puluh memang kolektor perhiasan sejati. Kesya bangga sekali. “Delapan puluh juta!” “Wuoohhh.“Lima puluh lima juta untuk ibu dengan nomor lima puluh! Ada penawaran lain?” “Enam puluh jutaaa! ENAM PULUH JUTAAAAA!” Kini.” bisik Kesya dan langsung mengangkat nomor Marco tinggi-tinggi. “Bagus banget. penawaran akan saya buka dengan harga lima juta. “Ada yang mau menambah?” Ruangan sunyi.. “Aku beliin buat kamu.” desahnya... “Enam puluh lima juta!” balas si ibu nomor lima puluh.” Tapi Marco sudah mengangkat nomornya dan berseru “Sepuluh juta!” dengan lantang.... three. . nggak usah.” “Kamu mau gelang itu?” tanya Marco..

. *** “Gimana?” Kesya berputar di hadapan Marco.” “Tapi kan kamu mau?” Marco tetap berkeras. “Nggak worth it harganya.... Kesya menggeleng. Marco berdecak.. “Kamu masih ingat saya. Toh lelang berakhir dengan sukses.. Gone! Enam belas juta untuk ibu nomor lima puluh!” Kesya menatap gelang cantik di layar untuk terakhir kalinya. Bu. rancangan perhiasan Kesya-lah yang menjadi bintang pada acara lelang kali ini. “Terima kasih sudah membeli rancangan saya ya. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara pribadi kepada ibu itu. Karenanya.. Perhiasan rancangan DeeDee juga terjual dengan harga yang bagus sekali. Namun. Bangga sekali rasanya! Saat peserta lelang mulai beranjak dari tempat duduk masing-masing.” bisiknya. Gaun warna ungu lembut yang dikenakannya ikut berputar dengan ringan.” panggilnya.. Kesya bergegas menghampiri si ibu nomor lima puluh. “Wonderful!” Kesya tersipu malu... tapi ya sudahlah.. “Rancangan kamu semakin bagus.” Ibu Lidya Sostronegoro mengangguk kecil. Waktu maju ke panggung untuk menerima penghargaan. three.” “Tentu saja saya ingat.. Kesya tersenyum lebar.. “Enam belas juta!” balas si ibu nomor lima puluh tidak mau kalah. “Sudah siap?” .. Agak sedih juga melihat gelang yang disukainya tidak dapat dibeli. Hatinya terasa sesak karena perasaan bangga. two. Kesya menghampiri tempat duduknya dan melihat ibu nomor lima puluh sedang mengambil tasnya yang diletakkan di bawah tempat duduknya... Marco sudah akan mengangkat nomornya lagi. tapi tangan Kesya menahannya.. ada yang mau menawar lagi? Going one.” Kesya membalas pujian wanita itu dengan senyum kecil. Kamu semakin berkembang. Kesya mendapat penghargaan sebagai perancang yang paling diminati.” Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum. “Udah deh.. “Ibu. Si ibu nomor lima puluh mendongak.. ternyata Ibu Lidya Sostronegoro.” Kesya ingat semua pelanggannya.. “Enam belas juta. Gelang cantik yang sudah menjadi milik ibu nomor lima puluh. “Oh.“Lima belas juta!” teriak Marco lagi. Marco menggamit lengannya.

kita harus berangkat sekarang kalau tidak mau terlambat. DeeDee juga harus menjemput orangtuanya. yang sudah dilakukan Mama sejak Kesya masih balita sampai sekarang. Malam ini. Para undangan sudah banyak yang hadir saat mereka sampai di tempat acara diselenggarakan.” sapa Marco sopan. “Hai.. yang khusus datang dari Makassar. yang khusus datang dari Bandung. mengalihkan perhatian Mama. Pa!” Kesya menyapa Papa dengan volume suara yang sengaja dibesarkan. “Jadi..” Kesya membalas pelukan erat mamanya. Kesya kan anak tunggal. Ini pertama kalinya dia akan memperkenalkan Marco kepada kedua orangtuanya. Mama memeluk erat Kesya dan mencium pipinya berulang-ulang. “Tampan sekali kamu. UGH! Kalau ada sayembara “Orangtua Paling Tidak Peka”. kapan kalian akan menyusul Alo dan Cecil?” ujar Papa sambil menjabat erat tangan Marco.” Kesya menarik tangan Marco. “Ayo. “Kesya sayang!” itu suara mamanya. Oom. Kesya menggandeng tangan Marco.. tentu saja Kesya akan menyambut dengan tangan terbuka. Yah. membentuk senyum kecil. orangtua Kesya pasti keluar sebagai juara pertama. Mereka turun ke lantai paling bawah dan masuk ke dalam mobil Kesya. Tapi tetap saja Kesya resah. Calon suami tadi kata Mama? Wajah Kesya memerah. bisa dimaklumi sih. juga diundang sebagai tamu kehormatan. . Kebiasaan kecil yang mesra. Sudut bibir Marco terangkat. Kesya dan Marco duduk di lobi hotel. APPI mengadakan pesta untuk merayakan keberhasilan Kesya dan DeeDee dalam acara lelang kemarin. Punya calon suami seperti Marco. Mereka meluncur ke hotel tempat mama-papa Kesya tinggal sementara di Jakarta.. hadir juga para pemerhati perhiasan dan para pelanggan. sebelum menghadiri pesta perayaan ini. “Ma. sebagai tamu kehormatan. Dia memeluk erat Papa. Selain anggota APPI.. Bagaimana Mama bisa sampai pada kesimpulan itu? Bukannya Kesya menolak.Kesya mengangguk. tapi Marco sendiri belum mengeluarkan pernyataan apa-apa. Orangtuanya termasuk tipe orangtua yang kelewat ingin tahu urusan anak. Orangtua Kesya. Kesya agak berdebar menantikan pertemuan orangtuanya dengan Marco.” Uhuk! Kesya tersedak. Mama sudah dengar cerita tentang Marco dari laporan Kesya via telepon.. anak satu-satunya. putri kesayangan mereka. “Ini pasti Marco!” Mama berpaling untuk memeluk erat Marco. sementara orangtuanya berjalan di belakang mereka. Kesya memang jago memilih calon suami. Mama dan Papa memang sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan Marco dan merasa senang luar biasa karena dapat bertemu Marco malam ini. “Selamat malam.

” kali ini Madame Juliet Anggoro menunjuk ke arah Marco. . Acara berlangsung cukup meriah.” ujar Marco mantap.. mereka menerima penghargaan sebagai perancang berbakat versi APPI. Jaga dia baik-baik. “harus menjaga dia baik-baik. Bisa-bisa dia dipaksa kerja rodi setiap hari untuk merancang perhiasan untuknya! Kesya bergidik ngeri memikirkan hal itu..” jari telunjuknya yang gemuk bergoyang-goyang ke arah Kesya... Beliau diwakilkan oleh seorang asistennya. sementara matanya mengerjap-ngerjap dramatis.. sangat berbakat... Mama dan Papa bertepuk tangan kencang sekali. “Kesya tidak akan menjadi istri siapa pun.. tapi Kesya tahu Marco sebenarnya sudah mau meledak karena menahan tawa.. Begitu melihat Kesya datang... “Kesya ini. Kesya tersenyum lebar saat menerima penghargaan itu. Berdua.Saat Kesya memasuki ruangan pesta.” Marco mengangguk sopan. dia mencari-cari sosok Ibu Lidya Sostronegoro.. jadi Madame Juliet Anggoro punya anak laki-laki yang belum menikah? Tapi. APPI bahkan mengundang beberapa penyanyi terkenal untuk menghibur para tamu. “Kalau kamu tidak menjaga dia baik-baik. saya akan mengambilnya menjadi menantu. Namun.. Dia ingin mengucapkan terima kasih secara personal atas kepercayaan wanita itu menggunakan perhiasan rancangan Kesya. Kesya malah bertemu dengan Madame Juliet Anggoro. Oh. tidak menjaganya baik-baik. Ibu Lidya tidak hadir. Kesy atidak akan sudi menjadi menantu perempuan yang terobsesi dengan perhiasan.. Apalagi ketika Kesya memperkenalkannya kepada orangtuanya dan Marco. Menjadi menantu saya. Kesya maju bersama DeeDee—yang senyumnya silau sekali.” ancam Madame Juliet Anggoro.. “Kamu.. kecuali istri saya. “adalah gadis yang sangat berbakat. Penuh ketegasan dan keyakinan diri. Wajah Kesya merona mendengarkan nada suara Marco. Mama bahkan sampai berdiri dan berkata— dengan volume suara yang keras—bahwa Kesya adalah anaknya. dia langsung memeluk Kesya dengan heboh.” Mama tersenyum lebar mendengar pujian Madame Juliet Anggoro.. Ketika nama Kesya dan DeeDee dipanggil untuk menerima ucapan selamat dan penghargaan dari APPI. sementara Papa mengernyit melihat penampilan wanita itu yang seperti toko perhiasan berjalan.

” Kesya mengangguk. “Yang ini. Kesya mengeluarkannya dari balik laci kaca. Ambil yang ini..” jawab Kesya dengan napas tercekik. Kurang sreg. Madame Juliet. Dan Madame Juliet benar-benar membalas dendam! Lima buah perhiasan rancangan Kesya sudah menjadi miliknya. Kesya menghadiahi beliau sebuah jam tangan cantik. Sejak pagi.. Kesya tersenyum. Mata Madame Juliet berbinar-binar saat Kesya memperlihatkan jam tangan cantik tersebut. Dia kemudian memanggil Mona untuk mengurusi pembayaran dan pengemasan perhiasan yang sudah dibeli. suaminya telah memberinya sejumlah uang yang cukup besar untuk berbelanja perhiasan. Hari ini tanggal 14 Februari.12 “BAGAIMANA kalau yang ini.. “Yang itu.. Madame Juliet?” Madame Juliet terdiam. Katanya.. “Terima kasih. sang suami.. sama-sama. Ma.” Madame Juliet menggeleng-gelengkan kepala. Lalu dia menggeleng dengan dramatis.” Jari gemuk Madame Juliet menunjuk salah satu perhiasan. “Hmmppfft. Kesya.. sa. “Cukup untuk hari ini.. Madame Juliet?” “No no no no! Yang ini... hari Valentine. Madame Juliet sudah berada di toko Kesya. Hiasan rambutnya ikut bergoyang-goyang heboh.. Madame Juliet juga khusus datang untuk membalas dendam atas ketidakberhasilannya membeli perhiasan rancangan Kesya waktu lelang.. Saya ambil yang ini..” Madame Juliet menyipitkan mata. dan kini dia sedang berencana untuk membeli perhiasan yang keenam.. matanya kembali menyusuri tempat penyimpanan perhiasan Kesya. Dia meletakkannya di bawah sinar lampu agar Madame Juliet dapat melihat keindahannya dengan saksama. . “Hmmm... Untuk hari ini.. Karena Madame Juliet hari ini telah membeli perhiasan dalam jumlah cukup banyak. Terima kasih! Kamu baik sekali! Baik sekali!” pekiknya senang. Dia memeluk Kesya dengan erat.” desahnya. Ini sebagai hadiah Valentine dari Tuan Anggoro... “Ada lagi. saya kurang sreg.. Kesya sampai sulit bernapas.

.” kata Cecil terdengar pura-pura marah.. Kesya.. Cil.” Cecil terkikik. ada kabar apa sekarang?” Cecil terkikik..” “Ah.. untuk ucapan selamatnya. “Boring... Ternyata kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain.. ya sudahlah. Masa tinggal ngetik nama undangan aja butuh bantuan orang lain. Cecil jadi kedengaran seperti Madame Juliet! “Happy Valentine juga. Thanks. kan?” . ngomongnya sering ngalor-ngidul. “Hai. Yah. Abis itu kami traktir kalian dinner..” “I’m all yours. ada telepon..” Kesya mengangguk kecil dan. “Apanya yang ribet dan lama? Kan komputer sudah mempermudah semuanya. aku harus jungkir balik. Kamu nggak tau sih! Kalau cuma aku dan Alo yang ngerjain. aku kan bridesmaid.” “Nulis label undangannya emang pakai tangan?” tanya Kesya. Omong-omong. Tapi. What do you expect? Paling males kalau meeting.” “Iih. “Iya ya..” “So. dear! Aku dengar soal lelang kamu yang sukses berat! Sukses berat! Hebat! Huebbaattt!” Kesya mengernyit.. Kesh. “Bu Kesya... Kesya menerima telepon dari Cecil... gimana acara meeting-nya?” Cecil tidak bisa hadir dalam acara lelang Kesya karena harus menghadiri meeting di luar kota. “Mungkin pertanyaannya harus diganti jadi „Apa yang harus aku lakukan sekarang?‟” Kesya ikut tertawa. dan berdarahdarah. “Nggak dong.” “Dinner-nya bukan kamu yang masak.” “Kesh.. “tapi aku memang benar-benar butuh pertolongan kamu. peras keringat. Kami butuh bantuan kamu dan Marco. Nggak segitunya deh.Mona memanggil Madame Juliet untuk menandatangani bukti pembayarannya sambil berujar... “Tentang nulis label undangan. Your Majesty. banting tulang.” “Thanks.. Kami kan sangat-sangat tidak well-organized!” Ah! Ada-ada aja Cecil. Kesya. setelah Madame Juliet keluar ruangan..” “Terus?” sambung Kesya. Jadi demi kesejahteraan si calon pengantin. Dari Bu Cecil. Alo juga masih berada di Singapura. “Oke deh.... as usual.. Cil. Bisa copot tangannya. Toh sepulang nanti tidak ada yang harus dilakukannya.. Valentine’s dinner... happy Valentine. pasti deh ada yang salah. Dia membayangkan harus membantu Cecil dan Alo menulis nama beribu-ribu undangan. ribet dan lama banget. Diketik di komputer lah..

Jansen...... Alo sendiri sudah menetapkan dapur di rumah kami yang baru hanya akan jadi dapur kering. Aku. Alo memang paling memahami Cecil.. motret model untuk majalah.. “Ha.” sapa sebuah suara.. dia merasakan napas tertahan Jansen. aku hanya ingin tahu kabarmu. Tidak seperti kamu... Walaupun Jansen menghubunginya bertepatan dengan Hari Valentine. “I. Se. “Jansen.Cecil terbahak.” Jansen tertawa. Kamu. aku hanya ingin tahu kabarmu. seolah menertawakan kegugupannya.. “Oke kalau begitu.. sudah baca tentang lelang perhiasanmu yang sukses. Take care ya. Bagaimana kabarmu? Kamu lagi sibuk apa sekarang?” “Biasalah.. ya?” tebak Kesya.” . be. Sudah lama sekali. Di mana ketemuannya?” “Di rumah baru kami...” Jansen tertawa. Kesya tidak mendengar kabar tentang Jansen.. Aku.. Tumben kamu telepon?” Saat Kesya mengucapkan nama Marco. tidak jadi diselesaikan. “Thanks.. Kamu. Kes. dia membereskan ruangannya..... Tapi Kesya senang Jansen menghubunginya... biar kamu bisa mendapatkan wanita yang cocok untukmu. Mereka memang pasangan yang cocok luar-dalam. baguslah. “Hmm.” sapa Kesya. Hmm. Kesh. teleponnya berbunyi lagi. Selesai bertelepon dengan Cecil dan menghubungi Marco. Mau sama-sama ke rumah Cecil.” Jansen tertawa.. Tiba-tiba. Kesya ikut tertawa. Renovasinya sudah jadi. iya... “Aku sudah memutuskan hubungan dengan dapur. “Dia juga kapok mencicipi masakanku..” Tawa Cecil meledak lagi.” “Thanks. untuk Marco ya. Moga-moga ada salah seorang dari model itu yang bisa merebut hatimu. debar di hatinya sungguh telah hilang. Tapi aku sungguh berdoa untuk kamu.. Teman. Aku sekalian mau kasih liat kamu dan Marco. “Aku lagi nunggu Marco. kamu. halo.” “Oke.... temanku kebetulan juga meliput. “Thanks again... “Halo. Tempat kami masak air untuk bikin kopi dan memanaskan masakan pesanan restoran.. aku sudah...” Ucapan Jansen tergantung. Kesya sedang apa?” Kesya tersenyum mendengar suara Jansen. “Model-model itu kebanyakan model cantik saja... selamat ya. Aku...” Kesya mengangguk.... Mendengar kegugupan suara si penelepon... begitu. “Oh.” Kesya ikut tertawa.. oke deh..... he. hebat. Salam untuk.. sejak pertemuan mereka yang terakhir.. Debar hatinya kini hanya beraksi terhadap Marco. Kesya yakin seratus persen bahwa yang menelepon adalah Jansen..

Sayang.” Dahi Kesya berkerut. Menerka-nerka arah pembicaraan Marco. hanya saja Cecil dan Alo terlalu banyak berdebat. Pekerjaanku lebih banyak di sana...” Senyum Marco bertambah lebar. memeluknya erat. Tangannya menggenggam erat tangan Kesya. “Perfect. “Happy Valentine juga. “Happy Valentine. Dia membimbing Kesya duduk berhadap-hadapan.. Soal penulisan gelar.. Ada saja yang mereka perdebatkan. Kesya tersenyum. “Sounds great?” Kesya tersenyum lebih lebar. Marco akan menetap di Jakarta untuk jangka waktu yang belum ditentukan? “Mungkin juga akan dipekerjakan sebagai perancang tetap di perusahaan mereka. Tidak percaya dengan apa yang barusan dia dengar. bahkan soal ukuran tulisan. Sayang?” tanya Marco tersenyum. separuh merasa geli. separuh lagi merasa sangat bahagia.” Kesya mencium pipi Marco dengan lembut. Dengan demikian. jarak sudah tidak menjadi masalah lagi bagi hubungan mereka. aku akan berdomisili di Jakarta. “Maka dari itu. Sebuah perusahaan real-estate melihat hasil kerjaku menata taman kota kemarin. “Aku punya kabar baik untuk kamu. Sayang. “Selama ini kan aku tinggal di Singapura. “Kalau aku kembali menetap di Singapura. Jadi. .Pintu ruangan Kesya terbuka dan sosok menjulang Marco berdiri di sana.. Senyumnya merekah.” Bagus sekali! Bahkan ada kesempatan bagi Marco untuk menetap di Jakarta. “Gimana. Marco merengkuh tubuhnya.” Ternyata Marco memang serius untuk melanjutkan hubungan dengannya. Kesya memang belum bertemu dengan Marco. Sedari pagi.” Kesya mengangguk pelan. Tangannya terasa hangat dalam genggaman Marco. Kesya tersenyum dan menghampiri Marco. Marco menggeleng. “tentu akan berat bagi kita berdua.” Marco menghela napas. Mereka memberikan tawaran untuk menangani lima proyek taman untuk perumahan yang rencananya akan mereka bangun..” bisik Marco di telinga Kesya. Dia mengangguk. Telinga Kesya berdesing hebat. Kehadiran Kesya dan Marco adalah untuk mencairkan ketegangan perdebatan mereka. soal penulisan nama lengkap. Selama itu. aku terima pekerjaan di Jakarta. “Kamu mau jalan sekarang?” Kesya teringat janjinya dengan Cecil.” ujar Marco. What a wonderful Valentine’s present! *** Jam menunjukkan pukul tujuh malam saat mereka selesai membuat labe lundangan. Sebenarnya itu pekerjaan mudah.

Kesya masih belum dapat berkata-kata. Salah satu dongeng Shakespeare yang sangat disukainya. Cecil dan Alo juga sibuk dengan pekerjaan masing-masing..“Ya ampun! Kalian kan belum makan!” Cecil menepuk dahi.. Ranjang itu berayun pelan. Mendesah tidak percaya. Dia berjalan tersaruk-saruk ke kamarnya.. “Aku bisa kok. “Yakin dong. Ranjang itu mirip sekali dengan ranjang Titania. Tangannya menggapai-gapai.. Lampu di atas meja mereka memantulkan kilau yang indah pada cincin itu. Kesya mengeluarkan cincin pernikahan Alo dan Cecil. “Ranjang yang cantik untuk gadis yang cantik. “Surprise for you. Kesya merasakan sensasi romantis yang tidak dapat . “Kamu bener-bener berbakat!” puji Alo.. masa aku nggak bisa nyalain lampunya. Pelukannya diperketat.. Kesya berhasil menyalakan lampu. Kesya mengundang Marco untuk minum segelas teh hangat. Napas Cecil tertahan ketika melihat cincin itu. Kesya masuk dan melemparkan tasnya begitu saja. Cecil bilang mau melihat cincin pernikahannya bersama-sama Alo. Lampu menyala terang. “Suka?” Marco mengangkat Kesya dan mendudukkannya di atas ranjang.. Bergegas mereka menuju restoran yang terletak tidak jauh dari rumah Alo-Cecil...” ujar Marco. Kesya terkesiap. Kesya tersenyum. sang ratu peri dalam cerita A Midsummer Night’s Dream. dear. DeeDee hari ini menemui ayah dan ibunya di hotel tempat mereka menginap. Sambil menunggu pesanan mereka datang. Kesh.” “Oke. Kesya terperangah ketika sinar lampu menerangi kamar tidurnya. mau dibantu?” tanya Marco sambil memeluknya dari belakang. Setelah itu Kesya sibuk dengan acara lelangnya. Binar-binar di wajahnya tampak cemerlang sekali! “Bagus banget. Ini kan kamarku sendiri. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan orangtuanya. “Thanks ya.. Terlalu terkejut untuk dapat menyuarakan isi kepalanya. Ranjang tempat dia biasa tidur telah berubah menjadi ranjang gantung yang cantik sekali.” Cecil mengangkat cincin itu dengan sepenuh perasaan. Kesya menggeleng sambil tersenyum.” “Yakin?” suara Marco terdengar menggoda. Kesh. “Sayang. Kesya merasa inilah saat yang tepat untuk memperlihatkan cincin pernikahan rancangannya. Kesya mendekati ranjang gantung itu. Ketika mencoba gaun bridesmaid di Bride‟s World.. Hampir pukul sepuluh malam baru Kesya dan Marco tiba di apartemen.” bisik Marco di telinganya.. mencari sakelar lampu. Marco mengantarkan Kesya masuk ke apartemennya.” ujar Marco tanpa melepaskan pelukannya.” Kesya tersenyum senang mendengar pujian tulus dari teman-temannya.

Tentu saja semua itu tidak terlepas dari andil Kesya. *** . termasuk juga beberapa teman wanitanya semasa sekolah dulu. Pada bridal shower. Satu hal yang kini mengusik perhatian Kesya. dan piranti makan. para tamu membawa makanan khas dari daerah masing-masing sebaga ihadiah untuk calon mempelai. Thanks to the internet! Bridal shower ini mirip pesta bujangannya mempelai pria.” Marco memeluk Kesya dengan erat. Bridal shower dihadiri oleh teman-teman dan kerabat calon mempelai wanita. Ada yang temanya lingerie shower. Kesya memilih tema lingerie shower. DeeDee mendapat tugas membawakan games dalam acara itu. Dia juga ikutan browsing di bridesmaid101. “Aku suka sekali. perangkat memasak. Pada tema ini. Hangat. akan diundang untuk menghadiri acara bridal shower tersebut. Selain itu ada juga yang memilih tema multicultural shower. Kesya mengangguk pelan. Persiapan pesta sudah sekitar 98 persen. Dia sangat bersemangat.com. tinggal beberapa minggu lagi rencana pernikahan Alo dan Cecil akan berlangsung. Cecil minta acara diselenggarakan di rumahnya saja. *** Tanpa terasa. Untuk bridal shower Cecil. Bridal shower! Kesya juga tidak akan ingat akan acara yang satu ini kalau DeeDee tidak mengingatkan. berikut resep masakannya. tamu yang hadir membanjiri si calon mempelai wanita dengan berbagai macam hadiah. Jenis hadiah biasanya akan disesuaikan dengan tema bridal shower. Buru-buru dia searching lagi di bridesmaid101. Ada juga yang temanya recipe shower.com untuk mencari tahu jenis permainan yang cocok untuk acara tersebut. Wadah yang digunakan untuk membawa makanan juga diberikan sebagai hadiah. dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk acara itu. Kesya banyak membantu Cecil dalam segala hal yang berhubungan dengan hari besar itu. Semua kerabatnya yang wanita.diungkapkannya saat berada di atas ranjang itu. Kesannya seksi sekali! Dibantu DeeDee. Hadiah untuk calon mempelai wanita berupa makanan. yaitu tamu-tamu menghadiahi calon mempelai wanita dengan lingerie atau bikini yang seksi. Seolah tidurnya akan nyenyak sekali dan mimpi-mimpi yang hadir dalam tidurnya pastilah mimpi-mimpi indah penuh tebaran bunga wangi.

Aura kebahagiaan terpancar dari wajahnya dan itu membuat penampilannya tampak semakin cantik.” Mama Kesya dan Tante Renata mengangguk sambil tertawa.. Kesya menghubungi DeeDee. Lima menit sebelum acara dimulai. berbagai macam produk perawatan tubuh... Terakhir kali mereka bertemu adalah. “Sebenarnya sih mau ikutan. Kesya sempat menyapa dan mengobrol ringan dengan beberapa teman dari masa sekolah dulu.... Mamanya. Kesya juga merasakan semangat yang tinggi. ketika Finna dengan suksesnya membuat marah Madame Daphne. “Nggak mau ikut acaranya? Padahal kan Mama dan Tante Renata sudah bantuin aku mengatur makanannya. Tante Renata dan mama Kesya berlalu di hadapan Kesya. “Udah beres semua kok. dan Tante Renata mondar-mandir membantu Kesya menata makanan. Setelah itu tamu-tamu mulai berdatangan. Dia sudah bekerja keras untuk mempercantik ruangan ini. Menebarkan harum ke seluruh penjuru ruangan. Kesya sudah lupa sama sekali pada Finna. Kesh!” sahut DeeDee... “Yakin nih?” goda Kesya. sepoci besar teh. Suaranya terdengar bersemangat sekali. Teman-teman Cecil membawa beberapa hadiah berupa lingerie dan pakaian dalam yang superseksi. “Kami mau keluar aja.. “Udah siap belum. jadi makanannya juga ala tea time.” Kesya tersenyum geli melihat tingkah kedua mama itu. Pukul empat kurang lima belas menit..Kesya melihat ke sekeliling ruang tamu rumah Cecil dan mengembuskan napas lega. Dia membawa kotakkotak yang berisi peralatan untuk games nanti. Nggak enak gangguin acara gadis-gadis. Dee?” tanyanya.” Tante Renata dan mama Kesya tersenyum malu-malu. peralatan mandi. DeeDee datang. Kesya mengangguk. tapi. Hmm.” Mama Kesya dan Tante Renata tersenyum malu-malu lagi.... kue-kue kering dan basah. “Wah! Keren banget!” komentar Cecil melihat ke sekeliling ruang tamu. sudah beberapa bulan yang lalu. yang khusus datang dari Bandung. malu ah. Di atas meja sudah tertata rapi aneka macam roti isi.. juga ada sepoci besar kopi. dan tak lupa. “Lho? Pada mau ke mana nih?” tanya Kesya melihat tas yang disandang di bahu mereka masing-masing. sampai bikini aneka warna. kemudian berlalu pergi. Semangat DeeDee ternyata menular. Nanti dikasih lihat foto-fotonya aja deh. es krim! Lingerie shower kali ini akan dilaksanakan sore hari. “Ya sudah. Cecil keluar dari kamarnya sambil tersenyum lebar. . Finna datang. Bungabunga segar tertata di setiap sudut ruangan.

. Acara kemudian dimulai. dia yang menghubungi aku. Sepertinya semua yang diundang sudah datang. tapi kata mamaku. Finna tinggal di rumah orangtuanya. tidak juga menyapa Cecil si empunya rumah. Finna Salsabila. DeeDee membuka acara lingerie shower ini dengan sebuah games pembuka.” kata kurir itu. Dengan gaya dramatis dia embuka kartu kecil yang terselip di tengah-tengah buket tersebut. Kenapa tunangan Finna. Finna kembali tertawa sengau. Menanggapi diamnya Cecil. tapi dia tetap diam. Dia berlalu begitu saja... Ada yang aneh dalam sandiwara ini. Dia beranjak ke pintu dan membukanya. Aku tadinya sudah malas banget.” Cecil masih diam. tiba-tiba bel berbunyi. sementara Kesya sibuk mengabadikan acara ini.. Cecil ikut aktif dalam games.. “Aku dengar mamanya Alo juga nggak setuju sama pernikahan kalian. Apa Alo pernah kirimin kamu buket bunga seperti ini. Dia mengambil buket bunganya dan membenamkan wajah di buket itu.“Hai. “Dia masih sakit hati.. Cil?” Wajah Cecil berkerut.” Cecil juga ikut mengangkat bahu. Finna. Seorang kurir datang membawa buket bunga yang besar sekali.. Tapi Finna tidak peduli. minta diundang datang ke acara ini. Dia melihat ke sekeliling ruangan. Bukan darah murni. Kesya mengangkat bahu. Jadi.” Dia tertawa lagi. ya?” Kali ini tamu-tamu yang hadir mulai berkasak-kusuk. Inggris blaster. To my lovely fiancée.” bisik Cecil melihat wajah Finna. si Mr. “Siapa tuh?” Cecil agak terusik dengan interupsi ini. “Edward benar-benar cowok romantis. Finna kembali berkoar.. Merasa di atas angin. “Sepertinya nggak pernah ya? Memang Alo itu sama sekali laki-laki yang tidak romantis. biar bagaimana dia kan masih saudara.” dia tertawa sengau.. yang jaraknya lumayan jauh dari rumah Cecil? Finna mengerling ke arah Cecil. Finna langsung bangkit dari tempat duduknya dan berjalan penuh gaya menghampiri kurir itu.. Finna tidak tersenyum. “Tapi. “From Edward Patterson. “Untuk Finna Salsabila. Tidak mau meladeni ulah Finna. “Ah. Edward Patterson. .. Ting tong! Saat games sedang seru-serunya berlangsung. Seluruh orang yang ada di sana mengernyit melihat tingkah laku Finna. Edward Patterson itu mengirimkan buket bunga superbesar ke alamat Cecil? Bukankah selama di Jakarta. Nggak seperti tunanganku. Kesya mengangkat bahu. darahnya murni Inggris.” sapa Kesya. hanya menatap sinis ke arah Kesya. dan duduk dengan wajah ditekuk.

“Kamu nggak mau mempertimbangkan rencana pernikahan kamu.. Kamu!” Cecil memberi penekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Finna! Cecil nggak pernah merebut Alo dari siapa-siapa!” bela Kesya. Cil?” Tamu-tamu mulai berkasak-kusuk. Nggak usah diladenin. “Tutup mulut kamu. Cil? Bad luck tuh punya mertua seperti itu..” Wajah Cecil pucat pasi. anaknya juga nurunin tingkah laku ibunya. tapi Cecil menepis tangannya. pacar pertamanya itu jadi istrinya. apa maksud Finna dengan meminta Cecil mempertimbangkan rencana pernikahannya? Benar-benar asal bunyi saja Finna! Melihat wajah Cecil yang semakin pucat menahan amarah.” bisik Kesya. Kesya mengernyit. “Raden Ayu Sekar Ningrum.“Katanya. “Kan orangtua yang busuk menghasilkan anak yang busuk juga!” Tatapan Finna tajam menghunjam. “Sekarang Alo sedang mengadakan bachelor party dan kamu tahu siapa yang juga datang?” Finna tersenyum lebar. mamanya Alo lebih setuju kalau Alo ngambil Ningrum. Bukan sebaliknya!” Finna kembali tertawa sengau. Tubuhnya siap meledak karena amarah yang tergumpal di dalam hatinya. jadi jangan pernah menghinanya!” Finna memegangi pipinya. bagaimana Finna kunyuk ini bisa tahu permasalahan antara Cecil dan Tante Jessica? Sampaisampai persoalan tentang Ningrum juga diketahuinya. Dari mana Finna tahu soal bachelor party yang diselenggarakan Alo? “Silakan kamu cek sendiri kalau kamu nggak percaya!” ujar Finna menantang. Wajahnya tampak malu.. Jangan-jangan. Dasar manusia gosip! Tadinya mereka tersenyum lebar ketika melihat kebahagiaan Cecil. Cil. dan. Tubuh Cecil bergetar lebih hebat lagi. tapi sekarang. Susah payah Kesya menahan tubuh Cecil. Plaak! “Jangan sekali-kali ngomong begitu tentang Alo!” sembur Cecil penuh kemarahan. mereka mulai berkasak-kusuk. tapi itu tidak menyurutkan tekadnya untuk kembali menghina Alo. Aku dengar juga katanya kamu dulu ngerebut Alo dari Ningrum. .. disodori kalimatkalimat provokatif sedikit saja. Alo yang ngedeketin Cecil duluan. “Hubungan Alo dan Ningrum sudah berlalu ketika Alo mendekati Cecil. “Kamu nggak tahu apa-apa soal Alo. tidak peduli dengan kata-kata Kesya. Lagi pula.. Lagi pula. Dia tidak sudi Alo dihina seperti itu. “Jaga. Mulut. Kesya buru-buru mendekati dan merangkul tubuh sahabatnya yang bergetar hebat.. “Udah. Catat ya. Tubuhnya kembali bergetar hebat. “Dari dulu juga aku udah tahu kalau hubungan kalian nggak akan bisa berjalan mulus!” jerit Finna.” Wajah Cecil langsung pucat. Benar begitu.

.” sapanya dengan suara bergetar. Dengan tatapan mencibir dia menjawab. Rupanya kali ini dan dia menghubungi Marco.. Dia harus membuktikan bahwa Finna adalah pembohong. mencegah Cecil melakukan sesuatu yang akan memperparah keadaan. “Bunga itu benar dari tunangan kamu?” Finna berputar. Kesya menahan tangan Cecil. Sebuah kertas terjatuh ketika Finna beranjak menjauhi Cecil. Tapi. I just know it. kamu punya tunangan atau nggak?” cecar Kesya penuh amarah. “Finna. .Dengan tubuh bergetar. Aku sudah tahu itu dari dulu... “Jadi. Dengan sangat enggan. Kesya memungut kertas itu dan memperhatikannya. Ha! Kesya tersenyum. Finna mendengus.” Dia berjalan menghampiri Cecil. menghadap Kesya. Cecil beranjak untuk membuka pintu. Kesya sebenarnya tidak suka berada di posisinya sekarang... Lalu kenapa di kertas ini tertulis bahwa pengirim bunga itu adalah Finna Salsabila dan ada notes di sini yang meminta agar bunga itu dikirimkan ke rumah Cecil?” Kesya mengibarkan kertas merah muda yang tadi terjatuh.. Pandangan Finna melemah. “Ada Ningrum kan di sana?” “Dari mana kamu tahu semua itu?” tanya Cecil. Kasak-kusuk kembali terdengar. Cecil merebut kertas itu dari tangan Kesya. Dia mencoba lagi. Dia memperhatikannya dengan mata menyipit. “Alo bukanlah laki-laki yang setia. Cecil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Alo. Finna mendengus... Wajahnya tampak keruh sekali. tapi dia harus membela Cecil. Kenapa? Kamu juga sirik ya? Kalian memang gadis-gadis yang menyedihkan!” “Oh begitu. sebenarnya kamu punya tunangan atau nggak?” ulang Kesya lagi. “Halo.” panggilnya pelan. “Ngapain dia juga ada di sana?!” teriak Cecil histeris. “Tentu saja.” bisiknya. Wajahnya ceria bagai bunga yang baru mekar.. Tampaknya ponsel Alo tidak berhasil dihubunginya. “Jadi sebenarnya. “Gimana?” suara Finna penuh kemenangan. tidak segarang tadi. Cecil menatap garang ponselnya. “Alo mana?” Kesya dan semua tamu memperhatikan perubahan wajah Cecil. Ting tong! Bel pintu rumah Cecil berbunyi lagi. Cecil menepis kasar tangan Kesya. Para tamu kembali diam-diam mengomentari drama yang tengah terjadi. Marco. dan semua kata-katanya tentang Alo tidak dapat dipercaya. “Nggak perlu kamu tahu dari mana aku tahu. Kini giliran Finna yang memucat.. Posisi seorang eksekutor.

“Ibu Finna Salsabila telah dicari-cari pihak debt collector dari Amerika karena tidak membayar utang-utang kartu kreditnya. “Ibu Finna telah berkali-kali kabur dari kejaran kami. Kedua tangannya diseret oleh kedua laki-laki kekar itu. “Jangan.Finna masih berdiri mematung.. Finna merangsek panik dan bersembunyi di belakang DeeDee. “Apa tidak ada cara lain. Untuk kali ini. dan semua tamu yang hadir di sana hanya bisa menatap kepergian Finna tanpa mampu berbuat apa-apa. “apa yang telah dia lakukan? Lalu. kami tidak akan membiarkannya lolos lagi. Salah satunya memantau rumah Ibu Finna dan membuntutinya ke sini. Hatinya iba juga melihat Finna diseret seperti itu. Kesya. akan ditangkap juga!” ujar mereka tegas. Tamu-tamu lain. tolong aku.” “Jangan!” teriak Finna panik. “Jangan tangkap saya! Saya pasti akan melunasi utangutang saya!” “Kami di sini untuk menjemput Ibu Finna Salsabila. Ibu Finna Salsabila harus ikut ke kantor polisi sekarang juga!” “Jangan! Cecil! Kesya! Tolong aku!” jerit Finna panik. Dia masih bersembunyi di belakang DeeDee. Cecil masuk kembali. Pak?” tanya Cecil. Dan siapa saja yang bersekongkol dengan Ibu Finna. Kami memiliki informan yang tersebar di mana-mana. Tampak bingung juga harus bereaksi apa. kenapa Anda bisa tahu Finna ada di sini?” Lelaki kekar yan gkedua menunjukkan sebuah surat penahanan.. DeeDee. Berubah menjadi si pesakitan dalam drama ini.!” teriaknya. “Ibu Finna diminta untuk segera ikut ke kantor polisi. Kedua pria kekar tadi beranjak maju dan mencengkeram tangan Finna. Aku minta maaf atas semua perbuatanku. Sekarang pihak penuntut telah membawa kasus ini ke ke kepolisian Indonesia. “Siapa. diam-diam masih berkasak-kusuk. Aku nggak mau masuk penjaraaa! Cecil! Kesya!” Cecil. Siapa saja yang menghalangi kami akan dianggap telah bersekongkol dengan Ibu Finna. Mereka berpakaian serbahitam. DeeDee mendekati Kesya. “kalau boleh tahu. “Cecil! Aku minta maaf. Cil?” tanya Kesya heran.” tahan Kesya. . Tapi. Dia tambah heran melihat pucat ketakutan di wajah Finna. diikuti dua laki-laki berwajah sangar.” ujar salah seorang laki-laki tegap itu.

“Aku dengar sendiri. Ada yang aneh di sini. “Di acara bachelor party ini. Kesya juga agak risi berada di antara sekian banyak laki-laki.. Cecil memaksa Kesya dan DeeDee untuk mendatangi tempat bachelor party Alo diselenggarakan. Di atas nampan mereka tersaji berbagi jenis minuman keras. Ningrum bisa sama-sama Alo. Sebuah layar proyektor besar menayangkan Alo yang sepertinya sedang dikerjai oleh MC tersebut.13 ACARA bridal shower dibubarkan begitu saja. Ada suara Ningrum di belakang Marco. Wajah mereka tampak terkejut dengan kehadiran mereka bertiga. Kesya bahkan sempat melihat beberapa artis wanita top ibukota sedang menemani tamu-tamu Alo. Cil. Ada lampu disko besar di tengah-tengah ruangan.” Cecil berkeras untuk mencari tahu sendiri. Tepuk tangan untuk Tante Jessica yang telah menyelenggarakan pesta hebat ini!” .” berulang kali Kesya meyakinkan Cecil. ada Marco yan gpasti akan menjaga Alo. Kesya menerobos kumpulan orang itu. Kesya sendiri sangat yakin Ningrum tidak mungkin hadir pada acara bachelor party. Terseokseok. Tante Jessica-kah? Cecil terus menarik Kesya menyeruak kerumunan yang cukup besar. Di tengah ruangan.. Kesya memperhatikan beberapa pelayan yang berjalan hilir-mudik. Acara besar-besaran seperti ini tidak cocok sama sekali dengan kepribadian Alo.. Beberapa di antara mereka juga mengenal Cecil dan Kesya. Bukankah acara bachelor party biasanya hanya dihadiri kaum laki-laki? Lagi pula. Berbeda dengan bridal shower Cecil yang diadakan secara sederhana di rumah. Sepertinya acara itu diselenggarakan seseorang yang sama sekali memiliki kepribadian yang berbeda dengan Alo. mamanya Alo juga hadir. Bukankah begitu tugas seorang bestman? “Nggak mungkinlah. Ruangan tempat bachelor party penuh dengan teman Alo. Sayang papanya Alo. acara bachelor party Alo diadakan secara besar-besaran di sebuah hotel mewah. belum dapat hadir. karena kesibukannya. tampak seorang MC sedang memandu acara. Kesh. Ballroom hotel didekorasi dengan mewah sekali.

” MC tersenyum nakal ke arah Alo. Alo terlihat menggeleng pelan.” Cecil merangsek maju dengan garang.. “Hadirin sekalian. Alo sendiri tampak sangat terkejut akan kehadiran Ningrum. Beberapa kali kaki Kesya terinjak oleh orang-orang yang melonjak-lonjak.. tahu-tahu teriakan soal cium itu menjadi paduan suara yang semakin keras.. Alo sudah mau menikah kok masih saja dipanas-panasi dengan pacar pertama! “Cium! Cium! Cium! CIUM!” Entah siapa yang memulai. Ningrum terlihat tersipu-sipu... sekarang kita bernostalgia sebentar dulu ya. Nah.. bagi mereka yang belum tahu. Sama sekali tidak cocok dengan kepribadiannya yang sederhana dan bersahaja. Wajah Cecil meradang. kan? Kesya yakin sekali pesta ini buah karya Tante Jessica. Kesya langsung mengikuti Cecil sambil menggandeng DeeDee. tidak mau melewatkan pemandangan menarik tentang si calon mempelai pria dan mantan pacarnya.. Kesya juga yakin seratus persen ini juga buah karya Tante Jessica.. Layar besar itu men-zoom Alo dan Ningrum yang sedang berciuman mesra. tapi Ningrum merengkuh Alo ke dalam pelukannya dan menciumnya.” ujar MC.. yah. gimana?” MC kembali memanas-manasi. “Ayo.. Entah apa yang membuat para lakilaki ini begitu barbar. “Bitch!” teriak Cecil. Entah apa salah Cecil kepadanya. kita sambut tamu istimewa kali ini. Dahi si MC mengernyit. Susah payah mereka menerobos orang-orang yang berkerumunan lebih rapat lagi. adalah pacar pertama Alo. dan dia melirik Marco dengan tatapan tidak suka.Ha! Benar. “Nah. sementara itu Alo memperhatikan dengan tatapan bingung. “Maaf... Rupanya dia sengaja ekstra dandan untuk acara ini. Apa sih sebenarnya keinginan Tante Jessica? Tadinya Kesya menyangka Tante Jessica telah menerima dengan ikhlas keputusan Alo untuk menikahi Cecil.” Layar besar itu tiba-tiba menampilkan sosok Marco yang berbicara serius dengan MC. Raden Ayu Sekar Ningrum!” Cecil menatap garang layar besar yang sedang men-zoom wajah Ningrum. “Ningrum ini. “ada sedikit masalah yang. Sungguh aneh orang-orang ini. tapi teriakannya teredam riuhnya sorak-sorai teman-teman Alo. tidak perlu dibahas lagi.. Sebagian dari mereka mengenali Ningrum sebagai pacar pertama Alo. Tante Jessica malah melakukan tindakan yang sangat menyakitkan bagi Cecil... Tante Jessica menarik Marco agar menjauh dari MC. tampak Alo salah tingkah akan permintaan teman-temannya. Alo tidak akan mungkin mengadakan pesta seperti ini. mendekati Alo.. Wajahnya tampak pucat dan sangat siap untuk bertempur. Di layar besar. Hadirin sekalian. Tante Jessica ini membawa satu tamu istimewa pada acara ini. Ningrum terlihat sangat cantik. tapi ternyata.. Seluruh tamu yang hadir bersorak-sorai dan bertepuk . Mungkin sebagian dari kalian tahu siapa tamu istimewa ini.

menahan amarah yang bergejolak dalam dirinya. “Cecil. dan Ningrum. Dengan kasar Alo menepis tangan Ningrum dan menghampiri Cecil. “Kamu apa-apaan sih?!” bentaknya.” bisik Kesya yang sudah berhasil mengejar sahabatnya itu.. Terluka.” Kesya berusaha meredam amarah Cecil. Tatapannya menghunjam.. Kesya tidak sempat lagi menahannya.” jawab Alo panik. “ALVARO!!!” Kesya terpaku di tempat.” panggilnya. “Ini sudah direncanakan. Suasana jadi hening. Cecil menatap Alo. Cecil. menabrak semua orang yang menghalanginya. “Hai. Kecewa. Lamat-lamat Kesya mendengar Ningrum sedang berusaha mencegah Alo mengejar Cecil. lengannya kembali menggelayut manja di lengan Alo. “Kenapa dia ada di sini!!” tanya Cecil. Dia tidak ingin hal yang buruk terjadi. Biar semuanya dibicarakan dengan kepala dingin.. “Cil. Mama yang ajak dia ke sini. kentara sekali.” Ningrum tersenyum sambil melangkah maju..!” panggil Alo panik dan buru-buru mengikuti Cecil. Dadanya bergetar turun-naik. hanya beberapa hari sebelum pernikahan diselenggarakan.. Wanita itu tengah mengamati perseteruan yang terjadi antara Alo dan Cecil. Alo. “Ini kan pesta kamu.. Wajah Alo tegang. Senyum kecil tersungging di bibirnya! Sepertinya dia bahagia karena rencananya untuk merusak hubungan Alo dan Cecil tampaknya berhasil. Biar semuanya diselesaikan secara dewasa. terlebih ketika dia melihat wajah Cecil yang pucat dan penuh amarah itu. “Cil. Kesya langsung mengekor Cecil.. menantang Cecil! Alo menepis tangan Ningrum dengan kasar. Orang-orang di sana mulai menyadari aura cemburu pada diri Cecil. Kamu ndak boleh meninggalkan tamu-tamu lain begitu saja. Kesya merangsek maju. Cecil berlari maju.tangan. Tangan Ningrum masih bergelayut manja di leher Alo. Sekarang wajah Cecil tampak jelas di layar besar itu. Tingkah lakunya.. “Sayang.. Setiap pasang mata terpaku pada tiga tokoh drama baru ini: Alo. Cecil masuk mobil dan memacunya dengan kencang. udah deh. “Aku juga tidak tahu. Lalu dia beranjak pergi. Dia menginjak gas dalamdalam ketika melihat mobil Alo mengikutinya. Gambar Alo dan Ningrum di layar besar berhenti berciuman. .. Cecil.. Tampak sosok Tante Jessica. Alo nggak salah sama sekali. hati-hati!” DeeDee berteriak panik...” ujarnya merajuk. Alo tampak sangat terkejut melihat Cecil.

Cecil adalah prioritas utama. Alo juga memacu mobilnya dengan kencang. Dengar dulu penjelasan Alo. Mereka tidak memedulikan mobil yang diparkir sembarangan.. Alo juga ngotot mengikuti Kesya. Dia benarbenar ketakutan. “Selamat malam. Dia masih mengendarai mobilnya seperti orang gila.” sapa petugas penjual tiket dengan gaya profesional. Terus terang. berhenti dulu deh. Kemudian.. Aku takut nih.. Cecil membuka kaca jendela dan melemparkan ponselnya ke luar jendela! Terdengar suara klakson berulang-ulang dari arah belakang. Rem berdcit. Untuk ketiga kalinya. dia menghentikan mobilnya dan berlari keluar. mobil Alo tertinggal. “Kamu sebenarnya mau ke mana sih?” desak Kesya.“Cil. . Penerbangan berikutnya!” sambar Cecil. Ponsel itu berdering lagi. tiba-tiba. Tapi Cecil tidak peduli. Kesya menoleh cemas.” bujuk Kesya. emosi Cecil labil sekali. Jangan sampai Cecil melakukan tindakan bodoh! Cecil berlari kencang menuju tempat penjualan tiket. Semakin jauh dan semakin jauh. Ponsel Cecil berdering. Dia terus memacu mobilnya.. dan kalau lebih lama lagi. Soal keahlian mengemudi. Sekarang dia merasa mual. “Bandara?” Kesya menyelesaikan ucapan DeeDee. Mereka juga tidak memedulikan teriakan seorang petugas keamanan. sepertinya isi perutnya akan keluar semua! “Cil. Tapi kali ini. Setahunya. “Ini kan. Cecil melirik sekilas pada ponselnya kemudian mematikannya. Alo tidak terlalu mahir mengebut. jangan gegabah!” Kesya juga berusaha memperingatkan. “Ngapain kita ke bandara?” Cecil tidak menjawab. Kesya dan DeeDee berpegangan pada apa saja yang dapat mereka raih. berdiri di samping Cecil. Bagi mereka. Cecil tetap membisu. “Mau ke mana?” “Bali. dia paling tidak tahan berlama-lama berada di dalam mobil yang mengebut kencang. Di belakang mereka. pelan-pelan dong. Menggantungkan keselamatan mereka pada kekuatan cengkeraman tangan mereka. ponsel itu berdering.. Ketika SMA dulu. Kesya dan DeeDee ikut berlari mengejar Cecil. berbaur dengan rasa takut.” Rupanya DeeDee juga merasakan hal yang sama. Cecil kembali mematikannya. “Cecil!” Kesya terengah-engah. Cecil memang juaranya. Dengan mahir dia memainkan setir mobil. Kesya agak khawatir dengan Alo.” Suara DeeDee terengah-engah. Dia tidak dapat berkonsentrasi memperhatikan ke mana Cecil memacu mobilnya. Cecil sering kali ngebut-ngebutan di jalan raya.. Cecil membelokkan mobil dengan cepat. Tatapannya berkonsentrasi ke jalanan. bersinggungan dengan aspal jalanan. “Cecil.. “Kamu mau ke mana?” “Ekonomi atau bisnis?” tanya si petugas. berusaha mengejar Cecil.

Dia langsung keluar kamar untuk mencari sahabatnya itu. Salah seorang petugas mengatakan bahwa dia melihat Cecil di kolam renang. Ini bukan kamarnya. Dia bertanya kepada petugas hotel tentang keberadaan Cecil. maaf. lalu buru-buru menyusul Cecil. Harumnya juga terasa asing. dia langsung melompat dari tempat tidurnya. “Cecil!” teriaknya. lalu bergegas menyusul DeeDee dan Cecil.” Kesya mengangguk dan naik ke ruang tunggu.” Si petugas penjual tiket buru-buru menyelesaikan pekerjaannya. .. Dia meraba selimut yang menutupi tubuhnya. Kamu tolong bilang pada Alo dan Marco. Dia berusaha mengingat-ingat kejadian kemarin. “Kejar Cecil!” DeeDee mengangguk..” ujar si petugas dengan gaya profesional. “Silakan. Penerbangan yang sama dengan dia!” Kesya juga melemparkan kartu kreditnya. “Oh. Cecil sudah beranjak pergi. “Aku mesti kejar dia. Bergegas.. Kesya menuju kolam renang.. Kesya menyelesaikan urusan pembayarannya. “Dia sudah naik ke ruang tunggu. Tekstur selimut terasa asing di tangannya. Saat kepingan ingatannya sudah mulai dapat disatukan. Nggak usah bilang ke mana kami pergi. Dia tambah panik mendapati tempat tidur Cecil sudah kosong.“Yang mana saja! Penerbangan berikutnya!” teriak Cecil. tapi kemudian buru-buru melayani pesanan Kesya.” kata DeeDee begitu melihat Kesya berlarilari menghampirinya. Kesya mengerjap pelan. Ini bukan tempat tidurnya. Bilang saja Cecil baik-baik saja dan aku sama Cecil. *** Kesya membuka matanya dan menatap sinar kuning yang memancar dari sebuah lampu meja. “DeeDee!” teriak Kesya. ini tiketnya. Mbak!” bentak Cecil sambil melemparkan kartu kreditnya.. Bingung mendapati dia berada di sebuah ruangan asing. “Cecil. Bu. “Cepat. Kepalanya sakit luar biasa dan perutnya keroncongan. Si petugas penjual tiket tampak bingung. “Satu lagi untuk saya. Oke?” DeeDee mengangguk. Kesya membenamkan kepala ke bantal yang ditidurinya. Dia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Satu tiket kelas bisnis untuk penerbangan ke Bali pada pukul tujuh malam. Baik.. mau ke mana?” Petugas penjual tiket sekilas melirik Kesya. “Hati-hati ya..

Langkahnya terhenti saat melihat sosok Cecil. Tanpa lelah. dia sudah merasa kenyang melihat hidangan di piring Cecil. Dia hanya mengisinya dengan dua lembar roti tawar dan satu buah telur ceplok.” . Kesya tersentak saat melihat Cecil tiba-tiba naik ke permukaan. Tapi Kesya menahan diri untuk tidak berkomentar. Langsung makan setelah berenang! Cecil mengambil banyak sekali makanan. ayam goreng. Tubuhnya basah dan napasnya terengah-engah. dua buah telur mata sapi. satu porsi besar salad kentang.. berenang bolak-balik.. makanan yang biasa dihindarinya. Tanpa henti. Cecil mengangkat bahu sambil meminum coke. Nanti kamu sakit.” “Jangan sampai kecapekan. tapi Cecil enggan menanggapi. Saat ini sahabatnya sedang stres berat.” Dahi Kesya mengernyit. Hmmm. Padahal pernikahan Cecil dan Alo akan berlangsung dua minggu lagi.. nasi goreng. Kesya buru-buru mengikuti Cecil. aneka roti. Di pesawat kemarin. Semuanya makanan berminyak. That’s what friends are for! “Kamu makan dikit amat. dalam balutan bikini warna hijau terang. Diam-diam dia mengagumi stamina Cecil.. Cil.. Kesya harus berada di sebelah Cecil. Cecil tidak mau bicara sepatah kata pun.. kita mau ngapain?” tanya Kesya. Kesya menghela napas panjang. “Aku masih pengin terus berenang. Wah! Kesya terbelalak melihat hidangan yang siap disantap Cecil. “Kita sarapan yuk. Kesya menghitung berapa kali Cecil berenang bolak-balik. Cecil masih terus berenang. Entah bagaimana kelanjutan rencana pernikahan sahabatnya ini.. Sahabatnya itu kuat berenang bolak-balik tanpa henti! Sampai pada hitungan kedua puluh. bisa-bisa gaun pengantinnya tidak akan muat. Dia hanya duduk diam dan memandangi jendela pesawat.. Kesya berhenti menghitung. menghibur dan menjadi sandaran baginya.. dan satu gelas besar coke! Kalau begini cara makan Cecil. Seolah ingin melarutkan semua kekecewaan yang dirasakannya.. Cecil juga langsung tidur. kentang goreng. Begitu check-in di hotel. Terus terang. Kesh?” tanya Cecil sambil mulai makan. “Abis ini.. memperhatikan Cecil yang terus berenang bolak-balik tanpa henti. Kesya memperhatikan piringnya. Ada sosis aneka bentuk.” ajak Cecil sambil berlalu di hadapan Kesya. “Aku mungkin mau berenang lagi. Kesya agak khawatir juga melihatnya. Berulang kali KEsya mencoba mengajaknya berbicara. Kesya berjalan perlahan di tepi kolam dan duduk di salah satu bangku. Cecil mengenakan handuk model kimono dan langsung menuju tempat sarapan. Ini juga satu lagi kebiasaan Cecil kalau lagi stres. “Bukannya tadi kamu udah bolak-balik lebih dari dua puluh kali?” Cecil tertawa. itu kebiasaan Cecil kalau lagi stres berat. tanpa mau mengucapkan sepatah kata pun.

Kemarin malam. Kesya mengingatkan DeeDee akan beberapa janji pertemuan yang dijadwalkan besok. “kamu lagi di mana?” Suaranya terdengar khawatir sekali.. Aku jadi pusing sendiri! Aku konfirmasi ke Alo. aku sama Cecil.” Kesya masih gusar dengan berita yang disampaikan Marco. Sebaiknya Alo nggak ketemu Cecil dulu. I’m a very tough girl!” Kesya tertawa sumbang. Sayang. Kesya mematikan ponselnya dan lupa menyalakannya kembali. I love you. Nama Marco tertera pada layar ponsel.. Aku juga harus ngurusin Alo dulu. Kami lagi di Bali. Apa hak Tante Jessica sehingga dia membatalkan pernikahan Alo dan Cecil? Hari itu bergulir lambat. Sekarang dia tambah stres karena Ningrum mengekor dia terus. Dia nggak apa-apa. Sedangkan calon pengantin wanitanya malah hilang. tapi masih baik-baik saja. Cecil pamit kepada Kesya untuk kembali berenang. Padahal kemarin aku sudah berusaha mencegah Ningrum mendekati Alo. Dia juga meminta DeeDee mengganti- . “Sayang. Dia kehilangan jejak Cecil dan merasa sangat bersalah pada Cecil. It’s so complicated!” “Pokoknya. “Kamu nggak usah khawatir. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Biar Cecil lebih dingin dulu. Marco menghela napas panjang... Dia juga menghubungi semua vendor dan membatalkan semua pesanan. Sekarang semuanya jadi kacau banget!” “Kacau gimana?” “Tante Jessica ngotot membatalkan pernikahan Cecil dan Alo. lalu mengangguk.Cecil menarik napas. tapi rupanya si MC sudah berkonspirasi sama Tante Jessica. See you. stres berat pastinya. Kamu bilang saja ke Alo bahwa Cecil dalam pengawasanku. “Marco. aku akan menjaga Cecil sebaik-baiknya. Dia terkagum-kagum dengan kecepatan Cecil menghabiskan seluruh makanannya dalam waktu singkat. Mereka semua mendesak apa benar pernikahan Alo dan Cecil batal. Benar-benar keterlaluan Tante Jessica! “Alo juga lagi stres berat. meminta gadis itu menggantikannya di toko untuk sementara. dia bilang pernikahan tetap akan berlangsung. Dia juga mendesak agar Alo segera menikahi Ningrum!” “APA?” Kesya tidak percaya berita yang didengarnya. Aku juga belum berani ngomong banyak. Semua vendor minta konfirmasi ke aku.” Marco menghela napas. “Keterlaluan banget sih Tante Jessica. Setelah selesai makan. Tidak tahu harus berkomentar apa. Kamu baik-baik saja di sana.” “Tidak tahu diri sekali sih si Ningrum!” maki Kesya. “Aku juga lagi pusing.. Takut dia malah tambah down.” “Ya udah deh. saat di pesawat... Kesya masih belum menyelesaika makannya... Kesya menelepon DeeDee.” sapa Marco begitu mendengar suara Kesya.

“Kamu harus sering-sering pakai baju seksi begini.. “Sialan kamu!” Kesya menimpuk Cecil dengan handuk. dia merasa gatal-gatal. Kurang higienis. Kesya sibuk menarik-narik bagian bawah gaunnya yang dirasanya terlalu pendek. Tapi karena Kesya tidak ada di toko. Rasanya. Terutama apabila Cecil belum memberitahukan berapa lama mereka akan tinggal di Bali. begitu alasannya.. Cecil memaksa Kesya untuk mengenakan gaun seksi yang baru saja dia beli.. bahkan seharian ini baju itu masih terus menempel di tubuhnya. “Kampungan banget sih kamu. “Iih. mengikuti Cecil dalam acara kebut-kebutan gila.. Risi banget.” balas Cecil sambil tersenyum. Ketika keluar.. “Buat clubbing. Gaun . Baju ini menempel terus di tubuhnya ketika dia menemani Cecil mendatangi acara bachelor party-nya Alo.. “Jangan ditarik-tarik gitu! Norak banget sih kamu!” maki Cecil sambil tertawa. Kesya tidak terbiasa memakai gaun sependek itu dan dia jadi risi sendiri. Kata Mona.. Kesya kemudian memilih beberapa potong pakaian. memberitahukan bahwa dia sedang berada di luar kota untuk sementara waktu... Cil. “Aku memang nggak pernah pakai baju seperti ini. Tak lupa.” gerutu Cecil sambil melemparkan gaun itu ke hadapan Kesya. “Ganti cepetan sana! Nggak usah banyak komentar deh!” Kesya terpaksa menurut. “Emangnya kamu mau pake baju itu terus?” balas Cecil sambil mencibir ke arah baju Kesya yang mulai berbau tidak sedap. tau!” Tawa Cecil meledak.. Kesya memang tidak terbiasa mengenakan baju baru tanpa dicuci terlebih dahulu.. ini semua sebagai hadiah karena Kesya bersedia menemaninya di Bali.” Sementara itu. Madame Juliet tidak jadi membeli. Dia beranjak untuk berganti pakaian. Kesya berdecak kagum melihat penampilan Cecil. Madame Juliet datang dan berniat untuk memborong beberapa perhiasan lagi. butik ini milik salah seorang pemain sinetrol terkenal. Mereka kembali ke hotel.. Setahu Kesya. Katanya dia tidak mau dilayani oleh orang lain selain Kesya. Cil?” komentar Kesya. Kesh. “Seksi amat. Kesya baru sadar bahwa dia belum berganti pakaian sejak acara bridal shower Cecil. Kesh.” komentar Kesya. Kesya menghubungi Mona.kannya menghadiri pertemuan itu. mengejar-ngejar Cecil saat di bandara.. Cecil tampil tidak bercela. Cecil mengajak Kesya berbelanja ke sebuah butik. Kesh!” puji Cecil sambil bersiul. Sorenya. “Wuuiihh. Cecil membeli beberapa gaun seksi untuk mereka berdua. “Ngapain mesti ke sini?” kata Kesya begitu mereka memasuki butik mewah. kan belum dicuci.. dia memang perlu beberapa potong pakaian baru. Picky sekali si madame ini.. Cantik banget. Ketika gaun itu sudah menempel di tubuhnya. Cecil yang membayar semua baju mereka.. Katanya.. Kita harus have fun.

fun!” ujarnya meracau. wajahnya sudah merah sekali... dan bau rokok! Dia mengingatkan dirinya..peraknya superseksi. Seperti ada yang memukul-mukul jantungnya.. Dia meminta refill kepada bartender. menampilkan keindahan lekuk tubuhnya.. “Hehehe. Entah mengapa hasilnya pasti tidak akan sebagus mata Cecil. Dia juga bernyanyi-nyanyi. ke toilet hik.... Lantainya tidak hik. Cecil memesan dua gelas wine untuk mereka.. Cecil juga sempat menyapukan make-up ke wajahnya. Dia harus menemani Cecil saat ini. Aku harus hik. kamu?” Cecil menepis tangan Kesya.. “Cecil!” Kesya berusaha membantu Cecil berdiri. dalam hitungan detik. “Apaan sih hik.. tidak jelas lagu apa yang dinyanyikannya.... Kesya hanya menyesap minumannya. Hik. “Boy! Hik. senang hik. “Ayo.. “For health and success!” teriaknya sambil mengangkat gelasnya. Dia adalah bridesmaid-nya..” Si bartender muda tersenyum sambil mengisi penuh gelas Cecil. tapi Cecil kan sahabatnya. “Cil.... Berdentum-dentum... rata!” ujar Cecil sambil tertawa. “Let’s party!” ujar Cecil sambil mengedip nakal. dulu.. jangan minum lagi.. Ketika Cecil sudah menghabiskan isi gelasnya yang kelima. Berisik.” Kesya menahan tangan Cecil.. Aku nggak hik. dentuman bas dari speaker besar yang tergantung di depan pintu menyambutnya... “Eits! Hik.. bahwa dia berasa di sini demi Cecil. hik.” Cecil menarik tangan Kesya masuk dan mengajaknya duduk di bar. Have hik. Kesya mencengkeram dadanya.. apa-apa. “Aduh.” Kesya merangkul pinggang Cecil. berusaha menguatkan hati untuk masuk. Dia paling tidak suka clubbing. udah. kok!” ... Yah.... Kesya memejamkan mata.. gelap. Tambahin minumku lagi hik. gawat! Cecil sudah benar-benar mabuk! “Aku bantu kamu ke toilet ya...... “Aku mau hik.. Tampaknya dia sudah maklum sekali dengan tingkah laku para tamu yang sering kali aneh bin ajaib. nggak usah! Aku hik.... saat tersulit dalam hidupnya. Wah. hik. Mereka memasuki salah satu tempat clubbing yang paling ramai di Bali. Kesya memandang khawatir ketika Cecil. memastikan jantungnya masih berada di tempat semula. senang hari ini hik. Begitu Kesya melangkahkan kakinya masuk. dia sendiri sebenarnya tidak tahu bagaimana kelanjutan rencana pernikahan Cecil dan Alo. Berisik! Lebih parah daripada aksi si pemukul beduk yang sering mengganggu Kesya. Miss Norak. tapi Cecil langsung menandaskan isi gelasnya.. Bertalu-talu..” Cecil berdiri. bisa sendiri hik. Smokey eyes-nya benar-benar oke! Kesya tidak pernah bisa menghias matanya seperti itu.. terhuyung-huyung dan akhirnya terjerembap jatuh.. kembali menandaskan isi gelasnya..

tapi dia menepis tangan petugas sekuriti dan kembali mencengkeram keras rambut si wanita muda.. rasakan! Biar kamu lain kali nggak sembarangan lagi!” Cecil menendang wanita itu. Petugas sekuriti berusaha memegangi Cecil. Wanita malang itu bukan Ningrum. “Tidak usah khawatir. KESH! AKU MAU KASIH PELAJARAN KE WANITA YANG MEREBUT CALON SUAMIKU!” Cecil meronta-ronta dengan liar. “Di dalam toilet juga ada petugas sekuriti. Teman-teman si wanita muda itu berdiri melindungi si wanita muda. “Apa kamu bilang?” Plak! Cecil menampar pipi perempuan itu lagi. “CIL! DIA BUKAN NINGRUM! KAMU SALAH ORANG!” bentaknya. Kesya terpaksa harus menampar pipi Cecil. Your friend will be safe.” Kesya menarik napas. Sekarang dia berteriak-teriak kesakitan sambil memegang pipinya yang lebam karena ditinju Cecil. Rambutnya berantakan dan gaunnya melorot. Cecil masih menendang-nendang dengan liar. Wanita itu berteriak-teriak kesakitan dan mencakar wajah Cecil. “Dasar perempuan gila!” makinya. Dia menarik tubuh Cecil yang masih terus berusaha menendang wanita itu.. Stiletto peraknya menapak goyah. Rasanya Cecil sudah terlalu lama berada di dalam toilet. “Kamu . Kesya memperhatikannya dengan khawatir. “Ada Ningrum di sini. Kesh!” teriak Cecil. Kesya buru-buru melerai mereka berdua. “Ini dia! Dan dia lagi ngomongin cowok lain di toilet tadi! Benar-benar bitch ya kamu!” Cecil kembali menjambak rambut wanita itu. Masih terhuyung saat berusaha menyeimbangkan kakinya. lalu berjalan sempoyongan ke arah toilet. “BITCH!” Cecil emradang lalu melayangkan tinjunya ke wajah wanita itu. Baru saja dia bangkit dari tempat duduknya. Sudah banyak orang yang berkerumun di sekeliling mereka. Kesya buru-buru menangkap kaki Cecil. “Anda berdua harus meninggalkan tempat ini sekarang juga!” ujar petugas sekuriti dengan tegas.” si bartender menenangkan. “Kamu tuh yang gila! Seenaknya saja merebut calon suami orang! Nih.Cecil menepis tangan Kesya. “LEPASIN. Kesya mendudukkan Cecil di trotoar. terbatuk-batuk sedikit karena kontaminasi asap rokok. Dia juga berteriak-teriak. Cecil keluar dari toilet sambil menjambak seorang wanita muda. Sepertinya itu suara Cecil! Kesya berpaling nanar ke arah toilet. Memang parasnya sekilas terlihat mirip Ningrum. Keadaan sudah semakin tidak terkendali. lalu menyesap minumannya lagi. lalu menyeret Cecil keluar dari tempat itu. tiba-tiba pintu toilet terbuka dengan keras. “Bitch!” Samar-samar terdengar suara makian dari toilet. Kesya berpikir untuk menyusulnya.

Si wanita muda mengompres pipinya yang lebam dengan es batu. Dia sudah benar-benar mabuk! Kesya masuk kembali..” ujar Kesya.” Kesya meletakkan sejumlah uang di hadapan wanita itu. “Sebaiknya kamu periksa lebam kamu itu ke dokter. Taksi meluncur..Sekarang kepalanya terkulai lemah ke satu sisi. Matanya menatap garang Kesya. Dia menghampiri gadis malang tadi.tunggu di sini! Jangan ke mana-mana!” ancamnya. .... Kesya memanggil taksi.. “Saya minta maaf sekali. Di depan kelab. Mata Cecil setengah terpejam. lalu memapah Cecil masuk ke dalamnya. Kesya mengangguk lalu beranjak pergi. Ini untuk ganti biaya pengobatannya. Cecil berbaring di trotoar. “Sekali lagi saya minta maaf.” “Bilang sama teman kamu yang gila itu! Jangan sekali-kali ketemu saya lagi! Atau akan saya habisi dia!” teriak wanita muda itu penuh emosi. Membawa Kesya dan Cecil kembali ke hotel..

Minum wine kok sampai bergelas-gelas.. Kesya ingin berenang sebentar. suara tabuhan gamelan menjadi latar belakang acara sarapannya pagi ini.. Dia sendiri butuh udara segar.” Oom Steven. Penampilan mereka memang jadi cantik alami. Kesya!E” sapa pria itu ramah.14 KESYA sarapan sendirian. boleh dong pamer-pamer sedikit. Samar-samar. Kesya tersenyum kecil melihat pemandangan itu. Hehehe.. Senyumnya menyejukkan. papanya Alo. Yah. Salah sendiri. Di balik semua ketegangan yang terjadi belakangan ini. Kesya baru saja menyesap kopi susunya ketika melihat sosok pria asing berusia paruh baya menghampirinya. mungkin dia harus lebih menikmati suasana ini. Katanya kepalanya sakit sekali. “Itu kan. memeluk erat Kesya. ternyata masih ada kehidupan normal lain yang masih berjalan sebagaimana mestinya.. setelah semua kehebohan yang terjadi semalam. Rapat yang kemarin berlanjut di sini. sungguh terasa hangat. .. sekarang Kesya tahu sifat-sifat Alo itu menurun dari siapa. Cecil belum mau bangun. Kesya sudah memesan sarapan untuk Cecil dan meminta seorang pelayan untuk mengantar ke kamar. Setelah sarapan. Dia tidak bawa baju renang. Hhmmm. Suara Oom Steven sangat ramah. Dan pelukannya. Dia butuh itu... Ya ampun! pekik Kesya dalam hati. Di telinga gadis-gadis Bali itu terselip kuntum bunga segar.. tapi rencananya mau pinjam bikini Cecil. “Hi. Ya begitu akibatnya. Beberapa gadis dengan pakaian renang dan kain pantai menutupi bagian bawah mereka tertawa genit sambil bercakap-cakap dengan seorang turis asing lakilaki yang ramah. Mumpung sedang ada di Bali. Tampak beberapa turis asing berlalu-lalang sambil menenteng papan selancar masingmasing. tetapi sore ini saya akan segera kembali ke Jakarta... setelah semua kehebohan yang terjadi di Jakarta.. Ruang makan di hotel ini menghadap langsung ke arah pantai.” “Oom Steven! How are you?” “Fine.

dengan wanita itu mungkin. “Tetapi yang terjadi di Jakarta juga tidak kalah hebohnya..” tutur Kesya.. Saya dengar Tante Jessica memaksa Alo untuk menikahi Ningrum dan membatalkan. “Jessica malah meminta saya untuk segera ke Jakarta. but that’s what really happened. Oom Steven mengangguk.. Sesekali dia mengusap peluh yang berkumpul di dahinya. Menunggu jawaban Kesya..” Oom Steven menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sedih.. “Oh my God. ya beginilah keadaan yang sebenarnya. Pasti dia sangat terpukul mendengar perilaku istri tercintanya. juga Kesya. Oom Steven tampak sangat terkejut. Biar Cecil lebih tenang dulu. Kenapa dia harus jadi orang yang mengabarkan berita buruk ini ya? Dan bergulirlah cerita itu dari mulut Kesya. “Jessica. rencana pernikahan Alo dan Cecil...” Kesya berdeham. Dia tidak suka membuat oom yang baik hati itu jadi sedih. Laki-laki yang baik. Jessica. Membersihkan tenggorokannya yang tiba-tiba tersumbat. I won’t believe it at all. tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini.” Kesya merasa sangat tidak enak harus memberitahu Oom Steven apa yang dilakukan istrinya di Jakarta. “Berarti sekarang Alo sedang dipaksa untuk menikahi Ningrum?” tanya Oom Steven. Menghadiri pernikahan Alo dengan.. “I’m sorry to say. berada di Bali? Mata biru Oom Steven membulat.. “Saya berpesan kepada Marco bahwa lebih baik Alo tidak datang menemui Cecil dulu. Kenapa kamu malah ada di Bali?” Oom Steven melontarkan bertubi-tubi pertanyaan dengan wajah tetap cerah ceria.“What are you doing here? Bukannya kamu bridesmaid-nya Cecil? Pernikahan kan tinggal dua minggu lagi. yang sangat disayangkan. kenapa kamu bisa begitu ya?” ujarnya penuh penyesalan. Saya tidak tahu semua ini.. secara sepihak. Hmm.. Berkali-kali dahinya terlihat berkerut. “Cecil di mana?” ..... Sepertinya Oom Steven memang tidak tahu apa-apa tentang prahara yang terjadi di Jakarta. berkata apa adanya kepada Oom Steven.” Tangannya mengusap rambut cokelatnya. LHO? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang sedang terjadi di Jakarta? Memangnya Oom Steven tidak tahu apa yang membuat Cecil. Oom Steven menggeleng-geleng.. Kesya mengangguk.. Menghadiri pernikahan Alo. tetapi Kesya hanya berusaha jujur.” Oom Steven mengempaskan tubuhnya ke sandaran kursi. tapi... “Ehem.. “Kalau bukan kamu yang cerita.” Kesya merasa sedih dan bersalah melihat raut wajah sedih Oom Steven. Mata birunya menatap langsung ke arah Kesya.

Hellowwh. “Don’t say anything about our meeting to Cecil. Sebelum berjalan terlalu jauh. ya?” “Sloth?” tanya Cecil. dia berpaling....” Cecil kembali pada topik pembicaraan soal pantai. Dia sedang asyik menyaksikan acara fashion show di televisi.. Badanku pegal-pegal semua... malu sama bule-bule di pinggir pantai. Okay?” Kesya mengangguk..” ajak Cecil. Timpukan yang lemah. I owe you so much. Oom Steven lalu beranjak pergi. “I have something to do. “Muka kamu tuh masih muka bantal gitu... “Ke pantai yuk. “Sana mandi dulu deh. Sekarang. Beban berat ini tidak harus dia tanggung sendirian sekarang.” gumamnya. “Kesya.“Dia ada di kamar hotel. itu namanya sloth. “Ke pantai?” tanyanya tidak percaya. Kesya tertawa. Kesya mengangguk. setelah waktu hampir menunjukkan pukul empat sore..” Oom Steven mengangguk-angguk. Matanya? Ya ampun! Bengkak luar biasa! “Sloth itu apaan ya?” “Tuh. Lemparan yang bagus.. Siapa tahu dia bisa punya ide baru lagi. Dia bahkan mencium kedua pipi Kesya. Kepalanya kembali berpaling pada Kesya. Guling itu terjatuh sebelum berhasil menyentuh Kesya. Wajahnya dipulas .. Sekarang dia perlu beristirahat. Hati Kesya terasa lapang. “Serius nih!” ulang Cecil. “Temani aku jalan-jalan ke pantai ya. diketawain sama ombak!” “Sialan kamu!” Cecil menimpuk Kesya dengan gulingnya. tepat mengenai kepala Cecil. Sloth itu kan binatang kayak monyet yang doyannya tidur terus. Temani aku jalan-jalan di pantai ya. *** “Kesh. “Kamu sudah mau bertransformasi jadi sloth. Aku suntuk banget nih. setelah sarapan di kamar. Tampang lecek gitu. serius nih. ya?” Cecil tertawa bego. Dia sendiri merasa tubuhnya sangat fresh setelah berenang. dia kembali tidur lagi.. Kita udah belajar itu zaman Biologi SMA!” “Ooh. Mengenakan tank top warna kuning dan celana pendek.” Oom Steven merangkul Kesya dengan hangat. thanks a lot for the information. Kemarin dia stres dan mengamuk di kelab. Masa mau ke pantai? Malu tuh.” “Salah sendiri tidur seharian!” ujar Kesya.. “Ayo dong.” Cecil bangun dan beranjak ke kamar mandi.. “Fungsi otak kamu aja mengalami degradasi. dia baru bisa membuka matanya. “Hah?” sahut Kesya. Dia baru saja membuka matanya. Kesya berpaling. kan!” Kesya melemparkan gulingnya kembali pada Cecil.” panggil Cecil dengan suara serak. Tadi pagi. Beberapa menit kemudian dia keluar.

make-up tipis. Dia mengganti pakaiannya dengan gaun sore yang simpel namun elegan. tapi belakangan ini. dia jadi lebih suka melihat kerlip bintang. Berdua mereka terdiam. Biar seragam dengan Cecil. Kesya merasa cantik sekali dalam balutan gaun sore itu. Kesya dan Cecil sama-sama geleng-geleng kepala melihat ulah si ibu. Oom Steven . Kesya menoleh. ada yang main gitar. Selera Cecil memang oke. Di belakangnya. Memaki-maki sambil mengacung-acungkan tangannya.. Matahari sebentar lagi terbenam. ada yang jualan topi. Menurutnya.. “Ayo. ada seorang ibu yang baru saja selesai menyuapi anaknya makan nasi bungkus dan. pantainya jadi kotor gini. Ada yang hanya jalan-jalan. tampak Alo berlari-lari menghampiri mereka.. Rambutnya berkibar-kibar tertiup angin.” ajak Kesya. tampak Oom Steven. Cecil agak terganggu dengan orang-orang yang masih saja sibuk berlalu-lalang di hadapan mereka. menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya. “Cecil!” sebuah suara mengejutkan mereka berdua.. tampak Tante Jessica mengejar. menantikan sunset. Di belakang Tante Jessica.. “Udah mau sunset nih. Apalagi hal itu mengingatkannya akan momen romantis pertamanya bersama Marco. Cecil paling suka melihat sunset. Dia menebarkan kain pantai yang dibawanya. Kesya tidak mau kalah... Cecil menoleh. Tidak lupa dia mengenakan kacamata hitam besar untuk menutupi bengkak matanya. sunset itu momen sakral yang seharusnya dihormati semua orang.” komentar Cecil. bahkan ada yang menawarkan jasa kepang rambut. Kesya mengangguk. Membiarkan kaki telanjang mereka dibelai pasir pantai.. ada yang bermain bola. Dia sebal dengan orang-orang yang tidak menghargai karya Tuhan yang mahaindah itu. lalu duduk di atasnya.” Cecil duduk. Kesya juga sih. dengan seenaknya ibu itu melemparkan begitu saja bungkusan nasinya! Ya gitu deh ulah-ulah orang yang tidak bertanggung jawab. “Let’s go!” Kesya melingkarkan tangannya di lengan Cecil. Kesya juga mengenakan kacamata hitam... Bagaimana kalau ada sepuluh orang seperti ibu itu? “Sayang ya.. Itu gaun yang dipilihkan Cecil untuknya. Berdua mereka menyusuri pantai di belakang hotel. “Ready?” Cecil menyodorkan lengannya. ada yang menawarkan jasa membuat temporary tattoo. hmm. Cil... Melihat Cecil yang dandanannya canggih itu. Di belakang Marco.. Itu baru satu orang. Pantai selalu saja ramai dengan orang. Kesya dan Cecil melepaskan sepatu mereka.. ada yang berenang. Tidak jauh dari tempat mereka berada. jualan bikini.. Kesya terkejut! Cecil lebih terkejut lagi! Dari kejauhan. tampak Marco mengejar. Sayang pasirnya tidak terlalu bersih.

Cecil tidak menjawab. itu kalau kamu memang masih mau menerimaku jadi suamimu.. sosok Tante Jessica pasti akan menyusul Alo.. Wajahnya tetap tenang. “Alo dan Cecil itu mirip kita dulu. membiarkan Marco menggandeng tangannya. Hmmm.. Bahunya yang tegang berubah rileks. “Tunggu!” “Alo!” teriak Tante Jessica. “Papi nggak tahu.. pikir Kesya.” “Nggak bisa. Mereka mendekati Alo dan Cecil. dua hari ini emosi Cecil dan Alo benar-benar telah teradukaduk! “Aku minta maaf atas semua yang kamu alami.. Berkejar-kejaran seperti anak kecil! Cecil terus berlari..” ujar Alo sambil memeluk Cecil. Minta penjelasan. tapi kalimat singkat Oom Steven itu membuat wajah Tante Jessica berubah. Pap!” Tante Jessica masih ngotot. masih terus memanggil-manggil nama Cecil. “Kamu nggak usah ikut-ikutan lari!” Kesya memperlambat gerakannya.. Dia rindu sekali pada laki-laki itu.” bisik Marco. Laju kaki Kesya kemudian berhenti. Wajahnya yang keras berubah lembut. Pasti mereka tampak aneh sekali. hanya berjalan santai. Oom Steven dengan santai meletakkan tangannya di bahu Tante Jessica. “Cecil!” panggil Alo..” Cecil tetap diam. “Nanti aku jelaskan. Entah apa yang harus diingat oleh Tante Jessica.tidak berlari. dear. tapi rasanya kok ya sudah lama sekali. menjauh dari Alo. Sosok Alo kemudian menyusulnya. Tak lama lagi. Cecil berlari. tidak terlalu dekat untuk tetap memberikan privasi bagi mereka berdua.. dengan seulas senyum kecil tersungging di sana. kamu ingat kita dulu?” potong Oom Steven lembut... Kesya terus mengejarnya. Dia tersengal-sengal mendengarkan debar jantungnya.. “Aku tetap mau menikah dengan kamu. “Sekarang kita lihat Alo dan Cecil dulu yuk.. Kesya memeluk erat Marco. sosok tante yang terlalu mencampuri urusan anaknya itu tidak tampak. Yah. Jangan kamu ganggu lagi mereka.. Yang lain-lain juga berkejaran dengan seru. Kenapa dia harus ikut-kutan lari? Biarkan saja Alo dan Cecil menyelesaikan masalah mereka berdua. yah.. Kesya berpaling pada Marco. Walaupun baru dua hari mereka berpisah.” kata Oom Steven pelan... Benar juga ya. Dia menyadari tatapan semua pengunjung pantai terhadap mereka..” Kesya mengangguk.....” “Jessi.” Sebuah suara membuat mereka berpaling.. Dia membungkuk kepayahan. “Berhenti sekarang juga!” “Kesya!” teriak Marco. Kesya berlari mengejarnya. Malah Marco yang kemudian berdiri di sebelah Kesya. Tapi. dear Jessy. Tante Jessica sudah tidak kuat lagi berlari.. “Sudahlah. . apa ini yang namanya true love? “Jessy.

. Ketika mendengar cerita Kesya tentang apa yang menimpa Alo dan Cecil. Alo memang paling bisa mengambil hati Cecil. Mengabari bahwa Cecil berada di Bali. yang memang sudah cinta mati pada Tante Jessica. walaupun tanpa restu dari mamanya Oom Steven. Tante Jessica membeli tiket pesawat yang sama.. menyusul ke Indonesia. Mata Cecil tertuju kepada Alo. “will you marry me?” tanyanya. “Cil. Beberapa hari mendekati pernikahan mereka. mamanya Oom Steven bahkan mengajak pacar pertama Oom Steven hadir di acara makan keluarga. “Asal kamu tahu ya... Marco juga ikut menyusul. Perbuatan yang menyakiti hatinya. Dia tersenyum dan mengangguk pelan. Menurut mamanya Oom Steven. matahari pelan-pelan bergulir pulang ke peraduannya.” Alo perlahan menggenggam tangan Cecil. nggak ada wanita lain yang menarik hatiku sedemikian kuat seperti kamu. Lamaran saat sunset begini.. Tante Jessica ngambek dan pulang ke Indonesia.” panggil Alo saat belum mendapatkan jawaban dari Cecil. Mereka akhirnya menikah di Indonesia. “Yesss!” jerit Kesya sambil memeluk erat Marco. Oom Steven. Now and forever. berusaha mencegah kepergian Alo. Kini wajah mereka bertemu. Ternyata dulu. Mamanya Oom Steven tidak menyukai Tante Jessica. takut terjadi sesuatu di antara Tante Jessica dan Alo. Ketika tadi Oom Steven mengatakan. kemudian berlutut di hadapannya. tangan satunya lagi mengangkat dagu Cecil.. Kesya mengangguk-angguk.. You’re the one and only. Pada saat yang bersamaan. Yesss! pekik Kesya dalam hati. Menghadapkan Cecil ke arah sunset. Tante Jessica juga mengalami hal yang sama seperti yang dialami Cecil. Tante Jessica tersadar bahwa perbuatannya sama persis dengan perbuatan mama Oom Steven dulu. gadis asli Inggris itu lebih cocok bersanding dengan Oom Steven dibandingkan Tante Jessica. Benar-benar yesss! *** Jadi begini ceritanya. Semburat jingganya bersinar dengan sangat indah. Tante Jessica bukanlah calon istri yang cocok untuk Oom Steven. Marco juga tertawa lebar. Sebelah tangannya masih berada di bahu Cecil. Nggak ada satu pun wanita yang chemistry-nya begitu kuat seperti kamu. mendengarkan penjelasan Marco. “Jessy dear. pasti tidak akan ditolak oleh Cecil. Memantulkan warna-warni eksotis di permukaan laut.Alo melepaskan pelukannya..” Alo membalikkan tubuh Cecil. Oom Steven langsung menghubungi Alo. “Cecilia Almira Saraswati. Menurut mamanya Oom Steven. Cil. kamu ingat kita dulu”.. Perbuatan yang membuat harga . Alo langsung membeli tiket pesawat ke Bali dan berangkat saat itu juga..

pikiran. kelompok paduan suara.... itu berarti tugasnya sebagai bridesmaid bertambah berat.. Padahaaaalll. dan video shooting.. Perbuatan yang hampir saja melenyapkan cinta sejatinya. asal tau aja ya... dengan sebaik-baiknya.. setidaknya untuk Kesya... Serius nggak sih mau nikah?” jeritnya sambil mengibasngibaskan jemarinya yang lentik. ada juga yang marah-marah karena merasa dipermainkan. apa. fotografer. Tapi. Ada yang minta laporan eksklusif tentang apa yang sebenarnya terjadi sampai pernikahan mereka sempat tidak jadi dilaksanakan... “Helloowww. tulus-murni-jujur sangat berbahagia..dirinya terinjak-injak. Mengistirahatkan tubuh. dan mereka masih berencana untuk mengambil cuti untuk melangsungkan pernikahan plus bulan madu. apa. dan laki-laki lebay yang berdiri di hadapannya adalah Johnsonwati.. Ada yang senang sekali karena rencana pernikahan Cecil dan Alo ternyata jadi dilaksanakan. Dia merapikan syal yang terjuntai di lehernya. Kita semua udah atur jadwal dengan serapi-rapinya. Perbuatan yang hampir saja terulang kembali. boo. Kesya berbahagia. .. Mulai dari gereja tempat berlangsungnya pernikahan. Menenangkan hati dan pikiran masing-masing.. apa.. si fotografer itu sendiri. dengan se-perfect-perfect-nya.. Hehe. dekorasi gereja. *** Back to Jakarta! Ternyata semuanya tidak seindah yang dibayangkan. gaun pengantin. maka mereka harus bekerja lembur untuk kantor masing-masing. Semuanya jadi lebih baik dan indah sekarang. dekorasi. “Nanti nggak jadi. kartu undangan dan suvenir. Marco juga memutuskan untuk tinggal semalam. ruangan tempat resepsi. nanti siapa tahu nggak jadi lagi!” Saat ini Kesya berada di studio fotografer “Klik OK”.. tau-tau. Semua vendor harus dikonfirmasi ulang plus diberitahu perubahan tanggal pernikahan yang semula akan dilaksanakan di akhir bulan April menjadi tanggal 2 Mei. pastor yang bertugas memimpin jalannya misa pernikahan di gereja. Yah. Tapi. Dia tersiksa sekali ketika melihat wajah Cecil yang tidak bergairah ketika mereka berada di Bali kemarin.. Karena Cecil dan Alo sudah terlalu lama cuti dari kantor masing-masing. nanti jadi. dan perasaannya yang turun-naik seperti naik jet coster.. “Eh.. Dia juga bahagia sekali melihat binar-binar di mata Alo dan Cecil bersinar kembali saat mereka bersama-sama lagi. katering.. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Cecil dan Alo tinggal semalam.. Tante Jessica langsung pulang saat itu juga. Oom Steven ikut menemaninya. atas rujuknya Alo dan Cecil.. Semoga saja semuanya akan menjadi semakin baik dan indah nantinya.

... “Jadi kalian tidak mau?” “Nggak!” sahut Johnsonwati dengan ketus. nggak jadi. Kesh! Sabar! “Nggak bisa. sabar... Kesya mengedik. nggak jadi. Mati-matian dia mengatur nada suaranya agar tetap berada pada kondisi normal.. Aduh. Terima kasih dan maaf sudah merepotkan. Katanya kita nggak serius mau ngadain acara..... Memang sekarang dia berada di pihak yang salah.. di pihak yang memohon. “Fotografer sama video shootingnya nggak mau. Berusaha tetap sabar mendengarkan celotehan makhluk ajaib itu... pusing deh akyuuu!” Jari-jari lentiknya mencuat keluar ketika punggung tangannya menyentuh dahi. cuapeekkk. Kesya menarik napas. di pihak yang seharusnya merendah. langkah terbaik adalah menghindar sejauh mungkin. “Baik kalau begitu.. Sebenarnya Kesya mau marah-marah. Mereka ngomel-ngomel. ....” ujar Kesya.... Percuma deh marah-marah sama dia. Kesya merasa sudah tidak ada gunanya lagi berdebat dengan Johnsonwati. merentangkan lima jarinya di hadapan wajah Kesya. menghadapi makhluk superajaib seperti Johnsonwati. emang kita nggak ada kerjaan laeeennn. Kasihan telinganya kalau harus mendengarkan rintihan berkepanjangan seperti itu. Kesya terpaksa menjauhkan ponsel dari telinganya.” Kepala Johnsonwati menggeleng-geleng. mau ngomel-ngomel.. “Terus sekarang. “Pernikahannya nggak jadi. Kali ini mulutnya juga bergerak maju-mundur.. booo..apa..” “Oh my God! Terus gimana dong? Masa acara pernikahanku nggak ada dokumentasinya.” Di mobilnya. mengekspresikan perasaannya. Kembali menarik napas panjang. nggak bisa.. Hmmm.. “Saya minta maaf yang sebesar-besarnya.? Gimana dong? GIMANA DONG?” suara Cecil terdengar merintih panik. Tapi.. Kesya menghubungi Cecil. tau-tau bridesmaid-nya datang. Iddiih. malah kita tambah sakit kepala menghadapi balasan-balasannya yang garing! “Cil.” Kepala si Johnsonwati bergerak-gerak ke kanand an kiri dengan dramatis.” Si Johnsonwati mengangkat tangan...” Jari-jari lentik Johnsonwati menunjuk ke dada Kesya... “Kita nggak bisa lagi terima order yang seperti ini. Kalau kita terusin. kaleee. pokoknya nggak bisa.... Aah. deh. ”And bilang pernikahannya tetap jadi dilaksanakan.” Jari telunjuknya menunjuk pelipis sambil menggelenggeleng.. bisa-bisa nanti nggak jadi lagi..... mau mencaci maki.” Kesya keluar dari tempat makhluk ajaib itu bekerja..

. Saat kembali memperhatikan jalan.. serius? Foto langganan kamu terhapus?” ..” Kesya memotong kata-kata Cecil. sedang mengedit foto. Tentu saja Darius.” jawab Cecil cepat. “Udah lama banget nggak main ke sini lagi. aku ya fine-fine aja sama dia. “Aku males waktu dia masih jadi TTM-an kamu. “Pak Jansen ada di dalam. “Darius? Gimana kalau Darius?” Kesya merasa jadi orang paling pintar sedunia. Sedang memikirkan alasan apa yang harus diutarakannya.. yang pernah mengabadikan foto-foto pre-wedding Cecil dan Alo akan menjadi solusi terbaik. “Jansen.” Kesya tersenyum jengah. Sudah cukup lama dia tidak bertemu Jansen.“Kira-kira kamu punya cadangan fotografer lain nggak?” tanya Kesya dengan sabar.. TTM-an kamu dulu itu lho.” Kesya berpikir keras. “Jansen. Tapi setelah aku tahu dia bukan siapa-siapa kamu lagi. Kalau Cecil terus meracau.” Hancurlah sudah harapan menjadi “orang paling pintar sedunia”! Kesya berpikir keras lagi. nggak terlalu bagus. Dia lalu membelokkan mobilnya. Cecil masih terus meracau... Jansen. tampak Jansen sedang serius memperhatikan layar komputer.” Cecil menekankan. aku tahu Jansen yang mana. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikannya. Cecil dan Alo juga sangat puas dengan hasil fotonya. “Iya. Cecil kembali menjadi Cecil the drama queen. Di seberang sana. Tidak perlu Cecil menjelaskan siapa Jansen yang dimaksud. Di dalam ruangan.... Kalau untuk dokumentasi..” Cecil pun mematikan ponselnya. “Iya. tapi untung Lindi orang yang tidak membutuhkan alasan. “Darius itu spesialis foto pre-wed. “Hah?” Jansen terkejut dan memekik pelan.. Bukannya Cecil paling anti sama Jansen? “Jansen?” ulang Kesya tidak percaya. Sekarang dia meracau dengan panik..” ujar Lindi sambil mempersilakannya masuk. “Sialan! Ke-delete lagi!” Kesya juga terkejut. “Jansen! Jansen! He is our best solution!” “Jansen?” Kesya heran.. “Jansen!” pekik Cecil. “Mmm. tapi otaknya serasa blank mendengar racauan Cecil. Tolong kontak dia ya. Kesya masuk dengan canggung. “Nggak bisa. dia baru menyadari bahwa sekarang ini dia berada dekat dengan lokasi studio Jansen. “Tapi.. memutuskan sekalian saja mampir ke studio Jansen.” panggil Kesya pelan. Kesya mengembalikan ponselnya ke dalam tas. daya kerja otak Kesya bisa semakin lemah dan lemah. bukannya kamu paling males kalau ngomongin soal dia?” Cecil tertawa... “Halo.” sapa Lindi... Mbak Kesya. si pengarah gaya.

Jansen dan segala kegugupannya memang bisa membuat orang lain jantungan! “Ada apa. mouse itu meluncur terjatuh dari tempatnya. Kesya?” tanya Jansen sambil mematikan komputernya. Sedikit.” Jari-jari Jansen kembali sibuk mengklik mouse. dan tadi aku baru dari tempat fotografer yang seharusnya mendokumentasikan acara Cecil. walaupun tanggalnya diundur.... Jansen tersenyum sambil mengangguk. Dia bahkan berniat memeluk Jansen... Alo dan Cecil. Kesya terkejut. Dia tidak mau lagi terlibat dalam acara pernikahan Cecil. masih ada di recycle bin. Memangan Jansen penuh harap. Kesya membolak-balik catatannya. “Tentang Cecil. dia tersenyum sambil mengembuskan napas lega. kebetulan aku nggak ada kerjaan. tanggal berapa?” “Tanggal 2 Mei. “Aku save dulu ya.. Ponselnya berdering dan nama Marco tertera di layar.. Karena kegugupannya. sekarang sudah baik-baik saja..” jawab Kesya.... “Sebentar sebentar. di tanggal segitu. tetapi diurungkannya niat tersebut..” tawanya gugup sambil menghapus keringat di dahinya. aku sudah dengar tentang Cecil dan Alo. Kesya sedikit lega. “Oh.” Kesya meremas tangannya yang juga terasa keringatan. “Bisa nggak kamu yang mendokumentasikan pernikahan Cecil?” Kesya menelengkan kepala.” sapa Marco.. “Pernikahan tetap jadi dilaksanakan.. “Oke. Nah. Kepalanya berdenyut-denyut melihat ada tiga vendor yang belum dihubunginya. Sudah. “Oke.” Tangannya beberapa kali mengklik mouse komputer. Keluar dari studio Jansen. Buru-buru dia mengembalikan mouse itu ke tempat semula dan mengklik berulang-ulang.” Kali ini Jansen mengangguk-angguk. Hehehe.. Aku tahu tanggalnya memang mepet sekali... itu yang membawa aku ke sini. “lunch bareng yuk. Tanpa sadar. “Jadinya.. Jansen.” Dahi Jansen mengernyit. Betapa berita itu sangat cepat tersebar! “Mereka berdua. Kamu lagi di mana?” .Butir-butir keringat bermunculan di dahi Jansen. “Aku harus mengonfirmasi ulang semua vendor. “Sayang. “Aduh!” Jansen kembali memekik. “Kebetulan. Just do the best you can do!” Kesya tersenyum lebar.” jawab Jansen. membuat wajah Kesya cerah ceria.. “Ooh. Jadi sekarang mereka bagaimana?” Wajah Jansen tampak penuh perhatian. Takut membuat Jansen salah tingkah lagi....” Jansen membolak-balik organizer-nya.” Kesya memulai..” “Thanks a lot ya. karena dia teringat akan vendor lain yang belum sempat dihubunginya.

Remember?” Marco tertawa geli. Gimana ya. Sepulang dari Bali kemarin dia belum sempat mendatangi tokonya.. entah caci maki apa lagi yang akan diterima Kesya saat menghadapi si pembuat kartu undangan nanti.” “Semuanya sudah beres...” ujar Marco tenang. Dia benar-benar pusing membayangkan masih harus berurusan dengan vendor-vendor itu. Yah.” jawab Kesya lemah. katering. dijutekin dan sebagainya?” pancing Kesya lagi. Sayang. Apa sih yang masih belum dihubungi?” tanya Marco. Sayang. Belum lagi kalau harus berurusan dengan Johnsonwati-Johnsonwati lainnya. Padahal hari ini dia ada janji dengan seorang klien.“Nggak bisa.. Marco? Aku sudah pusing nih!” “Hei. DeeDee semakin cekatan saja. “Lalu. Diam-diam Kesya mengagumi juniornya itu. Masih sungguh-sungguh tidak percaya. Aku minta maaf bahwa tanggal pernikahannya harus diundur. Dekorasi gereja.. .. beigtu aja sih... “Aduh. Marco. “Dari pagi.. “Belum..” “Semuanya nggak ada masalah?” tanya Kesya tidak percaya.” tolak Kesya dengan suara lemah. Catat baik-baik ya! Seluruh kartu undangan. “Nggak tuh. hei. Kerjaanku masih banyak banget nih!” Kesya diserang panik akut.. katering. kartu undangan.... Aku juga menawarkan penggantian dana untuk semua undangan yang sudah dicetak dan tidak dapat dipakai. katering... Kesya melirik catatannya. “Hah? Apa? Dekorasi gereja. Kesya mempertajam pendengarannya.” Marco masih menjawab dengan santai. It’s not a problem at all. Aku nggak bisa banyak ngomong deh. Plus suvenirnya.” “Kamu udah sempat ke toko?” suara Marco terdengar khawatir. plus suvenirnya sudah kamu konfirmasi?” ulang Kesya tidak percaya. dan kartu undangan. aku langsung sibuk ngurusin ini. Sayang. Yang. hei. “Dekorasi gereja. “masih ada tiga vendor lagi yang harus aku hubungi. “Nggak ada ribut-ribut. “Aku sudah menghubungi semua vendor itu. Calm down. I’m the bestman. yang jumlahnya bisa mencapai ribuan lembar! Oh. “Nggak.” Kepala Kesya tambah berdenyut-denyut mengetahui bahwa dia belum menghubungi pihak pembuat kartu undangan.” “Sama pihak kartu undangannya juga no problem?” pancing Kesya lagi. Perubahan tanggal pernikahan berarti perubahan besar-besaran pada seluruh kartu undangan. Untung saja DeeDee dapat menggantikannya. dan kartu undangannya semuanya sudah dikonfirmasi ulang... Tubuhnya sampai miring-miring dalam usaha merapatkan telinganya ke ponsel. berusaha menenangkan Kesya. “Hei. Semakin lama. “Nope.” jawab Marco santai.

Kenapa semuanya jadi lebih mudah kalau Marco yang bertindak sih? Yah.Kesya geleng-geleng. . yang penting pekerjaannya sudah selesai... tapi sudahlah.

Hehehe. Kesya sangat berterima kasih kepada DeeDee.. Wah. dengan sangat terpaksa... lucu aja. Kesya memutuskan untuk pulang dan tidur. terus sekarang jadi soulmate-an gini.. Setelah tidur kira-kira tiga jam. “Ya. “Apa yang lucu ya? “Setiap kali duduk di sini.” DeeDee masih terkekeh. Kesya lelah luar biasa tadi siang. yang sangat terganggu dengan suara kekehnya yang menyebalkan.. yang tadinya kamu sebel banget sama dia.. Kesya akan memercayakan cabang baru tokonya untuk dikelola DeeDee.” DeeDee tertawa lagi. tidak jadi dilaksanakan... Dan sekarang. Dia baru saja menceritakan rencana pengembangan tokonya. . mengusir DeeDee untuk kembali menempati ranjang tamu di sudut kamar. “Hehehe. tetapi DeeDee malah terkekeh-kekeh geli. “Kenapa kamu?” tanya Kesya bingung. Rencananya. Sepanjang malam dia hanya terkekeh-kekeh kegelian. Makanya.15 ACARA makan siang dengan Marco. katering. dia bersiap-siap untuk dinner bersama Marco..” Senyum DeeDee masih tergantung di wajahnya. “Maksud kamu sejauh ini tuh sejauh apa?” tanya Kesya sambil memilih-milih gaun. setelah tahu bahwa Marco sudah mengonfirmasi dekorasi gereja. tapi akibatnya dia malah tidak bisa tidur. tapi fun juga. dan kartu undangan plus suvernir. aku ngerasa lucu.. Dia baru saja pulang dari acara pertemuan dengan klien Kesya. Kesya juga ikut tertawa. DeeDee pernah mencoba tidur di ranjang gantung ini.. DeeDee masuk ke kamar dan duduk di tepi ranjang gantung. Kesya merasa segar kembali. Bete banget karena dia itu perokok. Takut jatuh. Baru menyadari bahwa belakangan ini tidak pernah melihat Marco merokok lagi. “Nggak kerasa ya hubungan kamu dan Marco sudah sejauh ini.. good point! Dia harus ingat untuk memuji Marco akan perubahan positif itu. Dia melaporkan hasil pertemuan tersebut dengan singkat..” DeeDee terkekeh. Sampai kemudian Kesya.

ya?” dia juga ikut menggoda Kesya. beautiful princess. Di tengah-tengah ruangan. “Pulang malam sedikit nggak apa-apa kok..” Kesya masih terus memilih-milih gaunnya. Tangannya membelai poni rambutnya sambil tersenyum. kamu tunggu di luar aja!” teriaknya panik. Kepala Jason. Membukakan pintu untuk Marco.” Marco menggandeng tangan Kesya. “Marco. lampu yang diletakkan di setiap meja bersinar redup.. Untuk membuat suasana romantis semakin terasa. Tolong bukain pintu dulu ya. Selain restorannya sangat indah. Kesya mengangguk. Saat keluar kamar. pelayanan dan makanannya juga memuaskan. Wajah Kesya merona dan buru-buru menutup pintu kamar.. Keseluruhan restoran itu dilapisi dinding kaca sehingga Kesya dapat menyaksikan kesibukan malam di Jakarta. Senyum segar merekah di wajahnya.... “Ke sini saja. Ketika mereka sedang makan.. Mata Kesya melotot. Seorang pelayan telah siap mencatat pesanan mereka. “Dari body language-nya. “Berlumuran cinta.... .” Marco membimbing Kesya ke sebuah meja yang sudah dipesan sebelumnya..Ting tong. “Kamu tahu dari mana?” Kesya juga ikut berbisik.” bisiknya. tiba-tiba sebuah kepala anak laki-laki menyembul dari pinggir meja. Kamu mau tunggu di dalam kamar aja?” goda DeeDee. “DeeDee. Kesya buru-buru menyelesaikan acara berpakaiannya.. Pasti Marco. DeeDee mengangguk.. Marco ikut tertawa. DeeDee keluar. kami pergi dulu ya. “Nggak!” balas Kesya cepat. “Sudah?” tanya Marco.. kemudian menyodorkan lengannya untuk digandeng Marco.. Kesya masih bingung milih baju... “He’s really falling in love with you... “Sayang.. “Memang aku nggak boleh tunggu di dalam aja.. jadi sekarang dia belum berpakaian.” goda DeeDee sambil mengedipkan mata. Kesya mendapati Marco sedang duduk manis di sofa. Marco mengajak kesya ke sebuah restoran yang romantis. “Nggak usah ngasih ide macam-macam ya. juga nggak apa-apa. “Let’s go.” pamit Kesya.” DeeDee terkikik. “Dee.” DeeDee kembali beranjak ke luar. digantung sebuah lampu kristal besar berwarna putih. itu sepertinya Marco.” DeeDee tergelak... keponakan Alo! Anak tengil itu tertawa terkikikkikik melihat raut terkejut di wajah Kesya. Tak lama kemudian DeeDee masuk lagi. Kalau kalian nggak pulang.

” sapanya dengan suara yang juga tengil... kata Oma. Jason.. “Kamu keponakannya Oom Alo. berusaha kelihatan tegas. “Memangnya kalau cincinnya dijual. Ragu-ragu Jason menyambut uluran tangan Marco. Sepertinya dia tidak terbiasa diperlakukan secara dewasa seperti ini. Oom Marco dan Tante Kesya itu bestman sama bridesmaid. sahabatnya Oom Alo. Kesya menangkap binar kaguma nak itu akan sosok Marco.. ya?” Marco menyodorkan tangan. Di wajah Jason. terus uangnya mau kamu pakai untuk apa?” tanya Marco.” Jason tampak terkesima. Dahinya mengernyit saat dia mendengar komentar Jason dan memperhatikan Kesya yang sudah siap pingsan...” ASTAGA! Belajar dari mana anak tengil ini? Kok dia sudah tahu istilah check-in segala? “Jason!” bisik Kesya agak keras.” Wajah Jason tampak merengut.. aku akan jadi pembawa cincin.. “Aku Oom Marco. Tampaknya Jason akan benar-benar melaksanakan ancamannya..” .. tapi ditahannya keinginan untuk menjitak kepala anak itu. “Nice to meet you.” sapa Marco.“Hihihi.. “Jadi. Lagi-lagi Jason tampak terkejut mendengar pertanyaan Marco. “Aku nggak mau jadi pembawa cincin! Aku nggak suka disuruh-suruh! Biarin aja.” Hmmm. “Nice to meet you too...” Marco menjabat erat tangan anak itu. “Hmm.. terus aku jual!” Kata-kata itu lagi! Sekarang Kesya merasa akan pingsan mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Jason. yang tabiat dan wataknya sama seperti Tante Jessica. Tante Kesya.. ya?” tanya Jason sambil menggoyang-goyangkan kaki.... sementara omanya hanya tahu memanjakannya. nanti cincinnya aku sembunyiin. masterpiece-nya! Marco berdeham... Kesya mengenali si orang dewasa wanita sebagai kakak perempuan Alo. Oom Marco. sepertinya si makhluk tengil ini mulai dapat dijinakkan Marco. Sepertinya Jason tipe anak yang tidak pernah diajak berbicara baik-baik. Raut wajahnya semakin kagum memandang sosok Marco. ya? Habis ini check-in ke hotel dong. Senyum Jason merekah. Dua kali dia mendengarkan pernyataan itu. Kesya agak terganggu dengan guncangan meja yang diakibatkan goyangan kaki Jason. Ooh.. Mungkin orangtuanya hanya tahu memarahinya. “Hai. Males makan sama Mama dan Papa!” Dengan kurang ajarnya Jason menarik sebuah kursi dari meja sebelah dan duduk bersama Marco dan Kesya. menunjuk ke sepasang orang dewasa yang wajahnya tampak mirip dengan dirinya. “Aku mau di sini aja. “Aku mau beli yoyo.. “Kamu ke sini sama siapa?” Jason mengerling. “Lagi pacaran.

. masterpiece-nya. Menjual cincin berlian... Saat ini. Marco benar-benar telah memenangkan hati anak tengil itu. Jason mengangguk. sebentar lagi Jason akan berlutut dan menyembah-nyembah Marco.” rengek Jason. Baru setengah jalan. Blackberry! Anak sekecil ini sudah membawa-bawa ponsel Blackberry! Memang dia tahu bagaimana cara menggunakannya? Kesya menggeleng-geleng. Marco menyebutkan nomor ponselnya. Aku missed call. Dia membungkuk sedikit untuk membalas tepukan tangan dan sorak-sorai orang-orang yang memperhatikannya.Kesya melongo. Yang modelnya lebih keren daripada ini. nomor Oom Marco sudah aku save. Dengan gaya profesional. Tante Kesya! Nice to meet you both.” Marco mengangguk. Marco mengakhiri permainannya dengan sangat dramatis. Jason bertepuk tangan kuat-kuat saat Marco memutar-mutar yoyonya. Jason mengangguk.. Aku mau beli lagi. Tangannya meremas tangan Kesya yang mulai berkeringat.” Jason mengeluarkan yoyo dari saku celananya. “Yoyo?!” pekik Kesya keras... ya. “YOYO?!” Jason mengangguk lagi. hanya untuk membeli yoyo! Kesya bertanya-tanya makhluk apa yang sebenarnya sedang bercokol di dalam otak Jason.” ujarnya sambil mengeluarkan ponsel dari saku celananya. ya.. “Oom Marco.. Gayanya persis seperti pemain yoyo profesional yang sering Kesya lihat di Youtube! Kesya melirik Jason. “Jason!” Saat terdengar seseorang berteriak memanggil namanya. Jason sedang menatap Marco dengan mata tidak berkedip dan mulut melongo. Oom Marco! Bye. “Bye.. Marco mengambil yoyo itu dari tangan Jason dan mulai memainkannya dengan mahir. aku minta nomor telepon Oom dong. “Nah. mulai berkumpul dan mengeluelukan Marco.. “Ini aku bawa yoyo kesayanganku. Sepertinya... “Nanti aku telepon ya. kemudian menyimpan nomor Jason di ponselnya. “Kamu suka yoyo?” tanya Marco.” . dia berbalik lagi. Jason mengerang. Kesya bahkan tidak pernah tahu Marco bisa memainkan yoyo sebaik itu. ajarin aku gaya yang tadi dong. Marco memutar-mutar dan melempar-lemparkan yoyonya. Oom. Marco mengambil yoyo yang disodorkan Jason.” Jason melambai. Orangorang di sekeliling meja... Dengan enggan dia bangkit berdiri dan menghampiri orangtuanya. “Oom Marco. terutama anak-anak. Mata Kesya hampir copot melihat ponsel yang dikeluarkan dari saku celana Jason. Nanti aku telepon.

Tingkahnya seperti orang yang baru saja mendapat kabar bahwa dia memenangkan undian berhadiah satu miliar. Wajahnya dirias .. mamanya Mas Alo dan siapa itu. saya senang sekali. Kesya mengangguk lagi. Sekarang kami mau ketemu Madame Daphne dulu ya. Kesya. Sekarang dia tidak lagi melihat Jason sebagai bocah tengil yang harus dikhawatirkan.. Cecil. *** “Mbak Cecil! Mbak Kesya!” Anita memekik kegirangan.. Anita masih tahan mengobrol berjam-jam lamanya... Halo. Mbak Kesya! Diganti! Diganti! Diganti!” suara Anita meninggi.. “Oke... Kimono warna hitam dengan motif bunga sakura berwarna pink menutupi tubuhnya. Menerka-nerka penampilan seperti apa yang akan mereka lihat dari Madame Daphne. Mereka mulai terganggu dengan tingkah superheboh Anita..” Kali ini Madame Daphne berpakaian ala geisha Jepang. Mbak Cecil! Bayangkan.. anak-anak bisa jadi teman yang sangat menyenangkan.” Kalau tidak dipotong seperti ini.” ujar Marco seperti memahami isi kepala Kesya. pernikahan Mbak Cecil dan Mas Alo tetap dilaksanakan. Mau tidak mau. “Bayangkan. Bilang kalau kami tidak profesional!” Anita mendengusdengus. si calon pengantin wanita Jawa itu. menunjukkan kemarahannya. “Anak yang lucu. Anita mengangguk. waktu saya dengar dari Mbak Kesya. “Apalagi mamanya Mas Alo minta acara pernikahannya diganti dengan adat Jawa.” Kesya mengikuti Cecil. Jadi. Masa mau beli ikan datangnya ke tempat jual mobil! Ya nggak ada lah ikannya!” Cecil dan Kesya tergelak mendengar perumpamaan Anita.. menyetujui. mereka malah marah-marah. waduh. tapi Anita seperti belum mau menyudahi ceritanya. Kesya mengangguk. “Halo. Cecil tersenyum. baju pengantinnya juga baju pengantin Jawa! Heellloooo! Madame Daphne kan perancang busana pengantin internasional! Waktu saya bilang begitu. Superheboh! “Saya udah panik banget waktu mamanya Mas Alo datang dan bilang calon pengantin wanitanya diganti!” Bola mata Anita berputar-putar dramatis.” komentar Marco. “Makanya. Kesya juga melambai.. Yang penting calon pengantin wanitanya Mbak Cecil. Madame sudah menunggu. “Mereka aja yang aneh. “Kalau kamu tahu bagaimana cara menghadapinya.Marco mengangguk dan melambai.. “Langsung ke atas saja. bukan si cewek nyebelin itu!” Anita tetap bersemangat. Nggak apa-apa deh tanggalnya dimundurin.. Kesya dan Cecil tersenyum dengan terpaksa. bibirnya menyunggingkan senyum...

digambar sebentuk bibir mungil dengan lipstik warna merah manyala. Kesya tersenyum sambil mengacungkan kedua ibu jarinya. pola hidup Cecil sangat tidak teratur.” Madame Daphne menyunggingkan senyum misteriusnya. Penampilan Cecil tidak bercela. Cecil memutar-mutar tubuhnya di depan cermin besar. Dia agak khawatir. seluruh jiwanya. Cecil keluar. Suara gemeresik pelan menandakan bahwa Cecil telah selesai mengepas bajunya. Madame Daphne berjalan perlahan. Sebagian bibirnya juga ditutupi dengan taburan bedak putih. “Saya senang sekali karena semuanya kembali berjalan dengan baik. Kesya menghela napas lega. Hari ini. Dari balik kamar pas. Tinggal lima hari lagi. Alo dan Cecil akan mengucap janji untuk setia selamanya sampai maut memisahkan mereka. Rambutnya disanggul dan dikanji dengan keras. Sepertinya. Kesya menunggu sambil berdebar.dengan bedak putih. Madame Daphne juga mengenakan selop kayu dan membawa payung kertas warna kuning dengan motif bunga. Selama di Bali. Tepat. Madame Daphne memang tidak setengah-setengah. Kesya dan Marco sudah menyelesaikan semua tugas mereka. sehinga menyerupai sanggul khas wanita Jepang. menghampiri lemari penyimpanan bajunya. Gaun pengantin yang rencananya dipakai untuk acara misa di gereja itu masih tetap menempel dengan indah di tubuh Cecil. “Ready for your last fitting. Dengan hati-hati. Dia mengeluarkan catatan tentang barang apa saja yang harus dibawanya pada hari pernikahan Cecil-Alo. Cecil memang sudah ditakdirkan untuk menikah. sementara di bagian tengahnya. Ketika Cecil keluar dengan mengenakan gaun pengantin yang rencananya akan digunakan pada saat resepsi. seluruh alam pikirnya telah siap untuk menikah. Kalau sudah dandan. Seluruh tubuhnya. Dia juga mengeluarkan gaun Kesya. dear?” Cecil mengangguk bersemangat. dia mengeluarkan gaun pengantin Cecil. Semoga saja semua itu tidak memengaruhi berat badannya. Cecil kembali masuk ke ruang ganti. Kesya kembali menghela napas lega. Kesya akan merampungkan persiapan terakhirnya untuk menjadi seorang bridesmaid. Semua vendor telah dikonfirmasi ulang. “Gimana. Sesuai. Kesh?” tanyanya. Dia benar-benar akan menjadi pengantin yang cantik! *** Hari-hari berganti dengan cepat. Pas. Cecil masuk ke kamar ganti dibantu Anita. .

“Ini mantanku. Mata Kesya menyorot tajam. Saat sedang sibuk memilih kipas berukuran kecil yang dapat menghasilkan angin yang besar. “Joanelle. dan sepatunya. . Belanja kebutuhan yang tertulis di atas itu. glad to see you.. “Hi. Gayanya. “Kesh. aksesori. “Marco..... Bukan ancaman bagi hubungan mereka. seolah menunjukkan kepada wanita itu akan hubungan yang sudah mereka jalin. tas tangan Kesya sebagai seorang bridesmaid kan kecil sekali!) seorang wanita berwajah indo mendekati mereka.. pergi berbelanja.Daftar barang bawaan untuk pernikahan Cecil-Alo: 1. Mengirim pesan bahwa sekarang ini Joanelle bukan siapa-siapa lagi bagi Marco.. tas. Marco meremas lembut bahunya. Tubuh Kesya jadi lebih rileks. Wanita itu cantik sekali. Kulitnya kecokelatan. Sebuncah perasaan cemburu menyerang Kesya. Tubuhnya menegang. Lipgloss dan lipstik pink (untuk menghilangkan kepanikan kalau lipstik di bibir sudah hilang) Sore ini. (maklum saja. Panjang dengan gelombang-gelombang besar di ujung rambut. tampak seperti sering berjemur.” Marco tampak terkejut melihat kedatangan wanita itu. hmm.” balas Marco. Marco!” wanita yang dipanggil Joanelle itu memekik kegirangan. “Long time no see.” Marco mengerling mesra ke arah Kesya. Tubuhnya langsing semampai. Kipas (untuk menghilangkan hawa panas) 4.” Oh! Jadi.” Dia berjinjit dan mencium mesra pipi Marco. tampak amat sangat mahal. Sorot mata Kesya melembut. Siapa sih cewek ini? Sok akrab banget! Pake cium-cium segala! “Hm.. Deodoran (untuk menghilangkan bau badan) 2.” sapanya. Rambutnya terlihat agak pirang. Pengusaha kaya yang lebih mapan dibandingkan Marco. Tisu (untuk menghilangkan keringat) 6... Tangannya terangkat merangkul Kesya. Mengirim pesan nonverbal agar Kesya lebih rileks. Air mineral (untuk menghilangkan rasa haus) 5. Joanelle. pakaian. Tapi. Permen pedas (untuk menghilangkan bau mulut) 3. ini rupanya mantan Marco! Yang katanya meninggalkan Marco untuk pacaran dengan seorang pengusaha kaya.. Kesya dengan ditemani Marco.

. “Nggak ada perasaan jealous... can we go now?” seorang anak perempuan. Pelukan dan ciuman persahabatan. “Hai.” Joanelle memeluk dan mencium pipi Kesya. So. Wiryatama.“Ini Kesya Artyadevi... Makan malam di rumah Cecil. You are a really nice guy. Dia tersenyum kecil.” “So now you are Mrs. “I’m sorry that I’ve hurt your feeling.. but it’s the best for me. datang mendekati dan menarik rok Joanelle. Kesya suka itu.. dear. “Sorry. Berarti I’m better than her dan aku nggak perlu jealous sama dia. my lovely future wife.. “Keep in touch ya. “Mommy..” Joanelle mengelus lembut lengan Marco. Hmm. sambil menggandeng anak perempuannya. Leisha... “Yes. Kesya menoleh. Joanelle..” ujar Marco.” Kepala Joanelle menggeleng pelan.. Perpisahan kita adalah keputusan terbaik yang telah aku buat.... “Hai. sesuatu yang memang sudah seharusnya terjadi..” Marco mempererat pelukannya.” Kesya mengulurkan tangan. Marco tersenyum kecil lalu mengangguk.” Marco memeluk Kesya erat. “Dan kamu yang bikin aku quit dari rokok dan jadi manusia yang lebih menyenangkan. kira-kira berusia dua tahun. “Jadi dia yang bikin kamu jadi perokok yang menyebalkan?” tanyanya. “Our relationship was great. Rupanya dia memang terbiasa bersikap seperti ini terhadap semua orang. Kesh.” jawab Joanelle sambil mengelus lembut rambut anak perempuan itu. Menyalami mantan pacar Marco. I have to go. too. Kesya tersenyum. *** Satu hari sebelum Hari Pendidikan Nasional.. “My daughter.” Joanelle tersenyum lebar. kan?” tanya Marco hati-hati.” ujarnya sambil tersenyum kepada Marco dan Kesya. Dirasakannya Marco meremas bahunya lembut.” Dia mengulurkan selembar kartu nama kepada Kesya. Saya Joanelle Wiryatama. Kesya menatap kepergian Joanelle. The best for both of you. Kebersamaan kami seperti sesuatu yang natural. sesuatu yang tidak terhindarkan. “Oke kalau begitu.” Tangan Joanelle kini mengelus lembut lengan Kesya. Future wife. “Just a second. but you are not my soulmate. No hard feeling ya. Joanelle tersenyum menanggapi perkataan Marco.” “You’re the best. Dia benarbenar soulmate buat aku.” ujar Marco mantap... Menyalami mantan pacar yang kini sama sekali bukan suatu ancaman bagi hubungan mereka.” ujarnya. “Hadi Wiryatama.. Alisnya terangkat. . “Senang ketemu dengan gadis yang akan jadi future wife-nya Marco.

dia sudah akan bersanding dengan Alo. Love you so much. Dan dia juga tetap akan menjadi ashabat yang baik bagi saya. Cil.” Cecil tersenyum mendengar pidato pembukaan Kesya. Saya dapat merasakan perhatian. Dia siap pergi. Kini giliran dia yang harus memberikan sambutan. Berjanji sehidup-semati dengan pemuda yang beruntung itu.” “Kalian adalah keluargaku! You’re my sister!” Dan di sinilah Kesya berada sekarang. “Terima kasih untuk semua yang hadir di sini.” Cecil meniupkan ciuman kepada Kesya. rasa sayang. menyebalkan. menegangkan.” Semua orang di ruangan itu mengangkat gelas masing-masing. “Kamu harus harus harus harus. untuk sahabatku tercinta Kesya Artyadevi. Yah. Dia akan tetap menjadi sepupu yang kompak bagi saudara-saudaranya. “CECILIA ALMIRA SARASWATI. Walaupun ini makan malam keluarga Cecil..” Kesya memulai pidatonya. Kesya berdiri. Kesya.. Kesya dan orangtuanya juga diundang. dia tetap akan menjadi Cecilia yang selama ini kita kenal.. dan mengharukan. terutama. Bersama kedua orangtuanya. ya!” kata Cecil saat mengundang Kesya sekeluarga datang ke acara makan malam keluarganya. Menikmati makan malam yang nikmat sekali..Kesya mengoleskan parfum ke bagian belakang telinganya.. sesekali Kesya terganggu dengan pertanyaan orangtuanya dan beberapa orang lainnya tentang kapan Kesya-Marco berencana akan menyusul Cecil-Alo.” Kesya tersenyum lebar. Setelah acara makan selesai. “Cecilia Almira Saraswati. Untuk Cecilia Almira Saraswati!‟ Kesya mengangkat gelasnya. Terima kasih untuk Papa dan Mama yang telah membesarkan saya hingga saat ini.. Besok. “Hari ini adalah hari terakhirnya menjadi lajang.. Tidak berubah sedikit pun! Dia akan tetap menjadi putri kecil bagi Tante Renata dan Oom Balgi. “kapan kamu akan menyusul aku dan Alo?” SIALAN CECIL! . dalam segala situasi persiapan pernikahan yang emosional.” Cecil mengerling jail ke arah Kesya. “Walau demikian.. “Pertanyaan berikutnya adalah. Cecil bangkit dari duduknya. Gadis ceria yang dicintai setengah mati oleh Alvaro Nikholai Andersen. rasa cinta kalian semua menari-nari dengan harmonisnya dalam ruangan ini. Dia akan tetap menjadi keponakan yang manis bagi para oom dan tantenya.. Memberikan kata-kata manis untuk Cecil. Bridesmaid yang dapat diandalkan. menggembirakan... “Itu kan acara untuk keluargamu. “gadis menyenangkan yang sudah menjadi sahabat saya sejak kami sama-sama TK.. tugasnya sebagai seorang bridesmaid. Duduk satu meja dengan Cecil dan orangtuanya. “Bener nggak apa-apa?” tanya Kesya. Terima kasih juga. siap menjadi seorang wanita dewasa. datang ya! Ajak Tante Sabrina dan Oom Edo juga.

Kesya langsung mengomeli Cecil agar cepat tidur. Cecil dilarang bertemu Alo. Sepulang dari acara makan malam keluarga. Sejak kemarin malam. Yang mau menikah Cecil. “Cil.. oh ya.. Kesya bangun dan memeriksa tas kecilnya..” bisik Kesya sambil mengguncang-guncang tubuh sahabatnya. permen pedas. “Oh ya. Tidur di kamar Cecil. lipgloss dan lipstik. berbalik. Kamar yang sebentar lagi akan ditinggalkan Cecil. Kesya tidak mau mata Cecil kelihatan bengkak atau lelah karena kurang tidur.. Aneh juga rasanya. ini juga nggak boleh lupa!” Kesya memasukkan catatan daftar acara pernikahan yang kemarin malam diberikan oleh MC. Sejak jam dua tadi. tisu!” Kesya kembali mengingat-ingat lagi. terus. Kamar lajangnya.. Dia sendiri sudah mandi dan berpakaian. dan. “Kita tidak akan terlambat kalau kamu segera bangun. kipas. si ratu sehari. Mendengar kata “pernikahanmu”. “Cecil!” Kesya semakin keras mengguncang-guncang tubuh Cecil. bangun. Alo dan Marco juga menginap bersama... baiklah. tidur lagi.” Dia berdiri dan beranjak ke kamar mandi. Apa ya? “Hmm. Sepertinya masih ada satu hal yang dilupakannya. “Cepat bangun! Ini tanggal 2 Mei! Hari Pendidikan Nasional! HARI PERNIKAHANMU!” teriak Kesya. mandi...... Kesya memperhatikan sekelilingnya. Cecil menggeliat.16 HARI PENDIDIKAN NASIONAL baru berjalan selama tiga jam. Memeriksa perlengkapan yang harus dia bawa demi kesejahteraan Cecil. “Oh.. Kesya mengikat rambut panjangnya..” Kesya mengguncang-guncang bahu Cecil.. Cecil langsung duduk tegak.” . air mineral. dan pergi ke Bride‟s World!” “Oh. “Hah?! Jam berapa? Sudah jam berapa ini? Apa kita sudah terlambat? SUDAH TERLAMBAT?” dia meracau. dia sudah tidak bisa tidur. yang tidak bisa tidur malah Kesya.” Cecil baru sepenuhnya terbangun. Dia menginap di rumah Cecil. Siap ke Bride‟s World. bedak..... “Cecil. “Deodoran.

. Kali ini Cecil dan Kesya diantar oleh sopir keluarga Cecil. kan?” Rasanya Kesya dan Cecil ingin mencium Anita. Cecil duduk dengan bergaya. Mbak Kesya. bridesmaid tidak boleh terlihat lebih cantik dibandingkan pengantin. “Mbak. Cecil keluar dari kamar mandi. Nanti baru diatur rambutnya. Dua jam kemudian. dia jadi tidak bisa makan. Wajahnya cerah ceria.. Jadi. Tentu saja giliran pertama harus diberikan kepada si calon pengantin. Cecil dan Kesya langsung melompat turun. Jangan malah heboh sendiri..” ujar si make-up artist. si Ratu Sehari. diam-diam Kesya membungkus dua potong roti berselai dan menyelipkannya ke dalam tas. mungkin karena nervous... Mbak?” tanya si make-up artist yang kedua. Sampai di Bride‟s World. Kesya menyerahkan semuanya ke tangan si make-up artist. “Ayo.” Dia mengangsurkan baki penuh sarapan.” ujarnya dengan suara bergetar. Hanya terlihat Anita. Getar kegembiraan.” jawab Kesya.. Sementara Cecil. Sepertinya. . *** Jalanan masih sangat sepi. Rambut keriting pendeknya masih basah. “Ayo. Mereka tidak diizinkan menyetir sendirian. Yang cocok saja menurut Mbak. Mbak make-up artist yang lain datang dan mulai menangani Kesya. jangan-jangan Anita tinggal di Bride‟s World. Siapa yang mau dirias dulu?” si mbak make-up artist sudah siap.. Agak takjub juga melihat benda-benda itu masih bisa muat di tas bridesmaid-nya. Bersiap untuk dipercantik. silakan. Pasti dia yang paling tahu. Kesya makan cukup banyak. bagaimana mungkin pagi-pagi buta begini dia sudah tampil rapi dan siap melayani para klien seperti ini? “Selamat pagi. Bride‟s World masih sepi.. “Saya terserah saja. Kesya sudah selesai dirias. Mbak Cecil. Persediaan saat Cecil kelaparan nanti. Poin yang teramat sangat penting adalah.. “Pasti belum makan. Dia tidak mau ambil risiko pingsan kelaparan saat harus bertugas nanti.Kesya mengaduk-aduk laci meja Cecil dan menemukan compact powder milik Cecil. Melihat hal itu. namun tetap lebih sederhana dibandingkan riasan wajah Cecil. mereka yang pertama kali tiba.. “Silakan. dengan dandanan rapi seperti biasanya. Riasannya membuat wajahnya terlihat cerah. Kesh. Dia memasukkan benda itu ke dalam tas kecilnya. Profesionalitasnya patut diacungi jempol. ganti baju dulu di atas. Dia cuma bisa minum segelas susu dari semua makanan yang disediakan Anita. Kalau tidak. tapi mobil Cecil sudah membelah jalan dengan gagah.” sapanya hangat. Kesya jadi curiga. Matahari masih tertidur. “Mau make-up seperti apa. hmmm.

Kesya naik ke lantai atas Bride‟s World untuk mengenakan baju bridesmaid warna turquoise-nya. ayo cepat sedikit. Kesya adalah Ms.. .” Suara seorang wanita terdengar menyapa Kesya. Menurut Kesya. Kesya berbalik dan bertatapan dengan. tatanan rambut Kesya sudah selesai. Kesya. mamanya Alo. Cil. Cecil belum kelihatan. si Madame sudah berdandan ala Pocahontas. Tidak ada yang salah dengan rambut Cecil.” Cecil sudah selesai dirias... Jam sudah menunjukkan pukul tujuh kurang dua puluh menit! Tidak mau membuat calon pengantin kesal. aku kelihatan kayak Tante Jessica. memperhatikan bayangannya di cermin. Waktu sudah menunjukkan pukul enam ketika Kesya selesai berpakaian.... Tidak sampai setengah jam kemudian. Begini bagus kok.... Mbak!” Cecil kembali duduk. Simple.. “Kalau begini..” ujar Kesya meyakinkan.” Kesya membalas sapaan si madame.” Cecil berkeras.. “Nggak mau. tidak suka yang heboh-heboh apalagi yang repot-repot.. Tidak ada waktu lagi untuk mengubah tatanan rambut. pukul tujuh mereka sudah harus siap di rumah untuk acara penjemputan pengantin. Kesya memang orang yang sederhana. Setelah selesai.. Dia beranjak bangun dan mencondongkan tubuh. tidak berbeda jauh sih dengan kesehariannya. “Halo. Kali ini rambut Cecil dipasangkan tiara yang diletakkan agak mirip ke kanan. Aku nggak mau! Ganti aja. si make-up artist menatap Cecil dengan cemas. Pokoknya hari ini. Jam berapa sebenarnya dia bangun pagi? “Hai. Kesya melongo. Ya ampun! Masih pagi begini. POCAHONTAS! Kesya hampir saja menjerit kaget ketika menyadari bahwa senyum misterius si Pocahontas tampak seperti senyum Madame Daphne. Mbak Cecil. “Nice costume. Padahal kalau menurut daftar acara yang diberikan MC. rambut Cecil kelihatan oke. Untunglah Cecil tersenyum melihat tatanan rambutnya yang baru. Udah mau jam setengah tujuh nih. tampaknya dia belum selesai dirias. Tapi. Rambut keritingnya diberi gel sehingga menampilkan efek basah kemudian dipercantik dengan bando warna putih. si mbak make-up artist langsung mengubah tatanan rambut Cecil. Madame.” Madame Daphne tersenyum dan berlalu. Kesya sendiri masih harus menata rambut.. Kesya buru-buru turun dan memasrahkan rambutnya untuk ditata. “Aku nggak suka rambutku!” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepala. “Bagus kok. Terlihat lebih modern dibandingkan gaya sebelumnya. Wajahnya cemberut. “Cecil.” si make-up artist juga meyakinkan Cecil. Jarum jam terus bergerak ke kanan! “Iya. Gaya rambutnya juga sederhana. tapi belum mengenakan gaun pengantinnya.

“Ya ampun. Di belakang Alo. karena sebentar-sebentar dia menjulurkan kepalanya ke arah pintu. Tepat jam tujuh. “Pak. Diamdiam. “Kamu diam saja bisa nggak?” bisiknya kesal. cepat sedikit ya. “Itu mereka!” jeritnya penuh luapan kegembiraan. mereka kembali duduk di mobil. pertama hal itu akan membuat make-up-nya rusak. ini kan acaranya Cecil. Berempat. Kesya tidak boleh heboh sendiri. Cecil duduk manis menunggu kedatangan Alo. Menerobos jalanan yang mulai memadat. begini baru khas Cecil. Yah. bersama Oom Edo. Cecil yang mendengar mobil yang menderu lembut langsung bersemangat lagi.” jawab Kesya. tidak bisa dibilang duduk manis sih. Kesya melihat sosok Marco berdiri dengan gagah dalam balutan jas resmi. Kesya harus menahan diri sekuat tenaga agar tidak berlari dan membenamkan wajahnya ke dalam pelukan Marco.“Nah. “Nggak sabaran nih. Sampai di rumah Cecil pukul tujuh kurang satu menit. Yah. “TUJUH KURANG LIMA?!” jerit Cecil histeris saat kesadaran akan waktu telah merasuki pori-pori kepalanya. “Tujuh kurang lima. Kesya juga melakukan hal yang sama. “Tanya saja sama rambut keritingmu!” balasnya kesal. . masih belum menyadari bahwa rambut keritingnya telah banyak menghabiskan waktu mereka.” jawab Kesya tidak kalah kesalnya.. Tante Renata tampak seperti mau pingsan. Mobil Cecil melaju kencang. dan kedua.. “Tanya saja sama rambut keriting Cecil. Pukul tujuh kurang lima menit. Berulang kali Kesya harus membenahi tudung pengantin Cecil yang tertarik ke satu sisi. mobil pengantin berwarna perak berhenti di depan rumah Cecil. mencari-cari sosok Alo. Pintu kamar Cecil terbuka dan di sanalah Alo berdiri.” Kesya langsung memburu Cecil naik ke lantai dua untuk berganti pakaian. Kesya mendengus. mereka langsung masuk ke dalam kamar Cecil yang sudah rapi dan cantik. Dia juga ingin tampak sempurna di hadapan Marco. Cecil merapikan kerutan-kerutan di gaun putihnya. “Memangnya sekarang jam berapa?” tanya Cecil. “Kok lama banget sih?” tanyanya dengan raut kesal. Tante. Jam tujuh kita sudah harus ada di rumah. Tersenyum lebar sambil menggenggam hand bouquet Cecil. Tante Renata sudah menata beberapa bunga segar untuk mempercantik kamar itu.. Lama banget!” balas Cecil. Tudung pengantin Cecil kembali tertarik ke sisi kanan. Kesya! Kenapa kita bisa sampai terlambat begini?” Cecil langsung panik.” ujar Kesya.. Dia sudah sangat tidak sabar menanti kehadiran Alo.

Matanya berbinar-binar menatap Kesya. Tolong cek semuanya di gereja. Bunga. Semoga Tante Jessica tidak membuat ulah lagi. Bahkan omanya Alo. Kalau ada yang nggak beres. lilin. Setelah prosesi penjemputan pengantin selesai. beres. nanti kalian keluar dulu. Mungkin sebentar lagi baru kembali ke sini. Tante-tante Alo yang sudah sepuh bahkan memuji Cecil. beres.. tetapi senyumnya merekah. Cecil tersenyum lebar saat mendengar pujian ini.Jadi. Suvenir. Mereka bilang Cecil gadis cantik yang sangat cocok bersanding dengan Alo. beres... Begitu mobil berhenti.. Kita kembali ke mobil.. Wajahnya tampak senewen. “Ke mana dia?” “Katanya ada orang sakit yang perlu diberi sakramen perminyakan.” . Kesya hanya dapat memperhatikan Marco sambil tersenyum lebar. Oma Alo senang sekali karena Cecil menyapanya dalam bahasa Inggris yang sempurna. tempat misa pemberkatan pernikahan akan dilaksanakan. dengan sangat baik. Seperti berusaha menenangkannya. tetap tanpa senyum. Cecil tersipu. Tampaknya Marco juga mengalami hal yang sama. memeluk Cecil dan mencium kedua pipinya dengan mesra. Bunga altar. Marco.. dan persembahan lainnya. Jadi Romo pergi ke rumah orang itu dulu.” jelas Marco. Buku misa. menyajikan teh kepada semua anggota keluarga Alo. Kelompok paduan suara. Pukul setengah dua belas.. Kesya mengangguk. Dia harus menunggu konfirmasi dari Marco. Senyumnya lebar sekali.. Kesya dan Marco turun dan tergesa masuk ke dalam gereja. Tubuhnya sesekali berayun maju-mundur.. tapi Kesya sempat melihat beberapa kali Oom Steven membelai pipinya dengan lembut. mereka berempat bergegas pergi ke rumah baru Alo-Cecil. hmmm. dengan aksen ala British pula! Oma Alo memuji-muji Cecil dengan mengatakan bahwa Alo pintar cari calon istri. “Kesya. “Kesh! Romonya belum datang!” Marco berlari-lari menghampiri Kesya. “Ya sudah. beres. Sementara Tante Jessica. Kesya mengedarkan pandangannya ke dalam keremangan gereja.” pesan Cecil. “Haah?” jantung Kesya hampir copot mendengar pernyataan Marco. mereka bergegas menuju Gereka Katedral. tidak memedulikan tatapan para senior di keluarganya. Alo memeluk Cecil dengan mesra. Petugas gereja. Cecil melakukan tugasnya. ibunya Oom Steven yang konon bermasalah dengan hubungan Tante Jessica-Oom Steven. Nggak usah bilang apaapa sama Cecil. Di sana sudah menunggu keluarga besar Alo untuk mengadakan tea ceremony. beres. Nanti dia tambah panik. Kesya agak takut juga mengingat di sana akan berkumpul Tante Jessica beserta seluruh konconya. seperti menahan keinginan kuat untuk memeluk Kesya. tolong diberesin dulu.

“Hai.. “kita putar-putar dulu sebentar.” Kesya kehabisan ide untuk berbohong. Kesya tersenyum. “Tenang aja. Tidak ada satu hal pun yang dapat menghilangkan senyum lebar di wajahnya. aku mau minta diajarin cara main yoyo yang kayak kemarin itu dong. Oom Alo. “Haah? Memangnya ada aturan seperti itu?” tanya Cecil dan Alo. itu.. Jason. Nyawa saya taruhannya!” ujarnya serius. “Akan saya jaga dengan baik.” Marco tersenyum.” “Cil. Ada di sini. Mana cincinnya?” “Beres..” Thanks.” cegah Kesya.. “Oom Marco.. Semua pasti beres. “Karena kita masih harus putar-putar dulu di dalam tempat parkir gereja. kenapa kita belum masuk juga?” tanya Cecil sambil bersiap turun.. aku bawa yoyoku.. Marco! Tampaknya Alo dan Cecil memercayai kata-katanya. Cil.” katanya sambil menepuk-nepuk saku kirinya. Diam-diam Kesya mengembuskan napas lega.. “Udah beres semuanya.. nanti dulu. “Kamu harus menjalankan tugas kamu dengan sebaik-baiknya. “Terus.” Jason menepuk-nepuk saku kanannya.. Alo meremas pelan tangan Cecil yang berada dalam genggamannya. “Eh. Pak. Kesya merasa lega.Marco mengangguk. “Hai. Nanti ya setelah acara selesai.” Marco mengingatkan. Tuk tuk tuk. Nggak usah panik gitu. Mau tidak mau dia tersenyum juga melihat reaksi Jason. “Ayo!” Perkataan Cecil menyadarkan mereka. Mereka berdua kembali ke mobil. Marco dapat membuat Jason menjaga cincin pernikahan rancangannya. iya. Nih.” Alo memanggil sopir yang keluar sebentar.” ujarnya sambil tersenyum lebar. tetap tersenyum. “Kenapa sih?” Cecil sudah tampak senewen. catat Kesya dalam hati. Tampaknya hari ini Alo sedang mengalami euforia. “Kita masuk sekarang. Alo membuka kaca jendela. lalu menghilang ke dalam gereja. “Oke.. Tante Cecil. “Oke kalau begitu. Jason mengacungkan jempolnya...” “Bener? Nggak ada masalah apa pun?” Kesya menggeleng.” sapanya ceria... “I. Pak.. Kaca jendela diketuk dan kepala bulat Jason tampak menempel di kaca jendela...” jawab Marco.. Tante Kesya. . Memangnya kalian nggak tau kalau ada aturan seperti itu?” Marco berusaha terdengar meyakinkan. Cil. Oom Marco!” sapa Jason riang. “Mobil pengantin tidak boleh berjalan mundur. Another good point from Marco.

Masterpiece-nya! Dalam hati Kesya berdoa. dia tersenyum lebar dan berkata dengan mantap.” sapa Jansen yang telah siap dengan kameranya. Kesya bolak-balik memberikan tisu dan kipas kepada Alo-Cecil.. I owe you a lot! Tapi jangan cuma Kesya yang kamu foto ya. Kesya. seperti ada biji durian yang tersangkut di tenggorokannya. “Ha. Kesya tetap deg-degan ketika melihat Jason maju sambil membawa kotak cincin. hhaaii. make-up artist sudah siap untuk me-retouch make-up Cecil dan Kesya. “Jansen!” sapa Cecil ceria.. Kesya menawarkan air mineral pada Cecil. Benar! Sejak Jansen bukan siapa-siapa Kesya lagi. Kesya memang begitu. Ponsel Marco berbunyi. “Kita bisa masuk gereja sekarang. Dan. semoga cincin itu dapat sampai dengan selamat di jari Alo dan Cecil. Cecil menyambut kedua make-up artist itu dengan penuh gembira.. Dengan bangga anak itu tersenyum ke arah Marco dan Kesya. Ada juga insiden kecil saat Cecil tercekat—karena rasa haru—sehingga kesulitan menyelesaikan kalimat janji pernikahannya. Dan semua menyambutnya dengan penuh sukacita! Sesampainya di rumah. Diam-diam. Cecil lebih ramah terhadapnya. “Thanks banget ya... “Hai. memberikan kekuatan kepada Cecil untuk menyelesaikan janji pernikahannya. Bulu . Dia sampai sulit bernapas. Jansen tersenyum lemah melihat tangan Kesya bergantung santai di lengan Marco. Tidak ada yang perlu diragukan lagi. kamu mau ngurusin foto liputanku.” balas Kesya. Ikut terharu kalau ada orang lain yang merasa terharu..” Bayangkan! Bahkan Cecil menggodanya! Rona merah perlahan menjalar ke seluruh wajah Jansen. Jansen. mereka pulang. Untung Alo menggenggam tangan Cecil. Kesya membalas genggamannya sambil tersenyum kecil ke arah Marco. Acara pemberkatan pernikahan berjalan cukup lancar. Saat itu Kesya juga ikut merasa tercekat.Mobil pengantin kemudian berputar-putar beberapa saat. Alo dan Cecil memang berkeringat hebat sekali karena ruangan gereja tidak ber-AC. Di mobil.” Marco-Kesya serta Cecil-Alo berdiri dan bersiap di pintu masuk gereja. Marco langsung mengacungkan jempol sambil tersenyum lebar. Marco juga menggenggam tangan Kesya... Marco tersenyum santai menanggapi candaan Cecil. Setelah acara pencatatan sipil selesai. Tangan Kesya yang menggelayut di lengannya telah mengukuhkan posisinya sebagai satu-satunya lelaki di hati Kesya. Saat acara pemasangan cincin. Juga bolak-balik membetulkan letak ekor gaun Cecil agar terlihat megar dan indah saat difoto. doanya terkabul! Jason melakukan tugasnya dengan sangat baik. dan setelah selesai berbicara melalui ponselnya.

Cecil mengangguk.. Oh my God! Siapa yang tidak merasa kenyang mendengar kalimat seperti itu? Selesai berganti gaun. rusak? “Ya udah.. nggak bisa makan lagi. Kesya jadi berpikir. Dia juga sudah mengenakan gaun pengantin untuk acara sorenya. Senyum lebar masih tersungging di wajah Cecil.” Marco tersenyum dan mengelus sayang rambut Kesya.. aku mau pipis.. . “Nanti. Cantik! Memesona! Menawan! Mungkin karena kebahagiaan yang dia rasakan pada malam ini meluap dari tubuhnya. Mungkin perasaan bahagia itu yang membuat Cecil jadi tampak lebih cantik. Repot banget harus pipis sambil mengenakan baju pengantin yang megar begini. Wajahnya lunglai. dia juga akan tampak cantik memesona seperti Cecil? Kesya tersenyum kecil memikirkan hal itu. Ingat peraturan penting sebagai bridesmaid: tidak boleh tampil lebih cantik daripada si pengantin perempuan. tapi juga ingin tetap wangi sepanjang hari. Kamu nggak boleh kelaparan. sebelum Kesya makan. Tapi. “Kenapa?” Kesya jadi ikutan berbisik. Gaun pengantin yang indah.. aku harus segera ganti baju.. Dia berterima kasih sekali saat Kesya menawarkan deodoran itu.” Kesya membereskan nasi kotaknya. Dia sendiri hanya bisa makan beberapa suap. “Aku. “You’re the queen for tonight.. kamu nggak boleh nervous ya. Bagaimana kalau bajunya kena air atau kotor? Atau lebih parah lagi.”> Kesya tersenyum. Dia sudah memakai deodoran yang dibawakan Kesya...” balas Kesya merendah. apakah nanti ketika dia menjadi si pengantin wanita. gawat!” bisik Cecil. “Kok nggak makan lagi?” tanya Marco. Cecil memang tampak seperti ratu..” Dengan sigap Kesya mengangkat ekor gaun Cecil.. dia kan memang tidak sempat mandi lagi.. dia baru saja mengajarkan beberapa trik yoyo kepada Jason. “Lagi pula. Cocok sekali untuk seorang drama queen seperti Cecil... “Aku nervous.. Yah. dia juga jadi tegang sekali. si make-up artist sudah memberitahunya agar segera mengganti baju dengan gaun bridesmaid bustier pink-nya. Hhmmm.” bisik Cecil..” Tadi. Kesh!” puji Cecil tulus.mata palsu yang dipasangan si make-up artist terlepas dan itu membuat mata Cecil perih luar biasa! Kesya membawakan nasi kotak untuk Cecil dan Alo. “Aduh. Entah mengapa. merasa “kenyang” dengan kata-kata perhatian dan tatapan berlumuran cinta dari Marco. ketika kita menikah. Wajahnya tampak khawatir. Cil?” tanya Kesya. “Udah beres. “Masih banyak yang harus kamu kerjakan.. “You look gorgeous. Kesya menghampiri Cecil untuk memeriksa keadaannya. aku bantuin..

Apa saja akan dilakukannya untuk si pengantin wanita! Marco tersenyum. Seperti tadi.” ujarnya. malam ini gedung ini terlihat berbeda. Tatapannya? Berlumuran cinta.” Kesya mengangguk. Sayang. “Nanti aku temani deh. Marco tersenyum melihat kelakuan Cecil dan Alo.. ya.” panggil Kesya. meledek Marco. Lebih spesial.. Jam empat kurang.. Kesya menarik napas dalam-dalam. Malam itu.. “Ya. meninggalkan Kesya dan Marco. Alo berdiri dan mencium pipi Cecil sekilas. *** Gedung tempat resepsi pernikahan didekorasi sangat megah. Dirangkai dengan cantik dan penuh gaya. Harum bunga segera memenuhi seluruh jiwa Kesya.. . Lebih istimewa. “Bisa bantu aku memakai jas?” Kesya mengangguk dan membantu Marco. ya. Cecil menatapnya sambil tersenyum..” Tak urung Kesya tersenyum juga melihat reaksi Cecil. kita harus berangkat sekarang!” kata Cecil. Cecil menjulurkan lidah. Ruangan itu bukan lagi ruangan biasa-biasa saja yang pernah Kesya lihat.. nanti kan kita harus menunggu di ruang tunggu pengantin.. “Wooi! Sabar dulu! Kalian masih harus tersenyum dan menyalami semua orang di acara resepsi nanti!” godanya. Lalu dia membiarkan Marco menggandengnya dan mereka keluar menuju mobil pengantin. Sayang. “Ayo. Sejak tadi dia menemani Alo yang tidak berhenti tersenyum dan membalas semua ucapan selamat dengan senyum yang lebih lebar lagi. Ketika masuk. Kamu tolong masuk ke ruang pestanya dulu. ya.. “Yuk. “You are the best bridesmaid in this world!” pekiknya girang luar biasa.. Kesya sudah pernah datang ke gedung ini. Cecil dan Alo langsung masuk ke ruang tunggu sementara Kesya dan Marco masuk ke ruang resepsi. Marco berdiri dan mengambil jasnya. please make sure that everything is okay. si decoration artist. ruangan itu telah bertransformasi menjadi ruangan paling indah yang pernah Kesya lihat.. Lebih indah! “Kesh. Tapi.Cecil mencium pipi Kesya. Nuansa bunga pastel bertebaran di sekitar ruangan. Membuat mata yang memandang terasa teduh dan damai... Kemudian dia menggandeng tangan Alo keluar.. ketika harus menemani Cecil dan Alo berdiskusi dengan Pak James. Kesya langsung lupa untuk menarik napas. Marco berdiri dari duduknya. sopir sudah bersiap untuk mengantarkan mereka ke tempat resepsi.

. Sungguh perpaduan yang unik. . Memang hari ini semuanya bertaburan cinta! Kembali ke ruang tunggu. Pak James.” ujarnya sambil melirik Marco. “Hai.” puji Kesya. Untung ia ingat bahwa hal itu berisiko membuat bulu matanya terlepas lagi. Representasi nyata dari kepribadian Alo yang bersahaja dan Cecil si drama queen! Kesya melangkah dan merasakan pijakan lembut di bawah sepatunya. Itu belum seberapa! Kilau kristal Swarovski membuat ruangan itu tampak elegan. Cecil dan Alo juga pasti suka sekali. “untuk acara malam ini. Ada baby’s breath di sana! Dan kulit Kesya paling sensitif kalau bersentuhan dengan baby’s breath. Dia menanggapi perkataan Pak James dengan merangkul Kesya denga mesra. kulitnya tidak menyukai baby’s breath.. Pak James tersenyum merendah. Memuji-muji dan menyanjung-nyanjung mereka. “Bagus banget!” Cecil hampir menangis. dia juga memakai korsase baby’s breath dan kulitnya gatal-gatal selama dua hari! “Cil. Dia menunduk dan terpana melihat taburan kelopak mawar putih menjadi pengganti karpet merah. Kesya memandang korsase itu dengan ngeri. Kesya tahu baby’s breath adalah bunga yang sangat cantik..” panggil si pembawa acara.. kamu pakai korsase ya. Ketika prom-nite. tapi. Sementara Alo hanya menanggapi foto-foto itu dengan senyum yang lebih lebar lagi.” Kesya menjabat tangan si jenius ini dengan erat. Pak James.” Dia menyerahkan sebuah korsase besar kepada Kesya. Marco juga ikut menjabat tangan Pak James dan memperkenalkan diri. Seakan kristal-kristal kemilau itu memaksa semua mata yang hadir untuk memperhatikan mereka. saat Kesya baru lulus SMA. “Bagus sekali. “Sudah beres semua?” Kesya tersenyum.. “Saya yakin.” Kesya menghampiri Cecil.. Kesya tersipu dengan pernyataan Pak James. tempat biasa pengantin dan keluarga melangkah masuk. Amat sangat indah! Pak James memang jenius. “Perfect!” Dia menunjukkan beberapa foto yang sempat dia ambil lewat ponselnya.Mengisi paru-parunya dengan wangi yang cantik dan menenangkan itu. Kseya sendiri juga sangat menyukai tampilan bunga putih kecil itu. Cecil menyambut mereka dengan cemas. Ingin minta izin untuk tidak mengenakan korsase itu.. Marco tersenyum.. “Hai. “Kalau nanti kalian menikah. “Kesya. Kesya.” Kesya memandang sekeliling dengan perasaan kagum yang tidak dapat ditutup-tutupi.” Ini dia orangnya. saya juga bersedia menangani dekorasi ruang resepsinya. “Bagaimana?” tanyanya.

“Sudah siap?” bisik Marco menirukan si pembawa acara. Kesya tersenyum lemah kepada Marco. Kulitku sensitif sama baby’s breath.” Cecil menarik tangan Kesya dan memakaikan korsase itu. dear.“Ayo. Sepertinya Cecil lupa bahwa kulit Kesya alergi terhadap bunga cantik itu. Marco memperhatikan lingkaran merah yang mulai terpeta jelas di pergelangan tangan Kesya. Kesya merasakan tangannya gatal-gatal. “Thanks. Sayang?” tanya Marco khawatir. “Korsasenya. Kesya. “Sudah siap?” tanya pembawa acara. entah apa yang dia lakukan. “Kenapa. Kita sudah harus siap-siap. Dia lalu melepaskan korsase itu dan. Kesya tersenyum dan mengangguk kecil.” Kesya sangat bersyukur.” bisik Kesya lemah. . memasang korsase itu dengan manis di baju Kesya. Cecil dan Alo mengangguk mantap. Cecil langsung berdiri di sebelah Alo dan mendorong Kesya berdiri di sebelah Marco.

Itu lagu kenangan Alo dan Cecil. Pasangan yang saling melengkapi. Kesya tersenyum. theme song film Zorro mengalun lembut. Dia tahu bagaimana lagu itu bisa menjadi lagu kenangan Alo da Cecil. Dan dia tersenyum menyadari betapa banyak yang dia ketahui dari pasangan Alo dan Cecil. Kesya berpaling dan mendapati DeeDee tengah mengacungkan dua jempol ke arahnya.. Ruangan indah itu tampak lebih indah lagi bagi Kesya. Para tamu berdiri merapat. Kesya balas tersenyum. lalu kembali fokus ke jalan di depannya. Membuat suasana jadi terasa sangat romantis. dan melangkah mantap di belakang AloCecil.. Senyum lebar menghiasi wajahnya. Kesya memandang Marco. Dengan Marco di sampingnya. hidupnya terasa sudah penuh. Ingat. Kakinya sedikit terasa aneh saat menapaki karpet kelopak mawar putih. Peraturan utama menjadi bridesmaid: . Pancaran aura cinta yang begitu kuat menyebar dari Alo dan Cecil. Dia turut bergembira bersama Alo dan Cecil.17 LAGU I Want to Spend My Lifetime Loving You..... Sepertinya dia sedang berada di. Saat melangkah pelan.. ini pernikahan Cecil dan dia hanya jadi bridesmaid. Kesya mengalami sensasi menyenangkan yang luar biasa. Ssstt. Dia tahu lagu itu. Kali ini dengan penerangan lampu redup.” Rasanya ada seseorang yang memanggil Kesya. Semuanya sudah dipenuhi oleh sosok Marco dan cintanya. tersenyum. negeri dongeng. “Ssstt. mengingat tanggal pernikahan mereka sempat diundur.. Tidak ada lagi ruang kosong yang tersisa di hatinya. Mereka memang pasangan yang sangat serasi. Banyak sekali tamu yang hadir! Padahal Cecil sudah takut tamu yang hadir hanya sedikit. Kesya juga dapat merasakan pancaran aura yang kuat itu. ah.. Sepertinya dia tidak sedang berada di dunia nyata. Menjadi bagian dari sejarah hubungan Alo dan Cecil. Semua mata seakan terpusat pada dua insan yang tengah berbahagia..

. Dia berdiri di sebelah Marco. “Dan Marco Raphael Eagen. Saat Cecil dan Alo harus menyuapkan potongan kue kepada Tante Jessica. Marco menawarkan lengannya dan Kesya menyambutnya sambil tersenyum. dan saling suap antarpengantin berlangsung meriah. mengangguk dengan mantap. Agar semua orang dapat mendengarnya. Marco tersenyum kecil melihat reaksi Kesya. saya ajak hadirin sekalian untuk menyaksikan perjalanan cinta Alvaro Nikholai Andersen dan Cecilia Almira Saraswati!” Layar besar itu menampilkan foto-foto Alo dan Cecil. Kesya juga ikut naik. dan tersenyum lebar satu sama lain. Siap. Tipis sekali.. Saat pemutaran video yang merekam acara pertengkaran Alo dan Cecil. Acara pemotongan kue pengantin. Inilah cinta sejati yang harus dirayakan dan disuarakan dengan lantang. Alo mengelus sayang wajah Cecil. Cecil menutup mata dan merebahkan kepalanya ke bahu Alo.. hasil karya Marco. . “Sekarang saatnya momen yang sudah ditunggu-tunggu. memperbaiki letak ekor gaun Cecil. Kesya tersenyum lebar. “WEDDING KISS!” Letupan confetti dan taburan gelembung sabun menyemarakkan acara wedding kiss Alo dan Cecil. Mata Kesya terbelalak kaget saat melihat dirinya juga ikut ambil bagian dalam foto-foto itu. yang sudah membaut perjalanan cinta kami jadi terlihat indah dan menarik!” Alo mengacungkan ibu jarinya ke arah Marco. sehingga kalau tidak di-zoom. “Oke!” Mikrofon kembali diambil alih oleh MC. lalu turun lagi. “We love you both! Thank you!” ujar Cecil sambil meniupkan ciuman ke arah Marco dan Kesya. Alo? Siap. Cecil?” Alo dan Cecil. “Sekarang. Kesya dan Marco.. Agar semua orang juga ikut berbahagia.Jangan sampai para tamu lebih memperhatikan bridesmaid daripada pengantin perempuan! Iring-iringan Cecil dan Alo sudah menaiki pelaminan. pemberian kue kepada kedua pasang orangtua pengantin. bergiliran. “Wedding kiss-nya ditahan dulu ya. tampak Tante Jessica hanya tersenyum tipis. Dari barisan pemain musik mengalun lagu indah yang menyemarakkan suasana.” ujar MC lalu berbalik memandang layar besar yang entah sejak kapan sudah berada di sana.” Alo mengedipkan sebelah matanya ke arah Kesya. pasti tidak akan terlihat.. Kesya tersenyum melihatnya. saling memandang. Kesya Artyadevi yang sudah dengan jail merekam adegan pertengkaran kami.. memberikan potongan kue kepada Cecil dan Alo.. “Terima kasih untuk teman-teman kami. saling merangkul. Hmmm.

..Semua orang. “Dia memang cantik sekali. “Takut kalau Cecil butuh sesuatu. Kesya dan Marco mengangguk lalu beranjak mengambil minuman untuk Cecil dan Alo.. aku capek banget!” bisik Cecil di sela-sela minumnya.....” Marco ikut tersenyum..” Kesya memberikan minuman kepada Cecil dan Alo saat barisan tamu yang memberikan ucapan selamat sudah berhenti. “Rasanya aku pengin merokok deh! Marco.” puji Alo. Kesya membantu mengatur ekor baju Cecil. Dia memang merasa sangat cantik dalam balutan bustier pink yang seksi dan riasan wajah yang elegan. “Thanks.” Cecil minum lagi. wajahku juga udah pegel banget senyum dari tadi. “Aduh. lalu turun lagi. Sepertinya Alo minta minum. Sayang.. “Kamu cantik banget deh!” Kesya tersenyum. Sayang. Marco tertawa terbahak-bahak melihat gerakan senam wajah Alo.” Alo melakukan senam wajah.. “di sini juga lebih berlumuran cinta!” Dia mengerucutkan bibir. “Kesh!” DeeDee menghampiri mereka setelah selesai menyalami Cecil dan Alo. “Capek banget ya. Kesya mengangguk. mereka berdiri di samping pelaminan..” Marco tersenyum sambil mengecup kening Kesya. Mungkin rasa tidak suka itu memang sudah mencair. Kesh?” tanya Marco sambil menyentuh lembut lengannya. “Ini minumnya.. “Cintaku ke mana ya?” Lalu DeeDee beranjak pergi. Rupanya wajahnya juga terasa pegal karena tersenyum terus seharian. kamu punya rokok?” . Kesya tersadar bahwa dia harus membantu Cecil naik ke pelaminan. “Stiletto ini bikin kakiku sakit banget!” “Kamu cantik banget pakai stiletto ini. Gadisnya ini benar-benar bridesmaid yang sangat bertanggung jawab. meletakkan hand bouquet-nya dengan rapi di kursi pelaminan. Alo tampak berusaha menarik perhatian Marco dan Kesya. Kesya terkesiap saat mendapati Tante Jessica tersenyum tulus! Oom Steven mengecup keningnya dan tangan Tante Jessica terangkat membelai lembut wajah Oom Steven. Berdua dengan Marco. “Mau di sini terus. Sayang.” Marco menyentuh pelan lengan Kesya.” Cecil tersenyum. Kesya mencatat dalam hati bahwa dia harus memberitahukan hal itu kepada Cecil.” ekor matanya menunjuk ke arah pelaminan. “Ayo.. “Kesh.. Dan. Kesya juga ikut memperhatikan Alo.. “Aduh. DeeDee mengembuskan napas.” panggil Marco. “Di sana berlumuran cinta. Memperhatikan Cecil dan Alo yang tidak henti-hetinya menerima ucapan selamat dari para tamu. Diam-diam Kesya melirik ke arah Tante Jessica.

Yang benar saja? Si pengantin wanita mau merokok? “Cecil. Kesya hanya memberikan penjelasan singkat. Kesya. “Ada seorang gadis cantik yang mengkhawatirkan kesehatanku.. tapi Cecil melotot habishabisan lalu memilihkan sepatu tujuh senti ini..” Marco mengulurkan satu permen untuk Kesya..Alo. Marco duduk di sebelahnya dan memasukkan sebutir permen mint ke dalam mulutnya. memperhatikan Marco dengan tatapan yang tidak disukai . ya?” Marco tersenyum. Marco mendekatkan wajahnya ke arah telinga Kesya. Sayang. Aku mau jaga tubuhku baik-baik supaya bisa terus hidup sehat dan mendampingi gadis cantik itu. “Aku kan udah berhenti merokok... Beberapa sempat menanyakan tentang prahara yang menyebabkan pernikahan Cecil dan Alo harus diundur.... kamu jangan ngaco deh. kamu sekarang sudah tidak merokok lagi. “Bagi dong. “Hehehe. dan Marco melotot.” Dia mengelus lembut pipi Alo.” “And who is that lucky girl?” Kesya memancing.. Beberapa gadis lajang teman Cecil. Cecil dan Alo berbalik dan langsung berdiri untuk menerima ucapan selamat dari para tamu lagi.. Cecil yang memaksanya memakai sepatu itu.” ujar Marco. *** Mingle time! Pada saat ini....” Kesya duduk dan meregangkan kakinya yang pegal akibat sepatu high-heels tujuh sentinya.” bisik Alo.. “Kesya Artyadevi. Kesya dan Marco kebagian tugas untuk membawakan bunga mawar yang rencananya akan dibagikan Cecil kepada gadis-gadis lajang.. Kesya dan Marco turun dari pelaminan.. Cecil dan Alo tersenyum. Kesya sempat bertemu beberapa teman SMA-nya dan berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka. “Fiiuh. “Aku juga nggak bawa rokok kok.” Cecil tersenyum konyol.” bisik Marco... Napasnya yang beraroma mint menggelitik telinga Kesya. “Sst.. Jadilah Marco dan Kesya dua orang “penjual bunga”.” Dia melirik Kesya. yang bukan teman Kesya. “Aku perhatikan... Tadinya Kesya hanya ingin memakai sepatu tiga senti. “Just kidding. capek juga ya.. Tidak baik mengungkitungkit sesuatu yang buruk di hari yang baik ini. ada yang mau salaman lagi tuh.” Marco berbisik lembut lalu mencium pipi Kesya.

Berbincang kepada hampir semua tamu yang hadir. Yah. Dia merangkul pinggang Kesya lalu menyelipkan kartu nama yang baru didapatnya ke tangan Kesya. Marco tersenyum lembut melihat wajah Kesya. Rasanya Cecil The Drama Queen sudah berubah menjadi Cecil The Saint! Cecil beranjak mendekati Finna. malah. Tampaknya Finna tidak ingin kehadirannya diketahui. Tante Renata dan Oom Balgi tampak berbincang dengan beberapa sahabat mereka. tidak makan. dan Marco mengikutinya. “Cil. Dia berdiri di pojok yang agak gelap. gimana juga dia kan masih keluargaku. Penampilannya kusut dan terlihat lelah. Kesya.” Kesya hampir tidak percaya akan apa yang didengarnya. ini kan pesta Cecil. membuat marah Madame Daphne. supaya dia bisa menghadiri pestaku.Kesya. Kesya memperhatikan tamu-tamu yang hadir. Tidak berbincang dengan siapa pun. . Sementara itu.” Cecil menoleh ke arah yang ditunjukkan Kesya. Dia berusaha keras tidak menampilkan wajah kecewa atau cemberut.” Kesya menyentuh lengan Cecil. orangtua Cecil dan Tante Jessica hanya bertegur sapa dengan sopan. Cecil? So wise! Setelah apa yang dilakukan Finna terhadap persiapan pesta pernikahan Cecil—membuat bete Pak James. Finna menunduk ketika melihat rombongan Cecil-Alo-Kesya-Marco mendekatinya... bestman-nya sudah punya pacar.. “Kok dia bisa ada di sini? Bukannya dia seharusnya di penjara?” tanya Kesya bingung. sampai hampir membuat Cecil dan Alo batal menikah—Cecil masih sangat mengharapkan kehadiran Finna. Alo. Kesya memperhatikan bahwa selama acara berlangsung. Bahkan ada yang dengan sengaja menyelipkan kartu namanya ke dalam genggaman tangan Marco! Kesya kesal sekali. “Ada Finna. Kesya sudah mulai capek. Diam-diam. “Aku yang menjamin dia keluar. Khusus untuk malam ini saja.. “Cil. mereka berdua sempat sangat sedih dan kesal kepada Tante Jessica.. Merasa menang. Terlalu sopan dan kaku. Jumlah bunga dalam keranjang bunganya mulai berkurang. Ketika pernikahan Cecil terancam batal. Kedua orangtua Cecil juga sangat menikmati acara. Cecil tersenyum.. ya?” Kesya mendengar si teman Cecil yang tidak dikenalnya itu berbisik kepada Cecil. Kesya tersenyum senang. Bahkan sampai menjaminnya keluar dari penjara! Kesya tersenyum. Cecil mengangguk sambil tersenyum dan temannya tampak kecewa. Yah. hanya minum segelas air mineral. Jangan sampai dia mengacaukan segalanya. Cecil dan Alo masih beredar. Tiba-tiba mata Kesya menangkap sesosok wanita yang dikenalnya. Semuanya tersenyum gembira menyambut kebersamaan Alo dan Cecil. tapi tampaknya Cecil belum ingin kembali duduk.

Kesya belum pernah berdansa dengan Marco.... Napasnya tertahan saat melihat Marco mengatupkan bibirnya kuat-kuat. “Capek. Marco mengulurkan tangan kepada Kesya.. Ini kan love song dari film The Lion King! Kesya menyambut uluran tangan Marco. Mata Kesya terpaku pada bibir Marco. tapi kemudian membalas pelukan Cecil... *** Cecil dan Alo kembali ke pelaminan. “Semoga kamu juga cepat menemukan true love-mu.. hanya mata mereka yang berbicara satu sama lain.. Finna tampak salah tingkah. “atas apa yang telah aku perbuat. Dia menyambut uluran tangan Alo dan melangkah turun ke lantai dansa.” ujarnya terbata. Membentuk senyum seksi yang sangat disukai Kesya.” Cecil memeluknya erat.” Air mata tergenang di pelupuknya saat dia bergantian menatap Alo dan Cecil. “Shall we dance.” bisiknya pada Marco dan Kesya. Mereka juga minum banyak sekali. atas inisiatif sendiri. Cecil mengembuskan napas. Jeppreetttt! Kilau flash menyadarkan mereka berdua. Senyum yang tulus.. “I’m really sorry... Benar-benar true love. “Sekarang acara first dance dari kedua mempelai. tapi semuanya tampak sangat alami bagi mereka berdua. Mereka bergerak dengan harmonis. Wajahnya tampak kelelahan. “Habis ini giliran kalian ya. mengambilkan minuman untuk kedua mempelai.. Cecil tersenyum. Menyuarakan kalimat cinta yang bergaung dengan megah. .. Kesya tersenyum.” bisiknya.. Tampak berusaha keras menahan diri untuk tidak mencium Kesya.” MC mengumumkan. Lagu Can You Feel The Love Tonight mengalun lembut.. Marco dan Kesya.. princess?” tanyanya sopan. kembali memeluk Finna. Kesya mencari asal kilau flash dan melihat Jansen sedang tersenyum gugup memandang mereka.” Cecil minum lagi lalu tersenyum manis kepada Alo. Sayang?” Alo mengelus lengan Cecil. Sudut bibirnya terangkat sedikit.. Marco menatap Kesya denagn lembut. “Kalian benar-benar pasangan serasi. Kesya membalas tatapan Marco. Setelah satu lagu selesai. Mereka tidak berbicara. Hope both of you will be happily ever after.” bisiknya tulus. Seolah mereka memang telah ditakdirkan untuk berpasangan.“Finna!” Cecil menyapanya sambil tersenyum. Dia mengambil setangkai mawar dan memberikannya kepada Finna. “Terima kasih sudah mau datang. “Sedikit.

. Marco mengajaknya ke sebuah taman. Segala perseteruan dapat diatasi dengan cinta. Cecil berpaling dan terkesiap melihat Tante Jessica. sekaligus mantan pacar DeeDee. Kesya dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka. “Masih ingat sama Max?” tanya DeeDee. kameranya tergelincir jatuh dari tangannya! Marco tergelak. “Hai. tersenyum lega satu sama lain. “Ssst.” panggil Marco.” ujar Tante Jessica dengan ringan. Alis Kesya terangkat... Jansen membalas senyumnya dan. Kesya dan Marco berputar-putar keluar dari ruangan pesta. Musik yang mengalun terdengar samar-samar. “Sayang. Tanpa sengaja bahu Cecil membentur bahu Tante Jessica.. Laki-laki yang dipanggil Max tersenyum ceria kepada Kesya dan Marco. yang juga melihat respons Tante Jessica.. Melihat kedekatan yang mereka tunjukkan saat ini. “coba lihat itu. Seorang gadis manis tampak membantu lelaki itu mengambilkan kamera yang terjatuh. “Mama nggak sengaja.” Kesya melihat ke arah yang ditunjuk Marco..Kesya melambai dan tersenyum ke arah Jansen. tidak jauh dari gedung pesta. Cil. .” Kesya menoleh dan mendapati DeeDee tengah berdansa dengan seorang lakilaki.. Max itu adik kelasnya juga. Tante Renata dan Oom Balgi.” Oom Steven tersenyum lembut kepada Tante Jessica dan mereka berdua berputar-putar lagi. “Sori ya..” Kesya juga tergelak.. DeeDee tersenyum lebar. Senyum tersungging di bibirnya. Tampak Tante Jessica dan Oom Steven berdansa di dekat Cecil dan Alo. Kesya senang dapat ambil bagian dalam pernikahan ini... Max!” sapa Kesya. Semua kelelahan dalam membantu Alo dan Cecil dalam mempersiapkan hari indah ini juga terbayar lunas akan kehadiran Marco di sisinya. Tanpa terasa. Cecil tersenyum lebar dalam dekapan Alo. Dia lebih terkesiap lagi saat melihat Tante Jessica tersenyum tulus kepadanya. Kesya tersenyum kecil. sepertinya keduanya sudah pacaran lagi. “Dia tidak akan pernah terbiasa dengan kehadiran kamu ya. Semoga gadis manis itu true love-nya Jansen. dan perlahan-lahan berputar menjauh dari Kesya dan Marco. Segala kerepotan yang harus dialaminya menjelang persiapan pernikahan Alo dan Cecil terbayar lunas melihat kebahagiaan yang terpancar pada malam ini.. Semuanya berakhir dengan indah.. Kesya juga ikut tersenyum. Dia masih memperhatikan Jansen..

Dia mengangkat tangannya dan terkesiap. Kesya berpaling. She is also your biggest fans. “Hai. Now and then.Kesya mengernyit. “Dan gelang ini?” Kesya mengangkat tangannya. dear. “Jadi punya kamu.. “jadi. Meet my mom.” tanyanya heran. “I love you so much. Mata Kesya membulat. sedangkan Ibu Lidya memakai nama Jawa. Kesya merasa ada sesuatu yang terpasang di tangannya. terdapat beberapa musisi yang sedang memainkan musik klasik yang indah. film kesukaannya.” ujar Marco kepada Ibu Lidya Sostronegoro. Perancang perhiasan favorit Mama.. Dia berhenti berdansa dan menengadah menikmati keindahan langit. “Kesya Artyadevi.. Lidya Sostronegoro. Kesya.. Lampu taman berwarna kuning keemasan mencerahkan suasana taman malam itu. Sayang... “Kesya. Kesya hanya bisa melongo heran.. Kesya menengadah dan sedikit kecewa karena tidak menemukan bintang di sana. “Lho. Pyaarr! Langit malam jadi terang benderang. Kesya tak menyangka.” Mata Marco menatapnya lembut. Tapi tiba-tiba... “kamu dapat dari mana?” “Halo.. Sayang.” ujar Marco sambil tersenyum. Dari sebuah gazebo. Kesya tersenyum... Matanya menangkap kilau indah dari gelang yang dikenakannya. Itu gelang berhiaskan motif butiran salju yang disukainya! Gelang yang tidak berhasil dibelinya saat lelang dulu! “Gelang ini. Susah lihat bintang di sini. Samar-samar Kesya mengenali lagu tersebut berasal dari film A Midsummer’s Night Dream.. dia memperhatikan keadaan taman di sekelilingnya.. “Ma.. pacarku. Soalnya nama belakang Marco kan Eagan.” sapa Marco. I promise to always be at your side. “Jadi. “will you marry me?” .... “Mama memakai nama gadisnya.” Marco tersenyum lembut.” bisik Marco.. ini Kesya... Ma.. Ibu Lidya Sostronegoro itu mama kamu?” Marco mengangguk.. Langit Jakarta! keluhnya. Sambil tersu berdansa.” Sebuah suara mengejutkannya.. dan di hadapannya berdiri Ibu Lidya Sostronegoro. “Kesya.” ujar Marco sambil perlahan-lahan berlutut. “Lihat ke atas deh. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum dan mengulurkan tangan ke arah Kesya.. Tangannya bertaut dengan tangan Marco. Terkejut. Ketika terhanyut oleh alunan masuik.” Dada Kesya meletup-letup bahagia.” Kesya masih terkejut. Diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api..” jelas Marco.. kok kita sudah di sini?” tanyanya bingung..

Mata Kesya mencari-cari sosok DeeDee. Kesya mengangguk. Kesya menghampirinya.” bisik Marco. Marco berdiri dan memeluk Kesya dengan erat. Pyaarrr! Langit malam kembali diwarnai dengan indah oleh letupan kembang api.Kesya menatap Marco. Besar sekali. Tamu-tamu mulai beranjak pulang. Mata DeeDee membulat. Marco memang yang terbaik untuk kamu. sepertinya mereka sudah pulang duluan. “Dee!” panggilnya saat sudah berhasil menemukan gadis itu.. Setengah berlari.. “Dee.” Kesya mengangguk. Tapi. .. “I’m happy for you. dia harus memberitahu seseorang tentang lamaran Marco. Kesya memperhatikan Alo dan Cecil yang masih tersenyum bahagia. *** Ruangan pesta mulai lengang. Papa dan Mama? Hmm. Biar malam ini jadi milik Alo dan Cecil sepenuhnya. Senyum lebar menghiasi wajahnya dan dia mengangguk perlahan. “Nanti saja kita beritahu Alo dan Cecil. will you be my bridesmaid?” pintanya. “Marco baru aja melamarku!” bisiknya sambil tersenyum lebar. “I’m getting married!” DeeDee tersenyum lebar dan memeluk Kesya erat. Ibu Lidya Sostronegoro tersenyum lebar menyaksikan kebahagiaan Kesya dan Marco..