Kelompok 11 / Kelas BC : Ongky Sobran Firlana Rahmania

Teori Produksi
I. Dimensi Jangka Pendek dan Jangka Panjang Dalam aktivitas produksinya podusen mengubah berbagai faktor produksi menjadi barang dan jasa. Berdasarkan hubungannya dengan tingkat produksi, faktor produksi dibedakan menjadi faktor produksi tetap (fixed input) dan faktor produksi variabel (variable input) Faktor produksi tetap adalah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak tergantung pada jumlah produksi. Ada atau tidak adanya kegiatan produksi, faktor produksi itu harus tetap tersedia. Contoh faktor produksi tetap adalah mesin. Jumlah penggunaan faktor produksi variabel tergantung pada tingkat produksinya. Makin besar tingkat produksi, makin banyak faktor produksi variabel yang digunakan. Begitu juga sebaliknya. Contoh faktor produksi variabel yaitu buruh harian lepas. Pengertian faktor produksi tetap dan faktor produksi variabel terkait erat dengan waktu yang dibutuhkan untuk menambah atau mengurangi faktor produksi tersebut. Mesin dikatakan faktor produksi tetap karena dalam jangka pendek (kurang dari setahun) susah untuk ditambah atau dikurangi. Sebaliknya buruh dikatakan faktor produksi variabel karena jumlah kebutuhannya dapat disediakan dalam waktu kurang dari satu tahun. II. Model Produksi Dengan Satu Faktor Produksi Variabel Ketika mencoba memahami proses alokasi faktor produksi oleh perusahaan, ekonom membagi faktor produksi menjadi barang modal (capital) dan tenaga kerja (labour).

Rumusnya Q = f(K.L) Keterangan : TP = produksi total K = barang modal (yang dianggap konstan) L = tenaga kerja / buruh Secara matematis TP akan maksimum apabila turunan pertama dari fungsi nilainya sama dengan nol. Rumusnya TP = f(K. barang modal dianggap faktor produksi tetap. Keputusan produksi ditentukan berdasarkan alokasi efisiensi tenaga kerja. Produksi Total.L) Keterangan : Q = tingkat output K = barang modal L = tenaga kerja / buruh Dalam model produksi satu faktor produksi variabel.  Produksi marjinal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan penggunaan satu unit faktor produksi. Produksi Marjinal dan Produksi Rata – Rata  Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari penggunaan total faktor produksi. Turunan pertama TP adalah MP. Rumusnya MP = TP’ = Keterangan : MP = produksi marjinal .Hubungan matematis penggunaan faktor produksi yang menghasilkan output maksimum disebut fungsi produksi. maka TP maksimum pada saat MP sama dengan nol. a.

Rumusnya : AP = Keterangan : AP = produksi rata – rata AP akan maksimum bila turunan pertama fungsi AP adalah 0 (AP’ = 0). Penurunan nilai MP merupakan indikasi telah terjadinya hukum Pertambahan Hasil Yang Semakin Menurun atau the Law of Diminishing Return (LDR).  Produksi rata – rata (average product) adalah rata – rata output yang dihasilkan per unit faktor produksi. Jika MP sudah < 0. dan MP akan memotong AP pada saat nilai AP maksimum. AP maksimum tercapai pada saat AP = MP. Contoh Tabel Mesin (unit) 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Buruh (orang) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Produksi Total (TP) 5 20 45 80 105 120 126 120 108 90 Produksi Marjinal (MP) 5 15 25 35 25 15 6 -6 -12 -18 Produksi Ratarata (AP) 5 10 15 20 21 20 18 15 12 9 .Perusahaan dapat terus menambah tenaga kerja selama MP > 0. penambahan tenaga kerja justru mengurangi produksi total. Dengan penjelasan matematis.

Tahap II (stage II). Perusahaan rugi jika berhenti produksi pada tahap ini. Model Produksi Dengan Dua Faktor Produksi Variabel Dalam model produksi dua faktor produksi variabel. yaitu modernosasi sumber daya manusia (SDM). Contoh : . kemajuan teknologi akan meresap kedalam diri manusia (embodied technology) dan mendorong efisiensi. Dengan modernisasi SDM. karena penambahaan tenaga kerja justru menurunkan produksi total. Perusahaan akan mengalami kerugian. perusahaan tidak mungkin melanjutkan produksi.b. efisiensi produksi meningkat. Pada tahap III. Namun tidak selalu penggunaan mesin yang semakin modern. Baik barang modal maupun tenaga kerja dianggap bersifat variabel. Tiga Tahap Produksi 1. sampai pada saat kondisi AP maksimum 2. antara AP maksimum sampai saat MP sama dengan nol 3. Tahap I (stage I). Karena itu hasil yang diperoleh dari tenaga kerja masih jauh lebih besar dari tambahan upah yang harus dibayarkan. III. Namun demikian nilai keduanya masih positif. Pada tahap I. Ada yang lebih penting dari dari sekedar modernisasi mesin. Penambahan tenaga kerja akan tetap menambah produksi total sampai mencapai nilai maksimum. a. terutama dengan mengubah cara berpikir dan sikap hidup. yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Tahap III (stage III). penambahan tenaga kerja akan meningkatkan produksi total maupun produksi rata-rata. Isokuan (Isoquant) Isokuan adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi tertentu. saat MP sudah bernilai < nol ( negatif). Perkembangan Teknologi Kemajuan teknologi dapat membuat tingkat produktivitas meningkat. asumsi faktor produksi tetap dilonggarkan. c. karena berlakunya LDR. baik produksi marjinal maupun produksi rata-rata mengalami penurunan. Pada tahap II.

Skala Hasil Menaik (Increasing Return to Scale) 2. Perkembangan Teknologi Kemajuan Teknologi memungkinkan peningkatan efisiensi penggunaan faktor produksi.Mesin 1 1 2 3 4 5 30 80 (105) 2 20 45 (105) 135 Tenaga Kerja 3 45 (105) 150 180 4 80 150 180 240 5 (105) 135 150 210 Kita melihat bahwa tingkat produksi 105 bal tekstil dapat dicapai dengan beberapa kombinasi faktor produksi. b. d. yaitu: 1. Skala Hasil Menurun (Decreasing Return to Scale) c. Perubahan Output Karena Perubahan Skala Penggunaan Faktor Produksi (Return to Scale) Perubahan Output Karena Perubahan Skala Penggunaan Faktor Produksi (Return to Scale) adalah konsep yang ingin menjelaskan seberapa besar output berubah bila jumlah faktor produksi dilipat gandakan (doubling). Kurva Anggaran Produksi (Isocost) Kurva Anggaran Produksi (Isocost) adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang . Skala Hasil Konstan (Constant Return to Scale) 3. Return to scale dibedakan menjadi tiga. Tingkat produksi yang sama dapat dicapai dengan penggunaan faktor produksi yang lebih sedikit.

Pola Jalur Ekspansi (Expantion Path) Tujuan perusahaan adalah maksimalisasi laba. Jika yang berubah adalah kemampuan anggaran. kurva I berotasi. . f. Biasanya perusahaan menetapkan target yang akan dicapai setiap tahunnya. Di titik persinggungan itu kombinasi penggunaan kedua faktor produksi akan memberikan hasil output yang maksimum. maka kurva isocost (I) adalah: I = rK + wL Sudut kemiringan kurva isocost adalah rasio harga kedua faktor produksi. e. Dalam mencapai keseimbangannya produsen selalu berdasarkan prinsip efisiensi. Jika harga faktor produksi tenaga kerja adalah upah (w) dan harga faktor produksi barang modal adalah sewa (r). yaitu maksimalisasi output atau minimalisasi biaya. dalam jangka pendek maupun jangka panjang perusahaan harus tetap mempertahankan efisiensinya. kurva isocost bergeser sejajar. Dalam jangka panjang perusahaan memiliki tingkat fleksibilitas lebih tinggi dalam mengombinasikan faktor produksi. Keseimbangan Produsen Keseimbangan Produsen terjadi ketika kurva I bersinggungan dengan kurva Q. Untuk mencapai tujuan itu. yang harus dicapai dengan biaya minimum.sama. Keseimbangan dapat berubah karena perubahan kemampuan anggaran maupun harga faktor produksi. Jika terjadi perubahan harga faktor produksi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful