Anda di halaman 1dari 19

Pengenalan Alat Phlebotomi

Mata Kuliah Materi Praktikum Waktu Tempat Pembimbing

: Phlebotomi : Pengenalan Alat Phlebotomi : 11.00 WITA : Laboratorium Poltekkes Denpasar : 1. Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK 2. Ni Made Windiati, Amd.AK,SE

A. Tujuan : Untuk mengetahui alat-alat yang diperlukan dalam penagmbilan darah vena.

B. Metode : Pengenalan alat secara demonstrasi.

C. Dasar Teori : Phlebotomi berasal dari bahasa yunani yaitu phlebos = vena dan tome = insisi/sayatan. Metode pengambilan darah vena disebut phlebotomi karena pada jaman dahulu pengambilan darah dilakukan dengan cara membuat torehan. Pada masa kini pengambilan darah vena dapat dilakukan dengan berbagai alat-alat yang terus berkembang sesuai dengan perkembangan jaman. Phlebotomi masa kini dilakukan dengan jarum umumnya dengan metode vacum seperti yang banyak dilakukan di rumah sakit maupun laboratorium kesehatan (Anonim, 2010). Beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan melalui kegiatan phlebotomi seperti: 1. Syncope 2. Rasa nyeri Berlangsung tidak lama, tidak perlu penanganan khusus. Rasa nyeri timbul karena alkohol yang belum kering/penarikan jarum yang terlalu kuat. 3. Hematoma Hematoma adalah kondisi dimana terkumpulnya massa darah dalam jaringan (di bawah kulit) sebagai akibat robeknya pembuluh darah. Penyebab terletaknya pada teknik pengambilan sampel.

4. Pendarahan Lebih sering terjadi pada pengambilan darah arteri. 5. Alergi Alergi terjadi karena reaksi terhadap bahan-bahan yang dipakai dalam phlebotomi (antiseptik/desinfektan, latex sarung tangan, torniquet, plaster). Gejala ringan atau berat berupa kemerahan, rhinitis, radang selaput mata, dan bisa syok. 6. Trombosis Terjadi karena pengambilan darah berulang kali di tempat yang sama. 7. Radang tulang Jarak kulit dan tulang bayi sempit, pemakaina lancet berukuran panjang dapat menjadi pemicu radang tulang (Anonim, 1991).

D.

Alat-alat yang diperkenalkan : 1. Jarum vacutainer 2. Tabung vacutainer 3. Holder 4. Alkohol swab 5. Torniquet 6. Plester

E.

Penjelasan dan fungsi alat-alat yang diperkenalkan : 1. Jarum vacutainer Jarum memiliki uliran ditengah dan ada titik landai di kedua ujungnya. Ujung satu (ujung belakang) untuk menembus tutup karet dari tabung hampa. Tabung ditutup dengan sarung karet yang dapat menutup kembali yang mencegah bocornya darah saat tabung diganti atau dicabut. Jarum berfungsi sebagai penyalur darah dari vena ke tabung. 2. Tabung vacutainer Tabung hampa tersedia dalam bentuk gelas dan plastik denga bermacam ukuran. Tabung terisi dengan sendirinya karena ada hampe pra-ukur di dalam tabung. Tabung tersedia dalam beberapa jenis berdasarkan ada tidaknya serta jenis antikoagulan yang terkandung didalamnya. Tabung berfungsi sebagai tempat menampung darah. 3. Holder 2

Holder berbentuk bulat dan memiliki ulir tempat jarum dipasangkan. Holder berbentuk silinder dengan ruangan tempat memasukan tabung hingga tertancap pada bagian bawah jarum. Holder berfungsi sebagai sarana/alat pemegang jarum. 4. Alkohol swab Alkohol swab merupakan Isopropylalcohol (70%) dalam bentuk bantalan dalam kemasan tunggal. Alkohol swab berfungsi sebagai desinfektan yang digunakan untuk membersihkan bagian kulit daerah tusukan akan dilakukan. 5. Torniquet Torniquet merupakan alat pendukung seprti pita yang bisa direnggangkan. Torniquet berfungsi untuk membendung aliran darah sehingga pembuluh darah akan tampak lebih jelas. 6. Plester Plester digunakan untuk merekatkan kapas penutup luka bekas tusukan.

F.

Kesimpulan : Alat-alat yang diperkenalkan adalah jarum vacutainer, tabung vacutainer, holder, alkohol swab, torniquet dan plester.

G.

Daftar pustaka : Anonim. 2010. Peralatan (Bimbingan Phlebotomi). Materi seminar PATELKI 10 Juni 2010. Lestari, Wiradewi. 2008. Kompetensi Profesional Phlebotomi. Materi Kuliah Phlebotomi semester II Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Denpasar. Anonim. 1991. Petunjuk Pemeriksaan laboratorium Puskesmas. Depkes RI.

Pengambilan Darah Vena I

Mata Kuliah Materi Praktikum Waktu Tempat Pembimbing

: Phlebotomi : Pengambilan Darah Vena I : 11.00 WITA : Laboratorium Poltekkes Denpasar : 1. Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK 2. Ni Made Windiati, Amd.AK,SE

A. Tujuan: Untuk melatih keterampilan mahasiswa dalam pengambilan darah.

B. Metode : Pada praktikum ini menggunakan metode pengambilan darah vena.

C. Prinsip : Sebelum dilakukan venapuncuture/penusukan pada vena phantom dilakukan persiapan kerja, alat phlebotomis, ruang kerja dan kelengkapan kerja.

D. Dasar teori : Penentuan posisi pada pengambilan sampel darah, ditentukan oleh jenis pemeriksaan yang akan dilakukan untuk sedikit mungkin menimbulkan kesalahan dalam penusukan. Pada pengambilan darah vena contoh darah umumnya diambil dari vena median cubital, pada anterior lengan. Vena ini terletak dekat dengan permukaan kulit, cukup besar, dan tidak pasokan sasraf besar. Apabila memungkinkan, vena chepalica/vena basilica bisa menjadi pilihan berikutnya. Venapuncture pada vena basilica harus dilakukan dengan hati-hati karena letaknya berdekatan dengan arteri brachialis dan syaraf median (Wikipedia, 2008).

E. Alatdan bahan: a. Alat-alat : 1. Phantom beserta perlengkapannya 2. Vakum 3. Holder 4. Sarung tangan 4

5. Kapas Alkohol 6. Torniquete 7. Plester 8. Gunting

b. Bahan : 1. Darah vena

F. Prosedur Kerja : 1. Dipersiapkan alat phlebotomis, ruang kerja dan kelengkapan kerja 2. Dicuci tangan kemudian digunakan sarung tangan 3. Tangan phantom diluruskan dan kepalkan tangan phantom 4. Torniquette dipasangkan pada lengan atas phantom dengan jarak 3 jari diatas lipatan siku/phantom yang akan dilakukan tusukan vena pada pemasangan alat ini harus diperhatiakn : I. II. III. Pada kulit yang sensitif Dihindarkan pemasangan pada daerah luka Lama pemasangan maksimal 1 menit, pemasangan yang terlalu lama dapat menyebabkan okulasi vena 5. Raba daerah antecubital fossa (lipatan siku) dimana terdapat vena utama yang dipakai untuk venipuncture. Temukan vena yang besar dan tidak mudah bergerak dan tidak boleh pada jaringan parut, proksimal tempat infus, hematum dan limfostasis 6. Bersihkan daerah yang akan ditusuk dengan kapas alcohol dengan cara menghapuskannya berbentuk spiral dari dalam keluar 7. Tunggu beberapa saat sampai alcohol di kulit kering, agar tidak perih saat ditusuk 8. Dimasukan jarum vakum ke holder, lalu ditusukan dengan posisi lubang jarum menghadap keatas dan sudut 15-30o dan dihindari gerakan semaksimal mungkin 9. Setelah darah keluar dipasang tabung vakum EDTA pada holdernya dan torniquet dilepaskan setelah darah mengalir 10. Setelah tabung/vakum terisi penuh, tabung dilepaskan dan ditekan tempat penusukan jarum vakum dengan kapas kemudian tarik jarum vakum keluar secara hati-hati 11. Ditutup luka bekas tusukan dengan kapas dan plester 5

G. Hasil pengamatan : Diperoleh cairan dari vena phantom

H. Pembahasan : Dari hasil pengamatan praktikum didapat cairan dari vena phantom. Pada pengambilan darah harus dilakukan secara teliti untuk mencegah terjadinya kesalahan didalam proses pengambilan.

I. Kesimpulan : Didapat cairan dari vena phantom

J. Daftar pustaka Wikipedia.2008.Penentuan Posisi Darah Vena.http.//www.wikipedia.com

Pengenalan Alat Phlebotomi II


Mata Kuliah Materi Praktikum Waktu Tempat Pembimbing : Phlebotomi : Pengenalan Alat Phlebotomi II : 11.00 WITA : Laboratorium Poltekkes Denpasar : 1. Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK 2. Ni Made Windiati, Amd.AK,SE

A. Tujuan : Melatih kemampuan mahasiswa dalam mengambil darah vena.

B. Metode : Metode yang digunakan adalah metode parsipatif aktif, dengan menekankan pada peserta untuk pengambilan darah vena dengan vakum tainer (vena tainer).

C. Prinsip : Darah diambil dari pembuluh, vena pasien sesuai dengan volume yang dibutuhkian, dimasukkan ke dealam tabung dengan antikoagulan.

D. Dasar Teori : Pembuluh vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Darahnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh dan tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastic, jika diraba, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembuluhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, darah tidak memancar tetapi merembes. Dari saluran tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh balik besar, yang disebut vena cava (Wikipedia, 2006). Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui serambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jantung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya okisigen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kecuali vena pulmonalis. Salah satu penyakit yang menyerang pembuluh balik adalah varises (Wikipedia, 2006).

E.

Alat dan Bahan : a. Alat-alat : 1. Syringe 2. Kapas Alkohol 3. Torniquette 4. Plester 5. Gunting

b. Bahan : 1. Darah vena

F. Prosedur Kerja 1. Dilakukan persiapan kerja seperti alat-alat yang akan digunakan 2. Cuci tangan kemudian digunakan darung tangan 3. Diluruskan tangan pasien dan minta pasien untuk mengepalkan jari tangannya 4. Dipasang tourniquet pada lengen 7,5 10 cm diatas lipat siku atau bagaian yang akan dilakukan tusukan vena (venpuncture) 5. Palpasi vena atau pilih yang paling besar dan tidak mudah bergerak 6. Dilepaskan tourniquet untuk sementara dan dibersihkan vena yang akan ditusuk dengan alcohol 70% dengan gerak memutar dari tengah ke tepi 7. Dibiarkan 30 detik untuk pengeringan alcohol dan jangan menyentu8h area yang sudah dibersihkan 8. Dipasang kembali tourniquetnya 9. Dimasukkan jarum ke vena yang telah disinfeksi, dengan lubang jarum menghadap ke atas dan sudut 15-30 derajat. 10. Segera dilepaskan tourniquetnya setelah darah mengalir dan dimasukkan tabung ke dalam holder yang telah berisi jarum. 11. Diisi tabung hingga batas yang ditetapkan/vakum habis 12. Dilepaskan tabung dari jarum dan holder 13. Segera tekan dengan kapas selam 3-5 menit dan plester badian vanipucture 14. Dilepaskan jarum dari holdernya dan langsung dibuang ke dalam kotak biohazard.

G. Data Hasil Pengamatan : Nama pasien : Siti Hamidah Diah Umur : 20 tahun Jenis kelamin :Perempuan Status : Belum menikah Alamat : Padang Sambian Berhasil mendapatkan darah vena sebanyak 3 cc.

H. Pembahasan : Pada pratikum yang telah dilakukan pada pengambilan darah vena didapatkan 3 cc darah dalam tabung 3cc pada pasien yang bernama Siti Hamidah Diah. Karena pembuluh vena yang diambil lumayan kelihatan. Dan sesudah jarum vakum menusuk pembuluh darah vena, dan sebelum tabung masuk ke holder terlebih dahulu tourniquet harus dilepaskan dari lengan. Ini bertujuan agar tidak terjadi hematoma di dalam darah. Pada saat darah mengalir ke dalam tabung usahakan jangan mencabut tabung dari holder sebelum darah berhenti sendiri pada ukuran tabung yang digunakan. Ini bertujuan agar darah tidak muncrat dan keluar dari holder.

I. Kesimpulan : Berdasarkan hasil pratikum pada Siti Hamidah Diah didapatkan darah vena sebanyak 3 cc pada tabung ukuran 3 cc. Pengambilan dilakukan secara steril dengan menggunakan kapas alcohol 70%.

J. Daftar Pustaka : Wikipedia.2006. pembuluh darah.http://www.Pembuluh_Darah.com

Pengambilan Darah Vena (III)


Mata Kuliah Materi Praktikum Waktu Tempat Pembimbing : Phlebotomi : Pengenalan Alat Phlebotomi III : 11.00 WITA : Laboratorium Poltekkes Denpasar : 1. Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK 2. Ni Made Windiati, Amd.AK,SE

A. Tujuan: Melatih kemampuan mahasiswa dalam mengambil darah vena dengan menggunakan vakum.

B. Metode : Metode yang digunakan adalah metode parsipatif aktif, dengan menekankan pada peserta untuk pengambilan darah vena dengan vakum tainer (vena tainer).

C. Prinsip : Pembendungan pembuluh darah vena dilakukan agar pembuluh darah tampak jelas dan dengan mudah dapat ditusuk sehingga mendapatkan sampel darah.

D. Dasar Teori : Pembuluh darah arteri atau nadi : pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang berasal dari bilik jantung yang berdinding tebal dan kaku. Pembuluh arteri yang datang dari bilik sebelah kiri dinamakan aorta yang tugasnya mengangkut oksigen untuk disebar ke seluruh tubuh. Pembuluh arteri yang asalnya dari bilik kanan disebut sebagai pembuluh pulmonalis yang betugas membawa darah yang terkontaminasi karbon dioksida dari setiap bagian tubuh menuju ke paru-paru. Pembuluh darah vena atau balik pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang datang menuju serambi jantung yang bersifat tipis dan elastis pembuluh vena kava anterior adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian atas tubuh. Pembuluh vena kava pulmonalis adalah pembuluh balik yang berasal dari bagian bawah tubuh. Pembuluh darah kapiler pembuluh darah kapiler adalah ujung yang berada di paling akhir dari pembuluh arteri. Jaringan pembuluh darah kapiler membentuk suatu anyaman rumit di mana setiap mili

10

meter dari suatu jaringan memiliki kurang lebih sekitar 2000 kapiler darah (Anonim, 2009).

E. Alat dan Bahan : a. Alat-alat : 1. Jarum steril sekali pakai 2. Tabung vakum 3. Holder 4. Torniket 5. Kapas Alkohol 6. Plester 7. Sarung Tangan

b. Bahan : 1. Darah vena

F. Prosedur Kerja 1. Dipersiapkan alat-alat 2. Pasang jarum pada holder, pastikan terpasang erat 3. Lakukan pendekatan pada pasien dengan tenang dan ramah, usahakan pasien setenang mungkin 4. Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan lembar permintaan. 5. Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak melakukan aktivitas 6. Minta pasien mengepalkan tangannya 7. Pasang torniket kira kira 7,5 sampai 10 cm diatas lipat siku 8. Pilih bagian vena median cubital atau chepalic. Lakukan perabaan atau palpipasi untuk memastikan posisi vena 9. Bersihkan kulit pada bagian yang akan diaambil dengan kapas alkohol 70% dan biarkan kering. Kulit yang telah dibersihkan jangan dipegang lagi 10. Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap keatas. Begitu darah mengalir, masukkan tabung vakum ke dalam holder dan dorong tabung sehingga jarum bagian posterior tertancap pada tabung, maka darah akan mengalir ke dalam

11

tabung. Begitu darah mengalir segera lepaskan torniket. Tunggu sampai mendapat volume yang diinginkan. 11. Setelah sampel darah didapat, lepaskan tabung vakum dan holder. Letakkan kapas di tempat suntikan, lalu segera lepaskan atau tarik jarum. Tekan kapas beberapa saat lalu plester untuk menghentikan perdarahan.

G. Hasil pengamatan : Pada pratikum kali ini dilakukan pengambilan darah vena pada pasien: Nama Umur : Siti Hamidah Diyah : 20 tahun

Jenis kelamin: Perempuan Didapatkan darah pasien sebanyak 5 cc pada tabung vakum berisi EDTA.

H. Pembahasan : Pada pratikum yang telah dilakukan pada pengambilan darh vena didapatkan 5 cc darah pada pasien Siti Hamidah Diyah. Karena pembuluh darah yang diambil terlihat jelas sehingga mempermudah pengambilan. Pada saat pengambilan darah, sesudah jarum vakum menusuk pembuluh darah vena, dan tabung dimasukkan lepaskan tourniquet untuk menghindari hematoma. Pada pratikum kali ini pengambilan darah dilakukan dengan prosedur kerja yang benar sehingga pasien tidak mengalami hematoma.

I. Kesimpulan : Pengambilan sampel darah haruslah perlahan dan pasti, selain itu memerlukan banyak latihan agar terbiasa dalam melakukan pengambilan sampel darah.

J. Daftar Pustaka : Anonim.2009.DarahVena.http://organisasi.org/pembuluh_darah_arteri_nadi_vena_ balik_dan_kapiler_ilmu_biologi.

12

Pengambilan Darah Vena VI


Mata Kuliah Materi Praktikum Waktu Tempat Pembimbing : Phlebotomi : Pengenalan Alat Phlebotomi VI : 11.00 WITA : Laboratorium Poltekkes Denpasar : 1. Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK 2. Ni Made Windiati, Amd.AK,SE

A. Tujuan: Melatih kemampuan mahasiswa dalam mengambil darah vena dengan menggunakan vakum.

B. Metode : Metode yang digunakan adalah metode parsipatif aktif, dengan menekankan pada peserta untuk pengambilan darah vena dengan vakum tainer (vena tainer).

C. Prinsip : Pembendungan pembuluh darah vena dilakukan agar pembuluh darah tampak jelas dan dengan mudah dapat ditusuk sehingga mendapatkan sampel darah.

D. Dasar Teori : Dalam pemilihan tempat penusukan pada lengan daerah yang disorot adalah antecubital fossa dimana terdapat vena utama yang dipakai untuk venipuncture. Pilih yang pegas atau elastis, cukup besar untuk mendukung aliran darah yang baik, dan terjangkar dengan baik oleh jaringan. Vena median cubital adalah pilihan pertama karena ia besar, terjangkar dengan baik, paling sedikit sakit, dan terkecil kemungkinan memarnya. Vena cephalic adalah pilihan kedua : besar, tetapi tidak sebaik terjangkarnya dan lebih sakit ketika ditusuk dibandingkan median cubital. Vena basilic adalah pilihan ketiga biasanya mudah diraba, tetapi tidak terjangkar dengan baik oleh jaringan terletak dekat arteri brachial dan saraf median, yang salah satunya bisa secara tidak sengaja tertusuk (Windiati, 2010).

13

E. Alat dan Bahan : a. Alat-alat : 1. Jarum steril sekali pakai 2. Tabung vakum 3. Holder 4. Torniket 5. Kapas Alkohol 6. Plester 7. Sarung Tangan

b. Bahan : 1. Darah vena

F. Prosedur Kerja : 1. Dipersiapkan alat-alat 2. Pasang jarum pada holder, pastikan terpasang erat 3. Lakukan pendekatan pada pasien dengan tenang dan ramah, usahakan pasien setenang mungkin 4. Identifikasi pasien dengan benar sesuai dengan lembar permintaan. 5. Minta pasien meluruskan lengannya, pilih lengan yang banyak melakukan aktivitas 6. Minta pasien mengepalkan tangannya 7. Pasang torniket kira kira 7,5 sampai 10 cm diatas lipat siku 8. Pilih bagian vena median cubital atau chepalic. Lakukan perabaan atau palpipasi untuk memastikan posisi vena 9. Bersihkan kulit pada bagian yang akan diaambil dengan kapas alkohol 70% dan biarkan kering. Kulit yang telah dibersihkan jangan dipegang lagi 10. Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap keatas. Begitu darah mengalir, masukkan tabung vakum ke dalam holder dan dorong tabung sehingga jarum bagian posterior tertancap pada tabung, maka darah akan mengalir ke dalam tabung. Begitu darah mengalir segera lepaskan torniket. Tunggu sampai mendapat volume yang diinginkan.

14

11. Setelah sampel darah didapat, lepaskan tabung vakum dan holder. Letakkan kapas di tempat suntikan, lalu segera lepaskan atau tarik jarum. Tekan kapas beberapa saat lalu plester untuk menghentikan perdarahan.

G. Hasil pengamatan : Pada pratikum kali ini dilakukan pengambilan darah vena pada pasien: Nama Umur : Dewa Ayu Intan Prabawanti : 19 tahun

Jenis kelamin: Perempuan Didapatkan darah pasien sebanyak 3 ml pada tabung vakum berisi EDTA.

H. Pembahasan : Pada pratikum kali ini dilakukan pengambilan darah vena pada pasien Dewa Ayu Intan Prabawanti dengan menggunakan metode vakum. Pada pengambilan darah ini tidak terjadi kesalahan karena phlebotomist melakukan pengambilan dengan prosedur kerja yang benar. Dan didukung dengan pasien yang rileks pada saat pengambilan darah dilakukan. Sehingga tidak terjadi hematoma pada lengan pasien. Pengambilan sampel darah haruslah perlahan dan pasti, selain itu memerlukan banyak latihan agar terbiasa dalam melakukan pengambilan sampel darah.

I. Kesimpulan : Pada pratikum kali ini dilakukan pengambilan darah pada pasien Dewa Ayu Intan Prabawanti. Didapatkan darah sebanyak 3 ml pada tabung berisi EDTA.

J. Daftar Pustaka : Windiati.2010.pengambilan darah vena.http://www.Infoanalis.blogspot.com

15

Pengambilan darah Vena V


Mata Kuliah Materi Praktikum Waktu Tempat Pembimbing : Phlebotomi : Pengenalan Alat Phlebotomi V : 11.00 WITA : Laboratorium Poltekkes Denpasar : 1. Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK 2. Ni Made Windiati, Amd.AK,SE

A. Tujuan : Dapat melakukan teknik plebotomi denagn aman dan benar.

B. Metode : Metode yang diguanakan adalah parsipatif aktif, dengan menekankan pada peserta untuk pengambilan darah vena dengan vakum tainer (vena puncture).

C. Prinsip : Darah diambil dari pembuluh vena pasien dengan menggunakan holder dan jarum BD vacuntainer kemudian dimasukkan ke dalam tabung dengan anti koagulan yang sesuai volume darah yang dibutuhkan.

D. Dasar Teori : Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utanmanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolism, dan mengandung berbagai bahan penyusun system imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormone-hormon dari system endokrin juga diedarkan melalui darah (Wikipedia, 2009). Darah manusia berwarna merah, antar merah terang apabila kaya oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Manusia memiliki system peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolism berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui

16

pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu, darah dikirimkian ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan-bahan sisa metabolism, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni (Wikipedia, 2009).

E. Alat dan Bahan : a. Alat-alat : 1. Tabung EDTA ukuran 3,5,6,7cc 2. Jarum BD vacuntainer 3. Holder 4. Kotak biohazard 5. Rak tabung 6. Tourniquet 7. Kapas alcohol 8. Plester 9. Sarung tangan

b. Bahan : 1. Darah vena

F. Cara Kerja : 1. Dilakukan persiapan kerja seperti alat-alat yang akan digunakan 2. Cuci tangan kemudian digunakan darung tangan 3. Diluruskan tangan pasien dan minta pasien untuk mengepalkan jari tangannya 4. Dipasang tourniquet pada lengen 7,5 10 cm diatas lipat siku atau bagaian yang akan dilakukan tusukan vena (venpuncture) 5. Palpasi vena atau pilih yang paling besar dan tidak mudah bergerak 6. Dilepaskan tourniquet untuk sementara dan dibersihkan vena yang akan ditusuk dengan alcohol 70% dengan gerak memutar dari tengah ke tepi 7. Dibiarkan 30 detik untuk pengeringan alcohol dan jangan menyentu8h area yang sudah dibersihkan 17

8. Dipasang kembali tourniquetnya 9. Dimasukkan jarum ke vena yang telah disinfeksi, dengan lubang jarum menghadap ke atas dan sudut 15-30 derajat. 10. Segera dilepaskan tourniquetnya setelah darah mengalir dan dimasukkan tabung ke dalam holder yang telah berisi jarum. 11. Diisi tabung hingga batas yang ditetapkan/vakum habis 12. Dilepaskan tabung dari jarum dan holder 13. Segera tekan dengan kapas selam 3-5 menit dan plester badian vanipucture 14. Dilepaskan jarum dari holdernya dan langsung dibuang ke dalam kotak biohazard. G. Data Hasil Pengamatan : Nama pasien : Kadek Mirah Nursiana Dewi Umur : 19 tahun Jenis kelamin : Perempuan Status : belum menikah Berhasil mendapatkan darah vena sebanyak 5 cc.

H. Pembahasan : Pada pratikum telah dilakukan pada pengamatan darah vena didapatkan 5 cc pada pasien yang bernama Kadek Nursiana Dewi. Karena pembuluh darah vena yang diambil lumayan besar dan kelihatan jelas. Dan sesudah jarum vakum menusuk pembuluh darah vena, dan sebelum tabung masuk ke holder, terlebih dahulu

tourniquet harus dilepaskan dari lengan. Ini bertujuan agar tidak terjadi hematoma di dalam darah. Pada saat darah mengalir ke tabung diusahakan jangan mencabut tabung dari holder sebelum darah berhenti sendiri dari jarun dan tabung.

I. Kesimpulan : Berdasarkan hasil pratikum pada Kadek Nursiana Dewi didapatkan darah vena sebanyak 5 cc pada tabung reaksi ukuran 5 cc. pengambilan dilakukan secara steril dengan menggunaknan kapas alcohol 70%.

J. Daftar Pustaka : 18 Wikipedia.2006.Pembululuh darah Vena.http.//www.infoanalis.blogspot.com.

Denpasar, 29 Desember 2010

Pembimbing Pratikum

Ketua

(Ni Made Windiati, Amd.AK,SE)

(Cahya Septia Sardiawan)

Penanggung Jawab Mata Kuliah

(Dr.A.A. Wiradewi Lestari, Sp.PK)

19