Anda di halaman 1dari 8

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Ilmu linguistik dapat dibagi menjadi 2 yaitu linguistik tradisional dan linguistik strukturals. Inguistik tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic sedangkan linguistic strukturais mengkaji berdasarkan struktur atau cirri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Linguistic tradisional dibagi menjadi 5 dekade dimana setiap periode tersebut mempunyai perbedaan atau ciri yang khas. Pertama pada abad 5 sebelum masehi hingga abad 2 M terdapat teori linguistic zaman Yunani. Masalah yang sering dibahas yaitu pertentangan antara fisis dan nomos serrta pertentangan antara anomali dengan analogi. Sesudah zaman Yunani muncul kaum Sophis yang kemudian disusul oleh teori Plato. Kaum Sophis lebih menekankan pengklarifisian bentuk kalimat, ia membagi kalimat menjadi kalimat tanya, perintah, jawab, narasi,laporan, doa dan undangan. Plato merupakan orang yang pertama membedakan kata dalam onoma dan rhema. Aristoteles yang merupakan murid dari Plato tak mau ketinggalan, ia menambah teori dari guruya dengan menambah satu kelas lagi yaitu syndesmci. Sesudah itu muncul kaum Stoik yang diperkirakan beredar abad 4 SM, dimana mereka lebis spesifik lagi dalam membagi jenis kata dan membedakan kata kerja. Selain keempat periode tersebut masih terdapat satu teori lagi yang dipopolerkan oleh kaum Alexandrian yang menganut paham analogi dalam studi bahasa. Pada linguistic tradisional itu sendiri selain zaman Yunani juga ada zaman pertengahan, zaman Romawi, zaman Renaisans, dan menjelang lahirnya linguistic modern. Linguistic strukturalis lebih berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat yang dimiliki bahasa itu. Ferdinand de Saussure merupakan Bapak linguistic modern. Ia telah menelaah sinkronik dan diakronik, langue dan parole, significant dan signifie serta hbungan sintagmatik dan paradigmatic. Pada tahun 1926 terdapat aliran Praha yang membedakan fonetik dan fonologi.

Di Denmark lahir sebuah aliran Glosematik yang Analisis bahasa dimulai dari wacana keudian ujaran itu dianalisis atas konstituen yang mempunyai hubungan paradigmatic dalam rangka forma, substansi, ungkapan, dan isi. Tak mau kalah di London juga mempopulerkan aliran Firthian atau bisa disebut dengan aliran prosodi yaitu suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan fonetis.murid dari Firth yang bernama M.A.K Halliday mengembangkan teori gurunya mengenai bahasa, khususnya yang berkenaan dengan segi kemasyarakatan bahasa. Pada tahun 1877-1949 oleh Leonard Bloomfield diperkenalkan aliran strukturalis Amerika, strukturalis ini lebih komplek karena dapat dimasukkan ke semua aliran linguistic. Terkhir muncul aliran tagmemik arti tagmem disini ialah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot sebagai sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut.

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK


A. LINGUISTIK TRADISIONAL Berikut ini akan dijelaskan bagaimana terbentuknya tata bahasa tradisional dari zaman ke zaman, mulai zaman Yunani sampai masa menjelang munculnya linguistik modern di sekitar akhir abad ke-19. 1. Linguistik Zaman Yunani Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis waktu itu adalah pertentangan antara fisis dan nomos, dan pertentangan antara analogi dan anomali. Para filsuf Yunani mempertanyakan, apakah bahasa itu bersifat alami (fisis) atau bersifat konvensi (nomos). Bersifat alami maksudnya bahasa itu mempunyai asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri. Bahasa bersifat konvensi maksudnya, maknamakna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi atau kebiasaan yang mempunyai kemungkinan bisa berubah. Pertentangan analogi dan anomali menyangkut masalah bahasa itu sesuatu yang teratur dan tidak teratur. Kaum analogi antara lain, Plato dan Aristoteles, berpendapar bahwa bahasa itu bersifat teratur, karena itulah orang dapat menyusun tata bahasa. Sebaliknya, kelompok anomali berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Dari studi bahasa pada zaman Yunani ini kita mengenal nama beberapa kaum atau tokoh yang mempunyai peranan besar dalam studi bahas ini. a. Kaum Sophis b. Plato (429 347 S.M.) c. Aristoteles ( 384 322 S.M. ) d. Kaum Stoik e. Kaum Alexandrian 2. Zaman Romawi Studi bahasa pada zaman Romawi dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Tokoh pada zaman Romawi yang terkenal, antara lain, Varro ( 116-27 S.M. ) dengan karyanya De Lingua

Latina dan Priscia dengan karyanya Institutiones Grammaticae. a. Varro dan De Lingua Latina Dalam buku De Lingua Latina masih juga memperdebatkan masalah analogi dan anomali seperti pada zaman Stoik di Yunani. Buku ini dibagi dalam bidang-bidang etimologi dan morfologi.. a) Etimologi, adalah cabang Linguistik yang menyelidiki asal usul kata beserta artinya. b) Morfologi, adalah cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya. Mengenai deklinasi, yaitu perubahan bentuk kata, Varro membedakan adanya 2 macam deklinasi, yaitu deklinasi naturalis dan deklinasi voluntaris. a) Deklinasi naturalis, adalah perubahan yang bersifa alamiah, sebab perubahan itu dengan sendirinya dan sudah berpola. b) Deklinasi voluntaris, adalah perubahan yang terjadi secara morfologis, bersifat selektif dan manasuka. b. Institutiones Grammaticae atau Tata Bahasa Priscia Beberapa segi yang patut dibicarakan dalam buku ini antara lain : a) Fonologi b) Morfologi c) Sintaksis 3. Zaman Pertengahan Dari zaman pertengahan ini yang patut dibicarakan dalam studi bahasa antara lain : a) Kaum Modistae masih membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos dan pertentangan antara analogi dan anomali. b) Tata Bahasa Spekulstiva, merupakan hasil integrasi deskripsi gramatikal bahasa latin ke dalam filsafat skolastik. c) Petrus Hispanus, bukunya berjudul Summulae Logicales. 4. Zaman Renaisans Dianggap sebagai pembukaan abad pemikiran abad modern. Ada 2 hal yang perlu dicatat : (1) Selain menguasai bahasa Latin, sarjana-sarjana pada waktu itu juga menguasai bahasa Yunani, bahasa Ibrani dan bahasa Arab. (2) Selain bahasa Yunani, Latin, Ibrani dan Arab, bahasa-bahasa Eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa, dan malah juga perbandingan. 5. Menjelang Lahirnya Linguistik Modern Ferdinand de Saussure dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Masa antara lahirnya Linguistik Modern dengan masa berakhirnya zaman renainsans ada satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa. Mengenai Linguistik tradisional di atas, maka secara singkat dapat dikatakan, bahwa : a) Pada tata bahasa tradisional ini tidak dikenal adanya perbedaan antara bahasa ujaran dengan bahasa tulisan. b) Bahasa yang disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokanpatokan dari bahasa lain. c) Kaidah-kaidah bahasa dibuat secara preskriptif, yakni benar atau salah. d) Persoalan kebahasaan sering kali dideskripsikan dengan melibatkan logika. e) Penemuan-penemuan atau kaidah-kaidah terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan. B. LINGUISTIK STRUKTURALIS 1. Ferdinand de Saussure Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern berdasarkan pandangan-pandangan yang dimuat

dalam bukunya Course de Linguistique Generale. Buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Pandangan yang dimuat dalam buku tersebut mengenai konsep : a) Telaah sinkronik dan diakronik. b) La Langue dan La Parole. c) Signifiant dan Signifie. d) Hubungan Sintagmatik dan Paradigmatik. 2. Aliran Praha Aliran Praha terbentuk pada tahun 1926 atas prakarsa salah sorang tokohnya, yaitu Vilem mathesius (1882-1945).Dalam bidang Fonologi aliran Praha inilah yang pertama-tama membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Aliran Praha ini juga memperkenalkan dan mengembangkan suatu istilah yang disebut morfonologi, bidang yang meneliti struktur fonologis morfem. Dalam bidang sintaksis, Vilem Mathesius mencoba menelaah kalimat melalui pendekatan fungsional. Menurut pendekatan ini kalimat dapat dilihat dari struktur formalnya dan juga dari stuktur informasinya yang terdapat dalam kalimat yang bersangkutan. Struktur informasi menyangkut unsure tema dan rema. Tema adalah apa yang dibicarakan, sedangkan rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema. 3. Aliran Glosematik Aliran Glosematik lahir di Denmark. Tokohnya, antara lain, Louis Hjemslef (1899-1965), yang meneruskan ajaran Ferdinand de Sausure. Menurut Hjemslev teori bahasa haruslah bersifat sembarang saja, artinya harus merupakan suatu sistem deduktif semata-mata. Teori itu harus dapat dipakai secara tersendiri untuk dapat memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang timbul dari premis-premisnya. Hjemslev menganggap bahasa itu mengandung dua segi, yaitu segi ekspresi dan segi isi. 4. Aliran Firthian Nama John R. firth (1890-1960) guru besar pada Universitas London sangat terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi. Fonologi Prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis. Ada tiga macam pokok prosodi: a) Prosodi yang menyangkut gabungan fonem, b) Prosodi yang terbentuk oleh sendi atau jeda, c) Prosod iyang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar daripada fonem-fonem suprasegmental. Firth juga terkenal dengan pandangannya mengenai bahasa. Firth berpendapat bahwa bahasa harus memperhatikan komponen sosiologis. 5. Linguistik Sistemik Nama aliran linguistic sistemik tidak dapat dilepaskan dari nama M.A.K. Halliday. Pokok-pokok pandangan sistemik linguistik adalah 1. SL memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa. 2. SL memandang bahasa sebagai pelaksana 3. SL lebuh mengutamakan pemerian cirri-ciri bahasa tertentu beserta variasi-variasi 4. SL mengenal adanya gradasi atau kontinum. 5. SL, menggambarkan tiga tataran utama bahasa sebagai berikut : 6. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika Aliran ini berkembang pesat di Amerika pada tahun tiga puluhan dan lima puluhan. Faktor yang menyebabkannya adalah : 1. Pada masa itu linguis di Amerika menghadapi masalah yang sama, yaitu banyak sekali bahasa

Indian yang belum diberikan. 2. Sikap Bloomfield yang menolak mentalistik sejalan dengan iklim fisafat yang berkembang pada masa itu di Amerika, yaitu filsafat behaviorisme. 3. Diantara linguis-linguis itu ada hubungan yang baik. Aliran strukturalis yang dikembangkan bloomfield dengan para pengikutnya sering juga disebut aliran taksonomi, dan aliran Bloomfieldian atau post-Bloomfieldian. Karena bermula atau bersumber pada gagasan Bloomfield. Disebut aliran taksonomi karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasi unsurunsur bahasa berdasarkan hubungan hirarkinya. 7. Alirean Tagmemik Menurut aliran ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem. Yang dimaksud dengan Tagmem adalah korelasi antara fungsi gramatikal atau slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarakn untuk mengisi slot tersebut. Satuan dasar sintaksis itu, yaitu tagmem, merupakan suatu sistem sel-empat-kisi. C. LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRANALIRAN SESUDAHNYA 1. Tata Bahasa Transformasi Dalam buku Noam Chomsky yang berjudul Syntatic Structure pada tahun 1957, dan dalam buku Chomsky yang kedua yang berjudul Aspect of the Theory of Syntax pada tahun 1965. mengembangkan model tata bahasa yaitu transformational generative grammar, dalam bahasa Indonesia dsebut tata bahasa transformasi atau bahasa generatif. Tujuan penelitian bahasa adalah untuk menyusun tata bahasa dari bahasa tersebut. Bahasa dapat dianggap sebagai kumpulan kalimat yang terdiri dari deretan bunyi yang mempunyai makna maka haruslah dapat menggambarkan bunyi dan arti dalam bentuk kaidah- kaidah yang tepat dan jelas. Syarat untuk memenuhi teori dari bahasa dan tata bahasa yaitu : 1. kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut, sebagai kalimat yang wajar dan tidak dibuat buat. 2. tata bahasa tersebut terus berbentuk sedemikian rupa, sehingga satuan atau istilah tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja dan semuanya ini harus sejajar dengan teori linguistik tertentu. Konsep language dan paroleh dari de sausure, Chomsky membedakan adanya kemampuan (kompeten) dan perbuatan berbahasa (performance). Jadi objeknya adalah kemampuan. Seorang peneliti bahasa harus mampu menggambarkan kemampuan si pemakai bahasa untuk mengerti kalimat yang tidak terbatas jumlahnya, yang sebagian besar, barangkali, belum pernah didengarnya atau dilihatnya. Kemampuan membuat kalimat-kalimat baru disebut aspek kreatif bahasa. Dalam buku Tata Bahasa Transformasi lahur bersamaan dengan terbitnya buku Syntatic Structure tahun 1957. buku ini sering disebut Tata Bahasa Transformasi Klasik. Kemudian disusul aspect of the theory of syntax dalam buku ini Chomsky menyempurnakan teorinya mengenai sintaksis dengan mengadakan beberapa perubahan yang prinsipil. Tahun 1965 dikenal dengan standar teori, kemudian tahun 1972 diberi nama Extended Standard Theory, tahun 1975 diberi nama Revised Extended Standard Theory. Terakhir buku ini direvisi dengan nama Government and Binding Theory. Dari kesimpulan tersebut terdiri dari 3 komponen : 1. komponen sintetik 2. komponen semantik 3. komponen fologis

2. Semantik Generatif Menurut semantik generatf, sudah seharusnya semantic dan sintaksis diselidiki bersama sekaligus karena keduanya adalah satu. Struktur semantic itu serupa dengan struktur logika. Menurut teori semantik generatif, argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan; sedangkan predikat itu semua yang menunjukan hubungan, perbuatan, sifat , keanggotaan, dan sebagainya. 3. Tata Bahasa Kasus Tata bahasa kasus diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore. Fillmore membagi kalimat atas: 1. Modalitas, yang berupa unsur negasi, kala, aspek, dan adverbia. 2. Proposisi, yang terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus. Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalh hubungan antara verba dengan nomina. Verba di sini sama dengan predikat, sedangkan nomina sama dengan argumen dalam teori semantik generatif. 4. Tata Bahasa Relasional Sama halnya dengan tata bahasa transformasi, tata bahasa relasional juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Dalam hal ini tata bahasa relasional banyak menyerang tata bahasa transformasi, karena menganggap teori-teori tata bahasa transformasi tidak dapat diterapkan pada bahasa-bahasa lain selain bahasa inggris. Diposkan oleh malaikatberduka di 05:04
SKBL2033 Linguistik dan Aplikasi Kursus ini secara amnya, cuba membincangkan kepentingan ilmu linguistik dan secara khususnya, peranan serta sumbangan pengajian dan pengkajian disiplin ini terhadap masyarakat dan pembangunan negara. Selain ini, kursus ini juga meneliti hubungan linguistik dengan disiplin-disiplin lain. Tumpuan lain dalam kursus ini ialah penelitian tentang peranan bahasa yang merupakan bahagian yang paling penting dalam kehidupan manusia. Persepsi manusia terhadap dunia serta cara manusia berfikir banyak sekali dipengaruhi oleh bahasa. SKBL2093 Linguistik Sejarah Kursus ini membincangkan aspek pengkajian bahasa secara diakronik, iaitu melihat perkembangan bahasa melalui peredaran masa. Perbincangan dimulai dengan meneliti metodologi bandingan dan konsep asas bandingan sejarawi seperti kekerabatan bahasa, rekonstruksi bahasa purba, dan pengelompokan bahasa. Metodologi bandingan yang diguna pakai ialah metodologi kualitatif dan kuantitatif. Rekonstruksi bahasa purba dibuat melalui kaedah kesepadanan bunyi/bentuk, manakala pengelompokan bahasa pula dibuat melalui kaedah inovasi dan retensi. SKBL2103 Sosiolinguistik Kursus ini membincangkan hubungan bahasa dengan masyarakat. Beberapa aspek akan dibincangkan, antaranya pendekatan yang terdapat dalam bidang sosiolinguistik, hubungan bahasa dengan kelompok masyarakat, hubungan bahasa dengan faktor sosial, ragam bahasa dan perancangan bahasa. Selain itu, kursus ini juga akan membincangkan masalah bahasa di dalam berbagai-bagai jenis masyarakat, bahasa dan kumpulan-kumpulan sosial, sifat-sifat bahasa dan proses perkembangan dan perubahan bahasa. Di samping itu, kajian lapangan turut dijadikan sebahagian daripada kursus ini. Dengan itu, pelajar akan dapat mengaplikasikan segala pengetahuan yang diperolehi semasa kuliah dalam kerja lapangan yang akan dilaksanakan. Bacaan Asas SKBL2163 Linguistik dan Komunikasi Kursus ini membicarakan proses komunikasi dari perspektif linguistik. Antara perkara yang akan dibincangkan ialah lakuan bahasa yang melibatkan komunikasi verbal dan

bukan verbal. Pemerincian terhadap bentuk-bentuk komunikasi antara peribadi, komunikasi kumpulan, dan komunikasi massa turut diperkatakan. Selain itu, perbincangan juga akan tertumpu kepada strategi berbahasa yang melibatkan penggunaan bahasa literal dan bukan literal. Kursus ini juga turut membincangkan asas untuk menjadi komunikator yang berjaya dan berwibawa serta sekaligus memperlihatkan peri pentingnya linguistik dalam komunikasi SKBL3113 Psikolinguistik Kursus ini membincangkan proses-proses mental yang terlibat dalam pemerolehan dan penggunaan bahasa, dan hubungannya dengan fikiran, budaya dan asal-usul idea. Teori linguistik struktural dan teori linguistik transformasi generatif turut dibincangkan dalam proses pemerolehan dan penggunaan bahasa. Perkara-perkara yang berkaitan dengan penguasaan bahasa dan bilingualisme juga turut dibincangkan. Di samping itu, aspekaspek yang berkaitan dengan masalah dalam pertuturan akan juga dibincangkan. Seterusnya, kursus ini akan turut membicarakan pengaplikasian ilmu psikolinguistik dalam pelbagai bidang, khususnya pendidikan bahasa. SKBL3123 Dialektologi Kursus ini membicarakan variasi atau kepelbagaian linguistik yang terdapat dalam sesuatu bahasa yang dikaitkan dengan faktor geografi ataupun daerah pemakaiannya. Antara ciri linguistik yang dibicarakan dalam melihat variasi dialek termasuklah aspek fonetik, fonologi, morfologi, leksikal, sintaksis, dan semantik. Para pelajar akan didedahkan dengan matlamat, prinsip asas, pendekatan dan kaedah dalam menentukan kepelbagaian dialek dan kesempadanannya. Antara kaedah dialektologi yang dibicarakan termasuklah struktural, generatif, dan HOMAL. SKBL3183 Linguistik dan Komputer Kursus ini bertujuan untuk memberi pendedahan dan kefahaman tentang cara dan kaedah pemprosesan bahasa semula jadi (natural language processing) dengan menggunakan teknologi komputer. Antara aspek yang akan diteliti dan diberi tumpuan ialah gagasan tentang bahasa, cara bahasa beroperasi, dan penggunaan bahasa oleh manusia dan komputer. Selain daripada itu, pelajar juga akan didedahkan dengan kaedah pengajaran khususnya pengajaran bahasa yang berbantukan komputer (computer aided learning) yang berasaskan penerapan ilmu linguistic Gambaran Umum Ilmu Bahasa (Linguistik)Oleh: Deny A. Kwary . Pendahuluan Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ilmu bahasa atau s t u d i i l m i a h mengenai bahasa (Matthews 1997). Dalam T h e N e w O x f o r d Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut: The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics,comparative linguistics, and structural linguistics .Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampa i S3, bahkan sampai post-doctoral program telah banyak ditawarkan di universitas terkemuka, seperti University of California in Los Angeles (UCLA), Harvard University,Massachusett Institute of Technology (MIT), University of Edinburgh

, dan Oxford University . Di Indonesia, paling tidak ada dua universitas yang membuka programS1 sampai S3 untuk ilmu bahasa, yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Katolik Atma Jaya

Gambaran Umum Ilmu Bahasa (Linguistik)Oleh: Deny A. KwaryI. Pendahuluan Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ilmu bahasa atau s t u d i i l m i a h mengenai bahasa (Matthews 1997). Dalam T h e N e w O x f o r d Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut: The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics,comparative linguistics, and structural linguistics .Program studi Ilmu Bahasa mulai jenjang S1 sampai S3, bahkan sampai post-doctoral program telah banyak ditawarkan di universitas terkemuka, seperti University of California in Los Angeles (UCLA), Harvard University,Massachusett Institute of Technology (MIT), University of Edinburgh , dan Oxford University . Di Indonesia, paling tidak ada dua universitas yang membuka programS1 sampai S3 untuk ilmu bahasa, yaitu Universitas Indonesia dan Universitas Katolik Atma Jaya. II. Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak z a m a n Yunani (abad 6 SM). Secara garis besar studi tentang bahasa d a p a t dibedakan antara (1) tata bahasa tradisional dan (2) linguistik modern. 2. 1 Tata Bahasa Tradisional Pada zaman Yunani para filsuf meneliti apa yang dimaksud dengan bahasa danapa hakikat bahasa. Para filsuf tersebut sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. Dikatakan bahwa manusia hidup dalam tanda-tanda yang mencakup segalasegi kehidupan manusia, misalnya bangunan, kedokteran, kesehatan, geografi, dansebagainya. Tetapi mengenai hakikat bahasa apakah bahasa mirip realitas ataut i d a k m e r e k a b e l u m s e p a k a t . D u a f i l s u f b e s a r y a n g p e m i k i r a n n y a t e r u s berpengaruh sampai saat ini adalah Plato dan Aristoteles