“Menuangkan isi gagasan pemikiran kedalam bentuk tulisan merupakan hal yang sulit bagi siswa” Dalam Menulis Siswa Harus Memperhatikan hal Berikut : Rasa (dzauq) Tanda Baca Pilihan Kata (diksi )

1. Teori Pendekatan Pedoman ( Raimes )
Teori ini Meliputi : Tujuan mengajar, Teori, Materi, silabus, Metode, Evaluasi.

Penulisan. Revisi (perbaikan).2. Teori Pendekatan Proses ( Seow ) Teori ini meliputi : Perencanaan. dan Evaluasi. .

Teori Pendekatan Bertingkat ( Reppen ) Dalam Teori pendekatan ini : Guru memberikan poin/tema dasar yang harus dikembangkan siswa .3.

Teori Pendekatan Skill Individu ( Ferris ) Menurut Ferris : factor penguasaan siswa thadap struktrur gramatikal sangat mempengaruhi kualitas penulisan siswa .4.

.

MEMASTIKAN TUJUAN dan STANDAR KOMPETENSI .1.

MENENTUKAN RENCANA ATAS DASAR TEORI IDEOLOGI TEORI BUDAYA BAHASA PENGAJARAN MENULIS .2.

Persoalan Politik. MEMBUAT ISI PERENCANAAN Perhatikanlah unsur berikut : Pengalaman Pribadi. apakah isi perencanaan pengajaran yang anda buat sudah berpengaruh terhadap siswa?? .3. budaya. Kesusastraan.

MATERI B. KELANCARAN G. PERTIMBANGAN UNSUR-UNSUR A. ORGANISASI C. GAYA BAHASA E. KETEPATAN UNGKAPAN . KEFASIHAN F. KEASLIAN D.4.

5. disekolah. sekarang. Penugasan . ceritera 3. Topik Bahasan. 2. kalimat lampau. ceramah. Fungsional . Membuat Laporan Kegiatan . Struktur Kalimat . dirumah 4. penggambaran. MENYUSUN PENULISAN (DRAFTING) Materi Pengajaran Menulis bisa dibuat berdasarkan : 1.

Topik. Panduan Guru 5. Bebas? 3. Uraian. Metode Pengembangan Gagasan 4.6. Jenis Penulisan. Pemilihan Materi Hal-hal yang harus diperhatikan: 1. Paragraf. Apakah Menarik? 2. Revisi Penulisan .

7. saya bingung apa yang harus saya lakukan setelahnya” . Mempersiapkan Kegiatan Pembelajaran “saya selalu takut ketika saya mengajar. karena saya selalu mengakhiri pelajaran lebih awal.

Jenis Timbal-balik Guru 4. .8. Respon fisik siswa Berbeda 3. Apa yang harus dilakukan setelah Timbal-balik 1. Memilih Metode Timbal-Balik Kelas Berkapasitas Banyak 2.

Evaluasi Pembelajaran/ Hasil Penulisan .9.

teori. tetapi itu semua menjadi hal yang sia sia jika kita tidak memiliki dua hal ini. diri kita (guru) dan pengalaman kita. Refleksi/ menceritakan pengalaman pribadi Guru Tujuan. . fokus. isi. semua hal itu merupakan hal-hal substantif yang harus kita wujudkan kapanpun kita mengajar pelajaran menulis. silabus.10. dan timbal balik. materi. kegiatan.

SUB BAB 30 PROSES MENULIS dan PROSES PENULISAN .

menjawab (sharing/responding). Dan ada tiga tahapan lagi yang dibebankan guru kepada murid secara eksternal.PROSES MENULIS Proses menulis secara garis besar tergabung dari 4 tahapan dasar menulis. penyusunan. evaluasi. Revisi. . dan pengeditan. dan hasil penulisan. perencanaan.

Pertanyaan 5w (What.who.where) . Menulis Bebas secara Cepat 4.when. Permainan Kata 3. secara berkelompok 2.why.PERENCANAAN (PRE-WRITING) Pengungkapan dapat dilakukan sebagai berikut: 1.

PENULISAN (DRAFTING) Ketika beberapa kata dan gagasan sudah cukup terkumpul dalam perencanaan. Dalam tahap penulisan ini siswa diharapkan dapat menulis dengan lancar . maka yang harus dilakukan adalah mulai untuk menulis.

MENJAWAB (RESPONDING) Respon dan reaksi itu bisa berupa lisan maupun tulisan dan dilakukan setelah siswa menulis dan sebelum mereka mengedit dan membenarkannya sendiri. .

mereka akan memperhatikan beberapa koreksi dari guru mereka pada tahapan “responding”. Mereka akan mencoba kembali.PENINJAUAN KEMBALI (REVISI) Pada tahap ini siswa merevisi tulisan mereka. apakah tulisan mereka dapat dimengerti oleh para pembaca .

ini adalah tahap akhir sebelum tulisan diserahkan pada guru.PENGEDITAN (EDITING) Pada tahap ini siswa diminta untuk menulis dengan rapi. .

secara mendasar ( berdasarkan penafsiran secara umum tentang efektivitas tulisan itu) .EVALUASI Dalam mengevaluasi hasil tulisan siswa. pemberian skor harus secara analitis ( berdasarkan aspek kemampuan menulis ).

Tahap in iakan menjadi notivasi tersendiri bagi siswa. Tahap ini merupakan ajang unjuk gigi bagi siswa. sharing. menampilkan tulisan dalam etalase.HASIL PENULISAN (POST WRITING) Aktifitas ini bisa seperti: publikasi. membaca dengan keras. mengubah tulisan menjadi aktifitas atas panggung. .

BERIKUT INI ADALAH PETUNJUK YANG HARUS DIPERHATIKAN GURU DALAM MENJALANKAN PROSES PENULISAN: .

Guru menjadi contoh bagi mereka dalam segala hal termasuk penulisan. keteladanan guru guru merupakan teladan bagi siswa dalam menulis dalam segala tahapan.1. .

2. proses menulis dan produksi menulis tulisan pertama berbeda dengan tulisan tulisan selanjutnya yang telah direvisi .

3. menjawab pertanyaan. menulis berdasarkan standard kompetensi mengajarkan beberapa kemampuan proses menulis dalam setiap tahapannya merupakan hal yang mungkin dilakukan. . revisi. dan mengoreksi dalam jangka waktu regular yaitu 2 semester dalam pelajaran “composition” (mengarang). penyusunan. itu bisa dilakukan dengan perencanaan.

responden. Guru juga harus memutuskan untuk memasukkan dan melibatkan siswa untuk menjadi perencana materi. perevisi atau editor .yang berbeda beda guru harus melaksanakan kegiatan yang fleksibel untuk memenuhi kebutuhan siswa yang berbeda. guru harus tahu apa yang setiap siswa harus lakukan dari sana. Selama sesi menulis. perancang (penulis).

atau mengedit keterampilan menulis siswa melalui komputer yang terhubung ke proyektor.proses menulis guru dapat merespons. para siswa dapat dengan bebas membuat sejumlah perubahan pada teks-teks mereka dengan menghapus kata-kata atau bergerak mereka di sekitar tanpa harus mengetik ulang tulisan yang telah mereka buat. .

SUB BAB 31 PENDEKATAN BERBASIS GENRE (JENIS) UNTUK ISI PENULISAN .

(contohya bereiter&scardramalia. 1986.1989. langer.PENELITIAN Penelitian menulis telah menunjukan bahwa murid membutuhkan untuk di gali dan harus dilatih dengan berbagai macam jenis text contohnya tulisan naratif. 1987. perera 1984). martin. .

sebuah pandangan yang dilihat lebih penting untuk konteks bahasa L2. Ponynton (1986) .Penelitian ini mengenai penggambaran situasi dan fitur untuk mengusulkan strategi-strategi yang mungkin dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbagai situasi. Martin. Peneliti lain (Christie. 1989) menyetujui pentingnya bentuk dan stuktur bahasa sebagai bagian penting pada penggunaan bahasa yang berarti. 1992.

.FOKUS PENELITIAN Fokus penelitian ini merupakan tanggapan pada kelebihan dari pendekatan proses untuk instruksi penulisan.

SAMPEL (SISWA) dan TEMPAT Peneliti menguji cobakan unit di kelas 5 sekolah umum di kota kecil di Arizona. . Rata-rata sosial ekonomi di sekolah ini masih rendah.Inggris sebagai bahasa kedua. dengan lebih dari 85% siswa mendapatkan program yang didanai pemerintah. Populasi siswa terdiri dari orang Amerika. Hispanic dan Amerika Eropa cukup merata pada setiap kelas diseluruh sekolah. Disana juga banyak siswa yang berbicara b.

5 minggu dengan 3 . Selama unit ini. 6 peneliti telah menyoroti dan memandang dari perbedaan genre. Isi informasi telah terorganisir maka akan ada peningkatan dari bentuk genre selama 5 minggu.UNIT dan WAKTU Saya memilih unit penelitian social yang reguler dalam meneliti isi materi untuk unit uji coba. Periode waktu untuk uji coba ini sama dengan waktu normal yang biasa dilewatkan untuk unit. .4 periode 45 menit dari instruksi per minggu.

siswa juga menguasai isi materi ketika memperoleh kemampuan yang lebih besar dengan berbagai cara penulisan .PEMBAHASAN PENELITIAN SOSIAL fokus pada penggunaan bahasa dan genre berbeda untuk mengatur informasi.

5 minggu) A. Peta pekerjaan 3. Peta pekerjaan : Persuasif (1. Aktivitas siswa : Ekspository (1 minggu) A. Genre 4. KONSEP UNIT 1. Penjelajah B. Penjelajah B. Aktivitas siswa C. Penjelajah B. Penjelajah B.5 minggu) A. Aktivitas siswa : Deskriptif (1. Genre 2. Genre . Genre : Naratif (1 minggu) A.TABEL 1. Aktivitas siswa C.

SUB BAB 32 MENGAJARKAN SISWA MENYUNTING SENDIRI .

p.penyuntingan menunjuk pada pencarian dan mengkoreksi tata bahasa. saya telah mengembangkan dan menggunakan pendekatan proses penyuntingan selama satu smester utnuk menolong kemajuan tulisan siswa ESL menjadi layak sebagai penyunting. dan mechanical error sebelum pengumpulan (atau publishing) hasil akhir tulisan peneliti dan guru ESL writing menjadi lebih waspada untuk menolong siswa dalam penyuntingan tulisan mereka.xix). . lexical. 1993. dalam menjawab kebutuhan ini. (Lane and Lange.

LQAne and Lange. 1993) ● pengkoreksian dilakukan secara individual. yaitu beberapa prinsip berikut: ● Siswa dan guru harus focus pada aturan utama (Bates.ASUMSI FILOSOFI Berdasarkan proses pendekatan penyuntingan yang saya lakukan. ● Kesalahan harus focus pada frekuensi dan pada umumnya dan stigmazing. .

.PROSES PENYUNTINGAN tahap 1 : focus pada bentuk Untuk membangun kesadaran akan pentingnya penyuntingan. saya mengggunakan kegiatan dikelas dengan siswa memperhatikan pada kalimat atau tulisan pendek siswa yang berisi berbagai macam masalah penyuntingan.

 School is the place where I learn things such as reading and writing. in the other hand.  I like coffe. Kata yang miring merupakan tiga kalimat error yang umum terjadi pada siswa ES l . I also like tea.CONTOH  My parent always gave me a lot of love.

lebih dari kesalahan individual merupakan hal yang paling efektif untuk guru dan siswa. jadi pada tahap ini melatih siswa untuk mengenal berbagai jenis kesalahan (error). Tahap 2: pengenalan jenis kesalahan utama Penelitian mengindikasikan bahwa focus terhadap pattern erorr. .

tahap 3: latihan menyunting sendiri Pada akhir pase. Ketika perkembangan semester dan siswa mendapatkan lebih banyak dan latihan penyuntingan lebih. saya perlahan – lahan mengurangi jumlah feedback suntingan yang saya lengkapi dan mengembalikan nya pada penyuntingan tugas yang pertama untuk para penyunting dan kemudian mereka utnuk penulis mereka sendiri . siswa untuk mencari dan mengkoreksi error didaalm tulisan mereka dan siswa lainnya banyaknya perbedaan katagories sehingga mereka dapat mengobservasi perkembangan.

‫شكرا كثري كثير علىاس امتعمك‬ ‫شكرا عىل استماعكم‬ ‫والسالم عليمك ورمحة هللا وبراكته‬ ‫والسالم عليكم ورحمة هللا وبركاته‬ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful