Anda di halaman 1dari 23

Waode Diah Anjani, SE 2 Maret 2012

Pengertian Akuntansi: Akuntansi merupaka ilmu / seni yang mempelajari tentang pencatatan, penggolongan dan peringkasan yang dinyatakan dalam uang transaksi-transaksi yang bersifat keuangan (finansial) beserta laporan hasil-hasilnya.

1.Ilmu

Pelaporan

2.Seni

Definisi Akuntansi

5.Financial

3.Pekerjaan

4.Onjek

3 Aktifitas Utama Akuntansi Apa itu akuntansi Siapa yang menggunakan data akuntansi Etika dalam Keuangan Akuntansi Accounting in Action Kerangka Dasar Akuntansi GAAP (General Accepted Accounting Principles) Asumsi-asumsi

Aset Tiga Persamaan Dasar Akuntansi

Kewajiban

Ekitas pemegang saham

Menggunakan Dasar Persamaan Akuntansi

Analisa Transaksi

Rangkuman Transaksi

Accounting in Action

Income Statement

Laporan Laba Ditahan Laporan Keuangan Neraca Keuangan

Laporan Arus Kas

1.Tiga aktifitas utama akuntansi:

Identifikasi aktifitas atau peristiwa ekonomi Mencatat/merekam (Records): Aktifitas pencatatan meliputi: Pencatatan, Klasifikasi dan Merangkum Komunikasi: Menyiapkan laporan akuntansi untuk kemudian dianalisa dan diinterpretasi bagi pengguna 2. Siapa Pengguna Data Akuntansi: Pengguna Internal yang meliputi: Bagian Keuangan, Pemasaran, SDM, dan Manajemen perusaan Pengguna Eksternal yang meliputi: Investors, Creditors, Pemerintah(Regulator), Customers

Etika dalam Akuntansi Etika merupakan standar yang ditetapkan oleh seseorang yang dinilai sebagai hal yang benar ataupun salah, jujur atau tidak jujur, adil atau tidak adil. Laporan keuangan yang efektif akan bergantung pada etika perilaku. 2. GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) Standar internasional yang ditetapkan dan telah digunakan secara universal yang terkait dengan aktivitas-aktivitas akuntansi
1.

Transaksi merupakan hasil dari aktivitas bisnis yang dicatat oleh akuntan. Transaksi bisa berasal dari eksternal dan internal perusahaan. Perushaan harus bisa menganalisa setiap peristiwa akuntansi dan mencari tahu dampak dari aktivitas tersebut terhadap komponen-komponen dalam persamaan akuntansi. Setiap transaksi harus memiliki efek ganda pada persamaan akuntansi. Misalnua jika komponen aset bertambah, maka korespondensinya terhadap yang lain bisa: 1. Penurunan pada aset yang lain 2. Peningkatan pada kewajiban secara spesifik 3. Peningkatan pada ekuitas pemegang saham

Tiga Persamaan Dasar Akuntansi Kekayaan atau harta yang dimiliki oleh perusahaan disebut aktiva sedangkan hak atau sumber dari mana aktiva tersebut berasal disebut ekuitas (hak milik). Hubungan antara aktiva dan hak milik ini dapat dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: Ekuitas dapat dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu hak milik dari kreditur (disebut dengan utang) dan hak milik dari pemilik perusahaan (disebut dengan modal atau ekuitas) dengan demikian persamaan di atas dapat diperluas menjadi:

Aktiva = Ekuitas

Aktiva = Utang + Ekuitas

Pembelian Komputer Diskusi desain produk dengan calon Pelanggan Peristiwa Pembayaran sewa gedung tempat persediaan

Kriteria

Perusahaan harus mengetahui, mana saja dari peristiwa akuntansi tersebut yang bisa mempengharuhi perubahan posisi dari Aset, Kewajiban dan Ekuitas

Pembelian Komputer Catat/Tidak Catat

Ya harus dicatat karena menambah aset perusahaan Tidak dicatat Ya dicatat karena mengurangi aset (kas)

Diskusi dengan calon pelanggan

Membayar sewa gedung tempat persediaan

1.

Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat ikhtisar pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dari laporan ini dapat dihitung laba yang diperoleh atau rugi yang dialami suatu perusahaan. Pos-pos pendapatan dan beban disusun menurut besar-kecilnya. Semakin besar pos pendapatan dan beban berarti besar pos tersebut mendapat perhatian dari pembaca laporan. Neraca: Neraca adalah daftar yang sistematis dari aktiva, utang dan modal pada tanggal tertentu, yang biasanya dibuat pada akhir bulan atau akhir tahun. Aktiva biasanya disusun berdasarkan urutan likuiditasnya. Atas dasar ini aktiva dapat dibedakan menjadi aktiva lancar dan aktiva tidak lancar, utang juga diurutkan berdasarkan likuiditasnya yaitu berdasarkan cepat tidaknya utang akan dilunasi, sedangkan modal diurutkan berdasarkan kekekalan atau keawetannya.

2.

Laporan modal adalah laporan yang menunjukkan ikhtisar perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Dari laporan ini dapat diperoleh sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu. Laporan arus kas merupakan laporan yang wajib dibuat perusahaan, menurut Standar Akuntansi Keuangan 1994 (PSAK No. 2). Laporan arus kas adalah laporan yang menggambarkan arus masuk dan arus keluar dari kas (uang dan rekening giro). Arus kas dapat bersumber dari operasi, investasi dan pendanaan atau financing. Pemakai laporan menggunakan laporan ini untuk dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan.

Pencatatan Transaksi: Pengaruh transaksi terhadap suatu perusahaan di dalam akuntansi dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan akuntansi sebagai berikut: Aktiva = Utang + Ekuitas atau A = U + E Ekuitas (modal) perusahaan dapat berubah apabila perusahaan memperoleh Pendapatan (P) atau adanya setoran modal, dan perusahaan menyerap Beban (B) atau adanya pengambilan modal (prive). Agar informasi harian dapat tersedia, pada saat dibutuhkan, dan laporan keuangan dapat disusun setiap saat, maka perlu dibuat catatan yang terpisah untuk setiap pos. Catatan tersebut dalam akuntansi disebut dengan rekening (akun). Sedangkan kelompok rekening yang berkaitan dan merupakan satu unit disebut buku besar (ledger).

Debit dan Kredit


Prosedur Pencatatan Debit dan Kredit Keterkaitan dengan ekuitas pemegang saham

Akun

Perluasan persamaan

Proses Pencatatan

Langkah-langkah dalam Proses Pencatatan Ilustrasi Proses Pencatatan

Jurnal

Neraca Lajur (Ledger)

Rangkuman ilustrasi Pencatatan jurnal dan posting

Secara terminologi, debit berarti kiri dan kredit berarti kanan. Jika kita memassukan nama akun disebelah kiri jurnal maka disebut debit sementara jika kita menuliskan akun di sebelah kanan maka kita meng-kreditkan akun.

Pada akhir periode seluruh akun dijumlahkan dan dihitung saldonya. Akunakun ini merupakan bahan dasar yang akan digunakan untuk menyusun laporan keuangan. Akun-akun pendapatan dan beban dipakai untuk menyusun laporan laba rugi, akun aktiva, utang dan ekuitas dipakai untuk menyusun neraca, akun ekuitas dan prive dipakai untuk menyusun laporan perubahan modal dan akun kas dipakai untuk menyusun arus kas. Cara pencatatan langsung ke dalam akun sulit dilakukan dalam praktik, karena jumlah akun cukup banyak dan terjadi kesalahan sulit untuk melacak kesalahan tersebut, maka untuk pencatatan transaksi sebelum dilakukan pencatatan ke dalam akun, terlebih dahulu dicatat dalam buku jurnal. Buku jurnal yaitu buku yang digunakan untuk mencatat kejadian keuangan (transaksi) yang dilakukan secara urut waktu dan pencatatan dalam buku jurnal ini juga sejalan dengan persamaan akuntansi, dalam arti setiap transaksi akan didebet dan dikredit dalam jumlah yang sama. Bentuk buku jurnal ini yang banyak dikenal adalah bentuk dua kolom.

General Ledger (neraca lajur) terdiri dari pencatatan aset, kewajiban dan ekuitas pemegang saham. Perusahaan menyusun ledger dalam suatu susunan dimana menggambarkan posisi-posisi akun dalam laporan keuangan. Dimulai dari akun neraca, kemudian diikuti oleh akun kewajiban, akun ekuitas pemegang saham, pendapatan dan beban. Setiap akun diberikan nomor untuk mempermudah proses identifikasi.

Daftar saldo pada akhir periode akuntansi, sering kali tidak mencerminkan saldo yang sesungguhnya pada saat tersebut. Hal ini disebabkan karena adanya transaksi-transaksi yang setiap saat berjalan terus, di mana perusahaan tidak praktis (tidak sengaja) untuk mencetaknya. Agar akun-akun dalam daftar saldo dapat langsung disajikan sebagai laporan keuangan, maka akun-akun tersebut harus disesuaikan terlebih dahulu.

Pembagian harga perolehan dari persekot biaya, seperti bahan habis pakai, persekot sewa, dan persekot biaya yang lain, penyesuaian dalam hal ini dilakukan untuk mengalokasikan beberapa bagian persekot biaya yang sudah menjadi biaya-biaya dan beberapa bagian yang masih merupakan persekot. Pembagian pendapatan yang diterima di muka seperti: uang muka pendapatan sewa, uang muka penjualan dan uang muka pendapatan yang lain. Penyesuaian ini diperlukan untuk memisahkan beberapa bagian Uang Muka Pendapatan yang sudah menjadi pendapatan dan beberapa bagian yang masih tetap merupakan uang muka. Pembagian harga perolehan aktiva jangka panjang. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengakui adanya biaya yang terjadi karena perusahaan menggunakan aktiva tetap yang manfaatnya semakin menurun. Penurunan manfaat ini dalam akuntansi disebut depresiasi penyusutan. Biaya yang terutang (bertambahnya biaya) penyesuaian ini terjadi karena sudah terjadi biaya dalam perusahaan, tetapi belum dicatat sampai tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian di sini digunakan untuk mencatat bertambahnya biaya dan untuk mencatat bertambahnya utang biaya. Pendapatan yang tertagih (Bertambahnya Pendapatan). Penyesuaian ini timbul karena perusahaan telah mempunyai hak atas suatu pendapatan tetapi belum dicatat sampai dengan tanggal neraca. Dengan demikian penyesuaian ini dimaksudkan untuk mencatat bertambahnya pendapatan di satu pihak dan bertambahnya tagihan di pihak lain.