Anda di halaman 1dari 30

ANALISIS KATA BAKU PADA JUDUL BERITA HARIAN RAKYAT MERDEKA

diajukan untuk memenuhi tugas seminar praskripsi

NAMA NPM

: SAHISKA PRAHATI ERLY : 200821500105

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI 2012

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Bahasa adalah pelambang identitas pribadi atau bangsa,dengan bahasa seseorang atau suatu bangsa di kenal.karena bahasa berupaya menyampaikan ideide atau maksud maksud yang ada dalam hati dan pikiran kita,dilambangkan dengan bunyi-bunyi suara yang dihasilkan oleh artikulasi manusia sebagai simbol yang memberikan makna tersendiri.Namun pernahkah kita mengetahui kapan bahasa itu ada dan bagaimana perkembanganny,sehingga di kenal dan di akui oleh suatu bangsa atau mungkin bangsa lain,seperti halnya bahasa indonesia yang dijadikan sebagai bahasa negara republik Indonesia.Bahasa indonesia adalah dialek kaku dari bahasa Melayu Klasik dan bahasa Melayu Kuno. Secara sosiologis, bolehlah kita katakan bahwa bahasa Indonesia baru dianggap lahir atau diterima keberadaannya pada tanggal 28 Oktober 1928 atas usulan Mohammad Yamin. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya.tepatnya pada saat hari

Kemerdekaan Bahasa Indonesia menggunakan dua jenis kata ganti orang pertama

jamak, yaitu kami dan kita. Kami adalah kata ganti eksklusif yang berarti tidak termasuk sang lawan bicara, sedangkan kita adalah kata ganti inklusif yang berarti kelompok orang yang disebut termasuk lawan bicaranya.Susunan kata dasar adalah Subjek Predikat Objek-Keterangan (SPOK), walaupun susunan kata lain juga mungkin. Kata kerja tidak di bahasa berinfleksikan kepada orang atau jumlah subjek dan objek. Bahasa Indonesia juga tidak mengenal kala/waktu (tense). Waktu dinyatakan dengan menambahkan kata keterangan waktu (seperti, kemarin atau besok), atau indikator lain seperti sudah atau belum.Dan Bahasa Indonesia di atur dalam UUD 1945 pada pasal 36 yaitu Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia

Berdasarkan 1.Ekspresif

fungsinya

bahasa

Indonesia

dibagi

menjadi

fungsi;

Contohnya;mampu menggungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. 2. Komunikasi Contohnya; sebagai alat berinteraksi atau hubungan antara dua manusia dan sehingga pesan yang dikmaksudkan dapat dimengerti. 3. Kontrol sosial contohnya; tulisan dilarang merokok bahasa tersebut berfungsi sebagai pengatur atau pengontrol 4. Adaptasi Contohnya;bila kita berada di wilayah atau daerah yang asing atau diluar ibu kota,

kita dapat menggunakan bahasa Indonesia tersebut sebagai alat untuk adaptasi dengan lingkungan baru tersebut. 5. Integrasi/pemersatu Contohnya;bahasa-bahasa yang berbeda atau beraneka ragam dan dipersatukan oleh bahasa Nasional yang dapat dipakai di seluruh Indonesia yang menjadi satu kesatuan yang utuh dan bulat. Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional di ikrarkan pada 28 oktober 1928 yaitu hari Sumpah Pemuda yang memilki fungsi-fungsi sebagai; 1. Lambang identitas Nasional. 2. Lambang kebanggaan kebangsaan. 3. Bahasa indonesia sebagai alat komunikasi. 4. Alat pemersatu bangsa yang berbeda Suku,Agama,ras,adat istiadat dan Budaya. Hasil perumusan seminar polotik bahasa Nasional yang diselenggarakan di jakarta pada tangal 25 s.d. 28 Februari 1975 dikemukakan berdasarkan Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara adalah; 1. Sebagai bahasa resmi kenegaraan. 2. Sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan. 3. Sebagai penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintah, dan 4. Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi Seperti yang telah disebutkan sebelumnya pada pembahasa Pengertian Bahasa fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan informasi

Namun perlu diketahui juga bahwa fungsi bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi, atau mengutarakan pikiran, perasaan, atau gagasan. Bahasa mempunyai fungsi yang lebih luas lagi antara lain sebagai berikut : 1. 2. Untuk tujuan praktis : mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. Untuk tujuan artistik : manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia. 3. Sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain, di luar

pengetahuan kebahasaan. 4. Untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia, selama kebudayaan dan adat-istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis). Dikatakan oleh para ahli budaya, bahwa bahasalah yang

memungkinkan kita membentuk diri sebagai makhluk bernalar, berbudaya, dan berperadaban. Dengan bahasa, kita membina hubungan dan kerja sama, mengadakan transaksi, dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita rnasing-masing. Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa larnpau, rnenghadapi hari ini, dan merencanakan masa depan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Kita ambil contoh, misalnya, mahasiswa. la membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalarn setiap ujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. Seorang dokter juga sama. la memerlukan informasi

tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Contoh lain, seorang manager yang mengoperasikan, mengontrol atau mengawasi perusahaan tanpa informasi ia tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menemukan kebijaksanaan, Karena setiap orang membutuhkan informasi, komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi, dengan sendirinya juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang. Ragam tulis merupakan salah satu bentuk pemakaian bahasa yang

memerlukan perangkat kaidah berbahasa.salah satu bentuk ragam tulis adalah surat kabar yang merupakan ragam tulisan yang banyak di minati oleh pembaca.selain rubrik berita yang variatif yang dapat memberikan pengetahuan juga menambah wawasan pembaca,tampilan judul berita sangat menentukan respon pembaca dalam memilih surat kabar. Namun kenyataannya saat ini tidak sedikit surat kabar yang tidak mengindahkan aspek kebahasaan,sehingga upaya untuk memelihara agar tujuan dari aktifitas komunikasi tidak tercapai secara maksimal. Banyak surat kabar menampilkan judul berita secara vulgar dengan maksud memancing minat pembaca untuk lebih tahu isi dari berita tersebut,yang semata-mata hanya mementingkan aspek komersil demi kepentingan produksi surat kabar tersebut. Sunmadiria(2006:122)menyebutkan judul berita yang baik harus memenuhi syarat sebagai berikut:1). Provokatif , 2). Singkat dan padat, 3). Relevan, 4). Fungsional, 5). Formal ,6). Representatif ,7). Merujuk pada bahasa baku, 8). Spesifik

Persyaratan tersebut diatas tentunya bila dilaksanakan dengan baik akan di hasilkan sebuah judul berita yang baik.setelah membacabeberapa judul berita yang di muat harian Rakyat Merdeka ditemukan adanya kesalahan.kesalahan tersebut berupa penggunaan kata tidak baku sebagai ragam cakapan atau biasa di sebut bahasa sehari-hari,bahkan tidak jarang menggunakan kata-kata yang terkesan vulgar,sehingga memberikan respon yang negatif yang dapat membawa pembaca pada alur yang terkesan nakal,dalam artian berupaya membangkitkan asosiasi serta fantasi seksual khalayak pembaca,seperti dalam contoh berikut ini Julia perez punya dada besar jadi kayak teroris Siswi kelas 4 SD Valentine Ama Pacar di kasih kopi,diperkosa gantigantian

Disiniah

peranan

pers,untuk bahasa secara

ikut

berupaya indonesia,dengan

memperkenalkan,membina,mengembangkan memberikan penyampaian judul berita

baik

dan

benar,dengan

menggunakan pilihan kata baku.sehingga tidak menyesatkan masyarakat pembaca surat kabar.karena kesadaran untk menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau lembaga-lembaga bahasa yang ada,tetapi pada umumnya adalah kita semua sebagai pemakai bahasa,sehingga bahasa menjadi identitas pribadi,juga identitas negara dan di harapkan dapat memberikan dampak positif bagi kedinamisan bahasa

indonesia,sehingga masyarakat indonesia tidak harus larut dalam kesalahan.karena tidak adanya pengetahuan yang baik tentang bahasa indonesia. Mengacu pada latar belakang itulah penulis berupaya untuk mencari tahu tentang aspek ketepatan pilihan kata dalam judul berita Rakyat Merdeka yang dianalisis oleh aspek kebakuan bahasa.maka penulis pmemberi judul untuk analisis tersebut Analisis Penggunaan Kata Baku Pada Judul Berita Harian Rakyat Merdeka

B. Identifikasi Masalah Mengacu pada latar belakang diatas maka dapat di identifikasi masalah penelitian ini adalah sebagai berikut Apakah penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka di pengaruhi oleh bahasa sehari-hari atau bahasa rumahan Kendala-kendala apa yang ditemukan dalam penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka Apakah kurangnya memahami keterampilan berbahasa mempengaruhi penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka Bagaimana tingkat penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka

C. Pembatasan masalah Mengingat luasnya cakupan permasalahan yang di identifikasi,penulis memandang perlu untuk membatasi masalah dalam penelitian,yaitu penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka

D. Perumusan Masalah Setelah di buat pembatasan masalah,maka penulis berusaha

merumuskannya sebagai berikut Bagaimana Tingkat penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka

E.Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk memperoleh data empiris dan mendeskripsikan tentang tingkat penggunaan kata baku dan tidak baku pada judul berita utama harian

F. Kegunaan Penelitian Dengan adanya penelitian ini penulis mengharapkan agar manfaat dari penelitian ini dapat dirasakan dan di laksanakan oleh semua pihak,manfaat tersebut antara lain :

Memberikan kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapat penulis selama perkuliahan,sehingga akan menambah

pengetahuan,wawasan,dan dapat di aplikasikan dalam kehidupan seharihari; Sebagai bahan informasi dan wawasan bagi pembaca tentang tingkat penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka Untuk menambah informasi dan wawasan yang lebih luas bagi mahasiswa INDRAPRASTA PGRI,dan untuk keperluan studi ke tingkat yang lebih tinggi atau dalam kegiatan menulis ilmiah,yang pada tentunya

berhubungan dengan aspek kebahasaaan,diantaranya pemakaian kata baku; Memberikan wadah informasi atau acuan yang sangat berharga bagi media massa agar dapat meminimalisir kesalahan dalam penggunaan kata baku.

G. Sistematika Penelitian Untuk memudahkan proses penulisan penulis membagi penulisa proposal skripsi ini ke dalam beberapa bab yang di susun dalam sistematika berikut : Bab I Pendahuluan;bab ini membahas latar belakang

masalah,identifikasi

masalah,pembatasan

masalah,perumusan

masalah,tujuan penelitiaan,kegunaan peneltian dan sistematika penelitian.

Bab II Landasan teori & kerangka berfikir;bab ini menjabarkan kajian teori,kajian yang relevan dan kerangka berfikir. Bab menjabarkan III Metedologi Penelitian;pada bab ini penulis kan pendekatan penelitian,teknik penelitian,populasi dan

sampel,instrumen penelitian,dan teknis analisis data BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA BERFIKIR A.Landasan Teori 1. Hakikat kata Kata atau ayat adalah suatu unit dari suatu bahasa yang mengandung arti dan terdiri dari satu atau lebih morfem. Umumnya kata terdiri dari satu akar kata tanpa atau dengan beberapa bagian dari Kata "kata" dalam bahasa Melayu dan Indonesia diambil dari bahasa Sanskerta kath. Dalam bahasa Sanskerta, kath sebenarnya bermakna "konversasi", "bahasa", "cerita" atau "dongeng( Monier-Williams 1899). Dalam bahasa Melayu dan Indonesia terjadi penyempitan arti semantis menjadi "kata". Dalam studi gramatika bahasa Indonesia ,Ramlan (2001 :21)Memasukkan kata sebagai bagian dari study morfologi yaitu ilmu yang mempelajari seluk beluk bentuk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu,baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik.Dan Ramlan (2001:33) mendefinisikan kata sebagai satuan bebas yang paling kecil,atau dengan kata lain,setiap satuan bebas merupakan kata,yang membedakan dirinya dari frase dan klausa

Sedangkan Chaer (2003 ;162) mendefinisikan kata adalah satuan bahasa yang memiliki satu pengertian atau deretan huruf yang diapit oleh 2 sapasi,yang mempunyai arti Finoza (1993: 76) memberikan definisi lebih lengkap dari yang di

sampaikan oleh Ramlan dan Chaer di atas,sebagai berikut : kata adalah satu bentuk terkecil(dari kalimat)yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna.Hal ini dapat dilihat pada kata : sepeda,ambil,dingin dan kuliah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, dan definisi yang umum diberikan di Dunia Barat (1997) memberikan beberapa definisi mengenai kata: Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang diucapkan atau dituliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunakan dalam berbahasa konversasi, bahasa atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas Unit bahasa yang dapat berdiri sendiri dan terdiri dari satu morfem (contoh kata) atau beberapa morfem gabungan (contoh perkataan) Definisi pertama KBBI bisa diartikan sebagai leksem yang bisa menjadi lema atau entri sebuah kamus. Lalu definisi kedua mirip dengan salah satu arti sesungguhnya kath dalam bahasa Sanskerta. Kemudian definisi ketiga dan keempat bisa diartikan sebagai sebuah morfem atau gabungan morfem 1. Jenis kata

Berdasarkan bentuknya, kata bisa digolongkan menjadi empat: kata dasar, kata turunan, kata ulang, dan kata majemuk. Kata dasar adalah kata yang merupakan dasar pembentukan kata turunan atau kata berimbuhan. Perubahan pada kata turunan disebabkan karena adanya afiks atau imbuhan baik di awal (prefiks atau awalan), tengah (infiks atau sisipan), maupun akhir (sufiks atau akhiran) kata. Kata ulang adalah kata dasar atau bentuk dasar yang mengalami perulangan baik seluruh maupun sebagian sedangkan kata majemuk adalah gabungan beberapa kata dasar yang berbeda membentuk suatu arti baru. Dalam tata bahasa baku bahasa Indonesia, kelas kata terbagi menjadi tujuh kategori, yaitu: Nomina (kata benda); nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, misalnya buku, kuda. Verba (kata kerja); kata yang menyatakan suatu tindakan atau pengertian dinamis, misalnya baca, lari. Verba transitif (membunuh), Verba kerja intransitif (meninggal), Pelengkap (berumah)

Adjektiva (kata sifat); kata yang menjelaskan kata benda, misalnya keras, cepat.

Adverbia (kata keterangan); kata yang memberikan keterangan pada kata yang bukan kata benda, misalnya sekarang, agak.

Pronomina (kata ganti); kata pengganti kata benda, misalnya ia, itu.

Orang pertama (kami), Orang kedua (engkau), Orang ketiga (mereka), Kata ganti kepunyaan (-nya), Kata ganti penunjuk (ini, itu)

Numeralia (kata bilangan); kata yang menyatakan jumlah benda atau hal atau menunjukkan urutannya dalam suatu deretan, misalnya satu, kedua. Angka kardinal (duabelas), Angka ordinal (keduabelas)

Kata tugas adalah jenis kata di luar kata-kata di atas yang berdasarkan peranannya dapat dibagi menjadi lima subkelompok: preposisi (kata depan) (contoh: dari), konjungsi (kata sambung) - Konjungsi berkoordinasi (dan), Konjungsi subordinat (karena), artikula (kata sandang) (contoh: sang, si) - Umum dalam bahasa Eropa (misalnya the), interjeksi (kata seru) (contoh: wow, wah), dan partikel.

2. Penentuan batas kata

Dalam ilmu linguistik barat ada minimal lima cara dalam menentukan batas-batas kata: Pada jeda Seorang pembicara disuruh untuk mengulang kalimat yang diberikan secara pelan, diperbolehkan untuk beristirahat dan mengambil jeda. Sang pembicara maka akan cenderung memasukkan jeda pada batas-batas kata. Namun metoda ini tidaklah sempurna: sang pembicara bisa dengan mudah memilah-milah kata-kata yang terdiri dari banyak suku kata.

Keutuhan Seorang pengguna disuruh untuk mengucapkan sebuah kalimat secara keras dan lalu disuruh untuk mengucapkannya lagi dan ditambah beberapa kata. Bentuk bebas minimal Konsep ini pertama kali diusulkan oleh Leonard Bloomfield. Kata-kata adalah leksem, jadi satuan terkecil yang bisa berdiri sendiri. Batas fonetis Beberapa bahasa mempunyai aturan pelafazan khusus yang membuatnya mudah ditinjau di mana batas kata sejatinya. Misalnya, di bahasa yang secara teratur menjatuhkan tekanan pada suku-kata terakhir, maka batas kata mungkin jatuh setelah masing-masing suku-kata yang diberi tekanan. Contoh lain bisa didengarkan pada bahasa yang mempunyai harmoni vokal (seperti bahasa Turki): vokal dalam sebagian kata memiliki "kualitas" sama, oleh sebab itu batas kata mungkin terjadi setiap kali kualitas huruf hidup berganti. Tetapi, tidak semua

bahasa mempunyai peraturan fonetis seperti itu yang mudah, kalaupun iya, pada bahasa ini ada pula perkecualiannya. Satuan semantis Seperti pada banyak bentuk bebas yang minimal yang disebut di atas ini, metode ini memilah-milah kalimat ke dalam kesatuan-kesatuan semantiknya yang paling kecil. Tetapi, bahasa sering memuat kata yang mempunyai nilai semantik kecil (dan sering memainkan peran yang lebih gramatikal), atau kesatuankesatuan semantik yang adalah kata majemuk. Dalam prakteknya, ahli bahasa mempergunakan campuran semua metode ini untuk menentukan batas kata dalam kalimat. Namun penggunaan metode ini, definisi persis kata sering masih sangat sukar ditangkap. 3.Bahasa baku Bahasa baku atau bahasa standar adalah ragam bahasa yang berkekuatan sanksi sosial dan yang diterima masyarakat bahasa sebagai acuan atau model

(Moeliono, 1989:43) Bahasa Indonesia baku adalah ragam bahasa yang mengikuti kaidah bahasa Indonesia, baik yang menyangkut ejaan, lafal, bentuk kata, struktur kalimat,

maupun penggunaan bahasa(Junaiyah,1991:18) Bahasa baku ialah suatu bentuk pemakaian bahasa yang menjadi model yang dapat dicontoh oleh setiap pemakai bahasa yang hendak berbahasa secara benar 1989:23)

(Moeljono,

4. Bahasa baku atau bahasa standar ialah ragam bahasa atau dialek yang diterima atau dipakai dalam situasi resmi, seperti dalam perundang-udangan, surat-

menyurat resmi,

dan berbicara di depan umum (Kridalaksana, 1982:21)

Dari keempat pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa: 1. Bahasa baku merupakan salah satu bentuk ragam bahasa 2. Tercermin penggunaan kaidah yang benar (ejaan, lafal, struktur, dan pemakaiannya) 3. Menjadi acuan atau model oleh masyarakat pemakai bahasa 4. Digunakan dalam situasi resmi. Dari pengertian bahasa baku di atas, maka yang disebut dengan kata baku adalah kata yang ditulis dan diucapkan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. 4.Ketidakbakuan kata a) penggantian vokal a dengan e BAKU TIDAK BAKU antena akta catat Formal antene akte catet formil Aktual Esensial Formal Insidental aktuil esensiil formil insidetil b) Penggantian vokal a dengan i

c) Penggantian vokal a dengan o Fitrah Istirahat Kategori fitroh istirohat katagori

d) Penggantian vokal e dengan a Glukose Jemaah glukosa jamaah

e) Penggantian vokal e menjadi i Komplet Apotek komplit apotik

f) Penggantian vokal i menjadi e April Senin Aprel Senen

Ekstrem Cedera

ekstrim cidera

Diyiden Hakikat

deyiden hakekat

g) Penggantian vokal o menjadi u Atom Dosis Lohor besok atum dusis luhur besuk

h) Penggantian vokal u menjadi e Afdruk Bumper Drum Fokus afdrek bemper drem fokes

i) Penggantian vokal u menjadi i Bus Drum Kubik bis drim kibik

j) Penggantian vokal u dengan o Audio Gua Lubang aodio goa lobang

a) Penambahan vokal a Harfiah harafiah hiperbola narkotika

Hiperbol Narkotik -

Penelusuran Ketidakbakuan kata 1. Segi Ortografis (fonologi) 2. Segi jati diri kata Bahasa Indonesia Ejek Anutan Bodoh Cabai Bahasa Jawa ejeg panutan bodo cabe

Catat

catet

Kata bahasa Jawa yang diadopsi dianggap baku: adegan, amben, cecak, jengkrik, kabupaten, dll.

Ragam Bahasa (ragam lisan dan tulis, resmi dan tidak resmi) Kata Baku Berkata Cuma Dibuat Tidak baku bilang cuman dibikin

Penjelasan Kebakuan dan ketidakbakuan Frekuensi (bk) ; frekwensi (tbk) Kata frekuensi merupakan serapan dari bahasa Belanda, frequentie atau dari bahasa Inggris frequency. Di samping perubahan huruf konsonan q menjadi huruf konsonan k dan bunyi tie atau -cy menjadi si, yang perlu diperhatikan bahwa huruf vokal u pada kata asing itu tidak berubah menjadi huruf konsonan w setelah diserap ke dalam bahasa Indonesia. Oleh karena itu, yang baku adalah frekuensi yang bermakna kekerapan, jumlah pemakaian.

5. HAKIKAT BERITA Selain tergantung dari kredibilitas dan keterampilan wartawan atau jurnalis yang menulis berita, sebuah berita juga memiliki syarat khusus yang harus menjadi "standar minimal dari sebuah berita".

Menurut informasi yang kami dapatkan bahwa Definisi klasik adalah berita adalah semua yang tercekat dalam surat kabar atau media cetak. Juga semua yang ditayangkan dengan audio atau video juga disebut berita. Berita tidak semua peristiwa. Ini yang perlu dicamkan oleh seorang jurnalis. Banyak peristiwa yang terjadi tetapi tidak semua menjadi berita. selain itu ada pula yang mengartikan berita dengan sederhana sebenanrnya berita dapat diartikan sebagai fakta atau informasi yang ditulis oleh reporter atau wartawan dan dimuat di media massa baik itu cetak (koran, tabloid, majalah) maupun elektronik (radio, televisi, on line) menurut kelompok kami sendiri arti berita adalah segala sesuatu peristiwa yang terjadi pada suatu kondisi, lalu dipublikasikan pada segenap masyarakat umum dan dapat dijadikan suatu himbauan, berita itu sendiri disajikan dalam bentuk elektronik maupun cetak, sehingga masyarakat yang jauh dari peristiwa maupun kondisi tersebut dapat mengetahui apa yang sedang terjadi. Berkaitan dengan fakta bukan fiksi. menurut para pembaca, apa arti yang paling sederhana tentang berita. Manfaat Berita manfaat berita yang paling sederhana adalah agar kita mengetahui apa atau peristiwa yang sedang terjadi diluar jangkauanatau diluar tempat tinggal kita. dengan begitu kita tidak akan pernah merasa ketinggalan, karena dengan melihat, atau menyaksikan berita dapat membuat kita maju, berkaca tentang kehidupan sosial yang kita miliki.contoh saja, ada peristiwa gempa di Jogjakarta tahun 2006 silam lalu, masyarakat diluar Jogjakarta tidak akan pernah tahu bahwa telah

terjadi peristiwa tersebut, padahal korban banyak berjatuhan, dengan adanya berita yang ditayangkan maka orang lain diluar Jogjakarta dapat memberikan bantuan dengan cepat. itu salah satu manfaat yang paling sederhana. Syarat-syarat berita agar dia layak disebut sebagai sebuah karya jurnalistik:

Syarat Berita 1.Fakta Berdasarkan kenyataan yang didapat di lapangan *Kejadian nyata *Pendapat (Opini) narasumber *Pernyataan sumber berita Catatan: Opini atau pendapat pribadi reporter yang dicampuradukkan dalam pemberitaaan yang ditayangkan bukan merupakan suatu fakta dan bukan karya jurnalistik. 2. Obyektif Sesuai dengan keadaan sebenarnya, tidak boleh dibumbui sehingga merugikan pihak yang diberitakan. Reporter dituntut adil, jujur dan tidak memihak, apalagi tidak jujur secara yuridis merupakan sebuah Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik. 3. Berimbang Porsi sama, tidak memihak/tidak berat sebelah. Reporter harus mengabdi pada kebenaran ilmu atau kebenaran berita itu sendiri dan bukan mengabdi pada

sumber berita (check, re-check and balance) yang perlu didukung dengan langkah konfirmasi dari pihak-pihak yang terkait dalam pemberitaan. 4. Lengkap Terkait dengan rumus umum penulisan berita yakni 5W+1H

What : Peristiwa apa yang terjadi (unsur peristiwa) When : Kapan peristiwa terjadi (unsur waktu) Where : Dimana peristiwa terjadi (unsur tempat) Who : Siapa yang terlibat dalam kejadian (unsur orang/manusia) Why : Mengapa peristiwa terjadi (unsur latar belakang/sebab) How : Bagaimana peristiwa terjadi. (unsur kronologis peristiwa) 5.Akurat Tepat, benar dan tidak terdapat kesalahan. Akurasi sangat berpengaruh pada penilaian kredibilitas media maupun reporter itu sendiri. setelah mengetahui bagaimana syarat membuat berita kita juga akan mengetahui bagaimana tahap atau cara membuat berita:

Proses dan Tahapan Menulis atau Menyusun Berita :

a .Peorganisasian fakta Yaitu pengorganisasian/pengumpulan fakta oleh reporter (peliputan)

2. Penentuan Judul Penentuan lead untuk teras berita. Gagal menentukan lead = gagal menulis berita 3.Pemilihan Kata Pemilihan kata yang cocok untuk mendukung penulisan berita. Usahakan alurnya runtut dan jangan melompat-lompat sehingga mengganggu pemahaman pembaca naskah dan penonton.

4.Mulai Menulis Mulai menuliskan berita, kumpulkan refferensi pendukung, kosentrasi agar penulisan tidak keliru. Akhirnya kami telah mengupas tuntas tentang berita walaupun menurut kami informasi dan hasil diskusi kami kurang memuaskan, kami harap tulisan kami dapat menjadi pedoman dan pemahaman yang cukup tentang berita. Kesimpulan yang dapat kami tarik dari pengertian dan segala sesuatu tentang berita dan kita akan membuat berita dengan benar bahwa Berita ialah informasi baru dan penting mengenai suatu peristiwa, keadaan, gagasan, atau manusia yang menarik untuk diketahui masyarakat. Fakta merupakan bahan mentah berita dan menjawab enam pertanyaan dasar berupa 5W+1H. Penulisan berita perlu menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, akurasi, kelengkapan, keberimbangan, keadilan atau sikap tidak berpihak, dan kepekaan terhadap semua orang yang berkepentingan. Berita dapat berisi pendapat narasumber tetapi tidak boleh berisi pendapat penulis berita.

B. Kajian yang Relevan Penelitian tentang penggunaan kata baku dapat dilihat pada skripsi yang ditulis oleh Rosianna Br. Bangun dengan judul Analisis kebakuan Kata Dalam Judul Berita Harian Lampu Merah dan Implikasinya terhadap pengajaran Bahasa Indonesia dalam skripsi tersebut Rosianna Br Bangun melakukan penelitian terhadap kata baku,dengan tujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat kebakuan kata dalam judul berita harian Lampu Merah dan implikasinya terhadap pengajaran Bahasa Indonesia Menurut Rosianna Br.Bangun ketidakbakuan kata dalam judul berita harian Lampu Merah disebabkan adanya penggunaan 1) kata-kata yang bersifat tidak langsung-tidak jelas,b)kata yang bersifat konotatif,c) kata-kata ciptaan sendiri yang sering digunakan,d) kata-kata yang dapat menimbulkan persepsi negatif,dan e) kosa kata yang tidak baku,yang tidak lazim di gunakan dalam bahasa tulis.Ketidakbakuan kata dalam judul berita bahasa di sekolah untuk lebih meningkatkan pembelajaran tata bahasa praktis,khususnya diksi dan gaya bahasa tulis untuk keperluan media cetak. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Ema Ratna Rosmawati,dengan judul Analisis Penggunaan Kata Baku Karangan Eksposisi Siswa Study kasus pada SMIP Karya Muda Depok.Dalam skripsinya penulis menyimpulkan bahwa kesalahan penggunaan kata baku dari karangan eksposisi berupa penulisan huruf kapital dan kalimat rancu atau tidak terkontaminasi

Selanjutnya Yoan Nopiana juga melakukan penelitian terhadap kata baku dengan judul Analisis kesalahan penggunaan kata baku dalam karangan narasi Siswa kelas I SMK Grafika Kahuripan jakarta.Dalam skripsinya penulis

menyimpulkan bahwa kesalahan penggunaan kata baku disebabkan adanya kata yang mengandung pleonasme dan banyak menggunakan bahasa sehari-hari atau bahasa percakapan Dari beberapa penelitian yang tidak di lakukan oleh peneliti lain sebelumnya,seperti yang telah di sebutkan dia atas,maka penulis menganggap perlu menggunakan penelitian kata baku pada judul berita harian Rakyat

Merdeka,karena belum ada peneliti lain yang melakukan penelitian tersebut C. Kerangka Berfikir Kata adalah satuan bentuk terkecil(dari kalimat )yang dapat bediri sendiri dan mempunyai makna. Dimana setiap kata memiliki komposisi baik secara fonologis amupun secara morfologis dan memiliki kemampuan untuk distribusi yang bebas dalam pengungkapannya. Dalam proses komunikasi diperlukan kemampuan untuk memilih kata ,menyangkut apakah kata yang digunakan sudah sesuai atau tidak dengan situasi yang ada.Dimana dalam penggunaan kata dikenal kata baku dan kata tidak baku. Kata baku digunakan untuk proses komunikasi resmi dan memberi rujukan norma berbahasa dalam penggunaannya. Kata baku digunakan oleh orang orang di kalangan pendidikan,digunakan dalam media jurnalistik,pidato kenegaraan,surat-

surat resmi,dan sebagainya. Sedangkan kata tidak baku digunakan dalam situasi tidak resmi,yaitu bahasa percakapan sehari hari Seorang pembicara atau penulis yang baik adalah orang yang dapat menggunakan kata secara tepat dan sesuai.dimana tepat atau ketepatan menyangkut makna dan logika kata-kata,sedangkan sesuai menyangkut

kecocokan antara kata-kata yang digunakan dengan situasi keadaan pembaca atau pendengar.Maka apabila kedua aspek ini berjalan dengan baik,akan menimbulkan persepsi atau penafsiran yang sama antara pembaca dan penulis,antara pendengar dan pembicara. Namun pada kenyataannya tidak semua orang memperhatikan aspek-aspek kebahasaan dalam proses komunikasi,sebagaimana yang terjadi pada harian Rakyat Merdeka sebagai harian yang cukup populer di jakarta,dalam penyajian judul beritanya kurang memperhatikan aspek kebakuan.ketepatan dan kesesuaian kebahasaan. Sehingga timbul penafsiran-penafsiran atau asosiasi yang salah dan negatif,bahkan dengan sengaja memberi kesan vulgar dengan menggunakan kata-kata persepsi khusus atau kata indria untuk memancing minat masyarakat membaca surat kabar tersebut,hal ini tentu menyalahi aturan kaidah berbahasa. Apabila hal ini berjalan terus menerus,tentu dapat menghambat dan merusak perkembangan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional dan bahasa negara Berdasarkan kerangka berfikir tersebut,penulis berupaya untuk

menindaklanjuti dalam bentuk penelitian tentang penggunaan kata baku pada judul harian Rakyat Merdeka,dengan melihat faktor-faktor yang menjadi kendala bagi seseorang dalam menggunakan kata baku,berupa : a) kata yang bersifat

konotatif

b).penggunaan

kata-kata

ciptaan

sendiri

yang

sering

di

gunakan,c)penggunaan kata-kata indria yang dapat menimbulkan persepsi negatif dan, d)kosa kata yang tidak baku yang tidak lazim digunakan dalam bahasa tulis Dengan diketahuinya faktor-faktor tersebut diatas,pada akhirnya dapat diketahui tingkat penggunaan kata baku pada judul berita harian Rakyat Merdeka baik secara struktur maupun makna,yang sesuai dengan tatanan kaidah yang berlaku. BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.Pendekatan Penelitian Dalam peneltian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan struktural yang memberikan gambaran dan perhatian penuh pada media informasi sebagai struktur yang otonom dengan koherensi aktual Melalui metode ini penulis akan menganalisis penggunaan kata baku pada setiap judul berita harian Rakyat Merdeka dengan menggunakan fakta yang ada pada media informasi tersebut dikaitkan dengan kata-kata yang terdapat pada Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI)

B. Teknik Penelitian

Teknik penelitian adalah cara yang diambil peneliti dalam meneliti objek peneliti ini.Pengkajian isi teks dokumen merupakan salah satu bentuk teknik pengumpulan data dalam judul berita harian Rakyat Merdeka Pengkajian isi teks dokumen untuk menemukan data mengenai tingkat kebakuan judul berita harian Rakyat Merdeka secara reflektif,sistematik dan objektif . Adapun prinsip dasar pengumpulan data pada pengkajian isi teks dokumen sebagai berikut : Mengelompokkan dan mengklasifikasikan kata-kata yang dianggap baku dan tidak baku, Menganalisis judul-judul berita Mengelompokkan hasil analisis berdasarkan aspek kebakuan yang difokuskan,yaitu seperti instrumen penelitian. Menghitung persentase masing-masing aspek penggunaan kata Interprestasi hasil penelitian yang tertera dalam tabel analisis pada

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis deskriptif teknik kualitatif.langkah-langkah deskriptif kualitatif yang dilakukan pada dengan cara

menggunakan

menitikberatkan

mengumpulkan data-data tentang judul harian Rakyat merdeka dalam kaitannya

dengan aspek kebakuan kata yang digunakan. Selanjutnya judul-judul berita akan di analisa secara mendalam agar di ketahui tingkat kebakuan atau kesalahan penggunaan kata yang terjadi dalam judul berita harian Rakyat Merdeka.

C. Populasi Sampel Populasi yang di ambil dalam oleh penulis dalam penelitian ini adalah 2 judul berita yang terdapat di halaman 10 yang terbit setiap hari di bulan februari. Dan penulis menentukan judul berita yang menjadi sampel penelitian ini adalah judul-judul berita yang diterbitkan pada periode Februari 2012 yang bterbitan dengan prediksi sebanyak x 4 Namun karena keterbatasan maka peneliti tidak mengambil seluruh populasi untuk dijadikan sampel. Dari judul tersebut peneliti mengambil 10

sampel secara random atau acak,dengan cara membuat nomor di atas kertas kecil,kemudian kertas tersebut di gulung dan mengambil 6 judul untuk dijadikan sampel.Berdasarkan data sampel yang diperoleh penulis kemudian melakukan analisis data untuk mengetahui tingkat kebakuan kata yang dugunakan dalam judul berita harian Rakyat Merdeka D. Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan instrumen penelitian berupa tabel kalkulasi tingkat kebakuan kata judul berita secara kaidah kebahasaan .Adapun contoh tabel yang di gunakan sebagai instrumen adalah sebagai berikut:

TABEL I Aspek Kebakuan Kata Judul Berita Harian Rakyat Merdeka periode februari 2012 NO Judul Berita K Tidak Baku CS PK TB Baku

E. Teknik Analisis Data Berdasarkan Populasi sampel dan instrumen penelitian di atas penulis melakukan teknik analisis dalam penelitian dengan mendeskripsikan unsur penggunaan kata baku terutama dalam hal penulisannya yang ada pada setiap judul berita harian Rakyat Merdeka yang di gunakan dalam penelitian ini meliputi: Mengolah dan menganalisis tingkat kebakuan kata atau kesalahan penggunaan kata atau kesalahan penggunaan kata dengan

menggunakan tabel 1.