Anda di halaman 1dari 19

Makalah Sejarah

Kelas : XII IPA 1 Kelompok : III Anggota:


Hamzah M.Faiz Melinda Meri Irfan Naufal Mentari Monic

SMA ISLAM AL-AZHAR 5 Cirebon

Kata Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan karuniannya kami memperoleh kesempatan untuk membuat makalah ini. Makalah ini di buat untuk memenuhi tugas sejarah ,sejarah merupakan ilmu yang penting dalam kehidupan karena dari sejarah kita bisa mengetahui kejadian kejadian masa lalu, sejarah juga bisa membuat kita sukses namun sejarah juga bisa membuat kita jatuh. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya dan memperoleh pemahaman dan pengetahuan. Kami menyadari bahwa sebagai manusia yang memiliki keterbatasan,tentu hasil karya ini pasti masih jauh daripada sempurna.Dengan upaya dan semangat peningkatan karya ini,kami senantiasa mengharapkan kontribusi pemikiran anda,baik berupa kritik maupun saran demi penyempurnaan karya ini.Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi kita semua.Aminnnnn.

Daftar isi Kata Pengantar......................................................... Daftar isi................................................................. Bab I Pendahuluan Latar belakang Tujuan Bab II Rumusan masalah Bab III Pembahasan Bab Iv Penutup Kesimpulan Saran Kritik

Bab I
Pendahuluan Latar belakang o Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa pada Masa Perang Dingin. 1. Perlombaan Senjata Nuklir Senjata nuklir ialah senjata yang dibuat dari campuran bahan kimia, yang apabila terkena pada mahluk hidup, mahluk hidup itu bisa mengalami kematian. Radiasi dari senjata tersebut juga sangat berbahaya apabila terkontaminasi radiasi nuklir akan mengalami cacat seumur hidup. Perlombaan nuklir tersebut dilatar belakangi oleh amerika serikat dan uni soviet yang ingin menunjukan bahwa negara merekalah yang pertamakali membuat nuklir dan merekalah yang paling kuat. 2. Perlombaan Teknologi Ruang Angkasa Pada saat berlangsungnya perang dingin yaitu tepatnya pada (), Uni soviet dan Amerika Serikat sedang berlomba-lomba untuk mencapai luar angkasa. Tidak semudah seperti sekarang, mereka telah membuat beberapa kali pesawat ulang-alik beberapa diantaranya ada yang gagal dan ada pula yang berhasil. Akhirnya mereka saling bersaing siapa yang dapat menjelajahi luar angkasa, sehingga ada perlombaan teknologi ruang angkasa. Penerbangan pertama yang di lakukan manusia di dapat oleh Uni soviet dengan kosmonotnya yang bernama Yuri Gagarin pada tanggal 12 April 1961 selama 1 jam 29 menit

dengan mengendarai pesawat yang bernama Vostok I. Untuk lebih jelasnya akan saya bahas dalam sesi pembahasan. 3. Politik Luar Negeri Indonesia Awal munculnya politik luar negeri Indonesia berawal dari kondisi perang dingin perebutan senjata awal dari kondisi perang dingin dan perebutan senjata antara blok barat dan blok timur. Dan pasca terjadinya perang dunia ke II. Melihat kondisi yang begitu kacau balau, pada tahun 1948 akhirnya indonesia turun tangan juga menyikapi masalah itu. Dengan mendirikan politik luar negeri yang menganut sistem yang bebas-aktif. Sistem ini berawal dari konsepsil pidatonya Moh. Hatta yang berjudul Mendayung Diantara Dua Karang didepan Komite Nasional Indonesia Pusat atau KNIP. Selain itu presiden Soekarno yang juga ikut mengemukakan masalah tersebut tdalam pidatonya yang berjudul Revolusi Kita pada tahun 1960. Politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif juga dilakukan secara dikit demi sedikit, perlahan-lahan dan hati-hati karena berhubungan pada pencerminan dalam hubungan ekonomi dengan luar negeri agar tidak berpihak antara Blok Barat dengan Blok Timur. o Peran Aktif Indonesia di Dunia Internasional 4. Peran Aktif Indonesia di Internasional Konfrensi kolombo merupakan langkah awal menuju perdamaian dan meredakan ketegangan-ketegangan dunia. Indonesia dan india menjalin hubungan kerjasama yang sangat erat pada 25 september

1954 di New Delhi untuk mengupayakan pertemuan seluruh pemimpin dari asia dan afrika.

5. Latar Belakang Deklarasi Djuanda Secara Sejarah batas wilayah laut Indonesia telah dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda, yaitu dalam Territorial Zee Maritieme Kringen Ordonanfie pada tahun 1939, yang menyatakan bahwa lebar wilayah laut indonesia adalah tiga mil diukur dari garis rendah di pantai masing-masing pulau Indonesia. 6. Pengiriman Pasukan Garuda Pesan Indonesia sebagai bagian dari salah satu pasukan penjaga perdamainan PBB sejak 1957, dengan terjadinya: 1. Konflik yang ada di asia tenggara yaitu di perbatasan Thailand dan kamboja 2. Mengawasi gencatan senjata di vietnam selatan 3. Pergolakan di tersan suez 4. Tentara Israel di sekitar jalur gaza 5. Era perang Iran-Iraq sekitar tahun 1989-1990 Dengan terjadinya beberapa konflik di belahan dunia sehingga Indonesia yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian negara lain yang disebut PASUKAN GARUDA/KONGA

Tujuan o Perkembangan Teknologi Persenjataan dan Ruang Angkasa pada Masa Perang Dingin. 1. Perlombaan Senjata Nuklir Agar kita mengetahui sebab-sebab terjadinya perlombaan senjata Nuklir dan dampak yang diakibatkan dari senjata nuklir. 2. Perlombaan Teknologi Ruang Angkasa Baik Uni Soviet maupun Amerika Serikat menganggap bahwa Negara pertama yang bisa mencapai ruang angkasa akan menambah prestise yang luar biasa bagi bangsanya.

3. Politik Luar Negeri Indonesia o Peran Aktif Indonesia di Dunia Internasional 4. Peran Aktif Indonesia di Internasional Tujuan pokok konfrensi Asia-Afrika (KAA) ini adalah meningkatkan kerja sama dan hubungan antarnegara Asia-Afrika memperhatikan masalah sosial, ekonomi, budaya, dan masalah khusus yang dihadapi oleh masing-masing negara, serta berusaha menggalang perdamaian dunia. 5. Deklarasi Djuanda Tujuan dari Deklarasi Djuanda yaitu untuk memperjuangkan batas wilayah laut, sehingga wilayah Indonesia merupakan suatu kesatuan

yang utuh dilihat dari berbagai aspek, yaitu aspek politik, sosial budaya, dan pertahanan keamanan.

6. Pengiriman Pasukan Garuda 1. Mewujudkan kondisi damai Negara-negara yang terlibat konflik 2. Mengawasi gencatan senjata 3. Mencegah pelanggaran-pelanggaran 4. Menjaga status quo 5. Mengawasi evaluasi pasukan & alat-alat perang 6. Mengawali pertukaran tawanan perang 7. Pengamat militer

Bab II Rumusan masalah 1. Apa sebab terjadinya perang senjata nuklir ? 2. Apa latar belakang terjadinya perlombaan ruang angkasa dan sampai kapan perlombaan ini berakhir? 3. Mengapa Indonesia harus menganut sistem politik bebas-aktif ? 4. Apakah tujuan dari diadakannya konfrensi Asia-Afrika ? 5. Mengapa deklarasi Djuanda dibuat ? 6. Bagaimana Indonesia bisa diandalkan dalam mengatasi konflikkonflik yang ada di belahan negara ?

Bab III Pembahasan 1. Perlombaan senjata nuklir terjadi akibat negara amerika serikat dan uni sovyet ingin menunjukkan bahwa merekalah pembuat senjata nuklir pertama kalinya, dan masing-masing juga ingin menunjukkan bahwa mereka negara yang paling kuat. 2. Pada masa perang dingin, Amerika dan Uni Soviet mengadakan persaingan dengan cara siapa yang dapat menjelajahi ruang angkasa . Dunia ini sudah mulai sempit bagi mereka untuk diperebutkan, oleh karna itu mereka mencoba untuk memperebutka daerah ruang angkasa yang masih bebas untuk diperebutkan. Awalnya kedua Negara adikuasa ini hanya mencoba mengirimkan hewan untuk percobaan ruang angkasa dengan misi, Uni Soviet menamai misi ini dengan Sputnik I yang tidak berawak, dan Sputnik II yang berawak seekor anjing pada tanggal (1957). Pertandingan ini semakin marak ketika Uni Soviet mencoba mengirim pesawat ulang-alik yang berawak manusia, misi ini disebut Vostok I yang berawak Yuri Gagarin (1934-1968) dengan mengendarai pesawat ruang angkasa yang berhasil mengitari bumi selama 108 menit (1961). Amerika Serikat kemudian menyusul dengan astronotnya yang pertama adalah Alan Bartlett Shepard, Jr (1923-1998) yang berada di ruang angkasa selama 15 menit (1961). Uni Soviet menunjukkan lagi kelebihannya dengan meluncurkan Gherman Stepanovich Titov (1935-2000) yang mengitari bumi selama 25 jam dengan pesawat Vostok II. Dengan demikian, demi kepentingan politik, ekonomi, dan militer, kedua negara adikuasa tersebut menjalankan politik pecah belah.

Negara dan bangsa yang terpecah belah antara lain Korea, Vietnam, dan Jerman. Pertandingan yang sengit ini berakhir dengan pernyataan Mikhail Sergeyevich Gorbachyov pemimpin Uni Soviet periode 1985 mengakui bahwa sistem komunis telah gagal di Uni Soviet. Pada akhir 1991, negara Uni Soviet yang telah berumur 74 tahun itupun runtuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara yang sekarang termasuk dalam persemakmuran Uni Soviet (Commonwealth of Independent State/CIS). Bubarnya Uni Soviet ini menandai berakhirnya Perang Dingin dan Perlombaan Ruang Angkasa dengan kemenangan di pihak AS.

3. Selain bebas-aktif Indonesia juga menganut sistem lainnya, seperti anti-kolonialisme, orientasi, demokrasi. Namun yang paling dominan dilakukan di politik bebas-aktif. Kata BEBAS artinya tidak terikat oleh suatu ideologi atau negara-negara maju dan tidak memihak sebagai cerminan bahwa Indonesia memiliki kepribadian bangsa yang adil, sedangkan AKTIF artinya giat mengembangkan kebebasan persahabatan dan kerjasama dan kerjasama internasional dalam menjalankan kebijakan luar negerinya. Poitik luar negeri bebas aktif sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang tertanam didalamnya. Selain itu, politik luar negeri Indonesia sebagai penyelamat dan pedoman bangsa indonesia dalam mencapai kepentingan nasionalnya. Hal ini yang dapat menjadikan bangsa Indonesia menjadi tegas dalam kepentingan nasionalnya. Politik luar negeri merupakan kepentingan sosial suatu Negara terhadap Negara lainya dan kepentingan utama yang menjadi keputusan suatu Negara dalam menentukan politik luar negerinya.

4. Konfrensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika (KTT Asia-Afrika), Kadang Juga disebut konfrensi tingkat tinggi antara Negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KTT diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar, Sri Lanka, India dan Pakistan dan dikoordinasikan oleh menteri luar negeri Indonesia Roeslan Abdulgani. Pertemuan ini berlangsung diantara 18 - 24 April 1955, di Gedung Merdeka , Bandung. Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau Negara imperialis Lainnya. Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung yang berisi tentang Pernyataan mengenai dukungan bagi kedamainan dan kerjasama dunia. Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru. Konfrensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan non-blok pada 1961. Pertemuan kedua: Ini memperigati 50 tahun sejak pertemuan bersejarah tersebut, para kepala Negara Asia-Afrika telah diundang untuk mengikuti sebuah peretmuan baru di Bandung dan Jakarta antara 19-24 April 2005. Sebagian dari pertemuan itu di laksanakan di gedung merdeka. Sepuluh inti sari/isi yang terkandung dalam Bandung Declaration/Dasasila Bandung: 1. Menghormati hak-hak dasar manusia seperti yang tercantum pada piagam PBB. 2. Menghormati kedaulatan dan integritas semua bangsa. 3. Menghormati dan menghargai perbedaan ras serta mengakui persamaan semua ras dan bangsa di dunia.

4. Tidak ikut campur dan intervensi persoalan Negara lain 5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri baik sendiri maupun kolektif sesuai dengan piagam PBB. 6. Tidak menggunakan peraturan dan pertahanan kolektif dalam bertindak untuk kepentingan suatu Negara besar. 7. Tidak mengancam dan melakukan tindak kekerasan terhadap integritas territorial atau kemerdekaan politik suatu Negara. 8. Mengatasi dan menyelasikan segala bentuk persetujuan PBB. 9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama 10. Menghormati hokum dan juga kewajiban internasional. 5. Untuk mengatasi masalah yang terdapat di rumusan masalah, Pemerintah Indonesia di pimpin PM Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957 telah mengeluarkan keputusan yang dikenal dengan Deklarasi Djuanda, yang isinya sebagai berikut : 1. Demi kesatuan bangsa, integritas (keadaan) wilayah, serta kesatuan ekonomi, ditarik garis-garis pangkal lurus yang menghuubungkan titik-titik terluar dari pulau-pulau terluar 2. Negara berdaulat atas segala perairan yang terletak dalam garisgaris pangkal lurus termasuk dasar laut dan tanah dibawahnya, dengan segala kekayaan didalamnya 3. Laut Territorial seluas 12 mil diukur dari pulau yang terluar 4. Hak lintas damai kapal asing melalui perairan Nusantara kita, dijamin tidak merugikan kepentingan negara partai, baik keamanannya ataupun ketertbannya.

Perjuangan yang ditempuh bangsa Indonesia dengan mengikuti Konferensi hukum Laut yang diadakan oleh PBB dalam UNCLOS I (United Nations Conference on the Law of Sea), di Janeva pada tahun 1958. Pada tahunn 1960 Indonesia mulai mengajukan

Deklarasi djuanda di UNCLOS II (United Nations Conference on the Law of Sea). Namun Perjuangan Pemerintah mengikuti belum berhasil. Namun Pemerintah berusaha menciptakan landasan hukum yang kuat bagi Deklarasi Djuanda, yang bannyak ditentang oleh beberapa Negara. Namun Pemerintah tetap masih berjuang demi Negara dan keutuhan rakyat Indonesia agar Deklarassi Djuanda ini dapat diterima oleh dunia internasional. Adapun dasar-dasar pokok-pokok pertimbangan penetapan wilayah perairan terebut antara lain : 1. Bentuk geografis wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri atas beribu-ribu pulau mempunyai sifat dan corak tersendiri. 2. Bagi keutuhan territorial dan untuk melindungi kekayaan Negara Indonesia semua kepulauan serta laut yang terletak diantaranya harus dianggap sebagai suatu kesatuan yang utuh. Ketentuan batas laut tersebut di tuangkan ke dalam undang-undang No. 4/PRP/tahun 1960 dan dalam Lembaran Negara No. 20/1960 tanggal 18 febuari 1960. Undang-undang ini maengatur tata lautan wilayah Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh.

Adapun isi Undang-undang No. 4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia, antara lain sebagai berikut : 1. Perairan Indonesia adalah laut beserta perairan pedalaman Indonesia 2. Laut wilayah Indonesia adalah jalur laut selebar 12 mil laut dari pulau-pulau terluar 3. Bila ada selat yang lebarnya tidak melebihi 24 mil laut, garis batas laut wilayah ditarik di tengah-tengah selat

4. Perairan pedalaman Indonesia adalah semua perairan yang terletak pada sisi dalam garis dasar 5. Hak linta laut damai kendaraan air asing diakui dan dijamin sepanjang tidak mengganggu Atau bertentangan dengan keselamatan dan keamaan wilayah bangsa dan negara

Bab IV Penutup Kesimpulan - Perlombaan senjata nuklir Perlombaan senjata nuklir yang terjadi antara Amerika Serikat dan Uni Soviet telah mengakibatkan ratusan orang terkontaminasi puluhan orang meninggal dunia dan ribuan orang terpaksa mengungsi orangorang yang terkontaminasi akan cacat seumur hidup. - Perlombaan teknologi ruang angkasa Selama perang dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba untuk mencapai ruang angkasa. Kedua belah pihak merasa bahwa Negara pertama yang berhasil mencapai ruang angkasa akan menambah prestise yang luar biasa. Merekapun saling bersaing untuk lebih dulu dan lebih hebat lagi mengitari ruang angkasa. - Politik luar negeri Indonesia Sifat politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif berawal dari konsepsi Wakil Presiden Mohammad Hatta dalam pidatoya yang berjudul Mendayung di antara Dua Karang. Kemunculan sifat politik luar negeri Indonesia didasari oleh kondisi. Perang Dingin dalam konstelasi politik global. Rumusan sifat politik luar negeri Indonesia, antara lain: 1. Bebas-Aktif 2. Anti-Kolonialisme 3. Orientasi pada kepentingan nasional 4. Demokratis Presiden Soekarno mengembangkan konspe pembagian blok di dalam konstelasi global pada saat itu menjadi dua bagian, yaitu Old Energing Forces (Oldefor) dan New Emerging Forces (Nefos) Garis-garis Dasar Politik Luar Negeri RI berdasarkan pada UUD 1945, dengan sifat bebas dan aktif, yang menekankan pada sifat anti-

imperialisme dan anti-kolonialisme. Dalam kebijakan itu, ditekankan pula bahwa tujuan dari politik luar negeri RI adalah mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia penuh, mengabdi pada perjuangan untuk membela perdamaian dunia. - Konfrensi Asia-Afrika di Bandung Konfrensi kolombo merupakan langkah awal menuju perdamaian dan meredakan ketegangan ketegangan dunia. Indonesia dan India menjalin hubungan kerja sama yang sangat erat pada 25 september 1954 di New Delhi untuk mengupayakan pertemuan seluruh pemimpun dari Asia dan Afrika. Tujuan pokok konfrensi asia afrika (KAA) ini adalah meningkatkan kerja sama dan hubungan baik antarnegara Asia Afrika, memperhatikan masalah social, ekonomi, budaya, dan masalah khusus yang dihadapi oleh masing-masing Negara, serta berusaha menggalang perdamaiian dunia. Konfrensi Asia Afrika menghasilkan keputusan yang disebut Dasa Sila Bandung Keputusan itu merupakan landasan semangat dan kebulatan tekad bangsa Asia Afrika untuk mewujudkan kehidupan yang baik dan perdamaian dunia. - Deklarasi Djuanda Pada 13 Desember 1957, pemerintah menetapkan Deklarasi Djuanda mengenai batas laut territorial Indonesia. Ketentuan tersebut dituangkan kedalam undang undang No. 4/PRP /tahun 1960 dan dalam Lembaran Negara No.20/1960 tanggal 18 Februari 1960. - Pengiriman pasukan garuda Peran serta Indonesia di dalam stabilitas keamanan dunia secara aktif ditunjukkan melalui pengiriman pasukan misi perdamaian yang bernama Pasukan Garuda. Berdasarkan Persetujuan Paris tanggal 23 Januari 1973, Indonesia terpilih menjadi salah satu Negara yang duduk di dalam International Commission for Control and Supervision (ICCS).

Badan ini beranggotakan Negara Polandia, Hongaria, Iran dan Indonesia yang bertugas untuk mengawasi gencatan senjata di Vietnam Selatan. Saran Dampak saat terjadinya perang dingin, tidak semuanya buruk tetapi ada juga yang baik, Seperti adanya perkembangan teknologi persenjataan dan ruang angkasa. Menurut kami pada perkembangan teknologi persenjataan di bidang senjata nuklir sebaiknya bisa diarahkan lebih baik lagi seperti untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, dan dalam segi ruang angkasa dapat kita jadikan sebagai media pelajaran/edukasi untuk lebih mengetahui tentang keadaan di ruang angkasa. Sebaiknya jika ada Negara yang di berikan bantuan oleh Negaranegara komunis, Negara yang ingin diberikan bantuan itu harus mengetahui terlebih dahulu latar belakang serta maksud dan tujuan bantuan tersebut agar tidak terkena doktrin komunisme.

PENUTUP Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. kami banyak berharap teman-teman yang budiman sudi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan dan penulisan makalah di kesempatan kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya juga para teman-teman yang budiman pada umumnya.