Palagan Ambarawa Palagan Ambarawa adalah sebuah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Sekutu yang terjadi di Ambarawa, sebelah

selatan Semarang, Jawa Tengah. Kronologi peristiwa Pada tanggal 20 Oktober 1945, tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang dengan maksud mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah. Kedatangan sekutu ini diboncengi oleh NICA. Kedatangan Sekutu ini mulanya disambut baik, bahkan Gubernur Jawa Tengah Mr Wongsonegoro menyepakati akan menyediakan bahan makanan dan keperluan lain bagi kelancaran tugas Sekutu, sedang Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. Namun, ketika pasukan Sekutu dan NICA telah sampai di Ambarawa dan Magelang untuk membebaskan para tawanan tentara Belanda, para tawanan tersebut malah dipersenjatai sehingga menimbulkan kemarahan pihak Indonesia. Insiden bersenjata timbul di kota Magelang, hingga terjadi pertempuran. Di Magelang, tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat dan membuat kekacauan. TKR Resimen Magelang pimpinan Letkol. M. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara Sekutu dari segala penjuru. Namun mereka selamat dari kehancuran berkat campur tangan Presiden Soekarno yang berhasil menenangkan suasana. Kemudian pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa. Akibat peristiwa tersebut, Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letkol. M. Sarbini segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa, Suruh dan Surakarta. Tentara Sekutu kembali dihadang oleh Batalyon I Soerjosoempeno di Ngipik. Pada saat pengunduran, tentara Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Letkol. Isdiman berusaha membebaskan kedua desa tersebut, namun ia keburu gugur terlebih dahulu. Sejak gugurnya Letkol. Isdiman, Komandan Divisi V Banyumas, Kol. Soedirman merasa kehilangan seorang perwira terbaiknya dan ia langsung turun ke lapangan untuk memimpin pertempuran. Kehadiran Kol. Soedirman memberikan napas baru kepada pasukan-pasukan RI. Koordinasi diadakan di antara komando-komando sektor dan pengepungan terhadap musuh semakin ketat. Siasat yang diterapkan adalah serangan pendadakan serentak di semua sektor. Bala bantuan terus mengalir dari Yogyakarta, Solo, Salatiga, Purwokerto, Magelang, Semarang, dan lain-lain. Tanggal 23 November 1945 ketika matahari mulai terbit, mulailah tembak-menembak dengan pasukan Sekutu yang bertahan di kompleks gereja dan kerkhop Belanda di Jl. Margo Agoeng. Pasukan Indonesia terdiri dari Yon. Imam Adrongi, Yon. Soeharto dan Yon. Soegeng. Tentara Sekutu mengerahkan tawanan-tawanan Jepang dengan diperkuat tanknya, menyusup ke tempat kedudukan Indonesia dari arah belakang, karena itu pasukan Indonesia pindah ke Bedono.

serangan mulai dilancarkan. sedang Sekutu berjanji tidak akan mengganggu kedaulatan Republik Indonesia. kemudian disusul oleh penembak-penembak karaben. Kemudian pasukan Sekutu secara diam-diam meninggalkan Kota Magelang menuju ke benteng Ambarawa. . jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. Soedirman merasa kehilangan perwira terbaiknya dan ia langsung turun ke lapangan untuk memimpin pertempuran. Pada saat pengunduran. Resimen Kedu Tengah di bawah pimpinan Letnan Kolonel M. Setelah bertempur selama 4 hari. Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Sejak gugurnya Letkol Isdiman. Letnan Kolonel Isdiman gugur.Pertempuran di Ambarawa Pada tanggal 11 Desember 1945. tentara Sekutu mencoba menduduki dua desa di sekitar Ambarawa. Magelang. Bala bantuan terus mengalir dari Yogyakarta. Suruh dan Surakarta. Pasukan Indonesia di bawah pimpinan Letnan Kolonel Isdiman berusaha membebaskan kedua desa tersebut. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04. tentara Sekutu di bawah pimpinan Brigadir Bethell mendarat di Semarang dengan maksud mengurus tawanan perang dan tentara Jepang yang berada di Jawa Tengah. Kedatangan Sekutu ini mulanya disambut baik. Namun. atau pengepungan rangkap dari kedua sisi sehingga musuh benar-benar terkurung. Akibat peristiwa tersebut.30 pagi. Semarang. Di Magelang. TKR Resimen Magelang pimpinan M. dan lain-lain. Gerakan mundur tentara Sekutu tertahan di Desa Jambu karena dihadang oleh pasukan Angkatan Muda di bawah pimpinan Oni Sastrodihardjo yang diperkuat oleh pasukan gabungan dari Ambarawa. Solo. Insiden bersenjata timbul di kota Magelang. Kemenangan pertempuran ini kini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa dan diperingatinya Hari Jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika. tentara Sekutu bertindak sebagai penguasa yang mencoba melucuti Tentara Keamanan Rakyat dan membuat kekacauan. Peristiwa Ambarawa Pada tanggal 20 Oktober 1945. Siasat yang diterapkan adalah serangan pendadakan serentak di semua sektor. Salatiga. ketika pasukan Sekutu dan NICA telah sampai di Ambarawa dan Magelang untuk membebaskan para tawanan tentara Belanda. Kol. Sarbini membalas tindakan tersebut dengan mengepung tentara Sekutu dari segala penjuru. Namun mereka selamat dari kehancuran berkat campur tangan Presiden Soekarno yang berhasil menenangkan suasana. Koordinasi diadakan diantara komando-komando sektor dan pengepungan terhadap musuh semakin ketat. Sarbini segera mengadakan pengejaran terhadap mereka. pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang. hingga terjadi pertempuran. Pertempuran berkobar di Ambarawa. Komandan Divisi V Banyumas. Kol. Kedatangan sekutu ini diboncengi oleh NICA. Pembukaan serangan dimulai dari tembakan mitraliur terlebih dahulu. Satu setengah jam kemudian. Tentara Sekutu kembali dihadang oleh Batalyon I Suryosumpeno di Ngipik. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang. Purwokerto. justru mempersenjatai mereka sehingga menimbulkan amarah pihak Indonesia. Kehadiran Kolonel Sudirman memberikan nafas baru kepada pasukan-pasukan RI. bahkan Gubernur Jawa Tegah Mr Wongsonegoro menyepakati akan menyediakan bahan makanan dan keperluan lain bagi kelancaran tugas Sekutu. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya diputus sama sekali.

Setelah bertempur selama 4 hari. pada tanggal 15 Desember 1945 pertempuran berakhir dan Indonesia berhasil merebut Ambarawa dan Sekutu dibuat mundur ke Semarang. 17 Agustus 1945. dibantu oleh Moeljono. Satu setengah jam kemudian. mulailah tembak-menembak dengan pasukan Sekutu yang bertahan di kompleks gereja dan pekuburan Belanda di Jalan Margo Agung. Kemenangan pertempuran ini kini diabadikan dengan didirikannya Monumen Palagan Ambarawa dan diperingatinya Hari Jadi TNI Angkatan Darat atau Hari Juang Kartika Sejarah Bandung Lautan Api SUATU hari di Bulan Maret 1946. Beberapa tahun kemudian. Jumlah anggotanya 300 orang.30 pagi. Di Gedung DENIS.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka. tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. atau pengepungan rangkap sehingga musuh benar-benar terkurung. Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar). 18 Agustus 1945. Pasukan Indonesia antara lain dari Yon Imam Adrongi. Tanggal 27 Agustus 1945. dalam waktu tujuh jam. Selain . Setelah Jepang kalah. penyelidikan dan perbekalan. Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi. karena itu pasukan Indonesia pindah ke Bedono. terdiri dari bagian pasukan tempur. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia. dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR). serangan mulai dilancarkan. Pada tanggal 12 Desember 1945 jam 04. menyusup ke kedudukan Indonesia dari arah belakang. yang telah menjadi lautan api. Esoknya. sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Yon Soeharto dan Yon Sugeng. Pertempuran Ambarawa berlangsung sengit. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya.Tanggal 23 Nopember 1945 ketika matahari mulai terbit. Kolonel Soedirman mengadakan rapat dengan para Komandan Sektor TKR dan Laskar. Pertempuran berkobar di Ambarawa. seiring janji akan kembali ke kota tercinta. lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka. Pada tanggal 11 Desember 1945. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas. Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. jalan raya Semarang-Ambarawa dikuasai oleh kesatuan-kesatuan TKR. cetakan teks tersebut telah tersebar. Palang Merah. Suplai dan komunikasi dengan pasukan induknya terputus sama sekali. Insiden Perobekan Bendera Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. sekitar 200. Indonesia belum sepenuhnya merdeka. disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Kolonel Soedirman langsung memimpin pasukannya yang menggunakan taktik gelar supit urang. Tentara Sekutu mengerahkan tawanan-tawanan Jepang dengan diperkuat tanknya.

00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Sejak saat itu. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. melahirkan politik "bumihangus". tetapi demi keselamatan maka pada jam 21. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. Gudang besar itu meledak dan terbakar.menghadapi serangan musuh. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Tetapi api masih membubung membakar kota. . sebelah selatan Bandung. kurang lebih pukul 24. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota. Pada tanggal 21 Desember 1945. Almarhum Jenderal Besar A. di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan. Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Tanggal 5 Desember 1945. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api.00 itu juga ikut keluar kota. Semua listrik mati. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan. rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta. pada tanggal 24 Maret 1946. Bandoeng Laoetan Api Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota. Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika). Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III. untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Hari itu juga.

Setelah tiba di Tasikmalaya. menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. Peristiwa itu terjadi pada bulan Agustus 1945. serta memulangkan tentara Jepang ke negerinya. Indonesia secara resmi diduduki oleh Jepang. Hal ini memicu gejolak rakyat Indonesia dan memunculkan pergerakan perlawanan rakyat Indonesia di mana-mana melawan tentara AFNEI dan pemerintahan NICA. Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu setelah dijatuhkannya bom atom (oleh Amerika Serikat) di Hiroshima dan Nagasaki. disitu timbul pendapat dari Rukana. rakyat dan pejuang Indonesia berupaya melucuti senjata para tentara Jepang. Soekarno kemudian memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. NICA (Netherlands Indies Civil Administration) ikut membonceng bersama rombongan tentara Inggris untuk tujuan tersebut. Seorang wartawan muda saat itu. 1 Mei 1997 Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. yaitu Atje Bastaman. Namun selain itu tentara Inggris yang datang juga membawa misi mengembalikan Indonesia kepada administrasi pemerintahan Belanda sebagai negeri jajahan Hindia Belanda. setelah bicara dengan Sjahrir itu. Maka timbullah pertempuran-pertempuran yang memakan korban di banyak daerah. Tentara Inggris datang ke Indonesia tergabung dalam AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) atas keputusan dan atas nama Blok Sekutu. tetapi sebenarnya lautan air” A. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya. Peristiwa 10 November Kronologi penyebab peristiwa Kedatangan Tentara Jepang ke Indonesia Tanggal 1 Maret 1942. Garut. tentara Inggris mendarat di Jakarta. maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api. tentara Jepang mendarat di Pulau Jawa. kemudian mendarat di Surabaya pada tanggal 25 Oktober 1945. Dia berpendapat. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Tiga tahun kemudian. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. di pertemuan itu. berbicaralah semua orang. Kedatangan Tentara Inggris & Belanda Setelah kekalahan pihak Jepang. Komandan Polisi Militer di Bandung. .” Yang dia sebut lautan api. dan tujuh hari kemudian tanggal 8 Maret 1942. membebaskan para tawanan perang yang ditahan Jepang. dengan tugas untuk melucuti tentara Jepang. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg. Ketika gerakan untuk melucuti pasukan Jepang sedang berkobar.Jadi saya kembali dari Jakarta. pemerintah kolonial Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang berdasarkan Perjanjian Kalijati. tanggal 15 September 1945. Setelah penyerahan tanpa syarat tesebut. “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api. Dalam kekosongan kekuasaan asing tersebut. Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Nah.H Nasution.

Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato. Bentrokan-bentrokan bersenjata di Surabaya tersebut memuncak dengan terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi. Tunjungan no. Ploegman pada sore hari tanggal 18 September 1945. sebelum akhirnya Jenderal D. sekarang bernama Hotel Majapahit) di Jl. pada 30 Oktober .C. yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman. Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut. tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. (pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur). Surabaya Insiden Hotel Yamato Hotel Oranye di Surabaya tahun 1911. Walaupun begitu tetap saja terjadi bentrokan-bentrokan bersenjata antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya. Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris. dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih. mengibarkan bendera Belanda (MerahPutih-Biru). Klimaks gerakan pengibaran bendera di Surabaya terjadi pada insiden perobekan bendera di Yamato Hoteru / Hotel Yamato (bernama Oranje Hotel atau Hotel Oranye pada zaman kolonial. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik. sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI. Setelah munculnya maklumat pemerintah Indonesia tanggal 31 Agustus 1945 yang menetapkan bahwa mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan terus di seluruh wilayah Indonesia. Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda. sisi sebelah utara. dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia. hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia. Residen Soedirman.Insiden di Hotel Yamato. gerakan pengibaran bendera tersebut makin meluas ke segenap pelosok kota Surabaya. Ploegman dan kawankawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman mengeluarkan pistol. pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu. datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono.V. 65 Surabaya.00. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda.Ch. W. tepatnya pukul 21. keadaan berangsur-angsur mereda. Kematian Brigadir Jenderal Mallaby Brigadir Jenderal Aubertin Mallaby Setelah gencatan senjata antara pihak Indonesia dan pihak tentara Inggris ditandatangani tanggal 29 Oktober 1945. merobek bagian birunya. Perundingan berlangsung memanas. sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Tunjungan.

Kematian Mallaby ini menyebabkan pihak Inggris marah kepada pihak Indonesia dan berakibat pada keputusan pengganti Mallaby.. setidaknya secara lokal. seorang Anggota Parlemen Inggris dari Partai Buruh Inggris (Labour Party). Mayor Jenderal Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum yang menyebutkan bahwa semua pimpinan dan orang Indonesia yang bersenjata harus melapor dan meletakkan senjatanya di tempat yang ditentukan dan menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas. Dia menyampaikan bahwa peristiwa baku tembak ini disinyalir kuat timbul karena kesalahpahaman 20 anggota pasukan India pimpinan Mallaby yang memulai baku tembak tersebut tidak mengetahui bahwa gencatan senjata sedang berlaku karena mereka terputus dari kontak dan telekomunikasi.30. dan terbakarnya mobil tersebut terkena ledakan granat yang menyebabkan jenazah Mallaby sulit dikenali. Saya pikir ini tidak dapat dituduh sebagai pembunuhan licik.. Kesalahpahaman menyebabkan terjadinya tembak menembak yang berakhir dengan tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby oleh tembakan pistol seorang pemuda Indonesia yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya. Batas ultimatum adalah jam 6. " [4] Ultimatum 10 November 1945 Setelah terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby. Sekitar 20 orang (serdadu) India (milik Inggris). massa di alun-alun menjadi bergolak lagi. Berikut kutipan dari Tom Driberg: ". kemudian pecah pertempuran lagi dengan sungguh gencar. yang meledak bersamaan dengan serangan terhadap dirinya (Mallaby). telah terputus dari komunikasi lewat telepon dan tidak tahu tentang gencatan senjata. dan berteriak kepada serdadu India untuk menghentikan tembakan. Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh untuk mengeluarkan ultimatum 10 November 1945 untuk meminta pihak Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA. Mereka patuh kepadanya.1945 sekitar pukul 20. Mungkin setengah jam kemudian. berjalan lurus ke arah kerumunan. penggantinya. Dua puluh menit sampai setengah jam setelah itu.. Jelas bahwa ketika Brigadir Mallaby memberi perintah untuk membuka tembakan lagi. perundingan gencatan senjata sebenarnya telah pecah.. di sebuah bangunan di sisi lain alun-alun. yaitu seorang perwira Inggris yang benar-benar ada di tempat kejadian pada saat itu. pada titik tertentu dalam diskusi. Brigadir Mallaby keluar dari diskusi (gencatan senjata). dalam perdebatan di Parlemen Inggris (House of Commons) meragukan bahwa baku tembak ini dimulai oleh pasukan pihak Indonesia. karena informasi saya dapat secepatnya dari saksi mata. Brigadir Mallaby. Mereka menembak secara sporadis pada massa (Indonesia). dengan keberanian besar... Mobil Buick yang ditumpangi Brigadir Jenderal Mallaby berpapasan dengan sekelompok milisi Indonesia ketika akan melewati Jembatan Merah. memerintahkan serdadu India untuk menembak lagi. yang niat jujurnya saya tak punya alasan untuk pertanyakan . ia (Mallaby) sayangnya tewas dalam mobilnya-meskipun (kita) tidak benar-benar yakin apakah ia dibunuh oleh orang Indonesia yang mendekati mobilnya. Mereka melepaskan tembakan dengan dua senapan Bren dan massa bubar dan lari untuk berlindung. Pada 20 Februari 1946.00 pagi tanggal 10 November 1945. . Perdebatan tentang pihak penyebab baku tembak Mobil Buick Brigadir Jenderal Mallaby yang meledak di dekat Gedung Internatio dan Jembatan Merah Surabaya Tom Driberg.

Banyaknya pejuang yang gugur dan rakyat sipil yang menjadi korban pada hari 10 November ini kemudian dikenang sebagai Hari Pahlawan oleh Republik Indonesia hingga sekarang. baik meninggal maupun terluka.000 pejuang dari pihak Indonesia tewas dan 200. Terlibatnya penduduk dalam pertempuran ini mengakibatkan ribuan penduduk sipil jatuh menjadi korban dalam serangan tersebut. tentara Inggris mulai melancarkan serangan berskala besar. Setidaknya 6. para tokoh masyarakat seperti pelopor muda Bung Tomo yang berpengaruh besar di masyarakat terus menggerakkan semangat perlawanan pemuda-pemuda Surabaya sehingga perlawanan terus berlanjut di tengah serangan skala besar Inggris.000 infanteri. dengan bantuan yang aktif dari penduduk. Ultimatum tersebut ditolak oleh pihak Indonesia dengan alasan bahwa Republik Indonesia waktu itu sudah berdiri. Tokoh-tokoh agama yang terdiri dari kalangan ulama serta kyai-kyai pondok Jawa seperti KH. [3] Pertempuran berdarah di Surabaya yang memakan ribuan korban jiwa tersebut telah menggerakkan perlawanan rakyat di seluruh Indonesia untuk mengusir penjajah dan mempertahankan kemerdekaan. [2]. Korban dari pasukan Inggris dan India kira-kira sejumlah 600 2000 tentara. Hasyim Asy'ari. Selain itu. makin hari makin teratur. termasuk di kalangan pemuda. banyak organisasi perjuangan bersenjata yang telah dibentuk masyarakat. dari hari ke hari. dan kemudian mengerahkan sekitar 30. Pertempuran skala besar ini mencapai waktu sampai tiga minggu. dan kapal perang.Ultimatum tersebut kemudian dianggap sebagai penghinaan bagi para pejuang dan rakyat yang telah membentuk banyak badan-badan perjuangan / milisi. salah satu pemimpin revolusioner Indonesia yang paling dihormati. KH. Inggris kemudian membombardir kota Surabaya dengan meriam dari laut dan darat.000 . yang diawali dengan pengeboman udara ke gedung-gedung pemerintahan Surabaya. mahasiswa dan pelajar yang menentang masuknya kembali pemerintahan Belanda yang memboncengi kehadiran tentara Inggris di Indonesia.000 rakyat sipil mengungsi dari Surabaya. Perlawanan pasukan dan milisi Indonesia kemudian berkobar di seluruh kota. tank.16. . Wahab Hasbullah serta kyai-kyai pesantren lainnya juga mengerahkan santri-santri mereka dan masyarakat sipil sebagai milisi perlawanan (pada waktu itu masyarakat tidak begitu patuh kepada pemerintahan tetapi mereka lebih patuh dan taat kepada para kyai) shingga perlawanan pihak Indonesia berlangsung lama. sejumlah pesawat terbang. Bung Tomo di Surabaya. Pada 10 November pagi. Foto terkenal ini bagi banyak orang yang terlibat dalam Revolusi Nasional Indonesia mewakili jiwa perjuangan revolusi utama Indonesia saat itu. hingga dari minggu ke minggu lainnya.[5] Di luar dugaan pihak Inggris yang menduga bahwa perlawanan di Surabaya bisa ditaklukkan dalam tempo tiga hari. sebelum seluruh kota Surabaya akhirnya jatuh di tangan pihak Inggris. dan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) juga telah dibentuk sebagai pasukan negara. Perlawanan rakyat yang pada awalnya dilakukan secara spontan dan tidak terkoordinasi.

Tuduhan terhadap kontrolir KW. Teuku Umar menunggu dan melakukan pendekatan. Pasukan Sekutu mengerahkan semua kekuatan militer untuk menggempur kota Medan. pasukan Belanda memiliki barisan yang kuat yang dibentuk selama penghapusan garis terdalam batalyon medan yang sepenuhnya kosong. Untuk menghadapi keadaan yang demikian. Perang Aceh (1896-1901) Jend. Alasan sesungguhnya di balik penolakan Teuku Umar masih gelap. ia masih berkomitmen menjaga suasana di Aceh. Tentara Sekutu juga menetapkan secara sepihak batas-batas kekuasaan.000 gulden per bulan. yang pada tanggal 25 April menyelesaikan klaim tersebut hingga "ekstradisi senjata yang dipasok sesegera mungkin. Vetter dikirim ke Aceh bersama-sama dengan kolonel infanteri J. Pertempuran in terus berkobar di seluruh kota Medan. Para pemuda berjuang melawan pihak Sekutu. Tawaran yang sama diulanginya dalam surat yang diperuntukkan kepada komisaris pemerintah. Pemerintah melihat keadaan sekarang berbahaya dan tidak ragu bertindak.W. Di saat yang sama.000 pejuang terlatih. 2 hari kemudian tibalah Batalyon VI dan seorang pendaki gunung. Jend. para pemuda segera membentuk divisi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Medan Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi pertempuran antara tentara Indonesia melawan pasukan Belanda yang merupakan awal pertempuran Medan Area. Dalam surat terakhir tanggal 12 April. serta penyerahan kepada pemerintahan yang diperbaharui. Namun pasukan Belanda yang dipimpin oleh Kapten Westerling sudah berada di Medan. Saat masih diberikan 150. Christoffel Deykerhoff mengendalikan pemerintahan sipil dan militer di Aceh dan Jajahannya melalui telegraf. Gisolf dan jaksa agung Mohammad Arif atas penyebab dugaan tindakan penghinaan atas dirinya dan lain-lain yang diajukannya kepada gubernur tidak berdasar dan dicabut dalam surat kedua. pembandunan parit dan lubang. memperkuat diri di VI Mukim dekat batas daerah terbuka di depan garis Belanda dan lebih ke belakang hingga Lampisang. Stemfoort dan mayor staf jenderal Breijer. J. sehingga menyebabkan kemarahan rakyat Medan.PERTEMPURAN MEDAN AREA Pada tanggal 9 Oktober Sekutu yang diboncengi serdadu Belanda dipimpin oleh Brigadir Jendral T E D Kelly mendarat di kota Medan. Komandan militer yang . Mereka bertolak pada tanggal 2 April bersama Batalyon IX dan tiba 5 hari kemudian di Ulee Lheue. Ahmad Tahir seorang bekas perwira tentara sukarela (Giyugun) membentuk barisan Pemuda Indonesia untuk merebut tempat-tempat strategis dan mengambil alih pemerintahan. van Langen. di mana ia memiliki 2. Umar mengetahui pandangannya berubah menjadi kekecewaan karena tiadanya penghargaan kerajaan yang dianugerahkan untuk jasanya. Di seberang pertahanan itu. Oleh kerena itu pada tanggal 18 Oktober 1945 tentara Sekutu mengeluarkan maklumat (pengumuman) untuk melarang rakyat membawa senjata dan semua senjata harus diserahkan kepada Sekutu. pemerintahan sipil diserahkan kepada residen KFH.A. penghancuran pertahanan yang berada di VI Mukim. Puncak pertempuran Medan Area terjadi pada tanggal 10 Desember 1945. Pertempuran ini menelan banyak korban di kedua belah pihak." Kembali ke garis konsentrasi 1886 Namun.

bersama kavaleri dan artileri. ditugaskan membantu Batalyon IX dan merebut Lam Hasan. Batalyon VII. komisaris pemerintah harus mengeluarkan surat keputusan.terdiri atas Batalyon III. hanya untuk menghancurkan Aneuk Galong.B. Dalam perjalanan pergi dan kembali. angkatan utama . Jacobs. Jacobs. May. untuk kesempatan ini dihargai dan selama pertempuran berikutnya hingga akhir bulan Oktober dianugerahi Militaire Willems-Orde Kelas IV. Umar telah memperkuat daerah pertahanannya dengan garis-garis mematikan yang terdiri atas kampung dan benteng. van Heutsz dan Henri Mari Vis diberi penghargaan. Di hari ke-14. dan XIV. May. VII.sama-sama ditarik ke Ketapan Duwa. angkatan darat dan laut melancarkan serangan tembak ke Lampisang dan sekitarnya. Jacobs Sebelum fajar. Dari separuh kompi yang turut serta dalam pertempuran yang sesungguhnya. selatan pos Lamjamu. yang tertembak bersama kudanya hingga harus jalan kaki bersama Kompi I untuk berperang. Pos sementara dihancurkan. pada tanggal 23 Mei 1896. Karena tujuan utamanya untuk menghukum Teuku Umar dan berhubungan dengan pos-pos di dalam. separuh Kompi II pada sayap kiri dan sisanya ditanam di Ajuen Tebal untuk menghadapi gerak maju musuh. . untuk itulah J. kerja besar yang banyak menemui kesulitan dan memerlukan kekuatan besar itu selesai. Jend. Lambarih. Dalam 20 menit. 4 seksi artileri gunung dan pasukan penolong . VI. Gampong Lam Hasan menunjukkan perlawanan sengit. semerntara itu. IX. Batalyon XII dan XIV ditempatkan di Lamith. selama berjam-jam baterai artileri yang kuat dekat Lamjamu ditembakkan tanpa henti. dirinya diberhentikan sebagai panglima perang besar dan uleebalang Leupung. pos-pos di garis terdalam tidak hanya dihancurkan namun juga dirusak. kecuali di Cot Goe. sia-sia saja Batalyon Infanteri IX mencoba menembus pertahanan yang kokoh itu dan saat fajar menyingsing mayor infanteri JR. Vetter mengadakan proses singkat terhadap Teuku Umar. J. dan kemudian pasukan kembali ke garis konsentrasi yang telah ditetapkan di tahun 1886. barisan tersebut mendapatkan serangan. 2 perwira terbunuh dan 30 orang lainnya namun mereka tetap menang.R. JR. Stemfoort. Operasi militer terhadap Teuku Umar Semua batalyon medan kini dipersiapkan untuk operasi militer yang sesungguhnya. ia harus mundur. Senelop dan Lam Sut yang dilakukan oleh Batalyon VI. sehingga banyak usaha yang harus dilakukan pasukan untuk menembus benteng yang kokoh tersebut. 2 baris artileri gunung dan pasukan pembantu yang mengorbankan 5 perwira dan 50 orang lainnya sampai terbunuh dan sekitar 200 orang terluka. pada tanggal 10 April pergi ke Lamkunyit dan Bilul bersama dengan 1 batalyon infanteri dan detasemen serta persenjataan lainnya. XII. dengan pasukan cadangannya yang terdiri atas 3 kompi di Batalyon VII. Kol. Pada akhir bulan Mei. Dengan Kompi I di barisan. yang dihubungkan oleh parit satu sama lain. dijadikan pasukan cadangan. tempat itu sudah diduduki Belanda dan seluruh pemberontak dibasmi habis. dan seberapapun kuat pasukan dan keberanian yang ditunjukkan oleh Umar untuk memimpin pasukan. dimulailah gerakan untuk mengusir Teuku Umar dari VI dan IV Mukim di Sagi XXV yang berada di Aceh Besar.baru. Pada tanggal 27 April. yang memang menguntungkan untuk tempat beradanya garis konsentrasi. dan di sanalah ia menjawab tawaran komisaris pemerintahan yang ultimatumnya telah diterima. Ketika hal tersebut tak terpenuhi. pasukan Belanda sudah bertempur dengan musuh. marechaussee. dan di Blang ditempatkan Batalyon IX. Teuku Umar tinggal di kampung Lampisang.

Van Heutsz mengirim laporan bahwa gerak maju harus secepatnya dilakukan oleh Batalyon VII dan IX. dilancarkan ekspedisi ke Pedir. Dari situlah tembakan diawali. basis para ulama. Operasi ke Aneuk Galong Setelah tanggal 9 dan 10 Juni. de Moulin diangkat sebagai Gubernur Aceh namun hanya bertugas dalam waktu singkat. pertempuran itu sudah selesai. Secara keseluruhan.J. Setibanya di atas. yang di situ baterai gunung diperlukan. sehingga wilayah itu harus ditaklukkan. mereka dapat memantau Lampisang. Di sana. Vetter kembali ke Batavia. Pada bulan Agustus.W.A. Kini pemerintah menetapkan keputusan itu setelah menerima laporan bahwa Teuku Umar sudah tiba di Jantho dekat Seulimeum beserta pengikutnya untuk bersatu bersama dengan putera mahkota dan Panglima Polim yang mundur ke wilayah ini. mereka mencapai perbukitan tanpa menghadapi perlawanan dan dapat melanjutkan serangan ke atas. hal tersebut diulangi lagi di bagian selatan pada tahun 1897. operasi militer dilaksanakan di Leupung dan Lhoong yang berada di Aceh Besar bagian selatan dan Seulimeum di XXII Moekim. yang untuk itu Pasukan Cadangan Kolonial yang dipimpin oleh Sipko Adriaan Drijber diberi penghargaan khusus. diikuti dengan serangan tembak ke arah musuh. Namun para pimpinan perlawanan mengungsi ke daerah Pedir. Setelah dihukum. Pendudukan kediaman Teuku Umar di Lampisang. yang secara bertahap menjadi pusat perlawanan menjadi target Belanda selanjutnya. pasukan Belanda menderita kekalahan besar. Vis. Lam Manyang dan Lam Isek ditaklukkan oleh Batalyon XII dan XV. gerakan menjepit selesai. diikuti dengan V Mukim pada tanggal 17 dan 19. ada 160 orang yang tak diikutsertakan lagi dalam serangan. Pada pukul 4. Graafland tersebut langsung menyerang tanpa menunggu pasukan lainnya.C. Pada tanggal 23 Mei. korps marechaussee berbaris ke garis depan barisan menuju Aneuk Galong. operasi di daerah Teuku Umar menelan 200 korban tewas dan terluka dari pihak Belanda. Pada tanggal 7 Juli 1896. namun terdapat 6 orang tewas dan 28 terluka. Sipko Drijber terluka 2 kali. saat angkatan utama tiba dengan ambulans. wilayah Lam Krak di VII Moekim yang terletak di Sagi XXII Moekim dihukum. di mana Graafland terluka dan komando harus dialihkan ke Henri M. Dalam hal ini. JJK. sebuah barisan yang mobil dibentuk di bagian utama daerah musuh. diikuti dengan sebuah kubu yang kuat. Webb. ia meninggal akibat hipertermia. Pada tanggal 27 Juni.H. Dibantu gelap. pasukan bergerak ke Lampisang dan tempat tinggal Teuku Umar dibakar. Pedir. .J.Serangan ke Lampisang diawali secara mendadak di malam hari oleh sebagian garis pertama sayap kanan dan kiri. yang terdiri atas Kampung Beradin dan Benteng Sebun. barisan Van Heutsz harus mendaki bukit dan menduduki Glee Putih. Lamteungoh. Seorang perwira yang berjasa dalam aksi ini adalah G. memulai pembasmian kelompok musuh Mukim Peukan Baro dan Peukan Sot. Umar dan pengikutnya melancarkan serangan mendadak yang singkat ke Bukit Sebun Beradin yang terletak di selatan. Ekspedisi Pedir Keadaan mulai kondusif di Aceh Besar sehingga jalur KA antara Kutaraja-Indrapuri bisa dibuka untuk transportasi.30. garis depan yang dipimpin oleh G. pasukan kembali ke Kutaraja. Pada tanggal 9 Juni 1896. Di pagi berikutnya.

pengaruhnya agak berkurang dan dalam pertempuran di Mugo ia terbunuh.ke lembah yang berada di Aceh Besar. pasukan Belanda masih diserang dan orang Aceh masih tetap berperang secara gerilya. Asan Kumbang akhirnya tidak melawan lagi. Di sini musuh tak bertahan lama. Verschuir dan 9 orang lainnya terkena luka bakar serius. dan divisi pendaratan. di mana pasukan Belanda pernah menyerang di tahun 1882. beberapa pucuk senjata dirampas. van Heutsz ditunjuk sebagai pimpinan ekspedisi ke Pedir dan Gigieng. pertahanan musuh di Batee Iliek dan Asan Kumbang diserang oleh angkatan laut. Selain itu juga agar memaksa kepala sagi XXII Mukim tunduk. 2 benteng di daerah kekuasaan Teuku Bintara Kemanga direbut. lalu kedua barisan itu berbalik ke Keumala. Tujuan ekspedisi ini adalah maju ke sagi yang dimiliki oleh XXII Mukim. dilancarkan ekspedisi ke Samalanga. VII Mukim Pedir. sensor militer Johannes Vallentin Dominicus Werbata diangkat sebagai ksatria dalam Militaire Willems-Orde Kelas Tewasnya Teuku Umar Pada bulan Juli. setelah dimulainya serangan. JB. dan memperkuat pertahanan sepanjang Krueng Pidie. melalui jalan-jalan yang berbeda. Operasi itu didukung oleh barisan kedua yang bergerak dari Seulimeum untuk menghalau musuh keluar dari Pedir . Belanda harus perang lagi. Belanda kehilangan beberapa personel: 5 orang terluka dan 29 terluka. dari Samalanga. yang kemudian bergerak maju. Musuh berkumpul di Garut tanpa bahaya apapun. menundukkan kelompok musuh di VII Mukim Pedir dan membawa federasi XII dan VI Mukim di Pedir di bawah Belanda. Atas andil dalam ekspedisi tersebut. panglima tertinggi datang ke Sigli. namun Umar selalu berhasil melarikan diri. Selain itu juga untuk mendatangi dan menghancurkan kekuatan Panglima Polim dan Teuku Umar untuk kemudian bergabung dengan angkatan utama. Di saat yang sama. Tanah Merah tidak melawan. Dalam memperkuat diri selama pertempuran sengit. Van Heutsz diangkat sebagai mayor jenderal dan diangkat sebagai komandan di Militaire Willems-Orde. Belanda melangkah lebih jauh ke Batee Iliek yang sedang bergolak. 4 batalyon infantri.Rencana penyerbuan dirancang oleh staf jenderal dan Kol. daerah kediaman calon sultan. Penduduk ternyata sudah jenuh terhadapnya. Pada tanggal 1 dan 2 Februari. Dengan serbuan ke Batee Iliek itu. . Dengan 2 batalyon. dan dikejar oleh KNIL. pejuang Aceh melemparkan 1 tong mesiu.juga VII Mukim Pedir . kali ini ke Idi. Umar melarikan diri ke pantai barat. tak juga di Sangget Menu. Pada awal tahun 1901. ketika seorang ulama bernama Teuku Tapa menyerang prasarana sipil setelah menyerukan perang suci. Terkadang. Semua tetua di Aceh menyerah pada pemerintah Belanda dan keadaan di Pedir dilaporkan menguntungkan. yang sehubungan dengan tugas itu diangkat pula sebagai gubernur sipil dan militer. musuh berhasil dihalau ke pertahanannya pada tanggal 11. yang takluk pada tanggal 29 Juni. kemudian mematahkan perlawanan musuh. di mana Let. yang setelah itu kedudukan musuh yang dipertahankan secara sengit diserbu oleh infanteri. di mana pasukan yang bertolak dari Batavia dan Kutaraja bergabung dengan Batalyon XIV. Perlawanan agak menuruun. marechaussee. 4 pertahanan pejuang Aceh ditaklukkan. ekspedisi sudah dapat memenuhi tujuannya dan Van Heutsz kembali ke Kutaraja. tetapi lepas dari itu. Pada tanggal 30 Mei 1898. Pasukan Belanda dari Seulimeum bertemu dengan barisan Van Heutsz di Metareum. 1 baterai artileri gunung dan 1 skuadron kavaleri dikerahkan ke Sigli untuk membasmi musuh di wilayah itu.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.