BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Jembatan Suramadu dengan panjang 5.

438 telah tersambung, sehingga secara otomatis pulau Jawa dan Madura menjadi satu. Tersambungnya jembatan terpanjang di Indonesia itu merupakan suatau babakan baru bagi masyarakat Madura. Pasalnya, masyarakat Madura selama ini dikenal dengan masyarakat yang tradisional dengan tradisi keagamaan yang tinggi. Makan dengan suramadu (Surabaya-Madura) akan menjadi tantangan baru bagi masyarakat Madura. Secara geografis, Madura terdiri dari empat Kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan paling ujung timur Kabupaten Sumenep. Selain empat kabupaten itu, Madura mempunyai 77 kepulauan, semuanya berada di Sumenep, kecuali satu pulau berada di Kabupaten Sampang, pulau Mandangin, perjalanan sekitar 2 jam dengan perahu kecil dari kota Sampang ke arah selatan. Sedangkan luas area pulau Madura mencapai 5.250 km2 dengan penduduk lebih dari 4 juta jiwa. Bidang potensi, Madura memiliki potensi yang luar biasa. Bahkan, hampir menyamai dengan potensi yang dimiliki pulau Jawa. Salah satu potensi itu adalah minyak yang ada pulau Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep. Mengunjungi tempat sumber minyak itu perjalanan sekitar 24 jam lebih ke arah timur dari Kota Sumekar Sumenep dengan menggunakan kapal besar. Di tempat itu, setiap harinya menghasilkan 11,74 juta barel minyak dan kondensat, serta 947 juta kaki kubik gas. Demikian juga dengan kabupaten lain, tiga kabupaten lain memiliki potensi yang juga luar biasa. Buktinya, tiga kabupaten lain PAD-nya mencapai lebih dari 16, sekian milliar masing-masing kabupaten. Hanya Sumenep yang paling tinggi hingga mencapai lebih 25, sekian milliar setiap tahun. Untuk mengembangkan itu, tentu membutuhkan kreatifitasproduktif dari masyarakat Madura. Maka dengan tersambungnya jembatan suramadu itu menuntut adanya kreatifitas tinggi dari masyarakat madura. Mungkin secara geografis sudah siap, tetapi secara SDM, bagi masyarakat Madura masih penting untuk dipertanyakan. Pasalnya, meski Madura memiliki potensi alam yang luar biasa, masih lebih banyak masyarakat luar madura yang menikmati. Buktinya, minyak yang menghasilkan hingga mencapai 11,74 juga barel itu masih dikirim ke Gersik, bukan di kelola oleh masyarakat Madura sendiri. Andai minyak itu dikelola masyarakat Madura dengan SDM yang memadai, kemiskinan di Madura tidak akan pernah terjadi. Namun apa yang terjadi, lilitan kemiskinan masih menjangkiti masyarakat yang dikenal agamis ini. Itu dibuktikan dengan masih meningkatnya keluarga miskin di Madura. Tahun 2008, jumlah penerima raskin di Kabupaten Bangkalan mencapai 93.352 sedangkan pada 2009 meningkat menjadi 97.628 penerima raskin. Pamekasan pada tahun 2008 mencapai 95.101 meningkat 112.320 di tahun 2009. Sementara, Sumenep dengan PAD paling besar, jumlah penerima raskin juga paling tinggi. Tahun 2008 jumlah penerima raskin di Kabupaten puluhan pulau itu mencapai 128.787 meningkat menjadi 139.780 di tahun 2009. Hanya Sampang yang mengurangi jumlah penerima raskin. Tahun 2008 penerima raskin mencapai

1

085 di tahun 2009. Mengetagui perkembangan selanjutnya setelah adanya suramdu 2 .725 menurun menjadi 140. TUJUAN PENULIS 1. Total penduduk yang tergolong miskin di Madura mencapai 470.965 tahun 2008 dan 490.357 di tahun 2009.153. RUMUSAN MASALAH 1. Agar dapat mengetahui tujuan dibuatnya jembatan surmadu 3. B. Apa tujuan dibuatnya jembatan surmadu 3. Dapat mengetahui dampak yang di timbulkan oleh jembatan suramadu 2. Apa dampak yang di timbulkan oleh jembatan suramadu 2. Bagaimana perkembangan selanjutnya C.

Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway). Berdasarkan wawancara dengan pemilik angkutan umum diketahui bahwa dengan adanya Jembatan Suramadu terjadi penghematan waktu selama sekitar 1. jasa dan meningkatnya arus barang masuk ke Pulau Madura. c) Pertumbuhan PDRB di Madura Semakin lancarnya transportasi akan menimbulkan dampak pergerakan orang maupun barang. Diantaranya adalah tumbuhnya aktivitas perekonomian di sekitar jembatan Suramadu. Sebagai contoh adanya aktivitas PKL di sekitar kaki jembatan Suramadu. menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan. 3 . berkembangnya usaha di sektor pertanian. perdagangan. Dengan semakin lancarnya arus lalu lintas berarti lebih mengefisiensikan waktu dan biaya. b) Merangsang tumbuhnya aktivitas perekonomian Manfaat langsung ini sudah langsung terasa ketika pertama kali Jembatan Nasional Suramadu dibuka.5 jam dan penghematan biaya sekitar 7000 rupiah per orang. jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Nasional Suramadu adalah jembatan yang melintasi Selat Madura. jembatan penghubung (approach bridge). Dengan demikian akan memicu peningkatan jumlah penduduk khususnya di sekitar Jembatan Suramadu. tepatnya timur Kamal). Indonesia. industri. Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Selanjutnya akan merangsang meningkatnya kegiatan perekonomian. 1) Dampak Positif a) Kelancaran lalu lintas Manfaat langsung dari pembangunan Jembatan Suramadu adalah meningkatnya kelancaran arus lalu lintas atau angkutan barang dan orang khususnya dalam menghubungkan pulau Madura dan pulau Jawa. Dengan panjang 5. Dampak Yang di Timbulkan Oleh Jembatan Suramadu Dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan Jembatan Suramadu dapat dilihat dari sudut pandang yaitu dampak positif dan dampak negatif.BAB II PEMBAHASAN A. dan jembatan utama (main bridge). Meningkatnya jumlah penduduk akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa.438 m. Berdasarkan fakta di lapangan bahwa PKL di kaki Jembatan Suramadu mencapai sekitar 510 PKL di tahun 2009 untuk Kabupaten Bangkalan.

Telkom telah mengembangkan jaringan internet di pulau Madura dengan konsep kabel fiber sebagai upaya peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). saat ini pendapatan MPU di Madura turun sekitar 50% dibandingkan sebelum adanya Jembatan Nasional Suramadu. Ahmad. banyak penumpang yang lebih memiliih Jembatan Suramadu dengan menumpang bus. e) Percepatan Penyediaan Infrastruktur Sesuai fakta yaitu adanya peningkatan jumlah penduduk kaki Jembatan Suramadu (Kabupaten Bangkalan) sebesar 59.30%. Berdasarkan wacana media.63 %. 2) Dampak Negatif a) Bangkrutnya Pengusaha Mobil Pengangkut Umum (MPU) di Madura Adanya Jembatan Nasional Suramadu menyebabkan perpindahan konsentrasi aktivitas perekonomian.menunjukkan bahwa PDRB Kabupaten Bangkalan menjadi yang terbesar setelah pengadaan Jembatan Suramadu dibandingkan Kabupaten lain di Madura. Income per kapita merupakan salah satu indikator untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. pendapatan pemilik MPU mengalami penurunan serta banyak pengusha Mobil Pengangkut Umum (MPU) di Madura yang bangkrut. Jika income per kapita dibandingkan dalam keadaan dengan dan tanpa Jembatan Suramadu. Merumahkan disini berarti mepekerjakan pekerjanya dengan sistem kerja 3 hari sekali. Dengan demikian. salah seorang pengelola MPU di Pamekasan mengaku. maka income perkapita rata-rata per tahun di Bangkalan telah bertambah sebanyak 93. 4 . Maka akan diimbangi dengan penyediaan infrastruktur khususnya di Kabupaten Bangkalan dalam rangka memfasilitasi kebutuhan penduduk.Berdasarkan wacana media. b) Menurunnya Pendapatan Industri Jasa Penyeberangan di Selat Madura Jumlah penumpang fery yang turun drastis (mencapai hingga 40%) membuat perusahaan penyeberangan mulai merumahkan karyawannya. d) Pertumbuhan Income Perkapita Semakin lancarnya transportasi ternyata akan meningkatkan kegiatan ekonomi yang selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan. Selain itu.

lulusan SLTP yang mempunyai keinginan melanjutkan ke SMA. Apabila masyarakat Madura tidak dipersiapkan. Achmad Iskandar dalam pertemuan dengan pemerintah Jawa Timur diungkapkan bahwa saat ini ada lebih dari 1000 PKL yang berdiri di kaki jembatan Suramadu. Sedangkan. yang selama ini dikenal sebagai daerah paling tertinggal diantara 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Keberadaan Jembatan Nasional Suramadu telah memberikan berbagai dampak (impact) yang cukup besar yang bisa diidentifikasi. Sebagai contoh di Kbupaten Sampang. meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura.Berdasarkan identifikasi salah satu industri Jasa Penyeberangan (PT.pada tahun 2000 menunjukkan lulusan SD yang melanjutkan pendidikannya ke SMP. Rekomendasi 5 . Menurut Ketua Komisi Kesejahteraan. Hal ini tentunya akan merusak estetika kaki Jembatan Suramadu. tidak adanya penataan PKL di kaki Suramadu telah menimbulkan pertumbuhan jumlah PKL yang tidak terkendali. hanya sekitar 60 persen B. c) Pertumbuhan PKL di Kaki Suramadu Tidak Terkendali Adanya Jembatan Suramadu telah memicu aktivitas perekonomian di kaki Jembatan Suramadu. d) Dampak Sosial-Budaya Madura dikenal dengan budaya keagamaan yang kuat. maka dikhawatirkan budaya lokal akan semakin luntur.PWT) mengaku telah merumahkan karyawannya hingga mencapai 50%. Hal ini ditunjukkan dengan adanya kegiatan PKL. Hal ini dikarenakan belum siapnya SDM di Madura melakukan integrasi budaya lokal dengan budaya modern. Tujuan Pembangunan Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura. Akan tetapi. hanya berkisar 50 persen. Kajian Dampak (Impact Assessment) adanya Jembatan Suramadu terhadap kawasan di sekitarnya dapat teridentifikasi dengan memperhatikan tahapan evaluasi sebagai berikut : 1. Mengidentifikasi dan Menilai Dampak berdasarkan penjabaran indikator yang ditetapkan 3. Menentukan Indikator Keberhasilan Jembatan Suramadu 2. Fakta lapangan menunjukkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) di Madura masih rendah.

Bila dilihat dari peran Jembatan Suramadu. Kesenjangan ekonomi antara Pulau Madura dengan kawasan lain di provinsi Jatim berkurang.barang. 6 . dilihat dari terjadinya kelancaran arus manusia. meningkatnya aksesibilitas dan mobilitas secara signifikan. Pertumbuhan perekonomian. memfasilitasi terjalinnya interaksi budaya antara Jawa dan Madura dalam era modernisasi.  Pemerataan ekonomi.   Peningkatan infrastruktur. Penerimaan sosial-budaya. khususnya di wilayah Madura. Indikator Keberhasilan Menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto. maka yang dijadikan tolak ukur adalah   Arus transportasi.dan jasa.C. melalui terjalinnya potensi sumber daya kawasan.

Yang nantinya Partisipasi masyarakat juga melakukan Monitoring dan Evaluation baik sasaran. B. Pertumbuhan income perkapita). oleh karena itu kritik dan saran yang sifatnya membangun demi menyempurnakan makalah ini sangatlah diharapkan. Oleh sebab itu bertitik tolak pada sebuah pendapat bahwa peningkatan sumber daya manusia adalah tanggung jawab bersama. tujuan. konsep dan strategi pasca pembangunan jembatan suramadu. kegiatan perekonomian di Kamal mengalami penurunan) serta belum siapnya SDM di Madura untuk melakukan integrasi budaya. masyarakat Bangkalan pada umumnya dan alumni SMK pada kusunya berupaya untuk meningkatkan kualitas dirinya sendiri di samping juga diharapkan adanya dukungan dari pemerintah untuk menyediakan saranaa dan prasarana pengembangan SDM. Saran  Untuk menghadapi era industrialisasi Madura pasca Jembatan Suramadu maka dibutuhkan adanya partisipasi dari seluruh masyarakat Bangkalan. maka hendaknya setiap individu. Sedangkan indikator tersebut apabila tidak mencapai keberhasilan. 7 . Kesimpulan  Berdasarkan indikator yang ditetapkan di atas.. maka diharapkan lembaga pendidikan khususnya SMK harus betul-betul di lengkapi fasilitas dan sarana-prasarananya untuk pengembangan SDM dalam tubuh anak didik agar tertanam dan setelah selesai sekolah bisa menjadi generasi yang mempunyai keahlian dan siap pakai. Pertumbuhan Perekonomian (Pertumbuhan PDRB. Untuk itu dibutuhkan peningkatan kualitas Suber Daya Manusia sejak dini agar nantinya masyarakat di bangkalan siap sanggup menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.  Penulisan makalah ini tidak luput dari kesalahan dan kekeliruan. hasil. maka dampak positif dari adanya jembatan Suramadu adalah dari Arus transportasi (kelancaran lalu lintas). yang mana hal ini bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah melainkan juga merupakan tanggung pribadi individu yang harus professional dan mempunyai keahlian. Maka akan mendatangkan dampak negative seperti kajian di atas yaitu Tidak meratanya perekonomian (pertumbuhan kegiatan perekonomian terjadi di Labang. Oleh karena itu pemerintah harus bisa memperhatikan perkembangan anak didik agar dapat mengurangi bebab pemerintah secara bertahap dengan jalan membuka seperti BLK (Balai Latihan Kerja) yang merupakan harapan masyarakat. yang ditimbulkan oleh akulturasi budaya dan lain sebagainya.  Partisipasi masyarakat juga sangat berperan penting.BAB III PENUTUP A. dan Peningkatan infrastruktur (Terjadinya percepatan penyediaan infrastruktur).

Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Yogyakarta : Tiara Wacana. Jakarta: Depdiknas.DAFTAR PUSTAKA Buchori. Pendidikan dan Penempatan Tenaga Kerja. Jakarta: Bhratara Karya Aksara. Muchtar. Carnoy. tt. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 1986. 1994. 8 . Dedy. Bandung: Remaja Rosda Karya. 2006. Sebuah Penilian Yang Kritis. Pendidikan dalam Pembangunan. Departemen Pendidikan Nasional. Martin Soeheba Kramadibrata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful