Anda di halaman 1dari 5

PENYEBAB KEBOCORAN TAMBALAN SERTA PENGARUHNYA

Tujuan utama penumpatan adalah mengembalikan fungsi gigi. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu dilakukan beberapa usaha guna mendapatkan hasil semaksimal mungkin, dalam arti bahwa gigi yang telah di tumpat dapat bertahan selama mungkin dalam rongga mulut. Demikian pula dengan bahan tumpat yang mengganti jaringan gigi yang rusak atau hilang. Sebenarnya banyak sekali bahan tumpat yang dapat dipakai untuk melakukan suatu restorasi pada gigi. Namun kali ini, yang akan dibahas adalah penyebab kebocoran tambalan pada bahan tumpat resin komposit dan amalgam. Karena pada kasus yang diberikan, pasien memakai bahan tumpat resin komposit dan amalgam pada gigi posteriornya. Menurut Kidd (1976) cit yalcin et al. (2006), kebocoran mikro merupakan jalan masuk bakteri, cairan, atau molekul melalui celah diantara dinding kavitas dan bahan restorasi. Infiltrasi marginal cairan-cairan mulut, bakteri, molekul-molekul dan ion-ion melalui kebocoran mikro merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya : 1. Karies sekunder 2. Diskolorasi gigi 3. Reaksi hipersensitivitas, iritasi pulpa, rasa sakit pasca restorasi 4. Marginal stain 5. Kerusakan restorasi itu sendiri

1. Resin Komposit
a. Penyebab Resin komposit secara luas telah digunakan untuk merestorasi lesi karies di daerah servikal gigi sesuai dengan kualitas estetik dan kemampuan bahan tersebut untuk berikatan dengan struktur gigi. Akan tetapi, restorasi resin komposit pada karies servikal sering mengalami kegagalan. Hal ini berdasarkan laporan Ozel et al. (2008) yang menyatakan bahwa kebocoran mikro paling banyak terjadi pada gingival level yaitu pada dentin atau sementum. Kapian (1993) cit. Chimello et al. (2002) mengatakan bahwa adaptasi marginal resin komposit pada kavitas klas V menjadi lebih sulit karena sedikit atau tidak adanya enamel pada tepi servikal. Hal ini disebabkan karena kekuatan perlekatan resin komposit terhadap dentin lebih lemah dibandingkan dengan perlekatan resin komposit terhadap enamel sehingga menyebabkan terjadinya kebocoran mikro diantara permukaan gigi dan material restorasi. Selain itu, adanya cairan sulkus gingival juga merupakan salah satu penyebab kegagalan restorasi resin komposit pada daerah servikal. Penelitian terbaru juga menunjukan bahwa ada hubungan antara kebocoran mikro dengan pengerutan resin komposit selama polimerisasi akan menghasilkan kekuatan yang bersaing dengan kekuatan perlekatan, sehingga dapat mengganggu pengikatan terhadap dinding kavitas, hal ini merupakan salah satu penyebab utama kerusakan tepi sehingga terjadi kebocoran mikro. Menurut Burke dan Qualtrough (1994) cit. Siswadi (1999), kontraksi polimerisasi dapat menyebabkan terbentuknya celah yang dapat mengurangi kerapatan tepi, timbulnya rasa sakit setelah penumpatan, terjadinya karies sekunder dan tidak didapatnya titik kontak. Kontraksi polimerisasi merupakan masalah terbesar pada semua material restorasi berbahan dasar resin. Selain itu, perbedaan koefisien ekspansi termal antara struktur gigi dan resin

komposit dapat menyebabkan terjadinya perbedaan perubahan volume yang mengakibatkan timbulnya kebocoran mikro. Feilzer et al. (1988) cit Bala (2003) mengatakan penyusutan saat polimerisasi dan perbedaan koefisien ekspansi termal dari material resin komposit diperkirakan sebagai penyebab utama dari terjadinya kebocoran mikro. b. Solusi Sehubungan dengan karakteristik resin komposit yaitu adanya pengkerutan selama polimerisasi, maka keberhasilan restorasi resin komposit pada dasarnya juga tergantung pada adhesif atau perlekatan yang efektif dan tahan lama pada struktur enamel dan dentin. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran mikro antara permukaan gigi dan resin komposit, salah satunya adalah penggunaan dentin bonding agents yang efektif untuk mengurangi kebocoran mikro pada tepi gingiva, tetapi bahan ini tidak dapat mengeliminasi kebocoran mikro seluruhnya. Varges et al. (1944) mengatakan bahwa bahan adhesif dentin digunakan untuk mengatasi kekurangan resin komposit dalam membentuk ikatan antara struktur gigi dengan resin komposit. Ikatan tersebut diharapkan lebih kuat dari kontraksi polimerisasi sehingga dapat mengurangi terbentuknya celah. Untuk memperoleh suatu perlekatan yang baik, monomer-monomer adhesif dentin harus dapat berpenetrasi ke dalam jaringan kolagen. Anna et al. (1985) cit. Siswandi (1999) menyatakan bahwa kebocoran tepi gingiva dapat dikurangi secara bermakna dengan memakai bahan adhesif yang tepat dan dengan teknik yang tepat.

2. Amalgam
Amalgam telah digunakan dalam dunia kedokteran gigi lebih dari satu abad dan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir kualitasnya telah diperbaiki. Walaupun ada tanda-tanda

penurunan pada penggunaan amalgam, tetapi karena harga, daya tahan dan mudahnya dalam manipulasi mengakibatkan masih banyak dokter gigi yang menggunakan dan merupakan pilihan pertama untuk tumpatan posterior. Sebagian besar penyebab kegagalan restorasi amalgam oleh karena patahnya tepi tumpatan diawali karena adanya kebocoran mikro. Amalgam dapat meregang dan berkontraksi tergantung saat manipulasinya. Idealnya perubahan dimensi amalgam terjadi pada skala kecil. Beberapa kontraksi dapat mengakibatkan kebocoran mikro dan sekunder karies yang jika tidak dsegera diperbaiki akan mengakibatkan karies sekunder, sensitifitas pulpa dan diskolorasi. Hal tersebut menyebabkan munculnya perkembangan restorasi amalgam adhesif yang memberi kesempatan untuk mengevaluasi kembali disain preparasi untuk retensi mekanis. Faktor-faktor berikut ini dapat mendorong terbentuknya suatu restorasi amalgam yang tidak kuat: 1. 2. 3. 4. 5. Triturasi yang tidak sempurna (under-trituration) Kandungan mercury yang terlalu besar Terlalu kecil tekanan yang diberi sewaktu kondensasi Kecepatan pengisian kavitet yang lamban Korosi Korosi adalah reaksi elektrokimiawi yang akan menghasilkan degradasi struktur dan properti mekanis. Banyak korosi amalgam terjadi pada bagian pits dan cervical. Korosi dapat mengurangi kekuatan tumpatan sekitar 50%, serta memperpendek keawetan penggunaan. (Marke, 1992)

Sumber : http://www.researchgate.net/publication/42349977_Restorasi_Amalgam_Adhesif ditulis oleh H.M. Radjab Hasibuan, drg. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1180/1/fkg-hermina4.pdf ditulis oleh T. Hermina M., drg http://doktergigibaik.wordpress.com/2011/03/29/kegagalan-restorasi-resin-komposit-dansolusinya/ http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/23880/5/Chapter%20I.pdf