Anda di halaman 1dari 22

Pembimbing Dr. H. Sukardi, Sp.

OG

Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Alamat Suami Pendidikan Pekerjaan MSRS

: Ny.I : 18 tahun : SD : IRT : Kp. Suharsih Mande : Tn. S : SD : Buruh : tgl 12-11-2011

Keluhan utama Anamnesis khusus


Pasien datang dengan keluhan adanya tekanan darah tinggi
G1P0A0 merasa hamil 9 bulan mengeluh mengalami

tekanan darah tinggi sejak 1 bulan lalu, saat kontrol di bidan (TD 150/100). Riwayat tekanan darah tinggi sebelum kehamilan (-), selama kehamilan saat usia 8 bulan (+), kejang (-), pusing (+), pandangan kabur disangkal, nyeri uluhati disangkal, mules (+), keluar darah, air-air, maupun lendir (-), gerakan janin dirasakan ibu. Pasien menyangkal adanya anggota keluarga yg mengalami TD tinggi

Riwayat obstetri

Riwayat Perkawinan
Usia 15 tahun Lama kawin 2 tahun

Menarche Riwayat menstruasi HPHT TP BB sebelum hamil BB terakhir TB IMT

: usia 12 tahun : siklus 30 hari, lama 6 hari : 15-2-2011 : 22-11-2011 : 62 kg : 70 kg : 150 cm : 27,55 (obese I)

Keadaan umum
Kesadaran
Tampak sakit sedang

Tanda vital
TD Nadi Nafas Suhu

Composmentis

: 160/110 mmHg : 84x/menit : 22x/menit : afebris

Kepala Mata

Hidung Mulut Leher Thoraks

Abdomen Ekstremitas

: normocephal : konjungtiva anemis -/sklera ikterik -/: sekret -/-, darah -/: T1/T1 hiperemis (-), faring hiperemis (-) : pembesaran KGB & kelenjar tiroid (-) : vesikuler, wh -/-, rh -/BJ I & II normal, murmur (-), gallop (-) : cembung, nyeri tekan (-), H/L tidak teraba : akral hangat, RCT < 2 detik, edema tungkai +/+

Inspeksi Striae gravidarum (+) Perut bulat memanjang

Palpasi Leopold I : bokong Leopold II : puki Leopold III: kepala Leopold IV :konvergen TFU : 32 cm DJJ :142x/menit His : 2 x 10/20 tidak kuat TBJ : 3100 gram

Pemeriksaan dalam

v/v t.a.k Septum vagina (-) Nyeri tekan bartolin (-) Massa/polip (-) Porsio tebal lunak Pembukaan 1-2 cm Ketuban utuh Presentasi kepala

Urine
Protein urine +3

Darah rutin
Hb
Ht Leukosit Eritrosit Platelet

15,4 47,6 9.400 5,23 243.000

G1P0A0 gravida aterm kala I fase laten + preeklampsia berat dengan suspek pertumbuhan janin terhambat

Umum
Observasi TTV, DJJ, &

Khusus
Terminasi

kehamilan

KU Infus line RL Pasang DC MgSo4 40% dalam infus RL 20-30 tetes/menit Dopamet 250 mg, 3 x 1 Nifedipin 10 mg, 3 x 1

pervaginam Induksi oksitosin

Definisi Preeklamsi
TD 140/90 mmHg

Pada kasus
G1PoAo gravida aterm TD : 160/110 mmHg Proteinuria

pada kehamilan > 20 minggu Proteinuria 300 mg/24 jam atau 1+ dispstick

Faktor resiko
Primigravida Usia < 20 tahun & > 35

Pada kasus
Primigravida Usia 18 tahun Obesitas

tahun Hiperteplesentosis : mola hidatidosa, gemeli, DM, bayi besar Riwayat keluarga pernah preeklampsia/eklampsia Penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil Obesitas Gizi kurang, anemia

Berat
Tek.diastol

110 mmHg (160/110 mmHg) Proteinuri 2 gr/24 jam atau +2 Kreatinin > 1,2 mg/dl Trombosit <100.000 LDH meningkat SGOT & SGPT meningkat Sakit kepala atau ggn visus Nyeri epigastrium yang menetap PJT Edema paru disertai sianosis Sindroma HELLP

Pada kasus TD 160/110 mmHg Proteinuri +3 Sakit kepala PJT

Tujuan pengobatan preeklamsi


Mencegah terjadinya eklamsi Anak harus lahir dengan kemungkinan hidup yang

besar Persalinan harus dengan trauma yang sedikit-dikitnya dengan upaya menghindari kesulitan pada kehamilan/persalinan berikutnya Mencegah hipertensi yang menetap

Indikasi perawatan aktif


Ibu
Kehamilan > 37 minggu Tanda impending eklamsi

Pada kasus
Kehamilan aterm PJT

Janin
Gawat janin & PJT

Laboratorium
HELLP syndrome

Pengobatan medisional
Infus RL Pemberian MgSO4
4 gram (20 cc MgSO4 20%) dilarutkan ke dalam 100 cc RL, diberikan selama 10-15 menit 10 gram (50 cc MgSO4 20%) dalam 500 cc RL, diberikan 12 gram/jam (20-30 tetes/mnt)

Pada kasus
Infus RL MgSO4 : 10 gram (50 cc

MgSO4 20%) dalam 500 cc RL, diberikan 1-2 gram/jam (20-30 tetes/mnt)

Obat anti hipertensi


Hidralazin 5 mg i.v Nifedipin 10 mg dapat

Pada kasus
Nifedipin 10 mg

diulang 30 menit (maksimal 120 mg/24 jam) Labetalol 10 mg i.v Klonidin 1 amp dilarutkan dalam NaCl 10 cc

Pengelolaan obstetri
Belum inpartu
Induksi persalinan
Amniotomi + tetes oksitosin dengan syarat skor bishop 6

Sudah inpartu
Kala I
Fase laten : Amniotomi + tetes oksitosin dengan syarat skor bishop 6 Fase aktif : amniotomi, bila his tdk kuat berikan tetes oksitosin Bila 6 jam setelah amniotomi belum terjadi pembukaan lengkap, pertimbangkan SC

SC
Syarat oksitosin tidak dipenuhi atau adanya kontra indikasi 8 jam sejak dimulainya tetes oksitosin belum masuk fase aktif

Kala II
Pada

Pada kasus
Diberikan

persalinan pervaginam, maka kala II diselesaikan dengan partus buatan

tetes

oksitosin Partus pervaginam spontan

Cunningham FG et al : Hypertensive Disorder In Pregnancy in Williams Obstetrics, 22nd ed, McGraw-Hill, 2005.
Prawirohardjo, Sarwono : Hipertensi Dalam Kehamilan dalam Ilmu Kebidanan, Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2008. Mose, Johanes C : Gestosis dalam Obstetri Patologi Ilmu Kesehatan Reproduksi UNPAD, EGC. Krisnadi, Sofie Rifayani dkk : Hipertensi Dalam Kehamilan dalam Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin, Bagian obstetric Ginekologi FK UNPAD RS Hasan Sadikin, 2005. http://reproduksiumj.blogspot.com/2009/09/hipertensi-dalamkehamilan_14.html