Anda di halaman 1dari 36

METODE STATISTIKA

Moh. Farhan Qudratullah M.Si.

PELUANG
Fakultas SAINTEK
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Peluang/ Probabilitas
STATISTIKA adalah ilmu pasti yang tidak pasti, karena
dalam statistika (statistika inferensi) terdapat unsur
ketidakpastian

Teori Matematika yang digunakan untuk mengukur


ketidakpastian adalah TEORI PELUANG/
PROBABILITAS

Setiap hari kita sering mendengar kata :


 “Ga Mungkin” air bisa dijadikan bahan bakar
 “Kecil Kemungkinan”. Yunani juara Euro 2008
 Ntar malam “Pasti” aku kerumahmu!
 Dll

Metode Statistika Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pengantar
PELUANG adalah Harga/ angka yang menunjukkan
seberapa besar kemungkinan suatu peristiwa akan
terjadi.
Peluang yang tinggi menunjukkan kemungkinan suatu
peristiwa akan terjadi adalah besar.
Tidak Mungkin
0.5
0 1
May be YES/ May be NO
Pasti
Manfaat:
Membantu dalam pengambilan keputusan berdasarkan
informasi yang tidak sempurna/ ada. Contoh:
 Bank: evaluasi pemberian kredit
 Pialang saham: melakukan aksi beli atau jual, dll
Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si
Beberapa Istilah Penting (1)

Eksperiment/ Percobaan
Prosedur yang dijalankan pada kondisi yang sama
dan dapat diamati hasilnya

Ruang Sampel
Himpunan semua hasil yang mungkin dari suatu
eksperimen

Peristiwa/ Kejadian
 Himpunan bagian dari suatu ruang sampel

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Beberapa Istilah Penting (2)

CONTOH 1:
Eksperimen : Pelemparan sebuah dadu
Hasil : Muncul angka dadu 1,2,3,4,5,6
Ruang Sampel : S = {1,2,3,4,5,6}
Peristiwa :
A = Muncul angka dadu genap
= {2,4,6}
B = Muncul angka dadu prima
= {2,3,5}
C = Muncul angka faktor dari 6
= {1,2,3,6}

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Beberapa Istilah Penting (3)

CONTOH 2:
Eksperimen : IPK Mahasiswa F SAINTEK yang
dipilih secara acak
Hasil : Bilangan antara 0.00 s/d 4.00
Ruang Sampel : S = {0.00 ≤ X ≤ 4.00 | X ∈ R}
Peristiwa :
A = IPK di atas atau sama dengan 2.75
= {2.75 ≤ X ≤ 4.00 | X ∈ R}
B = IPK diantara 2 dan 3
= {2 < X < 3 | X ∈ R}

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pendekatan Peluang (1)
Ada 3 Pendekatan menentukan nilai peluang,
yaitu: pedekatan klasik, pendekatan frekuensi
relatif, dan pendekatan subjektif
1. Pendekatan Klasik*
Setiap peristiwa mempunyai kesempatan yang
sama untuk terjadi
Contoh:
Pada pelemparan koin atau dadu
Pengambilan 1 buah kartu Bridge
Dll

NB:Nanti dibahas lebih lanjut

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pendekatan Peluang (2)
2. Pendekatan Frekuensi Relatif
Suatu peristiwa tidak dianggap sama, tergantung
dari berapa banyak (frekuensi) suatu peristiwa
tersebut terjadi.
Contoh: Dari data 100 Mahasiswa UIN SUKA
Asal Mahasiswa Frekuensi Frekuensi Relatif
DIY 44 44/100 = 0,44
JATENG 35 35/100 = 0,35
Lainnya 21 21/100 = 0,21
Jumlah 100 1,00
Seandainya kita main ke UIN SUKA. Kemungkinan kita bertemu
mahasaiwa yang berasal dari JATENG adalah 0,35

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pendekatan Peluang (3)
3. Pendekatan Subjektif
Peluang suatu peristiwa didasarkan pada penilaian
pribadi yang dinyatakan dalam suatu derajat
kepercayaan tertentu

Contoh:
Kemungkinan Barcelona mengalahkan Real Madrid?
P. Klasik : kemungkinan 0,5 (tidak tepat)
ke-2 tim mempunyai kelebihan dan kelemahan yang berbeda
P. Frekuensi Relatif (tidak tepat)
kondisi sekarang berbeda dengan kondisi sebelumnya

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pendekatan Klasik (1)

Dengan asumsi tiap-tiap elemen ruang sampel


(S) mempunyai peluang yang sama untuk terjadi.
Maka peluang terjadinya peristiwa A, dapat
ditulis:
n(A)
P(A)
n(S)
Dimana :
n(A) = banyaknya anggota dalam peristiwa A, dan
n(S) = banyaknya anggota ruang sampel

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pendekatan Klasik(2)
CONTOH 1:
Eksperimen : Pelemparan sebuah dadu
Hasil : Muncul angka dadu 1,2,3,4,5,6
Ruang Sampel : S = {1,2,3,4,5,6}  n(S) = 6
Peristiwa :
A = Muncul angka dadu 2 = {2}  n(A) = 1
B= Muncul angka dadu faktor dari 12 = {1,2,3,4,6}  n(B) = 5
Jadi n(A) 1
• Peluang muncul angka 2 adalah : P(A)
n(S) 6
• Peluang muncul angka dadu faktor dari 12 adalah
n(B) 5
P(B)
n(S) 6

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Pendekatan Klasik(2)
CONTOH 2:
Dalam sebuah kantong terdapat 3 buah bola, yaitu 2 buah
bola merah dan 1 bola kuning. Kemudian seorang anak
mengambil 2 bola secara acak tanpa pengembalian.
Peluang terambil ke-2 nya bola merah adalah:
M2 Diketahui:
M1M2
M1 S = {M1M2,M1K,M2M1,M2K,
K M1K KM1,KM2} n(S) = 6
M1 Misalkan
M2M1
M2 A = Kejadian terambil 2 bola
K
M2K merah
M1 = {M1M2,M2M1}n(A) = 2
K KM1
M2 Jadi
KM2 n(A) 2 1
P(A)
n(S) 6 3

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang I
Misalkan :
A = Suatu peristiwa/ kejadian pada Ruang Sampel (S)
P(A) adalah peluang kejadian A, maka berlaku :
I. 0 ≤ P(A) ≤ 1
II. P(S) = 1 (peluang dari ruang sampel)  PASTI terjadi
III. P(∅) = 0 (peluang dari peristiwa yang tidak akan pernah
terjadi)
IV.Komplemen
Komplemen peristiwa A adalah Bukan A ditulis A’ atau AC
S
 P(AC) = P(A’) = 1 – P(A)
Baca: Peluang kejadian bukan A

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (1)
Misalkan :
A dan B adalah 2 peristiwa/ kejadian pada Ruang Sampel (S)
P(A) dan P(B) adalah berturut-urut peluang kejadian A dan B,
maka berlaku :
I. IRISAN dua kejadian A dan B, dinyatakan dengan
A∩B, merupakan kejadian yang elemennya termasuk
dalam A dan B
S Peluang irisan kejadian A
dan B adalah:

n(A B)
P(A B)
A∩B
n(S)

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (2)
II. GABUNGAN dua kejadian A dan B, dinyatakan
dengan A ∪ B, merupakan kejadian yang mengandung
semua elemen yang termasuk A atau B atau keduanya
S
Peluang gabungan kejadian A
dan B adalah:
n(A B)
P(A B)
n(S)
Atau mengunakan aturan penjumlahan :
 P(A∪B) = P(A)+P(B)−P(A∩B)

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (3)
CONTOH
Pada pelemparan sebuah dadu dan mencatat angka
dadu yang muncul
Ruang sampelS = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
Misalkan: A = Kejadian munculnya angka genap
= {2, 4, 6}  n(A) = 3
B = Kejadian munculnya angka 5 atau lebih
= {5, 6}  n(B) = 2
Maka :
Komplemen dari A  A’ = {1, 3, 5}  n(A’) = 3
Irisan A dan B  A ∩ B = {6}  n(A ∩ B)=1
Gabungan A dan B  A ∪ B = {2, 4, 5, 6}  n(A ∪ B)=4

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (4)
CONTOH Lanjutan
Sebagai Ilustrasi

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (5)
CONTOH Lanjutan
Jadi dapat dihitung :
n(A) 3 1
• Peluang kejadian A P(A)
n(S) 6 2
1 1
• Peluang Kejadian bukan A P(A ') 1 P(A) 1
2 2
n(A B) 1
• Peluang Kejadian A dan B P(A B)
n(S) 6
n(A B) 4 2
• Peluang Kejadian A atau B P(A B)
n(S) 6 3

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (6)
III.Dua kejadian A dan B dikatakan saling terpisah/
asing (mutually exclusive) jika kejadian‐kejadian
tersebut tidak dapat terjadi secara bersamaan
ditulis : A ∩ B = ∅
S

Akibatnya :
* IRISAN  P(A∩B) = 0
* GABUNGAN  P(A∪B) = P(A) + P(B)

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (7)
CONTOH
1. Pada pelemparan sebuah dadu. Misalkan:
A = Kejadian munculnya angka genap = {2, 4, 6}
B = Kejadian munculnya angka ganjil = {1, 3, 5}
A dan B adalah 2 kejadian yang terpisah/ saling asing
2. Pada setumpuk kartu Bridge diambil sebuah kartu
secara acak. Didefinisikan peristiwa-peristiwa:
A = Kartu terambil adalah hati
B = Kartu terambil adalah As
C = Kartu terambil berwarna hitam
A dan B  tidak terpisah/ saling asing
A dan C  terpisah/ saling asing
B dan C  tidak terpisah/ saling asing

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Kaidah Peluang II (8)
IV.Dua kejadian A dan B : saling bebas (independen)
jika berlaku:
P(A∩B) = P(A) P(B)
CONTOH
Pada pelemparan sebuah dadu. Misalkan:
A = Kejadian munculnya angka genap pada lemparan I
B = Kejadian munculnya angka ganjil pada lemparan ke-II
A dan B adalah 2 kejadian yang saling bebas
Jadi
Dapat dihitung peluang muncul angka dadu genap pada pelemparan
I dan ganjil pada pelemparan II
1 1 1
P(A B) P(A)P(B) x
2 2 4

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Peluang Bersyarat (1)
Diketahui kejadian A dan B dengan P(B)>0. Maka
peluang bersyarat A jika B telah diketahui  P(A|B),
didefinisikan sebagai:

P(A B)
P(A | B)
P(B)
Dari bentuk diatas dapat diperoleh :
P(A)P(B | A)
P(A B) atau
P(B)P(A | B)

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Peluang Bersyarat (2)
Untuk 2 kejadian yang saling bebas/ independen
Berlaku :
P(A)P(B)
P(A | B) P(A)
P(B)
atau
P(B)P(A)
P(B | A) P(B)
P(A)

NB: Kita bisa mengunakan persamaan tersebut


untuk menyelidiki 2 peristiwa saling bebas/ tidak

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Peluang Bersyarat (3)
CONTOH 1
Peluang suatu penerbangan yang telah terjadwal teratur
berangkat tepat waktu adalah P(A) = 0, 80; peluang B
sampai tepat waktu adalah P(B) = 0, 85; dan peluang
suatu penerbangan berangkat dan sampai tepat waktu
adalah P(A∩B) = 0,75.
Tentukan: Peluang pesawat berangkat tepat waktu jika
diketahui sampai tempat
Jawab :
P(A B) 0, 75
P(A | B) 0,88
P(B) 0,85

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Peluang Bersyarat (5)
CONTOH 2
Dua koin seimbang dilemparkan, dan diamati sisi yang
terletak di posisi atas.
Didefinisikan: A: Sisi muka yang muncul pada koin I
B: Sisi belakang yang muncul pada II
Selidiki, apakah peristiwa A dan B saling bebas?
Jawab:
S={MM, MB, BM, BB}
A={MM, MB}  P(A)=2/4=1/2 dan B={MB,BM}
A ∩ B ={MB}  P(A ∩ B )=1/4
P(A B) 1/ 4 1
Dengan probabilitas bersyarat : P(A | B)
P(B) 1/ 2 2
Tampak P(A) = P(A|B). Jadi A dan B saling bebas

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (1)
A dan B adalah 2 kejadian yang saling bebas

P(B A)
P(B | A)
P(A)
Dari gambar di samping
B A B’ A (B A) (B' A)
 Saling asing/ terpisah
P(A) P(B A) P(B' A)

P(B A) P(B A)
Jadi P(B | A)
P(A) P(B A) P(B' A)
P(B)P(A | B)
P(B | A)
P(B)P(A | B) P(B')P(A | B')

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (2)
Secara umum :
Secara umum jika kejadian B1,B2, . . . ,Bk saling asing dan
gabungannya B1 ∪ B2 ∪ . . . ∪ Bk = S
serta kejadian A = S ∩ A.
Maka :

P(Bi A) P(Bi A)
P(Bi | A) k
P(A)
P(Bi A)
i 1

P(Bi )P(A | Bi )
P(Bi | A) k
P(Bi )P(A | Bi )
i 1

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (3)

Contoh 1:
Sebuah pabrik mempunyai 3 mesin A, B dan C yang
memproduksi berturut-turut 60%, 30%, dan 10% dari total
banyak unit yang diproduksi pabrik.
Persentase kerusakan produk yang dihasilkan dari
masing-masing mesin tersebut berturut-turut adalah 2%,
3% dan 4%.
Suatu unit dipilih secara random dan diketahui rusak.

Hitunglah :
Probabilitas bahwa unit tersebut berasal dari mesin C.

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (4)
Jawab :
Dengan Teorema Bayes
Kejadian P(A), P(B) dan P(C) adalah peluang (persentase
produksi) dari masing-masing mesin
P(R | A), P(R | B) dan P(R | C) adalah peluang
(persentase kerusakan) dari masing-masing mesin.
Jadi
P(C)P(R | C)
P(C | R)
P(A)P(R | A) P(B)P(R | B) P(C)P(R | C)
(0, 1)(0, 04)
(0, 6)(0, 02) + (0, 3)(0, 03) + (0, 1)(0 , 04)
0,16

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (5)
Contoh 2:
Berikut adalah data peserta kuliah Metode Statistika di
FSAINTEK UIN SUKA
Matematika Fisika Kimia Jumlah
Ganjil 5 10 5 20
Genap 20 25 35 80
Jumlah 25 35 40 100

Jika dipilih seorang siswa secara acak. Tentukan:


a. Peluang terpilih mahasiswa ber-NIM ganjil
b. Peluang terpilih mahasiswa matematika. Jika
diketahui mahasiwa tersebut ber-NIM ganjil
Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si
Teorema Bayes (6)
Jawab :
a. Peluang terpilih mahasiswa ber-NIM ganjil
Menggunakan tabel diatas  P(Ganjil)=20/100 =0,2
Kaidah peluang
Didefinisikan terlebih dahulu
G1 : Peristiwa terambil Mahasiswa bernomor Ganjil
M : Peristiwa terambil Mahasiswa Matematika
F : Peristiwa terambil Mahasiswa Fisika
K : Peristiwa terambil Mahasiswa Kimia

P(G1)=P(M)P(G1|M)+ P(F)P(G1|F)+ P(K)P(G1|K)


25 5 35 10 40 5
. 0,2
100 25 100 35 100 40
Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si
Teorema Bayes (5)
Jawab (lanjutan):
b. Peluang terpilih mahasiswa matematika. Jika
diketahui mahasiwa tersebut ber-NIM ganjil
Menggunakan tabel diatas
 P(Matematika|Ganjil) = 5/20 = 0,25
Teorema Bayes
P(M)P(G1 | M)
P(M | G1 )
P(G1 )
25 5
100 25 0, 25
0, 2

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (6)

Contoh :
Ada 3 kotak yang masing-masing berisi 2 bola.
Kotak I berisi 2 bola merah, kotak II berisi 1 bola
merah dan 1 bola putih, dan kotak III berisi 2 bola
putih.
Dengan mata tertutup anda diminta mengambil satu
kotak secara acak dan kemudian mengambil bola 1
bola secara acak dari kotak yang terambil tersebut.
Anda diberitahu bahwa bola yang terambil ternyata
berwarna merah.
Berapakah peluangnya bola tersebut terambil dari
kotak I, II, dan III?

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (7)
Jawab :
A1 = kejadian terambilnya kotak I
A2 = kejadian terambilnya kotak II
A3 = kejadian terambilnya kotak III
B = kejadian terambilnya bola merah
Ditanya : P(A1/B), P(A2/B), dan P(A3/B)
Karena diambil secara acak maka : P(A1)=P(A2)=P(A3)=1/3
Probabilitas terambilnya bola merah dari kotak I P(B/A1)=1
Probabilitas terambilnya bola merah dari kotak II P(B/A2)=1/2
Probabilitas terambilnya bola merah dari kotak IIIP(B/A3)=0.
P(B)= P(B/A1).P(A1)+P(B/A2).P(A2)+P(B/A3).P(A3)
= 1.1/3 + 1/2.1/3 + 0.1/3
= 1/2

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


Teorema Bayes (8)
Jadi :

Metode Statistika  Peluang Moh. Farhan Qudratullah, M.Si


VARIABEL RANDOM

Nantikan …!!!
Pembahasan Berikutnya