Anda di halaman 1dari 22

OBAT TRADISIONAL

OBAT TRADISIONAL
DASAR HUKUM : 1. UNDANG-UNDANG No.23 Thn 1992 ttg KESEHATAN. 2. ORDONANSI BAHAN BERBAHAYA (Gevaarlijke Stoffen Ordonantie) 3. Stbl.No.377 Tahun 1949. 4. PERMENKES No. 246/Menkes/Per/V/1990 ttg OBAT TRADISIONAL 5. PERMENKES No. 661/1990 6. S.K.MENKES No.569/Menkes/sk/X/1991 ttg CPOTB. 7. PERMENKES No.1297/98 ttg PEREDARAN OBAT TRADISIONAL IMPOR.

DEFINISI : = BAHAN / RAMUAN BAHAN DARI TUMBUHAN, HEWAN, MINERAL,SEDIAAN GALENIKA YANG DIGUNAKAN UNTUK PENGOBATAN BERDASARKAN PENGALAMAN. BENTUK USAHA : 1. INDUSTRI OBAT TRADISIONAL (IOT). (Izin dari Menkes ). 2. INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONAL (IKOT).( Izin dari Kadinkes) 3. USAHA JAMU RACIKAN ( Tak perlu izin ) 4. USAHA JAMU GENDONG .( Tak perlu izin ).

PERSYARATAN USAHA : 1. MEMILIKI IZIN USAHA , IZIN DIBERIKAN KEPADA BADAN HUKUM. 2. MEMILIKI IZIN EDAR ( No.Registrasi ). 3. MEMENUHI STANDAR (Materia Medika Indonesia ). 4. PENANGGUNG JAWAB IOT & IKOT adalah APOTEKER. 5. PROSES PRODUKSI ; IOT & IKOT adalah CPOTB. 6. JENIS PRODUKSI ,IOT = SEMUA + LISENSI , IKOT = SEMUA LISENSI. 7. PENANDAAN HARUS ADA TULISAN JAMU dan LAMBANG DAUN (KLAFER).

PERSYARATAN PRODUK ( SEDIAAN ).


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

HARUS ADA KESERAGAMAN BOBOT. KADAR AIR < 10%. (Batasan). ANGKA LEMPENG TOTAL <10-6 ( Batasan) ANGKA KAPANG KHAMIR. < 10-3 (Batasan) AFLATOKSIN < 30 ppm.(Batasan). TIDAK BOLEH ADA MIKROBA PATHOGEN. TIDAK BOLEH ADA LOGAM BERAT. TIDAK BOLEH ADA BAHAN OBAT.

LARANGAN : 1. MENGANDUNG BAHAN KIMIA SINTETIK / HASIL ISOLASI ZAT BERKHASIAT OBAT. 2. MEMPRODUKSI SUPPOSITORIA, OVULA, TETES MATA dan PARENTERAL. 3. OT Cair MENGANDUNG KADAR ALKOHOL > 1 %. 4. IKOT MEMPRODUKSI OT LISENSI. 5. MENGANDUNG BAHAN BERBEDA DENGAN YANG DILAPORKAN WAKTU REGISTRASI. 6. MEMBERIKAN INFORMASI BERBEDA DARI YANG DISETUJUI SEWAKTU REGISTRASI. 7. MELAKUKAN PROMOSI / IKLAN YANG MENYESATKAN (berbeda dari yang disetujui waktu registrasi)

KOSMETIKA

DASAR HUKUM. 1. UNDANG-UNDANG No.23 Tahun 1992, ttg KESEHATAN. 2. ORDONANSI BAHAN BERBAHAYA Stbl.No.377 Thn 1949. 3. PERMENKES No.445/Menkes/Per/V/1998. 4. PERMENKES No. 236 / 1977 ttg PRODUKSI KOSMETIKA. 5. PERMENKESNo.140/Menkes/Per/III/1991.ttg REGISTRASI KOSMETIKA. 6. S.K.MENKES No.965/1992 ttg CARA PRODUKSI KOSMETIKAyg BAIK.

DEFINISI : = SEDIAAN / PADUAN BAHAN YANG DIGUNAKANPADA BAGIAN LUAR BADAN (kulit, kuku, bibir, rambut, organ kelamin), GIGI & RONGGA MULUT, UNTUK : - Membersihkan. - Menambah daya tarik. - Mengubah penampilan. - Melindungi kulit. - Memperbaiki bau badan. TAPI TIDAK BOLEH UNTUK MENGOBATI / MENYEMBUHKAN PENYAKIT. FUNGSI KOSMETIKA :
 

PERAWATAN. DEKORATIF

TUJUAN PENGAWASAN : MELINDUNGI MASYARAKAT DARI KOSMETIKA YANG TIDAK MEMENUHI SYARAT. ( Aman dan Bermanfaat). DASAR : KOSMETIKA DIGUNAKAN SEGALA LAPISAN, DARI BANGUN TIDUR PAGI SAMPAI TIDUR LAGI MALAM.

BENTUK PENGAWASAN : 1. REGISTRASI. 2. PENGUJIAN MUTU KOSMETIKA YANG BEREDAR. 3. PEMERIKSAAN SARANA PRODUKSI. 4. PENGAWASAN PERIKLANAN.

PERSYARATAN PRODUK / SEDIAAN. 1. BERSIH, TIDAK TERCEMAR. 2. TIDAK MENGANDUNG BAHAN YG DILARANG / BAHAN YG DIIZIN KAN TIDAK MELAMPAUI BATAS. 3. TIDAK MENGANDUNG MIKROBA YG BERBAHAYA / MELAMPAUI BATAS YG DIIZINKAN. 4. MEMENUHI STANDAR MUTU. 5. PENANDAAN SESUAI DENGAN KETETAPAN MENTERI. 6. MEMILIKI NONOR REGISTRASI.

JENIS KOSMETIKA YANG DIAWASI :


1. 2.

3.

4. 5.

SEDIAAN KEBERSIHAN BADAN (misal Bedak ). SEDIAAN RAMBUT (pada Sampo, pengeriting dan pelurus rambut). SEDIAAN PERAWATAN KULIT (pada pemutih, anti jerawat dll.) SEDIAAN KUKU. SEDIAAN HIGIENE MULUT (misal pada pasta gigi).

BAHAN YANG DIAWASI :


1. 2. 3. 4.

5.

BAHAN PEWARNA. BAHAN PENYERAP ( substratum). BAHAN PENGAWET. TABIR SURYA (zat yang dapat menyerap 85% sinar matahari). BAHAN TAMBAHAN YANG DILARANG.

MAKANAN
DASAR HUKUM ; 1. ORDONANSI BAHAN BERBAHAYA Stbl. No.377 / 1949. 2. UNDANG-UNDANG No. 23 / 92. 3. UNDANG-UNDANG No. 7 / 1996 tentang PANGAN. 4. PERMENKES No.329/76 ttg PRODUKSI dan PEREDARAN MAKANAN. 5. S.K. MENKES No. 23/ 1978 ttg CARA PRODUKSI MAKANAN yang BAIK. 6. PERMENKES No. 86/ 1977 ttg MINUMAN KERAS. 7. PERMENKES No. 240 / 1985 ttg PENGGANTI AIR SUSU IBU. 8. PERMENKES No. 722/ 1988 ttg BAHAN TAMBAHAN MAKANAN. 9. S.K. MEMPERDAG No.314/1974.

DEFINISI : MAKANAN = SESUATU YANG DIGUNAKAN SEBAGAI MAKANAN / MINUMAN MANUSIA, TAPI BUKAN OBAT. PANGAN = SESUATU YANG BERASAL DARI SUMBER HAYATI DAN AIR, BAIK YANG DIOLAH / TIDAK, YANG DIPERGUNAKAN SEBAGAI MAKANAN/ MINUMAN BAGI KONSUMSI MANUSIA, TERMASUK BTM (p) , BAHAN BAKU DAN BAHAN LAIN, YANG DIGUNAKAN DALAM PROSES, PENYIAPAN/ PENGOLAHAN / PEMBUATAN MAKANAN / MINUMAN.

PANGAN YANG TETAP MUTU TAHAN LAMA

Proses fisik

PANGAN YG TURUN MUTUNYA

Didiamkan enzim, bakteri, jamur, ragi, serangga, bin.pengerat.

PANGAN

Diproses, diolah

MAKANAN SIAP DIMAKAN

Diolah + BTM

MAKANAN YANG ENAK MENARIK & TAHAN LAMA

MAKANAN YANG DIEDARKAN DI INDONESIA HARUS MEMENUHI : 1. SYARAT KESEHATAN & KESELAMATAN. 2. STANDAR MUTU. 3. TERDAFTAR. MAKANAN YANG WAJIB DAFTAR = MAKANAN YANG TEROLAH. MAKANAN YANG TAK WAJIB DAFTAR = TEROLAH TAPI TAHAN < 7 hari. PRODUKSI RUMAH TANGGA, tapi WAJIB PENYULUHAN.(SP) SUMBANGAN LUAR NEGERI. BANTUAN TERTENTU.

MAKANAN YG TAK BOLEH DIPRODUKSI INDUSTRI RUMAH TANGGA. 1. SUSU & HASIL OLAHNYA. 2. MAKANAN BAYI. 3. MAKANAN KALENG STERIL KOMERSIAL. 4. MINUMAN KERAS.

LABEL MAKANAN TERDIRI DARI : 1. HURUF LATIN ( + CINA / ARAB ). 2. BAHASA IBDONESIA. ( + ASING ). 3. INFORMASI LENGKAP & JELAS. 4. TIDAK MENYESATKAN / MEMBINGUNGKAN DG PRODUK LAIN. 5. No. PENDAFTARAN. 6. KODE PRODUKSI. UNTUK MAKANAN TERTENTU HARUS ADA : 7. PETUNJUK PENYIMPANAN. 8. PETUNJUK PENGGUNAAN. 9. NILAI GIZI. 10. PERNYATAAN KHUSUS. 11. KADALUWARSA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

PROD.SUSU. PROD. MKN BAYI. MKN KLG steril komersial. ROTI,BISKUIT &PROD.SEJENI MKN RENDAH KALORI. MAKANAN PE(+) GIZI (F.S). COKLAT & PROD.OLAHAN. KELAPA & HSL OLAHAN MINYAK & LEMAK. MARGARINE. KACANG-KACANGAN. PROD.TELUR. SAUS. MINUMAN RINGAN TAK BERKARBONAT. SARI BUAH

MAKSUD PENGAWASAN MAKANAN :  MELINDUNGI KESELAMATAN & KESEHATAN MASYARAKAT THD MKN YG TMS.  MELINDUNGI MASYARAKAT THD KERUGIAN AKIBAT PERDAGANGAN YG TAK JUJUR. BAHAN TAMBAHAN MAKANAN = BAHAN YANG SENGAJA DITAMBAHKAN PADA MAKANAN DG. MAKSUD- TEKNOLOGI DAN ATAU ORGANOLEPTI , BUKAN BAHAN UTAMA, UMUM NYA TAK BERGIZI dan MEMBERIKAN SIFAT KHAS MAKANAN TSB.

BAHAN TAMBAHAN MAKANAN


YG SERING DISALAHGUNAKAN
1. 2. 3. 4.

YG SERING DIGUNAKAN
1.

BORAX, BLENG FORMALIN. PEWARNA ,rh-B,m.y. PEMANIS BUATAN

2.

3.

PENGAWET., AS.BENZ,SORBAT, PROP. PENGUAT RASA.MSGPEWARNA :


ALAMI=KURK, CHLO, KARM SINTETIS

4.

5.

PEMANIS BUATANA SP, SORB, SIKL, SACCH 11 macam Gol. BTM

MAKANAN DALUWARSA = MAKANAN YG TELAH LEWAT TGL DALUWARSA. M.D. = HARUS DITARIK DARI PEREDARAN , TIDAK BOLEH BEREDAR. M.D. YANG BELUM RUSAK DAPAT DIMANFAATKAN.

MAKANAN RUSAK = BAIK SEBELUM / SESUDAH DALUWARSA DINYTAKAN SBG BAHAN BERBAHAYA. TANGGAL DALUWARSA = BATAS AKHIR SUATU PRODUK DIJAMIN MUTUNYA SEPANJANG PENYIMPANANNYA MENGIKUTI PETUNJUK YANG DIBERIKAN PRODUSEN.< 3 bln = TGL,BLN,THN,> 3 bln=BLN,THN. PASI = PENGGANTI AIR SUSU IBU. = MAKANAN BAYI YANG SECARA TUNGGAL DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN GIZI SERTA PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN BAYI SAMPAI BERUMUR SAMPAI BERUMUR 4 6 bln.

BAYI = ANAK YG BERUMUR < = 12 BULAN. AIR SUSU IBU = MAKANAN BAYI YANG PALING BAIK& TEPAT UNTUK PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN YG SEHAT BAGI BAYI, KARENA ITU PERLU DILESTARIKAN. DILARANG MENCANTUMKAN PADA LABEL : GAMBAR BAYI. GAMBAR/TULISAN BAHWA PASI = SESUATU YG IDEAL. TULISAN : SEMUTU SUSU IBU . TULISAN PENGGANTI AIR SUSU IBU. SUSU KENTAL MANIS ( SKM ).= SUSU MURNI / SUSU LAINNYA YANG PENGGUNAANNYA DISAMAKAN DG SUSU MURNI YG TELAH DIUAPKAN SEHINGGA MENCAPAI KEKENTALAN TERTENTU DAN KADAR GULA TINGGI. PENGGUNAAN : DEWASA DAN ANAK-ANAK, DILARANG UTK BAYI.

PENANDAAN : HARUS DICANTUMKAN TANDA PERINGATAN: PERHATIKAN, TIDAK COCOK UNTUK BAYI MINUMAN KERAS : DIBAGI 3 GOLONGAN : GOLONGAN A = Kadar Etanol > 1 % - 5 % V/V. GOLONGAN B = Kadar Etanol > 5% - 20 %. GOLONGAN C = Kadar Etanol > 20% - 55 %. DILARANG MENJUAL MINUMAN KERAS PADA ANAK < 16 tahun. VOLUME TERKECIL MIN.KERAS Gol. A & B = 200 ml. VOLUMR TERKECIL MIN.KERAS Gol. C = 250 ml