Anda di halaman 1dari 55

RESUME MATERI

TEORI AKUNTANSI

DAFTAR ISI RESUME MATERI..................................................................................................................................1 BAB I BAB II 1 2 SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI...................................................................................1 SIFAT DAN PENGGUNAAN AKUNTANSI...........................................................................................2 Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)............................................................................................3 Kebijakan dan Perubahan Akuntansi.......................................................................................................4 Hipotesis Perataan Income.....................................................................................................................4 Hipotesis Salah Saji Keuangan Selektif...................................................................................................5 BAB III BAB IV BAB V BAB VI BAB VII BAB X BAB XI BAB XII 5 7 8 12 14 15 19 24 PENDEKATAN-PENDEKATAN TRADISIONAL DALAM FORMULASI TEORI AKUNTANSI.................5 PENDEKATAN REGULATORI DALAM FORMULASI TEORI AKUNTANSI...........................................7 KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN............................8 STRUKTUR TEORI AKUNTANSI.........................................................................................................12 KEJUJURAN, PENGUNGKAPAN dan TREN MASA DEPAN DALAM AKUNTANSI............................14 PENDEKATAN-PENDEKATAN PERISTIWA DAN KEPERILAKUAN...................................................15 PENDEKATAN PREDIKTIF DAN POSITIF...........................................................................................19 AKUNTANSI NILAI SEKARANG (CURRENT VALUE)..........................................................................24 A. Relevansi Konsep Income................................................................................................................24 B. Konsep Income Akuntansi Tradisional.............................................................................................24 1. Deskripsi Income Akuntansi.............................................................................................................24 2. Keuntungan Income Akuntansi.........................................................................................................24 C. Sifat Konsep Income Ekonomi.........................................................................................................24 D. Konsep Pemeliharaan Modal...........................................................................................................24 E. Konsep Nilai Sekarang.....................................................................................................................25 BAB XIII 27 AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE-LEVEL ACCOUNTING)..........................27

C. Perbedaan Moneter-Nonmoneter.....................................................................................28 D. Indeks-indeks Tingkat Harga...........................................................................................28


Bab XIV 29 PENILAIAN ASET DAN MODEL PENENTUAN INCOME ALTERNATIF..............................................29 A. Sifat Perbedaan Perbedaan...........................................................................................................29 B. Dasar Perbandingan dan Evaluasi....................................................................................................29 C. Ilustrasi Model-Model Akuntansi yang berbeda................................................................................30 D. Menuju Pemecahan Problem Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga.....................................31 1. Upaya Awal.......................................................................................................................................31 2. Laporan Keuangan dan Perubahan Harga : satu Langkah ke Depan...............................................31 BAB 14 (HVB).......................................................................................................................................31

AKTIVA DAN PENGUKURANNYA........................................................................................................31 BAB 10 (SC & C)...................................................................................................................................35 LONG TERM LIABILITIES....................................................................................................................35 BAB 15 (SC)..........................................................................................................................................39 ACCOUNTING FOR MULTIPLE ENTITIES..........................................................................................39 AKUNTANSI DANA PENSIUN (PSAK NO. 18).....................................................................................42 AKUNTANSI EKUITAS (PSAK NOMOR 21).........................................................................................44 BAB 11 (SC & C)...................................................................................................................................44 AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN......................................................................................44 BAB 13(SC & C)....................................................................................................................................49 EQUITY 49

Resume Teori Akuntansi BAB I SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI A. Evolusi Pembukuan Berpasangan 1. Sejarah Awal Akuntansi 7 prokondisi bagi timbulnya pembukuan yang sistematik (A. C. Littleton) : Seni Menulis: karena pembukuan pertama-tama adalah suatu pencatatan; Aritmatika: karena aspek-aspek mekanis pembukuan terdiri dari serangkaian komputasi sederhana; Kekayaan Pribadi: karena pembukuan hanya berkaitan dengan pencatatan tentang kekayaan dan hak atas kekayaan; Uang: karena pembukuan tidak diperlukan kecuali transaksi dalam kekayaan dan hak atas kekayaan dapat direduksi ke dalam denominator kekayaan ini; Kredit: karena dorongan untuk membuat catatan tidak begitu kuat jika semua transaksi pertukaran telah selesai pada saat kejadian; Perniagaan: karena pertukaran yang hanya bersifat lokal tidak cukup memberi tekanan untuk mendorong orang mengkoordinasikan gagasan yang berbeda-beda ke dalam suatu sistem; Modal: karena tanpa modal perniagaan akan tidak berarti dan kredir tidak akan mungkin. 2. Kontribusi Luca Pacioli Luca Pacioli seorang rahib franciscan diasosiasikan dengan pengenalan pembukuan berpasangan Semua catatan...harus dilakukan secara berpasangan yaitu bahwa jika anda membuat seseorang sebagai kreditor, Anda membuat orang lain sebagai debitur. Buku yang digunakan dalam proses akuntansi adalah memorandum, jurnal, dan buku besar. Pacioli menyarankan perhitungsn profit periodic dan penutupan buku. 3. Perkembangan Pembukuan Berpasangan (Cushing) Sekitat abad ke-16, pengenalan jurnal khusus untuk mencatat tipe-tipe transaksi yang berbeda. Evolusi praktik L/K periodic terjadi pada abad ke-16 dan 17. Terjadi evolusi personifikasi akuntansi dan transaksi sebagai upaya untuk membuat aturan Debet dan kredit menjadi masuk akal. Penerapan sistem berpasangan diperluas dalam tipe organisasi yang lain (biara dan Negara) Penggunaan akun sediaan yang terpisah untuk tipe barang terjadi pada abad 17 Abad ke-17 dimulai dengan east indian company dan pertumbuhan korporasi yang berkelanjutan setelah revolusi industri, akuntansi memperoleh status yang lebih baik, dicirikan oleh kebutuhan akan akuntasi cost, dan suatu kepercayaan continuity, periodicity dan akrual. Abad ke-18, metode perlakuan aset tetap yang dikembangkan. Awal abad ke-19 depresiasi kekayaan diperlukan sebagai barang dagangan yang tidak terjual. Akuntansi cost hadir dalam abad ke-19 sebagai akibat revolusi industri. Perkembangan teknis akuntansi untuk pembayaran dimuka dan akrual untuk memungkinkan dilakukan komputasi profit periodik terjadi pada paruh kedua abad ke-19. Perkembangan laporan dana terjadi pada paruh ke-2 abad ke-19 dan ke-20. Pada abad ke-20 terjadi perkembangan metode-metode akuntansi yang menyangkut masalah komputasi earning per lembar saham, akuntansi untuk inflasi, sewa guna jangka panjang dan pensiun. B. Perkembangan Prinsip-Prinsip Akuntansi di USA 1. Fase Kontribusi Manajemen (1900-1933) Pengaruh manajemen dalam pembentukan prinsip-prinsip akuntansi muncul dari menigkatnya jumlah pemegang saham dan peranan ekonomic yang dominan yang dimainkan oleh korporasi industri setelah 1900. Pemain utama adalah asosiasi akuntansi profesional (AIA) 2. Fase Kontribusi Institusi (1933-1959) Ditandai dengan pencipataan dan peningkatan peran institusi dalam pengembangan prinsip akuntansi, dan pembentukan SEC, persetujuan, prinsip-prinsip umum oleh AIA, dan peran baru Committe on Accounting Procedures. 3. Fase Kontribusi Profesional Intervensi asosiasi dan badan-badan profesional dalam perumusan teori akuntansi dipacu oleh upaya untuk mengeliminasi teknik-teknik yang tidak diinginkan dan untuk mengkodifikasikan teknik-teknik yang dapat diterima Ketergantungan pada asosiasi dan badan-badan seperti itu mengandung konsekuensi: Asosiasi dan badan-badan tidak mendasarkan diri pada kerangka teoritis yang ditetapkan. Kewenangan pertanyaan tidak jelas. Adanya perlakuan-perlakuan alternatif memungkinkan fleksibilitas dalam pilihan teknik akuntansi. 4. Fase Politisasi (1973-sekarang) Keterbatasan asosiasi profesional dan manajemen dalam merumuskan teori akuntansi mendorong diadopsinya pendekatan yang lebih deduktif dan politisasi proses penetapan standar. Suatu situasi yang diciptakan oleh pandangan yang diterima luas bahwa angka-angka akuntansi mempengaruhi

Resume Teori Akuntansi perilaku ekonomik dan konsekuensinya, aturan-aturan akuntansi harus ditetapka dalam area politik. C. Akuntansi dan Kapitalisme Empat alasan dikemukakan untuk menjelaskan peran pembukuan berpasangan dalam ekspansi ekonomi: Pembukuan berpasangan menyumbangkan sikap baru dalam kehidupan ekonomi. Tujuan perusahaan adalah tujuan kapitalistik untuk memperoleh profit, spirit of acquisition. Spirit akuisisi yang baru tersebut dabantu dan didorong oleh perbaikan kalkulasi ekonomi. Rasionalisasi profit didasarkan pada kalkulasi yang tepat. Rasionalisasi ditingkatkan oleh organisasi yang sistematik. Pembukuan sistematik mengembangkan keteraturan dalam akun dan organisasi perusahaan. Sistem pembukuan berpasangan memungkinkan pemisahan kepemilikan dan manajemen sehingga mendorong pertumbuhan perusahaan patungan yang besar. D. Relevansi Sejarah Akuntansi Sejarah akuntansi adalah studi tentang evolusi pemikiran, praktik dan institusi akuntansi sehingga tanggapan terhadap perubahan lingkungan dan kebutuhan sosial. Sejarah akuntansi juga membahas pengaruh evolusi terhadap lingkungan. Sejarah akuntansi merupakan studi tentang warisan akuntansi dan kontribusinya pada pedagogi, kebijakan dan perspektif akuntansi. Dalam kaitannya dengan pedagogi, sejarah akuntansi membantu memahami dan mengapresiasi bidang sains akuntansi dan evolusinya sebagai sains sosial dengan lebih baik. Dalam kaitannya dengan perspektif kebijakan, sejarah akuntansi dapat menjadi sarana penilaian yang lebih baik terhadap praktik yang berjalan melalui pembandingan dengan metode yang digunakan pada masa lalu.

BAB II SIFAT DAN PENGGUNAAN AKUNTANSI A. DEFINISI DAN PERAN AKUNTANSI 1. Definisi Akuntansi Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomic yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan-keputusan ekonomik, dalam membuat pilihan diantara alternatif tindakan yang ada. Perusahaan memberi kepada dan menerima informasi dari sumber: Kepada penyedia modal Kepada pelanggan dan penyedia Dari masyarakat umum Dari pegawai 2. Akuntansi : Sains atau Seni??? Mereka yang berpendapat bahwa akuntansi adalah suatu seni atau teknik berniaga menyatakan bahwa ketrampilan akuntansi yang diperlukan untuk menjadi juru niaga yang baik harus diajarkan dan bahwa pendekatan yang legalistik terhadap akuntansi dibenarkan. Pendukung akuntansi sebagai sains menyatakan bahwa pengajaran model pengukuran akuntansi dapat memberi mahasiswa akuntansi ke dalam konseptual tentang apa yang tengah diupayakan akuntansi akrual konvensional tujuan umum yaitu melayani kebutuhan pengguna dan untuk mendorong pikiran kritis tentang bidang dan dinamika perubahan dan akuntansi. 3. Kebajikan dan Peran Akuntansi Kebajikan Praktik Akuntansi Kejujuran akuntan pada umumnya dan auditor pada khususnya. Kepedulian terhadap status ekonomi orang lain dalam bentuk penatalayanan dan pertanggungjawaban. Kepekaan terhadap nilai kerjasama dan konflik dengan mendahului yang menghasilkan kerjasama yang ramah dengan melalui penggunaan teknik akuntansi manajemen. Karakter akuntansi yang komunikatif dengan menyampaikan pengalaman ekonomik melalui ungkapan akuntansi. Penyebaran informasi ekonomi dengan menyediakan informasi ekonomik bagi pembuat keputusan. Rintangan-rintangan realisasi kebajikan akuntansi Dominasi penghargaan eksternal yang mengancam independensi auditor. Hilangnya kekuatan institusi. Kegagalan untuk membedakan antara kebajikan dan hukum

Resume Teori Akuntansi Peran akuntansi adalah untuk menghasilkan informasi tentang perilaku ekonomik yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan dalam lingkungannya. B. Pengukuran dalam Akuntansi 1. Sifat Pengukuran Dalam Akuntansi Pengukuran adalah peletakan suatu angka kepada objek/peristiwa menurut aturan tertentu. Kendala dalam pengukuran adalah limitasi data yang tersedia dan karakteristik spesifik lingkungan, seperti ketidakpastian, tidak adanya objektivitas dan verifiabilitas. 2. Tipe-Tipe Ukuran Ukuran akuntansi dapat langsung atau tidak langsung. Ukuran langsung/utama adalah ukuran sesungguhnya dari suatu objek atau atributnya. Ukuran tidak langsung atau sekunder diturunkan secara tidak langsung melalui transformasi aljabar seperangkat angka yang merepresentasi ukuran langsung suatu objek/atribut. Berkaitan dengan dimensi waktu keputusan, ukuran diklasifikasikan menjadi ukuran masa lalu, ukuran masa sekarang, atau ukuran masa depan yang secara berturut-turut merujuk ukuran bagi suatu peristiwa yang akan datang. Ukuran retrospektif, ukuran kontemporer atau ukuran prospektif. Tiga jenis ukuran masa lalu: ukuran masa lalu restrospektif, ukuran masa lalu kontemporer, dan ukuran masa prospektif. Dua jenis ukuran masa sekarang kontemporer dan prospektif. Semua ukuran masa depan bersifat prospektif. Pengukuran dapat berupa: Pengukuran fundamental dimana angka dapat diletakkan pada suatu kekayaan dengan mengacu pada hukum alam dan tidak didasarkan pada pengukuran variabelvariabel lain. Pengukuran turunan, didasarkan pada dua/lebih kuantitas dan tergantung pada eksistensi teori empiris verifikasian yang mengaitkan kekayaan tertentu dengan kekayaan lain. Pengukuran dapat dibuat bila teori empiris yang sah digunakan untuk mendukung eksistensinya atau dibuat dengan fiat, didasarkan pada definisi arbitrer. 3. Tipe-Tipe Skala Skala nominal, membantu dalam penentuan persamaan dan merupakan klasifikasi sederhana sistem pelabelan seperti dalam kasus bagan akun. Skala ordinal, membantu dalam penentuan lebih besar dari atau lebih kecil dari. Skala interval, membantu dalam penentuan persamaan interval atau perbedaan seperti temperatur dan waktu. Skala rasio, membantu dalam penentuan persamaan rasio dengan karakteristik tambahan adanya titik awal yang unik, yaitu suatu titik nol natural. C. Alasan Dibalik Akuntansi Berpasangan Luca Pacioli sistem pembukuan berpasangan merupakan formulasi ke mana memperoleh dan ke mana memberi Akuntansi berpasangan terdiridari dua jenis, yaitu: Akuntansi berpasangan klasifikasional ditujukan untuk menjaga persamaan akuntansi fundamental yang merangkum posisi klasifikasional. Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemilik Pembukuan berpasangan klausal, menggambarkan hubungan sebab-akibat antara suatu penambahan dan suatu pengurangan. Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) 1. Makna Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU) PABU mencakup konversi, aturan, dan prosedur-prosedur yang perlu untuk mendefinisi prinsip akuntansi yang berterima pada suatu waktu tertentu. PABU merupakan panduan bagi profesi akuntansi dalam memilih teknik akuintansi dan penyiapan laporan keuangan dengan cara yang dianggap sebagai praktik akuntasni yang baik. Makna istilah berterima umum adalah menggambarkan kondisi dimana suatu metode akuntansi akan dianggap berterima umum. Skinner berpendapat bahwa metode akuntansi harus memenuhi satu/lebih kriteria berikut: Metode tersebut benar-benar digunakan dalam sejumlah kasus yang signifikan dimana keadaannya cocok. Metode tersebut mendapat dukungan melalui pengakuan masyarakat akuntansi profesional. Metode tersebut memiliki dukungan dalam tulisan sejumlah pengajar dan pemikir akuntansi yang diakui. 2. Apa yang Seharusnya? PABU, PABU Spesial, atau BAKL?

Resume Teori Akuntansi Alternatif PABU yaitu terhadap laporan keuangan yang disiapkan sesuai dengan Basis Akuntansi Komprehensif Lain (BAKL). Dorongan untuk berpindah ke BAKL datang dari perubahan-perubahan dalam hukum pajak yang dibuat oleh Economic Recovery Act of 1981 dan meningkatnya pemisahan akuntansi pajak dari akuntansi PABU.. Untuk diklasifikasikan sebagai BAKL, salah satu empat kriteria harus dipenuhi: Basis akuntansi memenuhi persyaratan perundang-undangan PABU untuk perusahaan regualsian. Basis akuntansi yang digunakan untuk pembayaran pajak income akuntansi berbasis pajak. Basis akuntansi yang didasarkan pada penerimaan dan pembayaran kas dengan atau tanpa dukungan akrual akuntansi berbasis kas/akuntansi berbasis kas modifikasian. Basis akuntansi yang dihasilkan dari penerapan seperangkat kriteria tertentu. 3. PABU Kecil Vs PABU Besar Akuntansi menghadapi masalah usaha kecil yang terlalu dibebani oleh biaya administratif dan akuntansi dalam rangka memenuhi aturan-aturan yang tidak relevan, dan kebutuhan akan pembebasan dalam bentuk keringanan-keringanan. Perusahaan kecil (FASB), sebuah perusahaan yang operasinya relatif kecil, biasanya dengan pendapatan total kurang dari $5 juta. Perusahaan itu umumnya dikelola oleh pemilik sendiri, memiliki pemilik lain jika ada, semua pemilik secara aktif terlibat dalam menjalankan urusan perusahaan, jarang terjadi pemindahan, dan memiliki struktur modal yang sederhana. Perusahaan publik (FASB) adalah sebuah perusahaan yang sekuritasnya diperdagangkan di pasar publik di bursa saham atau diwajibkan menyerahkan laporan keuangan oleh SEC. Perbedaan diantara Pengguna Laporan Keuangan Bukti-bukti menegaskan bahwa analis laporan keuangan dan pemegang saham publik merupakan pengguna utama laporan keuangan perusahaan publik, sementara pemilik, manajer dan kreditur merupakan pengguna laporan keuangan swasta. Itu berarti bahwa kelompok yang berbeda dapat dipandang memiliki kebutuhan informasi yang berbeda. Posisi Resmi terhadap PABU Kecil Prinsip pengukuran yang sama harus diterapkan dalam laporan keuangan bertujuan umum dari semua entitas, karena proses pengukuran harus independen terhadap sifat pengguna dan kepentingan mereka terhadap hasil pengukuran. Sifat informasi yang diungkapkan dan tingkat kerincian yang diperlukan bagi ungkapan tertentu akan bervariasi tergantung pada kebutuhan pengguna. Kebijakan dan Perubahan Akuntansi Kebijakan akuntansi dari sebuah pelaporan entitas adalah prinsip akuntansi spesifik dan metode penerapan prinsip tersebut yang oleh manajemen entitas dipandang paling tepat untuk menyajikan posisi keuangan, perubahan dalam posisi keuangan, dan hasil operasi dengan sewajarnya sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum dan karenanya diadopsi untuk penyiapan laporan keuangan. Enam praktik akuntansi yang digunakan oleh perusahaan publik untuk mengelola earning korporasi: Overstatement perubahan restrukturisasi untuk membersihkan neraca. Klasifikasi porsi harga yang signifikan dari suatu entitas yang diperoleh, seperti riset dan pengembangan dalam proses, sehinggan jumlahnya dapat dipisahkan sebagai beban sekaligus. Pembentukan kewajiban yang besar untuk biaya masa depan (dicatat sebagai bagian dari akuntansi untuk sebuah akuisisi) guna melindungi earning masa depan. Penggunaan asumsi yang tidak realistik untuk mengestimasi kewajiban tertentu untuk meningkatkan earning selama periode berikutnya. Pemasukan kesalahan secara sengaja dalam buku perusahaan dan pembenaran kegagalan untuk memperbaiki kesalahan tersebut dengan alasan materialitas. Pengakuan pendapatan sebelum proses earning selesai. Hipotesis Perataan Income 1. Sifat Perataan Income Sifat perataan income dapat dipandang sebagai upaya yang sengaja dilakukan untuk menormalkan income dalam rangka mencapai kecenderungan atau tingkat income yang diinginkan. Perataan income yang dilaporkan dapat didefinisi sebagai upaya yang sengaja dilakukan untuk memperkecil atau fluktuasi pada tingkat earning yang dianggap normal bagi suatu perusahaan. Dalam pengertian ini perataan merepresentasi suatu bagian upaya dari manajemen perusahaan untuk mengurangi variasi tidak normal dalam earning pada tingkat yang diijinkan oleh prinsip-prinsip akuntansi dan manajemen yang sehat. 2. Motivasi Perataan Motivasi Perataan adalah motivasi dibalik perataan yaitu peningkatan hubungan dengan kreditor, investor, dan pekerja dan memperkecil siklus bisnis melalui proses psikologis. Alasan manajemen meratakan earning:

Resume Teori Akuntansi Berdasarkan asumsi bahwa sebuah arus earning yang stabil mampu mendukung tingkat dividen yang lebih tinggi daripada arus earning yang lebih variabel, dan memiliki pengaruh menguntungkan 3. Sifat Dimensi-Dimensi Perataan Dimensi perataan adalah alat yang digunakan untuk meratakan income. Dua macam perataan (Dascher dan Malcolm): Perataan riil merujuk pada transaksi aktual yang dilakukan atau tidak dilakukan atas dasar efek perataannya terhadap income. Perataan artifiasial merujuk pada prosedur akuntansi yang diimplementasikan untuk memindahkan biaya dan atau pendapatan dari satu periode ke periode lain. Tiga dimensi perataan (Barnet at al): Perataan melalui terjadinya peristiwa dan atau pengakuan. Perataan melalui alokasi dari waktu ke waktu. Perataan melalui klasifikasi. Hipotesis Salah Saji Keuangan Selektif Hipotesis ini diasumsikan terjadi baik pada sektor publik maupun swasta, karena kedua sektor tersebut didorong untuk mendukung standar yang secara selektif menyajikan realitas ekonomi secara salah bila standar itu sesuai dengan tujuan mereka, berlaku bagi: Manajer lebih memilih standar pelaporan yang longgar, memungkinkan pemindahan income antar tahun, mempengaruhi pemegang saham dan melindungi pekerjaan mereka dengan mencegah pengambilalihan. Keuntungan pemegang saham juga diperoleh dari standar yang longgar, apabila perataan pelaporan earning oleh manajer membuat volatilitas earning yang dilaporkan menjadi lebih rendah, penurunan persepsi pasar terhadap risiko kegagalan dan peningkatan nilai perusahaan. Auditor untuk menjaga keharmonisan dengan klien,. Penetap standar untuk perlindungan diri sendiri. Akademisi, akan memberi peluang untuk menyediakan teori dan usulan-usulan yang akan menghasilkan balas jasa dan prestise.

BAB III PENDEKATAN-PENDEKATAN TRADISIONAL DALAM FORMULASI TEORI AKUNTANSI A. Sifat Dasar Teori Akuntansi Komite Terminologi AICPA, Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan dan peringkasan transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan dengan cara yang berdaya guna dan dalam bentuk satuan uang dan penginterpretasian hasil proses tersebut. Akuntansi adalah aktivitas jasa, fungsinya untuk menyediakan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan tentang entitas ekonomi yang diperkirakan bermanfaat dalam pembuatan keputusan ekonomi dalam membuat pilihan diantara alternatif tindakan yang ada. 1. Akuntansi sebagai Sebuah Idiologi Akuntansi telah dipandang sebagai fenomena idiologis sebagai sarana untuk mendukung daan melegitimasi tatanan sosial, ekonomi dan politik saat ini. 2. Akuntansi sebagai Sebuah Bahasa Akuntansi merupakan suatu cara pengkomunikasian informasi tentang bisnis. Pengakuan akuntansi sebagai bahasa didasarkan pada identifikasi adanya dua komponen (tata bahasa), sebagai dua tingkatan akuntansi: Simbol-simbol atau atau karakteristik leksikal suatu bahasa yaitu unit-unit yang mengandung arti atau kata-kata yang bisa diidenifikasi dalam setiap bahasa. Tata bahasa suatu bahasa mengacu pada susunan sintaksis yang terdapat dalam setiap bahasa. Dalam akuntansi tata bahasa merujuk pada serangkaian prosedur umum yang digunakan dan diikuti dalam penyusunan seluruh data keuangan untuk kepentingan bisnis. 3. Akuntansi sebagai Catatan Peristiwa Masa Lalu Bagi pemilik maupun pemegang saham, catatan akuntansi menyediakan sejarah pertanggungjawaban manajer atas sumber-sumber daya yang sediakan pemilik. Pengukuran konsep pertanggungjawaban telah dikembangkan dari waktu ke waktu. Bimberg membedakan menjadi empat periode: mengacu pada kepentingan untuk mengembalikan Periode Pure Custodial sumber-sumber secara lengkap kepada prinsipal Periode Traditional Custodial dengan menetapkan tugas-tugas minimal dalam melaksanakan fungsi pemeliharaan. Periode Aset-Utilization: evaluasi penilaian kinerja, mengacu pada kepentingan agen untuk menetapkan inisiatif pemakaian aset secara mendalam agar sesuai dengan rencana yang telah disepakati. Periode Open Ended: konsep ini tidak hanya menyangkut petunjuk awal, namun juga memastikan kapan batas waktu sejumlah petunjuk harus diubah. 5

Resume Teori Akuntansi 4. Akuntansi sebagai Realitas Ekonomi Masa Kini (True Income) Baik neraca maupun laporan laba-rugi seharusnya didasarkan pada taksiran yang menggambarkan realitas ekonomi saat ini daripada cost historis. 5. Akuntansi sebagai Suatu Sistem Informasi Mengasumsikan akuntansi sebagai suatu proses yang menghubungkan sumber informasi atau transmitter (biasanya akuntan), saluran komuniksi dan sekumpulan penerima (pengguna eksternal). 6. Akuntansi sebagai Komoditas Akuntansi sebagai komoditas yang dihasilkan dari suatu aktivitas ekonomi. Pandangan ini muncul disebabkan adanya permintaan informsi khusus dan para akuntan mempunyai kemampuan untuk memenuhi permintaan tersebut. B. Penyusunan dan Pembuktian Teori Akuntansi Proses penyusunan teori akuntansi sebaiknya dilengkapi pula dengan proses pembuktian (verifikasi) dan pengesahan (validasi) teori. Teori seharusnya tunduk terhadap pengujian yang bersifat logis dan empiris untuk membuktikan keakuratannya. Oleh karena itu teori akuntansi seharusnya merupakan hasil proses penyusunan dan juga pembuktian teori. C. Sifat Dasar Teori Akuntansi Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksi dan menjelaskan perilaku kejadian-kejadian akuntansi. Definisi teori adalah sekumpulan gagasan (konsep), definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena dengan menjelaskan hubungan antara variabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksi fenomena tersebut. Teori akuntansi (Hendrikson) didefinisikan sebagai sekumpulan prinsip-prinsip luas yang menyajikan suatu kerangka acuan umum dimana praktik akuntansi dapat dinilai dan mengarahkan pengembangan praktis dan prosedur baru. Tiga elemen yang harus dimiliki oleh teori (Mc Donal): Menyandikan fenomena ke penyajian secara simbolis Manipulasi sesuai dengan peraturan Menerjemahkan kembali ke fenomena yang sesungguhnya. D. Metodologi-Metodologi dalam Penyusunan Teori Akuntansi Perbedaan opini, pendekatan, dan penilaian akuntansi menyebabkan munculnya dua metodologi, deskriptif dan normatif: Teori deskriptif: dalam profesi akuntansi ada keyakinan yang luas bahwa akuntansi merupakan suatu seni yang tidak dapat diformalkan dan bahwa mwtodologi yang digunakan secara tradisional dalam penyusunan teori akuntansi merupakan sebuah upaya menilai apa yang terjadi melalui praktik-praktik akuntansi. Teori Normatif: berupaya menyajikan lebih pada apa yang seharusnya (ought to be) daripada apa yang terjadi (what is). E. Pendekatan-Pendekatan dalam Penyusunan Teori Akuntansi 1. Pendekatan Non Teoritis Pendekatan Pragmatis terdiri dari penyusunan teori yang ditandai dengan penyesuaian terhadap praktik sesungguhnya yang bermanfaat untuk memberi saran solusi praktis. Teknik-teknik dan prinsip akuntansi seharusnya dipilih atas dasar manfaatnya bagi pengguna informasi akuntansi dan keterkaitannya dengan proses pembuatan keputusan. Pendekatan Otoritarian dalam penyusunan teori akuntansi yang umumnya digunakan oleh organisasi profesi terdiri dari sejumlah peraturan praktik-praktik akuntansi. Suatu teori tanpa konsekuensi praktik adalah teori yang buruk. 2. Pendekatan Deduktif Pendekatan ini dimulai dengan adanya asumsi-asumsi dasar dan hasil penarikan konklusi yang bersifat logis tentang suatu subjek dengan sejumlah pertimbangan. Tahap-tahap yang digunakan untuk menjalankan pendekatan deduktif terdiri dari: Penetapan tujuan-tujuan pelaporan keuangan Pemilihan dalil-dalil akuntansi Penentuan prinsip-prinsip akuntansi Pengembangan teknik-teknik akuntansi 3. Pendekatan Induktif Pendekatan induktif dalam penyusunan teori akuntansi dimulai dengan serangkaian pengamatan, kemudian pengukuran serta selanjutnya aktivitas untuk memperoleh suatu konklusi. Pendekatan induktif dalam penyusunan teori akuntansi mencakup 4 tahap: Pencatatan seluruh pengamatan Penganalisaan dan pengelompokkan pengamatan untuk mendeteksi adanya hubungan yang berulang (kesamaan/kemiripan). penginduksian asal mula konklusi-konklusi dan prinsip-prinsip akuntansi dari pengamatan-pengamatan yang menggambarkan hubungan secara berulang. Pengujian konklusi yang dibuat. 6

Resume Teori Akuntansi 4. Pendekatan Etis Bagian utama pendekatan etis terdiri dari konsep kewajaran (fairness), keadilan (justice), keseimbangan (equity), dan kebenaran (truth). Truth: pelaporan keuangan yang akurat dan benar tanpa adanya kesalahan interpretasi. Fairness: sebagai penyajian wajar, tidak bias dan tidak memihak. Konsep fairness menyatakan bahwa pelaporan keuangan tidak dapat menjadi subjek pengaruh yang tidak semestinya/subjek penyimpangan. Fsirness (CAP): kesesuaian dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum, pengungkapan, konsistensi dan dapat diperbandingkan. 5. Pendekatan Sosiologis Pendekatan sosiologis dalam penyusunan teori akuntansi menekankan pada akibat-akibat sosial yang ditimbulkan teknik-teknik akuntansi. Pendekatan ini merupakan suatu pendekatan etis yang dasarnya merupakan suatu perluasan konsep kewajaran yang dinamakan kesejahteraan sosial (social walfare). Pendekatan sosiologis adalah socioecomic accounting dengan tujuan mendorong entitas bisnis yang beraktivitas dalam pasar bebas agar mempertanggungjawabkan aktivitas produksi mereka terhadap lingkungan sosial melalui pengukuran, internalisasi, dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 6. Pendekatan ekonomi Pendekatan ekonomi dalam penyusunan teori akuntansi menekankan pengendalian perilaku indikator-indikator ekonomi makro, yang diakibatkan oleh berbagai praktik akuntansi. Pendekatan ekonomi menekankan pada konsep kesejahteraan ekonomi secara umum. Pemilihan teknikteknik akuntansi yang berbeda tergantung pada pengaruhnya terhadap barng ekonomi nasional. F. Pendekatan Elektik dalam Penyusunan Teori Akuntansi Pendekatan elektik (gabungan) merupakan suatu hasil utama, berbagai upaya individu dan profesi akuntansi maupun organisasi pemerintah dalam partisipasinya untuk menetapkan konsepkonsep dan prinsip-prinsip dalam akuntansi.

BAB IV PENDEKATAN REGULATORI DALAM FORMULASI TEORI AKUNTANSI A. Sifat-sifat Standar Akuntansi Standar secara umum diterima sebagai aturan perusahaan, yang diikuti dengan sanksi terhadap ketidakpatutan, standar terdiri dari 3 bagian: Uraian masalah yang harus diatasi Pembahasan dengan penalaran atau cara-cara pemecahan masalah Selanjutnya sejalan dengan teori solusi ditetapkan. Sejumlah pertimbangan dalam penetapan standar yang harus diperhatikan: Standar menyajikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan aktivitas sebuah perusahaan bagi seluruh pengguna informasi. Standar menyajikan petunjuk dan aturan tindakan bagi akuntan publik yang memungkinkan pengujian secara hati-hati dan independen saat menggunakan keahlian dan integritasnya dalam mengaudit laporan perusahaan, serta saat membuktikan kewajarannya. Standar menyajikan kumpulan data bagi pemerintah tentang berbagai variabel. Standar menghasilkan prinsip dan teori yang penting bagi seluruh pihak yang berkepentingan dalam disiplin ilmu akuntansi. B. Tujuan Penyusunan Standar Pendekatan penyusunan standar: Pendekatan penyajian kebenaran, menginginkan laporan keuangan yang netral dan berusaha mencapai penyajian yang benar melalui proses penyusunan standar. Pendekatan konsekuensi ekonomik, menekankan pada penggunaan standar dengan konsekuensi ekonomi baik, kondisi ekonomi yang buruk. C. Entitas yang Menaruh Perhatian pada Standar Akuntansi Kantor Akuntan Publik/Individu: bertanggungjawab secara independen menyatakan bahwa laporan keuangan suatu perusahaan disajikan secara wajar dan akrual seluruh hasil aktivitasnya. American Intitute of CPA (AICPA). AICPA merupakan organisasi profesi yang mengkoordinasi praktik para akuntan publik bersertifikasi di AS. The Financial Accounting Standar Board (FASB) merupakan badan yang bersifat otoritatif, independen dengan tugas menetapkan dan meningkatkan standar laporan dan akuntansi keuangan, sehingga standar-standar tersebut menaruh perhatian utama pada pada pencatatan informasi tentang kejadian ekonomi dan transaksi melalui cara yang berarti dalam laporan keuangan. Pengguna Laporan Keuangan Pengguna Langsung Pengguna Tidak Langsung 7

Resume Teori Akuntansi Pemilik dan pemegang saham perusahaan Pemberi pinjaman (kreditor) dan pemasok Manajemen perusahaan dinas perpajakan Organisasi pekerja Pelanggan Analis dan konsultan keuangan Pasar saham Pengacara Otoritas yang terkait dengan regulasi Kalangan berita keuangan dan agen-agen penyaji laporan Asosiasi dagang Serikat pekerja Kompetitor Masyarakat umum

Dua kategori utama tentang regulasi industri: Teori kepentingan umu: disajikan untuk menaggapi permintaan publik akan koreksi terhadap ketidakefisienan atau ketidaklayakan harga pasar dengan tujuan utamanya adalah melindungi dan menjamin kepentingan umum. Teori kepentingan kelompok bahwa regulasi disajikan untuk menanggapi permintaan kelompok tertentu, dengan tujuan untuk memaksimalkan income anggotanya. D. Legitimasi Proses Penyusunan Standar Prognosis Pesimistik: sebuah sistem di mana keuntungan yang diharapkan oleh pemakai strategi keputusan optimal, dapat lebih besar atau paling tidak sama dengan keuntungan yang diperoleh dari sistem lain. Implikasinya adalah tidak ada alternatif penyajian laporan keuangan yang didasarkan pada aturan akuntansi lain yang dapat menyajikan manfaat lebih baik. Prognosis Optimistik: asumsi yang mendasari adalah arrow paradox. E. Accounting Standar Overload Situasi-situasi yang diidentifikasi sebagai accounting standar overload: Standar yang terlalu banyak Standar yang terlalu rumit Tidak ada standar yang kaku, membuat pemilihan aplikasi menjadi sulit Standar yang bertujuan umum yang gagal dalam menyajikan perbedaan antara: Entitas publik dan non-publik Laporan keuangan tahunan dan enterim Perusahaan besar dan kecil Laporan keuangan auditan dan non-auditan Pengungkapan yang berlebihan, pengukuran yang terlalu kompleks, atau kedua-duanya. 1. Pengaruh Accounting Standar Overload Akuntan: dapat kehilangan orientasinya terhadap tugas yang sesungguhnya sebagai orientasinya terhadap tugas yang sesungguhnya sebagai akibat banyaknya data yang diperlukan saat memenuhi ketentuan suatu standar. Auditor: dapat menemui kegagalan, karena akuntan dapat kehilangan fokus audit dan mungkin lupa untuk melakukan prosedur dasar audit. 2. Solusi terhadap Accounting Standar Overload Tidak ada perubahan, mempertahankan apa yang sudah ada. Perubahan dari konsep yang ada sekarang berupa PABU tunggal dan seragam untuk seluruh usaha bisnis menjadi dua kelompok PABU, sehingga ada PABU tersendiri untuk entitas tertentu. Perubahan dalam PABU untuk mempermudah penerapannya dalam setiap usaha bisnis . Menentukan alternatif pengungkapan dan pengukuran yang berbeda. Perubahan dalam standar pelaporan CPA atas laporan keuangan. Alternatif terhadap PABU sebagai dasar yang sifatnya pilihan dalam penyajian laporan keuangan.

BAB V KERANGKA KONSEPTUAL UNTUK AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN Klasifikasi dan Konflik Kepentingan Laporan Keuangan merupakan hasil interaksi dari tiga kelompok yaitu perusahaan, pemakai dan profesi akuntansi. Tujuan Laporan Keuangan: Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai prinsip akuntansi berteriman umum, posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan lain dalam posisi keuangan. Tujuan umum laporan keuangan adalah: 8

Resume Teori Akuntansi Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban suatu usaha bisnis. Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang mneghasilkan profit. Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earning potensial perusahaan. Menyediakan informasi lain yang dibutuhkan tentang perubahan sumber daya ekonomi dan kewajiban. Tujuan kualitatif akuntansi keuangan: Relevan: memilih informasi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam membuat keputusan. Dapat dipahami: selain harus jelas informsi yang dipilih, juga harus dapat dipahami pemakai. Dapat diuji kebenarannya: hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang independen, menggunakan etode pengukuran yang sama. Netral: informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai dan bukan kebutuhan khusus pemakai tertentu. Tepat waktu: berarti mengkomunikasikan informasi seawal mungkin untuk meghindari keterlambatan pembuatan keputusan ekonomi. Dapat dibandingkan: perbedaan-perbedaan seharusnya tidak mengakibatkan perlakuan akuntansi yang berbeda. Kelengkapan: semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain.

Kerangka Kerja Konseptual Kerangka konseptual adalah suatu konstitusi, suatu sistem koheren dari hubungan antara tujuan dan fundamental yang dapat mendorong standar yang konsisten dan yang menjelaskan sifat, fungsi, dan keterbatasan akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Tiga pandangan tentang pengukuran earning: Pandangan Aset/utang (pandangan neracar): revenue adalah meningkatnya aset dan menurunnya utang, expense adalah menurunnya aet dan meningkatnya utang. Pandangan revenue/expense (pandangan laporan income): berarti revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan penandingan. Pandangan nonartikulasi: artikulasi mendorong perulangan karena semua kejadian yang dilaporkan dalam laporan income juga dilaporkan dalam neraca meskipun dari perspektif yang berbeda.

Definisi Elemen Laporan Keuangan


Aset Pandangan aset/utang Sumber daya ekonomi perusahaan, memberi manfaat dimasa yang akan datang dan menghasilkan aliran kas masuk. Kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi kepada pihak lain di masa mendatang. Pandangan revenue/expense Ditambah semua item yang tidak merepresentasikan summber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan dan penentuan income secara memadai. Ditambah kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi tapi diperlukan untuk penandingan dan penentuan income yang memadai. Hasil dari proses penandingan revenue dan expense, gains dan loses. Pandangan Ke-3 Aset merupakan komposisi sekarang atas modal yang diinvestasikan. Sumber modal dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.

Utang

Earning

Peningkatan dalam aset bersih perusahaan kecuali perubahan modal.

Komponen Earning: Pandangan Aset/Utang Revenue Revenue yang meliputi gains and losses didefinisikan sebagai peningkatan dalam aset atau penurunan dalam utang yang tidak mempengaruhi modal Expense Expense yang meliputi gains and losses didefinisikan sebagai 9

Pandangan revenue/expense Revenue yang meliputi gains and losses, hasil penjualan barang dan jasa termasuk gains dari penjualan dan pertukaran aset selain persediaan, bunga dan dividen... Expense meliputi semua cost yang sudah digunakan untuk menghasilkan revenue

Resume Teori Akuntansi penurunan dalam aset dan peningkatan dalam utang yang timbul dari penggunaan sumber daya ekonomi dan jasa selama periode tertentu Peningkatan dalam aset bersih selain peningkatan dalam revenue atau perubahan dalam modal. Penurunan aset bersih selain penurunan dalam expenses dan perubahan dalam modal. pada suatu periode

gains

Expenses

Kelebihan hasil diatas cost aset terjual, atau keuntungan tidak terduga, atau manfaat lain yang diperoleh tanpa cost atau pengorbanan. Kelebihan diatas hasil yang terkait, jika ada, atas semua atau porsi yang layak dari cost aset terjual atau coat yang digunakan tidak untuk menghasilkan revenue.

Hubungan antara Earning dan Komponen Earning Earning Earning Earning losses) = Revenue Expense + Gains Losses = Revenue Expense = Revenue (termasuk gains) Expenses (termasuk

Tujuan Pelaporan Keuangan oleh Organisasi Non Bisnis Organisasi non bisnis berbeda dari organisasi bisnis, paling tidak dalam 2 hal: Tidak memiliki indikator kinerja yang dapat dibandingkan dengan profit perusahaan bisnis. Secara umum bukan merupakan subjek pengujian kompetisi di pasar. Tiga karakteristik utama yang membedakan organisasi non bisnis adalah Jumlah sumber daya yang signifikan yang diterima dari penyedia sumber daya, yang tidak berharap menerima pembayaran atau manfaat ekonomi sesuai dengan sumber daya yang mereka sediakan. Bisnis beroperasi terutama untuk tujuan selain dari menyediakan barang dan jasa untuk mendapat profit atau ekuivalent profit. Tidak terdapat hak kepemilikan yang dapat dijuak, ditransfer, atau ditebus, atau hak untuk memperoleh bagian distribusi sumber daya residual ketika tejadi likuidasi organisasi. Empat kelompok yang berkepentingan dengan informasi yang disediakan oleh pelaporan organisasi non bisnis: Penyedia sumber daya Konstituen yang menggunakan dan memperoleh manfaat dari jasa yang diberikan oleh organisasi Badan-badan pengatur dan pengawas yang bertanggungjawab untuk menyusun kebijakan dan mengawasi dan menilai manajer organisasi non bisnis Manajer organisasi non bisnis. Elemen-Elemen Dasar dalam Laporan Keuangan Perusahaan Bisnis Aset: manfaat ekonomik di masa mendatang yang cukup pasti yang diperoleh atau dikuasai oleh entitas tertentu sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa masa lalu. Utang: pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang yang cukup pasti, yang timbul dari kewajiban sekarang suatu entitas tertentu untuk menyerahkan aset atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa mendatang sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa masa lampau. Ekuitas: hak residu dalam aset suatu entitas yang masih tersisa setelah dikurangi utangnya. Investasi oleh pemilik: kenaikan dalam aset bersih suatu perusahaan tertentu yang berasal dari pemindahan sesuatu yang bernilai ke perusahaan tersebut dari entitas lain untuk memperoleh atau menaikkan hak kepemilikan dalam perusahaan tersebut. Distribusi kepada pemilik: penurunan dalam aset bersih suatu perusahaan tertentu yang berasal dari pemindahan aset, pemberian jasa, atau timbulnya kewajiban oleh perusahaan kepada pemilik. Comprehensive income: perubahan dalam ekuitas suatu perusahaan tertentu selama satu periode yang berasal dari transaksi dan kejadian lainnya serta keadaan-keadaan lain dari sumber lain pemilik. Revenue: aliran masuk atau peningkatan lain aset sebuah entitas atau pelunasan utangnya selama satu periode tertentu yang berasal dari pengiriman atau pembuatan barang, pemberian jasa, atau pelaksanaan aktivitas lainnya yang merupakan kegiatan utama yang masih berlangsung dari entitas tersebut. Gains: kenaikan dalam ekuitas dari transaksi-transaksi tambahan atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi lainnya dalam satu periode, kecuali dari pendapatan atau investasi oleh pemilik. Losses: penurunan dalam ekuitas dari transaksi-transaksi tambahan atau insidental suatu entitas dan dari semua transaksi lainnya yang mempengaruhi entitas tersebut dalam satu periode, kecuali yang berasal dari biaya atau distribusi kepada oleh pemilik.

10

Resume Teori Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran Kriteria Pengakuan: Definisi: item memenuhi definisi elemen-elemen laporan keuangan. Dapat diukur: item mempunyai atribut relevan yang dapat diukur dengan kereliabelan yang memadai. Relevansi: informasi tentang item tersebut dapat membuat keputusan pemakai menjadi berbeda. Realibilitas: informasi mewakili keadaan sebenarnya, jujur, dapat diuji kebenarannya dan netral. Lima atribut Pengukuran: Cost historis (historical cost) Cost pengganti sekarang (current replacement cost) Nilai pasar sekarang (current market value) Nilai realisasi (pelepasan) bersih (net relizable (setlement) value) Nilai sekarang (diskontoan) aliran kas masa depan.

11

Resume Teori Akuntansi BAB VI STRUKTUR TEORI AKUNTANSI A. Struktur Teori Akuntansi Terdiri Dari Beberapa Elemen Pernyataan tujuan laporan keuangan Pernyataan postulat dan konsep teoritis akuntansi terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan dan sifat unit akuntansi. Pernyataan tentang prinsip-prinsip dasar yang didasarkan pada postulat dan konsep teoritis. Batang tubuh teknik-teknik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi. Postulat akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, sosiologi dan hukum tempat akuntansi beroperasi. Konsep Teoritis Akuntansi adalah pernyataan yang tidak memerlukan pembuktian atau aksioma, juga berterima umum berdasarkan kesesuaiannya dengan tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan sifat entitas akuntansi beroperasi dalam ekonomi bebas yang dikarakteristikan oleh kepemilikan pribadi atas kekayaan. Prinsip Akuntansi: aturan keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan dan konsep teoritis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi. Teknik akuntansi: aturan spesifik yang diturunkan dari prinsip akuntansi untuk memperlakukan transaksi atau peristiwa tertentu yang dihadapi oleh entitas. B. Postulat-Postulat Akuntansi Postulat Entitas: setiap perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulat Kelangsungan Usaha: entitas akuntansi akan terus beroperasi untuk melaksanakan projek, komitmen, dan aktivitas yang sedang berjalan., diasumsikan bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa mendatang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk periode waktu yang tidak tertentu. Postulat Unit Pengukur: unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukuran dalam akuntansi adalah unit moneter. Postulat Periode Akuntansi: laporan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam kesejahteraan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik. C. Konsep-Konsep Teoritis Akuntansi Teori Kepemilikan: entitas sebagai agen, perwkilan atau susunan melalui wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham. Tujuan utama teori ini adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik. Aset utang = ekuitas pemilik. Teori Entitas: memandang entitas sebagai sesuatu yang terpisah dan berbeda dari pihak yang menyediakan modal pada entitas.. Persamaan akuntansinya Aset = Ekuitas Aset = Utang + Ekuitas Pemegang Saham Teori entitas merupakan teori yang paling dapat diterapkan pada perusahaan bisnis bentuk korporat, yang terpisah dan berbeda dari pemiliknya. Teori Dana: memandang unit bisnis terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan aumber daya. Persamaan akuntansinnya: Aset = Restriksi Aset Unit akuntansi didefinisi dalam pengertian aset dan penggunaan aset. Kewajiban menunjukkan serangkaian restriksi hukum dan ekonomi pada penggunaan aset. Teori dana terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Dana utama yang direkomendasikan untuk administrasi keuangan negara: Dana umum (General Fund) untuk mencatat semua transaksi keuangan yang tidak layak dicatat dalam dana lain. Dana Penerimaan Khusus (Special Revenue Fund) untuk mencatat hasil atas sumber penerimaan khusus atau untuk mendanai aktivitas tertentu yang diminta oleh hukum dan administratif. Dana Jasa Peminjaman (Debt Service Fund) untuk mencatat pembayaran bunga dan pokok pinjaman jangka panjang selain iuran khusus dan revenue bond. Dana Projek Modal (Capital Project Fund) untuk mencatat penerimaan dan pengeluaran uang dan untuk memperoleh fasilitas modal selain yang dibiayai oleh iuran khusus dan dana perusahaan. Dana Persahaan (Enterprises Fund) untuk mencatat pendanaan jasa bagi masyarakat umum, di mana semua atau hampir semua kos yang termasuk dibayarkan dalam bentuk beban oleh pemakai jasa. Dana Perwalian dan Agen (Trust and Agency Funds) untuk mencatat aset yang dimiliki oleh unit pemerintah sebagai bendahara atau agen individual, organisasi swasta, dan unit organisasi pemerintah lain.

12

Resume Teori Akuntansi Dana Jasa antar Pemerintah (Intergovernmental Service Funds) untuk mencatat pendanaan aktivitas khusus dan jasa yang dilakukan oleh unit organisasi yang ditunjuk dalam batas kekuasaan pemerintah. Dana Iuran Khusus (Special Assestment Funds) untuk mencatat iuran khusus yang dipungut guna mendanai perbaikan masyarakat atau jasa yang bermanfaat bagi kekayaan yang menjadi dasar pemungutan iuran tersebut. D. Prinsip-Prinsip Akuntansi Prinsip Cost Cost pemerolehan (acquisition cost) atau cost historis merupakan dasar penilaian yang memadai untuk mengakui perolehan semua barang dan jasa, expenses, kos dan ekuitas. Cost menunjukkan harga pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan untuk memperoleh barang dan jasa. Prinsip cost dijustifikasikan dengan postulat objektivitas dan kelangsungan usaha. Prinsip Revenue Revenue diinterpretasikan sebagai: Aliran masuk aset bersih yang berasal dari penjualan barang atau jasa Aliran keluar barang atau jasa dari perusahaan kepada pelanggang Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh perusahaan selama periode waktu tertentu. Revenue diukur dalam pengertian nilai pertukaran produk atau jasa dalam sebuah transaksi yang lugas arms-length transaction). Pandangan ini menunjukkan ekuivalen kas bersih maupun nilai diskontoan sekarang atas uang yang diterima atau seharusnya diterima dalam pertukaran barang atau jasa yang ditransfer oleh perusahaan kepada pelanggan. Revenue diakui pada saat diperoleh dalam semua tahap siklus operasi. Dikarenakan adanya kesulitan mengalokasikan revenue dan income ke tahap yang berbeda dari suatu siklus operasi, akuntan menggunakan prinsip realisasi untuk memilih sebuah peristiwa kritis dalam siklus untuk pengakuan revenue dan income. Peristiwa kritis dipilih untuk mengindikasikan terjadinya perubahan tertentu dalam aset dan utang yang dicatat secara memadai. Dasar akrual pengakuan revenue: revenue harus dilaporkan selama produksi, pada akhir periode, pada saat penjualan, atau pada saat pengumpulan hasil penjualan. Dasar peristiwa khusus untuk pengakuan revenue dipicu oleh peristiwa krusial dalam siklus operasi. Peristiwa tersebut adalah: Saat terjadinya penjualan Penyelesaian produksi Penerimaan pembayaran untuk penjualan berikutnya. Prinsip Penandingan: bahwa expenses harus diakui pada periode yang sama dengan revenue, yaitu revenue diakui dalam periode tertentu sesuai dengan prinsip revenue, dan expenses yang terkait kemudian diakui. Hubungan antara revenue dan expenses tergantung pada satu dari empat kriteria: Penandingan langsung cost yang telah terpakai dengan revenue. Penandingan langsung cost yang telah terpakai dengan periodenya. Aliran cost selama periode yang mendapatkan manfaat. Menjadikan expenses semua cost lain dalam periode terjadinya, kecuali jika ditunjukan bahwa masih memiliki manfaat di masa mendatang. Prinsip Objektivitas Kegunaan informasi keuangan tergantung pada tingkat reliabilitas prosedur pengukuran yang digunakan. Karena menjamin reliabilitas maksimum adalah sangat sulit, akuntan telah menggunakan prinsip objektivitas untuk menjustifikasi pemilihan prosedur pengukuran yang digunakan. Interpretasi prinsip objektivitas: Pengukuran objektivitas merupakan ukuran yang tidak bersifat personal, bebas dari bias personal pengukurnya. Pengukuran objektivitas merupakan pengukuran variabel, pengukuran didasarkan pada bukti. Pengukuran objektivitas merupakan hasil dari konsensus antara kelompok pengamat atau pengukur tertentu. Ukuran penyebaran atau distribusi pengukuran digunakan sebagai indikator tingkat objektivitas suatu sistem pengukuran termaksud. Prinsip Konsistensi: peristiwa ekonomi yang serupa seharusnya dicatat dan dilaporkan secara konsisten dari periode ke periode. Prinsip ini berimplikasi bahwa prosedur akuntansi yang sama akan diterapkan dalam item serupa sepanjang waktu. Prinsip konsistensi tidak menghalangi perusahaan mengubah prosedur akuntansi: Perubahan dalam prinsip akuntansi, Perubahan dalam estimasi akuntansi, dan Perubahan dalam entitas pelaporan. Prinsip Pengungkapan Penuh: mensyaratkan bahwa laporan keuangan di desain dan dibuat untuk menggambarkan secara akurat peristiwa ekonomi yang telah mempengaruhi perusahaan untuk suatu periode dan membuat informasi yang memadai untuk membuat laporan keuangan dan 13

Resume Teori Akuntansi tidak menyesatkan bagi rata-rata investor. Pengungkapan penuh: tidak ada informasi penting atau kepentingan bagi rata-rate investor yang dihilangkan atau disembunyikan. Prinsip Konservatisme: bahwa ketika memilih diantara dua atau lebih teknik akuntansi yang dapat diterima maka preferensinya adalah memilih yang paling kecil dampaknya terhadap ekuitas pemegang saham. Prinsip ini menunjukan bahwa lebih disukai melaporkan nilai terendah untuk aset dan revenue dan nilai tertinggi untuk utang dan expenses. Prinsip Materialitas: menyatakan bahwa transaksi dan peristiwa yang tidak memiliki dampak ekonomi signifikan dapat diatasi dengan cara yang paling tepat, apakah transaksi dan peristiwa tersebut sesuai dengan prinsip berterima umum atau tidak, dan tidak perlu diungkapkan. Prinsip Keseragaman dan Komparabilitas: mengacu pada penggunaan prosedur yang sama untuk item-item yang terkait dengan perusahaan tertentu antar waktu, prinsip keseragaman mengacu pada penggunaan prosedur yang sama oleh perusahaan yang berbeda. Tujuannya untuk mencapai komparabilitas laporan keuangan dengan mengurangi keanekaragaman yang tercipta karena penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda.

BAB VII KEJUJURAN, PENGUNGKAPAN dan TREN MASA DEPAN DALAM AKUNTANSI Kejujuran terkait dengan pengukuran dan pelaporan informasi dengan cara objektif dan netral. Informasi dikatakan jujur jika objektif dan netral. Informasi harus didasarkan pada bukti-bukti perusahaan yang dapat dibuktikan dan harus tidak cenderung menguntungkan pengguna tertentu yang dapat merugikan pihak lain. Persepsi dan penerapan kejujuran dalam penyajian laporan keuangan sebagai pembuatan dan penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum kadangkala menimbulkan beberapa konsekuensi merugikan: Gagal untuk sesuai dengan konsep keadilan yang diperuntukan bagi kejujuran dalam distribusi. Gagal untuk mengembangkan cakupan pengungkapan dalam laporan keuangan, yang dapat mengembangkan informasi keuangan konvensial menuju kejujuran dalam pengungkapan. Fleksibilitas yang dapat menimbulkan manajemen earnings dan income smoothing. Meciptakan iklim terjadinya praktik kejahatan. Benar: didasarkan pada fakta, fakta-fakta yang tidak menimbulkan distorsi, betul, sesuai dengan aturan, antar fakta tidak saling bertolak belakang, objektif, bentuk secara material, sesuai dengan kejadian yang terjadi, dan akurat. Jujur: tidak rancu, lebih mengutamakan substansi daripada bentuk, refleksi yang tepat, menempatkan pada konteks yang tepat, konsisten dengan realitas yang ada. Akuntansi Sumber Daya Manusia Tujuan utaman akuntansi Sumber Daya Manusia: Identifikasi nilai sumber daya manusia. Pengukuran cost dan nilai orang pada organisasi. Penginvestigasian dampak kognitif dan keperilakuan informasi-informasi tersebut. Teori Nilai Sumber Daya Manusia Konsep nilai manusia berasal dari teori umum mengenai nilai ekonomis. Individu dan kelompok dapt diketahui nilai, seperti aset fisik, yang didasarkan pada kemampuan untuk memberikan jasa ekonomis dimasa mendatang. Nilai individu atau kelompok didefinisi sebagai manfaat jasa yang diberikan saat ini yang diberikan kepada organisasi sepanjang masa pemberian jasa individu atau kelompok yang diharapkan. 1. Faktor-faktor yang menentukan nilai individual Pada model Flamholtz, ukuran yang digunakan untuk mengukur manfaat manuasia adalah nilai expected realizable-nya. Nilai individual merupakan interaksi antara dua variabel: Nilai kondisional yang diharapkan individual: produktivitas, kemampuan untuk dipindah, dan kemampuan untuk dipromosikan. Probabilitas bahwa individu akan mempertahankan keanggotaannya pada organisasi: terkait dengan tingkat kepuasan seseorang terhadap pekerjaannya. 2. Faktor-faktor yang menentukan nilai kelompok Tiga variabel yang mempengaruhi aktivitas perusahaan dalam pengelolaan manusia (Likert-Bowers): Variabel kausal: variabel bebas yang diubah atau diganti secara sengaja atau secara langsung oleh organisasi dan manajemennya, dan yang menentukan arah perkembangan dalam organisasi. Variabel intervening: merefleksi keadaan internal, kesehatan dan kemampuan kinerja organisasi. Variabel hasil akhir: variabel terikat yang merefleksikan hasil yang dicapai organisasi. Ukuran Aset Manusia 14

Resume Teori Akuntansi Metode Cost Historis: mengkapitalisasi seluruh cost yang terkait dengan usaha untuk merekrut, memilih, mempekerjakan, melatih, menempatkan dan mengembangkan seorang keryawa, dan kemudian mengamortisasi cost sepanjang masa manfaat aset ini dan mengakui kerugian jika melikuidasinya, atau meningkatkan nilai aset ini mengimbangi cost tambahan yang diharapkan dapat meningkatkan keuntungan potensial dari aset tersebut. Kelemahan penggunaan ukuran ini adalah: Nilai ekonomis aset manusia tidak harus dikaitkan dengan cost historis. Setiap apresiasi atau amortisasi dapat subjektif dan tidak berhubungan dengan peningkatan dan penurunan produktivitas aset manusia. Cost yang terkait dengan pemerolehan aset manusia berbeda untuk setiap individu dalam perusahaan, maka metode cost historis tidak menghasilkan nilai sumber daya manusia yang dapat diperbandingkan. Metode replacement Cost: membuat estimasi cost untuk mengganti sumber daya manusia yang ada dalam perusahaan. Keuntungan metode ini adalah metode ini merupakan pengganti pengukuran yang baik bagi nilai ekonomis aset dengan batasan bahwa pertimbangan pasar penting untuk membentuk tafsiran akhir. Kelemahan Metode Replacement cost: Nilai karyawan tertentu dapat dianggap lebih besar dibanding nilai replacement costnya. Kemungkinan ada nilai yang tidak dapat digantikan pada aset manusia tersebut. Manajer mungkin menemui kesulitan dalam mengestimsi cost penggantian orang dalam organisasi secara sempurna, dan manajer yang berbeda akan membuat estimsi yang berbeda pula. Metode opportunity cost: nilai sumber daya ditentukan melalui proses penawaran kompetitif pada perusahaan, didasarkan pada konsep opportunity cost. Kelemahan Metode opportunity cost: Hanya karyawan langka saja yang digunakan dalam penghitungan aset. Divisi yang profitnya lebih kecil dapat dikenai hukuman karena ketidakmampuannya untuk membuat penawaran yang lebih tinggi kepada divisi yang lebih banyak profitnya dalam memperoleh karyawan yang lebih baik. Metode ini dianggap sebagai dibuat-buat dan bahkan tidak bermoral. Metode Kompensasi: nilai modal manusia yang dikandung oleh seorang manusia pada umur T tahun adalah niali sekarang dari earnings yang akan diperolehnya dari pekerjaannya. Kelemahan metode ini adalah subjektivitas yang terkait dengan penentuan tingkat gaji mendatang, lama karyawan bekerja dalam organisasi, dan tingkat diskon. Metode Adjusted discounted-future-wages Ukuran non moneter

BAB X PENDEKATAN-PENDEKATAN PERISTIWA DAN KEPERILAKUAN Teori akuntansi dibentuk dengan dasar pendekatan. Faktanya, pendekatan yang ada lebih dari satu. Pendekatan-pendekatan dimaksud dimunculkan karena perbedaan paradigma. Namun demikian, paradigma-paradigma yang ada seharusnya tidak dipertimbangkan sebagai suatu yang absolut dan kebenaran pengetahuan yang bersifat final dan seharusnya menjadi subjek verifikasi dan pengujian yang konsisten sebagai upaya untuk mencari kemungkinan anomali. Jenis pendekatan yang lazim adalah pendekatan lama (pendekatan nilai) dan pendekatan baru. Pendekatan baru yang ada seperti pendekatan peristiwa, pendekatan keperilakuan, pendekatan pemrosesan informasi manusia, pendekatan prediktif, dan pendekatan positif. A. Pendekatan Peristiwa (Events Approach) 1. Sifat Pendekatan Peristiwa Pendekatan nilai Pendekatan nilai mengemukakan bahwa kebutuhan pengguna dapat diketahui secara pasti, sehingga dapat dibuat deduksi (kesimpulan yang diambil dari kesimpulan yang umum ke hal yang khusus) suatu teori akuntansi, yang memberikan input optimal bagi model keputusan tertentu. Kelemahan model akuntansi konvensional yang didasarkan pada pendekatan nilai : Dimensinya terbatashanya satuan moneter, belum data multidimensi lainnya (ex: produktivitas, kinerja, reliabilitas, dll.) Skema klasifikasinya tidak selalu sesuaidapat menutupi sifatnya dari pihak selain akuntan Tingkat penggabungan informasi sangat tinggidata akuntansi digunakan oleh berbagai pihak pembuat keputusan, yang masing-masing butuh tingkat kuantitas, gabungan, dan fokus yang berbeda.

15

Resume Teori Akuntansi

Tingkat penggabungan dengan bidang fungsional lainnya dalam perusahaan sangat terbatasinformasi yang terkait dengan seperangkat fenomena sering ditafsirkan berbeda oleh akuntan dan non-akuntan. Pendekatan Peristiwa Pendekatan peristiwa menyatakan bahwa tujuan akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai peristiwa ekonomi yang dapat bermanfaat bagi berbagai model keputusansehingga kandungan laporan akuntansi merupakan refleksi observasi dari dunia riil. Peristiwa merupakan segala tindakan yang dapat digambarkan dengan satu atau lebih dimensi dasar atau ciri. 2. Laporan Keuangan dan Pendekatan Peristiwa Perbedaan antara pendekatan nilai dengan pendekatan konvensional: TITIK PERBEDAAN PENDEKATAN NILAI Neraca Indikator posisi keuangan pada suatu periode Laporan keuangan Laporan arus kas Indikator kinerja keuangan perusahaan pada periode tertentu Ungkapan perubahan pada kas peristiwa pada laporan keuangan PENDEKATAN PERISTIWA Komunikasi tidak langsung mengenai seluruh peristiwa akuntansi yang relevan bagi perusahaan sejak permulaan Komunikasi langsung mengenai peristiwa-peristiwa operasi yang terjadi selama periode tertentu Ungkapan-ungkapan peristiwa keuangan dan investasi

3. Teori Akuntansi Mengenai Peristiwa-peristiwa Normatif Tujuan teori akuntansi mengenai peristiwa normatif adalah memaksimalkan keakuratan peramalan laporan akuntansi dengan berfokus pada ciri-ciri yang paling relevan dari peristiwa yang penting bagi pengguna. Teori ini menyatakan : a. suatu taksonomi eksplisit mengenai kejadian riil yang dilaporkan oleh akuntan, b. skema klasifikasi yang lebih efektif, dengan mengacu pada label-label tertentu sehingga memungkinkan untuk menghubungkan observasi mengenai peristiwa-peristiwa tertentu dengan peristiwa lain yang terkait, c. penyusunan sistem informasi akuntansi berbasis peristiwa. 4. Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Peristiwa Salah satu cara untuk mencapai tujuan teori akuntansi mengenai peristiwa normatif adalah dengan mengintegrasikan pendekatan peristiwa dengan pendekatan database pada manajemen informasi yang mempunyai asumsi bahwa suatu perusahaan membuat database yang dikelola terpusat untuk dibagikan kepada sejumlah besar pengguna yang mempunyai kebutuhan beragam. Sistem akuntansi seperti ini meliputi: a. model hierarkikal didasarkan pada ide sistem informasi akuntansi peristiwa yang memungkinkan penggunanya untuk membuat pertanyaan ilmiah pada database. b. model jaringan, menggunakan input database yang tidak terstruktur pada awalnya kemudian dikembangkan menjadi suatu struktur data yang hierarkial. c. model relasional, suatu database merupakan suatu kumpulan relasi dengan berbagai macam tingkatan dan waktunya berbeda-beda pula. d. model hubungan entitas mengasumsikan bahwa sistem akuntansi dimodelkan secara alamiah pada lingkungan database sebagai suatu kumpulan entitas dunia riil dan hubungan diantara entitas-entitas tersebut. e. model akuntansi REA merupakan penyajian fenomena akuntansi yang digeneralisasi. 5. Evaluasi Pendekatan Peristiwa Pendekatan peristiwa menawarkan keunggulan dan kelemahan tertentu. Keunggulan terutama berasal dari usaha-usaha untuk menyediakan informasi mengenai peristiwa ekonomi yang relevan, yang mungkin dapat bermanfaat bagi berbagai model keputusan. Tetapi manfaat pendekatan peristiwa tergantung pada satu atau lebih alasan berikut : a. Manfaat pendekatan peristiwa dapat tergantung pada tipe psikologis pembuat keputusan, b. Kelebihan informasi dapat timbul dari usaha untuk mengukur karakteristikkarakteristik;semua peristiwa penting yang relevan yang mempengaruhi perusahaan, c. Kriteria yang tepat bagi pemilihan peristiwa-peristiwa penting belum dikembangkan, d. Pengukuran seluruh karakteristik suatu pendekatan peristiwa terbukti sulit berdasarkan state of the art dalam akuntansi. e. Perlu dilakukan lebih banyak penelitian untuk menguji dampak rancangan pendekatan yang berbeda pada teori pendekatan peristiwa.

16

Resume Teori Akuntansi B. Pendekatan Keperilakuan (Behavioral Approach) 1. Sifat Pendekatan Keperilakuan Pendekatan keperilakuan pada pembuatan teori akuntansi menekankan pada relevansi pembuatan keputusan mengenai informasi yang dikomunikasikan (berorientasi pada keputusan yang dikomunikasikan), dan perilaku individual dan kelompok yang disebabkan oleh komunikasi informasi. Akuntansi diasumsikan berorientasi pada tindakan, yang tujuannya adalah untuk mempengaruhi tindakan (perilaku) secara langsung melalui kandungan informasi pesan-pesan yang disampaikan dan secara tidak langsung melalui perilaku para akuntan. Tujuan ilmu keperilakuan adalah untuk memahami, menjelaskan, dan memprediksi perilaku manusia. 2. Dampak Keperilakuan Informasi Akuntansi Informasi akuntansi, dalam pengertian kandungan dan bentuk, mempunyai dampak pada pembuatan keputusan individual. Berikut ini adalah sifat penelitian dampak keperilakuan dari informasi akuntansi dan pendekatan yang digunakan: a. Kecukupan pengungkapan 1) Pendekatan pertama menjelaskan pola-pola penggunaan data 2) Kedua, menjelaskan persepsi dan sikap kelompok-kelompok peminat yang berbeda 3) Ketiga, sejauhmana perbedaan item-item informai yang diungkapkan dalam laporan tahunan b. Manfaat data laporan keuangan 1) kegunaan relatif analisis investasi 2) relevansi laporan keuangan untuk pembuatan keputusan c. Sikap yang terkait dengan praktik-praktik pelaporan perusahaan 1) Teknik-teknik alternatif akuntansi yang lebih disukai 2) Sikap yang terkait dengan masalah-masalah pelaporan umum d. Materialitas ketetapan 1) Faktor-faktor utama yang menentukan pengumpulan, pengklasifikasian, dan penyimpanan data akuntansi 2) Menitikberatkan item-item yang dipertimbangkan menjadi material e. Dampak keputusan dari prosedur-prosedur akuntansi Penggunaan teknik-teknik persediaan yang berbeda, informasi tingkat harga dan informasi non akuntansi 3. Dampak Linguistik Data dan Teknik-teknik Akuntansi Ada empat proposisi yang diperkenalkan, yang berasal dari paradigma relativitas linguistik untuk mengintegrasikan secara konseptual temuan-temuan penelitian yang mempelajari dampak informasi akuntansi pada perilaku pengguna: pengguna yang membuat perbedaan leksikal tertentu dalam akuntansi dimungkinkan untuk berbicara dan/atau menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan pengguna yang tidak membuat perbedaan. pengguna yang membuat perbedaan leksikal tertentu dalam akuntansi dimungkinkan untuk melakukan kegiatan-kegiatan (nonlinguistik) secara lebih cepat dan lebih sempurna dibandingkan pengguna yang tidak membuat perubahan pengguna yang mempunyai aturan-aturan akuntansi (tata bahasa) akan cenderung untuk mempunyai gaya atau perhatian manajerial yang berbeda dibandingkan pengguna yang tidak mempunyai aturan akuntansi teknik-teknik akuntansi dapat cenderung mempermudah atau memberikan lebih banyak perilaku manajerial yang sulit bagi sebagian pengguna. 4. Fiksasi Data dan Fungsional Fiksasi fungsional, menyatakan bahwa pada keadaan tertentu seorang pembuat keputusan mungkin akan menyesuaikan proses pembuatan keputusannya dengan perubahan proses akuntansi, yang didukung oleh dampak datanya. Ada berbagai konsep untuk hasil fiksasi data atau pun fiksasi fungsional dalam akuntansi yaitu : hipotesis pengkondisian, menyatakan bahwa subyek eksperimen telah terkondisikan untuk bereaksi terhadap beberapa bentuk hasil akuntansi dan tidak dapat menyesuaikan proses keputusannya untuk menanggapi perubahan akuntansi yang terungkap dengan baik. teori prospek dan hipotesis pembingkaian, pembingkaian timbul karena pemilihan kata dalam membuat suatu pertanyaan yang berpotensi mengubah tanggapan subjek. keterlibatan ego yang pertama versus resensi. 5. Induktor Informasi Perilaku seorang individu dipengaruhi oleh informasi dengan dua cara : a. melalui penggunaan informasi ketika bertindak sebagai penerima b. melalui induktor informasi ketika bertindak sebagai pengirim. Penggolongan dampak umpan balik bagi pengirim informasi : a. Penilaian kinerja eksternal b. Aturan dan pengendalian operasi c. Interaksi dengan keputusan-keputusan init-unit keperilakuan lainnya d. Pengubahan sekumpulan pilihan yang terbuka bagi pengirim informasi 17

Resume Teori Akuntansi

C. Pendekatan Pemprosesan Informasi tentang Manusia Ada 3 komponen utama dalam model pemprosesan informasi-masukan, proses, dan hasil. Studi-studi mengnai kumpulan masukan menitikberatkan pada variabel-variabel yang mungkin mempengaruhi cara yang dilakukan orang untuk memproses informasi dalam pembuatan keputusan. Variabel-variabel yang diuji pada masukan adalah: 1. Karakteristik penyekalaan 2. Properti statistik 3. Kandungan informasi 4. Metode penyajian 5. Konteks Variabel-variabel yang diuji pada proses adalah: 1. Karakteristik ketetapan 2. Karakteristik aturan keputusan Variabel-variabel yang diuji pada masukan adalah: 1. Kualitas ketetapan 2. Self-insight Penekanan yang berbeda-beda pada ketiga model komponen pemrosesan informasi menimbulkan penggunaan empat pendekatan yang berbeda: 1. Pendekatan model lens 2. Ketetapan probabilistik 3. Perilaku predecisional 4. Pendekatan gaya kognitif Model Lens Model Lens terutama digunakan untuk menilai situasi yang membutuhkan penilaian mengenai manusia yang di dalamnya orang membuat penilaian dengan dasar sekumpulan petunjuk eksplisit yang diperoleh dari lingkungan. Model ini menekankan pada kemiripan antara lingkungan dengan tanggapan subyek. Berbagai masalah keputusan akuntansi telah dijelaskan dengan menggunakan model Lens, yaitu: a. studi-studi penghimpunan kebijaksanaan, yang menjelaskan mengenai keunggulan relatif dari setiap petunjuk dalam proses ketetapan dan konsensus di antara pembuat keputusan, b. keakuratan ketepatan dibuat atas dasar petunjuk-petunjuk akuntansi, dan c. dampak karakteristik tugas dalam pencapaian dan pembelajaran. Penilaian Probabilistik Pendekatan penilaian probabilistik (pendekatan Bayesian) menitikberatkan terutama pada perbandingan probabilitas penilaian intuitif dan model normatif. menyatakan bahwa : P(H1/D) = P(D/H1) X P(H1) P(H2/D) P(D/H2) P(H2) Perilaku Sebelum Pembuatan Keputusan Perilaku sebelum pembuatan keputusan secara umum dijelaskan menggunakan metode-metode pelacakan proses. Metode pelacakan proses berasal dari teori penyelesaian masalah yang dikembangkan oleh Newell dan Simon yang berpendapat bahwa manusia mempunyai keterbatasan kapasitas unuk memproses informasi. Pelacakan proses cenderung untuk menggunakan 4 metode : a. pergerakan mata, b. perilaku pencarian informasi, c. adanya petunjuk informasi atau waktu tanggapan; dan d. protokol-protokol mawas diri untuk berpikir keras secara verbal. Pendekatan Gaya Kognitif Pendekatan ini menitikberatkan pada variabel-variabel yang mungkin mempunyai dampak pada kualitas ketetapan yang dibuat oleh para pembuat keputusan. Gaya kognitif merupakan pembentukan hipotetika yang digunakan untuk menjelaskan proses mediasi antara rangsangan (stimuli) dengan tanggapan. Ada lima pendekatan yang digunakan dalam gaya kognitif pada psikologi : a. otoritarianisme b. dogmatisme c. kompleksitas kognitif d. kompleksitas integratif. e. ketergantungan bidang Relativisme Kognitif dalam Akuntansi Model ini mengisyaratkan bahwa skema-skema dikembangkan melalui tahapan-tahapan proses dari peringkasan pengetahuan domain tertentu yang berbasis pada pengetahuan. Sehingga 18 5. 4. 3. 2. 1.

Resume Teori Akuntansi perbedaan antara struktur pengetahuan ahli dengan pemula timbul dari perbedaan pengalaman. Penilaian profesional pada akuntansi publik mengenai skema dijelaskan dengan suatu proses lima komponen: Skema atau struktur pengetahuan yang tergabung melalui pembelajaran dan pengalaman a. Peristiwa pemicu atau rangsangan b. Lingkungan penilaian c. Proses penilaian d. Keputusan/tindakan Relativisme Budaya dalam Akuntansi Postulat relativisme budaya menyatakan bahwa budaya membentuk fungsi kognitif individual yang dihadapkan pada suatu fenomena akuntansi atau auditing. Budaya membentuk penelitian akuntansi. Hofstede memberikan definisi komponen budaya dengan menggunakan empat dimensi yang merefleksikan orientasi budaya dari suatu negara, dan menjelaskan 50 persen dari perbedaan sistem nilai antar negara: a. individualisme vs kolektivisme, b. power distance besar vs power distance kecil, c. penghindaran ketidakpastian, d. maskulinitas dan femininitas. D. Penilaian Pendekatan Keperilakuan Tujuan implisit dari studi ini adalah untuk mengembangkan dan memverifikasi hipotesis keperilakuan yang relevan dengan hipotesis teori akuntansi, yaitu yang menyangkut kesesuaian dengan pengungkapan manfaat data laporan keuangan, sikap akibat praktik-praktik pelaporan perusahaan, materialitas ketetapan, dampak keputusan pada alternatif prosedur akuntansi, dan komponen-komponen model pemrosesan informasi (masukan, proses dan hasil). 6.

BAB XI PENDEKATAN PREDIKTIF DAN POSITIF A. Sifat Pendekatan Prediktif Pendekatan prediktif untuk formulasi sebuah teori akuntansi menggunakan kriterium kemampuan prediktif, di mana pilihan di antara opsi akuntansi yang berbeda tergantung pada kemampuan metode tertentu untuk memprediksi peristiwa yang menjadi perhatian pengguna. Kriterium kemampuan prediktif digunakan karena penekanan terhadap relevansi sebagai kriterium utama pelaporan keuangan. B. Prediksi Peristiwa Ekonomis Dalam persepsi pendekatan prediktif untuk formulasi suatu teori akuntansi, pengukuran akuntansi alternatif harus dievaluasi atas dasar kemampuan mereka untuk memprediksi peristiwa ekonomis atau peristiwa bisnis. 1. Analisis Time-Series Sebuah pendekatan metodologis struktural di mana ketergayutan statistis dalam seperangkat data dapat diuji. Nilai masa lalu seperangkat data tunggal digunakan untuk memberi arah berkenaan dengan realisasi masa depan dari seperangkat data yang sama. Riset analisis time series difokuskan terutama pada: a. sifat-sifat time series dari earnings yang dilaporkan, dan b. isu-isu prediksi dalam analisis time series. 2. Prediksi Kesulitan Keuangan (distress) Penerapan yang paling relevan dari pendekatan prediktif adalah upaya-upaya yang dibuat untuk mencari karakteristik yang tervalidasi secara empiris yang membedakan antara peruasahaan yang secara keuangan mengalami kesulitan dengan perusahaan yang tidak mengalaminya. Baik model univariat maupun multivariat telah digunakan untuk membantu auditor menentukan kapan sebuah perusahaan mendekati kemacetan (default). Studi Altman : Z = 0.12x1 + 0.14x2 + 0.33x3 + 0.006x4 + 0.999x5 X1 = modal kerja bersih X2 = earnings ditahan X3 = earning sebelum bunga dan pajak X4 = nilai pasar ekuitas X5 = penjualan Temuan utama : a. Perusahaan-perusahaan dengan skor Z lebih dari 2,99 masuk dalam kelompok tidak bangkrut, semua yang memiliki skor kurang dari 1,81 bangkrut pada tahun berikutnya 19

Resume Teori Akuntansi b. Skor Z 2,675 meminimalkan jumlah perusahaan yang disalahklasifikasi oleh model 3. Prediksi Premium Obligasi dan Peringkatan Obligasi Empat faktor berikut ini diduga menyebabkan risiko obligasi dan konsekuensinya mempengaruhi nilai jatuh tempo obligasi: a. risiko kemacetan: ketidakmampuan sebuah perusahaan untuk memenuhi sebagian atau seluruh pembayaran bunga dan pokok obligasi. b. risiko pasar: kemungkinan menjual obligasi dengan kerugian. c. risiko daya beli: kerugian yang diderita pemegang obligasi karena perubahan dalam tingkat harga umum. d. risiko tingkat bunga: pengaruh perubahan tak terduga dalam tingkat bunga terhadap nilai pasar obligasi. Fisher menguji kekuatan sebuah model empat faktor untuk menjelaskan perbedaan dalam premium risiko obligasi perusahaan industrial. Empat variabel berikut ini dimasukan dalam model: a. variabilitas earnings, diukur dengan koefisien variasi earnings sesudah pajak sembilan tahun terakhir. b. solvensi atau reliabilitas dalam memenuhi kewajiban, diukur dengan panjangnya waktu sejak peristiwa-peristiwa berikut ini terakhir kali terjadi: pendirian perusahaan, bangkit dari kebangkrutan, atatu sebuah kompromi dibuat di mana kreditor menyelesaikan kurang dari 100 persen dari klaim mereka. c. struktur modal, diukur dengan nilai pasar ekuitas/nilai nominal utang perusahaan. d. nilai total nilai pasar obligasi perusahaan. Walaupun model pemeringkatan obligasi secara umum berhasil, beberapa masalh tak terpecahkan membatasi kegunaannya : a. Tidak adanya pernyataan eksplisit dan dapat diuji b. Tidak memperhitungkan perbedaan-perbedaan dalam perlakuan akuntansi c. Studi yang menggunakan model regresi memperlakukan variabel dependen pada skala interval d. Semua studi tersebut menyamakan daya prediktif ex-ante dengan diskriminasi ex-post 4. Perilaku Restrukturisasi Perusahaan Menonjolnya pengambilalihan perusahaan di seluruh dunia telah mendorong berbagai studi. Studi Marris tentang modalisme manajerial menunjukkan bahwa perusahaan yang diakuisisi adalah perusahaan yang di nilai terlalu rendah (undervalue) oleh pasar. Tipe analisis ini terutama didsarkan pada model penilaian harga saham yang berarti. Secara lebih eksplisit, parameter yang mengukur hubungan antara harga pasar saham dan faktor-faktor yang relevan harus cukup konstan. 5. Keputusan Kredit dan Peminjaman Bank Keputusan perdagangan dan pemberian pinjaman bank merupakan contoh lain peristiwa ekonomis yang dapat dijelaskan dan/atau diprediksi berdasarkan informasi akuntansi dan informasi keuangan lainnya. Ewert mengevaluasi, dengan beberapa keberhasilan, sejauh mana rasio keuangan dapat digunakan untuk membedakan piutang yang baik dan yang buruk, dimana piutang yang buruk ditmpatkan baik dalam penagihan atau penghapusan piutang tak tertagih.Keputusan dalam pemberian pinjaman oleh bank juga telah menjadi subyek penelitian empiris dan prediktif. 6. Peramalan Informasi Laporan Keuangan Karena analis sekuritas dan hampir semua lembaga peramalan memfokuskan pada lingkungan AS, akuntan manajemen dan manajer keuangan perusahaan multinasional harus mendasarkan pada upaya mereka sendiri untuk meramal earnings perusahaan lain dan menyediakan ramalan earnings mereka sendiri. Dispersi kesalahan ramalan secara umum diukur dengan mean kesalahan kuadrat/MSE sebagai berikut : MSE = 1/n (axit fxit)2 axit = nilai aktual variabel dalam periode t untuk perusahaan i fxit = nilai ramalan variabel dalam peride t untuk peusahaan i n = jumlah ramalan yang diuji Ramalan earnings penting bagi berfungsinya pasar modal yang efisien. Ramalan ini diandaikan secara khusus berguna bagi pengguna informasi akuntansi. Ramalan earnings mungkin disediakan oleh analis, manajemen atau model-model statistik. Relevansi ramalan tersebut terutama terletak pada sejauh mana akurasi mereka; investor pada khususnya dan pasar modal pada umumnya tidak akan memiliki kepercayaan pada ramalan earnings yang tidak akurat, dan konsekuensinya tidak akan menggunakannya. C. Prediksi Reaksi Pasar: Penelitian Berbasis Pasar dalam Akuntansi 1. Pasar Modal dan Akuntansi Eksternal Menurut salah satu interpretasi pendekatan prediktif, observasi terhadap reaksi pasar modal dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi dan memilih di antara berbagai alternatif

20

Resume Teori Akuntansi pengukuran akuntansi. Peranan pasar sekuritas dan informasi dalam pasar sekuritas membenarkan penggunaan prediksi reaksi pasar dalam formulasi sebuah teori akuntansi. 2. Model Pasar Efisien Secara umum diasumsikan bahwa pasar sekuritas adalah efisien. Sebuah pasar efisien yang sempurna berada dalam ekuilibrium kontinus, sedemikian sehingga nilai intrinsik sekuritas bergetar secara random dan harga pasar selalu sama dengan nilai intrinsik yang mendasarinya setiap waktu. Nilai intrinsik secara umum diakui sebagai harga yang seharusnya dan harga yang akan diberikan oleh individu lain yang memiliki informasi dan kompetensi yang sama ketika orang tersebut membuat estimasi. Berbagai definisi efisieensi pasar perlu diuji a. Menurut Fama, pasar efisien harga merefleksi sepenuhnya informasi yang tersedia dan implikasinya, harga-harga bereaksi segera dan tanpa bias tehadap informasi baru. b. Teori ekspektasi rasional, dimana ekspektasi yang benar dibentuk atas dasar semua informasi yang tersedia termasuk harga c. Beaver, membuat perbedaan antara efisiensi pasar brkaitan dengan sebuah sinyal dan sistem informasi. 3. Hipotesis Pasar Efisien Dengan mendefinisikan suatu set informasi dalam tiga cara yang berbeda, Fama membedakan tiga aras efisiensi pasar, yaitu: bentuk lemah dari hipotesis pasar efisien, menyatakan bahwa return ekspektasian ekuilibrium sepenuhnya mencerminkan sekuensi return masa lalu. bentuk semi kuat dari hipotesis pasar efisien, menyatakan bahwa return ekspektasian ekuilibrium sepenuhnya mencerminkan semua informasi yang tersedia secara publik. bentuk kuat dari hipotesis pasar efisien, menyatakan bahwa return ekspektasian ekuilibrium sepenuhnya mencerminkan semua informasi (tidak hanya informasi yang tersedia secara publik). 4. Model Penilaian Modal-Aset (Capital Asset Pricing Model/CAPM) Hipotesis pasar efisien mewajibkan penggunaan return ekspektarian dan mengandaikan bahwa sekuritas dihargai secara tepat. Sebuah teori diperlukan untuk menspesifikasi hunungan antara return ekspektasian dan harga saham individual yang di nilai. Teori tersebut adalah model penilaian modal-aset yang menghubungkan return aset dengan risiko aset. Tergantung asumsi-asumsi tertentu, CAPM menegaskan bahwa ada hubungan linier antara sekuritas individual dan risiko sistematiknya. 5. Teori Penilaian Arbitrer (Abritrary Pricing Theory/APT) APT mengandaikan bahwa return sekuritas terkait dengan angka yang tak diketahui dari faktorfaktor yang tak diketahui. Return ekspektasian suatu sekuritas secara linier terkait dengan faktor-faktor pervasif dan sekuritas, dengan sebuah intersep sama dengan tingkat bunga bebas risiko. 6. Teori Ekuilibrium Penilaian Opsi Opsi memberi hak kepada seseorang untuk membeli (opsi call atau opsi put) sejumlah saham tertentu dari perusahaan tertentu dari pembuat opsi pada harga tertentu pada saat jatuh tempo pada tanggal tertentu. 7. Model Pasar Model pasar menegaskan bahwa return masing-masing sekuritas secara linier terkait dengan return pasar. 8. Estimasi Beta Estimasi risiko sistematik atau beta sangat dibutuhkan bagi studi-studi yang menguji pengaruh informasi akuntansi terhadap pasar, dan kaitan beta dengan indikator-indikator berbasis akuntansi. Karena masalah kesalahan ekonometrik yang potensial dalam estimat model pasar, berbagai koreksi yang perlu telah diajukan. 9. Metodologi Studi Peristiwa Metodologi studi peristiwa menggunakan tanggal pengumuman sebagai hari O. Telah banyak didokumentasikan di dalam literatur studi peristiwa bahwa sebagian besar return terjadi selama periode hari 1 sampai hari +1. 10. Model Earnings Residual Dalam model diskon dividen (DDM) nilai perusahaan adalah nilai sekarang dari aliran dividen masa depan bagi pemegang saham. Burgstahler dan Dichev menyatakan bahwa nilai ekuitas sesungguhnya merupakan sebuah fungsi cembung earnings dan nilai buku, di mana fungsi tersebut tergantung pada nilai relatif earnings dan nilai buku. Rasio earnings terhadap nilai buku merupakan ukuran derajat kesuksesan. 11. Model-model Penilaian Tingkat Harga Neraca Model-model ini memfokuskan pada hubungan antara nilai ekuitas dan nilai buku. Secara umum, hubungan trsebut dinyatakan sebagai berikut : MVE = f (BVA) 12. Kandungan Informasi Earnings

21

Resume Teori Akuntansi Kandungan Informasi Earnings secara umum diuji dengan hubungan antara return sekuritas dan earnings tak terduga. Hal tersebut disimpulkan dengan signifikansi dari koefisien slope (explanatory power) dari sebuah model estimasian cross-sectional. 13. Model-model Hubungan Antara Earnings dan Returns Dua model-model hubungan antara earnings dan returns telah digunakan dalam riset. Model pertama, mendasari asosiasi antara returns dan earnings pada sebuah model penilaian buku. Model kedua, mendasari asosiasi returns dan earnings pada sebuah model penilaian earnings. 14. Evaluasi Terhadap Riset Berbasis Pasar dalam Akuntansi Menggunakan teori dan bukti yang berkenaan dengan hipotesis pasar efisien dan metodologi yang terutama disediakan oleh model penilaian modal-aset, teori portofolio, dan model pasar, pendekatan prediktif berawal dari evaluasi angka-angka dan teknik-teknik akuntansi atas dasar reaksi pasar modal. Bukti yang tersedia bagi riset berbasis pasar dalam akuntansi secara umum diklasifikasi dalam kategori sebagai berikut: a. Studi-studi kandungan informasi Perhatian studi adalah pada kontribusi informasi marjinal dari sinyal akuntansi pada penentuan perilaku return sekuritas. b. Perbedaan dalam teknik-teknik akuntansi diskresioner Perhatian studi adalah pada dampak perbedaan dan perubahan terhadap investor. . c. Konsekuensi dari regulasi Perhatian studi adalah pada pengaruh regulasi akuntansi terhadap pasar. d. Dampak terhadap bidang-bidang terkait Perhatian studi pada kontribusi riset akuntansi berbasis pasar terhadap akuntansi dan disiplin yang terkait. . D. Pendekatan Positif Bagi mereka yang mengadopsi paradigma positif antropologik/induktif, masalah pokoknya adalah a. praktik akuntansi yang berjalan, dan b. sikap manajemen terhadap praktik-praktik tersebut. Pendukung pandangan ini berargumen, secara umum, bahwa teknik tersebut dapat diturunkan dan dibenarkan atas dasar penggunaan mereka yang telah teruji atau bahwa manajemen memainkan peran sentral dalam menentukan teknik-teknik yang akan diimplementasikan. 1. Informasi-Ekonomika Paradigma informasi/ekonomisa menarik pengetahuannya dari berbagai disiplin, termasuk: a. Model teori keputusan (decision-theory model), menyajikan sebuah rerangka kerja bagi penentuan nilai sebuah perubahan dalam sebuah sistem informasi sebagai selisih antara hasil ekspektasian dari dua sistem alternatif. b. Model teori sindikat (syndicate-theory model), meliputi perusahaan multiperson yang secara bersama-sama memilih seperangkat tindakan dalam sebuah aturan bersama untuk menghasilkan hasil yang tidak pasti. c. Model evaluasi informasional pembuat keputusan (informational-evaluation-desicion-maker model), tetap mempertahankan karakteristik multiperson dan memasukan pemilik atau penilai informasi yang menyerahkan pilihan tindakan pada satu atau lebih agen. d. Model teori tim (team-theory model), mencakup sebuah konteks multiperson dan sebuah aturan bersama sebagaimana pada teori sindikat. Individu diasumsikan akan bertindak untuk mementingkan diri mereka sendiri dengan menggunakan informasi yang tersedia hanya bagi mereka, dan tetap mempertahankan kemakmuran tim dalam pikiran mereka. e. Model pernyataan permintaan (demand-relevation model), mirip dengan model teori tim dengan suatu isu tambahan tentang bagaimana mendorong agen untuk membuka rahasia informasi privat mereka secara jujur dan menggunakannya untuk memaksimunkan profit organisasi. 2. Paradigma Analitis-Agensi Dua tipe paradigma mencirikan paradigma agensi, yaitu paradigma analitis atau prinsipal agen, yang pada dasarnya bersifat matematis, dan paradigma positif-agensi, yang pada dasarnya bersifat empiris. Terdapat ketegangan di antara kedua paradigma. Paradigma analitis-agensi berakar dari berbagai contoh yang disediakan oleh Coase yang merupakan makalah terkenal, yang pertama kali mengacu pada sifat perusahaan dan hubungan antara prinsipal dan agen. 3. Perataan Income/Hipotesis Manajemen Earnings a. Sifat perataan income Perataan income dapat dipandang sebagai upaya yang secara sengaja dimaksudkan untuk menormalkan income dalam rangka mencapai kecenderungan atau tingkat yang diinginkan. b. Motivasi perataan Heyworth mengklaim bahwa motivasi dibalik perataan meliputi peningkatan hubungan dengan kreditor, investor dan karyawan, dan juga pengurangan siklus bisnis melalui proses psikologis. c. Dimensi-dimensi perataan 22

Resume Teori Akuntansi Dimensi perataan pada dasarnya merupakan cara untuk mencapai perataan angka income. 4. Teori Akuntansi Positif Tujuan utama pendekatan akuntansi positif adalah untuk menjelaskan dan memprediksi pilihan standar oleh manajemen dengan menganalisis biaya dan manfaat ungkapan keuangan tertentu dalam hubungannya dengan berbagai individu dan alokasi sumber daya dalam perekonomian. Dalam kenyataannya, cita-cita utama pendekatan positif adalah untuk mengembangkan hipotesis tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dunia praktik akuntansi dan untuk menguji validitas hipotesis tersebut secara empiris: a. untuk meningkatkan reliabilitas prediksi berdasarkan serangkaian angka akuntansi rataan yang diobservasi sepanjang tren yang dipandang terbaik atau normal oleh manajemen, b. untuk mengurangi ketidakpastian yang diakibatkan oleh fluktuasi angka income secara umum dan pengurangan risiko sistematik secara khusus dengan mengurangi kovariansi return perusahaan dengan return pasar. Masalah utama dalam teori positif adalah untuk menentukan bagaimana prosedur akuntansi mempengaruhi aliran kas dan, dengan demikian, utilitas manajemen, fungsi untuk memperoleh pencerahan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan manajer atas prosedur akuntansi. Resolusi terhadap masalah tersebut dipandu oleh asumsi teoritis sebagai berikut: a. teori agensi mungkin telah memulai dengan menekankan pada kontrak sukarela yang muncul di antara berbagai pihak organisasional sebagai solusi yang efisien terhadap konflik-konflik kepentingan ini. b. teori kos perjanjian (contracting cost theory) memandang peranan informasi akuntansi sebagai alat pemantauan dan pemaksaan kontrak-kontrak ini untuk mengurangi biaya keagenan dari konflik kepentingan tertentu. 5. Evaluasi Terhadap Pendekatan Positif Pendekatan positif berusaha untuk menentukan berbagai faktor yang mungkin mempengaruhi faktor-faktor rasional dalam bidang akuntansi. Secar mendasar pendekatan tersebut berusaha untuk menentukan sebuah teori yang menjelaskan fenomena observasian. Secara umum dibedakan dari pendekatan normatif, yang berusaha untuk menentukan sebuah teori yang menjelaskan apa yang seharusnya dan bukan apa yang sesungguhnya. Pendekatan positif tampak menghasilkan optimisme yang besar diantara para pendukungnya. E. Status Paradigmatik Akuntansi 1. Evolusi atau Revolusi dalam Akuntansi Kemajuan dalam akuntansi akan terjadi melalui akumulasi gagasan-gagasan atau evolusi. Pandangan seperti itu mensyaratkan penerimaan sebagian besar pendekatan yang diusulkan sebagai penyumbang potensial bagi sebuah teori akuntansi yang final, terpadu, atau komprehensif. Namun begitu, pandangan yang kuat dan lebih logis, adalah bahwa akuntansi seperti sebagian besar ilmu sosial dan ilmu alami, mencapai kemajuan melalui revolusi, bukan evolusi. Model revolusi kuhn berisi langkah-langkah berikut : a. Sebuah sains pada setiap waktu didominasi oleh sebuah paradigma tertentu b. Sains tersebut berjalan melalui sebuah periode akumulasi pengetahuan, dimanaselama itu para periset bekerja atas dasar dan mengembangkan paradigma yang dominan tersebut, selama periode ini, dikenal melalui sebuah sains normal c. Anomali yang tidak dapat dijelaskan oleh paradigma yang mungkin muncul d. Sebuah tahap kritis dicapai, dimulai dengan suatu pencarian bagi paradigma baru dan diakhiri dengan sebuah revolusi dan penendangan paradigma yang dominan trsebut oleh sebuah paradigma baru yang menguasai 2. Akuntansi: Sebuah Sains Multiparadigmatik Akuntansi adalah sebuah sains multiparadigmatik, yang masing-masing bersaing untuk menguasai disiplin akuntansi. Sebuah pengujian terhadap literatur akuntansi yang ada memungkinkan kita untuk mengidentifikasi paradigma akuntansi berikut: a. Paradigma antropologis, yang menspesifikasi praktik akuntansi sebagai domain akuntansi, b. Paradigma perilaku pasar, yang menspesifikasi reaksi pasar modal sebagai domain akuntansi, c. Paradigma peristiwa ekonomis, yang menspesifikasi prediksi peristiwa-peristiwa ekonomis sebagai domain akuntansi, d. Paradigma proses keputusan, yang menspesifikasi teori keputusan dan proses keputusan individu sebagai domain akuntansi, e. Paradigma income ideal, yang menspesifikasi pengukuran kinerja sebagai domain akuntansi, f. Paradigma ekonomika informasi, yang menspesifikasi evaluasi informasi sebagai domain akuntansi, g. Paradigma perilaku pengguna, yang menspesifikasi perilaku penerima informasi sebagai domain akuntansi.

23

Resume Teori Akuntansi BAB XII AKUNTANSI NILAI SEKARANG (CURRENT VALUE) Secara mendasar ada empat kelompok pemikiran yang terkait dengan pengukuran income bisnis yang lebih baik yakni : (1) Mazhab klasik, (2) Mazhab neoklasik, (3) Mazhab radikal dengan akuntansi nilai sekarang dan (4) Mazhab radikal dengan akuntansi nilai sekarang disesuaikan level harga umum. A. Relevansi Konsep Income Income secara umum merupakan (1) dasar untuk perpajakan, (2) penentuan kebijakan deviden, (3) petunjuk investasi dan pembuatan keputusan (4) elemen prediksi dan (5) ukuran efisiensi. Sebagai kesimpulan, income mempunyai peran untuk bermain dalam bebagai area, tetapi kegunaannya menjadi subyek atas sejumlah keterbatasan. Perataan Income dimotivasi oleh keandalan prediksipada income dan pengurangan resiko yang terkait pada angka-angka akuntansi. Terdapat tiga dimensi perataan yakni : 1. Perataan melalui keterjadian dan atau pengakuan kejadian 2. Perataan melalui alokasi terhadap waktu 3. Perataan melalui klasifikasi B. Konsep Income Akuntansi Tradisional 1. Deskripsi Income Akuntansi Income akuntansi secara operasional didefinisi sebagai perbedaan antara revenue realisasi yang berasal dari transaksi suatu periode dan berhubungan dengan kos hitoris. Definisi ini menunjukkan lima karakteristik income akuntansi : a. Income akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang diadakan oleh perusahaan b. Income akuntansi didasarkan pada periode postulat dan merujuk kinerja perusahaan pada suatu periode tertentu c. Income akuntansi didasarkan pada prinsip revenue dan memerlukan definisi, pengukuran dan pengakuan revenue d. Income akuntansi meminta pengukuran biaya dalam hal kos historis bagi perusahaan e. Income akuntansi meminta bahwa revenue realisasi pada suatu periode dikaitkan dengan kos relevan yang layak atau sesuai. 2. Keuntungan Income Akuntansi income memiliki daya tahan pengujian waktu. income akuntansi diukur dan dilaporkan secara obyektif dan kemudian secara mendasar dapat diverifikasi. income akuntansi memenuhi kriteria konservatif berdasar prinsip realisasi berguna untuk tujuan pengendalian, terutama pelaporan tentang penggunaaan sumber daya oleh manajemen. 3. Kerugian Income Akuntansi Secara mendasar kritik income akuntansi, mempertanyakan relevansi pembuatan keputusan, yakni : income akuntansi gagal untuk mengakui unrealized peningkatan asset dengan penerapan kos hitoris dan prinsip realisasi. ketergantungan income pada kos hitoris menyulitkan pembandingan. ketergantungan income pada kos hitoris,prinsip realisasi dan konservatisme menyebabkan data yang menyesatkan, irrelevant dan menyesatkan. C. Sifat Konsep Income Ekonomi Konsep income klasik mendefinisikan income sebagai peningkatan dalam kesejahteraan. Sedangkan pada awal abad 20, definisi income ekonomi sebagai serangkaian kejadian yang berhubungan dengan kondisi yang berbeda; income batin, income sesungguhnya dan income uang. Sedangkan Lindahl memperkenalkan konsep income sebagai kepentingan dengan merujuk pada apresiasi atas barang modal yang berlanjut sepanjang waktu. Interprstasi yang paling diterima adalah pemeliharaan modal yang menurut Hicks adalah jumlah maksimum yang dapat dikonsumsi dalam periode tertentu dan tetap memelihara keutuhan modal. D. Konsep Pemeliharaan Modal Konsep ini berimplikasi bahwa income diakui setelah modal dipelihara atau kos telah dipulihkan. Ada empat konsep pemeliharaan modal : 1. Pemeliharaan uang (money maintenance) modal keuangan yang diinvestasikan atau diinvestasikan kembali oleh pemilik dipertahankan 2. Pemeliharaan daya beli umum uang (general purchasing power money maintenance) daya beli modal keuangan yang diinvestasikan atau diinvestasikan kembali oleh pemilik dipertahankan 3. Pemeliharaan kapasitas produktif (productive capacity maintenance) kapasitas produksi fisik dipelihara

24

Resume Teori Akuntansi

4. Pemeliharaan kapasitas produktif daya beli umum (general purchasing power,productivecapacity maintenance) pemeliharaan kapasitas produksi fisik perusahaan yang diukur dalam daya beli unit yang sama E. Konsep Nilai Sekarang Konsep pemeliharaan kapasitas produktif menghendaki asset dan utang perusahaan disajikan dalam nilai sekarang. Nilai sekarang dapat dihitung dengan dasar : 1. Kapitalisasi Menghitungnya adalah jumlah diskonto aliran kas harapan yang terkait dengan asset, kelompok asset atau total aset selama umur manfaatnya. Metode kapitalisasi atau nilai tunai dapat dinyatakan sebagai berikut : Vok = (Rj / (I+i)j) P1 = (Rj / (I+i)j-1) dan I1 = (P1-P0) + Rj Dimana : Po = nilai kapitalisasi/ nilai tunai pada waktu 0 I1 = income untuk tahun pertama Rj = aliran kas bersih harapan dalam periode j i = tingkat diskonto yang layak n = umur aset yang masih tersisa Income ekonomi merefleksikan harapan tentang aliran kas masa depan dengan mengetahui dengan pasti semua variabel yang relevan. Sedangkan tingkat diskonto yang layak digunakan untuk menghitung nilai kapitalisasi adalah : a. tingkat diskonto historis b. tingkat diskonto sekarang c. tingkat diskonto ekspektasian rata-rata d. biaya modal rata-rata tertimbang e. tingkat pinjaman tambahan Metode nilai kapitalisasi dianggap bermanfaat untuk berbagai keputusan operasi jangka panjang seperti penganggaran modal dan pengembangan produk. Nilai kapitalisasi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang juga digunakan dalam laporan keuangan. Dari sudut pandang konseptual, nilai kapitalisasi memiliki kelemahan karena : a. Kurangnya penyesuaian yang memadai untuk preferensi risiko semua pemakai b. Mengabaikan kontribusi faktor-faktor selain aset fisik terhadap aliran kas c. Kesulitan mengalokasikan aliran kas total ke faktor-faktor terpisah yang memberi kontribusi dan d. Fakta bahwa nilai tunai atas aset fisik yang digunakan secar bersama dalam operasi tidak dapat ditambahkan bersama-sama untuk mendapatkan nilai perusahaan 2. Harga Beli Sekarang (Current Entry Price) Interprestasi harga beli sekarang Harga beli sekarang menunjukkan jumlah kas atau uang lainnya yang diprlukan untuk mendapatkan aset yang sama atau ekivalen. Interprestasi harga beli sakarang yang digunakan adalah sbb; berhubungan dengan kos a. kos pengganti (replacement cost) pengganti atau reproduksi b. kos reproduksi (reproduction cost) aset yang dimiliki c. kos pengganti terpakai (replacement cost-used) Akuntansi untuk keuntungan dan kerugian penyimpanan (holding gains and losses) Keuntungan dan kerugian penyimpanan dapat dibagi menjadi 2 elemen : a. keuntungan dan kerugian penyimpanan yang terealisasi sehubungan dengan item-item yang terjual atau pembebasan utang, dan b. keuntungan dan kerugian penyimpanan yang tidak terealisasi sehubungan dengan item-item yang masih dimiliki atau utang yang ada pada akhir periode. Keuntungan dan kerugian penyimpanan dapat diklasifikasikan sebagai ; income dan penyesuaian modal (capital adjustment). Keuntungan utama dari akuntansi berbasis harga beli sekarang diakibatkan oleh perincian dan pemisahan income nilai sekarang ke dalam profit operasi sekarang dan keuntungan dan kerugian penyimpanan karena pemisahan tersebut: a. bermanfaat untuk menilai kinerja manajer dimasa lampau. b. bermanfaat untuk pengambilan keputusan. c. laba operasi sekarang berhubungan dengan income yang memberikan kontribusi pada pemeliharaan kapasitas produksi fisik. d. metode harga beli sekarang memungkinkan dibuatnya pemisahan antara keuntungan dan kerugian yang terealisasi dengan yang tidak terealisasi. Kekurangan dari sistem harga beli sekarang yakni tidak mencatat perubahan dalam level harga umum dan keuntungan dan kerugian penyimpanan aset dan utang nonmoneter. Selain itu ada kesulitan untuk menspesifikasikan secara benar apa yang dimaksud harga beli sekarang. 3. Harga Jual Sekarang (Current Exit Price) Interprestasi harga jual sekarang 25

Resume Teori Akuntansi Harga jual sekarang menunjukkan jumlah kas dari aset yang dijual atau utang yang dibiayai kembali. Harga jual sekarang secara umum disetujui berhubungan dengan (1) harga jual dalam kondisi biasa bukan pada kondisi likuidasi dan (2) harga jual pada saat pengukuran. Dalam kasus penyesuaian terhadap harga jual masa mendatang menjadi perhatian, konsep harga jual harapan atau nilai buku yang dapat direalisasi digunakan sebagai pengganti. Menurut pendekatan harga jual sekarang, semua aset dan utang direvaluasi pada nilai buku yang dapat direalisasi. Keuntungan penggunaan akuntansi berbasis harga jual sekarang: (1) harga jual sekarang dan nilai kapitaliasasi aset menyediakan ukuran yang berbeda dari konsep ekonomi oppurtunity cost, (2) harga jual sekarang memberikan informasi yang relevan dan perlu untuk mengevaluasi penyesuaian dan likuiditas keuangan perusahaan, (3) harga jual sekarang memberikan petunjuk yang lebih baik untuk evaluasi manajer dalam funsi kepelayanannya karena hal tersebut merefleksikan pengorbanan sekarang dan pilihan lainnya, (4) penggunaan harga jual sekarang mengeliminasi perlunya kos secara arbiter dengan dasar estimasi masa manfaat aset, dan (5) kelayakan laporan keuangan berbasis harga jual sekarang menjadi lebih diterima. Kekurangannya (1) hanya relevan untuk aset yang diharapkan dijual dengan harga pasar tertentu, (2) tidak relevan untuk aset yang perusahaan untuk menggunakannya (3) penilaian aset dan utang tertentu pada harga jual sekarang belum terselesaikan secara memadai (4) pengabaian prinsip realisasi pada saat penjualan dan konsekuensi asumsi likuidasi berlawanan dengan asumsi going concern, dan (5) sistem berbasis harga jual sekarng tidak mencatat perubahan dalam level harga umum. 4. Interpretasi Lain dari Nilai Sekarang Usulan lain dalam implementasi akuntansi nilai sekarang antara lain : a. Aset esensial versus nonesensial Aset essensial ditentukan dengan dasar peran harapan atas aset tertentu dalam operasi entitas untuk waktu mendatang segera yang dapat diduga yaitu, pada umumnya, penggunaannya yang terus menerus atau penghentian. Aset non esensial dinilai pada harga jual sekarang, aset esensial dinilai pada harga beli sekarang. Perbedaan antara aset esensial dan nonesensial menunjukkan modifikasi sistem berbasis harga beli sekarang untuk merefleksikan realitas ekonomi. Dengan kata lain harga jual adalah alternatif yang disukai untuk aset tanpa penggunaan dimasa mendatang. b. Nilainya bagi perusahaan Beberapa pengembangan yang diperlukan untuk perubahan dalam hukum perusahaan (The Sandilands Report): 1) Unit ukuran yang sama seharusnya digunakan untuk semua pemakai 2) Laba operasi seharusnya diungkapkan secara terpisah dari keuntungan dan kerugian penyimpanan 3) Laporan keuangan seharusnya meliputi informasi yang relevan untuk menilai likuiditas perusahaan Rekomendasi dari Sandilas report adalah penggunaan nilai bagi perusahaan sebagai dasar penilaian. Juga direkomendasikan semua keuntungan dan kerugian penyimpanan dijualkan dari laba kos sekarang. c. Usulan Kos pengganti oleh SEC Kos pengganti didefinisikan sebagai jumlah terendah yang seharusnya dibayarkan pada pelaksanaan bisnis normal untuk mendapatkan sebuah peralatan operasi baru pada kapasitas produktif. Tujuan aturan SEC dalam regulasi 210.3-17 yakni pertma untuk menyediakan informasi bagi investor dalam memahami kos sekarang daripada kos historis dalam laporan keuangan. Kedua, menyediakan informasi yang akan memungkinkan investor untuk menentukan kos sekarang persediaan dan kapasitas produktif sebagai ukuran investasi ekonomi sekarang dalam aset yang terdapat di neraca. d. Kombinasi Nilai Pendekatan kombianasi nilai menghindari beberapa kelemahan harga jual sekarang, harga beli sekarang dan metode kapitalisasi. Secara spesifik, disarankan nilai-nilai sebagai berikut : 1. Aset moneter sehausnya ditunjukkan pada diskontoan aliran kas, kecuali pada item jangka pendek 2. Surat berharga seharusnya dinilai pada nilai sekarang dengan penyesuaian untuk kos penjualan 3. Secara umum item persediaan seharusnya dinilai pada harga beli sekarang 4. Secara normal, investasi antar perusahaan jangka panjang seharusnya dinilai pada harga beli sekarang 5. Aset tetap secara normal dinilai pada harga pengganti baru (dikurangi penyusutan yang diterapkan dengan dasar estimasi masa manfaat aset yang dimiliki) 6. Secara umum, nilai aset tidak berwujud dinilai pada nilai sekarang 7. Utang seharusnya ditunjukkan pada nilai diskontoan pembayaran dimasa mendatang, kecuali untuk item jangka pendek. e. Konsep Income Bisnis Income bisnis berbeda dari income akuntansi dalam dua hal yakni (1) income bisnis didasarkan pada penilaian kos pengganti dan (2) Income bisnis hanya mengakui keuntungan yang diperoleh selama periode. Secara lebih spesifik, income bisnis terdiri dari (1) laba operasi sekarang (2)

26

Resume Teori Akuntansi keuntungan realisasi penyimpanan dan (3) keuntungan dan kerugian penyimpanan yang dipeoleh dalam suatu periode. BAB XIII AKUNTANSI TINGKAT HARGA UMUM (GENERAL PRICE-LEVEL ACCOUNTING) Akuntansi tingkat harga umum mencerminkan perubahan pada tingkat harga umum. Pada bab ini akan dianalisa ciri-ciri konseptual dan operasional dari informasi tingkat harga umum dan makna dari penyediaan informasi tersebut. A. Pernyataan Kembali Tingkat Harga Umum dari Laporan Keuangan Kos Hitoris Akuntansi kos historis mengasumsikan bahwa unit moneter stabil atau perubahan tidak material. Tetapi pada kenyataannya terjadi inflasi dan penurunan daya beli. Adanya hubungan terbalik yakni ketika terjadi kenaikan harga (inflasi) maka akan terjadi penurunan daya beli dan ketika terjadi penurunan harga (deflasi) maka akan meningkatkan daya beli. Karena akuntansi kos tidak mengakui perubahan daya beli uang maka neraca berisi aset dan utang yang berbeda-beda akibat tanggal yang berbeda-beda. Akuntansi tingkat harga umum mengoreksi keadaan ini. Peubahan daya beli uang diukur dengan alat angka indeks. Indeks harga adalah rasio rata-rata sekelompok barang atau jasa pada tanggal tertentu dengan rata-rata sekelompok barang atau jasa pada tanggal teterntu lainnya, yang disebut dengan tahun dasar dengan indeks 100. B. Penyesuaian Item-item Spesifik Akibat Perubahan Tingkat Harga Umum 1. Perlakuan Item-item Moneter Penghitungan gain atau loss tingkat harga umum Akibat perubahan tingkat harga terjadi gain atau loss. Secara lebih spesifik, pada saat harga naik maka terjadi: a. Lose daya beli dari aset moneter, diakui sebagai loss tingkat harga umum b. Gain daya beli dari kewajiban moneter, diakui sebagai gain tingkat harga umum Selama periode penurunan harga-harga maka terjadi : a. Gain daya beli dari aset moneter, diakui sebagai gain tingkat harga umum b. Lose daya beli dari kewajiban moneter, diakui sebagai loss tingkat harga umum Gain atau loss tingkat harga umum dihitung dengan : a. Menghitung posisi aset moneter neto pada awal periode. b. Menyatakan kembali posisi aset moneter neto pada awal periode menurut daya beli uang pada akhir periode. c. Menyatakan kembali seluruh penerimaan monete pada tahun tersebut dengan dasar suatu akhir tahun tersebut dengan dasar suatu akhir tahun tertentu dan tambahkan hasil yang diperoleh langkah 2 d. Menyatakan kembali seluruh pembayaran moneter pada tahun tersebut dengan dasar suatu akhir tertentu dan kurangkan dengan hasil dari langkah 3 e. Kurangi aset moneter neto aktual pada akhir periode dari perhitungan aset moneter neto pada akhir periode yang diperoleh dari langkah 4 Perlakuan gain atau loss tingkat harga umum Beberapa pendekatan yang diusulkan untuk gain tingkat harga umum dan loss tingkat harga umum antara lain: a. Gain dan loss tingkat harga umum seharusnya termasuk dalam income kini b. Hanya loss tingkat harga umum yang dimasukkan dalam income kini, sedangkan gain tingkat harga umum diperlakukan sebagai item modal c. Baik gain maupun loss tingkat harga umum dimasukkan sebagai item modal d. Baik gain maupun loss tingkat harga umum seharusnya termasuk dalam income kini, kecuali gain atau loss untuk utang jangka panjang e. Semua gains dan losses tingkat harga umum seharusnya masuk dalam income kini , kecuali gain dan loss dari timbulnya item-item moneter dari pemegang saham 2. Perlakuan Item-item Nonmoneter dan Ekuitas Pemegang Saham Item-item nonmoneter dinyatakan kembali menurut daya beli umum kini dengan menggandakan kos item yang dilaporkan pada laporan keuangan berbasis kos historis dengan faktor konversi berikut Indeks Tahun Kini / Indeks ketika item Nonmoneter Diperoleh Sedangkan pernyataan kembali ekuitas pemegang saham kecuali laba ditahan, serupa degan pernyataan kembali item-item nonmoneter . modal yang diinvestasikan mula-mula dikalikan faktor konversi sebagai berikut : Indeks Tahun kini / Indeks Ketika Modal Diinvestasikan

27

Resume Teori Akuntansi C. Perbedaan Moneter-Nonmoneter Pembedaan ini penting, karena item-item nonmoneter harus ditranslasikan ke nilai uang dengan daya beli yang sama pada akhie periode berjalan. Sebaliknya item-iten\m nonmoneter telah dinyatakan dalam nilai uang pada akhir periode berjalan dan gain dan lose daya beli sebagai hasil perubahan dalam tingkat harga umum. Karena perubahan kondisi harga suatu item moneter menjadi tidak tetap secara permanen. Seperti item-item yang ditunjukkan sebagai berikut : 1. Saham-saham istimewa diklasifikasikan sebagai item-item nonmoneter 2. pajak-pajak tangguhan (deffered income taxes) diklasifikasikan sebagai item-item nonmoneter 3. mata uang asing yang dipegang, diklaim sebagai mata uang asing dan utang obligasi dalam mata uang asing diinterprestasikan sebagai item moneter maupun nonmoneter 4. utang jangka panjang dalam mata uang asing juga dapat diinterprestasikan sebagai aktiva moneter dan nonmoneter 5. utang yang dapat dikonversi dianggap mempunyai karakteristik moneter dan nonmoneter D. Indeks-indeks Tingkat Harga Indeks tingkat harga membandingkan perubahan harga umum atau khusus pada satu peiode dengan periode lainnya. Suatu indeks tingkat harga umum dapat didefinisi sebagai suatu serial pengukuran hubungan antara rata-rata harga sekelompok barang dan jasa pada suatu rangkaian tanggal dengan rata-rata harga sekelompok barang dan jasa serupa pada suatu tanggal tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam prosentase. 1. Rumus Indeks a. Rumus Laspeyres pnq0 I = p0q0 b. Rumus Paasche I = c. Rumus terbobot tetap I = d. Rumus Fischer I =
p q p q

n0 0n na 0a

p q p q

p q p q

n n 0 n

p q p q

n a 0 a

Dimana , p = harga komoditas atau jasa q = kuantitas komoditas atau jasa p q 0 0 = harga dan kuantitas komoditas pada periode dasar p q n n = harga dan kuantitas komoditas pada periode berjalan p q a a = harga dan kuantitas komoditas pada beberapa rata-rata periode 2. Pemilihan Indeks Tingkat Harga Umum Akuntansi tingkat harga umum menggunakan suatu faktor konversi yang didasarkan pada perubahan tingkat harga umum untuk mengubah uang pada suatu tanggal menjadi jumlah uang yang mempunyai daya beli sama pada tanggal yang lain. Konsep daya beli umum menyatakan penggunaan suatu indeks tingkat harga umum. Indeks tersebut antara lain : a. Indeks Harga Konsumen b. Indeks Harga Pedagang Pesar c. Indeks Kos-Konstruksi Gabungan d. Deflator Harga Implisit PNB Dua indeks yang paling sering digunakan adalah indeks harga konsumen dan deflator harga implisit. E. Evaluasi Akuntansi Tingkat Harga Umum Kontroversi mengenai relevansi akuntansi tingkat harga umum terus berlanjut. Beberapa alasan yang mendukung dan menolak akan disajikan sebagai berikut : 1. Alasan Yang mendukung Akuntansi Tingkat harga Umum Pertama, laporan keuangan yang tidak disesuaikan dengan perubahan tingkat harga umum, akan terdiri dari berbagai jenis aset dan klaim, yang disajikan dalam nilai uang dengan daya beli yang berbeda. Kedua, akuntansi kos historis konvensional tidak mengukur income secara memadai akibat penandingan nilai uang dari besar (size) yang berbeda pada laporan laba rugi. Ketiga, akuntansi tingkat harga umum relatif mudah untuk diterapkan. Akuntansi ini hanya menggunakan rubber dollar dengan dated dollar.

28

Resume Teori Akuntansi Keempat, akuntansi tingkat harga umum memberikan informasi yang relevan untuk digunakan bagi manajemen dan untuk dievaluasi. Kelima , akuntansi tingkat harga umum menunjukkan dampak inflasi umum pada profit dan memberikan tingkat kembalian investasi yang lebih realistis.

2. Alasan Yang Menolak Akuntansi Tingkat harga Umum Pertama, sebagian besar studi-studi empiris menunujukkan bahwa relevansi informasi tingkat harga umum itu lemah atau tidak berterima. Kedua, perubahan tingkat harga umum hanya menjelaskan perubahan pada tingkat harga umum dan tidak menjelaskan perubahan pada tingkat harga spesifik Ketiga, dampak inflasi akan berbeda bagi setiap perusahaan Keempat, kos untuk menerapkan akuntansi tingkat harga umum melebihi keuntungannya Kelima, beberapa masalah teknis yang menghadang antara lain : a. Masalah pemilihan indeks tingkat harga umum yang memadai b. Masalah kebutuhan aset-aset dan kewajiban yang diidentifikasikan sebagai item-item moneter dan nonmoneter. c. Masalah penerapan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dalam akuntansi konvensional. BAB XIV PENILAIAN ASET DAN MODEL PENENTUAN INCOME ALTERNATIF A. Sifat Perbedaan Perbedaan Perbedaan diantara alternatif penilaian aset dan modal penentuan income berasal dari perbedaan atribut yang diukur dan unit ukuran yang digunakan . 1. Atribut-atribut yang diukur Definisi dari 4 atribut yang diukur: a. Kos Historis merujuk pada jumlah kas dan ekuivalen kas yang dibayarkan untuk memperoleh aset, atau jumlah utang ekuivalen kas. b. Kos pengganti merujuk pada jumlah kas dan ekuivalen kas yang seharusnya dibayarkan untuk memperoleh aset yang sama atau ekuivalen sekarang, atau yang akan diterima untuk terjadinya utang yang sama sekarang. c. Nilai buku yang dapat direalisasi merujuk pada jumlah kas dan ekuivalen kas yang akan diperoleh dengan menjual aset sekarang, atau yang akan dibayarkan untuk menebus utang sekarang. d. Nilai tunai atau kapitalisasi merujuk pada nilai tunai aliran kas bersih yang diharapkan diterima dari penggunaan aset, atau aliran ke luar bersih yang diharapkan dibayarkan untuk menebus utang. Atribut-atribut di atas dapat diklasifikasikan dengan 3 cara: a. Ukuran-ukuran tersebut diklasifikasi sesuai dengan apakah mereka memfokuskan pada masa lalu, sekarang, atau masa depan. b. Ukuran-ukuran tersebut diklasifikasi sesuai dengan macam transaksi empat atribut tersebut diturunkan. c. Klasifikasi ketiga terkait dengan sifat kejadian yang menjadi asal ukuran. 2. Unit unit ukuran Pengukuran akutansi keuangan dapat dibuat dalam dua unit ukuran yaitu: a. Unit uang b. Unit daya beli umum. Demikian pula setiap atribut yang telah kita definisi dapat diukur baik dalam unit uang atau unit daya beli umum. B. Dasar Perbandingan dan Evaluasi Meskipun secara teoritis dianggap sebagai model akuntansi terbaik , model nilai tunai tidak dimasukkan dalam perbandingan dan evaluasi yang kita lakukan karena pengakuan mereka atas kurang dapat dipraktikkannya model tersebut . Pertama ,nilai tunai memerlukan estimasi penerimaan kas bersih dimasa mendatang dan waktu penerimaannya, demikian juga dalam hal pemilihan tingkat diskon yang layak. Kedua, ketika diterapkan pada penilaian aset individual, model ini memerlukan alokasi arbitrer atas estimasi penerimaan kas bersih masa mendatang dan waktu penerimannya, sebagaimana pemilihan tingkat diskon yang layak . Ketiga, ketika diterapkan pada penilaian individual model nilai tunai memerlukan alokasi arbitrer atas estimasi penerimaan kas bersih masa mendatang diantara aset individual. Karena adanya kesenjangan objektivitas, model nilai tunai secara besarbesaran telah ditolak sebagai tidak praktis. 1. Kesalahan Waktu ( Time Errors ) Kriteria untuk menentukan atribut-atribut dari elemen-elemen laporan keuangan yang seharusnya diukur dalam akuntansi keuangan adalah jenis atribut yang menghindari kesalahan waktu. 29

Resume Teori Akuntansi 2. Kesalahan Unit Pengukuran Kriteria untuk menentukan apa unit ukuran yang seharusnya diterapkan untuk atribut-atribut elemenelemen laporan keuangan seharusnya adalah jenis ukuran yang telah yang menghindari kesalahan unit pengukuran. 3. Interpretability Agar model akuntansi dapat diinterpretasikan, model tersebut harus diletakkan dalam laporan jika...maka... Karena kita memiliki dua kemungkinan unit ukuran, interpretasi model akuntansi menurut definisinya , akan berupa salah satu dari berikut ini : a. Jika model akuntansi mengukur berbagai atribut dalam unit dalam unit uang, maka hasilnya dapat dinyatakan dalam jumlah dolar ( NOD ) atau dolar ganjil ( NOOD ). b. Jika model akuntansi mengukur kos historis dalam unit daya beli umum maka hasilnya tetap dinyatakan dalam jumlah dolar ( NOD ). c. Jika model akuntansi mengukur nilai sekarang dalam unit daya beli umum, maka hasilnya dinyatakan dalam command of good ( COG ) atau command of good in general ( COGG ). 4. Relevansi Karena model keputusan tidak tersedia atau tidak secara baik terspesifikasi, relevansi memfokuskan pada apa yang seharusnya diukur. Permasalahannya adalah menentukan apakah NOD atau COG merupakan ukuran yang relevan . Dari sudut pandang normatif , jawabannya adalah jelas . Karena COG memgekspresikan perubahan dalam level harga umum maupun khusus, maka COG dianggap sebagai atribut yang paling relevan . Jadi COG dapat didefinisi , dalam terminologi pasar input sebagai kos pengganti disesusikan level harga atau dalam terminologi output sebagai nilai buku yang dapat direalisasi disesuaikan level harga . C. Ilustrasi Model-Model Akuntansi yang berbeda 1. Model Akuntansi Alternatif yang Dinyatakan dalam Unit Uang Untuk menggambarkan dan membatasi hanya pada perbedaan waktu , pertama kita akan menyajikan model akuntansi alternatif yang tidak merefleksikan perubahan level harga umum . Model model tersebut adalah : a. Akuntansi kos historis Akuntansi kos historis atau akuntansi konvensional , terutama dikarakteristikan oleh : 1) Penggunaan kos historis sebagai atribut elemen-elemen laporan keuangan 2) Asumsi unit moneter stabil 3) Prinsip penandingan 4) Prinsip realisasi b. Akuntansi kos pengganti Akuntansi kos Pengganti sebagai kasus tertentu dari akuntansi berbasis harga beli sekarang , terutama dikarakteristikan oleh : 1) Menggunakan kos pengganti sebagai atribut elemen elemen laporan keuangan 2) Asumsi unit moneter stabil 3) Prinsip realisasi 4) Dikotomi antara income operasi dan keuntungan dan kerugian penyimpanan 5) Dikotomi antara keuntungan dan kerugian penyimpanan yang terealisasi dan tidak terealisasi. c. Akuntansi Nilai buku yang dapat direalisasi Akuntansi nilai buku yang dapat direalisasi, sebagai kasus tertentu dari akuntansi berbasis harga jual sekarang , terutama dikarakteristikan oleh : 1) Menggunakan nilai buku yang dapat direalisasi sebagai atribut elemen elemen laporan keuangan 2) Asumsi unit moneter stabil 3) Mengabaikan prinsip realisasi 4) Dikotomi income operasi dan keuntungan dan kerugian penyimpangan 2. Model Akuntansi Alternatif yang Dinyatakan dalam Unit daya Beli Umum Untuk mengilustrasikan kesalahan waktu dan pengukuran, model akuntansi yang menggambarkan perubahan dalam level harga umum adalah sebagai berikut : a. Akuntansi kos historis, akuntansi level harga umum yang disesuaikan Akuntansi kos historis, level harga umum disesuaikan terutama dikarakteristik oleh : 1) penggunaan kos historis sebagai atribut elemen-elemen laporan keuangan 2) penggunaan daya beli umum sebagai unit ukuran 3) prinsip penandingan, dan 4) prinsip realisasi b. Akuntansi Kos Pengganti disesuaikan level harga umum Akuntansi Kos Pengganti disesuaikan level harga umum terutama dikarakteristik oleh : 1) penggunaan kos pengganti sebagai atribut elemen-elemen laporan keuangan 2) penggunaan daya beli umum sebagai unit ukuran 3) prinsip realisasi 4) dikotomi antara income operasi dan keuntungan dan kerugian penyimpanan sesungguhnya yang terealisasi, dan 5) dikotomi keuntungan dan kerugian penyimpanan sesungguhnya yang terealisasi dan tidak terealisasi. 30

Resume Teori Akuntansi c. Akuntansi nilai buku yang dapat direaliasasi disesuaikan level harga umum Akuntansi nilai buku yang dapat direalisasi disesuaikan level harga umum terutama dikarakteristik oleh : 1) penggunaan nilai buku yang dapat direalisasi sebagai atribut elemen-elemen laporan keuangan 2) penggunaan daya beli umum sebagai unit ukuran 3) pengabaian prinsip realisasi 4) dikotomi antara income operasi dan keuntungan dan kerugian penyimpanan sesungguhnya , dan 5) dikotomi antara keuntungan dan kerugian penyimpanan sesungguhnya yang terealisasi dan tidak terealisasi. D. Menuju Pemecahan Problem Pelaporan Keuangan dan Perubahan Harga 1. Upaya Awal Suatu problem yang lama dibahas dalam lieratur akuntansi, yakni isu akuntansi untuk perubahan harga, telah dipelajari secara intensif dibahas oleh berbagai badan penyusun standar akuntansi yaitu oleh Komite AICPA dan FASB. 2. Laporan Keuangan dan Perubahan Harga : satu Langkah ke Depan Dengan pertimbangan yang mendalam, FASB Statement no.53 ,mempertimbangkan berbagai sistem akuntansi yang dapat dikelompokkan dalam beberapa judul berikut ini : a. Pengukuran persediaan dan properti, bangunan dan peralatan. b. Konsep pemeliharaan modal dan c. Unit Pengukuran. Permintaan FASB No.53 telah diganti FASB no.89, yang secara umum sama namun bersifat pilihan bukan keharusan. FASB No.53 diuraikan sebagai berikut : a. Pengungkapan dolar konstan (tahun sekarang) b. Pengungkapan kos sekarang (tahun sekarang) c. Data iktisar lima tahun d. Keterbatasan e. Metodologi FASB No.33, memberikan informasi berikut ini untuk menjelaskan persyaratan pengungkapan minimum untuk data dolar konstan dan kos sekarang : a. Income dari operasi berjalan adalah income setelah pajak penghasilan tidak termasuk hasil operasi yang terhenti, item-item luar biasa dan efek komulatif perubahan akuntansi. b. Keuntungan atau kerugian daya beli umum dari item-item moneter bersih dan keneikan atau penurunan dalam jumlah kos sekarang dikeluarkan dari income operasi berjalan c. Informasi kos sekarang tidak perlu diungkapkan jika secara material tidak berbeda dari informasi dolar konstan. d. Informasi yang terkait dengan income dari operasi berjalan dapat disajikan baik dalam format laporan income konvensional maupun format rekonsiliasi e. Rata-rata indeks harga konsumen untuk semua konsumen urban (CPI-U) digunakan f. Perusahaan yang hanya menyajikan data minimum yang diisyaratkan oleh FASB tidak perlu menyatakn kembali berbagai jumlah laporan keuangan g. Jika jumlah kos historis atau jumlah kos sekarang atas persediaan dan aset bangunan melebihi jumlah pemulihan aset tersebut, semua data yang diminta oleh FASB no.33 harus disajikan dalam jumlah yang lebih rendah. h. Kos sekarang persediaan, aset bangunan, kos barang terjual dan biaya depresiasi, deplesi dan amortisasi dapat ditentukan oleh salah satu metode berikut ini : (a) Indexation dengan menggunakan indeks harga khusus yang dikembangkan secara eksternal maupun internal dan (b) Pemberian harga langsung (direct pricing) dengan menggunakan harga standar sekarang FASB No.33 meminta dua tambahan perhitungan income yang satu berhubungan dengan dampak inflasi umum dan yang lain berhubungan dengan perubahan harga khusus, yang digunakan untuk membantu pembuat keputusan dalam hal : a. Penilaian aliran kas masa depan b. Penilaian kinerja perusahaan c. Penilaian erosi kapabilitas operasi d. Penilaian erosi daya beli umum

BAB 14 (HVB) AKTIVA DAN PENGUKURANNYA Pengakuan aktiva menurut: 1. Historikus( yang melihat masa lalu) 31

Resume Teori Akuntansi a. Mendukung historical cost---menceritakan kisah perusahaan dengan lebih baik. b. Menempatkan pengukuran penghasilan sebagai masalah sentral akuntansi. c. Neraca merupakan laporan jumlah residual yang akan dibawa ke periode masa depan. d. Menggunakan pandangan pendapatan-beban. 2. Futuris (yang melihat ke masa depan) a. Mendukung biaya masa berjalan---mencerminkan masa depan perusahaan dengan lebih baik. b. Neraca sebagai fokus sentral. c. Penghasilan yang akan diperoleh sebagai urutan kedua. d. Menggunakan pandangan aktiva kewajiban. Pengukuran adalah proses memberikan jumlah moneter kuantitatif yang berarti pada objek/peristiwa yang berkaitan dengan suatu badan usaha, dan diperoleh sedemikian rupa sehingga jumlah tersebut sesuai untuk agregrasi atau disagregrasi yang diisyaratkan oleh situasi-situasi tertentu. Data non moneter seringkali relevan untuk pengambilan keputusan dan prediksi, biasanya informasi ini ditempatkan dalam catatan kaki atau tempat lain dalam laporan keuangan. Harga pertukaran (harga pasar): 1. Relevan dengan pelaporan eksternal 2. Diambil dari pasar. 3. Jenis harga perolehan berdasarkan waktu: a. Current exchange price (harga pertukaran masa berjalan) b. Future exchange price (harga pertukaran mas depan). c. Past exchange price (harga pertukaran masa lalu). 4. Jenis harga perolehan berdasarkan nilai pertukaran: a. Nilai keluaran b. Nilai masukan. Dasar-dasar Pengukuran: Masa Nilai Masukan Nilai Keluaran Lalu Biaya historis Harga jual masa lalu Berjalan Biaya penggantian Harga jual masa berjalan depan Biaya yang diharap Nilai realisasi Bila aktiva direvaluasi: 1. Perlu dasar-dasar pengukuran baru. 2. Harga pertukaran ditentukan berdasarkan transaksi atau pertukaran yang secara langsung mempengaruhi satuan akuntansi sendiri. 3. Jika yang relevan adalah biaya yang bukan biaya transaksi, perlu menggunakan pertukaran antara satuan usaha lain, untuk mengetahui pengukuran barang dan jasa untuk satuan akuntansi tertentu (pengukuran aktiva yang diperluas) Ukuran masukan adalah ukuran yang menunjukkan jumlah kas atau nilai imbalan lainnya, yang dibayarkan ketika suatu aktiva atau manfaatnya memasuki perusahaan, dalam suatu pertukaran atau konversi. Biaya historis adalah harga agregat yang dibayarkan oleh perusahaan, untuk memperoleh kepemilikan dan penggunaan suatu aktiva termasuk semua pembayaran yang diperlukan untuk mendapatkan aktiva itu, dialokasikan dan dengan kondisi yang diisyaratkan, agar aktiva itu bisa memberi manfaat dalam produksi atau operasi perusahaan lainnya. Jika aktiva yang bukan kas diserahkan juga dalam pertukaran, biaya itu seharusnya merupakan harga jual masa berjalan untuk aktiva yang diserahkan, dan bukan nilai buku atau nilai masukan lainnya, karena aktiva itu tidak lagi dimiliki untuk nilai manfaat masa depannya. Kelemahan biaya historis---Nilai aktiva perusahaan mungkin berubah dari waktu ke waktu yaitu setelah periode waktu yang panjang nilai itu tidak mempunyai arti apapun sebagai ukuran kuantitas sumber daya yang tersedia bagi badan usaha. Keunggulan biaya historis: 1. Biaya itu dapat diuji 2. Biaya itu merupakan harga dalam transaksi yang sudah direalisasi. Tiga variasi biaya historis: 1. Prudent Cost (biaya bijaksana) Biaya bijaksana adalah hanya biaya-biaya yang secara normal dibayar untuk property, oleh manajemen yang bijaksana, yang harus dimasukan dalam pengukuran aktiva atau aktivitas. Biaya bijaksana digunakan untuk: a. Mengatur fasilitas pelayanan masyarakat. b. Sebagai metode untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan promoter, manajemen dan pemegeng saham. 2. Standard Cost (biaya standar) Biaya standar adalah biaya yang diterapkan dalam penilaian, dengan dasar: berapa biaya yang seharusnya?, menurut asumsi-asumsi tertentu, yang menyangkut tingkat efisiensi produktif, dan pemanfaatan kapasitas yang diinginkan. Keunggulan biaya standar adalah biaya ketidakefisienan dihilangkan.

32

Resume Teori Akuntansi AICPA Buletin No. 43: Biaya standar dapat diterima jika, pada interval-interval yang wajar, biaya tersebut disesuaikan, untuk mencerminkan kondisi yang berlangsung, sehingga pada tanggal neraca biaya standar yang wajar mendekati biaya yang dihitung menurut salah satu dasar yang diakui. 3. Original Cost (biaya asal) Biaya asal adalah: biaya yang mengacu pada biaya property bagi perusahaan yang pertama-tama menyerahkannya untuk pelayanan masyarakat. Biaya masa berjalan adalah harga pertukaran yang diperlukan saat ini untuk memperoleh aktiva yang sama atau setaranya, mencerminkan berapa seharusnya, biaya untuk memproduksi suatu produk, dalam kondisi harga dan teknologi yang berlaku dan dengan standar efisiensi yang diinginkan, biasanya digunakan untuk menyajikan informasi mengenai dampak inflasi pada perusahaan. Kelemahan biaya masa berjalan: a. Tidak tersedia untuk barang musiman dan barang yang mengikuti mode, serta barang yang diproduksi dengan metode usang. b. Pertukaran biaya masa berjalan tidak selalu mencerminkan perubahan harga penjualan masa berjalan. c. Kenaikan biaya menghasilkan keuntungan yang dicatat dalam periode berjalan walaupun belum direalisasi melalui penjualan. d. Gain or loss dari perubahan spesifik harga masukan akan termasuk dalam Net Income/net loss. Nilai taksiran adalah nilai yang mengacu pada suatu estimsi nilai biaya masa berjalan, dengan menggunakan prosedur sistematik. Keuntungan nilai taksiran: a. Dihitung oleh orang luar perusahaan b. Lebih objektif daripada biaya penggantian yang dihitung oleh perusahaan sendiri. Kelemahan nilai taksiran: a. Hanya bisa diperoleh dalam interval-interval yang periodik b. Ketinggalan jaman Nilai wajar adalah digunakan dalam bidang pelayanan masyarakat, mengacu pada total yang akan mendatangkan imbalan yang wajar bagi investor, merupakan kombinasi dasar-dasar penilaian yang ditentukan oleh komisi dan pengadilan untuk tujuan spesifik. Nilai realisasi bersih (net realizable value) dikurangi mark up normal adalah: a. Biaya yang dapat diestimasi dengan mengurangkan marjin laba kotor yang normal dari nilai realisasi bersih (estimasi harga jual dikurangi biaya tambahan yang diharapkan). b. Mark up normal yang diasumsikan juga harus diterapkan pada pos-pos spesifik yang dipermasalahkan dan juga pos-pos awal yang menurunkan pos-pos spesifik. c. Merupakan ukuran nilai bersih persediaan bagi perusahaan, bila nilai ini lebih rendah daripada biaya historis dan biaya masa berjalan. Biaya masukan masa depan yang didiskontokan: a. Jika harga dalam persyaratan dalam kontrak akan dibayarkan di suatu saat mendatang. b. Biaya aktiva haruslah sebesar nilai kewajiban kontraktual yang didiskontokan ke waktu sekarang c. Direkomendasikan untuk digunakan dalam pembelian jasa yang dibutuhkan saja, tidak melakukan pembelian secara lumpsum. Harga keluaran adalah jumlah kas atau nilai imbalan lainnya, yang diterima ketika aktiva atau manfaatnya meninggalkan perusahaan dalam suatu pertukaran atau konversi. Nilai realisasi bersih adalah harga keluaran masa berjalan, dikurangi nilai masa berjalan semua perkiraan biaya dan beban tambahan yang berhubungan dengan penyelesaian, penjualan dan penyerahan barang, biaya tambahan tersebut tidak termasuk pengaruh pajak. Nilai realisasi bersih: a. Biaya ini harus dikurangkan dari harga jual masa berjalan untuk mendapatkan suatu aproksimasi penilaian masa berjalan. b. Biaya tambahan dalam penyelesaian atau penjualan dan penagihan dicatat dalam periode dilaporkannya pendapatan. Kesulitan konsep nilai realisasi bersih: a. Biaya tambahan tunai yang diperlukan untuk menyelesaikan, menjual dan menyerahkan produk sukar diestimasi. b. N/I dari transaksi dilaporkan sebelum semua aktivitas perusahaan yang berkaitan dengan penjualan ini diselesaikan. Setara kas masa berjalan (current cash equivalent): a. Konsep pengukuran tunggal untuk semua aktiva yang menunjukan harga yang dapat direalisasi sekarang (present realizable price). b. Menunjukan jumlah kas dan daya beli umum yang dapat diperoleh dengan menjual setiap aktiva menurut syarat likuidasi yang tertib yang mungkin diukur dengan harga pasar kutiipan untuk barang dengan jenis kondisi yang sama. c. Setara kas masa berjalan menunjukan posisi perusahaan dalam hubunganya dengan perilaku adaptif terhadap lingkungan. Kelemahan konsep setara kas masa berjalan: 33

Resume Teori Akuntansi a. Memberikan pembenaran untuk mengeluarkan diri dari laporan posisi semua pos yang tidak mempunyai harga pasar kontemporer. b. Menurut hendriksen: konsep ini tidak memperhitungkan relevansi informasi dengan kebutuhan prediksi dan pengambilan keputusan para pemakai laporan keuangan. Nilai likuidasi adalah: a. Serupa dengan harga keluaran masa berjalan dengan setara kas masa berjalan kecuali nilai likuidasi diperoleh dari kondisi pasar yang berbeda. b. Mengasumsikan suatu penjualan yang dipaksakan kepada pelanggan regular dengan harga yang sangat dikurangi atau kepada perusahaan atau dealer lain dengan harga yang jauh dibawahnya. c. Penerpan nilai likuidasi biasanya menyebabkan diturunkannya penilaian aktiva serta diakuinya kerugian. Nilai likuidasi digunakan dalam 2 keadaan utama yaitu: a. Bila barang dagangan atau aktiva lain kehilangan kegunaan normalnya, menjadi usang, atau kehilangan pasar normal. b. Bila perusahaan berharap tidak akan melanjutkan bisnis mereka dalam waktu dekat, sehingga tidak mampu menjual dalam pasar normal. Alasan keraguan arus kas didiskontokan pada aktiva yang terpisah: a. Penerimaan kas yang diharapkan tergantung pada distribusi probabilitas subjektif yang sifatnya tidak dapat diuji. b. Penyesuaian preferensi risiko harus dievaluasi oleh manajemen atau akuntan. c. Alokasi logis pada faktor jasa yang terpisah tidak mungkin dilakukan karen dua faktor (SDM dan aktiva fisik) menyumbang pada produk/jasa dan arus kas sesudahnya. d. Nilai diskonto arus kas diferensial aktiva perusahaan tidak dapat dijumlahkan untuk mendapatkan nilai perusahaan. Kebaikan konsep arus kas yang didiskontokan: a. Tidak memerlukan akuntansi yang terpisah. b. Agregasi dapat dilakukan cukup jauh mencakup faktor gabungan. c. Sesuai dengan aktiva moneter. Ukuran nilai terendah antara biaya dan pasar: 1. Merupakan campuran konsep penilaian keluaran/masukan. 2. Konsep LOCOM tidak diterima dalam teori akuntansi karena alasan: a. Cenderung membuat understate penilaian total aktiva, yang menimbulkan penipuan terhadap pemegang saham dan investor potensial. b. Konservatisme penilaian aktiva, ditutup (offset) dalam L/R yang tidak konservatif dalam periode tertentu di masa depan. c. Konsep ini tidak konsisten. d. Menyebabkan penurunan biaya, memperkecil utilitas karena memburuknya kondisi, keusangan atau penurunan kapasitas dalam memperleh penghasilan. Tujuan Pengukuran: 1. Tujuan Sintaksis. a. Pengukuran dan pembandingan Tujuan pengukuran aktiva---sebagai dasar penghitungan margin operasi kotor atau penghasilan semua transaksi. Penghasilan---selisih antara total pendapatan dan nilai masukan semua beban yang terkait dengan pendapatan itu atau dengan periode berjalan. Keburukan proses penandingan dalam penilaian aktiva: banyak aktivitas yang tidak memungkinkan dilakukanya penandingan yang akurat sehingga alokasi nilai aktiva pada produk/beban bersifat arbitrer. b. Pengukuran dan akresi Konsep akresi---perusahaan memperoleh penghasilan jika nilai aktiva bertambah (atau nilai kewajiban menurun) tanpa adanya transaksi modal. Tujuan penilaian konsep akresi---untuk mendekati nilai keluaran dan nilai tunai setelah basic service dilaukan dan pengukuran yang dapat diuji diperoleh. Pengukuran akresi menghasilkan konsep all inclusive, namun extra ordinary Gains/loss dapat dilaporkan terpisah dengan cara menggabungkan pendekatan akresi dan pendekatan transaksi. 2. Tujuan Semantis. Cara mencapai tujuan semantis---memastikan bahwa semua ukuran yang digunakan dalam akuntansi menghasilkan penyajian yang jujur (representationally faithfull) 3. Tujuan Pragmatis a. Relevansi---kapasitas informasi untuk menimbulkan perbedaan dalam suatu keputusan, dengan membantu pemakai membuat prediksi tentang hasil akhir dari peristiwa masa lalu, sekarang dan masa depan atau menegaskan harapan sebelumnya. b. Tujuan pragmatis adalah menyediakan informasi yang membuat diprediksinya arus keluar kas masa depan yang diperlukan untuk memperoleh sumber daya yang sama dimsa depan dalam kelanjutan operasi usaha dan memungkinkan prediksi penerimaan kas masa depan. 34

Resume Teori Akuntansi c. Relevansi bagi kreditur: Kreditur berkepentingan dalam arus kas masa depan. Konservatisme mempengaruhi pelaporan Jika probabilitas kelangsungan usaha baik maka nilai keluaran masa berjalan mungkin lebih penting dari nilai likuiditas. d. Relevansi bagi pemegang saham: Modal yang diinvestasikan sama besar dengan penilaian aktiva bersih. Angka ini tidak menunjukan nilai perusahaan sebagai satu kesatuan entitas. Laporan akuntansi bisa memberi pemegang ekuitas tersebut informasi tentang hak dan risiko relatif mereka. e. Relevansi bagi manajer: Menghasilkan informasi relevan dalam pengambilan keputusan operasi. Keandalan diajukan sebagai justifikasi bagi biaya historis dan argumentasi terhadap semua pesaingnya. Nilai masukan lebih dapat diuji karena tidak mungkin melaporkan pendapatan sebelum direalisasi.

BAB 10 (SC & C) LONG TERM LIABILITIES SFAC No. 6: 1. Hutang---kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi dimasa datang yang timbul dari kewajiban saat ini, suatu entitas tertentu untuk mentransfer aset atau memberikan jasa kepada entitas lain di masa datang, sebagai akibat transaksi atau kewajiban masa lalu. 2. elemen penyusunan neraca---aset, kewajiban, ekuitas. 3. persamaan akuntansi---aset=liabilities + equty 4. teori entitas---aset=equitas 5. teori kepemilikan---aset-liabilitiea=equity SFAC No. 5: 1. Pengungkapan hutang pada laporan keuangan harus sesuai dengan definisi hutang berdasarkanSFAC No.6 dan hutang harus diukur. 2. Para akuntan menggunakan pendekatan transaksi untuk mengukur hutang yaitu diukur sesuai jumlah yang dapat ditetapkan pada saat pengukuran. 3. Hutang diukur dengan present value dari arus kas masa datang yang didiskontokan dengan tingkat bunga pasar. 4. PV yang didiskontokan mengukur nilai wajar hutang pada saat diterbitkan. Pernyataan FASB: 1. Diperlukan pengakuan hutang dan PV Post Retirement Benefit contoh: perlindungan kesehatan bagi pensiun. 2. Post retirement benefit---pengorbanan sumber daya dimasa datang karena karyawan punya hak atas keuntungan masa datang selama periode saat ini dan sebelumnya. Debt Vs Equity 1. Semua item disebelah kanan neraca berupa---hutang dan ekuitas. 2. Masalah---financial interest termasuk liabilities atau equity dan kepada siapa LK disediakan? 3. Kesalahan penentuan liabilities atau equitas: a. Banyaknya variasi sekuritas yang diterbitkan perusahaan tidak memberikan petunjuk mengenai pola akuntansi tersebut. b. Tidak ada pedoman otorisasi yang digunakan untuk menerapkan pola klasifikasi tersebut sehingga seseorang dapat mengklasifikasikan sebagai hutang atau ekuitas. c. Contoh perbedaan penentuan liabilities atau utang: GAAp---redeemable preferred stock adalah ekuitas. SEC--- redeemable preferred stock adalah debt. 13 cara untuk menentukan suatu item adalah hutang atau ekuitas: 1. Maturity date (tanggal jatuh tempo) Debt punya maturity date dan persyaratan pelunasan, equity tidak. Contoh: sinking fund termasuk debt. 2. Claim on aset (klaim terhadap aset) Saat likuidasi klaim kreditor harus didahulukan daripada klaim kepemilikan ekuitas. 3. Claim on income (klaim terhadap income) Sekuritas yang menghasilkan dividen tetap atau suku bunga atas dividen atau bunga lainnya, menjadi kumulatif bila tidak dibayar untuk periode tertentu termasuk debt. Sekuritas tidak memberikan suku bunga tetap namun memberikan hak atas pembagian income termasuk equitas. 4. Market valuation

35

Resume Teori Akuntansi Penilaian pasar atas debt tidak dipengaruhi kinerja perusahaan untuk mampu bayar utang, penilaian pasar atas ekuitas dipengaruhi earning dan harapan investor untuk memperoleh dividen masa yang akan datang. 5. Voice in management Hutang tidak ada hak suara, ekuitas ya. 6. Maturity value Hutang ada nilai jatuh tempo selama umur utang, ekuitas tidak ada nilai jatuh tempo kecuali saat likuidasi. 7. Intent of parties Jika investor menginvestasikan uangnya sebagai investasi utama atas dasar keamanan termasuk debt, jika investor ingin mendapatkan pertumbuhan modal dan sekuritas memberikannya maka sekuritas tersebut merupakan ekuitas. 8. Preemtive rights Sekuritas yang punya hak membeli common stock baru termasuk ekuitas. 9. Convertion features Sekuritas yang bisa dikonversi termasuk ekuitas, sebaliknya 10. Potential dillution of EPS Sekuritas yang punya PD of EPS termasuk ekuitas, sebaliknya 11. Right to enforce payment Kreditor mempunyai hak menerima bunga periodik dari mulai persetujuan s.d. pembayaran terakhir saat jatuh tempo dan saat bangkrut punya hak lebih dulu termasuk debt, sebaliknya 12. Good business reason for issuing Jika sekuritas diterbitkan dengan tingkat kapitalisasi rendah atau diterbitkan saat keadaan kesulitan likuiditas termasuk ekuitas, sebaliknya 13. Identify of interest between creditors and owners Jika orang yang berinvestasi dalam debt sekuritas adalah individu yang sama, keluarganya atau yang memegang saham biasa termasuk ekuitas, sebaliknya Hutang (debt): 1. Long-term debt (hutang jangka panjang)---kewajiban tidak akan dibayar dalam waktu 1 tahun/siklus normal operasi sekarang. Contoh:bond payable, long term notes payable, lease obligation, pension obligation, deferred taxes, other long term deferrals, dan contingent liabilities. 2. Short term debt (hutang jangka pendek)---kewajiaban akan dibayar dalam waktu 1 tahun. Empat alasan memilih debt daripada ekuitas: 1. Ketika bond hanya satu-satunya sumber dana yang ada 2. Biayanya lebih rendah 3. Menimbulkan keuntungan pajak 4. Tidak ada hak voting suara Trading on equity (dana Pinjaman) 1. Alasan menggunakan dana pinjaman karena harapan untuk menanamkanya dalam proyek modal yang akan memberikan imbalan hasil melebihi beban dana yang diperoleh. 2. Trading on equity menaikan rate of return dari C/S selama hasil dari proyek lebih besar dari beban dana pinjaman, bila tidak berarti menurunkan rate of return. Jenis-Jenis Bond 1. Mortgage Bond---dijamin dengan aset, tidak dapat diperjualbelikan, klaim lebih dulu (pertama) jika perusahaan dilikuidasi. 2. Debenture Bond---tidak dijamin dengan aset apapun, dapat diperjualbelikan, berdasarkan pada kredibilitas perusahaan. Harga Jual Bond 1. State interest rate---tarif bunga yang tercantum dalam perjanjian bonds. 2. SIR tidak dapat diubah, maka market rate(MR) akan disesuaikan, sehingga Effective Rate (ER)=MR 3. Yield Rate (YR)---tarif bunga untuk menjual bonds. 4. Harga jual bonds---PV nilai nominal = PV pembayaran bunga yang didiskontokan pada YR. 5. Face Value---nilai jual ketika investor bersedia menerima SR. 6. Diskonto---nilai jual ketika MR>SIR, atau dijual dibawah face value sehingga menaikan ER. 7. Premium---nilai jual ketika MR<SIR atau dijual diatas face value sehingga menurunkan ER. 8. Jika bonds dijual/diterbitkan diantara tanggal pembayaran bunga, investor harus membayar bunga yang terhutang, dari tanggal kontrak sampai tanggal penerbitan bond. Bunga terhutang tersebut akan dibayarkan kembali pada investor pada tanggal pembayaran bunga yang akan datang sehingga merupakan hutang lancar bagi perusahaan yang menerbitkan. 9. Nilai lual---diskonto nilai jatuh tempo dan pembayaran bunga dari tanggal kontrak sampai dengan jatuh tempo+penghasilan dari bonds dari tanggal kontrak sampai dengan penerbitan. Biaya Perolehan Bonds 36

Resume Teori Akuntansi APB No.21: a. Biaya penerbitan bond akan diperlakukan sebagai beban yang ditangguhkan b. Disajikan sebagai aset dalam neraca c. Diamortisasi dari tanggal penerbitan sampai tanggal jatuh tempo. d. Pendukung pendapat ini berargumen bahwa biaya penerbitan bonds mempunyai manfaat di masa datang karena terlibat dlam proses penghasilan. 2. SFAC No. 6: a. Biaya penerbitan bond tidak kriteria sebagai aset b. Maka biaya penerbitan diperlakukan sebagai beban pada periode peminjaman. c. Biaya ini akan mengurangi hasil peminjaman, sehingga menyebabkan kenaikan efektif interest rate. d. Pendukung pendapat ini berargumen bahwa biaya penerbitan bond tidak mempunyai manfaat di masa datang. Biaya bunga Bonds Terdapat dua metode alokasi beban bunga dan premi/diskonto: 1. Metode garis lurus, total diskonto/premi dibagi dengan jumlah periode bunga. 2. Metode bunga efektif: a. Menerapkan yield rate terhadap nilai bonds yang bervariasi dalam setiap periode untuk menentukan beban bunga. b. Amortisasi diskonto/premi---selisih antara beban bunga dibayar menurut stated rate dan beban bunga menurut yang dicatat. c. Metode bunga ini lebih layak karena menghasilkan tarif bunga yang stabil dan menghasilkan saldo yang sama dengan nilai sekarang dari arus kas masa depan pada tingkat market rate. d. APB No.21 menyarankan penggunaan metode ini jika hasil yang diperoleh dengan metode garis lurus tak berbeda secara material. Zero Coupon Bonds 1. Dijual dibawah nilai face value karena tidak memberikan pembayaran bunga periodik atau tidak terdapat tarif bunga yang ditetapkan. 2. Biaya bunga penerbit ditetapkan dengan metode bunga efektif dan mengalokasikan total diskonto selama masa umur bonds. 3. Bonds jenis ini populer dalam bentuk dana pensiun. Call Provision (ketentuan penarikan) 1. Jika kondisi pasar tidak menguntungkan perlu menetapkan tarif bunga yang lebih tinggi atau promis dalam perjanjian bonds tentang operasi keuangan perusahaan, seperti: a. Pembatasan dividen b. Mempertahankan posisi modal kerja c. Memelihara suatu hubungan hutang dan eqity tertentu 2. Call provision---adalah merecall hutang pada persentase tertentu dari dari harga penerbitan awal. 3. Penarikan dini hutang, terdapat 2 bentuk: a. Dana yang dipinjam tidak diperlukan lagi sehingga dibatalkan (retirement debt) b. Hutang yang ada sekarang diganti dengan hutang lain (debt refunding). Tiga metode akuntansi untuk gain and loss dari transaksi refunding (ARB No. 43): 1. Membuat penghapusan langsung terhadap gain/loss dalam tahun terjadinya transaksi. Metode ini paling logis karena nilai hutang telah berubah sepanjang sisa umurnya dan pembayaran sebesar harga penarikan merupakan metode paling menguntungkan untuk mengeliminir hutang. 2. amortisasi gain and loss selama sisa umur bond yang lama. Pendukung metode ini berkata adanya manfaat karena akan terjadi biaya bunga yang lebih tinggi jika bond yang lama tidak dibiayai. 3. amortisasi gain and loss selama sisa umur bond yang baru. Pendukung metode ini atas dasar konsep penandingan, dimana tarif bunga lebih rendah yang diperoleh dengan adanya refunding akan disesuaikan untuk mencerminkan refunding gain/loss. 4. APB No. 26: a. tidak ada perbedaan atas penarikan lebih awal hutang antara retirement dan refunding b. keduanya diakuntansikan dengan cara yang sama dengan dengan mengakui gain/loss pada periode penarikan. 5. SFAS No. 4: a. Mengakui gain/loss akibat penarikan hutang apakah lebih awal atau pada saat jatuh tempo. b. Retirement diklasifikasikan sebagai pos luar biasa tanpa memperdulikan apakah memenuhi 2 kriteria pos luar biasa. 6. SFAS No. 76: a. Mengamandemen APB No. 26 b. Ketentuan dalam APB No.26 dapat diterapkan dalam setiap penarikan apakah penarikan dini atau tidak, kecuali ada perjanjian lain. Contoh: restrukturisasi hutang. Hutang yang Dapat Dikonversi 37

Resume Teori Akuntansi 1. Merupakan kombinasi hutang dengan opsi untuk mengubah, sehingga menimbulkan permasalahan dalam pencatatan akuntansi. 2. Pandangan-pandangan tentang hutang yang dapat dikonversi: Pandangan ke-1 a. Bond dan hak opsi tidak perlu dibedakan sehingga memperlakukan convertible bond sebagaimana biasa. b. Hak konversi tidak mempunyai nilai pasar. Pandangan ke-2 a. Menyatakan karakteristik konversi sehingga equity dan nilainya harus dipisahkan dari bond dan dimasukkan dalam komponen additional paid in capital. b. Hak konversi mempunyi fungsi penentu harga terhadap saham bukan terhadap bond. Pandangan ke-3 a. Menyatakan bahwa convertible debt seharusnya diklasifikasikan menurut karakteristik yang mengatur yaitu apakah instrument memenuhi definisi hutang ataukah equity pada tanggal penerbitan. b. FASB menjelaskan 4 pendekatan: Diklasifikasikan berdasarkan syarat kontrak pada saat penerbitan. Tanpa hak konversi, bunga dan pembayaran jatuh tempo harus dibuat, sehingga diklasifiksikan sebagai hutang. Diklasifikasi sebagai hutang jika instrument debt mensyaratkan kewajiban untuk menstranfer instrument keuangan kepada pemegang bond jika opsi digunakan. Diklasifikasi menurut instrument keuangan dasar yang mempunyai nilai tertinggi. Diklasifikasikan berdasarkan hasil yang paling mungkin. Convertible bond akan diklasifikasikan sebagai equity jika hak konversi dianggap sebagai hasil yang paling mungkin. Pandangan ke-4 a. Bond dan hak opsi merupakan dua hutang yang berbeda yang memerlukan pengungkapan terpisah. b. Karena hak opsi mewajibkan perusahaan untuk mentransfer saham kepada pemegang bond, maka opsi dianggap sebagai seluruh hutang. Hutang Jangka Panjang 1. Merupakan kewajiban untuk membayar jumlah tertentu di masa yang akan datang, termasuk provisi untuk bunga dari jumlah yang dipinjam. 2. Menurut APB Opinion No. 21 yang mengatur mengenai bunga dari piutang maupun hutang menyatakan bahwa: a. Notes yang semata-mata diubah menjadi kas diharapkan memperoleh sebesar sebesar nilai nilai sekarang dari jumlah kas yang ditukarkan. b. Notes yang ditukar dengan property, barang dagangan, dan jasa dianggap akan memperoleh tingkat bunga yang sewajarnya. c. Jika tidak ada jumlah bunga yang ditetapkan, maka nilai sekarang dari notes akan ditentukan dengan: Fair market value dari property, barang dagangan, dan jasa yang ditukarkan. Nilai pasar dari notes itu sendiri pada saat diperjualbelikan. d. Jika point 3a dan 3b tak bisa ditentukan, maka nilai sekarang dari notes ditentukan dengan mendiskontokan semua pembayaran yang akan datang. Hutang Jangka Pendek yang akan Dibiayai Kembali 1. Dua syarat hutang jangka pendek dikategorikan hutan gjangka panjang (SFAS No.6): a. Terdapat maksud manajemen membiayai kembali hutang jangka pendek menjadi hutang jangka panjang, hal ini ditunjukan dengan modal kerja yang tidak akan berkurang dengan adanya pemenuhan kewajiban. b. Perusahaan menunjukan kemampuanya untuk membiayai kembali hutangnya, ditunjukan dengan adanya perjanjian membiayai kembali hutang menjadi jangka panjang dengan kreditur yang berkualitas. 2. Perusahaan mungkin akan membiayai kembali hutang dengan cara: a. Menggantinya dengan hutang jangka panjang. b. Atau menerbitkan sekuritas kepemilikan. c. Dapat juga dengan cara hutang jangka pendek diperpanjang waktunya, diperbaharui atau diganti dengan hutang jangka pendek lain. Kewajiban jangka pendek yang dikeluarkan dari bagian hutang lancar perlu diungkapkan dalam catatan kaki. Kredit yang Ditangguhkan 1. Meliputi: income yang diterima dimuka, pajak yang ditangguhkan,dan laba kotor yang belum direalisasikan pada penjualan metode cicilan. 2. Deferred gross profit tidak sesuai dengan definisi hutang dalam SFAC No.6 karena laba kotor yang ditangguhkan diakibatkan dari pengakuan piutang secara terus menerus untuk mencerminkan biaya yang belum tercover. 3. Deferred gross profit secara konseptual merupakan penilaian aset dan seharusnya ditunjukan sebagai kontra perkiraan piutang dalam neraca. 38

Resume Teori Akuntansi Kewajiban Bersyarat 1. Kejadian future yang possible akan berpengaruh pada firm, comtoh: a. Kasus pengadilan yang ditangguhkan b. Perselisihan PPh c. Note receivable yang didiskontokan d. Persetujuan untuk membantu 2. Ketiga istilah didefinisikan dan perlakuan akuntansi yang diperlukan: a. Sangat mungkin (probable), besar kemungkinan dicatat dalam perkiraan tersendiri jika jumlahnya dapat diestimasi dengan layak. Jika tidak dapat diestimasi diungkap dalam catatan atas laporan keuangan. b. Cukup mungkin (reasonably possible), kemungkinan tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Dilaporkan dalam catatan laporan keuangan. c. Kurang mungkin (remote), tidak perlu dicatat atau dilaporkan kecuali jika suatu garansi. Troubled Debt Restructuring 1. SFAC No. 15: a. Kreditur karena alasan ekonomi atau karena alasan hukum yang berkaitan dengan kesulitan keuangan yang dialami debitur, memberikan kelonggaran kepada debitur meskipun hal itu tidak diperjanjikan sebelumnnya. b. Kelonggaran itu berasal dari persetujuan antara kreditur dan debitur atau dipaksakan atau dipaksakan oleh suatu pengadilan. 2. Restrukturisasi hutang meliputi, tapi tidak terbatas satu atau kombinasi dibawah ini: a. Modifikasi syarat hutang, seperti satu atau kombinasi dari: Pengurangan...dari stated interest rate untuk sisa umur hutang Perpanjangan tanggal jatuh tempo, pengurangan suku bunga Pengurangan...nilai jatuh tempo atau persetujuan lain. Pengurangan...jumlah bunga yang terhutang. b. Penerbitan atau penjaminan lain atas kepentingan/hak terhadap equity kepada kreditur oleh debitur untuk melunasi semua atau sebagian hutang kecuali kepentingan/hak terhadap equity tersebut dijamin menurut syarata yang telah ada untuk mengubah hutang menjadi kepentingan/hak terhadap modal. c. Sebuah transfer piutang dari debitur kepada kreditur dari pihak ketiga, real estate atau aset lain untuk melunasi semua atau sebagian hutang. Modifikasi Syarat 1. Mengakibatkan dua situasi: a. Jumlah prinsip dan bunga yang akan dibayar lebih besar dari nilai terbawa hutang yang ada sekarang, tidak ada gain yang diakui debitur, tidak ada loss yang diakui oleh kreditur. b. Jumlah prinsip dan bunga yang akan dibayar lebih kecil dari nilai terbawa hutang yang ada sekarang, ada gain yang diakui oleh debitur dan ada loss yang diakui kreditur. 2. Pada saat restrukturisasi ditentukan bahwa jumlah total yang akan dibayar melebihi nilai terbawa hutang pada tanggal perjanjian restrukturisasi, tidak perlu ada penyesuaian terhadap nilai terbawa tersebut. 3. Perlu adanya penentuan effective interest rate untuk menyamakan total pembayaran masa depan dengan nilai terbawa hutang. 4. Tarif ini diterapkan ke jumlah nilai terbawa obligasi setiap tahun untuk menentukan jumlah beban bunga. Perbedaan antara jumlah tercatat beban bunga dengan pembayaran kas mengurangi nilai terbawa hutang. Pelunasan dengan Aset atau Pertukaran Ekuitas 1. Transfer aset/ekuitas dicatat sebesar nilai pasar. Nilai pasar ditentukan pada saat pertukaran kecuali kalau nilai pasar hutang telah diketahui secara jelas. 2. Keuntungan luar biasa diakui debitur atas kelebihan nilai hutang tercatat dengan nilai pasar yang ditransfer. 3. Kreditur mencatat kerugian piutang tidak tertagih (bad debt loss) namun bukan sebagai pos luar biasa. 4. Dalam hal pertukaran aset debitur juga diperlukan untuk mencatat gain/loss akibat selisih antara nilai pasar aktiva yang diserahkan dengan nilai terbawa aktiva yang diserahkan. 5. Transfer ekuitas menimbulkan keuntungan luar biasa bagi debitur yang besarnya sama dengan perbedaan antara nilai pasar wajar dari ekuitas dan nilai terbawa hutang yang dilikuidasi. 6. Kreditur harus mengakui kerugian yang sama besarnya sama dengan perbedaan antara nilai pasar wajar dari ekuitas dan nilai terbawa hutang sebagai suatu investasi.

BAB 15 (SC) ACCOUNTING FOR MULTIPLE ENTITIES

39

Resume Teori Akuntansi Bussines Combination Alasan perusahaan melakukan kombinasi: 1. Konsekuensi pajak 2. Pertumbuhan dan diversifikasi produk (produk baru dan pasar baru) 3. Pertimbangan keuangan 4. Tekanan kompetitif pasar 5. Laba dana pensiun Dua cara untuk mendapat kepemilikan mayoritas: 1. Membeli dengan kas surat saham perusahaan yang menyerahkan. 2. Menukarkan surat saham dengan surat saham dari perusahaan yang menyerahkan. Dua metode akuntansi penggabungan usaha: 1. Metode pembelian 2. Metode pooling of interest Konsolidasi Kriteria penyusunan laporan keuangan konsolidasi: 1. Induk memiliki minimal 51% saham anak perusahaan. 2. Induk mengendalikan anak perusahaan. 3. Induk merencanakan tetap mengendalikan anak selama jangka waktu mendekati masa yang akan datang. 4. Induk dan anak perusahaan harus beroperasi sebagai satu kesatuan. 5. Tahun buku dan satuan-satuan tersebut harus dekat satu sama lain. Dalam penyusunan laporan konsolidasi terdapat dua prinsip penolakan: 1. Entitas tidak dapat memiliki atau berhutang pada dirinya sendiri. 2. Entitas tidak dapat menghasilkan laba dengan menjual kepada dirinya sendiri. Teori-teori Konsolidasi 1. Teori Entitas---induk dan anak merupakan satu entitas dan terpisah dari pemiliknya. Tujuan pelaporan konsolidasi adalah menyediakan informasi kepada semua pemegang saham baik induk maupun anak. 2. Teori Perusahaan Induk---pemegang saham induk dianggap sebagai yang mempunyai hak dari aktiva bersih atas kelompok yang berkonsolidasi. Tujuan pelaporan konsolidasi adalah menyediakan informasi utamanya bagi perusahaan induk Kepentingan Minoritas Jika sebagian saham perusahaan nak dimiliki oleh para investor bukan induk perusahaan, maka pemilikan ini dinamakan sebagai kepentingan minoritas. Dalam praktik kepentingan minoritas disajikan (1) sebagai hutang, (2) secara terpisah antara hutang dan modal pemegang saham, (3) sebagai bagian dari modal. Konsolidasi Berimbang Konsolidasi berimbang tidak mengenal kepentingan minoritas secara umum. Perusahaan induk hanya akan melaporkan bagian harta dan hutang dari entitas anak dan kepentingan minoritas tidak perlu dilaporkan. Goodwill Dicatat ketika sebuah kombinasi usaha dengan pembelian muncul. Berdasarkan teori perusahaan induk goodwill dicatat sebagai perbedaan antara biaya investasi untuk membeli perusahaan yang dibeli dan nilai pasar perusahaan tersebut. Menurut teori entitas goodwill akan dinilai pada total nilai pasar yang tercantum dengan harga pembelian yang dibayar atas investasi perusahaan induk. Pelaporan Segmental Adalah pelaporan informasi keuangan yang lebih sedikit daripada yang berdasarkan badan usaha total. Alasan pelaporan segmental adalah: 1. Berbagai jenis kegiatan dapat mempunyai prospek pertumbuhan, tingkat probabilitas dan derajat risiko yang berlainan. 2. Penilaian kemampuan manajemen memerlukan informasi yang lebih sedikit daripada informsi mengenai badan usaha total. 3. Masalah utama yang berkaitan dengan pengungkapan dalam pelaporan segmental adalah: 4. Penetapan segment yang dapat dilaporkan. 5. Aloksi biaya bersama. 6. Pergeseran atau pemindahan laba. 40

Resume Teori Akuntansi Segmen yang Dapat Dilaporkan SFAC No. 14 mengharuskan setiap segmen industri yang signifikan terhadap perusahaan induk secara keseluruhan diidentifikasikan sebagai segmen yang dapat dilaporkan. Informasi yang Diungkapkan SFAC No. 14 meminta informasi yang disajikan untuk setiap segmen yang dilaporkan: 1. Pendapatan 2. Profitabilitas 3. Aset yang dapat diidentifikasi 4. Pengungkapan lain: penyusutan/deplesi/amortisasi setiap segmen. Pengeluaran modal untuk setiap segmen, metode ekuitas untuk setiap investee yang secara vertikal berkaitan dan letak geografis investee tersebut, perubahan prinsip akuntansi yang berkaitan dengan segmen bidang usaha. Metode Pengungkapan Ada tiga metode penyajian informasi segmental yang diijinkan SFAC No.14: 1. Di dalam tubuh L/K disertai pengungkapan penjelasan secara tepat. 2. Seluruhnya dalam catata kaki dari L/K. 3. Dalam daftar terpisah yang merupakan bagian integral dari L/K. Push Down Accounting Adalah teknik akuntansi kontroversial yang membutuhkan anak perusahaan untuk menerbitkan laporan keuangan yang terpisah untuk mengemukakan kembali nilai yang dilaporkan dari aset tersebut pada carrying amount yang dilaporkan oleh induk pada L/K konsolidasi. Perlakuan push down accounting menggambarkan kontribusi modal dari pemilik yang baru dan hutang dipandang dari segi nilai yang lebih realistis dari nilai pasar property, plant, and equipment. Transaksi Mata Uang Asing Problem ini timbul dalam keadaan perusahaan cabang dan anak perusahaan diluar negeri melaksanakan transaksinya dalam mata uang asing, yang didalamnya termasuk perjanjian pinjaman jangka panjang dalam perolehan aset, pemberian penjualan kredit sebagai piutang. Hal yang perlu diperhatikan bahwa translasi mata uang asing tidak mengubah karakteristik ukuran aset dan hutang. Ada 4 metode yaitu current-noncurrent method, monetary method, current rate method, dan temporal method. Current-noncurrent method Didasarkan perbedaan antara aset dan hutang lancar dengan aset dan hutang jangka panjang. Metode mensyaratkan bahwa semua aktiva dan kewajiban lancar dinilai dengan tarif nilai tukar pada tanggal neraca. Sedangkan harta dan kewajiban jangka panjang dinilai dengan nilai tukar yang efektif pada saat perolehan atau pada saat terjadinya (historical rate). Monetary-nonmonetary method Bahwa pengelompokkan dilakukan antara item moneter dan item non-moneter. Item moneter dinilai dengan nilai tukar efektif pada tanggal neraca, sedangkan item non non moneter dinilai dengan nilai tukar historis. Current Rate Method Mengharuskan semua aset dan kewajiban dinilai dengan nilai tukar efektif pada tanggal neraca. Alasan pendukung bahwa dengan cara ini akan dapat menggambarkan keadaan ekonomi yang sebenarnya dan penghasilan sesungguhnya dari operasi perusahaan. Temporal Method Lorensen menyatakan bahwa uang, piutang-piutang,dan hutang-hutang yang diukur pada nilai yang dijanjikan ditranslasikan dengan menggunakan current rate. Sedangkan aktiva dan hutang-hutang yang diukur dengan harga uang (money price) ditranslasikan dengan menggunakan kurs yang berlaku pada harga uang tersebut. FASB dan Foreign Current Translation Pertama-tama menerbitkan SFAC No.8. Namun bayak dikritik karena menyebabkan distorsi dalam laporan keuangan, yaitu: Aplikasi SFAC No.8 secara ekonomis bertentangan dengan kenyataan. Penandingan biaya dan pendapatan tidak sesuai. Berubah-ubahnya penghasilan. SFAC No.8 menghendaki agar seluruh keuntungan dan kerugian transaksi dimasukan dalam income. FASB kemudian menerbitkan SFAC No.52 menyatakan tujuan translasi adalah: Menyediakan informasi yang secara umum cocok dengan pengaruh ekonomis yang diharapkan dari tingkat perubahan cash flow dan ekuitas perusahaan. Merefleksikan dalam laporan konsolidasi tentang hasil-hasil keuangan dan hubungan entitas konsolidasi individual dalam keseauaian dengan GAAP. Forward Exchange Contract (Kontrak Pertukaran Berjangka)

41

Resume Teori Akuntansi Adalah suatu perjanjian untuk menukar mata uang pada suatu kurs tertentu pada tanggal tertentu di masa yang akan datang. Perjanjian tersebut sering digunakan untuk melindungi perusahaan dari mengalami keuntungan atau kerugian selisih kurs ketika suatu transaksi dengan perusahaan asing ditetapkan pada jumlah yang berbeda dengan jumlah ketika pertama kali dicatat.

AKUNTANSI DANA PENSIUN (PSAK NO. 18) Definisi 1. Dana Pensiun (DP)---badan hukum yang mengelola/menjalankan program yang menjanjikan manfaat pensiun. 2. Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK)---dana pensiun yang dibentuk oleh orang/badan yang mempekerjakan karyawan, selaku pendiri, untuk menyelenggarakan PPMP/PPIP, bagi kepentingan sebagian/seluruh karyawannya, sebagai peristiwa, yang menimbulkan kewajiban bagi pemberi kerja. 3. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)---dana pensiun yang dibentuk bank/perusahaan asuransi jiwa untuk menyelenggarakan PPIP bagi perorangan, baik karyawan maupun pekerja mandiri yang terpisah dari DPPK bagi karyawan bank/perusahaan asuransi jiwa yang bersangkutan. 4. Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)---program pensiun yang iurannya ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun (PDP) dan seluruh iuran serta hasil pengembangannya dibukukan pada rekening masing-masing peserta sebagai manfaat pensiun. 5. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)---program pensiun yang manfaatnya ditetapkan dalam PDP atau program pensiun lain yang bukan merupakan PPIP. 6. Kewajiban Aktuaria---nilai sekarang pembayaran manfaat pensiun yang akan dilakukan dana pensiun kepada karyawan yang masih bekerja dan yang sudah pensiun, yang dihitung berdasarkan jasa yang telah diberikan. Laporan Keuangan Dana Pensiun 1. Laporan Aktiva Bersih a. Tujuan---memberikan informasi tentang jumlaj aktiva bersih yang tersedia untuk membayar kewajiban manfaat pensiun kepada peserta pada tanggal laporan. b. Jumlah aktiva bersih pada tanggal laporan---total seluruh aktiva dana pensiun (nonpast service) yang belum jatuh tempo dikurangi seluruh kewajiban (non kewajiban aktuaria). c. Harus diungkapkan: Nilai aktiva pada akhir periode dengan klasifikasi yang tepat. Dasar penilaian aktiva Investasi sesuai dengan rincian jumlah investasi menurut jenis. Kewajiban selain kewajiban aktuaria. 2. Laporan Perubahan Aktiva Bersih a. Berisi informasi tentang perubahan jumlah aktiva bersih yang tersedia untuk manfaat pensiun. b. Menguraikan penyebab perubahan tersebut (pertambahan/pengurangan yang terjadi selama periode tersebut). c. Harus diungkapkan: Biaya jasa kini/lalu yang jatuh tempo. Hasil investasibunga dividen,sewa. Pendapatan lain-lain Beban administrasi, investasi, PPh dll Keuntungan/kerugian dari pelepasan investasi dan penurunan/kenaikan nilai investasi. Pengalihan dana ke/dari dana pensiun lain. Manfaat yang sudah dibayarkan dan yang masih terhutang. 3. Neraca a. Disusun berdasarkan KDPPLK yang berasas historical cost. b. Selisih antara Nilai Kewajiban Aktuaria dan Aktiva Bersih disajikan sebagai selisih kewajiban aktuaria. c. Piutang kepada pemberi kerja sehubungan jasa masa lalu karyawan diakui sebesar jumlah yang telah jatuh tempo pada tanggal laporan. d. Harus diungkapkan: Posisi keuangan dana pensiun. Nilai historis, khusus investasi ditentukan juga nilai wajarnya 4. Perhitungan Hasil Usaha, harus diungkapkan: a. Pendapatan/beban investasi b. Beban administrasi dan pendapatan lain-lain. 5. Laporan Arus Kas Disajikan sesuai dengan sifat kegiatan usaha DP selama periode pelaporan. 6. Catatan Atas Laporan Keuangan 42

Resume Teori Akuntansi a. Penjelasan mengenai program pensiun serta perubahan yang terjadi selama periode laporan: Nama pendiri dan mitra pendiri Kelompok karyawan sebagai peserta Jumlah peserta dan pensiunan Jenis program pensiun Iuran yang berasal dari peserta Untuk PPMP, penjelasan mengenai manfaat pensiun yang dijanjikan. Penjelasan mengenai rencana penggabungan, pemisahan, pemindahan kelompok peserta dan pembubaran DP. b. Penjelasan singkat mengenai kebijakan akuntansi yang penting. c. Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan. d. Rincian portofolio investasi e. Penghitungan kewajiban aktuaria, metode penilaian, asumsi aktuarial, nama dan tanggal laporan aktuaris terakhir dalam PPMP. Program Iuran Pensiun 1. Tujuan---menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun, posisi keuangan serta kinerja investasinya. 2. Tujuan tersebut lazimnya dipenuhi dengan menyusun laporan, yang tdd: a. Penjelasan atas kegiatan penting DP selama satu periode pelaporan dan dampak setiap perubahan peraturan DP. b. Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan DP pada akhir periode pelaporan. c. Penjelasan mengenai kebijakan investasi. Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) 1. Tujuan---menyediakan informasi secara periodik mengenai penyelenggaraan program pensiun, posisi keuangan serta kinerja investasinya untuk menentukan besarnya kekayaan DP dihubungkan dengan besarnya kewajiban membayar manfaat pensiun kepada peserta pada saat tertentu. 2. Tujuan tersebut lazimnya dipenuhi dengan menyusun laporan, yang tdd: a. Penjelasan atas kegiatan penting DP selama suatu periode pelaporan dan dampak setiap perubahan peraturan DP. b. Laporan tentang transaksi dan kinerja investasi selama periode pelaporan dan posisi keuangan DP pada akhir periode pelaporan. c. Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi d. Perhitungan kewajiban aktuaria berdasarkan laporan aktuaris yang terakhir. Penilaian Aktiva Dana Pensiun 1. Nilai nominal---uang tuani, rek giro, deposito bank. 2. Nilai tunai---sertifikat deposito, surat berharga BI, surat berharga pasar uang, surat pengakuan hutang lebih dari satu tahun 3. Nilai pasar wajar pada tanggal laporan---surat berharga (saham/obligasi) yang dijual dibursa efek dan investasi pada tanah dan bangunan. 4. Nilai buku---aktiva operasional (komputer dan peralatan). 5. Piutang dilaporkan berdasarkan jumlah yang dapat ditagih, setelah memperhitungkan penyisihan piutang tidak tertagih.

43

Resume Teori Akuntansi AKUNTANSI EKUITAS (PSAK NOMOR 21) Definisi Ekuitas---bagian hak milik dalam perusahaan, yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut. Bentuk Hukum Perusahaan dan Ekuitas: 1. BUMN/D a. Perusahaan jawatan b. Perum c. PT d. Perusahaan negara e. Perusahaan daerah 2. Perusahaan swasta a. Perusahaan b. Persekutuan perdata d. CV perorangan c. Firma e. PT 3. Koperasi Klasifikasi instrument keuangan Kewajiban Ekuitas Akuntansi Ekuitas 1. Untuk badan usaha bukan PT 2. Badan usaha berbentuk PT a. Unsur penambahan modal disetor b. Pencatatan penambahan modal disetor c. Pencatatan pengurangan modal disetor d. Penebusan/penarikan kembali modal saham Perolehan kembali---saham beredar dengan cost method Perolehan kembali saham beredar dengan par value method Perolehan kembali saham sumbangan e. Dividen Bentuk pembagian dividen Dividen saham Konversi agio menjadi saham f. Penyajian dan pengungkapan Penyajian modal Penyajian dan pengungkapan saldo laba Pengungkapan peristiwa setelah tanggal neraca Pengungkapan perjenis saham Pengungkapan kerugian PT 50% dari modal Pengungkapan kerugian PT 75% dari modal Pengungkapan dividen Pengungkapan saham beredar yang diperoleh kembali Pengungkapan bagian lain ekuitas g. Reorganisasi h. Selisih penilaian kembali.

BAB 11 (SC & C) AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN Alasan pengakuan PPh sebagai beban: 1. Sesuai dengan GAAP. 2. Konsistensi dengan Teori Kepemilikan. 3. Konsistensi dengan definisi SFAC No.6 mengenai Comprehensive Income. Perkembangan sejarah akuntansi PPh: 1. Tahun 1940. a. Internal Revenue Code (IRC) mengizinkan penyusutan biaya untuk fasilitas gawat darurat yang esensial dalam peperangan dalam jangka waktu 60 bulan. b. Pelaku bisnis dapat mengurangi Laporan Kinerja Perusahaan dari yang seharusnya. c. Total penyusutan yang dibebankan dalam masa hidup aktiva adalah sama, namun alokasi biaya yang dibebankan setiap periode untuk laba akuntansi sangat berbeda dengan menurut LKP. d. IRS: Para praktisi akuntansi membebankan PPh yang timbul berdasarkan laporan perpajakan setiap periode. 44

Resume Teori Akuntansi Beberapa akuntan berargumen bahwa ketika penyusutan dipercepat diperbolehkan, maka pembebanan hutang pajak ke dalam setiap periode menghasilkan penyimpangan material atas pendapatan per-periode. 2. Tahun 1944. CAP menerbitkan ARB No.23 mengenai akuntansi PPh yang berisi: a. PPh harus dialokasikan ke laba dan perkiraannya. b. Biaya secara wajar dialokasikan ke laba termasuk dalam laba tahun berjalan. c. PPh harus dialokasikan dalam perioe-periode sehingga setiap item yang dilaporkan dalam laporan laba rugi sesuai dengan konsekuensi pajaknya. d. Interperiod tax allocation adalah pengalokasian PPh ke dalam periode-periode akuntansi. Kekurangan ARB No.23 : Tidak dapat diberlakukan dalam kasus di mana perbedaan laporan perpajakan dan laporan laba rugi secara berulang kali terjadi terus-menerus dalam jangka waktu yang sangat lama. Menimbulkan perdebatan mengenai bagaimana caranya konsekuensi pajak untuk semua item yang dihasilkan harus dialokasikan karena perlakuan pajak berbeda dengan perlakuan akuntansi. Tidak memberikan petunjuk yang jelas dan spesifik bagaiman cara mengukur konsekuensi pajak. Isu-isu pengalokasian PPh: 1. Kejadian ekonomi dan transaksi yang memiliki konsekuensi aliran keuangan pajak dilaporkan kepada IRC dan pada laporan keuangan. 2. IRC mengharuskan pendapatan dan biaya diakui dalam periode akuntansi yang berbeda dengan GAAP, berupa: a. Originating difference, yaitu Laba Kena Pajak (LKP) akan berbeda sementara waktu dengan Laba Akuntansi Sebelum Pajak. b. Reversing difference, yaitu kejadian yang menyebabkan originating difference akan membalik sendiri. c. Income tax allocation issue, yaitu permasalahan yang timbul karena originating dan reversing difference. 3. Tujuan akuntansi PPh adalah: a. Untuk mengakui jumlah pajak terutang atau yang dapat diterima kembali dalam tahun berjalan. b. Untuk mengakui konsekuensi pajak di masa yang akan datang karena perbedaaan temporer, kerugian bersih operasi (net operating loss) dan kredit pajak yang tidak digunakan (unused tax credit). Perbedaan Permanen 1. Timbul karena: a. Ada syarat-syarat tertentu dari IRC yang membebaskan jenis penghasilan tertentu dari pengenaan pajak, atau pengurangan jenis biaya tertentu dan yang memperbolehkan pengurangan beban dari penghasilan menurut GAAP tidak dapat dibebankan. b. Akibat kebijakan ekonomi pemerintah. 2. Jenis-jenis perbedaan permanen: a. Pendapatan yang diakui untuk tujuan laporan akuntansi keuangan yang tidak pernah dikenakan pajak. b. Beban yang diakui untuk tujuan laporan akuntansi keuangan yang tidak dapat dikurangkan untuk tujuan PPh. c. Beban yang diakui dan dapat dikurangkan untuk tujuan PPh, tapi tidak diakui sebagai beban menurut GAAP. Perbedaan Temporer 1. Timbul karena: a. Perbedaan periode akuntansi mengenai pengakuan penghasilan, beban, keuntungan, atau kerugian luar biasa. b. Adanya syarat-syarat tertentu dari IRC yang membuat dasar yang berbeda untuk penyusutan, pengakuan kerugian atau keuntungan luar biasa. c. Adanya taxable amount, yaitu: reversing dan originating difference menyebabkan laporan keuangan tahun berjalan < LASP tahun berjalan, sehingga LKP masa datang > LASP masa datang. d. Adanya deductible amount, yaitu : reversing dan originating difference menyebabkan LKP tahun berjalan > LASP tahun berjalan, sehingga LKP masa datang < LASP masa datang. e. APB Opinion No.11 tentang Timing, Difference, yaitu : penghasilan kena pajak atau keuntungan atau kerugian luar biasa atau beban yang dapat dikurangkan diakui dalam satu periode untuk tujuan laporan akuntansi keuangan, dan diakui dalam periode lainnya untuk tujuan laporan pelaporan perpajakan. Perbedaan waktu meliputi: a. LAK pada tahun berjalan > LKP tahun berjalan, disebabkan: Penghasilan atau keuntungannya sudah termasuk dalam LAK tetapi belum waktunya termasuk dalam LKP. Beban atau kerugian sudah dikurangkan dari LKP, tapi belum waktunya dikurangkan dari LASP. 45

Resume Teori Akuntansi b. LAK pada tahun berjalan < LKP tahun berjalan, disebabkan: Penghasilan atau keuntungannya sudah termasuk dalam LKP, tapi belum waktunya termasuk dalam LAK. Beban atau kerugian sudah dikurangkan dari LKP, tapi belum waktunya dikurangkan dari LAK. 2. SFAS No.96 an No.109 menjelaskan mengenai kejadian yang menciptakan perbedaan antara: dasar aktiva dan hutang Vs jumlah untuk laporan keuuangannya. Perbedaan Temporer Lainnya: a. Pengurangan terhadap DPP depreciable aset karena adanya kredit pajak. Misalnya IRC mengizinkan wajib pajak untuk mengurangi dasar depresiasi aset sebesar dari jumlah kredit investasi pajak (ITC), sehingga LKP > LASP sebesar jumlah pengurangan DPP. b. ITC diakuntansikan dengan metode penangguhan. Perlakuan istimewa akuntansi ITC adalah untuk mengurangi cost aset yang berhubungan sebesar jumlah ITC. Jika metode ini digunakan, jumlah yang diterima atas pemulihan di masa depan atas cost aset yang telah dikurangi tersebut akan lebih kecil dari DPP atas aset tersebut. perbedaannya akan mengurangi pajak ketika aset telah dipulihkan. c. LAP perusahaan asing yang menggunakan mata uang asing. d. Penambahan DPP karena inflasi berdasarkan peraturan pajak. Jumlah yang diterima atas pemulihan aset di masa depan yang dicatat untuk tujuan akuntansi < DPP atas aset, dan perbeaannya akan mengurangi pajak. e. Bisnis kombinasi yang dicatat dengan menggunakan metode pembelian. Kerugian bersih dari operasi (NOL) a. Perusahaan yang mengalami kerugian diperbolehkan mengkompensasikan kerugian periode sekarang kepada periode-periode yang lalu, biasanya selama 3 tahun (carry back). Kompensasi ke periode sebelumnya menghasilkan restitusi pajak dan dicatat alam laporan keungan sebagai pengurangan rugi tahun berjalan. b. Diperbolehkan dikompensasi ke masa depan (carry forward) selama 15 tahun. kompensasi ke masa depan tidak boleh diakui sebagai keuntungan potensial pajak. Conceptual Issues 1. Terjadi perbedaan dalam mencatat perbedaan antara LKP dengan LASP. 2. Terjadi perbedaan pendapat apakah alokasi pajak interperiod diterapkan secara keseluruhan atau sebagian saja untuk yang diharapkan akan pulih di masa datang. Alokasi Vs Nonalokasi Yang mendukung tidak perlu alokasi interperiod berpendapat bahwa beban pajak yang dilaporkan dalam laporan laba rugi untuk tujuan pajak dan tujuan pelaporan harus sama. Yang berkata tidak perlu adanya alokasi berpendapat: 1. Pajak pengahsilannya hanya berasal dari LKP. 2. PPh berbeda dengan beban lainnya, sehingga tidak relevan jika diperlakukan sebagai beban lain-lain. Beban dihubungkan dengan usaha menghasilkan pendapatan sedangkan PPh tidak menghasilkan pendapatan (no future benefit). 3. PPh dihitung atas keseluruhan LKP, tidak secara individual atas item-item pendapatan dan beban. 4. Alokasi interperiod menyembunyikan perbedaan ekonomi antara perusahaan yang menggunakan strategi pajak untuk mengurangi pembayaran pajak Vs yang tidak menggunakan. 5. Pelaporan beban pajak atau hutang pajak periode berjalan memperbaiki prediksi arus kas masa depan. 6. Alokasi PPh memerlukan ramalan tersembunyi profit masa depan. 7. Tidak terdapat kewajiban pada saat ini atas konsekuensi pajak potensial dari transaksi saat ini atau sebelumnya karena tidak ada kewajiban yang sah untuk membayar pajak sampai laporan pajak mendatang secara aktual disiapkan. 8. Pembukuan atau prosedur alokasi pajak antar periode terlalu mahal dibandingkan manfaatnya. Pendukung yang menyatakan perlu adanya alokasi berpendapat: 1. PPh hanya didasarkan atas transaksi atau kejadian yang telah terjadi yang terdapat dalam laba akuntansi. 2. PPh merupakan biaya dalam menjalankan perusahaan, sehingga diperlakukan sama dengan biaya yang lain (konsep akrual). 3. Perbedaan waktu pengakuan pendapatan atau beban menghasilkan perbedaan sementara yang akan pulih dengan sendirinya. 4. Alokasi pajak antar period membuat net income perusahaan memberikan ukuran yang lebih bermanfaat atas kemampuan menghasilkan laba dan menghindarkan penyimpangan laba periodik akibat peraturan pajak. 5. Tidak adanya alokasi menyebabkan kesulitan dalam perkiraan kas masa datang. 6. PPh yang ditangguhkan nantinya akan tetap dibayar. 7. Perbedaan sementara menghasilkan konsekuensi pajak di masa depan. Alokasi menyeluruh Vs parsial Alokasi menyeluruh: 46

Resume Teori Akuntansi Beban PPh yang dilaporkan alam periode akuntansi dipengaruhi oleh semua transaksi dan peristiwa dalam LASP pada perioe tersebut. Transaksi dan peristiwa yang membuat perbedaan sementara mempengaruhi arus kas pada periode akuntansi ketika perbedaan original dibalik. Alokasi parsial: a. Beban PPh yang dilaporkan dalam periode akuntansi tidak dipengaruhi oleh perbedaan temporer yang tidak diharapkan dibalik, pada masa datang. b. Perbedaan temporer yang seperti ini lebih bersifat permanen. c. Hanya alokasi parsial saja yang diperlukan yaitu untuk perbedaan karena waktu yang tidak terjadi berulang-ulang. Diskonto Penangguhan Pajak 1. Pendukung: perusahaan yang mengurangi pembayaran pajak akan lebih baik ari sisi ekonomi dan konsisten dengan prinsip akuntansi yang ada. 2. Penolak: diskon penangguhan pajak tidak dapat membandingkan transaksi yang dikenakan pajak dengan pengaruh-pengaruh pajak yang terkait, sehingga transaksi yang dikenakan pajak harus dilaporkan dalam satu periode dan pengaruh pajak yang terkait dilaporkan dalam beberapa periode. Metode Alokasi Pajak Antar Periode 1. Deffered Method. a. Memakai pendekatan laba rugi didasarkan pada konsep bahwa beban pajak dikaitkan dengan periode di mana penghasilan diakui. b. Metode ini mengukur beban PPh seakan-akan laba finansial sebelum pajak perioe berjalan dilaporkan dalam laporan perpajakan tahun berjalan. c. Jumlah pajak ditangguhkan yang dilaporkan sebesar akibat perbedaan temporer yang akan dihapus di masa datang dan yang diukur dengan tarif dan UU PPh bila pengaruhnya menimbulkan perbedaan. d. Kritik: tidak ada beban pajak yang ditangguhkan atau kredit penangguhan pajak yang memiliki karakteristik sebagai aktiva atau hutang. 2. Metode Kewajiban atau Aset. a. Metode ini memakai pendekatan neraca dengan sungguh-sungguh mengakui dan melaporkan total manfaat atau hutang pajak yang benar-benar terealisasi. b. Menurut definisi GAAP, jumlah penagguhan pajak yang dilaporkan dalam neraca adalah pengaruh dari perbedaan temporer yang akan dibalik di masa datang dan akan berpengaruh saat perbedaan temporer mengalami pembalikan. 3. Metode Pajak Netto. a. Lebih merupakan metode pengungkapan daripada metode lain yang menghitung pajak ditangguhkan. b. Pengaruh PPh dari perbedaan temporer dihitung dengan menerapkan metode penangguhan atau metode kawajiban. Melalui metode ini beban ditangguhkan (aktiva pajak) atau kredit yang ditangguhkan (hutang pajak) diperlakukan sebagai penyesuaian pada perkiraan di mana perbedaan temporer terkait. Penyesuaian dibuat dengan menggunakan penyisihan niali tertentu. c. Dua alternatif pengungkapan: Pengaruh pajak dari beban temporer dimasukkan dalam total beban PPh. Beban PPh dilaporkan dalam jumlah yang sama dengan hutan PPh berjalan dan pengaruh pajak dari perbedaan temporer disatukan bersama dengan pendapatan atau biaya yang terkait. Kesimpulan FASB FASB menerbitkan SFAS No.96 yang menetapkan: 1. Alokasi PPh antar periode untuk perbedaan temporer adalah tepat. 2. Pendekatan alokasi menyeluruh seharusnya diterapkan. 3. Metode aktiva atau hutang dalam alokasi PPh seharusnya digunakan. Argumentasi FASB tentang penerapan metode aktiva atau hutang: 1. Konsekuensi PPh antar periode untuk perbedaan temporer adalah tepat. 2. Pendekatan alokasi menyeluruh seharusnya diterapkan. 3. Metode aktiva atau hutang dalam alokasi PPh seharusnya digunakan. Deffered Tax Liability Tiga karakter utama deffered tax sesuai dengan karakter liability: 1. Merupakan kewajiban pada pemerintah. 2. Pembayaran pajak melibatkan transfer aset di masa datang. 3. Hutang pajak timbul dari kejadian-kejadian yang memenuhi kriteria UU pajak. Deffered Tax Aset 1. FASB menyimpulkan bahwa aktiva pajak yang diatngguhkan dikurangi penyisihan nilai pajak memenuhi tiga kriteria: a. Kemungkinan manfaat di masa datang ipenuhi dengan adanya cash flow hasil kompensasi pajak ke periode sebelumnya serta kriteria kelihatannya lebih mungkin daripada tidak. 47

Resume Teori Akuntansi b. Memperoleh manfaat dan mengendalikan akses entitas lain atas manfaat dapat terpenuhi dengan adanya hak ekslusive atas restitusi yang disetujui. c. Transaksi atau peristiwa yang menyebabkan timbulnya hak atau pengendalian perusahaan atas manfaat telah terjadi dipenuhi dengan adanya kesimpulan dari FASB yang menyatakan bahwa penghasilan kena pajak di masa datang: adalah kejadian yang memberikan konfirmasi akan adanya manfaat pajak yang dapat diakui pada akhir tahun berjalan. Yang bukan merupakan persyaratan mutlak bahwa kejadian tersebut harus terjadi sebelum manfaat pajak diakui seperti yang dicantumkan dalam SFAS No.96. 2. Konsekuensi pajak yang ditangguhkan dari perbedaan temporer yang berupa jumlah bersih yang dapat dikurangkan ke tahun sebelumnya memenuhi tiga kriteria aset. Tetapi jumlah bersih yang dapat dikurangkan dan kerugian bersih operasi (NOL) yang dikompensasikan ke masa datang tidak memenuhi tiga kriteria aset. SFAS No.109 1. Diterbitkan atas kritik pada SFAS No.96, SFAS No.109 mengizinkan pengakuan dan pengukuran aktiva atau hutang pajak yang ditangguhkan tanpa melihat atau terpisah dari laba yang akan datang. 2. Aktiva pajak yang ditangguhkan akan dikurangi oleh penyisihan nilai pajak jika terdapat bukti yang mengindikasikan bahwa kelihatannya lebih mungkin daripada tidak (more likely than not) bahwa sebagian atau semua aktiva pajak yang ditangguhkan tidak terealisasi. Penyisihan Nilai 1. Aktiva pajak yang ditangguhkan tidak diakui jika kemungkinan relisasinya kurang. 2. Sumber-sumber LKP yang memungkinkan realisasi aktiva pajak yang ditangguhkan (SFAS No.109): a. Pembalikan di masa datang atas perbedaan temporer kena pajak yang ada sekarang. b. LKP di masa datang di luar perbedaan temporer kena pajak yang aa sekarang. c. LKP di tahun berjalan atau di tahun sebelumnya di mana jumlah yang deductible dari perbedaan temporer dapat dikompensasi ke periode sebelumnya. d. Untuk mencegah kadaluarsanya kredit pajak dan kerugian bersih operasi, strategi perencanaan pajak yang hati-hati dan tepat harus diterapkan, kecuali pada: Jumlah pajak yang dipercepat dibandingkan jumlah kena pajak yang dicarry forward. Mengubah karakteristik jumlah kena pajak dan jumlah yang dapat dikurangkan ari rugi atau laba biasa menjadi kerugian atau keuntungan modal. Mengalihkan pembebasan pajak menjadi investasi pajak. Pengungkapan dalam Laporan Keuangan 1. Beban PPh diungkapkan untuk: a. laba dari operasi berjalan b. kerugian atau keuntungan dari penjualan segmen bisnis c. item-item luar biasa dan efek kumulatif dari perubahanprinsip akuntansi d. setiap penyesuaian periode sebelumnya dalam saldo laba. 2. Harus juga diungkapkan bagian-bagian penting dari operasi berjalan yang terkait dengan PPh, yaitu: a. bagian PPh tahun berjalan b. PPh yang ditangguhkan c. kredit pajak investasi d. subsidi pemerintah (mengurangi pajak) e. kerugian operasi yang dicarry forward f. beban pajak yang dihasilkan dari alokasi pajak ke neraca dalam rangka kombinasi bisnis (business combination) g. penyesuaian hutang atau aktiva pajak yang ditangguhkan karena perubahan UU pajak h. penyesuaian saldo awal penyisihan nilai pajak Penyajian dalam neraca dan pengungkapan yang terkait 1. Saldo pajak yang ditangguhkan dilaporkan sebagai hutang atau aktiva. Saldo tersebut diikhtisarkan berdasarkan: Jumlah bersih lancar (Net current amount). Jumlah bersih tidak lancar (Net noncurrent amount). 2. Jumlah bersih tidak lancar aktiva pajak yang ditangguhkan diklasifikasikan sebagai aktiva lainlain. 3. Jumlah bersih tiak lancar hutang pajak diklasifikasikan sebagai hutang jangka panjang. Pengungkapan yang dipersyaratkan SEC: 1. Rekonsiliasi perbeaan antara beban PPh dari jumlah biaya pajak yang dilaporkan dalam laporan penghasilan perusahaan. 2. Jumlah perbedaan temporer yang berhubungan dengan kredit pajak investasi.

48

Resume Teori Akuntansi BAB 13(SC & C) EQUITY Perbedaan antara kekayaan pemegang saham dan hutang adalah: Besarnya hak prioritas yang dimiliki oleh para pemegang ekuitas lainnya. Tingkat kepastian dalam penetapan jumlah yang diterima oleh para pemegang ekuitas. Tanggal jatuh tempo pembayaran hak-hak final. Teori Pemilikan (The Proprietary Theory): 1. Badan usaha dimiliki oleh beberapa orang teretentu atau kelompok tertentu. 2. Kepentingan pemilikan dapat diwakili oleh pemilik tunggal (sole proprieyor), suatu persekutuan (partnership) atau sejumlah pemegang saham. 3. Setiap aktiva diasumsikan dimiliki oleh pemilik, dan setiap hutang badan usaha merupakan kewajiban para pemilik (pemilik menjadi pusat kepentingan). 4. Pendapatan badan usaha akan meningkatkan kepentingan pemilik bersih dalam badan usaha dan biaya yang ditimbulkan oleh badan usaha menurunkan kepentingan pemilikan bersih dalam badan usaha. 5. Teori pemilikan beranggapan bahwa semua laba rugi segera menjadi hak pemilik dan bukan baan usaha, baik sudah didistribusikan atau belum. 6. Rumus: Aktiva Hutang = Ekuitas. 7. Laporan keuangan didasarkan pada premis bahwa pemilik merupakan fokus utama dari laporan ini. 8. Teori pemilikan terutama dapat dipakai dalam pemilikan tunggal di mana pemilik merupakan pengambil keputusan. 9. Jika bentuk badan usaha menjadi lebih rumit dan pemilikan dan manajemen menjadi terpisah, maka teori ini menjadi kurang dapat diterima. 10. Contoh: dalam penghitungan dan penyajian angka earning pershare adalah relevan hanya kalau kita menganggap bahwa penghasilan itu milik pemegang saham sebelum pengumuman dividen. Teori Entitas (The Entity Theory) 1. Faktor pendorong teori ini: Tumbuhnya organisasi bentuk korporasi yang disertai dengan pemisahan pemilikan dengan manajemen, membatasi kewajiban. Suatu korporasi sebagai suatu pribadi. 2. Rumus: Aktiva = Ekuitas. 3. Inti dari teori entitas: a. Para kreditur dan para pemegang saham menyumbang sumber-sumber daya kepada badan usaha, dan badan usaha berdiri sebagai entitas yang berbeda dan terpisah dari penyumbang sumber daya. b. Aktiva dan hutang milik badan usaha dan bukan milik para pemilik. Ketika diterima pendapatan, hal itu menjadi milik entitas dan biaya yang terjadi merupakan kewajiban entitas. Setiap laba merupakan milik entitas dan menjadi milik pemegang saham hanya kalau dividen diumumkan. 4. Semua unsur yang terdapat di sebelah kanan neraca, kecuali laba ditahan dipandang sebagai klaim atas aktiva badan usaha, dan unsurnya masing-masing dibeakan menurut sifat klaimnya. Sebagian unsur diidentifikasikan sebagai klaim dari kreditur dan lainnya sebagai klaim dari pihak pemilik, namun kesemuanya adalah klaim kepada badan usaha sebagai suatu entitas terpisah. Acuan Teoritis Lainnya 1. Teori Dana. a. William J. Vater berpendapat teori pemilikan terlalu sederhana untuk pelaporan perseroan modern dan tidak ada dasar logis untuk memandang perseroan sebagai pribadi dalam pengertian hukum. Dari perspektif ini, Vater berpendapat bahwa perseroan adalah manusia yang diwakilinya. b. Ahmed Belkaoui berpendapat alam teori dana, dasar akuntansi bukanlah pemilik atau kesatuan usaha. Yang menjadi dasar akuntansi adalah sekelompok aktiva dan kewajiban serta batasan-batasan yang mengatur pemakaian aktiva. c. Teori dana memandang satuan usaha sebagai satu kesatuan yang terdiri dari sumber-sumber ekonomi dan kewajiban-kewajiban serta batasan-batasan dalam pemakaian dana tersebut. d. Teori dana dinyatakan dengan persamaan: Aset = Pembatasan terhadap Aset. e. Teori dana lebih menitikberatkan pada administrasi dan kelayakan pemakaian aktiva. Bukan neraca bukan pula laporan keuangan yang menjadi sasaran utama pelaporan keuangan, akan tetapi laporan sumber dan penggunaan danalah yang lebih penting. Laporan sumber dan penggunaan dana tersebut mencerminkan tingkah laku operasi perusahaan ditinjau dari sudut pandang sumber penggunaan dana. 2. Teori Komandan. a. Teori komandan menitikberatkan pada pengendalian.

49

Resume Teori Akuntansi b. Teori komandan dapat dipakai untuk semua organisasi (perseorangan, persekutuan, perseroan). c. Pada perusahaan perseorangan atau persekutuan, pemilik ataupun para sekutu adalah pemilik sekaligus komandan. Dalam perseroan, manajer dan pemegang saham keduanya merupakan komandan yaitu bahwa mereka melangsungkan pengendalian terhadap sumber daya (manajer mengendalikan sumber daya badan usaha dan pemegang saham mengendalikan imbalan investasi yang keluar dari badan usaha). d. Teori komandan memperdebatkan bahwa gagasan pengendalian pengendalian cukup luas untuk dapat mencakup semua pihak yang relevan dengan tidak ada satupun yang dikesampingkan. 3. Teori Badan Usaha. a. Pada teori perseroan, satuan bisnis khususnya yang terdaftar dalam bursa nasional atau regional, dipandang sebagai suatu lembaga sosial yang terdiri dari penyumbang modal dengan tujuan-tujuan yang sama dan sampai tingkat tertentu juga berperan dalam tindakan yang sama. Manajemen pada intinya, memelihara hubungan wajar dengan pemilik dan dengan penanggung jawab utamanya, dalam hal ini: mendistribusikan dividen yang mencukupi. memelihara suasana yang bersahabat dengan para pegawai. b. Perseroan merupakan suatu institusi sosial yang beroperasi untuk memberi manfaat bagi banyak kelompok yang berkepentingan. 4. Teori Ekuitas Sisa George J. Stanbus merumuskan ekuitas sisa sebagai kepentingan mengenai ekuitas di dalam aktiva organisasi yang akan menyerap setiap pengaruh terhadap aktiva tersebut berupa kejadian ekonomi apapun yang tidak ada pihak manapun yang secara tegas menyetujuinya. Pencatatan Ekuitas Bagan modal perseroan biasanya dibagi-bagi dalam beberapa komponen. Komponen ini diklasifikasikan menurut sumbernya dengan cara sebagai berikut: 1. modal disetor (paid-in capital/contributed capital), terdiri dari: a. modal saham b. modal disetor tambahan (additional paid-in capital) 2. modal yang belum direalisasikan (unrealized capital) 3. modal yang diperoleh (earned capital), terdiri dari: a. appropriated (telah diperuntukkan) b. unappropriated (belum diperuntukkan) Modal Disetor 1. Konsep modal menurut hukum adalah jumlah aset bersih yang tidak dapat didistribusikan kepada para pemegang saham, yaitu nilai nominal atau nilai yang itetapkan dari saham yang beredar. 2. Modal menurut hukum harus dilaporkan terpisah dari jumlah uang yang ditanamkan, sehingga kepentingan pemilikan diklasifikasikan sebagai modal saham dan modal yang disetor tambahan di atas nilai nominal. 3. Klasifikasi modal yang disetor tambahan termasuk semua jumlah uang yang mula-mula diterima dari saham yang melampaui nilai nominal atau nilai yang ditetapkan. 4. Pada kejadian saham likuidasi, pemegang surat berharga yang dijual di bawah nilai nominal diwajibkan untuk membayar sebesar selisih antara penanaman modal mula-mula dengan nilai nominal untuk melindungi para kreditur. Pendaftaran saham 1. Underwriter adalah penjamin saham, yang menjual saham perseroan kepada masyarakat, mendaftar pemegang saham baru dan menanggung biaya penjualan, sehingga perseroan bebas dari tanggungjawab penjualan dan pencatatan transaksi masing-masing saham untuk jangka waktu yang saham untuk jangka waktu yang lama. 2. Jika perseroan dalam menjual saham dilakukan sendiri, maka harus dilihat catatan untuk setiap transaksi dengan pemegang saham yang baru. Ciri-ciri khusus surat berharga 1. Ketentuan Konversi (conversi provision) a. Konversi hutang ke saham biasa Ciri-ciri sekuritas hutang konvertible: Suku bunganya lebih rendah daripada sekuritas non konvertible. Harga konversi permulaan lebih tinggi daripada nilai pasar saham biasa pada saat penerbitan Opsi penarikan dimiliki oleh penerbit Keuntungan: 1) Penerbit sekuritas memperoleh dana dengan suku bunga yang lebih rendah. 2) Penerbit bisa mempengaruhi pemegang saham untuk menukarkan dengan sekuritas ekuitas bila nilai saham meningkat.

50

Resume Teori Akuntansi 3) Penerbit dapat menggunakan suku bunga yang relatif rendah jika nilai saham tidak meningkat. 4) Pemegang sekuritas mempunyai instrumen hutang yang menjamin pengembalian investasi (kecuali penerbit sekuritas bangkrut) ditambah dengan pengembalian tetap. 5) Pemegang saham sekuritas mendapatkan opsi untuk mengalihkan kepentinganya ke dalam ekuitas modal. b. Konversi saham preferren ke Saham Biasa Saham preferren dapat dikonversi apabila syarat penerbitan menetapkan bahwa saham preferren ini dapat ditukarkan oleh pemiliknya dengan surat berharga lain dari perseroan yang menerbitkanya. Karena saham preferen biasanya mempunyai hak terlebih dahulu atas laba tetapi terbatas persentasenya, maka laba yang besar yang dihasilkan dari operasi yang sukses akan mengalir kepada para pemegang saham biasa Dalam hal-hal tertentu, saham preferen mungkin dapat dikonversi menjadi obligasi , sehingga para investor mempunyai kebebasan untuk mengubah posisi mereka dari pemegang saham menjadi kreditor 2. Ketentuan Penghentian a. Ketentuan penghentian memungkinkan perseroan membeli kembali saham preferennya dengan jumlah uang yang telah ditetapakan lebih dahulu b. Ketentuan penghentian dilekatkan pada sekuritas oleh perseroan karena adanya kondisi masa depan sebenarnya dapat ditawarkan hasil yang lebih rendah c. Konisi pasar dapat pula menuntut adanya janji mengenai hubungan hutang ekuitass tertentu pada saat penerbitan surat berharga d. Ketentuan penghentian mengijinkan perseroan memperoleh keuntungan dari kondisi masa depan yang menguntungkan serta menunjukkan bagaimana sekuritas akan dihentikan e. Adanya harga penghentian cenderung memasang batas atas harga pasar dari surat berharga yang dapat dikonversikan mengingat investor normalnya tidaka akan cenderung membeli saham yang dapat dihentikan sebentar lagi dengan hargaa yang lebih rendah 3. Ketentuan Kumulatif a. Provision artinya tidak ada pembayaran dividen saham biasa pada suatu tahun sebelum dibayarkan seluruh dividen saham preferen untuk tahun yang bersangkutan b. Ketentuan kumulatif yaitu jika seluruh atau sebagian saham pefern belum dibayar pada suatu tahun maka bagian yang belum dibayar terakumulasi dan haru sibayar dalam tahun-tahun berikutnya sebelum dibayar dividen saham biasa 4. Ketentuan partisipasi Ketentuan partisipasi artinya memberikan pemegang saham preferwen untuk berbagi dengan pemegeang saham biasa atas dividen yang melebihi imbalan normal untuk setiap saham dengan menggunakan rasio tertentu yang ditetapkan lebih dahulu 5. Ketentuan Pelunasan Ketentuan pelunasan artinya saham preferen dapat ditukarkan oleh pemegang sahamnya dengan kas dikemudian hari. Ketentuan pelunasan dapat mencakup pula tanggal jatuh tempo sukarela atau menjelasakn harga pelunasan Opsi Saham 1. Tahun 1972 APB menerbitkan opinion no.25 Accounting for Stock Issued Employees yang menetapkan adanya dua jenis opsi saham yaitu program non kompensatori dan program kompensatoris 2. Program kompensatori bentuk kompensasi yang ditujukan terbatas hanya bagi para anggota eksekutif saja 3. Program non kompensasi ini paa umumnya memberikan kemungkinan untuk membeli saham dengan diskonto yang relatif kecil dari harga saham yang berlakuk di bursa 4. Saham yang fiteritkan dengan penggunaan opsi dicatat secara biasa yaitu sebagai penambahan saham biasa atau saham preferen termasuk penamahan agio atas nilai pari atau nilai statuer. Harga saat penerbitan adalah sebesar jumlah yang diterima yaitu harga yang berlaku Jaminan Saham Jaminan saham adalah sertifikat yang membolehkan pemegangnya membeli saham modal dengan harga tertentu dalam batas waktu yang ditentukan. Sertifikat ini umumnya diterbitkan karena satu dari dua kondisi berikut : 1. Sebagai bukti dari hak mendahului dari pemegang saham sekarang untuk membeli saham biasa tambahan dari penerbitan batru dalam proporsi dengan persentase pemilikannya sekarang 51

Resume Teori Akuntansi 2. Sebagai perangsang yang dilekatkan pada hutang atau saham preferen untuk meningkatkan dapta diperjualbelikannya surat-surat berharga tersebut Dalam opinion no. 14 APB 1. Bahwa bagian dari hasil surat berharga yang diterbitkan dengan jaminan pembelian saham yang dapat dipakai untuk jaminan haruslah dipertanggungjawabkan sebagai modal disetor 2. Alokasinya harus didasarkan paa nilai wajar relatif dari dua surat berharga pada saat penerbitan 3. Jika jaminan dipergunakan, nilainya akan ditambahkan pada kas yang diterima untuk sampai kepada nilai buku saham biasa 4. Dalam keadaan jaminan tidak dipergunakan dalam periode yang ditunjuk, begian dari harga pokok surat berharga yang dialokasikan kepada jaminan akan tetep berada dalam pembukuan sebagai modal disetor. Modal yang belum direalisasikan Modal yang belum direalisasikan timbul dari kejadian yang tidak berkaitan dengan penerbiatn saham atau kegiatan normal perusahaan yang diarahkan kepada keuntungan. Modal yang belum direalisasikan berasal dari kebutuhan auntuk mengakui aset atau perubahan nilai dari unsur-unsur neraca lainnya yang tidak termasuk dalam komponen ph karena ketetapan lembaga otoritatif Laba ditahan Saldo laba ditahan dalam laporan pertanggungjawaban keuangan dibagi menjadi 1. Appropriated Perseroan tiak merencanakan membagikan bagian dari saldo laba yang ditahan itu sebagai dividen, karena pembatasan-pematasan secara hukum, lontraktual, atau keputusan intaernal 2. Unappropriated Dividen saham Dividen saham adalam pembagian laba kepada para pemegang saham perusahaan sesuai dengan perbandingan jumlah saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik Pemecahan saham 1. Stock split---Perusahaan mengesahkan untuk mengganti sahanm yang beredar dengan jumlah lembar saham yang lebih banyak bila harga pasar saham tinggi dan harga saham yang lebih rendah akan menghasilakn distribusi pemilikanyang lebih luas 2. Reverse stock split---Penggantian saham yang beredar dengan jumlah saham yang lebih sedikit bila harga saham rendah dan dirasakan ada beerapa keuntungan dengan mempunyai harga saham tinggi 3. Sesudah stock split atau reverse stock split saldo modal saham tetap sama, meskipun perubahan jumlah saham yang beredar iru disertai dengan perubahan nilai pari atau nilai statuer Saham dalam perbendaharaan Treasury stock adalah saham yang dibeli dan disimpan kembali atas nama perseroan adna tidak diberhentinan peredarannya secara formal, ketentuan-ketentuannya 1. saham treasury tidak boleh dianggap sebagi aktiva dan dilaporkan sebagai pengurang modal sendiri secara total 2. modal resmi tidak akan terpengaruh oleh pembelian atau penerbitan kembali saham treasury 3. tidak ada keuntungan yang diakui dengan adanya pembelian modal sendiri Quasi Organisasi Quasi organisasi adalah perusahaan menghapus defisit ( laba menujukkan debet) dengan mencatat saldo baru untuk modal untuk modal yang tertanam sehingga seakan-akan perusahaan itu baru didirikan dengan jumlah saldo laba ditahan sama dengan nol. Hal ini disebabkan oleh akumulasi kerugian selama beberapa tahun atau pendebitan lain dalam jumlah besar terhadap laba yang ditahan

52