Lembar ke-1 untuk : Kantor Pelayanan Pajak Lembar ke-2 untuk : Arsip Pemotong Pajak/Wajib Pajak

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK Yth. Kepala Kantor Pelayanan Pajak ……………………………………….. (1) di ………………………………………..

SURAT PEMBERITAHUAN (SPT) MASA PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2)
A. Identitas Pemotong Pajak/Wajib Pajak : NPWP Nama Alamat : : : (2)

……………………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………………

B. Pajak Penghasilan Final Pasal 4 Ayat (2) yang telah dipotong/dipungut/terutang untuk masa ……………………………………… tahun ……………. (3) dan telah disetor tanggal ……………………………… (4) adalah sebagai berikut : Nilai Obyek Pajak (Rp) (3) Tarif (%) (4) PPh yang dipotong/ dipungut/disetor sendiri (Rp) (5)

URAIAN (1) Bunga Deposito/Tabungan, Diskonto SBI dan Jasa Giro a. Bunga Deposito/Tabungan · Yang ditempatkan di DN · Yang ditempatkan di LN b. Diskonto Sertifikat Bank Indonesia c. Jasa Giro Transaksi Penjualan Saham : a. Saham Pendiri b. Bukan Saham Pendiri Bunga/Diskonto Obligasi Hadiah Undian Persewaan Tanah dan atau Bangunan (Bagi Penyewa sebagai Pemotong Pajak) Persewaan Tanah dan atau Bangunan (Bagi Wajib Pajak pengusaha persewaan Tanah dan/atau Bangunan): a. PPh yang disetor sendiri b. PPh yang dipotong oleh pihak lain Penyerahan Jasa Konstruksi Usaha Kecil (bagi penerima jasa sebagai pemotong pajak) Penyerahan Jasa Konstruksi Usaha Kecil (bagi Wajib Pajak pengusaha kecil jasa konstruksi) : a. PPh yang disetor sendiri b. PPh yang dipotong oleh pihak lain

MAP/KJS (2)

1.

411128/404 411128/404

…………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… ……………………………

……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ………

…………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… …………………………… ……………………………

2.

3. 4. 5. 6.

411128/407 411128/406 411128/401 411128/405 411128/403

411128/403

…………………………… …………………………… ……………………………

……… ……… ………

…………………………… …………………………… ……………………………

7. 8.

411128/409

411128/409 JUMLAH

…………………………… ……………………………

……… ………

…………………………… …………………………… ……………………………

Terbilang ……………………………...………………………………………………………………………………………………………………………… C. Lampiran : (5) ( ) Surat Setoran Pajak lembar ke-3 ( ) Daftar Bukti Pemotongan PPh Final Pasal 4 ayat (2) ( ) Surat Kuasa Khusus D. Pernyataan : Dengan ini saya menyatakan bahwa pemberitahuan di atas adalah benar, lengkap dan tidak bersyarat. ………………., ……………………… 20… Pemotong Pajak/Wajib Pajak/Kuasa (7) Tanda tangan, nama dan cap
(6)

…………………………………. F.1.1.32.04

(8)

Beri tanda X dalam ( ) sesuai yang dilampirkan. Paling lambat tanggal 10 (bagi Pemotong Pajak) atau tanggal 15 (bagi WP pengusaha persewaan) dari bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.1. (7) Coret yang tidak perlu. diisi dengan Kode Mata Anggaran Penerimaan (MAP)/Kode Jenis Pajak dan Kode Jenis Setoran yang harus diisi pada Surat Setoran Pajak (SSP). Diisi dengan identitas lengkap (NPWP. diisi dengan jumlah bruto bunga deposito/tabungan. diisi dengan jumlah Pajak Penghasilan yang dipotong yaitu sebesar Tarif (kolom 4) X Nilai Objek Pajaknya (kolom 3). Bunga/Diskonto Obligasi Transaksi Penjualan Saham Penyetoran Paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi penjualan saham. dan alamat) Pemotong Pajak/Wajib Pajak. jasa giro. diskonto Sertifikat Bank Indonesia.32. bunga/diskonto obligasi. Tarif . Diisi dengan tanggal penyetoran pajak yang telah dipotong. Hadiah Undian Persewaan Tanah Dan Atau Bangunan Jasa Konstruksi Usaha Kecil Paling lambat 20 hari setelah masa pajak berakhir. imbalan atas jasa konstruksi. Pelaporan Paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lambat tanggal 25 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi penjualan saham. nama dan cap Pemotong Pajak/Wajib Pajak atau Kuasanya. (6) Diisi dengan tempat dan tanggal dibuatnya SPT Masa. cukup jelas. (8) Diisi dengan tanda tangan. nilai sewa tanah dan atau bangunan. Surat Pemberitahuan (SPT) masa ini wajib diisi dan dilaporkan oleh Wajib Pajak yang menurut ketentuan yang berlaku harus menyetor sendiri Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2) yang terutang.04) Umum : (1) (2) (3) (4) (5) Diisi dengan nama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Pemotong Pajak/Wajib Pajak terdaftar. Jadwal penyetoran PPh dan pelaporan SPT untuk masing-masing jenis penghasilan adalah sebagai berikut: Jenis Penghasilan Bunga Deposito/Tabungan. Dalam hal SPT ditandatangani oleh bukan Pemotong Pajak/ Wajib Pajak yang bersangkutan harap dilampirkan Surat Kuasa Khusus bermaterai cukup. lembar ke 2 : Arsip Pemotong Pajak/Wajib Pajak Penyetoran dilakukan dengan menggunakan SSP ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro. MAP/KJS . Diskonto SBI. Paling lambat 20 hari setelah masa pajak berakhir. Diisi dengan masa dan tahun pajak dilakukannya pemotongan. Nilai Objek Pajak . Paling lambat 20 hari setelah masa pajak berakhir. Khusus : Kolom (1) : Kolom (2) : Kolom (3) : Uraian . SPT Masa ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) : lembar ke 1 : Untuk Kantor Pelayanan Pajak. nama.PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR SPT MASA PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2) (F. transaksi penjualan saham.1. Paling lambat tanggal 10 (bagi Pemotong Pajak) dan tanggal 15 (bagi WP usaha kecil jasa konstruksi) bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. Kolom (4) : Kolom (5) : Selain Pemotong Pajak. . cukup jelas. hadiah undian. PPh yang dipotong/dipungut/disetor sendiri . Paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak.

Diisi dengan tanggal penyetoran pajak yang telah dipotong.1. Tarif. Dalam hal SPT ditandatangani oleh bukan Pemotong Pajak/ Wajib Pajak yang bersangkutan harap dilampirkan Surat Kuasa Khusus bermaterai cukup.32. nama dan cap Pemotong Pajak/Wajib Pajak atau Kuasanya. Paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak. cukup jelas. dan alamat) Pemotong Pajak/Wajib Pajak.1. Diisi dengan masa dan tahun pajak dilakukannya pemotongan. persewaan) dari bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. nilai sewa tanah dan atau bangunan. jasa konstruksi) bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir. diskonto Sertifikat Bank Indonesia.PETUNJUK PENGISIAN FORMULIR SPT MASA PAJAK PENGHASILAN FINAL PASAL 4 AYAT (2) (F. imbalan atas jasa konstruksi. Paling lambat 20 hari setelah masa pajak berakhir. Pelaporan Paling lambat 20 hari setelah Masa Pajak berakhir Paling lambat tanggal 25 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi penjualan saham. Jadwal penyetoran PPh dan pelaporan SPT untuk masing-masing jenis penghasilan adalah sebagai berikut: Jenis Penghasilan Bunga Deposito/Tabungan. cukup jelas. (6) Diisi dengan tempat dan tanggal dibuatnya SPT Masa. diisi dengan jumlah Pajak Penghasilan yang dipotong yaitu sebesar Tarif (kolom 4) X Nilai Objek Pajaknya (kolom 3). Diskonto SBI. bunga/diskonto obligasi. Khusus : Kolom (1) : Kolom (2) : Kolom (3) : Uraian. Paling lambat tanggal 10 (bagi Pemotong Paling lambat 20 hari setelah masa pajak Pajak) atau tanggal 15 (bagi WP pengusaha berakhir. diisi dengan jumlah bruto bunga deposito/tabungan. MAP/KJS. Jasa Konstruksi Usaha Kecil . Kolom (4) : Kolom (5) : Selain Pemotong Pajak. jasa giro. SPT Masa ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) : lembar ke 1 : Untuk Kantor Pelayanan Pajak.04) Umum : (1) (2) (3) (4) (5) Diisi dengan nama Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat Pemotong Pajak/Wajib Pajak terdaftar. hadiah undian. Beri tanda X dalam ( ) sesuai yang dilampirkan. transaksi penjualan saham. diisi dengan Kode Mata Anggaran Penerimaan (MAP)/Kode Jenis Pajak dan Kode Jenis Setoran yang harus diisi pada Surat Setoran Pajak (SSP). Bunga/Diskonto Obligasi Transaksi Penjualan Saham Hadiah Undian Persewaan Tanah Dan Atau Bangunan Penyetoran Paling lambat tanggal 10 bulan berikutnya setelah Masa Pajak berakhir Paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah bulan terjadinya transaksi penjualan saham. (8) Diisi dengan tanda tangan. PPh yang dipotong/dipungut/disetor sendiri. nama. Paling lambat tanggal 10 (bagi Pemotong Paling lambat 20 hari setelah masa pajak Pajak) dan tanggal 15 (bagi WP usaha kecil berakhir. (7) Coret yang tidak perlu. lembar ke 2 : Arsip Pemotong Pajak/Wajib Pajak Penyetoran dilakukan dengan menggunakan SSP ke Bank Persepsi atau Kantor Pos dan Giro. Nilai Objek Pajak. Diisi dengan identitas lengkap (NPWP. Surat Pemberitahuan (SPT) masa ini wajib diisi dan dilaporkan oleh Wajib Pajak yang menurut ketentuan yang berlaku harus menyetor sendiri Pajak Penghasilan Final Pasal 4 ayat (2) yang terutang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful