Anda di halaman 1dari 2

Pemeriksaan aktiva tak berwujud Aktiva tak berwujud adalah aktiva non moneter yang dapat diidentifikasikan dan

tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau buntuk tujuan administratif. Contoh aktiva tidak berwujud yang dicakup dalam pengertian diatas adalah : piranti lunak komputer, hak paten, hak cipta, film gambar hidup, daftar langganan, hak perusahaan, hutan, waralaba, hubungan dengan pemasok dan pelanggan, kesetiaan pelanggan, hak pemasaran dan pangsa pasar. Dalam definisi aktiva tak berwujud terdapat kreteria bahwa keteridentifikasian aktiva tidak berwujud harus dapat dibedakan secara jelas dengan muhibah ( goodwill ). Goodwill yang timbul dari penggabungan usaha berbentuk akusisi mencerminkan pembayaran yang dilakukan oleh pihak yang mengakuisisi dengan harapan akan memperoleh mamfaat ekonomis dimasa depan. Mamfaat ekonomis masa depan yang timbul dari aktiva tidak berwujud dapat mencakup pendapatan dari penjualan barang dan jasa, penghematan biaya, atau mamfaat lain yang berasal dari penggunaan aktiva tersebuat oleh perusahaan.dalam mengakui suatu pos sebagai aktiva tidak berwujud, perusahan perlu menunjukan bahwa pos tersebut memenuhi : a. Definisi aktiva tidak berwujud dan b. Kriteria pengakuan sebagaimna diatur dalam pernyataan PSAK No. 19 Sifat aktiva tidak berwujud adalah a. Mempunyai masa mamfaat lebih dari satu tahun b. Tidak mempunyai bentuk, sehingga tidak bisa dipegang/diraba atau dilihat c. Diperoleh dengan mengeluarkan sejumlah uang tertentu yang jumlahnya cukup material. Tujuan pemeriksaan aktiva tak berwujud a. Untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas aktiva tak berwujud b. Untuk memeriksa apakah perolehan, penambahan dan penghapusan aktiva tak berwujud, didukung oleh bukti-bukti yang sah dan lengkap serta diotorisasi oleh pejabat perusahaan yang berwenang. c. Untuk memeriksa apakah aktiva tak berwujud yang dimiliki perusahaan masih mempunyai kegunaan dimasa yang akan datang (mamfaatnya lebih dari 1 tahun). d. Untuk memeriksa apakah amortisasi aktiva tak berwujud dilakukan sesuia dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum diindonesia e. Untuk memeriksa apakah hasil /pendapatan yang diperoleh dari aktiva tak berwujud sudah dicatat dan diterima oleh perusahaan. f. Untuk memeriksa apakah penyajian aktiva tak berwujud dalam laporan keuangan dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di indonesia

Prosedur audit atas aktiva tak berwujud 1. Pelajari dan evaluasi internal control atas aktiva tak berwujud 2. Minta rincian aktiva tak berwujud pertanggal neraca, yang antara lain menunjukkan; - Saldo awal,penambahan,amortisasi, dan penghapusan serta saldo akhir

3. Cocokkan saldo awal dan akhir ke buku besar, lalu check footing dan cross footing 4. Periksa penambahan aktiva tak berwujud: - Apakah di otorisasi pejabat perusahaan yang berwenang - Periksa notulen rapat direksi/pemegang saham, untuk mengetahui apakah otorisasi tersebut diberikan melalui rapat tersebut. - Periksa keabsahan dan kelengkapan bukti-bukti pendukungnya 5. Periksa amortisasi dan penghapusan (jika ada) aktiva tak berwujud. Periksa apakah amortisasi dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum diindonesia dan perhitungannya akurat. Jika ada aktiva tak berwujud yang dihapuskan, misalnya goodwill, karena tidak lagi mempunyai kegunaan, maka harus diperiksa otorisasi dari pejabat perusahaan yang berwenang. 6. Periksa perjanjian perjanjian yang dibuat oerusahaan dengan pihak ketiga yang ingin menggunakan hak patent., hak cipta dan franchise yang dimiliki perusahaan. Periksa apakah pendapatan dari perjanjian tersebut (dalam bentuk royalty fee) sudah dicatat dan diterima oleh perusahaan. 7. Periksa apakah penyajian aktiva tak berwujud dalam laporan keuangan sudah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum diindonesia.