Anda di halaman 1dari 18

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM IPT

(Laporan Praktikum Ilmu Penyakit tumbuhan Umum)

Oleh Mukhtar Dewan Prasetyo 0814013180

JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2009

Lembar Pengesahan
Judul percobaan : Pengenalan Alat-alat Laboratorium IPT

Tanggal Percobaan

: 15 September 2009

Tempat Percobaan

: Laboratorium Hama Penyakit Tumbuhan

Nama

: Mukhtar Dewan Prasetyo

NPM

: 0814013180

Fakultas

: Pertanian

Jurusan

: Agroekoteknologi

Bandar Lampung, 15 September 2009 Mengetahui, Asisten

Kristian

I.PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dalam mengkaji ilmu penyakit tumbuhan diperlukan keahlian tambahan yaitu penggunaan alat-alat laboratorium karena ilmu penyakit tumbuhan erat hubungannya dengan kegiatan dilaboratorium. Kegiatan dilaboratorium

diperlukan sebagai langkah untuk mengamati preparat (inokulum penyakit) guna penelitian lebih lanjut. Namun, sebelum mengetahui kegunaan alat-alat laboratorium terlebih dahulu harus mengenalia pa saja alat yang ada dilaboratorium.

Pada dasarnya, alat-alat yang ada dilaboratorium sangat berfariasi. Alat alat tersebut memiliki fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan perannya masingmasing dalam mengkaji penyakit suatu tumbuhan. Sebagai suatu contoh, jika ingin meneliti suatu penyakit hawar daun pada jagung. Berarti dibutuhkan alatalat laboratorium untuk sterilisasi, inokulum, media biakan dan lain-lain. Alat-alat tersebut mutlak dibutuhkan untuk sebuah penelitian dan praktikum.

Kurangnya pengetahuan

mahasiswa tentang alat-alat laboratorium. Maka,

Pengenalan alat-alat laboratorium sangatlah bermanfaat untuk praktikum ilmu penyakit tumbuhan umum.

1.2 Tujuan Percobaan Adapun tujuan percobaan dari praktikum ini adalah Agar Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami alat-alat Praktikum beserta fungsi dan kegunaan dari alat alat tersebut, serta mengamati alat-alat laboratorium dan menggambarnya, kemudian memberi keterangan nama pada setiap alat-alat tersebut.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Mikroskop fluoresens mengambil keuntungan dari sifat fluoresens, suatu kemampuan untuk menyerap gelombang cahaya yang pendek (UV) dan memancarkan gelombang cahaya panjana (terlihat). Beberapa organism secara natural berfluoresens di bawah sinar UV. Jika specimen tidak memperlihatkan sifat tersebut saat di sinari dengan ultraviolet, maka specimen diberi warna menggunakn Fluorochrome. Prinsip mikroskop fluoresens adalah teknik diagnose yang disebut fluorescent-antibody (FA) techniqueatau immunofluoresence (Joko Suryono, 1999 ).

Peralatan khusus di perlukan jika bekerja dengan bakteri, dengan ukuranya yang sangat kecil merupakan faktor penentu dalam banyak metode yang telah dibicarakan. Mikroskop adalah sarana yang sangat di perlukan dan beberapa tipe mikroskop telah diperkenalkan. Mikroskop majemuk yang dapat memberikan perbesaran 1000 kali, adalah yang paling lazim digunakan. Mikroskop mikroskop medan gelap, ultraviolet, fasekontras, dan elektron yang memidsahkan mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan cahaya biasa. Daya pisah mikroskop elektron lebih besar dari pada mikroskop cahaya biasa, karena menggunakan berkas elektron, bukan cahaya biasa yang digunakan untuk menerangi spesimen. Baktereri hidup diperiksa daya gerak , dalam preparat tetesan menggantung atau preparat basah tertutup ( Anonim, 2009)

Mikroskop laboratorium yang lazim memepunyai tiga lensa obyektif yaitu daya rendah, daya tinggi, imersi minyak. Lensa terakhir adalah yang berdaya tertinggi di antara ketiganya dan di gunakan khusus untuk mengamati bakteri. Setetes minyak yang jernih di letakan langsung dia atas kaca penutup ( Cover glass ) yang menutupi spesimen, kemudian lensa obyektif imersi minyak di turunkan hingga ke dalam minyak. Berkas Cahaya yang di pantulkan dari spesiemen melalui kaca dan minyak tidak mengalami pembiasan sebesar pembiasan yang di alami apabila berkas sinar melalui kaca dan udara, karena itu bayangan yang terbentuk lebih terang. Yang dinamakan lensa obyektif berdaya tinggi sebenarnya berdaya menengah, karena tidak memerlikan minyak, dan lazim di sebut tinggi kering ( John Tutor, 2004).

III. PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Alat tulis 2. Alat alat laboratorium -mikroskop stereo -mikroskop compound -coloni counter -sentri puse -rotamiver -timbangan digital -lampu busen -beker glass -gelas ukur -cawan petri -spektofotometar -tabung reaksi -mortar dan penumbuk -magnatik strilen -erlemeyer -caus glass -haemocytometer -hand sprayer -duen -autoklaf -jarum ose -dryglasky -pipet tetes -spot trap -laminar air flow

3.1 Langkah Kerja Langkah kerja dalam percobaan ini sebagai berikut: 1. Mengambar alat-alat laboratorim yang disajikan oleh asaiten. 2. Melakukan stidi pustaka untuk mengetahui bagian serta fungsi alat-alat tersebut.

LAMPIRAN

IV. KESIMPULAN

Dari pratikum yang dilakukan maka dapat disimpulkan, bahwa : 1. Alat-alat laboratorim perlu diperkenalkan kepada mahasiswa sebagai penunjang kegiatan pratikum dilaboratorium. 2. Tidak mudah memehami fungsi dan cara kerja pada setiap alat yang diperkenalan. 3. Bahwa alat-alat yang berada di laboratorium ternyata sangat di perlukan untuk melakukan untuk kelancaran praktikum IPTU.

4. Dalam laboratorium terdapat berbagai macam alat, di mana terdapat 2


kategori yaitu alat utama dan alat pendukung.

5. Alat utama yang ada di dalam laboratorium antara lain adalah mikroskop,
sterilisator, incubator dan sntrifugator.

6. Alat pendukung di dalam laboratorium yaitu micro pipe, micro tube, micro
tip, micro plate, piring petri, water bath, PCR, pH meter, ELISA reader, spektrofotometer, dll.

DAFTAR PUSTAKA

Volk dan Wheelfer.1988.Mikrobiologi Dasar.Erlangga:Jakarta Http://www.google.com/ alat Lab.Kimia Dasar FMIPA UGM.html http://www.burkard.co.uk/7dayst.htm Http://www.kesmas-unsoed.blogspot.com/ Http://wikipedia.org Http://amirul.blogspot.co.cc

I.

HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

No 1

Gambar

Mikroskop stereo 2

Keterangan Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran tidak terlalu besar. Di Laboratorium, mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati secara detail bentuk koloni dan jamur. Berikut merupakan uraian tentang mikroskop stereo : 1. Oculars eyepiece (lensa okuler) 2. Diopter adjustment ring (cincin pengatur diopter) 3. Zoom control knob (sekrup pengatur pembesaran) 4. Focusing knob (sekrup pengatur fokus) 5. Stage plate (pelat tempat specimen diletakkan) 6. Stage clip (penjepit spesimen / preparat) Mikroskop ini berfungsi untuk melihat objek yang membutuhkan perbesaran yang lebih besar ( jelas) Mikroskop majemuk memerlukan kualitas yang tinggi tidak hanya pada obyektif dan bagian mata tapi juga pada kondensor substage.

Mikroskop compound

Colony counter 4

Alat ini berguna untuk mempermudah perhitungan koloni yang tumbuh setelah diinkubasi di dalam cawankarena adanya kaca pembesar. Selain itu alat tersebut dilengkapi dengan skala/ kuadran yang sangat berguna untuk pengamatan pertumbuhan koloni sangat banyak. Jumlah koloni pada cawan Petri dapat ditandai dan dihitung otomatis yang dapat direset. Spore trap adalah alat untuk menangkap dan mengukur spektrum yang luas spora jamur (baik culturable dan non-culturable) hadir di udara.

Spore trap 5 Rota mixer merupakan alat untuk menghomogenkan larutan

Rota mixer 6 Spektrofotometer adalah alat yang digunakan untuk menghitung absorbansi serta kerapatan microorganisme.

Spektrofotometer

Timbangan digital berfungsi untuk mengetahui massa dari suatu materi, dengan timbangan digital dapat diketahui nilai massa dengan teliti.

Timbangan digital 8 Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm dan dengan suhu 121oC (250oF). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi2 (15 Psi = 15 pounds per square inch). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121oC. Magnetic stirrer adalah alat yang digunakan untuk menyebabkan bar aduk terbenam dalam suatu cairan berputar sangat cepat, gelisah atau mencampur cairan.

Autoklaf 9

Magnetic stirrer 10 Laminar air flow merupakan alat yang berguna untuk bekerja secara aseptis karena BSC mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril dan aplikasisinar UV beberapa jam sebelum digunakan

Laminar air flow

11

Ove adalah alat untuk mensterilkan alat- alat gelas yang tahan terhadap panas. Digunakan pada sterilisasi udara kering dengan membebaskan alat- alat dari segala macam kehidupan (mikroba) tanpa kelembaban. Selain itu oven sering digunakan untuk mendapatkan bobot kering sustu materi Oven Haemocytometer adalah sebuah slide mikroskop khusus digunakan untuk menghitung sel, organel, dll memiliki dasar tebal dan menggunakan coverglass khusus yang cukup tebal untuk tetap datar di bawah tarikan tegangan permukaan dari solusi di ruang penghitungan

12

Haemacytometer 13 Cawan petri berfungsi untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme. Medium dapat dituang ke cawan bagian bawah dan cawan bagian atas sebagai penutup. Cawan petri tersedia dalam berbagai macam ukuran, diameter cawan yang biasa berdiameter 15 cm dapat menampung media sebanyak 15-20 ml, sedangkan cawan berdiameter 9 cm kira-kira cukup diisi media sebanyak 10 ml. Tabung reaksi digunakan untuk ujiuji biokimiawi dan menumbuhkan mikroba.Tabung reaksi dapat diisi media padat maupun cair.

Cawan Petry 14

Tabung reaksi

15

Labu Erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan, bahan atau cairan yang. Labu Erlenmeyer dapat digunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampung akuades, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll.

Erlenmeyer 16 Beaker glass merupakan alat yang memiliki banyak fungsi. Di dalam laboratorium, dapat digunakan untuk preparasi media media, menampung akuades dll..

Glass beaker 17 Mortar & pastel memiliki fungsi sebagai pencampur media dangan bahan lainnya. Atau sering dikenal dengan Sang Penumbuk Bahan

Mortar & pastel 18 Jarum oase berfungsi untuk memindahkan biakan untuk ditanam/ditumbuhkan ke media baru

Jarum ose

19

Sprayer berfungsi untuk menyemprotkan cairan pembersih pada alat alat

sprayer 20 Driglasky bermanfaat untuk menyebarkan cairan atau suspensi di permukaan agar supaya bakteri yang tersuspensi dalam cairan tersebut tersebar merata

Driglasky 21 Bunshen burner adalah salah satu alat yang berfungsi untuk menciptakan kondisi yang steril adalah pembakar bunsen. Untuk sterilisasi jarum ose atau yang lain, bagian api yang paling cocok untuk memijarkannya adalah bagian api yang berwarna biru (paling panas). Perubahan bunsen dapat menggunakan bahan bakar gas atau metanol.

Bunshen burner 22 Gelas ukur berguna untuk mengukur volume suatu cairan, seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknya volume tersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan.

Gelas ukur

23

Pipet tetes merupakan alat untuk memindahkan larutan dengan volume yang tidak diketahui

Pipet tetes 24 Mikropipet adalah alat untuk memindahkan cairan yang bervolume cukup kecil, biasanya kurang dari 1000 l. Banyak pilihan kapasitas dalam mikropipet, misalnya mikropipet yang dapat diatur volume pengambilannya (adjustable volume pipette) antara 1l sampai 20 l, atau mikropipet yang tidak bisa diatur volumenya, hanya tersedia satu pilihan volume (fixed volume pipette) misalnya mikropipet 5 l. dalam penggunaannya, mukropipet memerlukan tip. Sentrifuge adalah alat yang digunakan unuk memisahkan antara suspensi dan filtrat (endapan). Sehingga diperoleh larutan murni.

Mikro pipet 25

Sentrifuge Cover glass berfungsi untuk menahan objek pada mikroskop serta mempermudah memperiksa objek

Anda mungkin juga menyukai