Anda di halaman 1dari 21

0TUGAS MAKALAH

BAHASA INDONESIA

KARANGAN ILMIAH, ILMIAH POPULER, DAN NONILMIAH

OLEH STATISTIKA KELOMPOK 9: ANGGOTA: 1. 2. 3. 4. 5. 6. FATIMAH ASHARA_H12111278 FADHLUL MUBARAK_H12111279 ASDAR PRASETIYAH_H12111280 LESTARI IRFANDI AMIR_H12111281 ASMASARI_H12111282 MUH. NURSALAM B._H12111283

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena dengan rahmat dan hidayahnya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Perincian materi dalam makalah ini sejalan dengan perincian SAP. Penyajian materi yang menunjang tugas latihan yang imtensive dan umpan balik yang terarah. Efektivitas pengajaran secara optimal dengan menyajikan materi yang dapat menarik minat mahasiswa. Pada kesempatan ini kelompok pemateri membuka diri untuk menerima saran dan kritik yang berguna untuk perbaikan materi pengajaran Bahasa Indonesia. Semoga makalah ini dapat mengantar mahasiswa untuk mengembangkan kepribadiannya dalam upaya

meningkatkan kemahiran berkomunikasi, menulis suatu karya ilmiah, karya ilmiah popular maupun non ilmiah dengan memperhatikan kesatuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar.

Makassar, 30 september 2011

Kelompok 9

PENDAHULUAN

Karangan ilmiah tidak begitu saja ditulis, tetapi memerlukan kecermatan dan ketelitian dalam menyajikan fakta yang telah diuji kebenrannya. Demikian pula penggunaan bahasa, harus mengikuti kaidah bahasa formal (baku). Bentuk karangan harus disesuaikan dengan konfensi yang telah disepakati dalam karang mengarang. Karangan ilmiah populer berbeda dengan karangan ilmiah. Karangan ilmiah populer disajuiakn dengan sasaran pembacanya adalah masyarakat umum atau awam sedangkan karangan ilmiah sasaran pembacanya adalah masyarkat ilmiah (akademik). Disamping itu, karangan ilmiah populer sangat informative dengan bahasa yang sederhana, sedangkan karangan ilmiah menggunakan analisis yang mendalam dan menggunakan bahasa ilmiah. Karangan non ilmiah bahasanya bisa konkret dan bisa abstrak.

A.

KARANGAN ILMIAH Definisi Karya Ilmiah Karya ilmiah lazim juga disebut karangan ilmiah. Lebih lanjut,

Brotowidjoyo

menjelaskan

karangan

ilmiah

adalah

karangan

ilmu

pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah dapat juga berarti tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/keilmiahannya (Susilo, M. Eko, 1995:11). Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah biasa dijadikan acuan (referensi) ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Isi (batang tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu (1) mengenali dan merumuskan masalah, (2) menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis, (3) merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara, (4) menguji hipotesis, dan (5) menarik kesimpulan. Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang tertentu yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.

Dalam beberapa hal, ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan verifikasi terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. Fakta dan penilaian Karangan sebenarnya berisi pernyataan- pernyataan (statement). Dalam menyusun pernyataan harus dibedakan antara fakta dan penilaian. Fakta adalah apa yang ada, yang dapat dilihat, disaksikan atau dirasakan. Sesuatu perbuatan yang dilakukan atau sesuatu peristiwa yang terjadi adalah fakta. Fakta selalu benar dan menyatakan apa adanya tanpa memperhitunghkan pendapat orang tentangnya. Adapun penilaian menyatakan kesimpulan, pertimbangan, pendapat, atau keyakianan seseorang tentang fakta itu, dengan demikian penilaian bersifat menghakimi/ memvonis. Untuk lebih jelasnya fakta dan penilaian ini dpat dilihat pada contoh berikut. Seorang anak bercerita kepada ibunya setelah selesai nonton konser Indonesian Idol, bahwa ia menyaksikan penampilan para peserta. Cerita ini merupakan fakta bila anak tersebut melanjutkan pembicaraannya bahwa para peserta tampil dengan sangat memukau. Kelanjutan cerita tersebut termasuk penilaian. Ciri Karya Ilmiah Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Objektif. Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan buktibukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya. 2. Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi

maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

3. Sistematis. Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya. 4. Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif. 5. Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. 6. Tidak Pleonastis Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran). 7. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.

Syarat Karya Ilmiah Berikut ini adalah syarat-syarat karya ilmiah : Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiran dan alur pikira n. Keindahan karya tulis ilmiah terletak pada bangun pikir dengan unsurunsur yang menyangganya. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi. Karya tulis ilmiah terdiri dari unsurunsur: kata, angka, tabel, dan gam bar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi (penceritaan), ekspo sisi (paparan), deskripsi (lukisan) dan argumentasi (alasan).

Jenis Karangan Ilmiah Pada prinsipnya semua karya ilmiah yaitu hasil dari suatu kegiatan ilmia h. Dalam hal ini yang membedakan hanyalah materi, susunan , tujuan serta panjang pendeknya karya tulis ilmiah tersebut . Secara garis besar, karya ilmiah di klasifikasikan menjadi dua, yaitu karya ilmiah pendidikan dan karya ilmiah penelitian. 1. Karya Ilmiah Pendidikan Karya ilmiah pendidikan digunakan tugas untuk meresume pelajar anserta sebagai persyaratan mencapai suatu gelar pendidikan. Karya ilmiah pendidikan terdiri dari:

a. Paper (Karya Tulis). Paper atau lebih populer dengan sebutan karya tulis, adalah kary a ilmiah berisi ringkasan atau resume dari suatu mata kuliah tertentu atau

ringkasan mahasiswa untuk mengambil beberapa sebab antara

dari suatu ceramah yang diberikan oleh melatih intisari dari mata kuliah atau ceramah lain, Bab I Pendahuluan , Bab II

dosen kepada mahasiswa.Tujuan pembuatan paper ini adalah

yang diajarkan oleh dosen, penulisan paper ini agak di perdalam dengan Pemaparan Data, Bab III Pembahasan atauAnalisis dan yang terdiri dari kesimpulan dan saran. b. Pra Skripsi Pra Skripsi adalah karya tulis ilmiah pendidikan yang disyaratkan Pendahuluan gambaran diguna Bab IV Penutup

kan sebagai persyaratan mendapatka gelar sarjana muda.Karya ilmiah ini bagi mahasiswa pada jenjang akademik atau Bab I Bab II yang data (latar belakang pemikiran,permasalahan, tujuan penelitian). di lokasi penelitian keadaan setingkat diploma 3( D-3).Format tulisannya terdiri dari penelitian atau manfaat penelitian dan metode umum (menceritakan

dikaitkan dengan permasalahan penelitian), Bab III deskripsi

(memaparkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian).Bab IV analisis (pembahasan data untuk menjawab masalah penelitian). Bab V penutup (kesimpulan penelitian dan saran) c. Skripsi Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat pe nulisberdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus diduku ng oleh data dan fakta - fakta empiris objektif skripsi baik berdasarkan maupun ditulis sebagai harus penelitian langsung (observasi lapangan ) Pembahasan dalam skripsi

penelitian tidak langsung(study kepustakaan) syarat mendapatkan gelar sarjana S1.

dilakukan mengikuti alur pemikiran ilmiah yaitu logis dan emperis. d. Thesis Thesis adalah suatu karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam d ari pada gelar magister (S-2). skripsi, thesis merupakan syarat untuk mendapatkan Penulisan thesis bertujuan mensinthesikan ilmu tinggi guna mempeluas khazanah ilmu

yang diperoleh dari perguruan

yang telah didapatkan dari bangku kuliah master, khazanah ini ter utama

berupa temuan-temuan

baru dari

hasil

suatu penelitian

secara

mendalam tentang suatu hal yang menjadi tema thesis tersebut. e. Disertasi Disertasi adalah suatu karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dan fakta guru akurat atau dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dengan penguji analisis terinci. Dalil yang dikemukakan senat pada suatu perguruan tinggi, penulis dengan bersifat penulisnya dari sanggahan-sanggahan

biasanya dipertahankan oleh besar

desertasi berisi tentang hasil penemuan_penemuan dijadikan tema dari desertasi tersebut, penemuan tersebut Doktor. 2. Karya ilmiah Penelitian. Makalah Seminar a. Naskah Seminar

menggunakan penelitian yang lebih mendalam terhadap suatu hal yang orisinil dari penulis sendiri, penulis desertasi berhak menyandang gelar

Naskah Seminar adalah karya ilmiah tang barisi uraian dari topik yang pemikiran murni dari membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan penulisan dalam membahas atau memecahkan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar. b. Naskah Bersambung Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan karya bersambung bersambung, dalam waktu

ini juga mempunyaijudul atau title dengan pokok bahasan (topik) yangsama, hanya penyajiannya yang berbeda. Laporan hasil penelitian saja yang dilakukan secara atau bisa juga pada saat pengumpulandata penelitian

Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulis an nya dilakukan secara relatif singkat. Laporan ini bisa karya tulis ilmiah karena berisikan hasil dari dikelompokkan suatu kegiatan sebagai

penelitian meskipun masih dalam tahap awal. Jurnal penelitian Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri karya ilmiah terdir dari asal penilitian dan resensi buku. Penelitian jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan nomor dari perpustakaan nasional berupa ISSN (internasional standard serial number).

Struktur Karangan Ilmiah Sebuah kerangka karangan mengandung rencana kerja, memuat ketentuan ketentuan pokok bagaimana suatu topik harus di perinci dan di kembangkan. Kerangka karangan menjamin suatu penyusunan yang logis dan teratur, serta memungkinkan seorang penulis membedakan gagasangagasan utama dari gagasan gagasan tambahan. Sebuah kerangka karangan tidak boleh diperlakukan sebagai suatu pedoman yang kaku, tetapi selalu dapat mengalami perubahan dan perbaikan untuk mencapai suatu bentuk yang semakin lebih sempurna. Kerangka karangan dapat berbentuk catatan catatan sederhana, tetapi dapat juga berbentuk mendetil, dan di garap dengan sangat cermat . Secara singkat dapat di katakan kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis garis besar dari suatu karangan yang akan di garap . Manfaat Kerangka Karangan Metode ini sangat di anjurkan kepada para penulis, terutama kepada mereka yang baru mulai menulis ? Karena metode ini akan membantu setiap penulis untuk menghindari kesalahan- kesalahan yang tidak perlu dilakukan atau secara terperinci dapat dikatakan bahwa outline atau kerangka karangan dapat membantu penulis dalam hal hal berikut : 1. Untuk menyusun karangan secara teratur .

2. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda beda. 3. Menghindari penggarapan sebuah topik sampai dua kali atau lebih . 4. Memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu . Kerangka karangan merupakan miniatur atau dari sebuah karangan. Dalam bentuk miniatur ini karangan tersebut dapat diteliti, di analisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, bukan secara terlepas lepas. Dengan demikian : tesis / pengungkapan maksud = kerangka karangan = karangan = ringkasan . Penyusunan Kerangka Karangan Langkah langkah sebagai tuntunan yang harus di ikuti adalah sebagai berikut : 1. Rumuskan tema 2. Mengadakan inventarisasi topik topik bawahan yang dianggap merupakan perincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi . 3. Penulis berusaha mengadakan evaluasi semua topik yang telah tercatat pada langkah kedua di atas . 4. Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat terperinci maka langkah kedua dan ketiga di kerjakan berulang ulang untuk menyusun topik topik yang lebih rendah tingkatannya . 5. Menentukan sebuah pola susunan yang paling cocok untuk mengurutkan semua perincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah di peroleh dengan mempergunakan semua langkah di atas. Pola Susunan Kerangka Karangan Pola susunan yang paling utama adalah pola alamiah dan pola logis . Pola Alamiah Susunan atau pola alamiah adalah suatu urutan unit unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu urutan

berdasarkan waktu ( urutan kronologis ), urutan berdasarkan ruang ( urutan spasial ), dan urutan berdasarkan topik yang sudah ada . a. Urutan Waktu ( kronologis ) Urutan waktu atau urutan kronologis adalah urutan yang di dasarkan pada runtunan peristiwa atau tahap tahap kejadian . Yang paling mudah dalam urutan ini adalah mengurutkan peristiwa menurut kejadiannya atau berdasarkan kronologinya. Suatu corak lain dari urutan kronologis yang sering di pergunakan dalam roman, novel, cerpen, dan dalam bentuk karangan naratif lainnya, adalah suatu variasi yang mulai dengan suatu titik yang menegangkan, kemudian mengadakan sorot balik sejak awal mula perkembangan hingga titik yang menegangkan tadi . Urutan kronologis adalah urutan yang paling umum, tetapi juga merupakan satu satunya cara yang kurang menarik dan paling lemah . b. Urutan Ruang ( Spasial ) Urutan ruang atau urutan spasial menjadi landasan yang paling penting, bila topik yang di uraikan mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat . Urutan ini terutama di gunakan dalam tulisan tulisan yang bersifat deskriptif . c. Topik yang ada Suatu pola peralihan yang dapat di masukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan topik yang ada . Suatu barang, hal, atau peristiwa suadh di kenal dengan bagian bagian tertentu . Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian bagian itu harus di jelaskan berturut turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagian mana lebih penting dari lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian bagiannya itu . Pola Logis Tanggapan yang sesuai dengan jalan pikiran untuk menemukan landasan bagi setiap persoalan, mampu di tuang dalam suatu susunan atau

urutan logis . Urutan logis sama sekali tidak ada hubungan dengan suatu ciri yang inheren dalam materinya, tetapi erat dengan tanggapan penulis . Macam macam urutan logis yang dikenal : Urutan Klimaks dan Anti Klimaks Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang

berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol . Bila posisi yang paling penting itu berada pada akhir rangkaian maka urutan ini di sebut klimaks . Dalam urutan klimaks pengarang menyusun bagian bagian dari topik itu dalam suatu urutan yang semakin meningkat kepentingannya, dari yang paling rendah kepentingannya, bertingkat tingkat naik hingga mencapai ledakan pada akhir rangkaian . Urutan yang merupakan kebalikan dari klimaks adalah anti klimaks. Penulis mulai suatu yang paling penting dari suatu rangkaian dan berangsur angsur menuju kepada suatu topik yang paling rendah kedudukan atau kepentingannya . Urutan Kausal Urutan kausal mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat, dan urutan akibat ke sebab . Pada pola pertama suatu masalah di anggap sebagai sebab, yang kemudian di lanjutkan dengan perincian perincian yang menelusuri akibat akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan persoalan yang di hadapi umat manusia pada umumnya . Sebaliknya, bila suatu masalah di anggap sebagai akibat, yang di landaskan dengan perincian perincian yang berusaha mencari sebab sebab yang menimbulkan masalah tadi, maka urutannya merupakan akibat sebab . Urutan Pemecahan Masalah Urutan pemecahan masalah di mulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut . Sekurang kurangnya uraian yang mempergunakan

landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama, yaitu deskripsi mengenai peristiwa atau persoalan tadi, dan akhirnya alternative alternative untuk jalan keluar dari masalah yang di hadapi tersebut . Dengan demikian untuk memecahkan masalah tersebut secara tuntas, penulis harus benar benar menemukan semua sebab baik yang langsung maupun yang tidak langsung bertalian dengan masalah tadi . Setiap masalah tersebut tidak bisa hanya terbatas pada penemuan sebab sebab, tetapi juga harus menemukan semua akibat baik yang langsung maupun yang tidak langsung, yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kelak . Urutan Umum Khusus Urutan umum khusus terdiri dari dua corak yaitu dari umum ke khusus, atau dari khusus ke umum . Urutan yang bergerak dari umum ke khusus pertama tama memperkenalkan kelompok kelompok yang paling besar atau yang paling umum, kemudian menelusuri kelompok kelompok khusus atau kecil . Urutan khusus umum merupakan kebalikan dari urutan di atas. Penulis mulai uraiannya mengenai hal hal yang khusus kemudian meningkat kepada hal hal yang umum yang mencakup hal hal yang khusus tadi, atau mulai membicarakan individu individu kemudian kelompok kelompok . Urutan ini merupakan salah satu urutan yang paling lazim dalam corak berpikir manusia . Urutan umum khusus dapat mengandunug implikasi bahwa hal yang umum sudah di ketahui penulis, sedangkan tugasnya adalah mengadakan identifikasi sejauh mana hal hal yang khusus mengikuti pola umum tadi . Sebaliknya urutan khusus umum dapat mengandung implikasi bahwa hal khusus maupun umum sama sekali belum di ketahui . Urutan umum khusus ini sebenarnya dapat mencakup pula urutan sebab akibat, klimaks, pemecahan masalah . Atau dapat pula mengambil bentuk klasifikasi, atau ilustrasi . Dalam ilustrasi mula mula di kemukakan suatu pernyataan yang umum, kemudian di ajukan penjelasan penjelasan dan bila perlu di kemukakan ilustrasi ilustrasi yang dapat berbentuk contoh, atau perbandingan dan pertentangan.

Urutan familiaritas Urutan familiaritas dimulai dengan mengemukakan sesuatu

yang sudah di kenal, kemudian berangsur angsur pindah kepada hal hal yang kurang di kenal atau belum di kenal. Dalam keadaan keadaan tertentu cara ini misalnya di terapkan dengan mempergunakan analogi. Urutan akseptabilitas Urutan akseptabilitas mirip dengan urutan familiaritas. Bila urutan familiaritas mempersoalkan apakah suatu barang atau hal sudah di kenal atau tidak oleh pembaca, maka urutan akseptabilitas mempersoalkan apakah suatu gagasan di terima atau tidak oleh para pembaca, apakah suatu pendapat di setujui atau tidak oleh para pembaca. Suatu hal yang perlu di tegaskan di sini sebelum melangkah kepada persoalan yang lain, adalah bahwa tidak ada keharusan untuk mempergunakan pola kerangka karangan yang sama dalam seluruh karangan. Konsistensi harus terletak dalam tingkatan serta satuan yang sama. Misalnya bila pada topik topik utama telah di pergunakan urutan waktu ( kronologis ), maka pengarang harus menjaga agar hanya topik topik yang mengandung urutan waktu saja yang dapat di sajikan dalam topik utamanya. Satuan satuan topik bawahan dapat mempergunakan urutan lain sesuai dengan kebutuhannya.

B.

KARANGAN ILMIAH POPULER Definisi Karangan Ilmiah Populer Karangan ilmiah popular atau semiilmiah adalah karangan ilmu

pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar. Karangan jenis semiilmiah biasa dinamai ilmiah popular. Ciri Karya Ilmiah Populer ditulis berdasarkan fakta pribadi, fakta yang disimpulkan subyektif,

gaya bahasa formal dan popular, mementingkan diri penulis, melebihkan-lebihkan sesuatu, usulan-usulan bersifat argumentatif, dan bersifat persuasif.

Jenis Karangan Ilmiah populer Bentuk karangan semiilmiah atau ilmiah popular yaitu artikel, editorial, opini, tips, dan resensi buku. Berikut adalah resensi buku berupa apresiasi berupa apresiasi terhadap sebuah karya sastra. Resensi buku adalah bentuk kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik objektif terhadap sebuah buku. Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, apresiasi, dan praduga. Klasifikasi pembuatan resensi buku nonilmiah seperti puisi dan novel yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, dan apresiasi. C. KARANGAN NON-ILMIAH Definisi Karangan Non-Ilmiah Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang hari, bersifat pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan subyektif, tidak didukung fakta umum, bahasa seharidan

biasanya menggunakan gaya (tidak terlalu formal).

yang popular atau biasa digunakan

Ciri Karangan Non-Ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, fakta yang disimpulkan subyektif, gaya bahasa konotatif dan populer, tidak memuat hipotesis, penyajian dibarengi dengan sejarah, bersifat imajinatif, situasi didramatisir, bersifat persuasif.

tanpa dukungan bukti

Jenis Karangan Non-Ilmiah Dongeng Dongeng merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan makhluk lainnya. Dongeng juga merupakan dunia hayalan dan imajinasi dari pemikiran seseorang yang kemudian diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Terkadang kisah dongeng bisa membawa pendengarnya terhanyut ke dalam dunia fantasi, tergantung cara penyampaian dongeng tersebut dan pesan moral yang disampaikan. Kisah dongeng yang sering diangkat menjadi saduran dari kebanyakan sastrawan dan penerbit, lalu dimodifikasi menjadi dongeng modern. Salah satu dongeng yang sampai saat ini masih diminati anak-anak ialah kisah 1001 malam dengan tokohnya bernama Abunawas. Sekarang kisah asli dari dongeng tersebut hanya diambil sebagian-sebagian, kemudian dimodifikasi dan ditambah, bahkan ada yang diganti sehingga melenceng jauh dari kisah dongeng aslinya, kisah aslinya seakan telah ditelan zaman.Sedangkan cerita yang berisi tokoh para hewan disebut dengan fabel. Cerpen (Cerita Pendek) Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, ceritacerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis. Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang

digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan

contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A.Hoffmann dan Anton Chekhov. Novel Novel adalah sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif; biasanya dalam bentuk cerita. Penulis novel disebut novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti "sebuah kisah, sepotong berita". Novel lebih panjang (setidaknya 40.000 kata) dan lebih kompleks dari cerpen, dan tidak dibatasi keterbatasan struktural dan metrikal sandiwara atau sajak. Umumnya sebuah novel bercerita tentang tokohtokoh dan kelakuan mereka dalam kehidupan sehari-hari, dengan menitik beratkan pada sisi-sisi yang aneh dari naratif tersebut. Novel dalam bahasa Indonesia dibedakan dari roman. Sebuah roman alur ceritanya lebih kompleks dan jumlah pemeran atau tokoh cerita juga lebih banyak. Drama Drama (Yunani Kuno: ) adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor. Kosakata ini berasal dari Bahasa Yunani yang berarti "aksi", "perbuatan". Drama bisa diwujudkan dengan berbagai media: di atas panggung, film, dan atau televisi. Drama juga terkadang dikombinasikan dengan musik dan tarian, sebagaimana sebuah opera (lihat melodrama). Roman Roman adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing. Bisa juga roman artinya adalah "kisah percintaan"

D.

PERBEDAAN ANTAR KARANGAN ILMIAH

Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sanga t lazim diketahui orang dalam dunia tulis_menulis. ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan Berkaitan karya dengan istilah ini, fiksi dan nonfiksi. hal yang sangat penting

Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, untuk diketahui adalah baik karya ilmiah atau apa pun namanya, keduaPerbedaan-perbedaan Pertama, karya (faktual

maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek. objektif).

ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian

Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan amatan atau sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan peng

dan -

empiri. Kedua,karya ilmiah bersifat metodis dan metode langkah_langkah yang teratur dan masalah dan penentuan menggunakan yang

atau cara-cara tertentu dengan

terkontrol melalui proses pengidentifikasian bahasa ilmiah. Dengan kata lain, ia ditulis dengan

strategi. Ketiga,dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan_perbedaan inilah dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian. Selain karya ilmiah dan nonilmiah yang telah disebutkan di atas, terd apat juga karangan yang berbentuk semi-ilmiah/ilmiah membedakan dengan tegas antara karangan ilmiah dan nonilmiah. Finoza populer. semi(2005: Sebagian ahli bahasa

ilmiah ini dengan karangan

193) menyebutkan bahwa karakteristik karangan semi-ilmiah, ilmiah, dan nonilmiah adalah bahasa, struktur, dan kodifikasi karangan. Jika

yang membedakan antara pada pemakaian dalam karangan ilmiah

digunakan bahasa yang khusus dalam di bidang ilmu tertentu, dalam karangan semi-ilmiah bahasa yang terlalu teknis tersebut sedapat mungkin dihindari. Dengan kata lain, karangan semi-ilmiah mengutamakan pemakaian istilah_istilah umum daripada istilah khusus. Jika diperhatikan dari segi karangan ilmiah menaati kaidah konvensi penulisan lebih -istilah

sistematika penulisan, dengan kodifikasi agak

secara ketat dan sistematis, sedangkan karangan semi-ilmiah longgar meskipun tetap sistematis. Dari segi bentuk, karangan ilmiah

memiliki pendahuluan (preliminaris) yang tidak selalu terdapat pada karang an semi-ilmiah. Berdasarkan nonilmiah yang telah karakteristik disebutkan karangan ilmiah, semi-ilmiah, dan di atas, yang tergolong dalam makalah, skripsi, tesis, disertasi; lain artikel, feature, adalah

karangan ilmiah adalah laporan,

yang tergolong karangan semi-ilmiah antara

kritik, esai, resensi; yang tergolong karangan nonilmiah anekdot,dongeng, hikayat, cerpen, cerber, novel, roman, puisi, dan naskah drama. penyajiannya, tetapi isinya nonilmiah ditulis berdasarkan fakta subyektif. Bahasanya bisa konkret atau nonformal dan populer, walaupun teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari an untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap

Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara tidak didukung fakta umum. Karangan pribadi, dan umumnya bersifat abstrak, gaya bahasanya kadang-kadang juga formal dan kemewahan dan cinta keuntungan dan Bujuk cara berfikir pribadi,

sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat gan bukti.

sebagianimajinatif dan subjektif,dan (4) jika kritik adakalanya tanpadukun

E.

BAHASA KARANGAN ILMIAH, ILMIAH POPULER, DAN NONILMIAH Kecermatan dalam berbahasa mencerminkan ketelitian dalam berpikir

adalah slogan yang harus dipahami dan diterapkan oleh seorang penulis. Melalui kecermatan bahasa gagasan atau ide-ide kita akan tersampaikan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa amat diperlukan ketika Anda menulis. Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama penulis, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.

Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter). Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semiilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.