PENJELASAN KEPUTUSAN DIREKSI NO. 080.

K/DIR/2008 TENTANG PENGADAAN BARANG/JASA DILINGKUNGAN PT PLN (PERSERO)

2008
1

DASAR HUKUM
Menurut Hirarchi Perundang-Undangan
UU No. 10 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan menyebutkan bahwa hirarki peraturan perundang-undangan RI terdiri dari :

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Undang Undang Dasar 1945 Undang-undang Peraturan Pemerintah Pengganti UU Peraturan Pemerintah Peraturan Presiden Peraturan Daerah

2

DASAR HUKUM
Pedoman Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah Diatur dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 80 Tahun 2003 dan perubahannya ( 7 perubahan).

3

BHMN. Bagaimana dengan Sumberdana APLN ? 4 .DASAR HUKUM Pedoman Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah 1. Sumberdana: APBN. 2. APBD dan Loan yang tidak diatur dalam persyaratan loan. BI.BUMD. BUMN. Pemda. Subyek (Pejabat Negara): TNI/POLRI.

45 TAHUN 2005 TENTANG PENDIRIAN. PENGAWASAN DAN PEMBUBARAN BADAN USAHA MILIK NEGARA Bagian Keempat Pengadaan Barang dan Jasa Pasal 99 (1) Pengadaan barang dan jasa oleh BUMN yang menggunakan dana langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilaksanakan sesuai dengan ketentuan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. (2) Direksi BUMN menetapkan tata cara pengadaan barang dan jasa bagi BUMN yang bersangkutan. selain pengadaan barang dan jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan pedoman umum yang ditetapkan oleh Menteri. PENGURUSAN.DASAR HUKUM PERATURAN PEMERINTAH (PP) No. (3) Pedoman umum dan tata cara sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditetapkan dengan memperhatikan prinsip-prinsip efisensi dan transparansi. 5 .

45 TAHUN 2005 TENTANG PENDIRIAN. maka pemberlakuan pedoman umum yang ditetapkan oleh Menteri dimaksud dikukuhkan terlebih dahulu dengan keputusan RUPS. Sedangkan bagi BUMN yang tidak seluruh sahamnya dimiliki oleh negara.DASAR HUKUM PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH (PP) No. PENGURUSAN. 6 . PENGAWASAN DAN PEMBUBARAN BADAN USAHA MILIK NEGARA Ayat (2) Pedoman umum yang ditetapkan oleh Menteri tersebut berlaku secara otomatis terhadap BUMN yang seluruh saham/modalnya dimiliki oleh negara karena dalam hal ini Peraturan Menteri atas penetapan pedoman umum tersebut sama dengan keputusan RUPS.

Trasparan.298/S. maka Direksi PT PLN (PERSERO) menggunakan SK 80 Tahun 2008 sebagai dasar Pengadaan Barang/Jasa APLN 7 .S. 25 Juni 2007. Adil dan Akuntabel” dan memperhatikan SE Meneg BUMN No.Efisien.Terbuka.DASAR HUKUM Pedoman Pengadaan Barang / Jasa APLN Mengacu pada Prinsip Dasar Pengadaan barang/jasa “Efektif.MBU/2007.

080/2008 BAB I KETENTUAN PEDOMAN PENGADAAN BARANG/JASA Pasal 1 Pedoman Pengadaan Barang/Jasa PT PLN (Persero) adalah sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan ini dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan ini. diatur tersendiri dengan Keputusan Direksi 8 .KEPUTUSAN DIREKSI NO. Pasal 2 Pengadaan Barang/Jasa PT PLN (Persero) yang dilakukan melalui Swakelola.

9 . 080/2008 BAB II SERTIFIKASI PENGADAAN BARANG/JASA Pasal 3 Panitia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa wajib memiliki Sertifikasi Pengadaan Barang/Jasa paling lambat 1 April 2009 BAB III KETENTUAN PERALIHAN Pasal 4 Proses Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan sebelum tanggal 1 April 2008 berpedoman pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No.K/010/DIR/2004.KEPUTUSAN DIREKSI NO. 200.K/010/DIR/2004 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan PT PLN (Persero) beserta penjelasannya sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No. 100.

KEPUTUSAN DIREKSI NO. 10 . dinyatakan tidak berlaku. Keputusan ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal 1 April 2008 Ditetapkan di : Jakarta Pada tanggal : 29 Februari 2008 Direktur Utama EDDIE WIDIONO S.K/010/DIR/2004 serta ketentuanketentuan lain yang bertentangan dengan Keputusan ini. maka Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 100.K/010/DIR/2004 tentang Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan PT PLN (Persero) beserta penjelasannya sebagaimana diatur dalam Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 200. 080/2008 BAB IV KETENTUAN PENUTUP Pasal 5 Dengan diberlakukan Keputusan ini.

2.Perbedaan – perbedaan substansial Keppres No.80 Tahun 2008 1. HPS sebagai batas atas (ceiling price) harga penawaran (sangat penting). Pembelian Langsung (tidak penting) Diakomondasikan  dalam RKS Ulasan-1 11 . Pemilihan langsung cukup 2 peserta (tidak penting) 3.80/2003 dan perubahannya vs SK Dir PLN No.

Untuk mendapatkan Penyedia Barang / Jasa yang terbaik. Untuk mendapatkan akuntabilitas / kepercayaan dari stake holder (Pemerintah. Ulasan-5 12 . 2. Untuk mendapatkan harga yang paling kompetitif atau harga terbaik. Untuk mendapatkan Mutu Barang / Jasa yang terbaik dan sesuai dengan yang diinginkan.Pentingnya Menetapkan Pedoman Tatacara Pengadaan Barang / Jasa 1. karyawan. 3. pemasok dan pelanggan ). masyarakat. 4.

4. Memberi cukup waktu kepada Penyedia Barang /Jasa untuk mempelajari prosedur pengadaan yang diinginkan oleh Pengguna Barang/Jasa.Bagaimana untuk mendapatkan Penyedia Barang / Jasa terbaik? 1. Membuat ketentuan cara memilih (sistem penilaian yang baik) secara rasional dan wajar. Menjelaskan kriteria barang/jasa yang diinginkan secara jelas dan mendetail. Mengumumkan adanya pengadaan barang / jasa sehingga diketahui oleh para penyedia jasa. 3. 2. Ulasan-5 13 .

Lakukan pengawasan saat proses pekerjaan berlangsung. Menguraikan spesifikasi jenis barang/jasa yang diinginkan secara jelas .Bagaimana Untuk Mendapatkan Mutu Barang / Jasa yang terbaik sesuai dengan yang Diinginkan ? 1. 4. 3. 2. Lakukan pengendalian agar mutu barang sesuai dengan mutu yang direncanakan. Mengambarkan jenis barang/jasa secara detail. Ulasan-5 14 .

sehingga mudah dipahami secara detail dan rinci.Bagaimana Untuk Mendapatkan Harga Barang / Jasa yang terbaik ? 1. 3. 2. Menjelaskan jumlah volume pekerjaan dengan tepat dan akurat untuk setiap bagian dari pekerjaan. Jelaskan kualitas barang/jasa yang diinginkan secara jelas pada masing-masing komponen. Ulasan-5 15 . Jelaskan resiko yang dihadapi dalam proses yang dihadapi dan tegaskan siapa yang harus bertanggungjawab.

sehingga mudah dipahami secara detail dan rinci. 3. Ulasan-5 16 . Menjelaskan jumlah volume pekerjaan dengan tepat dan akurat untuk setiap bagian dari pekerjaan. Jelaskan kualitas barang/jasa yang diinginkan secara jelas pada masing-masing komponen. Jelaskan resiko yang dihadapi dalam proses yang dihadapi dan tegaskan siapa yang harus bertanggungjawab.Bagaimana Untuk Mendapatkan Harga Barang / Jasa yang terbaik ? 1. 2.

Melaksanakan proses pengadaan barang/jasa secara transparan. Menentukan sistem penilaian ( evaluasi ) sesuai dengan sistem yang fair 3. Ulasan-5 17 . Membuat sistem penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan 4. Siap mempertanggung jawabkan setiap ada klaim dari penyedia barang.Bagaimana untuk mendapatkan akuntabilitas ? 1. 2.

Pengadaan Khusus untuk Penanggulangan Bencana Alam. 6. 2. Outsourcing.Jenis Pengadaan Barang/Jasa 1. Akuntan Publik. 5. 4. Jasa Borongan Pekerjaan ( Kontraktor ) Pengadaan Barang (Suplayer) Pengadaan Jasa Konsultansi ( Konsultan ) Pengadaan Jasa Lain : ( Konsultan Hukum. Pengadaan Khusus : (Energi Primer. Sewa-menyewa. dan Asuransi). pengadaan asuransi) Ulasan-2 18 . Penerbitan. 3. Pembelian Tenaga Listrik. Konsultan Keuangan.

Pihak Yang terkait dalam Proses Pengadaan Barang / Jasa PENGGUNA BRG/JASA PENYEDIA BRG/JASA PEJABAT ATAU PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA Ulasan-4 19 Hal 4 .

Penyedia Barang/Jasa BHMN BUMD Pabrik PLN Agen Suplayer Kontraktor Konsultan Koperasi PT CV Firma JO Distrib utor Perseora ngan Toko Glosir Koperasi Sales Sales 20 .

Rentang Proses PBJ Proses PBJ Pelaksanaan Kontrak Persiapan PBJ Kontrak Serah Terima Fisik Pekerjaan 21 .

5. Adil tidak diskriminatif  memberikan perlakukan yang sama bagi peserta 6. Transparan  ketentuan pengadaan bersifat terbuka bagi peserta.Prinsip Dasar Pengadaan Barang / Jasa 1. Terbuka dan bersaing  terbuka bagi penyedia barang/jasa dan melalui persaingan sehat 4. Akuntabel  harus dapat dipertanggungjawabkan Ulasan-1 22 Hal 8 . Efektif pengadaan sesuai dengan kebutuhan 3. Efisien  mencapai sasaran dgn dana yang terbatas 2.

Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa 1. kompetitif secara terbuka. tatacara pengadaan barang/jasa untuk meningkatkan profesionalisme. Menyederhanakan ketentuan. kemandirian dan bertanggungjawab. persaingan usaha yang sehat. 2. Jika e-procurement sudah tersedia maka proses pengadaan harus dilaporkan kedalam e-procurement PLN Hal 9 Ulasan-4 23 . 3. Pendelegasian kewenangan ke Unit sesuai prosedur. Meningkatkan transparansi. 4.

Melaporkan pelaksanaan pengadaan barang/jasa 9. 3. RKS. 5. Bertanggungjawab segi administratib. Mengendalikan pelaksanaan kontrak. dan fungsi atas pengadaan yang dilaksanakan. fisik. 6. 10. 2. Menyiapkan biaya untuk kegiatan pengadaan barang/jasa Menyiapkan dan menandatangani kontrak dengan penyedia barang/jasa 8. HPS. Pemenang. Ulasan-4 24 Hal 10 . 4.PQ.Tugas Pokok & Kewajiban Pengguna Barang / Jasa 1. Menyusun perencanaan pengadaan brg/jasa sesuai RKAP Mengangkat Pejabat / Panitia Pengadaan brg/jasa Menetapkan paket-paket pekerjaan dan metode PBJ Menyiapkan RKS atau KAK Mengesahkan dok. 7.

Bekerja profesional.Etika Pengadaan Barang / Jasa 1. 5. Menghindari conflict of interest. Melaksanakan tugas secara tertib. tidak menawarkan. tidak menjanjikan. menerima/memberi hadiah terkait dengan pengadaan Ulasan-4 25 Hal 11 . Tidak menerima. jujur dan menjaga kerahasiaan untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses pengadaan 3. Menerima dan bertanggungjawab atas segala keputusan yang disepakati bersama. Tidak saling mempengaruhi untuk menghindari persaingan tidak sehat 4. tanggungjawab untuk kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan 2. mencegah terjadinya pemborosan dan menghindari penyalahgunaan wewenang 6.

Ijin Prinsip Pengadaan Barang / Jasa Ijin prinsip dilakukan jika pengadaan terkait dengan hal-hal sbb.: 1. Pengadaan berupa teknologi baru belum pernah dipergunakan PLN 3. Pengadaan menggunakan pembayaran dengan valuta asing Ulasan-4 26 Hal 15 . Apabila nilai pengadaan > Rp.Milyar 2..50.

juta dapat menunjuk Pejabat Pengadaan atau mengangkat Panitia Pengadaan 3) Panitia berjumlah 3 orang atau 5 orang atau 7 orang. 300. Pengadaan Jasa konsultansi Metode Seleksi Umum. 4) Pembelian langsung < Rp. Seleksi Langsung dan Penunjukan Langsung dilakukan oleh Panitia..juta wajib dibentuk Panitia Pengadaan Metode Pelelangan. 300. Pengadaan Barang dan Jasa Pemborongan 1) Langsung yang nilainya > Rp.. 2) Pengadaan dengan nilai ≤ Rp.300.. di lakukan oleh Pejabat Pengadaan 2. Hal 15 Ulasan-4 27 .jt.Pembentukan Panitia/Pejabat Pengadan 1. Pemilihan Langsung dan Penunjukan barang/jasa.

Memahami isi dokumen pengadan barang/jasa. 2. disiplin dan tanggungjawab untuk melaksanakan tugas. Memiliki sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa dan tanda bukti keikutsertaan dalam pelatihan. 4. metode. Memiliki Integritas Moral. prosedur pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku 3.Syarat Panitia dan Pejabat Pengadaan Barang / Jasa 1. Tidak boleh merangkap sebagai pemeriksa dan penerima barang/jasa Ulasan-4 28 Hal 16 .

Dilarang menjadi Panitia atau Pejabat Pengadaan Barang / Jasa 1. Pejabat dan Staf dibidang Pengawasan. 3. Ulasan-4 29 Hal 16 . Pengguna Barang/Jasa 2. Pejabat yang sifat pekerjaannya menimbulkan benturan kepentingan.

Ulasan-4 30 Hal 16 .Masa Kerja Panitia atau Pejabat Pengadaan Barang / Jasa Masa kerja Panitia atau Pejabat pengadaan barang/jasa berakhir setelah terbit Penunjukan Penyedia Barang/Jasa atau sesuai dengan masa penugasannya.

2. 8. 7. 6.Tugas Panitia Pengadaan Barang / Jasa 1. Menyiapkan dokumen pengadaan Menyusun HPS Menandatangani Fakta Integritas sebelum melaksanakan PBJ Mengumumkan pelaksanaan pengadaan Memastikan Badan Usaha yang diundang tidak masuk daftar hitam PLN Memberikan rapat penjelasan (aanwizing) Menilai peserta melalui PQ atau Pasca kualifikasi 31 Hal 16 . 4. 3. Ulasan-4 Menyusun jadwal pelaksanaan PBJ. 5.

Melakukan klarifikasi kepada Penyedia Jasa terhadap data yang kurang jelas 10.Lanjutan ……………. Mengusulkan calon pemenang 13. Melakukan negosiasi harga jika melalui metode pemilihan langsung atau penunjukan langsung 12. Mengumumkan pemenang 14. Melaporkan mengenai proses dan hasil PBJ kepada pengguna jasa. Melakukan evaluasi dokumen penawaran 11. Ulasan-4 32 Hal 16 . Mendokumenkan proses pengadaan 15. Tugas Panitia Pengadan Barang / Jasa 9.

Tugas Pejabat Pengadaan Barang / Jasa 1. Memastikan badan usaha yang diundang tidak masuk daftar hitam PLN 3. Melakukan negosiasi dengan Penyedia barang/jasa 5. Memberi penjelasan kepada Penyedia Barang/Jasa 4. 2. Menyusun HPS. Mendokumentasikan proses pembelian 6. Melaporkan kepada Pengguna Jasa mengenai proses dan hasil pembelian Ulasan-4 33 Hal 17 .

Syarat Umum Penyedia Barang/Jasa (Perusahaan) 1) 2) 3) 4) 5) 6) Memiliki ijin usaha sesuai dengan bidang usahanya Secara hukum memiliki kemampuan menandatangani kontrak Memiliki keahlian untuk menyediakan barang/jasa Tidak dalam pengawasan pengadilan.modal. Dalam 5 tahun terakhir pernah memperoleh pekerjaan kecuali perusahaan yang baru berdiri < 4 tahun. peralatan dan fasilitas sesuai bidangnya Memiliki alamat jelas dan tidak dalam daftar hitam yang diyakini oleh Panitia 34 7) 8) Ulasan-4 Hal 21 . Memiliki SDM. tidak bangkrut dan tidak sedang kena sangsi Telah memenuhi kewajiban pajaknya.Syarat Penyedia Barang / Jasa 1.

Syarat Konsultan (Perorangan) 1) Jika Profesinya sebagai Konsultan dan diberi tugas atas nama pribadi maka harus memiliki NPWP Pribadi. 3) Memiliki pengalaman pada bidang sesuai dengan keahliannya Ulasan-4 35 . 2) Khusus pekerjaan Konsultansi maka Ijazah tenaga Ahli harus memiliki Legalitas Pendidikan Formal yang dilegalisir oleh yang berwewenang melakukan akreditasi.2.

Metode Pengadaan Barang / Jasa CARA PENGADAAN BARANG/JASA I. dilaksanakan Sendiri. dibiayai sendiri. MELALUI PIHAK PENYEDIA BARANG/JASA PENGADAAN : BARANG dan JASA BORONGAN 1) 2) 3) 4) Ulasan-3 PENGADAAN : JASA KONSULTANSI 1) 2) 3) 4) SELEKSI UMUM SELEKSI LANGSUNG PENUNJUKAN LANGSUNG KONSULTAN PERORANGAN PELELANGAN PEMILIHAN LANGSUNG PENUNJUKAN LANGSUNG PEMBELIAN LANGSUNG 36 Hal 33 . SWAKELOLA Dirancang sendiri. diawasi sendiri II.

SWAKELOLA Kepdir 198. Pekerjaan yang bertujuan untuk memaksimalkan SDA sehingga dapat meningkatkan kinerja dan efisiensi Perusahaan. Pekerjaan untuk proyek percontohan ( pilot project) 4. Pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh Unit Jasa Penunjang 5.K/2007 Swakelola dapat dilakukan dengan alasan . Ulasan-3 37 . Pekerjaan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis sdm sehingga menjadi lebih kompeten dan profesional. Pekerjaan yang menurut pertimbangan khusus Direksi harus dilaksanakan dengan swakelola dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi Perusahaan.I. 3. 2. 1.

Pelaksanaan Swakelola dapat dibedakan menjadi ;
1. Swakelola Mandiri, yaitu pekerjaan yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi sendiri oleh Unit, yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi utama Unit, dengan menggunakan SDA dan/atau SDM Unit 2. Penugasan Antar Unit, yaitu pekerjaan yang perencanaannya dilakukan oleh Unit dan pelaksanaan pekerjaannya dilakukan oleh Unit Jasa Penunjang sebagai Pelaksana. 3. Penugasan Kantor Pusat, yaitu penugasan oleh Direksi kepada Unit Jasa Penunjang sebagai Pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan baik di Kantor Pusat atau di Unit.

38

Batas Kewenangan ;
1. General Manager memiliki kewenangan untuk melaksanakan Swakelola dengan nilai : a) Sampai dengan Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) untuk Swakelola Mandiri b) Sampai dengan 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah) untuk Penugasan Antar Unit 2. Pelaksanaan Swakelola untuk nilai yang lebih besar dari nilai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatas harus memperoleh ijin prinsip terlebih dahulu dari Direksi. 3. Permohonan ijin prinsip sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tersebut diatas, diajkan oleh Unit yang akan melaksanakannSwakelola Mandiri, atau yang akan memberi penugasan kepada Unit Jasa penunjang.
39

II.

Acuan Memilih Metode Pengadaan
1. Kriteria Pekerjaan
REFERENSI PEMBELIAN LANGSUNG Rutin, operasional, mendesak PENUNJUKAN LANGSUNG Spesifik, emergensi, pek.lanjutan, pek.tambahan
1. Spesifik ( aplikasi relay,scada) 2. Hak patent 3. emergensi, 4. Suku cadang khusus 5. Anak perusahaan (core bisnis) 6. pek.tambah 7. Hanya ada 1 peserta

MELALUI PIHAK PENYEDIA BARANG/JASA

PEMILIHAN LANGSUNG Perlu waktu lebih cepat u/ menghindari risiko lebih besar
1. dibutuhkan mendesak untuk operasional 2. Pelelangan ulang gagal ada 2 pesrta

PELELANGAN
1. Umum/sederhana 2. Terbatas (pek komplek dan Penyedia Terbatas) Prinsipnya pengadaan barang/jasa melalui pelelangan 1. Umum/sederhana

Kep.Dir.No. 100-200 Th 2004

Kep.Dir.No. 80 / 2008

1. Kebutuhan opersional dan rutin 2. Nilai < Rp.300 jt

KEPPRES No.80/2003
dan prbh, 61/04, 32/05, 70/05, 8/06, 95/07, p187

Darurat, penyedia tunggal, skala kecil ≤ Rp.50,- jt, hak patent, penanganan khusus.

Nilai pek.≤ Rp.100,- juta

2. Terbatas (pek komplek dan Penyedia Terbatas)

Ulasan-3

40

Hal 33 dst

000 50.000 500.000 2.Acuan Memilih Metode Pengadaan 2. Batasan Nilai Anggaran (bukan sebagai acuan) Swakelola 300.000.000 Pembelian Langsung Penunjukan Langsung Pemilihan Langsung Pelelangan Ulasan-3 41 .000.000 1.000.

PEMILIHAN & PEMBELIAN LANGSUNG 42 .PT PLN (PERSERO) WIL. SULSELRABAR PEMBELIAN.

(ATK. 50. Pengadaan langsung dilakukan hanya oleh Pejabat pengadaan. Pengadaan barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan operasional yang bersifat rutin.juta.50.300. Pengadaan barang yang menggunakan jasa harus menggunakan SPK Ulasan-10 43 Hal 35 . notebook.juta menggunakan SPK 4. mobil) dengan nilai < Rp. LCD. pengadaan barang > Rp. Foto copy. 2. Pengadaan barang ≤ Rp.juta pembelian langsung tanpa SPK. 3.Metode Pembelian langsung Kriteria Pembelian Langsung 1....

Proses Pembelian Langsung tanpa SPK Urutan Kegiatan Pembelian Langsung tanpa SPK 1. Ulasan-10 44 . 2. Pejabat pengadaan melakukan evaluasi terhadap Penyedia jasa untuk melaksanakan pengadaan barang. Pejabat pengadaan menetapkan Penyedia jasa.

ALUR PROSES PENGADAAN LANGSUNG TANPA SPK No Kegiatan Permintaan / perencanaan pengadaan ditujukan ke Menejer Menejer menunjuk Panitia /Pejabat Panitia / Pejabat menyusun Spek. RAB dan dimintakan persetujuan Menejer Menejer menyetujui usulan (HPS dan Spek) dan diteruskan ke Panitia /Pejabat Panitia / Pejabat melaporkan ke Administrasi untuk alokasi Anggaran dan menghubungi rekanan untuk menyediakan barang seharga ≤ RAB Bagian Administrasi menyiapkan alokasi anggarannya 6 Rekanan menyerahkan barang dan menyerahkan tagihan Panitia / Pejabat menerima tagihan dan melanjutkan ke Kasir Menejer User Keuangan Pejabat Pengadaan Penyedia Jasa 1 2 3 4 5 7 Ulasan-10 45 .

4. Pejabat pengadaan melakukan evaluasi terhadap Penyedia jasa untuk melaksanakan pekerjaan (jasa) 2. 3. Pejabat pengadaan menerbitkan Surat Penunjukan Penyedia Jasa dan SPK.Metode Pembelian Langsung dengan SPK Urutan Kegiatan Pembelian Langsung dengan SPK 1. Ulasan-10 46 . Pengguna Jasa menetapkan Penyedia jasa. Pejabat pengadaan mengusulkan kepada Pengguna jasa untuk menetapkan calon Penyedia jasa.

ALUR PROSES PENGADAAN LANGSUNG DENGAN SPK No Kegiatan Permintaan / perencanaan pengadaan ditujukan ke Menejer Menejer menunjuk Panitia /Pejabat Panitia / Pejabat menyusun Spek. RAB dan dimintakan persetujuan Menejer Menejer menyetujui usulan (HPS dan Spek) dan diteruskan ke Panitia /Pejabat Panitia / Pejabat menghubungi rekanan untuk mengajukan penawaran barang sesuai spek yang diperlukan serta menjelaskan proses pembayarannya Rekanan mengajukan penawaran ke Panitia/ Pejabat Panitia melakukan klarifikasi dan negosiasi selanjutnya melaporkan hasil negosiasi kepada manajer Manajer menyetujui untuk dibuat SPK Pejabat menyerahkan berkas ke Administrasi untuk membuat SPK Administrasi membuat SPK dan menyerahkan ke Manajer Menejer menyerahkan SPK Rekanan melaksanakan SPK Menejer User Administra si Pejabat PBJ Penyedia Jasa 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Ulasan-10 11 47 .

Aanwizing 2) Usulan Calon Pmn Penetapan Pmn Y N Nego Sepakat N Pengumuman / Pemberitahuan Pmn N Pembukaan SPH Sanggah Penunjukan Evaluasi SPH Y 3) Kontrak / SPK A Ulasan-9 48 .Metode Pemilihan Langsung Mengundang ≥ 2 calon peserta Proses PQ  hasil PQ Persetujuan Pengguna Penunjukan Langsung N Proses PQ diUlang Penunjukan Gagal A Melakukan Negosiasi ≥2 Y Nego Sepakat N Nego Sepakat Y Y Undangan Pengambil an Dok.

Ulasan-9 49 . Kriteria Pemilihan Langsung 1) Pengadaan barang / jasa pemborongan dibutuhkan mendesak untuk operasional PLN. 2) Pelelangan ulang gagal karena hanya ada 2 peserta 3) Pengadaan barang/jasa bersifat mendesak. jika segera dilakukan akan mendatangkan kerugian yang lebih besar.I.

Urutan Kegiatan Pemilihan Langsung 1. Rapat Penjelasan RKS (aanwizing) 7. Pemasukan SPH dan Pembukaan SPH 9. Mengusulkan kepada Pengguna calon yang lulus PQ (jika 1 calon yang lulus PQ maka dilakukan seperti penunjukan langsung) 4. Evaluasi dok PQ 3.I. PQ 2. Membuat HPS 8. Evaluasi SPH Ulasan-9 50 . Memberitahukan / mengumumkan hasil PQ 5. Mengundang ≥ 2 calon peserta sekaligus mengirimkan dok. Undangan mengambil RKS 6.

Lanjutan urutan…. Kontrak Ulasan-9 51 . Penunjukan Pemenang 17. 15. Pernyataan Panitia bahwa proses dilakukan dengan benar 13. Mengundang Peserta Urautan terendah 1 untuk negosiasi 11. Masa sanggah 16. Jika pemenang telah ditetapkan oleh Pengguna Jasa maka Panitia mengumumkan pemenangnya. Berita acara hasil evaluasi 12.. Pemilihan Langsung 10. Usulan calon pemenang 14.

Aanwizing Pembukaan SPH Evaluasi SPH N Negosiasi Y Ulasan-9 52 . Pemegang Hak Patent Penetapan calon Usulan Calon Pmn Penetapan Pmn Penunjukan Pelaksana Pengadaan Brang/jasa Pengambil an Dok.PQ Evaluasi PQ Proses PQ PQ tidak dilakukan jika menunjuk Agen.Metode Penunjukan Langsung Mengundang Satu Rekanan dan mengirimkan Dok.

Konsultan hukum untuk menjadi lawyer Direksi.I. 4. agen tunggal). Penelitian yang dilakukan oleh Perguruan tinggi 6. Penyedia jasa bersifat tunggal (pemegang patent. Hanya ada 1 peserta dari pelelangan gagal. Penasehat ahli GM 5. Kriteria Penunjukan Langsung Argumentasi melakukan penunjukan langsung adalah. Pekerjaan bersifat darurat (emergency) 3. 2. Ulasan-9 53 . 1. Jasa yang diperlukan merupakan pekerjaan tambah 7.

Undangan mengambil RKS 5. Evaluasi SPH dan negosiasi harga 9. Penetapan penyedia jasa 10. Mengusulkan kepada Pengguna calon yang lulus PQ (jika calon tidak lulus PQ. maka dilakukan penunjukan kepada peserta lainnya) 4. Rapat Penjelasan RKS (aanwizing jika diperlukan) 6. Evaluasi dok PQ 3. Penunjukan penyedia jasa Ulasan-9 54 . PQ (jika agen atau pemegang patent langsung RKS tanpa PQ) 2. Urutan Kegiatan Penunjukan Langsung 1. Mengundang 1 calon peserta sekaligus mengirimkan dok. Membuat HPS 7.II. Pemasukan SPH dan Pembukaan SPH 8.

SULSELRABAR KETENTUAN DALAM TATACARA PENGADAAN BARANG/JASA 55 .PT PLN (PERSERO) WIL.

2) Ketidakhadiran peserta tidak menggugurkan kepersetaannya. Rapat Penjelasan (Aanwizing) PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Aanwijziing dilakukan ditempat yang ditelah ditentukan dan dihadiri oleh peserta. besaran. 5) Aanwijzing harus dituangkan dalam berita acara 6) Berita acara aanwijzing menjadi bagian dari dokumen pengadaan Ulasan-7. cara penyampaian SPH.2 56 Hal 68 .1. 4) Bila perlu Panitia dapat melanjutkan peninjauan lapangan. masa berlaku jaminan. referensi harga atas penggunaan produk dalam negeri. ketentuan sub. hal-hal yang menggugurkan penawaran. kontraktor. dokumen yang harus dilampirkan. jenis kontrak. 3) Hal-hal yang harus dijelaskan pada aanwijzing : metode penilaian. batas akhir pemasukan SPH.

disahkan oleh Pengguna Jasa 3) HPS dikalkulasikan secara keahlian berdasarkan data yang dapat dipertanggungjawabkan 4) HPS sebagai dasar menetapkan besarnya jaminan penawaran 5) Nilai total HPS harus diumumkan. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) HPS sebagai batas atas (ceiling price) 2) HPS disusun oleh Panitia.2. ROK max.10% 7) Tidak boleh memasukan biaya PPh dan biaya tak terduga kedalam HPS.2 57 Hal 32 . 6) HPS telah memperhitungkan PPN. Ulasan-7. kecuali pada e-auction tidak perlu diberitahukan.

peralatan 4) Mempertimbangkan metode kerjanya 5) Meneliti harga pasar.. asuransi dan ketentuan instansi yang berwenang 6) Mempertimbangkan harga satuan pada kontrak yang lalu 7) Memperhitungkan pengenaan PPN Hal 32 Ulasan-7. tarif biaya angkutan.Lanjutan …. gambar dan syarat-syarat kontrak 2) Meneliti kondisi lapangan atau bisnis prosesnya 3) Meneliti harga dasar upah tenaga kerja.2 58 . isi dokumen meliput: spesifikasi teknis. (HPS) PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Dalam menyusun HPS harus memperhatikan hal-hal sbb. bahan.: 1) Mempelajari dengan cermat.

2 59 . Kriteria SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN SPH harus bermaterai cukup.d. 3)% dari HPS berlaku > 28 hari kalender setelah berlakunya penawaran.3. bertanggal. daftar peralatan. ditandatangani dan dicap serta dilampirkan: 1) Jaminan penawaran asli sebesar (1 s. lampiran lain yang ditentukan) Ulasan-7. 2) Daftar kuantitas dan harga 3) Waktu pelaksanaan 4) Jika diperlukan (metode pelaksanaan. daftar personil. analisis harga satuan.

. Ulasan-7.juta. 300.: 1) 2) 3) 4) Pengadaan jasa konsultansi Pengadaan jasa asuransi Pengadaan dengan metode penunjukan langsung Pengadaan yang nilainya < Rp. Kriteria SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Jaminan penawaran diterbitkan oleh bank umum.2 60 Hal 27/28 . perusahaan asuransi yang memiliki program surety bond dan diutamakan memiliki peringkat yang diterbitkan Perfindo Jaminan penawaran tidak diberlakukan atau tidak diperlukan untuk hal-hal sbb.Lanjutan ….

4. Kriteria Penilaian SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Kriteria dan tata cara evaluasi harus dijelaskan pada saat rapat penjelasan dokumen (aanwizing) berlangsung. sistem gugur. 2) Jika terjadi perubahan kriteria dan tata cara evaluasi setelah aanwizing. sistem umur ekonomis.2 61 . Ulasan-7. 3) Sistem penilaian dapat memilih salah satu cara yang tersedia. maka harus disampaikan tertulis kepada peserta sebelum pemasukan penawaran. sistem nilai. 4) Kriteria penilaian dituangkan dalam berita acara.

2) Batas akhir penyampaian SPH. Ulasan-7. diumumkan oleh Panitia dan dilanjutkan pembukaan SPH. jika terpaksa harus berupa addendum yang diberitahukan keseluruh peserta 5) SPH dibuat rangkap 2. dua sampul atau dua tahap ).5. asli dan copy. 4) Tidak dibenarkan menunda batas akhir pemasukan SPH. maka Panitia segera memberitahu peserta yang tertinggal untuk mengambil kembali SPHnya. 3) Jika SPH yang dikirim lewat Pos tertinggal karena terlambat. Penyampaian SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Metode penyampaian harus mengikuti ketentuan yang dipersyaratkan ( satu sampul.2 62 .

Kepada : Panitia Pengadaan Barang/Jasa PLN Wil.27.Pontianak Ulasan-7. 29 Maret 2004 Pukul : 10.Parman no. Penyampaian SPH Sistem 1 Sampul PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Dokumen Penawaran Jasa Borongan Jenis Pekerjaan : Bangunan Gedung Pemasukan SPH : Hari/tanggal : Senin.V Pontianak Jl.oo WIB Tempat : Kantor PLN Wil.2 63 .5. Dokumen berisi : 1) Kelengkapan Administrasi 2) Kelengkapan Teknis 3) Harga Penawaran Dimasukan dalam 1 Sampul Luar diserahkan sekaligus.1.V. Pontianak. S.

2 64 .27.oo WIB Tempat : Kantor PLN Wil.Parman no. Pontianak. S. Kepada : Panitia Pengadaan Barang/Jasa PLN Wil. Kepada : Panitia Pengadaan Barang/Jasa PLN Wil.5.27.oo WIB Tempat : Kantor PLN Wil. Pontianak.Pontianak SAMPUL I berisi : 1) Kelengkapan Administrasi 2) Kelengkapan Teknis SAMPUL II berisi : Harga penawaran SAMPUL II (Penawaran Harga) Dokumen Penawaran Jasa Borongan Jenis Pekerjaan : Bangunan Gedung Pemasukan SPH : Hari/tanggal : Senin.V.V. Penyampaian SPH Sistem 2 Sampul PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN SAMPUL I (Data Administrasi + Teknis) Dokumen Penawaran Jasa Borongan Jenis Pekerjaan : Bangunan Gedung Pemasukan SPH : Hari/tanggal : Senin. 29 Maret 2004 Pukul : 10.V Pontianak Jl.Parman no. 29 Maret 2004 Pukul : 10.Pontianak Diserahkan sekaligus dalam satu sampul tertutup Ulasan-7. S.V Pontianak Jl.2.

(2) Pelelangan gagal dicatat dalam berita acara (3) Pelelangan harus diulang kembali Ulasan-7.2 65 .Kriteria Pemasukan SPH sistem 2 Sampul: (1) Jumlah sampul yang masuk ≥ 3 peserta. jika kurang dari 3 maka pelelangan dinyatakan gagal.

27. 29 Maret 2004 Pukul : 10. Kepada : Panitia Pengadaan Barang/Jasa PLN Wil. Pontianak.2 66 .V. Penyampaian SPH Sistem 2 Tahap PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN SAMPUL I Dokumen Penawaran Jasa Borongan Jenis Pekerjaan : Bangunan Gedung Pemasukan SPH : Hari/tanggal : Senin.Pontianak Dokumen berisi : SAMPUL I berisi : 1) Kelengkapan Administrasi 2) Kelengkapan Teknis Diserahkan Tahap I SAMPUL II Dokumen Penawaran Jasa Borongan Jenis Pekerjaan : Bangunan Gedung Pemasukan SPH : Hari/tanggal : Senin.27. S. SAMPUL II berisi : *) Data Penawaran Harga setelah lulus tahap I Kepada : Panitia Pengadaan Barang/Jasa PLN Wil.Parman no.V.Parman no.5. 29 Maret 2004 Pukul : 10. Pontianak.3.oo WIB Tempat : Kantor PLN Wil.oo WIB Tempat : Kantor PLN Wil.Pontianak Diserahkan pada Tahap II Ulasan-7. S.V Pontianak Jl.V Pontianak Jl.

(2) Jumlah sampul yang masuk tahap II harus ≥ 3 peserta. jika kurang dari 3 maka pelelangan tetap dilanjutkan.Kriteria SPH Sistem Dua Tahap (1) Jumlah sampul yang masuk tahap I harus ≥ 3 peserta.2 67 . jika kurang dari 3 maka pelelangan dinyatakan gagal. (3) Pelelangan gagal dicatat dalam berita acara (4) Pelelangan harus diulang kembali Ulasan-7.

dibuat berita acara gagal dan pelelangan harus diulang 2) Pembukaan SPH harus dihadiri minimal 2 peserta sebagai saksi. Pembukaan SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Jika jumlah SPH yang masuk kurang dari 3 peserta.6. maka lelang dinyatakan gagal. jika tidak maka pembukaan dapat diundur 2 jam. Ulasan-7. jika tidak terpenuhi maka mengundang 2 orang saksi diluar peserta yang ditunjuk secara tertulis oleh Panitia.2 68 . penawaran harga dibuka dihadapan peserta. 3) Untuk sistem satu sampul.

sampul 2nya dikembalikan.2 69 . Yang tidak lulus sampul 1. 3) Pembukaan sampul 2 dilakukan jika jumlah peserta yang lulus harus ≥ 1 peserta. Lanjutan ….. Pembukaan SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Untuk sistem dua sampul 1) Pembukaan sampul pertama dihadapan para peserta. Ulasan-7. Sampul kedua (penawaran harga) disimpan oleh Panitia.PT. 2) Yang lulus pada evaluasi sampul I. diundang untuk mengikuti pembukaan sampul 2. PLN (Persero) Udiklat Jakarta Lanjutan ……….

. Sampul II (penawaran harga) belum diserahkan kepada Panitia.2 70 . 3) Yang lulus pada evaluasi Tahap I. Ulasan-7. Lanjutan …. dilakukan didepan peserta. maka pelalngan gagal. diundang untuk mengajukan penawaran harga (sampul 2). jika jumlah peserta yang lulus harus < 3 peserta. Pembukaan SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Untuk sistem dua Tahap 1) Pembukaan sampul I ≥ 3 peserta dihadapan para peserta.Lanjutan ………. 4) Pembukaan sampul 2. 2) Yang lulus sampul I ≥ 3 peserta.

Evaluasi SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Hal-hal yang harus dilakukan Panitia dalam evaluasi SPH adalah: 1) Evaluasi aritmatik semua penawaran harga 2) Penawaran yang syah adalah yang memenuhi ketentuan. syarat-syarat dan spekteknis sebagai ditetapkan dalam RKS 3) Penyimpangan bersifat pokok adalah: (1) Penyimpangan yang sangat substansif yang mempengaruhi hasil kerja.7. (2) Menimbulkan inkonsistensi terhadap dokumen (3) Menimbulkan persaingan tidak sehat Ulasan-7.2 71 .

Teknis .Ev. Harga pengadaan + biaya operasional selama waktu tertentu Ulasan-7. 1) Sistem Gugur : . Teknis & Harga (digabung) 3) Sistem Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis : .Ev. . Evaluasi SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Sistem evaluasi SPH ada tiga cara.Ev.Ev.2 72 . Administrasi . Administrasi .Evaluasi Administrasi.Evaluasi Teknis & Harga 2) Sistem Nilai ( Merit Point System ) : .Lanjutan ….Ev.

sesuai  lulus. (4) Evaluasi Harga. (3) Evaluasi teknis. lengkap  Lulus. 3 dilanjutkan pembuktian kualifikasinya.Lanjutan …. tidak sesuai  gugur. Ulasan-7. 2. sesuai  lulus..2 73 . dokumen penawaran dan lampirannya dicocokan dengan ketentuan yang diatur dalam kriteria penilaian. tidak sesuai  gugur. tidak lengkap  gugur. Terndah 1. dievaluasi rinciannya (aritmatik) kemudian urutkan mulai dari penawaran terendah. (1) Evaluasi administrasi saat pembukaan berlangsung. Evaluasi SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Evaluasi Sistem Gugur. mencocokan nilai teknis yang disyaratkan dalam kriteria penilaian. (2) Evaluasi administrasi.

Evaluasi SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 2) Evaluasi Sistem Nilai (mengutamakan kualitas). dokumen penawaran dan lampirannya dicocokan dengan ketentuan yang diatur dalam kriteria penilaian. lengkap  Lulus.2 74 . (1) Evaluasi administrasi saat pembukaan berlangsung. sesuai  lulus. 100) (4) Evaluasi Harga.. penawaran terendah mendapat skore tertinggi. Penilaian berupa skore dari yang tertinggi s. dievaluasi rinciannya (aritmatik) kemudian urutkan mulai dari penawaran terendah. mencocokan nilai teknis yang disyaratkan dalam kriteria penilaian.d. tidak lengkap  gugur. Penilaian berupa skore. (2) Evaluasi administrasi. tidak sesuai  gugur. (5) Jumlah skore tertinggi keluar sebagai calon pemenang Ulasan-7. (3) Evaluasi teknis.d. terendah (70 s.Lanjutan ….

sesuai  lulus.Lanjutan …. tidak sesuai  gugur. lengkap  Lulus. Sesuai  lulus. (4) Evaluasi Harga + biaya operasional selama kurun waktu tertentu.2 75 . (1) Evaluasi administrasi saat pembukaan berlangsung. (2) Evaluasi administrasi. Ulasan-7. Evaluasi SPH PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 3) Evaluasi Sistem Penilaian Umur Ekonomis. dokumen penawaran dan lampirannya dicocokan dengan ketentuan yang diatur dalam kriteria penilaian. mencocokan nilai teknis yang disyaratkan dalam kriteria penilaian. Total (harga + biaya) terendah keluar sebagai calon pemenang. (3) Evaluasi teknis. tidak sesuai  gugur. tidak lengkap  gugur.

8. maka calon pemenang dibatalkan dan ybs diblack-list selama 2 tahun 2) Apabila Panitia ragu terhadap kebenaran data maka wajib melakukan check fisik ke lapangan. diundang untuk dilakukan pembuktian data kualifikasi. 3) Hasil akhir pembuktian adalah (1)  dapat dipertanggungjawabkan atau (2)  tidak dapat dipertanggungjawabkan.2 76 . 2 dan 3. Pembuktian (Verifikasi) Data Kualifikasi PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Calon pemenang 1. 1) Apabila data kualifikasi tidak benar. 4) Jika tidak dapat dipertanggungjawabkan maka calon pemenang digugurkan. Ulasan-7.

Ulasan-7.9. Isi BAHP mencakup: 1) Nama semua peserta pelelangan 2) Metode evaluasi dan unsur-unsur yang dievaluasi 3) Rumus yang digunakan dalam evaluasi 4) Jumlah peserta yang lulus dan tidak lulus 5) Tanggal melakukan evaluasi 6) Usulan penetapan calon pemenang 1. 7) Usulan calon pemenang 1 peserta yang syah dapat dilaksanakan.2 dan 3 (jika ada). Berita Acara Hasil Pelelangan PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Panitia harus membuat kesimpulan dari hasil pelelangan dan dituangkan dalam berita acara hasil pelalangan (BAHP).2 77 . Jika tidak ada maka menyatakan pelelangan gagal. BAHP bersifat rahasia sampai dengan penandatanganan kontrak.

10. maka data kualifikasi yang lebih besar dipilih sebagai urutan pertama.2 78 . • Dokumen pengadaan dan perubahannya • BA pembukaan. 3) Data pendukung usulan calon pemenang. BA hasil pelelangan • Dokumen penawaran Ulasan-7. 2) Jika ada 2 penawaran yang sama. Usulan Calon Pemenang PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Panitia mengusulkan calon pemenang dengan pertimbangan: • Penawar memenuhi syarat administrasi dan teknis dan memiliki penawaran responsif dengan urutan terendah.

50. 3) Jika Pengguna Jasa tidak sependapat dengan usulan panitia. Penetapan Pemenang PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Penetapan pemenang oleh Pengguna Jasa.11. jika: 1) Jika nilai usulan panitia ≤ Rp.. Keputusan hasil rapat dapat menyetujui atau dapat menolak usulan panitia. Hasil keputusan dituangkan dalam berita acara.milyar maka Pengguna Jasa terlebih dahulu minta persetujuan Direksi. 2) Jika nilai usulan panitia > Rp.50.milyar dapat ditetapkan oleh Pengguna Jasa tanpa persetujuan Direksi.2 79 . maka dilakukan rapat bersama antara panitia dan pengguna jasa untuk mengambil keputusan. Ulasan-7..

2 80 . Ulasan-7.12. Pengumuman Pemenang PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Pemenang pengadaan diumumkan dan diberitahukan oleh Panitia kepada para peserta. setelah diterimanya surat penetapan pemenang pengadaan dari Pengguna jasa 2) Pengumuman dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada para peserta yang akan mengajukan keberatan (sanggahan) atas proses pengadaan yang telah dilaksanakan.

tidak transparan.: (1) Panitia atau Pengguna Jasa menyalahgunakan wewenang (2) Terdapat rekayasa pihak tertentu yang mengakibatkan tidak adil.2 81 . tidak terjadi persaingan yang sehat. Tata Cara Sanggahan PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Sangahan diajukan oleh peserta lelang kepada Pengguna Jasa paling lambat 3 hari kerja setelah pengumuman pemenang 2) Isi sanggahan meliputi hal-hal sbb.13. (3) Pelaksanaan pengadaan menyimpang dari ketentuan yang dituangkan dalam dokumen Ulasan-7.

Ulasan-7. harus menjawab sanggah 2) Jika sanggahan benar maka perlu melakukan sbb.2 82 . 3) Proses pengadaan tetap dilanjutkan setelah jawaban sanggahan ditertibkan. (3) Jika panitia salah prosedur dan tidak sesuai dengan ketentuan maka pelelangan diulang. (2) Jika evaluasi tidak sesuai dengan ketentuan maka Panitia ditugaskan mengulangi evaluasinya. Jawaban atas Sanggahan PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN 1) Pengguna Jasa paling lambat 5 hari kerja setelah menerima sanggahan.14.: (1) Jika ada rekayasa yang merugikan maka yang terlibat dikenakan sangsi dan menggugurkan penyedia jasa yang ikutserta merekayasa.

2 dan 3 mengundurkan diri. 8) Pengaduan masyarakat adanya KKN dalam proses pelelangan ternyata benar.15. 3) Semua peserta tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan. 6) Calon pemenang 1. 2) Surat Penawaran yang masuk kurang dari 3. Ulasan-7.2 83 . 5) Sanggahan terhadap kesalahan prosedur pelelangan ternyata benar. Pelelangan Gagal PENGADAAN BARANG/JASA BORONGAN Dinyatakan Gagal jika : 1) Calon peserta lelang kurang dari 3. 4) Semua penawaran harga melebihi HPS. 7) Pelelangan tidak sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lelang.

Pelelangan Ulang PENYEBAB • Calon peserta lelang kurang dari 3. • Pelelangan tidak sesuai dengan ketentuan dalam dokumen lelang • Sanggahan adanya KKN diantara calon pemenang 1. mengumumkan kembali Diproses seperti Pemilihan langsung Diproses seperti Penunjukan langsung .2 84 • • PEMECAHANNYA Diulang dari awal Dibuat calon peserta yang lama + baru • • Mengundang ulang semua peserta agar menawarkan secara lengkap Jika perlu menambah peserta baru • • • • • • • Semua calon peserta yang terdaftar sebagai calon diundang kecuali Yg terklibat KKN Jika perlu menambah peserta baru Panitia diganti dengan Panitia baru Mengundan peserta yg lulus adm + teknis Jika < 3 .2 dan 3 mengundurkan diri.15. • Surat Penawaran yang masuk kurang dari 3. • Sanggahan adanya salah prosedur lelang ternyata benar • Semua peserta tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan • Semua penawaran harga melebihi pagu anggaran.2 dan 3 ternyata benar • Panitia tidak terlibat adanya KKN dalam proses pelelangan • Panitia terlibat adanya KKN dalam proses pelelangan • Calon pemenang 1. • Pesertas Lelang Ulang < 3 hanya ada 2 • Peserta lelang Ulang < 3 hanya ada 1 Ulasan-7.

PT PLN (PERSERO) WIL. SULSELRABAR PELELANGAN DENGAN PQ 85 .

4) N Jml Pst Y Diterima Aanwizing Pembukaan SPH Y N Usulan CP Penetapan Pmn Lelang Penunjuk kan Pmn Jml SPH masuk N 2) Y Pengumum an Pmn Kontrak A 5) B 86 Ulasan-8 .Pengumuman Pelelangan Umum Pendaftaran Calon Peserta << diulang Dilanjutkan >> A Gagal Evaluasi SPH N 1) 3) Penunjukan Langsung atau Pemilihan langsung Proses Pasca Q Jml Pst Y N Jml Pst B Masa Sanggah Undangan Y Verifikasi Q Pengambil an Dok.

4. 6. 7. 11. 8. 13. 10. Pengumuman Pelelangan Pendaftaran calon peserta Undangan Pelelangan Pengambilan RKS Membuat BA kriteria Penilaian SPH (dan kualifikasinya) Rapat Penjelasan RKS (aanwizing) Membuat BA HPS Membuat BA Pemasukan SPH Membuat BA Pembukaan SPH Membuat BA Evaluasi SPH Pernyataan Panitia bahwa proses dilakukan dengan benar Pelaporan hasil evaluasi kepada Pengguna jasa Usulan calon pemenang Jika pemenang telah ditetapkan oleh Pengguna Jasa maka Panitia mengumumkan pemenangnya. 3. 87 Ulasan-8 . 9. 5.1. 12. Skuensi Pelelangan dengan Pasca Kualifikasi 1. 2. 14.

Jumlah yang Lulus evaluasi ≥ 1 peserta 7. HPS ≤ Pagu. Pengumuman Pelelangan  di surat kabar dan website 2. Konfirmasi data Qualifikasi  sesuai dengan yang dilampirkan. Kriteria Proses Pelelangan Pasca Kualifikasi 1. Pengambilan RKS  ≥ 1 hari sebelum SPH masuk 4. HPS ≥ Penawaran Harga 5. Jumlah calon peserta yang diundang  minimum 3 persh 3.2. 8. Jumlah SPH yang masuk ≥ 3 peserta 6. Proses pelelangan dilakukan sesuai dengan prosedur yang dituangkan dalam RKS 9. Hasil pelelangan  diumumkan dipapan pengumuman dan website Ulasan-8 88 .

4 .Pelelangan dengan Pra-Qualifikasi (PQ) Pengumuman Pra Qualifikasi << diulang Dilanjutkan >> Proses PQ Penunjukan Langsung atau Pemilihan langsung Proses dan Hasil Evaluasi dok PQ 1) A Gagal Evaluasi SPH N 3) Jml Pst Y N Jml Pst B Masa Sanggah Undangan Pengambil an Dok. 4) Y Konfirmasi Data N Jml Pst Y Diterima Aanwizing Pembukaan SPH Y N Usulan CP Penetapan Pmn Lelang Penunjuk kan Pmn Jml SPH masuk N 2) Y Pengumum an Pmn Kontrak A 5) B 89 Ulasan-7.

Tahap-tahap Pelaksanaan Pelelangan Tahap 1. Pra-Qualifikasi 1) Pengumuman Pra Kualifikasi (PQ) Pelelangan 2) Pendaftaran calon peserta dan Pengambilan Dok PQ 3) Penjelasan Dok.PQ (jika diperlukan) 4) Penyampaian Dok PQ kepada Panitia 5) Evaluasi Dok. PQ 6) Pengumuman hasil PQ 7) Masa sanggah hasil PQ (bila diperlukan) 8) Penetapan Calon Peserta Pelelangan.4 90 . Ulasan-7.

Lanjutan …………… Tahap 2.4 91 . Proses Penawaran 9) Undangan Calon Peserta Pelelangan yang Lulus PQ 10)Pengambilan dokumen lelang (RKS) 11)Rapat Penjelasan RKS (aanwizing) 12)Menetapkan HPS 13)Penetapan Kriteria Penilaian 14)Penyampaian SPH 15)Pembukaan SPH Ulasan-7.

Proses Evaluasi SPH 16) Evaluasi Surat Penawaran Harga 17) Pembuktian Kualifikasi 18) Pernyataan Panitia bahwa proses dilakukan dengan benar 19) Pelaporan hasil evaluasi kepada Pengguna jasa 20) Usulan calon pemenang Ulasan-7.4 92 .Lanjutan …………… Tahap 3.

22) Waktu Sanggah 23) Penerbitan Surat Penunjukan Penyedia Jasa Ulasan-7. Proses Evaluasi SPH 21) Jika pemenang telah ditetapkan oleh Pengguna Jasa maka Panitia mengumumkan pemenangnya.Lanjutan …………… Tahap 4.4 93 .

SULSELRABAR PRINSIP PENILAIAN KUALIFIKASI 94 .PT PLN (PERSERO) WIL.

2 Jasa Konsultansi a. Seleksi Langsung c. Penunjukan Langsung Prakualifikasi Prakualifikasi Prakualifikasi Prakualifikasi Prakualifikasi Prakualifikasi Pelelangan Pemilihan Langsung Penunjukan Langsung Pengadaan langsung Prakualifikasi Prakualifikasi Prakualifikasi Pascakualifikasi Prakualifikasi METODA PENGADAAN KOMPLEKSITAS PEKERJAAN Kompleks Tidak Kompleks 95 . c.JENIS DAN METODA PENGADAAN DAN KAIATANNYA DENGAN PENILAIAN KUALIFIKASI JENIS PENGADAAN 1 Barang/Jasa Pemborongan /Jasa Lainnya a. d. b. Seleksi Umum b.

6. 3. 5.3 96 . 2.Pendirian BU Pengurus (komisaris & pengurus) JK = Jasa Konsultansi B/L = Pemasokan Barang /Jasa Lainnya √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Ulasan-7.Formulir isian pasca/prakualifikasi No 1. Uraian JP √ √ √ JK √ √ √ B/L √ √ √ KETERANGAN JP = Jasa Pemborongan 4. 7. Surat pernyataan minat ikut pbj Pakta integritas Surat pernyataan kapasitas menanda-tangani kontrak Data administrasi (umum) Izin usaha Landasan HK.

Uraian Data keuangan • Pemilik saham & pajak • Neraca Data personalia • Tenaga teknis • Peralatan Data pengalaman Data pekerjaan yang sedang dilaksanakan Dukungan bank JP √ √ √ √ √ √ √ JK B/L √ √ √ √ √ √ √ KET. B/L = Pemasokan Barang /Jasa Lainnya Ulasan-7. 12. 10. JP = Jasa Pemborongan JK = Jasa Konsultansi 9. 11.3 97 .Formulir isian pasca/prakualifikasi No 8.

5% untuk JB) 98 2.3 .2 s. Ulasan-7.8) Nilai Paket Pekerjaan b. Pemeriksaan administrasi – Pemeriksaan kelengkapan dokumen. (10% untuk JP.MK  Fp = 6 (UK).8 (Non UK) SKK > (0.d. 0.d. Dukungan Bank (DB). Fp = 8 (Non UK) MK = Fl.Perhitungan PQ ( contoh) TATA CARA PENILAIAN KUALIFIKASI UNTUK PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMBORONGAN KONSTRUKSI 1.3 (UK). dilakukan verifikasi bagi calon pemenang Penilaian Keuangan a. Fl = 0.Kb  Fl = 0. 8 SKP ≥ 1 b. Perhitungan SKK SKK = KK – (Nilai Kont dlm pekerjaan-Prestasi) KK = Fp. SKP = KP – Jml paket yg sedang dikerjakan KP = 3 s.

Bidang Status Badan Usaha (10)  Kontraktor Utama/lead firm (10)  Sebagai sub kontraktor (3) 99 Ulasan-7.3 . sub bidang tidak sama (15) b. Penilaian Pengalaman (max 60/min 30) a. Bidang dan sub bidang pekerjaan (30)  Bidang dan sub bidang sama (30)  Bidang sama.Penilaian Kualifikasi Jasa Konstruksi (contoh) 3. Nilai Kontrak pengalaman (20)  NKP > nilai pek (20)  NKP > 50% nilai pek < 100% nilai pek (10)  NKP > 50% nilai pek (0) c.

5)  UK : Ditetapkan minimal kepemilikan peralatan Bukan UK : Kebutuhan alat disesuaikn dengan jenis pekerjaan b.4.5)  Sewa jangka pendek (50% = 7. tidak dinilai  Milik sendiri (100% = 15)  Sewa beli (100% = 15)  Sewa jangka panjang (90% = 13. Peralatan (15)  Yang dinilai kondisi > 70%  Bila tidak ada bukti sewa/sewa beli. Penilaian Kualifikasi Jasa Konstruksi Penilaian Kemampuan Teknis (max 30/min 15) a.3 . Personil (10)  UK : Min personil ditetapkan sesuai jenis pekerjaan  SKT harus bersertifikat 100 Ulasan-7.

yang tidak.Penilaian Kualifikasi Jasa Konstruksi Lanjutan no. Ambang Lulus • Minimum nilai kelulusan tiap kriteria (keuangan. tidak mendapatkan nilai 5.3 101 . Manajemen mutu (5)  Yang meyampaikan manajemen mutu diberi nilai 5. pengalaman dan teknis) adalah 50% nilai bobot kriteria • Nilai 60 untuk pekerjaan sederhana • Nilai 75 untuk pekerjaan kompleks Ulasan-7.4 c.

TATA CARA PENILAIAN KUALIFIKASI UNTUK PENGADAAN JASA KONSULTANSI 1. kecuali Badan Usaha yang baru berdiri 4 tahun b. Memiliki KD = 3 Npt (7 tahun terakhir) Ulasan-7.3 102 . kecuali : a. Syarat kelulusan = Jasa pemborongan dan barang/jasa lainnya. Tata cara kualifikasi seluruhnya sama dengan prakualifikasi jasa pemborongan dan barang/jasa lainnya. 2. Tidak diperlukan surat dukungan permodalan dari bank d. SKK dan SKP tidak diperlukan c. 5 (lima) tahun terakhir mempunyai pengalaman pekerjaan.

maksimal 7 konsultan b. min 5 konsultan. dilakukan penunjukan langsung 5. daftar pendek = 7 c. dilakukan seleksi umum  Hanya 1 konsultan.3 103 . dengan mengumumkan PQ kembali d. Ditetapkan daftar pendek konsultan. Yang diundang konsultan peringkat terbaik yang masuk daftar pendek Ulasan-7.3. Bila setelah PQ ulang yang lulus  Antara 2-4 konsultan. Bila yang lulus < 5. Cara penilaian – Menyusun peringkat sesuai nilai prakualifikasi yang ditetapkan panitia pengadaan 4. Penetapan hasil prakualifikasi a. dilakukan PQ ulang. Bila yang lulus > 7.

d. 8 atau Kp = 1. 5.3 104 .BUTIR PENTING LAIN YANG PERLU DIPERHATIKAN : 1. 2. 3. 4.2 N (N = Jumlah paket terbanyak pada tahun yang bersamaan. dalam 7 tahun terakhir) Ulasan-7. Penetapan sub bidang IUJK yang berlaku Legalisir SBU pada pelelangan Persyaratan kualifikasi yang diskriminatif Penetapan kemampuan paket : – UK : Kp = 3 – Bukan UK : Kp = 3 s.

PT PLN (PERSERO) WIL. SULSELRABAR JAMINAN PENGADAAN 105 .

Jasa konsultansi dan Jasa Asuransi tidak perlu jaminan.300 jt. Jaminan diperuntukan untuk penawaran diatas Rp.d 3 % dari HPS 2. 3. PLN (Persero) Udiklat Jakarta Jaminan Penawaran 1.PT. Ulasan-15 106 . Pembelian langsung dan Penunjukan langsung tidak perlu jaminan penawaran 4. Jaminan penawaran sebesar antara 1 s.

PLN (Persero) Udiklat Jakarta Jaminan Pelaksanaan dan Pemeliharaan Persiapan PBJ Kontrak Serah Terima Fisik Pekerjaan I Serah Terima Fisik Pekerjaan II Proses PBJ Pelaksanaan Kontrak Pemeliharaan B-1 B-2 B-3 Jaminan hanya berlaku untuk pengadaan barang dan pemborongan pekerjaan yang nilainya ≥ Rp.300 jt • Jaminan pelaksanaan (B-2) sebesar 5% kontrak dengan waktu selama pelaksanaan + 14 hari • Jaminan pemeliharaan sebesar 5% kontrak dengan waktu selama pemeliharaan + 14 hari 107 Ulasan-15 .PT.

PT PLN (PERSERO) WIL. SULSELRABAR PENGADAAN JASA KONSULTASI 108 .

bersifat mendesak. Seleksi Umum Pekerjaan konsultansi yang dapat diikuti banyak peserta yang perlu diumumkan secara luas 2. konsultan keuangan. 3. Penunjukan Langsung Pekerjaan konsultansi yang bersifat hak-patent. darurat. Seleksi Langsung Pekerjaan konsultansi yang dapat secara operasional PLN. lawyer untuk Direksi 4.Metode Pengadaan Jasa Konsultansi 1. dan GM Penunjukan Konsultan Perseorangan Pekerjaan yang sifatnya tidak perlu kerja kelompok Ulasan-13 109 .

Peserta yang akan diundang diambil dari longlist urutan peringkat 3 s. 7.d. Peserta yang lulus PQ dimasukan dalam daftar lulus PQ diurutkan sesuai rangking (longlist) calon konsultan 2.PT.yang disebut daftar pendek (shortlist) Ulasan-13 110 . sesuai metodenya. PLN (Persero) Udiklat Jakarta Ketentuan Penerapan Kualifikasi Semua metode pengadaan jasa konsultansi harus dengan pra-kualifikasi 1. kemudian dibuat daftar calon peserta yang diundang.

: Pekerjaan diperlukan dalam waktu cepat untuk mendukung operasional PLN Ulasan-14 111 . Seleksi Langsung Seleksi Langsung dapat dilakukan dengan ketentuan sbb.Jasa Konsultansi 1.

Ketentuan Penerapan Kualifikasi Penerapan kualifikasi pada metode seleksi langsung pada prinsipnya sama seperti pada seleksi umum. Jumlah calon yang diundang mengikuti seleksi langsung ≥ 2 peserta. PQ. Ulasan-14 112 . hanya calon peserta tidak diumumkan tetapi diundang dan dikirimkan dok.

PQ 2. Evaluasi dok PQ 3.Urutan Kegiatan Seleksi Langsung 1. Undangan mengambil KAK 6. Pemasukan SPH dan Pembukaan SPH 9. Mengusulkan kepada Pengguna calon yang lulus PQ (jika 1 calon yang lulus PQ maka dilakukan seperti penunjukan langsung) 4. Mengundang ≥ 2 calon peserta sekaligus mengirimkan dok. Membuat HPS 8. Negosiasi Ulasan-14 113 . Memberitahukan / mengumumkan hasil PQ 5. Rapat Penjelasan KAK (aanwizing) 7. Evaluasi SPH (seusi metode yang dipilih) 10.

Masa sanggah 16. I. 15. Urutan Kegiatan Seleksi Langsung 11.Lanjutan …………. Usulan calon pemenang 14. Pernyataan Panitia bahwa proses dilakukan dengan benar 13. Kontrak Ulasan-14 114 . Berita acara hasil evaluasi 12.. Jika pemenang telah ditetapkan oleh Pengguna Jasa maka Panitia mengumumkan pemenangnya. Penunjukan Konsultan 17.

4) Pekerjaan tambah yg tidak dpt dielakan dan tdk lebih dari 10 % dari total kontrak yll. jadwal Ulasan-14 115 . kotinouitas dan agar kompartibel dengan pekerjaaan sebelumnya. 5) Pekerjaan studi kelayakan / penelitian yg dilakukan oleh Perguruan Tinggi Negri / Lembaga Ilmiah Pemerintah.3. serta dg harga sama kontrak yll. Penunjukan Langsung Penunjukan Langsung Konsultan dapat dilakukan jika: 1) Pekerjaan specifik dan hanya ada satu Konsultan yang mampu meaplikasikannya. 2) Pekerjaan dalam keadaan mendesak dan tidak dapat ditunda lagi untuk menghindarkan kerugian dan demi citra PLN 3) Pekerjaan lanjutan dari Konsultan yang sama demi homogineitas.

Evaluasi SPH dan negosiasi harga 9. Penetapan penyedia jasa 10. Evaluasi dok PQ 3. Undangan mengambil KAK 5. Penunjukan Konsultan Ulasan-14 116 . Membuat HPS 7. Mengusulkan kepada Pengguna calon yang lulus PQ (jika calon tidak lulus PQ.Urutan Kegiatan Penunjukan Langsung 1. Pemasukan SPH dan Pembukaan SPH 8. maka dilakukan penunjukan kepada peserta lainnya) 4. PQ dan sekaligus memberitahu jadwal aanwijzing 2. Rapat Penjelasan KAK (aanwizing jika diperlukan) 6. Mengundang 1 calon peserta sekaligus mengirimkan dok.

Sifat Pekerjaan: 1. Pekerjaan yang terkait dengan tugas-tugas khusus berupa nasehat 5. Proses pengadaan konsultan perorangan mengikuti pedoman seleksi umum. Pekerjaan yg secara utuh berdiri sendiri 3. Pekerjaan bukan kerja kelompok 2. Konsultan yang memberi nasehat tidak boleh menjadi pelaksana dari obyek nasehat 6. seleksi langsung atau penunjukan langsung. Hanya mungkin dilakukan oleh orang yg mempunyai hak paten 4.Konsultan Perorangan Konsultan Perorangan dpt melaksanakan pekerjaan jika: A. Ulasan-14 117 .

2. 3. Ulasan-14 118 . Kreteria Orang dan Bentuk Pelaporannya 1. Syarat yang mengikuti Jasa Konsultansi perorangan adalah penyedia jasa konsultan yg ahli dibidangnya yg dibuktikan dengan Sertikat dan pengalaman yg dimiliki. Jika Konsultan berasal dari PNS maka harus mendapat ijin tertulis dari atasannya.Lanjutan ……… Konsultan Perorangan dpt melaksanakan pekerjaan jika: B. Pelaoran proses pelaksanaan pekerjaan dibuat sebagai pertanggungjawaban dalam penyelesaian pekerjaan.

d. Seleksi Umum Ketentuan : Seleksi umum dilakukan dengan PQ. Ulasan-13 119 . Penilaian kualifikasi didasarkan pada kompentensi dan kemampuan usaha calon peserta.2. 7 peserta . Jumlah peserta yang lulus PQ antara 3 s.

Urutan Kegiatan Seleksi Umum
Tahap 1. Pra Kualifikasi
1) Pengumuman seleksi umum
2) Pendaftaran dan pengambilan dok PQ 3) Penyampaian dok. PQ 4) Evaluasi dok. PQ 5) Penetapan hasil PQ 6) Pengumuman hasil

Ulasan-13

120

Lanjutan ………..

Urutan Kegiatan Seleksi Umum
Tahap 2. Pengajuan Biaya
7) Undangan dan pengambilan KAK 8) Penjelasan (aanwijzing) 9) Penyampaian dok.Penawaran (SPH)

10) Evaluasi Penawaran Sampul 1.
11) Pembukaan Penawaran Harga (sampul 2) bagi peringkat teknis terbaik 12) Klarifikasi dan negosiasi 13) Usulan Penetapan Pemenang

Ulasan-13

121

Seleksi Umum

1). Dokumen Pra Qualifikasi (PQ)
Penilaian PQ berdasarkan data yang diisikan pada FORMULIR ISIAN yang disediakan oleh Panitia
1) Menbuat SURAT PERNYATAAN MINAT MENGIKUTI PENGADAAN ( Form. 2.a )

2)
3)

Menandatangai PAKTA INTEGRITAS ( Form. 2.b )
Mengisi FORMULIR 1.c yang memuat tentang : a). Data Administrasi : Nama perusahan, alamat kantor b). Ijin Usaha : IUJK / SIUP / TDP

Ulasan-13

122

Seleksi Umum

Lanjutan dok. PQ………..
c). Landasan Hukum Pendirian Perusahaan : Akte pendirian. d). Pengurus : Komisaris jika PT, Pengurus Perusahaan e). Data Keuangan : Susunan Pemilik Saham (jika PT), Susunan Pengurus jika CV, Pajak. f). Data Personalia : Tenaga Ahli yang diperlukan. g). Data Pengalaman : 5 tahun terakhir (bagi perusahaan yang telah berdiri > 5 tahun)

Ulasan-13

123

Seleksi Umum 2). dan kelengkapan syarat yang dimiliki yaitu. memiliki pengalaman sejenis 5) Memiliki kemampuan dasar (KD) 6) Jika perusahaan asing harus ada ijin perwakilan Jasa Konsultan di Indonesia. 1) Memiliki ijin usaha dalam bidangnya 2) Tidak dalam pengawasan pengadilan dan mampu menandatangani kontrak 3) Telah melunasi kewajiban pajak 4) Untuk perusahaan yang sudah > 5 tahun. Persyaratan Qualifikasi Peringkat kualifikasi dihitung berdasarkan kemampuan dasar perusahaan. Ulasan-13 124 .

Dokumen Pengadaan 1) Instruksi kepada calon peserta meliputi: a) Persyaratan administrasi yang harus dipenuhi b) Hal-hal yang menggugurkan penawaran c) Format menyusun biaya 2) Format surat penawaran.Seleksi Umum 3). format surat penunjukan 3) Syarat-syarat kontrak 4) Kerangka acuan kerja yang berisikan: a) Uraian gambaran lingkup pekerjaan b) Standar teknis yang digunakan c) Tujuan dan sasaran yang ingin dicapai d) Jenis dan jumlah pelaporan yang disyaratkan 5) Gambar-gambar (jika diperlukan) Ulasan-13 125 .

Lokasi pekerjaan. metode pemilihan konsultan. Pengawas pekerjaan. kreteria evaluasi pra kualifikasi. tahap-tahap pelaksanaan pemilihan konsultan. surat penunjukan. Jadwal pemilihan konsultan. jaminan pelaksanaan. tempat memberikan informasi kepada konsultan. Ulasan-13 126 . syarat usulan teknis dan usulan biaya. cara pembayaran. Jadwal pelaksanaan pekerjaan. syarat kelengkapan administrasi. Pemilik pekerjaan. Direksi pekerjaan. • Kelengkapan Administrasi : Kreteria Konsultan yang diundang. Sumber dana. bentuk kontrak.Seleksi Umum KAK sekurang-kurangnya berisikan: • Penjelasan Umum : Jenis dan lingkup pekerjaan.

pedoman pengumpulan data lapangan.Seleksi Umum Lanjutan KAK …… • Sasaran Teknis : Tujuan pekerjaan konsultan. jenis dan jumlah laporan yang harus diserahkan . jadwal tahap pelaksanaan. Ulasan-13 127 . garis besar pekerjaan yang akan dilaksanakan. Jumlah dan kualitasTenaga ahli yang disyaratkan.

: 1) Mempelajari seksama isi KAK termasuk kontraknya 2) Mengetahui kondisi lapangan 3) Mempelajari jadwal pelaksanaan 4) Menetapkan jumlah kualifikasi tenaga ahli dan penudasanya. Ulasan-13 128 . telp. Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Dalam menyusun HPS.Seleksi Umum 4). 5) Mempertimbangkan pengaruh luar instansinya 6) Menghitung biaya langsung personil (gaji. listrik dlsb) 8) Pajak-pajak yang dikenakan. upah dlsb) 7) Menghitung biaya langsung non personil (sewa kantor. Panitia wajib melakukan halhal sbb.

ditandatangani dan dicap serta dilampirkan: 1) Metode pelaksanaan 2) Waktu pelaksanaan 3) Daftar personil dan pengalamannya. bertanggal.Seleksi Umum 5). Dokumen Penawaran (SPH) SPH harus bermaterai cukup. daftar biaya 4) Lampiran lain yang dipersyaratkan Ulasan-13 129 .

Penyampaian SPH Penyampaian SPH ada 3 cara: .Seleksi Umum 6).Cara dua tahap Cara penyampaian SPH pada umumnya disesuaikan dengan metode evaluasi yang dipilih diantara 3 cara evaluasi yaitu: • Evaluasi kualitas • Evaluasi kualitas dan biaya • Evaluasi biaya terendah Ulasan-13 130 .Cara dua sampul .Cara satu sampul .

jika kurang maka ditunda 2 jam.Seleksi Umum 7). 2) Pembukaan disaksikan peserta minimum 2 orang. jika terpaksa akan dibuka maka mencari saksi dari luar panitia. Jika penawaran < 3 SPH. karena akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kriteria penilaiannya. 4) Panitia wajib membuat berita acara pembukaan penawaran (BAPP). Ulasan-13 131 . maka pelelangan gagal. 3) Pada saat pembukaan Panitia hanya mencatat tidak menggugurkan. Pembukaan SPH 1) Cara satu sampul 1) Panitia meneliti isi kotak. SPH dikembalikan. surat pengunduran diri tidak dihitung sebagai SPH.

Seleksi Umum Lanjutan pembukaan ……. jika kurang maka ditunda 2 jam. 3) Pada saat pembukaan Panitia hanya membuka SAMPUL 1 saja. sampul 2 disimpan dan dibuka setelah hasil evaluasi sampul 1 . 2) Cara dua sampul 1) Panitia meneliti isi kotak. 2) Pembukaan disaksikan peserta minimum 2 orang. 4) Panitia wajib membuat berita acara pembukaan penawaran (BAPP). SPH dikembalikan. jika terpaksa akan dibuka maka mencari saksi dari luar panitia. Jika penawaran < 3 SPH. Ulasan-13 132 .. surat pengunduran diri tidak dihitung sebagai SPH. maka pelelangan gagal.

2) Pembukaan disaksikan peserta minimum 2 orang. maka pelelangan gagal. jika terpaksa akan dibuka maka mencari saksi dari luar panitia. surat pengunduran diri tidak dihitung sebagai SPH. 2) Cara dua tahap Pemasukan Tahap I.. jika kurang maka ditunda 2 jam. 3) Panitia wajib membuat berita acara pembukaan penawaran (BAPP). 4) Pemasukan Tahap 2 (penawaran harga) akan dilakukan jika yang lulus tahap I ≥ 3 peserta. SPH dikembalikan. Jika penawaran < 3 SPH. Ulasan-13 133 .Seleksi Umum Lanjutan pembukaan ……. Administrasi dan teknis) 1) Panitia meneliti isi kotak. (dok.

mengutamakan kombinasi kualitas dan biaya. mengutamakan unsur biaya. 3) Evaluasi Biaya Terendah Metode evaluasi kualitas digunakan untuk pekerjaan yang sederhana. Ulasan-13 134 .Seleksi Umum 8). yang mengutamakan kualitas 2) Evaluasi Kualitas dan Biaya Metode evaluasi kualitas digunakan untuk pekerjaan tidak komplek. Evaluasi SPH 1) Evaluasi Kualitas Metode evaluasi kualitas digunakan untuk pekerjaan yang komplek.

(4) Hasil negosiasi harga harus ≤ HPS (5) Jika menggunakan sistem 2 sampul. dan begitu seterusnya. Jika tidak dicapai sepakat maka mengundang urutan teknis ke-2. Ulasan-13 135 . Panitia menilai teknis dan membuat urutan dimulai dari yang terbaik (3) Panitia mengundang calon yang memiliki nilai teknis terbaik diundang untuk melakukan negosiasi. maka SPH yang tidak dibuka dikembalikan. (2) Evaluasi teknis.Seleksi Umum Lanjutan evaluasi ……… 1) Evaluasi Kualitas (1) Evaluasi administrasi memenuhi syarat  lulus. tidak  gugur.

Panitia menilai teknis dan membuat skore masing-masing peserta dan membuat ambang batas kelulusan . (6) Dilakukan negosiasi dengan ketentuan hasil negosiasi ≤ HPS. penawaran terendah mendapat skore 100%. SPHnya dikembalikan. tidak  gugur. (2) Evaluasi teknis. (5) Hasil akhir adalah kombinasi nilai teknis + nilai penawaran. begitu seterusnya dibuat interpolasi skore terhadap nilai terendah. untuk membuka penawarannya. nilai tertinggi menjadi calon pemenang 1. Ulasan-13 136 . (3) Panitia mengundang calon yang memiliki nilai teknis diatas ambang lulus. Bagi yang tidak lulus.Seleksi Umum Lanjutan evaluasi ……… 2) Evaluasi Kualitas dan Biaya (1) Evaluasi administrasi memenuhi syarat  lulus. (4) Penawaran dihitung dengan skore.

untuk membuka penawarannya. (4) Penawaran harga terendah menjadi calon pemenang 1. tidak  gugur. SPHnya dikembalikan. Bagi yang tidak lulus. Panitia menilai teknis dan membuat skore ambang kelulusan (3) Panitia mengundang calon yang memiliki nilai teknis diatas ambang lulus. (2) Evaluasi teknis.Seleksi Umum Lanjutan evaluasi ……… 3) Evaluasi Biaya Terendah (1) Evaluasi administrasi memenuhi syarat  lulus. (5) Hasil negosiasi harga ≤ HPS Ulasan-13 137 .

SULSELRABAR 138 .PT PLN (PERSERO) WIL.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.