Anda di halaman 1dari 84

HUBUNGAN STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN YANG AKAN MENGHADAPI

UJIAN JALUR REGULER ANGKATAN 2003

SKRIPSI Untuk Memenuhi Persyaratan mencapai Sarjana Keperawatan

Oleh ANDI ARTIFASARI NIM G2B 001 204

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG, DESEMBER 2006

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahNya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan penyusunan skripsi penelitian yang berjudul Hubungan Stresor Psikososial dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu KeperawatanYang Akan Menghadapi Ujian Jalur Reguler Angkatan 2003 Dalam penyusunan skripsi ini, penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada : 1. Dra. Setyowati, S.Kp, M.App. Sc. PhD selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang. 2. Seluruh staf pengajar Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang yang telah berperan dalam proses pendidikan sehingga penulis mendapat bekal untuk menulis skripsi ini. 3. Ibu Desak Parwati, S.Kp, M. Kes selaku penguji I 4. Ibu Meidiana Dwidiyanti S.Kp, MSc selaku penguji II 5. Ibu Nikmah Alatas, S.Kp selaku penguji III 6. Keluarga besar penulis yang tidak henti - hentinya memberi dorongan dan semangat kepada penulis. 7. Rekan - rekan angkatan 2001 (A2). Terima kasih atas saran dan bantuannya 8. Teman - teman Gg. Sahabat. Terima kasih kerjasama dan bantuannya. 9. Semua pihak yang telah banyak membantu penulis dan tidak dapat disebutkan satu - persatu disini. Penulis menyadari bahwa pembuatan skripsi ini masih jauh dari sempurna, baik dari segi isi maupun cara penyusunannya. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca demi kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua. Amien. Penulis

HALAMAN PERSETUJUAN Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:

HUBUNGAN STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN JALUR REGULER ANGKATAN 2003

Dipersiapkan dan disusun oleh : Nama : Andi Artifasari NIM : G2B 001 204

Telah disetujui sebagai usulan penelitian skripsi dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diseminarkan

Pembimbing I

Pembimbing II

Meidiana Dwidiyanti, S. Kp, MSc NIP : 140 145 925

Nikmah Alatas, S. Kp NIP : 140 061 206

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL....................................................................................................i LEMBAR PERSETUJUAN.........................................................................................ii KATAPENGANTAR..................................................................................................iii DAFTAR ....................................................................................................................iv DAFTAR GAMBAR...................................................................................................v DAFTAR LAMPIRAN...............................................................................................vi BAB I PENDAHULUAN A. B. C. D. BAB II Latar Belakang............................................................................1 Perumusan Masalah....................................................................4 Tujuan Penelitian........................................................................4 Manfaat Penelitian.....................................................................5

TINJAUAN PUSTAKA A. Konsep Teori 1. Stresorpsikososial.....................................................................6 a. Pengertian Stresor Psikososial..........................................6 b. Adaptasi Stresor Psikososial ............................................7 2. Kecemasan..9 a. Pengertian ..........................................................................9 b. Timbulnya Kecemasan......................................................10 c. Tingkat Kecemasan...........................................................11 d. Respon Fisiologis..............................................................11 e. Respon Psikologis............................................................12 f. Predisposisi ......................................................................12 3. Mahasiswa Ilmu Keperawatan...............................................13 B. Kerangka Teori............................................................................15

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Kerangka Konsep......................................................................16 B. Hipotesis...................................................................................17 C. Jenis dan Rancangan Penelitian................................................17 D. Populasi dan sampel penelitian................................................17

E. Tempat Penelitian......................................................................20 F. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasionl ..........................21 G. Alat Penelitian dan Cara Pengumpulan data.............................27 H. Tehnik Pengolahan dan Analisa Data ..................................... 28 I. Etika Penelitian .........................................................................28 J. Jadwal Penelitian......................................................................29 BAB IV HASIL PENELITIAN A. Karakteristik resonden 1. Umur Responden ...................................................................29 2. Jenis Kelamin .........................................................................30 3. Agama.....................................................................................31 4. Suku ........................................................................................32 B. Tingkat Kecemasan ....................................................................33 C. Stresor Psikososial .....................................................................34 D. Hubungan Stresor Psikososial Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan ...........................35 BAB V PEMBAHASAN A. Karakteristik ..............................................................................36 B. Stresor Psikososial .....................................................................38 C. Tingkat Kecemasan ................................................................... 39 D. Hubungan Sresor Psikososial Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler ....................................................................................................41 E. Keterbatasan Penelitian .............................................................43 BAB VI PENUTUP 1. Kesimpulan ................................................................................43 2. Penutup ......................................................................................46 DAFTAR PUSTAKA lAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR DAN TABEL Tabel Gambar 1 Gambar 2 Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Judul Kerangka Teori Kerangka Konsep Tabel distribusi frekuensi reponden berdasarkan umur mahasiswa program studi Ilmu keperawatan Tabel distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kelamin mahasiswa program studi ilmu keperawatan Tabel distribusi frekuensi responden berdsarkan agama mahasiswa Program studi ilmu keperawatan Tabel distribusi frekuensi responden berdasarkan suku mahasiswa Program studi ilmu keperawatan Tabel distribusi frekuensi berdasarkan tingkat kecemasan mahasiswa program studi ilmu keperawatan Tabel distribusi frekuensi berdasarkan berat ringannya strsor Psiokososial mahasiswa program studi ilmu keperawatan Tabel distribusi frekuensi hubungan stresor psikososial dengan Tingkat kecemasan pada mahasiswa program studi ilmu Keperawatan 34 34 33 32 31 30 29 Halaman 16 18

DAFTAR LAMPIRAN No Lampiran 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Surat surat ijin validitas dan realibilitas Surat ijin menjadi expert Lembar Persetujuan menjadi Responden Penelitian Kuesioner Penelitian Hasil uji Validitas dan Realibilitas Uji statistik Distribusi Frekuensi Uji statistik Chi Square

HALAMAN PENGESAHAN
Pengesahan Skripsi Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul :

HUBUNGAN STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN JALUR REGULER ANGKATAN 2003
Dipersiapkan dan disusun oleh : Nama : Andi Artifasarai NIM : G2B001204 Telah dipertahankan didepan penguji pada tanggal 18 Desember 2006 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima Penguji I

Desak Parwati, S.Kp, M.Kes NIP. 140114024 Penguji 2

Meidiana Dwidiyanti, S.Kp, M.Sc NIP. 140145925 Penguji 3

Nikmah Alatas, S.Kp NIP. 140061206

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Skripsi, Desember 2006 Andi Artifasari ABSTRAK Judul : Hubungan Stresor Psikososial dengan Tingkat Kecemasan pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Yang Akan Menghadapi Ujian Jalur Reguler Angkatan 2003 ix + 46 halaman + 7 tabel + 7 lampiran Bagi sekelompok manusia perubahan sosial ekonomi yang amat cepat dan perubahan struktur sosial budaya masyarakat serta adanya krisis diberbagai bidang memicu timbulnya masalah yang meresahkan sehingga menyebabkan manusia tidak bisa menggunakan pengalaman - pengalaman hidup yang lalu sebagai pedoman hidupnya, kehilangan kemampuan untuk meramalkan masa depannya sebagai akibat kecemasan. Kecemasan pada anak dan remaja dapat mengakibatkan masalah akademik, olahraga dan penampilan sosial. Kecemasan juga menimbulkan gangguan pada proses pikir, konsentrasi belajar, persepsi yang sudah barang tentu mempengaruhi prestasi belajarnya. Diantara berbagai gangguan jiwa gangguan (neurosis cemas) merupakan gangguan jiwa yang paling banyak didapati yaitu 2% - 4%. Oleh karena itu kesehatan jiwa para mahasiswa merupakan variabel yang perlu mendapat perhatian secepat mungkin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa program studi ilmu keperawatan yang akan menghadapi ujian jalur reguler angkatan 2003. Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional ini dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Stresor psikososial dan variabel terikatnya adalah kecemasan pada mahasiswa ilmu keperawatan. Subyek penelitian adalah mahasiswa program studi ilmu keperawatan dengan sampel sebanyak 35 responden. Uji statistik dengan menggunakan Chi Square untuk menilai hubungan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa ilmu keperawatan Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden mengalami kecemasan sedang 25 (71,4%) dan untuk stresor psikososial sebanyak 18 (51,4%). Hasil analisis statistik menunjukkan ada hubungan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa program studi ilmu keperawatan jalur reguler TA 2003.

Kata Kunci : Stresor Psikososial - Kecemasan Mahasiswa keperawatan

Nursing Science Program Faculty of Medicine Diponegoro University Paper, December 2006 Andi Artifasari ABSTRACK Title : The Relationship Psyhosocial Stressor and Level of Anxietas at Student Nursing Science Program to face Directed the 2003 regulers Final Exam X + 46 Pages; yards + 7 tables + 7 appendices For human being group to change economic social very quicly and to change cultur social structure society and to be crisis streched of kinds so to be restless problem, so caused human being cant use experience life the post as like our life compass, ability disappeared for the our future detection as like anxietas result. Anxietas at child and adolescent can caused akademic problem, sport and performent. Anxietas too disturbance caused to perception proces, konsentration, perception to be influece our study echivmen. Kinds between disturbance, neurosis anxiety is the most sicological disturbance that 2%-4%. for student sicological health is the most thing that needed attention quicly. social study psikis There

Target of this research is to describe the relationship psyhosocial stressor with level of anxietas at Student Nursing Science Program to be Directed the 2003 regulers Final Exam. The analytical descriptive research with cross sectional approach made bay using the questionare as research instrument. Independent variable in this research is psychosocial strssor and its dependent variable is anxietas at the student nursing science program research subject is Student Nursing Science Program the 2003 regulers with amount of samples is 35 respondens. Statistical test used Chi Square to asses the relationship psychosocial stressor and level of anxietas at the Student Nursing Science Program. Result of this research indicate that most respondens have moderat anxietas 25 (971,4%) and its Psychosocial stressor most 18 (51,4%). Result of statistical analysis indicates that there is significant relationship between psychosocial stressor and level of anxietas at student of nursing science program to face directed the 2003 regulers final exam.

Keywords

: Psychosocial stressor - Anxietas - Student nursing

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Bagi sekolompok manusia perubahan sosial ekonomi yang amat cepat dan perubahan struktur sosial budaya masyarakat serta adanya krisis diberbagai bidang memicu timbulnya masalah yang meresahkan sehingga menyebabkan manusia tidak bisa menggunakan pengalaman - pengalaman hidup yang lalu sebagai pedoman hidupnya. Situasi ini dapat menyebabkan masalah seperti timbulnya gejala stres dan kecemasan sehingga dapat menimbulkan gangguan jiwa, kesehatan jiwa disini berperan sangat penting dalam memilih pelayanan yang berkualitas. Para ahli mengatakan bahwa satu satunya yang pasti adalah ketidak pastian, masalah lalu tidak dapat dijadikan patokan bagi masa depan dan kehilangan kemampuan untuk meramalkan masa depannya sebagai akibat kecemasan, disorientasi sosial dan kebingungan kebudayaan. Semua fenomena ini dapat merupakan dampak positif maupun dampak negatif yang terutama dialami oleh para mahasiswa dalam bentuk stresor kehidupan.(1,3,4) Menurut Rita L, Richard C. Atkinson, Ernest R. Hilgard (1993) adanya berbagai masalah pribadi yang tidak bisa diselesaikan oleh dirinya dapat menjadi stresor yang apabila mekanisme pertahanan jiwanya tidak adekuat akan menimbulkan konflik atau ancaman serta kesulitan yang berkepanjangan dalam menyesuaikan diri diketahui dapat menimbulkan stres di kalangan pelajar (1,2). Kecemasan pada anak dan remaja dapat mengakibatkan masalah akademik, olahraga dan penampilan sosial. Kecemasan juga menimbulkan gangguan pada proses pikir,

konsentrasi belajar, persepsi, dan dapat menimbulkan kendala dalam kehidupan mereka yang masih belajar yang sudah barang tentu akan mempengaruhi prestasi belajarnya. Kemajuan ilmu pengetahuan di bidang teknologi dan komunikasi mendorong pola hidup sosial yang semakin kompleks, pergeseran nilai, serta pembaruan sosial dalam segala aspek kehidupan. Perkembangan dan perubahan yang demikian cepat menimbulkan berbagai konflik dan rasa was - was yang menuntut kemampuan penyesuaian diri yang luar biasa dari setiap individu. Dampak yang terjadi adalah meningkatnya kejadian gangguan jiwa (termasuk juga kelompok gangguan kecemasan). Diantara berbagai gangguan jiwa, gangguan neurotik (neurosis cemas) merupakan gangguan jiwa yang paling banyak didapati di masyarakat. Diantar 2% - 4% di antara penduduk di satu saat diperkirakan pernah mengalami gangguan cemas (3,6). Stres dan kecemasan merupakan bagian dari kehidupan manusia sehari hari dan merupakan gejala yang normal pada manusia. Bagi orang yang penyesuaiannya baik, maka stres dan kecemasan dapat cepat diatasi dan ditanggulangi. Bagi orang yang penyesuaiannya kurang baik, maka stres dan kecemasan merupakan bagian terbesar dalam kehidupannya. Apabila penyesuaian yang dilakukan tidak tepat, akan menimbulkan dampak penyesuaian diri terhadap kesehatan jasmani dan psikis. Munculnya perasaan kesepian, merasa terasing, kelelahan fisik yang berkelanjutan, frustasi, kecemasan berlebihan, stres, kecurigaan akan lingkungan sekitar (paronia), kecenderungan untuk menarik diri dan depresi adalah beberapa akibat yang sering di keluhkan oleh mahasiswa yang tidak mampu untuk beradapatasi. (2,6) .

Keberhasilan proses belajar mengajar sebagai tujuan utama pendidikan tidaklah semata - mata ditentukan oleh faktor - faktor yang bersifat akademik, melainkan juga sangat dipengaruhi faktor - faktor non akademik baik yang bersifat eksternal maupun internal. Faktor eksternal dapat berupa dukungan maupun hambatan lingkungan, fasilitas, sistem sosial ekonomi, kondisi alam dan sebagainya. Adapun faktor internal dapat berupa kondisi kesehatan jasmani maupun kondisi kesehatan psikis atau emosional.(1,2,7). Faktor internal memegang peranan yang paling menentukan dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Menurut Suhardjo (1981) mahasiswa adalah sekelompok pemuda yang belajar diperguruan tinggi. Umumnya mereka berumur antara 18 - 30 tahun (Cit. Metrarsi, et al., 1988). Menurut Setyonegoro (1978) masa remaja dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu usia adolecense muda (12 - 16 tahun) dan usia adolecense penuh (16 -22 tahun). Yang mana mahasiswa TA 2003 termasuk dalam kelompok usia adolecense penuh. Pada usia ini mereka memasuki tahap tugas perkembangan yaitu peralihan dari masa kanak - kanak kemasa dewasa. Pada masa ini hampir selalu merupakan masa - masa sulit bagi remaja, pendidik maupun orang tua. Mereka mulai menyampaikan kebebasan dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri, dengan kata lain mereka mengalami perubahan mental dan emosi. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler adalah sekelompok mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Universitas Diponegoro Semarang. Mereka berasal dari berbagai daerah baik di Pulau Jawa maupun luar Pulau Jawa. Karakteristik kepribadian psikososial mahasiswa tersebut antara lain : sopan - santun, ramah, sikap terbuka diri, rasa ingin tahu yang masih begitu tinggi terhadap dunia kesehatan, emosi yang masih labil, menghormati kepercayaan/ agama

orang lain. Diperguruan tinggi mereka akan menemui situasi yang berbeda, antara lain : adat - istiadat, penerimaan berbagai macam nilai dan sikap yang mungkin bertentangan dengan yang ada dalam keluarganya, penerimaan tanggung jawab untuk menentukan kehidupan sendiri, dimana tidak semua mereka siap menerima penghentian status ketergantungan serta persaingan akademik yang lebih kuat. Hal ini akan merupakan stresor psikososial yang dapat menimbulkan gangguan cemas, gangguan seksual dan lain - lain. Stresor psikososial ini salah satu faktor pencetus gangguan jiwa. Kesehatan jiwa mahasiswa merupakan variabel yang perlu mendapat perhatian secepat mungkin. Sebab selain faktor emosional, faktor eksternal dapat juga merupakan dukungan/hambatan yang bersifat non akademik terhadap keberhasilan proses belajar. Masa dewasa awal dalam perubahannya dari murid sekolah lanjutan atas menjadi mahasiswa dapat mengalami reaksi penyesuaian diri antara lain : kecemasan, kegelisahan dan depresi. Apabila kecemasan yang dialami lebih besar akan dapat mempengaruhi prestasi belajarnya (8,9). Mahasiswa program studi ilmu keperawatan TA 2003 mengalami kecemasan berbeda - beda, dimana mereka akan menghadapai persiapan ujian baik ujian tulis, maupun ujian praktikum PKKDM, maternitas. Dalam penelitian ini peneliti memandang tingkat kecemasan secara kuantitatif (ada perbedaan tingkat dan derajat perbedaan) daripada kualitatif (ada tidaknya sindrom) artinya perbedaan antara orang yang menderita kecemasan dan yang tidak menderita kecemasan hanya terletak pada rentang dan derajat ada tidaknya gejala yang muncul meskipun gejala kecemasan biasanya dijumpai pada pasien klinik/ pasien rumah sakit jiwa namun juga tidak jarang gejala kecemasan

tampak pada orang - orang yang normal yang masih dapat berfungsi dalam tahapannya (30). Berdasarkan asumsi tersebut maka penelitian yang dilakukan bukan pada penderita rumah sakit jiwa tapi pada kelompok orang normal yaitu mahasiswa program studi ilmu keperawatan. Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa kecemasan bersifat universal artinya dapat dialami oleh siapa saja bahkan hampir setiap orang pada masa hidupnya pernah menderita kecemasan pada tingakat tertentu (10). Dari survei pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti pada bulan april 2006 terhadap beberapa orang mahasiswa propgram studi ilmu keperawatan didapatkan bahwa mahasiswa mengalami kecemasan yang berbeda - beda. Baik kecemasan yang disebabkan karena akan menghadapi ujian maupun kecemasan yang disebabkan oleh hal lain seperti kondisi psikis atau emosional maupun kondisi lingkungan sekitar. Disamping itu mereka membutuhkan situasi yang berbeda untuk mengatasi kejenuhan karena aktivitas monotom yang dialami setiap hari, dengan berbagai macam masalah yang kompleks dan gejala jiwa yang cenderung masih labil dan emosional. Hal ini menarik minat peneliti untuk mengetahui lebih jauh tentang hubungan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa. B. Perumusan Masalah 1. Bagaimana gambaran atau karakteristik stresor psikososial dan kecemasan pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan jalur reguler angkatan 2003. 2. Apakah ada hubungan stresor psikososial dan kecemasan pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan.

C.. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui gambaran atau karakteristik stresor psikososial pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler angkatan 2003 di Semarang. 2. Mengetahui hubungan antara stresor psikososial dengan kecemasan pada mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler angkatan 2003 di Semarang. D. Manfaat Penelitian 1. Bagi Kependidikan Keperawatan Bagi ilmu keperawatan ini diharapkan dapat memberikan masukan khususnya bagi staf pengajar/dosen dalam memahami dan memecahkan timbulnya kecemasan pada mahasiswa yang

disebabkan oleh stresor psikososial. 2. Bagi Mahasiswa Keperawatan Dengan penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian akhir baik ujian tertulis maupun ujian praktek sehingga dapat terhindar dari akibat yang negatif bagi keselamatan jiwa mereka. 3. Bagi Peneliti Dengan penelitian ini diharapkan peneliti akan dapat mengetahui lebih jauh apakah stresor psikososial yang timbul dapat diatasi sehingga tugas perkembangan mahasiswa dapat dilalui dengan baik.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KONSEP TEORI 1. Stresor Psikososial a. Pengertian Stresor Psikososial Stresor adalah sumber pembangkit stres atau suatu keadaan/peristiwa yang tidak mengenakkan bagi seseorang oleh karena mengharuskan seseorang untuk beradaptasi. Stresor ini dapat dirasakan sebagai unsur dari luar ataupun dari dalam individu.(1,2). Oleh individu tersebut stresor di persepsikan sebagai tanda ancaman atau kebutuhan. Stresor psikososial adalah sikap keadaan dan peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga individu bersangkutan terpaksa mengadakan adaptasi atau menggunakan stresor yang timbul (10). Stresor psikososial umumnya berisi peristiwa - peristiwa kehidupan yang memberi ancaman/ gangguan aktivitas sehari - hari dan menyebabkan suatu penyesuaian mendasar dalam perilaku individu tersebut, (7,11). Sebagai contoh peristiwa kehidupan tersebut meliputi kematian orang tua, perpindahan tempat tinggal, penyesuaian kuliah baru, perubahan/prestasi, konflik dengan teman, orang tua, guru, dll (1). Adaptasi disini adalah perubahan psikologik dan fisiologik dalam diri

seseorang sebagai reaksi terhadap stres. Pengetahuan ini didapat semenjak lahir maupun yang dipelajari dan dipergunakan untuk mengatasi stress, dengan cara membatasi tempat terjadinya, mengurangi atau menetralisir pengaruhnya .

b. Adaptasi Stresor Psikososial Adaptasi stresor psikososial yaitu fisiologik terjadi secara lokal dan secara umum. Adapun perinciannya dapat di bagi menjadi beberapa tingkatan : 1. Adaptasi ini merupakan reaksi pertahanan (adaptasi defensif) yang normal terhadap stres, biasanya terjadi dalam kehidupan sehari - hari. Individu tersebut mampu untuk memberikan stres awal. Dengan adaptasi fisiologik pada umumnya tidak disadari dan merupakan respon fisiologis yang terjadi pada sistem kardiovaskulaer, respirasi, sistem kulit, gastrointestinal dan neuromuskuler. misalnya refleksi muntah bila perut kemasukan zat yang merangsang. 2. Secara psikologik, penggunaan mekanisme kompensasi yang

berlebihan atau penggunaan gejala fisik yang menunjukkan ketidak mampuan seseorang untuk menangani atau mengurangi sumber kecemasan dan merupakan tanda bahwa individu tersebut memerlukan bantuan misalnya terjadi perubahan perilaku, kognitif dan afektif. 3. Kemampuan untuk beradaptasi telah terganggu dan ia terpaksa untuk bereaksi terhadap stres tambahan yang muncul (8). Sedangkan adaptasi psikologik yaitu Apabila seseorang mengalami kecemasan atau menyesuaikan diri dengan masalah yang menyebabkan kecemasan yang tidak menyenangkan dengan cara : 1. Secara sadar : individu mencoba memecahakan atau menyesuaikan diri dengan masalah yang menyebabkan kecemasan. Cara pemecahan masalah :

Minta pertolongan pada orang lain yang mampu memberikan bantuan dan dukungan Rela dan mampu untuk mengungkapkan perasaan sesuai dengan situasi yang ada Mencari lebih banyak informasi mengenai masalah, supaya dapat menentukan masalah secara realistik Mencoba lebih banyak informasi mengenai masalah, supaya dapat menentukan masalah secara realistik Mencoba merumuskan dan merencanakan tindakan untuk memecahkan masalah Menggunkan cara pemecahan masalah masa lampau yang efektif untuk menangani masalah yang sekarang 2. Secara tidak sadar : individu menggunakan mekanisme pertahanan diri, mengurangi kecemasan yang bersifat sementara dan melindungi atau bertahan dari serangan - serangan yang tidak menyenangkan, tetapi sering tidak memecahkan masalah (11). Setiap individu mempunyai mekanisme penanggulangan/pertahanan untuk menghadapi stresor ( masalah) yang dapat berupa: 1. Mengadakan perubahan atau manipulasi pada situasi atau keadaan tersebut 2. Menghindar dan menjauhkan diri dari situasai tersebut. 3. Berusaha dan belajar untuk hidup dengan ketidakamanan dan ketidakpuasan. (2).

Stresor tidak selalu sama dipersepsikan oleh setiap individu misalnya kualitas menyenangkan atau tidak menyenangkan suatu stresor tidak sama antara satu individu dengan individu yang lain dan juga berganti - ganti pada satu individu dari waktu - kewaktu (8). Tidak semua stresor menimbulkan penyakit, manifestasi stres yang dapat menimbulkan penyakit, tergantung pada potensi stresor. Kematangan pribadi individu mempunyai sangkut paut dengan pendidikan, kondisi fisik, tipe kepribadian, sosio budaya dan lingkungan atau situasi. Apabila individu yang mendapat stresor mempunyai penyesuaian yang baik maka individu dapat berhasil mengatasi stresor yang dialami, dalam penyesuaian individu tersebut selalu mengalami kecemasan dalam hidupnya ini akan cenderung mengalami gangguan jiwa. Salah satu faktor yang dianggap sebagai penyebab pecetus gangguan jiwa yaitu stresor psikososial (12). Individu yang matur (dewasa) lebih suka gangguan akibat stres sebab mereka mempunyai prestasi yang besar terhadap stresor yang timbul. Individu yang hidupnya secara teratur dan mempunyai falsafah yang jelas sangat sukar mengalami stres, demikian juga dengan keyakinan agama. Ada hal yang lain yang perlu diperhatikan yaitu tentang kemampuan seseorang memakai mekanisme pembelaan (koping) yang dewasa itu adalah mereka yang terpenuhi kebutuhan dasarnya (terutama dalam masa the formative of years). Seorang yang terpenuhi kebutuhan dasarnya akan memiliki kedewasaan dalam pola pikirnya sehingga bila ia mengalami atau menghadapi suatu stresor, ia akan bereaksi dengan memakai pembelaan yang dewasa, orang yang demikian mampu beradaptasi dengan baik sehingga ia akan selalu berada dalam keadaan homeostatis (13,14). Stres itu sendiri dapat dikelompokkan sebagai :

1. Reaksi biologis (Selye, 1976) 2. Pengaruh lingkungan ( Holmes and Rahe, 1967) 3. Persepsi fenomena dalam bentuk penilaian kognitif (Lazarus and Folkman, 1984) 4. Transaksi antara individu dan lingkungannya (Cox and Mackey, 1976). 2. Kecemasan a. Pengertian Definisi kecemasan menurut Prawirohusodo (1988) adalah pengalaman emosi yang tidak menyenangkan yang datang dari dalam, bersifat meningkat, menggelisahkan dan menakutkan, yang dihubungkan dengan suatu ancaman bahaya yang tidak diketahui oleh individu, perasaan ini tidak disertai oleh komponen komponen somatik, fisiologi, hormonal, dan perilaku. Kecemasan menurut Salan (1980) adalah kekhawatiran terhadap ketidak pastian atau kejadian yang akan datang baik dalam bentuk nyata atau tidak nyata, selama manuasia masih bisa bernafas dan ingin makan, ia akan selalu didorong oleh perasaan yang masih khas yang kita kenal dengan istilah kecemasan. Kecemasan yang normal terjadi jika rasa khawatir datang karena ada masalah yang dianggap sebagai bahaya yang negatif. Biasanya kekhawatiran sesuai dengan besarnya masalah yang dihadapi (17). Kecemasan patologik atau abnormal terjadi jika individu tidak mampu maramalkan situasi dalam lingkungan, kecemasan patologik dapat berbentuk menahun yang tertanam dalam kepribadian individu, dapat pula berbentuk serangan kecemasan yang intensif yang biasanya disebut serangan panik (18).

Menurut pedoman Penggolongan dan Diagnosa Gangguan jiwa (PPDGJ III) kecemasan merupakan gangguan utama dalam kelompok gangguan cemas, atau kecemasan ini dirasakan apabila individu itu menghadapi obyek atau situasi yang ditakuti dalam gangguan fobik (Dep. Kes. RI. 1993). Klsifikasi gangguan cemas menurut PPDGJ III berikut : 1. Kelompok gangguan cemas 2. Keadaan cemas (Neurosis cemas): Gangguan panik Gangguan cemas menyeluruh Gangguan obsesi kompulsif b. Timbulnya kecemasan Setiap perubahan dalam kehidupan atau peristiwa kehidupan dapat menimbulkan kecemasan atau kecemasan merupakan manifestasi langsung dari stres kehidupan dan sangat erat kaitannya dengan pola hidup (19). Kecemasan timbul karena orang tidak mampu menyesuaikan diri tehadap diri sendiri, orang lain atau lingkungan sekitarnya. Berbagai faktor dapat berpengaruh terhadap timbulnya kecemasan seperti faktor psikologik, biologik dan stres psikososial. Stres yang terjadi atau keadaan yang tidak nyaman yang berkelanjutan merupakan faktor penyebab utama timbulnya kecemasan. Gangguan - gangguan ini dapat dianggap sebagai respon maladaptif terhadap stres berat atau stres yang berkelanjutan, dimana mekanisme penyesuaian tidak berhasil mengatasi sehingga menimbulkan stres kronik. Termasuk stres kronik adalah kemelaratan, hubungan suami - istri yang tidak harmonis, tidak mempunyai pekerjaan, tidak mendapat dukungan dari

masyarkat/dikucilkan, tidak disukai keluarga serta lingkungan ( 15).

c. Jenis - Jenis kecemasan Maramis (1990), mengemukakan kecemasan sangat mengganggu

keseimbangan tumbuh dan fungsi individu, karena itu perlu dihilangkan segera dengan berbagai cara yang berorientasi pada tugas. Kecemasan dapat berupa : 1. Kecemasan yang mengambang ( free floating anxiety) yaitu kecemasan yang menyerap dan tidak ada hubungannya dengan suatu pemikiran. Kecemasan itu dirasakan secara langsung artinya tidak terikat pada suatu benda antara keadaan tertentu misalnya; tiba - tiba cemas, tanpa pencetus dari luar. 2. Agitasi yaitu kecemasan yang disertai kegelisahan motorik yang hebat. 3. Panik yaitu serangan kecemasan yang hebat dengan kegelisahan, kebingungan, dan hiperaktivitas yang tidak terorganisasi. d. Tingkat kecemasan Ada empat tingkat kecemasan, yaitu : ringan, sedang, berat, dan panik

(Stuart and Sundden, 1995). 1. Kecemasan ringan : kecemasan normal, rangsangan siap di

internalisasiakan, memotivasi individu dalam kehidupan, mampu memecahkan secara efektif. 2. Kecemasan sedang : lapangan persepsi menyempit, belajar dengan

arahan orang lain, rangsangan luar tidak mampu diterima tapi sangat memperhatikan hal - hal yang menjadi pusat perhatian. 3. Kecemasan berat : pusat perhatian detail dan kecil lapangan persepsi sangat kurang, tidak mampu memecahkan masalah dengan cara belajar.

4. Panik : individu kacau sehingga berbahaya untuk individu dan orang lain, tidak mampu bertindak, agitasi atau hiperaktif. e. Respon fisiologis terhadap kecemasan 1. Kardio vaskuler : jantung berdebar, palpitasi, tekanan darah meningkat, denyut nadi meningkat/ menurun, shok dan lain- lain 2. Respirasi : nafas cepat dan dangkal, rasa tertekan pada dada, rasa tercekik. 3. Sistem kulit : perasaan panas atau dingin pada kulit, muka pucat atau berkeringat seluruh tubuh, rasa terbakar pada muka, telapak tangan berkeringat 4. Gastrointestinal : anoreksia, rasa tidak nyaman pada perut dan diare. 5. Neuromuskuler : kaku, gelisah, wajah tegang, gerakan lambat, refleks meningkat, mata berkedip - kedip, reaksi kejutan, insomnia, kaku, gelisah. 6. Saluran kemih : Sering (11). f. Respon psikologis terhadap kecemasan 1. Perilaku : gelisah, gugup, bicara cepat, tidak ada koordinasi, menarik diri, menghindar dan marah. 2. Kognitif : gangguan perhatian, konsentrasi hilang, pelupa, salah tafsir, bingung, lapangan persepsi menurun, kesadaran diri yang berlebihan, takut kecelakaan atau mati. 3. Afektif : tidak sabar, tegang, neurosis, gugup yang luar biasa, sangat gelisah (11) buang air kecil, tidak bisa menahan kencing

g. Predisposisi kecemasan faktor - faktor predisposisi yang dapat menimbulkan kecemasan adalah : 1. Faktor Genetik Biasanya kecemasan perempuan lebih besar dari pada laki - laki, dan pada peminum alkohol resiko terjadinya kecemasan lebih tinggi. 2. Faktor Organik Kecemasan dapat timbul pada penderita trauma kepala, menopause, menstruasi, infeksi akut, dan gangguan saraf lainnya 3. Faktor Psikologik Pengalaman emosi yang bernilai emosi tinggi namun pada masa berikutnya ditekan dapat menimbulkan kecemasan 4. Faktor Sosial Latar belakang faktor sosial antara lain adalah strata, kebudayaan, agama, falsafah hidup (20). 3. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Menurut Suhardjo (1981) mahasiswa adalah sekolompok pemuda yang belajar di perguruan tinggi. Umumnya mereka berumur antara 18 - 30 tahun (Cit. Metrarsi,et al., 1988). Menurut Setyonegoro (1978) masa remaja dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu 1. Usia adolecense muda (12-16 tahun ) 2. Usia adolecense penuh (16-22 tahun) Mahasiswa semester VI termasuk dalam kelompok usia adolecense penuh. Dimana pada usia ini mereka memasuki tahap tugas perkembangan yaitu peralihan dari masa kanak - kanak kemasa dewasa. Pada masa ini hampir selalu merupakan masa - masa

sulit bagi remaja, pendidik maupun orang tua. Mereka mulai menyampaikan kebebasan dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri, dengan kata lain mereka mengalami perubahan mental dan emosi. Di perguruan tinggi mereka akan menemui situasi yang berbeda, antar lain adat- istiadat, penerimaan berbagai macam nilai dan sikap yang mungkin bertentangan dengan yang ada dalam keluarganya, penerimaan tanggung jawab untuk menentukan kehidupan sendiri, dimana tidak semua mereka siap menerima penghentian status ketergantungan serta persaingan akademik yang lebih kuat. Hal ini akan merupakan stresor psikososial yang dapat menimbulkan gangguan cemas, gangguan sexual dan lain - lain. Stresor psikososial ini salah satu faktor pencetus gangguan jiwa. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan dalam perubahan keadaannya dari murid sekolah lanjutan atas menjadi mahasiswa dapat mengalami reaksi penyesuaian diri antara lain: kecemasan, kegelisahan dan depresi. Apabila kecemasan yang dialami terlalu besar akan dapat mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa (8,9). Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan semester VI mengalami kecemasan yang berbeda - beda, dimana mereka akan menghadapi persiapan ujian, baik (Pertolongan persalinan) ujian tulis maupun ujian praktikum PPKDM, Maternitas

B. KERANGKA TEORI

STRESOR PSIKOSOSIAL Faktor Internal: - emosional - kesehatan psikis - kesehatan jasmani Faktor eksternal: - hambatan / dukungan lingkungan - fasilitas - system sosial ekonomi - kondisi alam

KECEMASAN kecemasan ringan kecemasan sedang kecemasan berat panik

Kesehatan Psikis,Jasmani & Emosional : - munculnya perasaan kesepian - merasa terasing - kelelahan fisik berkelanjutan - frustasi, stres - kecemasan berlebihan - kecurigaan akan lingkungan sekitar - menarik diri - tipe kepribadian

Gambar 1. Kerangka Teori Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

A. Kerangka Konsep Variabel Independen Variabel Dependen

STRESOR PSIKOKOSIAL - kematian orang tua, saudara kandung - perbedaan budaya, iklim/cuaca - penyesuaian dari sekolah ke kampus - Penyesuaian mata kuliah baru - konflik dengan teman,orang tua, guru Gambar 2. Kerangka Konsep penelitian Keterangan : Variabel yang diteliti KECEMASAN ANAN

B. Hipotesis Dalam penelitian ini hipotesis yang diajukan adalah: Ada hubungan antara stressor psikososial dengan timbulnya kecemasan dikalangan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan TA 2003 C. Jenis Dan Rancangan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menekankan analisisnya secara numerikal (angka) yang diolah dengan metode statistika, sedangkan desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan

pendekatan Cross Sectional. Penelitian Cross Sectional dapat diartikan sebagai suatu penelitian yang bertujuan untuk mempelajari dinamika korelasi antar faktor - faktor risiko dengan efek, dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat(point time approach). Artinya, subyek penelitian hanya di observasi sekali saja dan pengukuran dilakukan terhadap status karakter atau variabel subyek pada saat pemeriksaan. Hal ini tidak berarti bahwa subyek penelitian diamati pada waktu yang sama (22). D. Populasi Dan Sampel Penelitian. 1. Populasi Populasi adalah keseluruhan dari suatu variabel yang menyangkut masalah yang diteliti. Variabel tersebut bisa merupakan orang, kejadian, perilaku, atau sesuatu yang lain dimana akan dilakukan penelitian (22). Pendapat serupa diungkapkan oleh Aziz Alimul H ( 2003 ) bahwa populasi adalah seluruh subyek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti. Bukan hanya obyek atau subyek yang dipelajari saja melainkan seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki subyek atau obyek tersebut (23). Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa program studi ilmu keperawatan jalur reguler TA 2003. 2. Sampel Sugiyono (2005) berpendapat bahwa sampel adalah sebagaian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Sampel merupakan bagian populasi yang akan diteliti atau bagian / sebagian jumlah dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Dalam penelitian keperawatan kriteria sampel dapat meliputi kriteria inklusi dan kriteria eklusi dimana kriteria tersebut menentukan dapat dan tidaknya sampel yang akan digunakan (25).

Adapun sampel dalam penelitian ini mengambil sampling jenuh (total sampling). Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel, hal ini seringkali dilakukan jika jumlah populasi relative kecil (25). Sampel dari penelitian ini adalah semua mahasiswa keperawatan jalur reguler TA 2003 Universitas Diponegoro sebanyak 38 orang . a. Kriteria Inklusi Kriteria inklusi merupakan kriteria dimana subyek penelitian dapat mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai sampel (23).

Dalam penelitian ini kriteria inklusi dari responden adalah : 1) Bersedia menjadi responden 2) Semua mahasiswa program studi ilmu keperawatan jalur reguler TA 2003 3) Semua mahasiswa yang hadir pada saat penelitian dilakukan 4) Mahasiswa yang bukan merupakan sisa dari jalur reguler yang lalu 5) Mahasiswa yang berumur 19 - 23 tahun E. Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di program studi ilmu keperawatan universitas diponegoro jalur reguler yang terdiri hanya satu ruangan dan di khususkan pada angkatan 2003 F. Variabel Penelitia, Defenisi Operasional,dan Skala Pengukuran 1. Variabel Penelitian Variabel adalah suatu ukuran atau ciri yang dimiliki oleh anggota suatu kelompok (orang, benda, situasi) yang berbeda dengan yang dimiliki oleh kelompok tersebut ( Rafii, 1985). Dalam penelitian ini terdapat variabel - variabel yaitu: a. Variabel Bebas

Variabel adalah suatu stimulus aktifitas yang dimanipulasi oleh peneliti untuk menciptakan suatu dampak pada Independent variabel (22). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Stresor Psikososial. b. Variabel Terikat Variabel terikat adalah variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Disebut juga variabel respon atau output dimana akan muncul sebagai akibat dari manipulasi suatu variabel Dependent (23). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah kecemasan. 2. Definisi Operasional Dan Skala Pengukuran Untuk menghindari salah pengertian mengenai data yang dikumpulkan serta menghindari kekeliruan dalam menentukan alat pengumpul data, maka batasan operasional yang dipakai adalah sebagai berikut a. Kecemasan Kecemasan merupakan pengalaman emosi yang tidak menyenangkan yang datang dari dalam bersifat mengikat, menggelisahkan, menakutkan yang dihubungkan dengan ancaman bahaya yang tidak diketahui oleh individu. Tingkat Kecemasan diukur dari nilai yang diperoleh dari responden dalan menjawab sejumlah pertanyaan dengan menggunakan kuesioner. Alat ukur kuesioner yang dipakai terdiri atas dua yaitu kuesioner A untuk kecemasan yang terdiri dari 20 aktifitas sehari - hari dengan pemberian skor 1-5, dinyatakan dalam kategori respon dengan menggunakan skala likert, untuk kuesioner A ( kecemasan ) masing - masing aktifitas diberi penilaian sebagai berikut :

kemudian diskoring, skor yang didapatkan dikategorikan menjadi: < 20 = Tidak ada kecemasan

20 40 = Kecemasan ringan 41 60 = Kecemasan sedang 61 80 = Kecemasan berat 81 100 = Kecemasan berat sekali skala ukur data yang digunakan adalah ordinal. b Stresor Psikososial Stressor psikososial adalah sumber keadaan stress yang dirasakan oleh subyek, baik itu yang berasal dari dalam maupun dari luar individu, dimana individu - individu tersebut harus dapat mengadakan adaptasi ataupun menanggulangi stresor yang timbul. Stressor psikososial diukur dengan menggunakan kuesioner B yang terdiri 20 item daftar peristiwa dengan pemberin skor 1-5 dinyatakan dalam kategori respon dengan sebagai berikut Nilai 1 Nilai 2 Nilai 3 Nilai 4 Nilai 5 = Jika bagi anda peristiwa itu menyenangkan sekali = Jika bagi anda peristiwa itu menyenangkan = Jika bagi anda peristiwa itu biasa - biasa saja = Jika bagi anda peristiwa itu menyedihkan = Jika peristiwa itu sangat menyedihkan menggunakan skala likert. dengan penilaian

Kemudian skor yang didapatkan dikategorikan menjadi: Nilai < 20 = Tidak mengalami stresor

Nilai 20 - 40 = Mengalami stresor ringan

Nilai 41- 60 = Mengalami stresor sedang Nilai 61- 80 = Mengalami stresor berat Nilai 81 -100 = Mengalami stresor berat sekali Skala ukur data yang digunakan adalah ordinal yang mana hasil total akhir menentukan berat ringannya stresor psikososial. G. Alat Penelitian Dan Cara Pengumpulan Data 1. Alat Penelitian Dalam penelitian ini pengumpulan data untuk tiap variabel menggunakan kuesioner yang terrdiri dari sejumlah pertanyaan untuk memperoleh data atau informasi yang dibutuhkan dari responden. Proses penyusunan kuesioner ini dibuat oleh peneliti berdasarkan pengembangan dari teori yang ada. Dalam penelitian ini pengumpulan data untuk tiap variabel menggunakan kuesioner penelitian yang terdiri tiga bagian antara lain 1. kuesioner pertama untuk mengetahui karakteristik responden berupa umur, jenis kelamin,agama, dan suku 2. Kuesioner kedua untuk mengukur kecemasan yang terdiri 20 item pertanyaan aktifitas sehari - hari 3. Kuesioner yang ketiga untuk mengetahui pengaruh stresor yang muncul yang disusun dan dikembangkan oleh peneliti sebanyak 20 item pertanyaan Setelah kuesioner sebagai alat ukur selesai diukur maka kuesioner tersebut perlu diuji validitas dan reabilitasnya a. Uji Vadilitas Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan

untuk mengukur apa yang hendak diukur. Untuk menguji validitas konstruksi maka dapat digunakan pendapat para ahli . Para ahli diminta pendapatnya tentang instrumen yang telah disusun itu. Untuk instrumen yang berbentuk test, maka pengujian validitas isi dapat dilakukan dengan analisa item yang dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor butir instrumen dengan skor total. Sedangkan untuk menguji validitas item pertanyaan dilakukan melalui pilot study terhadap 10 orang mahasiswa kedokteran. Pengambilan ini didasarkan pada kesamaan karakteristik sosiodemografi dan geografi responden. Hasil piliot study ini kemudian di gunakan untuk menghitung korelasi antara masing - masing pertanyaan dengan skor total menggunakan rumus korelasi product moment . Rumus :

rhitung =

(NX ) (X )(NX ) (Y )) (
2 2 2 2

N (XY ) (XY )

Keterangan: R hitung N X Y : koefisien korelasi : Jumlah sampel uji coba : Jumlah skor masing masing pertanyaan : Jumlah skor total semua pertanyaan Hasil perhitungan tiap - tiap item dibandingkan dengan tabel nilai Product Moment . Bila hasil r hitung lebih besar dibandingkan r tabel dengan taraf signifikansi 5% maka kuesioner dikatakan valid dan dapat dipakai untuk

meneliti. Namun sebaliknya jika r hitung kuesioner lebih kecil dari r tabel maka pertanyaan tersebut tidak valid dan harus dikeluarkan dari kuesioner (25). Hasil uji validitas terhadap 10 responden, maka untuk stresor psikososial dari 20 pertanyaan terdapat 6 pertanyaan yang tidak valid dan dikeluarkan dari kuesioner sehingga terdapat 14 pertanyaan yang valid. Sedangkan untuk pertanyaan tingkat kecemasan, dari 20 pertanyaan terdapat 4 pertanyaan yang tidak valid sehingga hanya 16 pertanyaan yang akhirnya digunakan dalam penelitian ini. b. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah uji yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Atau uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan telah reliabel. Penelitian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan secara internal consistency, dengan cara mencobakan instrumen satu kali saja kemudian hasil yang diperoleh dianalisis antara konsistensi butir - butir yang ada pada instrumen dengan rumus koefisien Alfa Cronbach (Nur Indriantoro, 2002). Adapun rumusnya sebagai berikut:

Rumus:
K si 1 k 1 si keterangan:

ri k si st

: Reliabilitas instrumen : Banyaknya soal : Jumlah variasi butir : Variasi total

Untuk mengetahui realibilitas caranya adalah dengan membandingkan nilai r tabel dengan nilai alpha. Bila nilai r alpha lebih besar daripada r tabel maka pertanyaan tersebut reliabel (25). 2. Cara Pengumpulan data Dan Pengolahan Data Setelah mendapatkan ijin dari Pengajaran Program Studi Ilmu keperawatan dan mendapatkan surat tugas dari pihak program studi, peneliti kemudian melakukan penelitian. 1. Setelah mendapatkan ijin dari Pengajaran Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Diponegoro Seamarang, peneliti melakukan pengamatan kepada responden 2. Setelah melakukan pengamatan, membagikan kuesioner kepada responden kemudian diisi sendiri oleh responden, dimana kuesioner yang dibagikan yang waktu pemberiannya dilakukan pada hari yang sama. Pemberian kuesioner kepada subyek yang memenuhi kriteria inklusi 3. Peneliti menjelaskan cara mengisi kuesioner 4. Kuesioner yang telah diisi oleh responden dikembalikan kepada peneliti kemudian peneliti memeriksa kelengkapan data ditempat pengambilan data agar kekurangan dapat segera dilengkapi

H. Tehnik Pengolahan Dan Analisa Data


1. Pengolahan a. Editing , yaitu melakukan pengecekan kelengkapan isian sehingga apabila terdapat ketidaksesuaian dapat dilengkapi segera.

b. Coding yaitu melakukan pemberian kode untuk memudahkan pengolahan dalam memberi skor (scoring) terhadap item - item yang perlu diberi skor serta memberikan kode terhadap item - item yang tidak diberi skor. c. Tabulating yaitu mengelompokkan data sesuai variabel yang diteliti d. Entery data yaitu memasukkan data kekomputer dengan menggunakan aplikasi SPSSversi 11 (Statistical Package for Social Sience). 2. Analisa Data a. Analisa Univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umunya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi frekuensi dan proporsinya untuk mengetahui karakteristik subyek dari penelitian dari tiap variabel (26). Pada umumnya dalam analisis ini hanya menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel. Dalam penelitian analisis univariat digunakan untuk mengetahui proporsi dari masing - masing variabel penelitian yaitu stresor psikososial dengan mahasiswa. b. Analisis Bivariat yaitu analisis yang dilakukan untuk melihat hubungan dua variabel. Pada penelitian ini analisis hubungan dilakukan dengan tingkat kecemasan pada

menggunakan uji kai kuadrat (Chi Square) (26). Penggunaan uji kai kuadrat dikarenakan pada penelitian ini akan dilakukan uji mengenai perbedaan proporsi atau presentasi antara beberapa kelompok untuk mengetahui antara variabel yang ada. Untuk memutuskan apakah terjadi hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat maka digunakan P value yang dibandingkan dengan tingkat kesalahan (alpha) yang digunakan yaitu 5 % atau 0,05. apabila P value < 0,05 maka hipotesis terbukti, yang berarti ada hubungan antara

variabel bebas dan terikat. Sedangkan bila P value > 0,05 maka hipotesis ditolak yang berarti tidak ada hubungan antara variabel bebas dan terikat (27). Prosesnya akan dilakukan dengan pembuktian uji chi square yang menggunakan rumus sebagai berikut:

X2 =

( fo fh )
fh

keterangan f0 = nilai observasi fh = nilai ekspektasi ( nilai harapan)

I.

Etika Penelitian
Menjelaskan tentang masalah etika apa saja dalam penelitian keperawatan

seperti informed consent sebelum melakukan penelitian, anatomi (tampa nama) pada saat melakukan pengukuran atau pengumpulan data dan confidentiality

(kerahasiaan). 1. Informed Consent Menjelaskan cara memberikan informed consent seperti berikut: sebelum melakukan penelitian maka akan diedarkan lembar persetujuan untuk menjadi responden dengan tujuan agar subyek mengerti maksud dan tujuan penelitian dan mengetahui dampaknya, jika subyek bersedia maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan dan jika responden tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak pasien.

2. Anomity (tanpa nama) Menjelaskan bentuk alat ukur dengan tidak perlu mencamtumkan nama pada lembar pengumpulan data, hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data. 3. Kerahasiaan ( confidential) Merupakan masalah etika dengan menjamin kerahasiaan dari hasil penelitian baik informasi maupun masalah - masalah lainnya, semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset

BAB IV HASIL PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan pada bulan September dengan subyek penelitian yaitu mahasiswa program studi ilmu keperawatan jalur reguler angkatan 2003, terletak di komplek Gedung E MIPA Lt II UNDIP, Jl. Prof. Soedarto SH, yang sampelnya sebayak 38 orang. Penelitian ini dilakukan pada mahasiswa yang sedang dalam persiapan ujian akhir, baik ujian tulis maupun ujian praktek serta penyusunan proposal penelitian dan ada beberapa mahasiswa tidak masuk.

A. Karakteristik Responden
1. Umur Responden Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Umur Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003 N0 1. 2. 3. Total Umur 20 th 21 th 22 th Frekuensi 2 25 8 35 Prosentase 5,7 % 71,4 % 22,9 % 100%

Data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner didapatkan bahwa responden paling banyak yaitu berusia 21 tahun sebanyak 25 orang ( 71,4 % ), sedangkan usia 22 th hanya sebanyak 8 orang (22,9 % ). Untuk frekuensi terkecil

dari sampel tersebut berada pada responden yang berusia 20 th sebanyak 2 orang (5,7 % ). 2. Jenis Kelamin Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003 N0 1. 2. Total Jenis Kelamin Laki laki Wanita Frekuensi 4 31 35 Prosentase 11,4 % 88,6 % 100%

Berdasarkan tabel 4.2 dapat diperoleh data bahwa sebanyak 31 responden (88,6 %) berjenis kelamin perempuan sedangkan yang lainnya berjenis kelamin laki laki,dengan prosentase sebesar ( 11,4 % ) atau sebanyak 4 orang

3. Agama Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Agama Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003 N0 1. 2. 3. 4. 5. Total Umur Islam Kristen Katolik Hindu Budha Frekuensi 33 2 0 0 0 35 Prosentase 94,3 % 5,7 % 0% 0% 0% 100%

Berdasarkan data yang diperoleh pada saat penelitian dapat diketahui bahwa sebagian besar responden beragama islam yaitu 33 orang ( 94,3 %), sedangkan sisanya sebanyak 2 orang ( 5,7 % ) beragama kristen.

4. Suku Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Reponden Berdasarkan Suku Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003. N0 1. 2. 3. 4. Total Suku Jawa Madura Sulawesi Bangka Frekuensi 31 2 1 1 35 Prosentase 86,6 % 5,7 % 2,9 % 2,9 % 100%

Berdasarkan tabel 4.4 diperoleh data bahwa responden yang bersuku jawa sebanyak 31 orang ( 86,6 % ) dan responden yang bersuku madura sebanyak 2 orang (5,7 %), sedangkan sisanya responden yang bersuku sulawesi 1 orang (2,9 %) dan responden yang bersuku bangka 1 orang ( 2,9% ).

B. Tingkat Kecemasan
Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003 N0 Tingkat Kecemasan 1. 2. 3. 4. Total Ringan Sedang Berat Berat sekali 0 25 10 0 35 0% 71,4% 28,6% 0% 100% Frekuensi Prosentase

Berdasarkan tabel 4.5 dapat dinyatakan bahwa sebanyak 25 responden ( 71,4% ) mengalami kecemasan sedang, sedangkan reponden dengan kecemasan tinggi sebanyak 10 orang ( 28,6% ) dan tidak terdapat reponden yang mengalami kecemasan ringan atau tinggi sekali.

C. Stresor Psikososial
Tabel 4.6 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Berat Ringannya Stresor Psikososial Mahasiswa Ilmu Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003

N0

Stresor Psikososial

Frekuensi

Prosentase

1. 2. 3. 4. Total

Ringan Sedang Berat Berat sekali

0 18 17 0 35

0% 51,4% 48,6% 0% 100%

Berdasarkan tabel 4.6 dapat dinyatakan bahwa sebanyak 18 responden (51,4% ) mengalami stresor psikososial yang sedang sedangkan reponden yang mengalami stresor psikososial yang tinggi sebanyak 17 orang ( 48,6% ).

D. Hubungan Stresor Psikososial dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa


Tabel 4.7 Hubungan Stresor Psikososial dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa Keperawatan Jalur Reguler Angkatan 2003 Stresor Psikososial Tingkat Kecemasan Sedang (N% ) Berat (N%) Sedang Berat Total 16 9 25 (45,7 ) ( 25,7 ) 2 (5,7 ) 8 (22,9) 18 ( 51,4 ) 5,536 0,019 17 ( 48,6 ) Total (% ) x2 pvalue

( 71,4 ) 10 (28,6 ) 35 (100 )

Berdasarkan analisa secara statistik dengan uji Chi Square didapatkan nilai x2 sebesar 5,536 dan p value 0, 019. dari hasil tersebut menunjukkan bahwa x2 hitung lebih besar dari x2 tabel ( 5,536 > 3,481 ) dan p value < 0,05 sehingga Ho ditolak yang berarti ada hubungan yang signifikan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa program studi ilmu keperawatan TA 2003.

BAB V PEMBAHASAN

A. Karakteristik Responden
Karakteristik mahasiswa program studi ilmu keperawatan jalur reguler angkatan 2003, sebagai responden penelitian ini terdiri jenis kelamin, umur responden, agama dan suku. Didalam penelitian ini dari 35 responden didapatkan bahwa sebanyak 31 orang (88,6%) yang berjenis kelamin perempuan dan empat orang (11,4%) yang berjenis kelamin laki - laki dan terdapat 25 orang (71,4%) mengalami kecemasan sedang dan 10 (28,6%) mengalami kecemasan tinggi, sehingga dapat dikatakan bahawa responden yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak daripada yang berjenis kelamin laki - laki, dengan adanya perbedaan jumlah ini dapat diindikasikan bahwa tingkat kecemasan pada dewsa awal (mahasiswa) berpengaruh pada banyaknya reponden yang berjenis kelamin perempuan daripada yang berjenis kalamin laki - laki atau perbedaan jenis kelamin mempengaruhi terjadinya kecemasan pada dewasa awal. Biasanya kecemasan yang terjadi pada wanita dipengaruhi oleh faktor psikologik, biologik dan stres psikososial, yang mana kecemasan timbul karena orang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan sekitar. Kecemasan yang terjadi pada wanita adalah dua kali lipat daripada laki - laki (20). Berdasarkan data umur responden menunjukan bahwa jumlah terbanyak responden berumur 21 th yaitu sebanyak 25 orang (71,4%) ini berarati bahwa kelompok umur banyak mengalami kecemasan adalah kelompok umur dewasa awal,

yang mana individu dewasa awal adalah masa pencaharian kemantapan yaitu suatu masa yang penuh dengan masalah dan ketegangan emosional, periode isolasi sosial, periode komitmen dan masa ketergantungan, perubahan nilai - nilai kreativitas dan penyesuaian pada pola hidup baru (27), untuk responden yang berumur 22 tahun hanya berjumlah 8 orang (22,9%) hal ini terjadi karena faktor maturitas atau kondisi fisiknya, menurut Soewadi (2002) individu matur (dewasa) lebih suka gangguan akibat stres sebab mereka mempunyai daya adaptasi yang besar terhadap sresor yang tinbul. Sehingga apabila individu tidak mampu melakukan adapatasi/ penyesuaian dapat mengalami stres, kecemasan dan depresi (10). Hasil penelitian menunjukkan tentang agama dan suku dari responden didapatkan bahawa sebagaian besar reponden adalah suku jawa yaitu sebanyak 31 orang (88,6%) sisanya yaitu dari suku lain seperti ; suku madura, bangka dan sulawesi dan sebagian besar responden beragama islam sebanyak 33 orang (94,3%). Individu yang kemungkinan besar yang mengalami stresor psikososial dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain ; strata, kebudayaan, agama, dan falsafah hidup (20). Walaupun dalam penelitian ini faktor agama dan suku bangsa tidak menunjukkan pengaruh yang cukup signifikan terhadap stresor psikososial maupun tingkat kecemasan pada mahasiswa .

B. Stresor Psikososial
Hasil penelitian dari 35 responden yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa stresor psikososial yang terjadi pada responden adalah sedang dan berat yang mana stresor psikososial ini diukur didasarkan pada 14 item daftar peristiwa. Yang merupakan daftar peristiwa dari stresor psikososial yaitu: perpisahan dengan keluarga , perubahan dalam kehidupan sehari - hari, perubahan dari SLTA ke bangku

kuliah, perubahan pola kehidupan ( makan /tidur ), perubahan frekuensi pertemuan dengan keluarga, konflik dengan dosen/orang tua, perubahan keadaan keuangan, penyesuaian kuliah baru, kematian salah satu orang tua, kematian teman dekat, kematian keluarga dekat, kecelakaan atau sakit, konflik dengan teman, dan pertengkaran dengan pacar/ teman dekat(1,2). Dari analisa 14 item daftar peristiwa stresor psikososial tersebut didapatkan bahwa 18 responden (51,4%) mengalami stresor psikososial sedang yang mana item daftar peristiwa tersebut adalah konflik dengan teman, pertengkaran dengan pacar/ teman dekat dan penyesuaian kuliah baru sedangkan daftar peristiwa seperti perubahan keadaan keuangan, kematian keluarga dekat, perubahan pola kehidupan (makan /tidur) merupakan stresor psikososial berat sebesar 17 responden (48,6%). Daftar peristiwa tersebut diatas merupakan stresor yang mungkin saja dapat mempengaruhi responden dalam menghadapi persiapan ujian baik ujian tulis maupun ujian praktek serta penyusunan karya ilmiah. Stresor psikososial adalah sikap, keadaan dan peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga individu bersangkutan terpaksa mengadakan adaptasi atau menggunakan stresor yang timbul (10). Menurut Lubis (1989) stresor tidak selalu sama dipersepsikan oleh setiap individu misalnya kualitas menyenangkan dan tidak menyenangkan suatu stresor tidak sama antara satu individu dari waktu - kewaktu (8). Kematangan pribadi individu mempunyai sangkut paut dengan pendidikan, kondisi fisik, tipe kepribadian, budaya dan lingkungan atau situasi. Individu yang matur (dewasa) lebih suka mengalami gangguan akibat stres sebab mereka mempunyai daya adaptasi yang besar terhadap terhadap stresor yang timbul (14). Setiap perubahan atau peristiwa dalam kehidupan dapat menimbulkan stres (19) .

Stres ini dapat menimbulkan kecemasan atau kecemasan merupakan manifestasi langsung dari kehidupan dan sangat erat kaitannya dengan pola hidup. Hasil penelitian yang menggambarkan kondisi mahasiswa program studi ilmu keperawatan jalur reguler angkatan 2003 yang mengalami stresor psikososial sedang dan tinggi yang hampir sama banyaknya, fenomena yang terjadi dalam penelitian ini menurut Rhamdan L (1999) dalam penelitian yang berjudul Dzikir sebagai satu pendekatan terapi untuk mengatasi stres psikososial, menyatakan sumber stres psikososial itu salah satunya hubungan interpersonal yang mengalami konflik, misalnya konflik dengan kekasih atau teman, atasan atau bawahan. Masalah perkembangan baik fisik maupun mental seseorang pada masa remaja atau dewasa. Peristiwa diatas memerlukan mekanisme pertahanan individu dalam menghadapi stresor psikososial yaitu menambah harga diri, rasionalisasi, proyeksi, kompensasi, pemeranan, intelektualisasi, dan pelepasan (meniadakan tindakan yang kurang bermoral).

C. Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa


Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat kecemasan pada mahasiswa sebagian besar berada dalam tingkat kecemasan sedang yang mana tingkat kecemasan disini diukur dengan menggunakan 16 item aktifitas sehari - hari. Dan hasil analisa dari 16 item aktifitas sehari - hari tersebut yang termasuk kecemasan sedang adalah saya orang yang sering gugup, saya merasa sukar untuk memusatkan perhatian saya, saya benar - benar merasa tidak percaya pada diri saya sendiri, saya selalu gelisah jika sedang menunggu dan apabila dibandingkan dengan teman - teman saya, saya selalu tidak banyak mempunyai kelebihan - kelebihan seperti mereka sebanyak 25 responden (71,4%) sedangkan sisanya sebanyak 10

orang (28,6%) mengalami kecemasan berat yang mana item item aktifitas sehari harinya adalah hidup sering merupakan beban bagi saya, saya tidak suka menghadapi kesukaran / membuat keputusan penting dan saya adalah orang yang menganggap segala sesuatu itu berat. Yang mana dengan adanya aktifitas sehari - hari tersebut diatas dapat mempengaruhi responden yang akan menghadapi persiapan ujian baik ujian akhir maupun ujian praktek serta penyusunan karya ilmiah. Kecemasan menurut Prawirohusodo (1988) adalah pengalaman emosi yang tidak menyenangkan yang datang dari dalam, bersifat meningkat, menggelisahkan dan menakutkan, yang dihubungkan dengan suatu ancaman bahaya yang tidak diketahui oleh individu (15). Kecemasan pada mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain yaitu faktor genetik, faktor psikologik dan faktor sosial seperti kehidupan sosial, kehidupan keluarga, kehidupan tempat tinggal, dan hubungan interpersonal dengan teman sebaya, keuangan, penyakit fisik dan lain lain (20). Menurut Suhardjo (1981) mahasiswa adalah sekelompok pemuda yang belajar diperguruan tinggi yang mana mahasiswa ini termasuk dalam kelompok usia adolence penuh dimana pada usia ini mereka memasuki tahap tugas perkembangan yaitu peralihan dari masa kanak - kanak kemasa dewasa. Pada masa ini hampir selalu merupakan masa - masa sulit bagi remaja, pendidik maupun orang tua. Mereka mulai menyampaikan kebebasan dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri, dengan kata lain mereka mengalami perubahan mental dan emosi (18). Diperguruan tinggi mereka akan mengalami situasi yang berbeda, antara lain penerimaan berbagai macam nilai dan sikap yang mungkin bertentangan dengan yang ada dalam keluarganya, penerimaan tanggung jawab untuk menentukan

kehidupan sendiri, dimana tidak semua mereka siap menerima penghentian status ketergantungan serta persaingan akedemik yang lebih kuat, mahasiswa program studi ilmu keperawatan dalam perubahan keadaannya dari murid sekolah lanjutan atas menjadi mahasiswa dapat mengalami reaksi penyesuaian diri antara lain; kecema san, kegelisahan dan depresi. Apabila kecemasan yang dialami terlalu besar akan dapat mempengaruhi prestasi belajarnya (8,9) Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang dan untuk sisanya mengalami kecemasan tinggi. Faktor yang menyebabkan timbulnya kecemasan dalam taraf sedang berhubungan dalam kehidupan sehari - hari (29). Selain itu kecemasan sedang juga dipengaruhi oleh adanya kemampuan responden dalam mengelola stres yang ditimbulkan dari situasi yang mengancam. Stresor psikososial disini juga ikut berperan dalam mempengaruhi tingkat kecemasan yang timbul, karena apabila individu dapat menyesuaikan diri terhadap diri sendiri, orang lain atau lingkungan sekitarnya dewasa awal dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik.

D. Hubungan Strsor Psikososial dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa


Berdasarkan analisa dengan uji statistik Chi Square didapatkan hasil bahwa 18 orang reponden termasuk kelompok stresor psikososial sedang diantaranya 2 orang responden hanya mengalami kecemasan berat dan 16 orang responden mengalami kecemasan sedang. Didapatkan nilai x2 lebih besar dari 3, 481 dan p value lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,019 sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan stresor psikososial dengan tingakat kecemasan pada mahasiswa. Angka responden kecemasan lebih besar ditemukan pada responden dengan stresor psikososial sedang dibanding dengan kelompok stresor psikososial

berat. Namun demikian kelompok responden stresor psikososial lebih rentan atau lebih mudah kemungkinan mengalami kecemasan, hal ini mungkin karena faktor maturitas atau kondisi fisiknya. Para ahli membagi tiga kelompok utama gangguan jiwa akibat stresor psikososial yaitu kecemasan, skizofrenia, depresi. Stresor psikososial adalah suatu keadaan atau peristiwa yang menyebabkan perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga individu terpaksa melakukan adaptasi atau mengatasi stresor yang timbul. Dalam penelitian ini tingkat gangguan kecemasan dipandang secara kuantitatif (ada hubungan tingkat dan derajat perbedaan) daripada kalitatif (ada tidaknya sindrom) artinya perbedaan antara orang yang menderita kecemasan dan tidak menderita kecemasan hanya terletak pada rentang dan derajat ada tidaknya gejala yang muncul (30). Meskipun gejala kecemasan biasanya dijumpai pada pasien klinik atau pasien rumah sakit jiwa namun juga tidak jarang gejala kecemasan tampak pada orang - oarang normal yang masih dapat berfungsi dalam tahapannya (30). Populasi paling banyak untuk mendapat resiko mengalami kecemasan adalah pada usia muda yang memasuki usia 16 - 22 th. Hal ini terjadi karena proses peralihan anak - anak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan yang mencakup fisik, perilaku, sikap yang mana terkadang tidak semua orang mampu melakukan adaptasi dan mengatasi stresor dengan baik sehingga timbullah keluhan keluhan psikologi seperti kecemasan (15). Usaha untuk menghindari kecemasan pada mahasiswa adalah memperkuat kepribadian, mengembangkan bakat atau minat, memperkuat daya tahan fisik, menghindari perilaku yang tidak sehat, beribadah, gaya hidup yang sesuai,

bersosialisasi dengan lingkungan dan meningkatkan peran serta keluarga dalam memberi motivasi. Peranan orang tua juga sangat besar dalam pembentukan kepribadian indsividu itu sendiri, dengan hubungan dan kasih sayang yang baik, memberikan kepribadian yang sehat sehingga terbentuklah mental yang baik pada anak selam hidupnya (21). Menurut peneliti, peran dosen atau staf pengajar juga sangat diharapkan dalam memberikan bimbingan dan konseling serta motivasi pada mahasiswa saat proses pembelajaran atau praktek berlangsung.

E. Keterbatasan Penelitian
Kurang sempurnanya hasil penelitian ini disebabkan oleh beberapa keterbatasan diantaranya sebagai berikut : 1. Penelitian ini menggunakan kuesioner tertutup sehingga tidak dapat menggali lebih dalam tentang stresor psikososial dan tingkat kecemasan pada mahasiswa 2. Kemungkinan konsep mengenai stresor psikososial dan tingkat kecemasan pada mahasiswa tidak mencakup oleh karena adanya keterbatasan peneliti 3. Pengumpulan data dengan kuesioner memungkinkan reponden menjawab pertanyaan dengan tidak jujur atau tidak memahami pertanyaan yang dimaksud sehingga hasilnya kurang mewakili secara kualitatif

BAB VI PENUTUP A. Kesimpulan


1. 51,4% responden mengalami stresor psikososial sedang yaitu item daftar peristiwanya meliputi : konflik dengan teman, pertengkaran dengan pacar/ teman dekat dan penyesuaian kuliah baru. Sedangkan 49,6% responden mengalami stresor psikososial berat yaitu item daftar peristiwanya adalah perubahan keadaan keuangan, kematian keluarga dekat dan perubahan pola hidup (makan/tidur). Menuerut Rhamdan L (1999) mengatakan sumber stres psikososial itu salah satunya hubungan interpersonal yang mengalami konflik, misalnya konflik dengan kekasih atau teman, atasan atau bawahan, masalah perkembangan baik fisik maupun mental seseorang pada masa remaja atau dewasa. 2. Tingkat kecemasan pada mahasiswa sebagian besar berada pada tingkat kecemasan sedang, terdapat 28,6% mahasiswa mengalam kecemasan tinggi, 71,4% mahasiswa mengalami kecemasan sedang dan tidak ada responden yang mengalami kecemasan sampai tingkat ringan 3. Ada hubungan yang cukup signifikan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa dengan alpha = (< 0,05)

B. SARAN
1. Masukan bagi staf pengajar program studi ilmu keperawatan agar dalam pembelajaran memberikan bimbingan dan konseling serta memotivasi mahasiswa agar dapat terhindar dari stresor psikososial dan kecemasan

2. Dianjurkan pada mahsiswa untuk memperkuat kepribadian / daya tahan fisik, taat beribadah dan dapat bersosialisasi dengan lingkungan sehingga terhindar dari kecemasan. 3. Masukan bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian yang lebih kompleks tentang hubungan stresor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa program studi ilmu keperawatan TA 2003. Selain itu penelitian juga dapat dilakukan secara kualitatif agar dapat menggali perasaan mahasiswa lebih dalam tentang tingkat kecemasan yang dialami.

DAFTAR PUSTAKA

1. Bart Smet. Psikologi Kesehatan. Anggota IKAPI Jakarta, 1994. 2. Rita L. Atkinson. Pengantar Psikologi, edisi 8. Erlangga, 1999. 3. Majalah Ilmiah Universitas Atma Jaya Indonesia. Hubungan kesulitan penyesuaian diri dan depresi Mahasiswa International: Penelitian pada Mahasiswa Indonesia disekitar Washinton DC. ISSN 0215.8078. hal 63, April 1996. 4. Majalah Ilmiah Universitas Atma Jaya Indonesia. Hubungan kesulitan penyesuaian diri dan depresi Mahasiswa International: Penelitian pada Mahasiswa Indonesia disekitar Washinton DC. ISSN 0215.8078. hal 63, April 1996. 5. Maslim Rusdi. PPDGJ III. Diangnosis Gangguan Jiwa. Jakarta, 2001. FK UGM Yogyakarta,1988 7. Sumarni, D.W., Stresor Psikososial Dan Depresi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM, Yogyakarta, 1991 8. Lubis, D. B., Pengantar Psikologi Klinik, Penerbit Fakultas Kedokteran UI, University Press, 1989 9. Siti Meichati. Kesehatan Mental, Edisi I. Fakultas Psikologi UGM,1983 10. Hawari D. Manajemen Stres, cemas dan Depresi. Jakarta ,2001 11. _________Kumpulan Makalah Kecemasan, PSIK. Semarang, 2003. 12. Maramis, W. F., Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Edisi V, Erlangga University Press, 1990 13. Suryo Mentaram, Kepribadian Sehat Menurut konsep Suryo Mentaran. Surakarta, 2004. 14. Soewadi, Simtomatologi Dalam Psikiatri, Kadik Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran, Yogyakarta, 2002 15. Prawirihusodo, S, Stres Dan Kecemasan, Simposium Stres Dan Kecemasan, FK UGM Yogyakarta, 1988 6. Prawitasari, E, I, Stres Dan Kecemasan, Simposium Stres Dan Kecemasan,

16. Salan, R, Beberapa Konsep Tentang Anxietas Dalam Anxietas Pendekatan Klinik Biokimia Dan Farmakologi, Yyasan Dharma, Jakarta, 1980 17. Muchlas, M, Stres Dan Kecemasan Pada Penderita Obesitas, Medica, No. 5, Tahun XX, Mei, 1994 18. ________ ; Anxietas , kumpulan Makalah Kecemasan IDAJ I, Surakarta, 1991. 19. Wibisono , S., Cemas Konsep Diagnostik Dan Terapi, Majalah Dokter Keluarga Vol. 9, No. 10, Hal. 23 30, Jakarta, 1990 20. Roan, M., Ilmu Kedokteran Jiwa, Psikiatri, Edisi I, Ddirektorat Kesehatan RI, Jakarta, 1979. 21. Kuhuwael, H., Hubungan Antara Stresor Psikososial Anxietas Dan Prtestasi Belajar Pada Mahasiswa FK UGM, Yogyakarta, 1993 22. Nursalam. Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta, 2001. 23. Nursalam. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan dan pedoman skripsi, tesis dan instrumen, edisi 1. Jakarta, 2003. 24. A. azis Alimul H. Riset Keperawatan dan Tehnik Penulisan Ilmiah, edisi 1. Jakarta, 2003. 25. Sugiyono, Statistik untuk penelitian. Bandung : CV. Alfabeta, 2003 26. Notoatmojo, S. Metodologi Peelitian Kesehatan. Edisi Revisi. Jakarta : PT Rieneka Cipta, 2002 27. Nur Indiarto. Metodologi Penelitian Kesehatan, Edisi I, Juni, 2002 28. Elisabeth .B., Hurlock, Psikologi Perkembangan (Sepanjang Rentang Kehidupan) Edisi V, Erlangga , 1997 29. Pipin Farida SMIP Stres dan Adaptasi, 1985 30. Yayasan Kesehatan Jiwa Dharmawangsa Konflik Stres dan Depresi, Simposium Kesehatan Jiwa ke XVI,1988.

Lampiran 4

LEMBAR PERSETUJUAN MENJADI RESPONDEN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan kesediaan untuk menjadi responden penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Leperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang bernama Artifasari dengan judul Hubungan Stesor Psikososial dengan Tingkat Kecemasan Pada

Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Yang Akan Menghadapi Ujian Jalur Reguler Angkatan 2003
Saya memahami bahwa penelitian ini tidak akan berakibat negatif dan merugikan saya. Oleh karena itu saya bersedia untuk menjadi responden penelitian.

Semarang, Juni 2006

( tanda tangan tanpa nama )

Lampiran 5

KUESIONER PENELITIAN

HUBUNGAN STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA ILMU KEPERAWATAN YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN JALUR REGULER ANGKATAN 2003

Oleh ANDI ARTIFASARI NIM G2B 001 204

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG, DESEMBER 2006

KUESIONER HUBUNGAN STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA YANG AKAN MENGHADAPI UJIAN

Tgl pengambilan data : Petunjuk pengisian : 1. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama

Kode :

2. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan memberikan kode huruf pada kotak jawaban yang saudara anggap benar atau sesuai dan tulislah bila pernyataan dibawah ini sesuai dengan anda .

A. DATA DEMOGRAFI
1. Umur : th

2. Jenis kelamin : a. Laki laki b. Perempuan 3. Agama : a. Islam b. Kristen c. Katolik d. Hindu e. Budha f. Lain - lain, sebutkan............ 4. Suku : a. Jawa b. Madura c. Sulawesi d. Bangka

KUESIONER B STRESOR PSIKOSOSIAL Petunjuk pengisian: isilah dengan memberikan tanda (X) pada kolom yang tersedia. Dengan pilihan :
Nilai 1 : Jika peristiwa itu menyenangkan sekali Nilai 2 : Jika peristiwa itu menyenangkan

Nilai 3 : Jika peristiwa itu biasa - biasa saja


Nilai 4 : Jika peristiwa itu menyedihkan Nilai 5 : Jika peristiwa itu sangat menyedihkan

N0
1 2 3 4 5

Daftar peristiwa
Perpisahan dengan keluarga Perubahan dalam kehidupan sehari - hari Perubahan dari SLTA ke bangku kuliah Perubahan pola kehidupan (makan, tidur) Perubahan frekuensi pertemuan dengan keluarga

6 7 8 9 10 11 12 13

Konflik dengan dosen atau orang tua Perubahan keadaan keuangan Penyesuaian kuliah baru Kematian salah satu orang tua Kematian teman dekat Kematian keluarga dekat Kecelakaan atau sakit Konflik dengan teman

14

Pertengkaran dengan pacar atau teman dekat

Jumlah skor total

KUESIONER A KECEMASAN Petunjuk pengisian: isilah dengan memberikan tanda (X) pada kolom yang tersedia. Dengan pilihan :
Nilai I : STS ( sangat tidak setuju) Nilai 2 : TS ( tidak setuju)

Nilai 3 : R ( ragu - ragu)


Nilai 4 : S ( setuju) Nilai 5 : SS ( sangat setuju) N0 Aktifitas kehidupan sehari hari 1 2 3 4 5 6 Saya merasa sukar untuk berkonsentrasi terhadap suatu hal Saya mengalami diare sekali atau lebih dalam satu bulan Perasaan saya lebih sensitive daripada orang lain Saya mudah menangis Saya selalu merasa gelisah jika sedang menunggu Pada waktu - waktu tertentu saya merasa khawatir tanpa alasan, mengenai sesuatu yang sesungguhnya tidak berarti 7 Apabila dibandingkan dengan teman teman saya, saya tidak banyak mempunyai kelebihan - kelebihan seperti mereka. 8 9 Pada waktu - waktu tertentu saya merasa tidak berguna Saya merasa sukar untuk memusatkan perhatian saya

STS 1

TS 2

RR 3

S 4

SS 5

10 11 12 13 14

Saya

orangnya

pemalu

dibandingkan

dengan kebanyakan orang Saya adalah orang yang menganggap segala sesuatu itu berat Saya adalah orang yang sering gugup Hidup sering merupakan beban bagi saya Kadang-kadang apabila saya kikuk, saya menjadi 15 16 berkeringat dan sangat mengganggu saya Saya benar - benar merasa tidak percaya pada diri saya sendiri Saya tidak suka untuk menghadapi kesukaran atau membuat keputusan penting

Jumlah skor total

RELIABILITAS PERTANYAAN KECEMASAN Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

R E L I A B I L I T Y

A N A L Y S I S Mean

S C A L E

(A L P H A)

Std Dev .9813 1.0314 1.3366 1.0792 1.1000 1.1242 .9139 .8096 1.0596 1.0387 .8570 .8599 1.1450 .9500 .8859 .8331 1.0939 .9933 .8432 1.1501 Std Dev 8.4731

Cases 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 N of Variables 20

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 Mean 58.0286

2.9143 3.6286 2.5143 3.2000 2.2857 3.1714 3.4000 3.8571 3.6286 2.7429 3.1714 2.7143 2.5714 2.4571 2.7429 2.2000 3.2571 2.3143 2.2286 3.0286 Variance 71.7933

Statistics for Scale

R E L I A B I L I T Y Item-total Statistics Scale Mean if Item Deleted K1 K2 K3 K4 K5 K6 K7 K8 K9 K10 K11 K12 K13 K14 K15 K16 K17 K18 K19 K20 55.1143 54.4000 55.5143 54.8286 55.7429 54.8571 54.6286 54.1714 54.4000 55.2857 54.8571 55.3143 55.4571 55.5714 55.2857 55.8286 54.7714 55.7143 55.8000 55.0000

A N A L Y S I S

S C A L E

(A L P H A)

Scale Variance if Item Deleted 61.8689 66.0706 66.8454 62.7933 71.4908 65.9496 72.5933 64.6168 63.0706 62.3277 68.1849 65.1630 61.3731 64.1933 63.3277 68.7345 63.4756 66.9160 66.9294 66.8824 20 items

Corrected ItemTotal Correlation .5805 .2778 .1446 .4581 -.0488 .2508 -.1050 .5010 .4516 .5113 .2031 .4243 .5078 .4400 .5447 .1712 .4085 .2394 .3010 .1908

Alpha if Item Deleted .7218 .7446 .7596 .7301 .7703 .7472 .7692 .7309 .7308 .7262 .7491 .7350 .7250 .7329 .7265 .7510 .7341 .7473 .7430 .7525

Reliability Coefficients Alpha = .7517

Standardized item alpha =

.7603

Reliabilitas Pertanyaan Stresor Psikososial Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ******

R E L I A B I L I T Y

A N A L Y S I S Mean

Std Dev 1.0109 1.0556 1.3360 1.0977 1.1952 1.1242 .9482 .9438 1.1704 1.0314 .8452 1.0792 1.0387 .9500 .8075 1.0596 1.1265 .9103 .8599 1.1000

S C A L E Cases 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 35.0 N of Variables 20

(A L P H A)

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20.

SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 SP9 SP10 SP11 SP12 SP13 SP14 SP15 SP16 SP17 SP18 SP19 SP20

3.0857 3.6571 2.5429 3.1714 2.5714 3.1714 3.4286 3.8571 3.5714 3.6286 3.1429 3.2000 2.7429 2.4571 2.7714 3.6286 3.2857 2.3714 2.2857 3.2857

Statistics for Scale

Mean 61.8571

Variance 78.0084

Std Dev 8.8322

R E L I A B I L I T Y Item-total Statistics Scale Mean if Item Deleted SP1 SP2 SP3 SP4 SP5 SP6 SP7 SP8 SP9 SP10 SP11 SP12 SP13 SP14 SP15 SP16 SP17 SP18 SP19 SP20 58.7714 58.2000 59.3143 58.6857 59.2857 58.6857 58.4286 58.0000 58.2857 58.2286 58.7143 58.6571 59.1143 59.4000 59.0857 58.2286 58.5714 59.4857 59.5714 58.5714

A N A L Y S I S

S C A L E

(A L P H A)

Scale Variance if Item Deleted 75.4756 69.6941 72.1042 67.2807 71.7395 72.4571 76.0168 71.0000 66.5042 70.1227 74.5630 66.9378 68.5160 73.3059 69.8454 67.7109 67.4286 76.4924 76.0756 72.6050

Corrected ItemTotal Correlation .0860 .4085 .1816 .5288 .2391 .2240 .0661 .3846 .5309 .3949 .1871 .5609 .4893 .2336 .5565 .5261 .5033 .0432 .0795 .2237

Alpha if Item Deleted .7660 .7434 .7637 .7336 .7569 .7575 .7664 .7458 .7325 .7446 .7581 .7313 .7375 .7557 .7371 .7344 .7353 .7672 .7644 .7573

Reliability Coefficients Alpha = .7595

20 items Standardized item alpha = .7578

Validitas Pertanyaan Stresor Psikososial Correlations


Correlations p SP 1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 1 1.000 . 10 .295 .408 10 ptot .295 .408 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 2 1.000 . 10 .376 .285 10 ptot .376 .285 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 3 1.000 . 10 .593 .071 10 ptot .593 .071 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 4 1.000 . 10 .787** .007 10 ptot .787** .007 10 1.000 . 10

ptot

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 il d)

Correlations
Correlations p SP 5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 5 1.000 . 10 .305 .392 10 ptot .305 .392 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 6 1.000 . 10 .941** .000 10 ptot .941** .000 10 1.000 . 10

ptot

Correlations

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 t il d)


Correlations

p SP 7

ptot

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

p SP 7 1.000 . 10 -.149 .682 10

ptot -.149 .682 10 1.000 . 10

Correlations
Correlations p SP 8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 8 1.000 . 10 .380 .279 10 ptot .380 .279 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 9 1.000 . 10 .382 .276 10 ptot .382 .276 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 10 1.000 . 10 .301 .398 10 ptot .301 .398 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 11 1.000 . 10 .461 .180 10 ptot .461 .180 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 12 1.000 . 10 .787** .007 10 ptot .787** .007 10 1.000 . 10

ptot

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 t il d)

Correlations
Correlations p SP 13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 13 1.000 . 10 .730* .017 10 ptot .730* .017 10 1.000 . 10

ptot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations p SP 14 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 14 1.000 . 10 .498 .143 10 ptot .498 .143 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 15 1.000 . 10 .816** .004 10 ptot .816** .004 10 1.000 . 10

ptot

Correlations

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 t il d) Correlations

p SP 16

ptot

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

p SP 16 1.000 . 10 .641* .046 10

ptot .641* .046 10 1.000 . 10

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations p SP 17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 17 1.000 . 10 .668* .035 10 ptot .668* .035 10 1.000 . 10

ptot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations p SP 18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 18 1.000 . 10 .012 .973 10 ptot .012 .973 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 19 1.000 . 10 .387 .269 10 ptot .387 .269 10 1.000 . 10

ptot

Correlations
Correlations p SP 20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N p SP 20 1.000 . 10 .432 .213 10 ptot .432 .213 10 1.000 . 10

ptot

Validitas Pertanyaan Kecemasan Correlations


Correlations pk 1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 1 1.000 . 10 .729* .017 10 ktot .729* .017 10 1.000 . 10

ktot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 2 1.000 . 10 .272 .447 10 ktot .272 .447 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 3 1.000 . 10 .468 .172 10 ktot .468 .172 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 4 1.000 . 10 .735* .016 10 ktot .735* .016 10 1.000 . 10

ktot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 5 1.000 . 10 .095 .793 10 ktot .095 .793 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 6 1.000 . 10 .909** .000 10 ktot .909** .000 10 1.000 . 10

ktot

Correlations

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 t il d) Correlations

pk 7

ktot

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

pk 7 1.000 . 10 -.192 .595 10

ktot -.192 .595 10 1.000 . 10

Correlations
Correlations pk 8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 8 1.000 . 10 .516 .127 10 ktot .516 .127 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 9 1.000 . 10 .634* .049 10 ktot .634* .049 10 1.000 . 10

ktot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 10 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 10 1.000 . 10 .677* .032 10 ktot .677* .032 10 1.000 . 10

ktot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 11 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 11 1.000 . 10 .521 .123 10 ktot .521 .123 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 12 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 12 1.000 . 10 .650* .042 10 ktot .650* .042 10 1.000 . 10

ktot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 13 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 13 1.000 . 10 .872** .001 10 ktot .872** .001 10 1.000 . 10

ktot

Correlations

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 il d) Correlations

pk 14

ktot

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

pk 14 1.000 . 10 .659* .038 10

ktot .659* .038 10 1.000 . 10

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 15 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 15 1.000 . 10 .872** .001 10 ktot .872** .001 10 1.000 . 10

ktot

Correlations

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2 t il d) Correlations

pk 16

ktot

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

pk 16 1.000 . 10 .488 .153 10

ktot .488 .153 10 1.000 . 10

Correlations
Correlations pk 17 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 17 1.000 . 10 .736* .015 10 ktot .736* .015 10 1.000 . 10

ktot

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Correlations
Correlations pk 18 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 18 1.000 . 10 .468 .173 10 ktot .468 .173 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 19 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 19 1.000 . 10 .519 .124 10 ktot .519 .124 10 1.000 . 10

ktot

Correlations
Correlations pk 20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N pk 20 1.000 . 10 .421 .226 10 ktot .421 .226 10 1.000 . 10

ktot

Hasil Distribusi Frekuensi Frequencies Umur Responden


Statistics UMUR N Valid Missing 35 0

UMUR Frequency 2 25 8 35 Percent 5.7 71.4 22.9 100.0 Valid Percent 5.7 71.4 22.9 100.0 Cumulative Percent 5.7 77.1 100.0

Valid

20 thn 21 thn 22 thn Total

UMUR
22 thn 20 thn

21 thn

Frequencies Jenis Kelamin Responden


Statistics JENIS KELAMIN N Valid Missing 35 0
JENIS KELAMIN Frequency 4 31 35 Percent 11.4 88.6 100.0 Valid Percent 11.4 88.6 100.0 Cumulative Percent 11.4 100.0

Valid

laki-laki wanita Total

JENIS KELAMIN

laki-laki

wanita

Frequencies Agama
Statistics AGAMA N Valid Missing 35 0
AGAMA Frequency 33 2 35 Percent 94.3 5.7 100.0 Valid Percent 94.3 5.7 100.0 Cumulative Percent 94.3 100.0

Valid

Islam Kristen Total

AGAMA
Kristen

Islam

Frequencies Suku
Statistics SUKU N Valid Missing 35 0

SUKU Frequency 31 2 1 1 35 Percent 88.6 5.7 2.9 2.9 100.0 Valid Percent 88.6 5.7 2.9 2.9 100.0 Cumulative Percent 88.6 94.3 97.1 100.0

Valid

Jawa Madura Sulawesi Bangka Total

SUKU
Bangka Sulawesi Madura

Jawa

Frequencies Tingkat Kecemasan


Statistics KECEMASAN N Valid Missing 35 0 KECEMASAN Frequency 25 10 35 Percent 71.4 28.6 100.0 Valid Percent 71.4 28.6 100.0 Cumulative Percent 71.4 100.0

Valid

sedang tinggi Total

KECEMASAN
tinggi

sedang

Frequencies Stresor Psikososial


Statistics STRESOR PSIKOSOSIAL N Valid 35 Missing 0 STRESOR PSIKOSOSIAL Frequency 18 17 35 Percent 51.4 48.6 100.0 Valid Percent 51.4 48.6 100.0 Cumulative Percent 51.4 100.0

Valid

sedang tinggi Total

STRESOR PSIKOSOSIAL
tinggi

sedang

Uji Statistik Chi Square Crosstabs


Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0%

N STRESOR PSIKOSOSIA * KECEMASAN

Valid Percent 35 100.0%

Total Percent 35 100.0%

STRESOR PSIKOSOSIAL * KECEMASAN Crosstabulation KECEMASAN sedang tinggi 16 2 12.9 5.1 11.1% 20.0% 5.7% 8 4.9 47.1% 80.0% 22.9% 10 10.0 28.6% 100.0% 28.6%

STRESOR PSIKOSOSIA sedang

tinggi

Total

Count Expected Count % within STRESOR 88.9% PSIKOSOSIAL % within KECEMASAN 64.0% % of Total 45.7% Count 9 Expected Count 12.1 % within STRESOR 52.9% PSIKOSOSIAL % within KECEMASAN 36.0% % of Total 25.7% Count 25 Expected Count 25.0 % within STRESOR 71.4% PSIKOSOSIAL % within KECEMASAN 100.0% % of Total 71.4%

Total 18 18.0 100.0% 51.4% 51.4% 17 17.0 100.0% 48.6% 48.6% 35 35.0 100.0% 100.0% 100.0%

Chi-Square Tests Value 5.536b 3.915 5.813 5.378 35 df 1 1 1 1 Asymp. Sig. (2-sided) .019 .048 .016 .020 Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. (1-sided)

Pearson Chi-Square Continuity Correction a Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases

.027

.023

a. Computed only for a 2x2 table b. 1 cells (25.0%) have expected count less than 5. The minimum expected count is 4.86.

Anda mungkin juga menyukai