Anda di halaman 1dari 2

KWH METER

1. PRINSIP DASAR KWH METER Prinsipnya yaitu daya yang digunakan pada beban dihitung untuk setiam jamnya yang selanjutnya dikalkulasikan dengan harga listrik yang harus dibayarkan konsumen. Sesuai dengan namanya, KWH meter hanya menghitung daya aktif nya pada suatu perumahan atau industri sehingga apabila ada daya reaktif yang ditimbulkan oleh kapasitor atau induktor, maka seharusnya KWH meter tidak dapat menghitung daya tersebut dan putaran aluminium pada KWH meter jenis mekanik tidak dapat bergerak. Apabila KWH meter bergerak namun tidak ada daya aktif nya, maka kemungkinan terbesar, terdapat kerusakan pada KWH meter. 2. Cara Menghitung Pemakaian listrik Dari gambar Meter KWH (gambar samping) ada bagian Meter KWH yang disebut COUNTER atau RECORDER yang berfungsi untuk menghitung pemakaian listrik perbulan dari pelanggan. COUNTER terdiri dari bagian/ kontak dengan penjelasan sbb:

a. Pembacaan & Pencatatan Stand Meter Meter KWH dibaca/dicatat setiap bulan dan pada tanggal yang tetap, dari contoh gambar COUNTER diatas, dimisalkan bulan ini adalah bulan Maret 2008 dan bulan lalu bulan Februari 2008. b. Cara Menghitung Pemakaian Listrik Pemakaian listrik KWH adalah jumlah KWH yang dipakai pelanggan pada setiap bulan. Cara menghitungnya adalah: (Stand Bulan ini dikurangi Stand Bulan lalu). Dari contoh di atas, maka pemakaian pada bulan Februari 2008 adalah: 03781 - 03660 = 121 KWH (jadi pemakaian listrik dalam 1 bulan 121 KWH) c. Cara Menghitung Putaran dari Piringan KWH Semakin banyak alat listrik yang anda gunakan, maka putaran KWH Meter tersebut akan semakin cepat. Itu artinya daya aktif (watt) yang anda pakai juga semakin banyak, itu berarti pula angka di stand KWH meter akan semakin cepat bertambah. 1. Kecepatan putaran piringan KWH Meter inilah yang akan kita hitung dengan stopwatch. Untuk menghitung putaran piringan KWH Meter anda harus memperhatikan tanda berwarna hitam pada piringan KWH Meter. Tanda hitam inilah yang menjadi patokan mulai dan berhenti saat menghitung putaran piringan KWH Meter.

2. Catat konstanta dari KWH meter tersebut. Coba lihat di name plate KWH Meter, disana akan ditemukan banyak spesifikasi dari meteran listrik tersebut. Konstanta KWH Meter selalu diikuti satuan Putaran/KWH atau Put/KWH. Sebagai contoh adalah konstanta 900 Put/KWH. Maksudnya, untuk menghasilkan angka 1 KWH di stand meter piringan KWH harus berputar sebanyak 900 kali. Konstanta KWH Meter berbeda-beda, jadi harus melihat langsung di name plate KWH Meter tersebut. Konstanta yang umum adalah 900 Put/KWH, 1250 Put/KWH, 720 Put/KWH dan 600 Put/KWH. Ada 2 cara menghitung putaran KWH a. Cara 1. Watt = (3600 x Jumlah Putaran) / (Konstanta x Waktu Putaran (detik)) x 1000 b. Cara 2. Watt = (3600 : (waktu putaran(detik)/jumlah putaran)) x (1000 : konstanta)
Catatan : Untuk perhitungan biasanya jumlah putaran minimal 3 kali.

Contoh : Dari sebuah pengukuran putaran KWH meter didapat hasil 3 putaran selama 60 detik, jika konstanta putaran 900 Put/KWH berapa besar daya yang kita pakai? Jawab : Cara 1. Watt = (3600 x Jumlah Putaran) / (Konstanta x Waktu Putaran) x 1000 Watt = (3600 x 3) / (900 x 60) x 1000 Watt = 10800/54000 x 1000 = 200 Watt Cara 2. Watt = (3600 : (waktu putaran(detik)/jumlah putaran)) x (1000 : konstanta) Watt = (3600 : (60/3) x (1000 : 900) Watt = 180 x 1,111= 200 Watt (hasil Pembulatan) Cara menghitung Rp/kwh Rumus : Harga = besar daya pemakaian (KWH) x waktu (jam) x harga listrik per 1 KWH Contoh : Mesin cuci dengan daya 250 Watt dipakai selama 2 jam, berapa besar harga pemakaian listrik? (1 KWH= Rp. 700,-) Jawab : 250 Watt = 0,25 KWH 0,25 x 2 x 700 = Rp. 350,- ( jadi besar harga pemakaian sebesar Rp.350,-)