Anda di halaman 1dari 2

KFC Duduk bersama seorang sahabat pada suatu Sabtu siang di KFC, adalah suatu hal yang sudah

hampir tidak kami lakukan. Begitu banyaknya pilihan yang ditawarkan oleh pebisnis kuliner, membuat customer seperti saya dan sahabat yang entah mungkin sudah bergeser citarasa terhadap suatu makanan, meletakkan KFC pada skala preferensi hanya kalau terdesak! Tapi siang itu, sahabatku tidak dalam keadaan terdesak! Ini lebih pada mencari sesuatu yang telah lama tidak dirasakan! Untuk mencari rasa itu, sahabatku harus mengantri kurang lebih 20 menit agar si ayam goreng dan koncon-konconya bisa dinikmati di meja sedikit menyudut yang kami pilih. Sahabatku itu tidak habis pikir, bagaimana KFC ini bisa bertahan sampai sekarang. KFC Corp, berpusat di Louisville, Kentucky, USA. Dalam situs resminya http://www.kfc.com, setiap harinya lebih dari 12 juta customer dilayani oleh gerai-gerai KFC di 109 negara didunia! KFC bermula dari resep original yang merupakan 11 ramuan bumbu rahasia yang diciptakan oleh Colonel Harland Sanders lebih dari separuh abad yang lalu. KFC adalah bagian dari Yum! Brands, Inc., yang pada tahun 2008 menempati rangking #239 dalam The Fortune 500 List. Suatu pencapaian fantastis untuk sebuah usaha ayam goreng. Pertama kali mengenal KFC melalui sebuah iklan dari jaringan TV tetangga sebelah Malaysia. Pada saat itu diakhir tahun 80 an, aku masih duduk dibangku sekolah dasar, ketika iklan dengan lagu: lets go to the zoo. menggambarkan sekelompok anak yang berdarmawisata ke kebun binatang. Kegembiraan memancar jelas dari raut wajah mereka. Disela-sela darmawisata kemudian mereka disajikan suatu hidangan yang mengugah selera: ayam goreng tepung. Kemudian ayam goreng itu digambarkan dibelah dengan tangan, asap yang mengepul seakan-akan mengeluarkan aroma kelezatan dan lagu iklan itu ditutup dengan kata Sehingga menjilat jari! Menontonnya saja liur ku serasa mau menetes, sempat juga berpikir apa ada makanan selezat itu? Tak berapa lama kemudian Thanks God, akhirnya KFC landing juga di Indonesia! Dua Outlet pertamanya di Medan berada di Deli Plaza dan Medan Plaza. Begitu outle dibuka, beramairamailah orang berjubel untuk membuktikan apakah sedasyat iklannya kah KFC itu? Masih ingat sepotong ayam goreng masih seharga Rp. 750, karena aku sering dikasi kesempatan oleh orang tua untuk ngantri dan membayar. And.. its true, sehingga menjilat jari! Saat ini, iklan KFC yang ada di Indonesia, lebih menitik beratkan kepada segmen remaja hingga pekerja pemula. Apakah ini untuk menghindari isu-isu penciptaan konsumtif pada anak?! Well, begitulah KFC, ia bisa memvisualisasikan produknya ke dalam suatu iklan - tidak menggurui tepat sasaran sehinggan pada akhirnya setiap ayam goreng tepung pun disebut-sebut orang

Indonesia sebagai KFC. Sudah banyak cara untuk menyadarkan orang bahwa KFC itu nama suatu produk perusahaan, tapi tetap saja orang tua, dewasa, remaja dan anak balita sekalipun akan tetap menyebut KFC untuk hidangan tersebut diatas. Inilah yang membuat KFC bisa terus bertahan, bahkan untuk puluhan tahun yang akan datang. Meminjam dari kata bijak Mahaguru Manajemen, Peter F. Drucker: Sukses tidak bisa diungkap dalam satu kekuatan kata tetapi berkelanjutan selamanya. Bisnis adalah ciptaan manusia yang tidak memiliki ketetapan hakiki (true permanence). Bahkan bisnis yang paling tua tercipta dari abad yang terbaru. Tetapi suatu bisnis harus terus berlanjut diluar masa hidup dari individu atau bahkan dari generasi agar mampu memproduksi kontribusinya kepada ekonomi dan masyarakat. Menurutku, suatu bisnis yang berhasil harus memiliki siklus yang berulang, bukan terputus. Ketika segmen umur customer telah sampai pada batasnya, maka segmen umur baru telah tumbuh menggantikannya. Inilah yang mungkin lebih tepatnya disebut alih generasi. Walaupun sahabatku tidak menemukan kenangan rasa yang ingin ia ulang, namun kenangan itulah yang dicari oleh aku, sahabatku atau orang-orang lain diluar sana agar keep coming back ke KFC. Kalaupun bukan kenangan, maka suatu waktu nanti anak: ku, sahabatku, orang-orang lain itulah yang membawa dia kembali ke KFC! Karena aku percaya setiap anak, ketika melihat sepotong ayam KFC akan terpikir makan hingga menjilat jari!

Medan, 28 Februari 2012 DIS